POPULARITY
Categories
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Veronika Genua dari Paroki St. Martinus Roworeke di Keuskupan Agung Ende, Indonesia. Mikha 7: 14-15.18-20; Mazmur tg 85: 2-4.5-6.7-8; Matius 12: 49-50.TONGKAT KUASA TUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Tongkat Kuasa Tuhan. Tradisi dalambanyak budaya politik menjadikan tongkat sebagai simbol kekuasaan. Kitamengingat Musa memakai tongkat untuk menampilkan kuasa Allah yang bekerja dalamdirinya untuk memimpin bangsa dan umat Allah. Para raja dan presidennegara-negara juga memakai tongkat dengan makna simbolik kekuasaan yang merekamiliki. Di dalam Gereja, tongkat uskup juga memiliki makna serupa. Tongkat yang terbuat dari bahan entah kayu entah logam sangat melekatdengan kekuasaan atau otoritas orang yang memakainya. Bahkan rotan ataupotongan kayu lurus yang dipakai bapak atau ibu di rumah cukup memberikanpemahaman bahwa jika anak-anak melanggar aturan hukumannya ialah pukulan dengankayu itu. Dalam semua pemandangan dengan tongkat ini, kita dapat mengerti lebihlanjut mengapa Tuhan selalu mengungkapkan di dalam kitab suci kuasa-Nya yangdisimbolkan dengan tongkat. Ia berkata dalam nubuat Mikha dalam bacaan pertama hari ini bahwa Iamenggembalakan umat-Nya dengan tongkat-Nya. Yesus sang gembala yang baik jugamenjalankan tugas penggembalaan itu dengan memakai tongkat imam agung, yanghingga saat ini disimbolkan pada Paus dan para uskup. Dengan tongkat itu,tugas-tugas sebagai pemimpin dan gembala memiliki legitimasi dan kekuatan untukmendapatkan ketaatan atau kepatuhan dari orang-orang yang dipimpin. Tongkat kuasa Tuhan, memiliki fungsi untuk suatu pemurnian dan pembebasanmanusia dari kuasa kegelapan dan dosa. Setan dan penguasa kegelapan ketikaberhadapan dengan kuasa Allah yang dilambangkan dengan tongkat, ia menjadiketakutan. Itu terbukti dalam setiap tindakan Yesus yang selalu hadir melaluikata-kata dan hardikan, yang langsung membuat para setan menjadi takut danmemohon untuk tidak disiksa. Berkat tongkat kuasa Tuhan itu, segala dosa kitadapat dicampakkan ke dalam dasar laut, demikian kata nabi Mikha. Jadi kita mesti memandang tongkat saat ditunjukkan kepada kita apakah dalamposisi dipegang, dijadikan penopang pada saat berdiri, atau saat menunjukkandan menegaskan sesuatu dalam suatu proses pengajaran. Yesus menunjuk dengansegala kuasa yang ada pada-Nya, ketika Ia mengajarkan bahwa para murid danrasul sesungguhnya adalah ibu-Nya, dan saudara-saudara-Nya. Penegasan ituberisi suatu ajaran yang penuh kewibawaan dan prinsip. Ajaran itu ialah bahwamelaksanakan kehendak Allah merupakan tugas utama setiap pengikut Kristus.Tongkat kuasa Yesus itu sampai detik ini berada pada tangan Paus dan Uskup ditempat kita masing-masing. Kita harus mendengar dan mengikuti Bapa Suci danUskup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semoga kesetiaan dan ketaatan kami kepada Gerejasenantiasa kuat dan bertahan, khususnya melalui ketaatan kami kepada Bapa Sucidan Uskup kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Komunitas Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Mikha 2: 1-5; Mazmur tg 10: 1-2.3-4.7-8.14; Matius 12: 14-21.TUHAN SEDANG TIDAK BERSEMBUNYI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tuhan Sedang Tidak Bersembunyi.Tahun ajaran untuk sekolah-sekolah sampai tingkat menengah baru saja dimulaidalam minggu ini. Pada umumnya kegiatan belajar-mengajar berlangsung di tengahmusim panas dan kering yang dapat memberi dampak kurang baik dalam kegiatan paramurid dan guru di sekolah. Hawa yang panas mereka rasakan baik di dalam ruangankelas maupun di luar dan terlebih-lebih saat mereka bermain di lapangan. Di desa-desa pelosok, para murid berjalan kaki setiap hari dari rumah dansekolah. Mereka ditimpah panas terik dan bermandi debu di sepanjang jalan. Tidakjarang mereka sakit karena cuaca yang panas dan kering itu. Ada seorang siswaSMP menulis di halaman media sosialnya, berupa tantangan yang ditujukan kepadaTuhan. Ia berkata begini: "Ini adalah ancaman yang serius terhadapkehidupan. Tuhan sepertinya sedang sembunyi dan tidak berada di dekat kitauntuk menolong kita." Ungkapan hati siswa ini mewakili perasaan susah, kuatir, kurang sabar danpesimis banyak orang di dalam dunia saat ini. Perasaan-perasaan ini merupakansesuatu yang wajar bagi kita manusia dan tidak ada salahnya kalau kitamenyampaikan keluhan atau desakan kepada Tuhan untuk membantu kita. Peristiwayang dikisahkan di dalam Injil tentang Yesus meredakan angin topan dangelombang ganas yang hampir membinasakan para murid-Nya, sangat jelasmemberikan kita keyakinan bahwa Tuhan tidak diam atau bersembunyi. Injil kita pada hari ini juga menggambarkan bagaimana Yesus memilihmenghindar dan bersembunyi, pada saat ancaman musuh dan kejahatan ada di depanmata. Ada persekongkolan yang merancang kejahatan atas diri Yesus dan seluruhkarya-Nya, tetapi Yesus menyingkirkan diri. Jika seorang pimpinan atau kepalamemilih untuk meninggalkan tanggung jawabnya, maka kita dapat memahaminya bahwapekerjaan, perjuangan atau tugasnya gagal. Sekiranya hidup kita di dunia ini hanya memusatkan perhatian kepadakekerasan, kejahatan dan ancaman musuh, kita adalah makhluk yang hidup dalamketakutan dan dunia ini adalah seperti rimba raya yang mengerikan. Tuhan memangdipandang atau dipahami berdiam dan bersembunyi, tetapi Ia sesungguhnya berdiamdi dalam hati kita. Ia mengisi ruang-ruang pemahaman dan keyakinan iman kita.Ia bekerja sebagai Roh Kudus yang tak kelihatan, tetapi menyediakan segalasesuatu baik sebagai kata maupun tindakan, sehingga kita menjadi mampu untukmenghadapi musuh-musuh. Hidup kita sebenarnya tetap berpusat pada kerajaan Allah dan jalan yangkita lalui ialah jalan Yesus Kristus. Jika sampai detik ini kita dapatmenikmati hidup di tengah suasana yang tidak baik dengan suatu cara penyesuaiandiri untuk kenyataan hidup yang baru, ini merupakan jalan yang diberikan Tuhankepada kita. Ia sesungguhnya berada bersama kita dan membimbing hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, di dalam tanganmu kami menaruh segala harapan dannasib hidup kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Theresia Keneka Muli dan Mateus Nong Mus dari Paroki Harapan Indah Bekasi, Gereja Santo Albertus Agung di Keuskupan Agung Jakarta. Yesaya 38: 1-6.21-22.7-8; Mazmur tg: Yes 38: 10.11.12abc.16; Matius 12: 1-8.ANTARA BELAS KASIH DAN PERSEMBAHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Antara Belas Kasih dan Persembahan.Ada banyak umat Katolik sudah tidak lagi melakukan pengakuan dosa. Hal initerwakili oleh seorang pemuda yang berbicara dengan pastor parokinya, bahwa iasendiri dan teman-teman tidak menganggap penting untuk melakukan pengakuan dosakepada seorang imam Katolik. Pemuda itu memberikan alasannya, bahwa pengakuandosa langsung kepada Tuhan sudah cukup dan terjamin aman. Pengakuan dosamelalui imam justru tidak masuk di akalnya. Pengakuan dosa merupakan suatu perbuatan yang bukan sekedar berdoa kepadaTuhan untuk menyampaikan dosa-dosa dan meminta pengampunan, tetapi yang menjadiintinya ialah terjadi rekonsiliasi dan pertobatan. Doa mohon pengampunan itubukan sebuah sakramen tobat. Doa ini sama dengan semua jenis persembahan yangkita lakukan, yaitu memberikan sesuatu sebagai bukti iman dan kasih kita kepadaTuhan. Ini sama dengan memberikan sesuatu kepada orang yang kita kasihi untukmenghormati dan menyenangkannya. Persembahan itu semata-mata perbuatan manusia, maka sangat bergantung padakehendak bebas, pilihan atau selera masing-masing orang. Sering persembahan itudiatur atau dilembagakan demi memenuhi keinginan pihak penguasa atau parapemimpin, maka dibuatlah aturannya. Ada jumlah yang mesti dipenuhi, misalnyaderma harus sepersepuluh dari penghasilan. Korban bakaran dan sembelihan harusberjumlah sekian dan kondisi hewan persembahan itu cacat atau tidak dansebagainya. Tuhan Yesus Kristus menggantikan semuanya itu dengan persembahan diri-Nyasendiri. Yang dibuat oleh Tuhan ini adalah perbuatan Tuhan bagi kita manusia,yang bukan sebagai persembahan tetapi sebagai belas kasih. Tuhan mengasihi kitadengan mengorbankan diri-Nya. Bapa Allah berbelas kasih dan sangat menyayangikita manusia maka Ia memberikan Anak-Nya sendiri bagi kita. Perbuatan Yesusdalam berbelas kasih ialah menolong dan menyelamatkan kita manusia dari segalabentuk perbudakan dosa, kejahatan dan kematian. Belas kasih dari Tuhan dan kewajiban kita untuk melakukannya, merupakansebuah ibadat yang melebihi hari sabat dan persembahan lainnya ketika nasibhidup manusia sangat menuntut untuk diperhatikan. Inilah yang ingin Yesusperbaiki, ketika belas kasih diremehkan atau bahkan ditiadakan, sementarapersembahan dan hari sabat dipatuhi secara berlebihan. Bagi kita umat beriman,persembahan dan ibadat tidak perlu dihilangkan dari hidup kita, artinya kitatetap memerlukannya. Tetapi pada saat belas kasih itu diperlukan, kita tidakboleh menggantikannya dengan sekedar mempersembahkan doa-doa kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Kuatkanlah dan penuhilah kami dengan kuasa-Mu ya Allah,supaya kami dapat memberikan yang sesungguhnya sebagai belas kasih dan sebagai persembahan di dalam penghayatan iman kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Andreas Muhu Pukai dan Eugenesia Maria Tada Tolok dari Paroki Santo Yohanes Rasul di Keuskupan Tanjung Karang Lampung, Indonesia. Yesaya 1: 11-17; Mazmur tg 50: 8-9.16bc-17.21,23; Matius 10: 34 - 11: 1.PERANG ROHANI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Perang Rohani. Ada seorang pemudipada suatu pagi bertengkar dengan ibunya. Mereka berteriak dan salingmempersalahkan atas sesuatu persoalan yang sepele. Saat meninggalkan rumahuntuk bekerja, ia masih marah dan selama di tempat kerja ia tetap marah. Tetapisang ibu di rumah tidak henti-hentinya berdoa bagi putrinya itu. Ibu hanyaingin supaya kemarahan putrinya segera berhenti. Pada sore hari ketika pemudiitu kembali dari kerja, tidak ada lagi kemarahan dan suasana kembali normal. Kemarahan merupakan satu dari banyak dosa lain yang bersumber dari sijahat, yaitu iblis atau setan. Pada saat kita membiarkan diri kita dikuasaioleh iblis ini, perbuatan dosa apa pun dapat terjadi dengan secepat mungkin.Sehebat dan sepandainya manusia itu, jika berhadapan dengan kuasa kegelapan inibakal takluk dan binasa. Kuasa ini masuk ke dalam diri manusia dengan tujuanmenghancurkan dan menyengsarakannya. Ia memanfaatkan kesempatan untuk masuk danbekerja, yaitu mereka yang lemah dalam mental dan rohani. Kejadian antara pemudi dengan ibunya tadi merupakan satu contoh perangrohani. Di dalam suatu perang rohani, tidak terjadi kekerasan fisik yangmelibatkan alat atau senjata, tetapi yang dipakai ialah kata-kata, pikiran,argumen, kritikan, nasihat, dan yang kekuatannya dahsyat yaitu doa. Perangrohani dalam wujud yang sesungguhnya ialah kekuatan yang benar berperangmelawan kekuatan yang salah atau jahat. Dari pihak Tuhan, kebenaran dankebaikan hendak ditegakkan atau dipertahankan karena kekuatan jahat sudahterlanjur menghadirkan kekacauan atau bahkan ancaman untuk berkuasa. Maka nabi Yesaya menegaskan kepada bangsa Israel di pembuangan, bahwamereka harus membersihkan dirinya dengan menjauhkan perbuatan-perbuatan yangjahat dari hadirat Allah yang maha kuasa. Pedang yang dipakai Yesus untukberperang secara rohani ialah Firman Allah. Pedang itu memiliki dua sisi samatajamnya yang membela roh dan jiwa, pertimbangan-pertimbangan pikiran danmaksud-maksud hati manusia. Firman Allah itu sesungguhnya ialah pedang Rohuntuk menghancurkan roh kegelapan yang menjerumuskan kita ke dalam dosa danakhirnya kehilangan martbat sebagai putra dan putri Allah. Jadi Yesuslah yang menggerakkan terjadinya pembinasaan itu bahkan dapatmembuat perpecahan di antara saudara dan sahabat, mengingat di situ memangsering terdapat kegelapan dan kebusukan yang dibiarkan tumbuh subur.Pembersihan memang harus terjadi, supaya memberikan kita kesempatan sebagaiputra dan putri Allah yang hidup benar, damai, dan bersuka cita dalam RohKudus. Hendaknya kita selalu menggunakan pedang rohani Yesus Kristus. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Semangati dan penuhi hidup kami hari ini ya Bapa, supaya apiRoh-Mu membakar semangat kami untuk giat dan tekun memerangi segala bentukkuasa kegelapan yang setiap saat dapat mengganggu dan menaklukkan kami. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Petri Canisia, CIJ dan Suster Roberta, CIJ dari Komunitas Suster CIJ Santa Maria Assumpta Dili, di Keuskupan Agung Dili, Timor Leste. Hosea 10: 1-3.7-8.12; Mazmur tg 105: 2-3.4-5.6-7; Matius 10: 1-7.MENEMUKAN YANG HILANG Tema renungan kita pada hari ini ialah: Menemukan Yang Hilang. Pada suatuketika kepala Setan menghadap Tuhan Allah. Ia mengajukan protes, bahwa setiapkali yang diutus ke dalam dunia ialah para malaikat, kemudian para nabi danpuncaknya Putra Allah sendiri. Kepala Setan ini mendesak supaya dirinya atauwakil-wakilnya dapat diberikan juga kesempatan untuk diutus. Tetapi Tuhan Allah tetap tidak akan memenuhi tuntutan Setan. Alasannyaialah karena tugas utama Setan ialah merusak dan menghilangkan yang menjadimilik Tuhan, sedangkan tugas Tuhan dan para utusannya ialah menemukan manusiadan ciptaan Tuhan lainnya yang telah hilang karena ulahnya Setan. Yang jelas,kalau diberi kebebasan dan kesempatan, Setan akan menjadi lebih menikmatitugasnya itu, dan membawa kerugian bagi Tuhan Allah sendiri. Yesus Kristus adalah Tuhan dan Putra Allah yang mencari dan menemukan yanghilang. Tugas itu ia lakukan selama pekerjaan-pekerjaan publik-Nya. Tugas ini dilanjutkanoleh para rasul yang diutus atas nama-Nya. Yesus berpesan kepada mereka untukfokus kepada domba-domba yang hilang dari kalangan Israel. Yang mereka lakukanialah semua perbuatan baik yang telah Yesus perbuat. Apa yang diperintahkan oleh Tuhan kepada kedua belas rasul ini terkaitdengan kedua belas suku Israel. Mereka adalah umat pilihan yang menerima danmeneruskan ajaran Tuhan Allah bagi segenap umat manusia. Tetapi mereka bukanpenguasa segala kebenaran. Mereka dipilih untuk menjadi pengantaraperbuatan-perbuatan Tuhan Allah yang besar. Yesus Kristus adalah utusan BapaAllah sendiri yang datang ke dunia melalui bangsa pilihan ini. Jadi Tuhan Yesus ingin supaya kedua belas rasul itu dapat mewujudkan misiuntuk menyatukan suku-suku Israel. Mereka harus memperkuat persekutuan yanglebih kuat sebagai satu bangsa yang diberkati oleh Allah, bangsa pilihan-Nya.Yesus Kristus ingin menjadikan suatu persekutuan yang kuat, yang mengakarkansemua kebenaran dari Allah dan matang untuk melanjutkan misi itu ke seluruhdunia. Ini direalisasikan dengan berdirinya Gereja setelah Yesus naik ke surga.Kini tugas Gereja ialah membuat Kristus dan Injil-Nya dikenal di seluruh bangsadi dalam dunia ini. Warta gembira bagi kita hari ini ialah hendaknya kita terlebih dahulumenjadikan diri kita kuat, matang, mampu dan unggul sebagai pengikut Kristus,sebelum kita dapat membawa sesama atau saudara kita datang berjumpa denganTuhan. Kita hendaknya tidak boleh seperti orang Farisi yang mampu mengajarkandan berbicara tetapi membuat orang-orang jauh dari Tuhan. Kita harus berangkatdari diri kita, barulah kita mencapai dan membimbing orang lain.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa.... Ya Tuhan Yesus Kristus, ajarilah kami untuk menjadi teladanyang sesungguhnya bagi sesama kami di dalam kata dan perbuatan kami setiaphari. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Zakaria 9: 9-10; Mazmur tg 145: 1-2.8-9.10-11.13cd-14; Roma 8: 9.11-13; Matius 11: 25-30.IA MEMBERI KITA KELEGAAN Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-14 ini ialah: Ia Memberi KitaKelegaan. Ada dua orang bocah kakak-beradik, masing-masing kelas 6 dan 4 SD.Ibu mereka sangat terobsesi supaya anak-anaknya pintar dan sukses. Ia wajibkanmereka dengan banyak les tambahan. Ia menjadi malu kalau anak-anaknya mendapatnilai merah. Ia sangat disiplin dengan mereka sampai-sampai anak-anak tampaksangat takut dan kelelahan. Setiap mereka pulang ke rumah, wajah mereka sudah tampak kehilangansemangat. Tetapi mereka harus tetap diikuti sang ibu yang tidak inginanak-anaknya santai. Untung ada sang bapak yang bijaksana. Meskipun baru sajapulang kerja, ia meluangkan waktu untuk mendampingi kedua anaknya. Iamembawakan oleh-oleh yang menyenangkan. Ia memeluk mereka lalu menceritakanmereka banyak hal yang menghibur dan membuat tertawa. Apa yang dibuat oleh sang bapak kepada anak-anaknya itu merefleksikanperbuatan Yesus, ketika Ia membawa orang-orang kecil, sakit, lemah, terlantar,miskin, dan terlupakan untuk datang kepada-Nya. Ia berkata: "Marilahkepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikankelegaan kepadamu." Yesus mengundang kita semua untuk datang kepada-Nya. Namun demikian, apakah kita semua sedang lelah dan tidak berdaya? Tentusaja. Kelelahan dan ketidak-berdayaan itu berbeda tingkatnya dari satu orang keorang yang lain. Situasi, pekerjaan, dan kesulitan setiap orang berbeda-bedadengan beban atau masalah yang berbeda-beda pula. Berdasarkan terangbacaan-bacaan pada hari ini, ada tiga beban yang perlu kita sadari danrenungkan. Yang pertama ialah beban sebagai orang kecil dan lemah. Kalau kita sebagaiorang kecil, lemah dan tidak memiliki pengaruh, berarti selalu ada orang yangberkuasa dan kapan saja bertindak sewenang-wenang terhadap kita. Mereka seringtidak punya kasihan dan kepercayaan kepada kita. Beban yang lain ialah bebandosa. Kalau kita tidak memelihara jiwa kita dengan menyesali dosa, mengakuinyadan bertobat, berarti beban itu kian hari kian berat. Pada saatnya dosa ituakan menyiksa dan membinasakan kita. Santo Paulus sangat tegas bahwa hidup didalam kedagingan adalah beban dosa kita yang berat. Beban yang ketiga ialah beban kesombongan. Menurut Yesus Kristus,orang-orang pandai, bijak, yang berkuasa dan yang kaya, adalah mereka yangmemikul beban yang berat. Mereka sebenarnya sangat lelah, karena begitu banyakyang menjadi obsesi mereka dalam hidup. Anda misalnya, terlalu banyak urusandan ambisi, akan membuat dirimu amat lelah dan membosankan. Terhadap semua ini, ajakan Yesus menjadisangat penting, yaitu hendaknya kita datang kepada Dia, karena dari Dia kitamendapatkan kelegaan yang menyenangkan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Bapa di surga, semoga dengan perayaan hari Minggu ini,kami mendapatkan kelegaan hidup dan kesehatan lahir dan batin demi kelangsungnhidup kami di dunia. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus... Dalam namaBapa ...
Renungan D'Message || Semakin Serupa Putra Tunggal-Nya II Ps. Steven Liem
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Kris Waleng dan Welin Duan dari Gereja St. Fransiskus Xaverius, Paroki Tanjung Priok di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Amos 5: 14-15.21-24; Mazmur tg 50: 7.8-9.10-11.12-13.16bc-17; Matius 8: 28-34.HARGA SEBUAHPEMBEBASAN Renungan kita pada hari ini bertema: Harga Sebuah Pembebasan. Suatutindakan pembebasan memerlukan kekuatan fisik, mental dan rohani. Misalnyapembebasan lahan yang dikuasai pihak yang tak berhak atas tanah itu memerlukandukungan sekuriti dan penegakan hukum. Pembebasan dari kebodohan memerlukanperangkat ilmu pengetahuan dan kemampuan intelektual dari sekolah dan studi.Pembebasan dari kuasa roh jahat memerlukan kekuatan Roh Kudus dari kuasa Allahyang maha tinggi. Nubuat nabi Amos pada masa pembuangan menegaskan bahwa umat Tuhan harusmembebaskan diri dari perbuatan jahat dan yang menajiskan supaya Tuhan semestaalam menegakkan keadilan dan mengasihani mereka sepanjang masa. Demikian jugaroh-roh jahat begitu banyak yang merasuk dua orang, didesak oleh Yesus sehinggadua orang kerasukan itu dibebaskan. Roh-roh jahat itu mendesak masuk kebabi-babi yang akhirnya mati tenggelam di laut. Orang-orang di wilayah itumendesak supaya Yesus segera meninggalkan tempat mereka, karena mereka takutYesus akan membawa malapetaka bagi mereka. Harga suatu tindakan pembebasan dapat berupa pemurnian dan penjernihan yangmembawa kemajuan yang lebih baik. Jika penghalang atau pengganggu tidak adalagi, tentu saja kehidupan menjadi lebih aman dan damai, lalu pertumbuhan baikjasmani dan rohani mendapat kesempatan untuk maju. Dua orang yang dibebaskanroh-roh jahat kembali normal dan mewartakan kemuliaan dan kebaikan yang mahatinggi kepada orang lain. Namun ada juga harga pembebasan dapat berupa efek negatif karena pihak yangtersingkir akan menciptakan problem yang baru. Yang tersingkir bisa saja pihakyang lemah, bisa juga mereka yang memiliki kekuatan untuk membalas dendam.Problem baru dapat muncul karena iri hati, marah dan benci tumbuh di dalampihak-pihak yang berlawanan. Untuk hal ini, harga pembebasan itu akan sangatbesar dan mahal. Konflik dapat muncul kembali dan akan menelan lagi korban. Jika pembebasan itu dilakukan secara baik, teratur dan sangat memperhatikanprinsip win-win solution alias tidakdidasari aturan kalah dan menang, buah positifnya tentu sangat bernilai danmendatangkan suka cita dan damai bersama. Namun jika pembebasan itu hanyamengikuti prinsip kemenangan menghempaskan kekalahan, problem baru sudah menunggu kita di depan. Yesus tidak ingin meninggalkan kita masalah tanpa solusi. Ia menghendakisupaya kita tak boleh menyerah dalam menegakkan keadilan dan mengusahakankebenaran, meski harus berhadapan dengan penghalang-penghalang sampai kita relamengorbankan diri kita. Ini adalah jalan yang dipilih oleh Tuhan Yesus. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah, semoga melalui firman-Mu pada hari ini, kami tidakmenyerah dan mundur dengan masalah yang kami hadapi, tetapi kami siapmenghadapinya. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Maria Saraswati Sukardi dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Kisah Para Rasul 12: 1-11; Mazmur tg 34: 2-3.4-5.6-7.8-9; 2 Timotius 4: 6-8.17-18; Matius 16: 13-19.DUA ENGSEL PINTU GEREJA Renungan kita pada hari ini bertema: Dua Engsel Pintu Gereja. Ada seorangpastor paroki sedang mengunjungi umatnya yang tinggal jauh di pedalaman, yangjauh dari pusat paroki. Di salah satu stasi ia menemukan pintu gereja yanghampir copot dari tempatnya bergantung. Alasan utamanya ialah karena dua engselpintu itu sudah nyaris putus. Jika keduanya putus total, maka pintu gerejatidak bisa lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Pastor berbicara dengan penanggung jawab stasi supaya segera memasangengsel baru dan pintu gereja berfungsi kembali. Gereja tidak bisa dibiarkanterbuka karena binatang liar dapat masuk dan membuat kerusakan di dalamnya.Namun tidak ada toko di kampung untuk mendapatkan engsel baru. Jika harusmembeli, orang harus pergi ke kota yang memakan waktu sekitar dua hari. Namundemikian, pastor menemukan di dalam tasnya ada dua engsel yang sudah bekaspakai. Dua engsel itu kemudian dipasangkan ke pintu gereja tersebut, meskipunkeduanya tidak seragam dan tidak sepadan dengan pintu gereja. Kalau kita memandang dan memahami Gereja kita secara rohani, yaitu umatAllah, kita dapat menggambarkan dua profil yang merupakan fondasi Gereja, yaituSanto Petrus dan Paulus, dengan dua engsel pintu gereja tadi. Sejak Gereja yangkudus ini berdiri, kedua rasul ini berperan sangat penting untuk membuat pintuGereja berfungsi dengan sesungguhnya. Tugas yang mereka terima dari YesusKristus sungguh menjadikan mereka saksi-saksi iman yang unggul. Keunggulan dan dedikasi iman yang amat tinggi telah dirintis oleh Petrusdan Paulus bagi kita. Petrus adalah figur kepala yang mempersatukan, menguatkandan mengakarkan iman kita kepada Kristus. Pengakuannya akan Yesus Kristusmerupakan pegangan iman sangat dasar yang menjadi pengakuan iman Gereja. Paulusadalah figur Gereja yang misioner dan inklusif, yang pada intinya memberikannilai universalitas Gereja. Ia bersaksi telah melakukan tugas misioner itusampai ke ujung bumi, sampai garis batas dunia ini. Jadi jasa mereka berdua yang memang sampai akhir hayatnya, meninggalsebagai martir di Roma, meninggalkan kepada Gereja kita untuk sepanjang masasuatu dedikasi dan komitmen kepada Kristus sampai batas terakhir perjalananpanjang hidupnya. Kita juga mesti dapat mengikuti teladan kedua rasul ulungini. Dua jempol kita untuk Petrus dan Paulus, dua jempol juga buat kitamasing-masing dan kita semua, untuk menunjukkan tanda kebanggaan kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah maha pengasih dan penyayang, pandanglah kami putradan putri-Mu yang berusaha belajar dari teladan Santo Petrus dan Paulus tentangberharganya komitmen dan dedikasi kepada-Mu dan sesama kami. Semoga kami setiadalam iman kami sampai batas terakhir yang Engkau kehendaki dari kamimasing-masing. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Agata Tukan dan Novita Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Yesaya 49: 1-6; Mazmur tg 139: 1-3.13-14ab.14c-15; Kisah Para Rasul 13: 22-26; Lukas 1: 57-66.80.NAMANYA YOHANES Tema renungan kita pada hari ini ialah: Namanya Yohanes. Di dalam Gerejabaik di Timur maupun Barat dalam hal ini Latin-Roma, kelahiran YohanesPembaptis dirayakan pada hari ini. Kita menjadikannya hari raya, sebab Yohanestelah memperlihatkan perannya yang sangat penting dalam kaitan dengantugas-perutusan Yesus Almasih di dunia. Berita tentang karunia Yohanes ke dalam hidup Zakaria dan Elisabeth sudahmerupakan berita besar sekali yang mencengangkan banyak orang. Menyusul ialahperutusan yang dibawa Yohanes kelak, yaitu mempersiapkan manusia untukmenyambut Yesus Kristus. Mesias bagi Israel ialah raja agung yang memilikisegala kuasa dan menjadi harapan tertinggi demi kehidupan mereka yang tenteramdan damai. Persiapannya tentu harus sangat besar dan terbaik. Pribadi Yohanes sejak di dalam kandungan bunda Elisabeth, berikutkelahirannya, dan perutusannya, bagaikan karpet merah bagi raja agung YesusKristus. Ia sudah mencengangkan dunia dan mengubahnya kepada terang kehidupanyang baru, bahkan orang sejahat Herodes pun segan kepadanya. Tetapi ia sendirimengakui bahwa Yesus jauh lebih besar dari padanya. Ia relakan diri untukmenjadi karpet merah yang membentang di tanah sebagai jalan terbuka danterhormat supaya Yesus Kristus datang dan melewati di atas dirinya. Kelahiran Yohanes Pembaptis memberikan kita makna akan sebuah perutusanatau tugas yang merefleksikan panggilan hidup. Nama “Yohanes” yang dilekatkanpada dirinya berarti “Tuhan yang penuh rahmat”. Menurut kitab nabi Yesaya,pemanggilan nama itu sudah dilakukan sejak dalam kandungan ibu. Pemanggilannama mengandung arti bahwa pribadi manusia sudah dikenal dan ditentukan kalaunanti setelah lahir ia sudah mempunyai tugas yang spesifik. Jadi kelahiranseorang anak manusia, kita semua, sudah di dalam rencana Tuhan. Tidak adaseorang anak manusia dilahirkan secara kebetulan atau spontan. Yohanes mempersiapkan jalan supaya pemilik atau bos-nya rahmat itu datangke dunia demi menghalau dosa dan membawa keselamatan. Kita sebenarnya dapatmenggunakan setiap rahmat yang dicurahkan oleh Tuhan, khususnya melaluisakramen-sakramen yang telah kita terima untuk menyingkirkan dosa, membaharuihidup, dan menjalankan suatu hidup baru. Memiliki dan menikmati hidup barulantas tidak membuat kita besar kepala, sombong, dan bersenang-senang saja.Hidup baru kita mesti tetap mengikuti gaya Yohanes yang menjadi karpet merahbagi Tuhan, terutama dalam pelayanan-pelayanan kepada orang lain. Biarlahmereka tahu bahwa Tuhan yang berbuat bagi hidup mereka dan bukan kita yangberbuat.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah kami, semoga perayaan hari ini memperkuat semangatkami untuk berbagi rahmat-Mu kepada sesama, khususnya mereka yangberkekurangan. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Elen Making dan Novita Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. 2 Raja-Raja 17: 5-8.13-15a.18; Mazmur tg 60: 3.4-5.12-13; Matius 7: 1-5.SIAPA YANGMENGHAKIMI DENGAN BENAR? Tema renungan kita pada hari ini ialah: Siapa yang Dapat Menghakimi denganBenar? Ferdinand adalah seorang remaja kelas 1 SMA yang ceria dan satu minggulalu ia terpilih menjadi ketua misdinar di parokinya. Tetapi pada minggukeduanya ia mengundurkan diri. Saat ditanya alasan ia begitu cepat berhentisebagai ketua, ia hanya menjawab singkat bahwa banyak temannya memberikankomentar dan masukan yang membangun. Tetapi lebih banyak lagi yang memberikandia penilaian atau kritik yang negatif bahkan juga fitnahan. Penghakiman dan penilaian secara negatif atau istilah Inggrisnya judgmentalada di mana-mana dan dilakukan oleh siapa saja. Menurut Tuhan Yesus Kristus,ini tidak boleh dilakukan, dan tidak menjadi gaya hidup para pengikut-Nya. Inimerupakan dosa yang sejalan dengan gaya hidup di dunia yang melakukanpenghakiman untuk memisahkan yang salah dan benar. Penegasan Yesus kepada kita pada hari ini bermaksud untuk menghentikan kitadari kebiasaan menghakimi sehingga memvonis orang lain berdosa. Sebaliknya,kita diajarkan untuk mengutamakan sisi yang terbaik dan terhormat dari oranglain, karena melalui itu pendidikan kemanusiaan terjadi, cinta kasih bertumbuhbaik, dan solidaritas bersama sebagai umat Tuhan terjaga. Penghakiman, kritik dan penilaian memang tetap diperlukan bagi setiaporang, kelompok dan komunitas, tetapi dalam cara kelemah-lembutan dan kasih.Ini merupakan tugas yang suci. Orang tua mengoreksi bahkan menghakimi anaknyatentang pergaulan antar lawan jenis yang sudah mengkwatirkan. Ataubiarawan-biarawati muda dihakimi dalam soal kedisiplinan hidup harian yangsudah terasa kering dan hilang mutunya. Ini merupakan penilaian yang suci. Maka nasihat terbaik Yesus bagi kita ialah barang siapa yang menilai,mengkritik dan menghakimi sesamanya secara baik dan di dalam kasih, ia akandinilai secara baik juga oleh Tuhan. Kemudian, siapa yang dapat menghakimidengan benar? Tuhan-lah sebagai pihak yang memberikannya karena Dialah sumberkasih dan kebaikan. Kita sebagai umat-Nya ikut memberikan penilaian danpenghakiman yang benar dan baik karena kita memang dipakai oleh Tuhan. Caranya ialah berangkat dari diri kita untuk menilai diri sendiri, apakahkita bersih atau terbebaskan dari kesalahan dan dosa. Jika kita berbuat dosayang sama dengan orang yang kita berikan penghakiman, sementara kita sendiribelum bertobat sedikit pun, itu sama dengan dusta atau munafik. Hasilnya bisanihil, karena orang akan mengatakan berikan dulu buktinya pada dirimu kalaumemang Anda bersih atau sudah berubah. Kata dan perbuatan harus sejalan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, buatlah kami tulus dan benar dalammemberikan penilaian, kritik dan masukan terhadap sesama kami, dan pakailahkami untuk menyampaikan kebenaran itu melalui kata dan perbuatan kami. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 1 Raja-Raja 21: 17-29; Mazmur tg 51: 3-4.5-6a.11.16; Matius 5: 43-48.SATU KATA UNTUKTUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Satu Kata Untuk Tuhan. Ada sepasangmuda-mudi yang sudah menjalin hubungan cinta selama tiga tahun, inginmelanjutkan itu ke jenjang pernikahan. Satu persoalan yang rumit bagi keduanyaialah upacara pernikahan mengikuti tata cara agama salah satu dari mereka,padahal mereka berlainan agama. Si wanita yang Katolik sangat ingin supayapernikahan itu dirayakan dalam cara agama Katolik, tetapi ia sama sekali tidakingin memaksakan itu kepada calon suaminya yang bukan Katolik. Semua persiapan lain sudah beres dilakukan namun tentang upacara pernikahandalam ritual agama belum menemukan titik terang. Semua pihak menunggu saja apayang memang dikehendaki oleh Tuhan. Lalu yang dikehendaki Tuhan itu akhirnyadatang. Si pemuda berterus-terang kepada calon istri, keluarganya sendiri dankeluarga calon istri, bahwa ia ingin agar ritual pernikahan mereka dilakukansecara Katolik. Calon istrinya ingin mengetahui alasan ia begitu yakin dengankeputusannya itu, dan ia menjawab singkat begini: "Tuhan sudah memberibegitu banyak dan baik, maka kita mengikuti saja dengan memberi sepertiDia." Singkatnya, ia ingin membuat segala urusan lancar, dan sejauhmungkin menghindari apa yang dapat membuat tambah sulit. Pemuda itu mendapatkan keyakinannya dari Tuhan sendiri. Satu kata kunciuntuk Tuhan ialah memberi. Hakikat diri Tuhan ialah memberi dan tindakanfundamental Tuhan juga sama, memberi. Kita pantas memiliki keyakinan yang samadengan pemuda itu, bahwa Tuhan sudah menyelenggarakan semua dan membuat segalasesuatu mungkin sehingga kita mendapatkan hidup dan diizinkan untuk mengisihidup kita. Ada yang mengisinya dengan pelayanan, yang lain dengan berkarya,yang lain lagi dengan berbuat baik dan membangun persekutuan bersama di dalamdunia ini. Pada hari ini bacaan-bacaan suci mengajarkan kita tentang sebuah bentukperbuatan memberi yang selalu menjadi tantangan besar kalau dilakukan. Memberisesuatu yang baik kepada orang yang memusuhi dan yang merugikan kita adalahkesulitan kita pada umumnya. Ini adalah jenis perbuatan memberi yang luarbiasa. Tuhan Yesus sudah melakukannya, dan Ia ingin supaya kita juga dapatmelakukannya. Yesus berkata bahwa orang-orang yang tidak menyukai atau memusuhikita, pantas diberikan kasih yaitu dengan mendoakan mereka. Kita masing-masing menyadari bahwa ada orang-orang yang tidak menyukai danmemusuhi kita. Kita sendiri yang mengetahui seberapa serius mereka memusuhikita. Mereka mungkin tak menyadari haknya untuk didoakan, tetapi kita sendirimesti menyadari kewajiban kita untuk mendoakan mereka. Ini merupakan salah satutindakan memberi yang diajarkan oleh Tuhan Yesus.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Bapa yang maha rahim, semoga kami selalu bertanggungjawab untuk mendoakan orang-orang yang memusuhi dan tidak menyukai kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Pembawa Renungan : RD. Willem Pau SemarangLuk. 2:41-51.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Patricia Yessika dari Paroki Santa Maria Tak Bercela di Keuskupan Surabaya, Indonesia. 2 Timotius 4: 1-8; Mazmur tg 71: 8-9.14-15ab.16-17.22; Markus 12: 38-44.AGAMA AMBISI, PROMOSI DAN POSISI Tema renungan kita pada ini ialah: Agama Ambisi, Promosidan Posisi. Karena memeluk agama itu sebagai hak dan pilihan individu ataukelompok, sifat natural manusiawi yang berambisi, suka promosi diri dan inginakan posisi atau jabatan sering mempengaruhi keyakinan setiap orang. Tuhan Yesus meminta kita tidak memiliki cara hidup berimanyang demikian. Yesus sendiri tidak memiliki tipe itu. Ia justru menghadirkansatu jenis hidup beriman yang berlawanan dengan ambisi, promosi dan posisi.Para pemuka agama, cendekia, ahli kitab suci dan kaum Farisi terkenal denganjenis agama ini. Lalu Yesus ingatkan kita semua, supaya tidak tergodamengikuti atau tidak memelihara kecenderungan untuk: 1) keinginan amat tinggiatau berambisi menjadi penting dan diutamakan; 2) selalu mau promosi atautampil cari perhatian untuk dikenal dan diakui yang intinya ialah penghormatandan penghargaan dari orang lain; 3) selalu berusaha menggunakan posisi ataukedudukan, bahkan yang sifatnya rohani, untuk keuntungan pribadi. Para pengikut Kristus sebaliknya harus melakukan pelayanandalam kerendahan hati untuk kebaikan sesama, daripada berambisi menjadi yangutama. Menampilkan atau promosi kebaikan orang lain dan kehidupan bersamamelalui pekerjaan, pelayanan dan solidaritas daripada promosi diri sendiri.Kesempatan memakai posisi entah sipil atau keagamaan untuk pelayanan danpembaktian diri secara tulus dan tanggung jawab, daripada mencari keuntungandiri sendiri. Ketiga kecenderungan daging yang diuraikan tadi berakarpada kesombongan, yang merupakan salah satu dari 7 dosa pokok manusia. Kalauyang pokok ini dihilangkan maka dosa-dosa turunannya juga tak akan berkembang.Ada dua cara yang kita belajar hari ini untuk menghilangkan kesombonganmanusiawi. Pertama, kita setiap saat senantiasa memuji dan bersyukurkepada Tuhan. Rasul Paulus menasihatkan muridnya Timotius untuk menyatakanpujian dan syukur itu melalui suatu sikap iman yang benar, yaitu bersabar dalampenderitaan dan melakukan tugas pelayanan dan pewartaan dalam suka cita. Kedua, kerendahan hati menjadi pilihan sikap hidup yangkita kembangkan dan pelihara. Yesus memberi contoh melalui penampilan jandamiskin yang memberi derma. Kerendahan hati itu bukan berbentuk pasif dan tenangsaja, tetapi berbuat dan mempersembahkan sesuatu materi atau rohani yangmeskipun sederhana namun berguna bagi sesama dan kepentingan bersama. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Kuatkan dan berkatilah kami, ya Tuhan YesusKristus, supaya melalui pekerjaan dan pelayanan kami yang rutin dan biasa, kamiingin melakukan itu dalam semangat menghadirkan kebaikan bagi sesama dan hidupkami bersama. Semoga Roh-Mu selalu mendampingi kami untuk mewujudkan semangatini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Olivia, Andrew dan Shendy Jost dari Paroki Santo Albertus Agung di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. 2 Timotius 3: 10-17; Mazmur tg 119: 157.160.161.165.166.168; Markus 12: 35-37.RELASI YESUS KRISTUS DAN DAUD Tema renungan kita pada hari iniialah: Relasi Yesus Kristus dan Daud. Dalam suatu pengajaran-Nya, Yesusmengajak para ahli Taurat untuk merenungkan identitas Mesias secara mendalam.Menurut mereka Mesias adalah anak Daud, karena memang berasal dari keturunanRaja Daud. Namun Yesus mengajukan pertanyaan yang membuat mereka terdiam: jikaMesias hanya anak Daud, mengapa Daud sendiri menyebut-Nya sebagai “Tuhan”-nya?Ini berarti Mesias bukan hanya penerus takhta Daud yang manusiawi, melainkanDia yang memiliki martabat ilahi. Yesus adalah keturunan Daud menurut daging,tetapi juga Tuhan yang dinantikan Daud sendiri. Yesus sebenarnya menunjukkanbahwa mengenal Allah tidak cukup hanya dengan menguasai pengetahuan agama. Paraahli Taurat memiliki banyak pengetahuan tentang Kitab Suci, tetapi mereka gagalmemahami makna terdalam Sabda Tuhan yang mereka pelajari. Mereka kagum akankebijaksanaan Yesus, namun tidak mampu menerima kebenaran yang diwartakan-Nya.Kekaguman saja tidak cukup untuk menjadi murid. Iman menuntut kerendahan diriuntuk menerima terang Allah. Raja Daud sendiri menjadi teladankerendahan hati. Walaupun ia seorang raja besar yang disegani, ia mengakuibahwa Mesias yang akan datang jauh lebih agung daripada dirinya. Daud tidak menjadikandirinya pusat, melainkan mengarahkan pandangannya kepada Tuhan yang akanmenyelamatkan umat-Nya. Sikap inilah yang membedakan hati seorang berimandengan hati yang hanya mencari hormat dan pengakuan diri. Sebaliknya, dalam surat-suratPaulus kita melihat contoh relasi yang indah antara seorang guru dan murid.Paulus membimbing Timotius bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga denganteladan hidup. Timotius menerima pengajaran itu dengan kesetiaan dan ketaatan.Paulus menasihatinya agar tetap berpegang pada ajaran yang telah diterimanyaserta tidak mudah terpengaruh oleh ajaran yang menyesatkan. Timotius percayakepada Tuhan yang bekerja melalui bimbingan Paulus. Relasi Paulus dan Timotius menunjukkaniman yang bertumbuh melalui pendampingan dan kesetiaan. Tidak cukup hanyamendengar Sabda Tuhan atau mengagumi pewarta-Nya. Kita dipanggil untukmenghidupi kebenaran yang telah kita terima. Timotius tidak hanya mendengarkanPaulus, tetapi juga melaksanakan apa yang diajarkan kepadanya. Hari ini Tuhan mengajak kitauntuk bertanya kepada diri sendiri: apakah kita hanya mengagumi Yesus, atausungguh mengikuti-Nya? Apakah kita hanya mengetahui ajaran-Nya, atau berusahamelaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari? Semoga kita memiliki kerendahanhati yang sesungguhnya sebagai tanda iman yang benar.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Tuhan, kuatkanlah iman kami kepada-Mu agarkami dapat menjadi tanda kehadiran dan karya-Mu di dalam dunia ini. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus … Dalam nama Bapa …
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yenny dari Paroki Santo Paulus di Keuskupan Bandung, Indonesia. 2 Timotius 2: 8-15; Mazmur tg 25: 4bc-5ab.8-9.10.14; Markus 12: 28b-34.JANTUNGNYA CINTA Renungan kita pada hari ini bertema: Jantungnya Cinta.Biasanya cinta itu indah dalam kata-kata. Tetapi cinta itu menjadi sempurnajika dilakukan atau dipraktikkan. Jadi cinta yang terungkap dalam kata-kata dandiwujudkan dalam tindakan yang sesuai dengan kata-kata, sebenarnya itu adalahjantungnya cinta. Tetapi ada masalah dengan cinta di sini. Persoalannyaialah orang menjalankan cinta sebagai sebuah teori atau rumusan, jadi bentuknyaialah ide, gagasan dan norma-norma. Misalnya jangan bicara kasar, jangan nampakkotor pada orang lain, dan banyak jangan atau larangan lainnya. Itu yang dibuat oleh orang-orang Yahudi, khususnya kaumcendekia dan ahli taurat. Mereka memiliki 600 lebih rumusan aturan agar orang-orang menjadi lebih baik dan beriman. Tapi ternyatajantung cinta atau inti cintanya tidak mereka miliki. Terlalu larut dalam teoridan rumusan, mereka lupa untuk menghidupi cinta itu. Dan Yesus sendiri yangmengajarkan mereka: jantung cinta ialah mencintai Allah dan sesama, keduanyasama penting dan sama sejatinya. Maka syarat fundamental ialah jangan berbuat ekstrem yaitufanatik untuk yang satu, sementara melupakan atau membenci yang lain. RasulPaulus menasihatkan Timotius di dalam suratnya yang kedua bahwa pewartaan danpendalaman keyakinan tentang kematian dan kebangkitan Kristus adalah metodedasar dalam pertumbuhan iman. Isi pewartaan itu sudah dimulai oleh Rasul Petruspada hari-hari pertama setelah Yesus bangkit. Ia berkotbah di hadapan semuaorang yang percaya dan yang belum. Aspek lain yang juga sangat penting ialah menghidupikeyakinan dan pemahaman iman tersebut. Rasul Paulus melanjutkan nasihatnya itu,bahwa muridnya itu dan kita semua pengikut Kristus hendaknya mati juga bersamaKristus supaya kita nanti hidup bersama Dia. Kita hendaknya bertekun agar kitaikut memerintah bersama Dia. Jika kita menyangkal Dia, Dia akan menyangkalkita. Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, sebab Yesus tidak dapatmenyangkal diri-Nya sendiri. Mungkin hidup kita saat ini berlebur dalam urusan cintaberupa kata-kata, ilusi, gambar, janji, teori, rumusan, aturan, mimpi, ambisipribadi, uang, karir dan semua kaitan dengan kebutuhan duniawi. Bisa jadijantung cintanya, yaitu perbuatan mencintai sesama dan Tuhan yang nyata,langsung, dan berguna jauh dari perhitungan. Batin terasa sedang mencarijantung cinta yang kabur atau hilang. Apakah jantung cinta sekarang bersamamuatau jauh darimu? Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga kami tetapdalam bimbingan Roh-Mu dalam kesetiaan dan ketaatan mencintai Dikau dan sesamakami, sebab dengan demikian kami sanggup menunjukkan diri sebagaimurid-murid-Mu yang sesungguhnya. Berkatilah kami untuk intensi ini. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Andre dan Felicia dari Paroki Roh Kudus di Keuskupan Surabaya, Indonesia. 2 Timotius 1: 1-3.6-12; Mazmur tg 123: 1-2a.2bcd; Markus 12: 18-27.JIKA TERJADI SALAH PAHAM Renungan kita pada hari ini bertema: Jika Terjadi SalahPaham. Seorang pemuda menaksir seorang gadis yang sudah ia kenal beberapa bulanlamanya. Gadis itu lebih muda sepuluh tahun darinya. Sang pemuda selalumenyempatkan diri untuk bertemu dengan gadis pilihannya itu. Pada suatu ketikaia menyatakan secara langsung cintanya kepada gadis cantik itu. Pemuda itu berkata: "Saya jatuh cinta padamu. Apakahkamu dapat menerima saya, mengingat perbedaan usia kita 10 tahun. Selama inisaya kuatir untuk berbicara karena faktor perbedaan usia ini." Gadis itumenjawab: "Tidak apa-apa. Saya terima kok. Yang penting harus terpenuhisatu syaratnya." "Syarat apa?" tanya si pemuda. "Syaratnyaialah, kamu menunggu saja sampai usia saya sama dengan usiamu." Selama kita sebagai manusia di dunia ini kita akanmengalami banyak salah paham. Cerita di atas adalah salah satu contohnya. Salahpaham umumnya terjadi karena di antara kita tidak ada satu pemahaman ataupemikiran yang sama. Jika kita tidak berusaha mengatasinya, ini akan berpotensimenjadi konflik dan pemicu perpecahan di antara kita. Kita hendaknyamenghindari contoh-contoh salah paham yang kita temukan di dalam kitab suci. Kisah tentang Tobit yang ditunjukkan dalam Perjanjian Lamamenggambarkan salah paham orang tentang penderitaan sebagai orang beriman.Penderitaan karena Yesus jangan dianggap sebagai kutukan dan nasib yang sangatmemalukan. Justru penderitaan adalah kesempatan mendapatkan rahmat dan berkatTuhan. Salah paham yang kedua ialah pandangan bahwa kebaikan dan panggilankudus didapatkan adalah semata-semata karena perbuatan manusia. Tuhan dipandangtidak berperan apa-apa. Seharusnya, ini adalah karena maksud dan kasih TuhanAllah sendiri yang memilih dan memberikan kita martabat yang tinggi. Orang-orang Saduki salah paham bahwa nanti di dalam hidupabadi suami-istri biologis akan melanjutkan lagi perkawinan mereka di sana.Mereka berpikir bahwa manusia hanya akan pindah alamat tempat tinggal ketikananti memasuki kehidupan di alam baka. Yesus menegaskan bahwa mereka sungguhsalah paham dan itu membuat arah hidup mereka menjadi salah. Jika terjadi salah paham, apa yang mesti kita lakukan?Hendaklah kita sadar bahwa Tuhan adalah tempat kita mendapatkan terang, nasihatdan jalan untuk berbalik ke paham yang benar. Hendaklah kita juga salingmengingatkan supaya salah paham itu jangan diteruskan dan berpeluang untukmenjadi besar. Konflik sudah siap menyerang jika salah paham ini tidakdihentikan. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, ajarkan dan kuatkanlahkami selalu untuk berada dalam jalan dan paham yang benar sesuai dengankebijaksanaan-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Diana Ho dari Paroki Katedral Hati Yesus Yang Mahakudus di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. 2 Petrus 1: 1-7; Mazmur tg 91: 1-2.14-15ab.15c-16; Markus 12: 1-12.ANTARA BERBUAH BAIK ATAU BURUK Renungan kita pada hari ini bertema: Antara berbuah baikatau buruk. Injil dari Santo Markus yang baru saja kita dengar menggambarkansuatu perumpamaan tentang para pekerja (petani), yang menunjuk pada parapimpinan agama di zamannya Yesus. Maksudnya ialah untuk memperingatkan merekasupaya menerima Yesus sebagai Putra Allah dan jangan menyandera Dia dengananeka persepsi yang negatif. Yesus sendiri mengalami langsung bagaimana mereka melawancinta kasih yang Ia ajarkan dan lakukan. Mereka memusuhi, menganiaya, bahkanmembunuh semua utusan Allah, termasuk Yesus sendiri. Orang-orang itu merasatelah melakukan kebaikan dengan cara menegakkan hukum mereka, hukum Taurat. Itu terjadi pada zamannya Yesus Kristus dulu. Apa yangterjadi sekarang ini? Kita tidak mempunyai sikap sama seperti para pekerja yangbrutal terhadap Tuhan Yesus. Kita justru menerima dan mengakui Dia sebagaiTuhan yang baik. Kita tidak sampai hati mengkhianati Dia, karena kalau ituterjadi sia-sia saja kita bertekun tiap hari mendengar dan merenungkanfirman-Nya. Satu hal yang penting adalah ini, bahwa setelah kitadicurahkan oleh Roh Kudus pada hari Pentakosta, Yesus ingin ingatkan bahwa dibawah bimbingan dan pengajaran Roh Kudus kita mestinya dapat berbuah dandiharapkan buah-buah itu baik, bukan sebaliknya buruk. Kalau Roh Kudus yanghidup bersama kita buah-buah kita memang harus baik dan berguna baik bagi dirisendiri maupun bagi orang lain. Tujuh karunia Roh Kudus itu mesti menjadi target sepertiapa buah-buah dari kita. Kita kiranya berusaha untuk berbuah baik dalamkebijaksanaan, pengertian, nasihat, kekuatan, pengetahuan, kesalehan, dan takutakan Allah. Kalau salah satu atau dua karunia ini kita abaikan, bisa saja kitamenjadi brutal dan jahat seperti para pekerja kebun anggur itu. Misalnya, jika Anda tidak punya kebijaksanaan, pengertiandan pengetahuan yang baik, sangat mungkin Anda menggantikannya dengankemarahan, menang sendiri dan bertindak membabi-buta kepada orang lain. Jikaseseorang mungkin nampak saleh, tetapi tak ada takut akan Allah, bisa saja iaakan menjadi seorang pendendam yang diam-diam akan meledak dan sangatberbahaya. Jadi karunia Roh Kudus itu, paling kurang menjadi salahsatu indikasi kalau kita ingin berbuah baik, caranya ialah tunduk dan tekundalam bimbingan Roh Kudus. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan yang maha baik, terima kasih atas hariyang baru ini yang memberi kami kesempatan satu hari lagi untuk menekuni hidupini di dalam bimbingan Roh-Mu. Semoga pikiran dan hati kami selalu terbukaterhadap sapaan melalui firman yang disampaikan kepada kami. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Fanny Hartono dari Paroki Gembala Yang Baik dari Keuskupan Surabaya, Indonesia. 1 Petrus 1: 18-25; Mazmur tg 147: 12-13.14-15.19-20; Markus 10: 32-45.KITA SUDAH DITEBUS DENGAN DARAH YANG MAHAL Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kita SudahDitebus dengan Darah yang Mahal. SantoPetrus, sebagai pemimpin para rasul dan kepala Gereja perdana, memberikankeyakinan yang kuat kepada umat bahwa keselamatan manusia bukanlah sesuatu yangmurah atau biasa saja. Dalam suratnya, ia menegaskan bahwa kita telah ditebusbukan dengan emas atau perak, melainkan dengan darah Kristus yang mahal. Yesusmenunjukkan kasih yang paling sempurna ketika Ia rela menerima penderitaan,hukuman, dan wafat di kayu salib demi menyelamatkan manusia dari dosa. Salibbukan tanda kekalahan, tetapi tanda cinta Allah yang begitu besar kepada dunia. Petrus sendiri menyaksikan langsung bagaimana Yesusmenjalani sengsara-Nya. Ia melihat Guru yang tidak bersalah itu dihina,dicambuk, dan akhirnya disalibkan. Pengalaman itu mengubah hidup Petrus secaratotal. Ia yang dahulu pernah takut dan menyangkal Yesus, akhirnya menjadipewarta yang berani. Ia memahami bahwa kasih Kristus bukan sekadar kata-kata,melainkan pengorbanan yang nyata. Karena itu, Petrus ingin agar setiap orangKristen hidup dengan keyakinan bahwa mereka sangat berharga di mata Allah. Kasih Kristus yang begitu besar seharusnya menggerakkanhati kita untuk hidup dalam kasih pula. Yesus tidak hanya mengajarkan kasih,tetapi Ia sendiri melaksanakannya sampai tuntas. Para rasul dan murid mengikutiteladan itu. Mereka menghadapi ancaman, penolakan, penjara, bahkan kematiandemi mempertahankan iman mereka kepada Kristus. Banyak dari mereka akhirnyawafat sebagai martir. Mereka percaya sudah menjadi milik Tuhan yang telahmenebus mereka dengan darah-Nya sendiri. Kesadaran bahwa kita ditebus dengan harga yang mahalharus membentuk sikap hidup kita setiap hari. Kita bukan orang yang tidakberarti. Kita dicintai dan diselamatkan oleh Kristus sendiri. Karena itu, hidupkita tidak boleh dipakai untuk dosa, kebencian, atau sikap acuh terhadapsesama. Setiap tindakan kasih, pengampunan, kesabaran, dan pengorbanan kecilyang kita lakukan menjadi jawaban atas kasih besar yang sudah lebih dahuludiberikan Tuhan kepada kita. Sikap Kristen yang benar ialah menjaga hati agar tidakmengecewakan Yesus. Kita berusaha menjalankan perintah-perintah-Nya bukankarena takut dihukum, tetapi karena kita mengasihi Dia. Orang yang sadar bahwadirinya telah ditebus darah Kristus akan berjuang hidup setia, jujur, dan penuhkasih. Ketika jatuh dalam dosa, ia akan bangkit kembali dan memohon belas kasihTuhan, sebab ia tahu bahwa Kristus telah menyerahkan hidup-Nya demi dirinya. Mari kita memandang salib Kristus dengan hati yangpenuh syukur. Di sana kita melihat harga diri manusia yang sesungguhnya. Tuhansendiri rela menyerahkan nyawa-Nya agar manusia memperoleh hidup. Makajanganlah kita menyia-nyiakan kasih sebesar itu. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah, kami bersyukur atas kasih-Mu yang amat mulia dan besar untukmenyelamatkan kami melalui pengorbanan diri Tuhan Yesus Kristus. Semoga kamisenantiasa menghayati kasih yang sama. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus … Dalam nama Bapa …
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hartini dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Kejadian 3: 9-15.20; Mazmur tg 87: 1-2.3.5.6-7; Yohanes 19: 25-34.KARUNIA SEORANG IBU Tema renungan kita pada hari ini ialah: Karunia Seorang Ibu. Pada suatuhari Minggu yang jatuh pada "Hari Para Bapak" sedunia, imam yangmemimpin Misa mengundang para bapak untuk maju ke dekat altar sebelum berkatpenutup Misa. Mereka didoakan dan diberkati khusus oleh imam. Pada waktu ituada tiga bapak menangis haru dan terlihat oleh imam yang sedang mendoakanmereka. Imam itu bertemu mereka di luar gereja setelah misa selesai. Satu persatudari mereka ditanyakan alasan mereka menangis waktu berada di depannya. Merekasemua menjawab bahwa istrinya memaksa mereka maju ke depan dengan ancaman yangberbeda-beda. Kalau mereka tidak mau maju, sanksi akan diberikan tanpa ampun.Yang satu diancam tidak boleh masuk rumah setelah kembali dari misa. Yang laindiancam tidak ditemani kalau diajak untuk pergi berdua. Yang lain lagi diancamtidak disiapkan makanan favoritnya. Ancaman-ancaman ini sungguh serius. Seorang istri dan ibu adalah kunci bagirumah, makanan dan relasi. Jika ketiga unsur ditiadakan, bagaimana jadinyadengan seorang suami dan bapak, bahkan kehidupan kita yang sesungguhnya! Ketigabapak yang menangis seharusnya bukan karena istri mereka galak, tetapisesungguhnya mereka sangat sedih dan sakit untuk kehilangan bagian kehidupanyang dibawa dan dihidupi oleh para istrinya. Jadi para istri atau wanita iniadalah representasi dari kebaikan Allah untuk melawan semua bentuk kejahatanyang ingin merusak dan membinasakan kehidupan. Kita berbahagia di hari peringatan Bunda Maria sebagai Bunda Gereja ini,yang merupakan perayaan untuk menghormati dan memuliakan peran ke-Ibuan untukseluruh Gereja. Pada prinsipnya Gereja disebut ibu dengan alasan palingkentara, ialah karena Bunda Maria dipercayakan oleh Putra-nya sendiri, YesusKristus yang adalah kepala Gereja, sebagai bunda Gereja. Yesus nyatakan itusecara langsung dan pribadi ketika Ia bergantung di atas salib dan sesaat lagiakan wafat. Ia berkata kepada seorang murid yang dikasihi-Nya: “Inilah ibu-mu”! Gereja sebagai ibu memiliki tanggung jawab maha penting untuk melindungidan mengarahkan setiap anggotanya ke jalan keselamatan. Maria tentu bekerjasama dengan Yesus Kristus, sang Kepala Gereja, untuk membuat Gereja dan seluruhanggotanya hidup dalam iman, kasih dan pengharapan yang kuat. Sebagai ibu,Maria menjiwai seluruh Gereja sepanjang jalan tersebut. Meskipun ancaman setandan musuh-musuh tak pernah berhenti untuk mencelakakan dan menghancurkanGereja, ibu Gereja memiliki kekuatan untuk bertahan dan melawannya. Perlawananitu tidak pernah berhenti selama dunia ini masih berputar, seperti yangdiwartakan oleh bacaan pertama hari ini. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah, semoga Bunda Maria selalu bersama dengan kami didalam segala kesulitan kami, khususnya dalam saat-saat kesulitan dan ancamanmusuh yang mematikan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Dhammasākacchā oleh Bhante Mahā Dhammadhīro usai dana makan di Vihāra Buddharatana Medan
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Rosalia dari Gereja Santo Yohanes Penginjil, Paroki Blok B, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 17: 15.22 - 18: 1; Mazmur tg 148: 1-2.11-12ab.12c-14a.14bcd; Yohanes 16: 12-15.KITA TIDAK HANYAMENGEJAR JUMLAH Renungan kita pada hari ini bertema: Kita Tidak Hanya Mengejar Jumlah. Tepatpukul 7 pagi Pastor Paroki sudah bersiap di sakristi untuk berarak menuju altardan Misa dapat segera dimulai. Pemimpin koor dan anggotanya merasa gelisahkarena umat yang hadir baru seperempat kapasitas gereja. Mereka meminta pastorsupaya sebaiknya menunggu umat lain datang baru dapat dimulai Misa kudus.Tetapi sang Pastor menjawab: "Misa tidak bergantung pada jumlah yang hadirdi dalam gereja." Sikap Pastor Paroki ini merupakan refleksi atas kenyataan di dalampertumbuhan iman dan Gereja kita, bahwa kita tidak hanya mengejar jumlah. Kitajuga sangat membutuhkan kualitas. Dalam konteks penyebaran Injil yang dilakukanPaulus dan rekan-rekannya di Athena, di arena Aeropagus, banyak sekali yangmenolak semua ajaran Paulus tentang Yesus Kristus, dan hanya satu dua orangsaja yang percaya. Jumlah ini sangat sedikit kalau dibandingkan dengan sejumlahdaerah lain yang telah mereka kunjungi. Kalau yang dikejar terutama ialah jumlah atau sebanyak mungkin pengikutbaru, hasil ini pasti sangat mengecewakan. Namun Paulus dan rombongannya tahubahwa ini adalah pekerjaan milik Tuhan, semuanya biar Tuhan saja yangmenghendaki. Di dalam Tuhan tak ada rivalitas atau perhitungan untung rugijumlah dan kualitas. Bagi Tuhan, pokoknya ada orang yang percaya, mengikuti Diadan menghidupi imannya itu dengan berkualitas. Jumlah yang ada sekarang inimerupakan realisasi pilihan Yesus atas kita dari dunia ini. Kualitas hidup kitasangat bergantung pada kemampuan kita hidup dalam terang dan bimbingan RohKudus. Bersama Roh Kudus, kita memiliki tempat di dalam Yesus Kristus. Dua kecenderungan manusia untuk mengejar jumlah dan kualitas seringmendatangkan masalah. Mereka yang mengejar jumlah saja bisa jadi lebihberambisi material, jasmani, sosial dan kesuksesan duniawi. Mereka yangmengejar kualitas saja bisa jadi lebih elitis, eksklusif, kurang mendarat dantidak realistis. Maka jalan paling baik ialah keseimbangannya, yaitu jumlahkita perlukan sekaligus kita berikan kualitas pada jumlah yang ada. Misalnya, kehadiran kita di dalam komunitas atau keluarga kurang banyak,tetapi dari kehadiran yang hanya sedikit itu dibuat sangat berkualitas yangmembawa pengaruh yang baik dan sehat. Kalau Anda berkecukupan rezeki, hendaknyakualitas kesejahteraan hidup lebih diperhatikan dan bermurah hati kepada oranglain yang kurang beruntung. Anda mungkin bertubuh kurus, namun kesehatan harusbaik. Anda kurang pintar, namun bertanggung jawab. Kita wajib membuatkeseimbangan hidup agar Tuhan berkenan kepada kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha murah, semoga melalui bimbingan Roh-Mu, kamimenjadi pribadi-pribadi yang bijaksana dalam membuat hidup kami seimbangjasmani dan rohani, sehingga hidup kami berkenan kepada-Mu dan sesama kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yenny dari Paroki Santo Paulus di Keuskupan Bandung, Indonesia. Kisah Para Rasul 16: 1-10; Mazmur tg 100: 1-2.3.5; Yohanes 15: 18-21.ANTARA ROH KUDUSDAN ROH JAHAT Renungan kita pada hari ini bertema: Antara Roh Kudus dan Roh Jahat. Renunganini ingin membawa perhatian kita kepada dua sudut pandang tentang semangathidup yang kita miliki di dalam kehidupan kita. Dari posisi Tuhan Yesus Kristusdan semua komponen dalam perutusan-Nya, roh yang berlawanan itu pasti roh jahatdengan Setan sebagai panglima. Sedangkan dari posisi lawan, yaitu roh duniawi dan Setan sebagai panglima,roh yang berlawanan ialah kebaikan dan kebenaran yang telah dibawa oleh YesusKristus melalui pengorbanan diri-Nya dan masih diteruskan saat ini oleh Gereja.Roh jahat ini, seperti ditunjukkan dalam kitab suci, setelah tidak mampumenaklukkan Yesus di padang gurun, ia selalu menunggu saja saat yang palingtepat bagi dia untuk menggoda dan menaklukkan lagi pihak yang diinginkannya. Dua kubu, Roh Kudus dan roh jahat tentu saja berseberangan arah. Pihak manayang unggul pada akhirnya, sangat bergantung pada siapa manusia itu yang memilihuntuk berpihak sesuai dengan kehendak bebasnya. Namun dalam situasi tanpaperang, atau lebih tepatnya tidak ada konflik kepentingan, sering terjadi bahwakedua kubu ini berdampingan dalam suasana tenang. Misalnya Anda dalam suasana tenang di dalam kamar. Di dalam dirimu tidakada gangguan pikiran jahat, niat yang aneh dan perbuatan yang menyimpang. Disitu juga ada kehadiran roh jahat yang tetap menunggu saatnya dirimu lepaskontrol dan tidak menyadari diri, ia akan segera menggodai dengan maksudmenguasai dirimu. Kira-kira begitu keberadaan kita setiap saat. Begitu konflik kepentingandatang, Anda harus memilih yang baik atau jahat, yang benar atau salah. Poin yang sangat penting di sini ialah bahwa sebagai pengikut Kristus, kitamesti dapat membedakan roh yang berlawanan itu, semangat yang berseberangan,atau kepentingan yang tak sejalan dengan Yesus Kristus. Kristus telahmempersiapkan kita untuk dapat memiliki kemampuan untuk membedakan. Ia selalumenegaskan supaya kita tetap berpegang pada firman-Nya. Ia berkata, “Aku telahmemilih kamu dari dunia ini”. Kita menjadi milik Yesus, jadi kita mempunyaikemampuan untuk memastikan ada roh yang berlawanan dengan Yesus. Pengalaman initelah dialami oleh para rasul, Paulus dan Barnabas, ketika menjalani misi yangluar biasa. Para kudus adalah teladan bagi kita untuk hal ini. Siapa pun di dekat kita yang memberikan nasihat atau teguran supaya kitaharus memilih Roh Tuhan dari roh jahat, dia adalah utusan Yesus. Kita semakinmendekati pesta Pentakosta, maka hendaknya kita membuka diri dengan tulus agar Roh Kudus itulah yang memenuhi diri kita,bukan roh yang lain. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah kami selalu dengan berkatdan rahmat-Mu agar kami mampu melawan kepentingan-kepentingan dunia ini yangbertentangan dengan Dikau. Utuslah Roh-Mu agar memenuhi kami dan seluruh mukabumi. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Di episode ini, bersama Dwihanda & Putra kita membahas bagaimana relasi yang kuat dan support system yang solid menjadi fondasi utama perjalanan Hanum hingga bisa berkembang seperti sekarang.Karena pada akhirnya, brand yang bertahan bukan hanya yang punya produk bagus, tapi yang punya orang-orang hebat di belakangnya.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Angela Efrasia Netty dari Gereja St. Helena, Paroki Curug di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 14: 19-28; Mazmur tg 145: 10-11.12-13ab.21; Yohanes 14: 27-31a.DAMAI ADALAHSENJATA KITA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Damai Adalah Senjata Kita. YesusKristus ketika berada di dunia telah mengalami aneka bentuk penderitaanmanusiawi sebagai akibat dari dosa dan kejahatan manusia. Berhadapan dengansemua itu, Ia tidak melawan tetapi justru menerima dengan tenang, mengampunidan mendoakan mereka yang melawan atau menganiayai Dia. Ia melawan itu dengan senjata damai dari Bapa-Nya. Para pengikut-Nya, mulaidari para rasul sampai ke generasi kita saat ini, disiapkan dengan sedemikianrupa untuk dapat mengalami segala bentuk penderitaan yang sudah Ia alami. Pararasul terbukti siap menghadapi semuanya dan mereka tidak gentar apa pun, karenasenjata damai jauh lebih kuat dari pada senjata apa pun. Paulus dan Barnabasmenunjukkan itu ketika mereka membangun dan memperkuat eksistensi Gereja darisatu tempat ke tempat yang lain. Gereja dan pengikut Kristus di segala tempat dan zaman hingga saat ini jugamenyadari bahwa prediksi Yesus tidak meleset, yaitu bahwa piala penderitaanyang Ia telah minum, diminum juga oleh para pengikut-Nya. Senjata damai yangsama tetap dipakai, dan kalimat terkenal yang selalu diulangi dalam perayaanEkaristi menegaskan keampuhan senjata itu, “Damai Kutinggalkan bagimu, damai-KuKuberikan kepadamu.” Yesus Kristus memberikan kita damai dari diri-Nya ini sebagai senjata yangsangat berguna, dan saat paling pas untuk memakainya ialah ketika kita beradadalam tekanan, bahaya dan ancaman dalam bentuk apa pun. Ia sudah menyiapkankita dengan strategi ini. Ia sudah tahu bahwa yang akan terjadi bagi setiappengikut-Nya adalah rupa-rupa kesulitan dan penderitaan. Bahkan kebaikan dan kebenaran apa pun yang diperbuat para pengikut dalamnama-Nya, penderitaan dan kesulitan bakal mereka terima. Karena kebaikan dankebenaran Kristus sangat bertentangan dengan budaya dan gaya orang-orang didunia ini yang sudah terjangkiti oleh dosa dan kejahatan. Tetapi Yesus dan parapengikut-Nya tidak menyerah dan takut. Salib memang harus dipikul dan bukandikutuk atau dibuang. Setelah salib ada kemenangan. Anda kebangkitan. Jadi kita mesti bersyukur dan merasa beruntung karena Yesus Kristus telah mempersiapkankita untuk menghadapi situasi terburuk di dunia ini, mempersenjatai kita dengandamai dari diri-Nya sendiri. Bayangkan jika ia mempersenjatai kita denganpedang atau senapan, bisa jadi profil kitasebagai Kristen saat ini mungkin menjadi yang terburuk di dunia. Damai dariYesus justru berguna untuk memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan. Di situlahkemenangan yang sesungguhnya. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ...Tuhan Yesus Kristus, penuhilah hati kami dan Gereja-Mudengan damai dari-Mu sendiri, karena damai itu yang menjaga dan melindungikami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Tuti Budiman dari Gereja St. Helena, Paroki Curug di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 14: 5-18; Mazmur tg 115: 1-2.3-4.15-16; Yohanes 14: 21-26.YANG TEKUN, YANGBERHASIL Renungan kita pada hari ini bertema: Yang Tekun, Yang Berhasil. Ada suamidan istri sering bertengkar soal bagaimana mendidik dan membesarkan kedua anakmereka yang masih kelas 4 dan 1 SD. Istri ingin supaya kedua anak ini cerdasdan pandai maka les tambahan di luar jam sekolah diikuti dengan serius. Yang iakejar ialah kepandaian kedua anaknya. Sementara suami tidak terlalu mementingkankecerdasan, tetapi ia lebih menginginkan anak-anaknya tekun. Menghadapi persoalan seperti ini, Tuhan Yesus Kristus terutama melalui Injilpada hari ini akan berkata bahwa ketekunan-lah yang lebih diperlukan. Yesusberkata bahwa Roh Kudus yang akan diutus-Nya adalah penghibur dan guru kita.Dan kita yang dibimbing oleh Roh Kudus adalah anak-anak atau murid-murid yangmesti tekun mengikuti dan belajar di bawah bimbingan-Nya. Kita bukan bercita-cita menjadi orang pandai dan cerdas bersama Roh Kudus.Sebab kalau kita semua ini menjadi cerdas dan pandai, bisa jadi banyak di antara kita ingin menyaingi Roh Kudus,atau bahkan Roh Kudus menjadi bingung untuk membimbing dan mengajari kita satuper satu. Jadi keutamaan yang penting sekali bagi kita ialah ketekunan, dan bukankepandaian atau kecerdasan. Pengalaman hidup Gereja Perdana membuktikan bahwapara rasul itu bukan orang pandai dan cerdas. Tetapi karena mereka tekun danberkomitmen kepada Yesus Kristus mereka menjadi mampu, matang dan menguasaisemua ilmu tentang Yesus Kristus. Paulus dan Barnabas tekun untuk teguh kepada Yesus Kristus dan Injil-Nyabiarpun mereka berhadapan dengan orang-orang pandai dan cerdas dari kultur yangberbeda sama sekali dari mereka. Mereka hadirkan ketekunan sebagai bentuk kesaksianyang sangat kuat, supaya meyakinkan semua orang Kristen yang baru dibaptisbahwa hanya ketekunan dalam iman yang bisa membuat mereka bertahan dan bisamembela imannya. Ketekunan itu harus mulai dari diri sendiri karena ada kemauan untukmencapai suatu tujuan yang baik dan benar. Melalui kombinasi kerajinan, fokus dan semangat, seseorang dapatmencapai hasil yang diinginkan. Orang yang pandai matematika karena ia pernahdan terus menerus menekuni bidang itu. Seorang atlet sepak bola menekuni teknikpaling sederhana seiring dengan latihan fisik yang terus-menerus sampai menjadiseorang pemain hebat. Demikian juga jika kita menekuni diri kita sebagai putra dan putri Allah,kita bakal berhasil menikmati apa yang dikatakan oleh Yesus, yaitu mendudukitempat di rumah Bapa di surga yang telah disediakan bagi kita masing-masing. Marilah kita berdoa. Dalamnama Bapa... Ya Yesus, semoga kami senantiasa tekun dan setia dalam bimbingandan ajaran Roh Kudus demi menjadi murid-murid-Mu yang sejati, kini dansepanjang masa. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Filicia Chandra dari Paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Kisah Para Rasul 13: 44-52; Mazmur tg 98: 1.2-3ab.3cd-4; Yohanes 14: 7-14.GEMBALA YANGBAIK MENGHADIRKAN BAPA KEPADA KITA Renungan kita pada hari ini bertema: Gembala Yang Baik Menghadirkan BapaKepada Kita. Kemarin dalam menjawab kekurang-pahaman rasul Thomas, Yesusmenunjuk diri-Nya sendiri sebagai perantara kita untuk sampai kepada Bapa. Hariini, rasul Filipus yang mewakili banyak di antara kita memperlihatkankekurang-pahaman dan pencariannya akan sosok Bapa seperti apa. Jawaban Yesus merupakan yang paling telak, kalau boleh dikatakan jawabankunci, karena memperlihatkan tujuan semua pencarian dan ziarah kita di duniaini. Yesus menjawab dengan menghadirkan Bapa sendiri, maka Ia berkata begini: melihatAku, berarti melihat Bapa, mendengar Aku, berarti mendengar Bapa, hidup bersamaAku berarti hidup bersama Bapa. Ini gunanya supaya semua menjadi tahu danpercaya bahwa Bapa berada di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa. Bapa dan Akuadalah satu. Persekutuan Bapa dan Putra itu terjadi dalam hubungan kasih dengankomunikasi di antara mereka, dan hubungan ini terjadi di dalam Roh Kudus. Justrujawaban yang diberikan kepada Filipus dan semua orang yang mencari tujuanterakhir hidup ini ialah Tritunggal Allah. Tak ada jawaban lain lagi yangmelebih jawaban ini. Berjumpa Bapa dalam diri Yesus dan dalam persekutuan RohKudus telah mempertegas komitmen para rasul, dan mereka bertahan dengankomitmen itu sampai mati. Yesus menghadirkan Bapa kepada kita berarti tentang kenyataan Tuhan Allahsesungguhnya. Tuhan tampak dengan segala kemurahan dan belas kasih, sementarakita manusia tampak terangkat sampai pada level untuk berjumpa dengan Dia. Saatinkarnasi, Tritunggal hadir dalam Putra yang dikandung dalam rahim PerawanMaria, dilahirkan dan diasuh dalam sebuah keluarga bersahaja. Dalam seluruhpelayanan publik Yesus, Tritunggal juga ada di sana untuk bekerja bagipenebusan umat manusia. Di penghujung karya di dunia, Tritunggal di surgamenyambut kita dalam kehidupan abadi sebagai tanda keselamatan kekal yang sudahtersedia abadi bagi kita. Bagi kita sebagai pengikut Kristus, pertanyaan seperti Filipus dan Thomassepatutnya tidak relevan. Kita bukan dalam posisi untuk mempertanyakan bahkanmeragukan apakah Yesus dan Bapa adalah satu. Posisi kita sesungguhnya adalahsaudara dan saudari Yesus, atas dasar itulah kita diajarkan doa “Bapa Kami”untuk menjadi doa kita yang fundamental. Doa itu sungguh menjadikan kitaanak-anak atau putra dan putri Bapa yang mahabaik. Yesus sungguh gembala yangbaik, karena Dia tahu yang kita butuhkan: menjadi putra-putri kesayangan Bapadi Surga.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Bapa yang mahabaik, terima kasih berlimpah atas martabatkami sebagai putra dan putri-Mu terkasih karena kami mengambil bagian dalamkehidupan Putra-Mu Yesus Kristus. Semoga kami tetap hidup dengan martabat inidan mempertanggung jawabkannya pada saat ajal kami nanti. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Reni Anastasia dari Paroki Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel Katedral Ijen di Keuskupan Malang, Indonesia. Kisah Para Rasul 8: 26-40; Mazmur tg 66:8-9.16-17.20; Yohanes 6: 44-51.ROTI HIDUP ROTIYANG MANIS Tema renungan kita hari ini ialah: Roti Hidup Roti Yang Manis. Di dalamsebuah kolam, ada dua ikan Mas kecil sedang berbicara. Biasanya merekaberbicara lebih lama setelah makan pagi. Sarapan mereka ialah roti-roti sisa daripabrik roti yang dibeli keluarga pemilik kolam. Ikan yang lebih kecil berkatakepada temannya yang lebih besar: "Saya selalu diberi roti dari ikan yangpaling besar, tetapi rasanya pahit, meskipun yang diberikan porsinya besar.Tapi kalau roti itu dari kamu, meskipun kecil tapi rasanya manis." Temannya itu menimpali: "Kenapa bisa begitu? Padahal semua rotirasanya manis?" Ikan kecil itu menjawab, "Karena ikan besarmemberikan roti tetapi dengan ancaman, bahwa kalau tidak mendukungnya, sayaakan dijadikan roti dan santapan lezat baginya. Lebih baik roti yang engkauberikan, karena bagaimana pun kita tetap berteman dan saling mengasihi. Jadiroti yang kita makan bersama memang sungguh-sungguh manis." Di dalam “roti hidup” Yesus Kristus, kemanisannya amat luar biasa. Roti yangdimakan ikan-ikan itu akan hilang dan habis suatu ketika karena sebagai bendadi bumi ini. Tetapi roti hidup dari Yesus Kristus tak akan habis dankemanisannya merupakan semua rahmat kekuatannya yang memberikan kehidupan bagisetiap manusia baik saat ini maupun yang akan datang. Filipus, seorang murid Yesus dan diakon yang tulen telah makan langsungRoti Hidup Yesus Kristus, yang pada Injil hari ini berkata: Aku adalah rotihidup yang telah turun dari surga; barang siapa makan roti ini akan hidupselama-lamanya.” Ia hidup dengan roti itu, sampai ketika ia berjumpa dengansida-sida dari Ethiopia, menjelaskan isi kitab suci kepadanya dan membaptisnya. Filipus bergerak dari Yesus Kristus menuju jalan-jalan, pinggiran, dan pelosokkehidupan dengan membawa rahmat roti hidup Yesus Kristus. Ia bersama denganpara rasul, murid-murid, pengikut Kristus lainnya, dan termasuk Anda dan saya.Sida-sida Ethiopia itu bergerak dari pinggiran atau pelosok untuk mendapatkanroti hidup, yaitu Yesus Kristus sendiri. Banyak orang lain, mungkin di sekitar Anda sedang bergerak juga menuju kepusat, yaitu Yesus Kristus. Sangatlah indah jika ketika sedang menuju kepadaYesus, mereka menjumpai Yesus Kristus dalam diri Anda dan saya. Mereka takperlu lagi mencari bentuk dan macam roti yang lain, selain Roti Hidup YesusKristus sendiri. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan Yesus Kristus, kami sangat bersyukur karena roti hidupdari-Mu memelihara dan menguatkan kami sampai saat ini. Bantulah kami supayahidup dan perkerjaan kami senantiasa bersumber dari roti ini yang memberikankelangsungan hidup kami di dunia ini dan pengharapan hidup setelah di duniaini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
It's been a year since the Putra Heights pipeline explosion, a disaster that left hundreds of homes damaged and more than a hundred people injured. While an official investigation by the official Parliamentary Special Select Committee concluded there was no negligence, a new report titled “Putra Heights: One Year On, Unanswered Questions Remain” is raising questions about what may have been overlooked, particularly when it comes to planning, safety standards, and oversight. We explore those findings with the report's co-authors, Hamizah Shamsudeen, a Climate and Energy Campaigner at Greenpeace Malaysia, and Adam Farhan, the Co-Founder and Director at RimbaWatch.Image Credit: Greenpeace MalaysiaSee omnystudio.com/listener for privacy information.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Erlin dari Paroki Santo Yosep Pekerja Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 8: 1b-8; Mazmur tg 66: 1-3a.4-5.6-7a; Yohanes 6: 35-40.DENGARKANORANG-ORANG TERPILIH Tema renungan kita pada hari ini ialah: DengarkanOrang-Orang Terpilih. Ada anekdot yang berkata bahwa pada saat perutusanmurid-murid dan rasul-rasul ke seluruh penjuru dunia, Yesus yang telah bangkitberpesan bahwa, "Sebagai laki-laki kalian tidak perlu risau karena tidakditemani oleh perempuan. Di mana pun kalian berada selalu ada perempuan yangmembantu dalam berbagai urusan pekerjaan Gereja." Meskipun ini hanyalahadekdot, tetapi di dalam kenyataan sungguh benar adanya. Fakta menunjukkan bahwa di dalam semua urusan Gereja, parawanita sangat penting peranannya. Selain kita temukan contoh-contohnya di dalamkitab suci, di dalam sejarah Gereja pun ditunjukkan, seperti yang dilakukanoleh Katarina dari Siena. Ia dapat dianggap sebagai seorang penasihat PausGregorius VII yang handal, terutama ketika Bapa Suci yang sedang diasingkan diAvignon (Spanyol), ia mempengaruhinya untuk kembali ke Vatican, di Roma. Ituterjadi pada tahun 1370. Banyak peran lain yang luar biasa dari Katarina bagikebaikan Gereja. Mulai dari Bunda Maria, Santo Yosef, hingga ke orang-orangkudus seperti Katarina dari Siena, mereka semua adalah orang-orang terpilih danterpercaya yang perlu kita dengarkan dan teladani. Kita pantas mengikuti dan mendengarkan mereka, karenamereka menafsirkan ajaran Kristus secara benar dan berusaha menjalankannya.Yesus Kristus sendiri telah meninggalkan ajaran-Nya kepada para saksi-Nya itu,dan Gereja selalu menghadirkan mereka sebagai model yang benar dan teladanhidup mereka tidak akan hilang ditelan waktu. Mereka menjadi contoh dalam aspekkebajikan, ajaran iman dan moral, serta kesucian dengan sinarnya yangterang-benderang. Jadi menolak mendengarkan Gereja, berarti melawan Kristussendiri dan berakibat pada hukuman dosa. Satu pelajaran penting buat kita ialah bahwa ajaran danpengetahuan iman telah menjangkau seluruh pelosok bumi dan ke dalam hati setiapmanusia, berkat pekerjaan para rasul dan pelayan Gereja yang penuh dedikasi danpengorbanan. Intinya ialah ajaran dan pengetahuan iman itu hendaknya memberikansemangat hidup yang baru dan mempertahankan kita ketika kesulitan atau bahayadatang mengancam. Yesus adalah roti hidup yang menjadi makanan kita. Kita hidupdan bertahan karena Dia adalah sumber kekuatan dan pengharapan kita. Bukankah nantinya orang yang menggunakan sarana ini secaraefektif, pengetahuannya tentang Tuhan memadai dan siap selalu mewartakannyakepada sesama, ia dapat dianggap sebagai orang terpilih yang pantasdidengarkan? Bisa jadi orang itu adalah Anda. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, bersabdalah kepada kami,sehingga kami mendapatkan kekuatan dan semangat baru, terutama di saat-saatkami dalam kesulitan hidup. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ...Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Christine Tenges dari Paroki Katedral Hati Yesus Yang Mahakudus di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 6: 8-15; Mazmur tg 119: 23-24.26-27.29-30; Yohanes 6: 22-29.PEKERJAAN PERTAMA DARI TUHANTema renungan kita pada hari ini ialah: Pekerjaan Pertama dari Tuhan.Kalimat ini tidak bermaksud untuk menunjukkan pekerjaan yang dilakukan Tuhan didalam surga sana. Yang dimaksudkan ialah perintah atau kehendak apa yang palingpertama harus dilakukan oleh manusia. Ketika ribuan orang yang puas denganmakanan dan terus mencari kebutuhan ragawi ini kepada Yesus, mereka laluditegur oleh Yesus karena telah salah pilih atau salah langkah. Mereka diingatkan untuk datang kepada-Nya dan memilih yang paling pertamadari-Nya ialah suatu pekerjaan, dan bukan makanan. Tuhan sangat bijaksanakarena mengajarkan manusia untuk bekerja lebih dahulu sebelum makan. Pekerjaanyang pertama itu ialah percaya dan taqwa kepada Bapa yang mengutus YesusKristus untuk menjadi penebus dunia. Melalui percaya dan taqwa kepada BapaAllah, makanan yang pertama didapatkan ialah Firman-Nya yang telah menjadimanusia, yaitu Yesus Kristus dari Nazaret. Pekerjaan pertama ini telah dilakukan oleh semua yang ditunjukkan di dalamkitab suci, mulai dengan Yesus Kristus yang menegaskan bahwa Ia datang untukmelakukan kehendak Bapa yang mengutus-Nya. Bunda Maria dan Santo Yosef memusatkanhidupnya untuk percaya dan melakukan kehendak Tuhan. Para rasul yang semulamasih tampak labil imannya kepada Tuhan, akhirnya membuktikan dirinya sebagaipelaku firman Tuhan. Abraham dikenal sebagai bapak orang-orang yang percaya.Moses terkenal dengan hukum Tauratnya dan para nabi memiliki kualitas imannyatak bisa diragukan. Sosok yang menjadi contoh kita pada hari ini ialah Stefanus, seorang muridTuhan dan saksi kebangkitan Kristus. Ia dipenuhi rahmat dan kekuatan Allah yangmahakuasa sebagai tanda kualitas imannya, sehingga ia berani berhadapan dengantantangan orang-orang Yahudi yang melawan dia. Melalui pekerjaan ini, makananpertama yang dinikmati oleh Stefanus ialah meminum piala penderitaan bersamaYesus Kristus. Mengikuti Kristus merupakan panggilan dasar kita, yang harus diisi denganpekerjaan pertama yaitu iman dan ketaqwaan kepada Tuhan. Alasan yang dimintakepada setiap orang saat hendak dibaptis ialah iman, dan bukan harta benda,posisi, kenikmatan dunia atau nama baik. Setelah pembaptisan barulah sakramenlain diterima. Doa-doa, devosi dan aneka pelayanan di dalam Gereja sangatditopang oleh fondasi iman ini. Keutamaan iman dan ketaatan merupakan kriteriapertama untuk proses menyatakan seorang beriman resmi sebagai santo atau santaoleh Gereja. Jadi pekerjaan pertama kita dari Tuhan ialah rohani, bukanjasmani. Susah atau senang sebagai pengikut Kristus sangat diukur oleh kualitasiman yang kita akui dan kita hidupi setiap hari. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, Guru yang baik. Ajarkanlah dantunjukkanlah kami bagaimana menjadi sempurna berkat iman dan ketaqwaan yang adapada kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Priscilia Nini Wijaya dari Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga - Mamajang di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 4: 32-37; Mazmur tg 93: 1ab.1c-2.5; Yohanes 3: 7-15.SEHATI SEJIWA Renungan kita pada hari ini bertema: Sehati Sejiwa.Istilah tema ini dalam bahasa Inggris ialah “one heart, one soul”. Kata-kataini lebih dari sekedar ungkapan yang romantis di antara orang-orang yang salingmencintai. Kisah Para Rasul di dalam bacaan pertama hari ini menuturkan tentangperkumpulan Kristiani pertama berisi orang-orang beriman kepada Kristus yangmengutamakan hidup dalam sehati dan sejiwa. Satu bentuk contoh gaya hidup mereka ialah dari pihak diluar lingkaran para rasul menaruh barang-barang kepunyaannya masing-masingdalam satu pengelolahan bersama supaya ada keadilan dan pemerataan bagi seluruhanggota. Sementara itu, para rasul sendiri memberikan kesaksian dalampengajaran, pewartaan, dan penguatan rohani tentang Kristus yang bangkit.Hasilnya ialah setiap orang dan keluarga di dalam persekutuan itu tidakmengalami kekurangan. Berkat ajaran dan semangat hidup bersama itu, pengalamaniman dalam merasakan sehati dan sejiwa sungguh sebagai suatu kenyataan. Dengan kata lain, ungkapan “sehati dan sejiwa” merupakansuatu gaya hidup dalam keseimbangan. Hati menggambarkan satu bagian fisik ataubiologis tubuh manusia. Sehingga kalau dikatakan kita ini sehati, berarti Andaatau kalian dan saya memiliki satu persekutuan pribadi-pribadi yang konkretyaitu yang besar, tua, gemuk, kurus, hitam, putih, pendek dan ciri fisiklainnya. Latar budaya, ras, bahasa, bangsa dan lain sebagainya menandakanperbedaan-perbedaan yang diarahkan oleh Yesus Kristus untuk bersatu dalam satukumpulan persekutuan Kristiani. Jiwa menandakan kehidupan dan kesadaran yang berdiam didalam hati. Jiwa merupakan pusat semua perasaan dan emosi manusia. Energi dansemangat hidup keluar dari jiwa manusia. Tanpa aspek ini hati dan tubuh manusiadianggap loyo, tak ada semangat, dan mati. Sehingga kalau dikatakan kita inisejiwa, berarti Anda atau kalian dan saya memiliki persekutuan bersama denganperasaan, emosi, semangat, dan energi rohani yang sama. Bagaimana orang-orangdari satu kampung atau budaya merasakan nasibnya yang sama, suami-istrimengalami emosi atau marah yang sama jika si istri diperlakukan tidak adil olehorang lain, dan masih banyak contoh lagi. Jadi sehati sejiwa sungguh menggambarkan bahwa hidupberiman itu perlu keseimbangan aspek jasmani dan rohani. Kepada Nikodemus,Yesus meyakinkan dia bahwa Anak yang diutus dari Atas, yaitu dari Bapa, adalahkepenuhan aspek rohani itu. Hanya dengan menerima, mengakui, dan percaya akanDia, realitas jasmani di dunia akan dilengkapinya, demi mewujudkan kehendakAllah untuk menyempurnakan dunia ini. Sehati sejiwa adalah tanda iman yangsangat nyata.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, berkatilah kami supayaciri sehati sejiwa menjadi kenyataan dalam hidup kami setiap saat. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Theresia Woen dan Diana Fargo dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Ketedral, dan Andrew dan Shendy Jost dari Paroki Santo Albertus Agung di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 2: 42-47; Mazmur tg 118: 2-4.13-15.22-24; 1 Petrus 1: 3-9; Yohanes 20: 19-31.BERSATU ATAS DASAR KERAHIMAN ALLAH Tema renungan kita pada hari Minggu ke-2 Paskah iniialah: Bersatu Atas Dasar Kerahiman Allah. Kebangkitan Yesus Kristusmenghadirkan harapan baru bagi Gereja perdana. Para murid yang sebelumnyadiliputi ketakutan kini mengalami sukacita dan keberanian. Mereka bersatu dalamiman dan kasih. Persatuan itu bukan sekadar kebersamaan manusiawi, melainkanlahir dari pengalaman akan Kristus yang bangkit. Yesus yang bangkit mengumpulkankembali para murid yang tercerai-berai, mempersatukan mereka dam menjadikanmereka saksi kasih Allah bagi dunia. Yesus yang bangkit datang kepada para murid danmengembuskan Roh Kudus kepada mereka. Roh Kudus inilah yang menjadi kekuatandan jiwa persatuan Gereja. Mereka yang sebelumnya ragu dan takut kini menjadikomunitas yang penuh keberanian. Roh Kudus memampukan mereka untuk salingmenerima, saling menguatkan, dan hidup dalam semangat persaudaraan. Persatuanmereka bukan karena kesamaan karakter, tetapi karena Roh Allah yang tinggal didalam mereka. Dalam Roh Kudus, mereka menemukan damai, keberanian, dan semangatpelayanan. Bekas luka pada tubuh Yesus menjadi tanda yang mendalambagi iman para murid. Ketika Thomas meragukan kebangkitan Yesus, Yesus tidakmenolak atau menghakiminya. Ia justru menunjukkan luka-luka-Nya sebagai buktikasih dan pengorbanan-Nya. Dari luka-luka itu, Thomas menemukan iman danberseru, “Ya Tuhanku dan Allahku.” Luka-luka Yesus merupakan tanda kerahimanAllah. Luka-luka itu menjadi jembatan yang mempersatukan semua orang percaya,bahwa Kristus yang menderita, wafat, dan bangkit adalah sumber keselamatan bagisemua orang. Persatuan Gereja perdana lahir dari pengalaman akankasih Allah yang tidak pernah habis. Mereka hidup dalam kebersamaan, berbagiapa yang mereka miliki, dan saling memperhatikan. Kasih Allah yang besar itumempersatukan mereka dalam satu persekutuan yang kokoh. Mereka sadar bahwamereka semua adalah saudara dalam Kristus. Persatuan itu dihidupi oleh kasihdan kerahiman Allah yang tak terbatas. Dalam sebuah komunitas, dua orang sahabat mengalamipertengkaran yang cukup serius hingga mereka saling menjauh. Komunitas menjaditerasa dingin dan penuh ketegangan. Namun suatu hari, salah satu dari merekajatuh sakit dan membutuhkan bantuan. Tanpa ragu, sahabat yang pernah berselisihitu datang menjenguk dan membantu. Hati mereka tersentuh dan mereka salingmemaafkan. Ini adalah tanda bahwa kerahiman mampu menyembuhkan luka danmempersatukan kembali . Jadi, kerahiman Allah bekerja dalam kehidupan orangberiman. Kasih Allah yang tak terbatas mempersatukan dan memperkuat persekutuanumat-Nya. Dalam Kristus yang bangkit, kita dipanggil untuk hidup dalampersaudaraan dan saling menguatkan. Roh Kudus tetap menjiwai Gereja agar kokohsampai selama-lamanya. Bersatu di atas kerahiman Allah, kita menjadi tandakasih dan harapan bagi dunia. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah Mahakuasa, perkuatkan kami dalam kerahiman-Mu sekarang danselama-lamanya. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus … Dalam nama Bapa…
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Agustina Maria Nawangmulan dari Paroki Santa Maria Assumpta Klaten di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Kisah Para Rasul 4: 13-21; Mazmur tg 118: 1.14-15a.16a.18.19-21; Markus 16: 9-15.DARI DAMAIPASKAH KE PERUTUSAN PASKAH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Dari Damai PaskahKe Perutusan Paskah. Pesan-pesan Yesus Kristus yang bangkit tentang DamaiPaskah melalui serangkaian penampakan diri-Nya berbuah pada suatu ketahananiman. Damai Paskah bagaikan bekal rohani yang menyeluruh. Di dalamnya terdapatsemua elemen tentang Injil Yesus Kristus dan ajaran-ajaran kebajikan Kristiani. Singkatnya rasul dan murid-murid Yesus sudah dipersiapkansecara lahiriah dan batiniah untuk menghadapi dua hal besar. Pertama yaitu,ketika Yesus harus naik ke surga dan mereka mesti sudah dibiasakan denganpenyertaan Tuhan melalui Roh-Nya. Yang kedua ialah, mereka diharapkan bersediajiwa dan raga untuk menjalankan perutusan-perutusan dari Tuhan. Banyaknyaperutusan itu terbagi dalam perutusan masing-masing pribadi para murid, danperutusan bersama atau komunitas yang dinamakan Gereja Kristus. Jadi terang kitab suci pada hari ini dengan jelasmengatakan bahwa pertumbuhan iman Gereja perdana bergerak dari damai Paskah keperutusan Paskah. Perutusan itu terungkap dalam perintah Yesus: Pergilah keseluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Petrus dan Yohanesselalu tampil sebagai sebuah tim yang mewakili perutusan komunitas. Merekamembawa nama Yesus Kristus dan juga komunitas beriman, yaitu Gereja perdana. Disamping itu, setiap rasul dan murid lainnya memilih jalannya sendiri-sendirisebagai pribadi dalam menunaikan tugas perutusan tersebut. Karena mereka sudah disiapkan dengan baik oleh Yesussendiri, keberanian dan ketegasan iman mereka tumbuh menjadi kuat. Merekadengan tegas berpihak kepada Yesus, yaitu kebenaran mutlak yang diyakininya,meski ditantang dengan amat keras oleh para pemuka agama Yahudi. Kesiapan dankematangan iman itu yang membuka pintu kepada kemartiran, yaitu mati sepertiYesus Kristus. Mereka, satu per satu, akan berhadapan dengan segala situasientah mendukung, entah menolak, atau sangat keras melawan mereka. Intinya, merekatidak mundur selangkah pun ketika pewartaan Injil Yesus Kristus mendesak untukdisampaikan kepada semua orang dan perlawanan datang bertubi-tubi. Perutusan Paskah berupa: pergilah ke seluruh dunia,beritakanlah Injil kepada segala makhluk, merupakan perutusan yang diamanatkankepada seluruh Gereja dan setiap anggotanya. Setiap pengikut Kristus saat inimelakukan perutusan itu atas nama Gereja dengan kepalanya Yesus Kristus. Secaraformal, perutusan itu kita terima saat selesai ibadat dan Ekaristi. Pemimpinibadat selalu mengatakan di akhir perayaan: Marilah pergi, kita diutus. Dansecara informal dan pribadi, kita mengambil tanggung jawab ini untuk menjadisaksi-saksi Kristus di mana pun dan kapan pun dalam hidup ini. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus, sertailah dan lindungilah kamidalam perutusan kami masing-masing tiap-tiap hari, dan bebaskanlah kami selaludari yang jahat. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Netty dari Gereja Santa Helena, Paroki Curug di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kejadian 1: 1 - 2: 2; Mazmur tg 104: 1-2a.5-6.10.12.13-14.24.35c; Roma 6: 3-11; Matius 28: 1-10. TERANG MENGUASAI GELAP Tema renungan kita pada hari Sabtu Suciini ialah: Terang Menguasai Gelap. Kita baru saja melewati Jumat Agung dansuasana kehilangan, berkabung dan kesedihan masih terasa. Suasana ini membuatkita seperti ditinggalkan dan merana. Hari ini Gereja mewartakan pada kitabahwa ada pengharapan dan pertolongan. Yesus adalah terang bagi kita dan Dialahpenolong kita yang setia. Hari ini dari pagi hingga menjelang sore, suasanasunyi dan tenang mengiringi kita untuk meninggalkan perasaan dan pikirantentang kehilangan, untuk menuju kepada terang yang menggembirakan. Satu ilustrasi begini. Kalau kitamemasuki sebuah rumah atau ruangan yang gelap, kita pasti tidak bisa melihatapa-apa. Sangatlah sulit untuk menemukan jalan untuk melangkah. Seperti orangbuta, kita hanya dapat “merasa” suasana dan keberadaan kita. Kita mesti sangathati-hati dengan setiap langkah karena kalau tidak kita terpeleset dan jatuh,khususnya karena kita tidak begitu familiar dengan tempat atau lokasi kitaberada. Begitulah suasana kehidupan di dunia yang kita hidupi kalau tanpaYesus. Di dalam kegelapan ada godaan-godaan yang sangat membahayakan. Kita bisasaja melangkah dan jatuh dalam pencobaan. Tetapi bagi Tuhan dan kita yang hidup didalam rahmat-Nya pasti ada terang. Terang itu adalah Yesus, dan Dia ada didalam nurani kita. Satu terang saja sudah sangat penting dan diri kita sendirimemiliki terang itu. Sementara lingkungan di sekitar gelap, kita pertahankanterang itu. Kita perlu tetap menjadi kuat dalam iman dan terus bercahaya tanpaharus terbawa oleh kegelapan yang mungkin jauh lebih hebat. Jadi meskipun hanyasatu terang dan kecil, orang-orang dan dunia sekitarnya sangat bergantung padanya.Satu terang saja yang bersinar pasti kegelapan tidak menjadi kegelapan yangsempurna. Yesus berkata, “Akulah terang dunia.Barang siapa yang mengikuti Aku tidak akan jatuh di dalam kegelapan.” TerangYesus itu bukan sesuatu yang fisik atau lahiriah seperti terang lilin atau api.Terang itu adalah bimbingan rohani dan jalan kepada Bapa. Maka dengan mengikutiterang itu, kita memiliki seorang pembimbing yang membimbing hidup kita dengansebaik-baiknya. Kita akan tahu bagaimana menyembah Bapa kita di surga, kitaakan tahu bagaimana kita berbicara dengan sesama kita dan kita akan tahu bagaimanamenjadi kuat dalam mempertahankan dan melakukan yang baik dan benar. Renungkan kita tentang terang Kristusyang menguasai kuasa kegelapan ini mengantarkan kita untuk perayaan MalamPaskah yang sebentar lagi akan kita rayakan dengan meriah. Dengan persiapanbatin dan semangat melalui renungan ini, kita sungguh menyongsong Malam Paskahnanti dengan penuh suka cita. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Allah yang mahakuasa, lindungilah kami selalu di dalam terang-Mu yang mengagumkan. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Kabar bahagia datang dari keluarga besar Susilo Bambang Yudhoyono! Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono, resmi dikaruniai putra kedua yang diberi nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono. Kelahiran ini membawa kebahagiaan bagi keluarga dan menjadi momen yang sangat dinanti-nanti.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Felicia Chandra dari Paroki Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yesaya 50: 4-9a; Mazmur tg 69: 8-10.21bcd-22.31.33-34; Matius 26: 14-25.TANTANGAN YUDAS ISKARIOT Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tantangan YudasIskariot. Salah satu dari 12 rasul Yesus yang mati lebih dahulu ini bernasibtragis yang sangat negatif. Kita katakan begini untuk membedakan nasib tragisyang dialami hampir semua rasul lainnya yang kemudian hari mati sebagai martirGereja. Yudas mati sungguh tragis dan sangat tidak bermartabat. Kisah itu terjadi lebih dari 2000 tahun lalu, persisnyapada saat hukuman mati dijatuhkan kepada Yesus melalui pengadilan yang tidakadil. Kita yang mengenang peristiwa ini khususnya dalam setiap tahun sekitarhari-hari pekan suci, memandangnya sebagai pelajaran yang kaya dengannilai-nilainya. Semua pelajaran itu merupakan tantangan Yudas Iskariot yangperlu kita hadapi sebagai bagian dari pembentukan iman kita kepada Kristusdalam sepanjang hidup kita masing-masing. Tantangan Yudas yang paling menonjol bagi kita saat iniialah cinta akan materi. Gaya hidup yang bertumpu hanya pada materi, atau hiduphanya diukur oleh materi seperti uang dan harta benda, lazim kita kenal dengansebutan materialisme. Dari gaya ini timbul aneka kejahatan lain sepertipencurian, korupsi, diskriminasi, perang, dan terorisme. Kita sebagai pengikutKristus yang baik, tentu saja tidak ingin bernasib seperti Yudas, hanya karenaberjuang untuk materi orang akhirnya menemukan kehampaan dalam hidupnyasendiri. Tantangan politisasi agama merupakan aspek yang lumayanpenting bagi kita. Baik Yudas dan para rasul lainnya maupun para pemuka Yahudirupanya punya kepentingan politik. Mereka ingin supaya ada Mesias yang hadirbagi mereka. Dengan bantuan Mesias mereka harus dibebaskan dari penjajahRomawi. Tetapi mereka salah paham dan mati langkah. Yesus bukan untuk mereka.Di dalam kehidupan bermasyarakat di negeri kita, kita ditantang untukbenar-benar menghindari politisasi agama. Jangan ada pengaruh politik masuk di dalamnya,demikian juga jangan pernah gaya hidup beriman memberlakukan cara-caraberpolitik yang cenderung memecah belah. Tantangan lain yang dapat kita tandai dari peristiwasiasat yang dimainkan oleh Yudas ialah kemunafikan. Siasatnya ialah memelukYesus, mencium-Nya, lalu mengirim pesan kepada para algojo dan orang-orangYahudi untuk menangkap Yesus. Betapa ini merupakan cara-cara kemunafikan olehsiapa pun di antara kita yang menjual teman, saudara, kerabat, tetangga,kampung halaman, agama, bangsa dan tanah air sendiri. Motivasi apa pun itu yangsenantiasa sangat duniawi, gampang membuat seseorang menyangkal yang seharusnyaia lindungi dan hormati. Tantangan-tantangan ini harus kita lawan dan kitaatasi. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, terangilah kami selalu untukmenghindari sikap Yudas di dalam diri kami sehingga kami dapat hidup suciseperti diri-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Erlin dari Paroki Santo Yosef Pekerja Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Yehezkiel 37: 21-28; Mazmur tg: Yeremia 31: 10.11-12ab.13; Yohanes 11: 45-56.KESEPAKATAN Renungan kita pada hari ini bertema: Kesepakatan. Adacerita bahwa langit dan bumi suka ribut. Pertengkaran menjadi makanan merekatiap hari. Hal kecil, soal sepele, masalah sederhana saja, mereka langsungribut. Misalnya langit menurunkan terlalu banyak hujan, bumi protes. Sebaliknyabumi mengirim terlalu banyak uapnya ke atas, langit protes. Ada-ada saja merekaberdua selalu mendapatkan alasan untuk bertengkar. Tetapi pada saat dan kebutuhan tertentu, mereka berduasepakat untuk bekerja sama. Bila manusia ternyata merusak lingkungan alamnya,bumi sepakat dengan langit supaya ada hukuman yang pantas bagi manusia ialahtanah dan lingkungannya menjadi kering. Langit menahan air hujannya. Sebaliknyabila manusia sangat merawat bumi dan alam lingkungannya, bumi sepakat denganlangit supaya memberikan kesuburan dan kehangatan bagi kehidupan manusia dansegenap makhluk di bumi. Suatu kesepakatan lahir dari kenyataan sisi-sisi ataupihak-pihak yang berbeda. Fungsi utamanya ialah supaya kesepakatan itu dipegangdan dijadikan dasar untuk suatu kerja sama, kolaborasi dan hidup bersama. Darisudut pandang iman kita, perbedaan posisi dan tujuan Tuhan dengan penguasakejahatan amatlah tajam. Kita memahami bahwa antara Tuhan dan Setan tidak bisabekerja sama. Tidak mungkin kita menemukan satu kesepakatan antara kedua belahpihak. Karena Yesus Kristus dan perutusan-Nya, terciptalah satukesepakatan antara kehendak Tuhan dan keinginan Setan melalui para musuh Yesus,yaitu para ahli Taurat, kaum Farisi dan para imam besar. Allah telah menetapkanbahwa Yesus Kristus akan mati untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anakAllah yang tercerai-berai. Pandangan yang sama juga datang dari imam besarKayafas yang bernubuat bahwa Yesus dari Nazaret akan mati untuk mengumpulkandan mempersatukan anak-anak Israel yang tercerai-berai. Kesepakatan ini harus terjadi, sehingga terjadilah YudasIskariot yang dirasuki Setan dapat menjalankan tugasnya. Kesepakatan mestidibuat supaya kita semua dapat merayakan peristiwa dari taman Getsemani menujuke Golgota hingga Yesus dimakamkan. Kehendak Bapa di surga mesti terwujud,namun untuk menjalankan kehendak itu, ada kesempatan bagi kejahatan, kekerasan,dan dosa ikut ambil bagiannya. Hal ini tentu saja berlaku bagi kita, olehkarena itu Yesus sudah menetapkan perjanjian, bahwa semua kesulitan dan penganiayaanakan datang menimpa setiap para pengikutnya. Ketika kita menjalankankehendak-Nya, godaan-kesulitan-penderitaan-penganiayaan ikut menyertai. Tuhanmelihat, mengizinkan dan menyetujui itu. Kesepakatan telah terjadi bagi kita. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... YaTuhan, semoga kami tetap mengikuti model Yesus Kristus dalam menghadapi segalapenderitaan hidup ini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalamnama Bapa ...
In this episode of Building the Premier Accounting Firm, Roger Knecht and guest Matt Putra discuss the critical differences between budgeting and forecasting in accounting, emphasizing data-driven decision-making for e-commerce businesses. They explore how financial management, including KPIs and cash flow strategies, helps fast-growing consumer brands optimize profitability and scale effectively, with a focus on AI's transformative impact. In This Episode: 00:00 Introduction to Matt Putra and 8x 01:03 Matt's Journey to 8x and Data-Driven Decisions 02:52 Budget vs. Forecast: Key Differences 05:57 The Importance of Budgeting and Planning 08:24 Budgeting for External Stakeholders and Accountability 11:18 Lessons Learned from Ambitious Budgeting 15:00 Financial Management for Scaling Businesses 17:49 Scorecards vs. KPIs and Dashboards 21:55 Go-To Metrics and the Island Analogy 24:51 The Impact and Application of AI in Business 31:11 Advising Founders: Selling Peace of Mind 34:16 Gratitude and Divergent Thinking 37:51 Closing Thoughts and Resources Key Takeaways: Differentiate between budgets as fixed annual plans and forecasts as malleable, frequently updated financial outlooks for data-driven decisions. Implement scorecards with 5-15 critical metrics and clear targets to simplify problem-solving and boost team accountability. Prioritize cash flow management, customer lifetime value (LTV), and customer acquisition costs (CAC) for sustainable business growth and profitability. Integrate AI into business operations to enhance efficiency, reduce costs, and gain a competitive edge in the accounting profession. Understand that financial management services sell "peace of mind and confidence" rather than just data or models, addressing emotional components for founders. Featured Quotes: "If we're not in the, call it the top 10% of AI adopters, we're going to be left behind fairly quickly." — Matt Putra "We don't sell financial models. We do not sell cash flow forecasts. We do not sell scorecards. We sell peace of mind and confidence." — Matt Putra "If the business owner can hit within, say, 5%, 10%, their budget for the next year, it means they know well that business model." — Roger Knecht Behind the Story: Matt Putra recounts his transition from a CFO role with a grueling commute to founding eightx, a financial operations company. His desire for work-life balance during COVID-19 propelled him to create a business that simplifies finance for e-commerce brands. He stresses the emotional aspect of financial consulting, focusing on delivering confidence rather than just numbers. Matt Putra also shares a personal anecdote about his wife's support, which allowed him to take significant risks in building his company. Conclusion: Thank you for joining us for another episode of Building the Premier Accounting Firm with Roger Knecht. For more information on how you can establish your own accounting firm and take control of your time and income, call 435-344-2060 or schedule an appointment to connect with Roger's team here. Sponsors: Universal Accounting Center Helping accounting professionals confidently and competently offer quality accounting services to get paid what they are worth. Offers: I'll have a call with someone to help them go from 0-1 on their first AI agent Be more efficient and improve your profit margin with AI Connect with Matt on LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/mattputra/ matt@eightx.co Get a FREE copy of these books all accounting professionals should use to work on their business and become profitable. These are a must-have addition to every accountant's library to provide quality CFO & Advisory services as a Profit & Growth Expert today: "Red to BLACK in 30 days – A small business accountant's guide to QUICK turnarounds" – This is a how-to guide on how to turn around a struggling business into a more sustainable model. Each chapter focuses on a crucial aspect of the turnaround process - from cash flow management to strategies for improving revenue. This book will teach you everything you need to become a turnaround expert for small businesses. "in the BLACK, nine principles to make your business profitable" – Nine Principles to Make Your Business Profitable – Discover what you need to know to run the premier accounting firm and get paid what you are worth in this book, by the same author as Red to Black – CPA Allen B. Bostrom. Bostrom teaches the three major functions of business (marketing, production and accounting) as well as strategies for maximizing profitability for your clients by creating actionable plans to implement the nine principles. "Your Strategic Accountant" - Understand the 3 Core Accounting Services (CAS - Client Accounting Services) you should offer as you run your business. Help your clients understand which numbers they need to know to make more informed business decisions. "Your Profit & Growth Expert" - Your business is an asset. You should know its value and understand how to maximize it. Beginning with the end in mind helps you work ON your business to build a company you can leave so that it can continue to exist in your absence or build wealth as you retire and enjoy the time, freedom, and life you want and deserve. Follow the Turnkey Business plan for accounting professionals. This is the proven process to start and build the premier accounting firm in your area. After more than 40 years we've identified the best practices of successful accountants and this is a presentation we are happy to share. Also learn the best practices to automate and nurture your lead generation process allowing you to get the bookkeeping, accounting and tax clients you deserve. GO HERE to see this presentation and learn what you can do today to identify and engage with your ideal clients. Check it out and see what you can do to be in business for yourself but not by yourself with Universal Accounting Center. It's here you can become a: Professional Bookkeeper, PB Professional Tax Preparer, PTP Profit & Growth Expert, PGE Next, join a group of like-minded professionals within the accounting community. Register to attend GrowCon and Stay up-to-date on current topics and trends and see what you can do to also give back, participating in relevant conversations as they relate to offering quality accounting services and building your bookkeeping, accounting & tax business. The Accounting & Bookkeeping Tips Facebook Group The Universal Accounting Fanpage Topical Newsletters: Universal Accounting Success The Universal Newsletter Lastly, get your Business Score to see what you can do to work ON your business and have the Premier Accounting Firm. Join over 70,000 business owners and get your score on the 8 Factors That Drive Your Company's Value. For Additional FREE Resources for accounting professionals check out this collection HERE! Be sure to join us for GrowCon, the LIVE event for accounting professionals to work ON their business. This is a conference you don't want to miss. Remember this, Accounting Success IS Universal. Listen to our next episode and be sure to subscribe. Also, let us know what you think of the podcast and please share any suggestions you may have. We look forward to your input: Podcast Feedback For more information on how you can apply these principles to start and build your accounting, bookkeeping & tax business please visit us at www.universalaccountingschool.com or call us at 8012653777
Join us this Wednesday for a new episode where Roger discusses budgeting and why most forecasts fail with Matt Putra.
Di episode kali ini, kita akan ngobrol bareng salah satu juara dunia Mixologist kebanggaan Bali, Aris Sanjaya Putra. Seorang risk taker dari awal karir di bar daerah Singaraja, sampai akhir nya keliling dunia untuk bar take over. Tonton video selengkapnya di #RayJansonRadioOTP #54 HIDUP DARI WORLD CLASS BARTENDER! WITH ARIS SANJAYA PUTRA | ONTHEPASEnjoy the show!Instagram:Aris Sanjaya Putra https://www.instagram.com/aris_sanjaya5154/ DON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE !On The Pas is available on:Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizqGoogle Podcast: https://bit.ly/2laege8iAnchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radioInstagram: https://www.instagram.com/onthepasbali/TikTok: https://www.tiktok.com/@onthepasLet's talk some more:https://www.instagram.com/renaldykhttps://www.instagram.com/backdraft_projecthttps://www.instagram.com/mariojreynaldi#OnThePasPodcast #BaliPodcast #RayJansonRadio #FnBPodcast #PodcastAfterService #Bartender
This powerful clip from THINK Business LIVE with Jon Dwoskin and Matt Putra, CEO of Eightx, identifies and provides insight into overcoming "stuck" points in business. Get real-time, relatable coaching and practical advice for navigating hurdles to boost business growth. Watch the full episode Connect with Jon Dwoskin: Twitter: @jdwoskin Facebook: https://www.facebook.com/jonathan.dwoskin Instagram: https://www.instagram.com/thejondwoskinexperience/ Website: https://jondwoskin.com/LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/jondwoskin/ Email: jon@jondwoskin.com Get Jon's Book: The Think Big Movement: Grow your business big. Very Big! Connect with Matt Putra: Website: https://eightx.co/ LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/mattputra/ *E – explicit language may be used in this podcast.
Welcome to the eCommerce Lab Podcast! In this episode, we have a very special guest: Matt Putra, Managing Partner at EightxEightx and host of the How I Do It podcast.We'll be discussing top strategies for managing teams when scaling a business, exploring how to lead teams effectively, maintain organizational culture, and optimize processes while a company grows rapidly.If you're scaling your business or leading expanding teams, this episode will give you practical ideas, real-world lessons, and actionable strategies you can implement today.
Iespējams, ka katrai saimniecei vai saimniekam ir sava bukstiņputras, gaļas sautējuma, pupu un zirņu zupas, aukstās gaļas, aknu pastētes un karpas pagatavošanas recepte. Bet ja nav vai ir vēlme klasisko recepti dažādot, tad raidījumā Kā labāk dzīvot "Ladigs gastronomija" pavārs Ingmārs Ladigs atklāj nestandarta receptes labi zināmiem ēdieniem. Silts un gards ziemas ēdiens ir cepta karpa. Ingmārs Ladigs skaidro, ka karpu pārgriež no muguras puses, jo galvas pusē ir biezāka nekā pie astes, tā pārgriežot var vienmērīgi izklāt. Kārtīgi iztīra, izmazgā un var marinēt. Marinēšanai viņš iesaka izmantot sildošās garšvielas - muskatriekstu, ingveru. Tā zivs iegūs ambiciozāku garšu. Protams, var izmantot arī dilles, kadiķogas, ķiplokus, etiķi vai citrona sulu. "Marinētai zivij ir kulinārā vērtība," atzīst Ingmārs Ladigs. Pirms cepšanas marinādi ar salveti nosusina. Karpai patīk cepties lielā tauku daudzumā. Tad būs garšīgāka garoziņa. Fileju pietiek cept uz parastās pannas, veselu zivi - jāliek cepeškrāsnī. Ja veselu zivi liek cpeškrāsnī, pildījumam var izmanto arī cukgaļas cauraudzi. Karpu var pagatavot arī tumšā alus mērcē. Karpas fileju apvārta miltos un apcep. Tad sagatavo mērci: apcep pannā sīpolus ar sviestu, ielej glāzi tumšā alus, pieliek karoti medus, citrona sulu, mazliet sinepes. Kad alus novārās, var arī pāris karotes saldo krējumu pievienot. Apcepto zivi liek mērcē un pasutina 5-10 minūtes. Domājot par Ziemassvētku laiku, un arī siltiem ziemas ēdieniem, aktuāli ir vārītie pelēki zirņi. Ingmārs Ladigs iesaka atstāt vārītos zirņus šķidrumā, kurā vārīja, jo bez šķidruma paliek daudz sausāki. Ja nejauši pārvāra zirņus, var taisīt kroketes vai kotletes. Mērcēšanai labāk izvēlēties aukstu ūdeni, pirms vārīšanas to nomazgāt, jo zirņiem patīk rūgt. Vārot var pievienot kādu garšsakni (seleriju, pastinaku, burkānu vai sīpolu), tas bagātinās garšu. Sāli šefpavārs iesaka likt beigās. Klasiski zirņiem pievieno apceptu cauraudzīti ar sīpoliem, ja uzturā nelieto gaļu, var sīpolu ievārījumu uzlikt.
Matt Putra is a fractional CFO and founder of Eightx, specializing in helping e-commerce and consumer packaged goods (CPG) companies scale profitably and sustainably. With over a decade of experience, Matt has supported businesses generating $5 million to $100 million in revenue, expertly managing cash flow, raising capital, and building financial systems that empower founders to make data-driven decisions confidently. On this episode we talk about: Matt's unconventional path to becoming a CFO, including working in manufacturing and private equity before founding Eightx The challenges and strategies for scaling a business that heavily depends on personal expertise and trust Why Matt chose e-commerce and CPG niches and how he built his client base primarily through LinkedIn and referrals The importance of setting and tracking key financial metrics tailored to each business team for proactive management Managing cash flow with weekly 13-week forecasts to foresee and handle financial challenges Taking calculated financial risks as a founder and balancing ambition with cash flow realities Advice for founders on understanding finance versus outsourcing critical financial functions How Matt continues to build and scale Eightx with a growing team of CFOs, analysts, and accountants Top 3 Takeaways 1. Key financial metrics and consistent cash flow forecasting are crucial tools for business longevity and scaling.2. Scaling a fractional CFO business requires careful hiring and trust-building with skilled financial professionals.3. Founders should focus on core finance understanding but outsource complex financial functions to experts like fractional CFOs. Notable Quotes "If you can figure out your top 20 financial metrics, you're very likely to succeed." "The most boring activity that exists in finance today is updating your 13-week cash flow forecast every week, but it makes you a better cash flow manager." "Charge enough to overdeliver for your customers because it will cost more to deliver on your promises than you expect." Connect with Matt Putra: LinkedIn: https://ca.linkedin.com/in/mattputra Instagram: https://www.instagram.com/mattwjputra/ Website (Eightx): https://eightx.co ✖️✖️✖️✖️
In questa puntata:- Focus: conoscete la pagina Calciatori Italiani all'Estero? Ne abbiamo parlato con Giorgio, il suo deus ex machina- Erasmus extralarge: un po' di calciatori italiani all'estero che forse non ricordate
Lauren Livak Gilbert has been trying to get a CFO on the podcast for over a YEAR. It's one of the most pivotal relationships you need to have to drive success and manage in tough times, and she finally found one who was ready to talk omnichannel turkey. Matt Putra, CEO at fractional CFO firm Eightx, joined the podcast with tough advice and a passion for building a bridge between finance and the business to make the P&L shine.
Dive into an engaging speed round from THINK Business LIVE with Jon Dwoskin and Matt Putra, CEO of Eightx. These quick-fire questions and candid answers reveal best advice, favorite books, and personal insights. Watch the full episode Connect with Jon Dwoskin: Twitter: @jdwoskin Facebook: https://www.facebook.com/jonathan.dwoskin Instagram: https://www.instagram.com/thejondwoskinexperience/ Website: https://jondwoskin.com/LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/jondwoskin/ Email: jon@jondwoskin.com Get Jon's Book: The Think Big Movement: Grow your business big. Very Big! Connect with Matt Putra: Website: https://eightx.co/ LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/mattputra/ *E – explicit language may be used in this podcast.
In this episode of Mastering eCommerce Marketing, host Eitan Koter talks with Matt Putra, a Fractional CFO and founder of Eightx.Matt helps eCommerce and CPG businesses making between $5 and $100 million scale profitably and sustainably. His main focus is helping companies simplify finances and manage their cash flow clearly.Matt explains the critical difference between profit and cash flow, noting why having money in the bank is often more important than simply showing profits on paper.He highlights common mistakes businesses make, especially holding onto too much inventory. Matt points out how excess inventory quietly drains cash, limiting opportunities for growth.Matt also shares easy-to-follow advice on cash flow forecasting, emphasizing the value of regular financial check-ins. He believes staying financially healthy comes down to asking simple questions consistently, paying attention to key numbers, and adjusting quickly.Eitan and Matt discuss the importance of operational efficiency. Matt stresses that in today's market, being great at the basics is essential. He suggests businesses start experimenting with top-of-funnel marketing activities to reduce customer acquisition costs, even if results aren't instantly measurable.Throughout the conversation, Matt offers practical tips that any business owner can immediately implement. His approach makes finances straightforward and manageable, even if numbers aren't your strongest suit.This episode is perfect for founders who want a clear understanding of their company's financial health without complicated jargon or stress.Website: https://www.vimmi.net Email us: info@vimmi.net Podcast website: https://vimmi.net/mastering-ecommerce-marketing/ Talk to us on Social:Eitan Koter's LinkedIn | Vimmi LinkedIn | YouTube Guest: Matt Putra, Fractional CFO at EightxMatt Putra's LinkedIn | EightxTakeaways:Cash flow is crucial for business survival, not just profit.Understanding the difference between cash flow and profit is essential.E-commerce and CPG companies face unique cash flow challenges.Effective cash flow forecasting involves understanding budget drivers.A fractional CFO can provide invaluable support for growing businesses.Common financial mistakes include poor bookkeeping and over-inventorying.Operational excellence is key in a tightening financial environment.Top-of-funnel marketing can significantly impact customer acquisition costs.Regularly reviewing financials can uncover opportunities for improvement.Don't be emotionally attached to underperforming products.Chapters:00:00 Introduction to Financial Clarity03:30 Understanding Cash Flow vs. Profit06:02 Cash Flow Challenges in E-commerce and CPG08:47 Best Practices for Cash Flow Forecasting11:56 The Role of a Fractional CFO13:22 Common Financial Mistakes in Business15:10 The Dangers of Over-Inventorying17:59 Preparing for Growth Amidst Chaos21:48 Navigating Financial Crises25:36 When to Hire a
In this episode of That Entrepreneur Show, host Vincent A. Lanci sits down with Matt Putra, founder of Eightx.co and one of the sharpest financial minds in the world of e-commerce and consumer brands. With a background as a senior partner and CFO in private equity and over a decade of experience as a fractional CFO, Matt brings unmatched insight into transforming financial chaos into scalable growth.We dive deep into:How Matt turned failing businesses into 300% YoY success storiesThe mindset shift from employee to founder — and why he chose the hard roadThe power of financial scorecards and weekly reviews to stay ahead of costly problemsPractical advice on hiring (and letting go) the right team membersEarly-stage financial tips for entrepreneurs who hate accounting (but know they need it)Whether you're scaling fast or still on the fence about entrepreneurship, Matt delivers real, actionable advice for building a financially sustainable business.