Commune in Cluj, Romania
POPULARITY
Categories
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 12 September 2026Bacaan: Lagi kata Ruben kepada mereka: "Janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia" — maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya." (Kejadian 37:22) Renungan: Perang itu sangat kejam. Inilah yang terjadi dalam perang Korea. Tidak peduli apakah mereka satu bangsa atau tidak, perang tetap menghancurleburkan baik benda hidup atau pun benda mati. Pengungsian besar-besaran terjadi dari utara ke selatan. Dalam keadaan yang memprihatinkan dengan barang seadanya, mereka berusaha melintasi batas kedua belah pihak yang berseteru. Karena kemiskinan itu, membuat mereka suka mencuri, khususnya barang-barang yang dibawa oleh tentara Amerika dengan memakai kereta api. Hasil dari curian itu biasanya dijual untuk mendapatkan uang guna membeli makanan. Suatu ketika beberapa orang anak kecil sedang mencuri arang dari kereta api yang diangkut oleh tentara Amerika. Tanpa diketahui tiba-tiba tentara Amerika datang dan mengusir mereka. Dengan penuh ketakutan mereka lari tunggang langgang untuk menyelamatkan diri. Ada seorang anak kecil yang ikut mencuri, menghentikan larinya saat ia melihat sebuah arang yang jatuh di bawah kereta api. Ia mulai merangkak di bawah kereta api itu hanya untuk mengambil sebuah arang, padahal kereta api sudah mulai berangkat. Orang-orang berteriak memberitahu anak tersebut, tetapi mereka hanya berteriak dan tidak bertindak apa-apa. Kemudian ada seorang muda berusaha menarik anak itu dari bahaya terlindas kereta api, tetapi malang, ia terpeleset jatuh. Masih dalam keadaan terjatuh ia berteriak kepada anak tersebut, "Cepat lari, jauhi saya!" Anak tersebut tidak tega dan sambil menangis berkata, "Tidak!" Tetapi dengan tenaga yang ada dan dengan tangan yang masih bisa menjangkau tubuh anak tersebut, orang muda itu mendorong kuat2 anak tersebut sehingga terlempar jauh dari kereta. Tak lama berselang terdengar suara kertakan tulang-tulang yang terlindas roda-roda kereta api. Itu adalah suara tulang-tulang orang muda tersebut. Orang muda itu mati secara mengenaskan dengan beberapa bagian tubuh yang terlepas. Anak tersebut hanya bisa menangis dan terus menangis di tengah kesibukan orang mengumpulkan potongan mayat orang muda itu. Orang muda yang mati untuk menolong anak itu adalah kakaknya sendiri. Itulah kasih seorang kakak, yang sudi menolong adiknya sampai mengorbankan dirinya sendiri. Kasih yang terbukti besar di tengah-tengah perang yang sedang berkecamuk. Walaupun saat ini kasih kebanyakan orang sudah menjadi hambar, termasuk kepada keluarga, tetapi kita dituntut untuk tetap menampakkan kasih itu. Kisah pembunuhan seorang anggota keluarga terhadap saudara-saudaranya, pembunuhan anak terhadap ayahnya, pemerkosaan ayah terhadap anaknya, membuktikan bahwa kasih terhadap keluarga pun semakin hambar Di tengah-tengah situasi seperti itu. Marilah kita membangkitkan semangat mengasihi anggota keluarga kita, seperti yang ditunjukkan Ruben kepada Yusuf. Kita mulai dari diri kita untuk mengasihi anggota keluarga kita yang lain. Niscaya Allah akan memberkati keluarga kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur Engkau menempatkan aku di tengah-tengah keluargaku. Kuatkan aku untuk bisa menunjukkan kasih kepada anggota keluargaku. Aku rindu semua anggota keluargaku mengutamakan kasih. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 7 September 2026Bacaan: "Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar." (Yakobus 3:5) Renungan: Siapakah di antara kita yang tidak pernah tersakiti oleh perkataan seseorang? Demikian pula sebaliknya, siapakah di antara kita yang tidak pernah menyakiti hati seseorang dengan perkataan kita? Tidak ada! Suatu hari saya sangat terkejut dengan perkataan seorang teman yang sangat menusuk hati. Berhari-hari perkataannya yang tajam terngiang-ngiang di telinga. la bersikap biasa saja tanpa menyadari bahwa perkataannya telah melukai hati orang lain. Peristiwa ini adalah contoh sederhana yang seringkali terjadi di dalam kehidupan kita. Dengan demikian, berhati-hatilah dengan lidah kita. Firman Tuhan mengatakan bahwa lidah adalah anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara besar, baik perkara yang membangun kehidupan seseorang, ataukah perkara menaburkan kepahitan dan luka hati. Dengan demikian, jadilah bijak dalam berkata-kata. Jauhilah perkataan-perkataan yang tajam di dalam kosa kata kita, dan belajarlah untuk berkomunikasi dengan baik dan benar sehingga kita tidak melihat perlunya mempergunakan perkataan-perkataan yang tajam dan menusuk hati untuk melampiaskan kemarahan ataupun kekesalan hati kita. Memang tidaklah mudah untuk mengekang lidah, namun bukan berarti kita tidak mampu untuk melakukannya. Yakobus memberikan contoh tentang tali kekang pada kuda yang harus diatur dan dipegang oleh si penunggang, sehingga ia dapat mengendalikan seluruh tubuhnya. Pertanyaannya, siapakah si penunggang kuda yang mengontrol lidah kita? Apakah diri kita, ataukah firman Tuhan? Jika kita belajar untuk membiarkan Tuhan menjadi pemegang tali kekang perkataan kita, maka kita akan memiliki kepekaan yang lebih tajam ketika perkataan kita menyakiti seseorang. Demikian pula, ketika kita disakiti, kita lebih mampu untuk mengontrol rasa sakit hati kita dengan bereaksi lebih cepat untuk melepaskan pengampunan. Jika saat ini kita berada dalam situasi yang tersakiti dengan perkataan orang lain, ingatlah bahwa kita pun memiliki catatan sejarah kehidupan menyakiti orang lain. Jadi ampunilah karena betapa ruginya diri kita ketika menyimpan kesalahan orang lain. Jika saat ini kita di pihak yang menyakiti karena kita tidak dapat mengontrol emosi kita, perhatikanlah, dan belajarlah dari tugas seorang customer service di mana mereka dituntut oleh perusahaan untuk tetap memakai kata-kata yang baik dan sopan, sekalipun mereka diperhadapkan pada customer yang menyebalkan dan marah-marah kepadanya. Mereka bisa melakukannya karena sudah terlatih. Mengapakah kita tidak melatih diri kita menjadi Customer Service Kerajaan Sorga? Akhirnya, hikmat kesadaran kita yang tinggi akan jabatan kita sebagai anak-anak Tuhan akan memberikan kita kekuatan supranatural untuk mengontrol perkataan lidah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kemampuan untuk mengekang lidahku, sehingga aku tidak ceroboh di dalam berkata-kata yang bisa menyakitkan hati orang lain. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 28 Agustus 2026Bacaan: "Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna." (1 Korintus 13:2) Renungan: Di negeri Tiongkok, ada seorang yang sangat kaya raya mempunyai seorang hamba yang sangat lugu, sehingga orang-orang menyebutnya si bodoh. Suatu hari, sang tuan meminta hambanya yang lugu ini, untuk menagih hutang kepada penduduk di suatu desa. Uang hasil tagihannya itu harus dibelikan sesuatu yang belum dimiliki oleh tuannya. Akhirnya berangkatlah hamba ini dan menagih hutang. Setelah semuanya selesai ia mulai berpikir apa yang harus dia beli untuk tuannya. Akhirnya, ia kembali ke desa itu dan membagi-bagikan uang itu kepada penduduk setempat sambil berkata, "Tuanku, memberikan uang ini kepada kalian." Para penduduk pun bergembira dan memuji kebaikan hati sang tuan tersebut. Kemudian pulanglah hamba yang lugu ini dan memberitahukan kepada tuannya bahwa tugas yang diberikan kepadanya selesai. Sang tuan hanya bisa menggelengkan kepala melihat kebodohan hambanya ini. Suatu ketika terjadilah kelaparan yang hebat. Karena bencana kelaparan tak kunjung selesai, akhirnya tuan ini mengalami kebangkrutan. Harta yang dimiliki dijualnya untuk biaya hidupnya. Pada akhirnya tuannya terpaksa mengungsi ke kampung sebelah bersama hambanya yang lugu tadi. Mereka disambut oleh penduduk setempat dengan ramah, diberi makan dan tumpangan. Tentu saja sang tuan bingung. Akhirnya si hamba bercerita bahwa mereka adalah masyarakat yang pernah ia berikan uang atas nama tuannya, pada saat tuannya menyuruhnya membelikan sesuatu yang belum dipunyainya. Menurut hambanya ini, yang belum dipunya sang tuan adalah cinta di hati masyarakat tersebut. Saat ini adalah saat tuannya tersebut menerima hasil dari cinta kasih yang dulu pernah ditaburkan oleh hambanya dalam bentuk pembagian uang tersebut. Apa yang kita lakukan saat ini, mungkin hasilnya tidak dapat kita rasakan dengan segera. Namun, satu hal yang harus kita tahu, Tuhan tidak pernah berhutang. Apapun yang pernah kita berikan kepada orang lain yang paling membutuhkan, sesungguhnya sedang kita berikan untuk Tuhan. Mari menabur dengan cinta untuk orang lain, karena suatu hari kelak, kita akan mendapatkan tuaiannya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tambahkanlah roh cinta kasih-Mu dalam diriku agar hatiku selalu peka melihat penderitaan orang-orang di sekitarku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Kebangkitan Yesus Hanya Roh Saja? Diambil dari: Roma 8:11 “Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa mungkin Yesus tidak sungguh bangkit dengan tubuh-Nya. Mereka berpikir mungkin yang bangkit hanya roh-Nya saja. Tetapi Alkitab tidak mengajarkan seperti itu. Alkitab menunjukkan bahwa Yesus sungguh bangkit, dan kebangkitan-Nya benar-benar nyata.Mengapa ini penting? Karena bagi orang Yahudi pada zaman itu, kebangkitan bukan berarti roh seseorang hidup terus tanpa tubuh. Mereka mengerti kebangkitan sebagai tubuh yang dibangkitkan dari kematian. Jadi waktu para murid memberitakan bahwa Yesus bangkit, mereka tidak sedang berkata bahwa hanya jiwa-Nya hidup di surga. Mereka sedang berkata bahwa kubur-Nya kosong dan Yesus hidup kembali dengan nyata.Kalau kebangkitan Yesus hanya rohani saja, tubuh-Nya pasti masih ada di kubur. Tetapi kita sudah belajar bahwa kubur itu kosong. Itulah sebabnya kebangkitan Yesus sangat penting. Yesus menang atas kematian dengan sungguh-sungguh. Bukan pura-pura. Bukan hanya di dalam perasaan murid-murid. Yesus benar-benar hidup.Roma 8:11 juga berkata sesuatu yang indah sekali. Roh yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati juga akan menghidupkan tubuh kita yang fana. Artinya, keselamatan Tuhan bukan hanya untuk jiwa kita. Tuhan juga punya rencana kemuliaan bagi tubuh kita. Suatu hari nanti, orang-orang yang percaya kepada Yesus akan dibangkitkan dan hidup bersama-Nya selama-lamanya.Wonder Kids, ini memberi kita pengharapan yang besar. Tubuh kita sekarang bisa sakit, lelah, lemah, dan akhirnya mati. Tetapi kematian bukan akhir bagi anak Tuhan. Karena Yesus bangkit, kita juga punya pengharapan akan kebangkitan. Tuhan tidak hanya menyelamatkan sebagian dari hidup kita. Tuhan menebus kita sepenuhnya.Jadi, kebangkitan Yesus bukan sekadar ide yang indah. Kebangkitan Yesus adalah peristiwa nyata yang menjadi dasar pengharapan kita. Kalau Yesus sungguh bangkit, maka kita tidak perlu takut menghadapi kematian. Dan kalau Roh Tuhan diam di dalam kita, kita punya jaminan bahwa hidup kita ada di tangan-Nya.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak hanya bangkit secara rohani, tetapi sungguh hidup dengan kemenangan atas maut. Terima kasih karena kebangkitan-Mu memberi aku pengharapan yang besar. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu dan hidup dengan sukacita karena Engkau hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus sungguh bangkit dengan nyata, dan karena itu anak-anak Tuhan punya pengharapan yang hidup. Tuhan Yesus memberkati
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Josephine dan Elisabeth Retno Adrianti dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Korintus 1: 1-9; Mazmur tg 145: 2-3.4-5.6-7; Matius 24: 42-51.HIDUP DALAM KELIMPAHAN RAHMAT Renungan kita pada hari ini bertema: Hidup Dalam Kelimpahan Rahmat. Kitaberuntung memiliki Tuhan yang mengizinkan kita untuk bercita-cita tinggi,setinggi dan sesempurna Dia sendiri. Kita diberi kemungkinan untuk memikirkanadanya sebuah kelimpahan. Kita mendoakan itu dan pelajari juga. Kita katakanTuhan Allah itu sungguh berlimpah dan kita juga percaya kalau diberikan karuniayang berlimpah. Monika adalah seorang ibu yang hidup dengan menikmati kelimpahan rahmatTuhan, atas kesalehan dan kesetiaannya kepada Kristus. Dengan modal yang cukupitu, ia bekerja dan berusaha dengan segala kekuatannya supaya suaminya yangbelum Kristen dan anaknya Agustinus yang sangat duniawi dapat mengenal Kristusdan menjadi orang Kristen yang benar. Semua kerja keras dan pengorbanannyaberbuah indah pada waktunya. Ini cukupuntuk mengatakan bahwa hidup dalam kelimpahan rahmat adalah bagian utama imankita. Jika Ia tidak menyediakan kelimpahan itu bagi kita, sangat mungkin itubukan Tuhan yang kita percaya. Tetapi Tuhan harus mengungkapkan diri-Nya. Iabukan Tuhan yang tertutup atau tersembunyi dan sangat jauh dari kita. Jemaat Kristen di kota Korintus bertumbuh dalam suatu atmosfir rohanidengan kelimpahan rahmat dan karunia Tuhan. Pertumbuhan ini menyenangkan danmembanggakan Santo Paulus yang punya tanggung jawab menjaga dan memeliharajemaat ini. Paulus mendoakan dan mohon berkat bagi mereka, semoga Tuhan kitaYesus Kristus menambah dan melimpahkan kasih untuk menguasai hidup merekasemua. Suatu pertumbuhan dan kesaksian hidup yang benar dan baik memang harusdidukung agar berkembang lebih baik lagi. Sebaliknya, sikap tidak mendukung dantidak peduli harus dapat dihindari. Di dalam kelimpahan rahmat itu kita sungguh menikmati kehadiran Tuhan yangmengaruniakan berbagai berkat kepada kita. Salah satu karunia yang pentingsekali ialah kesiap-sediaan atau kewaspadaan. Orang yang siap sedia dan waspadaialah yang penuh harap, suka cita dan bersemangat bahwa Tuhan menyatakankehendak-Nya dalam saat apa pun. Sikap yang berlawanan adalah malas, acuh takacuh atau tak peduli akan kehadiran dan perbuatan-perbuatan Tuhan. Ini tandanyakalau orang tidak bersyukur atas kelimpahan rahmat Tuhan, dan menjadikan itusebagai motivasi iman untuk bertumbuh lebih baik lagi. Jadi warta gembira bagi kita ialah, Tuhan yang maha kuasa dalamkelimpahan-Nya hendak berbagi dengan kita dalam setiap waktu, tinggal gilirankita saja untuk menerima dan hidup di dalam kelimpahan rahmat-Nya itu. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Berkat kelimpahan rahmatMu, ya Bapa, kami boleh memasukihari yang baru ini, selain untuk menikmati setiap bentuk kemuliaan-Mu, kamijuga mendapat kesempatan untuk berbuat sesuai dengan panggilan dan tugas-tugaskami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 24 Agustus 2026Bacaan: "Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun." (Mazmur 133:1)Renungan: Ada sebuah keluarga yang memiliki dua orang anak. Pekerjaan sehari-hari mereka adalah petani, yang seorang telah menikah dan yang lainnya belum. Ketika hari mulai senja, mereka selalu membagi hasil ladang secara merata. Hal ini berlangsung hingga orang tua mereka meninggal. Suatu hari, setelah kepergian orang tua mereka, saudara yang masih lajang berpikir," Tentulah kakakku membutuhkan lebih banyak padi di banding aku, ia memiliki keluarga sedangkan aku belum." Akhirnya setiap malam, dengan diam-diam si adik menyelinap masuk ke lumbung saudaranya dan meletakkan sekarung padi dari lumbung miliknya. Sementara itu, saudaranya yang telah menikah berpikir, Tidak adil jika kami membaginya sama, seharusnya adikku mendapat bagian yang lebih banyak, aku memiliki istri dan anak-anak yang akan merawatku nanti di maša tua, sedangkan adikku tidak." Akhirnya setiap malam sang kakak juga dengan diam-diam meletakkan sekarung padi ke lumbung adiknya tanpa diketahui oleh adiknya. Keadaan itu terus berlangsung hingga suatu malam, tanpa disengaja mereka bertemu di lumbung padi milik sang kakak. Dan saat itulah mereka tersadar apa yang selama ini terjadi yaitu bahwa mereka sama-sama rela berkorban demi saudaranya terkasih, dan sama-sama lebih memikirkan saudaranya dibandingkan memikirkan dirinya sendiri. Malam itu mereka saling berpelukan dan menangis dengan penuh haru dan sukacita, karena masing-masing menyadari bahwa mereka berdua memiliki harta yang jauh lebih berharga dibandingkan padi itu, yaitu cinta kasih dan persaudaraan satu sama lainnya. Persaudaraan harusnya didasari dengan kasih, bukan dengan yang lain. Namun seberapa banyak kita melihat persaudaraan pecah karena uang, karena masing-masing lebih mementingkan dirinya sendiri dibandingkan orang lain. Bahkan ada anak membunuh orang tua hanya karena harta, istri membunuh suami hanya karena marah, ayah menjual anak karena butuh uang, kakak dan adik bertengkar karena berebut harta, dan lain sebagainya. Marilah kita kembali ke dasar sebuah keluarga sebenarnya. Dasar dari sebuah keluarga adalah kasih dan bukan harta. Jadi, stop bertengkar hanya karena masalah harta dan mari berhenti saling berebut dan mementingkan diri sendiri, tetapi mari hadirkan persatuan dalam keluarga kita. Kalau kita bisa mengasihi orang lain yang bukan saudara kita, mengapa kita sulit mengasihi orang-orang yang adalah saudara kita sendiri? Karena harta terindah yang sesungguhnya bukan terletak pada apa yang kita miliki, melainkan pada apa yang bisa kita beri. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku hati yang mau mengasihi saudaraku dengan tulus. Jangan biarkan harta duniawi memecah belah rasa persaudaraan kami. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 20 Agustus 2025Bacaan: "Tetapi sekarang, ya Tuhan, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan Tangan-Mu." (Yesaya 64:8)Renungan: Di satu kota, ada seorang pria setengah baya yang sangat terkenal karena kemampuan sulapnya. Pria setengah baya tersebut memiliki keunikan, dan banyak orang yang terkagum-kagum akan kemampuannya tersebut, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Pria setengah baya tersebut adalah seorang pesulap handal. Pria setengah baya ini memiliki banyak trik sulap yang dapat ditunjukkan kepada para penonton bila ia mengadakan suatu pertunjukkan. Tidak heran, orang-orang di kota tersebut tidak bosan bila ia mengadakan pertunjukkan sulap.Suatu ketika, dalam suatu pertunjukkan besar, seperti biasa pria setengah baya ini menunjukkan kemampuan sulapnya. Dari satu aksi sulap ke aksi sulap lainnya, pria setengah baya ini selalu memukau penonton dan membuat banyak orang tersenyum puas atas apa yang dilakukannya di atas panggung. Sampailah pada akhir pertunjukkan. Pria setengah bayatersebut mengatakan sesuatu yang mengagetkan penonton yang ada tersebut, "Terima kasih atas apresiasi Anda-anda terhadap setiap penampilan saya di atas panggung ini. Tidak terasa, saya melakukan atraksi sulap di atas panggung ini sudah 28 tahun dan itu tidaklah mudah," kata pria setengah baya tersebut. Lalu dia menambahkan lagi, "Anda-anda mungkin terkesan dengan pertunjukkan ini, tetapi ada satu hal yang harus Anda-anda ingat, bahwa saya adalah orang biasa. Benar, saya bisa mengubah benda-benda dengan trik-trik sulap yang saya pelajari. Tapi, akhir-akhir ini saya sadar bahwa hidup ini tidak dapat disulap seperti yang saya mau. Hanya ada satu pribadi yang dapat melakukannya, yakni Yesus. DIA tidak menyulap kehidupan, tetapi mengubah kehidupan." Setelah berbicara kepada para penonton, pria setengah baya tersebut membungkukkan diri sebagai ungkapan ucapan terima kasih. Orang-orang yang hadir pada pertunjukkan tersebut, mereka semua berdiri dari tempat duduk dan memberikan tepuk tangan meriah kepada pesulap handal tersebut. Pertunjukkan itu pun berakhir dengan sukses. Dalam kehidupan ini, seringkali kita ingin mengubah kehidupan kita secara instan seperti sulapan. Kita berpikir bahwa hidup ini seperti sulap sehingga seringkali mengandalkan seseorang yang katanya "orang pintar" untuk menyulap hidup kita. Hal itu mungkin dapat terjadi dalam hidup kita, tetapi itu tidak kekal, dan ujungnya menuju kepada maut. Hanya Yesus yang dapat mengubah kehidupan kita, bersifat kekal, dan ujungnya menuju ke surga. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ubahlah hidupku sehingga menjadi baru. Baru dalam pikiran, perkataan, perasaan dan perbuatanku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 15 Agustus 2026Bacaan: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu." (Yohanes 14:12)Renungan: Di San Yidro ada sebuah peternakan kuda. Pemiliknya adalah Monty Robert. Saat masih sekolah ia pernah mendapat tugas menulis apa yang ia impikan setelah dewasa. Dengan mantap ia menulis impiannya yaitu ingin mempunyai peternakan kuda seluas 200 hektar, la menuliskan impiannya dengan sangat detail, lengkap dengan gambarnya. Besoknya ia menyerahkan tugas itu kepada gurunya. Namun, sang guru hanya memberi nilai F untuk tugas itu. Karena penasaran Monty bertanya, "Mengapa aku mendapat nilai F?" Gurunya menjawab, "Karena itu adalah mimpi yang tidak realistis untuk anak seusiamu, kamu tidak akan punya uang yang cukup. Kamu berasal dari keluarga pelatih kuda." Monty berkata lagi, "Bapak boleh saja memberikan nilai F, tetapi aku akan tetap memelihara impianku." Sekian tahun berlalu, akhirnya Monty berhasil mewujudkan impiannya, dia benar-benar memiliki sebuah peternakan kuda. Suatu hari, guru yang pernah memberi nilai F itu datang bersama 30 orang siswa untuk berkemah di peternakannya. Setelah mengenali Monty, gurunya terkejut dan malu, lalu berkata, "Monty selama ini aku telah menjadi pencuri impian banyak siswa. Tetapi untunglah kamu punya cukup kekuatan untuk tidak menyerah pada impianmu." Sebuah kata bijak berkata, "Gantungkanlah cita-cita Anda setinggi mungkin. Jangan biarkan siapa pun juga menghalangi Anda." Ya, apapun jalan yang kita pilih, akan selalu ada orang yang mengatakan bahwa kita keliru. Dan tugas kita adalah berhenti mendengarkan apa yang dikatakan orang lain tentang apa yang bisa atau tidak bisa kita lakukan. Karena apapun tidak akan terjadi dalam hidup kita kecuali didahului oleh sebuah mimpi. Jadi bermimpilah besar dan wujudkan betapapun sulitnya itu, karena Tuhan kita adalah Tuhan yang besar. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk mewujudkan mimpiku untuk masa depanku. Biarlah melalui berkat-Mu apa yang menjadi impianku dapat sesuai dengan kehendak-Mu. Amin. (Dod).
Syarat Utama Allah Mengubah Keadaan Suatu Kaum adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Burhan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 19 Safar 1448 H / 3 Agustus 2026 M. Kajian Tentang Syarat Utama Allah Mengubah Keadaan Suatu Kaum Pembahasan dilanjutkan pada as-Sunnatuts […] Tulisan Syarat Utama Allah Mengubah Keadaan Suatu Kaum ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 13 Agustus 2026Bacaan: "Maka Engkau akan memanggil, dan aku pun akan menyahut; Engkau akan rindu kepada buatan tangan-Mu." (Ayub 14:15)Renungan: Seorang ayah dan putrinya memiliki hubungan yang sangat dekat dan mereka menghabiskan banyak waktu bersama-sama. Lalu suatu hari, si ayah melihat perubahan dalam perilaku putrinya. Jika ia mengajaknya pergi berjalan-jalan, putrinya menyampaikan berbagai alasan untuk tidak pergi. Jika la menawari untuk mentraktir es krim di sebuah toko soda dekat rumah, putrinya menolak tawaran itu, namun mendorong si ayah untuk pergi sendiri. Jika si ayah berkata ia hendak pergi mengantarkan sesuatu ke luar kota dan mengajak putrinya itu untuk turut serta, dimana sebelumnya hal ini adalah sebuah kegiatan yang sangat disukai putrinya, maka kini putrinya itu memberi suatu alasan mengapa ia tak bisa pergi. Si ayah sangatlah bersedih hati karena kini putrinya itu sudah tidak mau menemaninya lagi, dan walaupun ia seringkali menyelidiki hati dan ingatannya, berusaha untuk mencari suatu kejadian yang mungkin telah merusak hubungan mereka, tetap saja ia tak dapat menemukan alasan bagi perilaku putrinya yang mendadak berubah seratus delapan puluh derajat. Suatu hari saat ulang tahunnya tiba, putrinya dengan bangga datang menghampiri sang ayah dan menghadiahinya sepasang sandal sulam yang cantik, sambil berkata, "Aku membuatnya sendiri, khusus untuk Ayah." Saat itulah, ia mengerti di mana putrinya berada selama tiga bulan terakhir. la berkata kepada putrinya, "Sayangku, aku sangat menyukai sepasang sandal sulam ini, tapi lain kali, biarlah aku membeli saja sandal sulam agar aku dapat menghabiskan bersamamu semua waktu yang kaugunakan untuk membuatnya. Karena, aku lebih senang berada bersamamu dari pada apa pun yang dapat kaubuat untukku." Demikian pulalah halnya dengan Bapa Sorgawi kita. la jauh lebih menyukai kehadiran kita, daripada pekerjaan atau perbuatan baik apa pun yang kita persembahkan kepada-Nya. Melayani pekerjaan Tuhan adalah suatu kegiatan yang sangat baik, menghadiri pertemuan-pertemuan ibadah memang harus dilakukan, namun jangan sampai semua hal yang tampaknya baik itu, membuat kita kehilangan waktu untuk bersekutu secara pribadi dengan Bapa Sorgawi kita, karena Dia jauh lebih menginginkan dan merindukan kehadiran kita dibandingkan dengan hal-hal baik yang dapat kita perbuat bagi-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jamahlah hatiku agar aku mau menyediakan waktuku yang terbaik untuk kuberikan pada-Mu dalam doa dan penyembahan ku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 12 Agustus 2026Bacaan: "Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya." (Kolose 3:23-24)Renungan: Andre mendapat pekerjaan di sebuah toko bahan makanan. Suatu hari seorang pelanggan memasuki toko itu dan setelah membeli beberapa buah, lalu berbisik kepada Andre, "Berilah kepadaku beberapa buah lagi! Karyawan yang dahulu di sini, biasa melakukannya untuk mendapatkan uang persenan." "Tidak," kata Andre, "Saya tidak bisa melakukannya, atasanku tidak akan memperbolehkannya." "Tapi," kata orang itu, "Atasanmu tidak ada di sini." "Oh, dia ada," kata Andre, "Tuhan selalu ada di sini dan mengawasiku. Dialah atasanku." Bagaimanakah sikap kita dalam bekerja? Apakah kita hanya bekerja dengan baik bila atasan kita ada di kantor atau hanya bila kita sedang diawasi? Bila kita menyadari bahwa atasan kita adalah Tuhan, dan pimpinan ataupun perusahaan tempat kita bekerja hanyalah alat yang dipakai Tuhan untuk memberkati kita, maka sikap kita adalah:Pertama, melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya, seolah untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Bila kita menyadari bahwa Tuhan adalah pimpinan kita, akankah kita memberikan kepada Raja di atas segala raja itu hasil yang buruk? Tentu tidak bukan? Sebaliknya, kita akan mempersembahkan karya kita yang terbaik. Kita akan berusaha sekuat tenaga untuk menyenangkan hati-Nya.Kedua, bekerja dengan kejujuran atau integritas. Meskipun atasan kita tidak ada di tempat, tidak mengawasi, kita akan tetap bekerja dengan jujur, bertanggung jawab, dan bersemangat. Namun kebanyakan yang terjadi justru sebaliknya, ketika atasan kita keluar kantor, kita merasa merdeka karena sang mandor tidak lagi mengawasi kita. Mari mulai saat ini kita belajar untuk memiliki kebiasaan dan sikap yang baik dalam bekerja, mari menjadikan Tuhan sebagai atasan kita. Karena manusia, baik itu pimpinan ataupun atasan kita, bisa saja mengecewakan kita, namun Tuhan tidak pernah mengecewakan kita, Dia akan selalu memberikan upah yang terbaik bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, Terima kasih untuk kesempatan sekolah dan bekerja yang Kau izinkan aku jalani. Bantulah aku agar aku dapat menjalankannya dengan baik, sehingga semuanya dapat berguna untuk kemuliaan nama-Mu. Amin. (Dod).
Dhammasākaccā oleh Bhante Mahā Dhammadhīro usai dana makan di Vihāra Buddharatana Medan
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Renny Wulansari Marselina dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Daniel 7: 9-10.13-14; Mazmur tg 97: 1-2.5-6.9; 2 Petrus 1: 16-19; Matius 17: 1-9.MATA DAN TELINGA YANG BERJAGA Renungan kita pada hari ini bertema: Mata dan Telinga Yang Berjaga. Seorangpemuda untuk kali ketiganya berpacaran dan ia berpikir kalau kali ini mestimemberikan hasil positif. Dua kali sebelumnya selalu berakhir dengan kesedihanlantaran ada banyak ketidak-sesuaian. Ia mengevaluasi diri dan mengetahui bahwaada sisi negatif dari dirinya yang ikut menyebabkan kegagalan pacaran selamadua kali. Lalu ia bicarakan itu dengan kedua orang tuanya. Nasihat kedua orangtuanya begini: keputusan hati kita untuk berkata dan bertindak sangatbergantung pada kemampuan melihat dan mendengar. Mata dan telinga kita harus senantiasa aktif untuk mendapatkan kenyataantentang orang lain yang kita kasihi. Ketika melihat bahwa orang di sampingmusedang sibuk dengan berbagai pekerjaan, atau ketika telinga mendengar kalauorang tersebut suaranya sudah tidak berdaya, keputusan hatimu akan menentukantindakan untuk memperhatikan dia. Pemuda itu mengamini nasihat itu dan bertekatuntuk membuat kesempatan pacaran yang ketiga kali itu berbuah baik dan bisameningkat menjadi hubungan ke jenjang perkawinan. Pada hari pesta Yesus menampakkan kemuliaan-Nya ini, Sabda Tuhanmengajarkan kita untuk mengalami kemuliaan dan kebesaran Tuhan melalui matakita yang melihat dan telinga kita yang mendengar. Ketiga bacaan menggambarkanpenglihatan dan pendengaran fisik yang dialami oleh nabi Daniel, rasul Petrusdan kedua rekannya. Mereka melihat penampakan Tuhan dan mendengar suara yangdatang langsung dari Tuhan. Suatu pengalaman iman yang secara langsung sepertiini sangat didambakan oleh banyak dari kita. Kita bagaikan terangkat setinggigunung Tabor tempat para rasul menyaksikan penampakan kemuliaan Tuhan. Saat ini hampir semua pengalaman iman kita ialah kejadian-kejadian tidaklangsung namun dipertandai secara langsung. Yesus bersabda dan menampakkankemuliaan-Nya melalui diri Bapa Suci, atau seorang imam, atau seorang saudarayang berbuat baik dan mengasihi kita. Yesus hadir secara pribadi langsungtetapi diperlambangkan oleh Roti Ekaristi yang selalu kita sembah dan santap.Yesus juga berdiri di mimbar dan bersabda secara langsung tetapi ditandai olehseorang pewarta. Pengalaman-pengalaman seperti ini sangat bernilai tinggi danmembantu pertumbuhan iman kita. Mata dan telinga kita sangat berperan untukpertumbuhan iman ini. Yang menjadi masalah ialah jika kita tidak mendengar dan melihat dengansuatu perhatian yang baik, kita tentu saja akan kehilangan pengalaman akankemuliaan Tuhan yang hadir di dalam diri sesama, alam lingkungan, dan peristiwahidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... ya Yesus yang baik, semoga kami selalu ingin melihat danmendengarkan Dikau dalam setiap situasi hidup kami. Salam Maria, penuh rahmat... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 2 Agustus 2026Bacaan: "Selama empat puluh tahun Engkau memberikan mereka makan di padang gurun. Mereka tidak berkekurangan, pakaian mereka tidak rusak, dan kaki mereka tidak bengkak." (Nehemia 9:21)Renungan: Brian sejak kecil diajarkan untuk mengandalkan Tuhan dalam segala keadaan. Kondisi ekonomi orang tuanya yang terbatas membuat keluarga ini hanya bisa bergantung kepada Tuhan. Suatu ketika, saat tiba waktunya membayar uang sekolah, orang tua Brian belum memiliki cukup uang karena usaha penjualan kacamata sedang sepi. Namun, mereka yakin bahwa Tuhan akan menyediakan. Akhirnya, lewat pertemuan "tanpa sengaja" dengan seseorang, ada tiga kacamata yang laku. Uang hasil penjualan kacamata itu pun dipakai untuk membiayai uang sekolah yang Brian perlukan. Membaca kisah tersebut, mungkin ada orang tergoda menimpali, "Ah, itu kan hanya kebetulan." Memang kita tak bisa melarang orang berkomentar seperti itu, tetapi bagi kita yang percaya kepada Allah, sampai hari ini Allah masih bekerja secara ajaib dalam memelihara keperluan umat-Nya. Kisah-kisah yang tertulis di Alkitab tentang penyediaan dan pemeliharaan Allah, hingga janji berkat yang tertulis di sana, ditujukan agar setiap orang percaya senantiasa beriman akan pemeliharaan Allah. Tentu saja, meyakini pemeliharaan Allah tidak lantas meniadakan kewajiban kita untuk bekerja. Biasanya Allah memberkati umat-Nya lewat apa yang mereka kerjakan. Namun, bukan berarti kita hanya mengandalkan kekuatan, kemampuan, atau hasil dari pekerjaan kita. Allah, dengan cara-Nya yang ajaib, sanggup menyediakan dan memelihara kehidupan umat-Nya, seperti yang pernah Allah lakukan kepada bangsa Israel ketika mereka di padang gurun selama empat puluh tahun. Sudahkah kita percaya akan pemeliharaan-Nya? Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih atas rahmat pemeliharaan yang Kau berikan padaku selama ini. Ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas pemeliharaan-Mu, sehingga dalam keadaan apapun aku tetap tenang karena aku tahu Engkau selalu ada bersamaku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 28 Juli 2026Bacaan: “Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan ia tinggal dengan tentram di dekatmu.” (Amsal 3:29)Renungan: Daud dikejar-kejar oleh Raja Saul selama bertahun-tahun. Saul iri hati dan mau membunuh Daud. Suatu hari Tuhan memberi Daud kesempatan emas. Saul masuk ke gua untuk buang hajat dan ternyata itu gua yang sama tempat Daud dan pasukannya bersembunyi. Pasukan Daud berbisik, “Ini saatnya untuk membunuh dia sekarang!” Daud bisa saja merencanakan kejahatan. Dia punya alasan, "Saul musuhku. Dia yang lebih dahulu menyakiti aku!" Tapi apa yang Daud lakukan? Dia hanya memotong punca jubah Saul secara diam-diam. Dan setelah itu hatinya berdebar karena merasa bersalah. Daud berkata: “Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, orang yang diurapi TUHAN.” Daud punya kesempatan untuk membalas. Tapi dia memilih tidak merencanakan kejahatan terhadap "sesamanya" yang tinggal dengan tentram, bahkan terhadap orang yang membencinya. Penulis Amsal menulis ini bukan sekadar teori. Tetapi ini adalah praktik hidup. Ada 3 hal penting yang disampaikan dalam Amsal 3:29. Pertama, “Janganlah merencanakan kejahatan”. Kejahatan dimulai dari hati. Niat menjatuhkan, menyimpan bukti untuk menyerang, menyusun kata-kata untuk menyakiti. Kedua, “Terhadap sesamamu”. Sesama adalah orang yang Tuhan tempatkan dekat dengan kita yaitu keluarga, teman sekerja, teman sepelayanan dan tetangga. Mereka itu adalah orang-orang yang harusnya kita jaga dan lindungi. Ketiga, “Sedangkan ia tinggal dengan tentram di dekatmu”. Orang itu percaya dan tidak curiga terhadap kita. Tuhan mau kita menjadi tempat yang aman bagi sesama, bukan tempat yang menusuk dari belakang. Saat ini kita tidak memegang tombak seperti Saul. Tapi kita memegang HP dan mulut. Ternyata HP dan mulut mampu menusuk sampai kedalaman hati yang membuat hubungan kita dengan sesama menjadi rusak. Contohnya di media sosial, ada orang yang menyakiti kita, maka kita screenshot chatnya dan kita sebarluaskan agar dia dipermalukan. Di pekerjaan, ada rekan kerja yang membuat kita tidak nyaman, lalu kita memfitnah dan merancangkan yang buruk terhadapnya supaya ia disingkirkan dari tempat kita bekerja. Menjadi pengikut Yesus artinya memilih memberkati, bahkan ketika kita punya 1001 alasan dan kesempatan untuk melukai. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, seperti Daud, ajarilah aku menjaga hatiku. Ampunilah aku kalau ada rencana jahat atau kepahitan terhadap sesamaku. Berikan aku hati yang mau mengampuni dan tangan yang memberkati, sehingga hidupku bisa memberkati sesamaku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 27 Juli 2026Bacaan: “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.” (Mazmur 37:5)Renungan: Pada tahun 2022 Dita melamar kerja di tujuh belas perusahaan tapi tidak ada satupun panggilan. Tabungannya mulai menipis. Teman-temannya sudah pada naik jabatan, menikah dan punya rumah. Dia mengeluh katanya, “Aku udah capek mengirim CV. Capek berharap. Capek bertanya pada Tuhan, ‘Kapan giliranku Tuhan?'” Suatu malam dia membuka Alkitab dan membaca Mazmur 37:5. Dia menangis dan akhirnya memutuskan, “Tuhan, aku menyerah. Aku serahkan CV-ku, masa depanku, rasa maluku, semuanya kepada Engkau. Aku percaya Engkau yang akan mengaturnya. Amin.” Dua minggu kemudian, tanpa dia melamar, ada HR dari perusahaan lama yang menghubunginya, “Kami butuh kamu. Gajinya dua kali lipat dari yang kamu minta.” Dia pun pada akhirnya sadar. Selama ini dialah yang memegang kendali hidupnya terlalu erat. Waktu ia melepaskannya dan menyerahkan pada Tuhan, Tuhan baru bisa bertindak. Daud menulis mazmur 37:5 ini ketika dia melihat orang jahat kelihatan sukses, sementara orang benar tertekan. Ada 3 langkah yang harus dilakukan untuk mendapatkan jawaban atas setiap doa kita. Pertama, “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN” Kata "serahkan" Artinya kita menaruh setiap persoalan hidup kita di dalam tangan Tuhan. Kedua, “Dan percayalah kepada-Nya”. Setelah diserahkan, jangan diambil lagi dengan khawatir. Percaya sama dengan tenang menunggu Tuhan kerja. Ketiga, “Dan Ia akan bertindak” Ini adalah janji Tuhan. Bukan "mungkin". Tuhan pasti bertindak. Intinya adalah bagian kita menyerahkan dan bagian Tuhan bertindak. Mazmur 37:5 ini mengajak kita berhenti memegang setir yang bukan milik kita. Lepaskan, serahkan pada Tuhan dan percayalah bahwa Dia akan bekerja dengan cara-Nya yang ajaib. Mungkin jawabannya tidak datang besok. Tapi waktu kita menyerahkan, beban di hati kita diangkat lebih dulu. Dan di waktu Tuhan yang tepat, Dia akan bertindak dengan cara yang jauh lebih baik dari rencana kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, hari ini aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Aku lelah memegang semuanya sendiri. Aku percaya Engkau tahu yang terbaik untukku. Bertindaklah ya Tuhan, sesuai waktu dan cara-Mu. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Joafina Paramita Silalahi dan Isaura Joansari Gultom dari Paroki Bunda Maria Banjar Baru di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. 2 Korintus 4: 7-15; Mazmur tg 126: 1-2ab.2cd-3.4-5.6; Matius 20: 20-28.HAK UNTUK SEBUAH POSISI Renungan kita pada hari ini bertema: Hak Untuk Sebuah Posisi. Marilah kitaberpikir sejenak dengan ilustrasi ini. Anda tiba di rumah dari suatu keperluandi luar. Saat pintu dibuka, Anda langsung menemukan seorang asing sedang dudukdi meja makan, menempati kursi yang biasa Anda pakai, dan sangat menikmatihidangan yang ada. Apa pikiran dan perasaan Anda tentang kejadian itu? Huff!Beraninya orang itu memasuki rumah tanpa ijin ya! Ilustrasi itu menggambarkan betapa penting dan sangat pribadi bahwa kitamasing-masing berhak atas posisi yang menjadi milik kita. Kita memiliki banyakposisi entah saat kita berdiri, duduk, berbaring, dan berada. Itu adalah hakasasi bahwa tempat dan ruang yang melingkupi kita adalah hak milik kita. Jikaseseorang sengaja mendesak atau menekan kita keluar dari posisi tersebut, pastiterjadi ketegangan. Reaksi yang kita berikan biasanya keras dan menolak. Tidakmudah bagi setiap orang untuk melepaskan hak milik posisinya diambil orang laindengan tidak melalui suatu cara yang layak dan beradab. Jadi di dunia ini keinginan dan kenyataan untuk mempunyai posisi sudahmenjadi pemahaman bersama bahwa setiap pribadi berhak atasnya di satu pihak danketersediaan posisi tersebut di lain pihak, yang menjadi kewajiban dari oranglain untuk menyediakannya. Kita mendengar kejadian dua rasul kakak-beradikYakobus dan Yohanes, dengan bantuan ibunya, menginginkan posisi keduanya didalam kerajaan Allah. Tidak salah jika mereka meng-claim haknya itu, karena memang itu adalah harga dari mengikutiKristus. Namun pada saat yang sama Tuhan Yesus mengajarkan bahwa penuntutan hakbukan suatu hal yang otomatis jadi. Suatu penuntutan hak hanya dapatterfasilitasi jika hak itu tepat dengan kewajiban yang dilakukan orang lain.Suatu penuntutan hak tidak boleh sebagai suatu tindakan buta, artinya hanyadipandang sebagai satu-satunya tindakan yang berdiri sendiri. Yesus mengajarkanbahwa hak dasar kita untuk mendapatkan tempat di dalam kerajaan Allahbergantung pada syarat ini: Kita harus menjalankan dahulu suatu kewajiban dasar, yaitu meminum cawanpahit yang juga diminum oleh Yesus. Itu adalah cara penyangkalan diri melaluihidup yang rendah hati, menanggung aneka kesulitan dan penderitaan. Allah Bapayang berkenan atas semua penyangkalan diri itu, bakal menyediakan posisi yangpantas bagi kita di dalam kerajaan-Nya. Salah satu cara penyangkalan diri yangpaling konkret dilakukan ialah melayani tanpa pamrih dan bukan dilayani. SantoPaulus dalam surat keduanya kepada jemaat di Korintus menyebutnya sebagaikematian atas tubuh kita yang selalu ingin diutamakan atas dasar nafsu dankeinginan daging. Kematian tubuh memberikan kehidupan bagi roh kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, murnikanlah hati kami dari setiap kecongkakan dannafsu untuk menang sendiri. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Pengampunan DosaDiambil dari: Markus 2:9–10 “Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkat tempat tidurmu dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa...”Wonder Kids, hari ini kita belajar sesuatu yang sangat penting tentang Tuhan Yesus. Suatu hari ada seorang lumpuh dibawa kepada Yesus. Orang-orang mungkin berharap Yesus langsung menyembuhkannya. Tetapi Yesus terlebih dahulu berkata, “Dosamu sudah diampuni.” Wah, itu mengejutkan sekali.Mengapa orang-orang menjadi marah? Karena mereka tahu bahwa hanya Allah yang berhak mengampuni dosa. Kalau seseorang berdosa, pada akhirnya dosanya adalah terhadap Allah. Jadi, saat Yesus berkata bahwa dosa orang itu diampuni, Yesus sedang mengatakan sesuatu yang sangat besar tentang diri-Nya.Lalu Yesus melakukan sesuatu yang luar biasa. Supaya orang-orang tahu bahwa perkataan-Nya benar, Yesus menyembuhkan orang lumpuh itu. Orang itu bangun, mengangkat tempat tidurnya, dan berjalan pulang. Jadi, mujizat itu menjadi tanda bahwa Yesus sungguh mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang kita lebih cepat merasa butuh pertolongan untuk masalah luar, misalnya sakit, takut, sedih, atau susah. Memang Tuhan peduli pada semua itu. Tetapi masalah terbesar kita sebenarnya adalah dosa. Dosa memisahkan kita dari Allah. Karena itu, kabar terbaik bukan hanya bahwa Yesus bisa menolong hidup kita, tetapi bahwa Yesus bisa mengampuni dosa kita.Dan ini juga menunjukkan bahwa Yesus bukan manusia biasa. Kalau Yesus hanya guru yang baik, Dia tidak bisa berkata, “Dosamu sudah diampuni,” lalu membuktikannya dengan kuasa. Tetapi Yesus memang adalah Anak Allah yang datang untuk menyelamatkan manusia berdosa. Karena itu, Ia punya hak dan kuasa untuk mengampuni.Wonder Kids, mungkin hari ini kamu ingat dosa-dosamu: berbohong, marah, iri, membantah, atau tidak taat. Jangan hanya merasa sedih. Datanglah kepada Yesus. Yesus sanggup mengampuni dosa orang yang datang kepada-Nya dengan hati yang bertobat. Dan karena Yesus juga suci dan tidak berdosa, pengampunan yang Dia beri itu sungguh bersih dan penuh.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ambil waktu sebentar dan akuilah satu dosa yang paling mengganggumu hari ini kepada Tuhan. Katakan dengan jujur, “Tuhan Yesus, ampunilah dosaku dan bersihkan hatiku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau berkuasa mengampuni dosa. Aku datang kepada-Mu dengan jujur membawa kesalahanku. Ampunilah aku, bersihkan hatiku, dan tolong aku hidup menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan hanya sanggup menolong hidupmu, tetapi juga berkuasa mengampuni dosamu. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 20 Juli 2026Bacaan: “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.” (Roma 12:10)Renungan: Mother Teresa ketika tinggal di Kalkuta, dia sering berjalan kaki mengelilingi gang kumuh. Dia memungut orang yang sekarat di pinggir jalan, membersihkan lukanya dan memberinya makan. Suatu hari ada seorang wartawan yang bertanya: “Kenapa Ibu melakukan semua ini?”Jawabnya sederhana, “Karena setiap orang itu adalah Yesus yang menyamar. Dan saya mau mendahului menghormati Dia.” Ia tidak menunggu orang lain lebih dulu sopan. Ia tidak menunggu orang miskin itu "layak" dihormati. Dia yang lebih dulu memberi hormat dengan mencuci kaki, memeluk dan memanggil mereka dengan namanya. Dari kasih kecil yang mendahului itu, ribuan orang di seluruh dunia tersentuh dan ikut melayani. Paulus memberi dua kunci untuk hidup bersaudara. Pertama saling mengasihi sebagai saudara. Bukan kasih karena cocok, tapi karena kita satu keluarga di dalam Kristus. Kedua saling mendahului dalam memberi hormat. Kata “mendahului” artinya berlomba. Siapa yang lebih dulu menghargai dan memuliakan orang lain. Intinya: Jangan tunggu dihormati dulu baru menghormati. Jangan tunggu disapa dulu baru menyapa. Di kerajaan Allah, yang "menang" adalah yang paling dulu mengasihi. Sebagai pengikut Yesus, mungkin ayat ini menampar kita di tiga area yaitu pertama di Gereja / Komunitas. Kita sering pilih-pilih teman. Dekat sama yang sekelompok, seumuran, sepelayanan. Sedangkan yang beda pendapat, kita cuek. Padahal kita dipanggil saling mengasihi sebagai saudara. Kedua di Rumah & Kantor. Kita mau dihargai. Mau didengar. Mau diapresiasi. Tetapi kita menunggu orang lain mulai duluan. Akibatnya semua diam dan saling menunggu. Di Media Sosial. Gampang komen pedas, gampang menjatuhkan. Padahal kita dipanggil mendahului memberi hormat, bukan mendahului menghakimi. Roma 12:10 ini mengajak kita jadi pembuka jalan. Mendahului minta maaf. Mendahului memuji. Mendahului melayani tanpa pamrih. Mendahului menghargai orang yang tidak populer dan sebagainya. Karena saat kita mendahului mengasihi, kita sedang memperlihatkan seperti apa keluarga Allah itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang sering menunggu orang lain mengasihi aku dulu. Ajarilah aku mengasihi sebagai saudara, bahkan kepada yang sulit kukasihi. Berikanlah aku hati yang mau mendahului dalam memberi hormat. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 19 Juli 2026Bacaan: “Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.” (Lukas 6:31)Renungan: Fred Rogers adalah seorang pembawa acara TV anak-anak di Amerika selama 33 tahun. Acaranya sederhana: dia duduk, ganti sepatu, nyanyi, ngobrol dengan anak-anak. Suatu hari dia diundang ke Senat AS untuk meminta dana bagi TV publik anak-anak. Semua orang pikir dia akan kalah, karena waktu bicaranya cuma 6 menit. Tapi dia tidak bicara data. Dia cerita tentang anak yang merasa tidak dicintai, lalu berkata: “Saya ingin anak-anak tahu bahwa mereka dicintai apa adanya.” Anggota Senat yang awalnya mau potong dana, langsung menyetujui 20 juta dolar. Kenapa? Karena Rogers memperlakukan mereka seperti dia ingin diperlakukan, dengan hormat, tulus, dan tidak menghakimi. Lukas 6:31 ini merupakan "Aturan Emas" yang dikatakan Yesus di atas bukit. Kalimatnya pendek, tapi sungguh bermakna, “Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.” Yesus tidak berkata, "Perlakukan orang seperti mereka memperlakukan kamu". Dia berkata, "Perlakukan seperti kamu ingin diperlakukan". Ini kasih yang aktif. Namun aturan ini paling susah dipraktikkan di tiga tempat yaitu pertama, di Media Sosial. Kita mau dihargai pendapatnya, tapi kita gampang menghakimi dan nyinyir di kolom komentar. Kita mau dimengerti, tapi kita cepat menyimpulkan orang. Kedua, di Keluarga dan Kantor. Kita mau disupport saat capek, tapi kita pelit memuji orang lain. Kita mau dimaafkan saat salah, tapi kita susah mengampuni. Ketiga, ke orang yang menyakiti kita. Kita mau diberi kesempatan kedua, tapi kita menutup pintu untuk orang yang pernah melukai kita. Yesus menantang kita hari ini: Jangan jadi cermin yang hanya memantulkan perlakuan orang. Jadilah lampu yang menyalakan kebaikan duluan. Mungkin hari ini ada orang yang perlu kita perlakukan seperti kita ingin diperlakukan yaitu kita meminta maaf duluan, membelikan kopi rekan kerja, diam dan mendengarkan pasangan kita dan senyum ke tukang ojek dll. Karena saat kita menabur perlakuan yang kita mau terima, kita sedang mencerminkan kehadiran Yesus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang sering menuntut orang lain berubah dulu, baru aku berubah. Hari ini ajarilah aku hidup dengan Aturan Emas-Mu untuk memperlakukan orang lain dengan baik sebagaimana aku mau diperlakukan dengan baik oleh orang lain. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 14 Juli 2026Bacaan: "Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian." (Efesus 6:1)Renungan: Dimas adalah murid kelas 4 SD. Suatu hari gurunya memberi tugas membuat video tentang "Tokoh Panutanku". Teman-temannya memih pemain bola, youtuber, artis dll. Ketika tiba giliran Dimas presentasi, dia maju sambil membawa foto. "Itu siapa?" tanya temannya. "Itu Bapakku," jawab Dimas. "Setiap pagi Bapak bangun jam 5 buat antar aku sekolah. Kalau aku sakit, Bapak begadang menjaga aku. Kalau aku nakal, Bapak tetap doain aku." Teman-temannya terdiam. Ada yang ketawa kecil. Tapi Bu Guru bilang, "Itu pahlawan yang paling hebat, Dim." Malamnya Dimas cerita ke Bapaknya. Bapaknya memeluk Dimas sambil berkata, "Nak, Bapak juga belajar jadi orang tua yang baik dari Tuhan." Sejak itu Dimas menjadi anak yang lebih taat. Kalau disuruh belajar, dia tidak menjawab "nanti". Kalau disuruh membantu mencuci piring, dia langsung melakukannya. Taatilah orang tuamu di dalam Tuhan artinya mendengar dan melakukan apa yang orang tua minta, selama itu tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan. Mengapa? Karena "haruslah demikian". Tuhan memberikan orang tua sebagai wakil-Nya di dalam keluarga. Melalui mereka Tuhan memberi kita makan, sekolah, nasihat, dan doa. Taat bukan karena takut dimarahi tapi karena kita mengasihi Tuhan. Anak zaman sekarang terlalu pandai. Mereka bisa buka HP sendiri dan bisa mencari jawaban di Google. Tapi kadang karena "merasa lebih tahu", mereka jadi sering meremehkan orang tua. Mereka susah mendengarkan nasihat orang tua. Kalau orang tua bicara, mereka menjawab "Tau... Tau..." tapi sambil main HP. Mereka juga suka membantah. Disuruh belajar jawabnya, "Ah ntar", disuruh beresin kamar jawabnya, "Ribet". Mereka juga kurang menghargai orang tua. Lupa mengucapkan terima kasih untuk makanan, baju, uang sekolah dll. Taat itu bukan berarti jadi anak penakut. Taat itu berarti jadi anak yang pintar, karena tahu siapa yang Tuhan pakai untuk menjaganya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk Papa dan Mama yang Engkau berikan kepadaku. Ampuni aku kalau sering membantah dan membuat mereka sedih. Ajarilah aku menjadi anak yang taat, seperti Yesus yang juga taat kepada Maria dan Yusuf. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 11 Juli 2026Bacaan: "Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni." (Lukas 6:37)Renungan: Pada tahun 1947, Corrie ten Boom baru bebas dari kamp konsentrasi Nazi. Keluarganya dibunuh karena menyembunyikan orang Yahudi. Suatu hari setelah perang, ada seorang pria datang ke KKR yang dia pimpin. Pria itu dulu adalah penjaga kamp tempat adik Corrie meninggal. Dia ulurkan tangan dan berkata: "Bisakah anda mengampuni saya?" Sekujur tubuh Corrie kaku. Ingatan tentang adiknya, tentang kamar gas, semua kembali. Dalam hati dia berteriak: "Tuhan, aku tidak bisa!" Lalu dia berdoa singkat: "Yesus, tolong aku." Dan dengan kekuatan dari Tuhan, dia menjabat tangan pria itu. Air matanya jatuh. Beberapa tahun kemudian Corrie menulis: "Pengampunan adalah tindakan kehendak, bukan perasaan. Begitu kita mau mengampuni, Tuhan yang memberi rasa damainya." Ada tiga perintah yang saling terkait dalam bacaan Injil di atas. Pertama, "Janganlah kamu menghakimi" Berhentilah menjadi hakim atas hidup orang lain. Kita tidak tahu semua cerita di balik kesalahan orang tersebut. Kedua, "Janganlah kamu menghukum". Berhentilah membalas. Jangan memenjarakan orang dengan perkataan dan sikap dingin kita. Ketiga, "Ampunilah dan kamu akan diampuni". Inilah kuncinya. Ukuran pengampunan kita ke orang sama dengan ukuran pengampunan Tuhan ke kita. Yesus tidak berkata "lupakan kejahatan". Dia berkata "ampunilah". Orang yang terus menghakimi dan tidak mengampuni, dia yang paling tersiksa duluan. Corrie bisa menjabat tangan musuhnya bukan karena dia kuat. Tapi karena dia memilih taat dulu pada Tuhan, baru kemudian Tuhan memberinya kekuatan. Hari ini Yesus bertanya ke kita: "Ada nama siapa yang masih kau tahan di hatimu untuk diampuni?" Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena sering cepat menghakimi dan lambat mengampuni. Hari ini aku mau taat pada firman-Mu. Aku memilih mengampuni (sebutkan nama orang).... Isilah hatiku dengan kasih-Mu supaya aku bisa membebaskan orang lain, dan aku pun dibebaskan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 27 Juni 2026Bacaan: "Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya." (Amsal 11:6)Renungan: Ada sebuah kisah yang menceritakan ketika Abraham Lincoln bekerja sebagai penjaga toko di New Salem, Illinois, jauh sebelum Abraham Lincoln terjun di dunia politik. Suatu sore, saat mencatat neraca keuangan, Lincoln mendapati bahwa ia telah memungut bayaran 6 sen lebih banyak dari seorang pelanggan. Sebenarnya bisa saja Lincoln tutup mata soal itu karena nilainya tidak seberapa dan pelanggan tersebut juga tidak merasa kehilangan. Namun yang dilakukan Lincoln sungguh baik. Malam itu juga ia berjalan kaki beberapa mil ke rumah pelanggan untuk mengembalikan kelebihan uang tersebut! Integritas dan sikap jujur inilah yang akhirnya membawa Abraham Lincoln dipercaya dan menjadi salah satu presiden Amerika Serikat yang berhasil dan dicintai rakyatnya. Sesungguhnya kejujuran menjadi hal yang langka di zaman modern seperti sekarang. Kalau menerima kelebihan pembayaran, banyak orang "tutup mata". Banyak alasannya. Pertama, ia merasa kadang juga dirugikan, jadi kalau gantian dapat "untung", apa salahnya? Kedua, salah sendiri mereka yang tidak teliti dalam menghitung. Ketiga, buat apa repot-repot mengurus kembalian kalau konsumen bahkan tidak merasa bayar lebih mahal. Keempat, nilainya tidak seberapa, buat apa dipersoalkan. Firman Tuhan dalam Amsal 11:6 mengatakan, "Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya." Kejujuran akan menolong kita, sebaliknya kecurangan akan mencelakakan kita. Kejujuran akan menjadi "pembela" bagi kita, sedangkan kecurangan akan menjerumuskan kita. Orang dunia mungkin akan mentertawakan kebodohan kita di saat kita bersikap jujur. Mereka mungkin saja tidak percaya masih ada orang jujur di dunia ini. Walau demikian, sebagai murid Kristus marilah kita tunjukkan gaya hidup yang berbeda dari orang dunia. Jadilah orang yang punya integritas dan bisa dipercaya. Semakin kita dipercaya, semakin besar promosi itu akan datang kepada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, sejak aku mengenal-Mu hatiku begitu tenang. Ketenangan itu juga yang membuat karakter ku berubah. Bantu aku untuk terus mempertahankan kejujuran sebagai bagian dari pengenalanku akan Engkau. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Hati Tersuci Maria Keuskupan Maumere, Indonesia. 2 Raja-Raja 11: 1-4.9-18.20; Mazmur tg 132: 11-12.13-14.17-18; Matius 6: 19-23.ARAH HATI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Arah Hati. Mujizatyang terjadi pada manusia tidak terlepas dari doa-doa yang kita panjatkan. Kitamemperoleh keuntungan jasmani dan rohani berkat doa-doa kita. Melalui doa danjalinan relasi dengan Tuhan, terjadilah suatu arah hati manusia kepada Tuhan.Doa yang tidak disertai dengan arahan hati, pikiran, dan jalinan cinta denganTuhan akan menjadi doa yang sesat. Di luar waktu, tempat dan suasana doa, arah hati kita bisake mana saja mengikuti keinginan hati. Biasanya yang sangat umum menjadi tujuanperhatian keinginan hati manusia ialah kekayaan dunia. Seorang pemuda sedangberjudi bola pada saat terjadi perhelatan sepak bola piala dunia tahun ini. Ketika ia sedang menghadiri Misapada hari Minggu, seluruh perhatian dan kecondongan hatinya ialah kemenangantim favoritnya. Misa Kudus itu sebenarnya tidak bernilai bagi dia pada saatitu. Ini adalah sebuah contoh arahan hati yang sebenarnya kepada Tuhan, tetapi bisa dengangampang berubah arahnya kepada peristiwa dan kenikmatan duniawi. Pada hari iniSabda Tuhan memberi peringatan bahwa kekayaan duniawi dan harta milik banyakkali menjadi ancaman untuk ketenangan dan kedamaian hati kita. Kita akan mudahsekali terbawa dan termakan oleh keinginan untuk terus mencari, mendapatkan danmemilikinya. Banyak dari kita berpikir bahwa setelah kita memiliki semua itukita akan menjadi aman dan tenang. Yesus mengatakan bahwa cara hidup seperti inimemperhambakan dan membodohkan. Harta milik, uang, dan kepentingan duniawimemang kita perlukan, tetapi bukan untuk menggantikan arahan hati kita kepadaTuhan. Semua itu tidak mungkin kita bawa setelah kematian di dunia ini. Hartadan tujuan surgawilah yang harus menjadi fokus perhatian dan keseriusan kita. Dengan firman pada hariini Tuhan berkenan membuka hati, budi dan kehendak kita untuk menimbun danmemperbanyak harta surgawi kita. Harta surgawi kita tidak mungkin tersimpan di bank sepertiuang dan harta dunia. Suatu saat bank itu dibobol atau terkena kecelakaan maka harta dunia akan hilang. Tetapi harta surgawi sepertihidup rohani, hubungan dengan Tuhan, ajaran Tuhan, semangat pelayanan dan kasihyang tersimpan di dalam kerajaan Allah, tidak mungkin hilang. Harta itu yangmenemani kita setelah kematian nanti. Kalau Anda ditanya: di manakah hartamu?Atau ke mana arah hatimu? Sebagai pengikut Kristus, jawabannya harus menjadi:harta surgawi. Peristiwa pemusnahan kekuasaan Baal yang dikisahkan dalam bacaanpertama hari ini memperkuat keyakinan kita bahwa Kerajaan Allah yang berdiritegak di dunia harus dapat mempertahankan harta surgawi kita di dunia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, semoga hati kami selalutertuju kepada-Mu dan akhirnya beristirahat di dalam Dikau selama-lamanya.Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...
Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman TUHAN,sebab mereka telah menyebutkan engkau: orang buangan, yakni sisa yang tiada seorang pun menanyakannya.
Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman TUHAN,sebab mereka telah menyebutkan engkau: orang buangan, yakni sisa yang tiada seorang pun menanyakannya.
Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
Di episode kali ini, kita akan berbicara tentang sesuatu yang sering kali kita anggap akan selalu ada — Ayah dan Ibu. Tentang bagaimana waktu berjalan begitu cepat, sementara tanpa sadar orang tua kita perlahan menua di tengah kesibukan hidup yang sedang kita jalani.Kadang kita terlalu sibuk mengejar masa depan, sampai lupa menikmati hal-hal kecil bersama mereka. Padahal suatu hari nanti, yang paling kita rindukan bukanlah hal besar, melainkan suara sederhana dari rumah, perhatian kecil dari ibu, dan pengorbanan diam-diam dari ayah.Episode ini cocok untuk kamu yang sedang jauh dari rumah, sedang berjuang menjadi dewasa, atau mulai menyadari bahwa waktu bersama orang tua ternyata tidak sebanyak yang kita kira.Karena pada akhirnya… rumah bukan hanya tempat, tapi tentang Ayah dan Ibu yang selalu menunggu kita pulang. ❤️
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 21 Mei 2026Bacaan: "TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu." (Mazmur 5:4)Renungan: Seorang pemuda terbiasa berdoa pagi sebelum ia memulai aktivitasnya. Kebiasaan ini sudah dilakukannya sejak lama, karena sejak kecil ayahnya mendidiknya untuk bertindak begitu. Suatu hari pemuda itu pernah bertanya kepada sang ayah, "Mengapa harus berdoa terlebih dahulu?" "Berdoa menunjukkan kalau kita tidak sombong," jawab ayahnya. "Dengan berdoa kita juga menyatakan bahwa diri sendiri tidak sanggup menjalani hari tanpa pimpinan dan penyertaan Tuhan, ucapnya lagi" Sudah bukan rahasia lagi jika kehidupan di dunia ini tidak mudah untuk dijalani. Di dalamnya ada banyak tantangan dan pergumulan, sehingga bukankah suatu kesombongan jika kita menjalani hari tanpa melibatkan Tuhan? Alkitab mencatat bahwa Daud merupakan seorang yang berkenan di hati Tuhan (Kis. 13:22). Sebutan ini disematkan padanya, karena Daud tidak sombong. Pada waktu pagi Daud mengatur persembahan bagi Tuhan, yang artinya Daud memulai setiap hari dengan berdoa. Kitab Mazmur memuat salah satu doa yang dilayangkan Daud pada pagi hari. Di situ ia meminta pimpinan dari Tuhan, katanya, "Tuhan, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu." (ay. 9a). la juga meminta penyertaan berupa pagar anugerah dan berkat (ay. 13). Tidak heran Daud dapat melewatkan setiap tantangan dengan kemenangan. la dapat mengatasi setiap pergumulan yang menerpanya. Berkaca dari pengalaman Daud tersebut, jika kita sering merasa frustasi boleh jadi penyebabnya adalah kesombongan diri sendiri. Begitu bangun tidur langsung sibuk dengan berbagai urusan, lupa akan Tuhan. Marilah kita menjadi pribadi yang rendah hati dengan berdoa terlebih dahulu sebelum memulai hari. Setiap sebelum memulai aktivitas, mari meminta pimpinan dan penyertaan Tuhan. Begitupun sebelum tidur malam, mari kembali berdoa. Kita bersyukur atas pimpinan dan penyertaan Tuhan sepanjang hari itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati di hadapan-Mu, sehingga aku selalu meluangkan waktu terbaikku untuk duduk tenang dan bercakap-cakap dengan-Mu melalui doa harianku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 16 April 2026Bacaan: "Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya." (Matius 9:17)Renungan: Seorang seniman Italia bernama Michelangelo Buonarrotti mendapat perintah membuat lukisan untuk gereja. Ia telah mencoba merombak lukisannya berulang kali, namun ia belum dapat menciptakan lukisan yang baik menurutnya. Suatu hari ketika sedang berada di warung minuman, ia mendengar seorang laki-laki berkata kepada pelayannya, "Anggur ini sudah asam, segeralah membuangnya." Maka pelayan itu pun memecahkan guci berisi anggur yang sudah asam tersebut sehingga air anggur mengalir keluar dan terbuang. Segera pelayan itu membawa sebuah guci berisi anggur baru. Melihat itu, Michelangelo segera pulang ke rumah dan membuang lukisan-lukisannya yang lama dan malam itu ia berhasil menciptakan sebuah lukisan baru yang sangat bagus. Terus memelihara sesuatu yang tidak baik di dalam hati dan pikiran, akan merampas semua sukacita, peluang untuk maju dan hidup berkemenangan. Memang masing-masing kita pasti mempunyai pengalaman yang berbeda satu dengan yang lain. Kita semua tidak terlepas dari dua sisi kehidupan, yaitu sisi suka dan sisi duka. Suka dan duka di dalam kehidupan berumah tangga, di dalam bisnis serta pekerjaan, di dalam penderitaan karena sakit penyakit, di dalam menjalin hubungan dengan seseorang, bahkan di dalam pelayanan. Tentu saja sisi suka akan senantiasa menjadi kenangan manis yang dapat membuat wajah kita berseri-seri bahkan tersenyum mengingatnya. Tetapi yang biasanya jadi masalah adalah sisi duka yang tidak jarang membuat kita sedih, atau bahkan menyebabkan kita menyimpan dendam serta kepahitan yang tidak pernah hilang. Ada sebuah doa singkat yang cukup bagus, "Tuhan, ajarilah aku bersyukur bukan hanya untuk banyak perkara-perkara besar yang sudah Engkau kerjakan, tetapi juga untuk jutaan perkara-perkara kecil yang Engkau kerjakan di dalam hidupku selama ini." Kejadian-kejadian yang menurut kita sangat menyakitkan, tentunya tidak pernah terlepas dari kemahatahuan Tuhan. Roma 8:28 berbunyi, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." Seseorang pernah berkata, "Waktu yang lalu tidak akan pernah sama dengan waktu yang akan datang." Apakah kita mengalami banyak kegagalan, kekalahan dan pengalaman menyakitkan selama beberapa waktu ini? Bangkit dan bangunlah iman kita kembali. Taruh harapan sepenuhnya kepada Tuhan dan lihat, bagaimana Diaa akan berkarya di dalam hidup kita. Buanglah anggur asam beserta kirbat lama itu dan milikilah anggur baru beserta kirbat baru yang telah tersedia bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku agar berani untuk meninggalkan semua kegagalan dan kepahitanku dan memulai sesuatu yang baru mulai hari ini. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 13 April 2026Bacaan: "Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu." (Yohanes 15:14) Renungan: Pada suatu siang, seorang Pasto berjalan melewati gerejanya. Dia berhenti sejenak untuk melihat siapa yang datang berdoa di gerejanya. Dia terkejut karena dari pintu samping gereja keluar seorang pria dengan kemeja lusuh, dengan rambut dan janggut panjang yang tidak terawat. Pria itu tersenyum kepadanya, lalu pergi. Hari-hari berikutnya, setiap Pastor ini lewat gerejanya, dia melihat orang yang sama, yang hanya berlutut sebentar lalu pergi. Mulailah timbul kecurigaan di hatinya. "Jangan-jangan dia sedang menyelidiki dan bermaksud merampok," katanya di dalam hati. Akhirnya Pastor memutuskan untuk menghentikan pria itu dan bertanya, "Apa yang kamu lakukan di sini?" Pria itu menjawab, "Saya bekerja di ujung sana. Waktu makan siang saya hanya setengah jam. Saya hanya berlutut sebentar untuk mendapatkan kekuatan dari Tuhan." "Dalam waktu sesingkat itu, apa yang Bapak doakan?" tanya Pastor. "Aku harus datang sekali lagi untuk mengatakan kepada-Mu Tuhan, aku sungguh bahagia sejak kita bertemu dan memutuskan untuk bersahabat. Engkau sudah menghapus dosa-dosaku. Aku tidak tahu bagaimana berdoa banyak, tetapi aku memikirkan Mu setiap hari. Jadi Yesus, ini 'check in-ku hari ini," jawabnya. Mendengar itu, sang Pastor merasa bodoh dan berkata, "Kamu bebas untuk datang dan berdoa kapan saja." Pria itu tersenyum dan berkata, "Terima kasih." Setelah pria itu pergi, Pastor masuk ke gereja dan berdoa, "Aku harus datang sekali lagi untuk mengatakan kepadaMu Tuhan, aku sungguh bahagia sejak kita bertemu dan memutuskan untuk bersahabat. Engkau sudah menghapus dosa-dosaku. Aku tidak tahu bagaimana berdoa banyak, tetapi aku memikirkan Mu setiap hari. Jadi Yesus, ini 'check in-ku' hari ini." Suatu hari, Pastor itu kembali lewat di gerejanya, tetapi dia tidak melihat pria lusuh yang biasa datang untuk berdoa. Demikian juga dengan hari-hari berikutnya. Dia mulai khawatir dan memutuskan untuk pergi ke pabrik di mana pria itu bekerja. Di sana dia mendapat kabar bahwa pria itu dirawat di rumah sakit. Tetapi, kabar lain yang menyenangkan adalah bahwa pria itu sudah membawa pengaruh besar di keluarga dan di kampungnya yang tempatnya jauh dari pabrik itu. Pastor itu pun senang dan bergegas pergi ke rumah sakit. Di rumah sakit, dia ditemui perawat yang berkata, "Sungguh memprihatinkan, tidak ada yang peduli kepadanya." Mendengar perkataan perawat itu, pria ini berkata, "Perawat ini keliru. la tidak tahu ada seorang sahabatku yang setia mendampingiku. Dia duduk di bawah, meraih tanganku dan berkata: Aku datang untuk mengatakan kepadamu, Aku sungguh bahagia, sejak kita bertemu dan memutuskan untuk bersahabat. Aku telah menghapus dosa-dosamu dan Aku memikirkanmu setiap hari. Jadi, ini 'check in-ku' hari ini." Seisi ruangan itu pun heran dan akhirnya banyak dari mereka yang mau mengenal dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat karena kesaksian bapak ini yang begitu nyata dan menyentuh. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin menikmati hubungan persahabatan dengan-Mu dan berbagi sukacita kepada mereka yang belum mendapatkan sukacita karena belum menjadi sahabat-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 12 April 2026Bacaan: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28) Renungan: Ada seorang raja yang mempunyai penasihat yang cukup bijak. Penasihat itu selalu ikut ke mana pun raja pergi. Kata-kata nasihat yang hampir selalu keluar dari mulut sang penasihat itu adalah, "Semua yang terjadi pasti mendatangkan kebaikan." Suatu hari, raja pergi berburu dan mengalami sedikit kecelakaan. la tidak sengaja menembakkan anak panah ke kakinya sendiri, sehingga kakinya terluka. Ia bertanya kepada penasihatnya apa pendapatnya mengenai kecelakaan itu dan sang penasihat menjawab, "Semua yang terjadi pasti mendatangkan kebaikan." Kali ini raja menjadi sangat marah atas jawaban yang selalu sama yang ia terima dari penasihatnya. Atas perintahnya, penasihat itu dimasukkan ke dalam penjara. "Sekarang apa lagi yang hendak engkau katakan?" tanya raja. "Apa yang terjadi pasti mendatangkan kebaikan," lagi-lagi penasihat itu memberikan jawaban yang sama. Penasihat itu pun tetap dimasukkan ke dalam penjara. Beberapa waktu kemudian raja pergi berburu lagi, tapi kali ini tanpa penasihat yang mendampinginya. Segerombolan kanibal menangkap sang raja kemudian membawanya ke kamp mereka untuk dijadikan makan malam para kanibal. Sebelum dimasukkan ke dalam periuk besar, para kanibal terlebih dahulu memeriksa tubuhnya. Mereka melihat bahwa di kaki raja ada luka, maka mereka pun memutuskan untuk mengembalikannya ke hutan. Sesuai tradisi kanibal, mereka tidak akan memakan apa pun yang ada cacatnya. Raja pun merasa senang. la kini menyadari kebenaran dari apa yang pernah dikatakan oleh penasihatnya bahwa apa yang terjadi pasti akan mendatangkan kebaikan. Alkitab berkata bahwa Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. "Dalam segala sesuatu" berarti dalam setiap keadaan, bukan hanya keadaan ataupun kejadian yang menyenangkan, tetapi juga dalam keadaan yang menyakitkan dan tidak pernah kita harapkan. Benar sekali bahwa Allah bisa memakai semua yang terjadi dalam hidup kita untuk satu tujuan tertentu. Kita bersyukur bahwa tujuan yang dirancangkan Allah bagi kita adalah untuk kebaikan kita semata-mata. Jika kita kembali merenungkan, banyak kejadian di masa lalu yang kemudian membentuk serta mempersiapkan kita menjadi seperti sekarang ini. Pengalaman masa lalu bisa menjadikan kita satu pribadi yang lebih baik. Untuk itu kita perlu belajar melihat sisi positif dari setiap kejadian. Apa pun tantangan yang diperhadapkan kepada kita hari ini, ingatlah bahwa itu terjadi untuk membawa kita kepada tingkatan berikutnya. Asalkan kita bisa menyikapi semua yang terjadi dengan sikap positif dan keyakinan bahwa Allah selalu menyertai kita. Kita tidak akan mengerti sepenuhnya bagaimana kejadian buruk mendatangkan kebaikan bagi kita, namun percayakanlah semuanya kepada-Nya yang akan membuat segalanya menjadi lebih baik. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku percaya Engkau sanggup bekerja dalam segala kejadian untuk mendatangkan kebaikan bagiku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 11 April 2026Bacaan: "Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja." (Amsal 14:23) Renungan: Dahulu kala di sebuah desa, hiduplah dua orang pengikut Yesus, yang satu miskin dan yang satunya lagi lebih berada. Suatu hari, orang yang miskin itu berkata kepada temannya yang lebih berada, bahwa ia akan pergi ke sebuah negeri untuk belajar memperdalam ilmu. Setengah mengejek, temannya berkata, "Kamu tidak usah berangan-angan. Pergi ke negeri seberang itu tidaklah mudah karena butuh uang yang banyak. Lagi pula kamu belum pernah keluar dari desa kecil kita ini." Orang yang miskin pun menjawab, "Aku akan membawa sebuah cangkir untuk menampung air dan sebuah piring untuk menampung nasi dan itu sudah cukup bagiku." "Itu semua omong kosong, kamu mimpi," jawab temannya yang lebih berada itu. Dua tahun kemudian, si miskin kembali setelah berhasil mewujudkan semua impiannya. Mendengar si miskin telah berhasil, temannya menjadi sangat malu karena sampai saat itu hidupnya masih seperti dulu, tidak ada perubahan dan kemajuan sedikitpun. Napoleon Hill berkata, "Ketika Anda mengambil satu keputusan, berusahalah secepatnya untuk mewujudkannya. Sekecil apapun langkah yang Anda ambil, itu akan cukup menjadi pemacu semangat Anda." Angan-angan dan perencanaan besar akan tetap menjadi angan-angan jika kita tidak segera mewujudkannya. Keputusan dan rencana apapun yang telah diambil, harus kita mulai dengan langkah-langkah nyata. Jangan menunggu sampai keadaan menjadi baik atau kondisi terlihat menguntungkan baru kita mulai bertindak, karena hanya dengan tindakan sebuah impian akan menjadi kenyataan. Abraham tidak akan pernah merasakan perbuatan-perbuatan Allah yang dahsyat dan ajaib kalau ia tidak mengambil keputusan untuk meninggalkan negerinya. Mengapa sampai saat ini kita belum melihat suatu perubahan di dalam pekerjaan maupun pelayanan kita? Mungkin saja ini disebabkan karena kita belum juga bertindak. Program-program pelayanan maupun ide-ide yang bagus untuk pekerjaan kita tidak ada gunanya kalau kita hanya mencanangkan dan membicarakannya saja. Demikian juga dengan impian-impian besar mengenai suatu usaha atau bisnis, tidak akan pernah terwujud kalau kita tidak bertindak. Mulailah dari apa yang dapat kita kerjakan, kerjakan itu dengan kesungguhan dan ketekunan dan di dalam semuanya itu, izinkan Tuhan yang menuntun. Andalkan Dia dan bukan kemampuan kita. Jangan lupa bahwa langkah pertama itu sangatlah penting. Kalau kita tidak pernah mengambil langkah pertama, maka langkah-langkah selanjutnya tidak akan pernah ada. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku keberanian untuk bertindak dan mewujudkan impian-impianku. Aku percaya, bersama-Mu selalu ada jalan keluar menuju kesuksesan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 8 April 2026Bacaan: Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri." (Matius 27:5)Renungan: Ana dan Ani adalah dua sahabat yang saling mengasihi. Mereka selalu bersama-sama dalam suka maupun duka. Mereka juga saling terbuka satu sama lain, bahkan dalam hal-hal yang merupakan privasi masing-masing, seperti hubungan dengan pacar. Orang tua Ana bahkan sudah menganggap Ani sebagai anak kandungnya. Demikian juga sebaliknya, orang tua Ani sudah menganggap Ana seperti anak kandungnya sendiri. Ana berasal dari keluarga yang cukup berada, sedangkan Ani dari keluarga yang sederhana. Namun demikian, hal itu tidak memengaruhi persahabatan mereka.Suatu kali, Ani sedang membutuhkan sejumlah uang. Karena itu ia mencoba meminjam uang kepada Ana. Sebagai seorang teman, Ana pun bersedia memberikannya. Ani membayarnya tepat waktu. Suatu waktu, Ani punya kebutuhan yang cukup besar. Jadi, Ani meminta tolong lagi kepada Ana agar mau meminjamkan uang yang lebih besar kepadanya. Sebenarnya, Ana agak ragu untuk memberikannya, sebab ia tahu betul kemampuan Ani untuk membayarnya. Tetapi karena Ani sedang membutuhkannya dan berjanji akan membayarnya tepat waktu, maka Ana pun memberikannya. Namun, ketika tiba waktu untuk membayar uang tersebut, Ani tidak membayarnya. Bahkan, ia tidak mengatakan apa pun kepada Ana, padahal mereka masih sering ketemu. Setelah lewat beberapa hari dari waktu yang disepakati, Ani tidak juga ada inisiatif untuk membayarnya. Ana mencoba mendiamkannya untuk beberapa saat, karena ia tidak ingin temannya itu tersinggung. Sebulan setelah lewat dari janji Ani untuk mengembalikan uang Ana, akhirnya Ana tidak sabar lagi. Ia pun memberanikan diri berbicara kepada Ani. Ani hanya berkata bahwa ia belum ada uang, ia pasti membayarnya nanti kalau sudah punya uang. Mendengar itu Ana pun kecewa kepada Ani, karena Ani dianggapnya tidak bertanggung jawab dalam membayar utangnya. Ana mulai mengurangi pertemuannya dengan Ani. Lama-kelamaan mereka berdua semakin jarang bertemu, bahkan tidak pernah ada kontak lagi. Sejak itu pertemanan Ana dan Ani pun berakhir. Uang dapat membuat hubungan persahabatan menjadi rusak. Yesus adalah sahabat Yudas Iskariot (Mat 9:15), namun ia nekat "menjual" Sahabatnya itu kepada para pemimpin Yahudi. Yudas rela menjual Yesus hanya demi uang 30 keping perak, yang pada waktu itu bukanlah nilai yang besar. Pada akhirnya hal itu telah membuatnya sangat menyesal dan akhirnya gantung diri. Hati-hatilah dalam persahabatan kita. Jangan sampai uang membuat hubungan dengan sahabat kita menjadi rusak. Jadikanlah uang sebagai perekat persahabatan, bukan sebagai penghancur persahabatan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku menghargai persahabatanku melebihi uang. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 29 Maret 2026Bacaan: Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia." (Lukas 24:16) Renungan: Ada sebuah kisah menarik dalam Injil Lukas 24:13-35, ketika Tuhan Yesus menampakkan diri di jalan ke Emaus. Suatu hari dua murid Yesus sedang berjalan menuju sebuah kampung. Mereka sibuk membahas apa yang sedang terjadi setelah wafatnya Yesus di kayu salib. Dalam perjalanan tersebut tiba-tiba Tuhan Yesus datang mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka, namun mereka tidak mengenal Dia. Kalau dipikir dengan logika sederhana, bagaimana mungkin kedua murid itu tidak mengenal Tuhan Yesus? Bukankah baru tiga hari Yesus meninggalkan mereka? Bukan waktu yang lama sampai bisa membuat mereka lupa akan wajah-Nya, tetapi itulah yang terjadi. Dalam kisah selanjutnya di ayat 16 dikatakan, "Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia." Ada sesuatu yang menghalangi mata mereka sehingga mereka tidak mengenal Tuhan Yesus! Sebagai murid yang ditinggal oleh Gurunya, wajar bila mereka merasa ketakutan, sedih, kecewa, dan bahkan mungkin kehilangan harapan. Rasa bingung dan putus asa telah menutupi pandangan mereka. Mata mereka seolah tertutup, tidak mengenali Tuhan Yesus meski Dia berada tepat bersama mereka. Masalah bisa menghalangi kita memandang Tuhan. Tuhan menjadi seolah hilang, tidak kelihatan. Jarak juga bisa mengubah persepsi kita tentang Tuhan. Kalau kita jauh dari Tuhan, la seolah terlihat kecil. Oleh sebab itu, selalulah berusaha untuk mendekat kepada Tuhan dan la pun mendekat kepada kita. Ketika kita terus mengarahkan pandangan kepada Tuhan, kita akan bertambah kuat. Sesungguhnya Tuhan tidak pernah menjauh, kitalah yang berubah menjadi tidak setia. Tuhan selalu mengarahkan pandangan-Nya kepada kita anak-anak-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jika beban berat datang melanda hidupku, buka mataku Tuhan untuk selalu bisa memandang-Mu. Aku percaya tak ada masalah yang bisa memisahkan aku dari kasih-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 14 Maret 2026Bacaan: "Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." (Ibrani 10:25) Renungan: Tommy adalah jenis anjing gembala Jerman berusia 7 tahun, dia adalah anjing dari Maria Margherita Lochi. Lochi sebelumnya selalu membawa anjingnya tersebut menghadiri misa di gereja Santa Maria Assumpta di San Donaci, Italia. Suatu ketika, Lochi meninggal dunia. Di hari pemakaman, Tommy ikut dalam misa pemakaman, bahkan mengikuti peti Lochi ketika dibawa ke gereja. Setelah pemakaman tersebut, Tommy sepertinya merindukan tuannya. Setiap bel gereja berbunyi yang menandakan misa akan dilangsungkan, Tommy langsung berlari dan duduk di bagian depan altar. "Saya tidak mendengar satu gonggongan pun selama dia berada dalam gereja. Dia menunggu dengan sabar disamping altar hingga misa selesai. Saya tidak sampai hati mengusirnya. Saya sendiri juga pernah kehilangan anjing, jadi saya biarkan dia disana sampai misa selesai, baru saya keluarkan dia," kata Pastor gereja tersebut. Tommy mungkin tidak mengerti apa yang dilakukannya di gereja, ia hanya mengingat bahwa tuannya selalu pergi ke sana setiap kali lonceng gereja berbunyi. la begitu mencintai tuannya dan menjadikan gereja tersebut sebagai pengingat akan kasih sayang tuannya. Jika seekor anjing bisa menghargai cinta yang ia rasakan, bukankah kita sebagai manusia harus lebih dari itu? Tuhan kita, Yesus Kristus telah menunjukkan cinta-Nya kepada kita dengan mati di kayu salib agar kita tidak binasa. Bahkan dengan anugrah-Nya yang begitu besar, kita bisa menikmati segala yang baik dalam hidup ini. Tetapi apakah kita sudah merespon kasih sayang Tuhan kita seperti Tommy, dengan menunjukkan kesetiaan dan kasih kepada-Nya? Mari kita rajin datang ke gereja, mari kita rajin beribadah, dan biarlah kita beribadah ke gereja bukan karena kebiasaan ataupun karena tradisi, dan bukan pula hanya sekadar pengisi waktu luang. Mari kita beribadah karena kita betul-betul mengasihi dan meresponi cinta Tuhan. Jadikan ibadah sebagai salah satu prioritas kita, selain hubungan pribadi kita dengan Tuhan Yesus. Salah satu bukti bahwa kita mengasihi Tuhan Yesus, terlihat dari cara kita beribadah dan prioritas kita dalam bergaul dengan Dia. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku membutuhkan Engkau. Jangan biarkan godaan dunia membuat aku menjauh dari-Mu dan meninggalkan jam-jam ibadahku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 7 Maret 2026Bacaan: "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga." (Matius 6:14)Renungan: Pengampunan sering kali merupakan sesuatu yang sangat sulit dilakukan. Kita lebih suka melakukan balas dendam kepada orang-orang yang menyakiti kita. Karena hal itu akan lebih memuaskan kedagingan kita yang selalu cenderung untuk menuntut balas. Mata ganti mata, gigi ganti gigi. Namun Tuhan Yesus mengajarkan hal yang lain kepada kita semua, Dia justru mengajar kita agar tidak membalas dendam, tetapi mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kita, seperti Dia juga telah mengampuni kita. Corrie Ten Boom, juga mempunyai pengalaman dalam soal mengampuni. Ia dengan mata kepala sendiri menyaksikan kedua orang tuanya disiksa dan dibunuh oleh seorang tentara Nazi. la sendiri juga mengalami siksaan yang luar biasa sehingga hatinya dipenuhi kebencian terhadap orang itu. Setelah menjalani masa-masa penyiksaan yang berat di kamp konsentrasi, Corrie akhirnya dibebaskan. la pun mulai bersaksi dan memberitakan Injil. Suatu kali ketika memimpin Kebangunan Rohani, ia melihat pembunuh orang tuanya itu, sekaligus orang yang pernah menyiksanya ikut berdiri dan mengambil keputusan menerima Yesus sebagai Juruselamat. Saat itu hatinya penuh dengan pergumulan luar biasa antara kebencian dan keinginan mengampuni. Dalam ketidakberdayaan, ia berseru meminta pertolongan Tuhan. Tuhan menjamah dan mengalirkan kasih-Nya kepada Corrie, sehingga Corrie mampu memandang orang itu dengan cara pandang yang baru. la mendekati orang itu dan memperkenalkan dirinya. la berkata bahwa ia sudah mengampuni orang itu karena Tuhan telah mengampuninya. Orang itu terkejut dan dengan air mata bercucuran ia meminta ampun atas dosa-dosanya. Corrie mengalami pemulihan yang luar biasa. Ia merasakan beban kebencian yang menindihnya selama ini terlepas. Orang itu pun merasakan sukacita yang besar karena dosa-dosanya diampuni Allah dan Corrie. Jika kita merasa tidak mampu mengampuni, Tuhan selalu siap untuk menolong asalkan kita mau berseru kepada-Nya. Jadi, mari memohon pertolongan Tuhan. Mintalah Dia untuk mengalirkan kasih-Nya kepada kita, karena dengan kemampuan sendiri, kita tidak akan dapat mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Hanya dengan pertolongan Tuhan, kita pasti akan dimampukan untuk memberikan pengampunan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mau mengampuni seseorang yang pernah menyakiti hatiku. Jangan biarkan rasa dendam menguasaiku sehingga aku kehilangan Damai sejahtera-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 27 Februari 2026Bacaan: Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? " Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembala kanlah domba-domba-Ku." (Yohanes 21:17)Renungan: Di sebuah sekolah dasar, ada seorang anak laki-laki yang bandel dan suka ribut di kelas. Hampir setiap hari, anak ini membuat masalah dan membuat kelas menjadi gaduh sehingga kerap kali dia menjadi sasaran kemarahan para guru. Anak ini kemudian dipanggil dengan sapaan "Surib" yang berarti "Suka Ribut". Suatu hari, ketika ada tugas melukis, seorang guru menyuruh para murid untuk melukis potret diri masing-masing. Surib pun dengan penuh antusias melukis dirinya sendiri. Dalam lukisannya, Surib menulis satu kalimat yang berbunyi, "Tuhan belum selesai menciptakan saya." Lukisan ini kemudian menjadi salah satu lukisan terbaik di sekolahnya. Suatu hari, seorang guru mendapati bahwa kelas Surib sangat gaduh. Dan seperti biasa, Suriblah yang menjadi penyebabnya. Ketika guru itu hendak memarahi Surib, beliau melihat lukisan Surib yang dipajang didepan kelas, yang bertuliskan, "Tuhan belum selesai menciptakan saya." Wajah sang guru langsung berubah. Dalam hati Sang Guru berkata, "Ya! Tuhan belum selesai menciptkannya, aku harus sabar." Dalam kehidupan kita sehari-hari, sering kali kita begitu mudah untuk menghakimi orang lain. Banyak orang cenderung memberi penilaian kepada orang lain dengan harga mati, seolah-olah orang lain sama sekali tidak akan berubah selamanya. Terlebih ketika, orang lain melakukan kesalahan. Akan sangat mudah baginya untuk melihat segala sisi dengan cara pandang negatif yang berlebihan. Banyak orang lupa bahwa Tuhan belum selesai menciptakan sesamanya. Kita pasti ingat dengan Petrus. Petrus bukanlah orang yang sempurna. Sebaliknya, Petrus selalu mendapat teguran keras dari Yesus, bahkan pernah menyangkal Yesus. Demikian pula dengan Rahab, Maria Magdalena dan Paulus. Mereka adalah para pendosa. Kendati begitu, mereka justru dipakai Tuhan secara luar biasa. Seseorang bisa saja berubah menjadi baik bahkan menjadi sesuatu yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Namun demikian, Tuhan juga membutuhkan bantuan kita, jadi janganlah kita buru-buru menghakimi dan menjauhi orang-orang yang mungkin berbuat salah terhadap kita. Namun tegurlah mereka dengan penuh kasih. Jangan lupa doakanlah dan berkatilah mereka selalu. Percayalah bahwa suatu saat mereka juga bisa berubah meski sekarang mereka melakukan kesalahan. Bimbinglah mereka untuk kembali di jalan yang benar agar mereka segera bertobat mendapat pemulihan dan akhirnya dapat diselamatkan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku mudah menghakimi orang lain. Kini aku sadar bahwa kekuranganku lebih banyak daripada orang yang sering aku hakimi. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 26 Februari 2026Bacaan: "Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan." (Amsal 12:18) Renungan: Ada seorang mahasiswa yang menderita kepahitan yang dalam selama bertahun-tahun terhadap salah seorang dosen, karena satu pernyataan yang diucapkan dosen tersebut. Suatu hari ketika ia sedang berbicara dengan pacarnya, mereka ditegur dengan sangat kasar oleh seorang dosen yang kebetulan lewat. Begitu melihat mereka berdua, dosen tersebut langsung mendatangi mereka dan berkata, "Saya muak melihat kalian berdua. Saya tidak bisa makan kalau melihat kalian berdua, mau muntah rasanya." Mahasiswa tersebut dan pacarnya begitu sakit hati sampai-sampai setiap kali dosen tersebut mengajar di kelas, mereka tidak mau mendengarkan. Semangat dan kemauan mereka untuk mengerjakan tugas-tugas dari mata kuliah yang sedang diajar dosen tersebut itupun juga hilang. Akhirnya mereka mendapat nilai yang begitu rendah dari mata kuliah tersebut, bukan karena mereka bodoh tetapi semata2 karena kepahitan dalam hati mereka kepada dosen yang mengajarnya. Amsal 12:18 mengajar kita untuk tidak sembarangan berkata, sekalipun dalam persoalan yang kecil atau remeh, bahkan dalam bergurau. Pada saat kita meremehkan soal yang kita hadapi atau meremehkan pembicaraan kita, maka pada waktu itu akan ada banyak kata-kata yang mengalir keluar tanpa ditimbang dan dipikirkan, sehingga akhirnya tahu-tahu kita sudah membuat banyak kesalahan, kepahitan dan melukai orang lain dengan kata-kata itu. Banyak penderitaan batin dan kepahitan hidup itu berasal dari kata-kata yang keluar seenaknya tanpa dipertimbangkan. Kata-kata yang tidak dipertimbangkan terlebih dahulu, tanpa disengaja dapat melemahkan atau bahkan mematikan semangat, gairah bahkan kerohanian orang lain. Oleh karena itu, sebaiknya sebelum mengucapkan suatu kalimat, teguran, nasihat atau canda gurau apapun juga, terlebih dahulu tanyakanlah kepada hati kita, adakah damai sejahtera untuk berkata-kata begitu? Adakah hati kita gelisah dan merasa tidak enak? Apakah akan ada orang yang terluka hatinya karena perkataan kita ini? Kalau hati kita tidak sejahtera, tidak ada ketenangan untuk berkata-kata sedemikian, tahan dulu, jangan terus bicara, pertimbangkan lagi, dan berdoa kepada Tuhan meminta hikmat dari Roh Kudus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat dan kepekaan untuk selalu dapat membedakan kata-kata yang berguna dan kata-kata yang tidak beguna. Ampunilah semua perkataanku yang telah menyakiti hati orang lain, dan aku mohon balutlah hati orang2 yang telah kusakiti dengan kasih dan pengampunan dari-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 20 Februari 2026Bacaan: Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka." (Keluaran 3:7) Renungan: Seorang warga Perancis yang bernama Charney telah membuat kecewa Napoleon. Oleh karena itu dia dimasukkan ke dalam penjara. Dia merasa telah ditinggalkan oleh teman-temannya dan dilupakan oleh setiap orang di luar penjara. Dalam kesendirian dan keputusasaannya. Charney mengambil sebuah batu dan menggoreskannya pada dinding selnya dengan tulisan, "Tak seorang pun peduli". Suatu hari sebuah tunas hijau tumbuh menembus lantai penjara di tempat bekas sebuah batu yang telah diambilnya tersebut. Tunas itu menjulur ke arah terang yang masuk melalui jendela kecil di selnya. Setiap hari saat ada kesempatan keluar sel, Charney membawa air untuk menyirami tunas itu. Tunas itu terus bertumbuh dan akhirnya menjadi sebuah tanaman. Beberapa hari kemudian tanaman itu mengeluarkan sebuah kuncup bunga indah berwarna biru. Hari berganti hari, kuncup bunga itu akhirnya mekar dengan sangat indahnya. Di tengah-tengah kesendiriannya, Charney menghayati pertumbuhan tunas itu menjadi sebuah tanaman yang berbunga indah dan kemudian di atas goresan yang pertama, ia menggores dinding itu lagi dengan batu yang sama dengan sebuah tulisan, "Allah peduli". Tulisan itu bukan sekadar tulisan tanpa makna, tetapi Allah benar-benar mempunyai berkat bagi "tahanan itu". Di sel yang lain, seorang tahanan mempunyai anak perempuan yang diizinkan mengunjungi para tahanan. Dia juga menengok ke arah sel di mana Charney ditempatkan. Perempuan ini juga mendengar kasih Charney kepada sebuah tanaman yang tumbuh di selnya. Berita tersebut kemudian disampaikan kepada Ratu Josephine yang terkenal ramah. Ratu berkata, "Seorang yang mengasihi dengan sungguh dan memelihara sebuah bunga tidak akan menjadi seorang yang jahat." Sang Ratu kemudian membujuk Napoleon untuk membebaskan Charney dan Charney pun dibebaskan. Charney membawa bunganya ke rumah dan dengan hati-hati memelihara bunga tersebut. Hal itulah yang mengajarnya untuk percaya kepada Allah dan kepedulianNya terhadap orang lemah. Mungkin saat ini kita sedang mengalami pergumulan yang berat. Kira sedang mengalami kejatuhan dan kita merasa tidak ada orang yang peduli terhadap kita. Ingatlah bahwa Allah peduli kepada kita. Allah peduli akan pergumulan yang kita alami. Allah yang tidak berubah itu, yang telah mempedulikan umat Israel dalam penderitaan mereka di Mesir, Ia juga akan mempedulikan kita. Belajarlah akan kepedulian Allah terhadap alam semesta. Burung pipit dan bunga bakung pun dipedulikan Allah, masakan Allah tidak mempedulikan kita? Jangan berharap pada manusia, tetapi percayalah kepada Allah dan kepedulian-Nya kepada kita, serta nantikan pertolongan dan berkat-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku jika aku kurang percaya kepada-Mu. Sekarang aku bertambah yakin bahwa Engkau peduli terhadap umat-Mu yang mengalami pergumulan berat, termasuk kepadaku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 11 Februari 2026Bacaan: "Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang." (1 Korintus 1:26)Renungan: Ada seorang pemuda yang telah berumur masih terus mencari pasangan hidup yang ideal. Suatu hari, ia menemukannya. Si gadis cantik dan pintar namun ia tidak jadi menikahinya sebab gadis itu tidak bisa memasak! Lalu ia mencari lagi dan akhirnya menemukan gadis yang bahkan lebih cantik dari sebelumnya. Bahkan si gadis pandai memasak. Ya, masakannya luar biasa lezat karena ia punya usaha restoran sendiri. Hebat bukan? Namun pemuda ini tak bisa menikahinya karena sang wanita tak pandai merawat diri. la tidak bisa make up sendiri, memakai pakaian pun tak pernah mengikuti mode dan tren yang ada. Jadi pemuda itu pun pergi meninggalkannya. la mencari lagi selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan sampai akhirnya menemukan seorang gadis yang menurutnya sangat sempurna. la begitu cantik, masakannya melebihi restoran bintang lima, dan yang terpenting ia begitu cerdas. la sempurna! Tapi, pemuda ini tak bisa menikahinya. Mengapa? Sebab gadis ini sedang mencari pria yang sempurna ! Ada orang yang juga demikian, ia mencari perusahaan yang sempurna. la ingin punya pendapatan seperti yang diharapkan. la mau memiliki atasan dan teman kerja yang ideal, yang semuanya sesuai dengan kriterianya. Apa itu mungkin? Sepertinya tidak. Mengapa? Karena dunia penuh dengan kekurangan di sana-sini. Ketidaksesuaian yang ada sudah semestinya tidak membuat kita stress, namun menyikapinya dengan bijak. Misalnya, teman kerja yang tak bersahabat, yang tak sempurna dapat memacu kita untuk belajar memahami orang, belajar bersabar, dan seterusnya. Renungkanlah, Allah pun saat menerima kita, la tidak melihat dan tidak mencari kesempurnaan dalam diri kita, lalu mengapa kita malah menuntut agar orang di sekitar kita sempurna? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau menerima aku apa adanya. Ajarilah aku agar akupun dapat menerima keberadaan orang-orang di sekitarku apa adanya. Amin. (Dod).
Pdt. Dieter Nicolas (TB) 2 Samuel 20:5Lalu pergilah Amasa mengerahkan orang Yehuda, tetapi ia menunda-nunda tugas itu sampai melewati waktu yang ditetapkan raja baginya.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 13 Januari 2026Bacaan: "Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." (Mazmur 91:1-2)Renungan: Suatu ketika ada beberapa orang bekerja sebagai penggali tambang. Sudah beberapa lama mereka tak pernah pindah tempat kerja. Jadi, bisa dibayangkan bahwa semakin digali tambang tersebut semakin dalam. Suatu hari, tiba-tiba semua aliran arus listrik dalam tambang itu putus. Lampu-lampu semuanya padam. Gelap gulita meliputi dasar tambang itu dan dalam sekejap terjadilah hiruk pikuk di sana. Setiap orang berusaha menyelamatkan diri. Namun mereka sungguh kehilangan arah. Setiap gerakan hanya berakhir dengan benturan dan tabrakan, entah menabrak sesama pekerja atau menabrak dinding tambang atau menabrak apa saja. Situasi bertambah buruk karena udara yang semakin panas. Setelah lelah bergulat dengan kegelapan, mereka semua duduk lesu tanpa harapan. Satu dari para pekerja itu angkat bicara, "Sebaiknya kita duduk tenang dulu dari pada ribut mencari jalan keluar." Mereka semua pun lalu duduk dalam hening. Saat itulah orang-orang tersebut merasakan hembusan angin yang masuk melalui celah-celah lubang di tambang. Dengan mengikuti arah datangnya angin itu, mereka akhirnya dengan selamat keluar dari dasar tambang yang dicekam kegelapan itu. Semua orang rindu mengalami apa yang dijanjikan Allah melalui Mazmur 91. Orang mau dilepaskan dari segala jerat yang ada, mau dilindungi dari kedahsyatan malam dan lepas dari berbagai penyakit. Ingin mengalami pembelaan Tuhan yang luar biasa, namun pertanyaannya adalah apakah kita bersedia untuk melakukan langkah awalnya yakni duduk diam dalam lindungan-Nya? Duduk diam bicara tentang hal yang pasif, kita menunggu dan menanti-nantikan Tuhan. Inilah yang susah, sebab kebanyakan individu maunya bergerak, inginnya melakukan sesuatu, tidak betah kalau tidak melakukan apa-apa. Padahal melangkah tanpa tuntunan hanya akan membuat kita keliru. Mari belajar duduk diam di hadapan Tuhan, karena di sana kita akan menerima kekuatan yang baru, menerima visi yang jelas, dan menerima hikmat yang baru, untuk mendapatkan cara menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku ketenangan saat masalah mendera hidupku. Aku percaya di balik ketenangan ku, kuasa-Mu akan bekerja sehingga aku memperoleh jalan keluar untuk menyelesaikan setiap masalah yang aku hadapi. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 10 Januari 2026Bacaan: "Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." (Lukas 19:5) Renungan: Zakheus, seorang pemungut cukai, sangat penasaran ketika mendengar bahwa Tuhan Yesus datang ke kotanya. Mungkin saja Zakheus sudah sering mendengar cerita orang-orang tentang Tuhan Yesus, namun ia belum pernah melihat seperti apakah Tuhan Yesus itu. Karena badannya yang pendek dan banyak orang yang mengerubungi Tuhan Yesus, la harus berlari dan memanjat pohon ara untuk dapat melihat Tuhan Yesus. Sepertinya Zakheus tidak berharap lebih selain hanya untuk melihat Tuhan Yesus. Rasa penasarannya mungkin sudah terjawab, namun Tuhan Yesus tidak berhenti sampai di situ saja. Tuhan Yesus melihat Zakheus di atas pohon ara, lalu berbicara kepadanya, dan menginginkan perjumpaan yang lebih pribadi dengannya di rumah Zakheus. Zakheus merespons permintaan Tuhan Yesus dengan segera turun dari pohon dan menerima Tuhan Yesus di rumahnya dengan sukacita. Menerima Tuhan Yesus di rumahnya mengundang cibiran dari banyak orang yang tidak menyukai dirinya. Namun sepertinya Zakheus tidak terlalu mempedulikannya, karena ia sudah lama menantikan untuk bisa berjumpa dengan Tuhan Yesus. Bahkan melalui perjumpaan ini, Zakheus mengalami pertobatan dan perubahan hidup yang dengan rela membagikan hartanya kepada orang miskin dan mengembalikan harta jika ada orang yang ia peras melalui pekerjaannya. Suatu "hadiah tidak terduga" diterima Zakheus. Bukan hanya melihat, namun ia berjumpa dan mengalami pertobatan di dalam Tuhan Yesus. Dalam berdoa, kita terbiasa untuk menyampaikan permintaan dan harapan kita kepada Tuhan. Kita berharap agar Tuhan menjawab sesuai permintaan kita. Namun terkadang Tuhan menjawabnya melebihi dari yang kita doakan. Melalui anugerah-Nya, Tuhan akan menjawab doa-doa kita dan membawa kita semakin dekat dan memuliakan-Nya. Seperti Zakheus yang dengan gigih hanya ingin melihat Tuhan Yesus, namun ia mendapatkan "hadiah" terindah, yaitu keselamatan bagi dirinya dan seisi rumahnya. Yang penting adalah kita tekun di dalam doa-doa kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur untuk berkat-berkat-Mu yang tak pernah aku pikirkan sebelumnya. Aku menjadi semakin yakin untuk memercayai-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 5 Januari 2026Bacaan: "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. " (Matius 7:24-25)Renungan: Ada seorang dosen yang sangat pandai dan hebat dalam mengajar. Karena itu, berbagai universitas sering mengundangnya untuk mengajar. Suatu kali ia diundang mengajar di satu universitas yang ia belum pernah mengajar sebelumnya. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, ia diantar sopirnya pergi ke universitas itu. Di tengah perjalanan ia iseng berkata kepada sopirnya, "Sebenarnya hari ini saya lelah sekali. Saya tidak ingin mengajar." Sopirnya berkata, "Bapak tidak usah mengajar sore ini, biar saya saja yang menggantikan Bapak." "Lho, kamu bisa gantiin saya?" tanya dosen tersebut. "Iya Pak. Saya kan sudah mengantar Bapak puluhan kali dan Bapak mengajar yang itu-itu juga, jadi saya sudah hafal Pak. Saya pasti bisa. Lagipula universitas itu belum tahu bagaimana wajah Bapak, jadi tidak perlu khawatir, Pak!" jawab sopir itu dengan yakinnya. Akhirnya dosen itu pun setuju. Lalu mereka bertukar tempat, dosen menyetir mobil dan sopir duduk di belakang layaknya seorang dosen. Tiba di universitas tersebut, sopir yang berlagak seperti dosen itu masuk kelas dan langsung mengajar. Sedangkan dosen yang asli mendengar dan melihat dari luar apa yang diajarkan oleh sopir itu. Dan ternyata, dengan mendengar puluhan kali saja, sopir itu betul-betul bisa mengajar persis dari A sampai Z. Namun di akhir perkuliahan timbul masalah, yaitu ketika sampai di sesi tanya jawab. Seorang mahasiswa bertanya, "Pak, bagaimana menerapkan apa yang Bapak ajarkan itu ke dalam kehidupan sehari-hari?" Sopir itu bingung karena ia tidak bisa menjawab. Tetapi ia tidak habis akal. "Wah, ini pertanyaan yang sangat mudah. Saking mudahnya sopir saya saja bisa menjawabnya!" Lalu ia memanggil "sopirnya". Akhirnya "sopirnya" itu dengan mudah menjawab pertanyaan tersebut dan pertanyaan-pertanyaan yang lainnya. Seperti sopir itu, orang bisa memiliki banyak pengetahuan tanpa tahu mempraktikkannya. Sebagai anak-anak Tuhan kita bisa juga seperti sopir ini yang tahu banyak kebenaran firman Tuhan, tetapi berhenti hanya sampai di pengetahuan saja, tanpa mempraktikkannya. Yesus berfirman, "Setiap orang yang mendengar perkataanku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu." Perkataan ini diberikan oleh Yesus sebagai penutup dari khotbah di bukit. Oleh karena itu, mari kita menjadi orang yang bijaksana, yakni orang yang setelah mendengarkan firman Tuhan kemudian menjadi pelaku dari firman tersebut. Jauhkan diri dari menjadi orang bodoh, yang hanya mendengar tanpa mau melakukan. Keputusan ada di tangan kita masing-masing, mau menjadi orang bijak atau orang bodoh. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin menjadi orang yang bijaksana, dengan menjadi pelaku dari setiap firman Tuhan yang aku dengar setiap hari. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 29 Desember 2025Bacaan: "Dan kamu bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan." (Efesus 6:4)Renungan: Ada sebuah kapal laut yang berlayar selama sekitar 3 tahun. Kapal laut tersebut dalam perjalanan menangkap ikan paus. Ayah dari seorang pelaut yang bekerja di kapal itu bertugas di mercusuar. Ia menanti putranya pulang karena memang sudah waktunya kapal penangkap ikan paus itu kembali pulang. Suatu malam terjadi badai besar, dan sang ayah tertidur. Waktu ia tertidur lampu mercusuar padam. Ketika terbangun, ia melihat ke tepi laut, dan melihat sebuah kapal laut yang telah karam. Segera ia bergegas turun dan melihat siapa yang masih hidup agar dapat ia selamatkan. Ternyata tubuh pertama yang ia temukan mengambang di tepi pantai adalah tubuh puteranya sendiri. Itu membawa dukacita besar baginya. la telah menantinya berhari-hari saat kepulangan itu, setelah puteranya pergi selama 3 tahun. Akhirnya, ketika putranya sudah dekat ke rumahnya, ia justru binasa karena ayahnya tertidur dan membiarkan lampu mercusuar padam. Ilustrasi ini mau mengingatkan bahwa saat ini banyak ayah dan ibu yang membiarkan lampu mercusuar "rohani"nya padam. Mereka hanya memberikan perhatian secara jasmani, kebutuhan sehari-hari dan sekolah, tetapi mereka belum mengajarkan firman Tuhan, belum berdoa ataupun menunjukkan kesaksian kehidupan kristiani bagi anak-anaknya. Sehingga banyak anak-anak yang akhirnya mengalami kekeringan rohani dan mudah jatuh dalam jerat dosa. Marilah semua ayah dan ibu untuk mulai menyalakan kembali "mercusuar rohani" dengan menanamkan benih-benih firman Allah dalam hati anak-anak anda, agar mereka bertumbuh menjadi pribadi yang takut akan Allah dan menjadi berkat bagi keluarga, masyarakat dan dunia. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, saat ini banyak jiwa-jiwa muda yang terhilang daripada-Mu. Orang tua mereka terlalu sibuk bekerja mencari nafkah, sehingga kebutuhan rohani anak-anaknya terabaikan. Banyak di antara mereka yang menyatakan diri pengikut Yesus, tetapi hidup rohani mereka seperti pohon kering yang tidak pernah disiram air, sehingga batang-batangnya kering dan mudah patah. Nyalakanlah kembali ya Yesus, lampu mercusuar rohani para ayah dan ibu yang sudah mulai padam, agar anak-anak mereka tidak binasa karena jerat dan tipu daya kegelapan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 25 Desember 2025Bacaan: Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu." (Matius 2:16) Renungan: Suatu ketika pada tanggal 25 Desember yang berkabut, sebuah kapal besar menabrak kapal yang lebih kecil. Kapal kecil mengalami kerusakan berat dan terpaksa diseret kembali ke Inggris. Pemilik kapal kecil lalu mengadukan perkara tabrakan tersebut ke pengadilan. Para saksi mata melihat bahwa kapal besar itu memang menabrak kapal kecil. Tetapi kapten kapal besar mengatakan bahwa beberapa saat sebelum terjadi tabrakan, kapalnya telah mengirimkan sinyal kepada kapal kecil. Hakim bertanya, "Siapa yang bertugas mengirim sinyal?" Seorang kelasi muda maju dan berkata, "Saya, Pak Hakim." Hakim bertanya kepada kelasi muda tersebut, "Coba beritahu saya, apa isi sinyal yang Anda kirimkan." Kelasi muda itu menjawab dengan muka merah, "MERRY CHRISTMAS & HAPPY NEW YEAR!" Mungkin kita tersenyum mendengar kisah ini, dan berpikir alangkah cerobohnya kelasi muda itu. Suatu tindakan yang sulit kita terima dengan akal sehat. Natal yang pertama pun tidak mendatangkan berkat bahkan merugikan bagi banyak orang! Mulanya Herodes mau memanfaatkan orang Majus, tetapi ketaatan orang Majus pada suara Tuhan menggagalkan rencana jahat Herodes. Kemudian ia membunuh semua anak-anak di Betlehem yang berusia di bawah 2 tahun karena ia tidak tahu kapan persisnya bayi Yesus itu dilahirkan. Apa yang diberikan Herodes kepada Tuhan Yesus pada Natal pertama? Kematian bayi-bayi yang tidak berdosa! Apa yang dilakukan oleh Herodes ini mirip dengan yang dilakukan oleh Firaun dalam Keluaran 1:15-22. Herodes mengulang kesalahan dan dosa yang dilakukan oleh Firaun, yang mengakibatkan banyak orang kehilangan anak-anak mereka. Baik Herodes maupun Firaun adalah orang-orang yang melawan dan berusaha menggagalkan rencana Allah, tetapi merekalah yang akhirnya gagal, karena rencana Allah tidak mungkin gagal. Terkadang kita memberikan hadiah kepada Yesus, sama seperti sang kelasi muda dan Herodes, yaitu kematian iman dan bencana bagi orang lain. Kalau kita mau jujur dan menengok kembali kehidupan kita, sadar atau tidak sadar seringkali hal seperti itu juga yang kita lakukan saat kita merayakan Natal. Maksud kita merayakan dan mengucapkan "Selamat Natal" tetapi ternyata ada orang-orang yang kecewa dan dirugikan, misalnya oleh panitia Natal, oleh sikap kita yang glamour di dalam merayakannya atau sikap acuh tak acuh kita pada saudara yang berkekurangan. Dengan demikian Natal sudah kehilangan makna yang sesungguhnya, yaitu untuk mendatangkan sukacita dan damai sejahtera di bumi. Marilah pada hari Natal ini kita minta agar Tuhan memperbaharui seluruh keberadaan kita sehingga melalui kehadiran kita banyak orang diberkati dan nama Tuhan semakin dimuliakan. Selamat Natal. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku rindu untuk selalu mempersembahkan yang terbaik bagi-Mu. Perbaharuilah seluruh keberadaanku agar melalui kehadiranku banyak orang diberkati dan nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 23 Desember 2025Bacaan: "Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu." (Kejadian 39:2)Renungan: Ada seorang pria miskin yang bekerja di sebuah istana sebagai pegawai rendahan. Ketika bekerja, ia sering melihat kapal-kapal yang lalu lalang sambil berkata dalam hati, "Suatu hari, aku juga pasti bisa berlayar seperti mereka." Kala itu, memang nama-nama seperti Columbus dan Vasco da Gama tengah berkibar karena pelayarannya. Raja sempat mendengar mimpinya itu, dan langsung mencibir, "Mana bisa? Memangnya dia siapa?" Akan tetapi kesempatan langka itu datang juga. la berkesempatan menjadi seorang awak kapal. Pelan tapi pasti ia lalu menjadi nahkoda kapal. Bahkan di kemudian hari menjadi orang yang mampu mengelilingi dunia. Dia adalah Ferdinand Magellan. Kamus Besar Bahasa Indonesia menulis bahwa kata 'tetapi' adalah kata penghubung antar kalimat untuk menyatakan hal yang bertolak belakang atau bertentangan. Walau di awal kalimat terdengar satu fase yang buruk, keadaan yang tidak baik, atau terdengar kondisi yang tidak menguntungkan asal ada kata 'tetapi', maka artinya bisa berbeda, bisa terbalik. Ferdinand Magellan punya mimpi yang besar, ia dijegal, ia kurang didukung tetapi kesempatan dalam hidup berkata lain. Yusuf dijual ke Mesir, tetapi Tuhan tetap menyertainya. Yusuf difitnah oleh isteri Potifar, kehidupannya berusaha dihentikan, karirnya ingin dijegal orang, kebahagiaannya dicegat, ia dijebloskan dalam penjara, ia berupaya dijatuhkan, tetapi dalam situasi sedemikian buruk, Alkitab berkata bahwa Tuhan tetap menyertai Yusuf. (Kejadian 39:21). Hasilnya ? Yusuf keluar sebagai pemenang. Tidak peduli seberapa buruk kondisi karir kita hari ini. Tidak peduli seberapa tidak menyenangkannya kehidupan pribadi kita saat ini, tetapi pastikan kita tetap disertai Tuhan. Pastikan perkenanan-Nya ada dalam hidup kita. Pastikan hadirat-Nya selalu ada di sepanjang hari-hari kita. Karena yang menentukan akhir hidup, bukan keadaan yang sekarang tetapi ditentukan oleh kebaikan, kuasa, kemurahan, dan berkat Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu berpikir positif atas setiap kejadian yang aku alami setiap hari. Jangan biarkan masalah membuat pikiranku berubah negatif. Aku percaya dibalik pikiran positif ku ada berkat baru yang Kau siapkan bagiku. Amin. (Dod).
Xeno Legendium Kisah Hikayat Senja Di Usia Tua Dan Taubat Nasuha Dari Hati Terdalam Podcast Edition by Muhammad Hamzah Sakura Ryuki.Ada seorang pemuda dari kalangan Bani Israil yang beribadah kepada Allah SWT selama dua puluh tahun lamanya. Namun kemudian, ia tergelincir dalam kelalaian, dan hidup dalam kemaksiatan selama dua puluh tahun berikutnya.Suatu hari, ketika ia menatap bayangannya di cermin, ia melihat helai-helai rambutnya telah memutih. Hatinya tertegun, dan matanya basah oleh rasa penyesalan yang tiba-tiba menyeruak. Maka ia pun berbisik dengan lirih.“Wahai Tuhanku, wahai Allah SWT, selama dua puluh tahun aku telah taat kepada-Mu, lalu dua puluh tahun aku durhaka kepada-Mu. Kini, jika aku kembali kepada-Mu, akankah Engkau menerima aku lagi?”