Podcasts about kadang

  • 741PODCASTS
  • 1,470EPISODES
  • 20mAVG DURATION
  • 5WEEKLY NEW EPISODES
  • Jul 20, 2026LATEST

POPULARITY

20192020202120222023202420252026

Categories



Best podcasts about kadang

Show all podcasts related to kadang

Latest podcast episodes about kadang

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus dan Pengampunan Dosa (21 Juli)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jul 20, 2026 4:57


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Pengampunan DosaDiambil dari: Markus 2:9–10 “Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkat tempat tidurmu dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa...”Wonder Kids, hari ini kita belajar sesuatu yang sangat penting tentang Tuhan Yesus. Suatu hari ada seorang lumpuh dibawa kepada Yesus. Orang-orang mungkin berharap Yesus langsung menyembuhkannya. Tetapi Yesus terlebih dahulu berkata, “Dosamu sudah diampuni.” Wah, itu mengejutkan sekali.Mengapa orang-orang menjadi marah? Karena mereka tahu bahwa hanya Allah yang berhak mengampuni dosa. Kalau seseorang berdosa, pada akhirnya dosanya adalah terhadap Allah. Jadi, saat Yesus berkata bahwa dosa orang itu diampuni, Yesus sedang mengatakan sesuatu yang sangat besar tentang diri-Nya.Lalu Yesus melakukan sesuatu yang luar biasa. Supaya orang-orang tahu bahwa perkataan-Nya benar, Yesus menyembuhkan orang lumpuh itu. Orang itu bangun, mengangkat tempat tidurnya, dan berjalan pulang. Jadi, mujizat itu menjadi tanda bahwa Yesus sungguh mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang kita lebih cepat merasa butuh pertolongan untuk masalah luar, misalnya sakit, takut, sedih, atau susah. Memang Tuhan peduli pada semua itu. Tetapi masalah terbesar kita sebenarnya adalah dosa. Dosa memisahkan kita dari Allah. Karena itu, kabar terbaik bukan hanya bahwa Yesus bisa menolong hidup kita, tetapi bahwa Yesus bisa mengampuni dosa kita.Dan ini juga menunjukkan bahwa Yesus bukan manusia biasa. Kalau Yesus hanya guru yang baik, Dia tidak bisa berkata, “Dosamu sudah diampuni,” lalu membuktikannya dengan kuasa. Tetapi Yesus memang adalah Anak Allah yang datang untuk menyelamatkan manusia berdosa. Karena itu, Ia punya hak dan kuasa untuk mengampuni.Wonder Kids, mungkin hari ini kamu ingat dosa-dosamu: berbohong, marah, iri, membantah, atau tidak taat. Jangan hanya merasa sedih. Datanglah kepada Yesus. Yesus sanggup mengampuni dosa orang yang datang kepada-Nya dengan hati yang bertobat. Dan karena Yesus juga suci dan tidak berdosa, pengampunan yang Dia beri itu sungguh bersih dan penuh.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ambil waktu sebentar dan akuilah satu dosa yang paling mengganggumu hari ini kepada Tuhan. Katakan dengan jujur, “Tuhan Yesus, ampunilah dosaku dan bersihkan hatiku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau berkuasa mengampuni dosa. Aku datang kepada-Mu dengan jujur membawa kesalahanku. Ampunilah aku, bersihkan hatiku, dan tolong aku hidup menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan hanya sanggup menolong hidupmu, tetapi juga berkuasa mengampuni dosamu. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Allah dan Pengampunan Dosa (20 Juli)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jul 19, 2026 4:26


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Allah dan Pengampunan DosaDiambil dari: Mazmur 130:3–4 “Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.”Wonder Kids, pernahkah kamu melakukan kesalahan lalu merasa takut? Mungkin kamu berbohong, membantah, marah, atau berbuat nakal. Setelah itu, hati kita jadi tidak tenang. Kita tahu kita sudah berbuat salah.Renungan hari ini mengingatkan kita bahwa dosa itu serius. Dosa bukan hanya soal melanggar aturan orang tua atau guru. Dosa adalah melawan Tuhan yang sudah menciptakan kita dan mengasihi kita. Karena itu, kalau Tuhan menghitung semua dosa kita satu per satu, tidak ada satu pun dari kita yang bisa berkata, “Aku pasti aman.” Semua orang berdosa di hadapan Tuhan.Tetapi syukur kepada Tuhan, firman-Nya tidak berhenti sampai di situ. Mazmur 130 berkata, “Tetapi pada-Mu ada pengampunan.” Wah, indah sekali ya. Artinya, Tuhan bukan hanya Allah yang suci dan benar, tetapi juga Allah yang mau mengampuni orang berdosa yang datang kepada-Nya.Tentu, pengampunan itu bukan berarti dosa kita dianggap sepele. Dosa tetap jahat. Dosa tetap menyedihkan hati Tuhan. Tetapi Tuhan, dalam kasih-Nya, menyediakan jalan pengampunan bagi kita. Dan jalan itu ada di dalam Yesus. Karena Yesus mati menanggung dosa kita, kita bisa datang kepada Tuhan dan memohon ampun.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang saat kita berbuat salah, kita bisa ingin bersembunyi. Kita takut dimarahi. Kita malu. Tetapi Tuhan mau kita datang kepada-Nya dengan jujur. Mengaku dosa bukan berarti kita kalah. Mengaku dosa berarti kita percaya bahwa Tuhan itu benar dan Tuhan itu penuh belas kasihan.Kalau kamu hari ini merasa bersalah karena sesuatu, jangan simpan terus di hatimu. Bawalah itu kepada Tuhan. Katakan dengan jujur apa dosamu, lalu mintalah Tuhan mengampunimu. Tuhan senang pada hati yang mau bertobat.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba pikirkan apakah ada dosa yang perlu kamu akui kepada Tuhan hari ini. Lalu berdoalah dengan jujur dan mintalah pengampunan-Nya. Kalau perlu, mintalah maaf juga kepada orang yang kamu sakiti.Mari kita berdoa: Tuhan, aku datang kepada-Mu dengan jujur. Aku tahu aku sering berdosa. Terima kasih karena pada-Mu ada pengampunan. Tolong aku untuk berani mengaku dosa, bertobat dengan sungguh-sungguh, dan hidup menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan itu suci, tetapi juga penuh pengampunan bagi anak yang datang kepada-Nya dengan hati yang bertobat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Pembohong, Gila, atau Tuhan? (18 Juli)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jul 17, 2026 4:06


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Pembohong, Gila, atau Tuhan? Diambil dari: Roma 10:9 “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”Wonder Kids, ada seorang penulis Kristen bernama C.S. Lewis yang pernah menjelaskan sesuatu yang sangat penting tentang Yesus. Ia berkata kira-kira begini: kalau Yesus berkata bahwa Dia adalah Anak Allah, maka hanya ada beberapa kemungkinan. Bisa saja Yesus berbohong. Bisa saja Yesus gila. Atau, memang Yesus benar-benar adalah Tuhan.Mari kita pikirkan bersama. Apakah Yesus berbohong? Tidak. Orang yang berbohong biasanya ingin mencari keuntungan untuk dirinya sendiri. Tetapi Yesus justru hidup dalam kasih, kebenaran, dan pengorbanan. Ia tidak memakai orang lain untuk kepentingan-Nya sendiri. Ia malah rela menderita dan mati di kayu salib. Itu bukan hidup seorang pembohong.Lalu, apakah Yesus gila? Juga tidak. Yesus berbicara dengan hikmat yang luar biasa. Ia tenang, penuh kasih, tahu apa yang Ia lakukan, dan mengerti hati manusia. Hidup-Nya tidak kacau. Justru hidup Yesus sangat benar, indah, dan penuh kuasa. Itu bukan tanda orang yang kehilangan akal.Kalau begitu, tinggal satu jawaban yang paling masuk akal: Yesus berkata benar. Yesus memang adalah Tuhan. Yesus bukan hanya guru yang baik. Yesus bukan cuma orang hebat. Yesus adalah Anak Allah yang datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia berdosa.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang orang ingin membuat Yesus terasa “aman,” misalnya hanya menyebut-Nya guru yang bijaksana atau orang baik. Tetapi Yesus tidak memberi kita pilihan itu. Kalau kita sungguh mendengar perkataan-Nya, kita harus mengambil keputusan: apakah kita menolak-Nya, atau percaya kepada-Nya sebagai Tuhan?Firman Tuhan dalam Roma 10:9 berkata bahwa kalau kita mengaku Yesus adalah Tuhan dan percaya bahwa Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati, kita akan diselamatkan. Jadi, yang Tuhan mau bukan hanya kita kagum kepada Yesus, tetapi sungguh percaya kepada-Nya dengan hati dan mulut kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya Engkau bukan pembohong atau orang gila. Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau berkata benar tentang diri-Mu. Terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang datang menyelamatkanku. Tolong aku supaya sungguh percaya kepada-Mu dengan segenap hatiku dan berani mengaku bahwa Engkaulah Tuhanku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan pembohong atau orang gila, tetapi Tuhan yang sejati dan layak dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus Sang Penghipnotis? (17 Juli)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jul 16, 2026 4:26


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Sang Penghipnotis? Diambil dari: Yohanes 2:11 “Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.”Wonder Kids, ada orang yang mencoba menjelaskan mujizat Yesus dengan cara yang aneh. Mereka berkata, “Mungkin Yesus hanya menghipnotis orang.” Maksudnya, mereka berpikir bahwa Yesus sebenarnya tidak sungguh melakukan mujizat, tetapi hanya membuat orang-orang melihat atau merasakan sesuatu yang tidak benar-benar terjadi.Tetapi kalau kita membaca Alkitab dengan teliti, penjelasan itu tidak cocok. Dalam Yohanes 2, Yesus mengubah air menjadi anggur pada pesta pernikahan di Kana. Itu bukan mujizat yang terjadi hanya di dalam pikiran satu orang. Banyak orang terlibat di sana. Para pelayan tahu bahwa tempayan itu diisi air. Lalu air itu dibawa kepada pemimpin pesta, dan ia benar-benar mencicipinya sebagai anggur yang baik. Jadi ini bukan sekadar perasaan atau bayangan di kepala seseorang.Selain itu, banyak mujizat Yesus juga terjadi di depan banyak orang. Yesus menyembuhkan orang lumpuh, orang buta, orang tuli, bahkan membangkitkan orang mati. Sulit sekali menjelaskan semua itu hanya dengan hipnotis. Apalagi Yesus juga melakukan mujizat atas alam, seperti meredakan badai. Angin dan ombak tidak bisa dihipnotis.Wonder Kids, renungan hari ini mengingatkan kita bahwa kuasa Yesus itu nyata. Yesus tidak memakai tipu daya. Yesus tidak menipu orang supaya kelihatan hebat. Yesus melakukan tanda-tanda yang benar-benar menunjukkan kemuliaan-Nya. Mujizat-mujizat itu menolong orang melihat bahwa Yesus adalah Anak Allah yang datang dari Bapa.Tetapi yang paling penting bukan hanya kagum kepada mujizat-Nya. Yohanes 2:11 berkata bahwa lewat tanda itu, Yesus menyatakan kemuliaan-Nya dan murid-murid percaya kepada-Nya. Jadi tujuan mujizat Yesus adalah supaya orang mengenal siapa Dia sebenarnya dan percaya kepada-Nya.Kadang-kadang kita juga bisa tergoda untuk hanya mencari hal-hal yang luar biasa. Kita ingin sesuatu yang mengagetkan atau menakjubkan. Tetapi Tuhan mau lebih dari itu. Tuhan mau kita melihat kemuliaan Yesus dan sungguh percaya kepada-Nya, entah saat kita melihat hal yang besar maupun saat kita belajar firman-Nya setiap hari.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya bahwa kuasa-Mu nyata. Tolong aku bukan hanya kagum kepada-Mu, tetapi sungguh percaya dan mengasihi-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak memakai tipu daya, tetapi menunjukkan kuasa dan kemuliaan-Mu dengan nyata. Tolong aku supaya sungguh percaya kepada-Mu dan melihat bahwa Engkaulah Anak Allah yang mulia. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mujizat Yesus bukan tipuan, tetapi tanda yang nyata bahwa Yesus adalah Tuhan yang penuh kuasa dan kemuliaan. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus dan Efek Plasebo (16 Juli)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jul 15, 2026 4:11


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Efek PlaseboDiambil dari: Matius 13:58 “Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.”Wonder Kids, pernahkah kamu mendengar tentang plasebo? Plasebo adalah sesuatu yang kelihatannya seperti obat, padahal sebenarnya bukan obat sungguhan. Kadang-kadang orang bisa merasa lebih baik karena mereka percaya itu akan menolong mereka. Jadi, ada perubahan yang terjadi karena pikiran atau perasaan mereka.Lalu ada orang yang bertanya, “Apakah mujizat Yesus cuma seperti itu? Apakah orang-orang sembuh hanya karena mereka percaya atau berharap akan sembuh?” Pertanyaan itu terdengar pintar, tetapi kalau kita melihat cerita-cerita Alkitab dengan teliti, jawabannya tidak cukup sesederhana itu.Mengapa? Karena Yesus bukan hanya menyembuhkan orang yang sakit biasa atau orang yang gampang dipengaruhi pikirannya. Yesus juga menyembuhkan orang lumpuh, orang buta, orang tuli, orang kerasukan, bahkan membangkitkan orang mati. Ada juga mujizat seperti meredakan badai dan berjalan di atas air. Itu semua tidak bisa dijelaskan hanya dengan sugesti atau perasaan seseorang.Selain itu, banyak penyembuhan yang dilakukan Yesus terjadi dengan cepat dan jelas. Orang lain bisa melihatnya. Jadi, mujizat Yesus bukan sekadar orang merasa sedikit lebih baik. Mujizat Yesus menunjukkan kuasa Allah yang nyata bekerja di dunia ini.Wonder Kids, ini penting karena kita jadi tahu bahwa Yesus sungguh Anak Allah. Yesus bukan cuma membuat orang merasa tenang atau berpikir positif. Yesus benar-benar punya kuasa atas sakit, alam, roh jahat, bahkan kematian. Karena itu, saat Yesus melakukan mujizat, Ia sedang menunjukkan siapa diri-Nya sebenarnya.Tetapi renungan ini juga mengingatkan kita bahwa iman bukan berarti kita mengatur Tuhan sesuka kita. Kita tidak percaya kepada Yesus hanya supaya semua masalah langsung hilang. Kita percaya kepada Yesus karena Dia adalah Tuhan yang sejati. Kadang Tuhan menyembuhkan, kadang Tuhan memberi kekuatan untuk bertahan. Tetapi apa pun yang Tuhan lakukan, Dia tetap baik dan berkuasa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu sedang sakit, takut, atau punya masalah, datanglah kepada Tuhan dan berdoalah dengan jujur. Katakan, “Tuhan Yesus, aku percaya Engkau sanggup menolongku. Tolong aku percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau punya kuasa yang nyata. Terima kasih karena mujizat-Mu menunjukkan bahwa Engkaulah Anak Allah. Tolong aku supaya tidak memandang Engkau kecil, tetapi sungguh percaya kepada-Mu dalam setiap keadaan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mujizat Yesus bukan sekadar membuat orang merasa lebih baik, tetapi menunjukkan kuasa Allah yang nyata dan mulia. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Mengapa Murid-Murid Datang Kembali? (12 Juli)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jul 11, 2026 3:36


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Mengapa Murid-Murid Datang Kembali? Diambil dari: Matius 14:31 “Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: ‘Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?'”Wonder Kids, murid-murid Tuhan Yesus pernah mendengar begitu banyak hal luar biasa dari Yesus. Mereka melihat mujizat-mujizat-Nya, mendengar pengajaran-Nya, dan berjalan bersama-Nya. Tetapi saat Yesus ditangkap, semuanya berubah. Mereka takut. Mereka lari. Petrus bahkan menyangkal bahwa ia mengenal Yesus. Wah, itu menyedihkan sekali.Kalau begitu, mengapa mereka bisa datang kembali? Mengapa mereka tidak pergi selamanya? Jawabannya sangat penting: karena mereka bertemu lagi dengan Yesus yang bangkit. Sesudah Yesus mati, mereka memang ketakutan dan putus harapan. Tetapi setelah mereka melihat Yesus hidup kembali, semuanya berubah. Ketakutan mereka berubah menjadi keberanian. Keraguan mereka berubah menjadi keyakinan.Ini menunjukkan bahwa kebangkitan Yesus bukan cerita kosong. Kalau murid-murid hanya mengikuti Yesus karena kagum, mereka pasti sudah selesai saat Yesus mati. Tetapi mereka kembali karena mereka benar-benar bertemu dengan Tuhan yang bangkit. Mereka tahu bahwa Yesus sungguh hidup.Wonder Kids, ini juga menghibur kita. Kadang-kadang kita pun bisa seperti murid-murid. Kita bisa takut, ragu, sedih, atau menjauh dari Tuhan. Mungkin saat keadaan baik, kita semangat ikut Tuhan. Tetapi saat susah, kita mulai goyah. Renungan hari ini mengingatkan bahwa Yesus tidak meninggalkan murid-murid-Nya. Yesus datang kembali kepada mereka.Yesus juga sabar kepada Petrus. Waktu Petrus mulai tenggelam karena takut dan bimbang, Yesus segera mengulurkan tangan-Nya. Itu artinya, saat kita lemah, Yesus juga sanggup menolong kita. Tuhan tidak menolong hanya saat kita kuat. Tuhan juga menolong saat kita sedang goyah.Jadi, mengapa murid-murid datang kembali? Karena Yesus datang kembali kepada mereka. Dan itu juga berlaku bagi kita. Saat kita ragu, takut, atau jatuh, Yesus tetap adalah Tuhan yang hidup. Dia sanggup memegang kita dan menolong kita berdiri lagi.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau hari ini kamu sedang takut, sedih, atau merasa jauh dari Tuhan, katakan dengan jujur dalam doamu, “Tuhan Yesus, pegang aku lagi dan tolong aku tetap percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang bangkit dan hidup. Terima kasih karena saat murid-murid-Mu takut dan goyah, Engkau datang menolong mereka. Tolong aku juga saat aku ragu, takut, atau lemah, supaya aku tetap datang kembali kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: saat kamu goyah, Yesus yang hidup sanggup memegangmu dan menolongmu kembali kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Raja Orang Yahudi (10 Juli)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jul 9, 2026 4:43


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Raja Orang YahudiDiambil dari: Yohanes 19:21 “Maka kata imam-imam kepala orang Yahudi kepada Pilatus: ‘Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi.'”Wonder Kids, salah satu hal penting tentang Tuhan Yesus adalah bahwa Ia disebut Raja orang Yahudi. Waktu Yesus disalibkan, di atas kepala-Nya dipasang tulisan tentang siapa Dia. Tulisan itu berbunyi bahwa Yesus adalah Raja orang Yahudi. Menariknya, tulisan seperti itu dicatat dalam keempat Injil. Jadi, hal ini dianggap sangat penting.Mengapa itu penting? Karena gelar itu menunjukkan hubungan Yesus dengan para pemimpin Yahudi dan juga dengan pemerintah Romawi. Romawi biasanya tidak akan menghukum mati seseorang hanya karena mengajar atau bercerita. Tetapi kalau seseorang dianggap mengaku sebagai raja, itu menjadi masalah besar. Sebab itu berarti ada hubungan dengan kuasa, pemerintahan, dan ancaman terhadap kekuasaan yang sedang ada.Para imam kepala tidak suka tulisan itu. Mereka ingin tulisan itu diubah menjadi, “Orang ini berkata bahwa Ia Raja orang Yahudi.” Mereka tidak mau mengakui bahwa Yesus sungguh adalah Raja. Tetapi justru di situlah kita melihat sesuatu yang besar. Walaupun banyak orang menolak-Nya, Yesus tetap adalah Raja yang sejati.Wonder Kids, Yesus bukan raja seperti raja dunia yang memerintah dengan dosa, kesombongan, atau kekerasan. Yesus adalah Raja yang datang dengan kebenaran, kasih, dan pengorbanan. Ia bahkan rela mati di kayu salib. Itu sebabnya kerajaan-Nya berbeda dari kerajaan dunia ini. Tetapi tetap saja, Dia adalah Raja.Kadang-kadang orang ingin Yesus hanya menjadi penolong saat susah, guru saat butuh nasihat, atau teman saat merasa sendirian. Memang Yesus menolong, mengajar, dan dekat dengan kita. Tetapi Yesus bukan hanya itu. Yesus juga adalah Raja. Artinya, kita tidak hanya datang kepada-Nya untuk ditolong, tetapi juga untuk taat kepada-Nya.Kalau Yesus adalah Raja, maka hidup kita juga harus tunduk kepada-Nya. Kita perlu bertanya: apakah aku mau mengikuti perintah Raja Yesus? Apakah aku mau hidup dengan cara yang menyenangkan Dia? Raja yang baik layak ditaati, dan Yesus adalah Raja yang paling baik.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, Engkau adalah Rajaku. Tolong aku bukan hanya meminta pertolongan-Mu, tetapi juga mau taat kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Raja yang sejati. Terima kasih karena Engkau memerintah dengan kasih dan kebenaran. Tolong aku supaya mau tunduk kepada-Mu, percaya kepada-Mu, dan hidup sebagai anak yang taat kepada Raja yang baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan hanya Penolong dan Guru, tetapi juga Raja yang sejati dan layak ditaati. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus Datang dengan Sebuah Misi (8 Juli)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jul 7, 2026 4:33


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Datang dengan Sebuah MisiDiambil dari: Yohanes 5:24 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang telah mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”Wonder Kids, dalam banyak cerita petualangan, biasanya ada seorang tokoh utama yang mendapat tugas penting. Ia harus menyelesaikan misinya. Kadang jalannya sulit, penuh bahaya, dan banyak rintangan. Tetapi tujuan akhirnya tetap jelas.Nah, Tuhan Yesus juga datang ke dunia dengan sebuah misi. Yesus tidak datang ke bumi tanpa tujuan. Yesus datang karena manusia berdosa sudah jauh dari Allah. Kita tersesat, dan kita tidak bisa menyelamatkan diri sendiri. Karena itu, Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan kita.Misi Yesus bukan misi yang mudah. Yesus datang untuk menolong orang berdosa, mengajar tentang Kerajaan Allah, dan akhirnya mati di kayu salib menggantikan manusia. Itu sangat berat. Tetapi Yesus rela melakukannya karena kasih-Nya yang besar. Yesus datang bukan hanya untuk memberi contoh yang baik, tetapi untuk benar-benar menyelamatkan.Dalam Yohanes 5:24, Yesus berkata bahwa orang yang mendengar perkataan-Nya dan percaya kepada Dia yang mengutus-Nya mempunyai hidup yang kekal. Artinya, misi Yesus berhasil membawa keselamatan bagi orang yang percaya kepada-Nya. Karena Yesus datang, mati, dan bangkit, kita bisa dipindahkan dari maut kepada hidup. Wah, itu kabar yang luar biasa.Wonder Kids, ini berarti hidup Yesus bukan cerita biasa. Yesus adalah Juruselamat yang datang dengan tugas dari Bapa. Dan Yesus menyelesaikan tugas itu dengan sempurna. Ia tidak menyerah. Ia tidak gagal. Ia setia sampai akhir supaya kita bisa memiliki hidup yang kekal.Kadang-kadang kita juga punya tugas kecil dalam hidup kita, seperti belajar, taat kepada orang tua, menolong orang lain, atau berkata jujur. Kita bisa belajar dari Yesus untuk setia melakukan apa yang Tuhan mau. Tetapi yang paling penting, kita harus ingat bahwa hanya Yesus yang bisa menyelesaikan misi penyelamatan bagi kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ucapkan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau datang ke dunia untuk menyelamatkanku. Tolong aku percaya kepada-Mu dan hidup bagi-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau datang dengan misi yang mulia untuk menyelamatkan manusia berdosa. Terima kasih karena Engkau rela mati dan bangkit supaya aku memiliki hidup yang kekal. Tolong aku untuk percaya kepada-Mu dan hidup taat kepada-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus datang ke dunia bukan tanpa tujuan, tetapi dengan misi kasih untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus dan Orang Farisi (3 Juli)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jul 2, 2026 4:40


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Orang FarisiDiambil dari: Markus 7:15 “Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, melainkan apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”Wonder Kids, pada zaman Yesus ada kelompok orang yang disebut orang Farisi. Mereka sangat memperhatikan aturan-aturan agama. Mereka ingin hidup kelihatan bersih dan benar di luar. Karena itu, mereka sangat serius soal makanan, cuci tangan, dan banyak peraturan lainnya. Mereka berpikir bahwa orang bisa menjadi najis terutama karena hal-hal dari luar.Tetapi Yesus mengajarkan sesuatu yang sangat penting. Yesus berkata bahwa yang paling menajiskan manusia bukanlah hal yang masuk dari luar, melainkan apa yang keluar dari hati. Maksudnya, masalah terbesar manusia bukan pertama-tama ada di makanan atau benda di luar dirinya, tetapi di dalam hatinya. Dari hati yang berdosalah keluar kebohongan, iri hati, kemarahan, kesombongan, dan banyak dosa lainnya.Wah, ini penting sekali, Wonder Kids. Kadang-kadang kita juga bisa seperti orang Farisi. Kita ingin terlihat baik di luar. Misalnya, kita duduk manis di gereja, bicara sopan di depan guru, atau terlihat taat di depan orang tua. Tetapi di dalam hati, kita bisa tetap marah, iri, suka bohong, atau tidak mengasihi Tuhan. Yesus mengingatkan bahwa Tuhan melihat hati kita, bukan hanya penampilan luar kita.Apakah itu berarti aturan Tuhan tidak penting? Bukan begitu. Aturan Tuhan tetap baik. Tuhan memberi perintah-perintah-Nya untuk menolong kita hidup benar. Tetapi aturan saja tidak bisa membuat hati kita bersih. Kita butuh Tuhan mengubah hati kita. Kita butuh mengasihi Tuhan terlebih dahulu, lalu dari hati yang diubah itu kita belajar hidup benar.Jadi, hidup yang murni bukan berarti cuma kelihatan bersih di luar. Hidup yang murni berarti hati kita makin dikasihi dan diubah oleh Tuhan, sehingga kita mau melakukan yang benar. Saat kita sungguh mengasihi Tuhan, kita akan belajar berkata jujur, tidak iri, tidak menyimpan kebencian, dan mau mengasihi orang lain.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba periksa hatimu hari ini. Apakah ada dosa seperti marah, iri, bohong, atau suka membantah? Bawalah itu kepada Tuhan dan mintalah Dia membersihkan hatimu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajarku bahwa yang paling penting adalah hati yang bersih di hadapan-Mu. Tolong aku supaya tidak hanya terlihat baik di luar, tetapi sungguh diubah di dalam hati. Bersihkan aku dari dosa dan ajar aku mengasihi Engkau serta orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan tidak hanya melihat apa yang tampak di luar, tetapi juga melihat hatimu, dan Dia mau membersihkannya. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Kesaksian Para Murid (2 Juli)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jul 1, 2026 4:28


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Kesaksian Para MuridDiambil dari: Matius 16:16 “Maka jawab Simon Petrus: ‘Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!'”Wonder Kids, saat Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya siapa kata orang tentang Dia, lalu siapa kata mereka sendiri tentang Dia, Petrus menjawab dengan sangat indah: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Itu adalah jawaban yang benar. Petrus dan murid-murid mulai melihat bahwa Yesus bukan sekadar guru atau nabi. Yesus adalah Mesias yang dijanjikan Allah.Tetapi ada hal yang menarik. Walaupun murid-murid hidup dekat dengan Yesus, melihat mujizat-Nya, mendengar pengajaran-Nya, dan berjalan bersama-Nya, mereka tetap tidak selalu mengerti semuanya dengan cepat. Kadang-kadang mereka masih ragu, masih takut, dan masih bingung. Jadi, mengenal Yesus dengan benar bukan sesuatu yang otomatis terjadi hanya karena dekat secara luar.Yesus sendiri berkata bahwa pengenalan Petrus itu bukan datang dari manusia, tetapi dari Bapa di surga. Artinya, mengenal siapa Yesus sebenarnya adalah anugerah dari Tuhan. Kita memang bisa melihat bukti-bukti tentang Yesus, tetapi akhirnya Tuhanlah yang membuka hati kita supaya sungguh percaya.Ini menolong kita, Wonder Kids. Mungkin kadang-kadang kamu juga punya pertanyaan, keraguan, atau belum mengerti semuanya tentang Yesus. Itu tidak berarti kamu harus menjauh. Justru kamu perlu datang kepada Tuhan dan meminta Dia menolongmu mengenal Yesus dengan benar. Murid-murid pun belajar sedikit demi sedikit, dan Tuhan tetap sabar memimpin mereka.Yesus juga pernah berkata kepada murid-murid bahwa di dunia ini mereka akan mengalami kesusahan, tetapi mereka harus kuat hati karena Yesus telah mengalahkan dunia. Jadi, percaya kepada Yesus bukan berarti hidup selalu mudah. Tetapi kita bisa tetap percaya karena Yesus sungguh adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.Dan yang indah, Wonder Kids, kita sekarang bahkan punya lebih banyak kesaksian daripada para murid pada saat itu. Kita tahu bahwa Yesus bukan hanya mati, tetapi juga bangkit. Jadi kita punya alasan yang kuat untuk percaya kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, tolong aku mengenal Engkau dengan benar, bukan hanya dari cerita orang lain, tetapi sungguh percaya bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Tolong aku saat aku ragu, takut, atau bingung, supaya aku tetap datang kepada-Mu dan belajar percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mengenal Yesus dengan benar adalah anugerah yang indah, dan Dia sabar menolong anak-anak-Nya untuk semakin percaya kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Helmy Yahya Bicara
Takdir Tak Selalu Datang Tepat Waktu, Kadang Saat Kamu Sudah Tertinggal | Helmy Yahya Bicara

Helmy Yahya Bicara

Play Episode Listen Later Jun 29, 2026 6:41


Pernah merasa tertinggal dari teman-temanmu? Merasa hidup orang lain berjalan lebih cepat sementara kamu masih berjuang di tempat yang sama?Jangan buru-buru menyimpulkan bahwa kamu gagal. Setiap orang memiliki garis waktu dan takdir yang berbeda. Dalam video ini, saya akan membahas sebuah filosofi Jepang yang mengajarkan bahwa bunga yang berbeda mekar di musim yang berbeda pula. Temukan cara berhenti membandingkan diri, mengurangi overthinking, dan belajar percaya pada proses hidupmu sendiri.

Renungan Anak GKY Mabes
Identitas Yesus dalam Tritunggal (28 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 27, 2026 4:14


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Identitas Yesus dalam TritunggalDiambil dari: Matius 28:19  “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”Wonder Kids, kita tahu bahwa orang Yahudi dan orang Kristen sama-sama percaya bahwa hanya ada satu Allah yang benar. Tetapi ketika Yesus datang, ada sesuatu yang makin jelas dinyatakan kepada kita, yaitu bahwa Allah yang esa itu menyatakan diri sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus.Di Perjanjian Lama, orang-orang sudah mengenal Allah sebagai Bapa. Roh Allah juga sudah disebut, misalnya saat Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air pada waktu penciptaan. Tetapi ketika Yesus datang ke dunia, kita melihat dengan lebih jelas lagi bahwa Yesus adalah Anak Allah. Jadi, Tuhan tidak sedang memperkenalkan allah yang baru, melainkan menyatakan dengan lebih penuh siapa diri-Nya.Ini penting sekali, Wonder Kids. Yesus bukan hanya guru yang baik atau nabi yang hebat. Yesus adalah Anak Allah. Karena itu, saat Yesus berbicara tentang Bapa, Anak, dan Roh Kudus, Dia sedang menunjukkan identitas-Nya yang sangat mulia. Kalau Yesus bukan sungguh-sungguh Anak Allah, maka perkataan-Nya akan sangat salah. Tetapi karena Yesus benar, maka kita tahu bahwa Dia memang layak dipercaya.Kadang-kadang hal tentang Tritunggal memang sulit dimengerti sepenuhnya. Memang, kita tidak bisa memahami Allah yang besar hanya dengan pikiran kita yang kecil. Tetapi walaupun kita tidak bisa memahami semuanya dengan sempurna, kita bisa percaya kepada apa yang Tuhan nyatakan dalam firman-Nya. Tuhan menunjukkan kepada kita cukup banyak supaya kita mengenal Dia dengan benar.Dan ada satu hal yang indah sekali: Allah Tritunggal terlibat dalam keselamatan kita. Bapa mengutus Anak. Anak datang untuk menyelamatkan kita. Roh Kudus bekerja di dalam hati kita supaya kita percaya kepada Yesus. Jadi keselamatan kita bukan pekerjaan manusia, tetapi karya Allah yang mulia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan, terima kasih karena Engkau menyatakan diri-Mu kepadaku. Tolong aku percaya kepada-Mu walaupun ada hal-hal yang masih sulit kupahami.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang benar dan mulia. Terima kasih untuk Bapa, Anak, dan Roh Kudus yang bekerja dalam rencana keselamatan. Tolong aku supaya makin mengenal Engkau dan percaya kepada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kita mungkin tidak mengerti seluruh kebesaran Allah, tetapi kita bisa percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah yang sungguh menyatakan siapa Allah itu. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus Sang Nabi (27 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 26, 2026 5:15


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Sang NabiDiambil dari: Yesaya 6:8  “Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: ‘Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?' Maka sahutku: ‘Ini aku, utuslah aku!'”Wonder Kids, ketika Yesus bertanya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” ada orang yang menjawab bahwa Yesus adalah salah satu nabi. Mengapa mereka berpikir begitu? Karena Yesus memang berbicara seperti nabi. Yesus menyampaikan kebenaran dari Allah. Yesus menegur dosa. Yesus mengajar orang untuk bertobat. Yesus juga memberitakan firman Tuhan dengan berani.Dalam Perjanjian Lama, nabi adalah orang yang diutus Tuhan untuk menyampaikan pesan-Nya. Kadang-kadang pesan itu berisi teguran keras. Kadang-kadang berisi penghiburan dan janji. Menjadi nabi bukan tugas yang mudah, karena sering kali orang tidak suka mendengar kebenaran. Tetapi para nabi tetap harus setia menyampaikan apa yang Tuhan katakan. Jadi, orang-orang melihat sesuatu yang benar saat mereka berkata bahwa Yesus seperti nabi. Yesus memang menyampaikan firman Allah dengan kuasa. Tetapi itu belum cukup. Yesus bukan hanya salah satu nabi. Yesus jauh lebih besar daripada nabi-nabi itu.Mengapa? Karena nabi hanya menyampaikan pesan dari Tuhan, tetapi Yesus adalah Firman itu sendiri. Nabi menunjuk orang kepada Allah, tetapi Yesus datang dari Allah sebagai Anak-Nya yang tunggal. Nabi memberitakan jalan keselamatan, tetapi Yesus sendiri adalah jalan itu. Seperti yang Yesus katakan, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.” Jadi Yesus bukan hanya pembawa berita dari Allah. Yesus adalah Juruselamat yang datang membawa keselamatan itu sendiri.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang orang mau menerima Yesus hanya sebagai guru yang baik atau nabi yang hebat. Tetapi Tuhan mau kita mengenal Yesus dengan benar. Kalau Yesus hanya nabi, maka kita cukup mendengar ajaran-Nya. Tetapi karena Yesus adalah Anak Allah dan Juruselamat, kita harus percaya kepada-Nya, mengasihi-Nya, dan mengikut Dia.Dan ada satu hal lagi yang indah. Allah mengutus para nabi untuk menyampaikan firman-Nya, tetapi Allah mengutus Yesus untuk menyelamatkan dunia. Yohanes 3:16 berkata bahwa Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal. Jadi di dalam Yesus, kita melihat kasih Allah yang paling besar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan hanya nabi yang membawa pesan dari Allah, tetapi Juruselamat yang datang menyelamatkanku. Tolong aku sungguh percaya kepada-Mu.” Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menyampaikan kebenaran Allah dan Engkau sendiri adalah Juruselamat yang sejati. Tolong aku supaya tidak mengenal Engkau dengan setengah-setengah, tetapi sungguh percaya dan mengikut Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus memang menyampaikan firman Allah seperti nabi, tetapi Dia jauh lebih besar, karena Dia adalah Anak Allah dan Juruselamat yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Siapakah Yeremia? (26 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 25, 2026 5:23


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Siapakah Yeremia? Diambil dari: Yeremia 31:33  “Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.”Wonder Kids, saat Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” salah satu jawaban yang muncul adalah Yeremia. Mengapa orang bisa berpikir begitu? Yeremia adalah nabi Tuhan yang hidup pada masa yang sangat sulit. Ia dipakai Tuhan untuk memperingatkan bangsa Israel dan Yehuda supaya bertobat. Yeremia berbicara dengan berani kepada para pemimpin dan kepada bangsa itu, walaupun banyak orang tidak suka mendengarnya. Karena dosa mereka, Yerusalem akhirnya jatuh dan bangsa itu dibuang. Jadi Yeremia dikenal sebagai nabi yang menyampaikan firman Tuhan dengan tegas, sedih, dan serius.Ada alasan mengapa orang membandingkan Yesus dengan Yeremia. Yesus juga berbicara dengan berani. Yesus juga menegur dosa, mengingatkan orang untuk bertobat, dan menegur para pemimpin agama yang keras hati. Jadi, dari luar, orang bisa melihat ada kemiripan antara Yeremia dan Yesus.Tetapi ada satu hal yang sangat penting, Wonder Kids. Yeremia bukan hanya menegur dosa. Ia juga dipakai Tuhan untuk menyampaikan janji yang indah, yaitu janji tentang perjanjian baru. Tuhan berkata bahwa suatu hari Ia akan menaruh firman-Nya dalam hati umat-Nya. Artinya, Tuhan tidak hanya mau memperbaiki bagian luar, tetapi mengubah hati manusia dari dalam. Nah, janji itu digenapi di dalam Yesus. Yeremia hanya menyampaikan janji itu, tetapi Yesus datang untuk menggenapinya. Jadi Yesus bukan Yeremia. Yesus jauh lebih besar. Yeremia adalah nabi yang menunjuk ke depan, tetapi Yesus adalah Juruselamat yang membawa penggenapan janji Allah.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang kita berpikir yang kita butuhkan hanyalah nasihat, aturan, atau teguran supaya hidup kita lebih baik. Tetapi sebenarnya kita butuh lebih dari itu. Kita butuh hati yang baru. Kita butuh Tuhan bekerja di dalam hati kita. Dan itu hanya bisa terjadi karena Yesus.Kalau hati kita diubah oleh Tuhan, kita tidak lagi hanya tahu apa yang benar, tetapi juga mau hidup bagi Tuhan. Kita jadi rindu taat, rindu mengenal Tuhan, dan rindu mengasihi Dia. Itulah yang Tuhan kerjakan di dalam hidup orang yang percaya kepada Yesus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Berdoalah kepada Tuhan dan katakan, “Tuhan Yesus, aku tidak hanya butuh tahu yang benar. Aku butuh Engkau mengubah hatiku supaya aku mau hidup bagi-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan hanya memberi firman, tetapi juga sanggup mengubah hati manusia. Tolong aku supaya tidak keras hati, tetapi mau dibentuk oleh-Mu dan hidup taat kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yeremia menyampaikan janji tentang hati yang baru, tetapi Yesus datang untuk menggenapi janji itu di dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Siapakah Yohanes Pembaptis? (24 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 23, 2026 4:14


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Siapakah Yohanes Pembaptis? Diambil dari: Matius 3:1  “Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan:”Wonder Kids, ketika Yesus bertanya, “Menurut orang, siapakah Anak Manusia itu?” salah satu jawaban yang muncul adalah Yohanes Pembaptis. Mengapa orang bisa berpikir begitu?Yohanes Pembaptis adalah nabi yang sangat istimewa. Ia diutus oleh Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Yesus. Yohanes hidup sederhana, memberitakan pertobatan, dan berkata bahwa Kerajaan Surga sudah dekat. Banyak orang datang kepadanya untuk mendengar pengajarannya dan dibaptis. Jadi, Yohanes memang sangat dikenal oleh banyak orang.Selain itu, ada beberapa hal yang membuat orang bisa bingung. Yohanes dan Yesus hidup pada zaman yang sama, sama-sama memberitakan tentang Allah, dan sama-sama punya banyak pengikut. Keduanya juga berbicara dengan berani. Karena itu, sebagian orang yang tidak sungguh-sungguh mengerti bisa salah menilai Yesus dan mengira Dia adalah Yohanes Pembaptis.Tetapi sebenarnya, Yohanes Pembaptis dan Yesus sangat berbeda. Yohanes bukan Mesias. Yohanes hanyalah utusan yang mempersiapkan jalan bagi Sang Juruselamat. Yohanes sendiri berkata bahwa ia tidak layak membuka tali kasut Yesus. Yohanes tahu bahwa tugasnya adalah menunjuk orang kepada Yesus, bukan membuat orang berhenti pada dirinya.Ini pelajaran yang indah sekali, Wonder Kids. Yohanes Pembaptis adalah teladan seorang pelayan Tuhan yang baik. Ia tidak mencari kemuliaan untuk dirinya sendiri. Ia mau orang melihat Yesus, bukan dirinya. Yohanes senang saat orang makin mengenal Yesus, walaupun itu berarti dirinya sendiri makin tidak diperhatikan.Kadang-kadang kita juga bisa ingin diperhatikan, dipuji, atau dianggap penting. Tetapi Yohanes mengajarkan bahwa hidup yang benar adalah hidup yang menunjuk kepada Yesus. Yang paling penting bukan orang kagum kepada kita, tetapi orang melihat Yesus melalui hidup kita.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk teladan Yohanes Pembaptis yang mau menunjuk orang kepada-Mu. Tolong aku supaya aku tidak mencari kemuliaan untuk diriku sendiri, tetapi mau hidupku dipakai untuk membuat orang lain mengenal Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin. Wonder Kids, coba pikirkan satu cara supaya hari ini hidupmu bisa menolong orang lain melihat Yesus, misalnya dengan berkata benar, menolong teman, atau bersikap rendah hati. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Menurut Orang, Siapakah Anak Manusia Itu? (23 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 22, 2026 5:00


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Menurut Orang, Siapakah Anak Manusia Itu? Diambil dari: Matius 16:13–14  “Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: ‘Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?' Jawab mereka: ‘Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.'”Wonder Kids, pernah tidak kamu mendengar banyak orang punya pendapat yang berbeda tentang seseorang? Ada yang bilang orang itu baik, ada yang bilang biasa saja, ada yang bilang hebat, tetapi belum tentu semua pendapat itu benar. Nah, itu juga terjadi pada Tuhan Yesus. Banyak orang melihat Yesus, mendengar pengajaran-Nya, dan melihat mujizat-Nya, tetapi mereka tetap punya jawaban yang berbeda-beda tentang siapa Dia sebenarnya.Sebelum Yesus menanyakan pertanyaan ini, Ia sudah melakukan banyak hal yang luar biasa. Ia menyembuhkan orang sakit, membuat orang lumpuh berjalan, memberi makan ribuan orang, dan menolong banyak orang yang menderita. Melalui semua itu, Yesus menunjukkan kasih dan kuasa-Nya. Tetapi walaupun orang-orang melihat semua itu, tetap saja tidak semua orang mengenal Yesus dengan benar.Ada yang mengira Yesus hanyalah nabi besar. Ada yang berpikir Yesus seperti Yohanes Pembaptis atau Elia. Pendapat-pendapat itu memang terdengar baik, tetapi tetap belum cukup. Mengapa? Karena Yesus bukan sekadar nabi, bukan sekadar guru, dan bukan sekadar orang baik. Yesus jauh lebih besar dari semua itu. Yesus adalah Anak Allah, Mesias yang dijanjikan.Wonder Kids, ini mengajarkan kita bahwa melihat perbuatan Yesus saja belum cukup kalau hati kita tidak sungguh mau percaya. Orang banyak bisa punya banyak pendapat, tetapi yang paling penting adalah: siapakah Yesus menurut kamu? Apakah kamu hanya ikut kata orang? Ataukah kamu sungguh mengenal Yesus dari firman Tuhan?Kadang-kadang kita juga bisa seperti itu. Kita tahu cerita-cerita tentang Yesus, kita dengar guru Sekolah Minggu bercerita, kita ikut menyanyi tentang Yesus, tetapi kita belum sungguh bertanya dalam hati, “Siapakah Yesus bagiku?” Tuhan mau kita bukan hanya tahu pendapat orang lain, tetapi sungguh percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku tidak mau hanya ikut kata orang. Tolong aku mengenal Engkau dengan benar melalui firman-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah menunjukkan siapa diri-Mu melalui perkataan dan perbuatan-Mu. Tolong aku supaya tidak hanya mendengar pendapat orang lain, tetapi sungguh mengenal dan percaya kepada-Mu sebagai Tuhan dan Juruselamatku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: yang paling penting bukan apa kata orang tentang Yesus, tetapi apakah kamu sungguh mengenal dan percaya kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Pahlawan yang Rendah Hati (21 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 20, 2026 3:13


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Pahlawan yang Rendah Hati Diambil dari: Filipi 2:3–4  “dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”Wonder Kids, ada orang yang sangat hebat dalam bidangnya, tetapi tidak suka membanggakan diri. Ia lebih senang membantu timnya daripada terus berbicara tentang dirinya sendiri. Sikap seperti itu jarang sekali, ya. Biasanya kalau orang berhasil, ia ingin semua orang tahu betapa hebatnya dia.Tetapi firman Tuhan mengajarkan hal yang berbeda. Tuhan mau kita rendah hati. Rendah hati bukan berarti kita pura-pura tidak bisa apa-apa. Rendah hati artinya kita tidak sibuk mengangkat diri sendiri, melainkan belajar memikirkan orang lain dan tidak mencari pujian untuk diri sendiri.Dan tahukah kamu, Wonder Kids? Yesus adalah teladan rendah hati yang paling sempurna. Yesus adalah Anak Allah. Ia punya kuasa yang sangat besar. Tetapi saat datang ke dunia, Yesus tidak datang untuk dilayani. Yesus datang untuk melayani. Ia menolong orang, mengajar, mengasihi, bahkan rela menyerahkan nyawa-Nya bagi kita. Wah, itu rendah hati yang sungguh luar biasa.Kadang-kadang kita juga ingin dipuji. Kita ingin dianggap paling pintar, paling hebat, paling cepat, atau paling baik. Kita bisa sedih kalau orang lain yang dipuji, bukan kita. Tetapi Tuhan mengajar kita untuk melihat kepada Yesus. Yesus tidak hidup untuk membesarkan diri-Nya sendiri. Yesus hidup untuk melakukan kehendak Bapa dan mengasihi orang lain.Wonder Kids, itu juga yang Tuhan mau dari hidup kita. Saat kamu membantu teman, mau berbagi, tidak pamer, tidak merasa diri paling penting, dan senang melihat orang lain ditolong, kamu sedang belajar rendah hati. Rendah hati itu indah di mata Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pilih satu cara untuk mendahulukan orang lain hari ini. Misalnya, membantu tanpa disuruh, memberi giliran kepada orang lain, atau tidak memaksa kehendakmu sendiri.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah teladan yang sempurna dalam kerendahan hati. Tolong aku supaya tidak sibuk memikirkan diriku sendiri, tetapi belajar mengasihi, melayani, dan memperhatikan orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: orang yang sungguh hebat di mata Tuhan bukan yang suka meninggikan diri, tetapi yang rendah hati seperti Yesus. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Tetap Tepat Sasaran (18 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 17, 2026 3:33


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tetap Tepat Sasaran Diambil dari: Ibrani 12:2  “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.”Wonder Kids, pernahkah kamu melihat orang yang sangat pandai, tetapi tetap bisa gagal karena fokusnya salah? Ada seorang atlet menembak yang sangat hebat. Ia menembak dengan baik, tetapi ternyata ia melihat sasaran yang salah. Matanya tertuju ke tempat yang keliru. Akibatnya, walaupun tembakannya bagus, hasilnya tetap tidak benar.Wah, ini pelajaran yang penting sekali. Ternyata bukan hanya soal bisa melakukan sesuatu dengan baik, tetapi juga soal apakah kita mengarahkan hidup kita kepada sasaran yang benar. Kalau sasaran kita salah, maka usaha kita yang besar pun bisa membawa kita ke arah yang salah.Begitu juga dalam hidup kita, Wonder Kids. Banyak orang rajin, pintar, dan semangat. Tetapi kalau hidup mereka tidak tertuju kepada Yesus, mereka sedang mengejar sasaran yang salah. Ada yang hanya mengejar pujian orang, nilai bagus, menang terus, atau jadi yang paling hebat. Semua itu bisa terlihat bagus, tetapi kalau Yesus bukan yang terutama, hati kita bisa meleset dari tujuan yang benar.Firman Tuhan dalam Ibrani 12:2 mengingatkan kita untuk menaruh mata kepada Yesus. Artinya, Yesus harus menjadi fokus hidup kita. Saat kita belajar, bermain, berteman, atau mengambil keputusan, kita perlu bertanya: “Apakah ini menyenangkan Tuhan? Apakah ini membuatku makin dekat kepada Yesus?” Yesus adalah sasaran yang benar bagi hidup kita.Kadang-kadang kita bisa tergoda melihat “papan skor” seperti atlet itu. Kita terlalu sibuk melihat siapa yang lebih hebat, siapa yang lebih dipuji, atau apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Tetapi Tuhan mau kita berhenti membandingkan diri dan kembali memandang kepada Yesus. Saat mata kita tertuju pada Yesus, hidup kita akan diarahkan dengan benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Sebelum kamu melakukan satu kegiatan hari ini, berhentilah sejenak dan berdoa, “Tuhan Yesus, tolong aku melakukan ini dengan hati yang tertuju kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah sasaran yang benar bagi hidupku. Tolong aku supaya tidak salah fokus dan tidak mengejar hal yang salah. Ajarku untuk selalu memandang kepada-Mu dalam setiap keputusan dan langkah hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: hidup yang hebat bukan hidup yang sekadar sibuk dan berhasil, tetapi hidup yang matanya tertuju kepada Yesus. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Sejarah dan Iman (16 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 15, 2026 4:54


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Sejarah dan ImanDiambil dari: 1 Korintus 15:17  “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa Yesus tidak perlu sungguh-sungguh bangkit. Mereka berpikir mungkin cerita tentang Yesus cukup dipahami sebagai lambang saja. Maksudnya, mereka ingin berkata bahwa ajaran Yesus tetap baik walaupun kebangkitan-Nya tidak benar-benar terjadi. Tetapi Alkitab tidak pernah mengajarkan seperti itu.Firman Tuhan justru berkata dengan sangat jelas: kalau Kristus tidak dibangkitkan, maka iman kita sia-sia. Wah, keras sekali ya. Artinya, iman Kristen tidak dibangun di atas cerita yang indah saja, tetapi di atas peristiwa yang sungguh terjadi. Yesus benar-benar mati, benar-benar dikuburkan, dan benar-benar bangkit. Kalau kebangkitan itu tidak nyata, maka tidak ada keselamatan yang sejati.Itulah sebabnya para rasul memberitakan Yesus sebagai Pribadi yang sungguh hidup dalam sejarah. Mereka tidak berkata, “Anggap saja ini lambang.” Mereka berkata bahwa Yesus benar-benar datang dari keturunan Daud, benar-benar disalibkan, dan benar-benar dibangkitkan oleh Allah. Jadi, iman Kristen adalah iman yang berdiri di atas kebenaran yang nyata.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang orang suka hal-hal yang terasa rohani, tetapi tidak mau menerima bahwa Tuhan sungguh bekerja dalam dunia nyata. Padahal Yesus tidak datang hanya untuk memberi ide bagus atau ajaran yang menyentuh hati. Yesus datang untuk menyelamatkan manusia berdosa. Karena itu, Ia harus sungguh mati menggantikan kita dan sungguh bangkit mengalahkan maut.Kalau Yesus tidak bangkit, maka dosa kita masih belum dibereskan. Tetapi syukur kepada Tuhan, Yesus sungguh bangkit. Itu berarti dosa kita bisa diampuni, hidup kita bisa diubahkan, dan kita punya pengharapan yang hidup. Jadi kita tidak percaya kepada lambang kosong. Kita percaya kepada Juruselamat yang hidup.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh bangkit. Tolong aku hidup sebagai anak yang percaya kepada Juruselamat yang hidup.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak tinggal dalam kematian, tetapi sungguh bangkit dengan kemenangan. Tolong aku supaya imanku tidak kosong, tetapi sungguh berdiri di atas kebenaran-Mu yang hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: iman Kristen bukan cerita kosong, karena Yesus sungguh mati dan sungguh bangkit untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus dan Berita Salib (14 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 13, 2026 4:24


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Berita SalibDiambil dari: 1 Korintus 1:18  “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.”Wonder Kids, ada orang yang menolak berita tentang Yesus di kayu salib. Mereka berpikir, “Mana mungkin keselamatan datang dari seseorang yang mati di salib?” Bagi mereka, salib terlihat lemah, memalukan, dan aneh. Karena itu, mereka merasa cerita tentang Yesus tidak masuk akal.Memang, kalau dilihat hanya dengan pikiran manusia, salib bisa terlihat seperti kekalahan. Orang mungkin berpikir bahwa seorang raja seharusnya menang dengan kekuatan besar, bukan dengan mati. Tetapi justru di situlah cara kerja Allah yang luar biasa. Yesus datang bukan untuk menyelamatkan manusia dengan pedang atau kekuasaan dunia, tetapi dengan menyerahkan diri-Nya untuk menanggung dosa kita.Firman Tuhan dalam 1 Korintus 1:18 berkata bahwa berita salib adalah kebodohan bagi orang yang tidak percaya. Tetapi bagi orang yang diselamatkan, berita itu adalah kekuatan Allah. Mengapa? Karena di kayu salib, Yesus melakukan apa yang tidak bisa kita lakukan sendiri. Kita tidak bisa membersihkan dosa kita. Kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri. Tetapi Yesus bisa. Yesus mati menggantikan kita supaya kita diampuni dan diperdamaikan dengan Allah.Wonder Kids, salib memang bukan cerita yang membuat orang berkata, “Wah, hebat seperti pahlawan super!” Salib adalah berita tentang kasih yang rela berkorban. Salib menunjukkan betapa seriusnya dosa kita, tetapi juga betapa besar kasih Tuhan kepada kita. Yesus rela menanggung penderitaan supaya kita bisa hidup.Kadang-kadang orang ingin Yesus yang hebat menurut dunia: kuat, terkenal, dan menang dengan cara yang kelihatan megah. Tetapi Yesus datang dengan jalan salib. Dan justru karena itulah kita punya keselamatan yang sejati. Salib bukan kelemahan Tuhan. Salib adalah jalan keselamatan yang penuh kuasa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ucapkan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela mati di kayu salib untuk menanggung dosaku. Tolong aku menghargai kasih-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena berita salib adalah kabar keselamatan bagiku. Tolong aku supaya tidak malu pada salib-Mu, tetapi percaya bahwa di sanalah Engkau menunjukkan kasih dan kuasa-Mu yang besar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: salib mungkin terlihat lemah bagi dunia, tetapi bagi anak-anak Tuhan, salib adalah bukti kasih dan kekuatan Allah yang menyelamatkan. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus dan “Secret Mark” (13 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 12, 2026 4:23


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan “Secret Mark”Diambil dari: Yohanes 14:1  “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.”Wonder Kids, kadang-kadang ada orang yang berkata, “Mungkin ada kitab rahasia tentang Yesus yang menunjukkan bahwa Yesus sebenarnya tidak seperti yang diajarkan Alkitab.” Salah satu hal yang pernah dibicarakan orang adalah tulisan yang disebut “Secret Mark.” Ada yang menganggap tulisan ini sangat penting, bahkan lebih benar daripada Injil Markus yang ada di Alkitab.Tetapi setelah diteliti, ternyata tidak ada bukti kuat bahwa tulisan itu sungguh asli dan bisa dipercaya. Bahkan banyak ahli justru meragukannya. Jadi, kita tidak punya alasan yang kuat untuk percaya bahwa ada “rahasia besar” tentang Yesus yang tersembunyi lalu baru ditemukan belakangan.Nah, ini penting, Wonder Kids. Kadang-kadang sesuatu yang terdengar misterius atau rahasia memang bisa membuat orang penasaran. Tetapi tidak semua yang terdengar heboh itu benar. Tuhan tidak membangun iman kita di atas gosip, cerita aneh, atau dokumen yang tidak jelas. Tuhan memberi kita firman-Nya yang kokoh dan dapat dipercaya.Yang kita tahu dengan jelas adalah ini: ada banyak bukti yang kuat bahwa Injil-injil dalam Alkitab dapat dipercaya. Di sanalah kita belajar bahwa Yesus sungguh hidup, sungguh mati di kayu salib untuk dosa kita, dan sungguh bangkit. Jadi kita tidak perlu gelisah saat ada orang membawa cerita-cerita aneh tentang Yesus. Kita bisa tetap tenang dan berpegang pada firman Tuhan.Firman Tuhan dalam Yohanes 14:1 berkata, “Janganlah gelisah hatimu.” Mengapa? Karena Yesus sendiri meminta kita percaya kepada-Nya. Saat dunia penuh suara yang membingungkan, kita tidak perlu panik. Kita tetap bisa berkata, “Aku mau percaya kepada Yesus yang dinyatakan dalam firman Tuhan.”Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu mendengar hal yang membuatmu bingung tentang Tuhan atau Alkitab, jangan langsung takut. Katakan kepada orang dewasa yang bisa membimbingmu, lalu berdoalah, “Tuhan, tolong aku tetap berpegang pada firman-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena firman-Mu benar dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya tidak mudah bingung oleh hal-hal yang aneh atau menakutkan, tetapi tetap percaya kepada-Mu dengan hati yang tenang. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kamu tidak perlu takut pada cerita yang membingungkan, karena firman Tuhan tetap kokoh dan Yesus tetap dapat dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 11 Juni 2026 - Bersyukur atas segala hal baik kecil maupun besar

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 11, 2026 6:18


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 11 Juni 2026Bacaan: "..... janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana....." (Roma 12:16)Renungan: Ketika kita bercita-cita menjadi seorang penulis, ada dua hal yang harus kita lakukan. Pertama, kita harus banyak menulis. Kedua, kita harus banyak membaca. Ya, penulis harus banyak membaca, seperti juga musisi harus banyak mendengarkan musik, sineas harus banyak menonton film, barista harus suka minum kopi, dst. Pertanyaannya, buku apa yang harus dibaca agar kita bisa menjadi penulis yang baik? Seorang penulis memberi nasihat cukup unik, la menyarankan membaca dua jenis buku: buku yang benar-benar bagus dan buku yang benar-benar jelek. Membaca buku yang sangat bagus tentu agar kita terinspirasi dan bisa membuat tulisan yang makin berkualitas. Bagaimana dengan membaca buku yang sangat jelek? Menurut penulis itu, buku yang sangat jelek juga bisa membuat kita termotivasi. "Jika tulisan sejelek itu saja ada yang mau menerbitkan, tulisan kita pasti bisa diterbitkan juga." Ada benarnya juga. Nyatanya, kita sering kali takut, bahkan putus asa karena yang kita lihat saat baru memulai sesuatu hanyalah orang-orang yang sudah ada di level sangat tinggi. Kita berhenti menulis karena tidak bisa menulis sebaik peraih Nobel Sastra. Kita berhenti menjadi musisi karena minder melihat keahlian para musisi kelas nasional bahkan internasional. Kita putus asa karena usaha yang kita rintis tidak kunjung sebesar perusahaan top. Maka, ada kalanya kita perlu juga melihat kepada hal-hal yang lebih "membumi". Bukan berarti menurunkan standar atau tak punya cita-cita tinggi. Kadang kita memang harus melihat ke atas, tapi penting juga untuk bisa melihat ke samping atau ke bawah. Keseimbangan seperti ini perlu supaya kita tidak jatuh menjadi hidup sekadar mengejar ambisi yang tak pernah habis-habisnya. Melihat ke hal-hal yang di bawah atau di sekitar, juga membuat kita bisa lebih bersyukur daripada hanya mengeluh karena kondisi kita tidak seperti orang lain. Kepada jemaat di Roma, Paulus dua kali mengingatkan mereka untuk tidak hanya memikirkan hal-hal yang tinggi (Rm. 12:3, 16), tapi mengarahkan pikiran ke hal sederhana agar tetap rendah hati. Tak ada yang salah dengan memiliki cita-cita besar, tapi jangan sampai kita lalu menjadi tak menghargai hal-hal kecil dan sederhana, karena itupun adalah berkat Tuhan untuk kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas hal-hal besar dan kecil dalam hidupku karena semua itu adalah berkat-Mu yang Kau berikan untukku. Amin. (Dod).

Kumpulan Dakwah Sunnah
Ustadz Abu Yahya Badrusalam - Amalan Hati - Amalan Penting Yang Kadang Kurang

Kumpulan Dakwah Sunnah

Play Episode Listen Later Jun 11, 2026 67:00


Ustadz Abu Yahya Badrusalam - Amalan Hati - Amalan Penting Yang Kadang Kurang

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus dan Apolonius dari Tiana (11 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 10, 2026 2:58


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Apolonius dari TianaDiambil dari: Yohanes 14:12  “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.”Wonder Kids, ada orang yang mencoba membandingkan Yesus dengan tokoh-tokoh lain dari zaman dahulu yang katanya juga melakukan hal-hal luar biasa. Salah satu nama yang kadang disebut adalah Apolonius dari Tiana. Ada cerita-cerita yang dibuat tentang dia, dan beberapa orang berkata, “Lihat, mungkin Yesus tidak istimewa, karena ada tokoh lain yang mirip.”Tetapi kalau kita melihat lebih teliti, perbandingan itu tidak kuat. Cerita tentang Apolonius ditulis jauh lebih belakangan, setelah zaman Yesus. Selain itu, banyak bagian ceritanya terdengar seperti kisah yang dibesar-besarkan untuk membuat dia tampak hebat. Berbeda dengan Injil, yang ditulis jauh lebih dekat dengan kehidupan Yesus dan didasarkan pada kesaksian para saksi.Yang lebih penting lagi, Yesus tidak sama dengan tokoh mana pun. Yesus bukan hanya melakukan mujizat. Yesus mengajar dengan kuasa, mengampuni dosa, menyatakan diri sebagai Anak Allah, mati di kayu salib untuk menanggung dosa manusia, lalu bangkit dari kematian. Tidak ada tokoh lain yang seperti Yesus. Yesus itu unik. Yesus tidak bisa disamakan dengan orang lain.Kadang-kadang orang memang mencoba membuat Yesus terlihat biasa saja, seolah-olah Dia hanya salah satu tokoh hebat di antara banyak tokoh lain. Tetapi firman Tuhan menunjukkan bahwa Yesus jauh lebih besar. Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Karena itu, kita tidak boleh membiarkan siapa pun membuat Yesus terlihat kecil di mata kita.Wonder Kids, saat kamu mendengar orang membandingkan Yesus dengan tokoh lain, ingatlah ini: Yesus bukan sekadar orang hebat. Yesus adalah Anak Allah yang datang untuk menyelamatkan manusia berdosa. Hanya Yesus yang mati bagi dosa kita dan bangkit untuk memberi hidup yang kekal.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ucapkan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak sama dengan siapa pun. Tolong aku untuk mengenal Engkau dengan benar dan semakin percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau unik, mulia, dan tidak dapat disamakan dengan siapa pun. Tolong aku supaya tidak bingung oleh perkataan orang lain, tetapi tetap percaya bahwa Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak sama dengan tokoh mana pun di dunia ini, karena hanya Dia Anak Allah dan Juruselamat yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada Hari Minggu, Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, 7 Juni 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jun 6, 2026 13:38


Dibawakan oleh Elan Parera, Hendrik Monteiro dan Mery Kaona dari Komuntias Kongregasi Hati Tersuci Maria Keuskupan Maumere, Indonesia. Ulangan 8: 2-3.14b-16a; Mazmur tg 147: 12-13.14-15.19-20; 1 Korintus 10: 16-17; Yohanes 6: 51-58.KITA HIDUP OLEH TUBUH DAN DARAHKRISTUS Tema renungan kita pada hariMinggu ini ialah: Kita Hidup Oleh Tubuh Dan Darah Kristus. Hari Raya Tubuh danDarah Kristus yang Mahakudus mengundang kita untuk merenungkan kebenaran yangmendalam: Kristus tidak hanya mengajar kita dari kejauhan. Dia memberikandiri-Nya sepenuhnya kepada kita. Dalam Ekaristi, Yesus menjadi makanan danminuman kita sehingga kita dapat memiliki hidup di dalam Dia dan melanjutkanperjalanan kita dengan kekuatan, harapan, dan kasih. Dalam Injil, Yesus berkata terusterang bahwa tubuh-Nya sebagai daging Anak Manusia dan darah-Nya adalah makananyang sepatutnya kita santap. Ini mengungkapkan lebih dari sekadar kuasa-Nyauntuk menyediakan makanan materi, tetapi suatu karunia yang lebih dalam. Sama seperti orang-orang dipelihara secarafisik, Kristus memelihara kita secara rohani melalui Tubuh dan Darah-Nya.Manusia lapar akan banyak hal seperti: penerimaan, kedamaian, makna,pengampunan, dan cinta. Tidak ada suatu pemberian dari dunia ini yang dapatsepenuhnya memuaskan rasa lapar Kita. Hanya Kristus yang dapat memenuhikerinduan terdalam hati manusia. Ekaristi mengingatkan kita bahwa Tuhan memahamikelemahan kita. Kita sering menjadi lelah, putus asa, dan terbebani olehpergumulan hidup. Kadang-kadang kita mungkin merasa tidak memadai dalampanggilan, tanggung jawab keluarga, pelayanan, studi, atau pekerjaan kita.Namun Yesus tidak membiarkan kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri.Setiap kali kita menerima Ekaristi dengan iman, Dia berbagi hidup-Nya sendiridengan kita. Kesabaran-Nya memperkuat ketidaksabaran kita. Kasih-Nya menyembuhkanhati kita yang terluka. Keberaniannya menopang kita ketika kita merasa takut. Ekaristi juga merupakan panggilan untuk menjadi apayang kita terima. Kita menerima Tubuh Kristus supaya kita dapat menjadi TubuhKristus bagi orang lain. Roti yang dipecahkan untuk kita menantang kita untukberbagi diri kita dengan murah hati. Cawan keselamatan mengundang kita untukmencurahkan hidup kita dalam pelayanan, belas kasihan, dan pengampunan.Dipelihara oleh Kristus, kita diutus untuk memelihara orang lain melaluikata-kata, kehadiran, dan tindakan kebaikan kita. Ada seorang bapa berbagi cerita tentang Ekaristiharian dan mingguan yang menopang dirinya dan keluarga. Beban hidup dantanggung jawab memelihara keluarga merupakan tugas setiap hari yang tidak bolehdiabaikan. Maka setiap kali menghadiri Ekaristi menjadi kesempatan untukmenerima Tuhan Yesus dan membawa Dia ke dalam setiap situasi dan kegiatanhidupnya. Seperti bapa itu, kita sering menemukan bahwa kekuatan kita tidakmencukupi. Ekaristi mengingatkan kita bahwa kita tidak ditopang oleh upaya kitasaja. Kita hidup oleh Kristus sendiri. Dia memberi kita makan sehingga kitadapat melanjutkan perjalanan kita dengan setia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Tuhan Yesus, Engkau berikan kepada kami Tubuhdan Darah-Mu sebagai makanan hidup yang kekal. Ketika kami lemah, kuatkan kami.Ketika kami putus asa, perbarui harapan kami. Ketika kami tergoda untuk hanyamengandalkan diri kami sendiri, ingatkan kami bahwa Engkau selalu bersama kami.Semoga setiap Ekaristi memperdalam persatuan kami dengan-Mu dan mengubah kamimenjadi instrumen kasih-Mu kepada orang lain. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa …

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus Bukan Dongeng (7 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 5, 2026 3:54


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Bukan Dongeng Diambil dari: 1 Petrus 2:24  “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”Wonder Kids, kamu pasti tahu bahwa ada banyak cerita yang sebenarnya tidak sungguh terjadi. Misalnya tokoh-tokoh dongeng atau cerita yang dibuat untuk menghibur. Cerita-cerita itu bisa menarik, lucu, atau seru, tetapi tetap saja itu hanya cerita.Kadang-kadang ada orang yang berpikir bahwa Yesus juga seperti itu, seolah-olah hanya tokoh dalam cerita lama. Tetapi itu tidak benar. Yesus bukan dongeng. Yesus sungguh hidup di dunia ini. Yesus sungguh datang ke dalam sejarah manusia. Dan yang lebih penting lagi, Yesus sungguh mati di kayu salib dan bangkit untuk menyelamatkan manusia berdosa.Memang ada banyak tradisi dan cerita yang tersebar di dunia ini. Beberapa tradisi mungkin bermula dari sedikit kisah lalu berubah menjadi cerita yang dicampur dengan hal-hal lain. Tetapi berita tentang Yesus berbeda. Berita tentang Yesus bukan hanya diwariskan sebagai cerita, melainkan diteguhkan oleh firman Tuhan, oleh para saksi, dan oleh banyak bukti sejarah. Karena itu, kita tidak percaya kepada Yesus seperti percaya pada dongeng. Kita percaya kepada Yesus yang sungguh nyata.Firman Tuhan dalam 1 Petrus 2:24 mengingatkan bahwa Yesus benar-benar memikul dosa kita di tubuh-Nya di kayu salib. Itu bukan pura-pura. Itu bukan simbol saja. Itu sungguh terjadi. Yesus benar-benar menderita karena kasih-Nya kepada kita. Ia mati supaya kita yang berdosa bisa diampuni dan hidup bagi Tuhan.Wonder Kids, ini penting sekali. Kalau Yesus hanya dongeng, maka tidak ada keselamatan yang sejati. Tetapi karena Yesus sungguh hidup, sungguh mati, dan sungguh bangkit, maka kita punya pengharapan yang nyata. Kita punya Juruselamat yang benar-benar mengasihi kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan dongeng, tetapi Juruselamat yang sungguh hidup dan mengasihiku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh nyata. Terima kasih karena Engkau mati di kayu salib untuk menanggung dosaku. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan hidup bagi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan tokoh dongeng, tetapi Juruselamat yang sungguh hidup, sungguh mati bagimu, dan sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Teka-Teki Gulungan Laut Mati (6 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 5, 2026 3:29


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Teka-Teki Gulungan Laut Mati Diambil dari: Matius 11:4–5  “Jawab Yesus kepada mereka: ‘Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.'”Wonder Kids, pernahkah kamu merasa bingung lalu bertanya, “Benarkah Yesus itu Mesias?” Yohanes Pembaptis juga pernah berada dalam keadaan yang sulit. Saat ia dipenjara, ia mengutus murid-muridnya untuk bertanya kepada Yesus, “Engkaukah yang akan datang itu, atau haruskah kami menantikan orang lain?” Itu pertanyaan yang jujur.Lalu bagaimana Yesus menjawab? Yesus tidak marah. Yesus menjawab dengan menunjukkan apa yang sedang Ia kerjakan. Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang sakit disembuhkan, orang mati dibangkitkan, dan kabar baik diberitakan kepada orang miskin. Jawaban Yesus menunjukkan bahwa Dialah Mesias yang sudah dijanjikan Allah.Menariknya, para peneliti juga menemukan gulungan-gulungan kuno yang menolong kita melihat bahwa orang-orang Yahudi pada zaman itu memang sedang menantikan karya besar dari Mesias. Jadi saat Yesus menjawab seperti itu, jawaban-Nya bukan asal-asalan. Yesus sedang menunjukkan bahwa janji Allah sedang digenapi di dalam diri-Nya.Wonder Kids, ini mengajarkan kita sesuatu yang penting. Saat kita punya keraguan atau pertanyaan, kita tidak perlu lari dari Tuhan. Yohanes membawa pertanyaannya kepada Yesus. Dan Yesus menjawab dengan menunjukkan kebenaran. Tuhan tidak takut pada pertanyaan yang jujur. Tuhan mau kita datang kepada-Nya dan melihat siapa Dia sebenarnya.Kadang-kadang kita juga bisa ragu. Mungkin kita bertanya, “Apakah Yesus sungguh mendengar doaku?” atau “Apakah Tuhan sungguh bekerja?” Saat itu terjadi, lihatlah kembali kepada Yesus. Lihat firman-Nya. Lihat apa yang sudah Ia lakukan. Yesus adalah Juruselamat yang dijanjikan, dan Dia tidak pernah berubah.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau ada satu pertanyaan atau keraguan di hatimu, katakan itu dengan jujur kepada Tuhan dalam doa. Lalu bacalah satu kisah tentang Yesus dalam Injil dan perhatikan apa yang Yesus lakukan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Mesias yang dijanjikan Allah. Tolong aku supaya saat aku ragu atau bingung, aku datang kepada-Mu dan belajar percaya kepada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: saat kamu punya pertanyaan, datanglah kepada Yesus, karena Dialah Mesias yang sejati dan jawaban yang kamu butuhkan. Tuhan Yesus memberkati.

UMM FM
EPS 65 | BAPER: Bahas Percintaan | Kangen Orangnya atau Kangen Kenangannya?

UMM FM

Play Episode Listen Later Jun 4, 2026 16:16


Halo Kawan Muda!Podcast UMMFM kali ini balik lagi nemenin harimu dengan obrolan yang mungkin relate sama Kawan Muda!

Renungan Anak GKY Mabes
Teka-Teki Arkeologi 3: Bayi-Bayi di Betlehem (5 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 4, 2026 3:33


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Teka-Teki Arkeologi #3: Bayi-Bayi di BetlehemDiambil dari: Matius 2:16  “Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.”Wonder Kids, kisah tentang Herodes yang memerintahkan pembunuhan bayi-bayi di Betlehem adalah kisah yang sangat sedih dan mengerikan. Karena itu, ada orang yang bertanya, “Apakah ini sungguh pernah terjadi?” Mereka merasa kisah ini terlalu berat untuk dipercaya.Tetapi kalau kita melihat seperti apa Herodes itu, kisah ini justru tidak aneh. Herodes dikenal sebagai raja yang sangat kejam. Ia sangat takut kehilangan kuasa. Karena itu, ia bisa melakukan hal-hal yang jahat untuk melindungi tahtanya. Jadi saat Herodes mendengar tentang seorang anak yang disebut raja orang Yahudi, sangat masuk akal kalau ia menjadi marah dan bertindak kejam.Betlehem sendiri adalah kota kecil. Jadi jumlah anak yang dibunuh mungkin tidak sebanyak yang dibayangkan orang. Karena itulah, peristiwa ini mungkin tidak dicatat oleh banyak penulis sejarah lain. Tetapi itu tidak berarti peristiwa ini tidak terjadi. Justru kisah ini cocok dengan sifat Herodes yang memang kejam dan tanpa belas kasihan.Wonder Kids, dari kisah ini kita belajar bahwa dunia ini sungguh rusak oleh dosa. Ada kejahatan yang nyata, ada orang yang tega menyakiti orang lain, bahkan anak-anak kecil. Tetapi di tengah dunia yang gelap itu, Tuhan tetap bekerja. Herodes yang jahat tidak bisa menghentikan rencana Allah. Yesus tetap hidup, dan Yesus tetap datang untuk menjadi Juruselamat.Kadang-kadang kita juga melihat hal-hal yang jahat dan tidak adil, lalu bertanya, “Tuhan, mengapa ini bisa terjadi?” Kisah ini mengingatkan kita bahwa kejahatan manusia itu nyata, tetapi Tuhan tidak pernah kehilangan kendali. Rencana keselamatan-Nya tetap berjalan. Dan Yesus datang justru ke dunia yang penuh dosa ini untuk menyelamatkan manusia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Berdoalah bagi anak-anak yang sedang mengalami kesedihan, ketakutan, atau perlakuan yang tidak baik. Mintalah Tuhan melindungi mereka dan menolong kita punya hati yang mengasihi.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, dunia ini penuh dosa dan kejahatan, tetapi terima kasih karena Engkau datang untuk menyelamatkan. Tolong aku supaya tidak menjadi anak yang keras hati atau jahat, tetapi anak yang mengasihi, lembut, dan peduli kepada orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kejahatan manusia tidak pernah bisa menggagalkan rencana Tuhan, karena Yesus tetap datang untuk menjadi Juruselamat dunia. Tuhan Yesus memberkati.

Friends Life
Suatu Hari Nanti, Kita Akan Merindukan Hal-Hal Kecil dari Orang Tua

Friends Life

Play Episode Listen Later Jun 2, 2026 13:34


Di episode kali ini, kita akan berbicara tentang sesuatu yang sering kali kita anggap akan selalu ada — Ayah dan Ibu. Tentang bagaimana waktu berjalan begitu cepat, sementara tanpa sadar orang tua kita perlahan menua di tengah kesibukan hidup yang sedang kita jalani.Kadang kita terlalu sibuk mengejar masa depan, sampai lupa menikmati hal-hal kecil bersama mereka. Padahal suatu hari nanti, yang paling kita rindukan bukanlah hal besar, melainkan suara sederhana dari rumah, perhatian kecil dari ibu, dan pengorbanan diam-diam dari ayah.Episode ini cocok untuk kamu yang sedang jauh dari rumah, sedang berjuang menjadi dewasa, atau mulai menyadari bahwa waktu bersama orang tua ternyata tidak sebanyak yang kita kira.Karena pada akhirnya… rumah bukan hanya tempat, tapi tentang Ayah dan Ibu yang selalu menunggu kita pulang. ❤️

Renungan Anak GKY Mabes
Teka-Teki Arkeologi: Sensus (3 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 2, 2026 3:57


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Teka-Teki Arkeologi: SensusDiambil dari: Lukas 2:1  “Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.”Wonder Kids, saat kita membaca kisah Natal, kita menemukan cerita tentang sensus, yaitu pendataan orang-orang oleh pemerintah. Karena sensus itulah Yusuf dan Maria pergi ke Betlehem. Tetapi ada orang yang bertanya, “Apakah sensus seperti itu benar-benar pernah terjadi? Mengapa orang harus pergi mendaftar?”Ternyata, dari catatan-catatan kuno, kita tahu bahwa pada zaman itu pemerintah memang sering melakukan sensus. Sensus dipakai untuk mengetahui jumlah penduduk, mengatur pajak, dan mengurus pemerintahan. Bahkan ada bukti bahwa dalam beberapa keadaan, orang memang diminta kembali ke tempat asal keluarganya untuk didaftarkan. Jadi, kisah yang ditulis Lukas bukan cerita aneh atau asal dibuat. Lukas menulis tentang hal yang cocok dengan dunia nyata pada zamannya.Ini penting, Wonder Kids, karena sekali lagi kita melihat bahwa Alkitab berdiri di dalam sejarah yang sungguh terjadi. Tuhan tidak bekerja di dunia dongeng. Tuhan bekerja di tengah kerajaan, kota, pemerintah, dan perjalanan manusia yang nyata. Bahkan sensus yang kelihatannya hanyalah urusan pemerintah dipakai Tuhan untuk membawa Yusuf dan Maria ke Betlehem, tepat seperti yang sudah Tuhan janjikan sebelumnya.Wah, ini indah sekali. Kadang-kadang ada hal dalam hidup kita yang kelihatannya biasa saja, bahkan merepotkan. Misalnya harus pergi ke suatu tempat, menunggu, ikut aturan, atau mengalami perubahan rencana. Tetapi Tuhan bisa memakai hal-hal biasa itu untuk menggenapi rencana-Nya. Sensus pada zaman itu bukan kebetulan. Tuhan memakainya supaya Yesus lahir di Betlehem, sesuai dengan firman-Nya.Jadi, saat kita membaca Alkitab, kita boleh percaya bahwa Tuhan sungguh memegang sejarah. Pemerintah, perjalanan, dan keputusan manusia tetap ada di dalam tangan Tuhan. Tidak ada yang terlalu besar atau terlalu kecil bagi-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat ada rencana hari ini yang berubah atau terasa merepotkan, jangan langsung mengeluh. Cobalah berdoa, “Tuhan, tolong aku percaya bahwa Engkau tetap bekerja dalam hal-hal biasa.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memegang sejarah dan hidupku juga. Tolong aku untuk percaya bahwa Engkau tetap bekerja bahkan melalui hal-hal yang kelihatannya biasa atau tidak menyenangkan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan sanggup memakai hal-hal biasa dalam hidup untuk menjalankan rencana-Nya yang besar dan baik. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Ketelitian Markus: Perjalanan ke Dekapolis (2 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 1, 2026 4:06


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Markus: Perjalanan ke DekapolisDiambil dari: Markus 7:31  “Kemudian Yesus meninggalkan lagi daerah Tirus dan melalui Sidon pergi ke Danau Galilea, ke daerah Dekapolis.”Wonder Kids, kadang-kadang ada orang yang mencoba meragukan Alkitab. Mereka berkata bahwa penulis Alkitab mungkin tidak tahu tempat-tempat yang mereka ceritakan. Salah satu contohnya adalah saat Markus menulis perjalanan Yesus dari Tirus, melalui Sidon, lalu ke Danau Galilea dan ke daerah Dekapolis. Ada orang yang berkata, “Ah, rute itu aneh. Markus pasti salah.”Tetapi setelah dipelajari dengan lebih teliti, ternyata perjalanan itu tetap masuk akal. Pada zaman itu, orang tidak selalu berjalan seperti kita naik kendaraan hari ini yang mencari jalan tercepat. Ada banyak alasan mengapa seseorang memilih jalan tertentu. Bisa jadi karena kondisi jalan, daerah yang dilewati, tujuan pelayanan, atau kota-kota yang ingin dikunjungi. Jadi, Markus bukan asal menulis. Ia mencatat perjalanan Yesus dengan masuk akal dan sesuai dengan keadaan zaman itu.Ini mengajarkan kita sesuatu yang penting, Wonder Kids. Kadang-kadang manusia cepat sekali berkata bahwa Alkitab salah, padahal mereka belum mengerti semuanya. Tetapi semakin diteliti, kita sering melihat bahwa firman Tuhan tetap dapat dipercaya. Jadi saat ada hal yang belum kita pahami, kita tidak perlu buru-buru ragu. Kita bisa tetap percaya dan terus belajar.Yang lebih indah lagi, perjalanan Yesus ini menunjukkan bahwa Yesus tidak diam di satu tempat saja. Ia berjalan dari satu daerah ke daerah lain untuk melayani orang. Yesus datang mendekat kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan-Nya. Itu berarti Yesus adalah Tuhan yang aktif mencari dan melayani manusia.Wonder Kids, mungkin hari ini kamu merasa jauh, bingung, atau lelah. Ingatlah bahwa Yesus bukan Tuhan yang diam dan jauh. Ia adalah Tuhan yang datang mendekat. Ia tahu jalan hidupmu, dan Ia sanggup memimpinmu ke mana kamu harus berjalan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu berjalan ke sekolah, ke gereja, atau ke tempat lain hari ini, ucapkan dalam hati, “Tuhan Yesus, pimpin langkahku hari ini.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang datang mendekat kepada manusia. Tolong aku supaya percaya kepada firman-Mu dan menyerahkan setiap langkah hidupku kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tahu jalan yang benar, dan Dia sanggup memimpin setiap langkah hidupmu. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Ketelitian Yohanes: Sumur Yakub (1 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 31, 2026 3:53


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Yohanes: Sumur Yakub Diambil dari: Yohanes 4:5–6  “Maka sampailah Ia ke suatu kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya Yusuf. Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.”Wonder Kids, di Yohanes 4 kita membaca cerita tentang Yesus bertemu dengan seorang perempuan Samaria di dekat sumur Yakub. Yohanes menuliskan tempat itu dengan jelas, seolah-olah ia ingin kita tahu bahwa ini bukan cerita khayalan. Dan memang, tempat itu dikenal dalam sejarah. Jadi sekali lagi kita melihat bahwa Alkitab berbicara tentang tempat yang nyata dan peristiwa yang sungguh terjadi.Tetapi yang lebih indah dari sekadar tempatnya adalah apa yang Yesus lakukan di sana. Yesus sengaja datang ke daerah Samaria dan duduk di dekat sumur itu. Lalu datanglah seorang perempuan untuk menimba air. Biasanya orang Yahudi dan orang Samaria tidak akrab. Bahkan sering saling menjauh. Tetapi Yesus justru berbicara kepadanya. Yesus tidak menjauh seperti banyak orang lain. Yesus datang mendekat.Perempuan itu sebenarnya datang untuk mengambil air biasa. Tetapi Yesus ingin menunjukkan bahwa ia membutuhkan sesuatu yang jauh lebih penting, yaitu air hidup. Air dari sumur hanya bisa menghilangkan haus untuk sementara. Tetapi Yesus bisa memberi kehidupan yang sejati. Yesus bisa memuaskan hati yang kosong dan menyelamatkan orang berdosa.Wonder Kids, ini sangat menghibur. Kadang-kadang kita juga seperti perempuan itu. Di luar kelihatannya biasa saja, tetapi di dalam hati bisa ada rasa takut, sedih, malu, atau kosong. Mungkin orang lain tidak tahu. Tetapi Yesus tahu. Yesus tahu isi hati kita dan tetap mau datang kepada kita. Yesus tidak jijik kepada orang berdosa yang mau datang kepada-Nya. Ia justru datang untuk menyelamatkan.Jadi, saat kita membaca kisah ini, kita bukan hanya belajar bahwa sumur Yakub itu benar-benar ada. Kita juga belajar bahwa Yesus sungguh mengasihi orang yang haus akan kasih dan keselamatan. Yesus tahu siapa kita, tetapi Ia tetap mau menolong kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Datanglah kepada Tuhan dalam doa dan katakan dengan jujur satu hal yang ada di hatimu hari ini, entah itu sedih, takut, malu, atau bingung. Ceritakan itu kepada Yesus.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengenalku dan tetap mau datang kepadaku. Tolong aku supaya datang kepada-Mu saat hatiku haus dan kosong, karena hanya Engkau yang bisa memberi hidup yang sejati. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tahu isi hatimu, dan Dia tetap mengasihimu serta mau memberi hidup yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Ketelitian Yohanes: Kolam Siloam (31 Mei)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 30, 2026 4:49


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Yohanes: Kolam SiloamDiambil dari: Yohanes 9:7 “dan berkata kepadanya: ‘Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam.' Siloam artinya: Yang Diutus. Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.”Wonder Kids, dalam Injil Yohanes ada cerita tentang seorang yang buta sejak lahir. Tuhan Yesus bertemu dengan dia, lalu menyuruhnya pergi membasuh diri di kolam Siloam. Dulu ada orang yang mungkin mengira tempat ini hanya bagian dari cerita. Tetapi kemudian para peneliti menemukan bahwa kolam Siloam itu benar-benar ada. Jadi sekali lagi kita melihat bahwa Yohanes menulis dengan teliti dan Alkitab berbicara tentang tempat yang nyata.Kolam Siloam pada zaman itu memang penting. Tempat itu dipakai oleh banyak orang, dan airnya sangat berarti bagi kehidupan mereka. Yohanes tidak sedang menulis dongeng. Ia mencatat peristiwa yang sungguh terjadi di dunia nyata. Dan di tempat nyata itu, Yesus melakukan mujizat yang nyata.Tetapi yang paling penting bukan hanya bahwa kolam itu ada. Yang paling penting adalah siapa Yesus itu. Dalam cerita ini, Yesus menunjukkan kuasa-Nya atas kebutaan. Murid-murid sempat berpikir bahwa kebutaan orang itu pasti langsung berhubungan dengan dosa tertentu. Tetapi Yesus menunjukkan bahwa pekerjaan Allah bisa dinyatakan melalui hidup orang itu. Lalu Yesus menyembuhkan dia.Wonder Kids, kadang-kadang kita juga mudah salah menilai. Kita melihat seseorang yang susah, sakit, atau berbeda, lalu cepat-cepat berpikir yang tidak benar. Tetapi Tuhan Yesus mengajar kita untuk melihat dengan hati yang benar. Yesus penuh kuasa, tetapi juga penuh belas kasihan. Dia bukan hanya tahu masalah orang itu, tetapi juga menolongnya.Dan ada satu hal lagi yang indah. Orang buta itu taat pada perkataan Yesus. Ia pergi ke kolam Siloam dan membasuh diri. Lalu ia sembuh. Ini mengingatkan kita bahwa saat Tuhan berbicara, kita perlu taat. Kadang-kadang kita belum mengerti semuanya, tetapi kita tetap bisa percaya dan melakukan apa yang Tuhan mau.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu hal yang Tuhan mau kamu taati hari ini, entah itu berkata jujur, meminta maaf, atau mendengar orang tua. Lalu lakukan itu dengan sungguh-sungguh.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau penuh kuasa dan penuh kasih. Tolong aku supaya tidak cepat menilai orang lain, tetapi belajar taat kepada-Mu dan percaya pada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus yang bekerja di tempat nyata pada zaman dulu juga sanggup bekerja nyata dalam hidupmu hari ini. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Ketelitian Yohanes: Kolam Betesda (30 Mei)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 29, 2026 4:27


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Yohanes: Kolam BetesdaDiambil dari: Yohanes 5:2 “Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya.”Wonder Kids, penulis Injil Yohanes juga menulis dengan teliti. Dalam Injilnya, Yohanes menceritakan bahwa di Yerusalem ada sebuah kolam bernama Betesda, dan kolam itu mempunyai lima serambi. Dulu ada orang yang meragukan cerita ini. Mereka berpikir mungkin Yohanes salah menulis, atau mungkin tempat itu sebenarnya tidak pernah ada.Tetapi kemudian, para peneliti menemukan bahwa memang ada tempat seperti yang Yohanes tulis. Mereka menemukan sisa-sisa kolam itu, dan ternyata gambarnya cocok dengan penjelasan Yohanes. Wah, ini menarik sekali. Sekali lagi kita melihat bahwa Alkitab bukan cerita buatan, tetapi berbicara tentang tempat yang sungguh nyata dalam sejarah.Apa artinya untuk kita, Wonder Kids? Artinya, Tuhan memberi firman-Nya dengan benar dan dapat dipercaya. Kadang-kadang manusia cepat meragukan Alkitab hanya karena belum menemukan jawabannya. Tetapi sering kali, setelah diteliti lebih jauh, justru Alkitab terbukti benar. Jadi kita tidak perlu takut saat ada orang yang meragukan firman Tuhan. Tuhan tahu apa yang benar, dan kebenaran-Nya akan tetap berdiri.Di kolam Betesda itu juga Yohanes menceritakan bagaimana Yesus menyembuhkan seorang yang sudah lama sakit. Jadi tempat itu bukan hanya penting karena benar-benar ada, tetapi juga karena di sana Yesus menunjukkan kuasa dan kasih-Nya. Yesus bukan hanya tokoh dalam cerita, tetapi Tuhan yang sungguh hadir dan bekerja di dunia nyata.Kadang-kadang iman kita juga seperti terkubur oleh keraguan atau pertanyaan. Tetapi renungan hari ini mengingatkan kita bahwa firman Tuhan tetap kokoh. Saat kita belum mengerti semuanya, kita tetap bisa percaya kepada Tuhan dan terus belajar mengenal-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu punya satu pertanyaan tentang Alkitab, jangan simpan sendiri. Tanyakan kepada papa, mama, guru Sekolah Minggu, atau orang dewasa yang bisa menolongmu belajar firman Tuhan.

Renungan Anak GKY Mabes
Ketelitian Lukas: Politarkhis (28 Mei)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 27, 2026 4:05


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Lukas: PolitarkhisDiambil dari: Kisah Para Rasul 17:6 “Tetapi ketika mereka tidak menemukan keduanya, mereka menyeret Yason dan beberapa saudara kepada pembesar-pembesar kota sambil berteriak: ‘Orang-orang yang mengacaukan seluruh dunia telah datang juga ke mari.'”Wonder Kids, Lukas adalah penulis Alkitab yang sangat teliti. Dalam Kisah Para Rasul, ia menulis banyak nama, tempat, dan jabatan orang dengan sangat hati-hati. Salah satu contohnya adalah kata yang dipakai Lukas untuk menyebut para pemimpin kota di Tesalonika. Lukas memakai istilah “pembesar-pembesar kota.”Dulu ada orang yang mengira Lukas salah. Mereka berpikir istilah itu tidak tepat. Tetapi kemudian para ahli menemukan tulisan-tulisan kuno yang menunjukkan bahwa istilah yang dipakai Lukas memang benar-benar digunakan di kota itu pada zaman itu. Jadi, sekali lagi Lukas terbukti menulis dengan tepat.Apa artinya untuk kita, Wonder Kids? Artinya, Alkitab dapat dipercaya bahkan dalam hal-hal yang kelihatannya kecil. Tuhan tidak asal memberi firman-Nya. Tuhan memakai penulis-penulis yang teliti. Hal-hal kecil seperti nama jabatan, nama tempat, dan urutan peristiwa ternyata penting. Semua itu menolong kita melihat bahwa Alkitab berdiri di dalam sejarah yang nyata.Kadang-kadang kita juga suka berpikir, “Ah, hal kecil tidak penting.” Misalnya, mengerjakan tugas dengan asal-asalan, tidak teliti saat merapikan barang, atau tidak sungguh-sungguh saat melakukan tanggung jawab. Tetapi Tuhan mau kita belajar setia juga dalam hal kecil. Kalau Lukas bisa menulis dengan teliti, kita juga bisa belajar hidup dengan teliti, jujur, dan bertanggung jawab.Dan yang paling penting, ketelitian Lukas bukan hanya supaya kita kagum pada sejarah. Ketelitian itu menolong kita semakin yakin bahwa berita tentang Yesus itu benar. Yesus sungguh hidup, sungguh bekerja, dan sungguh diberitakan oleh para rasul. Jadi kita bisa percaya kepada firman Tuhan dengan penuh keyakinan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kerjakan satu tugas hari ini dengan sangat teliti, misalnya menulis, merapikan barang, atau mengerjakan PR. Lalu katakan, “Tuhan, tolong aku setia juga dalam hal kecil.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu benar dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya tidak meremehkan hal-hal kecil, tetapi belajar setia, teliti, dan bertanggung jawab di hadapan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan yang memberi firman dengan teliti juga mau anak-anak-Nya hidup dengan setia dalam hal-hal kecil. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Ketelitian Lukas: Lisanias (27 Mei)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 26, 2026 4:08


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Lukas: LisaniasDiambil dari: Lukas 3:1  “Dalam tahun yang kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene.”Wonder Kids, Lukas adalah penulis Alkitab yang sangat teliti. Ia sering menuliskan nama orang, tempat, dan waktu dengan jelas. Mengapa? Karena Lukas ingin menunjukkan bahwa apa yang ia tulis benar-benar terjadi dalam sejarah, bukan dongeng.Salah satu contohnya adalah saat Lukas menulis nama Lisanias. Dulu, ada orang yang mengira Lukas salah menulis. Mereka berpikir bahwa Lisanias yang dikenal dalam sejarah hidup pada zaman yang berbeda, jadi sepertinya Lukas keliru. Tetapi kemudian ditemukan bukti-bukti sejarah yang menunjukkan bahwa memang ada seorang Lisanias lain yang memerintah pada waktu yang cocok dengan catatan Lukas. Jadi, ternyata Lukas benar.Wah, ini penting sekali, Wonder Kids. Kadang-kadang orang bisa cepat berkata bahwa Alkitab salah, padahal mereka belum tahu semuanya. Penemuan-penemuan sejarah sering kali justru menolong kita melihat bahwa Alkitab sangat dapat dipercaya. Lukas menulis dengan hati-hati, dan Tuhan memakai ketelitian itu untuk menguatkan iman kita.Ini juga mengajarkan sesuatu untuk hidup kita. Tuhan peduli pada hal-hal kecil. Nama, waktu, dan tempat yang terlihat sepele ternyata penting. Begitu juga dalam hidupmu. Mungkin kamu merasa hal kecil yang kamu lakukan tidak penting, seperti berkata jujur, mengerjakan tugas dengan rapi, atau menaati orang tua dalam hal sederhana. Tetapi Tuhan melihat dan menghargai kesetiaan dalam hal-hal kecil.Kalau firman Tuhan begitu teliti dan dapat dipercaya, maka kita pun bisa datang kepada Alkitab dengan keyakinan. Saat kita membacanya, kita tidak sedang membaca cerita buatan, tetapi firman Tuhan yang benar dan kokoh.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba kerjakan satu tugas kecil hari ini dengan sungguh-sungguh dan teliti, lalu katakan dalam hatimu, “Tuhan, aku mau setia juga dalam hal-hal kecil.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu benar dan dapat dipercaya. Tolong aku untuk menghargai hal-hal kecil dan belajar setia seperti yang Engkau kehendaki. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan yang benar dalam hal-hal besar juga benar dalam hal-hal kecil, jadi firman-Nya selalu dapat dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.

P'Cast
Eps. 05: Capek Tapi Gak Tau Kenapa

P'Cast

Play Episode Listen Later May 24, 2026 15:35


Renungan Anak GKY Mabes
Kebenaran di Bawah, Kekudusan di Atas (24 Mei)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 23, 2026 4:08


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Kebenaran di Bawah, Kekudusan di AtasDiambil dari: Mazmur 85:12 “Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.”Wonder Kids, bukti tentang Tuhan tidak hanya bisa kita lihat saat memandang langit, bintang, atau gunung. Kadang-kadang bukti itu juga ditemukan di bawah tanah, lewat benda-benda lama yang digali oleh para arkeolog. Arkeolog adalah orang yang mempelajari benda-benda kuno, seperti bangunan lama, kota-kota kuno, tulisan, atau barang-barang dari zaman dulu.Banyak penemuan arkeologi menolong kita melihat bahwa tempat-tempat, kota-kota, dan orang-orang yang disebut dalam Alkitab memang benar-benar ada dalam sejarah. Ini menunjukkan bahwa Alkitab bukan dongeng. Alkitab berbicara tentang dunia yang nyata. Apa yang ditulis di dalamnya terjadi di tempat dan waktu yang sungguh ada.Tetapi kita juga harus mengerti sesuatu yang penting, Wonder Kids. Penemuan arkeologi memang bisa menolong kita melihat bahwa cerita Alkitab berdiri di dalam sejarah yang nyata. Namun, penemuan itu tidak bisa membuktikan segala sesuatu tentang Tuhan. Misalnya, arkeologi bisa menunjukkan bahwa sebuah kota itu benar-benar ada, tetapi hanya firman Tuhan yang bisa membuat kita mengerti siapa Tuhan sebenarnya dan bagaimana hati kita harus datang kepada-Nya.Jadi, saat kita belajar tentang penemuan-penemuan kuno, kita boleh bersyukur karena itu menolong kita semakin yakin bahwa Alkitab dapat dipercaya. Tetapi yang paling penting tetap firman Tuhan itu sendiri. Firman Tuhan bukan hanya memberi kita informasi, tetapi membawa kita mengenal Tuhan yang kudus, benar, dan penuh kasih.Kadang-kadang orang mencari bukti tentang Tuhan hanya dengan pikiran mereka. Itu tidak salah. Tetapi Tuhan mau lebih dari itu. Tuhan mau kita bukan hanya tahu bahwa Alkitab benar, tetapi juga hidup dalam kebenaran itu. Tuhan mau hati kita mengenal Dia, menghormati Dia, dan taat kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu membaca satu ayat Alkitab hari ini, katakan, “Tuhan, tolong aku bukan hanya tahu firman-Mu benar, tetapi juga mau hidup menurut firman-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memberi banyak bukti bahwa firman-Mu benar. Tolong aku supaya bukan hanya percaya di kepala, tetapi juga mengasihi Engkau dan hidup dalam kebenaran-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: bukti-bukti bisa menolong kita percaya, tetapi firman Tuhanlah yang membawa kita sungguh mengenal Dia. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Alam Semesta yang Membesar dan Langit Baru (23 Mei)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 22, 2026 3:59


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Alam Semesta yang Membesar dan Langit BaruDiambil dari: Mazmur 147:4–5 “Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya. Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga.”Wonder Kids, kalau kita melihat langit malam yang cerah, kita bisa melihat banyak bintang. Kelihatannya tenang dan diam. Tetapi para ilmuwan belajar bahwa alam semesta ini sangat besar, dan bahkan terus membesar. Jarak antara benda-benda langit makin jauh. Itu membuat banyak orang berpikir tentang betapa luar biasanya dunia yang Tuhan ciptakan.Bagi anak Tuhan, hal ini tidak perlu membuat kita takut. Justru ini mengingatkan kita bahwa Tuhan jauh lebih besar daripada seluruh alam semesta. Tuhan bukan bagian kecil dari dunia ini. Tuhan adalah Pencipta langit, bumi, bintang-bintang, dan semuanya. Firman Tuhan berkata bahwa Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya. Wah, luar biasa sekali, ya. Bintang yang begitu banyak saja Tuhan kenal satu per satu.Alkitab juga mengajarkan bahwa dunia ini punya awal. Tuhanlah yang menciptakannya. Dan bukan hanya itu, Tuhan juga berjanji bahwa suatu hari nanti Ia akan membawa langit dan bumi kepada pembaruan yang sempurna. Jadi sejarah dunia ini tidak berjalan tanpa arah. Tuhan yang memulai, dan Tuhan juga yang akan menyelesaikan semuanya menurut rencana-Nya yang baik.Itu berarti hidup kita juga tidak berjalan tanpa tujuan. Kadang-kadang kita bisa merasa kecil sekali di dunia yang begitu luas. Tetapi Tuhan yang menciptakan bintang-bintang juga mengenal namamu. Tuhan tahu hidupmu, doamu, ketakutanmu, dan masa depanmu. Jadi kita tidak perlu hidup dengan takut. Kita boleh hidup dengan percaya, taat, dan penuh pengharapan kepada Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Malam ini, kalau kamu sempat melihat langit, ucapkan, “Tuhan, Engkau besar sekali, tetapi Engkau juga mengenal aku. Tolong aku percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Pencipta alam semesta yang begitu besar. Terima kasih juga karena Engkau mengenal aku dan memeliharaku. Tolong aku hidup dengan percaya dan penuh pengharapan kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan yang menciptakan bintang-bintang yang sangat besar juga mengenalmu dan memegang masa depanmu. Tuhan Yesus Memberkati.

Podcast Radio Penyiaran Polimedia
“SENTER” Eps 05 Season 8… We Listen But We Don't Judge

Podcast Radio Penyiaran Polimedia

Play Episode Listen Later May 19, 2026 15:37


Halo Sobat Kreatif!Kadang ada hal-hal yang cuma berani diakuin kalau diawalin pake,“We listen but we don't judge…”

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 16 Mei 2026 - Dia selalu menanti yang datang dan setia kepadaNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 15, 2026 4:51


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 16 Mei 2026Bacaan: "la ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikan kepada dia. " (Lukas 15:16)Renungan: Hidup manusia sering diibaratkan seperti putaran roda. Kadang di bawah, kadang di atas. Kadang susah, kadang senang. Sering kali, keadaan ini merupakan akibat dari pilihan-pilihan yang kita buat. Kondisi yang dialami si anak bungsu dalam perumpamaan Tuhan Yesus ini menunjukkan kebenaran ini. Tadinya ia tinggal di rumah bapanya yang menyenangkan serta mengalami berbagai kelimpahan. Kemudian dengan lancangnya ia meminta bagian warisannya, lalu menghamburkannya di negeri yang jauh sesuka hatinya. Saat hartanya habis, semua temannya pun menghilang. Tak ada yang peduli padanya, sekalipun sekadar memberinya ampas makanan babi untuk disantap. Kesusahannya ini adalah buah dari pilihan yang buruk, egois, tanpa pikir panjang, serta tak menghormati bapanya. Syukurnya, saat kondisinya begitu mengenaskan, ia mengingat kebaikan hati bapanya. la pun memilih untuk kembali kepada sang bapa, mengharapkan belas kasihannya. Menjadi pelayan pun ia rela. Namun, ternyata bukan ampas atau remah-remah yang ia terima dari bapanya. Melainkan yang terbaik. la diterima sepenuhnya. Hidupnya dipulihkan. Ini adalah gambaran Allah yang senantiasa menyambut ketika kita berbalik kepada-Nya. Tangan-Nya terbuka merangkul kita. Bahkan jika kita telah membuat berbagai keputusan atau pilihan yang buruk, lalu membuat hidup kita terpuruk, Dia tetap tidak mengutuk. Dia menerima kita dengan penuh kasih. Dia tidak menawari kita hal-hal yang serupa ampas, atau pemberian setengah hati. Melainkan pemberian terbaik. Segala yang Dia punyai. Bahkan hidup-Nya sendiri. Sepantasnyalah kita menghormati serta mengasihi-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau menerima aku apa adanya. Ajarilah aku untuk selalu setia pada-Mu sebagaimana Engkau setia mendampingi hidupku. Amin. (Dod).

Renungan Anak GKY Mabes
Apakah Pontius Pilatus Orang yang Kaku? (13 Mei)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 12, 2026 3:23


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Pontius Pilatus Orang yang Kaku? Diambil dari: Markus 15:8–9 “Lalu datanglah orang banyak dan meminta supaya sekarang juga Pilatus berbuat sama seperti yang selalu dilakukannya bagi mereka. Pilatus menjawab mereka dan bertanya: ‘Apakah kamu menghendaki supaya kubebaskan raja orang Yahudi ini bagimu?'”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang Pontius Pilatus, orang yang memutuskan bahwa Yesus harus disalibkan. Ada orang yang berkata bahwa cerita di Alkitab tentang Pilatus terasa aneh. Mengapa? Karena dalam Injil, Pilatus terlihat seperti orang yang ragu-ragu dan seolah-olah terdesak oleh orang banyak. Padahal, biasanya seorang penguasa Romawi dikenal tegas dan keras.Lalu, apakah itu berarti Alkitab salah? Tidak. Justru ini menunjukkan bahwa keadaan saat itu memang sangat khusus. Pilatus memang seorang penguasa, tetapi pada waktu itu posisinya tidak sekuat yang terlihat. Ia sedang berada dalam situasi sulit. Karena itu, tidak aneh kalau ia menjadi takut, bingung, dan akhirnya memilih jalan yang salah.Tetapi yang lebih penting, Wonder Kids, Alkitab menunjukkan bahwa di tengah keputusan manusia yang jahat, Tuhan tetap bekerja. Walaupun Pilatus, imam-imam kepala, dan orang banyak membuat keputusan yang berdosa, semua itu tidak berada di luar kendali Tuhan. Tuhan sedang menggenapi rencana keselamatan-Nya melalui kematian Yesus di kayu salib.Kadang-kadang dalam hidup kita juga ada situasi yang terasa kacau. Ada hal yang tidak adil, membingungkan, atau membuat kita merasa tidak tenang. Kita bisa bertanya, “Tuhan, apakah Engkau masih pegang kendali?” Kisah Pilatus mengingatkan kita bahwa jawabannya adalah ya. Tuhan tetap memerintah, bahkan saat manusia membuat keputusan yang salah. Tidak ada yang bisa menggagalkan rencana Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu merasa bingung atau takut karena sesuatu tidak berjalan seperti yang kamu mau, ucapkan doa singkat ini: “Tuhan, aku percaya Engkau tetap pegang kendali.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak pernah kehilangan kendali. Tolong aku untuk percaya kepada-Mu, bahkan saat hidup terasa membingungkan atau tidak adil. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: sekalipun manusia bisa membuat keputusan yang salah, Tuhan tetap memegang kendali atas semuanya. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Hari Ketika Bumi Menjadi Gelap (12 Mei)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 11, 2026 3:04


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Hari Ketika Bumi Menjadi GelapDiambil dari: Matius 27:45 “Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.”Wonder Kids, saat Tuhan Yesus disalibkan, Alkitab mencatat bahwa ada kegelapan yang menutupi daerah itu selama beberapa jam. Itu adalah peristiwa yang sangat luar biasa. Bukan sesuatu yang biasa terjadi setiap hari. Karena itu, ada orang yang bertanya, “Apakah ini sungguh terjadi?”Beberapa penulis zaman dulu juga menulis tentang kegelapan besar yang terjadi pada masa itu. Mereka mencoba menjelaskan apa yang mereka lihat atau dengar. Ada yang mencatat tentang gelap yang tidak biasa, ada juga yang mencoba menerangkannya dengan cara mereka sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa peristiwa saat Yesus disalibkan benar-benar menarik perhatian banyak orang.Tetapi yang paling penting, Wonder Kids, Alkitab memberitahu kita arti dari peristiwa itu. Kegelapan itu bukan sekadar hal aneh di langit. Kegelapan itu menunjukkan bahwa sesuatu yang sangat besar sedang terjadi. Tuhan Yesus sedang menanggung hukuman dosa. Yesus yang tidak berdosa rela mati menggantikan orang berdosa. Saat itu, Yesus sedang menjalankan rencana keselamatan Allah.Kadang-kadang kita juga bisa merasa heran terhadap hal-hal yang tertulis dalam Alkitab. Ada bagian yang besar, ajaib, dan sulit dibayangkan. Tetapi ingat, firman Tuhan adalah benar. Kalau Tuhan sanggup menciptakan langit dan bumi, Tuhan juga sanggup melakukan hal-hal yang luar biasa untuk menyatakan kuasa dan rencana-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu membaca kisah penyaliban Yesus, berhentilah sejenak dan ucapkan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela menanggung dosa untukku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela mati di kayu salib untuk menanggung dosaku. Tolong aku untuk percaya bahwa firman-Mu itu benar dan mengingat kasih-Mu yang besar bagiku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kegelapan saat Yesus disalibkan mengingatkan kita bahwa Yesus sedang melakukan karya keselamatan yang besar bagimu dan bagiku. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Plinius dan Orang-Orang yang Beribadah (10 Mei)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 9, 2026 3:44


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Plinius dan Orang-Orang yang BeribadahDiambil dari: Yohanes 4:23  “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.”Wonder Kids, hari ini kita belajar lagi dari surat Plinius Muda. Ia menulis bahwa orang-orang Kristen pada zaman dulu biasa berkumpul pagi-pagi sekali pada hari tertentu untuk menyanyikan pujian kepada Kristus. Mereka berkumpul bukan karena dipaksa, tetapi karena mereka sungguh percaya bahwa Yesus layak disembah.Bayangkan, Wonder Kids, pada waktu itu menjadi orang Kristen tidak mudah. Mereka bisa dihukum, dimusuhi, atau diperlakukan tidak baik. Tetapi mereka tetap datang untuk beribadah. Mereka tetap berkumpul bersama orang percaya lain. Itu menunjukkan bahwa Yesus sangat berharga bagi mereka. Mereka tahu bahwa beribadah kepada Tuhan bukan hal kecil, melainkan hal yang penting.Firman Tuhan dalam Yohanes 4:23 mengingatkan bahwa Bapa mencari penyembah-penyembah yang menyembah Dia dalam roh dan kebenaran. Artinya, Tuhan tidak hanya melihat apakah kita hadir di tempat ibadah, tetapi juga melihat hati kita. Apakah kita sungguh datang untuk Tuhan? Apakah kita mau memuji Dia, mendengar firman-Nya, dan belajar taat kepada-Nya?Kadang-kadang kita bisa datang ke Sekolah Minggu atau ibadah hanya karena sudah biasa, karena diajak orang tua, atau karena bertemu teman. Memang itu bisa menjadi awal yang baik. Tetapi Tuhan mau lebih dari itu. Tuhan mau hati kita sungguh menyembah-Nya. Tuhan mau kita belajar bahwa beribadah adalah kesempatan indah untuk datang kepada Dia yang mengasihi kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu datang beribadah berikutnya, sebelum ibadah dimulai ucapkan doa singkat ini: “Tuhan, tolong aku beribadah dengan sungguh-sungguh dan dengan hati yang senang kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau layak disembah. Tolong aku supaya tidak datang beribadah dengan hati yang asal-asalan, tetapi dengan hati yang sungguh mengasihi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan senang melihat anak-anak-Nya datang menyembah Dia dengan hati yang sungguh-sungguh. Tuhan Yesus memberkati.

METANOIA
Ep 10: Sabar, semua ada waktunya

METANOIA

Play Episode Listen Later May 8, 2026 5:38


[Sabar, Semua Ada Waktunya]Sabar.
Semua ada waktunya.Kalimat ini sering aku ucapkan pelan pada diri sendiri,
saat harapan belum sampai di tempat yang aku inginkan.Sabar.
Semua ada waktunya.Aku ulangi kalimat yang sama,
ketika tanpa sadar mulai membandingkan hidupku
dengan hidup orang lain.Sabar.
Semua ada waktunya.Aku pegang kalimat ini erat-erat,
saat sesuatu yang sudah aku usahakan dengan sungguh-sungguh
ternyata belum juga berhasil tercapai.Sebagai manusia, kita sering terjebak pada kebiasaan yang melelahkan:
membandingkan diri dengan orang lain,
merasa hampa ketika gagal,
dan menganggap usaha yang sudah dilakukan sebagai sesuatu yang sia-sia.Kita ingin banyak hal tercapai dalam satu waktu.
Kita ingin semuanya berjalan cepat,
seolah hidup punya garis waktu yang sama untuk setiap orang. Padahal, ga ada satu pun usaha yang benar-benar sia-sia.
Semua yang kita jalani—bahkan yang terasa gagal—
adalah bagian dari jalan menuju tujuan kita. Jadi lebih baik, jadi lebih bijaksana, jadi lebih pintar.Kalau cita-citanya besar,
wajar aja perjalanannya tidak selalu lurus.
Naik dan turun bukan jadi tanda salah jalan,
tapi tanda bagus kalau kita sedang berjalan.Kalau cita-cita nya besar,wajar aja rasanya sedih, karena ini tandanya kalau kita masi peduli dan masih ingin tumbuh.Kadang kalau ada kegagalan, seringnya kita fokus sama hal buruknya. Kalau gak berhasil, kalo ada yang salah, kalo gagal. Tapi kita suka lupa apa yang bikin kita cinta sama tujuannya, apa yang bikin kita masih berjalan, apa yang udah kita buat, semua ide yang udah keluar dari kepala kita. Selalu inget semua hal baik yang udha berhasil tercapai, semua progress yang udah dibuat. Kamu tidak gagal, ini cuman jadi salah satu cerita dalam perjalanan. Hidup masih panjang, masih banyak hal yang bisa di coba. tenang… jangan lupa buat nikmatin hidup.. jangan lupa jangan jadi terlalu keras buat diri sendiri..tenang.. ada waktunyaayang terpenting:
jangan menyerah,
jangan takut,
dan teruslah mengusahakan yang terbaik,
jangan berhenti percaya sama diri sendiri Nikmati apa yang ada hari ini.
Nikmati prosesnya.
Karena perjalanan yang panjang
tidak hanya tentang tujuan,
tetapi juga tentang siapa kita yang tumbuh di sepanjang jalan.Hadir sepenuhnya di hari ini, di masa sekarang. Kadang kita terlalu ingin sampai cepat sampai kadang lupa hidup di masaa sekarang. 
Padahal, saat tujuan itu akhirnya tercapai,
justru momen-momen kecil di perjalannya yang buat warna. Selalu ada harapan.
Untuk setiap orang.Karena setiap kita diciptakan
dengan tujuan yang berbeda,
melalui jalan yang berbeda,Punya ritme nya sendiri, punya waktunya senndiri.
Tenang.
Semua ada waktunya.——————- “Between Pause and Purpose”Your twenties are messy.Full of chaos, mistakes, questions, and moments that shape who you are becoming.This METANOIA album captures that journey—learning when to pause, when to keep going, and how to find meaning in the middle of it all.A soundtrack for the in-between phase of life.Available every Friday, only on Spotify.METANOIAHappy listening ✨

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 8 Mei 2026 - Mengampuni dan hadirkan damai di hati

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 7, 2026 5:04


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 8 Mei 2026Bacaan: "Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh." (Amsal 12:16)Renungan: Biasanyasakit hati diawali rasa kecewa. Kadang perkataan yang mungkin tidak sengaja terucap dari orang terdekat sering membuat hati diri sendiri terluka. Umumnya, reaksi kebanyakan orang menanggapi rasa sakit itu adalah membalasnya secara spontan tanpa disengaja. Sebagian lagi ada yang membalasnya dengan halus tetapi terasa lebih menyakitkan bagi yang bersangkutan. Mungkin kebanyakan beranggapan membalaskan sakit hati seakan mengobati. Faktanya sebaliknya! Menyakiti kembali justru mendatangkan ketidaksejahteraan dalam hati, bahkan menimbulkan akar kepahitan yang sulit terobati. Dari berbagai kasus penyakit kronis yang sulit disembuhkan ternyata dapat berawal dari sakit hati yang sulit terobati. Mengapa? Sebab saat sakit hati tubuh kita meresponnya dengan melepaskan hormon kortisol yang membuat diri sendiri stres berkepanjangan. Sebaliknya, bila kita bisa mengelola dengan baik, bahkan mengabaikannya akan membawa pengaruh baik bagi diri sendiri. Saat kita melupakan dan mengabaikan sakit hati, kemudian menggantinya dengan melupakan dan berusaha bersukacita, hormon endorphin lebih banyak dikeluarkan oleh tubuh. Hormon endorphin membuat tubuh kita lebih imun, tahan terhadap serangan penyakit. Rasanya memang mustahil manusia tidak sakit hati. Namun bukan hal mustahil kita menyikapinya dengan benar. Contoh pengalaman Yusuf. Walau ia disakiti oleh saudara-saudaranya hingga berdampak hidupnya susah, Yusuf memilih untuk mengabaikannya kemudian belajar untuk memahami bahwa ada Tuhan yang adil kepada setiap orang. Jadi, daripada kita menyakiti diri sendiri dengan merespons secara negatif setiap cemooh yang terlontar dari mulut orang lain, alangkah bijaknya kita respons secara positif. Abaikan dan tidak membalasnya, kemudian bawa rasa sakit hati kita kepada Tuhan dengan mendoakan orang yang bersangkutan. Niscaya hidup kita diberkati. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah rasa sakit hatiku terhadap seseorang yang telah mengecewakan hatiku. Aku mau mengampuninya agar hatiku bebas merdeka sehingga damai-Mu kembali menguasai hatiku. Amin. (Dod).

Renungan Anak GKY Mabes
Tacitus dan Kebakaran di Roma (7 Mei)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 6, 2026 3:48


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tacitus dan Kebakaran di RomaDiambil dari: 1 Petrus 3:17  “Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.”Wonder Kids, hari ini kita belajar lagi tentang Tacitus, seorang penulis sejarah Romawi. Tacitus menulis bahwa pada zaman Kaisar Nero, kota Roma pernah mengalami kebakaran besar. Setelah itu, Nero menuduh orang-orang Kristen sebagai penyebabnya. Padahal, orang-orang Kristen bukan pelakunya. Mereka dijadikan kambing hitam supaya orang lain tidak curiga kepada Nero.Tacitus juga menulis bahwa orang-orang Kristen disebut demikian karena mereka adalah pengikut Kristus. Kristus sendiri, kata Tacitus, pernah dihukum mati pada zaman Pontius Pilatus. Jadi dari catatan ini, kita melihat dua hal penting: Yesus sungguh hidup dalam sejarah, dan orang-orang yang percaya kepada-Nya benar-benar pernah mengalami penderitaan karena iman mereka.Wonder Kids, mungkin kamu belum pernah mengalami penderitaan seperti orang Kristen pada zaman dulu. Tetapi bisa saja kamu pernah diejek karena berbuat benar, atau dianggap aneh karena memilih jujur, taat, dan tidak ikut-ikutan berbuat salah. Kadang-kadang melakukan yang benar memang tidak mudah. Tetapi firman Tuhan mengingatkan bahwa lebih baik menderita karena berbuat baik daripada karena berbuat jahat.Orang-orang Kristen pada zaman dulu tetap setia walaupun diperlakukan tidak adil. Mengapa? Karena mereka tahu bahwa Yesus juga pernah menderita. Yesus tidak membalas dengan kejahatan. Ia tetap taat kepada Bapa. Karena itu, saat kita mengalami hal yang tidak enak karena mau ikut Tuhan, kita bisa ingat bahwa Tuhan Yesus mengerti dan menolong kita untuk tetap setia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ingat satu kejadian saat kamu pernah diejek, disalahpahami, atau merasa tidak enak karena memilih melakukan yang benar. Lalu berdoalah dan minta Tuhan memberi kamu hati yang tetap setia.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tahu rasanya menderita dan diperlakukan tidak adil. Tolong aku supaya tetap berani melakukan yang benar dan tidak takut mengikuti Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: walaupun doing yang benar kadang tidak mudah, Tuhan Yesus selalu menolong anak-Nya untuk tetap setia. Tuhan Yesus memberkati.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 1 April 2026 - Menyatakan kebaikan Tuhan dengan mengasihi sesama

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 31, 2026 3:26


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 1 April 2026Bacaan: "Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! " (Filipi 4:5)Renungan: Suami Ibu Maria sudah lama meninggal. Kedua anaknya pun telah berumah tangga dan tinggal terpisah. Ajakan kedua anaknya untuk tinggal bersama mereka, ditolaknya. Ibu Maria memilih tinggal di rumahnya sendiri dan tetap berkarya. Hampir tiap hari ia merajut, membuat mantel-mantel kecil. Lalu, setiap akhir pekan, ia keluar membagikan mantel itu kepada anak-anak kecil yang ditemuinya, tanpa memungut bayaran. "Bahagia rasanya ketika melihat senyuman mereka yang menerima mantel rajutan saya. Sering saya membayangkan saat ini ada seorang anak yang merasakan kehangatan mantel buatan saya," ungkap Ibu Maria dengan mata berbinar. Kadang muncul anggapan, jika orang yang telah lanjut usia tinggal sendiri, pasti merasa kesepian. Ya, bisa saja anggapan itu benar. Tetapi, kita tahu, selama ada sesuatu yang bisa dikerjakan, maka rasa sepi tidak akan menguasai. Namun, yang utama adalah karena kita sadar masa hidup ada batasnya. Tuhan sudah dekat, sayang jika kita melewatkannya begitu saja. Teruslah berkarya dengan kata dan talenta yang Tuhan telah berikan, sehingga kehadiran kita dapat juga mendatangkan senyuman dan sukacita di hati sesama. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tolonglah aku agar dapat menyatakan kebaikan-Mu bagi setiap orang yang Engkau izinkan berjumpa dengan ku. Sehingga melalui kehadiranku mereka dapat merasakan kehadiran-Mu sendiri. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 1 Februari 2026 - Menerima hanya hal baik dalam pikiran

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 31, 2026 6:18


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 1 Februari 2026Bacaan: Tetapi kata raja: "Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?" (2 Samuel 16:10) Renungan: Truk sampah adalah truk yang digunakan untuk mengangkut sampah dari tempat-tempat sampah di pinggiran jalan raya menuju Tempat Pembuangan Akhir. Truk sampah selalu menebarkan aroma tak sedap di sepanjang jalan yang dia lalui. Kadang-kadang, kalau terlalu penuh dan pekerja pemungut sampahnya bekerja seenaknya, maka beberapa sampah, khususnya sampah plastik berjatuhan bahkan beterbangan ke mana-mana. Sehingga, aroma tak sedap itu tidak mudah berlalu dari tempat di mana sampah itu jatuh, sekalipun truk sampah itu sudah berlalu. Semakin penuh truk itu dengan sampah, semakin mudah sampah-sampah itu beterbangan. Kita bisa belajar sesuatu dari truk sampah. Karena diisi bahkan dipenuhi oleh sampah, maka ke manapun truk itu berada, hanya aroma tak sedap yang dia sebarkan, bahkan kadang sebagian sampah yang dia sebarkan. Di pihak lain, tidak mungkin ada orang yang mau terus menampung bau tak sedap atau menerima sampah tersebut. Demikian juga di dalam kehidupan kita, banyak orang yang hidupnya diisi bahkan dipenuhi dengan "sampah". Sehingga, ke manapun dia berada, baunya hanya bau "sampah". "Sampah-sampah" itu adalah kekuatiran, kegelisahan, kekecewaan, frustasi, kemarahan, kebencian dan dendam. "Sampah" itu tidak mungkin disembunyikan dan semakin banyak dia menampung "sampalı", maka dia semakin cepat membutuhkan tempat untuk membuangnya. Oleh sebab itu, tidak heran kalau di jalan-jalan, "sampah-sampah" itu bisa beterbangan dalam bentuk caci-maki, pertengkaran, dan perbuatan buruk lainnya. Kadang kitalah yang menjadi tempat pembuangan sampah-sampah itu. Hanya karena motor yang kita kendarai hampir menabrak mobilnya yang tiba-tiba mengambil jalur kita, dia marah dan mengeluarkan caci-maki yang sulit dihentikan. Seorang ibu pun bisa marah-marah kepada sopir angkot karena uang kembaliannya kurang lima ratus rupiah. Bahkan tanpa sebab seorang penyeberang jalan juga bisa marah-marah kepada kita sekalipun dia yang seenaknya menyeberang jalan. Tetapi, sebagaimana orang tidak mau menerima sampah, demikian juga seharusnya kita tidak perlu menerima caci-maki dan kemarahan itu di dalam hati kita. Jika kita menerimanya, maka lambat atau cepat kita juga akan membuang caci-maki dan kemarahan kepada orang lain. Dalam hal ini, Daud memberikan teladannya kepada kita. Ketika Simei mengutukinya, Daud berkata, "Biarkanlah dia dan biarkanlah ia mengutuk...." Sedangkan Abisai malah bereaksi keras, "Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkan aku menyeberang dan memenggal kepalanya." Menarik sekali sikap Daud, dia, tidak menyimpan perkataan kutuk itu di dalam hatinya, tetapi dia mengharapkan sesuatu yang baik dari Tuhan untuk menggantikan perkataan kutuk tersebut. Cara seperti itu sedikit banyak menolongnya untuk sanggup melanjutkan perjalanan yang penuh perjuangan itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hati yang mampu menolak perkataan dan tindakan yang menyakitkan dan menerima yang baik dan membangun. Amin. (Dod).