POPULARITY
Categories
Di era digital yang penuh dengan disrupsi dan ketidakpastian, memiliki pola pikir pembelajar bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan strategis untuk mempertahankan relevansi. Konsep prowess atau kecakapan yang diperkenalkan oleh Lilian Ajayi Ore dan Marshall Goldsmith menekankan bahwa pembelajaran adalah perjalanan tanpa akhir menuju keunggulan, yang melampaui sekadar penguasaan teknis statis. Melalui kerangka "WIN Mindset"—Kemauan (Willingness), Intensionalitas (Intentionality), dan Pembinaan (Nurturing)—seorang pemimpin diajak untuk terus membuka diri terhadap pengetahuan baru, mengaplikasikannya dengan tujuan yang jelas, dan menumbuhkan rasa ingin tahu sebagai mesin penggerak pertumbuhan eksponensial. Fondasi dari pola pikir ini berakar kuat pada kepemimpinan diri yang autentik dan keberanian untuk menghadapi hambatan internal. Sebelum mampu membina orang lain, seorang pemimpin harus terlebih dahulu menguasai "Leadership in Action Pyramid" yang dimulai dari perawatan diri dan penyelarasan tindakan dengan tujuan hidup yang mendalam. Dengan mengintegrasikan model "Triple A"—Tindakan, Ambisi, dan Aspirasi—pemimpin dapat mendekode rasa takut dan mengubah kegagalan menjadi motivasi intrinsik. Hal ini memastikan bahwa potensi individu maupun organisasi tidak terbuang sia-sia, melainkan dikelola secara proaktif untuk mencapai visi masa depan yang lebih bermakna. Pada akhirnya, keberhasilan sejati dari pola pikir pembelajar diukur dari kemampuannya untuk menginspirasi dan menciptakan warisan melalui pembinaan orang lain atau Coaching Prowess. Pemimpin pembelajar bertindak sebagai pengganda kekuatan (force multiplier) yang tidak merasa terancam oleh bakat baru, melainkan dengan dermawan membagikan ilmu dan menciptakan keamanan psikologis bagi timnya untuk bereksperimen. Dengan membangun budaya organisasi yang menghargai pertumbuhan kolektif, pemimpin memastikan bahwa transformasi tidak hanya berhenti pada level individu, tetapi menjadi energi yang menggerakkan seluruh ekosistem untuk terus beradaptasi dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Kuliah Khas Ramadan yang berlangsung di Surau Lake Homes, Bertam, Pulau Pinang pada 19 Ogos 2011.~ Sejarah permulaan solat sunat malam Ramadan~ Nabi bimbang solat tarawih di fardhukan~ Asal usul nama solat sunat Tarawih~ Nabi buat 8 rakaat berserta 3 solat witir~ Ibadah rehat yang enjoy~ Qunut di dalam witir~ Saidina Umar seorang pemimpin "Batman" ~ Asal usul solat berjemaah tarawih~ Inilah bidaah yang baik~ Solat sepertiga akhir malam lebih baik~ Islam adalah agama yang suka kepada perpaduan, dan tidak sukakan pepecahan~ Pepecahan sangat merugikan dan mengundang kepada kebinasaan~ Kejadian di Iraq akhirnya menguntungkan musuh~ Solat tarawih dua rakaat, duduk tahiyat macam mana?~ Duduk tahiyat akhir yang disepakati oleh semua mazhab dalam solat 3 rakaat~ Perbezaan pendapat antara ulama mazhab tentang duduk tahiyat~ Kafir berbeza agama, tapi bersatu~ Alasan 8 dan 20 rakaat tarawih~ Kejadian Nabi terkejut jaga dari tidur~ Apalah fitnah yang Allah nak datangkan kepada umat Nabi?~ Umat akhir zaman akan diuji dengan soal akidah~ Kenapa Ustaz Shamsuri suka sentuh isu murtad?~ Kerana cinta sanggup tinggal Islam~ Orang agama kita nak berdakwah minta duit~ Satu ceramah minta RM1500~ Guru Tuisyen ajar agama Kristian~ Tangkapan malam tahun baru~ Apalah kemewahan yang Allah nak datangkan kepada umat Nabi?~ Umat Islam semakin kaya~ Kekayaan boleh mengubah manusia~ Kisah orang Melayu di Subang Jaya~ Sembunyi mini bar penuh arak~ Cahaya hidayah, "I tak sangka minum arak ni berdosa besar"--Dapatkan External SSD 512GB Sempena 11 Tahun Zonkuliah : https://toyyibpay.com/Zonkuliah-External-SSD-512GB--Sokong Projek Zonkuliah Dengan Menyumbang Ke Akaun Berikut : ➢ https://payment.tngdigital.com.my/sc/bDLnYClrWk➢ MAYBANK (Produksi Zonkita) - 557250054584➢ PAYPAL - paypal.me/DanaZK---☑● Doakan Dimurahkan Rezeki dan Diberikan Kesihatan Yang Baik Untuk Kami Teruskan Projek ZonKuliah ☑●✚ Untuk update terkini sila like Facebook Page kami : www.facebook.com/zonkuliah---#Zonkuliah #UstazShamsuri #KuliahAgama
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Modesta MCFSM dan Sr Yuliana MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santo Yosef Ampa di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Yakobus 1: 12-18; Mazmur tg 94: 12-13a.14-15.18-19; Markus 8: 14-21.KUAT MENGHADAPIUJIAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kuat MenghadapiUjian. Di dalam kitab suci perjanjian baru, Yesus Kristus mengajarkan kitauntuk kuat dalam menghadapi ujian. Pengalaman ujian sering disamakan dengancobaan, yang maksudnya ialah untuk mencobai seseorang apakah mampu melewaticobaan atau tidak. Misalnya di dalam Injil Matius 26: 41 yang sama denganMarkus 14: 38, dan Lukas 22: 40, Yesus mengingatkan supaya kita selalu kuatdalam doa dan berwaspada supaya tidak jatuh ke dalam pencobaan. Daging atau tubuhkita lemah sehingga gampang menjadi jalan masuk bagi musuh yang mencobai. Tuhan sendiri juga mengingatkan umat-Nya di dalamperjanjian lama supaya mereka kuat terhadap godaan, cobaan dan ujian hidup.Ketika Musa berhadapan dengan Firaun di Mesir, ia benar-benar di dalam ujianberat. Tetapi ia juga patuh pada tuntunan dan perintah Tuhan. Dengan berpegangpada prinsip ini bahwa Tuhan mengajarkan dan menguatkan kita, jelas sebagaisebuah permainan atau lelucon kalau Tuhan juga yang mencobai kita. Ada anggapandan keyakinan di antara kita bahwa Tuhan mencobai dan menggodai kita sehinggaitu semua dianggap saja sebagai ujian dalam hidup. Ini jelas tidak mungkin.Bagaimana Ia menguatkan kita, Ia juga mencobai apa yang Ia sendiri tetapkan,kuatkan dan lindungi? Oleh karena itu Santo Yakobus dalam bacaan pertamamenegaskan bahwa tidak mungkin Tuhan mencobai kita anak-anak kekasihnya. Tuhantidak punya sistem bermain seperti siapa pun makhluk manusia dan makhluk rohlainnya yang punya keinginan untuk mencoba-cobai, menggoda-godai, ataumemperdaya-dayai pihak lain. Pemimpin penggoda dan penyoba ialah setan.Pengaruh setan ini memprioritaskan kerjanya pada tingkah laku manusia yangbertentangan dengan jalan Tuhan. Karena manusia punya kebebasan, ia bisa jugamemilih untuk condong pada pengaruh setan. Jadi manusia dicobai dan digodaioleh keinginannya sendiri yang sudah dikuasai oleh si jahat. Bilamana kita tahu bahwa kita berada di dalam cobaan?Peristiwa yang dikisahkan di dalam Injil hari ini menggambarkan suatu situasiumum orang-orang berada di dalam cobaan. Situasi itu ialah ketika pikiran danhati kita mulai mengerti dan menganggap bahwa Tuhan jauh atau tidak beradabersama kita. Kekawatiran atau keprihatinan bahwa nasib kita bakal di dalamkesulitan karena di sekeliling kita ada begitu banyak tantangan, kesulitan, danancaman. Bahkan kita sangat dihantui oleh ketidakmampuan kita untuk menghadapisemua itu. Rasa tak percaya pada diri, anggapan bahwa di sekeliling ada banyakancaman, dan pandangan bahwa Tuhan jauh, merupakan keadaan pencobaan yang kitahadapi di dalam hidup ini. Maka nasihatnya ialah: kita mesti kuat! Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa,penuhilah diri kami dengan semangat iman yang berani dan kuat untuk menghadapisegala cobaan dan ujian hidup ini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus ... Dalam nama Bapa ...
Transisi dari seorang peneliti menjadi pemimpin riset adalah sebuah perjalanan paradoksal yang menantang identitas profesional seseorang. Peneliti dilatih untuk bekerja secara otonom, skeptis, dan perfeksionis terhadap detail teknis, namun kepemimpinan menuntut kemampuan delegasi, empati, dan visi strategis yang luas. Dalam konteks ini, otoritas seorang pemimpin tidak lahir dari jabatan struktural semata, melainkan dari "expert power" atau kredibilitas intelektual yang diakui oleh sejawat. Memimpin peneliti sering diibaratkan sebagai seni "menggembalakan kucing" (herding cats), di mana pemimpin tidak mendikte metode, melainkan memberikan arah visi sambil memfasilitasi otonomi yang menjadi "mata uang" utama bagi motivasi para ilmuwan. Peran fundamental seorang pemimpin peneliti bergeser drastis dari menjadi kontributor individu yang mengejar publikasi pribadi, menjadi arsitek lingkungan yang memungkinkan timnya berkembang. Keberhasilan seorang pemimpin diukur bukan lagi dari output pribadinya, melainkan dari produktivitas dan pertumbuhan tim yang dipimpinnya. Dalam fungsi ini, pemimpin bertindak sebagai perisai (the shield) yang melindungi peneliti dari beban administrasi berlebih dan politik institusi, serta menciptakan rasa aman psikologis (psychological safety) di mana kegagalan eksperimen dipandang sebagai data pembelajaran, bukan akhir karir. Keseimbangan ini krusial untuk menjaga api inovasi tetap menyala di tengah tekanan birokrasi. Di era modern yang penuh ketidakpastian (VUCA), kepemimpinan riset menjadi semakin relevan sebagai pembangun ekosistem (ecosystem builder). Masalah global yang kompleks saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu disiplin ilmu saja, menuntut pemimpin yang mampu merajut kolaborasi transdisipliner dan menghubungkan akademisi dengan industri serta pemerintah (Triple Helix). Pemimpin riset masa kini harus menjadi jembatan yang mengubah penemuan di laboratorium menjadi dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus menavigasi integrasi teknologi baru seperti AI dalam metodologi penelitian. Dengan demikian, kepemimpinan riset bukan sekadar manajemen tugas, melainkan upaya strategis untuk memperluas dampak sains melampaui tembok laboratorium.
MetroTV, Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengunjungi makam mendiang pemimpin Ruhollah Khomeini pada Sabtu, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kemungkinan serangan militer Amerika Serikat.Televisi pemerintah Iran menayangkan rekaman Khamenei memberikan penghormatan dan berdoa di samping makam pendahulunya. Kunjungan ini terjadi saat kekuatan militer AS meningkat di kawasan, dengan spekulasi bahwa Khamenei bisa menjadi target potensial.
Jalan Chaordic, sebuah konsep yang dipopulerkan oleh Dee Hock, merupakan koridor dinamis yang menghubungkan ketidakteraturan kreatif (chaos) dengan struktur yang stabil (order). Konsep ini menolak paradigma kepemimpinan tradisional yang berbasis kontrol ketat karena dianggap mematikan inovasi dan adaptabilitas organisasi. Di kedua sisi jalan sempit ini terdapat jurang berbahaya: "Control" yang kaku yang memicu apati di satu sisi, dan "Chamos" atau kekacauan yang menghancurkan di sisi lainnya. Pemimpin dan fasilitator yang bijak memahami bahwa organisasi yang hidup membutuhkan ruang untuk bernapas di antara kedua ekstrem tersebut agar tetap relevan dalam dunia yang terus berubah. Dalam praktiknya, spektrum ini membantu mendiagnosis kesehatan kelompok melalui empat fase utama yang saling berkaitan. Fase "Control" sering kali berujung pada penindasan kreativitas karena minimnya ruang gerak, sementara fase "Order" menyediakan kejelasan visi dan peran yang diperlukan untuk stabilitas. Namun, transformasi sejati justru hanya terjadi di fase "Chaos," di mana ketidakpastian memicu lahirnya ide-ide radikal yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Tugas seorang fasilitator adalah menjaga agar kelompok tidak terjerumus ke dalam "Chamos"—kondisi kehilangan arah yang destruktif—dan tetap bertahan di zona kreatif melalui proses hosting yang tepat hingga pola-pola baru mulai menampakkan diri. Pada akhirnya, tujuan utama menavigasi Jalan Chaordic adalah mencapai tahap "Emergence," di mana solusi cerdas muncul secara organik dari interaksi kolektif anggota kelompok. Hal ini menuntut keberanian pemimpin untuk melepaskan keinginan memprediksi hasil akhir secara linear dan beralih fokus pada keterlibatan (engagement) yang bermakna. Dengan memeluk ketidakpastian sebagai peluang dan bukan ancaman, kita dapat menciptakan budaya organisasi yang tidak hanya tangguh menghadapi perubahan, tetapi juga mampu terus berevolusi menuju masa depan yang lebih inovatif, kolaboratif, dan manusiawi.
Banyak pimpinan organisasi mengeluh. Katanya, kapasitas staf sulit sekali naik. Padahal anggaran pelatihan sudah dikuras habis. Masalahnya sering kali bukan pada orangnya, tapi pada caranya. Malcolm Knowles menyebut orang dewasa sebagai "spesies yang terabaikan". Kita sering memaksakan peningkatan kapasitas dengan gaya sekolah dasar: guru di depan, murid duduk manis mendengarkan. Padahal, bagi orang dewasa, cara itu adalah penghinaan terhadap kemandirian mereka. Peningkatan kapasitas orang dewasa harus berbasis pada pengalaman. Knowles menekankan bahwa orang dewasa bukan gelas kosong yang siap diisi air apa saja. Mereka adalah gudang pengalaman. Maka, pelatihan dalam organisasi tidak boleh lagi bersifat satu arah atau sekadar hafalan teori. Belajar bagi mereka adalah proses menghubungkan hal baru dengan apa yang sudah mereka alami selama puluhan tahun bekerja. Jika pelatihan tidak relevan dengan masalah nyata di meja kerja mereka besok pagi, maka lupakan saja efektivitasnya. Maka, kunci utama peningkatan kapasitas adalah pergeseran peran. Pemimpin atau bagian HRD jangan lagi merasa sebagai instruktur yang maha tahu. Jadilah fasilitator. Motivasi terkuat orang dewasa bukan hanya soal naik jabatan, tapi kepuasan batin karena mampu menyelesaikan tantangan hidup. Ketika organisasi mampu menciptakan lingkungan belajar yang menghargai konsep diri dan orientasi masalah stafnya, saat itulah kapasitas organisasi akan melompat dengan sendirinya. Begitulah cara manusia dewasa bertumbuh. (*)
D'Message || TAATILAH DAN DOAKAN PEMIMPIN ROHANIMU || Ps. Steven Liem
Polemik implementasi sistem administrasi perpajakan Coretax kembali mencuat menyusul keluhan sejumlah wajib pajak korporasi terkait kendala teknis dalam pelaporan dan pembayaran pajak. Persoalan ini bahkan mendorong Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, turun langsung meninjau kondisi di Danantara Indonesia.Pemerintah menyatakan sebagian besar kendala telah diatasi dan sistem terus disempurnakan. Namun di ruang publik, muncul pertanyaan yang lebih luas: sejauh mana kesiapan Coretax menopang reformasi perpajakan nasional, bagaimana dampaknya terhadap kepatuhan wajib pajak, serta risiko apa yang perlu diantisipasi ke depan.Untuk membahas isu ini lebih dalam, kami berbincang dengan Basuki Widodo, Pemimpin sekaligus Pendiri Indonesian Tax Care, mengulas tantangan, peluang, dan masa depan transformasi sistem perpajakan Indonesia.
Di era yang didefinisikan oleh kecepatan informasi dan keterhubungan global, organisasi sering kali terjebak dalam kegagalan membedakan antara masalah yang sekadar "rumit" dengan masalah yang benar-benar "kompleks". Masalah rumit, meskipun memiliki banyak bagian, bersifat linier dan dapat diprediksi sehingga dapat diselesaikan dengan model efisiensi tradisional ala Taylorisme. Namun, masalah kompleks—seperti dinamika perubahan sosial—bersifat non-linier dan tidak terprediksi, di mana perubahan kecil di satu titik dapat memicu dampak besar yang tak terduga. Dalam konteks ini, struktur hierarki yang kaku sering kali menjadi penghambat utama karena jalur birokrasi yang panjang membuat pengambilan keputusan terlalu lambat untuk merespons realitas lapangan yang berubah setiap detik. Transformasi menuju "Team of Teams" menawarkan solusi dengan mengawinkan kelincahan tim kecil dengan skala organisasi besar melalui dua pilar utama: kesadaran bersama (shared consciousness) dan eksekusi yang diberdayakan (empowered execution). Kesadaran bersama tercipta melalui transparansi informasi yang radikal, di mana setiap aktor dalam ekosistem memahami konteks strategis secara utuh, bukan hanya bagian kecil dari tugas mereka. Hal ini meruntuhkan silo informasi dan membangun kepercayaan horizontal sebagai fondasi kolaborasi. Ketika konteks ini sudah dipahami secara merata, wewenang pengambilan keputusan dapat didelegasikan ke garis depan, memungkinkan tim untuk bertindak secara mandiri namun tetap selaras dengan tujuan kolektif tanpa harus menunggu instruksi dari pusat. Pada akhirnya, keberhasilan model ini menuntut pergeseran peran kepemimpinan dari seorang "Master Catur" yang mengontrol setiap langkah bidak, menjadi seorang "Tukang Kebun" yang memelihara ekosistem. Pemimpin tidak lagi fokus pada manajemen mikro atau pemberian perintah teknis, melainkan pada penciptaan lingkungan di mana interaksi antar tim dapat tumbuh secara sehat dan organik. Bagi fasilitator perubahan sosial, pendekatan ini memastikan bahwa gerakan tidak hanya mengejar efisiensi jangka pendek, tetapi juga membangun resiliensi jangka panjang. Dengan menjadi "tukang kebun" bagi ekosistem perubahan, kita memastikan bahwa seluruh komponen organisasi memiliki kapasitas untuk belajar, beradaptasi, dan tetap tangguh di tengah badai ketidakpastian.
Metode "Yes, And" merupakan fondasi dari seni improvisasi teater The Second City yang dirancang untuk membalikkan pola pikir reaktif "No, But" menjadi budaya kolaboratif yang radikal. Secara konseptual, "Yes" atau "Ya" berarti menerima sepenuhnya kontribusi atau ide rekan bicara tanpa menghakimi, sementara "And" atau "Dan" adalah komitmen untuk menambahkan nilai atau perspektif baru di atas fondasi tersebut. Dalam pengembangan ekosistem sosial, pendekatan ini berfungsi sebagai arsitektur komunikasi yang mengubah ketidakpastian menjadi peluang inovasi, di mana setiap gagasan dianggap sebagai aset berharga untuk membangun solusi kolektif. Kekuatan utama metode ini terletak pada prinsip "Bawa Batu Bata, Bukan Katedral," yang menekankan pentingnya kontribusi kecil secara inkremental daripada mengejar solusi sempurna sendirian. Dengan mengedepankan elemen ensemble dan ko-kreasi, tim didorong untuk menciptakan ruang aman bagi kegagalan, di mana kesalahan dipandang sebagai bagian dari proses riset dan pengembangan yang autentik. Hal ini menghilangkan hambatan mental berupa rasa takut akan penilaian, sehingga memungkinkan munculnya ide-ide berani yang sering kali tersembunyi di bawah permukaan budaya kerja yang kaku dan hierarkis. Secara praktis, kepemimpinan berbasis "Yes, And" mengadopsi model Follow the Follower dan latihan mendengarkan secara mendalam untuk menyatukan berbagai pemangku kepentingan dalam sebuah ekosistem. Pemimpin tidak lagi berperan sebagai pemberi instruksi mutlak, melainkan sebagai fasilitator yang mendengarkan untuk memahami, bukan sekadar untuk menjawab, demi memaksimalkan potensi setiap anggota tim. Melalui integrasi antara teori improvisasi dan kebutuhan taktis organisasi, metode ini mampu merobohkan sekat-sekat sektoral dan membangun gerakan perubahan sosial yang lebih agil, tangguh, dan berdampak luas.
Menemukan insight organisasi itu bukan soal sulap atau keberuntungan semata, tapi soal ketajaman menangkap momen "Aha!". Gary Klein mengajarkan kita tiga jalur utama: Koneksi, Kontradiksi, dan Koreksi. Jalur koneksi menuntut kita menghubungkan titik-titik data yang tampak tidak nyambung menjadi sebuah pola baru. Sementara itu, jalur kontradiksi mengajak kita peka terhadap anomali atau keanehan yang muncul di lapangan—jangan dibuang, justru harus dikejar karena di situlah perubahan tren dimulai. Terakhir, jalur koreksi memaksa kita berani membuang keyakinan lama yang sudah basi untuk diganti dengan pemahaman baru yang lebih relevan. Salah satu cara paling ampuh untuk memancing insight adalah melalui Reverse Thinking atau berpikir terbalik. Jangan selalu bertanya "bagaimana cara kita sukses?", tapi sesekali tanyalah "apa yang pasti akan membuat organisasi ini hancur?". Teknik Pre-mortem adalah aplikasi nyatanya; bayangkan sebuah program sudah gagal total di masa depan, lalu bedah penyebabnya satu per satu. Dengan melihat masalah secara "sungsang", kita justru bisa menemukan celah dan risiko tersembunyi yang biasanya tertutup oleh rasa optimisme berlebihan atau rutinitas kerja yang membosankan. Namun, semua teknik itu akan percuma jika organisasi tidak memiliki habitat yang sehat bagi rasa ingin tahu. Insighttidak akan muncul di ruang rapat yang kaku di mana semua orang hanya berani bilang "setuju, Pak". Dibutuhkan keamanan psikologis agar setiap anggota tim berani bersuara dan mempertanyakan asumsi dasar pimpinan. Pemimpin pun harus rajin turun ke lapangan, mendengarkan keluhan paling jujur dari konstituen atau pelanggan, karena pengalaman nyata itulah yang membentuk insting tajam. Organisasi yang luar biasa bukan yang paling sedikit berbuat salah, tapi yang paling cepat menangkap insight dan mengubahnya menjadi aksi nyata.
Pemimpin militer Myanmar Min Aung Hlaing memberikan suara dalam pemilihan umum yang menuai kontroversi. Pemilu ini menjadi yang pertama digelar sejak kudeta militer pada 2021. Meski diklaim bebas dan adil oleh junta, proses pemungutan suara berlangsung di bawah pengawasan militer dan tidak dapat dilaksanakan di sejumlah wilayah akibat konflik bersenjata. Kelompok oposisi dan pengamat internasional menilai pemilu ini sebagai upaya legitimasi kekuasaan junta.
Kepemimpinan di era disruptif menuntut pergeseran paradigma yang fundamental dari model tradisional yang kaku menuju pendekatan yang jauh lebih dinamis. Di tengah lingkungan yang dikenal sebagai VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity), seorang pemimpin tidak lagi bisa hanya mengandalkan pengalaman masa lalu atau struktur komando satu arah. Sebaliknya, disrupsi yang dipicu oleh Revolusi Industri 4.0 memaksa para pemimpin untuk memahami bahwa inovasi bukanlah sebuah peristiwa tunggal, melainkan proses berkelanjutan yang memerlukan kesiapan mental untuk menghadapi ketidakpastian sebagai norma baru dalam menjalankan organisasi. Kunci keberhasilan dalam menavigasi era ini terletak pada apa yang disebut sebagai leadership agility atau kelincahan kepemimpinan yang dipadukan dengan kecerdasan emosional yang tinggi. Pemimpin yang adaptif harus memiliki kemampuan untuk unlearn—berani meninggalkan praktik-praktik lama yang sudah tidak relevan—dan relearn untuk menguasai kompetensi digital serta sosial yang baru. Kecerdasan sosial menjadi krusial karena di dunia yang semakin didominasi oleh mesin dan kecerdasan buatan, kemampuan manusia untuk berempati, membangun koneksi mendalam, dan menginspirasi tim lintas generasi menjadi pembeda utama yang tidak dapat digantikan oleh teknologi manapun. Pada akhirnya, kepemimpinan disruptif bukan sekadar tentang penguasaan teknologi, melainkan tentang transformasi budaya dan karakter. Seorang pemimpin masa kini harus bertransformasi dari sosok bos yang memerintah menjadi mentor yang kolaboratif, yang mampu menciptakan ruang bagi kreativitas dan kegagalan sebagai bagian dari proses belajar. Meskipun cara kerja dan strategi bisnis berubah secara radikal, integritas tetap menjadi fondasi yang tidak boleh goyah. Dengan menjaga keseimbangan antara inovasi yang agresif dan nilai-nilai moral yang kokoh, seorang pemimpin akan mampu membawa organisasinya tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tengah badai perubahan.
Era disrupsi yang bersifat BANI (Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible) menuntut pemimpin untuk meninggalkan pola pikir kontrol kaku dan beralih ke stabilitas yang adaptif. Landasan utama dalam transisi ini adalah penciptaan keamanan psikologis, di mana pemimpin mengkurasi "kegagalan cerdas" sebagai bahan bakar inovasi sekaligus menjaga kejernihan berpikir di tengah badai kecemasan. Dengan menekan insting impulsif dan mengandalkan nalar strategis, seorang pemimpin mampu bertindak sebagai jangkar yang memberikan arah jelas bagi organisasi, memastikan bahwa setiap keputusan tidak lahir dari rasa takut, melainkan dari pemahaman mendalam atas dinamika yang berubah. Keberhasilan organisasi di tengah ketidakpastian kini sangat bergantung pada kemampuan pemimpin dalam mengorkestrasi talenta dan menggali potensi manusia yang tersembunyi. Tidak lagi mencari "bakat ajaib" yang sudah jadi, pemimpin masa kini harus fokus pada pengembangan karakter dan kemampuan belajar tim sebagai modalitas utama untuk melampaui batas kemampuan lama. Melalui pemetaan jenius kerja yang tepat, setiap individu dapat ditempatkan pada area yang memberikan energi maksimal bagi mereka, sehingga kolaborasi menjadi lebih efisien dan risiko kelelahan mental akibat tuntutan disrupsi yang terus-menerus dapat diminimalisir secara signifikan. Pada akhirnya, kunci kepemimpinan yang berkelanjutan di era disrupsi terletak pada pergeseran paradigma dari perintah menuju inspirasi. Pemimpin harus mampu melepaskan obsesi terhadap kendali mikro dan mulai membangun otonomi berbasis kepercayaan mutlak, di mana setiap pekerjaan dihubungkan dengan makna dan tujuan yang lebih besar. Dengan berperan sebagai pelayan yang memfasilitasi pertumbuhan, pemimpin tidak hanya membangun organisasi yang tangguh terhadap guncangan eksternal, tetapi juga menciptakan ekosistem yang mampu menginspirasi setiap anggotanya untuk terus berinovasi dan menciptakan masa depan secara proaktif.
Tahun 2025 menandai pergeseran fundamental dalam pengelolaan sumber daya manusia dan keberagaman, di mana organisasi bertransformasi dari sekadar pembeli bakat menjadi pembangun bakat. Di tengah disrupsi teknologi, perusahaan kini memikul tanggung jawab strategis untuk melakukan pelatihan ulang (reskilling) secara masif dan membuka pintu bagi tenaga kerja "kerah baru" tanpa memandang gelar akademis, melainkan keterampilan nyata. Pendekatan terhadap inklusi pun berevolusi melampaui statistik representasi menuju penciptaan lingkungan yang memungkinkan setiap individu berkembang melalui "empat kebebasan"—termasuk kebebasan psikologis untuk gagal dan belajar tanpa rasa takut akan hukuman yang tidak adil. Dari sisi strategi dan operasional, mantra pertumbuhan dengan segala cara telah digantikan oleh pertumbuhan yang selaras dengan kapasitas internal dan realitas geopolitik baru. Pemimpin masa depan dituntut untuk menavigasi kebijakan industri pemerintah yang semakin intervensionis serta menerapkan kerangka kerja Rate-Direction-Method (RDM) untuk mencegah kerusakan budaya akibat ekspansi yang terlalu agresif. Efisiensi organisasi tidak lagi dicapai dengan menambah lapisan birokrasi, melainkan melalui keberanian melakukan pengurangan (subtraction) sistematis terhadap rapat, aturan, dan prosedur yang menghambat produktivitas, menjadikan organisasi lebih ramping dan responsif. Terakhir, paradigma kepemimpinan dan kesuksesan pribadi mengalami rehumanisasi yang mendalam. Pemimpin efektif di tahun 2025 adalah mereka yang mempraktikkan empati berkelanjutan—peduli tanpa mengorbankan kesejahteraan diri sendiri—serta bertindak sebagai "Aktivator" yang proaktif menghubungkan orang lain demi kolaborasi nilai tambah. Filosofi ini meluas hingga ke tingkat individu, di mana para profesional didorong untuk menerapkan alat strategi korporat ke dalam kehidupan pribadi mereka (Strategize Your Life), memastikan bahwa waktu dan energi dialokasikan secara sengaja untuk mencapai kehidupan yang bermakna, bukan sekadar karier yang sukses.
Menjadi seorang Listening Leader bukan sekadar tentang diam saat orang lain berbicara, melainkan sebuah kompetensi strategis yang mengubah dinamika organisasi. Menurut Janie van Hool, Listening Leader adalah pemimpin yang secara aktif menciptakan kondisi di mana orang lain merasa aman secara psikologis untuk berkontribusi. Di tengah era digital yang penuh distraksi, kemampuan untuk benar-benar hadir (presence) menjadi langka namun krusial. Pemimpin jenis ini memahami bahwa mendengarkan adalah fondasi dari kepercayaan; tanpa kemampuan untuk mendengar apa yang tersirat di balik kata-kata—emosi, ketakutan, dan harapan tim—seorang pemimpin akan kehilangan koneksi dengan realitas yang ada di lapangan, yang pada akhirnya menghambat inovasi dan keterlibatan karyawan. Metodologi menjadi Listening Leader menuntut disiplin kognitif yang ketat, dimulai dari kemampuan mendengar diri sendiri (mindfulness) untuk mengelola bias internal yang sering menghakimi. Van Hool memperkenalkan teknik praktis seperti Speaker/Listener Technique untuk memastikan pemahaman yang akurat tanpa interpretasi dini, serta penggunaan "pertanyaan yang berminat" (interested questions) untuk menggali kedalaman percakapan. Lebih jauh lagi, pemimpin ini juga harus terampil dalam aspek penyampaian pesan; mereka menggunakan struktur komunikasi yang jelas (Logos, Ethos, Pathos) dan menguasai dinamika vokal (VAPER: Volume, Articulation, Pitch, Emphasis, Rate) agar diri mereka sendiri layak untuk didengar. Ini mematahkan mitos bahwa mendengarkan adalah aktivitas pasif, melainkan sebuah pertukaran energi yang dinamis dan terencana. Pada akhirnya, dampak dari kepemimpinan yang mendengarkan melampaui kepuasan karyawan semata; ini adalah tentang efisiensi bisnis dan kelincahan organisasi. Ketika pemimpin mendengarkan dengan empati kognitif—memahami perspektif tanpa larut dalam emosi—mereka dapat meredakan resistensi terhadap perubahan dan menavigasi konflik dengan lebih elegan. Listening Leadership berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan strategi perusahaan dengan eksekusi di lapangan. Dengan memvalidasi pengalaman manusia di dalam tim, seorang pemimpin tidak hanya mendapatkan loyalitas, tetapi juga membuka pintu bagi solusi-solusi kreatif yang mungkin terlewatkan dalam budaya kerja yang hanya berfokus pada hierarki dan instruksi satu arah.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, melayangkan teguran keras kepada sejumlah bupati dan wali kota yang menyatakan tidak sanggup menangani bencana banjir dan longsor di wilayahnya. Delapan kepala daerah bahkan diminta mundur karena dinilai tidak siap memimpin di saat krisis.Dalam episode ini, kami mengulas apakah permintaan mundur tersebut wajar secara etika kepemimpinan dan bagaimana prosedur pergantian kepala daerah jika dianggap lalai atau tidak mampu menjalankan tugas.Pakar Pemerintahan Desa dan Guru Besar Universitas Terbuka Jakarta, Prof. Dr. Hanif Nurcholis, M.Si, memberikan penjelasan komprehensif mengenai aspek hukum, tata kelola pemerintahan, serta standar kompetensi pemimpin daerah di masa bencana.Simak pembahasannya secara mendalam hanya di Elshinta Podcast.
Di tengah kondisi darurat pascabanjir dan longsor di Aceh, Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan tegas bahwa kepala daerah yang meninggalkan daerahnya saat warganya tengah terdampak bencana — termasuk untuk kepentingan ibadah umrah — harus segera ditindak.Dalam rapat koordinasi penanganan bencana, Presiden bahkan meminta Kementerian Dalam Negeri untuk mencopot Mirwan M.S. dari jabatan Bupati Aceh Selatan. Sikap Presiden ini memicu perdebatan luas soal tanggung jawab moral dan hukum pejabat publik di saat krisis melanda.Sejauh mana kewajiban kepala daerah untuk selalu hadir dan memimpin langsung saat bencana? Kapan sanksi keras layak dijatuhkan, dan apa dasar hukumnya?Kami akan membahasnya bersama Pakar Otonomi Daerah IPDN, Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, MA.
MetroTV, Indonesia Business Leadership Forum (IBLF) memperkuat kepemimpinan daya saing global pada 2026 mendatang dengan menghadirkan navigasi atau panduan yang dapat membantu meningkatkan perekonomian bangsa.
Bismillah,1937. KEWAJIBAN PEMIMPIN RUMAH TANGGARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta'ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi Rahimahullah dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi Rahimahullah )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta'ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah di:YouTube / muhammadnuzuldzikri Audioradio.muhajirproject.com/
Bismillah,1937. KEWAJIBAN PEMIMPIN RUMAH TANGGARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta'ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi Rahimahullah dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi Rahimahullah )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta'ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah di:YouTube / muhammadnuzuldzikri Audioradio.muhajirproject.com/
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengajak masyarakat menghormati semua pemimpin yang telah berjasa membangun bangsa. Prabowo pun mengutip pepatah Jawa, yakni 'mikul dhuwur mendhem jero'. Konsep pepatah itu adalah cerminan dari etika sosial dalam budaya Jawa yang berarti menjunjung tinggi kehormatan keluarga dan harga diri. Pepatah itu juga menjunjung tinggi penguatan jati diri seseorang serta menggambarkan rasa hormat kepada orang lain. "Pemimpin itu manusia, apakah pemimpin maha-paripurna? Tidak. Pemimpin pasti ada kekurangan, tapi pada esensinya, marilah kita punya rasa keadilan. Marilah kita menjadi manusia yang jernih. Marilah kita menghormati orang tua, menghormati semua yang berjasa," tegas Prabowo dalam peresmian proyek Lotte Chemical Indonesia New Ethylene (LINE) di Cilegon, Banten, Kamis (6/11). Prabowo melanjutkan, “Kita punya budaya. Ada istilahnya 'mikul dhuwur mendhem jero'. Kepada keluarga kita yang baik kita angkat setinggi-tingginya, tapi janganlah kita teruskan budaya hujat-menghujat, ejek-mengejek. Kita harus kerja keras." Pada kesempatan yang sama, Prabowo mengungkapkan kekagumannya kepada bangsa Korea Selatan. Menurutnya, Korea Selatan adalah bangsa pekerja keras, setelah diterjang perang berkali-kali. "Saya termasuk kagum dengan bangsa Korea, saya kagum dengan budaya mereka, dengan kerja keras mereka. Mereka bangsa yang mampu mendirikan suatu bangsa modern dari puing-puing perang, dari kancah peperangan," ungkapnya. Kemudian, Prabowo berterima kasih kepada para pemimpin Lotre Group karena ikut membantu pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dia meminta para pihak terkait agar terus menjaga kepercayaan dan keamanan bagi investasi yang masuk ke dalam negeri. “Mari kita memberi manfaat bersama. Kehormatan kita adalah mitra. Kita harus jaga, kita terima dengan hati dan jangan ada unsur-unsur yang mengganggu,” ucapnya. PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) merupakan pabrik petrokimia yang berlokasi di kawasan industri Cilegon, Banten. Pabrik ini dirancang untuk memproduksi 1 juta ton ethylene, 520 ribu ton propylene, hingga 250 ribu ton polypropylene per tahun. Proyek Lotte Chemical Indonesia New Ethylene (LINE) merupakan bagian dari kompleks petrokimia terintegrasi yang masuk daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek LINE ini menjadi pabrik naphtha cracker pertama di Indonesia dalam 30 tahun terakhir, dengan nilai investasi mencapai USD3,9 miliar atau sekitar Rp62,4 triliun. Pada acara tersebut, Prabowo turut didampingi oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto; Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia; Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani; Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi; dan Menteri Luar Negeri Sugiono.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan investasi Sentul Rp62 triliun dari LOTTE Chemical Indonesia di Kota Cilegon, Kamis (6/11). Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa proyek ini menjadi bukti nyata kepercayaan dunia terhadap Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi modern. Investasi ini akan memperkuat hilirisasi industri petrokimia, menciptakan ribuan lapangan kerja, dan mendukung rantai pasok strategis nasional.Prabowo menyampaikan bahwa mitra global datang ke Indonesia karena melihat stabilitas, kepastian, dan arah pembangunan ekonomi yang jelas. Dalam pidatonya, Presiden juga menyoroti keteguhan bangsa Korea, yang kerap menghadapi tantangan besar namun tetap tangguh dan disiplin. “Korea adalah bangsa yang sangat sering diinvasi oleh bangsa lain, Pemimpin-pemimpinnya tangguh, kalau negosiasi dengan orang Korea tidak gampang. Saya kagum dengan bangsa Korea.”Pengalaman tersebut menjadi konteks bagi Prabowo menekankan arti kepercayaan investor global terhadap Indonesia. “Ini contoh. Mitra dari luar datang ke kita karena mereka percaya sama kita. Di sini mereka memberi manfaat pada kita, kita harus jaga.” Ia menegaskan komitmen pemerintahannya untuk menjamin rule of law, kepastian berusaha, dan lingkungan investasi yang aman serta adil. “Harus ada the rule of law. Ini menimbulkan trust.” tegasnya. Investasi LOTTE Chemical Indonesia akan memperkuat hilirisasi industri petrokimia, mengurangi ketergantungan impor bahan baku industri strategis, serta menciptakan ribuan lapangan kerja bagi masyarakat Banten. Proyek ini juga diperkirakan meningkatkan nilai tambah manufaktur nasional dan mendukung rantai pasok berbagai sektor, mulai dari kesehatan hingga otomotif.Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan menjaga iklim investasi melalui kepemimpinan yang bersih, tegas, dan berorientasi hasil. “Kita wajib mengamankan, kita wajib menjaga semuanya karena ini membawa manfaat yang besar bagi kepentingan seluruh rakyat Indonesia.”Dengan investasi ini, Indonesia memperkuat jalur industrialisasi strategis, mengurangi ketergantungan impor, dan membuka peluang kerja baru. Presiden menegaskan bahwa momentum ini menunjukkan kepercayaan global terhadap Indonesia, sekaligus menjadi dorongan bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 digelar di Gyeongju, Korea Selatan.Presiden Prabowo Subianto dipastikan hadir bersama para pemimpin dunia, termasuk Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.Forum ini menjadi ajang penting untuk membahas isu ekonomi global, teknologi, dan upaya menjaga perdamaian di kawasan Asia Pasifik.#PrabowoSubianto #KTTAPEC #APEC2025 #KoreaSelatan #EkonomiGlobal #PerdamaianDunia #DonaldTrump #XiJinping #Indonesia #MetroTV
Kebanyakan dari kita pernah melihatnya, atau bahkan mengalaminya sendiri: seorang profesional yang brilian dipromosikan menjadi manajer, namun kemudian kewalahan. Realitasnya adalah, keterampilan teknis yang membuat seseorang hebat dalam pekerjaannya jarang sekali menjadi keterampilan yang sama untuk memimpin orang lain. Esai ini mengeksplorasi kesenjangan umum tersebut, sebuah masalah yang membuat banyak pemimpin baru merasa tidak siap dan terpaksa "mempelajarinya sambil berjalan," seringkali dengan hasil yang membuat frustrasi bagi mereka dan tim mereka. Esai ini menyelami solusi praktis yang ditawarkan dalam buku "Practical Leadership" karya Janet Ply, yang mengubah gagasan bahwa kepemimpinan adalah bakat bawaan yang misterius. Sebaliknya, esai ini memaparkan kepemimpinan sebagai serangkaian keterampilan taktis yang dapat dipelajari dan dikuasai oleh siapa saja. Inti dari pendekatan ini adalah "Practical Leadership Framework" yang terdiri dari enam pilar: dimulai dengan "Memimpin dengan Contoh," dan didukung oleh Kesadaran Diri, Komunikasi Efektif, Kebiasaan Produktif, Hasil Luar Biasa, dan membangun Tim Berkinerja Tinggi. Bagi siapa pun yang ingin beralih dari sekadar mengelola tugas menjadi benar-benar memimpin manusia, esai ini berfungsi sebagai peta jalan yang ringkas. Esai ini menguraikan langkah-langkah yang dapat ditindaklanjuti untuk membangun fondasi kepemimpinan yang paling penting: kepercayaan. Pada akhirnya, ini adalah panduan untuk memahami cara mendapatkan hasil yang nyata sambil memberikan dampak positif yang langgeng, tidak hanya pada kinerja tim, tetapi juga pada kehidupan individu di dalamnya.
Hari ini, banyak ahli kepemimpinan sepakat bahwa pengaruh sejati bukan karisma sesaat, melainkan tindakan jangka panjang yang berakar pada integritas. Kepemimpinan yang kokoh selalu dibangun di atas kepercayaan, sebuah fondasi yang perlu diuji dan dibuktikan melalui konsistensi tindakan. Kepercayaan ini menjadi modal utama seorang pemimpin. Maxwell merangkum ekspektasi pengikut melalui tiga pertanyaan: "Apakah kamu menyukaiku?," "Bisakah kamu membantuku?," dan yang paling fundamental, "Bisakah aku mempercayaimu?" Inti motivasi pemimpin haruslah pelayanan bagi pengikut, bukan sekadar kekuasaan atau keuntungan pribadi. Pemimpin yang melayani menggunakan keunggulannya untuk memastikan kemenangan tim, bukan kemenangan diri sendiri. Motif pelayanan sangat penting karena kepemimpinan yang berorientasi gelar hanya menarik individu yang belum matang secara emosional. Daniel Goleman menekankan bahwa kecerdasan emosional adalah kompetensi kunci bagi pemimpin yang efektif. Pemimpin wajib memiliki kesadaran diri yang tinggi agar mampu mengendalikan dorongan dan perilaku impulsif. Presencing (Presence dan Sensing) adalah praktik kepemimpinan transformatif yang dikembangkan oleh C. Otto Scharmer. Ini adalah kapasitas unik untuk merasakan dan mewujudkan potensi masa depan tertinggi yang ingin muncul melalui diri kita. Pemimpin yang ber-Presencing bertindak dari niat (intention) yang jernih, bukan sekadar mengulang pola pikir lama (downloading). Keaslian dimulai dari kejujuran diri, yaitu memahami sepenuhnya kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. Meskipun demikian, Herminia Ibarra mengingatkan bahwa terlalu kaku pada satu "jati diri sejati" bisa menghambat kemauan untuk berkembang. Mengikuti saran Peter Drucker, keberhasilan maksimal hanya tercapai jika seseorang beroperasi dari kekuatan dan metode kerja alaminya. Mitos "ikuti gairah Anda" perlu dilengkapi dengan realitas bakat atau keahlian yang nyata. Jika tidak berbakat, jadikanlah gairah sebagai hobi agar kecintaan itu tidak hancur oleh kegagalan profesional. Marcus Buckingham menekankan bahwa manajer hebat berfokus pada kekuatan unik setiap karyawan untuk memaksimalkan kinerja tim secara keseluruhan. Beralih dari pemain terbaik menjadi seorang manajer adalah transisi yang sulit dan sering kali membingungkan. Linda A. Hill menjelaskan bahwa manajer baru harus menggeser fokus dari pencapaian individu ke keberhasilan yang dicapai melalui interdependensi tim. Mereka harus segera belajar mengelola konteks dan hubungan dalam lingkungan kerja secara menyeluruh. Manajer pemula sering keliru mengasumsikan bahwa kekuasaan mereka bersumber dari otoritas posisi. Padahal, pengaruh sejati lahir dari kredibilitas yang dibangun melalui karakter, kompetensi, dan keteladanan yang konsisten. Jika fondasi kepercayaan rapuh, upaya memaksakan kepatuhan pada staf berbakat hanya akan menemui kegagalan. Salah satu hambatan terbesar adalah delegasi, karena manajer pemula khawatir kehilangan kontrol atau terlihat tidak penting. Analogi "Monyet di Punggung" mengajarkan pemimpin untuk secara sadar mengembalikan inisiatif (agency) kepada staf, sehingga manajer dapat fokus pada waktu diskresionernya. Tindakan ini krusial untuk menumbuhkan akuntabilitas tim. Maxwell menegaskan bahwa promosi tidak seharusnya diberikan sebelum seseorang berhasil melatih pengganti mereka sendiri. Prinsip ini memastikan calon pemimpin memiliki kemampuan dasar untuk mengembangkan potensi orang lain. Carol Walker menyarankan agar perusahaan secara eksplisit memberikan penghargaan kepada manajer yang sukses dalam membina dan mempromosikan stafnya. Dalam komunikasi, prinsip Ramsey sangat jelas: "Menjadi tidak jelas berarti menjadi tidak baik," karena kejujuran menuntut keberanian untuk menyampaikan kebenaran. Kejelasan yang penuh kasih diperlukan agar semua orang memahami realitas, standar, dan arahan yang berlaku, mencegah ketidakjelasan menimbulkan kekacauan. Banyak insentif tradisional seperti kenaikan gaji atau fasilitas hanya menghasilkan pergerakan jangka pendek, didorong oleh imbalan eksternal. Frederick Herzberg berpendapat bahwa motivasi sejati berasal dari dalam, muncul dari rasa pencapaian, tanggung jawab, dan pekerjaan yang menantang. Pemimpin harus memperkaya peran kerja, bukan sekadar memperluas tugas, untuk mengaktifkan potensi ini. Pemimpin wajib memberikan umpan balik yang membangun secara teratur, lugas, dan tepat waktu, tidak menundanya hingga akhir tahun. Umpan balik bertujuan memberdayakan karyawan, meningkatkan keterampilan, dan mendukung jalur karier mereka. Kritik harus selalu berfokus pada perilaku yang dapat diubah dan bukan menyasar kepribadian. Kepemimpinan efektif memerlukan empati yang mendalam, secara sengaja mempertimbangkan perasaan anggota tim saat mengambil keputusan sulit. Lencioni menambahkan bahwa pemimpin harus berani "menderita lebih banyak" untuk kebaikan kolektif, siap terluka demi melindungi timnya. Pengorbanan adalah harga dari tanggung jawab kolektif. Membengkokkan sinar perhatian kembali ke diri sendiri adalah praktik sentral Presencing untuk menumbuhkan kesadaran (awareness) yang lebih luas. Pemimpin harus berlatih mendengarkan secara generatif, menangguhkan penilaian, dan membuka hati untuk merasakan dinamika sistem secara keseluruhan. Kualitas hasil kolektif berbanding lurus dengan kualitas "tanah sosial" yang ditanam oleh pemimpin. Kegagalan adalah bagian tak terhindarkan dari pertumbuhan, sebagaimana ditekankan oleh Maxwell. Respon adalah kuncinya: "Kegagalan yang Baik (Good Miss)" menghasilkan pembelajaran dan penyesuaian, sedangkan "Kegagalan yang Buruk (Bad Miss)" lahir dari penolakan tanggung jawab. Chris Argyris menyebut proses ini sebagai pembelajaran double-loop, kemampuan merefleksikan dan mengubah asumsi mendasar. Resiliensi adalah kemampuan krusial untuk bangkit dari kesulitan besar. Individu yang tangguh menunjukkan penerimaan realitas yang kuat, menolak optimisme buta yang menyesatkan. Resiliensi juga muncul dari penemuan makna di balik kesulitan, yang menciptakan jembatan harapan untuk membuat tantangan saat ini terasa tertahankan. Mengingat waktu adalah sumber daya terbatas, pemimpin efektif harus mengelola energi, bukan hanya waktu, melalui pembaruan yang sistematis. Dorongan untuk bekerja berlebihan menyebabkan kelelahan dan ketidakfokusan, merusak kinerja. Ritual pembaruan yang disengaja, seperti istirahat berkala dan nutrisi seimbang, adalah kunci untuk kinerja berkelanjutan. Transformasi sistem menuntut pemimpin melampaui ego-sistem (fokus pada diri) ke eko-sistem (fokus pada keseluruhan). Ini berarti beralih dari persaingan menuju ko-kreasi, mengintegrasikan perhatian, niat, dan tindakan pada tingkat keseluruhan, yang merupakan inti dari kepemimpinan eko-sistem Scharmer. Akhirnya, keberhasilan jangka panjang dibentuk oleh jangkar pribadi yang kuat, melampaui pencapaian profesional semata. Maxwell menegaskan definisi utamanya: dicintai dan dihormati oleh orang-orang terdekat. Investasi yang selaras dengan esensi batin dan tujuan hidup akan menjamin kebahagiaan yang mendalam dan abadi.
Filosofi Seth Godin dari empat bukunya mengerucut pada satu panggilan: Tinggalkan mentalitas pekerja pabrik. Kita terlampau lama nyaman dalam kepatuhan, padahal era kini menuntut gairah yang liar. Maka, tinggalkanlah barisan itu, sebab keputusan terpenting adalah: memilih diri sendiri sebelum dunia memilihkan nasib. Kepemimpinan, kata Godin, bukan tentang pangkat yang tertulis di kartu nama. "Managers have employees. Leaders have followers." Yang sesungguhnya adalah: keberanian mematrikan visi di hati banyak orang, bukan hanya memastikan mesin-mesin tua berdentang. Manusia modern mendambakan koneksi, ingin menjadi bagian dari suku (tribe) yang punya ide dan tujuan bersama. Dorongan afiliasi itu... sungguh mekanisme kuno yang tak pernah pudar. Maka, hadirkanlah inisiator yang dapat merajut kepingan jiwa menjadi satu getaran gerakan. Kepemimpinan tidak sama dengan manajemen; ini adalah tentang menetapkan cakrawala yang belum terjamah. Seorang pemimpin adalah heretik yang gelisah, memanfaatkan gairah yang membara, jauh dari jerat perintah dan ancaman. Kepemimpinan sejati selalu menuntut untuk berdiri paling depan. Status quo adalah musuh utama, benteng lama yang sulit digoyahkan karena semua orang sudah berinvestasi di dalamnya. Kita harus berani menjadi heretik, menciptakan yang luar biasa... yang justru mengundang gunjingan di pasar. Jika tak ada kegaduhan (make a ruckus), barangkali kita cuma patung di etalase. Kenapa kita takut memimpin? Bukan takut gagal, tapi takut disalahkan dan dikritik. Karya yang diam, tanpa kritik, adalah karya yang membosankan... tanpa daya ungkit apa-apa. Mengatasi rasa takut, itulah visa tunggal menuju tindakan. Pemimpin harus mengalihkan fokus dari kuantitas; cari kerapatan, tighter. Komunikasi yang bergetar cepat itu... adalah modal emosional yang tak ternilai, mengikat raga menjadi satu keyakinan. Nilai sejati selalu menyebar secara horizontal, dari satu hati ke hati lain. Kreativitas, ditegaskan Godin, bukanlah bakat langit yang langka. "The magic of the creative process is that there is no magic." Kreativitas adalah sepenuhnya keputusan, pilihan untuk bertindak. Siapa pun bisa menjadi seniman (artists), asalkan berhenti menanti ilham turun dari langit. Seorang profesional hidup dari praktik (practice) gigih, sebuah janji pada proses, terlepas dari jaminan hasil. Identitaskita menguat seiring tindakan itu; jika kau ingin menjadi penulis, menulislah hari ini, bukan esok. Hanya komitmen total pada praktik yang akan melahirkan skill baru. Mereka yang pemula selalu terjerat pada bayangan hasil (outcome), lupa bahwa itu hanyalah angin. Keberanian sejati terletak pada konsistensi proses, mengabaikan kilauan sesaat. Membuang kegagalan adalah bagian dari proses panen, bukan pengakuan dosa. Sindrom Imposter itu... adalah pertanda baik, suara yang muncul saat kita melangkah ke wilayah asing. Kita tidak perlu jaminan apa-apa, cukup mempercayai proses (trusting the process) yang membawa kita ke sana. Keraguan adalah bukti bahwa kita sedang berlayar, bukan berlabuh. Strategi... ia adalah filsafat menjadi (philosophy of becoming), yang menuntun keputusan kecil hari ini menuju bayangan masa depan. Kompasnya berputar di antara waktu, sistem, permainan, dan empati. Strategi yang elegan tidak butuh daftar kaku, melainkan kelenturan peta. Kita dikepung sistem (systems)... jaringan tak terlihat yang mempertahankan dirinya dengan gigih. Melawannya langsung adalah kesia-siaan, lebih baik mencari titik ungkit (leverage point) yang halus, mengubah alirannya dari dalam. Memahami hasrat tersembunyi sistem—status, kenyamanan—adalah kuncinya. Hidup adalah serangkaian permainan (games) yang dipandu oleh aturan dan kelangkaan yang tersembunyi. Kebijaksanaan adalah memilih permainan yang dapat kita menangkan, dan menyingkirkan memori pahit dari biaya hangus (sunk costs). Masa depan tak berutang apa-apa pada penyesalan masa lalu. Sekolah kita, sesungguhnya, adalah mesin cetak dari abad kesembilan belas, dirancang untuk melahirkan pekerja patuhbagi pabrik. Godin mengingatkan: "If you do a job where someone tells you exactly what to do, he will find someone cheaper than you to do it." Era koneksi menuntut imajinasi, bukan ketaatan. Ada tragedi senyap di ruang kelas: mimpi-mimpi yang dihancurkan perlahan, diganti dengan ilusi kompetensi yang fana. Kita terlalu sibuk mengejar penugasan daripada melatih penilaian (judgment) yang mandiri. Jika pendidikan adalah teka-teki, guru adalah kunci, sebagai pelatih gairah yang hilang. Di tengah riuh data, membaca dan menulis tetaplah mercusuar sunyi, memancarkan dampak eksponensial. Yang substansial bukanlah mengumpulkan fakta, melainkan keahlian menghubungkan titik-titik menjadi wawasan yang bergetar. Ajarkanlah keraguan rasional (reasonable doubt), kemauan untuk salah, dan kita akan memiliki mata yang tajam. Karya yang bernilai selalu lahir dari simpul kolaborasi, bukan dari ruang isolasi yang hening. Mengapa sekolah masih menyukai ujian individu, padahal koneksi adalah mata uang baru yang berharga? Kita harus menggalakkan proyek kelompok yang berisiko, di sanalah solusi kompleks terlahir. Kita sesungguhnya memiliki segala yang diperlukan... waktu, bakat, dan daya ungkit yang memadai. Mengapa kita menunda? Karena ketakutan selalu terasa lebih nyata daripada kewajiban. Waktu yang terbuang untuk khawatir(worrying) adalah energi yang seharusnya dilepaskan. Maka, segala pergeseran besar bermula dari asserti (assertion) yang sunyi, dari kemauan untuk memulai (begin) sebuah gerakan. Setiap kita memikul kewajiban yang agung, bukan sekadar inisiatif biasa. Praktik, strategi, dan kepemimpinan—mereka adalah trisula untuk menciptakan momentum yang tak mungkin lagi kembali.
Dhammasākacchā oleh Bhante Dhammadhīro usai dana makan di Vihāra Buddharatana Medan
Bismillah,1863. DUA KUNCI KEBERHASILAN PEMIMPINRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-400 | Hadits Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhuDari Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Saya mendengar Umar bin Al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu anha berkata,إِنَّ نَاساً كَانُوا يُؤْخَذُونَ بالوَحْي في عَهْدِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وإِنَّ الوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ، وإِنَّمَا نَأْخُذُكُمُ الآنَ بِما ظَهَرَ لَنَا مِنْ أَعْمَالِكُمْ ، فَمَنْ أَظْهَرَ لَنا خَيْراً ، أَمَّنَّاهُ ، وقرَّبناه وَلَيْس لنَا مِنْ سَريرَتِهِ شيءٌ ، اللَّهُ يُحاسِبُهُ في سرِيرَتِهِ ، ومَنْ أَظْهَرَ لَنَا سُوءاً ، لَمْ نأْمنْهُ ، وَلَمْ نُصَدِّقْهُ وإِنْ قال إِنَّ سَرِيرَتَه حَسنَةٌ."Sesungguhnya beberapa orang telah dihukum berdasarkan wahyu pada masa Rasulullah ﷺ dan kini wahyu telah terputus, sesungguhnya kami menghukum kalian sekarang ini berdasarkan apa yang nampak pada kami dari amal perbuatan kalian, barangsiapa menampakkan kebaikan kepada kami, maka kami melindunginya dan mendekatkannya, dan kami tidak memiliki wewenang sama sekali terhadap rahasianya, Allah-lah ﷻ yang akan menghisab rahasianya. Dan barangsiapa menampakkan keburukan kepada kami, maka kami tidak menjamin keamanan-nya dan tidak mempercayainya, meskipun dia berkata, 'Sesungguhnya hatiku baik'. " (HR. Bukhari)
Wacana Tax Amnesty Jilid III, atau program pengampunan pajak yang kembali mencuat ke Publik. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan sikap tegas menolak penerapan program tax amnesty yang ketiga ini. Menurutnya, pemberian pengampunan pajak secara berulang justru berpotensi merusak kredibilitas pemerintah dalam penegakan hukum pajak. Ia juga menekankan bahwa pesan moral yang ditangkap publik bisa salah, seolah pemerintah membiarkan praktik penghindaran pajak, karena nanti selalu ada "jalan keluar". Lalu, bagaimana seharusnya kita memandang wacana ini? Apakah benar tax amnesty yang berulang bisa menciptakan moral hazard? Apa solusi yang adil dan efektif untuk meningkatkan kepatuhan pajak di Indonesia? Talk bersama Pemimpin sekaligus Pendiri Indonesian Tax Care (INTAC) - Basuki Widodo.
Mantan artis Leony Vitria mengeluhkan kewajiban membayar pajak waris sebesar 2,5 persen dari nilai rumah, yang berarti mencapai puluhan juta rupiah. Leony mengaku terkejut setelah mengetahui pajak waris yang dikenakan mencapai puluhan juta rupiah. Pajak waris tersebut, ia bayar saat mengurus balik nama rumah peninggalan ayahnya. Apa yang perlu dijekaskan dan diketahui masyarakat, tentang pajak rumah warisan? Talk bersama Pemimpin sekaligus Pendiri Indonesian Tax Care (INTAC) - Basuki Widodo.
Bismillah,1856. PENTINGNYA SKILL KOMUNIKASI SEORANG PEMIMPINRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-400 | Hadits Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhuDari Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Saya mendengar Umar bin Al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu anha berkata,إِنَّ نَاساً كَانُوا يُؤْخَذُونَ بالوَحْي في عَهْدِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وإِنَّ الوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ، وإِنَّمَا نَأْخُذُكُمُ الآنَ بِما ظَهَرَ لَنَا مِنْ أَعْمَالِكُمْ ، فَمَنْ أَظْهَرَ لَنا خَيْراً ، أَمَّنَّاهُ ، وقرَّبناه وَلَيْس لنَا مِنْ سَريرَتِهِ شيءٌ ، اللَّهُ يُحاسِبُهُ في سرِيرَتِهِ ، ومَنْ أَظْهَرَ لَنَا سُوءاً ، لَمْ نأْمنْهُ ، وَلَمْ نُصَدِّقْهُ وإِنْ قال إِنَّ سَرِيرَتَه حَسنَةٌ."Sesungguhnya beberapa orang telah dihukum berdasarkan wahyu pada masa Rasulullah ﷺ dan kini wahyu telah terputus, sesungguhnya kami menghukum kalian sekarang ini berdasarkan apa yang nampak pada kami dari amal perbuatan kalian, barangsiapa menampakkan kebaikan kepada kami, maka kami melindunginya dan mendekatkannya, dan kami tidak memiliki wewenang sama sekali terhadap rahasianya, Allah-lah ﷻ yang akan menghisab rahasianya. Dan barangsiapa menampakkan keburukan kepada kami, maka kami tidak menjamin keamanan-nya dan tidak mempercayainya, meskipun dia berkata, 'Sesungguhnya hatiku baik'. " (HR. Bukhari)
Pada suatu waktu, hidup seorang wanita yang sangat kaya di kota Kuraraghara, sekitar 120 yojana jaraknya dari Savatthi. Dia mempunyai seorang anak bernama Sona yang telah menjadi Bhikkhu. Pada suatu hari, atas permintaan ibunya, Bhikkhu Sona membabarkan Dhamma kepada ibunya dan orang-orang di kota kelahirannya di sebuah paviliun. Ibunya mengajak seluruh orang di rumahnya dan hanya meninggalkan seorang pembantu.Saat pembabaran Dhamma sedang berlangsung, sekawanan perampok masuk ke rumahnya. Pemimpin perampok sengaja pergi ke paviliun tempat wanita tersebut berada dan mengawasinya, dengan tujuan untuk membunuhnya apabila dia pulang ke rumah lebih awal. Pembantunya yang melihat para perampok memasuki rumah, pergi melapor kepada majikannya, tetapi dia hanya berkata, “Biarkan para perampok mengambil semua uangku, aku tidak peduli; tapi jangan datang dan menggangguku saat aku mendengarkan Dhamma. Pulanglah.” Si pembantu pulang, namun ketika melihat para perampok mengambil barang dan emas dan perak, dia kembali melaporkan kepada majikannya, tapi selalu mendapatkan jawaban yang sama. Pimpinan perampok yang melihat semua itu menjadi tergugah dan menyuruh anak buahnya mengembalikan semua barang yang dicuri, kemudian datang mendengarkan Dhamma, dan bahkan akhirnya mereka semua menjadi Bhikkhu. Buddha, dari jarak 120 yojana, mengetahui kejadian ini. Apa nasihat Buddha kepada mereka? Apa yang harus dilakukan oleh seorang Bhikkhu untuk mencapai Nibbāna?Di kelas ini Ashin Kheminda menjelaskan makna kata demi kata stanza 368-376 dari Kelompok Stanza tentang Bhikkhu (Bhikkhuvagga) hanya berdasarkan Pāḷi dan kitab komentarnya (Aṭṭhakathā).
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 273 (Matius 19:16-22): Pada bagian ini Matius memuat kisah perjumpaan Yesus dengan orang muda yang kaya raya. Anak muda ini sudah menjadi pemimpin di usia muda. Dia juga sukses dan kaya. Dia juga memiliki standar kehidupan rohani yang begitu baik dan ketat. Bukankah ini adalah orang yang sangat berpotensi untuk Kerajaan Allah?
Pembawa Renungan : RP. Pionius Hendi, OFMCap. Pontianak Luk. 14:1,7-14.
Bismillah,1855. TUGAS PENTING SEORANG PEMIMPINRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-400 | Hadits Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhuDari Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Saya mendengar Umar bin Al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu anha berkata,إِنَّ نَاساً كَانُوا يُؤْخَذُونَ بالوَحْي في عَهْدِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وإِنَّ الوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ، وإِنَّمَا نَأْخُذُكُمُ الآنَ بِما ظَهَرَ لَنَا مِنْ أَعْمَالِكُمْ ، فَمَنْ أَظْهَرَ لَنا خَيْراً ، أَمَّنَّاهُ ، وقرَّبناه وَلَيْس لنَا مِنْ سَريرَتِهِ شيءٌ ، اللَّهُ يُحاسِبُهُ في سرِيرَتِهِ ، ومَنْ أَظْهَرَ لَنَا سُوءاً ، لَمْ نأْمنْهُ ، وَلَمْ نُصَدِّقْهُ وإِنْ قال إِنَّ سَرِيرَتَه حَسنَةٌ."Sesungguhnya beberapa orang telah dihukum berdasarkan wahyu pada masa Rasulullah ﷺ dan kini wahyu telah terputus, sesungguhnya kami menghukum kalian sekarang ini berdasarkan apa yang nampak pada kami dari amal perbuatan kalian, barangsiapa menampakkan kebaikan kepada kami, maka kami melindunginya dan mendekatkannya, dan kami tidak memiliki wewenang sama sekali terhadap rahasianya, Allah-lah ﷻ yang akan menghisab rahasianya. Dan barangsiapa menampakkan keburukan kepada kami, maka kami tidak menjamin keamanan-nya dan tidak mempercayainya, meskipun dia berkata, 'Sesungguhnya hatiku baik'. " (HR. Bukhari)
Pernahkah Anda bertanya kepada tim Anda, 'Apakah semua baik-baik saja?' dan hanya mendapat jawaban 'Ya', padahal Anda tahu ada masalah yang tersembunyi? Di episode kali ini, kita akan membahas sebuah kunci untuk membuka dialog yang sebenarnya: Humble Inquiry. Sebuah seni bertanya yang bukan untuk menguji, tapi untuk memahami. Tetaplah bersama kami.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Erna Lolan dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Rut 1: 1.3-6.14b-16.22; Mazmur tg 146: 5-6.7.8-9a.9bc-10; Matius 22: 34-40.MENGHADAP KETAKHTA KERAJAAN Renungan kitapada hari ini bertema: Menghadap Ke Takhta Kerajaan. Pada hari ini seluruhGereja peringati Santa Perawan Maria sebagai ratu. Peringatan ini sebagai salahsatu dari devosi kita kepada Bunda terberkati. Bagian dari devosi ini ialah doarosario peristiwa mulia yang ke-5 yaitu: Bunda Maria dimahkotai sebagai ratusurga dan bumi. Gelar ini memberikan posisi Bunda Maria yang mengambil bagiandalam pemerintahan Kristus sebagai raja untuk menguasai segala yang di surgadan bumi. Tidak adapemisahan atau pembagian kekuasaan antara Yesus dan Maria atau di antarasejumlah pihak yang lazimnya dalam politik demokrasi. Kekuasaan itu hanya satudan berada di tangan Yesus Kristus, dengan politik kekuasaan yang berlandaskancinta kasih Tuhan. Maria sebagai wanita terberkati mengambil bagian di dalamnyalalu menyusul berbagai lapisan dan golongan manusia yang menghadap ke takhtakerajaan ini. Menghadap kepada-Nya berarti memberikan kepercayaan, ketaatan,hormat dan mengikuti jalan kerajaan ini. Semua suku Israelselalu berusaha membuktikan semangatnya mengikuti jalan kerajaan ini dengansegala warna kehidupan dan perjuangan mereka. Pemimpin pasukan Israel membuatjanji kepada Tuhan, setelah menaklukkan musuh-musuhnya, ia akan mengorbankananaknya sendiri. Ia ingin supaya kekuasaan Allah tetap berjaya. Bunda Mariasetelah diangkat ke surga, posisinya tetap tidak berubah yaitu menjadi ratupara rasul, para malaikat dan semua orang kudus. Para rasulmemilih untuk mengikuti Yesus Kristus secara radikal, dan diyakinkan oleh Yesusuntuk mendapat bagian dari kerajaan-Nya yang sudah diwariskan oleh suku-sukuIsrael. Setiap rasul ini menjadi uskup di setiap Gereja lokal yang merekapimpin, tetapi mereka tetap menyatu dengan Gereja Universal dengan kepemimpinanyang satu dan menyeluruh. Para uskup adalah imam agung di wilayah Gerejanya,membawa dan mengarahkan seluruh umat Allah untuk menghadap ke satu takhtakerajaan, yaitu Yesus Kristus. Paus menempati takhta itu di dunia, sehinggasangat pantas kita semua mengadap ke Paus yang berkedudukan di Vatikan. Kita menghadap kekerajaan itu melalui doa yang kita panjatkan tiap hari: Datanglah kerajaan-Mudi atas bumi seperti di dalam surga. Kerajaan itu hadir bagi kita untukmemberikan kita rasa aman dan betah, lalu menguasai kita melalui Roh Kudusuntuk hidup di dalam kebenaran. Kita yakin menjadi bagian dari kerajaan itu,antara lain karena Yesus selalu melibatkan kita untuk mengambil bagian didalamnya. Kerajaan itu ialah bagaimana pesta raya yang melibatkan kita semua.Mereka yang menolak undangan berarti tidak mengindahkan semua pesan, firman dankehendak yang datang dari Tuhan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya AllahBapa maha kuasa, semoga kerajaan-Mu sungguh mengatur dan membimbing hidup kamidari waktu ke waktu. Salam Maria penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Membahas Zohran Mamdani, pergeseran politik Amerika, dan bukti gerakan muda bisa berpengaruh.Support kami dalam membangun media ini melalui Trakteer.Versi video di YouTube: KontekstualTikTok: @KontekstualcomInstagram: @KontekstualcomX: @KontekstualcomBusiness inquiries: kontekstual.indo@gmail.com
As the global economy reels in the aftermath of U-S President Donald Trump's sweeping tariff announcements, Mr Trump claims more than 50 nations have reached out to try and negotiate deals with the U-S. - Saat ekonomi global terpuruk akibat pengumuman tarif besar-besaran Presiden AS Donald Trump, Presiden Trump mengklaim lebih dari 50 negara telah berusaha keras untuk menegosiasikan kesepakatan dengan AS.
BUTUH PEMIMPIN YANG SEPERTI INI Men's Fellowship GRII Pondok Indah (Minggu, 8 Sep 2024)
Pemimpin oposisi Peter Dutton telah mengusulkan opsi untuk mengadakan referendum guna mengamankan kewenangan untuk mendeportasi warga negara ganda yang terbukti bersalah atas tindak pidana.
VOA This Morning Podcast - Voice of America | Bahasa Indonesia
Para pemimpin dunia menyampaikan belasungkawa dan penghormatan atas meninggalnya mantan Presiden AS Jimmy Carter pada usia 100 tahun. Sementara itu, Presiden terpilih AS Donald Trump berencana memberlakukan kebijakan imigrasi yang lebih ketat, dari penahanan hingga deportasi massal imigran gelap.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 30 Desember 2024 Bacaan: "Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit —, maka hal itu akan diberikan kepadanya." (Yakobus 1:5) Renungan: Ada seorang direktur dari sebuah perusahaan yang memberi instruksi kepada sekretarisnya untuk tidak mengganggunya karena ia memiliki pertemuan yang penting. Suatu kali, pimpinan dewan perusahaan tersebut datang dan berkata, "Saya ingin bertemu dengan Pak Jones." Sang sekretaris menjawab, "Maaf, tetapi Pak Jones tidak bisa diganggu; ia sedang berada di tengah pertemuan yang penting." Pemimpin dewan menjadi sangat marah. Ia masuk dan membanting pintu, lalu melihat sang direktur yang sedang berlutut dan berdoa. Dengan pelan-pelan, si pemimpin menutup pintu dan bertanya kepada sekretaris, "Apakah ini adalah hal yang biasa ia lakukan?" Sang sekretaris menjawab, "Ya, ia melakukan hal ini setiap pagi." Pemimpin dewan kemudian menjawab, "Tidak heran saya datang kepadanya untuk meminta nasihat." Untuk mereka yang berdoa, Tuhan menjanjikan hikmat dan pertolongan. Tuhan adalah sumber hikmat dan pengetahuan. Dekat dengan Tuhan membuat hidup kita berdampak bagi orang lain yang membutuhkan arahan dan nasihat. Tuhan Yesus memberkati.
Dr. Hendri Saparini (pendiri dan ekonom CORE Indonesia) membedah tantangan pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang menurutnya bisa diselesaikan dengan kebijakan publik yang cermat. Membahas secara holistik dinamika ekonomi Indonesia—mulai dari kelas menengah, UMKM, pajak, peran swasta, lapangan kerja, hilirisasi, investasi asing, ketimpangan, potensi pertumbuhan, hingga menghidupkan aktivitas ekonomi di desa. #Endgame #GitaWirjawan #HendriSaparini ----------------- Episode Endgame lainnya yang mungkin juga Anda sukai: Zulkieflimansyah: Pemimpin Grasak-grusuk dan Jebakan Ideologi Jusuf Kalla: Begini Tugas Wakil Presiden Dayu Dara Permata: Bisakah Sandwich Generation Punya Rumah? ----------------- Gabung Langganan Channel Endgame agar kami dapat terus memberikan konten yang berkualitas: https://sgpp.me/becomemember ----------------- Jelajahi dan diskusikan lebih lanjut episode ini di https://endgame.id/ ----------------- Untuk ajakan kolaborasi dan kerja sama, hubungi kami di sini: https://sgpp.me/contactus ----------------- ‘Mata kuliah' 0:00:00 - Intro 0:01:31 - Dari Kebumen ke Jepang 0:08:28 - Kenapa UMKM kita tidak naik kelas? 0:14:50 - “Butuh keberanian dari pemerintah untuk berubah” 0:21:42 - “Kreativitas di dalam membentuk kebijakan itu kunci” 0:29:08 - Ciptakan lapangan kerja sesuai tenaga kerja 0:35:54 - Pertumbuhan ekonomi: Sejatinya untuk (si)apa? 0:42:25 - Deindustrialisasi terlalu dini 0:54:12 - Fiskal diserap moneter, kapan beredarnya? 0:59:04 - Industri menengah juga bisa dapat invesetor 1:05:05 - 5 tahun ke depan, kurangi program “quick win” 1:09:17 - Pemimpin perempuan dan berpendidikan tinggi 1:16:32 - Kesenjangan kesempatan, pendapatan, kekayaan
Apakah pemimpin yang galak lebih efektif dibanding pemimpin yang disukai? Kali ini saya akan bahas dua gaya kepemimpinan: pemimpin yang ditakuti dan pemimpin yang mudah didekati. Kita akan lihat contoh dari Sir Alex Ferguson, pelatih legendaris, yang dikenal dengan gaya kepemimpinan fear and respect. Tapi, apa selalu efektif kalau seorang pemimpin sering marah-marah? Atau justru rasa kecewa lebih punya dampak positif? Di video ini, saya akan bagikan tips jadi pemimpin yang efektif tanpa kehilangan rasa hormat dari timmu. Yuk, cari tahu tipe pemimpin seperti apa yang cocok buat situasi kamu! Leave a comment and share your thoughts: https://open.firstory.me/user/clhb6d0v60kms01w226gw80p4/comments Powered by Firstory Hosting
Saya akan bahas kenapa pemimpin jaman sekarang bukan cuma soal kharisma. Pemimpin hebat nggak cuma bisa ngomong, tapi juga bikin timnya merasa aman dan kompak. Kita bakal ngobrolin rahasia pemimpin sejati yang bisa menciptakan lingkungan kerja nyaman, jauh dari drama politik kantor. Kalau kamu pengen tahu tips jadi pemimpin yang solid, membangun tim yang kompak, dan rahasia pemimpin hebat, kamu harus banget simak informasi ini. Siapa tahu, dari sini kamu bisa mulai jadi pemimpin yang bikin perubahan positif! Leave a comment and share your thoughts: https://open.firstory.me/user/clhb6d0v60kms01w226gw80p4/comments Powered by Firstory Hosting
Eits, tunggu! Firstory bukan hosting biasa. Ini senjata rahasia para podcaster sukses. Masih gapercaya? Coba sekarang! Gratis! Klik dan daftar langsung disini https://fstry.pse.is/6fs5dy —— Firstory DAI —— Kali ini, saya akan bahas rahasia pemimpin sukses dalam mengelola rasa takut dan membuat keputusan berani. Rasa takut itu wajar, apalagi kalau kamu punya tanggung jawab besar. Tapi, bagaimana kalau rasa takut ini justru bisa jadi kekuatan? Kita akan lihat cara mengatasi ketakutan dan mengubahnya jadi bahan bakar untuk maju. Ada juga tips membuat keputusan yang lebih percaya diri dan bagaimana rasa takut bisa jadi motivator kuat, asalkan kamu punya mindset yang tepat. Simak sampai habis kalau kamu mau tahu lebih banyak soal tips mengelola rasa takut dan rahasia di balik pemimpin sukses. Leave a comment and share your thoughts: https://open.firstory.me/user/clhb6d0v60kms01w226gw80p4/comments Powered by Firstory Hosting
Hai semua! Kali ini, saya bakal sharing tentang pentingnya komunikasi efektif buat pemimpin yang pengen timnya makin produktif. Kamu pasti sering dengar kalau komunikasi adalah kunci, tapi gimana sih caranya biar komunikasi kamu sebagai pemimpin benar-benar bisa bikin tim lebih fokus dan semangat? Yuk, kita bahas cara dan gaya komunikasi pemimpin yang bisa bikin semua anggota tim paham tujuan mereka, dan pastinya bisa kasih hasil yang maksimal. Keterampilan komunikasi itu penting banget, apalagi kalau kamu pengen jadi pemimpin yang bisa diandalkan. Jangan sampai ada miskomunikasi yang malah bikin kerjaan jadi berantakan. Simak tips-tips praktis tentang komunikasi dalam kepemimpinan di sini! Leave a comment and share your thoughts: https://open.firstory.me/user/clhb6d0v60kms01w226gw80p4/comments Powered by Firstory Hosting