POPULARITY
Categories
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc - Setengah Jam Tanya Jawab Tentang Bid'ah Dan Hal Lain - Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc
Usul Tafsir Kitab Fauzul Kabeer EP22 - Maulana Abdul Hadi Yaakob - Makna lain untuk ungkapan Turunnya ayat untuk perkara seperti ini
CE PODCAST EST PRÉSENTÉ PAR CIMALP, une marque française qui développe des équipements de montagne, de trail, de randonnée ou encore d'alpinisme (plus d'infos ci-dessous
Francesco Fassari, responsabile area giovanile Chiesa GCS V.le Lainò 2/A Catania
Daniel Milazzo, responsabile giovani coppie chiesa GCS V.le Lainò 2/A CT
CE PODCAST EST PRÉSENTÉ PAR MY RAVITO, une nouvelle application mobile qui vous aide à choisir votre nutrition pour les sports d'endurance (plus d'infos ci-dessous
*This episode discusses bowel cancer. It is a gentle conversation. If this topic is challenging for you, please take care when listening or circle back another time.In his early 40's, Jason shares his deeply personal journey following a recent bowel cancer diagnosis. In this honest and courageous conversation, he opens up about receiving a temporary colostomy bag, navigating treatment, and the importance of resilience, support, and hope. Jason's story offers insight, awareness, and encouragement for others facing their own health battles but his main hope is that people take their own health seriously and make sure they get checked.At the moment, Australia has the highest rate of early-onset bowel cancer globally. While most cases occur later in life, rates in people in their 40s are rising. People aged 40–49 account for the majority of early-onset cases, and approximately 1 in 8 Australians diagnosed with bowel cancer are under 50.June is bowel cancer awareness month. A great time to do a screening yourself (although any time of the year is a good time). Kits are available online or in chemists for a small fee if you are not eligible for the free screening yet. You can access more information about bowel cancer at https://www.bowelcanceraustralia.org/If you are concerned about someone who is struggling and finding it difficult to see their way out of mental challenges then we highly recommend Question. Persuade. Refer. QPR training, which Emma and Lain talked about in the first episode of Season 1. You can access the training here. Type in the code CSA to take the training free of cost. This training is funded by Country SA PHN. We thank them for their support in the Suicide Prevention space- an area we believe is important to put energy towards.We hope you enjoy this episode. Remember to subscribe so you don't miss any of the future MFEP+ME episodes!*MFEP+ME is a project created within the program Mentally Fit EP (MFEP). MFEP aims to empower people to take charge of their lives and to build mentally fit, connected communities. We believe mental health is everyone's business!Thank you to our NFP organisation, West Coast Youth and Community Support, for making MFEP a possibility! A rock star organisation with rock star staff!Thank you to our Season 3 Sponsor, Lincoln Rural, for supporting Mentally Fit EP for many years through fundraising. Their efforts and dedication have supported the EP community in a variety of ways and for that we are grateful!A big thank you to the Cummins and Port Lincoln Community Banks for supporting Mentally Fit EP through their grant programs. Thank you to Port Lincoln City Motors for their partnership in providing the Mentally Fit EP vehicle which helps us travel around the region to connect with the EP communities.Helpline Numbers and EP Counselling services are pinned to the top of the Mentally Fit EP Facebook pageLifeline 131 114Suicide Call Back 1300 659 467
CE PODCAST EST PRÉSENTÉ PAR MY RAVITO, une nouvelle application mobile qui vous aide à choisir votre nutrition pour les sports d'endurance (plus d'infos ci-dessous
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 25 Mei 2026Bacaan: "Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu." (Ulangan 28:2)Renungan: Pascabayar dan prabayakit kedua istilah ini pasti tidak asing bagi kita, para pengguna telepon seluler atau jaringan internet tanpa kabel. Ya, ini adalah sistem pembayaran tagihan pulsa atau kuota kita. Mau bayar di muka atau bayar belakangan? Diri sendirilah yang menentukan pilihan. Namun, tahukah kita bahwa sistem pembayaran ini juga dipakai ketika kita menerima berkat dan melakukan dosa? Bacaan di atas menyatakan dengan jelas bahwa berkat itu datang dan menjadi bagian kita, kalau kita mendengarkan suara-Nya. Berkat itu ada syaratnya. Berkat itu ada harga yang harus dibayar di muka sebelum menerimanya. Jadi, tidak ada berkat yang dinikmati dahulu baru dibayar harganya. Tidak ada berkat yang gratis dan seenak kita dalam menggunakannya. Lain halnya dengan dosa bahwa setiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena keinginan itu menyeret dan memikatnya (Yak. 1:14-15). Kalau keinginan itu memikat pasti keinginan itu menyenangkan, indah, dan memuaskan. Namun, jika keinginan yang memikat itu dibuahi dalam perbuatan, muncullah dosa. Lalu, dari dosa lahirlah maut. Dosa itu membayarnya selalu belakangan, karena dosa selalu menawarkan kenikmatan, kesenangan, kepuasan, dll. Itu sebabnya dosa selalu memikat manusia. Awalnya memang enak, tetapi akhirnya harus membayar mahal bahkan membayar dengan maut. Bagaimana dengan diri sendiri? Setelah membaca firman Tuhan dan renungan pagi ini, kiranya kita lebih menyukai berkat ketimbang dosa. Sekalipun untuk memperoleh berkat, kita harus membayar harganya dahulu, yaitu ketaatan serta kesetiaan kepada Tuhan dan firman-Nya. Pertanyaan sekali lagi untuk kita, pilih pascabayar atau prabayar? Pilih dosa atau berkat? Mari kita jalani kehidupan penuh berkat dengan membayarnya lebih dahulu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat, agar sebelum aku bertindak, aku senantiasa menyadari bahwa aku adalah anak-Mu, sehingga apa yang kulakukan seperti yang Kau inginkan. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan : RP. Agus Malo, CSSR Sumba Yoh 21:20-25
Send us a Question!TV-SHOW DISCUSSION: Beneath the Tangles: Instagram // YouTube // X // WebsiteTwwk (Charles) from Beneath the Tangles joins Melvin to discuss a massive cult-classic sci-fi anime: Serial Experiments Lain! In this incredibly dense episode about an incredibly dense show, the two explore transhumanism, self-sacrifice, predictive fiction, and the show's wildly popular opener song, 'Duvet' by Bôa! Topics:Editor's Note: No Patreon Exclusive discussion! But, I do intend to trim this episode down from its original 1:46:37 length, so if you want to hear the UNCUT version, tune in on Patreon here!Charles catches Melvin up with his appreciation for Makoto Shinkai, Beneath the Tangles new interview series 'Something Genuine', and his thoughts on AI (LLMs & AGI).The two remark on the plethora of ideas the show covers in it's 13 episodes.Serial Experiments Lain feels intentionally confusing at times.Reflecting on the changing Anime landscape and asking, "Are there any Seinen Anime coming out?"Melvin feels Serial Experiments Lain is predictive fiction in its exploration how impressionable minds engage the internet; among other things.Talking about the opening of Serial Experiments Lain.Is love, or loving one another, the next step in human evolution?How transhumanism is a delusion antithetical to the Gospel, and therefore antithetical to loving others.Recommendations:Needy Girl Overdose (2026) (Anime)Audition (2000) (Movie) Support the showSupport on Patreon for Unique Perks! Early access to uncut episodes Vote on a movie/show we review One-time reward of two Cinematic Doctrine Stickers & PinsSocial Links: ThreadsWebsiteInstagramLetterboxdFacebook Group
Bismillah,2102. KALA MANUSIA TIDAK TERTARIK SATU SAMA LAIN Riyaadhush ShaalihiinBab 50 | Takut (Kepada Allah)Hadits ke-416 | Hadits Aisyah -radhiallahu ‘anhaDari Aisyah -radhiallahu ‘anha beliau berkata, saya mendengar Rasulullah -shalallahu alahi wasalam bersabda,يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُراةً غُرْلاً » قُلْتُ : يا رسول اللَّه الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ جَمِيعاً يَنْظُرُ بَعْضُهُمْ إِلى بَعْضٍ ،؟ قال : « يا عَائِشَةُ الأَمرُ أَشَدُّ من أَنْ يُهِمَّهُم ذلكَ ."Manusia akan dibangkitkan pada Hari Kiamat dalam keadaan tanpa alas kaki, telanjang bulat, dan tanpa dikhitan." Saya bertanya,"Wahai Rasulullah, laki-laki dan perempuan semuanya, sebagian mereka akan melihat kepada sebagian yang lain?" Beliau menjawab, "Wahai Aisyah, keadaan lebih berat daripada memperhatikan hal tersebut."Dalam satu riwayat,الأَمْرُ أَهَمُّ مِن أَن يَنْظُرَ بَعضُهُمْ إِلى بَعْضٍ بضَمِّ الغَيْنِ"Urusannya lebih serius sehingga sebagian dari mereka tak terpikirkan untuk melihat kepada yang lain." Muttafaq alaih.غُرْلاً dengan ghain bertitik, yakni, belum disunat.
CE PODCAST EST PRÉSENTÉ PAR MY RAVITO, une nouvelle application mobile qui vous aide à choisir votre nutrition pour les sports d'endurance (plus d'infos ci-dessous
Masih ingat drama Cerdas Cermat di Kalimantan Barat? Ada yang bereaksi tentang respon sang siswi, gaya para juri dan tanggapan sang MC. Nah yang terakhir itu menarik jadi bahan diskusi sambil Kongkow Bareng dan refleksi diri.
Polisi berhasil menangkap pelaku dugaan penyekapan dan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi di Makassar saat hendak melarikan diri ke Surabaya. Dari hasil penyelidikan, pelaku diduga menjebak korban menggunakan modus lowongan kerja palsu yang disebarkan melalui media sosial, lalu menyekap dan melakukan kekerasan seksual di sebuah rumah kontrakan. Bagaimana kronologi penangkapan pelaku dan pengungkapan kasus ini? [Talk] : Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana
CE PODCAST EST PRÉSENTÉ PAR… MY RAVITO, une nouvelle application mobile qui vous aide à choisir votre nutrition pour les sports d'endurance (plus d'infos ci-dessous
Shiur given by Rabbi Yosef Fishman on Seder HaParshiyos. Shiur recorded in Yeshivas Ohr Reuven, Monsey, NY.
CE PODCAST EST PRÉSENTÉ PAR… MY RAVITO, une nouvelle application mobile qui vous aide à choisir votre nutrition pour les sports d'endurance (plus d'infos ci-dessous
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 3 Mei 2026Bacaan: "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu." (Efesus 4:32)Renungan: Ada pepatah berkata, "Lebih mudah membangun daripada mempertahankan. Pepatah ini menggambarkan hubungan atau relasi antar manusia. Untuk menjalin relasi dengan orang lain bukan hal yang mudah, tetapi justru lebih mudah untuk menghancurkan relasi tersebut. Kenyataannya memang untuk mempertahankan relasi itu cukup sulit, karena kebanyakan orang hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri. Hal inilah yang sering menjadi awal dari perpecahan. Permasalahan inilah yang menjadi keprihatinan Rasul Paulus terhadap orang-orang Kristen di Efesus. Relasi di dalam jemaat Efesus kala itu adalah relasi yang baru terbentuk sehingga memiliki resiko yang tinggi terhadap munculnya konflik dan perpecahan. Rasul Paulus menasihati mereka untuk membuang segala rasa sakit hati di antara satu dengan yang lain sebagai umat Tuhan. Mereka harus melandaskan hidup mereka dengan mengingat akan kasih Kristus yang telah diberikan kepada mereka. Harapan Paulus dengan berlandaskan kasih Kristus, dapat terbangun keramahan untuk saling merangkul dan sikap saling mengampuni. Akhirnya dapat terwujud kehidupan bersama sebagai Tubuh Kristus. Hal yang sama juga Tuhan kehendaki dalam kehidupan kita sehari-hari. Membangun relasi dengan orang-orang yang berbeda latar belakang keluarga, pendidikan, lingkungan dsb, bukan hal mudah karena setiap orang mempunyai ego masing-masing. Namun kita harus menyadari bahwa salah satu hal terindah dalam kehidupan adalah terjalinnya relasi yang baik antar sesama. Sebab itu ciptakanlah relasi yang dapat bertahan dan menyatu membentuk ikatan yang menghidupkan. Landaskan kehidupan ini dengan kasih Kristus, kasih yang mengajarkan keramahan dan saling memaafkan. Dengan demikian kita mampu membangun relasi yang indah, termasuk dengan mereka yang di luar Kristus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku agar dapat menerima setiap orang apa adanya sebagaimana Engkau mau menerima aku apa adanya. Amin. (Dod).
Jika ditanya apa salah satu kekuatan saya, ini jawabannya. Saya tidak membutuhkan approval / pengakuan dari orang lain. Jadi saya tidak takut kelihatan bodoh, misalnya.
CE PODCAST EST PRÉSENTÉ PAR… MY RAVITO, une nouvelle application mobile qui vous aide à choisir votre nutrition pour les sports d'endurance (plus d'infos ci-dessous
In this episode of the Crazy Cool Family Podcast, Madeline Jones sits down with her friend Lauren to talk about one of the most important roles of a parent: teaching your kids how to spend time with Jesus. Drawing from their personal experiences growing up in faith-filled homes—and now raising young children themselves—Madeline and Lauren unpack what it looks like to move beyond religion and into a genuine relationship with God. Rooted in John 15, this conversation centers on the truth that apart from Jesus, we can do nothing—and that includes parenting. You'll hear: Why a daily relationship with Jesus is the greatest gift you can give your kids How consistency—not perfection—builds lifelong faith Practical tools like worship, Word, and prayer for all ages Creative ways to disciple kids who can't read yet How to model authentic faith in everyday family life From quiet time baskets and Bible story routines to real-life strategies for busy parents, this episode is packed with encouragement and simple, actionable ideas. The heart behind it all: When kids learn to meet with Jesus daily, they gain a foundation strong enough to carry them through anything. Whether you're just starting or looking to grow deeper as a family, this episode will equip you to raise kids who don't just know about God—but truly walk with Him. Podcast Resources: Click here for everything Crazy Cool Family! Give us a review!
Set on Cowal Peninsula in southwest Scotland in the 17th century, Between the Tines follows the family of Clan Lamont as they are drawn into a brutal confrontation with Clan Campbell, whose relentless ambition leaves a trail of fear and devastation in its wake. As Arran Lamont fights alongside his brothers and lifelong friends, Lain and Sean, in the war-torn regions around them, he is tested by betrayal, loss, and the steady destruction of everything his clan has built.Even in the darkest moments, the heart of the Lamont family beats strongly through the women who hold the community together—Allie, Ariel, Lady Mary, and Isabel—offering charity, stability, and spiritual strength when hope is hardest to find. Their resilience becomes a cornerstone of the clan's will to survive.From Highland games to clandestine raids, from feasts to fog-shrouded battlefields, Arran's transformational journey is one of loyalty, courage, and a love that quietly grows stronger through the turmoil. But as the Campbells tighten their grip and the land burns around them, Arran and Lain are forced to rethink their fight. What begins as open warfare shifts into rescue missions, covert strategies, and the fragile beginnings of a daring plan for their people's future.Haunted by the horrors he's witnessed and bound by duty to those who remain, Arran faces an impossible choice: continue a war that may consume them all…or lead his people toward a new beginning across the ocean, where survival may come at the cost of everything he knows.Support this show http://supporter.acast.com/houseofmysteryradio. Hosted on Acast. See acast.com/privacy for more information.
CE PODCAST EST PRÉSENTÉ PAR… MY RAVITO, une nouvelle application mobile qui vous aide à choisir votre nutrition pour les sports d'endurance (plus d'infos ci-dessous)Voici le RÉCAP D+ du 20 avril 2026, le flash info du trail signé Distances+ présenté par Franck Berteau et Chloé Rebaudo.Vous entendrez dans ce podcast :
Ce podcast est présenté par BeTrail.Voici le RÉCAP D+ du 6 avril 2026, le flash info du trail signé Distances+ présenté par Franck Berteau et Chloé Rebaudo.Vous entendrez dans ce podcast :
Ce podcast est présenté par BeTrail.Voici le RÉCAP D+ du 6 avril 2026, le flash info du trail signé Distances+ présenté par Franck Berteau et Chloé Rebaudo.Vous entendrez dans ce podcast :
Di kelas ini Sayadaw Kheminda menjelaskan tentang Brahmajālasutta dan Komentarnya.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 2 April 2026Bacaan: "Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia." (Lukas 15:28)Renungan: Kisah anak yang hilang tentu sudah sering kita dengar. Kisah ini sering dipakai untuk menunjukkan betapa besar kasih Bapa kepada mereka yang mau bertobat, bahwa la bukan hanya mengampuni, tapi juga akan memberi segala yang baik kepadanya. Selain itu, kisah anak yang hilang juga sering dipakai untuk menunjukkan bagaimana anak Tuhan juga bisa "hilang" walau sehari-hari tampak dekat dengan Tuhan. Tandanya adalah ketika ia tidak lagi bisa mengasihi orang yang berdosa, tapi justru iri ketika Tuhan menerima kembali mereka yang mau bertobat. Tanda lainnya adalah ketika ia merasa tak diberkati padahal ia sendiri tak pernah meminta kepada Bapa yang sangat baik. Kisah ini begitu luar biasa karena memberikan harapan bagi mereka yang belum percaya tapi juga mengingatkan orang percaya bahwa sebagai anak Tuhan, kita tidak hanya harus punya hati seperti Tuhan tapi juga harus bersyukur karena telah dilayakkan menerima kasih karunia dan berkat-Nya. Nah, ada satu hal yang mungkin luput kita perhatikan. Lihatlah bagaimana perhatian bapa kepada si sulung. Meski si sulung merasa dikesampingkan, sesungguhnya perhatian sang bapa kepadanya sangat istimewa. Sang bapa memang rindu kepada si bungsu, tapi ia tidak pergi mencarinya. Setelah anak itu bertobat, baru ia menyongsong dan menerima si bungsu dengan sukacita. Lain halnya dengan si sulung saat ia "terhilang". Saat ia marah karena ada pesta untuk adiknya, si sulung tak mau masuk ke rumah. Namun, apa yang dilakukan bapanya? Bapanya melangkahkan kaki ke luar untuk bertemu dia. Jangan pernah mengira Tuhan itu seperti Bapa yang cuek. Apalagi kepada orang percaya, yang telah bekerja keras melayani Tuhan, sesungguhnya perhatian Tuhan sangat istimewa. la sendiri yang akan datang menghampiri dan menghibur kita. Pertanyaannya, apakah kita menyadarinya? Atau kita justru terus fokus pada masalah, atau bahkan merasa iri kepada orang lain yang tampak diberkati lebih dari kita? Ingat kita punya Bapa yang baik dan penuh kasih, peduli pada anak-anak-Nya. Tidak perlu urusi berkat orang lain, ingatlah bahwa hidup dekat pada Allah pun sudah jadi berkat tersendiri, karena asal dekat Allah, maka kita bisa tenang sebab Dialah sumber pertolongan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampuni aku, karena adanya rasa iri dan dendam di hatiku, membuat aku terhilang dari hadapan-Mu. Lepaskanlah perasaan negatif itu dari diriku agar aku dapat kembali masuk dalam hati-Mu. Amin. (Dod).
In this episode, Daryl doesn't seem to understand that we already reviewed Serial Experiments Lain 20 years ago! A shame, he seemed an...incredibly dishonest man, but still! How close/far to the mark was this speculation on the Internet from 28 years ago? Visit www.animeworldorder.com for full show notes and supplemental links.
Ce podcast est présenté par BeTrail.Voici le RÉCAP D+ du 30 mars 2026, le flash info du trail signé Distances+ présenté par Franck Berteau et Chloé Rebaudo.Vous entendrez dans ce podcast :
Ce podcast est présenté par BeTrail.Voici le RÉCAP D+ du 16 mars 2026, le flash info du trail signé Distances+ présenté par Franck Berteau et Chloé Rebaudo.Vous entendrez dans ce podcast :
Pada suatu malam di tahun 2019, dalam sebuah diskusi yang disiarkan langsung, seorang panelis bertanya kepada Prabowo Subianto mengapa ia begitu keras memperingatkan tentang ancaman perang, tentang ketahanan pangan, tentang kemungkinan Indonesia runtuh dari dalam.Prabowo menjawab dengan tenang: “Mazhab saya adalah mazhab akal sehat. Common sense and reality. Saya selalu mencari the basics, mencari esensi dari masalah.”Dan saat ini, pernyataan Prabowo itu terbukti. Ini menunjukkan kemampuannya membaca tanda-tanda politik internasional berdasarkan pola sejarah yang telah ditulis sejak ribuan tahun lalu.
On Episode #9 of of the Tedi Talks Podcast, Tedi welcomes his special guest, Dr. Gretchen Lain, the Founder & Owner of Goldleaf Consulting & Advisory Services, located in Lansing, Michigan. Dr. Lain explains what Industrial Organizational Psychology (IPO) and how she uses this when working with organizations that need assistance with restrategizing and redesign at their business. Tedi asks Dr. Lain about the many other professional services she provides. Dr. Lain shares with us more about her work with others when it comes to health and nutrition and why this is should be important to each of us. Dr. Lain and Tedi talks about her book 'Busy is not a Personality: A Workbook to Go From Hot Mess to Healthy Human." This is a fascinating discussion, one you do not want to miss. To learn more about Dr. Lain, you can connect with her at:Website: https://www.gretchenlain.com/ LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/gretchen-lain-ph-d-0037582b/ Dr. Lain's Blog: https://www.gretchenlain.com/blog Email: lain.gretchen13@gmail.comRESOURCES:Dr. Lain's Books Available on AmazonSPONSORS:Successful Coaches Enterprise7C Lingo The opinions and statements made on the Tedi TalksPodcast are/or do not necessarily reflect those of the Tedi Talks Podcast or Tedi Parsons. To learn more, please visit: https://www.teditalks2.com/The music used for this podcast was provided by: chill-house-vol-9-by-sascha-ende-from-filmmusic-io. https://filmmusic.io/standard-license. License (CC BY 4.0):
Ce podcast est présenté par BeTrail.Voici le RÉCAP D+ du 16 mars 2026, le flash info du trail signé Distances+ présenté par Franck Berteau et Chloé Rebaudo.Vous entendrez dans ce podcast :
Ce podcast est présenté par BeTrail.Voici le RÉCAP D+ du 9 mars 2026, le flash info du trail signé Distances+ présenté par Franck Berteau et Chloé Rebaudo.Vous entendrez dans cette émission :
Pitching Shameless Anime Ads, High School Reunions & Modern Pokémon ComplaintsIn an exciting twist of fate, AniPro has been given full-reign to insert product placements into some of the best anime! What products are they inserting? And how do they envision the ads playing out? Tune in to this wacky episode and find out!Also, Cole's figuring things out, Mike's embracing a new generation, Jay wants a reunion, and more!Topics & Timestamps:00:00 - Intro & The Purple Tape Entertainment Sellout05:59 - Beast Wars, Gunpla & Figure Collecting Limits11:57 - High School Reunions & The Grade 6 Attractiveness List30:52 - The State of Pokémon: X & Y, Switch Ports & Legends Z-A46:22 - Was Dr. Pepper a Paid Steins;Gate Sponsor?52:31 - Shameless Anime Ads & Anime Food Tangents1:01:26 - Pitches: Attack on Titan, Laid-Back Camp & One Piece1:18:04 - Pitches: Dragon Ball Z, Canada Goose & Chainsaw Man1:32:09 - Pitches: Uma Musume, Death Note, JoJo, Lain & Frieren1:46:58 - Upcoming Reviews: Botan Kamiina, Now and Then & MoreSupport AniPro:PatreonMailbagTokyoTreat: Use code "ANIPRO" for $5 offFollow & Subscribe:X / TwitterInstagramDiscordNext Reviews:Manga: Botan Kamiina Fully Blossoms When DrunkAnime: Now and Then, Here and ThereGame: Needy Streamer OverloadLive Action: One Piece Live ActionMusic & Credits:Opening: “Shibuya” via slip.streamBreak Music By AniProEnjoying the show? If so, please rate & review us on Apple Podcasts or Spotify – it only takes a moment and helps new listeners find us!
Ce podcast est présenté par BeTrail.Voici le RÉCAP D+ du 23 février 2026, le flash info du trail signé Distances+ présenté par Nicolas Fréret et Chloé Rebaudo.Vous entendrez dans ce podcast :
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 27 Februari 2026Bacaan: Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? " Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembala kanlah domba-domba-Ku." (Yohanes 21:17)Renungan: Di sebuah sekolah dasar, ada seorang anak laki-laki yang bandel dan suka ribut di kelas. Hampir setiap hari, anak ini membuat masalah dan membuat kelas menjadi gaduh sehingga kerap kali dia menjadi sasaran kemarahan para guru. Anak ini kemudian dipanggil dengan sapaan "Surib" yang berarti "Suka Ribut". Suatu hari, ketika ada tugas melukis, seorang guru menyuruh para murid untuk melukis potret diri masing-masing. Surib pun dengan penuh antusias melukis dirinya sendiri. Dalam lukisannya, Surib menulis satu kalimat yang berbunyi, "Tuhan belum selesai menciptakan saya." Lukisan ini kemudian menjadi salah satu lukisan terbaik di sekolahnya. Suatu hari, seorang guru mendapati bahwa kelas Surib sangat gaduh. Dan seperti biasa, Suriblah yang menjadi penyebabnya. Ketika guru itu hendak memarahi Surib, beliau melihat lukisan Surib yang dipajang didepan kelas, yang bertuliskan, "Tuhan belum selesai menciptakan saya." Wajah sang guru langsung berubah. Dalam hati Sang Guru berkata, "Ya! Tuhan belum selesai menciptkannya, aku harus sabar." Dalam kehidupan kita sehari-hari, sering kali kita begitu mudah untuk menghakimi orang lain. Banyak orang cenderung memberi penilaian kepada orang lain dengan harga mati, seolah-olah orang lain sama sekali tidak akan berubah selamanya. Terlebih ketika, orang lain melakukan kesalahan. Akan sangat mudah baginya untuk melihat segala sisi dengan cara pandang negatif yang berlebihan. Banyak orang lupa bahwa Tuhan belum selesai menciptakan sesamanya. Kita pasti ingat dengan Petrus. Petrus bukanlah orang yang sempurna. Sebaliknya, Petrus selalu mendapat teguran keras dari Yesus, bahkan pernah menyangkal Yesus. Demikian pula dengan Rahab, Maria Magdalena dan Paulus. Mereka adalah para pendosa. Kendati begitu, mereka justru dipakai Tuhan secara luar biasa. Seseorang bisa saja berubah menjadi baik bahkan menjadi sesuatu yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Namun demikian, Tuhan juga membutuhkan bantuan kita, jadi janganlah kita buru-buru menghakimi dan menjauhi orang-orang yang mungkin berbuat salah terhadap kita. Namun tegurlah mereka dengan penuh kasih. Jangan lupa doakanlah dan berkatilah mereka selalu. Percayalah bahwa suatu saat mereka juga bisa berubah meski sekarang mereka melakukan kesalahan. Bimbinglah mereka untuk kembali di jalan yang benar agar mereka segera bertobat mendapat pemulihan dan akhirnya dapat diselamatkan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku mudah menghakimi orang lain. Kini aku sadar bahwa kekuranganku lebih banyak daripada orang yang sering aku hakimi. Amin. (Dod).
Voici le RÉCAP D+ du 23 février 2026, le flash info du trail signé Distances+ présenté par Nicolas Fréret et Chloé Rebaudo.Vous entendrez dans ce podcast :
Ce podcast est soutenu par CIMALP.Voici le RÉCAP D+ du 16 février 2026, le flash info du trail signé Distances+ présenté par Franck Berteau et Chloé Rebaudo, à écouter en quelques minutes chaque lundi.Vous entendrez le vainqueur du 650 km du Yukon Arctic Ultra, Paul Clément, Louise Serban-Penoat de retour à la compétition sur le Tarawera en Nouvelle-Zélande, Ferdinand Airault qui signe un top 6 malgré l'adversité au Black Canyon Ultra et l'une des révélations 2025, Antoine Thiriat, qui nous annonce son début de saison compliqué en raison d'une grosse blessure.Le Récap D+ original est réalisé par Clément Lainé.Le design sonore de ce Récap D+ audio est signé Alexandre Ferreira.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 15 Februari 2026Bacaan: "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?" (Matius 7:3)Renungan: Suatu ketika ada satu keluarga tengah berada dalam perjalanan menuju sebuah kota. Lalu mereka singgah di satu kedai kecil untuk beristirahat. "Bapak dan keluarga mau ke mana?" tanya si pemilik kedai. Bapak itu memberitahukan tujuannya. "Oh, kota itu. Saya tahu," jawabnya. "Kalau begitu dapatkah Anda menceritakan bagaimana orang-orang yang ada di sana?" tanya kepala keluarga tersebut. Bukannya menjawab, pemilik kedai malah bertanya balik, "Orang-orang seperti apakah yang kalian temukan di tempat asal kalian?" "Mereka adalah orang-orang yang payah," isteri bapak itu segera menjawab. "Benar. Mereka senang bergosip, cuek, egois. Kami senang bisa pindah dari sana," jawab anak-anaknya. "Saya rasa kalian juga akan menemukan orang-orang dengan sikap yang sama di kota tujuan kalian nanti." Keesokan paginya, rombongan keluarga lain singgah ke kedai itu dan ingin ke kota yang sama seperti keluarga kemarin. Mereka pun menanyakan kepada pemilik kedai tentang sifat orang-orang yang nanti akan ditemui. "Jenis tetangga macam apa yang dulu kalian miliki?" pemilik kedai itu bertanya. "Mereka baik, suka menolong, peduli. Sebenarnya kami sangat berat hati meninggalkan tempat yang dulu itu," jawab pemimpin rombongan. Pemilik kedai menjawab, "Tenang, nanti kalian juga akan mendapat tetangga yang serupa." Salah satu alasan yang dikemukakan oleh para pegawai mengapa mereka mau berhenti bekerja dan pindah ke tempat lain adalah karena orang-orang di kantor mereka yang tidak bersahabat. "Di sini orang-orangnya suka menusuk dari belakang. Mereka berkompetisi dengan curang. Pribadinya tidak menyenangkan," begitulah ungkapan mereka. Namun yang menjadi masalah sebenarnya bukanlah orang-orang tapi kita sendiri. Selama kita tidak mau belajar mengerti, belajar rendah hati dan mengalah, ke mana pun kita pergi, di mana pun kita bekerja, kita memang akan senantiasa bertemu dengan orang-orang sulit'. Selama kita selalu melihat 'selumbar' di mata pihak lain, selalu mencari kekurangan dan kejelekan mereka, maka itulah yang akan kita dapatkan. Dengan kasih Tuhan, ubahlah sikap kita, maka situasi pun akan berubah dengan sendirinya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu, sehingga setiap orang yang berada dekat denganku akan merasa nyaman. Amin. (Dod)
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 11 Februari 2026Bacaan: "Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang." (1 Korintus 1:26)Renungan: Ada seorang pemuda yang telah berumur masih terus mencari pasangan hidup yang ideal. Suatu hari, ia menemukannya. Si gadis cantik dan pintar namun ia tidak jadi menikahinya sebab gadis itu tidak bisa memasak! Lalu ia mencari lagi dan akhirnya menemukan gadis yang bahkan lebih cantik dari sebelumnya. Bahkan si gadis pandai memasak. Ya, masakannya luar biasa lezat karena ia punya usaha restoran sendiri. Hebat bukan? Namun pemuda ini tak bisa menikahinya karena sang wanita tak pandai merawat diri. la tidak bisa make up sendiri, memakai pakaian pun tak pernah mengikuti mode dan tren yang ada. Jadi pemuda itu pun pergi meninggalkannya. la mencari lagi selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan sampai akhirnya menemukan seorang gadis yang menurutnya sangat sempurna. la begitu cantik, masakannya melebihi restoran bintang lima, dan yang terpenting ia begitu cerdas. la sempurna! Tapi, pemuda ini tak bisa menikahinya. Mengapa? Sebab gadis ini sedang mencari pria yang sempurna ! Ada orang yang juga demikian, ia mencari perusahaan yang sempurna. la ingin punya pendapatan seperti yang diharapkan. la mau memiliki atasan dan teman kerja yang ideal, yang semuanya sesuai dengan kriterianya. Apa itu mungkin? Sepertinya tidak. Mengapa? Karena dunia penuh dengan kekurangan di sana-sini. Ketidaksesuaian yang ada sudah semestinya tidak membuat kita stress, namun menyikapinya dengan bijak. Misalnya, teman kerja yang tak bersahabat, yang tak sempurna dapat memacu kita untuk belajar memahami orang, belajar bersabar, dan seterusnya. Renungkanlah, Allah pun saat menerima kita, la tidak melihat dan tidak mencari kesempurnaan dalam diri kita, lalu mengapa kita malah menuntut agar orang di sekitar kita sempurna? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau menerima aku apa adanya. Ajarilah aku agar akupun dapat menerima keberadaan orang-orang di sekitarku apa adanya. Amin. (Dod).
Ce podcast est soutenu par Cimalp.Voici le RÉCAP D+ du 9 février 2026, le flash info du trail signé Distances+ présenté par Franck Berteau et Chloé Rebaudo, à écouter en quelques minutes chaque lundi.Avec les vocaux :
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 8 Februari 2026Bacaan: "Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu." (Yohanes 12:3) Renungan: Kisah Tuhan Yesus diurapi oleh Maria merupakan kisah yang memiliki makna yang sangat kaya dan sangat dalam. Namun kita akan melihat kisah ini dari permukaan yang nampak sangat jelas. Maria mengurapi kaki Tuhan Yesus dengan minyak narwastu yang sangat mahal. Tiga ratus dinar yang setara dengan upah pekerja hampir selama 1 tahun pada saat itu. Tuhan Yesus menerima perbuatan baik Maria, bahkan memujinya sebagai peringatan akan kematian-Nya. Namun Yudas menilai perbuatan tersebut sebagai pemborosan besar dengan kedok membantu orang-orang miskin. Dari fakta-fakta ini, kita bisa menarik kesimpulan bahwa Tuhan Yesus menerima sepenuhnya kebaikan Maria, walaupun la sendiri adalah sumber kebaikan dan belas kasihan. Namun, salah satu murid Nya menentang hal tersebut karena menggunakan sudut pandang untung rugi. Mungkin saja penilaian Yudas tidak salah, mengingat secara ekonomis nilai minyak narwastu tersebut sangat tinggi. Namun Tuhan Yesus menggunakan sudut pandang yang melampaui perhitungan untung rugi secara ekonomi, yaitu sudut pandang kasih dan ucapan syukur Maria. Tindakan Maria ini merupakan ucapan syukur kepada Tuhan karena kasih, anugerah dan kebaikan yang telah ia terima. Ada kalanya kita merasa enggan untuk menerima kebaikan orang lain, terlebih lagi ketika kita melihat status ekonomi orang tersebut berada di bawah kita. Mungkin kita merasa bahwa kitalah yang seharusnya menolong dia, bukan sebaliknya. Namun terkadang dengan menolak kebaikan orang lain, itu merupakan salah satu bentuk kesombongan rohani yang tersembunyi. Kita menempatkan diri sendiri dalam posisi yang lebih tinggi, dan dia dalam posisi yang tidak berdaya. Dengan kata lain, kita menghalangi orang tersebut untuk mempraktikkan kasih atau ucapan syukur atas kebaikan yang pernah ia terima. Belajar dari Tuhan Yesus yang menggunakan sudut pandang melampaui perhitungan untung rugi, kita pun harus belajar untuk menerima kebaikan orang lain apa adanya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tolong aku untuk bisa menghargai kebaikan orang lain, sehingga orang tersebut akan bersukacita bisa melakukan kebaikan. Amin. (Dod).
Voici le RÉCAP D+ du 26 janvier 2026, le flash info du trail signé Distances+ présenté par Franck Berteau et Chloé Rebaudo, à écouter en quelques minutes chaque lundi avec notamment les vocaux D+ :
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 3 Februari 2026Bacaan: Kata Daud kepada Salomo: "Anakku, aku sendiri bermaksud hendak mendirikan rumah bagi nama TUHAN, Allahku." (1 Tawarikh 22:7)Renungan: Salah satu ambisi terbesar Daud Dialah membangun Bait Allah. Saat itu, ia telah menjadi raja Israel dan telah membangun istananya yang megah, setelah ia mengalahkan musuh-musuh Israel. Daud tahu, semua yang diperolehnya adalah karena anugerah Tuhan. Saat itu, tabut Tuhan simbol kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya-tetap berada di bawah tenda. Lalu, ia ingin membangun sebuah rumah yang megah untuk Tuhan. Namun, Tuhan menolak kerinduan hati Daud. Alasannya, karena Daud telah menumpahkan banyak darah. Tuhan pun memberitahunya bahwa Salomo, anaknya, yang akan mendirikan rumah itu bagi-Nya. Bagaimana reaksi Daud? la sepenuhnya tunduk kepada Tuhan. la menerima kehendak Tuhan dengan rendah hati. Namun ia tidak begitu saja lepas tangan. la membagikan kerinduan itu kepada Salomo. la juga menunjukkan dukungannya dengan menyediakan berbagai persiapan yang dibutuhkan agar kelak Salomo lebih mudah melaksanakannya. Daud menyediakan sangat banyak emas, perak, tembaga, besi, kayu, batu, serta para ahli bangunan. Tindakan Daud ini menolong kita memahami bahwa jika kita ingin melakukan sesuatu yang kita yakini menyenangkan hati Tuhan, namun Dia memilih orang lain yang melakukannya, maka tindakan terbaik kita ialah mendukungnya sepenuh hati. Karena Tuhan tahu siapa yang paling tepat untuk Dia pakai. Yang lebih penting ialah, Tuhan dimuliakan melalui pekerjaan-pekerjaan dan pelayanan anak-anak-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kelapangan hati untuk menerima kelebihan orang lain. Lepaskan iri hati dalam diriku, sebab aku percaya di dalam kekuranganku selalu ada kelebihan yang telah Kau percayakan untukku. Amin. (Dod).
In this episode of the Science of Skin podcast, Dr. Ted Lain interviews Dr. Matt Zirwas, a leading expert in dermatology, focusing on the latest advancements in treatments for atopic dermatitis and psoriasis. They discuss the potential of new drugs targeting the OX40 pathway, innovative drug delivery methods, and the emergence of highly effective oral therapies for psoriasis. The conversation highlights the evolving landscape of dermatological treatments and the exciting prospects for long-term patient outcomes. In this conversation, Dr. Zirwas and Dr. Lain discuss various dermatological treatments, focusing on drug administration, bioavailability, and the efficacy of new medications for conditions like hidradenitis suppurativa and chronic spontaneous urticaria. They explore the implications of PDE4 inhibitors, the challenges of assessing treatment outcomes, and the importance of pain management in patient care. The discussion highlights the evolving landscape of dermatology and the significance of clinical trials in advancing treatment options. To watch this and other episodes, be sure to check out our YouTube page Takeaways: New drugs targeting the OX40 pathway may revolutionize treatment for atopic dermatitis.Innovative drug delivery methods could lead to less frequent dosing for patients.The potential for long-term remission in atopic dermatitis is an exciting prospect.Adverse events in new drugs may correlate with better efficacy.Oral therapies for psoriasis are emerging as a new class of effective treatments.The efficacy of new oral drugs may surpass traditional biologics.The importance of understanding pharmacokinetics in drug efficacy is highlighted.The development of advanced systemic therapies is changing the landscape of dermatology.The future of psoriasis treatment may include drugs that effectively target both skin and joint disease. Drug bioavailability is significantly affected by food intake.PDE4 inhibitors show promise in improving various conditions.Cognitive benefits have been observed with PDE4 inhibitors.Pain management is a critical endpoint in HS treatment.Assessing HS severity is challenging for investigators.New treatments are emerging for chronic spontaneous urticaria.Patient satisfaction is essential in evaluating treatment success.Innovative drugs are changing the landscape of dermatology.Clinical trials are crucial for advancing treatment options.Understanding patient needs is key to effective care. Disclaimer: This podcast is not intended to provide diagnosis, treatment, or medical advice. Content provided in this podcast is for educational purposes only. Please consult with a physician regarding any health-related diagnosis or treatment. See omnystudio.com/listener for privacy information.
HO! HO! HO, Y'ALL! In this episode, Rivers is snowed-in at Disgraceland Studios hangin' out and roasting some chestnuts with our ol' pal, comedian Justin Lain! We test out Sprite + Tea and talk about Christmas in Justin's hometown: New Orleans, Louisiana. We also chat about some of the worst gifts ever given according to folks on Reddit, and we've got a new batch of horrible Christmas songs to check out. Eartha Kitt's "Santa Baby" is our JAM OF THE WEEK! Happy Holidays, folks! Hope it's a good one. Thank you for listening. Follow Justin on social media @TheJustinLain Follow our show @TheGoodsPod on absolutely everything! Rivers is @RiversLangley Sam is @SamHarter666 Carter is @Carter_Glascock Subscribe on Patreon for an UNCUT video version of the show as well as HOURS of bonus content! http://patreon.com/TheGoodsPod Pick up a Goods from the Woods t-shirt at: http://prowrestlingtees.com/TheGoodsPod
Ken Lain's father-in-law, Harold Watters, opened a garden center in semi-arid, mountainous Prescott, Arizona, in 1962. Six decades later, garden centers aren't exactly giving e-commerce companies and Big Box home improvement centers much in the way of competition, and countless brick-and-mortar retailers have gone out of business. Yet Ken, his wife, Lisa, and their daughter, McKenzie, have continued to make their third-generation family business, Waters Garden Center, bloom. Now, the Lains stand at the cusp of an ambitious expansion into new markets. This week father and daughter share the nutrient-rich business strategies that every small enterprise can use to grow its own remarkable success story. [Ken and McKenzie Lain will be featured in All You Can Eat Business Wisdom: Second Helpings, coming in 2026. The anthology is the sequel of co-host Maxwell Rotbart's award winning first edition, All You Can Eat Business Wisdom: A Monday Morning Radio Anthology of Actionable Advice.] Monday Morning Radio is hosted by the father-son duo of Dean and Maxwell Rotbart. Photo: Ken and McKenzie Lain, Watters Garden CenterPosted: December 8, 2025 Monday Morning Run Time: 58:42 Episode: 14.27 RELATED EPISODES: Cultivating Big Profits in a Small Market It Was True in 1959, It's Still True Today: An Educated Consumer Is the Best Customer Dean Guida Bootstrapped His Way to Building a Multinational Enterprise Software Company
Dr Lain interviews the founder of AO2 Skin, Rob Solomon, along with the Chief Medical Officer Dr Vivian Bucay. AO2 employs nanobubble technology to deliver pure oxygen into the skin. We discuss the origins of the technology and brand with Rob, then turn to Dr Bucay to understand how this technology reduces redness, fights acne, and supports a healthy microbiome.See omnystudio.com/listener for privacy information.