POPULARITY
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Komunitas Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Mikha 2: 1-5; Mazmur tg 10: 1-2.3-4.7-8.14; Matius 12: 14-21.TUHAN SEDANG TIDAK BERSEMBUNYI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tuhan Sedang Tidak Bersembunyi.Tahun ajaran untuk sekolah-sekolah sampai tingkat menengah baru saja dimulaidalam minggu ini. Pada umumnya kegiatan belajar-mengajar berlangsung di tengahmusim panas dan kering yang dapat memberi dampak kurang baik dalam kegiatan paramurid dan guru di sekolah. Hawa yang panas mereka rasakan baik di dalam ruangankelas maupun di luar dan terlebih-lebih saat mereka bermain di lapangan. Di desa-desa pelosok, para murid berjalan kaki setiap hari dari rumah dansekolah. Mereka ditimpah panas terik dan bermandi debu di sepanjang jalan. Tidakjarang mereka sakit karena cuaca yang panas dan kering itu. Ada seorang siswaSMP menulis di halaman media sosialnya, berupa tantangan yang ditujukan kepadaTuhan. Ia berkata begini: "Ini adalah ancaman yang serius terhadapkehidupan. Tuhan sepertinya sedang sembunyi dan tidak berada di dekat kitauntuk menolong kita." Ungkapan hati siswa ini mewakili perasaan susah, kuatir, kurang sabar danpesimis banyak orang di dalam dunia saat ini. Perasaan-perasaan ini merupakansesuatu yang wajar bagi kita manusia dan tidak ada salahnya kalau kitamenyampaikan keluhan atau desakan kepada Tuhan untuk membantu kita. Peristiwayang dikisahkan di dalam Injil tentang Yesus meredakan angin topan dangelombang ganas yang hampir membinasakan para murid-Nya, sangat jelasmemberikan kita keyakinan bahwa Tuhan tidak diam atau bersembunyi. Injil kita pada hari ini juga menggambarkan bagaimana Yesus memilihmenghindar dan bersembunyi, pada saat ancaman musuh dan kejahatan ada di depanmata. Ada persekongkolan yang merancang kejahatan atas diri Yesus dan seluruhkarya-Nya, tetapi Yesus menyingkirkan diri. Jika seorang pimpinan atau kepalamemilih untuk meninggalkan tanggung jawabnya, maka kita dapat memahaminya bahwapekerjaan, perjuangan atau tugasnya gagal. Sekiranya hidup kita di dunia ini hanya memusatkan perhatian kepadakekerasan, kejahatan dan ancaman musuh, kita adalah makhluk yang hidup dalamketakutan dan dunia ini adalah seperti rimba raya yang mengerikan. Tuhan memangdipandang atau dipahami berdiam dan bersembunyi, tetapi Ia sesungguhnya berdiamdi dalam hati kita. Ia mengisi ruang-ruang pemahaman dan keyakinan iman kita.Ia bekerja sebagai Roh Kudus yang tak kelihatan, tetapi menyediakan segalasesuatu baik sebagai kata maupun tindakan, sehingga kita menjadi mampu untukmenghadapi musuh-musuh. Hidup kita sebenarnya tetap berpusat pada kerajaan Allah dan jalan yangkita lalui ialah jalan Yesus Kristus. Jika sampai detik ini kita dapatmenikmati hidup di tengah suasana yang tidak baik dengan suatu cara penyesuaiandiri untuk kenyataan hidup yang baru, ini merupakan jalan yang diberikan Tuhankepada kita. Ia sesungguhnya berada bersama kita dan membimbing hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, di dalam tanganmu kami menaruh segala harapan dannasib hidup kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
Episode kali ini kita ngobrol bareng Wellson dari ReArchivu soal satu pertanyaan yang sering jadi debat: review game itu seharusnya objektif atau subjektif? Dari Fatal Frame sampai Need for Speed, dari Final Fantasy sampai Pokémon, kita bahas semuanya!⏱️ Timestamps:00:00 — Pembukaan & Intro Wellson (ReArchivu)03:27 — Perkenalan ReArchivu & Media Game07:59 — Workflow Nulis Review Game13:27 — Horor & Studi Kasus Fatal Frame22:59 — Nostalgia & Re-evaluasi Game Klasik27:59 — Kredibilitas Reviewer & Media35:45 — Objektif vs Subjektif — Inti Bahasan45:00 — Faktor Teknis & Visual dalam Review52:00 — Final Fantasy, Pokémon & Budaya Fans58:00 — Pokémon vs Digimon & Industri Game1:08:00 — Fandom & Kultur Gaming1:16:00 — Game Journalism & Opini Publik1:28:00 — Closing & Rekomendasi ReArchivuhttps://rearchivu.media/ | https://www.facebook.com/ReArchivu | https://www.instagram.com/rearchivu/ | https://x.com/Rearchivu | https://www.youtube.com/@ReArchivu |
Banyak bisnis gagal bukan karena produknya jelek...Tapi karena owner-nya terlalu sibuk jatuh cinta sama idenya sendiri sampai lupa mendengar pelanggan.Di episode ini kami akan akan membahas kenapa seorang CEO atau Business Owner wajib punya innovation mindset yang berbasis data dan suara pasar — bukan asumsi pribadi.Karena hari ini, bisnis yang bertahan bukan yang paling besar modalnya. Tapi yang paling relevan dengan kebutuhan pelanggan.Di episode ini Anda akan belajar:• Kenapa riset pelanggan adalah intelijen bisnis• Cara mengubah komplain jadi peluang cuan• Pentingnya budaya data-driven dalam tim• Mindset inovasi yang scalable untuk business ownerKalau Anda seorang founder, owner, atau leader yang ingin bisnisnya terus relevan di tengah perubahan pasar yang cepat, episode ini wajib ditonton sampai habis.
Khotbah Pdt. Wahyu 'wepe' Pramudya tentang mengenakan pikiran dan perasaan Kristus.
Perasaan sama-sama timur tapi kok agak laen yaa
Banyak pemimpin dan manajer yang sukses merasa terjebak dalam paradoks: mereka telah bekerja keras untuk mengoptimalkan setiap bagian dari bisnis mereka—penjualan, pemasaran, keuangan, dan operasi—namun tetap merasa "bisnis yang menjalankan mereka." Seringkali, "jumlah dari bagian-bagiannya terasa lebih kecil dari keseluruhannya." Perasaan frustrasi dan kekacauan ini muncul karena satu hal: mereka telah menyempurnakan setiap sistem diskrit sambil mengabaikan sistem terbesar yang menaungi semuanya, yaitu Sistem Manajemen Perusahaan (Enterprise Management System) yang seringkali dibiarkan tumbuh secara default. "Simple Complexity" menawarkan sebuah lensa baru untuk melihat kekacauan ini, yang disebut sebagai "pemikiran sistem" (systems thinking). William Donaldson berpendapat bahwa pemikiran sistem adalah disiplin pemersatu yang memungkinkan para pemimpin untuk beralih dari sekadar mengelola bagian-bagian menjadi memahami keseluruhan yang dinamis. Buku ini menolak gagasan bahwa ada satu "cara rahasia" untuk mengelola; sebaliknya, ia memberikan kerangka kerja untuk memahami bahwa setiap organisasi adalah sistem yang unik, sebuah jalinan kompleks dari elemen, interaksi, dan tujuan. Buku ini bertujuan untuk mengungkap bahwa di balik kompleksitas yang tampak luar biasa dari sebuah organisasi, terdapat seperangkat prinsip sistemik yang pada dasarnya sederhana. Dengan memahami konsep-konsep seperti holon, properti yang muncul, dan keseimbangan dinamis, pemimpin dapat mulai merancang sistem manajemen mereka secara sengaja. Ini adalah buku panduan untuk beralih dari perasaan kewalahan oleh kompleksitas menjadi mendapatkan kejelasan dan kendali dengan memahami kesederhanaan yang mendasarinya.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahPANDANGAN YANG JELAS TENTANG ALLAHMari kita membaca Firman Tuhan dariMAZMUR 138: 7Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku.Wonder Kids,Bayangkan kamu punya jendela kaca di hatimu. Waktu kamu dekat dengan Tuhan, jendela itu jernih, dan kamu bisa “melihat” Allah dengan jelas—seperti melihat langit biru atau bunga indah di taman. Tapi suatu hari, jendela itu mulai retak karena terkena kerikil kecil. Kerikil itu seperti:• Masalah di sekolah,• Perasaan sedih,• Atau pertengkaran dengan teman.Saat jendela hati kita penuh retakan, kita jadi sulit melihat Tuhan. Kita bertanya-tanya:• “Kenapa Tuhan izinkan semua ini?”• “Apakah Tuhan masih sayang aku?”Tapi tenang ya, Wonder Kids... Tuhan Yesus tetap dekat. Dia tidak pernah pergi. Dia justru semakin dekat saat kamu sedang susah.MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, Yuk, coba eksperimen kecil!1. Lihat ke luar jendela – kamu bisa melihat semuanya dengan jelas.2. Sekarang, tiuplah napas ke kaca. Kaca jadi berkabut, ya?3. Tapi apakah bunga, langit, atau pohon di luar hilang?Tentu tidak! Mereka masih ada di sana, hanya terhalang kabut.Sama seperti itu, Tuhan tidak pernah hilang, hanya kadang kita tidak bisa melihat-Nya dengan jelas karena masalah atau rasa takut. Tapi saat kita bersabar dan tetap percaya, "kabutnya" akan hilang, dan kita bisa melihat kasih Tuhan dengan jelas lagi.Mari kita berdoaBapa, meskipun aku berjalan dalam kesulitan, aku percaya Engkau akan selalu bersamaku. Tolong aku untuk tidak takut dan tetap berharap pada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin. Wonder Kids, ingat ya! Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Saat kamu merasa sedih atau bingung, Tuhan tetap menjaga dan menyertaimu. Tuhan Yesus memberkati!
Apa yang harus kita lakukan saat ada orang yang tidak peka?Ini cara aku. Kalau cara kamu?
Episode Putcast kali ini berbincang dengan Ustaz Salman Al-Jugjawy yang dulu dikenal dengan Sakti Sheila on 7. Dari panggung musik bersama Sheila on 7, ia memilih jalan hijrah setelah merasakan ketakutan mendalam akan kematian. Ustaz Salman berbagi kisah titik balik spiritualnya, perjuangan membangun pesantren, hingga pandangannya tentang keberkahan rezeki, ujian hidup, serta pentingnya berjamaah dan silaturahmi dalam menghadapi tantangan zaman.
Renungan D'Message || MENERJEMAHKAN PERASAAN TUHAN || Ps. Steven Liem
Sabda Tuhan ingatkan agar tidak sandarkan keyakinan kita pada perasaan yang bisa naik turun, tapi pada kepastian bahwa Tuhan turun tangan dan campur tangan saat kita angkat tangan padaNya.
Melakukan perubahan karir di umur 30 tahun saat telah berkeluarga dan memiliki anak, realistis atau egois?Simak cerita Andi JG dan prosesnya bersama istri dalam menentukan keputusan besar ini, serta apa saja yang didapat dari karir barunya! Timestamp:00:00 Opening02:22 Perasaan asing tidak mengetahui apa yang diinginkan05:12 Menghadapi anxiety disorder10:25 Proses unlock unconcsious dalam diri17:17 Menjadi ayah rumah tangga21:26 Magic Connection antara anak dan orang tua
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 23 Juni 2025Bacaan: "Apabila engkau mendirikan rumah yang baru, maka haruslah engkau memagari sotoh rumahmu, supaya jangan kaudatangkan hutang darah kepada rumahmu itu, apabila ada seorang jatuh dari atasnya." (Ulangan 22:8) Renungan: "Sotoh" adalah atap rumah yang rata, dibuat dari tembok batu. Di bawah ini ada beberapa peristiwa yang dicatat di dalam Alkitab berhubungan dengan sotoh, yang mengingatkan kita kepada peristiwa penyelamatan, pemulihan. bahkan awal sebuah dosa yang mengerikan.Kisah penyelamatan adalah ketika dua pengintai yang dikirim Yosua untuk mengintai kota Yerikho disembunyikan oleh Rahab di sotoh rumahnya. Dan akhirnya kedua pengintai tersebut selamat dari pengejaran orang-orang Yerikho. Kisah pemulihan yang berhubungan dengan sotoh adalah peristiwa bagaimana Simson yang pada waktu itu sudah menjadi tawanan, dibawa ke dalam sebuah gedung yang penuh dengan orang serta para raja kota orang Filistin. Dan di atas sotoh gedung itu ada kira-kira tiga ribu orang. Simson yang pada waktu itu sedang diolok-olok berseru kepada Tuhan. Kemudian Tuhan berkenan memulihkan kekuatan Simson sehingga dia mampu merobohkan gedung tersebut. Alkitab mencatat yang mati dibunuh dalam peristiwa ini lebih banyak dari pada yang dibunuh Simson pada waktu hidupnya.Peristiwa sotoh yang berhubungan dengan awal dosa yang mengerikan adalah peristiwa Daud dan Batsyeba, yang bermula dari berjalan-jalan di atas sotoh istana. Samuel mencatat bahwa pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, Daud justru menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya, sementara dia beristirahat dan tinggal di istananya yang nyaman di Yerusalem. Suatu kali Daud berjalan-jalan di atas sotoh istana, dan dia melihat seorang perempuan cantik sedang mandi. Awal kejatuhan Daud dimulai ketika dia berada di tempat yang seharusnya dia tidak berada pada waktu itu, yakni di atas sotoh. Sebagai seorang raja, Daud menggunakan kekuasaannya untuk menjalankan niat jahatnya. Siapakah yang berani menolak perintah raja? Demikianlah yang terjadi dengan Batsyeba. Dia tidak berani menolak ketika suruhan Daud datang dan mengambil dia untuk dibawa ke istana Daud. Setelah Daud mengetahui bahwa Batsyeba mengandung, dia pun menggunakan kekuasaannya untuk memperdaya Uria, suami dari Batsyeba. Tindakan Daud ini berujung kepada kematian Uria. Semua rentetan kejahatan yang mengerikan ini bermula ketika Daud berada di sotoh. Belajar dari kisah Daud tersebut di atas, maka kita akan mengambil arti rohani dari ayat perenungan kita hari ini, "... maka haruslah engkau memagari sotoh rumahmu...... Semua kita, baik rohaniwan ataupun kaum awam rentan jatuh dalam dosa. Oleh karena itu, kita harus memagari sotoh kerohanian kita dengan hidup dekat Tuhan, memiliki hati yang takut Tuhan, serta kesadaran bahwa kita harus mempertanggungjawabkan kehidupan kita di hadapan Tuhan nanti. Mari pasang pagar yang kuat di sekitar sotoh kerohanian kita, sehingga kita tidak jatuh ke dalam dosa yang dapat berakibat kebinasaan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kesadaran bahwa aku harus mengawasi pikiran, perasaan, kehendak, serta tindakanku agar tidak melanggar firman-Mu. Amin. (Dod).
Khutbah Jum'at - Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc. MA. hafizhahullahu.Menumbuhkan Perasaan Diawasi oleh Allah Ta'ala.Sumber : YouTube.
Di episode Putcast kali ini, Puthut EA ngobrol santai bareng dua kru Mojok: Fira dan Wanda. Kepala Suku ngobrol santai tentang berbagai hal dari mulai cara mereka mengatur keuangan, memilih outfit, sampai urusan cinta dan pernikahan.
Luka yang kita kira tidak akan berdampak apapun, ternyata mampu mempengaruhi banyak keputusan dalam hidup.Perjalanan menyembuhkan diri ini memang panjang, tapi layak ditempuh. Simak obrolan seru Nucha bareng Holistic Healing Practitioner dan healing enthusiast!Timestamp:00:00 Opening02:18 Bagaimana momen pertama kali sadar memiliki luka dalam diri08:34 Kendala-kendala dalam proses healing 11:29 Perasaan terluka bisa jadi bukan dari peristiwa, melainkan dari reaksi kita19:16 Healing is like peeling the onion, harus layer by layer30:29 Gimana kalo healing masih mahal banget untuk sebagian besar orang?41:50 Keinginan untuk kabur dari ibu itu normal52:32 Memaafkan bukanlah fase01:00:25 Ajak diri lebih sadar dengan potensi luka
Season 32 : Campervan Life
Jovan, menceritakan pengalamannya ketika waktu itu ia mengalami kecelakaan bersama teman dekatnya. Saat mengalami kecelakaan jovan dan temannya dibawa kerumah sakit terdekat, saat kecelakaan jovan masih sadar diri, tapi berbeda dengan teman jovan yang nyawanya sudah tidak tertolong lagi.Bagaimana kisah selengkapnya?Simak video berikut, jangan lupa berikan like dan komentarnyaCopyright 2024, Lentera Malam
Renungan Pagi || Perasaan Siapa ? || Ps. Steven Liem
Stres bukan penyakit tetapi merupakan respon tubuh dan pikiran terhadap tekanan yang sifatnya non spesifik. // Perasaan gembira atau tertawa itu membuat kita senang dan membuat tubuh kita menjadi disembuhkan.
Pdt. Julianto Simanjuntak
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 3 Januari 2025 Bacaan: "...maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka..." (Markus 6:34) Renungan: Belas kasihan adalah emosi manusia yang muncul karena penderitaan orang lain. Perasaan tersebut lebih kuat daripada empati dan umumnya memunculkan dorongan untuk mengurangi penderitaan orang lain. Dengan demikian, maka belas kasihan merupakan perasaan yang kuat dan mewujud melalui tindakan. Hati Yesus tergerak oleh belas kasihan. la bertindak atau mengambil keputusan bukan hanya berdasarkan pertimbangan hukum belaka, tetapi karena belas kasih. Hal itu dapat dilihat dari penggunaan kata "belas kasih" yang muncul sebanyak enam belas kali dalam keempat kitab Injil. Kata itu muncul, baik untuk menunjuk pada perasaan Yesus maupun dalam perumpamaan-perumpamaan yang diceritakan Yesus. Belas kasihan dalam diri-Nya, menjadi dasar bagi Yesus untuk mengambil tindakan nyata bagi orang-orang yang membutuhkan pertolongan-Nya. Belas kasihan membuat Yesus mengesampingkan ego- Nya. Kebutuhan-Nya untuk menyendiri dan beristirahat dikesampingkan, demi menjawab kebutuhan orang banyak. Belas kasihan yang ditampilkan oleh Yesus merupakan teladan yang baik bagi kita. Saat ini, kita hidup di tengah zaman yang sangat mengandalkan pikiran dan akal sehat. Walau demikian, kita tetap perlu mengasah kepekaan perasaan kita untuk mewujudnyatakan kasih bagi sesama. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan belaskasih-Mu, sehingga hatiku selalu tergerak dan bertindak bila melihat ada orang yang membutuhkan pertolonganku. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan : Ali Antonius – Yogyakarta Pengantar Renungan : April Ginting - Yogyakarta Sound Editing : Indah Larasati Sirait - Cibinong, Bogor Cover Editing : Anastasia Sonia – Jakarta Lukas : 19: 41 - 44
Perasaan pertama kali jadi orang tua, dan pengalaman membesarkan anak pasti jadi sesuatu yang nggak pernah terlupakan. Suka dukanya, jatuh bangunnya, semua membekas di hati. Dijalani tanpa ada buku panduan, perjalanan mengasuh anak ibarat nyontek ke teman sebangku tapi sama-sama nggak menemukan jawaban. Nucha Ario diajak untuk nostalgia momen-momen pertama kali itu bersama film The Wild Robot. Coba tonton sampai habis podcast ini, dan jangan lupa bawa tisu kalo nanti nonton filmnya! TIMESTAMP: 00:00 Opening. 02:45 Perasaan saat pertama kali jadi orang tua. 06:00 Banyak skill-unlock sejak jadi orang tua. 07:00 The Wild Robot, nostalgia perasaan awal memiliki anak. 12:25 Memiliki anak bisa memperbesar kapasitas hati orang tua. 16:45 Pentingnya support system untuk orang tua. 20:45 Summary
Klaim tiket eksklusif kamu untuk pengalaman berpodcast terbaik bersama Firstory sekarang juga, jangan sampai kelewat ya! Hanya di https://fstry.pse.is/6asc8g —— Firstory DAI —— Apakah kamu pernah merasa hampa dalam hidup meski terlihat bahagia dan berkecukupan? Perasaan kosong ini sering kali muncul tanpa alasan yang jelas. Dalam video ini, kita akan membahas penyebab hidup terasa hampa dan mengapa perasaan kosong dan hampa bisa muncul, bahkan ketika semuanya terlihat baik-baik saja. Lebih dari sekadar memahami penyebabnya, kamu juga akan menemukan cara-cara efektif untuk mengatasi rasa hampa ini dan kembali menemukan makna dalam hidup. Jangan biarkan perasaan ini terus mengganggu, temukan solusi untuk hidup yang lebih bermakna dan penuh kepuasan. Leave a comment and share your thoughts: https://open.firstory.me/user/clhb6d0v60kms01w226gw80p4/comments Powered by Firstory Hosting
Klaim tiket eksklusif kamu untuk pengalaman berpodcast terbaik bersama Firstory sekarang juga, jangan sampai kelewat ya! Hanya di https://fstry.pse.is/6asc8g —— Firstory DAI —— Pernahkah kamu menyinggung perasaan orang lain dan bingung bagaimana cara mengatasinya? Kali ini, kita akan membahas cara bijak menghadapi kesalahan dan kesalahpahaman yang sering terjadi dalam interaksi sehari-hari. Mengatasi kesalahpahaman bukanlah hal yang mudah, tetapi dengan belajar dari kesalahan, kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Kali ini akan memberikan panduan praktis tentang apa yang harus dilakukan saat menyinggung perasaan orang lain, mulai dari meminta maaf hingga bagaimana melanjutkan hubungan dengan lebih harmonis. Temukan cara terbaik untuk memperbaiki situasi dan menjalin hubungan yang lebih kuat. Leave a comment and share your thoughts: https://open.firstory.me/user/clhb6d0v60kms01w226gw80p4/comments Powered by Firstory Hosting
Idola Kecil? The Beesings? Hari ni kita bersama Haqiem Rusli untuk berkongsi pengalamannya dari kecil lagi. Agak-agak apa rahsia dia eh sampai berjaya ke AJL? #studiosembang CreditsThis episode is sponsored by : @ZUSCoffee
Tidak jarang, pada waktu kita menyanyikan sebuah lagu, hati kita tersentuh, air mata kita berlinang, tetapi sebenarnya itu belumlah air mata yang menyenangkan Tuhan. Walaupun itu sesuatu yang bisa menyenangkan Tuhan, tapi belum puncak dari kesenangan Tuhan. Kita bisa memiliki perasaan sentimentil dan mengatakan, “Sampai ‘ku tua nanti, sampai di surga nanti, selalu untuk-Mu.” Tetapi... Continue reading →
Tidak ada hal yang boleh lebih menarik atau kita pandang lebih berharga daripada menjadi anak-anak Allah. Jadi kita mulai bisa berkata, “Cita-citaku menjadi anak Allah.” Jangan merasa sudah menjadi anak-anak Allah, tetapi coba periksa, selidiki, minta Roh Kudus pimpin, apakah kita sudah memiliki sifat anak-anak Allah itu. Tentu sebagai manusia kita sering menilai orang, mengevaluasi... Continue reading →
Menjadi kehendak Tuhan, bagaimana kita meneruskan kasih-Nya kepada orang di sekitar kita. Dan itu bisa terjadi dalam hidup kita kalau kita mematahkan, mematikan, membuang ego, keinginan-keinginan kita sendiri, dan menggantikannya dengan keinginan-keinginan Tuhan. Tentu tidak sekaligus kita bisa berubah. Ini perlu proses. Tidak bisa satu hari, tidak cukup satu bulan, bahkan satu, dua tahun, tetapi... Continue reading →
Kali ini, kita akan menggali tentang kebiasaan berbahaya berpura-pura bahagia yang sering disebut sebagai "toxic positivity". Kita akan membahas dampak negatifnya pada kesejahteraan mental dan emosional kita serta ciri-ciri yang mengidentifikasi perilaku tersebut. Seringkali, kita merasa terpaksa untuk menyembunyikan perasaan negatif atau merasa tidak pantas merasakannya, namun hal ini justru dapat menyebabkan stres yang lebih besar dan menekan perasaan alami kita. Melalui diskusi ini, kita akan mengeksplorasi cara mengatasi "toxic positivity" dan menggantinya dengan penerimaan terhadap perasaan apa adanya. Jadi, jika kamu ingin memahami lebih dalam tentang bagaimana mengatasi kecenderungan berpura-pura bahagia dan menerima perasaan secara autentik, pastikan untuk simak informasi ini sampai selesai! Leave a comment and share your thoughts: https://open.firstory.me/user/clhb6d0v60kms01w226gw80p4/comments Powered by Firstory Hosting
Melalui proses panjang belajar firman Tuhan dan menghampiri takhta Tuhan setiap hari, diharapkan kita bisa mencapai “kewajaran” di hadapan Tuhan. Kewajaran ini ditandai dengan berbagai hal. Di antaranya adalah perasaan puas, bahagia, tenang dan cukup dengan Tuhan Yesus. Perasaan seperti ini sebenarnya tidak mudah dimiliki, sebab ia harus meninggalkan segala kesenangan dunia barulah bisa menikmati... Continue reading →
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 16 Desember 2023 Bacaan: "Setelah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai istrinya, tetapi tidak bersetubuh dengannya sampai Maria melahirkan seorang anak laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus." (Mat 1:24-25) Renungan: Bayangkan sejenak apa yang dirasakan Yusuf saat mengetahui Maria hamil di luar nikah. Perasaan kaget, marah, kecewa, dan bingung pasti bercampur aduk saat itu. Awalnya Yusuf berencana menceraikan tunangannya secara diam-diam, namun ia mengurungkannya setelah malaikat Tuhan menjumpainya dalam mimpi dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Yusuf, bukan hanya sosok yang ikhlas namun ia juga sosok yang rela berkorban dengan menerima Maria sebagai istrinya. Yusuf pun rela menahan kenikmatan fisiknya dengan tidak berhubungan intim dengan istrinya saat sedang mengandung bayi Yesus. Yusuf rela mengorbankan segalanya demi mencintai dan melayani Maria hingga ia melahirkan. Kasih yang sejati adalah kasih yang bersedia berkorban. Yesus berkorban dengan meninggalkan takhta-Nya, mengosongkan diri- Nya menjadi manusia, dilahirkan di tempat hina, dibesarkan dalam keluarga sederhana, bersedia ditolak dan dihina dalam pelayanan, bahkan mengorbankan nyawa-Nya di kayu salib. Semua itu dilakukan-Nya karena kasih sejati-Nya kepada manusia yang berdosa. Kasih yang berkorban yang diteladankan Yesus dan Yusuf mendorong kita untuk melakukan refleksi diri berkaitan dengan harga diri. Dalam pelayanan yang kita lakukan, tak jarang kita direndahkan, ditolak, disalahmengerti, dan dicela. Apakah kita memilih untuk tetap setia melayani Tuhan ataukah kita memilih mundur karena hati kita terluka? Tetap setiakah kita mengiring Kristus sekalipun kita harus banyak menderita karenanya? Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kesetiaan untuk mengiring Engkau walau banyak penolakan dan celaan yang aku hadapi. Amin. (Dod).
Kali ini, kita akan menggali topik menarik seputar kebohongan kecil atau yang sering disebut sebagai "white lie." Apakah berbohong demi melindungi perasaan seseorang itu baik atau buruk? Kita akan membahas dampak-dampak dari kebohongan semacam ini dan mengupas apakah benar-benar ada alasan kuat untuk tidak selalu berbicara jujur. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita dihadapkan pada situasi-situasi di mana kita harus memutuskan antara berbicara jujur atau mengatakan kebohongan kecil demi menjaga perasaan orang lain. Tapi, apakah tindakan tersebut selalu benar? Apa akibatnya dalam jangka panjang? Kami akan memberikan pandangan yang beragam tentang topik ini dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang mengapa kita harus mempertimbangkan baik-buruknya berbohong demi kebaikan. Jangan lewatkan kesempatan untuk memahami lebih dalam tentang kebohongan kecil dalam kehidupan sehari-hari. Simak sekarang untuk mendapatkan wawasan yang menarik! Leave a comment and share your thoughts: https://open.firstory.me/user/clhb6d0v60kms01w226gw80p4/comments Powered by Firstory Hosting
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 21 September 2023 Bacaan: "Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan." (Yesaya 41:10) Renungan: Ada sebuah kota yang hanya memiliki populasi manusia sebanyak kurang lebih 40 jiwa. Kota tersunyi di dunia tersebut merupakan Adamstown yang berada di Pulau Pitcairn, United Kingdom. Ada beberapa pulau kecil lainnya di sekitar Pitcairn, namun semua pulau tersebut tidak memiliki penduduk sama sekali. Rata-rata penduduk Adamstown merupakan petani. Meskipun terpencil, penduduk di pulau ini memiliki akses ke internet satelit, televisi, serta telepon. Kota Adamstown dinamai dari salah satu pemberontak Inggris, yaitu John Adams. Berbicara mengenai sunyi dan sepi, sebagai manusia kita pun terkadang mengalami perasaan seperti ini. Pernahkah kita berada pada satu waktu, di mana kita merasa sangat kesepian dan sendirian? Pernahkah kita merasa ada kekosongan di hati yang tidak bisa diobati dengan kegiatan apapun? Ada sebagian orang yang mengalaminya saat benar-benar sedang sendirian, namun ada juga yang mengalaminya meskipun ada banyak orang di sekelilingnya. Perasaan hati seperti ini dapat membuat kita kehilangan semangat, tidak bergairah, dan tidak jarang ada orang yang akhirnya mengasihani atau malah memandang rendah diri sendiri. Jika kita ada pada masa seperti ini, jangan patah semangat. Ketahuilah bahwa kita tidak pernah sendirian. Tuhan selalu ada di dekat kita setiap saat, bahkan ketika tidak ada siapa pun yang dapat mengerti atau menolong kita. Alkitab mengisahkan kepada kita begitu banyak hamba Tuhan yang mengalami rasa sepi, sendiri, dan bahkan diteror. Mereka harus menjalani semua itu tanpa ada yang menolong selain Tahun. Yunus berada di perut ikan selama tiga hari tiga malam. Dia berada dalam kegelapan sebatang kara, dan nyawanya terancam oleh sistem pencernaan si ikan. Daniel dibuang ke dalam gua yang dipenuhi singa-singa yang kelaparan. Dia juga sendirian dan nyawanya terancam. Elia melarikan diri dari Ratu Izebel dan hidup sendirian di padang belantara. Paulus, Petrus, dan rasul-rasul lainnya juga mengalami penyiksaan, dibelenggu dan di penjara dalam kesepian. Semua tokoh ini pernah mengalami kesepian pada masa-masa krisis yang mengancam hidup mereka. Namun mereka semua memiliki satu hal yang sama, yaitu iman kepada Tuhan. Mereka mengandalkan Tuhan sepenuhnya dan percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan mereka. Hasilnya, Tuhan memerintahkan sang ikan untuk memuntahkan Yunus, menutup mulut singa-singa, mengatus malaikat untuk memberi Elia makan dan membuat penjara bergoncang dan memutuskan rantai serta belenggu para rasul. Ketika kita merasa kesepian, ketahuilah bahwa Tuhan selalu ada bersama kita! Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, aku tahu bahwa Engkau tidak pernah meninggalkanku, dan aku tidak pernah sendirian. Oleh karena itu mampukan aku menjadi teman bagi mereka yang ditinggalkan dan merasa kesepian, sehingga mereka tetap dapat merasakan kasih dan kehadiran-Mu Amin. (Dod).
Yeremia 29:13-14, “Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati. Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan... Continue reading →
Saya akan membahas cara menghadapi perpisahan dengan baik. Meskipun setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk menghadapi perpisahan, namun pada umumnya perasaan yang muncul sulit diungkapkan. Perasaan rumit dan sulit dijelaskan ini dapat terjadi ketika kita mengalami perpisahan baik itu yang bersifat sementara ataupun permanen. Proses kehilangan seseorang yang kita cintai tidaklah mudah, tetapi sangat penting untuk dihadapi. Dalam video ini, kita akan belajar untuk tidak malu atau takut mengungkapkan perasaan yang kita rasakan, karena hal tersebut merupakan tanda dari manusia yang memiliki emosi. Selain itu, kita juga akan belajar bagaimana menerima kenyataan dan belajar untuk merelakan seseorang yang sudah tidak bersama kita. Jadi, tonton video ini untuk menemukan cara menghadapi perpisahan yang baik dan membantu proses penyembuhan Anda. Leave a comment and share your thoughts: https://open.firstory.me/user/clhb6d0v60kms01w226gw80p4/comments Powered by Firstory Hosting
The coronation of King Charles III wreaked mixed feelings for highly multi-cultural Australians. - Penobatan Raja Charles III mendatangkan perasaan yang campur aduk bagi warga Australia yang sangat multi-budaya.
Kita harus memperkarakan, mempersoalkan; apa yang dirasa Bapa mengenai kita. Bapa adalah Pribadi yang hidup, berperasaan, dan pasti merasakan di dalam hati-Nya mengenai keadaan masing-masing anak-anak-Nya. Kalau kita sebagai orang tua yang sudah punya anak, pasti bisa merasakan mengenai masing-masing anak kita. Kita juga bisa merasakan terkait dengan orang di sekitar, saudara atau siapa saja.... Continue reading → The post Peduli dengan Perasaan Tuhan appeared first on Truth Voice.
Saya membahas buku Dollar and Sense karya Dan Ariely dan Jeff Kreisler. Buku ini membahas kalau manusia seringkali irasional jika berhubungan dengan uang. Kenapa kita membayar untuk masuk rumah hantu? Kenapa kita bersedia membayar 45 ribu untuk sebuah es teh di restoran mewah, tapi kita tidak mau membeli es teh yang sama dengan harga 4 ribu di restoran biasa? Mungkin kita berpikir uang itu hanyalah sebuah angka, padahal ketika kita benar-benar menggunakan uang tersebut, kita lebih banyak menggunakan hati daripada logika. Perasaan memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk perilaku finansial kita, entah bisa membuat kita mulai menabung atau malah membeli barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan.
The post MENJAGA PERASAAN TUHAN BAG.2 appeared first on Truth Voice.
The post MENJAGA PERASAAN TUHAN BAG.1 appeared first on Truth Voice.
Kitab suci umat Muslim ini juga memiliki banyak nama lain yang sesuai dengan fungsi dan kegunaannya. Salah satu nama dan sifat Al-Quran yang belakangan banyak dibahas yakni Asy-Syifa atau sebagai sang penyembuh segala penyakit. Dalam banyak penelitian, Al-Quran memiliki khasiat sebagai penawar penyakit baik jasmani maupun rohani. Salah satunya seperti yang dilakukan Dr Ahmed Al-Qadhi di Klinik Besar Florida, Amerika Serikat. Menurutnya, membaca atau memperdengarkan lantunan ayat suci Alquran saja sudah dapat memberikan perubahan fisiologis yang besar bagi tubuh manusia. Dalam studi lain yang dilakukan Universitas Salford, Inggris, para ilmuwan peneliti menemukan bahwa para peserta yang membaca Al-Quran menjadi jauh lebih rileks dan tenang setelahnya, dibanding peserta lain yang membaca buku biasa. Membaca dan mendengan lantunan merdu Kitab Suci Al-Quran dapat menenangkan pikiran dan batin serta menghapus berbagai pikiran negatif seperti perasaan bunuh diri, keinginan melukai diri, meredam api dendam kemarahan, menghilangkan pikiran putus asa dan membawa kesejukan di dalam hati. --- Send in a voice message: https://anchor.fm/jannahfirdausmediapro/message Support this podcast: https://anchor.fm/jannahfirdausmediapro/support
The post PERASAAN ALLAH appeared first on Truth Voice.