Podcasts about Budaya

  • 519PODCASTS
  • 976EPISODES
  • 29mAVG DURATION
  • 5WEEKLY NEW EPISODES
  • Mar 1, 2026LATEST

POPULARITY

20192020202120222023202420252026

Categories



Best podcasts about Budaya

Latest podcast episodes about Budaya

Ini Koper
#888 Dinamika dan Kedalaman Budaya Organisasi

Ini Koper

Play Episode Listen Later Mar 1, 2026 6:04


Organisasi bukanlah sekadar struktur hierarki atau sekumpulan proses bisnis yang kaku, melainkan sebuah entitas hidup yang bernapas melalui interaksi manusia. Di dalamnya, terdapat kekuatan tak kasat mata yang menentukan keberhasilan atau kegagalan sebuah visi, yakni budaya organisasi. Budaya bertindak sebagai perekat sosial yang menyatukan individu dalam satu identitas kolektif yang unik. Budaya organisasi dapat didefinisikan sebagai pola asumsi dasar yang ditemukan, ditemukan kembali, atau dikembangkan oleh kelompok tertentu saat mereka belajar menghadapi masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal. Jika pola tersebut terbukti efektif, ia akan diajarkan kepada anggota baru sebagai cara yang benar untuk mempersepsikan, memikirkan, dan merasakan masalah-masalah tersebut. Menurut Edgar Schein, budaya tidak bisa dipahami secara dangkal melalui survei belaka, melainkan harus dilihat melalui tiga tingkatan. Tingkat pertama adalah artifak, yaitu segala sesuatu yang dapat dilihat, didengar, dan dirasakan secara fisik di lingkungan organisasi. Ini mencakup arsitektur kantor, cara berpakaian, hingga bahasa formal yang digunakan sehari-hari. Namun, artifak seringkali menyesatkan karena mudah diamati tetapi sulit untuk ditafsirkan maknanya. Di bawah artifak terdapat nilai-nilai yang dideklarasikan (espoused values), yang mencakup strategi, tujuan, dan filosofi yang secara sadar diungkapkan oleh pemimpin. Nilai-nilai ini adalah apa yang "seharusnya" dilakukan menurut norma kelompok. Tingkatan terdalam dan yang paling kuat adalah asumsi dasar (basic underlying assumptions). Asumsi ini bersifat tidak sadar dan dianggap sudah semestinya benar (taken for granted), sehingga anggota organisasi tidak lagi mempertanyakan keberadaannya. Inilah inti sebenarnya dari budaya yang menentukan bagaimana realitas dipahami oleh setiap individu di dalamnya. Asumsi dasar ini seringkali berakar pada sejarah panjang organisasi dalam mengatasi krisis atau merayakan kesuksesan. Ketika suatu tindakan secara konsisten membawa keberhasilan, tindakan tersebut berubah dari sekadar hipotesis menjadi keyakinan yang tidak tergoyahkan. Budaya, dalam hal ini, adalah hasil dari proses pembelajaran kolektif yang terakumulasi. Salah satu fungsi utama budaya adalah membantu organisasi dalam adaptasi eksternal. Budaya menentukan misi inti organisasi, strategi operasional, hingga kriteria keberhasilan yang mereka tetapkan sendiri. Tanpa kesepakatan budaya mengenai hal-hal fundamental ini, organisasi akan kehilangan arah di tengah persaingan pasar yang dinamis. Selain adaptasi ke luar, budaya juga berfungsi menjaga integrasi internal. Budaya memberikan bahasa bersama, menentukan batasan kelompok, menetapkan kriteria untuk kekuasaan dan status, serta menciptakan norma-norma tentang keintiman dan persahabatan. Hal ini menciptakan rasa aman dan stabilitas psikologis bagi setiap anggota. Pembentukan budaya sangat dipengaruhi oleh peran pendiri organisasi. Para pendiri membawa asumsi awal mereka tentang dunia dan cara terbaik untuk menjalankan bisnis. Melalui kepemimpinan mereka, nilai-nilai pribadi sang pendiri perlahan-lahan menyerap ke dalam struktur dan menjadi identitas permanen bagi organisasi tersebut. Seiring bertumbuhnya organisasi, budaya tidak lagi bersifat monolitik. Seringkali muncul subkultur yang berbeda berdasarkan fungsi departemen, lokasi geografis, atau tingkatan hierarki. Tantangan bagi seorang pemimpin adalah bagaimana menyelaraskan subkultur ini agar tidak terjadi konflik yang dapat melumpuhkan efektivitas kerja. Budaya juga berfungsi sebagai mekanisme pengurangan kecemasan (anxiety reduction). Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, budaya memberikan kerangka berpikir yang stabil sehingga individu tahu bagaimana harus bereaksi tanpa perlu menganalisis setiap situasi dari nol. Budaya memberikan prediktabilitas dalam interaksi sosial. Kepemimpinan dan budaya adalah dua sisi dari koin yang sama. Pemimpin menciptakan budaya melalui tindakan-tindakan mereka, namun di saat yang sama, budaya yang sudah mapan juga menentukan jenis pemimpin seperti apa yang akan diterima oleh organisasi. Pemimpin yang gagal memahami budaya organisasinya akan mengalami penolakan sistemik. Mendiagnosis budaya organisasi memerlukan pendekatan kualitatif yang mendalam daripada sekadar metode kuantitatif. Pemimpin harus mampu menjadi "detektif budaya" yang mengamati perilaku, mendengarkan cerita, dan menggali asumsi yang tersembunyi. Memahami budaya berarti memahami jiwa dari organisasi itu sendiri. Perubahan budaya adalah proses yang sangat menyakitkan karena melibatkan aspek "pembongkaran" identitas lama. Edgar Schein menekankan bahwa untuk mengubah budaya, seseorang harus melalui tahap unfreezing, di mana stabilitas lama digoyahkan untuk menciptakan motivasi bagi perubahan. Tanpa rasa urgensi, budaya lama akan selalu menang. Setelah tahap unfreezing, organisasi perlu melakukan restrukturisasi kognitif. Anggota organisasi harus belajar melihat realitas dengan cara baru dan mengadopsi asumsi-asumsi baru yang lebih relevan dengan tantangan zaman. Proses ini membutuhkan pendampingan yang intens dan contoh nyata dari para pemimpin puncak. Salah satu penghambat terbesar perubahan budaya adalah learning anxiety atau kecemasan untuk belajar hal baru. Manusia cenderung takut akan kegagalan atau kehilangan status saat mencoba cara-cara baru. Oleh karena itu, menciptakan rasa aman psikologis (psychological safety) adalah prasyarat mutlak dalam transformasi budaya. Kepemimpinan yang transformasional harus mampu mengomunikasikan visi baru secara konsisten melalui segala saluran. Bukan hanya melalui pidato, tetapi juga melalui kebijakan rekrutmen, sistem penghargaan, dan alokasi sumber daya. Apa yang diprioritaskan oleh pemimpin adalah apa yang akan dianggap penting oleh budaya. Budaya organisasi juga sangat dipengaruhi oleh budaya nasional atau makro di mana organisasi tersebut berada. Nilai-nilai tentang otoritas, waktu, dan individualisme yang dipegang oleh masyarakat sekitar akan mewarnai bagaimana budaya perusahaan terbentuk. Globalisasi menuntut organisasi untuk lebih peka terhadap perbedaan budaya ini. Teknologi modern juga turut mengubah wajah budaya organisasi. Cara kita berkomunikasi secara digital telah merubah pola interaksi sosial dan struktur otoritas dalam perusahaan. Meskipun teknologinya baru, asumsi dasar manusia tentang kebutuhan akan pengakuan dan rasa memiliki tetap menjadi inti dari budaya. Dalam organisasi yang matang, budaya bisa menjadi beban jika ia menjadi kaku dan menolak inovasi. Inilah yang disebut sebagai "kekakuan budaya" yang bisa menyebabkan organisasi runtuh meskipun pernah sukses di masa lalu. Kemampuan untuk melakukan pembelajaran berkelanjutan adalah ciri budaya yang sehat. Budaya yang kuat bukan berarti budaya yang seragam tanpa perbedaan pendapat. Budaya yang kuat adalah budaya yang memiliki nilai-nilai inti yang kokoh, namun tetap memberikan ruang bagi keberagaman ide dan kritik konstruktif. Fleksibilitas di dalam kerangka nilai adalah kunci ketahanan jangka panjang. Evaluasi terhadap budaya tidak boleh dilakukan secara menghakimi sebagai "baik" atau "buruk" secara abstrak. Budaya harus dinilai berdasarkan efektivitasnya dalam mendukung tujuan organisasi dan kesejahteraan anggotanya. Budaya yang efektif adalah budaya yang selaras dengan realitas lingkungan eksternal. Akhirnya, manajemen budaya adalah tugas berkelanjutan bagi setiap pemimpin. Budaya bukanlah sesuatu yang bisa diselesaikan dalam satu program pelatihan, melainkan sesuatu yang dipelihara setiap hari melalui setiap keputusan kecil yang diambil. Budaya adalah akumulasi dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang menjadi karakter. Kesadaran akan budaya memberikan kekuatan bagi organisasi untuk melampaui keterbatasan teknis. Dengan budaya yang sehat, sebuah organisasi mampu bertahan melewati krisis ekonomi, perubahan pasar, hingga pergantian kepemimpinan. Budaya adalah warisan abadi yang ditinggalkan oleh sebuah kelompok kepada generasi berikutnya. Sebagai penutup, memahami organisasi berarti memahami manusia di dalamnya dengan segala kompleksitas budaya yang mereka bangun. Organisasi yang hebat adalah organisasi yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga membangun budaya yang memuliakan martabat manusia dan mendorong pertumbuhan bersama menuju tujuan yang lebih besar.

Pinter Politik
Mati Rasa Budaya Fadli Zon

Pinter Politik

Play Episode Listen Later Feb 26, 2026 11:00


Di era Fadli Zon sebagai Menteri Kebudayaan, viralitas budaya Indonesia justru memuncak. Namun, mengapa negara terasa kehilangan rasa?

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Raising gifted children with Indonesian culture in Australia - Membesarkan Anak Berbakat dengan Budaya Indonesia di Australia

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Feb 25, 2026 25:19


Lenny shares her struggle in pushing the Northern Territory (NT) education system that in turn sees her son graduating as the youngest doctor in the territory and how Indonesian cultural values play a vital role in her children's character education. - Lenny berbagi tentang perjuangannya mendorong sistem pendidikan di Northern Territory (NT) hingga kemudian anaknya dapat lulus menjadi dokter termuda di wilayah itu, serta bagaimana nilai-nilai budaya Indonesia berperan penting dalam pendidikan karakter anak-anaknya.

Radio Elshinta
Pesantren dan Isu Kebangsaan, dari Moderasi Beragama hingga Diplomasi Budaya

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Feb 25, 2026 41:39


Pesantren berperan strategis dalam isu kebangsaan, tidak hanya sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai penjaga nilai toleransi dan persatuan. Melalui penguatan moderasi beragama, pesantren menanamkan sikap inklusif, damai, dan menghargai keberagaman.Di sisi lain, pesantren juga menjadi bagian dari diplomasi budaya dengan memperkenalkan wajah Islam Indonesia yang ramah dan berakar pada kearifan lokal. Peran ini menegaskan pesantren sebagai pilar penting dalam merawat kebhinekaan dan menjaga harmoni bangsa.Talk: Koordinator Staf Khusus Menteri Agama H. M. Farid F. Saenong, M. Sc., Ph.D

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Bridging Differences Through Culture - Arozak Salam the Chairman of Indonesian Queer Collective - Menjembatani Perbedaan Lewat Budaya: Bersama Ketua Indonesian Queer Collective Jelang Mardi Gras Sydney

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Feb 20, 2026 12:48


Interview with Arozak Salam, Chairman of Indonesian Queer Collective (IQC) in Sydney, regarding the community's preparations for welcoming the 2026 Sydney Gay and Lesbian Mardi Gras celebration. - Wawancara dengan Arozak Salam, Ketua Indonesian Queer Collective (IQC) di Sydney, mengenai persiapan komunitas menyambut perayaan Sydney Gay and Lesbian Mardi Gras 2026.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
The Enchantment of Harmony of Nature and Dayak Culture in Riam Tinggi - Pesona Harmoni Alam dan Budaya Dayak di Riam Tinggi

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Feb 20, 2026 13:08


In the midst of Borneo's beautiful and lush green tropical forests, there is a hidden destination that combines the beauty of wild nature with authentic cultural wealth: Riam Tinggi Wisata Village (also known as Riam Batu Rajo) in Lamandau Regency, Central Kalimantan. - Di tengah hutan tropis Kalimantan yang masih asri dan hijau lebat, terdapat sebuah destinasi tersembunyi yang memadukan keindahan alam liar dengan kekayaan budaya autentik: Desa Wisata Riam Tinggi (juga dikenal sebagai Riam Batu Rajo) di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Pasar Senja: A twilight celebration of Indonesian culture in Melbourne - Pasar Senja Melbourne Rayakan Budaya Indonesia di Hari Kasih Sayang

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Feb 16, 2026 8:07


Nongkrong Festival brought Pasar Senja to Fed Square, drawing together Melbourne's Indonesian diaspora and the wider community for an evening of music, food, and connection on Valentine's Day. - Nongkrong Festival menghadirkan Pasar Senja di Fed Square Melbourne, menyatukan diaspora Indonesia dan warga Melbourne untuk menikmati musik, makanan, dan kehangatan komunitas di sore Valentine's Day.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Aisyah Kirana invites reflections on rice culture through rice glue - Aisyah Kirana Mengajak Refleksi tentang Budaya Nasi melalui Lem Nasi

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Feb 11, 2026 9:40


For Aisyah Kirana, “glue nasi” is not just an adhesive, but a medium to tell Indonesians' emotional connection to their staple food. - Bagi Aisyah Kirana, “lem nasi” bukan sekadar perekat, tetapi medium untuk menceritakan hubungan emosional orang Indonesia dengan makanan pokok mereka.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Not just Indonesian, Melbourne's Diaspora Fair 2026 also celebrates other Asian cultures - Tidak Hanya Indonesia, Diaspora Fair 2026 Melbourne Juga Rayakan Keragaman Budaya Asia Lainnya

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Feb 10, 2026 9:00


The Indonesian Diaspora Network Victoria hosted the Diaspora Fair 2026, showcasing Indonesian culture and providing a platform for diverse diaspora communities to celebrate their traditions. - Indonesian Diaspora Network Victoria menggelar Diaspora Fair 2026 yang tidak hanya menampilkan budaya Indonesia, tetapi juga memberi ruang bagi berbagai komunitas diaspora untuk berbagi tradisi mereka.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Why do we find ourselves drawn back to exploring our own culture when we live in a foreign country? - Mengapa kita justru tergugah kembali menggali budaya sendiri saat menetap di negara orang?

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Feb 7, 2026 7:54


Although we enjoy our own arts and culture, we often neglect to give serious attention to what we love. - Walau kita merasa senang akan seni budaya kita sendiri, namun sering kita tidak memberikan perhatian yang serius terhadap apa yang kita gemari itu.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Exploring Balinese Culture Through Samsara the Movie with Juliet Burnett - Eksplorasi Budaya Bali lewat Film Samsara Bersama Juliet Burnett

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Feb 2, 2026 11:18


Juliet Burnett: Body, Movement, and Silence in the Black and White Film, Samsara. - Juliet Burnett: Tubuh, Gerak, dan Sunyi dalam Film Hitam Putih Samsara.

Mahasiswa Pinggir Kota
Menjelajah Pariwisata Kita - Episode 0 (Manifesto Budaya)

Mahasiswa Pinggir Kota

Play Episode Listen Later Jan 8, 2026 13:47


Akhirnya… Season 3 rilis juga

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Culture: Representation of Balinese Culture in Garin Nugroho's Film Samsara - Budaya: Representasi Budaya Bali dalam Film Samsara Karya Garin Nugroho

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Dec 29, 2025 10:45


Samsara, a movie that reflect and contemplate Balinese culture rather than simply follow a conventional narrative. - Samsara film yang menampilkan budaya Bali sebagai bahasa visual, bukan sekadar latar cerita.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Culture: Kamila Andini's Before, Now & Then highlights stories of Indonesian women, available on On Demand - Budaya: Before, Now & Then Karya Kamila Andini Sorot Kisah Perempuan Indonesia, Tayang di On Demand

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Dec 22, 2025 19:08


Through her work, Kamila Andini captures the stories of women's lives in the 1960s, as a bridge connecting the past and the present. - Melalui karyanya, Kamila Andini memotret kisah kehidupan wanita pada masa tahun 1960-an, menjadi jembatan menghubungkan masa lalu dan kini.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Culture: Not Snow But Sand - A peek into the Christmas celebration in Australia. - Budaya: Bukan Salju tapi Pasir - Mengintip Kemeriahan Natal di Australia

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Dec 18, 2025 6:17


For most of the world's inhabitants, Christmas is synonymous with white snow, bonfires and warm clothes. But it's different in Australia. - Bagi sebagian besar penduduk dunia, Natal identik dengan salju putih, api unggun, dan pakaian hangat. Namun berbeda dengan situasi di Australia.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Culture: How learning Indonesian language can be made 'as close as possible' to Australian students - Budaya: Bagaimana Bahasa Indonesia Dapat Dipelajari dengan 'Sedekat Mungkin' oleh Murid Australia

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Dec 15, 2025 12:38


One of Victoria's Indonesian language teachers, Helena Anggraeni, shares how Indonesian language teaching is conducted in her classroom and how it impacts the students. - Salah seorang guru Bahasa Indonesia di Victoria, Helena Anggraeni, berbagi tentang bagaimana pengajaran Bahasa Indonesia dilakukan di kelasnya dan bagaimana dampaknya bagi para siswa.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Culture: Australian students demonstrate fluency in Indonesian language at NAILA 2025 - Budaya: Pelajar Australia Kembali Tunjukkan Kefasihan Pidato Bahasa Indonesia dalam NAILA 2025

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Dec 8, 2025 9:17


NAILA 2025 featured a sports theme and drew participants from various categories. Judge Ana Surjanto hopes the competition can boost interest in learning Indonesian among Australian students, which has been declining. - NAILA 2025 mengusung tema olahraga dan diikuti peserta dari berbagai kategori. Juri Ana Surjanto berharap lomba ini dapat menjadi pemacu minat belajar bahasa Indonesia di Australia yang tengah mengalami penurunan.

Ini Koper
#729 Merancang Budaya Organisasi yang Tangguh

Ini Koper

Play Episode Listen Later Dec 4, 2025 6:36


Pernahkah Anda berpikir bahwa budaya organisasi itu terbentuk begitu saja secara alami? Banyak pemimpin terjebak dalam pemikiran bahwa budaya organisasi adalah sesuatu yang organik atau sekadar slogan motivasi di dinding kantor. Padahal, membiarkan budaya tumbuh "secara default" adalah risiko besar di tengah lanskap dunia yang penuh gejolak. Tanpa desain yang sengaja, budaya bisa tumbuh liar, lemah, atau bahkan toxic, yang diam-diam menggerogoti eksekusi strategi bisnis Anda. Seperti halnya merancang produk unggulan, membangun budaya yang tangguh membutuhkan intensionalitas dan arsitektur yang serius. Di sinilah konsep Culture Design hadir sebagai solusi sistematis, bukan sekadar teori manajemen. Ini adalah kerangka kerja operasional untuk menyelaraskan perilaku setiap individu dengan tujuan strategis perusahaan. Prosesnya dimulai dari membangun empati mendalam untuk memahami realitas karyawan (Know What Matters), dilanjutkan dengan eksekusi inisiatif yang konsisten dan adaptif (Do What Matters), hingga pengukuran progres yang transparan (Measure What Matters). Pendekatan ini mengubah budaya dari sesuatu yang abstrak menjadi sistem operasi nyata yang mendorong kinerja tinggi. Jangan biarkan masa depan organisasi Anda bergantung pada kebetulan. Desain budaya yang kuat tidak hanya mencetak angka profit jangka pendek, tetapi juga menciptakan warisan (legacy) dan lingkungan kerja yang inklusif di mana setiap orang merasa memiliki. Saatnya berhenti menjadi penonton dan mulai menjadi arsitek sadar bagi lingkungan kerja Anda. Pelajari bagaimana Anda bisa membangun organisasi yang tidak hanya sukses mencapai output, tetapi juga kaya akan tujuan dan kemanusiaan melalui penerapan Desain Budaya Organisasi.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Culture Corner: Australian-Indonesian Ria Soemardjo found identity through Javanese tradition 'sindenan' - Pojok Budaya: Musisi Australia-Indonesia Ria Soemardjo Temukan Identitas lewat Tradisi Jawa 'Sindenan'

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Dec 1, 2025 9:33


For musician Ria Soemardjo, singing in the Javanese tradition is a way to connect with her father's culture whilst also providing a space for creative experimentation. - Bagi Ria Soemardjo, bernyanyi dalam tradisi Jawa adalah cara untuk terhubung dengan budaya ayahnya sekaligus ruang untuk bereksperimen secara kreatif.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
From web series to Citra Awards and Oscar submission, this is the journey of 'Sore: Wife from the Future' - Pojok Budaya: Dari Web Series hingga Piala Citra dan Oscar, Ini Perjalanan Film 'Sore: Istri dari Masa Depan'

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Nov 25, 2025 15:58


Director Yandy Laurens and producer Suryana Paramita trace the journey of "Sore" from a 2017 web series to an award-winning feature film that claimed four Piala Citra trophies at the 2025 Indonesian Film Festival and now represents Indonesia at the 2026 Academy Awards. - Sutradara Yandy Laurens dan produser Suryana Paramita mengupas perjalanan film 'Sore' dari web series 2017 hingga film layar lebar yang meraih empat Piala Citra di tahun 2025 dan dipilih mewakili Indonesia di ajang Academy Awards 2026.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
From tuba to gamelan: Australian musician dives into Indonesian culture through musical instruments - Dari Tuba ke Gamelan: Musisi Australia Selami Budaya Indonesia lewat Alat Musik Tradisional

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Nov 13, 2025 9:23


For professional tuba player Rohan Iyer, playing gamelan opened the door to a deeper understanding of Indonesian culture––its food, language and mythology. - Bagi Rohan Iyer, bermain gamelan adalah jalan untuk memahami lebih dalam mengenai budaya Indonesia––yaitu makanan, bahasa, dan mitologinya.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
'Not just cultural promotion but youth development': Behind Muhibah Angklung's performance around the world - 'Bukan Hanya Promosi Budaya tapi Youth Development': Di Balik Misi Muhibah Angklung Tampil Keliling Dunia

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Nov 12, 2025 10:04


The Bandung's group Muhibah Angklung is on their mission of performing around the world. This is their story. - Kelompok seni asal Bandung, Muhibah Angklung, melakukan misinya untuk tampil keliling dunia. Ini cerita mereka.

METRO TV
Mendikdasmen Buka Konferensi INT'L Lintas Budaya - Headline News Edisi News MetroTV 6705

METRO TV

Play Episode Listen Later Nov 11, 2025 2:06


Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, membuka Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya (L-K-L-B) di Jakarta. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 200 peserta dari 20 negara, membahas pentingnya pendidikan untuk membangun kepercayaan, solidaritas, dan kerja sama di masyarakat multikultural.#LKL-B #LiterasiKeagamaan #AbdulMuTi #Kemdikbud #PendidikanMultikultural

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Rianti Cartwright Instills a Love for Indonesian Culture from an Early Age Through Batik Pertama Kara - Rianti Cartwright Tanamkan Cinta Budaya Indonesia Sejak Dini Lewat Buku Batik Pertama Kara

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Nov 5, 2025 10:49


Through Kara's story, children are invited to discover the magic and meaning of batik in a fun,safe and inspiring way. - Melalui karakter Kara, anak-anak diajak mengenal keindahan batik dengan cara yang aman dan menyenangkan.

Ini Koper
#675 Membuat Theory of Change Organisasi

Ini Koper

Play Episode Listen Later Oct 29, 2025 7:16


Waktu terasa bergegas. Ada turbulensi di udara. Ketidakpastian menjadi sarapan pagi. Inilah dunia yang kita hadapi kini, sebuah zaman TUNA yang menuntut jawaban baru. Tapi kita sering terpaku. Kita rindu cara-cara lama. Kita berpegang pada hierarki yang mapan. Kita lupa bahwa peta yang kita pegang sudah usang dimakan zaman. Organisasi pun menjadi lamban. Seperti raksasa yang kaku. Gagal beradaptasi, gagal berkolaborasi. Solusi inovatif tersangkut di ruang-ruang rapat yang beku. Di sinilah INSPIRIT bermula. Sebuah ikhtiar. Sebuah misi menanam kapasitas baru. Misi untuk fasilitasi, presentasi, dan kepemimpinan yang kreatif, dinamis, dan hidup. Tujuannya? Mungkin terdengar muluk. Kemajuan bangsa yang inklusif. Sebuah tatanan yang vibrant. Sebuah ketangguhan kolektif yang harus dirajut bersama. Perubahan tak lahir dari ruang hampa. Ia butuh prasyarat. Ia butuh modal. INSPIRIT memulai dengan apa yang esensial: gagasan dan metodologi. Kurikulum yang unik dirancang. Metode yang relevan untuk konteks negeri ini. Inilah modal intelektual, sebuah peta baru untuk perjalanan yang tak pasti. Gagasan butuh kaki untuk berjalan. Para fasilitator ahli disiapkan. Para coach yang kompeten dan kredibel. Mereka adalah modal manusia, para penyampai pesan. Tapi pesan tak berarti tanpa jangkauan. Jaringan strategis dibangun. Kemitraan dirajut. Reputasi dan kepercayaan ditanam hari demi hari sebagai modal sosial. Lalu, intervensi kreatif dimulai. Ini bukan sekadar pelatihan. Ini adalah sebuah pengalaman. Program dirancang partisipatif, jauh dari ceramah satu arah yang membosankan. Lokakarya. Bootcamp. Pendampingan. Sebuah komunitas praktisi dibangun, tempat mereka yang resah bisa saling belajar dan bertumbuh bersama. Jika intervensi ini menyentuh para pemimpin perubahan. Para aktivis. Aparatur sipil negara. Akademisi dan manajer korporasi yang gelisah. Maka, sesuatu akan bergeser di dalam diri. Keterampilan baru akan tumbuh. Mindset yang lebih terbuka, adaptif, dan kolaboratif akan bersemi. Tentu, ada asumsi di sini. Asumsi bahwa metode ini relevan. Bahwa proses experiential ini mampu memindahkan pengetahuan. Bahwa benih akan menemukan tanah yang subur. Jika para pemimpin ini pulang membawa bekal baru. Keterampilan. Mindset. Kepercayaan diri. Maka, mereka akan menerapkan metode itu dalam kerja sehari-hari. Rapat yang kaku menjadi cair. Konflik dikelola dengan empati. Tapi ini pun butuh asumsi: bahwa organisasi mereka terbuka, bahwa atasan dan rekan kerja memberi ruang. Jika praktik baru ini diterapkan konsisten. Maka, ia akan menular. Seperti virus positif. Organisasi secara perlahan akan berubah wujud. Budaya kerja yang kaku akan luruh. Lahirlah resiliensi dan inovasi. Asumsnya adalah akumulasi: perubahan kecil dari banyak orang akan menjadi gelombang. Jika organisasi-organisasi kunci ini menjadi adaptif. Kolaboratif. Inklusif. Maka, kontribusi signifikan akan terasa pada tatanan yang lebih besar. Inilah tujuan akhirnya. Sebuah ekosistem yang tangguh. Tempat organisasi lintas sektor bekerja sama. Sebuah catatan, tentang kemajuan bangsa yang vibrant dan adil.

Ini Koper
$670 Future is Collective, Budaya Kepedulian di Tempat Kerja

Ini Koper

Play Episode Listen Later Oct 28, 2025 11:41


Pernahkah Anda merasa lelah bekerja dalam struktur hierarki yang terasa kaku dan ketinggalan zaman? Mungkin Anda merasakan burnout, kelelahan mental, dan mendambakan sebuah lingkungan kerja yang terasa lebih manusiawi, lebih adil, dan benar-benar peduli pada siapa Anda sebagai individu? Percayalah, Anda tidak sendirian. Banyak di antara kita, terutama yang bergerak di sektor nirlaba atau memperjuangkan keadilan sosial, merasakan betul tekanan dari model kerja tradisional yang sering kali menguras energi. Namun, bagaimana jika ada cara lain? Bagaimana jika masa depan dunia kerja tidak lagi dibentuk oleh piramida kekuasaan yang menjulang tinggi, melainkan oleh lingkaran-lingkaran kolaborasi, tempat kepedulian menjadi fondasinya? Kali ini, kita akan menyelami sebuah visi kerja yang transformatif, sebuah gagasan yang dijabarkan dengan indah dalam buku "The Future Is Collective" karya Niloufar Khonsari. Ini bukan sekadar buku teori, melainkan panduan praktis yang lahir dari pengalaman nyata dalam membangun Pangea Legal Services – sebuah organisasi yang berani mendobrak norma dan merangkul tata kelola bersama dari hati. Dalam episode kali ini, kita akan mengupas tuntas mengapa model kerja hierarkis sering kali gagal, menciptakan bottleneck dan melanggengkan eksploitasi, sambil menggali makna membangun "budaya kepedulian" yang otentik. Kita akan melihat langsung bagaimana Pangea menerapkan prinsip kolektif seperti gaji setara dan sistem "hub", serta menyentuh konsep menantang seperti mendefinisikan ulang 'prestasi', menangani konflik secara transformatif, dan mengadopsi pola pikir kelimpahan dalam pendanaan. Bersama-sama, kita akan menjelajahi bagaimana prinsip-prinsip berani ini bisa kita terapkan dalam konteks kita masing-masing, untuk menciptakan tempat kerja yang tidak hanya lebih efektif dalam mencapai tujuannya, tetapi juga terasa lebih adil, lebih suportif, dan lebih memanusiakan bagi setiap individu di dalamnya. Apakah Anda siap membayangkan dan ikut serta membangun masa depan kerja yang kolektif ini? Mari kita mulai perjalanan ini bersama.

Uncensored with Andini Effendi
Spill The Tea with The Tea Master ft. Oza Sudewo Uncensored with Andini Effendi ep.88

Uncensored with Andini Effendi

Play Episode Listen Later Oct 16, 2025 58:41


Jebolan pesantren jatuh cinta dengan filosofi teh yang akhirnya menjadi Tea Master. Ikuti diskusi bersama Oza Sudewo, Master Blender of OZA Tea bagaimana teh bisa merubah cara kita berpikir dan merasa. #cauldroncontent #andinieffendi #uncensoredwithandinieffendi #podcastindonesia #ozasudewo #ozatea #teamaster #specialtytea #businessowner — Uncensored bersama Andini Effendi ingin memulai percakapan mengenai isu yang kerap dianggap tabu. The Elephant in the Room adalah topik yang diketahui semua orang, namun tidak banyak yang berani membicarakannya. Dengan berdiskusi secara terbuka, kami harap masyarakat bisa lebih terbuka pikiran dan hatinya.୨♡୧ New episode drops every Thursday! ୨♡୧☆ Jangan lupa follow & Subscribe kami ☆https://www.instagram.com/cauldroncontent/https://www.youtube.com/playlist?list=PLZ3JpwVKQYqY6XA9E0ufQ6gWBL6H__NYw☆ Dengarkan juga podcast kami ☆https://open.spotify.com/show/6pHdBM4Jr0JMwBvbVCMiQI?si=cc66a009ea964c3a&nd=1&dlsi=4f0c2d2242694a34https://podcasts.apple.com/id/podcast/uncensored-with-andini-effendi/id1627192280☆ Host Andini Effendi ☆https://www.instagram.com/andinieffendi/☆ Oza Sudewo ☆https://www.instagram.com/ozasudewo/☆ Love, Bonito ☆https://www.instagram.com/lovebonito/—Time stamp00:00 Intro 01:02 Latar belakang  09:44 Teh reguler vs speciality tea14:19 Budaya minum teh di Indonesia17:08 Sejarah afternoon tea di Inggris23:16 Kandungan teh & efek menenangkan31:57 Momen Spiritual39:38 Teh celup & mikroplastik48:13 Perbedaan matcha dengan greentea powder

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
With 'Glorious Sriwijaya' the 2025 Indonesian Festival will showcase five regional cultures from South Sumatra - Bertema Gemilang Sriwijaya, Festival Indonesia 2025 akan Tampilkan Lima Budaya Daerah Sumatera Selatan

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Oct 14, 2025 10:39


The 2025 Indonesia Festival Melbourne will be held on October 17, 19, and 20, with the theme "Glorious Sriwijaya." What does "Glorious Sriwijaya" mean? - Festival Indonesia Melbourne 2025 akan diselenggarakan pada tanggal 17, 19 dan 20 Oktober, dengan mengambil tema Gemilang Sriwijaya. Apa yang dimaksudkan dengan Gemilang Sriwijaya?

Ini Koper
#629 Memahami Metafora Organisasi (Gareth Morgan)

Ini Koper

Play Episode Listen Later Oct 8, 2025 8:22


Gareth Morgan menyajikan pandangan yang revolusioner tentang organisasi. Ia berpendapat bahwa semua teori manajemen berakar pada metafora yang tersirat. Metafora ini membentuk cara kita melihat, memahami, dan mengelola suatu organisasi sehari-hari. Buku "Images of Organization" karya Gareth Morgan ini mengajarkan bahwa tidak ada satu pun pandangan yang sempurna. Setiap metafora menawarkan wawasan yang kuat, namun sifatnya selalu parsial. Tantangannya kini adalah mengembangkan kemampuan untuk memanfaatkan banyak perspektif secara bersamaan. Ini adalah kunci untuk menjadi pemimpin yang efektif dalam menghadapi dunia yang penuh ambiguitas. Metafora tidak hanya memperindah bahasa, tetapi juga cara kita berpikir. Ketika kita menyebut "organisasi adalah mesin," kita menyoroti aspek rasional dan strukturalnya. Morgan mengajak kita untuk menyadari adanya distorsi yang diciptakan oleh setiap perumpamaan. Metafora pertama dan paling umum adalah organisasi sebagai mesin. Pandangan ini melahirkan sistem birokrasi yang terpusat dan berjenjang hierarki. Organisasi dirancang agar beroperasi secara efisien, andal, dan sangat terprediksi. Dasar pemikiran ini berasal dari era Revolusi Industri dan praktik militer klasik. Frederick Taylor, dengan konsep manajemen ilmiah-nya, memecah pekerjaan menjadi tugas-tugas kecil yang rutin dan spesifik. Tujuannya memastikan setiap orang bertindak persis seperti komponen mekanis. Kelebihan model mesin adalah efisiensi luar biasa dalam melaksanakan tugas yang sederhana dan stabil. Ini terbukti sukses di lini perakitan atau layanan cepat saji, seperti yang diterapkan McDonald's. Namun, kelemahannya adalah ketidakmampuan untuk beradaptasi cepat terhadap perubahan lingkungan. Model ini juga dapat menciptakan birokrasi yang kaku dan menghambat pemikiran kreatif. Pengkotak-kotakan tugas dan spesialisasi yang ketat cenderung menciptakan fragmentasi di dalam organisasi. Hal ini sering menimbulkan masalah seperti apatis dan minimnya inisiatif di kalangan karyawan. Morgan menyarankan kita harus siap beralih dari pola pikir mekanistik ini di tengah era perubahan yang cepat. Metafora kedua melihat organisasi sebagai organisme hidup. Organisasi dipandang sebagai sistem terbuka yang mutlak bergantung pada lingkungan luar. Ia memiliki "kebutuhan" yang harus dipenuhi untuk menjamin kelangsungan hidup. Konsep organisme menekankan pentingnya lingkungan dan kemampuan adaptasi. Teori ini melahirkan Teori Kontingensi, yang menegaskan bahwa tidak ada satu cara pun yang terbaik untuk berorganisasi. Bentuk organisasi yang tepat sangat bergantung pada jenis lingkungan dan tugas yang dihadapi. Stabilitas lingkungan memerlukan struktur yang mekanistik, sementara turbulensi membutuhkan struktur yang organik dan fleksibel. Organisasi organik dicirikan oleh fleksibilitas tinggi, jaringan komunikasi terbuka, dan desentralisasi kekuasaan. Contohnya adalah adhocracy atau organisasi yang berbasis tim proyek inovatif. Model ini lebih mampu beradaptasi karena fokus utamanya adalah kelangsungan hidup total, bukan sekadar pencapaian tujuan operasional. Morgan mengupas teori ekologi populasi yang menempatkan lingkungan sebagai kekuatan seleksi utama. Teori ini berpendapat bahwa hanya organisasi yang "paling cocok" yang akan bertahan di tengah kelangkaan sumber daya. Namun, pandangan ini dikritik karena dianggap terlalu deterministik dan meremehkan pilihan strategis manajemen. Batasan mendasar metafora organisme adalah asumsi kesatuan fungsional internal. Organisasi sebenarnya tidak seutuh atau seharmonis organisme biologis. Selain itu, organisasi pada dasarnya adalah konstruksi sosial yang dibentuk oleh ide dan keyakinan, bukan hanya struktur fisik yang kaku. Metafora otak menyajikan organisasi sebagai sistem pemrosesan informasi yang kompleks. Organisasi dipandang memiliki kemampuan belajar dan mengatur diri sendiri secara cerdas. Inti dari pandangan ini adalah cybernetics, yakni ilmu kontrol dan komunikasi. Terdapat konsep umpan balik negatif yang menjelaskan mekanisme regulasi diri sistematis. Ini membantu sistem mendeteksi dan mengoreksi penyimpangan dari norma yang telah ditetapkan. Pembelajaran sejati memerlukan "double-loop learning," yaitu kemampuan untuk mempertanyakan dan mengubah norma operasional yang mendasarinya. Birokrasi sering terjebak dalam "single-loop learning" yang statis dan repetitif. Morgan juga memperkenalkan konsep holografik dalam mendesain organisasi modern. Holografi menyiratkan bahwa visi dan kecerdasan keseluruhan dikodekan di setiap bagian. Ini memungkinkan adanya kecerdasan terdistribusi dan redundansi fungsi yang efektif. Organisasi yang cerdas harus menggabungkan spesialisasi yang kuat dengan desentralisasi penuh. Prinsip desain holografik mencakup requisite variety dan minimum specs. Requisite variety menuntut mekanisme internal harus mencerminkan keragaman lingkungan luar yang kompleks. Minimum specs memastikan karyawan memiliki otonomi yang cukup untuk mengatur pekerjaan mereka sendiri. Penerapan prinsip ini menciptakan "learning organizations" yang adaptif dan dinamis. Organisasi juga dapat dipahami sebagai budaya yang unik dan hidup. Metafora ini berfokus pada nilai, norma, keyakinan, ritual, dan makna bersama yang menuntun kehidupan organisasi. Budaya adalah realitas sosial yang diciptakan, dikomunikasikan, dan dipertahankan bersama-sama. Budaya ini seringkali jauh lebih kuat daripada struktur formal yang didokumentasikan. Contohnya adalah perusahaan Jepang yang sangat menekankan harmoni, komitmen total, dan rasa saling memiliki. Budaya korporat yang kuat dapat menyatukan karyawan dan memberikan panduan yang jelas saat ada ambiguitas. Budaya yang sehat mendorong inovasi dan adaptasi yang berkelanjutan dan organik. Budaya dapat dianggap sebagai DNA organisasi, yang memberikan cetak biru bagi reproduksi diri. Morgan menunjukkan bagaimana budaya terbentuk dari interaksi sehari-hari, termasuk humor, cerita, dan ritual kecil. Memahami budaya membantu manajer menyadari peran mereka sebagai pencipta realitas kolektif. Konsep Enactment of a Shared Reality menjelaskan proses penciptaan ini. Orang-orang "menjalankan" realitas bersama mereka melalui serangkaian tindakan dan interpretasi. Perubahan organisasi harus dimulai dari transformasi citra, asumsi, dan nilai-nilai inti, bukan sekadar mengganti struktur. Meskipun metafora budaya kuat, ia cenderung mengabaikan konflik dan dominasi kekuasaan. Terlalu fokus pada idealisme harmoni dapat menyamarkan isu politik dan kekuasaan yang nyata. Budaya yang terlalu kuat dan homogen justru bisa menjadi "penjara psikis" baru yang menghambat adanya kritik. Metafora politik melihat organisasi sebagai sistem yang didorong oleh kepentingan, konflik, dan kekuasaan. Pandangan ini menggeser fokus dari rasionalitas ideal ke perjuangan nyata untuk alokasi sumber daya. Organisasi adalah arena tempat individu dan kelompok mengejar tujuannya masing-masing. Kekuasaan bersumber dari banyak aspek, bukan hanya wewenang formal yang melekat pada posisi. Ini termasuk kontrol terhadap sumber daya yang langka dan kemampuan untuk menghadapi ketidakpastian. Kekuasaan juga dapat berasal dari aliansi interpersonal dan kontrol terhadap informasi atau pengetahuan. Konflik timbul karena perbedaan kepentingan, baik di tingkat individu maupun fungsional atau subkultur. Morgan membedakan berbagai sistem pemerintahan dalam organisasi, seperti otokrasi (kekuasaan absolut) dan teknokrasi (kekuasaan berdasarkan keahlian). Adanya demokrasi di tempat kerja, seperti serikat pekerja, menunjukkan upaya perimbangan kekuasaan yang terus-menerus. Kekuatan politik selalu ada dalam organisasi, meskipun tidak diakui secara eksplisit oleh manajemen. Memahami politik organisasi memungkinkan manajer untuk bersikap realistis dan strategis. Mereka dapat menganalisis kepentingan (Tugas, Karier, Ekstramural) yang berbeda untuk memprediksi perilaku yang muncul. Dengan demikian, manajemen yang efektif melibatkan negosiasi dan pembangunan koalisi yang strategis. Konflik tidak selalu bersifat disfungsional; ia dapat menjadi katalisator bagi perubahan dan inovasi yang diperlukan. Namun, manajemen harus berhati-hati agar tidak terperangkap dalam permainan kekuasaan yang berlarut-larut dan merusak. Metafora politik mengungkap drama nyata yang sering tersembunyi di balik fasad rasionalitas. Metafora ini adalah yang paling abstrak, melihat organisasi sebagai penjara yang diciptakan oleh pikiran sendiri. Kita sering terperangkap oleh ide, asumsi, dan gambaran mental yang tanpa sadar kita ciptakan. Morgan mengajak kita untuk menggali ranah alam bawah sadar organisasi. Morgan mengutip teori Freud dan Jung dalam konteks ini. Organisasi dapat mewujudkan obsesi bawah sadar terhadap kontrol dan ketertiban yang berlebihan. Kepemimpinan yang otoriter mungkin merefleksikan dinamika keluarga patriarkal yang telah direpresi. Organisasi juga dapat menjadi sarana pencarian keabadian kolektif atau proyeksi ketakutan. Beberapa praktik organisasi, seperti obsesi pertumbuhan yang tidak sehat atau kebutuhan akan warisan, mungkin didorong oleh kecemasan akan kematian. Metafora ini memberikan wawasan mendalam tentang dinamika irasional yang memengaruhi keputusan strategis. Kelemahan metafora ini adalah kecenderungannya untuk mengabaikan faktor eksternal dan terstruktur yang nyata. Fokus yang terlalu kuat pada psikodinamika dapat membuat kritik menjadi nihilistik atau pesimistis. Namun, metafora ini vital untuk memahami mengapa organisasi sulit melakukan perubahan yang rasional. Metafora ini memandang organisasi sebagai pola perubahan yang berkelanjutan, bukan entitas yang statis. Perubahanadalah logika yang tidak terhindarkan, yang membentuk dan mengubah realitas organisasi secara konstan dari waktu ke waktu. Ini secara langsung menantang pandangan linier tentang perencanaan dan kontrol. Morgan memperkenalkan konsep Autopoiesis, di mana organisasi adalah sistem yang memproduksi dan mereproduksi dirinya sendiri secara tertutup. Organisasi cenderung berinteraksi dengan proyeksi diri mereka sendiri, menciptakan narcissism organisasi yang merusak. Mereka seringkali memiliki "identitas" yang menghambat adaptasi dengan dunia luar. Konsep Chaos and Complexity menyoroti perubahan yang bersifat non-linier dan tak terduga. Pergeseran kecil dapat menghasilkan konsekuensi besar yang tak terduga dalam sistem yang sangat kompleks. Organisasi harus belajar untuk mengelola di tengah ketidakpastian, yakni dengan menemukan pola-pola yang muncul di dalam kekacauan. Konsep Dialectical Change menekankan perubahan yang didorong oleh kekuatan yang saling berlawanan (contradiction). Misalnya, ketegangan antara kontrol dan otonomi dapat memicu krisis yang melahirkan struktur baru. Metafora ini menuntut manajer untuk merangkul paradoks yang ada dalam organisasi. Metafora terakhir adalah Instrumen Dominasi, yang secara kritis menyoroti sisi eksploitatif dan manipulatif organisasi. Organisasi besar sering dilihat sebagai alat kekuasaan yang digunakan untuk mencapai kepentingan sekelompok kecil pemodal atau elit. Fokusnya adalah pada dampak negatif di tempat kerja dan masyarakat luas. Morgan mengkritik bagaimana organisasi menggunakan dan mengeksploitasi karyawan. Ini termasuk bahaya kerja, penyakit akibat kerja, dan stres mental yang ditimbulkan oleh ritme kerja yang brutal. Organisasi memperkuat sistem kelas dan kontrol sosial di dalam masyarakat. Peran perusahaan multinasional disoroti sebagai kekuatan global yang dominan. Mereka menggunakan sumber daya dan memengaruhi kebijakan ekonomi global demi keuntungan finansial mereka sendiri. Morgan mempertanyakan etika di balik operasi global yang sering mengorbankan komunitas lokal. Meskipun kuat untuk kritik yang radikal, metafora ini harus digunakan bersama dengan metafora yang lain. Ia cenderung mengabaikan potensi organisasi untuk kebaikan, kolaborasi, dan kemanusiaan. Metafora dominasi merupakan perpanjangan dari metafora politik, tetapi dengan fokus etika dan moral yang lebih tajam. Kekuatan utama buku Morgan terletak pada pluralisme metaforisnya yang kaya. Buku ini memberdayakan pembaca untuk "membaca" organisasi secara mendalam dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Tidak ada satu pun lensa yang dapat menangkap keseluruhan kompleksitas organisasi. Manajer yang mahir harus mampu berganti lensa tergantung pada situasi yang dihadapi. Mereka perlu melihat organisasi sebagai mesin, organisme, budaya, otak, dan sistem politik secara simultan. Morgan menyarankan agar kita menggunakan metafora sebagai alat diagnostik yang aktif dan terintegrasi dalam praktik. Tujuan utamanya bukan untuk menemukan teori yang "benar" secara absolut, melainkan untuk melihat organisasi sebagai fenomena yang kaya, kompleks, dan multidimensi. Inilah inti dari kebijaksanaan organisasi modern yang diperlukan saat ini. Kemampuan untuk mengintegrasikan pandangan-pandangan ini adalah kunci untuk memimpin di dunia yang terus berubah dengan cepat.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
SoundSekerta 2025 brings theme of 'Serenada Nusantara', restoring Indonesian culture as its focus - SoundSekerta 2025 Usung Tema 'Serenada Nusantara', Kembali Fokus ke Budaya Indonesia

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Sep 29, 2025 13:46


After taking a break last year, SoundSekerta is back this year with promise to return to its roots. - Setelah vakum tahun lalu, SoundSekerta kembali hadir tahun ini dan menjanjikan untuk "kembali ke Indonesia".

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Indigenous sport in Australia: Identity, culture and legacy - Australia Explained: Identitas, Budaya, dan Warisan Olahraga Pribumi di Australia

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Sep 24, 2025 9:04


Indigenous Australian athletes have long inspired the nation, uniting communities and shaping our identity. Olympian Kyle Vander-Kuyp and Matildas goalkeeper Lydia Williams are two such Indigenous athletes that have shaped our national identity. Their stories show the power of sport to foster inclusion, equality, and pride for future generations. - Dari lapangan sepak bola hingga lintasan atletik, para atlet Pribumi Australia menghubungkan budaya dan komunitas sekaligus berkontribusi pada identitas nasional kita. Terinspirasi dari para pendahulunya, kehebatan atletik mereka meninggalkan jejak yang tak terhapuskan di negeri kita.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Celebrating The Beauty of Indonesian Culture through a Joyful Kawanua Event - Merayakan Indahnya Budaya Indonesia melalui Acara Kawanua

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Sep 23, 2025 9:21


This Kawanua event is not just entertainment, but also a journey into the beauty of Indonesian culture. Celebrating pride as part of Indonesia's rich diversity. - Acara Kawanua kali ini tidak hanya sekedar hiburan melainkan juga sebuah perjalanan menelusuri indahnya budaya Indonesia. Merayakan kebanggaan sebagai bagian dari Indonesia yang kaya akan keanekaragaman.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Torang Pe Festival Musim Semi: Promosi Budaya serta Membantu Pembangunan Desa di Kawanua

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Sep 22, 2025 13:30


Tujuan dari penyelenggaraan Festival Torang Pe Musim Semi di Melbourne, 20 September 2025, bukan hanya mempromosikan budaya Kawanua namun juga untuk membantu desa di Palamba.

Ray Janson Radio
OTP #38 SEMUA BERAWAL DARI MAKANAN X BUDAYA WITH WIRA HARDIYANSYAH | ONTHEPAS

Ray Janson Radio

Play Episode Listen Later Sep 13, 2025 84:28


Di episode kali ini, kita akan membahas kenapa Bali itu berbeda, terutama dalam hal menjaga budaya dan kulinernya. Upacara adat menjadi salah satu media utama pewarisan kuliner, dan inilah yang membuat potensi kuliner Bali begitu kaya, namun masih banyak yang belum dieksplorasi. Kita akan melihat bagaimana para pelaku F&B dapat memulai eksplorasi ini, berangkat dari apa yang mereka miliki di daerahnya sendiri. Tonton video selengkapnya di #RayJansonRadioOTP #38 SEMUA BERAWAL DARI MAKANAN X BUDAYA WITH WIRA HARDIYANSYAH | ONTHEPASEnjoy the show!Instagram:Wira Hardiyansyah https://www.instagram.com/wirahardiyansyah2.0/DON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE !On The Pas is available on:Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizqGoogle Podcast: https://bit.ly/2laege8iAnchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radioInstagram: https://www.instagram.com/onthepasbali/TikTok: https://www.tiktok.com/@onthepasLet's talk some more:https://www.instagram.com/renaldykhttps://www.instagram.com/backdraft_projecthttps://www.instagram.com/mariojreynaldi#OnThePasPodcast #BaliPodcast #RayJansonRadio #FnBPodcast #PodcastAfterService #wirahardiyansyah #budayabali

Lifehouse Jakarta
Ibadah Umum 17 Agustus 2025 - Budaya Kerajaan Dalam Keluarga

Lifehouse Jakarta

Play Episode Listen Later Aug 17, 2025 45:32


Ray Janson Radio
#527 "MELIHAT BUDAYA DAN INDUSTRY F&B DI JEPANG" | RAY JANSON RADIO

Ray Janson Radio

Play Episode Listen Later Jul 31, 2025 104:46


Di episode ini, Respati dan Adri akan berbagi cerita seru saat menjelajahi sake dan Izakaya di Jepang. Mulai dari pengalaman mencicipi sake otentik di brewery kecil, kulineran di Izakaya lokal, hingga momen lucu dan unik selama perjalanan.Tonton video selengkapnya di #RayJansonRadio#527 "MELIHAT BUDAYA DAN INDUSTRY F&B DI JEPANG" | RAY JANSON RADIOEnjoy the show!Instagram:Adri Syahbana https://www.instagram.com/adrisyahbana/Respati https://www.instagram.com/rtamio/DON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE !Ray Janson Radio is available on:Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizqGoogle Podcast: https://bit.ly/2laege8iAnchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radioTikTok: https://www.tiktok.com/@rayjansonradioLet's talk some more:https://www.instagram.com/rayjanson#RayJansonRadio #FnBPodcast #Indonesia

Mezclas Abruptas
Cosas que entiendes en el rave - BUDAYA, Maya Piña y Tulio Almaraz

Mezclas Abruptas

Play Episode Listen Later Jul 9, 2025 73:28


BUDAYA es un proyecto mexicano conformado por Maya Piña y Tulio Almaraz, que explora diversos géneros de la música electrónica. Acaban de lanzar una nueva versión de "Tengo frío" de Ely Guerra, en colaboración con ella, donde la reimaginan como un track para la pista de baile. BUDAYA se distingue por la nostalgia que se cuela en sus canciones, aunque estas sean hechas para la fiesta. Y es por eso que además de entender su mundo musical también les pregunté sobre el cruce entre el rave, lo espiritual, el baile y la introspección. Parece serio pero todo fue entre muchas risas y escenarios imaginarios donde están los Chemical Brothers, Daft Punk y Buscabulla. Maya Piña y Tulio Almaraz son músicos y diseñadores oriundos de Durango y Guanajuato. Su sonido es una mezcla de synth pop, electro pop, trip hop, con toques sutiles de ritmos latinos. Budaya nació en el Bajío y ha logrado posicionarse en la escena independiente mexicana presentándose en diversos festivales como Bahidorá así como shows en algunas ciudades de Estados Unidos. Su trabajo discográfico consta de su primer EP Motionless (2014), su LP Calma (2019) y ClaroOscuro en el (2023). Sigue a BUDAYA: https://www.instagram.com/budayamusic/ Ve el video de la nueva canción: https://www.youtube.com/watch?v=fOd37ExC1Sk Learn more about your ad choices. Visit megaphone.fm/adchoices

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
WA State Team vs Persebaya: 'Introducing Surabaya football culture to Australia' - Australia Barat vs Persebaya: 'Memperkenalkan Budaya Sepak Bola Surabaya ke Australia'

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Jul 7, 2025 20:06


Football West will host Indonesia's Liga 1 team, Persebaya Surabaya and dozens of it's supporters, Bonek, in a game in Perth this week. - Tim Liga 1 Indonesia, Persebaya Surabaya, akan dijamu oleh tim sepak bola negara bagian Australia Barat dalam pertandingan di Perth pada pekan ini. Puluhan Bonek juga akan ikut menonton secara langsung.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
These authors enter young readers market, showcasing their Asian background in stories - Para Penulis Ini Masuki Pasar Buku Pembaca Muda, Sorot Latar Belakang Budaya Asia dalam Cerita

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Jul 1, 2025 10:39


In 2024, Raidah Shah Idil published her first novel How to Free a Jinn, telling the story of a girl of Malaysian heritage who possesses the power to see creatures that are invisible to others and even inherits a jinn from her family. - Pada tahun 2024, Raidah Shah Idil menerbitkan novel pertamanya How to Free a Jinn, menceritakan kisah seorang gadis keturunan Malaysia yang memiliki kekuatan untuk melihat makhluk yang tidak terlihat oleh orang lain dan bahkan mewarisi jin dari keluarganya.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Indonesian chef Michelle Santoso shares Palestinian stories through food - Chef Indonesia Michelle Santoso Berbagi Cerita Budaya Palestina lewat Makanan

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Jun 27, 2025 16:15


Chinese-Indonesian chef Michelle Santoso discovers Palestinian cuisine and uses her platform to share cultural stories through food. - Chef Indonesia keturunan Tionghoa, Michelle Santoso, menggunakan dapur dan media sosialnya untuk menceritakan budaya Palestina yang jarang tersorot.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Food or cultural performances? What they enjoy the most at Indonesian Night Market 2025 - Makanan atau Pertunjukan Budaya? Ini yang Mereka Nikmati di Indonesian Night Market 2025

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Jun 17, 2025 9:50


This is what they who come to the Indonesian Night Market 2025 have to say about the event. - Ini kata mereka yang datang di Indonesian Night Market 2025.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
From angklung workshop to identity discussion, 'Nusantara in Melbourne' works to preserve Indonesian culture - Dari Workshop Angklung hingga Diskusi Identitas, 'Nusantara in Melbourne' Upayakan Pelestarian Budaya

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later May 28, 2025 9:55


The Indonesian diaspora in Melbourne celebrates their identity through cultural events that bring people together, spark connection, and keep traditions alive. - Hidup di tengah masyarakat beragam seperti Australia, diaspora Indonesia terus merawat identitas budayanya. Mereka melakukannya melalui berbagai acara yang mempererat kebersamaan dan memperluas koneksi antarwarga.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
'Learning from each other': How couple faces challenges of intercultural marriage - 'Saling Belajar': Bagaimana Pasangan Ini Hadapi Tantangan Pernikahan Beda Budaya

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later May 13, 2025 11:26


From supporting her parents from afar, celebrating religious events, to deciding on a surname—this is the story of an Indonesian-Australian navigating life in an intercultural marriage. - Dari memberi dukungan untuk orang tua, perayaan hari-hari besar keagamaan, hingga soal nama belakang, ini cerita warga Australia yang berasal dari Indonesia dan menikah dengan pasangan beda budaya.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
This project helps Indonesian community overcome cultural barriers, false myths about autism - Program Ini Bantu Komunitas Indonesia Atasi Halangan Budaya, Mitos Salah tentang Autisme

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Apr 30, 2025 32:15


Positive Partnerships works to help caregivers and communities involved with an autistic person to better understand the condition. How do they do it? - Positive Partnerships berupaya untuk membantu para pengasuh dan komunitas yang terlibat dengan seorang autis untuk dapat memahami kondisi ini dengan lebih baik. Bagaimana caranya?

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
'Ilmu untuk Anak Bangsa' strives for preserving Indonesian cultures in Australia - 'Ilmu untuk Anak Bangsa' Upayakan Kelestarian Budaya Indonesia di Australia

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Apr 30, 2025 7:00


'Ilmu untuk Anak Bangsa' strives to preserve Indonesian cultures especially for children in Australia. - 'Ilmu untuk Anak Bangsa' berupaya untuk melestarikan budaya Indonesia di kalangan anak-anak di Australia.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
This artist explores cultural diversity through illustrations - Seniman Ini Ungkap Keragaman Budaya lewat Ilustrasi

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Apr 28, 2025 10:12


This illustrator highlights the richness of multiculturalism through her work exhibited in Melbourne. - Ilustrator ini menyoroti kekayaan multikulturalisme melalui karyanya yang dipamerkan di Melbourne.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Festival Sate dan Reog PERWIRA 2025 - mempromosikan budaya Indonesia di Australia

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Apr 4, 2025 15:22


PERWIRA (Perhimpunan Warga Indonesia di Victoria) akan mengadakan acara tahunannya Festival Satai dan Reog 2025 di Pahran Square, Melbourne, pada tanggal 5 dan 6 April. Festival kali ini akan dimeriahkan dengan penampilan Reog Ponorogo Melbourne.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Melalui makanan, kita memahami orang lain serta budaya mereka

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Mar 20, 2025 9:02


Untuk mempromosikan makanan dan budaya Indonesia, ICAV (The Indonesian Culinary Association of Victoria) bersama dengan Melbourne Food and Wine Festival) akan menyelenggarakan Indonesian Street Food Festival di Melbourne - 22 dan 23 Mar 2025 di Victoria Market.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
First Nations languages: A tapestry of culture and identity - Bahasa Bangsa Pertama: Permadani budaya dan identitas

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Mar 12, 2025 8:54


Anyone new to Australia can appreciate how important it is to keep your mother tongue alive. Language is integral to your culture and Australia's Indigenous languages are no different, connecting people to land and ancestral knowledge. They reflect the diversity of Australia's First Nations peoples. More than 100 First Nations languages are currently spoken across Australia. Some are spoken by only a handful of people, and most are in danger of being lost forever. But many are being revitalised. In today's episode of Australia Explained we explore the diversity and reawakening of Australia's First languages. - Siapa pun yang baru ke Australia dapat menghargai betapa pentingnya menjaga bahasa ibu Anda tetap hidup.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Cultural burning: using fire to protect from fire and revive Country - Pembakaran budaya: menggunakan api untuk berlindung dari kebakaran dan menghidupkan kembali Negara

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Feb 13, 2025 10:15


Did you know that Indigenous Australians have been using fire to care for the land for tens of thousands of years? Evidence show that cultural burning practices not only help reduces the intensity and frequency of wildfires but also plays a vital role in maintaining healthy ecosystems. Experts share insights on the latest evidence behind this ancient practice. - Tahukah Anda bahwa penduduk asli Australia telah menggunakan api untuk merawat tanah selama puluhan ribu tahun? Bukti menunjukkan bahwa praktik pembakaran budaya tidak hanya membantu mengurangi intensitas dan frekuensi kebakaran hutan tetapi juga memainkan peran penting dalam menjaga ekosistem yang sehat.