POPULARITY
Categories
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti Penampakan YesusDiambil dari: Yohanes 20:29 “Kata Yesus kepadanya: ‘Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.'”Wonder Kids, setelah mempelajari kubur yang kosong, kita perlu melihat bukti lain tentang kebangkitan Yesus, yaitu penampakan-Nya kepada banyak orang. Sesudah bangkit, Yesus memperlihatkan diri kepada Maria Magdalena, para murid, Tomas, dan banyak orang lainnya.Ada orang yang berkata, “Tetapi tidak ada seorang pun yang berada di dalam kubur dan melihat saat tubuh Yesus mulai hidup kembali.” Memang benar, Alkitab tidak menceritakan ada orang yang menyaksikan tepat pada detik Yesus bangkit. Namun, apakah itu berarti kebangkitan-Nya tidak dapat dipercaya? Tentu tidak.Coba bayangkan polisi menemukan sebuah rumah yang sudah dibobol. Tidak ada polisi yang melihat langsung ketika pencuri masuk. Namun, mereka dapat memeriksa pintu yang rusak, sidik jari, rekaman kamera, dan barang yang hilang. Dari berbagai bukti itu, mereka dapat mengetahui apa yang terjadi.Begitu juga dengan kebangkitan Yesus. Tidak ada orang yang melihat saat tubuh-Nya hidup kembali di dalam kubur. Namun, mereka menemukan batu sudah terguling, kubur sudah kosong, dan kain kafan tertinggal. Sesudah itu, banyak orang bertemu dengan Yesus yang hidup. Mereka berbicara dengan-Nya, menyentuh-Nya, bahkan makan bersama-Nya.Para murid yang sebelumnya takut dan bersembunyi juga berubah menjadi saksi yang berani. Mereka rela menghadapi penderitaan karena yakin bahwa Yesus benar-benar hidup. Bukti-bukti ini menolong kita menyimpulkan bahwa kebangkitan Yesus bukan cerita buatan.Wonder Kids, kita memang tidak melihat Yesus dengan mata seperti para murid. Namun, Tuhan memberikan kesaksian yang cukup supaya kita dapat percaya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Tuliskan satu alasan mengapa kamu percaya bahwa Yesus sungguh bangkit, lalu ceritakan kepada seseorang.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk bukti-bukti kebangkitan-Mu. Tolong aku percaya kepada-Mu dan berani menceritakan bahwa Engkau hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kita tidak melihat saat Yesus keluar dari kubur, tetapi kubur kosong dan penampakan-Nya membuktikan bahwa Dia sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.
Hi ketemu lagi sobat, Selamat Mencoba aplikasi dibawah ini, semoga kalian suka! Saya pilihkan untuk kalian. Tulis komen dibawah! semoga membantu kinerja trading anda.Google finance Beta https://www.google.com/finance/betaPerplexity https://www.perplexity.ai/finance/BBCA.JKYahoo Finance https://finance.yahoo.com/quote/BBCA.JK/Heatmap Saham https://id.tradingview.com/heatmap/stock/#%7B%22dataSource%22%3A%22IDXHIDIV20%22%2C%22blockColor%22%3A%22change%22%2C%22blockSize%22%3A%22market_cap_basic%22%2C%22grouping%22%3A%22sector%22%7DStock Heatmap IDX Mobile https://www.instagram.com/reels/DVIhAQ3j9_L/JKSE Investingdotcom https://id.investing.com/indices/idx-compositeJakarta Composite Index and Sectoral Indices Movement https://idx.co.id/id/data-pasar/laporan-statistik/digital-statistic/monthly/stock-price-index/jakarta-composite-index-and-sectoral-indices-movement?filter=eyJ5ZWFyIjoiMjAyMyIsIm1vbnRoIjoiMyIsInF1YXJ0ZXIiOjAsInR5cGUiOiJtb250aGx5In0%3D
The Platform Mix 627 features Ekow from Dallas, Texas! Ekow is a repeat guest on the show who kills it every time he comes on and he's got an hour of hits with new music from Mau P, Hugel, Drake, Chris Lorenzo and more! He's a resident for us here in Nashville at Barstool and has played all over the US in cities like Boston, Tampa, Austin, Tempe, Scottsdale and of course at home in Dallas at venues like Greenlight Social, CTRL Room and Coba. He played the fan fest for the FIFA World Cup in Dallas and also frequently DJs for the Dallas Mavericks. On top of everything he's been doing DJing, he also just celebrated his birthday yesterday…but I won't tell you guys how old he is! Be sure to follow Ekow on his socials to see where he'll be playing next! If you want the full track list, my top tracks of the week, and a behind-the-scenes look at what I'm playing in my sets, check out my Patreon link in the description. Now turn those speakers all the way up for Ekow's latest right here on The Platform and have a great day!Ekow: https://www.instagram.com/_djekow/Podcast: www.youtube.com/@theplatformmixPatreon: www.patreon.com/djdexmkeArtwork by Michael Byers-Dent: www.instagram.com/byersdent/TRACKLIST:Hugel, Imael Angel & Ultranatè Vs Robert Miles Vs Camelphat & Volkoder - Movin' To The Sun Vs Children Vs Unique Moment (Djs From Mars Club Bootleg)Empire Of The Sun x Cassian - Alive (Ango Show Edit)Drake - Road Trips (BARTS Remix) Chris Lorenzo & Kah-Lo - In This Bih (CRG x YDG Remixes - Cazes Transition Edit) 132-66Disclosure feat. Eliza Doolittle vs. CHRYSTAL - You & Me (MEDUN 'The Days' Edit)Offset, JID & Drowning Pool - Bodies (BNYX Mix)Drake - BBWA$AP Ferg x Masters At Work - Work (Lai On Da Track Baile Edit)Rihanna vs. Nina Sky, SIDEQUEST - Pour It Up (B-renn 'Move Ya Body' Edit)Roscoe Dash feat. Soulja Boy vs. NOTION & Willow Kayne - All The Way Turnt Up (Impact 'WAITING' Edit)Prospa & Cloonee - Free Your Mind (Lai On Da Track & DCR MILDA Edit)Technotronic x Destiny's Child - Pump Up The Jam x Lose My Breath (Mentol's Version)Jerri - The JAWN (CRG Remix)Mau P x Benny Benassi x David Guetta - Just A Little Bit More (Arkania Edit)Anotr & 54 Ultra Vs Eric Prydz Vs Cirez D - Talk To You Vs Pjanoo Vs On Off (Djs From Mars Bootleg)Fenix Flexin and Purps On The Beat - RUBBERZ (BeatBreaker VIP Remix)Lil Yachty & Future x Tujamo x BARTS - Flex Up (Arkania Edit)Junkie Kid x SAYMYNAME x POISAN x Alice Deejay x The Chainsmokers - Don't Let Me Down x Better Off Alone (DJ Arman Aveiru 'WHAT S UP FOO' Tone Play Segue)The Chainsmokers - Don't Let Me Down (DJ SCOOTER REMIX)Rihanna - Rude Boy (B00ST & Deny Remix)Hugel & Solto Vs DJ Bountyhunter - Jamaican Bam Bam Vs Woops (DJs From Mars Club Bootleg)Kendrick Lamar vs IAN VII & JAVIIER - Bad Bitch (Ango Edit) Nirvana vs. DJ Icon - Smells Like Teen Spirit (Cazes 'Same Man' Edit)MEDUZA x Becky Hill x Goodboys - Lose Control (LOOZBONE Edit)The Wanted x D.O.D - Glad You Came (Arkania Edit)Swedish House Mafia ft. John Martin - Don't You Worry Child - Dunisco RemixD.O.D & Hayley May vs Tujamo - Closure (BeatBreaker 'Permission' Edit)Ty Dolla Sign Ft. Disco Lines - DON'T KILL THE PARTY (DJ ICON REMIX)Fred again.. x Kendrick Lamar x Showtek - Victory Lap x HUMBLE. x Booyah (Rudeejay & Da Brozz x CIBUS Bootleg)Fred again.., Skepta & PlaqueBoyMax - Victory LapBig Sean, Pusha T vs. Fred again.. - Mercy (McFERREN 'Victory Lap' Edit)John Summit feat. Hayla vs. Crankdat - Go Back x HYFR (NOVA x Ekow 'Nothing Matters' Bootleg)
A Bali-based chocolate producer shares his experience at the Fine Food Australia 2026 exhibition. Certification is among the key challenges facing Indonesian SMEs looking to break into the Australian market. - Produsen coklat asal Bali berbagi pengalamannya mengikuti pameran Fine Food Australia 2026. Sertifikasi menjadi salah satu tantangan utama yang harus dihadapi UMKM Indonesia untuk menembus pasar Australia.#sbsaudiopodcast - #sbsaudiopodcast
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Keberadaan KasihDiambil dari: 1 Yohanes 4:8 “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.”Wonder Kids, sebelumnya kita sudah belajar bahwa keteraturan alam, matematika, dan hati nurani dapat menolong kita melihat bahwa Allah sungguh ada. Namun, hari ini kita melihat sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan kita, yaitu kasih.Ada orang yang berkata bahwa kasih hanyalah reaksi kimia di dalam otak. Memang, tubuh kita mempunyai perasaan dan reaksi tertentu saat kita mengasihi seseorang. Namun, kasih jauh lebih dalam daripada sekadar perasaan senang.Coba pikirkan seorang ibu yang rela bangun tengah malam untuk merawat anaknya yang sakit. Atau seseorang yang rela memberikan waktunya untuk menolong teman, walaupun ia sendiri sedang lelah. Kasih yang sejati bahkan bisa membuat seseorang mengorbankan kenyamanan dan kepentingannya sendiri demi orang lain.Kalau manusia hanya hidup untuk melindungi diri sendiri, mengapa kita bisa berkorban bagi orang lain? Alkitab memberikan jawabannya: manusia diciptakan menurut gambar Allah yang penuh kasih. Kita dapat mengasihi karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita.Kasih yang paling besar terlihat di dalam Yesus. Ia tidak hanya berkata bahwa Ia mengasihi kita. Yesus datang ke dunia, melayani orang berdosa, lalu menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib. Kita sebenarnya tidak layak menerima kasih sebesar itu, tetapi Yesus tetap mengasihi dan menyelamatkan kita.Karena itu, kasih bukan hanya perasaan hangat di dalam hati. Kasih juga merupakan pilihan untuk melakukan yang baik bagi orang lain. Kita menunjukkan kasih ketika mau berbagi, memaafkan, mendengarkan, menolong, dan tidak mementingkan diri sendiri.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Tunjukkan kasih kepada satu orang melalui tindakan sederhana, misalnya membantu tanpa diminta, mendengarkan dengan baik, atau memberikan semangat.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau terlebih dahulu mengasihiku. Tolong aku mengenal kasih-Mu melalui Yesus dan belajar mengasihi orang lain dengan tindakan yang nyata. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kita dapat mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Keajaiban MatematikaDiambil dari: Ayub 38:4 “Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian!”Wonder Kids, pernahkah kamu berpikir mengapa matematika bisa menjelaskan begitu banyak hal di dunia? Dengan angka dan rumus, manusia dapat menghitung gerakan planet, merancang gedung tinggi, membuat pesawat terbang, bahkan mengirimkan wahana ke luar angkasa.Seorang pemikir Kristen bernama William Lane Craig mengatakan bahwa kemampuan matematika untuk menjelaskan alam semesta merupakan sesuatu yang sangat menakjubkan. Matematika bukan benda yang bisa kita pegang atau lihat. Namun, hukum-hukum matematika ternyata cocok dengan cara alam semesta bekerja.Coba bayangkan kalau alam semesta berjalan tanpa aturan. Matahari kadang terbit dari timur, kadang dari utara. Benda yang dilempar kadang jatuh ke bawah, tetapi besok malah terbang ke atas. Kalau semuanya tidak teratur, manusia tidak akan bisa mempelajari alam atau membuat teknologi.Namun, Tuhan menciptakan dunia dengan keteraturan. Pergerakan planet, pergantian musim, bentuk kristal, dan banyak hal lainnya mengikuti pola yang dapat dipelajari. Keteraturan itu menunjukkan bahwa alam semesta bukan muncul secara sembarangan, tetapi dirancang oleh Allah yang penuh hikmat.Ayub 38:4 mengingatkan bahwa Tuhanlah yang meletakkan dasar bumi. Manusia dapat mempelajari ciptaan, tetapi kita bukan penciptanya. Setiap penemuan seharusnya membuat kita semakin kagum kepada Tuhan, bukan menjadi sombong.Matematika juga menunjukkan bahwa Tuhan menyukai keteraturan, ketepatan, dan keindahan. Karena itu, saat kamu belajar menghitung, mengerjakan soal, atau menemukan pola, ingatlah bahwa kamu sedang mempelajari sebagian kecil dari keteraturan yang Tuhan tanamkan dalam ciptaan-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Perhatikan satu pola di sekitarmu, seperti bentuk daun, susunan kelopak bunga, atau pergantian siang dan malam. Bersyukurlah kepada Tuhan atas keteraturan ciptaan-Nya.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakan dunia dengan teratur dan penuh hikmat. Tolong supaya aku rajin belajar dan memakai pengetahuanku untuk memuliakan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: keteraturan alam dan keajaiban matematika menunjukkan hikmat Tuhan, Sang Perancang seluruh ciptaan. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tujuan Akhir dari Segala SesuatuDiambil dari: Kolose 1:16 “Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”Wonder Kids, Thomas Aquinas memberikan alasan terakhir untuk menolong manusia memahami keberadaan Allah. Alasan ini disebut “tujuan akhir.”Coba perhatikan sebuah pohon mangga. Pohon itu bertumbuh dari biji, memiliki akar, batang, daun, bunga, lalu menghasilkan buah. Setiap bagiannya seolah bekerja menuju suatu tujuan. Akar menyerap air, daun menerima sinar matahari, dan bunga akhirnya menjadi buah.Begitu juga dengan banyak hal di alam. Burung memiliki sayap untuk terbang. Mata kita dapat melihat. Hujan membantu tumbuhan bertumbuh. Alam semesta tidak tampak seperti sesuatu yang bergerak tanpa arah. Ada susunan, keteraturan, dan tujuan di dalamnya.Thomas Aquinas berkata bahwa sesuatu yang tidak memiliki pikiran tidak mungkin menentukan tujuannya sendiri. Karena itu, harus ada Pribadi yang penuh hikmat, yang merancang dan mengarahkan seluruh ciptaan. Pribadi itu adalah Allah.Kolose 1:16 mengajarkan bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Kristus dan untuk Kristus. Artinya, dunia ini bukan hanya berasal dari Tuhan, tetapi juga memiliki tujuan untuk memuliakan-Nya. Hidup kita pun demikian. Kita tidak diciptakan hanya untuk makan, bermain, belajar, menjadi sukses, lalu meninggal. Kita diciptakan untuk mengenal Tuhan, mengasihi-Nya, dan memakai hidup kita bagi kemuliaan-Nya.Wonder Kids, mungkin kamu belum tahu akan menjadi apa saat dewasa nanti. Namun, kamu sudah dapat mengetahui tujuan terpenting hidupmu: hidup bagi Tuhan. Kamu dapat memulainya sekarang dengan belajar sungguh-sungguh, menaati orang tua, menolong sesama, dan memakai kemampuanmu untuk melakukan yang baik.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pilih satu kegiatan yang biasa kamu lakukan, lalu lakukanlah dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk kasihmu kepada Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakan hidupku dengan tujuan. Tolong aku memakai seluruh hidupku untuk memuliakan dan menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kamu tidak diciptakan tanpa tujuan—hidupmu berasal dari Tuhan dan seharusnya dipakai untuk kemuliaan-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Pribadi yang Harus AdaDiambil dari: Mazmur 90:1 “Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun.”Wonder Kids, Thomas Aquinas memberikan alasan ketiga untuk menolong kita memahami bahwa Allah sungguh ada. Alasan ini disebut “Pribadi yang Harus Ada” atau Necessary Being.Di dunia ini ada banyak hal yang bisa ada, tetapi juga bisa tidak ada. Misalnya, sebuah meja ada karena seseorang membuatnya. Sebuah pohon ada karena sebelumnya ada benih. Kita juga ada karena orang tua kita melahirkan kita. Artinya, keberadaan kita bergantung pada sesuatu yang lain.Coba bayangkan seandainya semua yang ada di dunia hanya bergantung pada sesuatu yang lain. Kalau kita terus bertanya, “Dari mana asalnya?” akhirnya kita membutuhkan satu Pribadi yang tidak bergantung pada siapa pun. Pribadi itu tidak diciptakan, tidak mempunyai awal, dan tidak mungkin berhenti ada. Thomas Aquinas berkata bahwa Pribadi itu adalah Allah.Allah tidak membutuhkan siapa pun supaya Ia dapat hidup. Sebaliknya, semua ciptaan membutuhkan Allah. Dunia ini ada karena Allah menciptakannya. Kita hidup karena Allah memberi kita napas, kekuatan, makanan, dan segala sesuatu yang kita perlukan.Mazmur 90:1 berkata bahwa Tuhan adalah tempat perteduhan umat-Nya turun-temurun. Manusia datang dan pergi. Generasi terus berganti. Keadaan hidup juga berubah. Namun, Tuhan tetap ada dan tidak pernah berubah. Karena itu, kita dapat bersandar kepada-Nya.Wonder Kids, mungkin kadang-kadang kita merasa tidak membutuhkan Tuhan. Kita merasa bisa mengandalkan kepandaian, uang, keluarga, atau kekuatan sendiri. Tetapi semua itu terbatas dan bisa berubah. Hanya Tuhan yang selalu ada, selalu setia, dan selalu sanggup menopang hidup kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ketika kamu merasa membutuhkan pertolongan, jangan hanya mengandalkan dirimu sendiri. Berdoalah, “Tuhan, aku membutuhkan-Mu. Tolong aku bersandar kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau selalu ada dan tidak bergantung kepada siapa pun. Terima kasih karena hidupku bergantung kepada-Mu. Tolong aku mempercayai dan mengandalkan-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: segala sesuatu membutuhkan sesuatu yang lain untuk ada, tetapi Allah selalu ada dan menjadi sumber kehidupan bagi semuanya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Penyebab PertamaDiambil dari: Yesaya 46:10 “yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan.”Wonder Kids, Thomas Aquinas memberikan alasan lain untuk menolong kita melihat bahwa Allah sungguh ada. Alasannya disebut “Penyebab Pertama.”Coba pikirkan prinsip sebab dan akibat. Kalau jari kakimu terasa sakit, mungkin penyebabnya karena terbentur meja. Meja itu ada karena dibuat oleh seseorang. Kayunya berasal dari pohon yang ditebang. Pohon itu tumbuh dari benih. Jadi, setiap akibat mempunyai penyebab.Kalau kita terus bertanya, “Apa yang menyebabkan itu terjadi?” kita akan berjalan semakin jauh ke belakang. Namun, rangkaian sebab itu tidak mungkin berlangsung tanpa awal. Harus ada Penyebab Pertama yang tidak disebabkan oleh siapa pun. Thomas Aquinas berkata bahwa Penyebab Pertama itu adalah Allah.Allah tidak diciptakan dan tidak bergantung kepada siapa pun. Dialah yang menciptakan segala sesuatu. Alam semesta, bumi, tumbuhan, hewan, dan manusia ada karena Allah menghendakinya. Bahkan sampai hari ini, Allah tetap memelihara seluruh ciptaan-Nya.Yesaya 46:10 mengatakan bahwa keputusan Tuhan akan terlaksana dan segala kehendak-Nya akan dilakukan. Ini berarti tidak ada sesuatu pun yang bisa menggagalkan rencana-Nya. Kita memang bisa membuat rencana yang gagal karena sakit, lupa, atau mengalami masalah. Namun, Tuhan tidak pernah gagal menjalankan kehendak-Nya.Wonder Kids, hidupmu juga bukan terjadi secara kebetulan. Tuhanlah yang menciptakanmu dan memberikan tujuan bagi hidupmu. Karena itu, kita dapat percaya bahwa hidup kita berada dalam tangan-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Lihatlah satu benda di sekitarmu dan pikirkan dari mana benda itu berasal. Lalu bersyukurlah kepada Tuhan, Penyebab Pertama yang menciptakan dan memelihara segala sesuatu.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Pencipta segala sesuatu. Tolong aku percaya bahwa hidupku berasal dari-Mu dan rencana-Mu tidak pernah gagal. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: segala sesuatu mempunyai penyebab, tetapi Allah adalah Penyebab Pertama yang tidak diciptakan oleh siapa pun. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Penggerak yang Tidak DigerakkanDiambil dari: Wahyu 4:11 “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”Wonder Kids, pada abad ke-13 ada seorang teolog dan filsuf bernama Thomas Aquinas. Ia menuliskan beberapa pemikiran untuk menolong manusia melihat bahwa Allah sungguh ada. Salah satu pemikirannya disebut “Penggerak yang Tidak Digerakkan.”Coba bayangkan sebuah batu yang sedang diam. Batu itu tidak akan bergerak sendiri. Batu itu harus ditendang, didorong, atau digerakkan oleh sesuatu yang lain. Lalu, benda yang menggerakkannya mungkin juga digerakkan oleh benda lain.Misalnya, sebuah bola bergerak karena ditendang oleh kaki. Kaki bergerak karena otot bekerja. Otot bergerak karena tubuh menerima perintah dari otak. Kita bisa terus bertanya, “Apa yang menyebabkan ini bergerak?” Namun, rangkaian itu tidak mungkin berjalan mundur tanpa awal untuk selama-lamanya. Harus ada Pribadi pertama yang memulai semuanya, tetapi Dia sendiri tidak membutuhkan siapa pun untuk menggerakkan-Nya. Thomas Aquinas menyebut Pribadi itu sebagai Allah.Tuhan berbeda dari segala ciptaan. Kita membutuhkan makanan, udara, tenaga, dan pertolongan orang lain. Namun, Tuhan tidak bergantung kepada siapa pun. Tuhan sudah ada sebelum segala sesuatu. Dialah yang menciptakan dunia dan membuat segala sesuatu mulai ada serta bergerak menurut kehendak-Nya.Wahyu 4:11 mengajarkan bahwa segala sesuatu ada karena kehendak Tuhan. Jadi alam semesta bukan muncul sendiri tanpa tujuan. Kita juga bukan berada di dunia secara kebetulan. Tuhan menciptakan kita, memelihara kita, dan memberi hidup kita tujuan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Perhatikan sebuah benda yang bergerak, seperti kipas angin, sepeda, atau mobil. Ingatlah bahwa di balik seluruh alam semesta ada Tuhan, Sang Pencipta yang memulai dan menopang segala sesuatu.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakan dan menopang seluruh alam semesta. Tolong aku percaya bahwa hidupku berasal dari-Mu dan menggunakannya untuk memuliakan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: segala sesuatu bergerak karena ada penyebabnya, tetapi Tuhan adalah Pencipta kekal yang tidak bergantung kepada siapa pun. Tuhan Yesus memberkati
This episode of Canardcast is about a very hard working member of our staff. He continues to add value to our Coba community. Its fun to put the shoe on the other foot and to interview our host, Izzy Briggs. Izzy lives with his wife Olga of 20 years in Sanford, Maine where he owns and operates BlackSky Composites with his partner Michael Doucet. Izzy is the father of four children, and three grandchildren. Molly 31, Adam 29, Ivan 19 and Stephen 17. Molly graduated from Cincinnati University with a degree in Genetic Science. Adam also lives in Cincinnati and cares for his mother. Ivan, 19 is also a canard pilot as well as a Multi-Engine Commercial instrument rated pilot attending his Senior year at Embry Riddle University for a degree in Aerospace Engineering. He is currently flying glider at Skylark North in Tehachapi California. And finally, Izzy's son Stephen is pursuing a career as a professional soccer player and is attending Spain Soccer Academy in Seville Spain. Stephen plays for his Academy as well as on a Spanish National Club team while attending his Senior year at Spanish public school. Izzy owns two Rutan Defiants, N603TB as well as LN-RTI currently registered in Norway. He also owns Cozy N244CZ and cares for Harley Dixon's LongEze N28AZ. His business specializes in Aircraft Repair and Modifications, High Altitude research, Experimental Test Flight Services and Commercial UAV manufacturing. He hosts an annual Canard Condition Inspection clinic annually in August at his R&D facility at Sanford Municipal Airport of Maine. Izzy Launched CanardCast in 2020 and continues to provide technical and production support.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Nama Para Perempuan Bertentangan? Diambil dari Lukas 24:1“Tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.”Wonder Kids, pada pagi hari setelah hari Sabat, beberapa perempuan pergi ke kubur Yesus. Mereka membawa rempah-rempah yang sudah dipersiapkan untuk tubuh-Nya. Namun, ketika membaca keempat Injil, kita menemukan bahwa nama-nama perempuan yang dicatat tidak selalu sama.Matius menyebut Maria Magdalena dan Maria yang lain. Markus menyebut Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, dan Salome. Lukas menyebut Maria Magdalena, Yohana, Maria ibu Yakobus, serta beberapa perempuan lainnya. Sementara itu, Yohanes lebih banyak menyoroti Maria Magdalena.Apakah ini berarti keempat Injil saling bertentangan? Tidak. Tidak ada satu pun penulis Injil yang berkata, “Hanya perempuan-perempuan inilah yang datang dan tidak ada orang lain.” Setiap penulis memilih beberapa nama yang dianggap penting bagi cerita yang sedang disampaikannya.Coba bayangkan beberapa anak pergi bersama-sama mengunjungi seorang teman. Seorang anak berkata, “Aku pergi bersama Andi.” Anak lainnya berkata, “Aku pergi bersama Andi, Budi, dan Citra.” Apakah anak pertama berbohong? Tentu tidak. Ia hanya tidak menyebutkan semua orang yang ikut pergi.Begitu juga dengan para perempuan yang datang ke kubur. Semua catatan itu dapat benar secara bersamaan. Maria Magdalena hadir, tetapi ia tidak sendirian. Para penulis Injil hanya menyoroti nama yang berbeda sesuai dengan tujuan penulisan mereka.Yang terutama, semua Injil sepakat pada satu kabar besar: para perempuan datang ke kubur pada pagi hari pertama dalam minggu dan menemukan kubur itu kosong. Yesus tidak ada di sana karena Dia sudah bangkit!Menariknya, pada zaman itu kesaksian perempuan sering kurang dihargai masyarakat. Namun, Tuhan justru memakai mereka sebagai saksi pertama kubur kosong. Tuhan menghargai dan memakai siapa saja yang setia kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ceritakan kepada seseorang bahwa perbedaan nama tidak mengubah kebenaran bahwa Yesus sungguh bangkit.Mari kita berdoa: Tuhan, tolong aku membaca firman-Mu dengan teliti dan tidak mudah bingung. Buat aku berani menyampaikan bahwa Yesus sungguh hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: nama-nama yang dicatat mungkin berbeda, tetapi kabar besarnya tetap sama—kubur Yesus kosong karena Dia sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Ada Kontradiksi di Kubur Yesus? Diambil dari: Matius 28:2–3 “Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa cerita tentang kubur kosong itu tidak bisa dipercaya, karena ada beberapa perbedaan kecil di antara Injil-injil. Misalnya, ada yang menulis tentang satu malaikat, ada yang menulis dua. Ada yang menyebut nama perempuan-perempuan tertentu, ada yang menambahkan nama yang lain. Ada juga yang menceritakan bagian peristiwanya dari sudut yang berbeda.Lalu, apakah itu berarti Alkitab salah? Tidak. Justru ini seperti beberapa orang yang melihat peristiwa besar lalu menceritakannya dari sudut yang berbeda. Misalnya, satu orang menyorot bagian yang paling penting baginya, sementara orang lain menambahkan detail lain yang juga benar. Ceritanya tidak harus sama persis kata demi kata untuk tetap benar.Coba bayangkan begini, Wonder Kids. Kalau ada dua orang melihat kejadian yang sama, yang satu bisa berkata, “Aku melihat guru berdiri di depan kelas,” dan yang lain berkata, “Aku melihat guru berdiri di depan kelas sambil memegang buku.” Kedua cerita itu tidak bertentangan. Yang satu hanya memberi detail lebih banyak. Begitu juga dengan kisah kebangkitan Yesus.Malah, kalau semua cerita persis sama dalam setiap detail kecil, orang bisa curiga bahwa semuanya hanya hasil salin-tempel. Tetapi karena tiap penulis menulis dengan sudut pandang masing-masing, kita justru melihat bahwa mereka benar-benar sedang memberi kesaksian yang jujur tentang peristiwa yang sama: kubur Yesus kosong, batu terguling, dan Yesus bangkit.Jadi, Wonder Kids, perbedaan kecil dalam cara menceritakan tidak menghancurkan kebenaran besar. Semua Injil tetap sejalan dalam hal yang paling penting: Yesus sungguh mati, sungguh dikuburkan, dan sungguh bangkit. Itulah kabar besar yang tidak berubah.Renungan hari ini juga mengajar kita untuk tidak cepat bingung hanya karena kita belum mengerti semua detail. Kadang-kadang kita perlu belajar lebih teliti, lebih sabar, dan melihat keseluruhan cerita. Tuhan tidak takut diperiksa. Firman-Nya tetap kokoh.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu menemukan bagian Alkitab yang terasa membingungkan, jangan langsung takut atau ragu. Berdoalah, lalu tanyakan kepada orang tua, guru Sekolah Minggu, atau pembimbing rohanimu supaya kamu bisa belajar lebih dalam.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu benar dan kokoh. Tolong aku supaya tidak cepat bingung saat ada bagian yang belum kupahami, tetapi belajar dengan sabar dan percaya bahwa kebenaran-Mu tetap teguh. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: perbedaan detail kecil tidak membatalkan kebenaran besar bahwa Yesus sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.
En esta intensa charla de Metal Memes, Coba se sienta junto a JC de Goth Prods para analizar a fondo la severa crisis que enfrenta la industria del metal en México, la cual describen abiertamente como una burbuja a punto de reventar. Ambos desmenuzan las alarmantes señales de alarma en el mercado, partiendo del fenómeno de la sobreoferta de conciertos frente a una demanda reducida, y cómo las malas prácticas, fraudes y cancelaciones de promotoras en el pasado han mermado drásticamente la confianza del público, liquidando el éxito de las preventas y obligando a la gente a comprar al último minuto. Durante la conversación, abordan crudas realidades de la escena como la quiebra de promotoras locales en San Luis Potosí, la preocupante caída en la asistencia en plazas clave como Guadalajara y Monterrey, y los cargos y comisiones abusivas de las boleteras que encarecen la experiencia de manera absurda. A través del debate de ideas, proponen soluciones urgentes para el nicho, como un retorno a la calidad de producción en lugar de la cantidad de eventos, la implementación de regulaciones federales estrictas a las tiqueteras y la adopción de modelos de festivales boutique controlados. Una plática cruda, honesta y necesaria para entender el estado real de la música en vivo en nuestro país y descifrar si la escena nacional realmente se está extinguiendo o si aún puede reinventarse frente a la inminente recesión. GothProds Links Spotify -https://open.spotify.com/show/2hnlgkcGNl9GOAPa0WT9HW?si=7e9b95f203464fe6 Apple Podcast — https://podcasts.apple.com/mx/podcast/goth-prods/id1606324255?l=en Amazon Music — https://music.amazon.com.mx/podcasts/d10f63b6-f4f3-4a91-b21d-d98c2b08ca01/goth-prods?ref=dm_sh_xBGgYoDaqnREmWm0IoJu5r4kd Facebook — https://www.facebook.com/Goth-Prods-104237088306624/ Instagram — https://www.instagram.com/goth_prods/ TikTok - https://www.tiktok.com/@goth_prods
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 22 Agustus 2026Bacaan: "Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah istrimu seperti dirimu sendiri dan istri hendaklah menghormati suaminya." (Efesus 5:23)Renungan: Pada suatu waktu setelah hari kiamat, para malaikat mengumpulkan para suami. Rupanya malaikat ingin mengetahui bagaimana besarnya dominasi suami terhadap istri. Salah seorang malaikat berkata, "Coba para suami bentuk dua barisan, satu barisan untuk suami yang mendominasi istrinya, dan satu baris lagi untuk suami yang didominasi oleh istri." Setelah beberapa saat, malaikat mulai memeriksa barisan dan melihat hanya ada satu suami yang berada pada barisan "suami yang mendominasi istri", yang lainnya berada dalam barisan" suami yang didominasi istri." Melihat hal itu, marahlah malaikat, "Aku sangat kecewa melihat kenyataan ini, bukankah suami diciptakan untuk menjadi pemimpin istrinya, dan bukan sebaliknya? Lihat pria ini, kalian semua harus mencontoh pria satu ini!" sambung malaikat, "Kau membuatku bangga. Coba katakan bagaimana cara hidupmu sehingga hanya engkau yang berada di barisan ini." Pria itu berkata, "Nggak tau, tadi saya disuruh isri saya berdiri di sini, nggak boleh ke mana-mana." Kita mungkin tersenyum mendengar kisah di atas, namun seringkali kita juga melupakan panggilan kita masing-masing, entah itu panggilan sebagai suami, sebagai istri, sebagai orang tua, ataupun sebagai anak. Tuhan memberikan tanggung jawab kepada setiap pria untuk menjadi suami yang baik dan sebagai kepala keluarga. Seorang suami harus mengasihi istrinya seperti dirinya sendiri, sementara istri juga harus tunduk kepada suami, sama seperti kepada Kristus, Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana caranya supaya kebenaran Alkitab ini dapat diterapkan dalam setiap kehidupan keluarga kristiani? siapa yang harus memulai terlebih dahulu ? Jawabannya adalah mulailah dari diri sendiri terlebih dahulu, bila kita sebagai suami ingin dihormati, maka kasihilah istri kita terlebih dahulu dan jadilah orang yang pantas untuk dihormati. Bila kita sebagai istri ingin dikasihi, maka hormati dan tunduklah kepada suami kita terlebih dahulu dan jadilah orang yang pantas untuk dikasihi. Bila kita sebagai anak, ingin orang tua kita lebih memperhatikan dan semakin menyayangi kita, mari hormati dan taati orang tua kita terlebih dahulu, dan bila kita sebagai orang tua, ingin agar anak-anak bisa menghormati kita, maka jangan kita abaikan anak-anak kita, namun mari kita perhatikan mereka dengan kasih sayang yang besar. Karena apa yang kita ingin orang lain perbuat pada kita, biarlah itu yang kita lakukan terlebih dahulu kepada mereka dan jangan terkejut, bila pada akhirnya kita menuai hal-hal yang jauh lebih besar dari apa yang sudah kita berikan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk menjalankan tugas panggilan yang telah Kau tetapkan untukku di dalam keluargaku, sehingga hidupku dapat menjadi berkat untuk keluargaku. Amin. (Dod).
Dunia hari ini rasanya makin ruwet. Masalah datang bertubi-tubi tanpa permisi. Kita sering bingung harus mulai dari mana. Coba lihat di sekeliling kita. Masalah banjir dan macet tak kunjung usai. Harga bahan pokok juga naik-turun seperti wahana komedi putar. Di media sosial, orang saling caci hanya karena beda pandangan. Semua orang merasa paling benar dan punya solusi paling hebat. Tapi anehnya, makin banyak solusi dibikin, makin banyak masalah baru bermunculan. Mengapa bisa begitu? Derek Cabrera dan Laura Cabrera menemukan jawabannya. Dua peneliti dari Cornell University ini menyebut ada yang salah dengan cara berpikir kita. Sederhana sekali: cara berpikir kita tidak cocok dengan cara kerja dunia nyata. Dunia nyata ini sifatnya kompleks, saling terhubung, dan terus berubah. Sedangkan otak kita sering kali malas dan ingin yang serba instan. Apa jawabanya: silakan simap podcast ini?
Usulan zakat menjadi kredit pajak kembali mengemuka. Direktur Puskas BAZNAS Prof. Irfan Syauqi Beik mendorong pemerintah menguji coba mekanisme tersebut di Aceh untuk mengurangi beban ganda zakat dan pajak sekaligus meningkatkan penghimpunan zakat nasional.
Coba aja.Happy Listening and Enjoy
Der DAX schließt nahezu unverändert mit einem Plus von 0,05 % bei 26.140,13 Punkten. Nach dem jüngsten Rekordlauf fehlen klare Impulse. Auch die Wall Street tritt auf der Stelle. Unter Druck stehen Speicherchip-Aktien: Western Digital bricht fast 20 % ein, Sandisk verliert 11,6 %. Bei den Unternehmen meldet die Commerzbank im zweiten Quartal einen Gewinn von 898 Mio. Euro und zeigt sich offen für Gespräche mit Unicredit. Siemens profitiert vom Rechenzentrumsboom, steigert den Auftragseingang auf 27,9 Mrd. Euro und hebt die Gewinnprognose an. Merck erhöht dank der Nachfrage nach KI- und Halbleiterprodukten erneut die Jahresziele. Henkel hebt die Umsatzprognose an, Renk meldet einen Rekordauftragseingang von 612,8 Mio. Euro. Carl Zeiss Meditec leidet unter der schwachen Entwicklung in China sowie unter Währungseffekten. Rheinmetall senkt nach dem F126-Stopp den Umsatzausblick. Wizz Air rutscht bei einem operativen Verlust von 183,3 Mio. Euro tief in die roten Zahlen. Und zum Schluss die Börsenweisheit des Tages von Benjamin Graham: "Der intelligente Investor ist ein Realist, der an Optimisten verkauft und von Pessimisten kauft."
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Pertanyaan tentang Neraka dan DosaDiambil dari Matius 5:30 “Dan jika tangan kananmu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang hal yang cukup serius, yaitu dosa dan hukuman dosa. Mungkin ada orang bertanya begini: “Kalau Tuhan itu kasih, mengapa ada neraka? Mengapa dosa harus dihukum?” Pertanyaan itu memang berat, tetapi firman Tuhan menolong kita memikirkannya dengan benar.Pada mulanya, Tuhan menciptakan manusia untuk hidup dekat dengan-Nya. Manusia diciptakan segambar dengan Allah, supaya mengenal Dia, mengasihi Dia, dan hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Jadi, sejak awal, manusia dibuat untuk menikmati hubungan yang indah dengan Tuhan. Itulah keadaan yang benar dan baik.Tetapi dosa merusak semuanya. Dosa bukan hal kecil. Dosa bukan cuma salah sedikit lalu selesai. Dosa adalah pemberontakan terhadap Tuhan. Dosa membuat manusia menjauh dari Allah, melawan kehendak-Nya, dan hidup menurut cara sendiri. Karena itu, dosa membawa hukuman. Bukan karena Tuhan kejam, tetapi karena Tuhan itu suci dan adil.Coba pikirkan begini, Wonder Kids. Kalau seseorang benar-benar baik dan adil, ia tidak akan berkata bahwa kejahatan itu tidak apa-apa. Justru karena Tuhan baik, Dia tidak bisa berpura-pura bahwa dosa bukan masalah. Kalau Tuhan menganggap dosa sepele, itu berarti Tuhan tidak sungguh kudus dan tidak sungguh adil. Tetapi Alkitab menunjukkan bahwa Tuhan sempurna dalam kasih dan juga sempurna dalam keadilan.Itulah sebabnya Yesus berbicara dengan sangat serius tentang dosa. Dalam Matius 5:30, Yesus memakai kata-kata yang keras untuk menunjukkan bahwa dosa itu berbahaya sekali. Yesus tidak sedang mengajarkan kita benar-benar melukai tubuh kita, tetapi Yesus mau kita mengerti bahwa dosa harus diperangi dengan sungguh-sungguh. Lebih baik kehilangan sesuatu yang kita suka daripada terus hidup dalam dosa dan menjauh dari Tuhan.Tetapi syukur kepada Tuhan, kabar Alkitab tidak berhenti pada hukuman. Tuhan yang adil juga adalah Tuhan yang penuh kasih. Karena itu, Tuhan mengutus Yesus untuk menanggung hukuman dosa bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya. Jadi, saat kita memikirkan neraka dan dosa, kita juga harus melihat salib. Di salib kita melihat betapa seriusnya dosa, tetapi juga betapa besar kasih Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan apakah ada dosa yang sedang kamu pelihara atau anggap enteng. Bawalah itu kepada Tuhan dan katakan dengan jujur, “Tuhan, tolong aku membenci dosa dan sungguh-sungguh bertobat.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang kudus, adil, dan penuh kasih. Tolong aku supaya tidak menganggap dosa sebagai hal kecil, tetapi sungguh bertobat dan datang kepada Yesus yang sudah menanggung hukuman dosaku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: dosa itu serius, tetapi kasih Tuhan di dalam Yesus lebih besar bagi orang yang mau bertobat dan percaya kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Yesus Lebih Rendah dari Allah? Diambil dari: Yohanes 14:28 “Kamu telah mendengar, bahwa Aku berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.”Wonder Kids, ayat ini kadang membuat orang bingung. Yesus berkata, “Bapa lebih besar dari pada Aku.” Lalu ada yang bertanya, “Apakah itu berarti Yesus bukan Allah? Apakah Yesus lebih rendah dari Bapa?” Pertanyaan itu penting, jadi kita harus melihatnya dengan hati-hati.Kalau kita membaca seluruh Alkitab, kita tahu bahwa Yesus sungguh adalah Allah. Yesus memiliki sifat-sifat Allah, melakukan pekerjaan Allah, dan menerima penghormatan yang layak bagi Allah. Jadi ayat ini tidak berarti Yesus lebih rendah dalam sifat ke-Allahan-Nya. Lalu apa maksudnya?Yesus sedang berbicara tentang keadaan-Nya saat datang ke dunia sebagai manusia. Ketika Yesus menjadi manusia, Ia rela merendahkan diri-Nya. Ia datang bukan dalam kemuliaan surga yang penuh, tetapi dalam kerendahan. Ia lapar, lelah, menderita, dan taat kepada Bapa dalam tugas-Nya sebagai Juruselamat. Dalam keadaan itulah Bapa disebut “lebih besar,” bukan karena Yesus bukan Allah, tetapi karena Yesus sedang menjalankan peran-Nya dengan merendahkan diri.Coba bayangkan begini, Wonder Kids. Seorang raja bisa saja turun dari tahtanya, memakai pakaian sederhana, lalu datang menolong rakyatnya secara langsung. Waktu ia melakukan itu, ia tidak berhenti menjadi raja. Ia tetap raja, hanya saja ia sedang merendahkan diri untuk menjalankan tugas tertentu. Nah, itu menolong kita sedikit memahami apa yang dilakukan Yesus. Yesus tidak berhenti menjadi Allah, tetapi Ia rela datang dalam kerendahan sebagai manusia.Dan justru itu yang indah sekali. Karena Yesus rela merendahkan diri, kita bisa diselamatkan. Kalau Yesus hanya tinggal jauh di surga, kita tetap binasa dalam dosa. Tetapi Yesus datang, taat kepada Bapa, mati di kayu salib, lalu bangkit. Jadi ayat ini bukan membuat Yesus terlihat kecil, tetapi menunjukkan kerendahan hati-Nya yang luar biasa.Wonder Kids, ini juga mengajar kita untuk rendah hati. Yesus yang mulia saja rela merendahkan diri untuk taat kepada Bapa. Kalau begitu, kita pun harus belajar tidak sombong, tidak merasa diri paling hebat, tetapi mau taat kepada Tuhan dan melayani orang lain.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak berhenti menjadi Allah, tetapi rela datang ke dunia dalam kerendahan untuk menyelamatkanku. Tolong aku supaya tidak salah mengerti firman-Mu, tetapi makin mengenal siapa Engkau sebenarnya dan belajar rendah hati seperti Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan lebih kecil dari Allah, tetapi Ia rela merendahkan diri supaya kita bisa diselamatkan. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Allah dan Pengampunan DosaDiambil dari: Mazmur 130:3–4 “Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.”Wonder Kids, pernahkah kamu melakukan kesalahan lalu merasa takut? Mungkin kamu berbohong, membantah, marah, atau berbuat nakal. Setelah itu, hati kita jadi tidak tenang. Kita tahu kita sudah berbuat salah.Renungan hari ini mengingatkan kita bahwa dosa itu serius. Dosa bukan hanya soal melanggar aturan orang tua atau guru. Dosa adalah melawan Tuhan yang sudah menciptakan kita dan mengasihi kita. Karena itu, kalau Tuhan menghitung semua dosa kita satu per satu, tidak ada satu pun dari kita yang bisa berkata, “Aku pasti aman.” Semua orang berdosa di hadapan Tuhan.Tetapi syukur kepada Tuhan, firman-Nya tidak berhenti sampai di situ. Mazmur 130 berkata, “Tetapi pada-Mu ada pengampunan.” Wah, indah sekali ya. Artinya, Tuhan bukan hanya Allah yang suci dan benar, tetapi juga Allah yang mau mengampuni orang berdosa yang datang kepada-Nya.Tentu, pengampunan itu bukan berarti dosa kita dianggap sepele. Dosa tetap jahat. Dosa tetap menyedihkan hati Tuhan. Tetapi Tuhan, dalam kasih-Nya, menyediakan jalan pengampunan bagi kita. Dan jalan itu ada di dalam Yesus. Karena Yesus mati menanggung dosa kita, kita bisa datang kepada Tuhan dan memohon ampun.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang saat kita berbuat salah, kita bisa ingin bersembunyi. Kita takut dimarahi. Kita malu. Tetapi Tuhan mau kita datang kepada-Nya dengan jujur. Mengaku dosa bukan berarti kita kalah. Mengaku dosa berarti kita percaya bahwa Tuhan itu benar dan Tuhan itu penuh belas kasihan.Kalau kamu hari ini merasa bersalah karena sesuatu, jangan simpan terus di hatimu. Bawalah itu kepada Tuhan. Katakan dengan jujur apa dosamu, lalu mintalah Tuhan mengampunimu. Tuhan senang pada hati yang mau bertobat.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba pikirkan apakah ada dosa yang perlu kamu akui kepada Tuhan hari ini. Lalu berdoalah dengan jujur dan mintalah pengampunan-Nya. Kalau perlu, mintalah maaf juga kepada orang yang kamu sakiti.Mari kita berdoa: Tuhan, aku datang kepada-Mu dengan jujur. Aku tahu aku sering berdosa. Terima kasih karena pada-Mu ada pengampunan. Tolong aku untuk berani mengaku dosa, bertobat dengan sungguh-sungguh, dan hidup menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan itu suci, tetapi juga penuh pengampunan bagi anak yang datang kepada-Nya dengan hati yang bertobat. Tuhan Yesus memberkati.
Immer freitags analysieren wir in unserem „Wochen-Podcast“ aktuelle Entwicklungen in der deutschen Banken-, Fintech- und Payment-Branche. Diesmal haben sich unser Redakteur Christian Kirchner und „Payment & Banking“-Experte Jochen Siegert den folgenden Themen gewidmet: #1: Diba war gestern – aber was kommt morgen? Über die schleichende Transformation der ING Deutschland #2: Ist das noch Affluent oder schon Private-Banking? Was die deutsche ING mit ihrer aktuellen Kundenanalyse bezweckt #3: Verimi – also die deutsche Identity-Hoffnung – gibt auf. Der prominente Cap Table (u.a. Deutsche Bank, Genossen, VWSF) hat nicht geholfen #4: Steht der Verimi-Rückzug im Zusammenhang mit der eIDAS-Novelle – und wenn ja, was bedeutet das für andere Anbieter? #5: Die jüngsten Zahlen zeigen, dass N26 schon lange nicht mehr in derselben Liga mit den Revoluts spielt. Aber in welcher dann? #6: Jetzt also tatsächlich! Stripe greift (gemeinsam mit dem Finanzinvestor Advent) nach Paypal. Ein paar Takes zum Deal der Woche #7: Die Sache mit dem "Replikations-Portfolio" – und welche Rolle es im Übernahmekampf zwischen Coba und Unicredit gespielt hat === Der von Jochen erwähnte Tweet von Ex-Paypal-CEO David Marcus: https://x.com/davidmarcus/status/2018809762708873443?s=20 === Fragen und Feedback zum Podcast: redaktion@finanz-szene.de oder (auch anonym) über Threema: TKUYV5Z6 Redaktion und Host: Christian Kirchner/Finanz-Szene.de Coverdesign: Elida Atelier, Hamburg Postproduction: Podstars Hamburg Musik: Liturgy of the street / Shane Ivers - www.silvermansound.com
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dari Pengakuan YesusDiambil dari: Yohanes 1:12 “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa Yesus pasti tidak mungkin mengaku sebagai Allah, karena kalau begitu Ia pasti gila atau tidak waras. Memang, kalau manusia biasa tiba-tiba berkata, “Aku adalah Tuhan,” tentu itu sangat aneh. Tetapi saat kita melihat hidup Yesus, kita menemukan sesuatu yang berbeda.Yesus tidak hanya mengucapkan hal-hal besar tentang diri-Nya. Yesus juga hidup dengan cara yang menunjukkan bahwa perkataan-Nya itu benar. Yesus menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, mengajar dengan kuasa, mengenal isi hati manusia, membangkitkan orang mati, dan akhirnya bangkit dari kematian. Jadi pengakuan Yesus tentang diri-Nya tidak berdiri sendirian. Semua yang Ia lakukan mendukung siapa diri-Nya sebenarnya.Coba bayangkan, Wonder Kids, kalau ada orang mengaku sebagai presiden, tetapi tidak ada satu pun bukti yang mendukungnya, tentu kita akan tahu bahwa orang itu tidak benar. Tetapi kalau presiden sungguhan datang dengan kuasa, tugas, dan tanda-tanda yang cocok, kita tahu bahwa pengakuannya benar. Nah, begitu juga dengan Yesus. Pengakuan-Nya tentang diri-Nya didukung oleh hidup, kuasa, dan karya-Nya.Karena itu, kita tidak perlu berpikir bahwa Yesus gila. Justru sebaliknya, Yesus berkata benar. Yesus tahu siapa diri-Nya. Masalahnya adalah banyak orang tidak mau menerima kebenaran itu. Mereka lebih suka menolak daripada tunduk kepada-Nya.Renungan ini juga mengingatkan kita pada satu hal penting. Kalau Yesus benar-benar adalah Anak Allah, maka kita tidak bisa bersikap biasa saja kepada-Nya. Kita tidak bisa hanya berkata, “Oh, Yesus tokoh yang hebat.” Tidak. Kita harus mengambil keputusan: apakah kita mau percaya kepada-Nya, menerima-Nya, dan hidup sebagai milik-Nya?Yohanes 1:12 berkata bahwa semua orang yang menerima-Nya diberi kuasa menjadi anak-anak Allah. Wah, indah sekali. Jadi saat kita percaya kepada Yesus, kita bukan hanya tahu siapa Dia, tetapi kita juga menjadi milik Allah dan hidup sebagai anak-anak-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya bahwa Engkau sungguh Anak Allah. Tolong aku menerima-Mu dan hidup sebagai anak Tuhan.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau berkata benar tentang diri-Mu. Terima kasih karena hidup dan karya-Mu menunjukkan bahwa Engkau sungguh Anak Allah. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan hidup sebagai anak Allah yang taat. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan orang gila yang berkata sembarangan, tetapi Anak Allah yang sejati, yang layak dipercaya dan diterima. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Orang FarisiDiambil dari: Markus 7:15 “Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, melainkan apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”Wonder Kids, pada zaman Yesus ada kelompok orang yang disebut orang Farisi. Mereka sangat memperhatikan aturan-aturan agama. Mereka ingin hidup kelihatan bersih dan benar di luar. Karena itu, mereka sangat serius soal makanan, cuci tangan, dan banyak peraturan lainnya. Mereka berpikir bahwa orang bisa menjadi najis terutama karena hal-hal dari luar.Tetapi Yesus mengajarkan sesuatu yang sangat penting. Yesus berkata bahwa yang paling menajiskan manusia bukanlah hal yang masuk dari luar, melainkan apa yang keluar dari hati. Maksudnya, masalah terbesar manusia bukan pertama-tama ada di makanan atau benda di luar dirinya, tetapi di dalam hatinya. Dari hati yang berdosalah keluar kebohongan, iri hati, kemarahan, kesombongan, dan banyak dosa lainnya.Wah, ini penting sekali, Wonder Kids. Kadang-kadang kita juga bisa seperti orang Farisi. Kita ingin terlihat baik di luar. Misalnya, kita duduk manis di gereja, bicara sopan di depan guru, atau terlihat taat di depan orang tua. Tetapi di dalam hati, kita bisa tetap marah, iri, suka bohong, atau tidak mengasihi Tuhan. Yesus mengingatkan bahwa Tuhan melihat hati kita, bukan hanya penampilan luar kita.Apakah itu berarti aturan Tuhan tidak penting? Bukan begitu. Aturan Tuhan tetap baik. Tuhan memberi perintah-perintah-Nya untuk menolong kita hidup benar. Tetapi aturan saja tidak bisa membuat hati kita bersih. Kita butuh Tuhan mengubah hati kita. Kita butuh mengasihi Tuhan terlebih dahulu, lalu dari hati yang diubah itu kita belajar hidup benar.Jadi, hidup yang murni bukan berarti cuma kelihatan bersih di luar. Hidup yang murni berarti hati kita makin dikasihi dan diubah oleh Tuhan, sehingga kita mau melakukan yang benar. Saat kita sungguh mengasihi Tuhan, kita akan belajar berkata jujur, tidak iri, tidak menyimpan kebencian, dan mau mengasihi orang lain.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba periksa hatimu hari ini. Apakah ada dosa seperti marah, iri, bohong, atau suka membantah? Bawalah itu kepada Tuhan dan mintalah Dia membersihkan hatimu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajarku bahwa yang paling penting adalah hati yang bersih di hadapan-Mu. Tolong aku supaya tidak hanya terlihat baik di luar, tetapi sungguh diubah di dalam hati. Bersihkan aku dari dosa dan ajar aku mengasihi Engkau serta orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan tidak hanya melihat apa yang tampak di luar, tetapi juga melihat hatimu, dan Dia mau membersihkannya. Tuhan Yesus memberkati.
Ana Isabel Coba, gerente general de Plaza de las Américas by Diario La república
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Menurut Orang, Siapakah Anak Manusia Itu? Diambil dari: Matius 16:13–14 “Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: ‘Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?' Jawab mereka: ‘Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.'”Wonder Kids, pernah tidak kamu mendengar banyak orang punya pendapat yang berbeda tentang seseorang? Ada yang bilang orang itu baik, ada yang bilang biasa saja, ada yang bilang hebat, tetapi belum tentu semua pendapat itu benar. Nah, itu juga terjadi pada Tuhan Yesus. Banyak orang melihat Yesus, mendengar pengajaran-Nya, dan melihat mujizat-Nya, tetapi mereka tetap punya jawaban yang berbeda-beda tentang siapa Dia sebenarnya.Sebelum Yesus menanyakan pertanyaan ini, Ia sudah melakukan banyak hal yang luar biasa. Ia menyembuhkan orang sakit, membuat orang lumpuh berjalan, memberi makan ribuan orang, dan menolong banyak orang yang menderita. Melalui semua itu, Yesus menunjukkan kasih dan kuasa-Nya. Tetapi walaupun orang-orang melihat semua itu, tetap saja tidak semua orang mengenal Yesus dengan benar.Ada yang mengira Yesus hanyalah nabi besar. Ada yang berpikir Yesus seperti Yohanes Pembaptis atau Elia. Pendapat-pendapat itu memang terdengar baik, tetapi tetap belum cukup. Mengapa? Karena Yesus bukan sekadar nabi, bukan sekadar guru, dan bukan sekadar orang baik. Yesus jauh lebih besar dari semua itu. Yesus adalah Anak Allah, Mesias yang dijanjikan.Wonder Kids, ini mengajarkan kita bahwa melihat perbuatan Yesus saja belum cukup kalau hati kita tidak sungguh mau percaya. Orang banyak bisa punya banyak pendapat, tetapi yang paling penting adalah: siapakah Yesus menurut kamu? Apakah kamu hanya ikut kata orang? Ataukah kamu sungguh mengenal Yesus dari firman Tuhan?Kadang-kadang kita juga bisa seperti itu. Kita tahu cerita-cerita tentang Yesus, kita dengar guru Sekolah Minggu bercerita, kita ikut menyanyi tentang Yesus, tetapi kita belum sungguh bertanya dalam hati, “Siapakah Yesus bagiku?” Tuhan mau kita bukan hanya tahu pendapat orang lain, tetapi sungguh percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku tidak mau hanya ikut kata orang. Tolong aku mengenal Engkau dengan benar melalui firman-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah menunjukkan siapa diri-Mu melalui perkataan dan perbuatan-Mu. Tolong aku supaya tidak hanya mendengar pendapat orang lain, tetapi sungguh mengenal dan percaya kepada-Mu sebagai Tuhan dan Juruselamatku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: yang paling penting bukan apa kata orang tentang Yesus, tetapi apakah kamu sungguh mengenal dan percaya kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Menggabungkan Sejarah dan ImanDiambil dari: Kolose 2:6–7 “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”Wonder Kids, selama ini kita sudah belajar banyak hal tentang Yesus. Kita belajar bahwa Yesus sungguh hidup dalam sejarah. Ada banyak bukti, banyak catatan, dan banyak kesaksian yang menolong kita melihat bahwa Yesus bukan tokoh dongeng. Tetapi apakah cukup hanya tahu fakta tentang Yesus? Belum.Coba bayangkan begini. Kamu bisa tahu banyak fakta tentang seseorang. Kamu tahu namanya, pekerjaannya, tempat tinggalnya, bahkan hal-hal yang pernah dia lakukan. Tetapi mengenal seseorang dengan sungguh-sungguh lebih dari sekadar tahu fakta. Ada hubungan, ada kepercayaan, ada kasih. Begitu juga dengan Yesus. Kita memang perlu tahu bahwa Yesus sungguh nyata dalam sejarah. Tetapi Tuhan juga mau kita lebih dari itu, yaitu percaya kepada-Nya dan hidup di dalam Dia.Firman Tuhan dalam Kolose 2:6–7 berkata bahwa karena kita sudah menerima Kristus Yesus, kita harus hidup tetap di dalam Dia, berakar di dalam Dia, dan makin teguh dalam iman. Artinya, iman Kristen bukan hanya percaya di kepala, tetapi juga hidup yang melekat kepada Yesus. Kita bukan hanya berkata, “Ya, Yesus itu nyata,” tetapi juga, “Ya, Yesus adalah Tuhanku, dan aku mau mengikut Dia.”Jadi sejarah dan iman tidak bertentangan. Fakta-fakta tentang Yesus menolong kita melihat bahwa iman kita punya dasar yang benar. Tetapi sesudah itu, kita dipanggil untuk datang kepada Yesus secara pribadi. Bukan hanya mengagumi bukti-buktinya, tetapi sungguh percaya kepada-Nya, mengasihi-Nya, dan taat kepada-Nya.Wonder Kids, mungkin ada anak yang tahu banyak cerita Alkitab tetapi belum sungguh hidup dekat dengan Yesus. Hari ini Tuhan mengingatkan kita: jangan berhenti hanya pada tahu. Datanglah kepada Yesus. Berakar di dalam Dia. Bangun hidupmu di atas Dia. Dan saat kamu hidup dekat dengan Yesus, hatimu akan penuh syukur.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku tidak mau hanya tahu tentang Engkau. Aku mau sungguh percaya, mengasihi, dan hidup dekat dengan Engkau.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh nyata dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya tidak berhenti hanya pada mengetahui fakta tentang Engkau, tetapi sungguh hidup di dalam Engkau, berakar dalam iman, dan mengasihi-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mengetahui bahwa Yesus itu nyata itu penting, tetapi yang lebih penting adalah percaya kepada-Nya dan hidup tetap di dalam Dia. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apa Itu Naturalisme? Diambil dari: Lukas 18:27 “Kata Yesus: ‘Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.'”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang satu cara berpikir yang disebut naturalisme. Naturalisme adalah cara berpikir yang mengatakan bahwa semua hal harus dijelaskan hanya dengan apa yang biasa terjadi di dunia ini. Jadi, kalau ada sesuatu yang ajaib atau mujizat, orang yang berpikir seperti ini akan langsung berkata, “Itu tidak mungkin,” karena mereka tidak mau percaya bahwa Tuhan bisa bertindak di luar hal-hal biasa.Coba bayangkan begini. Kalau sebuah pohon tumbang saat ada angin besar, itu hal yang biasa terjadi. Tetapi kalau Tuhan melakukan sesuatu yang ajaib, seperti menyembuhkan orang sakit dengan kuasa-Nya, orang yang berpikir secara naturalisme akan langsung menolak kemungkinan itu. Bukan karena mereka sudah memeriksa semuanya dengan jujur, tetapi karena sejak awal mereka sudah memutuskan bahwa mujizat tidak mungkin ada.Nah, di situlah masalahnya, Wonder Kids. Kalau seseorang dari awal sudah menutup pintu bagi kuasa Tuhan, maka ia tidak akan mau menerima apa pun yang menunjukkan bahwa Tuhan bekerja dengan cara yang ajaib. Padahal Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan adalah Pencipta langit dan bumi. Kalau Tuhan bisa menciptakan semuanya, tentu Tuhan juga sanggup melakukan hal yang mustahil bagi manusia.Firman Tuhan dalam Lukas 18:27 berkata, “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.” Itu berarti kita tidak boleh membatasi Tuhan hanya pada apa yang biasa kita lihat setiap hari. Tuhan memang sering bekerja melalui hal-hal biasa, tetapi Tuhan juga sanggup melakukan hal-hal luar biasa menurut kehendak-Nya.Wonder Kids, ini tidak berarti kita harus percaya sembarang cerita aneh. Kita tetap perlu belajar dengan bijak dan hati-hati. Tetapi kita juga tidak boleh sombong seolah-olah Tuhan tidak mungkin melakukan mujizat. Anak Tuhan percaya bahwa Allah itu besar, berkuasa, dan tidak terbatas oleh pikiran manusia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu menghadapi sesuatu yang terasa sulit atau mustahil, katakan dalam doamu, “Tuhan, bagi manusia ini sulit, tetapi bagi-Mu tidak ada yang mustahil.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang mahakuasa. Tolong aku supaya tidak membatasi Engkau dengan pikiranku yang kecil, tetapi percaya bahwa Engkau sanggup melakukan apa yang mustahil bagi manusia. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: manusia punya batas, tetapi Tuhan tidak. Apa yang mustahil bagi manusia tetap mungkin bagi Allah. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti yang Menolak Tuduhan SalahDiambil dari: Markus 6:3 “Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.Wonder Kids, pernahkah kamu melihat orang salah menilai seseorang? Misalnya, ada anak yang dianggap biasa saja, padahal sebenarnya dia sangat baik. Atau ada orang yang langsung menuduh tanpa benar-benar melihat buktinya. Itu bisa terjadi juga saat orang berbicara tentang Yesus.Ada orang yang mau menerima bahwa Yesus benar-benar hidup dalam sejarah, tetapi mereka tetap menolak siapa Yesus sebenarnya. Mereka berkata bahwa Yesus hanya manusia biasa. Ada yang bilang Yesus hanya guru yang baik. Ada yang bilang Yesus hanya orang yang pandai berbicara. Tetapi mereka tidak mau percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah.Masalahnya, kalau kita sungguh melihat semua yang Yesus lakukan dan semua yang Alkitab katakan, tuduhan-tuduhan itu tidak cukup. Yesus bukan hanya orang baik biasa. Yesus mengampuni dosa, melakukan mujizat, menerima penyembahan, mati di kayu salib, dan bangkit dari kematian. Tidak ada manusia biasa yang seperti itu. Karena itu, kita harus hati-hati supaya tidak membuat Yesus menjadi lebih kecil daripada yang Alkitab nyatakan.Dalam Markus 6:3, orang-orang di kampung Yesus sulit menerima Dia karena mereka merasa sudah mengenal-Nya. Mereka melihat Yesus hanya dari luar. Mereka tahu keluarga-Nya, tahu tempat asal-Nya, tetapi hati mereka tidak mau percaya. Mereka dekat secara lahiriah, tetapi tidak sungguh mengenal siapa Yesus sebenarnya.Wonder Kids, itu juga bisa terjadi pada kita. Kita bisa sering mendengar nama Yesus, sering datang ke gereja atau Sekolah Minggu, tetapi tetap belum sungguh percaya kepada-Nya. Kita bisa tahu banyak tentang Yesus, tetapi belum benar-benar mengenal Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tuhan mau kita tidak berhenti pada pengetahuan luar saja. Tuhan mau kita sungguh percaya kepada Yesus sebagaimana Dia dinyatakan dalam firman-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku tidak mau hanya tahu tentang Engkau dari luar. Tolong aku sungguh mengenal dan percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan hanya manusia biasa, tetapi Anak Allah yang datang menyelamatkanku. Tolong aku supaya tidak salah mengenal Engkau, tetapi sungguh percaya kepada-Mu dengan segenap hatiku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mengenal Yesus dari luar tidak cukup. Kamu perlu sungguh percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamatmu. Tuhan Yesus memberkati.
El 6 de junio de 1991, con 64 años, nos dejó Stan Getz. Recordamos al gran saxofonista tenor en grabaciones de 'Moonlight in Vermont' -arreglo de Claus Ogerman-', 'I´m glad there is you' -con el trío del pianista Oscar Peterson-, 'But beautiful' -con Bill Evans-, 'Here´s that rainy day', 'Little girl blue' o 'If ever I would leave you'; como participante en el disco del trombonista Bob Brookmeyer y amigos ('Sometime ago', 'Jive hoot', 'Misty'), en el disco 'Stan Getz presents Jimmy Rowles' ('The peacocks') y en el disco 'Apasionado' con la pieza que le da título y 'Coba'. Escuchar audio
Immer freitags analysieren wir in unserem „Wochen-Podcast“ aktuelle Entwicklungen in der deutschen Banken-, Fintech- und Payment-Branche. Diesmal haben sich unsere Redakteure Christian Kirchner und Bernd Neubacher den folgenden Themen gewidmet: #1: Die Deutsche Bank hält ein Präsenz-HV ab – dass unsere Podcaster das noch mal erleben! Ein Stimmungsbericht #2: AR-Chef Alexander Wynaendts will jetzt "die Spitze der europäischen Bankenindustrie angreifen". Ähem, nach welchen Kriterien denn? #3: Erstaunlich viele Commerzbank-Aktionäre dienen der Unicredit ihre Aktien an. Was steckt dahinter? #4: Die Provisionen sprudeln, die Kosten steigen – wie weit ist das Bankhaus Metzler bei seinem Umbau vorangekommen? #5: Was eine Übernahme der Commerzbank für hiesige Asset Manager (die ja stark über die Coba vertreiben) bedeuten würde #6: Knackpunkt "Bewegungsmelder" – worum es bei den Schließfach-Fällen von Norderstedt und Gelsenkirchen im Kern geht == Fragen und Feedback zum Podcast: redaktion@finanz-szene.de oder (auch anonym) über Threema: TKUYV5Z6 Redaktion und Host: Christian Kirchner/Finanz-Szene.de Coverdesign: Elida Atelier, Hamburg Postproduction: Podstars Hamburg Musik: Liturgy of the street / Shane Ivers - www.silvermansound.com
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Lukas: LisaniasDiambil dari: Lukas 3:1 “Dalam tahun yang kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene.”Wonder Kids, Lukas adalah penulis Alkitab yang sangat teliti. Ia sering menuliskan nama orang, tempat, dan waktu dengan jelas. Mengapa? Karena Lukas ingin menunjukkan bahwa apa yang ia tulis benar-benar terjadi dalam sejarah, bukan dongeng.Salah satu contohnya adalah saat Lukas menulis nama Lisanias. Dulu, ada orang yang mengira Lukas salah menulis. Mereka berpikir bahwa Lisanias yang dikenal dalam sejarah hidup pada zaman yang berbeda, jadi sepertinya Lukas keliru. Tetapi kemudian ditemukan bukti-bukti sejarah yang menunjukkan bahwa memang ada seorang Lisanias lain yang memerintah pada waktu yang cocok dengan catatan Lukas. Jadi, ternyata Lukas benar.Wah, ini penting sekali, Wonder Kids. Kadang-kadang orang bisa cepat berkata bahwa Alkitab salah, padahal mereka belum tahu semuanya. Penemuan-penemuan sejarah sering kali justru menolong kita melihat bahwa Alkitab sangat dapat dipercaya. Lukas menulis dengan hati-hati, dan Tuhan memakai ketelitian itu untuk menguatkan iman kita.Ini juga mengajarkan sesuatu untuk hidup kita. Tuhan peduli pada hal-hal kecil. Nama, waktu, dan tempat yang terlihat sepele ternyata penting. Begitu juga dalam hidupmu. Mungkin kamu merasa hal kecil yang kamu lakukan tidak penting, seperti berkata jujur, mengerjakan tugas dengan rapi, atau menaati orang tua dalam hal sederhana. Tetapi Tuhan melihat dan menghargai kesetiaan dalam hal-hal kecil.Kalau firman Tuhan begitu teliti dan dapat dipercaya, maka kita pun bisa datang kepada Alkitab dengan keyakinan. Saat kita membacanya, kita tidak sedang membaca cerita buatan, tetapi firman Tuhan yang benar dan kokoh.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba kerjakan satu tugas kecil hari ini dengan sungguh-sungguh dan teliti, lalu katakan dalam hatimu, “Tuhan, aku mau setia juga dalam hal-hal kecil.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu benar dan dapat dipercaya. Tolong aku untuk menghargai hal-hal kecil dan belajar setia seperti yang Engkau kehendaki. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan yang benar dalam hal-hal besar juga benar dalam hal-hal kecil, jadi firman-Nya selalu dapat dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Mengenal Yesus dari Luar AlkitabDiambil dari: 1 Petrus 3:15 “Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.”Wonder Kids, pernahkah kamu bertanya, “Kalau tidak ada Alkitab, apakah orang tetap bisa tahu bahwa Yesus sungguh hidup?” Pertanyaan itu menarik sekali. Ternyata, dari tulisan-tulisan sejarah kuno di luar Alkitab, orang masih bisa mengetahui banyak hal tentang Yesus.Ada ahli sejarah yang mengatakan bahwa dari catatan-catatan non-Kristen, kita tetap bisa melihat gambaran tentang hidup Yesus. Misalnya, Yesus dikenal sebagai guru orang Yahudi. Banyak orang percaya bahwa Ia melakukan mujizat. Ada yang mengakui bahwa Yesus adalah Mesias. Kita juga tahu bahwa Yesus ditolak oleh beberapa pemimpin Yahudi, lalu disalibkan pada zaman Pontius Pilatus. Setelah itu, berita tentang Yesus terus menyebar ke banyak tempat, bahkan sampai ke Roma. Banyak orang dari berbagai latar belakang juga mulai percaya dan menyembah Dia.Apa artinya ini, Wonder Kids? Artinya, iman kita bukan berdiri di atas cerita yang dibuat-buat. Tuhan memberi banyak kesaksian supaya kita tahu bahwa Yesus sungguh hidup dalam sejarah. Alkitab tetap adalah firman Tuhan yang paling penting, tetapi menarik sekali karena catatan-catatan lain juga ikut meneguhkan bahwa Yesus benar-benar nyata.Karena itu, saat ada orang yang bertanya tentang Yesus, kita tidak perlu takut atau bingung. Kita boleh belajar dan semakin yakin. Tetapi ingat, saat menjawab orang lain, kita harus melakukannya dengan lemah lembut dan hormat, seperti yang diajarkan dalam 1 Petrus 3:15. Jadi bukan dengan marah-marah atau sombong, tetapi dengan hati yang tenang dan percaya kepada Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba katakan dengan bahasamu sendiri kepada satu orang di rumah, “Yesus itu bukan tokoh dongeng. Yesus sungguh hidup, dan ada banyak kesaksian tentang Dia.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh hidup dan nyata. Tolong aku untuk semakin yakin kepada-Mu dan berani menjawab orang lain dengan lemah lembut dan hormat. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan cerita buatan manusia, tetapi Tuhan yang sungguh hidup dan dikenal dalam sejarah. Tuhan Yesus memberkati.
Immer freitags analysieren wir in unserem „Wochen-Podcast“ aktuelle Entwicklungen in der deutschen Banken-, Fintech- und Payment-Branche. Diesmal haben sich unser Redakteur Christian Kirchner und „Payment & Banking“-Experte Jochen Siegert den folgenden Themen gewidmet: #1: Der damalige Commerzbank-Chef Zielke hatte 2019 ein Mittelfristziel von 4% RoTE ausgegeben – was ist seitdem eigentlich passiert? #2: Beispiele wie die HVB oder die HCOB zeigen: In Bankorganisationen steckt offenbar reichlich Optimierungspotenzial #3: Als eine der ersten Banken beziffert die Coba ihr KI-Potenzial: Einmalige Kosten: 600 Mio. Euro. Jährlicher Wertbeitrag: 500 Mio. Euro #4: Die EHI-Zahlen zeigen erstens, dass bei den Debits von Mastercard und Visa ein irrsinniges Momentum drin ist #5: Die EHI-Zahlen zeigen zweitens, dass mobiles Bezahlen inzwischen eine unverhandelbare Commodity ist #6: Da können die Banken so viel moppern wollen wie sie wollen – den digitalen Euro wird niemand mehr aufhalten #7: Sechs Jahre lang hat sich Finanz-Szene an der Volksbank Brawo abgearbeitet – warum waren wir eigentlich immer so skeptisch? #8: Von Sal. Opp bis Voba Brawo – wenn Vorstände kleiner Banken plötzlich große Ideen verfolgen, ist Vorsicht geboten #9: Die sensationellen Baufi-Zahlen aus dem März – war's wirklich nur die Zinspanik? == Fragen und Feedback zum Podcast: redaktion@finanz-szene.de oder (auch anonym) über Threema: TKUYV5Z6 Redaktion und Host: Christian Kirchner/Finanz-Szene.de Coverdesign: Elida Atelier, Hamburg Postproduction: Podstars Hamburg Musik: Liturgy of the street / Shane Ivers - www.silvermansound.com
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tacitus dan Kesaksian yang KuatDiambil dari: Matius 5:44 “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”Wonder Kids, hari ini kita belajar lagi tentang Tacitus. Tacitus adalah seorang penulis sejarah Romawi. Ia bukan orang Kristen, bahkan ia memandang orang Kristen dengan buruk. Ia menyebut kekristenan sebagai kepercayaan yang aneh dan tidak disukai banyak orang. Tetapi justru karena itu, tulisannya menjadi sangat menarik.Tacitus menulis bahwa setelah Yesus mati, orang-orang Kristen tetap terus bertambah. Padahal mengikuti Yesus pada waktu itu tidak mudah. Banyak orang Kristen dimusuhi, dihina, bahkan dianiaya. Coba pikirkan, Wonder Kids, kalau sebuah cerita itu bohong, apakah orang-orang akan tetap mau mempertahankannya sampai menderita? Tentu itu aneh. Tetapi orang-orang Kristen mula-mula tetap setia. Mereka rela menderita karena mereka sungguh percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang hidup.Inilah yang membuat kesaksian tentang Yesus semakin kuat. Bukan hanya karena ada tulisan-tulisan sejarah, tetapi juga karena ada orang-orang yang sungguh berubah dan tetap setia kepada Yesus walaupun harus membayar harga. Mereka tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Mereka belajar mengasihi, bahkan mendoakan orang yang menyakiti mereka. Itu sebabnya firman Tuhan dalam Matius 5:44 sangat penting. Mengasihi musuh bukan hal yang mudah, tetapi itulah jalan yang diajarkan Yesus.Wonder Kids, mungkin kamu tidak mengalami penganiayaan besar seperti orang Kristen zaman dulu. Tetapi mungkin ada teman yang mengejekmu, tidak mau berteman, atau berkata jahat kepadamu. Saat itu terjadi, ingatlah bahwa Yesus mengajar kita untuk tetap mengasihi dan berdoa. Saat kita hidup seperti itu, orang lain bisa melihat bahwa Yesus benar-benar bekerja di dalam hidup kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu orang yang pernah menyakitimu atau membuatmu kesal. Hari ini, doakan orang itu dengan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah lebih dulu mengasihiku. Tolong aku untuk tetap setia kepada-Mu dan belajar mengasihi orang yang tidak baik kepadaku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: hidup yang diubahkan oleh Yesus adalah kesaksian yang kuat bahwa Dia sungguh hidup dan bekerja. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yosefus dan YakobusDiambil dari: Yakobus 1:12 “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.”Wonder Kids, pernahkah kamu mendengar nama Yakobus? Yakobus adalah adik Tuhan Yesus. Pada awalnya, Yakobus tidak langsung percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Tetapi setelah Yesus bangkit, hidup Yakobus berubah. Ia menjadi salah satu pemimpin penting dalam jemaat mula-mula di Yerusalem.Menariknya, tentang Yakobus ini bukan hanya Alkitab yang menulis. Seorang penulis sejarah Yahudi bernama Yosefus juga menuliskan tentang kematian Yakobus. Yosefus menceritakan bahwa Yakobus dibawa ke depan Mahkamah Agama lalu dihukum mati. Ini penting, karena catatan ini menolong kita melihat bahwa Yakobus benar-benar melayani, dan mati karena imannya kepada Tuhan.Coba pikirkan, Wonder Kids. Kalau seseorang dulu tidak percaya, lalu akhirnya rela hidup bagi Yesus, bahkan sampai mati karena percaya kepada-Nya, itu menunjukkan sesuatu yang besar. Yakobus berubah bukan karena dipaksa, tetapi karena ia sungguh yakin bahwa Yesus adalah Tuhan dan Mesias. Perubahan hidup Yakobus menjadi salah satu kesaksian yang kuat bahwa kebangkitan Yesus itu bukan cerita kosong.Tuhan juga bisa mengubah hati seseorang. Mungkin hari ini ada orang yang masih ragu, masih belum sungguh-sungguh percaya, atau masih setengah hati mengikut Yesus. Tetapi seperti Yakobus, Tuhan sanggup mengubahkan hati itu menjadi hati yang percaya dan setia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu bagian hidupmu yang masih sulit sungguh-sungguh taat kepada Yesus. Lalu berdoalah secara khusus dan minta Tuhan menolongmu percaya dan setia kepada-Nya.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sanggup mengubah hati manusia. Tolong aku supaya aku tidak ragu kepada-Mu, tetapi percaya dan setia mengikuti Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan sanggup mengubah orang yang ragu menjadi orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Siapakah Yosefus? Diambil dari: Roma 15:4 “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.”Wonder Kids, hari ini kita akan belajar tentang seorang tokoh bernama Yosefus. Yosefus adalah seorang penulis sejarah Yahudi yang hidup pada zaman yang tidak terlalu jauh dari masa Tuhan Yesus. Ia bukan penulis Alkitab, dan ia juga bukan salah satu murid Yesus. Tetapi ia menulis tentang banyak hal yang terjadi pada zaman itu, termasuk tentang Yesus.Yosefus adalah seorang imam dan juga orang Farisi. Ia menulis buku sejarah tentang bangsa Yahudi. Menariknya, walaupun Yosefus bukan pengikut Tuhan Yesus, ia tetap menuliskan hal-hal tentang Yesus dan tentang orang-orang Kristen mula-mula. Ini penting, karena catatan Yosefus menolong kita melihat bahwa Yesus benar-benar hidup dalam sejarah, bukan tokoh dongeng atau cerita buatan manusia.Bayangkan kalau ada satu peristiwa besar di sekolah atau di gerejamu. Lalu bukan hanya teman dekatmu yang menceritakannya, tetapi juga orang lain yang bukan bagian dari kelompokmu ikut menulis tentang peristiwa itu. Tentu itu membuat cerita itu makin kuat, bukan? Begitu juga dengan Yesus. Bukan hanya Alkitab yang bersaksi tentang-Nya, tetapi juga ada catatan sejarah lain yang meneguhkan bahwa Yesus sungguh pernah hidup.Wonder Kids, ini menolong kita untuk semakin yakin bahwa iman Kristen berdiri di atas kebenaran. Kita percaya kepada Yesus bukan karena cerita yang dibuat-buat, tetapi karena Dia benar-benar datang ke dunia, hidup di tengah manusia, mati, dan bangkit. Tuhan memberi kita banyak kesaksian supaya iman kita makin teguh.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba ceritakan kepada satu orang di rumahmu mengapa kamu percaya bahwa Yesus bukan tokoh dongeng, melainkan sungguh hidup dalam sejarah.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh datang ke dunia ini untuk menyelamatkanku. Tolong aku untuk semakin yakin kepada-Mu dan berani percaya kepada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan tokoh cerita, tetapi Juruselamat yang sungguh hidup dan datang untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati.
Hello Listeners!Di episode kali ini Brigita ngobrol-ngobrol dengan musisi asal Malang yang mengeluarkan single perdananya setelah bergabung dengan salah satu anak perusahaan Sony Music Indonesia, FloorInc. Episode kali ini kita ditemani Kenny Jacta dan rekan kolaborasi dalam singlenya ERNKenny Jacta adalah musisi asal Malang yang mengeluarkan single perdananya berjudul “Kau Coba Rayu” . Dalam Single ini menggandeng ERN dan Dochi ‘Pee Wee Gaskins' sebagai rekan kolaborasi di single bernuansa hipdut dengan lirik berbahasa Indonesia, sebuah langkah baru dalam perjalanan musikal Kenny. Single “Kau Coba Rayu” ini sendiri terinspirasi dari pengalaman pribadi Kenny dan mengangkat tema move on dengan cara yang elegan serta keberanian untuk tidak kembali ke hubungan yang sama meski godaan datang lagi. ERN, salah satu rekan kolaborasi Kenny di single ini, mengaku agak khawatir saat ditawari kesempatan mengeksplor genre yang belum pernah ia coba ini. Kenny bercerita untuk proses pengerjaan lagu ini tergolong cepat karena demonya sudah siap hanya dalam waktu satu bulan. Kenny berharap single ini bisa menjadi teman bagi mereka yang sedang berusaha bangkit.Untuk Cerita lebih lengkapnya yuk dengarkan obrolan Langsung di Channel Podcast Bingkai Suara Season 8 di Spotify, Apple Podcast, Youtube atau kunjungi website kita di www.bingkaikarya.com
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 15 April 2026Bacaan: "Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari." (Mazmur 119:97)Renungan: Suatu ketika ada seorang anak muda yang bertobat dan mulai menghadiri ibadah di gereja. Kemudian seseorang meletakkan tangan di atas bahunya sambil berkata, "Anak muda, ada tiga aturan yang dapat aku berikan kepadamu dan jika engkau berpegang pada peraturan itu maka engkau tidak akan kembali pada kehidupanmu yang lama." Orang itu pun berkata lagi, "Ambil waktu paling sedikit 15 menit setiap hari untuk mendengarkan apa yang Tuhan ingin katakan kepadamu, 15 menit untuk berbicara kepadaNya dan 15 menit untuk berbicara kepada orang lain mengenai Dia." Sebagai orang yang baru bertobat, ia sangat termotivasi dengan tiga aturan yang diberikan kepadanya dan saat itu juga ia memutuskan untuk berpegang pada ketiga aturan tersebut. Sejak hari itu dan hari-hari selanjutnya, ia melakukan ketiga aturan yang diberikan kepadanya dengan tekun. Salah satu bentuk ketaatannya pada aturan yang diberikan kepadanya adalah tekun berdiam diri di kaki Tuhan dan membaca firman-Nya. Ia memulai setiap hari dengan berdoa dan membaca firman Tuhan. Sebelum ia membaca surat dan surat kabar, ia selalu membaca Alkitab terlebih dahulu sehingga ia mendapatkan petunjuk dan penghiburan dari Tuhan setiap hari. Jika kita memperhatikan tiga aturan di atas, maka kita dapat menyimpulkannya dalam tiga hal yaitu, membaca Alkitab, berdoa dan bersaksi. Mengapa kita harus membaca Alkitab? Karena Tuhan rindu menyampaikan banyak hal kepada kita melalui firman-Nya. Jika kita ingin mendapatkan petunjuk, peringatan, kekuatan dan penghiburan dari-Nya setiap hari, maka kita harus membaca Alkitab. Begitu pula di dalam hal berdoa, sebagai orang percaya kita perlu berkomunikasi dengan Tuhan di dalam doa. Hubungan yang erat dengan-Nya akan menolong dan memampukan kita menghadapi kehidupan ini dengan ketabahan, kekuatan dan keyakinan yang diperbaharui setiap hari. Hal-hal ini tidak dapat kita peroleh begitu saja tanpa bergaul dengan Tuhan dan memberikan waktu bagi-Nya. Seberapa jauh kita telah belajar mendisiplinkan diri dalam hal berdoa dan membaca firman Tuhan? Kalau tontonan di tv, berita di internet, medsos, dan hobi lebih menarik hati kita daripada bersekutu dengan Tuhan di dalam doa dan pembacaan firman-Nya, kita harus mengadakan introspeksi. Demikian pula dengan bersaksi kepada orang lain tentang kasih Yesus yang telah menyelamatkan kita. Sudahkah kita menggunakan setiap kesempatan untuk memberitakan kasih-Nya? Coba renungkan, berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk membicarakan berbagai hal yang tidak ada gunanya. Alangkah baiknya jika kita selalu menyediakan waktu untuk membicarakan kasih Yesus kepada orang lain sehingga mereka pun diberkati dan dapat mengenal Yesus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kerinduan hatiku, yaitu semakin mengenal Engkau. Aku mau belajar mendisiplin diri untuk membaca firman-Mu, berdoa dan bersaksi. Amin. (Dod).
En este acalorado episodio del podcast de Metal Memes, Coba recibe a JC de Goth Productions para debatir sobre la indignante posposición de la gira latinoamericana de Dying Fetus hasta noviembre de 2026. Analizamos el comunicado de la banda y cuestionamos sus dudosas excusas sobre estar creando música en el estudio o priorizar otras ofertas del mercado, lo que sugiere que prefirieron irse a festivales en Europa. Estas acciones desataron una avalancha histórica de memes y enojo, ya que es la tercera vez que le fallan a su público latino. Durante la charla, profundizamos en la enorme falta de profesionalismo de la agrupación y destacamos la postura del promotor Pistoleros House of Shows en Chihuahua, quien decidió vetarlos definitivamente por faltarle al respeto a los fans. Además, reflexionamos sobre la clara diferencia entre los verdaderos titanes del metal, que resuelven sus problemas de gira, y las banduchas que abandonan a sus seguidores a la primera oportunidad. Hacemos un enérgico llamado a terminar con el malinchismo en nuestra escena, dejar de endiosar a bandas extranjeras que nos tratan como plato de segunda mesa y recordar siempre que el que paga manda. Acompáñanos a leer los peores comentarios de los fans contra la banda y descubre por qué estos atropellos están matando las preventas de conciertos en México. ¡No olvides suscribirte, dejar tu like y seguir Goth Productions! GothProds Links Spotify -https://open.spotify.com/show/2hnlgkcGNl9GOAPa0WT9HW?si=7e9b95f203464fe6 Apple Podcast — https://podcasts.apple.com/mx/podcast/goth-prods/id1606324255?l=en Amazon Music — https://music.amazon.com.mx/podcasts/d10f63b6-f4f3-4a91-b21d-d98c2b08ca01/goth-prods?ref=dm_sh_xBGgYoDaqnREmWm0IoJu5r4kd Facebook — https://www.facebook.com/Goth-Prods-104237088306624/ Instagram — https://www.instagram.com/goth_prods/ TikTok - https://www.tiktok.com/@goth_prods
In this episode, host Ross welcomes Memphis Orian and John Medina, the CEO and Chief Creative Officer of Coba Bathhouse, a unique wellness destination coming soon to Denver. They discuss the concept of a bath house, where guests can choose from various thermal amenities, including saunas, hot pools, and cold plunges. The hosts explore the business side of this innovative venture, which is gaining traction in the wellness industry. Memphis and John share their vision for creating a space where people can relax, unwind, and connect with others, and discuss the potential for this type of business to thrive in the US market.See omnystudio.com/listener for privacy information.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 2 Maret 2026Bacaan: "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. " (1 Tesalonika 5:18)Renungan: Seorang guru kelas satu memberi tugas kepada murid-muridnya untuk menggambarkan sesuatu yang mereka syukuri. Tugas ini disambut bahagia oleh anak-anak. Sebagian besar dari mereka mulai berimajinasi dengan mainan, makanan kesukaanı, atau masa-masa liburannya. Namun ada satu anak yang bernama Douglas membuat gambar yang berbeda. Untuk hal yang disyukurinya, dia membuat gambar tangan. Douglas memang berbeda dari anak lainnya. Dia adalah seorang anak yang lemah dan jarang tersenyum. Ketika anak-anak lainnya bersemangat untuk bermain saat jam istirahat, Douglas lebih sering berdiri dekat gurunya. Selesai menggambar, masing-masing murid membawa gambarnya dan menunjukkan karyanya di depan kelas. Tiba giliran Douglas maju dan menunjukkan gambarnya, satu persatu temannya mulai menebak pemilik tangan tersebut. Seorang anak menduga bahwa itu adalah tangan petani karena berjasa dalam menanam sayur dan makanan lainnya. Ada pula yang menduga itu adalah tangan polisi karena mereka adalah aparat yang bertugas melindungi warga. Sedang beberapa anak lainnya menduga gambarnya adalah tangan Tuhan. Karena begitu ramai, diskusi itu akhirnya dihentikan dan anak-anak beranjak ke tugas lainnya. Setelah beberapa waktu, Sang Guru menghampiri meja Douglas sambil membungkuk ia bertanya tangan siapa yang ada dalam gambarnya. Douglas menatapnya dan mengatakan, "Ini tangan Ibu Guru". Douglas ternyata merasa bersyukur atas tangan gurunya Itu. Tangan yang sudah menuntunnya, menjangkaunya, mengajarinya dan memberikan kasih kepadanya selama ini. Di dalam kehidupan ini kita jarang bisa bersyukur dalam hal-hal kecil. Kita lebih mudah bersyukur saat Tuhan melakukan perkara-perkara yang besar. Padahal, setiap perkara yang kita alami ini semuanya terjadi karena kehendak Tuhan. Coba kita bayangkan, bagaimana jadinya jika alis atau bulu mata kita bertambah panjang. Namun, Tuhan sudah mengatur semuanya sehingga bulu mata kita tidak bertambah panjang. Atau bagaimana jadinya jika kita harus membayar oksigen yang harus kita hirup setiap hari. Tentu kita tidak akan sanggup membayar itu semua. Semuanya itu kelihatannya tampak kecil dan tidak berarti. padahal memiliki dampak yang begitu besar dalam kehidupan kita. Sudahkah kita mengucap syukur atas "hal-hal kecil yang seringkali kita abaikan? Jadi, mulai hari ini, saat kita bangun dari tidur kita, belajarlah untuk bisa mengucap syukur dengan apa yang terjadi dalam kehidupan kita, baik itu hal kecil atau pun hal yang besar, karena kehidupan kita juga terbentuk dari hal-hal yang kecil namun memberikan dampak dan akibat yang besar. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat, baik yang besar maupun kecil, yang aku terima dan alami setiap hari. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 2 Februari 2026Bacaan: "Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN." (Yunus 1:3a)Renungan: Ngeyel dalam bahasa Jawa berarti sulit diberi tahu, suka menentang, cenderung menuruti kemauan sendiri, mengambil jalan tidak pada arah yang seharusnya ditempuh, bahkan memilih langkah yang menjauhi atau bertentangan dengan tujuan yang harus dicapai, tanpa alasan memadai, atau tanpa alasan sama sekali. Tuhan mengutus Yunus ke Niniwe untuk mengingatkan penduduk kota itu agar mereka bertobat, tetapi Yunus justru ke Yafo, lalu berlayar ke Tarsis untuk menjauhi tugas itu, bahkan untuk menjauh dari Tuhan. Alasan Yunus adalah Yunus tidak mau orang Niniwe bertobat, diampuni, dan selamat. Yunus ingin orang Niniwe dibinasakan. Alasan yang egois dan kejam. Ternyata, Yunus adalah orang yang ngeyel, bahkan tidak tanggung-tanggung Yunus ngeyel kepada Tuhan. Tahukah kita bahwa kita pun sesekali atau sering bersikap seperti Yunus: ngeyel kepada Tuhan? Mungkin ada yang bilang, "Ngeyel kepada Tuhan? Mana kami berani? Kalaupun ngeyel, kami ngeyel yang biasa-biasa saja." Benarkah? Coba lihat ini: Mestinya beribadah di gereja, tetapi menghabiskan hari Minggu di tempat wisata. Mestinya bertindak jujur, tetapi melakukan korupsi. Mestinya menggunakan waktu secara bertanggung jawab, tetapi menghabiskannya untuk hal-hal tak bermakna. Bukankah itu bentuk ngeyel kepada Tuhan? Sepertinya, tak habis-habisnya kita harus bertelut memohon ampun kepada Tuhan, karena makin dalam kita memandang hidup kita, makin banyaklah kita temukan ke-ngeyel-an kita kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampuni aku karena tanpa aku sadari begitu banyak ketidaktaatan yang kulakukan pada-Mu, sehingga seringkali aku berada di luar jalan-Mu. Amin. (Dod).
In this episode of the ABA Business Leaders Podcast, April Smith, co-founder of 3 Pie Squared, hosts an expert panel discussion featuring: Alecia Barrett BCBA, COBA, LSW and owner of A. Barrett Academy, LLC located in Holland Ohio Brooke Schneider, M.S.Ed., BCBA, LBA is the Founder and Clinical Director of Orange Pediatric Therapy, which she opened in 2015 Mallory Stinger, BCBA, CEU Coordinator, IEP Advocate, Sleep Consultant. Mallory has been in the field since 2010. Jennifer Helten, the CEO and Founder of Unique Pathways LLC. The panel explores the risks of micromanagement, the challenge of delegating before you feel “ready,” and why most owners are never fully prepared for the next level of scale. Plus, each founder answer one of the most pressing questions ABA Business Owners ask: What one move can I make to drive my business forward? Key themes include: Identifying decisions that unlock operational momentum rather than adding complexity Letting go of control without sacrificing quality or outcomes Choosing your “hard” as a business owner and accepting that growth always comes with trade-offs The long-term impact of training, developing, and growing alongside your BCBAs Why background work and infrastructure matter just as much as visible leadershipHave a question for Stephen and April? Call the ABA Business Leaders Hotline: (737) 330-1432 Join our ABA Business Owner Support Group here for Free: Sign up here Resources & Links Business Essentials List https://www.3piesquared.com/blog/the-essential-list-for-a-successful-business_24 Schedule a Consultation with Stephen https://3piesquared.com/stephen-booking-page Free ABA Business Readiness Assessment https://3piesquared.com/aba-business-readiness-assessment ABA Billing Tips Guide https://3piesquared.com/productDetails/ABA_Billing_Tips ABA Business Leaders Podcast CEUs https://3piesquared.com/productDetails/ABA_Business_Leaders_Podcast_CEUs
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 15 Januari 2026Bacaan: "TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya." (Mazmur 37:23-24) Renungan: Apakah kita pernah mendengar seorang pengikut Kristus atau mungkin kita sendiri mengeluh seperti ini, "Semenjak saya jadi pengikut Yesus, mengapa justru masalah datang silih berganti? Dulu ketika saya belum bertobat, malah tidak mengalami berbagai macam masalah seperti sekarang ini." Sebenarnya itu keluhan yang berlebihan. Coba jujur kepada diri sendiri, benarkah saat kita belum mengikut Yesus kita tidak pernah mengalami masalah sama sekali? Tidak, bukan? Lalu mengapa ada pengikut Yesus yang mengeluh seperti itu? Sederhana, saat memutuskan mengikut Yesus yang muncul di benak pikirannya adalah kehidupan tanpa masalah dan diberkati secara berlimpah-limpah. Maka ketika ia sudah jadi pengikut Yesus dan tetap mengalami masalah, ia pun menjadi kecewa dan melebih-lebihkan masalah serta pergumulan hidupnya. Kenapa makin dekat dengan Tuhan, masalah kita seakan makin banyak? Dekat Tuhan memang ada masalah, tapi jauh dengan Yesus bukan berarti tanpa masalah. Lalu apa bedanya? Bedanya, kalau dekat Yesus kita bisa saja menghadapi masalah, bahkan mengalami jatuh dan gagal, tapi kita tidak akan dibiarkan jatuh tergeletak, sebab Tuhan akan selalu menopang kita! Bagaimana jika kita menjauhkan diri dari kasih karunia Tuhan? Saat kita jatuh, selesai sudah! Seperti yang tertulis dalam Mazmur 73:19, ketika orang fasik jatuh maka mereka binasa dalam sekejap mata, habis oleh karena kedahsyatan. Jangan sampai kita memiliki pandangan yang keliru dalam hal mengikut Yesus, seolah-olah mengikut Yesus berarti tidak mengalami masalah. Kita bisa sakit. Kita bisa bangkrut. Kita bisa jatuh. Kita bisa gagal. Tapi bersama Tuhan, kita jatuh dan bangkit kembali. Kita gagal dan diberikan semangat untuk bangun lagi. Kita bangkrut, tapi Tuhan menolong dan memulihkan lagi. Kita sakit, tapi Tuhan menyembuhkan. Derigan iman seperti ini, kita tidak akan menjadi pengikut Yesus yang cengeng, yang sedikit-sedikit mengeluhkan keadaan, bahkan menyalahkan Tuhan. Jadilah dewasa dalam Tuhan dan jangan pernah menjauhkan diri dari kasih karunia-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu ada untukku. Ajarilah aku percaya bahwa bersama Engkau apapun masalah yang ku hadapi, selalu ada jalan keluarnya ketika aku hanya berharap pada-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 25 Desember 2025Bacaan: Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu." (Matius 2:16) Renungan: Suatu ketika pada tanggal 25 Desember yang berkabut, sebuah kapal besar menabrak kapal yang lebih kecil. Kapal kecil mengalami kerusakan berat dan terpaksa diseret kembali ke Inggris. Pemilik kapal kecil lalu mengadukan perkara tabrakan tersebut ke pengadilan. Para saksi mata melihat bahwa kapal besar itu memang menabrak kapal kecil. Tetapi kapten kapal besar mengatakan bahwa beberapa saat sebelum terjadi tabrakan, kapalnya telah mengirimkan sinyal kepada kapal kecil. Hakim bertanya, "Siapa yang bertugas mengirim sinyal?" Seorang kelasi muda maju dan berkata, "Saya, Pak Hakim." Hakim bertanya kepada kelasi muda tersebut, "Coba beritahu saya, apa isi sinyal yang Anda kirimkan." Kelasi muda itu menjawab dengan muka merah, "MERRY CHRISTMAS & HAPPY NEW YEAR!" Mungkin kita tersenyum mendengar kisah ini, dan berpikir alangkah cerobohnya kelasi muda itu. Suatu tindakan yang sulit kita terima dengan akal sehat. Natal yang pertama pun tidak mendatangkan berkat bahkan merugikan bagi banyak orang! Mulanya Herodes mau memanfaatkan orang Majus, tetapi ketaatan orang Majus pada suara Tuhan menggagalkan rencana jahat Herodes. Kemudian ia membunuh semua anak-anak di Betlehem yang berusia di bawah 2 tahun karena ia tidak tahu kapan persisnya bayi Yesus itu dilahirkan. Apa yang diberikan Herodes kepada Tuhan Yesus pada Natal pertama? Kematian bayi-bayi yang tidak berdosa! Apa yang dilakukan oleh Herodes ini mirip dengan yang dilakukan oleh Firaun dalam Keluaran 1:15-22. Herodes mengulang kesalahan dan dosa yang dilakukan oleh Firaun, yang mengakibatkan banyak orang kehilangan anak-anak mereka. Baik Herodes maupun Firaun adalah orang-orang yang melawan dan berusaha menggagalkan rencana Allah, tetapi merekalah yang akhirnya gagal, karena rencana Allah tidak mungkin gagal. Terkadang kita memberikan hadiah kepada Yesus, sama seperti sang kelasi muda dan Herodes, yaitu kematian iman dan bencana bagi orang lain. Kalau kita mau jujur dan menengok kembali kehidupan kita, sadar atau tidak sadar seringkali hal seperti itu juga yang kita lakukan saat kita merayakan Natal. Maksud kita merayakan dan mengucapkan "Selamat Natal" tetapi ternyata ada orang-orang yang kecewa dan dirugikan, misalnya oleh panitia Natal, oleh sikap kita yang glamour di dalam merayakannya atau sikap acuh tak acuh kita pada saudara yang berkekurangan. Dengan demikian Natal sudah kehilangan makna yang sesungguhnya, yaitu untuk mendatangkan sukacita dan damai sejahtera di bumi. Marilah pada hari Natal ini kita minta agar Tuhan memperbaharui seluruh keberadaan kita sehingga melalui kehadiran kita banyak orang diberkati dan nama Tuhan semakin dimuliakan. Selamat Natal. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku rindu untuk selalu mempersembahkan yang terbaik bagi-Mu. Perbaharuilah seluruh keberadaanku agar melalui kehadiranku banyak orang diberkati dan nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 12 Desember 2025Bacaan: Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kolose 3:23) Renungan: Sebelum era permainan digital menjadi sangat canggih, semua dimulai dengan permainan yang sederhana yang diciptakan oleh seorang ilmuwan Amerika Serikat yang bernama William Higinbotham. Video game pertama di dunia yang dibuat secara grafik tersebut benama "Tennis For Two", pada tahun 1958. Permainan ini dapat dimainkan oleh dua orang yang akan melakukan simulasi pertandingan tenis dan ping pong yang ditampilkan pada sebuah siloskop. Hal menarik dari game pertama di dunia ini adalah tujuan awal dibuatnya yang tidak dimaksudkan untuk keperluan komersial. Permainan ini tadinya bukan untuk dijual secara umum. Awalnya dibuat untuk dimainkan para pengunjung Laboratorium Nasional Brookhaven, di mana William bekerja, agar mereka tidak bosan selama berkunjung. Siapa sangka bahwa hal sederhana yang awalnya hanya diciptakan untuk menghilangkan kebosanan, ternyata menjadi cikal bakal banyak video game. Pencapaian dan penemuan besar memang sering diawali dengan hal kecil, juga kegagalan. Kita tidak bisa berharap untuk memperoleh hasil yang besar dan menakjubkan hanya dengan sekali usaha. Tidak ada yang instan, baik di dalam pekerjaan, kuliah, keluarga, dan pelayanan. Segala jenis pencapaian dan kesuksesan yang kita harapkan terjadi melalui berbagai tantangan dan kesulitan. Jangan lelah mencoba. Jangan hanya sekali atau dua kali kegagalan membuat kita lemah iman dan semangat, sehingga tidak mau mencoba lagi. Mintalah kekuatan dari Tuhan, sehingga mampu meneruskan usaha kita yang mengalami kegagalan. Coba lagi dengan melakukan perubahan, dalam arti mempelajari kesalahan kita dan menghindarinya pada usaha selanjutnya. Kerjakan bersama Tuhan dan seperti untuk Tuhan. Ketika kita mengerjakan segala sesuatu untuk kemuliaan Tuhan, maka kita akan mendapatkan kekuatan baru. Kita harus semakin bersemangat mengerjakan hal tersebut dan berikan yang terbaik untuk Dia. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih atas talenta dan bakat yang Engkau berikan kepadaku. Bantulah aku untuk mengembangkannya sesuai kehendak-Mu, sehingga melalui talenta dan bakatku, aku dapat memberkati banyak orang dan semakin memuliakan nama-Mu. Amin. (Dod).
Terry Fulwider was born in Calamus, Iowa and grew up in Waco, Texas. Terry has two grown children with his wife Lynn, and they now care for two cats and two dogs. They married at the 8A1 Guntersville airport aviation museum in 2013. After developing his musical career in Nashville over 20 years, he now makes his home Albertville, Alabama since 2014 where he works supporting the IT infrastructure at a poultry processing company. Terry's Music career is grounded in his talent as a guitar player and his experiences playing the on the Honky-Tonk Highway in Nashville. Terry's also gone on tour with well known American country music singer and songwriter Joe Diffie with whom Terry recorded a live album at Billy Bob's in Dallas Texas. Terry also toured with country soul singer Billy Joe Royal whose song Down in the Boondocks became a hit in the 1960's. Terry now has his own band and operates a recording studio in his home. He continues his service through music as a worship leader for his church.Terry's hobbyist interest in mechanics took flight in his late teens though the restoration of his 1966 Chevelle with the help of his father and continues today with a project to refresh an earlier restoration of a custom 1968 Mercury Cougar. In 2008 Terry's aviation engagement reached a significant milestone when he earned his PPL at Smyrna/Rutherford County Airport (KMQY). Terry is beginning the ambitious effort of building a Rutan LongEZ and is using OpenEZ LongEZ Plans to build Serial Number 0001 of the Fulwider LongEZ.In preparation for this episode, Terry shared with me a story about a time when he was listening to podcasts on a long drive and discovered the CanardCast episodes. He recalled the rewarding feeling of getting a chance to hear the voices of the people he'd been reading about online and through his research in the process of reviewing the plans and preparing his LongEZ build. I found this exciting to hear as it reinforced one of the goals for the CanardCast project. Terry's interests and experiences all come together now: Media production and Sound Editing, mechanical vehicle restoration, Rutan canard builder, Pilot and IT Services support to perfectly cradle his new role at COBA. Let's get to know our new producer, Terry a little more in the first episode of Season 4 of CanardCast!