POPULARITY
Categories
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Menurut Orang, Siapakah Anak Manusia Itu? Diambil dari: Matius 16:13–14 “Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: ‘Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?' Jawab mereka: ‘Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.'”Wonder Kids, pernah tidak kamu mendengar banyak orang punya pendapat yang berbeda tentang seseorang? Ada yang bilang orang itu baik, ada yang bilang biasa saja, ada yang bilang hebat, tetapi belum tentu semua pendapat itu benar. Nah, itu juga terjadi pada Tuhan Yesus. Banyak orang melihat Yesus, mendengar pengajaran-Nya, dan melihat mujizat-Nya, tetapi mereka tetap punya jawaban yang berbeda-beda tentang siapa Dia sebenarnya.Sebelum Yesus menanyakan pertanyaan ini, Ia sudah melakukan banyak hal yang luar biasa. Ia menyembuhkan orang sakit, membuat orang lumpuh berjalan, memberi makan ribuan orang, dan menolong banyak orang yang menderita. Melalui semua itu, Yesus menunjukkan kasih dan kuasa-Nya. Tetapi walaupun orang-orang melihat semua itu, tetap saja tidak semua orang mengenal Yesus dengan benar.Ada yang mengira Yesus hanyalah nabi besar. Ada yang berpikir Yesus seperti Yohanes Pembaptis atau Elia. Pendapat-pendapat itu memang terdengar baik, tetapi tetap belum cukup. Mengapa? Karena Yesus bukan sekadar nabi, bukan sekadar guru, dan bukan sekadar orang baik. Yesus jauh lebih besar dari semua itu. Yesus adalah Anak Allah, Mesias yang dijanjikan.Wonder Kids, ini mengajarkan kita bahwa melihat perbuatan Yesus saja belum cukup kalau hati kita tidak sungguh mau percaya. Orang banyak bisa punya banyak pendapat, tetapi yang paling penting adalah: siapakah Yesus menurut kamu? Apakah kamu hanya ikut kata orang? Ataukah kamu sungguh mengenal Yesus dari firman Tuhan?Kadang-kadang kita juga bisa seperti itu. Kita tahu cerita-cerita tentang Yesus, kita dengar guru Sekolah Minggu bercerita, kita ikut menyanyi tentang Yesus, tetapi kita belum sungguh bertanya dalam hati, “Siapakah Yesus bagiku?” Tuhan mau kita bukan hanya tahu pendapat orang lain, tetapi sungguh percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku tidak mau hanya ikut kata orang. Tolong aku mengenal Engkau dengan benar melalui firman-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah menunjukkan siapa diri-Mu melalui perkataan dan perbuatan-Mu. Tolong aku supaya tidak hanya mendengar pendapat orang lain, tetapi sungguh mengenal dan percaya kepada-Mu sebagai Tuhan dan Juruselamatku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: yang paling penting bukan apa kata orang tentang Yesus, tetapi apakah kamu sungguh mengenal dan percaya kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Menggabungkan Sejarah dan ImanDiambil dari: Kolose 2:6–7 “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”Wonder Kids, selama ini kita sudah belajar banyak hal tentang Yesus. Kita belajar bahwa Yesus sungguh hidup dalam sejarah. Ada banyak bukti, banyak catatan, dan banyak kesaksian yang menolong kita melihat bahwa Yesus bukan tokoh dongeng. Tetapi apakah cukup hanya tahu fakta tentang Yesus? Belum.Coba bayangkan begini. Kamu bisa tahu banyak fakta tentang seseorang. Kamu tahu namanya, pekerjaannya, tempat tinggalnya, bahkan hal-hal yang pernah dia lakukan. Tetapi mengenal seseorang dengan sungguh-sungguh lebih dari sekadar tahu fakta. Ada hubungan, ada kepercayaan, ada kasih. Begitu juga dengan Yesus. Kita memang perlu tahu bahwa Yesus sungguh nyata dalam sejarah. Tetapi Tuhan juga mau kita lebih dari itu, yaitu percaya kepada-Nya dan hidup di dalam Dia.Firman Tuhan dalam Kolose 2:6–7 berkata bahwa karena kita sudah menerima Kristus Yesus, kita harus hidup tetap di dalam Dia, berakar di dalam Dia, dan makin teguh dalam iman. Artinya, iman Kristen bukan hanya percaya di kepala, tetapi juga hidup yang melekat kepada Yesus. Kita bukan hanya berkata, “Ya, Yesus itu nyata,” tetapi juga, “Ya, Yesus adalah Tuhanku, dan aku mau mengikut Dia.”Jadi sejarah dan iman tidak bertentangan. Fakta-fakta tentang Yesus menolong kita melihat bahwa iman kita punya dasar yang benar. Tetapi sesudah itu, kita dipanggil untuk datang kepada Yesus secara pribadi. Bukan hanya mengagumi bukti-buktinya, tetapi sungguh percaya kepada-Nya, mengasihi-Nya, dan taat kepada-Nya.Wonder Kids, mungkin ada anak yang tahu banyak cerita Alkitab tetapi belum sungguh hidup dekat dengan Yesus. Hari ini Tuhan mengingatkan kita: jangan berhenti hanya pada tahu. Datanglah kepada Yesus. Berakar di dalam Dia. Bangun hidupmu di atas Dia. Dan saat kamu hidup dekat dengan Yesus, hatimu akan penuh syukur.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku tidak mau hanya tahu tentang Engkau. Aku mau sungguh percaya, mengasihi, dan hidup dekat dengan Engkau.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh nyata dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya tidak berhenti hanya pada mengetahui fakta tentang Engkau, tetapi sungguh hidup di dalam Engkau, berakar dalam iman, dan mengasihi-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mengetahui bahwa Yesus itu nyata itu penting, tetapi yang lebih penting adalah percaya kepada-Nya dan hidup tetap di dalam Dia. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apa Itu Naturalisme? Diambil dari: Lukas 18:27 “Kata Yesus: ‘Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.'”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang satu cara berpikir yang disebut naturalisme. Naturalisme adalah cara berpikir yang mengatakan bahwa semua hal harus dijelaskan hanya dengan apa yang biasa terjadi di dunia ini. Jadi, kalau ada sesuatu yang ajaib atau mujizat, orang yang berpikir seperti ini akan langsung berkata, “Itu tidak mungkin,” karena mereka tidak mau percaya bahwa Tuhan bisa bertindak di luar hal-hal biasa.Coba bayangkan begini. Kalau sebuah pohon tumbang saat ada angin besar, itu hal yang biasa terjadi. Tetapi kalau Tuhan melakukan sesuatu yang ajaib, seperti menyembuhkan orang sakit dengan kuasa-Nya, orang yang berpikir secara naturalisme akan langsung menolak kemungkinan itu. Bukan karena mereka sudah memeriksa semuanya dengan jujur, tetapi karena sejak awal mereka sudah memutuskan bahwa mujizat tidak mungkin ada.Nah, di situlah masalahnya, Wonder Kids. Kalau seseorang dari awal sudah menutup pintu bagi kuasa Tuhan, maka ia tidak akan mau menerima apa pun yang menunjukkan bahwa Tuhan bekerja dengan cara yang ajaib. Padahal Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan adalah Pencipta langit dan bumi. Kalau Tuhan bisa menciptakan semuanya, tentu Tuhan juga sanggup melakukan hal yang mustahil bagi manusia.Firman Tuhan dalam Lukas 18:27 berkata, “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.” Itu berarti kita tidak boleh membatasi Tuhan hanya pada apa yang biasa kita lihat setiap hari. Tuhan memang sering bekerja melalui hal-hal biasa, tetapi Tuhan juga sanggup melakukan hal-hal luar biasa menurut kehendak-Nya.Wonder Kids, ini tidak berarti kita harus percaya sembarang cerita aneh. Kita tetap perlu belajar dengan bijak dan hati-hati. Tetapi kita juga tidak boleh sombong seolah-olah Tuhan tidak mungkin melakukan mujizat. Anak Tuhan percaya bahwa Allah itu besar, berkuasa, dan tidak terbatas oleh pikiran manusia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu menghadapi sesuatu yang terasa sulit atau mustahil, katakan dalam doamu, “Tuhan, bagi manusia ini sulit, tetapi bagi-Mu tidak ada yang mustahil.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang mahakuasa. Tolong aku supaya tidak membatasi Engkau dengan pikiranku yang kecil, tetapi percaya bahwa Engkau sanggup melakukan apa yang mustahil bagi manusia. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: manusia punya batas, tetapi Tuhan tidak. Apa yang mustahil bagi manusia tetap mungkin bagi Allah. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti yang Menolak Tuduhan SalahDiambil dari: Markus 6:3 “Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.Wonder Kids, pernahkah kamu melihat orang salah menilai seseorang? Misalnya, ada anak yang dianggap biasa saja, padahal sebenarnya dia sangat baik. Atau ada orang yang langsung menuduh tanpa benar-benar melihat buktinya. Itu bisa terjadi juga saat orang berbicara tentang Yesus.Ada orang yang mau menerima bahwa Yesus benar-benar hidup dalam sejarah, tetapi mereka tetap menolak siapa Yesus sebenarnya. Mereka berkata bahwa Yesus hanya manusia biasa. Ada yang bilang Yesus hanya guru yang baik. Ada yang bilang Yesus hanya orang yang pandai berbicara. Tetapi mereka tidak mau percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah.Masalahnya, kalau kita sungguh melihat semua yang Yesus lakukan dan semua yang Alkitab katakan, tuduhan-tuduhan itu tidak cukup. Yesus bukan hanya orang baik biasa. Yesus mengampuni dosa, melakukan mujizat, menerima penyembahan, mati di kayu salib, dan bangkit dari kematian. Tidak ada manusia biasa yang seperti itu. Karena itu, kita harus hati-hati supaya tidak membuat Yesus menjadi lebih kecil daripada yang Alkitab nyatakan.Dalam Markus 6:3, orang-orang di kampung Yesus sulit menerima Dia karena mereka merasa sudah mengenal-Nya. Mereka melihat Yesus hanya dari luar. Mereka tahu keluarga-Nya, tahu tempat asal-Nya, tetapi hati mereka tidak mau percaya. Mereka dekat secara lahiriah, tetapi tidak sungguh mengenal siapa Yesus sebenarnya.Wonder Kids, itu juga bisa terjadi pada kita. Kita bisa sering mendengar nama Yesus, sering datang ke gereja atau Sekolah Minggu, tetapi tetap belum sungguh percaya kepada-Nya. Kita bisa tahu banyak tentang Yesus, tetapi belum benar-benar mengenal Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tuhan mau kita tidak berhenti pada pengetahuan luar saja. Tuhan mau kita sungguh percaya kepada Yesus sebagaimana Dia dinyatakan dalam firman-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku tidak mau hanya tahu tentang Engkau dari luar. Tolong aku sungguh mengenal dan percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan hanya manusia biasa, tetapi Anak Allah yang datang menyelamatkanku. Tolong aku supaya tidak salah mengenal Engkau, tetapi sungguh percaya kepada-Mu dengan segenap hatiku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mengenal Yesus dari luar tidak cukup. Kamu perlu sungguh percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamatmu. Tuhan Yesus memberkati.
El 6 de junio de 1991, con 64 años, nos dejó Stan Getz. Recordamos al gran saxofonista tenor en grabaciones de 'Moonlight in Vermont' -arreglo de Claus Ogerman-', 'I´m glad there is you' -con el trío del pianista Oscar Peterson-, 'But beautiful' -con Bill Evans-, 'Here´s that rainy day', 'Little girl blue' o 'If ever I would leave you'; como participante en el disco del trombonista Bob Brookmeyer y amigos ('Sometime ago', 'Jive hoot', 'Misty'), en el disco 'Stan Getz presents Jimmy Rowles' ('The peacocks') y en el disco 'Apasionado' con la pieza que le da título y 'Coba'. Escuchar audio
Immer freitags analysieren wir in unserem „Wochen-Podcast“ aktuelle Entwicklungen in der deutschen Banken-, Fintech- und Payment-Branche. Diesmal haben sich unsere Redakteure Christian Kirchner und Bernd Neubacher den folgenden Themen gewidmet: #1: Die Deutsche Bank hält ein Präsenz-HV ab – dass unsere Podcaster das noch mal erleben! Ein Stimmungsbericht #2: AR-Chef Alexander Wynaendts will jetzt "die Spitze der europäischen Bankenindustrie angreifen". Ähem, nach welchen Kriterien denn? #3: Erstaunlich viele Commerzbank-Aktionäre dienen der Unicredit ihre Aktien an. Was steckt dahinter? #4: Die Provisionen sprudeln, die Kosten steigen – wie weit ist das Bankhaus Metzler bei seinem Umbau vorangekommen? #5: Was eine Übernahme der Commerzbank für hiesige Asset Manager (die ja stark über die Coba vertreiben) bedeuten würde #6: Knackpunkt "Bewegungsmelder" – worum es bei den Schließfach-Fällen von Norderstedt und Gelsenkirchen im Kern geht == Fragen und Feedback zum Podcast: redaktion@finanz-szene.de oder (auch anonym) über Threema: TKUYV5Z6 Redaktion und Host: Christian Kirchner/Finanz-Szene.de Coverdesign: Elida Atelier, Hamburg Postproduction: Podstars Hamburg Musik: Liturgy of the street / Shane Ivers - www.silvermansound.com
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Lukas: LisaniasDiambil dari: Lukas 3:1 “Dalam tahun yang kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene.”Wonder Kids, Lukas adalah penulis Alkitab yang sangat teliti. Ia sering menuliskan nama orang, tempat, dan waktu dengan jelas. Mengapa? Karena Lukas ingin menunjukkan bahwa apa yang ia tulis benar-benar terjadi dalam sejarah, bukan dongeng.Salah satu contohnya adalah saat Lukas menulis nama Lisanias. Dulu, ada orang yang mengira Lukas salah menulis. Mereka berpikir bahwa Lisanias yang dikenal dalam sejarah hidup pada zaman yang berbeda, jadi sepertinya Lukas keliru. Tetapi kemudian ditemukan bukti-bukti sejarah yang menunjukkan bahwa memang ada seorang Lisanias lain yang memerintah pada waktu yang cocok dengan catatan Lukas. Jadi, ternyata Lukas benar.Wah, ini penting sekali, Wonder Kids. Kadang-kadang orang bisa cepat berkata bahwa Alkitab salah, padahal mereka belum tahu semuanya. Penemuan-penemuan sejarah sering kali justru menolong kita melihat bahwa Alkitab sangat dapat dipercaya. Lukas menulis dengan hati-hati, dan Tuhan memakai ketelitian itu untuk menguatkan iman kita.Ini juga mengajarkan sesuatu untuk hidup kita. Tuhan peduli pada hal-hal kecil. Nama, waktu, dan tempat yang terlihat sepele ternyata penting. Begitu juga dalam hidupmu. Mungkin kamu merasa hal kecil yang kamu lakukan tidak penting, seperti berkata jujur, mengerjakan tugas dengan rapi, atau menaati orang tua dalam hal sederhana. Tetapi Tuhan melihat dan menghargai kesetiaan dalam hal-hal kecil.Kalau firman Tuhan begitu teliti dan dapat dipercaya, maka kita pun bisa datang kepada Alkitab dengan keyakinan. Saat kita membacanya, kita tidak sedang membaca cerita buatan, tetapi firman Tuhan yang benar dan kokoh.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba kerjakan satu tugas kecil hari ini dengan sungguh-sungguh dan teliti, lalu katakan dalam hatimu, “Tuhan, aku mau setia juga dalam hal-hal kecil.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu benar dan dapat dipercaya. Tolong aku untuk menghargai hal-hal kecil dan belajar setia seperti yang Engkau kehendaki. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan yang benar dalam hal-hal besar juga benar dalam hal-hal kecil, jadi firman-Nya selalu dapat dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Mengenal Yesus dari Luar AlkitabDiambil dari: 1 Petrus 3:15 “Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.”Wonder Kids, pernahkah kamu bertanya, “Kalau tidak ada Alkitab, apakah orang tetap bisa tahu bahwa Yesus sungguh hidup?” Pertanyaan itu menarik sekali. Ternyata, dari tulisan-tulisan sejarah kuno di luar Alkitab, orang masih bisa mengetahui banyak hal tentang Yesus.Ada ahli sejarah yang mengatakan bahwa dari catatan-catatan non-Kristen, kita tetap bisa melihat gambaran tentang hidup Yesus. Misalnya, Yesus dikenal sebagai guru orang Yahudi. Banyak orang percaya bahwa Ia melakukan mujizat. Ada yang mengakui bahwa Yesus adalah Mesias. Kita juga tahu bahwa Yesus ditolak oleh beberapa pemimpin Yahudi, lalu disalibkan pada zaman Pontius Pilatus. Setelah itu, berita tentang Yesus terus menyebar ke banyak tempat, bahkan sampai ke Roma. Banyak orang dari berbagai latar belakang juga mulai percaya dan menyembah Dia.Apa artinya ini, Wonder Kids? Artinya, iman kita bukan berdiri di atas cerita yang dibuat-buat. Tuhan memberi banyak kesaksian supaya kita tahu bahwa Yesus sungguh hidup dalam sejarah. Alkitab tetap adalah firman Tuhan yang paling penting, tetapi menarik sekali karena catatan-catatan lain juga ikut meneguhkan bahwa Yesus benar-benar nyata.Karena itu, saat ada orang yang bertanya tentang Yesus, kita tidak perlu takut atau bingung. Kita boleh belajar dan semakin yakin. Tetapi ingat, saat menjawab orang lain, kita harus melakukannya dengan lemah lembut dan hormat, seperti yang diajarkan dalam 1 Petrus 3:15. Jadi bukan dengan marah-marah atau sombong, tetapi dengan hati yang tenang dan percaya kepada Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba katakan dengan bahasamu sendiri kepada satu orang di rumah, “Yesus itu bukan tokoh dongeng. Yesus sungguh hidup, dan ada banyak kesaksian tentang Dia.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh hidup dan nyata. Tolong aku untuk semakin yakin kepada-Mu dan berani menjawab orang lain dengan lemah lembut dan hormat. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan cerita buatan manusia, tetapi Tuhan yang sungguh hidup dan dikenal dalam sejarah. Tuhan Yesus memberkati.
Immer freitags analysieren wir in unserem „Wochen-Podcast“ aktuelle Entwicklungen in der deutschen Banken-, Fintech- und Payment-Branche. Diesmal haben sich unser Redakteur Christian Kirchner und „Payment & Banking“-Experte Jochen Siegert den folgenden Themen gewidmet: #1: Der damalige Commerzbank-Chef Zielke hatte 2019 ein Mittelfristziel von 4% RoTE ausgegeben – was ist seitdem eigentlich passiert? #2: Beispiele wie die HVB oder die HCOB zeigen: In Bankorganisationen steckt offenbar reichlich Optimierungspotenzial #3: Als eine der ersten Banken beziffert die Coba ihr KI-Potenzial: Einmalige Kosten: 600 Mio. Euro. Jährlicher Wertbeitrag: 500 Mio. Euro #4: Die EHI-Zahlen zeigen erstens, dass bei den Debits von Mastercard und Visa ein irrsinniges Momentum drin ist #5: Die EHI-Zahlen zeigen zweitens, dass mobiles Bezahlen inzwischen eine unverhandelbare Commodity ist #6: Da können die Banken so viel moppern wollen wie sie wollen – den digitalen Euro wird niemand mehr aufhalten #7: Sechs Jahre lang hat sich Finanz-Szene an der Volksbank Brawo abgearbeitet – warum waren wir eigentlich immer so skeptisch? #8: Von Sal. Opp bis Voba Brawo – wenn Vorstände kleiner Banken plötzlich große Ideen verfolgen, ist Vorsicht geboten #9: Die sensationellen Baufi-Zahlen aus dem März – war's wirklich nur die Zinspanik? == Fragen und Feedback zum Podcast: redaktion@finanz-szene.de oder (auch anonym) über Threema: TKUYV5Z6 Redaktion und Host: Christian Kirchner/Finanz-Szene.de Coverdesign: Elida Atelier, Hamburg Postproduction: Podstars Hamburg Musik: Liturgy of the street / Shane Ivers - www.silvermansound.com
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tacitus dan Kesaksian yang KuatDiambil dari: Matius 5:44 “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”Wonder Kids, hari ini kita belajar lagi tentang Tacitus. Tacitus adalah seorang penulis sejarah Romawi. Ia bukan orang Kristen, bahkan ia memandang orang Kristen dengan buruk. Ia menyebut kekristenan sebagai kepercayaan yang aneh dan tidak disukai banyak orang. Tetapi justru karena itu, tulisannya menjadi sangat menarik.Tacitus menulis bahwa setelah Yesus mati, orang-orang Kristen tetap terus bertambah. Padahal mengikuti Yesus pada waktu itu tidak mudah. Banyak orang Kristen dimusuhi, dihina, bahkan dianiaya. Coba pikirkan, Wonder Kids, kalau sebuah cerita itu bohong, apakah orang-orang akan tetap mau mempertahankannya sampai menderita? Tentu itu aneh. Tetapi orang-orang Kristen mula-mula tetap setia. Mereka rela menderita karena mereka sungguh percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang hidup.Inilah yang membuat kesaksian tentang Yesus semakin kuat. Bukan hanya karena ada tulisan-tulisan sejarah, tetapi juga karena ada orang-orang yang sungguh berubah dan tetap setia kepada Yesus walaupun harus membayar harga. Mereka tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Mereka belajar mengasihi, bahkan mendoakan orang yang menyakiti mereka. Itu sebabnya firman Tuhan dalam Matius 5:44 sangat penting. Mengasihi musuh bukan hal yang mudah, tetapi itulah jalan yang diajarkan Yesus.Wonder Kids, mungkin kamu tidak mengalami penganiayaan besar seperti orang Kristen zaman dulu. Tetapi mungkin ada teman yang mengejekmu, tidak mau berteman, atau berkata jahat kepadamu. Saat itu terjadi, ingatlah bahwa Yesus mengajar kita untuk tetap mengasihi dan berdoa. Saat kita hidup seperti itu, orang lain bisa melihat bahwa Yesus benar-benar bekerja di dalam hidup kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu orang yang pernah menyakitimu atau membuatmu kesal. Hari ini, doakan orang itu dengan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah lebih dulu mengasihiku. Tolong aku untuk tetap setia kepada-Mu dan belajar mengasihi orang yang tidak baik kepadaku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: hidup yang diubahkan oleh Yesus adalah kesaksian yang kuat bahwa Dia sungguh hidup dan bekerja. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yosefus dan YakobusDiambil dari: Yakobus 1:12 “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.”Wonder Kids, pernahkah kamu mendengar nama Yakobus? Yakobus adalah adik Tuhan Yesus. Pada awalnya, Yakobus tidak langsung percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Tetapi setelah Yesus bangkit, hidup Yakobus berubah. Ia menjadi salah satu pemimpin penting dalam jemaat mula-mula di Yerusalem.Menariknya, tentang Yakobus ini bukan hanya Alkitab yang menulis. Seorang penulis sejarah Yahudi bernama Yosefus juga menuliskan tentang kematian Yakobus. Yosefus menceritakan bahwa Yakobus dibawa ke depan Mahkamah Agama lalu dihukum mati. Ini penting, karena catatan ini menolong kita melihat bahwa Yakobus benar-benar melayani, dan mati karena imannya kepada Tuhan.Coba pikirkan, Wonder Kids. Kalau seseorang dulu tidak percaya, lalu akhirnya rela hidup bagi Yesus, bahkan sampai mati karena percaya kepada-Nya, itu menunjukkan sesuatu yang besar. Yakobus berubah bukan karena dipaksa, tetapi karena ia sungguh yakin bahwa Yesus adalah Tuhan dan Mesias. Perubahan hidup Yakobus menjadi salah satu kesaksian yang kuat bahwa kebangkitan Yesus itu bukan cerita kosong.Tuhan juga bisa mengubah hati seseorang. Mungkin hari ini ada orang yang masih ragu, masih belum sungguh-sungguh percaya, atau masih setengah hati mengikut Yesus. Tetapi seperti Yakobus, Tuhan sanggup mengubahkan hati itu menjadi hati yang percaya dan setia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu bagian hidupmu yang masih sulit sungguh-sungguh taat kepada Yesus. Lalu berdoalah secara khusus dan minta Tuhan menolongmu percaya dan setia kepada-Nya.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sanggup mengubah hati manusia. Tolong aku supaya aku tidak ragu kepada-Mu, tetapi percaya dan setia mengikuti Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan sanggup mengubah orang yang ragu menjadi orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Siapakah Yosefus? Diambil dari: Roma 15:4 “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.”Wonder Kids, hari ini kita akan belajar tentang seorang tokoh bernama Yosefus. Yosefus adalah seorang penulis sejarah Yahudi yang hidup pada zaman yang tidak terlalu jauh dari masa Tuhan Yesus. Ia bukan penulis Alkitab, dan ia juga bukan salah satu murid Yesus. Tetapi ia menulis tentang banyak hal yang terjadi pada zaman itu, termasuk tentang Yesus.Yosefus adalah seorang imam dan juga orang Farisi. Ia menulis buku sejarah tentang bangsa Yahudi. Menariknya, walaupun Yosefus bukan pengikut Tuhan Yesus, ia tetap menuliskan hal-hal tentang Yesus dan tentang orang-orang Kristen mula-mula. Ini penting, karena catatan Yosefus menolong kita melihat bahwa Yesus benar-benar hidup dalam sejarah, bukan tokoh dongeng atau cerita buatan manusia.Bayangkan kalau ada satu peristiwa besar di sekolah atau di gerejamu. Lalu bukan hanya teman dekatmu yang menceritakannya, tetapi juga orang lain yang bukan bagian dari kelompokmu ikut menulis tentang peristiwa itu. Tentu itu membuat cerita itu makin kuat, bukan? Begitu juga dengan Yesus. Bukan hanya Alkitab yang bersaksi tentang-Nya, tetapi juga ada catatan sejarah lain yang meneguhkan bahwa Yesus sungguh pernah hidup.Wonder Kids, ini menolong kita untuk semakin yakin bahwa iman Kristen berdiri di atas kebenaran. Kita percaya kepada Yesus bukan karena cerita yang dibuat-buat, tetapi karena Dia benar-benar datang ke dunia, hidup di tengah manusia, mati, dan bangkit. Tuhan memberi kita banyak kesaksian supaya iman kita makin teguh.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba ceritakan kepada satu orang di rumahmu mengapa kamu percaya bahwa Yesus bukan tokoh dongeng, melainkan sungguh hidup dalam sejarah.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh datang ke dunia ini untuk menyelamatkanku. Tolong aku untuk semakin yakin kepada-Mu dan berani percaya kepada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan tokoh cerita, tetapi Juruselamat yang sungguh hidup dan datang untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati.
Hello Listeners!Di episode kali ini Brigita ngobrol-ngobrol dengan musisi asal Malang yang mengeluarkan single perdananya setelah bergabung dengan salah satu anak perusahaan Sony Music Indonesia, FloorInc. Episode kali ini kita ditemani Kenny Jacta dan rekan kolaborasi dalam singlenya ERNKenny Jacta adalah musisi asal Malang yang mengeluarkan single perdananya berjudul “Kau Coba Rayu” . Dalam Single ini menggandeng ERN dan Dochi ‘Pee Wee Gaskins' sebagai rekan kolaborasi di single bernuansa hipdut dengan lirik berbahasa Indonesia, sebuah langkah baru dalam perjalanan musikal Kenny. Single “Kau Coba Rayu” ini sendiri terinspirasi dari pengalaman pribadi Kenny dan mengangkat tema move on dengan cara yang elegan serta keberanian untuk tidak kembali ke hubungan yang sama meski godaan datang lagi. ERN, salah satu rekan kolaborasi Kenny di single ini, mengaku agak khawatir saat ditawari kesempatan mengeksplor genre yang belum pernah ia coba ini. Kenny bercerita untuk proses pengerjaan lagu ini tergolong cepat karena demonya sudah siap hanya dalam waktu satu bulan. Kenny berharap single ini bisa menjadi teman bagi mereka yang sedang berusaha bangkit.Untuk Cerita lebih lengkapnya yuk dengarkan obrolan Langsung di Channel Podcast Bingkai Suara Season 8 di Spotify, Apple Podcast, Youtube atau kunjungi website kita di www.bingkaikarya.com
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 15 April 2026Bacaan: "Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari." (Mazmur 119:97)Renungan: Suatu ketika ada seorang anak muda yang bertobat dan mulai menghadiri ibadah di gereja. Kemudian seseorang meletakkan tangan di atas bahunya sambil berkata, "Anak muda, ada tiga aturan yang dapat aku berikan kepadamu dan jika engkau berpegang pada peraturan itu maka engkau tidak akan kembali pada kehidupanmu yang lama." Orang itu pun berkata lagi, "Ambil waktu paling sedikit 15 menit setiap hari untuk mendengarkan apa yang Tuhan ingin katakan kepadamu, 15 menit untuk berbicara kepadaNya dan 15 menit untuk berbicara kepada orang lain mengenai Dia." Sebagai orang yang baru bertobat, ia sangat termotivasi dengan tiga aturan yang diberikan kepadanya dan saat itu juga ia memutuskan untuk berpegang pada ketiga aturan tersebut. Sejak hari itu dan hari-hari selanjutnya, ia melakukan ketiga aturan yang diberikan kepadanya dengan tekun. Salah satu bentuk ketaatannya pada aturan yang diberikan kepadanya adalah tekun berdiam diri di kaki Tuhan dan membaca firman-Nya. Ia memulai setiap hari dengan berdoa dan membaca firman Tuhan. Sebelum ia membaca surat dan surat kabar, ia selalu membaca Alkitab terlebih dahulu sehingga ia mendapatkan petunjuk dan penghiburan dari Tuhan setiap hari. Jika kita memperhatikan tiga aturan di atas, maka kita dapat menyimpulkannya dalam tiga hal yaitu, membaca Alkitab, berdoa dan bersaksi. Mengapa kita harus membaca Alkitab? Karena Tuhan rindu menyampaikan banyak hal kepada kita melalui firman-Nya. Jika kita ingin mendapatkan petunjuk, peringatan, kekuatan dan penghiburan dari-Nya setiap hari, maka kita harus membaca Alkitab. Begitu pula di dalam hal berdoa, sebagai orang percaya kita perlu berkomunikasi dengan Tuhan di dalam doa. Hubungan yang erat dengan-Nya akan menolong dan memampukan kita menghadapi kehidupan ini dengan ketabahan, kekuatan dan keyakinan yang diperbaharui setiap hari. Hal-hal ini tidak dapat kita peroleh begitu saja tanpa bergaul dengan Tuhan dan memberikan waktu bagi-Nya. Seberapa jauh kita telah belajar mendisiplinkan diri dalam hal berdoa dan membaca firman Tuhan? Kalau tontonan di tv, berita di internet, medsos, dan hobi lebih menarik hati kita daripada bersekutu dengan Tuhan di dalam doa dan pembacaan firman-Nya, kita harus mengadakan introspeksi. Demikian pula dengan bersaksi kepada orang lain tentang kasih Yesus yang telah menyelamatkan kita. Sudahkah kita menggunakan setiap kesempatan untuk memberitakan kasih-Nya? Coba renungkan, berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk membicarakan berbagai hal yang tidak ada gunanya. Alangkah baiknya jika kita selalu menyediakan waktu untuk membicarakan kasih Yesus kepada orang lain sehingga mereka pun diberkati dan dapat mengenal Yesus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kerinduan hatiku, yaitu semakin mengenal Engkau. Aku mau belajar mendisiplin diri untuk membaca firman-Mu, berdoa dan bersaksi. Amin. (Dod).
En este acalorado episodio del podcast de Metal Memes, Coba recibe a JC de Goth Productions para debatir sobre la indignante posposición de la gira latinoamericana de Dying Fetus hasta noviembre de 2026. Analizamos el comunicado de la banda y cuestionamos sus dudosas excusas sobre estar creando música en el estudio o priorizar otras ofertas del mercado, lo que sugiere que prefirieron irse a festivales en Europa. Estas acciones desataron una avalancha histórica de memes y enojo, ya que es la tercera vez que le fallan a su público latino. Durante la charla, profundizamos en la enorme falta de profesionalismo de la agrupación y destacamos la postura del promotor Pistoleros House of Shows en Chihuahua, quien decidió vetarlos definitivamente por faltarle al respeto a los fans. Además, reflexionamos sobre la clara diferencia entre los verdaderos titanes del metal, que resuelven sus problemas de gira, y las banduchas que abandonan a sus seguidores a la primera oportunidad. Hacemos un enérgico llamado a terminar con el malinchismo en nuestra escena, dejar de endiosar a bandas extranjeras que nos tratan como plato de segunda mesa y recordar siempre que el que paga manda. Acompáñanos a leer los peores comentarios de los fans contra la banda y descubre por qué estos atropellos están matando las preventas de conciertos en México. ¡No olvides suscribirte, dejar tu like y seguir Goth Productions! GothProds Links Spotify -https://open.spotify.com/show/2hnlgkcGNl9GOAPa0WT9HW?si=7e9b95f203464fe6 Apple Podcast — https://podcasts.apple.com/mx/podcast/goth-prods/id1606324255?l=en Amazon Music — https://music.amazon.com.mx/podcasts/d10f63b6-f4f3-4a91-b21d-d98c2b08ca01/goth-prods?ref=dm_sh_xBGgYoDaqnREmWm0IoJu5r4kd Facebook — https://www.facebook.com/Goth-Prods-104237088306624/ Instagram — https://www.instagram.com/goth_prods/ TikTok - https://www.tiktok.com/@goth_prods
Abdurrahman Zahier - Kalau Hidupmu Penuh Kecemasan & Kurang KEBERKAHAN, Coba Nonton Ini!
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, memantau uji coba militer, termasuk mesin rudal dan latihan pasukan khusus.
In this episode, host Ross welcomes Memphis Orian and John Medina, the CEO and Chief Creative Officer of Coba Bathhouse, a unique wellness destination coming soon to Denver. They discuss the concept of a bath house, where guests can choose from various thermal amenities, including saunas, hot pools, and cold plunges. The hosts explore the business side of this innovative venture, which is gaining traction in the wellness industry. Memphis and John share their vision for creating a space where people can relax, unwind, and connect with others, and discuss the potential for this type of business to thrive in the US market.See omnystudio.com/listener for privacy information.
Hello Listeners!Dalam video review FnB kita kali ini, Dewi dan Nadya akan mencoba dan membahas salah satu kuliner yang menarik yaitu “Dip and Fly”. Mereka akan mengulas cita rasa, tekstur, hingga keseluruhan pengalaman mencicipinya—apakah makanan ini enak dan layak untuk kamu coba?Untuk lebih lengkapnya yuk dengarkan langsung di Channel Podcast Bingkai Suara Season 8 di Spotify dan Apple Podcast, juga Channel Youtube Bingkai Karya. Untuk update berita di Bingkai Karya kamu bisa kunjungi website kita di www.bingkaikarya.comDisclaimer:Konten review ini bukan hasil endorsement atau kerja sama berbayar dengan pihak manapun. Semua opini yang disampaikan sepenuhnya berdasarkan pengalaman pribadi dan penilaian objektif dari Tim Bingkai Karya.Kami selalu berusaha memberikan ulasan yang jujur dan transparan untuk membantu audiens mendapatkan informasi yang akurat. Jika ada perbedaan pengalaman, itu bisa terjadi karena preferensi dan kondisi masing-masing individu.Terima kasih sudah menonton dan mendukung!#HonestReview
Disaksikan Kim Jong Un, Militer Korea Utara Uji Coba Rudal Terbaru
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT KORINTUSDiambil dari: 1 Korintus 10:23–24 “Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. Jangan seorang pun mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.”Wonder Kids, Paulus tinggal cukup lama di kota Korintus dan mendirikan gereja di sana. Kota Korintus terkenal sebagai kota yang ramai dan penuh kesenangan. Banyak orang hidup hanya untuk diri mereka sendiri dan tidak peduli kepada orang lain.Sayangnya, cara hidup seperti itu mempengaruhi sebagian jemaat di Korintus. Mereka sudah percaya kepada Yesus, tetapi masih sering mementingkan diri sendiri. Mereka berpikir, “Kalau aku mau melakukan sesuatu dan itu tidak salah, ya aku lakukan saja.” Mereka lupa bahwa sebagai anak Tuhan, mereka harus memikirkan juga orang lain.Paulus mengingatkan mereka bahwa tidak semua hal yang boleh dilakukan itu baik untuk dilakukan. Ada hal-hal yang bisa melukai hati orang lain atau membuat orang lain jatuh dalam dosa.Yesus mengajarkan kita untuk tidak hidup hanya untuk diri sendiri. Yesus berkata bahwa setiap orang yang mau mengikut Dia harus menyangkal diri dan memikul salibnya setiap hari. Artinya, kita belajar berkata “tidak” pada keinginan diri sendiri supaya bisa mengasihi orang lain.Wonder Kids, hidup sebagai orang Kristen berarti belajar memikirkan orang lain, bukan hanya memikirkan diri sendiri. Kita diajar untuk peduli kepada teman, membantu orang yang membutuhkan, dan tidak egois.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, Coba pikirkan satu hal hari ini yang bisa kamu lakukan untuk menolong orang lain, meskipun itu berarti kamu harus mengalah atau berbagi.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajar kami untuk tidak hidup egois. Tolong aku supaya mau memikirkan orang lain dan belajar mengasihi seperti Engkau mengasihi aku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Mengasihi Yesus berarti belajar mengasihi orang lain, bukan hanya memikirkan diri sendiri. Tuhan Yesus memberkati.
Hello Listeners!Dalam video review FnB kita kali ini, Calvina dan Amir akan mencoba dan membahas salah satu menu makanan yang menarik yaitu “Almaz Fried Chicken”. Mereka akan mengulas cita rasa ayam gorengnya, tekstur, hingga keseluruhan pengalaman mencicipinya apakah renyah, lezat, dan layak untuk kamu coba?Untuk lebih lengkapnya yuk dengarkan langsung di Channel Podcast Bingkai Suara Season 8 di Spotify dan Apple Podcast, juga Channel Youtube Bingkai Karya. Untuk update berita di Bingkai Karya kamu bisa kunjungi website kita di www.bingkaikarya.comDisclaimer:Konten review ini bukan hasil endorsement atau kerja sama berbayar dengan pihak manapun. Semua opini yang disampaikan sepenuhnya berdasarkan pengalaman pribadi dan penilaian objektif dari Tim Bingkai Karya.Kami selalu berusaha memberikan ulasan yang jujur dan transparan untuk membantu audiens mendapatkan informasi yang akurat. Jika ada perbedaan pengalaman, itu bisa terjadi karena preferensi dan kondisi masing-masing individu.Terima kasih sudah menonton dan mendukung!#HonestReview
hidup sering terasa seperti perlombaan yang tidak pernah kita daftari. Satu per satu teman terlihat melangkah lebih jauh—karier stabil, pencapaian bertambah, hidup tampak lebih jelas arahnya. Sementara itu, kita masih berdiri di tempat yang sama, membawa tanya yang belum terjawab.Episode ini adalah ruang aman untuk kamu yang merasa tertinggal. Untuk kamu yang lelah membandingkan diri. Untuk kamu yang diam-diam meragukan kemampuan sendiri setiap malam sebelum tidur.Kita akan membicarakan tentang rasa tidak cukup, tentang overthinking yang datang tanpa diundang, dan tentang tekanan sosial yang sering membuat kita lupa bahwa setiap orang memiliki garis waktunya masing-masing. Tidak ada motivasi kosong. Tidak ada janji instan. Hanya refleksi yang jujur dan pengingat bahwa prosesmu tetap berharga, meskipun belum terlihat besar.Kalau hari ini kamu merasa langkahmu lebih lambat dari orang lain, mungkin kamu tidak tertinggal—kamu hanya sedang tumbuh dengan caramu sendiri.Dengarkan perlahan.Resapi tanpa terburu-buru.Dan izinkan dirimu untuk percaya lagi.
Send a text90% bisnis punya Google Business Profile… tapi tetap kalah dipilih pelanggan di Google Maps
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 2 Maret 2026Bacaan: "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. " (1 Tesalonika 5:18)Renungan: Seorang guru kelas satu memberi tugas kepada murid-muridnya untuk menggambarkan sesuatu yang mereka syukuri. Tugas ini disambut bahagia oleh anak-anak. Sebagian besar dari mereka mulai berimajinasi dengan mainan, makanan kesukaanı, atau masa-masa liburannya. Namun ada satu anak yang bernama Douglas membuat gambar yang berbeda. Untuk hal yang disyukurinya, dia membuat gambar tangan. Douglas memang berbeda dari anak lainnya. Dia adalah seorang anak yang lemah dan jarang tersenyum. Ketika anak-anak lainnya bersemangat untuk bermain saat jam istirahat, Douglas lebih sering berdiri dekat gurunya. Selesai menggambar, masing-masing murid membawa gambarnya dan menunjukkan karyanya di depan kelas. Tiba giliran Douglas maju dan menunjukkan gambarnya, satu persatu temannya mulai menebak pemilik tangan tersebut. Seorang anak menduga bahwa itu adalah tangan petani karena berjasa dalam menanam sayur dan makanan lainnya. Ada pula yang menduga itu adalah tangan polisi karena mereka adalah aparat yang bertugas melindungi warga. Sedang beberapa anak lainnya menduga gambarnya adalah tangan Tuhan. Karena begitu ramai, diskusi itu akhirnya dihentikan dan anak-anak beranjak ke tugas lainnya. Setelah beberapa waktu, Sang Guru menghampiri meja Douglas sambil membungkuk ia bertanya tangan siapa yang ada dalam gambarnya. Douglas menatapnya dan mengatakan, "Ini tangan Ibu Guru". Douglas ternyata merasa bersyukur atas tangan gurunya Itu. Tangan yang sudah menuntunnya, menjangkaunya, mengajarinya dan memberikan kasih kepadanya selama ini. Di dalam kehidupan ini kita jarang bisa bersyukur dalam hal-hal kecil. Kita lebih mudah bersyukur saat Tuhan melakukan perkara-perkara yang besar. Padahal, setiap perkara yang kita alami ini semuanya terjadi karena kehendak Tuhan. Coba kita bayangkan, bagaimana jadinya jika alis atau bulu mata kita bertambah panjang. Namun, Tuhan sudah mengatur semuanya sehingga bulu mata kita tidak bertambah panjang. Atau bagaimana jadinya jika kita harus membayar oksigen yang harus kita hirup setiap hari. Tentu kita tidak akan sanggup membayar itu semua. Semuanya itu kelihatannya tampak kecil dan tidak berarti. padahal memiliki dampak yang begitu besar dalam kehidupan kita. Sudahkah kita mengucap syukur atas "hal-hal kecil yang seringkali kita abaikan? Jadi, mulai hari ini, saat kita bangun dari tidur kita, belajarlah untuk bisa mengucap syukur dengan apa yang terjadi dalam kehidupan kita, baik itu hal kecil atau pun hal yang besar, karena kehidupan kita juga terbentuk dari hal-hal yang kecil namun memberikan dampak dan akibat yang besar. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat, baik yang besar maupun kecil, yang aku terima dan alami setiap hari. Amin. (Dod).
Positive Thinking Can be Harmful?! Academia, tau ngga sih? Ngga semua hal perlu dibalas dengan kalimat positif. “Harusnya kamu bersyukur” atau “Coba lihat sisi baiknya” memang terdengar suportif, tapi kadang justru nutup ruang buat orang jujur sama emosinya sendiri.
"Sudah berusaha memahami anak, tapi masih gagal dan kesulitan? Coba praktikkan tips di audio ini agar berhasil memahami anak. Pengen tahu, apa sih yang Moms & Dads upayakan kalo kesulitan memahami perasaan buah hati? Tulis di comment untuk menginspirasi orang tua lain."
Pemilu masih sekitar tiga tahun lagi. Namun, sejumlah partai sudah menyatakan dukungan agar Prabowo maju lagi. Meski demikian, Gibran tak diusulkan untuk mendampingi lagi. PAN malah menyodorkan Zulkifli Hasan sebagai pasangan.Benarkah koalisi partai pendukung Prabowo-Gibrantak solid lagi?
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah HARTA TERSEMBUNYIDiambil dari: Matius 13:44 (TB)“Kerajaan sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.”Wonder Kids, Pada zaman Yesus, belum ada bank seperti sekarang. Kalau seseorang ingin menyimpan uang atau harta dengan aman, mereka sering menguburnya di tanah. Yesus pernah menceritakan perumpamaan tentang seseorang yang menemukan harta terpendam di ladang. Harta itu begitu berharga, sampai orang itu rela menjual semua yang ia miliki demi mendapatkan ladang tersebut.Yesus memakai cerita ini untuk menjelaskan Kerajaan Surga. Yesus tidak berkata bahwa kita harus membuang semua barang kita supaya diselamatkan. Yesus sedang mengajarkan bahwa Kerajaan Allah lebih berharga daripada apa pun di dunia ini.Ketika seseorang sungguh mengenal Yesus, hidupnya akan berubah. Hal-hal yang dulu terasa paling penting, sekarang menjadi nomor dua. Yesus menjadi yang paling utama.Orang dalam perumpamaan itu rela melepas segalanya karena ia tahu: harta yang ia temukan jauh lebih berharga daripada apa pun yang ia miliki sebelumnya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Coba pikirkan satu hal yang sering membuatmu lupa berdoa atau lupa bersyukur. Mintalah Tuhan menolongmu menempatkan Yesus sebagai yang paling penting.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah harta yang paling berharga dalam hidupku. Tolong aku agar selalu menempatkan Engkau di atas segalanya. Ajari aku mengasihi Kerajaan-Mu lebih dari apa pun. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus adalah harta terindah yang tidak bisa digantikan oleh apa pun. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS MEMBERI KELEGAANDiambil dari: Matius 11:28 (TB)“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”Wonder Kids, Pernahkah kamu merasa lelah karena terlalu banyak aturan? Aturan di sekolah, aturan di rumah, aturan di mana-mana. Kalau salah sedikit, langsung ditegur.Pada zaman Yesus, orang Farisi membuat banyak sekali aturan. Bukan hanya aturan dari Tuhan, tetapi juga aturan buatan manusia. Mereka bangga karena bisa menaati aturan-aturan itu, dan merasa lebih baik dari orang lain.Yesus tahu betapa beratnya hidup seperti itu. Karena itu Yesus tidak berkata, “Datanglah kepada-Ku, lalu lakukan semua aturan dengan sempurna.” Yesus berkata, “Datanglah kepada-Ku… Aku akan memberi kelegaan.”Yesus mengajarkan bahwa yang paling penting bukan daftar aturan, tetapi mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Kalau kita sungguh mengasihi Tuhan dan orang lain, kita sedang hidup sesuai dengan kehendak Allah. Yesus bukan Tuhan yang menambah beban. Yesus adalah Tuhan yang mengangkat beban.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Coba perhatikan satu orang di sekitarmu yang sedang lelah atau sedih. Tunjukkan kasih Yesus kepadanya dengan sikap yang baik atau kata yang menguatkan.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengerti ketika aku lelah. Terima kasih karena Engkau tidak menambah bebanku, tetapi memberi kelegaan. Tolong aku mengasihi Tuhan dan mengasihi orang lain seperti yang Engkau ajarkan. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Datang kepada Yesus bukan membuat hidup lebih berat—tetapi lebih lega. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 2 Februari 2026Bacaan: "Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN." (Yunus 1:3a)Renungan: Ngeyel dalam bahasa Jawa berarti sulit diberi tahu, suka menentang, cenderung menuruti kemauan sendiri, mengambil jalan tidak pada arah yang seharusnya ditempuh, bahkan memilih langkah yang menjauhi atau bertentangan dengan tujuan yang harus dicapai, tanpa alasan memadai, atau tanpa alasan sama sekali. Tuhan mengutus Yunus ke Niniwe untuk mengingatkan penduduk kota itu agar mereka bertobat, tetapi Yunus justru ke Yafo, lalu berlayar ke Tarsis untuk menjauhi tugas itu, bahkan untuk menjauh dari Tuhan. Alasan Yunus adalah Yunus tidak mau orang Niniwe bertobat, diampuni, dan selamat. Yunus ingin orang Niniwe dibinasakan. Alasan yang egois dan kejam. Ternyata, Yunus adalah orang yang ngeyel, bahkan tidak tanggung-tanggung Yunus ngeyel kepada Tuhan. Tahukah kita bahwa kita pun sesekali atau sering bersikap seperti Yunus: ngeyel kepada Tuhan? Mungkin ada yang bilang, "Ngeyel kepada Tuhan? Mana kami berani? Kalaupun ngeyel, kami ngeyel yang biasa-biasa saja." Benarkah? Coba lihat ini: Mestinya beribadah di gereja, tetapi menghabiskan hari Minggu di tempat wisata. Mestinya bertindak jujur, tetapi melakukan korupsi. Mestinya menggunakan waktu secara bertanggung jawab, tetapi menghabiskannya untuk hal-hal tak bermakna. Bukankah itu bentuk ngeyel kepada Tuhan? Sepertinya, tak habis-habisnya kita harus bertelut memohon ampun kepada Tuhan, karena makin dalam kita memandang hidup kita, makin banyaklah kita temukan ke-ngeyel-an kita kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampuni aku karena tanpa aku sadari begitu banyak ketidaktaatan yang kulakukan pada-Mu, sehingga seringkali aku berada di luar jalan-Mu. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Kesaksian Perbedaan Dalam InjilDiambil dari: Lukas 1:1–2 (TB)“Banyak orang telah menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah digenapi di antara kita, sesuai dengan yang telah disampaikan kepada kita oleh mereka yang sejak semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.”Wonder Kids, Ada orang yang berkata bahwa Alkitab tidak benar karena ada perbedaan cerita di dalam Injil. Misalnya, Injil Lukas dan Injil Markus menceritakan kisah yang mirip, tetapi dengan kata-kata yang tidak sama persis.Apakah itu berarti Alkitab salah? Tidak.Coba bayangkan ada satu peristiwa besar di keluargamu. Kakakmu menceritakannya dengan satu cara, dan orang tuamu menceritakannya dengan cara yang sedikit berbeda. Ceritanya tidak sama persis, tetapi peristiwanya tetap sama dan benar.Begitu juga dengan Injil. Para penulis Injil adalah saksi mata atau mendengar langsung dari saksi mata. Mereka menulis dari sudut pandang yang berbeda, tetapi pesan utamanya selalu sama: Yesus melakukan mujizat, mengampuni dosa, mengajarkan kebenaran, mati di kayu salib, dan bangkit dari kematian.Seorang ahli Alkitab bernama Daniel B. Wallace pernah ditantang untuk menjawab semua perbedaan dalam Injil. Jawabannya sederhana: Justru perbedaan kecil itu menunjukkan bahwa para penulis Injil tidak bersekongkol atau bekerjasama. Mereka menulis dengan jujur apa yang mereka lihat dan dengar.Dan yang luar biasa, pesan utama Injil tidak pernah berubah. Yesus adalah Juruselamat dunia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Kalau kamu mendengar orang meragukan Alkitab karena ada perbedaan cerita, ingatlah bahwa kebenaran utama Injil tetap sama. Percayalah bahwa Tuhan memakai banyak orang untuk menyampaikan satu kebenaran yang besar.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih untuk Alkitab yang Engkau berikan. Tolong aku untuk tidak bingung atau ragu hanya karena perbedaan kecil, tetapi percaya bahwa firman-Mu adalah benar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: perbedaan kecil dalam Injil tidak mengubah kebenaran besar—Yesus mengasihimu dan datang untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati.
In this episode of the ABA Business Leaders Podcast, April Smith, co-founder of 3 Pie Squared, hosts an expert panel discussion featuring: Alecia Barrett BCBA, COBA, LSW and owner of A. Barrett Academy, LLC located in Holland Ohio Brooke Schneider, M.S.Ed., BCBA, LBA is the Founder and Clinical Director of Orange Pediatric Therapy, which she opened in 2015 Mallory Stinger, BCBA, CEU Coordinator, IEP Advocate, Sleep Consultant. Mallory has been in the field since 2010. Jennifer Helten, the CEO and Founder of Unique Pathways LLC. The panel explores the risks of micromanagement, the challenge of delegating before you feel “ready,” and why most owners are never fully prepared for the next level of scale. Plus, each founder answer one of the most pressing questions ABA Business Owners ask: What one move can I make to drive my business forward? Key themes include: Identifying decisions that unlock operational momentum rather than adding complexity Letting go of control without sacrificing quality or outcomes Choosing your “hard” as a business owner and accepting that growth always comes with trade-offs The long-term impact of training, developing, and growing alongside your BCBAs Why background work and infrastructure matter just as much as visible leadershipHave a question for Stephen and April? Call the ABA Business Leaders Hotline: (737) 330-1432 Join our ABA Business Owner Support Group here for Free: Sign up here Resources & Links Business Essentials List https://www.3piesquared.com/blog/the-essential-list-for-a-successful-business_24 Schedule a Consultation with Stephen https://3piesquared.com/stephen-booking-page Free ABA Business Readiness Assessment https://3piesquared.com/aba-business-readiness-assessment ABA Billing Tips Guide https://3piesquared.com/productDetails/ABA_Billing_Tips ABA Business Leaders Podcast CEUs https://3piesquared.com/productDetails/ABA_Business_Leaders_Podcast_CEUs
Anak muda Kristen tidak lepas dari pergumulan tentang arah dan tujuan hidupnya. Ada yang menyebutnya "quarter-life crisis" atau semacamnya. Namun, ada insights menarik dari Alkitab yang bisa menolong kita menavigasi pertanyaan hidup ini.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Renungan hari ini berjudul JANJI TUHAN KEPADA ABRAMDiambil dari:Kejadian 12:3 (TB)“Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”Wonder Kids, Sebelum bangsa Israel ada, Tuhan sudah mulai merencanakan cara untuk menyelamatkan dunia. Rencana besar itu dimulai ketika Tuhan memanggil seorang pria bernama Abram, sebelum namanya diubah menjadi Abraham. Pada waktu itu, Abram sudah berusia 75 tahun. Tuhan meminta Abram dan istrinya meninggalkan rumah, keluarga, dan negeri mereka untuk pergi ke tempat yang belum mereka kenal. Itu bukan hal yang mudah.Tapi Tuhan memberi Abram sebuah janji besar yang membuat semuanya layak dilakukan.Tuhan berfirman bahwa Ia akan membuat Abram menjadi bangsa yang besar, membuat namanya terkenal, memberkatinya, dan—yang paling penting—melalui keturunan Abram, semua orang di bumi akan diberkati. Janji ini bukan hanya untuk Abram atau Abraham, tetapi untuk seluruh dunia. Dan ketika Yesus lahir ke dunia, Ia berasal dari garis keturunan Abraham. Itulah salah satu “sidik jari” pertama yang Tuhan tinggalkan untuk menunjukkan bahwa Yesus benar-benar Mesias yang dijanjikan. Tuhan menepati janji-Nya, bahkan jika perlu waktu lama. Sama seperti Abram, kita pun bisa percaya bahwa Tuhan bekerja dalam hidup kita, meski kita belum melihat hasilnya sekarang.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Coba pikirkan satu janji Tuhan yang kamu ingat.Katakan pada Tuhan bahwa kamu mau menunggu dan percaya bahwa Ia pasti menepatinya.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih atas setiap janji-Mu. Aku percaya Engkau selalu menepati apa yang Engkau katakan, sama seperti Engkau menepati janji-Mu kepada Abraham. Tolong aku untuk tetap percaya meski harus menunggu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: janji Tuhan kadang memerlukan waktu, tetapi selalu layak untuk ditunggu. Tuhan Yesus memberkati.
1. Jazzberry Patch - Sugar Bear 2. Isaac Hayes - Hung Up On My Baby 3. Bobby Bland - Ain't No Love In The Heart Of The City 4. Brass Construction - The Message (Inspiration) 5. Scruscru & Los Protos - Primavera 6. Joyce Moreno - Feminina 7. Quarteto Em Cy - Tudo Que Voce Podia Ser 8. 9th Creation - Bubble Gum 9. The Sultan's Swing - Jazz Emergency 10. Stone Alliance - Sweetie-Pie 11. Bob James - Tappan Zee 12. Avishai Cohen - Song Of Hope 13. The Crusaders - Mystique Blues 14. Kenny Rankin - In The Name Of Love 15. Primo & The Groupe - A Child Runs Free 16. Larry Manteca - Ufo Bossa 17. Gerardo Frisina - Joy Shout 18. Roy Haynes - Our Delight 19. United Future Organization - Loud Minority (Radio Mix) 20. The Jazz Defenders Love's Vestige 21. Bossa Soul Orchestra. If what you say is true 22. The Flying Hats - Night Bu 23. Brian Jackson - Little Orphan Boy 24. Esperanto - Kailua 25. Marcos Valle - Parabéns 26. John Beltran - Entardecer
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 15 Januari 2026Bacaan: "TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya." (Mazmur 37:23-24) Renungan: Apakah kita pernah mendengar seorang pengikut Kristus atau mungkin kita sendiri mengeluh seperti ini, "Semenjak saya jadi pengikut Yesus, mengapa justru masalah datang silih berganti? Dulu ketika saya belum bertobat, malah tidak mengalami berbagai macam masalah seperti sekarang ini." Sebenarnya itu keluhan yang berlebihan. Coba jujur kepada diri sendiri, benarkah saat kita belum mengikut Yesus kita tidak pernah mengalami masalah sama sekali? Tidak, bukan? Lalu mengapa ada pengikut Yesus yang mengeluh seperti itu? Sederhana, saat memutuskan mengikut Yesus yang muncul di benak pikirannya adalah kehidupan tanpa masalah dan diberkati secara berlimpah-limpah. Maka ketika ia sudah jadi pengikut Yesus dan tetap mengalami masalah, ia pun menjadi kecewa dan melebih-lebihkan masalah serta pergumulan hidupnya. Kenapa makin dekat dengan Tuhan, masalah kita seakan makin banyak? Dekat Tuhan memang ada masalah, tapi jauh dengan Yesus bukan berarti tanpa masalah. Lalu apa bedanya? Bedanya, kalau dekat Yesus kita bisa saja menghadapi masalah, bahkan mengalami jatuh dan gagal, tapi kita tidak akan dibiarkan jatuh tergeletak, sebab Tuhan akan selalu menopang kita! Bagaimana jika kita menjauhkan diri dari kasih karunia Tuhan? Saat kita jatuh, selesai sudah! Seperti yang tertulis dalam Mazmur 73:19, ketika orang fasik jatuh maka mereka binasa dalam sekejap mata, habis oleh karena kedahsyatan. Jangan sampai kita memiliki pandangan yang keliru dalam hal mengikut Yesus, seolah-olah mengikut Yesus berarti tidak mengalami masalah. Kita bisa sakit. Kita bisa bangkrut. Kita bisa jatuh. Kita bisa gagal. Tapi bersama Tuhan, kita jatuh dan bangkit kembali. Kita gagal dan diberikan semangat untuk bangun lagi. Kita bangkrut, tapi Tuhan menolong dan memulihkan lagi. Kita sakit, tapi Tuhan menyembuhkan. Derigan iman seperti ini, kita tidak akan menjadi pengikut Yesus yang cengeng, yang sedikit-sedikit mengeluhkan keadaan, bahkan menyalahkan Tuhan. Jadilah dewasa dalam Tuhan dan jangan pernah menjauhkan diri dari kasih karunia-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu ada untukku. Ajarilah aku percaya bahwa bersama Engkau apapun masalah yang ku hadapi, selalu ada jalan keluarnya ketika aku hanya berharap pada-Mu. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Renungan hari ini berjudul PERCAYA PADA YANG BENARDiambil dari: Mazmur 25:5 (TB)“Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.”Wonder Kids, Percaya pada sesuatu tidak otomatis membuatnya benar.Misalnya, seseorang bisa saja percaya bahwa susu tidak perlu disimpan di lemari pendingin.Tapi kalau keesokan harinya susu itu menggumpal dan berjamur, ia akan tahu bahwa keyakinannya salah. Banyak orang punya pendapat tentang Yesus. Ada yang berpikir Yesus hanya guru biasa, ada yang menganggap Dia tokoh sejarah yang baik. Tetapi apa yang kita percaya tentang Yesus tidak mengubah siapa Dia sebenarnya.Yesus tetap Anak Allah yang unik dan satu-satunya. Kalau kita memutuskan percaya hanya berdasarkan perasaan atau asumsi, kita bisa salah—seperti orang yang minum susu basi.Tetapi kalau kita membangun keyakinan berdasarkan kebenaran Alkitab, kita akan mengenal siapa Yesus yang sebenarnya. Walaupun Alkitab sudah cukup untuk menunjukkan kebenaran tentang Tuhan, Allah juga meninggalkan banyak “bukti” lain:melalui ciptaan, sejarah, dan kesaksian orang-orang yang mengalami kuasa-Nya.Semua itu membantu kita melihat bahwa firman-Nya dapat dipercaya.Dan untuk setiap anak yang masih punya pertanyaan atau keraguan, ingatlah:Tuhan tidak menjauh.Dia siap menunjukkan diri-Nya kepada siapa pun yang mencari Dia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Coba pikirkan satu hal tentang Tuhan yang kamu percayai bukan karena orang lain bilang, tetapi karena kamu melihatnya dari Firman Tuhan.Ucapkan syukur kepada Tuhan untuk kebenaran itu.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku membangun kepercayaanku di atas kebenaran firman-Mu, bukan hanya perasaanku atau dugaanku sendiri. Ajar aku mengenal Engkau seperti siapa Engkau sebenarnya. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingat: percaya itu penting, tetapi yang lebih penting adalah percaya pada apa yang benar. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Renungan hari ini berjudul MANISNYA FIRMAN TUHANDiambil dari: Mazmur 119:103 (TB)“Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari madu bagi mulutku!”Wonder Kids, Sejak ribuan tahun lalu, orang sudah tahu bahwa madu itu menyehatkan.Penelitian modern juga membuktikan hal itu—madu punya zat antibakteri, membantu penyembuhan luka, menenangkan batuk, bahkan baik untuk kulit. Tidak heran madu sering dianggap sebagai makanan yang “manis dan bermanfaat.”Di dalam Alkitab, Firman Tuhan sering dibandingkan dengan madu.Tapi firman Tuhan bukan hanya manis, firman Tuhan jauh lebih berharga dan bermanfaat bagi hidup kita. Amsal 24:14 berkata, “Hikmat itu seperti madu… kalau engkau mendapatnya, ada masa depan yang baik bagimu.” Itu berarti membaca Alkitab memberi kita hikmat, pengharapan, dan kekuatan untuk menjalani hidup.Kalau kita jujur, mungkin ada kalanya kita merasa membaca Alkitab tidak semenarik makan makanan manis—misalnya es krim, cokelat, atau kue.Tapi sebenarnya, Firman Tuhan memberi manfaat yang jauh lebih besar.Ketika kita membaca dan merenungkannya, Tuhan membentuk hati kita menjadi lebih bijak, lebih mengasihi, dan lebih serupa dengan Dia.Supaya pengalaman membaca Alkitab lebih menyenangkan, kita bisa membuatnya kreatif!Kita bisa menulis jurnal, menggambar cerita Alkitab, membuat lagu kecil dari satu ayat, atau menghafalkan ayat dengan cara yang seru.Semakin kita menemukan cara baru untuk menikmati Firman Tuhan, semakin dalam firman itu tinggal di hati kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Coba pilih satu cara kreatif untuk menikmati Firman Tuhan:menulis, menggambar, menyanyi, atau membuat kartu ayat.Lakukan satu saja hari ini dan lihat betapa manisnya Firman Tuhan!Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku merasakan manisnya hikmat-Mu. Buat aku senang membaca firman-Mu dan belajar menghidupinya setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Firman Tuhan itu manis, menguatkan, dan membuat hidup kita menjadi lebih indah. Tuhan Yesus memberkati
Tahun 2025 hampir habis. Napas kita mungkin tersengal-sengal. Tapi, di dada kita ada rasa puas yang sulit dilukiskan. Saya melihat teman-teman di ROEMI dan INSPIRIT terus berlari. Begitu juga kawan-kawan di WLF, Rektorat Universitas Jambi, B2SDM di Kementerian Kehutanan, hingga Kedeputian LHSDA di OIKN. Ada satu kata yang terus menghantui meja rapat kita sepanjang tahun ini: Transformasi. Kata yang indah di telinga, tapi sering kali bikin meriang di badan. Kenapa kita harus bertransformasi? Karena model organisasi perubahan sosial yang lama sudah "kedaluwarsa". Dulu, organisasi itu seperti benteng. Kokoh, punya batas jelas, sangat protektif terhadap logonya sendiri, dan sering kali merasa paling benar. Sekarang, benteng itu harus dirubuhkan. Organisasi harus berubah menjadi ekosistem—sebuah platform tempat semua energi perubahan bisa saling bertemu dan membesar. Coba tengok hutan hujan tropis kita. Kenapa dia begitu tangguh menghadapi badai? Ternyata rahasianya bukan pada pohon yang paling tinggi. Rahasianya ada di bawah tanah. Namanya: Miselium. Jaringan jamur halus yang menyambungkan akar satu pohon dengan pohon lainnya. Miselium ini adalah simbol Koneksi. Luas, beragam, dan jumlahnya tak terhitung. Inilah fondasi pertama ekosistem kita. Di platform ini, kita melakukan Active Learning. Tidak lagi hanya berdiskusi di ruangan ber-AC, tapi belajar sambil bergerak dan praktik langsung di lapangan. Di sana pula terjadi Social Learning. Kita saling belajar satu sama lain. Bukan dari guru ke murid, tapi dari praktisi ke praktisi lainnya. Inilah yang melahirkan Collaborative Intelligences. Kecerdasan kolektif. Satu otak mungkin pintar, tapi ribuan otak yang tersambung miselium akan menjadi jenius. Miselium itu bekerja lewat Kolaborasi. Ini bukan sekadar kolaborasi basa-basi di atas meterai atau tanda tangan MoU yang kemudian berdebu. Ini adalah kolaborasi teknis yang strategis. Saya menyebutnya: Great Collaboration. Kerja nyata yang memastikan nutrisi mengalir dari yang berlebih kepada yang kekurangan. Puncaknya adalah Aksi Kolektif. Inilah yang kita saksikan di Pasar Kolaboraya 2025 kemarin. Namanya saja sudah "Raya". Artinya besar, megah, dan berdampak luas. Ingat buku Frederic Laloux, Reinventing Organizations? Dia bicara soal organisasi "Teal" yang digerakkan oleh kesadaran kolektif dan tujuan yang berevolusi. Lalu ada Adrienne Maree Brown dalam Emergent Strategy. Dia mengingatkan bahwa perubahan kecil yang terkoneksi secara luas akan menciptakan pola perubahan yang masif. Dan Ori Brafman dalam The Starfish and the Spider menegaskan: masa depan milik mereka yang berani mendesentralisasi kekuatan agar tetap hidup meski "dipotong". Transformasi itu enak sekali dikatakan, tapi sulit dijalankan karena ego. Kita masih senang jadi "pohon tunggal" yang ingin paling menonjol, namun akarnya ketakutan bertemu akar yang lain. Tahun 2026 sudah melambai. Inilah saatnya semua gagasan itu tidak lagi berhenti di atas kertas, tapi harus Embodied—meraga, menjadi urat nadi, dan hidup dalam setiap langkah nyata kita. Selamat bertransformasi!
“Pernahkah merasa anak tidak mendengarkan atau menjauh? Mungkin tanpa sadar kita memberikan respons yang malah menjadi penghalang komunikasi. Coba tuliskan di kolom komentar, respons apa yang sering kamu berikan saat anak menyampaikan keluhannya? Apakah itu membantu atau justru sebaliknya?”
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 25 Desember 2025Bacaan: Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu." (Matius 2:16) Renungan: Suatu ketika pada tanggal 25 Desember yang berkabut, sebuah kapal besar menabrak kapal yang lebih kecil. Kapal kecil mengalami kerusakan berat dan terpaksa diseret kembali ke Inggris. Pemilik kapal kecil lalu mengadukan perkara tabrakan tersebut ke pengadilan. Para saksi mata melihat bahwa kapal besar itu memang menabrak kapal kecil. Tetapi kapten kapal besar mengatakan bahwa beberapa saat sebelum terjadi tabrakan, kapalnya telah mengirimkan sinyal kepada kapal kecil. Hakim bertanya, "Siapa yang bertugas mengirim sinyal?" Seorang kelasi muda maju dan berkata, "Saya, Pak Hakim." Hakim bertanya kepada kelasi muda tersebut, "Coba beritahu saya, apa isi sinyal yang Anda kirimkan." Kelasi muda itu menjawab dengan muka merah, "MERRY CHRISTMAS & HAPPY NEW YEAR!" Mungkin kita tersenyum mendengar kisah ini, dan berpikir alangkah cerobohnya kelasi muda itu. Suatu tindakan yang sulit kita terima dengan akal sehat. Natal yang pertama pun tidak mendatangkan berkat bahkan merugikan bagi banyak orang! Mulanya Herodes mau memanfaatkan orang Majus, tetapi ketaatan orang Majus pada suara Tuhan menggagalkan rencana jahat Herodes. Kemudian ia membunuh semua anak-anak di Betlehem yang berusia di bawah 2 tahun karena ia tidak tahu kapan persisnya bayi Yesus itu dilahirkan. Apa yang diberikan Herodes kepada Tuhan Yesus pada Natal pertama? Kematian bayi-bayi yang tidak berdosa! Apa yang dilakukan oleh Herodes ini mirip dengan yang dilakukan oleh Firaun dalam Keluaran 1:15-22. Herodes mengulang kesalahan dan dosa yang dilakukan oleh Firaun, yang mengakibatkan banyak orang kehilangan anak-anak mereka. Baik Herodes maupun Firaun adalah orang-orang yang melawan dan berusaha menggagalkan rencana Allah, tetapi merekalah yang akhirnya gagal, karena rencana Allah tidak mungkin gagal. Terkadang kita memberikan hadiah kepada Yesus, sama seperti sang kelasi muda dan Herodes, yaitu kematian iman dan bencana bagi orang lain. Kalau kita mau jujur dan menengok kembali kehidupan kita, sadar atau tidak sadar seringkali hal seperti itu juga yang kita lakukan saat kita merayakan Natal. Maksud kita merayakan dan mengucapkan "Selamat Natal" tetapi ternyata ada orang-orang yang kecewa dan dirugikan, misalnya oleh panitia Natal, oleh sikap kita yang glamour di dalam merayakannya atau sikap acuh tak acuh kita pada saudara yang berkekurangan. Dengan demikian Natal sudah kehilangan makna yang sesungguhnya, yaitu untuk mendatangkan sukacita dan damai sejahtera di bumi. Marilah pada hari Natal ini kita minta agar Tuhan memperbaharui seluruh keberadaan kita sehingga melalui kehadiran kita banyak orang diberkati dan nama Tuhan semakin dimuliakan. Selamat Natal. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku rindu untuk selalu mempersembahkan yang terbaik bagi-Mu. Perbaharuilah seluruh keberadaanku agar melalui kehadiranku banyak orang diberkati dan nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 12 Desember 2025Bacaan: Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kolose 3:23) Renungan: Sebelum era permainan digital menjadi sangat canggih, semua dimulai dengan permainan yang sederhana yang diciptakan oleh seorang ilmuwan Amerika Serikat yang bernama William Higinbotham. Video game pertama di dunia yang dibuat secara grafik tersebut benama "Tennis For Two", pada tahun 1958. Permainan ini dapat dimainkan oleh dua orang yang akan melakukan simulasi pertandingan tenis dan ping pong yang ditampilkan pada sebuah siloskop. Hal menarik dari game pertama di dunia ini adalah tujuan awal dibuatnya yang tidak dimaksudkan untuk keperluan komersial. Permainan ini tadinya bukan untuk dijual secara umum. Awalnya dibuat untuk dimainkan para pengunjung Laboratorium Nasional Brookhaven, di mana William bekerja, agar mereka tidak bosan selama berkunjung. Siapa sangka bahwa hal sederhana yang awalnya hanya diciptakan untuk menghilangkan kebosanan, ternyata menjadi cikal bakal banyak video game. Pencapaian dan penemuan besar memang sering diawali dengan hal kecil, juga kegagalan. Kita tidak bisa berharap untuk memperoleh hasil yang besar dan menakjubkan hanya dengan sekali usaha. Tidak ada yang instan, baik di dalam pekerjaan, kuliah, keluarga, dan pelayanan. Segala jenis pencapaian dan kesuksesan yang kita harapkan terjadi melalui berbagai tantangan dan kesulitan. Jangan lelah mencoba. Jangan hanya sekali atau dua kali kegagalan membuat kita lemah iman dan semangat, sehingga tidak mau mencoba lagi. Mintalah kekuatan dari Tuhan, sehingga mampu meneruskan usaha kita yang mengalami kegagalan. Coba lagi dengan melakukan perubahan, dalam arti mempelajari kesalahan kita dan menghindarinya pada usaha selanjutnya. Kerjakan bersama Tuhan dan seperti untuk Tuhan. Ketika kita mengerjakan segala sesuatu untuk kemuliaan Tuhan, maka kita akan mendapatkan kekuatan baru. Kita harus semakin bersemangat mengerjakan hal tersebut dan berikan yang terbaik untuk Dia. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih atas talenta dan bakat yang Engkau berikan kepadaku. Bantulah aku untuk mengembangkannya sesuai kehendak-Mu, sehingga melalui talenta dan bakatku, aku dapat memberkati banyak orang dan semakin memuliakan nama-Mu. Amin. (Dod).
Terry Fulwider was born in Calamus, Iowa and grew up in Waco, Texas. Terry has two grown children with his wife Lynn, and they now care for two cats and two dogs. They married at the 8A1 Guntersville airport aviation museum in 2013. After developing his musical career in Nashville over 20 years, he now makes his home Albertville, Alabama since 2014 where he works supporting the IT infrastructure at a poultry processing company. Terry's Music career is grounded in his talent as a guitar player and his experiences playing the on the Honky-Tonk Highway in Nashville. Terry's also gone on tour with well known American country music singer and songwriter Joe Diffie with whom Terry recorded a live album at Billy Bob's in Dallas Texas. Terry also toured with country soul singer Billy Joe Royal whose song Down in the Boondocks became a hit in the 1960's. Terry now has his own band and operates a recording studio in his home. He continues his service through music as a worship leader for his church.Terry's hobbyist interest in mechanics took flight in his late teens though the restoration of his 1966 Chevelle with the help of his father and continues today with a project to refresh an earlier restoration of a custom 1968 Mercury Cougar. In 2008 Terry's aviation engagement reached a significant milestone when he earned his PPL at Smyrna/Rutherford County Airport (KMQY). Terry is beginning the ambitious effort of building a Rutan LongEZ and is using OpenEZ LongEZ Plans to build Serial Number 0001 of the Fulwider LongEZ.In preparation for this episode, Terry shared with me a story about a time when he was listening to podcasts on a long drive and discovered the CanardCast episodes. He recalled the rewarding feeling of getting a chance to hear the voices of the people he'd been reading about online and through his research in the process of reviewing the plans and preparing his LongEZ build. I found this exciting to hear as it reinforced one of the goals for the CanardCast project. Terry's interests and experiences all come together now: Media production and Sound Editing, mechanical vehicle restoration, Rutan canard builder, Pilot and IT Services support to perfectly cradle his new role at COBA. Let's get to know our new producer, Terry a little more in the first episode of Season 4 of CanardCast!
La jugada comienza con un robo de Milla para que Peter Federico centre y remate Coba con la cabeza en el segundo palo.
This lively episode of Speaking of Travel welcomes Dr. Ann Stuart, a dynamic veterinarian with a remarkable history rooted in Mexico's rich cultural tapestry.Ann's love for archaeology and travel was kindled in her childhood, spent in the remote village of Coba, where her parents were deeply immersed in a National Geographic archaeological project. Her father, a trailblazing figure in archaeology, founded the Boundary End Archaeology Research Center, a haven for scholars, artists, and archaeologists working to preserve and explore the archaeology of the Americas.Ann reminisces about her father's groundbreaking contributions, which included leading significant digs and collaborating with National Geographic to uncover ancient mysteries. These experiences shaped Ann's own path, blending her family's passion for discovery with her work in cultural philanthropy.Dive into Ann's inspiring journey as she bridges ancient Mayan traditions with modern life through immersive trips and programs. She shares stories of Oaxaca, where vibrant history and art collide, recounting adventures filled with culinary delights, colorful festivals, and meaningful connections. Through her work, Ann reveals how travel is not just exploration but a tool for understanding humanity's shared story. This is a fun, thoughtful, and inspiring conversation brimming with wit, warmth, and Ann's contagious zest for life and learning.Only on Speaking of Travel. Tune in! Thanks for listening to Speaking of Travel! Visit speakingoftravel.net for travel tips, travel stories, and ways you can become a more savvy traveler.