POPULARITY
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Modesta MCFSM dan Sr Kristin MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 58: 1-9a; Mazmur tg 51: 3-4.5-6a.18-19; Matius 9: 14-15.BERPUASA DALAMBERAMAL DAN BERDOA Renungan kita pada hari ini bertema: Berpuasa DalamBeramal dan Berdoa. Tiga kesalehan standar yang telah kita sebutkan kemarin,masing-masingnya tidak berdiri sendiri. Berdoa bukanlah suatu tindakan yangtidak punya kaitan dengan berpuasa dan beramal. Demikian juga berpuasa danberamal. Satu perbuatan saleh membutuhkan dua lainnya supaya menjadikanseseorang saleh dan benar di hadapan Tuhan Allah dan menjadi suri teladan bagisesamanya. Renungan ini ingin membawa perhatian kita kepada berpuasayang kita lakukan melalui tindakan amal dan berdoa. Di dalam setiap perbuatankasih itu seseorang menjalankan puasanya. Demikian juga di dalam kesempatanberdoa, seseorang mengisi dan memperkuatkan puasanya. Kedua bacaan kita padahari ini menerangi iman kita tentang berpuasa dalam beramal dan berdoa. Kitab nabi Yesaya menegaskan bahwa perbuatan puasa yangsangat mengena dalam hidup bersama dan sesuai dengan kehendak Allah ialahmembuka belenggu-belenggu kelaliman. Semua bentuk kehidupan yang tertindas danterbelenggu harus dihilangkan. Perbuatan atau perilaku yang memperdayai danmenyusahkan sesama harus dihentikan. Orang-orang lapar dan haus diberikankepuasan raga mereka. Yang tidak mempunyai rumah diberikan tumpangan. Yangtidak mempunyai pakaian dipakaikan pakaian yang perlu. Semua yang dikatakan nabi dibuat begitu konkret oleh Yesusyang menjalankan misi Bapa Allah dengan ditemani oleh para rasul. Selain pararasul, ada begitu banyak murid yang mengikuti dan menyertai-Nya ke mana saja Iapergi dan dalam setiap kesempatan keberadaan-Nya. Hidup bersama dengan TuhanYesus ialah memandang Dia, berbicara dengan Dia, mendengar Dia, bersentuhandengan Dia, mengakui Dia, percaya kepada-Nya, dan berikhtiar untuk tetapbersama Dia sampai mati. Ini semua adalah kenyataan setiap saat hidup bersamadan dalam Tuhan yang memenuhi semua kriteria doa. Oleh karena itu Yesus memberikan pencerahan kepada kitabahwa, berpuasa yang benar dan sesungguhnya ialah melakukan tindakan-tindakanbersama dan di dalam Tuhan. Kehadiran-Nya menjiwai seluruh hidup kita. JikaTuhan sudah merelakan diri-Nya berada bersama kita, lalu mengapa manusiamengarang-ngarang caranya untuk berpuasa? Semua tindakan berpuasa itusebenarnya untuk siapa, padahal Tuhan yang disembah dan dimuliakan itu beradadi tengah-tengah umat-Nya? Jadi dengan berada dan bersama Tuhan, kita menjalankantindakan kasih yang dilakukan atas nama Dia, sambil berbicara dan berinteraksidengan Dia yang menguatkan kita melalui sabda dan berkat-Nya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Allah maha benar,perkuatkanlah ketetapan hati kami untuk menekuni disiplin iman kami di dalammasa penuh rahmat ini. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
"Kini aku tahu TUHAN menyelamatkan orang yang dipilih-Nya; Dia akan mengabulkan doanya dari syurga-Nya yang suci dengan tangan kanan-Nya yang menyelamatkan. Ada orang yang meletakkan kepercayaan pada pedati atau kuda, tetapi kita semata-mata mengingati nama TUHAN, Allah kita" (Mazmur 20:6-7)
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Lusia dan Yohanes dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Samuel 7: 4-17; Mazmur tg 89: 4-5.27-28.29-30; Markus 4: 1-20.TEMPAT TINGGALTUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tempat TinggalTuhan. Di dalam sebuah sesi pelajaran agama di kelas 5 sd, seorang muridbertanya kepada gurunya: "Di manakah tempat tinggal Tuhan?" Anak itumendapatkan dua jawaban, yang bagi dia merupakan jawaban yang memuaskan.Jawaban pertama ialah bahwa Tuhan tinggal di surga dan juga di hati setiaporang. Di setiap tempat kita berada dan pada suatu waktutertentu, Tuhan berada di surga yang di atas sehingga Ia melihat setiap gerakdan keadaan kita. Tuhan berdiam di dalam hati kita, sehingga ia berbisik danmenyadarkan kita melalui suara hati dan buah-buah pikiran yang sehat danpositif, dan kita menerimanya sebagai kebenaran. Menurut Santo Tomas Aquino,teolog terkemuka Gereja, Tuhan Allah berdiam di dalam hati manusia melaluirahmat dan kehadiran-Nya itu kita alami dalam iman dan kasih. Rahmat merupakanberkat dari-Nya yang menghasilan iman dan kasih pada kita. Ada kemungkinan orang-orang yang tidak mengenal danpercaya kepada Tuhan merasa bahwa tidak ada Tuhan di dalam hati mereka. Namunsebenarnya Tuhan sungguh ada di dalam mereka, tetapi mereka memilih untukmenolaknya. Jadi Kehadiran Tuhan dimana-mana dan di dalam hati manusia ini mau ditegaskan Allah kepada Daud supayatidak membangun sebuah tenda atau rumah kotak sebagai tempat tinggal TuhanAllah. Tuhan telah menyertai Daud sampai ke mana-mana dalam setiap perangnya,akan lucu kalau Tuhan dikurungkan saja di dalam sebuah rumah. Tuhan dapat kita jumpai dan alami karena Ia datang ke hatikita dan di dalam rumah keluarga atau komunitas kita masing-masing. Ia datangsebagai firman-Nya yang menyebar dan tertanam di sana, bertumbuh, dan berbuahuntuk dinikmati. Kita sebagai pribadi, keluarga, kelompok, dan Gereja selainsebagai tempat tinggal Tuhan sejak pembaptisan, juga menjadi tanah subur untukbertumbuh dan berbuahnya firman Tuhan. Adalah sebuah mujizat yang tak pernahdibuat oleh siapa pun, selain Yesus Kristus. Ia memilih untuk masuk ke dalamdiri setiap pengikut-Nya untuk membuatnya tumbuh, hidup sesuai dengankehendak-Nya, dan berbuah seperti yang dikehendaki-Nya. Hendaknya kita menyadari sampai detik ini, bahwa diri kitadimasuki oleh firman Allah yang memanggil, lalu kita ikuti dan Firman itubertumbuh sedemikian sampai membuat seseorang memantapkan pilihan hidupnya. Iamenjalani pilihan hidupnya itu dan berbuah, yaitu menjadi seorang denganpanggilan khusus atau hidup sebagai orang awam pada umumnya. Kitamasing-masing, di dalam doa dan renungan pribadi, perlu merenungkan selalubetapa pilihan Tuhan untuk tumbuh di dalam diri kita itu tidak salah. Sampaidetik ini, Dia tetap membutuhkan kita supaya firman-Nya itu tumbuh. Kita perluselalu menyadarinya dan menyanggupinya di dalam suka cita.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha kuasa,bersabdalah selalu dan hamba-hamba-Mu ini setia mendengarkan. Semoga sabda-Mutumbuh dan berbuah demi kebaikan kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yustina Armastiti dan Ignasius Sunaryo dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 9: 1-4.17-19; 20: 1a; Mazmur tg 21: 2-3.4-5.6-7; Markus 2: 13-17.JURUS MENGUBAHSI PENDOSA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Jurus Mengubah SiPendosa. Keberpihakan Yesus kepada orang sakit, lumpuh, miskin, kerasukan rohjahat sama kuat dengan belas kasih-Nya kepada orang-orang berdosa. Para pendosaadalah mereka yang sedang sakit secara rohani. Pendosa publik seperti pencuri,pemerkosa, prostitusi, dan pemungut bea, mengalami sakit yang parah karenadikucilkan oleh masyarakat. Mereka sama dengan sampah. Pendosa publik sebenarnya ialah mereka yang berdosa ditengah masyarakat bahkan keluarganya sendiri secara terang-terangan. Merekadikontrol sebuah sistem yang berlaku. Pria atau wanita prostitusi misalnya,mereka dikontrol oleh beban hidup dan sistem kehidupan masyarakat. Injil hariini memperkenalkan kita seorang pendosa publik, yaitu Lewi anak Alfeus, sipemungut bea rakyat karena ia adalah pelayan bangsa penjajah, Romawi. Tentu saja ia dianggap sangat berdosa karena dalammemungut pajak ia banyak berbuat curang soal pungutan uang dan barang.Masyarakat sangat membencinya, tetapi ia tetap berbuat dosa karena ada hukumyang melindunginya. Lewi ini dikenal dalam lingkaran kedua belas rasul dengannama Matius. Penginjil Matius menyebutnya sebagai si pemungut cukai. Dosapublik sangat menyakitkan masyarakat dan pendosa sendiri tidak bisa menghindariitu. Oleh karena itu Yesus harus turun tangan. Jurus yang Iapakai ialah datang bertemu langsung, memanggil dia dengan namanya, dan tidaksekedar mengajak tetapi memerintahkan untuk menghentikan perbuatannya itu. Inimengandung arti, dosa yang tidak hanya mencelakakan diri sendiri tetapi sangatmerugikan orang banyak dan menjadi dosa serius, harus dihentikan. Dosa besaryang serius jangan dibiarkan berkembang dan menyebar. Kalau dibiarkan, itunamanya berkolaborasi dengan penjahat atau bekerja sama dengan setan. Israel sebagai bangsa tidak dibiarkan terus berkeraskepala dan berdosa. Tuhan Allah menghentikan ini dengan menjadikan Saul sebagairaja atas mereka. Satu sistem baru diubah demi kebaikan dan sistem lama harusditinggalkan. Yesus mengubah pribadi pendosa seperti Lewi, demikian juga banyakorang lain termasuk Paulus, karena mereka ini berpotensi dalam kejahatan yangbesar dan merugikan banyak orang. Mereka harus dipakai secara positif untuksistem baru dalam beriman yang Yesus jalankan. Melalui pembaptisan, Yesus Kristus membuat kita menjadibagian dari sistem baru yang Ia bangun. Dosa-dosa yang kita perbuat setelahpembaptisan beraneka dan banyak, tetapi Tuhan Yesus punya jurus untuk mengubahhidup kita. Gereja menjalankan tugas ini dengan menjadi sarana bagi perubahandiri umatnya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus,bebaskanlah kami dari kebiasaan-kebiasaan buruk dan negatif yang seringmenjerumuskan kami ke dalam dosa. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Petrus Daryono dan Maria Klara dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 8: 4-7.10-22a; Mazmur tg 89: 16-17.18-19; Markus 2: 1-12.MELAWANPRASANGKA BURUK Renungan kita pada hari ini bertema: Melawan PrasangkaBuruk. Pada waktu berkunjung ke sebuah kampung terpencil untuk melakukan riset,seorang profesor muda yang amat terkenal jatuh cinta kepada seorang wanita mudadi kampung itu. Banyak teman, anggota keluarga, dan orang-orang kampung menaruhprasangka buruk kepadanya. Mereka beranggapan bahwa ia telah mengalami gangguanjiwa. Prasangka buruk terhadap orang lain biasanya disebabkanoleh dua faktor utama, yaitu kurangnya pengetahuan atau pemahaman dan pikirannegatif. Ketika kedua penyebab ini menyatu dan saling mengandaikan satu samalain, seseorang tidak sekedar berprasangka buruk, tetapi ia sudah memilikisikap nekat berbuat jahat dan brutal. Perkelahian dan perang antara sesamamanusia sering disebabkan oleh prasangka buruk seperti ini. Nabi Samuel, seperti yang diwartakan di dalam bacaanpertama, sedang berhadapan dengan umat Israel yang masih kurang pengetahuantentang kehendak Tuhan dan nasib mereka yang sudah lama ingin memiliki seorangraja. Mereka menyangka bahwa Tuhan bukan pemimpin mereka sesungguhnya. Samuelbekerja untuk memberikan mereka pemahaman yang mereka perlukan. Yesus Kristusjuga menghadapi prasangka sangat buruk dari para lawannya. Sikap kaum Farisi dan para ahli Taurat kepada Yesus jauhmelebihi sikap orang Israel dahulu pada zaman Samuel. Yesus menghadapi sebuahgelombang prasangka buruk yang sangat besar, karena para lawannya itumenyatukan sikap negatif dan pemutarbalikan pengetahuan tentang kebenaran dariTuhan. Mereka adalah orang-orang cerdik dan pandai, tetapi pengetahuannyasungguh-sungguh salah dan amat berbahaya. Akibatnya, mereka menjadi jahat danbrutal terhadap Yesus dan kehendak Tuhan Allah sendiri. Di dalam hidup kita sehari-sehari, khususnya di dalampergaulan dengan sesama, kita mungkin saja sering berprasangka buruk terhadaporang lain, yang disebabkan oleh kurang pengertian atau pemahaman dan pikiranatau perasaan negatif. Pikiran atau perasaan negatif itu seperti menyikapiperbedaan-perbedaan di antara kita dengan anggapan kurang baik atau tidakcocok. Untuk melawan prasangka-prasangka buruk tersebut, Tuhan Yesusmengajarkan kita satu sikap yang sesungguhnya berasal dari dirinya sendiri. Yesus mengajarkan kita untuk mencabut langsung ke akarpermasalahan, yaitu dosa. Jadi prasangka buruk memang harus dicabut, dengancara memperluas wawasan atau pemahaman dan membangun kebiasaan berpikirpositif. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha murah,semoga kami tidak goyah karena tantangan atau halangan yang mengganggu iman dankesetiaan kami kepada-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Agustinus Windu dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 1: 9-20; Mazmur tg: 1 Sam 2: 1.4-5.6-7.8abcd; Markus 1: 21b-28.KEWIBAWAAN DARITUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Kewibawaan DariTuhan. Dengan muda kita dapat mengerti bahwa firman dari imam Eli di bait suciyang diterima Hana adalah sabda yang berisi kuasa, sehingga ketika Hana bersamasuaminya pulang dari ibadah mereka, Hana mengandung dan melahirkan Samuel. Iniadalah kisah dalam bacaan pertama dalam liturgi hari ini. Jauh lebih hebat lagi, firman yang keluar dari mulut Yesussaat ia berkata atau mengajar, adalah sabda yang berisi kuasa sehingga setandan roh-roh jahat takluk tak berdaya. Mereka mengalah dan mengakui kekuatanTuhan Allah. Pada zaman Yesus, kekuasaan ini merupakan satu-satunya yangdiandalkan. Sebagai pembanding, para rabi Yahudi yang punya pengaruh sangatkuat di masyarakat tak bisa berbuat apa-apa. Mereka dipandang guru yang pandai mengajar danmengarahkan. Para rabi ini tampaknya punya banyak kuasa berkata-kata, tetapimereka hanya mengutipnya dari sumber-sumber lain. Mereka sama dengan banyakpengajar saat ini yang suka mengutip sumber lain. Mereka adalah para guru yangberguru pada pihak lain. Hal ini tidak terjadi pada Yesus. Ia adalah sumberkekuasaan itu. Ia adalah guru yang tidak berguru pada siapa pun, karena sabdayang keluar dari-Nya dan perbuatan yang dilakukan-Nya adalah dari Tuhan Allah sendiri. Hal yang sangat penting di sini ialah Yesus Kristus hendakmemberikan kekuasaan-Nya itu supaya dilakukan juga oleh orang lain. Ini adalahsumber kewibawaan orang-orang yang beriman. Kewibawaan seorang pengikut Kristuspada dasarnya ialah kepercayaan dan kuasa Tuhan yang menetap dan bekerja didalam dirinya sebagai orang beriman. Jadi ada suatu relasi resiprokal yangsaling mengisi, yaitu orang beriman yang percaya dan Yesus memberikankuasa-Nya. Saling memberikan seperti ini tidak terjadi pada pararabi. Orang-orang farisi, ahli Taurat, para penguasa, orang-orangsombong-cerdik-pandai yang tidak percaya kepada Yesus, tak mungkin melakukanini. Yesus tentu tidak memberikan sabda-Nya yang penuh kuasa kepada mereka. Iatentu berikan itu kepada orang-orang kepercayaan-Nya, mulai dengan Maria danYosef, lalu Yohanes Pembaptis, menyusul para rasul, dan seterusnya sampai padatiap-tiap orang yang percaya kepada Yesus dan hidup di dalam imannya itu. Agar suatu kewibawaan Kristen digunakan secara efektif dandapat memberikan hasil yang diinginkan seperti mujizat, buah yang berlimpah,penaklukkan kuasa jahat, dan perbuatan besar lainnya, kita perlu iman kepadaYesus yang kuat dan benar. Sering kita tidak dapat memberikan hasil sepertiyang diinginkan, bisa jadi karena dari pihak kita sendiri, yaitu iman kita yangbelum benar dan kuat. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, ajarilah kami untuk selalu berkata dan berbuat yang benar sepertiEngkau sendiri. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Lusia Marina Lusi dan Yohanes Priyojatmiko dari Paroki Kristus Raya Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 5: 14-21; Mazmur tg 149: 1-2.3-4.5.6a.9b; Yohanes 3: 22-30.SUKA CITAKUPENUH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Suka Citaku Penuh.Bahasa kitab suci ini, “Suka cita penuh” tidak gampang dimengerti banyak orang.Tetapi paling kurang sangat dipahami oleh seorang nelayan, namanya Matius.Setiap pagi ia bersama banyak rekannya menjajakan ikan dan hasil tangkapanlainnya di salah satu bibir pantai di kota asalnya. Banyak orang Kristen yangberolahraga pagi di pantai mengetahui dirinya seorang pengikut Kristus, karenaada Rosario yang menggantung di dadanya. Setelah olahraga mereka membeli semuahasil laut yang ditangkap Matius dan teman-temannya. Para nelayan itu sangatsenang karena ikan-ikan laku terjual. Matius sangat menyadari bahwa perjumpaannya dengan Tuhanterjadi melalui pengenalan dan interaksi dengan sesama orang Kristen setiappagi di pantai. Seperti Yohanes Pembaptis yang berjumpa dengan Yesus danmengalami suka cita penuh di dalam dirinya, Matius sebenarnya mengalami halyang sama. Matius berjumpa dengan sesamanya bukan di gereja dan dalam kegiatanrohani lainnya, tetapi pada saat terjadi saling berbagi karunia, berkat dansuka cita. Orang-orang mendapatkan ikan segar untuk kebutuhan keluarganya, sedangkanMatius beruntung dengan mendapatkan uang untuk dibawa pulang ke rumah dan demikelangsungan pekerjaannya sebagai nelayan. Suka cita si nelayan itu berasal dari cinta, berbuatkarena cinta, dan berbagi dalam cinta. Tuhan Allah adalah cinta, begitu katapenginjil Yohanes. Pekerjaannya adalah untuk kesejahteraan keluarganya sendiridan kebaikan yang dibagikan kepada orang lain. Jika semua itu terlaksana dengansemestinya, lahirlah suka cita itu. Tuhan mengetahui, membimbing, danmemberkati semuanya. Jadi pengalaman seorang nelayan ini membuka kesadaran kitabersama bahwa tiap-tiap orang perlu memiliki tanggung jawab dalam hidupnyauntuk menciptakan terjadinya suka cita itu. Sama seperti Yohanes Pembaptis dan nelayan itu, kitamestinya tidak mengada-ada untuk mencari dan menciptakan strategi pencarianTuhan Yesus Kristus. Tuhan sudah ada dalam diri kita, dalam diri sesama kita,dan dalam keberadaan lingkungan di sekitar kita. Kita cukup saja meningkatkankesadaran, mensyukuri hidup tiap-tiap harinya, dan menjalankan tugas-tugas kitatiap hari atas nama cinta kasih. Dari situlah mengalir dan bertumbuhnya karuniasuka cita. Jangan lupa satu hal ini: dalam setiap perbuatan dankegiatan tugas-tugas kita, mintalah Tuhan Yesus untuk menemani dan usahakansupaya orang-orang yang bersama dengan kita atau mereka yang kita layani,mengetahui bahwa melalui perbuatan kita, mereka berjumpa dengan Tuhan. Di situakan selalu ada pengalaman suka cita yang ikut menyegarkan dan memperkuat iman.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus,berkatilah kami hari ini supaya kami menjadi sumber suka cita bagi orang laindan lingkungan alam semesta di sekeliling kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Febri dan Rea dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 4: 19 - 5: 4; Mazmur tg 72: 1-2.14.15bc.17; Lukas 4: 14-22a.MENGASIHI ALLAHADALAH MENGASIHI SESAMA Renungan kita pada hari ini bertema: Mengasihi AllahAdalah Mengasihi Sesama. Pada tanggal 15 April 2018, Paus Fransiskusmengunjungi sebuah gereja di kota Roma dan ia sempat berdialog dengananak-anak. Emanuelle, bocah 8 tahun, beranikan diri maju dan mengajukanpertanyaan kepada Bapa Suci. "Beberapa hari lalu bapak saya meninggal dunia. Bapaadalah seorang ateis. Tetapi ia seorang bapak yang baik sekali. Kami empat anaksangat mengalami kasih sayangnya. Ia membawa kami semua ke gereja untukdibaptis menjadi Katolik. Apakah dengan begitu, bapak saya sekarang ada disurga?" Emanuelle mengajukan pertanyaan itu dengan kata-kata yang beratkarena ia menangis. Paus Fransiskus memberikan jawaban yang memuaskan danmenguatkan hati Emanuelle bersama ketiga saudaranya dan ibunya. Paus mengatakanbahwa Tuhan Allah yang membawa seseorang yang berhati baik ke surga. Siapa pundi dunia ini yang berbuat baik kepada sesamanya, sangat berkenan pada Tuhan. Iatentu sangat dikasihi Tuhan. Ia pasti ada di surga dan bukan di tempat yanglain. Persoalannya ialah bapak Emanuelle bukan seorang beriman.Ia seorang ateis. Dengan kata lain, di dalam pemahaman pada umumnya, ia tidakmengasihi Allah. Namun di dalam kenyataan hidupnya ia adalah seorang yang baik,penuh kasih sayang. Ia bahkan melakukan sebuah perbuatan kasih yang sangatbesar, yaitu membawa semua anaknya kepada Gereja, kepada Yesus, dan kepadaAllah. Berarti ia mengetahui ada Tuhan. Kepada Tuhan itu ia percayakankeluarganya. Ia sebenarnya sedang mengasihi Tuhan yang tidak iapercayai. Ini harus kita namakan sebagai beriman yang terselubung, berimansecara implisit, atau beriman yang hanya diketahui Tuhan Allah dan hatinya yangterdalam. Bahkan ia sendiri tidak menyadari bahwa di dalam bawah sadar danhatinya yang terdalam ada komunikasi dengan Tuhan. Oleh karena itu si Bapak inimau tidak mau sudah memiliki kasih kepada Tuhan, maka ia dengan kemauan yangbesar dan dalam kasih itu pula mempersembahkan anak-anaknya kepada Tuhan. Santo Yohanes di dalam bacaan pertama hari ini menegaskanbahwa barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudara dansesamanya. Kasih yang ia berikan atau bagikan kepada sesama itu adalah kasihyang sama yang ia dapatkan dari Tuhan, karena Tuhan yang lebih dahulu mengasihidia. Pengalaman si Bapak yang ateis kepada empat anaknya itu cukup memberikankita kesadaran dan pemahaman, bahwa kita sebagai orang-orang beriman tentusangat mengasihi Allah dan kita mengasihi juga saudara dan sesama kita. Inisemua adalah penggenapan kitab suci seperti yang diwartakan oleh Injil padahari ini. Pada saat kasih itu diungkapkan dan dibagikan, kitab suci menjadinyata. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus, buatlahkami tekun dengan Sabda-Mu, yaitu mendengar dengan semangat sebagai murid danmenjalankannya dengan penuh kasih, maka kami digenapi oleh firman-Mu. SalamMaria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Imelda Palma dan Agustinus Windu Aji dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 4: 11-18; Mazmur tg 72: 1-2.10-11.12-13; Markus 6: 45-52.MELIHAT TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Melihat Tuhan.Untuk orang-orang yang hidup dalam waktu atau zaman yang sama dengan YesusKristus, melihat Tuhan merupakan sebuah kenyataan yang sangat kasat mata.Sedangkan masa setelah Yesus bangkit dan naik ke surga, bukan lagi berlakupenglihatan Tuhan dengan mata fisik, tetapi dengan mata rohani dan iman. Terhadap perbedaan yang amat mencolok itu, Yesusmeninggalkan ajaran-ajaran untuk memperkuat mata iman dan rohani, sehinggaketika orang-orang beriman mengalami perjumpaan dan melihat Tuhan, mereka tidakmemakai indra matanya tetapi hati dan budinya. Menjumpai Tuhan dengan imanmerupakan pengalaman kita orang-orang beriman setiap hari. Salah satu cara melihat Tuhan dengan memakai kemampuanbukan indra mata ialah seperti tiga anak yang masih kecil yang merayakan Nataldan Tahun Baru di kampung orang tuanya, dengan kakek dan neneknya. Dari kota,keluarganya membawa oleh-oleh berupa bahan makanan dan minuman seperti kopi,gula, susu, sirop dan banyak lainnya. Setiap anak memberikan satu bingkisankepada kekek dan neneknya. Pemberian itu sungguh membahagiakan seluruhkeluarga. Keluarga dari kota mengalami suka cita yang besar ketikaberada bersama keluarga besar di kampung halaman. Mereka disambut dengan penuhkehangatan. Keluarga di kampung juga mengalami hal yang sama. Kakek dan nenekbegitu bahagia menemukan anak-anak dan cucu-cucunya yang penuh gembira danceria. Tuhan sungguh memberkati mereka dengan segala kebaikan dan kasih sayang.Semua itu mereka alami sebagai kasih Tuhan yang bekerja. Peristiwa di dalam keluarga ini sungguh menggambarkanbahwa Tuhan Allah adalah kasih, Deuscaritas est, seperti yang disebutkan dalam bacaan surat pertama SantoYohanes. Kitab suci dan ajaran Gereja sangat memberikan penekanan pada kasihsebagai ajaran dan cara hidup setiap pengikut Kristus. Sepuluh perintah Allahberisi satu hukum saja, yaitu cinta kepada sesama di mana Tuhan juga dikasihimelalui sesama. Santo Yohanes menasihatkan bahwa kita cukup saja mencari danmelihat Tuhan dengan berbuat kasih. Salah satu cara berbuat kasih adalah dengan menjadipembawa damai dan rasa gembira. Yesus yang berjalan di atas air dan hadir ditengah para rasul-Nya adalah seorang yang memberikan rasa nyaman, tenang, dandamai. Bahkan Ia menjamin supaya para pengikut-Nya itu tidak usah takut.Perbuatan kasih kita mestinya bukan sebagai hal yang mengawatirkan,mencurigakan atau menakutkan. Sebaliknya perbuatan kasih kita harus membawasuka cita damai di hati. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah, penuhilahdiri kami dengan iman yang kuat, supaya kami mampu menjalankan kehendak-Mu.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh E. Lukas M. Ari Wibowo dan Theresia Tuti Andayani dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 4: 7-10; Mazmur tg 72: 1-2.3-4b.7-8; Markus 6: 34-44.ROTI DAN IKAN Renungan kita pada hari ini bertema: Roti dan Ikan. Disebuah empang yang luasnya sekitar 25 kali 50 meter ada sejumlah besar ikananeka jenis. Ikat-ikan sudah besar dan siap untuk dipanen. Pastor Parokidiundang untuk mendoakan dan memberkati upacara panen di empang tersebut. Sipemilik empang menjelaskan bahwa makanan harian ikan-ikan adalah roti. Iamemastikan bahwa ikan-ikan itu menjadi lauk yang enak dan sehat. Hasil panenpada hari itu menjadi santapan yang memuaskan Pastor dan banyak orang yang menghadiriacara tersebut. Roti dan ikan adalah representasi makanan kita setiaphari. Kita selalu berdoa dan meminta Tuhan untuk mencukupi makanan demikelangsungan hidup kita setiap hari. Di dalam doa “Bapa Kami', kita memohonsupaya Tuhan Allah memberikan makanan bagi kita pada hari ini. Maka kebutuhanmakanan untuk hari ini adalah konkret, yang mau tidak mau dipenuhi jika manusiatidak terancam bahaya kelaparan dan kematian. Sebelum meminta kebutuhan lainsebagai tambahan, sebaiknya kita minta agar perut dan tubuh kita diberi kekuatanenergi berupa makanan dan minuman. Tuhan menyediakan semuanya. Tuhan Yesus mengajarkan doa-Nya sendiri kepada kita, yangmaksudnya supaya akses kita kepada Bapa menjadi langsung, demi mendapatkan apayang kita minta. Kepada ribuan orang yang kelaparan di padang gurun, Yesusmenghendaki supaya mereka harus mendapatkan akses langsung atas makanan yangdiperlukannya. Sebuah campur tangan langsung demi mengatasi suatu persoalanaktual yang sedang terjadi, merupakan tindakan yang sangat dikehendaki olehTuhan, dan kita diperintahkan untuk melakukannya. Tuhan sangat bijaksana dalam menghadirkan sesama bagikita: anggota keluarga sendiri, teman, kenalan, sahabat dan sesama umat manusiabahkan cukup dengan mencakup lebih banyak orang melalui media sosial. Network melalui media menjadikan kitasemua sebagai sesama dalam waktu dan tempat yang mudah dijangkau. Dalam konteksini, sangat berlaku perintah Yesus pada hari ini: “Kamu harus memberi merekamakan”. Hal ini kiranya memperkuat kesadaran iman dan moral setiap orang untukbertindak langsung menyediakan kebutuhan makanan bagi orang-orang yangmembutuhkannya. Media-media yang menjadi instrumen penting untukterjadinya interaksi antar manusia tersebut, selayaknya memegang prinsip bahwaperan mereka adalah menjadi tangan Tuhan. Allah adalah kasih, seperti yangdiwartakan oleh Surat Pertama Yohanes, adalah terang yang menuntunpekerjaan-pekerjaan yang dilakukan media-media, terutama dalam menyediakanakses langsung kebutuhan makanan pada hari ini bagi orang-orang yangmembutuhkan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, jadikanlahkami saluran kasih-Mu kepada orang-orang yang berkekurangan. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
"Aku mengasihi-Mu, ya TUHAN, Engkaulah kekuatanku... Engkau, ya TUHAN, akan menyalakan lampuku; TUHAN, Allahku akan menerangi kegelapanku. Dengan kekuatan daripada-Mu aku dapat melawan musuh yang ramai; dengan kekuatan daripada Allahku aku dapat melompati tembok" (Mazmur 18:1, 28-29) ⚔️
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Rini Sudarno dari Gereja Santo Ambrosius, Paroki Villa Melati Mas di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Bilangan 6: 22-27; Mazmur tg 67: 2-3.5.6.8; Galatia 4: 4-7; Lukas 2: 16-21.BUNDA YANGKEIBUAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Bunda YangKeibuan. Pada hari ini seluruh Gereja merayakan Hari Raya Maria Bunda Allah,sebuah perayaan besar untuk Bunda kita yang kita semua rayakan pada hari ke-8setelah kelahiran Yesus Kristus. Pada hari ke-8 kelahiran-Nya ini juga, Yesusuntuk pertama kali menumpahkan darah-Nya melalui ritual sunatan sesuai adatistiadat setempat. Bunda-Nya Maria, tentu sebagai orang yang paling bertanggungjawab untuk merawat luka pada Putra-Nya itu, yang bagi anak bayi sangatlahsakit. Ibunda pasti berulang kali melap darah yang keluar selama luka masihbelum sembuh. Darah merupakan simbol sangat kuat untuk menghubungkanseorang ibu dengan anaknya. Rahim ibu yang dihuni anak selama dalam kandunganmemperlihatkan suatu hubungan darah yang tak terpisahkan antara keduanya, danitu menjadi sangat jelas ketika bayi itu dilahirkan, ia bermandikan darahibunya sebelum menikmati dunia baru di luar tubuh ibunda. Maria dan para ibu senantiasamemperlihatkan betapa hubungan darah itu berlanjut sampai anak itu tumbuhmenjadi besar dan dewasa. Bunda Maria menikmati hidup penuh dengan darahbersama Putra-Nya, khususnya selama di kaki salib di Golgota dan saat memangkujenazah Yesus Kristus, la pieta. Para ibu kita di dunia, tentu saja bersama suami atau bapakita, merasakan betapa sakit di tubuh mereka jika anak-anaknya menderita. Darahmereka bagai mengalir deras tanda tak tahan penderitaan itu. Betapa merekabersuka cita saat anak mereka bahagia, saat darah dalam tubuh merekabersirkulasi baik sehingga mereka tampak ceria dan senang. Betapa susah senanganak-anaknya di dunia membuat darah mereka tenang, rendah, dan naik. Darah ituyang menyatukan ibu dan anak, sehingga hubungan ini pada prinsipnya hanya dapatdiputuskan oleh kematian. Ini semua menggambarkan bahwa seorang bunda ituberhati keibuan. Wanita yang melahirkan kita itu keibuan karena kasih danperhatiannya kepada kita yang dapat disejajarkan dengan Tuhan Allah yangmencintai kita ciptaan-Nya. Di hari istimewa untuk merayakan Maria Bunda Allah ini,kiranya hati kita semua penuh dengan suka cita dan bersyukur. Natal yangmempertemukan kita dengan Yesus dan Keluarga Nazareth, membuat suka cita kitapenuh dan kita ingin membawanya sepanjang satu tahun ke depan. Kita mestimemulai tahun ini dengan suka cita dan optimisme, dan itu adalah isi Injil yangakan kita wartakan. Figur bunda yang keibuan, pada dasarnya pada diri wanita,sangat sentral dalam hidup kita. Maka kita mesti bersyukur sangat mendalamkarena Tuhan amat baik memberikan karunia bunda, ibu, dan wanita kepada kita.Hidup kita tak bisa menjadi hidup yang sesungguhnya kalau tak punya seorangbunda yang keibuan. Bunda Maria adalah ibu kandungrohani kita semua yang sudah mendapat martabat putra dan putri Allah atausaudara dan saudari Yesus Kristus. Bunda Maria menolong kita untuk melepaskanmanusia lama kita demi mengenakan manusia baru dalam diri kita, yaitu sebagaiorang-orang milik Yesus Kristus. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa maha baik,terima kasih berlimpah atas karunia Bunda Allah dan ibu kami masing-masing,jadikanlah kami anak-anak yang selalu setia pada ibu kami dan tetap mendoakanmereka. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Oliva Ivania dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yesaya 52: 7-10; Mazmur tg 88: 1.2-3ab.3cd-4.5-6; Ibrani 1: 1-6; Yohanes 1: 1-18.INKARNASI, SABDAKEKAL MENJADI MANUSIA Renungan kita pada hari raya Natal ini bertema: Inkarnasi,Sabda Kekal Menjadi Manusia. Kata “inkarnasi” tepat untuk menggambarkan misteriPutra Allah, yang adalah Sabda kekal di surga, mengubah diri-Nya untukmempunyai tubuh, yaitu manusia. Maka Ia memakai cara manusiawi dengan lahirmelalui pribadi seorang wanita di dunia. Sementara itu kata “reinkarnasi” yangjuga dikenal dalam pembicaraan kita, tidak punya kaitan apa pun dengan“inkarnasi”. Bacaan Injil hari ini fokusnya pada Sabda Allah menjadimanusia itu. Lalu pertanyaan untuk membuka ke inti renungan kita ialah: Mengapaperlu adanya Sabda Allah menjadi manusia? Sama juga kalau seorang anak desaditanya: Mengapa berusaha begitu keras untuk sekolah jauh di kota? Atau kepadaseorang bapak ditanya: Mengapa perlu bekerja keras siang sampai malam denganbanyak sekali pengorbanan? Semua pertanyaan ini menemukan satu jawaban yangumum, yaitu karena ada keinginan atau kehendak yang dilakukan. Jadi Allah yang kekal berubah menjadi manusia karena adasuatu keinginan, kemauan atau kehendak Allah. Dibandingkan dengan keinginankita manusia yang jumlahnya banyak, atau mungkin tumpang tindih, bahkancenderung tidak fokus, kehendak Tuhan Allah hanya satu bagi manusia. Di dalamsurga dan dalam kehidupan Ilahi Tritunggal maha kudus, tak ada keinginan karenamereka sudah penuh dan abadi. Tuhan punya keinginan karena berurusan denganmanusia. Dan keinginan Tuhan yang satu itu ialah menyelamatkan manusia darikedosaannya yang berakibat pada rusaknya hubungan Tuhan dengan manusia. Sabda Allah kekal yang menjadi manusia itu adalah penebusyang dibutuhkan oleh manusia. Inkarnasi pertemukan itu menjadi sebuah perpaduanserasi dan itu semua karena kekuatan Roh Kudus. Ini sama dengan seorang lelakiingin menyatakan cinta kepada wanita pujaannya dan wanita itu juga membutuhkankasih laki-laki pilihannya. Inkarnasi mengawinkan langit dan bumi sebagaisimbol perkawinan antara Allah pencipta dan manusia ciptaan-Nya. Inkarnasimenjadi pintu untuk Tuhan Allah masuk ke dalam sejarah kita manusia danmengambil bagian utuh dalam kehidupan nyata manusia. Peristiwa ini meski tetaplah sebagai misteri karenakejadian Sabda Allah kekal menjadi manusia itu, tetapi merupakan kenyataan padalebih 2000 tahun yang lalu. Tadi malam kita rayakan ulang tahun kelahiran-Nyadalam rupa bayi Yesus terbaring di dalam palungan. Pada hari ini kita rayakankehadiran-Nya yang dikelilingi orang-orang pilihan Allah untuk mewujudkanterjadinya peristiwa inkarnasi ini. Mereka semua adalah saksi, sehingga misteribesar ini diceritakan, disebarkan, dan dirayakan sampai saat ini. Selainpercaya dan merayakan misteri iman ini, kita hendaknya menghidupi Sabda itu didalam hidup nyata. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, berkatilah kami supaya kami menghidupi selalu dengan semangat Sabda-Mudalam setiap saat hidup kami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Pdm. Handoyo Salim (TB) Yesaya 26: 3-4 Yang hatinya teguh Kau jagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Oliva Ivania dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Kejadian 3: 9-15.20; Mazmur tg 98: 1.2-3a.3bc-4; Efesus 1: 3-6.11-12; Lukas 1: 26-38.SUCI DARI AWAL Tema renungan kita pada hari raya Bunda Maria DikandungTanpa Noda Dosa ini ialah: Suci Dari Awal. Perayaan ini dimeriahkan olehseluruh Gereja sejak tahun 1845, ketika pada hari ini Paus Pius ke-9 menetapkandoktrin Maria Dikandung Tanpa noda dosa, atau Maria Imakulata. Doktrin ini menekankan kesucian Bunda Maria sejak awalhidupnya, sekaligus memperkuat devosi kepada Bunda Maria sejak Gereja Perdanadi Yerusalem dulu. Perkembangan devosi itu antara lain berbuah denganmenyebarnya doa “Salam Maria” ke seluruh dunia. Ungkapan “Salam Maria penuhrahmat” yang merupakan salam dari malaikat Gabriel dalam Injil Lukas hari ini,merupakan pengakuan kesucian Maria datang dari surga. Berarti martabat Mariaini tidak main-main. Doktrin ini menegaskan kebenaran bahwa, sejak awal mulaketika pembuahan hasil perkawinan Yoakim dan Anna, Tuhan Allah sudah merancangsedemikian rupa supaya rahim yang menutupi bakal janin Maria, dibentengi olehrahmat Allah. Hasilnya ialah rahim itu anti akan virus dosa asal dan tentu sajabakal janin itu tidak terkena satu titik pun virus dosa asal. Kesucian adadalam bayi yang mendiami rahim, menyusul kelahirannya dan seterusnya hinggasebagai gadis yang menerima kabar Malaikat. Dari sana Maria mulai hidup bersamaSabda Kekal yang menjelma menjadi manusia, yaitu Yesus Kristus. Ia tetap sucidari awal sampai akhir hidupnya, lalu diangkat ke surga dengan mulia. Satu-satunya manusia yang luar biasa ialah Maria. Hanyadia dari makhluk manusia ini disebut penuh rahmat. Para santo dan santa siapapun dia cukup disebut hamba Allah atau mengambil bagian dalam kepenuhan rahmatAllah. Tetapi Maria memiliki kepenuhan itu sejak ia dikandung. Keluar-biasaanBunda Maria berdampak juga kepada kita. Apakah hari raya ini punya makna bagikita? Paling kurang ada tiga makna yang bisa kita dapatkan dan selanjutnyauntuk dihayati di dalam setiap tutur kata dan perbuatan kita. Pertama, kemampuan untuk melawan dosa. Kitab kejadiandalam bacaan pertama mewartakan bahwa panglima kejahatan yaitu setan telahdikalahkan dan Yesus Kristus yang melakukan itu. Meski kita terus mendapatgodaan dan jatuh ke dalam dosa, Maria yang telah mengalahkan dosa tetapmembantu, antara lain dengan doa: Santa Maria bunda Allah doakanlah kami yangberdosa ini. Kedua, mengikuti jejak Bunda Maria, kita perlu mempertahan martabatkita sebagai pengikut Kristus dengan tandanya bahwa kita telah dipanggil sejakawal di dalam Kristus, seperti yang diwartakan bacaan kedua. Ketiga, kalau kitahidup dengan semangat membenci dosa dan menjauhi perbuatan jahat, kitasesungguhnya adalah putra dan putri Bunda Maria. Bersama Maria, kita adalahbagian dari Tuhan Yesus Kristus. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa yang baik,semoga kami senantiasa meneladani Bunda Maria dalam kesucian dan hidup yangpenuh rahmat. Salam Maria, penuh rahmat ... Salam Maria, penuh rahmat ... Dalamnama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Erna Lolan dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yesaya29: 17-24; Mazmur tg 27: 1.4.13-14; Matius 9: 27-31.TERJADILAH SETURUT IMANMU Tema renungan kita pada hari ini ialah: Terjadilah SeturutImanmu. Ada cerita bahwa dua pasangan suami istri memiliki kebutuhan yang sama,yaitu ingin memiliki anak lelaki. Mereka adalah teman sejati sejak remaja.Setelah menikah, mereka tetap berteman akrab. Kedua istri tersebut melahirkandua anak perempuan. Mereka juga bersama-sama ingin anak ketiganya laki-laki. Ada usulan dari teman-teman mereka supaya masing-masingpasangan pergi berziarah rohani. Ada sebuah gua Bunda Maria yang sangatterkenal dengan mujisat-mujisat bagi para devosannya. Kedua pasangan itu pergiberziarah ke situ. Di sana mereka berdoa dengan tekun dan memohon berkali-kalibantuan melalui Bunda, supaya Tuhan mengaruniakan mereka anak laki-laki. Lilinyang mereka nyalakan tidak pernah mati. Lilin harus tetap bernyala. Beberapa bulan setelah berziarah, datanglah kabar baikyaitu salah satu istri hamil. Sedangkanistri pasangan yang satunya belum hamil. Kemudian kabar baik semakin kencangdatang yaitu bahwa bayi dalam kandungan adalah laki-laki. Tetapi pasangan yangistrinya belum hamil itu menjadi penasaran dan cenderung cemas bahkan kecewa.Mereka datang ke teman pasangannya untuk berbagi perasaannya. Di dalam penasaran dan kecemasan, mereka ingin tahu sharing pengalaman teman pasangan yangsedang menantikan kelahiran buah hati. Ibu yang mengandung itu bercerita bahwasetiap kali lilin yang dibakar dan dinyalakan, suami-istri selalu menyebutkanisi doa ini: "Terjadilah seturut kehendak Tuhan". Mereka mengulangkata-kata itu dengan tiada lelahnya. Mereka juga tekun membaca firman Tuhan. Ungkapan doa seperti ini merupakan tanda ketaatan dankepasrahan iman kita. Ini adalah doa Bunda Maria saat ia menerima kabar sukacita surga untuk menjadi Bunda Allah. Kemudian umat beriman di dalam Gerejamemakainya untuk berbagai kepentingan dalam mengungkapkan iman mereka. Setiaporang yang berdoa seperti ini memiliki harapan bahwa doanya tidak bertepuksebelah tangan. Mereka sangat berharap Tuhan mendengarkan dan mengabulkannya. Dan benar adanya. Tuhan memberi jawaban untuk menolongorang-orang yang sangat membutuhkan terjadinya kehendak-Nya itu. Di dalam Injilhari ini Tuhan Yesus menjawab doa dua orang buta yang sangat ingin melihat,kata-Nya: "Terjadilah padamu menurut imanmu." Tuhan Allah jugamenjawab dalam bentuk tindakan pemulihan dan penyembuhan atas orang-orang yangsakit, cacat dan menderita seperti yang diwartakan oleh kitab Yesaya pada hariini. Hendaknya kita selalu memakai doa ketaatan dan kepasrahan ini. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Yesus,dengarkanlah doa-doa kami yang memohon terjadinya kehendak Bapa atas kami,khususnya dalam mengatasi kesulitan-kesulitan kami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Laurens dan Yudith Embulaba dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Daniel 2: 31-45; Mazmur tg: T.Dan 3: 57.58.59.60.61; Lukas 21: 5-11.DETERMINASIDUNIA TAK BISA DITAHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Determinasi Dunia TakBisa Ditahan. Secara alamiah, tubuh kita dan segala barang duniawi akan tundukkepada hukum alam. Kulit kita tak bisa bertahan pada suhu yang amat dingin atauamat panas. Kita akan lelah dan bernafas putus-putus setelah berlari di jalanmenanjak beberapa kilometer jauhnya. Dedaunan akan gugur lalu hancur menjaditanah. Rumah dan kota-kota yang dulu sudah hancur dan tinggal puing-puing saja.Tubuh kita setelah mati akan menyatu dengan tanah. Ini namanya hukum determinasi, yaitu diri dan hidup kitaditentukan atau ditakdirkan untuk taat dan mengikuti yang dimaui alam. Yangjuga ikut menentukan ialah tindakan-tindakan manusia yang keras seperti perang,diskriminasi, intoleransi dan kejahatan lainnya, sudah merupakan bagian duniaini. Karena dosa asal, kita mau tak mau menerima kenyataan bahwa kita mestiberjuang, mempertahankan diri bahkan rela menerima bahwa pada saatnya kita akanmati dan meninggalkan dunia ini. Daniel, pemuda bijaksana yang bersama ketiga saudaranyadari Yahudi bekerja melayani raja Persia Nebukadnesar, memberikan pemahamantentang determinasi alam dan hidup dunia ini kepada raja yang tidak percayakepada Tuhan Allah. Kerajaan yang perkasa dan penuh kekuasaan di seluruh bumiakan hancur dan hanya tinggal namanya saja. Yesus juga menyatakan bahwa baitsuci yang indah akan hancur hingga rata sampai tanah. Menyusul, akan adabencana alam luar biasa dan penyakit menular ke seluruh muka bumi. Semua ramalan bakal terbukti satu persatu denganberjalannya waktu. Ini berarti kita semua dan seluruh hasil karya kita di duniaini tunduk pada hukum alam yang menyatu dengan waktu yang terus berganti. Takada satu pun dari kita yang dapat mengintervensi, merekayasa dan menghentikanbahkan dengan kemampuan teknologi sehebat apa pun. Teknologi dan kekuasaanpolitik tak sebanding dengan kebijaksanaan dan kehendak Allah. Lalu Tuhanmengizinkan dan memampukan manusia untuk berteknologi dan berkekuasaan politikuntuk maju dan menjadi besar. Tetapi Tuhan membuat supaya alam dan hukumnyatetap berdaulat dan berdeterminasi. Bahkan Tuhan sendiri tidak bisa mencegah kalau kemauanalam itu terjadi dan saatnya tubuh dan materi dunia ini memang harus sampaipada akhiratnya. Kehendak Tuhan adalah pasti, yaitu yang sementara di dunia inipada saatnya hancur dan mati, karena akan ada suatu kekuasaan yang hidup abadi,yaitu kerajaan Allah sendiri. Kita sangat percaya akan hal ini. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus yangmulia, berkatilah kami pribadi-pribadi dan keluarga serta komunitas, supayakami senantiasa memandang Dikau dalam pengharapan untuk kehidupan abadi bagikami semua. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Nancy Phanasta dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 1 Makabe 2: 15-29; Mazmur tg 50: 1-2.5-6.14-15; Lukas 19: 41-44.RUMAH TUHAN YANGRUSAK Renungan pada hari ini bertema: Rumah Tuhan Yang Rusak. Adasuatu bencana banjir baru-baru ini yang menimpa sebuah desa yang didiami olehumat Katolik. Di situ berdiri sebuah gereja Paroki yang dibangun dengan swadayaumat, sekitar sepuluh tahun lalu. Setengah bagian bangunan gereja itu hancurditerjang banjir, bersama dengan banyak kerusakan dalam desa tersebut. Yangberdiri kokoh dan tidak terdampak apa-apa ialah menara lonceng yang dipuncaknyaada salib. Setiap umat Paroki dan pengunjung yang melihat kondisibangunan gereja yang rusak parah itu menunjukkan rasa sedih dan ikut berbagidalam duka bersama. Mereka mengenang saat-saat ketika mereka bergotong-royongmembangunnya. Mereka mengingat saat-saat indah ketika mereka beribadah bersamadalam rasa syukur dan kehangatn iman di antara imam dan para umatnya. Merekamencatat sudah begitu banyak perayaan sakramen-sakramen yang dilakukan di dalamgereja itu. Kita semua paham bahwa gereja merupakan tempat Tuhanberdiam. Di dalam pelayanan publik-Nya, Yesus Kristus menguduskan setiap tempatyang Ia masuki dan kunjungi. Bait suci tidak lagi hanya berpusat di satu tempatsaja, tetapi berada di dalam Yesus Kristus yang bergerak, berjalan danmenjangkau setiap rumah dan diri orang-orang yang menyambut-Nya. Yesus membawabait suci diri-Nya sendiri untuk menguduskan semua yang didatangi ataudijumpai. Pemujaan dan pemurnian rumah Allah dengan jelasditunjukkan oleh Matatias dan anak-anaknya yang beriman Yahudi, dalam bacaanpertama hari ini. Raja Antiochus Epifanes memaksakan orang Yahudi untukmeninggalkan penyembahannya kepada Tuhan Allah, dan mengikuti penyembahanberhala orang kafir. Matatias bersama kelompoknya melawan dengan keras pemaksaankehendak itu, bahwa mengikuti keinginan raja berarti hancur, sedangkanmengikuti Tuhan Allah berarti selamat. Yesus sendiri jatuh kasihan dan menjadi sedih sekalidengan tempat suci, rumah Tuhan di Yerusalem yang penuh dengan noda dosa karenaulah para pemuka agama dan umat yang tidak beriman dengan benar dan tulus.Akibat penodaan itu, rumah itu akan hancur rata dengan tanah. Sebenarnya Tuhansedang meramalkan bahwa kerajaan dunia ini yang diwakili oleh Yerusalem yangamat megah, pada saatnya akan hancur. Hal ini terjadi sekitar pada tahun 71Masehi, Yerusalem sungguh hancur oleh bangsa penjajah, yaitu bangsa Romawi. Selanjutnya dalam perjalanan waktu dan sampai detik ini,Yerusalem yang duniawi itu tidak pernah hidup di dalam damai suka cita.Gambaran ini amat cocok disamakan dengan diri setiap orang beriman yang ditimpadosa dan kedurhakaan. Kehancuran dan kebinasaan akan segera datang. Tuhanmenangisi keadaan kita yang penuh dengan dosa. Seharusnya kita sadari itu dankita harus segera berbalik kepada Tuhan dan menjadi anak-anak-Nya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Allah, terimalahpengakuan diri kami yang kurang setia kepada-Mu dan ampunilah dosa-dosa kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Ronald Gunawan dari Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Kesambi Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 1 Makabe 1: 10-15.41-43.54-57.62-64; Mazmur tg 119: 53.61.134.150.155.158; Lukas 18: 35-43.SEMOGA DAPATMELIHAT Renungan kita pada hari ini bertema: Semoga DapatMelihat. Ada cerita di dalam perjanjianlama, tentang sejumlah orang Israel memilih untuk tunduk kepada raja AntiokusEpifanes dalam hal menyembah allah-allah orang yang tidak percaya kepada Tuhan.Sebagai hasilnya, mereka membangun sebuah gelanggang olah raga di Yerusalemserta banyak kuil di tengah tradisi mereka yang sangat religius. Namun tindakan mereka ini ditentang oleh sesama orangYahudi lain yang tetap bertahan dengan imannya kepada Tuhan Allah nenek moyang.Yang bertahan ini melihat Tuhan dengan amat jelas. Sedangkan yang berbalikuntuk menyembah berhala sudah tertutup matanya untuk dapat melihat danmenyembah Tuhan Allah yang benar. Ini merupakan isi bacaan pertama kita yangdiambil dari kitab pertama Makabe. Keadaan itu juga digambarkan di dalam Injil. Orang-orangyang sangat duniawi sifatnya ingin menghalangi pertemuan orang buta denganYesus supaya ia mendapatkan penyembuhan dan penglihatan. Sementara itu si butaitu punya iman. Ia melihat dan memanggil Tuhan. Kehidupan kita jugaterbagi-bagi antara mata iman yang jernih sehingga dapat melihat dengan jelasdan mata duniawi yang kabur bahkan buta, maka tidak dapat melihat rahasiakemuliaan Tuhan. Mereka yang konsisten dan setia dalam imannya dianggapmemiliki penglihatan iman yang jernih, nyata dan terang. Penglihatan inimenciptakan suatu keyakinan atau kepercayaan. Mata iman seperti ini membentukhidup seorang beriman, sehingga meskipun ia berada di dalam keadaan hidup yangsulit, terancam dan teraniaya, keyakinan imannya itulah yang mempertahankanhidupnya. Mereka melihat dan mengalami bencana, pembunuhan, kelaparan, penyakitdan keterlantaran, mereka akan menyikapi itu dengan suatu keyakinan iman yangmewarnai semua sikap hidupnya. Namun mungkin banyak di antara kita memiliki kesulitanuntuk melihat dengan memakai mata iman. Mungkin kita yang mendengar renunganini bukan termasuk orang-orang yang memuja berhala, atau yang meninggalkan imandan yang memusuhi orang-orang yang beriman. Tetapi bisa jadi, di tengahkesulitan atau penderitaan baik rohani maupun jasmani, ada orang yang tidaksanggup menghadapi itu dengan sikap imannya. Mungkin orang langsung berpikirnegatif, atau melihatnya hanya dari segi fisik, lahiriah, atau materi. Akibatnya,jiwa mereka menjadi rapuh dan mudah putus asa. Tetapi seandainya jiwanya kuat,keyakinan imannya teguh, penglihatan imannya jelas, mereka akan tetapmengandalkan Tuhan dalam seluruh sisi hidupnya. Maka doa yang pantas kitapanjatkan ialah: ya Tuhan, semoga aku dapat melihat. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Bapa maha bijaksana,semoga kami mampu melihat dengan mata iman semua kenyataan hidup ini, terutamadi dalam kesulitan dan penderitaan. Salam Maria, penuh rahmat... Dalam namaBapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Viktorimus Ranggu dan Edeltrudis Baben dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Kebijaksanaan 13: 1-9; Mazmur tg 19: 2-3.4-5; Lukas 17: 26-37.PANGGILAN AKHIRZAMAN Renungan kita pada hari ini bertema: Panggilan AkhirZaman. Seorang ibu menasihatkan kedua anaknya yang masih sd yang sudah malasberdoa, supaya kembali bersemangat. Mereka bertanya, "Apa gunanya berdoadan tidak boleh malas?" Sang ibu berkata bahwa sekarang mungkin kita belummendapatkan kegunaannya, namun nanti pada akhir zaman akan sangat bermanfaat.Kedua anak itu kembali bersemangat berdoa, dan alasan yang mereka ingat ialahakhir zaman, meskipun mereka tidak mengerti apa-apa tentang akhir zaman. Akhir zaman merupakan sesuatu realitas iman yang baru akanterjadi nanti. Kita tidak bisa berpikir hanya dengan akal budi, tapi harus jugadengan iman. Akhir zaman menjamin bahwa realitas yang akan kita alamimemperlihatkan Tuhan Allah yang sesungguhnya, yang selalu kita sebut namanya didunia ini. Oleh karena itu kitab Kebijaksanaan dalam bacaan pertama membenarkankalau yang kita jumpai nanti ialah Penguasa dan Pembentuk segalanya, yangmenjadi Tuhan atas segala keindahan, kekuasaan dan kebaikan. Kitab suci menjelaskan tentang akhir zaman melalui ajaranYesus Kristus dan penglihatan orang-orang kudus. Ajaran dan kesaksian inidisampaikan dalam bentuk penjelasan yang berbeda-beda. Kita yang perlumemahaminya secara benar agar dapat mengimaninya secara benar pula. Jika kitamemiliki perhitungan tentangnya, mengetahui gambarannya seperti apa danmengimaninya selagi masih di dunia, maka harapan kita untuk menyongsong akhirzaman menjadi sesuatu yang menggembirakan. Pada hari ini kita diajarkan bahwa akhir zaman itu berisidua hal utama, yaitu kedatangan Yesus kembali dan dunia ini akan mengalamiakhirat. Berikut ini adalah sejumlah ciri atau tandanya menurut kitab suci: 1)ia datang pada saat yang tidak kita duga, 2) pada saat orang-orang dunia inimenjalani hidup seperti biasanya, 3) datangnya tiba-tiba, 4) setelah suatupenganiayaan Gereja yang terparah, 5) setelah adanya gempa bumi dahsyat, wabahpenyakit, kelaparan di berbagai tempat dan di langit tampak tanda-tanda alamyang menggemparkan, 6) setelah terjadi pemurtadan secara masal, 7) setelahkekuatan Antikristus dibinasakan, 8) ketika kasih kepada mereka yang sangatmembutuhkan menjadi dingin, 9) ketika Injil telah diwartakan sampai ke segenappelosok dunia, 10) ketika segenap Israel dapat diselamatkan, 11) ketika Gerejaini menjadi kudus dan tak bercela, tanpa noda dan goresan apa pun bentuknya. Sudah sekian banyak prediksi terjadinya akhir zaman itu,namun sampai detik ini belum sampai terjadi. Yang pasti ialah ini: kita akanmempersiapkan diri, dan jika kematian diri kita sendiri datang itu adalah akhirzaman setiap orang. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa yangbijaksana, ketika kedatangan kembali Yesus Kristus, semoga kami ditemukan dalamkeadaan siap sedia. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Johanes Bambang dan Yulia Manjung dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Roma 13: 8-10; Mazmur tg 112: 1-2.4-5.9; Lukas 14: 25-33.SUPREMASI HUKUMADALAH CINTA KASIH Renungan kita pada hari bertema: Supremasi Hukum ialahCinta Kasih. Sejak saat dilantik, Presiden, Wakil Presiden dan para menteripembantunya sungguh berperan sebagai tokoh-tokoh publik, pelayan masyarakat,dan berperilaku sebagai teladan bagi semua warga masyarakat. Kata dan tindakanmereka dilihat oleh semua orang. Para pemimpin di tingkat daerah dan di dalamlembaga-lembaga swasta juga membuat sumpah untuk menjadi pelayan dan teladanyang baik bagi banyak orang. Singkatnya, mereka mau tidak mau harus hidup dalamsemangat cinta kasih. Kriteria hukum yang universal adalah cinta kasih, yangmenjadi panglima dalam sistem tata krama, adat istiadat dan hukum positif dalamkehidupan warga negara. Jujur saja, sistem demokrasi dan penyelenggaraan negaradi mana pun di dunia ini, memilih berorientasi pada cinta kasih, jika inginsupaya negaranya aman, damai, tenteram, dan menyejahterakan setiap warganegaranya. Negara demokrasi modern terbesar seperti Amerika punsangat memerlukan cinta kasih. Mereka lelah dengan semua fenomena dan gejolakpolitik terutama karena ulah para pemimpinnya. Tidak hanya Amerika Serikat,banyak negara saat ini juga menghadapi krisis kepercayaan warga masyarakatkepada para pemimpinnya. Kalau ada cinta kasih maka pesan dan tindakan yangmereka sampaikan tentu menghasilkan rasa damai dan nyaman di dalam masyarakat. Karena cinta kasih itu, hal yang berurusan dengan keadilandiberikan jalurnya supaya terwujud keadilan. Yang berkaitan dengan rasa nyamandan aman, diberikan porsinya. Jika perdamaian yang diusahakan, perhatian kesitu dioptimalkan. Demikian juga toleransi dan solidaritas dalam keanekaragamanterus digalakkan dan kita perlu bekerja keras untuk menghadirkannya. Cinta kasih dapat masuk ke segala bidang kehidupan,mempengaruhinya, lalu menjiwai semuanya. Itu berarti cinta kasih hadir di dalamsemua dan berkuasa atas semua. Santo Paulus mengatakan di dalam bacaan pertamabahwa cinta kasih adalah kegenapan hukum. Hanya Tuhan yang dapat melakukansemua ini. Jadi, cinta kasih ialah Tuhan Allah sendiri. Ia berada di atassegala bentuk aturan, norma dan hukum yang mengatur segala langkah hidup kita. Tuhan Yesus memberikan nasihat kepada kita pada hari inibahwa, di dalam situasi di mana konflik terjadi karena perbedaan-perbedaan yangada, jalan terbaik ialah tinggalkan atau lepaskan diri kita dari egomasing-masing yang cenderung mempertajam konflik. Kita harus naik ke tingkatyang lebih tinggi yaitu, cinta kasih Tuhan sendiri yang menjadi rujukan utama.Di situ baru kita dapat menemukan solusi untuk hidup kita. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Allah Bapa di surga,selamatkanlah kami dari segala situasi konflik dan pertentangan hanya denganmenyingkirkan setiap kepentingan diri yang amat kuat, sehingga kami dapat hidupbersama dalam semangat cinta kasih-Mu. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Dewi Felani dari Paroki Santo Albertus de Trapani di Keuskupan Malang, Indonesia. Roma 8: 31b-39; Mazmur tg 109: 21-22.26-27.30-31; Lukas 13: 31-35.TIADA KETAKUTANDI DALAM TUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Tiada Ketakutan diDalam Tuhan. Seorang pemuda bercerita kepada teman-temannya di gereja,bagaimana dirinya mempertahankan imannya di tempat ia bekerja. Ia seorang yangtaat dan sungguh-sungguh beriman, namun teman-temannya yang tidak seimandengannya tidak menampilkan diri sebagai orang-orang beriman. Banyak yang sukamenghujat Allah. Ada yang berperilaku tidak manusiawi seperti menyebar fitnah,bertindak kasar dalam kata-kata dan tindakan, curang dan tidak adil. Pemuda ini berprinsip bahwa Tuhan yang ia imani dan yangmenyertai dia setiap saat, memberikannya rasa aman, kuat, dan percaya diri. Iatidak memiliki rasa takut apa pun, meski di sekelilingnya penuh dengan gayahidup yang berlawanan dengan Tuhan. Baginya, tidak ada ketakutan berada danbersama dengan Tuhan. Sesama karyawan di kantor yang berlaku kasar, berkatabohong, menyebarkan gosip atau penghinaan, dan yang berbuat curang, adalahrekan-rekan yang ia temui setiap hari. Ia tidak merasa asing bahkan terancamoleh mereka. Namun tidak sedikit pun kesempatan baginya untukterpengaruhi oleh mereka. Ia menggunakan kekuatan Tuhan, sehingga ia mampumempertahankan imannya dan mampu juga berelasi dengan mereka secara seimbangdan normal. Pengalaman seperti ini dialami oleh banyak orang di sekitar kita.Ini semua adalah pengalaman di dalam dunia nyata. Di dalam dunia tidak nyata,seperti keadaan dan kenyataan di luar jangkauan indra manusia, sering menjadigangguan tersendiri. Dunia hantu dan gaib diyakini ada di setiap kebudayaan. Banyak di antara kita yang atas nama Tuhan yang menyertai,sama sekali tidak takut dengan setan, hantu, dan kekuatan gaib. Mereka sungguhpercaya bahwa Tuhan Allah lebih kuat daripada semua kekuatan itu. Hanya dengannama Tuhan yang maha kudus, mereka terlindungi, dikuatkan dan diselamatkan.Selain itu, ada juga ancaman-ancaman yang mematikan seperti kekerasan fisik,perang, penyakit, dan bencana alam. Bagi orang-orang yang mengutamakan kekuatanTuhan dalam penyelenggaraan seluruh hidupnya, mereka sama sekali tidak gentardan goyah hidupnya. Tuhanlah yang menentukan nasib hidup mereka. Jadi warta gembira bagi kita hari ini adalah seperti yangdisampaikan oleh kedua bacaan hari ini. Santo Paulus di dalam suratnya kepadajemaat di Roma menegaskan bahwa hanya kasih Tuhan Yesus Kristus yangmenguatkan, melindungi dan menyelamatkan kita. Tidak ada satu pun kekuatan lainselain Tuhan yang dapat memisahkan dan menghancurkan kita. Demikian juga Injil,yang mengungkapkan bagaimana Yesus melangkah dengan pasti ke Yerusalem, tempattujuan-Nya yang sudah ditentukan Tuhan bagi-Nya. Ancaman dari Herodes tidakpernah membuatnya takut satu titik pun atau mundur selangkah. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, ajarilahkami menjadi orang-orang yang tidak takut kepada siapa pun selain Dikau. SalamMaria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Monica Viona dari Paroki Roh Kudus di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Roma 8: 26-30; Mazmur tg 13: 4-5.6; Lukas 13: 22-30.MAKAN DI DALAM KERAJAAN ALLAH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Makan di DalamKerajaan Allah. Mengapa kerajaan Allah digambarkan dalam kitab suci sebagaiperjamuan makan yang disediakan Tuhan Allah? Pertanyaan itu diajukan olehseorang remaja kepada pastor setelah perayaan Ekaristi. Beberapa temannya jugadatang dan ingin mendengarkan apa yang hendak dijelaskan pastor. Di dalam saku jubanya, pastor menaruh sejumlah batangcokelat. Ia mengambilnya dan dari genggaman tangannya yang penuh dengancokelat, dibagikannya kepada sejumlah remaja yang ada di situ. Pastormenyisakan satu untuk dirinya. Mereka semua makan bersama-sama danmengungkapkan kesan yang sama, bahwa cokelat itu sangat enak. Lalu pastormenjawab pertanyaan itu. Perjamuan atau santapan di dalam surga jelasmenunjukkan bahwa di surga ada kehidupan. Di sana tinggallah orang-orang hidup,dan bukan orang-orang mati. Demi kehidupan abadi itu, makanan adalah jaminanbagi keberlangsungan kehidupan. Tetapi bagi Tuhan dan semua jiwa yang berada disana, makanan dalam perjamuan itu bukan berbentuk jasmani seperti nasi, lauk,sayur, buah-buahan dan minuman. Makanannya adalah makanan rohani. Sabda kekal yang terungkap dalam hubungan kasih dandalam segala kebaikan merupakan makanan rohani di dalam kerajaan surga. Semuapenghuni surga menikmatinya dalam kepenuhan suka cita dan dalam persekutuanyang abadi. Semua mengalami betapa enaknya dan indahnya kehidupan yang abadiitu. Dimensi persekutuan semua jiwa orang beriman dan pengalaman nikmatnyasantapan itu, merupakan ciri utama keberadaan di dalam surga. Di dalam dunia ini, gambaran tentang perjamuan abadiditandai melalui perayaan ekaristi dan ibadat-ibadat yang kita rayakanbersama-sama. Melalui semua itu, kita semua selalu diberikan pengajaran danperingatan berulang-ulang, bahwa persiapan untuk menikmati perjamuan abadi didalam surga harus kita lakukan dengan sungguh-sungguh. Tuhan Yesusmengungkapkan cara membuat persiapan itu melalui suatu disiplin penyangkalandiri. Di dalam bacaan Injil hari ini, kita menemukan caranyayaitu dengan berusaha masuk melalui pintu yang kecil. Betapa sulitnya semuaorang dari segala penjuru bumi ingin mendapat kelancaran memasuki kerajaansurga, dan harus melewati pintu yang sempit. Mereka semua harus berusahamelalui semua bentuk penyangkalan diri dan menanggung beratnya salib yangdipikul. Semua orang beriman menyadari keterpilihan mereka, bahwa merekaditentukan, dipanggil, dan dibenarkan untuk mengambil bagian di dalam kehidupanabadi. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, terimakasih atas keterpilihan kami dan kuatkanlah selalu kesetiaan kami kepada-Mu.Bapa kami yang ada di Surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Karel Niora, Svara Nirmala, Arthur J. Homerick, dan Priscilia Nini Wijaya dari Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Mamajang, di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Sirakh 35: 12-14.16-18; Mazmur tg 34: 2-3.17-18.19.23; 2 Timotius 4: 6-8.16-18; Lukas 18: 9-14.DUA KEUTAMAANDALAM BERDOA Tema renungan kita pada hariMinggu Biasa ke-30 ini ialah: Dua Keutamaan Dalam Berdoa. Seorang pemudabercerita, ia bertemu seorang teman lamanya yang baru saja ditinggal pacarnya.Pertemuan itu baginya sungguh membuka lembaran cinta yang baru. Ia sedangbermasalah serius dengan pacarnya sendiri, sehingga teman lama itu menjadipengisi hatinya yang sedang kosong. Mereka selalu berada di gereja.Kelihatannya mereka berniat berdoa, tetapi kenyataannya mereka hanya inginberpacaran sepanjang waktu. Gereja menjadi tempat nyaman untuk memadu kasih. Pada hari ini bacaan-bacaanliturgis memberikan kita inspirasi tentang dua keutamaan yang penting dalamberdoa. Keutamaan dalam berdoa sangat penting karena ia menjelaskan betapapentingnya niat orang dalam berdoa, maka orang itu berkenan kepada Tuhan atautidak. Tuhan melihat sendiri niat hati kita sejak sebelum kita dapat berdoasecara nyata. Niat itu ada di dalam pikiran dan maksud hati kita. Keutamaan pertama ialahkesiap-sediaan. Seorang yang memiliki kesadaran, kemauan, persiapan diri,adalah dia yang memiliki kesiap-sediaan untuk berdoa. Waktu untuk Tuhan tidaktergantikan. Kemauan untuk beribadah menjadi ciri kepribadiannya. Ia tahu bahwaia membutuhkan Tuhan, maka ia menyiapkan fisik dan mentalnya sedemikian rupa untukberdoa dengan baik. Profil orang Farisi dan pemungutcukai di dalam Injil menunjukkan bagaimana orang-orang beriman memilikikesempatan untuk berdoa sehingga mereka dapat berjumpa dan berdialog denganTuhan. Ini adalah keutamaan kita semua orang beriman. Pendidikan iman di dalamkeluarga, sekolah dan Gereja mempunyai peran yang salah satunya ialah membuatseorang beriman tekun dan taat beribadah. Orang yang malas, bosan danmenghindari doa atau ibadat dianggap kurang beriman. Keutamaan kedua ialah kerendahanhati. Prinsip dalam berdoa yang sangat fundamental ialah keberadaan kitasebagai manusia, yang berdialog dengan Tuhan maha kuasa di tempat-Nya yangtertinggi. Ia tahu segala sesuatu. Diri kita adalah pendosa, orang miskin,orang yang berterus terang, dan orang yang bergantung pada-Nya. Jika kitaberhadapan dengan Tuhan hanya menonjolkan diri, bahkan berlaku seperti Tuhanyang sempurna, itu sebenarnya bukan doa, tetapi sharing pengalaman. OrangFarisi di dalam doanya jelas sekali berbuat demikian. Di dalam berdoa yang rendah hati,kita hendaknya meneladani si pemungut cukai yang berterus terang tentangdirinya sebagai pendosa, santo Paulus yang bersyukur telah menunaikan tugasnyasampai tuntas, dan orang miskin-tertindas yang doa-doanya menembusi awan, yangdisebut oleh kitab Putera Sirakh. Jika kita berdoa sungguh sebagai manusia yangtahu diri, maka Tuhan Allah sangat berkenan kepada kita dan memberikan apa yangkita minta. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, semogaperayaan hari Minggu ini membantu kami menjadi pendoa-pendoa yang baik, yaitu seperti Tuhan kami YesusKristus. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 12 September 2025Bacaan: Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Ku larang engkau makan itu? Manusia itu menjawab: Perempuan yang Kau tempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." (Kejadian 3:11-13)Renungan: Seorang anak lahir setelah 11 tahun pernikahan. Mereka adalah pasangan yang saling mencintai dan anak itu adalah buah hati mereka. Saat anak itu berumur 2 tahun, suatu pagi si ayah melihat sebotol obat yang terbuka. Dia terlambat untuk ke kantor, maka dia meminta istrinya untuk menutupnya dan menyimpannya di lemari. Istrinya karena kesibukannya di dapur sama sekali melupakan hal tersebut. Anak itu melihat botol itu dan dengan riang memainkannya. Karena tertarik dengan warna obat tersebut lalu si anak memakannya semua. Obat tersebut adalah obat keras yang bahkan untuk orang dewasa pun hanya dalam dosis kecil saja. Sang istri segera membawa si anak ke rumah sakit. Tapi si anak tidak tertolong. Sang istri ngeri membayangkan bagaimana dia harus menghadapi suaminya. Ketika si suami datang ke rumah sakit dan melihat anaknya telah meninggal, dia melihat kepada istrinya dan mengucapkan 3 kata, "SAYA BERSAMAMU SAYANG." Reaksi sang suami yang tidak disangka-sangka adalah sikap proaktif. Si anak sudah meninggal dan tidak bisa dihidupkan kembali. Tidak ada gunanya mencari-cari kesalahan pada sang istri. Lagipula seandainya dia menyempatkan waktu untuk menutup dan menyimpan botol tersebut, maka hal itu tidak akan terjadi. Tidak ada yang perlu disalahkan. Si istri juga kehilangan anak semata wayangnya. Apa yang si istri perlu saat itu adalah penghiburan dari sang suami, dan itulah yang diberikan suaminya saat itu. Jika semua orang dapat melihat hidup dengan cara pandang seperti ini, maka akan terdapat lebih sedikit permasalahan di dunia ini. Salah satu sifat dosa adalah saling menyalahkan satu dengan yang lain. Adam menyalahkan Hawa, Hawa menyalahkan ular. Masing-masing tidak mau dipersalahkan, karena hal ini menyangkut tanggung jawab. Banyak orang lari dari tanggung jawab dan melemparkannya kepada orang lain. Tanpa kita sadari banyak orang menderita karena kita mau cari selamat sendiri. Hari ini kita diajak untuk mengatakan kebenaran tanpa harus mengorbankan atau mempersalahkan orang lain, "Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat." (Mat 5:37). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku supaya menjadi pribadi yang bertanggung jawab atas apapun yang telah kulakukan dan tidak lari dari tanggung jawab atau mencari-cari kesalahan orang lain yang mengakibatkan hubungan kekeluargaan dan persahabatan menjadi renggang. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Christine Tenges dari Paroki Katedral Hati Kudus Yesus di Keuskupan Agung Makassar, Indoensia. 1 Timotius 1: 1-2.12-14; Mazmur tg 16: 1.2a.5.7-8.11; Lukas 6: 39-42.HARTA TERINDAH Renungan kita pada hari ini bertema: Harta Terindah. Ketika kita memahamisebuah harta yang terindah, misalnya emas atau berlian, kita dapat langsungmembandingkan dengan harta yang nilainya ada di bawah emas atau berlian.Jumlahnya banyak sekali. Jika harta terindah dan termahal itu kita miliki,kemungkinan besar kita tidak menginginkan harta-harta lain yang lebih rendahnilainya. Emas merupakan simbol keunggulan tertinggi dan pas untuk dikenakan padakemuliaan Allah. Maksud tema renungan hari ini ialah segala yang lama, yangdibaluti dosa disingkirkan, seperti yang dikatakan Santo Paulus dalam suratnyakepada Timotius, bahwa hidup lamanya sebagai seorang penghojat dan panganiaya,ia tinggalkan secara total. Dengan menerima kasih karunia Tuhan, ia mendapatkanharta terindah bagi dirinya, yaitu Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah emas kemuliaan Tuhan Allah yang masuk ke dalam hidupkita. Seperti Santo Paulus, dengan membuang semua yang lama, tidak satu punkerugian yang kita alami, justru sebaliknya kita mendapat emas, sebuah hartayang sangat berharga. Yesus terang-terangkan dan terus-menerus mengatakan bahwajika seseorang yang tidak melepaskan segala sesuatu, termasuk orang-orang yangdikasihnya bahkan dirinya sendiri, ia tidak layak menjadi murid-Nya. Ketegasan Yesus itu berarti bahwa seorang yang memutuskan untuk mengikutiDia, ia menjadikan Tuhan sebagai yang terutama dan di atas segala sesuatu. Emasharus tetap sebagai emas dan jangan dinodai atau dicampur dengan yang bukandari itu. Tuhan harus tetap Tuhan yang satu dan kudus, Ia tidak boleh dinomorduakan atau diganti dengan yang lain. Ketika kita menempatkan Tuhan pada posisiyang sebenarnya, demikian juga posisi kita yang sesungguhnya, kita sebenarnyamengungkapkan ketaatan dan kebenaran iman yang kita miliki. Dengan demikian, satu jenis dosa yang harus kita hindari di dalam hidupkita ialah menjadi orang-orang yang munafik. Ciri-ciri kemunafikan di dunia inidapat kita lihat di dalam sikap manusia yang menjadikan dirinya tahu segalasesuatu. Atau seorang yang mempunyai kecenderungan untuk membuat dirinya benardan pandai dalam segala hal. Padahal pada dasarnya setiap manusia ciptaan Tuhanpasti memiliki kekurangan, meskipun memang ia memiliki juga kelebihan. Akibat paling nyata dosa kemunafikan ialah orang tersebut tidak memilikiTuhan sebagai emas dan harta terindah dalam hidupnya. Ia hanya berurusan denganbermunafik dalam satu hal ke hal yang lain, ingin memenangkan dan memuaskandirinya dari satu kesempatan ke kesempatan yang lain. Fokusnya ialah hanyadirinya sendiri dan ia tidak punya kesempatan untuk Tuhan. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan maha kuasa, semoga dengan selalumendengar dan merenungan Firman-Mu, kami menjadi saksi Kerajaan-Mu di tengahdunia ini dan dapat membaharuinya. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus ... Dalam nama Bapa ...
Khotbah Ibadah Raya | Minggu, 27 Juli 2025 *KESABARAN* (Galatia 5:22; 1 Petrus 3:20; 2 Petrus 3:15; Roma 2:4; ) Alkitab mengajarkan kesabaran sebagai kebenaran. Sering kali banyak orang menganggap kesabaran itu sesuatu hal yang kondisional saja dan tidak penting. Padahal kesabaran adalah suatu keadaan yang Tuhan ciptakan agar manusia tunduk kepada Allah. Kesabaran adalah salah satu dari buah-buah roh yang hanya bisa ditemukan di dalam pribadi dan karya Allah. Ini adalah salah satu sifat keilahian dan mulia di dalam karya Yesus Kristus mengampuni dosa manusia. Karakter kesabaran ini muncul di dalam diri seseorang yang sudah dibaharui hidupnya oleh Kristus. Kesabaran itu menjadi kewajiban, life style, warna hidup orang yang sudah diubahkan dari orang-orang yang belum mengalami pengampunan dosa. Kesabaran menjadi titik krusial bagi orang-orang kudus, sebab kita percayai bahwa kesabaran merupakan buah pekerjaan Roh Kudus bukan akal manusia. Tuhan sabar (2 Petrus 3:9), bahkan sangat sabar sehingga melalui kesabaran-Nya, kelapangan hati-Nya, kemurahan-Nya, menuntun kita manusia untuk masuk dalam pertobatan (Rom.2:4). Dalam 1 Petrus 3:20, rasul Petrus menyoroti kesabaran TUHAN Allah terhadap kejahatan dan dosa manusia. Orang-orang dunia tidak mengerti tingkat kesabaran Allah. Kisah Nuh membangun bahtera termasuk dalam karya-karya keselamatan yang Tuhan buat sebelum hari-hari penghukuman tiba. Dan sampai hari itu tiba, Tuhan sabar menunggu Nuh menyelesaikan pembangunan bahtera itu dan Nuh pun penuh kesabaran saat membangun bahtera itu walaupun orang-orang di sekelilingnya meremehkan karya keselamatan yang Tuhan rancangkan. Tuhan sabar menanti dengan memberikan kesempatan untuk manusia bertobat. Nuh pun sabar terus mengerjakan pekerjaan-pekerjaan karya keselamatan yang Allah percayakan padanya hingga selesai. Saudara, Tuhan telah memberikan kesempatan, masa dan waktu untuk kita sadar dan bertobat (Kis.3:19), dibaharui dan diselamatkan dari hari-hari penghukuman. Sebab Tuhan akan menghukum dan menghancurkan dunia ini dengan
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Fani Hartono, Monika Fiona, Nia dan Evelyn dari Paroki Gembala Yang Baik di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Sirakh 3: 17-18.20.28-29; Mazmur tg 68: 4-5ac.6-7ab.10-11; Ibrani 12: 18-19.22-24a; Lukas 14: 1.7-14.KERENDAHAN HATI MENURUT YESUS KRISTUS Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-22 iniialah: Kerendahan Hati Menurut Yesus Kristus. Tuhan Yesus pernah berkata: “Belajarlahdari pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapatketenangan.” (Mat 11:29). Kalimat sederhana ini menyentuh inti kehidupanKristiani, yaitu kerendahan hati. Di dalam bacaan Injil pada hari ini Yesus memberikancontoh melalui perumpamaan tentang sikap rendah hati dalam mengambil posisitempat duduk di ruang perjamuan pesta, dan ketika mengundang orang-orang yangdatang ke tempat perjamuan dengan pilihan kepada orang-orang kecil, cacat,lumpuh dan buta. Kitab Putra Sirakh dalam bacaan pertama memberi nasihat untukhidup dalam kerendahan hati supaya karunia Tuhan dianugerahkan kepada kita. Kerendahan hati bukan berarti minder atau merasa tidakberharga. Rendah hati berarti menempatkan diri pada kebenaran yang sejati:bahwa kita hanyalah ciptaan, dan segala yang kita miliki adalah anugerah Allah.Orang yang rendah hati tidak menutup diri dengan kesombongan, tetapi membukahati untuk menerima kasih Tuhan dan berbagi kasih itu dengan sesama. Yesus sendiri menjadi teladan tertinggi. Ia adalahTuhan, namun rela lahir di palungan yang sederhana. Ia adalah Guru, tetapi maumembasuh kaki murid-murid-Nya. Ia adalah Raja, tetapi mati di salib demikeselamatan manusia. Inilah puncak kerendahan hati yang membawa hidup bagidunia. Maka dengan mengikuti telandan sang Guru Yesus Kristusyang rendah hati, kita mendapat banyak manfaat bagi diri kita sendiri dan jugahidup bersama kita. Manfaat pertama ialah kerendahan hati membuat kita damai,karena kita tidak terus-menerus mengejar pujian sesama manusia di sekitar kita.Manfaat berikutnya ialah kerendahan hati menjadikan kita pribadi yang terbuka,yang mau belajar, dan tidak malu mengakui kesalahan, kelemahan dan kegagalankita sendiri. Manfaat yang lain ialah kerendahan hati memampukan kitauntuk dekat dengan sesama, tanpa memandang status, kedudukan, atau jabatan.Manfaat yang sangat dikehendaki Tuhan ialah bahwa dengan kerendahan hati kitamenjadi dekat dan bersatu di dalam Tuhan Allah, sebab Ia berkenan pada orangkecil, sederhana dan yang menderita, dan bukan kepada orang-orang congkak. Di dunia sekarang, kerendahan hati semakin langka.Banyak orang berlomba menunjukkan diri di media sosial, mencari pengakuan,mengejar kesuksesan dan gengsi. Namun di tengah hiruk-pikuk itu, orang yangrendah hati justru menjadi oase: ia menghadirkan kesederhanaan, ketulusan, dankeheningan yang menyejukkan. Paus Fransiskus dengan semangat hidup yangsederhana, masih segar dalam ingatan kita semua, bahwa kerendahan hati sangatdibutuhkan dalam dunia saat ini.Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Tuhan ajarkanlah kami selalu sikap rendah hati yang sangat kamiperlukan dalam dunia saat ini. Bapa Kami yang ada di surga… Dalam nama Bapa …
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Eland Parera dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Ulangan 31: 1-8; Mazmur tg Ul 32: 3-4a.7.8.9.12; Matius 18: 1-5.10.12-14.YANG KECIL DIPERHITUNGKAN Renungan kita pada hari ini bertema: Yang Kecil Diperhitungkan. Ada seorangbocah masih SD kelas satu sedang berdoa di kamarnya. Ia berseru kepada Tuhanbegini: “Tuhan, meskipun saya masih kecil, saya punya cita-cita yang besar.Kalau Tuhan mau tahu, saya ingin menjadi Presiden di negaraku. Berkatilah akuTuhan Yesus, supaya cita-citaku ini dapat tercapai”. Di dalam semua kisah keselamatan yang memperlihatkan hubungan manusiadengan Tuhan, cerita tentang orang-orang kecil yang menderita atau yangdiremehkan, ternyata sangat mendapat tempat di dalam Tuhan. Pilihan Tuhanselalu kepada orang yang muda dan kecil. Dari yang kecil, mereka diarahkanuntuk menjadi besar dan andalan Tuhan untuk mewujudkan rencana-rencana-Nya.Kitab Ulangan mengatakan bahwa Musa tak bisa menemani bangsanya melewati Yordanuntuk mencapai tanah terjanji. Penggantinya yang masih mudah dan kecil, Yosuaakan mengambil tanggung jawab itu. Yesus menghendaki agar setiap pengikut-Nya memiliki sikap yang patuh dandisiplin seperti anak kecil. Ketaatan, kerendahan hati dan ketergantungankepada Tuhan itu mutlak, supaya dapat mengontrol sikap kita yang sombong, ingat diri, keras kepala dan menangsendiri. Itu adalah syarat yang mendasar untuk dapat masuk dan menikmatikerajaan surga. Intinya ialah bersikap seperti anak kecil dan menyambut merekayang kecil. Memang benar yang kecil itu diperhitungkan oleh Tuhan, dan ini sungguhmengajarkan kita untuk menghargai dan memperhitungkan juga yang kecil.Bagaimana mungkin sesuatu atau seseorang itu menjadi besar, jika tak pernahberawal dari yang kecil atau muda? Tuhan Allah memakai proses natural kitauntuk menanamkan iman dan kebijaksanaan ilahi-Nya di dalam diri kita. Kitabertumbuh dalam iman dan relasi dengan Dia berangkat dari awal yang kecil. Bagaimana kita dapat memiliki sebuah ide, nilai dan struktur yang besar,jika bukan elemen-eleman kecil atau bagian-bagiannya yang harus menyatu danmembentuknya? Katakanlah sebuah bangunan besar dan indah, pasti terbuat daribata, semen, genteng, kayu dan lain sebagainya. Katakanlah seorang profesorternama dan sangat dikagumi, ia pasti berangkat dari awal belajarnya,perjuangannya, ditolong oleh faktor-faktor yang berbeda-beda. Jadi memang benaryang kecil itu sangat diperhitungkan. Hendaklah kita selalu menghitung danmenyukuri elemen-elemen kecil yang selama ini membentuk diri kita sampai detikini. Mintalah berkat Tuhan atas semua ini. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Kasih dan perhatian-Mu ya Bapa, amatlah besardan mengagumkan kami ya, Tuhan. Berkatilah kami untuk hari ini supaya setiappengalaman yang terjadi hari ini, menandakan bahwa Engkau berkenanmenyelengarakannya bagi kami. Salam Maria penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 7 Agustus 2025Bacaan: "Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang." (Yesaya 50:5)Renungan: Suatu ketika, di sebuah negara kecil diadakan perlombaan ski antar-negara. Seluruh pemain ski profesional dari seluruh penjuru dunia datang ke tempat tersebut. Dari sekian ratus bahkan ribu peserta yang bermain akan dipilih satu pemenang yg akan mendapatkan medali emas. Pertandinganpun berlangsung dan selesai, panitia sudah menentukan satu orang sebagai pemenangnya yaitu seorang pria buta.Mengapa dia bisa menang? Ya, dia memiliki pelatih yang menyorakinya saat bertanding. Ketika pelatihnya berteriak ke kanan, ia pergi ke kanan. Ketika pelatihnya berteriak ke kiri, ia pergi ke kiri. Namun satu hal yang ia percaya bahwa pelatihnya akan membawa ia ke garis finish. Sosok pemain tersebut bagaikan sosok kita, dan sosok pelatih ialah Sang Juruselamat. Saat kita mengkuti arahan dari Sang Juruselamat percayalah dengan kekurangan kita sekalipun tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Apakah saat ini hati kita tidak lagi merasa damai? Ataukah kita merasa bahwa hidup kita hampa sekalipun kita diberkati dengan berkat jasmani yang berlimpah. Satu hal yang kita perlukan saat ini adalah, mendengar sapaan Yesus. Bagaimana kita bisa melakukannya? Luangkan waktu kita untuk bersaat teduh dan membaca firman-Nya. Firman Tuhan akan menuntun kita kembali untuk mendapatkan jalan Tuhan yang sesungguhnya dan mengembalikan damai sejahtera kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur karena Engkau menjadi pelatih utama dalam perjalanan hidupku, sehingga aku boleh bertahan dan tetap kuat untuk mencapai garis finish kehidupanku. Beri aku kekuatan dan kemampuan untuk mendengar suara sapaan-Mu, sehingga di saat-saat perjalanan hidupku mengalami hambatan, aku bisa mendengar suara-Mu untuk kembali pada jalan-Mu. Amin. (Dod)
Khotbah Ibadah Raya | Minggu, 3 Agustus 2025 *HUKUM KELAYAKAN / HUKUM AKSIOMA* (Matius 10:37-38) Setiap orang memiliki nilai rasa layak. Sesuatu yang layak itu sesuatu yang pantas atau sepadan. Yesus menampilkan hal yang layak atau berkenan di hati-Nya bagi setiap orang yang mengasihi dan mau mengikuti Dia. Matius pasal ke 10 ini berkaitan dengan pemilihan murid-murid saat itu, ada hal-hal yang disebut hukum kelayakan ketika mengikuti Yesus. Yesus menerangkan bahwa ketika seseorang mau mengikut Dia, dia harus sungguh-sungguh (100%) mengasihi Yesus lebih dari apa pun, tidak melebihi kasih kepada orang tua, anak, pasangan. Dalam hal ini kita pahami bahwa ketika orang-orang terkasih dalam hidup kita sedang dalam kondisi yang lemah kita pasti akan berjuang dengan keras untuk menolongnya sebagai bukti kasih. Demikianlah ukuran yang Yesus pakai untuk menerapkan kasih yang layak pada Yesus. Ketika kita mengasihi keluarga kita dengan baik dan sempurna, maka kita pun harus mengasihi Yesus dengan cara yang seperti itu bahkan lebih sebab Dia adalah Allah. Engkau mengasihi Yesus karena engkau mendapatkan warisan keselamatan yang dari Allah dalam Yesus! Tiada hal apapun di dunia ini yang mampu memisahkan kita dari kasih Kristus itu disebut kasih rasional. Kasih rasional itu ketika kita tidak mungkin menyangkali pribadi yang kita kasihi. Misal, ada orang tua yang miskin tidak mungkin anak itu akan menyangkal orang tuanya, jika ia menyangkal maka ia tidak layak disebut sebagai anak. Sama halnya dengan ketika seseorang mengikuti Yesus, tiba-tiba ia dicobai oleh Iblis, menjadi miskin dan kemudian meninggalkan imannya kepada Yesus, berarti ia pun tidak layak bagi Yesus. Jadi, percaya kepada Yesus bukan karena ikut-ikutan, bukan karena ada kekayaan apa di dalamnya, atau supaya bisa masuk surga saja, tetapi yang IA kehendaki ialah kita mengasihi Dia dengan sungguh dan memiliki hubungan saling menjalin kasih dengan Kristus. Inilah standar kasih yang layak kepada Yesus. 1. Dalam proses atau perjalanan hidup kita mengikut Yesus, memikul salib (menderita oleh karena iman dan percaya kepada Yesus), sudah menjadi kelayakan bagi kita untuk menanggungnya karena dengan cara demikianlah kita dapat membuktikan kasih kita yang tulus dan murni kepada-Nya. Walau terjadi penindasan, penyiksaan, intimidasi, pengucilan, dll., tidak akan memudarkan atau mengurangi kasih kita kepada-Nya. “Pikullah” (Yn. Lamanei) ini adalah kalimat penting dan ditegaskan. Ini adalah perintah yang Ia berikan untuk kita dapat layak di hadapan-Nya. Oleh sebab itu, jangan lari atau menghindar dengan sengaja dari kelayakan ini! Saudara beriman kepada Kristus, saudara harus siap pegang dan pikul penderitaan oleh karena diri-Nya. Siaplah pikul salib = selalu siap untuk menderita! Sebab dengan begitulah kita disebut layak bagi-Nya karena kita pun turut ikut dalam penderitaan-Nya. Sekalipun zaman sudah modern sekalipun, tak ada yang bisa menggantikan standar hukum kelayakan kepada Kristus 1. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap kekuatan dan dengan segenap akal budimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri. Pertama-tama kasihilah Tuhan Allah lebih dahulu baru kemudian sesama kita manusia sama seperti diri kita sendiri. 2. Pikullah salibmu maka engkau akan disebut layak bagi Yesus. Barangsiapa rela kehilangan nyawanya oleh karena Kristus, ia akan mendapatkannya. Silahkan koreksi diri saudara sendiri, apakah saudara sungguh sudah layak bagi Yesus? Yesus telah menjalani penderitaan-Nya lebih dulu, Yesus yang miliki pribadi yang agung saja sudah dicaci maki, dihujat, diludahi, disiksa, dihukum dan dibunuh, masakkan kita tidak mau turut menderita bersama-Nya? Jika engkau sungguh mengasihi Yesus maka engkau pun juga mau turut menderita! Tuhan Yesus memberkati
Pdt. Ellya Makarawung (TB) Yesaya 30:15 "Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: 'Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.' Tetapi kamu enggan."
"TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu." Kejadian 2: 15
"TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu." Kejadian 2: 15
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Oliva Ivania dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Keluaran 14: 5-18; Mazmur tg 15: 1-2.3-4.5-6; Matius 12: 38-42.KETIDAKSETIAAN Tema renungan pada hari ini ialah: Ketidaksetiaan. Adaseorang lelaki mendapat tugas dari perusahaan untuk bekerja jauh dari rumah dandi luar kota selama tiga sampai enam bulan. Selama waktu tersebut ia tidakkembali ke rumah dan keluarganya. Komunikasi dengan sang istri dan anak-anaknyatetap dilakukan melalui pesan-pesan singkat online dan telepon video. Pada saat ia kembali ke rumah setelah tugas tersebut,hampir semua keadaan di rumah normal dan baik, kecuali dua anjing kesayangannyayang sudah tidak akrab lagi dengannya. Kedua anjing sangat tidakmenghiraukannya, meskipun ia ingin bermain-main dengan mereka. Anak bungsunyayang berusia delapan tahun berkata kepada: "Masalahnya Bapak sudah lamatidak dekat dan bermain dengan mereka, maka mereka menjadi asing denganBapak." Banyak faktor di dalam hidup kita yang menjadi penyebabtidak setia di antara kita, dan salah satunya ialah orang-orang tidak dekatsatu sama lain, tidak berkomunikasi, tidak ada berita dan tidak ada perhatiandi antara mereka. Hal ini juga terjadi antara manusia dengan Tuhan Allah. Adasejarah panjang dan banyak tentang manusia yang tidak setia dengan Tuhan yangberakibat pada hukuman dijatuhkan kepada mereka yang tidak setia. Tuhan Yesusdiutus Bapa ke dalam dunia untuk mengembalikan mereka kepada kesetiaan dan imanyang benar. Umat beriman, dan khususnya Israel diharapkan sebagai yang pertamamemperbaiki hubungan yang telah rusak ini. Tetapi mereka malah tidak mau mengenal dan mengakui Yesus.Mereka meminta tanda-tanda yang menurut mereka harus membuat mereka percaya.Ini yang membuat Yesus melawan mereka dengan tegas. Mereka denganterang-terangan melawan Tuhan karena menolak dan tidak mengakui bahwa Yesusadalah wujud Allah sendiri yang mereka percaya. Ini adalah dosa ketidaksetiaanyang amat besar. Mereka lebih memilih materi, uang, posisi, kenikmatan daging,status sosial, ketenaran, lalu Tuhan dilupakan. Menurut Yesus sendiri, dosa iniadalah dosa melawan Roh Kudus, dan tidak dapat diampuni. Godaan untuk menyangkal Tuhan dengan menjadikannya bukanutama dan prioritas di dalam hidup kita sungguh sangat besar. Pada umumnya adatiga godaan besar yang mengancam kita setiap saat dan di mana saja, yaituharta, kekuasaan dan nafsu kedagingan. Pesankitab suci yang selalu kita terima mengatakan bahwa kita perlu tulus tentangdiri kita: apakah kita dapat mengalahkan godaan itu atau sebaliknya kita yangselalu dikalahkan olehnya, karena dunia di sekeliling kita menjadi saksinya.Kalau kita tetap bersama Tuhan dan memberikan diri dibimbing Roh Kudus, kitayang mengalahkan godaan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa...Tuhan maha kuasa,semoga Roh-Mu membantu kami untuk senantiasa setia di jalan Putera-Mu YesusKristus, dan jauhkanlah kami dari segala godaan yang menyebabkan kami semakinjauh dari jalan-Mu. Salam Maria penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Oliva Ivania, Eland Parera, Meri Kaona dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongrgasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Kejadian 18: 1-10a; Mazmur tg 15: 2-3ab.3cd-4ab.5; Kolose 1: 24-28; Lukas 10: 38-42.TUHANMENGAJARKAN KITA MENERIMA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tuhan Mengajarkan Kita Menerima.Dalam keyakinan iman kita, Tuhan Allah adalah yang pertama bertindak atauberbuat. Tuhan menciptakan, mencintai, memilih, menugaskan, dan menolong; semuaitu Ia berinisiatif dan berbuat pada tempat dan waktu yang pertama. Lalu kitadapat bertanya: Mengapa Tuhan yang pertama berbuat, dan bukan kita? Jawabannyaialah karena kalau kita manusia yang pertama berbuat, berarti Tuhan menjadipihak yang lemah dan ciptaan-Nya yang justeru lebih kuat. Dalam kaitan dengan tema ini: Tuhan mengajarkan kita menerima, kita inginmemberi perhatian terutama kepada perbuatan manusia. Seseorang menyambut danmenerima undangan dari Tuhan merupakan suatu perbuatan iman yang sangatfundamental. Pembaptisan yang kita terima untuk menjadikan kita murid-muridYesus, berangkat dari inisiatif Tuhan yang memanggil atau mendatangi kita. Iakemudian membawa kita kepada iman. Panggilan dan undangan dasar ini menjadipokok bagi semua bentuk panggilan dan kehendak Tuhan yang selalu memintakerelaan kita masing-masing terpanggil untuk menerimanya. Kita dapat menyebutkan beberapa ajaran untuk menerima, berangkat daripanggilan utama kita yaitu menjadi orang-orang beriman, yang percaya kepadaKristus. Di dalam hidup kita, menerima tanggung jawab, tugas dan perutusanadalah suatu panggilan yang melengkapi panggilan dasar sebagai orang-orangberiman. Di dalam kitab kejadian hari ini, keluarga Abraham dan terutama Sarah,menerima sebuah tanggung jawab baru. Ia dikaruniai martabat sebagai ibu yangakan mengandung dan melahirkan anak bagi Abraham dan juga bagi Tuhan. Kitamasing-masing diajarkan untuk menerima tanggung jawab, tugas dan perutusandengan bersyukur dan menjadikannya sebagai tantangan untuk diwujudkan sesuaidengan yang dikehendaki oleh Tuhan. Selain tanggung jawab dan tugas, kita diajarkan juga untuk menerima hasilpekerjaan-pekerjaan kita. Sebuah hasil pekerjaan bisa memuaskan, bisa jugamengecewakan. Ajaran bagi kita disampaikan melalui Santo Paulus, bahwabetapapun hasil kerja itu berupa suatu penderitaan atau salib, kita mesti tetapmenerimanya dengan terbuka dan bersyukur. Kita hendaknya persembahkan pekerjaandan hasilnya kepada Tuhan. Ajaran untuk menerima yang berikutnya, ialahkemampuan kita untuk menerima kritikan, perbaikan, koreksi, bahkan mungkinteguran yang keras. Sebuah kritikan seperti yang diberikan Tuhan kepada Marta,cukup menjadi pelajaran bagi kita tentang memberikan fokus pada pertumbuhaniman dan panggilan hidup kita. Sebuah kritikan atau teguran denganmembandingkan diri kita yang kurang baik dari sesama atau saudara kita, pastisebagai sesuatu pelajaran yang jelas dan tegas. Semua ajaran untuk menerima iniperlu kita jalankan, dan bukan untuk diremehkan atau diabaikan.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus, kuatkanlah iman kami untukmenerima dan menjalankan kehendak Bapa. Salam Maria penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Eland Parera dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Keluaran 11: 10 - 12: 14; Mazmur tg 116: 12-13.15-16bc.17-18; Matius 12: 1-8.AKU INGIN BELAS KASIH, BUKAN PERSEMBAHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Aku Ingin Belas Kasih, BukanPersembahan. Ada dua hal yang berbeda di sini, yaitu di satu pihak perbuatanberbelas kasih yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus, dan di lain pihakpersembahan-persembahan yang diutamakan dalam peribadatan orang-orang Yahudisebagai ungkapan iman mereka kepada Tuhan. Pertanyaannya ialah apa perbedaan antara masing-masing ini? Yang palingkentara dapat kita sebutkan bahwa untuk melakukan suatu persembahan, tindakanmanusia yang diutamakan. Ini adalah bagaimana dan dalam bentuk apa manusiamempersembahkan sesuatu kepada Allah. Kita mengingat persembahan Kain dan Habelyang berujung pada pembunuhan Habel oleh Kain. Kita mengingat juga persembahanderma janda miskin yang membuat Yesus memuji si janda dan mengritik orang-orangberpunya pada umumnya. Singkatnya, persembahan itu sebagai perbuatan manusia maka sangattergantung pada kehendak bebas atau pilihan atau selera masing-masing orang.Supaya persembahan bisa diatur atau dilembagakan untuk menjamin adanyapemenuhan keinginan pihak penguasa atau para pemimpin, peraturannya dibuat. Adajumlah yang mesti dipenuhi, misalnya derma harus sepersepuluh dari penghasilan.Korban bakaran dan sembelihan harus berjumlah sekian dan kondisi hewanpersembahan itu cacat atau tidak dan lain sebagainya. Tuhan Yesus Kristus menggantikansemuanya dengan persembahan diri-Nya sendiri. Ini tetap sebagai suatupersembahan, lebih tepatnya sebuah belas kasih. Ini sesungguhnya merupakanperbuatan Tuhan Allah. Bapa berbelas kasih dan sangat menyayangi kita manusiamaka Ia memberikan Anak-Nya sendiri bagi kita. Perbuatan Yesus dalam berbelaskasih ialah menolong dan menyelamatkan kita manusia dari segala bentukperbudakan dosa, kejahatan dan kematian. Maka ketika para murid yang sedang bersama Tuhan Yesus, mereka kelaparandan harusnya keselamatan jiwa-raga mereka diutamakan dahulu, segala bentukaturan persembahan dan tata cara sabat yang dihormati di dalam peribadatanYahudi menjadi sekunder. Berbelas kasih atau pengutamaan atas keselamatanmanusia sebagai tindakan Allah, harus lebih superior atas tindakan-tindakanmanusia dalam segala bentuk aturan peribadatannya, yaitu persembahan yangmerupakan sekedar tindakan manusia. Persembahan tidak perlu dihilangkan darihidup kita, artinya kita tetap memerlukannya. Tetapi pada saat berbelas kasihitu diperlukan, jangan digantikan dengan sekedar memberikan persembahan. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Kuatkanlah dan penuhilah kami dengan kuasa-Muya Allah, supaya kami dapat memberikan porsi yang sebenarnya akan perbuatanberbelas kasih dan unsur persembahan yang dapat kami lakukan di dalam hidupiman kami. Ajarilah kami untuk beriman yang benar dan jujur. Kemulian kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Eland Parera dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Keluaran 3: 13-20; Mazmur tg 105: 1.5.8-9.24-25.26-27; Matius 11: 28-30.MENGENALI TUHAN DENGAN NAMA-NYA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengenali Tuhan Dengan Nama-Nya.Kemarin kita diperkenalkan tentang diri Tuhan Allah dalam bentuk pemasangannama leluhur Israel pada diri Allah. Dengan cara ini Musa bisa langsungmengaitkan dirinya dengan leluhurnya sendiri lalu dapat meniru keteladanan imanpara leluhurnya. Hari ini kitab Keluaran mengantar kita untuk mengenal Allah dengan nama-Nyasendiri, jadi pengenalan ini sampai menyentuh diri Allah yang sangat pribadi,yaitu dengan penyebutan nama-Nya. Kepada Musa Allah menyebut namanya: Aku yangadalah Aku. Allah seperti ini adalah tunggal ke-Aku-an, satu prinsip pribadipada diri Allah itu. Kata ganti “AKU” menunjuk pada satu keutuhan pada diri itudan tak bisa dikenakan atau dipasang bersama sesuatu yang lain untukmenerangkannya. Misalnya, untuk diriku, saya mesti menyebut namaku Aleks, aku adalahlaki-laki, aku adalah biarawan, aku sebagai mahasiswa, aku bagian dari keluargaini dan masih banyak lagi. Ada begitu banyak unsur yang dilekatkan pada dirikuuntuk menjelaskan diriku itu apa dan siapa. Namun Allah tidak memakaiunsur-unsur pelengkap itu karena Ia memang sudah sempurna, lengkap. Jadi Allahmenyebut diri-Nya “AKU” berarti bahwa Ia sempurna dan total adanya. Ia abadiatau kekal. Untuk nama “AKU” yang menegaskan prinsip diri sendiri, tidak bermakna egoisatau sombong pada diri Tuhan. Hanya Tuhan yang bisa menegaskan demikian karenaIa mahaesa dan mahakuasa. Dengan keunggulan ini, Musa dan kita semuamendapatkan anugerah untuk membawa keunggulan Tuhan untuk menghadapimusuh-musuh yang jahat dan yang melawan kehendak-Nya, bahkan sampai mengalahkanmusuh-musuh itu. Buat kita manusia, penegasan hanya pada diri sendiri, ego-nyaatau aku-nya saja, itu sangatlah lemah ketika berhadapan dengan pekerjaan,tantangan atau hadangan musuh. Jelas ini sangat berbeda dari ego-nya TuhanAllah. Penegasan “AKU”-nya Tuhan juga dilakukan oleh Putra Allah, yaitu YesusKristus, khususnya ketika Ia selalu berkata: Aku berkata kepada-mu. Di siniYesus meneruskan atau menyatakan nama Allah dalam bersabda. Yesus tak pernahmenyebut dirinya sendiri: Yesus berkata kepada-mu. Penegasan “Aku” untukdiri-Nya ini, juga berarti hendak membawa semua orang yang mendengar danpercaya datang kepada-Nya, tinggal bersama-Nya dan menghayati cara hidup-Nya.Pada hari ini Yesus mengajak kita untuk datang kepada-Nya untuk menimbahkekayaan belas kasih-Nya. “Datanglah kepada-Ku, karena Aku lemah lembut danrendah hati.” Marilah kita selalu percaya dan mengandalkan nama Tuhan sebagaiAKU adalah AKU. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah yang mahabaik, terima kasih berlimpahkarena telah menunjukkan diri-Mu sebagai pribadi kepada kami, semoga kamiselalu mengandalkan ketunggalan dan kekuasaan-Mu. Kemuliaan kepada Bapa danPutra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Eland Parera dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Keluaran 3: 1-6.9-12; Mazmur tg 103: 1-2.3-4.6-7; Matius 11: 25-27.MENGENALI TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengenali Tuhan. Yuvita, anak sdkelas satu baru seminggu masuk sekolah. Pada pelajaran agama, mereka diajarkanberdoa “Bapa Kami” dan doa-doa umum lainnya. Murid-murid diminta gurunya untukmencatat rumusan doa Bapa Kami. Tetapi Yuvita hanya menuliskan judul doa “BapaKami”, lalu dibawahnya ia menggambar wajah seorang lelaki: rambut agak tebaldan kriting, berkumis dan jenggot tipis. Ibu guru kemudian pertanyakan mengapa Yuvita menggambar wajah itu. Muriditu menjawab: doa Bapa Kami sudah aku hafal, padahal aku mau sesuatu yanglebih, yaitu wajah Bapa Allah. Karena aku tak tahu wajah Tuhan Allah, aku lebihbaik gambar wajah bapakku di rumah. Kan dia juga baik seperti Tuhan Allah. Yuvita mewakili kita semua orang beriman yang ingin mengenali Tuhan Allahsecara nyata. Tetapi sama seperti dia, kita pasti kesulitan menentukanwajah-Nya seperti apa atau siapa. Tak seorangpun manusia mampu melakukan ini,tapi Yesus Kristus yang adalah Putra Allah justru melakukan bagi kita. WajahYesus tak asing bagi kita. Mengenali Dia, melihat wajah-Nya dan berjumpa Dia,ialah sama saja dengan mengalami Bapa Allah. Secara khusus pada hari ini kita bertemu Tuhan Allah sendiri yangmemperkenalkan diri-Nya kepada kita. Musa mengenali Allah ketika suara itudatang dari atas yang didengarkan dengan begitu meyakinkan: Aku adalah Allahleluhurmu; Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Musa mengenali Allah inipada saat ia sedang membutuhkan Tuhan untuk melindunginya dari ancaman rajaMesir, dan Tuhan tampil sebagai pembebas orang-orang Israel di Mesir. Yesus memperkenalkan Allah sebagai Tuhan yang telah menjelmah di dalamdiri-Nya. Ia sendiri mengenal Allah Bapa dan seperti apa Allah Bapa itu, kitahanya bisa mendapatkan itu dalam diri Yesus Kristus yang sedang berbicara danberjumpa dengan kita. Di dalam doa kepada Bapa, Yesus minta supaya semuakebaikan dan kemurahan menjadi berkat-berkat bagi orang-orang sederhana, kecildan menderita. Orang-orang congkak, sombong dan cerdik susah sekali mengenaliTuhan. Jadi kita belajar untuk mengenali Tuhan sungguh-sungguh pada saat kesulitandan ancaman menimpa kita dan kita sangat membutuhkan pertolongan-Nya. Kita jugamengenali Tuhan saat kita sangat memerlukan kuasa-Nya untuk membebaskan kitadari segala bentuk penindasan dan penganiayaan. Kita pun mengenali Tuhan dalamsituasi sakit, sederhana dan rendah hati saat Tuhan akan memperkuatkan kita. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah yang maha kuasa, perkuatkanlah kamidengan berkat-berkat-Mu, supaya kami dapat mengenali Engkau dengan tanpahalangan dalam segala situasi hidup kami. Bapa kami... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hendry, Rini, Tirto dan Pater Peter, SDB dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Ulangan 30: 10-14; Mazmur tg 69: 14.17.30-31.33-34.36ab-37; Kolose 1: 15-20; Lukas 10: 25-37.YANG SANGATDEKAT DENGAN KITA Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-15 ini ialah: Yang SangatDekat Dengan Kita. Siapa yang sangat dengan dengan kita? Siapa yang sangatdekat dengan dirimu? Jawaban dasar untuk pertanyaan ini dapat kita temukan didalam bacaan kedua pada hari ini, dari Surat Santo Paulus kepada jemaat diKolose, bahwa Yesus sebagai sulung dari segala yang diciptakan, adalah kepalabagi kita semua sebagai jemaat-Nya. Hubungan kepala dengan tubuh begitu menyatudan kedekatan itu kita maknai sebagai yang tak terpisahkan. Dari dasar pemahaman ini baru kita bisa memberikan kerangka pemahamanselanjutnya tentang kedekatan diri kita dengan pihak lain di luar diri kitasendiri. Aspek kedekatan berasal dari Tuhan Allah. Jika paham agama masa laluatau agama tertentu saat ini memandang Tuhan sebagai pihak yang sangat jauh,kita sebagai pengikut Kristus tidak demikian. Allah berinkarnasi di dalam hidupdan diri kita. Yesus Kristus mengajarkan supaya kita menyapa Tuhan Allahsebagai “BAPA” yang murah hati dan penuh kasih sayang. Bahkan personifikasi Allah sebagai “Bapa” diterjemahkan dengan sangat baikoleh Evan, seorang bocah kelas 3 SD. Saat ditanya pemahamannya tentang BapaAllah yang maha baik dan murah hati, Evan berkata begini: “Meski aku tidakmelihat langsung Bapa Allah, tapi Bapak dan Mamaku memeluk aku saat aku lelahdan sakit, aku tahu bahwa Tuhan Allah ada dan menolong aku.” Jadi bagi Evan,dan sebenarnya bacaan-bacaan kita pada hari ini, yang sangat dekat dengan kitaadalah Tuhan sendiri. Ia memilih untuk dekat dan bersama kita. Untuk mengenal dan menyadari kehadiran Tuhan tidak perlu menguras tenaga,pikiran, dan segala usaha untuk keluar dari diri kita dan mencari-Nya. KitabUlangan dalam bacaan pertama mengatakan bahwa Firman Tuhan ada di dalam dirikita: tersimpan di dalam hati, terkonsepkan di dalam pikiran, tertata di dalammulut, dan terpasang untuk siap dipakai dan dilaksanakan pada kaki dan tangankita. Singkatnya, Tuhan sendiri menjiwai dan memakai diri kita untuk hidup danbekerja di dalam dunia ini. Yesus Kristus memperjelas kedekatan ini denganmengajarkan bahwa Tuhan sendiri juga berada di dalam sesama kita. Jadi yang juga sangat dekat dengan kita adalah sesama kita. Sebelum sayahadir di dunia ini, sudah ada sesama yang lebih dahulu hadir, seperti orang tuadan saudara-saudari. Ketika saya memasuki sebuah tempat atau wilayah, sudah adasesama yang lebih dahulu berada di sana. Mereka hadir dengan segala situasiyang menyertainya. Termasuk di dalam ini ialah mereka yang menderita, sakit danberdosa. Mereka sudah berada di sana, mendahului kedatangan saya, dan menjadikewajiban saya untuk menjadi bagian dalam hidup mereka. Lebih baik lagi adalahmemberikan bantuan atau perhatian bagi yang sangat membutuhkan. Anda tidakpernah berada sendirian seperti sebuah pulau di tengah samudera. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Bapa maha murah, jadikanlah kami penuhkasih dan sebagai sesama yang sesungguhnya. Salam Maria penuh rahmat ... Dalamnama Bapa ...
Hai Wonder Kids,kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalah GAMBAR BESAR TENTANG ALLAH Mari kitamembaca Firman Tuhan dari WAHYU 4: 8Dan keempatmakhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnyapenuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang danmalam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah adadan yang ada dan yang akan datang. Wonder Kids, apayang dimaksud dengan “memuji TUHAN”? Saya menyukai definisi dari RajaDaud yang terdapat di Mazmur 34: 3: Muliakanlah TUHAN bersama-sama denganaku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Memuji TUHAN itu seperti: TUHAN itu seperti Pilot Terhebat! MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHAN Wonder Kids,coba pergunakan kaca pembesar untuk melihat. Apa yang kamu bisa lihat? Semuabenda terlihat lebih dekat dan lebih besar bukan? Sekarang kamu bisa melihatnyadengan lebih jelas. Itulah dampak yang kamu rasakan ketika kamu memuji TUHAN.Kamu menjadi lebih dekat dan kamu bisa melihat-Nya dengan lebih jelas. Mari kita berdoaTUHAN, akusenang memuji-Mu! Engkau TUHAN yang paling hebat dan baik. Dalam nama TuhanYesus aku berdoa, Amin. Wonder Kids, TUHANITU KUDUS DAN AGUNG. MARI KITA SELALU MEMUJI DAN MENGHORMATI-NYA. Tuhan Yesusmemberkati
Seluruh daerah Yudea diselubungi kegelapan kerana matahari berhenti bersinar. Tirai yang tergantung di dalam Bait Suci pun terbelah dua. Yesus Mesias berseru dengan kuat, “Ya Bapa, Aku menyerahkan roh-Ku ke dalam tangan-Mu!” Setelah Yesus berkata demikian, Dia pun menghembus nafas-Nya yang terakhir (Lukas 23:44-46)
Ketika askar-askar membawa Yesus Mesias ke tempat orang disalib iaitu Golgota ("Tempat Tengkorak"), mereka berjumpa dengan seorang lelaki yang bernama Simon. Dia berasal dari Kirene dan sedang dalam perjalanan ke kota. Askar-askar menangkapnya, memaksanya memikul salib Yesus dan berjalan di belakang-Nya (Lukas 23:16) ✝️Bagaimana keadaan atau kondisi Yesus pada ketika ini? Apa yang askar-askar paksa Yesus lakukan? Kenapa mereka memilih Simon dari Kirene? Apa yang TUHAN Allah ingin sampaikan kepada KAMU melalui ayat ini?
Kencan Dengan Tuhan - Minggu,15 Juni 2025Bacaan: "Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu." (Daniel 9:3) Renungan: Di sebuah desa, tinggallah seorang pensiunan tentara yang kemudian dikenal sebagai "Pahlawan doa". Dia mendapat julukan demikian, karena ia selalu bercerita tentang kebiasaannya berdoa dan berdoa. "Kalau tidak percaya, datanglah ke rumahku dan kalian akan melihat puluhan toples penuh berisi dengan kenari," kata pensiunan tentara itu bangga. Beberapa orang yang pernah ke rumahnya membenarkan perkataannya. Ternyata di rumahnya yang tidak terlalu luas, terlihat banyak sekali toples penuh berisi dengan kenari. "Tapi, apa hubungannya toples-toples berisi kenari ini dengan kehidupan doa Bapak?" tanya seseorang yang penasaran ketika berkunjung ke rumahnya. "Setiap kali aku memanjatkan doa, aku akan memasukkan sebiji kenari ke dalam toples. Jika aku berhasil mengumpulkan bertoples-toples kenari, itu artinya aku telah memanjatkan banyak sekali doa kepada Tuhan," katanya bangga. Setiap hari, pensiunan itu akan berdiri sejenak di depan toples-toplesnya dengan perasaan bangga karena ia telah banyak memanjatkan doa. Suatu malam ia bermimpi. Di dalam mimpinya itu, ia melihat seorang berjubah putih datang kepadanya. Orang berjubah itu semakin mendekat, sehingga pensiunan itu dapat mengenali siapa dia. Ternyata tidak lain, Dia adalah Tuhan Yesus. Dengan tatapan penuh belas kasihan, Yesus berkata kepadanya, "Ambillah sebuah palu, dan pecahkanlah setiap kenari yang sudah kau masukkan ke dalam toplesmu." Pensiunan itu segera mengambil palu dan melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepadanya. Betapa kagetnya dia, karena setiap kali memalu kenari-kenarinya, ternyata isi di dalamnya sudah mengering. Bunyi palu yang nyaring beradu dengan kulit kenari itu menunjukkan kenari-kenari yang disimpannya ternyata kosong tidak ada isinya. "Apa arti semua ini Tuhan?" tanyanya sedih. "Banyak sekali doa yang sudah kau naikkan, tapi sebagaimana halnya kenari-kenari yang kosong itu, demikian juga doa-doamu merupakan doa-doa yang kosong tiada makna. Kau memanjatkan doa yang hanya merupakan susunan kata-kata yang sudah dihafalkan. Kau tidak pernah menghayati doa yang kau panjatkan, apalagi bersungguh hati melakukannya. Kau hanya melakukannya sebagai rutinitas yang mendatangkan kebanggaan tersendiri dalam hatimu, dan bukan karena kau ingin berbicara denganku." Sang pensiunan itu tertunduk sedih sambil menangis. Doa bukan sekadar memanjatkan rangkaian kata-kata atau kebiasaan rutin agar hati kita merasa puas, setidak-tidaknya karena kita rajin melakukannya. Doa merupakan persekutuan kita dengan Tuhan, komunikasi yang terjalin indah antara manusia dengan Tuhannya. Di dalam doa kita mengungkapkan isi hati kita yang terdalam kepada Tuhan, dan kita pun membiarkan Dia mencurahkan isi hati-Nya dengan cara-Nya sendiri. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, di dalam doa aku menikmati kehadiran dan jamahan-Mu yang menguatkan dan menghiburku. Ajarilah aku bersungguh hati dalam berdoa. Amin. (Dod).
"TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
Kejadian 17:1 PENDAHULUAN: Pernah terjadi peristiwa seorang pengusaha besar mati ditembak dipagi hari ketika berlari pagi. GALI BACAAN: Kejadian 17:1, Tuhan Allah memperkenalkan diri kepada Abraham sebagai El Shaddai. KENALI ELSHADDAI -istilah ini berasal dari Bahasa Ibrani, dimana El berarti Allah dan Shadai sering dterjemahkan sebagai Yang Maha Kuasa ataa Yang Maha Mencukupi. PENUTUP: Apakah ... Read more
Wigand Sugandi - Mazmur 50:1 (TB) Mazmur Asaf. Yang Mahakuasa, TUHAN Allah, berfirman dan memanggil bumi, dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya.
Sopan bisa berarti bersikap hormat atau pantas terhadap seseorang yang patut diperlakukan terhormat atau dianggap mulia. Menjadi kehendak Tuhan agar kita bersikap sopan terhadap Tuhan. Bersikap sopan berarti menghormati Tuhan dengan benar atau secara pantas. Ketika Tuhan Yesus berkata bahwa kita harus menyembah Tuhan Allah itu berarti kita harus bersikap sopan terhadap Tuhan (Luk. 4:8).... Continue reading →