POPULARITY
Ustadz Abu Yahya Badrusalam - 53 Menit Tanya Jawab Singkat Penuh Manfaat
Ustadz Abu Yahya Badrusalam - Tanya Jawab Singkat Dan Padat Serta Penuh Manfaat
Khutbah Jumat Singkat: Sunnah-Sunnah di Hari Tasrik ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada 12 Dzulhijjah 1447 H / 29 Mei 2026 M. Khutbah Jumat Pertama: Sunnah-Sunnah di Hari Tasrik Umat Islam saat ini berada di hari-hari Tasyrik, yaitu […] Tulisan Khutbah Jumat Singkat: Sunnah-Sunnah di Hari Tasrik ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 7 Juni 2026Bacaan: Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran." (2 Timotius 4:2)Renungan: Ada seorang tentara yang bercerita bahwa selama karir militernya, sudah berkali-kali ia ditugaskan ke daerah konflik. Setiap kali akan berangkat, kesedihan mendalam dirasakannya karena harus berpisah dengan keluarga. Hal yang membuatnya sedih bukanlah perpisahan itu sendiri, melainkan kenyataan kalau ia bisa saja kelak pulang tinggal nama karena gugur dalam tugas. Namun, ia amat memahami tugas dan kewajibannya sebagai tentara sehingga ia tetap berangkat menunaikan tugas. Seperti tentara yang selalu siap sedia melakukan tugas yang diamanatkan padanya, demikian juga kita sebagai orang percaya harus selalu siap sedia melakukan tugas yang diamanatkan oleh Tuhan. Salah satu tugas tersebut adalah memberitakan firman. Sayangnya, banyak orang percaya yang masih beranggapan bahwa tugas tersebut merupakan tugas pastor, biarawan, biarawati, guru agama, dan para aktivis gereja. Pemikiran ini tentu saja keliru! Sebab, sesungguhnya Tuhan mempercayakan tugas memberitakan firman kepada semua orang yang telah menerima keselamatan kekal dari-Nya. Artinya, apapun profesi yang kita geluti, memberitakan firman dalam kehidupan sehari-hari adalah keharusan. Sekalipun kita adalah seorang ibu rumah tanggap sepenuh waktu, kita juga harus melakukannya. Memberitakan firman tidak identik dengan pengkhotbah mimbar, akan tetapi hal yang Tuhan inginkan adalah kita menceritakan tentang Tuhan Yesus kepada orang-orang di sekitar kita, melalui tutur kata; sikap dan perbuatan; pola pikir; etos kerja; dan seluruh hidup kita. Singkat kata, memberitakan firman adalah menunjukkan kehidupan yang mencerminkan kasih dan karakter Kristus. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak melakukan panggilan Tuhan, yaitu memberitakan firman-Nya sampai keujung bumi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, urapilah seluruh keberadaan diriku, agar melalui pikiran, perkataan, perasaan dan perbuatanku aku dapat mewartakan kasih-Mu, sehingga banyak orang semakin mengenal Engkau sebagai Sang Sumber Kasih dan keselamatan. Amin. (Dod).
Khutbah Jumat Singkat: Meneladani Nabi Ibrahim ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada 15 Dzulqa’dah 1447 H / 1 Mei 2026 M. Khutbah Jumat Pertama: Meneladani Nabi Ibrahim Setiap manusia sangat membutuhkan qudwah atau teladan dalam hidupnya. Melalui teladan, […] Tulisan Khutbah Jumat Singkat: Meneladani Nabi Ibrahim ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Haji khusus memiliki masa antrian lebih singkat selama 5 hingga 6 tahun dengan estimasi biaya sekitar 300 juta rupiah. Hal itu dikatakan Kasubdit Pengawasan Haji Khusus Kementerian Haji dan Umroh RI, Dhani Pramudia. Dengan durasi ibadah selama 22 hari, jamaah mendapatkan fasilitas yang lebih terkondisikan, termasuk kemudahan bagi jamaah reguler yang ingin berpindah ke kuota khusus melalui penyesuaian biaya tambahan.Dari perbedaannya haji khusus dan reguler itu, yang pertama dari waktu antriannya mereka 5 tahun, ada juga yang 6 tahun, kemudian lamanya di ibadah mereka 22 hari, dan juga biayanya mungkin sekitaran 300 jutaan. Kalau di haji khusus itu dia travel ya, PIHK namanya, terus dia tetap melaporkan keberangkatan ke Kementerian Haji. Program ini mengutamakan kenyamanan melalui lokasi maktab di Mina yang lebih dekat dengan area jamarat, hingga sangat mendukung jamaah lansia dan disabilitas.
Satu lukisan. Tiga sosok kecil. Dan sebuah cerita yang belum selesai. Kali ini, Perimin kembali membawakan satu kisah persahabatan yang begitu menghangatkan. Alkisah, Louisa, seorang seniman muda yang menempuh perjalanan demi mengetahui satu rahasia besar di balik lukisan yang ia dapatkan. Dengan sentuhan khas Fredrik Backman yang hangat dan jenaka, cerita ini terasa sederhana, tetapi perlahan meninggalkan kesan yang mendalam di hati para pembaca. Jadi, apakah kamu sudah siap menelusuri kisah persahabatan di balik lukisan ini bersama Louisa? https://www.periplus.com/p/9781398516434/my-friends
Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A. - Hidup Ini Begitu Singkat
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc. - Sesi Tanya Jawab Singkat Seputar Masalah Fitnah
Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat - Tanya Jawab Umum Singkat Penuh Faedah
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc. - Tanya Jawab Singkat Seputar Madzhab Syafi'i
Ustadz Maududi Abdullah Lc. - Dunia Itu Singkat
Ustadz Maududi Abdullah Lc. -
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc. - 53 Menit Tanya Jawab Singkat Penuh Manfaat
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc. - Tanya Jawab Singkat Dan Padat Serta Penuh Manfaat
Hai, Bibliobesties!
Khutbah Jumat Singkat: Meraih Kemuliaan di Penghujung Ramadhan ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada 23 Ramadhan 1447 H / 13 Maret 2026 M. Khutbah Jumat Pertama: Meraih Kemuliaan di Penghujung Ramadhan Ibnu Rajab al-Hanbali Rahimahullah mengatakan bahwa akhir […] Tulisan Khutbah Jumat Singkat: Meraih Kemuliaan di Penghujung Ramadhan ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Khutbah Jumat Singkat: Puasa dan Hakikat Kesabaran ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada 9 Ramadhan 1447 H / 27 Februari 2026 M. Khutbah Jumat Pertama: Puasa dan Hakikat Kesabaran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda bahwa Allah ‘Azza […] Tulisan Khutbah Jumat Singkat: Puasa dan Hakikat Kesabaran ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Hai, Bibliobesties!
Pernahkah Anda berpikir kenapa ada produk yang baru rilis langsung ludes diserbu pembeli? Ternyata ada polanya! Di episode ini, kita akan membedah konsep AIDA (Awareness, Interest, Desire, Action) yang jadi "mantra" wajib para pemasar sukses.Berhenti membuang budget marketing pada pesan yang salah. Pelajari cara mengomunikasikan nilai produk Anda agar orang asing tak ragu jadi pelanggan setia. Singkat, padat, dan langsung bisa Anda praktikkan. Dengarkan sekarang juga!
Kami di Keluar Sekejap ucapkan terima kasih kepada semua pendengar dan penonton yang setia bersama kami sepanjang 2025! Keluar Sekejap Episod 183 merupakan episod penutup bagi tahun 2025 yang merumuskan perkembangan utama sepanjang tahun serta jangkaan untuk 2026. KJ dan Shahril mengupas landskap politik 2025, perkembangan ekonomi, serta isu-isu antarabangsa yang memberi kesan kepada Malaysia. Episod ini turut menampilkan refleksi terhadap prestasi Keluar Sekejap sepanjang 2025, di samping perkongsian perancangan awal bagi tahun hadapan.Episod ringkas untuk menutup 2025 dan menetapkan konteks perbincangan bagi 2026!Episod ini dibawakan khas oleh Merrytime, sebuah platform industri maritim yang menyediakan perkhidmatan profesional berfokus kepada sektor maritim dan perkapalan. Merrytime akan menganjurkan Career Talk terbuka, dan syarikat serta individu yang berminat dijemput untuk turut serta. Penyertaan adalah PERCUMA untuk syarikat dengan menggunakan kod promosi "KS x Merrytime". Promosi ini terbuka sehingga 31 Disember 2025, Daftar Sekarang! Layari www.merrytime.proSebarang pertanyaan boleh dikemukakan melalui emel : hola@merrytime.pro00:00 Intro00:31 Rakan Episod 183 : Merrytime14:42 Mengimbas Tahun 2025, Apa Isu Politik Paling Hangat 2025?51:58 Dari Hal Kita ke Luka Mereka, Realiti Antarabangsa01:04:06 Pendengar, Demografi & Episod Paling Popular 2025
Khutbah Jumat Singkat: Doa ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada 2 Jumadil Awal 1447 H / 24 Oktober 2025 M. Khutbah Jumat Pertama: Doa Sesungguhnya doa adalah simbol seorang hamba yang mengakui bahwa dirinya butuh kepada Rabb-Nya. Doa […] Tulisan Khutbah Jumat Singkat: Doa ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Khutbah Jumat Singkat: Menghormati Ulama ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada 2 Jumadil Awal 1447 H / 24 Oktober 2025 M. Khutbah Jumat Pertama: Menghormati Ulama Mencintai ulama merupakan bagian dari agama yang wajib diyakini. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi […] Tulisan Khutbah Jumat Singkat: Menghormati Ulama ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Sebagian orang mau pacarannya beberapa bulan saja tapi tetap sambil mengecek kecocokan dan menambah kemampuan/kesiapan. Dalam episode ini, kami beri beberapa ide cara menjalani pacaran singkat, supaya kalau dilanjutkan ke menikah pun setidaknya sudah sempat intip potensi masalah-masalah yang akan muncul di masa depan.Untuk info kelas pranikah, klik s.id/pranikahlex
سيرة النبيّ محمد ﷺ من المولد إلى الوفاة
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 25 Agustus 2025Bacaan "Seperti pecahan periuk bersalutkan perak, demikianlah bibir manis dengan hati jahat." (Amsal 26:23)Renungan: Di suatu desa hiduplah seorang wanita yang terkenal culas. Ketika kematian menjemputnya, la ditempatkan di mana orang-orang jahat berada. Malaikat yang menjemputnya berusaha mengingat-ingat kebaikan yang pernah dibuatnya untuk diajukan sebagai bahan pertimbangan dalam keputusan yang akan diberikan kepadanya. Kemudian malaikat itu teringat bahwa wanita itu pernah sekali mencabut serumpun bawang dari kebunnya dan memberikannya kepada seorang pengemis. Singkat cerita wanita Ini mendapat kemurahan dan diberi kesempatan keluar dari tempat penyiksaan yang panas dan pengap itu. Tuhan berkata kepada malaikat. "Ambil serumpun bawang dan ulurkan kepadanya. la boleh keluar dari tempat ini dengan memegang bawang itu. Jika ia bisa keluar ia mendapat kesempatan untuk hidup di Firdaus, tetapi jika gagal karena bawang itu pecah atau putus maka ia tetap tinggal di lautan api ini." Kemudian malaikat mengambil serumpun bawang dan mengulurkannya kepada wanita itu. "Peganglah bawang ini erat-erat karena aku akan menarikmu dengan ini." Ketika ia sudah terangkat, beberapa orang penghuni lautan api itu memegang kakinya supaya mereka bisa ikut naik. Ketika wanita itu menyadarinya, la mengibaskan kakinya supaya orang-orang itu terjatuh. Ia berteriak, "Sayalah yang ditarik, bukan kalian. Ini adalah bawangku, bukan bawang kalian. Lepaskan kakiku!" Karena hentakan kakinya yang keras, maka putusiah bawang itu dan wanita itu kembali ke dalam lautan api itu. Dari ilustrasi ini kita diingatkan untuk menjaga hati. Hati adalah tempat yang rentan untuk bertumbuhnya benih-benih jahat. Dalam hati yang jahat terdapat benih-benih kecurigaan, iri hati, balas dendam. kesombongan, amarah, ketidakpedulian, takut disaingi, minta dihormati, korupsi, tipu muslihat dll. Sedikit saja terbuka kesempatan maka benih itu akan mulai menancapkan akarnya dan bertumbuh dengan cepat seperti benalu. Kalau tidak waspada maka ia akan segera menguasai dan mengendalikan hidup kita. Mungkin orang tidak mengetahui kejahatan apa saja yang saat ini akar-akarnya sudah menancap di hati kita, tetapi Tuhan tahu, "Aku, Tuhan, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya." (Yer 17:10). Karena itu setiap hari jaga dan bersihkanlah hati dari benih-benih yang jahat. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, jagalah hatiku agar tidak ditumbuhi akar-akar kepahitan yang dapat merusak kehidupan rohaniku. Amin. (Dod).
Fasilitas Tidur di Arafah Dinilai Cukup, Menag nasaruddin umar menegaskan fasilitas jemaah di arafah hanya untuk transit singkat.Laporan rama pamungkas.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 21 Mei 2025Bacaan: "Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu." (Matius 17:20) Renungan: Sejak Karen mengandung anaknya yang kedua, Michael anak pertamanya hampir setiap malam menyanyikan lagu untuk adik kecilnya yang masih ada dalam kandungan Karen. Michael sedang membangun jembatan kasih sayang dengan adiknya yang belum lahir. Kehamilan Karen berjalan dengan baik hingga tanda-tanda persalinan tiba. Menit demi menit di masa persalinan berlalu namun tiba-tiba komplikasi serius muncul. Dengan sekuat tenaga Karen berjuang dan akhirnya lahirlah bayi itu dengan kondisi yang kurang baik. Di kegelapan malam bayi itu dibawa ke ruang perawatan intensif di Rumah Sakit. Bayi mungil itu dirawat namun keadaannya tak kunjung membaik. Akhirnya dokter yang menangani si kecil berkata, "Hanya sedikit sekali harapan bahwa ia akan membaik." Karen dan suaminya menguatkan hati dan menghubungi bagian pemakaman untuk mengatur semuanya, sementara itu Michael terus meminta agar diizinkan menjenguk adiknya. "Saya ingin menyanyi untuknya," katanya memohon. Anak-anak memang tidak diizinkan masuk ke ruang perawatan intensif, namun Karen memutuskan untuk membawa Michael menemui adiknya. "Jika ia tidak menemui adiknya sekarang. mungkin ia tidak akan pernah bertemu untuk selama-lamanya," kalimat itulah yang bermain di benak Karen. Ketika Karen berusaha secara diam-diam membawa Michael menemui adiknya, Kepala Perawat memergoki mereka. "Bawa anak ini keluar, anak-anak tidak boleh masuk ke sini!" katanya tegas. "Ia tidak akan pergi sebelum menyanyi untuk adiknya," jawab Karen. Karen membawa Michael ke sisi adiknya. Michael menatap bayi mungil yang seolah telah kehilangan daya juang untuk hidup. Sesaat kemudian anak berumur 3 tahun itu mulai menyanyi, "Kaulah cahaya mentariku, satu-satunya cahaya mentariku. Kau membuatku bahagia ketika langit kelabu. "Tanpa diduga, tiba-tiba bayi mungil itu terlihat memberikan respons. Denyut nadinya mulai teratur. "Teruslah bernyanyi, Michael." dorong mamanya. "Kamu tidak pernah tahu sayangku, betapa aku mencintaimu. Tolong jangan ambil cahaya mentariku. "Kemudian terlihat lagi kemajuan pada si mungil, kini nafasnya yang berat mulai teratur. Michael terus menyanyi dan bayi mungil itu tampak semakin stabil. "Teruslah bernyanyi, Michael," kata Kepala Perawat sambil menghapus air mata di pipinya. Singkat cerita, mujizat terjadi, keesokan harinya bayi mungil itu sudah dibawa pulang. Majalah Woman's Day menyebut peristiwa itu sebagai "Keajaiban Nyanyian Seorang Kakak", tetapi Karen menyebutnya sebagai "Keajaiban Kasih Tuhan". Selalu ada keajaiban bagi orang yang hatinya sungguh percaya bahwa Tuhan akan mengerjakan mujizat baginya. Iman memang harus mengawali mujizat itu. Jadi arahkanlah iman kita kepada Yesus, maka kuasa kebangkitan-Nya akan mengerjakan mujizat itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, hatiku percaya bahwa kasih dan kuasa-Mu sanggup mengerjakan mujizat bagiku. Amin. (Dod).
Khutbah Jum'at - Ustadz Ammi Nur Baits, ST., BA. hafizhahullahu. Judul : Khutbah Singkat. Sumber : YouTube.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 8 April 2025Bacaan: Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir." Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya." (Kejadian 41:41-42) Renungan: Pada awalnya fungsi dari labirin adalah untuk memenjarakan seekor monster yang bernama Minotaurus, monster yang akhirnya berhasil dikalahkan oleh seorang pahlawan bernama Theseus. Labirin ini sangat memusingkan bahkan sampai sang pencipta sendiri, Daedalus, nyaris tidak bisa keluar lagi ketika dia mencoba untuk memasukinya. Seiring dengan perkembangan zaman dan bercampurnya negara-negara dengan berbagai bahasanya, maka labirin bukan lagi hanya mengacu kepada sebuah tempat dari mitos Yunani tersebut, melainkan labirin di dalam bahasa Inggris menjadi sebuah sinonim dari kata "maze", yang berarti sebuah jalinan yang ruwet dan berliku. Pernahkah kita terjebak pada situasi yang sangat rumit, ruwet, memusingkan, dan sepertinya tiada akhir? Kita terasa seperti sedang berada di dalam sebuah labirin yang menyesatkan dan tanpa jalan keluar. Ke mana pun kita melangkah, yang ada hanyalah jalan buntu. Banyak orang yang sampai kepada situasi ini, dan pada akhirnya menyerah untuk terus berjuang dan berharap. Mereka pasrah pada nasibnya tanpa mau berusaha untuk membuat perubahan. Banyak juga yang pada akhirnya melakukan perbuatan tercela berupa upaya bunuh diri. Ingatlah bahwa situasi seperti ini bukan hanya kita yang mengalami. Pertanyaannya, apakah kita ingin menyerah atau bangkit untuk membuat perubahan besar dalam hidup kita? Apakah kita akan menjadi pecundang atau pemenang? Mari kita lihat pada kehidupan seseorang yang sangat terkenal di dalam Alkitab. Kita mungkin sering mendengar kisah hidup orang ini. Namun kali ini, mari kita renungkan baik-baik dan coba untuk aplikasikan ke dalam hidup kita. Orang itu adalah Yusuf, anak kesayangan ayahnya. Semua saudaranya membencinya, mereka membully dirinya, membuangnya ke dalam sumur, dan bahkan hendak membunuhnya. Namun akhirnya mereka memutuskan untuk menjualnya kepada orang Mesir. Di Mesir dia bekerja sebagai budak. Apakah kondisi ini masih kurang buruk? Ternyata memang masih kurang, karena selanjutnya dia difitnah bertindak mesum kepada nyonyanya. Dia di penjarakan. Sampai di sini coba kita tempatkan diri pada posisi Yusuf. Bagaimana kira-kira perasaan kita jika saudara kandung kita sendiri melakukan hal yang sangat jahat kepada kita? Singkat cerita, Yusuf tidak menyerah dan lihatlah akhir hidupnya, dia diangkat Tuhan ke atas puncak gunung tertinggi. Labirin macam apa yang ada di depan kita saat ini? Jangan menyerah! Hadapilah bersama Tuhan, maka Dia akan menuntun kita kepada jalan keluar dari semua kesesatan dan kebuntuan hidup kita, serta membawa kita kepada puncak kehidupan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku menyerahkan diriku dan segala permasalahan yang aku hadapi ke dalam tangan-Mu, sebab tanpa-Mu aku tidak bisa menemukan jalan keluar. Amin. (Dod).
"Istirahat singkat bisa meningkatkan konsentrasi anak ADHD. Apa saja strategi yang Moms & Dads temukan paling efektif? Ayo, berbagi tips dan trik Moms & Dads di bawah ini! #TipsIstirahatADHD #BelajarLebihBaik"
Perkenalkan Denica Riadini-Flesch, seorang mantan ekonom yang menjadi pengusaha. Ia sedih melihat perjuangan para pengrajin dan petani tradisional di pedesaan Indonesia sehingga ia mendirikan perusahaan untuk membantu mengubah hidup mereka. SukkhaCitta adalah merek mode dari petani-ke-lemari, yang mengembalikan daya kepada para perempuan yang membuat pakaian kita. Misinya: mengakhiri eksploitasi terhadap perempuan dan sekaligus meregenerasi planet ini.Menyeimbangkan tujuan dan keuntungan, sekaligus melawan permintaan masyarakat akan fast fashion adalah upaya yang cukup berat. Pakaian murah yang diproduksi oleh peretail pasar massal membebani para perajin kecil di mana-mana. Namun, dampak fast fashion terhadap planet kita bahkan lebih dramatis. Industri ini bertanggung jawab atas 10 persen emisi karbon global. Memproduksi satu kaos katun saja bisa menghabiskan 2.700 liter air. Dan semua tekstil yang dibuang menumpuk di tempat pembuangan sampah, menambah 92 juta ton sampah setiap tahun. Begitu Riadini-Flesch mulai memperhatikan cara pembuatan pakaian, ia tahu bahwa ia harus melakukan sesuatu. “Dalam ekonomi kerajinan, pada dasarnya mereka membuat sesuatu selama enam bulan, dan baru setelah itu mereka mencoba menjualnya. Namun pada saat itu, perempuan tidak memiliki daya tawar. Mereka membutuhkan uang tunai agar keluarga mereka bisa bertahan hidup. Dan itulah mengapa sektor ini juga dipenuhi dengan begitu banyak eksploitasi,” jelasnya.Riadini-Flesch mengambil pendekatan holistik, memperluas akses ke pendidikan dan pasar, dan bisnisnya berfokus pada kalender pertanian, bukan kalender mode. “Kami adalah perusahaan sosial. Apa yang kami lakukan di desa-desa didanai oleh bisnis kami. Jadi pada dasarnya, untuk setiap yang dibeli, pelanggan kami memulai siklus regenerasi di desa-desa kami. Dan karena hanya menggunakan bahan alami dan pewarna alami, pakaian kami hanya butuh sekitar dua hingga empat minggu agar terurai sepenuhnya kembali ke tanah,” katanya.Mempelajari cara mengembangkan bisnis sambil mempertahankan nilai-nilai yang dipegangnya membuat Denica memikirkan kembali definisi kesuksesannya. Ia mengatakan, “Pertumbuhan bukan hal buruk, selama kita tahu apa yang ‘cukup' bagi kita. Dan begitu kita mencapainya, kita mempertahankannya. Kita mencari cara untuk menjaga semua orang yang terlibat. Kita mencari cara untuk memberi lebih banyak daripada yang kita terima. Dan ketika itu, bisnis bisa benar-benar menjadi kekuatan untuk kebaikan.”Dengarkan kisah inspiratif Riadini-Flesch dan bagaimana ia menciptakan perusahaan sosial yang memberi kesempatan nyata bagi perempuan di Indonesia, bukan hanya bantuan.See Privacy Policy at https://art19.com/privacy and California Privacy Notice at https://art19.com/privacy#do-not-sell-my-info.
Kepada Yth. Annisa Risky Putri Pesan pertama dariku untukmu
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 20 Januari 2025 Bacaan: Berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis." (Hakim-hakim 6:16) Renungan: Suatu hari seorang pria yang sedang berjalan-jalan ke Irlandia bertanya kepada seorang petani seberapa jauh dari tempat itu ke Cork. Petani itu menjawab, "Sekitar setengah mil perjalanan, Tuan." "Setengah mil, berarti tidak terlalu jauh ya. Terima kasih Pak," kata pria itu kepada si petani. Pria itu berjalan sesuai petunjuk si petani dan di perjalanan ia kembali bertanya kepada orang yang ditemuinya untuk menanyakan seberapa jauh lagi ia harus berjalan agar bisa sampai di Cork. la kembali mendapat jawaban bahwa ia harus berjalan setengah mil lagi baru akan sampai di Cork. Pria itu merasa lelah karena hari sudah hampir sore dan ia sudah sangat jauh berjalan. Sudah sepuluh orang yang dia tanya dan mereka selalu menjawab bahwa ia harus berjalan setengah mil lagi. Akhirnya ia memutuskan untuk beristirahat di sebuah warung dan menceritakan pengalamannya kepada pemilik warung itu. Kemudian pemilik warung itu menjelaskan, "Tuan, orang Irlandia selalu ingin meringankan perjalanan seorang asing dengan memberikan setetes semangat dan keberanian kepadanya. Kami tahu bahwa tidak ada orang yang mau dan berani berjalan sejauh enam mil di siang yang terik seperti hari ini, jika ia tahu bahwa perjalanan yang akan ditempuhnya sangat jauh." Kini mengertilah pria itu bahwa orang-orang yang ditemuinya tadi berusaha mengajarkannya untuk tetap berani dan bersemangat di dalam mencapai suatu tujuan. Apalah arti setetes keberanian, tetapi tanpa setetes keberanian tidak akan ada keberanian yang besar, dan tanpa keberanian yang besar tidak ada kemenangan yang besar. Alkitab menceritakan bagaimana keberanian bertumbuh sedikit demi sedikit di dalam hati seorang penakut seperti Gideon. Rasa takut telah membuat pemuda dari suku Manasye itu mengirik gandumnya di tempat pemerasan anggur, di bawah pohon tarbantin agar tidak terlihat oleh orang Midian. Ketika Tuhan memintanya untuk maju berperang melawan orang Midian, ia menolak karena takut. Malaikat Tuhan yang menemuinya berusaha membangkitkan keberanian di hatinya sehingga ia pun termotivasi. Kemudian Tuhan melatih keberanian Gideon dengan latihan yang ringan, yaitu meruntuhkan mezbah Baal kepunyaan ayahnya. Gideon mengumpulkan keberaniannya dan meruntuhkan mezbah Baal itu pada malam hari. Kemudian ketika orang Midian dan Amalek bersekutu hendak menyerang bangsa Israel, Tuhan memerintahkan Gideon memimpin bangsa Israel untuk maju berperang. Singkat cerita dengan modal keberanian, pasukan berjumlah tiga ratus orang dan penyertaan Tuhan, akhirnya Gideon berhasil menaklukkan orang Midian dan Amalek itu. Keberanian untuk melangkah membuat seseorang memperoleh banyak pengalaman, entah pengalaman sukses atau gagal. Lewat pengalaman itulah ia akan terbentuk menjadi seorang yang tangguh. Anda ingin meraih kemenangan? Melangkahlah dengan setetes keberanian. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, berilah aku keberanian untuk memulai langkah awal karena aku yakin ketika aku melangkah engkau akan memberiku kemenangan. Amin. (Dod).
Bismillah, TIPS KOMUNIKASI YANG SINGKAT, PADAT, PRODUKTIFSimak Kajian Lengkapnya diYoutube Channel “Muhammad Nuzul Dzikri”Potongan dari Kajian Rutin Riyaadhush Shaalihin No. 1637
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 3 Oktober 2024 Bacaan: Lalu Firaun menyuruh menaikkan Yusuf dalam keretanya yang kedua, dan berserulah orang di hadapan Yusuf: "Hormat!" Demikianlah Yusuf dilantik oleh Firaun menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir." (Kejadian 41:43) Renungan: Pernahkah kita terjebak pada situasi yang sangat rumit, ruwet, memusingkan, dan sepertinya tiada akhir? Kita terasa seperti sedang berada di dalam sebuah labirin yang menyesatkan dan tanpa jalan keluar. Ke mana pun kita melangkah, yang ada hanyalah jalan buntu. Banyak orang yang sampai kepada situasi ini, dan pada akhirnya menyerah untuk terus berjuang dan berharap. Mereka pasrah pada nasibnya tanpa mau berusaha untuk membuat perubahan. Banyak juga yang pada akhirnya melakukan perbuatan tercela berupa upaya bunuh diri. Ingatlah bahwa situasi seperti ini bukan hanya kita yang mengalami. Pertanyaannya, apakah kita ingin menyerah atau bangkit untuk membuat perubahan besar dalam hidup kita? Apakah kita akan menjadi pecundang atau pemenang? Mari kita lihat kepada kehidupan seseorang yang sangat terkenal di dalam Alkitab. Kita mungkin sering mendengar kisah hidup orang ini. Namun kali ini, mari kita renungkan baik- baik dan coba untuk wujudkan ke dalam hidup kita. Orang itu adalah Yusuf, anak kesayangan ayahnya. Semua saudaranya membencinya, mereka membully dirinya, membuangnya ke dalam sumur, dan bahkan hendak membunuhnya. Namun akhirnya mereka memutuskan untuk menjualnya kepada orang Mesir. Di Mesir dia bekerja sebagai budak. Apakah kondisi ini masih kurang buruk? Ternyata memang masih kurang, karena selanjutnya dia difitnah bertindak mesum kepada nyonyanya. Dia di penjarakan. Sampai di sini coba kita tempatkan diri pada posisi Yusuf. Bagaimana kira-kira perasaan kita jika saudara kandung kita sendiri melakukan hal yang sangat jahat kepada kita? Singkat cerita, Yusuf tidak menyerah dan lihatlah akhir hidupnya, dia diangkat Tuhan ke atas puncak gunung tertinggi. Labirin macam apa yang ada di depan kita saat ini? Jangan menyerah! Hadapilah bersama Tuhan, maka Dia akan menuntun kita kepada jalan keluar dari semua kesesatan dan kebuntuan hidup kita, serta membawa kita kepada puncak kehidupan. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, aku menyerahkan diriku dan segala permasalahan yang aku hadapi ke dalam tangan-Mu, sebab tanpa-Mu aku tidak bisa menemukan jalan keluar. Amin. (Dod).
Efesus 5:15-16 (TB) Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
On Sunday former president Trump was wounded by a would-be assassin. It's a shocking twist in a U-S election campaign that has sent shockwaves through his supporters and spurred fears of violence to come. - Pada hari Minggu, mantan presiden Trump terluka oleh calon pembunuh. Ini adalah perubahan mengejutkan dalam kampanye pemilu AS yang telah mengejutkan para pendukungnya dan memicu ketakutan akan terjadinya kekerasan.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 30 Juni 2024 Bacaan: "Orang yang menyendiri, mencari keinginannya, amarahnya meledak terhadap setiap pertimbangan." (Amsal 18:1) Renungan: Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki seorang suami dan empat orang anak. Wanita ini adalah istri sekaligus ibu yang sangat tanggap dan cekatan. Ia mampu melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga. Ditambah lagi ia adalah tipe wanita perfeksionis dalam segala hal. Semua yang dia lihat harus sempurna dalam pandangannya. Salah satunya dalam hal kebersihan dan kerapian. Misalnya, tidak boleh ada sedikit pun kotoran atau noda di perabotan rumahnya dan tidak boleh menaruh barang di sembarang tempat, selain di tempat yang telah disediakan. Suatu saat, karpet di ruang keluarga mereka terkena kotoran lumpur karena ulah salah satu anaknya yang baru pulang bermain bola. Ketika sang ibu melihat kotoran tersebut, ia menjadi marah besar, bahkan kemarahannya berlangsung sampai berhari-hari lamanya. Pada suatu kesempatan, wanita ini mendatangi seorang psikolog yang setidaknya dapat diharapkan sedikit membantu menenangkan emosinya. Singkat cerita, psikolog itu mendengarkan cerita wanita ini dengan saksama. Sambil tersenyum, psikolog itu berkata, "Saya minta, Anda tutup mata dan bayangkan apa yang akan saya katakan!" Wanita itu kemudian menutup kedua matanya. la mendengarkan setiap instruksi dari sang psikolog. Kata psikolog itu, "Bayangkan rumah Anda yang rapi dan karpet yang bersih tak ternoda sedikit pun, tanpa jejak sepatu. Dengan kata lain, tidak ada seorang pun di sisi Anda. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka. Bagaimana perasaan Anda? Sekarang lihat kembali karpet itu. Anda melihat jejak sepatu dan kotoran di sana. Artinya, suami dan anak-anak Anda ada di rumah. Orang-orang yang Anda cintai ada bersama Anda dan kehadiran mereka menghangatkan hati Anda." Beberapa saat wanita tersebut merenungkan semua yang telah diinstruksikan kepadanya. Kemudian sang psikolog pun kembali memberi instruksi, "Dan sekarang bukalah mata Anda. Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat Anda?" Wanita itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya, kemudian berkata "Aku tahu maksud Anda. Jika kita melihat dari sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif." Sebuah kesalahan sederhana dapat mengakibatkan keharmonisan kita dengan orang-orang di sekitar kita menjadi pudar. Terkadang sudut pandang kita, yang kita anggap sudah benar justru membuat kita tidak dapat menikmati indahnya kehidupan yang Tuhan anugerahkan. Cobalah rangkai ulang sudut pandang kita yang tadinya negatif menjadi positif. Kasih mesra di dalam keluarga tidak hanya dapat dirasakan melalui suatu hal yang sempurna, namun dalam ketidaksempurnaan pada setiap anggota keluarga pun dapat kita temukan. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, terima kasih atas keluarga yang telah Engkau berikan kepadaku. Berikan aku cinta yang tulus di tengah keluargaku ini. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 28 Maret 2024 Bacaan: "Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!" (1 Korintus 6:20) Renungan: Seorang gadis yang sangat dimanja oleh ayahnya terjerumus ke dalam dunia narkoba. Ayahnya membesarkan gadis itu seorang diri, karena isterinya meninggal dunia ketika melahirkan puterinya tersebut. Karena semakin hari kebutuhannya akan narkoba semakin meningkat, gadis itu nekat mencuri uang tabungan ayahnya, kemudian melarikan diri ke Jakarta. Di Jakarta ia tinggal di rumah pamannya dan berusaha mencari pekerjaan. Sulitnya mendapatkan pekerjaan yang layak membuat gadis itu terpaksa bekerja sebagai pramuria di sebuah night club. Di sana ia harus menjalani kehidupan dunia malam, ia harus menari dan tidur dengan pria yang berbeda setiap malamnya. Setelah satu bulan di Jakarta, ia tinggal di rumah kost dan mendapat sepucuk surat dari ayahnya. Dalam satu minggu ia mendapat tiga pucuk surat, namun tak satu pun yang dibacanya. Hari terus berganti dan ia mengumpulkan semua surat itu tanpa pernah dibaca. Menjelang hari Natal ia menerima sepucuk surat yang diantar ke night club tempat ia bekerja. Akhirnya dari salah seorang karyawan ia mengetahui bahwa yang mengantar surat itu adalah ayahnya sendiri. Kekerasan hati gadis itu akhirnya luluh, dengan tangan yang gemetar ia membuka dan membaca surat dari ayahnya, yang isinya sangat singkat. "Anakku sayang, ayah sudah lama tahu di mana engkau bekerja. Saat ini hanya satu yang ayah inginkan, maukah kau pulang ke rumah kita?" Tiba-tiba gadis itu merasa sangat rindu pada ayahnya dan memutuskan untuk pulang. Singkat cerita ia pulang dan disambut oleh pelukan hangat sang ayah. Pertemuan mereka diwarnai oleh isak tangis yang panjang. Ternyata sejak ia pergi dari rumah, sang ayah sering begadang untuk menanti kepulangannya. Dari hasil pemeriksaan dokter ternyata ayahnya terkena kanker, hati gadis itu semakin hancur. "Ayah, aku bukan puterimu yang sangat kau banggakan dulu. Aku hanyalah seorang pramuria yang kotor, bahkan tengah mengidap penyakit Aids. Ayah, jangan dekat-dekat aku nanti ayah tertular," katanya sambil menangis. Ayahnya diam dan tak berkata sepatah kata pun. Ia malah mempererat pelukannya, seolah tidak ingin melepaskan puteri yang telah kembali ke pangkuannya. Mengapa Yesus mau datang ke dunia padahal Dia tahu bahwa Dia harus ditolak, disiksa, menderita dan mati? Karena Dia ingin manusia yang adalah milik-Nya, namun telah ditipu, dicuri dan dibinasakan oleh iblis, kembali ke pelukan-Nya untuk menikmati hidup yang berkelimpahan. Allah tidak peduli pada kelamnya masa lalu kita, yang Dia inginkan adalah kita kembali ke pelukan-Nya dan menjadi milik-Nya melalui kematian Yesus di kayu salib. Saat menerima karya penebusan Yesus, kita sepenuhnya adalah milik Yesus. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, inilah keuntungan besar bagiku, karena Engkau mencariku di tengah kegelapan dunia, kemudian menebusku dengan darah-Mu yang sangat mahal. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 12 Desember 2023 Bacaan: "Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir." Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya." (Kejadian 41:41-42) Renungan: Pernahkah kita terjebak pada situasi yang sangat rumit, ruwet, memusingkan, dan sepertinya tiada akhir? Kita merasa seperti sedang berada di dalam sebuah labirin yang menyesatkan dan tanpa jalan keluar. Ke mana pun kita melangkah, yang ada hanyalah jalan buntu. Banyak orang yang sampai kepada situasi ini, dan pada akhirnya menyerah untuk terus berjuang dan berharap. Mereka pasrah pada nasibnya tanpa mau berusaha untuk membuat perubahan. Banyak juga yang pada akhirnya melakukan perbuatan tercela dengan bunuh diri. Ingatlah bahwa situasi seperti ini bukan hanya kita yang mengalami. Pertanyaannya, apakah kita ingin menyerah atau bangkit untuk membuat perubahan besar dalam hidup kita? Apakah kita akan menjadi pecundang atau pemenang? Mari kita lihat kisah kehidupan seseorang yang sangat terkenal di dalam Alkitab. Orang itu adalah Yusuf, anak kesayangan ayahnya. Semua saudaranya membencinya, mereka membully dirinya, membuangnya ke dalam sumur, dan bahkan hendak membunuhnya. Namun akhirnya mereka memutuskan untuk menjualnya kepada orang Mesir. Di Mesir dia bekerja sebagai budak. Apakah kondisi ini masih kurang buruk? Ternyata memang masih kurang, karena selanjutnya dia difitnah bertindak mesum kepada nyonyanya. Dia di penjarakan. Sampai di sini coba kita tempatkan diri pada posisi Yusuf. Bagaimana kira-kira perasaan kita jika saudara kandung kita sendiri melakukan hal yang sangat jahat kepada kita? Singkat cerita, Yusuf tidak menyerah dan lihatlah akhir hidupnya, dia diangkat Tuhan ke atas puncak gunung tertinggi. Labirin macam apa yang ada di depan kita saat ini? Jangan menyerah! Hadapilah bersama Tuhan, maka Dia akan menuntun kita kepada jalan keluar dari semua kesesatan dan kebuntuan hidup kita, serta membawa kita kepada puncak kehidupan. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, aku menyerahkan diriku dan segala permasalahan yang aku hadapi pada-Mu, sebab tanpa-Mu aku tidak bisa menemukan jalan keluar. Amin. (Dod).
Diskusi mengenai isu kesihatan, bersama Dr. Noor Azura Noor Mohamad, Pakar Perunding Obstetrik & Ginekologi/ Gine-onkologis, UiTM Private Specialist Centre (UPSC) #AWANInews #AWANIpagi
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 18 September 2023 Bacaan: "Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi, yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa." (Ibrani 11:32-33) Renungan: Glenn Cunningham berumur delapan tahun ketika me- ngalami kecelakaan. Ia dan kakaknya yang bernama Floyd sedang menyalakan tungku pemanas ketika tiba-tiba tungku tersebut meledak dan menewaskan Floyd.. Glenn sedang berada di pintu sehingga ia selamat, tapi ketika menyadari bahwa Floyd masih di dalam, Glenn berlari masuk untuk menyelamatkannya, tetapi gagal. Kedua kakinya justru terbakar, sehingga menjadi lumpuh dan tidak bisa merasakan apa pun. Dokter menyarankan agar diamputasi, tapi ia menolak. Glenn yakin suatu saat nanti ia dapat berjalan lagi. Kedua kaki Glenn bengkok dan semua jari kaki kirinya hilang. Setelah perban dibuka, kedua orang tuanya bergiliran mengurut kakinya setiap hari meskipun tidak terlihat adanya perubahan. Beberapa bulan kemudian Glenn mencoba berdiri dan berjalan dibantu ayahnya. Glenn masih merasa kakinya lemah sehingga ia ingin menguatkan kakinya. Ia mulai berlari pada setiap kesempatan. Ia berlari ke sekolah, ia berlari ketika mengikuti paduan suara, ia berlari ke toko daging, ia berlari di lapangan, ia berlari mencari kayu bakar dan berlari pulang dengan kedua tangan penuh kayu. Ketika keluar rumah, ia memilih untuk berlari daripada berjalan. Lima tahun kemudian, ketika berumur 13 tahun, ia menjuarai pertandingan lari di Morton County Fair. Sejak itu ia sering mengikuti kejuaraan lari dan selalu menjadi pemenang. Glenn menjadi juara lari bukan karena kakinya kuat, tetapi dia menjadi juara karena ia berlari pada saat semua orang berjalan. Glenn adalah contoh pribadi yang tidak berdiam dalam keterpurukannya. Dia bangkit dan mengalahkan ketidakmungkinan yang menyelubungi dirinya. Di dalam Alkitab kita mengenal tokoh yang juga tidak berdiam dalam keterpurukannya. Awalnya dia tidak diperhitungkan sama sekali oleh keluarganya, terlebih oleh sukunya. Dia adalah Yefta, putra Gilead dengan seorang pelacur kafir. Ketika dia diusir oleh keluarganya, dia menetap di Tob. Beberapa waktu kemudian bani Amon berperang melawan orang Israel, maka para tokoh masyarakat Gilead meminta Yefta menjadi komandan mereka. Singkat cerita Yefta memenangkan pertempuran dan menjadi hakim atas Israel selama 6 tahun. Kitab Ibrani mencatatnya sebagai salah satu teladan iman. Kita layak meneladani sikapnya yang pantang menyerah kepada keadaan. Yefta tidak meratapi nasibnya sebagai anak haram dan terhanyut dalam mengasihani diri sendiri. Yefta bangkit dari keterpurukan dan berhasil membalikkan keadaan. Mari dengan iman kita bangkit mengubah keterpurukan menjadi keberhasilan. Yakinlah Tuhan menyertai dan menopang perjalanan hidup kita hingga akhirnya Ia memberikan keberhasilan bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, saat ini aku sedang berusaha bangkit dari keterpurukanku. Dampingilah aku dengan kuasa-Mu, sehingga aku dapat bangkit kembali untuk meraih keberhasilan yang baru bersama dengan Engkau. Amin. (Dod).
Wigand Sugandi - "Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu" Yakobus 4:15
VOA This Morning Podcast - Voice of America | Bahasa Indonesia
Sekjen NATO mengatakan aliansi itu mencermati terus situasi di Rusia, sambil menekankan pada kesalahan Presiden Rusia Vladimir Putin. Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, penerimaan pajak hingga Mei 2023 baru 48,33% dari target pajak tahun ini.
VOA This Morning Podcast - Voice of America | Bahasa Indonesia
Pemberontakan yang gagal oleh pemimpin tentara bayaran Rusia Yevgeny Prigozhin dinilai menunjukkan masalah serius di dalam pemerintahan Vladimir Putin. Sementara itu, pemerintah Indonesia siap mengambil tiga langkah untuk menyelesaikan kontroversi Pesantren Al Zaytun.
Yuk, simak video inspiratif 12 Minggu Sukses: Cara Menetapkan Tujuan dan Mencapai Keberhasilan dalam Waktu Singkat! Ini merupakan rangkuman dari buku The 12 Week Year karya Brian P. Moran dan Michael Lennington. Video ini akan membahas tentang cara membuat tujuan yang tepat dan meraih kesuksesan dengan efektif dalam waktu singkat. Temukan tips dan strategi untuk mengelola waktu dan sumber daya yang ada agar kamu bisa mencapai tujuanmu dengan lebih mudah dan cepat. Tidak perlu menunggu lama untuk meraih keberhasilan, pelajari cara meraihnya dalam 12 minggu saja! Jangan lewatkan kesempatan untuk meraih sukses dan berhasil dengan cara yang lebih efektif dan efisien. Segera tonton video ini dan mulai buat tujuanmu menjadi kenyataan! Leave a comment and share your thoughts: https://open.firstory.me/user/clhb6d0v60kms01w226gw80p4/comments Powered by Firstory Hosting
Hidup ini begitu singkat. Setiap detiknya berharga, dan waktu tidak bisa terulang. Kita harus menghargai setiap momen dan membuatnya berarti. Gunakan waktu dengan bijaksana, cintai orang-orang terdekat, kejar impian, dan berbuat baik kepada sesama. Karena pada akhirnya, hidup ini adalah kesempatan untuk mengejar kebahagiaan, meninggalkan jejak yang berarti, dan mendekatkan diri kepada-Nya. Sehingga ketika waktu kita tiba, kita dapat merasa puas bahwa kita telah hidup dengan penuh makna dan memberikan kontribusi positif dalam hidup ini.
Lagi ga tenang? Meditasi ini bisa membantu kamu untuk menenangkan diri dan belajar dari emosi yang sedang kamu rasakan.Kalau ingin sharing pengalamannya bisa DM atau post Instastory dan tag ke: https://www.instagram.com/tsamarafahrana/Bila episode ini membantumu, sisihkan 10 detik untuk share meditasi ini ke teman mu yang mungkin membutuhkan. Hosted on Acast. See acast.com/privacy for more information.
Khutbah Jumat Singkat Tentang Gempa ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 1 Jumadil Awwal 1444 H / 25 November 2022 M. Khutbah Pertama: Khutbah Jumat Singkat Tentang Gempa Sesungguhnya musibah dan bencana, semua akibat daripada dosa-dosa manusia. Tidak […] Tulisan Khutbah Jumat Singkat Tentang Gempa ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.