POPULARITY
Categories
Praktisi Kesadaran, Rizqie Dyah awalnya marah pada Tuhan sampai banting Al Quran karena kemalangan yang bertubi menimpanya. Justru Tuhan hadir di titik terendahnya ketika Rizqie meminta. Rizqie ingin kita semua memahami bahasa semesta yang ada di sekitar kita. #cauldroncontent #uncensored #uncensoredwithandinieffendi #podcast #podcastindonesia #andinieffendi #podcast #semesta #pesan #quotes #muslim #stress #dunia #pelajaranhidup #sharing #relate #murka #rezeki #sedekah #kyai #orangtua #parenting #genz #viral ୨♡୧ New episode drops every Thursday! ୨♡୧ ☆ Jangan lupa follow & Subscribe kami ☆ https://www.instagram.com/cauldroncontent/ https://www.youtube.com/playlist?list=PLZ3JpwVKQYqY6XA9E0ufQ6gWBL6H__NYw ☆ Dengarkan juga podcast kami ☆ https://open.spotify.com/show/6pHdBM4Jr0JMwBvbVCMiQI?si=cc66a009ea964c3a&nd=1&dlsi=4f0c2d2242694a34 https://podcasts.apple.com/id/podcast/uncensored-with-andini-effendi/id1627192280 ☆ Host Andini Effendi ☆ https://www.instagram.com/andinieffendi/ ☆ Rizqie Dyah ☆ https://www.instagram.com/rizqiedyah/ ☆ Wardrobe by Lanivatti ☆ https://www.instagram.com/lanivatti_official/ ☆ Location at pita ☆ https://www.instagram.com/collectionsbypita —Time stamp 03.15 Uang Bukan Jawaban 10.06 Kehilangan Segalanya Sebelum Menemukan Tujuan 16.20 Salat Mengubah Segalanya 18.13 Gurumu Bukan Manusia 21.52 Dua Cara Allah Berbicara 25.35 Dunia Ingin Kita Terus Sibuk 33.02 Alasan Orang Kaya Belum Tentu Tenang 40.13 Rezeki Tidak Bergantung pada Sedekahmu 46.15 Tidak Ada Pertemuan yang Kebetulan 50.50 Orang Tua Seharusnya Menuntun, Bukan Menuntut
Menjadi dewasa ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Di episode ini, kita ngobrol tentang lelahnya menghadapi tuntutan hidup, tanggung jawab yang terus bertambah, dan kenyataan bahwa meski capek, hidup tetap harus berjalan.
Ketika masa golden age anak berlalu dengan cepat, apakah ayah mau menjaga setiap menitnya?
di episode Adyariesstory kali ini, gue fay adya, mau nemenin lo lewat cerita tentang pemikiran versi dewasa yang baru kebuka tentang situasi dimana kita harus diem, santai dan ignorant sama sesuatu yang terlalu menguras energi.setiap pengalaman punya ruangnya sendiri untuk pulang, and this story finds its place here, in adyalogue. karena hidup nggak selalu linear, cerita juga nggak selalu rapi. sometimes it hurts, sometimes it heals, but every story matters.so yeah, take your time, listen at your own pace.every story deserves a place to land. Leave a comment and share your thoughts: Powered by Firstory Hosting
Ken Robinson membongkar mitos berbahaya bahwa pembelajaran sejati hanya terjadi di masa muda. Otak manusia tetap plastis hingga akhir hidup, namun sistem pendidikan telah mengkondisikan orang dewasa untuk takut gagal dan kehilangan keberanian untuk mencoba hal baru. Yang menurun bukanlah kapasitas kita untuk belajar, melainkan keberanian kita—kita telah dididik keluar dari kreativitas kita sendiri. Banyak orang justru menemukan "elemen" mereka—tempat di mana bakat alami bertemu passion pribadi—di usia dewasa, bukan karena ketidakmampuan sebelumnya, tetapi karena sistem pendidikan tidak dirancang untuk membantu mereka menemukannya. Pembelajaran orang dewasa yang transformatif harus bermakna dan relevan dengan kehidupan nyata, kolaboratif bukan kompetitif, serta organik bukan mekanis. Hambatan terbesar justru yang kita ciptakan sendiri melalui narasi internal seperti "terlalu tua" atau "tidak berbakat." Robinson menekankan bahwa kecerdasan manusia sangat beragam—linguistik, matematis, musikal, kinestetik, spasial, interpersonal, intrapersonal, naturalistik—namun sistem pendidikan hanya fokus pada sebagian kecilnya. Di era otomasi, pembelajaran sepanjang hayat bukan sekadar reskilling untuk pasar kerja, tetapi tindakan revolusioner untuk menemukan kembali kemanusiaan kita. Pembelajaran orang dewasa bukan tentang memperbaiki apa yang rusak, melainkan membuka potensi yang selalu ada namun belum berkembang. Kita memiliki kekuatan untuk menciptakan pengalaman pembelajaran kita sendiri dan menolak narasi bahwa kita adalah produk yang telah selesai. Pembelajaran adalah pekerjaan seumur hidup tentang menjadi lebih penuh diri kita sendiri—dan dalam melakukan itu, kita tidak hanya mengubah diri sendiri, tetapi juga mengubah dunia.
Felix Witanto (TB) Amsal 25:28Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya.
Ternyata dewasa semenyenangkan itu!
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
☕ Selamat datang di “Ngopi Dulu Lah” — podcast santai ala bapak-bapak muda Lita yang ngomongin kehidupan tanpa filter, tapi tetap relate dan lucu!
Apa pendapatmu tentang pajak? Rata-rata pada nggak suka ya karena duit kena potong atau mesti bayar lebih mahal. Ditambah lagi aturan dan hitungannya super njlimet bikin pusing. Tapi ya kalau dipikir-pikir, sebagai anak muda mestinya malah mau mantengin isu ini, soalnya pajak kan diambil dari duit kita. Kita ulas aja bareng konsultan pajak yang juga founder akun @pakarpajak Gabriel Christianto.Di episode ini kamu akan dapet:1.Apakah orang Indonesia taat pajak?2. Kenapa negara sulit menagih pajak ke orang kaya?3. Apakah PPN kita bisa turun?Kalau kamu ada pertanyaan soal pajak bisa komen atau langsung aja follow akun IG dan tiktok @pakarpajak buat tau konten dan isu seputar perpajakan.Kasih bintang 5 kalau kamu suka konten ini!
“Kesalahan-kesalahan saka wektu kanak-kanak sing ora diwulang lan ora didhisiplin bakal dadi warisan ing wektu wis dadi dewasa” “Ana kasenengan emosional, sawijining campuran sing bener lan salah, sing ditampa kanthi apik tumuju panasaran”
Sampai dengan saat ini para pekerja rumah tangga yang sering disebut PRT di Indonesia itu masih belum mendapatkan hak-hak mereka sebagai pekerja. Hal itu disebabkan karena mereka bekerja di ranah domestik.
Jika kamu membutuhkan program terapi serta layanan konseling bisa klik disini : https://linktr.ee/psikologidInner child adalah bagian diri kita yang menyimpan jejak masa kecil—baik rasa bahagia, rasa ingin tahu, maupun luka emosional. Saat inner child terluka, dampaknya bisa terasa hingga dewasa: mudah cemas, takut ditolak, sulit percaya orang lain, atau merasa tidak pernah cukup.Namun inner child juga menyimpan kekuatan: spontanitas, kreativitas, dan keaslian diri. Dengan menyadari dan merawat inner child, kita belajar memberikan kasih sayang pada diri sendiri yang dulu mungkin kurang kita dapatkan. Proses ini disebut healing inner child. sebuah langkah penting untuk pulih, membangun hubungan yang lebih sehat, dan hidup lebih otentik.
Pdm. Handoyo Salim (TB) Daniel 9: 19"Ya Tuhan, dengarlah! Ya, Tuhan, ampunilah! Ya Tuhan, perhatikanlah dan bertindaklah dengan tidak bertangguh, oleh karena Engkau sendiri, Allahku, sebab kota-Mu dan umat-Mu disebut dengan nama-Mu!"
Kencan Dengan Tuhan, Selasa, 13 Mei 2025Bacaan: "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." (2 Timotius 1:7) Renungan: Suatu ketika ada seorang wanita yang dikuasai oleh roh ketakutan. Leher wanita itu kaku karena telah bertahun-tahun dikuasai oleh ketakutan yang luar biasa. Wanita itu membutuhkan kelepasan di dalam nama Tuhan Yesus. Ketika seorang hamba Tuhan yang melayani saat itu mendoakannya dan mengusir roh ketakutan agar keluar dari wanita itu, untuk beberapa waktu wanita itu merasa tercekik. Namun oleh kuasa di dalam nama Tuhan Yesus, roh ketakutan segera keluar dari dirinya. Ada sukacita besar yang menggantikan ketakutan yang selama lima puluh tahun telah mengikatnya. Ia mengalami kemerdekaan yang sesungguhnya setelah roh ketakutan itu diusir dari tubuhnya. Ketika dikonseling, wanita itu menceritakan awal dari ketakutan yang dialaminya. "Sejak berumur lima tahun, menjelang tidur ayah selalu menceritakan cerita-cerita yang menakutkan kepada saya. Suatu malam, ayah menceritakan cerita yang sangat menakutkan dari cerita-cerita yang sebelumnya. Saya sampai menjerit ketika ayah sampai pada klimaks cerita itu. Ibu segera datang ketika mendengar jeritan saya. Ibu memeluk saya dan menyuruh ayah keluar dari kamar sava. Tidak berapa lama kemudian ibu keluar dari kamar dan sepanjang malam saya membenamkan kepala saya di bawah selimut. Sejak malam itu saya selalu diliputi oleh ketakutan yang luar biasa, tetapi malam ini Tuhan Yesus telah membebaskan saya." Dewasa ini banyak orang yang diikat roh ketakutan. Orang yang diikat oleh roh ketakutan hidupnya akan dikendalikan oleh rasa takut itu sendiri. Ketakutan itu sendiri bisa berawal dari pengalaman-pengalaman traumatis, pertumbuhan masa kecil dengan pengawasan yang sangat ketat, mengalami kegagalan yang beruntun, dll. Mungkin mereka sendiri tidak menyadari bahwa sesungguhnya akar ketakutan itu bermula dari peristiwa sehari-hari yang mereka alami, kemudian ketakutan itu mengambil alih kendali hidup mereka selanjutnya. Jika kita masih terikat oleh suatu ketakutan yang pernah tertanam di dalam jiwa kita, ketahuilah bahwa kita membutuhkan kelepasan di dalam nama Tuhan Yesus. Tuhan Yesus tidak ingin kita berlama-lama lagi hidup di dalam penjara ketakutan itu, karena Dia sudah mati di kayu salib untuk membebaskan kita dari ikatan tersebut. Tuhan Yesus berkata bahwa Dia datang ke dunia untuk memberikan hidup kepada orang-orang yang mengasihi-Nya, yaitu hidup yang berkelimpahan. Datanglah kepada-Nya, mintalah Dia membebaskan kita dari ketakutan itu dengan kuasa-Nya yang dahsyat. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku percaya bahwa ada kelepasan di dalam nama-Mu. Karena itu, di dalam nama Tuhan Yesus aku menolak setiap ketakutan yang membelenggu dan mengintimidasiku selama ini. Amin. (Dod).
ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder) pada dewasa adalah kondisi yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk fokus, mengelola impuls, dan mengatur diri sendiri dalam kegiatan sehari-hari. ADHD sering kali didiagnosis pada anak-anak, tetapi banyak orang yang baru menyadari bahwa mereka memiliki ADHD di usia dewasa, setelah mengalami kesulitan sepanjang hidup mereka yang tidak terdiagnosis.Gejala ADHD pada DewasaGejala ADHD pada dewasa bisa berbeda dibandingkan dengan gejala pada anak-anak. Beberapa gejala umum pada dewasa meliputi:Kesulitan Fokus dan PerhatianSering merasa teralihkan saat bekerja atau beraktivitas.Kesulitan untuk menyelesaikan tugas yang membutuhkan konsentrasi dalam waktu lama.Mudah lupa atau kehilangan barang-barang penting (kunci, ponsel, dokumen penting).ImpulsivitasMengambil keputusan secara terburu-buru tanpa mempertimbangkan konsekuensinya.Kesulitan mengatur diri dalam situasi sosial, misalnya, berbicara terlalu banyak atau tidak sabar.Perubahan pekerjaan atau hubungan yang sering, karena kesulitan dalam mengelola emosi atau memenuhi kewajiban.Kegelisahan dan Hiperaktifitas (terutama dalam pikiran)Pikiran yang terus bergerak cepat, membuat seseorang merasa "tidak bisa berhenti berpikir".Merasa gelisah, sulit untuk duduk diam dalam situasi tertentu (meskipun tidak selalu tampak hiperaktif secara fisik).Kesulitan dalam merencanakan atau mengorganisir waktu dan kegiatan, yang dapat berujung pada stres dan kecemasan.Kesulitan Mengatur WaktuSering menunda-nunda tugas atau aktivitas, bahkan yang penting.Ketidakmampuan untuk merencanakan atau mengatur jadwal dengan efektif, yang mengarah pada perasaan terburu-buru atau kewalahan.Jika kamu membutuhkan program terapi serta layanan konseling bisa klik disini : https://linktr.ee/psikologid
Temenan sama Julio dari umur 19 tahun and yes we share our 20s together. Rasanya baru kemaren haha hihi kerja, main main main main, kerja… sekarang kebanyakan kerja sama bayar cicilan. Isi podcast ini sih cuma sekedar muntahan 2 anak kicil yang terpaksa dewasa. Dengerin yaaa!Check juga @kresnajulio yang super lovely
Buku "Seri Kristen Abad XXI (Alkitab): Hanya Satu Kitab" (John Stott & Tim Chester)
Dengerin aja deh, ngelu ndas e bolo!
Sabda Tuhan ingatkan bahwa AIR MATA karena kematian bisa jadi MATA AIR yang menghidupkan, bila sadar bahwa saat MENANGISI penuh duka, Tuhan sedang MENGISI jiwa Nelangsa agar jadi Dewasa lewati lembah baka
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 28 November 2024 Bacaan: "Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu." (1 Korintus 13:11) Renungan: Kita yang pernah remaja tahu, masa remaja itu masa serba tanggung. Tak bisa dibilang anak kecil tapi juga belum cocok disebut dewasa. Namun, rata-rata remaja lebih suka dianggap dewasa ketimbang dianggap anak kecil. Itu sebabnya mereka suka bergaya seperti orang dewasa dan meniru yang orang dewasa lakukan. Remaja juga suka berkata, "Aku kan sudah besar.. aku bukan anak kecil lagi", dsb. Namun, kita yang dewasa, apalagi jika kita orang tua dari seorang remaja tentu masih bisa melihat sifat kekanak-kanakan di diri mereka. Itu sebabnya, kita tidak sepenuhnya memperlakukan mereka sebagaimana orang dewasa. Kedewasaan yang dimaksud di sini tentu saja adalah soal sikap, bukan sekadar usia atau perawakan fisik. Nah, dalam hal sikap dewasa, yang bisa menilai adalah orang lain, bukan diri sendiri. Usia sudah 40 tahun tapi amat egois, tak mau kalah, emosional, tak bisa mengakui kelebihan orang lain, kita pun menyebut dia tidak dewasa. Sebaliknya, usia 20 tahun tapi tetap tenang terkendali di situasi genting, mengutamakan kepentingan orang banyak, sabar, dan juga sportif, kita menyebut dia dewasa. Dalam hal kedewasaan rohani, firman Tuhan juga berpatokan pada karakter, bukan usia atau lama seseorang mengikuti Tuhan. Jemaat Ibrani ditegur karena meski dari usia mereka pantas mengajar, tapi mereka masih duniawi. Pasalnya, mereka masih berdebat soal ajaran dasar seperti baptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang mati, dll (lbr. 6:2). Jemaat Ibrani mungkin tak sadar itu. Mungkin bagi mereka, itu debat rohani untuk orang dengan kerohanian tinggi. Tapi, bagi Tuhan, hal itu menunjukkan sikap egois dan mau menang sendiri. Itu sikap kekanak-kanakan! Orang yang dewasa akan sadar sendiri jika bersikap kekanak-kanakan, sehingga ia akan malu dan berhenti melakukannya. Bagaimana dengan kita? Saat melakukan kesalahan, apakah kita justru masih berusaha membela diri, bahkan tersinggung karena ditegur? Apakah kita menunggu diingatkan dulu baru sadar? Mari jadi dewasa! Selalu koreksi sikap dan hidup kita, apakah itu sudah sesuai dengan firman-Nya? Itulah tanda kedewasaan! Sebelum kita dipakai-Nya lebih lagi, kita harus bertumbuh lebih dulu. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah mengingatkan aku untuk menjadi pribadi dewasa, baik dewasa secara sikap maupun dewasa rohani. Bantulah aku agar aku bisa menjadi dewasa sesuai dengan kehendak-Mu. Amin. (Dod).
Kali ini, saya akan membahas kenapa rasa penasaran atau rasa ingin tahu kita sering hilang saat kita dewasa. Waktu kecil, kita selalu ingin tahu tentang segala hal, bertanya, dan bereksplorasi. Tapi, semakin dewasa, kita jadi lebih fokus pada tugas, tanggung jawab, dan hal-hal yang pasti. Rasa penasaran itu perlahan memudar. Kenapa bisa begitu? Bagaimana cara menumbuhkan rasa ingin tahu yang hilang? Yuk, simak informasi ini untuk mencari tahu bagaimana kita bisa merawat rasa penasaran dan tetap terbuka pada ide-ide baru, meskipun sudah dewasa. Karena rasa ingin tahu yang tinggi itu punya banyak manfaat untuk melihat dunia dengan cara yang lebih kreatif! Keyword: rasa penasaran, rasa ingin tahu, menumbuhkan rasa ingin tahu, merawat rasa penasaran, rasa ingin tahu yang tinggi, manfaat rasa ingin tahu, rasa penasaran yang hilang Leave a comment and share your thoughts: https://open.firstory.me/user/clhb6d0v60kms01w226gw80p4/comments Powered by Firstory Hosting
Ibadah Umum Lifehouse Community bersama Pdt. Rully Simorangkir Setiap Minggu, Pk. 10:00 WIB Wang Plaza, Lt. 2
iye udah sebulan gak upload, maaf deh.
Handoyo Salim - Amsal 16:2 (TB) Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati.
Dewasa ini, ternyata banyak hal yang gak selalu melulu harus harus harus. Mau sampe kapan dipelihara perasaan harus dan merasa paling kuat? Dengerin episode bareng Anjas Batak Cipul di semua platform andalan lo. Kangen gak? sikat! #PodcastBercanda
Berpikir dewasa artinya memandang Tuhan dan mengusahakan bagaimana kita membalas kebaikan Tuhan dan meresponi kasih Tuhan. Bukan hanya mengumandangkan kasih-Nya, mengucap syukur, mengelu-elukan Yesus yang lahir di kota Betlehem, mengagung-agungkan kebaikan Allah. Sudah tentu itu tidak salah. Tetapi ada satu langkah lagi yang mestinya kita lakukan sebagai orang percaya—yang mestinya harus akil balik, harus dewasa—yaitu meneruskan... Continue reading →
Dewasa ini, acap kali kita temukan bahwasannya mencari pekerjaan menjadi tantangan terbesar, terutama untuk teman teman fresh graduates. Lalu, hal apa yang menyebabkan terjadinya ini terjadi? Mari adik-adik, simak diskusi dari kakak kakak kalian di episode Podcast Bercanda berikut TAE LAH KAKU BAT #PodcastBercanda
Dewasa ini banyak pengajaran yang tidak sesuai dengan Injil yang murni. Inilah yang dimaksud Paulus dengan injil-injil lain, yaitu injil yang berbeda dari Injil yang diberitakan oleh Paulus (Gal. 1:1-10). Injil lain mengajarkan Yesus yang lain dan spirit atau gairah yang lain (2Kor. 11:2-4). Injil lain ini menyesatkan karena memuat ajaran Iblis yang oleh karenanya... Continue reading →
Sejatinya, banyak orang yang sebenarnya belum siap menjadi makhluk kekal atau sebenarnya menolak untuk menjadi makhluk kekal; tidak menerima keberadaannya sebagai makhluk kekal. Kalau kita melihat hewan atau binatang, secerdas-cerdasnya binatang, mereka tetap binatang, mereka tetap hewan. Satu hal yang membedakan manusia dengan hewan adalah hewan tidak menyadari, tidak mampu dan memang tidak diberi komponen... Continue reading →
Ps. Rubin Ong - 1 Korintus 14:20 (TB) Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 5 September 2023 Bacaan: "Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras." (Ibrani 5:12) Renungan: Ada sebuah ungkapan, "Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan". Ya, menjadi tua adalah hal yang pasti. Setiap detik yang kita lewati menunjukkan bahwa usia kita terus bertambah. Dari anak-anak menjadi pemuda, dari pemuda menjadi setengah baya, dari setengah baya menjadi tua. Tidak ada rekayasa apapun untuk menyetop penuaan. Penampilan mungkin bisa menipu, tapi kenyataan bahwa kita akan terus menua adalah sebuah kepastian. Walau tua adalah hal yang pasti, tapi menjadi dewasa adalah sebuah pilihan. Artinya, tidak semua orang yang menjadi tua, otomatis menjadi dewasa. Menjadi tua adalah soal fisik, menjadi dewasa adalah soal kematangan diri. Anak kecil bisa saja membuang sampah sembarangan, tapi begitu menjadi dewasa ia harusnya bisa bertanggung jawab untuk membuang sampah pada tempatnya. Namun ada saja orang dewasa yang membuang sampah di sembarang tempat. Ini menunjukkan tua secara umur, tapi masih anak-anak dalam bersikap. Bagaimana dengan kehidupan rohani kita? Banyak pengikut Yesus yang tua secara umur rohani, tapi kematangan rohaninya masih sangat diragukan. Sudah berpuluh-puluh tahun menjadi pengikut Yesus, tapi masih tidak juga mengalami kedewasaan rohani, tidak bertumbuh, dan tidak berbuah. Penulis surat Ibrani menyatakan dengan terus terang kepada jemaat yang dilayaninya, bahwa secara umur mereka harusnya sudah menjadi pengajar atau orang yang dewasa rohaninya, namun nyatanya mereka masih saja jadi bayi-bayi rohani yang memerlukan susu (ay. 12). Mari kita renungkan sejenak. Berapa lama kita menjadi pengikut Yesus? Apakah kita bertambah dewasa secara rohani seiring umur kekristenan kita yang bertambah? Jangan-jangan kita hanya tua secara usia rohani, tapi tingkat kedewasaan rohani kita jauh dari kata "matang"? Menjadi dewasa rohani itu pilihan, tidak bisa terjadi secara otomatis. Kita perlu memilih untuk menjadi murid Kristus yang terus mau belajar firman Tuhan dan mau bertumbuh serta berbuah di dalam Dia. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, tambahkanlah imanku sehingga aku dapat bertumbuh secara rohani dengan hidup dekat pada-Mu dan melaksanakan perintah-Mu. Amin. (Dod).
Tahukah kamu mengapa waktu bermain tetap penting, bahkan saat kita sudah dewasa? Saya akan mengungkapkan manfaat mengejar waktu bermain dalam kehidupan orang dewasa. Ingat hari-hari bahagia saat kita masih anak-anak? Sayangnya, semakin tua, kita sering melupakan kebahagiaan ini di tengah kesibukan dan tuntutan hidup. Namun, melalui penelitian dan pandangan ahli, kita akan memahami mengapa sisi anak kecil dalam diri kita perlu diberi perhatian. Temukan manfaat mendalam dari bermain bagi orang dewasa: mulai dari meredakan stres hingga meningkatkan kreativitas dan hubungan sosial. Jangan biarkan anggapan tentang seriusnya kehidupan dewasa menghalangi kebahagiaanmu. Simak informasi ini dan temukan alasan kuat mengapa kita semua perlu melepaskan diri untuk bermain, terlepas dari usia kita! Leave a comment and share your thoughts: https://open.firstory.me/user/clhb6d0v60kms01w226gw80p4/comments Powered by Firstory Hosting
Hello wassup guys! Pada episod kali ini, team Borak Malam kita; Abam, Eyie dan Awi bersama dengan member jemputan kita, Teddie akan menceritakan apakah cabaran terbesar yang mereka lalui setelah mereka tamat belajar / semasa dewasa. Ada kisah / cabaran yang sedih, trauma dan macam-macam lagi. Mesti korang pun pernah lalui pengalaman macam diorang kan? So meh dengarkan podcast terbaru daripada kami team Borak Malam! Jika anda ada cerita/pengalaman seram/pelik/menarik nak dikongsikan kepada kami untuk kami cerita/bahas kat podcast yang akan datang atau apa jua idea untuk contain podcast kitorang, anda boleh lah emailkan kepada kami di : studiobarakmalam@gmail.com
Dewasa ini, sudah menjadi hal yang wajar apabila perempuan menjadi agresif saat sedang dalam suatu hubungan. Bahkan, untuk masalah progres, perempuan bisa dibilang jauh lebih unggul dari pria. Satu lagi hal menarik buat dibahas oleh trio bajingan. Silahkan dengerin di episode terbaru #PodcasBercanda. Lesgo!
#TTYLzoology bersama Sara Irwin kembali! Jom increase general knowledge tentang haiwan, especially the unheard ones. Kali ini kita bercerita tentang Axolotl, haiwan yang mempunyai ability yang power sampai mengundang para saintis menjalankan kajian untuk mengenalpasti bolehkah sel-sel haiwan ini diadaptasi kepada manusia bagi membolehkan manusia mempunyai kebolehan sepertinya! In case you missed it, check out the previous #TTYLzoology episode: 26: Pokemon Laut CREDITS: Podcasters: Nell Hanan (@soimnell) & Sarancak (@sarancak), Zul Zamir (@zul.zamir) Sound engineer: Zul Zamir Offline editor: Nell Hanan | Online editor: Zul Zamir Jangan lupa rate TTYL dengan 5 stars di Spotify. Let us know if you enjoy this episode and follow our official podcast Instagram @ttylpodcast. Gunakan common sense dan bahasa yang beretika ketika meninggalkan komen di laman sosial #TTYLcult
We need to talk about Kevin! TDOL mengupas layer demi layer faktor X Content Creator yang udah nulis buku sejak SMP dan achieve ini itu. Dewasa sebelum waktunya, justru bikin @kepinchocs menjelma jadi perfeksionis gaya baru. Yes, perfeksionis yang ga serius! Buka hati, buka kuping & buka youtube untuk nonton lunch perdana Season 5 di #TDOLNewHome bersama Kevin Anggara. 01:18 - Tumbuh di Internet 08:10 - Youtube: Hidup Dengan Adsense? 17:06 - Script Youtube Harus Believable 25:05 - Mulai Dari Apa yang Kamu Suka dan Tahu 29:10 - Prinsip "Jalanin Aja" 38:24 - Bisnis Bukan Safety Net 43:50 - Balanced Between Financial dan Happiness Kita percaya bahwa momen 'lunch' bisa menjadi momen kita upgrade diri, dengan makan siang bersama orang-orang yang lebih kaya, bukan hanya kaya secara materi, tapi lebih penting lagi, kaya pengalaman, ilmu, insight, wisdom. Podcast ini adalah hadiah untuk Gen-Z dan Millenials yang sedang berproses menjalani hidup & karir-nya. Holla at Ruby & Ario to this email address : hello@thirtydaysoflunch.com
Pembawa Renungan : RD. Daniel Manik Karo - Sumatera Utara Yoh. 6:60-69
Apakah kamu saat ini punya masalah relasi dengan orang-orang di sekitar dan bingung apa penyebabnya dan bagaimana cara memperbaikinya? Coba deh baca buku Si Kecil yang Terluka dalam Tubuh Orang Dewasa yang ditulis oleh Patresia Kirnandita. Lewat buku ini, penulis membahas dua topik penting yang sekarang banyak dibahas: #innerchild trauma dan #toxicparenting. Karena segala perilaku kita saat dewasa semuanya dipengaruhi oleh bagaimana kita sebagai anak mendapatkan perlakuan dari orang tua atau caregiver. Tidak jarang, perlakuan orang tua semasa kita kecil mengakibatkan kita punya luka batin yang membekas sampai dewasa dan akhirnya memengaruhi cara kita bersikap ke orang lain. Selamat menonton! - Beli buku Si Kecil yang Terluka dalam Tubuh Orang Dewasa: https://shope.ee/9UVDjLvH0S - Kunjungi channel Youtube Podluck Podcast Collective: https://www.youtube.com/podluckpodcastnetworkFollow media sosial Podluck Podcast: https://www.instagram.com/podluckpodcast https://www.twitter.com/podcastpodluck
Saya membahas bagaimana cara menjalin pertemanan ketika dewasa. Ini merupakan rangkuman dari video TED Talk Marisa G. Franco yang berjudul The secret to making new friends as an adult dan diolah dari berbagai sumber. Semakin bertambahnya usia, rasanya kok semakin sulit punya teman ya? Entah karena lingkaran pertemanan yang semakin kecil atau kita rasanya tidak punya energi untuk bersosialisasi atau membuat koneksi pertemanan yang baru. Hal ini banyak dialami oleh orang dewasa. Karena jenis pertemanan anak-anak dan dewasa itu berbeda. Ketika kecil, kita bertemu dengan orang lain secara rutin, ada aktivitas yang bisa membuat kita saling terbuka, dan pada akhirnya menjadi dekat. Tapi, ketika dewasa, walaupun kamu kerja kantoran, belum tentu kamu sedekat itu dengan teman kerja. Pastinya ada sedikit jarak antara kehidupan personal dan profesional. Memang tidak jarang, beberapa hubungan rekan kerja bisa jadi hubungan pertemanan. Tapi kembali lagi, hubungan orang dewasa itu lebih kompleks dan multi layer.
It seems that more and more women are choosing to be single, especially among educated women. Unfortunately, this tendency does not translate into an increase in the number of women in positions of power. - Tampaknya semakin banyak perempuan yang memilih untuk melajang, terutama di kalangan perempuan berpendidikan. Sayangnya, kecenderungan ini tidak diterjemahkan ke dalam peningkatan jumlah perempuan di posisi kekuasaan.
Memang ini mengerikan, fakta dan kebenaran memang maunya kita bisa pahami, ternyata dunia ini lebih dinamis daripada yg kita duga.
Saya membahas bagaimana sih cara menjadi orang yang lebih dewasa? Kamu tentunya ingin tahu cara agar terlihat dewasa. Hal ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Saya akan membahas tips untuk lebih dewasa, bagaimana cara menjadi lebih matang. Mungkin ada masanya, ketika kita dianggap kurang dewasa, padahal usianya sudah tidak lagi remaja. Kemungkinan besar, ada perilaku atau respon kita yang dianggap tidak dewasa. Tentu saja, hal ini tidak mengenakan. Tidak ada orang dewasa yang ingin dilihat tidak dewasa kan? Nah, apa sih menjadi orang dewasa itu? Bagaimana kita bisa menjadi lebih dewasa? Kenyataannya, konsep seseorang yang dewasa itu cukup ambigu dan relatif. Namun biasanya, seseorang yang dewasa seringkali dikaitkan dengan orang yang punya penilaian yang baik dan bisa mengambil keputusan yang tepat dalam situasi apapun.
The post BERAGAMA YANG BELUM DEWASA appeared first on Truth Voice.