POPULARITY
Categories
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yohanes Sukardi dan Onny Pakendek dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Kisah Para Rasul 1: 1-11; Mazmur tg 47: 2-3.6-7.8-9; Efesus 1: 17-23; Matius 28: 16-20.SEMPURNA PADAANGKA 40 Renungan kita pada hari ini bertema: Sempurna Pada Angka 40. Seorang lelakimerayakan ulang tahunnya yang ke-40 dan putri sulungnya yang berusia 10 tahunmenulis catatan kecil kepadanya. Tulisan itu ditempelkan pada bingkisan kadoyang disiapkan ibunya. Bunyi tulisan itu seperti ini: "Bapak sempurna padaangka 40!" Bapaknya bertanya tentang maksud tulisannya, dan bocah ituberharap, agar ayahnya menjadi seorang bapak dan suami yang paling baik. Dalam kitab suci kita, angka 40 penting sekali. Maknanya ialah sudahlengkap dan sangat indah untuk dinikmati. Musa pergi ke gunung dan menikmatipertemuannya dengan Allah selama 40 hari dan 40 malam. Setelah itu ia mendapatdari Allah 10 perintah ilahi. Orang-orang Israel mengembara selama 40 tahunpersiapan untuk masuk ke tanah terjanji. Elia berjalan 40 hari di tengah padangbelantara menuju ke gunung Tuhan. Selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya, Yesusmenampakkan diri kepada para rasul-Nya sebelum mengutus mereka ke tengah dunia.Pada hari ke-40 Ia naik ke surga. Kata kunci di sini ialah sudah lengkap dan membuat kita merasagembira. Ini berarti kita di-bookinglengkap oleh Tuhan dengan tiket-tiket untuk berziarah di bumi ini sebagaipengikut-pengikut Kristus. Dengan begitu kita melangkah dalam optimismekristiani menuju ke surga. Yesus naik ke surga sebenarnya untuk memastikantiket-tiket itu bagi kita. Di dalam tiket itu tertulis beberapa menu santapanrohani yang membuat kita senang menikmati ziarah hidup kita. Menu pertama tertulis: “Tuhan yang bangkit selalu menyertai kita saat inidan sampai sepanjang masa”. Ia naik ke surga namun ia akan selalu hadir bersamakita setiap saat dalam bentuk yang berbeda. Ia menyertai kita dengan RohKudus-Nya. Menu kedua tertulis: “Tuhan yang bangkit memperkuat kita untukmelanjutkan karya-karya-Nya”. Kita menjalankan tugas-tugas, pelayanan danpanggilan kita dengan energi Yesus Kristus, gaya Yesus Kristus, hati-pikiranYesus Kristus dan berwajah Yesus Kristus. Menu ketiga tertulis: “Kalian adalah saksi-saksi-Ku ke seluruh pelosokdunia”. Melalui karya pewartaan yang dibantu dengan kemajuan teknologiinformasi saat ini, semua orang di dunia dapat memperoleh dengan mudahpesan-pesan dari Injil. Dan menu keempat tertulis: “Setiap dari kita adalahpara utusan resmi Yesus Kristus”. Kita harus konsisten dengan status kita“resmi” ini demi membedakan itu dari pihak-pihak yang terlanjur memakai Kristusuntuk kepalsuan atau kepentingan yang bukan Kristiani dan gerejani. Kiranya dengan tiket-tiket yang sudah jadi ini kita semakin menyanggupidiri kita untuk menyambut pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta dan siapuntuk dibimbing-Nya dalam setiap saat hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus, anugerahkan kami rahmat untuk selalu memandang kesurga sebagai tujuan kami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahAllah Sang Pencipta, Bukan CiptaanDiambil dari: Roma 1:25 (TB)“Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja serta menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya…”Wonder Kids, dalam beberapa bagian Injil Thomas, ada ajaran yang berbeda dengan Alkitab. Salah satu perbedaannya adalah tentang siapa Allah itu. Ada bagian yang terdengar seperti mengatakan bahwa Allah dan dunia ini pada dasarnya adalah satu. Cara berpikir seperti itu disebut pantheisme — yaitu keyakinan bahwa segala sesuatu adalah Allah. Tetapi Alkitab mengajarkan sesuatu yang berbeda.Dalam Kejadian 1:1 dikatakan: “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Artinya Allah adalah Pencipta. Dunia ini adalah ciptaan. Allah tidak sama dengan pohon, batu, gunung, atau manusia. Ia menciptakan semuanya, tetapi Ia berbeda dan lebih tinggi dari ciptaan-Nya.Dalam Yohanes 1:14 dikatakan bahwa Firman itu menjadi manusia. Itu berarti Yesus datang ke dunia — bukan karena Ia bagian dari dunia, tetapi karena Ia adalah Tuhan yang datang menyelamatkan dunia. Perbedaan ini sangat penting. Kalau kita menyembah ciptaan, kita salah arah. Kita harus menyembah Pencipta.Itulah sebabnya gereja mula-mula sangat berhati-hati. Tulisan yang mengajarkan sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran tentang Allah tidak bisa diterima sebagai firman Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pastikan kamu menyembah Allah yang benar — Allah yang menciptakanmu dan mengasihimu.Mari kita berdoa:Tuhan, Engkaulah Pencipta langit dan bumi. Tolong aku tidak menyembah hal-hal yang salah, tetapi hanya Engkau saja. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Kita menyembah Sang Pencipta — bukan ciptaan.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahBagaimana dengan Injil Thomas?Diambil dari: 2 Timotius 4:3-4 (TB)“Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat… mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya…”Wonder Kids, mungkin kamu pernah mendengar tentang “Injil Thomas.” Apakah itu bagian dari Alkitab? Pada tahun 1945 ditemukan kumpulan tulisan kuno di Nag Hammadi, Mesir. Salah satunya disebut Injil Thomas. Tulisan ini berisi sekitar 114 perkataan yang dikaitkan dengan Yesus. Namun tulisan ini muncul jauh lebih belakangan dibandingkan Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.Sebagian besar ahli percaya Injil Thomas ditulis sekitar tahun 140 Masehi atau lebih lambat. Itu berarti sudah lewat beberapa generasi setelah para rasul hidup. Selain itu, isi dan ajarannya tidak sepenuhnya sejalan dengan ajaran Injil yang sudah dikenal sejak awal. Itu sebabnya tulisan ini tidak termasuk dalam kanon. Ingat tiga ujian kanon yang sudah kita pelajari?Apakah berasal dari rasul atau saksi mata?Apakah sesuai dengan aturan iman?Apakah dipakai dan diterima secara luas sejak awal?Injil Thomas tidak memenuhi semua kriteria itu.Jadi bukan karena gereja “menyembunyikannya,” tetapi karena sejak awal tulisan itu tidak diakui sebagai firman Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jangan langsung percaya semua yang terdengar “rahasia” atau “baru.” Ujilah semuanya dengan firman Tuhan.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku mencintai ajaran yang sehat dan benar. Jauhkan aku dari ajaran yang menyesatkan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Tidak semua tulisan tentang Yesus adalah firman Tuhan. Tetapi firman Tuhan yang sejati telah diuji dan dipegang teguh sejak awal.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahUjian Kanon: Dipakai dan DiakuiDiambil dari: Kisah Para Rasul 2:42 (TB)“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan…”Wonder Kids, ada satu ujian lagi yang dipakai gereja mula-mula untuk mengenali kitab-kitab Perjanjian Baru. Ujian ketiga adalah: Apakah kitab itu dipakai secara luas dan diterima oleh jemaat sejak awal?Kalau sebuah kitab benar-benar berasal dari Tuhan, maka jemaat-jemaat di berbagai tempat akan membacanya, mengajarkannya, dan mengakuinya sebagai firman Tuhan. Kitab-kitab seperti Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes, dan surat-surat Paulus sudah digunakan sejak awal oleh banyak gereja. Mereka dibacakan dalam ibadah, diajarkan kepada jemaat, dan diterima sebagai pengajaran rasuli.Sebaliknya, ada tulisan-tulisan lain yang muncul belakangan dan tidak digunakan secara luas oleh gereja mula-mula. Tulisan-tulisan itu tidak lulus ujian ini. Artinya, kanon bukan diputuskan hanya oleh satu orang atau satu pertemuan. Itu adalah pengakuan yang bertumbuh secara alami di antara jemaat-jemaat yang setia kepada ajaran rasul. Seperti dalam Kisah Para Rasul 2:42, jemaat mula-mula bertekun dalam pengajaran rasul-rasul. Itulah standar mereka.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Bangun hidupmu di atas firman yang telah dipegang teguh oleh gereja sejak awal.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau memimpin gereja-Mu sejak awal untuk mengenali firman-Mu yang benar. Tolong aku bertekun dalam pengajaran yang benar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Firman Tuhan bukan hanya benar — ia telah diuji dan dipegang teguh oleh umat Tuhan sepanjang sejarah. Tuhan Yesus memberkati.
Berkirim doa melalui teks atau tulisan pada dasarnya adalah upaya mengkristalkan niat dalam bentuk informasi visual yang statis. Dalam perspektif Kalam Fisika Kuantum, tulisan bertindak sebagai cetak biru (blueprint) yang menetapkan arah dan tujuan energi secara presisi di dalam medan probabilitas. Namun, informasi yang tertahan di atas kertas atau layar perangkat digital ini masih bersifat potensial; ia memiliki struktur logika yang kuat namun belum memiliki daya dorong kinetik yang cukup untuk menggetarkan dawai-dawai realitas secara langsung. Tanpa langkah aktivasi lebih lanjut, doa tertulis hanyalah sebuah peta yang menunjukkan koordinat tujuan tanpa adanya pergerakan nyata untuk menempuh perjalanan tersebut. Agar doa tersebut mencapai resonansi yang maksimal dan mampu menembus kebisingan frekuensi rendah, tulisan tersebut harus diteruskan dengan dibacakan atau diucapkan secara lisan. Saat lisan bergerak dan suara bergetar, terjadi proses transduksi energi yang luar biasa, di mana niat abstrak diubah menjadi gelombang mekanik yang nyata dan memengaruhi atmosfer di sekelilingnya. Suara manusia memiliki kemampuan unik untuk menciptakan koherensi antara pikiran, jantung, dan sel-sel tubuh yang peka terhadap getaran. Dalam simfoni kosmik yang menyusun alam semesta, pengucapan doa adalah momen di mana kita tidak lagi sekadar mencatat nada di atas kertas, melainkan mulai memainkan instrumen biologis kita untuk berselaras dengan harmoni universal pada frekuensi yang lebih tinggi. Sinergi antara tulisan yang terarah dan suara yang bergetar menciptakan tanda tangan frekuensi (frequency signature) yang tajam dan memiliki daya tembus tinggi ke dalam medan kuantum. Tulisan memberikan ketajaman fokus agar niat tidak berpendar, sementara pembacaan memberikan amplitudo atau kekuatan yang diperlukan agar pesan tersebut beresonansi dengan "Pikiran Tuhan" atau kesadaran semesta. Oleh karena itu, membiasakan diri untuk melafalkan kembali doa yang telah ditulis adalah kunci untuk mengaktivasi potensi ilahiah di dalam diri. Dengan mengubah data teks menjadi vibrasi suara, kita tidak hanya sekadar mengirimkan pesan informasi, tetapi secara aktif sedang menata ulang atom-atom takdir melalui kekuatan resonansi yang murni dan tulus.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 19 Maret 2026Bacaan: "Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram. " (Mazmur 16:9) Renungan: Darcie seorang bayi yang berusia delapan bulan menderita tujuh tumor yang berisiko kanker dalam tubuhnya. Namun, bayi yang tidak mengerti akan apa yang terjadi pada dirinya, selalu tersenyum. Bahkan orang tuanya mengatakan senyum Darcie itu yang selalu memberi mereka kekuatan. Senyum Darcie tidak pernah lepas dari bibir mungilnya. la juga jarang menangis. Pada akhirnya dengan mujizat Tuhan, Darcie telah mengalami kesembuhan total dari tumor-tumor itu. Kita sering menjumpai tulisan-tulisan "senyum itu sehat", "senyum itu indah", "senyum membawa kebahagiaan", dan sebagainya. Tulisan ini ingin memberitahu kita betapa pentingnya senyum yang lahir dari hati, bagi hidup kita. Namun, sepertinya kita kurang memahami bagaimana cara mengekspresikan diri melalui senyum bahagia jika kondisi hati kita sedang galau. Kita adalah orang-orang yang sudah dewasa, berbeda dengan Darcie. Terkadang kita perlu bersikap seperti anak kecil yang seolah-olah tidak mengetahui masalah apa yang terjadi dan hanya tetap tersenyum. Seperti Darcie, karena ia adalah anak kecil, yang biasanya menangis di saat ia menderita sakit, namun yang terjadi adalah ia selalu menghiasi wajahnya dengan senyuman. la sepertinya telah mengabaikan rasa sakitnya dan memberikan semangat kepada orang tuanya melalui senyum manisnya, walau ia sendiri belum mengerti apa itu tersenyum. Kita harus berusaha bagaimana cara menjaga kondisi hati agar tetap bahagia. Seseorang yang menderita cacat kaki pernah ditanyai oleh seorang teman, "Bagaimana kamu bisa berani menghadapi dunia yang kejam ini dan memiliki begitu banyak teman?" "Penyakit ini hanya menyentuh kakiku dan tidak akan pernah menyentuh hatiku," jawabnya. Keadaan yang paling sulit untuk membuat kita tersenyum adalah saat sakit, entah itu sakit secara fisik maupun sakit hati dan perasaan. Lalu mengapa kita harus tetap tersenyum di kala sedang sakit? Karena dengan senyum yang berasal dari hati akan membuat kita menjadi jauh lebih baik. Kita juga dapat menaklukkan sakit yang kita hadapi. Hanya dengan usaha untuk tetap menjaga hati agar tenang, maka kita bisa berbahagia. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, Engkau adalah sumber sukacitaku. Aku mohon berikan kedamaian di hatiku agar mampu tersenyum bahagia sekalipun keadaan menyakitkan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 20 Februari 2026Bacaan: Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka." (Keluaran 3:7) Renungan: Seorang warga Perancis yang bernama Charney telah membuat kecewa Napoleon. Oleh karena itu dia dimasukkan ke dalam penjara. Dia merasa telah ditinggalkan oleh teman-temannya dan dilupakan oleh setiap orang di luar penjara. Dalam kesendirian dan keputusasaannya. Charney mengambil sebuah batu dan menggoreskannya pada dinding selnya dengan tulisan, "Tak seorang pun peduli". Suatu hari sebuah tunas hijau tumbuh menembus lantai penjara di tempat bekas sebuah batu yang telah diambilnya tersebut. Tunas itu menjulur ke arah terang yang masuk melalui jendela kecil di selnya. Setiap hari saat ada kesempatan keluar sel, Charney membawa air untuk menyirami tunas itu. Tunas itu terus bertumbuh dan akhirnya menjadi sebuah tanaman. Beberapa hari kemudian tanaman itu mengeluarkan sebuah kuncup bunga indah berwarna biru. Hari berganti hari, kuncup bunga itu akhirnya mekar dengan sangat indahnya. Di tengah-tengah kesendiriannya, Charney menghayati pertumbuhan tunas itu menjadi sebuah tanaman yang berbunga indah dan kemudian di atas goresan yang pertama, ia menggores dinding itu lagi dengan batu yang sama dengan sebuah tulisan, "Allah peduli". Tulisan itu bukan sekadar tulisan tanpa makna, tetapi Allah benar-benar mempunyai berkat bagi "tahanan itu". Di sel yang lain, seorang tahanan mempunyai anak perempuan yang diizinkan mengunjungi para tahanan. Dia juga menengok ke arah sel di mana Charney ditempatkan. Perempuan ini juga mendengar kasih Charney kepada sebuah tanaman yang tumbuh di selnya. Berita tersebut kemudian disampaikan kepada Ratu Josephine yang terkenal ramah. Ratu berkata, "Seorang yang mengasihi dengan sungguh dan memelihara sebuah bunga tidak akan menjadi seorang yang jahat." Sang Ratu kemudian membujuk Napoleon untuk membebaskan Charney dan Charney pun dibebaskan. Charney membawa bunganya ke rumah dan dengan hati-hati memelihara bunga tersebut. Hal itulah yang mengajarnya untuk percaya kepada Allah dan kepedulianNya terhadap orang lemah. Mungkin saat ini kita sedang mengalami pergumulan yang berat. Kira sedang mengalami kejatuhan dan kita merasa tidak ada orang yang peduli terhadap kita. Ingatlah bahwa Allah peduli kepada kita. Allah peduli akan pergumulan yang kita alami. Allah yang tidak berubah itu, yang telah mempedulikan umat Israel dalam penderitaan mereka di Mesir, Ia juga akan mempedulikan kita. Belajarlah akan kepedulian Allah terhadap alam semesta. Burung pipit dan bunga bakung pun dipedulikan Allah, masakan Allah tidak mempedulikan kita? Jangan berharap pada manusia, tetapi percayalah kepada Allah dan kepedulian-Nya kepada kita, serta nantikan pertolongan dan berkat-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku jika aku kurang percaya kepada-Mu. Sekarang aku bertambah yakin bahwa Engkau peduli terhadap umat-Mu yang mengalami pergumulan berat, termasuk kepadaku. Amin. (Dod).
Salah satu cita-cita saya adalah menjadi penulis novel science fiction. Ini nampaknya cita-cita yang sulit saya capai. Bukannya tidak bisa, tapi saya belum memiliki kesabaran dalam menulis. Tulisan saya terlalu singkat. Jebred. Harusnya lebih panjang lebar. Nampaknya masih harus belajar. Atau menyerah saja?Versi blog: https://rahard.wordpress.com/2025/11/16/masih-gagal-jadi-penulis-novel/
Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.
Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.
“Kita sadar, tapi tak satu pun berani bicara.” Tulisan dari kak Alfi Apa pendapat anda tentang episode ini? https://open.firstory.me/user/clkqb46r504pz01vegeva9445/comments Powered by Firstory Hosting
Sebuah Puisi: Ekdisis (Mlungsungi)Ditulis & Disuarakan oleh Ardi Kamal KarimaTulisan ini menggambarkan perjalanan batin yang penuh dengan luka, pertanyaan, dan pencarian makna. Kulit yang disebut sebagai "kota mati" melambangkan diri yang telah terkikis oleh pengalaman-pengalaman pahit, seolah-olah setiap selnya menjadi tembok rapuh yang menahan beban emosi dan keraguan. Penulis mempertanyakan apakah luka-luka yang dialami akan menjadi kekuatan ("sayap") atau hanya ilusi yang tak bermakna. Ritual "mlungsungi" (mungkin merujuk pada proses introspeksi atau pelepasan) dijelaskan sebagai kuburan tempat nama-nama masa lalu dikuburkan, seolah-olah identitas lama telah mati dan menjadi nisan yang bisu, tak lagi dikenang atau dihormati.Tubuh digambarkan sebagai pantai yang tercabik badai, dengan sungai-sungai yang mengalir ke masa lalu, membawa kenangan yang menyakitkan. Penulis berusaha melepaskan diri dari "kulit yang membatu," tetapi yang tersisa hanyalah bayang-bayang yang bersembunyi di antara hujan, merangkak seperti ulat, mencoba bertahan di antara retakan langit dan dahan-dahan yang menua. Gambaran ini melambangkan perjuangan untuk melepaskan diri dari masa lalu yang membebani, namun tetap terjebak dalam bayang-bayang yang tak bisa sepenuhnya dihilangkan.Di akhir tulisan, penulis merenungkan proses perubahan dan pelepasan diri, seperti ngengat yang memakan cahayanya sendiri atau ular yang mengganti kulitnya di laut beku. Laut itu diibaratkan ada di dalam dada, dengan gelombang suara yang akhirnya terdampar sebagai diam. Museum tubuh menjadi tempat bagi patung-patung yang belum selesai, simbol dari identitas yang terus berubah dan belum menemukan bentuk akhir. Tulisan ini diakhiri dengan gambaran tengkorak di tepi sungai, bukan sebagai kematian, melainkan sebagai "ekdisis terakhir" (proses pergantian kulit) dari perjuangan yang akhirnya menemukan henti. Penulis menyatakan bahwa semua ini dilakukan "demi puisi," seolah-olah puisi adalah cara untuk mengolah luka dan menemukan kedamaian dalam prosesnya.#ardikamal #literasi #penulis #dialogue #dialog #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia #filsafat #sastra #ardikamal #puisi #poem #poet #penyair #penyairindonesia #syaircinta #cinta #patahhati #manusia
Sebuah Dialog: Titik Yang Tak Pernah FinalDitulis & Disuarakan oleh Ardi Kamal KarimaTulisan ini menegaskan bahwa nilai tertinggi bukan terletak pada keberhasilan, melainkan pada kesungguhan dalam bertindak. Narator meminta pembaca untuk tidak membaca namanya, tetapi "luka di telapak kaki" yang merepresentasi perjalanan dan usaha menyelamatkan mawar dari kebakaran. Metafora ini menyiratkan bahwa upaya penyelamatan itu sendiri—meski mungkin gagal—adalah bentuk perlawanan terhadap finalitas. Seperti api yang terus menyala, proses tersebut menjadi simbol ketulusan dan keberanian menghadapi ketidakpastian. Hasil akhir (apakah mawar selamat atau tidak) sengaja diabaikan, karena puisi ingin menekankan bahwa makna hidup terletak pada kebertahanan, bukan pencapaian yang rigid.Penggunaan metafora alam (kebakaran hutan, mawar) menggarisbawahi pertarungan abadi antara kehancuran dan harapan. Kebakaran hutan bisa dilihat sebagai fenomena alam yang netral—ia menghancurkan, tetapi juga memurnikan. Api disebut "tulus" karena ia jujur pada sifat dasarnya: membakar tanpa pretensi. Namun, ambivalensi muncul ketika api dihadapkan pada upaya manusia (menyelamatkan mawar). Di satu sisi, api adalah musuh; di sisi lain, ia mengingatkan manusia tentang realitas mentah yang tak terbantahkan. Mawar, sebagai simbol keindahan atau cita-cita, hanya bisa dimaknai ketika ada upaya menyelamatkannya, sekalipun lingkungan sekitar sudah hancur. Ini mencerminkan siklus alamiah di mana manusia terus bergulat antara keputusasaan dan tekad.Tulisan ini juga mengandung kritik halus terhadap kecenderungan manusia terjebak dalam kata-kata ("sajak-sajak yang gagal"). Penyair mempertanyakan: apakah karya seni atau ekspresi manusia cukup berarti ketika dihadapkan pada realitas keras seperti api? Nama yang tak perlu dibaca kontras dengan luka di kaki—simbol pengalaman nyata yang tak terucapkan. Api yang "tulus" bisa dibaca sebagai ironi: kehancuran justru lebih jujur daripada upaya manusia yang sering dipenuhi ilusi. Namun, ambiguitas ini sengaja dipertahankan untuk menolak jawaban final. Judul "Titik yang Tak Pernah Final" merangkum semangat ini: hidup adalah rangkaian pertanyaan yang terus bergulir, bukan jawaban yang paten. Kegagalan pun menjadi saksi atas keberanian manusia untuk tetap bergerak dalam ketidaktahuan.#ardikamal #literasi #penulis #dialogue #dialog #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia #filsafat #sastra #ardikamal #puisi #poem #poet #penyair #penyairindonesia
Sebuah Dialog: Tentang Tuhan Yang Bermain CaturDengan ReruntuhanDitulis & Disuarakan oleh Ardi Kamal KarimaTulisan ini menggambarkan kehidupan sebagai papan catur yang retak, di mana manusia hanyalah bidak-bidak rapuh seperti daun yang diinjak roda sistem besar. Metafora "langkah-Nya terlalu cepat, tertukar dengan algoritma lalu lintas" menyiratkan ketidakberdayaan manusia di tengah percepatan modernitas yang dikendalikan oleh teknologi dan struktur tak kasatmata. Pertanyaan seperti "Apa arti 'skak mat' bila kita semua cuma pion yang dicat jadi ratu?" mengejek ilusi kekuasaan manusia, yang meski merasa menjadi "ratu", tetap terjebak dalam permainan hierarki sosial yang tak adil. Bahkan langkah-langkah hidup seolah direduksi menjadi data yang diatur oleh kekuatan di luar kendali manusia.Tulisan ini menelanjangi bagaimana agama dan penderitaan dijadikan komoditas. Gereja yang "menjual tisu saat air mata gratis" mengkritik institusi keagamaan yang memanfaatkan kesedihan untuk keuntungan, sementara "perusahaan asuransi yang menjanjikan langit tanpa badai" menyindir kapitalisme yang menawarkan keselamatan palsu. Billboard dianggap sebagai "altar baru", mencerminkan penyembahan terhadap konsumerisme, di mana Tuhan digambarkan sebagai "kurator di museum ilusi"—entitas yang jauh, sibuk mengurusi citra ketimbang substansi. Pertanyaan "Berapa harga tiket untuk duduk di barisan depan?" mengejek komersialisasi iman, di mana kedekatan dengan Yang Ilmu dijual layak barang dagangan.Tulisan ini diwarnai kegelisahan akan ketidakpastian hidup dan keheningan langit yang tak merespons. Gambaran "doa-doa terjebak di lift gedung pencakar langit" atau "Tuhan sedang rapat menentukan nasib" menyindir birokrasi ilahi yang dingin dan tak terjangkau. Tokoh seperti tunawisma yang menyebut surga sebagai "stasiun terakhir yang tak perlu ongkos" atau pilot yang melihat surga sebagai "zona waktu berbeda" mencerminkan kerinduan akan makna yang sederhana, jauh dari kompleksitas dunia. Pertanyaan repetitif seperti "bolehkah kita menuntut ganti rugi?" dan "jam berapa kita bisa klaim tuntutan?" mengekspresikan kekecewaan manusia terhadap ketidakhadiran jawaban, sekaligus ironi bahwa pada akhirnya, "kita hanya punya tombol berjalan"—simbol penerimaan pasrah dalam ketidakberdayaan.Ardi Kamal Karima#ardikamal #literasi #penulis #dialogue #dialog #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia #filsafat #sastra #ardikamal #puisi #poem #poet #penyair
Wigand Sugandi - 2 Timotius 3:15-16 (TB) Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 27 Maret 2024 Bacaan: Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka." (Keluaran 3:7) Renungan: Charney seorang warga Perancis yang telah membuat kecewa Napoleon. Oleh karena itu dia dimasukkan ke dalam penjara. Dia merasa telah ditinggalkan oleh teman-temannya dan dilupakan oleh setiap orang di luar penjara. Dalam kesendirian dan keputusasaannya, Charney mengambil sebuah batu dan menggoreskannya pada dinding selnya serta menulis kata2, "Tak seorang pun peduli". Suatu hari sebuah tunas hijau tumbuh menembus lantai penjara di tempat bekas sebuah batu yang telah diambilnya tersebut. Tunas itu menjulur ke arah terang yang masuk melalui jendela kecil di selnya. Setiap hari saat ada kesempatan keluar sel, Charney membawa air untuk menyirami tunas itu. Tunas itu terus bertumbuh dan akhirnya menjadi sebuah tanaman. Beberapa hari kemudian tanaman itu mengeluarkan sebuah kuncup bunga indah berwarna biru. Hari berganti hari, kuncup bunga itu akhirnya mekar dengan sangat indahnya. Di tengah-tengah kesendiriannya, Charney menghayati pertumbuhan tunas itu menjadi sebuah tanaman yang berbunga indah dan kemudian di atas goresan yang pertama, ia menggores dinding itu lagi dengan batu yang sama dengan sebuah tulisan, "Allah peduli". Tulisan tersebut bukan sekadar tulisan tanpa makna, namun Tuhan sungguh memberkati “tahanan itu”. Di sel lain, seorang narapidana memiliki seorang putri yang diperbolehkan mengunjungi para narapidana. Dia juga melihat ke arah sel tempat Charney ditempatkan. Wanita ini juga mendengar kecintaan Charney terhadap tanaman yang tumbuh di selnya. Kabar tersebut kemudian disampaikan kepada Ratu Josephine yang terkenal. Ratu berkata, "Orang yang benar-benar mencintai dan merawat sekuntum bunga tidak akan menjadi orang jahat." Ratu kemudian membujuk Napoleon untuk melepaskan Charney dan Charney pun dibebaskan. Charney membawa pulang bunganya dan mengawetkannya dengan hati-hati. Hal itulah yang mengajarnya untuk percaya kepada Allah dan kepedulian-Nya terhadap orang lemah. Mungkin saat ini kita sedang mengalami pergumulan yang berat. Kita sedang mengalami kejatuhan dan kita merasa tidak ada orang yang peduli terhadap kita. Ingatlah bahwa Allah tetap peduli kepada kita. Allah peduli akan pergumulan yang kita alami. Allah yang tidak berubah itu, yang telah mempedulikan umat Israel dalam penderitaan mereka di Mesir, la juga akan mempedulikan kita. Belajarlah akan kepedulian Allah terhadap alam semesta. Burung pipit dan bunga bakung pun dipedulikan Allah, masakan Allah tidak mempedulikan kita? Bentuk kepedulian Allah yang besar kepada kita adalah Dia mengutus Putera-Nya yang tunggal ke dunia hingga wafat di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, ampuni aku jika aku kurang percaya kepadaMu. Sekarang aku bertambah yakin bahwa Engkau peduli terhadap umat-Mu yang mengalami pergumulan berat, termasuk kepadaku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 25 Maret 2024 Bacaan: Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati." (Yohanes 11:32) Renungan: Sesudah perang dunia kedua, di salah satu gudang bawah tanah di Jerman ditemukan kata-kata berikut di sebuah tembok, "Aku percaya akan matahari meskipun di saat ia tidak memancarkan sinarnya; Aku percaya akan cinta meskipun aku tidak merasakannya; Aku percaya kepada Tuhan meskipun la diam." Tulisan di atas menggambarkan suatu keyakinan yang teguh kepada Tuhan meskipun dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk seseorang tetap percaya dan yakin kepada-Nya. Seringkali para pengikut Yesus merasa seolah-olah ditinggalkan Tuhan. Seolah-olah Tuhan diam dan tidak mau bertindak. Keadaan-keadaan seperti ini bisa saja membuat kita ragu akan kuasa-Nya dan kita bertanya-tanya apakah Tuhan masih mengasihi saya? Namun itulah yang dialami Maria dan adiknya Marta. Mereka kehilangan adik laki- laki mereka, yaitu Lazarus, yang mungkin saja menjadi tulang punggung bagi keluarga tersebut. Sebelumnya Maria dan Marta sudah mengirim pesan kepada Yesus bahwa Lazarus sakit keras, tetapi Yesus sengaja menunda datang ke Betania. Apakah Maria dan Marta kecewa atas penundaan Yesus untuk datang ke Betania, padahal mereka mempunyai hubungan yang cukup dekat dengan Yesus? Apakah Maria dan Marta jadi tawar hati dan tidak percaya lagi akan kuasa Yesus hanya karena Yesus seolah tidak mempedulikan mereka? Sama sekali tidak! Setelah empat hari Lazarus dikubur, Yesus datang ke Betania. Kedatangan-Nya disambut Maria dengan kata-kata, "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, sau- daraku pasti tidak mati." Kata-kata yang menyiratkan penyesalan atas ketidakhadiran Yesus, namun sekaligus merupakan pengakuan imannya. Maria dan juga saudaranya Marta sangat yakin akan kuasa Yesus yang bisa mengerjakan perkara-perkara ajaib di luar jangkauan akal manusia, termasuk menyembuhkan Lazarus saudara mereka. Perhatikanlah apa yang Alkitab tuliskan tentang ketiga bersaudara yaitu Maria, Marta dan Lazarus. Mereka adalah orang-orang yang dikasihi Yesus. Kita belajar bahwa kasih Tuhan tidak selamanya harus dinyatakan dengan cara menuruti semua kehendak kita. Ada kalanya Tuhan seolah-olah membiarkan kita. la sepertinya diam dan tidak mau tahu. Mengenai ketidakhadiran-Nya saat Lazarus menghadapi kematian, Yesus berkomentar, "Tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya..." Janganlah tawar hati dan tidak lagi percaya ketika diperhadapkan pada situasi dan keadaan di mana seolah-olah Tuhan sedang diam dan membiarkan kita. Justru di saat seperti itulah Tuhan sedang mengajar kita untuk tetap menaruh percaya kepadaNya. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, ampuni aku jika aku seringkali merasa ditinggalkan dan dilupakan oleh-Mu. Aku bersyukur untuk firman-Mu yang mengingatkan aku bahwa Engkau punya maksud-maksud tertentu ketika Engkau "diam". Amin. (Dod).
Banyak anak era digital di AS yang terbiasa mengetik di komputer belum tentu bisa menulis dan membaca tulisan sambung. Ini menguatkan desakan mengembalikan pengajaran tulisan sambung sejak SD. Sebuah sekolah dekat Los Angeles bahkan mulai mengajarkan kelas menulis ini sebelum pemda mewajibkannya.
sosial media besutan Meta yaitu Threads menjadi pesaing baru twitter. Pertanyaannya apakah ini benar benar akan sukses atau hanya fomo belaka?
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 14 April 2023 Bacaan: Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati." (Yohanes 11:32) Renungan: Sesudah perang dunia kedua, di salah satu gudang bawah tanah di Jerman ditemukan kata-kata berikut di sebuah tembok. "Aku percaya akan matahari meskipun di saat ia tidak memancarkan sinarnya: Aku percaya akan cinta meskipun aku tidak merasakannya: Aku percaya kepada Tuhan meskipun la diam." Tulisan di atas menggambarkan suatu keyakinan yang teguh kepada Tuhan meskipun dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk seseorang tetap percaya dan yakin kepada-Nya. Banyak kali pengikut Yesus merasa seolah-olah ditinggalkan Tuhan, seolah-olah Tuhan diam dan tidak mau bertindak. Keadaan-keadaan seperti ini bisa saja membuat kita ragu akan kuasa-Nya dan kita bertanya-tanya apakah Tuhan masih mengasihi saya? Namun itulah yang dialami Maria dan adiknya Marta. Mereka kehilangan adik laki- laki mereka, yaitu Lazarus, yang mungkin saja menjadi tulang punggung bagi keluarga tersebut. Sebelumnya Maria dan Marta sudah mengirim pesan kepada Yesus bahwa Lazarus sakit keras, tetapi Yesus sengaja menunda datang ke Betania. Apakah Maria dan Marta kecewa atas penundaan Yesus untuk datang ke Betania, padahal mereka mempunyai hubungan yang cukup dekat dengan Yesus? Apakah Maria dan Marta jadi tawar hati dan tidak percaya lagi akan kuasa Yesus hanya karena Yesus seolah tidak mempedulikan mereka? Sama sekali tidak! Setelah empat hari Lazarus dikubur, Yesus datang ke Betania. Kedatangan-Nya disambut Maria dengan kata-kata, "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati." Kata-kata yang menyiratkan penyesalan atas ketidakhadiran Yesus, namun sekaligus merupakan pengakuan imannya. Maria dan juga saudaranya Marta sangat yakin akan kuasa Yesus yang bisa mengerjakan perkara-perkara ajaib di luar jangkauan akal manusia, termasuk menyembuhkan Lazarus saudara mereka. Perhatikanlah apa yang Alkitab tuliskan tentang ketiga bersaudara yaitu Maria, Marta dan Lazarus. Mereka adalah orang-orang yang dikasihi Yesus. Kita belajar bahwa kasih Tuhan tidak selamanya harus dinyatakan dengan cara menuruti semua kehendak kita. Ada kalanya Tuhan seolah-olah membiarkan kita. la sepertinya diam dan tidak mau tahu. Mengenai ketidakhadiran-Nya saat Lazarus menghadapi kematian, Yesus berkomentar. "Tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu. supaya kamu dapat belajar percaya." Janganlah tawar hati dan tidak lagi percaya ketika diperhadapkan pada situasi dan keadaan di mana seolah-olah Tuhan sedang diam dan membiarkan kita. Justru di saat seperti itulah Tuhan sedang mengajar kita untuk tetap menaruh percaya kepadaNya. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, ampuni aku jika aku seringkali merasa ditinggalkan dan dilupakan oleh-Mu. Aku bersyukur untuk firman-Mu yang mengingatkan aku bahwa Engkau punya maksud-maksud tertentu ketika Engkau "diam". Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 11 April 2023 Bacaan: "Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka. Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir." (Keluaran 3:9-10) Renungan: Seorang warga Perancis yang bernama Charney telah membuat hati Napoleon tidak senang, oleh sebab itu dia dimasukkan ke dalam penjara. Dia merasa telah ditinggalkan oleh teman-temannya dan dilupakan oleh setiap orang di luar penjara. Dalam kesendirian dan keputusasaannya, Charney mengambil sebuah batu dan menggoreskannya pada dinding selnya serta menulis kata-kata, "Tak seorang pun peduli". Suatu hari sebuah tunas hijau tumbuh menembus lantai penjara di tempat bekas sebuah batu yang telah diambilnya tersebut. Tunas itu menjulur ke arah terang yang masuk melalui jendela kecil di selnya. Setiap hari saat ada kesempatan keluar sel, Charney membawa air untuk menyirami tunas itu. Tunas itu terus bertumbuh dan akhirnya menjadi sebuah tanaman. Beberapa hari kemudian tanaman itu mengeluarkan sebuah kuncup bunga indah berwarna biru. Hari berganti hari, kuncup bunga itu akhirnya mekar dengan sangat indahnya. Di tengah-tengah kesendiriannya, Charney menghayati pertumbuhan tunas itu menjadi sebuah tanaman yang berbunga indah dan kemudian di atas goresan yang pertama, ia menggores dinding itu lagi dengan batu yang sama dengan sebuah tulisan, "Allah peduli". Tulisan itu bukan sekadar tulisan tanpa makna, tetapi Allah benar-benar mempunyai berkat bagi "tahanan itu". Di sel yang lain, seorang tahanan mempunyai anak perempuan yang diizinkan mengunjungi para tahanan. Dia juga menengok ke arah sel di mana Charney ditempatkan. Perempuan ini juga mendengar kasih Charney kepada sebuah tanaman yang tumbuh di selnya. Berita tersebut kemudian disampaikan kepada Ratu Josephine yang ter- kenal ramah itu. Ratu berkata, "Seorang yang mengasihi dengan sungguh dan memelihara sebuah bunga tidak akan menjadi seorang yang jahat." Sang Ratu kemudian membujuk Napoleon untuk membebaskan Charney dan Charney pun dibebaskan. Charney membawa bunganya ke rumah dan dengan hati-hati memelihara bunga tersebut. Hal itulah yang mengajarnya untuk percaya kepada Allah dan kepedulian-Nya terhadap orang lemah. Mungkin saat ini kita sedang mengalami pergumulan yang berat. Kita sedang mengalami kejatuhan dan kita merasa tidak ada orang yang peduli terhadap kita. Ingatlah bahwa Allah peduli kepada kita. Allah peduli akan pergumulan yang kita alami. Allah yang tidak berubah itu, yang telah memedulikan umat Israel dalam penderitaan mereka di Mesir, la juga akan memedulikan kita. Belajarlah akan kepedulian Allah terhadap alam semesta. Burung pipit dan bunga bakung pun dipedulikan Allah, masakan Allah tidak memedulikan kita? Jangan berharap pada manusia, tetapi percayalah kepada Allah dan kepedulian-Nya kepada kita, serta nantikan pertolongan dan berkat-Nya. Tuhan Yesus memberkati. DOA: Tuhan Yesus, ampuni aku jika aku kurang percaya kepada-Mu. Sekarang aku bertambah yakin bahwa Engkau peduli terhadap umat-Mu yang mengalami pergumulan berat, termasuk kepadaku. Amin. (Dod).
Bagi orang zaman sekarang, mengenakan kehidupan seperti kehidupan yang dilakukan Paulus menjadi mustahil. Sulit sekali, bahkan mustahil. Tetapi kita percaya apa yang difirmankan Tuhan di Matius 19, “Apa yang mustahil bagi manusia, tidak mustahil bagi Allah.” Mari kita melihat beberapa contoh pernyataan Paulus, misalnya Filipi 1:21, “Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” Ayat... Continue reading → The post Implementasi Tulisan Rasul Paulus appeared first on Truth Voice.
Kali ini Patty merekomendasikan buku Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah. Buku asal Korea Selatan ini ditulis oleh Geulbaewoo dan versi terjemahannya diterbitkan oleh Penerbit Haru. Aku Bukannya Menyerah, Hanya Sedang Lelah berisi kumpulan esai-esai pendek untuk kamu yang sedang merasa lelah dan jadi tak memiliki minat terhadap apa pun. Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman penulis yang merasakan jatuh bangun untuk melalui hari demi hari demi mewujudkan mimpi. Tulisan di dalam buku ini akan memberimu tamparan-tamparan kecil yang mengingatkanmu untuk menjadi baik pada diri sendiri saat sedang menghadapi situasi apa pun. - Kunjungi channel Youtube Podluck Podcast Collective: https://www.youtube.com/podluckpodcastnetwork Follow media sosial Podluck Podcast: https://www.instagram.com/podluckpodcast https://www.twitter.com/podcastpodluck
10 Hari Awal Dzulhijjah Paling Mulia Sepanjang Masa adalah ceramah agama dan kajian Islam oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. pada Rabu, 6 Dzulhijjah 1443 H / 6 Juli 2022 M. Kajian Tentang 10 Hari Awal Dzulhijjah Paling Mulia Sepanjang Masa Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah sepuluh hari yang agung di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. […] Tulisan 10 Hari Awal Dzulhijjah Paling Mulia Sepanjang Masa ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Membaca Surah Al-Kafirun Sebelum Tidur merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Doa dan Dzikir yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 27 Dzul Qa’dah 1443 H / 27 Juni 2022 M. Lihat sebelumnya: Membaca Surah Al-Mulk Sebelum Tidur Kajian Tentang Membaca Surah Al-Kafirun Sebelum Tidur Bacaan yang biasa […] Tulisan Membaca Surah Al-Kafirun Sebelum Tidur ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Talbis Iblis Terhadap Orang-Orang Zuhud dan Ahli Ibadah ini adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 27 Dzul Qa’dah 1443 H / 27 Juni 2022 M. Kajian Islam Tentang Talbis Iblis Terhadap Orang-Orang Zuhud dan Ahli Ibadah Kita telah sampai pada pembahasan […] Tulisan Talbis Iblis Terhadap Orang-Orang Zuhud dan Ahli Ibadah ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Masalah-Masalah Yang Berkaitan Dengan Niat Shalat ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Kitab Shahihu Fiqhis Sunnah wa Adillatuhu yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Musyaffa Ad-Dariny, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 27 Dzul Qa’dah 1443 H / 27 Juni 2022 M. Download kajian sebelumnya: Tempat Yang Dilarang Untuk Shalat Kajian Tentang Masalah-Masalah Yang Berkaitan […] Tulisan Masalah-Masalah Yang Berkaitan Dengan Niat Shalat ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Mengingkari Kemungkaran Adalah Konsekuensi Iman merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Mukhtashar Shahih Muslim yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Ahad, 26 Dzul Qa’dah 1443 H / 26 Juni 2022 M. Kajian sebelumnya: Rasa Malu Semuanya Baik Kajian Hadits Mengingkari Kemungkaran Adalah Konsekuensi Iman Kita masih di bab […] Tulisan Mengingkari Kemungkaran Adalah Konsekuensi Iman ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Tempat-Tempat Diperbolehkannya Ghibah merupakan kajian Islam ilmiah oleh Ustadz Abdullah Taslim, M.A. dalam pembahasan kitab Kun Salafiyyan ‘alal Jaddah. Kajian ini disampaikan pada Sabtu, 25 Dzul Qa’dah 1443 H / 25 Juni 2022 M. Kajian Islam Tentang Tempat-Tempat Diperbolehkannya Ghibah Kita sampai pada pembahasan tentang tempat-tempat yang diperbolehkan kita melakukan ghibah padanya serta mengkritik orang yang […] Tulisan Tempat-Tempat Diperbolehkannya Ghibah ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Inilah 10 rahasia bahan dasar dari weight loss diet dari buku How Not To Diet karangan Michael Greger, MD. Syaratnya adalah Low in Addictive Foods, Low in Calorie Dense Foods, Low in Meat, Low in Refined Grains, Low in Salt, Low in Insulin Index, Microbiome Friendly, Rich in fruits and vegetables, Rich in Legumes dan Satiating. Kenapa ini semua jadi komponen pola makan untuk menurunkan berat badan? Jawabannya di episode podcast kali ini. Enjoy listening!
Orang Berilmu adalah Orang Kepercayaan Allah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim, M.A. pada Kamis, 23 Dzul Qa’dah 1443 H / 23 Juni 2022 M. Kajian sebelumnya: Empat Golongan Manusia Perusak Islam Ceramah Agama Islam Tentang Orang Berilmu adalah Orang Kepercayaan Allah Kita telah […] Tulisan Orang Berilmu adalah Orang Kepercayaan Allah ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Hukum Beristi’adzah dengan Selain Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Fathul Majid Syarh Kitab At-Tauhid. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. pada Rabu, 15 Dzulqa’dah 1443 H / 15 Juni 2022 M. Kajian Tentang Hukum Beristi’adzah dengan Selain Allah Subhanahu wa Ta’ala Kita telah sampai pada باب من […] Tulisan Hukum Beristi’adzah dengan Selain Allah Subhanahu wa Ta’ala ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Keistimewaan Shalat Ashar – Surah Al-Baqarah 238-239 adalah kajian tafsir Al-Quran yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Kajian ini beliau sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan Rodja TV pada Selasa, 21 Dzul Qa’dah 1443 H / 21 Juni 2022 M. Download kajian sebelumnya: Hukum Mentalak Sebelum Menyentuh Keistimewaan Shalat Ashar – […] Tulisan Keistimewaan Shalat Ashar – Surah Al-Baqarah 238-239 ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Empat Perkara Untuk Menjaga Kesehatan Hati merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Mendidik Anak Tanpa Amarah. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 21 Dzul Qa’dah 1443 H / 21 Juni 2022 M. Kajian sebelumnya: Kehidupan Hati Adalah Kunci Sabar Empat Perkara Untuk Menjaga Kesehatan Hati Pada kesempatan yang lalu telah […] Tulisan Empat Perkara Untuk Menjaga Kesehatan Hati ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kewajiban Berpuasa Dibulan Ramadhan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 21 Dzul Qa’dah 1443 H / 21 Juni 2022 M. Kajian sebelumnya: Hadits Wajibnya Zakat Kewajiban Berpuasa Dibulan Ramadhan وعنهُ أَنَّ رسولَ […] Tulisan Kewajiban Berpuasa Dibulan Ramadhan ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Hukum Mentalak Sebelum Menyentuh – Surah Al-Baqarah 236 adalah kajian tafsir Al-Quran yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Kajian ini beliau sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan Rodja TV pada Selasa 14 Dzul Qa’dah 1443 H / 14 Juni 2022 M. Download kajian sebelumnya: Masa Iddah Wanita Ditinggal Mati Suami Hukum […] Tulisan Hukum Mentalak Sebelum Menyentuh ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Hukum Bernadzar Untuk Selain Allah adalah ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Fathul Majid Syarh Kitab At-Tauhid. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. pada Rabu, 15 Dzulqa’dah 1443 H / 15 Juni 2022 M. Kajian Tentang Hukum Bernadzar Untuk Selain Allah Termasuk kesyirikan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah bernadzar untuk selain Allah […] Tulisan Hukum Bernadzar Untuk Selain Allah ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Tamimah Termasuk Kesyirikan adalah ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. langsung dari Masjid Al-Barkah, Cileungsi. Pada Sabtu, 11 Dzul Qa’dah 1443 H / 11 Juni 2022 M. Lihat kumpulan mp3 kajian menguak misteri kesyirikan. Kajian Tentang Tamimah Termasuk Kesyirikan Tamimah adalah setiap yang digantungkan pada orang-orang sakit, anak-anak kecil, hewan-hewan dan yang semisalnya […] Tulisan Tamimah Termasuk Kesyirikan ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Talbis Iblis Dalam Perkara Amar Ma’ruf Nahi Munkar ini adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 13 Dzul Qa’dah 1443 H / 13 Juni 2022 M. Kajian Islam Tentang Talbis Iblis Dalam Perkara Amar Ma’ruf Nahi Munkar Ibnul Jauzi mengatakan bahwa pelaku […] Tulisan Talbis Iblis Dalam Perkara Amar Ma’ruf Nahi Munkar ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
10 Hak Anak Atas Ayahnya adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Furqan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 13 Dzul Qa’dah 1443 H / 13 Juni 2022 M. Kajian sebelumnya: Orang Tua Wajib Bertakwa Kepada Allah Dalam Urusan Anak-Anaknya 10 Hak Anak Atas Ayahnya Pada […] Tulisan 10 Hak Anak Atas Ayahnya ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kehidupan Hati Adalah Kunci Sabar merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Mendidik Anak Tanpa Amarah. Kajian ini disampaikan pada Selasa 14 Dzul Qa’dah 1443 H / 14 Juni 2022 M. Kajian sebelumnya: Jadikanlah Kemarahanmu Ibarat Garam Bagi Masakan Kehidupan Hati Adalah Kunci Sabar Kehidupan hati adalah kunci. Karena menahan […] Tulisan Kehidupan Hati Adalah Kunci Sabar ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Membaca Surah Al-Mulk Sebelum Tidur merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Doa dan Dzikir yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 13 Dzul Qa’dah 1443 H / 13 Juni 2022 M. Lihat sebelumnya: Membaca Surah Az-Zumar Sebelum Tidur Kajian Tentang Membaca Surah Al-Mulk Sebelum Tidur Surah Al-Mulk ini […] Tulisan Membaca Surah Al-Mulk Sebelum Tidur ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Rasa Malu Semuanya Baik merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Mukhtashar Shahih Muslim yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Ahad, 12 Dzul Qa’dah 1443 H / 12 Juni 2022 M. Kajian sebelumnya: Perumpamaan Mukmin Seperti Pohon Alang-Alang Kajian Hadits Rasa Malu Semuanya Baik Kita telah sampai pada bab […] Tulisan Rasa Malu Semuanya Baik ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Menutup Aurat Ketika Shalat ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Kitab Shahihu Fiqhis Sunnah wa Adillatuhu yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Musyaffa Ad-Dariny, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 13 Dzul Qa’dah 1443 H / 13 Juni 2022 M. Download kajian sebelumnya: Tempat Yang Dilarang Untuk Shalat Kajian Tentang Menutup Aurat Ketika Shalat Pada […] Tulisan Menutup Aurat Ketika Shalat ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Tafsir Ali Imran Ayat 52-53 – Para Rasul Tidak Mengetahui Perkara Ghaib adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Ayat-Ayat Ahkam. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Kamis, 9 Dzul Qa’dah 1443 H / 09 Juni 2022 M. Tafsir Ali Imran Ayat 52-53 – Kisah Al-Hawariyyun Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: فَلَمَّا […] Tulisan Para Rasul Tidak Mengetahui Perkara Ghaib ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Di part yang ke 2, dokter Michael Greger membahas 17 bahan dasar dari weight loss diet. Mulai dari anti-inflamasi, Clean/Bersih, Tinggi serat, Tinggi Air, Rendah Glycemic Load, Rendah lemak dan Rendah gula tambahan. Itulah 7 ciri-ciri yang pertama yang dirangkumkan di part 2 ini. Semua pembahasannya berbasis bukti penelitian dan masuk akal banget deh pokoknya! Enjoy listening!
Obesitas itu disebabkan oleh apa sih? Kurang rajin olahraga? Atau karena asupan makanan? Ini sudah menjadi perdebatan di dunia kesehatan, walaupun sebenarnya jawabannya jelas, yaitu makanan. Eh, tapi bukannya genetik perannya lebih besar ya dari makanan? Kamu akan jawabannya dari rangkuman buku How Not To Diet part 1. Buku ini ditulis oleh Michael Greger, MD (@michaelgregermd), Founder dari nutritionfacts.org (@nutrition_facts_org) Yang diberikan buku ini adalah bukan success story, tapi evidence based information (informasi dari bukti ilmiah) mengenai pola makan terbaik untuk memiliki berat badan ideal. Enjoy listening!
Keutamaan Shalat Dimalam Al-Qadar adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 16 Syawal 1443 H / 17 Mei 2022 M. Kajian sebelumnya: Shalat Malam Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Keutamaan Shalat Dimalam Al-Qadar […] Tulisan Keutamaan Shalat Dimalam Al-Qadar ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Hukum Menyusui Anak – Surah Al-Baqarah 233 adalah kajian tafsir Al-Quran yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Kajian ini beliau sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan Rodja TV pada Selasa, 16 Syawal 1443 H / 17 Mei 2022 M. Download kajian sebelumnya: Menikah Harus dengan Wali – Surah Al-Baqarah 232 Hukum […] Tulisan Hukum Menyusui Anak – Surah Al-Baqarah 233 ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Buku the China Study adalah salah satu buku di dunia kesehatan yang sempet heboh dan bahkan sampai sekarang pun masih suka dibicarakan. Apa lagi di dunia plant-based, vegetarian dan vegan. Sosok T. Colin Campbell, PhD, seorang dosen di Cornell University ini banyak memiliki pengaruh di dunia nutrisi. Beliau adalah orang dibalik istilah "whole food plant-based" atau sering disingkat WFPB. Dari pengalaman perjalanan kehidupannya sebagai seorang peneliti, pertama-tama pada tikus, namun kemudian pada manusia, membuat dia yakin bahwa pola makan nabati adalah yang terbaik. Dari seorang yang yakin bahwa protein hewani adalah yang terbaik untuk mengisi "protein gap" pada orang-orang malnutrisi di negara berkembang, pandangannya berubah setelah melihat orang-orang di Cina, yang didokumentasinya di dalam buku the China Study ini. Selamat mendengarkan!