Podcasts about narasi

  • 155PODCASTS
  • 277EPISODES
  • 23mAVG DURATION
  • 1EPISODE EVERY OTHER WEEK
  • Jun 8, 2026LATEST

POPULARITY

20192020202120222023202420252026


Best podcasts about narasi

Latest podcast episodes about narasi

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 9 Juni 2026 - Menjadi Utusan Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 8, 2026 4:48


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 9 Juni 2026Bacaan: "Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami." (2 Korintus 5:20)Renungan: Sebelum sebuah film diluncurkan, biasanya produsen film akan meluncurkan lebih dulu trailernya. Di trailer yang biasanya hanya berdurasi 1-3 menit ini, ditampilkan cuplikan-cuplikan sebuah film yang dimaksudkan untuk membuat orang tertarik menonton filmnya. Membuat trailer ini tak mudah. Narasi yang disampaikan, cuplikan adegan yang dipilih ditampilkan, musik yang ditampilkan, harus menarik dan membuat orang yang melihat penasaran untuk menonton. Tidak heran, untuk film yang sudah ditunggu-tunggu banyak orang, trailernya bisa dirilis sejak setahun sebelum filmnya tayang, dibuat dalam beberapa versi, dan menjadi pembahasan tersendiri oleh para fans film itu. Bahkan ada penghargaan untuk trailer terbaik di beberapa festival film. Jika trailernya menarik, filmnya juga harus benar-benar menarik atau orang akan merasa tertipu. Sebaliknya, film bagus tapi trailernya buruk juga patut disayangkan. Sadarkah kita bahwa kehidupan kita juga ibarat sebuah trailer film? Orang-orang melihat hidup kita, bagaimana sikap dan karakter kita, bagaimana keputusan-keputusan kita, cara kita merespons segala sesuatu, dan prioritas hidup kita. Sebagai pengikut Kristus, semua itu ibarat trailer tentang Kristus yang kita ikuti. Alkitab berkata bahwa kita adalah utusan Kristus (2 Kor. 5:20). Orang percaya adalah ibarat surat Kristus yang bisa dibaca semua orang (2 Kor. 3:2-3). Sebelum benar-benar mengenal Kristus, maka orang dunia akan melihat terlebih dulu hidup kita, sikap kita, dan keputusan-keputusan yang kita buat. Apakah ucapan kita membuat orang tertarik datang pada Kristus? Ataukah tindakan kita justru membuat orang ilfeel dengan Kristus dan kekristenan? Melalui kitalah, orang dunia mendapatkan kesan pertama tentang Kristus. Dan jika trailer film kadang lebih menarik dari film aslinya, tidak demikian dengan Kristus. Ketika seseorang tertarik melihat hidup seorang Kristen yang dipenuhi damai sejahtera, sukacita, dan kasih, sehingga ia membuka hati untuk Kristus secara pribadi, maka ia akan mendapati hal yang jauh lebih indah lagi! Nah, sudahkah kita menjalankan peran kita sebagai trailernya Tuhan? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah aku alat-Mu, sehingga melalui kehadiranku banyak orang tertarik untuk mengenal dan mengikut-Mu. Amin.

Pinter Politik
Semantik Sekolah Rakyat

Pinter Politik

Play Episode Listen Later Jun 2, 2026 9:07


Sekolah Rakyat, program unggulan Presiden Prabowo ini kini disorot bukan karena gagasannya, melainkan pengadaan barangnya. Mesin cuci senilai Rp 2,9 miliar, kompor Rp 4,3 miliar, hingga bingkai foto presiden Rp 4,1 miliar memantik kecurigaan publik soal selisih harga antara e-katalog dan harga pasar. Dua pejabat Kemensos pun dicopot sementara. Narasi “pemborosan” menguat, menenggelamkan substansi program itu sendiri.

Radio Elshinta
Jamaah Haji Apresiasi Sistem Pembayaran Dam yang Tertib

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later May 23, 2026 3:35


Narasi positif dan rasa tenang kini menyelimuti sebagian besar jamaah haji Indonesia yang telah menunaikan kewajiban pembayaran Dam mereka. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang sarat dengan praktik calo atau pemotongan hewan ilegal yang tidak akuntabel, tahun ini ekosistem ekonomi haji bergerak ke arah yang jauh lebih berkah dan tertib melalui jalur kemitraan resmi. (BEH/MCH 2026)LAPORAN BHERY HAMZAH

Radio Elshinta
Pembayaran Dam Lebih Tertib, Jamaah Haji Kini Terhindar dari Praktik Calo dan Pemotongan Ilegal

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later May 22, 2026 3:35


Narasi positif dan rasa tenang kini menyelimuti sebagian besar jamaah haji Indonesia yang telah menunaikan kewajiban pembayaran Dam mereka. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang sarat dengan praktik calo atau pemotongan hewan ilegal yang tidak akuntabel, tahun ini ekosistem ekonomi haji bergerak ke arah yang jauh lebih berkah dan tertib melalui jalur kemitraan resmi. (BEH/MCH2026)#ElshintaHaji2026 #LiputanHaji2026 #Haji2026 #HajiRamahLansia #TriSuksesHaji #KemenhajRI

Sound Bhakti
The Historic Re-inaugration of Bhakti SF | HG Gurudasa Dasa and HG Vaisesika Dasa | 30 Apr 2026

Sound Bhakti

Play Episode Listen Later May 1, 2026 36:51


First, I offer my respectful obeisances to Śrīla Prabhupāda, and note that this is an historic event. Hopefully, there will be plenty of photographic evidence, because Gurudāsa Prabhu was here to open the first San Francisco temple, and now here he is again. Many devotees—Mālatī, Śyāmasundara, Mukunda, Jānakī Devī—they all asked again and again: "When would the San Francisco temple re-open?" Thank you, first to Navīna-nirada Prabhu, the intrepid, who came here and struggled through four or five years trying to get established here. Then our great hero, Ananta Caitanya Prabhu, came with great determination, imagination, and devotion, and has brought us all together. So, we're greatly indebted to you for your endeavors and to all the members of Bhakti SF who are holding space here for the pleasure of Śrīla Prabhupāda and Śrī Caitanya Mahāprabhu. Today, we re-inaugurate this temple with deep thanks to Kent Prabhu who, during the pandemic, was interested in: "Where's the kīrtana? Who cares about a little virus?" He indicated—and it was the same mood that Ananta Caitanya was in—"Virus? What virus?" Therefore, he kept the center open, and he kept chanting. Kent came here and had a vision that we should be established well here in San Francisco; Kent painstakingly looked for a place and then made this happen. So, thank you very much to Kent. Today is Narasiṃha Caturdaśī. We mark it that Śrī Caitanya Mahāprabhu had worshiped Lord Narasiṃhadeva in His pastimes. But very importantly, in Navadvīpa Dhāma, Bhaktivinoda Ṭhākura—who wanted to discover the original birthplace of Śrī Caitanya Mahāprabhu—had noted that each morning he saw a cloud of dust coming from Narasiṃhapallī to where the birthplace of Lord Caitanya has been established. And he noted that it was the Lord Narasiṃhadeva coming every day to maṅgala-ārati to worship at the place of Śrī Caitanya Mahāprabhu. So today, we hope Lord Narasiṃhadeva is pleased with this reopening of the San Francisco temple, for Bhakti SF, holding space here for spreading Lord Caitanya Mahāprabhu's message all over San Francisco. ------------------------------------------------------------ To connect with His Grace Vaiśeṣika Dāsa, please visit https://www.fanthespark.com/next-steps/ask-vaisesika-dasa/?utm_source=youtube&utm_medium=video&utm_campaign=launch2025 https://vaisesikadasayatra.blogspot.com/ ------------------------------------------------------------ Add to your wisdom literature collection: https://iskconsv.com/book-store/?utm_source=youtube&utm_medium=video&utm_campaign=launch2025 https://www.bbtacademic.com/books/?utm_source=youtube&utm_medium=video&utm_campaign=launch2025 https://thefourquestionsbook.com/?utm_source=youtube&utm_medium=video&utm_campaign=launch2025 ------------------------------------------------------------ Join us live on Facebook: https://www.facebook.com/FanTheSpark/ Podcasts: https://podcasts.apple.com/us/podcast/sound-bhakti/id1132423868 For the latest videos, subscribe https://www.youtube.com/@FanTheSpark For the latest in SoundCloud: https://soundcloud.com/fan-the-spark ------------------------------------------------------------ #spiritualawakening #soul #spiritualexperience #spiritualpurposeoflife #spiritualgrowthlessons #secretsofspirituality #vaisesikaprabhu #vaisesikadasa #vaisesikaprabhulectures #spirituality #bhaktiyoga #krishna #spiritualpurposeoflife #krishnaspirituality #spiritualusachannel #whybhaktiisimportant #whyspiritualityisimportant #vaisesika #spiritualconnection #thepowerofspiritualstudy #selfrealization #spirituallectures #spiritualstudy #spiritualquestions #spiritualquestionsanswered #trendingspiritualtopics #fanthespark #spiritualpowerofmeditation #spiritualteachersonyoutube #spiritualhabits #spiritualclarity #bhagavadgita #srimadbhagavatam #spiritualbeings #kttvg #keepthetranscendentalvibrationgoing #spiritualpurpose

Guru Viking Podcast
Ep359: Narasiṃha the Lion Man - Jensen Martin

Guru Viking Podcast

Play Episode Listen Later May 1, 2026 127:51


In this episode, I am once again joined by Jensen Martin, a scholar-practitioner and PhD student at the Graduate Theological Union in Berkeley, California. Jensen leads a deep dive into Narasiṃha, compares different version of the Narasiṃha myth, and examines contradictions in the tradition. Jensen reveals his motive for pursuing a PhD, describes his plans for a meditation retreat as part of the project, and reflects on what he sees as a crisis in academia. Jensen also discusses the relevance of Narasiṃha to today's world situation, the terror of dissolution, and the advantages of being an outsider. … Video version: https://www.guruviking.com/podcast/ep359-narasimha-the-lion-man-jensen-martin-2 Also available on Youtube, iTunes, & Spotify – search ‘Guru Viking Podcast'. … Topics include: 00:00 - Intro 00:47 - Jensen's PhD about Narasiṃha 02:27 - Caveats and disclaimers 04:26 - Relevance of Narasiṃha to today's world situation 07:54 - Story of Narasiṃha 25:59 - Uniqueness of Narasiṃha 29:00 - Calculating the yuga 33:46 - Interstellar travel and kriya yoga 37:15 - Reconciling myths with historical evidence 37:15 - Soifer and comparing the Narasiṃha myths 50:06 - Star Wars canon 51:55 - 1000 years of narrative development 56:03 - How Narasiṃha is most commonly seen today 01:01:49 - Many different schools 01:02:50 - The advantages of being an outsider 01:06:09 - Jensen is motivated by awakening 01:08:42 - Narasiṃha meditation text 01:15:15 - Oral tradition 01:20:12 - Dhruva Gorrick and visions of Narasiṃha 01:23:43 - Terror of dissolution 01:28:42 - The Cult of Janagannath 01:34:14 - The benefit of worshipping Narasiṃha 01:42:28 - What Narasiṃha means to Jensen 01:45:29 - Jensen's goal is to find out what Narasiṃha means today 01:47:21 - Contradictions in the tradition 01:48:35 - How Jensen will proceed with his PhD and a practice focus 01:49:37 - The danger of moving too fast 01:52:43 - Jensen's retreat curriculum 02:00:09 - Learning Hindi 02:01:58 - Academic lineage and a flexible programme 02:03:12 - Future plans and financial crisis in academia … Previous episode with Jensen Martin: - https://www.guruviking.com/search?q=jensen To find our more about Jensen Martin visit: - https://www.instagram.com/jensen_sudarshan/ For more interviews, videos, and more visit: - https://www.guruviking.com Music ‘Deva Dasi' by Steve James

Pinter Politik
Pengasingan Gibran?

Pinter Politik

Play Episode Listen Later Apr 16, 2026 8:59


Maret 2026, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengungkapkan di rapat DPR bahwa 50 staf Wapres telah dikirim ke IKN untuk persiapan kepindahan. Istana Wapres seluas 14.642 m² telah rampung. Narasi resmi menyebut optimalisasi pemerintahan, tetapi pengamat kritis membaca skenario yang lebih dalam: menjauhkan Gibran dari pusat pengambilan keputusan di Jakarta. Benarkah demikian?

Saga
Gegerkalong-Arcamanik: dari Narasi ke Aksi Intoleransi

Saga

Play Episode Listen Later Apr 14, 2026 28:56


Sebuah video buram berdurasi kurang dari satu menit pernah menggegerkan jagat maya. Dalam hitungan jam, video itu menyebar luas dan berubah jadi tuduhan, melabeli komunitas Syiah di Gegerkalong sebagai “sesat”.Namun, ini bukan sekadar soal satu video. Tim liputan KBR menelusuri dan menganalisis sejumlah konten di media sosial dan menemukan pola yang berulang: narasi dipelintir, sentimen negatif mendominasi, dan suara moderat tenggelam oleh algoritma.Kasus-kasus intoleransi di Kota Bandung terus terjadi dengan pola serupa, melibatkan aktor-aktor yang sama seperti satu dekade lalu.Editorial: Wahyu Setiawan, Ninik Yuniati, Sindhu Darmawan, MalikaAudio Designer: MalikaSocial Media: Nanda

Ini Koper
#972 Mengapa Keadilan di Tingkat Tapak Begitu Penting?

Ini Koper

Play Episode Listen Later Apr 5, 2026 15:20


Menenun kembali keadilan di tingkat tapak menjadi krusial karena wilayah lokal adalah palagan utama di mana krisis ekologi dan ketidakadilan sosial beradu secara langsung. Selama ini, kebijakan publik yang bersifat top-down dan teknokratis seringkali gagal menangkap denyut nadi kenyataan objektif di lapangan, sehingga warga hanya diposisikan sebagai objek administratif ketimbang aktor berdaulat. Dengan mengembalikan fokus pada tingkat tapak, kita sebenarnya sedang membangun benteng pertahanan demokrasi yang paling substansial, memastikan bahwa suara mereka yang paling rentan tidak lagi tenggelam dalam kebisingan kepentingan elit di pusat kekuasaan. Pentingnya upaya "menenun" ini juga terletak pada keberanian untuk mengubah narasi besar yang selama ini menganggap alam dan manusia hanya sebagai komoditas pembangunan. Melalui emansipasi berpikir, kita mulai merajut kembali helai-helai kearifan lokal yang sempat terputus dengan bantuan teknologi modern seperti AI dan Blockchain untuk menciptakan kedaulatan data serta transparansi. Narasi baru yang bersifat regeneratif ini jauh lebih berdaya ubah daripada sekadar menyusun teks kebijakan yang kaku, karena ia menghidupkan kembali nilai-nilai kemanusiaan dan martabat alam di setiap lapis interaksi sosial masyarakat bawah. Akhirnya, keadilan di tingkat tapak adalah kunci utama untuk merespons krisis iklim global yang dampaknya dirasakan paling berat oleh warga lokal. Menenun keadilan berarti menyiapkan generasi muda yang memiliki kecakapan "Kewarganegaraan Aktif" untuk mengawal kebijakan publik agar tetap berada pada koridor keadilan sosial-ekologis. Ketika tenunan ini kuat di tingkat akar rumput, maka visi Indonesia masa depan yang lestari bukan lagi sekadar impian di atas kertas, melainkan sebuah realitas yang hidup, berdaulat, dan bernapas di setiap jengkal tanah yang kita pijak.

Pinter Politik
Ketika Angka Menjadi Berhala - Mengapa Narasi Rupiah 20.000 Bisa Mengubah Ekspektasi Menjadi Tekanan Nyata

Pinter Politik

Play Episode Listen Later Mar 29, 2026 23:47


KATA PEMRED #11PinterPolitik.comAda sebuah kecemasan yang purba dalam angka. Ketika sejumlah analis dan komentator ekonomi mendedahkan kemungkinan Rupiah menyentuh Rp20.000 per Dolar AS, mereka sebenarnya tidak sedang menyodorkan sebuah kalkulasi semata. Mereka sedang melukis sebuah memento mori bagi ekonomi kita. Di balik deretan data itu, ada sebuah drama yang sedang dipentaskan: sebuah narasi tentang kerapuhan, tentang hantu geopolitik yang bangkit, dan tentang kita—sebuah bangsa yang seolah-olah ditakdirkan untuk senantiasa cemas di hadapan hijau lembaran Dolar.

Ini Koper
#924 Emas Bening dari Pesisir Krui

Ini Koper

Play Episode Listen Later Mar 14, 2026 8:37


Anda harus tahu. Ada emas bening yang tersembunyi di pesisir Lampung. Namanya Damar Mata Kucing. Luar biasa jernihnya. Begitu berharga sampai industri mewah di Eropa pun sangat bergantung padanya. Tapi, ini bukan sekadar soal getah dan cuan. Ini soal keajaiban alam yang hanya bisa tumbuh subur di tangan orang-orang hebat di Krui. Gila benar. Di sana ada sistem "Repong Damar". Sebuah manajemen investasi paling murni di dunia. Bayangkan, menanam hari ini untuk dipanen dua puluh tahun lagi. Hanya orang dengan napas panjang yang sanggup melakukannya. Mereka memanjat pohon setinggi gedung sepuluh lantai tanpa rasa takut. Ada seni, ada nyawa, dan ada keteguhan iman pada tradisi yang tak lekang oleh zaman modern. Narasi tentang kehebatan ini terlalu sayang jika hanya dibaca sekilas. Saya ingin Anda benar-benar meresapinya—merasakan detak jantung para pemanjat dan rimbunnya hutan Krui. Maka, luangkan waktu sejenak. Mari kita dengarkan pembacaan naskah "Emas Bening dari Pesisir Krui" ini. Simaklah bagaimana alam dan manusia bisa berdampingan dengan begitu indahnya. Selamat menyimak!

Guru Viking Podcast
Ep348: Visions of the Lion-Headed Avatar - Jensen Martin

Guru Viking Podcast

Play Episode Listen Later Feb 13, 2026 160:03


In this episode, I am joined by Jensen Martin, a scholar-practitioner and PhD student at the Graduate Theological Union in Berkeley, California. Jensen recalls how his childhood experiences playing the World of Warcraft and reading fantasy books awakened a deep longing for real experiences of magick and shamanism, how reading spiritual biographies inspired him become a live-in member of the Self Realisation Fellowship, and how trips in India drew him to the practice of bhakti. Jensen recounts powerful visions of Narasiṃha and Egyptian gods, transformative darśanas with Indian gurus such as Amma the Hugging Saint, and experiments with the power of mantra recitation. Jensen also describes his deep dive into psychedelic use, reveals his extensive experience with ayahuasca, and details his journey to a full-scholarship PhD at the Graduate Theological Union. … Video version: www.guruviking.com Also available on Youtube, iTunes, & Spotify – search ‘Guru Viking Podcast'. … Topics include: 00:00 - Intro 01:07 - Narasiṃha 01:52 - Jensen's childhood 02:50 - Drawn to shamanism through World of Warcraft 04:41 - Reading about shamanism and pagan religion 06:17 - Inspired by fantasy and World of Warcraft 09:48 - Lucid dreaming practice and animal totems 12:42 - Reading “Autobiography of a Yogi” 14:35 - Move to Humboldt county to pursue samadhi in nature 15:45 - Experimenting with substances 16:48 - Living at the Self Realisation Fellowship and time in India 20:55 - Masters degree in Yoga Studies 21:36 - Thirst for magickal experiences 27:50 - Living hand to mouth 29:33 - Jensen's practice regime 32:00 - Hassidic Judaism, Orthodox Christianity, and Amma Sri Mātā Amritānandamayī Devi  35:35 - Academic studies 37:09 - Powerful darśana from Amma Sri Karunamayi 40:38 - Further trips to India and practicing bhakti 42:36 - Encounter with Narasimha 46:38 - Attending the 2019 Kumbh Mela 50:00 - Dream of Egyptian Narasimha connections 54:41 - Extreme sickness and vision of Narasimha 01:02:52 - Meeting Dhruva Gorrick 01:04:37 - Powerful encounter with Amma the hugging saint 01:08:52 - Why not to share significant spiritual experiences 01:10:00 - Going deep with ayahuasca and other psychedelics 01:23:18 - Mantras coming alive 01:24:54 - High frequency of psychedelic trips 01:25:58 - Work as park ranger 01:26:54 - Negative ayahuasca experiences and magickal attack 01:39:47 - Encountering Narasimha on ayahuasca 01:49:37 - A new theme for Jensen's ayahuasca ceremonies 01:57:02 - Lineage spirits commanded Jensen to stop ayahuasca 01:57:38 - Further visions 01:59:05 - Encountering Vishnu and further pleas to stop taking ayahuasca 02:07:27 - Return to Amma and Narasimha initiation 02:08: 42 - Receiving a PhD scholarship to study Narasimha 02:15:41 - Still drinking ayahuasca 02:19:52 - Uniqueness of the human body 02:21:02 - Borrowing psychic power and astral contracts 02:29:46 - Why does Jensen keep using ayahuasca despite warnings? … To find our more about Jensen Martin visit: - https://www.instagram.com/jensen_sudarshan/ For more interviews, videos, and more visit: - https://www.guruviking.com Music ‘Deva Dasi' by Steve James

Wisdom of the Sages
1726: Compassion Is the Measure

Wisdom of the Sages

Play Episode Listen Later Feb 3, 2026 54:04


A quiet morning of kirtan in Mayapur opens into a deeper reflection on what spiritual maturity actually looks like—not as an idea, but as a lived quality of the heart. Using Confucius' insight on wisdom, compassion, and courage, this episode explores why compassion is not sentiment or softness, but a measure of real growth. Drawing from the prayers of the Nāgapatnīs in the Śrīmad Bhāgavatam, the conversation moves into fear, surrender, and why grace does not wait for a perfectly purified heart. Along the way, Raghunath and Kaustubha reflect on Narasiṁhadeva as the remover of inner obstacles, the difference between skill-base. ******************************************************************** LOVE THE PODCAST? WE ARE COMMUNITY SUPPORTED AND WOULD LOVE FOR YOU TO JOIN! Go to https://www.wisdomofthesages.com WATCH ON YOUTUBE: https://youtube.com/@WisdomoftheSages LISTEN ON ITUNES: https://podcasts/apple.com/us/podcast/wisdom-of-the-sages/id1493055485 CONNECT ON FACEBOOK: https://facebook.com/wisdomofthesages108 *********************************************************************

Wisdom of the Sages
1726: Compassion Is the Measure

Wisdom of the Sages

Play Episode Listen Later Feb 3, 2026 54:04


A quiet morning of kirtan in Mayapur opens into a deeper reflection on what spiritual maturity actually looks like—not as an idea, but as a lived quality of the heart. Using Confucius' insight on wisdom, compassion, and courage, this episode explores why compassion is not sentiment or softness, but a measure of real growth. Drawing from the prayers of the Nāgapatnīs in the Śrīmad Bhāgavatam, the conversation moves into fear, surrender, and why grace does not wait for a perfectly purified heart. Along the way, Raghunath and Kaustubha reflect on Narasiṁhadeva as the remover of inner obstacles, the difference between skill-base. ******************************************************************** LOVE THE PODCAST? WE ARE COMMUNITY SUPPORTED AND WOULD LOVE FOR YOU TO JOIN! Go to https://www.wisdomofthesages.com WATCH ON YOUTUBE: https://youtube.com/@WisdomoftheSages LISTEN ON ITUNES: https://podcasts/apple.com/us/podcast/wisdom-of-the-sages/id1493055485 CONNECT ON FACEBOOK: https://facebook.com/wisdomofthesages108 *********************************************************************

Radio Elshinta
Prof. Yanto: Tidak tepat langsung menyalahkan perkebunan sawit atas bencana

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Feb 3, 2026 3:40


Komoditas kelapa sawit kerap dijadikan kambing hitam setiap kali terjadi bencana alam, khususnya banjir, meski persoalannya dinilai jauh lebih kompleks dan tidak bisa disederhanakan. Narasi yang menyudutkan perkebunan sawit dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ekologis dan tata kelola wilayah di lapangan.Pandangan tersebut disampaikan Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof. Dr. Ir. Yanto Santosa, DEA, dalam wawancara di program Elshinta News & Talk bersama Asrofi, Kamis (29/1/2026), menanggapi maraknya tudingan terhadap perkebunan sawit dalam berbagai peristiwa bencana di Indonesia.“Jadi tidak tepat jika langsung menyalahkan perkebunan sawit,” tegas Prof. Yanto. Menurutnya, secara ekologis sawit tetap memiliki fungsi lingkungan sebagaimana jenis tanaman lainnya. Oleh karena itu, penyederhanaan dengan menjadikan sawit sebagai satu-satunya penyebab bencana dinilai tidak adil dan tidak berbasis sains.

Ini Koper
#840 Menjemput Makna dalan Narasi

Ini Koper

Play Episode Listen Later Jan 28, 2026 6:42


Barangkali kita perlu menyadari bahwa laporan-laporan yang tebal sering kali menjadi makam bagi kegairahan kerja di lapangan; di sana, angka-angka berderet bisu seperti nisan yang kehilangan detak jantungnya. Di sinilah storytelling hadir bukan sekadar sebagai hiasan atau pemanis di akhir program, melainkan sebagai sebuah ikhtiar untuk menjemput kembali kemanusiaan yang sering kali terselip di balik statistik yang kering. Melalui seni bercerita, kita diajak untuk menangkap jejak yang lebih dalam: membedakan antara keriuhan kegiatan yang bersifat sementara dengan sebuah hasil (outcomes)—yakni perubahan permanen yang kini menetap dalam napas dan martabat masyarakat. Dalam sebuah ruang pembelajaran, bercerita kemudian berubah menjadi alat untuk memanen makna melalui percakapan yang jujur dan reflektif. Kita memasuki sebuah labirin identifikasi hasil, di mana pertemuan dengan "Liyan" atau pihak lain—seperti simulasi peran dengan penyandang dana—menjadi sebuah proses belajar bersama (co-learning) untuk menyelaraskan tatapan. Sering kali, apa yang kita banggakan sebagai pencapaian besar dalam isu gender atau kedaulatan pangan, di mata pihak luar hanyalah sebuah kewajaran administratif; di titik inilah kita belajar bersama untuk memisahkan mana yang sekadar "upacara" kegiatan dan mana yang merupakan substansi perubahan yang menyentuh realitas di meja makan warga. Pada akhirnya, keharusan untuk mempresentasikan hasil diskusi dalam bentuk cerita adalah sebuah cara untuk menginternalisasi pemahaman ke dalam sanubari tim itu sendiri. Ketika sebuah narasi disusun dengan menyertakan suara asli dari bawah—sebuah kutipan getir atau manis dari warga di pelosok—dampak yang tadinya abstrak menjadi sesuatu yang berdenyut dan nyata. Ini adalah sebuah pergeseran pola pikir (mindset shift) yang fundamental: sebuah ajakan untuk berhenti merasa cukup hanya dengan menjadi "sibuk" dan mulai belajar untuk menjadi "berarti", memastikan bahwa setiap perubahan yang terjadi tidak akan hilang ditelan waktu karena telah dipahami dan diceritakan dengan penuh penghayatan.

Endgame with Gita Wirjawan
Pandu Sjahrir Patahkan Mitos tentang Danantara

Endgame with Gita Wirjawan

Play Episode Listen Later Jan 19, 2026 81:16


Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia', sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini:https://www.goodreads.com/book/show/241922036-what-it-takes------------------Mengupas cerita di balik layar Danantara langsung bersama sang CIO, Pandu SjahrirPercakapan yang diramu untuk menjawab rasa penasaran kita semua: Apa sebenernya yang dilakukan Danantara? Mengapa penting? Bagaimana ejawantah ide dan gagasan yang dibawa? Siapa saja orang-orang di baliknya?#Endgame #GitaWirjawan #PanduSjahrirTopik selengkapnya:00:00 - Intro01:08 - Masuk ke ‘kampus militer'-nya ekonomi05:36 - Pentingya berjejaring08:35 - 5 nilai yang diajarkan orang tua Pandu13:31 - Danantara17:28 - Yang dicari dari investasi23:05 - Passion Pandu sesungguhnya: Pendidikan dan Guru27:06 - Patahkan mitos tentang Danantara38:27 - Korupsi43:19 - Ketahanan Pangan46:51 - Ketahanan Energi54:02 - Kenapa investasi asing itu penting1:04:46 - Harus lihat 50—100 tahun ke depan1:11:25 - Narasi dari Asia Tenggara1:17:03 - Waste to Energy------------------Episode lain yang mungkin Anda sukai:https://youtu.be/Ss6ud71pmvQ?si=4fgqA2LlfICPLpArhttps://youtu.be/lpQrUTWXHZU?si=1gpeWZBUH6lydFeYhttps://youtu.be/Ne6hcWoWzDo?si=bvlj1YiMlSWqDL-g------------------

Sound Bhakti
Only The Vaishnava is Peaceful | HG Vaisesika Dasa | KIR- Vrindavan | 21 Oct 2025

Sound Bhakti

Play Episode Listen Later Dec 16, 2025 77:05


People who are bought and sold in politics, for instance, they may go along with treachery or despotism because they don't want to lose their job. Happens all the time. People just hang on because they think, "Well, anyway. Maybe it will blow over. Nobody will notice," but they just don't want to lose their job. And I mentioned, maybe the other night, that when the demigods were observing the fight between Hiraṇyakaśipu and Lord Nṛsiṁhadeva, Narasiṁhadeva had captured Hiraṇyakaśipu, had him in his clutches. Now the devas, whose homes, whose realms, whose jobs, services, everything had been usurped by Hiraṇyakaśipu, were watching the fight. It says from behind the clouds, because they wanted everything back. They wanted all their stuff back. They wanted status quo back. So they were watching. What did Lord Narasiṁhadeva do during the fight? He caught Hiraṇyakaśipu. What happened after that? It appeared as if Hiraṇyakaśipu slipped away. What did the demigods think then? "Now we're really finished, because we were rooting for the enemy." Think of that: the Supreme Personality of Godhead appears and you have some doubt of whether he's going to win or not, and you're also thinking, "I just rooted for the people. The guy who's fighting against him, Hiraṇyakaśipu, is really going to come get me now." Imagine the kind of stricture that he's going to give to us now that we rooted for the enemy. These are very high-minded personalities. They are servants of the Supreme Personality of Godhead, but they are attached. As it turns out, Lord Narasiṁhadeva is half cat, right? What do cats do when they catch a mouse? Have you ever seen it? When we were going door to door, there was a cat in Colorado on somebody's lawn. The cat was just sitting there and a little mouse was hopping around. As soon as the mouse would get a few inches outside a radius, the cat would catch it and pull it back and then wait for it. If anybody knows cats, they like to play with their prey before they crunch them up. In the same way, Lord Narasiṁhadeva let go, Prabhupāda said, because he has that feeling like, "Let him go, pull him back again." Then, of course, he ripped him into shreds. But in that case, we see that Prahlāda didn't mind at all. In fact, he wasn't afraid at all of Lord Nṛsiṁhadeva. In the whole mess he wasn't afraid because he was completely detached. All he wanted was service to his spiritual master. .------------------------------------------------------------ To connect with His Grace Vaiśeṣika Dāsa, please visit https://www.fanthespark.com/next-steps/ask-vaisesika-dasa/ ------------------------------------------------------------ Add to your wisdom literature collection: https://iskconsv.com/book-store/ https://www.bbtacademic.com/books/ https://thefourquestionsbook.com/ ------------------------------------------------------------ Join us live on Facebook: https://www.facebook.com/FanTheSpark/ Podcasts: https://podcasts.apple.com/us/podcast/sound-bhakti/id1132423868 For the latest videos, subscribe https://www.youtube.com/@FanTheSpark For the latest in SoundCloud: https://soundcloud.com/fan-the-spark ------------------------------------------------------------ #spiritualawakening #soul #spiritualexperience #spiritualpurposeoflife #spiritualgrowthlessons #secretsofspirituality #vaisesikaprabhu #vaisesikadasa #vaisesikaprabhulectures #spirituality #bhaktiyoga #krishna #spiritualpurposeoflife #krishnaspirituality #spiritualusachannel #whybhaktiisimportant #whyspiritualityisimportant #vaisesika #spiritualconnection #thepowerofspiritualstudy #selfrealization #spirituallectures #spiritualstudy #spiritualquestions #spiritualquestionsanswered #trendingspiritualtopics #fanthespark #spiritualpowerofmeditation #spiritualteachersonyoutube #spiritualhabits #spiritualclarity #bhagavadgita #srimadbhagavatam #spiritualbeings #kttvg #keepthetranscendentalvibrationgoing #spiritualpurpose

Pinter Politik
“Judonisasi” Narasi Mundur Raja Juli?

Pinter Politik

Play Episode Listen Later Dec 16, 2025 6:05


Di balik desakan mundur Raja Juli, bisa jadi ada dinamika kekuasaan yang mencoba memanfaatkan momentum.

Padepokan Budi Rahardjo
Ngerinya narasi yang dibuat AI

Padepokan Budi Rahardjo

Play Episode Listen Later Nov 25, 2025 11:51


Mungkin ini pandangan yang agak dystopian. Bukan maksudnya menakut-nakuti, tetapi untuk memastikan bahwa kita berhati-hati dalam mengembangkan teknologi. Teknologi AI ini agak sedikit "liar" dan dapat menjadi "mengerikan" karena dia bisa "salah asuh".A silicon curtain may come to divide not humans from each other but all humans from our new algorithmic overlords.

MAW Talk
Talkshow #63: Merawat Kepercayaan Publik Melalui Narasi Komunikasi yang Otentik

MAW Talk

Play Episode Listen Later Oct 4, 2025 35:08


Lawat MAW Talkshow #63, kita akan membas mengenai bagaimana narasi komunikasi yang otentik mampu menjadi strategi komunikasi publik yang dapat memperkuat reputasi.Dengan mengusung tema "Merawat Kepercayaan Publik Melalui Narasi Komunikasi yang Otentik" , Zainal Muttaqin menegaskan bahwa narasi otentik perlu disampaikan secara konsisten agar segala informasi yang disampaikan kepada publik tidak dinilai sebagai pencitraan semata.Melalui diskusi ini harapannya Sahabat dapat menyadari bahwa narasi yang otentik adalah fondasi dalam membangun dan merawat kepercayaan publik, khususnya lembaga pemerintah yang mengemban tugas untuk kepentingan nasional.

Ini Koper
#624 Inovasi Bukan Berkat Jenius Tunggal Melainkan Kecerdasan Kolektif

Ini Koper

Play Episode Listen Later Oct 3, 2025 8:00


Kita diajari dongeng tentang Archimedes dan Newton sebagai penemu tunggal. Narasi ini keliru: inovasi tidak lahir dari kilat tunggal sang jenius. Steven Johnson dalam bukunya Where Good Ideas Come From mengungkapkan cerita-cerita isolasi itu hanyalah mitos yang nyaman, tetapi menyesatkan. Ide-ide hebat tak pernah meledak dari satu otak saja. Mereka wajib tumbuh dalam ekosistem yang kaya koneksi dan bergejolak. Pola kelahiran ide ini berlaku konsisten, mulai dari keragaman di rimba karang lautan hingga dinamika Silicon Valley. Lompatan inovasi tidak bisa terlalu jauh dari kondisi material. Charles Babbage gagal total menciptakan komputer, meski dia brilian. Komponen elektronik yang dibutuhkan Babbage saat itu belum berada dalam ranah Kemungkinan yang Berdekatan (Adjacent Possible). Penemuan adalah pintu yang terbuka menuju kamar baru. Mustahil menembus sepuluh kamar hanya dengan bakat bawaan, tanpa melihat ketersediaan suku cadang. Kemajuan sejati adalah eksplorasi yang terjadi langkah demi langkah, menggunakan komponen yang sudah ada. Ide adalah jaringan, mirip miliaran neuron yang bergejolak di otak kita. Jaringan ini harus cair (liquid) dan fleksibel, bukan kaku. Jaringan Cair menempatkan diri di zona subur "tepi kekacauan," tempat informasi bebas mengalir tanpa kehilangan struktur. Jaringan Cair membuat ide dari berbagai sudut bebas bertabrakan. Kita bisa melihat pola ini di terumbu karang dan kota dagang Renaisans. Desain kantor Google yang tanpa sekat adalah upaya rekayasa untuk memaksa insinyur dari departemen berbeda agar sering bertemu. Kota besar terbukti menjadi mesin superkreatif, melahirkan ide dengan kecepatan luar biasa. Kota adalah jaringan cair raksasa yang padat dan penuh koneksi. Lingkungan yang menghargai kebocoran informasi semacam inilah yang membuat ide-ide busuk cepat matang dan terwujud. Johnson menolak konsep pencerahan mendadak, termasuk pada teori evolusi Darwin. Ide transformatif adalah firasat lambat (Slow Hunch) yang harus diinkubasi. Darwin butuh puluhan tahun mencatat dan merenung sebelum kerangka teori besarnya benar-benar matang. Rahasia Darwin sederhana: ia adalah multitasker lambat yang rajin memungut ide. Dia tekun melakukan commonplacing, sebuah praktik menulis semua pengamatan kecil dalam buku catatan. Teknik ini ampuh melindungi ide samar agar tidak hilang ditelan rutinitas dan tekanan deadline. Fokus harus beralih dari bakat ke desain sistem yang mendukung inkubasi. Triknya bukan menyepi mencari ide besar. Kita harus memberi izin pada diri sendiri untuk memelihara proyek sampingan yang mengambang, seperti Google yang memberikan jatah "20-percent time" kepada para insinyurnya. Serendipitas bukanlah keajaiban tanpa persiapan, melainkan keberuntungan yang dirancang. Ini adalah tabrakan ide yang tidak terduga, tetapi hanya bermakna bagi pikiran yang siap. Kekulé bermimpi ular, namun mimpi itu jadi kunci struktur Benzena karena pikirannya sudah bergumul dengan masalah kimia bertahun-tahun. Lingkungan inovatif wajib memicu perjumpaan acak. Inilah alasan orang sukses sering berkumpul dan bertukar pikiran di ruang publik. Tempat seperti coffee shop adalah titik temu firasat lambat, di mana ide yang terpisah secara geografis akhirnya bertemu. Lingkungan yang terlalu steril dan takut pada kesalahan akan mandul inovasi. Fleming menemukan penisilin dari cawan petri yang terkontaminasi. Kita harus belajar untuk tidak terlalu bersih, sedikit kotor, dan berani salah dalam bereksperimen. Kesalahan sering kali menjadi guru terbaik kita. Ini memaksa kita menjelajah ke wilayah yang belum terpetakan. Wilson Greatbatch menemukan alat pacu jantung karena salah memilih resistor; Johnson menyimpulkan, kebenaran membuat kita statis, kesalahan mendorong kita bergerak. Inovator handal adalah pemikir lintas domain yang berani meminjam. Konsep ini disebut Exaptation, di mana sebuah fitur diubah fungsinya secara mendadak. Contoh klasik adalah bulu burung, yang awalnya berevolusi untuk kehangatan, lalu di-exapt untuk penerbangan. Mesin cetak Gutenberg adalah Exaptation paling fenomenal dalam sejarah. Gutenberg meminjam mekanisme pengepres anggur (wine press). Dia mengubah fungsi alat pembuat minuman keras menjadi mesin pencetak pengetahuan. Milikilah hobi yang beragam, bahkan yang tidak nyambung dengan pekerjaan utama. Inovator seperti Darwin dan Franklin punya banyak "alat konseptual." Kunci kreativitas adalah meminjam solusi dari satu disiplin ilmu untuk memecahkan masalah di disiplin lain. Ide besar tidak dibangun dari nol; selalu ada Platform berlapis sebagai fondasi. YouTube tidak perlu menciptakan Internet, mereka cukup menumpang di atasnya. Platform terbuka semacam ini secara drastis mengurangi biaya dan waktu yang diperlukan untuk memulai eksplorasi. Logika paten dan R&D rahasia itu model inefisien dan berbiaya tinggi. Tembok di sekitar ide melindungi untung jangka pendek, tetapi membunuh inovasi jangka panjang. Ide-ide hebat tidak ingin dilindungi, tetapi ingin terhubung dan berkombinasi. Model lama inovasi adalah perang alam yang keras dan kompetitif. Ini hanya melahirkan sekelompok kecil pemenang. Model masa depan adalah tangled bank, ekosistem rumit yang saling bergantung. Tugas kita kini adalah menjadi arsitek ekosistem terbaik, bukan sekadar mencari si jenius.

Ruang Publik
Nasib Cukai Rokok di Era Menkeu Purbaya

Ruang Publik

Play Episode Listen Later Sep 26, 2025 45:34


Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melempar sinyal, cukai rokok bakal turun tahun depan. Purbaya bilang bakal bertemu dengan sejumlah pengusaha rokok dalam waktu dekat sebelum memutuskan arah kebijakannya soal cukai rokok.Narasi yang dilontarkan Purbaya tampak berseberangan dengan pendahulunya, Sri Mulyani yang lebih menekankan pada pengendalian konsumsi rokok dan menekan prevalensi perokok anak. Sedangkan Purbaya cenderung menjaga keberlangsungan industri rokok di tengah banyaknya pengangguran.Sikap Menkeu baru memicu gelombang kritik dari kelompok yang bertahun-tahun mengadvokasi upaya pengendalian tembakau dan kesehatan masyarakat. Studi Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) pada 2024 menunjukkan kenaikan tarif cukai sebesar 45% berpotensi menurunkan konsumsi rokok kretek hingga 27,7% dan rokok putih sebesar 19,5%. Bahkan mendongkrak penerimaan negara hingga Rp7,92 triliun dan menciptakan lebih dari 148 ribu lapangan kerja.Sementara Komnas Pengendalian Tembakau terang-terangan menentang pernyataan Menteri Purbaya bahwa tarif cukai rokok yang saat ini mencapai 57%, terlalu tinggi. Komnas justru berpandangan angka itu masih rendah dibanding negara lain, sehingga belum efektif menekan konsumsi rokok di tanah air.Bagaimana polemik-polemik ini mesti disikapi? Seperti apa dampaknya jika tarif cukai rokok turun, tetap, atau naik tahun depan?Di Ruang Publik KBR kita akan bahas topik ini bersama Sekretaris Jenderal Komnas Pengendalian Tembakau (Komnas PT) Tulus Abadi, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB Zainul Munasichin, dan Ketua Satgas Pangan HIPMI/ Wasekjen BPP HIPMI M. Hadi Nainggolan.

Ini Koper
#620 Proses Scenario Planning

Ini Koper

Play Episode Listen Later Sep 21, 2025 6:40


Perencanaan skenario (scenario planning) adalah pendekatan yang penting dan praktis untuk menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian. Berbeda dengan peramalan (forecasting) yang mencoba memprediksi satu hasil yang paling mungkin, atau visi yang menetapkan satu tujuan yang diinginkan, perencanaan skenario bertujuan untuk mengidentifikasi dan mempersiapkan diri menghadapi beberapa kemungkinan masa depan yang berbeda. Metode ini mengajak kita untuk berpikir secara mendalam tentang faktor-faktor pendorong utama yang dapat membentuk masa depan, terutama yang tidak pasti, sehingga kita tidak hanya reaktif, melainkan proaktif. Proses ini biasanya dimulai dengan menetapkan isu utama atau "focal concern" yang menjadi perhatian, seperti isu keberlanjutan Sungai Kapuas. Setelah itu, kita mengidentifikasi berbagai kekuatan pendorong (driving forces) yang dapat memengaruhi isu tersebut, mulai dari aspek sosial, teknologi, ekonomi, lingkungan, hingga politik (STEEP). Dengan menganalisis hubungan dan ketidakpastian dari kekuatan-kekuatan pendorong ini, kita dapat memilih dua pendorong utama yang paling penting dan tidak pasti untuk dijadikan sumbu matriks skenario. Pada akhirnya, matriks ini akan menghasilkan beberapa skenario yang dapat dikembangkan menjadi narasi terperinci, yang menjelaskan apa yang mungkin terjadi, bagaimana hal itu bisa terjadi, dan mengapa. Narasi ini membantu peserta untuk memahami secara intuitif konsekuensi dari setiap kemungkinan masa depan. Tujuan utamanya bukan untuk memilih skenario mana yang akan terjadi, melainkan untuk memperluas pemikiran strategis dan mempersiapkan rencana aksi yang kuat, yang tetap relevan dan efektif di tengah berbagai kemungkinan masa depan.

Ini Koper
#585 Storythinking : Kecerdasan Menulis Narasi Personal dan Sosial

Ini Koper

Play Episode Listen Later Aug 31, 2025 6:46


Mengapa Narasi Hidup Itu Penting Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa beberapa orang tampaknya selalu sukses, sementara yang lain merasa terjebak? Jawabannya sering kali terletak pada cerita yang kita ceritakan pada diri sendiri. Narasi internal ini membentuk cara kita berpikir, mengambil keputusan, dan bereaksi terhadap tantangan. Edisi ini akan membimbing Anda untuk memahami kekuatan narasi dan bagaimana Anda dapat menggunakannya untuk mengubah hidup Anda menjadi cerita yang lebih memberdayakan dan inspiratif. Temukan Kekuatan Diri Anda dalam Kisah Dalam kehidupan sehari-hari, kita terlalu sering fokus pada fakta dan data, melupakan kekuatan cerita. Namun, storythinking bukan hanya tentang bercerita; ini tentang cara berpikir. Ini adalah alat yang ampuh untuk pertumbuhan pribadi dan sosial. Edisi kali ini akan menunjukkan cara Anda dapat menemukan kekuatan tersembunyi dalam alur cerita Anda, mengubah peran Anda dari korban menjadi pahlawan, dan menemukan makna dalam setiap tantangan yang Anda hadapi. Hubungkan Diri Anda dengan Orang Lain Setelah Anda menguasai seni memahami dan menulis ulang cerita pribadi Anda, Anda akan siap untuk langkah berikutnya: terhubung dengan orang lain. Storythinking bukan hanya untuk refleksi diri; ini juga merupakan kunci untuk membangun empati dan kolaborasi. Ringkasan audio ini akan membagikan wawasan tentang bagaimana Anda dapat mendengarkan kisah orang lain, menemukan narasi yang sama, dan membangun jembatan dengan orang-orang di sekitar Anda untuk menciptakan ikatan yang lebih kuat dan tujuan bersama.

Ini Koper
#551 Mengorek Narasi Akal Imitasi

Ini Koper

Play Episode Listen Later Aug 13, 2025 12:58


Kecerdasan Buatan (AI) telah berkembang dari sekadar konsep teoritis menjadi kekuatan transformatif yang meresap ke berbagai aspek kehidupan. Secara fundamental, AI adalah teknologi yang meniru kemampuan kognitif manusia seperti pembelajaran, penalaran, dan pemecahan masalah. Dokumen ini mengidentifikasi tiga jenis AI berdasarkan kemampuannya: Artificial Narrow Intelligence (ANI), yang merupakan AI yang ada saat ini dan unggul dalam tugas-tugas spesifik; Artificial General Intelligence (AGI), yang teoretis dan akan menyamai kecerdasan manusia; serta Artificial Superintelligence (ASI), yang spekulatif dan akan melampaui kecerdasan manusia. Perjalanan AI ini ditandai oleh siklus "AI Winters" dan "AI Springs," menunjukkan bahwa kemajuan AI sangat bergantung pada aplikasi praktis dan investasi yang berkelanjutan, sebuah pola yang kini didorong oleh kemajuan pesat dalam AI generatif dan model dasar. Penerapan AI telah membawa peningkatan signifikan dalam produktivitas dan efisiensi di berbagai sektor. Dokumen ini menyoroti bagaimana AI digunakan untuk mengotomatisasi tugas repetitif, mempercepat inovasi ilmiah, dan memecahkan tantangan global. Misalnya, AI dalam kesehatan membantu mendiagnosis penyakit dan mempercepat pengembangan obat, sementara di bidang manufaktur, ia mengoptimalkan produksi dan pemeliharaan prediktif. Inovasi seperti ini didukung oleh berbagai metodologi AI, termasuk Machine Learning, Deep Learning, dan Natural Language Processing. Pergeseran ke AI generatif, yang mampu menciptakan konten unik, menandai fase baru di mana AI tidak hanya menganalisis, tetapi juga berkreasi, membuka potensi baru dalam desain, pemasaran, dan interaksi pengguna yang dipersonalisasi. Namun, kemajuan AI juga menimbulkan tantangan etika dan sosial yang krusial. Isu-isu seperti privasi data, bias algoritmik, dan akuntabilitas menjadi perdebatan utama. Jika tidak diatasi, bias dalam data pelatihan dapat menyebabkan diskriminasi sistemik, dan masalah privasi data menjadi risiko besar akibat pengumpulan informasi skala besar. Dokumen ini juga membahas risiko eksistensial yang lebih spekulatif, seperti singularitas teknologi dan masalah penyelarasan (alignment problem), yang menuntut pengembangan AI yang bertanggung jawab dan pembentukan tata kelola global. Dengan fokus pada kolaborasi manusia-AI dan etika, masa depan AI dapat diarahkan untuk memberdayakan manusia, bukan menggantikannya, sambil tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan.

Ini Koper
#538 Kisah Pertumbuhan Ekonomi Baru

Ini Koper

Play Episode Listen Later Aug 3, 2025 11:40


The New Global Possible, aksi iklim tidak lagi dipandang sebagai pengorbanan ekonomi, melainkan sebagai pilar sentral untuk pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja. Narasi ini merupakan perubahan besar dari pandangan sebelumnya yang menganggap aksi iklim sebagai beban ekonomi yang berisiko. Para pemimpin seperti Presiden Joe Biden secara historis mempromosikan strategi ekonomi yang mengintegrasikan aksi iklim untuk menghidupkan kembali ekonomi, meningkatkan daya saing, dan menciptakan jutaan lapangan kerja energi bersih. Undang-undang AS seperti Bipartisan Infrastructure Law (BIL), CHIPS and Science Act, dan Inflation Reduction Act (IRA) mengalokasikan triliunan dolar untuk tujuan ini, yang menghasilkan dampak positif pada ekonomi dan lingkungan. Pergeseran pola pikir ini sangat dipengaruhi oleh penelitian dan advokasi dari Komisi Global tentang Ekonomi dan Iklim, yang meluncurkan laporan Better Growth, Better Climate pada tahun 2014. Laporan ini menantang pemikiran yang sudah lama tertanam bahwa pertumbuhan ekonomi dan aksi iklim adalah permainan zero-sum. Sebaliknya, laporan tersebut menyimpulkan bahwa aksi iklim yang cerdas dapat menghasilkan masa depan yang lebih dinamis, kompetitif, dan menarik investasi. Laporan ini, yang didukung oleh para pemimpin global dan ekonom terkemuka, menjadi dasar bagi narasi pertumbuhan baru yang meyakinkan. Penelitian ini menunjukkan bahwa biaya kelambanan iklim jauh lebih besar daripada biaya tindakan. Selain itu, laporan ini menemukan bahwa investasi dalam ekonomi rendah karbon akan meningkatkan efisiensi ekonomi, mendorong inovasi, dan mengurangi risiko. Hal ini juga menyoroti manfaat yang lebih luas seperti peningkatan kesehatan masyarakat, pengurangan polusi, dan penciptaan puluhan juta lapangan kerja baru. Narasi baru ini telah membantu para pemimpin negara-negara berkembang dan ekonomi menengah untuk melihat transisi iklim sebagai peluang pertumbuhan, memungkinkan mereka untuk melewati fase pembangunan yang merusak dan kotor. Pergeseran pola pikir ini terbukti dalam tindakan yang dilakukan di seluruh dunia. Tiongkok, meskipun merupakan penghasil emisi terbesar, telah menjadi pemimpin tak terbantahkan dalam pasar energi terbarukan global dengan mengendalikan lebih dari 80% kapasitas manufaktur panel surya dan hampir 60% pasokan angin dunia. Investasi dini Tiongkok telah secara signifikan menurunkan biaya energi terbarukan di seluruh dunia. Di India, investasi dalam energi bersih melonjak, dan pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk kapasitas non-bahan bakar fosil. Indonesia juga mengadopsi rencana pembangunan rendah karbon yang dapat meningkatkan PDB dan menciptakan jutaan lapangan kerja. Pada akhirnya, kesuksesan transisi ekonomi ini tidak hanya bergantung pada penelitian dan investasi, tetapi juga pada kepemimpinan politik dan kerja sama. Transisi ini membutuhkan pendekatan menyeluruh dari pemerintah, di mana setiap kementerian—bukan hanya kementerian lingkungan hidup—memainkan peran aktif. Ini juga menyoroti pentingnya memastikan bahwa keuntungan dari ekonomi hijau didistribusikan secara adil, melindungi pekerja yang rentan dan memastikan bahwa transisi ini inklusif. Dengan fokus yang tepat pada tindakan yang memiliki dampak terbesar dan membangun dukungan politik, "kisah pertumbuhan baru" ini dapat terwujud, menciptakan masa depan yang lebih aman dan sejahtera untuk semua.

Ini Koper
#397 Appréciative Inquiry : Kekuatan Pertanyaan Positif sebagai Pemandu Perubahan

Ini Koper

Play Episode Listen Later Jun 14, 2025 9:45


Bayangkan sebuah pendekatan untuk perubahan yang tidak dimulai dengan pertanyaan "Apa masalahnya?", melainkan "Apa yang terbaik dari diri kita?". Inilah inti dari Inkuiri Apresiatif (AI), sebuah filosofi dan metodologi transformatif yang mengalihkan fokus dari memperbaiki kelemahan menjadi memperkuat apa yang sudah berhasil. Alih-alih memandang organisasi atau individu sebagai mesin yang rusak, AI melihatnya sebagai taman yang subur, penuh dengan potensi yang menunggu untuk ditemukan dan dipupuk. Dengan mencari dan mengapresiasi "inti positif"—kekuatan, nilai, dan keberhasilan masa lalu—AI membangun fondasi energi dan harapan yang kuat, menciptakan landasan yang subur untuk pertumbuhan yang otentik dan berkelanjutan, baik dalam skala organisasi, komunitas, maupun pengembangan diri pribadi. Inti dari praktik Inkuiri Apresiatif adalah Siklus 4-D yang dinamis: Discovery (Penemuan), Dream (Mimpi), Design(Rancangan), dan Destiny (Takdir). Perjalanan ini dimulai dengan Discovery, di mana kita secara kolektif menggali dan berbagi cerita tentang momen-momen puncak keberhasilan. Berbekal apresiasi ini, kita melangkah ke fase Dream untuk membayangkan masa depan yang paling ideal dan berani, tanpa terikat oleh batasan masa lalu. Dari visi yang menginspirasi ini, fase Design lahir, di mana kita secara kolaboratif merancang struktur dan proses konkret untuk mewujudkan impian tersebut. Akhirnya, fase Destiny adalah tentang implementasi, di mana setiap individu diberdayakan untuk mengambil tindakan dan menghidupkan visi bersama, memulai siklus perubahan positif yang berkelanjutan. Kekuatan transformatif dari Inkuiri Apresiatif tidak terletak pada pemikiran positif yang naif, melainkan pada kemampuannya untuk secara fundamental mengubah narasi. AI memahami bahwa pertanyaan yang kita ajukan membentuk realitas yang kita alami. Dengan secara sadar mengajukan pertanyaan positif dan berfokus pada kekuatan, kita mulai menulis ulang cerita kolektif kita—beralih dari kisah tentang kekurangan dan masalah menjadi narasi tentang potensi, kemungkinan, dan aspirasi. Narasi generatif inilah yang menjadi mesin perubahan, membangkitkan harapan, menginspirasi tindakan, dan pada akhirnya memberdayakan kita untuk secara sadar membangun masa depan yang kita inginkan, berdasarkan versi terbaik dari diri kita.

METRO TV
SEJARAH REBORN - KONTROVERSI 035

METRO TV

Play Episode Listen Later Jun 13, 2025 47:27


Pemerintah sedang menulis ulang sejarah Indonesia yang akan dijadikan kado spesial bagi 80 tahun kemerdekaan pada 17 Agustus 2025.Proyek ini dikerjakan oleh lebih dari 100 penulis dan akan menghasilkan 10 jilid buku sejarah resmi versi pemerintah sejak zaman prasejarah hingga era 2024.Tidak hanya menambahka, namun juga ada beberapa revisi narasi sejarah. Sejumlah kalangan menolak, khawatir sejarah ditulis karena kepentingan politik kekuasaan.Narasi sejarah mana saja yang akan direvisi? Dan bagaimana dengan sejumlah peristiwa sejarah yang kontroversial?

Tota Scriptura Podcast
RBWD #03 [John Calvin]: Penderitaan Dalam Narasi Penciptaan

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later May 21, 2025 52:11


READING THE BIBLE WITH THE DEAD/RBWD - Eps #03 [John Calvin]: Penderitaan Dalam Narasi PenciptaanPdt. Jimmy Pardede, Denni Girsang, dan Samuel C. PantouSetiap manusia, termasuk anak-anak Tuhan, tidak imun terhadap penderitaan. Bukankah kesalehan Ayub bahkan dipuji oleh Allah sendiri? Tetapi ia justru mengalami penderitaan yang luar biasa dahsyat! Adakah kita dapat mengenal karakter dan bijaksana Tuhan melalui penderitaan Ayub? Ketika Ayub mencari keadilan Tuhan, mengapa Tuhan justru menjawab pergumulannya dengan perspektif penciptaan?Saksikan juga dan nikmati diskusinya di:https://grii.to/rbwd-3

Bisik Basket
Eps. 174 Narasi Bisnis Adam Silver

Bisik Basket

Play Episode Listen Later May 19, 2025 63:55


Sebelum masuk ke pembahasan Playoffs, dunia digemparkan dengan satu kejadian aneh tapi nyata yang terjadi beberapa waktu lalu. 1,8%! Ya, hanya butuh 1,8% chance di draft lottery untuk Dallas Mavericks mendapatkan first overall pick. Di sisi lain, Conference Finals menyediakan suguhan seru di kedua wilayah. Siapa yang akan melaju? Simak ulasannya di #BisikBasket episode 174!

Jayapataka Swami Archives
Narasiṁha Caturdaśī Class || Śrī Māyāpur, India

Jayapataka Swami Archives

Play Episode Listen Later Mar 15, 2025 49:41


Narasiṁha Caturdaśī Class Śrī Māyāpur, India © JPS Archives

Jayapataka Swami Archives
Narasiṁha Caturdaśī Class || Śrī Māyāpur, India

Jayapataka Swami Archives

Play Episode Listen Later Mar 7, 2025 61:26


Narasiṁha Caturdaśī Class Śrī Māyāpur, India © JPS Archives

Jayapataka Swami Archives
20250302 Address to International Parikramā Party in Narasiṁhapallī

Jayapataka Swami Archives

Play Episode Listen Later Mar 2, 2025 5:26


20250302 Address to International Parikramā Party in Narasiṁhapallī Narasiṁhapallī © JPS Archives

VOA This Morning Podcast - Voice of America | Bahasa Indonesia
VOA This Morning "Dialog Panas AS-Tiongkok di KTT Keamanan Asia; Prabowo Tolak 'Narasi Tunggal' Penyelesaian Krisis Gaza" - Juni 03, 2024

VOA This Morning Podcast - Voice of America | Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Jun 2, 2024 16:27


Meskipun sepakat untuk tetap membuka saluran komunikasi, pejabat pertahanan AS & Tiongkok tawarkan visi berbeda mengenai Asia dalam Shangri-La Dialogue, Singapura. Sementara itu, Prabowo Subianto, menhan sekaligus presiden terpilih, tolak "narasi tunggal" dalam penyelesaian krisis Israel-Palestina.

Pinter Politik
Geger Pecinan, Pemantik Mimpi Buruk VOC

Pinter Politik

Play Episode Listen Later Dec 11, 2023 7:36


Tahun 1740, Jakarta atau yang saat itu bernama Batavia berada dalam kegelapan saat terjadi peristiwa Geger Pecinan. Peristiwa ini merupakan tragedi berdarah yang merenggut lebih dari 10.000 jiwa etnis Tionghoa. Secara tidak langsung, Peristiwa Geger Pacian di Batavia yang terjadi pada 9 sampai 22 Oktober 1740 itu memantik pemberontakan masyarakat Jawa bersama etnis Tionghoa melawan VOC di berbagai wilayah pada tahun-tahun berikutnya. Rangkaian peristiwa ini diawali dari kesewenang-wenangan VOC kepada etnis Tionghoa saat kelompok dagang Belanda itu mulai mengalami kerugian. Eksistensi dan gelombang kedatangan penduduk Tionghoa dianggap sebagai beban. Dan, pembatasan aktivitas, pemerasan, hingga perampasan aset dilakukan VOC, utamanya di era Gubernur Jenderal Adriaan Valckenier. Narasi minor dan isu yang bertendensi mengadudomba saat itu juga turut memperparah dan awalnya membuat beberapa etnis Nusantara di Batavia ikut menaruh prasangka kepada etnis Tionghoa. Perilaku sewenang-wenang VOC kemudian memantik reaksi keras dari etnis Tionghoa. Sayangnya, reaksi tersebut ditanggapi VOC dengan melakukan pembantaian 10 ribu orang Tionghoa di Batavia. Lalu, seperti apa tabir sesunguhnya peristiwa Geger Pecinan ini?

A window to the spiritual world
Can we chant mantras to Narasiṁha?

A window to the spiritual world

Play Episode Listen Later Mar 3, 2023 51:52


A window to the spiritual world
Can we chant mantras to Narasiṁha?

A window to the spiritual world

Play Episode Listen Later Mar 3, 2023 51:52


A window to the spiritual world
Can we chant mantras to Narasiṁha?

A window to the spiritual world

Play Episode Listen Later Mar 3, 2023 51:52


A window to the spiritual world
Can we chant mantras to Narasiṁha?

A window to the spiritual world

Play Episode Listen Later Mar 3, 2023 51:52


A window to the spiritual world
Can we chant mantras to Narasiṁha?

A window to the spiritual world

Play Episode Listen Later Mar 3, 2023 51:52


A window to the spiritual world
Can we chant mantras to Narasiṁha?

A window to the spiritual world

Play Episode Listen Later Mar 3, 2023 51:52


A window to the spiritual world
Can we chant mantras to Narasiṁha?

A window to the spiritual world

Play Episode Listen Later Mar 3, 2023 51:52


A window to the spiritual world
Can we chant mantras to Narasiṁha?

A window to the spiritual world

Play Episode Listen Later Mar 3, 2023 51:52


A window to the spiritual world
Can we chant mantras to Narasiṁha?

A window to the spiritual world

Play Episode Listen Later Mar 3, 2023 51:52


A window to the spiritual world
Can we chant mantras to Narasiṁha?

A window to the spiritual world

Play Episode Listen Later Mar 3, 2023 51:52


A window to the spiritual world
Can we chant mantras to Narasiṁha?

A window to the spiritual world

Play Episode Listen Later Mar 3, 2023 51:52


A window to the spiritual world
Can we chant mantras to Narasiṁha?

A window to the spiritual world

Play Episode Listen Later Mar 3, 2023 51:52


A window to the spiritual world
Can we chant mantras to Narasiṁha?

A window to the spiritual world

Play Episode Listen Later Mar 3, 2023 51:52


A window to the spiritual world
How to relate to Narasiṁha and Sītā Rāma deities?

A window to the spiritual world

Play Episode Listen Later Nov 20, 2022 3:37