Cantonment in Punjab, Pakistan
POPULARITY
Categories
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tulang-Tulang Terkilir Supaya Kita DisembuhkanDiambil dari: Mazmur 22:15 “Aku tercurah seperti air, dan segala tulangku terlepas dari sendinya; hatiku menjadi seperti lilin, hancur luluh di dalam dadaku.”Wonder Kids, saat Tuhan Yesus digantung di kayu salib, tubuh-Nya menanggung penderitaan yang sangat berat. Tangan dan kaki-Nya dipaku, tubuh-Nya tergantung, dan seluruh berat badan-Nya menarik ke bawah. Karena itulah, tubuh Yesus meregang dengan sangat kuat. Mazmur 22 menggambarkan keadaan ini dengan kata-kata, “segala tulangku terlepas dari sendinya.”Artinya, penderitaan Yesus bukan hanya soal luka di kulit atau darah yang keluar. Seluruh tubuh-Nya benar-benar menanggung rasa sakit yang dalam sekali. Bahu, tangan, dan bagian-bagian tubuh lain merasakan tekanan yang luar biasa. Ditambah lagi, Yesus sudah dicambuk, dipukul, dihina, dan sangat lemah sebelum penyaliban itu dimulai.Wah, Wonder Kids, ini menolong kita melihat betapa mahalnya keselamatan kita. Yesus tidak menyelamatkan kita dengan cara yang mudah. Ia rela menanggung rasa sakit yang sangat besar di tubuh-Nya sendiri. Semua itu Ia alami karena kasih-Nya kepada kita.Mazmur 22 juga menunjukkan sesuatu yang indah: jauh sebelum Yesus disalibkan, firman Tuhan sudah lebih dulu menggambarkan penderitaan itu. Jadi, apa yang terjadi pada Yesus bukan kecelakaan. Semua ada dalam rencana Allah. Yesus tahu apa yang akan Ia hadapi, tetapi Ia tetap rela menjalaninya demi menyelamatkan manusia berdosa.Lalu apa hasilnya bagi kita? Karena Yesus rela menderita, kita bisa menerima pengampunan dan hidup yang baru. Alkitab berkata bahwa Yesus menanggung dosa kita di tubuh-Nya di kayu salib supaya kita hidup untuk kebenaran. Jadi, penderitaan Yesus tidak sia-sia. Dari salib itu, Tuhan membuka jalan supaya kita diperdamaikan dengan Allah.Kadang-kadang kita bisa lupa betapa seriusnya dosa kita. Kita menganggap dosa hanya kesalahan kecil. Tetapi salib menunjukkan bahwa dosa begitu berat sampai Yesus harus menderita sedemikian besar. Namun, salib juga menunjukkan bahwa kasih Yesus lebih besar dari dosa kita.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela menderita di kayu salib untuk menanggung dosaku. Terima kasih karena tidak ada penderitaan-Mu yang sia-sia. Tolong aku supaya tidak menganggap dosa hal yang kecil, tetapi sungguh menghargai kasih-Mu yang begitu besar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: setiap penderitaan Yesus di kayu salib menunjukkan bahwa kasih-Nya kepadamu sangat besar dan keselamatanmu dibayar sangat mahal. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tangan dan Kaki yang DipakuDiambil dari: Zakharia 12:10 “... mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapinya seperti orang meratapi anak tunggal...”Wonder Kids, ketika Tuhan Yesus sampai di tempat penyaliban, Ia dibaringkan di atas kayu salib. Lalu paku-paku besar ditancapkan pada tangan dan kaki-Nya. Itu adalah penderitaan yang sangat mengerikan. Bukan hanya sakit biasa, tetapi sakit yang amat dalam dan sangat menyiksa.Orang-orang zaman sekarang kadang membayangkan paku itu ditancapkan di telapak tangan seperti di banyak gambar. Tetapi para ahli menjelaskan bahwa kemungkinan besar paku itu dipasang di bagian pergelangan tangan, karena bagian itu lebih kuat untuk menahan berat tubuh di kayu salib. Kaki Yesus juga dipaku. Jadi seluruh tubuh-Nya tergantung dengan rasa sakit yang luar biasa.Bayangkan, Wonder Kids, setiap kali Yesus harus menahan tubuh-Nya, bergerak sedikit, atau mengambil napas, rasa sakit itu pasti makin terasa. Tangan dan kaki yang terluka itu terus menanggung beban tubuh-Nya. Ini bukan cerita yang ringan. Ini adalah penderitaan yang sungguh nyata.Mengapa Yesus rela mengalami semua itu? Karena kasih-Nya kepada kita. Tangan yang dipaku itu adalah tangan yang dulu menyentuh orang sakit dan menyembuhkan mereka. Kaki yang dipaku itu adalah kaki yang berjalan ke banyak tempat untuk menolong orang. Tetapi sekarang tangan dan kaki itu rela disakiti supaya kita bisa diselamatkan.Renungan hari ini menolong kita melihat bahwa keselamatan kita dibayar sangat mahal. Yesus tidak menyelamatkan kita dengan kata-kata saja. Ia menyelamatkan kita dengan tubuh-Nya sendiri yang diserahkan di kayu salib. Setiap luka-Nya berbicara tentang kasih yang besar.Kadang-kadang kita bisa terlalu biasa mendengar cerita salib. Kita tahu Yesus disalib, lalu kita cepat lewat begitu saja. Tetapi hari ini, berhentilah sejenak dan pikirkan: Tuhan Yesus sungguh rela dipaku untukku. Wah, itu kasih yang tidak kecil sama sekali.Dan ada satu pelajaran lagi, Wonder Kids. Tangan dan kaki kita sekarang tidak dipaku, tetapi bisa dipakai untuk dua arah: untuk dosa atau untuk Tuhan. Tangan kita bisa dipakai menolong atau menyakiti. Kaki kita bisa dipakai berjalan ke tempat yang baik atau ke tempat yang salah. Karena Yesus sudah menyerahkan tangan dan kaki-Nya bagiku, aku juga mau memakai hidupku bagi-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Lihatlah tanganmu hari ini dan katakan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena tangan-Mu rela dipaku bagiku. Tolong aku memakai tanganku untuk melakukan yang baik.” Lalu pikirkan juga ke mana kakimu akan melangkah hari ini.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela dipaku di kayu salib untuk menyelamatkanku. Terima kasih untuk kasih-Mu yang begitu besar. Tolong aku supaya tidak menganggap salib-Mu hal yang biasa, tetapi hidupku sungguh dipakai untuk melakukan yang baik bagi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: tangan dan kaki Yesus rela dipaku karena kasih-Nya kepadamu, jadi pakailah hidupmu untuk berjalan dan bekerja bagi Dia. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bagaimana Tubuh Bereaksi terhadap Kehilangan DarahDiambil dari: Yohanes 19:28 “Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai untuk menggenapkan yang ada dalam Kitab Suci, berkatalah Ia: ‘Aku haus!'”Wonder Kids, sebelum paku ditancapkan ke tangan dan kaki-Nya, Tuhan Yesus sudah mengalami banyak penderitaan. Ia sangat tertekan di taman Getsemani, lalu dicambuk dengan kejam, dihina, dan dipermalukan. Semua itu membuat tubuh-Nya sangat lemah dan kehilangan banyak darah.Kalau seseorang kehilangan banyak darah, tubuhnya akan bereaksi. Jantungnya akan berdetak lebih cepat supaya darah yang tersisa tetap bisa mengalir. Orang itu bisa menjadi lemah, pusing, gemetar, dan sangat haus. Tubuhnya merasa sangat membutuhkan cairan karena darah yang hilang harus diganti. Itulah sebabnya, di kayu salib, Yesus berkata, “Aku haus.”Ini menunjukkan lagi bahwa penderitaan Yesus itu sungguh nyata. Yesus tidak hanya tampak menderita dari luar. Tubuh-Nya benar-benar menanggung rasa sakit, kelemahan, dan kehausan yang sangat berat. Yesus bukan menjalani semua itu seperti sandiwara. Ia sungguh menderita sebagai manusia sejati.Wah, Wonder Kids, ini membuat kita makin melihat betapa besar kasih Yesus. Ia rela menanggung semua itu untuk kita. Setiap rasa haus, setiap luka, setiap tetes darah, semuanya menunjukkan bahwa keselamatan kita bukan sesuatu yang murah. Yesus membayarnya dengan penderitaan yang nyata.Kadang-kadang saat kita haus atau sakit sedikit saja, kita sudah merasa tidak nyaman. Itu wajar. Tetapi renungan hari ini menolong kita berhenti sejenak dan memikirkan: betapa berat penderitaan Yesus di kayu salib. Ia tidak mundur. Ia tetap taat sampai akhir karena Ia mengasihi kita.Dan ada satu hal yang indah juga. Saat Yesus berkata, “Aku haus,” kita melihat bahwa Dia sungguh mengerti tubuh manusia. Jadi kalau kamu sakit, lemah, haus, atau capek, Yesus tahu rasanya. Dia bukan Tuhan yang jauh dari penderitaan manusia. Dia adalah Juruselamat yang pernah masuk ke dalam penderitaan itu sendiri.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena penderitaan-Mu sungguh nyata dan semua itu Engkau tanggung karena kasih-Mu kepadaku. Tolong aku supaya tidak menganggap salib-Mu hal yang biasa, tetapi belajar bersyukur, mengasihi-Mu, dan hidup bagi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: setiap penderitaan Yesus di kayu salib menunjukkan bahwa kasih-Nya kepadamu itu sungguh nyata dan sangat besar. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Dicambuk dan DihinaDiambil dari: Yohanes 19:1–3 “Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia. Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan jubah ungu kepada-Nya dan sambil maju ke depan mereka berkata: ‘Salam, hai raja orang Yahudi!' Lalu mereka menampar muka-Nya.”Wonder Kids, sebelum Tuhan Yesus disalibkan, Ia mengalami penderitaan yang sangat berat. Ia dicambuk dengan kejam oleh tentara. Tubuh-Nya disakiti, dan setelah itu Ia juga dihina. Mereka membuat mahkota dari duri lalu menaruhnya di kepala Yesus. Mereka memakaikan jubah kepada-Nya, bukan untuk menghormati-Nya, tetapi untuk mengejek-Nya seolah-olah Yesus hanyalah raja palsu. Bahkan mereka juga menampar-Nya.Wah, ini sangat menyedihkan. Yesus tidak hanya merasakan sakit di tubuh-Nya, tetapi juga malu, hinaan, dan perlakuan yang sangat jahat. Orang-orang itu mempermainkan Yesus dan tidak menghormati-Nya sama sekali. Padahal Yesus adalah Raja yang sejati. Mahkota duri itu bukan mahkota kemuliaan, tetapi mahkota ejekan.Mengapa Yesus rela mengalami semua itu? Karena Yesus datang untuk menyelamatkan kita. Ia rela menanggung penderitaan dan kehinaan yang seharusnya menjadi bagian kita sebagai orang berdosa. Yesus tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Ia tetap diam, tetap taat kepada Bapa, dan tetap berjalan menuju salib karena kasih-Nya kepada kita.Wonder Kids, kadang-kadang kita juga bisa mengalami diejek, dipermalukan, atau diperlakukan tidak baik. Memang mungkin tidak seperti yang dialami Yesus, tetapi tetap terasa sakit. Saat itu terjadi, kita bisa ingat bahwa Yesus mengerti rasa sakit itu. Yesus tahu rasanya dihina. Yesus tahu rasanya diperlakukan tidak adil. Karena itu, kita bisa datang kepada-Nya dan minta pertolongan-Nya.Renungan hari ini juga mengingatkan kita supaya kita tidak ikut-ikutan mengejek atau merendahkan orang lain. Tentara-tentara itu menghina Yesus dengan sangat jahat. Tuhan tidak mau kita punya hati seperti itu. Tuhan mau kita menghormati orang lain, menjaga perkataan kita, dan tidak memakai mulut atau tangan kita untuk menyakiti.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan apakah kamu pernah mengejek, merendahkan, atau mempermalukan orang lain. Kalau iya, akuilah itu kepada Tuhan dan minta Dia menolongmu berubah. Kalau ada kesempatan, mintalah maaf juga kepada orang itu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela menanggung hinaan dan penderitaan untuk menyelamatkanku. Ampuni aku kalau aku pernah menyakiti orang lain dengan kata-kata atau perbuatanku. Tolong aku supaya belajar menghormati orang lain dan tetap datang kepada-Mu saat aku sendiri terluka. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus rela dihina dan disakiti karena kasih-Nya kepadamu, jadi hiduplah dengan hati yang lembut dan penuh hormat kepada orang lain. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Berkeringat DarahDiambil dari: Lukas 22:44 “Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.”Wonder Kids, karena Tuhan Yesus sungguh memiliki tubuh manusia, Ia juga sungguh bisa merasakan penderitaan yang besar. Menjelang kematian-Nya di kayu salib, Yesus mengalami tekanan yang sangat berat. Alkitab mencatat bahwa saat berdoa di taman Getsemani, peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang menetes ke tanah.Ini menunjukkan bahwa penderitaan Yesus bukan pura-pura. Yesus sungguh menghadapi sesuatu yang mengerikan. Ia tahu bahwa sebentar lagi Ia akan ditangkap, dihina, dipukul, disalibkan, dan yang paling berat, Ia akan menanggung hukuman dosa. Karena itu, hati Yesus sangat tertekan.Ada kondisi medis yang sangat jarang, ketika seseorang mengalami tekanan yang begitu berat sampai pembuluh darah kecil di dekat kelenjar keringat pecah. Akibatnya, keringat bisa bercampur dengan darah. Jadi, saat Alkitab mencatat bahwa Yesus berkeringat seperti darah, itu menunjukkan betapa berat pergumulan yang sedang Ia hadapi.Wah, Wonder Kids, ini sangat menyentuh. Yesus tahu apa yang akan terjadi, tetapi Ia tidak lari. Ia tetap maju untuk menjalankan kehendak Bapa. Yesus rela menanggung semua itu karena kasih-Nya kepada kita. Ia tidak hanya tahu tentang penderitaan manusia. Ia sendiri masuk ke dalam penderitaan itu untuk menyelamatkan kita.Kadang-kadang kita juga merasa sangat takut atau tertekan. Mungkin karena masalah di rumah, di sekolah, atau karena sesuatu yang membuat hati kita gelisah. Saat itu terjadi, kita bisa ingat bahwa Yesus mengerti pergumulan yang berat. Yesus tahu rasanya takut dan tertekan, tetapi Ia tetap datang kepada Bapa dalam doa.Jadi, renungan hari ini mengajar kita dua hal. Pertama, kasih Yesus kepada kita sangat besar, sampai Ia rela menghadapi penderitaan yang sedemikian berat. Kedua, saat kita sendiri takut atau gelisah, kita juga harus belajar datang kepada Tuhan dalam doa seperti Yesus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau ada sesuatu yang membuatmu takut atau tertekan, jangan simpan sendiri. Ceritakan itu kepada Tuhan dalam doa dengan jujur.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela menanggung penderitaan yang begitu berat untuk menyelamatkanku. Terima kasih karena Engkau mengerti saat aku takut atau gelisah. Tolong aku supaya belajar datang kepada Bapa dalam doa dan percaya kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus sungguh menderita karena kasih-Nya kepadamu, dan Dia juga mengerti saat hatimu sedang berat. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Melihat Lewat Mata TuhanDiambil dari: Kolose 1:22 “Sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.”Wonder Kids, kalau kamu bercermin, mungkin kamu bisa langsung melihat hal-hal yang menurutmu kurang bagus. Misalnya rambut berantakan, baju kusut, wajah lelah, atau mungkin bekas luka dan noda di kulit. Kita memang sering cepat melihat kekurangan pada diri kita.Kadang-kadang kita juga berpikir Tuhan melihat kita seperti itu. Kita merasa Tuhan pasti kecewa terus, marah terus, atau hanya melihat dosa dan kegagalan kita. Memang benar, Tuhan melihat semua dosa kita dengan jelas. Tidak ada yang bisa disembunyikan dari-Nya. Tetapi bagi orang yang percaya kepada Yesus, ada kabar yang sangat indah: Tuhan melihat kita melalui karya Yesus.Kolose 1:22 berkata bahwa melalui kematian Kristus, kita diperdamaikan dengan Allah, dan kita ditempatkan di hadapan-Nya sebagai orang yang kudus, tak bercela, dan tak bercacat. Wah, itu luar biasa sekali. Bukan karena kita sudah sempurna dalam diri kita sendiri, tetapi karena Yesus sudah menanggung dosa kita dan memberi kita pengampunan.Artinya, Wonder Kids, saat Tuhan melihat anak-Nya yang percaya kepada Yesus, Tuhan tidak lagi melihat kita sebagai orang yang masih harus dihukum. Tuhan melihat kita sebagai orang yang sudah diampuni, diterima, dan diperdamaikan dengan-Nya. Itu tidak berarti kita boleh hidup sembarangan. Justru karena kita sudah diampuni, kita rindu hidup makin benar di hadapan Tuhan.Kadang-kadang kita masih jatuh dalam dosa. Kita masih bisa bohong, marah, iri, atau tidak taat. Tetapi identitas kita di hadapan Tuhan tidak berdiri di atas keberhasilan kita sendiri. Identitas kita berdiri di atas karya Yesus. Karena itu, kita tidak perlu hidup dalam putus asa. Kita bisa bertobat, bangkit lagi, dan terus belajar hidup seperti yang Tuhan mau.Menjadi makin serupa Kristus berarti kita terus dibentuk sedikit demi sedikit. Kita belum sempurna sekarang, tetapi Tuhan sedang bekerja dalam hidup kita. Dan suatu hari nanti, Tuhan akan menyempurnakan pekerjaan-Nya itu.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Waktu kamu bercermin hari ini, jangan hanya lihat kekuranganmu. Katakan dalam hati, “Tuhan Yesus, terima kasih karena di dalam Engkau aku diampuni dan diterima oleh Allah.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena melalui kematian-Mu aku diperdamaikan dengan Allah. Terima kasih karena di dalam Engkau aku diterima, diampuni, dan dikasihi. Tolong aku supaya tidak hidup dalam rasa malu terus, tetapi belajar bertobat, bangkit, dan hidup makin menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: di dalam Yesus, Tuhan tidak melihatmu hanya dari kegagalanmu, tetapi sebagai anak yang sudah diampuni dan sedang dibentuk menjadi semakin serupa dengan Kristus. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Profil yang CocokDiambil dari: Yohanes 14:7–8“Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”Wonder Kids, selama beberapa waktu ini kita sudah belajar banyak tentang siapa Yesus. Kita sudah melihat bahwa sifat-sifat Allah juga terlihat pada Yesus. Misalnya, Yesus tahu segala sesuatu, Yesus selalu menyertai umat-Nya, Yesus punya segala kuasa, Yesus tidak berubah, dan Yesus sudah ada sejak semula. Wah, makin lama makin jelas ya siapa Yesus itu sebenarnya.Di Perjanjian Lama, Allah disebut dengan banyak nama dan gelar yang mulia. Allah adalah Pencipta, Penebus, Raja, Hakim, Terang, Gembala, dan Juruselamat. Nah, yang menarik, gelar-gelar seperti itu juga dipakai untuk Yesus di Perjanjian Baru. Itu menunjukkan bahwa Yesus bukan sekadar orang baik atau guru yang luar biasa. Yesus sungguh cocok dengan “profil” Allah yang dinyatakan dalam firman Tuhan.Karena itu, saat Filipus berkata, “Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami,” Yesus menjawab bahwa siapa yang sudah melihat Dia, sebenarnya sudah melihat Bapa. Tentu Yesus bukan sedang berkata bahwa Bapa dan Anak adalah Pribadi yang sama. Tetapi Yesus sedang menunjukkan bahwa Dia menyatakan Allah dengan sempurna. Kalau kita mau tahu seperti apa Allah itu, kita harus melihat kepada Yesus.Ini penting sekali, Wonder Kids. Kadang-kadang orang berkata ingin mengenal Tuhan, tetapi tidak sungguh mau datang kepada Yesus. Padahal Yesus adalah jalan untuk mengenal Bapa. Kita tidak bisa punya gambaran yang benar tentang Allah kalau kita menolak Yesus. Justru melalui Yesus, kita melihat kasih Allah, kekudusan Allah, kuasa Allah, dan keselamatan Allah.Jadi, semakin kita mengenal Yesus, semakin kita mengenal Allah. Dan semakin kita melihat bahwa semua bukti itu cocok, semakin kita punya alasan yang kuat untuk percaya bahwa Yesus sungguh adalah Anak Allah dan Tuhan yang sejati.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu hal yang paling kamu kagumi dari Yesus. Lalu katakan kepada Tuhan, “Terima kasih, Tuhan Yesus, karena melalui Engkau aku boleh mengenal Allah.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menyatakan Bapa kepadaku. Terima kasih karena melalui Engkau aku bisa mengenal siapa Allah itu. Tolong aku supaya makin mengasihi-Mu, makin percaya kepada-Mu, dan makin melihat bahwa Engkau sungguh Tuhan yang sejati. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kalau kamu ingin mengenal Allah dengan benar, lihatlah kepada Yesus, karena Dia menyatakan Bapa dengan sempurna. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahAllah yang KekalDiambil dari: Mazmur 90:2 “Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.”Wonder Kids, semua yang ada di dunia ini punya awal. Kamu punya hari kelahiran. Pohon mulai dari benih. Rumah dibangun pada waktu tertentu. Bahkan gunung dan bumi pun diciptakan oleh Tuhan. Tetapi Tuhan berbeda dari semuanya. Tuhan tidak punya awal dan tidak punya akhir. Tuhan sudah ada dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.Itu sebabnya Tuhan disebut kekal. Artinya, Tuhan tidak dibatasi oleh waktu seperti kita. Kita hidup hari ini, lalu besok, lalu lusa. Kita bertumbuh, menjadi tua, dan waktu terus berjalan. Tetapi Tuhan tidak berubah oleh waktu. Bagi Tuhan, masa lalu, masa kini, dan masa depan semuanya ada di dalam kuasa-Nya.Wah, ini luar biasa sekali ya. Kadang-kadang kita bisa takut tentang masa depan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Kita tidak tahu apakah nanti hidup akan mudah atau sulit. Tetapi Tuhan yang kita percaya adalah Tuhan yang kekal. Dia sudah ada sebelum dunia diciptakan, dan Dia tetap ada selamanya. Jadi tidak ada satu pun hari dalam hidup kita yang berada di luar tangan Tuhan.Mazmur 90 menolong kita melihat bahwa hidup manusia itu singkat, tetapi Tuhan tetap selama-lamanya. Itu bukan untuk membuat kita takut, tetapi untuk membuat kita bersandar kepada Tuhan. Karena kita berubah, kita butuh Tuhan yang tidak berubah. Karena kita lemah, kita butuh Tuhan yang tetap kuat. Karena hidup kita singkat, kita butuh Tuhan yang kekal.Dan ada satu hal yang sangat menghibur, Wonder Kids. Tuhan yang kekal itu juga mengasihi kita. Jadi kita tidak datang kepada Pribadi yang jauh dan dingin. Kita datang kepada Allah yang sudah ada selamanya dan tetap peduli kepada hidup kita hari ini. Tuhan yang besar itu juga dekat kepada anak-anak-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu merasa takut tentang hari esok, katakan kepada Tuhan, “Tuhan, Engkau kekal dan tidak berubah. Tolong aku percaya kepada-Mu untuk hari ini dan hari esok.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang kekal. Engkau sudah ada sebelum segala sesuatu, dan Engkau tetap ada selamanya. Tolong aku supaya tidak takut menghadapi masa depan, tetapi percaya kepada-Mu yang tidak pernah berubah. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: hidupmu bisa berubah, tetapi Tuhan tidak pernah berubah, karena Dia adalah Allah yang kekal. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus yang MahakuasaDiambil dari: Matius 28:18 “Yesus mendekati mereka dan berkata: ‘Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.'”Wonder Kids, hari ini kita belajar bahwa Yesus itu mahakuasa. Artinya, Yesus memiliki kuasa yang sangat besar. Tidak ada yang terlalu sulit bagi-Nya. Tidak ada yang bisa mengalahkan kuasa-Nya. Yesus bukan hanya guru yang pandai atau nabi yang hebat. Yesus adalah Tuhan yang penuh kuasa.Di dalam Injil, kita melihat banyak contohnya. Yesus mengajar dengan kuasa. Yesus mengusir roh jahat. Yesus menyembuhkan orang sakit. Yesus meredakan badai. Yesus bahkan membangkitkan orang mati. Wah, semua itu menunjukkan bahwa kuasa Yesus bukan kuasa biasa.Yang menarik, para nabi dan rasul juga pernah melakukan mujizat. Tetapi ada perbedaan yang sangat penting. Para nabi dan rasul melakukan semuanya dengan kuasa dari Tuhan. Mereka berdoa dan Tuhan yang bekerja. Sedangkan Yesus bertindak dengan otoritas-Nya sendiri. Yesus tidak hanya meminta kuasa dari luar diri-Nya seperti manusia biasa. Ia bertindak sebagai Pribadi yang sungguh berkuasa.Ini penting sekali, Wonder Kids. Kalau Yesus hanya manusia biasa, Ia tidak mungkin berkata bahwa segala kuasa di sorga dan di bumi diberikan kepada-Nya. Tetapi karena Yesus adalah Anak Allah, perkataan itu benar. Yesus memang layak menerima segala kuasa.Kadang-kadang kita merasa hidup ini berat. Mungkin ada masalah di rumah, di sekolah, atau di dalam hati kita. Kita bisa merasa lemah, takut, atau tidak sanggup. Tetapi renungan hari ini mengingatkan kita bahwa Tuhan Yesus yang kita percaya adalah Tuhan yang mahakuasa. Jadi kita tidak perlu hidup dengan mengandalkan kekuatan kita sendiri. Kita bisa datang kepada Yesus dan percaya bahwa Dia sanggup menolong kita.Dan yang paling indah, Yesus memakai kuasa-Nya bukan untuk menindas, tetapi untuk menyelamatkan. Yesus yang mahakuasa itu rela mati di kayu salib untuk menebus dosa kita. Jadi kuasa Yesus adalah kuasa yang penuh kasih.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu menghadapi sesuatu yang terasa sulit hari ini, berdoalah dengan sederhana, “Tuhan Yesus, Engkau berkuasa. Tolong aku percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang mahakuasa. Terima kasih karena kuasa-Mu begitu besar, tetapi juga penuh kasih. Tolong aku supaya tidak takut menghadapi hidup ini, tetapi percaya bahwa Engkau sanggup menolongku dalam segala hal. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus adalah Tuhan yang mahakuasa, dan kuasa-Nya yang besar dipakai untuk menolong dan menyelamatkan anak-anak-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus yang MahatahuDiambil dari: Yohanes 16:30 “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.”Wonder Kids, hari ini kita belajar bahwa Yesus mengetahui segala sesuatu. Di dalam Injil, ada beberapa kali orang menjadi heran karena Yesus tahu hal-hal yang tidak mungkin diketahui orang biasa. Yesus tahu pikiran para guru agama yang menuduh-Nya. Yesus tahu masa lalu perempuan Samaria di tepi sumur. Yesus tahu apa yang akan terjadi sesudah kematian-Nya. Yesus bahkan tahu bahwa Yudas akan mengkhianati-Nya.Wah, itu luar biasa sekali ya. Tidak ada manusia biasa yang bisa mengetahui semua itu dengan tepat. Memang sebagai manusia, Yesus sungguh hidup di dunia ini. Ia bertumbuh seperti manusia sejati. Tetapi Alkitab juga menunjukkan bahwa Yesus lebih dari manusia biasa. Ia adalah Anak Allah yang mengetahui jauh melebihi manusia.Ini penting sekali, Wonder Kids. Kadang-kadang kita merasa tidak ada yang benar-benar tahu isi hati kita. Orang tua mungkin tidak tahu semua pikiranmu. Teman-temanmu juga tidak tahu semua yang kamu rasakan. Tetapi Yesus tahu. Yesus tahu saat kamu takut. Yesus tahu saat kamu sedih. Yesus tahu saat kamu bingung. Yesus tahu bahkan sebelum kamu mengatakannya.Bagi anak Tuhan, ini adalah kabar yang menghibur. Mengapa? Karena Yesus yang mengetahui segala sesuatu itu juga mengasihi kita. Jadi kita tidak perlu pura-pura kuat di hadapan-Nya. Kita bisa datang dengan jujur. Kita bisa berkata apa adanya, karena Yesus sudah tahu, dan Dia tetap mau mendengar kita.Tetapi ini juga menjadi peringatan. Kalau Yesus tahu segala sesuatu, berarti kita tidak bisa menyembunyikan dosa dari-Nya. Kita bisa menyembunyikan sesuatu dari orang lain, tetapi tidak dari Tuhan. Karena itu, kita perlu hidup jujur di hadapan Yesus dan meminta Dia membersihkan hati kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Sebelum tidur nanti, ceritakan dengan jujur kepada Tuhan satu hal yang paling kamu rasakan hari ini, entah itu senang, takut, sedih, atau bingung. Katakan kepada-Nya dengan terbuka, karena Dia sudah tahu dan tetap peduli.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengetahui segala sesuatu. Terima kasih karena Engkau mengenal hatiku dan tetap mengasihiku. Tolong aku supaya hidup jujur di hadapan-Mu dan datang kepada-Mu dengan hati yang terbuka setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tahu segala sesuatu tentangmu, dan Dia tetap mengasihimu serta mau mendengarkanmu. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Allah yang MahatahuDiambil dari: 1 Yohanes 3:20 “sebab Allah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.”Wonder Kids, Tuhan bukan hanya hadir di mana-mana. Tuhan juga tahu segala sesuatu. Tidak ada satu pun yang tersembunyi dari Tuhan. Tuhan tahu apa yang kita lakukan, apa yang kita katakan, bahkan apa yang kita pikirkan di dalam hati.Alkitab memberi banyak contoh tentang hal ini. Tuhan tahu isi hati manusia. Tuhan tahu kapan kita duduk dan kapan kita berdiri. Tuhan tahu bintang-bintang di langit dan memanggil semuanya dengan nama. Wah, luar biasa sekali, ya. Pengetahuan Tuhan tidak terbatas seperti pengetahuan manusia.Ini sangat berbeda dengan kita. Kita sering tidak tahu banyak hal. Kadang kita bingung harus bagaimana. Kadang kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Kadang kita bahkan tidak mengerti hati kita sendiri. Tetapi Tuhan tidak pernah bingung. Tuhan tidak pernah salah. Tuhan tahu semuanya dengan sempurna.Bagi anak Tuhan, ini adalah kabar yang menghibur. Mengapa? Karena itu berarti Tuhan sungguh mengerti kita. Mungkin orang lain tidak paham perasaanmu. Mungkin tidak ada yang tahu apa yang sedang kamu pikirkan atau takutkan. Tetapi Tuhan tahu. Tuhan melihat air matamu, Tuhan tahu pergumulanmu, dan Tuhan mengerti isi hatimu.Tetapi ini juga menjadi peringatan. Kita tidak bisa pura-pura di hadapan Tuhan. Kita bisa saja terlihat baik di depan orang lain, tetapi Tuhan tahu hati kita yang sebenarnya. Tuhan tahu kalau kita bohong, iri, marah, atau menyimpan dosa. Karena itu, kita perlu datang kepada Tuhan dengan jujur dan minta Dia membersihkan hati kita.Lalu bagaimana kalau kita merasa kurang bijaksana atau tidak tahu harus berbuat apa? Kabar baiknya, Tuhan yang mahatahu itu juga mau menolong kita. Alkitab berkata bahwa kalau kita kekurangan hikmat, kita boleh memintanya kepada Tuhan. Jadi, kita tidak perlu sok tahu atau takut berlebihan. Kita bisa datang kepada Tuhan dan minta Dia menuntun kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau ada satu hal yang membuatmu bingung hari ini, bawalah itu kepada Tuhan dan berdoalah, “Tuhan, Engkau tahu segalanya. Tolong beri aku hikmat untuk melakukan yang benar.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau mengetahui segala sesuatu. Terima kasih karena saat aku bingung, takut, atau sedih, Engkau tetap mengerti aku sepenuhnya. Tolong aku supaya hidup jujur di hadapan-Mu dan mau meminta hikmat-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan tahu segalanya, jadi kamu bisa percaya kepada-Nya dengan tenang dan jujur. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus yang Hadir di Mana-ManaDiambil dari: Matius 28:20 “... Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”Wonder Kids, kadang-kadang orang bertanya begini: “Kalau Yesus itu sungguh Allah, mengapa Dia juga bisa ada di bumi sebagai manusia?” Pertanyaan itu memang tidak mudah. Tetapi Alkitab mengajarkan bahwa saat Yesus datang ke dunia, Ia sungguh menjadi manusia tanpa berhenti menjadi Allah. Itu adalah salah satu hal yang sangat besar dan ajaib tentang Yesus.Sesudah Yesus bangkit dan naik ke surga, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya bahwa Ia akan selalu menyertai mereka sampai akhir zaman. Wah, itu luar biasa sekali. Manusia biasa tidak bisa berkata begitu dengan benar. Manusia hanya bisa ada di satu tempat pada satu waktu. Tetapi Yesus berkata bahwa Ia menyertai semua murid-Nya di segala tempat dan di segala zaman.Itu berarti Yesus bukan hanya dekat kepada murid-murid zaman dulu. Yesus juga dekat kepada kita hari ini. Saat kamu ada di rumah, di sekolah, di gereja, atau bahkan saat sendirian, Yesus tidak jauh. Ia mengetahui keadaanmu, mendengar doamu, dan sanggup menolongmu.Ini sangat menghibur, Wonder Kids. Kadang-kadang kita merasa sendiri. Mungkin saat sedang takut, sedih, sakit, atau bingung, kita merasa tidak ada yang benar-benar mengerti. Tetapi firman Tuhan berkata bahwa Yesus menyertai kita senantiasa. Itu berarti kita tidak pernah benar-benar sendirian.Tetapi kehadiran Yesus juga mengingatkan kita untuk hidup sungguh-sungguh bagi-Nya. Kalau Yesus selalu menyertai kita, berarti kita tidak bisa hidup sembarangan. Tuhan melihat hidup kita. Tuhan tahu pikiran kita. Dan Tuhan mau kita tetap setia walaupun tidak ada orang lain yang melihat.Jadi, Wonder Kids, Yesus yang naik ke surga bukan berarti Yesus jadi jauh. Justru karena Dia adalah Tuhan yang mulia, Dia bisa menyertai semua anak-Nya. Ini salah satu bukti indah bahwa Yesus sungguh lebih dari manusia biasa. Yesus adalah Tuhan yang hidup.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu merasa sendirian atau takut hari ini, ucapkan pelan-pelan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu menyertaiku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak pernah meninggalkanku. Terima kasih karena Engkau selalu menyertaiku di mana pun aku berada. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu, tidak takut, dan hidup setia karena Engkau selalu dekat. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan hanya Tuhan yang pernah datang ke dunia, tetapi Tuhan yang tetap hidup dan selalu menyertai anak-anak-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Allah yang Hadir di Mana-ManaDiambil dari: Mazmur 139:8–10 “Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.”Wonder Kids, tahukah kamu bahwa ada makhluk hidup yang sangat besar di dunia? Bukan hanya paus besar, tetapi ada juga kumpulan pohon yang saling terhubung lewat akar di bawah tanah. Dari atas mungkin kelihatan seperti banyak pohon, tetapi sebenarnya mereka terhubung satu sama lain. Wah, luar biasa ya.Tetapi ada yang jauh lebih luar biasa daripada itu: Tuhan tidak hanya besar, tetapi juga hadir di mana-mana. Tuhan tidak seperti manusia yang hanya bisa ada di satu tempat pada satu waktu. Tuhan ada di surga, di bumi, di laut, di gunung, di kota, di rumahmu, bahkan saat kamu sendirian. Tidak ada tempat yang terlalu jauh bagi Tuhan.Mazmur 139 berkata bahwa kalau Daud naik ke langit, Tuhan ada di sana. Kalau Daud pergi ke tempat yang paling jauh pun, Tuhan tetap ada. Artinya, ke mana pun kita pergi, kita tidak pernah keluar dari hadapan Tuhan. Tuhan selalu tahu di mana kita berada, dan Tuhan tetap sanggup menuntun kita.Ini sangat menghibur, Wonder Kids. Kadang-kadang kita bisa merasa sendirian. Mungkin saat di sekolah kamu takut, saat di rumah kamu sedih, atau saat malam kamu merasa sepi. Tetapi firman Tuhan mengingatkan bahwa anak Tuhan tidak pernah benar-benar sendirian. Tuhan ada di situ. Tuhan melihat, Tuhan tahu, dan Tuhan peduli.Tetapi ini juga menjadi peringatan. Kalau Tuhan ada di mana-mana, berarti Tuhan juga melihat saat kita berbuat dosa. Kita tidak bisa menyembunyikan apa pun dari Tuhan. Karena itu, kita perlu hidup jujur dan takut akan Tuhan, bukan hanya saat ada orang melihat, tetapi juga saat tidak ada siapa-siapa.Jadi, Allah yang hadir di mana-mana itu adalah kabar baik bagi anak Tuhan. Mengapa? Karena itu berarti Tuhan bisa menolong kita kapan saja dan di mana saja. Tuhan bukan hanya dekat saat kita di gereja atau saat sedang berdoa. Tuhan juga dekat saat kamu belajar, bermain, takut, menangis, atau bingung.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau hari ini kamu merasa takut atau sendirian, ucapkan pelan-pelan, “Tuhan, Engkau ada di sini. Tolong aku percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau hadir di mana-mana. Terima kasih karena aku tidak pernah sendirian. Tolong aku supaya percaya bahwa tangan-Mu selalu menuntun aku dan menolong aku dalam setiap keadaan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: ke mana pun kamu pergi, Tuhan sudah ada di sana, menuntun dan memegangmu. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Pengampunan DosaDiambil dari: Markus 2:9–10 “Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkat tempat tidurmu dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa...”Wonder Kids, hari ini kita belajar sesuatu yang sangat penting tentang Tuhan Yesus. Suatu hari ada seorang lumpuh dibawa kepada Yesus. Orang-orang mungkin berharap Yesus langsung menyembuhkannya. Tetapi Yesus terlebih dahulu berkata, “Dosamu sudah diampuni.” Wah, itu mengejutkan sekali.Mengapa orang-orang menjadi marah? Karena mereka tahu bahwa hanya Allah yang berhak mengampuni dosa. Kalau seseorang berdosa, pada akhirnya dosanya adalah terhadap Allah. Jadi, saat Yesus berkata bahwa dosa orang itu diampuni, Yesus sedang mengatakan sesuatu yang sangat besar tentang diri-Nya.Lalu Yesus melakukan sesuatu yang luar biasa. Supaya orang-orang tahu bahwa perkataan-Nya benar, Yesus menyembuhkan orang lumpuh itu. Orang itu bangun, mengangkat tempat tidurnya, dan berjalan pulang. Jadi, mujizat itu menjadi tanda bahwa Yesus sungguh mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang kita lebih cepat merasa butuh pertolongan untuk masalah luar, misalnya sakit, takut, sedih, atau susah. Memang Tuhan peduli pada semua itu. Tetapi masalah terbesar kita sebenarnya adalah dosa. Dosa memisahkan kita dari Allah. Karena itu, kabar terbaik bukan hanya bahwa Yesus bisa menolong hidup kita, tetapi bahwa Yesus bisa mengampuni dosa kita.Dan ini juga menunjukkan bahwa Yesus bukan manusia biasa. Kalau Yesus hanya guru yang baik, Dia tidak bisa berkata, “Dosamu sudah diampuni,” lalu membuktikannya dengan kuasa. Tetapi Yesus memang adalah Anak Allah yang datang untuk menyelamatkan manusia berdosa. Karena itu, Ia punya hak dan kuasa untuk mengampuni.Wonder Kids, mungkin hari ini kamu ingat dosa-dosamu: berbohong, marah, iri, membantah, atau tidak taat. Jangan hanya merasa sedih. Datanglah kepada Yesus. Yesus sanggup mengampuni dosa orang yang datang kepada-Nya dengan hati yang bertobat. Dan karena Yesus juga suci dan tidak berdosa, pengampunan yang Dia beri itu sungguh bersih dan penuh.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ambil waktu sebentar dan akuilah satu dosa yang paling mengganggumu hari ini kepada Tuhan. Katakan dengan jujur, “Tuhan Yesus, ampunilah dosaku dan bersihkan hatiku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau berkuasa mengampuni dosa. Aku datang kepada-Mu dengan jujur membawa kesalahanku. Ampunilah aku, bersihkan hatiku, dan tolong aku hidup menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan hanya sanggup menolong hidupmu, tetapi juga berkuasa mengampuni dosamu. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Allah dan Pengampunan DosaDiambil dari: Mazmur 130:3–4 “Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.”Wonder Kids, pernahkah kamu melakukan kesalahan lalu merasa takut? Mungkin kamu berbohong, membantah, marah, atau berbuat nakal. Setelah itu, hati kita jadi tidak tenang. Kita tahu kita sudah berbuat salah.Renungan hari ini mengingatkan kita bahwa dosa itu serius. Dosa bukan hanya soal melanggar aturan orang tua atau guru. Dosa adalah melawan Tuhan yang sudah menciptakan kita dan mengasihi kita. Karena itu, kalau Tuhan menghitung semua dosa kita satu per satu, tidak ada satu pun dari kita yang bisa berkata, “Aku pasti aman.” Semua orang berdosa di hadapan Tuhan.Tetapi syukur kepada Tuhan, firman-Nya tidak berhenti sampai di situ. Mazmur 130 berkata, “Tetapi pada-Mu ada pengampunan.” Wah, indah sekali ya. Artinya, Tuhan bukan hanya Allah yang suci dan benar, tetapi juga Allah yang mau mengampuni orang berdosa yang datang kepada-Nya.Tentu, pengampunan itu bukan berarti dosa kita dianggap sepele. Dosa tetap jahat. Dosa tetap menyedihkan hati Tuhan. Tetapi Tuhan, dalam kasih-Nya, menyediakan jalan pengampunan bagi kita. Dan jalan itu ada di dalam Yesus. Karena Yesus mati menanggung dosa kita, kita bisa datang kepada Tuhan dan memohon ampun.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang saat kita berbuat salah, kita bisa ingin bersembunyi. Kita takut dimarahi. Kita malu. Tetapi Tuhan mau kita datang kepada-Nya dengan jujur. Mengaku dosa bukan berarti kita kalah. Mengaku dosa berarti kita percaya bahwa Tuhan itu benar dan Tuhan itu penuh belas kasihan.Kalau kamu hari ini merasa bersalah karena sesuatu, jangan simpan terus di hatimu. Bawalah itu kepada Tuhan. Katakan dengan jujur apa dosamu, lalu mintalah Tuhan mengampunimu. Tuhan senang pada hati yang mau bertobat.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba pikirkan apakah ada dosa yang perlu kamu akui kepada Tuhan hari ini. Lalu berdoalah dengan jujur dan mintalah pengampunan-Nya. Kalau perlu, mintalah maaf juga kepada orang yang kamu sakiti.Mari kita berdoa: Tuhan, aku datang kepada-Mu dengan jujur. Aku tahu aku sering berdosa. Terima kasih karena pada-Mu ada pengampunan. Tolong aku untuk berani mengaku dosa, bertobat dengan sungguh-sungguh, dan hidup menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan itu suci, tetapi juga penuh pengampunan bagi anak yang datang kepada-Nya dengan hati yang bertobat. Tuhan Yesus memberkati.
Sham and Crith take another friendship test created by the inquisitive Wah... Jack Tinder. Who will be the better friend or biggest frienemy this time?
To Wah or not to Wah? Tonight Auckland city hosts international rugby union and a bit of Aussie club rugby league. On the face of it, and with that description, it should be a no-brainer around which fixture should command your attention. The All Blacks are number two in the world, taking on the number three ranked Irish in a game that defends the All Blacks' almost unbelievable unbeaten Eden Park record. 32 years, 52 games without tasting defeat. Impressive. The Warriors, near the top of the NRL ladder (3rd after last night's games) are hosting some roadkill at Mt Smart. The Dragons have all the fire of a cigarette butt at the bottom of a schooner, currently languishing in last place and lucky to be there. Plainly, fans of league will be front and centre with the NRL fixture, fans of union will be fully focused on the Nations Championship clash, but what about the undecided? The All Blacks are frontrunners as their game kicks off at 7:10, the Wahs beatdown commences at 7:35. A nose in front from the All Blacks – then the race tightens. Off the playing surface, Wahs fans are a much more exciting proposition than All Blacks fans. The fear of loss chokes the environment up; the tension crushes the joy of the experience, at the ground and on telly. Rugby fans find it hard to celebrate. League fans are triggered by anything, especially in a crowd, and there's no better crowd in NZ sport than the massive one at Mt Smart. This vibrancy smashes its way out of the telly and spills cheap beer on the floor. On the playing surface, if the Irish win and topple the All Blacks' tower of invincibility, that's not an upset at all. There is a sense that this new look All Blacks team should have enough to hold the Irish at arm's length, but we all know how frail the All Blacks' grasp on significant results have been over the last few years, so losing the Eden Park streak isn't at all out of the question. Do really want to watch that? Conversely, to beat down the emerald barbarians at the gate will bring enormous pride and a sense that Rennie might actually be on to something. Didn't work for Razor though, did it? His 2025 Eden Park South African defiance was remarkable, but the next week we saw possibly the worst performance in All Blacks living memory. As for the Wahs, there's not a comp in the world as close as the NRL. The Dragons are toilet this year, but as we saw on Thursday night when the Bronco whipping boys conjured up a win versus the table topping Panthers, upsets are commonplace. So the Wahs could lose, but they could also open up a can of whup-ass on St George. Still undecided? Try this... is a Warriors team on the way up a better experience than an All Blacks side still trying to find their lost mojo? The choice is yours, whatever you decide, turn off your phone so social media or your mates don't wreck the delayed experience for you.See omnystudio.com/listener for privacy information.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dari Pengakuan YesusDiambil dari: Yohanes 1:12 “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa Yesus pasti tidak mungkin mengaku sebagai Allah, karena kalau begitu Ia pasti gila atau tidak waras. Memang, kalau manusia biasa tiba-tiba berkata, “Aku adalah Tuhan,” tentu itu sangat aneh. Tetapi saat kita melihat hidup Yesus, kita menemukan sesuatu yang berbeda.Yesus tidak hanya mengucapkan hal-hal besar tentang diri-Nya. Yesus juga hidup dengan cara yang menunjukkan bahwa perkataan-Nya itu benar. Yesus menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, mengajar dengan kuasa, mengenal isi hati manusia, membangkitkan orang mati, dan akhirnya bangkit dari kematian. Jadi pengakuan Yesus tentang diri-Nya tidak berdiri sendirian. Semua yang Ia lakukan mendukung siapa diri-Nya sebenarnya.Coba bayangkan, Wonder Kids, kalau ada orang mengaku sebagai presiden, tetapi tidak ada satu pun bukti yang mendukungnya, tentu kita akan tahu bahwa orang itu tidak benar. Tetapi kalau presiden sungguhan datang dengan kuasa, tugas, dan tanda-tanda yang cocok, kita tahu bahwa pengakuannya benar. Nah, begitu juga dengan Yesus. Pengakuan-Nya tentang diri-Nya didukung oleh hidup, kuasa, dan karya-Nya.Karena itu, kita tidak perlu berpikir bahwa Yesus gila. Justru sebaliknya, Yesus berkata benar. Yesus tahu siapa diri-Nya. Masalahnya adalah banyak orang tidak mau menerima kebenaran itu. Mereka lebih suka menolak daripada tunduk kepada-Nya.Renungan ini juga mengingatkan kita pada satu hal penting. Kalau Yesus benar-benar adalah Anak Allah, maka kita tidak bisa bersikap biasa saja kepada-Nya. Kita tidak bisa hanya berkata, “Oh, Yesus tokoh yang hebat.” Tidak. Kita harus mengambil keputusan: apakah kita mau percaya kepada-Nya, menerima-Nya, dan hidup sebagai milik-Nya?Yohanes 1:12 berkata bahwa semua orang yang menerima-Nya diberi kuasa menjadi anak-anak Allah. Wah, indah sekali. Jadi saat kita percaya kepada Yesus, kita bukan hanya tahu siapa Dia, tetapi kita juga menjadi milik Allah dan hidup sebagai anak-anak-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya bahwa Engkau sungguh Anak Allah. Tolong aku menerima-Mu dan hidup sebagai anak Tuhan.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau berkata benar tentang diri-Mu. Terima kasih karena hidup dan karya-Mu menunjukkan bahwa Engkau sungguh Anak Allah. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan hidup sebagai anak Allah yang taat. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan orang gila yang berkata sembarangan, tetapi Anak Allah yang sejati, yang layak dipercaya dan diterima. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Mengapa Murid-Murid Datang Kembali? Diambil dari: Matius 14:31 “Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: ‘Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?'”Wonder Kids, murid-murid Tuhan Yesus pernah mendengar begitu banyak hal luar biasa dari Yesus. Mereka melihat mujizat-mujizat-Nya, mendengar pengajaran-Nya, dan berjalan bersama-Nya. Tetapi saat Yesus ditangkap, semuanya berubah. Mereka takut. Mereka lari. Petrus bahkan menyangkal bahwa ia mengenal Yesus. Wah, itu menyedihkan sekali.Kalau begitu, mengapa mereka bisa datang kembali? Mengapa mereka tidak pergi selamanya? Jawabannya sangat penting: karena mereka bertemu lagi dengan Yesus yang bangkit. Sesudah Yesus mati, mereka memang ketakutan dan putus harapan. Tetapi setelah mereka melihat Yesus hidup kembali, semuanya berubah. Ketakutan mereka berubah menjadi keberanian. Keraguan mereka berubah menjadi keyakinan.Ini menunjukkan bahwa kebangkitan Yesus bukan cerita kosong. Kalau murid-murid hanya mengikuti Yesus karena kagum, mereka pasti sudah selesai saat Yesus mati. Tetapi mereka kembali karena mereka benar-benar bertemu dengan Tuhan yang bangkit. Mereka tahu bahwa Yesus sungguh hidup.Wonder Kids, ini juga menghibur kita. Kadang-kadang kita pun bisa seperti murid-murid. Kita bisa takut, ragu, sedih, atau menjauh dari Tuhan. Mungkin saat keadaan baik, kita semangat ikut Tuhan. Tetapi saat susah, kita mulai goyah. Renungan hari ini mengingatkan bahwa Yesus tidak meninggalkan murid-murid-Nya. Yesus datang kembali kepada mereka.Yesus juga sabar kepada Petrus. Waktu Petrus mulai tenggelam karena takut dan bimbang, Yesus segera mengulurkan tangan-Nya. Itu artinya, saat kita lemah, Yesus juga sanggup menolong kita. Tuhan tidak menolong hanya saat kita kuat. Tuhan juga menolong saat kita sedang goyah.Jadi, mengapa murid-murid datang kembali? Karena Yesus datang kembali kepada mereka. Dan itu juga berlaku bagi kita. Saat kita ragu, takut, atau jatuh, Yesus tetap adalah Tuhan yang hidup. Dia sanggup memegang kita dan menolong kita berdiri lagi.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau hari ini kamu sedang takut, sedih, atau merasa jauh dari Tuhan, katakan dengan jujur dalam doamu, “Tuhan Yesus, pegang aku lagi dan tolong aku tetap percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang bangkit dan hidup. Terima kasih karena saat murid-murid-Mu takut dan goyah, Engkau datang menolong mereka. Tolong aku juga saat aku ragu, takut, atau lemah, supaya aku tetap datang kembali kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: saat kamu goyah, Yesus yang hidup sanggup memegangmu dan menolongmu kembali kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dari Gereja Mula-MulaDiambil dari: 1 Korintus 1:22 “Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat.”Wonder Kids, selain apa yang tertulis di dalam Injil, kita juga bisa melihat satu hal penting: sejak awal, gereja mula-mula sudah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Jadi, orang Kristen pertama bukan baru belakangan membuat Yesus terlihat hebat. Sejak sangat awal, mereka memang sudah mengerti bahwa Yesus itu sangat istimewa.Ada banyak tulisan dan doa dari gereja mula-mula yang menunjukkan hal itu. Mereka menyebut Yesus sebagai Tuhan. Mereka menyembah-Nya. Mereka percaya bahwa Yesus sungguh mati, sungguh bangkit, dan sungguh layak dihormati. Jadi, iman bahwa Yesus adalah Tuhan bukan ide yang muncul jauh belakangan. Itu sudah ada sejak awal.Mengapa ini penting, Wonder Kids? Karena ada orang yang berkata bahwa mungkin orang-orang Kristen baru kemudian membesar-besarkan Yesus. Tetapi kalau sejak gereja mula-mula orang-orang percaya sudah menyembah Yesus, berarti memang dari awal mereka melihat bahwa Yesus lebih dari sekadar guru atau nabi. Mereka percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang hidup.Bahkan ada orang-orang yang rela menderita karena iman itu. Mereka tidak akan melakukan itu kalau mereka tahu semuanya hanya cerita buatan. Mereka tetap setia karena mereka sungguh percaya bahwa Yesus benar-benar hidup, mati bagi dosa, dan bangkit kembali. Itu sebabnya kesaksian gereja mula-mula sangat penting.Wonder Kids, renungan hari ini juga mengingatkan kita bahwa iman kita bukan iman yang baru dibuat-buat. Kita berdiri di dalam kabar yang sudah dipercayai oleh umat Tuhan sejak awal. Tuhan menjaga gereja-Nya dan membuat kabar tentang Yesus terus diberitakan dari generasi ke generasi.Dan sekarang, kita juga menjadi bagian dari orang-orang yang percaya kepada Yesus. Wah, indah sekali ya. Dari gereja mula-mula sampai hari ini, Tuhan terus memanggil orang untuk percaya kepada Anak-Nya. Jadi saat kita percaya kepada Yesus, kita sedang berdiri di dalam kebenaran yang sudah dipegang oleh banyak orang percaya sebelum kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena sejak dulu sampai sekarang Engkau tetap dikenal dan dipercaya oleh umat-Mu. Tolong aku juga percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah dikenal, disembah, dan dipercayai oleh gereja sejak awal. Tolong aku supaya tidak ragu, tetapi makin yakin bahwa Engkaulah Tuhan yang hidup dan Juruselamatku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: gereja mula-mula sudah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, dan sampai hari ini Dia tetap Tuhan yang hidup dan layak dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tebusan bagi Banyak OrangDiambil dari: Markus 10:45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”Wonder Kids, hari ini kita belajar sesuatu yang sangat penting tentang Tuhan Yesus. Yesus tahu betul siapa diri-Nya. Ia tahu bahwa Ia adalah Anak Allah, Mesias yang dijanjikan, dan Juruselamat dunia. Karena itu, Yesus juga tahu untuk apa Ia datang ke dunia.Yesus berkata bahwa Ia datang untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. Kata “tebusan” berarti ada harga yang dibayar supaya seseorang bisa dibebaskan. Bayangkan ada orang yang terikat dan tidak bisa melepaskan dirinya sendiri. Ia butuh seseorang lain datang dan membayar harga untuk membebaskannya. Nah, itulah yang Yesus lakukan bagi kita.Mengapa kita perlu ditebus? Karena kita semua adalah orang berdosa. Dosa memisahkan kita dari Allah, dan kita tidak bisa menyelamatkan diri sendiri. Kita tidak bisa membayar hutang dosa kita dengan kebaikan kita. Kita butuh Juruselamat. Karena itu, Yesus datang. Ia rela mati di kayu salib untuk membayar harga yang tidak bisa kita bayar.Wonder Kids, ini menunjukkan betapa besar kasih Yesus. Yesus tidak datang untuk minta dilayani seperti raja-raja dunia. Yesus datang untuk melayani. Bahkan pelayanan-Nya yang paling besar adalah saat Ia menyerahkan nyawa-Nya bagi kita. Wah, itu kasih yang luar biasa. Yesus rela mengambil tempat kita supaya kita bisa diampuni dan dibebaskan dari hukuman dosa.Ini juga menunjukkan bahwa hanya Yesus yang bisa menjadi Juruselamat kita. Tidak ada manusia lain yang cukup suci untuk membayar dosa dunia. Hanya Yesus, Anak Allah yang sempurna, yang bisa menjadi tebusan bagi banyak orang. Karena itu, keselamatan kita tidak bergantung pada usaha kita, tetapi pada karya Yesus yang sudah selesai di kayu salib.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ucapkan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela menjadi tebusan bagiku. Tolong aku menghargai kasih-Mu dan hidup bagi-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau datang bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani dan memberikan nyawa-Mu bagiku. Terima kasih karena Engkau menebusku dari dosa. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan hidup untuk memuliakan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus sangat mengasihimu sampai rela memberikan nyawa-Nya untuk menebusmu. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Datang dengan Sebuah MisiDiambil dari: Yohanes 5:24 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang telah mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”Wonder Kids, dalam banyak cerita petualangan, biasanya ada seorang tokoh utama yang mendapat tugas penting. Ia harus menyelesaikan misinya. Kadang jalannya sulit, penuh bahaya, dan banyak rintangan. Tetapi tujuan akhirnya tetap jelas.Nah, Tuhan Yesus juga datang ke dunia dengan sebuah misi. Yesus tidak datang ke bumi tanpa tujuan. Yesus datang karena manusia berdosa sudah jauh dari Allah. Kita tersesat, dan kita tidak bisa menyelamatkan diri sendiri. Karena itu, Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan kita.Misi Yesus bukan misi yang mudah. Yesus datang untuk menolong orang berdosa, mengajar tentang Kerajaan Allah, dan akhirnya mati di kayu salib menggantikan manusia. Itu sangat berat. Tetapi Yesus rela melakukannya karena kasih-Nya yang besar. Yesus datang bukan hanya untuk memberi contoh yang baik, tetapi untuk benar-benar menyelamatkan.Dalam Yohanes 5:24, Yesus berkata bahwa orang yang mendengar perkataan-Nya dan percaya kepada Dia yang mengutus-Nya mempunyai hidup yang kekal. Artinya, misi Yesus berhasil membawa keselamatan bagi orang yang percaya kepada-Nya. Karena Yesus datang, mati, dan bangkit, kita bisa dipindahkan dari maut kepada hidup. Wah, itu kabar yang luar biasa.Wonder Kids, ini berarti hidup Yesus bukan cerita biasa. Yesus adalah Juruselamat yang datang dengan tugas dari Bapa. Dan Yesus menyelesaikan tugas itu dengan sempurna. Ia tidak menyerah. Ia tidak gagal. Ia setia sampai akhir supaya kita bisa memiliki hidup yang kekal.Kadang-kadang kita juga punya tugas kecil dalam hidup kita, seperti belajar, taat kepada orang tua, menolong orang lain, atau berkata jujur. Kita bisa belajar dari Yesus untuk setia melakukan apa yang Tuhan mau. Tetapi yang paling penting, kita harus ingat bahwa hanya Yesus yang bisa menyelesaikan misi penyelamatan bagi kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ucapkan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau datang ke dunia untuk menyelamatkanku. Tolong aku percaya kepada-Mu dan hidup bagi-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau datang dengan misi yang mulia untuk menyelamatkan manusia berdosa. Terima kasih karena Engkau rela mati dan bangkit supaya aku memiliki hidup yang kekal. Tolong aku untuk percaya kepada-Mu dan hidup taat kepada-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus datang ke dunia bukan tanpa tujuan, tetapi dengan misi kasih untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Dengan Jari AllahDiambil dari: Lukas 11:20 “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.”Wonder Kids, waktu Tuhan Yesus melakukan mujizat, ada orang-orang yang tidak mau percaya kepada-Nya. Saat Yesus mengusir roh jahat, mereka malah menuduh bahwa Yesus bekerja dengan kuasa yang jahat. Wah, itu tuduhan yang serius sekali.Tetapi Yesus menjawab mereka dengan bijaksana. Yesus berkata bahwa kerajaan yang terpecah tidak akan bisa bertahan. Maksud Yesus begini: kalau setan melawan setan, kerajaannya akan hancur sendiri. Jadi tidak masuk akal kalau Yesus mengusir roh jahat dengan kuasa setan. Lalu Yesus menjelaskan yang sebenarnya: Ia mengusir setan dengan kuasa Allah. Itu berarti Kerajaan Allah sedang datang.Apa artinya, Wonder Kids? Artinya, mujizat Yesus bukan sekadar pertunjukan supaya orang kagum. Mujizat Yesus menunjukkan bahwa Allah sedang bekerja dengan kuasa-Nya. Yesus datang membawa kuasa Allah untuk mengalahkan kuasa dosa dan kejahatan. Jadi saat Yesus mengusir roh jahat, itu adalah tanda bahwa Yesus benar-benar datang dari Allah.Di Alkitab, kita juga melihat murid-murid Yesus melakukan mujizat. Tetapi ada perbedaan penting. Murid-murid melakukan semuanya dalam nama Yesus. Mereka tidak punya kuasa dari diri sendiri. Sedangkan Yesus menunjukkan kuasa Allah dengan otoritas-Nya sendiri. Jadi, Yesus bukan hanya utusan biasa. Yesus adalah Pribadi yang sangat istimewa.Wonder Kids, kadang-kadang kita juga bisa lupa bahwa kita tidak kuat dengan kekuatan sendiri. Saat takut, saat dicobai, saat marah, atau saat menghadapi hal yang sulit, kita sering ingin mengandalkan diri sendiri. Tetapi renungan hari ini mengingatkan kita bahwa kuasa yang sejati berasal dari Tuhan. Kita perlu bergantung kepada-Nya.Kalau Yesus sanggup mengalahkan kuasa jahat, berarti Yesus juga sanggup menolong kita. Mungkin kita tidak sedang berhadapan dengan roh jahat seperti dalam cerita ini, tetapi kita tetap berhadapan dengan dosa, ketakutan, dan kelemahan kita. Dan kabar baiknya, Yesus berkuasa menolong anak-anak-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu merasa lemah atau takut hari ini, ucapkan doa singkat, “Tuhan Yesus, tolong aku mengandalkan kuasa-Mu, bukan kekuatanku sendiri.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau berkuasa dan datang dengan kuasa Allah. Tolong aku supaya tidak mengandalkan diriku sendiri, tetapi belajar percaya dan bergantung kepada-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus menunjukkan kuasa Allah yang sejati, dan Dia sanggup menolongmu saat kamu lemah. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Orang FarisiDiambil dari: Markus 7:15 “Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, melainkan apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”Wonder Kids, pada zaman Yesus ada kelompok orang yang disebut orang Farisi. Mereka sangat memperhatikan aturan-aturan agama. Mereka ingin hidup kelihatan bersih dan benar di luar. Karena itu, mereka sangat serius soal makanan, cuci tangan, dan banyak peraturan lainnya. Mereka berpikir bahwa orang bisa menjadi najis terutama karena hal-hal dari luar.Tetapi Yesus mengajarkan sesuatu yang sangat penting. Yesus berkata bahwa yang paling menajiskan manusia bukanlah hal yang masuk dari luar, melainkan apa yang keluar dari hati. Maksudnya, masalah terbesar manusia bukan pertama-tama ada di makanan atau benda di luar dirinya, tetapi di dalam hatinya. Dari hati yang berdosalah keluar kebohongan, iri hati, kemarahan, kesombongan, dan banyak dosa lainnya.Wah, ini penting sekali, Wonder Kids. Kadang-kadang kita juga bisa seperti orang Farisi. Kita ingin terlihat baik di luar. Misalnya, kita duduk manis di gereja, bicara sopan di depan guru, atau terlihat taat di depan orang tua. Tetapi di dalam hati, kita bisa tetap marah, iri, suka bohong, atau tidak mengasihi Tuhan. Yesus mengingatkan bahwa Tuhan melihat hati kita, bukan hanya penampilan luar kita.Apakah itu berarti aturan Tuhan tidak penting? Bukan begitu. Aturan Tuhan tetap baik. Tuhan memberi perintah-perintah-Nya untuk menolong kita hidup benar. Tetapi aturan saja tidak bisa membuat hati kita bersih. Kita butuh Tuhan mengubah hati kita. Kita butuh mengasihi Tuhan terlebih dahulu, lalu dari hati yang diubah itu kita belajar hidup benar.Jadi, hidup yang murni bukan berarti cuma kelihatan bersih di luar. Hidup yang murni berarti hati kita makin dikasihi dan diubah oleh Tuhan, sehingga kita mau melakukan yang benar. Saat kita sungguh mengasihi Tuhan, kita akan belajar berkata jujur, tidak iri, tidak menyimpan kebencian, dan mau mengasihi orang lain.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba periksa hatimu hari ini. Apakah ada dosa seperti marah, iri, bohong, atau suka membantah? Bawalah itu kepada Tuhan dan mintalah Dia membersihkan hatimu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajarku bahwa yang paling penting adalah hati yang bersih di hadapan-Mu. Tolong aku supaya tidak hanya terlihat baik di luar, tetapi sungguh diubah di dalam hati. Bersihkan aku dari dosa dan ajar aku mengasihi Engkau serta orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan tidak hanya melihat apa yang tampak di luar, tetapi juga melihat hatimu, dan Dia mau membersihkannya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Kesaksian dari Roh-Roh JahatDiambil dari: Markus 1:24 “kata-Nya: ‘Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Apakah Engkau datang untuk membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.'”Wonder Kids, hari ini kita belajar hal yang agak mengejutkan. Ternyata, bukan hanya manusia yang pernah berkata sesuatu tentang Yesus. Roh-roh jahat pun tahu bahwa Yesus itu sangat istimewa. Dalam Markus 1:24, roh jahat berkata bahwa Yesus adalah “Yang Kudus dari Allah.”Wah, bagaimana bisa? Roh-roh jahat memang jahat, tetapi mereka tidak bodoh. Mereka tahu siapa Yesus sebenarnya. Mereka tahu bahwa Yesus bukan manusia biasa. Mereka tahu bahwa Yesus datang dari Allah dan punya kuasa atas mereka. Karena itu, saat Yesus datang, mereka takut.Tetapi ini penting sekali, Wonder Kids. Walaupun roh-roh jahat tahu siapa Yesus, itu tidak berarti mereka mengasihi atau taat kepada-Nya. Mereka tahu kebenaran, tetapi mereka tetap melawan Tuhan. Jadi, hanya tahu fakta tentang Yesus itu belum cukup. Seseorang bisa tahu banyak tentang Yesus, tetapi belum sungguh percaya dan tunduk kepada-Nya.Mengapa Yesus tidak mau kesaksian dari roh-roh jahat dijadikan dasar? Karena Yesus mau orang mengenal-Nya dengan cara yang benar. Yesus tidak datang untuk dibuktikan oleh roh-roh jahat. Yesus menyatakan diri-Nya lewat firman-Nya, lewat perbuatan-Nya, lewat kasih-Nya, lewat mujizat-Nya, dan akhirnya lewat kematian dan kebangkitan-Nya.Ini jadi peringatan juga buat kita. Jangan sampai kita hanya tahu banyak hal tentang Yesus, tetapi hati kita tidak sungguh mengasihi Dia. Roh-roh jahat tahu Yesus itu Anak Allah, tetapi mereka tetap memberontak. Anak Tuhan seharusnya berbeda. Kita bukan hanya tahu siapa Yesus, tetapi juga percaya kepada-Nya, mengasihi-Nya, dan mau taat kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku tidak mau hanya tahu tentang Engkau. Aku mau sungguh percaya, mengasihi, dan taat kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Yang Kudus dari Allah. Tolong aku supaya tidak hanya mengetahui siapa Engkau, tetapi sungguh percaya kepada-Mu dan hidup taat kepada-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mengetahui siapa Yesus itu penting, tetapi yang lebih penting adalah sungguh percaya, mengasihi, dan taat kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Suara dari SurgaDiambil dari: Matius 3:17 “Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: ‘Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.'”Wonder Kids, pernahkah kamu membayangkan bagaimana rasanya kalau tiba-tiba terdengar suara dari surga? Pasti semua orang akan diam dan mendengarkan. Nah, itu benar-benar pernah terjadi saat Tuhan Yesus dibaptis. Ketika Yesus keluar dari air, langit terbuka, Roh Allah turun seperti burung merpati, lalu terdengar suara dari surga. Suara itu berkata bahwa Yesus adalah Anak Allah yang dikasihi Bapa.Peristiwa ini sangat penting, karena Tuhan sendiri yang memberi kesaksian tentang siapa Yesus. Jadi, kita tidak perlu menebak-nebak siapa Yesus sebenarnya. Bapa di surga sudah menyatakannya dengan jelas: Yesus adalah Anak-Nya yang dikasihi. Ini berarti Yesus bukan hanya guru yang baik, bukan hanya nabi, dan bukan hanya orang hebat. Yesus adalah Anak Allah.Di bagian lain, suara dari surga juga terdengar lagi saat Yesus dimuliakan di atas gunung. Jadi, Tuhan Bapa benar-benar memberi kesaksian berulang kali tentang Yesus. Wah, luar biasa ya. Kalau Allah sendiri sudah memberi kesaksian, maka kita seharusnya sungguh-sungguh mendengarkan dan percaya kepada Yesus.Tetapi ada satu hal yang menyedihkan. Saat Yesus disalibkan, tidak ada suara dari surga yang terdengar untuk menghentikan semua penderitaan itu. Mengapa? Karena Yesus memang harus menanggung hukuman dosa kita. Di kayu salib, Yesus rela menderita supaya kita bisa diampuni. Jadi, Anak yang dikasihi Bapa itu rela menyerahkan diri-Nya demi keselamatan kita.Wonder Kids, ini mengajarkan kita bahwa iman kita kepada Yesus punya dasar yang kuat. Kita percaya kepada Yesus bukan karena ikut-ikutan orang lain, tetapi karena firman Tuhan dan kesaksian Allah sendiri menunjukkan siapa Yesus itu. Dan kalau Bapa berkata bahwa Yesus adalah Anak-Nya yang dikasihi, maka kita juga harus datang kepada Yesus dengan hormat, kasih, dan iman.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya bahwa Engkau adalah Anak Allah. Tolong aku mendengarkan-Mu dan mengikut Engkau.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Anak Allah yang dikasihi Bapa. Terima kasih karena Engkau rela datang dan mati bagiku. Tolong aku supaya sungguh percaya kepada-Mu dan mau mendengarkan firman-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kalau Bapa di surga sudah menyatakan bahwa Yesus adalah Anak-Nya, maka kita bisa percaya kepada Yesus dengan penuh keyakinan. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Pahlawan yang Rendah Hati Diambil dari: Filipi 2:3–4 “dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”Wonder Kids, ada orang yang sangat hebat dalam bidangnya, tetapi tidak suka membanggakan diri. Ia lebih senang membantu timnya daripada terus berbicara tentang dirinya sendiri. Sikap seperti itu jarang sekali, ya. Biasanya kalau orang berhasil, ia ingin semua orang tahu betapa hebatnya dia.Tetapi firman Tuhan mengajarkan hal yang berbeda. Tuhan mau kita rendah hati. Rendah hati bukan berarti kita pura-pura tidak bisa apa-apa. Rendah hati artinya kita tidak sibuk mengangkat diri sendiri, melainkan belajar memikirkan orang lain dan tidak mencari pujian untuk diri sendiri.Dan tahukah kamu, Wonder Kids? Yesus adalah teladan rendah hati yang paling sempurna. Yesus adalah Anak Allah. Ia punya kuasa yang sangat besar. Tetapi saat datang ke dunia, Yesus tidak datang untuk dilayani. Yesus datang untuk melayani. Ia menolong orang, mengajar, mengasihi, bahkan rela menyerahkan nyawa-Nya bagi kita. Wah, itu rendah hati yang sungguh luar biasa.Kadang-kadang kita juga ingin dipuji. Kita ingin dianggap paling pintar, paling hebat, paling cepat, atau paling baik. Kita bisa sedih kalau orang lain yang dipuji, bukan kita. Tetapi Tuhan mengajar kita untuk melihat kepada Yesus. Yesus tidak hidup untuk membesarkan diri-Nya sendiri. Yesus hidup untuk melakukan kehendak Bapa dan mengasihi orang lain.Wonder Kids, itu juga yang Tuhan mau dari hidup kita. Saat kamu membantu teman, mau berbagi, tidak pamer, tidak merasa diri paling penting, dan senang melihat orang lain ditolong, kamu sedang belajar rendah hati. Rendah hati itu indah di mata Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pilih satu cara untuk mendahulukan orang lain hari ini. Misalnya, membantu tanpa disuruh, memberi giliran kepada orang lain, atau tidak memaksa kehendakmu sendiri.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah teladan yang sempurna dalam kerendahan hati. Tolong aku supaya tidak sibuk memikirkan diriku sendiri, tetapi belajar mengasihi, melayani, dan memperhatikan orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: orang yang sungguh hebat di mata Tuhan bukan yang suka meninggikan diri, tetapi yang rendah hati seperti Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tetap Tepat Sasaran Diambil dari: Ibrani 12:2 “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.”Wonder Kids, pernahkah kamu melihat orang yang sangat pandai, tetapi tetap bisa gagal karena fokusnya salah? Ada seorang atlet menembak yang sangat hebat. Ia menembak dengan baik, tetapi ternyata ia melihat sasaran yang salah. Matanya tertuju ke tempat yang keliru. Akibatnya, walaupun tembakannya bagus, hasilnya tetap tidak benar.Wah, ini pelajaran yang penting sekali. Ternyata bukan hanya soal bisa melakukan sesuatu dengan baik, tetapi juga soal apakah kita mengarahkan hidup kita kepada sasaran yang benar. Kalau sasaran kita salah, maka usaha kita yang besar pun bisa membawa kita ke arah yang salah.Begitu juga dalam hidup kita, Wonder Kids. Banyak orang rajin, pintar, dan semangat. Tetapi kalau hidup mereka tidak tertuju kepada Yesus, mereka sedang mengejar sasaran yang salah. Ada yang hanya mengejar pujian orang, nilai bagus, menang terus, atau jadi yang paling hebat. Semua itu bisa terlihat bagus, tetapi kalau Yesus bukan yang terutama, hati kita bisa meleset dari tujuan yang benar.Firman Tuhan dalam Ibrani 12:2 mengingatkan kita untuk menaruh mata kepada Yesus. Artinya, Yesus harus menjadi fokus hidup kita. Saat kita belajar, bermain, berteman, atau mengambil keputusan, kita perlu bertanya: “Apakah ini menyenangkan Tuhan? Apakah ini membuatku makin dekat kepada Yesus?” Yesus adalah sasaran yang benar bagi hidup kita.Kadang-kadang kita bisa tergoda melihat “papan skor” seperti atlet itu. Kita terlalu sibuk melihat siapa yang lebih hebat, siapa yang lebih dipuji, atau apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Tetapi Tuhan mau kita berhenti membandingkan diri dan kembali memandang kepada Yesus. Saat mata kita tertuju pada Yesus, hidup kita akan diarahkan dengan benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Sebelum kamu melakukan satu kegiatan hari ini, berhentilah sejenak dan berdoa, “Tuhan Yesus, tolong aku melakukan ini dengan hati yang tertuju kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah sasaran yang benar bagi hidupku. Tolong aku supaya tidak salah fokus dan tidak mengejar hal yang salah. Ajarku untuk selalu memandang kepada-Mu dalam setiap keputusan dan langkah hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: hidup yang hebat bukan hidup yang sekadar sibuk dan berhasil, tetapi hidup yang matanya tertuju kepada Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Sejarah dan ImanDiambil dari: 1 Korintus 15:17 “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa Yesus tidak perlu sungguh-sungguh bangkit. Mereka berpikir mungkin cerita tentang Yesus cukup dipahami sebagai lambang saja. Maksudnya, mereka ingin berkata bahwa ajaran Yesus tetap baik walaupun kebangkitan-Nya tidak benar-benar terjadi. Tetapi Alkitab tidak pernah mengajarkan seperti itu.Firman Tuhan justru berkata dengan sangat jelas: kalau Kristus tidak dibangkitkan, maka iman kita sia-sia. Wah, keras sekali ya. Artinya, iman Kristen tidak dibangun di atas cerita yang indah saja, tetapi di atas peristiwa yang sungguh terjadi. Yesus benar-benar mati, benar-benar dikuburkan, dan benar-benar bangkit. Kalau kebangkitan itu tidak nyata, maka tidak ada keselamatan yang sejati.Itulah sebabnya para rasul memberitakan Yesus sebagai Pribadi yang sungguh hidup dalam sejarah. Mereka tidak berkata, “Anggap saja ini lambang.” Mereka berkata bahwa Yesus benar-benar datang dari keturunan Daud, benar-benar disalibkan, dan benar-benar dibangkitkan oleh Allah. Jadi, iman Kristen adalah iman yang berdiri di atas kebenaran yang nyata.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang orang suka hal-hal yang terasa rohani, tetapi tidak mau menerima bahwa Tuhan sungguh bekerja dalam dunia nyata. Padahal Yesus tidak datang hanya untuk memberi ide bagus atau ajaran yang menyentuh hati. Yesus datang untuk menyelamatkan manusia berdosa. Karena itu, Ia harus sungguh mati menggantikan kita dan sungguh bangkit mengalahkan maut.Kalau Yesus tidak bangkit, maka dosa kita masih belum dibereskan. Tetapi syukur kepada Tuhan, Yesus sungguh bangkit. Itu berarti dosa kita bisa diampuni, hidup kita bisa diubahkan, dan kita punya pengharapan yang hidup. Jadi kita tidak percaya kepada lambang kosong. Kita percaya kepada Juruselamat yang hidup.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh bangkit. Tolong aku hidup sebagai anak yang percaya kepada Juruselamat yang hidup.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak tinggal dalam kematian, tetapi sungguh bangkit dengan kemenangan. Tolong aku supaya imanku tidak kosong, tetapi sungguh berdiri di atas kebenaran-Mu yang hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: iman Kristen bukan cerita kosong, karena Yesus sungguh mati dan sungguh bangkit untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Berita SalibDiambil dari: 1 Korintus 1:18 “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.”Wonder Kids, ada orang yang menolak berita tentang Yesus di kayu salib. Mereka berpikir, “Mana mungkin keselamatan datang dari seseorang yang mati di salib?” Bagi mereka, salib terlihat lemah, memalukan, dan aneh. Karena itu, mereka merasa cerita tentang Yesus tidak masuk akal.Memang, kalau dilihat hanya dengan pikiran manusia, salib bisa terlihat seperti kekalahan. Orang mungkin berpikir bahwa seorang raja seharusnya menang dengan kekuatan besar, bukan dengan mati. Tetapi justru di situlah cara kerja Allah yang luar biasa. Yesus datang bukan untuk menyelamatkan manusia dengan pedang atau kekuasaan dunia, tetapi dengan menyerahkan diri-Nya untuk menanggung dosa kita.Firman Tuhan dalam 1 Korintus 1:18 berkata bahwa berita salib adalah kebodohan bagi orang yang tidak percaya. Tetapi bagi orang yang diselamatkan, berita itu adalah kekuatan Allah. Mengapa? Karena di kayu salib, Yesus melakukan apa yang tidak bisa kita lakukan sendiri. Kita tidak bisa membersihkan dosa kita. Kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri. Tetapi Yesus bisa. Yesus mati menggantikan kita supaya kita diampuni dan diperdamaikan dengan Allah.Wonder Kids, salib memang bukan cerita yang membuat orang berkata, “Wah, hebat seperti pahlawan super!” Salib adalah berita tentang kasih yang rela berkorban. Salib menunjukkan betapa seriusnya dosa kita, tetapi juga betapa besar kasih Tuhan kepada kita. Yesus rela menanggung penderitaan supaya kita bisa hidup.Kadang-kadang orang ingin Yesus yang hebat menurut dunia: kuat, terkenal, dan menang dengan cara yang kelihatan megah. Tetapi Yesus datang dengan jalan salib. Dan justru karena itulah kita punya keselamatan yang sejati. Salib bukan kelemahan Tuhan. Salib adalah jalan keselamatan yang penuh kuasa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ucapkan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela mati di kayu salib untuk menanggung dosaku. Tolong aku menghargai kasih-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena berita salib adalah kabar keselamatan bagiku. Tolong aku supaya tidak malu pada salib-Mu, tetapi percaya bahwa di sanalah Engkau menunjukkan kasih dan kuasa-Mu yang besar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: salib mungkin terlihat lemah bagi dunia, tetapi bagi anak-anak Tuhan, salib adalah bukti kasih dan kekuatan Allah yang menyelamatkan. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Teka-Teki Arkeologi: SensusDiambil dari: Lukas 2:1 “Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.”Wonder Kids, saat kita membaca kisah Natal, kita menemukan cerita tentang sensus, yaitu pendataan orang-orang oleh pemerintah. Karena sensus itulah Yusuf dan Maria pergi ke Betlehem. Tetapi ada orang yang bertanya, “Apakah sensus seperti itu benar-benar pernah terjadi? Mengapa orang harus pergi mendaftar?”Ternyata, dari catatan-catatan kuno, kita tahu bahwa pada zaman itu pemerintah memang sering melakukan sensus. Sensus dipakai untuk mengetahui jumlah penduduk, mengatur pajak, dan mengurus pemerintahan. Bahkan ada bukti bahwa dalam beberapa keadaan, orang memang diminta kembali ke tempat asal keluarganya untuk didaftarkan. Jadi, kisah yang ditulis Lukas bukan cerita aneh atau asal dibuat. Lukas menulis tentang hal yang cocok dengan dunia nyata pada zamannya.Ini penting, Wonder Kids, karena sekali lagi kita melihat bahwa Alkitab berdiri di dalam sejarah yang sungguh terjadi. Tuhan tidak bekerja di dunia dongeng. Tuhan bekerja di tengah kerajaan, kota, pemerintah, dan perjalanan manusia yang nyata. Bahkan sensus yang kelihatannya hanyalah urusan pemerintah dipakai Tuhan untuk membawa Yusuf dan Maria ke Betlehem, tepat seperti yang sudah Tuhan janjikan sebelumnya.Wah, ini indah sekali. Kadang-kadang ada hal dalam hidup kita yang kelihatannya biasa saja, bahkan merepotkan. Misalnya harus pergi ke suatu tempat, menunggu, ikut aturan, atau mengalami perubahan rencana. Tetapi Tuhan bisa memakai hal-hal biasa itu untuk menggenapi rencana-Nya. Sensus pada zaman itu bukan kebetulan. Tuhan memakainya supaya Yesus lahir di Betlehem, sesuai dengan firman-Nya.Jadi, saat kita membaca Alkitab, kita boleh percaya bahwa Tuhan sungguh memegang sejarah. Pemerintah, perjalanan, dan keputusan manusia tetap ada di dalam tangan Tuhan. Tidak ada yang terlalu besar atau terlalu kecil bagi-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat ada rencana hari ini yang berubah atau terasa merepotkan, jangan langsung mengeluh. Cobalah berdoa, “Tuhan, tolong aku percaya bahwa Engkau tetap bekerja dalam hal-hal biasa.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memegang sejarah dan hidupku juga. Tolong aku untuk percaya bahwa Engkau tetap bekerja bahkan melalui hal-hal yang kelihatannya biasa atau tidak menyenangkan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan sanggup memakai hal-hal biasa dalam hidup untuk menjalankan rencana-Nya yang besar dan baik. Tuhan Yesus memberkati.
Der FDP-Parteitag in Berlin war geprägt von einer überraschenden Kampfabstimmung. Wolfgang Kubicki sichert sich mit knapp 60 Prozent der Stimmen den Sieg, während die Gegenkandidatin Marie-Agnes Strack-Zimmermann fast 40 Prozent der Delegierten hinter sich versammeln kann. Rixa Fürsen beleuchtet, wie diese Wah und der Parteitag die Zerrissenheit der Partei offenlegt. Im 200-Sekunden-Interview: Helmer Krane, Vizechef der Freien Demokraten in Schleswig-Holstein, zu Gast. Er erklärt seine Unterstützung für Strack-Zimmermann, unter der er Generalsekretär geworden wäre, und verteidigt den parteiinternen Wettbewerb. Gemeinsam mit Rasmus Buchsteiner blickt Rixa zudem auf das Treffen von Friedrich Merz und Hendrik Wüst im sauerländischen Meschede. Wüst hatte die Gerüchte um seine Ambitionen auf die Kanzlerschaft zuvor als "Quatsch" abgetan. Das Berlin Playbook als Podcast gibt es jeden Morgen ab 5 Uhr. Gordon Repinski und das POLITICO-Team liefern Politik zum Hören – kompakt, international, hintergründig. Für alle Hauptstadt-Profis: Der Berlin Playbook-Newsletter bietet jeden Morgen die wichtigsten Themen und Einordnungen. Jetzt kostenlos abonnieren. Mehr von Rixa Fürsen gibt es auch hier: Instagram: @rixafu | X: @rixa_fursen. POLITICO Deutschland – ein Angebot der Axel Springer Deutschland GmbH Axel-Springer-Straße 65, 10888 Berlin Tel: +49 (30) 2591 0 information@axelspringer.de Sitz: Amtsgericht Berlin-Charlottenburg, HRB 196159 B USt-IdNr: DE 214 852 390 Geschäftsführer: Carolin Hulshoff Pol, Mathias Sanchez Luna Learn more about your ad choices. Visit megaphone.fm/adchoices
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Yohanes: Kolam BetesdaDiambil dari: Yohanes 5:2 “Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya.”Wonder Kids, penulis Injil Yohanes juga menulis dengan teliti. Dalam Injilnya, Yohanes menceritakan bahwa di Yerusalem ada sebuah kolam bernama Betesda, dan kolam itu mempunyai lima serambi. Dulu ada orang yang meragukan cerita ini. Mereka berpikir mungkin Yohanes salah menulis, atau mungkin tempat itu sebenarnya tidak pernah ada.Tetapi kemudian, para peneliti menemukan bahwa memang ada tempat seperti yang Yohanes tulis. Mereka menemukan sisa-sisa kolam itu, dan ternyata gambarnya cocok dengan penjelasan Yohanes. Wah, ini menarik sekali. Sekali lagi kita melihat bahwa Alkitab bukan cerita buatan, tetapi berbicara tentang tempat yang sungguh nyata dalam sejarah.Apa artinya untuk kita, Wonder Kids? Artinya, Tuhan memberi firman-Nya dengan benar dan dapat dipercaya. Kadang-kadang manusia cepat meragukan Alkitab hanya karena belum menemukan jawabannya. Tetapi sering kali, setelah diteliti lebih jauh, justru Alkitab terbukti benar. Jadi kita tidak perlu takut saat ada orang yang meragukan firman Tuhan. Tuhan tahu apa yang benar, dan kebenaran-Nya akan tetap berdiri.Di kolam Betesda itu juga Yohanes menceritakan bagaimana Yesus menyembuhkan seorang yang sudah lama sakit. Jadi tempat itu bukan hanya penting karena benar-benar ada, tetapi juga karena di sana Yesus menunjukkan kuasa dan kasih-Nya. Yesus bukan hanya tokoh dalam cerita, tetapi Tuhan yang sungguh hadir dan bekerja di dunia nyata.Kadang-kadang iman kita juga seperti terkubur oleh keraguan atau pertanyaan. Tetapi renungan hari ini mengingatkan kita bahwa firman Tuhan tetap kokoh. Saat kita belum mengerti semuanya, kita tetap bisa percaya kepada Tuhan dan terus belajar mengenal-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu punya satu pertanyaan tentang Alkitab, jangan simpan sendiri. Tanyakan kepada papa, mama, guru Sekolah Minggu, atau orang dewasa yang bisa menolongmu belajar firman Tuhan.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Lukas: LisaniasDiambil dari: Lukas 3:1 “Dalam tahun yang kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene.”Wonder Kids, Lukas adalah penulis Alkitab yang sangat teliti. Ia sering menuliskan nama orang, tempat, dan waktu dengan jelas. Mengapa? Karena Lukas ingin menunjukkan bahwa apa yang ia tulis benar-benar terjadi dalam sejarah, bukan dongeng.Salah satu contohnya adalah saat Lukas menulis nama Lisanias. Dulu, ada orang yang mengira Lukas salah menulis. Mereka berpikir bahwa Lisanias yang dikenal dalam sejarah hidup pada zaman yang berbeda, jadi sepertinya Lukas keliru. Tetapi kemudian ditemukan bukti-bukti sejarah yang menunjukkan bahwa memang ada seorang Lisanias lain yang memerintah pada waktu yang cocok dengan catatan Lukas. Jadi, ternyata Lukas benar.Wah, ini penting sekali, Wonder Kids. Kadang-kadang orang bisa cepat berkata bahwa Alkitab salah, padahal mereka belum tahu semuanya. Penemuan-penemuan sejarah sering kali justru menolong kita melihat bahwa Alkitab sangat dapat dipercaya. Lukas menulis dengan hati-hati, dan Tuhan memakai ketelitian itu untuk menguatkan iman kita.Ini juga mengajarkan sesuatu untuk hidup kita. Tuhan peduli pada hal-hal kecil. Nama, waktu, dan tempat yang terlihat sepele ternyata penting. Begitu juga dalam hidupmu. Mungkin kamu merasa hal kecil yang kamu lakukan tidak penting, seperti berkata jujur, mengerjakan tugas dengan rapi, atau menaati orang tua dalam hal sederhana. Tetapi Tuhan melihat dan menghargai kesetiaan dalam hal-hal kecil.Kalau firman Tuhan begitu teliti dan dapat dipercaya, maka kita pun bisa datang kepada Alkitab dengan keyakinan. Saat kita membacanya, kita tidak sedang membaca cerita buatan, tetapi firman Tuhan yang benar dan kokoh.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba kerjakan satu tugas kecil hari ini dengan sungguh-sungguh dan teliti, lalu katakan dalam hatimu, “Tuhan, aku mau setia juga dalam hal-hal kecil.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu benar dan dapat dipercaya. Tolong aku untuk menghargai hal-hal kecil dan belajar setia seperti yang Engkau kehendaki. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan yang benar dalam hal-hal besar juga benar dalam hal-hal kecil, jadi firman-Nya selalu dapat dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Alam Semesta yang Membesar dan Langit BaruDiambil dari: Mazmur 147:4–5 “Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya. Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga.”Wonder Kids, kalau kita melihat langit malam yang cerah, kita bisa melihat banyak bintang. Kelihatannya tenang dan diam. Tetapi para ilmuwan belajar bahwa alam semesta ini sangat besar, dan bahkan terus membesar. Jarak antara benda-benda langit makin jauh. Itu membuat banyak orang berpikir tentang betapa luar biasanya dunia yang Tuhan ciptakan.Bagi anak Tuhan, hal ini tidak perlu membuat kita takut. Justru ini mengingatkan kita bahwa Tuhan jauh lebih besar daripada seluruh alam semesta. Tuhan bukan bagian kecil dari dunia ini. Tuhan adalah Pencipta langit, bumi, bintang-bintang, dan semuanya. Firman Tuhan berkata bahwa Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya. Wah, luar biasa sekali, ya. Bintang yang begitu banyak saja Tuhan kenal satu per satu.Alkitab juga mengajarkan bahwa dunia ini punya awal. Tuhanlah yang menciptakannya. Dan bukan hanya itu, Tuhan juga berjanji bahwa suatu hari nanti Ia akan membawa langit dan bumi kepada pembaruan yang sempurna. Jadi sejarah dunia ini tidak berjalan tanpa arah. Tuhan yang memulai, dan Tuhan juga yang akan menyelesaikan semuanya menurut rencana-Nya yang baik.Itu berarti hidup kita juga tidak berjalan tanpa tujuan. Kadang-kadang kita bisa merasa kecil sekali di dunia yang begitu luas. Tetapi Tuhan yang menciptakan bintang-bintang juga mengenal namamu. Tuhan tahu hidupmu, doamu, ketakutanmu, dan masa depanmu. Jadi kita tidak perlu hidup dengan takut. Kita boleh hidup dengan percaya, taat, dan penuh pengharapan kepada Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Malam ini, kalau kamu sempat melihat langit, ucapkan, “Tuhan, Engkau besar sekali, tetapi Engkau juga mengenal aku. Tolong aku percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Pencipta alam semesta yang begitu besar. Terima kasih juga karena Engkau mengenal aku dan memeliharaku. Tolong aku hidup dengan percaya dan penuh pengharapan kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan yang menciptakan bintang-bintang yang sangat besar juga mengenalmu dan memegang masa depanmu. Tuhan Yesus Memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Karya Seni AllahDiambil dari: Mazmur 19:2 “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.”Wonder Kids, pernahkah kamu melihat sesuatu yang sangat indah lalu langsung berkata, “Wah, bagus sekali!” Misalnya saat melihat langit sore yang berwarna oranye, bunga yang cantik, gunung, laut, atau pelangi setelah hujan. Saat melihat hal-hal indah seperti itu, kita biasanya tahu bahwa keindahan itu tidak muncul begitu saja. Keindahan membuat kita berpikir tentang siapa yang membuatnya.Begitu juga dengan dunia ini. Alam semesta yang kita lihat menunjukkan bahwa Tuhan adalah Pencipta yang luar biasa. Ada orang yang menganggap semua keindahan di dunia hanya terjadi begitu saja. Tetapi semakin kita memperhatikan ciptaan Tuhan, semakin kita bisa melihat bahwa dunia ini penuh dengan rancangan, keindahan, dan keteraturan. Semua itu menunjukkan pekerjaan tangan Allah.Bayangkan sebuah lukisan yang sangat indah. Tidak mungkin cat itu terciprat sendiri lalu menjadi gambar yang bagus. Pasti ada pelukisnya. Demikian juga saat kita melihat langit, bintang-bintang, pepohonan, bunga, hewan, dan tubuh kita sendiri. Semua itu seperti karya seni yang menunjukkan kebesaran Tuhan. Dunia ini bukan hasil kebetulan. Dunia ini adalah ciptaan Allah yang penuh hikmat.Firman Tuhan dalam Mazmur 19:2 berkata bahwa langit menceritakan kemuliaan Allah. Artinya, saat kita melihat ciptaan, kita sedang diingatkan bahwa Tuhan itu mulia, hebat, dan penuh kuasa. Dan yang indah lagi, Tuhan bukan hanya menciptakan dunia ini, tetapi juga memberi kita kesempatan untuk menikmatinya. Tuhan mau kita melihat keindahan ciptaan-Nya lalu bersyukur kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Lihatlah satu hal yang indah di sekitarmu hari ini, lalu katakan, “Tuhan, terima kasih. Ciptaan-Mu indah sekali.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakan dunia ini dengan indah. Tolong aku supaya saat melihat keindahan ciptaan-Mu, aku semakin kagum dan bersyukur kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: keindahan dunia ini menolong kita melihat bahwa Tuhan adalah Pencipta yang mulia dan penuh hikmat. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 14 April 2026Bacaan: "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2) Renungan: Seorang wanita mendatangi George Crane untuk berkonsultasi, karena ia membaca artikel yang ditulis oleh George Crane di salah satu surat kabar. la bercerita tentang suaminya dengan kebencian yang sangat besar. la berkata bahwa ia tidak tahan lagi hidup dengan suaminya dan akan segera minta diceraikan. Tetapi sebelum ia diceraikan, ia harus membuat rencana balas dendam atas semua rasa sakit yang dialaminya. George Crane berpikir sejenak, kemudian ia berkata, "Nyonya, sekarang pulanglah seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Bersabarlah sedikit waktu lagi agar Anda dapat membalaskan sakit hati itu. Saran saya, cobalah untuk menunjukkan seolah-olah Anda sangat mencintainya. Setiap pagi berikan ia secangkir kopi dan roti, sambil mengatakan bahwa Anda mengasihinya. Ketika ia melakukan sesuatu yang tidak baik, cobalah untuk tersenyum kepadanya. Berusahalah sabar untuk mendengar keluh kesah atau petualangan-petualangannya sepanjang hari, sehingga ia berpikir bahwa Anda sangat mengerti akan dia. Kemudian setelah dua bulan, barulah Anda menyatakan bahwa Anda ingin bercerai dengannya. Itu akan menjadi seperti sebuah bom yang menghancurkan hatinya." "Wah, ide Anda bagus sekali Pak." sahut wanita itu. Kemudian wanita itu pulang dengan suatu rencana yang jitu. Dua bulan kemudian wanita itu kembali menemui George Crane. Setelah ia duduk, George Crane bertanya, "Apakah sekarang Anda siap menceraikan suami Anda?" "Bercerai? Saya tidak akan pernah menceraikan suami saya Pak. Sekarang saya benar-benar mengasihinya!" jawabnya dengan yakin. Jika kita menginginkan situasi yang lebih baik di rumah atau di kantor, kita tidak perlu menuntut orang lain untuk berubah terlebih dulu, mulailah perubahan itu dari diri kita sendiri. Ketika kita menunjukkan bahwa kita mau memulai perubahan dari diri kita sendiri, maka itu akan memberi inspirasi dan memotivasi orang-orang di sekitar kita untuk berubah. Pada awalnya perubahan yang kita mulai memang akan membuat orang lain bertanya-tanya, apa gerangan yang terjadi sehingga ia yang tadinya sangat cerewet kini jadi lebih bisa menguasai lidahnya; dia yang tadinya kasar, kini lebih lemah lembut, dia yang tadinya cuek habis, kini mulai perhatian; dia yang tadinya pelit, kini mulai murah hati; dia yang tadinya pemalas, kini mulai rajin, dan seterusnya. Tetapi, seiring dengan perubahan yang kita mulai, orang-orang di sekeliling kita juga akan mulai berubah. Marilah kita berubah dari hari ke hari menjadi pribadi yang karakternya semakin serupa dengan Kristus. "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Rm 12:2). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku mau dibentuk supaya menjadi seperti Yesus di dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Baharuilah hati dan pikiranku setiap hari. Amin. (Dod).
What's up Gamers?Get ready for the greediest, grimiest, and most "WAH-filled" race in the history of the show! In this episode of Konsole Kombat, we're throwing sportsmanship out the window as the ultimate masters of foul play collide on the asphalt.Representing the Mushroom Kingdom, we have the gold-grubbing powerhouse Wario and his spindly, scheming partner Waluigi. They're bringing their signature brand of chaos to the track, but they've finally met their match in the icons of animated cheating: Dick Dastardly and his snickering sidekick, Muttley.Switching to a Mario Kart: Double Dash!! format, both teams must master the art of the tag-team drive. It's a battle of custom karts, Special Items, and underhanded tactics. Will the Wario Car flatten the competition, or will the Mean Machine unleash a trap that even a Bob-omb can't escape?This Podcast is a member of the DynaMic Podcast Network! Please check out the other shows on the Network:* Dynamic Duel: Marvel Vs. DC * Max Destruction: Movie Fights *Senjoh World: Anime ActionCheck out the Linktree! Also, please consider leaving a 5 Star Rating and Review wherever you may be listening to this show, as it helps continue growing our listening audience!#gamingpodcast #gaming #sony #microsoft #nintendo #playstation #xbox #epic #steam #wario #waluigi #wackyraces
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 12 Februari 2026Bacaan: "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi." (Matius 7:1)Renungan: Suatu hari, di kereta api ada seorang anak gadis duduk di samping ibunya. Di dalam kereta, gadis itu memandang keluar jendela, dan tak henti-hentinya menyebut hal-hal yang ia lihat di sepanjang perjalanan dengan antusias. "Ma lihat, pohon-pohon itu. Wah, sawahnya benar-benar bagus ! Sungainya indah!" Di depan mereka duduk sepasang anak muda. Keduanya melihatnya dengan tatapan heran. Bagaimana tidak, untuk seukuran usianya, kelakuan anak gadis itu tampak begitu kekanak-kanakan dan berlebihan. Karena gadis tersebut terus saja menyebut hal-hal yang ia lihat, akhirnya salah satu dari anak muda itu mulai tidak tahan dan mengeluh kepada sang ibu. "Kenapa sih anak ibu lebay, sekali ? Masak, sungai, pohon, saja dibilang bagus? Norak! Kayak ga pernah lihat aja sebelumnya!" Si anak terdiam. Ibunya langsung menjawab, "Ya, anak saya ini memang sudah lama sekali tidak melihat hal-hal seperti ini. Beberapa tahun ini, matanya mengalami kebutaan, dan baru hari ini, setelah dioperasi seminggu yang lalu, penglihatannya kembali normal." Berapa banyak dari kita yang tanpa sadar juga bersikap demikian? Ketika melihat ada teman yang begitu bersemangat karena doanya dijawab, mungkin ada yang menilai bahwa ia berlebihan. Padahal, orang tidak tahu, berapa lama ia sudah menanti untuk jawaban doa itu. Saat pemilik Facebook, Mark Zuckerberg menikah dengan wanita yang parasnya biasa saja, banyak orang menilai bahwa pilihannya kurang tepat. Padahal, mereka tidak tahu dengan keadaan yang sebenarnya. Ya, orang hanya bisa menilai dari luar, cuma memerhatikan yang di permukaan saja. Mari kita belajar untuk tidak cepat menghakimi. Apa yang kita nilai benar, baik, salah, keliru atau tidak baik kadang-kadang faktanya tidak seperti yang kita pikirkan. Oleh sebab itu, berhati-hatilah sebelum bicara. Pikirkan dulu sebelum berucap dan menilai. Jika kita melakukannya, maka kita tidak akan menyinggung perasaan orang lain. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku agar tidak mudah menghakimi orang lain, karena apa yang kupikirkan belum tentu sama dengan apa yang terjadi sesungguhnya. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 5 Januari 2026Bacaan: "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. " (Matius 7:24-25)Renungan: Ada seorang dosen yang sangat pandai dan hebat dalam mengajar. Karena itu, berbagai universitas sering mengundangnya untuk mengajar. Suatu kali ia diundang mengajar di satu universitas yang ia belum pernah mengajar sebelumnya. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, ia diantar sopirnya pergi ke universitas itu. Di tengah perjalanan ia iseng berkata kepada sopirnya, "Sebenarnya hari ini saya lelah sekali. Saya tidak ingin mengajar." Sopirnya berkata, "Bapak tidak usah mengajar sore ini, biar saya saja yang menggantikan Bapak." "Lho, kamu bisa gantiin saya?" tanya dosen tersebut. "Iya Pak. Saya kan sudah mengantar Bapak puluhan kali dan Bapak mengajar yang itu-itu juga, jadi saya sudah hafal Pak. Saya pasti bisa. Lagipula universitas itu belum tahu bagaimana wajah Bapak, jadi tidak perlu khawatir, Pak!" jawab sopir itu dengan yakinnya. Akhirnya dosen itu pun setuju. Lalu mereka bertukar tempat, dosen menyetir mobil dan sopir duduk di belakang layaknya seorang dosen. Tiba di universitas tersebut, sopir yang berlagak seperti dosen itu masuk kelas dan langsung mengajar. Sedangkan dosen yang asli mendengar dan melihat dari luar apa yang diajarkan oleh sopir itu. Dan ternyata, dengan mendengar puluhan kali saja, sopir itu betul-betul bisa mengajar persis dari A sampai Z. Namun di akhir perkuliahan timbul masalah, yaitu ketika sampai di sesi tanya jawab. Seorang mahasiswa bertanya, "Pak, bagaimana menerapkan apa yang Bapak ajarkan itu ke dalam kehidupan sehari-hari?" Sopir itu bingung karena ia tidak bisa menjawab. Tetapi ia tidak habis akal. "Wah, ini pertanyaan yang sangat mudah. Saking mudahnya sopir saya saja bisa menjawabnya!" Lalu ia memanggil "sopirnya". Akhirnya "sopirnya" itu dengan mudah menjawab pertanyaan tersebut dan pertanyaan-pertanyaan yang lainnya. Seperti sopir itu, orang bisa memiliki banyak pengetahuan tanpa tahu mempraktikkannya. Sebagai anak-anak Tuhan kita bisa juga seperti sopir ini yang tahu banyak kebenaran firman Tuhan, tetapi berhenti hanya sampai di pengetahuan saja, tanpa mempraktikkannya. Yesus berfirman, "Setiap orang yang mendengar perkataanku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu." Perkataan ini diberikan oleh Yesus sebagai penutup dari khotbah di bukit. Oleh karena itu, mari kita menjadi orang yang bijaksana, yakni orang yang setelah mendengarkan firman Tuhan kemudian menjadi pelaku dari firman tersebut. Jauhkan diri dari menjadi orang bodoh, yang hanya mendengar tanpa mau melakukan. Keputusan ada di tangan kita masing-masing, mau menjadi orang bijak atau orang bodoh. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin menjadi orang yang bijaksana, dengan menjadi pelaku dari setiap firman Tuhan yang aku dengar setiap hari. Amin. (Dod).
●YouTube影片● https://voh.psee.ly/8gxch8 ●FB粉專影片 ● https://voh.pse.is/8gxchy 本集主題:2025蹲點台灣-馬祖南竿鄉馬港社區發展協會 訪問:詹家崴、邱卉君 蹲點社區:馬祖 馬港社區 蹲點日期:2025 7/11~7/27 服務簡介: 一、與社協同行:服務與陪伴 1.淨灘活動:和馬港居民一同清理沙灘垃圾,守護海洋與社區最珍貴的海景。 2.社協活動影音紀錄:參與社造計畫與農再計畫的活動攝影,把社區的努力與笑容留在影像中。 3.長輩共餐與送餐:協助備餐、分送餐點,把熱騰騰的餐食與關懷送到每位長者手中。 4.到府關懷與量血壓:協助長者測量血壓、關心生活近況。 二、走進日常:社區中的溫暖陪伴 1.日常陪伴:陪伴長輩聊天、散步和種菜,讓生活多一份關懷與溫暖。 2.行動染髮:到長輩家中幫長輩染頭髮,讓走秀活動更有儀式感。 3.《一起來玩扭扭棒》手作課程:陪伴長者進行簡單手作,找回童心。 4.《廟口舞台秀》廣場舞活動:帶領長輩們一起跳廣場舞,讓身體動起來。 5.《回到十八歲》紅毯走秀:邀請長輩盛裝走紅毯並拍攝沙龍照,留下自信與光彩。 三、聆聽土地:影像與故事 1.拍攝《消失的后澳》紀錄片:透過訪談與影像紀錄,追尋村落變遷與居民記憶,保存后澳村逐漸消逝的歷史足跡。 2.撰寫「超群繼光餅」之在地故事:走訪老店,記錄這份傳統美食背後的人情與文化記憶。 四、設計與藝術創作:描繪我們眼中的馬港 1.馬港散步地圖設計:以插畫結合平面設計,規劃散步路線,讓遊客能輕鬆認識馬港的人文與景點。 2.商店街必吃推薦:設計「本店必吃美食」海報,協助在地店家行銷。 3.似顏繪:用一筆一劃畫下居民的神情與笑容,留下彼此相遇的紀念。 4.風景寫生紀錄:坐在街頭與海邊,把眼前的景色畫下來,留下屬於我們與馬祖的共同記憶。 5.成果展覽《我們眼中的馬港》:展出蹲點期間的照片、手作作品、設計成果、似顏繪與沙龍照,呈現我們眼中的馬港。 詹家崴:國立臺北教育大學 幼兒與家庭教育學系 大家好,我是詹家崴,也可以叫我咕嚕,因為我常常肚子餓,肚子就會咕嚕咕嚕叫。我喜歡吃布丁和壽司,也很認同一句話:「除了筷子,什麼都可以放下。」我是個喜歡用鏡頭和文字記錄生活的人,總覺得只有拍下來、寫下來,才能真正留住當下的感動和故事。畢竟,我是一個健忘的人,不記下來,很快就會忘了。對了,我超級喜歡狗狗,差點忘記說! 邱卉君:天主教輔仁大學 織品服裝學系服飾行銷組 來自苗栗竹南,喜歡衝浪、喜歡潛水、喜歡海,也喜歡到處旅行。 高中曾在加拿大生活過十個月,對世界有了更多好奇。 同時也是插畫家,經營自己的插畫品牌,畫畫、擺市集是日常的一部分。 雖然熱愛冒險,但遊樂園的雲霄飛車我真的沒辦法⋯ 粉絲頁: 中華電信基金會 粉絲頁:2025「蹲點・臺灣」——Wah!要趕不上船啦!|南竿馬港 #李基銘 #李基銘主持人#fb新鮮事#快樂玩童軍 #廣播之神#廣播之神李基銘 ●YouTube節目採訪頻道● https://voh.pse.is/83c4sg podcast平台,可以收聽 SoundOn https://bit.ly/3oXSlmF Spotify https://spoti.fi/2TXxH7V Apple https://apple.co/2I7NYVc KKBOX https://bit.ly/2JlI3wC Firstory https://bit.ly/3lCHDPi 請支持粉絲頁 廣播之神: / voh.god 李基銘主持人粉絲頁: / voh.lee 李基銘-主持人-節目採訪頻道 : / voh.video 漢聲廣播電臺「fb新鮮事」節目 : / voh.vhbn -- Hosting provided by SoundOn
Week 13 Recap, Week 14 Preview with Wah and Sniffs
Wherein in part 3 of the Tell All, new revelations cause old relationship dynamics to be forever changed. Brandon and Julia come clean to Ron and Betty, Darcey and Georgi navigate Georgi's newfound desires, and Matt reveals his true feelings to Jasmine.— Please subscribe to our YouTube channels and join our individual projects! Wah: https://www.youtube.com/@JustCallMeWah Chris: https://www.youtube.com/@ChrisFarahBecome a supporter of this podcast: https://www.spreaker.com/podcast/docusweeties-with-chris-and-wah--6618122/support.
Hey there! It's Michael here - and welcome back to another Happy English Sunday Speak. I'm here every Sunday with a quick one-point tip to help you speak English more naturally.Now, in American English, there's a special sound we make with the letter T. It's called the flap T, and it sounds kind of like a soft D sound. You'll hear it in words like better, water, and pretty. So instead of saying “BET-ter,” “WAH-ter,” and “PRIT-ty,” Americans usually say “BEH-der,” “WAH-der,” and “PRI-dee.” This sound happens when the T comes between two vowel sounds — like the a and e in water, or the i and y in city. Let me give you some sentences to practice this: “I feel better today.” → “I feel beh-der today.” “We had a pretty nice day in the city.” → We had a pri-dee nice day in the sih-dy.” “Can I get a glass of water?” → “Can I gedda glass of wah-der?”This flap T sound makes your English smoother and more natural — just like how most Americans really speak. Thanks for listening. And remember to like, follow, and subscribe so you won't miss the next Happy English Podcast and next week's Sunday Speak. Until next time, keep learning and keep it cool.Join my Podcast Learner's Study Group here: https://learn.myhappyenglish.com/plsgVisit my website for over 3,000 free English lessons: https://www.myhappyenglish.com/My AI English Tutor is HERE
This episode is from my new podcast, Murder She Watched. Please find the show anywhere podcasts are!Amye is joined by Wah to discuss the 2025 HULU documentary, Stalking Samantha. WARNING: In this episode we discuss sexual assault and rape. Please listen with caution.Samantha Stites met Christopher Thomas in 2011, when an unsettling obsession took hold. Christopher constantly stalked Samantha, showing up consistently where she went until 2022, when the harassment turned into something dangerous.Join Murder Club and get this episode ad free and bonus content by signing up for Patreon at:www.patreon.com/murdershewatchedYou can find Wah on youtube at: https://www.youtube.com/c/JustCallMeWahGet in touch with us:Facebook group: www.facebook.com/groups/couchdetectivesInstagram: @murdershewatchedpodEmail: murdershewatchedpod@gmail.comCatch us on Youtube: https://www.youtube.com/@MurderSheWatchedPodWant some Murder She Watched Merch? Grab it at: https://littlemissrecap.myshopify.com/ Hosted on Acast. See acast.com/privacy for more information.
On today's show, Jase chats about sport, Mike picks a bone with Jase regarding sport, and Keyzie had his dream gig in the weekend - It was sporting related! DAS TIMEN DE SHTAMPA:(00:00) Intro - Jase, Mike and Tony - Back for the week(02:57) Mogey has a bone to pick(07:06) Time you've had spoilers(10:37) Charlie Gubb(16:27) What's on the telly(20:43) Intro - Sampler Chips(22:49) Keyzie the Wah's sideline reporter(28:02) 1 ½ Mogeys(32:36) Swingers Club!(37:13) Sports Chat(40:58) Intro - Love a bitta Bang Bang(42:57) Mogey joins a protest(48:03) Dream Deck Setup(50:47) Outro Follow The Big Show on InstagramSubscribe to the podcast now on iHeartRadio, YouTube, or wherever you get your podcasts!Featuring Jason Hoyte, Mike Minogue, and Keyzie, "The Big Show" drive you home weekdays from 4pm on Radio Hauraki.Providing a hilarious escape from reality for those ‘backbone’ New Zealanders with plenty of laughs and out-the-gate yarns.Download the full podcast here:iHeartRadioAppleSpotifySee omnystudio.com/listener for privacy information.
Chasing Tone - Guitar Podcast About Gear, Effects, Amps and Tone
Brian, Blake, and Richard are back for Episode 581 of the Chasing Tone Podcast - Brian's video with Rick Beato, Exploding tubes, and the BOSS PX-1Richard is feverish with excitement about the new Rick Beato interview with David Gilmour whereas Brian and Blake are almost completely nonplussed. This somehow becomes a discussion about pork chops before the guys look at some controversial comments from another ex-member of Pink Floyd. Boss have released a new pedal, the PX-1, which is a 'plugin loader' pedal and the guys look into it and have some interesting views about why the Internet shouldn't be as mad as they are. Brian thinks it looks a bit like a LEGO pedal - but that may not be such a bad thing. Do you still use a Wah pedal? Brian sets forth the motion that nobody does any more. Brian also managed to nearly set fire to his barn when one of his amps went supernova and he tell us all about it. Richard has a new pedal day with a vintage classic and the guys nerd out about op-amps. Finally Blake is allowed to talk about his new amp day and there is much rejoicing.Celtic mixups, Wampler hyperbole, AARP, Bob and the Cohorts, Voltage lies, Josh based correction...it's all in this week's Chasing Tone!Awesome TrueFire Offer for listeners! 14-day FREE All Access trial – Full access. No limits. No strings attached. https://truefire.com/chasing-toneWe are on Patreon now too!Support the show (https://www.patreon.com/chasingtonepodcast)Awesome Courses and DIY mods:https://www.guitarpedalcourse.com/https://www.wamplerdiy.com/Youtube:https://www.youtube.com/@chasingtonepodcastFind us at:https://www.wamplerpedals.com/https://www.instagram.com/WamplerPedals/https://www.facebook.com/groups/wamplerfanpage/Contact us at: podcast@wamplerpedals.comSupport the show
On this episode of Talking Guitars, we kick things off with the brand-new YouTube Hype feature! For the first 7 days after a video goes live, you can now Hype it up — giving it points that push it higher on YouTube's brand-new leaderboard. You only get 3 Hypes per week on this channel, so choose wisely… and why not start with THIS video?
On today's show, Jase is Speg-Ewin', Mike is humbled to the Nth degree and Keyzie's holding us accountable for our resolutions. IN TIME:(00:00) Intro: Revolutionising Radio(03:51) Remember the New Year's Resolution?(08:47) Our reso's(13:34) YOUR Reso's(17:00) What's On Telly?(22:38) Intro: Speg-ewing(25:20) The Celebrity Scale(30:54) (Lack of) Celebrity(34:25) Paul Douglas(45:52) Intro: Speg-Ewin' Part 2(48:57) Wah's Wednesday(51:39) Run For Hope(57:24) CRANK IT HARD(60:56) Farewell! Follow The Big Show on InstagramSubscribe to the podcast now on iHeartRadio, YouTube, or wherever you get your podcasts!Featuring Jason Hoyte, Mike Minogue, and Keyzie, "The Big Show" drive you home weekdays from 4pm on Radio Hauraki.Providing a hilarious escape from reality for those ‘backbone’ New Zealanders with plenty of laughs and out-the-gate yarns.Download the full podcast here:iHeartRadioAppleSpotifySee omnystudio.com/listener for privacy information.
Wah gwan masses! Dappa here with a preview of the 25/26 for the team that loves to stress mi out #MUFC. I give my thoughts on #Amorim, the Summer transfers, best performers and my table predictions. Let me know your thoughts and remember to #SHAREDITING