POPULARITY
Categories
Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi M.A - Bisnis Bukan Sekedar Untung Rugi Tapi Surga Neraka Ustadz DR. Erwandi Tarmizi, Ma
Send us Fan Mail
Di era bisnis yang bergerak begitu cepat, ukuran perusahaan bukan lagi jaminan. Kuncinya adalah seberapa cepat Anda membaca arah perubahan.Sering kali, banyak pebisnis sibuk mengejar omzet hingga lupa mengaudit relevansi pasar dan efisiensi operasional mereka. Di era yang brutal ini, berjalan tanpa data hanya akan membuat Anda tertinggal.Lewat episode kali ini, Kami akan membagikan insight tentang pentingnya Market Audit dan Agile Strategy. Kami ingin mengajak Anda berhenti berjalan dengan asumsi, dan mulai membangun bisnis yang adaptif serta berbasis data. Yuk, simak video ini sampai habis!
Eskalasi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat membawa dampak signifikan yang melampaui ranah politik, mulai dari lonjakan harga komoditas hingga gangguan rantai pasok global. Di episode ini, kami mengajak Anda untuk menelaah situasi ini secara mendalam agar dapat mengambil langkah adaptif, bukan reaktif. Kami telah merangkum strategi krusial bagi Anda, meliputi pengelolaan arus kas hingga penguatan relasi pelanggan di tengah inflasi.Tonton video ini untuk memastikan bisnis Anda tetap tangguh dan mampu menangkap peluang di tengah kritis.
Bersama Ligwina Hananto, kali ini kita membahas topik yang sering dianggap “nanti aja”—padahal dampaknya besar banget: dana pensiun & financial planning, khususnya buat pengusaha dan business owner.Banyak yang berpikir kalau punya bisnis = aman secara finansial. Tapi kenyataannya, tanpa perencanaan yang jelas, bisnis justru bisa jadi satu-satunya “sandaran” tanpa jaminan masa depan. Lewat obrolan santai tapi insightful kita akan membahas planning itu bukan pilihan, tapi kebutuhan. Dengarkan selengkapnya di episode ini!
Karena tidak mengantongi izin, resort milik perusahaan China di Maratua disegel.
Menjadi free agent tanpa afiliasi adalah salah satu pekerjaan yang tidak biasa di Indonesia namun makin diminati. Bagaimana caranya menjadi seorang Kolumnis dan Konsultan Bisnis Independen, plus bisa memiliki lifestyle pilihan? Lynda Ibrahim berbagi ceritanya.#lyndaibrahim #freelancer #columnist #budgeting #cauldrontalks #uncensoredtalks #andinieffendi #podcast #talkshow–Uncensored bersama Andini Effendi ingin memulai percakapan mengenai isu yang kerap dianggap tabu. The Elephant in the Room adalah topik yang diketahui semua orang, namun tidak banyak yang berani membicarakannya. Dengan berdiskusi secara terbuka, kami harap masyarakat bisa lebih terbuka pikiran dan hatinya.୨♡୧ New episode drops every Thursday! ୨♡୧☆ Jangan lupa follow & Subscribe kami ☆https://www.instagram.com/cauldrontalks/https://www.youtube.com/channel/UCIs1JAa6LciLsjwkQ-caGawhttps://fb.watch/dv-wICk08O/☆ Dengarkan juga podcast kami ☆https://open.spotify.com/show/6pHdBM4Jr0JMwBvbVCMiQI?si=cc66a009ea964c3ahttps://podcasts.apple.com/id/podcast/uncensored-with-andini-effendi/id1627192280☆ Host Andini Effendi ☆https://www.instagram.com/andinieffendi/☆ Lynda Ibrahim ☆https://www.instagram.com/lyndaibr/Timestamps00:00 Intro02:08 Keluarga underprivilege & Pendidikan07:21 S2 di luar negeri12:57 Awal karir15:41 Mulai menulis25:05 Miskonsepsi karir30:13 Jadi freelancer34:28 Life budgeting39:33 Basic foundation untuk freelancer42:27 Bisnis dan kenangan bersama bapak51:56 Kontribusi yang diinginkan
Di episode Podcast Kotak Masuk kali ini, kita bahas pengenalan Padel sebagai sportainment untuk warga-warga Indonesia yang belum familiar dengan olahraganya dan juga kita bahas padel dari sisi bisnis. Berapa investasi yang butuh dikeluarkan dan apakah masih menguntungkan? Langsung aja dengerin episode ini di channel favorit kalian!Stay tuned dengan follow podcast kami di platform podcast-mu dan follow IG Podcast Kotak Masuk di @podcastkotakmasuk. Join channel Telegram Podcast Kotak Masuk untuk ngobrol diskusi bareng dan dapat update episode terbaru dengan cepat!
Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi M.A. - LIVE Bisnis Halal, Rezeki Berkah
Send us Fan MailBanyak bisnis merasa sudah aktif promosi, tapi customer tetap lebih memilih kompetitor.Sering kali masalahnya bukan pada produk atau layanan Anda. Ada faktor penting yang kerap terlewat, namun justru sangat memengaruhi keputusan customer saat mencari bisnis di Google. Di episode kali ini, membahas insight penting yang perlu dipahami pemilik bisnis agar lebih mudah ditemukan, lebih dipercaya, dan lebih dipilih calon customer. Karena di era sekarang, terlihat di Google bukan lagi bonus, tapi kebutuhan untuk bertumbuh.Jika Anda memiliki bisnis dengan lokasi fisik dan ingin tahu apakah bisnis Anda sudah siap bersaing di Google? Cek sekarang melalui checklist GRATIS berikut ini
Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi M.A. - "Bisnis bukan sekedar untung Rugi tapi Surga Neraka" ~ Ustadz DR. Erwandi Tarmizi, MA
Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi M.A. - Keberkahan Muamalah Bisnis Para Sahabat
Hanya fokus untuk "selamat" dari krisis adalah cara tercepat untuk kehilangan arah. Faktanya, banyak bisnis tenggelam bukan karena kurang kuat, tapi karena terlalu lama diam di tempat.Di episode ini, kita bedah cara menjadi Navigator Bisnis:Filter Sinyal vs Noise: Cara tahu mana tren yang peluang dan mana yang cuma gangguan.The Death of Old Customer Profiles: Mengapa data pelanggan lama kamu mungkin sudah basi.Brand as a Compass: Membangun posisi brand yang membuatmu tetap dicari, bahkan saat badai ekonomi.Berhenti sekadar bertahan hidup. Mulailah beradaptasi dan pastikan brand kamu tetap jadi pilihan utama.
Bisnis Kafe atau Coffee Shop lagi marak banget di Indonesia. Dari UMKM sampai dengan brand-brand besar buka kedai kopi. Tapi ada satu hal yang jarang owner kafe ini lakukan untuk kelangsungan bisnisnya. Sudah hadir bersama kita Bapak Sony Tan, seorang pakar HR dan juga penulis buku "Jangan Buka Kafe Sebelum Baca Buku Ini" yang akan berbagi tips dan pengalamannya dalam mengelola bisnis kafe "Komuka". Simak selengkapnya!
Send us Fan MailBanyak bisnis tidak muncul di Google Maps, bukan karena bisnisnya tidak bagus
Banyak bisnis gagal bukan karena kurang strategi, melainkan karena terlalu percaya diri pada pola lama. Di tengah tren global yang terus berubah, ada satu ancaman yang jarang disadari: bias dalam pengambilan keputusan.Dalam episode ini, kita akan membedah mengapa keberhasilan masa lalu bisa menjadi jebakan berbahaya dan bagaimana echo chamber membuat bisnis kehilangan objektivitas. Kita juga akan membahas 3 blind spot krusial yang sering diabaikan owner, peran strategic contrarian, hingga cara melakukan stress-test strategi sebelum terlambat.Ini bukan tentang mengikuti tren, tapi tentang membangun decision clarity di tengah ketidakpastian. Untuk Anda business owner atau pemimpin strategis, video ini bisa jadi pembeda antara scaling atau stagnasi.
Tamu Putcast kali ini kita kedatangan Farchan Noor Rachman alias Efenerr yang dikenal sebagai Bapak Magic Indonesia di dunia perkopian lokal. Tak hanya soal kopi, obrolan ini juga mengupas tuntas pentingnya personal branding berbasis kompetensi agar tidak terjerumus membangun persona palsu di media sosial.
Send us Fan Mail
Send us Fan MailBisnis sudah berjalan lama, tapi tetap tidak muncul di Google Maps?Banyak pemilik bisnis merasa masalahnya ada di lokasi. Padahal hari ini, pelanggan tidak lagi bergantung pada lokasi fisik. Mereka mencari, membandingkan, lalu memilih bisnis langsung dari Google dan Google Maps. Jika bisnis Anda tidak terlihat di sana, peluang pelanggan datang bisa hilang setiap hari.Di episode ini, Anda akan melihat kesalahan fatal yang sering terjadi dalam pengelolaan Google Business Profile, alasan kompetitor terlihat lebih unggul di pencarian, serta cara sederhana untuk memastikan bisnis Anda benar-benar muncul, terlihat profesional, dan dipercaya pelanggan.
Guru Inc merupakan sebuah konsep revolusioner yang memadukan otoritas pribadi dengan model bisnis perusahaan media di era ekonomi kreator. Inti dari gagasan ini adalah transformasi seorang ahli (expert) menjadi sosok "Guru", yaitu pemimpin pemikiran yang tidak hanya sekadar membagikan informasi teknis, tetapi mampu memberikan perubahan hidup yang nyata bagi audiensnya. Dalam dunia yang kini dipenuhi oleh kebisingan digital, Guru Inc menawarkan peta jalan bagi siapa pun untuk membangun panggungnya sendiri tanpa perlu menunggu izin dari penjaga gerbang media tradisional, dengan menjadikan keahlian unik sebagai fondasi utama sebuah imperium bisnis yang berkelanjutan. Strategi utama dalam membangun Guru Inc terletak pada penguasaan terhadap "ekonomi perhatian" melalui tiga langkah strategis: memiliki kategori spesifik (Own Your Category), menciptakan metode unik (Create Your Method), dan membangun program yang konsisten (Build Your Programming). Proses ini digambarkan melalui "Tangga Guru", di mana seseorang berevolusi secara bertahap dari seorang Generalis menjadi Spesialis, kemudian Otoritas, hingga akhirnya mencapai puncak sebagai Guru yang menginspirasi gerakan. Dengan mengemas pengetahuan ke dalam sistem yang dapat diulang dan dipelajari, seorang Guru beralih dari sekadar mengejar jumlah pengikut (followers) menuju pembangunan komunitas "penganut" (believers) yang setia terhadap nilai dan visi yang ditawarkan. Keberhasilan jangka panjang dalam model Guru Inc sangat bergantung pada filosofi pelayanan tulus (Seva) dan penggunaan metrik yang tepat, seperti Return on Attention Created (ROAC). Berbeda dengan pemasaran konvensional yang sering kali bersifat manipulatif, Guru Inc menekankan pentingnya integritas dan kemanusiaan untuk membangun kepercayaan mendalam, terutama di pasar seperti Indonesia yang sangat menghargai hubungan personal. Pada akhirnya, menjadi Guru Inc bukan hanya tentang meraih popularitas atau keuntungan finansial, melainkan tentang keberanian untuk menyadari potensi diri yang tak terbatas dan menggunakannya untuk melayani orang lain, menciptakan dampak positif yang melampaui kepentingan pribadi.
Send a textBanyak pemilik bisnis percaya bahwa lokasi menentukan bisnis ramai atau sepi. Padahal hari ini pelanggan tidak hanya mengandalkan lokasi fisik.Sebelum datang ke sebuah tempat, mereka biasanya mencari dan membandingkan bisnis di Google dan Google Maps. Salah satu klien kami, Panti Sehat Az-Zahra, sebuah klinik terapi akupuntur dan bekam, memiliki lokasi di gang buntu dan tidak berada di area strategis. Namun setelah menggunakan layanan dari ToffeeDev, bisnisnya mulai lebih mudah ditemukan di Google dan semakin banyak dicari pasien.Di Podcast kali ini Anda akan menemukan:• Kesalahan fatal yang sering dilakukan bisnis• Mitos vs realita tentang lokasi bisnis• Insight perilaku pelanggan modern, terutama di momen Ramadan
Di #UnderdogStory kali ini kita kedatangan Dina, seorang #womenpreneur yang berani masuk ke industri yang didominasi laki-laki: #Protein Powder. Bisnis ini nggak lahir dari sekadar pengen cuan, melainkan dari pain dan #trauma dari Dina. Pelajari playbook #bisnis dari Dina, lo bisa langsung skip ke bagian yang lo suka dengan klik timestamp ini :00:00 Opening01:49 “WHY” dibalik bisnisnya Dina07:10 Masuk ke Industri Nutrisi dengan POV Antimainstream17:29 Jadi Yang “Beda” dan Dipercaya27:05 Protein Dari Solo untuk Indonesia34:48 Menginfluence Orang Tua untuk Hidup Sehat42:19 Being A Woman in A Male Dominated Industry48:02 Bisnis Nggak Akan Kemana-mana Kalo Founder Nggak Mau Belajar
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa beberapa bisnis, seperti hotel berbintang, bisa memberikan layanan yang begitu mulus dari awal hingga akhir? Jawabannya bukan kebetulan, melainkan Service Blueprint.Dalam episode ini, kami akan mengupas tuntas cara menyusun peta visual layanan Anda. Menggunakan studi kasus operasional hotel, kita akan mempelajari bagaimana membedah setiap langkah interaksi konsumen untuk menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.
Send a textApakah bisnis Anda benar-benar akan ramai di Ramadan, atau hanya berharap ramai? Banyak pemilik bisnis sudah menyiapkan paket spesial dan dekorasi Ramadan, tetapi reservasi tetap belum penuh. Di era digital, pelanggan memilih dalam hitungan detik berdasarkan apa yang mereka lihat di Google: lokasi, foto, rating, dan kemudahan reservasi. Ramadan bukan soal siapa paling murah, tapi siapa paling mudah ditemukan dan paling meyakinkan.Di episode ini, Ryan Kristo Muljono akan membahas tentang banyaknya bisnis kehilangan momentum Ramadan dan cara membuat bisnis Anda menjadi pilihan utama bukber tanpa perang diskon.
Banyak bisnis jalan di tempat bukan karena ekonomi lesu, tapi karena pemimpinnya terjebak dalam asumsi yang tak pernah diuji. Satu keputusan salah di level atas bisa membakar waktu dan energi tanpa hasil nyata.Di episode kali ini, kita akan mengupas tuntas bagaimana Decision Clarity mampu mengubah bisnis yang chaos menjadi sistem yang terukur dan berkelanjutan. Khusus untuk para leader yang siap tumbuh secara strategis.
Renungan D'Message || MENGELOLA BISNIS ALLAH II Ps. Steven Liem
Send a textBanyak pemilik bisnis lokal merasa bingung dan frustrasi. Bisnis sudah lama berdiri, lokasi jelas, produk dan layanan berkualitas, namun tetap tidak muncul di Google dan Google Maps.Masalahnya bukan sekadar soal lokasi atau kualitas. Ada alasan mengapa Google “memilih” bisnis tertentu untuk ditampilkan di hasil pencarian, dan banyak pemilik usaha tidak menyadari kesalahan-kesalahan mendasar yang membuat bisnis mereka sulit ditemukan. Di episode ini, Ryan Kristo Muljono akan membahas secara jelas dan praktis tentang Google tidak “memilih” bisnis Anda, dan kesalahan paling umum yang membuat bisnis lokal sulit ditemukan.Ini bukan soal trik SEO atau teknis rumit, ini soal bagaimana Google membaca bisnis Anda.Jika Anda ingin bisnis Anda lebih mudah ditemukan oleh pelanggan di sekitar, meningkatkan visibilitas secara organik, dan memahami cara kerja Google dengan lebih sederhana, episode ini wajib Anda dengarkan sampai selesai Klaim Free Local SEO Audit sekarang di https://lbo.toffeedev.com dan cek visibilitas bisnis Anda hari ini.
Aldio Pramudya Gunadi — atau lebih dikenal sebagai Aldio Ogut 'Mudacumasekali', mungkin hari ini dikenal sebagai creatorpreneur yang mengedukasi ribuan orang untuk menghasilkan uang dari konten digital. Tapi perjalanan menuju titik ini jauh dari mulus.Lulusan MBA dari ITB ini sempat bekerja di salah satu Big 4 sebagai konsultan dengan karier yang stabil dan prestisius. Namun di tengah kenyamanan itu, Ogut justru merasa hidupnya tidak bergerak ke arah yang ia inginkan. Ia lalu membuat keputusan besar: resign.Pilihan pertama setelah resign? Bisnis ayam bakar.Dengan teori bisnis yang ia pelajari bertahun-tahun, ia merasa sudah menyiapkan semuanya dengan baik. Namun realitas jauh berbeda, bisnis itu justru gagal total. Dari situ, Ogut menyadari satu hal penting:“Gelar MBA tidak menjamin bisnismu berjalan. Teori tidak bisa menggantikan realita.”Kegagalan itu justru menjadi titik balik. Ogut memutuskan untuk memulai dari nol: membuat konten, membangun komunitas, dan membagikan semua proses hidupnya secara jujur. Dari situ lahirlah Akademi Creator, tempat ia membantu orang-orang membangun pemasukan melalui media sosial — bukan sekadar viral, tapi sustainable dan berkelanjutan.Episode ini adalah bahan bakar bagi siapa pun yang sedang mencari arah, ingin pivot karier, atau sedang membangun bisnis dan konten dari nol.Selamat menyaksikan! Jangan lupa subscribe supaya tidak ketinggalan episode lainnya di Helmy Yahya Bicara.
Send a textAnda sudah membangun bisnis dari 1 cabang menjadi 5, 10, bahkan puluhan cabang. Tapi kenapa masih ada cabang yang sepi—bahkan kalah dari kompetitor di sebelah?Faktanya, banyak bisnis franchise justru gagal di level cabang. Bukan karena produk atau pelayanannya buruk, tetapi karena cabangnya tidak muncul di Google Maps, profil bisnisnya tidak lengkap, dan review pelanggan dibiarkan tanpa pengelolaan yang serius.Di episode ini, Ryan Kristo Muljono membahas tentang bisnis multi-branch kehilangan pelanggan sejak tahap pencarian, kesalahan umum saat cabang dikelola tanpa sistem terpusat, serta peran besar Google Business Profile, rating, dan review dalam keputusan pelanggan.
Hai, Sobat Cuan..Sadar nggak sih, kalau ide kalian itu bisa jadi mesin cuan? Tapi tentu aja, cuan itu nggak datang cuma dari ide bagus, perlu cara kelola dan strategi yang tepat. Apalagi di era digital, ide bisa viral dalam semalam. Tanpa strategi hukum dan bisnis yang tepat, ide yang harusnya jadi mesin cuan justru bisa diambil, ditiru, atau jadi masalah di kemudian hari. Di episode kali ini kita akan ngobrol soal gimana caranya mengelola ide supaya punya nilai ekonomi, dari sisi bisnis sampai perlindungan hukumnya. Jadi simak obrolan lengkapnya bersama Maria Katarina dan Rio Christiawan selaku Pakar Hukum Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta hanya di podcast Cuap Cuap Cuan. Stay tuned ya!Sobat Cuan, jangan lupa ya untuk follow IG @cuap_cuan, dan juga subscribe YouTube channel Cuap Cuap Cuan, lalu di-like, comment, dan share.Salam cuan!
Send us a textPernah sadar nggak, kenapa pelanggan sekarang makin pilih-pilih bisnis?Hari ini, pelanggan tidak lagi asal masuk. Mereka riset dulu dengan cara lihat konten di sosial media, cek Google Maps, baca review, lihat foto, jam buka, dan seberapa meyakinkan bisnis Anda terlihat. Masalahnya, banyak bisnis yang bagus, tapi tidak muncul atau tidak terlihat meyakinkan saat dicari.Di episode ini, akan membahas cara pelanggan memilih bisnis di era sekarang, dan Google Maps bukan lagi sekadar peta, tapi tempat pelanggan mengambil keputusan.
MetroTV, Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku heran dengan kuatnya dugaan intervensi Riza Chalid dalam bisnis minyak. Pernyataan ini kembali memantik sorotan publik terhadap tata kelola sektor energi nasional.
Bisnis pinjam meminjam lewat platform digital sekarang ini bukan bisnis yang mudah untuk digeluti, karena satu persatu perusahaan fintech lending angkat kaki dan yang terbaru adalah grub dari astra juga mengundurkan diri dari bisnis fintech lending.
Practical Empathy, atau empati kognitif, bukan sekadar perasaan kasihan atau ikut sedih saat orang lain berduka, melainkan sebuah keterampilan strategis untuk memahami pola pikir orang lain secara netral. Dalam dunia profesional, ini berarti kita berupaya menangkap penalaran, reaksi, dan prinsip yang mendasari tindakan seseorang tanpa mencampuradukkannya dengan emosi pribadi kita sendiri. Dengan memisahkan antara "merasakan" dan "memahami," kita dapat membangun fondasi komunikasi yang lebih kuat dan objektif, yang sangat krusial bagi para desainer, manajer, maupun pemimpin dalam mengambil keputusan yang tepat sasaran. Penerapannya dilakukan melalui teknik "Sesi Mendengarkan" yang mendalam, di mana kita memposisikan diri sebagai seorang turis yang tidak tahu apa-apa dan membiarkan narasumber menjadi pemandu ceritanya. Alih-alih membawa daftar pertanyaan wawancara yang kaku, kita harus berani melepas kendali dan mengikuti alur berpikir subjek guna menggali motivasi batin mereka yang sering kali tidak terungkap lewat data statistik semata. Kunci keberhasilannya terletak pada kemampuan kita untuk menunda penilaian (judgment) dan benar-benar hadir secara mental untuk menyerap perspektif unik mereka tanpa interupsi dari asumsi atau bias pribadi. Pada akhirnya, mengadopsi empati praktis adalah tentang menciptakan keseimbangan antara data kuantitatif dan pemahaman kualitatif yang manusiawi dalam setiap inovasi. Bisnis yang hanya mengejar angka sering kali kehilangan arah karena gagal memahami alasan di balik perilaku penggunanya, sedangkan organisasi yang berempati mampu menciptakan solusi yang benar-benar relevan dan bermakna bagi kehidupan manusia. Dengan memahami manusia di balik setiap interaksi, kita tidak hanya meningkatkan kualitas produk dan layanan, tetapi juga memupuk kolaborasi yang lebih kreatif serta lingkungan kerja yang lebih inklusif.
Dari renovasi kamar mandi → bos #property Aussie. Ko Iwan Sunito merintis dari nol dan harus ngelewatin near death experience sebelum bisa sampai di posisi CEO. Sejam ke depan merangkum 20 tahun insight #bisnis dan #leadership beliau. Catet, praktekin, share kalau lo merasa berguna, biar temen lainnya bisa growTonton obrolan lengkap gue bareng Ko Iwan di The Compound Club ➡️ https://fellexandroruby.com/deep-dive-from-pangkalan-bun-to-australia/Timestamp00:00 Opening03:59 Paradigm Shift: From Inferior to Superior08:59 Learning Slow is Faster11:39 Everybody Can Be Successful13:31 Talent Is Not Born but Grown17:45 Perseverance, Perspiration & Speaking Life26:50 Be Grateful for Every Trial30:51 Live For Another Day37:57 How to Get $1M: Start with Your Why
Send us a textBisnis Anda mulai sepi, pelanggan makin jarang datang, dan omzet terasa menurun?Banyak pemilik bisnis tidak sadar bahwa kebangkrutan jarang datang tiba-tiba. Biasanya dimulai dari tanda kecil yang diabaikan—pelanggan berkurang, toko makin sepi, dan bisnis perlahan kehilangan perhatian di pencarian lokal.Di episode ini, saya membahas kenapa banyak bisnis mulai sepi tanpa disadari dan apa yang membuat pelanggan berhenti memilih sebuah bisnis. Jika Anda merasa sudah berusaha tapi hasilnya tidak berubah, kemungkinan masalahnya bukan di produk atau harga, melainkan di cara bisnis Anda ditemukan dan dinilai pelanggan.Kabar baiknya, kondisi ini masih bisa dicegah. Dengan pendekatan yang tepat, bisnis bisa kembali terlihat, dipercaya, dan dipilih.
Send us a textPernah sadar nggak? Dalam hitungan detik, pelanggan sudah memutuskan untuk pilih bisnis Anda, atau lanjut ke kompetitor hanya dari Google Maps.Banyak pemilik bisnis merasa produknya bagus, layanannya oke, tapi pelanggan tetap jarang datang. Bukan karena kualitas Anda kalah, melainkan karena Google Business Profile terlihat “mati”.Padahal solusinya tidak ribet. Bisnis yang sering dipilih di Google Maps biasanya melakukan 3 hal sederhana:1️⃣ Upload foto terbaru secara rutin2️⃣ Membalas ulasan pelanggan dengan profesional3️⃣ Posting update agar bisnis terlihat hidup
Membangun bisnis hijau di tengah krisis iklim saat ini menuntut lebih dari sekadar niat baik dan semangat yang meluap; ia membutuhkan kerangka kerja kewirausahaan yang sangat disiplin. Berbeda dengan industri digital yang lincah, sektor energi dan iklim melibatkan tantangan infrastruktur fisik, rantai nilai yang kompleks, serta regulasi yang ketat. Dengan mengadopsi pendekatan sistematik seperti yang diajarkan oleh Ben Soltoff, para inovator muda harus mampu membedah lanskap masalah secara mendalam sebelum meluncurkan solusi teknis. Kunci keberhasilan terletak pada kemampuan menyelaraskan misi penyelamatan planet dengan unit ekonomi yang sehat, sehingga dampak lingkungan yang diciptakan dapat berjalan beriringan dengan kelangsungan bisnis yang mandiri. Bagi anak muda di Indonesia, tantangan sebagai negara kepulauan yang rentan terhadap dampak iklim justru menjadi laboratorium inovasi yang paling subur. Melalui Riset Pasar Primer (PMR) yang jujur dan strategi Beachhead Market, wirausahawan dapat menemukan ceruk pasar kecil yang memiliki masalah paling akut—baik itu di sektor energi terbarukan, manajemen sampah kota, maupun pertanian regeneratif. Fokus pada pasar awal ini memungkinkan inovator untuk memvalidasi solusi mereka, membangun kredibilitas, dan menurunkan hambatan ekonomi seperti green premium. Di sini, kolaborasi antar pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah desa hingga korporasi besar—menjadi jauh lebih krusial dibandingkan kompetisi untuk memastikan solusi hijau tersebut dapat terintegrasi dengan kearifan lokal. Pada akhirnya, perjalanan menjadi changemaker di sektor hijau adalah sebuah maraton yang membutuhkan ketangguhan mental dan literasi finansial yang mumpuni. Generasi muda Indonesia memiliki posisi strategis untuk memimpin revolusi industri hijau global dengan memanfaatkan kekayaan biodiversitas dan potensi ekonomi rendah karbon di tanah air. Dengan disiplin dalam mengeksekusi ide, keberanian untuk belajar dari kegagalan, dan integritas dalam mengukur dampak karbon yang nyata, setiap langkah kecil yang diambil akan menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih layak huni. Krisis iklim saat ini adalah panggilan sejarah bagi para pemuda untuk bertindak sebagai garda terdepan yang membawa keadilan dan kemakmuran hijau bagi seluruh penghuni bumi.
Tahun 2026 akan menjadi masa seleksi bagi dunia usaha. Kami percaya bahwa kegagalan bisnis di masa ini bukan sekadar soal kualitas produk, melainkan karena strategi yang tidak lagi sejalan dengan perkembangan zaman. Pada episode ini, kami mengulas tuntas mengenai: - Perbandingan mendalam antara strategi lama dan strategi baru 2026.- Bagaimana kami memandang peran AI dalam mempercepat pengambilan keputusan. - Alasan mengapa kepercayaan, personalisasi, dan keamanan data kini menjadi aset terpenting bagi kami. - Langkah-langkah adaptasi yang bisa diterapkan oleh bisnis skala kecil. Jika Anda ingin membangun bisnis yang berkelanjutan dan tahan krisis, video ini adalah peta awal yang kami siapkan untuk Anda.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 6 Januari 2026Bacaan: "Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal. " (Ibrani 2:2) Renungan: Seorang ibu muda yang bernama Rosa memulai bisnis bersama tantenya, yaitu bisnis jual beli rumah dan tanah. Rosa sangat percaya kepada tantenya tersebut dalam hal mengelola keuangan. Bisnis mereka berjalan dengan baik dan menghasilkan banyak uang. Seiring dengan berjalannya waktu, tantenya berubah tidak taat pada peraturan yang berlaku dan memanipulasi data dan menipu Rosa senilai Rp. 300 juta. Hubungan persaudaraan tetap baik tetapi Rosa tidak percaya lagi kepada tantenya dan Rosa pun keluar dari usaha yang mereka buka bersama. Akhirnya usaha itu tidak berjalan dengan baik dan tutup. Begitulah jika seseorang memiliki sifat serakah, tidak peduli pada peraturan yang ada, yang penting dirinya mendapat keuntungan besar. Jika Tuhan memberi kepercayaan kepada kita untuk mengerjakan sebuah tugas, itu adalah anugerah dan berkat yang tak ternilai karena tidak semua orang mendapatkan kepercayaan itu. Ini adalah mandat atau tugas yang harus dipertanggungjawabkan. Kita teringat kepada tokoh Alkitab yang bernama Saul. Tuhan sendirilah yang memilih Saul menjadi raja pertama bangsa Israel melalu Nabi Samuel. Awal kepemimpinan Saul berjalan dengan baik, dan dipertegas dengan kemenangannya di Yabesh-Gilead. Kemudian ia dinyatakan sebagai raja di Gilgal setelah ia memimpin bangsanya memenangkan pertempuran di medan perang. Akan tetapi, Raja Saul berubah tidak taat kepada Tuhan. Apa yang dilakukan Raja Saul? Raja Saul melakukan penyembelihan korban yang seharusnya adalah tugas Samuel. Hal inilah yang mengawali kejatuhan Raja Saul sebagai raja atas Israel. Kejatuhan Raja Saul berlanjut dalam peristiwa perang melawan Amalek, di mana dia tidak memusnahkan seluruh kaum Amalek dan ternak milik mereka seperti yang telah diperintahkan oleh Tuhan. Raja Saul mengabaikan perintah Tuhan dengan tidak membunuh Raja Agag beserta ternak yang dipilihnya. Raja Saul lebih takut kepada manusia daripada kepada Tuhan. Akibatnya pun fatal, yakni Tuhan menarik Roh-Nya dari Raja Saul dan Tuhan tidak percaya lagi kepadanya. Raja Saul menanggung akibat dari perbuatannya yang melanggar perintah Tuhan, yang dia lakukan tidak hanya sekali tetapi beberapa kali. Apa pelajaran yang kita dapat dari dua kisah di atas? Pelajaran pertama adalah jika kita diberikan kepercayaan oleh Tuhan, taatilah dan lakukanlah kehendak-Nya dengan setia. Jika kita dipercaya dalam berbisnis, taatilah peraturan yang telah ditetapkan atau kesepakatan yang telah ditentukan bersama. Pelajaran kedua yang dapat kita renungkan adalah jangan menyalahgunakan kekuasaan yang dipercayakan kepada kita, baik itu dari Tuhan atau rekan bisnis kita, bahkan dari siapa pun yang telah memberikan kepercayaan kepada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk tetap menjaga kepercayaan yang telah Kau berikan kepadaku dan jangan biarkan aku mengecewakan Engkau dan orang lain yang selama ini percaya padaku. Amin. (Dod).
Send us a textSudah kasih diskon besar-besaran, tapi bisnis tetap tidak pernah benar-benar ramai?Masalahnya bukan di produk atau usaha Anda. Masalahnya, pelanggan hari ini memilih bisnis yang terlihat terpercaya dan profesional di Google, bukan sekadar yang paling murah. Saat bisnis Anda tidak terlihat meyakinkan, pelanggan yang sudah siap beli akan berpindah ke kompetitor.Di episode ini, kami membahas cara membangun kepercayaan pelanggan dan membuat bisnis Anda tampil lebih profesional di Google Maps, agar pelanggan memilih Anda bahkan tanpa diskon.
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa raksasa seperti Honda selalu menempelkan namanya di setiap produk baru, sementara Unilever justru menyembunyikan identitas induknya di balik merek seperti Lifebuoy atau Clear?Dalam episode singkat ini, kami akan membongkar rahasia di balik strategi Umbrella Branding dan bagaimana analogi "payung" ini bekerja dalam menjaga persepsi kualitas konsumen secara instan. Namun, waspadalah karena strategi ini ibarat pedang bermata dua, satu kesalahan kecil pada satu produk bisa menghancurkan reputasi seluruh keluarga besar merek tersebut. Simak penjelasan lengkapnya untuk mengetahui kapan sebuah bisnis harus menggunakan satu identitas besar dan kapan mereka harus memisahkan setiap produknya agar tetap aman di pasar.
Send us a textBisnis sudah siap, produk sudah oke, layanan jalan juga. Tapi tetap sepi dan tidak muncul di Google?Masalahnya sering bukan di kualitas bisnis, tapi di cara pelanggan mencari. Banyak pemilik bisnis menjelaskan usahanya dengan bahasa sendiri. Saat kata yang digunakan bisnis tidak selaras dengan cara pelanggan mencari, Google tidak menangkap relevansinya. Akibatnya, kompetitor yang “berbicara dengan bahasa pelanggan” justru muncul lebih dulu dan dipilih.Di episode ini, akan membahas bisnis bisa kalah muncul meski sudah siap, dan cara memahami Google dan pelanggan benar-benar bekerja. Jika bisnis Anda terasa jalan di tempat, ini bagian yang perlu Anda pahami. Klaim Free Local SEO Audit sekarang di https://lbo.toffeedev.com dan cek visibilitas bisnis Anda hari ini.
Ini bisa dibilang sequel dari episode podcast Ombe Kofie sebelumnya. Kalau yang lalu bahas cerita awal dan suksesnya bareng Om, sekarang kita lihat proses jatuh-bangun di balik dapur Ombe bareng Tante Wiwid dan employee terlama ke-2 mereka, Heru—dari cara mereka bangun bisnis yang sustainable, jagain dan siapin tim buat oper tongkat estafet, sampe menjaga kualitas selama 1 dekade. #podcastclips #bisnis #bisnisanakmuda
Episode kali ini ga bakal cuma ngupas Tinggal Meninggal, tapi juga ngulik proses dan cara kerja industri perfilman Indonesia: Ernest Prakasa bakal bahas kenapa hari pertama krusial banget buat film yang baru rilis, sepenting itu nemu sosok yang tepat waktu casting, dan reminder buat kreator untuk fokus ke bikin cerita yang solid, bukan cuma scaling up. Enjoy the podcast!
Belajar langsung sama otak di balik campaign #viral rumah dalam mall-nya Arief Muhammad: Fauzan Sahab, CEO Lifetime Design. Banyak banget insight daging yang bibakalsa lo dapetin dari tujuh belas tahun bangun #bisnis—dari hiring orang yang tepat, manage team 300 orang, dan client #retention yang jadi rahasia usaha bertahan long term.
As reported, in Australia, around 7.6 million tonnes of food is wasted every year. One female-founder has developed a solution in a box. - Sebagaimana dilaporkan, di Australia sekitar 7,6 juta ton makanan terbuang setiap tahunnya. Seorang pendiri start up wanita berhasil mengembangkan solusi komprehensif untuk masalah ini.
Did you know that people offering taxi services from home need to register for Goods and Services Tax (GST)—regardless of how much they earn? Or that a fitness instructor needs local council approval to see clients at home? In this episode, we unpack the basic rules you need to know when setting up a home-based business in Australia. - Tahukah Anda bahwa orang yang menawarkan layanan taksi dari rumah perlu mendaftar untuk Pajak Barang dan Jasa (GST) — terlepas dari berapa banyak yang mereka hasilkan? Atau bahwa instruktur kebugaran membutuhkan persetujuan dewan lokal untuk melihat klien di rumah? Dalam episode ini, kami membongkar aturan dasar yang perlu Anda ketahui saat mendirikan bisnis berbasis rumah di Australia.
The Master of Indigenous Business Leadership aims to encourage the next generation and diversify the sector. - Magister Kepemimpinan Bisnis Pribumi bertujuan untuk mendorong generasi berikutnya dan mendiversifikasi sektor tersebut.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 20 Juni 2025Bacaan: "Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu." (1 Petrus 1:14) Renungan: Seorang ibu muda memulai bisnis bersama tantenya, yaitu bisnis jual beli rumah dan tanah. Ia sangat percaya kepada tantenya tersebut dalam hal mengelola keuangan. Bisnis mereka berjalan dengan baik dan menghasilkan banyak uang. Seiring dengan berjalannya waktu, tantenya berubah tidak taat pada peraturan yang berlaku dan memanipulasi data dan menipunya senilai Rp. 300 juta. Hubungan persaudaraan tetap baik tetapi ia tidak percaya lagi kepada tantenya dan ia pun keluar dari usaha yang mereka buka bersama. Akhirnya usaha itu tidak berjalan dengan baik dan tutup. Begitulah jika seseorang memiliki sifat serakah, tidak peduli pada peraturan yang ada, yang penting dirinya mendapat keuntungan besar. Jika Tuhan memberi kepercayaan kepada kita untuk mengerjakan sebuah tugas, itu adalah anugerah dan berkat yang tak ternilai karena tidak semua orang mendapatkan kepercayaan itu. Ini adalah mandat atau tugas yang harus dipertanggungjawabkan. Kita teringat kepada tokoh Alkitab yang bernama Saul. Tuhan sendirilah yang memilih Saul menjadi raja pertama bangsa Israel melalu Nabi Samuel. Awal kepemimpinan Saul berjalan dengan baik, dan dipertegas dengan kemenangannya di Yabesh-Gilead. Kemudian ia dinyatakan sebagai raja di Gilgal setelah ia memimpin bangsanya memenangkan pertempuran di medan perang. Akan tetapi, Raja Saul berubah tidak taat kepada Tuhan. Apa yang dilakukan Raja Saul? Raja Saul melakukan penyembelihan korban yang seharusnya adalah tugas Samuel. Hal inilah yang mengawali kejatuhan Raja Saul sebagai raja atas Israel. Kejatuhan Raja Saul berlanjut dalam peristiwa perang melawan Amalek, di mana dia tidak memusnahkan seluruh kaum Amalek dan ternak milik mereka seperti yang telah diperintahkan oleh Tuhan. Raja Saul mengabaikan perintah Tuhan dengan tidak membunuh Raja Agag beserta ternak yang dipilihnya. Raja Saul lebih takut kepada manusia daripada kepada Tuhan. Akibatnya pun fatal, yakni Tuhan menarik Roh-Nya dari Raja Saul dan Tuhan tidak percaya lagi kepadanya. Raja Saul menanggung akibat dari perbuatannya yang melanggar perintah Tuhan, yang dia lakukan tidak hanya sekali tetapi beberapa kali. Apa pelajaran yang kita dapat dari dua kisah di atas? Pelajaran pertama adalah jika kita diberikan kepercayaan oleh Tuhan, taatilah dan lakukanlah kehendak-Nya dengan setia. Jika kita dipercaya dalam berbisnis, taatilah peraturan yang telah ditetapkan atau kesepakatan yang telah ditentukan bersama. Pelajaran kedua yang dapat kita renungkan adalah jangan menyalahgunakan kekuasaan yang dipercayakan kepada kita, baik itu dari Tuhan atau rekan bisnis kita, bahkan dari siapa pun yang telah memberikan kepercayaan kepada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk tetap menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepadaku dan jangan biarkan aku mengecewakan Engkau dan orang lain. Amin. (Dod).