Podcasts about demikian

  • 168PODCASTS
  • 756EPISODES
  • 13mAVG DURATION
  • 5WEEKLY NEW EPISODES
  • Jun 19, 2026LATEST

POPULARITY

20192020202120222023202420252026


Best podcasts about demikian

Show all podcasts related to demikian

Latest podcast episodes about demikian

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 20 Juni 2026 - Menjadi saksi kehadiran Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 19, 2026 5:18


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 20 Juni 2026Bacaan: "Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?" (Roma 10:14)Renungan: Shoichi Yokoi adalah salah satu serdadu Jepang yang bertempur di Perang Dunia II. Pada tahun 1944, Yokoi berada di Guam saat pasukan Amerika menyerang dan merebut pulau itu. Yokoi enggan menyerah dan memilih bersembunyi di hutan dengan beberapa temannya. Meski satu persatu temannya pergi atau wafat, Yokoi terus bertahan di hutan itu hingga 27 tahun, tanpa tahu Jepang telah menyerah pada 1945. Ketika ditemukan oleh beberapa nelayan, Yokoi sempat memberontak karena mengira ia akan ditawan musuh (sesuatu yang dianggap memalukan bagi prajurit Jepang). Sampai akhimya ia diberi tahu bahwa perang sudah berakhir beberapa dekade lalu. Saat Proklamasi Kemerdekaan dibacakan pada 17 Agustus 1945, mereka yang tinggal di pedesaan apalagi yang berada di pulau-pulau paling ujung Indonesia jelas belum tahu bahwa mereka telah menjadi bangsa merdeka. Teknologi dan komunikasi masih jauh dari saat ini. Harus ada orang yang memberi tahu mereka. Hingga akhirnya, cepat atau lambat berita tentang kemerdekaan Indonesia sampai ke telinga rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Kini semua rakyat Indonesia telah mengetahui bahwa mereka adalah bagian dari sebuah bangsa yang berdaulat. Demikian pula dengan berita tentang kemerdekaan yang lebih penting, yakni kemerdekaan manusia dari kutuk dosa. Dua ribu tahun lalu, di atas kayu salib, Yesus telah memerdekakan kita dari belenggu dosa. Namun hingga kini, masih banyak orang yang belum pernah mendengar kabar tentang hal itu. Seperti prajurit Yokoi tadi, mereka masih hidup dalam ketakutan, ketidakpastian, dan penderitaan. Ya, inilah tugas kita! Kita harus menyebarkan kabar tentang keselamatan itu kepada mereka yang belum juga mendengarnya. Cukup beritahukan kabar gembira ini kepada mereka. Jelaskan ketika mereka ingin lebih tahu tentang siapa Yesus. Tunjukkan kasih-Nya melalui sikap hidup kita. Mengenai respons mereka, itu urusan mereka dengan Tuhan. Inilah yang Tuhan mau untuk kita lakukan? Tuhan pun berjanji bahwa la akan menyertai kita, yang artinya la akan memampukan kita. Jadi, tunggu apa lagi? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kemauan untuk memberitakan tentang kasih-Mu kepada orang lain melalui perkataan dan perbuatanku, sehingga semakin banyak orang mengenal Engkau melalui kehadiranku. Amin. (Dod).

Keluarga Epiphaneia
Tuhan Memanggil untuk Peran dan Tujuan yang Nyata

Keluarga Epiphaneia

Play Episode Listen Later Jun 18, 2026 38:50


Tuhan menjanjikan tanah Kanaan kepada keturunan Abraham untuk tujuan-Nya yang Ilahi. Demikian pula kerja-Nya dalam membebaskan bangsa Israel dari perbudakan; Supaya mereka berjalan dalam janji-Nya untuk keselamatan dunia. Bagaimana kita merespon panggilan Tuhan dan setiap anugrah yang Dia telah berikan?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 14 Juni 2026.Kirim pesan

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 16 Juni 2026 - Dia selalu peduli kepada kita

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 15, 2026 5:22


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 16 Juni 2026Bacaan: Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" (Markus 4:38)Renungan: Ada satu pertanyaan, "Kapan seseorang dikatakan tidak peduli?" Jawabnya adalah, "Ketika ia tidak mau tahu dengan apa yang terjadi, la menolak memahami, ia acuh, dan menganggap orang lain tidak penting." Orang yang tak peduli juga egois dan memikirkan dirinya sendiri. Sikap seperti itu tentu sangat jauh dari karakter Yesus. Namun, Alkitab mencatat bahwa setidaknya dua kali Yesus dituduh sebagai pribadi yang tidak peduli. Mereka yang mengatakan demikian adalah orang-orang terdekat-Nya. Yang pertama adalah para murid-Nya sendiri. Ketika badai menerjang perahu mereka dan Yesus tidur di buritan, para murid membangunkan-Nya dan menyebut-Nya tidak peduli (Mrk. 4:38). Yang kedua adalah Marta. Meski tidak termasuk ke dalam 12 murid, Marta adalah salah satu sahabat terdekat Yesus. Saat itu, Marta kerepotan menjamu para murid dan ia merasa kesal karena melihat Maria, saudarinya, hanya duduk mendengarkan Yesus mengajar. la menyebut Yesus tidak peduli melihat dirinya repot sementara Maria tidak membantunya (Luk. 10:40). Mengapa mereka bisa berpikir Yesus tak peduli? Di mata para murid, mereka merasa Yesus hanya peduli diri-Nya sendiri karena tetap tidur saat semuanya sibuk menguras perahu yang kemasukan air. Di mata Marta, Yesus tidak menganggap penting susah payah Marta dalam menjamu para tamunya itu. Respons Yesus terhadap tuduhan itu memberi alasan sebenarnya. Kekhawatiran (Luk. 10:41) dan ketakutan (Mrk. 4:40) membuat mereka merasa Yesus seolah tidak peduli. Demikian juga ketika kita merasa Tuhan diam saja, ketika kita merasa Tuhan bahkan tidak peduli pada kita. Daripada menuduh Dia, periksalah diri kita. Bukankah kekhawatiran dan ketakutan kita yang bicara demikian? Kekhawatiran sering kali muncul karena kita tidak mengenal Tuhan dengan benar. Karena itulah, Yesus berkata, daripada khawatir, carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya (Mat. 6:33). Orang yang tidak mengenal Allah akan sibuk dengan kekhawatirannya (Mat. 6:31-32). Namun, ketika kita benar-benar mengenal Allah, kita tahu bahwa la tidak akan membiarkan kita. Kita juga akan bisa melihat apa yang ada di hadapan kita dengan cara yang benar. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah aku dari rasa ketakutan dan kekhawatiran yang menyebabkan aku meragukan kuasa-Mu. Tambahkan imanku sehingga aku percaya bahwa Engkau lebih besar dari ketakutan dan kekhawatiranku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 13 Juni 2026 - Bertobat dan berubah

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 12, 2026 4:23


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 13 Juni 2026Bacaan: "Beberapa hari kemudian orang Yahudi merundingkan suatu rencana untuk membunuh Saulus. " (Kisah Para Rasul 9:23)Renungan: Bukan hal mudah orang dapat menerima perubahan sesamanya dari tidak baik menjadi baik. Ibarat orang pernah punya "borok" (luka), sekalipun sudah sembuh, kebanyakan orang selalu melihat bekas lukanya daripada sembuhnya. Demikian juga, orang yang pernah berbuat salah dan sudah bertobat, kesalahan masa lalunya selalu dilihat dan diingat. Menjadi orang yang diragukan dan selalu dilihat kesalahan-kesalahan pada masa lalunya memang sangat tidak enak. Karena keadaan ini bisa mengganggu semangat yang bersangkutan dalam berkarya. Jangankan kita, pertobatan Saulus juga pernah diragukan. Pada masa lalu, Saulus memang penganiaya jemaat Tuhan, banyak merusak rumah ibadah dan membunuh orang-orang yang percaya kepada Kristus. Akan tetapi setelah Saulus bertemu Tuhan Yesus dalam perjalanan ke Damsyik untuk menangkap para pengikut Kristus, Saulus bertobat. Kemudian, ia memberitakan bahwa Yesus adalah anak Allah. Akibatnya, orang-orang yang pernah melihat dan mengenal latar belakang Saulus heran, setengah tidak percaya alias ragu akan perbuatannya. Bahkan orang-orang Yahudi juga merundingkan suatu rencana untuk membunuh Saulus. Akan tetapi, sekalipun Saulus diragukan pertobatannya dan hendak dibunuh, ia tetap bekerja memberitakan Injil. Hasilnya, jemaat bertumbuh. Jemaat di seluruh Yudea, Galilea, dan Samaria berada dalam keadaan damai. Oleh pertolongan Roh Kudus jumlahnya terus bertambah. Apakah pertobatan kita diragukan dan mereka selalu melihat kekurangan-kekurangan atau kesalahan-kesalahan yang kita perbuat pada masa lalu? Kalaupun demikian, janganlah situasi tersebut membuat diri sendiri kehilangan semangat untuk terus bekerja. Tunjukkan perubahan kita dengan tetap bekerja sepenuh hati dalam situasi apapun, dan percayalah Roh Kudus akan menolong kita untuk meraih keberhasilan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kuduskanlah pikiranku, sehingga aku tetap melihat dan berpikir hal yang baik dari setiap pribadi yang sudah bertobat. Jadikanlah mataku seperti mata-Mu, mata yang selalu melihat hal yang baik dalam diri setiap orang. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 10 Juni 2026 - Percaya, berserah, dan bersandar padaNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 9, 2026 5:19


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 10 Juni 2026Bacaan: Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu la tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu." (1 Korintus 10:13)Renungan: Ketika seorang guru memberi pertanyaan kepada muridnya, sesungguhnya guru tersebut bertanya bukan karena tidak tahu. Sang guru bertanya untuk menguji seperti apa pemahaman muridnya. Guru tersebut sebenarnya sudah punya jawaban dari pertanyaan yang ia berikan. Demikian juga halnya dengan hidup kita. Ketika Tuhan mengizinkan masalah, pergumulan, dan persoalan hidup datang dalam hidup kita, sesungguhnya Tuhan pun sudah punya solusi untuk tiap masalah yang kita hadapi. Dalam 1 Korintus 10:13 dikatakan, "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu la tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. " Artinya, Tuhan sudah menakar masalah kita dan memastikan bahwa ujian hidup itu sudah terukur. Seorang guru tidak mungkin memberikan soal siswa SMU kepada siswa SD, bukan? Demikianlah Tuhan sudah mengetahui bahwa masalah kita ada di dalam kesanggupan kita. Berikutnya dikatakan bahwa, "Pada waktu kamu dicobai la akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." Kita yang dicobai, tapi Tuhan yang memberikan jalan keluar. Itu sebabnya, saat kita menghadapi masalah maka sudah seharusnya alamat pertama yang kita tuju adalah Tuhan. Ayat tersebut berkata dengan jelas bahwa Tuhanlah yang akan memberi jalan keluar, bukan orang lain, bukan juga diri kita sendiri. Tuhan memberi jalan keluar karena jawaban dari segala persoalan hidup kita sudah ada di tangan-Nya. Jika kita masih mencari-cari jawaban di luar Tuhan, alangkah bodohnya kita. Apakah saat ini kita sedang berhadapan dengan masalah besar? Jangan takut. Jangan khawatir. Serahkan masalah kita kepada Tuhan. Percayalah kepada-Nya dan jangan bersandar pada pengertian kita sendiri. Ketika kita mengandalkan Tuhan, kita akan melihat bagaimana dengan cara ajaib Tuhan akan menolong dan memberikan jalan keluar kepada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk firman-Mu yang menguatkan hatiku. Tambahkanlah imanku agar aku semakin percaya dan mengandalkan Engkau saat masalah melanda hidupku. Amin. (Dod).

Radio Elshinta
Konferensi Pers Kepala BGN Naniek S Deyang

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Jun 8, 2026 8:55


Pendengar, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional atau BGN di Istana Negara, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026. Pelantikan tersebut dilakukan bersama dua wakil kepala BGN yang baru, yakni Agustina Arumsari dan Trenggono, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026. Dalam konferensi pers usai pelantikan, Nanik menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola Badan Gizi Nasional serta memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis berjalan tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan Presiden menjadi amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi mendukung peningkatan kualitas gizi generasi Indonesia. Nanik bukan sosok baru di lingkungan BGN. Sebelum dipercaya menjadi kepala badan, ia menjabat sebagai Wakil Kepala BGN dan sebelumnya juga pernah mengemban tugas di Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan. Dengan pengalaman tersebut, pemerintah berharap kepemimpinan baru di BGN mampu memperkuat efektivitas program-program strategis nasional di bidang gizi dan ketahanan sumber daya manusia Indonesia. Demikian informasi, kami akan terus menghadirkan perkembangan terbaru untuk Anda.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 31 Mei 2026 - Hidup bersama dengan rukun

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 30, 2026 4:08


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 31 Mei 2026Bacaan: Sungguh, alangkah baiknya dan Indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!" (Mazmur 133:1)Renungan: Kita sering mendengar kesaksian bahwa keluarga yang hidupnya rukun, senantiasa dilimpahi berkat Tuhan. Berkebalikan dengan keluarga yang sering berantem, itu jauh dari berkat-Nya. Hal ini juga bisa terjadi dalam perusahaan. Perusahaan yang seluruh karyawannya bisa tinggal bersama dengan rukun dan satu sama lain bisa menjalin kerjasama dengan baik, akan punya peluang untuk bertumbuh sehat dan berhasil. Kebalikan dengan perusahaan yang karyawannya sering demo, bikin onar, satu sama lain saling menjegal, perusahaan sulit untuk bisa bertumbuh dan berkembang. Pemazmur memberikan kesaksian bahwa keluarga yang tinggal bersama dengan rukun senantiasa berkelimpahan berkat. "Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!" Pemazmur mengatakan hal ini karena di mana kita dapat tinggal bersama dengan rukun, Tuhan memerintahkan berkat dan kehidupan untuk selama-lamanya (ay. 3). Rukun disini digambarkan seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut dan ke leher jubah. Juga seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Artinya, ada pemerataan. Minyak yang baik tidak hanya ditampung di kepala saja, tetapi turun ke janggut dan leher jubah. Demikian juga embun yang adalah lambang kesuburan tidak ditampung oleh gunung Hermon yang besar saja, tetapi dibagi turun ke gunung-gunung yang kecil juga, yakni Sion. Apakah kita sebagai anggota masyarakat sudah diam bersama dengan rukun satu sama lain, atau sebaliknya? Meresponi firman Tuhan, marilah kita senantiasa mengusahakan hidup bersama dengan rukun, baik kita sebagai anggota keluarga, karyawan, maupun anggota masyarakat lainnya. Dengan demikian, janji Tuhan akan digenapi-Nya, "kesanalah berkat-berkat Tuhan dicurahkan." Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku hati yang penuh dengan damai sejahtera, sehingga aku dapat membina hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitarku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 27 Mei 2026 - Siap dibentuk oleh Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 27, 2026 5:00


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 27 Mei 2026Bacaan: " ...sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa. Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula." (Ayub 5:17-18)Renungan: Berbahagialah kita yang memiliki orangtua cerewet dan bawel. Mereka dianggap sebagai anugerah karena perhatian dan ketegasan mereka dalam mendidik anak-anak. Meskipun terkadang sikap ini terasa mengganggu. Sebagian besar orang setuju bahwa orangtua yang cerewet dan bawel berniat baik untuk membimbing anak-anak mereka agar menuju kesuksesan. Mereka tidak bosan menegur anak-anaknya. Sekecil apapun kesalahan kita, orangtua kita tidak lelah menegur kita. Semua itu mereka lakukan untuk kebaikan kita. Demikian juga dengan Allah. Dia tidak berhenti mengawasi, menegur, dan mendidik kita untuk hidup benar di jalan-Nya. Alkitab mencatat kisah Ayub yang dapat kita teladani, yaitu, pertama, Ayub adalah orang saleh, taat, dan setia kepada Allah. Ayub sungguh-sungguh percaya bahwa Allah menyertainya sehingga ia bersedia dibentuk Allah melalui setiap hal yang terjadi. Kedua, Ayub tidak mengutuk Tuhan meski dalam kesesakan dan berbagai peristiwa yang menyakitkan hatinya. Hal memprihatinkan terjadi, saat semua anaknya, ternaknya, hartanya diizinkan Tuhan lenyap. Bahkan, teman-temannya meninggalkannya saat ia penuh borok. Istrinya menyuruhnya untuk mengutuk Allah. Ketiga, dengan cara pandang dan kerendahanhati, Ayub memandang setiap kejadian yang dialami sebagai cara Tuhan untuk mendidik agar semakin mendekat, melekat, dan menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Ayub menerima didikan Tuhan dengan rendah hati. la percaya pada kasih setia Tuhan. Tuhan tidak akan meninggalkan umat-Nya dalam kondisi apapun. Tuhan akan mengobati, menguatkan, dan memulihkan umat-Nya. Mari kita terima didikan Tuhan dengan rendah hati sebagai cara kita bisa memahami kasih setia Tuhan dalam hidup kita. Dengan demikian, kita bisa merasakan bahwa semua didikan itu mendatangkan kebaikan dan kebahagiaan dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati, agar aku dapat dibentuk oleh-Mu menjadi pribadi yang baik, sehingga melalui hidupku banyak orang diberkati. Amin. (Dod).

AWR Indonesian - Daily Devotional
Krisis dalam pelayanan

AWR Indonesian - Daily Devotional

Play Episode Listen Later May 23, 2026 6:36


Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.

AWR in Indonesian - Renungan Harian
Krisis dalam pelayanan

AWR in Indonesian - Renungan Harian

Play Episode Listen Later May 23, 2026 6:36


Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.

Renungan Anak GKY Mabes
Karya Seni Allah (22 Mei)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 21, 2026 3:47


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Karya Seni AllahDiambil dari: Mazmur 19:2  “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.”Wonder Kids, pernahkah kamu melihat sesuatu yang sangat indah lalu langsung berkata, “Wah, bagus sekali!” Misalnya saat melihat langit sore yang berwarna oranye, bunga yang cantik, gunung, laut, atau pelangi setelah hujan. Saat melihat hal-hal indah seperti itu, kita biasanya tahu bahwa keindahan itu tidak muncul begitu saja. Keindahan membuat kita berpikir tentang siapa yang membuatnya.Begitu juga dengan dunia ini. Alam semesta yang kita lihat menunjukkan bahwa Tuhan adalah Pencipta yang luar biasa. Ada orang yang menganggap semua keindahan di dunia hanya terjadi begitu saja. Tetapi semakin kita memperhatikan ciptaan Tuhan, semakin kita bisa melihat bahwa dunia ini penuh dengan rancangan, keindahan, dan keteraturan. Semua itu menunjukkan pekerjaan tangan Allah.Bayangkan sebuah lukisan yang sangat indah. Tidak mungkin cat itu terciprat sendiri lalu menjadi gambar yang bagus. Pasti ada pelukisnya. Demikian juga saat kita melihat langit, bintang-bintang, pepohonan, bunga, hewan, dan tubuh kita sendiri. Semua itu seperti karya seni yang menunjukkan kebesaran Tuhan. Dunia ini bukan hasil kebetulan. Dunia ini adalah ciptaan Allah yang penuh hikmat.Firman Tuhan dalam Mazmur 19:2 berkata bahwa langit menceritakan kemuliaan Allah. Artinya, saat kita melihat ciptaan, kita sedang diingatkan bahwa Tuhan itu mulia, hebat, dan penuh kuasa. Dan yang indah lagi, Tuhan bukan hanya menciptakan dunia ini, tetapi juga memberi kita kesempatan untuk menikmatinya. Tuhan mau kita melihat keindahan ciptaan-Nya lalu bersyukur kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Lihatlah satu hal yang indah di sekitarmu hari ini, lalu katakan, “Tuhan, terima kasih. Ciptaan-Mu indah sekali.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakan dunia ini dengan indah. Tolong aku supaya saat melihat keindahan ciptaan-Mu, aku semakin kagum dan bersyukur kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: keindahan dunia ini menolong kita melihat bahwa Tuhan adalah Pencipta yang mulia dan penuh hikmat. Tuhan Yesus memberkati.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-4 Paskah, 27 April 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Apr 26, 2026 6:43


Dibawakan oleh Andre dan Felicia dari Paroki Roh Kudus di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Kisah Para Rasul 11: 1-18; Mazmur tg 42: 2-3; 43: 3.4; Yohanes 10: 11-18.GEMBALA YANGBAIK SUKA BAU SEMUA DOMBA Tema renungan kita pada hari ini:Gembala Yang Baik Suka Bau Semua Domba. Seorang Suster biarawati berceritabahwa ia menjaga dan membina anak-anak asrama dengan semangat pengorbanan yangtidak mengenal lelah. Para gadis yang tinggal di asrama pergi dan pulang darisekolah atau universitas yang berbeda-beda. Ia harus mendampingi satu per satu,supaya ia dapat mengenal mereka secara pribadi dan membina masing-masingnyasesuai dengan kepribadiannya itu. Ia memperlakukan setiap anak asrama itusebagai anak-anaknya sendiri dan mereka dengan spontan menjadikan Suster itusebagai ibu mereka sendiri.  Ada cerita lain dari Stefania, seorangpemudi 23 tahun dan sulung dari empat bersaudara. Ketiga adiknya masih kuliahdan sekolah di SMP dan SMA, sedangkan ia sendiri sudah bekerja. Kedua orangtuannya sering bepergian ke luar kota dan luar negeri karena urusan bisniskeluarga. Stefania yang harus bertindak sebagai kakak sekaligus orang tua bagiketiga adiknya. Ia memastikan diri untuk selalu mengetahui di mana adik-adiknyaberada dan apa yang sedang mereka lakukan. Setiap adiknya juga mengetahui bahwakakak mereka selalu memantau dan mengikuti mereka kapan dan di mana pun. Merekamerasa sangat disayangi oleh sang kakak. Suster biarawati dan Stefania merupakancontoh figur gembala yang baik, yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus. Yangdiinginkan oleh Yesus ialah seorang gembala yang suka dengan bau semuadombanya, maka Ia rela berkorban bagi kebaikan mereka. Nilai spesial untukgembala yang baik yang suka bau semua dombanya, ialah bahwa Tuhan tidak jijikdan tidak menyerah dengan bau domba-domba itu. Ia malah suka dengan baudomba-domba yang lain lagi. Bau mereka yang berbeda beda itu sangat disukai dannantinya diubah menjadi harum karena kasih dan kerahiman-Nya. Yesus katakan inidalam Injil hari ini, bahwa domba-domba lain di luar kandang atau jangkauan,juga perlu mendapatkan penggembalaan-Nya. Demikian juga santo Petrus yangberhasil membawa orang-orang yang di luar batas teritori Yahudi, untuk menjadianggota Gereja Perdana. Gembala yang baik yang suka bau semuadombanya, belum realisasikan oleh seluruh Gereja. Gereja kita yang kudussenantiasa mengajak dan mengundang seluruh anggotanya, supaya menjaga danmemperhatikan satu sama lain tanpa kenal lelah dan tanpa membeda-bedakan orangyang dilayani. Semoga setiap dari kita, baik imam maupun awam, baik biarawanmaupun orang pada umumnya, semakin menjadi gembala yang diinginkan oleh TuhanYesus. Semua bau mereka mesti dapat menarik kita semua untuk semakin menyatudan membantu mereka sehingga dapat menjadi anak-anak Tuhan yang bertanggungjawab dan mandiri. Marilah kita berdoa... Dalam nama Bapa...Tuhan Yesus Kristus,perkuatkanlah kami dengan semangat-Mu sebagai gembala yang baik, semoga kamidapat menjadi gembala-gembala yang baik kepada sesama kami, dengan tanpamembeda-bedakan orang dari latar belakangnya. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-2 Paskah, 18 April 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Apr 17, 2026 7:47


Dibawakan oleh Yenny dari Paroki Santo Paulus di Keuskupan Bandung, Indonesia. Kisah Para Rasul 6: 1-7; Mazmur tg 33: 1-2.4-5.18-19; Yohanes 6: 16-21.KESEIMBANGANJASMANI DAN ROHANI Tema renungan kita pada hari ini ialah: KeseimbanganJasmani Dan Rohani. Kebangkitan Kristus sangat kaya dengan inspirasi yangmengajarkan kita untuk mengisi hidup kita dengan baik dan benar. Salah satuajaran itu ialah pemanfaatan ruang dan waktu yang menandakan keseimbanganjasmani dan rohani kita. Keseimbangan dalam melakukan kegiatan-kegiatanbertujuan untuk menghindari penekanan hanya pada aspek jasmani yang tentu akanberakibat pada kelelahan dan kehabisan energi. Pengutamaan berlebihan dalamkegiatan rohani akan berakibat pada kemalasan bekerja fisik, menyendiri,kesombongan dengan menganggap diri lebih suci dari pada yang lain. Penggunaan waktu yang lebih mengutamakan urusan rohaniakan berakibat pada penghindaran waktu-waktu lain untuk interaksi bersama oranglain, bekerja untuk mendapatkan nafkah, dan membangun kerja sama untukpengembangan lingkungan dan sosial. Sebaliknya, jika hampir semua waktuterpakai untuk bekerja, bersosial, dan mengembangkan usaha, akibatnya ialahtidak waktu untuk istirahat, refleksi, berdoa, dan pembaharuan semangat hidup.  Demikian juga terkait dengan tempat. Penekanan hanya padatempat sepi, sunyi, tertutup, atau terpisah, orang tentu saja terhindar daritempat yang terbuka dan luas untuk interaksi, komunikasi, dan berbaur. Orangyang mementingkan semata tempat ramai, sibuk, sosialisasi, dan terbuka pastimemiliki kesulitan untuk menemukan tempat untuk menyendiri dalam berdoa danrefleksi. Pekerjaan dan pelayanan Gereja perdana, dan terutama yangdilakukan oleh rasul pertama, Petrus, sungguh menunjukkan bahwa kegiatanlahiriah dan jasmani sangat menentukan, untuk tercapai semakin banyak tempatdan orang-orang yang dibawa kepada Kristus. Namun secara rohani, di antara parapewarta, penginjil, dan pembawa kabar suka cita harus tetap terjalin semangatsaling memperhatikan dan menguatkan. Hal itu yang terjadi dengan Petrus danpara rekan kerjanya, termasuk Markus yang dianggap sebagai anak kesayangannya,yang kemudian dipercaya sebagai penulis Injil. Pengutusan mereka ke seluruh dunia, dan yang terjadidengan semua utusan Gereja hingga saat ini, memperlihatkan bahwa semua dukunganlahiriah sangat mereka perlukan. Betapa semua fasilitas, sarana, dana, budayadan kehidupan sosial di tempat mereka bekerja sungguh sangat menentukankeberhasilan misi Gereja di situ. Sementara itu, semangat dan keteladanan hidupmereka yang bersumberkan pada karya Roh Kudus, juga ikut menentukankeberlangsungan karya misi itu. Di situlah pentingnya keseimbangan antara aspekjasmani dan rohani, kita terus memohon kemuliaan Tuhan untuk menyempurnakannya. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, kuatkanlah iman kamisupaya kami hidup dalam keseimbangan antara kepentingan jasmani dan rohanihidup kami sendiri. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 15 April 2026 - Baca Firman, Berdoa dan Bersaksi

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Apr 14, 2026 6:08


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 15 April 2026Bacaan: "Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari." (Mazmur 119:97)Renungan: Suatu ketika ada seorang anak muda yang bertobat dan mulai menghadiri ibadah di gereja. Kemudian seseorang meletakkan tangan di atas bahunya sambil berkata, "Anak muda, ada tiga aturan yang dapat aku berikan kepadamu dan jika engkau berpegang pada peraturan itu maka engkau tidak akan kembali pada kehidupanmu yang lama." Orang itu pun berkata lagi, "Ambil waktu paling sedikit 15 menit setiap hari untuk mendengarkan apa yang Tuhan ingin katakan kepadamu, 15 menit untuk berbicara kepadaNya dan 15 menit untuk berbicara kepada orang lain mengenai Dia." Sebagai orang yang baru bertobat, ia sangat termotivasi dengan tiga aturan yang diberikan kepadanya dan saat itu juga ia memutuskan untuk berpegang pada ketiga aturan tersebut. Sejak hari itu dan hari-hari selanjutnya, ia melakukan ketiga aturan yang diberikan kepadanya dengan tekun. Salah satu bentuk ketaatannya pada aturan yang diberikan kepadanya adalah tekun berdiam diri di kaki Tuhan dan membaca firman-Nya. Ia memulai setiap hari dengan berdoa dan membaca firman Tuhan. Sebelum ia membaca surat dan surat kabar, ia selalu membaca Alkitab terlebih dahulu sehingga ia mendapatkan petunjuk dan penghiburan dari Tuhan setiap hari. Jika kita memperhatikan tiga aturan di atas, maka kita dapat menyimpulkannya dalam tiga hal yaitu, membaca Alkitab, berdoa dan bersaksi. Mengapa kita harus membaca Alkitab? Karena Tuhan rindu menyampaikan banyak hal kepada kita melalui firman-Nya. Jika kita ingin mendapatkan petunjuk, peringatan, kekuatan dan penghiburan dari-Nya setiap hari, maka kita harus membaca Alkitab. Begitu pula di dalam hal berdoa, sebagai orang percaya kita perlu berkomunikasi dengan Tuhan di dalam doa. Hubungan yang erat dengan-Nya akan menolong dan memampukan kita menghadapi kehidupan ini dengan ketabahan, kekuatan dan keyakinan yang diperbaharui setiap hari. Hal-hal ini tidak dapat kita peroleh begitu saja tanpa bergaul dengan Tuhan dan memberikan waktu bagi-Nya. Seberapa jauh kita telah belajar mendisiplinkan diri dalam hal berdoa dan membaca firman Tuhan? Kalau tontonan di tv, berita di internet, medsos, dan hobi lebih menarik hati kita daripada bersekutu dengan Tuhan di dalam doa dan pembacaan firman-Nya, kita harus mengadakan introspeksi. Demikian pula dengan bersaksi kepada orang lain tentang kasih Yesus yang telah menyelamatkan kita. Sudahkah kita menggunakan setiap kesempatan untuk memberitakan kasih-Nya? Coba renungkan, berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk membicarakan berbagai hal yang tidak ada gunanya. Alangkah baiknya jika kita selalu menyediakan waktu untuk membicarakan kasih Yesus kepada orang lain sehingga mereka pun diberkati dan dapat mengenal Yesus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kerinduan hatiku, yaitu semakin mengenal Engkau. Aku mau belajar mendisiplin diri untuk membaca firman-Mu, berdoa dan bersaksi. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 13 April 2026 - Yesus Sahabatku

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Apr 12, 2026 7:58


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 13 April 2026Bacaan: "Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu." (Yohanes 15:14) Renungan: Pada suatu siang, seorang Pasto berjalan melewati gerejanya. Dia berhenti sejenak untuk melihat siapa yang datang berdoa di gerejanya. Dia terkejut karena dari pintu samping gereja keluar seorang pria dengan kemeja lusuh, dengan rambut dan janggut panjang yang tidak terawat. Pria itu tersenyum kepadanya, lalu pergi. Hari-hari berikutnya, setiap Pastor ini lewat gerejanya, dia melihat orang yang sama, yang hanya berlutut sebentar lalu pergi. Mulailah timbul kecurigaan di hatinya. "Jangan-jangan dia sedang menyelidiki dan bermaksud merampok," katanya di dalam hati. Akhirnya Pastor memutuskan untuk menghentikan pria itu dan bertanya, "Apa yang kamu lakukan di sini?" Pria itu menjawab, "Saya bekerja di ujung sana. Waktu makan siang saya hanya setengah jam. Saya hanya berlutut sebentar untuk mendapatkan kekuatan dari Tuhan." "Dalam waktu sesingkat itu, apa yang Bapak doakan?" tanya Pastor. "Aku harus datang sekali lagi untuk mengatakan kepada-Mu Tuhan, aku sungguh bahagia sejak kita bertemu dan memutuskan untuk bersahabat. Engkau sudah menghapus dosa-dosaku. Aku tidak tahu bagaimana berdoa banyak, tetapi aku memikirkan Mu setiap hari. Jadi Yesus, ini 'check in-ku hari ini," jawabnya. Mendengar itu, sang Pastor merasa bodoh dan berkata, "Kamu bebas untuk datang dan berdoa kapan saja." Pria itu tersenyum dan berkata, "Terima kasih." Setelah pria itu pergi, Pastor masuk ke gereja dan berdoa, "Aku harus datang sekali lagi untuk mengatakan kepadaMu Tuhan, aku sungguh bahagia sejak kita bertemu dan memutuskan untuk bersahabat. Engkau sudah menghapus dosa-dosaku. Aku tidak tahu bagaimana berdoa banyak, tetapi aku memikirkan Mu setiap hari. Jadi Yesus, ini 'check in-ku' hari ini." Suatu hari, Pastor itu kembali lewat di gerejanya, tetapi dia tidak melihat pria lusuh yang biasa datang untuk berdoa. Demikian juga dengan hari-hari berikutnya. Dia mulai khawatir dan memutuskan untuk pergi ke pabrik di mana pria itu bekerja. Di sana dia mendapat kabar bahwa pria itu dirawat di rumah sakit. Tetapi, kabar lain yang menyenangkan adalah bahwa pria itu sudah membawa pengaruh besar di keluarga dan di kampungnya yang tempatnya jauh dari pabrik itu. Pastor itu pun senang dan bergegas pergi ke rumah sakit. Di rumah sakit, dia ditemui perawat yang berkata, "Sungguh memprihatinkan, tidak ada yang peduli kepadanya." Mendengar perkataan perawat itu, pria ini berkata, "Perawat ini keliru. la tidak tahu ada seorang sahabatku yang setia mendampingiku. Dia duduk di bawah, meraih tanganku dan berkata: Aku datang untuk mengatakan kepadamu, Aku sungguh bahagia, sejak kita bertemu dan memutuskan untuk bersahabat. Aku telah menghapus dosa-dosamu dan Aku memikirkanmu setiap hari. Jadi, ini 'check in-ku' hari ini." Seisi ruangan itu pun heran dan akhirnya banyak dari mereka yang mau mengenal dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat karena kesaksian bapak ini yang begitu nyata dan menyentuh. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin menikmati hubungan persahabatan dengan-Mu dan berbagi sukacita kepada mereka yang belum mendapatkan sukacita karena belum menjadi sahabat-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 11 April 2026 - Berani bertindak mewujudkan mimpi

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Apr 10, 2026 5:09


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 11 April 2026Bacaan: "Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja." (Amsal 14:23) Renungan: Dahulu kala di sebuah desa, hiduplah dua orang pengikut Yesus, yang satu miskin dan yang satunya lagi lebih berada. Suatu hari, orang yang miskin itu berkata kepada temannya yang lebih berada, bahwa ia akan pergi ke sebuah negeri untuk belajar memperdalam ilmu. Setengah mengejek, temannya berkata, "Kamu tidak usah berangan-angan. Pergi ke negeri seberang itu tidaklah mudah karena butuh uang yang banyak. Lagi pula kamu belum pernah keluar dari desa kecil kita ini." Orang yang miskin pun menjawab, "Aku akan membawa sebuah cangkir untuk menampung air dan sebuah piring untuk menampung nasi dan itu sudah cukup bagiku." "Itu semua omong kosong, kamu mimpi," jawab temannya yang lebih berada itu. Dua tahun kemudian, si miskin kembali setelah berhasil mewujudkan semua impiannya. Mendengar si miskin telah berhasil, temannya menjadi sangat malu karena sampai saat itu hidupnya masih seperti dulu, tidak ada perubahan dan kemajuan sedikitpun. Napoleon Hill berkata, "Ketika Anda mengambil satu keputusan, berusahalah secepatnya untuk mewujudkannya. Sekecil apapun langkah yang Anda ambil, itu akan cukup menjadi pemacu semangat Anda." Angan-angan dan perencanaan besar akan tetap menjadi angan-angan jika kita tidak segera mewujudkannya. Keputusan dan rencana apapun yang telah diambil, harus kita mulai dengan langkah-langkah nyata. Jangan menunggu sampai keadaan menjadi baik atau kondisi terlihat menguntungkan baru kita mulai bertindak, karena hanya dengan tindakan sebuah impian akan menjadi kenyataan. Abraham tidak akan pernah merasakan perbuatan-perbuatan Allah yang dahsyat dan ajaib kalau ia tidak mengambil keputusan untuk meninggalkan negerinya. Mengapa sampai saat ini kita belum melihat suatu perubahan di dalam pekerjaan maupun pelayanan kita? Mungkin saja ini disebabkan karena kita belum juga bertindak. Program-program pelayanan maupun ide-ide yang bagus untuk pekerjaan kita tidak ada gunanya kalau kita hanya mencanangkan dan membicarakannya saja. Demikian juga dengan impian-impian besar mengenai suatu usaha atau bisnis, tidak akan pernah terwujud kalau kita tidak bertindak. Mulailah dari apa yang dapat kita kerjakan, kerjakan itu dengan kesungguhan dan ketekunan dan di dalam semuanya itu, izinkan Tuhan yang menuntun. Andalkan Dia dan bukan kemampuan kita. Jangan lupa bahwa langkah pertama itu sangatlah penting. Kalau kita tidak pernah mengambil langkah pertama, maka langkah-langkah selanjutnya tidak akan pernah ada. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku keberanian untuk bertindak dan mewujudkan impian-impianku. Aku percaya, bersama-Mu selalu ada jalan keluar menuju kesuksesan. Amin. (Dod).

Ini Koper
#977 Game Theory dan Gencatan Senjata di Asia Barat

Ini Koper

Play Episode Listen Later Apr 8, 2026 7:24


Episode kali ini  membaca analisis mendalam mengenai dinamika konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran melalui lensa Teori Permainan (Game Theory). Analisis ini mengeksplorasi rasionalitas di balik eskalasi militer serta logika yang mendasari keputusan untuk melakukan gencatan senjata. Perang dan gencatan senjata akan terus berlangsung sebelum mereka menemukan jalan kolaborasi yang menguntungkan semua negara.  Informasi yang asimetri menjadi perang akan terus berlanjut dan berulang.  Demikian juga gencatan senjata akan berlanjut dan berulang. Ke depannya, selama akar penyebab informasi asimetris dan dilema keamanan tidak diselesaikan, kawasan ini akan terus berada dalam siklus perang dan gencatan senjata. Teori Permainan mengajarkan kita bahwa perdamaian yang berkelanjutan hanya bisa dicapai jika struktur insentif diubah secara fundamental, di mana kerjasama memberikan hasil yang jauh lebih besar daripada konfrontasi. Sebagai kesimpulan, dinamika AS, Israel, dan Iran adalah pengingat bahwa di panggung global, emosi sering kali tunduk pada logika matematika kekuasaan. Memahami aturan permainan ini adalah langkah pertama untuk memprediksi arah konflik dan mengidentifikasi peluang untuk de-eskalasi yang lebih permanen di masa depan.  

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 8 April 2026 - Menjadi sahabat yang baik dan tulus

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Apr 7, 2026 5:28


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 8 April 2026Bacaan: Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri." (Matius 27:5)Renungan: Ana dan Ani adalah dua sahabat yang saling mengasihi. Mereka selalu bersama-sama dalam suka maupun duka. Mereka juga saling terbuka satu sama lain, bahkan dalam hal-hal yang merupakan privasi masing-masing, seperti hubungan dengan pacar. Orang tua Ana bahkan sudah menganggap Ani sebagai anak kandungnya. Demikian juga sebaliknya, orang tua Ani sudah menganggap Ana seperti anak kandungnya sendiri. Ana berasal dari keluarga yang cukup berada, sedangkan Ani dari keluarga yang sederhana. Namun demikian, hal itu tidak memengaruhi persahabatan mereka.Suatu kali, Ani sedang membutuhkan sejumlah uang. Karena itu ia mencoba meminjam uang kepada Ana. Sebagai seorang teman, Ana pun bersedia memberikannya. Ani membayarnya tepat waktu. Suatu waktu, Ani punya kebutuhan yang cukup besar. Jadi, Ani meminta tolong lagi kepada Ana agar mau meminjamkan uang yang lebih besar kepadanya. Sebenarnya, Ana agak ragu untuk memberikannya, sebab ia tahu betul kemampuan Ani untuk membayarnya. Tetapi karena Ani sedang membutuhkannya dan berjanji akan membayarnya tepat waktu, maka Ana pun memberikannya. Namun, ketika tiba waktu untuk membayar uang tersebut, Ani tidak membayarnya. Bahkan, ia tidak mengatakan apa pun kepada Ana, padahal mereka masih sering ketemu. Setelah lewat beberapa hari dari waktu yang disepakati, Ani tidak juga ada inisiatif untuk membayarnya. Ana mencoba mendiamkannya untuk beberapa saat, karena ia tidak ingin temannya itu tersinggung. Sebulan setelah lewat dari janji Ani untuk mengembalikan uang Ana, akhirnya Ana tidak sabar lagi. Ia pun memberanikan diri berbicara kepada Ani. Ani hanya berkata bahwa ia belum ada uang, ia pasti membayarnya nanti kalau sudah punya uang. Mendengar itu Ana pun kecewa kepada Ani, karena Ani dianggapnya tidak bertanggung jawab dalam membayar utangnya. Ana mulai mengurangi pertemuannya dengan Ani. Lama-kelamaan mereka berdua semakin jarang bertemu, bahkan tidak pernah ada kontak lagi. Sejak itu pertemanan Ana dan Ani pun berakhir. Uang dapat membuat hubungan persahabatan menjadi rusak. Yesus adalah sahabat Yudas Iskariot (Mat 9:15), namun ia nekat "menjual" Sahabatnya itu kepada para pemimpin Yahudi. Yudas rela menjual Yesus hanya demi uang 30 keping perak, yang pada waktu itu bukanlah nilai yang besar. Pada akhirnya hal itu telah membuatnya sangat menyesal dan akhirnya gantung diri. Hati-hatilah dalam persahabatan kita. Jangan sampai uang membuat hubungan dengan sahabat kita menjadi rusak. Jadikanlah uang sebagai perekat persahabatan, bukan sebagai penghancur persahabatan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku menghargai persahabatanku melebihi uang. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam Oktaf Paskah, 8 April 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Apr 7, 2026 9:07


Dibawakan oleh Sherly dari Paroki Maria Kusumah Karmel di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 3: 1-10; Mazmur tg 105: 1-2.3-4.6-7.8-9; Lukas 24: 13-35.HADIAH PASKAH DARI YESUS Renungan kita pada hari ini bertema: Hadiah PaskahDari Yesus. Hadiah utama dan teristimewa bagi kita pada hari Minggu Paskahialah kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Peristiwa itu benar-benarmenjadi karunia terbesar sehingga cukup dengan percaya akan kebenarannya, kitasudah menaruh iman kita pada sumber dan dasar yang sebenarnya. Hadiah terbesarini melahirkan banyak hadiah lain yang dapat kita sebut sebagai hadiah-hadiahPaskah. Yang dimaksudkan dengan hadiah-hadiah ini ialah sejumlah penampakan Yesusyang bangkit. Di setiap peristiwa penampakan, Yesus memberikan makna padamisteri kebangkitan-Nya. Pada hari ini, hadiahnya ialah kedatangan-Nya kepadadua orang murid dalam perjalanan mereka ke Emaus. Penampakan itu menggambarkanYesus bagai seorang asing yang menegur kita dengan berkata: Betapa kecilpemahaman kalian! Betapa lamban kemampuan kalian untuk percaya! Karenaketerbatasan kita untuk mengenali dan mengakui-Nya, Yesus yang bangkit akanmembuka indra, pikiran, dan hati kita supaya dapat menyambut Dia dengansikap-sikap sebagai orang-orang yang percaya. Untuk keterbatasan seperti ini,Ia memberikan jalan bagi kita untuk dapat mengenal Dia melalui dua instrumenutama, yaitu penafsiran kitab suci dan pemecahan roti Ekaristi (Lukas 24, 35).  Hadiah Paskah terbaik Yesus bagi kita ialah firman-Nyayang dijelaskan dengan tepat dan benar, dan Ekaristi  yang merupakan kenangan peristiwa Paskahpertama yang Ia sendiri lakukan. Penampakan fisik yang dialami murid-muridEmaus, demikian juga serangkaian penampakan fisik lainnya, memiliki makna yangsama dengan aneka pengalaman akan penampakan Yesus kepada kita masing-masingsecara rohani. Kristus yang bangkit meminta perhatian dan ketaatan kita yangmengalami Dia. Jika momen kehadiran Dia yang bangkit tidak kita ikuti, kitabakal kehilangan cahaya kebenaran yang hendak Ia sampaikan kepada kita. Perhatian dan ketaatan kita tertuju kepada Dia, yaitudi tempat dan saat kita berjumpa dengan-Nya. Pada waktu dan saat firman-Nyadiwartakan, sikap kita yang sangat diperlukan ialah membuka diri, mendengar,dan memahami. Biasanya kalau sikap-sikap ini tidak diberi fokus dengan baik danbenar, kehadiran Tuhan akan kurang disadari bahkan luput dari perhatian kita,dan makna perkataan-Nya akan menghilang saja seperti angin lalu. Demikian jugapada waktu Ekaristi dirayakan dan disambut, sikap kita yang layak ialah membukadiri, suasana batin yang bersih, dan menjadikan pribadi kita rumah yang nyamansupaya Tuhan berkenan menetap dan menyertai kita setiap saat. Biasanya kalausikap-sikap ini tidak dibiasakan, Ekaristi hanya akan menjadi kegiatan yangtidak punya pengaruh dalam hidup seseorang. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, mampukan kami untukmengenali-Mu dalam setiap saat hidup kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra danRoh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 7 April 2026 - Mengingat Tuhan dalam segala keadaan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Apr 6, 2026 6:41


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 7 April 2026Bacaan: "Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku." (Amsal 30:8-9) Renungan: Di dalam Alkitab, kekayaan dipandang sebagai sesuatu yang netral, tidak dipuji tetapi juga tidak dicela. Artinya, benar-tidaknya suatu kekayaan tergantung pada sikap seseorang terhadapnya, apakah ia menjadi orang benar atau menjadi orang yang tidak benar dengan kekayaannya itu. Jika seseorang bergantung pada kekayaannya melebihi ketergantungannya kepada Tuhan, maka pada saat itulah suatu kekayaan menjadi tidak benar. Sebaliknya, jika seseorang dapat mengendalikan kekayaan itu dan memanfaatkannya untuk memuliakan Tuhan dan memberkati sesama, maka pada saat itulah kekayaaan tersebut menjadi benar. Jadi, kekayaan itu sendiri tidaklah salah, yang salah adalah sikap orang yang bergantung kepada kekayaannya. Alkitab tidak pernah mengecam kekayaan itu sendiri, tetapi mengecam sikap hati orang yang hanya bergantung pada kekayaannya. Ada banyak tokoh di Alkitab yang kaya. Sebagian mempergunakan kekayaan tersebut dengan baik, artinya tidak membuat mereka jauh dari Tuhan. Sebagian lagi adalah sebaliknya, mereka justru jauh dari Tuhan karena kekayaannya. Contoh tokoh Alkitab yang kaya namun tidak membuat mereka jauh dari Tuhan adalah Abraham, Ishak, Yakub, dan Ayub. Mereka diberkati oleh Tuhan sehingga menjadi orang-orang yang kaya di tengah masyarakat sezaman mereka. Tetapi, hati mereka tetap teguh berpaut kepada Tuhan. Demikian juga dengan Ayub, sekalipun ia adalah orang kaya, ia tidak bergantung pada kekayaannya. Terbukti, ketika ia dicobai dengan sangat berat dengan hilangnya seluruh harta kekayaannya dalam sekejap, ia tidak meninggalkan Tuhan. Namun banyak juga tokoh Alkitab yang kaya sehingga membuat mereka menjadi jauh dari Tuhan atau tidak datang kepada Tuhan. Contohnya adalah Hizkia, raja Yehuda. Secara keseluruhan, Hizkia termasuk orang yang benar di mata Tuhan, karena ia tidak menyembah berhala dan tetap berpaut kepada Tuhan. Namun ia tidak benar dalam hal kekayaan. Ketika dia diberkati Tuhan dengan kekayaan dan kerajaan yang kokoh, ia justru memamerkan kekayaannya itu kepada orang-orang Babel (2 Raj 20:12-18). Bukan hanya kekayaan, kemiskinan pun bisa membuat seseorang jauh dari Tuhan. Menarik menyimak doa Agur bin Yake. Ia memohon kepada Tuhan agar tidak diberikan kekayaan maupun kemiskinan. Sebab, jika ia kaya ia akan menyombongkan diri terhadap Tuhan, dan ketika ia miskin ia akan mengutuki Tuhan. Agur bin Yake menyadari bahwa banyak orang yang bersikap tidak benar kepada Tuhan karena kekayaan mereka, dan karena kemiskinan mereka! Namun makna doa Agur bin Yake adalah agar kita tetap cinta Tuhan, baik ketika masih miskin maupun ketika sudah kaya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku tetap takut dan setia kepada-Mu, baik ketika masih miskin maupun sesudah kaya. Amin. (Dod)

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 26 Maret 2026 - Dia selalu memberimu kekuatan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 25, 2026 6:41


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 26 Maret 2026Bacaan: "Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana." (1 Raja-raja 19:3)Renungan: Pernahkah kita kehilangan kekuatan iman ketika diperhadapkan pada suatu keadaan yang tidak terlalu genting? Seringkali kita menghadapi situasi sulit yang sangat menantang iman dan mampu melewatinya dengan iman yang terfokus pada Tuhan. Namun, ada kalanya kita mengalami kekhawatiran dan ketakutan hanya karena persoalan kecil. Di gunung Karmel, Elia menantang Raja Ahab beserta 400 orang Nabi Baal untuk membuktikan kehebatan Tuhan. Elia memanjatkan doa yang super beriman, "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah... dan bahwa aku ini hamba Mu... Jawablah aku, ya TUHAN, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah." Lalu, turunlah api menyambar habis korban bakaran Elia dan ia membunuh ke 400 Nabi Baal tersebut. Namun keesokan harinya, ia lari ketakutan ketika mendengar ancaman Izebel, dan berkata, "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku." Elia berdiri teguh di puncak gunung Karmel mendeklarasikan fokus dan kekuatan imannya kepada Tuhan dan meyakini 100% akan jawaban doanya. Namun imannya jatuh seketika di titik nol hanya karena ancaman seorang perempuan. Ia menjadi putus asa dan ingin mati rasanya. Demikian pula Abraham, ia melakukan hal yang sama ketika ia berbohong tentang Sara di hadapan Firaun karena berusaha menyelamatkan nyawanya. Daud yang menuliskan pujian yang indah tentang kesetiaan Tuhan yang besar dalam hidupnya, namun juga yang menyerukan, "Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Mzm 22:2). Musa yang menjadi pemimpin besar yang membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dengan perbuatan tangan Tuhan yang besar, namun ia pun berseru-seru kepada Tuhan ketika berada di Masa dan Meriba, "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu?" Nabi Elia, Raja Daud, dan Musa adalah pahlawan-pahlawan iman yang dipakai oleh Tuhan untuk mendemonstrasikan kuasa-Nya, akan tetapi hal ini tidaklah menjadikan mereka manusia super rohani tanpa kegagalan. Dengan demikian, kita tidak perlu berkecil hati ketika tapak perjalanan iman kita bagai grafik yang menurun secara drastis. Saat-saat kegelisahan, kekhawatiran, dan ketakutan tidak mampu kita halau, apakah yang harus kita lakukan selanjutnya? Nyatakan kepada Tuhan segala kelemahan iman kita dan tetaplah berdiri di gunung Tuhan. Dengan kata lain, iman kita boleh limbung namun tidaklah mati. Demikianlah Tuhan berkata setelah Elia menyampaikan ketakutannya, "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu." Kita tidak berdiam diri ketika kondisi iman kita tercekik, namun kita harus bangkit dan meraih kekuatan Tuhan untuk menjalani hari-hari yang penuh tantangan dan menyadari la selalu setia di dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku mohon kekuatan untuk bisa bangkit ketika imanku runtuh, sehingga aku sanggup menapaki jalan kehidupanku sampai akhir. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-5 masa Prapaskah, 26 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 25, 2026 9:07


Dibawakan oleh Fanny Hartono dari Paroki Gembala Yang Baik di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Kejadian 17: 3-9; Mazmur tg 105: 4-5.6-7.8-9; Yohanes 8: 51-59.MELIHAT DANBERSUKA CITA Renungan kita pada hari ini bertema: Melihat DanBersukacita. Perdebatan dan fitnah tentang identitas Yesus Kristus masihberlanjut. Hari ini penekanannya ialah pada sosok Abraham. Kitab Kejadianmenampilkan Abraham yang diartikan sebagai Bapak bagi sejumlah bangsa besar dibumi ini, mempunyai dua karakteristiknya. Sosok Abraham digambarkan sebagaiseorang pilihan Allah untuk mendiami wilayah yang asing baginya yang dikuasaibersama segala keturunannya. Ia diberkati untuk memiliki banyak sekali keturunan. Ciri lain pada Abraham ialah perjanjian Allah atasnya yangharus dijamin dengan iman dan ketaatan kepada Allah. Dasar iman ini tidak hanyamembuat dia sebagai bapak iman bagi banyak orang, tetapi juga menunjukkantujuannya dalam persekutuan yang bahagia bersama Tuhan selama-lamanya. Iniadalah gambaran Abraham yang spiritual. Karakteristik yang pertamamenggambarkan sisi kefanaannya sebagai manusia yang mengalami kematian didunia. Sedangkan karakteristik yang kedua menggambarkannya sebagai pilihan Allahyang mengalami hidup abadi atau selama-lamanya. Dua sisi profil Abraham ini dijelaskan secara lengkap olehYesus kepada para lawannya. Ditegaskan-Nya kepada mereka bahwa Abraham yangmerupakan manusia dunia ini setelah genap usianya untuk mati, ia tunduk kepadapanggilan alam ini. Sampai dengan batas pemahaman di sini, para lawan itusanggup untuk mengerti dan percaya akan Abraham yang fana. Demikian juga denganpara nabi, kematian pada dasarnya merupakan bagian dari kefanaan mereka.  Mata mereka sama sekali dikaburkan dan hati mereka sungguhtertutup, sehingga mereka tak bisa menangkap bahwa Yesus Kristus adalahkenyataan janji Allah kepada Abraham dan penubuatan para nabi. Sebenarnya Yesussedang menjelaskan bahwa karena Abraham punya aspek spiritual, ia sudah melihatYesus Kristus, Putra Allah. Abraham melihat dan bersuka cita karena janji Allahkepadanya terwujud dalam diri Yesus Kristus. Aspek spiritual inilah yang tidakdapat ditangkap oleh kaum Farisi dan para ahli Taurat. Yesus sedang mengajarkan kita tentang kekuatan rohani yangmerupakan karunia Roh Allah kepada setiap orang yang mengikuti-Nya. Dengankarunia ini, kita diberi jaminan untuk menikmati hidup ini melalui bagaimanakita melihat kemuliaan Allah yang hadir di dalam diri sendiri, sesama, danlingkungan sekitar. Pengalaman akan kemuliaan Allah itu menjadi dasar bagi kitauntuk bersuka cita dan bersyukur kepada Tuhan. Yang memperkuat suka cita iniialah aspek spiritual dari segala sesuatu di dalam hidup ini, karena di situTuhan sungguh hadir. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha murah, semoga kami selalu pekaakan kemuliaan-Mu yang hadir di dalam segala sesuatu, khususnya di dalam hidupkami sebagai pribadi dan bersama. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 17 Maret 2026 - Kerinduan untuk melayani dan diperbaharuai

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 17, 2026 5:50


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 17 Maret 2026Bacaan: "Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya." (Markus 10:22)Renungan: Suatu ketika datanglah seorang kaya kepada Yesus dengan sebuah pertanyaan, "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Lalu, Yesus mengutip berbagai larangan berbuat jahat yang harus dihindari. Orang kaya ini berkata, "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." Artinya, orang kaya ini telah mengisi sebagian besar waktunya dengan kehidupan yang disertai akhlak dan moral yang baik. Yesus memandang penuh kasih dan berkata, "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin... Datanglah kemari dan ikutlah Aku." Ia yang datang dengan antusias yang tinggi, bahkan dikatakan ia berlari-lari dan bertelut di hadapan Yesus, namun kini, orang kaya ini berlalu dengan langkah yang berat karena hartanya banyak. la datang dengan sebuah pertanyaan yang bagus namun tidak siap untuk mendengarkan jawaban Yesus. Berapa banyak di antara kita yang memiliki sikap seperti orang kaya ini. Kita datang ke hadapan Tuhan dengan berbagai kerinduan hati yang bagus, namun kita tidak siap menerima jawaban dari Tuhan. Persis seperti yang terjadi dengan orang kaya ini! la rindu diselamatkan namun tidak rela menukarkan harta duniawinya dengan harta sorgawi. Padahal Yesus telah mengatakan, "Berikanlah itu kepada orang-orang miskin maka engkau akan beroleh harta di sorga. "Demikian pula dengan permasalahan orang percaya saat ini. Rindu untuk diberkati secara jasmani namun sulit untuk memberi. Padahal firman Tuhan berkata, "Berilah dan kamu akan diberi. "Kita rindu untuk dipakai oleh Tuhan namun hitung-hitungan dalam memberikan waktu dan tenaga yang terbaik untuk Tuhan. Sementara firman Tuhan memerintahkan, "Biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan." (Rm 12:11). Kita rindu untuk mengalami pertumbuhan rohani yang terus diperbaharui, namun kita malas membaca firman Tuhan. Sedangkan Mat 4:4 menegaskan, "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman Tuhan yang keluar dari mulut Allah." Apa yang menjadi kerinduan hati kita saat ini di hadapan Tuhan? Mari belajar menyiapkan hati kita untuk mau menerima dan melakukan apa yang firman Tuhan katakan. Hindarilah sikap hati seperti orang kaya ini yang berharap mendapatkan jawaban bagi kerinduan hatinya sesuai dengan konsep pikirannya sendiri. Akhirnya, kerinduan orang kaya ini tinggal hanya kerinduan karena ia tidak mau menyelaraskan hidupnya kepada perkataan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, sering kali aku hanya memiliki kerinduan untuk diberkati oleh Mu namun hati ku jauh untuk mau taat kepada-Mu. Ampunilah aku ya Tuhan. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-4 masa Prapaskah, 18 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 17, 2026 9:04


Dibawakan oleh Petrus Kanisius Kebaowolo dan Elisabeth Welan dari Paroki Santo Agustinus Karawaci di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 49: 8-15; Mazmur tg 145: 8-9.13cd-14.17-18; Yohanes 5: 17-30.TUHAN SENANTIASA MENGINGAT KITA Tema renungan kita pada hari iniialah: Tuhan Senantiasa Mengingat Kita. Kitab Yesaya menggambarkan Allahsebagai Tuhan yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Tuhan menyatakan bahwa Ia akanmemulihkan umat-Nya, membangun kembali bumi, dan membawa harapan bagi merekayang merasa tertinggal atau terlupakan. Allah tidak hanya menciptakan dunia,tetapi juga terus merawat dan memperbaruinya. Ia mengikat perjanjian denganmanusia yang percaya kepada-Nya, sebuah janji bahwa kehidupan akan dipulihkandan masa depan akan dipenuhi harapan. Perjanjian Allah dengan manusia mencapai puncaknyadalam kedatangan Yesus Kristus ke dunia. Yesus datang bukan hanya sebagai guruatau nabi, tetapi sebagai tanda nyata kasih Allah bagi manusia. Melalui hidupdan karya-Nya, Yesus mengajarkan kebenaran Allah di hadapan banyak orang. Iamewartakan kasih, pengampunan, dan keselamatan bagi semua orang. Namun,kebenaran yang Ia bawa tidak selalu diterima dengan baik oleh semua orang. Dalam Injil hari ini diceritakan bahwa orang-orangFarisi sering menentang Yesus. Mereka menuduh-Nya melanggar aturan Sabat danbahkan menuduh-Nya menghujat karena mengatakan bahwa diri-Nya satu denganAllah. Bagi mereka, ajaran Yesus dianggap mengganggu tatanan yang telah merekapegang. Penolakan ini akhirnya membawa Yesus pada penderitaan yang besar. Iadihukum mati dan wafat di salib.Namun salib bukanlah tanda bahwa Allah meninggalkanmanusia. Justru di sanalah kasih Allah dinyatakan dengan paling jelas. MeskipunYesus mengalami penderitaan dan kematian, Allah tidak pernah melupakanumat-Nya. Kebangkitan Yesus menjadi tanda bahwa kasih Allah lebih kuat daripadakematian. Janji Yesus tetap berlaku: Ia akan menyertai kita sampai akhir zaman. Sering kali kita juga merasa seperti bangsa Israel yangberkata, “Tuhan telah meninggalkan dan melupakan aku.” Tetapi Tuhan menjawabdengan sangat lembut: seorang ibu mungkin bisa melupakan anaknya, tetapi Tuhantidak akan pernah melupakan kita. Kasih Allah jauh lebih setia daripada segalasesuatu di dunia ini. Ada seorang anak kecil pernah tersesat di pasar yangramai. Ia menangis karena merasa sendirian dan takut ditinggalkan. Tetapisebenarnya ibunya terus mencarinya di antara kerumunan orang. Ketika akhirnyasang ibu menemukan anak itu dan memeluknya, si anak baru menyadari bahwa iatidak pernah benar-benar ditinggalkan. Demikian pula dalam hidup kita. Kadangkita merasa Tuhan jauh atau tidak peduli, tetapi sesungguhnya Tuhan selalumencari, menjaga, dan mengingat kita. Dalam setiap keadaan, Tuhan tetap setia kepadajanji-Nya untuk menyertai kita. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah yang mahakuasa, jauhkanlah kami dari segala tipu daya si jahatyang mengancam dan membawa kami jauh dari Tuhan Yesus Kristus, Juruselamatkami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus … Dalam nama Bapa …

Kencan Dengan Tuhan
Edisi hari Senin, 16 Maret 2026 - Belajar menjadi orang yang bijaksana

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 16, 2026 6:02


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 16 Maret 2026Bacaan: "Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya." (Matius 25:13)Renungan: Suatu hari seseorang bertanya kepada seorang pemimpin agama, apakah yang akan ia lakukan jika ia mengetahui bahwa Tuhan akan datang menjemputnya esok hari. Dia menjawab, "Saya akan pergi tidur dan bangun esok paginya dan melanjutkan pekerjaan karena saya ingin la menemukan saya sedang melakukan tugas yang la perintahkan." Demikian kita pun akan memberikan jawaban ketika kita diberitahukan tentang "dead line' atau akhir dari kehidupan kita. Namun sayangnya kebanyakan kita tidak akan pernah tahu kapan 'dead line' kehidupan kita. Seperti perumpamaan tentang lima gadis bijaksana dan lima gadis bodoh yang tidak mengetahui kapan waktu kedatangan sang mempelai pria. Selanjutnya dikatakan bahwa pelita mereka hampir padam. Lima gadis bijaksana memiliki cadangan minyak dan segera membereskan pelita mereka. Sementara, lima gadis bodoh yang lain pergi membeli minyak, namun pada saat itulah mempelai datang. Lima gadis yang bijaksana masuk dalam perjamuan kawin, dan lima gadis bodoh lainnya tertinggal. Yesus mengakhiri perumpamaan ini dengan memberikan sebuah pernyataan, "Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya." Demikianlah, Yesus menyatakan bahwa hanya ada dua pilihan situasi ketika kita menghadapi 'dead line' kehidupan ini, yaitu: siap atau tidak! Lima gadis yang bijaksana mengambil sebuah tindakan yang tepat dan penuh hikmat untuk mengantisipasi waktu kedatangan mempelai yang tidak dapat diprediksi, yaitu dengan membawa cadangan minyak agar pelita mereka tetap bisa menyala selama masa penantian. Sementara lima gadis yang lainnya dikatakan bodoh karena sekalipun mereka melihat bagaimana lima rekan mereka membawa cadangan minyak, mereka tidak meneladani apa yang mereka lihat. Demikianlah kita pun akan mengalami akhir hidup yang sama dengan lima gadis yang bodoh ini ketika kita masa bodoh saat melihat begitu banyak orang percaya lainnya yang menjalani kehidupan yang takut akan Tuhan dan mengalami pertumbuhan rohani yang signifikan. Setiap minggu mereka yang bijaksana tekun beribadah, sementara kita tetap tinggal di rumah saja. Mereka tekun membaca Alkitab, kita tekun membaca WA dan medsos. Mereka rajin berdoa dan memuji Tuhan, kita rajin nonton drama Korea. Mereka belajar menyisihkan waktu untuk melayani, kita masih sibuk hidup hura-hura. Mereka melatih diri untuk hidup dalam kekudusan, kita masih berkutat dalam dosa. Mereka menggunakan kesempatan hidup dengan menjadi berkat, sementara kita menyia-nyiakan waktu yang ada. Demikianlah, Yesus menyampaikan perumpamaan ini agar kita menjadi bijak dengan berkaca pada tindakan yang tepat dan berhikmat yang dapat kita teladani dari kesalehan dan kedewasaan rohani orang-orang yang ada di sekitar kita. Ingatlah bahwa hidup ini adalah sebuah kesempatan agar kita bisa belajar menjadi lebih baik, lebih bijak, dan lebih berjaga-jaga! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk menjadi orang yang bijak dan berhikmat, dengan meneladani perbuatan baik dari orang-orang lain. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-3 masa Prapaskah, 11 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 10, 2026 9:52


Dibawakan oleh Maria Letek dan Benediktus Laga dari Paroki Santo Yosef Boto di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Ulangan 4: 1.5-9; Mazmur tg 147: 12-13.15-16.19-20; Matius 5: 17-19.LAKUKAN APA YANGDIAJARKAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Lakukan Apa YangDiajarkan. Kodrat manusia menurut Allah Pencipta, yang membuat kita lebihunggul dibandingkan makhluk hidup yang lain ialah karena kita memiliki akalbudi dan kebebasan. Penggunaan kedua elemen kodrati ini dipercayakan Tuhansecara penuh kepada kita. Hasilnya selalu ada dua macam, yaitu manusia memilihuntuk memenuhi kemauannya sendiri yang pasti mengakibatkan dosa danpenderitaan, atau memilih untuk mengikuti ajaran dan hukum Tuhan. Untuk pilihan yang kedua, akal budi dan kebebasan kitamengenal batasnya ketika mereka harus berkolaborasi dengan kehendak Tuhan.Manusia sepintar apa pun, ia akhirnya menyadari kalau kepandaian Tuhan melebihdirinya. Demikian juga sebebasnya dia untuk berkata atau berbuat apa saja,akhirnya diakui juga bahwa Tuhan lebih berkuasa dari pada dirinya. Sampai padabatas ini, sebenarnya iman yang berperan untuk menjelaskan kebesaran dankemahakuasaan Allah untuk dapat diterima oleh akal budi dan kebebasan kita. Pada hari ini, kita belajar bagaimana dengan kepandaiandan kebebasan itu, kita melakukan apa yang diajarkan oleh Tuhan. Tujuannyaialah supaya kemampuan kodrati kita dapat berkolaborasi dengan penyelenggaraanTuhan. Bacaan pertama dari kitab Ulangan menguraikan tentang ajaran ketetapandan peraturan. Musa meminta umat Allah untuk selalu menaati dan setia pada apayang ditetapkan oleh Tuhan dan yang menjadi aturannya.  Ketaatan dan kesetiaan ini tidak mengurangi akal budi dankebebasan kita, tetapi mendapatkan nilai plus yaitu kebijaksanaan Ilahi. Fungsiakal budi untuk ini ialah mengingat, memahami, dan membahasakan apa yang Tuhanajarkan secara benar dan tepat. Fungsi kebebasan ialah untuk menyebarkankebenaran supaya dapat menguasai dan mengarahkan kehidupan ini di dalam jalanTuhan untuk sampai kepada Tuhan sendiri. Umat Tuhan yang setia dan taat memiliki suatu tugas yangpenting selanjutnya dalam melakukan apa yang diajarkan Tuhan. Rahmatpembaptisan dan keanggotaannya di dalam Gereja memandatkan mereka tanggungjawab untuk mengajarkan itu kepada orang lain, entah saudara entah teman,bahkan mereka yang tidak dikenalnya. Tanggung jawab dalam ketaatan dankesetiaan untuk melakukan ketetapan dan peraturan dari Tuhan mungkin lebihbersifat personal dan terbatas pada lingkup terbatas. Namun demi menjadipengikut Kristus yang berguna dan bermartabat, ada tanggung jawab sosial danpublik yaitu mengajarkan itu kepada sesama. Bahasa kitab sucinya ialah sebuahtanggung jawab sebagai garam dan terang dunia. Hidup setiap pengikut Kristusadalah sebuah kenyataan belajar dan mengajar. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa yang bijaksana dan murah hati,penuhilah diri kami dengan kebijaksanaan dan kemurahan-Mu, agar kami dapatmenjadi garam dan terang dunia yang sesungguhnya. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 27 Februari 2026 - Kenali diri sendiri dan tidak menghakimi orang lain

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 26, 2026 6:18


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 27 Februari 2026Bacaan: Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? " Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembala kanlah domba-domba-Ku." (Yohanes 21:17)Renungan: Di sebuah sekolah dasar, ada seorang anak laki-laki yang bandel dan suka ribut di kelas. Hampir setiap hari, anak ini membuat masalah dan membuat kelas menjadi gaduh sehingga kerap kali dia menjadi sasaran kemarahan para guru. Anak ini kemudian dipanggil dengan sapaan "Surib" yang berarti "Suka Ribut". Suatu hari, ketika ada tugas melukis, seorang guru menyuruh para murid untuk melukis potret diri masing-masing. Surib pun dengan penuh antusias melukis dirinya sendiri. Dalam lukisannya, Surib menulis satu kalimat yang berbunyi, "Tuhan belum selesai menciptakan saya." Lukisan ini kemudian menjadi salah satu lukisan terbaik di sekolahnya. Suatu hari, seorang guru mendapati bahwa kelas Surib sangat gaduh. Dan seperti biasa, Suriblah yang menjadi penyebabnya. Ketika guru itu hendak memarahi Surib, beliau melihat lukisan Surib yang dipajang didepan kelas, yang bertuliskan, "Tuhan belum selesai menciptakan saya." Wajah sang guru langsung berubah. Dalam hati Sang Guru berkata, "Ya! Tuhan belum selesai menciptkannya, aku harus sabar." Dalam kehidupan kita sehari-hari, sering kali kita begitu mudah untuk menghakimi orang lain. Banyak orang cenderung memberi penilaian kepada orang lain dengan harga mati, seolah-olah orang lain sama sekali tidak akan berubah selamanya. Terlebih ketika, orang lain melakukan kesalahan. Akan sangat mudah baginya untuk melihat segala sisi dengan cara pandang negatif yang berlebihan. Banyak orang lupa bahwa Tuhan belum selesai menciptakan sesamanya. Kita pasti ingat dengan Petrus. Petrus bukanlah orang yang sempurna. Sebaliknya, Petrus selalu mendapat teguran keras dari Yesus, bahkan pernah menyangkal Yesus. Demikian pula dengan Rahab, Maria Magdalena dan Paulus. Mereka adalah para pendosa. Kendati begitu, mereka justru dipakai Tuhan secara luar biasa. Seseorang bisa saja berubah menjadi baik bahkan menjadi sesuatu yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Namun demikian, Tuhan juga membutuhkan bantuan kita, jadi janganlah kita buru-buru menghakimi dan menjauhi orang-orang yang mungkin berbuat salah terhadap kita. Namun tegurlah mereka dengan penuh kasih. Jangan lupa doakanlah dan berkatilah mereka selalu. Percayalah bahwa suatu saat mereka juga bisa berubah meski sekarang mereka melakukan kesalahan. Bimbinglah mereka untuk kembali di jalan yang benar agar mereka segera bertobat mendapat pemulihan dan akhirnya dapat diselamatkan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku mudah menghakimi orang lain. Kini aku sadar bahwa kekuranganku lebih banyak daripada orang yang sering aku hakimi. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-1 Prapaskah, 27 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 26, 2026 9:26


Dibawakan oleh Petrus Kanisius Kebaowolo dan Elisabeth Welan dari Paroki Santo Agustinus Karawaci di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yehezkiel 18: 21-28; Mazmur tg 130: 1-2.3-4ab.4c-6.7-8; Matthew 5: 20-26.HUKUM LAMADIGANTI Renungan pada hari ini bertema: Hukum Lama Diganti. Didalam hidup kita, perubahan seseorang dari sikap yang baik menjadi jahat sudahbanyak terjadi. Demikian juga seseorang dari sikap yang jahat menjadi baik jugabanyak terjadi. Hal ini bukan karena otomatis atau bonus bagi dirinya.Perubahan itu terjadi umumnya karena disengaja atau dimungkinkan. Kebebasanyang ada pada kita menjadi semacam lisensi untuk terjadinya perubahan tersebut.Kitab nabi Yeheskiel dalam bacaan pertama membandingkan dua alam yang dihidupioleh manusia, alam gelap dan terang. Setiap orang bebas dan sengaja memilihnya. Mereka yang hidup dalam dunia gelap yang penuh kejahatansebenarnya pernah menjadi orang-orang baik. Pemimpin setan sebelum memelukkejahatan, ia adalah malaikat. Begitulah, banyak orang jahat justru sebelumnyaadalah orang-orang baik dan benar. Nabi mengatakan bahwa perubahan seperti ini,jalannya yang pasti ialah menuju kepada kebinasaan. Hasil terakhir yangdidapatkan dari pilihan untuk hidup jahat dan menjalaninya ialah kematian. Takada lagi pertolongan apa pun baginya. Orang yang sudah di dalam neraka tidakbisa tertolong lagi. Mereka yang hidup dalam rahmat Tuhan adalah mereka yanghidup penuh dengan terang Tuhan, yang terwujud dalam kata dan perbuatannya.Justru yang sangat dipuji oleh Tuhan dan diberikan harapan untuk hidup ialahmereka yang melepaskan kehidupan yang gelap dan menjalani hidup dalam terang.Masa Pra Paskah adalah kesempatan untuk memiliki pengalaman seperti ini.Melalui usaha-usaha yang berbentuk disiplin, seperti berpuasa, pemeriksaanbatin dan pengakuan dosa, kita membaharui diri untuk menjadi pribadi-pribadi yangbaru.  Pembaharuan ini dibuat secara sempurna oleh Yesus, yaitumenciptakan suatu cara baru dalam mematuhi perintah-perintah Tuhan dan untukmenghindari perbuatan-perbuatan jahat. Hukum lama menetapkan sejumlah syaratuntuk tidak menajiskan dan menjerumuskan diri ke dalam dosa sesuai dengan carapandang pada waktu itu. Hukum lama tersebut diganti oleh Yesus dengan lebihmenekankan aspek kemanusiaan dan bukan pada aturan adat, kebiasaan, danpandangan orang-orang besar atau pemuka agama. Hukum baru oleh Yesus Kristus ialah cinta kasih. Menurutprinsip hukum cinta kasih, tindakan apa pun yang dimulai dari niat, pikiran,dan rencana yang jahat sudah dianggap sebagai dosa. Ini menggantikan hukum lamayang hanya melihat dosa kalau sudah terjadi pembunuhan, pengrusakan,pemfitnahan, pengutukan, dan perampasan. Padahal ketika sudah ada niat ataupikiran jahat, seseorang sudah membentuk amarah dan benci, untuk nantidilakukan secara konkret. Dengan demikian, dosa dan kejahatan memang dimulai daripemahaman, konsep, niat, dan pikiran-pikiran yang jahat. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus yang mulia,sempurnakanlah di dalam hati kami hukum cinta kasih-Mu dan mampukanlah kamimenggunakannya untuk mengasihi sesama kami seperti yang Engkau kehendaki. SalamMaria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat sesudah Rabu Abu, 20 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 19, 2026 8:08


Dibawakan oleh Sr Modesta MCFSM dan Sr Kristin MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 58: 1-9a; Mazmur tg 51: 3-4.5-6a.18-19; Matius 9: 14-15.BERPUASA DALAMBERAMAL DAN BERDOA Renungan kita pada hari ini bertema: Berpuasa DalamBeramal dan Berdoa. Tiga kesalehan standar yang telah kita sebutkan kemarin,masing-masingnya tidak berdiri sendiri. Berdoa bukanlah suatu tindakan yangtidak punya kaitan dengan berpuasa dan beramal. Demikian juga berpuasa danberamal. Satu perbuatan saleh membutuhkan dua lainnya supaya menjadikanseseorang saleh dan benar di hadapan Tuhan Allah dan menjadi suri teladan bagisesamanya. Renungan ini ingin membawa perhatian kita kepada berpuasayang kita lakukan melalui tindakan amal dan berdoa. Di dalam setiap perbuatankasih itu seseorang menjalankan puasanya. Demikian juga di dalam kesempatanberdoa, seseorang mengisi dan memperkuatkan puasanya. Kedua bacaan kita padahari ini menerangi iman kita tentang berpuasa dalam beramal dan berdoa. Kitab nabi Yesaya menegaskan bahwa perbuatan puasa yangsangat mengena dalam hidup bersama dan sesuai dengan kehendak Allah ialahmembuka belenggu-belenggu kelaliman. Semua bentuk kehidupan yang tertindas danterbelenggu harus dihilangkan. Perbuatan atau perilaku yang memperdayai danmenyusahkan sesama harus dihentikan. Orang-orang lapar dan haus diberikankepuasan raga mereka. Yang tidak mempunyai rumah diberikan tumpangan. Yangtidak mempunyai pakaian dipakaikan pakaian yang perlu.  Semua yang dikatakan nabi dibuat begitu konkret oleh Yesusyang menjalankan misi Bapa Allah dengan ditemani oleh para rasul. Selain pararasul, ada begitu banyak murid yang mengikuti dan menyertai-Nya ke mana saja Iapergi dan dalam setiap kesempatan keberadaan-Nya. Hidup bersama dengan TuhanYesus ialah memandang Dia, berbicara dengan Dia, mendengar Dia, bersentuhandengan Dia, mengakui Dia, percaya kepada-Nya, dan berikhtiar untuk tetapbersama Dia sampai mati. Ini semua adalah kenyataan setiap saat hidup bersamadan dalam Tuhan yang memenuhi semua kriteria doa. Oleh karena itu Yesus memberikan pencerahan kepada kitabahwa, berpuasa yang benar dan sesungguhnya ialah melakukan tindakan-tindakanbersama dan di dalam Tuhan. Kehadiran-Nya menjiwai seluruh hidup kita. JikaTuhan sudah merelakan diri-Nya berada bersama kita, lalu mengapa manusiamengarang-ngarang caranya untuk berpuasa? Semua tindakan berpuasa itusebenarnya untuk siapa, padahal Tuhan yang disembah dan dimuliakan itu beradadi tengah-tengah umat-Nya? Jadi dengan berada dan bersama Tuhan, kita menjalankantindakan kasih yang dilakukan atas nama Dia, sambil berbicara dan berinteraksidengan Dia yang menguatkan kita melalui sabda dan berkat-Nya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Allah maha benar,perkuatkanlah ketetapan hati kami untuk menekuni disiplin iman kami di dalammasa penuh rahmat ini. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 18 Februari 2026 - Berpikir Positif di Tengah Situasi Negatif

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 17, 2026 6:08


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 18 Februari 2026Bacaan: "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah meka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar." (Kejadian 50:20)Renungan: Suatu hari, seorang ahli kimia berkebangsaan Jerman, Christian Friedich Schon bein sedang bereksperimen dengan pekerjaannya di dapur saat istrinya tidak ada di rumah, karena istrinya melarangnya dia bekerja di dapur. Tanpa sengaja, dia menumpahkan cairan asam sulfur dan asam nitrat. Supaya tidak ketahuan, dia segera mengelap dengan celemek yang terbuat dari katun lalu menggantung celemek itu di dekat perapian untuk mengeringkannya. Tidak di duga, celek itu meledak dengan dahsyat. Ledakan itu terjadi karena campuran cellulose mengalami reaksi kimia yang dinamakan nitrasi. Temuan itu kemudian dinamakan nitrocellulose, yaitu bubuk mesiu yang tidak berasap. Dia kemudian memperbanyaknya dan menjualnya dan mendapatkan banyak uang. Kekeliruan dan kegagalan yang tidak disengaja seringkali mendatangkan manfaat yang tidak kita duga sebelumnya. Seperti yang terjadi pada Yusuf. Yusuf diperlakukan semena-mena oleh Saudaranya. Dia dimasukkan dalam sumur, dijual dan dibertahukan sudah mati. Bagi orang awam, hal itu mungkin sebuah kekeliruan yang fatal. Tetapi tidak bagi Yusuf. Yusuf sadar betul bahwa peristiwa itu adalah cara Tuhan untuk menggenapi janjinya menjadi pemimpin Mesir dan melakukan suatu pekerjaan besar yang belum pernah dilakukan oleh siapapun. Demikian pula dalam perjalanan hidup kita. Seringkali apa yang tidak kita harapkan terjadi begitu saja. Kita mungkin akan sedih kecewa dan tidak dapat menerima kenyataan saat itu. Namun tahukah kita bahwa dalam kegagalan-kegagalan itu, Tuhan juga turut bekerja untuk mendatangkan sesuatu yang baik yang mungkin tidak kita duga sebelumnya? Tetap berpikir positif di tengah situasi yang negatif sangatlah penting bagi kita. Kita harus bersabar dan melakukan yang terbaik untuk mengubah keadaan. Kita harus memetik manfaat yang sebanyak-banyaknya dari setiap peristiwa. Percayalah, bahwa tidak semua kegagalan itu buruk. Tetapi yakinlah bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah baik bagi kita, sebab jika kita mampu jeli dan dapat mengendalikannya, maka kegagalan dan masalah itu justru menjadi titik balik kita meraih keberhasilan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat-Mu agar aku tetap dapat berpikir positif di tengah situasi yang negatif. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-5, 8 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 7, 2026 12:14


Dibawakan oleh Suster Brigida MCFSM, Suster Ludgardis MCFSM dan Suster Vinsensia MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 58: 7-10; Mazmur tg 112: 4-5.6-7.8a.9; 1 Korintus 2: 1-5; Matius 5: 13-16.KITA DIJADIKAN GARAM DAN TERANG DUNIA Tema renungan kita pada hari Minggu Biada kelima iniialah: Kita Dijadikan Garam dan Terang Dunia. Dalam khotbah di bukit, Yesusmenegaskan identitas para murid sebagai garam dan terang dunia (bdk.Injil Matius). Pernyataan ini bukan sekadar metafora indah, melainkan panggilanhidup. Garam tidak hidup untuk dirinya sendiri; ia hadir untuk memberi rasa,mencegah kebusukan, dan menjaga kehidupan. Terang pun tidak disembunyikan; iahadir untuk menerangi, memberi arah, dan menyingkirkan kegelapan. Jadi, menjadigaram dan terang berarti menjadi penolong—pribadi yang kehadirannyamenghadirkan kebaikan nyata bagi sesama. Yesus mengajak para murid menyadari bahwa melalui hidupmerekalah dunia dapat merasakan sentuhan Allah. Garam yang tawar dan terangyang disembunyikan kehilangan maknanya. Maka, iman Kristiani menjadi nyataketika seseorang berani keluar dari kepentingan diri, peka terhadap kebutuhanorang lain, dan terlibat dalam penderitaan sesama. Berarti seorang muridmenjadi tanda kehadiran dan tindakan Tuhan: bukan terutama lewat kata-kata,melainkan lewat tindakan kasih yang konkret. Nabi Kitab Yesaya menegaskan bahwa terang sejatiterungkap melalui kasih yang dibagikan kepada mereka yang lapar, yang tidakberpakaian, dan yang tidak memiliki tempat tinggal. Terang bukanlah kemilauspiritual yang abstrak, melainkan sinar yang memanaskan kehidupan orang lain.Ketika tangan kita bisa berbagi, ketika langkah kita mendekat kepada yangtersingkir, saat itulah terang Tuhan memancar melalui diri kita. Keyakinan yang sama diteguhkan oleh Santo Paulus kepadajemaat di Korintus. Dalam suratnya yang pertama, Paulus menegaskan bahwa imantidak bertumpu pada hikmat manusia, melainkan pada kekuatan Allah. Artinya,menjadi garam dan terang bukanlah hasil kehebatan pribadi, melainkan buah dariketerbukaan pada karya Allah yang bekerja dalam kelemahan manusia. Ketika kitamengandalkan Tuhan, hidup sederhana kita pun dapat menjadi sarana rahmat bagibanyak orang. Mari kita bayangkan begini: sebuah lilin kecil yangdinyalakan di ruang gelap. Cahaya lilin itu tidak besar, namun cukup untukmenolong seseorang menemukan jalan dan menghindari bahaya. Lilin tidak memilihsiapa yang pantas menerima cahayanya; ia hanya setia menyala dan menghabiskandirinya. Demikian pula seorang penolong sejati: mungkin sederhana, sering takterlihat, namun kehadirannya membuat hidup orang lain menjadi lebih manusiawidan penuh harapan. Akhirnya, menjadi garam dan terang dunia adalahpanggilan harian untuk menghadirkan Allah di tengah realitas hidup. Melaluikasih yang dibagikan, pertolongan yang tulus, dan iman yang bersandar padakekuatan-Nya, kita dipanggil untuk menjadi saksi bahwa Tuhan sungguh bekerja didunia ini—melalui hidup kita yang mau dipakai bagi sesama.  Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Allah yangmahakuasa, peliharalah dan kuatkanlah iman kami kepada-Mu agar kami senantiasamenjadi tanda kehadiran dan tindakan-Mu untuk menyelamatkan diri kami sendiri,sesama kami dan dunia di sekitar kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-4 masa biasa, 3 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 2, 2026 11:20


Dibawakan oleh Suster Kristin MCFSM dan Suster Puspitasari MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santo Aloysius Gonzaga Palangkaraya di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia. 2 Samuel 18: 9-10.14b.24-25a.30 - 19: 3; Mazmur tg 86: 1-2.3-4.5-6; Markus 5: 21-43.JALANTERUS DAN TETAP SEMANGAT Tema renungan kita pada hari ini ialah: Jalan Terus dan TetapSemangat. Ungkapan dalam bahasa Inggris yang mirip dengan tema ini ialah: the game must go on. Orang Italiamenyebutnya “sempre avanti”. Kitamenyadari bahwa setan-setan tidak berhenti atau tidak lelah menggodai kita.Demikian juga kita paham bahwa kesulitan dan penderitaan akan selalu kitaalami. Kita mengingat tentang godaan terhadap Yesus sebanyak tigakali ketika Ia berpuasa selama 40 hari di pada gurun. Diceritakan bahwa ketikaYesus mengusir si penggoda itu dengan seruan: Enyalah engkau, Setan!, Penjahatitu memang pergi, namun ia tetap menunggu kesempatan lain yang tepat agar iadapat menjalankan tugasnya menggodai dan memperdayai Yesus. Hari ini bacaan-bacaan kita sepertinya memberikan kesan bahwasetan-setan sedang istirahat sejenak. Dengan begitu Yesus mempunyai kesempatanyang leluasa untuk menyembuhkan orang-orang sakit. Mungkin setan sedang kasihanjuga kepada orang-orang sakit, sehingga ia tidak ingin menambah penderitaanatas mereka. Atau mungkin mereka menghormati Yesus yang sedang bekerja. Daud yang sedang dilawan oleh orang-orang dekatnya jugaterbebas dari ancaman itu. Anaknya Absalom yang mengancamnya telah meninggaldunia. Di istananya itu Daud sedih dan menangisi anaknya. Ia harus melanjutkantugasnya memimpin kerajaan karena itu adalah mandat dari Tuhan. Kesedihanmemang wajar dan tetap terjadi, tetapi kesedihan tidak bisa menjadi selamanya. Kita harus berjalan terus dan tetap bersemangat.  Tugas utama, mandat, perutusan, dan tanggungjawab harus tetap menjadi urusan kita setiap saat. Meski godaan, tantangan,gangguan, kesulitan, bahkan ancaman apa pun bentuknya menghadang, kita jalanterus saja, semangat saja. Tuhan tahu kita sedang berjuang dan diancam sekalipun, tapi Ia mengizinkan kita jalan terus dan Ia akan turun tangan membantupada saat kita sudah tidak mampu lagi. Hal ini paling kurang mencegah duakebiasaan buruk yang sering kita lakukan. Pertama, ketika sudah berhasil melewati sebuah ujian ataukesulitan kita menjadi santai, kurang waspada, dan menjadi kendor semangatnya.Ini justru menjadi kesempatan baik bagi setan untuk mendekat dan melakukantugasnya.  Kedua, ketika sudah melewati semua rintangan atau kesulitantidak lama berselang datang lagi kesulitan yang lain. Akibatnya orang menjadiputus asa, lelah, dan menyerah. Ini juga menjadi kesempatan bagi setan untukmendekat dan bersemangat bekerja. Jadi untuk mengatasi sikap santai dan putusasa, kita perlu memiliki satu kekuatan, yaitu berjalan terus dan tetapbersemangat. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ...Ya Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah iman kami supaya kami dapat mengalahkansikap santai dan putus asa di dalam diri kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 1 Februari 2026 - Menerima hanya hal baik dalam pikiran

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 31, 2026 6:18


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 1 Februari 2026Bacaan: Tetapi kata raja: "Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?" (2 Samuel 16:10) Renungan: Truk sampah adalah truk yang digunakan untuk mengangkut sampah dari tempat-tempat sampah di pinggiran jalan raya menuju Tempat Pembuangan Akhir. Truk sampah selalu menebarkan aroma tak sedap di sepanjang jalan yang dia lalui. Kadang-kadang, kalau terlalu penuh dan pekerja pemungut sampahnya bekerja seenaknya, maka beberapa sampah, khususnya sampah plastik berjatuhan bahkan beterbangan ke mana-mana. Sehingga, aroma tak sedap itu tidak mudah berlalu dari tempat di mana sampah itu jatuh, sekalipun truk sampah itu sudah berlalu. Semakin penuh truk itu dengan sampah, semakin mudah sampah-sampah itu beterbangan. Kita bisa belajar sesuatu dari truk sampah. Karena diisi bahkan dipenuhi oleh sampah, maka ke manapun truk itu berada, hanya aroma tak sedap yang dia sebarkan, bahkan kadang sebagian sampah yang dia sebarkan. Di pihak lain, tidak mungkin ada orang yang mau terus menampung bau tak sedap atau menerima sampah tersebut. Demikian juga di dalam kehidupan kita, banyak orang yang hidupnya diisi bahkan dipenuhi dengan "sampah". Sehingga, ke manapun dia berada, baunya hanya bau "sampah". "Sampah-sampah" itu adalah kekuatiran, kegelisahan, kekecewaan, frustasi, kemarahan, kebencian dan dendam. "Sampah" itu tidak mungkin disembunyikan dan semakin banyak dia menampung "sampalı", maka dia semakin cepat membutuhkan tempat untuk membuangnya. Oleh sebab itu, tidak heran kalau di jalan-jalan, "sampah-sampah" itu bisa beterbangan dalam bentuk caci-maki, pertengkaran, dan perbuatan buruk lainnya. Kadang kitalah yang menjadi tempat pembuangan sampah-sampah itu. Hanya karena motor yang kita kendarai hampir menabrak mobilnya yang tiba-tiba mengambil jalur kita, dia marah dan mengeluarkan caci-maki yang sulit dihentikan. Seorang ibu pun bisa marah-marah kepada sopir angkot karena uang kembaliannya kurang lima ratus rupiah. Bahkan tanpa sebab seorang penyeberang jalan juga bisa marah-marah kepada kita sekalipun dia yang seenaknya menyeberang jalan. Tetapi, sebagaimana orang tidak mau menerima sampah, demikian juga seharusnya kita tidak perlu menerima caci-maki dan kemarahan itu di dalam hati kita. Jika kita menerimanya, maka lambat atau cepat kita juga akan membuang caci-maki dan kemarahan kepada orang lain. Dalam hal ini, Daud memberikan teladannya kepada kita. Ketika Simei mengutukinya, Daud berkata, "Biarkanlah dia dan biarkanlah ia mengutuk...." Sedangkan Abisai malah bereaksi keras, "Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkan aku menyeberang dan memenggal kepalanya." Menarik sekali sikap Daud, dia, tidak menyimpan perkataan kutuk itu di dalam hatinya, tetapi dia mengharapkan sesuatu yang baik dari Tuhan untuk menggantikan perkataan kutuk tersebut. Cara seperti itu sedikit banyak menolongnya untuk sanggup melanjutkan perjalanan yang penuh perjuangan itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hati yang mampu menolak perkataan dan tindakan yang menyakitkan dan menerima yang baik dan membangun. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 31 Januari 2026 - Selalu Mengingat Kebaikan Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 30, 2026 6:41


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 31 Januari 2026Bacaan: "Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (Mazmur 103:2) Renungan: Ada seorang pelayan Tuhan yang bercerita bahwa seseorang yang telah banyak ia tolong selama ini, telah menjelek-jelekkan dirinya di hadapan banyak orang Hal ini disebabkan karena kekecewaan orang tersebut kepadanya yang tidak bersedia lagi membantunya di dalam mengatasi kesusahan yang ia alami. Alasannya, menurut pelayan Tuhan tersebut, orang itu tidak perlu dibantu lagi karena dia tidak pernah mau berusaha keras di dalam hidupnya, dia hanya mengharapkan bantuan orang lain. Lagi pula ia mempunyai sifat yang kurang baik. Harapan pelayan Tuhan itu adalah bisa mendidik dia untuk belajar bertanggung jawab. Karena itulah orang itu menjadi kecewa dan menjelek-jelekkan pelayan Tuhan itu di hadapan orang lain. Dia sudah tidak ingat lagi segala kebaikan yang dia terima darinya. Banyak orang seperti itu, begitu cepat melupakan kebaikan orang lain. Itu adalah suatu sifat yang tidak baik. Namun, yang lebih parah lagi adalah orang Kristen yang begitu cepat melupakan kebaikan Tuhan. Setiap kita pasti pernah mengalami kebaikan Tuhan, walaupun kadangkala kita tidak menyadarinya. Ada kebaikan Tuhan secara khusus yang kita alami, seperti berkat materi di kala kita kekurangan, kesembuhan di kala kita sakit. Ada juga berkat Tuhan secara umum yang kita alami, seperti napas hidup dan kekuatan yang Dia beri setiap hari. Itu semua adalah kebaikan Tuhan yang tidak bisa kita lupakan. Demikian juga dengan Daud, setelah mengalami banyak kebaikan Tuhan, dia tidak melupakannya, "Pujilah TUHAN. hai jiwaku! Pujilah namaNya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya!" Daud dengan gamblang menjelaskan kebaikan Tuhan yang telah dia rasakan. Daud mengakui bahwa Tuhan sudah mengampuni kesalahannya. Dia merasakan bagaimana Tuhan menyembuhkan penyakitnya. Dia merasakan anugerah penebusan, kasih dan rahmat-Nya. Bahkan, dia merasakan bahwa Tuhan telah memampukannya untuk berbuat baik. Itulah sebabnya dia terus merasakan kekuatan yang luar biasa, baik waktu muda, maupun ketika sudah berumur senja. Daud menggambarkan dirinya seperti burung rajawali yang mengalami pembaruan. Ini berbeda dengan bangsa Israel yang keluar dari Mesir, khususnya yang usianya 20 tahun ke atas. Kisah pembebasan mereka dari perbudakan di Mesir dan segala berkat Tuhan selanjutnya, tidak membuat mereka berpaut sepenuhnya kepada Tuhan. Ketika ada masalah, dengan segera mereka melupakan semua berkat Tuhan itu. Tentu banyak kebaikan Tuhan yang juga sudah kita rasakan. Untuk itu, sudah seharusnya kita selalu mengingat kebaikan Tuhan dengan selalu bersyukur dan memuji nama-Nya, ketika dalam keadaan senang maupun ketika dalam keadaan susah. Jika kebaikan orang lain saja tidak boleh kita lupakan, masakan kebaikan Tuhan akan kita lupakan? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, dalam keadaan susah maupun senang, ajarilah aku untuk selalu mengingat segala kebaikan-Mu dalam hidupku. Amin. (Dod).

Lifehouse Jakarta
Renungan Hari Ini - Allah Menghendaki Pertobatan

Lifehouse Jakarta

Play Episode Listen Later Jan 25, 2026 3:55


Pdm. Handoyo Salim (TB) Lukas 15:7aAku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-3 masa biasa, 26 Januari 2026, Peringatan Santo Timotius dan Titus, Uskup

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 25, 2026 8:05


Dibawakan oleh Jovita dan Agus dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Titus 1: 1-5; Mazmur tg 96: 1-2a.2b-3.7-8a.10; Lukas 10: 1-9.KEPERCAYAAN ANTARA GURU DAN MURID Renungan kita pada hari ini bertema: Kepercayaan AntaraGuru dan Murid. Kepercayaan antara guru dan murid adalah fondasi yang membuatsebuah panggilan bertumbuh, sebuah perutusan menjadi kuat, dan pewartaanmenjadi berbuah. Kita melihat hal ini dengan jelas dalam relasi Santo Paulusdengan dua muridnya, Timotius dan Titus. Paulus bukan hanya “mengajar”, tetapimempercayakan tugas, menaruh harapan, dan membentuk karakter rohani mereka.  Demikian juga Yesus ketika mengutus tujuh puluh muriduntuk pergi berdua-dua: Ia tidak hanya memberi perintah, tetapi memberikankepercayaan bahwa mereka mampu membawa damai, menyembuhkan, dan mewartakanKerajaan Allah. Dalam iman, kepercayaan bukan sekadar perasaan aman, melainkankeputusan untuk berjalan bersama dalam kebenaran dan misi. Keunggulan terbesar dari kepercayaan adalah lahirnyakekuatan batin untuk bertanggung jawab. Seorang murid yang dipercaya akanmerasa hidupnya bermakna: ia berani melangkah, tidak mudah menyerah, dan maubelajar dari kesalahan. Kepercayaan juga menciptakan ruang untukbertumbuh—murid tidak takut gagal karena ia tahu ia dibimbing, bukan dihakimi.Selain itu, kepercayaan memperkuat kesatuan visi: guru dan murid melayani bukanuntuk nama diri, melainkan untuk misi Tuhan. Maka, ketika Paulus mengutusTimotius dan Titus dalam pelayanan Gereja perdana, ia sedang menegaskan bahwakepercayaan dapat menghidupkan keberanian, kesetiaan, dan ketekunan dalamtugas. Namun, kepercayaan adalah sesuatu yang rapuh dan harusdijaga. Agar kepercayaan tidak hilang, yang paling penting adalah kejujuran,konsistensi, dan kerendahan hati. Kepercayaan runtuh bukan hanya karenakesalahan besar, tetapi sering karena kebiasaan kecil: tidak menepati janji,tidak transparan, menutupi kebenaran, atau mulai bekerja dengan motivasi ganda.Kepercayaan juga harus dipelihara lewat komunikasi yang jelas—seperti Paulusyang terus menulis surat, meneguhkan, mengingatkan, dan mengarahkan Timotiusdan Titus. Jika hubungan guru-murid tidak dirawat, maka jarak akan tumbuh,salah paham mudah terjadi, dan misi perlahan kehilangan daya rohaninya. Berikut contoh-contoh sederhana. Seorang guru  memberi tugas nyata kepada murid, lalumendampingi dengan evaluasi yang sehat. Seorang pembina meminta murid memimpindoa atau membuat pelayanan kecil, lalu setelah selesai, guru tidak langsungmengkritik, tetapi mengapresiasi dulu, kemudian memberi koreksi dengan kasih:jelas, konkret, dan membangun. Murid pun belajar bahwa ia dipercaya, tetapitetap diarahkan agar bertumbuh. Inilah semangat Yesus yang mengutus murid-muridberdua-dua: ada tanggung jawab, ada dukungan, dan ada kebersamaan. Kepercayaanyang sejati bukan membiarkan orang berjalan sendiri, melainkan membuat orangberani berjalan karena tahu ia tidak berjalan sendirian.Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah mahakasih, kuatkanlah iman kami pada setiap bentukpenyelenggaraan-Mu kepada kami, sehingga bertumbuhlah kepercayaan kamikepada-Mu. Salam Maria, penuh rahmat … Dalam nama Bapa …

Radio Elshinta
Hadirin di WEF 2026 Kagum saat Prabowo Bandingkan Program MBG dengan Skala McDonald's

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Jan 23, 2026 3:01


Davos — Forum tahunan World Economic Forum (WEF) 2026 mendadak terisi riuh tepuk tangan saat Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan capaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimulainya pada awal 2025. Prabowo menyebut hingga hari ini, ada 21.102 dapur MBG di berbagai titik Tanah Air dan melayani 59,8 juta penerima manfaat.Ia pun membadingkan produksi dapur MBG ini dengan skala produksi harian McDonald's yang merupakan waralaba makanan cepat saji besar di dunia. Menurut catatan Prabowo, McDonald's memproduksi 68 juta porsi tiap hari. Dia pun yakin dalam waktu satu bukan lagi, produksi dapur MBG bisa segera melampaui produksi harian McDonald's."Hari ini, dalam satu tahun, kami telah mencapai 21.102 dapur yang melayani secara nasional. Hingga tadi malam, kami memproduksi 59,8 juta porsi untuk 59,8 juta anak, ibu, dan lansia yang tinggal sendiri. Mereka menerima makanan ini setiap hari," kata Prabowo saat berpidato di forum WEF 2026, di Davos, Swiss, Kamis (22/1).“Sebagai konteks, dalam waktu sekitar satu bulan lagi, kami akan melampaui McDonald's yang memproduksi 68 juta porsi per hari,” tambahnya disambut riuh tepuk tangan para hadirin WEF.Prabowo menargetkan pada 2026 ini dapur-dapur MBG bisa menjangkau 82,9 juta penerima manfaat. Mereka tak cuma anak-anak sekolah, tapi juga ibu hamil dan warga lanjut usia (lansia).“Tahun ini, kami menargetkan melayani 82,9 juta porsi per hari. Seluruh anak Indonesia sejak dalam kandungan ibunya hingga mencapai usia 18 tahun mendapatkan manfaat program ini. Untuk ibu hamil dan menyusui kami mengantarkan makanan setiap hari ke rumah mereka. Demikian juga bagi para lansia yang hidup sendiri,” tuturnya.Prabowo menegaskan skala perbandingan itu jadi gambaran kecepatan perluasan program MBG. Ia menyebut McDonald's yang butuh waktu hingga lima dekade untuk sampai di titik produksi 68 juta porsi per hari. Namun, dapur MBG akan melampaui capaian produksi McDonald's hanya dalam waktu sekitar dua tahun."Dalam konteks yang saya sebutkan, saya kira McDonald's memulai dapur pertamanya pada 1940. Untuk mencapai 68 juta, mereka membutuhkan, ya, lebih dari lima dekade. Kami akan mencapai 82,9 juta, saya harap pada akhir Desember 2026,” ucapnya.Ia juga memaparkan MBG telah memperkuat perekonomian nasional Indonesia. Prabowo menyatakan lebih dari 61.000 UMKM dan korporasi jadi bagian dari rantai pasok dapur MBG. Selain itu, dapur MBG telah menciptakan 600.000 lapangan kerja.“Kami menciptakan lebih dari 600.000 lapangan kerja hanya dari dapur-dapur saja. Pada puncaknya, kami optimistis akan mencapai 1,5 juta pekerjaan langsung bersama para vendor dan pemasok,” kata Presiden.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-2 masa biasa, 23 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 22, 2026 7:23


Dibawakan oleh Ibu Deo Omnis Gloria dan Ibu Yesy dari Paroki Kristus Raja Baciro di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 24: 3-21; Mazmur tg 57: 2.3-4.6.11; Markus 3: 13-19.YESUS MENETAPKAN 12 ORANG RASUL Tema renungan kita pada hari ini ialah: Yesus Menetapkan 12Orang Rasul. Yesus dalam Injil Markus bab 3 naik ke bukit dan memanggilorang-orang yang Ia kehendaki, lalu menetapkan dua belas orang untukmenyertai-Nya, untuk diutus, dan untuk menerima kuasa dalam karya pewartaan.Tindakan “menetapkan” ini bukan sekadar memilih, tetapi sebuah keputusan ilahiyang penuh kuasa dan makna.  Ketika Allah bertindak menetapkan, Ia sedang mengajar manusiatentang otoritas yang benar: kuasa untuk memimpin, mengatur, menggembalakan,dan mempersatukan. Kepemimpinan Allah tidak pernah bertujuan menindas,melainkan menata umat agar berjalan dalam kebenaran, terpelihara dalam kasih,dan bertumbuh dalam kesatuan yang kuat. Kita melihat pola yang sama dalam sejarah keselamatan bangsaIsrael. Ketika Allah menetapkan Daud sebagai raja, bukan berarti Ia hanya“mengangkat orang baru”, tetapi juga membuka ruang agar Saul mundur darikepemimpinan yang sudah tidak selaras dengan kehendak-Nya. Allah tidak sekadarmengganti pemimpin, namun membentuk arah baru bagi umat-Nya sehingga perjalanansejarah keselamatan tetap selaras dengan kehendak Allah. Daud ditetapkan bukankarena kehebatan manusiawinya semata, melainkan karena ia bersedia dibentukmenjadi gembala bagi bangsa itu. Dari sini kita belajar bahwa penetapan Allahselalu mengandung tujuan rohani: menuntun umat kepada pertobatan, memulihkan tatanan,dan mengarahkan kembali kehidupan kepada rencana-Nya. Demikian pula ketika Yesus menetapkan dua belas rasul. Merekabukan dipilih karena sempurna, melainkan karena dipanggil untuk masuk dalamproses pembentukan. Tugas pertama para rasul bukan langsung melakukan karyabesar, melainkan “menyertai Yesus”: menjadi murid yang baik, setia kepada SangGuru, dan terus belajar dari hati-Nya. Kesetiaan murid-murid inilah pondasiutama bagi pelayanan. Sebab seseorang tidak dapat menjadi pewarta Injil tanpalebih dahulu hidup dalam persekutuan dengan Kristus. Pelayanan yang sejatilahir dari hati yang mengenal Tuhan, bukan hanya dari keterampilan ataujabatan. Setelah menjadi murid, barulah para rasul diutus untukmelanjutkan karya Yesus di dalam dunia. Namun pengutusan itu mencapaikepenuhannya ketika Roh Kudus dicurahkan pada peristiwa Pentakosta. Dari sanaGereja lahir sebagai persekutuan yang hidup, bukan sekadar organisasi. Pararasul menjadi batu dasar Gereja, dan melalui mereka, tanggung jawab membangunumat Allah dimulai: mewartakan Injil, melayani sakramen, menjaga kesatuan,serta menggembalakan umat dalam kasih. Tugas ini kemudian diteruskan oleh Gerejasepanjang zaman, dengan tanggung jawabnya yang misioner dan apostolik: diutusuntuk dunia, namun tetap berakar pada iman para rasul. Gereja seperti mata air dari Kristus dan mengalir melaluipara rasul untuk menghidupkan banyak tempat yang kering. Maka kita pundipanggil  untuk menjadi murid yangsetia, dan menjadi bagian dari Gereja yang diutus untuk menghadirkan Kristusbagi dunia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Tuhan Yesus, kuatkanlah kami sebagai anggotaGereja-Mu dan tuntunlah kami di dalam jalan kebenaran dan kehidupan, agarGereja ini menjadi tanda kemuliaan-Mu yang menguasai seluruh dunia. Bapa kamiyang ada di surga … Dalam nama Bapa …

Radio Elshinta
Update Evakuasi Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Sulsel

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Jan 21, 2026 15:08


Hari ini Rabu, 21 Januari 2026 kami akan membacakan hasil identifikasi, Tim BVI Gambungan Kendiri dari Tim BVI Kapi Doktes Oda Sulcer didukung Tim BVI Kapi Doktes Oda Sulcer, Tim Iden Kapi Doktes Oda Sulcer, Tim Pusiden Kapi Doktes Oda Sulcer, dan Departemen Politisik dan Medikologal Fakultas Kedokteran Unhas telah menerima satu kantong jenazah dan melaksanakan identifikasi dengan hasil sebagai berikut. Jenazah dengan nomor postmortem 62B.01, cocok dengan antemortem nomor AM004, teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono, jenis kelamin perempuan, umur 33 tahun, dengan alamat apartemen Owak Tower A, Unit 216, Pulau Gadung, Jakarta Timur, melalui sidik jari, data gigi, properti, dan ciri medis. Demikian hasil kegiatan yang dapat kami sampaikan, terima kasih. Wabillahi Taubik Wilayah, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Om Sati Sati Sati Om.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 14 Januari 2026 - Mencari dan menjadi teladan yang baik

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 13, 2026 5:12


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 14 Januari 2026Bacaan: "Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah." (3 Yohanes 1:11) Renungan: Pada dasarnya manusia adalah makhluk peniru. Sejak lahir, kita belajar bicara, berjalan, melakukan sesuatu, dll, dari meniru orang tua dan orang di sekitar kita. Semakin besar, hal itu terus berlanjut. Saat remaja, kita suka meniru artis idola atau orang dewasa lainnya. Saat bekerja atau berbisnis, kita meniru orang yang kita anggap sukses. Dalam memilih model pakaian atau rambut, kita juga meniru. Dalam belajar sesuatu, kita pun banyak meniru. Banyak orang juga punya keinginan bisa seperti si ini atau si itu. Lagi-lagi itu juga meniru. Tuhan tidak pernah melarang kita meniru. Tuhan tahu dan la pun menciptakan kita sebagai makhluk sosial yang belajar dengan saling meniru. Namun, firman Tuhan di 3 Yohanes 1:11 ini mengingatkan kita untuk selektif dalam meniru. Tirulah hal yang baik, jangan yang jahat/buruk! Sederhana, tapi sangat penting diperhatikan. Ada banyak tokoh Alkitab juga peniru. Timotius adalah seorang peniru, tapi yang ia tiru adalah Lois, neneknya, Eunike, ibunya, dan kemudian Paulus. Melalui nenek dan ibunya, Timotius belajar memiliki iman kepada Allah. Melalui Paulus, Timotius belajar meniru bagaimana bisa memberikan ajaran Injil yang sehat dan bagaimana agar imannya dapat ia hidupi dengan sempurna. Paulus memang sosok yang patut ditiru. Meski demikian Paulus pun juga meniru, yaitu meniru teladan Kristus. Mari renungkan, siapa yang kehidupannya secara tidak sadar sudah kita tiru selama ini? Alangkah indah jika kita seperti Timotius, yang bisa menemukan sosok panutan yang tepat, yang kehidupannya berpadanan dengan teladan Kristus! Tapi, waspadalah jika kita ternyata lebih tergoda meniru sosok yang membuat kita memikirkan dan melakukan hal-hal yang salah, yang tidak sesuai teladan Kristus. Demikian pula, sadarilah juga bahwa bisa jadi ada orang yang juga meniru kita. Nah, apakah kita selama ini sudah memberikan teladan yang baik atau buruk? Itu kembali lagi, dimulai dari siapa yang kita tiru dan teladani dalam hidup ini. Semoga kita bisa meneladani yang baik dan bisa menjadi teladan yang baik. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat dalam berteman, agar aku tidak salah memilih teman. Sehingga melalui hikmat-Mu aku mendapatkan teman yang bisa membawa aku lebih dekat pada-Mu. Amin. (Dod).

Renungan Anak GKY Mabes
Bukti Sidik Jari Allah (14 Januari)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jan 13, 2026 2:53


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Renungan hari ini berjudul   BUKTI SIDIK JARI ALLAHDiambil dari: Ulangan 18:15 (TB)“Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.”Wonder Kids, Tahukah kamu bahwa sidik jari bisa menjadi bukti yang sangat kuat?Lebih dari 100 tahun lalu, polisi mulai menggunakan sidik jari untuk membuktikan apakah seseorang benar-benar menyentuh suatu benda. Setiap orang memiliki pola sidik jari yang unik, sehingga tidak ada dua orang yang sama. Pertanyaannya: apa hubungannya dengan Tuhan Yesus? Di dalam Alkitab, terutama Perjanjian Lama, Tuhan sudah memberikan banyak sekali tanda, petunjuk, dan nubuat tentang kedatangan Mesias. Ibaratnya seperti sidik jari:setiap nubuat itu memiliki “pola” khusus yang hanya cocok dengan satu orang—Yesus.Para penyelidik bisa melihat bukti sidik jari dan menyimpulkan siapa pemiliknya.Demikian juga, jika kita melihat setiap tanda dalam Perjanjian Lama—tentang Mesias yang akan lahir dari keturunan Daud, tentang penderitaannya, tentang misinya menyelamatkan manusia—semuanya cocok dengan kehidupan Yesus. Tuhan sengaja memberikan banyak “sidik jari rohani” ini supaya Israel, dan juga kita hari ini, bisa mengenali Mesias yang benar dan tidak tertipu oleh yang palsu. Beberapa hari ke depan, kita akan melihat lebih banyak lagi “pola sidik jari” ini dan menemukan betapa luar biasanya rencana Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan satu hal yang kamu tahu tentang Yesus dari Alkitab.Renungkan: bagaimana itu menunjukkan bahwa Dialah Mesias yang dijanjikan?Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau memberikan begitu banyak bukti tentang Yesus. Tolong aku melihat dan memahami bahwa Dialah Mesias yang Engkau janjikan sejak awal. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan Mesias yang kebetulan—Dia Mesias yang sudah direncanakan Tuhan sejak dahulu kala! Tuhan Yesus memberkati

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Can online mass replace human interaction? - Dapatkah misa daring menggantikan interaksi manusia?

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Dec 9, 2025 9:54


During the COVID-19 pandemic many activities were diverted via online. Likewise with mass in church, switch to online mass. - Selama pandemi COVID-19 banyak kegiatan yang dialihkan lewat online. Demikian juga dengan misa di gereja, beralih ke misa online.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 3 Desember 2025 - Dia Setia Menanti Dalam Waktu Doamu

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Dec 2, 2025 5:10


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 3 Desember 2025Bacaan: "Tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi atau di tempat bumi yang gelap. Tidak pernah Aku menyuruh keturunan Yakub untuk mencari Aku dengan sia-sia! Aku, TUHAN selalu berkata benar, selalu memberitakan apa yang lurus." (Yesaya 45:19)Renungan: Pada suatu subuh seorang bapak pergi ke stasiun kereta api untuk menjemput seorang kerabat berusia lanjut yang datang dengan naik kereta api. Setiba di stasiun, kerabatnya itu tidak berada di tempat yang ia pikir kerabatnya ada di sana. Dengan penuh kecemasan bapak itu menjelajah stasiun itu dengan teliti, tapi hasilnya sia-sia saja. Karena mengira kerabatnya tidak datang karena ketinggalan kereta, bapak itupun bersiap untuk pergi sambil melirik ke arah lorong yang menuju ke tempat pengambilan barang bawaan. Ternyata kerabatnya tersebut ada di tempat itu dengan barang bawaan di dekat kakinya, sedang menanti kedatangan sang bapak dengan sabarnya. Kerabatnya itu menunggu di tempat itu selama sang bapak mencarinya. Bapak itu bertambah malu karena mengetahui bahwa kerabatnya itu berada di tempat sesuai yang dijanjikan padanya, sementara ia mencari di tempat lain. Demikian juga dengan Allah. Dia ada di tempat-Nya dan menanti kita dengan sabar. Dia memberi jaminan kepada kita, "Tidak pernah Aku menyuruh keturunan Yakub untuk mencari Aku dengan sia-sia!" (Yes 45:19). Jika demikian, mengapa kita sering mengalami kesulitan ketika mencari-Nya? Mungkin karena kita mencari diri-Nya di tempat-tempat yang keliru. Kita akan menemukan Allah di tempat Dia seharusnya berada di dalam firman-Nya, dalam doa, dan dalam suara Roh Kudus yang hidup di dalam diri kita. Allah yang berkata, "Carilah maka kamu akan mendapat" (Mat 7:7) juga berjanji bahwa "Allah akan memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia" (Ibr 11:6). Jadi kita dapat bersukacita karena Allah ada di tempat Dia seharusnya berada, dan Dia sedang menanti kita sekarang juga dalam doa harian kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Bapa di surga, aku bersyukur pada-Mu karena Putera-Mu Yesus mengajarkan aku untuk memanggil-Mu dengan sebutan Bapa. Itu artinya, Engkau adalah Allah yang dekat dengan diriku. Ampunilah aku, karena kesibukkanku, aku sering melupakan Engkau dalam jam-jam doaku, dalam pembacaan firmanMu dan dalam perayaan ibadahku. Hal itulah yang menyebabkan aku sering merasa Engkau tinggalkan ketika masalah datang mendera hidupku. Bantulah aku ya Bapa, agar aku dapat menyediakan waktuku yang singkat ini untuk mau berbagi dengan Engkau dalam jam-jam doaku, sehingga apapun masalah yang terjadi dalam hidupku, aku tetap percaya bahwa Engkau senantiasa ada dan hadir dalam diriku. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin. (Dod)

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 11 November 2025 - Kata-kata yang menjadi berkat

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Nov 10, 2025 4:52


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 11 November 2025Bacaan: "Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar." (Yakobus 3:5)Renungani Salah satu peristiwa kebakaran yang besar adalah kebakaran yang terjadi di Provinsi Heilojiang, bagian timur laut Cina pada tanggal 6 Mei 1987. Kejadian itu diawali dengan peristiwa sederhana, seorang pekerja hutan membuang puntung rokok. Puntung rokok tersebut jatuh pada tumpahan minyak dari mesin pemotong semak belukar yang bocor. Timbul kebakaran besar yang membumihanguskan hutan seluas 650.000 hektar dan menewaskan lebih dari 200 orang. Kita lihat, bahwa api kecil dari puntung rokok ternyata dapat membesar dan membuat masalah yang sangat besar. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengalami masalah yang serupa. Seringkali masalah kecil menjadi besar karena kita tidak dapat menahan lidah kita. Marilah kita mulai berusaha untuk menahan setiap perkataan yang sekiranya dapat membuat orang lain kecewa. Ingatlah satu hal, bahwa kata sia-sia yang keluar dari mulut kita, kelak harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, kuasailah lidahku, agar tidak ada perkataan yang membuat orang lain kecewa, tersakiti dan merasa tidak nyaman bila ada dekat denganku. Jangan pula keluar perkataan najis dan kotor yang dapat mencemarkan kekudusan diriku. Yesus, urapilah mulut, bibir, lidah dan suaraku, agar setiap perkataan yang keluar dari mulutku dapat memberikan berkat dan motivasi yang membangun bagi setiap orang yang mendengarnya. Amin. (Dod).

Lifehouse Jakarta
Renungan Harian - Peringatan Jaman Nuh

Lifehouse Jakarta

Play Episode Listen Later Oct 25, 2025 3:52


Pdt. Wigand Sugandi (TB) Lukas 17 : 26-2817:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: 17:27 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. 17:28 Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. 

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 29 September 2025 - Tuhan sumber kekuatanku

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Sep 28, 2025 3:39


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 29 September 2025Bacaan: "Tuhan di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?" (Mazmur 118:6) Renungan: "Tuhan di pihakku, Aku tidak akan takut!" Demikian seru Raja Daud dengan nyaring, bangga, dan yakin. Tulisannya dalam Mazmur 118 memberikan kekuatan yang mendalam bagi kita yang sering mengalami kegentaran di dalam meniti jalan kehidupan. Banyak kegagalan, kejahatan dan kemalangan yang mungkin menimpa kita, namun semua itu hanya akan menyerang kehidupan jasmani kita di bumi. Daud mengerti bahwa hal terburuk yang dapat dilakukan manusia terhadap dirinya adalah merenggut nyawanya. Ia yakin bahwa ia akan bertemu kembali dengan Tuhan di dalam kerajaan-Nya yang indah dan kekal. Apapun keadaan kita saat ini, asal kita hidup benar di hadapan Tuhan, maka Tuhan akan selalu ada di pihak kita. Kalau Tuhan ada di pihak kita, maka kita tidak perlu takut, karena Dia tahu apa yang harus dilakukan-Nya untuk menolong kita. Marilah kita mengandalkan Tuhan, karena orang yang mengandalkan Tuhan tidak akan pernah disia-siakan-Nya. Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, berilah aku kekuatan untuk dapat menjalani kehidupan ini. Berilah aku hati yang takut akan Engkau, sehingga walaupun keadaan dan pergumulan hidupku terasa berat, aku tetap ada di jalan-Mu dan punya pengharapan bahwa bersama dengan Engkau semuanya akan dapat kulalui dengan baik. Tuhan Yesus kutaruh keterbatasanku di dalam tangan-Mu. Amin. (Dod).

Tota Scriptura Podcast
RBWD #09 [Martyn Lloyd-Jones & Martin Luther]: The Greatest Mystery of God's Glory

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later Jul 2, 2025 43:24


READING THE BIBLE WITH THE DEAD/RBWD - Eps #09 [Martyn Lloyd-Jones & Martin Luther]: The Greatest Mystery of God's GloryPdt. Jimmy Pardede, Denni Girsang, dan Samuel C. PantouTidak seorangpun dapat memandang kemuliaan Allah dan tetap hidup. Kekudusan Allah akan menghanguskan manusia berdosa. Demikian Allah menyembunyikan Musa di ceruk gunung batu, supaya Musa dapat memandang (kemuliaan) Allah - walau hanya bagian belakang-Nya - dan tetap hidup. Di atas kayu salib, Allah menyembunyikan kita di dalam Kristus, Gunung Batu kita; dan kekudusan Allah menghanguskan Kristus, ganti kita yang berdosa! Demikian kita dapat memandang kemuliaan Allah - wajah-Nya - yang dinyatakan secara sempurna di atas kayu salib, dan tetap hidup!Saksikan juga dan nikmati diskusinya di:https://grii.to/rbwd-9

Dhammavihari Buddhist Studies
Ashin Kheminda - Dhammapada 212-215

Dhammavihari Buddhist Studies

Play Episode Listen Later Jun 21, 2025 104:48


Seseorang sering dilanda oleh kesedihan bahkan tangisan saat dia kehilangan seseorang yang dia sayangi. Demikian juga halnya dengan Visākhā, donatur perempuan terkemuka di zaman Buddha Gotama. Visākhā merasakan kesedihan dan menangis saat salah satu cucunya meninggal walaupun dirinya adalah seorang sotāpanna. Mengapa bisa demikian?Di kelas ini Ashin Kheminda menjelaskan makna kata demi kata stanza 212-216 dari Kelompok Stanza tentang Hal-Hal yang Dicintai (Piyavagga) hanya berdasarkan Pāḷi dan kitab komentarnya (Aṭṭhakathā). Silakan mengikuti dengan penuh perhatian.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 18 Juni 2025 - Cermat dalam berkata-kata

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 17, 2025 5:40


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 18 Juni 2025Bacaan: "Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar." (Yakobus 3:5) Renungan: Siapakah di antara kita yang tidak pernah tersakiti oleh perkataan seseorang? Demikian pula sebaliknya, siapakah di antara kita yang tidak pernah menyakiti hatı seseorang dengan perkataan kita? Tidak ada! Firman Tuhan mengatakan bahwa lidah adalah anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara besar, baik perkara yang membangun kehidupan seseorang, ataukah perkara menaburkan kepahitan dan luka hati. Dengan demikian, jadilah bijak dalam berkata-kata. Jauhilah perkataan-perkataan yang tajam di dalam kosa kata kita, dan belajarlah untuk berkomunikasi dengan baik dan benar sehingga kita tidak melihat perlunya mempergunakan perkataan-perkataan yang tajam dan menusuk hati untuk melampiaskan kemarahan ataupun kekesalan hati kita. Memang tidaklah mudah untuk mengekang lidah, namun bukan berarti kita tidak mampu untuk melakukannya. Yakobus memberikan contoh tentang tali kekang pada kuda yang harus diatur dan dipegang oleh si penunggang, sehingga ia dapat mengendalikan seluruh tubuhnya. Pertanyaannya, siapakah si penunggang kuda yang mengontrol lidah kita? Apakah diri kita, ataukah firman Tuhan? Jika kita belajar untuk membiarkan Tuhan menjadi pemegang tali kekang perkataan kita, maka kita akan memiliki kepekaan yang lebih tajam ketika perkataan kita menyakiti seseorang. Demikian pula, ketika kita disakiti, kita lebih mampu untuk mengontrol rasa sakit hati kita dengan bereaksi lebih cepat untuk melepaskan pengampunan. Jika saat ini kita berada dalam situasi yang tersakiti dengan perkataan orang lain, ingatlah bahwa kita pun memiliki catatan sejarah kehidupan menyakiti orang lain. Jadi ampunilah karena betapa ruginya diri kita ketika menyimpan kesalahan orang lain. Jika saat ini kita di pihak yang menyakiti karena kita tidak dapat mengontrol emosi kita, perhatikanlah, dan belajarlah dari tugas seorang customer service di mana mereka dituntut oleh perusahaan untuk tetap memakai kata-kata yang baik dan sopan, sekalipun mereka diperhadapkan pada customer yang menyebalkan dan marah-marah kepadanya. Mereka bisa melakukannya karena sudah terlatih. Mengapakah kita tidak melatih diri kita menjadi Customer Service Kerajaan Surga? Akhirnya, hikmat kesadaran kita yang tinggi akan jabatan kita sebagai anak-anak Tuhan akan memberikan kita kekuatan supranatural untuk mengontrol perkataan lidah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kemampuan untuk mengekang lidahku, sehingga aku tidak ceroboh di dalam berkata-kata yang bisa menyakitkan hati orang lain. Amin. (Dod).

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #252: Apa Yang Menajiskan Manusia

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later Apr 6, 2025 9:15


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 252 (Matius 15:15-20): Apa yang masuk ke dalam tidak menajiskan manusia. Demikian dikatakan oleh Tuhan Yesus. Kerajaan Allah tidak berkait dengan macam-macam peraturan tentang makanan. Tetapi, kalau peraturan tentang makanan tidak penting, mengapa di dalam Kitab Imamat dibedakan antara binatang yang haram dan halal, di mana kitab itu melarang orang Israel memakan yang haram (Im. 11:4)?