Podcast appearances and mentions of hari jumat

  • 42PODCASTS
  • 644EPISODES
  • 8mAVG DURATION
  • 5WEEKLY NEW EPISODES
  • Sep 17, 2026LATEST

POPULARITY

20192020202120222023202420252026


Best podcasts about hari jumat

Latest podcast episodes about hari jumat

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 18 September 2026 - Berani menjadi saksi Kristus

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Sep 17, 2026 6:30


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 18 September 2026Bacaan: Kisah Para Rasul 3:9 "Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah."Renungan: Ketika seorang anak berhasil di dalam studinya, tentu dia akan sangat senang. Di sisi lain, orang tuanya menjadi bangga. Apalagi kalau dia mencapai nilai tertinggi dan mendapat penghargaan atas prestasinya, maka sangat mungkin orang lain akan bertanya, "Anak siapakah dia?" atau "Siapa sih orang tuanya?" Anak itu telah mengangkat nama orang tuanya. Demikian juga ketika seseorang menerima berkat atau mujizat, maka sudah seharusnya itu menjadi jalan untuk sebuah kesaksian di hadapan orang lain. Si lumpuh di Gerbang Indah telah memberikan contoh untuk hal itu. Dikatakan bahwa, "Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah." Mujizat kesembuhan itu tidak mungkin disembunyikan dan si lumpuh pun tak mau menyembunyikan dengan berpura-pura lumpuh lagi. Dia berjalan kian kemari, yang mau tidak mau membuat orang-orang di sekitarnya melihat dia. Menariknya adalah, dia berjalan sambil memuji Tuhan. Situasi menjadi berubah, di mana biasanya orang-orang melewati Gerbang Indah itu dengan pandangan yang biasa-biasa saja ketika melihat si lumpuh, namun sekarang mereka melihatnya dengan penuh keheranan. Dikatakan, "Sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya."Tidak menutup kemungkinan di antara mereka ada orang-orang yang suka menghakimi sesamanya, seperti orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Sepertinya tentang mujizat masih tidak begitu populer pada saat itu, meskipun Yesus sudah "mempopulerkannya" selama pelayanan di negeri Israel. Terbukti bahwa mereka takjub dan tercengang, di mana ini bukan saja merupakan sikap kekaguman, namun juga karena mereka tidak tahu. Dengan meminjam bahasa kita, mungkin mereka berkata, "Bagaimana orang yang lumpuh sejak lahir itu tiba-tiba bisa berjalan?" Padahal, dengan mendengar si lumpuh itu memuji Tuhan, seharusnya pikiran mereka tertuju kepada mujizat Tuhan, sebab apa yang terjadi itu di luar nalar manusia. Tetapi, dengan kejadian itu membuat Petrus dan Yohanes berkesempatan untuk memberitakan Kabar Baik. Tidak perlu berpanjang lebar lagi, Petrus langsung menjelaskan tentang Yesus. Bayangkan seandainya si lumpuh berpura-pura lumpuh lagi, mungkin karena takut tidak lagi mendapat sedekah, dan tidak mau berjalan sambil memuji Tuhan, maka tidak ada kesempatan untuk bersaksi tentang Yesus saat itu, karena tidak ada orang yang berkumpul karena terheran-heran. Namun, kenyataannya si lumpuh sudah menjadi sarana kesaksian tentang Yesus, bahkan dirinya juga bisa dikatakan sudah menjadi saksi, karena sudah memuji Tuhan atas berkat kesembuhan yang dia terima. Kalau kita disembuhkan dari sakit kita, sesungguhnya itu harus menjadi sarana kesaksian. Kalau kita dilepaskan dari jerat masalah ekonomi dan keuangan, maka itu pun harus menjadi sarana kesaksian. Apalagi jika kita diberi kesempatan untuk memperoleh keberhasilan dalam usaha dan karier, maka biarlah nama Yesus menjadi dikenal. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku keberanian untuk bersaksi tentang-Mu, terutama ketika aku mengalami mujizat-Mu, sehingga banyak orang diselamatkan. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-24 masa biasa, 18 September 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Sep 17, 2026 7:06


Dibawakan oleh Ivanna Edrea Santoso dan Yohanes Haring dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 15: 12-20; Mazmur tg 17: 1.6-7.8b.15; Lukas 8: 1-3.DAYA TARIK TUHAN YESUS Tema renungan kita pada hari ini ialah: Daya Tarik Tuhan Yesus. Ada seorangbocah berusia 12 tahun sedang menonton film actionproduksi luar negeri, dengan subtitle bahasa Indonesia. Ia menonton bersamaorang tuanya. Para aktor yang berbicara satu sama lain, sering mengungkapkanrasa heran atau kaget dengan seruan seperti ini: "Jesus Christ".Terjemahan dalam bahasa Indonesia tentu saja menjadi: Yesus Kristus. Maka bocahitu berseru: "Yesus Kristus hebat, Ia selalu ikut main film". Ayahnya menanggapi dengan berkata: "Yesus Kristus mempunyai daya tarikyang tidak mengenal batas waktu dan tempat. Meskipun ia tidak bermain film,tetapi ia pasti menarik perhatian para aktor. Ia juga sangat menarik perhatiankita semua." Daya tarik Tuhan Yesus dapat disejajarkan dengan makanan atauminuman bagi setiap orang di muka bumi. Salah satu buktinya, ialahajaran-ajaran-Nya selalu menjadi acuan hidup kita bersama. Ajaran tentang cintakasih adalah sebuah ajaran universal yang diakui dan dijalankan oleh semuaorang. Santo Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus menggarisbawahi poinsentral tentang daya tarik Tuhan Yesus Kristus. Menurutnya, semua aspekmengagumkan dan yang menarik perhatian semua orang mendapatkan kekuatannya darikebenaran bahwa Tuhan Yesus bangkit dari kematian. Kebangkitan dari kematiansungguh mengungguli semua bentuk kekuasaan, keajaiban, dan kemampuan kodratidan adikodrati apa pun itu di dalam diri manusia dan dunia. Oleh karena ituSanto Paulus berkata bahwa kalau Kristus tidak bangkit dan jika pewartaan Injiltidak berisi kebangkitan Kristus, maka sia-sia saja iman yang kita akui dankita bangun dalam kehidupan kita. Hidup kita sebagai pengikut Kristus harus juga memiliki daya tarik, karenakita membawa Tuhan ke mana pun dan bagaimana pun kehidupan kita. Ada dua carayang dapat kita usulkan. Pertama, persekutuan dan dalam kebersamaan denganYesus merupakan standar hidup mutlak. Sama dengan para murid baik pria danwanita mengikuti dan menjalani hidup bersama Yesus, panggilan Kristen tidakcukup dengan terdaftar sebagai anggota Gereja dan menjalani rutinitas kegiatanrohani. Kita perlu semakin menikmati persekutuan itu dengan berperan aktifmemperkuat dan membangun persekutuan iman kita. Kedua, cara hidup pemuridanmerupakan sekolah dan pelatihan agar kita mampu mempertahankan daya tariksebagai orang-orang Kristen. Pemuridan Kristen ialah penyangkalan diri,memanggul salib dan mengikuti Kristus setiap saat. Kedua usulan ini  cocok untuk membuat kita berdaya tariksehingga berkontribusi dalam membangun dunia. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus Kristus, terpujilah Engkau cahaya dankekuatan kami. Kami bersyukur dan berterima kasih kepada-Mu atas karuniaistimewa bagi kami masing-masing untuk menjadi murid-murid-Mu dan berikraruntuk mengikuti-Mu selalu bahkan sampai di salib. Kemuliaan kepada Bapa danPutra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 11 September 2026 - Tuhan selalu melindungi dan memelihara

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Sep 10, 2026 5:43


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 11 September 2026Bacaan: "Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan. " (Mazmur 37:39) Renungan: Ada suami-isteri atheis yang memiliki seorang anak perempuan. Pasangan ini tidak pernah menceritakan apapun yang berhubungan dengan Tuhan kepada anak perempuannya itu. Ketika anak perempuan itu berusia lima tahun, kedua orang tuanya berselisih paham dan akibatnya sang ayah menembak sang ibu di hadapan anak itu. Setelah itu, sang ayah menembak dirinya sendiri. Anak perempuan itu menyaksikan peristiwa yang seharusnya tidak dilihatnya. Pemerintah memutuskan untuk mengirim anak itu ke sebuah panti asuhan Kristen. Di sana ia diasuh oleh para pembina dengan kasih dan mulai diajar untuk mengenal Yesus. Pada hari Minggu, anak itu diajak ke sekolah minggu. Pengasuh yang mengantarkannya ke gereja meminta kepada guru sekolah minggu untuk bersabar menghadapinya, karena ia adalah anak suami-isteri atheis. Sambil memegang gambar Yesus, guru sekolah minggu itu berkata, "Adik-adik, apakah kalian tahu gambar siapa ini?" Anak perempuan itu tiba-tiba berdiri dan menjawab, "Saya tahu! Itu adalah gambar pria yang memegangi dan melindungi saya pada malam saat papa dan mama meninggal." Bentuk perlindungan dan pemeliharaan Tuhan tidak pernah dapat kita duga. Tuhan memelihara setiap orang dengan cara yang unik. Ketika berhadapan dengan situasi yang mengancam ketenangan dan keselamatan kita, biasanya kita langsung diserang kepanikan. Saat menghadapi situasi yang pelik, kita biasanya segera mencari perlindungan, tetapi kepada siapa kita harus berlindung? Kepada Tuhan pencipta alam semesta, Yesus Kristus nama-Nya. Persoalan apa yang saat ini membuat kita khawatir? Pekerjaan yang tidak dapat juga? Umur yang semakin tua? Jodoh yang belum dapat? Biaya sekolah yang tersendat-sendat? Anak yang membangkang? Teman sekantor yang mencoba "menggulingkan"? Tuhan berjanji untuk memelihara kita dalam keadaan yang terburuk sekalipun. Kalau anak perempuan atheis itu saja dilindungi dan dipelihara oleh Tuhan, apalagi kita orang yang berharap kepada-Nya. Saat rasa khawatir dan gentar menyerang hidup kita, ingatlah firman ini, "TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku. Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu." (Mazmur 116:6). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, Engkaulah perlindungan yang teguh bagiku, Pribadi yang selalu memelihara hidup-ku. Terpujilah nama-Mu yang Agung. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-23 masa biasa, 11 September 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Sep 10, 2026 7:29


Dibawakan oleh May Ann Rodrigo dan Ekatia dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 9: 16-19.22b-27; Mazmur tg 84: 3.4.5-6.12; Lukas 6: 39-42.TUJUAN MEMBENARKAN CARA Tema renungan kita pada hari iniialah: Tujuan Membenarkan Cara. Pernah ada pelatihan kepemimpinan bagi orangmuda Katolik yang diadakan di daerah pedesaan. Latihannya ialah melakukanperjalanan ke puncak bukit yang berjarak sekitar 4 kilometer. Peserta diwajibkanberjalan kaki dari tengah kampung menuju ke puncak bukit, dengan memilihberbagai jalan alternatif. Yang lebih dahulu mencapai puncak akan diberikanhadiah yang sudah disiapkan baginya.  Ternyata ada yang membuatkegiatan pelatihan ini menjadi kurang berkesan baik. Beberapa peserta berbuatcurang. Mereka menyewa ojek sepeda motor agar dapat membawa mereka mencapaipuncak bukit. Lalu mereka menyatakan diri sebagai pemenang, dan mereka berpikirbahwa kecurangan mereka tidak diketahui siapa pun. Ternyata ada saksi mata yangtidak diketahui, yang mengklaim bahwa mereka bukanlah pemenangnya. Parapemenang sesungguhnya ialah mereka yang berjalan kaki, yang mencapai tujuansebagai nomor satu, dua, tiga dan seterusnya. Para pemenang yang curang tadiadalah mereka yang menghalalkan cara demi mencapai tujuan. Padahal menurutaturan pelatihan itu, untuk mencapai tujuan caranya sudah ditentukan. Jadi parapeserta seharusnya patuh kepada aturan itu, yaitu berjalan kaki sampai ketujuan di puncak bukit yang sudah disepakati. Maka di sini berlaku prinsip yangsudah kita kenal bersama, yaitu tujuan mensyaratkan cara yang benar dan yangdiminta, atau cara yang sesuai untuk mencapai tujuan. Firman Tuhan pada hari inimengajarkan kita untuk senantiasa patuh kepada aturan yang selalu kita sepakatibersama, yaitu tujuan memerlukan cara yang benar, atau cara yang disepakati danditetapkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Tuhan Yesus menegaskan bahwacara orang buta membimbing orang buta tidak mungkin akan mencapai tujuan. Caraseorang murid mencapai tujuan dengan tidak mengikuti atau meneladani gurunyaadalah cara yang tidak benar. Sikap munafik dalam menyelesaikan masalah denganhanya menyalahkan orang lain dan tanpa mengoreksi diri sendiri, adalah sikapyang tidak benar. Demikian juga Santo Paulusmengajarkan kita melalui suratnya kepada jemaat di Korintus, bahwa kitamelakukan kehendak Allah memang harus mengikut jalannya Allah, yaitu jalanTuhan Yesus Kristus. Kita tidak bisa mengarang-ngarang atau memaksakan kehendakkita sendiri. Paulus menuntaskan perutusan dari Tuhan dengan memberitakanInjil, sampai akhir hidupnya. Kita juga hendaknya menuntaskan tugas danpanggilan kita di dunia ini dengan mengikuti jalannya Tuhan Yesus Kristus.Barang siapa yang tidak memakai jalan atau cara yang dikehendaki Tuhan, ia akantersesat dan tidak sampai tujuan. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Allah mahamurah, kuatkanlah kami supayakami tidak tersesat di dalam jalan hidup kami, tetapi selalu mengikuti jalan-Muyang pasti untuk mencapai keselamatan. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 4 September 2026 - Hidup berguna bagi sesama

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Sep 3, 2026 6:10


Kencan Dengan Tuhan -Jumat, 4 September 2026Bacaan: "Engkau telah menerima janji dari pada TUHAN pada hari ini, bahwa Ia akan menjadi Allahmu, dan engkau pun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturan-Nya, dan mendengarkan suara-Nya." (Ulangan 26:17)Renungan: Ada seekor burung elang berulang kali hinggap di dahan pohon yang sama karena tertarik mengamati kegiatan segerombolan tawon yang sibuk bekerja bersama membuat sarang yang berjuntai di sebuah dahan. Tampak seekor tawon sebentar terbang hinggap di antara bunga-bunga hutan yang mekar, mengisap sari madu, dan terbang kembali ke dahan memberikan sari madu ke sarangnya, dan begitu seterusnya. Burung elang dengan tidak sabar menegur seekor tawon yang sedang terbang di dekatnya, "Hai tawon kecil, kamu sibuk terbang dari satu bunga ke tempat sarangmu, memangnya apa yang sedang kamu kerjakan?" Tawon menjawab, "Aku dan kawan-kawan sedang membuat sarang." Elang berkata lagi, "Untuk apa kalian repot membuat sarang sebesar itu? Umur tawon kan sangat pendek. Sudahlah..., tidak perlu susah-susah bekerja! Santai-santai saja dan nikmati kehidupanmu yang singkat itu." Demikian burung elang menasihati si tawon. Tawon berkata, "Umurku memang tidak sepanjang umurmu burung elang. Tapi justru karena pendeknya waktu yang aku punya, aku tidak boleh menyia-nyiakan nya. Itulah arti keberadaan kami." Mendengar ucapan tawon kecil, si burung elang terdiam. la tidak mampu berkata-kata lagi dan bersombong diri. Seberapa pun panjang dan pendeknya sebuah kehidupan, itu adalah misteri alam Yang Maha Kuasa. Sebagai manusia, kita tidak pernah tahu kapan waktu kita akan berakhir. Tetapi jika di setiap penggal waktu yang kita punya, kita punya kesetiaan untuk melakukan yang terbaik serta mampu bertanggung jawab atas kehidupan kita sendiri juga bermanfaat bagi orang lain, maka tiap hari yang kita jalani adalah hari yang penuh gairah, gembira, optimis, produktif, dan dinamis! Jadi, jangan sekadar hidup, tapi buatlah kehidupan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur atas rahmat kehidupanku. Bantulah aku agar hidupku yang singkat ini berguna bagi sesamaku, sehingga melalui kehadiranku nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-22 masa biasa, 4 September 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Sep 3, 2026 8:51


Dibawakan oleh Theodorus Pehang dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 4: 1-5; Mazmur tg 37: 3-6.27-28.39-40; Lukas 5: 33-39.ESENSI BERPUASA Tema renungan kita pada hari iniialah: Esensi Berpuasa. Agustinus adalah seorang bapak keluarga bagi istri danketiga anak yang berusia remaja. Mereka sudah tahu jelas bahwa setiap harijumat bapak mereka berpuasa. Ia bukan saja tidak makan apa pun kecuali minumair, tetapi juga tidak dicari atau dikejar-kejar karena suatu urusan tertentu.Urusan-urusan terkait rumah dan relasi dengan siapa pun, sedapat mungkinditangani oleh istri dan anak-anak. Puasa jumat bari Agustinus ialah sebuahkehadiran tetapi sebenarnya ketidakhadiran. Ketika tetangga ingin bertemu,mereka yakin bahwa di rumah itu ada Agus, karena mereka sempat melihatnya adadi rumah. Tetapi saat ditanyakan kepada istri dan anak-anak, jawaban yangselalu didapatkan ialah bahwa Agustinus tidak ada. Singkatnya, Agustinussungguh ingin praktikkan bahwa puasa adalah saat seseorang membuat suatu“ketiadaan” sehingga orang-orang di sekitarnya menjadi tahu bahwa dirinyamemang sedang tidak ada. Dirinya sedang berpuasa. Pemahaman tentang ketiadaandengan berpuasa inilah yang hendak diajarkan Yesus kepada orang-orang yangtidak mengerti tentang esensi berpuasa. Yesus berkata bahwa ketika diri-Nyakelihatan dan berada bersama umat dan murid-murid, hendaknya mereka tidak perluberpuasa. Nanti ketika Ia sudah tidak ada lagi bersama mereka, barulah merekaberpuasa. Sementara ketika sedang ada sebuah kehadiran di mana orang-orangberinteraksi, bekerja sama, saling melengkapi, dan membangun kebersamaan,esensinya ialah sebuah pesta kehidupan. Dalam suasana ini, orang-orang tidakdalam posisi mengalami absensi atau ketiadaan. Pada kenyataannya, setiap kalikita berpuasa kita memang menciptakan ketidak-adaan dan rela menikmatinya.Misalnya orang tidak makan dan minum, berarti ia tidak mengalami kehadiranmakanan dan minuman pada saat-saat berpuasanya. Orang yang berpuasa dan berpantangrokok dan minuman beralkohol, berarti ia mengalami ketiadaan uang belanja rokokdan minuman. Orang berpuasa belanja barang-barang kesukaan untuk memanjakandirinya, berarti ia ciptakan sikap untuk tidak mengalokasikan dana belanjakesukaannya tersebut. Di dalam praktik hidup rohani,orang yang berpuasa diminta untuk meniadakan kebutuhan atau kepentinganduniawi, supaya jiwanya tidak terkontaminasi dengan pengaruh-pengaruhnya, laluhanya berkonsentrasi pada relasi yang mesrah dengan Tuhan. Ini adalah esensipuasa. Dengan demikian, benarlah apa yang dikatakan Santo Paulus dalam suratpertamanya kepada jemaat di Korintus, “Tuhan akan memperlihatkan apa yangdirencanakan di dalam hati”. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kasih, pandanglah kami denganbelas kasih-Mu supaya kami dapat membarui semangat iman kami dari kepura-puraanatau tidak acuh, menjadi ketulusan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...

Renungan Anak GKY Mabes
Apakah Nubuat Yunus Bertentangan? (3 September)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Sep 2, 2026 3:35


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Nubuat Yunus Bertentangan? Diambil dari Matius 12:40“Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.”Wonder Kids, Tuhan Yesus disalibkan dan meninggal pada hari Jumat. Pada hari Minggu pagi, Ia bangkit dari kematian. Namun, ada orang yang bertanya, “Bukankah Yesus berkata bahwa Ia akan berada dalam kubur selama tiga hari tiga malam? Dari Jumat sampai Minggu pagi tidak sampai tujuh puluh dua jam.”Apakah Tuhan Yesus salah? Tentu tidak. Kita perlu memahami cara orang Yahudi pada zaman Alkitab menghitung waktu. Pada masa itu, sebagian dari satu hari dapat dihitung sebagai satu hari penuh.Begini cara menghitungnya. Hari Jumat, Yesus mati dan dikuburkan sebelum matahari terbenam. Itu dihitung sebagai hari pertama. Hari Sabtu, tubuh Yesus berada di dalam kubur. Itu hari kedua. Hari Minggu pagi, Yesus bangkit. Itu dihitung sebagai hari ketiga.Karena itu, ungkapan “tiga hari tiga malam” tidak harus berarti tepat tiga kali dua puluh empat jam seperti cara kita menghitung sekarang. Ungkapan tersebut biasa dipakai untuk menyebut peristiwa yang terjadi dalam bagian dari tiga hari berbeda.Cara menghitung seperti ini juga terlihat dalam kisah Ester. Ester meminta orang Yahudi berpuasa selama tiga hari, siang dan malam. Namun, pada hari ketiga ia sudah pergi menghadap raja. Jadi, sebagian hari dapat dihitung sebagai satu hari.Wonder Kids, jangan cepat berkata bahwa Alkitab salah hanya karena ada bagian yang belum kita mengerti. Kadang-kadang kita perlu mempelajari bahasa, kebiasaan, dan cara berpikir orang pada zaman Alkitab.Namun, yang terutama bukan hanya cara menghitung harinya. Yesus memakai kisah Yunus sebagai tanda tentang diri-Nya. Ia sungguh mati, dikuburkan, dan bangkit pada hari ketiga dengan kemenangan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Tuliskan satu pertanyaan tentang Alkitab yang belum kamu pahami, lalu tanyakan kepada orang tua atau guru Sekolah Minggu.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu benar. Berikan aku hati yang sabar untuk belajar dan pikiran yang terbuka terhadap kebenaran-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Jumat, Sabtu, dan Minggu dihitung sebagai tiga hari, dan Yesus sungguh bangkit pada hari ketiga. Tuhan Yesus memberkati.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 28 Agustus 2026 - Peduli Sesama, Menabur dengan cinta

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Aug 27, 2026 5:21


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 28 Agustus 2026Bacaan: "Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna." (1 Korintus 13:2) Renungan: Di negeri Tiongkok, ada seorang yang sangat kaya raya mempunyai seorang hamba yang sangat lugu, sehingga orang-orang menyebutnya si bodoh. Suatu hari, sang tuan meminta hambanya yang lugu ini, untuk menagih hutang kepada penduduk di suatu desa. Uang hasil tagihannya itu harus dibelikan sesuatu yang belum dimiliki oleh tuannya. Akhirnya berangkatlah hamba ini dan menagih hutang. Setelah semuanya selesai ia mulai berpikir apa yang harus dia beli untuk tuannya. Akhirnya, ia kembali ke desa itu dan membagi-bagikan uang itu kepada penduduk setempat sambil berkata, "Tuanku, memberikan uang ini kepada kalian." Para penduduk pun bergembira dan memuji kebaikan hati sang tuan tersebut. Kemudian pulanglah hamba yang lugu ini dan memberitahukan kepada tuannya bahwa tugas yang diberikan kepadanya selesai. Sang tuan hanya bisa menggelengkan kepala melihat kebodohan hambanya ini. Suatu ketika terjadilah kelaparan yang hebat. Karena bencana kelaparan tak kunjung selesai, akhirnya tuan ini mengalami kebangkrutan. Harta yang dimiliki dijualnya untuk biaya hidupnya. Pada akhirnya tuannya terpaksa mengungsi ke kampung sebelah bersama hambanya yang lugu tadi. Mereka disambut oleh penduduk setempat dengan ramah, diberi makan dan tumpangan. Tentu saja sang tuan bingung. Akhirnya si hamba bercerita bahwa mereka adalah masyarakat yang pernah ia berikan uang atas nama tuannya, pada saat tuannya menyuruhnya membelikan sesuatu yang belum dipunyainya. Menurut hambanya ini, yang belum dipunya sang tuan adalah cinta di hati masyarakat tersebut. Saat ini adalah saat tuannya tersebut menerima hasil dari cinta kasih yang dulu pernah ditaburkan oleh hambanya dalam bentuk pembagian uang tersebut. Apa yang kita lakukan saat ini, mungkin hasilnya tidak dapat kita rasakan dengan segera. Namun, satu hal yang harus kita tahu, Tuhan tidak pernah berhutang. Apapun yang pernah kita berikan kepada orang lain yang paling membutuhkan, sesungguhnya sedang kita berikan untuk Tuhan. Mari menabur dengan cinta untuk orang lain, karena suatu hari kelak, kita akan mendapatkan tuaiannya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tambahkanlah roh cinta kasih-Mu dalam diriku agar hatiku selalu peka melihat penderitaan orang-orang di sekitarku. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-21 masa biasa, 28 Agustus 2026, Peringatan Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 27, 2026 9:35


Dibawakan oleh Rini Harjanti dan Yuni Trimulyo Wardani dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Korintus 1: 17-25; Mazmur tg 33: 1-2.4-5.10ab.11; Matius 25: 1-13.DIA ADALAH PENGANTIN Renungan kita pada hari inibertema: Dia Adalah Pengantin. Di dalam kitab suci profil Tuhan digambarkansebagai seorang pengantin, merupakan salah satu tema yang besar. Tuhanmenempatkan posisi sebagai pihak yang dipasangkan dengan mempelai, yang di dalampemahaman menurut tradisi kita adalah pihak wanita. Seorang wanita yangmenikah, ia sangat membutuhkan pengantin pria karena ia tidak bisa menikahdengan ruang kosong. Demikian juga pengantin sangat memerlukan mempelai, karenaia tidak bisa menikah seorang diri. Tuhan menjadikan diri-Nya sebagaipengantin supaya hubungan antara diri-Nya dan kita manusia menjadi suatupersekutuan. Hubungan itu menjadi seperti suami-istri yang dipersatukan melaluisakramen. Berkat sakramen itu adalah rahmat yang menyatukan dan mengikatsehingga sifatnya untuk selamanya. Begitu yang kita pahami tentang hubungansuami-istri dalam perkawinan Kristen. Dengan demikian, Tuhan berkehendak untukkawin dengan kita yang percaya kepada-Nya. Buktinya ialah Ia masuk ke dalamdiri kita melalui firman dan tubuh-Nya sendiri sehingga kita dapat menghasilkanbuah-buah. Seorang biarawati yang baru sajaberkaul kekal menghayati hidup hariannya dalam terang persekutuannya denganYesus sebagai sang pengantin. Ia menuturkan bahwa setiap bangun pagi, iaberusaha untuk menjadikan harinya lebih dari sekedar rutinitas. Sedang menyiapkandiri untuk ke kapel, pikiranya sudah fokus pada kesadaran bahwa, di dalam kapelitu ia sudah ditungguh oleh sang pengantinnya, yaitu Tuhan Yesus. Ketika iasudah di kapel untuk kegiatan ibadat dan selanjutnya untuk Misa, ia membuatdirinya sebagai mempelai yang menyambut sang pengantin.  Ia selalu ingin melibatkan Tuhanuntuk hadir dalam pikiran, kedamaian hatinya, aspirasi, dan keinginannya. Iaberusaha supaya kesadaran dan pemahamannya tentang Tuhan ada bersamanya dantidak hilang entah karena perhatian yang tidak fokus entah karena terbawamengantuk. Biarawati ini sungguh menggambarkan betapa mempelai dan pengantin,atau tepatnya diri kita masing-masing dan Tuhan mesti selalu dalam keadaantersambung. Pengantin dan mempelai yang tidak menampakkan suatu relasitersambung, saling melengkapi, dan menciptakan persekutuan, tidak dapatmenyandang nama tersebut. Mereka hanya menciptakan hubungan antara laki-lakidan perempuan. Tuhan adalah pengantin bagi kitasebenarnya memiliki makna lebih daripada hubungan suami-istri, karena hubunganitu adalah untuk sebuah kesempurnaan yang melampaui semua ukuran di dunia ini.Santo Agustinus menggambarkan hubungan ini dengan selalu memegang prinsip,bahwa hati kita tidak pernah selesai mencari Tuhan sampai kita tinggal bersamaDia selamanya. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semoga kami menyembah Dikau sebagaiAllah kami dan tidak ada yang lain yang kami rindu untuk bertemu dan bersatuselain Engkau sendiri. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 21 Agustus 2026 - Menemukan dan melakukan hal baru

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Aug 20, 2026 6:29


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 21 Agustus 2026Bacaan: "Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!" (Yesaya 28:16) Renungan: Jean Henri Fabre adalah seorang ahli serangga dari Perancis. Saat berjalan-jalan di hutan, ia tertarik pada perilaku ulat-ulat bulu yang berjalan berurutan dalam sebuah barisan. Seekor ulat bulu berjalan mengikuti ulat bulu yang ada di depannya, demikian mereka terus berjalan beriringan. Mereka mengikuti secara persis ulat bulu yang ada di depan mereka, tidak menyimpang ke kanan ataupun ke kiri. Fabre lalu menangkap beberapa ulat bulu dan membawanya pulang. Di laboratoriumnya, ia mengatur ulat bulu itu membentuk lingkaran mengelilingi pot bunga. Ternyata ulat-ulat itu kemudian kembali berjalan beriringan mengitari pot bunga tanpa berhenti, seperti komidi putar. Meski ada makanan di tengah lingkaran, mereka tidak berusaha keluar dari lintasan itu untuk mengambil makanan yang ada di tengah-tengah mereka. Setiap ulat bulu itu hanya berjalan dan terus berjalan saja mengikuti jalur yang dilewati ulat bulu di depannya, tanpa tahu dan menyadari apa yang sedang mereka lakukan. Dalam hidup ini pun, tanpa sadar kita seringkali juga bersikap seperti para ulat bulu tadi. Seringkali kita hanya ikut-ikutan orang lain saja, tanpa menyadari apa yang sedang kita lakukan. Bila teman-teman kita ke diskotik, maka kita pun ke diskotik. Bila orang lain membeli mobil baru, maka kita pun harus ikut memiliki mobil baru. Bila orang lain menerobos lampu merah, maka kita pun ikut menerobos lampu merah. Kita melakukan suatu tindakan karena hal tersebut banyak dilakukan oleh orang lain. Kita mencari pekerjaan yang banyak dicari oleh kelompok mayoritas, tanpa mempertimbangkan bakat dan kompetensi kita. Seringkali kita hanya melakukan sesuatu yang umum dan tidak berani melakukan hal yang berbeda. Namun, seseorang justru berpesan kepada kita, "Jangan pergi mengikuti jejak orang lain, tapi pergilah ke tempat di mana tidak ada jejak dan tinggalkan jejak Anda di sana." Jadi, kalau benar-benar ingin mendapatkan hasil yang berbeda dari kebanyakan orang, hasil yang lebih besar dan lebih baik, kita harus mempunyai alasan dan prinsip yang teguh terhadap apa yang sedang kita lakukan. Jangan hanya melakukan sesuatu karena ikut-ikutan, namun mari melakukan sesuatu karena mempunyai alasan dan prinsip hidup yang jelas. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat agar aku dapat menemukan hal-hal baru yang dapat kulakukan untuk membawa kebaikan bagi orang-orang di sekitarku. Amin. (Dod)

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-20 masa biasa, 21 Agustus 2026, Peringatan Santo Pius X, Paus

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 20, 2026 7:10


Dibawakan oleh Klara dan Agustinus dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yehezkiel 37: 1-14; Mazmur tg 107: 2-3.4-5.6-7.8-9; Matius 22: 34-40.RAHASIA CINTA Tema renungan kita pada ini ialah: Rahasia Cinta. Sepasang muda-mudi sudahtiga tahun berpacaran dan mereka merahasiakan hubungan cinta ini. Orang-orangsempat sekali atau dua melihat mereka berdua, tetapi mereka tidak tahu bahwakeduanya berpacaran. Bagi keduanya, strategi menjaga rahasia berhasil. Merekamempunyai cara tersendiri untuk merahasiakan hubungan cinta mereka. Perselingkuhan terjadi karena suami bekerja di kantor di antara banyakperempuan. Istrinya dan anak-anak di rumah tidak menemui tanda-tandaperselingkuhan itu, padahal suami sudah mempunyai relasi terlalu dalam dengansatu dan dua wanita. Bertahun-tahun hubungan terlarang itu dibungkus rapat danbaunya tidak tercium. Mereka berhasil dengan strategi rahasianya. Dua contoh cerita itu menunjukkan bagaimana cinta dipahami secaraberbeda-beda dari satu orang ke orang lain. Cinta sering dimaknai dalam kontekshubungan pria dan wanita. Dan hal tentang rahasia cinta juga selalu berkaitandengan jalinan hubungan cinta laki-laki dan perempuan. Padahal sebenarnya maknacinta yang lebih luas pasti menghadirkan pemahaman yang lebih berbeda. Misalnyacinta pada diri sendiri yang berlebihan, pasti punya rahasia tersendiri. Cintaorang tua kepada anak juga punya rahasia. Cinta kasih di antara teman dansahabat tentu punya rahasia juga. Tapi dengan ini berarti di dalam cinta itu sendiri banyak rahasianya. Itujuga berarti ada cinta yang lebih kuat, ada yang kurang bahkan ada yangcenderung lemah atau bertujuan negatif. Jadi pertanyaannya: rahasia cintaseperti apa yang harus menjadi standar bagi setiap manusia, sehingga misalnyadalam penghayatan cinta itu seseorang tidak bahagia dengan cinta itu, ia harusmencarinya yang ideal? Jawabannya ialah rahasia cinta yang ideal hanyadiberikan oleh Tuhan karena Ia memilikinya dan Dia-lah sumbernya. Kalau pada manusia, ada rahasia dalam bercinta karena sedang terjadi atauberlangsung sesuatu yang kurang pas sehingga perlu disembunyikan, dirahasiakan.Bagi Tuhan, cinta terungkap dalam kata dan perbuatan yang benar dan baiksehingga harus diwujudkan dan tampak kepada dunia sekitarnya. Tak ada yangdisembunyikan atau dirahasiakan cinta kasih yang sejati. Rahasia cinta Tuhansebenarnya bukan terletak pada kerahasiaannya, tetapi pada inti danungkapannya. Tuhan telah menunjukkan dan mengajarkan kita bahwa rahasiacinta-Nya ialah sebuah pemberian diri sendiri bagi kebaikan sesama. YesusKristus adalah contoh sempurna bagi kita. Tinggal saja kita teladani danmenikmati sendiri rahasia cinta Allah ini.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Yesus Kristus, kuatkanlah kami selalu dalam cinta yangbenar dan baik. Terima kasih banyak atas karunia cinta ini yang mengalir tanpahenti dari-Mu dan mampukanlah kami selalu untuk menjalankannya. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 14 Agustus 2026 - Libatkan Tuhan sebagai Mitra Kerja Andalan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Aug 13, 2026 5:18


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 14 Agustus 2026Bacaan: "Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan." (Yeremia 17:7)Renungan: Bertahun-tahun yang silam ada seorang laki-laki muda yang bermaksud memulai bisnis kecil di Chicago. Bisnis yang akan dijalankannya adalah bisnis keju. Namun, bisnis tersebut ternyata terlilit utang yang sangat besar. Menanggapi kegagalannya itu, salah seorang temannya berkata, "Anda telah melakukan kesalahan. Anda tidak menyertakan Tuhan di dalam bisnis Anda. Anda tidak bekerja sama dengan-Nya." Laki-laki muda itu berpikir sejenak, "Benar juga, saya tidak menyertakan Tuhan di dalam bisnis ini padahal Tuhan sanggup memberkati pekerjaan saya dan Dia bisa melakukan mukjizat." Sejak saat itu laki-laki muda ini lalu menjadikan Tuhan sebagai " partner senior" di dalam bisnisnya. la mulai melibatkan Tuhan dalam setiap keputusan-keputusan penting yang dia ambil, ia mulai bertanya terlebih dahulu kepada Tuhan, setiap hendak melakukan keputusan-keputusan penting dan bisnis tersebut akhirnya benar-benar berkembang menjadi bisnis keju terbesar di dunia. Tahukah anda siapa nama laki-laki muda itu? Namanya adalah J. L. Kraft, yang dikenal sebagai pimpinan Perusahaan Keju Kraft! Siapa yang tidak kenal keju Kraft yang sering kita pakai ketika membuat kue atau dimakan dengan roti? Siapa yang akan kita cari dahulu ketika hendak membuka sebuah usaha atau memulai sebuah pekerjaan? Atau hendak membuat sebuah keputusan penting ? Kepada siapa kita meminta pendapat tentang rencana-rencana kita? Jika selama ini kita sering mengandalkan diri sendiri, mari mulai hari ini kita belajar untuk menjadikan Tuhan sebagai partner bisnis kita. Begitu banyak produk-produk terkenal di dunia ini yang ternyata pemiliknya adalah orang-orang yang menjadikan Tuhan sebagai teman kerja mereka. Mereka tidak bekerja sendiri tetapi mempunyai partner bisnis yang andal dan tidak tertandingi. Tidak heran bila mereka berhasil. Hari ini sudahkah kita meminta Tuhan untuk menjadi rekan kerja kita? Ingatlah, hubungan antar manusia mungkin memang pernah membantu kita melalui rintangan-rintangan besar, tapi tidak semuanya. Hanya hubungan dengan Tuhanlah yang dapat memungkinkan kita untuk melewati semua rintangan, dan menyelesaikannya dengan sempurna. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berkatilah usaha yang aku jalani saat ini. Kuserahkan semuanya dalam kuasa-Mu, sehingga Engkau yang memegang kendali atasnya. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-19 masa biasa, 14 Agustus 2026, Peringatan Santo Maksimilianus Maria Kolbe, Imam dan Martir

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 13, 2026 7:35


Dibawakan oleh Fibri dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yehezkiel 16: 1-15.60.63; Mazmur tg: Yes 12: 2-3.4bcd.5-6; Matius 19: 3-12.SETIA DARI AWAL SAMPAI AKHIR Renungan kita pada hari ini bertema: Setia dari Awal Sampai Akhir. Imanmengarahkan kita untuk terikat dari awal sampai akhir, pertama kali danterakhir kali dengan Tuhan. Kita memiliki perjanjian dengan Tuhan. Tuhan ituabadi dan tak dapat berubah kehendak-Nya, maka yang ditetapkan-Nya berlaku dariawal sampai akhir. Satu bentuk penetapan yang diwartakan oleh bacaan kita hari ini ialahperjanjian perkawinan pria dan wanita. Dasar untuk perjanjian ini ialahpenciptaan setiap pria dan wanita dalam gambar dan rupa Allah. Masing-masingnyadikaruniai kemampuan untuk memilih, menyukai dan memastikan pilihan cintanyayang tepat. Ini dapat terjadi berkat campur tangan Tuhan. Makanya kita percayabahwa jodoh pria dan wanita itu bergantung sekali pada ketetapan Tuhan.  Tuhan, melalui Gereja, melanjutkan penetapan Ilahi ini dengan memberkatiperkawinan. Cinta pria dan wanita yang dirayakan di dalam Gereja merupakantanda Tuhan meresmikannya. Dengan tahap ini, ikatan yang sudah terbentuk sejakawal disahkan di hadapan Allah dan dunia, hendaknya dipertahankan sampai akhirhayat. Allah itu kekal, sehingga penetapannya memang harus kekal. Bagaimana jika terjadi kegagalan yaitu bahwa perkawinan itu tidak sampaimati? Itu adalah persoalan yang dihadapi dahulu oleh Musa terhadap orang-orangIsrael yang menceraikan perkawinannya. Persoalan ini turun sampai kepada zamanYesus, dan seterusnya ke zaman kita. Intinya, tindakan yang merusak danmembatalkan perjanjian perkawinan, kata Yesus, adalah dosa percabulan. Initergolong dosa besar. Dosa ini jelas menghapus penetapan Tuhan tersebut.  Lalu bagaimana caranya merawat dan mempertahankan ikatan itu? Pasti adabanyak petunjuk dan caranya. Dalam terang Sabda Tuhan dan perayaan hari ini,ada satu cara yang dapat kita gunakan untuk memperkuat ikatan perkawinan dankehidupan keluarga. Cara yang dimaksud ialah cara mengikuti model. Cara-carayang umum seperti pengajaran, bimbingan, pendampingan, serta kegiatan-kegiatanrohani di dalam dinamika kelompok memang dipandang tetap berguna, namun meniruteladan adalah yang paling konkret dan bertahan lama. Model utama kita ialah Yesus Kristus. Jauh sebelum Yesus lahir ke dalamdunia, nabi Yehezkiel sudah mengatakan kepada para pendengarnya bahwa Allahtetap setia meskipun manusia sering berbuat tidak setia. Karena Ia tetap setia,Ia akan selalu menarik manusia yang tidak setia untuk kembali setia. SantoMaksimilianus Kolbe dan semua orang kudus lainnya juga adalah model-model kitauntuk setia sampai akhir hidup kita.    Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus, jadikanlah kami setia seperti Engkau yangsetia melakukan kehendak Bapa sampai akhir. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalamnama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 7 Agustus 2026 - Mendidik Sesuai Jalan Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Aug 6, 2026 5:12


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 7 Agustus 2026Bacaan: "Mengapa engkau memandang rendah kurban sembelihan dan kurban sajian-Ku yang telah Kuperintahkan di kediaman-Ku? Mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih daripada-Ku, dan kamu sekalian menggemukkan diri dengan bagian terbaik dari setiap persembahan umat-Ku Israel?" (1 Samuel 2:29)Renungan: Seringkali terjadi bahwa orang tua yang terobsesi dengan kebahagiaan anaknya bisa jadi justru sedang menjadikan anak-anak mereka bertumbuh menjadi orang dewasa yang tidak bahagia. Tidak sedikit anak begitu dimanja dan dan tidak dibekali untuk menghadapi dunia nyata. Bahkan ketika anak-anak itu berbuat salah, orang tua lebih banyak menutup mata dan lalai dalam menegakkan disiplin dengan alasan perasaan sayang. Hari ini kita mendengar bagaimana Tuhan menegur dengan keras Imam Eli. la ditegur berkaitan dengan tindakan kedua anaknya yang jahat. Pembiaran yang dilakukan Imam Eli ini disamakan dengan tindakan yang tidak menghormati Tuhan. Dari buah perbuatan Hofni dan Pinehas, kita dapat menyimpulkan didikan seperti apa yang diberikan Imam Eli kepada mereka. Pelanggaran demi pelanggaran dibuat, tetapi Imam Eli tidak berkuasa menghentikannya. Orang tualah yang pada akhirnya harus bertanggung jawab atas kejahatan yang diperbuat anak-anaknya. Alkitab mengingatkan bahwa kita mempunyai tanggung jawab besar untuk mengajar anak-anak kita dalam kasih Tuhan. Kiranya apa yang terjadi dalam keluarga Imam Eli menjadi pembelajaran bagi para orang tua agar tidak abai apalagi "menutup mata" pada pelanggaran anak-anaknya. Jika kita mengasihi mereka, kita akan menegur mereka "tepat pada waktunya". Orang tua yang mengasihi Tuhan adalah orang tua yang mampu menerapkan disiplin kepada anak-anaknya agar menghormati Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kuasa penuh sebagai orang tua untuk mendidik anak-anakku sesuai dengan jalan-Mu. Jangan biarkan aku melalaikan tugasku membawa mereka dekat dengan-Mu agar kelak hidup mereka bisa menjadi berkat bagi banyak orang. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-18 masa biasa, 7 Agustus 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 6, 2026 7:59


Dibawakan oleh Lusia Uki Marina Lusi dan Yohanes Pryojatmiko dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Nahum 1: 15; 2: 2; 3: 1-3.6-7; Mazmur tg: Ul 32: 35cd-36ab.39abcd.41; Matius 16: 24-28.JIKA HIDUP INI BISA DITUKAR                                        Renungan kita pada hari ini bertema: Jika Hidup Ini Bisa Ditukar.Pertukaran barang di zaman dahulu dengan sistem barter, terjadi misalnya pisangdibawa dari gunung ditukar dengan ikan dari pantai. Zaman telah berubah dansistem pertukaran ikut berubah, sehingga istilahnya bukan lagi tukar menukarbarang, tetapi membeli barang. Kita memakai uang untuk membeli barang yangdijual di pasar, toko dan pusat-pusat perbelanjaan.  Apakah hidup seseorang bisa ditukar atau dibeli mengikuti cara seperti ini?Misalnya, seseorang pergi ke seorang pemegang uang, lalu ia diambil oleh orangkaya tersebut dan sejumlah uang berpindah tangan ke keluarga orang yang dibelitersebut. Mungkin bisa saja terjadi, namun kejadian itu dapat digolongkansebagai sesuatu tindakan tidak normal bahkan kriminalitas. Pertukaran jenis ini terjadi dalam konteks pasar dan perdagangan. TuhanYesus mengajarkan satu jenis pertukaran hidup, tetapi tidak sebagai sebuahperdagangan. Ia menghadirkan sebuah gaya hidup baru demi meraih keselamatanjiwa dan raga bagi umat manusia. Kepada mereka yang memilih untukmengikuti-Nya, syarat utamanya ialah melakukan sebuah pertukaran hidup, yaituperubahan pribadi dan semangat hidupnya.  Gaya dan semangat duniawi yang membuat kita mementingkan diri kita saja danhidup serba gampang serta ingin selalu dilayani, ditukar dengan gaya hidup barudari Yesus ialah penyangkalan diri. Tanda utamanya ialah memanggul salib. Inimelengkapi apa yang sudah dilakukan oleh Tuhan, yaitu membeli kita dari duniaini dengan harga yang mahal sekali. Kita dijadikan milik-Nya dengan ditandaipembaptisan dan kita menjadi bagian dalam Gereja. Jadi kita mengalami suatupertukaran hidup yang mencakup kepemilikan Tuhan atas diri kita dan gaya hidupdunia ini ditukar dengan gayanya Yesus Kristus yaitu penyangkalan diri. Ini bukan berarti dunia, budaya dan hidup sosial tidak lagi sebagai bagiandari hidup kita, atau sebaliknya kita sendiri kehilangan status di dunia ini.Kita sebenarnya masih mengalami dan memiliki semua, tetapi diri kita telahbertukar kualitasnya menjadi lebih tinggi, yaitu sebagai para pengikut Kristus.Martabat ini sudah kita miliki dan kita merasakan betapa berartinya kita.Buktinya kita berjanji untuk setia kepada Tuhan dalam kata dan perbuatan kita. Namun hal ini tidak membuat kita selaluluput dari godaan dan dosa. Justru tantangan besar bagi putra dan putri Allahialah mempertahankan martabatnya itu. Nabi Nahum dalam pewartaannya mengatakanbahwa, Tuhan selalu ingin memulihkan hidup manusia yang telah rusak karenadosa. Sebagai putra dan putri Allah, kita menjadi istimewa karena selaludipulihkan oleh Tuhan yang maha baik.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... ya Bapa, kami ingin menguduskan diri kami melalui perkataandan perbuatan kami, dan semoga pada hari ini hidup kami berkenan kepada-Mu.Salam Maria... Dalam nama Bapa...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 31 Juli 2026 - Serahkan Kuatirmu, Dia beri penghiburan dan kekuatan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 30, 2026 5:46


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 31 Juli 2026Bacaan: “Apabila bertambah banyak kekuatiran dalam diriku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.” (Mazmur 94:19)Renungan: Setelah Elia mengalahkan 450 nabi Baal di gunung Karmel, dia seharusnya bersukacita. Tapi sehari kemudian, dia lari ketakutan karena ancaman Izebel. Elia duduk di bawah pohon arar dan berkata, “Cukuplah! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku.” Kekhawatiran, ketakutan, dan rasa gagal bertumpuk di hatinya. Di gua Horeb, Tuhan tidak langsung menegurnya. Tuhan memberi dia makan dan kesempatan beristirahat, lalu berbisik pelan: “Apakah yang kaulakukan di sini, hai Elia?” Di tengah kekhawatiran yang bertambah banyak, penghiburan Tuhan itulah yang menguatkan dan membangkitkan Elia lagi. Tuhan mengingatkan dia, “Aku masih punya pekerjaan untukmu.” Pemazmur Daud berkata jujur pada Tuhan, “Apabila bertambah banyak kekuatiran dalam diriku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku." Kekhawatiran itu nyata. Soal uang, pekerjaan, keluarga, masa depan, kesehatan. Kadang datangnya bukan satu-satu, tapi bertumpuk. Namun Tuhan tetap menjanjikan penghiburan. Kata "penghiburan" di sini artinya "penguatan, dorongan, penenang". Bukan sekadar kata "sabar ya". Tapi hadirat Tuhan sendiri yang masuk dan menenangkan badai di dalam hati kita. Daud tidak berkata, "kekhawatiranku hilang". Tapi dia berkata, "Jiwaku disenangkan". Artinya, di tengah masalah yang sama, hati kita bisa tenang karena ada Tuhan. Sebagai pengikut Yesus, kita juga sering cemas, antara lain cemas masalah finansial, cemas masa depan, cemas keluarga. Tuhan tidak berjanji menghapus semua masalah. Tapi Dia berjanji menemani dan memberi kita kelegaan dalam Matius 11:28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." Bagaimana caranya dapat penghiburan dan kelegaan dari Tuhan? Pertama jujur di dalam doa dengan menceritakan semua kekhawatiran kita seperti Daud pada Tuhan. Kedua membaca Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah surat cinta-Nya yang menghibur kita. Ketiga, diam dan rasakan hadirat-Nya. Seperti Elia, kadang Tuhan berbicara melalui bisikan yang lembut. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, saat ini kekhawatiranku bertambah banyak. Aku serahkan semuanya ke dalam tangan-Mu. Aku membutuhkan penghiburan-Mu. Tenangkanlah jiwaku. Ingatkan aku bahwa aku tidak sendiri. Engkau Allah yang melihat dan memelihara. Penuhilah hatiku dengan damai-Mu yang melampaui segala akal. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-17 masa biasa, 31 Juli 2026, Peringatan Santo Ignasius Loyola, Imam

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 30, 2026 7:15


Dibawakan oleh Rossy Paulina Sitohang dan Daisy Manuela Widitomo dari Paroki Santo Yohanes Pemandi di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 26: 1-9; Mazmur tg 69: 5.8-10.14; Matius 13: 54-58.PERAYAAN IMAN Renungan kita pada hari ini bertema: Perayaan Iman. Seseorang dikatakanberiman dengan baik kalau dalam dirinya terpenuhi tiga unsur ini: pengetahuan,perayaan dan praktik atau penghayatan iman. Pengetahuan berisi doktrin, ajaranatau dogma-dogma. Perayaan berwujud pada ibadat, sakramen, doa dandevosi-devosi. Penghayatan terungkap dalam kesaksian, dedikasi dan pengabdianiman itu dalam kehidupan nyata.                                                                                                         Khususnya tentang perayaan iman, institusi atau penetapan waktu, tata cara,tempat dan partisipasi merupakan unsur-unsur dasarnya. Penetapan dimaksudkanuntuk dirayakan bersama dan dalam persekutuan umat.  Institusi perayaan-perayaan iman dalam perjanjian lama dimulai oleh Musadan diteruskan dalam masa para nabi dan para imam. Di dalam bacaan kita hariini oleh nabi Yeremia, digambarkan bagaimana Yeremia berdiri di pelataran rumahTuhan dan menyampaikan Sabda Tuhan kepada semua pemuka agama dan umat Allah.Umat berkumpul untuk bersyukur, bersujud dan menyembah Tuhan Allah. Nabimemiliki tugas untuk memberikan pewartaan Sabda Tuhan. Kebenaran dan kebaikandari Sabda Tuhan itu akan menentukan apakah para pendengar itu adalah umatAllah yang baik atau sebaliknya pendosa yang melawan Tuhan.  Hukum Tuhan menetapkan ini sebagai perintah ketiga, yaitu kuduskanlah hariTuhan. Gereja memberikan ketetapannya tidak hanya berupa hari Minggu wajib,tetapi juga sejumlah hari raya dan pesta. Karena sebagai perintah Tuhan, makasifatnya ialah kewajiban. Tanpa menjalankannya berarti bersalah melawan Tuhan.Selain itu ada praktik devosi oleh anggota-anggota Gereja, meski bukankewajiban, tetapi sangat berguna untuk menyemangati iman kita. Misalnya doarosario dan lagu-lagu rohani ternyata sangat membantu menguatkan iman kita. Salah satu perayaan iman yang merupakan kewajiban kita ialah perayaan SabdaTuhan. Perayaan dibuat ketika Sabda Tuhan itu dibacakan, diperdengarkan,direnungkan dan dibagikan. Ibadat sabda di lingkungan, kapel atau gereja entahada ekaristi atau tanpa ekaristi merupakan kesempatan perayaan Sabda itu.Sinagoga ialah tempat Sabda Tuhan dirayakan menurut tata cara Yahudi. Namunketika Yesus hendak melakukan perayaan Sabda itu di tempat asalnya, orang-orangdari kalangan-Nya justru menolak dan tidak mau Sabda itu dirayakan. Akibatnya,tidak ada berkat Tuhan dan perbuatan Allah turun ke atas mereka.  Perayaan iman itu bertujuan selain memuji dan memuliakan Tuhan, ialahmembuka diri kita untuk mendapatkan berkat-berkat dari Tuhan. Marilah kitabersemangat selalu merayakan iman kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga semangat kami selalu murniuntuk membuat Sabda-Mu mengakar dan bertumbuh di dalam hidup kami. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 24 Juli 2026 - Berserah dan Berdoa

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 23, 2026 5:21


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 24 Juli 2026Bacaan: “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui.” (Yeremia 33:3)Renungan: Simone Biles adalah atlet senam terbaik di dunia. Di Olimpiade Tokyo tahun 2020, semua orang berharap dia akan meraih medali emas. Tetapi di tengah pertandingan tiba-tiba ia mengundurkan diri karena masalah kesehatan mental yang disebut "twisties" yaitu kondisi berbahaya di mana atlet kehilangan arah di udara. Kalau dipaksa bisa mengalami kelumpuhan. Dia memilih istirahat, ke konselor, dan berdoa. Tiga tahun kemudian dia kembali di Olimpiade Paris 2024 dan membawa pulang 3 medali emas. Dia mengatakan,“Kemenangan terbesar bukan medali, tetapi damai ketika aku berseru dan Tuhan memegang aku." Tuhan berbicara dalam bacaan di atas kepada nabi Yeremia ketika dia dalam penjara dan bangsanya akan mengalami kehancuran. Situasinya gelap total. Tetapi di saat seperti itu Tuhan menguatkannya melalui firman dan janjinya bahwa ketika ia berseru kepada Tuhan, maka Tuhan akan menjawab dan memberikan jalan keluarnya. Yeremia 33:3 juga mengingatkan kita agar jangan mengambil keputusan apa-apa saat kondisi kita sedang panik. Berserulah dulu kepada Tuhan. Ceritakan semua masalah kita kepada-Nya. Dan tunggu, karena Tuhan suka menjawab dengan cara yang tidak pernah terpikirkan oleh kita. Ketika kita merasa tidak ada jalan keluar atas masalah kita, Tuhan mengajak kita masuk ke ruang rahasia, yaitu doa, maka kita akan keluar sebagai pemenang. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku percaya Engkau memegang hidupku, bahkan waktu aku tidak kuat. Kini kupasrahkan diriku ke dalam tangan-Mu. Aku. Percaya, bersama Engkau semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-16 masa biasa, 24 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 23, 2026 6:22


Dibawakan oleh Gregorius Danar Damanihuruk and Aldi Noel Silalahi dari Paroki Bunda Maria Banjar Baru di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 3: 14-17; Mazmur tg: Yer 31: 10.11-12ab.13; Matius 13: 18-23.MENDENGAR DAN MENGERTI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mendengar Dan Mengerti. Adapertanyaan yang sering diutarakan kepada umat dan juga para imam yang bunyinyakira-kira begini: mengapa di dalam sesi pengajaran, renungan, dan homili, parapendengar tidak cukup betah dalam mendengar namun mereka lebih sering kedapatanmengantuk? Lihat saja pada waktu imam memberikan homili dalam misa, cukupbanyak umat yang mengantuk.  Ada begitu banyak alasan. Kesalahan atau kekurangan dapat diuraikan dandidaftar, baik itu dari pihak imam maupun umat. Baik itu dari pihak pewartamaupun dari pendengar. Cukup banyak orang mengatakan bahwa umat atau pendengarrupanya dapat mendengarkannya tetapi tidak mengerti. Ini dipandang sebagaisalah satu penyebab mereka mengantuk. Dua kemampuan intelektual ini, mendengardan mengerti, sama-sama berperan penting dalam pertumbuhan kejiwaan,kerohanian, dan hidup sosial seseorang. Mendengar merupakan kegiatan yang ditopang oleh indra telinga, oleh karenaitu harus menjadi yang pertama menerima pesan yang datang. Kegiatan ini samaseperti melihat dengan mata dan merasakan dengan kulit. Pesan yang datang dandidengar masih mentah. Kita merasakan sentuhan seperti terkena air pada kulitkita. Perasaan ini belum berarti apa-apa sebelum ia diproses di dalam otaksehingga menjadi sebuah pikiran. Di sini baru bisa terjadi pemahaman ataupengertian. Sebuah pengertian baru dibuat dari proses mendengar yang kemudiandiolah oleh pikiran, yang akhirnya membentuk sikap, perilaku dan cara hidupyang baru pula. Itulah sebabnya Yesus sangat tegas mengatakan bahwa seorang pribadi yangbaik ialah ia yang dapat mendengar dan mengerti Sabda Tuhan yang disampaikankepadanya. Kalau ia hanya mendengar, ia baru setengah baik. Ia juga tidak bisalangsung mengerti jika belum mendengar Sabda itu. Orang seperti ini diumpamakansebagai tanah yang baik, yaitu kemampuannya untuk mendengar dan mengerti secarabaik, sehingga ketika Sabda Tuhan datang kepadanya Sabda itu akan tumbuh danberbuah banyak di dalam hidupnya. Dalam proses mendengar dan mengerti itu kita mesti dapat menghindaribeberapa hal ini: hati dan pikiran kita seperti jalanan besar dan kecil di manasabda Tuhan jatuh di situ lalu burung dan ayam datang memakannya, akhirnyasabda Tuhan tidak tumbuh. Kita juga seperti bebatuan dengan tanah tipis diatasnya, di mana sabda Tuhan tumbuh tapi tidak berakar, akhirnya layu ketikakena panas matahari dan mati. Hati dan pikiran kita seperti duri-duri dan semakbelukar, di mana sabda Tuhan akan terhimpit dan terancam mati. Denganmenghindari semua itu, yang tinggal adalah diri kita sebagai tanah yang subur. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Allah maha kuasa, jadikanlah diri kami tanah subur supayaSabda-Mu bertumbuh subur dan akhirnya berbuah melimpah. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 17 Juli 2026 - Percaya dan Berseru kepadaNya, Dia Pulihkan Hidupmu

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 16, 2026 6:20


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 17 Juli 2026Bacaan: Lalu kata Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!" (Markus 10:51)Renungan: Helen Keller kehilangan penglihatan dan pendengaran sejak umur 19 bulan karena sakit. Dunianya gelap dan sunyi. Dia sering marah, memukul, dan merasa terkurung. Sampai datang seorang guru bernama Anne Sullivan. Hari yang mengubah hidup Helen adalah saat gurunya menaruh tangan Helen di bawah air mengalir sambil mengeja kata "w-a-t-e-r" di telapak tangannya. Saat itu Helen sadar bahwa segala sesuatu punya nama. Dia sadar ada dunia di luar kegelapannya. Helen kemudian berkata: “Saya lebih suka menjadi buta dan melihat dunia dengan hati, daripada punya dua mata tapi buta terhadap tujuan hidup.” Dari seorang yang "buta", Tuhan pakai dia jadi penulis, pembicara, dan menginspirasi jutaan orang. Bartimeus adalah seorang pengemis buta yang duduk di pinggir jalan Yerikho. Waktu ia mendengar Yesus lewat, dia berteriak minta tolong. Orang-orang menyuruhnya diam, tapi dia makin keras berteriak: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Yesus pun berhenti dan bertanya, "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Perhatikanlah dua hal: Pertama Yesus berhenti. Dia peduli pada satu orang yang berseru. Kedua, Yesus bertanya. Dia tahu apa yang diharapkan Bartimeus tetapi Dia mau Bartimeus jujur dan spesifik minta kepada-Nya. Bartimeus menjawab dengan jelas, "Supaya aku dapat melihat!" Dia tidak minta uang. Dia minta sumber dari segala berkat yaitu penglihatan. Dan seketika itu juga Bartimeus melihat, lalu mengikut Yesus. Kita juga sering "buta" seperti Bartimeus. Buta arah. Bingung tentang masa depan, kerja dan jodoh. Kita tidak tahu harus melangkah ke mana. Buta iman. Kita sudah lama berdoa tetapi belum dijawab. Akhirnya kita jadi tawar hati dan berhenti berharap. Buta akan kasih Tuhan. Kita mengalami luka hati dan kecewa menutupi mata kita, sehingga tidak bisa melihat Tuhan yang sedang bekerja memulihkan kita. Yesus hari ini masih bertanya hal yang sama kepada kita, "Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Dia tidak mau jawaban umum seperti "berkati aku Tuhan". Dia mau kita jujur, "Tuhan, pulihkan hubunganku dengan anakku", "Tuhan, berikan aku pekerjaan", "Tuhan, sembuhkan lukaku", "Tuhan, supaya aku dapat melihat rencana-Mu". Kita diharapkan jangan diam karena takut atau malu. Berserulah karena Yesus yang sama yang menyembuhkan Bartimeus, juga mau menyembuhkan kita hari ini. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, seperti Bartimeus aku berseru kepada-Mu hari ini, "Rabuni, supaya aku dapat melihat". Perlihatkan aku jalan-Mu, perlihatkan aku kasih-Mu, dan perlihatkan aku mujizat-Mu. Ampunilah aku yang sering menyerah dan diam karena tawar hati. Aku percaya Engkau mendengar dan sanggup memulihkan hidupku. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-15 masa biasa, 17 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 16, 2026 9:38


Dibawakan oleh Theresia Keneka Muli dan Mateus Nong Mus dari Paroki Harapan Indah Bekasi, Gereja Santo Albertus Agung di Keuskupan Agung Jakarta. Yesaya 38: 1-6.21-22.7-8; Mazmur tg: Yes 38: 10.11.12abc.16; Matius 12: 1-8.ANTARA BELAS KASIH DAN PERSEMBAHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Antara Belas Kasih dan Persembahan.Ada banyak umat Katolik sudah tidak lagi melakukan pengakuan dosa. Hal initerwakili oleh seorang pemuda yang berbicara dengan pastor parokinya, bahwa iasendiri dan teman-teman tidak menganggap penting untuk melakukan pengakuan dosakepada seorang imam Katolik. Pemuda itu memberikan alasannya, bahwa pengakuandosa langsung kepada Tuhan sudah cukup dan terjamin aman. Pengakuan dosamelalui imam justru tidak masuk di akalnya. Pengakuan dosa merupakan suatu perbuatan yang bukan sekedar berdoa kepadaTuhan untuk menyampaikan dosa-dosa dan meminta pengampunan, tetapi yang menjadiintinya ialah terjadi rekonsiliasi dan pertobatan. Doa mohon pengampunan itubukan sebuah sakramen tobat. Doa ini sama dengan semua jenis persembahan yangkita lakukan, yaitu memberikan sesuatu sebagai bukti iman dan kasih kita kepadaTuhan. Ini sama dengan memberikan sesuatu kepada orang yang kita kasihi untukmenghormati dan menyenangkannya.  Persembahan itu semata-mata perbuatan manusia, maka sangat bergantung padakehendak bebas, pilihan atau selera masing-masing orang. Sering persembahan itudiatur atau dilembagakan demi memenuhi keinginan pihak penguasa atau parapemimpin, maka dibuatlah aturannya. Ada jumlah yang mesti dipenuhi, misalnyaderma harus sepersepuluh dari penghasilan. Korban bakaran dan sembelihan harusberjumlah sekian dan kondisi hewan persembahan itu cacat atau tidak dansebagainya.  Tuhan Yesus Kristus menggantikan semuanya itu dengan persembahan diri-Nyasendiri. Yang dibuat oleh Tuhan ini adalah perbuatan Tuhan bagi kita manusia,yang bukan sebagai persembahan tetapi sebagai belas kasih. Tuhan mengasihi kitadengan mengorbankan diri-Nya. Bapa Allah berbelas kasih dan sangat menyayangikita manusia maka Ia memberikan Anak-Nya sendiri bagi kita. Perbuatan Yesusdalam berbelas kasih ialah menolong dan menyelamatkan kita manusia dari segalabentuk perbudakan dosa, kejahatan dan kematian.  Belas kasih dari Tuhan dan kewajiban kita untuk melakukannya, merupakansebuah ibadat yang melebihi hari sabat dan persembahan lainnya ketika nasibhidup manusia sangat menuntut untuk diperhatikan. Inilah yang ingin Yesusperbaiki, ketika belas kasih diremehkan atau bahkan ditiadakan, sementarapersembahan dan hari sabat dipatuhi secara berlebihan. Bagi kita umat beriman,persembahan dan ibadat tidak perlu dihilangkan dari hidup kita, artinya kitatetap memerlukannya. Tetapi pada saat belas kasih itu diperlukan, kita tidakboleh menggantikannya dengan sekedar mempersembahkan doa-doa kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Kuatkanlah dan penuhilah kami dengan kuasa-Mu ya Allah,supaya kami dapat memberikan yang sesungguhnya sebagai belas kasih dan sebagai persembahan di dalam penghayatan iman kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 10 Juli 2026 - Menjadi Berkat bagi sesama yang membutuhkan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 9, 2026 6:41


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 10 Juli 2026Bacaan: "Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan." (Matius 14:16)Renungan: Suatu kali di sebuah komplek perumahan terjadi kebanjiran. Air masuk ke rumah warga. Semua panik. Ada ibu-ibu bawa anak kecil, ada kakek yang tidak bisa jalan. Di grup RT langsung ramai. Ada yang bilang: "Lapor kelurahan aja", "Tunggu bantuan datang", "Kita kan tidak punya perahu". Semuanya punya alasan kenapa "tidak bisa" bergerak sekarang. Tiba-tiba Pak RT ambil ember, galon kosong, dan teriak: "Yang bisa berenang, ikut saya! Kita evakuasi dulu yang anak kecil dan lansia. Soal makan nanti kita pikir bareng." Warga yang tadinya diam jadi ikut. Ada yang masak mie di pos ronda, ada yang buka dapur, ada yang kumpulin pakaian layak pakai. Sore itu semua warga selamat dan dapat makan. Bantuan dari kelurahan baru datang malam. Pak RT bilang, "Kalau kita menunggu bantuan dulu, orang bisa keburu lapar dan kedinginan. Kasih dulu apa yang kita punya." Peristiwa dalam Injil Matius 14:16 terjadi saat 5000 orang kelaparan di tempat yang sepi. Para murid melihat masalahnya besar dan mereka memberikan jalan keluar dengan berkata, "Suruh mereka pergi, supaya mereka dapat mencari makan sendiri." Pola pikir mereka adalah, "Masalah terlalu besar. Bukan kapasitas saya. Biar orang lain." Tetapi Yesus mengingatkan mereka dengan berkata, "Tidak perlu mereka pergi, kamu yang harus memberi mereka makan." Yesus tidak minta mereka mencetak uang atau buka supermarket. Dia minta mereka menyerahkan apa yang ada pada mereka, dalam hal ini 5 roti 2 ikan. Hasilnya? Semua kenyang, bahkan sisa 12 bakul. Sebagai pengikut Yesus terkadang saat ada orang yang membutuhkan pertolongan kita berkata, "Tidak bisa. Tidak cukup. Bukan urusan saya. Sudah ada pemerintah biar mereka yang menangani." Hari ini Tuhan mengingatkan kita bahwa hal kecil yang kita lakukan dengan ketulusan hati, maka akan menjadi berkat yang luar biasa. Mari kita belajar untuk percaya bahwa Tuhan kita Yesus Kristus lebih besar dari masalah yang ada di sekitar kita. Kalau kita percaya penuh pada-Nya maka akan selalu ada jalan keluar untuk setiap permasalahan yang ada di sekitar kita atau yang kita alami. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau selama ini aku cepat berkata "tidak bisa" dan menyuruh orang lain pergi. Buka mataku untuk melihat kebutuhan di sekitarku dan ajarilah aku agar mau memberi dulu apa yang ada di tanganku: waktu, harta, tenaga, dan kasih. Pakailah aku untuk jadi jawaban doa bagi sesama. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-14 masa biasa, 10 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 9, 2026 9:45


Dibawakan oleh Apolonia Lema dan Maria Tania Mosa dari Paroki Santo Simon Petrus Tarus di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Hosea 14: 2-10; Mazmur tg 51: 3-4.8-9.12-13.14.17; Matius 10: 16-23.BERSIAP MENGHADAPI RISIKO Renungan kita pada hari ini bertema: Bersiap Menghadapi Risiko. Ada duaorang remaja, kakak dan adik, belanja tas sekolah di toko. Sang kakak yangseorang perempuan membeli tas yang harganya lebih murah, sedangkan adiknya yanglaki-laki membeli yang lebih mahal. Tas yang lebih murah memiliki saku-sakuuntuk menyimpan botol air dan barang lain seperti payung dan benda-benda lainuntuk keperluan bermain di sekolah.  Tas yang lebih mahal memang bentuk dan warnanya jauh lebih indah tetapitidak memiliki saku-saku untuk menyimpan air dan payung. Sang adik menyadaripentingnya tas seperti yang dibeli kakaknya, maka ia kembali ke toko untukmenggantikannya dengan tas yang sama dengan kakaknya. Kita melihat bahwa keduaremaja ini sungguh memperhitungkan risiko yang akan dihadapi ketika merekakembali ke sekolah pada tahun ajaran baru ini. Risiko bagi bangsa Israel yang disampaikan oleh Nabi Hosea ialah apa yangharus mereka hadapi setelah mereka sudah terlanjur jatuh ke dalam lumpur dosa.Jika mereka ingin mendapatkan hidup baru yang lebih baik, yang harus merekalakukan ialah meninggalkan hidup yang penuh dosa, kemudian kembali membawakata-kata penyesalan dan bertobat kepada Tuhan. Itu adalah sebuah risiko yanggampang dikatakan atau diajarkan, tetapi berat untuk dipraktikkan.   Yesus memberikan sebuah daftar risiko dan bahaya yang sudah menunggu paramurid-Nya yang diutus atas nama-Nya. Yang paling serius ialah mereka harusmenderita segala bentuk penganiayaan seperti Yesus Kristus sendiri alami.Mereka siap untuk mengalami kehilangan nyawanya. Risiko ini berguna untuksebuah kelangsungan hidup dalam mengikuti kehendak Tuhan. Ini adalah hargasebuah panggilan dalam mengikuti Kristus. Jadi motivasinya sangat spiritual. Bersiap untuk risiko berbeda dengan berani menghadapi risiko. Bersiapdengan risiko menunjukkan bahwa seseorang itu tenang, optimis, percaya diri danrela untuk apa pun yang bakal dihadapi. Kalau risikonya berat dan tak terduga,ia akan menghadapi dengan bersemangat dan kerelaan. Kalau risikonya kecil iatidak meremehkan atau bersantai-santai. Sedangkan keberanian itu berkaitandengan reaksi dan perlawanan terhadap risiko yang sudah diketahui. Di sinidapat terjadi bentrok atau konflik di antara pihak-pihak yang bertentangan. Bagi kita, persiapan dan kewaspadaan adalah keutamaan. Kitab suci selalumenasihatkan kita untuk selalu bersiap-siaga dan penuh perhatian akantanda-tanda dari Tuhan karena di depan kita ada banyak risiko yang menunggu.Ketika kita memilih untuk beriman kepada Yesus Kristus dan memutuskan untukmenjalani panggilan kita masing-masing, kita harus bersiap dengan risikonya. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, semoga kami selalu bersiap dan waspadaterhadap setiap risiko yang akan kami hadapi di dalam jalan panggilan kamimasing-masing. Bapa Kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edis Hari Jumat, 3 Juli 2026 - Dipakai Menjadi Alat Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 3, 2026 5:40


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 3 Juli 2026Bacaan: ".... yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau yang tidak khawatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah." (Yeremia 17:8)Renungan: Jika kita melihat sebatang pohon, biasanya terdiri dari akar, batang pohon, ranting, daun, bunga, bahkan buah. Buah memiliki musim tertentu. Jika belum musimnya, buah tidak akan terlihat. Demikian juga halnya dengan bunga atau daun yang bisa rontok, bahkan gundul. Ranting juga bisa jadi kering dan jatuh. Seolah ada musim-musim tertentu ketika ranting, daun, bunga, maupun buah "bekerja", tapi ada waktunya bagi mereka untuk "cuti kerja". Bagian pohon yang tidak pernah berhenti bekerja adalah akar! Akar memang tidak terlihat, tapi justru akar inilah yang menjaga kelangsungan sebatang pohon. Kita boleh memotong ranting, dahan, bahkan batang pohon, tapi selama masih ada akar maka pohon tersebut tetap hidup. Akar akan terus bekerja tanpa kenal musim. Akarlah yang menumbuhkan tunas-tunas baru pada waktunya. Tipe orang itu ada macam-macam. Ada yang NATO, No Action Talk Only. Tipe ini bicaranya lantang, tapi tidak ada tindakan sama sekali. Omong doang! Ada juga tipe daun, memang dia bekerja tapi gampang sekali rontok kalau ada goncangan. Ada tipe yang menonjol dalam bekerja tapi tidak konsisten. Ibarat pohon, maka orang tipe ini adalah bunga atau buah, berkontribusi tapi waktu-waktu tertentu saja. Yang paling bagus adalah tipe akar. Tidak banyak omong, tidak koar-koar, tapi bekerja terus tiada henti. Tidak banyak janji, tapi memberi bukti. Tidak terlihat tapi sangat berkontribusi, bahkan berpengaruh besar pada kelangsungan perusahaan, komunitas atau pelayanan. Terus terang, pekerja tipe akar ini hanya sedikit, bahkan langka. Di dalam sebuah instansi, perusahaan, komunitas, organisasi, bahkan pelayanan, semoga kita adalah orang-orang tipe akar. Tak banyak bicara tapi hasil terlihat jelas. Firman Tuhan dalam Yeremia 17:8 berkata, "la akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak khawatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah." Jadilah akar yang bisa menopang pohon untuk bisa melewati tahun kering, bahkan membuat daun tetap hijau dan tidak berhenti menghasilkan buah. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, pakailah aku menjadi alat-Mu, sehingga kehadiranku bisa memberkati keluargaku, tempat di mana aku bekerja dan melayani. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-13 masa biasa, 3 Juli 2026, Pesta Santo Tomas, Rasul

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 2, 2026 7:58


Dibawakan oleh Priscilla Victory Lango Uran dan Hendrina Linong dari Paroki Santo Damian Bengkong, Batam, di Keuskupan Pangkal Pinang, Indonesia. Efesus 2: 19-22; Mazmur tg 117: 1.2; Yohanes 20: 24-29.YA TUHANKU DAN ALLAHKU                       Renungan kita pada hari ini bertema: Ya Tuhanku dan Allahku. Kalimat iniberasal dari Santo Tomas Rasul, yang pestanya kita rayakan pada hari ini. Iaadalah salah satu dari ke-12 rasul yang punya keunikan, selain namanya yangjuga disebut Didimus, ia sangat dikenal sebagai orang yang kurang percaya. Ia bersama para rasul lain dan banyak orang di zamannya mempunyai persepsitentang Yesus Mesias yang akan menjadi raja seperti Daud yang penuh kuasa danpembebas umat Israel dari segala bentuk penjajahan di dunia. Namun persepsi inisalah total. Yesus ternyata dihukum mati secara sangat memalukan dengandisalibkan dan wafat. Ini jelas sangat mengecewakan banyak orang yang sudahterlanjur percaya pada kekuatan seorang Mesias.  Salah satu yang kecewa berat ialah Rasul Tomas. Akibatnya ia memilihmenjauh, sembunyi, menyendiri dan mungkin berpikir untuk memilih jalan hidupyang lain. Pokoknya ia sangat kecewa. Kesaksian para wanita yang menemui Yesusyang bangkit, berikut kisah rekan-rekan rasul lainnya yang melihat langsungYesus yang bangkit, tidak dipercayai Tomas. Ia memerlukan bukti lain yang lebihkuat dan bukan sekedar cerita-cerita. Bagi dia jika hanya narasi, itu samadengan omong kosong.  Kecewa berat harus diatasi dengan semangat baru yang jauh lebih super.Semangat ini tak cukup diberikan oleh manusia, tapi harus diberikan dari atasyaitu Tuhan sendiri yang campur tangan. Maka Yesus sendiri yang datang untukmemberikan bukti dari diri-Nya sendiri yang bangkit. Ini baru namanya jauhlebih super. Dengan tindakan super ini, rasul Thomas dapat berubah secararadikal melalui pengakuan imannya yang amat kuat, “Tuhanku dan Allahku”.  Setiap dari kita pernah mengalami kecewa, putus asa dan sakit hati.Kondisinya bervariasi dari yang ringan sampai yang berat. Apa pun kondisinya,penderitaan seperti ini memerlukan pemulihan. Bagi mereka yang mengalamikecewa, putus asa atau sakit hati yang berat, tentu sangat memerlukanpengobatan rohani yang hanya melalui campur tangan Tuhan. Sehingga hidup barudiperoleh kembali,  semangatbertumbuh  lagi, dan pengakuan iman kepadaTuhan dikuatkan.  Maka nasihat yang bijak ialah, bila Anda mengalami penderitaan sepertikecewa berat, putus asa berat atau sakit hati berat, andalkan kekuatan dancampur tangan Tuhan. Hindari sikap menutup diri, menangisi diri bahkan yangpaling jelek ialah Tuhan dipersalahkan. Setiap kecewa, putus asa atau sakithati ada waktunya untuk berlalu pergi. Dan Tuhan menggantikan dengankehadiran-Nya yang menyelamatkan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Di dalam penyelenggaraan dan kuasa-Mu, ya Bapa, kuatkanlahkami untuk selalu berada di dalam kasih-Mu terutama pada saat kecewa, putus asadan sakit hati menimpa diri kami. Semoga Bunda Maria, para malaikat pelindungdan khususnya rasul Tomas menemani kami di dalam saat-saat sulit itu. SalamMaria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 26 Juni 2026 - Sabar, Kendalikan diri dan berpikir jernih

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 26, 2026 5:50


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 26 Juni 2026Bacaan: "Sabarlah terhadap semua orang. " (1 Tesalonika 5:14)Renungan: Banyak orang punya masalah dengan emosi. Sangat temperamental dan gampang meledak. Orang seperti ini bisa termasuk tipe gunung merapi yang mudah meletus. Kalau "gunung berapi" ini sudah meletus, keluarlah lahar perkataan yang panas, pedas, tajam, dan menyakitkan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Secara ilmiah, di bagian otak kita ada amygdala yang kerap disebut otak emosi. Amygdala bekerja 80.000 kali lebih cepat dibandingkan otak besar. Karena amygdala bekerja lebih cepat, logika jadi dikalahkan emosi. Untuk mencapai kecepatan yang sama dengan amygdala, otak besar butuh waktu enam detik. Dari perhitungan inilah para ahli jiwa menemukan teori "Jeda Enam Detik", yaitu mengambil jeda selama 6 detik sebelum bicara dan mengambil keputusan saat kita marah atau sedang emosi. Jauh sebelum teori Jeda Enam Detik ditemukan, firman Tuhan sudah memberi nasihat kepada kita yang memiliki problem emosi temperamental. 1 Tesalonika 5:14b mengatakan, "Sabarlah terhadap semua orang." Ketika seseorang menyulut sumbu kemarahan kita, kita tidak akan langsung meledak sebaliknya kita berusaha mengulur-ulur waktu sangat lama untuk kita menjadi marah dan mendidih. Karena waktu "mendidihnya" lama maka kita punya banyak kesempatan untuk menguasai diri, menenangkan diri, dan berpikir jernih sebelum mengambil keputusan yang bodoh. Jadilah sabar. Sabar membebaskan kita dari amarah yang tak terkontrol dan tak terkendali. Sabar menghindarkan kita dari kekeliruan. Dalam Amsal 14:17 dikatakan, "Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar." Apakah kita orang yang bijak ataukah orang yang bodoh, ditentukan oleh seberapa kita sabar. Jadilah pengikut Yesus yang perlu waktu lama untuk mendidih, bukan seperti gunung berapi yang meledak-ledak. Setiap kali hendak meledak, ingatlah untuk mengambil jeda selama enam detik untuk menenangkan diri. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku kesabaran, sehingga masalah apapun yang terjadi dalam hidupku, hatiku dapat tetap tenang menghadapinya. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-11 masa biasa, 26 Juni 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jun 25, 2026 8:42


Dibawakan oleh Novita Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. 2 Raja-Raja 25: 1-12; Mazmur tg 137: 1-2.3.4-5.6; Matius 8: 1-4.PENTAHIRAN KITA Tema renungan kita pada hari ini ialah: PentahiranKita. Setiap dari kita mendambakan kehidupan yang baik dan sehat. Kesehatanmenjadi salah satu prioritas dalam menjalani kehidupan ini, sebab dengankesehatan yang baik dan tubuh yang kuat maka aktivitas-aktivitas kita di dalamdunia saat ini akan berjalan dengan baik pula. Kita memang mempunyai segalacara untuk memperoleh kesehatan yang kita inginkan, namun tubuh kita sebagaimanusia tetap ada keterbatasannya.  Hidup di zaman ini yang sangat maju dengankecanggihannya ternyata membawa sakit kepada banyak manusia, baik fisik maupunmental, tubuh maupun jiwa. Yang lebih rentan ialah jiwa. Jiwa manusia mulaiterikat pada hal dan barang duniawi lalu memberi ruang kepada Iblis untukmembuat nyaman pada manusia serta menutup kesempatan bagi manusia untuk bersatudengan Allah. Manusia mulai kurang percaya pada Allah dan terus memakai pikirandan ide-idenya sendiri sehingga membuatnya terkenal. Tanpa disadari hal inimenciptakan keterpisahan dirinya dari Allah.  Manusia lebih memilih kehidupan dengan gayanyayang instan namun ternyata melukai jiwanya sendiri. Jiwa ini perlahan mengalamikehilangan apa yang dituntut oleh Allah, yaitu dasar iman dan buah-buah Roh.Kedamaian, suka cita dan kasih diganti dengan amarah, benci, keserakahan. Inimerupakan sakit dalam kehidupan masa kini. Kita perlu sembuh. Kita butuhpentahiran.    Tuhan Yesus dalam bacaan Injil hari ini menjamahdan menyembuhkan orang yang sakit kusta yang datang memohon dengan penuhkerendahan hati dan iman yang besar. Ia rindu untuk sembuh. Sakit kusta adalahsakit yang sangat menyakitkan dan dijauhi oleh orang-orang di sekitar, dibuangatau disingkirkan. Ia sesungguhnya sakit fisik dan metal, tubuh dan jiwanya.Tuhan Yesus hadir dengan belaskasih-Nya yang merangkul, memberkati danmenyembuhkan dengan kasih-Nya. Untuk sembuh, kita perlu belajar dari orang sakitkusta tersebut. Kita perlu menyadari bahwa kita juga orang-orang sakit. Kitaorang-orang berdosa. Kita perlu Tuhan Yesus. Kita mohon dengan tulusbelaskasih-Nya, kita datang kepada-Nya dengan iman yang besar dansungguh-sungguh lalu memberikan diri kita untuk disembuhkan dari sakit,kelemahan dan kedosaan. Setelah sembuh, hendaklah kita selalu menjaga relasidengan Allah agar tidak kembali goyah dan rusak seperti sebelumnya, tetapi kitamenjadi saksi-saksi-Nya di dalam dunia saat ini. Sebab dengan jamahan Tuhanyang menyembuhkan itu, beban hidup kita menjadi ringan dan tahirlah kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah Bapa, kami bersyukur atas sabda-Mu yang hidupdalam diri Yesus yang adalah palung sungai yang menyegarkan jiwa kami yang hausakan kehadiran-Mu. Kami mohon, tetapkanlah selalu di dasar hati kami semangat membacadan merenungkan firman-Mu sebagai jalan, kebenaran dan hidup kami agar kamitidak sakit lagi, sebab firman-Mu sungguh menyembuhkan kami. Bapa kami yang adadi surga ... Dalam nama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 19 Juni 2026 - Setia menjalani Proses sampai tuntas

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 18, 2026 4:45


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 19 Juni 2026Bacaan: Lalu kata malaikat TUHAN itu kepadanya: "Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya." (Kejadian 16:9)Renungan: Bisakah kita membayangkan situasi ini? Di saat kita sedang menghadapi pergumulan besar, tiba-tiba Tuhan menjumpai kita melalui sebuah penglihatan. Apa yang kita harapkan dari perjumpaan itu? Tentu saja kita yang sakit, ingin Tuhan memberi mukjizat kesembuhan. Kita yang sedang kekurangan berharap Tuhan akan mencukupkan, bahkan memberikan kelimpahan. Kita yang tidak tahu jalan keluar, tentu berharap Tuhan akan memberikan petunjuk kepada kita. Perjumpaan dengan Tuhan sering dimaknai bahwa Tuhan pasti menjawab pergumulan umat-Nya. Sekarang kita beralih pada kisah Hagar yang pergi meninggalkan rumah Abraham dan Sara karena tidak tahan ditindas oleh nyonyanya itu. Ketika Hagar sampai di padang gurun, maka Malaikat Tuhan menjumpainya. Hagar mungkin membayangkan bahwa Tuhan akan memberikan tuan dan nyonya baru, yang lebih baik dari Sara. Hagar mungkin membayangkan bahwa Tuhan akan membawa ke tempat atau keadaan yang lebih baik dari sebelumnya. Nyatanya bukan seperti itu yang dikatakan oleh Tuhan. Tuhan berkata, "Kembalilah kepada nyonyamu...". Mendengar kalimat ini, Hagar mungkin berpikir kalau Tuhan menyuruh untuk kembali kepada nyonyanya, karena Tuhan akan melembutkan hati Sara supaya tidak menindas dia lagi. Tapi kalimat berikutnya sungguh mengejutkan, karena Tuhan berkata, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya." (ay. 9). Bayangkan, disuruh kembali untuk ditindas lagi! Mengapa Tuhan menyuruh Hagar kembali kepada Sara? Karena prosesnya memang belum selesai! Tuhan memang mengizinkan Sara menindas Hagar, tapi pada saat yang sama Tuhan memberikan kekuatan kepada Hagar untuk kuat menanggung segala penindasan itu. Hal yang sama juga berlaku dalam hidup kita. Jika memang proses yang kita jalani belum selesai, jangan buru-buru keluar dari rencana Tuhan. Pastikan kita setia menjalani proses itu hingga tuntas. Percayalah kalau waktunya sudah tiba, Tuhan sendiri yang akan mengeluarkan kita dari semua proses itu dan karakter kita pun akan menjadi lebih indah dari sebelumnya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk masalah yang Kau izinkan terjadi dalam hidupku. Aku percaya melalui masalah tersebut, Engkau sedang membentuk aku menjadi pribadi yang kuat dan tahan uji. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-11 masa biasa, 19 Juni 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jun 18, 2026 7:37


Dibawakan oleh Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Hati Tersuci Maria Keuskupan Maumere, Indonesia. 2 Raja-Raja 11: 1-4.9-18.20; Mazmur tg 132: 11-12.13-14.17-18; Matius 6: 19-23.ARAH HATI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Arah Hati. Mujizatyang terjadi pada manusia tidak terlepas dari doa-doa yang kita panjatkan. Kitamemperoleh keuntungan jasmani dan rohani berkat doa-doa kita. Melalui doa danjalinan relasi dengan Tuhan, terjadilah suatu arah hati manusia kepada Tuhan.Doa yang tidak disertai dengan arahan hati, pikiran, dan jalinan cinta denganTuhan akan menjadi doa yang sesat. Di luar waktu, tempat dan suasana doa, arah hati kita bisake mana saja mengikuti keinginan hati. Biasanya yang sangat umum menjadi tujuanperhatian keinginan hati manusia ialah kekayaan dunia. Seorang pemuda sedangberjudi bola pada saat terjadi perhelatan sepak bola piala dunia  tahun ini. Ketika ia sedang menghadiri Misapada hari Minggu, seluruh perhatian dan kecondongan hatinya ialah kemenangantim favoritnya. Misa Kudus itu sebenarnya tidak bernilai bagi dia pada  saatitu. Ini adalah sebuah contoh arahan hati yang sebenarnya kepada Tuhan, tetapi bisa dengangampang berubah arahnya kepada peristiwa dan kenikmatan duniawi. Pada hari iniSabda Tuhan memberi peringatan bahwa kekayaan duniawi dan harta milik banyakkali menjadi ancaman untuk ketenangan dan kedamaian hati kita. Kita akan mudahsekali terbawa dan termakan oleh keinginan untuk terus mencari, mendapatkan danmemilikinya. Banyak dari kita berpikir bahwa setelah kita memiliki semua itukita akan menjadi aman dan tenang.  Yesus mengatakan bahwa cara hidup seperti inimemperhambakan dan membodohkan. Harta milik, uang, dan kepentingan duniawimemang kita perlukan, tetapi bukan untuk menggantikan arahan hati kita kepadaTuhan. Semua itu tidak mungkin kita bawa setelah kematian di dunia ini. Hartadan tujuan surgawilah yang harus menjadi fokus perhatian dan keseriusan kita. Dengan firman pada hariini Tuhan berkenan membuka hati, budi dan kehendak kita untuk menimbun danmemperbanyak harta surgawi kita.  Harta surgawi kita tidak mungkin tersimpan di bank sepertiuang dan harta dunia. Suatu saat bank itu dibobol atau terkena kecelakaan maka harta dunia akan hilang. Tetapi harta surgawi sepertihidup rohani, hubungan dengan Tuhan, ajaran Tuhan, semangat pelayanan dan kasihyang tersimpan di dalam kerajaan Allah, tidak mungkin hilang. Harta itu yangmenemani kita setelah kematian nanti. Kalau Anda ditanya: di manakah hartamu?Atau ke mana arah hatimu? Sebagai pengikut Kristus, jawabannya harus menjadi:harta surgawi. Peristiwa pemusnahan kekuasaan Baal yang dikisahkan dalam bacaanpertama hari ini memperkuat keyakinan kita bahwa Kerajaan Allah yang berdiritegak di dunia harus dapat mempertahankan harta surgawi kita di dunia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, semoga hati kami selalutertuju kepada-Mu dan akhirnya beristirahat di dalam Dikau selama-lamanya.Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 12 Juni 2026 - Tetap gigih, semangat untuk bangkit

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 11, 2026 5:50


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 12 Juni 2026Bacaan: "Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana." (Amsal 24:16)Renungan: Kita mungkin sering mendengar kisah Thomas Alva Edison yang konon mengalami 1000 kegagalan sebelum akhirnya berhasil menciptakan bola lampu. Kita juga mendengar tentang JK Rowling yang naskah Harry Potter karangannya ditolak banyak penerbit sebelum akhirnya diterbitkan satu penerbit kecil dan sukses menjadikannya penulis terkaya dalam sejarah. Kita juga mendengar kisah Soichiro Honda yang berkali-kali gagal, terkena bencana alam, perang, dsb, sebelum akhirnya bisa mendirikan perusahaan otomotif Honda. Jika bertanya kepada para tokoh sukses, hampir selalu mereka mengalami lebih banyak kegagalan daripada keberhasilan. Di sinilah uniknya. Mereka bisa mengalami banyak kegagalan (dan berusaha lagi), tapi hanya dibutuhkan satu keberhasilan untuk mereka dapat sukses membuat perubahan besar. Kegagalan juga sering kali menjadi pengalaman penting yang menjadi titik balik orang meraih keberhasilannya. Sayang, lebih banyak orang yang begitu takut dan berusaha menghindari kegagalan. Banyak orang takut melakukan sesuatu yang berpotensi membuat mereka dikritik. Banyak orang tidak berani mencoba hal yang belum pernah dilakukan orang lain, sehingga ada kemungkinan untuk gagal. Dan salah satu cara yang sering dilakukan orang untuk menghindari hal-hal tersebut adalah dengan tak mau mencoba, tak mau berusaha, dan memilih diam. Banyak orang merasa mengalami satu kegagalan akan membuat mereka gagal selamanya. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Kegagalan bukanlah kata akhir. Amsal berkata, orang benar pun bisa jatuh atau gagal. Tak hanya sekali, tapi tujuh kali. Dalam budaya Yahudi, tujuh kali menunjukkan jumlah tak terhingga. Artinya, sekalipun kita sudah hidup benar, meski kita sudah melakukan yang terbaik, kegagalan masih bisa terjadi. Tapi, poin pentingnya adalah kita masih bisa bangkit kembali. Berapa kali Yusuf diperlakukan tak adil? Berapa banyak Daud hampir mati terbunuh? Jumlah masalah mereka jauh lebih banyak dari jumlah kemenangan mereka! Tapi, karena mereka tetap bangkit, maka kita kini mengenang mereka sebagai pribadi yang berkemenangan. Kita pun bisa mengalaminya! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku semangat untuk bangkit lagi saat aku jatuh terpuruk karena suatu masalah. Jangan biarkan masalah membuat aku meragukan kuasa-Mu. Yesus, Engkaulah andalanku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 5 Juni 2026 - Bahagia karena mendengarkan dan melaksanakan firmanNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 4, 2026 4:31


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 5 Juni 2026Bacaan: Tetapi la berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya." (Lukas 11:28)Renungan: Biksu Matthieu Ricard disebut oleh beberapa ilmuwan dari Universitas Wisconsin, Amerika Serikat, sebagai orang yang paling bahagia yang pernah mereka uji. Rahasianya terletak pada meditasi. Meditasi adalah kunci untuk melatih otak. Ricard mengatakan bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang melatih otaknya. Lalu, apa yang dipikirkan Ricard saat bermeditasi? Hasil scan otak menunjukkan bahwa ketika Ricard merenungkan kasih sayang, otaknya menghasilkan gelombang gamma. Gelombang ini erat kaitannya dengan kesadaran, perhatian, pembelajaran, dan memori. Gelombang inilah yang memicu seseorang merasakan kebahagiaan dan mengurangi kecenderungan terhadap hal negatif. Para peneliti menyebutnya sebagai neuroplastisitas dan mereka menganggap hal ini sungguh luar biasa. Dunia mengakui bahwa kebahagiaan bisa diraih dengan meditasi, dengan merenungkan kasih sayang, menenangkan diri, dsb. Bagaimana kata firman Tuhan mengenai kebahagiaan? Alkitab kaya sekali dengan kata "berbahagia". Salah satunya yang Tuhan Yesus katakan bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang mendengarkan firman Allah dan memeliharanya. Meditasi bagi orang Kristen adalah sarana merenungkan firman Tuhan, bukan jalan untuk memperoleh kebahagiaan. Sedangkan kebahagiaan itu sendiri akan diperoleh ketika kita mampu menjaga keseimbangan antara merenungkan firman-Nya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Demikianlah, merenungkan firman Tuhan saja belumlah cukup, karena firman itu harus dilakukan agar utuh dan sempurna. Tuhan Yesus berfirman bahwa orang yang berbahagia bukanlah orang yang sekadar mendengarkan firman, tetapi juga yang mau melakukannya dengan taat dan setia. Apakah hidup kita sudah bahagia? Apakah kita sudah pantas disebut sebagai orang paling bahagia di dunia ini? Jika belum, marilah kita hari ini memperhatikan dan melakukan sabda-Nya dengan taat dan setia. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap firman yang boleh aku baca setiap hari. Bantulah aku agar firman yang kubaca dapat ku laksanakan dalam hidupku sehari-hari, sehingga sukacita-Mu dapat tinggal di dalam hatiku. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-9 masa biasa, 5 Juni 2026, Peringatan Santo Bonifasius, Uskup dan Martir

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jun 4, 2026 6:57


Dibawakan oleh Olivia, Andrew dan Shendy Jost dari Paroki Santo Albertus Agung di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. 2 Timotius 3: 10-17; Mazmur tg 119: 157.160.161.165.166.168; Markus 12: 35-37.RELASI YESUS KRISTUS DAN DAUD Tema renungan kita pada hari iniialah: Relasi Yesus Kristus dan Daud. Dalam suatu pengajaran-Nya, Yesusmengajak para ahli Taurat untuk merenungkan identitas Mesias secara mendalam.Menurut mereka Mesias adalah anak Daud, karena memang berasal dari keturunanRaja Daud. Namun Yesus mengajukan pertanyaan yang membuat mereka terdiam: jikaMesias hanya anak Daud, mengapa Daud sendiri menyebut-Nya sebagai “Tuhan”-nya?Ini berarti Mesias bukan hanya penerus takhta Daud yang manusiawi, melainkanDia yang memiliki martabat ilahi. Yesus adalah keturunan Daud menurut daging,tetapi juga Tuhan yang dinantikan Daud sendiri. Yesus sebenarnya menunjukkanbahwa mengenal Allah tidak cukup hanya dengan menguasai pengetahuan agama. Paraahli Taurat memiliki banyak pengetahuan tentang Kitab Suci, tetapi mereka gagalmemahami makna terdalam Sabda Tuhan yang mereka pelajari. Mereka kagum akankebijaksanaan Yesus, namun tidak mampu menerima kebenaran yang diwartakan-Nya.Kekaguman saja tidak cukup untuk menjadi murid. Iman menuntut kerendahan diriuntuk menerima terang Allah. Raja Daud sendiri menjadi teladankerendahan hati. Walaupun ia seorang raja besar yang disegani, ia mengakuibahwa Mesias yang akan datang jauh lebih agung daripada dirinya. Daud tidak menjadikandirinya pusat, melainkan mengarahkan pandangannya kepada Tuhan yang akanmenyelamatkan umat-Nya. Sikap inilah yang membedakan hati seorang berimandengan hati yang hanya mencari hormat dan pengakuan diri. Sebaliknya, dalam surat-suratPaulus kita melihat contoh relasi yang indah antara seorang guru dan murid.Paulus membimbing Timotius bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga denganteladan hidup. Timotius menerima pengajaran itu dengan kesetiaan dan ketaatan.Paulus menasihatinya agar tetap berpegang pada ajaran yang telah diterimanyaserta tidak mudah terpengaruh oleh ajaran yang menyesatkan. Timotius percayakepada Tuhan yang bekerja melalui bimbingan Paulus. Relasi Paulus dan Timotius menunjukkaniman yang bertumbuh melalui pendampingan dan kesetiaan. Tidak cukup hanyamendengar Sabda Tuhan atau mengagumi pewarta-Nya. Kita dipanggil untukmenghidupi kebenaran yang telah kita terima. Timotius tidak hanya mendengarkanPaulus, tetapi juga melaksanakan apa yang diajarkan kepadanya.  Hari ini Tuhan mengajak kitauntuk bertanya kepada diri sendiri: apakah kita hanya mengagumi Yesus, atausungguh mengikuti-Nya? Apakah kita hanya mengetahui ajaran-Nya, atau berusahamelaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari? Semoga kita memiliki kerendahanhati yang sesungguhnya sebagai tanda iman yang benar.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Tuhan, kuatkanlah iman kami kepada-Mu agarkami dapat menjadi tanda kehadiran dan karya-Mu di dalam dunia ini. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus … Dalam nama Bapa …

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 29 Mei 2026 - Hati yang terbuka untuk Kehadiran Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 28, 2026 4:29


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 29 Mei 2026Bacaan: Kemudian berkatalah Elisa: "Apakah yang dapat kuperbuat baginya?" Jawab Gehazi: "Ah, ia tidak mempunyai anak, dan suaminya sudah tua." (2 Raja-raja 4:14)Renungan: Suatu ketika ada seorang yang bercerita bahwa setiap kali ia memakai sepatu basket favorit, ia tidak bisa melupakan momen ketika kakaknya tiba-tiba mengajak ke mall, lalu menyuruhnya memilih sepatu basket yang ia inginkan. "Pilih mana yang kamu suka, nanti aku yang bayar," kata kakaknya. Segera ia memilih sepatu dan mencobanya, lalu menyerahkan pilihannya kepada pramuniaga setelah merasa cocok. Ingatan akan peristiwa itu juga membuatnya menyadari bahwa cara Tuhan memberkati hidupnya bisa melalui berbagai cara, termasuk cara yang sama sekali tak terduga! Elisa juga sempat memberi kejutan kepada pasangan yang telah menjamunya sekian waktu, karena pasangan itu menghormati Elisa sebagai seorang nabi Tuhan. Mereka bahkan menyiapkan sebuah kamar kecil, supaya Elisa dapat beristirahat dengan nyaman setiap kali melakukan pelayanan dan singgah ke rumah mereka. Namun, hari itu pasangan yang belum dikaruniai anak mendapat kejutan saat Allah memberi janji melalui Elisa bahwa mereka akan memiliki anak. Akhirnya terjadilah tepat sesuai dengan nubuat Elisa, yang bisa dianggap sebagai upah atas kemurahan hati dan kebaikan yang ditunjukkan oleh pasangan itu. Tanpa mereka sadari, Allah melihat kebaikan mereka kepada Elisa, hamba-Nya itu, lalu memberikan apa yang selama bertahun-tahun mereka nantikan sebagai pasangan suami istri. Allah tak pernah kehabisan cara untuk memberkati umat-Nya. Hanya, terkadang kitalah yang tidak memberikan cukup ruang untuk Allah bekerja dengan cara yang Dia kehendaki. Membaca kisah Elisa dan pasangan tadi membuat kita menyadari bahwa ketika hati kita terbuka untuk campur tangan Tuhan, maka kita dapat mengalami kebaikan-kebaikan Tuhan pada saat yang mungkin tak pernah kita duga. Pertanyaannya, maukah kita mengalaminya? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat tak terduga yang sering aku terima. Bantulah aku agar aku tetap setia pada-Mu karena Engkau sungguh baik padaku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi hari Jumat 22 Mei 2026 - Mengembangkan bakat dan potensi diri

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 21, 2026 5:00


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 22 Mei 2026Bacaan: Tetapi la berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan." (Markus 6:38)Renungan: Louis Armstrong hidup sangat menderita dan serba kekurangan pada masa kecilnya. Sejak bayi, Louis sudah ditinggalkan oleh ayahnya. la baru bisa mengenyam pendidikan pada usia 12 tahun. Namun demikian, seorang guru musik Peter Davis menemukan potensi besar dalam diri Louis berupa kemampuan bermain terompet. Melihat potensi tersebut, Peter Davis mengasah bakatnya hingga Louis bisa sukses sebagai pemain terompet kelas dunia. Bacaan di atas mengisahkan kesuksesan para murid Yesus dalam menjamu ribuan orang, yang dimulai dari potensi kecil dan situasi krisis. Dikatakan demikian, situasi pada saat itu ada lima ribu orang lebih yang mendengarkan khotbah Yesus, dan Yesus menyuruh para murid untuk memberi mereka makan, sementara di tempat tersebut tidak ada orang yang berjualan. Menanggapi perintah itu, murid-murid bertanya kepada-Nya, "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?" Kemudian Yesus berkata, "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Ternyata masih ada potensi lima roti dan dua ikan. Potensi yang ada itu dibawa kepada Yesus, lalu didoakan dan dipecah-pecahkan-Nya, kemudian diberikan kepada para murid untuk dibagikan kepada banyak orang itu (ay. 41). Akhirnya, semua orang bisa makan dan kenyang, bahkan masih ada sisa 12 bakul. Apakah saat ini kita sedang dalam kondisi krisis, atau sedang menghadapi masalah besar dan seolah kita tidak berdaya? Jangan putus asa! Cobalah kita periksa, cari dan temukan potensi yang ada dalam diri maupun di luar diri kita. Jika sudah menemukannya, bawalah kepada Tuhan Yesus dan kerjakan apa yang menjadi bagian kita. Tuhan Yesus pasti sanggup melipatgandakannya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kuserahkan segenap bakat dan kemampuan yang aku miliki. Bantulah aku agar melalui berkat-Mu maka bakat dan kemampuan yang aku miliki dapat berkembang dan berguna untuk kemuliaan nama-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat 15 Mei 2026 - Tuhan selalu ada dan menyertaimu

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 14, 2026 4:34


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 15 Mei 2026Bacaan: "Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melintasi sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, nyala api tidak akan membakar engkau." (Yesaya 43:2)Renungan: Untuk menghasilkan sebuah biola yang berkualitas dibutuhkan serangkain proses yang tidak mudah. Sang seniman awalnya memilih potongan kayu yang halus. Kemudian ia memulai memahat bagian depan dan belakang hingga memperoleh ketebalan yang diinginkan. Setelah itu, ia mulai membengkokkan dan menekan kayu itu. Seniman itu tahu persis seberapa kuat tekanan yang dibutuhkan agar kayu itu menjadi alat musik yang indah. Setelah selesai, ia pun menggoreskan inisial namanya di bagian belakang untuk menyempurnakan biola ciptaannya itu. Demikianlah Tuhan membentuk dan memproses hidup Yakub dan umat pilihan-Nya itu. Sekalipun umat itu harus dibawa Tuhan dan berjalan melewati tempat-tempat yang menyakitkan, tetapi Tuhan memberi jaminan bahwa semua itu tidak akan "mematahkan" hidup mereka. Umat Israel harus melewati air dan sungai, tetapi Tuhan berjanji menyertai mereka sehingga sungai pun tak akan menghanyutkan. Bahkan jika mereka melewati api, mereka tidak akan dihanguskan. Tuhan tahu persis seberapa kuat kita sanggup menanggung beban ketika kita ditekan, dibengkokkan, walaupun kita sendiri merasa seolah tak mampu memikulnya. Tuhan tidak akan membiarkan hidup kita rusak. Setiap tekanan yang kita lewati hanyalah bagian proses penyempurnaan dan setelahnya la menuliskan nama-Nya pada hidup kita. Kita adalah karya-Nya yang mulia. Tuhan Yesus memberkati. Dia:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu ada di saat masalah dan pergumulan hidup melandaku, sehingga aku tetap kuat untuk menjalaninya. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 8 Mei 2026 - Mengampuni dan hadirkan damai di hati

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 7, 2026 5:04


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 8 Mei 2026Bacaan: "Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh." (Amsal 12:16)Renungan: Biasanyasakit hati diawali rasa kecewa. Kadang perkataan yang mungkin tidak sengaja terucap dari orang terdekat sering membuat hati diri sendiri terluka. Umumnya, reaksi kebanyakan orang menanggapi rasa sakit itu adalah membalasnya secara spontan tanpa disengaja. Sebagian lagi ada yang membalasnya dengan halus tetapi terasa lebih menyakitkan bagi yang bersangkutan. Mungkin kebanyakan beranggapan membalaskan sakit hati seakan mengobati. Faktanya sebaliknya! Menyakiti kembali justru mendatangkan ketidaksejahteraan dalam hati, bahkan menimbulkan akar kepahitan yang sulit terobati. Dari berbagai kasus penyakit kronis yang sulit disembuhkan ternyata dapat berawal dari sakit hati yang sulit terobati. Mengapa? Sebab saat sakit hati tubuh kita meresponnya dengan melepaskan hormon kortisol yang membuat diri sendiri stres berkepanjangan. Sebaliknya, bila kita bisa mengelola dengan baik, bahkan mengabaikannya akan membawa pengaruh baik bagi diri sendiri. Saat kita melupakan dan mengabaikan sakit hati, kemudian menggantinya dengan melupakan dan berusaha bersukacita, hormon endorphin lebih banyak dikeluarkan oleh tubuh. Hormon endorphin membuat tubuh kita lebih imun, tahan terhadap serangan penyakit. Rasanya memang mustahil manusia tidak sakit hati. Namun bukan hal mustahil kita menyikapinya dengan benar. Contoh pengalaman Yusuf. Walau ia disakiti oleh saudara-saudaranya hingga berdampak hidupnya susah, Yusuf memilih untuk mengabaikannya kemudian belajar untuk memahami bahwa ada Tuhan yang adil kepada setiap orang. Jadi, daripada kita menyakiti diri sendiri dengan merespons secara negatif setiap cemooh yang terlontar dari mulut orang lain, alangkah bijaknya kita respons secara positif. Abaikan dan tidak membalasnya, kemudian bawa rasa sakit hati kita kepada Tuhan dengan mendoakan orang yang bersangkutan. Niscaya hidup kita diberkati. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah rasa sakit hatiku terhadap seseorang yang telah mengecewakan hatiku. Aku mau mengampuninya agar hatiku bebas merdeka sehingga damai-Mu kembali menguasai hatiku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 1 Mei 2026 - Miliki tekad yang kuat untuk meraih apa yang diinginkan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Apr 30, 2026 5:00


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 1 Mei 2026Bacaan: Berkatalah Elia kepadanya: "Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke sungai Yordan." Jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu berjalanlah keduanya." (2 Raja-raja 2:6)Renungan: Seorang ayah berpesan kepada kedua orang anaknya yang akan mengikuti ujian sekolah. Katanya, "Asalkan nilai-nilai kalian tidak ada di bawah angka enam, ayah sudah sangat senang dan tidak akan marah!" Akan tetapi anak bungsunya melakukan lebih dari permintaan ayahnya. la mendapatkan nilai yang sangat memuaskan sehingga ia menjadi juara satu di kelas. Hebatnya, meski berulang-ulang ayahnya memberikan pesan yang sama keberhasilan si bungsu bukan karena pesan tersebut melainkan si bungsu memang sudah bertekad kuat untuk selalu mendapatkan juara satu. Kemudian sang ayah memberikannya hadiah istimewa. Meskipun rombongan nabi di Betel dan Yerikho mengetahui bahwa Nabi Elia akan terangkat ke surga pada hari itu juga tetapi hanya Elisa yang mengikuti Nabi Elia. Meski Nabi Elia berkata supaya Elisa tinggal, tetapi Elisa untuk ketiga kalinya juga dengan tekad yang kuat tetap mengikuti Elia. Elisa menjawab bahwa dirinya tidak akan meninggalkan Elia. Alhasil, tekad kuat Elisa tersebut membawa dirinya memperoleh kesempatan untuk meminta dua bagian roh Elia supaya dipenuhi kuasa Tuhan. Setelah Elisa melihat Nabi Elia terangkat ke surga, Elisa pun memperoleh yang dimintanya. Sementara itu rombongan nabi hanya mengetahui tetapi tidak melihat dan tak mendapatkan sesuatu. Banyak orang mengharapkan sesuatu yang istimewa tetapi tidak semua mendapatkan apa yang diharapkannya, karena masing-masing orang mempunyai tekad yang berbeda-beda. Orang yang bertekad kuat tidak akan tinggal diam dan berhenti begitu saja pada tantangan yang menghadang. Orang yang memiliki tekad yang kuat akan mengusahakan berbagai cara agar sesuatu yang diharapkannya terjadi. la akan bertindak berbeda melebihi orang-orang di sekitarnya hingga dirinya memperoleh hasil melebihi hasil rata-rata. Jadi milikilah tekad yang kuat kalau ingin berhasil. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku tekad yang kuat untuk menggapai apa yang kuinginkan sesuai dengan kehendak-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 24 April 2026 - Bermurah Hati

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Apr 23, 2026 3:32


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 24 April 2026Renungan: "Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." (Ayub 12:12)Renungan: Lo Siaw Ging adalah seorang dokter dermawan di Kota Solo, Jawa Tengah. la tak pernah memasang tarif untuk pasien yang berobat. Di usia 81 tahun dokter Lo mengalami gejala stroke dan dirawat di Bangsal Ayodya Rumah Sakit Kasih Ibu. Dalam keadaan sakit, dokter Lo memiliki semangat untuk sembuh. la masih ingin kembali menolong pasien-pasiennya dan juga memberikan resep dan obat gratis kepada yang secara ekonomi tidak mampu. Dokter Lo dengan ikhlas melakukan semua itu karena ia ingat pesan ayahnya, Lo Bian Tjiang, yang menekankan bahwa profesi dokter bukan profesi mencari keuntungan. Dia sosok yang sekalipun tidak pernah menyebut nama Tuhan Yesus, namun mempraktikkan ajaran Tuhan Yesus yaitu bermurah hati. Bermurah hati tidak harus selalu menjadi dokter seperti dokter Lo Siaw Ging. Banyak cara untuk bersikap murah hati, antara lain bersedia memaafkan orang lain, bersikap ramah dan peduli kepada orang-orang di sekitar kita. Bermurah hati bukan paksaan, tetapi dilakukan dengan tulus tanpa pamrih. Mari kita berkomitmen untuk bermurah hati karena Bapa kita adalah murah hati. Tuhan Yesus memberkati. DOA:Tuhan Yesus, bila kami merenungkan segala perbuatan-Mu, kami sungguh bersyukur atas segala kemurahan-Mu. Jadikan kami orang yang murah hati agar nama-Mu dimuliakan. Amin. (Dod).

mu dalam dod amin banyak hati edisi ayub bapa jadikan jawa tengah hari jumat bapamu kota solo doa tuhan yesus
Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 17 April 2026 - Meliaht dan merasakan keajaiban Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Apr 16, 2026 5:52


Kencan Dengan Tuhan -Jumat, 17 April 2026Bacaan: "Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa." (2 Raja-raja 6:17)Renungan: Mata jasmani terbentur pada sebuah tembok tetapi mata iman melompati tembok. Mata jasmani terbatas pada sebuah sudut jalan tetapi mata iman melihat apa yang ada di balik sudut jalan. Mata jasmani melihat kegelapan tetapi mata iman menjangkau secercah sinar di balik kegelapan. Mata jasmani menimbulkan keputusasaan tetapi mata iman menimbulkan kekuatan dan pengharapan. Mata iman menjadikan tenang di kala badai menerpa, terhibur ketika kesedihan mendera, tersenyum di balik duka, berbahagia di tengah kepedihan, dan menemukan jalan ketika tiada jalan. Dalam 2 Raj 6:15-17 kita melihat tentara Raja Aram datang mengepung kota Dotan di mana Elisa berada. Dan ketika pelayan abdi Tuhan, Gehazi, melihat tentara Aram yang besar itu, maka ia ketakutan dan memberitahukan kepada Elisa, namun Elisa hanya berkata, "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka." Gehazi dengan mata jasmaninya, melihat tentara Aram yang besar sehingga membuat ia gemetar ketakutan. Sedangkan nabi Elisa dengan mata iman, melihat tentara Tuhan yang jauh lebih besar. Gehazi hanya mampu melihat situasi yang dia hadapi dengan mata jasmani. Oleh sebab itulah Nabi Elisa berdoa, "Ya Tuhan, bukalah kiranya matanya supaya ia melihat." Maka Gehazi mulai memiliki mata yang melihat. Nabi Elisa menjalani jenis kehidupan "hidup bukan karena melihat tetapi karena percaya" (2 Kor 5:7). Sedangkan pelayan abdi Tuhan itu menjalani kehidupan yang "memiliki mata namun tidak melihat" (Mrk 8:18). Banyak kali kita juga menjalani kehidupan kekristenan Gehazi, kehidupan yang tidak seimbang. Dengan kata lain, mata jasmani bertindak dan berpengaruh jauh lebih besar dari mata iman. Akhirnya, kehidupan kekristenan yang kita jalani adalah kehidupan yang uring-uringan karena sebuah masalah; penuh dengan kecemasan, ketakutan, dan kekalahan; tidak memiliki sikap iman di dalam Tuhan; kering akan campur tangan Tuhan. Ini bukanlah kehidupan yang Tuhan inginkan! Kita harus mempunyai keyakinan bahwa Tuhan mengontrol seluruh kehidupan kita. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang besar, yang bukan sekadar mampu menciptakan langit dan bumi, tetapi juga mampu mengubah situasi dan kesusahan yang kita hadapi. Untuk itulah kita harus dapat melihat segala keadaan dengan mata iman, agar di setiap sudut jalan kehidupan, kita menemukan campur tangan Tuhan. Jika kita hanya hidup dengan mata jasmani, maka kecillah kekuatan kita, tetapi ketika kita hidup dengan mata iman, maka kita lebih dari seorang pemenang. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku rindu senantiasa menikmati campur tangan-Mu dalam hidupku. Bukalah mata imanku untuk melihat dan merasakan keajaiban-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 10 April 2026 - Setiap Pekerjaan baik adalah berkat bagi sesama

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Apr 9, 2026 3:44


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 10 April 2026Bacaan: "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah." (Galatia 6:9)Renungan: Yacouba Sawadogo lahir di Burkina Faso, Afrika, tahun 1946. Sebagai petani kecil, ia berhasil menghijaukan 20 hektar lahan tandus di desanya. Tandusnya lahan di desanya disebabkan oleh kelebihan manusia dan sistem pertanian kasar yang menyebabkan erosi tanah. Banyak peneliti menyerah mengatasi masalah lahan itu. Yacouba prihatin. la lalu mencoba teknik menanam tradisional Afrika. Dengan alat seperti sekop dan kapak, la membuat lubang-lubang untuk diisi pupuk dan bibit. la ditertawakan karena teknik itu dianggap kuno. Namun, dalam 20 tahun terbukti bahwa lahan tandus itu berubah menjadi lahan hijau yang subur dan lebat. Perjuangan Yacouba didorong oleh hasrat ingin memajukan desanya. Hasrat dan perjuangan seperti inilah yang dimaksudkan Paulus dalam Galatia 6:9. Janganlah kita jemu-jemu mencoba dan berusaha melakukan pekerjaan baik. Ketika situasi memburuk dan kenyataan begitu getir, pada saat itulah komitmen kita dibutuhkan untuk tekun berbuat baik. Pekerjaan baik pasti akan membuahkan hasil yang baik. Setidaknya, itulah yang dibuktikan oleh Yacouba. la menuai hasil yang sangat baik, bahkan menjadi berkat bagi seluruh masyarakat Burkina Faso. Percayalah, setiap pekerjaan baik kita juga akan menjadi berkat bagi sesama. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tolonglah aku agar dapat membangun komitmen yang teguh untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan baik, dalam rangka memajukan keluarga, gereja, dan masyarakat di manapun aku berada. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 3 April 2026 - Karna SalibMu, Aku hidup

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Apr 2, 2026 5:19


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 3 April 2026Bacaan: "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa." (Roma 5:8) Renungan: Kiera Larsen adalah seorang gadis kecil berusia 10 tahun. la pada akhirnya harus meninggalkan dunia ini pada usia yang masih sangat muda karena menyelamatkan orang lain. Peristiwa nahas itu terjadi ketika Kiera sedang bermain di halaman rumahnya bersama dengan Adison yang berusia satu tahun dan Emma, dua tahun, anak tetangganya. Ketika sedang asyik bermain, tiba-tiba sebuah mobil Mercedes-Benz terguling. Kiera pun dengan sigap mendorong kedua balita tersebut tanpa sempat menolong dirinya sendiri. Bahkan terlihat luka goresan pada tubuh kedua balita akibat cengkeraman dan dorongan yang kuat dari Kiera saat mendorong mereka. la pun meninggal akibat hantaman keras mobil tersebut. Kiera selalu diingat sebagai pahlawan bagi kedua anak itu oleh ibu mereka. Kisah di atas mengingatkan kita kepada pengorbanan Yesus untuk keselamatan umat-Nya. Kematian dan kebangkitan Yesus yang masih disangkal oleh para pembenci-Nya hingga saat ini memang hanya dapat dipahami oleh mereka yang telah merasakan arti dari pengorbanan-Nya. Yesus adalah Pahlawan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Ketika hidup kita terancam oleh maut, la datang dan mendorong kita ke tempat yang aman. Seperti kisah Kiera, yang bila diingat oleh orang-orang, akan selalu mengundang decak kagum bahkan tersentuh oleh pengorbanannya. Seharusnya kita pun tersentuh dan berdecak kagum setiap kali mengingat, mendengar, dan membaca kisah pengorbanan Sang Juruselamat. Kisah pengorbanan Yesus adalah kisah spektakuler sepanjang masa. Pengorbanan-Nya adalah nyata bukan hanya sekadar mitos. Kehidupan yang kita miliki saat ini adalah salah satu bukti dari pengorbanan Yesus. Kisah Yesus ini bukanlah sekadar sepenggal kisah yang diceritakan setiap kali umat Kristen hendak merayakan Paskah. Kisah ini benar-benar nyata dan wajib kita syukuri karena tanpa pengorbanan Yesus kita telah menjadi orang-orang yang tidak mengenal kebenaran dan bahkan hidup di dalam dosa. Yesus sangat mengasihi kita. la tidak mengasihi kita dengan kata-kata yang indah dan manis didengar, tetapi dengan bukti nyata. Manusia tidak perlu lagi menagih janji-janji-Nya untuk yakin bahwa la mengasihi manusia, tetapi cukup dengan melihat pengorbanan-Nya yang besar sebagai bukti kasih-Nya yang luar biasa. Pengorbanan-Nya tidak perlu lagi dipertanyakan karena itu sudah pasti. Bersyukurlah! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku hati yang tiada henti-hentinya bersyukur atas pengorbanan-Mu di kayu salib. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 27 Maret 2026 - Bercermin, perbaiki diri dan jadi berkat untuk sesama

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 26, 2026 5:34


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 27 Maret 2026Bacaan: "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?" (Matius 7:3) Renungan: Ketika kita hendak bepergian ke mana pun, hal yang paling wajar kita lakukan adalah mencari sebuah cermin. Mengapa kita membutuhkan cermin? Karena kita ingin berpenampilan menarik dan memperbaiki suatu hal yang jelek yang terdapat di wajah atau tubuh kita. Kita tidak mungkin bepergian dengan penampilan acak-acakan dan kotor. Kita perlu merapikan rambut dan pakaian kita. Cermin adalah alat yang paling "jujur" untuk menampakkan kepada kita diri kita yang sesungguhnya. Tanpa cermin, kita tidak akan tahu jika ada sesuatu yang membuat wajah kita kotor, dan kita tidak bisa membersihkannya dengan baik, kecuali jika orang lain membantu kita. Jadi, cermin sangatlah membantu kita untuk memperbaiki penampilan kita agar menjadi lebih baik, rapi, bersih, dan menarik. Tidak hanya becermin secara fisik, namun kita juga harus sering becermin terhadap kepribadian kita. Bagaimanakah kita bersikap kepada orang lain? Apakah kelakuan kita sudah mencerminkan pribadi Yesus sendiri atau mencerminkan kedagingan saja? Jangan sampai kita bisa menilai dan menghakimi orang lain, padahal diri kita sendiri masih banyak sekali kekurangan. Yesus memberikan perumpamaan yang serupa dengan hal ini, yaitu mengenai orang yang melihat selumbar di mata saudaranya, tetapi balok di matanya sendiri tidak kelihatan. Artinya, orang tersebut pandai mencari kesalahan atau kejelekan orang lain, namun kelakuan jeleknya sendiri tidak pernah ia ketahui dan ia perbaiki. Di sini Yesus mengajarkan kepada kita untuk tidak menjadi orang yang munafik. Setiap manusia pasti memiliki sifat yang baik dan sifat yang buruk pula. Sifat dan kebiasaan yang buruk itu harus kita perbaiki dan kita hilangkan. Namun, terkadang kita masih melakukan kesalahan. Karena itu, nasihat dari orang lain sangatlah kita butuhkan. Gunakanlah semua itu sebagai sarana untuk memperbaiki diri sendiri. Anggaplah teguran, nasihat, dan saran dari orang lain sebagai cermin, sehingga kita bisa mengetahui hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki, dirapikan, dan dibersihkan dari diri kita. "Karena siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat" (Ams 10:17). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku memiliki hidup yang dapat mencerminkan kepribadian-Mu sehingga hidupku dapat menjadi berkat bagi orang lain. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 20 Maret 2026 - Berbagi dan berarti untuk sesama

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 19, 2026 7:09


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 20 Maret 2026Bacaan: "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?" (Matius 16:26) Renungan: John D. Rockefeller pernah menjadi orang terkaya di dunia. Pada usia 25 tahun, John mengendalikan salah satu kilang minyak terbesar di Amerika Serikat. Usia 31 tahun, dia telah menjadi penyuling minyak terbesar di dunia. Pada usia 38 tahun, ia menguasai 90% penyulingan minyak di Amerika. Pada usia 50, ia adalah orang terkaya di negara itu. Namun pada usia 53 tahun dia jatuh sakit. Seluruh tubuhnya tersiksa oleh rasa sakit dan dia kehilangan semua rambutnya. Meskipun dia seorang miliarder yang dapat membeli jenis makanan apa pun yang diinginkannya, tetapi dia hanya bisa mencerna sup dan biskuit. Seorang rekannya menulis, "Dia tidak bisa tidur, tidak tersenyum dan tidak ada apa pun dalam hidup yang berarti baginya." Dokter pribadinya memperkirakan dia akan mati dalam waktu satu tahun. Tahun itu berlalu dengan sangat lambat. Saat dia mendekati kematian, dia terbangun pada suatu pagi dengan kesadaran samar-samar bahwa dia tidak dapat membawa kekayaannya ke dunia di balik kubur. John tiba-tiba menyadari bahwa dia tidak mengendalikan hidupnya sendiri. Kemudian, dia menelepon pengacara, akuntan, dan manajernya dan mengumumkan bahwa dia ingin menyalurkan asetnya ke rumah sakit, penelitian, dan pekerjaan amal. John D. Rockefeller mendirikan yayasannya. Arah baru ini akhirnya mengarah pada penemuan penisilin, obat malaria, obat TBC, dan obat difteri. Tapi mungkin bagian yang paling menakjubkan adalah saat dia mulai berubah, kimia tubuhnya berubah secara signifikan sehingga dia menjadi lebih baik. Walaupun diperkirakan akan meninggal pada usia 53 tahun, tetapi dia hidup sampai usia 98 tahun. John belajar bersyukur dan mengembalikan sebagian besar kekayaannya untuk amal. Melakukan hal itu membuatnya berguna untuk orang banyak Kebenaran penting yang dapat kita simak dari kehidupan John adalah kekayaan bukanlah segalanya. Tuhan Yesus berkata, "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?" Bersyukur John segera menyadari hal tersebut dan mengambil tindakan yang benar. Kita tidak perlu mengalami sakit penyakit terlebih dahulu sebelum akhirnya berubah dalam cara pandang terhadap harta benda. Milikilah kesadaran itu sekarang, mumpung kesempatan itu masih ada dan terbuka bagi kita. Kita teringat kepada Zakheus yang mengubah cara pandang terhadap harta benda dan dia memberikan setengah dari miliknya kepada orang miskin. Kita juga teringat kepada Yohana isteri Khuza yang melayani rombongan Yesus dengan kekayaan mereka. Mari kita berbagi, baik untuk sesama maupun memberi untuk pekerjaan Tuhan. Tuhan disenangkan jika kita melakukannya dengan tulus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin memiliki hati yang siap berbagi dengan sesamaku. Aku mau melakukannya dengan tulus dan benar. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 13 Maret 2026 - Selalu bersyukur

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 13, 2026 4:47


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 13 Maret 2026Bacaan: "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." (1 Tesalonika 5:18)Renungan: Suatu hari, seorang anak yang bekerja sebagai penyemir sepatu, sedang merenungi nasibnya di depan sebuah supermarket. Di situ ia biasa mencari uang dengan menyemir sepatu pengunjung yang sedang makan di sekitar tempat itu. Siang itu ia sedang menyesali keadaannya yang tidak seenak orang-orang kaya yang setiap hari berbelanja di situ. Pada saat itu sebuah mobil mewah tiba-tiba masuk ke halaman supermarket. Seorang anak dari keluarga kaya ada di dalam mobil mewah itu, di antar oleh sopirnya untuk membeli sesuatu di supermarket tersebut. Penyemir sepatu tadi, mengawasi mobil mewah itu sambil berpikir, "Alangkah bahagianya jika saja aku yang ada di dalam mobil itu. Tentu aku tidak harus menyemir sepatu lagi, makananku enak-enak dan rumahku tentu menyenangkan. Begitulah keinginan si penyemir sepatu itu. Setelah mobil mewah di parkir, sopirnya masuk ke dalam supermarket, tetapi anak kaya itu tetap tinggal di dalamnya. Tanpa sengaja pandangan anak kaya dan si penyemir sepatu itu bertemu. Ternyata, si anak kaya juga berpikir, "Alangkah senangnya bila aku dapat hidup bebas seperti tukang semir itu"Tiba-tiba si anak kaya itu melambaikan tangan kepada penyemir sepatu itu sambil tersenyum. Si penyemir sepatu segera mendatangi si anak kaya tersebut, sebab pikirnya ia akan dapat order menyemir sepatu. Setelah dekat, anak kaya tersebut lalu bertanya kepada penyemir itu,: "Maukah kau menggantikan saya duduk di mobil ini dan aku menggantikanmu?" Di tengah-tengah keheranan si penyemir sepatu ini, si anak kaya membuka mobilnya. Anak penyemir sepatu itu sangat terkejut ketika melihat bahwa si anak kaya itu ternyata tidak mempunyai kaki sama sekali. Maka anak penyemir sepatu itu segera berbalik dan sambil berlari menjauh ia menjawab, "Tidak ! Tidak! saya tidak mau, saya mau seperti keadaan saya sekarang saja!" Bukankah dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering iri hati terhadap kawan atau tetangga kita yang kelihatannya berhasil? Padahal kita tidak tahu apakah kesuksesannya itu membahagiakan mereka atau tidak. Jadi janganlah kita iri hati terhadap sesama kita namun mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kudus kanlah hatiku, sehingga iri hati tidak dapat menguasai diriku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 6 Maret 2026 - SIkap dan perilaku yang dapat menjadi teladan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 5, 2026 5:40


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 6 Maret 2026Bacaan: "Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita." (Ibrani 12:1)Renungan: Suatu ketika di sebuah sekolah, diadakan pementasan drama. Setiap anak mendapat peran dan memakai kostum sesuai dengan tokoh yang mereka perankan. Semuanya tampak serius, sebab Pak Guru akan memberikan hadiah kepada anak yang tampil terbaik dalam pentas. Di depan panggung, semua orangtua murid ikut hadir dan menyaksikan acara itu. Pertunjukkan drama berjalan dengan sempurna. Semua anak tampil dengan maksimal. Ada yang berperan sebagai petani, ada juga yang menjadi nelayan. Di sudut sana, tampak pula seorang anak dengan raut muka ketus, sebab dia kebagian peran pak tua yang pemarah, sementara di sudut lain, terlihat anak dengan wajah sedih, layaknya pemurung yang selalu menangis. Tibalah kini akhir dari pementasan drama. Itu berarti, sudah saatnya Pak Guru mengumumkan siapa yang berhak mendapatkan hadiah. Pak Guru telah menaiki panggung, dan tak lama kemudian ia menyebutkan sebuah nama. Aha... ternyata anak yang menjadi pak tua pemarahlah yang menjadi juara. Dengan wajah berbinar, sang anak bersorak gembira. "Aku menang...." begitu ucapnya. la pun bergegas menuju ke panggung diiringi kedua orangtuanya yang tampak bangga. Tepuk tangan riuh terdengar. Sang orangtua menatap sekeliling, ke seluruh hadirin. Mereka sangat bangga. Sebelum menyerahkan hadiah, Pak Guru sedikit bertanya kepada sang juara, "Nak, kamu memang hebat. Kamu pantas mendapatkannya. Peranmu sebagai seorang yang pemarah terlihat bagus sekali. Apa rahasianya ya, sehingga kamu bisa tampil sebaik ini?" Sang anak menjawab, "Terima kasih atas hadiahnya Pak. Sebenarnya saya harus berterima kasih kepada Ayah saya. Karena dari Ayahlah saya belajar berteriak dan menjadi pemarah. Kepada Ayahlah saya meniru perilaku ini. Ayah sering berteriak kepada saya, maka bukan hal yang sulit untuk menjadi pemarah seperti ayah." Tampak sang Ayah mulai tercenung. Sang anak melanjutkan, "Ayah membesarkan saya dengan cara seperti ini, jadi peran ini adalah peran yang mudah bagi saya." Suasana menjadi senyap. Kedua orangtua sang anak di atas panggung, tampak tertunduk. Jika sebelumnya mereka merasa bangga, kini keadaannya berubah. Seakan mereka berdiri sebagai terdakwa di muka pengadilan. Mereka belajar sesuatu hari itu. Ada yang perlu diluruskan dengan perilaku mereka. Marilah berhati-hati dengan perilaku kita, karena ada banyak saksi yang mengelilingi kita, yang melihat apa yang kita katakan dan kita lakukan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa Roh-Mu, sehingga aku bisa mengendalikan setiap perkataan dan perbuatanku, agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 27 Februari 2026 - Kenali diri sendiri dan tidak menghakimi orang lain

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 26, 2026 6:18


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 27 Februari 2026Bacaan: Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? " Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembala kanlah domba-domba-Ku." (Yohanes 21:17)Renungan: Di sebuah sekolah dasar, ada seorang anak laki-laki yang bandel dan suka ribut di kelas. Hampir setiap hari, anak ini membuat masalah dan membuat kelas menjadi gaduh sehingga kerap kali dia menjadi sasaran kemarahan para guru. Anak ini kemudian dipanggil dengan sapaan "Surib" yang berarti "Suka Ribut". Suatu hari, ketika ada tugas melukis, seorang guru menyuruh para murid untuk melukis potret diri masing-masing. Surib pun dengan penuh antusias melukis dirinya sendiri. Dalam lukisannya, Surib menulis satu kalimat yang berbunyi, "Tuhan belum selesai menciptakan saya." Lukisan ini kemudian menjadi salah satu lukisan terbaik di sekolahnya. Suatu hari, seorang guru mendapati bahwa kelas Surib sangat gaduh. Dan seperti biasa, Suriblah yang menjadi penyebabnya. Ketika guru itu hendak memarahi Surib, beliau melihat lukisan Surib yang dipajang didepan kelas, yang bertuliskan, "Tuhan belum selesai menciptakan saya." Wajah sang guru langsung berubah. Dalam hati Sang Guru berkata, "Ya! Tuhan belum selesai menciptkannya, aku harus sabar." Dalam kehidupan kita sehari-hari, sering kali kita begitu mudah untuk menghakimi orang lain. Banyak orang cenderung memberi penilaian kepada orang lain dengan harga mati, seolah-olah orang lain sama sekali tidak akan berubah selamanya. Terlebih ketika, orang lain melakukan kesalahan. Akan sangat mudah baginya untuk melihat segala sisi dengan cara pandang negatif yang berlebihan. Banyak orang lupa bahwa Tuhan belum selesai menciptakan sesamanya. Kita pasti ingat dengan Petrus. Petrus bukanlah orang yang sempurna. Sebaliknya, Petrus selalu mendapat teguran keras dari Yesus, bahkan pernah menyangkal Yesus. Demikian pula dengan Rahab, Maria Magdalena dan Paulus. Mereka adalah para pendosa. Kendati begitu, mereka justru dipakai Tuhan secara luar biasa. Seseorang bisa saja berubah menjadi baik bahkan menjadi sesuatu yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Namun demikian, Tuhan juga membutuhkan bantuan kita, jadi janganlah kita buru-buru menghakimi dan menjauhi orang-orang yang mungkin berbuat salah terhadap kita. Namun tegurlah mereka dengan penuh kasih. Jangan lupa doakanlah dan berkatilah mereka selalu. Percayalah bahwa suatu saat mereka juga bisa berubah meski sekarang mereka melakukan kesalahan. Bimbinglah mereka untuk kembali di jalan yang benar agar mereka segera bertobat mendapat pemulihan dan akhirnya dapat diselamatkan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku mudah menghakimi orang lain. Kini aku sadar bahwa kekuranganku lebih banyak daripada orang yang sering aku hakimi. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 20 Februari 2026 - Percaya dan berharap hanya padaNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 19, 2026 7:27


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 20 Februari 2026Bacaan: Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka." (Keluaran 3:7) Renungan: Seorang warga Perancis yang bernama Charney telah membuat kecewa Napoleon. Oleh karena itu dia dimasukkan ke dalam penjara. Dia merasa telah ditinggalkan oleh teman-temannya dan dilupakan oleh setiap orang di luar penjara. Dalam kesendirian dan keputusasaannya. Charney mengambil sebuah batu dan menggoreskannya pada dinding selnya dengan tulisan, "Tak seorang pun peduli". Suatu hari sebuah tunas hijau tumbuh menembus lantai penjara di tempat bekas sebuah batu yang telah diambilnya tersebut. Tunas itu menjulur ke arah terang yang masuk melalui jendela kecil di selnya. Setiap hari saat ada kesempatan keluar sel, Charney membawa air untuk menyirami tunas itu. Tunas itu terus bertumbuh dan akhirnya menjadi sebuah tanaman. Beberapa hari kemudian tanaman itu mengeluarkan sebuah kuncup bunga indah berwarna biru. Hari berganti hari, kuncup bunga itu akhirnya mekar dengan sangat indahnya. Di tengah-tengah kesendiriannya, Charney menghayati pertumbuhan tunas itu menjadi sebuah tanaman yang berbunga indah dan kemudian di atas goresan yang pertama, ia menggores dinding itu lagi dengan batu yang sama dengan sebuah tulisan, "Allah peduli". Tulisan itu bukan sekadar tulisan tanpa makna, tetapi Allah benar-benar mempunyai berkat bagi "tahanan itu". Di sel yang lain, seorang tahanan mempunyai anak perempuan yang diizinkan mengunjungi para tahanan. Dia juga menengok ke arah sel di mana Charney ditempatkan. Perempuan ini juga mendengar kasih Charney kepada sebuah tanaman yang tumbuh di selnya. Berita tersebut kemudian disampaikan kepada Ratu Josephine yang terkenal ramah. Ratu berkata, "Seorang yang mengasihi dengan sungguh dan memelihara sebuah bunga tidak akan menjadi seorang yang jahat." Sang Ratu kemudian membujuk Napoleon untuk membebaskan Charney dan Charney pun dibebaskan. Charney membawa bunganya ke rumah dan dengan hati-hati memelihara bunga tersebut. Hal itulah yang mengajarnya untuk percaya kepada Allah dan kepedulianNya terhadap orang lemah. Mungkin saat ini kita sedang mengalami pergumulan yang berat. Kira sedang mengalami kejatuhan dan kita merasa tidak ada orang yang peduli terhadap kita. Ingatlah bahwa Allah peduli kepada kita. Allah peduli akan pergumulan yang kita alami. Allah yang tidak berubah itu, yang telah mempedulikan umat Israel dalam penderitaan mereka di Mesir, Ia juga akan mempedulikan kita. Belajarlah akan kepedulian Allah terhadap alam semesta. Burung pipit dan bunga bakung pun dipedulikan Allah, masakan Allah tidak mempedulikan kita? Jangan berharap pada manusia, tetapi percayalah kepada Allah dan kepedulian-Nya kepada kita, serta nantikan pertolongan dan berkat-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku jika aku kurang percaya kepada-Mu. Sekarang aku bertambah yakin bahwa Engkau peduli terhadap umat-Mu yang mengalami pergumulan berat, termasuk kepadaku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 13 Februari 2026 - Tuhan tidak pernah melupakanmu

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 12, 2026 5:19


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 13 Februari 2026Bacaan: "Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya." (Kejadian 40:23)Renungan: Suatu kali seorang karyawan terlibat dalam sebuah proyek yang sangat sulit. Dengan tekun ia mengerjakan proyek itu, hingga akhirnya ia berhasil membawa divisinya memperoleh penghargaan. Sebagai tanda penghargaan, ia dijanjikan akan dikirim pelatihan ke Hong Kong. Namun hal itu tidak pernah terjadi. Setahun kemudian ia kembali terlibat dalam sebuah proyek berat. Sekali lagi ia berhasil memecahkannya. la kembali dijanjikan akan dikirim pelatihan ke luar negeri, kali ini ke Singapura. Namun hal serupa kembali terulang. la lagi-lagi tidak menerima penghargaan apapun atas usahanya. Namun karyawan tersebut tetap bekerja dengan setia. Empat tahun kemudian, ia dikirim ke Hong Kong, dan dua bulan kemudian Tuhan memberinya berkat sehingga ia dapat mengajak istrinya untuk menghabiskan liburan akhir tahun di Singapura. Saat Yusuf bisa menerangkan arti dari mimpi juru minuman, ia berpesan kepada orang itu agar mengingatnya dan menyampaikan perkaranya kepada Firaun agar ia bisa keluar dari penjara, tetapi juru minum malah melupakannya. Selama dua tahun, mungkin Yusuf bertanya-tanya, "Mengapa tidak ada pertolongan? Bagaimana keadaan orang yang sudah aku tolong itu? Apakah ia menyampaikan pesanku kepada raja?" Yusuf benar-benar merasa dilupakan, dan diperlakukan tidak adil. Beruntung, ia tidak putus asa dan tetap menaruh harapan kepada Allah. Dan yang terpenting adalah, ia tetap bekerja dengan baik. Yusuf sama sekali tidak mengurangi kualitas kerjanya selama di penjara. Sampai akhirnya, pertolongan dari Allah tiba, la bukan saja dibebaskan, tapi juga diangkat menjadi orang kepercayaan raja. Manusia bisa lupa, bisa lalai dan melupakan kita. Tidak peduli seberapa kecewanya kita terhadap orang tua, anak, sahabat, pimpinan dan rekan kerja, tapi jangan pernah tawar hati terhadap Allah. Dia tidak pernah melupakan jerih lelah kita. Dia selalu memperhitungkan pengorbanan kita. Dan yakinlah, Allah akan memberi upah tepat pada waktunya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampuni aku karena pernah tawar hati pada-Mu, padahal Engkau tidak pernah berbuat salah padaku. Hal ini diakibatkan karena perlakuan orang lain yang mengecewakanku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 6 Februari 2026 - Minta Hikmat Tuhan untuk menemukan akar permasalahan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 5, 2026 5:04


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 6 Februari 2026Bacaan: "Kemudian pergilah ia ke mata air mereka dan melemparkan garam Itu ke dalamnya serta Berkata: "Beginilah firman TUHAN: Telah Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi lagi olehnya kematian atau keguguran bayi." (2 Raja-raja 2:21)Renungan: Sejumlah pemburu ular menyerah untuk menangkap dan membunuh ular-ular besar yang sering memangsa ternak masyarakat di sekitar desa-desa. Setelah satu bulan perburuan meski sudah banyak ular yang dibunuh, ular-ular itu tetap ada dan berkeliaran. Pemerintah pun turun tangan dan mengerahkan beberapa ahli untuk meneliti. Hasilnya ditemukan sarang ular yang menampung ribuan ular dewasa dan puluhan ribu yang masih kecil. Akhirnya, semua aman kembali setelah sarang ular dihancurkan menggunakan bahan peledak. Ketika dilaporkan oleh penduduk Yerikho bahwa air di tempat itu tidak baik dan sering menyebabkan keguguran bayi, Nabi Elisa meminta sebuah pinggan baru yang berisikan garam. Kemudian pergilah Nabi Elisa ke mata air itu lalu melemparkan garam ke dalamnya untuk menyehatkan air, agar air tersebut menjadi sehat untuk diminum. Alasan Nabi Elisa melemparkan garam tersebut bukan di sembarang tempat, melainkan ke dalam mata airnya, karena Elisa tahu mata air adalah sumber dari aliran air yang tidak baik bagi penduduk setempat sehingga ketika permasalahan di sumber air diatasi otomatis air yang akan mengalir berikutnya menjadi air sehat. Air yang mendatangkan manfaat bagi warga di tempat itu. Begitu pun dalam kehidupan sehari-hari. Ketika mengalami hal-hal yang tidak baik hal pertama yang harus kita lakukan adalah mencari tahu akar permasalahan tersebut. Kemudian selesaikan masalah pada akarnya sampai tuntas, maka masalah akan dapat teratasi dan tak akan berlarut-larut. Menemukan akar dari suatu masalah memang bukan perkara mudah, maka itu mintalah hikmat Tuhan untuk kita dapat menemukan sumber permasalahan dan mengatasi permasalahan itu hingga tuntas. Kita perlu hikmat Tuhan, sebab Dia Mahatahu sedangkan hikmat manusia sangat terbatas. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat untuk dapat menemukan akar dari permasalahan yang aku hadapi saat ini, sehingga dengan hikmat-Mu itu juga aku dapat mencari jalan keluar untuk menyelesaikannya. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 30 Januari 2026 - Lepaskan diri dari belenggu dosa

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 29, 2026 4:52


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 30 Januari 2026Bacaan: "Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (Matius 6:24) Renungan: Suatu kali ada seorang anak laki-laki yang kedapatan sedang bermain-main dengan sebuah vas bunga yang sangat mahal. Anak ini memasukkan tangannya ke dalam vas itu, tetapi ia tak bisa menariknya keluar. Ayahnya berusaha keras menolongnya, tetapi semua usahanya sia-sia. Keduanya murung karena tidak rela memecahkan vas yang indah itu. Lalu sang ayah menarik nafas dan berkata, "Sekarang anakku, kita coba sekali lagi. Buka tanganmu, dan luruskan jari-jarimu seperti yang Ayah lakukan, lalu tarik." Yang mengejutkan adalah si anak menjawab, "Tidak, Ayah. Saya tidak mungkin meluruskan jari-jari saya seperti itu. Jika saya melakukannya, saya akan menjatuhkan koin saya! Dan saya tidak mau hal itu terjadi." Seperti anak kecil tersebut, kebanyakan dari kita sering bertindak seperti itu. Kita begitu sibuk memegangi recehan yang tak berharga sehingga kita tidak dapat menerima kebebasan. Terkadang kehidupan dalam dosa dianggap sebagai sesuatu harta yang sebenarnya telah membutakan mata rohani kita. Padahal sebagai orang percaya yang telah hidup di dalam Kristus, kita telah dimerdekakan dari segala bentuk kutuk dosa. Namun yang menjadi kesulitannya adalah kita tidak rela melepaskan sesuatu yang kita anggap berharga dan lebih memilih hidup dalam kesesakan karena ikatan dosa yang memberikan kenikmatan sesaat. Semua kembali ke diri kita, pilihan di tangan kita, apakah mau melepaskannya atau tidak. Hal yang sama pernah dialami oleh perempuan Samaria yang mengalami perjumpaan dengan Yesus. Setelah berjumpa dengan Yesus ia melepaskan prinsip hidup dan semua genggaman masa lalunya dan melangkah dengan hidup baru yang Tuhan karuniakan. Yang lebih luar biasa ia menjadi pekabar Injil bagi orang-orang di sekitarnya. Begitulah kehidupan kita bisa menjadi lebih baik jika kita menyerahkan bejana hidup kita ke tangan Tuhan, dengan cara melepaskan genggaman yang kita anggap berharga namun tidak sesuai dengan pandangan Tuhan lalu menjalani kehidupan yang benar dalam ikatan kasih kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku melepaskan segala genggaman dosa dan prinsip hidup lama yang tak berkenan di mata-Mu sehingga mengalami kemerdekaan sejati. Amin. (Dod).