village in Bushehr, Iran
POPULARITY
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahApakah Ada Kubur Yesus yang Lain? Diambil dari: Yohanes 20:1 “Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.”Wonder Kids, pada tahun 2007 pernah muncul sebuah film dokumenter berjudul The Lost Tomb of Jesus. Film itu mengatakan bahwa sebuah kubur kuno di daerah Talpiot, Yerusalem, mungkin merupakan kubur keluarga Yesus. Di dalamnya ditemukan beberapa kotak tulang dengan nama-nama seperti Yesus, Maria, Matius, Yusuf, dan Yudas.Wah, nama-nama itu terdengar mirip dengan tokoh-tokoh dalam Alkitab. Apakah itu berarti tubuh Yesus ditemukan di sana? Tidak. Nama-nama tersebut sangat umum pada zaman itu. Menemukan tulisan “Yesus anak Yusuf” tidak langsung membuktikan bahwa orang itu adalah Yesus dari Nazaret. Sama seperti sekarang ada banyak orang bernama Yohanes, Maria, atau Michael, tetapi mereka tentu bukan orang yang sama.Selain itu, film tersebut membuat banyak dugaan yang tidak mempunyai bukti kuat. Misalnya, mereka menduga bahwa Maria Magdalena adalah istri Yesus dan ada seorang anak bernama Yudas. Alkitab tidak pernah mengajarkan hal itu, dan tidak ada bukti sejarah yang dapat dipercaya untuk mendukungnya.Yang paling penting, para murid memberitakan bahwa kubur Yesus kosong dan mereka bertemu dengan Yesus yang telah bangkit. Kalau tubuh Yesus masih berada di sebuah kubur keluarga, musuh-musuh orang Kristen saat itu dapat dengan mudah menunjukkannya dan menghentikan berita kebangkitan. Namun, mereka tidak pernah berhasil melakukannya.Jadi, kita tidak perlu langsung percaya pada judul film atau berita yang terdengar mengejutkan. Kita perlu memeriksa bukti dengan teliti. Iman Kristen bukan dibangun di atas sensasi, tetapi pada kesaksian para saksi mata dan firman Tuhan yang dapat dipercaya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu mendengar berita aneh tentang Yesus, jangan langsung percaya atau takut. Tanyakan kepada orang tua atau guru Sekolah Minggu dan periksalah apa yang Alkitab katakan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, tolong aku tidak mudah dibingungkan oleh berita yang belum tentu benar. Berikan aku hikmat untuk memeriksa segala sesuatu berdasarkan firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: nama-nama yang mirip di sebuah kubur tidak membuktikan bahwa tubuh Yesus ada di sana—Yesus sungguh bangkit dan hidup. Tuhan Yesus memberkati.
Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tepatnya di sekitar Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kabupaten Malang, Jawa Timur.Petugas gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman api, pembasahan, serta pendinginan guna mencegah kebakaran meluas dan menjaga kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Nubuat Yunus Bertentangan? Diambil dari Matius 12:40“Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.”Wonder Kids, Tuhan Yesus disalibkan dan meninggal pada hari Jumat. Pada hari Minggu pagi, Ia bangkit dari kematian. Namun, ada orang yang bertanya, “Bukankah Yesus berkata bahwa Ia akan berada dalam kubur selama tiga hari tiga malam? Dari Jumat sampai Minggu pagi tidak sampai tujuh puluh dua jam.”Apakah Tuhan Yesus salah? Tentu tidak. Kita perlu memahami cara orang Yahudi pada zaman Alkitab menghitung waktu. Pada masa itu, sebagian dari satu hari dapat dihitung sebagai satu hari penuh.Begini cara menghitungnya. Hari Jumat, Yesus mati dan dikuburkan sebelum matahari terbenam. Itu dihitung sebagai hari pertama. Hari Sabtu, tubuh Yesus berada di dalam kubur. Itu hari kedua. Hari Minggu pagi, Yesus bangkit. Itu dihitung sebagai hari ketiga.Karena itu, ungkapan “tiga hari tiga malam” tidak harus berarti tepat tiga kali dua puluh empat jam seperti cara kita menghitung sekarang. Ungkapan tersebut biasa dipakai untuk menyebut peristiwa yang terjadi dalam bagian dari tiga hari berbeda.Cara menghitung seperti ini juga terlihat dalam kisah Ester. Ester meminta orang Yahudi berpuasa selama tiga hari, siang dan malam. Namun, pada hari ketiga ia sudah pergi menghadap raja. Jadi, sebagian hari dapat dihitung sebagai satu hari.Wonder Kids, jangan cepat berkata bahwa Alkitab salah hanya karena ada bagian yang belum kita mengerti. Kadang-kadang kita perlu mempelajari bahasa, kebiasaan, dan cara berpikir orang pada zaman Alkitab.Namun, yang terutama bukan hanya cara menghitung harinya. Yesus memakai kisah Yunus sebagai tanda tentang diri-Nya. Ia sungguh mati, dikuburkan, dan bangkit pada hari ketiga dengan kemenangan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Tuliskan satu pertanyaan tentang Alkitab yang belum kamu pahami, lalu tanyakan kepada orang tua atau guru Sekolah Minggu.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu benar. Berikan aku hati yang sabar untuk belajar dan pikiran yang terbuka terhadap kebenaran-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Jumat, Sabtu, dan Minggu dihitung sebagai tiga hari, dan Yesus sungguh bangkit pada hari ketiga. Tuhan Yesus memberkati.
Ketua Umum Bhayangkari Juliati Sigit Prabowo hadir langsung di tengah pengungsi gempa Flores, Nusa Tenggara Timur. Selain menyerahkan bantuan sosial, Bhayangkari juga membuka layanan kesehatan serta memberikan pendampingan bagi anak-anak sebagai bagian dari upaya membantu warga melewati masa pemulihan.Kegiatan berlangsung di Posko Bencana Alam Desa Kebirangga, Kecamatan Maukarao, Kabupaten Ende, Rabu 26 Agustus 2026, dalam rangkaian Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74.Bantuan yang disalurkan meliputi pakaian, sarung, kasur, selimut, hingga 20 unit genset dan lima unit panel surya untuk mendukung kebutuhan para pengungsi.
Jessica Wahyu (TB) KIsah Para Rasul 20: 24etapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 29 Juli 2026Bacaan: “Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.” (Amsal 25:11)Renungan: Ada seorang bapak bernama Pak Adi. Ia mempunyai anak yang duduk di kelas 2 SMP. Saat pulang sekolah wajahnya kusut karena mendapat nilai jelek. Reaksi Pak Adi pertama hampir keluar kata-kata, “Dasar pemalas! Bodoh kamu!" Tetapi dia ingat Amsal 25:11. Dia menarik napas, memeluk anaknya dulu, lalu berkata pelan: “Nak, Papa kecewa sama nilainya. Tapi Papa bangga kamu masih mau cerita ke Papa. Yuk, kita cari jalan keluarnya untuk memperbaiki nilaimu." Malam itu anaknya menangis bukan karena dimarahi, tapi karena merasa diterima. Tiga bulan kemudian anaknya mendapat ranking 5 saat kenaikan kelas. Dia berkata, “Aku belajar karena kata-kata Papa waktu itu. Nggak bikin aku down, tapi bikin aku semangat.” Satu kalimat di waktu yang tepat, bisa mengubah arah hidup seseorang. Salomo dalam bacaan di atas memakai dua gambaran yang mahal yaitu apel emas dan pinggan perak. Dalam bacaan itu dijelaskan bahwa "perkataan yang diucapkan” ini adalah soal isinya yaitu benar, membangun, jujur, penuh kasih. Bukan gosip, bukan sindiran, bukan kebohongan. Sedangkan "tepat pada waktunya" adalah saat yang paling baik untuk dikatakan. Emas paling berharga kalau diberikan saat seseorang membutuhkan. Demikian juga ketika kita menghibur seseorang saat ia sedih, menegur seseorang saat ia bersikap sombong dan memuji seseorang saat ia putus asa. Perkataan "seperti buah apel emas di pinggan perak" merupakan isi dari perkataan dan cara penyampaian yang sama-sama baik dan tidak menyakitkan. Intinya adalah Tuhan mau kita jadi orang yang bukan hanya “benar” dalam berkata-kata tetapi juga “tepat” pada waktunya ketika seseorang membutuhkan perkataan itu. Sebagai pengikut Yesus, lidah kita adalah alat. Bisa jadi pedang atau bisa jadi obat, tergantung saat kita mengatakannya. Kalau kita mengatakannya saat marah, maka bisa saja menjadi pedang yang menusuk sampai lubuk hati terdalam. Tapi kalau kita mengatakannya dengan penuh kasih dan kesabaran, bisa menjadi obat ketika hati seseorang sedang galau dan sakit. Efesus 4:29 berkata, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun.” itu artinya kita harus bertanya dulu dalam hati kita sebelum bicara, “Apakah ini benar? Apakah ini perlu? Apakah ini tepat waktunya?” Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jagalah mulutku hari ini. Ajarilah aku untuk berpikir sebelum berbicara. Berikan aku hikmat untuk tahu kata apa yang harus diucapkan, dan kapan harus diam. Pakai perkataanku menjadi "apel emas" yang menguatkan orang di sekitarku, seperti Engkau yang selalu tahu kata yang tepat untuk dikatakan pada orang yang datang pada-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 28 Juli 2026Bacaan: “Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan ia tinggal dengan tentram di dekatmu.” (Amsal 3:29)Renungan: Daud dikejar-kejar oleh Raja Saul selama bertahun-tahun. Saul iri hati dan mau membunuh Daud. Suatu hari Tuhan memberi Daud kesempatan emas. Saul masuk ke gua untuk buang hajat dan ternyata itu gua yang sama tempat Daud dan pasukannya bersembunyi. Pasukan Daud berbisik, “Ini saatnya untuk membunuh dia sekarang!” Daud bisa saja merencanakan kejahatan. Dia punya alasan, "Saul musuhku. Dia yang lebih dahulu menyakiti aku!" Tapi apa yang Daud lakukan? Dia hanya memotong punca jubah Saul secara diam-diam. Dan setelah itu hatinya berdebar karena merasa bersalah. Daud berkata: “Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, orang yang diurapi TUHAN.” Daud punya kesempatan untuk membalas. Tapi dia memilih tidak merencanakan kejahatan terhadap "sesamanya" yang tinggal dengan tentram, bahkan terhadap orang yang membencinya. Penulis Amsal menulis ini bukan sekadar teori. Tetapi ini adalah praktik hidup. Ada 3 hal penting yang disampaikan dalam Amsal 3:29. Pertama, “Janganlah merencanakan kejahatan”. Kejahatan dimulai dari hati. Niat menjatuhkan, menyimpan bukti untuk menyerang, menyusun kata-kata untuk menyakiti. Kedua, “Terhadap sesamamu”. Sesama adalah orang yang Tuhan tempatkan dekat dengan kita yaitu keluarga, teman sekerja, teman sepelayanan dan tetangga. Mereka itu adalah orang-orang yang harusnya kita jaga dan lindungi. Ketiga, “Sedangkan ia tinggal dengan tentram di dekatmu”. Orang itu percaya dan tidak curiga terhadap kita. Tuhan mau kita menjadi tempat yang aman bagi sesama, bukan tempat yang menusuk dari belakang. Saat ini kita tidak memegang tombak seperti Saul. Tapi kita memegang HP dan mulut. Ternyata HP dan mulut mampu menusuk sampai kedalaman hati yang membuat hubungan kita dengan sesama menjadi rusak. Contohnya di media sosial, ada orang yang menyakiti kita, maka kita screenshot chatnya dan kita sebarluaskan agar dia dipermalukan. Di pekerjaan, ada rekan kerja yang membuat kita tidak nyaman, lalu kita memfitnah dan merancangkan yang buruk terhadapnya supaya ia disingkirkan dari tempat kita bekerja. Menjadi pengikut Yesus artinya memilih memberkati, bahkan ketika kita punya 1001 alasan dan kesempatan untuk melukai. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, seperti Daud, ajarilah aku menjaga hatiku. Ampunilah aku kalau ada rencana jahat atau kepahitan terhadap sesamaku. Berikan aku hati yang mau mengampuni dan tangan yang memberkati, sehingga hidupku bisa memberkati sesamaku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 16 Juli 2026Bacaan: "Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." (Lukas 5:4)Renungan: Waktu kecil Thomas Alfa Edison pernah dikeluarkan dari sekolah karena dianggap "terlalu bodoh". Gurunya berkata dia tidak bisa belajar. Waktu meneliti bola lampu, dia gagal ribuan kali. Wartawan bertanya: "Pak, bagaimana rasanya gagal ribuan kali?" Edison jawab: "Saya tidak gagal ribuan kali. Saya hanya menemukan ribuan cara yang tidak berhasil." Dia "bertolak ke tempat yang dalam" - terus mencoba walau semua orang berkata mustahil. Dari kegagalan itu lahirlah lampu pijar yang sampai hari ini menerangi dunia. Yang orang lihat gelap, tapi dia taat "menebar jala" terus, sampai akhirnya terang itu datang. Waktu itu Petrus sudah semalaman mencari ikan hasilnya mengecewakan. Ia capai, malu dan mau menyerah. Tetapi Yesus datang dan berkata, "Bertolaklah ke tempat yang dalam". Bertolak artinya bergerak. Jangan diam dalam kekecewaan. Tetap taat walau tidak masuk akal. Ke tempat yang dalam artinya menuju ke tempat yang berisiko, yang mungkin mustahil menurut manusia. Di sanalah mujizat akan terjadi. Tebarkanlah jalamu, artinya lakukan bagian kita dengan usaha dan iman, maka Tuhan akan melakukan bagian-Nya juga. Yesus tidak menyuruh Petrus kerja lebih keras. Dia menyuruh Petrus taat di tempat yang benar bersama Dia. Kita sering seperti Petrus yang "semalaman tidak mendapat apa-apa." Dalam pelayanan kita sudah mewartakan Injil dan mendoakan orang, tapi tidak ada yang berubah. Akhirnya godaan datang yaitu perkataan, "Sudahlah, capek." Di dalam keluarga kita sudah menasihati anak, sudah berdoa untuk pasangan, tapi ternyata situasinya sama tidak berubah. Maka godaan adalah perkataan, "Percuma." Di dalam kehidupan ini kita sudah mengirim lamaran, sudah berusaha, tapi pintu berkat tetap tertutup. Akhirnya kecewa dan godaannya adalah kata-kata pasrah karena kecewa, "Mungkin bukan jalanku." Yesus hari ini berkata kepada kita juga, "Bertolaklah ke tempat yang dalam." Mungkin "tempat yang dalam" itu adalah: tetap mengasihi musuh, tetap jujur walau rugi, tetap memuji walau hati sakit, tetap percaya walau doa belum dijawab. Di tempat dangkal kita hanya dapat ikan kecil. Tapi di kedalaman bersama Yesus, ada berkat yang bisa "mengoyakkan jala". Jangan berhenti sebelum Yesus berkata berhenti. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku sering menyerah terlalu cepat. Hari ini aku mendengar suara-Mu, "Bertolaklah ke tempat yang dalam." Berikan aku keberanian untuk taat, bahkan saat tidak mengerti. Tolonglah aku agar mau menebar jala lagi bersama-Mu. Aku percaya Engkau sanggup mengubah kegagalanku menjadi kesuksesan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 9 Juli 2026Bacaan: "Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya." (Amsal 18:21)Renungan: Suatu hari seorang istri mengeluh karena minggu ini ia terlalu lelah. Kerjaan menumpuk, anak rewel minta ditemenin belajar. Suaminya pulang kerja terus rebahan main HP. Tanpa sadar ia kesal dan berkata kepada suaminya: "Kamu sih tahunya cuma enak-enak rebahan. Gak pernah mikirin rumah ini!" Suaminya pun diam. Malam itu suasana rumah menjadi dingin. Dua hari kemudian giliran ia yang sakit. Anak-anak yang biasanya deket dengannya menjadi takut karena melihat papa mamanya tegang. Ia pun tersadar. Satu kalimat emosinya malam itu "mematikan" suasana rumah selama dua hari. Padahal kalau ia bilang: "Pa, aku capek. Boleh tolong temenin anak belajar 30 menit?" pasti jawabannya berbeda. Amsal 18:21 ini berisi peringatan keras dari Raja Salomo tentang kuasa dari kata-kata: "Hidup dan mati dikuasai lidah". Di rumah, lidah kita bisa jadi sumber kehidupan atau sumber kematian. Dengan kata-kata kita bisa menghidupkan semangat pasangan, menguatkan anak yang gagal, memberkati keluarga. Tapi dengan kata-kata juga kita bisa melukai hati pasangan, mematikan semangat anak, dan merusak keharmonisan rumah. Rumah tangga kita adalah cermin dari apa yang sering kita ucapkan. Suka mengeluh, maka rumah penuh keluhan. Suka mengucap syukur dan menguatkan, maka rumah penuh damai. Keluarga adalah tempat pertama kita latihan memakai lidah. Tiga hal yang bisa kita latih mulai saat ini: 1. Ganti kritik dengan permintaan. Dari perkataan, "Aku sibuk, jadi lupa" menjadi "Sayang, boleh tolong ingetin aku ya" 2. Perbanyak kata penguat untuk anak. Perkataan, "Mama bangga kamu sudah berusaha", lebih menghidupkan daripada "Nilainya kok segitu-segitu aja".3. Doa berkat sebelum tidur. Ucapkan satu kalimat berkat untuk tiap anggota keluarga. Itu seperti menyiram tanaman di rumah. Ingat, anak-anak kita tidak akan ingat seberapa rapi rumah kita. Tapi mereka akan ingat: "Di rumah ini, kata-kata apa yang paling sering ia dengar." Tuhan Yesus memberkati. DOA:Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau selama ini lidahku sering melukai orang-orang yang paling aku kasihi di rumah. Ajarilah aku menjadi pembawa damai di tengah keluargaku. Berikan hikmat supaya setiap kata yang keluar dari mulutku adalah kata yang membangun, menguatkan, dan memberkati. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Amos 7: 10-17; Mazmur tg 19: 8.9.10.11; Matius 9: 1-8.KESEMBUHAN TOTAL Renungan kita pada hari ini bertema: Kesembuhan Total. Ada seorang lelakiterkenal sebagai pengacau ulung di lingkungannya. Orang-orang di situ takutkepadanya. Ia mabuk seenaknya, pengguna sekaligus pengedar narkoba sangat aktifdan bertindak brutal kepada siapa pun yang menghalangi segala urusannya.Singkatnya, mental, moral dan imannya sudah sangat buruk. Namun pihak polisi akhirnya berhasil melumpuhkan dia setelah terjaditindakan kekerasan di wilayah itu dan ia sebagai tokoh utama kejadian tersebut.Kedua kakinya terkena tembakan peluru dan ia nyaris lumpuh total. Pada akhirnyaia melewatkan hari-hari, bulan-bulan dan tahun-tahun di penjara. Wilayahnyamenjadi aman dan damai tanpa dia. Untuk kesekian kalinya lelaki ini dikunjungi pemimpin agamanya supaya iamemperoleh pembinaan rohani. Banyak sekali pengalaman rohani dan bimbinganmoral yang ia peroleh selama di penjara. Semua itu membantunya untuk membuathidupnya menjadi baru. Perlahan-lahan perubahan itu terjadi. Setelah keluarpenjara, ia sungguh seorang pribadi yang baru. Fisiknya menjadi segar dansehat, tutur kata, sopan santun, sikap hidup menjadi sangat baik.Pengetahuannya tentang kehidupan luas dan terbuka. Imannya tumbuh kembali. Pengalaman lelaki ini merupakan contoh tentang kesembuhan total. Jeniskesembuhan ini yang diinginkan Yesus Kristus, yang meliputi fisik, mental,rohani, relasi sosial. Yesus mengetahui bahwa orang yang disembuhkan itu penuhdengan dosa. Maka yang dilakukan-Nya pertama ialah menghapus dosa-dosanyadengan mengampuninya. Sesudah itu baru menyembuhkan dia dari sakit fisiknya danmemulihkan pikiran serta jiwanya. Banyak di antara kita ingin sembuh sebagian saja, bukan total. Mungkinmereka hanya mencari kesembuhan fisik atau mental tertentu sementara kesembuhandiri secara total diabaikan. Seorang mungkin telah sembuh dari stress dan sakit hati, namun ia masihdendam dan marah kepada orang yang telah mengecewakannya. Orang mungkin merasanyaman setelah menerima sakramen tobat, tetapi ia tidak menyesaliperbuatan-perbuatannya maka ia jatuh kembali ke dosa-dosa yang sama. Semua inimenandakan kesembuhan yang hanya sebagian. Dengan demikian berarti mereka masihsakit. Kita perlu menandai bagian-bagian mana di dalam diri kita yang masih belumdisembuhkan karena selama ini tidak diupayakan untuk sembuh. Bagian itu sangatmungkin menjadi penghalang untuk terjadinya kesembuhan total di dalam diriKita. Berikan perhatian kepadanya agar dapat sembuh total. Marilah kita berdoa...Dalam nama Bapa... Ya Bapa, jika ternyata masih ada bagian-bagian di dalam dirikami yang belum sembuh semuanya, karena kami cenderung mengelakkan diri untukdisembuhkan, berikanlah kami kesembuhannya. Bapa kami yang ada di surga ...Dalam nama Bapa ...
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, hadir dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Bhayangkara Surabaya untuk pengukuhan Guru Besar Dossy Iskandar. Pengukuhan ini memberikan penghargaan atas kontribusi besar Dossy di bidang akademik. Surya Paloh yang juga dikenal sebagai tokoh nasional turut memberikan perhatian terhadap kemajuan pendidikan Indonesia, menegaskan pentingnya dukungan untuk dunia pendidikan yang lebih baik.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahBoleh BertanyaDiambil dari: Yakobus 1:5 (TB)“Jika di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah…”Wonder Kids, Alkitab kita terdiri dari 66 kitab. 39 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru. Kadang orang bertanya:Kenapa kitab-kitab itu yang masuk ke dalam Alkitab?Apakah ada kitab lain yang sengaja dibuang?Apakah gereja memilih kitab-kitab itu sesuka hati?Pertanyaan seperti itu tidak salah. Justru bagus. Sejak awal, orang Kristen sudah sangat berhati-hati dalam mengenali kitab mana yang benar-benar berasal dari para rasul atau nabi, dan mana yang tidak. Kitab-kitab Perjanjian Baru tidak dipilih secara sembarangan. Mereka diuji dengan beberapa pertanyaan penting, seperti:Apakah ditulis oleh rasul atau orang yang sangat dekat dengan rasul?Apakah ajarannya sesuai dengan pengajaran Yesus?Apakah digunakan secara luas oleh gereja mula-mula?Kitab-kitab yang kita miliki hari ini sudah digunakan dan dipercaya sejak awal Kekristenan.Artinya, gereja tidak “menciptakan” Alkitab. Mereka hanya mengenali kitab-kitab yang memang sudah dipakai dan dipercaya sejak awal.Wonder Kids, iman yang kuat bukan iman yang takut bertanya. Tuhan tidak marah ketika kita mencari pengertian. Ia justru memberi hikmat kepada mereka yang meminta.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Kalau ada pertanyaan tentang imanmu, jangan simpan sendiri. Tanyakan. Belajar. Cari jawaban yang benar.Mari kita berdoa:Tuhan, kalau aku punya pertanyaan, tolong aku mencari jawabannya kepada-Mu. Berikan aku hikmat untuk memahami firman-Mu dengan benar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Bertanya bukan tanda ragu — bisa jadi itu awal dari iman yang makin kuat. Tuhan Yesus memberkati.
Forgotten ANZACs from the Pacific Island of Niue. Descendants recall the tragedy filled journey of 150 volunteers, from an isolated tropical atoll, who were thrust into the cauldron of World War I. - Para ANZAC yang terlupakan dari Pulau Niue di Pasifik. Keturunan mereka mengenang perjalanan tragis 150 sukarelawan dari sebuah atol tropis terpencil yang kemudian terjerumus dalam Perang Dunia I.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah JANDA YANG TIDAK MENYERAHDiambil dari: Lukas 18:1–8 (TB)“Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.”Wonder Kids, Hari ini Yesus menceritakan sebuah cerita tentang seorang janda dan seorang hakim yang tidak adil. Hakim ini tidak takut akan Tuhan dan tidak peduli pada orang lain. Tapi janda ini terus datang kepadanya dan berkata, “Tolonglah aku! Berikan keadilan bagiku!” Awalnya hakim itu mengabaikan janda tersebut. Namun karena janda itu terus datang dan tidak menyerah, akhirnya hakim itu menolongnya—bukan karena dia baik, tetapi karena dia capek terus didatangi.Lalu Yesus mengajarkan sesuatu yang penting: Kalau hakim yang jahat saja akhirnya mau menolong, apalagi Allah yang baik dan mengasihi anak-anak-Nya. Yesus bukan sedang berkata bahwa Tuhan itu seperti hakim yang jahat. Justru sebaliknya! Yesus mau kita tahu bahwa Tuhan mendengar doa kita, dan Dia peduli.Kadang kita merasa doa kita belum dijawab. Kadang kita merasa Tuhan diam. Tapi cerita ini mengajarkan kita untuk tidak menyerah dalam berdoa. Wonder Kids, berdoa bukan soal seberapa sering kita minta, tetapi soal percaya bahwa Tuhan itu adil, baik, dan setia. Tuhan tidak pernah lelah mendengar doa anak-anak-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan satu hal yang sudah lama kamu doakan. Hari ini, jangan menyerah. Datang lagi kepada Tuhan dan katakan dengan percaya.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang adil dan penuh kasih. Ajari aku untuk tidak menyerah dalam berdoa, walaupun jawabannya belum aku lihat. Tolong aku percaya bahwa Engkau selalu mendengar doaku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan tidak pernah bosan mendengar doa anak-anak-Nya. Jangan menyerah—teruslah berdoa. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Renungan hari ini berjudul TUHAN YANG MENETAPKAN ATURANDiambil dari: Ulangan 10:13 (TB)“Berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu.”Wonder Kids, Dalam Alkitab, ada beberapa aturan yang terlihat aneh bagi kita.Contohnya di Imamat, Tuhan melarang orang Israel memakai pakaian yang dibuat dari dua jenis bahan yang dicampur. Mengapa Tuhan memberi aturan seperti itu? Beberapa ahli percaya bahwa mencampur bahan tertentu bisa membuat pakaian tidak nyaman dan menimbulkan masalah di cuaca gurun. Ada juga yang mengatakan bahwa Tuhan ingin bangsa Israel memakai “bahan murni” sebagai tanda bahwa mereka dipanggil untuk hidup murni di hadapan Tuhan.Apa pun alasannya, satu hal pasti: Tuhan selalu punya alasan yang baik. Ketika Yesus datang ke dunia, Ia menjelaskan bahwa bukan hanya Bapa di surga yang berkuasa, tetapi Ia juga menetapkan aturan bagi kita karena Ia mengasihi kita. Tuhan tidak memberi perintah untuk mempersulit hidup kita atau membuat kita sengsara. Dalam Ulangan 10:13, Tuhan berkata bahwa perintah-Nya diberikan supaya baik keadaanmu. Artinya, aturan Tuhan melindungi kita dari hal-hal yang merusak, menolong kita membuat keputusan yang bijaksana, dan menjauhkan kita dari akibat dosa. Jadi, ketika kita merasa kesal karena ada sesuatu yang “tidak boleh,” ingatlah: Tuhan tidak sedang melarang kita sembarangan.Tuhan sedang menjaga kita. Aturan Tuhan dibuat bukan untuk membatasi sukacita kita—tetapi untuk melindungi kita dan menjaga hidup kita tetap baik.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan satu aturan Tuhan yang menurutmu sulit atau terasa membatasi.Katakan kepada Tuhan:“Tuhan, tolong aku mengerti mengapa Engkau memberi aturan itu, dan ajari aku untuk taat.”Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku menaati aturan-Mu. Aku tahu aturan-Mu bukan untuk menyulitkanku, tetapi untuk kebaikanku. Berikan aku hati yang mau taat dan mengerti kasih-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: aturan Tuhan bukan untuk membatasi kita—tapi untuk melindungi dan menuntun kita kepada hidup yang baik. Tuhan Yesus memberkati
Many preople believe that cyber security and data security are issues that will escalate in 2026. There are several factors that contribute to these problems. - Banyak ortang percaya bahwa keamanan siber dan keamanan data adalah isu yang akan meningkat pada tahun 2026 ini. Ada beberapa faktor yang berkontribusi pada masalah ini.
Kepala kepolisian daerah Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, menyerahkan bantuan kemanusian, kepada korban banjir bandang dan longsor, untuk warga pantan Kemuning, Timang Gajah, Bener Meriah, Aceh, yang terpusatkan di desa Tunyang. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian Polri, terhadap masyarakat yang sedang dilanda musibah bencana alam.#PoldaAceh #Bener Meriah #PolriPeduli #BantuanKemanusiaan #AcehTangguh #BencanaAceh
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Ningrum dari Paroki Santo Mikhael Pangkalan Yogyakarta dan Wismu dari Paroki Kristus Raya Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 2: 3-11; Mazmur tg 96: 1-2a.2b-3.5b-6; Lukas 2: 22-35.SUKA CITA GRATIS Tema renungan kita pada hari ini ialah: Suka Cita Gratis.Para pastor, biarawan dan biarawati mengadakan reuni di paroki asalnya. Suasanadan pesta begitu meriah dan penuh dengan kenangan. Salah satu kenangan ialahmereka berjumpa dengan Tante Maria, seorang janda tak beranak yang menjadikoster di gereja Paroki sudah sekian puluhan tahun. Banyak pastor danbiarawan-biarawati sudah mengenal Tante Maria sebagai koster sejak mereka masihanak-anak. Reuni itu sungguh menjadi peristiwa penuh rahmat bagi koster Maria. Bagi Tante Maria, bekerja dan melayani di Gereja dalamsisa hidupnya merupakan sebuah suka cita yang tidak berakhir. Suka cita inigratis, karena tidak perlu proses yang berbelit, tidak ada lamaran dan teskepegawaian. Ia hanya perlu kemauan, kegembiraan, suka rela, dan iman yangkuat. Ini juga menjadi pengalaman Simeon dan Hana, orang-orang usia tua yangmengabdikan hidupnya di dalam bait suci, dalam doa dan pengorbanan. Merekatemukan suka cita di situ. Mereka berharap suatu saat yang tepat, akan datang pembebasanbagi bangsanya. Baik Tante Maria maupun Simeon dan Hana, merekamenginspirasikan kita tentang suka cita yang merupakan rahmat dari Tuhan.Menurut kitab suci, rahmat itu gratis dan sungguh tidak perlu diberi harga.Yang sangat diperlukan ialah kerelaan kita untuk menetap dan berbakti kepadaTuhan melalui Gereja-Nya, maka rahmat dan berkat itu akan dicurahkan kepadakita dengan melimpah. Tante Maria menemukan Tuhan Yesus, dan secara konkret iareuni dengan buah-buah panggilan Tuhan dari parokinya. Simeon dan Hana sendiriberjumpa dengan kanak Yesus dan ia menganggap bahwa hidupnya sudah penuh dancukup. Kita mesti dapat belajar dari inspirasi ini. Yesus Kristusdi dalam masa Natal ini, mesti dapat memberikan paling kurang satu jawaban ataspertanyaan, keraguan, pencarian atau harapan kita. Jawaban itu kita dapatkanselama tahun yang sedang berlalu pergi dan semakin terwujud pada tahun yangakan datang ini. Dengan demikian kita sungguh meyakini dan mengerti bahwa sukacita dari Tuhan memang cuma-cuma atau gratis. Kita masing-masing dapatmenyebutkannya, khususnya pada saat berdoa dan berbicara dengan Tuhan. Tante Maria, Simeon dan Hana meluapkan kegirangan dan sukacitanya. Mereka menemukan makna Injil yang sesungguhnya, yaitu Tuhan yangdatang menjumpai dan memberikan makna bagi hidup mereka. Semoga kita semua jugadapat menemukan suka cita yang demikian. Injil yang telah terbuka maknanya danmembentuk hidup kita merupakan Injil kehidupan, oleh karena itu kita sebutsebagai kabar gembira. Kabar itu harusdapat kita wartakan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, berkatilah kami dalam semangat untuk menyukuri semua kebaikan danhasil yang kami capai dalam setiap pekerjaan dan pengorbanan kami. Berikan kamisemangat untuk selalu bekerja keras. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahHADIAH TERBESAR DARI ALLAHMari kita membaca Firman Tuhan dari2 KORINTUS 9: 15Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!Wonder Kids, pernahkah kalian bertanya kenapa burung bisa bernyanyi? Atau kenapa gunung punya puncak? Kenapa zebra punya garis-garis dan unta punya punuk? TUHAN menciptakan semua itu karena Dia ingin dunia ini indah. TUHAN juga memberikan banyak hal luar biasa untuk kita.Bagaimana dengan kalian? Kalian pasti pernah membuat hadiah untuk orang yang kalian sayangi. Tangan kalian belepotan lem, rambut kalian kena cat dan glitter, tapi kalian tetap semangat membuatnya. Kenapa? Karena kalian ingin membuat mama senang, atau ingin papa berkata, “Wah, ini untukku?”Itulah juga alasan TUHAN menciptakan dunia ini. Saat kalian melihat matahari terbit yang cantik, bayangkan TUHAN berkata, “Apakah kamu suka? Aku membuatnya khusus untukmu.”MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, ayo, buat hadiah untuk orang yang kalian kasihi. Bisa lukisan, kalung manik-manik, atau menghias cookies. Berikan hadiah itu dengan senyum lebar dan pelukan hangat. Mereka akan senang bukan karena hadiahnya, tapi karena kalian membuatnya dengan kasih.Mari kita berdoaBapa, terima kasih atas karunia-Mu yang luar biasa. Tolong aku untuk selalu bersyukur dan berbagi dengan orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, SETIAP HARI, KITA DIAJARKAN UNTUK BERSYUKUR ATAS ANUGERAH TUHAN YANG BESAR DAN MEMBAGIKANNYA KEPADA ORANG LAIN. Tuhan Yesus memberkati
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 16 Desember 2025Bacaan: Katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" (Ayub 1:21 )Renungan: Suatu ketika ada seseorang yang kehilangan orang yang sangat dikasihinya, yaitu ayah angkatnya. Bagian yang paling membuat kejadian ini begitu menyakitkan adalah ketika ayah angkatnya meninggal ia sedang berada di Israel. Ketika ia kembali dari Israel, ayah angkatnya sudah dimakamkan, dan yang bisa ia lihat hanyalah tanah pemakamannya. Waktu itu ia berpikir bahwa Tuhan kejam sekali. Ia berdoa di beberapa gereja yang dikunjunginya di Israel untuk kesembuhan beliau dari sakit kanker hidungnya, namun Tuhan malah mengambil nyawanya. Awalnya ia marah, kecewa, sedih, dan sakit hati, namun ia mendengarkan beberapa nasihat keluarga dan sahabat. Mereka semua berkata bahwa Tuhan mengambilnya di saat yang paling tepat, yaitu ketika ia tidak ada. Mungkin Tuhan tidak ingin ia terlalu bersedih melihat kematiannya. Di sisi lain, Tuhan juga sudah mengakhiri penderitaan yang beliau alami karena kankernya. Ketika peristiwa ini terjadi, beberapa sahabat mengingatkannya akan kisah Ayub. Memang tidak akan pernah ada bencana terbesar yang terjadi di dalam sebuah keluarga dari pada bencana yang Ayub alami. Kehilangan harta kekayaan, mengalami penyakit kulit yang menjijikkan, dan kematian dari kesepuluh anak-anaknya dalam sekejap saja. Namun apa yang menjadi reaksi Ayub ketika hal ini terjadi sungguh mengejutkan. Ayub mengoyakkan jubahnya, mencukur rambut kepalanya, bersujud sambil menyembah dan dengan lantang berseru, "TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" Bukankah ini merupakan suatu hal yang sangat luar biasa? Dalam keadaan hati yang sangat sesak dan duka yang mendalam, Ayub masih menyadari bahwa segala sesuatunya adalah milik Tuhan. Termasuk dirinya sendiri, kekayaan, maupun anak-anaknya. Dari pelajaran akan kisah Ayub ini ia akhirnya mulai mencoba mengerti bahwa memang Tuhan tahu yang terbaik bagi anak-anak-Nya. Setiap nyawa manusia ada di tangan-Nya, dan Dialah yang empunya segalanya. Karena itu, ia belajar untuk mengucap syukur dan percaya bahwa saat ini ayah angkatnya sudah mengalami kebahagiaan bersama dengan Tuhan. Rasa kehilangan dan kesepian memang ia alami, tetapi pengalaman intim bersama Tuhan dapat memulihkan kondisi hatinya seperti semula. Penuh sukacita dalam kuasa Tuhan! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, hiburkanlah setiap hati yang saat ini sedang mengalami kedukaan. Berikan kekuatan bagi mereka untuk tetap melanjutkan kehidupan ini tanpa kesedihan yang berlarut-larut. Amin. (Dod).
Khutbah Jum'atMasjid As-sofia, Kota Bogor Tanggal 12 Desember 2025 / 21 Jumadil Akhir 1447HKhotib: Dr. H. Buya Ibdalsyah, MA.Tema: Jagalah Keberuntungan yang Allah BerikanImam: Ust. Ahmad Fathoni, SE., ME.Muadzin: Ust. Ginanjar Natasasmita, ST.LIVE Streaming :-- Youtube.com/@DiMediaTV - https://youtube.com/live/s2Yzty3iKes?feature=share-- Youtube.com/@assofiamasjid - https://youtube.com/live/FLcIGlNO68o?feature=share-- Instagram: @DiMediaTV & @MasjidAsSofia-- Facebook DiMediaPage - https://www.facebook.com/events/1927277474530727/-- Odysee.com/@DiMediaTV - https://odysee.com/--Khutbah-Jumat---Dr.-H.-Buya-Ibdalsyah%2C-MA:3bf3e21e7fbc76c3052e073d5942eb87ba83657b-- Podcast: Spotify "Dimedia Radio" Masjid As-Sofia, Jl. RE. Martadinata 46-48, Kel. Ciwaringin, Kota Bogor, Phone: 0811 1226 242, IG @MasjidAsSofia Rekening Donasi:BSI 7158 607 195 a.n. Masjid As Sofia (Infaq Kajian & Majelis Ilmu)BSI 7265 516 078 a.n. Masjid As Sofia (Operasional Masjid) BRI 0387-01-111222-30-1 a.n. Masjid As Sofia (Operasional Masjid) Mari beramal jariyah bagi tersebarnya ilmu, dakwah & perjuangan dijalan Allah melalui donasi biaya operasional dan wakaf peralatan LIVE Streaming, via QRIS atau transfer ke Rekening BSI 7149 665 026 an. DiMediaTV. "Di era informasi sekarang ini penting memanfaatkan media untuk dakwah dan menghadapi opini negatif. Kita manfaatkan semua sarana dan prasana untuk menyiarkan Islam dengan baik, dan lakukan klarifikasi atau membantah jika ada fitnah terhadap Islam." (KH Didin Hafidhuddin).Jadikan Dakwah Sebagai Poros dari Aktifitas kita sehari-hari sebagaimana Rasulallah SAW, oleh sebab itu jadikan video ini sebagai amal jariyah dakwah Anda juga dengan cara "Like, Comment, Save, Subscribe & Share"#dimediatv #MasjidAssofia #dimedia #dimediaradio #masjidassofiabogor #khutbahjumat #khotbahjumat #khotbahjummuah #khutbah #kajianbogor #live #livestream #livestreaming #nasehat #nasehatislami #nasehatulama #kyaididin #kyaididinhafidhuddin #profdidinhafidhuddin takwa,ketakwaan,kataatan, sholat, keluarga,khutbah,khotbah,khutbah jumat,khotbah jumat,khotbah jummuah,masjid as sofia,masjid as sofia bogor,dimedia,dimediatv,dimedia tv,dimedia radio,Ibdalsyah,Buya Ibdalsyah,Dr. H. Buya Ibdalsyah. MA.,
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 12 Desember 2025Bacaan: Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kolose 3:23) Renungan: Sebelum era permainan digital menjadi sangat canggih, semua dimulai dengan permainan yang sederhana yang diciptakan oleh seorang ilmuwan Amerika Serikat yang bernama William Higinbotham. Video game pertama di dunia yang dibuat secara grafik tersebut benama "Tennis For Two", pada tahun 1958. Permainan ini dapat dimainkan oleh dua orang yang akan melakukan simulasi pertandingan tenis dan ping pong yang ditampilkan pada sebuah siloskop. Hal menarik dari game pertama di dunia ini adalah tujuan awal dibuatnya yang tidak dimaksudkan untuk keperluan komersial. Permainan ini tadinya bukan untuk dijual secara umum. Awalnya dibuat untuk dimainkan para pengunjung Laboratorium Nasional Brookhaven, di mana William bekerja, agar mereka tidak bosan selama berkunjung. Siapa sangka bahwa hal sederhana yang awalnya hanya diciptakan untuk menghilangkan kebosanan, ternyata menjadi cikal bakal banyak video game. Pencapaian dan penemuan besar memang sering diawali dengan hal kecil, juga kegagalan. Kita tidak bisa berharap untuk memperoleh hasil yang besar dan menakjubkan hanya dengan sekali usaha. Tidak ada yang instan, baik di dalam pekerjaan, kuliah, keluarga, dan pelayanan. Segala jenis pencapaian dan kesuksesan yang kita harapkan terjadi melalui berbagai tantangan dan kesulitan. Jangan lelah mencoba. Jangan hanya sekali atau dua kali kegagalan membuat kita lemah iman dan semangat, sehingga tidak mau mencoba lagi. Mintalah kekuatan dari Tuhan, sehingga mampu meneruskan usaha kita yang mengalami kegagalan. Coba lagi dengan melakukan perubahan, dalam arti mempelajari kesalahan kita dan menghindarinya pada usaha selanjutnya. Kerjakan bersama Tuhan dan seperti untuk Tuhan. Ketika kita mengerjakan segala sesuatu untuk kemuliaan Tuhan, maka kita akan mendapatkan kekuatan baru. Kita harus semakin bersemangat mengerjakan hal tersebut dan berikan yang terbaik untuk Dia. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih atas talenta dan bakat yang Engkau berikan kepadaku. Bantulah aku untuk mengembangkannya sesuai kehendak-Mu, sehingga melalui talenta dan bakatku, aku dapat memberkati banyak orang dan semakin memuliakan nama-Mu. Amin. (Dod).
Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,
Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,
MetroTV, Pemerintah bergerak cepat untuk menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara.Kita lihat proses pembersihan jalan bersama jurnalis Metro TV, Insan Suardi dan Agus Taufik, dari Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Narasumber:1. Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan 2. Direktur KPK Watch dan Pemerhati Pemberantasan Korupsi - Yusuf Suhedi
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 21 November 2025Bacaan: "Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu." (Yohanes 13:15)Renungan: Mother Teresa pernah menulis: "Tebarkan kasih ke manapun anda pergi. Mulailah dari dalam rumah anda sendiri. Berikan kasih anda kepada anak-anak anda, kepada istri atau suami anda, kepada tetangga anda. Jangan pernah membiarkan seseorang yang datang kepada anda pergi begitu saja tanpa ia merasa lebih baik dan lebih bahagia. Jadilah ekspresi hidup dari kebaikan-kebaikan Tuhan. Kebaikan hati di wajahmu, kebaikan hati dalam senyumanmu, kebaikan hati dengan salam hangatmu!" Apakah hari ini kita mampu memberikan senyuman yang terindah untuk anak, orang tua, pasangan teman dan orang-orang yang kita jumpai hari ini. Mampukah kita melakukannya terhadap orang yang sudah mengecewakan hati kita? Sadarkah kita bahwa begitu banyak kita mengecewakan hati Tuhan? Tetapi walau Tuhan sering kita kecewakan, Ia tetap memberikan berkat-Nya yang selalu baru kepada kita. Lakukanlah hal yang sama juga terhadap orang yang pernah mengecewakan kita. Senyuman dan sapaan kita akan membuka rahmat Allah masuk dalam hati mereka, sehingga hati mereka menjadi gelisah dan ingin berdamai dengan kita. Hari ini seseorang merindukan senyuman kita. Berikan senyuman yang paling indah untuknya. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk tetap tersenyum sekalipun hatiku sakit karena perkataan dan perbuatan orang-orang yang ada di sekitarku. Semoga dengan senyum ketulusanku untuk mereka, tangan-Mu yang penuh kuasa menjamah mereka sehingga hati mereka gelisah dan mau berdamai denganku. Yesus, masuklah dalam hatiku dan hati mereka yang sudah mengecewakanku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahPETA HARTA KARUNMari kita membaca Firman Tuhan dariYOHANES 1: 1Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.Wonder Kids,Apakah kamu suka bermain mencari harta karun? Biasanya, kita butuh peta untuk menemukan di mana hartanya disembunyikan, ya! Nah, tahukah kamu? Alkitab adalah peta harta karun rohani! Tapi bukan harta berupa emas atau permen, Harta yang dimaksud adalah Yesus Kristus dan hidup yang kekal bersama Allah!Firman Tuhan di Yohanes 1:1 mengatakan bahwa Yesus adalah Firman—Dia sudah ada sejak awal dan Dia adalah Allah. Jadi, saat kita membaca Alkitab, kita sedang mengenal Yesus dan mengikuti jalan menuju keselamatan. Dulu, ada banyak orang yang tidak suka Alkitab. Mereka ingin melarang, bahkan membakar Alkitab. Tapi tahukah kamu? Alkitab tetap ada sampai sekarang dan menjadi buku paling banyak dibaca di dunia! Mengapa? Karena Firman Tuhan tidak bisa dihentikan. Ini adalah suara Allah sendiri yang penuh kuasa!MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, sembunyikan harta karun berupa permen, coklat atau cookies. Buatlah peta harta karun dengan petunjuk bagaimana menemukan harta tersebut. Berikan kepada seorang teman dan lihat apakah temanmu berhasil menemukan harta karun yang kamu sembunyikan. Menyenangkan sekali jika bisa menemukan harta karun, tapi jauh lebih indah jika kamu bisa menemukan harta karun dari Allah.Mari kita berdoaBapa, tolong aku untuk selalu mendengarkan dan mengikuti ajaran-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin."Wonder Kids, ingat ya! Alkitab bukan buku biasa—ini adalah peta dari Allah yang menunjukkan jalan kepada Yesus dan hidup kekal. Yuk, baca Firman Tuhan setiap hari dan temukan harta yang sejati! Tuhan Yesus memberkati!
Senang, Bangga dan Terhormat bisa bertemu mengobrol secara Eksklusif dengan orang yang sangat penting dalam hidup saya dan juga mengubah hidup saya lebih positif, John C. Maxwell.Pakar Kepemimpinan, Pembicara dan Penulis buku yang bukunya laris hingga Jutaan eksemplar.Terima Kasih sudah membagikan cerita dan Pesan-nya untuk Indonesia
BRI terus menunjukkan komitmen dan konsistensinya dalam mengapresiasi putra-putri terbaik bangsa berprestasi yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) serta seluruh tenaga pendukung Paskibraka, yang berada di balik suksesnya pelaksanaan upacara kenegaraan yang berlangsung pada 17 Agustus 2025 lalu.Melalui BRI Peduli selaku payung dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BRI secara konsisten selama 15 tahun berturut-turut telah menyalurkan dana apresiasi kepada Paskibraka dan Tenaga Pendukung Paskibraka tingkat nasional.BRI Peduli memberikan apresiasi berupa dana pendidikan kepada 76 Paskibraka Nasional dan 70 Tenaga Pendukung yang telah menyelesaikan tugasnya pada Upacara Bendera 17 Agustus 2025 di Istana Negara, Jakarta. Pemberian apresiasi dilakukan pada Rabu (20/08/2025) di BRILian Center Jakarta dengan mengambil tema “Semangat Bangsa dari Paskibraka”.Direktur Human Capital & Compliance BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto yang hadir dalam acara tersebut mengungkapkan bahwa BRI selalu memberikan dukungan yang signifikan terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.“Apresiasi ini merupakan dukungan nyata terhadap dedikasi, kedisiplinan, dan semangat juang Paskibraka dan Tenaga Pendukung Paskibraka dalam menjalankan tugas mulia sebagai simbol persatuan Indonesia,” ujarnya.Selain anggota Paskibraka, BRI juga memberikan apresiasi kepada 70 Tenaga Pendukung yang telah mendampingi anggota Paskibraka yang bertugas. Dalam pelaksanaanya, para tenaga pendukung telah memberikan kontribusinya dalam membantu memberikan pendampingan bagi anggota Paskibraka sehingga dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik.Perjuangan dan kegigihan dalam mengemban tugas menjadi Anggota Paskibraka dirasakan langsung oleh salah satu anggota Paskibraka Nasional 2025 yang menerima dana pendidikan Paskibraka dari BRI yaitu Bianca Alessia Christabella Lantang (16). Sebagai anggota Paskibraka Nasional 2025, Bianca bertugas sebagai pembawa baki Bendera Pusaka Merah Putih. Perempuan kelahiran Kota Tomohon, 28 Februari 2009 ini merupakan perwakilan dari Provinsi Sulawesi Utara. Saat ini Ia menempuh pendidikan di SMA Lentera Harapan Tomohon dan mengikuti seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi Sulawesi Utara.“Saya sangat senang dan bangga. Bisa menjadi bagian dari anggota Paskibraka Nasional dan juga mendapat tugas sebagai pembawa baki sehingga membanggakan dan mengharumkan nama daerah saya. Selama ini kami telah melewati persiapan dan latihan yang baik sehingga upacara bendera berjalan dengan baik. Apresiasi dari BRI ini menjadi sebuah kehormatan dan kebanggaan besar bagi kami”, ungkapnya.Solichin menambahkan, komitmen BRI untuk terus mengedepankan pelayanan kepada masyarakat tidak hanya ditunjukkan melalui aktivitas bisnis perbankan semata, namun juga tanggung jawab sosial BRI berupa pengembangan sosial dan kemasyarakatan yang diwujudkan dalam bentuk program BRI Peduli.“Apresiasi ini telah dilakukan oleh BRI selama 15 Tahun berturut-turut. Tentunya BRI berharap dapat memberikan motivasi di kemudian hari, karena setelah penugasan ini mereka harus mengemban tugas utama yaitu untuk belajar dan meraih cita-cita yang diinginkan,” pungkas Solichin.
Siapa bilang orang tua harus fokus hanya pada keberhasilan?
Terdakwa kasus penembakan siswa SMK di Semarang/ Aipda Robig Zainudin/ menyampaikan pembelaan terakhir atau duplik di sidang yang digelar Selasa lalu// Dalam dupliknya/ Robig bersikeras bahwa aksinya sudah sesuai prosedur dan meminta majelis hakim mempertimbangkan bukti rekaman CCTV yang tidak diputarkan dalam sidang// Namun/ pihak keluarga korban justru menilai pembelaan Robig hanya mengulang dalih yang sama dan tidak menunjukkan rasa bersalah// Kuasa hukum keluarga Gamma/ Zainal Abidin Petir/ berharap majelis hakim menjatuhkan vonis sesuai tuntutan jaksa penjara 15 tahun/ bahkan jika perlu lebih berat//Apakah hukuman berat bagi Aipda Robig bisa memberikan rasa keadilan bagi keluarga, terutama bagi orang tua almarhum Gama?//Narasumber : Kuasa hukum dari keluarga Gama/ Zainal Abdidin Petir
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahAPI YANG MEMBARAMari kita membaca Firman Tuhan dariROMA 12: 1Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.Wonder Kids, tahukah kamu apa yang terjadi saat kita marah?Saat marah, jantung kita berdebar lebih cepat, dan kalau sering marah, itu bisa membuat kita tidak sehat. Kalau terus-terusan marah atau membenci, hati kita bisa jauh dari TUHAN.Kemarahan itu seperti:• Anjing yang malah menggigit pemiliknya• Api yang membakar orang yang menyalakannya• Perangkap yang malah menangkap sang pemburu.Tapi ada satu pilihan yang bisa membuat segalanya lebih baik—yaitu belas kasihan.MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, jika kamu merasa marah, coba lakukan ini:1. Tarik nafas dalam-dalam dan jangan lakukan apa pun dulu.2. Berdoalah dan minta hikmat dari TUHAN.3. Berikan pengampunan, meskipun kamu tidak ingin melakukannyaMari kita berdoaBapa, aku ingin menyerahkan hidupku sebagai persembahan yang hidup dan berkenan kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, SERAHKANLAH TUBUHMU SEBAGAI PERSEMBAHAN YANG HIDUP DAN BERKENAN KEPADA ALLAH. Tuhan Yesus memberkati
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 3 Juli 2025Bacaan: "Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi." (Amsal 15:32)Renungan: Suatu ketika saat retret guru, ada seorang guru kelas 1 yang mensharingkan pengalamannya bahwa ia merasa gagal menjadi guru karena ada 2 muridnya yang belum bisa membaca. Segala usaha sudah dilakukan, tetapi sungguh sulit untuk membuat muridnya tersebut bisa membaca. Siang malam ia berusaha mencari cara agar muridnya itu bisa menangkap pengajarannya seperti murid-muridnya yang lain. Satu kali murid tersebut akhirnya bisa menulis kata-kata "mama". Guru tersebut sampai terharu dan hampir menangis ketika meilhat sedikit perkembangan dari muridnya tersebut. Dalam sharingnya itu juga ia mengatakan, setelah retret ini ia mempunyai niat untuk lebih sabar lagi mengajarkan muridnya tersebut, karena bukan secara kebetulan Tuhan menitipkan 2 orang murid itu padanya. Walau ia merasa kesulitan mengajarinya tetapi ia tahu, kalau Tuhan sudah memercayakan murid itu padanya, maka Tuhan pasti akan memampukannya untuk membuat muridnya tersebut bisa membaca. Seperti sebatang lilin menyala yang memberikan dirinya untuk memberikan terang bagi sekitarnya, maka seorang gurupun memberikan seluruh keberadaan dirinya untuk kebaikan bagi murid-muridnya. Ia harus bisa menguasai kelas dengan sejumlah besar anak dari latar belakang dan karakter berbeda. Walau hanya mendapat sedikit penghargaan, tetapi pengorbanan yang tulus tetap diberikan untuk murid-muridnya. Pernahkan kita sebagai pasangan, orang tua, kakak, adik, anak atau teman merasa kesulitan untuk mendidik dan memberi pengertian kepada pasangan, orang tua, kakak, adik, anak atau teman? Kalau saat ini kita sungguh merasa kesulitan terhadap mereka, janganlah putus asa, kita bisa belajar dari para guru yang baik bagaimana mengatasi anak didik mereka yang beraneka ragam, sehingga murid-muridnya mengasihi mereka. Yesus sang guru sejati senantiasa mau membantu kita. Berikanlah diri kita seutuhnya untuk melayani mereka dan jangan berputus asa. Kalau langkah pertama kita belum berhasil, masih ada langkah ke dua. Kalau sampai langkah keseratus kita pun belum berhasil, mungkin dilangkah ke 101 kita mendapatkan jalan keluarnya. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur pada-Mu atas begitu banyak guru yang pernah hadir dalam hidupku. Melalui mereka ada begitu banyak pengetahuan dan pengajaran yang aku terima. Berkatilah setiap guru yang senantiasa memberikan kebaikan kepadaku dan berkatilah juga setiap guru yang pernah membuat aku terluka. Berikan aku semangat kesetiaan dan pantang menyerah seperti yang dimiliki para guru, agar aku mampu menjalani hidup ini dengan penuh pengharapan bahwa Engkau selalu ada untukku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 28 Juni 2025Bacaan: "Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi." (Amsal 15:32)Renungan: Suatu ketika ada seorang muda melukis pemandangan yang cantik dalam waktu 5 hari. Ia ingin sekali mendengar pendapat orang lain mengenai lukisannya. Anak muda itu kemudian meletakkan lukisannya di jalan yang ramai. Di bawah lukisan itu ia menulis, "Lukisan ini karya saya. Mungkin saya telah membuat beberapa kesalahan dalam goresan atau pewarnaan. Tolong berikan tanda X pada bagian yang salah." Sore harinya ia kembali untuk mengambil lukisan itu dan ia terkejut karena seluruh kanvas penuh dengan tanda X dan komentar pedas. Dengan sangat kecewa ia pergi ke tempat gurunya dan mengatakan bahwa ia tidak mau menjadi pelukis lagi. Sang guru hanya memintanya untuk membuat kembali lukisan yang sudah penuh coretan itu. Namun kali ini tulisan di bawah lukisan itu berbunyi, "Saudara-saudara, saya telah melukis sebuah lukisan. Kalau ada kesalahan dalam goresan atau pemilihan warna, mohon perbaiki kekurangannya." Di samping lukisan itu ia meletakkan sekotak kuas dan cat. Tiga hari kemudian ia kembali. Dan hasilnya? Lukisan itu tetap bersih tanpa coretan. Apa kesimpulan dari cerita ini? Kesimpulannya adalah mengkritik itu mudah, namun memperbaiki itu sulit. Nah, jangan biarkan diri kita hancur dan depresi karena kritikan orang. Kita ambil yang baik saja, sebab terkadang Tuhan mau membentuk karakter dan kepribadian kita melalui kritik atau teguran dari orang lain. Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, kuasai hatiku, agar ketika seseorang mengkritik hasil karya, pekerjaan dan kepribadianku, aku tidak kecewa dan tidak putus asa. Ajarilah aku untuk tetap semangat bahkan lebih baik lagi dari sebelumnya. Sebab kini kupercaya, bahwa terkadang Engkau memakai seseorang untuk mengkritikku agar aku menjadi pribadi dan pekerja yang lebih baik lagi. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 17 April 2025Bacaan: "Maka Aku akan mengarahkan mata-Ku kepada mereka untuk kebaikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke negeri ini. Aku akan membangun mereka, bukan meruntuhkannya; Aku akan menanam, bukan mencabutnya." (Yeremia 24:6) Renungan: Pernahkah kita mengucap syukur kepada Tuhan untuk "pintu-pintu" yang tertutup sebagaimana kita mengucap syukur untuk "pintu-pintu" yang terbuka? Sekarang ini mungkin kita sedang bertanya-tanya, "Mengapa Tuhan tidak mengabulkan doaku untuk bisa bekerja di perusahaan itu?" atau "Mengapa hubungan dengan kekasihku hanya berakhir sampai di sini?" atau "Mengapa usaha yang baru kurintis ini gagal lagi?" Pertanyaan-pertanyaan seperti ini seringkali muncul dalam pikiran kita ketika impian dan cita-cita kita tidak terjadi. Tetapi, apakah kita pernah memikirkan bahwa setiap kali Tuhan menutup sebuah pintu, sebenarnya la sedang mengarahkan kita kepada pintu lain di mana berkat yang lebih baik sedang menunggu kita? Satu-satunya alasan mengapa Tuhan menutup pintu bagi kita, yaitu karena di balik pintu itu tidak tersedia apa-apa bagi kita, atau mungkin juga ada sesuatu, tetapi hal itu tidak akan membawa kebaikan bagi kita. Percayalah bahwa Tuhan selalu merancangkan damai sejahtera dan kebaikan bagi kita. Ia akan "membangun" dan bukan "meruntuhkan", la akan "menanam" dan bukan "mencabut" kita. Inilah yang harus kita ingat ketika kita menemukan jalan buntu atau ketika diperhadapkan pada suatu masalah di mana seolah-olah tidak ada jalan keluarnya. Pernahkah kita bertanya, mengapa seorang tukang burung harus menyelimuti sangkar burungnya dengan sehelai kain di dalam mengajar burung itu untuk bernyanyi dan mengeluarkan suara-suara yang indah dan merdu? Konon dengan menutupi sangkar burung sehingga keadaan di dalamnya menjadi gelap, hal ini akan mempermudah burung tersebut berkonsentrasi sehingga ia bisa bernyanyi dengan kualitas suara yang lebih baik. Tuhan seringkali melakukan hal yang sama terhadap kita dengan maksud menjadikan kita lebih maju, lebih diberkati, lebih berkualitas dan lebih dewasa. Ketika Tuhan menutup "pintu", kita seakan-akan berada di dalam kegelapan dan jalan buntu. Ia harus melakukan itu karena dalam keadaan demikianlah kita akan belajar sesuatu yang lebih berarti, mungkin belajar tentang penundukan diri, kerendahan hati, kesabaran atau penyerahan total kepada Tuhan. Pintu-pintu yang tertutup bukan berarti Tuhan menghukum atau tidak mengasihi kita. Sebaliknya pintu-pintu yang tertutup itu akan membawa kita pada sesuatu yang lebih baik yang la sediakan dan pada pengenalan yang lebih dalam lagi akan Dia. Sekalipun kita seringkali diperhadapkan pada "pintu-pintu" yang tertutup, percayalah bahwa la akan selalu membuktikan diri-Nya setia dari waktu ke waktu, meskipun la harus menguji, menyaring dan memurnikan iman kita sedemikian rupa sampai-sampai kita merasa seperti ditekan, dibiarkan bahkan ditinggalkan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku mau bersyukur untuk setiap pintu-pintu tertutup yang aku temukan karena aku percaya bahwa Engkau sudah menyediakan pintu yang lain untukku. Berikan aku kepekaan pada kehendak-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 15 April 2025Bacaan: "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian." (Kolose 3:13) Renungan: Ada seorang wanita yang setiap kali mendengar nama Betty selalu merasa mual. Nama itu mengingatkannya pada seorang wanita yang menjadi sumber kesengsaraan yang ia derita selama bertahun-tahun. Wanita itu telah berhasil merebut suaminya dua tahun yang lalu. Ada rasa benci, geram dan dendam dalam hati ketika mendengar nama Betty. Ia mendatangi para psikiater untuk berkonsultasi agar dapat melupakan nama itu. Ia mengikuti seminar-seminar mengenai hancurnya rumah tangga dan penyebabnya. Ia membaca buku-buku tentang bagaimana cara melupakan masalah. Ia berbicara dengan para wanita yang telah bercerai. Ia berolahraga, mendaki gunung, tidur dan makan banyak, untuk dapat melupakan masalah itu. Ia juga pernah mengemudikan mobil berpuluh-puluh kilometer jauhnya tanpa tujuan. Semua usaha kerasnya sia-sia, siang dan malam ia selalu teringat kepada suaminya dan wanita itu. Suatu hari, ia diajak oleh temannya untuk mengikuti sebuah seminar. Sebenarnya ia tidak terlalu tertarik dengan seminar itu, karena topiknya tentang memberi pengampunan. Pembicara seminar itu menerangkan panjang lebar tentang betapa ruginya orang yang menyimpan kebencian. Mereka yang menyimpan kebencian tidak akan pernah merasakan damai sejahtera dan sukacita. Pembicara itu menyuruh para peserta untuk mendiskusikan tindakan memberi pengampunan, yang dilakukan oleh beberapa orang tokoh di Alkitab. Di akhir seminar, pembicara itu mengajak setiap peserta untuk memejamkan mata, membayangkan wajah orang yang dibenci dan segera melepaskan pengampunan kepada orang tersebut. Pikiran wanita itu langsung tertuju kepada Betty, dalam hati ia menolak, "Ya Tuhan, bagaimana mungkin saya akan mengampuni wanita itu. la telah merebut suami saya. Tidak, saya tidak dapat mengampuninya." Ia mengeraskan hati, namun wajah Betty terus terbayang-bayang di pelupuk matanya. Tiba-tiba Roh Kudus berbicara dalam hatinya, "Bersediakah engkau melepaskan pengampunan bagi dia yang sangat kau benci? Bersediakah engkau menerima keadaanmu sekarang?" Tubuhnya terasa panas dingin, jantungnya berdebar keras, serasa mau meledak. Akhirnya ia berbisik pelan, "Baiklah Tuhan, saya mau mengampuninya, hanya tolong mampukan saya untuk mengampuni dan melupakannya." Baru saja kata-kata itu meluncur dari bibirnya, tiba-tiba sesuatu yang luar biasa terjadi dalam dirinya. Pikirannya menjadi terang, hati terasa tenang dan damai sejahtera yang telah lama hilang kini telah kembali. Ia menyadari bahwa kebencian telah membuatnya terpisah dari Tuhan dan ia hidup dalam kerisauan selama bertahun-tahun. Hari itu ia memperoleh pelajaran yang sangat berharga: ternyata kebencian mencuri sukacita dan damai sejahtera. Sebab itu jangan biarkan kebencian singgah di hati, berilah pengampunan dan serahkan segala persoalan kepada Tuhan, maka Tuhanlah yang akan mengatasi persoalan itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih atas rahmat pengampunan yang Kauberikan padaku. Melalui rahmat pengampunan itu, memampukan aku untuk mengampuni orang yang bersalah kepadaku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 31 Maret 2025Bacaan: "Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." (Kolose 3:23) Renungan: Pernahkah kita bekerja keras dalam mengerjakan sesuatu namun orang-orang di sekitar kita tidak menghargai hasil usaha kita? Padahal, pekerjaan itu telah menyita banyak waktu, tenaga, dan pikiran kita. Ketika hasil usaha kita tidak dihargai, apa yang harus kita lakukan? Bagaimanakah reaksi kita? Kebanyakan orang akan sangat kecewa dan marah. Sebagian lagi akan menangis dan merasa hancur hati karena tidak ada yang peduli pada kerja keras yang telah ditunjukkannya. Dan, sebagian lagi akan menyalahkan diri sendiri dan menganggap bahwa dirinya tidak layak, tidak berkualitas, serta tidak berharga karena gagal dalam melakukan sesuatu. Itu adalah reaksi-reaksi negatif yang seharusnya tidak boleh kita tunjukkan, bahkan untuk kita pikirkan sekalipun. Kita harus memiliki mental dan iman yang kuat. Bagaimana kita bereaksi, itu harus tetap berdasarkan firman Tuhan. Lalu, bagaimana seharusnya kita menanggapi hal tersebut?Pertama, kita harus tetap teguh dan bersukacita serta menyadari pentingnya melakukan pekerjaan kita dengan ketulusan hati dan rasa takut akan Tuhan. Ketika kita melakukan segala sesuatu dengan tulus dan takut akan Tuhan, maka hasil pekerjaan kita akan menjadi lebih baik. Dan kalaupun tidak ada seorang pun yang menghargainya, kita tetap dapat bersukacita karena kita tahu bahwa Tuhan akan menghargai dan memberkati kita. Hal ini membuat kita tidak mudah putus asa.Kedua, melakukan segala pekerjaan dan usaha kita seperti kita melakukannya untuk Tuhan, bukan semata-mata untuk manusia maupun untuk memuaskan diri sendiri. Jangan melakukan suatu hal dengan alasan supaya banyak orang mengenal kita dan mengakui talenta kita, serta membanjiri kita dengan pujian. Itu adalah motivasi yang salah. Firman Tuhan dengan jelas berkata bahwa apa pun yang kita perbuat, kita harus perbuat dengan segenap hati kita seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Firman Tuhan juga mengatakan bahwa dari Tuhanlah kita akan menerima bagian yang ditentukan bagi kita sebagai upah. Hal itu akan membuat kita menyenangi pekerjaan kita. Oleh sebab itu, mari kita melakukan segala pekerjaan kita untuk kemuliaan nama Tuhan. Ingat. Entah hal yang kita kerjakan itu adalah sebuah tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita, atau mungkin hal tersebut hanya merupakan pekerjaan sukarela, di mana kita memang yang menyediakan diri untuk membantu orang lain, maka tetap kita harus melakukannya seperti untuk Tuhan, bukan untuk kepentingan diri sendiri. Jika dasar pemikiran kita seperti itu, meskipun kemudian hari orang tidak suka dan tidak menghargai pekerjaan kita, kita dapat tetap bersukacita karena kita tahu bahwa Tuhan melihat dan menghargai kerja keras kita! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku kemampuan untuk melakukan segala hal demi kemuliaan-Mu dan bukan untuk kepentingan diriku sendiri. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 22 Maret 2025Bacaan: Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. (Markus 6:3) Renungan: Steven Spielberg adalah sutradara genius Hollywood yang telah menghasilkan banyak film terkenal seperti: E.T, Jaws, Indiana Jones, Jurasic Park, Tintin hingga Transformer. Steven ternyata dahulunya hanyalah anak biasa yang tidak menonjol di antara teman-teman sekolahnya. Sedemikian tidak populernya Steven, ditambah namanya yang sangat pasaran, sampai-sampai terbit sebuah buku berjudul "Whose Steven?" Unik betul judul buku ini. "Whose Steven" adalah sebuah buku yang bercerita tentang kehidupan Steven Spielberg yang masa kecilnya hanya anak sederhana yang tidak dikenal di sekolah dan pergaulannya. Bahkan teman-teman satu sekolahnya tidak ingat bahwa Steven Spielberg pernah menjadi teman satu sekolah mereka dahulu. Steven baru melejit menjadi tokoh dunia setelah ia mencetak rekor untuk film-film yang dibuatnya. Yesus ketika turun ke muka bumi, memilih masuk ke dalam keluarga Yusuf dan Maria. Ia tumbuh besar selayaknya anak-anak pada umumnya. Sedemikian tidak menonjolnya Yesus, sampai orang-orang terheran-heran ketika Yesus memulai karya pelayanan-Nya. Yesus seperti muncul entah dari mana. Sama sekali tidak ada referensi yang diingat dari kehidupannya sebelum menjadi pria dewasa. Tiba-tiba saja muncul sesosok pria penuh kuasa berjalan dari desa ke desa, dari kota ke kota. la mengajar banyak orang, melakukan mujizat dan tanda-tanda heran lainnya. Keheranan seperti ini bisa diterima akal karena baik Yusuf maupun Maria dan saudara-saudaranya yang lain adalah orang-orang biasa. Lalu bagaimana keheranan tersebut ditanggapi oleh orang-orang di sekitar Yesus yang menjadi teman sepermainannya sekian puluh tahun, ketika tiba-tiba mereka harus memanggil Yesus sebagai Tuhan? Memakai bahasa kita, "Bukankah dia ini teman kita, salah satu dari antara kita?" (Mrk 6:3). Sayangnya, mereka terlalu cepat membuat penilaian lalu kecewa dan menolak Yesus (Mat 13:55-58). Jangan sedih bila hari ini orang-orang tidak menghargai kita karena catatan masa lalu kita yang kurang meyakinkan, atau pendidikan kita yang rata-rata, dan latar belakang keluarga kita yang tidak istimewa. Kita mungkin saja orang biasa di masa lalu sehingga kapasitas kita hari ini diragukan. Kita yang di masa lalu, sudah berhenti di masa kini. Namun kita di hari ini adalah kita yang akan melanjut ke masa depan. Tidak ada yang perlu dijelaskan atau diklarifikasi kepada lingkungan sekitar. Jika mereka benar-benar mengasihi kita, mereka akan menerima kita apa adanya. Jangan terganggu dengan profil masa lalu, fokuslah membangun prestasi hari ini. Pengakuan akan datang di waktu yang tepat. Bila tidak di sini, mungkin dari tempat lain, di level yang lebih baik. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku percaya Engkau memiliki alasan memberiku cerita masa lalu. Aku akan menjadikannya sebagai pondasi membangun masa depan yang cerah. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 16 Maret 2025Bacaan: "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman." (2 Timotius 4:7) Renungan: Tidak sedikit orang yang bercerita dengan bangga mengenai kesetiaan mereka kepada Tuhan di masa yang lalu. Bagaimana mereka berjuang mempertahankan keyakinan mereka kepada Tuhan ketika semua keluarga menentang, bagaimana mereka telah berjerih lelah di dalam melayani Tuhan, mengambil bagian untuk menyokong pekerjaan Tuhan dan menolong sesama. Namun semua itu tinggallah cerita "kejayaan" masa lalu karena sekarang mereka tidak lagi setia kepada Tuhan. Orang-orang seperti ini telah menjadi mantan orang-orang yang setia dan mantan pelayan Tuhan. Ingatlah bahwa kita tidak hidup di masa yang lalu, kita hidup di masa sekarang. Yang penting adalah keadaan kita sekarang ini, apakah kita masih tetap setia kepada Tuhan dan tetap berada dalam panggilan-Nya? Sungguh tragis kalau kita mendengar bahwa ada orang Kristen yang selalu berada di bar, di meja judi dan di tempat-tempat maksiat ketika ajal menjemput. Ada yang sangat penting yang tidak boleh dilupakan oleh setiap orang percaya, yaitu di manakah kita dan apa yang sedang kita lakukan ketika Tuhan memanggil kita pulang? Kita tidak akan pernah tahu kapan Tuhan akan berkata, "Tugasmu di dunia ini sudah selesai, dan sekarang Aku memanggilmu pulang." Sebab itu, siap sedialah senantiasa agar ketika la memanggil kita, kita bisa datang kepada-Nya dengan tidak usah malu. Paulus juga telah mengakhiri pertandingan yang baik, ia telah mencapai garis akhir dan telah memelihara iman. Paulus tidak takut berhadapan muka dengan Tuhan yang akan mengadili setiap orang sesuai perbuatannya. Sebagai upah bagi kesetiaannya, telah tersedia baginya mahkota kehidupan yang tidak hanya disediakan baginya saja, tetapi juga bagi semua orang yang setia kepada-Nya dan merindukan kedatangan-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk setia pada-Mu seumur hidupku, sebagaimana Engkau selalu setia dan selalu ada untukku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 1 Maret 2025Bacaan: Yesus berkata, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." (Lukas 23:34)Renungan: Nenek Ester adalah seorang pribadi yang menyenangkan dan lincah. Hampir tiga minggu sekali Nenek Ester mampir ke sebuah panti asuhan. Di jam santai, Nenek Ester yang lincah dan ceria itu senang membagikan pengalaman hidupnya, antara lain, pengalamannya sebagai anak panti. Ya! Nenek Ester pun dulu tinggal di panti. Salah satu yang sering ia katakan pada anak-anak, "Lepaskanpengampunan, jika kalian ingin bertumbuh menjadi pribadi yang cerah, ceria, dan lincah." Nenek Ester tahu ada banyak luka di hati anak-anak yang ia cintai itu. Tidak selamanya penderitaan melahirkan kepahitan, bukan? Saat Yesus wafat di kayu salib, kita kembali mengingat hebatnya penderitaan yang Yesus tanggung. Cinta yang ia nyatakan bukan saja lewat kata, tapi juga darah, dan berujung pada melepaskan nyawa di kayu salib. Pahitkah Yesus? Geramkah Yesus? Tidak! Di antara hidup dan matinya, Yesus berseru, "Ya, Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Yesus melepaskan pengampunan. Hanya hati yang penuh cinta yang mampu melakukan hal tersebut. Mari, mintalah Allah membalut hati kita dengan cinta-Nya. Lepaskan pengampunan agar ringan dan riang langkah kita menjalani hari demi hari. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, siapakah aku yang terus mengingat kesalahan orang lain? Sedangkan Engkau rela mati bagiku dan mau mengampuni para prajurit yang telah mendera-Mu. Penuhi hatiku dengan cinta-Mu, sehingga aku pun dapat mengampuni setiap pribadi yang telah melukai hatiku. Amin. (Dod).
VOA This Morning Podcast - Voice of America | Bahasa Indonesia
Warga AS berbondong-bondong memberikan suara di TPS pada hari pemungutan suara 5 November. Sementara U.S. Cybersecurity and Infrastructure Security Agency mengatakan sedikitnya tiga negara yang berupaya menyebarluaskan informasi palsu karena gagal meretas sistem penghitungan suara.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 2 November 2024 Bacaan: "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." (Filipi 4:6) Renungan: Suatu ketika seorang wanita bernama Terry bercerita bagaimana ia memiliki kebiasaan untuk berdoa secara spesifik kepada Tuhan mengenai apa yang ia inginkan. la berdoa kepada Tuhan secara terperinci mengenai jenis pekerjaan, tipe suami, dan jenis kehidupan yang ia inginkan. Walaupun pada akhirnya ia seringkali merasa frustrasi. Tetapi suatu hari, teman Terry menyarankan kepadanya untuk mencoba cara berdoa yang berbeda. Temannya berkata, "Berikan kepada Tuhan selembar kertas kosong dan biarkan Tuhan memberikan daftar-Nya bagi kehidupanmu." Tidak lama kemudian, Terry kembali ke sekolah. Sesuatu yang tidak pernah dia antisipasi sebelumnya. Dan ia kemudian bertemu dengan seorang pria yang luar biasa, yang kemudian menikah dengannya. Pria itu tidak memenuhi kriteria dari daftar yang ia buat sebelumnya, tetapi ia memiliki semua hal yang ia inginkan dari seorang suami. Ketika Terry menyerahkan hidupnya kepada kehendak Tuhan, Tuhan menyediakan segala kebutuhannya dalam cara-cara yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Tidak ada doa yang sia-sia. Allah memberikan yang terbaik bagi kita anak-anak yang dikasihi-Nya bahkan melampaui apa yang bisa kita minta atau pikirkan. Itulah sebabnya doa menjadi sumber kekuatan dan kehidupan kita yang tidak pernah habis. Mother Teresa berkata, "Berdoa bukanlah meminta sesuatu. Berdoa adalah menempatkan diri kita di tangan Tuhan dalam dan mendengarkan suara-Nya di kedalaman hati kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap jawaban doa yang Kau berikan padaku. Walaupun terkadang tidak seperti yang kuharapkan, tetapi pada akhirnya sungguh memberkati hidupku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 16 Oktober 2024 Bacaan: "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman." (2 Timotius 4:7) Renungan: Suatu ketika ada sebuah pertandingan lari yang aneh namun menarik yang berlang- sung di Seatle, Washington. Sembilan orang pelari yang bertanding mengambil posisi di garis start 400 meter. Tentu setiap peserta mempunyai ambisi untuk menang dan akan mengerahkan kekuatan serta teknik berlari terbaik yang mereka miliki, supaya bisa memenangkan pertandingan. Ketika bunyi pistol terdengar, semua pelari segera berlari menuju garis finish. Belum berapa lama berlari, tiba-tiba salah seorang pelari terjatuh. Pelari yang terjatuh itu kemudian bangun dan berusaha mengejar kedelapan pelari yang semakin jauh berlari meninggalkannya. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba saja pelari itu terjatuh lagi. Mungkin karena dihinggapi rasa gugup dan frustasi yang hebat, tiba-tiba pelari itu berteriak. la bangun dan duduk sambil menangis dengan suara yang sangat keras. Semua penonton terdiam mendengar tangisan pelari tersebut. Tiba-tiba ada hal aneh yang terjadi, secara serentak kedelapan orang pelari yang sedang bertanding itu berhenti berlari menuju garis finish. Mereka membalikkan badan dan berlari menghampiri pelari yang sedang frustasi itu. Bersama-sama mereka membangkitkan dan memotivasi pelari tersebut, kemudian bersama-sama mereka berlari menyelesaikan pertandingan itu. Sungguh pertandingan itu merupakan pertandingan yang aneh dan menarik karena dimenangkan oleh sembilan orang pelari. Sebagai pengikut Kristus seharusnya kita juga bertanding seperti kedelapan orang pelari di atas, yang rela melepaskan diri dari mementingkan diri sendiri untuk meraih kemenangan individual, dan maju bersama-sama sebagai pemenang. Paulus berkata bahwa setiap orang percaya sedang berada di arena pertandingan untuk meraih mahkota yang abadi. Dalam pertandingan kita harus terus berlari dan tetap memelihara iman sampai garis finish, seperti yang dilakukan oleh Paulus. "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman." (2 Timotius 4:7). Sebagai “sponsor” yang sangat kaya, Tuhan tidak hanya memberikan satu mahkota saja untuk kita rebut. Dia menyediakan banyak mahkota bagi setiap kita yang berlari dengan iman sampai ke garis finish. Karena itu, dalam pertandingan hidup di dunia ini, kita harus saling menopang, sehingga kita bersama-sama memperoleh mahkota abadi yang Tuhan sediakan bagi kita. Sebagai anggota tubuh Kristus, kita harus saling menguatkan seperti ke- delapan orang pelari di atas. Jika ada saudara, teman, atau kenalan kita yang sedang terjatuh, jangan hakimi dia dengan sikap atau kata-kata yang akan membuatnya jatuh semakin dalam. Ambillah sikap yang benar, tuntunlah dia ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut. Berikan motivasi padanya agar ia kembali "berlari" menuju panggilan sorgawi, lalu lari bersamanya untuk mendapatkan mahkota abadi. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, pakailah hidupku untuk memberkati banyak orang, sehingga melalui kehadiranku banyak orang kubawa dekat pada-Mu. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan : Erna Kusuma Tangerang Mat. 22:15-21.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 30 Juni 2024 Bacaan: "Orang yang menyendiri, mencari keinginannya, amarahnya meledak terhadap setiap pertimbangan." (Amsal 18:1) Renungan: Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki seorang suami dan empat orang anak. Wanita ini adalah istri sekaligus ibu yang sangat tanggap dan cekatan. Ia mampu melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga. Ditambah lagi ia adalah tipe wanita perfeksionis dalam segala hal. Semua yang dia lihat harus sempurna dalam pandangannya. Salah satunya dalam hal kebersihan dan kerapian. Misalnya, tidak boleh ada sedikit pun kotoran atau noda di perabotan rumahnya dan tidak boleh menaruh barang di sembarang tempat, selain di tempat yang telah disediakan. Suatu saat, karpet di ruang keluarga mereka terkena kotoran lumpur karena ulah salah satu anaknya yang baru pulang bermain bola. Ketika sang ibu melihat kotoran tersebut, ia menjadi marah besar, bahkan kemarahannya berlangsung sampai berhari-hari lamanya. Pada suatu kesempatan, wanita ini mendatangi seorang psikolog yang setidaknya dapat diharapkan sedikit membantu menenangkan emosinya. Singkat cerita, psikolog itu mendengarkan cerita wanita ini dengan saksama. Sambil tersenyum, psikolog itu berkata, "Saya minta, Anda tutup mata dan bayangkan apa yang akan saya katakan!" Wanita itu kemudian menutup kedua matanya. la mendengarkan setiap instruksi dari sang psikolog. Kata psikolog itu, "Bayangkan rumah Anda yang rapi dan karpet yang bersih tak ternoda sedikit pun, tanpa jejak sepatu. Dengan kata lain, tidak ada seorang pun di sisi Anda. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka. Bagaimana perasaan Anda? Sekarang lihat kembali karpet itu. Anda melihat jejak sepatu dan kotoran di sana. Artinya, suami dan anak-anak Anda ada di rumah. Orang-orang yang Anda cintai ada bersama Anda dan kehadiran mereka menghangatkan hati Anda." Beberapa saat wanita tersebut merenungkan semua yang telah diinstruksikan kepadanya. Kemudian sang psikolog pun kembali memberi instruksi, "Dan sekarang bukalah mata Anda. Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat Anda?" Wanita itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya, kemudian berkata "Aku tahu maksud Anda. Jika kita melihat dari sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif." Sebuah kesalahan sederhana dapat mengakibatkan keharmonisan kita dengan orang-orang di sekitar kita menjadi pudar. Terkadang sudut pandang kita, yang kita anggap sudah benar justru membuat kita tidak dapat menikmati indahnya kehidupan yang Tuhan anugerahkan. Cobalah rangkai ulang sudut pandang kita yang tadinya negatif menjadi positif. Kasih mesra di dalam keluarga tidak hanya dapat dirasakan melalui suatu hal yang sempurna, namun dalam ketidaksempurnaan pada setiap anggota keluarga pun dapat kita temukan. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, terima kasih atas keluarga yang telah Engkau berikan kepadaku. Berikan aku cinta yang tulus di tengah keluargaku ini. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 14 Juni 2024 Bacaan: "Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan." (2 Tesalonika 3:10) Renungan: Tubuh kita terbentuk dari zat-zat yang merupakan karya teragung dari Pencipta kita. Kemampuan kerjanya melebihi segala macam mobil mewah paling otomatis sekalipun. Dengan segala yang kita miliki sebagai manusia, kita bisa menggunakan hidup ini untuk kebaikan atau kejahatan. Kita bisa menggunakannya untuk hidup seperti binatang atau untuk mencapai sukses tertinggi. Tuhan telah membekali kita dengan kekuatan dan kemampuan yang luar biasa. Namun sangat disayangkan bahwa masih banyak manusia yang tak menggunakan berkat Tuhan itu dengan berjuang atau berusaha agar tetap hidup bahkan mencapai hasil yang lebih baik. Bahkan tragisnya, tidak sedikit yang hidupnya tidak mempunyai inisiatif positif. Banyak orang yang hanya menunggu uluran tangan orang lain, padahal ada kemampuan dan kesempatan. Mencari-cari bantuan untuk mempermudah perjalanan hidup dan berfoya-foya tentu tidak layak bagi manusia yang normal karena hidup itu diciptakan Tuhan untuk berusaha. Pada kenyataannya, banyak orang yang kesejahteraannya bisa meningkat karena mereka menggunakan kemampuan dan kesempatan yang Tuhan berikan kepada mereka. Kesejahteraan manusia sesungguhnya dapat diperbaiki jika ia memiliki inisiatif pribadi dan mulai menggunakan tangan serta otak sendiri untuk berusaha. James Garfield seorang mantan Presiden Amerika Serikat dengan bijak mengatakan, "Di dunia ini benda-benda tidak berubah, kecuali kalau ada yang mengubahnya." Perkataan Garfield di atas tentu sangat benar dan itu telah dibuktikannya dalam kehidupannya. Dalam kehidupannya Garfield tak pernah menunggu kesempatan tapi senantiasa berinisiatif menciptakan kesempatan untuk melakukan yang terbaik di dalam hidupnya. Tuhan telah menetapkan manusia untuk mendapatkan rezekinya melalui bekerja dan berpeluh. Hukum itu sampai saat ini masih berlaku karena itu manusia harus berinisiatif untuk bekerja dan berdoa agar ia mendapatkan bagiannya. Zaman semakin susah namun hidup itu harus tetap diperjuangkan karena jika tidak, maka kita akan menderita. Lapangan pekerjaan makin sempit namun bagi orang yang mau berinisiatif, jalan akan dibukakan. Berinisiatiflah selalu di dalam memperjuangkan hidup, pastilah Tuhan akan menolong. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, jauhkan dariku kemalasan untuk bekerja dan berusaha serta hanya menggantungkan hidupku pada orang lain. Berikan aku kemauan untuk bekerja dan berkatilah apa saja pekerjaan yang akan aku lakukan. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan : Johan Ng Denpasar Bali Mrk 12:13-17.
Dalam Doa Bapa Kami, Tuhan mengajarkan, “Berikan kami makanan kami pada hari ini yang secukupnya.” Kalimat ini mengisyaratkan ketergantungan terus-menerus kepada Bapa di surga, yang akan membangun selera jiwa; sehingga kehausan akan Allah dapat terpenuhi. Sampai akhirnya kita bisa mengerti bahwa ada kehausan di dalam jiwa kita yang hanya bisa diisi oleh Tuhan. Dan itu... Continue reading →
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 15 Maret 2024 Bacaan: "Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, dan milik-Nya sendiri tidak akan ditinggalkan-Nya." (Mazmur 94:14) Renungan: Ada seorang model sekaligus juga artis Korea yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Penyebab kematiannya adalah karena dia merasa kesepian di dalam menjalani hari-hari hidupnya. Sebelum bunuh diri, ia sempat menulis di website pribadinya tentang kesepian itu, "Hidup bagaikan angin. Apakah yang harus dilakukan untuk mengakhiri penderitaan ini? Pertemuan membahagiakan, perpisahan menyedihkan, semuanya itu hanya sesaat." Sebuah akhir hidup yang begitu tragis! Andai saja ia sadar bahwa ia tidak sendirian dalam menghadapi kesepian itu, ia mungkin tidak akan mengakhiri hidupnya dengan cara yang salah. Setiap orang pasti pernah mengalami kesepian seperti yang dialami artis dan model Korea tersebut. Rasa sepi bisa dialami oleh seseorang ketika tidak ada yang menghiraukannya, meskipun situasi di sekelilingnya ramai. Keadaan seperti inilah yang pernah dialami oleh Yesus. Rasa kesepian yang paling memilukan sepanjang sejarah manusia bukanlah rasa kesepian seorang napi yang berada di dalam bui, atau kesepiannya seorang janda. Rasa kesepian yang paling dahsyat telah dialami oleh Yesus ketika la berada di kayu salib. Perhatikan perkataan-Nya, "Allahku, Allahku! Mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Sungguh, suatu jeritan yang memilukan hati. Bapa meninggalkan Dia, manusia pun meninggalkan Dia. Bahkan, seorang "murid-Nya" yang sok membela Dia, Petrus namanya, juga meninggalkan-Nya. Bukan hanya meninggalkan, tetapi juga menyangkal-Nya. Padahal sesungguhnya, keberadaan Yesus yang menjadikan Bapa dan manusia meninggalkan-Nya adalah demi kepentingan manusia, yaitu karena Dia harus menanggung dosa manusia. Tidak dapat dibayangkan bagaimana hati Yesus saat itu. Dalam kesendirian itu, la tetap bertahan sampai akhir misi-Nya. Mungkin saat ini kita sedang mengalami kesepian. Kesepian karena ditinggalkan teman-teman kita. Kesepian karena dijauhi keluarga yang berbeda keyakinan dengan kita. Kesepian karena tidak ada yang mau memahami kita. Kesepian karena tidak ada yang memedulikan kita yang sekarang sedang menghadapi masalah. Jangan sedih, jangan putus asa! Jangan juga melakukan tindakan bodoh yang akan merugikan diri sendiri atau merugikan orang lain. Ingat, masih ada Yesus! Pengalaman Yesus selama di bumi ini seharusnya menumbuhkan pengharapan bagi kita. Dia yang sudah merasakan kesepian yang luar biasa itu, pasti memahami apa yang kita rasakan. Bukan hanya itu, Dia pasti peduli dan mau menolong kita. Untuk itu, mari jaga keakraban hubungan kita dengan Yesus. Berikan kesempatan bagi-Nya untuk bertakhta di hati kita. Jangan gantikan tempat Yesus itu dengan perasaan dan pikiran negatif kita. Biarlah Dia yang memimpin kita dan memberi petunjuk untuk apa yang harus kita lakukan. Pada akhirnya percayalah, hati kita akan menjadi penuh dengan sukacita. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, berilah aku kemampuan untuk merasakan kehangatan kasih-Mu saat aku kesepian, sehingga aku tidak menanggapi kesepian dengan bertindak bodoh. Amin. (Dod).