POPULARITY
Categories
Kita lahir dan dibesarkan di atas tanah yang tak terhingga kekayaannya, namun ironisnya, kita sering kali tumbuh dengan mimpi yang dikurung dalam sangkar ketakutan. Sejak kecil, telinga kita terlalu akrab dengan pepatah yang bermaksud baik, namun diam-diam membelenggu: "Jangan bermimpi terlalu tinggi, nanti kalau jatuh sakit." atau "Syukuri saja apa yang ada, tidak usah muluk-muluk." Tanpa sadar, narasi-narasi kompromistis ini membangun sebuah langit-langit kaca di kepala kita. Kita menjadi generasi yang ahli dalam merunduk, bermain aman, dan puas menjadi sekrup kecil dalam mesin raksasa ciptaan orang lain. Kita diajarkan untuk bertahan hidup, bukan untuk mengubah dunia. Namun, mari kita berhenti sejenak dan menatap cakrawala. Dunia sedang berlari dengan kecepatan eksponensial. Jika kaum muda Indonesia hari ini hanya berani bermimpi sebatas "mendapat pekerjaan yang aman" atau "lulus dengan IPK tinggi", lalu siapa yang akan memimpin bangsa ini menavigasi badai masa depan? Siapa yang akan menyelesaikan krisis iklim, ketimpangan ekonomi, dan membangun teknologi yang memanusiakan manusia di negeri ini? Inilah saatnya kita memeluk satu mentalitas radikal: Big Thinking, atau Berpikir Besar. Berpikir besar bukanlah tentang kesombongan, arogansi, atau ambisi buta untuk menumpuk harta pribadi. Bagi pemuda Indonesia, Big Thinking adalah sebuah bentuk tanggung jawab moral. Ini adalah keberanian untuk melihat masalah raksasa di sekitar kita—mulai dari petani yang terjebak tengkulak, sistem pendidikan yang tertinggal, hingga tumpukan sampah plastik di lautan kita—dan berkata dengan lantang, "Saya bisa menciptakan solusinya." Berpikir besar berarti menolak untuk mendaur ulang solusi masa lalu. Saat orang lain berpikir bagaimana membuat sesuatu 10% lebih baik, pemikir besar bertanya, "Bagaimana saya bisa membuatnya 10 kali lipat lebih berdampak?"Mereka tidak sekadar mencari perahu yang lebih baik untuk mengarungi lautan; mereka berpikir bagaimana cara membangun jembatan yang membelah samudra. Tentu saja, memilih jalan Big Thinking adalah memilih jalan yang sunyi dan penuh cibiran. Akan ada ribuan suara, mungkin dari orang-orang terdekat, yang menyuruhmu untuk kembali membumi dan realistis. Kamu akan dihadapkan pada ketakutan terbesarmu: kegagalan. Namun, ketahuilah ini: Kegagalan terbesar bukanlah ketika mimpimu yang setinggi langit itu meleset. Kegagalan paling tragis adalah ketika mimpimu terlalu rendah, dan kamu berhasil mencapainya. Kamu merayakan kemenangan kecil di zona nyaman, sementara potensimu yang sesungguhnya terkubur bersama waktu. Menjelang Visi Indonesia Emas 2045, bangsa ini tidak butuh pemuda yang manja dan penakut. Bangsa ini merindukan para pendobrak. Kita butuh anak-anak muda dari ujung Sumatera hingga Papua yang berani menantang gravitasi kemustahilan. Kita butuh seniman yang karyanya mengguncang dunia, insinyur yang membangun teknologi pelopor, dan wirausahawan yang solusinya mengentaskan jutaan orang dari kemiskinan. Jangan tunggu sempurna untuk memulai. Jangan tunggu izin dari siapa pun untuk menjadi besar. Mulailah dari kamarmu, dari meja kosmu, dari diskusi di warung kopi. Pertanyakan segala hal yang dianggap "sudah dari sananya begitu". Bongkar asumsi, perluas wawasanmu melampaui batas negara, dan bertemanlah dengan ide-ide gila. Hari ini, kanvas sejarah sedang dibentangkan di hadapanmu. Kamu bisa memilih untuk melukisnya dengan coretan keraguan yang pudar dan aman. Atau, kamu bisa mengambil kuas paling berani, mencelupkannya dalam warna-warna terang inovasi dan keberanian, lalu melukiskan sebuah mahakarya yang akan diingat oleh generasi setelahmu. Langit-langit kaca itu sebenarnya tidak pernah ada. Ia hanya ilusi yang menunggu untuk dihancurkan oleh mereka yang berani berpikir besar. Pertanyaannya sekarang: Beranikan kamu menjadi salah satu dari mereka? Bangkitlah, Pemuda Indonesia. Dunia sedang menunggu gagasan besarmu.
Pembentukan Direktorat Jenderal (Dirjen) Pesantren dapat dibaca sebagai momentum strategis untuk melakukan reposisi dan reformulasi tata kelola pendidikan pesantren di Indonesia. Mengingat pesantren merupakan entitas pendidikan tertua yang memiliki legitimasi sosial, kultural, dan historis yang kuat, kebijakan ini bukan sekadar restrukturisasi birokrasi, tetapi langkah politik pendidikan yang berdampak sistemik. Kami akan bahas bersama Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, KH Maman Imanulhaq.
Pdm. Handoyo Salim (TB) Amsal 14:34Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa.
Audio Siar Keluar Sekejap Episod 188 menampilkan tetamu pertama bagi tahun 2026, iaitu YB Datuk Dr Akmal Saleh, Ketua Pergerakan Pemuda UMNO Malaysia. Beliau berkongsi perjalanan dalam dunia politik, cabaran sebagai pemimpin muda, serta imej lantangnya yang sering mencetuskan perdebatan.Akmal turut menjawab persoalan mengenai kelantangannya terhadap DAP, termasuk dakwaan sama ada pendiriannya bersifat perkauman atau berlandaskan prinsip perjuangan.Perbincangan ini juga merangkumi fokus beliau terhadap isu-isu Melayu, pandangannya terhadap dasar-dasar Kerajaan Madani, serta perbezaan antara sentimen dan fakta dalam landskap politik semasa.Selain itu, beliau berkongsi pandangan mengenai masa depan UMNO sebagai “rumah bangsa” bagi penyatuan Melayu, cadangan kerjasama dengan PAS, penolakan terhadap kerjasama dengan PH, serta strategi menjelang PRN Melaka.Ingin jenama anda dikenali oleh ribuan pendengar?Taja episod Keluar Sekejap 2026!Hubungi +6011-1919 1783 atau emel commercial@ksmedia.my
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan peran Nahdlatul Ulama sebagai penjaga persatuan dan pilar stabilitas nasional dalam peringatan Satu Abad NU di Malang, Minggu (8/2/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya kerukunan para pemimpin, komitmen melawan korupsi, serta agenda pemerintah dalam melindungi rakyat, memperkuat ketahanan pangan, dan menjaga toleransi antarumat beragama. Pidato ini menjadi penegasan arah kebijakan nasional berbasis persatuan dan keadilan sosial.
Program feature radio yang merangkum agenda dan gagasan strategis Menteri Agama dalam sepekan terakhir. Mengulas transformasi kepemimpinan keagamaan di tengah dinamika global, penguatan harmoni melalui kematangan beragama, kebangsaan, dan toleransi, serta peneguhan integritas, sinergi, dan visi strategis negara. Sajian reflektif dan informatif untuk memahami arah kebijakan keagamaan dalam konteks Indonesia yang majemuk dan terus berubah. (6 Februari 2026)
Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah menyinggung pihak-pihak yang kerap menjelekkan bangsa. Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa pihak-pihak tersebut dipersilakan untuk bertarung pada Pilpres 2029 mendatang. Pernyataan ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan beragam respons dari masyarakat serta pengamat politik.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh nasional di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Jumat lalu. Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai persoalan bangsa dan negara di tengah dinamika nasional yang terus berkembang.Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo secara langsung menerima masukan dan pandangan dari para tokoh yang hadir. Salah satu di antaranya adalah mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Susno Duadji.Lalu, isu apa saja yang dibahas dalam pertemuan tersebut? Bagaimana pandangan para tokoh terhadap kondisi bangsa saat ini, serta arah kebijakan ke depan?Dalam episode ini, kita akan mendengarkan langsung penjelasan dari mantan Kabareskrim Susno Duadji, mengulas isi pertemuan bersama Presiden Prabowo dan makna penting dialog tersebut bagi perjalanan bangsa Indonesia ke depan.
Yayasan Sukma Bangsa bekerja sama dengan Yayasan Media Group mengirimkan ratusan relawan pendidikan untuk membantu pemulihan sekolah-sekolah yang terdampak bencana di Aceh. Sejumlah 40 relawan pertama yang telah dilatih di Sekolah Sukma Bangsa Bireuen siap untuk mengajar dan membantu anak-anak di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Ini adalah langkah pertama dari misi besar untuk mendukung pendidikan di wilayah-wilayah yang terisolir.#SukmaBangsa #Relawan #Bencana #MediaGroup
Berita yang tak pernah lekang oleh zaman, dinantikan oleh segala bangsa, dan membawa jalan keluar bagi kita semua. Apakah itu?Simak obrolannya yang asik bersama narasumber kita yang luar biasa Ps. Yung Susilo hanya di OASIS (Obrolan Asik Seputar Injil Surgawi).
kami akan hadirkan beragam informasi kegiatan Menteri Agama, diantaranya Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Agama dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), untuk menghadirkan MORA, One Stop Service dalam memperkuat keamanan siber dan layanan digital Kemenag.Kami juga akan hadirkan pemikiran Menteri Agama tentang Ekoteologi, konsep yang mengajarkan kita untuk mencintai alam sebagai bagian dari ibadah.Selain itu, kita akan sajikan pandangan Menteri Agama tentang perkembangan Madrasah di Indonesia yang menurut Menteri Agama lebih kompetitif dalam melahirkan generasi Bangsa . Kita juga akan membahas tentang Hari Toleransi Internasional, dan bagaimana kita dapat memperkuat nilai toleransi di Indonesia.Dan masih banyak lagi, termasuk tentang potensi Wakaf dan dana Keagamaan untuk pengentasan kemiskinan, Lomba Semarak Kongres Rohis Nasional I, dan Milad ke-113 PP Muhammadiyah juga kami hadirkan dalam Sepekan Menteri Agama di Radio Elshinta
Rafi lahir dari keluarga Muslim sederhana di Bandung. Ayahnya tukang servis radio, ibunya penjual kue. Sejak kecil, suara azan selalu terdengar di telinganya, tapi ketika dewasa dan pindah ke Jakarta untuk kuliah, semua berubah. Mall, kafe, dan musik K-Pop lebih sering menemaninya daripada doa dan sajadah. Ia masih hafal surah Al-Fatihah, tapi sudah jarang membaca. Shalat Jum'at pun kadang kalah oleh diskon sepatu.Rafi tumbuh menjadi “anak kota modern” yang sibuk mengejar mimpi, tapi lupa arah spiritual. Di pikirannya, agama hanya tradisi orang tua di kampung. Ia merasa logika lebih penting daripada iman, dan mulai menganggap ibadah sebagai sesuatu yang kuno. Namun, dalam diamnya, ada kehampaan yang tidak pernah ia akui. Di balik senyum dan kopi latte, jiwanya terasa kering seperti mesin tanpa pelumas.
Pengembalian uang negara senilai Rp13,2 triliun dari kasus korupsi ekspor minyak sawit mentah (CPO) dinilai bukan sekadar prestasi hukum, tetapi juga simbol kebangkitan moral ekonomi bangsa.Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis (TPS), Agung Baskoro, menilai pengembalian kerugian negara dalam jumlah besar ini dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional. Dana tersebut berpotensi memperkuat APBN dan mendukung pembiayaan berbagai program pembangunan.
The tamarind tree, which has significant meaning in the culture of the Bugis people of South Sulawesi and Indigenous Australians of the Northern Territory, is a highlight of the exhibition in Australia. - Pohon asam, yang memiliki makna penting dalam kebudayaan suku Bugis di Sulawesi Selatan dan Penduduk Asli Australia di Northern Territory menjadi sorotan dalam pameran di Australia.
*PENGETAHUAN KESELAMATAN* (Lukas 13:22-30, Lukas 12:1)_"Sedikitkah orang yang diselamatkan?"_Pertanyaan ini diajukan oleh seseorang dari Yerusalem yang mendengar ajaran Yesus tentang Kerajaan Allah. Bahkan hingga hari ini pun pertanyaan seperti ini masih eksis kita dengar dan pikirkan. Banyak orang masih berkeras hati, ingin menggunakan jalan / caranya sendiri untuk mencapai kerajaan Allah, sebab mereka tidak menerima cara Allah yaitu anugerah yang ditetapkan melalui kematian Tuhan Yesus Kristus di atas kayu salib dan kemudian bangkit pada hari yang ketiga mengalahkan maut. Yesus Kristus harus mati untuk mendamaikan hubungan Allah dengan manusia. Melalui Yesus Kristus pula kita bisa mengetahui banyak orang akan diselamatkan oleh karena iman / percaya kepada-Nya!(Ay.24) "Berjuanglah melalui pintu yang sesak itu!", tanpa anugerah Allah, manusia akan berusaha keras dengan kekuatannya sendiri untuk masuk ke dalam kerajaan Allah dan itu sangat sulit, banyak hambatan dan mustahil dilakukan oleh karena dosa yang tidak dapat diselesaikan oleh manusia itu sendiri. Pintu yang sempit dan sesak itu digambarkan sebagai sesuatu yang sangat sulit. Ibarat sebuah pintu hanya bisa dilewati oleh satu orang saja, berarti masing-masing orang bertanggungjawab atas perbuatannya dan tidak bisa ditanggungkan kepada orang lain. Inilah kondisi dunia yang sulit bagi manusia yang ingin masuk dalam kerajaan Allah. Jika manusia mampu melewati kesulitan-kesulitan yang ada maka mereka akan selamat. Namun, faktanya tidak ada satupun manusia yang mampu melewati kesulitan-kesulitan itu oleh karena memakai kekuatan mereka sendiri. Oleh sebab itu, Yesus Kristus, yang menjadi pertolongan kita, jalan keselamatan bagi kita, sebab Dia adalah kegenapan dan kesempurnaan atas Hukum Taurat (usaha manusia untuk melakukan perintah Allah) dan anugerah Tuhan (wujud kasih Allah pada manusia melalui kematian-Nya di atas kayu salib). Bangsa-bangsa yang tidak menerima taurat namun menerima Yesus mereka akan menjadi orang-orang terdahulu. Sedangkan bagi bangsa yang menerima taurat akan menjadi yang terkemudian sebab 1 hukum saja yang tidak dilakukan dari 10 hukum itu membuat mereka tidak akan bisa masuk dalam kerajaan sorga. Oleh sebab itu, baik bangsa yang telah menerima hukum taurat maupun yang tidak menerima hukum taurat, semuanya membutuhkan Yesus untuk dapat masuk dalam kerajaan Allah. Yesus telah berjuang dan telah membela umat-Nya dari kesulitan. Bukan sedikit lagi yang dapat diselamatkan / masuk sorga, tetapi memang tidak ada manusia yang dapat masuk sorga. Barangsiapa percaya kepada-Nya akan hidup bersama-sama dengan Dia dan ia dianggap benar dan telah melakukan hukum Allah melalui iman dan berbuat seperti apa yang Yesus ajarkan. Ketika kita percaya kepada Yesus, kita memberikan diri kita untuk dibela oleh Yesus untuk menghadapi dan melewati pintu yang sesak itu!Kenali unsur-unsur "BERJUANG" dalam anugerah Tuhan untuk dapat masuk dalam Kerajaan Sorga:1. Menanti-nantikan Allah, mengikuti tuntutan Allah dan janji-Nya dalam hidup kita;2. Melawan materialisme, melawan pencobaan, tipu daya setan, kekhawatiran, ajaran sesat dan kesusahan yang datang di tengah-tengah hidup kita;Jangan tinggalkan iman saudara. Tetaplah tinggal dan hidup di dalam iman kepada Yesus Kristus sebab itulah yang menyelamatkan kita! Amin. Tuhan Yesus dimuliakan dan diagungkan untuk selama-lamanya.
Aksi demonstrasi belakangan ini di sejumlah daerah, menunjukkan meningkatnya ketegangan sosial yang tak jarang dipicu oleh informasi yang beredar di Media Sosial.Media sosial memainkan peran besar dalam membentuk persepsi publik, yang kerap menjadi saluran penyebaran hoaks dan provokasi.Di tengah situasi ini, menjaga ruang digital tetap sehat dan aman menjadi hal yang sangat krusial untuk menghindari eskalasi konflik tersebut.Bagaimana peran masyarakat, platform digital, dan negara dalam mencegah ruang digital menjadi pemantik instabilitas bangsa?1.Direktur Riset dan Komunikasi Kedaikopi sekaligus pegiat Siber Sehat, Ibnu Dwi Cahyo.2.Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas M.Si,.
Friends of Merry Riana ft. Teuku RiefkyTeuku Riefky Harsya adalah seorang politikus Indonesia. Ia merupakan salah satu politikus Partai Demokrat yang sudah duduk di kursi DPR-RI selama empat periode berturut-turut sejak 2005. Sebelum terjun ke dunia politik, ia menghabiskan waktu sebagai profesional, dan kini menjabat sebagai Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif di Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto.Bagaimana Cerita Selengkapnya Tonton selengkapnya ya.00:00 Opening01:37 Friends of Merry Riana Podcast Pertama Menteri Teuku Riefky 02:10 Dari 5 Tahun Terakhir, Apa yang Berbeda dan Apa yang Sama?04:54 Apakah Menteri Teuku Riefky Merasa Sulit di Kemenekraf?06:05 Perbedaan Karier Dari Kursi DPR ke Kursi Menteri?08:03 Perjalanan Karier Menteri Teuku Riefky yang Beragam 12:40 Hal yang Membuat Menteri Riefky Mantap Bergabung ke Partai Demokrat14:48 Tantangan Terbesar Menteri Teuku Riefky di Dunia Politik14:59 Transisi Karier Jadi Hal Tersulit Bagi Menteri Teuku Riefky19:44 Apa yang Dibayangkan Menteri Teuku Riefky Saat Dipanggil Presiden Prabowo20:40 107 Hari Kerja Kemenekraf26:59 Bidang Ekonomi Kreatif yang Paling Disukai Menteri Teuku Riefky31:10 Hal Menarik Dalam 100 Hari Kerja33:56 Satu Hal yang Perlu Diperbaiki dari Kemenekraf37:21 Efisiensi Anggaran Pengaruhi Kemenekraf?39:12 Jika Menteri Teuku Riefky Punya Super Power40:42 Komentar 5 Tokoh Politik49:46 Nasihat untuk Menteri Teuku Riefky di Masa Lalu51:31 Satu Pelajaran Hidup Menteri Teuku Riefky55:01 Bagaimana Mengelola Ekspektasi Diri Terhadap Perkembangan Teknologi?59:49 Closing#merryriana #friendsofmerryriana #TeukuRiefkyFOR MORE INFOhttps://linktr.ee/merryrianaSUBSCRIBE:https://www.youtube.com/c/MerryRianaKoleksi BUKU & MERCHANDISE Merry Riana di Apps MERRY RIANADOWNLOAD Apps Merry Riana sekarang juga, GRATIS! Tersedia di :Google Playhttps://bit.ly/MerryRiana-PlayStoreApp Storehttps://bit.ly/MerryRiana-AppStoreINSTAGRAM: @merryriana | https://instagram.com/merryriana/X: @merryriana | https://twitter.com/merryriana/FACEBOOK: Merry Riana | https://www.facebook.com/MerryRiana/SPOTIFY: Merry Riana | http://bit.ly/Merry-Riana-SpotifyTIKTOK : @merryriana | https://vt.tiktok.com/ZSeEqpUa2/WEBSITE: https://www.merryriana.com
Ong Tek Tjen dan Henri Suhardja, orang di balik layar lahirnya Aplikasi Titipku hadir untuk mendigitalisasi pasar dan memudahkan para ibu dengan pedangan pasar dalam memenuhi kebutuhan belanja. Langsung turun ke pasar, hingga mampu membantu pedagang pasar punya omset miliaran, lulus kuliah dan masih banyak lagi. Seperti apa kisah suksesnya?
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Indonesia genap berusia 80 tahun sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Delapan dekade bukan hanya angka, melainkan cermin perjalanan panjang bangsa ini dalam menghadapi berbagai dinamika sejarah, dari perjuangan fisik, transisi politik, hingga pembangunan karakter dan ideologi bangsa.Di tengah arus globalisasi, perubahan zaman, serta tantangan kebangsaan hari ini, penting bagi kita untuk kembali merenungkanApa arti kemerdekaan yang sesungguhnya? Bagaimana perjalanan sejarah membentuk identitas kita sebagai bangsa? Dan sejauh mana Pancasila tetap relevan sebagai dasar ideologis dalam menjawab tantangan masa depan?Rektor UM (Universitas Negeri Malang)2022-2027, yang juga Mantan Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) - Prof. Dr. Hariyono, M.Pd
Tuhan Yesus berkata kepada para murid-Nya: “Demikianlah yang tersurat: Bahawa Mesias harus menderita lalu bangkit semula daripada maut pada hari yang ketiga, dan perkhabaran tentang pertaubatan dan pengampunan dosa akan diisytiharkan demi nama-Nya kepada semua bangsa, mulai di Yerusalem" (Lukas 24:46-47)
Di episode ini, Roby Bagindo akan cerita soal rendang, gastrodiplomasi, dan alasan kenapa dia terjun ke dunia konten kuliner. Mereka akan bahas gimana makanan bisa jadi alat pemersatu bangsa, bahkan lebih kuat dari politik. Tonton video selengkapnya di #RayJansonRadio#526 "MAKANAN ITU IDENTITAS BANGSA, BUKAN CUMA DAGANGAN" WITH ROBY BAGINDO | RAY JANSON RADIOEnjoy the show!Instagram:Roby https://www.instagram.com/rbbagindo/DON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE !Ray Janson Radio is available on:Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizqGoogle Podcast: https://bit.ly/2laege8iAnchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radioTikTok: https://www.tiktok.com/@rayjansonradioLet's talk some more:https://www.instagram.com/rayjanson#RayJansonRadio #FnBPodcast #Indonesia
Learn how to describe people who inspire you. - Mari belajar bagaimana menggambarkan tokoh yang menginspirasi Anda.
Minggu NAIDOC tahun ini merayakan kekuatan, visi, dan warisan generasi pemimpin Bangsa Pertama berikutnya.
The Master of Indigenous Business Leadership aims to encourage the next generation and diversify the sector. - Magister Kepemimpinan Bisnis Pribumi bertujuan untuk mendorong generasi berikutnya dan mendiversifikasi sektor tersebut.
The representation of Indigenous Australians in media has historically been shaped by stereotypes and exclusion, but this is gradually changing. Indigenous platforms like National Indigenous Television (NITV) and social media are breaking barriers, empowering First Nations voices, and fostering a more inclusive understanding of Australia's diverse cultural identity. Learning about these changes offers valuable insight into the country's true history, its ongoing journey toward equity, and the rich cultures that form the foundation of modern Australia. Understanding Indigenous perspectives is also an important step toward respectful connection and shared belonging. - Representasi penduduk asli Australia di media secara historis dibentuk oleh stereotip dan pengecualian, tetapi hal ini secara bertahap berubah. Platform masyarakat pribumi seperti National Indigenous Television (NITV) dan media sosial memecahkan hambatan tersebut, memberdayakan suara Bangsa Pertama, dan menumbuhkan pemahaman yang lebih inklusif tentang identitas budaya Australia yang beragam.
Menteri Agama Nasarudin Umar mengajak Jemaah Haji Indonesia saat berada di Padang Arafah untuk mendoakan bangsa. Laporan Rama Pamungkas
It's not easy to get the reading material you want if you live hours from the nearest town, have rough dirt roads, or no roads at all. But that's where the Indigenous Literacy Foundation comes in. - Tidak mudah mendapatkan bacaan yang sesuai dengan keinginan jika Anda tinggal beberapa jam dari kota terdekat, melewati jalan tanah yang sulit, atau bahkan tidak ada jalan sama sekali. Namun di situlah Indigenous Literacy Foundation berperan.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 6 Mei 2025Bacaan: "Sebab itu TUHAN berfirman kepada Musa: "Berapa lama lagi kamu menolak mengikuti segala perintah-Ku dan hukum-Ku?" (Keluaran 16: 28)Renungan: Suatu ketika Aldo kepergok mencuri dan dipukuli orang. Hal itu sudah terjadi dua kali, namun itu tidak membuatnya bertobat. Yang ketiga, dia dipukuli orang sampai hampir meninggal dunia karena tertangkap basah ketika mencopet tas seorang ibu. Ternyata, itu juga tidak membuatnya bertobat. Semua nasihat orang tuanya yang dia dengar sejak kecil dia abaikan. Dia berbuat apa saja seperti yang dia inginkan, walaupun sering kali menyusahkan orang lain. Ibunya sangat menderita dibuatnya. Hanya ada satu kalimat yang keluar dari mulutnya kalau bertemu anaknya, "Sampai kapan?" Bandelnya anak itu, bisa menjadi gambaran bandelnya bangsa Israel. Bangsa pilihan Tuhan ini telah mengabaikan firman Tuhan. Firman Tuhan masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Dalam hal "manna" saja mereka sudah mengabaikan firman Tuhan dua kali. Menarik untuk diperhatikan bahwa jarak antara penyampaian firman Tuhan melalui Musa dengan pengabaian firman Tuhan oleh bangsa Israel tidaklah lama. Sangat mungkin kurang dari 24 jam. "Hari ini" disampaikan supaya tidak meninggalkan manna sampai pagi, esok paginya masih ada yang menyimpan manna (Kel 16:19-20). "Hari ini" disampaikan supaya hari besok, hari ketujuh, jangan memungut manna, esok harinya tetap ada yang ingin memungutnya (Kel 16:26-27). Maka, tidak mengherankan kalau Tuhan "bertanya", "Berapa lama lagi kamu menolak mengikuti segala perintahku dan hukumKu?" Tuhan menjadi kesal karena bangsa Israel berkeinginan untuk selalu memberontak. Ini masalah hati yang tidak taat kepada perintah Tuhan. Sebagaimana bangsa Israel, kita juga umat pilihan, tetapi umat pilihan dalam Perjanjian Baru. Sayangnya, kita juga sering kali mengabaikan firman Tuhan. Tuhan memerintahkan supaya kita tidak menipu, tetapi kita menipu. Kita berkata kepada anak kita, "Kalau ada yang mencari Ibu, bilang saja tidak ada." Padahal kita ada di rumah. Sebagai seorang pelajar atau mahasiswa, kita menyontek, yang sama artinya dengan mencuri milik orang lain. Kita berkata, "Ah cuma tiga nomor saja kan tidak apa-apa. "Padahal, dosa tidak mengenal kecil atau besar. Dosa tetap dosa! Kita berusaha mendapatkan SIM atau surat berharga lainnya dengan cara salah. Kita beralasan bahwa pihak yang mengeluarkan surat itulah yang tidak jujur. Sangat mungkin Tuhan bertanya kepada kita, "Sampai kapan?" Mari kita berusaha untuk tidak hidup dalam kesalahan. Memang bukan hal yang mudah, tetapi dengan pertolongan Roh Kudus kita sanggup menaati perintah Tuhan. Jangan sampai berkat Tuhan tidak turun atas kita, gara-gara Tuhan selalu bertanya, "Berapa lama lagi kamu tidak menuruti perintahku?" Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku ingin memerhatikan dan melakukan firman-Mu. Bimbing dan berilah kekuatan kepadaku sehingga aku dapat melakukannya. Amin. (Dod).
'Ilmu untuk Anak Bangsa' strives to preserve Indonesian cultures especially for children in Australia. - 'Ilmu untuk Anak Bangsa' berupaya untuk melestarikan budaya Indonesia di kalangan anak-anak di Australia.
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Hagai 1 : 2-4"Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!" 1:3Maka datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya: 1:4 "Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Hagai 1 :2-4"Beginilah firman TUHAN semesta alam:Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!" Maka datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya: "Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu l yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?
The Queensland government has now confirmed it is going to build Brisbane's Olympic Stadium at the Victoria Park, also known for its traditional name Barrambin, that is one of the most culturally significant sites in the city. - Pemerintah Queensland telah mengonfirmasi bahwa Stadion Olimpiade Brisbane akan dibangun di Victoria Park, yang juga dikenal dengan nama tradisionalnya Barrambin, yang merupakan salah satu situs yang paling penting secara budaya di kota tersebut.
First Nations author and Indigenous elder Wanda Gibson has won the top prize at this year's Victorian Premier's Literary Awards. - Penulis Bangsa Pertama sekaligus tetua adat Wanda Gibson telah memenangkan hadiah utama di Penghargaan Sastra Premier Victoria tahun ini.
Anyone new to Australia can appreciate how important it is to keep your mother tongue alive. Language is integral to your culture and Australia's Indigenous languages are no different, connecting people to land and ancestral knowledge. They reflect the diversity of Australia's First Nations peoples. More than 100 First Nations languages are currently spoken across Australia. Some are spoken by only a handful of people, and most are in danger of being lost forever. But many are being revitalised. In today's episode of Australia Explained we explore the diversity and reawakening of Australia's First languages. - Siapa pun yang baru ke Australia dapat menghargai betapa pentingnya menjaga bahasa ibu Anda tetap hidup.
Food diplomacy, alias gastrodiplomasi, adalah strategi diplomasi lunak yang melibatkan kekayaan kuliner sebagai alat untuk menjalin persahabatan. Ariono Arifin berbincang dengan ahli kuliner Indonesia William Wongso dan beberapa praktisi kuliner lain untuk membahas praktik gastrodiplomasi Indonesia.
Some exciting scenes were anticipated by the audience at the premiere of the First Nations circus show “In Place”, by Na Djinang Circus in Naarm, Melbourne. - Beberapa adegan menarik dinantikan oleh penonton dalam tayang perdana pertunjukan sirkus First Nations "In Place", oleh Na Djinang Circus di Naarm, Melbourne.
Pdt Alex Nanlohy
Sadar gak sih kalau budaya kita mulai terkikis akibat orang-orang tertarik dengan budaya luar? Di sini, Nathan Santoso, Co-Founder dari Iwak Arumery, akan menceritakan pentingnya menjaga budaya lokal dan upaya dirinya untuk mengangkat kembali segala hal yang menunjukkan identitas bangsa. Upaya tersebut dia lakukan dengan memperkenalkan salah satu budaya minum khas Nusantara, yaitu arak.Tonton video selengkapnya di #RayJansonRadio #426 ARAK, BUDAYA, IDENTITAS BANGSA! WITH NATHAN SANTOSO | RAY JANSON RADIO Enjoy the show! Instagram:Nathan Santoso: https://www.instagram.com/nathansantoso/Iwak Arumery: https://www.instagram.com/drink.iwak/ DON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE ! Ray Janson Radio is available on: Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01 Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizq Google Podcast: https://bit.ly/2laege8i Anchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radio TikTok: https://www.tiktok.com/@rayjansonradio Let's talk some more: https://www.instagram.com/rayjanson #RayJansonRadio #FnBPodcast #Indonesia #SatuIndonesiaRasa
Di balik tirai pentas seni peran, ada ruang intelektual seorang Reza Rahadian — yang jarang diluminasi lampu sorot dan dipotret masyarakat kebanyakan. #Endgame #GitaWirjawan #RezaRahadian ---------------------- Catatan episode ini: https://sgpp.me/eps190notes --------------------- Kunjungi dan subscribe: @Endgame_Clips @SGPPIndonesia
Ev Samuel Soegiarto
The land holds a profound spiritual significance for Aboriginal and Torres Strait Islander peoples, intricately intertwined with their identity, belonging, and way of life. - Tanah air memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat Aborigin dan Penduduk Kepulauan Selat Torres, terkait erat dengan identitas, kepemilikan dan cara hidup mereka.
In Melbourne, there is a festival to celebrate Islamic traditions and the contribution of Muslims to Melbourne, Victoria and Australia. It's called SalamFest - Di Melbourne ada sebuah festival untuk merayakan tradisi Islam dan kontribusi Muslim terhadap Melbourne, Victoria, dan Australia. Festival tersebut bernama SalamFest.
Weaving is one of the most complex and sophisticated examples of First Nations technology and culture. It produces objects of beauty, and the process itself has deep cultural significance. Weaving is a way to share knowledge, connect to people and country, invite mindfulness, and much more. - Tenun adalah salah satu contoh teknologi dan budaya First Nations yang paling kompleks dan canggih. Ini menghasilkan objek keindahan, dan prosesnya sendiri memiliki signifikansi budaya yang mendalam. Menenun adalah cara untuk berbagi pengetahuan, terhubung dengan orang dan negara, mengundang perhatian penuh, dan banyak lagi.
Pembela Bangsa Pertama atau sekutu Australia, berarti secara pribadi berdiri bersama dan mendukung secara aktif isu dan tujuan penting masyarakat pribumi Australia.
First Nations advocates help amplify the voices of Indigenous communities in Australia. Here are some aspects to consider related to advocacy and “allyship” with First Nations communities. - Pembela Bangsa Pertama membantu memperkuat suara masyarakat pribumi Australia. Berikut ini beberapa aspek yang harus diperhatikan berkaitan dengan pembelaan dan menjadi sekutu komunitas Bangsa Pertama.
Episod 61 Keluar Sekejap menampilkan tetamu istimewa, DYAM Tunku Mahkota Johor, Tunku Ismail Sultan Ibrahim yang telah berkenan mencemar duli menyertai perbincangan kami. Pelbagai perkara telah dibincangkan seperti perisytiharan Sultan Johor, Sultan Ibrahim Sultan Iskandar sebagai Yang di-Pertuan Agong ke-17, kerelevanan institusi diraja, bangsa Johor dalam konteks Malaysia, masa depan JDT serta keadaan semasa politik negara.
Kadang, eh sering ding…komentator bilang kalau kesuksesan itu ada rumusnya, ada keberuntungannya, dan ada ini itunya. Semua fokus pada kesuksesan sebagai hasil akhir. Yang sering jadi blindspot adalah, kesuksesan itu sebuah visi yang dihidupi walau belum mengalami. Yes, @august_jkt dan @terralogical adalah dua dari sedikit representasi yang mewakili visi tersebut. Kesuksesan kelas dunia sudah mereka hidupi bahkan sejak awal brand mereka berdiri. Bagi mereka, pengakuan dunia bukan hanya jadi prestasi tapi juga tanggung jawab untuk terus menghidupi visi tersebut. TIMESTAMP 00:00 Intro 02:25 Budi: Dari London ke Indonesia 04:15 Asia Best 50 08:40 Beda Hospitality di August Jakarta 12:40 Food x Hospitality 15:35 “Customer is King?” 19:15 Dari Indonesia Untuk Dunia 22:50 Yes Trust, No Doubt 24:50 The Art of Listening 28:05 Profil Terralogical 30:50 Terralogical's Proudest Moment 33:36 Gimana Cara Masuk Awards? 36:00 Client Terralogical 37:25 Setting The World Standard 41:20 BTS: Making an Intimate Photo 47:50 The Power of Bali 53:15 Continuous Innovation --- Kita percaya bahwa momen 'lunch' bisa menjadi momen kita upgrade diri, dengan makan siang bersama orang-orang yang lebih kaya, bukan hanya kaya secara materi, tapi lebih penting lagi, kaya pengalaman, ilmu, insight, wisdom. Podcast ini adalah hadiah untuk Gen-Z dan Millenials yang sedang berproses menjalani hidup & karir-nya. Holla at Ruby & Ario to this email address : hello@thirtydaysoflunch.com