POPULARITY
Categories
A community gathering migration, belonging and the social architecture of care. - Ruang berkumpul bagi komunitas untuk berbagi rasa memiliki, serta saling mendukung dalam kehidupan sosial bersama.
Director Joko Anwar's latest work, Ghost in the Cell, achieved box-office success and was released in 148 countries, highlighting social issues reflecting the concerns of the Indonesian public. - Karya terbaru sutradara Joko Anwar, Ghost in the Cell, meraih box office dan tayang di 148 negara dengan membawa isu sosial yang menjadi kegelisahan masyarakat Indonesia.Listen to SBS Indonesian on Mondays, Wednesdays, Fridays and Sundays at 3pm.Follow us on Facebook and Instagram, and subscribe to our podcasts. - Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
May 27,2026 Wednesday : Morning : Sandhya Satsang - Morning Sarv Karya Sarv Siddhi Mantra
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Karya Seni AllahDiambil dari: Mazmur 19:2 “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.”Wonder Kids, pernahkah kamu melihat sesuatu yang sangat indah lalu langsung berkata, “Wah, bagus sekali!” Misalnya saat melihat langit sore yang berwarna oranye, bunga yang cantik, gunung, laut, atau pelangi setelah hujan. Saat melihat hal-hal indah seperti itu, kita biasanya tahu bahwa keindahan itu tidak muncul begitu saja. Keindahan membuat kita berpikir tentang siapa yang membuatnya.Begitu juga dengan dunia ini. Alam semesta yang kita lihat menunjukkan bahwa Tuhan adalah Pencipta yang luar biasa. Ada orang yang menganggap semua keindahan di dunia hanya terjadi begitu saja. Tetapi semakin kita memperhatikan ciptaan Tuhan, semakin kita bisa melihat bahwa dunia ini penuh dengan rancangan, keindahan, dan keteraturan. Semua itu menunjukkan pekerjaan tangan Allah.Bayangkan sebuah lukisan yang sangat indah. Tidak mungkin cat itu terciprat sendiri lalu menjadi gambar yang bagus. Pasti ada pelukisnya. Demikian juga saat kita melihat langit, bintang-bintang, pepohonan, bunga, hewan, dan tubuh kita sendiri. Semua itu seperti karya seni yang menunjukkan kebesaran Tuhan. Dunia ini bukan hasil kebetulan. Dunia ini adalah ciptaan Allah yang penuh hikmat.Firman Tuhan dalam Mazmur 19:2 berkata bahwa langit menceritakan kemuliaan Allah. Artinya, saat kita melihat ciptaan, kita sedang diingatkan bahwa Tuhan itu mulia, hebat, dan penuh kuasa. Dan yang indah lagi, Tuhan bukan hanya menciptakan dunia ini, tetapi juga memberi kita kesempatan untuk menikmatinya. Tuhan mau kita melihat keindahan ciptaan-Nya lalu bersyukur kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Lihatlah satu hal yang indah di sekitarmu hari ini, lalu katakan, “Tuhan, terima kasih. Ciptaan-Mu indah sekali.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakan dunia ini dengan indah. Tolong aku supaya saat melihat keindahan ciptaan-Mu, aku semakin kagum dan bersyukur kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: keindahan dunia ini menolong kita melihat bahwa Tuhan adalah Pencipta yang mulia dan penuh hikmat. Tuhan Yesus memberkati.
Obrolan bersama Meggy Soedjatmiko dan Erika Rizqi
Sriwhana Spong, a New Zealand-born artist of Balinese heritage based in London, is presenting her first major solo exhibition in Australia at the Monash University Museum of Art in Melbourne. - Sriwhana Spong, seniman asal Selandia Baru berdarah Bali yang berbasis di London, menghadirkan pameran tunggal perdananya di Australia di Monash University Museum of Art, Melbourne.
Satu lukisan. Tiga sosok kecil. Dan sebuah cerita yang belum selesai. Kali ini, Perimin kembali membawakan satu kisah persahabatan yang begitu menghangatkan. Alkisah, Louisa, seorang seniman muda yang menempuh perjalanan demi mengetahui satu rahasia besar di balik lukisan yang ia dapatkan. Dengan sentuhan khas Fredrik Backman yang hangat dan jenaka, cerita ini terasa sederhana, tetapi perlahan meninggalkan kesan yang mendalam di hati para pembaca. Jadi, apakah kamu sudah siap menelusuri kisah persahabatan di balik lukisan ini bersama Louisa? https://www.periplus.com/p/9781398516434/my-friends
Bersama Lita Mahendra, Eka Dalanta dan Abdyka Wirmon
Mengalami Karya Yesus - Ev. Herwin Sihotang - 5 April 2026 - GBI Sariwangi
Hai, Bibliobesties!
Malam ini di MEET NITE LIVE, kita bakal bahas kasus menarik soal videografer Amsal Christy Sitepu yang didakwa mark-up harga pembuatan video profil desa. Banyak hal yang jadi sorotan, mulai dari penilaian harga nol terhadap proses kreatif hingga dukungan dari Komisi Tiga DPR. Jangan sampai kelewatan, siapkan camilan dan tonton LIVE di MetroTV jam 22.30 WIB!
Ikuti Dheni Ines Tan di sini.
Buying Aboriginal and Torres Strait Islander art can be meaningful, but how do you know if it's real and ethical? Fake art is still a problem in Australia, and protections are still developing. This guide helps you understand what to look for, what questions to ask, and where to buy safely. By choosing carefully, you can support First Nations artists and their communities. - Membeli seni Aborigin dan Torres Strait Islander bisa bermakna, tetapi bagaimana Anda tahu jika itu nyata dan etis? Seni palsu masih menjadi masalah di Australia, dan perlindungan masih berkembang. Panduan ini membantu Anda memahami apa yang harus dicari, pertanyaan apa yang harus diajukan, dan di mana membeli dengan aman. Dengan memilih dengan cermat, Anda dapat mendukung seniman First Nations dan komunitas mereka.
Hello Listeners!Di episode ini bersama Amir, Rizal, dan Nadya, kita bakal bahas perjalanan Bingkai Karya dari awal hingga bisa berkembang seperti sekarang. Mulai dari cerita di balik proses membangun platform ini, tantangan yang pernah dihadapi, sampai pengalaman-pengalaman menarik selama menjalankan berbagai program dan konten. Semua dibahas santai namun penuh cerita inspiratif.Untuk cerita lebih lengkapnya yuk dengarkan obrolan langsung di Channel Podcast Bingkai Suara Season 8 di Spotify dan Apple Podcast juga Channel YouTube Bingkai Karya.Untuk update berita di Bingkai Karya kamu bisa kunjungi website kita di www.bingkaikarya.com
Majdina, a young Indonesian digital designer, recently came into the spotlight for her artistic touch on Ramadan and Eid campaign visual materials for SBS. - Majdina, seorang desainer digital muda berdarah Indonesia, baru-baru ini menjadi sorotan berkat sentuhan artistiknya pada materi visual kampanye Ramadan dan Idul Fitri untuk SBS.
Through the title 'Jelma', artists from Indonesia and Australia joined forces to reinterpret the richness of the Indonesian legend “Lutung Kasarung” in a show that bridges traditional roots and contemporary aesthetics. - Melalui judul 'Jelma', para seniman dari Indonesia dan Australia bergabung untuk menafsirkan ulang kekayaan legenda Indonesia "Lutung Kasarung" dalam sebuah pertunjukan yang menjembatani akar tradisional dan estetika kontemporer.
Penerjemah Reita Ariyanti bisa diikuti di sini.
For Patriot Mukmin, photo weaving brings two visual memories together into something new and deeply personal. - Bagi seniman Indonesia, Patriot Mukmin, menganyam foto adalah cara menggabungkan dua kenangan visual menjadi satu karya baru yang personal.
Bernando J Sujibto adalah penerjemah buku ini dari bahasa Turki. Ratna Ayu Budhiarti adalah seorang penyair yang menjadi tamu dadakan dalam episode ini :)
Seri Eksposisi Kitab Keluaran #4
Bersama Andry Setiawan dari Penerbit Haru
Original title: Bibbi Bokkens magiske bibliotekObrolan bersama Lita Mahendra, Juinita Senduk dan Meita Eryanti.
The prestigious stage of the 2026 Sydney Festival will bear silent witness to an emotional performance entitled “The Remains.” The work is a slick collaboration between Indonesian choreographer Murtala and his wife, Alfira O'Sullivan, staged at Bankstown Arts Centre. - Panggung bergengsi Sydney Festival 2026 akan menjadi saksi bisu dari sebuah pertunjukan emosional bertajuk "Sisa-Sisa". Karya ini merupakan kolaborasi apik antara koreografer asal Indonesia, Murtala, dan istrinya, Alfira O'Sullivan, yang dipentaskan di Bankstown Arts Centre.
Obrolan bersama Milvie Setiorahardjo.
Samsara, a movie that reflect and contemplate Balinese culture rather than simply follow a conventional narrative. - Samsara film yang menampilkan budaya Bali sebagai bahasa visual, bukan sekadar latar cerita.
Ustadz Zainal Abidin Bin Syamsudin - Islam Sontoloyo | Dari Buku Karya Ir. Soekarno
Media Partner - Wug Gumi Wug merupakan nama pameran dan wadah bareng para perupa muda dan penulis yang memiliki kegelisahan akan apa yang terjadi di Bali belakangan ini terutama dengan keadaan alam dan kota Denpasar. Dalam perjalanan mempersiapkan sampai pada berlangsungnya pameran ini, para pemuda ini tidak berhenti aktif dalam mengekspresikan Wug Gumi Wug. Ditambah keadaan di depan tempat pamerannya uwug juga dengan adanya pembenahan saluran di bawah trotoar sekaligus membangun trotoar baru. Jadi, apa saja yang terjadi selama Wug Gumi Wug di TOKE Denpasar? Yuk, dengerin!
Ustadz Zainal Abidin Bin Syamsudin - Islam Sontoloyo Dari Buku Karya Ir Soekarno
Obrolan bersama penyair Ratna Ayu Budhiarti.
Through her work, Kamila Andini captures the stories of women's lives in the 1960s, as a bridge connecting the past and the present. - Melalui karyanya, Kamila Andini memotret kisah kehidupan wanita pada masa tahun 1960-an, menjadi jembatan menghubungkan masa lalu dan kini.
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) bersikukuh meluncurkan buku sejarah Indonesia versi baru, meski prosesnya diselimuti polemik. Buku "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global" terdiri dari sepuluh jilid, mencakup perjalanan panjang Indonesia mulai dari akar peradaban Nusantara, interaksi global, masa kolonial, pergerakan kebangsaan, hingga era Reformasi dan konsolidasi demokrasi sampai 2024.Meski mengaku belum membaca satu lembar pun, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengklaim buku sejarah yang diluncurkan pada Minggu (14/10) itu murni ditulis 113 sejarawan tanpa campur tangan pemerintah. Karya tersebut semacam buku sejarah resmi Indonesia dan bakal menjadi acuan yang diajarkan di sekolah-sekolah.Seperti apa isi sejarah Indonesia versi pemerintah ini? Apakah tragedi pemerkosaan massal 1998 masuk di dalamnya? Bagaimana dengan sejarah '65? Seperti apa tanggapan masyarakat sipil dan akademisi yang konsisten menolak proyek penulisan ulang sejarah nasional? Apakah ada celah untuk melakukan revisi? Bagaimana prosesnya? Di Ruang Publik KBR kita akan bahas topik ini bersama Direktur Sejarah dan Kemuseuman Kementerian Kebudayaan Prof. Agus Mulyana dan Profesor Riset Purna Bakti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Asvi Warman Adam.
Obrolan bersama Lita Mahendra (penerjemah buku ini), Juinita Senduk dan Meita Eryanti.
What if the outpouring became the inspiration for a work of poetry and could be accepted internationally? This is the story of writer and poet, Lizzie Chan. - Bagaimana jika curahan hati menjadi inspirasi karya puisi dan bisa diterima secara internasional? Ini cerita penulis dan penyair, Lizzie Chan.
Trivita Tiffany memberanikan diri untuk menggubah puisi sang Ayah menjadi film pendek, dengan nama yang sama. Oleh karenanya dia mengikuti lomba film pendek ReelOzInd 2025. Menuamgkan suatu puisi ke dalam film pendek bukanlah hal yang mudah. Apalagi dia harus menciptakan film tersebut sesuai dengan tema yang berlaku yaitu ‘imajinasi'.
Jangan percaya couple goals! Tapi, coba buat punya goals bareng sama pasangan masing-masing.Mulai dari yang kecil dulu, mulai dari yang sederhana..Kayak Ryan Adriandhy dan Anizabella Lesmana yang belajar buat olahraga bareng sampai akhirnya sekarang berkarya bareng sebagai suami istri!Timestamp:00:00 Opening02:17 Cerita cinta Ryan dan Bella06:42 Pertama kali dapet komentar "couple goals'07:25 Awal mula konten LITERASI (Literatur Suami Istri)11:42 Definisi couple goals = punya tujuan bareng17:58 Karya bersama Ryan Adriandhy dan Anizabella Lesmana18:14 This Is What Home Could Feel Like30:24 Apa yang bisa menghindarkan pasangan dari bosan?
Naufal Abshar's artwork Day to Day series, that captures everyday life, returns to Art Jakarta 2025 - Karya Naufal Abshar dengan tema Day to Day series yang menggambarkan keseharian dalam kehidupan kembali hadir dalam Art Jakarta 2025
Ni Made Ari Yanti Putri Negara, a mother from Tabanan, Bali, experienced severe depression after giving birth to her only son five years ago. - Ni Made Ari Yanti Putri Negara, perempuan asal Tabanan, Bali, sempat mengalami depresi berat pasca melahirkan putra semata wayangnya lima tahun yang lalu.
The Gita Series - A triune pilgrimage - 183 - Ch 1 3 - Slokas 20 to 22In the production of the effect and the cause (Karya & Karana), Prakriti is said to be the cause; in the experience of pleasure and pain (Sukha & Duhka), the Purusha is said to be the cause.
Designer Janet Teowarang believes that the concept of 'sustainable batik' is not only about the eco-friendly materials used but also ethical labor practices. - Desainer Janet Teowarang meyakini bahwa batik yang berkelanjutan tidak hanyak dilihat dari sisi bahan ramah lingkungan yang digunakan, tapi juga perajinnya.
Designer Janet Teowarang had the opportunity to bring batik works from Indonesia to be exhibited in Australia. What makes this work different? - Desainer Janet Teowarang berkesempatan membawa karya batik dari Indonesia untuk ditampilkan dalam pertunjukan di Australia. Apa yang membuat karya ini berbeda?
Di episode kali ini, Seniman Karawitan Indonesia, Peni Chandra, baru saja merilis album "Wulansih", dan juga, anak muda Indonesia di New York, mengadakan sebuah pameran seni berjudul "Dahulu Kala".
Welcome back to Where Who You Are, the podcast where everybody has a style, and every style has a seat. In today's guest episode, Natalie chats with Karya Schanilec, a street style photographer based in New York City who has just returned from Paris Fashion Week. Karya has a unique perspective on fashion through the lens of the camera; years of work in the field have given her the ability to discern between trend and true personal expression. As for herself? As she puts it, “I really just want to be comfortable...I don't have time for uncomfortable clothing." Amen to that. Throughout the discussion, Karya shares her experiences capturing street style from around the globe and how each fashion week offers something slightly different, but that the universal tell for personal style is “wearing who you are.” Natalie and Karya bond over their shared belief in the difference between aspiration and inspiration, examining how to translate global trends into our own wardrobes as long as it serves you. Karya also passionately notes the significance of community in fashion, stating, “It's fun to find like-minded people.” And with that, we think we've found a like-minded person for our BU Style community! From the belief in consuming less (Karya even makes some of her own clothes), down to naturally championing the basic tenets of BU Style, this episode felt like coming home.LinksCourse: https://www.bu.style/courseBU Style Six Assessment: https://www.bu.style/style-sixKarya's Pinterest: https://www.pinterest.com/karyaschanilec/ Karya's Instagram: https://www.instagram.com/karyastreetstyleKarya's Website: https://www.karyastreetstyle.com/Karya's Street Style Portrait Sessions: https://www.karyastreetstyle.com/holiday-photoshoots-nycFollow Us:Follow the podcast on social media, and submit your questions by sending us a message here!@bustyle@natalie_tincherCheck out the website for more info at www.bu.styleSign Up for Nat's NewsletterRate, Review, & Subscribe to the podcast on Apple & SpotifyThis Podcast is brought to you by Upstarter Pods
The data boom has had an outsized impact on India and the Global South. This episode explores how the data economy has changed life on the ground in South Asia — and for tech workers in the US. What does the future of caste look like for the South Asian diaspora, and in the tech world at large? What can be done to mitigate the harms of caste discrimination? How can tech help resource marginalized populations, enable social mobility, and design a more sustainable, empowered future? Raffi speaks with caste and technology scholar Murali Shanmugavelan; anthropologist Sareeta Amrute; Manu Chopra, CEO of Karya; Pratik Rajurkar, educator and co-founder of Polymath AI; and United Nations under-secretary-general, Amandeep Singh Gill. To learn more about Technically Optimistic and to read the transcript for this episode: emersoncollective.com/technically-optimistic-podcast For more on Emerson Collective: emersoncollective.com Learn more about our host, Raffi Krikorian: emersoncollective.com/raffi Technically Optimistic is produced by Emerson Collective with music by Mattie Safer. Subscribe to our weekly newsletter: technicallyoptimistic.substack.com Follow on social media @emersoncollective and @emcollectivepodcasts Email us with questions and feedback at us@technicallyoptimistic.com To learn more about listener data and our privacy practices visit: https://www.audacyinc.com/privacy-policy Learn more about your ad choices. Visit https://podcastchoices.com/adchoices