POPULARITY
Perbedaan Mendasar antara Baligh dan Remaja merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Tarbiyah Jinsiyyah (Pendidikan Seksual Untuk Anak Dan Remaja Dalam Islam). Kajian ini disampaikan pada Selasa, 16 Dzulhijjah 1447 H / 2 Juni 2026 M. Kajian Tentang Perbedaan Mendasar antara Baligh dan Remaja Pembahasan kali ini memasuki […] Tulisan Perbedaan Mendasar antara Baligh dan Remaja ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Saat anak memasuki masa remaja, mereka bukan lagi anak kecil yang selalu mengikuti arahan orang tua. Mereka mulai ingin didengar, diberi kesempatan berpendapat, dan dipercaya mengambil keputusan. Sayangnya, banyak orang tua tanpa sadar masih memperlakukan remaja seperti anak kecil. Ditambah aturan yang kadang berubah-ubah, remaja bisa merasa tidak dipahami, bahkan merasa apa pun yang mereka lakukan selalu salah. Akibatnya? Mereka memilih diam, menghindar, atau malas bercerita kepada orang tua. Menurut Ayah/Bunda, apa tantangan terbesar saat berkomunikasi dengan anak remaja? Yuk, tulis pengalaman Anda di kolom komentar.
Keberangkatan Aysylla, remaja 13 tahun asal Malang ke Tanah Suci, membawa kisah menarik di lingkungan sekolahnya. Didaftarkan haji sejak masih berusia 1 tahun 8 bulan, keberangkatannya tahun ini sempat memicu rasa penasaran teman-teman sebayanya.BEH/MCH2026
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital KOMDIGI menetapkan aturan ketat penggunaan media sosial bagi anak sebagai upaya melindungi generasi muda dari dampak negatif internet. Mulai 28 Maret 2026, anak berusia di bawah 16 tahun dilarang memiliki akun di platform digital berisiko tinggi yang selama ini dibiarkan bebas. Melalui PP Tunas atau Tunggu Anak Siap, pemerintah berupaya hadir untuk melindungi anak-anak Indonesia. PSE atau Penyedia Sistem Elektronik yang berisiko tinggi bertanggung jawab untuk memastikan agar tidak ada akun anak di platform mereka. Mari kita berkolaborasi agar ranah digital aman bagi anak Indonesia.
Di era digital saat ini, ponsel pintar telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas dan rutinitas harian remaja. Perangkat ini bukan sekadar alat komunikasi, melainkan jendela utama bagi mereka untuk mengakses informasi, membangun relasi sosial, dan mengekspresikan diri di dunia maya. Namun, kemudahan akses yang ditawarkan oleh teknologi ini membawa perubahan besar dalam struktur perilaku sosial, di mana interaksi digital sering kali menggeser kehadiran fisik dan menciptakan ketergantungan yang mendalam pada validasi di media sosial. Dampak yang paling signifikan dari penggunaan ponsel yang tidak terkendali adalah gangguan pada fungsi kognitif dan kemampuan konsentrasi. Sebagaimana diungkapkan dalam studi terbaru, remaja cenderung menghabiskan sepertiga waktu sekolah mereka untuk berinteraksi dengan ponsel, yang memicu fenomena fragmentasi perhatian. Kebiasaan memeriksa notifikasi secara kompulsif memaksa otak untuk terus melakukan peralihan tugas (task-switching), yang pada gilirannya melemahkan kemampuan fokus mendalam dan merusak kontrol impuls. Hal ini menjadi tantangan serius bagi perkembangan fungsi eksekutif otak remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan kritis. Sebagai kesimpulan, meskipun ponsel pintar menawarkan peluang besar dalam meningkatkan literasi digital dan akses pengetahuan, proteksi terhadap kesehatan mental dan kemampuan kognitif remaja tetap harus menjadi prioritas. Sekolah dan orang tua perlu berkolaborasi untuk menerapkan batasan yang sehat guna menjaga agar lingkungan belajar tetap kondusif dan bebas dari gangguan digital yang berlebihan. Keseimbangan antara pemanfaatan teknologi secara bijak dan pelestarian fokus intelektual adalah kunci utama dalam mencetak generasi masa depan yang tangguh di tengah disrupsi teknologi.
Di usia 20-an, banyak orang berada di persimpangan antara masa remaja dan kedewasaan. Ada yang merasa masih mencari jati diri, ada juga yang sudah dituntut untuk mengambil keputusan besar dalam hidup. Podcast ini membahas pertanyaan sederhana tapi menarik: apakah usia 20-an masih bisa disebut remaja, atau justru itu hanya alasan untuk menunda kedewasaan? Bersama Radio PPI Turki, kita akan melihatnya dari berbagai sudut pandang pengalaman, psikologi, dan realita kehidupan anak muda saat ini.
Menyoroti aksi tawuran sarung yang kerap muncul saat Ramadan, kami mengupas motivasi remaja, dampak modernisasi terhadap perilaku sosial, dan upaya pencegahan bersama Sosiolog dan Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Nasional Jakarta, Firdaus Syam.
Ratusan pelayat menghadiri pemakaman seorang remaja Palestina berusia 17 tahun yang tewas dalam operasi militer Israel di Tepi Barat yang diduduki. Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi bahwa korban meninggal akibat luka tembak setelah serangan oleh pasukan Zionis Israel. Proses pemakaman ini dihadiri oleh ratusan warga yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Suasana duka menyelimuti keluarga dan masyarakat setempat, yang semakin diperburuk oleh situasi keamanan yang terus memburuk. Hingga laporan ini disampaikan, militer Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut.
Renungan D'Message || MENDIDIK ANAK REMAJA, KOK SULIT? IIPs. Steven Liem
"Dunia digital menjadi alat praktis bagi remaja yang mencari dan membentuk identitas diri. Bagaimana media sosial memainkan peran dalam perjalanan ini? Kita bahas bersama dalam audio ini, yaa!
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Veronika Retno Wijayanti dan Roland Modestus Jemuru dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 1: 1-8; Mazmur tg 116: 12-13.14.17.18-19; Markus 1: 14-20.PERTOBATAN DANMISI APOSTOLIK Renungan kita pada hari ini bertema: Pertobatan DanMisi Apostolik. Seorang remaja bertemu Pastor Paroki di halaman gereja setelahmengikuti misa pagi. Setelah ia mendengar homili dalam misa itu tentangpertobatan, ia lalu bertanya kepada imam yang sangat ia kagumi. "Berapabanyak kali Tuhan Yesus berbicara tentang pertobatan?" Ia kemudianmendapatkan jawaban bahwa ajaran dan pembicaraan Tuhan Yesus tentang pertobatansangat banyak. Remaja itu kemudian menyimpulkan sendiri apa yangmenjadi keyakinannya, "Kalau demikian pertobatan itu harus dilakukandengan usaha yang sungguh-sungguh dan dengan segala kekuatan yang ada, tidakhanya dari diri sendiri tetapi juga diperlukan bantuan orang lain." Pastormemahami bahwa remaja itu memiliki keyakinan yang benar, maka ia berkata:"Pergi dan wujudkan itu dan kamu akan mendapatkan suatu kehidupanbaru." Memang sangat benar apa yang diyakini remaja tersebut.Pertobatan adalah bagian dari misi utama Yesus Kristus. Sebagai suatu tugasyang besar, seruan dan perintah untuk bertobat sudah disampaikan jauh sebelumYesus lahir ke dalam dunia, yaitu zaman perjanjian lama. Suara terakhir yangsangat lantang menyerukan pertobatan sebelum Yesus Kristus ialah YohanesPembaptis. Yesus sendiri adalah Sabda Hidup yang berbicara sekaligus mengampunidosa-dosa dan mengaruniakan pertobatan bagi orang agar ia dapat memasuki kehidupanbaru. Tuhan Yesus mewartakan firman-Nya kepada kita pada hariini bahwa misi pertobatan yang besar itu akan dituntaskan selama karyapublik-Nya di dunia. Bukti penuntasan misi itu ialah penderitaan dan wafat-Nyauntuk menyelamatkan dunia dan umat manusia. Tindakan radikal Tuhan Yesus inidijelaskan secara terbuka, pertama-tama kepada para rasul yang terpilih. Keduabelas rasul dan para murid adalah orang-orang pertama yang menerima ajaranbesar tentang pertobatan. Di pundak mereka ada misi apostolik dengan tugas besaruntuk pertobatan bagi setiap orang dan semua bangsa. Gereja kita dalam beberapa tahun terakhir, melalui paraPausnya, mendorong segenap umatnya untuk pertobatan ekologi. Rusaknya bumisebagai rumah bersama sudah sangat mendesak untuk dirawat dan dipelihara. Misiapostolik Gereja dengan pesan pertobatan seperti ini mencakup semua tempat danorang-orang di dunia saat ini. Gereja Katolik selalu hadir sebagai nabi yangberbicara dan menyerukan pertobatan, dan suara Gereja selalu menjangkau segenapumat manusia. Antara pertobatan dan misi apostolik terdapat suatukaitan yang tidak bisa dipisahkan. Pertobatan adalah cara kerja dan isi yangdibawa oleh Misi Gereja.Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa ... Ya Tuhan, berkatilah kami supaya kami selalu tekun di dalammengusahakan pertobatan kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa...
"Dalam pencarian identitas diri remaja, pertemanan memiliki peran besar. Bagaimana interaksi dengan teman-teman dapat memengaruhi perjalanan remaja menuju kedewasaan? Temukan jawabannya dalam audio ini, yuk! Ceritakan di kolom komentar tentang pengalaman atau kisah bagaimana pertemanan memainkan peran dalam pengembangan identitas remaja Moms & Dads."
Memahami Psikologi Anak dan Remaja Dakam Islam
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. - Problematika Remaja
Australia is restricting access to social media accounts for under-16s, and many families are wondering what it means in practice. While the rules place responsibility on tech platforms rather than young people or their parents, the changes may still create stress for teens who rely on social media to stay connected. Find out how the ban will work, why connection still matters, and how experts suggest supporting young people through the transition. - Australia membatasi akses ke akun media sosial untuk anak di bawah 16 tahun, dan banyak keluarga bertanya-tanya apa artinya dalam praktiknya. Sementara aturan menempatkan tanggung jawab pada platform teknologi daripada orang muda atau orang tua mereka, perubahan mungkin masih membuat stres bagi remaja yang mengandalkan media sosial untuk tetap terhubung. Cari tahu bagaimana cara kerja larangan itu, mengapa koneksi masih penting, dan bagaimana para ahli menyarankan untuk mendukung kaum muda melalui transisi.
Meta, the owner of Faceboo, Instagram and Threads, swallowed announced underage teens have MedSOS accounts to back-up their account content.. - Meta, pemilik Faceboo, Instagram dan Threads, telan mengumumkan remaja di bawah umur memiliki akun MedSos untuk mem-back-up konten akun mereka..
Urgensi Pendidikan Seksual Untuk Remaja merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Tarbiyah Jinsiyyah (Pendidikan Seksual Untuk Anak Dan Remaja Dalam Islam). Kajian ini disampaikan pada Selasa, 20 Jumadil Awal 1447 H / 11 November 2025 M. Kajian Tentang Urgensi Pendidikan Seksual Untuk Remaja Pentingnya pendidikan seksual bagi anak dan […] Tulisan Urgensi Pendidikan Seksual Untuk Remaja ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kekuatan Doa dalam Mendidik merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 13 Jumadil Awal 1447 H / 4 November 2025 M. Kajian Tentang Kekuatan Doa dalam Mendidik Bagian akhir dari buku ini merupakan penutup sebagai pelengkap dari segala hal yang telah […] Tulisan Kekuatan Doa dalam Mendidik ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Pedoman dalam Mendidik merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 28 Oktober 2025 M / 6 Jumadil Awal 1447 H. Kajian Tentang Pedoman dalam Mendidik Sampailah pada bab terakhir dalam pembahasan ini, yaitu satu ayat yang luar biasa. Di dalamnya, Allah […] Tulisan Pedoman dalam Mendidik ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Cara Membantu Remaja Menghadapi Tantangan Hidupnya merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 30 Rabiul Awwal 1447 H / 23 September 2025 M. Kajian Tentang Cara Membantu Remaja Menghadapi Tantangan Hidupnya Pada pembahasan sebelumnya telah dibicarakan tentang kapan anak remaja memerlukan […] Tulisan Cara Membantu Remaja Menghadapi Tantangan Hidupnya ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Mengajarkan Anak Mengelola Rasa Bosan merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 23 Rabiul Awwal 1447 H / 16 September 2025 M. Kajian Tentang Mengajarkan Anak Mengelola Rasa Bosan Di dunia ini kita bisa merasakan adanya rasa bosan. Namun, di surga […] Tulisan Mengajarkan Anak Mengelola Rasa Bosan ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Ketika Remaja Tenggelam dalam Kemurungan merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 16 Rabiul Awwal 1447 H / 9 September 2025 M. Kajian Tentang Ketika Remaja Tenggelam dalam Kemurungan Kita masih membahas tentang satu poin, yaitu bilakah remaja memerlukan bantuan. Ada […] Tulisan Ketika Remaja Tenggelam dalam Kemurungan ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kepekaan Orang Tua terhadap Kesedihan Remaja merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 25 Shafar 1447 H / 19 Agustus 2025 M. Kajian Tentang Kepekaan Orang Tua terhadap Kesedihan Remaja Apabila seorang remaja mulai menunjukkan tanda-tanda kesedihan, kemungkinan ada sesuatu yang […] Tulisan Kepekaan Orang Tua terhadap Kesedihan Remaja ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Ketika Anak Lebih Senang Menyendiri merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 11 Shafar 1447 H / 5 Agustus 2025 M. Kajian Tentang Ketika Anak Lebih Senang Menyendiri Remaja membutuhkan bantuan pada kondisi-kondisi tertentu yang sering kali tidak mereka ungkapkan secara […] Tulisan Ketika Anak Lebih Senang Menyendiri ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kapankah Remaja Membutuhkan Bantuan? merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 4 Shafar 1447 H / 29 Juli 2025 M. Kajian Tentang Seni Menyentuh Hati Remaja Dengan segala keterbatasan pengalaman dan ilmu yang masih terbatas, para remaja sangat membutuhkan bantuan—terutama dari […] Tulisan Kapankah Remaja Membutuhkan Bantuan? ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Sebuah penelitian menemukan peran musik sebagai alat untuk mendukung kesejahteraan anak-anak dan remaja.
Mendengarkan Argumentasi Anak merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 19 Muharram 1447 H / 15 Juli 2025 M. Kajian Tentang Mendengarkan Argumentasi Anak Jangan menyalahkan pribadi anak, meskipun kenyataannya mereka memang salah atau keliru. Berilah mereka kesempatan untuk berbicara dan […] Tulisan Mendengarkan Argumentasi Anak ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Mendoakan Anak Yang Melakukan Kesalahan merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 12 Muharram 1447 H / 8 Juli 2025 M. Kajian Tentang Mendoakan Anak Yang Melakukan Kesalahan Di antara hal yang harus ditempuh dalam menyikapi perilaku negatif remaja adalah dengan […] Tulisan Mendoakan Anak Yang Melakukan Kesalahan ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Hadapi Remaja dengan Motivasi, Bukan Emosi merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 5 Muharram 1447 H / 1 Juli 2025 M.. Kajian Tentang Hadapi Remaja dengan Motivasi, Bukan Emosi Apa yang harus dilakukan oleh orang tua terhadap anak remajanya apabila […] Tulisan Hadapi Remaja dengan Motivasi, Bukan Emosi ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Hindari Respon Negatif ketika Anak Berbicara merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 28 Dzulhijjah 1446 H / 24 Juni 2025 M. Kajian Tentang Hindari Respon Negatif ketika Anak Berbicara Jangan memberikan respon negatif ketika seorang anak atau remaja berbicara. Hindarilah […] Tulisan Hindari Respon Negatif ketika Anak Berbicara ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Memahami Perubahan pada Remaja merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 21 Dzulhijjah 1446 H / 17 Juni 2025 M. Kajian Tentang Memahami Perubahan pada Remaja Poin yang ketiga dari pembahasan cara menyikapi prilaku negatif remaja, yaitu yakinlah bahwa mereka sebenarnya […] Tulisan Memahami Perubahan pada Remaja ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Jangan Serahkan Semua ke Sekolah merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 7 Dzulhijjah 1446 H / 3 Juni 2025 M. Kajian Tentang Jangan Serahkan Semua ke Sekolah Remaja kerap kali dilabeli sebagai “nakal”, mendapatkan stigma negatif karena berbagai kesalahan, kekeliruan, […] Tulisan Jangan Serahkan Semua ke Sekolah ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Menyikapi Kenakalan Remaja merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 29 Dzulqa’dah 1446 H / 27 Mei 2025 M. Kajian Tentang Menyikapi Kenakalan Remaja Masalah kenakalan remaja sering kali menjadi kegelisahan para orang tua. Banyak dari mereka menilai anak-anak atau remaja […] Tulisan Menyikapi Kenakalan Remaja ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
West Java Governor Dedi Mulyadi has begun implementing a mandatory military service program for troubled teenagers in the province. Will this move solve the problem? - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mulai menerapkan program wajib militer bagi remaja bermasalah di provinsi itu. Akankah langkah ini menyelesaikan masalah?
Problematika Remaja merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 1 Dzulqa’dah 1446 H / 29 April 2025 M. Kajian Tentang Problematika Remaja Kita sampai pada pembahasan tentang problematika remaja, yaitu persoalan-persoalan yang sering muncul di kalangan anak-anak muda, khususnya remaja masa […] Tulisan Problematika Remaja ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Berilah Kabar Gembira, Jangan Membuat Remaja Menjauh merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 23 Syawwal 1446 H / 22 April 2025 M. Kajian Tentang Berilah Kabar Gembira, Jangan Membuat Remaja Menjauh Teladan terbaik dalam mendidik adalah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa […] Tulisan Berilah Kabar Gembira, Jangan Membuat Remaja Menjauh ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 23 April 2025Bacaan: "Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku." (Mazmur 31:10)Renungan: Sekitar tahun 60-an ada kisah nyata yang sangat mengerikan yang disebabkan oleh rasa sakit hati. Di New York ada seorang remaja yang melakukan pembunuhan dengan sadis terhadap seorang tua. Saat itu orang tua tersebut sedang duduk santai di sebuah bangku di taman sambil membaca koran. Tiba-tiba seorang remaja berumur 16 tahun mendekatinya, mencabut sebilah pisau pemotong daging yang besar dan menikamkan pada orang tua tersebut sebanyak 130 kali. Ketika polisi menarik remaja itu dari mayat orang tua tersebut, dia masih menikamnya. Polisi menangkapnya dan berusaha mencari tahu apa penyebabnya sehingga remaja ini nekad berbuat jahat seperti itu. Pada saat polisi melakukan interogasi, remaja ini diam sesaat. Akhirnya polisi bertanya kepadanya, "Lihat, siapa orang ini?" Jawabnya, "Aku tak tahu." Polisi bertanya kembali, "Nah, apa yang ia telah perbuat padamu?" "Tidak ada." "Jadi apa maksudmu mendatangi orang yang benar-benar tak kau kenal, yang tak melakukan atau mengatakan apa-apa kepadamu dan kau membunuhnya?" "Huh", dengan masih tak mengerti polisi bertanya lagi, "Mengapa kau lakukan ini?" Remaja itu menjawab, "Kalian betul-betul ingin tahu? Aku mempunyai seorang kakak laki-laki yang benar-benar pandai, seorang atlit besar, tampan dan berbakat, ya pokoknya dia segala-galanya bagi keluarga, sedang aku tidak. Ibuku selalu berkata, 'Mengapa kau tidak menjadi orang yang terkenal seperti kakakmu?' Kakakku selalu menunjukkan diri sebagai orang yang dibanggakan oleh ibuku dan semakin meremehkanku. Aku tahu aku tak memiliki kepandaian atau bakat yang membuatku terkenal. Lalu aku membayangkan, jika aku tak terkenal dengan cara seperti kakakku, aku akan terkenal dengan cara lain. Maka aku memikirkan kemungkinan terburuk yang dapat kulakukan, sebab itu aku keluar dan melakukannya, dan hal seperti inilah yang bisa aku lakukan untuk menjadi terkenal. Setidak-tidaknya ibuku akan mengingatku sekarang." Itulah kisah sakit hati seorang remaja yang karena tidak bisa mengatasi rasa sakit hatinya akhirnya nekad berbuat sesuatu yang mencelakakan orang lain. Mungkin kita pernah atau sedang merasa sakit hati terhadap orang lain, ingatlah, itu akan menghancurkan hidup kita dan bisa mencelakakan orang lain. Pemazmur juga pernah menghadapi hal itu, tetapi ia datang kepada Tuhan untuk mengatasinya. Ada dua hal yang ditulis pemazmur untuk mengatasi rasa sakit hati, yaitu pertama, memohon belas kasih Tuhan. "Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku." (Mzm 31:10). Kedua, meyakini bahwa Tuhan akan menolong, "Tetapi aku, kepadaMu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: "Engkaulah Allahku!" (Mzm 31:15). Datanglah kepada Tuhan yang akan mengatasi sakit hati kita! Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku hati yang lapang untuk menerima kenyataan pahit yang Kau izinkan terjadi menimpaku. Berikanlah juga kemampuan untuk mengalahkan rasa sakit hatiku terhadap orang yang menyakitiku. Amin. (Dod).
Membangun Jati Diri Remaja dengan Mengarahkan, Bukan Menyeragamkan merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 16 Syawwal 1446 H / 15 April 2025 M. Kajian Tentang Membangun Jati Diri Remaja dengan Mengarahkan, Bukan Menyeragamkan Salah satu langkah penting dalam membangun jati […] Tulisan Membangun Jati Diri Remaja dengan Mengarahkan, Bukan Menyeragamkan ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Mendidik Remaja untuk Tangguh dalam Ikhtiar merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 9 Syawwal 1446 H / 8 April 2025 M. Kajian Tentang Mendidik Remaja untuk Tangguh dalam Ikhtiar Kita masih berbicara tentang membangun jati diri remaja. Ada beberapa langkah […] Tulisan Mendidik Remaja untuk Tangguh dalam Ikhtiar ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Tidak Asal Mengkritik Anak merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 25 Ramadhan 1446 H / 25 Maret 2025 M. Kajian Tentang Tidak Asal Mengkritik Anak Setelah membahas poin membangun jati diri remaja, selanjutnya kita akan membahas pentingnya tidak asal mengkritik […] Tulisan Tidak Asal Mengkritik Anak ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Melatih Anak Agar Percaya Diri merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 18 Ramadhan 1446 H / 18 Maret 2025 M. Kajian Tentang Melatih Anak Agar Percaya Diri Kita akan melanjutkan pembahasan yang diangkat dari buku Ada Apa dengan Remaja. Kita […] Tulisan Melatih Anak Agar Percaya Diri ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 5 April 2025Bacaan: "Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu." (Yeremia 31:3)Renungan: Saat ini persaingan sangat ketat di segala bidang kehidupan, baik dalam dunia pendidikan, pekerjaan, bisnis, politik, dlsb. Hal ini jika tidak dimaknai dengan benar akan menimbulkan efek yang negatif bahkan yang sangat fatal dalam hidup kita. Salah satu contohnya adalah kisah berikut ini. Seorang pelajar perempuan berusia 15 tahun di Malaysia ditemukan gantung diri hanya karena ia mendapat ranking 2 di kelasnya! Dan yang lebih menyedihkan lagi adalah bahwa nilai remaja tersebut semuanya adalah A, hanya saja dia bukan ranking I tetapi ranking 2. Tentu bagi kita ranking 2 bukanlah suatu hal yang buruk, itu sudah prestasi yang sangat bagus. Orang yang berhasil masuk 10 besar saja biasanya sudah dianggap cerdas. Namun rupanya bagi remaja tersebut, hal itu adalah sebuah aib yang tak dapat diobati, sehingga ia lebih memilih bunuh diri. Hal ini tidak terlepas dari cara mendidik yang tidak benar dari orang tua remaja tersebut. Remaja itu memang berasal dari sebuah keluarga terpandang di Malaysia. Ayahnya adalah seorang pengacara yang cerdas dan punya karier yang cemerlang. la ingin agar anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik dan menjadi ranking 1 di kelasnya. Dan memang anak-anaknya dikenal sangat pintar. Itulah sebabnya keluarga tersebut sangat disegani oleh masyarakat sekitarnya. Namun, tanpa disadari, sebenarnya ayah tersebut sudah menyiksa anak-anaknya, bukan saja secara fisik tetapi juga secara batin. Secara fisik, sebab sejak belia, anak-anak sudah dipaksa untuk belajar dengan keras dan jarang diberi waktu bermain serta dilarang untuk bergaul dengan anak-anak seusianya. Sehari-hari anak-anak tersebut hanya disibukkan dengan membaca buku dan belajar. Secara batin, karena sang ayah selalu mengaitkan kasih sayangnya dengan prestasi anak-anaknya. Konon remaja yang bunuh diri itu pernah bertanya kepada ayahnya, apa yang akan dilakukan ayahnya jika ia tak bisa menjadi juara 1 di kelasnya. Sang ayah menjawab bahwa jika anak gadis itu tidak mendapat ranking 1, maka ia tak lagi mengakuinya sebagai anak! Dari sini dapat kita lihat bahwa ayah tersebut tidak memperlakukan anaknya dengan kasih sayang yang sepatutnya. la hanya menyayangi anaknya jika menjadi ranking 1, yang sebenarnya bukan demi kebaikan anak tersebut, tetapi demi harga diri sang ayah di hadapan banyak orang! Sebagai orang tua, janganlah kita lebih mengutamakan prestasi anak-anak kita daripada kasih sayang kita kepada mereka. Apa pun keadaan mereka, kita tetap harus mengasihi mereka. Sudah seharusnya kasih sayang kita tidak berubah hanya karena prestasi mereka tidak seperti yang kita harapkan. Sebaliknya, kasihilah mereka secara tulus dan tanpa syarat. Sebab, Tuhan juga telah mengasihi kita secara tulus dan tanpa syarat, bahkan rela mati bagi kita, ketika kita masih berdosa! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku mengasihi anak-anakku secara tulus bagaimanapun keadaan mereka. Amin. (Dod).
Membangun Jati Diri Remaja merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 11 Ramadhan 1446 H / 11 Maret 2025 M. Kajian Tentang Membangun Jati Diri Remaja Kita sampai pada poin penting, yaitu membangun jati diri remaja. Ini merupakan aspek yang sangat […] Tulisan Membangun Jati Diri Remaja ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Sebagai orang tua, tentu pernah merasa capek dan mager main sama anak-anak.Bersama Anastasia Satriyo, Psikolog Klinis Anak dan Remaja, kita bareng-bareng belajar pentingnya merasa nyaman bermain sama anak, dan aktivitas apa saja yang bisa kita eksplorasi buat menciptakan suasana playful itu. Salah satunya, kegiatan printing yang dibantu HP Smart Tank 585!Timestamp:00:01 Opening03:15 Kenapa ibu merasa kesulitan main bersama anak06:55 Cara bermain dengan anak di bawah 5 tahun 12:03 3 Hal yang dibutuhkan orang tua untuk bisa bermain dengan maksimal bersama anak13:30 Buku yang bisa bantu orang tua memahami struktur otak anak19:05 Kebutuhan stimulasi otak anak di usia 7 tahunan21:52 Aktivitas printing yang bikin permainan dan bonding lebih mudah30:43 Fungsi eksekutif otak yang penting untuk anak, dan orang tua.32:55 Termometer emosi untuk memahami perasaan anak serta pasangan38:00 Recap
Memahami Proses Belajar Disiplin pada Remaja merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 4 Ramadhan 1446 H / 4 Maret 2025 M. Kajian Tentang Memahami Proses Belajar Disiplin pada Remaja Kita masih membahas poin tentang lingkungan yang memupuk kedisiplinan. Menanamkan kedisplinan […] Tulisan Memahami Proses Belajar Disiplin pada Remaja ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Pentingnya Memahami Karakter Setiap Anak merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 12 Sya’ban 1446 H / 11 Februari 2025 M. Kajian Tentang Pentingnya Memahami Karakter Setiap Anak Kita masih membahas tentang lingkungan positif yang harus dirancang dan dibangun oleh pendidik, […] Tulisan Pentingnya Memahami Karakter Setiap Anak ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Menanamkan Harapan dan Optimisme pada Remaja merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 21 Rajab 1446 H / 21 Januari 2025 M. Kajian Tentang Menanamkan Harapan dan Optimisme pada Remaja Seorang mukmin harus memiliki asa atau harapan, berharap baik kepada Allah […] Tulisan Menanamkan Harapan dan Optimisme pada Remaja ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Lingkungan Penuh Harapan Positif merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 14 Rajab 1446 H / 14 Januari 2025 M. Kajian Tentang Lingkungan Penuh Harapan Positif Pembahasan kali ini diangkat dari buku Ada Apa dengan Remaja. Kita akan melanjutkan pokok-pokok bahasannya, […] Tulisan Lingkungan Penuh Harapan Positif ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Metode Menyampaikan Kritik kepada Remaja merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 22 Jumadil Akhir 1446 H / 24 Desember 2024 M. Kajian Tentang Bijak dalam Memberikan Kritik kepada Remaja Kajian ini melanjutkan pembahasan dari buku Ada Apa dengan Remaja. Kita […] Tulisan Metode Menyampaikan Kritik kepada Remaja ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.