Podcasts about prapaskah

  • 21PODCASTS
  • 263EPISODES
  • 12mAVG DURATION
  • 5WEEKLY NEW EPISODES
  • Mar 29, 2026LATEST

POPULARITY

20192020202120222023202420252026


Best podcasts about prapaskah

Latest podcast episodes about prapaskah

Digital Ministry GKP Bandung
Khotbah Kebaktian 1 Minggu Prapaskah VI - GKP Bandung, 29 Mar 2026 pukul 07.00 - Pdt.Stefanus Parinussa

Digital Ministry GKP Bandung

Play Episode Listen Later Mar 29, 2026 27:49


Kebaktian 1 Minggu Prapaskah VI Minggu PalmarumGKP Jemaat BandungMinggu, 29 Maret 2026 pukul 07.00 WIB Tema : "Keledai Yang Digunakan Tuhan"Bacaan Alkitab : Matius 21:1-11Pelayan Firman : Pdt. Stefanus N. Parinussa, M.Th., M.Si.@GKP Bandung Maret 2026

Digital Ministry GKP Bandung
Kebaktian 2 Minggu Prapaskah VI - GKP Bandung, 29 Mar 2026 pukul 09.30 - Pdt.Budi Kaidun

Digital Ministry GKP Bandung

Play Episode Listen Later Mar 29, 2026 45:12


Kebaktian 2 Minggu Prapaskah VI Minggu PalmarumGKP Jemaat BandungMinggu, 29 Maret 2026 pukul 09.30 WIB Tema : "Keledai Yang Digunakan Tuhan"Bacaan Alkitab : Matius 21:1-11Pelayan Firman : Pdt. Budi Triadi Kaidun, S.Th.@GKP Bandung Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Palma, 29 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 28, 2026 13:09


Dibawakan oleh Stella Wijaya, Genesia Griselda Sudarjo, dan Priscilia Nini Wijaya dari Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Mamajang di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Yesaya 50: 4-7; Mazmur tg 22: 8-9.17-18a.19-20.23-24; Filipi 2: 6-11; Matius 21: 1-11.RAJA AGUNG YANGMENDERITA Renungan kita pada hari Minggu Palma ini bertema: RajaAgung Yang Menderita. Selamat memasuki pekan suci pada tahun ini! Kita sedangmenuju puncak seluruh persiapan pada masa Prapaskah yang terpusat pada tigahari suci: Kamis, Jumat, dan Sabtu, dengan finalnya di hari Minggu kebangkitan.Permulaan pekan suci ditandai dengan perayaan Minggu Palma pada hari ini. Kitasemua berada di bawah bimbingan Kristus tersalib sehingga dari hari minggu inisampai hari Sabtu suci, fokus perayaan kita ialah peristiwa-peristiwa suciYesus Kristus dari memasuki kota Yerusalem sebagai raja Agung hingga harusmenanggung penderitaan salib yang sangat keji. Dengan memandang Yesus tersalib sambil mengikuti seluruhnarasi kisah sengsara-Nya dalam ibadat hari ini, kita mendapatkan bimbingandari Yesus tentang pengalaman sengsara-Nya. Ia berbicara sendiri dengan kita.Ada yang mengikuti dengan membaca dan mendengar kisah itu. Ada lain yangmungkin mengikuti secara online karena berhalangan mengikuti perayaan di gereja.Kisah itu menandakan ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa yang maha kuasa. Kitayang mengikuti-Nya dibawa masuk ke dalam misteri sengsara-Nya ini. Jika kitatidak ikut ambil bagian, berarti kita tidak bersama dengan Dia pada saat-Nyayang sangat dramatis ini.  Ia membuka pemahaman iman kita akan alasan dasarperutusan-Nya ke dalam dunia. Ia diutus Bapa ke dalam dunia dengan tugas utamayaitu melakukan kehendak Bapa melalui cara pengosongan diri-Nya. Konsekuensitindakan pengosongan diri itu ialah menjadi manusia bahkan yang paling hinademi mengangkat martabat manusia yang hina karena dosa dan pengaruh semangatduniawi. Ia lahir dalam keadaan paling hina, pelayanan publik-Nya dengankeberpihakan kepada yang hina dan kecil, dan dihukum mati dengan penghinaan kematianmelalui penyaliban diri-Nya. Bimbingan ini tidak sekedar mencerahkan pengetahuan imankita, tetapi juga membangun komitmen iman kita untuk menjadikan hidup kitamasing-masing sebagai perwujudan semangat pengosongan diri. Semangat ini perludiungkapkan secara nyata dalam perjuangan, persembahan diri, dan pengorbananuntuk menjawabi panggilan hidup kita masing-masing. Nabi Yesaya menasihatkankita bahwa dalam berkorban atas nama Tuhan dan demi kebaikan kita, kita tidakboleh malu dan takut dengan penderitaan yang kita alami, karena Tuhan bersamadengan kita. Yesus yang tersalib menjadi pegangan dan standar perjuangan ataupengorbanan kita. Standar ini sama sekali tidak mempermalukan atau merendahkankita sebagai pengikut-Nya, tetapi sungguh sebagai kekuatan kita. Siapa pun daripara pengikut Kristus yang mengalami penderitaan dalam tenang, sabar dankerelaan dalam nama Yesus Kristus, ia menghidupi semangat Yesus Kristus sangraja mulia yang menderita.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Sang Raja, kuatkanlah iman kami untukselalu mengakui-Mu sebagai Raja yang sejati, sehingga hidup kami selalubertujuan untuk melakukan kehendak Bapa. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra danRoh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-5 masa Prapaskah, 28 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 27, 2026 8:29


Dibawakan oleh Erlin dari Paroki Santo Yosef Pekerja Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Yehezkiel 37: 21-28; Mazmur tg: Yeremia 31: 10.11-12ab.13; Yohanes 11: 45-56.KESEPAKATAN Renungan kita pada hari ini bertema: Kesepakatan. Adacerita bahwa langit dan bumi suka ribut. Pertengkaran menjadi makanan merekatiap hari. Hal kecil, soal sepele, masalah sederhana saja, mereka langsungribut. Misalnya langit menurunkan terlalu banyak hujan, bumi protes. Sebaliknyabumi mengirim terlalu banyak uapnya ke atas, langit protes. Ada-ada saja merekaberdua selalu mendapatkan alasan untuk bertengkar. Tetapi pada saat dan kebutuhan tertentu, mereka berduasepakat untuk bekerja sama. Bila manusia ternyata merusak lingkungan alamnya,bumi sepakat dengan langit supaya ada hukuman yang pantas bagi manusia ialahtanah dan lingkungannya menjadi kering. Langit menahan air hujannya. Sebaliknyabila manusia sangat merawat bumi dan alam lingkungannya, bumi sepakat denganlangit supaya memberikan kesuburan dan kehangatan bagi kehidupan manusia dansegenap makhluk di bumi.  Suatu kesepakatan lahir dari kenyataan sisi-sisi ataupihak-pihak yang berbeda. Fungsi utamanya ialah supaya kesepakatan itu dipegangdan dijadikan dasar untuk suatu kerja sama, kolaborasi dan hidup bersama. Darisudut pandang iman kita, perbedaan posisi dan tujuan Tuhan dengan penguasakejahatan amatlah tajam. Kita memahami bahwa antara Tuhan dan Setan tidak bisabekerja sama. Tidak mungkin kita menemukan satu kesepakatan antara kedua belahpihak.  Karena Yesus Kristus dan perutusan-Nya, terciptalah satukesepakatan antara kehendak Tuhan dan keinginan Setan melalui para musuh Yesus,yaitu para ahli Taurat, kaum Farisi dan para imam besar. Allah telah menetapkanbahwa Yesus Kristus akan mati untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anakAllah yang tercerai-berai. Pandangan yang sama juga datang dari imam besarKayafas yang bernubuat bahwa Yesus dari Nazaret akan mati untuk mengumpulkandan mempersatukan anak-anak Israel yang tercerai-berai.  Kesepakatan ini harus terjadi, sehingga terjadilah YudasIskariot yang dirasuki Setan dapat menjalankan tugasnya. Kesepakatan mestidibuat supaya kita semua dapat merayakan peristiwa dari taman Getsemani menujuke Golgota hingga Yesus dimakamkan. Kehendak Bapa di surga mesti terwujud,namun untuk menjalankan kehendak itu, ada kesempatan bagi kejahatan, kekerasan,dan dosa ikut ambil bagiannya. Hal ini tentu saja berlaku bagi kita, olehkarena itu Yesus sudah menetapkan perjanjian, bahwa semua kesulitan dan penganiayaanakan datang menimpa setiap para pengikutnya. Ketika kita menjalankankehendak-Nya, godaan-kesulitan-penderitaan-penganiayaan ikut menyertai. Tuhanmelihat, mengizinkan dan menyetujui itu. Kesepakatan telah terjadi bagi kita. Marilahkita berdoa.  Dalam nama Bapa ... YaTuhan, semoga kami tetap mengikuti model Yesus Kristus dalam menghadapi segalapenderitaan hidup ini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalamnama Bapa ...

Renungan SeRoJa
Renungan SeRoJa, Prapaskah V 28 Maret 2026

Renungan SeRoJa

Play Episode Listen Later Mar 27, 2026 6:41


Renungan SeRoJa, Prapaskah V 28 Maret 2026

maret renungan prapaskah
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-5 masa Prapaskah, 27 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 26, 2026 8:54


Dibawakan oleh Lhora Wahyu Handita dari Paroki Santa Maria Assumpta Klaten di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yeremia 20: 10-13; Mazmur tg 18: 2-3a.3bc-4.5-6.7; Yohanes 10: 31-42.PERANG ROHANI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Perang Rohani.Panglima atau pemimpin perang ini ialah Tuhan di satu pihak dan Setan di pihaklain. Para malaikat dan orang kudus berada di pihak Tuhan yang menjalankantugasnya sebagai para prajurit, sedangkan di pihak sana ada para serdadu setan.Perang ini bukan untuk menghasilkan siapa yang menang dan kalah. Karena kalausoal kuat atau lemah, jelas Tuhan Allah jauh melampaui Setan.  Perang ini selalu ingin merebutkan kekayaan ciptaan Allahpaling utama, yaitu kita manusia. Kita adalah umat-Nya yang terkasih. Setiaporang dipanggil dan ditentukan akan menjadi apa kelak sejak di dalam kandunganibunya. Panggilan ini dilengkapi dengan pelayanan dan perutusan kita di dalamdunia. Tetapi Setan tidak peduli dengan semua keistimewaan itu. Ia justru irihati dengannya. Ia berambisi untuk membawa manusia ke dalam kerajaannya yanggelap. Ketika sudah merebutnya, Setan pasti menggunakan semua keistimewaanmanusia untuk memperkuat dan melestarikan kerajaannya. Nabi Yeremia terkenal dengan kepandaiannya dalammenyampaikan firman Allah. Namun ia sangat dibenci dan dimusuhi para lawannyayang adalah setan atau musuh Tuhan Allah. Perang rohani ini berpusat padakebenaran kebijaksanaan Allah yang nabi pertahankan dan ancaman pembinasaandirinya oleh para musuh yang membenci kebijaksanaan Allah. Perang ini terjadijuga antara Yesus dengan kaum farisi dan para ahli Taurat. Kebenaran yangdipertahankan ialah Yesus sebagai Putra Allah, utusan Bapa di surga, dan bersatudengan Bapa. Bagi para musuh, ini benar-benar penghujatan Allah. Mereka tidakrela kalau Allah yang maha tinggi disamakan dengan Yesus dari Nazareth yanghanya manusia biasa seperti mereka. Perang ini disebut rohani karena penuh dengan pertarunganargumen, pemikiran, keyakinan, dan prinsip iman. Ketika masing-masing pihakbertahan dengan pendiriannya, perpecahan atau pemisahan akan menjadi hasilakhirnya. Penguasa kegelapan yaitu Setan tetap berseberangan dengan penguasakebenaran yaitu Tuhan, dan perpecahan ini berlangsung sampai detik ini. Selamadunia masih ada, perpecahan tetap ada karena Setan tidak pernah berhentibekerja dengan semua strateginya untuk merebut manusia di dunia ini.  Kita masing-masing mengalami berhentinya perang ini ketikakematian datang menjemput. Proses setelah kematian kita ialah sebuah penentuanapakah kita akan menuju ke kerajaan Allah atau sebaliknya ke kerajaan Setan.Setelah kematian kita, tak ada lagi perang rohani. Yang ada ialah perjalanan ketujuan kita yang abadi. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, semoga kami senantiasakuat dalam setiap godaan dan tipu muslihat setan sehingga kami dapat selalusetia kepada-Mu. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

Renungan SeRoJa
Renungan SeRoJa, Prapaskah V 27 Maret 2026

Renungan SeRoJa

Play Episode Listen Later Mar 26, 2026 7:16


Renungan SeRoJa, Prapaskah V 27 Maret 2026

maret renungan prapaskah
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-5 masa Prapaskah, 26 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 25, 2026 9:07


Dibawakan oleh Fanny Hartono dari Paroki Gembala Yang Baik di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Kejadian 17: 3-9; Mazmur tg 105: 4-5.6-7.8-9; Yohanes 8: 51-59.MELIHAT DANBERSUKA CITA Renungan kita pada hari ini bertema: Melihat DanBersukacita. Perdebatan dan fitnah tentang identitas Yesus Kristus masihberlanjut. Hari ini penekanannya ialah pada sosok Abraham. Kitab Kejadianmenampilkan Abraham yang diartikan sebagai Bapak bagi sejumlah bangsa besar dibumi ini, mempunyai dua karakteristiknya. Sosok Abraham digambarkan sebagaiseorang pilihan Allah untuk mendiami wilayah yang asing baginya yang dikuasaibersama segala keturunannya. Ia diberkati untuk memiliki banyak sekali keturunan. Ciri lain pada Abraham ialah perjanjian Allah atasnya yangharus dijamin dengan iman dan ketaatan kepada Allah. Dasar iman ini tidak hanyamembuat dia sebagai bapak iman bagi banyak orang, tetapi juga menunjukkantujuannya dalam persekutuan yang bahagia bersama Tuhan selama-lamanya. Iniadalah gambaran Abraham yang spiritual. Karakteristik yang pertamamenggambarkan sisi kefanaannya sebagai manusia yang mengalami kematian didunia. Sedangkan karakteristik yang kedua menggambarkannya sebagai pilihan Allahyang mengalami hidup abadi atau selama-lamanya. Dua sisi profil Abraham ini dijelaskan secara lengkap olehYesus kepada para lawannya. Ditegaskan-Nya kepada mereka bahwa Abraham yangmerupakan manusia dunia ini setelah genap usianya untuk mati, ia tunduk kepadapanggilan alam ini. Sampai dengan batas pemahaman di sini, para lawan itusanggup untuk mengerti dan percaya akan Abraham yang fana. Demikian juga denganpara nabi, kematian pada dasarnya merupakan bagian dari kefanaan mereka.  Mata mereka sama sekali dikaburkan dan hati mereka sungguhtertutup, sehingga mereka tak bisa menangkap bahwa Yesus Kristus adalahkenyataan janji Allah kepada Abraham dan penubuatan para nabi. Sebenarnya Yesussedang menjelaskan bahwa karena Abraham punya aspek spiritual, ia sudah melihatYesus Kristus, Putra Allah. Abraham melihat dan bersuka cita karena janji Allahkepadanya terwujud dalam diri Yesus Kristus. Aspek spiritual inilah yang tidakdapat ditangkap oleh kaum Farisi dan para ahli Taurat. Yesus sedang mengajarkan kita tentang kekuatan rohani yangmerupakan karunia Roh Allah kepada setiap orang yang mengikuti-Nya. Dengankarunia ini, kita diberi jaminan untuk menikmati hidup ini melalui bagaimanakita melihat kemuliaan Allah yang hadir di dalam diri sendiri, sesama, danlingkungan sekitar. Pengalaman akan kemuliaan Allah itu menjadi dasar bagi kitauntuk bersuka cita dan bersyukur kepada Tuhan. Yang memperkuat suka cita iniialah aspek spiritual dari segala sesuatu di dalam hidup ini, karena di situTuhan sungguh hadir. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha murah, semoga kami selalu pekaakan kemuliaan-Mu yang hadir di dalam segala sesuatu, khususnya di dalam hidupkami sebagai pribadi dan bersama. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...

Renungan SeRoJa
Renungan SeRoJa, Prapaskah V 26 Maret 2026

Renungan SeRoJa

Play Episode Listen Later Mar 25, 2026 6:40


Renungan SeRoJa, Prapaskah V 26 Maret 2026

maret renungan prapaskah
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-5 masa Prapaskah, 25 Maret 2026, Hari Raya Kabar Suka Cita

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 24, 2026 8:02


Dibawakan oleh Christine Widyapraja dari Paroki Santo Gabriel di Keuskupan Bandung, Indonesia. Yesaya 7: 10-14; 8: 10; Mazmur tg 40: 7-8a.8b-9.10.11; Ibrani 10: 4-10; Lukas 1: 26-38.KABAR TERBESAR Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kabar Terbesar. Kitamenyadari, mengetahui dan mengikuti berita yang sedang mendunia saat initentang perang antara negara Iran melawan Amerika dan Israel. Berita inimungkin menjadi berita terbesar pada saat ini. Perang tersebut memberi dampakke seluruh dunia khususnya mengenai tinggihnya harga bahan bakar minyakmengingat Iran sebagai produsen minyak yang terpenting di dunia. Selain itu berita-beritabesar nasional menarik perhatian kita seperti bencana banjir yang melandasejumlah wilayah Indonesia yang membawa kerugian harta benda dan kehilangannyawa manusia.   Di dalam urusan rohani dan iman, berita terbesar bagi kitaialah kabar suka cita yang disampaikan oleh utusan surga, Malaikat Gabriel,kepada seorang perawan di Nazaret di Galilea yang bernama Maria. Kabar inidisebut sebagai berita terbesar karena mempunyai beberapa alasan penting ini:1) Gabriel sebagai salah satu malaikat agung yang menyampaikannya; 2) kabar itumengakhiri semua bentuk janji yang telah dibuat Tuhan dengan manusia sejakzaman Abraham; 3) isi kabarnya ialah akan hadir Putera Allah yang menjelmamenjadi manusia dengan nama Yesus Kristus; dan 4) kabar itu menandakan temabesar dalam sejarah keselamatan yang disebut inkarnasi.  Di dalam kitab nabi Yesaya, kabar terbesar itu sudahdiantisipasi dengan janji yang menggambarkan begitu persis tentang seorangperawan yang akan melahirkan seorang utusan Allah. Putra yang dilahirkan ituakan diberikan nama Emanuel, yang berarti Allah beserta kita. Janji ini menjadinyata dengan peristiwa perawan Maria yang menerima kabar dari surga melaluiMalaikat Gabriel. Tanggapan Maria atas kabar terbesar itu: “Aku ini adalahhamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu itu”, merupakan sebuahtanggapan terbesar, yang menjadi standar tanggapan iman semua pengikut Kristus.Kita semua sebagai anak-anak Bunda Maria menjadikan tanggapan iman ini sebagaikesanggupan kita untuk melakukan kehendak Allah sepanjang hidup kita. Perayaan kabar suka cita hari ini membuat kita percayabahwa berita terbesar di dalam hidup kita sehari-hari ialah tentang kedatanganatau kehadiran dan kebenaran. Berita yang ada di sekitar kita baik lisan,tulisan, maupun online tentang kehadiran, keberadaan, dan kedatangan diri kitasendiri atau sesama harus lebih diutamakan daripada berita tentangketidak-adaan. Berita tentang kebenaran yang berisi kebaikan, keadilan,kedamaian, suka cita, dan keselamatan harus lebih diperbesar dan disebarkan,daripada tentang kebohongan, kekerasan, kehilangan, permusuhan, perang, danterorisme. Berita terbesar bagi kita ialah tentang kebaikan dan kebenaran,bukan sebaliknya. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Tuhan maha besar, penuhilah diri kami dengankabar suka cita tentang kebenaran-Mu. Semoga Roh-Mu membantu kami untuk melawansemua berita palsu dan bohong. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-5 masa Prapaskah, 24 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 23, 2026 9:07


Dibawakan oleh Arthur J. Homeric dari Paroki Santo Yosef Pekerja, Gotong-gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Bilangan 21: 4-9; Mazmur tg 102: 2-3.16-18.19-20; Yohanes 8: 21-30.TIANG KEMULIAAN Renungan kita pada hari ini bertema: Tiang Kemuliaan.Tiang kayu palang atau lazimnya disebut salib, sebelum menjadi salib Yesusadalah sebuah tanda kehinaan luar biasa. Pribadi manusia yang dihukum di salibialah seorang penjahat yang paling rendah martabatnya. Tetapi ketika mulaidengan Yesus Kristus yang dihukum berat dengan targetnya ialah kematian-Nya disalib, makna salib itu berubah. Bagi para pengikut Kristus, salib adalah tandakemuliaan. Di samping itu, dalam pemahaman rohani salib dipandang sebagai tandakematian akan dosa, kejahatan dan kelemahan.  Salib sebagai sebuah tiang kemuliaan untuk Yesus Kristusmemiliki makna keselamatan.  Pada zamanMusa dan bangsa Israel mengembara di padang gurun, salib belum mereka kenal.Tiang palang itu baru menjadi populer ketika bangsa penjajah Romawimenjadikannya sebagai sarana untuk menghukum para penjahat kerajaan. Tetapisebagai tiang yang tertanam di tanah dan bermakna keselamatan, fungsi itu sudahdikenal oleh Musa dan bangsa terpilih. Menurut kitab Bilangan bab 21, ulartembaga yang ditaruh pada tiang menjadi tujuan pandangan orang-orang yangdipagut ular liar, dan mereka menjadi sembuh. Mereka tidak mati atau binasakarena ular, tetapi selamat dan pulih kembali. Sejak kayu palang ditaruh di pundak Yesus dalam kisahsengsara-Nya dan khususnya saat Ia bergantung hingga wafat di atasnya, maknakeselamatan yang ditampilkan oleh salib disempurnakan menjadi kemuliaan.Keselamatan itu sebagai sebuah pembebasan dari ikatan-ikatan yang menyiksa atauyang membawa derita. Dari keselamatan, seseorang dinaikkan ke tempat yangtinggi yaitu tempat Yesus Kristus bersama Bapa dan Roh Kudus berada. Di atassalib itu tubuh Yesus yang mati bergantung tetapi Roh-Nya bangkit dengan mulia,seperti yang dikatakan-Nya sendiri di dalam Injil tadi: “Apabila kamu telahmeninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia.”  Kita sedang menuju pada peringatan sengsara Yesus Kristusdari taman Getsemani ke bukit Golgota. Hal ini mengingatkan kita akanpengalaman penderitaan kita masing-masing atau orang lain di sekeliling kita.Yesus menderita sangat hebat dengan buktinya Ia bergantung pada salib, yangmengingatkan kita akan hebat dan parahnya penderitaan yang pernah kita alami.Roh dan jiwa kita tidak mesti terbelenggu oleh tubuh yang didera beratnya salibpenderitaan. Tubuh kita memang akhirnya mati dan hancur, tetapi roh dan jiwakita akan bertahan untuk melewati keselamatan dan sampai kepada kemuliaan.Mengikuti Yesus Kristus berarti kita harus melewati penderitaan tubuh kita,karena kita sudah dijanjikan hasil terbaiknya yang akan menyusul. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus yang mulia, semoga kami senantiasagembira dan suka cita dengan salib yang ada pada kami masing-masing. SalamMaria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

Renungan SeRoJa
Renungan SeRoJa, Prapaskah V, 24 Maret 2026

Renungan SeRoJa

Play Episode Listen Later Mar 23, 2026 6:11


Renungan SeRoJa, Prapaskah V, 24 Maret 2026

maret renungan prapaskah
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-5 masa Prapaskah, 23 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 23, 2026 7:40


Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. T.Daniel 13: 1-9.15-17.19-30.33-62; Mazmur tg 23: 1-3a.3b-4.5.6; Yohanes 8:1-11.KETIKA BATU DANKAYU MENOLAK Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ketika Batu danKayu Menolak. Yudi seorang remaja nakal dan bandel namun pintar. Kedua orangtuannya sudah kesekian kaliannya dipanggil oleh kepala sekolah dan guru kelasperihal sikap-sikap anaknya itu. Di rumah, Yudi sudah diberikan berbagai macamhukuman, dari teguran biasa sampai tamparan dan hukuman fisik lainnya. Diantara semua hukuman itu, yang paling Yudi hindari ialah pukulan ayahnya denganmemakai potongan kayu atau lemparan benda yang saat itu pas ada di tangannya. Di sini kecerdikan Yudi berfungsi untuk menyelamatkandirinya dari hukuman ayahnya. Kayu dan benda yang selalu ayahnya pakai untukmemukulnya, ia sembunyikan. Yudi lakukan itu khususnya pada waktu hendaksengaja berbuat nakal, ia lebih dahulu menyembunyikannya. Hasilnya, pada saatayah nekat akan menghukumnya, potongan kayu sudah tidak ada di tempatnya. Batudan barang-barang lain yang mudah untuk dipakai tidak ditemukan lagi. Sang ayahkemudian mengalah. Ia merasa seperti menjadi orang yang tidak kuat lagi.  Ia harus berpikir lagi, bahwa pada akhirnya “batu dan kayuatau benda menolak” untuk dipakai dalam menghukum anaknya. Ia harus menemukancara lain, yang pasti menurut ilmu pendidikan lebih efektif, ketika koreksi danperbaikan hendak dilakukan. Hal ini sangat menyinggung secara umum pendekatanrepresif atau kekerasan dalam cara kita menyelesaikan permasalahan di dalamhidup. Ilmu pendidikan, dan khususnya yang diajarkan oleh Santo Yohanes Bosco,dalam mengatasi masalah disiplin, kenakalan, kekacauan, adalah preventif ataupencegahan. Hari ini kita berjumpa dengan Yesus Kristus di tengahorang banyak yang selalu berseberangan paham dan keyakinan, yaitu kaum Farisidan para ahli Taurat. Mereka berhadapan dengan suatu masalah yaitu wanita yangkedapatan berbuat zinah, dan ini dianggap sebagai dosa amat berat. Sikaprepresif oleh hukum Yahudi menuntut supaya pendosa ini dihukum mati melaluimelemparinya dengan batu sampai mati. Yesus datang dengan pendekatan kasih,yaitu penyadaran dalam hal membuka kesadaran dan pengenalan diri. Pendekatan oleh Yesus berisi pengaktifan rasionalitas,kesadaran, refleksi, membukakan mata dan hati sebagai tahap pertama. Kemudianbegitu kesadaran dan pengetahuan diri sudah terbentuk, terutama tahu bahwa dirikita adalah pendosa dan butuh pembaharuan, Tuhan berkenan memberikanpengampunan. Proses itu yang dialami wanita pendosa yang dikisahkan di dalamInjil tadi. Kekuatan cinta kasih yang dibawa oleh Tuhan Yesus mampumenghilangkan penggunaan “batu, kayu atau benda lain” sebagai instrumen untukmenciptakan kebaikan, keadilan, dan damai. Kita harus mengikuti kekuatantersebut.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Yesus, semoga dengan semakin dekat pekansuci, kami semakin kuat dalam menyiapkan diri lahir dan batin. Salam Maria,penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

Digital Ministry GKP Bandung
Khotbah Kebaktian 2 Minggu Prapaskah V - GKP Bandung, 22 Mar 2026 pukul 09.30 - Pdt.Gumilar Kristianto

Digital Ministry GKP Bandung

Play Episode Listen Later Mar 22, 2026 20:48


Khotbah Kebaktian 2 Minggu Prapaskah VGKP Jemaat BandungMinggu, 22 Maret 2026 pukul 09.30 WIB Tema : "Bangkit Dari Kematian Bacaan Alkitab : Yohanes 11 : 33-44Pelayan Firman : Pdt. Gumilar Kristianto, M.Si.@GKP Bandung Maret 2026

Digital Ministry GKP Bandung
Khotbah Kebaktian 1 Minggu Prapaskah V GKP Jemaat Bandung Minggu, 22 Maret 2026 pukul 07.00 WIB

Digital Ministry GKP Bandung

Play Episode Listen Later Mar 22, 2026 23:32


Khotbah Kebaktian 1 Minggu Prapaskah VGKP Jemaat BandungMinggu, 22 Maret 2026 pukul 07.00 WIB Tema : "Bangkit Dari Kematian Bacaan Alkitab : Yohanes 11 : 33-44Pelayan Firman : Pdt. Gumilar Kristianto, M.Si.@GKP Bandung Maret 2026

Renungan SeRoJa
Renungan SeRoJa, Prapaskah V, 23 Marsg 2026

Renungan SeRoJa

Play Episode Listen Later Mar 22, 2026 6:09


Renungan SeRoJa, Prapaskah V, 23 Marsg 2026

renungan prapaskah
Renungan SeRoJa
Renungan SeRoJa, Minggu Prapaskah V, 22 Maret 2026

Renungan SeRoJa

Play Episode Listen Later Mar 21, 2026 11:27


Renungan SeRoJa, Minggu Prapaskah V, 22 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Sabtu dalam pekan ke-4 masa Prapaskah, 21 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 21, 2026 6:58


Dibawakan oleh Aloysius Arakian dan Nelky Kornelia Kana dari Paroki Santo Fransiskus Asisi Lamahora, Dekenal Lembata di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Yeremia 11: 18-20; Mazmur tg 7: 2-3.9bc-10.11-12; Yohanes 7: 40-53.TUHANMEMBERITAHU Renungan kita pada hari ini bertema: Tuhan Memberitahu. Didalam bacaan pertama hari ini, nabi Yeremia menyebut satu sikap yang pentingketika ancaman penganiayaan itu menghadang kita. Katanya bahwa Tuhan sudahmemberitahu kepada orang percaya, kalau penderitaan dan penganiayaan itu akantiba. Pengetahuan yang mendahului kejadian yang sesungguhnya sangat membantupembentukan sikap kita. Sikap menghindari, lari ketakutan, menyerah sebelumberjuang, menghadapi dengan keras, dan rela bertahan demi kebenaran, merupakansikap-sikap yang umumnya kita lakukan. Yeremia mempunyai panggilan khusus dari Tuhan, demikianjuga Yesus Kristus, yaitu mengemban misi yang dipercayakan Bapa kepada-Nya.Bersamaan dengan ini, Bapa di surga juga memberitahukan mereka bahwa demiterwujudnya perutusan yang dipercayakan itu, mereka akan melewati berbagairintangan, ancaman kekerasan, dan penganiayaan. Dalam aspek ini, kedua tokohkita ini ditampilkan kitab suci seperti domba sembelihan yang dibawa ke tempatpembantaian dan dikorbankan. Tuhan memberitahu mereka dengan amat jelas, sehinggabaik Yeremia maupun Yesus Kristus sudah siap secara mental dan rohani untukmenghadapinya. Hasil pemberitahuan dari Tuhan ini jelas menguntungkanpihak yang teraniaya, karena Tuhan akan menyertai mereka dan semuapenyelenggaraan sesuai dengan kehendak-Nya. Tetapi di pihak penganiaya justruterjadi kekacauan karena kemarahan, kebencian, dan kejahatan di dalam dirimereka yang syarat dengan kepentingan, sehingga membuat mereka terpecah-belah.Orang-orang Farisi dan para ahli Taurat tidak berada dalam kesepakatan tentangrencana jahat mereka. Hal ini cukup merepresentasikan kenyataan bahwa setiap bentukrencana dan tindakan jahat tidak akan pernah diwarnai keadaan nyaman atautenang, tetapi sebaliknya suasana batin dan jiwa yang kacau. Tuhan senantiasa memberitahu kita tentang apa yang bakalterjadi terkait dengan pilihan komitmen iman, panggilan, atau pelayanan kita.Ia memberitahukan kita dalam berbagai cara dan melalui aneka perantaraan.Dialah yang memilih dan memanggil kita, lalu mempercayakan kepada kitamasing-masing atau bersama jenis tanggung jawab dan pekerjaan. Itu juga berartiDialah yang menaruh di dalam kesadaran dan keyakinan kita bukan hanya tujuanyang kita capai, tetapi terlebih-lebih risiko yang bakal kita hadapi. Tidakmungkin tidak ada risiko atau efek samping dari setiap pekerjaan atau pelayanankita. Tapi karena kita sudah diterangi oleh iman tentang hal ini, kita dibuatuntuk melangkah ke depan dengan keyakinan bahwa Tuhan akan menyertai danmembimbing kita. Harapannya ialah pikiran, kata-kata, dan tindakan kita selaludi dalam terang Tuhan.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan yang bijaksana, terangilah selalulangkah hidup kami setiap saat. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

Renungan SeRoJa
Renungan SeRoJa, Prapaskah IV, 21 Maret 2026

Renungan SeRoJa

Play Episode Listen Later Mar 20, 2026 6:45


Renungan SeRoJa, Prapaskah IV, 21 Maret 2026

maret renungan prapaskah
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-4 Prapaskah, 20 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 19, 2026 8:50


Dibawakan oleh Markus Soge Purab dan Fidelia Bulu Niron dari Stasi Santo Petrus Waowala, Paroki Santo Bernardus Abbas Tokojaeng, di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Kebijaksanaan 2: 1a.12-22; Mazmur tg 34: 17-18.19-20.21.23; Yohanes 7: 1-2.10.25-30.SAATNYA TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Saatnya Tuhan.Tidak lama lagi, sekitar satu minggu ke depan, kita akan merayakan pekan suci.Peristiwa sengsara dan wafatnya Yesus Kristus merupakan pengalaman puncakpenderitaan-Nya. Antisipasi perayaan besar ini kita jumpai pada hari-hari  menjelangnya, termasuk pada hari ini. Bentukantisipasi itu ialah aneka kesulitan sebagai perlawanan terhadap Yesus. Ancamanterhadap diri-Nya benar-benar nyata, langsung, dan pasti. Ia berada di ambangpenganiayaan. Jauh sebelum pengalaman nyata Yesus Kristus itu, kitabKebijaksanaan telah menggambarkan penganiayaan ini. Katanya: Mari, kitamencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya sertamenguji kesabaran hatinya. Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati kejiterhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan (Keb 2,19-20). Injil Yohanes yang baru saja kita dengar memperkuat gambaran saatpenganiayaan itu dengan menyebut: orang-orang Farisi berusaha menangkap Yesustetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba (Yoh7,30). Saat-Nya yang belum tiba bergantung sepenuhnya padapenyelenggaraan Allah. Hari Kamis malam dan Jumat Agung belum tiba. Kita semuadan setiap orang tunduk pada ketentuan waktu yang belum tiba ini. Semuanyaharus menghormati aspek penting seperti apa berada dalam saatnya Tuhan YesusKristus. Meski gelombang amarah, iri hati, benci, dan kekerasan tampaknya takterbendung, mereka wajib menahan dirinya saja. Biarpun gelombang itu amat kuat,Tuhan belum mengizinkan saatnya tiba.  Seperti apa kita memaknai berada di ambang penganiayaanYesus Kristus? Pertama-tama kita memaknainya dengan seruan “Amin”. Kitamenerima kenyataan ini dan mengimaninya sebagai bentuk pemenuhan kehendak Bapadari pihak Yesus, dan sebagai isi iman kita. Di dalam doa “Aku Percaya” kitaungkapkan iman kita dengan menyebutkan: Yang menderita sengsara dalampemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, wafat, dan dimakamkan. Mengamini iniberarti juga kita menyanggupi ajaran dan undangan Tuhan untuk mengikuti Dia dalamsetiap saat penderitaan yang kita hadapi di dalam hidup kita.  Kita memaknai ini juga dengan tak gentar supaya kita tetapmempertahankan kebenaran dan kebaikan sebagai tanda kita mengambil bagian didalam Tuhan. Biasanya godaan bagi mereka yang berada dalam situasi ambangderita dan penganiayaan ialah takut atau menyerah dan tunduk kepada pihakpenganiaya. Ini yang tidak boleh dilakukan oleh pengikut Kristus yang autentik.Di ambang tersebut kita berani berseru: kerelaan ini adalah demi Tuhan YesusKristus. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Bapa di surga, kuatkanlah kami selalu khususnyaketika kami berada di tengah penderitaan dan penganiayaan, supaya kami tetapberpihak kepada-Mu saja. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

Renungan SeRoJa
Renungan SeRoJa, Prapaskah IV, 20 Maret 2026

Renungan SeRoJa

Play Episode Listen Later Mar 19, 2026 6:46


Renungan SeRoJa, Prapaskah IV, 20 Maret 2026

maret renungan prapaskah
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-4 masa Prapaskah, 19 Maret 2026, Hari Raya Santo Yosep, Suami Santa Perawan Maria

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 18, 2026 9:22


Dibawakan oleh Yohanes Sukardi dan Maria Saraswati Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. 2 Samuel 7: 4-5a.12-14a.16; Mazmur tg 89: 2-3.4-5.27.29; Roma 4: 13.16-18.22; Matius 1: 16.18-21.24a.YOSEF SI LELAKIPEMBERI SOLUSI Renungan kita pada hari ini bertema: Yosef Si LelakiPemberi Solusi. Kisah sejarah keselamatan yang disampaikan oleh kitab sucimemperlihatkan tokoh-tokoh besar yang punya pengaruh besar kepada kita. Tokohsehebat Abraham, seperti yang disampaikan bacaan kedua dari Surat Paulus kepadajemaat di Roma, adalah bapak bagi banyak bangsa atas dasar imannya. Tokohsekuat raja Daud, seperti yang disampaikan bacaan pertama dari kitab keduaSamuel, menduduki takhta pemerintahan yang disediakan Allah untuk diwariskan turun-temurunsupaya mewujudkan kehendak Allah akan datangnya Mesias. Tetapi pada masa kejayaan mereka, kedatangan Mesias masihsebatas janji dan nubuat para nabi. Pemahaman orang pada umumnya tentang sosokMesias ialah seorang pejuang, petarung, pembebas, dan penguasa umat manusia.Periode berganti periode dan tokoh berganti tokoh, diskusi tentang sosok Mesiassepertinya membenturkan kehendak Tuhan dengan pemahaman dan keyakinan manusiayang serba terbatas. Hal ini berlangsung terus sampai waktunya Tuhan tepatuntuk menandakan datangnya Mesias sesungguhnya, yaitu diawali dengan peristiwakabar suka cita dari surga kepada seorang perawan bersahaja yang bernama Mariadari Nazareth.  Mesias itu harus melepaskan semua keistimewaan yangmenurut anggapan umum bahwa ia seluruhnya berciri supernatural. Masalah yangpaling sensitif dan dapat menjadi skandal publik ialah perawan itu mengandungPutra Allah yang menjadi manusia, yang harus menjadi Mesias. Siapa yang bisamenjadi solusi, sebagai antisipasi tersebarnya skandal maha besar, sehinggaanak ajaib yang lahir nanti dinyatakan punya orang tua biologis? Tanpa memberiruang bagi orang-orang untuk berpolemik atau mempersoalkannya, Tuhan Allahsudah punya jawaban, yaitu seorang lelaki keturunan Daud yang tinggal diNazareth. Dia itu adalah Yosep, si tukang kayu, dijadikan suami Maria. Seorang yang sangat bersahaja, tulus, dan suci hatinya,Yosef dijadikan oleh Allah solusi bagi rencana keselamatan tentang datangnyasang Mesias, Yesus Kristus. Dengan demikian, keluarga Nazareth ini lengkapsebagai solusi yang ciri khasnya ialah kesahajaan, ketulusan, kerendahan hati,kerelaan, dan kesucian hati mereka. Perawan Maria menonjol karena samasederhana dan tulus seperti suaminya. Mereka bersatu dengan juru selamat YesusKristus yang menampilkan kebersamaan dan persekutuan sebagai solusi dari Allahbagi persoalan-persoalan yang menimpa pribadi, keluarga, Gereja, dan masyarakatkita. Hidup bersahaja dan yang tulus menjadi solusi atas gaya materialisme dankepalsuan. Persekutuan sebagai keluarga dan komunitas beriman menjadi solusiatas ancaman perpecahan dan disintegrasi.  Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, jadikanlah hati kami tulusdan suci seperti Santo Yosep supaya kami dapat melayani Dikau dan sesamakami  dengan lebih baik lagi. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

Renungan SeRoJa
Renungan SeRoJa, Prapaskah IV, 18 Maret 2026

Renungan SeRoJa

Play Episode Listen Later Mar 17, 2026 8:45


Renungan SeRoJa, Prapaskah IV, 18 Maret 2026

maret renungan prapaskah
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-4 masa Prapaskah, 18 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 17, 2026 9:04


Dibawakan oleh Petrus Kanisius Kebaowolo dan Elisabeth Welan dari Paroki Santo Agustinus Karawaci di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 49: 8-15; Mazmur tg 145: 8-9.13cd-14.17-18; Yohanes 5: 17-30.TUHAN SENANTIASA MENGINGAT KITA Tema renungan kita pada hari iniialah: Tuhan Senantiasa Mengingat Kita. Kitab Yesaya menggambarkan Allahsebagai Tuhan yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Tuhan menyatakan bahwa Ia akanmemulihkan umat-Nya, membangun kembali bumi, dan membawa harapan bagi merekayang merasa tertinggal atau terlupakan. Allah tidak hanya menciptakan dunia,tetapi juga terus merawat dan memperbaruinya. Ia mengikat perjanjian denganmanusia yang percaya kepada-Nya, sebuah janji bahwa kehidupan akan dipulihkandan masa depan akan dipenuhi harapan. Perjanjian Allah dengan manusia mencapai puncaknyadalam kedatangan Yesus Kristus ke dunia. Yesus datang bukan hanya sebagai guruatau nabi, tetapi sebagai tanda nyata kasih Allah bagi manusia. Melalui hidupdan karya-Nya, Yesus mengajarkan kebenaran Allah di hadapan banyak orang. Iamewartakan kasih, pengampunan, dan keselamatan bagi semua orang. Namun,kebenaran yang Ia bawa tidak selalu diterima dengan baik oleh semua orang. Dalam Injil hari ini diceritakan bahwa orang-orangFarisi sering menentang Yesus. Mereka menuduh-Nya melanggar aturan Sabat danbahkan menuduh-Nya menghujat karena mengatakan bahwa diri-Nya satu denganAllah. Bagi mereka, ajaran Yesus dianggap mengganggu tatanan yang telah merekapegang. Penolakan ini akhirnya membawa Yesus pada penderitaan yang besar. Iadihukum mati dan wafat di salib.Namun salib bukanlah tanda bahwa Allah meninggalkanmanusia. Justru di sanalah kasih Allah dinyatakan dengan paling jelas. MeskipunYesus mengalami penderitaan dan kematian, Allah tidak pernah melupakanumat-Nya. Kebangkitan Yesus menjadi tanda bahwa kasih Allah lebih kuat daripadakematian. Janji Yesus tetap berlaku: Ia akan menyertai kita sampai akhir zaman. Sering kali kita juga merasa seperti bangsa Israel yangberkata, “Tuhan telah meninggalkan dan melupakan aku.” Tetapi Tuhan menjawabdengan sangat lembut: seorang ibu mungkin bisa melupakan anaknya, tetapi Tuhantidak akan pernah melupakan kita. Kasih Allah jauh lebih setia daripada segalasesuatu di dunia ini. Ada seorang anak kecil pernah tersesat di pasar yangramai. Ia menangis karena merasa sendirian dan takut ditinggalkan. Tetapisebenarnya ibunya terus mencarinya di antara kerumunan orang. Ketika akhirnyasang ibu menemukan anak itu dan memeluknya, si anak baru menyadari bahwa iatidak pernah benar-benar ditinggalkan. Demikian pula dalam hidup kita. Kadangkita merasa Tuhan jauh atau tidak peduli, tetapi sesungguhnya Tuhan selalumencari, menjaga, dan mengingat kita. Dalam setiap keadaan, Tuhan tetap setia kepadajanji-Nya untuk menyertai kita. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah yang mahakuasa, jauhkanlah kami dari segala tipu daya si jahatyang mengancam dan membawa kami jauh dari Tuhan Yesus Kristus, Juruselamatkami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus … Dalam nama Bapa …

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-4 masa Prapaskah, 17 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 16, 2026 9:22


Dibawakan oleh Kris Waleng dan Welin Duan dari Paroki Santo Fransiskus Xaverius Tanjung Priok di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yehezkiel 47: 1-9.12; Mazmur tg 46: 2-3.5-6.8-9; Yohanes 5: 1-3a.5-16.AIR KESELAMATAN Renungan kita pada hari ini bertema: Air Keselamatan.Banyak sekali manfaat air bagi kita manusia dan dunia. Dari semuakemanfaatannya itu, yang disebutkan dengan istilah “air keselamatan” merupakansuatu ungkapan yang abstrak. Sebutan “air suci”, atau “air bersih”, atau “airmineral” merupakan ungkapan konkret dan langsung kita pahami. Misalnya “airbaptis”, wujud air adalah tanda yang dipakai untuk menandakan Yesus yangmenggunakan air untuk membaptis. Jadi istilah “air keselamatan” tetap berwujud sebagai airsecara fisik yang menjadi tanda bagi Tuhan untuk melakukan tindakan keselamatanatas manusia yang ditolong-Nya. Kitab suci menyajikan banyak peristiwakeselamatan atau pembebasan melalui air, misalnya penyeberangan laut merah olehorang Israel ketika melepaskan diri mereka dari perbudakan Mesir. Kedua bacaanpada hari ini juga menggambarkan air sebagai sarana keselamatan. Nabi Yehezkiel berkisah tentang penglihatan akan air yangmengalir di dalam bait suci. Ke mana saja ia mengalir, semua yang terkenaalirannya dan daerah sentuhannya menjadi hidup. Ini menyiratkan bahwa ketikatidak ada atau belum tersentuh air, kehidupan yang ada di sana mengalamikesulitan atau bahkan kematian. Di kolam Betesda, airnya sangat instrumentaluntuk kesembuhan orang-orang sakit. Mereka bergegas mendekat dan disentuh airketika ia mulai guncang, mereka akan sembuh. Dari kedua gambaran peristiwa inikita melihat bahwa air sebagai instrumen adalah sebuah tanda fisik yang nyata.Kuasa Allah untuk menyembuhkan dan menyelamatkan tampaknya tersembunyi. Namun di kolam Betesda, misteri yang tersembunyi itumembuka dirinya. Orang sakit yang sudah menderita selama tiga puluh delapantahun itu disentuh langsung oleh Tuhan yang sebenarnya hadir dan berkuasa dibalik air tersebut. Ia sembuh seketika. Air keselamatan yang ditampilkan olehkedua bacaan hari ini mengajarkan kita betapa pentingnya aspek tanda fisik danmaknanya air bagi kita. Untuk kelangsungan hidup kita di dunia ini, wujud fisikair jelas sangatlah penting. Tak ada air kita bakal mati seperti lahan tandusdan kering. Makna di balik kenyataan fisik ini ialah keseimbangan alam yangteratur sudah disediakan oleh Tuhan untuk kebaikan dan keselamatan umatmanusia.  Air dalam sakramen baptis dan sebagai unsur sakramentaldalam kebiasaan penghayatan iman Gereja, terlihat fisiknya sebagai air bersihdan sehat yang dikhususkan untuk pelayanan rohani di dalam Gereja. Makna dibalik air pilihan ini ialah Tuhan sendiri yang bekerja melaluipelayan-pelayan-Nya untuk menyelamatkan, menyembuhkan, dan menguduskanumat-Nya. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha murah, jadikanlah kami sepertiair yang memberikan kesejukan, ketenangan, dan kesembuhan bagi diri kamisendiri yang memerlukan kesembuhan jasmani-rohani, dan bagi sesama kami yangsaat ini sedang menderita sakit. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam namaBapa ...

Renungan SeRoJa
Renungan SeRoJa, Prapaskah IV, 17 Maret 2026

Renungan SeRoJa

Play Episode Listen Later Mar 16, 2026 6:46


Renungan SeRoJa, Prapaskah IV, 17 Maret 2026

maret renungan prapaskah
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-4 masa Prapaskah, 16 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 15, 2026 9:26


Dibawakan oleh Suster Wilhelmina OSA dari Komunitas Suster OSA, Paroki Santo Yusuf Karang Pilang, di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Yesaya 65: 17-21; Mazmur tg 30: 2.4.5-6.11-12a.13b; Yohanes 4: 43-54.MENDAPATKANJAWABAN Renungan kita pada hari ini bertema: Mendapatkan Jawaban.Kita selalu puas, tenang, dan aman ketika pertanyaan atau pencarian kitamendapatkan jawabannya. Kita tentu belum merasa aman dan tenang kalau kitabelum mendapatkan jawabannya. Kesepakatan merupakan jawaban dari diskusi untukmenyamakan perbedaan persepsi. Konsep merupakan jawaban dari keterkaitanbermacam-macam argumen. Sistem adalah hasil dari pengintegrasian elemen-elemenyang berbeda. Metode adalah buah dari proses percobaan dan analisa variabel-variabelyang berbeda-beda. Sebagai para pengikut Kristus, iman adalah jawaban atasproses mengenal dan menyanggupi panggilan Tuhan kepada setiap pribadi manusia.Dengan mencapai dan memiliki iman, seseorang dipandang mempunyai hak dankewajiban sebagai pengikut Kristus yang sesungguhnya. Pintu masuk memiliki imanini ialah pembaptisan yang mencirikan seseorang itu percaya akan Yesus Kristussebagai Putera Allah yang hidup bersama Bapa dalam persekutuan dengan RohKudus. Hak-hak seorang beriman antara lain yang paling mendasarialah berpartisipasi di dalam Yesus Kristus dengan martabat sebagai saudaraatau saudari Kristus atau sebutan spesial sebagai putra atau putri Allah. Darihak dasar ini tumbuh kesadaran dan penguatan identitas Kristiani dengan prosespembentukan menurut panggilan atas setiap pribadi pengikut Kristus. Putra dan putriAllah terpanggil dalam profesi seperti guru, abdi negara, teknisi, pengusaha,petani, atau politisi. Putra dan putri Allah juga terpanggil dalam pelayananumat Allah sebagai imam, biarawan, biarawati, dan perkawinan suami-istri. Kewajiban sebagai pengikut Kristus yang sangat mendasarialah menjadi tanda kehadiran Kristus, terang, dan kebenaran-Nya di dalamdunia. Istilah yang sering dipakai ialah menjadi saksi-saksi Kristus yang hidupmelalui perkataan dan perbuatan Kristiani yang menggarami dan menerangi duniaini. Martabat putra dan putri Allah dengan panggilan-panggilan yang melekatpada setiap orang, akan menjadi efektif jika ia menjalankan kewajibannya secarabertanggung jawab. Jadi iman merupakan fondasi atau dasar untuk berdiri danberfungsinya sebuah kehidupan Kristen yang menghayati cinta kasih Kristus danberpengharapan untuk hidup di dalam langit dan bumi yang baru, yaitu kerajaansurga, seperti kata kitab nabi Yesaya dalam bacaan pertama. Pejabat istanamendapatkan jawaban dalam iman, setelah mujisat yang terjadi di dalamkeluarganya. Iman itu mengantar seluruh keluarga kepada Tuhan. Merekamenahbiskan diri mereka menjadi bagian dari Yesus Kristus dengan mempunyai hakdan kewajiban sebagai pengikut seturut standar dan kondisi pada waktu itu. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, terima kasih atas rahmatpanggilan dari-Mu kepada kami dan semoga kami selalu membaharui iman kamikepada-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

Renungan SeRoJa
Renungan SeRoJa, Prapaskah IV, 16 Maret 2026

Renungan SeRoJa

Play Episode Listen Later Mar 15, 2026 6:19


Renungan SeRoJa, Prapaskah IV, 16 Maret 2026

maret renungan prapaskah
Digital Ministry GKP Bandung
Babakti 1 Minggu Prapaskah IV Pdt. Em. Krisna L. Suryadi, STh., PC. "Padamelan Allah Dinyatakeun"

Digital Ministry GKP Bandung

Play Episode Listen Later Mar 15, 2026 0:59


Babakti 1 Minggu Prapaskah IVGKP Jamaah BandungMinggu, 15 Februari 2026 tabuh 07.00 WIB Jejer : "Padamelan Allah Dinyatakeun" Aosan Alkitab : Yohanes 9 : 1-41Panglayan Firman : Pdt. Em. Krisna L. Suryadi, STh., PC.@GKP Bandung Maret 2026

Digital Ministry GKP Bandung
Kebaktian 2 Minggu Prapaskah IV - GKP Bandung, 15 Mar 2026 pukul 09.30 - Pdt.Em.Krisna Suryadi

Digital Ministry GKP Bandung

Play Episode Listen Later Mar 15, 2026 34:31


Kebaktian 2 Minggu Prapaskah IVGKP Jemaat BandungMinggu, 15 Maret 2026 pukul 09.30 WIB Tema : "Pekerjaan Allah Dinyatakan" Bacaan Alkitab : Yohanes 9 : 1-41Pelayan Firman : Pdt. Em. Krisna L. Suryadi, STh., PC.@GKP Bandung Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Prapaskah ke-4, 15 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 14, 2026 12:38


Dibawakan oleh Hendrina Linong dan Priscilla Victory Langouran dari Paroki Santo Damian Bengkong - Batam di Keuskupan Pangkal Pinang, Indonesia. 1 Samuel 16: 1b.6-7.10-13a; Mazmur tg 23: 1-3a.3b-4.5.6; Efesus 5: 8-14; Yohanes 9: 1-41.MELIHATKEMULIAAN ALLAH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Melihat KemuliaanAllah. Seorang anak yang adalah murd SD kelas satu mengikuti Misa Kudus bersamakedua orang tuanya. Sebelum Misa dimulai, ia bertanya kepada orang tuanya,"Bapa, di dalam sini, di mana saya bisa melihat Tuhan Allah?" Bapakdan Ibunya bingung untuk menjawab anaknya.  Bapaknya tidak kehabisan akal. Kemudian ia memelukanaknya, lalu menunjuk ke bagian atas altar dekat dengan atap gereja.Jendela-jendela kaca yang dilapisi gambar-gambar kudus yang berwarna-warni,saat ditembusi cahaya matahari, memancarkan terangnya ke dalam gereja.Tampaknya sangat indah dan memberikan kesan keagungan dan kesucian. "Itumenggambarkan ada Tuhan Allah." Anak itu mengerti dan tidak bertanya-tanyalagi. Kehadiran Tuhan Allah mengharuskan kita untuk melihat-Nya.Tuhan tentu saja tidak senang dan kecewa jika kita tidak dapat mengenalnyamelalui indra kita dan iman kita untuk mengakui-Nya. Apa jadinya kalau kitatidak dilihat dan dikenal? Kita pasti kecewa, marah dan sakit hati. Oleh karenaitu di dalam hubungannya dengan manusia sepanjang sejarah keselamatan, Tuhanselalu memberikan perintah dengan berkata: Lihatlah atau dengarkanlah. Kita diperintahkan untuk melihat kemuliaan Tuhan yanghadir di dalam diri kita dan di sekeliling kita. Tuhan memberikan kemampuanmelihat kepada kita, secara umum ada dua. Yang paling mudah kita lakukan ialahdengan menggunakan indra mata, kita dapat melihat semua yang ada pada kita dandi sekeliling kita. Mata tubuh yang buta pasti membatasi kita untuk melihatsemua keindahan dan kemuliaan Tuhan yang seharusnya kita lihat dan kagumi. BilaAnda mengalami gangguan pada mata tubuh, usahakanlah penyembuhan danpemulihannya, karena dengan begitu Anda menjalankan kehendak Tuhan. Yang lebih sulit untuk dilakukan ialah menggunakan mataiman atau mata hati kita. Kemampuan melihat ini sangat didukung oleh sebuahkematangan rohani, yaitu kemampuan melihat dalam terang Ilahi. Dengan iman yangkita miliki dan hidupi, kita sebenarnya memiliki kemampuan melihat seperti yangdilihat oleh Tuhan. Nabi Samuel, pada waktu memilih Daud dari antarasaudara-saudaranya yang lebih tua, sesungguhnya mengajarkan kita supaya kitaharus memakai cara melihat dari hati dan mendapatkan maknanya di dalam hati.  Kita perlu membiasakan diri kita untuk hidup selalusebagai anak-anak terang, yaitu dalam bimbingan Sabda Tuhan dan bersemangat didalam kasih-Nya. Dengan demikian, mata tubuh kita dan mata hati kita dapatmembantu kita untuk menerima, mengakui dan menyukuri kemuliaan Tuhan dalamhidup kita. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semoga dengan perayaan hari Mingguini kami semakin bersemangat dalam menyiapkan hari raya Paskah yang sebentarlagi kami merayakannya. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

Renungan SeRoJa
Renungan SeRoJa, Minggu Prapaskah IV, 15 Maret 2026

Renungan SeRoJa

Play Episode Listen Later Mar 14, 2026 7:11


Renungan SeRoJa, Minggu Prapaskah IV, 15 Maret 2026

Renungan SeRoJa
Renungan SeRoJa, Prapaskah III. 14 Maret 2026

Renungan SeRoJa

Play Episode Listen Later Mar 13, 2026 3:45


Renungan SeRoJa, Prapaskah III. 14 Maret 2026

maret renungan prapaskah
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-3 masa Prapaskah, 14 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 13, 2026 7:29


Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Komunitas Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Hosea 6: 1-6; Mazmur tg 51: 3-4.18-19.20-21ab; Lukas 18: 9-14.TUHAN BERKENANYANG RENDAH HATI Renungan kita pada hari ini bertema: Tuhan Berkenan YangRendah Hati. Sikap rendah hati ialah sebuah pegangan kebenaran tentangpandangan terhadap diri sendiri yang tidak lengkap atau sempurna, sehinggasangat memerlukan pihak lain untuk melengkapi. Sesama kita selalu berperanmelengkapinya. Bagi orang beriman, pihak lain yang menjadi sumber semuapertolongan ialah Tuhan.   Tuhan tahu betul anak-anak-Nya yang rendah hati dansombong atau angkuh. Mereka yang rendah hati Ia lengkapi dengan berkat karuniauntuk menutupi dan melengkapi yang kurang pada mereka. Mereka yang tinggi hatidan sombong atau angkuh jelas tidak memerlukan lagi sesuatu untuk melengkapidirinya. Mereka sudah penuh dan memadai, sehingga yang diperlukan hanya pujian,hormat, ketenaran, kemasyhuran, dan nama baik yang mentereng.  Penampilan dan penghayatan kerendahan hati yang berlawanandengan kesombongan dapat dilihat dalam berbagai sisi kehidupan. Pembicaraanyang menggunakan bahasa dan pilihan kata-kata sudah cukup menandakan siapa yangrendah hati dan siapa yang sombong. Bahasa tubuh yang kita pakai, berpakaian,makanan atau minuman yang kita konsumsi, dan pergaulan di antara sesamamerupakan contoh-contoh yang sangat nyata memperlihatkan seseorang itu tulusbersikap rendah hati atau sebaliknya tampak sombong. Bacaan liturgi kita pada hari ini menggambarkan aspek doaatau ungkapan iman kita. Di dalam berdoa dan berada di hadirat Tuhan seseorangdapat dipandang bersikap rendah hati atau sebaliknya sombong. Injil Lukasmenampilkan profil kerendahan hati itu pada si pemungut cukai yang merasa punyahubungan dengan Tuhan. Tetapi hubungan itu sungguh telah rusak olehdosa-dosanya sehingga isi doanya ialah merasa bersalah, menyesali, mengakuidosanya, dan memohon ampun. Di dalam kerendahan hatinya, ia tahu Tuhan yang maharahim berkenan mendengar, menerima, dan mengampuninya. Sebaliknya, profil kesombongan itu ada pada seorang Farisiyang tahu kalau ia punya hubungan dengan Tuhan, namun hubungan itu sepertiorang-orang sebaya. Mereka seperti satu tingkat, yaitu sama-sama baik, indah,dan sempurna. Seperti orang sebaya, orang Farisi itu ungkapkan semuakualitasnya dengan niat supaya dipuji dan dihormati oleh Tuhan yang dianggapnyasetingkat dengannya. Yesus mengatakan bahwa sikap sombong seperti ini jelastidak berkenan kepada Tuhan dan tidak mendapatkan belas kasih-Nya. Kunci untuk menjadi rendah hati ialah seperti yangdikatakan oleh nubuat nabi Hosea: doa dan persembahan kita harus berupa cintayang tulus kepada Tuhan, dan bukan cinta diri yang berlebihan.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Allah maha kuasa, buatlah kami selalurendah hati di dalam kata dan perbuatan kami tiap hari. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...

Renungan SeRoJa
Renungan SeRoJa, Prapaskah III, 13 Maret 2026

Renungan SeRoJa

Play Episode Listen Later Mar 12, 2026 4:54


Renungan SeRoJa, Prapaskah III, 13 Maret 2026

maret renungan prapaskah
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-3 masa Prapaskah, 13 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 12, 2026 7:58


Dibawakan oleh Ludgardis Nona Lembata dan Daniel Nama dari Paroki Santo Bernardus Abbas Tokojaeng di Keuskupan Larantuka, NTT, Indonesia. Hosea 14: 2-10; Mazmur tg 81: 6c-8a.8bc-9.10-11ab.14.17; Markus 12: 28b-34.MENGASIHI DENGANSEGENAP HATI Renungan kita pada hari ini bertema: Mengasihi DenganSegenap Hati. Tuhan sebagai maha kuasa dan maha tinggi tidak bisa digambarkandalam perkataan dan tindakan-Nya hanya sebagian, setengah, atau beberapa saja.Itu sama saja dengan menganggap Dia tidak mampu atau menurunkan kekuatan-Nya.Ia selalu dan tetap dipandang berkata dalam kepenuhan dan berbuat dalamkeseluruhan. Tuhan mencintai seorang bayi dengan cinta-Nya penuh, demikian jugakepada seorang kakek berusia 90 tahun. Itu berarti di dalam Tuhan tidak adayang namanya mengasihi sedikit, sebagian atau setengah saja. Sebaliknya Iamengasihi dengan segenap hati. Ia mengasihi dengan penuh dan total. Tuhan adalah pemilik cinta kasih dengan segenap hati. Didalam kepenuhan ini terdapat kuasa-Nya untuk mengampuni bukan dengan cicilantiap minggu atau tiap bulan atas dosa-dosa manusia. Ia mengampuni satu kalisecara penuh. Jika manusia kembali berbuat dosa, Ia juga mengampuni satu kalilagi secara penuh. Nubuat nabi Hosea dalam bacaan pertama menggambarkan TuhanAllah dalam kuasa-Nya untuk mengampuni, kemudian memulihkan umat-Nya secaratotal. Sebagai pemilik belas kasih dan kerahiman, Ia mencurahkan kita rahmatsupaya kita ikut mengampuni seperti Dia. Jika kita kekurangan semangat untukmengasihi dengan segenap hati, kita temukan jalan untuk datang kepada-Nyasupaya diperkuat lagi dengan kemampuan mencintai sepenuhnya. Tuhan yang pertama mengasihi kita dengan segenap hati.Melalui berbagai pengalaman dikasihi itu, kita belajar untuk mengasihi sepertidiri-Nya. Yesus melakukan pelayanan publik di sekitar Galilea dan banyak daerahdi sekitarnya dengan pusat ajaran-Nya ialah cinta kasih. Di mana-mana terdapatorang kagum dan menjadi tertarik dengan-Nya. Seorang ahli Taurat pun merasakanada panggilan untuk mencari Yesus agar mendapatkan pencerahan tentang kebenaranbelas kasih Allah. Ia ternyata dapat menemukan orang yang benar dan tepat,yaitu Yesus Kristus.  Dari Yesus kita peroleh hukum cinta kasih yang utuh. Kitamengasihi Bapa dalam dan melalui Dia. Kalau orang mengenal, mengerti, danmengasihi Allah di surga tanpa melalui Yesus Kristus, berarti pembenaranKristiani dalam diri mereka pantas dipertanyakan. Kita juga mengasihi sesamasebagai penghayatan ajaran dan teladan-Nya yang berkorban demi kebaikan dankeselamatan umat manusia. Ajaran-Nya di dalam kitab suci yang terkenal dengan“Kotbah di Bukit” dan “Sabda Bahagia” menunjukkan betapa Yesus sudah mempersiapkansecara penuh perincian tindakan kita dalam mengasihi sesama. Hukum mengasihi dengan segenap hati bukan sekedardikaruniai atau ditaruh di dalam diri setiap manusia, tetapi terlebih-lebihdipelajari, dilatih, dan dimatangkan dari waktu-waktu supaya dapat menyerupaiKristus sendiri. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, buatlah diri kamimengasihi Dikau dan sesama kami dengan segenap hati. Kemuliaan kepada Bapa danPutra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

Renungan SeRoJa
Renungan SeRoJa, Prapaskah III, 11 Maret 2026

Renungan SeRoJa

Play Episode Listen Later Mar 11, 2026 4:26


Renungan SeRoJa, Prapaskah III, 11 Maret 2026

maret renungan prapaskah
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-3 masa Prapaskah, 12 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 11, 2026 8:03


Dibawakan oleh Yohanes Keluli Witak dari Stasi Santa Maria Perantara Rahmat Atawatung, Paroki Santo Bernardus Abbas Tokojaeng di Keuskupan Larantuka, NTT, Indonesia. Yeremia 7: 23-28; Mazmur tg 95: 1-2.6-7.8-9; Lukas 11: 14-23.TUHAN MENETAPKAN BATAS Renungan kita pada hari inibertema: Tuhan Menetapkan Batas. “Apakah Tuhan Allah memiliki batas?” tanyaseorang remaja kepada Pastor Parokinya. Jawab sang Pastor, “Ya, Tuhanmenetapkan batas-batas tertentu, ketika sejak manusia pertama, syaratsyaratditetapkan supaya manusia yang memiliki kebebasan itu harus bertanggung jawabatas kepercayaan yang Tuhan berikan. “Terus kenapa Tuhan dikatakan jugaselama-lamanya”? sangga remaja itu. Pastor lebih mendekatinya dan menjelaskan. “Jadi bagi Tuhan sendiri, Iatidak terbatas dalam kehendak, kemurahan, dan keberadaannya. Ia kekal dan tidakterikat oleh tempat dan waktu. Tetapi dalam memberikan ajaran dan perintahkepada manusia, Tuhan menetapkan batas-batas. Maka kita memiliki sejumlah batasberupa perintah-perintah-Nya seperti: jangan berbohong, jangan mencuri, janganberbuat cabul, jangan malas, dan seterusnya.”  Setelah ia pahami penjelasanPastor dan kembali ke rumahnya, ia mulai menulis sejumlah perintah Tuhan yangharus diikutinya dalam bertingkah laku. Karena ia sering lupa akan tugas-tugasutamanya, ia menetapkan batas-batas keinginannya, yaitu bermain hp satu jam disore hari dan satu jam lagi di malam hari. Waktu yang lain ia pakai untukkerjakan apa yang diminta orang tuanya dan belajar mengulangi pelajaran sertamengerjakan tugas-tugas dari sekolah. Di dalam masa Pra Paskah ini,remaja tadi memiliki beberapa daftar berupa batas-batas yang mengontrolnya didalam bertingkah laku. Ia benar-benar mengikuti arahan dan nasihat dari PastorParoki dan orang tuanya. Secara umum kita sebagai pengikut Kristus dan anggotaGereja, Tuhan Allah menetapkan batas-batas umum untuk kita ikuti dan patuhi.Batas-batas umum tersebut berlaku bagi semua orang, setiap tempat dan segalazaman. Pada hari ini, melalui inspirasibacaan-bacaan liturgis, kita diingatkan tentang diri kita pribadi dan sebagaikomunitas umat yang beriman kepada Kristus, yang membentuk Gereja yang satu dankudus, sebagai orang-orang-Nya Yesus Kristus. Kita adalah bagian dari Yesus danbukan Setan. Identitas kita sebagai orang Kristen, yaitu orang-orang-NyaKristus merupakan batas umum yang kita jaga, banggakan dan pelihara. Dua seruan yang penting bagikita untuk hari ini ialah: kita menjaga batas ini dengan menjadi bangsa ataukomunitas orang-orang yang selalu mendengarkan Tuhan. Keras kepala, keras hati,dan memilih jalan sendiri, sangat bertentangan dengan identitas itu.Berikutnya, identitas ini kita pelihara dengan tetap selamanya bersama YesusKritstus, sebab Ia sendiri menegaskan bahwa tidak bersama Dia berarti menjadimusuh-nya Dia.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus, terimakasih atas rahmat persekutuan yang menyatukan kami. Kemuliaan kepada Bapa danPutra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-3 masa Prapaskah, 11 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 10, 2026 9:52


Dibawakan oleh Maria Letek dan Benediktus Laga dari Paroki Santo Yosef Boto di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Ulangan 4: 1.5-9; Mazmur tg 147: 12-13.15-16.19-20; Matius 5: 17-19.LAKUKAN APA YANGDIAJARKAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Lakukan Apa YangDiajarkan. Kodrat manusia menurut Allah Pencipta, yang membuat kita lebihunggul dibandingkan makhluk hidup yang lain ialah karena kita memiliki akalbudi dan kebebasan. Penggunaan kedua elemen kodrati ini dipercayakan Tuhansecara penuh kepada kita. Hasilnya selalu ada dua macam, yaitu manusia memilihuntuk memenuhi kemauannya sendiri yang pasti mengakibatkan dosa danpenderitaan, atau memilih untuk mengikuti ajaran dan hukum Tuhan. Untuk pilihan yang kedua, akal budi dan kebebasan kitamengenal batasnya ketika mereka harus berkolaborasi dengan kehendak Tuhan.Manusia sepintar apa pun, ia akhirnya menyadari kalau kepandaian Tuhan melebihdirinya. Demikian juga sebebasnya dia untuk berkata atau berbuat apa saja,akhirnya diakui juga bahwa Tuhan lebih berkuasa dari pada dirinya. Sampai padabatas ini, sebenarnya iman yang berperan untuk menjelaskan kebesaran dankemahakuasaan Allah untuk dapat diterima oleh akal budi dan kebebasan kita. Pada hari ini, kita belajar bagaimana dengan kepandaiandan kebebasan itu, kita melakukan apa yang diajarkan oleh Tuhan. Tujuannyaialah supaya kemampuan kodrati kita dapat berkolaborasi dengan penyelenggaraanTuhan. Bacaan pertama dari kitab Ulangan menguraikan tentang ajaran ketetapandan peraturan. Musa meminta umat Allah untuk selalu menaati dan setia pada apayang ditetapkan oleh Tuhan dan yang menjadi aturannya.  Ketaatan dan kesetiaan ini tidak mengurangi akal budi dankebebasan kita, tetapi mendapatkan nilai plus yaitu kebijaksanaan Ilahi. Fungsiakal budi untuk ini ialah mengingat, memahami, dan membahasakan apa yang Tuhanajarkan secara benar dan tepat. Fungsi kebebasan ialah untuk menyebarkankebenaran supaya dapat menguasai dan mengarahkan kehidupan ini di dalam jalanTuhan untuk sampai kepada Tuhan sendiri. Umat Tuhan yang setia dan taat memiliki suatu tugas yangpenting selanjutnya dalam melakukan apa yang diajarkan Tuhan. Rahmatpembaptisan dan keanggotaannya di dalam Gereja memandatkan mereka tanggungjawab untuk mengajarkan itu kepada orang lain, entah saudara entah teman,bahkan mereka yang tidak dikenalnya. Tanggung jawab dalam ketaatan dankesetiaan untuk melakukan ketetapan dan peraturan dari Tuhan mungkin lebihbersifat personal dan terbatas pada lingkup terbatas. Namun demi menjadipengikut Kristus yang berguna dan bermartabat, ada tanggung jawab sosial danpublik yaitu mengajarkan itu kepada sesama. Bahasa kitab sucinya ialah sebuahtanggung jawab sebagai garam dan terang dunia. Hidup setiap pengikut Kristusadalah sebuah kenyataan belajar dan mengajar. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa yang bijaksana dan murah hati,penuhilah diri kami dengan kebijaksanaan dan kemurahan-Mu, agar kami dapatmenjadi garam dan terang dunia yang sesungguhnya. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...

Renungan SeRoJa
Renungan SeRoJa, Prapaskah III, 11 Maret 2026

Renungan SeRoJa

Play Episode Listen Later Mar 10, 2026 4:30


Renungan SeRoJa, Prapaskah III, 11 Maret 2026

maret renungan prapaskah
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-3 masa Prapaskah, 10 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 9, 2026 10:11


Dibawakan oleh Wilibroda Gunung Lajar dari Santo Arnoldus Jansen Waikomo, di Keuskupan Larantuka, Indonesia. T.Daniel 3: 25.34-43; Mazmur tg 25: 4b-5b.6.7c.8-9; Matthew 18: 21-35.SYARATPENGAMPUNAN  Tema renungan kita pada hari ini ialah: SyaratPengampunan. Meskipun Tuhan maha pengampun, dan karunia itu adalah cuma-cuma,tidak berarti kalau pengampunan dari-Nya langsung beres. Iman kita mengajarkanbahwa untuk mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa itu, Gereja menyediakansakramen tobat. Di dalamnya ada elemen materialnya ialah dosa-dosa nyata yangdiakukan oleh si pendosa, dan elemen formalnya ialah formula absolusi yangdisampaikan bapak pengakuan, yang menyatakan pembebasan seseorang dari dosa-dosanya. Khususnya untuk elemen materialnya, ada syarat-syaratuntuk mendukung pengungkapan dosa-dosa pada kesempatan pengakuan dosa itu.Syarat-syarat tersebut menunjuk pada sikap dan cara orang mempersiapkan dirinyauntuk melakukan sebuah pengakuan dosa. Syarat-syarat resmi Gereja biasanyaterkait dengan bimbingan atau pedoman untuk diikuti oleh umat yangmempersiapkan diri menerima sakramen ini. Di samping itu, ada syarat-syaratpribadi yang penting sekali menjadi tanggung jawab setiap pribadi sehinggadapat menggambarkan iman dan penghayatannya akan sakramen ini. Untuk sikap-sikap pribadi, kedua bacaan pada hari ini,masing-masingnya memberikan petunjuk bagaimana pentingnya persiapan pengakuandosa itu. Nubuat Daniel dalam bacaan pertama menekankan tentang peran sikapmenyesal si pendosa. Penyesalan merupakan syarat yang sangat penting untukmemberikan kualitas pengakuan dosa sebagai sikap negatif dan tegas terhadapdosa-dosa. Jiwa yang remuk redam dan roh yang rendah menandakan kalau sipendosa sedih sekaligus marah atas kehinaan dirinya. Ia kasihan dengan dirinya yangbernasib jelek. Dengan demikian Tuhan yang maha rahim dapat berpaling perhatiandan kasih-Nya kepadanya. Orang yang tidak menampakkan penyesalan, biasanyamencari kambing hitam dari dosa-dosanya atau bangga dan senang karena denganberdosa ia dapat memenuhi niatnya. Injil Matius mengatakan bahwa jika kita tidak maumengampuni orang yang telah bersalah kepada kita, Bapa di surga tidakmengampuni kita. Doa “Bapa Kami” menekankan hal ini, karena ini adalah tindakanTuhan sendiri. Itu berarti bahwa sebelum mendapatkan tindakan formalpengampunan saat melakukan pengakuan dosa, kita mesti lebih dahulu mengampunimereka yang telah bersalah kepada kita. Oleh karena itu selain menyampaikanelemen-elemen material yaitu dosa-dosa nyata, si pendosa perlu jujurmenyampaikan juga bahwa ia telah mengampuni orang-orang yang ia sebutkan didalam pengakuannya. Suatu pengakuan dosa yang efektif dan berbuah terjadikarena adanya pengampunan terhadap si pendosa yang bersalah kepada kita,sebelum kita mendapatkan pengampunan dari Tuhan melalui Gereja.   Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, ajarkanlah dansemangatilah kami untuk tidak malu dan takut untuk mengampuni. Bapa kami yangada di surga ... Dalam nama Bapa ....

Renungan SeRoJa
Renungan SeRoJa, Prapaskah IIÌ, 11 Maret 2026

Renungan SeRoJa

Play Episode Listen Later Mar 9, 2026 4:56


Renungan SeRoJa, Prapaskah IIÌ, 11 Maret 2026

maret renungan prapaskah
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-3 masa Prapaskah, 9 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 8, 2026 8:20


Dibawakan oleh Ursula Dai dari Paroki Santa Maria Ratu Damai Mingar di Keuskupan Larantuka, Indonesia. 2 Raja-Raja 5: 1-15a; Mazmur tg 42: 2.3; 43: 3.4; Lukas 4: 24-30.PENYEMBUHAN KUSTA RAGA DAN JIWA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Penyembuhan KustaRaga dan Jiwa. Santo Efraim dari Siria yang hidup pada abad ke-4 Masehi,menulis begini tentang sembuhnya Naaman, tentara Siria, karena karunia Allahmelalui nabi Elisa: “Karena itu Naaman diutus ke Sungai Yordan dengan tujuanpenyembuhannya karena air itu dapat memulihkan manusia. Sesungguhnya, dosamerupakan kusta pada jiwa, yang tidak dapat diinderai, tetapi inteligensi dapatmembuktikannya. Kodrat manusia harus dibebaskan dari penyakit ini oleh kuasaKristus yang tersembunyi di dalam pembaptisan. Penting sekali bagi Naaman,supaya sembuh dari dua penyakit, tubuh dan jiwanya. Ini tepat sekali untukmewakili suatu rahmat pemurnian dan pengudusan segala bangsa dalam pemandianyang terus berlangsung, yang permulaannya di Sungai Yordan, ibu dan pemulapembaptisan.” Naaman seorang dari luar lingkup Yahudi yang beriman dantentu dianggap kafir. Namun ia tanpa halangan yakin bahwa ada kuasa Tuhan yangdapat memberikan kesembuhan atas sakit kustanya. Itu ia peroleh informasinyadari hamba Israel yang bekerja kepadanya. Orang-orang dalam kategori ini cepatterbuka dan menanggapi pesan berharga soal keyakinan iman, karena mereka padaprinsipnya memerlukan Tuhan.  Naaman mewakili banyak orang saat ini yang jauh dari Tuhanyang belum mengenal-Nya. Mereka ingin masuk ke dalam iman kepada Tuhan melaluisuatu proses penyembuhan jiwa dan raga mereka. Raga mereka memiliki kekuranganbahkan sakit karena berada jauh dan terlepas dari kedekatan dan terjangkau olehsuatu hidup dalam persekutuan iman. Jiwa mereka terlebih-lebih belum memilikipokok untuk memberikan kebenaran mutlak tentang kehidupan dan menggantungkanharapan untuk keselamatan sesudah kematian. Proses ini tersedia di dalam jalanYesus Kristus melalui pembaptisan. Setelah Naaman, sudah begitu banyak orang diluar Yahudi yang menerima pembaptisan dan menjadi anggota Gereja sampai saatini. Tindakan Naaman tersebut berlawanan dengan orang-orang disekeliling Yesus bahkan dari tempat asalnya yang sezaman dengan Naaman. Merekasudah kuat dengan keyakinan sendiri, apalagi Yesus dianggapnya tidak lebihtidak kurang sebagai seorang yang sama dengan mereka. Mereka tahu betulkesederhanaan keluarga biologis Yesus, maka menjadi tidak mungkin bagi merekauntuk percaya kalau Ia memiliki kemampuan yang melebihi mereka. Tuhan Yesusingin supaya kita sebagai pengikut-Nya yang pertama dan penuh tanggung jawabmenerima Dia. Dengan menerima dan memiliki Dia, di mana dan kapan punkeberadaan kita, Ia hadir melalui kita dalam berbuat baik dan menciptakanpembaharuan. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, kuatkanlah iman kami untukdapat menjadi saksi-saksi-Mu yang benar. Bapa kami... Dalam nama...

Digital Ministry GKP Bandung
Kebaktian 1 Minggu Prapaskah Ketiga. Pdt. Fierdhaus Y. Nyman, MSi

Digital Ministry GKP Bandung

Play Episode Listen Later Mar 8, 2026 25:39


Kebaktian 1 Minggu Prapaskah KetigaGKP Jemaat BandungMinggu, 8 Maret 2026 pukul 07.00 WIB Tema : Nigeria - "Aku Akan Memberikan Kelegaan Kepadamu Datanglah"Bacaan Alkitab : Matius 11:28-30Pelayan Firman : Pdt. Fierdhaus Y. Nyman, MSi.@GKP Bandung Maret 2026

Renungan SeRoJa
Renungan SeRoJa, Pekan Prapaskah III, 09 Maret 2026

Renungan SeRoJa

Play Episode Listen Later Mar 8, 2026 5:08


Renungan SeRoJa, Pekan Prapaskah III, 09 Maret 2026

Digital Ministry GKP Bandung
Kebaktian 2 Minggu Prapaskah III - GKP Bandung, 8 Mar 2026 pukul 09.30 - Pdt.Fierdhaus Nyman

Digital Ministry GKP Bandung

Play Episode Listen Later Mar 8, 2026 28:56


Kebaktian 2 Minggu Prapaskah KetigaGKP Jemaat BandungMinggu, 8 Maret 2026 pukul 09.30 WIB Tema : Nigeria - "Aku Akan Memberikan Kelegaan Kepadamu Datanglah"Bacaan Alkitab : Matius 11:28-30Pelayan Firman : Pdt. Fierdhaus Y. Nyman, M.Si.@GKP Bandung Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Prapaskah ke-3, 8 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 7, 2026 16:56


Dibawakan oleh Maria Saraswati Sukardi, Onny Pakendek dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Keluaran 17: 3-7; Mazmur tg 95: 1-2.6-7.8-9; Roma 5: 1-2.5-8; Yohanes 5-42.KASIH YANG TIDAKBERTEPI DAN TOTAL Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kasih Yang TidakBertepi Dan Total. Seorang pemuda benar-benar berjuang supaya gadis pilihannyaitu menerima dirinya, dan akhirnya mereka dapat menikah. Keluarga si gadisbelum semuanya yakin dengan perjuangan pemuda itu. Di mata mereka, ia memangbersikap baik, dan jujur. Tetapi semua itu masih sebagai anggapan dan asumsi.Belum ada bukti nyata kesungguhan cintanya. Sikap keluarga menjadi tantanganbagi pemuda itu. Lalu saat pernikahan itu datang. Tidak ada halangan dalamsemua proses dan acara pernikahan itu sendiri. Semua pihak yang terlibatmerasakan suka cita dan kepuasannya. Di dalam sebuah pertemuan, keluarga keduabelah pihak berkesempatan memberikan pesan-pesan kepada pasangan yang baru sajamenikah. Dari semua masukan yang diterima, pemuda itu kemudian menyatakan isihatinya. Ia berkata begini: "Imanku kepada Tuhan Yesus menuntut aku untukmencintai dengan benar. Cintaku yang benar kepada istriku ini, akan akubuktikan dalam hidup bersama dengannya mulai dari saat pernikahan kami." Pembuktian cinta kasih hanya dengan satu cara, yaituperbuatan. Lelaki itu ingin buktikan dengan hidup bersama istrinya dalam segalasituasi hidup keluarga. Di dalam pekerjaan, pelayanan dan pengorbanan ia ingintunjukkan bahwa istrinya merasa dicintai. Yesus adalah teladan utamanya. Kitasemua pengikut Kristus juga seperti dirinya, yang menjadikan Yesus teladanutama kita. Tuhan Yesus Kristus, seperti yang disampaikan bacaan kedua padahari ini, sudah membuktikan kasih-Nya bagi kita dengan pengorbanan diri-Nyasampai mati.  Cinta kasih Yesus Kristus itu dinyatakan kepada semuaorang sampai menghilangkan batas-batas ras, suku, budaya, dan bangsa. Cintakasih-Nya itu tidak mengenal siapa yang beriman dan yang tidak. Mereka yangsudah lama dibaptis dan mereka yang baru kemarin dibaptis berhak mendapatkankasih Tuhan tersebut. Kasih-Nya itu pada dasarnya tidak bertepi. Kelompokmanusia dan budaya yang tidak beriman seperti orang Samaria dan khususnyawanita yang berjumpa dengan Yesus adalah contohnya. Kasih kepada semua atau kasih yang tidak bertepi adalahkasih yang total. Tuhan menyembuhkan yang sakit dan luka. Tuhan melengkapi danmemenuhi yang kurang. Tuhan mengembalikan yang hilang dan tersesat. Tuhanmerangkul mereka yang belum tercakup dan tercerai-berai. Tuhan menjadi solusiatas semua bentuk persoalan hidup, sekalipun itu amat tidak mungkin teratasimenurut perhitungan dan kemampuan manusia. Tuhan mengisi air kehidupan ke dalamjiwa wanita Samaria dan jiwa semua orang lain di mana pun yang sedang kosongdan putus asa. Kita beruntung menerima kasih Tuhan yang total. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, penuhilah diri kami dengan kasih danberkat karunia-Mu sehingga kami dapat menyiapkan diri dengan segenap hati untukperayaan Paskah tahun ini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ...Dalam nama Bapa ...

Renungan SeRoJa
Renungan SeRoJa, Minggu Prapaskah III, 08 Maret 2026

Renungan SeRoJa

Play Episode Listen Later Mar 7, 2026 5:08


Renungan SeRoJa, Minggu Prapaskah III, 08 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-2 masa Prapaskah, 7 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 6, 2026 8:52


Dibawakan oleh Markus Soge Purab dan Klaudia Roo Won Malin Asan dari Stasi Keluarga Kudus Lewo Glaran, Paroki Santo Mikhael Kalike di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Mikha 7: 14-15.18-20; Mazmur tg 103: 1-2.3-4.9-10.11-12; Lukas 15: 1-3.11-32.KERAHIMAN ALLAHBUKAN KETIDAKADILAN Renungan kita pada hari ini bertema: Kerahiman Allah BukanKetidakadilan. Kekaguman bahkan sampai ketidakmampuan kita untuk memahami TuhanAllah salah satunya ialah tentang kerahiman-Nya. Ungkapan kerahiman Allah yangpaling kuat bagi kita ialah kuasa-Nya mengampuni dosa manusia. Istilah “Allahmaha kuasa” memiliki makna bahwa Ia berkuasa di atas segala sesuatu dan setiaporang, termasuk pengampunan dosa. Untuk orang-orang yang percaya, kekaguman danketidakmampuan di hadirat Tuhan ini merupakan bagian dari iman. Sedangkan bagiorang-orang yang tidak beriman, kemahakuasaan Allah dan khususnya pengampunandosa tak punya makna apa-apa. Nabi Micah, dalam bacaan pertama, mengungkapkan imannyadengan rasa kagum yang mendalam bahwa tidak ada Allah lain yang dapatmengampuni dosa-dosa umat ciptaan-Nya. Ia berkuasa menghapuskankesalahan-kesalahan manusia. Bahkan Ia melemparkan segala dosa itu ke dalamtubir-tubir laut, ke bagian paling dalam dari semesta ini. Micah punya ceritatentang pengalaman Israel masa lampau tentang pembebasan dari perbudakan Mesirdan penyelamatan selama pengembaraan di padang gurun. Sejalan dengan ini, Yesusmembuatnya lebih konkret melalui perumpamaan tentang anak yang hilang dan bapayang penuh belas kasih kerahimannya. Hukum positif dan keyakinan akan keadilan menetapkansolusi atas suatu perbuatan dosa, dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatandosanya. Orang-orang yang tidak percaya dan umumnya yang memakai cara berpikirini berpandangan bahwa orang Israel yang sudah sangat berdosa berulang-ulangpantas dihukum berulang-ulang. Anak yang hilang itu mesti mendapat hukuman yangsama besar dengan dosa yang sudah ia lakukan. Orang-orang Farisi dan para ahliTaurat menganggap bahwa orang yang berdosa sudah sangat kotor, jadi merekatidak boleh berinteraksi dengan para pendosa itu. Ini semua berbanding terbalikdengan perbuatan Tuhan. Ia maha rahim. Ia justru bergaul dan menyatu denganmereka. Ia mengampuni mereka. Inilah yang dipandang oleh cara berpikir tadisebagai ketidakadilan. Tetapi sebenarnya tindakan kerahiman ini bukan sebagaiperbuatan tidak adil. Suatu perbuatan belas kasih dan kerahiman pada dasarnyamembawa orang berdosa dekat kepada kita dan membantunya untuk bertobat, melaluipengampunan dan bimbingan untuk kembali ke jalan yang benar. Kehendak Tuhansebenarnya bagi mereka ialah supaya tidak ada satu pun dari orang-orang yangberiman hilang dari perhatian-Nya. Bisa jadi salah satunya ialah dari antarakita, teman atau anggota keluarga Anda. Kalau demikian, di dalam masa ini, Andadapat bekerja bersama Tuhan mengembalikan dia dari keadaannya saat ini yangsedang mengilang baik secara fisik maupun secara rohani. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Tuhan maha kuasa, buatlah kami sadar dan rindu,bahwa kembali kepada-Mu adalah yang terbaik, dan hidup dalam Dikau adalahtujuan utama hidup kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

Renungan SeRoJa
Renungan SeRoJa, Prapaskah II, 07 Maret 2026

Renungan SeRoJa

Play Episode Listen Later Mar 6, 2026 10:57


Renungan SeRoJa, Prapaskah II, 07 Maret 2026

maret renungan prapaskah