POPULARITY
Categories
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 18 Mei 2026Bacaan: "Janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan." (Efesus 6:4)Renungan: Apakah hukuman secara fisik merupakan cara yang efektif untuk mendidik anak? Penelitian menunjukkan bahwa hukuman fisik ternyata cara yang kurang efektif. Bukan berarti hukuman secara fisik itu tidak perlu. Ada kalanya, kita memang harus memberikan disiplin atau hukuman secara keras jika anak kita sudah kelewatan. Memberikan hukuman itu boleh, tapi jadikanlah itu sebagai opsi terakhir. Bukan sedikit sedikit hajar, sedikit sedikit main hajar. Penelitian yang dilakukan oleh University of California di Los Angeles, menunjukkan bahwa 82 persen remaja yang dikirim ke penjara anak, akhimya melakukan kejahatan kembali, dan sering kali dengan kejahatan yang lebih berat dari sebelumnya. Mengapa bisa demikian? Salah seorang anak yang dimasukkan penjara pernah bercerita, "Saya dikurung di sel bersama-sama anak-anak lain yang lebih tua. Di sel itu, setiap anak bercerita tentang apa yang mereka telah lakukan dan bagaimana mereka tertangkap. Ini seperti kursus di bidang kejahatan." Hukuman pada kenyataannya tidak membuat jera. Sering kali kita frustrasi dengan anak kita yang sudah dihukum berulang kali tapi tidak pernah kapok, bahkan kenakalannya semakin menjadi-jadi. Jika hal itu yang terjadi, sudah saatnya kita melakukan pendekatan yang berbeda dalam mendidik anak kita. Bukan lagi dengan tongkat, tapi dengan kasih sayang. Bukan lagi dengan makian, tapi dengan perhatian. Bukan lagi dengan banyaknya kata-kata, tapi dengan teladan dan memberikan waktu secara khusus kepada anak kita. Pendekatan seperti ini sering kali lebih efektif dibandingkan dengan main rotan atau main hajar saja. Pendekatan seperti ini membuat anak sadar apakah perbuatannya benar ataukah perbuatannya salah. Mereka juga tidak hanya memandang orang tuanya sebagai penghukum tapi terlebih pembimbing mereka. Jika mereka punya kesadaran tentang apa yang benar dan apa yang salah, biasanya mereka akan mulai bertanggung jawab atas kehidupannya. Mereka mulai melakukan hal yang benar, bukan karena paksaan tapi karena kesadaran. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat untuk mendidik anak-anak yang Kau percayakanlah padaku, sehingga perkataanku penuh kuasa untuk menjadikan anak-anakku lebih baik dari sebelumnya. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yohanes Sukardi dan Onny Pakendek dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Kisah Para Rasul 1: 1-11; Mazmur tg 47: 2-3.6-7.8-9; Efesus 1: 17-23; Matius 28: 16-20.SEMPURNA PADAANGKA 40 Renungan kita pada hari ini bertema: Sempurna Pada Angka 40. Seorang lelakimerayakan ulang tahunnya yang ke-40 dan putri sulungnya yang berusia 10 tahunmenulis catatan kecil kepadanya. Tulisan itu ditempelkan pada bingkisan kadoyang disiapkan ibunya. Bunyi tulisan itu seperti ini: "Bapak sempurna padaangka 40!" Bapaknya bertanya tentang maksud tulisannya, dan bocah ituberharap, agar ayahnya menjadi seorang bapak dan suami yang paling baik. Dalam kitab suci kita, angka 40 penting sekali. Maknanya ialah sudahlengkap dan sangat indah untuk dinikmati. Musa pergi ke gunung dan menikmatipertemuannya dengan Allah selama 40 hari dan 40 malam. Setelah itu ia mendapatdari Allah 10 perintah ilahi. Orang-orang Israel mengembara selama 40 tahunpersiapan untuk masuk ke tanah terjanji. Elia berjalan 40 hari di tengah padangbelantara menuju ke gunung Tuhan. Selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya, Yesusmenampakkan diri kepada para rasul-Nya sebelum mengutus mereka ke tengah dunia.Pada hari ke-40 Ia naik ke surga. Kata kunci di sini ialah sudah lengkap dan membuat kita merasagembira. Ini berarti kita di-bookinglengkap oleh Tuhan dengan tiket-tiket untuk berziarah di bumi ini sebagaipengikut-pengikut Kristus. Dengan begitu kita melangkah dalam optimismekristiani menuju ke surga. Yesus naik ke surga sebenarnya untuk memastikantiket-tiket itu bagi kita. Di dalam tiket itu tertulis beberapa menu santapanrohani yang membuat kita senang menikmati ziarah hidup kita. Menu pertama tertulis: “Tuhan yang bangkit selalu menyertai kita saat inidan sampai sepanjang masa”. Ia naik ke surga namun ia akan selalu hadir bersamakita setiap saat dalam bentuk yang berbeda. Ia menyertai kita dengan RohKudus-Nya. Menu kedua tertulis: “Tuhan yang bangkit memperkuat kita untukmelanjutkan karya-karya-Nya”. Kita menjalankan tugas-tugas, pelayanan danpanggilan kita dengan energi Yesus Kristus, gaya Yesus Kristus, hati-pikiranYesus Kristus dan berwajah Yesus Kristus. Menu ketiga tertulis: “Kalian adalah saksi-saksi-Ku ke seluruh pelosokdunia”. Melalui karya pewartaan yang dibantu dengan kemajuan teknologiinformasi saat ini, semua orang di dunia dapat memperoleh dengan mudahpesan-pesan dari Injil. Dan menu keempat tertulis: “Setiap dari kita adalahpara utusan resmi Yesus Kristus”. Kita harus konsisten dengan status kita“resmi” ini demi membedakan itu dari pihak-pihak yang terlanjur memakai Kristusuntuk kepalsuan atau kepentingan yang bukan Kristiani dan gerejani. Kiranya dengan tiket-tiket yang sudah jadi ini kita semakin menyanggupidiri kita untuk menyambut pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta dan siapuntuk dibimbing-Nya dalam setiap saat hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus, anugerahkan kami rahmat untuk selalu memandang kesurga sebagai tujuan kami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Paulus har gitt Timoteus et stort oppdrag - nemlig å se til at kirken i Efesus blir preget av sannhet og sunnhet. I sitt første brev til Timoteus veileder han praktisk og konkret i hva dette betyr. Én av de ting som da går igjen, er viktigheten av sunn lære - den lære som kretser om Kristus, og ham korsfestet (jf. 1. Kor. 2,2).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 3 Mei 2026Bacaan: "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu." (Efesus 4:32)Renungan: Ada pepatah berkata, "Lebih mudah membangun daripada mempertahankan. Pepatah ini menggambarkan hubungan atau relasi antar manusia. Untuk menjalin relasi dengan orang lain bukan hal yang mudah, tetapi justru lebih mudah untuk menghancurkan relasi tersebut. Kenyataannya memang untuk mempertahankan relasi itu cukup sulit, karena kebanyakan orang hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri. Hal inilah yang sering menjadi awal dari perpecahan. Permasalahan inilah yang menjadi keprihatinan Rasul Paulus terhadap orang-orang Kristen di Efesus. Relasi di dalam jemaat Efesus kala itu adalah relasi yang baru terbentuk sehingga memiliki resiko yang tinggi terhadap munculnya konflik dan perpecahan. Rasul Paulus menasihati mereka untuk membuang segala rasa sakit hati di antara satu dengan yang lain sebagai umat Tuhan. Mereka harus melandaskan hidup mereka dengan mengingat akan kasih Kristus yang telah diberikan kepada mereka. Harapan Paulus dengan berlandaskan kasih Kristus, dapat terbangun keramahan untuk saling merangkul dan sikap saling mengampuni. Akhirnya dapat terwujud kehidupan bersama sebagai Tubuh Kristus. Hal yang sama juga Tuhan kehendaki dalam kehidupan kita sehari-hari. Membangun relasi dengan orang-orang yang berbeda latar belakang keluarga, pendidikan, lingkungan dsb, bukan hal mudah karena setiap orang mempunyai ego masing-masing. Namun kita harus menyadari bahwa salah satu hal terindah dalam kehidupan adalah terjalinnya relasi yang baik antar sesama. Sebab itu ciptakanlah relasi yang dapat bertahan dan menyatu membentuk ikatan yang menghidupkan. Landaskan kehidupan ini dengan kasih Kristus, kasih yang mengajarkan keramahan dan saling memaafkan. Dengan demikian kita mampu membangun relasi yang indah, termasuk dengan mereka yang di luar Kristus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku agar dapat menerima setiap orang apa adanya sebagaimana Engkau mau menerima aku apa adanya. Amin. (Dod).
Pdt Aaron Chan
Efesus 4:22-24
Efesus 4:17-24
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT DI EFESUSDiambil dari: Efesus 6:10–11 “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.”Wonder Kids, kota Efesus terkenal sebagai kota yang penuh dengan penyembahan berhala dan praktik sihir. Banyak orang hidup jauh dari Tuhan. Ketika Paulus memberitakan Injil di sana, banyak orang percaya kepada Yesus dan meninggalkan kehidupan lama mereka.Paulus menulis surat kepada jemaat di Efesus untuk menguatkan mereka. Ia mengingatkan bahwa hidup sebagai orang Kristen bukan hanya tentang hal-hal yang terlihat, tetapi juga tentang perjuangan rohani. Kita bukan melawan manusia, tetapi melawan kuasa jahat yang ingin menjauhkan kita dari Tuhan.Karena itu, Paulus mengajarkan tentang perlengkapan senjata Allah: ikat pinggang kebenaran, baju zirah keadilan, perisai iman, ketopong keselamatan, pedang Roh yaitu firman Allah, dan sepatu kerelaan untuk memberitakan Injil.Dengan perlengkapan dari Tuhan, kita bisa tetap berdiri teguh dan tidak mudah jatuh dalam dosa atau takut menghadapi tantangan.Wonder Kids, sebagai anak Tuhan, kita juga menghadapi godaan setiap hari: malas berdoa, marah kepada teman, tidak jujur, atau tidak mau taat. Tetapi Tuhan memberi kita perlengkapan supaya kita bisa melawan godaan itu dengan firman Tuhan dan doa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, ingat satu bagian dari perlengkapan senjata Allah hari ini, misalnya perisai iman. Saat kamu takut atau ragu, berdoalah dan percayalah kepada Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memberi kami perlengkapan rohani. Tolong aku supaya kuat di dalam Tuhan, rajin berdoa, dan taat kepada firman-Mu. Lindungi aku dari godaan dan ajari aku hidup benar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, dengan perlengkapan dari Tuhan, kita bisa tetap berdiri teguh menghadapi segala tantangan. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hendrina Linong dan Priscilla Victory Langouran dari Paroki Santo Damian Bengkong - Batam di Keuskupan Pangkal Pinang, Indonesia. 1 Samuel 16: 1b.6-7.10-13a; Mazmur tg 23: 1-3a.3b-4.5.6; Efesus 5: 8-14; Yohanes 9: 1-41.MELIHATKEMULIAAN ALLAH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Melihat KemuliaanAllah. Seorang anak yang adalah murd SD kelas satu mengikuti Misa Kudus bersamakedua orang tuanya. Sebelum Misa dimulai, ia bertanya kepada orang tuanya,"Bapa, di dalam sini, di mana saya bisa melihat Tuhan Allah?" Bapakdan Ibunya bingung untuk menjawab anaknya. Bapaknya tidak kehabisan akal. Kemudian ia memelukanaknya, lalu menunjuk ke bagian atas altar dekat dengan atap gereja.Jendela-jendela kaca yang dilapisi gambar-gambar kudus yang berwarna-warni,saat ditembusi cahaya matahari, memancarkan terangnya ke dalam gereja.Tampaknya sangat indah dan memberikan kesan keagungan dan kesucian. "Itumenggambarkan ada Tuhan Allah." Anak itu mengerti dan tidak bertanya-tanyalagi. Kehadiran Tuhan Allah mengharuskan kita untuk melihat-Nya.Tuhan tentu saja tidak senang dan kecewa jika kita tidak dapat mengenalnyamelalui indra kita dan iman kita untuk mengakui-Nya. Apa jadinya kalau kitatidak dilihat dan dikenal? Kita pasti kecewa, marah dan sakit hati. Oleh karenaitu di dalam hubungannya dengan manusia sepanjang sejarah keselamatan, Tuhanselalu memberikan perintah dengan berkata: Lihatlah atau dengarkanlah. Kita diperintahkan untuk melihat kemuliaan Tuhan yanghadir di dalam diri kita dan di sekeliling kita. Tuhan memberikan kemampuanmelihat kepada kita, secara umum ada dua. Yang paling mudah kita lakukan ialahdengan menggunakan indra mata, kita dapat melihat semua yang ada pada kita dandi sekeliling kita. Mata tubuh yang buta pasti membatasi kita untuk melihatsemua keindahan dan kemuliaan Tuhan yang seharusnya kita lihat dan kagumi. BilaAnda mengalami gangguan pada mata tubuh, usahakanlah penyembuhan danpemulihannya, karena dengan begitu Anda menjalankan kehendak Tuhan. Yang lebih sulit untuk dilakukan ialah menggunakan mataiman atau mata hati kita. Kemampuan melihat ini sangat didukung oleh sebuahkematangan rohani, yaitu kemampuan melihat dalam terang Ilahi. Dengan iman yangkita miliki dan hidupi, kita sebenarnya memiliki kemampuan melihat seperti yangdilihat oleh Tuhan. Nabi Samuel, pada waktu memilih Daud dari antarasaudara-saudaranya yang lebih tua, sesungguhnya mengajarkan kita supaya kitaharus memakai cara melihat dari hati dan mendapatkan maknanya di dalam hati. Kita perlu membiasakan diri kita untuk hidup selalusebagai anak-anak terang, yaitu dalam bimbingan Sabda Tuhan dan bersemangat didalam kasih-Nya. Dengan demikian, mata tubuh kita dan mata hati kita dapatmembantu kita untuk menerima, mengakui dan menyukuri kemuliaan Tuhan dalamhidup kita. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semoga dengan perayaan hari Mingguini kami semakin bersemangat dalam menyiapkan hari raya Paskah yang sebentarlagi kami merayakannya. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 9 Maret 2026Bacaan: "Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan." (Efesus 5:17)Renungan: Seorang anak kecil diberikan puzzle oleh Ibunya sambil berkata, "Nak, kalau kamu merangkainya dengan benar kamu akan mendapatkan gambar anak panda kesenanganmu." Sang anak mulai merangkainya sedikit demi sedikit dan sang ibu melihat disampingnya. Sang Ibu memberikan nasihat-nasihat kepada anaknya tentang bagaimana merangkai puzzle yang benar. Tetapi sang anak tidak mau taat. Ia seenaknya sendiri menaruh potongan puzzle itu tidak pada tempatnya. Sedikit demi sedikit potongan itu dirangkai dengan seenaknya sendiri, tetapi terangkai berantakan. Sang anak tidak melihat sedikitpun gambar anak panda pada rangkaian puzzle-nya itu. Sang anak pun mulai marah kepada ibunya. la berkata dengan kasar, "Ibu bohong, aku sudah lama merangkai puzzle ini yang katanya dapat menjadi gambar anak panda kesayanganku tetapi lihatlah gambar apa ini??" Sang ibu kemudian membongkar semua potongan puzzle yang dirangkai secara salah oleh anaknya itu. Saat itu sang anak pun tambah marah kepada ibunya, "Ibu jahat, mengapa ibu membongkar dan menyia-nyiakan hasil karyaku?" la kemudian membanting semua potongan puzzle itu ke lantai. Ibunya sangat sedih melihat hal itu. Tetapi sang ibu kemudian mulai membujuk anaknya lagi dengan lembut, "Nak mari ibu bantu menyusun yang benar."Sang anak pun sedikit demi sedikit menuruti ibunya. Memang kadang beberapa potongan dibongkar oleh ibunya dan sang anakpun mulai ngambek, tetapi karena ia mendengarkan nasihat ibunya maka ia pun mulai terhibur dan menyusun potongan-potongan itu sesuai dengan nasihat ibunya. Akhirnya jadilah puzzle itu. Sang anak melihat betapa indahnya gambar anak panda pemberian ibunya yang terbentuk saat potongan puzzle terakhir diletakkan. Sang anak lalu memeluk ibunya dan berkata "Terima kasih Ibu, ternyata ini benar-benar sebuah gambar yang sangat indah, aku mencintaimu Ibu." Kehidupan ini terdiri dari banyak pecahan puzzle yang apabila disatukan akan membentuk sebuah lukisan yang indah. Ada kepingan kesedihan, kepingan sukacita, kepingan kecewa dan berbagai kepingan yang lain. Namun, jika kita mau menjadi seperti anak kecil pada cerita di atas yang pada akhirnya menuruti apa kata ibunya, walaupun tidak sesuai dengan hatinya, maka di akhir setiap kehidupan kita, kita akan menemukan sebuah gambar yang indah yang dapat digunakan untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus. Jadi, jangan pernah lari dari apa yang Tuhan mau dalam kehidupan kita. Tetaplah setia dan taat walaupun itu tidak sesuai dengan apa yang kita mau. Jangan berhenti merangkai kehidupan ini dan jangan merangkai kehidupan ini seorang diri, karena kita tidak akan pernah menghasilkan kehidupan yang indah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bimbinglah setiap langkahku, agar aku selalu ada di jalan-Mu, sehingga aku tidak tersesat. Jangan biarkan kesombongan menguasaiku sehingga aku tidak mau taat pada perintah-Mu. Amin. (Dod).
Efesus 1:3Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Orientasi berkat kekayaan Yesus bukan berasal dari dunia tetapi dari sorga dan kekayaan itu bersifat roh dan kekal. Apa saja wujud berkat rohani itu? Damai sejahteraSukacitaPengharapanImanKasihKehidupan kekal bersama-NyaDapatkan penjelasan lebih mendalam tentang tema ini melalui siaran podcast episode ini. Tuhan Yesus memberkati
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 4 Januari 2026Bacaan: "Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya." (Efesus 5:22, 25) Renungan: Ada sebuah ungkapan hati Stephanie kepada suaminya Daniel. Wanita ini mencatatnya dalam buku harian, "Percuma jika pernikahan ini diteruskan, Daniel tampak tidak bahagia setiap hari. Terkadang aku melihat dia termenung dengan tatapan kosong dan sedih. Hatiku begitu pilu! Ini semua pasti salahku, karena aku tidak dapat memberikannya keturunan! Padahal sudah 9 tahun kami menikah, hina sekali aku ini! Mungkin lebih baik aku pergi dan berharap Daniel dapat melupakan aku serta segera mencari penggantiku, yang jauh lebih baik dan dapat membuatnya bahagia setiap saat!" Kemudian dengan diam-diam Stephanie membereskan pakaiannya dan pergi ketika suaminya sedang bekerja. Satu bulan lamanya Stephanie tinggal di rumah sahabat karibnya di daerah yang jauh dari rumah suaminya. Stephanie merasa sakit hati, karena ternyata dugaannya benar, Daniel tidak mencintainya. Daniel tidak pernah menghubunginya sekalipun! Akhirnya, setelah beberapa waktu lamanya, ada telepon masuk ke ponsel Stephanie. Telepon itu berasal dari seorang ibu yang adalah tetangga mereka. Betapa terkejutnya Stephanie ketika dikabarkan bahwa saat ini Daniel sedang terbaring lemas di rumahnya, dan tidak dapat bangun sama sekali! Tanpa pikir panjang, Stephanie segera pulang ke rumah. Yang ia temukan di rumah ternyata begitu aneh, di luar dugaannya. Taman kecil di depan rumah begitu rapi dan bersih. Ketika memasuki rumah, ruangan pun harum dan terlihat sejuk. Namun yang paling menarik perhatiannya adalah dinding rumah mereka kini dipenuhi oleh bingkai-bingkai foto yang tidak pernah ada sebelumnya! Itu adalah foto-foto sejak Daniel dan Stephanie berkenalan pertama kali sampai foto dari 3 tahun yang lalu. Ia baru teringat, bahwa sejak 3 tahun terakhir mereka tidak pernah berfoto lagi seperti dulu. Segera ia masuk ke ruang tengah dan mendapati sebuah kain putih besar yang bertuliskan, "Jangan cemas, aku tidak sakit. Ketika engkau pergi, aku menemukan buku harianmu dan membaca semua isinya. Betapa sedihnya aku karena yang kau pikirkan tidak sesuai dengan kenyataan. Aku termenung setiap saat karena sedih memikirkan dirimu yang tidak terlihat bahagia. Sayangku, aku tidak pernah berhenti mencintaimu. Kehadiran anak tidak lebih berarti daripada kehadiranmu di sampingku. Engkau jauh lebih berharga! Sayang, selamat ulang tahun ya. I Love You." Stephanie langsung berderai air mata, ia bahkan tidak ingat kalau hari ini dirinya ulang tahun! Segera ia berlari ke kamar tidur dan mendapati suaminya berpakaian sangat rapi dan memegang kue tart coklat kesukaan Stephanie di tangannya. Mereka pun berpelukan dan kini Stephanie sangat bahagia! Pernikahan sangatlah mahal dan berharga. Jadi apa pun yang terjadi, sebagai orang percaya kita harus tetap menjaga gairah kasih itu menyala dalam hidup pernikahan kita. Pahamilah pribadi masing-masing, dan tetaplah katakan, "I love you!" Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kami ingin agar kasih-Mu itu dapat tetap menyala dalam hidup pernikahan kami walau masalah yang kami hadapi sangat berat. Hadirlah selalu dalam kehidupan pernikahan kami. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 29 Desember 2025Bacaan: "Dan kamu bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan." (Efesus 6:4)Renungan: Ada sebuah kapal laut yang berlayar selama sekitar 3 tahun. Kapal laut tersebut dalam perjalanan menangkap ikan paus. Ayah dari seorang pelaut yang bekerja di kapal itu bertugas di mercusuar. Ia menanti putranya pulang karena memang sudah waktunya kapal penangkap ikan paus itu kembali pulang. Suatu malam terjadi badai besar, dan sang ayah tertidur. Waktu ia tertidur lampu mercusuar padam. Ketika terbangun, ia melihat ke tepi laut, dan melihat sebuah kapal laut yang telah karam. Segera ia bergegas turun dan melihat siapa yang masih hidup agar dapat ia selamatkan. Ternyata tubuh pertama yang ia temukan mengambang di tepi pantai adalah tubuh puteranya sendiri. Itu membawa dukacita besar baginya. la telah menantinya berhari-hari saat kepulangan itu, setelah puteranya pergi selama 3 tahun. Akhirnya, ketika putranya sudah dekat ke rumahnya, ia justru binasa karena ayahnya tertidur dan membiarkan lampu mercusuar padam. Ilustrasi ini mau mengingatkan bahwa saat ini banyak ayah dan ibu yang membiarkan lampu mercusuar "rohani"nya padam. Mereka hanya memberikan perhatian secara jasmani, kebutuhan sehari-hari dan sekolah, tetapi mereka belum mengajarkan firman Tuhan, belum berdoa ataupun menunjukkan kesaksian kehidupan kristiani bagi anak-anaknya. Sehingga banyak anak-anak yang akhirnya mengalami kekeringan rohani dan mudah jatuh dalam jerat dosa. Marilah semua ayah dan ibu untuk mulai menyalakan kembali "mercusuar rohani" dengan menanamkan benih-benih firman Allah dalam hati anak-anak anda, agar mereka bertumbuh menjadi pribadi yang takut akan Allah dan menjadi berkat bagi keluarga, masyarakat dan dunia. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, saat ini banyak jiwa-jiwa muda yang terhilang daripada-Mu. Orang tua mereka terlalu sibuk bekerja mencari nafkah, sehingga kebutuhan rohani anak-anaknya terabaikan. Banyak di antara mereka yang menyatakan diri pengikut Yesus, tetapi hidup rohani mereka seperti pohon kering yang tidak pernah disiram air, sehingga batang-batangnya kering dan mudah patah. Nyalakanlah kembali ya Yesus, lampu mercusuar rohani para ayah dan ibu yang sudah mulai padam, agar anak-anak mereka tidak binasa karena jerat dan tipu daya kegelapan. Amin. (Dod).
20251228: "Tahun Baru, Permulaan Baru - Pengampunan. Matius 18:35."Kebaktian Hari Ahad28.12.2025, 8.30 am.BEM | SIB Lutong Baru BM......Matius 18:21 - 35, ITB.[35] "Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”...Efesus 4:21-32, ITB. [32] "... hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu."...
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 15 Desember 2025Bacaan: "Hai istri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan. Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya." (Efesus 5:22, 25)Renungan: Ada sebuah kisah nyata yang terjadi di India. Seorang pria terjangkit penyakit polio saat kecil, sehingga ia tidak bisa berjalan. Sepanjang masa hidupnya, ia hanya duduk di atas kursi roda. Namun ia tidak pernah merasa berbeda dari orang-orang yang lain. la selalu mempertahankan sikap hidup yang positif karena arahan dari ibunya. Dia bahkan mendapat pekerjaan di sebuah bank dengan posisi yang bagus. Suatu ketika saudara laki-lakinya mendaftarkannya di kolom mencari jodoh untuk penyandang disabilitas: Seorang pria berusia 37 tahun dengan pekerjaan di sebuah bank mencari pasangan hidup. Kasta tidak menjadi masalah. Merespons iklannya, datanglah seorang wanita bersama keluarganya. Pada pertemuan pertama mereka, wanita itu menyatakan bahwa dia ingin menikah dengan pria itu. Tangan wanita itu cacat dan dia selalu menutupinya dengan selendang atau 'dupatta'. Dia tidak pernah membiarkan tangannya terlihat di foto mana pun. Mereka pindah ke rumah mereka sendiri setelah mereka memiliki seorang anak. Pria itu berkata, "Jika kami harus berlari di belakang putri kami atau saya perlu meraih sesuatu di rak, dia adalah penyelamat saya dan jika dia membutuhkan bantuan dengan surat-suratnya, tugas bank atau memotong sayuran, saya yang akan ambil alih. Perlahan-lahan, kami bersama-sama membangun hidup kami yang sederhana dan indah." Suatu ketika mereka melakukan perjalanan ke luar negeri yang pertama kali, yaitu ke Swiss. "Istriku sangat ketakutan saat pesawat lepas landas dan mendarat sehingga dia mencengkeram lenganku erat-erat sepanjang waktu. Saya menikmati saat-saat ini setiap menitnya! Jadi kunci dasar dari sebuah pernikahan yang berbahagia adalah: kepercayaan, cinta, dan rasa hormat. Dan kami sudah menjalaninya selama 29 tahun dengan menjadi bagian yang saling melengkapi satu terhadap yang lain. Jadi kalian harus mempercayai kata-kata saya ini!" Kunci rumah tangga yang berbahagia menurut pasangan ini adalah: kepercayaan, cinta dan rasa hormat! Percaya kepada pasangan kita, bahwa dia mengasihi kita dengan tulus dan tidak hanya berlaku manis di depan kita saja. Sang istri percaya bahwa suaminya adalah tempat perlindungan yang aman. Sang suami siap berkorban demi istri dan anak-anaknya. Kasihilah pasangan kita bagaikan kita mengasihi diri kita sendiri dan hormatilah pasangan kita dengan tidak merendahkan kekurangannya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berkatilah keluargaku. Hadirlah di tengah-tengah keluargaku sehingga kami saling mengasihi satu dengan yang lain. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Oliva Ivania dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Kejadian 3: 9-15.20; Mazmur tg 98: 1.2-3a.3bc-4; Efesus 1: 3-6.11-12; Lukas 1: 26-38.SUCI DARI AWAL Tema renungan kita pada hari raya Bunda Maria DikandungTanpa Noda Dosa ini ialah: Suci Dari Awal. Perayaan ini dimeriahkan olehseluruh Gereja sejak tahun 1845, ketika pada hari ini Paus Pius ke-9 menetapkandoktrin Maria Dikandung Tanpa noda dosa, atau Maria Imakulata. Doktrin ini menekankan kesucian Bunda Maria sejak awalhidupnya, sekaligus memperkuat devosi kepada Bunda Maria sejak Gereja Perdanadi Yerusalem dulu. Perkembangan devosi itu antara lain berbuah denganmenyebarnya doa “Salam Maria” ke seluruh dunia. Ungkapan “Salam Maria penuhrahmat” yang merupakan salam dari malaikat Gabriel dalam Injil Lukas hari ini,merupakan pengakuan kesucian Maria datang dari surga. Berarti martabat Mariaini tidak main-main. Doktrin ini menegaskan kebenaran bahwa, sejak awal mulaketika pembuahan hasil perkawinan Yoakim dan Anna, Tuhan Allah sudah merancangsedemikian rupa supaya rahim yang menutupi bakal janin Maria, dibentengi olehrahmat Allah. Hasilnya ialah rahim itu anti akan virus dosa asal dan tentu sajabakal janin itu tidak terkena satu titik pun virus dosa asal. Kesucian adadalam bayi yang mendiami rahim, menyusul kelahirannya dan seterusnya hinggasebagai gadis yang menerima kabar Malaikat. Dari sana Maria mulai hidup bersamaSabda Kekal yang menjelma menjadi manusia, yaitu Yesus Kristus. Ia tetap sucidari awal sampai akhir hidupnya, lalu diangkat ke surga dengan mulia. Satu-satunya manusia yang luar biasa ialah Maria. Hanyadia dari makhluk manusia ini disebut penuh rahmat. Para santo dan santa siapapun dia cukup disebut hamba Allah atau mengambil bagian dalam kepenuhan rahmatAllah. Tetapi Maria memiliki kepenuhan itu sejak ia dikandung. Keluar-biasaanBunda Maria berdampak juga kepada kita. Apakah hari raya ini punya makna bagikita? Paling kurang ada tiga makna yang bisa kita dapatkan dan selanjutnyauntuk dihayati di dalam setiap tutur kata dan perbuatan kita. Pertama, kemampuan untuk melawan dosa. Kitab kejadiandalam bacaan pertama mewartakan bahwa panglima kejahatan yaitu setan telahdikalahkan dan Yesus Kristus yang melakukan itu. Meski kita terus mendapatgodaan dan jatuh ke dalam dosa, Maria yang telah mengalahkan dosa tetapmembantu, antara lain dengan doa: Santa Maria bunda Allah doakanlah kami yangberdosa ini. Kedua, mengikuti jejak Bunda Maria, kita perlu mempertahan martabatkita sebagai pengikut Kristus dengan tandanya bahwa kita telah dipanggil sejakawal di dalam Kristus, seperti yang diwartakan bacaan kedua. Ketiga, kalau kitahidup dengan semangat membenci dosa dan menjauhi perbuatan jahat, kitasesungguhnya adalah putra dan putri Bunda Maria. Bersama Maria, kita adalahbagian dari Tuhan Yesus Kristus. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa yang baik,semoga kami senantiasa meneladani Bunda Maria dalam kesucian dan hidup yangpenuh rahmat. Salam Maria, penuh rahmat ... Salam Maria, penuh rahmat ... Dalamnama Bapa ...
Manusia Baru - Efesus 4:17-32
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 27 November 2025Bacaan: "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu." (Efesus 4:32) Renungan: Si anak sulung dalam kisah anak yang hilang, sedang bekerja di ladang ketika adiknya pulang. Bapanya yang menanti-nantikan anaknya yang bungsu itu, ketika si bungsu pulang, menyambutnya, dan menyuruh para pelayannya untuk menyembelih anak lembu yang tambun dan menyiapkan pesta. Selama adiknya pergi, ia tampak baik, tetapi ketika adiknya pulang dan berkata, "Bapa, ampunilah aku dan aku akan bekerja untuk bapa," maka ada persaingan dalam keluarga itu. Selama ini si anak sulung memiliki kekuasaan penuh di rumah, sekarang adiknya kembali lagi. Si anak sulung telah menciptakan tembok permusuhan dengan menunjukkan ketidaksenangannya. Dengan tidak mengampuni saudaranya, maka sesungguhnya anak sulung ini juga tidak akan menerima pengampunan dari Allah. Kita wajib memberikan pengampunan karena Allah telah lebih dahulu memberikan pengampunan kepada kita. Jika saat ini kita mempunyai musuh, ingatlah musuh adalah sesuatu yang mahal! Karena musuh dapat membawa kebencian ke dalam hati kita, dan hal itu dapat menyebabkan penyakit jasmani bahkan lebih parah lagi hal itu akan merusak hubungan kita dengan Tuhan. Marilah kita mulai belajar taat pada firman Tuhan dengan mulai mengampuni sesuai dengan firman Tuhan, "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. (Ef 4:32). Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk tidak iri dan benci terhadap sesamaku. Ajarilah aku juga untuk mengampuni, sebagaimana Engkau sudah lebih dahulu mengampuni aku. Jangan biarkan kekecewaan dan luka hatiku membuat aku menjadi pembangkang di hadapan-Mu dengan tidak mau mengampuni. Yesus, ampuni dan ubahlah diriku. Amin. (Dod).
What's beyond the cross ?
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Michelle Olovia dari Paroki Santa Maria Imakulata Kali Deres di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Efesus 2: 19-22; Mazmur tg 19: 2-3.4-5; Lukas 6: 12-19.PERANG MELAWANTEROR Renungan kita pada hari ini bertema: Perang Melawan Teror.Dunia kita ini dan segenap masyarakat di dalamnya mengetahui seperti apaterorisme itu. Secara khusus, di Indonesia ancaman teror ini bertubi-tubi, dandari tahun ke tahun. Satu orang atau kelompok dapat diatasi pemerintah dan parapenegak hukum, namun oknum atau kelompok lain muncul kembali. Ancamannya begituserius sehingga pemerintah dan segenap masyarakat berusaha bekerja sama untukmemeranginya. Gereja kita wajib berperang melawan terorisme di dunia inidengan kekuatan rohani yang masif, yaitu seluruh umat manusia. Gereja melakukanini bersama Yesus. Ia telah melakukan itu dalam pelayanan publik-Nya di dunia.Pada satu peristiwa khusus Ia memilih Simon orang Zelot dan Judas, bersamakesepuluh rasul lainnya untuk membentuk sebuah pasukan inti. Pada hari iniseluruh Gereja merayakan pesta rasul Simon dan Yudas. Kata “Zelot” mengandung arti teroris. Simon ini berasaldari kaum pemberontak yang melawan penjajah Romawi yang bernama kaum Zelot,yang dalam bahasa Yahudi Kana'im, yaitupencemburu dari Allah. Mereka tak mau Allah mereka diganggu kelompok lain.Yesus harus memilih orang-orang kuat dan terpercaya supaya mampu bersama Diamelawan semua bentuk kejahatan di dunia ini. Sebelum bertemu Yesus, Santo Paulus sering bertindakseperti seorang teroris. Menurut Kisah Para Rasul ia mengejar, menangkap danmemasukkan ke penjara laki-laki dan perempuan pengikut Kristus. Dia bahkanmengatakan begini: Saya sungguh bertindak liar dengan terbakar oleh kemarahanterhadap orang-orang Kristen, yang saya kejar bahkan sampai ke kota-kota ditanah asing (Kis 26,11). Kelompok yang menebar teror, saat ini yang dikenal sebagaikaum radikalis, mendatangkan ketakutan di seluruh dunia. Yakinkah kita kalauYesus mampu mengubah hati para teroris yang paling keras? Yesus mengubah SantoSimon dan Santo Paulus, dan sampai detik ini Ia tetap sama sebagai Tuhan yangdapat mengubah hati para teroris. Mereka tidak hanya diubah hati dan arahhidupnya, bahkan mereka dijadikan dasar bangunan Gereja, kediaman Allah danrumah orang-orang beriman. Santo Simon, Yudas dan Paulus kini adalah parajenderal dalam Kerajaan Allah, dalam melindungi Gereja kita. Yesus mengatasi para teroris dengan kasih. Kita semuamemakai kasih yang sama untuk mengatasi teror-teror kejahatan dan kegelapan didalam komunitas beriman kita. Tetapi kita harus bersama Kristus. Tanpa denganDia, kita tak akan mampu. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Yesus guru yang baikdan bijaksana, jadikanlah kami serdadu-serdadu-Mu untuk berani dan berkorbanmengalahkan kejahatan yang mengancam Gereja-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 26 Oktober 2025Bacaan: "Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu." (Efesus 4:2)Renungan: Salah satu bagian dari doa Santo Fransiskus Asisi adalah, "Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai-Mu, di mana ada kebencian jadikanlah aku pembawa cinta kasih." Pepatah lain mengatakan, "Bila engkau memberikan sesuatu kepada seseorang, berikanlah sesuatu yang di luar perkiraannya." Saudara-saudara Yusuf gemetar ketakutan di hadapan Yusuf yang menjadi pembesar di Mesir. Mereka menyangka inilah saatnya Yusuf membalas perlakuan buruk mereka terhadapnya. Tetapi sungguh di luar dugaan yang mengagumkan, Yusuf memberi dan melakukan sesuatu yang di luar perkiraan mereka. Yusuf mengampuni dan mengasihi mereka. Sudahkah kita juga memiliki kelemah lembutan yang memampukan kita mengampuni dan selalu membawa damai di mana ada kebencian. Kenakanlah kasih dan berilah pengampunan sebanyak mungkin bagi mereka yang menyinggung perasaan kita, bahkan bagi orang yang pernah punya rencana jahat terhadap kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu, hati yang penuh dengan damai dan pengampunan. Jangan biarkan kebencian dan amarah menguasai hatiku tetapi biarlah pengampunan-Mu menguasai hatiku sehingga melalui kehadiranku, aku dapat menghadirkan-Mu di tengah-tengah sesamaku. Amin. (Dod).
In the book of Revelation, Jesus encouraged the church in Efesus to return to their first love. A lot of o people have made the assumption that doing so means striving to love God more, but the truth is that the first love always comes from the Father. We can only love Him, because He first loved us. Our part is to receive His self-giving love with an open heart. In other words, returning to our first love means to constantly be receiving the love of the Father with an open heart. Find my books through one of these links: https://www.amazon.com/stores/Martin-Re%C3%A9n/author/B0B34JVCRP?ref=ap_rdr&store_ref=ap_rdr&isDramIntegrated=true&shoppingPortalEnabled=true https://www.adlibris.com/se/sok?q=martin+re%C3%A9n
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 17 Oktober 2025Bacaan: "Segala kepahitan kegeraman kemarahan pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu." (Efesus 4:31-32)Renungan: Suatu hari Petrus bertanya kepada Yesus, "Tuhan sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia bersalah kepadaku? Sampai 7 kali?" Yesus berkata kepadanya, "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai 7 kali, melainkan sampai 70 kali 7 kali." Sering kali kita dibuat terkaget-kaget dengan jawaban Yesus ini. Betapa sulitnya kemampuan mengampuni itu. Namun, juga betapa pentingnya kemampuan mengampuni itu. Mungkin akan sangat membantu kalau kita memahami dan sekaligus mengalami "mengampuni dan sekaligus diampuni." Tak ada yang lebih hebat yang dapat menghambat kebahagiaan kita daripada rasa benci, marah dan rasa salah. Tak peduli apa yang dilakukan seseorang terhadap kita atau betapa salahnya mereka, bila kita tidak memaafkan mereka, kita juga akan ikut serta menanggung akibatnya. Memaafkan orang lain tidak hanya akan membebaskan orang yang bersalah tersebut, tetapi juga membebaskan kita dari kelumpuhan perasaan. Menyimpan rasa dendam dan amarah memboroskan tenaga yang dapat kita arahkan menuju sukacita. Pengampunan itu menyembuhkan, membuka hati kita, membebaskan emosi-emosi kita, melepaskan energi yang tersumbat di dalam tubuh dan membiarkan daya hidup mengalir bebas melalui kita. Marilah kita merdekakan roh kita dari belenggu dendam, akar kepahitan, kesedihan, luka batin, amarah dan sebagainya. Kita minta pada Tuhan agar mengganti semua itu dengan pengampunan dan sukacita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku dengan rahmat-Mu agar aku mampu mengampuni siapapun yang pernah menyakitiku. Jangan biarkan akar kepahitan, dendam, amarah, sakit hati dan luka batin menguasai hatiku. Biarlah damai sukacita-Mu saja yang menguasai hatiku agar tidak ada penghalang bagi doa-doaku untuk naik ke hadiratMu. Siapakah aku Tuhan kalau aku tidak bisa mengampuni sesamaku yang bersalah padaku, sementara dosaku yang begitu banyak di hadapan-Mu sudah Kau ampuni, Yesus, jadikan hatiku seperti hatimu, hati yang senantiasa mau mengampuni siapapun juga. Amin. (Dod).
Khotbah Natal
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahKELUAR DARI PERAHUMari kita membaca Firman Tuhan dariMATIUS 14: 30-31Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "TUHAN, tolonglah aku!" Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"Wonder Kids, bayangkan Petrus, dia sedang berada di atas perahu saat badai besar datang. Petrus tidak tahu cara menyelamatkan dirinya. Lalu, dia melihat Tuhan Yesus berjalan di atas air. Petrus tahu Tuhan Yesus bisa menyelamatkannya, jadi dia memanggil-Nya.Petrus keluar dari perahu dan mencoba berjalan di atas air menuju Tuhan Yesus. Tapi ketika melihat ombak besar di sekelilingnya, Petrus mulai tenggelam karena ragu. Dia berteriak minta tolong, dan Tuhan Yesus segera memegang tangannya, menyelamatkannya dari tenggelam.Itulah yang disebut iman!Iman adalah percaya bahwa kita tidak bisa menyelamatkan diri sendiri. Hanya Tuhan Yesus yang dapat menyelamatkan kita dari dosa. Kita berdoa kepada Tuhan Yesus dan percaya bahwa Dia akan menyelamatkan kita, seperti yang dikatakan di Firman Tuhan, Efesus 2:8-9:“Karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.”MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANKita semua pernah merasa takut:• Takut ujian,• Takut dimarahi,• Atau takut sendirian...Tapi ingat ya, Wonder Kids: Saat kamu merasa takut, jangan diam saja. Panggil nama Tuhan Yesus! Karena Dia selalu siap menolong kamu, seperti Dia menolong Petrus.Kamu juga bisa coba main perahu kecil di ember air. Saat perahumu bergerak karena air, ingatlah: Tuhan yang menciptakan laut dan angin itu juga menjaga kamu.Mari kita berdoaBapa, saat aku merasa takut, tolonglah aku untuk selalu percaya kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, INGAT YA! KETIKA KAMU MERASA TAKUT, PANGGILLAH TUHAN YESUS. DIA SELALU SIAP MENOLONGMU. Tuhan Yesus memberkati
*MENGERTI KEHENDAK TUHAN* (Lukas 12:13-21; Lukas 24:45; Efesus 5:15-17; Matius 5:3-12) Banyak pengetahuan dari dunia ini yang telah mengisi pikiran kita. Ada banyak makna yang mengarahkan pikiran kita pada kondisi-kondisi dunia dan ada juga yang mengarahkan pikiran kita pada kerajaan Allah. Seseorang bisa dikatakan mengerti kehendak Tuhan jika ia mempelajari firman-Nya yang tertuang dalam Alkitab sebagai sarana untuk menemukannya. Injil Lukas 12:13-21 mengungkapkan sebuah kisah dari seorang Israel yang meminta Yesus untuk menjadi hakim atau pengantara terhadap perkara kekayaan atau warisan seseorang. Yesus berkata pada orang tersebut untuk berhati-hati, “waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” (Luk.12:15). Harta membuat hubungan persaudaraan terpecah belah atau terjadi sengketa antar keluarga. Ada juga yang cemburu atau iri hati sehingga keinginan itu berkembang dan membuahkan maut (membunuh saudaranya untuk beroleh harta warisan itu). Selanjutnya untuk lebih memperjelas maksud-Nya, Ia memberikan perumpamaan tentang seorang kaya yang mengumpulkan harta untuk dirinya sendiri dan menyenangkan jiwanya (Luk.12:16-19). Namun, firman Allah kepada seorang kaya tersebut “karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,” (Efe.5:15). Tamak sama dengan orang bebal, sama dengan orang bodoh. Seorang pribadi muda yang dulunya terkenal baik berubah seketika ketika ia pertama kali mengenal harta. Hatinya berubah karena pengaruh harta dari dunia ini. Manusia menghendaki untuk mengandalkan harta dan kehendaknya sendiri. Sedangkan Tuhan menghendaki agar kita mengandalkan Dia dan firman-Nya. Orang bodoh adalah kondisi di mana seseorang itu tidak mengenal kehendak Tuhan. “Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” (Efe.5:17). Rasul Paulus menegaskan kembali sebuah teguran kepada jemaat di Efesus untuk berhati-hati, waspada terhadap segala bentuk kekayaan yang membuat manusia berkehendak menurut kemauannya sendiri. Ketamakan penyebab munculnya kejahatan. Ketamakan berarti keserakahan dan itu sama dengan penyembahan berhala. Banyak cara atau jalur yang mereka pakai hanya demi mendapatkan apa yang hati mereka inginkan. Mereka menjadi orang yang tidak mencintai Tuhan. Kepribadian seorang yang tamak tidak akan mencintai Tuhan dan mengenal kehendak-Nya. Mirisnya, hal ini sudah masuk menyusupi kehidupan gerejawi. Janganlah kita tergiur atau memiliki mimpi untuk tinggal dalam lingkungan kekayaan, sebab di saat itulah kamu akan menjadi orang yang tamak. “Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.” (Lukas 24:45). Hari ini, melalui firman-Nya kita dibukakan, kita dibuat mengerti akan kehendak-Nya agar kita hidup dalam damai sejahtera Kristus Yesus. Kekayaan tidak bisa memenuhi kebahagiaan. Bila saudara masih terus bergumul itu karena saudara masih belum mau melepaskan ketamakan dalam diri saudara. Ubah mindset atau sudut pandang hidup saudara dengan hidup menantikan Tuhan dan dalam anugerah-Nya. Hidup berkecukupan dalam segala sesuatu itulah yang Ia kehendaki. Hidup mengasihi dan mengandalkan Yesus Kristus di atas segalanya merupakan kehendak-Nya. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahNAMA BARUMari kita membaca Firman Tuhan dariWAHYU 2: 17Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya."Wonder Kids, Apakah kamu punya nama panggilan khusus dari orang tuamu?Mungkin kamu dipanggil:• "Tiger" karena kamu pemberani,• "Princess" karena kamu disayangi,• "Angel" karena kamu lembut dan suka menolong.Tahukah kamu? Allah juga sudah mempersiapkan nama baru untukmu. Bukan sembarang nama—tetapi nama yang istimewa dan hanya diketahui oleh Allah dan kamu.Nama yang belum kamu ketahui. Nama yang istimewa karena kamu juga istimewa di mata Allah. Nama ini berbeda dari nama biasa karena kekekalanmu begitu terang dan luar biasa.Allah tahu lebih banyak tentang hidupmu daripada yang kamu tahu.Dia memilih nama yang tepat untukmu. Jadi, nanti ketika Allah menyebut namamu, hadirlah di sana untuk mendengarnya.MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, mari buka beberapa ayat Alkitab ini dan lihat bagaimana Allah memanggil anak-anak-Nya: 1 Yohanes 3:1 → "Anak-anak Allah"Roma 8:17 → "Ahli waris Allah"Efesus 5:8 → "Terang di dalam Tuhan"Yohanes 21:15 → "Penggembala domba-domba kecil-Ku"1 Petrus 2:9 → "Umat kepunyaan Allah sendiri"Dari semua nama itu, mana yang paling kamu sukai? Tulis dan tempelkan di tempat yang bisa kamu lihat setiap hari sebagai pengingat siapa dirimu di dalam Kristus.Mari kita berdoaBapa, terima kasih atas janji-Mu untuk memberikan kepadaku makanan surgawi dan nama baru. Tolong aku untuk selalu setia kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin."Wonder Kids, TUHAN MEMBERIKAN KEPADA SETIAP ORANG YANG PERCAYA KEPADA-NYA SEBUAH NAMA BARU, KARENA KAMU SANGAT ISTIMEWA DI MATA-NYA. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahCERITAKAN KEBENARANMari kita membaca Firman Tuhan dariEFESUS 4: 25Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.Wonder Kids,Pernahkah kamu bingung apakah harus berkata jujur atau tidak?Misalnya:• Kamu memecahkan barang di rumah,• Atau kamu tidak mengerjakan PR,• Lalu muncul pikiran, “Kalau aku bohong, mungkin tidak kena marah?”Tapi ingatlah, Allah tidak akan pernah memberkati kebohongan.Dia adalah Allah yang mengasihi kebenaran, dan Dia mau anak-anak-Nya hidup dalam kejujuran.Efesus 4:25 berkata:"Buanglah dusta dan berkatalah benar..."Berarti, berkata jujur adalah tanda kamu hidup dalam kasih dan kebenaran Tuhan.Coba bayangkan kamu melempar batu ke dalam kolam.Airnya akan beriak, makin lama makin melebar sampai ke pinggir kolam.Begitu juga dengan kebohongan.Satu kebohongan kecil bisa menimbulkan kebohongan lain, dan akhirnya mempengaruhi banyak hal dalam hidupmu—seperti hubungan dengan orang tua, guru, dan teman.MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, Kalau kamu pernah berbohong, jangan tunggu besok untuk berubah.Hari ini juga, minta ampun kepada Tuhan, dan mulai biasakan berkata benar.Kebenaran memang kadang membuat kita takut, tapi Tuhan senang dan memberkati anak-anak yang hidup jujur.Mari kita berdoaBapa, ajari aku untuk selalu berkata jujur dan bersikap baik kepada teman-temanku, agar aku. bisa hidup dalam kasih. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, Kebohongan bisa menyebar seperti riak air di kolam, tapi kebenaran membawa damai dan berkat dari Tuhan. Mari ceritakan kebenaran dengan keberanian!Tuhan Yesus memberkati!
Khotbah Ibadah Raya | Minggu, 14 September 2025 ** (Efesus 2:4-6; Kejadian 3; Yohanes 14:6; Yohanes 7:38; Yohanes 6:27; Wahyu 21:8; Kisah Para Rasul 4 ) Allah menciptakan manusia untuk beroleh hidup. Allah telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Yesus Kristus. Hal ini berarti kita manusia telah mati terlebih dahulu kemudian dihidupkan kembali. Kapan tepatnya kita manusia mati? Pada Kejadian 3:3, “...Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.” Apakah buahnya yang membuat manusia itu mati? Bukan. Lebih tepatnya ketidaktaatan manusia yang berarti melawan perintah Allah inilah yang membuat manusia harus dan telah mati di hadapan Allah. Manusia yang sudah mati dan tidak datang kepada Tuhan Yesus Kristus akan mengalami kematian untuk kedua kalinya – kematian untuk selama-lamanya (Wahyu 21:8). Mengapa demikian? Sebab mereka menolak Sang Hidup, pemilik kehidupan, yang ada dalam Yesus Kristus yang adalah Allah yang hidup. Yesus datang untuk menghidupkan kita manusia yang telah mati supaya sifat kehidupan itu dapat kembali kita miliki oleh anugerah Allah. Makhluk ekstrinsik : makhluk yang tidak mempunyai hak atas dirinya sendiri, makhluk yang tidak memiliki apa-apa, sifat dan hakikat dasar manusia yang adalah hidup itu bukan milik manusia tapi dari Allah. Inilah manusia di hadapan Allah. Namun seringkali manusia membanggakan / menyombongkan dirinya di hadapan sesamanya manusia bahwa segala sesuatu yang dia miliki adalah miliknya. Sifat intrinsik : Allah tidak bisa dipisahkan dari hidup dan hidup itu adalah Allah. Jika kita ingin beroleh hidup, maka sudah pastinya kita harus datang kepada Allah, bukan kepada dewa, baal, malaikat, manusia. Yesus telah menyatakan bahwa diri-Nya adalah hidup, Dialah Allah yang hidup (Yoh.14:6). Yesus adalah Allah yang mengambil rupa seperti manusia tapi Dia tidaklah sama dengan manusia lainnya. Yesus memang harus mati untuk mengalahkan dosa dan maut, tapi pada hari yang ke tiga IA bangkit! Ini menunjukkan sifat intrinsik Allah di dalam diri-Nya. Yesus itu Allah, karena Dia bangkit dan hidup! Sifat intrinsik Yesus ini diberikan pada kita agar kita beroleh hidup! Barang siapa tidak datang kepada Yesus, ia tidak akan beroleh hidup. Tidak ada seorang pun yang menjalani kehidupan seperti Yesus dan pernah melakukan seperti apa yang Yesus lakukan. Yesus berkata, “barang siapa percaya kepada-Ku, dia akan dihidupkan kembali walaupun dia sudah mati”. Jangan mau disesatkan dengan ajaran dunia yang isinya hanya memberikan pengetahuan yang membawa kita kepada kematian. Perlu diingat, bumi dan seluruh isinya, kekayaan saudara, apa yang saudara miliki saat ini termasuk pengetahuan saudara itu bukan milik saudara! Segala sesuatu berasal / bersumber dari Allah. Jangan berlari dari kebenaran ini sebab hanya kebenaran inilah yang menghidupkan kita. Hiduplah takut akan Allah, maka kamu akan beroleh hidup. Cintailah firman-Nya dan lakukan kebenaran-Nya, maka Ia akan memberikanmu upah. Ketika manusia percaya kepada Yesus, di dalam dirinya akan mengalir aliran-aliran air hidup (Yoh.7:38).
Kunnskap og erfaring er ikke nok i Guds rike, vi trenger overnaturlig Åpenbaring – at Gud ved sin Hellige Ånd viser oss dybdene i Gud og deler med oss hva som er Guds vilje. Når Paulus ber for menigheten i Efesus, så ber han om at de skal få Åpenbarings Ånd. Det er interessant å lese i Apg om da Peter talte på 1. pinsedag - 3000 mennesker blir frelst på en dag! Gud kom med sin Åpenbaring, budskapet stakk dem i hjertet og de vendte seg om. Hva kan vi lære her? I bibelen skriver Paulus at vi er forvaltere av Guds mysterier. Hva betyr det?
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 3 September 2025Bacaan: "Hal Isteri, tundukiah kepada suamimu seperti kepada Tuhan. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya." (Efesus 5:22. 25)Renungan: Suatu ketika sehabis survey mencari gedung untuk persekutuan doa, dalam perjalanan pulang kami membagi-bagikan kue serabi duren kepada para pengemis dan pemulung di daerah Grogol dan sekitarnya. Ada satu peristiwa yang menyentuh hati saya, ketika kami memberikan satu bungkus serabi kepada seorang bapak pemulung yang sudah cukup tua yang sedang menarik gerobaknya. Saat kami memberikan serabi tersebut bapak itu dengan senyum penuh haru berkata, "Boleh minta satu lagi pak, untuk istri saya". Kami yang di dalam mobil terdiam beberapa saat, kemudian memberikan satu bungkus serabl lagi kepadanya yang kemudian dibalas dengan ucapan terima kasih dan senyum kebahagiaan. Ternyata masih ada Cinta dan perhatian dengan pasangan walau hidup dalam kekurangan. Di lain kesempatan ada seorang ibu yang sharing bahwa selama ini suaminya pelit terhadapnya dan anak-anaknya, padahal gajinya cukup besar. Sang suami tidak mau tahu akan kebutuhan istri dan anak-anaknya sehingga ibu tersebut harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan anak-anaknya. Ternyata Cinta dan perhatian mulai hilang ketika hidup dalam kecukupan. Yesus dalam bacaan hari ini mengingatkan kepada pasangan suami istri untuk saling mengasih satu dengan yang lain sebagaimana Yesus telah mengasihi mereka. Apapun kondisi perekonomian dan kesehatan pasangan saat ini, Yesus meminta untuk tetap setia dan penuh perhatian. Usia pernikahan boleh bertambah, kesehatan boleh berkurang, perekonomian boleh naik atau turun, tapi kesetiaan dan cinta yang mula-mula saat pertama bertemu harus tetap bertahan untuk bertumbuh. Kalau saat ini pasangan hidup kita sudah tidak ada lagi di sisi kita, tetap peliharalah cinta dan perhatian kita, karena anak, cucu, orang tua dan orang-orang di sekitar kita masih membutuhkan cinta dan perhatian kita. Kita boleh kehilangan apapun dalam hidup ini, tapi jangan biarkan Cinta Yesus hilang dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, saat ini aku haus akan cinta-Mu. Siramilah taman hatiku yang kering ini agar cinta-Mu kembali bersemi di hatiku sehingga aku dapat membuat orang-orang di sekelilingku tersenyum dengan apa yang kulakukan terhadap mereka. Amin. (Dod).
PENGKOTBAH 1:2. Yakobus 1:19. Efesus 4:29: 1.Percakapan Hampa di Tengah Kehidupan Modern 2.Menghindari Lidah yang Menimbulkan Pertengkaran 3.Komunikasi dengan Tuhan yang Jujur dan Rendah Hati 4.Jalan Menuju Percakapan yang Bermakna
Firman Tuhan berkata bahwa kita telah diberkati dengan segala berkat rohani di surga (Efesus 1:3). Tapi apa itu kekayaan rohani itu & apa dampaknya bagi hidup kita? Simak obrolannya yang asik bersama narasumber kita yang luar biasa Ps. Agus Rianto hanya di OASIS (Obrolan Asik Seputar Injil Surgawi).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 18 Agustus 2025Bacaan: "Dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur kidung puji- pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. (Efesus 5:19)Renungan: Suatu ketika ada seseorang yang sedang menunggu operasi bypass jantung. Ia mengetahui banyak orang meninggal ketika menjalani operasi ini. Ketika ia memikirkan tentang hal-hal buruk yang mungkin terjadi, ia merasa Ketakutan dan kesepian. Lalu seorang petugas rumah sakit masuk ke kamar untuk membawanya ke ruang operasi. Sambil mendorong ranjang si pasien, sang petugas muda tersebut menyenandungkan lagu rohani hymne Iriandia kuno, "Kaulah ya Tuhan, surya hidupku. Asal Kau ada, yang lain tak perlu. Siang dan malam Engkau kukenang. Di hadira-tMu jiwaku tenang." Senandung ini mengingatkan si pasien tentang padang rumput hijau dan reruntuhan batu kuno di Irlandia tempat kelahirannya. Hymne tersebut memenuhi jiwanya seperti angin segar dari kampung halaman. Setelah tiba di luar ruang operasi, si pasien mengucapkan terima kasih kepada si petugas karena telah menyenandungkan hymne tersebut. Lalu la berkata kepada petugas muda tersebut. "Allah telah memakaimu hari ini untuk melepaskanku dari ketakutan dan menyegarkan jiwaku." Si petugas muda bertanya padanya, "Apa yang telah kulakukan?" Pasien tersebut menjawab, "Senandungmu mendekatkanku kepada Allah sehingga aku tidak takut untuk dioperasi bypass jantung hari ini." Pernahkah kita merasa khawatir, cemas, takut, gelisah dan kemudian kita menyanyikan sebuah lagu rohani dan hati kita menjadi lega dan sukacita? Itulah salah satu cara Tuhan memulihkan jiwa kita melalui lagu pujian. Kalau hari ini kita melihat orang-orang yang kita kenal sedang bersusah hati, senandungkanlah salah satu lagu rohani dengan penuh ketulusan hati, maka kuasa Allah akan mengalir melalui suara dan lagu kita. Sehingga kalau kita pernah mengalami sukacita karenanya, maka orang lain akan mengalaminya. Marilah kita mulai melayani Tuhan dengan kidung pujian yang keluar dari mulut kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah bertakhta di atas puji-pujian. Mampukan aku untuk senantiasa menyenandungkan lagu rohani setiap saat, sehingga kuasa-Mu dapat mengalir secara penuh untuk menguduskan diriku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan -Sabtu, 26 Juli 2025Bacaan: "Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan." (Efesus 6:4)Renungan: Ada seorang pemuda yang berdiri sebagai seorang hukuman karena kejahatan-kejahatan yang dilakukannya. Hakim yang akan mengadili pemuda tersebut sudah kenal betul dengannya sejak ia masih kecil. Apalagi ayahnya adalah seorang penegak hukum yang terkenal. Sebelum sidang dimulai sang hakim bertanya kepada pemuda tersebut, "Apakah engkau ingat pada ayahmu yang sudah engkau permalukan dengan kelakuanmu?" Pemuda itu menjawab, "Ya, saya sangat mengingat dia. Dulu ketika saya datang kepadanya untuk meminta nasihat karena saya butuh teman, ia mengangkat kepalanya sejenak dari buku hukum yang dibacanya dan ia berkata kepada saya, "Pergi sanal Papa sedang sibuk!" Papa kini selesai membaca buku tersebut dan ia menjadi ahli hukum yang terkenal tetapi saya berada di sini sebagai orang hukuman." Seringkali kita lebih sibuk dengan karier, pekerjaan dan keberhasilan yang kita kejar, namun kita melupakan hal yang sangat penting dan juga memerlukan perhatian kita yaitu keluarga. Kita mengabaikan suami, atau istri, dan anak-anak yang sangat membutuhkan uluran tangan dan perhatian kita. Salah satu faktor juga yang membuat keluarga dan anak-anak kita jauh dari Tuhan adalah kurangnya perhatian kita pada keluarga. Kita terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak ada waktu untuk berdoa bersama, ke gereja bersama, membaca Alkitab bersama.Betapa menyedihkan kalau kita berhasil mendidik dan mengajarkan jalan-jalan Tuhan kepada orang lain tetapi tidak kepada keluarga dan anak-anak kita. Betapa menyedihkan jika kita berhasil di dalam usaha kita tetapi rumah tangga yang berisı hanya sedikit orang malah hancur tak terurus. Berikanlah waktu dan perhatian untuk anak-anak kita dan kita akan bangga karena kita tidak hanya berhasil di dalam pelayanan dan karier, tetapi juga kita berhasil melayani keluarga kita sendiri. Tuhan Yesus memberkatiDoa:Tuhan Yesus, aku mohon ampun karena aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku sehingga tidak bisa memberikan waktu dan perhatian untuk suami, istri, anak-anak dan orang tuaku. Ingatkan aku bahwa keluargakupun butuh perhatianku. Yesus, kembalikan hatiku pada semua anggota keluargaku dan kembalikan hati mereka kepadaku. Amin. (Dod).
Efesus 4:22-24 I.Siapa “Manusia Lama” Itu? II.Keajaiban “Manusia Baru” III.Proses “Melepas dan Mengenakan” Setiap Hari IV.Transformasi yang Terlihat Nyata V.Pergumulan yang Nyata VI.Pengharapan yang Tak Terbatas
Penanganan Rasul Paulus terhadap hal marah tersebut dalam kitab Efesus adalah psikologi modern yang efektif.
Begreppet "blod och jord" - Blut und Boden - myntades i slutet av 1800-talet i Tyskland som en romantisk motrörelse mot urbaniseringen, vilken gjorde människor rotlösa och progressiva. Blod och jord är egentligen bara andra ord för arv och miljö. Socialisterna har länge bekämpat arvets - blodets - betydelse för en människas utveckling och välmående. Enligt deras synsätt föds vi som oskrivna blad och formas enbart av miljön med faktorer som "svår barndom", socioekonomiska faktorer och så vidare. Med rätt skolning är vi med andra ord helt utbytbara. Genom en medveten politik för att förstöra landsbygden har socialdemokratin också bekämpat vår koppling till miljön - jorden. Resultatet är en rotlös och lättpåverkad befolkning.0:01:10 Adoptionutredningen: Lägg ner handeln med barn.0:15:10 Dagens tema: Blod och jord.0:27:25 Verner von Heidenstam, ensamhetens tankar.0:29:50 Vilhelm Moberg, männsikan bör ha ett fäste i jorden.0:44:30 Att vakna är att inse att ondska existerar.0:52:00 Paulus visdomsord i Efesus - vi strider mot ondska.1:02:05 Hjalmar Söderberg, själen ryser för tomrummet.1:03:30 Landsbygden dödas med lag och centralstyre. Hosted on Acast. See acast.com/privacy for more information.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 19 Mei 2025Bacaan: "Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya." (Efesus 4:23-24)Renungan: Rajawali atau elang besar adalah burung yang cukup terkenal karena ketangguhan dan kegagahannya Rajawali memiliki beberapa keistimewaan yang seringkali diangkat untuk dijadikan gambaran penting bagi kehidupan manusia. Dari semua jenis unggas, rajawalilah yang bisa mencapai usia paling panjang. Rajawali bisa mencapai usia tujuh puluh tahun, tetapi usia sepanjang itu tidak didapatkan begitu saja. Ada tahap di mana seekor rajawali harus membuat keputusan penting demi kelangsungan hidupnya. Keputusan itu tidak mudah, bisa dibilang menyakitkan, tetapi itulah yang harus ia lakukan jika ingin bertahan hidup lebih lama. Memasuki usia yang keempat puluh, tubuh seekor rajawali akan menunjukkan tanda-tanda penuaan. Ini ditandai dengan paruh yang semakin panjang dan juga bengkok ke arah tubuhnya, sehingga lama-kelamaan paruh tersebut akan menyentuh dadanya. Begitu pula dengan cakar-cakarnya, tidak sekuat dulu lagi karena termakan usia. Bulu-bulu sayapnya menebal tak beraturan dan menjadi berat, sehingga sulit baginya untuk terbang dengan lincah. Jika hal ini dibiarkan begitu saja, maka yang akan terjadi pada rajawali tersebut adalah kematian. Mau tidak mau ia harus menentukan pilihan. Mati atau melalui sebuah proses panjang yang menyakitkan selama seratus lima puluh hari. Umumnya rajawali memilih untuk melalui proses menyakitkan tersebut dengan berusaha sekuat tenaga terbang ke puncak gunung. Di sana ia membuat sarang di sebuah tebing yang cukup tinggi. Di sarang itulah ia tinggal dan memulai proses panjang yang akan mendatangkan pembaruan baginya. Proses pembaruan dimulai dari paruhnya yang sudah terlalu panjang dan bengkok. Paruh tersebut akan dipatuk-patukkan pada batu karang sampai akhirnya paruh tersebut lepas. Setelah paruh lepas, ia akan berdiam diri lagi selama beberapa waktu hingga tumbuh paruh baru. Dengan paruh yang baru itu ia akan mencabut cakar-cakarnya. Setelah mencabut cakar-cakarnya, ia akan menunggu lagi sampai tumbuh cakar baru. Setelah cakar baru tumbuh, maka ia akan mencabut bulu-bulunya dengan cakar baru itu. Setelah seratus lima puluh hari atau sekitar lima bulan, bulu-bulu yang baru akan tumbuh. Rajawali kini bisa terbang kembali dengan kekuatan dan penampilan yang sudah dibarui. Ada saat-saat tertentu di dalam kehidupan ini di mana kita perlu berdiam diri dan membuat satu pilihan penting yang akan mendatangkan perubahan hidup. Kita menginginkan sebuah kehidupan yang lebih bermakna, yang beda dengan kehidupan kita yang lama. Suatu perubahan sikap, hati, cara berpikir, dan tindakan yang akan menjadikan kita manusia-manusia rajawali yang Tuhan harapkan. Proses menuju perubahan itu terkadang menyakitkan, karena kita harus rela membuang kebiasaan-kebiasaan lama dan mengenakan sifat serta kebiasaan baru sebagaimana yang Tuhan inginkan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku melalui proses demi proses yang akan membuat hidupku menjadi baru dan lebih berarti. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 20 Maret 2025Bacaan: "Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu." (Kejadian 45:5) Renungan: Ada satu sisi keberhasilan Yusuf yang mungkin sering diremehkan dan tidak dipandang sebagai suatu keberhasilan. Keberhasilan itu adalah "mengampuni". Pernahkah kita berpikir bahwa "mengampuni" merupakan suatu kunci keberhasilan? Terlebih lagi mengampuni saudara sendiri yang tidak seharusnya berniat jahat kepada kita. Yusuf ingat pengkhianatan saudara-saudaranya. la ingat ketika mereka tidak berlaku ramah kepadanya. la ingat ketika mereka menanggalkan jubahnya, memasukkannya ke dalam sumur dan menjualnya sebagai budak. Kini ia punya kesempatan membalas semua kejahatan saudara-saudaranya karena tidak ada sesuatu pun di dunia yang bisa menghalangi Perdana Menteri Mesir seperti Yusuf. Tetapi Tuhan sudah bekerja di dalam hatinya melalui roh kelemahlembutan, untuk menghapus kepahitan-kepahitan masa lalu. Kelemahlembutannya telah melebur semua kemarahan dan dendam terhadap saudara-saudaranya. Yusuf mendemonstrasikan apa yang dituliskan Paulus di dalam Efesus 4:2, "Selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar." Mungkin kita perlu melihat permohonan yang terkandung di dalam doa Fransiskus dari Asisi, "Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai. Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih. Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan." Pernyataan lain mengatakan, "Bila engkau memberikan sesuatu kepada seseorang, berikanlah sesuatu yang di luar perkiraannya." Saudara-saudara Yusuf gemetar ketakutan di hadapan Yusuf yang kini menjadi pembesar di Mesir. Mereka menyangka inilah saatnya Yusuf membalas perlakuan buruk mereka terhadapnya. Tetapi sungguh mengagumkan, Yusuf memberi dan melakukan sesuatu yang di luar perkiraan mereka. Yusuf mengampuni dan mengasihi mereka serta tidak menuntut balas atau mengungkit peristiwa-peristiwa di masa lalu. Sudahkah kita juga memiliki kelemahlembutan yang memampukan kita mengampuni dan selalu membawa damai di mana ada kebencian? Lepaskanlah kasih dan berilah pengampunan sebanyak mungkin bagi mereka yang menyinggung perasaan kita, bahkan bagi orang yang pernah punya rencana jahat terhadap kita. Kelemahlembutan menyembuhkan semua luka batin yang pernah ada di hati seseorang. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukanlah aku mengampuni setiap kesalahan dan tidak memperhitungkan perlakuan buruk orang lain terhadapku. Biarlah mataku memandang pada rencana-Mu yang indah sehingga aku tidak menyimpan dendam. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 14 Maret 2025Bacaan: "Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia." (Efesus 4:29) Renungan: Firman Tuhan mengingatkan, "Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia." (Ef 4:29). Perkataan kotor yang tertulis dalam ayat ini mencakup arti yang luas, yaitu: perkataan yang jahat, buruk dan merusak. Surat Yakobus mengatakan bahwa lidah merupakan anggota tubuh yang sulit dikendalikan. Kita dapat melihat kebenaran hal ini di dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang sulit mengendalikan lidah di dalam berkata-kata, sehingga kata-kata sia-sia dan tidak membangun meluncur begitu saja. Apalagi jika seseorang sudah dikuasai emosi, jarang sekali bisa berpikır panjang sebelum berkata-kata. Kata-kata kotor dan sia-sia yang dimaksudkan antara lain:1. Fitnah dan gosip. Fitnah adalah perkataan bohong atau tidak didasari kebenaran, yang sengaja disebarkan dengan maksud menjelekkan dan merusak nama baik seseorang. Sedangkan gosip adalah pergunjingan, cerita atau obrolan negatif tentang seseorang. Memfitnah dan bergosip adalah kebiasaan yang tidak baik, karena kita menuduh serta menghakimi seseorang dengan demikian kita melanggar perintah untuk mengasihi sesama. Orang yang difitnah dan digosipkan dapat terluka hatinya. Jika sudah begitu, bukankah kita sudah menjadi batu sandungan melalui perkataan kita?2. Cemooh dan hinaan. Ada orang yang berpikir bahwa mencemooh dan menghina seseorang itu merupakan sesuatu yang wajar. Alasannya adalah, "Saya kan cuma bercanda." Kita tidak tahu isi hati seseorang, juga situasi yang sedang ia hadapi. Cemooh dan hinaan yang sekalipun dilakukan dalam rangka bercanda, bisa membuat seseorang tersinggung atau bahkan marah. Bercandalah sewajarnya, jangan sampai kata-kata kita menjurus pada penghinaan terhadap seseorang.3. Makian. Makian merupakan kata-kata kasar dan jahat yang diucapkan seseorang karena sedang dibakar emosi atau marah. Bagaimanapun sulitnya menjaga lidah, kita harus berusaha mengendalikan perkataan kita. Hendaklah kata-kata yang keluar dari mulut kita adalah kata-kata yang membangun dan memberkati sesama. Minta agar Roh Kudus memampukan kita untuk mengucapkan kata-kata yang baik dari perbendaharaan hati kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, seringkali aku melakukan pelanggaran dalam perkataan-perkataan yang kuucapkan. Berjagalah di pintu mulutku ya Tuhan agar perkataanku penuh kuasa untuk memberkati banyak orang. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 21 Februari 2025Bacaan: "Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan." (Efesus 4:23-24)Renungan: Burung feniks (phoenix) adalah burung dari mitologi Yunani yang dikenal juga dalam budaya-budaya dunia dengan nama lain, seperti Burung hong di Tiongkok, burung garuda di India, atau burung simurgh di Persia. Konon, di seluruh dunia hanya ada satu burung feniks, bulunya berwarna merah keemasan, indah sekali. Setelah hidup selama lima ratus tahun, burung ini akan membuat sebuah api unggun besar kemudian menerjunkan diri ke dalamnya dan membakar dirinya sendiri. Setelah itu, dari abunya akan muncul telur burung yang akan menetas, mengeluarkan burung feniks muda. Jika ia tidak melakukan siklus itu, maka ia akan mati dan tidak dapat lahir kembali. Pilihan antara hidup dan mati tidak hanya dialami burung feniks, tetapi juga oleh setiap kita. Setiap hari kita ditantang untuk membuat pilihan baik atau pilihan buruk. Jika kita memilih yang baik untuk rajin bekerja, hidup jujur, berelasi dengan kasih, suka berbagi berkat dan setia pada Tuhan, maka kita akan hidup dan selamat. Sebaliknya, jika kita memilih malas bekerja, suka berbohong, ogah berelasi, dan bersikap egois pada sesama, maka kita pasti binasa. Marilah terus membarui diri dalam Tuhan, maka la akan memberi kita kekuatan baru, sehingga kita bisa memilih yang terbaik dalam hidup kita sesuai dengan kehendak-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tolonglah aku memperbarui diriku setiap hari agar hidupku baik dan benar sesuai dengan kehendak-Mu. Amin. (Dod).
Matius 5:17 – Efesus 2:8-9 I. PEMBUKAAN : Agama Hukum atau Agama Anugerah ? II. AGAMA HUKUM- Tidak ada manusia yang bisa sempurna! Jadi, jika keselamatan tergantung pada usaha kita, kita semua akan gagal. III. AGAMA ANUGERAH: Kabar Baik: Anda tidak perlu lagi berusaha mati-matian untuk diterima Allah! Yesus sudah melakukan semuanya untuk Anda. IV. ... Read more
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 5 Februari 2025 Bacaan: ... tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang...." (Efesus 5:8) Renungan: Salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi adalah tidak berfungsinya lampu penerang pada jalan dan pada kendaraan. Dalam kondisi yang gelap, pengendara mesti ekstra hati-hati. Kondisi gelap dalam perjalanan sungguh membahayakan keselamatan. Dalam perjalanan hidup di dunia ini, manusia juga membutuhkan penerang yang menjamin keselamatan. Tanpa penerang hidup, manusia akan menjalani hidup tidak tentu arah, sehingga bukan keselamatan yang diperoleh, tetapi kecelakaan dan kematian. Namun, syukur kepada Allah, Yesus Kristus hadir dan berkarya di dunia, menyatakan jalan terang, kebenaran dan hidup yang sejati. Yesus adalah terang dunia yang memanggil manusia keluar dari jalan kegelapan. Oleh karena Dia, kita yang percaya kepada-Nya menjadi anak-anak terang (Ef. 5:8). Artinya, kita adalah penerang hidup dalam perjalanan manusia di dunia. Melalui pikiran, perkataan dan perbuatan kita, kita seharusnya hidup dalam iman, pengharapan dan cinta kasih. Kita berbuah kebaikan, kebenaran, dan keadilan bagi dunia ini. Kalau mau jujur, kita mungkin belum sungguh menjadi penerang hidup. Keserakahan, kekerasan dalam rumah tangga atau keluarga (termasuk kepada anak-anak), dan ketidakadilan masih terjadi dalam hidup kita. Pertanyaannya adalah seberapa kuat terang Kristus kita pancarkan dalam perjalanan yang gelap seperti itu? Masihkah kita terus terang karena Kristus terang terus? Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau hidupku belum menjadi terang bagi sesamaku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 23 Januari 2025 Bacaan: "Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan." (Efesus 6:2-4) Renungan: Hormatilah orangtuamu. Itu adalah salah satu hukum yang Tuhan perintahkan di dalam 10 perintah Allah. Nah, sebagai orangtua adakah kita layak mendapatkan hak penghormatan itu? Bila kita tidak menjadi orangtua yang bertanggung jawab, tidak mendidik anak-anak dengan benar serta tidak menjadi teladan dalam keluarga, pantaskah kita menuntut penghormatan dari anak-anak kita? Akhir-akhir ini melalui berbagai media sering diberitakan, orangtua justru menjadi predator bagi anak-anak. Bila itu yang terjadi, bagaimana kita bisa menuntut anak-anak kita untuk menghormati kita? Tentu semua orangtua ingin dihormati anak-anaknya. Jadi, bukankah sepatutnya selaku orangtua kita memantaskan diri untuk menjadi orangtua yang terhormat dan pantas dihormati? Jadilah orangtua yang bertanggung jawab, yang takut akan Tuhan, dan memberikan keteladanan di dalam keseharian hidup. Kita tidak dapat memaksa anak-anak menghormati kita dengan sikap arogan dan tanpa keteladanan. Wibawa orangtua akan terpancar ketika percaya dan taat kepada Tuhan, sehingga kemudian terwujud dalam teladan hidup yang nyata. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, ampunilah aku jika selama ini tidak menjadi orangtua yang bijaksana bagi anak-anakku. Bantulah aku untuk memperbaiki sikapku dan bimbinglah aku agar dapat menjadi teladan hidup benar bagi anak-anakku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 4 Januari 2025 Bacaan: "... dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus." (Efesus 5:21) Renungan: Ada pepatah sunda yang mengatakan tidak ada piring yang tidak beradu. Pepatah ini ingin menggambarkan bahwa perselisihan sering terjadi dalam relasi antar-pribadi, entah di rumah tangga, keluarga, pekerjaan, atau pergaulan. Perselisihan dapat menunjukkan bahwa relasi itu sungguh hidup dan dinamis. Namun, perselisihan juga dapat merusak relasi baik yang sudah terjalin. Rasul Paulus rindu agar Jemaat Tuhan di kota Efesus dalam relasi yang baik, rukun, dan saling membangun. la menasihatkan, "Rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus". Dua prinsip penting yang dikemukakan dalam nasihat ini: prinsip rendah hati dan prinsip takut akan Kristus. Prinsip takut akan Kristus merupakan dasar dari prinsip rendah hati. Takut akan Kristus membuat murid Tuhan bersikap rendah hati, seperti Kristus yang rendah hati dalam penderitaan dan kematian-Nya di atas kayu salib. Dalam takut akan Kristus, suami dan istri, orangtua dan anak, hamba dan majikan, semua menunjukkan relasi yang hidup dan dinamis dalam cinta kasih yang tulus. Peribahasa lain mengatakan, seperti gula dan nira matang, hidup semestinya selalu rukun. Begitulah kita murid Kristus seharusnya hidup rukun, hidup dalam relasi cinta kasih dan saling menopang. Hanya dengan kerendahan hati, hidup yang rukun akan terjadi. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan Roh Kudus-Mu agar akau dapat menjadi pribadi yang mampu membangun relasi cinta kasih di mana pun aku berada. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 15 November 2024 Bacaan: "Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis." (Efesus 4:26-27) Renungan: Ada begitu banyak alasan untuk menyimpan kepahitan. Seorang pria tidak bisa memaafkan dan melupakan kepahitan yang dialaminya pada masa kecilnya, karena ayahnya memperlakukan dia dengan kejam. Seorang wanita tidak bisa lepas dari kebencian karena suaminya telah berselingkuh. Seorang pemuda tidak bisa melupakan penolakan atas cintanya, dll. Adalah hal yang dapat dimengerti jika kita marah kepada orang yang bersalah atau berlaku tidak adil kepada kita, akan tetapi kita tidak boleh membiarkan kemarahan singgah lama dalam hati kita, sehingga kemarahan itu berubah menjadi kebencian. Dalam hal melepaskan kebencian, kita harus belajar dari Daud yang selalu melepaskan pengampunan bagi orang-orang yang telah menyakiti hatinya. Suatu hari, hati Daud galau, ia sedang dalam pelarian dari Absalom anaknya, tiba-tiba tampillah Simei mengutukinya. "Demikianlah Daud melanjutkan perjalanannya dengan orang-orangnya, sedang Simei berjalan terus di lereng gunung bertentangan dengan dia dan sambil berjalan ia mengutuk, melemparinya dengan batu dan menimbulkan debu." Kondisi yang sedang dialami Daud şebenarnya mendukungnya untuk membenci Simei, tetapi Daud tidak memberi kesempatan pada kebencian untuk singgah di dalam hatinya. Menanggapi komentar anak-anak Zeruya yang berusaha memanas-manasi Daud untuk membenci dan membalas perbuatan Simei, maka Daud berkata demikian, "Tetapi kata raja: Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: Mengapa engkau berbuat demikian? Mungkin TUHAN akan memperhatikan kesengsaraanku ini dan TUHAN membalas yang baik kepadaku sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini." (2 Samuel 16:10, 12). Kita harus segera menetralkan "racun" kemarahan yang akan mencemari hati dan cenderung mematikan kasih dalam hidup kita, yaitu dengan cara melepaskan pengampunan. Mengampuni bukan berarti toleransi terhadap kesalahan orang lain, tetapi memberikan kesempatan kepada orang yang berbuat salah untuk bertobat. Orang yang tidak mau mengampuni akan membuat dirinya "berkubang" pada pengalaman pahit di masa lampau. Melepaskan pengampunan kepada orang yang bersalah kepada kita merupakan cara untuk melepaskan diri dari "kubangan" kebencian, dan kunci untuk menikmati damai sejahtera yang Tuhan sediakan. Kebencian menjadikan kita tawanan kepahitan masa lampau, padahal Yesus siap memerdekakan kita dari kebencian itu. Di sisi yang lain, pengampunan akan menciptakan kesempatan bagi kita untuk memperbaiki hubungan yang sempat rusak atau terputus dengan orang yang seharusnya tetap kita kasihi. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, taruhlah hati-Mu dalam hatiku agar akupun dapat mengampuni seseorang yang saat ini telah membuat kepahitan dalam diriku. Bebaskanlah aku dari rasa dendam dan benci, sehingga damai-Mu kembali menguasaiku. Amin. (Dod).
Efesus 6:12 PENDAHULUAN: Ahli sosiologi, Ekonomi dan Politik menganalisa peperangan sesuai dengan perspektif keilmuannya. I.PENDALAMAN BACAAN EF 6:12-Analisa rasul Paulus di sini melampaui analisa para ahli yang hanya mampu mengalanisa peristiwa perang terbatas pada apa yang telihat kasat mata dan yang masuk pikiran logis manusia. II.PERANG DISEGALA BIDANG KEHIDUPAN-Politik, Ekonomi, Sosial Budaya dan Tehnologi III.APA ... Read more
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 20 Agustus 2024 Bacaan: "Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya." (Efesus 5:33) Renungan: Kiwi adalah burung kecil endemik Selandia Baru. Burung kiwi memiliki indera penciuman yang sangat tajam. Burung yang sangat menggemaskan ini juga memiliki bulu yang tebal serta daya ingat yang sangat baik. Uniknya, burung yang tidak memiliki sayap dan tidak bisa terbang ini hanya berpasangan satu kali seumur hidup. Selama musim kawin, pejantan dan betina akan secara aktif memanggil satu sama lain di malam hari, dan bertemu di sarang yang dibuat bersama setiap tiga hari sekali. Pasangan burung kiwi dapat menjalin hubungan selama 20 tahun, hingga salah satunya mati. Sebuah hubungan yang sangat setia! Tidak semua pasangan suami-istri dapat menjalani pernikahan yang setia sampai kematian. Rata-rata pasangan ketika ditanya alasan perceraiannya akan menjawab bahwa sudah tidak ada lagi kecocokan di antara mereka. Namun hal ini seharusnya tidak dijadikan sebuah alasan. Justru kita harus semakin mempelajari dan memahami pasangan kita. Usia pernikahan akan selalu berjalan, dan hubungan yang dijalani pasti akan selalu bertambah. Artinya, pasangan suami istri harusnya sudah semakin terbiasa dan memaklumi perbedaan satu sama lain. Kemudian, pasangan-pasangan yang bercerai biasanya tidak memiliki perasaan kasih yang kuat seperti dahulu. Kasıh mereka semakin terkikis hilang, dikarenakan pertengkaran yang mungkin sering terjadi. Kasih tersebut hilang oleh karena perkataan kasar yang saling menyakiti. Suami seharusnya menyayangi dan selalu memahami perasaan istrinya yang jauh lebih sensitif. Istri harus menghormati suaminya, dan mendukung mereka dalam segala upaya, ambisi, dan pekerjaan mereka. Saling membantu, dan saling mendoakan. Bangun kepercayaan satu sama lain, dan jangan pernah selingkuh dari pasangan. Bangunlah pernikahan kita berdasarkan firman Tuhan, kepercayaan, rasa hormat dan cinta. Dan jangan pernah ragu untuk meminta maaf ketika kita melakukan kesalahan, dan berterima kasih ketika pasangan kita melakukan sesuatu yang baik. Biasakan untuk saling memuji dan menguatkan. Jangan sampai kita dikalahkan oleh hangatnya hubungan pasangan Kiwi! Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, ampunilah aku jika selama ini aku berlaku kasar dan menyakiti pasanganku. Ingatkanlah aku akan janji perkawinanku di hadapan-Mu untuk setia dengan pasanganku dalam keadaan apapun. Amin. (Dod).