POPULARITY
Categories
India resmi mencetak sejarah baru dengan memimpin Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 yang berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi, pada 12-13 September 2026. Mengusung tema ketahanan dan keberlanjutan, forum akbar ini menandai tonggak penting bagi aliansi yang kini telah diperluas menjadi 11 negara anggota utama dan 10 negara mitra. Dengan kekuatan yang mewakili 40% PDB global serta hampir separuh populasi bumi, kepemimpinan India fokus mendorong pendekatan kemanusiaan dan mempererat kerja sama strategis demi mengimbangi dominasi kekuatan ekonomi Barat.
Audio ini merupakan rekaman ibadah pendalaman alkitab yang dipimpin oleh Pendeta Timotius Subekti. Fokus utama pembahasannya adalah pentingnya kekuatan iman bersama bagi orang percaya sebagai anggota tubuh Kristus. Pendeta menjelaskan bahwa banyak orang Kristen hanya menjadikan Yesus sebagai penyelamat pribadi tanpa menjadikan-Nya sebagai penguasa penuh dalam hidup mereka. Kelompok ini disebut sebagai buah susulan gereja yang perlu mengalami pemurnian melalui masa sengsara untuk menyempurnakan iman mereka.Dalam sesi ini, ditekankan pula perlunya kasih persaudaraan atau kasih Filadelfia sebagai syarat untuk menjadi warga kerajaan Allah. Pendengar diingatkan agar tetap teguh dan rela menderita demi iman di tengah berbagai tantangan duniawi, termasuk menghadapi masa sukar di masa depan. Rekaman ini mengajak jemaat untuk saling menguatkan, mendoakan, dan mengampuni sebagai bentuk nyata kerjasama dalam tubuh Kristus, serta tetap berfokus pada kedatangan Tuhan Yesus yang semakin dekat.
Audio ini merupakan sesi pendalaman Alkitab yang dibawakan oleh Pdt. Ir. Timotius Subekti dengan topik utama Kekuatan Ucapan. Pembahasan dimulai dengan penekanan bahwa perkataan manusia memiliki kuasa yang besar, serupa dengan gelombang angin yang mampu memberikan dampak nyata dalam kehidupan rohani maupun fisik. Oleh karena itu, jemaat diajak untuk berhati-hati dan bijak dalam menggunakan lidah serta perkataan mereka.Dalam paparannya, ditekankan pentingnya menggemakan firman Tuhan sebagai bagian dari ketaatan seorang percaya. Pengakuan iman dari mulut bukan sekadar ucapan, melainkan kunci penting bagi keselamatan jiwa. Pdt. Timotius menjelaskan bahwa orang yang sungguh mengasihi Tuhan akan berusaha menempatkan Yesus sebagai yang utama dalam hidupnya, di atas harta atau kepentingan duniawi lainnya. Hal ini menjadi relevan terutama saat menghadapi masa sulit atau aniaya, di mana keteguhan iman dan pengakuan akan Injil Kristus menjadi sumber kekuatan utama bagi gereja.Selain itu, dibahas pula konsep menjadi buah sulung gereja, yang dikaitkan dengan kesediaan seseorang untuk menanggung penderitaan demi ketaatan kepada Kristus saat ini, dibandingkan harus mengalami masa kesukaran besar di masa depan. Sebagai penutup, jemaat didorong untuk terus hidup dalam takut akan Tuhan, mempercayai janji-janji-Nya, dan senantiasa menaikkan syukur serta pujian bagi Tuhan Yesus yang telah menebus jiwa mereka.
Ringkasan Khotbah Kekuatan Kasih-NyaKhotbah ini membahas tentang kekuatan kasih Tuhan dalam kehidupan orang percaya dengan menggunakan metafora Kristen Kijang. Kijang digambarkan sebagai hewan dengan indra yang luar biasa tajam, yang melambangkan kepekaan spiritual yang dibutuhkan untuk menyambut kehadiran Tuhan, mendengar suara-Nya, dan mendaki menuju gunung Allah.Pdt. Ir. Timotius Subekti menekankan pentingnya bagi umat untuk memiliki pendengaran rohani yang peka agar dapat luput dari jerat negatif dan memulihkan jiwa yang lelah melalui firman Tuhan. Elia diangkat sebagai contoh nabi yang mendapatkan kekuatan untuk melanjutkan perjalanan imannya setelah menerima perjamuan dari Tuhan. Umat diajak untuk menjadi seperti kijang gunung yang mampu mendaki dengan cepat melalui kekuatan dari Tuhan, bukan mengandalkan kekuatan sendiri.Selain itu, dijelaskan bahwa salib adalah bukti kasih Allah yang terbesar dan kekuatan yang tidak dapat dipadamkan oleh tantangan duniawi. Kasih ini memberikan pengharapan, sukacita, dan kemenangan yang pasti bagi setiap orang yang menjalin persekutuan intim dengan Yesus sebagai mempelai-Nya. Khotbah ini diakhiri dengan ajakan untuk hidup dalam ketergantungan penuh pada kuasa Tuhan, menjadikan kasih-Nya sebagai fondasi yang teguh di tengah segala kondisi kehidupan.
Podcast ini membahas pentingnya membangun stamina rohani yang tinggi bagi setiap orang percaya, dengan mengambil inspirasi dari kehidupan kijang. Kijang digambarkan sebagai hewan yang sangat siaga dan jarang tidur, yang menjadi metafora bagi orang beriman untuk tetap waspada terhadap musuh rohani di dunia.Beberapa poin utama yang disampaikan dalam sesi ini meliputi:Kekuatan rohani dapat diperoleh melalui doa dan firman yang hidup, yang berfungsi seperti kemampuan kijang untuk berlari menghindar dari predator.Pentingnya menjaga diri dari berbagai ragi atau pengaruh buruk, seperti ajaran yang menyimpang, orientasi duniawi, serta kelemahan daging sendiri. Berjaga-jaga bukan berarti hidup dalam ketakutan, melainkan tetap tenang dan percaya kepada Tuhan.Umat percaya diajak untuk memiliki daya cerna rohani yang baik terhadap firman Tuhan, layaknya kijang yang memamah biak untuk mendapatkan kekuatan dari makanannya. Kedewasaan rohani ditandai dengan kemampuan membedakan yang baik dan yang jahat melalui latihan firman dan doa.Dalam menghadapi situasi sulit, pandemi, atau tekanan hidup, orang percaya didorong untuk tetap bersorak-sorak dan bersukacita karena Tuhan adalah sumber kekuatan yang memampukan seseorang tetap teguh dan berhasil dalam perjalanannya.
Podcast ini membahas tentang pentingnya membangun kekuatan batin dalam kehidupan orang percaya.Pdt. Ir. Timotius Subekti menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki kecenderungan daging yang lemah dan rentan terhadap dosa. Untuk mengatasi hal tersebut, umat Tuhan diajak untuk mengandalkan kekuatan Roh Kudus dan hidup dalam kebenaran firman Tuhan.Fokus utama pembahasan adalah mengenai konsep pengharapan yang digambarkan sebagai jangkar bagi jiwa. Meskipun menghadapi berbagai tekanan hidup, penderitaan, atau rasa putus asa secara fisik, orang percaya didorong untuk tetap memandang kepada Tuhan yang membangkitkan orang mati. Pengalaman pertolongan Tuhan yang berulang kali dialami di masa lalu menjadi dasar untuk percaya bahwa Tuhan akan terus menolong di masa depan.Sesi ini juga menyoroti pentingnya menjaga pikiran, perasaan, dan kehendak agar sejalan dengan kehendak roh. Pendengar diajak untuk tekun dalam doa dan memuji Tuhan di tengah kesulitan sebagai cara untuk mengundang hadirat-Nya dan menerima penghiburan. Secara keseluruhan, pesan ini menekankan bahwa dengan memiliki hubungan yang erat dengan Roh Kudus, seseorang akan mendapatkan kekuatan batin yang memampukan mereka untuk terus melangkah hingga mencapai garis akhir iman.
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Pembawa Renungan: Linda Wahjudi Denpasar BaliMat. 17:1-9
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 31 Juli 2026Bacaan: “Apabila bertambah banyak kekuatiran dalam diriku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.” (Mazmur 94:19)Renungan: Setelah Elia mengalahkan 450 nabi Baal di gunung Karmel, dia seharusnya bersukacita. Tapi sehari kemudian, dia lari ketakutan karena ancaman Izebel. Elia duduk di bawah pohon arar dan berkata, “Cukuplah! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku.” Kekhawatiran, ketakutan, dan rasa gagal bertumpuk di hatinya. Di gua Horeb, Tuhan tidak langsung menegurnya. Tuhan memberi dia makan dan kesempatan beristirahat, lalu berbisik pelan: “Apakah yang kaulakukan di sini, hai Elia?” Di tengah kekhawatiran yang bertambah banyak, penghiburan Tuhan itulah yang menguatkan dan membangkitkan Elia lagi. Tuhan mengingatkan dia, “Aku masih punya pekerjaan untukmu.” Pemazmur Daud berkata jujur pada Tuhan, “Apabila bertambah banyak kekuatiran dalam diriku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku." Kekhawatiran itu nyata. Soal uang, pekerjaan, keluarga, masa depan, kesehatan. Kadang datangnya bukan satu-satu, tapi bertumpuk. Namun Tuhan tetap menjanjikan penghiburan. Kata "penghiburan" di sini artinya "penguatan, dorongan, penenang". Bukan sekadar kata "sabar ya". Tapi hadirat Tuhan sendiri yang masuk dan menenangkan badai di dalam hati kita. Daud tidak berkata, "kekhawatiranku hilang". Tapi dia berkata, "Jiwaku disenangkan". Artinya, di tengah masalah yang sama, hati kita bisa tenang karena ada Tuhan. Sebagai pengikut Yesus, kita juga sering cemas, antara lain cemas masalah finansial, cemas masa depan, cemas keluarga. Tuhan tidak berjanji menghapus semua masalah. Tapi Dia berjanji menemani dan memberi kita kelegaan dalam Matius 11:28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." Bagaimana caranya dapat penghiburan dan kelegaan dari Tuhan? Pertama jujur di dalam doa dengan menceritakan semua kekhawatiran kita seperti Daud pada Tuhan. Kedua membaca Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah surat cinta-Nya yang menghibur kita. Ketiga, diam dan rasakan hadirat-Nya. Seperti Elia, kadang Tuhan berbicara melalui bisikan yang lembut. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, saat ini kekhawatiranku bertambah banyak. Aku serahkan semuanya ke dalam tangan-Mu. Aku membutuhkan penghiburan-Mu. Tenangkanlah jiwaku. Ingatkan aku bahwa aku tidak sendiri. Engkau Allah yang melihat dan memelihara. Penuhilah hatiku dengan damai-Mu yang melampaui segala akal. Amin. (Dod).
GI Adelia Meidian
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 18 Juli 2026Bacaan: “Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." (Markus 5:28)Renungan: Bethany Hamilton adalah seorang atlet selancar profesional. Pada usia 13 tahun, lengannya digigit hiu saat latihan di Hawaii. Dia hampir mati kehabisan darah. Dokter mengatakan karir selancarnya selesai. Banyak orang merasa kasihan dan berkata, "Sudahlah, berhenti saja." Tapi empat minggu kemudian dia sudah kembali ke papan selancarnya dengan 1 tangan. Waktu ditanya apa yang menguatkan dia, dia menjawab, "Saya tidak berdoa minta lengan saya kembali. Saya berdoa minta Tuhan pakai hidup saya. Asal saya bisa dekat dengan Dia, itu cukup." Pada akhirnya dia pun meraih juara dunia, punya keluarga, dan jadi kesaksian bahwa Tuhan sanggup memakai kekurangan menjadi kekuatan. Dia "menjamah jubah Yesus" di tengah luka, dan Tuhan beri dia kekuatan baru. Bacaan di atas mengisahkan tentang seorang perempuan yang sudah 12 tahun sakit pendarahan. Bayangkan: 12 tahun sakit, uang habis untuk biaya pengobatan, tetapi tidak sembuh, malah semakin parah. Secara agama dia najis. Tidak boleh memegang orang, hidupnya sendirian, malu dan putus asa. Tapi ketika dia mendengar tentang Yesus, muncullah iman di hatinya dengan berkata, "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Ketika ia berhasil menjamah jubah Yesus, saat itu juga pendarahannya berhenti. Yesus berkata, "Imanmu telah menyelamatkan engkau." Yesus tidak hanya menyembuhkan tubuhnya, tapi juga memulihkan identitasnya. Sebagai pengikut Yesus, saat kita punya masalah kita sering meminta pertolongan ke dukun, orang pintar, curhat di medsos, curhat ke semua orang, cari motivasi. Tapi lupa datang dan menjamah Yesus. Yesus hari ini masih berjalan di tengah keramaian hidup kita. Dia tidak sibuk. Dia berhenti untuk satu orang yang beriman. Pertanyaannya: Maukah kita punya iman seperti perempuan itu? "Tuhan, aku tidak tahu jalan keluarnya. Tapi asal aku bisa dekat dengan-Mu, aku percaya Engkau sanggup menolong aku." Jangan tunggu kuat dulu baru datang kepada Tuhan. Datanglah dalam kelemahan. Karena di sanalah kuasa-Nya menjadi sempurna. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku datang seperti perempuan itu hari ini. Dengan iman kecil, dengan hati lelah, asal aku jamah Engkau saja, aku percaya ada kesembuhan. Jamah lukaku. Jamah kekuatiranku. Jamah hidupku. Aku tidak mau lari ke tempat lain lagi. Aku mau dekat dengan-Mu. Amin. (Dod).
“pakulinan sing Ala Luwih Gampang Dibentuk Tinimbang pakulinan sing Apik” ”Kita ora isa éntuk kawicaksanan saka Sabdané Gusti Allah tanpa mènèhi kawigaten sing tenanan lan ndonga kanggo sinau”
POKOK-POKOK NORMA SOSIAL DALAM ISLAMNarasumber: DR. KH. Ahmadi Usman, Lc. MA. Sub Tema: MEMBANGUN KEKUATAN SECARA INDIVIDUAhad, 05 Juli 2026 / 20 Muharram 1448HBa'da Sholat Maghribdi Masjid As Sofia, Kota Bogorمَنْ سَلَكَ طَرِيْقًايَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا,سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الجَنَّةِ . رَوَاهُ مُسْلِم Siapa saja yang menempuh satu jalan (cara) untuk mendapatkan ilmu, maka Allah pasti mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim) LIVE Streaming: - Youtube.com/@DiMediaTV - https://youtube.com/live/VKatBFfotOU?feature=share- Youtube.com/@assofiamasjid - https://youtube.com/live/ThR4LOsxZ1c?feature=share- IG @DiMediaTV- IG @MasjidAsSofia- FB DiMediaPage - https://www.facebook.com/events/1050779507290746/- TikTok DiMediaTVSpotify "Dimedia Radio" Masjid As-Sofia, Jl. RE. Martadinata 46-48, Kel. Ciwaringin, Kota Bogor, Phone: 0811 1226 242, IG @MasjidAsSofia BSI 7158 607 195 a.n. Masjid As Sofia Rekening Sedekah Jariyah Majelis Ilmu & Wakaf Peralatan Streaming:BSI 7329 455 135 a.n. Marsudi Prayitno QQ BY ME (Majelis Ilmu)BSI 7149 665 026 a.n. Marsudi Prayitno QQ DiMediaTV (Wakaf Peralatan Streaming)Mari beramal jariyah bagi tersebarnya ilmu, dakwah & perjuangan dijalan Allah melalui donasi biaya operasional dan wakaf peralatan LIVE Streaming, via QRIS atau transfer ke Rekening BSI 7149 665 026 an. DiMediaTV. "Di era informasi sekarang ini penting memanfaatkan media untuk dakwah dan menghadapi opini negatif. Kita manfaatkan semua sarana dan prasana untuk menyiarkan Islam dengan baik, dan lakukan klarifikasi atau membantah jika ada fitnah terhadap Islam." (KH Didin Hafidhuddin).#DiMedia #dimediatv #dimediaradio #MasjidAssofia #masjidassofiabogor #AhmadiUsman #ustadzahmadiusman #NormaSosialDalamIslam #janjiallah #kajianbogor #kajiantematik #live #livestream #peradabanislam #peradabandunia #nasehat #nasehatislami #nasehatulama #akhlak #akhlakislam #akhlaknabi #akhlakrasulullah #normasosialdalamislam #live #livestream #livestreaming #livestreamingindonesia #obs #obsstudio #obsstudiolive #obslivestream #obslive #obslivestudio Jadikan Dakwah Sebagai Poros dari Aktifitas kita sehari-hari sebagaimana Rasulallah SAW, oleh sebab itu jadikan video ini sebagai amal jariyah dakwah Anda juga dengan cara "Like, Comment, Save, Subscribe & Share"tag,takwa,ketakwaan,taat,kataatan,khutbah,khotbah,tausiah,tausiyah,ceramah,kajian,dimedia,dimediatv,dimedia tv,dimedia radio,masjid as sofia,masjid as sofia bogor,obs, obs studio,obs studio live, obs live stream, obs live, obs live studio, Sony AR7III,Sony A7R3,kajian tematik,kajian tematik berseri,ahmadi usman,pokok-pokok norma sosial dalam islam,norma sosial,norma sosial dalam islam,dr. kh. ahmadi usman. m.a.,ustadz ahmadi usman,
Piala Dunia 2026 mulai memasuki babak gugur dengan sejumlah kejutan yang menarik perhatian publik sepak bola dunia. Beberapa tim unggulan memang masih melaju, seperti Argentina, Prancis, Inggris, dan Brasil. Namun, turnamen kali ini juga menghadirkan kejutan lewat tersingkirnya Uruguay di fase grup, lolosnya Tanjung Verde ke babak 32 besar, serta penampilan impresif Maroko, Ekuador, dan sejumlah tim nonunggulan lainnya. Lantas, seberapa besar kejutan yang terjadi di Piala Dunia 2026, dan apakah turnamen kali ini menunjukkan semakin meratanya kekuatan sepak bola dunia?
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 23 Juni 2026Bacaan: Lalu kata Musa kepada TUHAN: "Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulu pun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah." (Keluaran 4:10) Renungan: Rowan Atkinson lahir dalam keluarga ekonomi menengah dan mengalami banyak kesulitan ketika kanak-kanak karena masalah gagapnya. Di sekolah, ia sering kali di bully dan dianggap seperti alien. Ketika ia fokus di bidang ilmu pengetahuan, gurunya pun berkata kalo ia sama sekali tidak menonjol. Tapi di kemudian hari, ia berhasil membuktikan diri. la diterima di Universitas Oxford dan meraih gelar master dalam bidang teknik elektro. Setelah itu, ia mulai mengejar kemampuannya dalam bidang akting. Lagi-lagi karena masalah gagapnya, ia banyak ditolak oleh stasiun televisi. Tapi ia tidak pernah menyerah terhadap kemampuannya. la terus mengembangkan gaya komedinya sendiri dan akhirnya terciptalah karakter Mr. Bean yang mendunia. Rowan secara tidak langsung sudah membuktikan bahwa tanpa tubuh kekar dan wajah Hollywood pun, ia bisa menjadi aktor yang disayangi dan dihormati di dunia perfilman. Kisah hidup Mr. Bean bener-bener menunjukkan kalau hal yang terpenting untuk meraih keberhasilan adalah kemampuan, kerja keras, dan sikap pantang menyerah. Dalam Alkitab, ada juga seorang tokoh yang punya masalah dalam hal komunikasi. la adalah Musa. Waktu Tuhan memintanya memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, ia sendiri yang mengakui kelemahannya itu: "Ya, Tuhan, saya bukan orang yang pandai bicara, baik dahulu maupun sekarang, sesudah TUHAN bicara kepada saya. Saya berat lidah, bicara lambat dan tidak lancar." Tapi Tuhan sendiri kemudian yang meyakinkan dan memampukannya. Kelemahannya ini nggak jadi masalah sebab Musa sendiri akhirnya berhasil memimpin bangsa Israel selama puluhan tahun. Tidak ada orang yang lahir sempurna. Semua orang pasti punya kelemahannya masing-masing. Bahkan orang berhasil yang kita kenal sekarang pun pasti punya kelemahan. Yang kita lakukan seharusnya bukanlah fokus pada kelemahan, tapi pada kemampuan yang diimbangi dengan kerja keras, dan sikap pantang menyerah. Asal kita punya semua itu, ditambah dengan penyertaan Tuhan tentunya, maka kita bisa jadi apa pun yang kita mau. Tiap orang punya kelemahan, tapi tiap orang juga bisa berhasil. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kuserahkan keterbatasanku ke dalam tangan-Mu. Aku percaya melalui berkat-Mu maka keterbatasanku akan Kau ubah menjadi kekuatanku. Amin. (Dod).
Angkatan Udara NATO resmi menutup latihan militer udara skala besar "Ramstein Flag 2026" di kawasan Nordik, wilayah Finlandia, pada Jumat waktu setempat. Latihan taktis yang berlangsung sepanjang 8 hingga 19 Juni 2026 ini melibatkan lebih dari 200 pesawat tempur canggih yang berasal dari 18 negara anggota aliansi. Departemen Pertahanan Amerika Serikat turut merilis momen krusial pengisian bahan bakar dari udara ke udara (air-to-air refueling) di langit Finlandia, di mana latihan ini ditujukan untuk mendongkrak kesiapan tempur, interoperabilitas, serta koordinasi operasi udara mutakhir aliansi di tengah meningkatnya dinamika keamanan di kawasan Eropa.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 1 Juni 2026Bacaan: "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." (2 Timotius 1:7)Renungan: Ibrahim Hamadtou terus mengasihani dirinya sendiri setelah kedua lengannya diamputasi waktu kecil. Semangatnya kembali bangkit saat ia tahu bahwa ada atlet dengan kekurangan fisik di pusat pemuda setempat. lapun memilih menekuni tenis meja meski pada awalnya sulit memakai lengannya yang tersisa. Setelah gagal berkali-kali, akhirnya ia memegang gagang bet dengan mulutnya. Melekukkan leher, pinggul dan bahunya sambil menggunakan kakinya yang lincah, sedangkan kaki satunya menjemput bola dan melemparkannya ke udara. Gaya uniknya membawanya ke Paralimpiade Rio 2016. Kita sadari atau tidak, ketakutan yang menguasai diri kita dapat membuat gerakan kita menjadi terbatas, hingga timbul perasaan frustrasi dan putus asa. Padahal, Tuhan senantiasa mempunyai rencana yang indah atas hidup kita. Namun, jika Roh Tuhan berdiam dalam kita maka kita akan dimampukan untuk dapat menemukan visi-Nya, yang menjadikan hari-hari kita bersinar dan menimbulkan keyakinan bahwa masa depan kita selalu terjamin. Itu sebabnya, Rasul Paulus menuliskan dalam suratnya kepada Timotius, anak rohaninya, "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." Paulus mengingatkan agar Timotius tidak ragu untuk memberitakan Injil Kristus, karena Dia sendiri yang akan memampukannya, sehingga ia selalu dapat memancarkan terang kasih-Nya. Mungkin hari-hari ini kita mempunyai kelemahan yang membuat diri sendiri berpikir kalau kita tidak akan bisa sukses. Ingat pesan Rasul Paulus kepada Timotius pagi ini! Daripada merasa minder karena kelemahan yang kita miliki, marilah kita melekat kepada Tuhan karena Dia dapat mengubah ketakutan kita menjadi semangat yang berkobar, untuk terus maju menuntaskan panggilan Tuhan atas hidup kita. Yakinlah bersama Tuhan, kita mampu mengalahkan kelemahan diri sendiri. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah roh ketakutan dari dalam diriku dan gantikan dengan damai sejahtera-Mu, sehingga dengan damai-Mu aku dapat menjalani hari-hari hidupku dengan penuh pengharapan dan keyakinan bahwa bersama Engkau semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan penguatan fundamental pasar modal menjadi kunci menghadapi dinamika global saat ini. Ia optimistis, upaya yang sedang dilakukan akan memberikan hasil positif setelah periode penyesuaian di pasar modal.Pertumbuhan investor ritel yang terus meningkat menjadi sinyal positif bagi kekuatan pasar modal nasional, menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar saham Indonesia.DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, pasar modal, investor ritel, fundamental pasar modal, saham Indonesia, ekonomi Indonesia, stabilitas pasar, optimisme pasar, penyesuaian pasar, kepercayaan investor
Menjadi pelayan tamu Allah di tanah suci menuntut kekuatan fisik sekaligus kelapangan hati yang luar biasa. Di Sektor 3 Madinah, kelelahan para petugas haji Indonesia seolah menguap, tergantikan oleh semangat menyala. LAPORAN BHERY HAMZAH (BEH/MCH2026)
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Siapakah Plinius Muda? Diambil dari: 2 Korintus 12:10 “Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang seorang tokoh bernama Plinius Muda. Ia adalah seorang pejabat Romawi yang hidup pada zaman gereja mula-mula. Plinius Muda bukan orang Kristen. Bahkan, ia tidak suka kepada orang-orang Kristen. Tetapi ia pernah menulis surat tentang mereka, dan surat itu masih disimpan sampai sekarang.Dalam salah satu suratnya, Plinius Muda menceritakan bahwa orang-orang Kristen tetap setia kepada Kristus. Mereka berkumpul untuk menyanyi bagi Kristus dan hidup dengan sungguh-sungguh. Ini penting sekali, karena dari surat itu kita bisa melihat bahwa sejak awal, orang Kristen memang benar-benar percaya kepada Yesus dan beribadah kepada-Nya.Plinius Muda mungkin tidak mengerti mengapa orang-orang Kristen begitu setia. Bagi dia, mungkin itu aneh. Tetapi bagi orang-orang percaya, kekuatan mereka bukan berasal dari diri sendiri. Kekuatan mereka datang dari Tuhan. Itulah sebabnya firman Tuhan dalam 2 Korintus 12:10 berkata, “jika aku lemah, maka aku kuat.” Saat kita merasa lemah, takut, atau sedih, Tuhan bisa memberi kekuatan supaya kita tetap setia.Wonder Kids, mungkin kamu juga pernah merasa lemah. Mungkin kamu takut diejek karena percaya kepada Yesus. Mungkin kamu merasa sulit untuk tetap jujur, tetap baik, atau tetap taat. Tetapi ingat, Tuhan bisa memberi kekuatan pada saat kita merasa lemah. Kita tidak harus menjadi kuat dengan kekuatan kita sendiri. Kita bisa bersandar kepada Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu merasa lemah atau takut hari ini, berhentilah sebentar dan berdoalah singkat, “Tuhan Yesus, tolong kuatkan aku untuk tetap setia kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena saat aku lemah, Engkau bisa membuatku kuat. Tolong aku untuk tidak mengandalkan diriku sendiri, tetapi bersandar kepada-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: saat kamu lemah, Tuhan Yesus sanggup memberi kamu kekuatan untuk tetap setia. Tuhan Yesus memberkati.
Bismillah,Kekuatan Ibadah Terbesar Nabiﷺ dan Para Sahabat(The greatest strength of worship of the prophetﷺ and his companions)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-Video Animasi dari Kajian“Amalan Dan Keutamaan Bulan Dzulqa'dah”
Memimpin tanpa otoritas adalah sebuah seni yang berakar pada pemahaman mendalam tentang organisasi sebagai sistem hidup yang dinamis. Melalui paradigma System Thinking, seorang pemimpin beralih dari pola kontrol mekanistik menuju navigasi kuantum yang menghargai keterhubungan dan kompleksitas di setiap lini. Dengan membangun ekosistem yang sehat melalui peran sebagai Ecosystem Builder dan memanfaatkan inovasi cerdas para Social Hackers, kepemimpinan ini mampu menggeser fokus dari sekadar ego individu menuju kemajuan kolektif yang organik, resilien, dan berkelanjutan bagi seluruh sistem. Kekuatan utama dalam menggerakkan perubahan tanpa jabatan formal terletak pada kemahiran mengelola ketegangan kreatif serta keunggulan komunikasi strategis. Seorang pemimpin harus memiliki kapasitas untuk melakukan Deep Listening dan menahan ketidakpastian guna mengubah konflik menjadi energi produktif melalui negosiasi berbasis kepentingan yang adil. Resonansi emosional kemudian dibangun melalui narasi yang kuat dalam Storytelling dan kemampuan melakukan Master Pitch, yang memastikan bahwa setiap gagasan perubahan tidak hanya dipahami secara logika, tetapi juga menyentuh nurani para pemangku kepentingan sehingga tercipta dukungan yang sukarela dan tulus. Transformasi dari gagasan menjadi aksi nyata dilakukan melalui metode Sprint Strategy yang terstruktur, khususnya dengan penggunaan Template Z yang mengintegrasikan dimensi penginderaan, intuisi, pemikiran, dan perasaan secara holistik. Keberhasilan kepemimpinan ini pada akhirnya bersandar pada integritas diri sebagai sumber pengaruh utama serta keberanian untuk memulai langkah kecil yang berdampak besar atau "menjatuhkan domino pertama". Dengan filosofi "Miselium Daya", pemimpin tanpa otoritas bertindak sebagai jaringan halus di bawah permukaan yang menyambungkan harapan satu individu dengan individu lainnya demi mewujudkan perubahan sistemik yang bermakna dan berdampak luas.
Riak Sungai Kapuas yang mengalir tenang menjadi saksi bisu dari sebuah upaya besar dalam menjaga ingatan kolektif warga. Seorang ahli, David Cooperrider, pernah menyatakan bahwa dunia yang kita tinggali sebenarnya dibentuk oleh percakapan-percakapan yang kita lakukan. Di Kabupaten Kapuas Hulu, melalui Workshop Co-Creation: Mengarsipkan Cerita, Merawat Ingatan Warga Sungai Kapuas, sebuah narasi baru sedang dibangun untuk masa depan sungai ini. Perjalanan ini dimulai dengan membedah kekuatan diri melalui metode Perisai Diri. Rekan-rekan dari Putussibau Art Community, Samodra Kudong, dan Borneo Catalyst memetakan modal berharga yang mereka miliki: keahlian teknis, kelenturan hati dalam berkolaborasi, akses informasi, hingga keunikan diri yang menjadi jati diri setiap tim. Kekuatan inilah yang menjadi fondasi utama sebelum mereka terjun langsung ke tengah masyarakat. Visi besar pun mulai diletakkan dengan menatap jauh ke tahun 2060. Melalui perencanaan skenario, disadari adanya tarikan kuat antara arus masyarakat global dan kekuatan masyarakat lokal. Sebuah pertanyaan mendasar muncul: apakah peradaban Kapuas akan dibiarkan runtuh, ataukah kita akan bergerak bersama menuju skenario yang optimis dan transformatif? Jawaban atas pertanyaan ini mulai dirajut melalui dokumentasi yang dilakukan hari ini. Untuk mewujudkan misi tersebut, alat perjuangan bernama Z-Template digunakan sebagai logika dasar dalam menyusun cerita dan melakukan wawancara mendalam. Proses ini dimulai dengan Sensing, yaitu menangkap realitas yang kasat mata; diikuti Intuition untuk menggali makna di balik kenyataan; kemudian Thinking untuk menyusun data secara logis; dan diakhiri dengan Feeling agar cerita yang dihasilkan mampu menyentuh sisi kemanusiaan yang terdalam. Melalui latihan produksi podcast, setiap peserta belajar untuk mempraktikkan Radical Listening atau mendengar secara radikal. Prinsip utamanya adalah menyadari bahwa setiap pertanyaan yang tepat bukan sekadar pencarian informasi, melainkan sebuah intervensi yang mampu mengubah cara pandang narasumber maupun pendengarnya. Misi utama dari kegiatan ini adalah menemukan dan mendokumentasikan 300 Social Hackers atau para penggerak perubahan di tingkat tapak. Setiap tim bertanggung jawab untuk memotret dan menuliskan profil dari 100 pejuang lokal yang memiliki gagasan unik serta solusi nyata dalam menjaga kelestarian sungai dan kehidupan mereka. Seluruh temuan ini akan diabadikan dalam sebuah Coffee Table Book yang berfungsi sebagai arsip penting bagi peradaban di sepanjang Hulu Sungai Kapuas. Sebagai langkah nyata, perjalanan akan dilanjutkan menuju utara, menempuh waktu sekitar dua jam menuju Menua Sadap di Embaloh Hulu. Di pemukiman Dayak Iban ini, peserta akan melakukan sensitisasi atau pengasahan kepekaan terhadap alam dan masyarakat. Mendengarkan langsung cerita dari rumah Betang Sadap dilakukan dengan satu komitmen utama: menjaga martabat para narasumber. Dengan prinsip Appreciative Inquiry, setiap karya foto dan tulisan difokuskan pada hal-hal terbaik yang dimiliki warga. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap intervensi kreatif yang dilakukan mampu mengangkat harga diri dan menghargai keberadaan mereka sebagai penjaga sungai. Inilah misi Madani Berkelanjutan dan Inspirasi Tanpa Batas atau INSPIRIT bersama para penjaga garda depan Kapuas. Sebuah kerja kolaboratif untuk memastikan bahwa ingatan tetap terjaga dan peradaban tetap merawat kehidupan.
Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) memberikan penilaian bahwa putri Kim Jong Un kini berpotensi kuat menjadi pewaris takhta kepemimpinan Korea Utara. Analisis ini didasarkan pada pengamatan intensif terhadap kemunculan publik dan peran strategis yang mulai ditunjukkan sang putri.
Era kestabilan tunggal pasca-Perang Dingin telah berakhir, digantikan oleh dunia yang terfragmentasi di mana persaingan sistemik menjadi norma baru. Dalam lanskap yang berbahaya ini, statecraft atau seni bernegara tidak lagi boleh dipandang secara sempit sebagai urusan diplomasi di meja perundingan atau sekadar unjuk kekuatan militer. Sebaliknya, ia adalah orkestrasi total dari seluruh instrumen kekuatan nasional—mulai dari ketahanan rantai pasok ekonomi hingga keunggulan teknologi mutakhir. Jack Watling mengingatkan kita bahwa negara yang akan bertahan dan memimpin adalah negara yang mampu menyatukan kebijakan domestik dengan ambisi luar negeri secara koheren, mengubah birokrasi yang kaku menjadi mesin strategi nasional yang terintegrasi sepenuhnya. Persaingan modern kini berpindah ke ruang-ruang yang sering kali tidak terlihat, yakni "Zona Abu-abu" dan titik-titik sumbat (chokepoints) strategis. Kekuatan tidak lagi diukur hanya dari jumlah hulu ledak nuklir, melainkan dari kontrol atas aliran data, kabel bawah laut, dan dominasi produksi semikonduktor canggih. Dalam lingkungan ini, konsep ketergantungan telah dipersenjatai; hubungan ekonomi yang dulunya dianggap sebagai jembatan perdamaian kini menjadi alat pemerasan politik. Oleh karena itu, memiliki "Wawasan" (Insight) yang mendalam untuk memahami lensa budaya dan motivasi lawan menjadi sangat kritikal guna menghindari salah kalkulasi yang bisa memicu eskalasi konflik yang tidak diinginkan. Pada akhirnya, keberhasilan strategi sebuah negara sangat bergantung pada ketahanan internal dan visi jangka panjangnya. Tantangan terbesar bagi negara demokrasi adalah menyelaraskan siklus politik jangka pendek dengan kebutuhan strategis yang melampaui dekade. Tanpa basis industri yang kuat dan masyarakat yang memiliki resiliensi tinggi terhadap disinformasi, kedaulatan sebuah negara akan terus tergerus. Statecraft di era perpecahan ini menuntut kepemimpinan yang berani untuk menentukan prioritas yang sulit, menjaga integritas nilai-nilai nasional, dan terus berinovasi dalam mengejar penemuan teknologi. Hanya dengan tangan yang teguh dan visi yang jernih, sebuah negara dapat menavigasi jaringan ketergantungan global tanpa kehilangan jati diri dan kekuasaannya.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 26 Maret 2026Bacaan: "Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana." (1 Raja-raja 19:3)Renungan: Pernahkah kita kehilangan kekuatan iman ketika diperhadapkan pada suatu keadaan yang tidak terlalu genting? Seringkali kita menghadapi situasi sulit yang sangat menantang iman dan mampu melewatinya dengan iman yang terfokus pada Tuhan. Namun, ada kalanya kita mengalami kekhawatiran dan ketakutan hanya karena persoalan kecil. Di gunung Karmel, Elia menantang Raja Ahab beserta 400 orang Nabi Baal untuk membuktikan kehebatan Tuhan. Elia memanjatkan doa yang super beriman, "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah... dan bahwa aku ini hamba Mu... Jawablah aku, ya TUHAN, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah." Lalu, turunlah api menyambar habis korban bakaran Elia dan ia membunuh ke 400 Nabi Baal tersebut. Namun keesokan harinya, ia lari ketakutan ketika mendengar ancaman Izebel, dan berkata, "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku." Elia berdiri teguh di puncak gunung Karmel mendeklarasikan fokus dan kekuatan imannya kepada Tuhan dan meyakini 100% akan jawaban doanya. Namun imannya jatuh seketika di titik nol hanya karena ancaman seorang perempuan. Ia menjadi putus asa dan ingin mati rasanya. Demikian pula Abraham, ia melakukan hal yang sama ketika ia berbohong tentang Sara di hadapan Firaun karena berusaha menyelamatkan nyawanya. Daud yang menuliskan pujian yang indah tentang kesetiaan Tuhan yang besar dalam hidupnya, namun juga yang menyerukan, "Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Mzm 22:2). Musa yang menjadi pemimpin besar yang membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dengan perbuatan tangan Tuhan yang besar, namun ia pun berseru-seru kepada Tuhan ketika berada di Masa dan Meriba, "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu?" Nabi Elia, Raja Daud, dan Musa adalah pahlawan-pahlawan iman yang dipakai oleh Tuhan untuk mendemonstrasikan kuasa-Nya, akan tetapi hal ini tidaklah menjadikan mereka manusia super rohani tanpa kegagalan. Dengan demikian, kita tidak perlu berkecil hati ketika tapak perjalanan iman kita bagai grafik yang menurun secara drastis. Saat-saat kegelisahan, kekhawatiran, dan ketakutan tidak mampu kita halau, apakah yang harus kita lakukan selanjutnya? Nyatakan kepada Tuhan segala kelemahan iman kita dan tetaplah berdiri di gunung Tuhan. Dengan kata lain, iman kita boleh limbung namun tidaklah mati. Demikianlah Tuhan berkata setelah Elia menyampaikan ketakutannya, "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu." Kita tidak berdiam diri ketika kondisi iman kita tercekik, namun kita harus bangkit dan meraih kekuatan Tuhan untuk menjalani hari-hari yang penuh tantangan dan menyadari la selalu setia di dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku mohon kekuatan untuk bisa bangkit ketika imanku runtuh, sehingga aku sanggup menapaki jalan kehidupanku sampai akhir. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. T.Daniel 13: 1-9.15-17.19-30.33-62; Mazmur tg 23: 1-3a.3b-4.5.6; Yohanes 8:1-11.KETIKA BATU DANKAYU MENOLAK Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ketika Batu danKayu Menolak. Yudi seorang remaja nakal dan bandel namun pintar. Kedua orangtuannya sudah kesekian kaliannya dipanggil oleh kepala sekolah dan guru kelasperihal sikap-sikap anaknya itu. Di rumah, Yudi sudah diberikan berbagai macamhukuman, dari teguran biasa sampai tamparan dan hukuman fisik lainnya. Diantara semua hukuman itu, yang paling Yudi hindari ialah pukulan ayahnya denganmemakai potongan kayu atau lemparan benda yang saat itu pas ada di tangannya. Di sini kecerdikan Yudi berfungsi untuk menyelamatkandirinya dari hukuman ayahnya. Kayu dan benda yang selalu ayahnya pakai untukmemukulnya, ia sembunyikan. Yudi lakukan itu khususnya pada waktu hendaksengaja berbuat nakal, ia lebih dahulu menyembunyikannya. Hasilnya, pada saatayah nekat akan menghukumnya, potongan kayu sudah tidak ada di tempatnya. Batudan barang-barang lain yang mudah untuk dipakai tidak ditemukan lagi. Sang ayahkemudian mengalah. Ia merasa seperti menjadi orang yang tidak kuat lagi. Ia harus berpikir lagi, bahwa pada akhirnya “batu dan kayuatau benda menolak” untuk dipakai dalam menghukum anaknya. Ia harus menemukancara lain, yang pasti menurut ilmu pendidikan lebih efektif, ketika koreksi danperbaikan hendak dilakukan. Hal ini sangat menyinggung secara umum pendekatanrepresif atau kekerasan dalam cara kita menyelesaikan permasalahan di dalamhidup. Ilmu pendidikan, dan khususnya yang diajarkan oleh Santo Yohanes Bosco,dalam mengatasi masalah disiplin, kenakalan, kekacauan, adalah preventif ataupencegahan. Hari ini kita berjumpa dengan Yesus Kristus di tengahorang banyak yang selalu berseberangan paham dan keyakinan, yaitu kaum Farisidan para ahli Taurat. Mereka berhadapan dengan suatu masalah yaitu wanita yangkedapatan berbuat zinah, dan ini dianggap sebagai dosa amat berat. Sikaprepresif oleh hukum Yahudi menuntut supaya pendosa ini dihukum mati melaluimelemparinya dengan batu sampai mati. Yesus datang dengan pendekatan kasih,yaitu penyadaran dalam hal membuka kesadaran dan pengenalan diri. Pendekatan oleh Yesus berisi pengaktifan rasionalitas,kesadaran, refleksi, membukakan mata dan hati sebagai tahap pertama. Kemudianbegitu kesadaran dan pengetahuan diri sudah terbentuk, terutama tahu bahwa dirikita adalah pendosa dan butuh pembaharuan, Tuhan berkenan memberikanpengampunan. Proses itu yang dialami wanita pendosa yang dikisahkan di dalamInjil tadi. Kekuatan cinta kasih yang dibawa oleh Tuhan Yesus mampumenghilangkan penggunaan “batu, kayu atau benda lain” sebagai instrumen untukmenciptakan kebaikan, keadilan, dan damai. Kita harus mengikuti kekuatantersebut.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Yesus, semoga dengan semakin dekat pekansuci, kami semakin kuat dalam menyiapkan diri lahir dan batin. Salam Maria,penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Memotret ruang sejatinya adalah sebuah dialog batin yang mempertemukan tiga pilar utama: subjek, waktu, dan teknik. Sebuah ruang bukan sekadar koordinat fisik, melainkan wadah emosi yang terus berubah seiring sapuan cahaya. Kejelian kita dalam menangkap momen "Golden Hour" atau kelembutan cahaya mendung bukan hanya soal estetika, melainkan cara kita mendefinisikan karakter dan jiwa dari ruang tersebut agar mampu berbicara kepada siapa pun yang memandangnya. Kekuatan sebuah foto ruang tidak terletak pada kemewahan lensa, melainkan pada ketangkasan kaki dan presisi komposisi. Kita harus bergerak secara fisik untuk menyaring kekacauan visual, mencari garis-garis penuntun (leading lines) yang membawa pemirsa masuk ke dalam narasi, serta menggunakan sudut 45 derajat untuk menghadirkan dimensi bervolume. Ketelitian dalam membingkai—layaknya seorang ahli bedah—memastikan bahwa setiap elemen yang tertinggal dalam foto memiliki tujuan yang kuat untuk mempertegas kehadiran ruang tersebut. Pada akhirnya, fotografi ruang adalah cerminan dari kedalaman rasa sang fotografer. Bahkan sebuah "ruang-bukan-ruang" (non-places) yang dianggap biasa bisa menjadi luar biasa jika kita mampu menanggalkan prasangka dan memotretnya dengan kejujuran. Melalui pengaturan bukaan lensa dan kecepatan rana, kita tidak hanya merekam ruang secara mekanis, melainkan sedang memproyeksikan hubungan jiwa kita dengan semesta ke dalam satu bingkai abadi yang penuh makna.
Renungan D'Message || KEKUATAN DARI TUHAN II Ps. Steven Liem
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 7 Maret 2026Bacaan: "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga." (Matius 6:14)Renungan: Pengampunan sering kali merupakan sesuatu yang sangat sulit dilakukan. Kita lebih suka melakukan balas dendam kepada orang-orang yang menyakiti kita. Karena hal itu akan lebih memuaskan kedagingan kita yang selalu cenderung untuk menuntut balas. Mata ganti mata, gigi ganti gigi. Namun Tuhan Yesus mengajarkan hal yang lain kepada kita semua, Dia justru mengajar kita agar tidak membalas dendam, tetapi mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kita, seperti Dia juga telah mengampuni kita. Corrie Ten Boom, juga mempunyai pengalaman dalam soal mengampuni. Ia dengan mata kepala sendiri menyaksikan kedua orang tuanya disiksa dan dibunuh oleh seorang tentara Nazi. la sendiri juga mengalami siksaan yang luar biasa sehingga hatinya dipenuhi kebencian terhadap orang itu. Setelah menjalani masa-masa penyiksaan yang berat di kamp konsentrasi, Corrie akhirnya dibebaskan. la pun mulai bersaksi dan memberitakan Injil. Suatu kali ketika memimpin Kebangunan Rohani, ia melihat pembunuh orang tuanya itu, sekaligus orang yang pernah menyiksanya ikut berdiri dan mengambil keputusan menerima Yesus sebagai Juruselamat. Saat itu hatinya penuh dengan pergumulan luar biasa antara kebencian dan keinginan mengampuni. Dalam ketidakberdayaan, ia berseru meminta pertolongan Tuhan. Tuhan menjamah dan mengalirkan kasih-Nya kepada Corrie, sehingga Corrie mampu memandang orang itu dengan cara pandang yang baru. la mendekati orang itu dan memperkenalkan dirinya. la berkata bahwa ia sudah mengampuni orang itu karena Tuhan telah mengampuninya. Orang itu terkejut dan dengan air mata bercucuran ia meminta ampun atas dosa-dosanya. Corrie mengalami pemulihan yang luar biasa. Ia merasakan beban kebencian yang menindihnya selama ini terlepas. Orang itu pun merasakan sukacita yang besar karena dosa-dosanya diampuni Allah dan Corrie. Jika kita merasa tidak mampu mengampuni, Tuhan selalu siap untuk menolong asalkan kita mau berseru kepada-Nya. Jadi, mari memohon pertolongan Tuhan. Mintalah Dia untuk mengalirkan kasih-Nya kepada kita, karena dengan kemampuan sendiri, kita tidak akan dapat mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Hanya dengan pertolongan Tuhan, kita pasti akan dimampukan untuk memberikan pengampunan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mau mengampuni seseorang yang pernah menyakiti hatiku. Jangan biarkan rasa dendam menguasaiku sehingga aku kehilangan Damai sejahtera-Mu. Amin. (Dod).
Kolaborasi Radikal muncul sebagai respons mendesak terhadap tantangan global yang disebut sebagai "Masalah Pelik" (Wicked Problems), seperti krisis iklim dan ketimpangan ekonomi, yang mustahil diselesaikan oleh satu entitas saja. Di tengah paradigma pemasaran konvensional yang sering kali terjebak dalam obsesi persaingan dan dominasi pasar, strategi ini menawarkan pergeseran fundamental dari mentalitas "Ego" menuju "Ekosistem". Alih-alih berusaha menjadi yang terbaik di dunia dengan mengisolasi diri atau menjatuhkan lawan, organisasi kini dituntut untuk menjadi yang terbaik bagi dunia dengan menyadari bahwa skala dampak yang masif hanya bisa dicapai melalui kerja sama kolektif yang inklusif dan terbuka. Secara konseptual, Kolaborasi Radikal melampaui batas-batas kemitraan tradisional dengan melibatkan "Sekutu yang Tak Terduga", termasuk para pesaing langsung atau lembaga lintas sektor yang tampak bertolak belakang. Kekuatan strategi ini bersandar pada tiga pilar utama: pencapaian skala yang luas melalui penggabungan infrastruktur logistik dan distribusi, perolehan legitimasi melalui asosiasi dengan pakar atau LSM kredibel, serta terciptanya inovasi hasil pertemuan berbagai perspektif unik yang berbeda. Melalui pendekatan ini, sebuah merek tidak hanya mengandalkan anggaran iklan untuk memenangkan perhatian, tetapi membangun kepercayaan radikal yang memungkinkan lahirnya solusi-solusi baru yang mustahil ditemukan jika hanya berdiskusi di dalam ruang rapat internal yang homogen. Implementasi efektif dari kolaborasi ini membutuhkan penyelarasan nilai yang mendalam pada tingkat tujuan (purpose) serta proses penciptaan bersama (co-creation) yang menempatkan komunitas sasaran sebagai mitra setara sejak tahap awal ideasi. Keberhasilan kolaborasi tidak lagi diukur dari sekadar angka penjualan atau keuntungan jangka pendek, melainkan dari kemampuannya untuk memicu sebuah gerakan sosial yang berkelanjutan. Pada akhirnya, Kolaborasi Radikal bertujuan membangun jaringan orang-orang dan organisasi yang tetap saling terhubung untuk mendorong perubahan positif, bahkan setelah kampanye pemasaran berakhir dan perhatian publik mulai berpindah ke isu lainnya.
Menjadi sebuah "suara" bukan sekadar soal kefasihan teknis dalam berbicara, melainkan sebuah misi spiritual yang menuntut keberanian untuk berdiri tegak demi nilai-nilai yang lebih besar dari diri sendiri. Setiap kata yang dilepaskan ke dunia diibaratkan sebagai benih energi yang memiliki kekuatan untuk membangun struktur kehidupan dan masa depan. Oleh karena itu, integritas menjadi fondasi utama; seorang pembicara sejati adalah mereka yang mampu menyelaraskan pesan di atas panggung dengan realitas kehidupan di balik layar, sehingga setiap ucapan yang keluar memiliki "ruh" dan kejujuran yang mampu menyentuh relung hati pendengar. Kekuatan untuk memberikan dampak yang luas sering kali terhambat oleh luka batin dan hambatan psikologis seperti sindrom penipu (imposter syndrome). Hayley Mulenda menekankan pentingnya berbicara dari bekas luka yang telah sembuh sebagai simbol kemenangan, bukan dari luka terbuka yang masih mencari simpati. Dengan mengubah cara pandang terhadap penolakan sebagai bentuk pengarahan ulang dari Tuhan, seseorang dapat melangkah melampaui rasa takut. Imajinasi dan iman menjadi buku sketsa yang memetakan arah masa depan, memungkinkan suara seseorang bertransformasi dari sekadar bunyi menjadi instrumen penyembuhan dan pembebasan bagi orang lain. Pada akhirnya, penggunaan suara adalah sebuah pengabdian yang melampaui popularitas dan kejayaan pribadi. Kepemimpinan sejati ditemukan dalam kerelaan untuk melayani dan membangun komunitas, di mana keberhasilan tidak diukur dari seberapa viral sebuah pesan, melainkan dari seberapa dalam ia memengaruhi hidup manusia. Dengan membangun strategi yang matang melalui visibilitas dan identitas yang otentik, seseorang tidak hanya sedang mengejar pencapaian saat ini, tetapi sedang membangun sebuah warisan (legacy) yang abadi. Suara yang digunakan dengan integritas dan kasih akan terus bergema sebagai cahaya bagi dunia, bahkan setelah sang pembicara tiada.
2 Kor.12:9 I.Eksposisi dan Latar Belakang: Duri dalam Daging Paulus II.Ilustrasi: Gibran dan Paradox Manusia III.Sapaan dan Penguatan bagi Pendengar
Sayadaw Kheminda melanjutkan pembahasan Kitab Buddhavaṁsa. Di kelas ini beliau menjelaskan kisah Buddha Padumuttara yang ada di kitab Buddhavamsa XII - Stanza 16
Sayadaw Kheminda melanjutkan pembahasan Kitab Buddhavaṁsa. Di kelas ini beliau menjelaskan kisah Buddha Padumuttara yang ada di kitab Buddhavamsa XII - Stanza 16
Sayadaw Kheminda melanjutkan pembahasan Kitab Buddhavaṁsa. Di kelas ini beliau menjelaskan kisah Buddha Padumuttara yang ada di kitab Buddhavamsa XII - Stanza 16
Sayadaw Kheminda melanjutkan pembahasan Kitab Buddhavaṁsa. Di kelas ini beliau menjelaskan kisah Buddha Padumuttara yang ada di kitab Buddhavamsa XII - Stanza 16
Sayadaw Kheminda melanjutkan pembahasan Kitab Buddhavaṁsa. Di kelas ini beliau menjelaskan kisah Buddha Padumuttara yang ada di Stanza 16
Tim fiksi atau non-fiksi? Sebenernya lebih berguna baca yang mana sih? Gua akan berusaha menjawab ini bareng Ernest Junius Wiyanto, penulis sekaligus cofounder personalised childern's book, Bookabook.id, dan pameran buku anak, Karya Raya. Ernest sendiri pembaca karya sastra, dan gua yakin lo akan dapet banyak banget insight soal menikmati literary books, termasuk dari top 3 buku fiksi buat pemula. Enjoy!
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 9 Desember 2025Bacaan: "Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (Markus 11:25)Renungan: Ketika kita mengampuni seseorang, kita menyuruhnya pergi dan melepaskannya ke dalam tangan Allah, satu-satunya Hakim. Dengan berbut demikian, kita memilih untuk tidak lagi menjadi hakim atas orang tersebut. Mengampuni bukanlah hanya masalah perasaan, melainkan keputusan untuk mau atau tidaknya mengampuni. Ketika kita menyadari bahwa semua manusia tidak luput dari kesalahan dan kita memutuskan untuk memaafkan, itulah pengampunan yang sebenarnya. Seseorang berkata, "Mengampuni berarti melupakan suatu pelanggaran dan memperlakukan orang yang melanggar sebagai tidak bersalah." Begitu kita mengampuni, kita akan merasa damai dan bebas. Mengampuni adalah kunci untuk memancarkan dan menciptakan sukacita di hati. Tuhan sudah mengampuni dosa kita dengan pengorbanan-Nya di kayu salib, kini tugas kita adalah melanjutkan pengampunan itu kepada orang yang pernah menyakitkan kita. Kalau Yesus yang adalah Allah mau mengampuni kita, lalu siapakah kita jika kita tetap berkeras hati untuk tetap menyimpan dendam dan tidak mau mengampuni? Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk pengorbanan-Mu di kayu salib. Hal itu Kau lakukan karena cinta-Mu kepadaku agar aku dapat dibebaskan dari belenggu dosa. Kini ajarilah aku untuk mengampuni seseorang yang telah melukai hatiku. Dia juga telah menghancurkan hidupku. Namun kini aku mengerti bahwa jika Engkau izinkan hal itu terjadi atas diriku, maka sesungguhnya Engkau sedang mempersiapkan aku menjadi pribadi yang tangguh dan tahan uji. Amin. (Dod).
The Rare Earth Elements (REE), consisting of 17 lanthanides including Scandium (Sc) and Itrium (Y), are a group of metals that have unique magnetic, catalytic, and luminescent properties. This element has become very important in this modern age. - Unsur-unsur Tanah Jarang (REE), yang terdiri dari 17 lantanida termasuk Skandium (Sc) dan Itrium (Y), adalah kelompok logam yang memiliki sifat magnetik, katalitik, dan luminescent yang unik. Elemen ini menjadi sangat penting pada jaman modern ini.
Kekuatan Doa dalam Mendidik merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 13 Jumadil Awal 1447 H / 4 November 2025 M. Kajian Tentang Kekuatan Doa dalam Mendidik Bagian akhir dari buku ini merupakan penutup sebagai pelengkap dari segala hal yang telah […] Tulisan Kekuatan Doa dalam Mendidik ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 20 September 2025Bacaan: "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia." (Yakobus 2:22)Renungan: Ada seorang pria melintasi padang gurun dan ia melihat tunas kelapa yang muncul di permukaan bumi. Ia pun mengangkat sebuah batu besar lalu meletakkannya tepat di atas kelapa yang sedang bertunas tadi. Sambil tersenyum puas, pria itu pergi. Meskipun sang kelapa telah berusaha sekuat tenaga untuk menyingkirkan batu itu, namun batu itu tidak bergerak sedikitpun. Satu-satunya cara agar ia tetap tumbuh, ia menancapkan akar akarnya ke bawah sampai mencapai sumber air yang cukup untuk pertumbuhannya. Semakin hari akar-akarnya semakin kuat dan iapun berhasil tumbuh dengan meliukkan tunasnya untuk menghindari batu tersebut. Beberapa tahun kemudian, pria tersebut kembali untuk memastikan pohon kelapa itu sudah mati. Ketika ia sedang mencari-cari, sebuah kelapa yang sangat tinggi menyapanya sambil berkata. "Aku ingin berterima kasih kepadamu atas batu besar yang kau letakkan di atasku dulu. Batu itulah yang telah menyemangati aku untuk terus bertumbuh dengan berbagai cara. Hasilnya sekarang aku menjadi pohon kelapa tertinggi di tempat ini." Seringkali kita berdoa dan meminta kepada Tuhan agar Ia mengangkat masalah dan beban yang menekan kita, tetapi jarang kita minta agar Tuhan memberikan kekuatan dan kemampuan ekstra untuk dapat menanggung beban dan masalah kita. Akibatnya ketika kita tidak merasa mampu lagi menanggung beban itu, iman kita menjadi lemah dan kita mulai kecewa terhadap Tuhan. Sebenarnya tahan atau tidaknya kita dalam tekanan, terletak pada cara kita menyikapi tekanan tersebut. Orang yang mau maju tidak akan pernah memandang tekanan sebagai beban berat yang akan menyebabkannya jatuh. Sebaliknya ia akan memandang itu sebagai pendorong semangat untuk berusaha dan terus bertekun. Jangan selalu meminta agar Tuhan mengangkat beban kita, tetapi mintalah kekuatan untuk dapat bertahan dan menang atas setiap tekanan yang ada, maka iman dan kepribadian kita akan semakin didewasakan. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku tidak meminta agar Engkau mengangkat beban hidupku, tetapi berilah aku kekuatan untuk menanggungnya. Karena kalau Engkau mengizinkan beban dan permasalahan terjadi dalam hidupku, itu artinya Engkau sedang membentuk aku menjadi pribadi yang kuat dan tahan uji. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 24 Agustus 2025Bacaan: "Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik." (Ibrani 10:29)Renungan: Menurut cerita, HG. Spafford seorang penulis lagu rohani "It Is Well With My Soul" menuliskan lagu ini ketika ia sedang melintasi lautan atlantik. Di laut itulah ketiga anaknya mati tenggelam ketika mereka sedang berlayar ke Eropa. Cobaan yang dialami Spafford memang luar biasa karena beberapa tahun kemudian anaknya yang lain meninggal karena sakit. Setelah peristiwa itu orang-orang di gereja mengucilkan mereka karena beranggapan bahwa keluarga ini berhubungan dengan kuasa iblis. Spafford masih sanggup berdiri ketika ketiga anaknya diambil dari padanya. Kemudian disusul dengan kematian anaknya yang lain. la tabah menerima semua itu. Tetapi apa yang terjadi ketika saudara-saudara seimannya mengucilkan dan memisahkan diri darinya? Ia tidak kuat lagi menahannya. Jiwanya hancur dan pada akhirnya ia menderita sakit jiwa. Kita harus mengakui bahwa kekuatan kita untuk menanggung segala sesuatunya sangat terbatas. Kita membutuhkan kekuatan dan kemampuan yang berasal dari luar diri kita sendiri. Kekuatan dari Tuhan itu sudah pasti. Tetapi dukungan dari orang-orang di sekeliling kita juga banyak diharapkan. Saudara-saudara seiman, anak, istri, suami, sahabat dan semua orang yang kita kasihi. Mereka inilah yang senantiasa mendoakan dan memberikan dukungan moril. Kita tidak bisa hidup sendiri karena tanpa keberadaan orang-orang di sekeliling kita mungkin kita tidak bisa berada dalam posisi seperti sekarang ini. Marilah kita mulai membina relasi yang baik dengan orang-orang di sekitar kita. Merekalah yang akan Tuhan pakai menjadi penopang di saat kita terjatuh. Kalau saat ini ada kenalan atau orang-orang yang terdekat dengan kita sedang mengalami pergumulan hidup yang berat, buka hati kita dan ulurkanlah tangan kita untuk membantunya, dan mulut kita untuk mendoakannya. Tuhan mau memakai kita untuk menjadi berkat bagi orang lain. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, kuasailah diriku sepenuhnya, agar kehadiranku dapat memberi ketenangan bagi orang-orang di sekitarku yang saat ini mengalami pergumulan hidup yang berat. Jangan biarkan kesibukanku membuat aku kehilangan berkat untuk menolong orang yang sedang kesusahan. Amin. (Dod).
Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal asal Sumatera Barat menunjukkan eksistensinya di pasar global. Dengan kualitas produk yang terus meningkat dan semangat inovasi yang tinggi, pelaku UMKM dapat menarik perhatian pasar internasional.L`île Chocolate, berhasil membuktikan bahwa produk lokal juga punya potensi yang besar dan berkesempatan untuk bersaing dalam skala internasional, dalam ajang FHA Food & Beverage 2025 di Singapura, yaitu pameran yang menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan produk lokal ke dunia.Dikutip dari Kompas.com, UMKM lokal binaan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) atau BRI asal Padang, Sumatera Barat (Sumbar) tersebut adalah milik Priscilla Raisa Partana. Ia mengatakan, keikutsertaannya dalam ajang tersebut membuka jalan untuk pertumbuhan usahanya, terutama dalam menjangkau pasar global.L`île Chocolate merupakan bagian dari PT Sumatra Coklat, yaitu sebuah usaha cokelat asal Padang yang mengusung konsep tree-to-bar. Usaha ini mengolah kakao dari hulu ke hilir secara mandiri. Seluruh proses produksi, mulai dari memasok bahan kakao hingga pengemasan akhir, dilakukan di Sumbar dengan melibatkan sejumlah petani lokal sebagai mitra.Meski penuh optimisme saat membangun L`île Chocolate, Priscilla tetap tak luput dari tantangan besar yang sempat membuat usahanya nyaris berhenti total. Situasi tersebut membuat usahanya sempat berada dalam kondisi “mati suri”. Namun Priscilla memilih bertahan dan mencari cara agar bisnisnya bisa kembali bangkit.Dukungan BRI dalam ikut sertanya L`île Chocolate dalam FHA Food & Beverage 2025 Singapura tersebut menjadi langkah strategis yang membawa dampak nyata. Priscilla mengaku bahwa pameran ini berbeda dari event yang biasanya ia ikuti karena produk yang ditampilkan dikurasi ketat oleh BRI bersama Atase Perdagangan Singapura. Hasilnya, buyer yang hadir bukan hanya ramai, melainkan juga berkualitas dan sudah memahami nilai produk yang mereka cari.Pengalaman mengikuti ekspo di Singapura ini meninggalkan kesan positif bagi Priscilla. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bermanfaat dari sisi promosi, tetapi juga dari segi pendampingan dan dukungan yang diberikan. Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengatakan bahwa BRI senantiasa berkomitmen menjalankan berbagai program pemberdayaan demi mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia. Dengan dukungan yang tepat, UMKM mampu memperluas cakupan usahanya secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, dan bahkan menembus pasar internasional. Kisah pelaku UMKM L`île Chocolate dari Padang menjadi salah satu cerita sukses pelaku UMKM binaan BRI yang mendapat kesempatan untuk bisa go global dan meningkatkan skala usaha.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 9 Agustus 2025Bacaan: "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan, Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya." (Yakobus 5:16-18)Renungan: Suatu malam seorang hamba Tuhan bersama keluarganya harus tidur di dalam kemah di sebuah bukit. Karena mereka membawa uang dan barang-barang berharga lainnya dalam jumlah yang cukup banyak, maka mereka mulai merasa takut dan tidak tenang. Akhirnya mereka tertidur setelah berdoa menyerahkan kekhawatiran mereka pada Tuhan. Beberapa bulan setelah itu, ada seorang laki-laki dalam keadaan terluka parah dibawa ke rumah sakit misi di daerah itu. Setelah melihat hamba Tuhan itu, laki-laki yang terluka itu berkata, "Beberapa bulan yang lalu, ketika bapak sekeluarga tidur di kemah sebuah bukit, kami bermaksud merampok bapak, tetapi kami melihat ada 26 orang prajurit berjaga-jaga di sekeliling kemah tersebut sehingga kamipun tidak berani mendekat." Kisah laki-laki yang terluka tersebut terus menjadi pertanyaan di benak sang hamba Tuhan, sampai pada suatu hari ketika ia kembali ke tempat asalnya dan berkhotbah di gereja asalnya ia menceritakan kisah tersebut di depan jemaat. Lalu pemimpin jemaat gereja tersebut menanggapi dengan berkata, "Di malam kejadian itu, saya digerakkan oleh suara hatiku untuk berdoa bagi bapak dan keluarga, maka saya kumpulkan jemaat yang bersedia di dalam gereja ini dan kami berdoa untuk keselamatan bapak sekeluarga. Saat itu jumlah kami yang hadir di tempat ini untuk mendoakan bapak sekeluarga ada 26 orang." Kini mengertilah sang hamba Tuhan itu bahwa Tuhan sendiri yang mengutus 26 malaikat untuk menjaganya setelah 26 jemaatnya berdoa khusus untuknya. Kuasa doa tidak pernah dibatasi oleh jarak dan tempat. Di manapun kita berada dan bagaimanapun keadaannya, doa akan membawa dampak bagi orang yang kita doakan. Kita tak akan pernah tahu bagaimana cara Tuhan bekerja menjawab doa-doa kita, tetapi yang jelas sesuatu pasti terjadi. Doa membuat kita terheran-heran bahwa ternyata Tuhan dapat melakukan apa yang kita harapkan. Tidak ada alasan untuk tidak berdoa, karena perubahan pasti terjadi dan tanganTuhan bekerja ketika kita berdoa dengan kesungguhan hati. Jangan pernah meremehkan kuasa doa, karena doa akan membawa kita melihat serta mengalami mujizat demi mujizat. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memberi kami kuasa untuk berdoa. Melalui kuasa doa itu, Engkau senantiasa campur tangan dalam setiap pergumulan dan permasalahan hidupku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 13 Juli 2025Bacaan: "Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku." (Mazmur 31:10)Renungan: Suatu ketika saya bertemu dengan seorang pemuda yang minta didoakan. Ia mengungkapkan bahwa ia sungguh membenci ibunya karena ibunya berselingkuh dengan pria lain di hadapan ayahnya. Sang ayah tidak berdaya untuk menyadarkan sang ibu. Dia begitu dendam dengan ibunya bahkan ingin membunuh ibunya. Pengalaman pahit karena sikap ibunya, menimbulkan sakit hati dan luka yang begitu dalam. Disadari atau tidak, sakit hati itu merupakan suatu penjara yang sangat mengerikan. Sakit hati dapat membelenggu seseorang dan dapat menimbulkan penderitaan lain atau penyakit jasmani yang lain. Hal itu seperti dikatakan Daud, "... karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku." Melihat bahwa dampak yang ditimbulkan oleh sakit hati itu negatif, maka seharusnya kita berusaha untuk membebaskan diri daripadanya. Apakah kita saat ini sedang di penjara oleh sakit hati? Keluarlah dari penjara itu, karena hanya akan membuat kita menderita secara jasmani dan rohani. Jangan bersandar pada kekuatan kita sendiri, tapi mintalah kekuatan Tuhan untuk membebaskan kita dari penjara itu sehingga kita bisa melepaskan pengampunan pada orang yang telah menyakiti kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, saat ini aku begitu terbelenggu oleh rasa sakit hati terhadap seseorang. Aku sudah berusaha untuk mengampuninya, tetapi rasanya aku tidak mampu untuk melupakan peristiwa yang menyakitkan itu. Aku begitu tersiksa, dan dadaku terasa sesak bila mengingatnya. Aku mau bebas dari semua ini Tuhan. Tolong aku Tuhan. Jamah hatiku, beri ketenangan dalam hatiku, dan curahkan roh pengampun masuk dalam hatiku, agar aku mampu melepaskan pengampunan untuk orang-orang yang telah menyakitiku. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan : RP. John Laba, SDB Tangerang Yoh. 5:17-30