POPULARITY
Categories
Bahasa Indonesia Bersama Windah (for intermediate Indonesian language learners)
https://www.patreon.com/windahTranskrip: https://www.patreon.com/posts/202-siswa-nakal-150229612?utm_medium=clipboard_copy&utm_source=copyLink&utm_campaign=postshare_creator&utm_content=join_linkTerjemahan: https://www.patreon.com/posts/eng-202-siswa-is-150229597?utm_medium=clipboard_copy&utm_source=copyLink&utm_campaign=postshare_creator&utm_content=join_linkDi episode ini, kita membahas susah dan senangnya dunia pendidikan di Indonesia sekarang, termasuk tentang bolos kelas dan kenakalan siswa lainnya. Selamat mendengarkan!Tautan video: https://www.instagram.com/reel/DUF20xhASg4/?igsh=aTBkanNsMjcwN3BnTerima kasih banyak atas dukungannya untuk:SAHABAT WINDAHAkiramJayNyong Jago Bob GenericJohn nyMartin JankovskýWilliam ChenDawid GerstelDnsSebastianAlexander ScholtesJrobabuja11 RoboNicholai LidowAliteJack William HusbandsAndre ChampouxDemiKatherine WalkerLino ArboledaLeon KwekCameron Edinger-ReeveLivvieIsmail OtchiChrisRussell BarlowMary Pope帥志 Shuai Chih LinBjornrappangeHossein KhoshtaghazaParis LuckowskiMatthew O'ConnorRussell OgdenYaszalixBart van de KampWC KonArthur NazaryanDaniel KaposiEmily HuangBenjamin SayHa Nguyen Jena StringerFrédéric UhrweillerQuran and sunnahEdward HearnJennifer FoleyJP태용 심Cameron ClarkOxana SaimoAudrey DeliviaJoeJohn RichardsonFredoMarkRickLucaRuby den BoerTata HelenkiRowenaEmma MonteathK TaguchiRolandJoey ProwCarmen ChuiLynden AinslieAngelia OngCatherine Collier AntjeKonstantin Seredkin蕾 戴Ping PribadiTEMAN WINDAHJohn McBrideP. Clayton D. Causey, CT Vanessa HackJohn ShumLuis PaezCraig RedriffMariusCharlotteJonny 5Jose LorenzoJeremyLulunMadeleine MillerAngelo CaonRossi von der BorchSicily FiennesMeredith R NormanTom Simamora ThatcherTim DoolingDevin NailAlissa Sjuryadi-TrowbridgeBillEric EmerTarquam James McKennaAmanda BlossStephen MBen HarrisonNaota YanagiharaHans WagnerJustin WilsonZane RubaiiBenjaminDerynAlexH HMatt WintersAlec MitchellVinceBertiAtsuko MaenoMosaStephen GrahamColleen Thornton-WardAilise Sweeney-LoweJimmyYng KenjicnxuFlorian HopfKurt VerschuerenJoakimRyosuke SudaBerberJeroen VellekoopJan NedermeijerMatthewTakeshi YamafujiNatePatrickMiquelFeeJingle YanMathias朗 桑田Ben PlayfordLauraKenji YanaguRicky ZhangVacanza Tropicale惠羽 蔡Sophie Hoestereyこ ぱるDouglas HerrickTim SomervilleMaxence AKFSF BEddoMarc EberJin Kimivy babyDevlin KuyekDawn TanNeoKimchiSpiritPaulie MoraPaula BradleyJordan O.Roman PicardJarryd RMartin AwalYohiJosh LovellEnrico WelderYoichiroKatoRoanna MTacoButter한윤희동원 이Gabriel AdlerMojaNabi KunisadaTDaniel Tanlego meister창호 이昭儒 吳Thanh-Nhi VoJ YonkmanMarjaAndrea Deckeroc RMatteo FarciPENDENGAR SETIAColumba TierneyHH JorgensenAmina AljehaniJannedCamillelishan fengluanAninda P.A.F拓也 高山匠海 杉本 Nathalie GoudIga KomarJonathan BaileyJaime NoriegaEdmund TanMichael Spagon
for EP 302, we are thrilled to host this recording from DJ and Missoula legend SUKA - from clubs to mountaintops, SUKA delights and dazzles dancers with heart pumping tech house and an iconic stage presence. This mix was recorded live during the debut mountain party for Disco Carrot Snowcat - a hulking art car designed to brave blizzards, climb mountains, and rip techno beats. A few words from the artist The vibes on the Disco Carrot were high energy, creating a rare closeness between the DJs and the crowd that you could feel in every moment. My mix mirrors that atmosphere, bouncy, driving tech house with nonstop good vibes. It really captures me as an artist, a constant flow of energy, movement, and surprise, where you're never quite sure what's coming next. - SUKA For more SUKA: - https://soundcloud.com/rayannah-wargaski - https://www.instagram.com/_suka_mt/ For More Disco Carrot: - https://www.discocarrot.com/ -https://www.instagram.com/discocarrotsnowcat/
Sungguh beralasan ketika banyak orang menyebut ruang kebebasan berekspresi kian menyempit. Kasus komika Pandji Pragiwaksono adalah bukti nyata bagaimana hukum dijadikan alat memberangus kritik. Pandji diperkarakan ke Polda Metro Jaya atas komedi tunggalnya "Mens Rea" yang menyinggung banyak pihak. Sudah 6 laporan yang masuk ke polisi dengan menggunakan KUHP baru, pasal penghasutan dan penghinaan agama. Per Kamis (29/01), sebanyak 10 orang yang meliputi pelapor dan saksi telah dimintai keterangan. Kasus Pandji bukanlah kasus kriminalisasi pertama terhadap pekerja seni, dan kemungkinan besar bukanlah yang terakhir. LSM KontraS mencatat sepanjang 2025, ada 76 kasus pelanggaran kebebasan berkesenian dan berekspresi, dengan aparat polisi sebagai pelaku utama.Bagaimana nasib kebebasan sipil ke depan? Adakah celah aman bagi warga untuk tetap bersuara?Nah, kita akan bahas topik ini bersama Aktivis Kemanusiaan sekaligus Putri Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Inaya Wahid.
di episode Adyariesstory kali ini, gue fay adya, mau nemenin lo lewat cerita tentang isi kepala gue ketika menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang isinya tuh itu-itu aja. setiap pengalaman punya ruangnya sendiri untuk pulang, and this story finds its place here, in adyalogue. karena hidup nggak selalu linear, cerita juga nggak selalu rapi. sometimes it hurts, sometimes it heals, but every story matters. so yeah, take your time, listen at your own pace. every story deserves a place to land. Leave a comment and share your thoughts: https://open.firstory.me/user/clq3jxgvi009f0101hogq8981/comments Powered by Firstory Hosting
Bismillah,238. SUKA KEBABLASANTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
Support the show: https://www.suria.my/See omnystudio.com/listener for privacy information.
"Better Late Than Never". Memang tidak ada kata terlambat untuk menikmati keindahan. Aktris Astri Nurdin baru mengenal dunia hiking di saat usia tidak lagi muda. Berawal dari 'diracuni' oleh sang suami, Astri Nurdin akhirnya jatuh cinta dengan dunia hiking.Yuk! Simak serunya kisah Astri Nurdin berpetualang bersama suami menjelajahi gunung-gunung indah di Indonesia.#pendaki #gunung #hiking #adventure #pecintaalam
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 19 Januari 2026Bacaan: "Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan "Tuhan setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." (Lukas 19:8)Renungan: Ketika merayakan ulang tahun, selalu ada momen tiup lilin. Di momen tiup lilin inilah biasanya ada sedikit masalah: bingung cari korek api. Hal ini sering terjadi ketika yang hadir tidak ada yang merokok. Beda cerita kalau perayaan tersebut dihadiri oleh perokok, tentu saja sangat mudah mendapatkan korek api. Kita tidak mungkin bisa memberikan apa yang tidak kita punya. Jika Anda minta korek api kepada saya, jelas saya sulit untuk memberikannya. Bukan karena saya pelit, tapi karena saya memang tidak merokok. Sebaliknya, jika Anda memintanya kepada perokok, dengan mudah Anda mendapatkannya. Mengapa? Karena setiap saat mereka membawanya! Zakheus adalah seorang pemungut cukai yang menarik pajak lebih dari jumlah yang seharusnya. Suka memeras dan bertindak semena-mena terhadap rakyat. Sulit bagi Zakheus untuk berbuat baik kepada orang lain. Tapi begitu berjumpa dengan Yesus dan mengalami kasih-Nya, tiba-tiba saja Zakheus jadi murah hati. la membagi-bagikan uangnya kepada orang miskin. la mengembalikan uang berkali-kali lipat kepada orang yang telah ia peras. Bagaimana mungkin tiba-tiba Zakheus jadi murah hati? Sebenarnya ini bukan terjadi secara tiba-tiba, sebab sebelumnya Zakheus lebih dulu menerima kemurahan hati Tuhan. la menerima kasih, sebab itu ia bisa memberikan kasih itu kepada orang lain. Kisah tersebut di atas mungkin bisa menjawab pertanyaan, "Mengapa saya sulit mengasihi? Mengapa saya tidak bisa mengampuni?" Bukan karena kita memiliki watak keras. Bukan karena kita pendendam. Bukan juga karena kesalahan orang tersebut sangatlah besar. Tapi jawabannya adalah karena kita tidak mengalami kasih Allah. Kita tidak mungkin memberi dari sesuatu yang tidak kita punya. Kita tidak mungkin bisa mengasihi orang lain selama kita sendiri belum mengalami kasih Tuhan. Kita sulit mengampuni karena kita belum membuka hati untuk menerima pengampunan Tuhan. Begitu kita mengalami kasih Tuhan, mengasihi dan mengampuni bukan lagi menjadi sebuah kemustahilan, bahkan tidak lagi menjadi hal yang sulit bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu, hati yang mau mengampuni, mengasihi dan menerima setiap orang apa adanya sebagaimana Engkau mau menerima aku apa adanya. Amin. (Dod).
Shirin muhallinka rayuwarka na wannan makon ya tattauna ne kan yadda sauyin yanayi ko dai na zafi ko na sanyi ko kuma damina ke bayyana ƙarara, musamman a yankin yammacin Afirka. Ga misali a Najeriya, ɗaya daga cikin sauye-sauyen yanayin da aka shaida shi ne rashin hunturu a shekarar bana, musamman a Yankin arewacin ƙasar, inda aka saba ganin kankamar Yanayin na sanyin mai tsanani daga ƙarshen watan Nuwamba ko farkon Disamba zuwa ƙarshen watan Janairu ko farkon Fabarairu. Gabanin fuskantar wannan lamari dai hatta yanayin damina da lokacin zuwanta ya sauya daga abinda aka saba da shi, batun da hatta a wasu wuraren da ke yankin Kudu maso yammacin Najeriya ma an shaida hakan. Tuni dai wannan al'amari na sauyin lokutan yanayin zafi da damina ko kuma sanyi ya zama abin tattaunawa a tsakanin jama'a dangane da dalilan da suka janyo hakan, da dai wasu sauran tambayoyi da ake da ƙishirwar neman amsoshinsu. Ku latsa alamar sauti don sauraron cikakken shirin tare Nura Ado Suleiman............
A cikin shirin na wannan mako tare da Oumarou Sani, zakuji bitar muhimman labaran da suka wakana a makon da muke bakwana da shi, ciki har da yadda Amurka ta yi gaban kanta wajen kutsawa cikin Venezuela tare da kame shugaba Nicolas Maduro. Muna tafe da tattaunawar masana a ɓangarori daban-daban kan wannan katsalandan na Amurka. Hallau dai a cikin shirin zaku ji bitar ɓarkewar sabon rikici a Yemen da Syria. A Najeriya kuwa akwai mu da bitar hare-haren ƴan ta'adda a jihar Neja da kuma rikicin siyasar ƙasar. Ku latsa lamar sauti don sauraron cikakken shirin.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Lusia Marina Lusi dan Yohanes Priyojatmiko dari Paroki Kristus Raya Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 5: 14-21; Mazmur tg 149: 1-2.3-4.5.6a.9b; Yohanes 3: 22-30.SUKA CITAKUPENUH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Suka Citaku Penuh.Bahasa kitab suci ini, “Suka cita penuh” tidak gampang dimengerti banyak orang.Tetapi paling kurang sangat dipahami oleh seorang nelayan, namanya Matius.Setiap pagi ia bersama banyak rekannya menjajakan ikan dan hasil tangkapanlainnya di salah satu bibir pantai di kota asalnya. Banyak orang Kristen yangberolahraga pagi di pantai mengetahui dirinya seorang pengikut Kristus, karenaada Rosario yang menggantung di dadanya. Setelah olahraga mereka membeli semuahasil laut yang ditangkap Matius dan teman-temannya. Para nelayan itu sangatsenang karena ikan-ikan laku terjual. Matius sangat menyadari bahwa perjumpaannya dengan Tuhanterjadi melalui pengenalan dan interaksi dengan sesama orang Kristen setiappagi di pantai. Seperti Yohanes Pembaptis yang berjumpa dengan Yesus danmengalami suka cita penuh di dalam dirinya, Matius sebenarnya mengalami halyang sama. Matius berjumpa dengan sesamanya bukan di gereja dan dalam kegiatanrohani lainnya, tetapi pada saat terjadi saling berbagi karunia, berkat dansuka cita. Orang-orang mendapatkan ikan segar untuk kebutuhan keluarganya, sedangkanMatius beruntung dengan mendapatkan uang untuk dibawa pulang ke rumah dan demikelangsungan pekerjaannya sebagai nelayan. Suka cita si nelayan itu berasal dari cinta, berbuatkarena cinta, dan berbagi dalam cinta. Tuhan Allah adalah cinta, begitu katapenginjil Yohanes. Pekerjaannya adalah untuk kesejahteraan keluarganya sendiridan kebaikan yang dibagikan kepada orang lain. Jika semua itu terlaksana dengansemestinya, lahirlah suka cita itu. Tuhan mengetahui, membimbing, danmemberkati semuanya. Jadi pengalaman seorang nelayan ini membuka kesadaran kitabersama bahwa tiap-tiap orang perlu memiliki tanggung jawab dalam hidupnyauntuk menciptakan terjadinya suka cita itu. Sama seperti Yohanes Pembaptis dan nelayan itu, kitamestinya tidak mengada-ada untuk mencari dan menciptakan strategi pencarianTuhan Yesus Kristus. Tuhan sudah ada dalam diri kita, dalam diri sesama kita,dan dalam keberadaan lingkungan di sekitar kita. Kita cukup saja meningkatkankesadaran, mensyukuri hidup tiap-tiap harinya, dan menjalankan tugas-tugas kitatiap hari atas nama cinta kasih. Dari situlah mengalir dan bertumbuhnya karuniasuka cita. Jangan lupa satu hal ini: dalam setiap perbuatan dankegiatan tugas-tugas kita, mintalah Tuhan Yesus untuk menemani dan usahakansupaya orang-orang yang bersama dengan kita atau mereka yang kita layani,mengetahui bahwa melalui perbuatan kita, mereka berjumpa dengan Tuhan. Di situakan selalu ada pengalaman suka cita yang ikut menyegarkan dan memperkuat iman.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus,berkatilah kami hari ini supaya kami menjadi sumber suka cita bagi orang laindan lingkungan alam semesta di sekeliling kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Rumah dekat PIM, lagu terkenal, bapak & anak perempuan, Suka Duka Tawa sudah tayang.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Ningrum dari Paroki Santo Mikhael Pangkalan Yogyakarta dan Wismu dari Paroki Kristus Raya Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 2: 3-11; Mazmur tg 96: 1-2a.2b-3.5b-6; Lukas 2: 22-35.SUKA CITA GRATIS Tema renungan kita pada hari ini ialah: Suka Cita Gratis.Para pastor, biarawan dan biarawati mengadakan reuni di paroki asalnya. Suasanadan pesta begitu meriah dan penuh dengan kenangan. Salah satu kenangan ialahmereka berjumpa dengan Tante Maria, seorang janda tak beranak yang menjadikoster di gereja Paroki sudah sekian puluhan tahun. Banyak pastor danbiarawan-biarawati sudah mengenal Tante Maria sebagai koster sejak mereka masihanak-anak. Reuni itu sungguh menjadi peristiwa penuh rahmat bagi koster Maria. Bagi Tante Maria, bekerja dan melayani di Gereja dalamsisa hidupnya merupakan sebuah suka cita yang tidak berakhir. Suka cita inigratis, karena tidak perlu proses yang berbelit, tidak ada lamaran dan teskepegawaian. Ia hanya perlu kemauan, kegembiraan, suka rela, dan iman yangkuat. Ini juga menjadi pengalaman Simeon dan Hana, orang-orang usia tua yangmengabdikan hidupnya di dalam bait suci, dalam doa dan pengorbanan. Merekatemukan suka cita di situ. Mereka berharap suatu saat yang tepat, akan datang pembebasanbagi bangsanya. Baik Tante Maria maupun Simeon dan Hana, merekamenginspirasikan kita tentang suka cita yang merupakan rahmat dari Tuhan.Menurut kitab suci, rahmat itu gratis dan sungguh tidak perlu diberi harga.Yang sangat diperlukan ialah kerelaan kita untuk menetap dan berbakti kepadaTuhan melalui Gereja-Nya, maka rahmat dan berkat itu akan dicurahkan kepadakita dengan melimpah. Tante Maria menemukan Tuhan Yesus, dan secara konkret iareuni dengan buah-buah panggilan Tuhan dari parokinya. Simeon dan Hana sendiriberjumpa dengan kanak Yesus dan ia menganggap bahwa hidupnya sudah penuh dancukup. Kita mesti dapat belajar dari inspirasi ini. Yesus Kristusdi dalam masa Natal ini, mesti dapat memberikan paling kurang satu jawaban ataspertanyaan, keraguan, pencarian atau harapan kita. Jawaban itu kita dapatkanselama tahun yang sedang berlalu pergi dan semakin terwujud pada tahun yangakan datang ini. Dengan demikian kita sungguh meyakini dan mengerti bahwa sukacita dari Tuhan memang cuma-cuma atau gratis. Kita masing-masing dapatmenyebutkannya, khususnya pada saat berdoa dan berbicara dengan Tuhan. Tante Maria, Simeon dan Hana meluapkan kegirangan dan sukacitanya. Mereka menemukan makna Injil yang sesungguhnya, yaitu Tuhan yangdatang menjumpai dan memberikan makna bagi hidup mereka. Semoga kita semua jugadapat menemukan suka cita yang demikian. Injil yang telah terbuka maknanya danmembentuk hidup kita merupakan Injil kehidupan, oleh karena itu kita sebutsebagai kabar gembira. Kabar itu harusdapat kita wartakan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, berkatilah kami dalam semangat untuk menyukuri semua kebaikan danhasil yang kami capai dalam setiap pekerjaan dan pengorbanan kami. Berikan kamisemangat untuk selalu bekerja keras. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...
Topic merepek.... kita buat poll...milo panas ke sejuk.... mee goreng mana sedap & kenapa makan nasi goreng nak kena pakai sudu garfu??Oi geng!
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Oliva Ivania dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yeremia 23: 5-8; Mazmur tg 72: 1-2.12-13.18-19; Matius 1: 18-24.YOSEF, SEORANG AHLI HARI NATAL Renungan kita pada hari ini bertema: Yosef, Seorang AhliHari Natal. Injil Matius yang baru saja kita dengar menyebutkan bahwa di dalammimpi seorang malaikat berbicara begini: Yosef, putra Daud, jangan takutmengambil Maria sebagai istrimu. Dia hamil itu dari Roh Kudus, bukan daridirimu dan dari siapa-siapa. Anak yang akan dilahirkan oleh Maria, engkau mestiberi nama Yesus. Untuk memenangkan hati Yosef yang tentu saja kecewa danmalu, mengingat calon istrinya, Maria, telah kedapatan hamil, Tuhan punyastrategi. Malaikat yang disuruh oleh Tuhan harus pintar-pintar membawa pesan,sehingga Yosef harus dibuat mengerti benar-benar apa yang sedang diperbuatTuhan baginya. Malaikat langsung mengunci Yosef dari awal pembicaraan, denganmenyapanya sebagai anak dari keturunan Daud. Kalau mengaitkannya dengan Daud,raja yang agung dan mulia, sudah pasti sebagai keturunannya, ia tidak bisamengelak. Ia harus patuh dan taat. Kita manusia juga selalu begitu. Jika nama orang besaratau orang yang sangat sakti di dalam keluarga dipakai untuk meyakinkan Anda,tentu saja Anda akan langsung mengamini. Kita tumbuh, berkembang, dan dididikuntuk selalu mengikuti orang yang besar, mulia, agung, dan suci. Ketikamisalnya Anda ingin berbohong atau mengungkapkan reaksi yang negatif,orang-orang yang luar biasa tersebut dihadirkan untuk membuat dirimu berpikirulang tentang tindakanmu tersebut. Di sini Yosep sangat ahli untuk hari Natal, karena ia ikutmenyiapkan kita supaya dapat mengontrol dan menguasai diri secara tepat danbaik. Kita sudah merayakan hari Minggu suka cita, kiranya kegembiraan akan hariNatal yang sudah mendekat, tidak membuat kita menjadi terlalu gembira karenabisa saja kita lupa akan hal yang esensial, yaitu batin dan roh kita perludimurnikan. Suka cita kita dalam menyongsong hari Natal, perlu kita lengkapidengan tetap taat kepada Tuhan dalam hal kewaspadaan yang tinggi, supaya kitatidak terbawa oleh pengaruh atau godaan Setan yang membawa kita ke dalam dosa. Yosef sangat ahli untuk hari Natal, dan ia dapatmengajarkan kita dalam hal siap mengambil risiko dan teguh pada keputusan yangbenar. Sebagai pribadi dan bersama, kita tentu akan membuat keputusan-keputusanyang membantu pertumbuhan iman kita dalam merayakan hari Natal dan Tahun Baruini. Liburan Natal dan Tahun Baru juga kita jalani. Kiranya keputusan yangdiambil secara pribadi maupun bersama, menghadirkan sikap iman yang benar. Biarada risiko yang menjadi konsekuensi keputusan tersebut, namun risiko itu adalahuntuk kebaikan. Santo Yosef yang suci, doakanlah kami. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semoga kamimeneladani Santo Yosef dalam persiapan hari raya Natal ini, dengan mampumenguasai diri dan teguh pada iman kepada-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...
A wannan mako shirin Mu Zagaya Duniya ya faro ne daga hare-haren da 'yan bindiga suka ƙaddamar a Najeriya, inda suka sace ɗalibai 25 a makarantar sakandiren Maga ta jihar Kebbi, da kuma harin da suka kai mujami'ar jihar Kwara, sai na Zamfara, da Sokoto, da Borno da kuma Neja. Shirin ya kuma leƙa sauran ƙasashen Afrika da ma Nahiyar Turai, don yin bitar labaran da muka kawo muku a makon da muke bankwana da shi. Latsa alamar sauti domin sauraren shirin tare da Azima Bashir Aminu...
Kadang tawa paling keras datang dari luka paling dalam ❤️
Gen Z adalah generasi paling cashless karena mereka terperangkap dalam daya tarik kecepatan, kemudahan, hingga gimmick promo dari pembayaran digital (seperti e-wallet, Paylater, dan QRIS).Dalam episode ini, kami membahas secara tuntas kekhawatiran Gen Z soal keamanan data dan privasi, membedah peran besar influencer dalam membentuk kebiasaan belanja, menelaah perbedaan perilaku cashless antara mereka yang tinggal di kota besar vs. daerah, serta mengungkap tantangan terbesar yang dihadapi Gen Z saat beralih ke dompet digital. Dengarkan sekarang dan pahami masa depan transaksi yang ada di tangan generasi digital native ini!
A cikin wannan shiri tare da Nura Ado Suleiman, kamar kowanne mako ya kan yi bita ne kan wasu daga cikin muhimman labaran da suka faru a makon da muke shirin yin bankwana da shi. Cikin waɗannan labarai kuwa akwai yadda aka sanar da sakamakon zaɓen Kamaru wanda ya kai ga ɓarkewar zanga-zangar adawa da wannan sakamako da ke nuna shugaba Paul Biya mai shekaru 92 a matsayin wanda ya yi nasara da fiye da kashi 53 na yawan ƙuri'un da aka kaɗa. Ku latsa alamar sauti don auraron cikakken shirin.
Pernah merasa sulit memaafkan diri sendiri? Atau terus dihantui rasa bersalah, kecewa, dan penyesalan yang belum selesai?Episode kali ini akan mengajak kamu untuk berdamai dengan diri sendiri — bukan lewat teori rumit, tapi melalui proses self hypnotherapy ringan yang bisa kamu lakukan sendiri, di mana pun, kapan pun.
Di episode kali ini, Chef Degan, Chef Theo, dan Chef Norman akan berbagi cerita tentang pengalamannya Kitchen Takeover di salah satu Hotel Legendaris di Jerman, yaitu Hotel Traube Tonbach. Mereka akan cerita bagaimana rasanya memasak di Restaurant 3 Michelin Star untuk mempromosikan masakan Indonesia kepada para tamu yang ada di sana. Tonton video selengkapnya di #RayJansonRadioEnjoy the show!Instagram:Degan Septoadji https://www.instagram.com/deganseptoadji/Setyo Widhyarto https://www.instagram.com/theo.setyo/Norman Ismail https://www.instagram.com/chefnormanismail/DON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE !Ray Janson Radio is available on:Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizqGoogle Podcast: https://bit.ly/2laege8iAnchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radioTikTok: https://www.tiktok.com/@rayjansonradioLet's talk some more:https://www.instagram.com/rayjanson#RayJansonRadio #FnBPodcast #Indonesia #ChefDegan #ChefNorman #ChefTheo #TraubeTonbach #ThreeMichelinStar
Shirin wannan makon zai tare ne a jihar Kano dake Tarayyar Najeriya, inda aka samu manoma da dama a wasu yankuna da suka duƙufa wajen noman barkono a wannan shekarar. Ba shakka sun yi aiki tuƙuru, kuma haƙarsu ta cimma ruwa duba da ɗimbim barkono da suka girba. Wannan lamari dai ya tayar da hankalin waɗannan manoma, waɗanda sun sauya alƙibla ne saboda ganin yadda farashin amfanin gona dangin hatsi ya faɗi warwas a kasuwanni, kuma sun yi haka ne domin su more daga ribar da aka yi ta ci daga barkono, amma sai gashi lamarin ya yi musu ta leƙo ta koma. A kusan ilahirin kasuwannin kayan gwari, gani za ka yi ga barkono, wanda kafin yanzu yake tamkar gwal, sai ga shi yanzu masu saye su na mai tayin da suka ga dama. Masana sun yi ittifakin cewa, ba shakka rashin tsari da alƙibla wajen noma da kuma binciken halin da kasuwa ke ciki sun taka rawa ainun a wcikin wannan matsala da aka samu. Sai dai kuma, matsaloli na yanayi ma sun taka irin nasu rawar, domin akwai matsin lamba daga yadda tsarin ruwan sama ya sauya, da sauraan matsaloli da suka addabi ƙasar noma. Matsalar yanayi da muhalli na mummunan tasiri akan ko wane irin nau'i na noma. shiga alamar sauti domin sauraron cikakken shirin, tare da Michael Kuduson.
Pernah nggak sih kamu ngerasa butuh teman mabar tapi bingung mau cari di mana? Atau penasaran seperti apa rasanya jadi admin yang harus menghadapi ratusan pengguna setiap hari — dari yang lucu, ngeselin, sampai bikin stres tapi juga bikin bangga? Nah, semua itu bakal kita kupas tuntas di episode podcast kali ini: “Lika-Liku Lita”.Episode ini akan membawa kamu masuk ke balik layar dunia aplikasi LITA — Jasa Teman Mabar, sebuah platform populer yang mempertemukan gamers dari seluruh Indonesia untuk bermain bareng, ngobrol, atau sekadar mengisi waktu lewat hobi yang sama. Tapi di balik keseruannya, ternyata ada banyak cerita manusiawi yang jarang terungkap: antara tawa, tangis, tantangan, dan pelajaran hidup yang bisa kita petik bersama.
Bismillah,SUKA SAMA SUKA TAPI ALLAH TA'ALA TIDAK SUKA(They May Like Each Other, but Allah Does Not Approve)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahullah-Video Tanya Jawab dari Kajian Riyaadhus Shaalihiin No. 1877“Adab Menasihati Orang Tua”
Suka menulis, tidak merasa top, separuh baya separuh kaya, motoran.
No episódio de hoje do Autispod, recebemos Suka Priscile – mãe atípica e escritora – para conversar sobre puberdade precoce em meninas com autismo nível 3 de suporte.Como identificar os primeiros sinais?Quais os impactos emocionais, físicos e sociais desse processo?E como as famílias podem lidar com essas mudanças de forma acolhedora e informada?Uma conversa necessária e sensível sobre o desenvolvimento feminino dentro do espectro.
Malaman Jami'o'in Najeriya sun kare matakin ƙungiyarsu na tsunduma yajin aikin gargaɗi na makwanni 2, inda suka zargi gwamnati da yaradara. Wannan kuwa na zuwa ne duk da gargaɗin da gwamnatin ƙasar ta yi na amfani da dokar nan ta babu aiki babu biya duk malamin da ya shiga yajin aiki na ASUU. Shugaban ƙungiyar Malaman reshen Jami'ar Ahmadu Bello da ke Zaria, Farfesa Haruna Jibril ya yiwa Bashir Ibrahim Idris ƙarin bayani a tattaunawar da suka yi kamar haka... Ku latsa alamar sauti don sauraron cikakkiyar hirar....
Simchat Torá é o clímax espiritual do ciclo das Grandes Festas.Depois de Rosh Hashaná, Yom Kipur e Sucot — dias de introspecção, perdão e alegria — chega o momento da unidade absoluta entre o povo judeu e a Torá.Nesta aula, exploraremos a dimensão cabalística de Simchat Torá:Por que dançamos com a Torá fechada, e não aberta?O que significa “finalizar e recomeçar” o ciclo da Torá no mesmo instante?Como a alegria ultrapassa o intelecto e conecta o judeu à essência divina?Simchat Torá é mais do que uma celebração — é o reencontro da alma com sua fonte.Quando dançamos, não somos nós que seguramos a Torá; é a Torá que nos levanta e nos faz dançar.CURTIU A AULA?FAÇA UM PIX RABINOELIPIX@GMAIL.COM E NOS AJUDE A DARMOS SEQUÊNCIA!#chassidut #mistica #judaismo #ETROG #estrog #lulav #kabala #cabala #tora #torah #misticismo #judaismo #kabalah #SUKA #suca #sucot #sukka #sukkot #altrrebe #festasjudaicas #almajudaica #mística #tora #torah #torá #simchattora #Simchat Tora
Undiscovered Entrepreneur ..Start-up, online business, podcast
Did you like the episode? Send me a text and let me know!! Host: SkoobGuest: Steven Puri (Motion Picture Executive, Entrepreneur, Founder of The Suka Company)In this inspiring episode, Skoob interviews Steven Puri, a former motion picture executive at Fox and DreamWorks, successful entrepreneur, and founder of The Suka Company. Steven shares actionable insights on achieving flow state, the importance of tenacity over talent, and how to build a productive, fulfilling entrepreneurial journey. The conversation is packed with real-world stories, book recommendations, and practical advice for new and seasoned entrepreneurs alike.Key Topics & Timestamps[00:00] Introduction & Guest WelcomeMeet Steven Puri, his background in Hollywood, and his journey into entrepreneurship.[01:22] Steven's Mission: Helping Entrepreneurs Find FlowSteven discusses his transition from film to helping knowledge workers unlock their potential.[03:45] What is Flow State?The science behind flow, referencing Mihaly Csikszentmihalyi's book “Flow.”[06:45] Real-Life Flow State ExampleSteven's personal story of losing track of time while working on a flight.[10:00] The Power of Community & AccountabilityHow group support and accountability drive success, with examples from The Suka Company and Pat Flynn's Smart Passive Income community.[14:00] Time Blocking, Chronotype, and Productivity HacksTips on time management, the importance of knowing your chronotype, and stories from Hollywood writers.[19:00] Tenacity Over TalentSteven explains why perseverance is more important than raw talent for long-term success.[22:00] Learning from Failure & the Power of the PostmortemSteven shares his experience with failed startups, the value of reflection, and how setbacks led to new beginnings.[27:00] The Hero's Journey in EntrepreneurshipApplying Joseph Campbell's “Hero's Journey” framework to startups and storytelling.[30:00] Actionable Advice for New EntrepreneursSteven's top tips: Seek out painful problems, validate your ideas, and focus on serving your customers.[33:00] Steven's 6-Month Goals & The Suka CompanyGrowth, retention, and the mission to help more people achieve flow.[35:00] How to Connect with Steven PuriWebsite, email, and free trial offer for The Suka Company's Flow State app.esbootcamp.wearejonesinfor.com Thank you for being a Skoobeliever!! If you have questions about the show or you want to be a guest please contact me at one of these social mediasTwitter......... ..@djskoob2021 Facebook.........Facebook.com/skoobamiInstagram..... instagram.com/uepodcast2021tiktok....... @djskoob2021Email............... Uepodcast2021@gmail.com Skoob at Gettin' Basted Facebook PageAcross The Start Line Facebook Community Find out what one of the four hurdles of stop is affecting you the most!!If you would like to be coached on your entrepreneurial adventure please email me at for a 2 hour free discovery call! This is a $700 free gift to my Skoobelievers!! Contact me Now!! On Twitter @doittodaycoachdoingittodaycoaching@gmailcom
Australian saxophonist, composer and music teacher Mira Stephens has found her love for Balinese gamelan, and now uses it to also get to know Indonesian culture as a cultural bridge in Melbourne. - Pemain saksofon, komposer, dan guru musik Australia, Mira Stephens, menemukan kecintaan pada gamelan Bali. Kini, ia menggunakannya untuk mengenal budaya Indonesia sebagai jembatan budaya di Melbourne.
My guest today is Steven Puri, founder of the Sukha, that offers solutions to help individuals increase their productivity through being in a flow state.Steven was a senior executive at DreamWorks Pictures and 20th Century Fox, who has successfully transitioned into the tech industry.He shares his career journey, from producing computer graphics for movies like 'Independence Day' to his ventures in the tech space, raising $21 million in venture capital.He discusses the importance of cross-domain learning, productivity, and achieving a flow state.Steven delves into how his background in both film and tech has shaped his approach to managing remote and hybrid teams, emphasizing the significance of meaningful work and the right conditions for flow.He also introduces his company, Suka, that has been built based on insights into various tools and techniques. This episode offers useful insights for leaders and individuals aiming to enhance their productivity and creativity.Among the topics he covers are:Career in the Entertainment IndustryTransition to Tech and EntrepreneurshipChallenges and Learnings from FailuresBuilding Remote and Hybrid TeamsCreative Brainstorms and Flow StatesLeadership and Team DynamicsMaintaining Culture in Remote TeamsThe Rise of Gig WorkThe Trigger for SukaCreating a Flow State AppOvercoming ProcrastinationThe Importance of MusicBuilding a Supportive CommunitySynchronizing Team FlowTips for Leaders to Foster FlowSteven is the Founder and CEO of The Sukha Company with the mission to help millions of people find their focus, achieve more and have a healthy work life. Steven's career started as a newscaster/interviewer for the #1 youth news show in the DC/Baltimore market (on WTTG-TV) and then as a junior software engineer & Thomas J. Watson Scholar at IBM. After attending USC in Los Angeles, he began working in film production and produced computer-generated visual effects for 14 movies including Independence Day which won the Academy Award for Visual Effects. Steven's first tech company was Centropolis Effects that produced those CGI effects, and he eventually sold it to the German media conglomerate Das Werk when he was 28. Steven then produced some indie films and eventually went studio-side to develop and produce live-action features as a VP of Development & Production at 20th Century Fox (running the Die Hard and Wolverine franchises) and an EVP at DreamWorks Pictures for Kurtzman-Orci Productions where he worked on Star Trek, Transformers and more. After Fox, Steven returned to building tech companies and founded The Sukha Company - ‘sukha' means ‘happiness from self-fulfillment' in Sanskrit. The Sukha is a focus app that bundles all the tools necessary to have a focused experience and a healthy, productive workday. Steven lives in Austin, TX now.
B.D. Dalton sits down with Steven Puri—a battle-tested entrepreneur who's raised over $21 million, and whose career spans iconic film studios like DreamWorks, 20th Century Fox, and Sony. Steven shares his fascinating journey from being the son of two IBM engineers and a “code monkey” in his teens, to working at the intersection of creativity and technology in Hollywood, to founding the Suka Company—a company devoted to helping people maximize productivity and happiness, especially in our new world of remote work.Together, B.D. and Steven dive into actionable strategies for thriving in hybrid and remote work environments, drawing on lessons from both the film and tech industries. They talk about the importance of deep work and flow states, why company culture and vision can't be outsourced, and how leaders can blend in-person and remote collaboration for maximum creativity and productivity. Steven also opens up about his motivation for starting Suka, the art of timeboxing, and what it really takes to make progress on your biggest goals.Whether you're an entrepreneur, remote team leader, or just craving some inspiration for leveling up your productivity, this episode is packed with practical tips, memorable stories, and a healthy dose of good humor. So tune in for some wisdom, some laughs, and maybe even the permission to finally delete those “fat clothes” from your closet!https://www.linkedin.com/in/steven-puri/https://www.thesukha.co/
Czy naprawdę da się uspokoić świat mantrowaniem? Om?***Pod płotem pętało się 12 szczeniaków. Suka była tak bardzo niczyja i tak dzika, że nikt jej nie widział. Urodziła 12 szczeniąt przypominających kaukazy i husky, a dwa były najmniejsze i niespodziewanie inne. Jeden biały. Drugi w kolorze pustynnego piasku. Były czyste, bo urodziła je na obrzeżach gospodarstwa we wsi Kierzki, w jakiejś starej, ale dobrze utrzymanej piwnicy. Zimą. Pieski zaczęły wyłazić z zapomnianej piwnicy przy płocie - w marcu . I wtedy ludzie się zorientowali, że tu są. I dali ogłoszenie. Bo nikt ich przecież tu sobie nie życzył.Byłam jedną z pierwszych, które dojechały pod ten płot i boję się zapytać, ile z tych piesków znalazło jakąś życiową przystań. Szukałam małej miłej suczki. Ale gdy zobaczyłam tę czeredkę psiaków, wiedziałam, że przynajmniej jednego mogę uratować. Najbardziej ruchliwy i jednocześnie nieporadny był piesek w kolorze piasku ugryzł sznurówkę mojego buta. Nie był i nie będzie małą, miłą suczką.O , teraz ma prawie 7 miesięcy. Rośnie w tempie zastraszającym…łapy wciąż ma jak bernardyna, urodę Goldena, a charakter… tak tu jest najciekawiej. Tu na arenę wchodzi mistyka.Ponieważ był najmniejszy z miotu, suka miała mało pokarmu, to walczył o wszystko całym sobą. I tak mu zostało. Kiedy go wzięłam dał mi popalić pierwszej nocy, bo malutki taki wył prawie non stop jak trąba Jerychońska. Zabrany do auta, w celu dowiezienia go do super fajnej życiowej przystani - szczekał, wył, piszczał i wyrywał się z zamknięcia przez prawie dwie godziny. Bez przerwy.I tak mu zostało.Jest piękny i ciągle ma otwartą paszczę. maniakalnie podgryza najbliższych mu ludzi, bo ich kocha i to m pasuje. nie zabawki. nie kości. Nie tam inne wynalazki…. ludzie. Ludzie są super do podgryzania.Kiedy ludzie się nie godzą na taki porządek rzeczy. Złości się. I szczeka.Oczywiście jest tresura, siadanie, podaj łapę, smaczki i zamykanie w kojcu gdy traci kontrolę nad tym szaleństwem, i realizowanie wszystkich dobrych rad fachowcówAle Gutek - i tak życzy sobie bezpośredniego kontaktu z człowiekiem. I żeby pozwolił się człowiek podgryzać. Więc pewnego dnia, gdy jego psia ekscytacja znienacka zaczęła pikować, z powodu tego że przy stole siedziało kilkoro ludzi, a na stole stało kilka smakowitych rzeczy i Gutek się rozszalał na maksa.I spuściliśmy mu mantrę, mantrą.Gutek się wycofuje wobec siły dźwięku. Trochę się uspokaja.Ciekawa jestem co myślą o nas sąsiedzi?Zatem - mantrowanie uspokaja psią ekscytację, rzecz to sprawdzona, chociaż działanie nie jest mocno długodystansowe.Czy Gutek z tego szaleństwa wyrośnie, oto jest pytanie, które wraca jak mantrowanie.Się zobaczy.PS. Alexandra Horowitz "W głowie psa. Co psy widzą, czują i wiedzą" (Inside of a Dog: What Dogs See, Smell, and Know). Cóż - czy da się uspokoić świat mantrowaniem?Teoretycznie - owszem!.Praktycznie - sprawdźmy na sobie i na naszym, najbliższym świecie ;)@milka.malzahn
Seluruh keluarga jangan hanya suka mendengar tentang kedatangan Yesus yang kedua kali, tapi harus tekun sambil memperkuat dan mempertajam iman kita kepada Kristus Yesus, bukan enggan untuk menerapkan iman dan ketekunan.
E faitau selau afe tagata i Ausetalia o loo maua i le faama'i suka ae latou te le o iloaina i le taimi nei. A 'umi o a'afia i le suka, e ono matuia le i'uga e o'o iai i le lumana'i. O le fautuaga, siaki nei mo le suka.
Daily Halacha Podcast - Daily Halacha By Rabbi Eli J. Mansour
The Halacha below was derived from multiple classes orated by Rabbi Eli Mansour in the Bekiim B'Halacha series. Click on any of the dates below to hear the original audio files, which are the sources for today's Halacha below. 05-25-2025 05-26-2025 05-27-2025 05-28-2025 05-29-2025 How and When Should Tefillin Be Removed? This Halacha outlines the proper time, manner, and mindset for removing Tefillin, and the importance of not treating the end of the Misva as an afterthought. Topics include the order in which the Tefillin are removed, whether one should face the Sefer Torah while removing them, if a blessing is recited, how to handle the straps, and how to place the Tefillin back into the Kuracha —the special Tefillin bag. Special customs from the Mekubalim regarding reverence and silence during removal are also addressed. What Is the Proper Time and Setting to Remove Tefillin? Tefillin should ideally be worn until the end of Tefilah. According to the Ari"zal, one should keep the Tefillin on through the end of Aleinu Leshabeah , and only remove them afterward. Some Poskim allow removing them after Uva Letzion , but the more proper custom is to keep them on until the very end of Tefilah. This ensures we do not treat the conclusion of the Misva as insignificant. Additionally, one should not remove Tefillin while standing directly in front of a Sefer Torah. Doing so shows disrespect, as if turning one's back on the Torah. Instead, one should take a few steps to the side or angle themselves away. The act of removing the Tefillin should be done with quiet dignity, not rushed or distracted. The removal should also be delayed if Kaddish or Kedusha is about to begin. One must prioritize answering to these sanctified sections before beginning to take off the Tefillin. What Is the Correct Order for Removing the Tefillin? First, remove the Tefillin Shel Rosh, and only then the Shel Yad. This reflects the same order in which the Berachot are made and preserves the order of importance. The head Tefillin represents a higher level of Kedusha and is treated with extra care. According to the Zohar and the custom of the Mekubalim, even though the Shel Yad was put on first, the Shel Rosh must be taken off first to preserve the sanctity. Removing them out of order is considered improper. Some have the custom to pause briefly before removing the Shel Yad to reflect on the Misva and end it with thoughtfulness, not mechanically. Should One Say a Beracha When Removing Tefillin? A question arises whether one should recite a blessing upon removing the Tefillin, to thank Hashem for the opportunity to fulfill the Misva. The answer is no—there is no blessing recited upon removing Tefillin, just as there is no Beracha when exiting a Suka or finishing a fast. The Misva ends silently, respectfully. However, one should have a feeling of gratitude in their heart, recognizing the privilege of having worn Tefillin and asking Hashem to merit to wear them again. Should One Talk While Taking Off Tefillin? Just like during the donning of Tefillin, the removal should be done with seriousness and respect. One should not talk during the process, and ideally one should remain seated, focused, and silent while removing and storing the Tefillin. The Kabbalists stress that removing Tefillin is still part of the Misva, not a break from it. A person should not transition to regular speech or casual behavior until the Tefillin are completely removed and put away. How Should the Tefillin Be Stored After Removal? After removing the Tefillin, one should take care to store them neatly and respectfully. The straps should be gathered carefully—not tangled or stuffed haphazardly. Each component should be placed gently into the Kuracha , the dedicated Tefillin bag. The Kuracha serves not just as a case, but as a vessel of honor. It should be kept clean, closed securely, and not treated like a casual container. It holds sacred items and should be handled with care. One should avoid winding the straps in a sloppy or rushed manner. Although the special wrapping (to form the Name of Hashem) is only done when donning the Tefillin, even when putting them away one should show respect and care. Summary Tefillin should be worn through the end of Tefilah, preferably after Aleinu . When removing them, one should avoid facing the Sefer Torah, remove the head Tefillin first, and not speak during the process. There is no blessing upon removal, though gratitude should be felt. After removal, the Tefillin should be stored with care and placed respectfully into the Kuracha . All of this reflects the great respect we must show for this precious Misva from beginning to end.
Pembawa Renungan : Feice Novi Jakarta Mat. 6:1-6,16-18
Remote work is here to stay—but how do we actually thrive in it?
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 3 Juni 2025Bacaan: "Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya." (Matius 9:17) Renungan: Seorang seniman Italia bernama Michelangelo Buonarrotti mendapat perintah membuat lukisan untuk gereja. Ia telah mencoba merombak lukisannya berulang kali, namun ia belum dapat menciptakan lukisan yang baik menurutnya. Suatu hari ketika sedang berada di warung minuman, ia mendengar seorang laki-laki berkata kepada pelayannya, "Anggur ini sudah asam, segeralah membuangnya." Maka pelayan itu pun memecahkan guci berisi anggur yang sudah asam tersebut sehingga air anggur mengalir keluar dan terbuang. Segera pelayan itu membawa sebuah guci berisi anggur baru. Melihat itu, Michelangelo segera pulang ke rumah dan membuang lukisan-lukisannya yang lama dan malam itu ia berhasil menciptakan sebuah lukisan baru yang sangat bagus. Terus memelihara sesuatu yang tidak baik di dalam hati dan pikiran, akan merampas semua sukacita, peluang untuk maju dan hidup berkemenangan. Memang masing-masing kita pasti mempunyai pengalaman yang berbeda satu dengan yang lain. Kita semua tidak terlepas dari dua sisi kehidupan, yaitu sisi suka dan sisi duka. Suka dan duka di dalam kehidupan berumah tangga, di dalam bisnis serta pekerjaan, di dalam penderitaan karena sakit penyakit, di dalam menjalin hubungan dengan seseorang, bahkan di dalam pelayanan. Tentu saja sisi suka akan senantiasa menjadi kenangan manis yang dapat membuat wajah kita berseri-seri bahkan tersenyum mengingatnya. Tetapi yang biasanya jadi masalah adalah sisi duka yang tidak jarang membuat kita sedih, atau bahkan menyebabkan kita menyimpan dendam serta kepahitan yang tidak pernah hilang. Ada sebuah doa yang cukup bagus, "Tuhan, ajar aku bersyukur bukan hanya untuk banyak perkara besar yang sudah Engkau kerjakan, tapi juga untuk jutaan perkara-perkara kecil yang Engkau kerjakan di dalam hidupku selama ini." Kejadian-kejadian yang menurut kita sangat menyakitkan, tentunya tidak pernah terlepas dari kemahatahuan Tuhan. Roma 8:28 berkata, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." Seseorang berkata, "Waktu yang lalu tidak akan pernah sama dengan waktu yang akan datang." Apakah kita mengalami banyak kegagalan, kekalahan dan pengalaman menyakitkan selama ini? Bangkit dan bangunlah iman kita kembali. Taruh harapan sepenuhnya kepada Tuhan dan lihat, bagaimana la berkarya di dalam hidup kita. Buanglah anggur asam beserta kirbat lama itu dan milikilah anggur baru beserta kirbat baru yang telah tersedia bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku agar berani untuk meninggalkan semua kegagalan dan kepahitanku dan memulai sesuatu yang baru mulai hari ini. Amin. (Dod).
En este programa resumimos lo estudiado en nuestro centro de estudios.
On this episode Aries and Andy talk about impressions, the signal, Sinners, being a woman, noises during sex, Cleveland, "Wanna play a game...", and food in the bathroom. Social Media Instagram: @SpearsBergPod Twitter: @SpearsBergPod Facebook: SpearsBergPod Patreon: SpearsBergPod Youtube: SpearsBergPod Learn more about your ad choices. Visit megaphone.fm/adchoices
MALAM SERAM THE HORROR TALK SHOW | SELAMAT HARI RAYA GENG MOMOK | DAPATKAN TIKET MALAM SERAM TEATER & MUZIKSuka bacaan kisah-kisah seram, sila subscribe ke saluran Malam Seram! Malam Seram LIVE show Isnin hingga Khamis 11 malam dan Jumaat 11.59 malam MALAM SERAM adalah segmen LIVE perkongsian pengalaman seram dan misteri. Anggap ia hanya sekadar perkongsian sahaja. Jangan mudah percaya dan terlalu taksub dengan apa yang anda dengar! MALAM SERAM The Horror Talk Show Bukan Sekadar Cerita Seram.____________________________________________________________________________________________Hello Geng Momok dapatkan tiket untuk MALAM SERAM TEATER DAN MUZIK Malam Seram Teater dan MuzikSabtu, 24 May 2025, 8 malamDi The Star Theatre (The Star Performing Art Centre)Geng Momok jom dapatkan tiket untuk pementasan pertama Malam Seram.Tiket kategoriMomok Colonel VIP $195Momok Major $145Momok Captain $125Momok Leftenant $95 Lungsuri www.startix.sg untuk dapatkan tiket anda.Malam Seram Teater dan Muzik anjuran Muse+ ____________________________________________________________________________________________Become a supporter of this podcast: https://www.spreaker.com/podcast/malam-seram--3347472/support.
Podhub - PODHUB bersama Haruka & Kenta
udah yakin move on, eh tiba-tiba mantan datang lagi... bilangnya udah berubah, udah lebih dewasa. tapi beneran berubah? atau kita yang cuma takut sendirian?di episode ini, kita bahas kenapa kita sering kejebak siklus balikan, kapan balikan itu ide buruk, dan kapan balikan bisa jadi keputusan yang tepat. sebelum lo balik ke pelukan yang sama, dengerin dulu podcast ini biar nggak salah langkah.
Suka bacaan kisah-kisah seram, sila subscribe ke saluran Malam Seram! Malam Seram LIVE show Isnin hingga Khamis 11 malam dan Jumaat 11.59 malam MALAM SERAM adalah segmen LIVE perkongsian pengalaman seram dan misteri. Anggap ia hanya sekadar perkongsian sahaja. Jangan mudah percaya dan terlalu taksub dengan apa yang anda dengar! MALAM SERAM The Horror Talk Show Bukan Sekadar Cerita Seram.Become a supporter of this podcast: https://www.spreaker.com/podcast/malam-seram--3347472/support.
Suka bacaan kisah-kisah seram, sila subscribe ke saluran Malam Seram! Malam Seram LIVE show Isnin hingga Khamis 11 malam dan Jumaat 11.59 malam MALAM SERAM adalah segmen LIVE perkongsian pengalaman seram dan misteri. Anggap ia hanya sekadar perkongsian sahaja. Jangan mudah percaya dan terlalu taksub dengan apa yang anda dengar! MALAM SERAM The Horror Talk Show Bukan Sekadar Cerita Seram.Become a supporter of this podcast: https://www.spreaker.com/podcast/malam-seram--3347472/support.
Starlight Thursdays Episode 249 Welcome Suka to the series! We did a little interview to get a glimpse behind the scenes and better acquainted. When did you get into DJing? I started off practicing and messing around with it when i was 18-20. The last two years I've focused on professional shows and playing residencies. Why did you get into it? I fell in love with it at a young age when my cousin was djing in new york city. The festival scene was always something amazing to me. Seeing so many people come together and share music. What events have you played? I've Preformed in Missoula Pride 2025, Maggot Fest the last two years, headlined at Tipsup, Big Sky, I've had the pleasure to open for Nostalgix, Luci, SoDown, Pushloop, Maddy O'Neal and provide direct support for Mr.Bill. It's been a wild journey. Where are you from? New Jersey/ NYC but currently in the University district, Missoula What inspires you to DJ? The way I connect with music is like no other, it takes me away from day to day anxieties, and brings me to a reality i never want to leave. Especially when I am able to make a connection with a room full of people and have a moment where we are one, seeing smiles, laughter and dancing is something i never want to be without. What inspires you about electronic music culture? I think for me it's how exciting and diverse the electronic music culture can be, an area that continues to grow and theres no stopping it. Can you tell us few words about this mix? It's a blend of some saucy bass and tech beats recorded on NYE. I went on the decks at 1am, the energy of the room was good and we all just danced together to house music. I played tracks from GENESI, Simon Kidzoo, Matt Sassari, Biscits and Joshwa to name a few. Super fun. Really appreciated ringing in the new year with our community in such a high energy way. We Loved having Suka join us at NYE Star Garden and exited to share the recording of this joyous celebration that takes us back to that unforgettable night. Hope you enjoy! For More Suka check out her SoundCloud https://on.soundcloud.com/heBdk7iKtLL3zqwd7
Join award-winning director, producer and screenwriter, Djo Munga, and Hoover Senior Fellow H.R. McMaster as they discuss Munga's films depicting life in the Democratic Republic of the Congo (DRC), Central African regional challenges, and opportunities for unleashing the potential of this resource rich country in service of its long-suffering population. Having received widespread acclaim for his work, Munga reflects on how the arts, including film, drama and literature can help us understand complex challenges facing the world from a political, economic and social perspective, how he uses film to understand the root causes of conflict in the DRC, why resilience is so important to the Congo, and what he hopes to portray through his future projects. ABOUT THE SPEAKERS Djo Tunda Wa Munga is an award-winning director, producer, and screenwriter. Munga was born in the DRC's capital, Kinshasa. He pursued fine arts while attending boarding school in Belgium, and a cinema workshop inspired him to attend the National Film School of Belgium, INSAS. Munga then returned to the Congo and established the first film and television production company in the DRC, Suka! Productions, as well as its first film and television school. His debut film VIVA RIVA! received widespread acclaim. Munga has produced documentary and historical films for the World Bank, BBC, and numerous international development agencies. H.R. McMaster is the Fouad and Michelle Ajami Senior Fellow at the Hoover Institution, Stanford University. He is also the Bernard and Susan Liautaud Fellow at the Freeman Spogli Institute and lecturer at Stanford University's Graduate School of Business. He was the 25th assistant to the president for National Security Affairs. Upon graduation from the United States Military Academy in 1984, McMaster served as a commissioned officer in the United States Army for thirty-four years before retiring as a Lieutenant General in June 2018.