POPULARITY
Categories
Audio ini merupakan sesi pendalaman Alkitab yang dipimpin oleh Pdt. Ir. Timotius Subekti dengan tema Akhirnya Dipuji. Dalam khotbahnya, beliau menekankan pentingnya bagi jemaat untuk hidup di dalam Kristus sebagai Kepala Gereja melalui ketaatan, menyangkal diri, dan memikul salib.Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:Konsep mempelai Kristus: Jemaat yang sungguh-sungguh menaruh harapan pada Kristus yang telah bangkit dan dipermuliakan akan turut dipermuliakan. Ketaatan menjadi syarat mutlak dalam menjalani panggilan ini.Perbedaan buah sulung dan buah susulan: Terdapat penjelasan mengenai dua kelompok dalam gereja, yaitu mereka yang taat secara sukarela dan mereka yang perlu didisiplin atau melewati masa sengsara terlebih dahulu sebelum akhirnya bertobat dan dipuji oleh Tuhan.Peran penggembalaan: Setiap anggota tubuh Kristus diingatkan untuk memiliki hati yang berorientasi pada penggembalaan, yaitu tidak hanya memikirkan diri sendiri tetapi juga peduli kepada sesama dan mau melayani.Iman sebagai pandangan rohani: Jemaat diajak untuk memiliki iman yang mampu melihat hal-hal kekal yang tidak nampak secara fisik, serupa dengan iman Yesus yang melihat kemuliaan di balik penderitaan salib.Sebagai kesimpulan, gereja dipanggil untuk tetap setia, menjaga kekudusan, dan terus berharap pada janji Tuhan di tengah masa-masa sulit, karena harga yang telah dibayar oleh Yesus melalui darah-Nya sangatlah mahal.
Audio ini merupakan ibadah pendalaman Alkitab yang dibawakan oleh Pdt. Ir. Timotius Subekti. Fokus utama khotbah adalah pentingnya bagi umat percaya untuk senantiasa berpaut pada Tuhan, terutama di masa-masa sulit. Pendeta menekankan bahwa berpaut pada Tuhan bukan sekadar aktivitas rutin ke gereja, melainkan sebuah komitmen untuk hidup dalam pimpinan Roh Kudus agar dapat menjadi buah sulung yang berkenan bagi-Nya.Beberapa poin penting yang disampaikan meliputi:Kehidupan sebagai prioritas: Umat diajak untuk memahami bahwa hubungan yang erat dengan Tuhan adalah kunci untuk memperoleh kehidupan jasmani dan rohani yang berkemenangan.Sikap mempelai Kristus: Mengambil ilustrasi dari Kidung Agung, jemaat didorong untuk memiliki ketekunan dalam mencari wajah Tuhan dan memegang janji-Nya dengan teguh, layaknya seorang mempelai yang menantikan kekasihnya.Peranan Roh Kudus: Roh Kudus berperan sebagai pengikat dan penuntun dalam kehidupan orang percaya. Tanpa Roh Kudus, manusia sulit untuk tetap setia dan berjalan di jalan Tuhan di tengah tantangan dunia.Kebutuhan akan pemulihan: Gereja diingatkan akan perlunya pemulihan doktrin dan kesatuan tubuh Kristus. Perbedaan pendapat atau iluminasi dalam pelayanan seharusnya tidak menghalangi kasih persaudaraan, melainkan menjadi sarana untuk saling mendoakan dan menguatkan.Secara keseluruhan, pesan ini mengajak umat untuk lebih bersungguh-sungguh, bertekun dalam doa, dan mematikan keinginan daging agar hidup mereka dapat memuliakan Tuhan sebagai persiapan menjadi mempelai Kristus.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Inti Sejarah dari Kisah Kubur YesusDiambil dari Lukas 24:6“Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea.”Wonder Kids, kita sudah belajar bahwa ada beberapa perbedaan kecil dalam catatan Injil tentang kebangkitan Yesus. Misalnya, ada Injil yang menyebut satu malaikat, sedangkan Injil lain menyebut dua. Ada juga perbedaan mengenai nama para perempuan yang datang ke kubur dan urutan beberapa peristiwa.Ada orang yang memakai perbedaan-perbedaan itu untuk berkata bahwa kisah kebangkitan Yesus tidak dapat dipercaya. Namun, seorang ahli bernama William Lane Craig mengajak kita melihat inti utama dari semua catatan tersebut.Walaupun para penulis Injil menceritakannya dari sudut pandang yang berbeda, mereka sepakat mengenai fakta-fakta yang paling penting. Yusuf dari Arimatea mengambil tubuh Yesus dan meletakkannya di dalam sebuah kubur. Pada hari Minggu pagi, beberapa perempuan datang ke kubur itu. Mereka menemukan bahwa kubur tersebut sudah kosong dan menerima berita bahwa Yesus telah bangkit.Perbedaan dalam beberapa detail tidak menghilangkan inti sejarah dari ceritanya. Bayangkan beberapa orang menyaksikan sebuah acara di gereja. Satu orang mungkin lebih mengingat lagu yang dinyanyikan. Orang lain mengingat siapa yang berbicara. Seorang lagi mengingat apa yang terjadi setelah acara selesai. Cerita mereka tidak harus sama persis, tetapi semuanya tetap dapat menceritakan peristiwa yang sama.Justru karena setiap penulis mempunyai sudut pandang sendiri, catatan mereka terlihat seperti kesaksian yang alami, bukan cerita yang disusun supaya setiap kalimatnya sama.Di tengah semua perbedaan itu, inti beritanya tetap sama: Yesus sungguh mati, dikuburkan, kubur-Nya ditemukan kosong, dan Ia sungguh bangkit. Inilah dasar pengharapan kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ceritakan kembali kisah kebangkitan Yesus kepada keluarga atau temanmu dengan menekankan tiga hal: Yesus sudah mati, kubur-Nya kosong, dan Dia sungguh bangkit.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih untuk kesaksian yang dapat dipercaya tentang kebangkitan Yesus. Tolong aku tidak mudah bingung, tetapi semakin yakin bahwa Yesus sungguh hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: detailnya mungkin diceritakan dari sudut yang berbeda, tetapi kebenarannya tetap sama—Yesus sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati
Dhammasākacchā oleh Bhante Mahā Dhammadhīro usai dana makan di Vihāra Buddharatana Medan
Happy Listening & Enjoy
Ustadz Ammi Nur Baits,, - Nur Baits Perbedaan Mudhorobah dengan Riba Nur Baits Sunnah
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Onny Pakendek dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Amos 9: 11-15; Mazmur tg 85: 9.11-12.13-14; Matius 9: 14-17.GAYA PESTA DAN GAYA PUASA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Gaya Pesta dan Gaya Puasa. Seorangremaja perempuan merayakan ulang tahunnya ke-17 dengan meriah. Kebanyakan yanghadir ialah teman-teman sekolahnya, dan masing-masing membawa hadiah baginya.Keluarga juga menyiapkan hadiah spesial bagi gadis yang sebagai anak sulungdari tiga bersaudara itu. Perayaan pesta itu dirayakan di pinggir pantai dengansuasana yang sangat alami dan pada saat cuaca yang sangat cerah. Gadis itusangat bersyukur pada hari ulang tahunnya itu. Sangat sulit memahami apalagi melaksanakan sebuah pesta atau perayaan tanpaadanya kehadiran orang-orang terkait. Sebuah pesta berisi perjumpaan,pembicaraan, cerita, makan-minum, hal-hal seremonial, bernyanyi, berjoget,bersuka-ria, santai dan menikmati kegembiraan satu sama lain. Dalam pemahamanseperti ini, jelas sekali gayanya sebuah pesta sangat berbeda dengan sebuahpuasa. Gaya pesta adalah sebuah dunia lain dari pada gaya puasa. Di dalam berpuasa, aspek terpenting di sini ialah mengalami sebuahketiadaan dan ketidakhadiran. Aspek-aspek yang menjadi bagian dari ketiadaandan ketidakhadiran ialah seperti tidak makan minum, tak ada suasana suka riaseperti musik, menyanyi, joget, pekerjaan dan pertemuan. Ada suatu pemahamanbahwa Yang maha tinggi yang menjadi tujuan kegiatan berpuasa, tidak dekat dantidak hadir saat kita berpuasa. Jadi melalui puasa itu kita dapat memilikikesempatan untuk lebih fokus mencari dan menjadi dekat dengan-Nya. Perbedaan dua gaya inilah yang ditampilkan dalam bacaan Injil hari ini.Murid-murid Yohanes dan orang-orang Yahudi pada umumnya tidak menyadari bahwaYesus sebagai Tuhan sedang berada bersama mereka. Mereka menganggap Tuhansangat jauh, Ia harus dicari dan diminta kedatangan-Nya. Caranya ialah denganberpuasa. Sementara para rasul serta murid-murid Yesus sedang mengalami sukacita dan pesta karena Tuhan Yesus ada bersama mereka. Nanti ketika Yesus tidakbersama lagi dengan mereka, barulah mereka berpuasa. Bagi kita saat ini, puasa tetap penting, demikian juga pesta. Gereja telahmemberikan kesempatan yang teratur bagi kita sebagai umatnya untuk menjalankanitu sesuai dengan waktunya. Puasa personal sering menjadi pilihan ketika orangingin melakukan suatu latihan rohani tertentu. Pesta juga dilaksanakan baiksecara bersama maupun personal sebagai kesempatan merayakan kehadiran bersama,Tuhan dan manusia. Pokoknya, masing-masing dijalankan dengan baik, teratur dantak boleh dicampur-adukkan. Kita perlu saling menghormati saat ada kegiatanpesta dan puasa. Kita perlu menghindari perbuatan mengganggu dan intervensimereka yang berpuasa dan berpesta. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, kami ingin mengikuti dengan patuhajaran-Mu tentang berpuasa dan bermati raga, maka kami mohon semoga kamidibimbing selalu di dalam Roh-Mu untuk dapat menjalankannya dengan benar danbaik. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Dhammasākacchā oleh Bhante Mahā Dhammadhīro usai dana makan di Vihāra Buddharatana Medan
Send us Fan MailBanyak bisnis ingin terlihat lebih expert dan lebih dipercaya oleh pelanggan.Namun, semakin keras mereka berusaha menunjukkan bahwa mereka hebat, semakin sulit pula mendapatkan kepercayaan.Di episodekali ini, Ryan Kristo membahas elemen Guide dalam StoryBrand Framework dan bagaimana membangun positioning sebagai seorang expert dengan cara yang lebih efektif.Dalam episode ini, Anda akan mempelajari:• Mengapa pelanggan membutuhkan guide, bukan hero• Perbedaan antara authority dan arrogance• Pentingnya empathy dalam membangun kepercayaan• Cara menunjukkan expertise tanpa terkesan membanggakan diri• Tiga langkah sederhana untuk membangun positioning yang lebih kuatAuthority yang kuat tidak dibangun dengan mengatakan bahwa Anda hebat. Authority dibangun ketika pelanggan percaya bahwa Anda mampu membantu mereka mencapai hasil yang mereka inginkan.Ingin membangun positioning yang lebih kuat dan memperjelas pesan marketing bisnis Anda?Book sesi konsultasi bersama Ryan Kristo sekarang juga
Perlindungan terhadap petani sawit, terutama petani swadaya, harus menjadi perhatian utama di tengah gejolak harga tandan buah segar (TBS). Penegasan itu disampaikan Staf Profesional Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Dr. Ir. Donald Siahaan, saat berbincang dalam program Elshinta News and Talk, di Jakarta, beberapa waktu lalu. Menurut Donald, langkah pemerintah yang bergerak cepat merespons penurunan harga TBS merupakan upaya positif untuk menjaga kesejahteraan petani sekaligus mempertahankan stabilitas industri sawit nasional."Petani swadaya adalah salah satu sokoguru industri kelapa sawit Indonesia. Jangan sampai mereka menjadi pihak yang paling dirugikan ketika terjadi sentimen pasar akibat kebijakan maupun dinamika perdagangan," ujar Donald. Ia menjelaskan, penurunan harga yang terjadi di sejumlah daerah lebih banyak dirasakan oleh petani swadaya dibandingkan petani yang telah bermitra dengan pabrik kelapa sawit (PKS). Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh kualitas buah, rendemen, serta panjangnya rantai tata niaga yang harus dilalui petani swadaya sebelum hasil panennya sampai ke pabrik.Menurut Donald, faktor terbesar yang menyebabkan kesenjangan harga adalah kualitas buah dan rendemen. Petani yang bermitra umumnya memiliki sistem budidaya yang lebih baik, jadwal panen yang lebih teratur, serta akses pemasaran yang lebih pendek sehingga harga yang diterima relatif lebih stabil. Dalam dialog tersebut, sejumlah pendengar turut menyampaikan kegelisahannya. Salah satunya Joko, petani sawit swadaya di Riau yang mengaku harga TBS yang diterimanya jauh lebih rendah dibandingkan petani mitra meski sama-sama menjual ke pabrik. Menanggapi hal itu, Donald menegaskan bahwa kemitraan menjadi langkah paling realistis untuk meningkatkan posisi tawar petani."Kuncinya adalah kemitraan. Petani swadaya perlu membangun kelompok, koperasi, dan kelembagaan yang kuat agar memiliki bargaining position yang lebih baik saat berhadapan dengan pabrik kelapa sawit," katanya. Pertanyaan lain datang dari Budi di Bogor yang menanyakan dampak penurunan harga TBS terhadap masyarakat luas. Menurut Donald, sawit memiliki efek berganda yang sangat besar bagi perekonomian daerah, khususnya di Sumatera dan Kalimantan."Kalau harga TBS turun signifikan, dampaknya bisa dirasakan terhadap daya beli masyarakat, ekonomi pedesaan, hingga ekonomi daerah. Sawit memiliki multiplier effect yang sangat besar," jelasnya. Donald menilai sektor sawit masih sangat menjanjikan dalam jangka panjang karena produknya dibutuhkan oleh berbagai industri, mulai dari pangan, energi, kosmetik hingga produk kebutuhan sehari-hari. "Kelapa sawit akan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Prospeknya masih sangat baik selama dikelola dengan tata kelola yang benar," ujarnya. Donald menilai penguatan kemitraan perlu terus didorong oleh pemerintah, perusahaan, dan organisasi petani agar kesenjangan harga antara petani swadaya dan petani mitra dapat diperkecil. Menurutnya, pemerintah sebenarnya telah menyediakan berbagai program dukungan melalui pelatihan, peningkatan kapasitas kelembagaan, hingga penguatan kelompok tani. Tantangannya adalah bagaimana mendorong semakin banyak petani swadaya untuk bergabung dalam kelembagaan yang kuat dan memiliki akses langsung ke pabrik. Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan industri sawit Indonesia tidak hanya bergantung pada perusahaan besar, tetapi juga pada jutaan petani yang menjadi bagian penting dari rantai pasok nasional."Regulator, pengusaha, dan petani harus berjalan bersama. Jika kemitraan semakin kuat, industri sawit Indonesia akan semakin tangguh dan petani akan memperoleh manfaat yang lebih besar," pungkasnya.
Perbedaan Mendasar antara Baligh dan Remaja merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Tarbiyah Jinsiyyah (Pendidikan Seksual Untuk Anak Dan Remaja Dalam Islam). Kajian ini disampaikan pada Selasa, 16 Dzulhijjah 1447 H / 2 Juni 2026 M. Kajian Tentang Perbedaan Mendasar antara Baligh dan Remaja Pembahasan kali ini memasuki […] Tulisan Perbedaan Mendasar antara Baligh dan Remaja ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Perbedaan cara kerja antara generasi Baby Boomers, Milenial, hingga Gen Z sering kali memicu konflik di lingkungan kerja. Mulai dari cara berkomunikasi, pola pikir, etos kerja, sampai cara memandang karier semuanya berbeda. Tapi benarkah Baby Boomers sulit mengakui kehebatan Gen Z?Di episode Helmy Yahya Bicara kali ini, Coach Rene Suhardono membahas secara mendalam fenomena generation gap di dunia kerja yang kini semakin nyata terjadi di banyak perusahaan. Mulai dari tantangan mengelola karyawan Gen Z, cara memahami karakter mereka, hingga bagaimana pemimpin dan perusahaan bisa menciptakan lingkungan kerja yang sehat tanpa saling menyalahkan antar generasi.Coach Rene juga membagikan tips praktis untuk para leader, manager, maupun pemilik bisnis agar bisa menemukan win-win solution di tengah perbedaan cara berpikir antar generasi. Karena pada akhirnya, setiap generasi punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.Apakah Gen Z benar-benar susah diatur? Atau justru perusahaan yang belum siap menghadapi perubahan zaman?Simak obrolan lengkapnya hanya di Helmy Yahya Bicara!
Halo, Sobat Gemercik!Kamu tim yang energinya nggak ada habisnya saat kumpul sama temen, atau yang butuh me-time dulu buat recharge setelah seharian beraktivitas? Perbedaan ini ternyata bisa dijelaskan lewat MBTI, salah satu tes kepribadian yang banyak digunakan untuk memahami bagaimana seseorang berpikir, bersosialisasi, dan menghadapi berbagai situasi.Di episode kali ini, tiga narasumber dengan tipe kepribadian berbeda berbagi pengalaman soal bagaimana MBTI membantu mereka memahami diri sendiri dan orang-orang di sekitar mereka.Yuk, dengarkan selengkapnya Suara Gema Gemercik di Spotify!
Pemerintah memberikan ruang penuh terhadap perbedaan fikih, salah satunya dalam tata cara pembayaran dam atau denda haji.Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memfasilitasi jemaah yang memilih membayar dam di Tanah Suci sesuai fatwa MUI dan NU, maupun jemaah yang memilih membayar dam di Tanah Air sesuai tarjih Muhammadiyah.(BEH/MCH2026) @kemenhaj_ri#ElshintaHaji2026 #LiputanHaji2026 #Haji2026 #HajiRamahLansia #TriSuksesHaji #KemenhajRI
Send us Fan MailBanyak bisnis merasa sudah memahami siapa pelanggan mereka. Namun dalam marketing, mengetahui “siapa” pelanggan saja belum cukup.Yang lebih penting adalah memahami apa yang sebenarnya mereka inginkan. Dalam episode Indonesia Digital Marketing Podcast kali ini, Ryan Kristo membahas bagaimana cara melihat keinginan pelanggan dengan lebih jelas, agar pesan marketing bisnis Anda bisa lebih relevan, mudah dipahami, dan lebih dekat dengan kebutuhan customer.Di episode ini, Anda akan memahami:✅ Perbedaan antara mengetahui target market dan memahami keinginan pelanggan✅ Mengapa pelanggan membeli hasil, bukan sekadar produk✅ Cara mengidentifikasi keinginan utama pelanggan✅ Cara membuat marketing yang lebih relevan dengan kebutuhan customerKarena marketing yang efektif tidak dimulai dari produk yang ingin Anda jual, tetapi dari masalah dan keinginan pelanggan yang benar-benar Anda pahami.Ingin memperjelas strategi marketing bisnis Anda? Book sesi konsultasi dengan Ryan Kristo
Keberadaan 221 ribu jemaah haji Indonesia yang berasal dari beragam latar belakang organisasi kemasyarakatan kerap kali memunculkan perbedaan praktik tata cara ibadah di lapangan. Mengantisipasi hal tersebut, Tim Mustasyar Dini Kemenhaj hadir memberikan panduan agar setiap peribadatan jemaah memiliki landasan hukum syariat yang jelas. Laporan Bhery Hamzah
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Ivan dari Paroki Santo Agustinus di Keuskupan Agung Pontianak, Indonesia. Kisah Para Rasul 15: 1-6; Mazmur tg 122: 1-2.3-4a.4b-5; Yohanes 15: 1-8.BERBUAH MELIMPAHDI DALAM YESUS Renungan kita pada hari ini bertema: Berbuah Melimpah di Dalam Yesus. Didalam masa Paskah, selain tema tentang roti hidup dan gembala yang baik, adajuga yang sangat menarik ialah tentang pokok anggur. Tuhan Yesus menjelaskanidentitas diri-Nya dengan aneka simbol, dan salah satunya ialah pokok anggur. Intinya, Tuhan sendiri senantiasa menyatu dengan umat-Nya dan memenuhisetiap orang beriman dengan segala karunia-Nya. Dengan demikian sebagai pribadimaupun sebagai umat Allah, kita dapat melangsungkan hidup di dunia ini sesuaidengan rencana-Nya. Simbol yang pas untuk mengajarkan hal ini ialah pokokanggur. Yesus adalah pokok anggur itu, kita adalah setiap rantingnya, dan Bapadi surga sebagai pemilik. Bahwa di dalam Gereja selalu ada perbedaan pemahaman iman, itu merupakandinamika hidup ranting-ranting yang sering bergesekkan karena terpaan angin dantimpahan air hujan. Perbedaan-perbedaan itu tidak mungkin merusak kehidupan karenapokok anggur, yaitu Yesus Kristus hanyalah satu. Semua perbedaan pemahamanpasti akan menemukan solusi pada Yesus Kristus saja. Jadi dari pada fokus ke perbedaan-perbedaan, yang lebih utama ialahperhatian kepada buah-buah sebagai hasil kehidupan di dalam Yesus Kristus yangpasti akan mempersatukan dan memajukan kita bersama. Buah-buah ini tentu sangatberguna bagi hidup iman kita. Buah pertama ialah kesucian dan evangelisasi.Kita sebagai pribadi dan umat Allah mengakui kalau kesucian itu adalah cita-citakita. Kita ingin melihat sendiri bahwa kesucian dari Tuhan itu diterima juga olehorang lain melalui kegiatan evangelisasi yang kita lakukan. Kedua ialah kemauan dan keberanian untuk memangkas bagian ranting, yaitupola hidup yang kering dan tak berguna, dibuang dan dibakar. Ini adalah buahkoreksi, perbaikan, pertobatan dan pembaharuan diri. Ketiga ialah kesempatanterbuka lebar untuk tumbuh dan menjadi pribadi atau komunitas yang baru setelahdilakukan koreksi dan pembaharuan. Keempat, oleh karena itu kita tentu sangatbahagia untuk selalu terhubung dengan Yesus sebagai pokok anggur, karenaterlepas dari Dia akan sangat berbahaya bagi kita. Kelima, jika senantiasa menyatu dengan Yesus, kita bakal berbuah melimpah.Buah-buah itu tidak mungkin berasal dari pohon lain, selain Yesus Kristussendiri. Keenam, dengan demikian kita mempunyai alasan dasar untuk selalumemuji dan memuliakan Allah dan Bapa kita. Ketujuh, martabat kita sebagai putra-putriBapa merupakan kedudukan sangat istimewa dan terhormat. Kedelapan, maka itukita diutus oleh Tuhan untuk pergi dan menghasilkan buah-buah yang berguna, dankesembilan, tidak hanya berbuah tetapi kita mesti mampu bertahan dalam segalabentuk kesulitan dan penderitaan. Marilah kita berdoa. YaTuhan, buatlah kami selalu dapat berbuah dalam kasih persaudaraan dan pelayanankasih sebagai cara kami melakukan kehendak-Mu, yang berguna bagi kami dansesama kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahAllah Sang Pencipta, Bukan CiptaanDiambil dari: Roma 1:25 (TB)“Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja serta menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya…”Wonder Kids, dalam beberapa bagian Injil Thomas, ada ajaran yang berbeda dengan Alkitab. Salah satu perbedaannya adalah tentang siapa Allah itu. Ada bagian yang terdengar seperti mengatakan bahwa Allah dan dunia ini pada dasarnya adalah satu. Cara berpikir seperti itu disebut pantheisme — yaitu keyakinan bahwa segala sesuatu adalah Allah. Tetapi Alkitab mengajarkan sesuatu yang berbeda.Dalam Kejadian 1:1 dikatakan: “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Artinya Allah adalah Pencipta. Dunia ini adalah ciptaan. Allah tidak sama dengan pohon, batu, gunung, atau manusia. Ia menciptakan semuanya, tetapi Ia berbeda dan lebih tinggi dari ciptaan-Nya.Dalam Yohanes 1:14 dikatakan bahwa Firman itu menjadi manusia. Itu berarti Yesus datang ke dunia — bukan karena Ia bagian dari dunia, tetapi karena Ia adalah Tuhan yang datang menyelamatkan dunia. Perbedaan ini sangat penting. Kalau kita menyembah ciptaan, kita salah arah. Kita harus menyembah Pencipta.Itulah sebabnya gereja mula-mula sangat berhati-hati. Tulisan yang mengajarkan sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran tentang Allah tidak bisa diterima sebagai firman Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pastikan kamu menyembah Allah yang benar — Allah yang menciptakanmu dan mengasihimu.Mari kita berdoa:Tuhan, Engkaulah Pencipta langit dan bumi. Tolong aku tidak menyembah hal-hal yang salah, tetapi hanya Engkau saja. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Kita menyembah Sang Pencipta — bukan ciptaan.
Send us Fan Mail
Ustadz Abu Haidar - Berlapang Dada Dalam Perbedaan
Perundingan Amerika Serikat dan Iran di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan, meski sempat diharapkan menjadi jalan meredakan ketegangan di Timur Tengah.Perbedaan tajam terkait program nuklir, pencabutan sanksi, hingga kepentingan strategis di Selat Hormuz menjadi penghambat utama. Rendahnya tingkat kepercayaan antara kedua negara juga membuat negosiasi sulit mencapai titik temu.Lalu bagaimana membaca kegagalan ini? Apakah menandakan kebuntuan permanen hubungan AS–Iran, atau masih ada peluang kompromi ke depan? Dan apa dampaknya terhadap stabilitas kawasan?Bersama Dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Al Azhar Indonesia, Ramdhan Muhaimin.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah GERASA ATAU GADARA?Diambil dari: Lukas 8:33 “Lalu setan-setan itu keluar dari orang itu dan masuk ke dalam babi-babi itu; dan kawanan babi itu terjun dari tebing yang curam ke dalam danau dan mati lemas.”Wonder Kids, ada satu cerita tentang Yesus menyembuhkan seorang yang kerasukan setan. Cerita ini ditulis dalam Injil Matius, Markus, dan Lukas. Tetapi ada satu perbedaan kecil:Matius menulis bahwa peristiwa itu terjadi di daerah Gadara, sedangkan Markus dan Lukas menulis bahwa peristiwa itu terjadi di daerah Gerasa. Apakah ini berarti Alkitab salah? Tidak.Pada zaman itu, orang sering menyebut suatu daerah dengan nama kota besar terdekat atau nama wilayahnya. Gadara adalah kota yang terkenal, sedangkan Gerasa adalah nama daerah yang lebih luas. Bisa jadi tempat kejadian itu berada di wilayah Gerasa tetapi dekat dengan kota Gadara. Beberapa orang dari daerah yang kecil dan kurang dikenal biasa, bila ditanya tinggal dimana atau asalnya dari mana, maka akan menyebut nama kota yang dekat tetapi lebih besar dan terkenal. Kita menyebut kota yang lebih terkenal supaya orang lain mudah mengerti. Jadi, perbedaan nama tempat ini bukan kesalahan, tetapi cara orang zaman dulu menyebut lokasi dengan cara yang berbeda. Yang terpenting bukan nama kota itu, tetapi kuasa Yesus yang menyembuhkan orang yang menderita.Wonder Kids, Tuhan tidak pernah salah dalam firman-Nya. Perbedaan kecil seperti nama tempat tidak mengubah kebenaran besar tentang Yesus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau kamu menemukan perbedaan kecil dalam cerita Alkitab, jangan langsung bingung. Belajarlah bertanya dan membaca lebih teliti supaya kamu mengerti maksudnya.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena firman-Mu benar. Tolong aku supaya tidak mudah ragu ketika membaca Alkitab, tetapi mau belajar dan memahami kebenaran-Mu dengan baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, perbedaan kecil dalam Alkitab tidak mengubah kebenaran besar tentang Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
Pdm. Handoyo Salim (TB) Roma 14:3Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu.
Ramadan & Idulfitri tahun ini terasa semakin istimewa karena berlangsung beriringan dengan berbagai perayaan keagamaan lainnya. Kebersamaan waktu ini menghadirkan suasana yang unik, di mana nilai-nilai spiritual seperti kesabaran, refleksi diri, dan kasih sayang menjadi benang merah yang menghubungkan perbedaan.Momentum ini menjadi cerminan nyata keharmonisan dalam kehidupan berbangsa di Indonesia. Perbedaan keyakinan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi dan mempererat persatuan.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SISI LAIN DARI KONSISTENSIDiambil dari: Roma 12:16a “Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa Injil tidak bisa dipercaya karena ada perbedaan cerita di dalamnya. Mereka mengira bahwa kalau ceritanya tidak sama persis, berarti ceritanya salah.Tetapi pikirkan ini: Kalau dua murid mengerjakan ujian dan jawaban mereka sama persis kata demi kata, guru justru akan curiga bahwa mereka menyontek. Tetapi kalau jawaban mereka mirip, walaupun tidak sama persis, guru akan percaya bahwa mereka mengerjakan sendiri dengan jujur.Begitu juga dengan Injil. Kalau Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes menulis cerita yang sama persis kata demi kata, kita bisa curiga bahwa mereka bekerja sama untuk membuat cerita. Tetapi karena mereka menulis dengan gaya dan sudut pandang yang berbeda, justru itu menunjukkan bahwa mereka adalah saksi yang jujur.Para penulis Injil sepakat tentang hal yang paling penting: Yesus hidup, mengajar, mati di kayu salib, dan bangkit dari kematian. Itu adalah inti Injil yang tidak pernah berubah.Perbedaan kecil dalam cerita bukan tanda kebohongan, tetapi tanda bahwa mereka menceritakan peristiwa yang sama dari sudut pandang yang berbeda.Wonder Kids, Tuhan mau kita percaya kepada firman-Nya dengan bijaksana, bukan dengan curiga. Kita diajar untuk melihat kebenaran besar, bukan terjebak pada perbedaan kecil.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau kamu membaca dua cerita Alkitab yang mirip tetapi tidak sama persis, bersyukurlah karena itu menunjukkan bahwa banyak saksi menceritakan hal yang sama tentang Yesus.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena firman-Mu benar dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya tidak bingung oleh perbedaan kecil, tetapi semakin percaya kepada kebenaran besar tentang Yesus di dalam Alkitab. Ajari aku untuk mencintai firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, kesamaan dalam Injil menunjukkan kebenaran, dan perbedaan kecil menunjukkan kejujuran para saksi. Tuhan Yesus memberkati.
Dunia sedang bergeser dengan sangat kencang, dari era sekadar mencari informasi menjadi era memerintah mesin. Dulu, kita terbiasa dengan "Googling"—mengetik kata kunci di kotak putih untuk mencari jarum di tumpukan jerami internet, lalu kita sendiri yang harus lelah memilah mana yang relevan. Sekarang, kita masuk ke era "Prompting", di mana kita tidak lagi mencari benda yang sudah ada, melainkan berdialog dengan asisten pintar untuk menciptakan sesuatu yang baru, mulai dari analisis data hingga draf tulisan yang langsung jadi. Perbedaan mendasarnya ada pada proses dan hasil akhirnya. Kalau Google memberikan Anda ribuan tautan yang memaksa Anda membaca satu per satu, prompting memberikan Anda hasil matang hasil dari sintesa ribuan data tersebut. Google itu seperti perpustakaan raksasa tempat Anda harus mencari buku sendiri, sementara prompting adalah asisten ahli yang sudah membaca semua buku itu dan siap merangkumkannya sesuai pesanan spesifik Anda. Namun, kehebatan prompting sangat bergantung pada kualitas perintah Anda. Di sinilah seninya: Anda harus memberikan konteks, menentukan peran si mesin, dan berani berdialog secara berulang (iterasi) untuk mendapatkan hasil yang presisi. Ini bukan soal teknologi yang menggantikan otak kita, tapi soal bagaimana kita menggunakan instruksi yang cerdas untuk mempercepat kerja dan memperkuat daya pikir kita di tengah banjir informasi yang tak terbendung.
Menyikapi hasil sidang isbat Kementerian Agama, potensi perbedaan dalam penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah diperkirakan kembali terjadi di tengah umat Muslim di Indonesia.Perbedaan ini umumnya disebabkan oleh metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan Hijriah, yakni antara rukyat atau pengamatan hilal secara langsung, dan hisab atau perhitungan astronomi.Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga persatuan dan saling menghormati perbedaan yang ada. Momentum Idul Fitri sejatinya menjadi ajang mempererat silaturahmi, bukan memperlebar perbedaan.Pemerintah melalui Kementerian Agama juga mengajak seluruh umat untuk menyikapi hasil sidang isbat dengan bijak, serta mengikuti keputusan sesuai keyakinan masing-masing tanpa menimbulkan perpecahan.Dengan semangat toleransi dan kebersamaan, perbedaan dalam penetapan Hari Raya diharapkan tidak mengurangi makna kemenangan yang hakiki setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan.TALK :: Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat yang juga Dosen Hukum Pidana Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, DR. KH M. Nurul Irfan & Dosen Universitas Islam As-syafiiyah/pendakwah Ustaz Abdul Hamid
Mari berlatih bermanifestasi yang benar bersama Penulis dan Coach, Ali Zaenal Abidin. Seringkali hati dan pikiran kita tidak sejalan ketika kita berdoa. Ali membuka pikiran kita arti positive thinking yang sebenarnya#cauldroncontent #uncensored #uncensoredwithandinieffendi #podcast #podcastindonesia #andinieffendi #alizaenalabidin #manifesting #manifestasi #sains #vibe #doa #positivethinking #negativethinking #feeling #perasaan #belief #grief #pain #suffering #emosi —Uncensored bersama Andini Effendi ingin memulai percakapan mengenai isu yang kerap dianggap tabu. The Elephant in the Room adalah topik yang diketahui semua orang, namun tidak banyak yang berani membicarakannya. Dengan berdiskusi secara terbuka, kami harap masyarakat bisa lebih terbuka pikiran dan hatinya.୨♡୧ New episode drops every Thursday! ୨♡୧☆ Jangan lupa follow & Subscribe kami ☆https://www.instagram.com/cauldroncontent/ https://www.youtube.com/playlist?list=PLZ3JpwVKQYqY6XA9E0ufQ6gWBL6H__NYw☆ Dengarkan juga podcast kami ☆https://open.spotify.com/show/6pHdBM4Jr0JMwBvbVCMiQI?si=cc66a009ea964c3a&nd=1&dlsi=4f0c2d2242694a34 https://podcasts.apple.com/id/podcast/uncensored-with-andini-effendi/id1627192280☆ Host Andini Effendi ☆https://www.instagram.com/andinieffendi/☆ Ali Zaenal Abidin ☆https://www.instagram.com/alizaenalabidin/☆ Wardrobe by Lanivatti☆ https://www.instagram.com/lanivatti_official/☆ Location at Addition living ☆https://www.instagram.com/addition.living/—Time Stamp00:00 Intro01:51 Makna manifesting dari sisi sains10:42 Positive thinking + negative feeling = negative result17:00 Keputusan dipengaruhi kondisi perasaan20:35 Alasan jatuh cinta dengan people development24:49 Belief bukan benar atau salah, tapi bermanfaat atau tidak29:35 Berhenti bilang “I'm too young”33:27 Semakin disangkal, semakin nyata35:45 Pain vs suffering38:10 Otak sulit bedakan nyata dan imajinasi42:40 Perbedaan life purpose dan goals
Menyambut bulan suci Ramadhan 2026, Endgame kembali menghadirkan Bapak M. Quraish Shihab untuk menebar pesan-pesan kebersamaan dan perdamaian.Episode ini membahas pentingnya mencari titik temu perbedaan dari berbagai keragaman agama dunia.#Endgame #GitaWirjawan #QuraishShihab------------------Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia', sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini: / what-it-takes
Sadarkah bahwa kita semua punya trauma yang belum dibereskan? Bagaimana otak mencerna trauma dan dampak bagi organ tubuh lain? Psikiater dan Terapis Trauma, dr. Jiemi Ardian berbagi pengalaman pribadinya dan pendekatannya terhadap trauma. #cauldroncontent #uncensored #uncensoredwithandinieffendi #podcast #podcastindonesia #andinieffendi #mentalhealth #psikologi #trauma #traumahealing #depresion #artimimpi #kejiwaan #memaafkan #mengikhlaskan #meditasi #toxic #spirituality #logika #emosi — Uncensored bersama Andini Effendi ingin memulai percakapan mengenai isu yang kerap dianggap tabu. The Elephant in the Room adalah topik yang diketahui semua orang, namun tidak banyak yang berani membicarakannya. Dengan berdiskusi secara terbuka, kami harap masyarakat bisa lebih terbuka pikiran dan hatinya. ୨♡୧ New episode drops every Thursday! ୨♡୧ ☆ Jangan lupa follow & Subscribe kami ☆https://www.instagram.com/cauldroncontent/ https://www.youtube.com/playlist?list=PLZ3JpwVKQYqY6XA9E0ufQ6gWBL6H__NYw ☆ Dengarkan juga podcast kami ☆ https://open.spotify.com/show/6pHdBM4Jr0JMwBvbVCMiQI?si=cc66a009ea964c3a&nd=1&dlsi=4f0c2d2242694a34 https://podcasts.apple.com/id/podcast/uncensored-with-andini-effendi/id1627192280 ☆ Host Andini Effendi ☆ https://www.instagram.com/andinieffendi/ ☆ Jiemi Ardian ☆ https://www.instagram.com/jiemiardian/ ☆ Wardrobe by Lanivatti☆ https://www.instagram.com/lanivatti_official/ ☆ Location at Addition living ☆ https://www.instagram.com/addition.living/ —Time Stamp 00.00 Intro 05.30 Perbedaan logika dan emosi 07.25 Otak mengingat trauma lebih kuat 11.35 Gula lebih berbahaya daripada nikotin 17.00 Trauma bisa diturunkan 25.00 Arti mimpi buruk 29.45 Tanda depresi 35.43 Toxic spirituality 40.16 Keinginan bunuh diri itu keturunan 48.34 Tidak semua orang cocok meditasi 50.05 Memaafkan tidak selalu menyembuhkan
Paradoks AI, sebagaimana dikemukakan oleh Virginia Dignum, menyatakan bahwa semakin besar kemampuan kecerdasan buatan dalam meniru fungsi kognitif, semakin jelas pula keunikan kecerdasan manusia yang tidak dapat tergantikan. Alih-alih memandang AI sebagai kekuatan alam yang otonom, kita harus menyadari bahwa ia adalah artefak buatan manusia yang mencerminkan desain, data, dan pilihan sadar penciptanya. Paradoks ini menantang asumsi populer bahwa mesin akan sepenuhnya menggantikan peran manusia; sebaliknya, kemajuan AI justru menjadi cermin yang mempertegas pentingnya kualitas intrinsik kemanusiaan seperti empati, intuisi etis, dan kesadaran emosional yang tetap berada di luar jangkauan logika algoritma. Perbedaan mendasar antara kecerdasan mesin dan manusia terletak pada cara keduanya memproses realitas dan memberikan makna. AI modern bekerja berdasarkan korelasi statistik dan pengenalan pola dari data masa lalu yang masif, namun ia kekurangan kemampuan untuk memahami kausalitas, konteks sosial yang dinamis, serta abstraksi kreatif. Ketergantungan pada "techno-solutionism"—keyakinan bahwa semua masalah sosial, politik, dan lingkungan dapat diselesaikan hanya dengan teknologi—sering kali mengaburkan fakta bahwa masalah sistemik membutuhkan kebijaksanaan manusia dan perubahan struktural yang nyata. Mesin mungkin mampu memberikan jawaban atau prediksi yang akurat, tetapi manusia tetap menjadi satu-satunya subjek yang mampu memberikan pertanyaan bermakna dan bertanggung jawab atas keputusan etis di balik jawaban tersebut. Pada akhirnya, tantangan utama dalam perkembangan AI bukanlah tentang mengejar kecerdasan super yang menyaingi manusia, melainkan tentang bagaimana kita mengelola kekuasaan dan akuntabilitas organisasi yang mengontrolnya. Paradoks ini menuntut kita untuk beralih dari narasi ketakutan akan dominasi mesin menuju penguatan agensi manusia melalui regulasi yang transparan dan tata kelola yang inklusif. AI harus diperlakukan sebagai sistem sosio-teknis yang harus selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan dan martabat individu. Dengan mengakui bahwa kendali dan tanggung jawab tetap berada di tangan manusia, kita dapat membentuk masa depan di mana teknologi digunakan secara sadar sebagai alat untuk memperluas kapabilitas kolektif, bukan sebagai pengganti esensi kemanusiaan itu sendiri.
Dalam perspektif neuro-fisika, perbedaan antara frekuensi tinggi dan rendah pada manusia paling nyata terlihat melalui tarian gelombang otak yang diukur dalam satuan Hertz. Frekuensi tinggi, seperti gelombang Gamma dan Beta, merepresentasikan mesin kognitif yang bekerja pada kapasitas penuh, di mana neuron-neuron saling menembakkan sinyal dengan cepat untuk pemrosesan informasi kompleks, fokus tajam, dan pemecahan masalah yang dinamis. Sebaliknya, frekuensi rendah seperti Alpha, Theta, dan Delta mencerminkan perlambatan simfoni saraf kita, yang membawa manusia ke ambang kreativitas, meditasi dalam, hingga fase pemulihan biologis total saat tidur nyenyak. Perbedaan ini bukan sekadar angka, melainkan keseimbangan antara fase aktivitas eksternal yang aktif dan fase restorasi internal yang esensial bagi kelangsungan hidup. Melangkah ke tingkat seluler, tubuh manusia berfungsi sebagai sistem elektromagnetik yang kompleks di mana frekuensi menentukan derajat vitalitas biologis. Frekuensi tinggi pada tingkat ini dikaitkan dengan koherensi seluler dan kesehatan optimal, di mana setiap sel bergetar dalam harmoni yang memungkinkan pertukaran energi dan nutrisi terjadi secara efisien tanpa hambatan entropi. Sebaliknya, frekuensi rendah dalam konteks biologis sering kali menjadi penanda ketidakteraturan atau disonansi, yang bermanifestasi sebagai kelelahan kronis, peradangan, atau menurunnya sistem imun. Dalam pandangan fisika kuantum, kita adalah dawai-dawai energi yang bergetar; ketika getaran kita melambat atau menjadi kacau akibat stres, kita kehilangan sinkronisasi dengan ritme alami alam semesta yang seharusnya menopang kehidupan kita. Secara spiritual, frekuensi tinggi dan rendah melambangkan derajat resonansi antara kesadaran manusia dengan "Frekuensi Ilahi" atau Sang Pencipta. Frekuensi tinggi adalah kondisi resonansi murni yang dicapai melalui emosi koheren seperti cinta, rasa syukur, dan peniadaan ego (fana), yang memungkinkan jiwa manusia selaras dengan melodi kosmik yang mendasari seluruh realitas. Sebaliknya, frekuensi rendah bermanifestasi sebagai gangguan atau "noise" yang disebabkan oleh beratnya keterikatan materi, ketakutan, dan dominasi ego yang menciptakan jarak spiritual antara makhluk dan Penciptanya. Dengan demikian, menaikkan frekuensi pada manusia berarti memurnikan antena batin dari kebisingan duniawi agar mampu menangkap sinyal petunjuk Tuhan dengan lebih jernih, mengubah eksistensi yang berat menjadi tarian cahaya yang ringan.
Interview with Arozak Salam, Chairman of Indonesian Queer Collective (IQC) in Sydney, regarding the community's preparations for welcoming the 2026 Sydney Gay and Lesbian Mardi Gras celebration. - Wawancara dengan Arozak Salam, Ketua Indonesian Queer Collective (IQC) di Sydney, mengenai persiapan komunitas menyambut perayaan Sydney Gay and Lesbian Mardi Gras 2026.
Penetapan awal puasa Ramadan akan diputuskan melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama hari ini. Rangkaian sidang dijadwalkan dimulai sekitar pukul 16.00 WIB di Hotel Borobudur Jakarta.Tahun ini, penetapan 1 Ramadan kembali diprediksi berpotensi terjadi perbedaan.Apa faktor penyebabnya dan bagaimana penjelasan ilmiahnya?Simak ulasan lengkap bersama Peneliti Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional, Thomas Djamaluddin, hanya di Elshinta.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Kesaksian Perbedaan Dalam InjilDiambil dari: Lukas 1:1–2 (TB)“Banyak orang telah menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah digenapi di antara kita, sesuai dengan yang telah disampaikan kepada kita oleh mereka yang sejak semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.”Wonder Kids, Ada orang yang berkata bahwa Alkitab tidak benar karena ada perbedaan cerita di dalam Injil. Misalnya, Injil Lukas dan Injil Markus menceritakan kisah yang mirip, tetapi dengan kata-kata yang tidak sama persis.Apakah itu berarti Alkitab salah? Tidak.Coba bayangkan ada satu peristiwa besar di keluargamu. Kakakmu menceritakannya dengan satu cara, dan orang tuamu menceritakannya dengan cara yang sedikit berbeda. Ceritanya tidak sama persis, tetapi peristiwanya tetap sama dan benar.Begitu juga dengan Injil. Para penulis Injil adalah saksi mata atau mendengar langsung dari saksi mata. Mereka menulis dari sudut pandang yang berbeda, tetapi pesan utamanya selalu sama: Yesus melakukan mujizat, mengampuni dosa, mengajarkan kebenaran, mati di kayu salib, dan bangkit dari kematian.Seorang ahli Alkitab bernama Daniel B. Wallace pernah ditantang untuk menjawab semua perbedaan dalam Injil. Jawabannya sederhana: Justru perbedaan kecil itu menunjukkan bahwa para penulis Injil tidak bersekongkol atau bekerjasama. Mereka menulis dengan jujur apa yang mereka lihat dan dengar.Dan yang luar biasa, pesan utama Injil tidak pernah berubah. Yesus adalah Juruselamat dunia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Kalau kamu mendengar orang meragukan Alkitab karena ada perbedaan cerita, ingatlah bahwa kebenaran utama Injil tetap sama. Percayalah bahwa Tuhan memakai banyak orang untuk menyampaikan satu kebenaran yang besar.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih untuk Alkitab yang Engkau berikan. Tolong aku untuk tidak bingung atau ragu hanya karena perbedaan kecil, tetapi percaya bahwa firman-Mu adalah benar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: perbedaan kecil dalam Injil tidak mengubah kebenaran besar—Yesus mengasihimu dan datang untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati.
MetroTV,
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Dalam diskursus politik ekonomi di Indonesia, ketegangan antara struktur dan agensi menjadi kunci untuk memahami dinamika pemberdayaan perempuan di tingkat akar rumput. Struktur, dalam hal ini, dipahami sebagai "aturan main" institusional yang mencakup adat istiadat, budaya patriarki, hingga prosedur birokrasi kaku yang sering kali membatasi ruang gerak perempuan. Namun, agensi tetap muncul melalui kapasitas individu atau kelompok perempuan untuk bertindak secara strategis. Meskipun struktur sering kali tampak seperti labirin yang mengunci arah kebijakan melalui ketergantungan jalur (path dependency) masa lalu, perempuan di desa-desa Indonesia tidak serta-merta menjadi bidak pasif, melainkan aktor yang secara sadar bernegosiasi dengan batasan-batasan tersebut. Perbedaan pendekatan dalam melihat interaksi ini terlihat jelas saat membandingkan aliran Pilihan Rasional dan Institusionalisme Historis. Dari kacamata Pilihan Rasional, perempuan penggerak di tingkat desa dipandang sebagai aktor kalkulatif yang mampu menghitung untung-rugi secara strategis, misalnya saat memperjuangkan anggaran inklusif dalam forum Musrenbangdes. Di sisi lain, Institusionalisme Historis mengingatkan bahwa agensi tersebut sering kali terbentur oleh biaya sosial yang besar akibat struktur birokrasi peninggalan masa lalu yang sulit didobrak. Pertarungan ini menunjukkan bahwa preferensi seorang aktor tidak hanya muncul secara mandiri, tetapi juga dipengaruhi oleh sejauh mana struktur memberikan insentif atau hambatan terhadap inovasi kebijakan yang berkeadilan gender. Sebagai sintesis, konsep "habitus" dari Pierre Bourdieu yang diangkat oleh Daniel Béland dalam buku André Lecours memberikan pemahaman yang lebih cair tentang bagaimana struktur dan agensi berpadu. Perempuan di tingkat akar rumput menginternalisasi norma-norma sosial di sekitarnya hingga menjadi bagian dari mentalitas mereka, yang kemudian membentuk "rasa akan permainan" saat mereka melakukan advokasi. Namun, stabilitas struktur ini bukanlah sesuatu yang permanen; ketika terjadi krisis legitimasi di mana aturan lama tidak lagi mampu menjawab kebutuhan masyarakat, agensi perempuan muncul sebagai motor penggerak perubahan. Dengan memanfaatkan sumber daya ideologis dan kolektivitas, mereka mampu mendobrak jalur sejarah yang kaku untuk menciptakan institusi baru yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan perempuan di Indonesia.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Katarina Siwi dan Agustinus dari paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yesaya 42: 1-4.6-7; Mazmur tg 29: 1a.2.3ac-4.3b.9b-10; Kisah Para Rasul 10: 34-38; Matius 3: 13-17.NATAL BERLALU DAN MULAI HIDUP YANG DIBAHARUI Tema renungan kita hari Minggu pesta Pembaptisan Tuhanini ialah: Natal Berlalu dan Mulai Hidup yang Dibaharui. "SelamatNatal" sepantasnya kita ucapkan sekali lagi terhadap satu sama lain denganpenuh semangat. Kita ingin memberikan tanda yang spesial untuk hari terakhirmasa Natal ini. Tanda yang paling pertama kita temukan ialah Pesta PembaptisanTuhan yang kita peringati setiap tahun untuk menutup masa Natal yang penuhceria dan suka cita. Pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis seperti yangdiwartakan oleh Injil Matius, menandakan sebuah tahap berikutnya dalam hidupYesus di dunia, yaitu memasuki kehidupan publik. Ia sendiri mengatakan kepadaYohanes bahwa diri-Nya harus dibaptis agar menggenapi apa yang dikehendaki olehAllah. Yesus Kristus segera meleburkan dan menyatukan diri-Nya dengan dunia dankehidupan semua orang, sehingga Ia menggarami dan menyelamatkan semua. Pembaptisan yang dialami oleh Yesus merupakan titikawal pembaptisan kita semua pengikut-Nya. Perbedaan mendasar antara pembaptisanYohanes Pembaptis atas orang-orang Yahudi dan atas Yesus Kristus sangat jelas.Orang-orang Yahudi, sebagai pendosa dan belum menerima Mesias, harus ditobatkanmelalui pembaptisan Yohanes, sehingga mereka dapat menerima Tuhan YesusKristus. Sedangkan pada Yesus Kristus adalah pembaptisan Roh Kudus. Pada saatpembaptisan tersebut, turunlah Roh Kudus kepada Yesus Kristus. Kita mengambil bagian dalam pembaptisan Yesus Kristus,yaitu pembaptisan Roh Kudus. Setiap pengikut Kristus menerima Roh Kudus yangmenguduskan dan memenuhi dirinya pada saat ia menerima pembaptisan. Dari saatpembaptisan itu ia memulai hidupnya yang baru. Ia terlahir kedua kalinya, yaitukelahiran dalam iman dan di dalam Roh Kudus. Sedangkan pembaptisan untukpertobatan oleh Yohanes Pembaptis tetap berlaku bagi kita, yaitu melaluipelayanan rekonsiliasi dan pertobatan di dalam Gereja yang rutin kita lakukan. Sama seperti setiap pembaptisan Kristen untuk menjadipengikut Kristus, kita yang mengakhiri masa Natal dan merayakan PembaptisanTuhan, akan memulai hidup kita yang sudah dibaharui di dalam masa biasa.Menurut nabi Yesaya di dalam bacaan pertama, di dalam masa biasa kita perlumenegaskan kembali komitmen kita sebagai tanda perjanjian Tuhan bagikeselamatan dunia. Kita harus menjadi saksi-saksi kebangkitan Kristus dankeselamatan bagi orang lain. Kita perlu lebih memantapkan diri kita sebagaisaksi-saksi Kristus dengan berkeliling sambil berbuat baik di mana pun dankapan pun kita berada. Ini adalah perbuatan Tuhan Yesus Kristus sendiri yangwajib kita lanjutkan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semogadengan perayaan hari Pembaptisan-Mu ini kami dibaharui dalam jiwa dan raga kamiuntuk semakin meyerupai Engkau. Salam Maria... Dalam nama Bapa ...
Perbedaan Antara Penyakit Kejiwaan, ‘Ain dan Sihir
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari iniAPAKAH IMAN KITA MENIRU?Diambil dari: 1 Yohanes 4:9 (TB)“Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.”Wonder kids Ada tebak-tebakan lama yang berkata, “Ada sepuluh kucing di atas perahu. Satu melompat. Berapa yang tersisa?”Jawabannya: tidak ada, karena semuanya ikut melompar karena meniru 1 kuncing yang melompat duluan.Tiru-meniru ternyata bukan hal baru. Ada orang yang menuduh kekristenan hanyalah agama “copycat”—meniru cerita-cerita agama lama atau mitos kuno. Mereka berkata bahwa ajaran Yesus hanya tiruan dari kepercayaan lain. Tapi apakah benar begitu? Para ahli sejarah yang mempelajari bukti-buktinya berkata bahwa tuduhan itu tidak benar. Tidak ada mitos atau agama yang memiliki kisah Tuhan yang mati dan bangkit kembali sebelum kekristenan muncul. Sebaliknya, bukti sejarah menunjukkan bahwa inti iman Kristen adalah unik, asli, dan tidak meniru.Perbedaan terbesar antara kekristenan dan agama lain adalah Yesus Kristus.1 Yohanes 4:9 berkata bahwa Allah menunjukkan kasih-Nya dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup melalui Dia. Itu bukan tiruan.Itu adalah kasih Allah yang asli, unik, dan luar biasa. Jadi kalau ada orang berkata bahwa iman Kristen meniru agama lain, jangan bingung. Yesus tidak meniru siapa pun.Dialah satu-satunya Juruselamat yang benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan satu cara bagaimana Tuhan sudah menunjukkan kasih-Nya kepadamu — mungkin lewat keluargamu, sahabatmu, atau pertolongan yang kamu terima.Ucapkan syukur kepada Tuhan karena kasih-Nya nyata dan unik.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau mengutus Yesus, Anak-Mu yang tunggal, untuk menunjukkan kasih-Mu kepadaku. Tolong aku percaya bahwa iman Kristen itu benar, asli, dan unik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: iman kita tidak meniru siapa pun — karena Yesus Kristus itu unik dan benar-benar nyata. Tuhan Yesus memberkati
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 291 (Matius 23:1-12): Apakah yang membedakan Yesus dengan para pemimpin agama Israel? Yesus mulia, tetapi rela dihina. Para ahli Taurat dan orang Farisi hina, tetapi ingin dipermuliakan. Orang Farisi dan ahli Taurat itu menginginkan agar orang-orang mengingat siapa mereka, jabatan mereka, dan menuntut agar orang-orang memberikan penghormatan kepada mereka, tetapi Yesus tidak pernah menuntut itu.
Pdm. Handoyo Salim (TB) Roma 12 :6Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman r kita.
Percayalah pada Firman Tuhan, minta janji untuk roh yang baru, dan lihatlah betapa besar perbedaan yang dihasilkan. Amin
Kegiatan transfer penghasilan ke orang tua bisa terasa membanggakan bagi sebagian orang, namun ada pula yang merasa itu sebagai beban.Rasa tidak ikhlas yang menghantui bisa jadi karena ketika memberi uang, si pemberi masih di fase berpindah tangan, belum berpindah kepemilikan.Tapi dalam banyak faktor, ketakutan dicap anak durhaka jadi penyebab utama seorang anak memaksakan diri untuk mengirim bulanan ke orang tuanya.Selengkapnya, bisa disimak dalam episode Podcast Curhat Bapak Ibu bersama Audrey Susanto, Psikolog Klinis dan Keluarga dengan spesialisasi penanganan trauma finansial.TIMESTAMP:00:00 Opening03:05 Ngasih orang tua karena ingin merasa berdaya12:00 Orang tua durhaka dan anak durhaka17:35 Perbedaan prioritas tiap generasi 20:49 Ketika kondisi keuangan mempengaruhi mental..25:30 Belajar base line angka dan base line rasa34:09 Mulai darimana untuk membicarakan boundaries38:21 Konsep berpindah tangan dan berpindah kepemilikan
Perbedaan antara Dakwah Salafiyyah dan Harakiyyah adalah tabligh akbar yang disampaikan oleh Syaikh Dr. Ali Abu Haniyyah Hafidzahullah pada Kamis, 13 Shafar 1447 H / 7 Agustus 2025 M. Tabligh Akbar Tentang Perbedaan antara Dakwah Salafiyyah dan Harakiyyah Pada kajian ini dibahas tema Perbedaan antara Dakwah Salafiyyah dan Dakwah Harakiyyah, yang termasuk dalam bab mengetahui […] Tulisan Perbedaan antara Dakwah Salafiyyah dan Harakiyyah ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Cara pandang kita lah yang membuat perbedaan. Jika kita yakin segala sesuatu melawan kita, maka kita akan menyerah. Tetapi jika kita melihat kehidupan melalui sudut pandang pengharapan yang positif, kita akan memiliki keberanian untuk terus bertarung
Perbedaan Pandangan Ulama dalam Syarat Periwayatan Hadits adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Syarah Muqaddimah Shahih Muslim. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah pada Kamis, 21 Sya’ban 1446 H / 20 Februari 2025 M. Kajian sebelumnya: Menjelaskan Kesalahan Perawi dalam Ilmu Hadits Kajian Islam Tentang Menjelaskan Kesalahan Perawi dalam Ilmu Hadits […] Tulisan Perbedaan Pandangan Ulama dalam Syarat Periwayatan Hadits ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Memperjuangkan hubungan jarak jauh rasanya mustahil bagi sebagian orang. Tapi, Raim dan Komang berhasil meraih akhir bahagia mereka sebagai pasangan dan juga orang tua. Yuk simak naik turun perjalanan Raim dan Komang dalam memperjuangkan kebahagiaan di Podcast Curhat Babu!Timestamp:00:01 Opening04:15 LDR adalah momen seleksi07:54 Upgrade bahagia oleh Tuhan10:28 Hal terberat sebagai kepala rumah tangga14:15 Pentingnya merawat jarak20:05 Perbedaan rasa saat LDM dan LDR 32:05 Makna berbakti pada orang tua bagi Raim Laode
"Kematian" Siap gak siap, kalau udah terjadi kita gak bisa mengelak..Pilihannya berlarut-larut dalam kesedihan atau melanjutkan hidup. Kalau versi PakArio dan Bumin Nucha, jika salah satu meninggal duluan, pasangan yang ditinggalkan harus berani memulai hubungan lagi, dan melanjutkan hidup.Tapi, perlu gak sih sebenarnya membahas kematian bersama pasangan? Buat apa sih?Tonton obrolannya sampai tuntas ya!Timestamp:00:01 Opening02:00 Cerita near-death experience05:11 Batas tipis antara hidup dan mati13:27 Perbedaan ketakutan menghadapi kematian15:30 Jangan batasi kebahagiaan diri dan berani memulai lagi21:10 Persiapan menghadapi perpisahan dan rasa duka25:10 Mulailah membicarakan kematian, agar bisa menyiapkan mental