POPULARITY
Categories
KATA PEMRED #38PinterPolitik.comDi panggung Grab Business Forum, Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa 9 Juni 2026, Chatib Basri melakukan sesuatu yang langka di tengah kepanikan: ia menurunkan suhu. Dengan tenang ia menunjukkan satu regresi sederhana. Sekitar 23 persen pergerakan pelemahan rupiah, katanya, dapat dijelaskan oleh Credit Default Swap, premi asuransi atas risiko gagal bayar obligasi negara. Sebaliknya, rupiah hanya menjelaskan 2,3 persen pergerakan CDS. Kausalitasnya berjalan satu arah. Soal kita, simpulnya, adalah soal confidence di fiskal. Ruangan mengangguk.
Amid the average reading interest that tends to decline in Indonesia, a number of communities, citizen libraries or literacy groups in the country are trying to stay afloat. They are able to exist, due to the role as well as that of the community or the activists in it. - Di tengah minat baca yang rata-rata cenderung menurun di Indonesia, sejumlah komunitas, perpustakaan warga atau kelompok literasi di tanah air mencoba tetap bertahan. Mereka mampu eksis, karena peran serta dari masyarakat atau para aktivis di dalamnya.
Good Morning,Nan tho tha hna maw? Tuzing zong morning devotion i hrawm ti dingin kan in sawm hna. A kan hruaitu: Pastor Za He LianTitle: Kan Than Lo Nak A RuangLunglawmhnak ngan pi he,CAPT: CEBC Arts Production Team--Music By Peder B. Helland
The daily lives of many Australians revolve around toilet access. But while public toilets are a vital part of urban infrastructure, they're often unsafe, unusable or hard to find. - Kehidupan sehari-hari dari banyak warga Australia berputar di sekitar akses ke toilet. Namun, meskipun toilet umum merupakan bagian penting dari infrastruktur perkotaan, toilet tersebut seringkali tidak aman, tidak dapat digunakan, atau sulit ditemukan.
Kasus keamanan perempuan kembali jadi sorotan. Kehadiran ruang aman seperti gerbong khusus dinilai belum menyentuh akar persoalan, terutama bagi perempuan pekerja yang rentan di luar area tersebut. Lalu, sejauh mana negara dan dunia kerja benar-benar hadir melindungi? Simak perbincangan bersama Pakar dan pemerhati perempuan dan anak, Dr. Erlinda, M.Pd.
Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A. - Menguatkan Hati di Ruang yang Sama
Semangat Raden Ajeng Kartini bukan sejarah semata, melainkan perlawanan yang terus hidup. Menjadi perjalanan panjang perempuan Indonesia untuk tetap berdaya dan berintegritas. Dalam episode spesial Hari Kartini ini, Widi Mulia Sunarya hadir berbagi refleksi tentang perjalanannya tumbuh menjadi diri yang utuh. Menggali makna perjuangan Kartini sebagai pengingat, bahwa dari keluarga merupakan sekolah antikorupsi pertama, hingga peran perempuan tangguh di ruang publik menjadi garda gerakan integritas bangsa. Obrolan ini mengajak kita memahami terkait keselarasan menjalankan peran, dari ibundanya, Nia Aisyah, hingga sosok Ratna Asmara, pelopor sutradara perempuan Indonesia. Kita diajak melihat bagaimana semangat Kartini tetap berlanjut lintas generasi. Merayakan nilai kemanusiaan yang menjadi bekal perlawanan di masa kini. Kartini, adalah kita semua yang memiliki keberanian menjadi diri sendiri, sederhana, dan peduli untuk berbagi semangat membuka peluang untuk semua. Selamat Hari Kartini 2026, mari hidupkan semangat emansipasi hari ini dan seterusnya ya #KawanAksi.
Podcast ini membahas bagaimana percakapan dalam chat grup yang dianggap privat bisa berdampak luas secara publik, terutama ketika memuat perilaku toksik seperti verbal abuse dan sikap meremehkan isu kekerasan seksual. Berangkat dari kasus di FHUI, episode ini menyoroti domino effect yang muncul, mulai dari normalisasi budaya diam, hilangnya rasa aman, hingga rusaknya reputasi individu, alumni, dan Universitas Indonesia di mata publik serta dunia profesional.
Dari rumah, amal baik yang tampak kecil bisa membawa dampak besar penuh berkah. Keluarga adalah fondasi utama pencegahan korupsi. Dari perspektif Islam, menanamkan tauhid dan integritas sejak dini penting dipahami oleh tiap anggota keluarga sehingga mampu mencegah dosa kecil agar tak jadi kebiasaan. Ayah, ibu, dan anak berperan sebagai teladan, maka perlu melatih kebiasaan memperbaiki diri, berani meminta maaf, mengutamakan egaliter dalam kebenaran, dan hidup sederhana dengan rezeki halal. Menumbuhkan budaya keterbukaan, keberanian untuk jujur, serta kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi akan melahirkan generasi amanah yang siap membangun bangsa bersih. Dalam episode spesial Syawal ini bersama Ustaz Salim A. Fillah, kita membahas isu integritas dari sudut pandang keluarga yang melibatkan Allah.
Ada sebuah kata dalam bahasa Jepang yang tidak bisa diterjemahkan dengan tepat: ma. Ia berarti jeda. Ruang di antara sesuatu dan sesuatu yang lain. Bukan kekosongan — melainkan kekosongan yang berisi. Seniman Jepang mengenal ma sebagai momen di mana makna justru tinggal: bukan pada bunyi, melainkan pada diam di antara bunyi. Bukan pada garis, melainkan pada ruang di antara garis. Bukan pada kata yang diucapkan, melainkan pada keheningan yang membiarkan kata itu bergema. Dalam seni ikebana, bunga yang tidak diletakkan sama pentingnya dengan bunga yang ada. Dalam musik gagaku, not yang tidak dimainkan menentukan bobot not yang berbunyi.
Memotret ruang sejatinya adalah sebuah dialog batin yang mempertemukan tiga pilar utama: subjek, waktu, dan teknik. Sebuah ruang bukan sekadar koordinat fisik, melainkan wadah emosi yang terus berubah seiring sapuan cahaya. Kejelian kita dalam menangkap momen "Golden Hour" atau kelembutan cahaya mendung bukan hanya soal estetika, melainkan cara kita mendefinisikan karakter dan jiwa dari ruang tersebut agar mampu berbicara kepada siapa pun yang memandangnya. Kekuatan sebuah foto ruang tidak terletak pada kemewahan lensa, melainkan pada ketangkasan kaki dan presisi komposisi. Kita harus bergerak secara fisik untuk menyaring kekacauan visual, mencari garis-garis penuntun (leading lines) yang membawa pemirsa masuk ke dalam narasi, serta menggunakan sudut 45 derajat untuk menghadirkan dimensi bervolume. Ketelitian dalam membingkai—layaknya seorang ahli bedah—memastikan bahwa setiap elemen yang tertinggal dalam foto memiliki tujuan yang kuat untuk mempertegas kehadiran ruang tersebut. Pada akhirnya, fotografi ruang adalah cerminan dari kedalaman rasa sang fotografer. Bahkan sebuah "ruang-bukan-ruang" (non-places) yang dianggap biasa bisa menjadi luar biasa jika kita mampu menanggalkan prasangka dan memotretnya dengan kejujuran. Melalui pengaturan bukaan lensa dan kecepatan rana, kita tidak hanya merekam ruang secara mekanis, melainkan sedang memproyeksikan hubungan jiwa kita dengan semesta ke dalam satu bingkai abadi yang penuh makna.
Ruang tunggu Tuhan - Pdt. Samuel Lahimade - 15 Maret 2026 - GBI Sariwangi
Bulan Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, namun juga harus bisa menahan nafsu dari berbagai godaan dunia. Pada Ruang Tamu Episode #248 spesial Bulan Ramadan, dijelaskan secara edukatif oleh Pimpinan KPK, Ibnu Basuki Widodo bersama Ustaz Wijayanto yang secara khusus membahas cara menahan diri dari godaan perbuatan buruk terutama korupsi.
Apa pendapat anda tentang episode ini? https://open.firstory.me/user/cllnqvpto01n101w7acsdamo6/comments Powered by Firstory Hosting
Istilah "surplus kognitif," yang dipopulerkan oleh pemikir internet Clay Shirky, merujuk pada fenomena luar biasa di mana miliaran jam waktu luang, energi, dan bakat dari masyarakat terdidik kini dapat diakumulasikan untuk tujuan kolektif. Selama beberapa dekade di abad ke-20, ledakan waktu luang pasca-industri ini sebagian besar dihabiskan secara pasif, terutama dengan duduk mengonsumsi tontonan di depan layar televisi. Namun, kehadiran teknologi digital dan internet telah mengubah paradigma tersebut secara drastis. Ruang digital memicu transisi masyarakat dari sekadar konsumen pasif menjadi produsen dan partisipan aktif yang mampu berkolaborasi menciptakan karya nyata dalam skala global. Transformasi peradaban ini digerakkan oleh perpaduan tiga elemen utama: sarana, motif, dan peluang. Teknologi digital menyediakan "sarana" murah yang menghapus monopoli publikasi masa lalu, sementara platform kolaboratif menciptakan "peluang" struktural bagi orang-orang untuk berkumpul tanpa batas geografis. Namun, mesin penggerak utamanya adalah "motif" manusiawi yang intrinsik; individu rela menyumbangkan waktu dan pikiran mereka bukan demi imbalan uang, melainkan karena dorongan psikologis untuk merasa kompeten, otonom, dan terhubung dengan sesama. Berkat perpaduan inilah, sebagian kecil dari triliunan jam waktu luang yang dulunya terbuang kini mampu melahirkan keajaiban kolaboratif raksasa seperti ensiklopedia bebas Wikipedia. Pada akhirnya, surplus kognitif merupakan bahan mentah baru bagi peradaban modern yang memiliki potensi tak terbatas. Nilai yang dihasilkan dari kolaborasi ini membentang dari sekadar hiburan komunal yang memuaskan hasrat pribadi hingga penciptaan nilai sipil yang mampu membawa perubahan nyata bagi masyarakat luas, seperti platform pelacakan krisis dan advokasi sosial. Tantangan terbesar dan paling menentukan bagi umat manusia saat ini adalah bagaimana kita mendesain tata kelola dan budaya partisipasi yang tepat. Tujuannya adalah agar triliunan jam energi kolektif ini tidak hanya menguap menjadi kesia-siaan, tetapi dapat secara efektif diarahkan untuk memecahkan berbagai masalah kemanusiaan yang mendesak di era yang saling terhubung ini.
Hubungan antara manusia dan ruang bukanlah sekadar interaksi fisik yang pasif, melainkan sebuah simbiose mendalam yang menentukan jati diri dan kualitas hidup kita. Sebagaimana ditekankan dalam filosofi Danish Kurani, setiap dinding, cahaya, dan tata letak di sekitar kita memiliki kekuatan tersembunyi untuk memengaruhi cara kita berpikir, merasakan emosi, hingga cara kita bersosialisasi. Ketika kita membentuk sebuah ruang, kita sebenarnya sedang menanamkan nilai-nilai dan aspirasi kita ke dalam bentuk fisik, yang kemudian secara terus-menerus akan memantul kembali untuk membentuk pola perilaku serta kesehatan mental kita setiap hari. Namun, realita dunia modern sering kali menunjukkan adanya kegagalan desain, di mana efisiensi biaya dan estetika dangkal lebih diutamakan daripada kesejahteraan manusia. Banyak ruang publik, sekolah, dan kantor yang dirancang secara kaku sehingga justru memicu stres kronis, membatasi kreativitas, dan mengikis rasa komunitas. Ruang yang mengabaikan kebutuhan dasar manusia akan koneksi dan kenyamanan ini membuktikan bahwa lingkungan yang dirancang dengan buruk tidak hanya merusak suasana hati, tetapi juga secara perlahan menghambat potensi terbaik dari individu yang tinggal di dalamnya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menyadari peran sebagai "arsitek" bagi kehidupan kita sendiri dengan menuntut desain yang lebih manusiawi dan berbasis empati. Ruang yang ideal seharusnya mampu memberikan rasa aman, memfasilitasi pertumbuhan pribadi, dan menghubungkan kembali manusia dengan elemen alam yang menenangkan. Dengan mentransformasi ruang di sekitar kita menjadi lingkungan yang mendukung kesehatan dan kebahagiaan, kita tidak hanya sekadar mengubah bangunan fisik, tetapi juga sedang membangun fondasi bagi peradaban yang lebih sehat dan masa depan yang lebih cerah bagi semua orang.
Menelusuri makna Imlek yang bukan hanya perayaan budaya, sambil mengupas nilai-nilai seperti kejujuran, kerja keras, keharmonisan, dan rasa cukup agar tetap membumi. Di Episode #245 ini, kita akan mendengarkan obrolan tentang refleksi momen kecil di kehidupan profesional maupun keseharian yang menguji integritas, serta peran keluarga dan perempuan dalam menanamkan nilai sejak dini, gaya hidup bersosial, hingga tradisi tulus memberi yang dapat menjadi kontemplasi untuk membentuk karakter kita menjadi lebih baik.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Imelda MCFSM dan Suster Dominika MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 8: 1-7.9-13; Mazmur tg 132: 6-7.8-10; Markus 6: 53-56.RUANG BAGI TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ruang Bagi Tuhan.Ruang dimaksudkan di sini bukan sebuah tempat atau lokasi. Karena prinsipnyaTuhan tidak bisa dikondisikan ke dalam sebuah tempat. Sebaliknya, Tuhan beradadi dalam ruang yang melingkupi dan menaungi kita. Ruang itu menandakan sebuahkehadiran dan keberadaan. Tuhan menyediakan ruang itu dan Dia sendiri berada disana. Raja Salomo dan umat Allah menaruh tabut perjanjian padatempat berdiam yang sudah dibangun, namun raja berseru bahwa Tuhan akan tinggaldi bumi selama-lamanya bersama umat-Nya. Ia menyertai, menemui, menjangkau, danbergaul dengan setiap orang di segala tempat seperti yang dilakukan oleh YesusKristus. Ruang buat Tuhan adalah seluruh permukaan bumi ini, tempat semuamanusia berdiam. Ruang bagi Tuhan yang jaraknya paling jauh ialah kota-kotadan desa-desa seberapa pun jaraknya, yang memperlihatkan orang-orangberbondong-bondong datang menemui Yesus untuk mendapatkan kesembuhan danpenghiburan. Itu namanya ruang publik yang terbuka dan menjurus dengan jarakpuluhan bahkan ratusan kilometer. Yesus mencapai sebuah tempat dan orang-orang mengenal-Nyalalu mereka segera mendekati untuk menyalami dan berbicara, say hello atauperkenalkan diri. Itu adalah ruang sosialnya Yesus. Pasti orang-orang bersorakgembira karena bisa memandang Yesus dari dekat, melambaikan tangan, dan suaramereka dapat didengar oleh Yesus. Sebagian mereka mendapatkan suka cita danpenghiburan karena perjumpaan itu. Mereka yang sakit bahkan mencapai ruang pribadi dan ruangintim Yesus melalui jamahan tangan Tuhan atau mereka sendiri yang menjamahjumbai juba Yesus. Di sini Yesus mengajarkan kalau the power of touch atau kekuatan menyentuh sangatlah penting untukpenguatan dan penyembuhan. Dalam menyentuh tak ada jarak lagi yang tampak. Itu adalah ruang tubuh kita yang mengijinkan kontak danenergi dari tubuh yang satu terserap oleh tubuh yang lain. Energinya Yesusmasuk ke dalam orang-orang sakit dan mereka menjadi sembuh. Ini adalahpelajaran amat berharga, yaitu ruang tubuh, ruang pribadi bahkan ruang sosialdan publik kita sangat instrumental untuk terjadinya kontak dengan orang lain.Tuntutan kedekatan dan kehadiran kita sangatlah penting, karena kita dapatberbagi ruang dari diri kita dan ini selalu menjadi tanda penguatan dan pembaharuanhidup. Ini adalah cara kita menghadirkan ruang bagi Tuhan yang bekerja melaluikita. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus, mampukanlahkami untuk memanfaatkan semua kehadiran kami sebagai ungkapan cinta kasih.Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Tanpa kontestasi bermakna, tidak mungkin demokrasi berjaya. Persoalannya, ruang-waktu sipil untuk berkontestasi secara nirkekerasan terus digerus secara sistematis setidaknya satu dekade terakhir.Sebagai bagian dari Connect, Defend, Act!, Institute of International Studies merancang CoDA, sebuah proyek pemantauan ruang-waktu sipil. Proyek ini didukung oleh Humanis, Hivos, dan NORAD.Apa yang dipantau? Bagaimana memantaunya? Simak diskusi Maurizka, Nadya, dan Daniel di Podcast Hubungan Internasional episode 102.================This publication has been produced with financial support from Norway.The contents of this publication are the sole responsibility of the Institute of International Studies, Hivos, and Humanis, and can in no way be taken to reflect the views of the Government of Norway.==================================
Guru Besar IPB dan Pakar Agribisnis, Bayu Krisnamurthi, menilai penyederhanaan bencana banjir dengan menyalahkan sawit tidak tepat. Ia menegaskan akar persoalan ada pada lemahnya tata kelola sumber daya alam, pelanggaran hukum, dan buruknya perencanaan ruang. Menurutnya, penanganan harus fokus pada penegakan hukum dan pengelolaan lingkungan berbasis data, tanpa menstigma sawit yang merupakan sektor strategis bagi jutaan masyarakat.Selengkapnya : https://elshinta.com/kategori/1/lingkungan/isu-sawit-harus-dilihat-proporsional-penegakan-hukum-dan-tata-ruang-kunci-cegah-bencana-147447
Pengibaran bendera Gerakan Aceh Merdeka kembali menjadi sorotan publik. Di tengah situasi sensitif, termasuk saat masyarakat Aceh menghadapi bencana, kemunculan simbol yang lekat dengan sejarah konflik dan separatisme ini memunculkan kekhawatiran tersendiri. Apakah ini sekadar ekspresi, atau justru sinyal kebangkitan narasi lama yang berpotensi mengganggu perdamaian?Untuk membahas lebih jauh dampak politik, sosial, dan risiko normalisasi simbol separatis di ruang publik, kami berbincang dengan pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an.
Bencana alam kerap dikaitkan dengan isu sawit dan pengelolaan lahan. Namun, benarkah kelapa sawit menjadi penyebab utama kerusakan lingkungan, atau ada persoalan lain yang lebih mendasar?Guru Besar IPB University sekaligus pakar hutan dan lingkungan, Prof. Dr. Ir. Sudarsono Soedomo, MSc., mengajak publik melihat isu ini secara jernih, ilmiah, dan tidak emosional. Ia menekankan pentingnya perencanaan tata ruang serta pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) dari hulu hingga hilir sebagai kunci menjaga keseimbangan lingkungan.Simak penjelasan lengkapnya dalam podcast yang dipandu Pemimpin Redaksi Radio Elshinta, Haryo Ristamaji.
PP Tunas atau Peraturan Pemerintah (PP) No 17 tahun 2025 merupakan aturan yang dibuat untuk melindungi anak di ruang digital, seperti media sosial dan game online.Bagaimana peran Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam melindungi anak-anak Indonesia melalui Implementasi PP Tunas?Simak pembahasannya bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji.#pptunas #kemendukbangga #bkkbn #komdigi
Menjadi seorang Listening Leader bukan sekadar tentang diam saat orang lain berbicara, melainkan sebuah kompetensi strategis yang mengubah dinamika organisasi. Menurut Janie van Hool, Listening Leader adalah pemimpin yang secara aktif menciptakan kondisi di mana orang lain merasa aman secara psikologis untuk berkontribusi. Di tengah era digital yang penuh distraksi, kemampuan untuk benar-benar hadir (presence) menjadi langka namun krusial. Pemimpin jenis ini memahami bahwa mendengarkan adalah fondasi dari kepercayaan; tanpa kemampuan untuk mendengar apa yang tersirat di balik kata-kata—emosi, ketakutan, dan harapan tim—seorang pemimpin akan kehilangan koneksi dengan realitas yang ada di lapangan, yang pada akhirnya menghambat inovasi dan keterlibatan karyawan. Metodologi menjadi Listening Leader menuntut disiplin kognitif yang ketat, dimulai dari kemampuan mendengar diri sendiri (mindfulness) untuk mengelola bias internal yang sering menghakimi. Van Hool memperkenalkan teknik praktis seperti Speaker/Listener Technique untuk memastikan pemahaman yang akurat tanpa interpretasi dini, serta penggunaan "pertanyaan yang berminat" (interested questions) untuk menggali kedalaman percakapan. Lebih jauh lagi, pemimpin ini juga harus terampil dalam aspek penyampaian pesan; mereka menggunakan struktur komunikasi yang jelas (Logos, Ethos, Pathos) dan menguasai dinamika vokal (VAPER: Volume, Articulation, Pitch, Emphasis, Rate) agar diri mereka sendiri layak untuk didengar. Ini mematahkan mitos bahwa mendengarkan adalah aktivitas pasif, melainkan sebuah pertukaran energi yang dinamis dan terencana. Pada akhirnya, dampak dari kepemimpinan yang mendengarkan melampaui kepuasan karyawan semata; ini adalah tentang efisiensi bisnis dan kelincahan organisasi. Ketika pemimpin mendengarkan dengan empati kognitif—memahami perspektif tanpa larut dalam emosi—mereka dapat meredakan resistensi terhadap perubahan dan menavigasi konflik dengan lebih elegan. Listening Leadership berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan strategi perusahaan dengan eksekusi di lapangan. Dengan memvalidasi pengalaman manusia di dalam tim, seorang pemimpin tidak hanya mendapatkan loyalitas, tetapi juga membuka pintu bagi solusi-solusi kreatif yang mungkin terlewatkan dalam budaya kerja yang hanya berfokus pada hierarki dan instruksi satu arah.
Anak-anak Indonesia kini menghabiskan waktu berjam-jam di ruang digital. Pemerintah merespons tantangan ini melalui PP Tunas sebagai payung perlindungan anak di dunia digital. Dalam Elshinta Podcast, Deputi Kemenko PMK Warsito menjelaskan urgensi PP Tunas, peran sentral Kementerian Komunikasi dan Digital dalam pengawasan platform, serta pentingnya peran orang tua dan kolaborasi lintas ekosistem untuk membentuk karakter anak yang unggul dan beradab di era digital.
Sejumlah penerbangan internasional Venezuela tetap beroperasi normal meski Amerika Serikat mengumumkan penutupan sepihak ruang udara Venezuela. Aktivitas di Bandara Internasional Simon Bolivar, Caracas, berjalan seperti biasa dengan tingkat keterisian penerbangan mencapai sekitar 70 persen.
Episode #AnimalWelfareIndonesia dari podcast #KesejahteraanHewan ini adalah Pentingnya ruang isolasi.adalah Drh. Mikeu Paujiah, S.KH, M.M. (Manager Edukasi JAAN Domestic membahas hal ini.Yuk dengarkan Podcast #KesejahteraanHewan ini!Btw, semua podcast dan materi edukasi bisa dikunjungi di website www.animalwelfare.id dan email kami di education@animalwelfare.id, instagram kami di @animalwelfare_id.Sumber : Animalwelfare.Id | Voice over opening & Closing : Eria Michelletti | Audio Editor : Tiwi
Implementasi PP Tunas : peran aktif keluarga menjaga anak dari bahaya ruang digital.
Implementasi PP Tunas: Meningkatkan pemahaman Literasi Digital pada generasi muda mampu menangkap bahaya ruang digital.
Latest data from the Australian Bureau of Statistics (ABS) shows dementia is the leading cause of death in Australia. What should you know? - Data terbaru dari Biro Statistik Australia (ABS) menunjukkan bahwa demensia kini merupakan penyebab kematian utama di Australia. Apa yang perlu Anda ketahui?
Cholesterol is a “silent” disease because it shows no obvious symptoms, so it is often referred to as a silent killer affecting about 2.1 million Australians. - Kolesterol adalah penyakit "diam" karena tidak menunjukkan gejala yang jelas, sehingga sering disebut sebagai silent killer yang mempengaruhi sekitar 2,1 juta warga Australia.
Ruang aman bagi perempuan kian menyempit di era digitalisasi. Lihat saja laporan kasus kekerasan berbasis gender online (KBGO) ke Komnas Perempuan pada 2024 yang mencapai 1.791 kasus. Naik 40,8 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini menjadikan 2024 sebagai tahun dengan jumlah kasus KBGO terbanyak.Selain itu, SAFEnet menerima 665 aduan selama Kuartal II 2025, mayoritas berupa ancaman penyebaran konten dengan total 312 kasus.Realita ini menunjukkan sejumlah regulasi seperti UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual hingga UU ITE gagal mencegah kasus-kasus KBGO.Karenanya dalam Kampanye 16 Hari Antikekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP) yang dimulai 25 November hingga 10 Desember 2025, urgensi perlindungan perempuan, termasuk di ranah digital, kencang disuarakan.Mengapa kasus-kasus KBGO marak terjadi? Seperti apa dampak berantainya pada korban? Bagaimana komitmen negara dalam melindungi hak-hak perempuan? Bagaimana mengembalikan ruang digital yang aman dan ramah perempuan?Di Ruang Publik KBR kita akan bahas topik ini bersama Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan Pekerja dan Tindak Pidana Perdagangan Orang KemenPPPA Prijadi Santoso, Direktur Eksekutif SAFEnet Nenden Sekar Arum, dan Sekretaris Paguyuban Korban Undang-Undang ITE (Paku ITE) Anindya Shabrina.
Media sosial dan gim daring (game online), saat ini menjadi medan baru penyebaran propaganda dan perekrutan anggota jaringan terorisme, termasuk anak dan remaja. Catatan Densus 88 Antiteror Polri menyebutkan selama tahun 2025 ada 110 anak direkrut oleh kelompok radikal jaringan terorisme. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menangani pencegahan, kesiapsiagaan, kontra-radikalisasi, dan deradikalisasi kabarnya telah menindaklanjuti hal itu. Apa yang tengah disiapkan BNPT..? Simak pembahasan bersama Kepala BNPT Komjen Eddy Hartono
Mewaspadai aksi jaringan teroris yang merekrut anak melalui ruang digital, apa yang harus dilakukan? Narasumber: 1. Wakil Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Lia Latifah 2. Sosiolog Universitas Katolik (Unika), Soegijapranata Semarang, Hermawan Pancasiwi
Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah meresmikan Rumah Dinas Bupati Jepara sebagai Museum R.A. Kartini. Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, bersama Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat.
Kolaborasi, sebagai proses sosial fundamental bagi kemajuan manusia, kini tengah mengalami transformasi mendalam di era digital. Esensi dari kerja sama itu sendiri sedang bergeser, dan buku "Collaboration Meets Interactive Spaces," yang diedit oleh Craig Anslow, Pedro Campos, dan Joaquim Jorge, hadir sebagai dokumen penting yang memetakan pergeseran paradigma ini. Buku ini mencatat bagaimana ruang dan cara kita bekerja sama berevolusi seiring dengan kemajuan teknologi. Fokus utama buku ini bukanlah pada teknologi semata, melainkan pada "interplay" atau saling mempengaruhi yang kompleks antara beragam perangkat kolaboratif baru dengan interaksi sosial yang muncul sebagai respons terhadapnya. Kemunculan dinding interaktif, meja digital, perangkat seluler, dan wearables (perangkat sandang) secara fundamental telah mengubah cara manusia berinteraksi dengan informasi dan satu sama lain. Namun, ini bukanlah hubungan satu arah; perangkat interaktif ini juga terus-menerus "didesain ulang dan diciptakan kembali" melalui protokol sosial dan gaya kerja kolaboratif baru yang lahir dari eksperimentasi. Dengan demikian, "Collaboration Meets Interactive Spaces" menyajikan tinjauan ilmiah komprehensif tentang lanskap yang sedang berkembang ini. Buku ini menguraikan temuan-temuan kunci dan argumen sentral, pertama dengan menjelajahi perangkat dan teknik baru yang menjadi fondasi era kolaborasi ini, seperti interaksi 3D, gestur multi-touch, dan remote proxemics. Kedua, buku ini menyelami studi kasus dan aplikasi dunia nyata—mulai dari manajemen darurat hingga rehabilitasi medis—untuk menunjukkan bagaimana kolaborasi dan ruang interaktif pada kenyataannya saling membentuk di berbagai domain kritis.
Bayangkan pengalaman kuliah yang umum: seorang mahasiswa duduk di kelas besar yang anonim, pulang ke kamar asrama atau kos yang terasa sepi, dan berjuang untuk menemukan kaitan antara teori di kelas dan kehidupan nyata. Pengalaman yang terfragmentasi ini—di mana belajar adalah satu dunia dan kehidupan sosial adalah dunia lain yang terpisah—seringkali menjadi tantangan terbesar di pendidikan tinggi. Hal ini dapat menyebabkan keterasingan, kurangnya keterlibatan, dan membuat mahasiswa merasa hanya "bertahan" alih-alih "berkembang" dalam perjalanan akademik mereka. Sekarang, bayangkan sebuah alternatif radikal: bagaimana jika asrama Anda bukan hanya tempat untuk tidur, tetapi menjadi pusat dari kehidupan intelektual Anda? Bagaimana jika teman sekamar Anda adalah rekan tim Anda dalam proyek mata kuliah inti, dan diskusi kelas yang panas berlanjut secara alami di ruang makan? Inilah janji dari Learning Community (Komunitas Belajar). Ini adalah sebuah model yang dirancang secara intensional untuk meruntuhkan tembok antara ruang kelas dan kehidupan di asrama, mengubah pengalaman pasif menjadi sebuah perjalanan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan terintegrasi selama 24/7. Ini bukan sekadar ide yang "menyenangkan"; ini adalah salah satu strategi "berdampak tinggi" (High-Impact Practice) yang paling terbukti dalam pendidikan tinggi modern. Data secara konsisten menunjukkan bahwa mahasiswa yang berpartisipasi dalam Komunitas Belajar memiliki tingkat kelulusan yang lebih tinggi, keterlibatan yang lebih dalam dengan fakultas, dan rasa memiliki (sense of belonging) yang jauh lebih kuat. Podcast ini adalah penjelajahan mendalam tentang mengapa model ini berhasil, bagaimana model ini dapat dirancang—mulai dari infrastruktur hingga asesmen—dan bagaimana kita dapat mengadopsinya untuk mengubah asrama dari sekadar akomodasi pasif menjadi motor penggerak kesuksesan mahasiswa.
Renungan D'Message || RUANG HATIMU MILIK SIAPA? || Ps. Steven Liem
Dunia digital kembali hangat diperbincangkan. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, atau Kemenkomdigi, tengah mengkaji wacana penerapan sistem sertifikasi bagi influencer dan pembuat konten di Tanah Air. Langkah ini disebut sebagai upaya memperkuat tata kelola ruang digital, sekaligus menekan penyebaran hoaks dan disinformasi yang marak di media sosial. Namun di sisi lain, muncul pula kekhawatiran bahwa kebijakan seperti ini bisa berpotensi membatasi kebebasan berekspresi dan kreativitas para kreator konten.Simak pembahasannya bersama Communication Advisor & Digital Creator, Ndoro Kakung (Mas Wicaksono)
Ashin Kheminda melanjutkan pembahasan Kitab Buddhavamsa. Di kelas ini beliau menjelaskan makna setiap kata di Stanza 2 - 5 hanya berdasarkan Kitab Komentar.
Bpk. Julianto Simanjuntak
Australia's Race Discrimination Commissioner says the solution to racism is there, but the government needs to act. - Komisaris Diskriminasi Ras Australia mengatakan solusi untuk rasisme sudah ada, akan tetapi pemerintah perlu bertindak.
Classy People, rumah memang menjadi salah satu tempat paling nyaman, tidak heran banyak yang berupaya untuk membuat suasana rumah senyaman mungkin agar betah menghabiskan waktu dengan baik. Namun, sering muncul kebingungan untuk membuat ruang yang nyaman dan lega di rumah kecil. Nah, Live Oudorbroadcast Special Talkshow Infoma Living, punya jawaban dari keresahan Anda! Dipandu Clasier Siska Deandra, kita akan mencermati Obrolan bersama Mba Rika Susanti dan Mas Franthio Deni dalamSpecial Talkshow Informa " Ngobrol di Ruang Nyaman: Rumah Kecil, Gaya Besar" only on Classy FM!
Ribuan orang telah tiba di Naarm minggu ini, bergabung dengan Komisioner Kehakiman Yoorrook di langkah terakhir Walk for Truth.
Visiting the emergency department with a sick or injured child can overwhelm parents due to long wait times and stress. Understanding what to expect can help. This episode explores when to go to children's hospital emergency departments in Australia and what to expect upon arrival. - Visiting the emergency department with a sick or injured child can overwhelm parents due to long wait times and stress. Understanding what to expect can help. This episode explores when to go to children's hospital emergency departments in Australia and what to expect upon arrival.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 1 Juni 2025Bacaan: "Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang." (Amsal 14:30) Renungan: Sebuah rumah yang nyaman pastilah menjadi idaman setiap orang. Salah satu kriteria rumah yang nyaman untuk ditinggali adalah rumah yang segar dan sejuk. Tidak ada orang yang ingin memiliki rumah yang panas dan pengap. Oleh karena itu, untuk menghindari udara panas dan pengap dalam sebuah rumah, sangatlah diperlukan peran dari tanaman. Rumah yang segar dan sejuk memerlukan ruang terbuka hijau. Ruangan khusus tanaman ini dapat dibuat di bagian halaman belakang. Ruang terbuka hijau atau taman kecil ini bukan hanya berperan dalam menghijaukan rumah. melainkan juga berguna dalam membantu pergerakan udara di dalam rumah. Taman yang rimbun oleh tanaman dan pepohonan bisa menciptakan iklim mikronya sendiri. Bila udara di dalam mengalir ke luar, maka tekanan udara di dalam turun dan akan membuat udara baru dari luar masuk untuk menggantikannya. Proses ini berlangsung terus-menerus sehingga udara di dalam rumah selalu berganti. Selain itu, tanaman menyerap karbondioksida dan mengeluarkan oksigen, membuat rumah semakin segar dan sejuk. Hati kita sama seperti sebuah rumah. Jika kita tidak pernah memberikan hati kita sesuatu yang "segar dan sejuk", melainkan terus diisi dengan "udara kotor", seperti pikiran negatif, iri hati, kebencian, dan juga hawa nafsu, maka hati kita akan terasa "panas dan pengap". Berilah kesejukan bagi hati kita dengan cara membiarkan "udara segar", seperti sukacita, ketenangan, keceriaan, dan pikiran positif masuk ke dalamnya. Kemudian, buatlah "taman kecil" dengan cara menanam puji-pujian dan penyembahan kepada Tuhan setiap waktu. Tuhanlah sumber segala hal yang baik, dan la mampu untuk menjaga hati kita tetap segar. Teruslah ingat Tuhan dan biarkan hati kita dipenuhi oleh udara yang sejuk dan menyehatkan. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku mau untuk selalu memuji-Mu setiap waktu dan membiarkan hatiku dipenuhi oleh kesegaran dari hadirat-Mu. Tetaplah tinggal dalamku. Amin. (Dod)
Rumah bukan hanya tempat beristirahat, tapi juga cerminan gaya hidup dan kepribadian. Dengan penataan yang tepat, kamu bisa menciptakan ruang yang tak hanya estetik, tapi juga fungsional dan nyaman untuk berbagi momen istimewa bersama keluarga.Cermati Special Talkshow bersama Informa Living Plaza Padang yang akan membahas "Hidup nyaman di 2025: ciptakan ruang yang mengungkapkan gaya dan fungsi"
VOA This Morning Podcast - Voice of America | Bahasa Indonesia
Pertama dalam 40 tahun, pelantikan presiden AS akan diadakan di dalam ruangan akibat prakiraan suhu udara yang sangat dingin. Sementara itu, gencatan senjata berlangsung di Gaza, dan 3 sandera yang dibebaskan telah diserahkan ke Israel.
Memberikan Ruang Ekspresi bagi Remaja merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 3 Jumadil Awal 1446 H / 5 November 2024 M. Kajian Tentang Memberikan Ruang Ekspresi bagi Remaja Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan manusia kelebihan dibandingkan makhluk lain, salah […] Tulisan Memberikan Ruang Ekspresi bagi Remaja ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Tercer Milenio 360 Internacional - 03/04/24 - Universidades de los Estados Unidos se convierten en el escenario de batallas campales entre estudiantes y las fuerzas policiacas. - En Haití, el dominio de las pandillas lleva a la nación caribeña a vivir entre violencia, hambruna y pobreza. - Más de 100 ciudades brasileñas se encuentran en emergencia debido a las inundaciones. - En el sudeste asiático las personas tratan de conseguir un poco de agua en medio del calor infernal. - En Australia, un enorme OVNI nube es captado en conjunto con unas luces que realizan movimientos inteligentes en el cielo. ►Tercer Milenio 360 Internacional. Canal 9 Televisa. Lunes a Viernes 3pm. ►Jaime Maussan Presenta. Canal 9 Televisa. Domingos 6 pm. ►Tercer Milenio Canal 6 de Multimedios. Domingos 8 pm. Suscríbete a MaussanTV. ____________________________________ Conéctate con nosotros Redes Sociales: