POPULARITY
Categories
PETUGAS PENYELENGGARA IBADAH HAJI ARAB SAUDI 2026 KEBUT PROSES PENDORONGAN MASIF RIBUAN JEMAAH HAJI GELOMBANG TERAKHIR DARI MADINAH MENUJU MAKKAH. PERGERAKAN BERSKALA BESAR INI DIKAWAL KETAT OLEH LIMA SEKTOR DAKER MADINAH UNTUK MEMASTIKAN TIDAK ADA HAMBATAN TEKNIS DI LAPANGAN. (BEH/MCH 2026)Laporan : Bhery Hamzah
Bundesliga tinggal sisa satu pekan lagi, walau di top 3 udah aman tapi dari perebutan spot Eropa sampai duel degradasi masih seru semua. Selain itu kami juga membahas penilaian soal Bayern di musim ini yang akhirnya gagal meraih treble
Suasana haru menyelimuti prosesi penghormatan terakhir untuk Kopda Rico Pramudia. Pasukan UNIFIL turut memberikan penghormatan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam misi perdamaian. Sementara itu, TNI telah menyiapkan prosesi persemayaman sebagai bentuk penghormatan negara kepada salah satu putra terbaik bangsa.
Menghadapi situasi turbulensi dan ketidakpastian dalam sektor kehutanan memerlukan kombinasi antara kecepatan bertindak dan ketajaman analisis data. Melalui metode OODA Loop, para pengambil kebijakan dapat terus memantau dinamika lapangan, seperti lonjakan titik api kebakaran hutan secara real-time, untuk mengambil keputusan pemadaman yang cepat dan tepat sasaran. Sementara itu, ketidakpastian masa depan, seperti fluktuasi nilai ekonomi karbon, dimitigasi dengan Scenario Planning yang memungkinkan organisasi membangun kesiapsiagaan terhadap berbagai kemungkinan kondisi, sehingga langkah strategis yang diambil tetap tangguh meskipun situasi eksternal berubah secara mendadak. Situasi kebaruan (novelty) yang muncul dari inovasi teknologi maupun target kebijakan baru, seperti FOLU Net Sink 2030, menuntut pendekatan eksperimental yang terukur melalui metode Probe-Sense-Respond. Dengan metode ini, organisasi dapat melakukan uji coba skala kecil (seperti penanaman drone di area sulit) untuk memahami pola keberhasilan sebelum melakukan implementasi besar-besaran. Jika hasil eksperimen awal menunjukkan ketidakefektifan, kemampuan untuk melakukan Pivoting atau pergeseran arah strategi menjadi sangat krusial agar sumber daya organisasi tetap fokus pada solusi yang paling berdampak tanpa kehilangan visi jangka panjang untuk pelestarian hutan. Terakhir, untuk mengatasi ambiguitas yang sering muncul akibat perbedaan interpretasi data atau tumpang tindih regulasi lahan, kolaborasi lintas sektor melalui proses Sense-making menjadi instrumen utama. Proses ini bertujuan untuk membangun pemahaman bersama di antara para pemangku kepentingan agar tidak terjadi dualisme kebijakan yang menghambat operasional di lapangan. Dengan memperkuat instrumen seperti One Map Policy dan dialog multipihak yang inklusif, makna yang samar dari sebuah aturan dapat diperjelas, sehingga konflik kepentingan dapat diminimalisir dan tata kelola hutan yang lestari dapat dicapai secara kolektif melalui konsensus yang kuat.
Kawan-kawan Social Hacker Team, menulis itu soal rasa. Bukan cuma soal data. Untuk menangkap ruh para pejuang sungai kita, cerita harus dimulai dari kegelapan. Gambarkan Kapuas yang lagi sesak napas. Tuliskan soal merkuri, lumpur sedimentasi, hingga banjir yang tak kunjung usai. Kita butuh fondasi masalah yang kuat. Biar pembaca tahu bahwa "normal" bagi warga saat ini adalah menyerah. Tanpa kegelapan yang pekat, cahaya kecil yang dibawa oleh si Hacker Sosial tidak akan pernah terlihat berkilau. Baru setelah itu, masukkan si tokoh. Dia ini "penyimpang" yang positif. Saat semua orang pasrah, dia justru punya cara lain. Dia meretas keadaan dengan cara yang tidak lazim. Ini bagian paling seru: proses "ngeretas" kebuntuan itu. Jangan cuma tulis hasilnya, tuliskan juga keringatnya. Tuliskan bagaimana dia diejek atau dianggap gila oleh tetangganya sendiri. Kita ingin tahu bagaimana cara kerja otaknya yang aneh tapi cerdas itu dalam menghadapi krisis di Kapuas Hulu, Sintang, atau Sanggau. Terakhir, urusan hasil dan mimpi. Tidak perlu hasil yang muluk-muluk setinggi langit. Air kolam yang mulai jernih atau ikan yang kembali bertelur saja sudah sangat sakti. Itu atap ceritanya. Tapi, jendela aslinya adalah alasannya: kenapa dia mau susah-susah melakukan itu semua? Biasanya urusan martabat. Urusan cinta pada anak-cucu. Tutup tulisan dengan sebuah harapan. Biar pembaca pulang dengan satu pertanyaan yang menancap di kepala: kalau orang di tepian Kapuas saja bisa bergerak, kenapa kita cuma diam dan mengeluh? Begitulah.
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 304 (Matius 26:14-29): Catatan Matius mengenai perjamuan terakhir diawali dengan rencana Yudas untuk menyerahkan Yesus. Yudas bertemu dengan imam-imam kepala yang memang telah berencana untuk membunuh Dia.
Pada hari terakhir libur Lebaran 2026, arus balik di Tol Palimanan Cirebon terpantau lengang. Pemantauan dilakukan langsung dari pos tol oleh jurnalis Metro TV Enrich Samuel dan juru kamera Yahdin Syafrizal.
Puncak arus balik gelombang kedua di Terminal Purabaya diprediksi terjadi pada hari ini dan besok. Bahkan, dalam tiga hari terakhir, tercatat ada 70 ribu penumpang yang memadati Terminal Purabaya.
Edisi "World's 50 Most Innovative Companies" tahun 2026 dari majalah Fast Company sangat menarik karena menandai berakhirnya era spekulasi teknologi dan dimulainya era utilitas yang bermakna. Hal paling menonjol adalah bagaimana kecerdasan buatan (AI) tidak lagi diposisikan sebagai sekadar tren futuristik, melainkan sebagai infrastruktur inti yang bekerja di balik layar untuk memperkuat efisiensi perusahaan raksasa seperti Walmart dan Google. Edisi ini berhasil membedah bahwa inovasi sejati di tahun 2026 bukan terletak pada kecanggihan perangkat lunak semata, melainkan pada bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk memecahkan masalah sistemik yang nyata dan memperdalam hubungan antarmanusia di tengah dunia yang semakin digital. Hal menarik lainnya adalah pergeseran radikal dalam struktur kekuasaan media dan ekonomi kreator yang digambarkan melalui profil Tubi, Proximity Media, dan Unwell Network. Majalah ini menyoroti tren "kedaulatan konten," di mana tokoh-tokoh seperti Ryan Coogler dan Alex Cooper tidak lagi hanya menjadi pekerja seni, melainkan pemilik ekosistem bisnis yang mandiri. Melalui strategi personalisasi yang tajam dan pembangunan komunitas yang sangat terikat, perusahaan-perusahaan ini membuktikan bahwa di tengah banjir informasi, kemampuan untuk mengkurasi konten dan membangun kepercayaan audiens adalah mata uang yang jauh lebih berharga daripada anggaran produksi yang besar. Terakhir, edisi ini memberikan perspektif yang provokatif tentang nilai "keaslian" manusia dan pergeseran kekuatan manufaktur global. Penekanan pada peran Reddit sebagai penjaga "jantung manusia" di internet memberikan pengingat penting bahwa di era AI, data yang dihasilkan secara organik oleh manusia menjadi komoditas yang paling dicari. Di sisi lain, keberhasilan BYD dalam menggulingkan dominasi Tesla menunjukkan bahwa inovasi fisik dan kontrol rantai pasok yang ekstrem kini kembali menjadi penentu utama kemenangan bisnis global. Secara keseluruhan, Fast Company edisi ini menarik karena ia berfungsi sebagai peta navigasi bagi pembaca untuk memahami bahwa masa depan bisnis adalah tentang keseimbangan antara efisiensi mesin yang tanpa batas dan keaslian pengalaman manusia yang tidak tergantikan.
Seporsi Mie Ayam yang Terakhir
Bismillah,OBAT NGANTUK DI 10 MALAM TERAKHIRKajian TematikUstadz Muhammad Nuzul DzikriKAJIAN TEMATIKTADZKIRATUS SAAMI' WAL MUTAKALLIM FII ADABIL 'ALIM WAL MUTA'ALIM |Ust Muhammad Nuzul Dzikri
Pembawa Renungan : RP. Antonius Rajabana, OMI Cilacap - Jawa TengahMrk. 12:28b-34.
Pernahkah Anda bertanya-tanya, apa sebenarnya inti dari sebuah pitching? Sering kali kita menganggapnya sebagai presentasi formal yang kaku di depan dewan direksi. Namun, Dan Roam dalam bukunya The Pop-up Pitch mengingatkan kita bahwa pitching adalah sebuah tindakan persuasi sederhana yang bertujuan mengubah pemikiran seseorang agar mereka mau mengambil tindakan nyata. Intinya, pitching bukan sekadar pamer informasi, melainkan upaya membangun jembatan. Jembatan ini menghubungkan ide cemerlang yang ada di kepala kita dengan kebutuhan nyata yang dirasakan oleh audiens. Tanpa jembatan yang kokoh ini, ide sebagus apa pun akan tetap terisolasi, kesepian, dan tidak akan pernah mewujud menjadi kenyataan di dunia luar. Masalahnya, dunia pitching modern saat ini sedang sakit, terjebak dalam fenomena yang kita kenal sebagai "Death by PowerPoint." Audiens sering kali dibombardir dengan tumpukan data yang terlalu banyak dan desain slide yang sangat membingungkan. Padahal, menurut Roam, kejelasan adalah mata uang yang paling berharga. Jika audiens harus bekerja terlalu keras hanya untuk memahami maksud Anda, mereka akan segera kehilangan minat. Oleh karena itu, sebuah pitching yang sukses haruslah sederhana, langsung, dan mampu menyentuh sisi kognitif serta emosional pendengarnya secara bersamaan. Di sinilah kekuatan pemikiran visual masuk sebagai kunci utama. Secara evolusioner, otak manusia memang didesain untuk memproses gambar jauh lebih cepat dan lebih dalam dibandingkan dengan deretan teks atau angka yang rumit. Terakhir, terimalah fakta bahwa pitching memerlukan iterasi. Pitch pertama Anda mungkin tidak akan langsung sempurna. Namun, dengan metode persiapan dua jam tadi, Anda bisa merevisi dan memperbaiki pesan Anda dengan cepat berdasarkan masukan yang ada. Anggaplah ini sebagai keterampilan motorik yang harus terus dilatih, bukan sekadar teori yang hanya dibaca. Pada akhirnya, pitching adalah tentang koneksi antarmanusia. Teknologi hanyalah alat bantu, namun esensinya tetaplah dua manusia yang mencoba mencapai kesepakatan untuk melakukan sesuatu yang luar biasa bersama-sama. Dan Roam mengajarkan kita untuk kembali ke dasar komunikasi sejati: berbicara jujur, bercerita dengan memikat, dan menggambar untuk memperjelas masa depan.
Bismillah,Detik-Detik Nafas TerakhirUstadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahullah-Video Pendek dari Kajian Riyaadhush Shaalihiin No. 226“Kunci Husnul Khatimah”
Hai ges!Di episode kali ini kita bakal bahas berita panas seputar Project Helix, konsol next-gen Xbox yang diumumkan Asha Sharma sebagai CEO baru Xbox. Katanya bisa main game Xbox dan PC dalam satu mesin? Plus spekulasi harga dan rilis 2027!Terus kita bahas data menarik soal strategi porting PC-nya PlayStation yang ternyata hasilnya jeblok! Horizon Zero Dawn cuma capture 22% player, Spider-Man 2 di PC cuma 5%! Emang worth it nge-port ke PC?Terakhir, Steam bakal munculin rating IGRS (Indonesia) buat game-game di platform mereka. Gimana implementasinya dan game apa aja yang mungkin kena dampak?Yuk langsung dengerin!Timestamp:00:00 - Intro & Selamat Ulang Tahun Bebek!01:40 - Update main game: Abel main Little Hope, The Division 2 naik drastis di Steam 09:00 - Berita PlayStation: Data porting PC jeblok13:50 - PlayStation testing dynamic pricing18:15 - Project Helix: Konsol next-gen Xbox 202727:10 - Steam rating IGRS untuk Indonesia30:15 - Closing
Bismillah,Perbekalan Menjelang 10 Malam Terakhir(Supplies off the Last 10 Nights)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahullah-Video Animasi dari Kajian Serial Ramadhan“3 Kiat Mencari Lailatul Qadr”
Bismillah,Penyemangat 10 Hari Terakhir(Motivation for the last ten nights)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahullah-Video Animasi dari 101 Ramadhan Spesial:“Penyemangat 10 hari Terakhir”
Bismillah,267. WANITA & KENDALA KESIBUKAN DI 10 MALAM TERAKHIR | KAJIAN WANITA | Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
Bismillah,Tampil Necis di 10 Malam Terakhir(Looking sharp in the last 10 days)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahullah-Video Animasi dari Kajian Tematik:“Mencari Lailatul Qadr”
Perubahan sering kali dianggap sebagai domain eksklusif tokoh besar atau organisasi raksasa, namun kenyataannya setiap individu memiliki kapasitas untuk menjadi katalis perubahan sosial yang nyata. Di era digital saat ini, hambatan untuk menyuarakan aspirasi telah memudar, memungkinkan siapa saja untuk berkomunikasi dan memengaruhi orang lain tanpa memerlukan izin dari otoritas mana pun. Pemasaran dalam konteks ini dipahami sebagai alat komunikasi dan pengaruh yang murni; keberhasilannya tidak ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan oleh ketulusan niat dan kekuatan pesan yang mampu mengubah cara pandang orang lain terhadap dunia. Untuk mewujudkan perubahan yang transformatif, kita perlu memecahkan "Paradoks Kekuatan" dengan mendefinisikan ulang makna kekuatan itu sendiri sebagai kemampuan untuk membangun komunitas dan menciptakan narasi baru. Hal ini menuntut pergeseran identitas diri, dari sekadar "konsumen" yang didefinisikan oleh apa yang dibeli, menjadi "warga negara" yang bertanggung jawab atas masa depan bersama. Dengan beralih dari pola pikir transaksional menuju kolaboratif, individu-individu yang sebelumnya merasa tidak berdaya dapat menyatukan kekuatan kolektif mereka untuk menantang status quo dan membangun sistem yang lebih adil dan berkelanjutan. Terakhir, penting untuk dipahami bahwa perubahan sosial adalah sebuah proses sistematis yang berlangsung melalui tahap kesadaran, normalisasi, mobilisasi, hingga institusionalisasi. Perubahan tidak terjadi secara instan, melainkan melalui pesan yang konsisten yang mengubah ide radikal menjadi norma baru yang diterima masyarakat. Dengan memahami siklus ini, kita dapat memetakan posisi kita dan memilih strategi komunikasi yang paling tepat untuk menggerakkan orang lain. Pada akhirnya, setiap tindakan kecil yang kita ambil adalah bukti nyata bahwa setiap individu memang memiliki kekuatan untuk membentuk masa depan yang lebih baik.
Mempengaruhi audiens bermula dari pergeseran pola pikir, di mana komunikator harus beralih dari pesan yang berpusat pada diri sendiri (self-centered) menjadi berpusat pada audiens (audience-centered). Berdasarkan konsep Communicator's Roadmap, pengaruh sejati tidak lahir dari otoritas jabatan atau sekadar tumpukan data (data dump), melainkan dari kemampuan membangun koneksi emosional yang kuat. Untuk mendapatkan "hak untuk didengar" di tengah ekonomi perhatian yang padat, seorang pembicara harus memahami profil pendengar, masalah yang mereka hadapi, dan merumuskan ide besar atau Point of View (POV) yang relevan bagi kepentingan audiens, bukan sekadar mempromosikan agenda pribadi. Kunci kedua dalam mempengaruhi audiens terletak pada keselarasan antara perilaku dan konten emosional. Mengacu pada prinsip The Three Vs, aspek visual dan vokal mendominasi kepercayaan audiens jauh lebih besar daripada sekadar kata-kata verbal. Komunikator yang berpengaruh menggunakan perilaku kepercayaan, seperti komunikasi mata yang konsisten dan kehangatan wajah, untuk meruntuhkan tembok pertahanan pendengar. Selain itu, penggunaan elemen SHARPs—terutama cerita (stories) dan analogi—sangat krusial untuk membuat audiens "peduli" secara emosional, sehingga pesan yang disampaikan tidak hanya masuk ke logika tetapi juga membekas dalam ingatan dan perasaan mereka. Terakhir, komunikasi yang berpengaruh harus selalu bermuara pada tindakan yang konkret dan terukur. Setelah berhasil membangun kepercayaan dan menyentuh emosi, komunikator harus memberikan instruksi yang jelas melalui langkah tindakan (Action Steps) yang fisik dan memiliki batas waktu. Tanpa langkah nyata, inspirasi hanya akan menjadi euforia sesaat tanpa hasil. Dengan menggabungkan visi yang menginspirasi dan manfaat (benefits) yang menyentuh level individu, seorang komunikator dapat mengubah respons audiens dari sekadar "saya harus melakukannya" menjadi "saya ingin melakukannya," sehingga tercipta perubahan nyata yang berkelanjutan.
Inovasi itu bukan urusan dukun atau menunggu wangsit jatuh dari langit. Sheena Iyengar dari Columbia Business School membuktikan bahwa kreativitas sebenarnya adalah proses berpikir yang sangat sistematis dan bisa dipelajari siapa saja. Kuncinya bukan pada kebebasan tanpa batas yang sering bikin bingung, melainkan pada struktur yang ketat untuk merakit ide-ide lama menjadi solusi baru yang transformatif. Intinya, kalau mau punya ide besar, Anda harus mau disiplin mengikuti prosesnya dari awal sampai akhir. Senjatanya ada tiga alat bantu yang sangat praktis. Pertama, gunakan The Desires Triangle untuk membedah apa yang sebenarnya dibutuhkan pengguna, bukan cuma apa yang mereka katakan. Lalu, bangunlah Choice Map sebagai peta untuk "mencuri" taktik sukses dari industri lain secara cerdas agar Anda punya bank data solusi yang kuat. Terakhir, pakailah The Third Eye untuk mensimulasikan ide tersebut di dalam kepala secara mendalam sebelum Anda membuang-buang uang untuk membuat prototipe yang belum tentu laku di pasar. Dunia sekarang makin ruwet dan kita tidak bisa lagi cuma mengandalkan nasib atau keberuntungan semata. Metodologi ini mendemokrasikan kreativitas sehingga siapa pun—mulai dari karyawan biasa sampai direktur—punya kesempatan yang sama untuk merubah peradaban melalui ilmu yang benar. Jangan hanya menunggu ilham yang tidak pasti datangnya, mulailah merakit masa depan Anda dengan sistem pemetaan pilihan yang terukur. Mari kita berpikir lebih besar demi kemajuan peradaban manusia yang jauh lebih baik dan efisien.
#pencarianterakhir2025 #horror #explained #spotifySeven years ago, his mother disappeared on Mount Sarangan, and now Dru is determined to travel to that mysterious mountain. Will Dru find what he's looking for, or will he also disappear on the mountain?
Bekerja efektif dimulai dengan pengelolaan waktu yang sadar akan keterbatasan energi dan kecenderungan manusia untuk menunda. Berdasarkan Hukum Parkinson, tugas cenderung berkembang untuk memenuhi durasi waktu yang kita sediakan, sehingga kunci utama efektivitas adalah menetapkan tenggat waktu yang tegas dan realistis untuk mencegah pemborosan waktu. Dengan menerapkan Metode 333, seseorang dapat membagi hari kerja menjadi struktur yang seimbang: tiga jam untuk kerja mendalam (deep work) pada proyek utama, menyelesaikan tiga tugas administratif kecil, dan melakukan tiga aktivitas perawatan diri. Struktur ini memastikan bahwa kemajuan signifikan tetap tercapai tanpa mengorbankan kesehatan mental atau kebugaran fisik. Selain manajemen waktu, ketajaman dalam menentukan prioritas menjadi pilar kedua dalam produktivitas yang berdampak tinggi. Prinsip Pareto mengingatkan kita bahwa delapan puluh persen hasil biasanya berasal dari dua puluh persen upaya yang paling terarah. Oleh karena itu, pekerja yang efektif bukanlah mereka yang hanya terlihat sibuk, melainkan mereka yang mahir mengidentifikasi tugas-tugas krusial yang memberikan dampak terbesar bagi tujuan jangka panjang. Dengan berfokus pada substansi daripada terjebak dalam detail-detail sepele yang tidak produktif—atau yang sering disebut sebagai fenomena "membuat pagar sepeda"—kita dapat mengoptimalkan energi yang terbatas untuk mencapai hasil yang lebih bermakna. Terakhir, efektivitas jangka panjang sangat bergantung pada pola pikir yang fleksibel dan kemampuan menjaga identitas diri di luar pekerjaan. Kita perlu memandang berbagai strategi kerja bukan sebagai aturan mutlak, melainkan sebagai alat bantu yang sesuai dengan Hukum Box: semua model mungkin memiliki celah, tetapi beberapa di antaranya sangat berguna jika diterapkan pada situasi yang tepat. Di saat yang sama, menjaga agar identitas diri tidak sepenuhnya tertelan oleh profesi, sebagaimana ditekankan dalam Hukum Morrison, adalah kunci untuk mencegah kelelahan kronis (burnout). Dengan memahami bahwa efektivitas sejati mencakup pencapaian profesional sekaligus kesejahteraan pribadi, kita dapat mempertahankan performa tinggi secara konsisten tanpa kehilangan arah hidup yang lebih luas.
Bismillah,Persiapan Terakhir Sebelum Ramadhan(Final preparation before ramadhan)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahullah-Video Animasi dari Kajian Tematik:“Bulan Sya'ban Serasa Dianaktirikan”
Katanya semua perjalanan ada akhirnya.Tapi bagaimana kalau pemberhentian terakhir bukan tempat yang seharusnya kamu tuju?Dengerin kisahnya di “Bus Malam ke Pemberhentian Terakhir.”
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 5 Februari 2026Bacaan: "Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja." (Amsal 21:25)Renungan: Kita tentu tidak mau hidup bersama seorang pembunuh, bukan? Akan tetapi, sadarkah bahwa kita sering kali hidup nyaman bersama pembunuh yang kejam? Pembunuh itu bernama kemalasan. Apa yang dibunuhnya? Semua kemungkinan kita untuk mencapai keberhasilan. Meskipun kita memiliki pelbagai faktor yang dibutuhkan untuk berhasil tetapi bila kita malas maka keberhasilan tidak akan menghampiri diri kita. Bagaimana kita tahu bahwa kita sudah hidup dalam kemalasan? Amsal memberikan empat karakteristik orang yang malas. Pertama, si pemalas selalu menciptakan alasan yang tidak masuk akal untuk membenarkan kemalasannya. Kedua, si pemalas suka menunda suatu pekerjaan. Ketiga, si pemalas terbiasa tidak menyelesaikan tugas yang sudah dimulainya. Terakhir, si pemalas sering merasa diri paling benar dibandingkan orang lain. Berdasarkan panduan dari Amsal ini, marilah kita memeriksa diri dengan teliti dan jujur. Apakah kita sudah bersahabat dan bahkan dikuasai oleh kemalasan? Bertobatlah dari kemalasan sebelum kita menyesal karena sudah membuang banyak kesempatan berharga untuk berhasil tanpa bisa memperolehnya kembali. Jangan lupa, kemalasan juga adalah dosa yang dibenci oleh Tuhan karena kita tidak mengembangkan potensi yang sudah dipercayakan Tuhan kepada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerajinan untuk melakukan segala sesuatu, sehingga apapun yang aku lakukan dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Amin. (Dod).
Ridwan menceritakan tentang pendakian terakhirnya bersama sang adik, sebelum menjadi pendakian terakhir banyak kejanggalan yang terjadi selama di perjalanan.Bagaimana kisah selengkapnya?Simak video berikut, jangan lupa berikan like dan komentarnyaCopyright 2025, Lentera Malam
Strategi scale up bagi sebuah startup bukan sekadar upaya meningkatkan angka penjualan secara linear, melainkan sebuah transisi terukur dari dominasi di pasar awal (beachhead market) menuju ekspansi yang lebih luas di pasar lanjutan (follow-on markets). Berdasarkan prinsip Disciplined Entrepreneurship, langkah awal yang krusial adalah mengidentifikasi dan menghitung Total Addressable Market (TAM) untuk segmen pelanggan baru, baik melalui metode upselling maupun penetrasi ke pasar yang berdekatan. Fokus pada pemetaan pasar lanjutan ini sangat penting untuk meyakinkan para pemangku kepentingan dan investor bahwa model bisnis yang dijalankan memiliki potensi pertumbuhan masif serta kemampuan untuk mendisrupsi sistem ekonomi atau energi secara global. Selanjutnya, keberhasilan dalam meningkatkan skala sangat bergantung pada pengembangan rencana produk atau product plan yang matang dan berorientasi pada masa depan. Di sektor teknologi yang kompleks seperti energi terbarukan, rencana ini harus mampu memetakan evolusi teknologi agar biaya produksi terus menurun sesuai dengan kurva pembelajaran (learning curve), sehingga produk hijau tersebut mampu bersaing secara head-to-head dengan solusi konvensional. Sinkronisasi antara inovasi teknis dan validasi pasar yang berkelanjutan menjadi kunci agar startup tidak terjebak dalam pengembangan fitur yang tidak memiliki nilai jual, melainkan terus memberikan efisiensi yang lebih baik bagi pelanggan seiring dengan bertambahnya skala operasi perusahaan. Terakhir, strategi scale up yang efektif harus mampu menjawab tantangan intensitas modal yang tinggi dan risiko "Lembah Kematian" (The Valley of Death) yang sering menjadi penghambat bagi perusahaan rintisan. Penggunaan strategi First-of-a-Kind (FOAK) untuk membuktikan validitas operasional di lapangan merupakan langkah logis untuk memitigasi risiko sebelum melakukan replikasi massal. Dengan menjalin kemitraan strategis di sepanjang rantai nilai dan memanfaatkan dukungan modal yang sabar (patient capital), sebuah startup dapat mencapai tujuan akhirnya: menciptakan dampak yang terukur secara sistemik. Pada titik ini, solusi inovatif yang ditawarkan tidak hanya menjadi alternatif, tetapi menjadi standar baru yang lebih murah, lebih baik, dan lebih berkelanjutan bagi dunia.
Seni memandu kelompok bukan sekadar memimpin rapat, melainkan keterampilan menjaga keseimbangan antara dinamika manusia dan pencapaian tujuan bersama. Seorang fasilitator berperan sebagai arsitek struktur diskusi yang mencegah tim terjebak dalam pemikiran seragam atau "Group Think" yang merugikan. Dengan menciptakan ruang yang aman bagi setiap anggota untuk berekspresi tanpa takut dikritik, fasilitator memastikan bahwa proses pemecahan masalah berjalan secara objektif dan terhindar dari konflik emosional yang tidak perlu. Inti dari fasilitasi yang efektif terletak pada kemampuan memicu kreativitas melalui fase berpikir divergen. Fasilitator menerapkan aturan dasar yang ketat, seperti menunda penilaian terhadap ide di awal sesi dan mendorong pemikiran yang tidak biasa guna mengejar kuantitas gagasan. Dengan bantuan berbagai alat bantu seperti Brainwriting, Mind Mapping, atau Six Thinking Hats, kelompok diajak untuk mengeksplorasi perspektif baru dan membangun inovasi di atas ide rekan mereka sendiri. Proses kreatif ini sangat krusial untuk memastikan bahwa setiap potensi solusi telah dieksplorasi secara maksimal sebelum kelompok melangkah ke tahap pengambilan keputusan. Terakhir, seni ini mencapai puncaknya pada fase berpikir konvergen, di mana ide-ide yang beragam disaring secara sistematis menjadi sebuah keputusan yang matang. Melalui penetapan kriteria keberhasilan yang jelas dan penggunaan teknik pengambilan keputusan yang objektif, seperti matriks keputusan berbobot atau analisis medan kekuatan, fasilitator membantu kelompok mencapai konsensus yang solid. Kesuksesan seorang fasilitator tercermin pada kemampuannya menyatukan berbagai perbedaan pendapat menjadi sebuah solusi terpadu yang didukung sepenuhnya oleh seluruh anggota, menciptakan hasil kolektif yang jauh lebih kuat daripada sekadar jumlah pemikiran individu.
Penjelasan kitab wahyu mengenai neraka, mengapa ada neraka, bagaimana melihat anugarah Tuhan untuk orang percaya.
Menemukan insight organisasi itu bukan soal sulap atau keberuntungan semata, tapi soal ketajaman menangkap momen "Aha!". Gary Klein mengajarkan kita tiga jalur utama: Koneksi, Kontradiksi, dan Koreksi. Jalur koneksi menuntut kita menghubungkan titik-titik data yang tampak tidak nyambung menjadi sebuah pola baru. Sementara itu, jalur kontradiksi mengajak kita peka terhadap anomali atau keanehan yang muncul di lapangan—jangan dibuang, justru harus dikejar karena di situlah perubahan tren dimulai. Terakhir, jalur koreksi memaksa kita berani membuang keyakinan lama yang sudah basi untuk diganti dengan pemahaman baru yang lebih relevan. Salah satu cara paling ampuh untuk memancing insight adalah melalui Reverse Thinking atau berpikir terbalik. Jangan selalu bertanya "bagaimana cara kita sukses?", tapi sesekali tanyalah "apa yang pasti akan membuat organisasi ini hancur?". Teknik Pre-mortem adalah aplikasi nyatanya; bayangkan sebuah program sudah gagal total di masa depan, lalu bedah penyebabnya satu per satu. Dengan melihat masalah secara "sungsang", kita justru bisa menemukan celah dan risiko tersembunyi yang biasanya tertutup oleh rasa optimisme berlebihan atau rutinitas kerja yang membosankan. Namun, semua teknik itu akan percuma jika organisasi tidak memiliki habitat yang sehat bagi rasa ingin tahu. Insighttidak akan muncul di ruang rapat yang kaku di mana semua orang hanya berani bilang "setuju, Pak". Dibutuhkan keamanan psikologis agar setiap anggota tim berani bersuara dan mempertanyakan asumsi dasar pimpinan. Pemimpin pun harus rajin turun ke lapangan, mendengarkan keluhan paling jujur dari konstituen atau pelanggan, karena pengalaman nyata itulah yang membentuk insting tajam. Organisasi yang luar biasa bukan yang paling sedikit berbuat salah, tapi yang paling cepat menangkap insight dan mengubahnya menjadi aksi nyata.
Di episode terakhir di tahun 2025 kita ngobrol dan nge-rekap dikit apa aja yang menurut kita berkesan di tahun 2025 dan apa aja harapan Bebek, Abel dan Sangga untuk AADG di tahun depan!
Hai, Sobat Cuan…Setiap perjalanan besar selalu punya satu momen kecil yang jarang terlihat orang. Sebuah keputusan yang diambil dalam senyap, tapi dampaknya terasa seumur hidup.Di episode kali ini, Top Woman Talk menghadirkan Direktur Hukum dan Kepatuhan AIA, Rista Qatrini Manurung, yang membuka cerita paling personal dalam hidupnya, tentang detik terakhir ketika keputusan sang ayah menjadi titik balik yang membentuk cara berpikir, nilai hidup, hingga langkah-langkah besar yang ia ambil sebagai seorang perempuan.Bukan sekadar karier, tapi cerita tentang peran ayah yang begitu besar, nilai keluarga yang tertanam kuat, dan bagaimana semua itu menjadi fondasi dalam menghadapi kerasnya dunia profesional. Simak kisah inspiratifnya, hanya di Podcast Cuap Cuap Cuan!Sobat Cuan, jangan lupa ya untuk follow IG @cuap_cuan, dan juga subscribe youtube channel Cuap Cuap Cuan, kemudian di like, comment dan share juga ya. Salam cuan!
Libur Natal dan Tahun Baru atau Nataru selalu menjadi momen favorit masyarakat untuk berwisata. Namun, di balik euforia liburan, ada sejumlah hal penting yang perlu diwaspadai agar perjalanan wisata tetap aman, nyaman, dan menyenangkan.Pertama, perencanaan perjalanan. Pastikan tujuan wisata, rute perjalanan, hingga akomodasi sudah direncanakan sejak awal. Pilih waktu keberangkatan yang tepat untuk menghindari kepadatan lalu lintas, dan selalu siapkan rencana alternatif jika terjadi kemacetan atau perubahan cuaca.Kedua, kondisi transportasi dan keselamatan. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Patuhi aturan lalu lintas, istirahat cukup bagi pengemudi, serta gunakan perlengkapan keselamatan. Untuk perjalanan laut dan udara, perhatikan jadwal serta informasi resmi dari operator dan otoritas terkait.Ketiga, antisipasi cuaca dan bencana. Libur Nataru kerap bertepatan dengan musim hujan. Oleh karena itu, penting untuk memantau informasi cuaca dari BMKG, terutama bagi wisatawan yang berkunjung ke pantai, pegunungan, atau daerah rawan bencana.Keempat, keamanan dan kesehatan. Waspadai potensi tindak kriminal di kawasan wisata yang ramai, jaga barang bawaan, serta patuhi imbauan petugas. Jangan lupa menjaga kondisi tubuh, membawa obat pribadi, dan menerapkan pola hidup bersih selama perjalanan.Terakhir, patuhi aturan di destinasi wisata. Ikuti arahan pengelola dan petugas, hormati kearifan lokal, serta jaga kebersihan lingkungan agar liburan tidak hanya aman, tetapi juga bertanggung jawab.Dengan perencanaan matang, kewaspadaan, dan kepatuhan pada aturan, libur Nataru dapat dinikmati dengan rasa aman dan nyaman, tanpa mengurangi makna kebersamaan bersama keluarga dan orang-orang terdekat.
Tahun 2025 menandai pergeseran fundamental dalam pengelolaan sumber daya manusia dan keberagaman, di mana organisasi bertransformasi dari sekadar pembeli bakat menjadi pembangun bakat. Di tengah disrupsi teknologi, perusahaan kini memikul tanggung jawab strategis untuk melakukan pelatihan ulang (reskilling) secara masif dan membuka pintu bagi tenaga kerja "kerah baru" tanpa memandang gelar akademis, melainkan keterampilan nyata. Pendekatan terhadap inklusi pun berevolusi melampaui statistik representasi menuju penciptaan lingkungan yang memungkinkan setiap individu berkembang melalui "empat kebebasan"—termasuk kebebasan psikologis untuk gagal dan belajar tanpa rasa takut akan hukuman yang tidak adil. Dari sisi strategi dan operasional, mantra pertumbuhan dengan segala cara telah digantikan oleh pertumbuhan yang selaras dengan kapasitas internal dan realitas geopolitik baru. Pemimpin masa depan dituntut untuk menavigasi kebijakan industri pemerintah yang semakin intervensionis serta menerapkan kerangka kerja Rate-Direction-Method (RDM) untuk mencegah kerusakan budaya akibat ekspansi yang terlalu agresif. Efisiensi organisasi tidak lagi dicapai dengan menambah lapisan birokrasi, melainkan melalui keberanian melakukan pengurangan (subtraction) sistematis terhadap rapat, aturan, dan prosedur yang menghambat produktivitas, menjadikan organisasi lebih ramping dan responsif. Terakhir, paradigma kepemimpinan dan kesuksesan pribadi mengalami rehumanisasi yang mendalam. Pemimpin efektif di tahun 2025 adalah mereka yang mempraktikkan empati berkelanjutan—peduli tanpa mengorbankan kesejahteraan diri sendiri—serta bertindak sebagai "Aktivator" yang proaktif menghubungkan orang lain demi kolaborasi nilai tambah. Filosofi ini meluas hingga ke tingkat individu, di mana para profesional didorong untuk menerapkan alat strategi korporat ke dalam kehidupan pribadi mereka (Strategize Your Life), memastikan bahwa waktu dan energi dialokasikan secara sengaja untuk mencapai kehidupan yang bermakna, bukan sekadar karier yang sukses.
Ustadz Ammi Nur Baits, S.T., B.A. - Amalan Terbaik di 10 Hari Terakhir Ramadhan
50/50 MENUJU RUMAH TERAKHIR
Presiden Prabowo Subianto hadir langsung di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, untuk memimpin pemusnahan barang bukti narkoba seberat 2,1 ton. Kegiatan ini menjadi simbol penegakan hukum dalam satu tahun terakhir, di mana Polri berhasil menyita lebih dari 214 ton narkotika senilai Rp.29,37 triliun dan menangkap 65 ribu tersangka.Apakah capaian ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba? dan bagaimana capaian bidang hukum Prabowo - Gibran, 1 tahun ini? Talk bersama Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan.
Zahid: https://instagram.com/zahidibrAbiyu: https://instagram.com/sfbksZea: https://instagram.com/zeayusufTimestamps0:00 Kenapa waktu itu nyesel pertukaran pelajar?4:44 Merasa ketinggalan gak setelah gap year?8:22 Kerja yang nggak nyambung sama perkuliahan?11:52 Keluar negeri jadi strategi naik kelas sosial?15:14 Membiayai hidup dari kerja part-time?18:54 Kenapa banyak yang pengen masuk PTN?22:17 Meninggalkan lingkungan transformatif selama gap year?24:44 Kenapa nggak follow back orang di Instagram?25:56 Pertemanan genuine vs transaksional?
Di tengah riuhnya lanskap sosial Indonesia, ribuan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) bekerja tanpa lelah untuk menciptakan perubahan. Namun, di lautan informasi dan seruan donasi yang tak bertepi, pekerjaan baik saja tidak lagi cukup untuk menjamin suara Anda didengar. Ini adalah seruan untuk mendefinisikan ulang branding bukan sebagai alat komersial untuk menjual, melainkan sebagai cara untuk membangun jembatan kepercayaan antara misi mulia Anda dan hati para pendukung. Di sektor nirlaba, kepercayaan adalah mata uang utama, dan merek yang kuat adalah janji Anda akan integritas, dampak, dan amanah. Di tengah menurunnya kepercayaan publik, merek yang otentik dan dikelola secara strategis bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan benteng pertahanan Anda yang paling kokoh. Secara strategis, branding adalah alat paling ampuh untuk membedakan diri di tengah keramaian. Ia menjawab pertanyaan fundamental di benak setiap donatur potensial: "Mengapa saya harus peduli pada Anda, di antara ribuan lainnya?" Branding yang efektif mengartikulasikan Proposisi Nilai Unik (UVP) Anda—apa yang membuat pendekatan Anda berbeda dan lebih layak didukung. Lebih dari itu, ia adalah mekanisme untuk menerjemahkan dampak yang sering kali kompleks menjadi sebuah narasi yang menggugah secara emosional, mengubah data dalam laporan menjadi kisah yang menggerakkan hati. Kekuatan naratif inilah yang mengubah pendukung pasif menjadi duta merek yang aktif, membangun sebuah gerakan sosial yang berkelanjutan di sekitar tujuan Anda, bukan sekadar mendanai satu kampanye sesaat. Panggilan untuk bertindak ini dimulai dari sekarang, bukan dengan anggaran besar, tetapi dengan kejernihan visi. Mulailah dari dalam dengan melakukan introspeksi radikal untuk mendefinisikan identitas, tujuan, dan nilai-nilai inti organisasi Anda. Rangkailah identitas otentik tersebut menjadi sebuah kisah yang kuat, yang memposisikan penerima manfaat atau para pendukung sebagai pahlawan dari perubahan yang Anda fasilitasi. Terakhir, wujudkan merek Anda dengan konsistensi yang disiplin di setiap titik sentuh—dari situs web hingga interaksi relawan—karena setiap interaksi adalah kesempatan untuk membangun atau merusak kepercayaan. Pekerjaan Anda terlalu penting untuk dibiarkan tak terlihat; saatnya membangun merek yang sekuat dan seberdampak misi yang Anda emban.
Perbedaan utama antara Arsitek dalam kapasitas tradisional sebagai karyawan dan Entrepreneur desain terletak pada prioritas dan tujuan. Seorang Arsitek didorong oleh hasrat pada desain, seni, dan pengejaran keunggulan arsitektur, dengan fokus utama pada penyelesaian proyek dengan kecemerlangan artistik dan teknis (karya/portfolio). Pola pikir ini cenderung mengagungkan proses desain, seringkali memandang manajemen waktu dan finansial sebagai tugas sekunder. Sebaliknya, Entrepreneur desain haruslah seorang pemilik bisnis terlebih dahulu; kelangsungan hidup bisnis adalah yang terpenting. Fokus mereka adalah pada profitabilitas, kelangsungan operasional, dan penciptaan sistem yang dapat memberikan nilai terukur. Keputusan desain, meskipun penting, harus tunduk pada keputusan bisnis yang menjamin margin keuntungan dan menghindari proyek dengan margin tipis yang berisiko finansial. Perbedaan kedua terletak pada perspektif risiko dan stabilitas. Arsitek karyawan melihat stabilitas sebagai gaji dan tunjangan yang diberikan oleh majikan, seringkali dilindungi oleh rasa takut gagal yang menunda impian wirausaha. Mereka terjebak dalam model konsultasi time-for-dollars yang membatasi skalabilitas pendapatan. Sebaliknya, Entrepreneur melihat keamanan sejati dalam kepemilikan bisnis sendiri, yang memberikan kontrol atas waktu dan masa depan, yang tidak bisa diambil kapan saja oleh majikan. Entrepreneur merangkul risiko, memandang kegagalan sebagai pelajaran yang menghasilkan pengetahuan dan koneksi. Mereka berkomitmen pada profesionalisme sejati, menyadari bahwa setiap tindakan memiliki implikasi hukum dan profesional jangka panjang, dan tidak ada ruang abu-abu dalam menjalankan bisnis. Terakhir, mereka berbeda dalam orientasi pasar dan sumber daya. Arsitek tradisional bekerja dalam model bisnis yang terikat pada jam kerja dan biaya konsultasi. Entrepreneur menerapkan pemikiran wirausaha untuk mencari model yang dapat diskalakan, menyadari bahwa konsumen lebih mudah membeli produk daripada jasa yang tidak berwujud. Pergeseran ini mengarah pada pengembangan produk berulang, seperti set denah rumah, yang bertujuan membangun pendapatan pasif dan melepaskan ikatan waktu dari penghasilan. Entrepreneur juga memandang waktu sebagai aset paling berharga, secara aktif mengendalikan jadwal untuk memprioritaskan pertumbuhan bisnis dan kehidupan pribadi, serta memerangi isolasi profesional melalui jejaring dan pembangunan komunitas.
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 276 (Matius 20:1-16): Bagian ini melanjutkan tema “terdahulu menjadi terakhir dan terakhir menjadi terdahulu”. Tuhan Yesus mendidik para murid dengan memberikan perumpamaan mengenai pekerja-pekerja di kebun anggur. Kebun anggur dan pemiliknya adalah simbol Israel dan Allah yang memiliki Israel (Yes. 5:1-7). Dan pada bagian ini dikisahkan bahwa pemilik kebun anggur pergi mencari pekerja bagi kebun anggurnya.
Apa yang dibahas?Nintendo dikabarkan pelit ngasih Dev-kit ke developer besar maupun kecilDampak Hollow Knight: Silksong ke developer game lainTanggal early access Skate 4 sudah rilis dan gimana masa depan Skate dengan model Free-to-play nya?Di episode kali ini kita akan membahas rumor tentang Nintendo yang pelit dalam memberikan DevKit, update terbaru dari Hollow Knight yang bikin game lain pada delay, serta game Seascape yang segera masuk early access di bulan September. Kita juga ngobrolin soal rekaman dengan FaceTime, game Persona 3 Reload, dan Deadlock. Selain itu, ada berita tentang Nintendo Switch 2 yang susah dicari DevKit-nya, PlayStation yang mulai terbuka sama Xbox, rilisnya Gears of War di PS5, serta ulasan mengenai game Hollow Knight: Silksong dan hype yang mengelilinginya. Terakhir, kita bahas tentang free to play dan mode live service dari game Skate yang rilis di bulan September nanti.Timestamp:00:00 Intro18:57 Kontroversi Devkit Nintendo Switch 238:51 Dampak Rilisnya Hollow Knight: Silksong47:01 Skate 4 Early Access Announcement58:17 Intinya mah gini
Orang Yang Terakhir Masuk Surga adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Shahih Jami’ Ash-Shaghir. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah pada Kamis, 9 Dzulhijjah 1446 H / 5 Juni 2025 M. Kajian Islam Tentang Orang Yang Terakhir Masuk Surga Kajian ini membahas tentang orang yang terakhir masuk surga. Poinnya adalah bahwa […] Tulisan Orang Yang Terakhir Masuk Surga ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
A panel of undecided voters handed Prime Minister Anthony Albanese a convincing win at the end of the fourth and final leaders' debate. - Panel pemilih yang belum menentukan pilihan, memberikan kemenangan meyakinkan kepada Perdana Menteri Anthony Albanese di akhir debat keempat dan terakhir kedua pemimpin.
CEO Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, berbicara tentang filosofi dan komitmen mereka, “Humanising Financial Services”. Selain itu, Steffano juga mengupas bagaimana bank konvensional, fintech, dan institusi keuangan lainnya dapat bekerja sama di era kolaborasi seperti hari ini. Terakhir, beliau juga memberikan tips kepemimpinan dan bisnis—merefleksikan dari kesuksesan Maybank Group yang baru saja memenangkan 2024 Time World's Best Company.Dalam percakapan ini, Gita Wirjawan mengangkat anekdot-anekdot yang belum pernah dibahas sebelumnya terkait usaha kecil dan mikro, persepsi masyarakat lokal terkait ekspor, hingga pandangannya soal dampak terpilihnya Trump terhadap ekonomi dunia.#Endgame#GitaWirjawan#MaybankIndonesia-----------------Episode Endgame lainnya yang mungkin juga Anda sukai:Sejarah Uang dan EvolusinyaFaisal Basri: Prioritas Kita Berbenah, Bukan PindahArah Ekonomi di Era Pemimpin Baru - Hendri Saparini-----------------Jelajahi dan diskusikan lebih lanjut episode ini di:https://endgame.id/-----------------Untuk ajakan kolaborasi dan kerja sama, hubungi kami di sini: https://sgpp.me/contactus-----------------Ikuti akun instagram Narrator kami di:maybankidbapaksteff-----------------Episode ini dipersembahkan oleh:https://www.maybank.co.id/-----------------‘Mata kuliah'0:00:00 - Intro 0:03:17 - Latar belakang Steffano Ridwan0:09:50 - Bank regional, berprestasi internasional0:19:59 - Pentingnya nilai dalam perusahaan0:25:28 - Transisi digital, fintech, tech bubble burst0:35:21 - UMKM dan prinsip syariah0:47:48 - Ekonomi makro0:53:16 - Persepsi ekspor di kalangan masyarakat0:57:36 - Ekonomi dunia: Trump, suku bunga, AI1:03:38 - SDM1:13:31 - Ciri pemimpin1:16:40 - Pesan untuk sesama institusi finansial
The Australian automotive market has shown remarkable resilience by posting record new vehicle sales for two consecutive years. - Pasar otomotif Australia telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa dengan mencatatkan rekor penjualan kendaraan baru selama dua tahun berturut-turut.
PERSINGGAHAN TERAKHIR VAN JENAZAH LALU DEPAN RUMAH | PONTIANAK SALAH ALAMAT DI MARAH TUAN RUMAHMALAM SERAM THE HORROR TALK SHOW | BUKAN SEKADAR CERITA SERAMSuka bacaan kisah-kisah seram, sila subscribe ke saluran Malam Seram! Malam Seram LIVE show Isnin hingga Khamis 11 malam dan Jumaat 11.59 malam MALAM SERAM adalah segmen LIVE perkongsian pengalaman seram dan misteri. Anggap ia hanya sekadar perkongsian sahaja. Jangan mudah percaya dan terlalu taksub dengan apa yang anda dengar! MALAM SERAM The Horror Talk Show Bukan Sekadar Cerita Seram.Become a supporter of this podcast: https://www.spreaker.com/podcast/malam-seram--3347472/support.
SOLII TALKS MINGGU TERAKHIR DI FEBRUARI --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/solii1313/message