POPULARITY
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 7 Juni 2026Bacaan: Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran." (2 Timotius 4:2)Renungan: Ada seorang tentara yang bercerita bahwa selama karir militernya, sudah berkali-kali ia ditugaskan ke daerah konflik. Setiap kali akan berangkat, kesedihan mendalam dirasakannya karena harus berpisah dengan keluarga. Hal yang membuatnya sedih bukanlah perpisahan itu sendiri, melainkan kenyataan kalau ia bisa saja kelak pulang tinggal nama karena gugur dalam tugas. Namun, ia amat memahami tugas dan kewajibannya sebagai tentara sehingga ia tetap berangkat menunaikan tugas. Seperti tentara yang selalu siap sedia melakukan tugas yang diamanatkan padanya, demikian juga kita sebagai orang percaya harus selalu siap sedia melakukan tugas yang diamanatkan oleh Tuhan. Salah satu tugas tersebut adalah memberitakan firman. Sayangnya, banyak orang percaya yang masih beranggapan bahwa tugas tersebut merupakan tugas pastor, biarawan, biarawati, guru agama, dan para aktivis gereja. Pemikiran ini tentu saja keliru! Sebab, sesungguhnya Tuhan mempercayakan tugas memberitakan firman kepada semua orang yang telah menerima keselamatan kekal dari-Nya. Artinya, apapun profesi yang kita geluti, memberitakan firman dalam kehidupan sehari-hari adalah keharusan. Sekalipun kita adalah seorang ibu rumah tanggap sepenuh waktu, kita juga harus melakukannya. Memberitakan firman tidak identik dengan pengkhotbah mimbar, akan tetapi hal yang Tuhan inginkan adalah kita menceritakan tentang Tuhan Yesus kepada orang-orang di sekitar kita, melalui tutur kata; sikap dan perbuatan; pola pikir; etos kerja; dan seluruh hidup kita. Singkat kata, memberitakan firman adalah menunjukkan kehidupan yang mencerminkan kasih dan karakter Kristus. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak melakukan panggilan Tuhan, yaitu memberitakan firman-Nya sampai keujung bumi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, urapilah seluruh keberadaan diriku, agar melalui pikiran, perkataan, perasaan dan perbuatanku aku dapat mewartakan kasih-Mu, sehingga banyak orang semakin mengenal Engkau sebagai Sang Sumber Kasih dan keselamatan. Amin. (Dod).
Dhammasākaccha oleh Bhante Mahā Dhammadhīro usai dana makan di Vihāra Buddharatana Medan.
Pemikiran sistem (thinking in systems) merupakan sebuah pergeseran paradigma fundamental dari cara pandang linear yang terkotak-kotak menuju pemahaman holistik tentang keterhubungan. Di dunia yang semakin kompleks, pendekatan tradisional yang hanya berfokus pada peristiwa tunggal sering kali gagal karena mengabaikan struktur mendalam yang mendorong perilaku tersebut. Dengan menggunakan kacamata sistem, kita berhenti melihat dunia sebagai daftar objek statis dan mulai melihatnya sebagai jaringan hubungan dinamis, di mana setiap elemen saling memengaruhi melalui lingkaran umpan balik. Pemahaman ini sangat krusial untuk mengatasi masalah-masalah sistemik seperti krisis iklim atau ketimpangan sosial yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan solusi jangka pendek yang bersifat kosmetik. Secara teknis, kekuatan pemikiran ini terletak pada kemampuan kita untuk mengidentifikasi stok, arus, dan mekanisme umpan balik yang mengatur stabilitas serta pertumbuhan sebuah sistem. Stok bertindak sebagai memori dan penyangga yang memberikan ketahanan, sementara arus masuk dan keluar menentukan dinamika perubahan. Intervensi yang paling efektif dalam sistem—yang disebut sebagai titik ungkit—sering kali bersifat kontra-intuitif; alih-alih mengubah parameter fisik seperti angka atau subsidi, perubahan yang paling transformatif justru terjadi pada tingkat aliran informasi, aturan main, dan yang paling tinggi, paradigma atau tujuan dasar dari sistem itu sendiri. Dengan memahami struktur ini, kita dapat berhenti membuang energi pada intervensi yang lemah dan mulai fokus pada tuas-tuas perubahan yang memiliki dampak sistemik jangka panjang. Namun, di atas segalanya, pemikiran sistem adalah sebuah latihan dalam kerendahan hati intelektual dan kearifan hidup. Donella Meadows mengingatkan kita bahwa karena sistem memiliki kehidupan dan dinamika internalnya sendiri, upaya untuk memaksakan kontrol absolut sering kali berujung pada kegagalan atau kerusakan resiliensi. Sebaliknya, kita diajak untuk "menari" dengan sistem—sebuah metafora untuk pengamatan yang mendalam, adaptasi yang luwes, dan penghargaan terhadap integritas keseluruhan. Dengan mengedepankan kualitas di atas kuantitas dan kepedulian di atas egoisme sektoral, pemikiran sistem mengubah peran manusia dari seorang penguasa yang kaku menjadi seorang navigator yang bijaksana dalam ekosistem global yang saling bergantung.
Episode PutCast kali ini berbincang dengan Zen RS, seorang intelektual yang membedah genealogi kekuasaan dan warisan pemikiran Tan Malaka melalui naskah "Naar De Republiek Indonesia" yang ia rekonstruksi dengan pendekatan material dan catatan kritis yang mendalam.
Episode PutCast ini berbincang dengan Prof. Al Makin, membicarakan banyak hal tentang seni bertanya ala filsafat. Selain itu. juga membahas isi buku terbarunya berjudul "Dari Athena Sampai Nusantara: Pengantar Filsafat Dunia tentang Manusia, Nalar, Agama, dan Kekuasaan."
Madiun menuai sorotan usai aparat desa dan polisi setempat membubarkan bedah buku #ResetIndonesia pada Sabtu (20/12), dengan dalih acara tak memiliki izin. Madiun menjadi lokasi pertama acara itu dibatalkan sejak buku diluncurkan pada Oktober 2025.Sebelumnya di 45 lokasi lain, diskusi buku berjalan lancar, dihadiri berbagai kalangan seperti komunitas sekolah, kampus, hingga petani dan nelayan. Bahkan di Trenggalek, perangkat daerah hingga bupati ikut terlibat dalam diskusi buku #ResetIndonesia.Insiden ini menambah deretan panjang peristiwa serupa sejak era Orde Baru. Bagaimana tanggapan penulis buku #ResetIndonesia? Represi seperti apa yang mereka alami? Langkah apa yang mestinya diambil pemerintah dan kepolisian? Apa dampaknya bagi demokrasi jika insiden semacam ini dibiarkan dan terus berulang?Di Ruang Publik KBR kita akan bahas topik ini bersama Penulis Reset Indonesia Dandhy Laksono, Peneliti Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) Nurul Izmi, dan Dosen Hukum Tata Negara UGM sekaligus Dewan Pengarah Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) Herlambang Wiratraman.
Episod 6 KenaSoal menampilkan KJ diganding bersama hos jemputan Zaidel Baharudin dalam membincangkan beberapa isu besar serantau dan perkembangan terkini nasional. Episod ini membincangkan rusuhan politik di Indonesia, isu ketelusan pengisytiharan harta, serta persoalan sama ada F1 patut kembali ke Sepang. Sempena bulan kemerdekaan, episod ini turut mengupas makna sebenar patriotisme dan perpaduan rakyat Malaysia.00:00 Intro05:46 Rusuhan Indonesia@backpacker travelog: Apakah pelajaran yang kita boleh ambil dari rusuhan di Indonesia?@zaidrais: Ulasan mengenai kemelut politik di Indonesia; punca utama dan what they shud do.@iskandar frdaus: Opinion on rumah Indonesian minister kena storm/loot.@faiq azhs: Apa langkah awal Malaysia tidak meniadi rusuhan seperti di Indonesia?@nashriqjumati: Apa yang terjadi di Indonesia? zalboxer 79: Apa pendapat KS terhadapdemonstrasi di IndonesiaQusyairie (Brunei): Regarding Indonesia's escalating protests - if govt labels protests as radical/treason, does it calm or worsen? In democracy, is violence against demonstrators justified?28:39 F1 Malaysia@nabeehanazim: F1 di Malaysia berbaloi atau tidak? Menguntungkan atau tidak?@afiqxafiq: Do you think Sepang will be back for F1?37:44 Identiti Patriotik Malaysia@dzariff.jaafar: Are we less tolerant to one another? Lack of civic mindedness as a society.@aimanzakwanzms: Apa indikator semangat patriotik rakyat Malaysia? KS rasa rakyat Malaysia sudah semakin kurang patriotik? Apa penyelesaian praktikal jangka pendek KS untuk perpaduan negara?50:47 Pemikiran Kritis Era AI@al.shafiq22: How did you develop critical thinking? And for current Al development, may it help?01:01:06 Short Q's@amir. amanullah: New season started... MU? Newcastle? Apa prediction KJ & SH?@faisal.yusoff: Lagu Merdeka sepanjang zaman pilihan KS?
Apakah Anda merasa tenggelam dalam lautan informasi setiap hari? Di era digital ini, kita bukan lagi hanya konsumen, melainkan kurator yang terus-menerus memilah fakta dan fiksi. Namun, bagaimana kita bisa yakin bahwa yang kita serap itu benar-benar bernilai? Ringkasan audio ini akan membawa Anda pada perjalanan mendalam ke dunia pemikiran kritis, sebuah keterampilan yang akan mengubah cara Anda belajar, berpikir, dan membuat keputusan. Pemikiran kritis adalah kekuatan tersembunyi di balik setiap keputusan bijak. Ini bukan tentang menjadi sinis atau skeptis, tetapi tentang kemampuan untuk bertanya, menganalisis, dan menghubungkan ide-ide secara mendalam. Dalam edisi ini, kita akan mengungkap mengapa pemikiran kritis adalah fondasi untuk pembelajaran yang bermakna dan bagaimana ia menjadi alat vital bagi Generasi Z untuk menavigasi disinformasi di media sosial. Bersiaplah untuk mendengarkan bagaimana otak Anda benar-benar belajar dan cara mengoptimalkan proses tersebut. Ringkasan audio ini akan memberikan wawasan berharga tentang varian-varian pemikiran kritis dan langkah-langkah praktis untuk menerapkannya, mengubah Anda dari penerima informasi pasif menjadi pemikir yang aktif dan independen.
Pernahkah Anda merasa bahwa cara kita mencoba memecahkan masalah-masalah terbesar di dunia—mulai dari krisis iklim hingga ketidaksetaraan sosial—terasa gagal dan terkotak-kotak? Dalam episode kali ini, kita akan menyelami pemikiran mendalam dari Nora Bateson, seorang penulis dan pemikir sistem, melalui karyanya "Small Arcs of Larger Circles". Bateson menantang kita untuk berhenti melihat dunia sebagai kumpulan data yang terpisah dan mulai memahaminya sebagai sebuah jaringan kehidupan yang kompleks dan saling terhubung. Kita akan membahas konsep-konsep kuncinya yang mengubah cara pandang, seperti "Symmathesy" atau "belajar bersama", di mana sebuah sistem (seperti hutan atau komunitas) belajar dan beradaptasi sebagai satu kesatuan. Selain itu, kita akan menjelajahi gagasan revolusioner tentang "Warm Data" (Data Hangat), sebuah penawar bagi obsesi kita pada Big Data. Warm Data bukanlah tentang angka, melainkan tentang informasi relasional dan kontekstual—jejaring hubungan yang tersembunyi di antara berbagai elemen dalam sebuah sistem. Pemikiran Nora Bateson bukanlah sekadar teori abstrak; ini adalah undangan untuk mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia. Ini tentang menghidupkan kembali kepekaan kita terhadap hubungan yang menopang kehidupan dan mencari cara-cara baru untuk beradaptasi secara bijaksana. Jika Anda siap untuk melihat kompleksitas bukan sebagai masalah yang harus disederhanakan, melainkan sebagai sebuah tarian kehidupan yang harus dipelajari, maka episode ini adalah untuk Anda.
“ Akeh sing duwe panemu menawa reformasi iku mung ninggalke panganan kertemtu sing ora nyehatake” “Tujuan saka disiplin Gusti Allah yaiku kangge nguatake para putraning Allah lan nyawisake deweke kanggo kanggo katetepane prasetya”
Wigand Sugandi - 2 Korintus 4:16-18 (TB) Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
Minggu lalu ada pesan Whatsapp berisi dunia kuantum. Saya sendri penyuka teori kuantum melalui buku buku New Science. Sebuah konsep atau teori yang melawan kuasa pemikiran Newtonian. Pemikiran yang kemudian membuat kita terjebak pada hukum besi Newton tentang gravitasi. Inilah bunda dari cara berfikir linear. Nah, Kuantum berpeluang menjadi jawaban untuk berfikir liminal.
“ Akeh sing duwe panemu menawa reformasi iku mung ninggalke panganan kertemtu sing ora nyehatake” “Tujuan saka disiplin Gusti Allah yaiku kangge nguatake para putraning Allah lan nyawisake deweke kanggo katetepane prasetya”
PODCAST: SEMUA AGAMA SAMA: Benarkah Pemikiran Pluralisme Ini? - Ustadz Nabil Bachmid, S.Pd.I. __________________ Ikuti Semua Media Sosial Kami: Instagram: https://www.instagram.com/surabayamengaji/ YouTube: bit.ly/subscribesurabayamengaji Facebook: https://facebook.com/surabayamengaji Telegram: t.me/surabayamengaji Website: surabayamengaji.com
Ustadz Dzulqarnain M Sunusi - Akal Sehat Yang Tidak Sehat Borok Borok Pemikiran Filsafat
LOGIN bersama Aming
Serumit mana pun masalah pendidikan, kita tidak tersesat jalan. Kita tahu pendidikan datang dari mana dan kita perlu membawanya ke mana. Oleh kerana kita tahu Islam menuntut pendidikan itu bentuknya bagaimana, kita tidak teragak-agak untuk terus berkonfrontasi dengan tetapan dalam sistem semasa yang tidak kena. Ia bukan berasaskan pendapat peribadi semata-mata, tetapi asasnya ialah kerana kita tahu bahawa Islam meletakkan pendidikan perlu bentuknya seperti ini. Ia tidak merujuk kepada pendidikan agama Islam. Tetapi pendidikan secara dasar, untuk semua. Permulaannya ialah, apabila Allah mengisytiharkan Adam 'alayhi al-salam sebagai khalifah di atas muka bumi ( surah al-Baqarah 2: 30), malaikat pantas menimbulkan pertanyaan: "Ya Allah, mengapakah Engkau jadikan di atas muka bumi ini khalifahnya adalah makhluk yang berisiko melakukan kerosakan dan menumpahkan darah? Sedangkan kami para malaikat adalah makhluk yang sentiasa bertasbih memuji dan menyucikan-Mu?" Ayat mudah untuk memahami perkara ini adalah seumpama ada satu tugasan yang kita hendak beri kepada salah seorang pekerja. Calon yang pertama akan buat benar-benar seperti yang kita arah, manakala calon kedua pula mungkin buat dan mungkin tidak buat, malah mungkin akan melakukan kerosakan. Pemikiran mudahnya, sudah tentu kita akan melantik calon yang pertama. Pekerja yang akan buat benar-benar seperti yang disuruh. Jadi, kalau malaikat itu makhluk yang akan buat seperti disuruh sebagaimana surah At-Tahrim ayat 6 tegaskan, mengapa Allah swt tidak melantik malaikat jadi khalifah? Allah swt menyatakan bahawa, "Aku tahu apa yang kamu tidak tahu." Allah swt tidak menafikan kebimbangan malaikat di awal tadi. Sebaliknya, ada sesuatu tentang Adam dan keturunan-keturunannya yang Allah tahu namun malaikat tidak tahu atau belum tahu. Apakah ia? Di dalam ayat yang berikutnya, Allah swt mengajar Adam dan Adam belajar apa yang Allah ajar serta mengembangkannya. Lalu Allah swt memerintahkan malaikat buat sebagaimana yang Adam buat, jika mereka benar seperti yang mereka dakwa. Malaikat tidak boleh melakukannya. Kata malaikat: "Maha Suci Engkau ya Allah, sesungguhnya kami tidak ada ilmu kecuali apa yang Engkau ajarkan kepada kami sahaja." (al-Baqarah 2: 32) Malaikat boleh belajar boleh faham, tetapi ilmu dan faham mereka statik. Mereka tidak diberi keupayaan seperti Adam untuk boleh belajar, faham, analisis, sintesis, kembangkan, sebagai keperluan asas keperluan dan kemakmuran hidup di atas muka bumi. Walaupun Adam 'alayhi al-salam dan keturunannya ada risiko melakukan kerosakan dan menumpahkan darah, risiko itu boleh diminimumkan jika potensi Adam dipenuhi iaitu mereka belajar. Belajarnya pula ialah belajar yang mencambahkan, mengembangkan, dan mengukuhkan keupayaan mereka berfikir. Oleh yang demikian, masalah tidak boleh berfikir ini bukan benda kecil. Kita memang bingung dengan kemunculan 'KBAT' di dalam sistem pendidikan sekarang ini. Tetapi membuang KBAT pula bukan solusinya. KBAT memang diperlukan. Kemahiran Berfikir Aras Tinggi atau High Order Thinking Skills (HOTS) adalah kualiti manusia yang menjadikan manusia itu manusia. Al-Jurjani (meninggal dunia 1078m) mentakrifkan: الإنسان حيوان ناطق "Manusia itu adalah hidupan yang rasional / mantiqi" Apabila manusia tidak boleh berfikir, pelbagai bencana terjadi. Sesungguhnya negara-negara yang serius berfikir tentang pendidikan tidak melihat sekolah sebagai masa untuk kanak-kanak perlu belajar segala-galanya. Ia perlu menjadi agenda sepanjang hayat, sebagai lifelong learners. Sekolah sepatutnya menjadi tempat kanak-kanak belajar bagaimana hendak belajar, bagaimana hendak tahu, suka belajar dan suka untuk tahu. Bukan institusi pembunuh minat belajar dan rasa ingin tahu yang wujud di dalam fitrah setiap bayi yang lahir. --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/hasrizal/message
Jepang adalah salah satu sentra industri kendaraan bermotor di dunia. Di negara Matahari Terbit itu, pabrikan otomotif yang kini menguasai dunia memulai semuanya. Bahkan, pabrikan otomotif terbesar dunia, Toyota, berasal dari sana. Tapi industri otomotif Jepang adalah anomali. Sementara produknya begitu laris di luar negeri, di dalam negerinya sendiri penjualannya justru tak menggembirakan. Pun dengan beragam pameran otomotif yang sepi dari pengunjung, terutama anak-anak muda. Mereka, sebagaimana terlihat di film-film, lebih suka jalan kaki. Fenomena ini dikenal dengan 'kuruma banare'. Laman Japantimes pada 2008 lalu menulis, kuruma banare secara sederhana dapat diartikan sebagai 'demotorisasi'. Pemikiran ini menganggap mobil atau kendaraan bermotor bukanlah simbol status. Sebaliknya, mereka anggap membeli mobil adalah sesuatu yang sia-sia. Berbanding terbalik dengan Indonesia yang selalu mengedepankan tren saat membeli mobil, apakah selalu demikian? #Mobil #MobilBaru #BeliMobil #MobilJepang --- Support this podcast: https://podcasters.spotify.com/pod/show/broad-cash/support
Online Seller Daily Life - Jualan Online - Kehidupan Entrepreneur
Holaaa! Thank you buat yang masih setia mendengarkan podcast Online Seller Daily Life, kali ini gw mau membahas tentang fenomena Start-Up yang berjatuhan, pada colaps, apakah itu StartUp Scam atau hanya salah perhitungan? Yuk dengerin opini gw hehehe Have a Nice Day Guys!
“ Akeh wong sing duwe panemu menawa reformasi iku mung ninggalke panganan kertemtu sing ora nyehatake” “Tujuan saka disiplin Gusti Allah yaiku kangge nguatake para putraning Allah lan nyawisake deweke kanggo kanggo katetepane prasetya”
Audio siar Keluar Sekejap Episod 87 antaranya telah membicarakan Resolusi Kongres Ekonomi Bumiputera yang telah berlangsung pada 29 Februari hingga 2 Mac serta Kenaikan Cukai Jualan dan Perkhidmatan (SST). Keluar Sekejap juga membincangkan tentang khutbah jumaat minggu lepas yang bertajuk Waspada Pemikiran Khawarij dan Pelepasan Banduan Secara Berlesen (PBSL). Keluar Sekejap turut berkesempatan menyentuh peraturan terhadap kawal selia rokok dan vape. Bagi yang berminat menaja episod Keluar Sekejap untuk 2024, boleh hubungi +601119191783 atau emel kami di tajaan.ks@gmail.com.
Ps. Rubin Ong - 1 Korintus 14:20 (TB) Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!
Musik sering diselewengkan untuk melayani maksud-maksud jahat, sehingga dengan demikian menjadi salah satu alat pencobaan yang paling memikat.
Pernah ga sih lu terjebak di pikiran negatif? Kesel sendiri, karena ga pengen pemikiran negatif ini ada juga. Pikiran negatif punya efek yang real buat kesehatan kita. Efeknya ga bagus. Gimana dong cara mematahkan pemikiran negatif ini? Yang pertama pasti kita harus identifikasi dulu. Udah gitu latih otak kita. Tips yang akan dibagikan adalah dari buku Daniel G. Amen, MD dari bukunya “Change Your Mind, Change Your Body.” Oh iya, episode podcast ini spesial karena ada gift away celana lari dari @avanoska.ltd. Tiga orang yang membuat rangkuman podcast episode ini paling menarik di IG story dengan tag @willyyonas @setuhnya dan @avanoska.ltd akan mendapatkan gift away ini. Enjoy listening! Support podcast ini di sini. Konsultasi di Utuh Health di sini. #negativethoughts #podcast #healthpodcast #mentalhealth #kesehatanmental
Dua tetamu, Prof Madya Dr Wan Suhaimi Wan Abdullah, Pengarah RZS-CASIS UTM dan Dr Mohd Farid Mohd Shahran, dari Ta'dib International Foundation, akan beri tumpuan kepada karya terbaharu ilmuwan dan tokoh pemikir, Tan Sri Profesor Dr Syed Muhammad Naquib Al-Attas, 'Islam: The Covenants Fullfilled' yang akan dilancarkan akhir bulan ini. #AWANIpagi #AWANInews
"Self love” adalah sebuah pemikiran untuk bisa mencintai diri kita apa adanya. Pemikiran ini mengajarkan kita untuk menerima diri sendiri terlebih dahulu baik secara fisik dan mental, sehingga kita dapat berelasi dengan orang lain lebih baik lagi. Karena dampaknya yang dianggap positif, self love menjadi sebuah tren yang sangat didukung dan disuarakan oleh banyak orang. Namun, tak sedikit orang juga berpikir bahwa self love dapat menanamkan kecenderungan untuk bersikap buruk, salah satunya adalah sikap egois. Menanggapi hal ini, sebenarnya apa kata Alkitab mengenai self love? Bagaimana kita harus bersikap sebagai orang Kristen dalam menanggapi pemikiran ini? | JAWABAN JIWA Podcast - bersama Host: Vik. Adam Kurnia, Guests: Joshua Chandra dan Fay Arieta.| Tonton juga episode ini di: Tota Scriptura: youtube.com/c/TotaScriptura?sub_confirmation=1 | griikarawaci.org
Saya akan mengungkap rahasia mengubah pemikiran orang lain dengan menggunakan kekuatan "The Catalyst". Ini merupakan rangkuman dari buku The Catalyst karya Jonah Berger. Kamu akan menemukan caraefektif untuk mengubah pola pikir orang lain dan menciptakan perubahan positif. Saya akan berbagi strategi yang dapat kamu terapkan untuk mengubah mindset negatif menjadi positif, baik pada diri sendiri maupun orang lain. Jangan lewatkan tips dan trik tentang bagaimana mengubah pola pikir yang menghambat kesuksesan menjadi pola pikir yang membangun dan menginspirasi. Temukan cara yang dapat membantu kamu meraih kesuksesan melalui perubahan mindset yang kuat. Bersiaplah untuk memperoleh wawasan berharga tentang cara mengubah pemikiran, mengubah pola pikir, dan membangun pola pikir yang membawa kesuksesan. Simak informasi ini dan mulailah perjalanan menuju transformasi pikiran yang positif! Leave a comment and share your thoughts: https://open.firstory.me/user/clhb6d0v60kms01w226gw80p4/comments Powered by Firstory Hosting
Sejarah Logika Dalam Pemikiran Islam by Maifors Media
Epistemologi Ingatan Pemikiran Plato- Berjabat Tangan Dengan Filsafat #8 by Maifors Media
Pemikiran Rene Descartes 1- Epistemologi Rasional Dan Skeptisisme Seperti "Apel Busuk" by Maifors Media
Tuhan Setan Jenius | Pemikiran Descartes by Maifors Media
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 8 Januari 2023 Bacaan: "Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." (Filipi 3:13-14) Renungan: Seringkali tanpa kita sadari banyak di antara kita yang hidup di luar tembok penjara, kita bebas secara fisik namun terpenjara dalam hati dan pikiran kita. Ada tembok kegagalan yang terus mengurung kita. Ada tembok sakit hati yang menghalangi kita untuk menikmati indahnya hidup dalam damai sejahtera. Ada tembok masa lalu yang buruk yang terus mengintimidasi kita untuk tidak melakukan apa-apa dalam hidup ini. Ada tembok kepedihan dan penderitaan yang tidak mengizinkan kita untuk mencoba mengambil kesempatan baru dan melakukan sesuatu bagi masa depan kita. Jangan biarkan penjara-penjara itu mengurung kita. Kita bisa keluar dari sana sebab sekalipun tembok itu tinggi tetapi ada pintu di sana dan kita telah memegang kunci pintu itu. Bukalah pintu itu dengan berkata, "Aku mau mengampuni, aku mau melupakan apa yang di belakang, aku mau berharap pada Tuhan sebab masa depanku indah di tangan-Nya, aku mau mencoba memulai sesuatu yang baru dan aku mau keluar dari penjara ini." Hanya kita yang bisa melakukannya. Kita memang bukan orang yang sempurna. Kita merasakan sakit ketika ada orang yang menyakiti kita. Kita merasakan takut ketika masalah yang kita hadapi belum juga selesai. Kita merasakan khawatir dan hampir hilang harapan ketika kita mengalami kegagalan. Kita merasa minder dan takut ketika kita ingat kembali masa lalu kita yang buruk. Dengan diri kita yang seperti ini, siapakah orang yang mau menerima kita? Pemikiran itu menjadi benar, jika orang yang menilai kita itu adalah manusia. Tapi lihatlah, Dia sanggup mengubah Rasul Paulus, si manusia yang paling kejam, keras, penganiaya dan pembunuh itu menjadi orang yang penuh cinta Tuhan dan hidup untuk Injil. Jika rasul Paulus saja sanggup Allah ubah, apalagi diri kita. Ia memberi jalan keluar untuk persoalan kita. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Bagaimana caranya? Lupakan semua yang ada di belakang kita, kegagalan, masa lalu, ampuni orang-orang yang sudah menyakiti kita, arahkan diri kita dan berlarilah kepada apa yang dihadapan kita, maka Allah akan mengubah hidup kita. Itulah yang dilakukan oleh Rasul Paulus. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa Roh Kudus-Mu, agar aku dapat keluar dari penjara masa lalu yang selama ini mengikatku, yaitu dendam, kemarahan, kekecewaan dan kegagalan. Bebaskan aku dari semua itu agar aku dapat menjadi pribadi yang merdeka, untuk memulai hidup baru bersama dengan kasih-Mu. Amin. (Dod).
Saya membahas kalau kita sebenarnya tidak tahu apa yang kita inginkan di masa depan. Ini merupakan rangkuman dari video TED Talk Shankar Vedantam yang berjudul You don't actually know what your future self wants dan diolah dari berbagai sumber. Ada sebuah paradoks yang menarik, ketika kita melihat ke belakang, kita merasa kalau hidup kita sudah jauh berubah, entah sekarang karirmu meningkat, kamu sudah punya pasangan, dan sebagainya. Namun, ketika kita melihat ke depan, kita tidak merasa kalau diri kita di masa depan adalah orang yang berbeda. Ya mungkin, situasi dan kondisinya berbeda, misalnya menua atau lebih mapan, tapi secara fundamental kita masih menganggap diri kita di masa depan adalah orang yang sama. Pemikiran ini justru berbahaya, inilah yang membuat kita seringkali membuat janji yang sulit kita tepati dalam periode yang panjang, membuat keputusan yang dianggap paling benar, dan sebagainya. Perlu kita sadari, setiap saat, kita adalah orang yang berbeda, baik secara biologis maupun secara psikologis.
"Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya." (Matius 25:29) Renungan: Suatu kali Tuan Michael Costa, seorang konduktor yang terkenal, sedang mengadakan suatu pertunjukan. Saat kor sedang menyanyi dengan iringan ratusan alat musik, seorang pemain piccolo (seruling kecil), berhenti bermain karena mengira bahwa peranannya tidak akan memberi pengaruh di tengah musik seagung itu. Tiba-tiba Tuan Costa berhenti lalu berteriak, "Mana piccolonya?" Ternyata suara alat musik kecil itu pun dibutuhkan serta penting untuk harmoni. Dan menariknya, telinga sang konduktor itu pun tidak melupakannya. Jika pertunjukan tersebut diibaratkan dengan kehidupan, seringkali kita berpikir seperti pemain piccolo tersebut. Kita berpikir bahwa kita tidak bisa memberi dampak apa-apa dalam kehidupan ini, baik bagi dunia yang luas, lingkungan, atau bahkan bagi keluarga kita sendiri. Pemikiran seperti inilah yang justru menjebak kita. Akibatnya kita enggan untuk menggunakan bahkan mengembangkan talenta yang telah ada. Ingat, Tuhan kita memiliki telinga yang lebih tajam daripada telinga konduktor tersebut. Tuhan tahu, jika ada anak-anak-Nya yang tidak menggunakan talentanya. Padahal dengan talenta itulah hidup kita bisa berdampak bagi dunia ini. Daud telah menjadi teladan bagi kita. Ia adalah anak muda yang belajar setia dan bertanggung jawab, dimulai dengan apa yang ada dalam dirinya. Dia adalah seorang gembala dari beberapa ekor kambing domba ayahnya. Daud terbiasa menggunakan senjata pengumbannya. Alat yang kelihatannya sederhana itu ternyata tidak mudah untuk menggunakannya. Dengan seringnya menggunakan maka seseorang dengan sendirinya menjadi terlatih. Daud pun juga demikian. Dia menjadi ahli pengumpan oleh karena sudah terbiasa menggunakannya saat menggembalakan kambing domba ayahnya. Siapa yang menyangka, bahwa pada akhirnya keahliannya itu memberi dampak besar bagi bangsanya, di kala ia menjadi pemenang di dalam peperangan melawan Goliat. Sayangnya seringkali kita tidak meneladani Daud, Tetapi malah melakukan seperti yang dilakukan oleh orang yang menerima satu talenta dalam perumpamaan tentang talenta. Kita menyembunyikan talenta yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Yang lebih parah lagi kita berkata, "Mengapa orang lain diberi banyak talenta, sementara saya hanya sedikit? Tuhan tidak adil! Mengapa juga saya harus mengembangkan talenta ini?" Sebenarnya penekannya di sini bukan masalah sedikit atau banyak talenta yang dipercayakan Tuhan kepada kita tetapi masalahnya adalah apakah kita mau mengembangkannya? Untuk itu, marilah kita kembangkan dan gunakan talenta kita. Dengan berbuat dengan demikian bukan saja Tuhan senang, tetapi kita bisa berdampak positif bagi lingkungan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, mampukan aku menggunakan talentaku semaksimal mungkin, sehingga aku bisa membawa dampak positif bagi lingkungan di mana aku berada. Amin. (Dod).
Perbedaan pendapat oleh para sahabat dalam memahami hukum Islam sudah terjadi sejak masa Nabi, pasca wafat Nabi Muhammad perkembangan pemikiran terkait produk hukum berupa fiqh semakin banyak hingga terbentuk beberapa madzhab fiqh. Selain itu perbedaan pendapat antara ulama salaf dan kontemporer juga mempengaruhi cara pandang masing-masing terhadap penentuan hukum. Bagaimana bentuk perbedaan pemikiran ini? Apa saja perubahan yang terjadi? ____________________________ Podcast episode ini merupakan hasil rekaman pada Maret 2014, berasal dari kajian yang diselenggarakan setiap Ahad awal bulan di kediaman M. Quraish Shihab, sehingga harap difahami jika terdapat konteks kajian yang berbeda dengan waktu sekarang. ____________________________ Follow: https://instagram.com/quraish.shihab https://twitter.com/quraishihab Subscribe YouTube Quraish Shihab Channel: http://www.youtube.com/c/QuraishShihabMuhammad Dapatkan buku karya M. Quraish Shihab: https://store.lenterahati.com/id/281-mqs-corner
Setelah wafatnya Nabi Muhammad, terjadi perdebatan dan perselisihan terutama dalam pemilihan khalifah, menggantikan Nabi sebagai pemimpin umat. Akibat perselisihan itu muncul juga perkembangan pemikiran yang berbeda-beda antar kelompok, salah satunya pada segi akidah, dan berujung pada perpecahan kelompok umat Islam. Seperti apa perbedaan pemikiran dalam bidang akidah ini? Apa yang menyebabkan timbulnya perbedaan? ____________________________ Podcast episode ini merupakan hasil rekaman pada Februari 2016, berasal dari kajian yang diselenggarakan setiap Ahad awal bulan di kediaman M. Quraish Shihab, sehingga harap difahami jika terdapat konteks kajian yang berbeda dengan waktu sekarang. ____________________________ Follow: https://instagram.com/quraish.shihab https://twitter.com/quraishihab Subscribe YouTube Quraish Shihab Channel: http://www.youtube.com/c/QuraishShihabMuhammad Dapatkan buku karya M. Quraish Shihab: https://store.lenterahati.com/id/281-mqs-corner
Pemikiran manusia dipengaruhi oleh perbedaan pemahaman yang terkadang disebabkan perbedaan waktu dan tempat, begitupun yang terjadi terhadap pada sahabat Nabi bahkan semasa Nabi hidup. Para Sahabat dalam memahami perintah atau Sabda Nabi pun mengalami perbedaan, namun semuanya dapat bertanya kepada Nabi secara langsung untuk mengatasinya. Bagaimana sikap Nabi terhadap perbedaan tersebut? Apa contoh perbedaan yang ada di masa Sahabat? ____________________________ Podcast episode ini merupakan hasil rekaman pada Februari 2016, berasal dari kajian yang diselenggarakan setiap Ahad awal bulan di kediaman M. Quraish Shihab, sehingga harap difahami jika terdapat konteks kajian yang berbeda dengan waktu sekarang. ____________________________ Follow: https://instagram.com/quraish.shihab https://twitter.com/quraishihab Subscribe YouTube Quraish Shihab Channel: http://www.youtube.com/c/QuraishShihabMuhammad Dapatkan buku karya M. Quraish Shihab: https://store.lenterahati.com/id/281-mqs-corner
Agresivitas part 2. Bahas kemungkinan Hungaria lolos. Pilih judul podcast. Pria beristri 39. Nyari bridging ke tema. Blackpink, Michael Jordan. Ngomongin film, rekomendasi film keren. --- This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Pemikiran dan pemahaman agama Islam setiap ulama sangatlah bermacam-macam hingga muncullah banyak mazhab dan sekte dalam Islam. Banyaknya aliran terkadang menimbulkan kebingungan orang awam, dan terkadang memunculkan fanatisme terhadap satu mazhab atau sekte tertentu. Mengapa perbedaan pendapat ini muncul? Bagaimana kita menentukan mazhab mana yang ingin kita ikuti? ____________________________ Podcast episode ini merupakan hasil rekaman pada November 2017, berasal dari kajian yang diselenggarakan setiap Ahad awal bulan di kediaman M. Quraish Shihab, sehingga harap difahami jika terdapat konteks kajian yang berbeda dengan waktu sekarang. ____________________________ Follow: https://instagram.com/quraish.shihab https://twitter.com/quraishihab Subscribe YouTube Quraish Shihab Channel: http://www.youtube.com/c/QuraishShihabMuhammad Dapatkan buku karya M. Quraish Shihab: https://store.lenterahati.com/id/281-mqs-corner