POPULARITY
Categories
APBN mencatat defisit 0,21% terhadap PDB atau Rp54,6 triliun per Januari 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka ini masih terkendali dan sesuai desain APBN 2026.Namun, apa yang perlu dicermati dari kondisi fiskal awal tahun ini?Diskusi bersama Guru Besar Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Surabaya, Wibisono Hardjopranoto (Prof Wibi), membedah makna defisit, risikonya, dan implikasinya bagi ekonomi nasional.
Kalimat viral “cukup saya WNI, anak jangan” memicu polemik besar.Bukan hanya soal kewarganegaraan, tapi etika, nasionalisme, dan tanggung jawab penerima beasiswa negara.Episode ini membahas apakah skema Lembaga Pengelola Dana Pendidikan perlu penguatan komitmen kebangsaan, serta pelajaran penting bagi pemerintah dan calon awardee.Diskusi bersama Billy Mambrasar.
MetroTV, Pemerintah Terus Mendorong Penguatan Peran Indonesia di Kancah Internasional Melalui Keketuaan pada Forum Developing Eight atau D-8 Tahun Ini. Keketuaan Ini Menjadi Momentum Strategis untuk Memperkuat Posisi Indonesia di Antara Negara-Negara Berkembang.
MetroTV, Dalam Konvensi Nasional Media Hari Pers Nasional 2026, juga diadakan sesi diskusi panel yang membahas transformasi digital pers. Diskusi ini dipandu oleh sejumlah pakar media massa.Diskusi panel Konvensi Nasional Media pada Hari Pers Nasional 2026 bertujuan untuk mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi pers di era disrupsi media.Ketua Dewan Pers, Komarudin Hidayat, menjelaskan bahwa peran pers akan selalu dibutuhkan oleh masyarakat, terutama di era maraknya disinformasi. Menurutnya, Hari Pers Nasional 2026 dapat menjadi momentum konsolidasi revitalisasi media, sehingga media bisa terus menghadirkan informasi yang tidak hanya cepat dan akurat, tetapi juga relevan dengan masyarakat.
Debata Respektu s expremiérem o české pomoci Ukrajině, o tom, co neřekl ani svým blízkým a čeho se obává za čtyři roky. Moderovali Ondřej Kundra a Tomáš Brolík. Jak vypadal první rozhovor mezi českým premiérem Petrem Filou a ukrajinským prezidentem Volodymyrem Zelenským krátce po začátku ruské invaze? Co se dělo v zákulisí první utajované cesty evropských politiků vlakem do obleženého Kyjeva? Jak se rodila muniční iniciativa? Neposílila válka přilš vliv českých zbrojařů jako je Michal Strnad? Proč minulá vláda neposkytla Ukrajině čtyři letouny L-159? Měla by Ukrajina odevzdat kvůli dosažení míru část území, jak chce Rusko? Andrej Babiš vládne s populisty a extremisty. Neměla by ODS přemýšlet kvůli geopolitické situaci k přehodnocení svého pohledu na vládnutí s ANO? Není čas vstoupit do Babišovy vlády, nebo ji alespoň tolerovat? Nejen na to odpovídal v debatě bývalý premiér Petr Fiala z ODS. Diskusi v brněnském Divadle Husa na provázku moderovali zástupci šéfredaktora Tomáš Brolík a Ondřej Kundra.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Yulia MCFSM dan Suster Clarisa MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santo Aloysius Gonzaga Palangkaraya di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia. Sirakh 47: 2-11; Mazmur tg 18: 31.47.50.51; Markus 6: 14-29.KATA HATI KITA Renungan kita pada hari ini bertema: Kata Hati Kita.Seorang pemuda disukai tiga orang teman wanitanya. Masing-masing mempunyaikeinginan yang sama, yaitu supaya dikawini pemuda itu. Dalam keadaan dilema, iaberkonsultasi dengan orang tuanya. Bapa dan ibunya memberikan semuapertimbangan yang diperlukan. Kemudian anaknya diberikan segala kebebasan untukmemutuskan. Ibu berkata, "Dengarkan kata hatimu, dan tentukan pilihan yangterbaik." Umumnya kita mengerti kata hati kita sebagai kebenaranyang memiliki tuntutan moral yang tinggi. Kata hati sebagai keputusan terakhirsetelah melalui berbagai pertimbangan dan analisa. Diskusi, pembahasan dankonsultasi pada umumnya berguna untuk memberikan pencerahan dan pemahaman yanglebih luas. Usulan atau kritikan juga sering kita jadikan sebagai faktor yangdiperlukan untuk memberikan keseimbangan dalam pemikiran dan pembahasan. Padaakhirnya keputusan itu memang benar-benar hasil dari kata hati yang jujur danjernih. Kita mengetahui bahwa kata hati itu adalah suara hatinurani kita. Tuhan memilih untuk tinggal di dalam hati nurani kita. Maka ketikakita memikirkan dengan tenang, damai, positif dan dalam suasana berdoa, katahati nurani kita tentu akan berisi kebaikan, pujian dan syukur kepada Tuhan,kebenaran yang membebaskan, dan suka cita yang membawa kedamaian. Sebaliknya,jika kita diliputi kebencian, kemarahan, kesombongan dan hawa nafsu, kata hatinurani akan berisi kejahatan dan dosa. Kata hati kita sangat bergantung padaniat, intensi, dan perasaan kita sebagai manusia. Bacaan-bacaan kita pada hari ini menggambarkan dua contohkata hati nurani yang sangat berlawanan. Yang pertama ialah kata hati seorangyang beriman, yang diwakili oleh raja Daud. Ini adalah sebuah gambaran orangberiman yang menyadari diri sebagai orang berdosa, tetapi imannya kepada Tuhansemakin bertambah. Ia percaya akan belas kasih Tuhan untuk mengampuninya, dania lebih percaya lagi bahwa hidupnya sangat dirahmati dan diberkati oleh Tuhan.Pada gilirannya, ia akan menjadi berkat dan penyalur rahmat bagi orang lain. Yang kedua ialah kata hati seorang yang tidak beriman danyang hidup dalam sebuah sistem hukum rimba. Sistem hidup ini membenarkan merekayang kuat dan berkuasa mematikan mereka yang lemah dan yang membawa kebenaran.Herodes memiliki kata hati yang jahat dan penuh dosa. Tidak ada kasih dankebenaran di dalam hatinya. Kata hatinya memerintahkan dia untuk melakukankebohongan dari pada kebenaran, kegelapan dari pada terang, kekacauan dari padakedamaian, kebencian dari pada cinta. Setiap niat dan perbuatan jahatdiproduksi dari kata hati yang jahat. Kita dapat bertanya pada diri kita sendiri: keadaan sayasaat ini, apakah diwarnai kata hati yang baik dan benar, ataukah kata hati yangsalah dan jahat? Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus,murnikanlah hati kami supaya kami kembali hidup dalam kebenaran-Mu, denganselalu mendengar bisikan nurani kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...
Pembahasan mengenai ambang batas parlemen dalam revisi Undang-Undang Pemilu mulai menghangat seiring masuknya berbagai usulan dari praktisi pemilu dan kalangan akademisi.Pakar hukum pemilu dari Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menilai bahwa penghapusan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold menjadi nol persen adalah langkah paling konstitusional dalam revisi Undang-Undang Pemilu. Diskusi ini berpotensi memengaruhi dinamika politik dan strategi partai di pemilu mendatang.
Pendengar Elshinta, dalam beberapa pekan terakhir bencana terjadi hampir bersamaan di berbagai wilayah Indonesia, dari Sumatera hingga Jawa dan kawasan timur. Fenomena ini memunculkan pertanyaan tentang kondisi sistem alam dan lingkungan kita saat ini.Radio Elshinta menghadirkan Prof. Dr. Ir. Yanto Santosa, DEA, Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, untuk membahas fenomena bencana dari sudut pandang ilmu lingkungan dan kehutanan. Diskusi ini mengulas keterkaitan perubahan iklim, kondisi ekosistem, dan aktivitas manusia, serta pentingnya pengelolaan lingkungan berkelanjutan untuk mengurangi risiko bencana ke depan.
Aksi unjuk rasa lebih dari 100 pengungsi Rohingya di depan kantor IOM Pekanbaru yang menuntut peningkatan bantuan ekonomi, layanan kesehatan, dan pendidikan, seiring dinilai tidak lagi sesuai kebutuhan hidup. Diskusi juga menyoroti besaran bantuan bulanan yang diterima pengungsi serta pertanyaan tentang ada tidaknya batas waktu negara singgah menampung pengungsi dan potensi dampaknya terhadap stabilitas sosial dan keamanan wilayah penampung.Simak perbincangan bersama International Refugee Law - Dr. Kadarudin, S.H., M.H. (Sekretaris Departemen Hukum Internasional FH-UnHas)
Konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari 54% PDB Indonesia, menjadikannya tulang punggung utama perekonomian nasional. Di balik angka tersebut, kelas menengah memegang peran sentral sebagai penggerak konsumsi, namun sekaligus menjadi kelompok yang paling rentan terhadap tekanan ekonomi. Daya beli yang tergerus, pendapatan yang stagnan, serta meningkatnya biaya hidup membuat konsumsi semakin sensitif dan rapuh. Fenomena seperti maraknya paylater, belanja online yang didominasi produk impor, hingga munculnya istilah Rojali dan Rohana mencerminkan perubahan perilaku konsumsi yang lebih berhati-hati dan penuh kompromi.Pada episode Speakonomics kali ini, Divisi Kajian KANOPI FEB UI berkesempatan berdiskusi dengan Andry Asmoro untuk mengurai “Kekuatan Tak Terlihat: Mengurai Kekuatan Kelas Penggerak Perekonomian Indonesia”. Diskusi ini membahas bagaimana peran kelas menengah dalam menopang konsumsi nasional, tantangan yang mereka hadapi di tengah tekanan ekonomi, serta implikasinya terhadap keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Korupsi di Indonesia masih menjadi persoalan besar. Presiden Prabowo Subianto menegaskan peran strategis kampus dalam mencetak sumber daya manusia yang berintegritas, jujur, dan berani menolak praktik korupsi sejak dini.Lalu, bagaimana merealisasikan pesan tersebut? Apakah pendidikan tinggi cukup dengan kurikulum dan seminar antikorupsi, atau dibutuhkan keteladanan nyata dari para pendidik, birokrasi kampus, hingga penegakan hukum yang konsisten?Dalam episode ini, kami membahas tantangan dan peluang membangun integritas dari bangku kuliah, peran dosen dan institusi pendidikan, serta realitas sistem yang kerap menguji idealisme generasi muda. Diskusi kritis untuk melihat apakah kampus benar-benar bisa menjadi garda terdepan melawan korupsi di Indonesia.Bersama: 1. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar (PB) PGRI Dr. Dudung Abdul Qodir2. Sekretaris Ikatan Guru Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Imron Wijaya
Lze žalovat český stát za to, že nedělá dost pro ochranu klimatu? Proč Ústavní soud zamítl klimatickou žalobu, i když existenci klimatické krize nepopírá? Kam až může soudní spor vygradovat? Jak dopadly podobné klimatické spory k jiných zemích? A jak by měl vypadat klimatický zákon v Česku? Hostem podcastu Na rozcestí je Martin Abel. Martin Abel je právník a analytik, který mimo jiné působí ve spolku Klimatická žaloba. Vedle toho se zabývá také agrivoltaikou, tedy dvojím využitím půdy pro zemědělství a energetiku, nebo vymezením tzv. akceleračních oblastí pro urychlený rozvoj obnovitelných zdrojů v ČR a s tím souvisejícími změnami legislativy a územního plánování. Podcastová série Na rozcestí vzniká v rámci výzkumného programu Identity ve světě válek a krizí, který je financován Akademií věd ČR v rámci Strategie AV 21. Do podcastu si zveme společenské vědce a vědkyně, jejichž výzkum se týká důležitých témat a problémů globalizujícího se světa. Tento díl moderoval Jiří Krejčík.
Asia Learning Exchange 2026 di Labuan Bajo merupakan sebuah lokakarya lima hari yang mengeksplorasi kepemimpinan perempuan dalam gerakan kedaulatan tanah melalui pendekatan holistik Head, Heart, and Hands. Program ini mengawali gerakannya dengan membangun koneksi emosional melalui restu leluhur (Heart), melakukan analisis strategis terhadap struktur kekuasaan (Head), dan diakhiri dengan komitmen aksi nyata di lapangan (Hands). Tujuannya adalah memperkuat resiliensi komunitas melalui pengakuan hak atas tanah yang dipimpin langsung oleh perempuan sebagai penjaga identitas dan kedaulatan. Proses pembelajaran dimulai dengan sesi "Weaving Stories" melalui metode Fishbowl dan Pecha Kucha untuk menenun pengalaman nyata perjuangan politik serta inovasi dari berbagai mitra. Peserta kemudian melakukan analisis mendalam (Deep Dive) menggunakan kerangka kerja APBC untuk membedah aspek akses, partisipasi, manfaat, hingga kontrol atas lahan. Diskusi ini mencapai puncaknya pada pembahasan "Women's Personas", yang secara kritis menyoroti pertempuran antara kekuatan agensi individu perempuan melawan hambatan atau "tembok struktural" yang sistemik. Pada tahap akhir, teori yang dipelajari dibawa ke dunia nyata melalui kunjungan lapangan ke Colol dan Komodo untuk mempelajari kedaulatan hutan dan laut secara langsung. Dengan panduan "4 Jendela Observasi", peserta menyerap pembelajaran dari akar rumput sebelum akhirnya merumuskan rencana aksi konkret melalui metode Backcasting. Lokakarya ini menegaskan bahwa ketika perempuan memimpin gerakan kedaulatan tanah, mereka tidak hanya mengamankan aset fisik, tetapi juga menerangi jalan bagi keberlanjutan peradaban dan kelestarian bumi.
Wawancara Radio Elshinta bersama Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani dan Pengamat Pendidikan UNJ Muhammad Ilman Naafi'a membahas Outlook Pendidikan 2026. Diskusi menyoroti hasil Tes Kemampuan Akademik 2025, rendahnya literasi dan numerasi, maraknya kekerasan di sekolah, revisi UU Sisdiknas, hingga tantangan dan syarat Indonesia mengejar ketertinggalan pendidikan. Wawancara dipandu News Anchor Bhery Hamzah, Jumat (09/01/2026).
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru resmi diberlakukan mulai awal 2026. Pemerintah menilai aturan ini sebagai tonggak berakhirnya hukum pidana kolonial dan awal penegakan hukum nasional yang lebih modern, berkeadilan, serta berlandaskan nilai Pancasila dan budaya bangsa. Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menyebut KUHP baru sebagai langkah penting reformasi hukum pidana Indonesia.Namun di sisi lain, sejumlah kalangan, termasuk akademisi dan pegiat HAM, menyoroti sejumlah pasal yang dinilai kontroversial, seperti pasal perzinahan, ketentuan pidana mati, hingga pasal penghinaan terhadap lembaga pemerintah. Apakah KUHP baru benar-benar menjawab kebutuhan keadilan masyarakat, atau justru berpotensi membatasi ruang kebebasan sipil?Diskusi ini akan mengulas pro dan kontra pemberlakuan KUHP baru bersama Mantan Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari, membedah implikasi hukum, politik, dan demokrasi ke depan. Dengarkan analisis lengkapnya hanya di podcast ini.
Setiap kali bencana banjir melanda, satu komoditas kerap berada di garis depan tudingan: sawit. Dalam ruang publik, isu ini sering disederhanakan seolah satu sektor menjadi penyebab tunggal persoalan lingkungan yang kompleks. Padahal, di balik banjir dan kerusakan ekosistem, terdapat persoalan yang jauh lebih mendasar mulai dari tata kelola sumber daya alam, penegakan hukum, hingga perencanaan ruang yang lemah.Dalam episode Podcast Elshinta kali ini, Pemimpin Redaksi Elshinta, Haryo Ristamaji, mengajak Anda membaca ulang isu sawit secara lebih proporsional dan berbasis data bersama Guru Besar IPB sekaligus pakar agribisnis dan kebijakan pembangunan, Prof. Bayu Krisnamurthi. Diskusi ini mengulas hubungan antara sawit, lingkungan hidup, dan bencana alam, sekaligus menempatkan sawit dalam konteks kepentingan nasional sebagai sektor strategis yang menopang jutaan lapangan kerja, pembangunan daerah, dan ketahanan energi.Apakah kebijakan kita sudah menyasar akar masalah, atau justru salah alamat?Simak perbincangan mendalam ini untuk memahami sawit secara lebih jernih tanpa stigma, dengan perspektif yang utuh.
Před pár dny, 23. prosince, náhle zemřel náš kolega Radko Kubičko. Byl dlouholetým kmenovým komentátorem Českého rozhlasu Plus a zpravodajství ČReského rozhlasu. Ještě před tím výraznou tváří Českého rozhlasu 6, Rádia Svobodná Evropa. Posledním pořadem, který natočil, je následující hodnocení událostí roku 2025 na domácí politické scéně. Jako vždy se do debaty zapojil s nezaměnitelnou energií a nadhledem.Všechny díly podcastu Názory a argumenty můžete pohodlně poslouchat v mobilní aplikaci mujRozhlas pro Android a iOS nebo na webu mujRozhlas.cz.
Bilance roku 2025 v zahraniční politice: nástup Donalda Trumpa do Bílého domu, izraelsko-palestinský konflikt a další významné události v zahraniční politice. Diskutují Tomáš Klvaňa, Jefim Fištejn, Jan Fingerland. Moderuje Ondřej Konrád.Všechny díly podcastu Názory a argumenty můžete pohodlně poslouchat v mobilní aplikaci mujRozhlas pro Android a iOS nebo na webu mujRozhlas.cz.
Štědrý den a vánoční svátky, jejich smysl a prožívání v dnešním světě, úloha a postavení křesťanství, současná společnost a její vztah k duchovním záležitostem. Diskutují filozof Daniel Kroupa, katolický kněz Pavel Pola a spisovatel Aleš Palán. Moderuje Petr Schwarz.Všechny díly podcastu Názory a argumenty můžete pohodlně poslouchat v mobilní aplikaci mujRozhlas pro Android a iOS nebo na webu mujRozhlas.cz.
Madiun menuai sorotan usai aparat desa dan polisi setempat membubarkan bedah buku #ResetIndonesia pada Sabtu (20/12), dengan dalih acara tak memiliki izin. Madiun menjadi lokasi pertama acara itu dibatalkan sejak buku diluncurkan pada Oktober 2025.Sebelumnya di 45 lokasi lain, diskusi buku berjalan lancar, dihadiri berbagai kalangan seperti komunitas sekolah, kampus, hingga petani dan nelayan. Bahkan di Trenggalek, perangkat daerah hingga bupati ikut terlibat dalam diskusi buku #ResetIndonesia.Insiden ini menambah deretan panjang peristiwa serupa sejak era Orde Baru. Bagaimana tanggapan penulis buku #ResetIndonesia? Represi seperti apa yang mereka alami? Langkah apa yang mestinya diambil pemerintah dan kepolisian? Apa dampaknya bagi demokrasi jika insiden semacam ini dibiarkan dan terus berulang?Di Ruang Publik KBR kita akan bahas topik ini bersama Penulis Reset Indonesia Dandhy Laksono, Peneliti Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) Nurul Izmi, dan Dosen Hukum Tata Negara UGM sekaligus Dewan Pengarah Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) Herlambang Wiratraman.
Mengikuti diskusi buku Can I Talk To You? bersama Kania Annisa menjadi sebuah pengalaman batin yang tak saya duga akan begitu mengguncang. Saya datang sebagai peserta diskusi, tetapi pulang sebagai seseorang yang disentuh di ruang terdalam hatinya. Ada banyak momen hening yang terasa ramai—ramai oleh emosi, ingatan, dan keberanian untuk jujur pada diri sendiri.Salah satu momen yang paling mengharukan adalah pelukan hangat yang terjadi di ruang diskusi itu. Pelukan sederhana, namun sarat makna. Saat itu, air mata saya hampir tumpah. Saya berusaha menahannya, tertawa kecil untuk menyamarkan getar di dada, tetapi tubuh saya tahu: ada luka lama yang tersentuh dengan lembut. Pelukan itu menjadi #trigger yang membuka kembali sebuah kenangan penting dalam hidup saya—sebuah malam panjang bersama ayah. Kenangan itu membawa saya ke ruang tamu rumah kami, dalam suasana hening, ketika saya dan ayah duduk berhadapan dari pukul 11 malam hingga menjelang subuh. Tidak ada suara selain kejujuran. Tidak ada ego selain keinginan untuk berdamai. Malam itu, kami belajar memaafkan, mengakui kekurangan masing-masing, dan menerima bahwa cinta tidak selalu hadir dalam bentuk yang sempurna. Prosesnya sangat sulit, tetapi kelegaan yang muncul setelahnya terasa seperti napas pertama setelah lama tenggelam. Ada ketakutan yang akhirnya bisa dilepaskan.Diskusi buku ini mengingatkan saya bahwa didengarkan adalah kebutuhan paling dasar manusia. Bukan untuk diperbaiki, bukan untuk dihakimi, tetapi untuk diterima. Saya belajar bahwa dialog dari hati ke hati—baik antara orang tua dan anak, maupun antara diri kita yang dewasa dengan luka masa lalu—adalah bentuk keberanian yang paling sunyi sekaligus paling kuat.Saya pulang dari acara ini dengan hati yang lebih lunak. Lebih berani untuk menangis. Lebih jujur untuk mengakui bahwa berdamai adalah proses seumur hidup. Dan yang terpenting, saya diingatkan bahwa pelukan, percakapan, dan kehadiran penuh bisa menjadi jembatan menuju penyembuhan yang selama ini kita cari.Youtube: https://youtu.be/_ML2K4dOMsM?si=Pi48ZKYrHRjw6Xa3Spotify: https://open.spotify.com/episode/1PLzhPyxIDhhAFzqYuzjsdAn intimate BOOK TALK dedicated to nurturing the heart of your home: FAMILY and PARENTING. "Affectionate Parenting: The Art of Dialogue in Every Family Conversation To Build Warm Connection". This session is inspired by the heartfelt collection, Can I Talk To You? Conversations with My Children: A Mother's Reflection, a best selling book by Kania Annisa Anggiani.#AffectionateParenting #BookTalkJakarta #FamilyDialogue #ParentingGoals #booktok
Berawal dari keresahan pribadi sulit meluangkan waktu membaca, Hadissa Primanda atau Dissa mendirikan komunitas Kumpul Baca sejak 2019. Dalam Visi Generasi Kini (Vigenk) Radio Elshinta, Dissa berbagi cerita tentang konsep silent reading, ruang aman membaca tanpa distraksi, hingga tantangan menjaga minat baca di tengah gempuran digital. Diskusi ini mengulas bagaimana membaca bisa kembali menjadi aktivitas sosial yang menyenangkan dan inklusif bagi generasi muda.
S amerikanisty Kryštofem Kozákem a Jakubem Lepšem o tom, jak Donald Trump posouvá hranice americké demokracie i kritiku Evropy. Moderuje Dominika Perlínová.Trump byl na svůj druhý prezidentský mandát připraven a hned v lednu začal měnit zajeté instituce od základů. Republikáni v Kongresu se raději vzdali své kontrolní funkce a i Nejvyšší soud nechtěl jít s prezidentem do přímého střetu. Ačkoliv zprávy z Ameriky v posledních měsících mohou působit děsivě, přiznali amerikanisti v debatě Respektu v Knihovně Václava Havla, že stále vidí i důvod k optimismu. Mimo jiné i proto, že se Trumpovi nedaří zlepšovat ekonomickou situaci. Diskusi s Kryštofem Kozákem z Fakulty sociálních věd Univerzity Karlovy a Jakubem Lepšem z University of New York moderovala Dominika Perlínová.
di ukorda tidak hanya belajar tentang olahraga tapi juga belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin yang hebat dimanapun kita berada!
Hari ini, Metro TV menggelar forum diskusi dalam rangka memperingati satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam diskusi ini, Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto turut menyampaikan pandangannya terkait penguatan ekonomi Indonesia. Saksikan selengkapnya!#PrabowoGibran #DiskusiEkonomi #PemerintahanPrabowoGibran #AirlanggaHartarto #EkonomiIndonesia #MetroTV #1TahunPrabowoGibran #IndonesiaMaju #1thPrabowoGibran
Talkshow #61: Mengukur Program PR yang Berdampak – Dari Mana Harus Memulainya?Lewat MAW Talkshow #61, kita akan membedah lebih dalam tentang cara mengukur efektivitas program PR bersama Laurentius Iwan, Head of Corporate Communication Asuransi Astra.Dengan mengusung tema “Mengukur Program PR yang Berdampak: Dari Mana Harus Memulainya?”, Pak Iwan menekankan bahwa PR yang strategis harus dimulai dari evaluasi. Evaluasi bukan hanya soal angka eksposur atau publisitas, tetapi tentang bagaimana program PR benar-benar memberi dampak pada tujuan organisasi dan membangun reputasi yang berkelanjutan.Diskusi ini akan membuka wawasan praktisi komunikasi untuk memahami langkah awal dalam mengukur PR, serta pentingnya menjadikan evaluasi sebagai fondasi strategi komunikasi yang efektif.
"Anak yang terlihat murung, malas belajar, atau kehilangan semangat untuk sekolah bisa jadi sedang mengalami tekanan, bukan hanya dari akademik, tetapi juga dari teman, guru, atau bahkan lingkungan keluarga.
V kinech běží Velký vlastenecký výlet a kdekdo o něm hovoří. Rozhodl jsem se přidat a pro natáčení podcastu Hej, Slované! na něj zajít s dvěma přáteli: překladatelem Viktorem Janišem a podnikatelem Pavlem Kopřivou, kteří mají na válku v Ukrajině odlišné názory. Janiš od jejího začátku intenzivně překládá publicistiku a denní analýzy, jež se konfliktu věnují, aby česká společnost měla dostatek informací o tom, co se děje. Kopřiva, který žije v Německu, po ruské invazi ubytoval ukrajinské uprchlíky, na Ukrajině plánoval podnikat a tvrdí, že má tytéž názory jako hrdinové snímku Petra, Ivo a Nikola. Film jsme viděli všichni poprvé; jelikož se známe, tykáme si.
Dalam lanskap komunikasi publik yang penuh tantangan, peran Government Public Relations (GPR) tidak lagi sebatas menyampaikan informasi dari pemerintah kepada masyarakat. Lebih dari itu, GPR dituntut untuk membangun dan merawat kepercayaan publik sebagai fondasi keberlanjutan organisasi.MAW Talkshow #60 bertajuk “Strategi GPR Merawat Kepercayaan Publik untuk Keberlanjutan Organisasi”, yang digelar Rabu (14/08/2025) secara daring, menghadirkan Ani Natalia, Kasubdit Humas Perpajakan Direktorat Jenderal Pajak. Dalam sesi ini, Ani membagikan pandangan dan strategi bagaimana GPR dapat berperan sebagai public trust builder, melalui komunikasi yang autentik, kredibel, dan relevan dengan kebutuhan publik.Diskusi ini menjadi ruang reflektif sekaligus praktikal bagi para praktisi komunikasi dan humas pemerintah dalam menjawab pertanyaan penting: bagaimana komunikasi pemerintah mampu menjaga legitimasi, membangun kepercayaan, dan mendukung keberlanjutan organisasi di tengah dinamika sosial yang terus berubah.
Pasar Kolaboraya 2025 bukanlah sekadar sebuah acara, melainkan sebuah perjalanan transformatif yang dirancang untuk memicu kolaborasi nyata di antara para pesertanya. Alur yang terstruktur dengan cermat memandu setiap individu atau organisasi, memastikan setiap tahapan memiliki tujuan yang jelas, dari proses pendaftaran awal hingga pembentukan Ekosistem Raya yang berkelanjutan. Perjalanan ini dimulai dengan tahap Daftar, di mana calon peserta dapat melamar untuk hadir atau dilamar oleh pihak lain. Proses ini berfungsi sebagai saringan awal untuk menyatukan individu dan organisasi yang memiliki semangat kolaborasi yang kuat. Setelah pendaftaran dikonfirmasi, peserta memasuki tahap Gabung. Di sini, setiap peserta akan mengisi profil pribadi atau organisasi mereka dan sebagai imbalannya, mereka akan memperoleh QR Code yang berfungsi sebagai tiket masuk utama ke venue acara. QR Code ini bukan hanya sekadar izin masuk, tetapi juga simbol dari identitas dan kesiapan mereka untuk berinteraksi. Memasuki venue, peserta disambut dengan Sesi Koneksi. Tahap ini adalah momen di mana semua batasan dilebur. Peserta bebas berinteraksi satu sama lain, membangun jaringan, dan menemukan titik-titik persamaan yang mungkin menjadi fondasi untuk kolaborasi di masa depan. Sesi ini sengaja dirancang untuk menciptakan lingkungan yang cair, mendorong percakapan yang spontan dan saling mengenal secara mendalam sebelum memasuki tahap yang lebih terstruktur. Setelah koneksi awal, alur berlanjut ke Sesi Kolaborasi, yang menjadi inti dari acara ini. Di sini, 21 ecosystem builderakan "buka lapak" dan berinteraksi secara intensif dengan para peserta. Setiap ekosistem memiliki waktu 20 menit, yang diulang sebanyak tiga kali, untuk menjelaskan visi mereka dan, yang terpenting, mengidentifikasi keahlian atau peran yang mereka butuhkan. Sebagai peserta, Anda memiliki kesempatan unik untuk mengunjungi hingga enam lapak ekosistem. Di setiap lapak, Anda akan dihadapkan pada pilihan: untuk berkolaborasi atau tidak. Setiap kesepakatan kolaborasi yang tercapai ditandai dengan janji untuk berbagi sumber daya, menegaskan komitmen nyata dan bukan sekadar janji kosong. Puncak dari acara ini adalah Sesi Aksi Kolaboratif, di mana hasil dari sesi sebelumnya diwujudkan. Tiga hingga empat ekosistem yang memiliki sinergi akan berkumpul untuk membentuk Ekosistem Raya. Mereka akan masuk ke dalam breakout room untuk merencanakan acara-acara besar, sedang, dan kecil yang akan mereka laksanakan bersama di tahun 2026. Di dalam breakout room ini, setiap ekosistem akan menawarkan kontribusi spesifik mereka, baik dalam bentuk keahlian, sumber daya, atau dukungan lainnya, untuk memastikan rencana tersebut terlaksana. Diskusi ini tidak hanya berfokus pada apa yang akan dilakukan, tetapi juga bagaimana setiap peserta dapat memberikan dukungan nyata. Pada akhirnya, seluruh perjalanan ini akan dirangkum dalam Data Akhir yang disajikan dalam bentuk presentasi. Presentasi ini akan menampilkan hasil konkret dari semua sesi, mulai dari koneksi yang terjalin, kolaborasi yang disepakati, hingga aksi kolektif yang direncanakan. Ini menjadi bukti bahwa Pasar Kolaboraya 2025 berhasil melampaui sekadar acara, dan benar-benar menjadi katalisator bagi ekosistem yang berkembang.
Episode PutCast kali ini kedatangan Desintha Dwi Asriani, akademisi UGM yang memiliki concern seputar isu-isu patriarki, beban ganda perempuan, hingga fenomena generasi sandwich di Indonesia. Diskusi ini menyingkap bagaimana peran domestik perempuan sering dimanfaatkan dan diremehkan, serta kekhawatiran absennya negara dalam memberi perlindungan sosial.
Alur lokakarya yang dirancang untuk sebuah Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) bertujuan untuk mengevaluasi kondisi internal dan eksternal secara menyeluruh. Proses ini memfasilitasi pemahaman bersama di antara para peserta tentang posisi organisasi saat ini. Pada akhirnya, lokakarya ini akan menghasilkan peta jalan yang jelas menuju peningkatan kapasitas dan keberlanjutan. Hari pertama lokakarya dimulai dengan sesi kalibrasi dan kontekstualisasi hasil pra-asesmen. Tujuannya adalah untuk menyatukan pemahaman seluruh peserta mengenai temuan awal yang telah dikumpulkan. Fasilitator memimpin diskusi untuk mengidentifikasi area-area dengan variasi jawaban yang signifikan dan memfasilitasi konsensus di antara para anggota. Proses ini sangat penting untuk memastikan semua pihak memiliki landasan pemahaman yang sama sebelum melangkah lebih jauh. Sesi berikutnya fokus pada analisis kapasitas teknikal dan fungsional organisasi. Metode yang digunakan adalah kerangka Iceberg Model untuk menggali lebih dalam dari apa yang terlihat di permukaan. Peserta diajak untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang tampak seperti prosedur atau struktur yang tidak efisien, dan kemudian mencari akar masalah yang tersembunyi seperti budaya atau asumsi. Diskusi terstruktur ini membantu mengungkap kompleksitas yang mendasari berbagai isu dalam organisasi. Analisis mendalam dengan Iceberg Model dilanjutkan di sesi ketiga, di mana peserta berkolaborasi dalam kelompok kecil. Masing-masing kelompok fokus pada area spesifik yang telah diidentifikasi dan mempresentasikan temuannya kepada kelompok besar. Metode ini tidak hanya memperdalam pemahaman, tetapi juga mempromosikan kerja tim dan berbagi wawasan di antara peserta. Seluruh proses ini memastikan bahwa setiap aspek organisasi mendapat perhatian yang layak. Menuju akhir hari pertama, lokakarya mengarahkan peserta untuk memprioritaskan peningkatan kapasitas. Berdasarkan isu-isu yang terungkap dari analisis sebelumnya, para peserta diajak untuk melakukan curah pendapat dan pemungutan suara. Tujuannya adalah untuk menentukan isu mana yang paling mendesak dan memiliki dampak terbesar jika ditangani. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan bahwa upaya peningkatan kapasitas akan difokuskan pada area yang paling membutuhkan. Hari kedua lokakarya didedikasikan untuk analisis isu strategis menggunakan metodologi Dynamic Facilitation. Pendekatan ini dipilih untuk menciptakan lingkungan yang lebih cair dan tidak kaku, di mana ide-ide dapat mengalir dengan bebas. Seluruh proses pada hari ini berpusat pada empat kertas plano besar yang masing-masing memiliki tujuan berbeda. Penggunaan plano ini membantu mengorganisir pemikiran dan menjaga alur diskusi tetap produktif. Sesi pertama pada hari kedua dimulai dengan plano CONCERN, di mana semua peserta didorong untuk mengekspresikan kekhawatiran dan keprihatinan mereka. Setiap orang menuliskan kekhawatiran pada post-it dan menempelkannya, tanpa ada diskusi atau penilaian. Metode ini memberikan ruang yang aman dan setara bagi setiap suara untuk didengar. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa semua isu, besar maupun kecil, dapat diungkapkan secara transparan. Selanjutnya, sesi kedua beralih ke plano DATA. Pada fase ini, fasilitator memimpin diskusi yang lebih terfokus untuk mengumpulkan fakta dan data terkait setiap kekhawatiran. Peserta diminta untuk menyumbangkan bukti atau pengalaman konkret yang mendukung kekhawatiran yang telah diungkapkan. Informasi ini dicatat dan ditempelkan pada plano DATA, membantu memberikan landasan faktual untuk setiap masalah. Proses ini memastikan bahwa analisis tidak hanya didasarkan pada perasaan, tetapi juga pada kenyataan yang ada di lapangan. Setelah data terkumpul, sesi ketiga memasuki fase kreatif dengan plano IDE. Ini adalah momen di mana peserta diundang untuk menghasilkan berbagai gagasan solusi, tidak peduli seberapa "liar" atau "mustahil" ide tersebut. Tidak ada kritik atau evaluasi yang diperbolehkan selama sesi ini, yang mendorong para peserta untuk berpikir di luar kebiasaan. Tujuan utamanya adalah untuk mengumpulkan sebanyak mungkin opsi solusi sebelum menyaringnya. Hari kedua lokakarya ditutup dengan sesi di mana peserta bersama-sama merumuskan pernyataan masalah. Dengan melihat kembali semua informasi yang terkumpul di plano CONCERN, DATA, dan IDE, mereka menyintesisnya menjadi satu pernyataan yang jelas. Pernyataan ini kemudian ditulis di plano keempat yang berjudul Pernyataan Masalah. Proses ini memastikan bahwa semua orang memiliki pemahaman yang sama tentang inti dari masalah yang akan mereka selesaikan. Memasuki hari ketiga, fokus lokakarya beralih dari analisis ke perencanaan konkret untuk masa depan. Sesi pertama bertujuan untuk merumuskan "Jalan Perubahan" atau Pathways of Change. Peserta bekerja sama untuk membuat peta jalan yang mendetail, merinci langkah-langkah yang diperlukan untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan. Peta jalan ini berfungsi sebagai panduan visual yang jelas bagi seluruh tim. Sesi kedua dilanjutkan dengan penyusunan draf rencana pengembangan kapasitas dan keberlanjutan organisasi, yang dikenal sebagai CDS+P. Peserta mengisi templat rencana kerja yang terperinci. Rencana ini mencakup penentuan kegiatan, penanggung jawab, jadwal waktu, dan indikator keberhasilan. Ini adalah tahap penting untuk menerjemahkan strategi menjadi rencana kerja yang dapat diukur dan dieksekusi. Sesi ketiga lokakarya berfokus pada perencanaan eksperimen organisasi. Ide-ide inovatif yang muncul sebelumnya kini dirancang untuk diuji coba dalam skala kecil. Peserta merumuskan hipotesis, menetapkan metrik keberhasilan, dan merencanakan langkah-langkah eksekusi untuk setiap eksperimen. Pendekatan ini mendorong organisasi untuk terus belajar, berinovasi, dan beradaptasi tanpa harus mengambil risiko besar. Terakhir, lokakarya ditutup dengan sesi yang bertujuan untuk merangkum semua hasil dan menyepakati langkah tindak lanjut. Kelompok-kelompok mempresentasikan ringkasan kerja mereka, dan fasilitator memimpin sesi refleksi. Komitmen dari seluruh peserta dipastikan, dan rencana untuk langkah-langkah selanjutnya ditetapkan. Secara keseluruhan, lokakarya ini berhasil membawa organisasi OMS dari tahap asesmen yang mendalam ke perencanaan yang konkret dan inovatif. Demikian isi podcast INIKOPER. Semoga alur seperti ini bisa digunakan atau dikembangkan lebih keren. Sampai jumpa pada edisi berikutnya.
Dalam episode podcast kali ini, kita akan membahas berbagai stigma, tantangan, sekaligus peluang besar dari generasi yang sering disebut penuh idealisme namun dianggap "belum siap kerja". Bagaimana sebenarnya cara terbaik menghadapi Generasi Z di dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari?Bersama Wilson Huang, junior trainer Business Wisdom Institute yang juga bagian dari Gen Z, diskusi ini membuka perspektif baru mengenai Gen Z. Dari isu komunikasi, stigma "Gen Z tidak bisa kerja", sampai pentingnya menyeimbangkan idealisme media sosial dengan realita lapangan.Kita akan diajak melihat bahwa Gen Z bukanlah "generasi stroberi" yang rapuh, melainkan sebagai generasi kreatif yang butuh saluran tepat untuk mengasah potensi. Diskusi ini juga membahas bagaimana peran parenting, lingkungan, hingga literasi digital yang membentuk karakter Gen Z seperti saat iniSelain itu, episode ini juga membahas turning point, bagaimana perilaku "nakal" anak muda bisa menjadi tanda kreativitas yang belum tersalurkan. Daripada menghakimi, kita diajak untuk melihatnya sebagai energi besar yang bisa diarahkan ke arah positif.
In an open discussion held by PPIA Victoria in Melbourne, former Indonesian Minister of Education and Culture, Anies Baswedan, said that teacher is the key to education in Indonesia. - Dalam diskusi terbuka yang diadakan oleh PPIA Victoria di Melbourne, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Anies Baswedan, mengatakan bahwa guru adalah kunci utama pendidikan di Indonesia.
Dalam lanskap bisnis yang semakin mengedepankan keberlanjutan, praktik komunikasi tidak hanya fokus pada produk atau layanan, tetapi juga pada dampak sosial yang diciptakan perusahaan. Di sinilah peran strategis komunikasi Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi krusial untuk memperkuat reputasi secara jangka panjang.MAW Talkshow #59 bertajuk “Menguatkan Reputasi Melalui Komunikasi CSR yang Berdampak”, yang digelar Kamis (12/06/2025) secara daring, menghadirkan Indah DP Pertiwi, Head of Corporate Communication & CSR Nusantara Infrastructure. Dalam sesi ini, Indah membagikan pengalaman dan strategi dalam mengomunikasikan program CSR secara otentik, terukur, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta pemangku kepentingan.Diskusi ini menjadi ruang reflektif sekaligus praktikal bagi para praktisi PR dan CSR dalam menjawab tantangan: bagaimana menciptakan narasi CSR yang bukan sekadar formalitas, tetapi benar-benar membangun nilai dan reputasi korporat yang berkelanjutan.
EP188: JOT bakal gantian tour ke beberapa kota ngajakin fans diskusi, tapi gw pribadi tetap punya keskeptisan soal ini.
Sobat Essentials!Pemerintah telah mengeluarkan aturan utnuk pengakhiran dini operasional PLTU batubara. IESR menilai langkah ini bisa menghadirkan manfaat besar bagi lingkungan dan ekonomi. Tentu saja, #TransisiEnergi-nya harus efektif dan inklusif.Lalu, bagaimana strategi menghentikan era PLTU dan membangun masa depan dengan #EnergiTerbarukan?Simak diskusinya dalam Pojok Energi: Potensi Manfaat Ekonomi Pensiun PLTU Capai Rp1.500 Triliun pada 2050 bersama Fabby Tumiwa, CEO IESR dan Martha Jesica, Koordinator Riset Sosial, Kebijakan, dan Ekonomi IESR. Diskusi ini dipandu oleh Alia Salsabila, Staf Perencanaan Media Digital IESR.
„Mír nenastane, když napadená země složí zbraně,“ říká ukrajinská laureátka Nobelovy ceny za mír Oleksandra Matviichuk. Právě tato slova budou výchozím bodem pro diskusi o ceně míru, lidského života a důstojnosti v časech války. Jak vyjednávat s agresorem? Je vůbec možné hledat mírové řešení v situaci, kdy jsou páchány válečné zločiny? S poradcem prezidenta Petra Pavla Petrem Kolářem a ukrajinistkou Lenkou Víchovou budeme i ve druhé, závěrečné části záznamu hledat odpovědi na tyto otázky. Diskusi moderují prezidentka festivalu Meeting Brno Martina Viktorie Kopecká a viceprezident festivalu David Macek.
„Mír nenastane, když napadená země složí zbraně,“ říká ukrajinská laureátka Nobelovy ceny za mír Oleksandra Matviichuk. Právě tato slova budou výchozím bodem pro diskusi o ceně míru, lidského života a důstojnosti v časech války. Jak vyjednávat s agresorem? Je vůbec možné hledat mírové řešení v situaci, kdy jsou páchány válečné zločiny? Společně s Oleksandrou Matviichuk, právničkou, dokumentující zločiny ruské agrese, poradcem prezidenta Petra Pavla Petrem Kolářem a ukrajinistkou Lenkou Víchovou budeme hledat odpovědi na tyto otázky. Diskusi moderují prezidentka festivalu Meeting Brno Martina Viktorie Kopecká a viceprezident festivalu David Macek.
Panduan Jelajah Kolaboraya adalah kerangka kerja tiga hari bagi Fasilitator Ekosistem untuk memperkuat Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) melalui Pendekatan Berbasis Aset. Alih-alih fokus pada kelemahan, panduan ini mendorong identifikasi dan pemanfaatan kekuatan, kapasitas, serta sumber daya yang sudah ada dalam ekosistem. Kekuatan ekosistem OMS didefinisikan melalui tiga pilar utama: Koneksi (luas, beragam, saling ketergantungan, dan berkualitas), Kolaborasi (berbagi SDM, dana, teknologi, informasi, dan pengetahuan), serta Perubahan & Dampak (relevansi dan signifikansi hasil kolektif). Dengan pendekatan ini, "kelemahan" dianggap sebagai peluang untuk mengundang aktor atau peran baru yang dapat membawa aset pelengkap, sehingga ekosistem menjadi lebih tangguh, adaptif, dan efektif dalam mendorong perubahan sosial. Hari pertama Jelajah Kolaboraya didedikasikan untuk mengidentifikasi kekuatan dan aset dalam tiga ekosistem OMS yang berbeda secara paralel. Setiap ekosistem akan memetakan aktor-aktor utamanya dan aset unik yang mereka miliki terkait koneksi, kolaborasi, dan dampak. Pada hari kedua, ketiga ekosistem tersebut akan berkumpul dalam sesi pleno untuk berbagi kekuatan dan aset yang telah mereka temukan. Diskusi akan diperluas untuk menganalisis enam elemen krusial ekosistem (Ruang Sipil, Persepsi Publik, Model Pendanaan, Manajemen Talenta, Konteks & Momentum Aksi, serta Inkubasi & Akselerasi), diikuti dengan merumuskan aksi penguatan untuk setiap elemen. Di akhir hari kedua, ketiga ekosistem ini akan berpadu menjadi satu "ekosistem raya" yang lebih besar, dengan visi bersama dan rencana awal berbagi daya. Hari ketiga berfokus pada perumusan rencana penguatan ekosistem raya dan aksi kolektif transformatif untuk empat bulan ke depan, dengan memanfaatkan aset yang telah diidentifikasi. Uniknya, rencana aksi kolektif ini akan dikemas dalam format podcast. Setiap kelompok akan menyiapkan dan merekam podcast singkat yang merangkum visi ekosistem raya, aset utamanya, serta rencana aksi kunci mereka. Podcast ini bertujuan untuk dibagikan di Pasar Kolaboraya Nasional, tidak hanya sebagai bentuk akuntabilitas tetapi juga sebagai alat advokasi dan undangan bagi kolaborasi lebih lanjut, menunjukkan kekuatan kolektif yang telah dibangun.
The Indonesian diaspora in Melbourne celebrates their identity through cultural events that bring people together, spark connection, and keep traditions alive. - Hidup di tengah masyarakat beragam seperti Australia, diaspora Indonesia terus merawat identitas budayanya. Mereka melakukannya melalui berbagai acara yang mempererat kebersamaan dan memperluas koneksi antarwarga.
Je režisérkou, ale na seriálu Medvěd se podílela jako producent. „Je pro mě v tu chvíli důležité vybrat režiséra, o kterém si myslím, že režíruje líp než já,“ ujišťuje dokumentaristka. Vyvolal na Slovensku dokument překvapení? Dotýká se tam téma medvědů dokonce politiky? Potkala se v průběhu natáčení s medvědem? Jak vznikl dokument Jasmína vrací úder?Všechny díly podcastu Blízká setkání můžete pohodlně poslouchat v mobilní aplikaci mujRozhlas pro Android a iOS nebo na webu mujRozhlas.cz.
Je režisérkou, ale na seriálu Medvěd se podílela jako producent. „Je pro mě v tu chvíli důležité vybrat režiséra, o kterém si myslím, že režíruje líp než já,“ ujišťuje dokumentaristka. Vyvolal na Slovensku dokument překvapení? Dotýká se tam téma medvědů dokonce politiky? Potkala se v průběhu natáčení s medvědem? Jak vznikl dokument Jasmína vrací úder?
Bergabungnya Indonesia ke BRICS menimbulkan tanda tanya tentang untung-ruginya. Publik menilai tak ada keuntungan signifikan, malahan beresiko membuat Amerika gusar di bawah Presiden Trump. Diskusi bersama Rafi Alif, Ikhlas Tawazun, dan Shofwan Al Banna di Podcast Bebas Aktif. Timestamp: 00:00 Intro 01:33 FOMO gabung BRICS 08:51 Bukan soal memperluas pasar 12:45 Pola pikir Perang Dingin 17:40 BRICS = Tatanan dunia baru? 26:32 BRICS butuh Indonesia? 29:00 Pernyataan Pers Tahunan Menlu
Husův sbor ve Vršovicích a pražské divadlo MANA spojily své síly a již druhým rokem přicházejí s projektem Otevřená zpovědnice. Každý ročník se zaměřuje na jedno společensky důležité téma, které si zaslouží větší pozornost. Letos se projekt pustil do problematiky eutanazie. Po premiéře následovala debata Radia Wave, která tematicky navazovala na otázky a dilemata představená na jevišti. Diskusi vedla redaktorka Sarah Abulkasim společně s Petrem Wagnerem z pořadu Hergot!.
Episode kali ini akan membahas teh-teh Indonesia. Dibalik kebiasaan masyarakat Indonesia yang sering minum teh, ternya teh yang kita minum merupakan "common tea" yang tidak tahu asal usulnya. Untuk itu, di podcast kali ini, kita akan mengundang Redha, sosok dibalik @silateahouse yang berupaya untuk meningkatkan kualitas teh Indonesia sekaligus mensejahterahkan para pekerja dibalik kebun teh. Tonton video selengkapnya di #RayJansonRadio #466 DISKUSI TEH INDONESIA WITH REDHA TAUFIK ARDIAS | RAY JANSON RADIO Enjoy the show! Instagram:Redha Taufik Ardias: https://www.instagram.com/redhardias/ Sila Artisan Tea: https://www.instagram.com/silateahouse/ DON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE ! Ray Janson Radio is available on: Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01 Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizq Google Podcast: https://bit.ly/2laege8i Anchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radio TikTok: https://www.tiktok.com/@rayjansonradio Let's talk some more: https://www.instagram.com/rayjanson #RayJansonRadio #FnBPodcast #Indonesia
Debata s výtvarníkem Ondřejem Brodym o vývoji a směřování vysokoškolského uměleckého vzdělávání. Diskusi na LFŠ v Uherském hradišti moderoval Jan H. Vitvar
Peter Pellegrini je zvolený prezident a Robert Fico by chcel namiesto neho za šéfa parlamentu Andreja Danka. Hlas to zatiaľ odmieta. Ako to dopadne a prečo sa má nový šéf parlamentu riešiť až po júnových eurovoľbách?Koaliční lídri sa dohodli, že budú odmietať pozvánky do diskusií komerčných televízií. Prečo by to vôbec robili a nechceli svojich voličov informovať v diskusiách so svojimi oponentmi? Je to demokratické? Je to férové voči ich voličom? Vláda musí ušetriť cez miliardu eur. Hovorí o vyšších daniach a prepúšťaní. Bude to ale stačiť a čo sa mení na trinástych dôchodkoch? Budú opäť stovky miliónov aj na rodičovské dôchodky?Braňo Závodský sa rozprával sa s ministrom práce, sociálnych vecí a rodiny a podpredsedom strany Hlas – Sociálna demokracia Erikom Tomášom.
Témata, o kterých se začne mluvit. Diskusi připravují: Václav Moravec, Hana Andělová a Mojmír Kučera https://www.ceskatelevize.cz/porady/1126672097-otazky-vaclava-moravce/224411030500204/ https://www.ceskatelevize.cz/porady/1126672097-otazky-vaclava-moravce/224411030510204/