Podcasts about tugas

  • 401PODCASTS
  • 807EPISODES
  • 17mAVG DURATION
  • 1EPISODE EVERY OTHER WEEK
  • Sep 4, 2026LATEST

POPULARITY

20192020202120222023202420252026

Categories



Best podcasts about tugas

Show all podcasts related to tugas

Latest podcast episodes about tugas

Lifehouse Jakarta
Renungan Harian - Tugas Pemimpin

Lifehouse Jakarta

Play Episode Listen Later Sep 4, 2026 4:09


Pdm. Handoyo Salim (TB) Yeremia 5:30-31Kedahsyatan dan kengerian terjadi di negeri ini: Para nabi bernubuat palsu dan para imam  mengajar dengan sewenang-wenang, dan umat-Ku menyukai yang demikian! Tetapi apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya? 

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-22 masa biasa, 2 September 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Sep 1, 2026 8:35


Dibawakan oleh Yohanes Don Bosco Subekti dan Maria Ecclesia dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 3: 1-9; Mazmur tg 33: 12-13.14-15.20-21; Lukas 4: 38-44.JASA PERANTARA Tema renungan kita pada hari iniialah: Jasa Perantara. Ada seorang murid SD ditanya oleh gurunya: “Kepada siapakamu sampaikan keluhan dan kesulitanmu?” Anak itu spontan menjawab: “KepadaPapa dan Ibuku”. Lalu guru melanjutkan, “Kepada siapa Papa dan Ibumu sampaikankeluhan dan kesulitan?” Anak juga spontan menjawab: “Kepada Yesus.” Guru masihterus bertanya: “Mengapa kamu tidak sampaikan langsung kepada Yesus?” Anak itujuga semangat menjawab: “Karena saya tidak melihat langsung Yesus.” Meski ia tidak melihat Yesusdengan langsung, ia melihatnya dalam diri kedua orang tuanya. Keluhan dankesulitan yang disampaikan kepada Papa dan Ibunya, itu diteruskan kepada Yesus.Sering kita memang perlu melalui orang lain supaya kita bisa mengenal Tuhan,baru kita bisa datang kepada-Nya. Orang tua mengajarkan kita beriman yangbenar. Orang dewasa lain mengajarkan cara berdoa dan bersyukur. Temanmengajarkan bagaimana membaca kitab suci dengan baik. Guru menerangkan tentangtata liturgi yang benar untuk diikuti. Ada perantara yang berperan untukdatangnya rahmat Tuhan kepada kita. Pengalaman menjadi perantara itu dibuatoleh para rasul, terutama Simon Petrus, sehingga ibu mertuanya dapatdisembuhkan oleh Tuhan. Masih ada banyak contoh lain tentang peran perantarayang membantu dan melayani. Paulus menyatakan dirinya sebagai perantara,demikian juga Apolos dan pribadi-pribadi lain, yang bekerja untuk satu tujuanialah membuat semua orang tahu, mengerti, mengenal dan mengikuti Kristus.  Bahkan kalau tugas perantaramenjadi sangat menantang ialah ketika seseorang berkarakter tegas sepertiPaulus, mau supaya orang-orang lain yang ingin mengenal Tuhan harus memilikisatu standar disiplin yang dipatuhi. Tugas ini mungkin yang paling sulit bagipara orang tua, guru, katekis, pejabat publik, pimpinan dan bahkan seorangsahabat dan saudara. Mereka masing-masing dapat menjadi perantara kuasa danrahmat Tuhan, tetapi ketika menghadapi orang-orang di sekitar mereka atau yangberada di bawah tanggung jawabnya, mereka sungguh diuji kemampuannya kalaumurid-murid, anak-anak, teman, atau saudara tidak begitu lancar dan mudahmenerima.  Tidak semua orang seperti ibumertua Petrus yang menerima dengan tenang dan kemudian bersemangat melayaniYesus. Justeru ada banyak orang yang keras kepala seperti para pendengarPaulus. Mungkin jauh lebih banyak yang setelah mendapatkan kebaikan, tidak menyampaikanterima kasih. Masih banyak juga yang berkata “ya” tentang imannya, tetapi tidakdapat wujudkan di dalam praktek hidupnya. Justru itulah Yesus mengatakan kalaukepada merekalah Ia diutus, lalu Anda dan saya tetap menjadi perantara Yesuskepada mereka. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa...Ya Yesus Kristus, jadikanlah kami penyambungsuara dan tindakan-Mu kepada orang lain. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra danRoh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

Lifehouse Jakarta
Renungan Harian - Menyelesaikan Tugas Yang Tuhan Berikan

Lifehouse Jakarta

Play Episode Listen Later Aug 17, 2026 4:45


Jessica Wahyu (TB) KIsah Para Rasul 20: 24etapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-19 masa biasa, 12 Agustus 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 11, 2026 7:31


Dibawakan oleh Agnes Ambaryuliani dan Nikolas Rangga Agamwicaksana dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yehezkiel 9: 1-7; 10: 18-22; Mazmur tg 113: 1-2.3-4.5-6; Matius 18: 15-20.BERKUMPUL DALAM NAMA TUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Berkumpul Dalam Nama Tuhan. Adasekelompok remaja sedang memasuki sebuah toko yang berjual barang-barangelektronik dan ponsel. Mereka ingin sekali memiliki ponsel terbaru, tetapikarena tidak ada uang untuk membeli, mereka nekat untuk mencuri. Merekamengatur sedemikian supaya aksinya lancar dan tidak membuat keributan. Tetapi sebelum melakukan aksi mencuri, ketua kelompok mengajak semua untukberkumpul. Ia ingin supaya mereka berdoa dahulu sebelum mencuri ponsel-ponselyang diinginkan mereka. Namun ketika mereka akan segera berdoa, salah seorangdari mereka berkata: "Ini tidak masuk di akal. Mana mungkin kita berdoauntuk mencuri, Tuhan pasti tidak mengizinkan kita." Akhirnya mereka semuatidak jadi mencuri dan masing-masing bubar.   Berkumpulnya orang-orang untuk berdoa selalu dilandasi motivasi yang baikdan untuk mencapai tujuan yang baik pula. Apa yang dikatakan oleh Injil tadisungguh benar, bahwa Tuhan hadir di dalam pertemuan orang-orang atas kuasa dannama-Nya. Jika ada pertemuan yang motivasinya ialah kekacauan, keributan dankekerasan, maka pertemuan itu sangat jelas tidak berkenan kepada Tuhan. Berkumpul dalam nama Tuhan memiliki beberapa unsur dasar yang selalu kitalakukan. Unsur penyebutan nama Tuhan merupakan yang paling kentara dan gampang.Doa yang singkat, seruan nama-Nya yang kudus, sebuah nyanyian pujian adalahcontoh-contoh kita berkumpul dalam nama Tuhan. Tuhan hadir bersama kita dalamkesempatan seperti ini bukan untuk kejahatan dan dosa.  Unsur berkumpul sebagai komunitas gerejani merupakan kegiatan yang lebihformal dan berwibawa. Di sini ada perayaan-perayaan liturgis, sakramental danberbagai doa devosional. Tuhan menyentuh kita melalui sakramen-sakramen dan Iamemberkati kita yang menerimanya. Unsur yang menjadi tanda formal dan berwibawakegiatan ini ialah imam yang menjadi representasi Kristus sendiri. Tugas imamialah menjembatani  umat Allah denganTuhan. Unsur kasih merupakan suatu ungkapan nyata bagaimana Tuhan berbuat danterlibat dalam karya cinta kasih yang dilakukan orang-orang beriman. Rapatuntuk merencanakan sebuah program pemberdayaan keluarga-keluarga miskin, inimerupakan contoh bertemu dalam nama Tuhan. Pertemuan untuk membahas danmembaharui hubungan antar pribadi, termasuk dengan koreksi persaudaraan, itujuga bagian dari berkumpul dalam nama Tuhan. Intinya, Tuhan hadir di dalampertemuan orang-orang beriman dan Ia yang menjiwai mereka. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, mampukanlah kami selalu di dalamkehidupan bersama kami tiap hari, khususnya ketika kami menjalankan kehendak-Musecara bersama-sama, di mana Engkau sendiri hadir dan terlibat dalam kegiatan-kegiatankami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

Renungan Anak GKY Mabes
Apa Tugas Kita (6 Agustus)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Aug 5, 2026 4:32


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apa Tugas Kita?Diambil dari: Efesus 2:10 “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”Wonder Kids, kalau kamu melihat sebuah alat, biasanya kamu tahu alat itu dibuat untuk suatu tujuan. Pensil dibuat untuk menulis. Sendok dipakai untuk makan. Sepatu dipakai untuk melindungi kaki saat berjalan. Nah, hidup kita juga tidak dibuat tanpa tujuan. Tuhan menciptakan kita dengan maksud yang baik.Renungan hari ini mengingatkan bahwa kita adalah buatan Allah. Artinya, hidup kita bukan kebetulan. Tuhan yang menciptakan kita. Dan bukan hanya itu, Tuhan juga menciptakan kita di dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik. Jadi, sebagai anak Tuhan, kita tidak dipanggil untuk hidup asal-asalan, malas, atau hanya memikirkan diri sendiri. Tuhan mau kita hidup melakukan hal-hal yang baik.Apa itu pekerjaan baik? Pekerjaan baik bukan berarti harus selalu hal besar dan hebat. Pekerjaan baik bisa berupa hal-hal sederhana yang menyenangkan hati Tuhan. Misalnya, taat kepada orang tua, berkata jujur, rajin belajar, menolong teman, berbagi, tidak membalas kejahatan, dan menunjukkan kasih kepada orang lain. Saat kita melakukan itu dengan hati yang mau memuliakan Tuhan, kita sedang hidup sesuai tujuan Tuhan.Kadang-kadang kita bisa bingung tentang masa depan. Kita bertanya, “Nanti aku akan jadi apa? Apa rencana Tuhan untuk hidupku?” Memang kita tidak selalu tahu semua jawabannya sekarang. Tetapi kita tidak perlu takut. Tuhan sudah menyiapkan jalan bagi anak-anak-Nya. Yang penting sekarang adalah hidup setia hari demi hari dalam hal-hal baik yang Tuhan taruh di depan kita.Jadi, Wonder Kids, tugas kita hari ini bukan menunggu sampai jadi orang besar dulu baru hidup bagi Tuhan. Sekarang juga kita sudah bisa hidup bagi Tuhan. Di rumah, di sekolah, di gereja, di tempat bermain, kita bisa melakukan pekerjaan baik yang Tuhan suka.Dan kabar baiknya, Tuhan tidak hanya memberi perintah, tetapi juga menolong kita. Karena kita ada di dalam Kristus, Tuhan memberi kekuatan supaya kita bisa belajar hidup benar. Memang kita masih bisa gagal dan jatuh, tetapi Tuhan terus membentuk kita sedikit demi sedikit.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pilih satu pekerjaan baik yang mau kamu lakukan hari ini dengan sengaja. Misalnya, membantu di rumah tanpa disuruh, belajar dengan sungguh-sungguh, atau berkata baik kepada seseorang.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakanku dengan tujuan yang baik. Tolong aku supaya tidak hidup sembarangan, tetapi mau melakukan pekerjaan baik yang Engkau siapkan bagiku. Ajarku setia dalam hal-hal kecil dan pakailah hidupku untuk menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kamu diciptakan oleh Tuhan bukan tanpa tujuan, tetapi untuk hidup melakukan hal-hal baik bagi kemuliaan-Nya. Tuhan Yesus memberkati

METRO TV
Kasus Febrie Menjadi Tugas Utama Jampidsus Kuntadi - Headline News Edisi News MetroTV 75865

METRO TV

Play Episode Listen Later Jul 22, 2026 1:41


Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menilai penunjukan Kuntadi sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) oleh Presiden Prabowo Subianto sudah sangat tepat. Menurut Yusril, tugas utama Kuntadi saat ini adalah menuntaskan penanganan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Yusril memahami kehendak publik yang menginginkan penyelesaian perkara tersebut secara transparan dan tuntas, sehingga ia meminta agar seluruh proses penegakan hukum di lingkungan Kejaksaan Agung tetap berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku serta ditegakkan secara adil.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-14 masa biasa, 8 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 7, 2026 7:59


Dibawakan oleh Suster Petri Canisia, CIJ dan Suster Roberta, CIJ dari Komunitas Suster CIJ Santa Maria Assumpta Dili, di Keuskupan Agung Dili, Timor Leste. Hosea 10: 1-3.7-8.12; Mazmur tg 105: 2-3.4-5.6-7; Matius 10: 1-7.MENEMUKAN YANG HILANG          Tema renungan kita pada hari ini ialah: Menemukan Yang Hilang. Pada suatuketika kepala Setan menghadap Tuhan Allah. Ia mengajukan protes, bahwa setiapkali yang diutus ke dalam dunia ialah para malaikat, kemudian para nabi danpuncaknya Putra Allah sendiri. Kepala Setan ini mendesak supaya dirinya atauwakil-wakilnya dapat diberikan juga kesempatan untuk diutus.  Tetapi Tuhan Allah tetap tidak akan memenuhi tuntutan Setan. Alasannyaialah karena tugas utama Setan ialah merusak dan menghilangkan yang menjadimilik Tuhan, sedangkan tugas Tuhan dan para utusannya ialah menemukan manusiadan ciptaan Tuhan lainnya yang telah hilang karena ulahnya Setan. Yang jelas,kalau diberi kebebasan dan kesempatan, Setan akan menjadi lebih menikmatitugasnya itu, dan membawa kerugian bagi Tuhan Allah sendiri.  Yesus Kristus adalah Tuhan dan Putra Allah yang mencari dan menemukan yanghilang. Tugas itu ia lakukan selama pekerjaan-pekerjaan publik-Nya. Tugas ini dilanjutkanoleh para rasul yang diutus atas nama-Nya. Yesus berpesan kepada mereka untukfokus kepada domba-domba yang hilang dari kalangan Israel. Yang mereka lakukanialah semua perbuatan baik yang telah Yesus perbuat. Apa yang diperintahkan oleh Tuhan kepada kedua belas rasul ini terkaitdengan kedua belas suku Israel. Mereka adalah umat pilihan yang menerima danmeneruskan ajaran Tuhan Allah bagi segenap umat manusia. Tetapi mereka bukanpenguasa segala kebenaran. Mereka dipilih untuk menjadi pengantaraperbuatan-perbuatan Tuhan Allah yang besar. Yesus Kristus adalah utusan BapaAllah sendiri yang datang ke dunia melalui bangsa pilihan ini. Jadi Tuhan Yesus ingin supaya kedua belas rasul itu dapat mewujudkan misiuntuk menyatukan suku-suku Israel. Mereka harus memperkuat persekutuan yanglebih kuat sebagai satu bangsa yang diberkati oleh Allah, bangsa pilihan-Nya.Yesus Kristus ingin menjadikan suatu persekutuan yang kuat, yang mengakarkansemua kebenaran dari Allah dan matang untuk melanjutkan misi itu ke seluruhdunia. Ini direalisasikan dengan berdirinya Gereja setelah Yesus naik ke surga.Kini tugas Gereja ialah membuat Kristus dan Injil-Nya dikenal di seluruh bangsadi dalam dunia ini. Warta gembira bagi kita hari ini ialah hendaknya kita terlebih dahulumenjadikan diri kita kuat, matang, mampu dan unggul sebagai pengikut Kristus,sebelum kita dapat membawa sesama atau saudara kita datang berjumpa denganTuhan. Kita hendaknya tidak boleh seperti orang Farisi yang mampu mengajarkandan berbicara tetapi membuat orang-orang jauh dari Tuhan. Kita harus berangkatdari diri kita, barulah kita mencapai dan membimbing orang lain.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa.... Ya Tuhan Yesus Kristus, ajarilah kami untuk menjadi teladanyang sesungguhnya bagi sesama kami di dalam kata dan perbuatan kami setiaphari. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-13 masa biasa, 29 Juni 2026, Hari Raya Santo Petrus dan Paulus, Rasul

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jun 28, 2026 8:13


Dibawakan oleh Maria Saraswati Sukardi dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Kisah Para Rasul 12: 1-11; Mazmur tg 34: 2-3.4-5.6-7.8-9; 2 Timotius 4: 6-8.17-18; Matius 16: 13-19.DUA ENGSEL PINTU GEREJA Renungan kita pada hari ini bertema: Dua Engsel Pintu Gereja. Ada seorangpastor paroki sedang mengunjungi umatnya yang tinggal jauh di pedalaman, yangjauh dari pusat paroki. Di salah satu stasi ia menemukan pintu gereja yanghampir copot dari tempatnya bergantung. Alasan utamanya ialah karena dua engselpintu itu sudah nyaris putus. Jika keduanya putus total, maka pintu gerejatidak bisa lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Pastor berbicara dengan penanggung jawab stasi supaya segera memasangengsel baru dan pintu gereja berfungsi kembali. Gereja tidak bisa dibiarkanterbuka karena binatang liar dapat masuk dan membuat kerusakan di dalamnya.Namun tidak ada toko di kampung untuk mendapatkan engsel baru. Jika harusmembeli, orang harus pergi ke kota yang memakan waktu sekitar dua hari. Namundemikian, pastor menemukan di dalam tasnya ada dua engsel yang sudah bekaspakai. Dua engsel itu kemudian dipasangkan ke pintu gereja tersebut, meskipunkeduanya tidak seragam dan tidak sepadan dengan pintu gereja.   Kalau kita memandang dan memahami Gereja kita secara rohani, yaitu umatAllah, kita dapat menggambarkan dua profil yang merupakan fondasi Gereja, yaituSanto Petrus dan Paulus, dengan dua engsel pintu gereja tadi. Sejak Gereja yangkudus ini berdiri, kedua rasul ini berperan sangat penting untuk membuat pintuGereja berfungsi dengan sesungguhnya. Tugas yang mereka terima dari YesusKristus sungguh menjadikan mereka saksi-saksi iman yang unggul. Keunggulan dan dedikasi iman yang amat tinggi telah dirintis oleh Petrusdan Paulus bagi kita. Petrus adalah figur kepala yang mempersatukan, menguatkandan mengakarkan iman kita kepada Kristus. Pengakuannya akan Yesus Kristusmerupakan pegangan iman sangat dasar yang menjadi pengakuan iman Gereja. Paulusadalah figur Gereja yang misioner dan inklusif, yang pada intinya memberikannilai universalitas Gereja. Ia bersaksi telah melakukan tugas misioner itusampai ke ujung bumi, sampai garis batas dunia ini.  Jadi jasa mereka berdua yang memang sampai akhir hayatnya, meninggalsebagai martir di Roma, meninggalkan kepada Gereja kita untuk sepanjang masasuatu dedikasi dan komitmen kepada Kristus sampai batas terakhir perjalananpanjang hidupnya. Kita juga mesti dapat mengikuti teladan kedua rasul ulungini. Dua jempol kita untuk Petrus dan Paulus, dua jempol juga buat kitamasing-masing dan kita semua, untuk menunjukkan tanda kebanggaan kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah maha pengasih dan penyayang, pandanglah kami putradan putri-Mu yang berusaha belajar dari teladan Santo Petrus dan Paulus tentangberharganya komitmen dan dedikasi kepada-Mu dan sesama kami. Semoga kami setiadalam iman kami sampai batas terakhir yang Engkau kehendaki dari kamimasing-masing. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...

Radio Elshinta
Petugas Haji Diminta Tetap Maksimal Layani Jemaah hingga Tiba di Tanah Air

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Jun 15, 2026 1:04


Tugas para petugas Haji baru akan berakhir setelah seluruh jemaah kembali ke rumah masing-masing di Indonesia. Dimana Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI Dendi Suryadi meminta para petugas Haji tidka mengendurkan pelayanan(BEH/MCH2026)@kemenhaj_ri #ElshintaHaji2026 #LiputanHaji2026 #Haji2026 #HajiRamahLansia #TriSuksesHaji #KemenhajRI

Kumpulan Dakwah Sunnah
Ustadz Abdullah Zaen M.A - Tugas Guru (Sesi 1) - Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A

Kumpulan Dakwah Sunnah

Play Episode Listen Later Jun 14, 2026 115:16


Ustadz Abdullah Zaen M.A - Tugas Guru (Sesi 1) - Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A

Lentera Malam (Podcast Horor)
‎843 MERINDINK!! DI IKUTI ARWAH JENAZAH PAS TUGAS JADI SUPIR AMBULANCE

Lentera Malam (Podcast Horor)

Play Episode Listen Later Jun 8, 2026 48:08


Bertahun-tahun menjadi relawan ambulans membuat Mighlal terbiasa dengan tugas-tugas darurat. Tapi kali ini berbeda, karena setelah mengantar jenazah pria dari rumah sakit, ambulans yang ia bawa justru mulai dipenuhi kejanggalan yang makin sulit dijelaskan.Bagaimana kisah selengkapnya?Simak video berikut, jangan lupa berikan like dan komentarnyaCopyright 2026, Lentera Malam

Ini Koper
#1005 Ecosystem Builder

Ini Koper

Play Episode Listen Later Apr 26, 2026 8:11


Seorang Ecosystem Builder bukanlah sosok pemimpin tunggal yang mendominasi panggung, melainkan seorang "tukang kebun" sosial yang bekerja di balik layar untuk merawat ekosistem perubahan agar tumbuh subur secara organik. Berpijak pada pemahaman systems thinking, ia memandang masalah sosial bukan sebagai mesin yang rusak, melainkan sebagai organisme hidup yang saling terkait. Tugas utamanya adalah memetakan pola hubungan antar elemen dan memastikan energi perubahan dapat mengalir tanpa hambatan, sehingga intervensi kecil di titik yang tepat mampu menghasilkan dampak sistemik yang luas. Dalam menjalankan perannya, pembangun ekosistem mengintegrasikan Quantum Thinking dan Servant Leadership sebagai kompas operasional. Kesadaran kuantum menyadarkan bahwa setiap penggerak terhubung dalam jaringan yang tak kasat mata, di mana niat dan narasi kolektif memiliki kekuatan nyata untuk membentuk masa depan. Dengan semangat kepemimpinan pelayan, ia tidak menggunakan pengaruhnya untuk mendominasi, melainkan untuk memberdayakan orang lain. Keberhasilannya diukur ketika para aktor di dalam ekosistem merasa bahwa perubahan besar yang terjadi adalah hasil dari inisiatif dan kerja keras mereka sendiri. Implementasi dari kerja ekosistem ini dimulai dengan merumuskan visi besar yang transformatif sebagai "Bintang Penunjuk Arah," diikuti dengan pembangunan koneksi yang luas dan beragam melintasi berbagai sektor. Melalui kolaborasi strategis yang berlandaskan kepercayaan (trust), seorang Ecosystem Builder mampu menciptakan aksi kolektif raya yang memiliki daya ungkit tinggi. Pada akhirnya, tujuan utama dari arsitektur perubahan ini bukanlah sekadar pencapaian target statistik, melainkan terciptanya budaya baru dan ketangguhan sosial yang memungkinkan masyarakat bergerak secara mandiri demi kebaikan bersama.

dalam dengan servant leadership pada melalui tugas quantum thinking ecosystem builder
UMM FM
EPS 59 | BIDIK: Bincang Akademik Eps. 2 | Kenapa Mahasiswa Mudah Mengalami Stress?

UMM FM

Play Episode Listen Later Apr 25, 2026 16:20


Halo Kawan Muda!Di BIDIK kali ini, barengan sama UC Khia & UC Rangga, kita bahas hal yang deket banget sama kehidupan mahasiswa: stres

METRO TV
Satu Prajurit UNIFIL Asal Prancis Tewas Gugur Dalam Tugas Di Lebanon - Headline News Edisi News MetroTV 75101

METRO TV

Play Episode Listen Later Apr 19, 2026 1:13


Seorang tentara penjaga perdamaian asal Prancis yang tergabung dalam misi UNIFIL dilaporkan gugur setelah terjadi serangan senjata ringan di wilayah Lebanon Selatan pada Sabtu pagi. Insiden yang terjadi di dekat Desa Ghandouriyeh tersebut juga menyebabkan tiga personel lainnya terluka, dengan dua di antaranya dalam kondisi serius. Serangan ini terjadi tepat pada hari kedua pemberlakuan gencatan senjata sepuluh hari antara pihak militer Israel dan kelompok Hizbullah. Sejak pecahnya konflik pada awal Maret lalu, situasi keamanan di wilayah tersebut terus memburuk dengan jumlah korban jiwa mencapai sedikitnya 2.300 orang serta mengakibatkan lebih dari satu juta warga Lebanon terpaksa mengungsi.

Parenting Podcast
Jangan Jadi Orang tua Helikopter, Biarkan Anak Selesaikan Tugasnya Sendiri - oleh Rena Masri, S.Psi, M.Si, Psikolog

Parenting Podcast

Play Episode Listen Later Apr 19, 2026 2:17


"Tugas anak adalah kesempatan besar bagi mereka belajar mandiri, tetapi sebagai orang tua, kita masih bisa memberikan dukungan tanpa harus menjadi 'orang tua helikopter'. Parents yang sudah siap mendukung anak tumbuh makin hebat, yuk dengar audionya sampai akhir! Pengen tahu nih, momen apa sih ketika Moms & Dads merasa sangat bangga dengan prestasi anak dalam mengerjakan tugas sekolah secara mandiri?"

Dhammavihari Buddhist Studies
Ashin Kheminda - BRAHMAJALASUTTA & KOMENTARNYA (4); Lima Tugas Begawan

Dhammavihari Buddhist Studies

Play Episode Listen Later Mar 31, 2026 85:11


Di kelas ini Sayadaw Kheminda menjelaskan tentang Brahmajālasutta dan Komentarnya.

lima tugas ashin kheminda
Padepokan Budi Rahardjo
(Blockchain) Mining

Padepokan Budi Rahardjo

Play Episode Listen Later Mar 16, 2026 10:43


Materi kuliah II3230 - Keamanan Informasi (2026). Tugas melakukan mining. Kompetisi. Siapa yang bisa mencari nonce yang menghasilkan MD5 hash yang paling kecil.#blockchain #mining

Ini Koper
#917 Melinda Gates, Moment of Lift dan Pemberdayaan Perempuan

Ini Koper

Play Episode Listen Later Mar 11, 2026 6:51


Melinda Gates tumbuh dengan pemandangan roket yang meluncur ke angkasa. Ayahnya seorang insinyur dirgantara, jadi dia tahu persis apa itu Moment of Lift—detik mendebarkan saat tenaga dorong mesin berhasil mengalahkan tarikan gravitasi bumi. Namun, dalam perjalanannya mengelilingi dunia, Melinda menemukan roket jenis lain: pemberdayaan perempuan. Baginya, gravitasi yang menahan kemajuan dunia adalah kemiskinan dan budaya yang membungkam suara perempuan. Selama perempuan terus ditarik ke bawah oleh tradisi yang timpang, peradaban kita tidak akan pernah benar-benar lepas landas. Sebagai pemimpin yang adaptif, Melinda tidak datang ke desa-desa terpencil dengan segudang instruksi. Dia datang untuk mendengarkan. Dia menemukan bahwa akses terhadap keluarga berencana dan pendidikan adalah mesin penggerak yang paling nyata. Ini bukan sekadar urusan medis atau sosial, melainkan landasan bagi kemandirian ekonomi sebuah bangsa. Saat seorang perempuan memiliki kendali atas kesehatan dan masa depannya, dia sedang membangun dasar yang kokoh agar keluarganya bisa keluar dari lingkaran setan kemiskinan. Pemberdayaan ini, menurut Melinda, pada akhirnya bukan soal kompetisi antar gender, melainkan soal koneksi. Kita semua terhubung dalam satu jaringan kemanusiaan yang utuh. Saat satu perempuan mendapatkan "titik angkat"-nya, maka anak-anaknya, komunitasnya, hingga negaranya akan ikut terangkat naik. Tugas kita sebagai penggerak perubahan adalah membantu melepas beban-beban yang selama ini menghambat mereka. Karena hanya dengan memastikan setiap perempuan bisa terbang, kita semua bisa merayakan kemajuan dunia yang sesungguhnya.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 2 Maret 2026 - Selalu mengucap syukur

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 1, 2026 5:22


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 2 Maret 2026Bacaan: "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. " (1 Tesalonika 5:18)Renungan: Seorang guru kelas satu memberi tugas kepada murid-muridnya untuk menggambarkan sesuatu yang mereka syukuri. Tugas ini disambut bahagia oleh anak-anak. Sebagian besar dari mereka mulai berimajinasi dengan mainan, makanan kesukaanı, atau masa-masa liburannya. Namun ada satu anak yang bernama Douglas membuat gambar yang berbeda. Untuk hal yang disyukurinya, dia membuat gambar tangan. Douglas memang berbeda dari anak lainnya. Dia adalah seorang anak yang lemah dan jarang tersenyum. Ketika anak-anak lainnya bersemangat untuk bermain saat jam istirahat, Douglas lebih sering berdiri dekat gurunya. Selesai menggambar, masing-masing murid membawa gambarnya dan menunjukkan karyanya di depan kelas. Tiba giliran Douglas maju dan menunjukkan gambarnya, satu persatu temannya mulai menebak pemilik tangan tersebut. Seorang anak menduga bahwa itu adalah tangan petani karena berjasa dalam menanam sayur dan makanan lainnya. Ada pula yang menduga itu adalah tangan polisi karena mereka adalah aparat yang bertugas melindungi warga. Sedang beberapa anak lainnya menduga gambarnya adalah tangan Tuhan. Karena begitu ramai, diskusi itu akhirnya dihentikan dan anak-anak beranjak ke tugas lainnya. Setelah beberapa waktu, Sang Guru menghampiri meja Douglas sambil membungkuk ia bertanya tangan siapa yang ada dalam gambarnya. Douglas menatapnya dan mengatakan, "Ini tangan Ibu Guru". Douglas ternyata merasa bersyukur atas tangan gurunya Itu. Tangan yang sudah menuntunnya, menjangkaunya, mengajarinya dan memberikan kasih kepadanya selama ini. Di dalam kehidupan ini kita jarang bisa bersyukur dalam hal-hal kecil. Kita lebih mudah bersyukur saat Tuhan melakukan perkara-perkara yang besar. Padahal, setiap perkara yang kita alami ini semuanya terjadi karena kehendak Tuhan. Coba kita bayangkan, bagaimana jadinya jika alis atau bulu mata kita bertambah panjang. Namun, Tuhan sudah mengatur semuanya sehingga bulu mata kita tidak bertambah panjang. Atau bagaimana jadinya jika kita harus membayar oksigen yang harus kita hirup setiap hari. Tentu kita tidak akan sanggup membayar itu semua. Semuanya itu kelihatannya tampak kecil dan tidak berarti. padahal memiliki dampak yang begitu besar dalam kehidupan kita. Sudahkah kita mengucap syukur atas "hal-hal kecil yang seringkali kita abaikan? Jadi, mulai hari ini, saat kita bangun dari tidur kita, belajarlah untuk bisa mengucap syukur dengan apa yang terjadi dalam kehidupan kita, baik itu hal kecil atau pun hal yang besar, karena kehidupan kita juga terbentuk dari hal-hal yang kecil namun memberikan dampak dan akibat yang besar. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat, baik yang besar maupun kecil, yang aku terima dan alami setiap hari. Amin. (Dod).

AWR Javanese - Radio Suara Kebahagiaan
“ALESAN NYISIHAKE PANGANAN DAGING BAG 2” “PEMURIDAN : PUNJERRE SAKA MISI”

AWR Javanese - Radio Suara Kebahagiaan

Play Episode Listen Later Feb 27, 2026 29:00


“Pengaruh panganan daging mungkin ora nyata kanthi cepet, nanging iki dudu bukti menawa iku ora mebayani.” “PEMURIDAN minangka punjerre kautaman saka Amanat Agung kuwi,lan iku uga dadi tugas kautamane saka misi”

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-5 masa biasa, 12 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 11, 2026 9:09


Dibawakan oleh Suster Yulia Bela MCFSM dan Suster Tania MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 11: 4-13; Mazmur tg 106: 3-4.35-36.37.40; Markus 7: 24-30.PERSEKUTUANADALAH PANGGILAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Persekutuan AdalahPanggilan. Seorang bapak berusia 75 tahun meminta Pastor Paroki untuk dibaptismenjadi seorang Katolik. Hidupnya selama ini sebagai orang yang tidak beragama.Pastor memberikan persiapan khusus kepadanya sebelum dibaptis. Tidak lamasetelah mengikuti katekumen, istrinya yang berusia 72 tahun juga meminta untukdibaptis. Maka Pastor Paroki memberikan persiapan kepada mereka bersama-sama.Mereka berkata: tidak ada terlambat dalam beriman kepada Tuhan. Langkah yang diambil oleh pasutri lansia itu merupakansebuah perwujudan persekutuan sebagai panggilan. Tuhan tidak membutuhkanpersekutuan, tapi kita yang membutuhkan supaya kita dapat bersatu dengan-Nya.Panggilan kita manusia di dunia ini sampai ke titik persekutuan itu. Namun halini tidak mudah. Kegagalan raja Salomo dalam mempertahankan persekutuan denganTuhan adalah salah satu contohnya. Ia tidak mengikuti teladan ayahnya, rajaDaud. Dosa Salomo terbesar yang membuat ia dikutuk oleh Allahialah mengikuti kehendak para istrinya yang berlatarbelakang tidak berimankepada Tuhan. Para istri menyembah dewa-dewa. Murka Tuhan menggoyahkankerajaannya. Pada saat kerajaan itu dilanjutkan oleh putra Salomo, kerajaan itumengalami perpecahan besar. Hukuman atas dosa melawan Roh Kudus ialahkehancuran dan tidak dapat diampuni, begitu kata Yesus dalam kitab suci. Salomo sangat jelas memperlihatkan suatu perpecahan ataspersekutuan yang sudah diwariskan dengan mantap, dengan paling kentara ialahpemisahan antara yang kafir dan yang percaya. Ada suatu pemahaman bahwa kafiritu paling jahat dan tak bisa berpaling kepada Allah. Orang beragama kalaumasuk ruang hidup, bersentuhan, dan berinteraksi atau berkomunikasi dengan yangkafir sudah langsung menajiskan diri mereka. Tidak ada kemungkinan untukterjadi relasi satu titik pun dengan mereka yang berlainan kepercayaan dengannya. Justru di sini yang menciptakan perpecahan ialahorang-orang beragama. Orang kafir hanya berusaha untuk hidup baik sebagaimanusia dan mengusahakan kelayakan hidup di dunia ini. Dalam sanubarinyatersimpan benih-benih iman yang tinggal menunggu saatnya untuk terbuka, lalumereka memandang dan percaya kepada Allah. Yesus merintis jalan terbuka bagimereka. Ia membuka hati orang kafir, melebarkan jalan baginya untuk percayakepada Tuhan. Yesus jauh lebih bijaksana daripada Salomo, karena ia menyatukanorang beragama dengan mereka yang dipandang kafir. Tugas yang sama yang mestikita lanjutkan pada saat ini. Saat ini tidak cocok untuk memandang orang lainkafir!Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah mahabijaksana, berikanlah kami hati yang bijaksana sehingga kami dapat menciptakandan mempertahankan persekutuan hidup di antara kami, dan bukan merusaknyadengan perpecahan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

METRO TV
TNI AU Perkuat Mental Prajurit Pasca Tugas Kemanusiaan di Sumatera - Headline News Edisi News MetroTV 7297

METRO TV

Play Episode Listen Later Feb 8, 2026 2:05


Pascamelaksanakan tugas kemanusiaan dalam penanggulangan bencana di sejumlah wilayah Pulau Sumatra, ratusan prajurit TNI Angkatan Udara mengikuti kegiatan penguatan komunikasi dan motivasi di Lanud Soewondo Medan. Keterlibatan intensif dalam operasi kemanusiaan, mulai dari evakuasi korban hingga distribusi logistik, menuntut kesiapan fisik dan mental yang tinggi. Kegiatan ini sejalan dengan visi TNI AU yang adaptif, modern, dan humanis.

Renungan Anak GKY Mabes
Pukat dan Ikan (9 Februari)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Feb 8, 2026 3:02


Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah PUKAT DAN IKANDiambil dari: Matius 13:47–48 (TB)“Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu diseret ke pantai, lalu duduklah orang dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik dibuang.”Wonder Kids, Yesus sangat mengenal dunia nelayan. Ia mengajar dari perahu, dan banyak murid-Nya adalah penjala ikan. Yesus pernah menceritakan bahwa Kerajaan Surga seperti pukat yang ditebarkan ke laut. Pukat itu menangkap semua jenis ikan—ikan besar, kecil, bagus, dan tidak bagus. Pada saat jaring itu ditarik ke pantai, barulah ikan-ikan itu dipisahkan.Yesus sedang mengajarkan sesuatu yang penting. Selama masih di dunia ini, semua orang hidup bersama. Ada yang sungguh-sungguh mengikut Tuhan, ada yang belum. Tugas kita bukan menilai orang lain. Yesus berkata bahwa Dia sendiri yang akan menghakimi pada akhirnya. Tugas kita hanyalah: mengikut Yesus dengan setia, bertumbuh, dan hidup menyenangkan hati Tuhan. Yesus tidak meminta kita menjadi “hakim”. Ia meminta kita menjadi murid yang setia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu melihat teman melakukan kesalahan, jangan cepat menghakimi. Berdoalah dan tetap bersikap baik seperti Yesus.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau yang berhak menghakimi. Tolong aku untuk fokus mengikut Engkau dan hidup setia setiap hari. Ajari aku mengasihi orang lain tanpa menghakimi. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tugas kita adalah mengikut Yesus, bukan menilai orang lain. Tuhan Yesus memberkati.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-4 masa biasa, 3 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 2, 2026 11:20


Dibawakan oleh Suster Kristin MCFSM dan Suster Puspitasari MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santo Aloysius Gonzaga Palangkaraya di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia. 2 Samuel 18: 9-10.14b.24-25a.30 - 19: 3; Mazmur tg 86: 1-2.3-4.5-6; Markus 5: 21-43.JALANTERUS DAN TETAP SEMANGAT Tema renungan kita pada hari ini ialah: Jalan Terus dan TetapSemangat. Ungkapan dalam bahasa Inggris yang mirip dengan tema ini ialah: the game must go on. Orang Italiamenyebutnya “sempre avanti”. Kitamenyadari bahwa setan-setan tidak berhenti atau tidak lelah menggodai kita.Demikian juga kita paham bahwa kesulitan dan penderitaan akan selalu kitaalami. Kita mengingat tentang godaan terhadap Yesus sebanyak tigakali ketika Ia berpuasa selama 40 hari di pada gurun. Diceritakan bahwa ketikaYesus mengusir si penggoda itu dengan seruan: Enyalah engkau, Setan!, Penjahatitu memang pergi, namun ia tetap menunggu kesempatan lain yang tepat agar iadapat menjalankan tugasnya menggodai dan memperdayai Yesus. Hari ini bacaan-bacaan kita sepertinya memberikan kesan bahwasetan-setan sedang istirahat sejenak. Dengan begitu Yesus mempunyai kesempatanyang leluasa untuk menyembuhkan orang-orang sakit. Mungkin setan sedang kasihanjuga kepada orang-orang sakit, sehingga ia tidak ingin menambah penderitaanatas mereka. Atau mungkin mereka menghormati Yesus yang sedang bekerja. Daud yang sedang dilawan oleh orang-orang dekatnya jugaterbebas dari ancaman itu. Anaknya Absalom yang mengancamnya telah meninggaldunia. Di istananya itu Daud sedih dan menangisi anaknya. Ia harus melanjutkantugasnya memimpin kerajaan karena itu adalah mandat dari Tuhan. Kesedihanmemang wajar dan tetap terjadi, tetapi kesedihan tidak bisa menjadi selamanya. Kita harus berjalan terus dan tetap bersemangat.  Tugas utama, mandat, perutusan, dan tanggungjawab harus tetap menjadi urusan kita setiap saat. Meski godaan, tantangan,gangguan, kesulitan, bahkan ancaman apa pun bentuknya menghadang, kita jalanterus saja, semangat saja. Tuhan tahu kita sedang berjuang dan diancam sekalipun, tapi Ia mengizinkan kita jalan terus dan Ia akan turun tangan membantupada saat kita sudah tidak mampu lagi. Hal ini paling kurang mencegah duakebiasaan buruk yang sering kita lakukan. Pertama, ketika sudah berhasil melewati sebuah ujian ataukesulitan kita menjadi santai, kurang waspada, dan menjadi kendor semangatnya.Ini justru menjadi kesempatan baik bagi setan untuk mendekat dan melakukantugasnya.  Kedua, ketika sudah melewati semua rintangan atau kesulitantidak lama berselang datang lagi kesulitan yang lain. Akibatnya orang menjadiputus asa, lelah, dan menyerah. Ini juga menjadi kesempatan bagi setan untukmendekat dan bersemangat bekerja. Jadi untuk mengatasi sikap santai dan putusasa, kita perlu memiliki satu kekuatan, yaitu berjalan terus dan tetapbersemangat. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ...Ya Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah iman kami supaya kami dapat mengalahkansikap santai dan putus asa di dalam diri kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

Ini Koper
#842 Chaos, Order dan Jalan Chaordic

Ini Koper

Play Episode Listen Later Jan 30, 2026 6:36


Jalan Chaordic, sebuah konsep yang dipopulerkan oleh Dee Hock, merupakan koridor dinamis yang menghubungkan ketidakteraturan kreatif (chaos) dengan struktur yang stabil (order). Konsep ini menolak paradigma kepemimpinan tradisional yang berbasis kontrol ketat karena dianggap mematikan inovasi dan adaptabilitas organisasi. Di kedua sisi jalan sempit ini terdapat jurang berbahaya: "Control" yang kaku yang memicu apati di satu sisi, dan "Chamos" atau kekacauan yang menghancurkan di sisi lainnya. Pemimpin dan fasilitator yang bijak memahami bahwa organisasi yang hidup membutuhkan ruang untuk bernapas di antara kedua ekstrem tersebut agar tetap relevan dalam dunia yang terus berubah. Dalam praktiknya, spektrum ini membantu mendiagnosis kesehatan kelompok melalui empat fase utama yang saling berkaitan. Fase "Control" sering kali berujung pada penindasan kreativitas karena minimnya ruang gerak, sementara fase "Order" menyediakan kejelasan visi dan peran yang diperlukan untuk stabilitas. Namun, transformasi sejati justru hanya terjadi di fase "Chaos," di mana ketidakpastian memicu lahirnya ide-ide radikal yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Tugas seorang fasilitator adalah menjaga agar kelompok tidak terjerumus ke dalam "Chamos"—kondisi kehilangan arah yang destruktif—dan tetap bertahan di zona kreatif melalui proses hosting yang tepat hingga pola-pola baru mulai menampakkan diri. Pada akhirnya, tujuan utama menavigasi Jalan Chaordic adalah mencapai tahap "Emergence," di mana solusi cerdas muncul secara organik dari interaksi kolektif anggota kelompok. Hal ini menuntut keberanian pemimpin untuk melepaskan keinginan memprediksi hasil akhir secara linear dan beralih fokus pada keterlibatan (engagement) yang bermakna. Dengan memeluk ketidakpastian sebagai peluang dan bukan ancaman, kita dapat menciptakan budaya organisasi yang tidak hanya tangguh menghadapi perubahan, tetapi juga mampu terus berevolusi menuju masa depan yang lebih inovatif, kolaboratif, dan manusiawi.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-2 masa biasa, 24 Januari 2026, Peringatan Santo Fransiskus dari Sales, Uskup dan Pujangga Gereja

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 23, 2026 7:01


Dibawakan oleh Juvita dan Agustinus dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Samuel 1: 1-4.11-12.19.23-27; Mazmur tg 80: 2-3.5-7; Markus 3: 20-21.JALAN TUHAN BEBAS HAMBATAN Renungan kita pada hari ini bertema: Jalan Tuhan BebasHambatan. Di dalam Injil Markus bab 3, Yesus digambarkan melayani begitu banyakorang sampai-sampai Ia dan para rasul-Nya tidak sempat makan. Kerumunan datangdengan harapan, sakit dan luka batin dibawa, doa-doa dinaikkan, dan Yesus tetaphadir sepenuhnya bagi mereka.  Pelayanan-Nya seperti arus rahmat yang terus mengalir, taktertahan oleh lelah, waktu, maupun keterbatasan manusia. Dalam kacamata iman,ini bukan sekadar kesibukan, melainkan tanda bahwa kehendak Allah sedangbekerja nyata: menyelamatkan, memulihkan, dan membebaskan. Allah tidak pernahberhenti bekerja. Ia tidak tidur. Namun, menariknya, semakin besar karya yang dikerjakan,semakin besar pula salah paham yang muncul. Sanak keluarga Yesus menganggap Iasudah tidak waras, karena mereka melihat-Nya seolah tidak menjaga diri danmelampaui batas kewajaran manusia. Situasi ini menggambarkan kenyataan bahwajalan Tuhan tidak selalu mudah dipahami oleh logika manusia. Bahkan orang-orangterdekat pun dapat menjadi “hambatan” melalui penilaian yang keliru, bukankarena jahat, tetapi karena tidak mengerti tindakan Tuhan yang tersebut. Jika kita menengok kisah Raja Daud, berbagai keberhasilannyadalam peperangan memperlihatkan satu prinsip rohani yang kuat: jalan Tuhantidak terhentikan. Daud bukan menang karena kekuatan pribadi semata, tetapikarena ia berjalan dalam kehendak Allah. Ketika Tuhan menghendaki pemulihan dankemenangan bagi umat-Nya, rintangan sebesar apa pun akan disingkirkan. Sejarahkeselamatan menunjukkan bahwa karya Allah selalu bergerak maju, melampauiketerbatasan manusia dan menembus situasi yang tampak mustahil. Maka kitaselalu berpandangan bahwa di dalam Tuhan ada banyak surprise-nya. Ini tidak berarti bahwa hidup orang beriman bebas darimasalah. Hambatan, tantangan, dan pergumulan adalah bagian wajar dari duniayang terluka oleh dosa dan kelemahan. Tetapi iman mengajarkan sesuatu yanglebih dalam: hambatan tidak pernah mampu membuat jalan Tuhan buntu. Dalampenyelenggaraan ilahi, bahkan halangan dapat dipakai menjadi jalan pembentukan,pemurnian motivasi, dan pendewasaan kasih. Yang tampak sebagai penundaan,sering kali menjadi ruang bagi Tuhan untuk menegaskan arah dan memurnikan hati.Di kala situasi yang amat sulit, Tuhan masih menyediakan ruang untuk jalankeluarnya. Karena itu, “Jalan Tuhan bebas hambatan” bukan berarti tanpasalib, melainkan jalan yang pasti mencapai tujuannya. Kehendak Allah akan terusberlangsung, sampai mencapai kepenuhannya: persatuan dengan Allah Tritunggalyang abadi. Tugas kita adalah tetap setia melangkah, meski disalahpahami, meskilelah, meski doa belum segera terjawab. Sebab ketika seseorang berjalan dalamkehendak Tuhan, ia tidak sedang mengejar keberhasilan dunia, tetapi sedangmengikuti arus keselamatan yang tak pernah berhenti—jalan yang selalu terbukamenuju hidup yang kekal. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Allah yang mahabaik, bebaskanlah kami selaludari segala halangan yang mengaburkan kami di jalan-Mu untuk membawa kamikepada keselamatan yang kekal. Kemuliaan kepada Bapa dan Putran dan Roh Kudus…Dalam nama Bapa …

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-2 masa biasa, 23 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 22, 2026 7:23


Dibawakan oleh Ibu Deo Omnis Gloria dan Ibu Yesy dari Paroki Kristus Raja Baciro di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 24: 3-21; Mazmur tg 57: 2.3-4.6.11; Markus 3: 13-19.YESUS MENETAPKAN 12 ORANG RASUL Tema renungan kita pada hari ini ialah: Yesus Menetapkan 12Orang Rasul. Yesus dalam Injil Markus bab 3 naik ke bukit dan memanggilorang-orang yang Ia kehendaki, lalu menetapkan dua belas orang untukmenyertai-Nya, untuk diutus, dan untuk menerima kuasa dalam karya pewartaan.Tindakan “menetapkan” ini bukan sekadar memilih, tetapi sebuah keputusan ilahiyang penuh kuasa dan makna.  Ketika Allah bertindak menetapkan, Ia sedang mengajar manusiatentang otoritas yang benar: kuasa untuk memimpin, mengatur, menggembalakan,dan mempersatukan. Kepemimpinan Allah tidak pernah bertujuan menindas,melainkan menata umat agar berjalan dalam kebenaran, terpelihara dalam kasih,dan bertumbuh dalam kesatuan yang kuat. Kita melihat pola yang sama dalam sejarah keselamatan bangsaIsrael. Ketika Allah menetapkan Daud sebagai raja, bukan berarti Ia hanya“mengangkat orang baru”, tetapi juga membuka ruang agar Saul mundur darikepemimpinan yang sudah tidak selaras dengan kehendak-Nya. Allah tidak sekadarmengganti pemimpin, namun membentuk arah baru bagi umat-Nya sehingga perjalanansejarah keselamatan tetap selaras dengan kehendak Allah. Daud ditetapkan bukankarena kehebatan manusiawinya semata, melainkan karena ia bersedia dibentukmenjadi gembala bagi bangsa itu. Dari sini kita belajar bahwa penetapan Allahselalu mengandung tujuan rohani: menuntun umat kepada pertobatan, memulihkan tatanan,dan mengarahkan kembali kehidupan kepada rencana-Nya. Demikian pula ketika Yesus menetapkan dua belas rasul. Merekabukan dipilih karena sempurna, melainkan karena dipanggil untuk masuk dalamproses pembentukan. Tugas pertama para rasul bukan langsung melakukan karyabesar, melainkan “menyertai Yesus”: menjadi murid yang baik, setia kepada SangGuru, dan terus belajar dari hati-Nya. Kesetiaan murid-murid inilah pondasiutama bagi pelayanan. Sebab seseorang tidak dapat menjadi pewarta Injil tanpalebih dahulu hidup dalam persekutuan dengan Kristus. Pelayanan yang sejatilahir dari hati yang mengenal Tuhan, bukan hanya dari keterampilan ataujabatan. Setelah menjadi murid, barulah para rasul diutus untukmelanjutkan karya Yesus di dalam dunia. Namun pengutusan itu mencapaikepenuhannya ketika Roh Kudus dicurahkan pada peristiwa Pentakosta. Dari sanaGereja lahir sebagai persekutuan yang hidup, bukan sekadar organisasi. Pararasul menjadi batu dasar Gereja, dan melalui mereka, tanggung jawab membangunumat Allah dimulai: mewartakan Injil, melayani sakramen, menjaga kesatuan,serta menggembalakan umat dalam kasih. Tugas ini kemudian diteruskan oleh Gerejasepanjang zaman, dengan tanggung jawabnya yang misioner dan apostolik: diutusuntuk dunia, namun tetap berakar pada iman para rasul. Gereja seperti mata air dari Kristus dan mengalir melaluipara rasul untuk menghidupkan banyak tempat yang kering. Maka kita pundipanggil  untuk menjadi murid yangsetia, dan menjadi bagian dari Gereja yang diutus untuk menghadirkan Kristusbagi dunia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Tuhan Yesus, kuatkanlah kami sebagai anggotaGereja-Mu dan tuntunlah kami di dalam jalan kebenaran dan kehidupan, agarGereja ini menjadi tanda kemuliaan-Mu yang menguasai seluruh dunia. Bapa kamiyang ada di surga … Dalam nama Bapa …

Ini Koper
#787 GARDENER : Panduan Menjadi Ecosystem Builder

Ini Koper

Play Episode Listen Later Jan 3, 2026 6:45


Menjadi pemimpin itu ternyata bukan soal memindahkan bidak catur di atas papan kayu. Itu gaya lama. Gaya yang mengira semua kecerdasan hanya menumpuk di kepala sang komandan, sementara yang lain cuma pelaksana. Sekarang, zaman yang serba cepat ini menuntut kita berubah menjadi tukang kebun. Ingat: tukang kebun tidak pernah "menumbuhkan" tanaman—tanaman tumbuh sendiri secara organik. Tugas sang pemimpin hanyalah memastikan lingkungannya pas, tanahnya subur, dan airnya cukup agar kehidupan bisa mekar dengan sendirinya tanpa perlu dipaksa. Di dalam kebun organisasi itu, sang pemimpin sibuk menjaga "iklim" agar tetap sehat. Ia harus berani meruntuhkan tembok-tembok penyekat atau silo yang membuat informasi mandek di satu pojok saja. Ia tidak lagi sibuk mendikte setiap daun harus tumbuh ke arah mana. Sebaliknya, ia memberikan kepercayaan penuh kepada mereka yang berada di garis depan untuk mengambil keputusan kilat saat badai datang. Syaratnya cuma satu: semua orang harus sudah memegang konteks besar yang sama—sebuah kesadaran bersama yang membuat instruksi dari atas tak lagi diperlukan untuk hal-hal teknis. Inilah masa depan kepemimpinan, terutama bagi para penggerak perubahan sosial di tanah air. Kita tidak bisa lagi bekerja sendirian seperti pahlawan kesiangan dalam struktur yang kaku. Masalah yang kita hadapi sudah berbentuk jaringan yang rumit, maka obatnya pun harus berupa ekosistem yang saling terhubung. Dengan menjadi tukang kebun yang tekun, kita sebenarnya sedang membangun sebuah sistem yang bukan hanya kuat menahan guncangan, tapi juga lentur dan mampu belajar dari ketidakpastian dunia yang makin tidak terprediksi ini.

HMSI Podcast
SI MENYAPA EPS 18 : WISUDAWAN 132 - DIBALIK TUGAS AKHIR WISUDAWAN 132

HMSI Podcast

Play Episode Listen Later Dec 31, 2025 12:38


Renungan Anak GKY Mabes
Pekerjaan Kita (30 Desember)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Dec 29, 2025 2:34


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahPEKERJAAN KITAMari kita membaca Firman Tuhan dariYOHANES 17: 10dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.Wonder Kids, Allah ingin membuat wajahmu bersinar!Bukan warna mata atau bentuk hidungmu, tetapi kemuliaan-Nya yang membuatmu terlihat penuh sukacita.Seperti Musa, yang wajahnya bercahaya setelah berbicara dengan TUHAN (Keluaran 34:29), Allah juga ingin memberimu sukacita yang nyata!Bagaimana caranya? Bukan dengan senyuman palsu, tetapi dengan hati yang siap menerima kasih Allah. Saat kamu berdoa, memuji, dan menyembah TUHAN, Dia akan menghapus kesedihanmu dan membuat wajahmu bersinar penuh damai!MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, mari siapkan hati kita untuk TUHAN!Tugas kita adalah datang kepada Allah dengan hati yang siap dan mau diubahkan oleh-Nya.Bagaimana caranya? Dengan membaca Firman Tuhan!Ayo baca Alkitab setiap hari—kamu bisa mulai dengan kitab Amsal atau Mazmur.Yuk, kita mulai dari tanggal 1 Januari yang akan datang!Mari kita berdoaTuhan Yesus, terima kasih karena Engkau membuat aku menjadi milik-Mu. Kiranya melalui hidupku, nama-Mu dimuliakan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, SEMUA YANG KITA MILIKI DAN YANG KITA LAKUKAN ADALAH UNTUK KEMULIAAN TUHAN, DAN KITA HARUS SALING MENDUKUNG SEBAGAI SATU TUBUH DALAM KRISTUS. Tuhan Yesus memberkati

Ini Koper
#763 Tehnik "5 Whys" untuk Menemukan Akar Penyebab Masalah

Ini Koper

Play Episode Listen Later Dec 19, 2025 6:46


Dalam dunia manajemen dan penyelesaian masalah, metode "5 Whys" telah lama menjadi primadona karena kesederhanaannya. Kita diajarkan bahwa dengan bertanya "mengapa" sebanyak lima kali, kita akan secara otomatis sampai pada akar penyebab masalah. Namun, dalam realitas organisasi yang kompleks, metode linear ini sering kali gagal menangkap gambaran besar. Masalah di dunia nyata jarang sekali menyerupai rantai lurus; mereka lebih mirip jaring labirin yang saling bertautan, di mana satu kejadian dipicu oleh berbagai faktor yang saling memengaruhi secara simultan. Kelemahan utama dari pendekatan 5 Whys yang tradisional adalah kecenderungannya untuk mencari satu penyebab tunggal atau "peluru perak." Sering kali, tim berhenti pada jawaban yang nyaman seperti "kesalahan manusia" atau "kurangnya pelatihan." Padahal, dalam kacamata systems thinking, manusia hanyalah komponen dalam sebuah sistem. Jika kita hanya menyalahkan individu tanpa memperbaiki desain sistem di belakangnya, kita sebenarnya hanya sedang memadamkan api sementara, sementara puntung rokok yang menyebabkannya masih terus menyala di sudut yang tidak terlihat. James C. Paterson dalam konsep "Beyond the Five Whys" mengajak kita untuk beranjak dari pemikiran linear menuju pemikiran sistemik. Alih-alih hanya mengikuti satu jalur tanya-jawab, kita didorong untuk melihat masalah melalui "tiga kaki" penyebab: penyebab langsung, kegagalan deteksi, dan kelemahan sistemik atau budaya. Dengan cara ini, seorang fasilitator dapat membantu tim melihat bahwa sebuah kesalahan teknis bisa jadi berakar dari kebijakan anggaran yang kaku atau budaya kerja yang mengabaikan keselamatan demi kecepatan. Penerapan "Beyond 5 Whys" yang efektif menuntut ketegasan logika yang kita sebut sebagai "Uji Balik" atau Reverse Test. Sebuah rantai penyebab hanya dianggap valid jika kita bisa membacanya dari arah berlawanan menggunakan logika "Jika-Maka." Jika kita mengatakan "kabel putus menyebabkan mesin mati," maka secara logika "mesin mati harus bisa dijelaskan oleh kabel yang putus." Jika ada celah dalam logika ini, berarti ada faktor tersembunyi yang belum terungkap, dan di situlah kedalaman analisis dimulai. Salah satu tantangan terbesar bagi seorang fasilitator adalah menghindari "lompatan logika" yang prematur. Peserta sering kali ingin cepat-cepat menyimpulkan bahwa masalahnya adalah "budaya perusahaan yang buruk." Meskipun mungkin benar, jawaban tersebut terlalu abstrak untuk diperbaiki. Pendekatan yang mendalam memaksa kita untuk menelusuri tangga penyebab setapak demi setapak—dari suhu ruangan yang panas, menuju AC yang mati, hingga pemotongan anggaran perawatan—sehingga solusi yang dihasilkan bersifat konkret dan dapat dieksekusi. Selain itu, kita harus menyadari bahwa satu masalah bisa memiliki banyak akar penyebab yang bercabang. Dalam systems thinking, kita tidak hanya mencari satu jalur "Why," tetapi membangun sebuah pohon penyebab. Sebuah kegagalan operasional mungkin disebabkan oleh kombinasi antara desain alat yang buruk DAN kelelahan staf DAN prosedur yang ambigu. Dengan mengakui multi-kausalitas ini, organisasi tidak lagi terjebak pada solusi dangkal yang hanya mengobati satu gejala saja. Pergeseran dari 5 Whys biasa menuju analisis yang lebih dalam juga berdampak pada budaya organisasi. Ketika fokus beralih dari "siapa yang salah" menjadi "mengapa sistem ini membiarkan kesalahan terjadi," rasa takut akan digantikan oleh rasa ingin tahu. Karyawan akan lebih terbuka melaporkan anomali karena mereka tahu bahwa tujuan analisis ini adalah untuk membangun lingkungan kerja yang lebih tangguh, bukan untuk mencari kambing hitam di akhir sesi rapat. Seorang fasilitator profesional berperan sebagai "detektif sistem" yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan sakti untuk menggali lebih dalam. Pertanyaan seperti "Apa yang membuat tindakan ini terasa masuk akal bagi operator saat itu?" dapat membuka tabir tentang tekanan kerja atau instruksi yang membingungkan. Tugas fasilitator bukan memberikan jawaban, melainkan menjaga agar senter analisis tetap menyoroti sudut-sudut organisasi yang paling gelap dan paling jarang diperiksa. Pada akhirnya, efektivitas dari metode "Beyond 5 Whys" diukur dari ketahanan solusi yang dihasilkan. Jika masalah yang sama tidak lagi muncul dalam enam bulan ke depan, berarti kita telah berhasil menyentuh akar sistemiknya. Namun, jika masalah terus berulang dengan aktor yang berbeda, itu adalah sinyal bahwa kita masih bermain-main di permukaan. Kedalaman adalah kunci dari keberlanjutan, dan keberlanjutan adalah tujuan akhir dari setiap upaya perbaikan sistem. Sebagai penutup, memahami logika di balik pertanyaan "mengapa" adalah tentang melatih kerendahan hati untuk mengakui bahwa dunia ini tidak sesederhana yang terlihat. Dengan melampaui angka lima dan melangkah menuju pemahaman sistemik, kita tidak hanya memperbaiki proses, tetapi juga sedang meningkatkan kecerdasan kolektif organisasi kita. Mari kita berhenti hanya bertanya "mengapa" dan mulai bertanya "bagaimana sistem ini bekerja," agar setiap solusi yang kita lahirkan benar-benar menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih baik.

Tirtalk
KKM #18 | Laptop Kritis Tugas Mendesis

Tirtalk

Play Episode Listen Later Dec 19, 2025 9:06


Academia, pernah ngerasa laptop baik-baik aja… sampai deadline tinggal hitungan jam?Baru buka tugas, kursor muter, layar nge-freeze, kepala ikutan panas

AWR Indonesian - Sabbath School Lesson
“BATASAN YANG JELAS”

AWR Indonesian - Sabbath School Lesson

Play Episode Listen Later Dec 16, 2025 6:03


Yosua menyatakan tugas Israel bukanlah yang bersifat militer. Tugas ini bersifat Rohani, berkaitan dengan penurutan kepada kehendak Allah dalam Taurat. Konflik tergenting yang mereka hadapi adalah konflik Rohani.

AWR in Indonesian -Pelajaran Sekolah Sabat

Yosua menyatakan tugas Israel bukanlah yang bersifat militer. Tugas ini bersifat Rohani, berkaitan dengan penurutan kepada kehendak Allah dalam Taurat. Konflik tergenting yang mereka hadapi adalah konflik Rohani.

Pinter Politik
Maruli-Zeni TNI in Action

Pinter Politik

Play Episode Listen Later Dec 8, 2025 2:34


Tugas khusus untuk Pak Maruli dari Presiden Prabowo

Tirtalk
KKM #14 | Kelas Online: Pemahaman Turun, Tugas Naik Daun

Tirtalk

Play Episode Listen Later Dec 5, 2025 9:26


Kelas online tiap minggu, pemahaman makin menurun… tapi tugas makin naik daun

Bola Ao Ar
Regresso de Quetão (em grande) e mais novidades tugas (NCAA e Seleção)

Bola Ao Ar

Play Episode Listen Later Dec 1, 2025 44:34


Neste episódio, o João Dinis e o Ricardo Brito Reis conversam sobre:o regresso em grande de Neemias Queta à competiçãoportugueses na NCAAqualificação da seleção para o Mundial de basquetebole muito mais, claroTudo isto com o apoio da Betano.pt, Escolha do Consumidor e Marca 5 Estrelas em Apostas Desportivas.Vamos a isto? Bora!

Renungan Anak GKY Mabes
Dikasihi Tanpa Syarat (22 November)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Nov 21, 2025 2:37


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar.Judul renungan hari ini adalah:DIKASIHI TANPA SYARATMari kita membaca Firman Tuhan dariROMA 5:8“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”Wonder Kids, siapa yang di sini pernah berbuat salah, lalu takut tidak disayang lagi? Misalnya kamu dimarahi karena malas belajar, atau kamu berbuat nakal kepada adikmu. Kadang kita berpikir, “Kalau aku nakal, pasti aku tidak disayang lagi.” Tapi Firman Tuhan berkata: justru ketika kita masih berdosa, Kristus mati untuk kita.Itu artinya, kasih Tuhan tidak tergantung pada kebaikan kita. Tuhan Yesus mengasihi kita lebih dulu, bahkan sebelum kita minta ampun. Ia rela mati di kayu salib, supaya dosa kita diampuni. Inilah kasih yang sejati—kasih tanpa syarat.Kasih Tuhan itu seperti matahari. Matahari tetap bersinar, entah langit cerah atau mendung. Begitu juga kasih Allah—tidak berhenti sekalipun kita jatuh. Tugas kita adalah menerima kasih itu dengan rendah hati, lalu belajar hidup taat karena kita sudah dikasihi.MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, hari ini ingatlah: kamu dikasihi Tuhan bukan karena nilai bagus, bukan karena juara lomba, tapi karena kamu berharga di mata-Nya. Jadi, jangan pernah merasa ditolak. Katakan pada dirimu: “Aku dikasihi Tuhan Yesus tanpa syarat.”Mari kita berdoaBapa, terima kasih untuk kasih-Mu yang begitu besar. Engkau mengasihiku bahkan ketika aku berdosa. Tolong aku untuk hidup bersyukur dan taat karena kasih-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, KASIH ALLAH TIDAK BERDASARKAN PERBUATAN KITA, TETAPI KASIH KARUNIA-NYA DI DALAM KRISTUS. Tuhan Yesus memberkati.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Emban Tugas di Australia, Konsul Jenderal RI Pendekar Muda Leonard Sondakh Jelaskan Misi Utamanya

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Nov 19, 2025 9:11


Konsul Jenderal RI di Sydney menyampaikan apa yang menjadi misinya dalam periode tugas ini, juga makna di balik namanya yang unik.

Ini Koper
#714 Ecosystem Builder : Surat dari Jamur

Ini Koper

Play Episode Listen Later Nov 17, 2025 3:02


Perkenalkan, saya Jamur. Saya tidak punya daun untuk berfotosintesis. Saya tidak punya batang gagah untuk menopang langit. KTP pun saya tak punya. Saya hanya punya miselium. Benang-benang tipis dan rapuh yang merayap dalam gelap. Di atas saya, Tuan Pinus yang jangkung merasa paling hebat sedunia. Nyonya Beringin yang rimbun merasa paling mandiri se-RT. Mereka sibuk adu tinggi, sibuk saling pamer daun, lupa bahwa di bawah kaki mereka, saya sedang bekerja. Tuan Pinus kehausan di musim kering. Akarnya tak sampai ke mata air. Saya yang merayap diam-diam, saya carikan dia air. Nyonya Beringin kekurangan fosfor. Masakannya (fotosintesis) jadi tidak enak. Saya yang mengetuk akar Tuan Pakis di seberang jalan, saya mintakan sedikit fosfor untuknya. Saya ini apa, Tuan dan Puan? Saya adalah kabel fiber optik hutan. Saya adalah marketplace nutrisi. Saya adalah aplikasi pesan instan yang menghubungkan akar dengan akar. Saya adalah kurir gosend yang tak pernah minta bintang lima. Mereka pikir, mereka adalah raksasa yang hidup sendiri-sendiri. Padahal, mereka adalah jaringan. Mereka adalah simpul. Dan saya, si Jamur yang sering kalian injak, adalah jaringannya. Saya menghubungkan yang jauh. Saya mengakrabkan yang dekat. Saya menukar kelebihan si A dengan kekurangan si B. Saya tidak membangun monumen. Saya membangun koneksi. Saya tidak mencari panggung. Saya merawat kehidupan. Hutan, Saudara-saudara, adalah ekosistem yang hidup bukan karena kompetisi. Ia hidup karena kolaborasi. Ia hidup karena ia adalah sebuah simfoni, dan saya adalah konduktornya yang tak terlihat. Tugas kalian hari ini, para ecosystem builder, bukanlah menjadi pohon yang paling tinggi. Bukan menjadi yang paling rimbun. Tugas kalian adalah menjadi Jamur. Menjadi jaringan yang tak terlihat, yang diam-diam, menghidupi segalanya. Terima kasih.

Daily Fresh Juice
Fresh Juice 30 Oktober 2025 -Luk. 13:31-35 : Setia pada Tugas, Misi, Perutusan dan Panggilan Tuhan

Daily Fresh Juice

Play Episode Listen Later Oct 29, 2025


Pembawa Renungan : RD. Aang Winarko Malang Luk. 13:31-35

Portugal - The Simple Life
History of Portugal. How to narrow it down?

Portugal - The Simple Life

Play Episode Listen Later Jun 23, 2025 55:54


How do you narrow down Portugal's history? Our latest guest tries to answer that question. Chris Jones is originally from New Zealand but has been living in Portugal for 7 years. Chris is publishing one of the few English language books on Portuguese history called ‘Meet The Tugas'. He chats to Dylan about what ‘Tugas' means, his five year process of researching and writing this book, some of Portugal's fascinating history and why he loves living in Portugal. FOLLOW OUR GUESTSChris on LinkedinChris on InstragramPre-order Chris' bookABOUT PORTUGAL THE SIMPLE LIFE PODCAST: "Portugal - The simple life”, an insider's perspective to Portugal. We already know about Portugal's fantastic weather, food and beaches. In this podcast, we go deeper to meet the people who make this country so wonderful. Dylan, who has made his life in Portugal, shares an insider's perspective on what makes Portugal the unique, beautiful and fantastic country it is.  Join him and his guests weekly as they shed light on the incredible people, culture, history and lifestyle that make Portugal one of the world's best places to live! Don't forget to subscribe to our Podcast to receive more stories about living and moving to Portugal!  ⭐ EXCLUSIVE FOR SUBSCRIBERS⭐ If you're looking to buy a home in Portugal, book a 30-minute call with Dylan here: BOOK A CALL There are only 5 slots available every week – EXCLUSIVE for our podcast subscribers! SPONSOR: Portugal Realty, a Leisure Launch group company, sponsors this episode.   FOLLOW US:Portugal The Simple Life WebsitePortugal The Simple Life FacebookPortugal The Simple Life InstagramPortugal The Simple Life XPortugal The Simple Life YouTubeFOLLOW OUR HOST: Dylan Herholdt - Portugal The Simple Life Podcast - LinkedIn Dylan Herholdt - Facebook Dylan The Simple Life - Instagram If you'd like to get in touch or share your experience with Portugal, Dylan would love to hear from you! Email: ola@portugal-the-simple-life.com WhatsApp: (+351) 910 571 613

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Living with a severe multiple impairments child - Membesarkan anak yang menyandang disabilitas ganda parah

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Mar 14, 2025 21:34


As a mother looking after three children is hard enough task. This task multiplies when one of the children suffers from multiple disability. - Bagi seorang ibu, mengurus tiga orang anak merupakan tugas yang cukup berat. Tugas tersebut menjadi semakin berat ketika salah satu dari anak tersebut menderita disabilitas ganda.

ROTI HIDUP
MENYELESAIKAN TUGAS

ROTI HIDUP

Play Episode Listen Later Jan 11, 2025 12:21


Yohanes 17:4 PENDAHULUAN -Buku  “FINISH WHAT YOU START” Dikarang oleh  Peter Hollins. ALASAN TIDAK MENYELESAIKAN: Perfeksionisme dan Rencanayang buruk MENGURAIKAN TUGAS- .Dalam rangka mennyelesaikan tugas pandai pandailah kita untuk  Menguraikan Tugas Besar Menjadi Langkah-Langkah Kecil TUJUAN YANG REALISTIS-.Untuk Menyelesaikan tugas kita pun harus : Menetapkan Tujuan dan Harapan yang Realistis SIKAP FOLLOW THROUGH-TINDAK LANJUT PENUTUP ... Read more

Daily Fresh Juice
Fresh Juice 3 Desember 2024 – Mrk 16:15-20 : Tugas Memberitakan Injil

Daily Fresh Juice

Play Episode Listen Later Dec 2, 2024 13:06


Pembawa Renungan : Johan Ng Denpasar Bali Mrk 16:15-20.

M80 - Macaquinhos no Sotão
Piadas Que Todos Os Tugas Fazem

M80 - Macaquinhos no Sotão

Play Episode Listen Later Oct 30, 2024 5:07


Quarta, 30 de outubro

Endgame with Gita Wirjawan
Jusuf Kalla: Begini Tugas Wakil Presiden

Endgame with Gita Wirjawan

Play Episode Listen Later Oct 24, 2024 60:31


Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12, Bapak Jusuf Kalla, membahas ironi ekonomi, diplomasi, dan pembangunan Indonesia hari ini—serta bagaimana mengatasinya. Beliau juga berbicara soal peran penting kemudi pemimpin negara ke depan. Selain itu, Pak JK berbagi pengalaman uniknya saat masih zaman berkuliah dulu, yaitu menjadi asisten dari asisten Muhammad Hatta (Bung Hatta). #Endgame #GitaWirjawan #JusufKalla ------------------ Gabung Langganan Channe YouTubel Endgame agar kami dapat terus memberikan konten yang berkualitas: https://sgpp.me/becomemember ------------------ Jelajahi dan diskusikan lebih lanjut episode ini di https://endgame.id/ ------------------ Untuk ajakan kolaborasi dan kerja sama, hubungi kami di sini: https://sgpp.me/contactus

VOA This Morning Podcast - Voice of America | Bahasa Indonesia
VOA This Morning "Harris dan Trump Akan Langsungkan Debat Capres AS; Jokowi Siap Berkantor di IKN Jelang Purna Tugas" - September 11, 2024

VOA This Morning Podcast - Voice of America | Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Sep 10, 2024 16:14


Wakil Presiden AS Kamala Harris dan mantan presiden Donald Trump akan berhadapan untuk pertama kalinya dan dalam apa yang mungkin akan menjadi satu-satunya debat capres AS di antara keduanya. Sementara itu, Presiden Jokowi menyatakan siap berkantor di IKN menjelang akhir masa jabatannya.

Truth Daily Enlightenment

Dalam hidup ini, yang pertama, kita tidak tahu kapan hari kematian kita. Yang kedua, kita pasti menghadap takhta pengadilan Tuhan di mana kita harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita selama di bumi ini. Yang ketiga, ingat, bahwa kita itu diciptakan hanya untuk Tuhan. Kita ada karena Tuhan yang menghendaki kita ada. Tuhan yang menghendaki keberadaan kita.... Continue reading →