POPULARITY
Categories
Membaca kisah kejatuhan manusia dari Kain dan Habel hingga Air Bah.
Dua gempa di kota yang sama — Palu, 2018 dan 2026. Tapi episentrumnya beda, mekanismenya beda, dan ancamannya beda. Kalau kita membacanya seolah setara, kita akan salah memahami apa yang sudah berhasil dan apa yang masih belum selesai. Di episode ini Talk Disaster membedah dua skenario yang berbeda. Tsunami hybrid 2018 yang datang dalam hitungan menit, dan respons cepat BMKG di 2026 yang ujiannya tidak sama.
Membaca kisah penciptaan, kejatuhan manusia dan relevansinya dengan kehidupan kita saat ini.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 11 Juni 2026Bacaan: "..... janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana....." (Roma 12:16)Renungan: Ketika kita bercita-cita menjadi seorang penulis, ada dua hal yang harus kita lakukan. Pertama, kita harus banyak menulis. Kedua, kita harus banyak membaca. Ya, penulis harus banyak membaca, seperti juga musisi harus banyak mendengarkan musik, sineas harus banyak menonton film, barista harus suka minum kopi, dst. Pertanyaannya, buku apa yang harus dibaca agar kita bisa menjadi penulis yang baik? Seorang penulis memberi nasihat cukup unik, la menyarankan membaca dua jenis buku: buku yang benar-benar bagus dan buku yang benar-benar jelek. Membaca buku yang sangat bagus tentu agar kita terinspirasi dan bisa membuat tulisan yang makin berkualitas. Bagaimana dengan membaca buku yang sangat jelek? Menurut penulis itu, buku yang sangat jelek juga bisa membuat kita termotivasi. "Jika tulisan sejelek itu saja ada yang mau menerbitkan, tulisan kita pasti bisa diterbitkan juga." Ada benarnya juga. Nyatanya, kita sering kali takut, bahkan putus asa karena yang kita lihat saat baru memulai sesuatu hanyalah orang-orang yang sudah ada di level sangat tinggi. Kita berhenti menulis karena tidak bisa menulis sebaik peraih Nobel Sastra. Kita berhenti menjadi musisi karena minder melihat keahlian para musisi kelas nasional bahkan internasional. Kita putus asa karena usaha yang kita rintis tidak kunjung sebesar perusahaan top. Maka, ada kalanya kita perlu juga melihat kepada hal-hal yang lebih "membumi". Bukan berarti menurunkan standar atau tak punya cita-cita tinggi. Kadang kita memang harus melihat ke atas, tapi penting juga untuk bisa melihat ke samping atau ke bawah. Keseimbangan seperti ini perlu supaya kita tidak jatuh menjadi hidup sekadar mengejar ambisi yang tak pernah habis-habisnya. Melihat ke hal-hal yang di bawah atau di sekitar, juga membuat kita bisa lebih bersyukur daripada hanya mengeluh karena kondisi kita tidak seperti orang lain. Kepada jemaat di Roma, Paulus dua kali mengingatkan mereka untuk tidak hanya memikirkan hal-hal yang tinggi (Rm. 12:3, 16), tapi mengarahkan pikiran ke hal sederhana agar tetap rendah hati. Tak ada yang salah dengan memiliki cita-cita besar, tapi jangan sampai kita lalu menjadi tak menghargai hal-hal kecil dan sederhana, karena itupun adalah berkat Tuhan untuk kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas hal-hal besar dan kecil dalam hidupku karena semua itu adalah berkat-Mu yang Kau berikan untukku. Amin. (Dod).
Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A - Sunnah Atau Bid Ah!! Hukum Membaca Doa Qunut Ketika Sholat Subuh Ustadz Ammi Nur Baits
Pada Episode kali ini, secara khusus berbincang bersama dengan Pimpinan KPK, Agus Joko Pramono, yang akan mengulas tuntas bagaimana angka, data, dan laporan keuangan dapat menjadi instrumen awal membaca risiko korupsi.Pada obrolan hangat ini, kita juga akan menyimak cara untuk mengidentifikasi pola penyimpangan, hingga memahami konsep beneficial owner dan kerugian perekonomian negara. Karena pemberantasan korupsi tidak hanya soal penindakan, tetapi juga kemampuan membaca risiko sejak dini, memperkuat transparansi, serta membangun sistem yang akuntabel dan berintegritas.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 29 Mei 2026Bacaan: Kemudian berkatalah Elisa: "Apakah yang dapat kuperbuat baginya?" Jawab Gehazi: "Ah, ia tidak mempunyai anak, dan suaminya sudah tua." (2 Raja-raja 4:14)Renungan: Suatu ketika ada seorang yang bercerita bahwa setiap kali ia memakai sepatu basket favorit, ia tidak bisa melupakan momen ketika kakaknya tiba-tiba mengajak ke mall, lalu menyuruhnya memilih sepatu basket yang ia inginkan. "Pilih mana yang kamu suka, nanti aku yang bayar," kata kakaknya. Segera ia memilih sepatu dan mencobanya, lalu menyerahkan pilihannya kepada pramuniaga setelah merasa cocok. Ingatan akan peristiwa itu juga membuatnya menyadari bahwa cara Tuhan memberkati hidupnya bisa melalui berbagai cara, termasuk cara yang sama sekali tak terduga! Elisa juga sempat memberi kejutan kepada pasangan yang telah menjamunya sekian waktu, karena pasangan itu menghormati Elisa sebagai seorang nabi Tuhan. Mereka bahkan menyiapkan sebuah kamar kecil, supaya Elisa dapat beristirahat dengan nyaman setiap kali melakukan pelayanan dan singgah ke rumah mereka. Namun, hari itu pasangan yang belum dikaruniai anak mendapat kejutan saat Allah memberi janji melalui Elisa bahwa mereka akan memiliki anak. Akhirnya terjadilah tepat sesuai dengan nubuat Elisa, yang bisa dianggap sebagai upah atas kemurahan hati dan kebaikan yang ditunjukkan oleh pasangan itu. Tanpa mereka sadari, Allah melihat kebaikan mereka kepada Elisa, hamba-Nya itu, lalu memberikan apa yang selama bertahun-tahun mereka nantikan sebagai pasangan suami istri. Allah tak pernah kehabisan cara untuk memberkati umat-Nya. Hanya, terkadang kitalah yang tidak memberikan cukup ruang untuk Allah bekerja dengan cara yang Dia kehendaki. Membaca kisah Elisa dan pasangan tadi membuat kita menyadari bahwa ketika hati kita terbuka untuk campur tangan Tuhan, maka kita dapat mengalami kebaikan-kebaikan Tuhan pada saat yang mungkin tak pernah kita duga. Pertanyaannya, maukah kita mengalaminya? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat tak terduga yang sering aku terima. Bantulah aku agar aku tetap setia pada-Mu karena Engkau sungguh baik padaku. Amin. (Dod).
Membaca manusia itu seperti membaca buku—jangan cuma lihat sampulnya. Sampul bisa mengkilap, tapi isinya mungkin membosankan. Kita harus berani "membuka halaman" dengan memahami motivasi terdalamnya: apakah dia mengejar kenikmatan atau sekadar lari dari rasa sakit. Inilah bensin yang menggerakkan alur cerita setiap individu di depan kita. Membaca buku ini juga butuh "kamus" yang pas. Kita bisa pakai MBTI, Enneagram, atau Big Five. Alat-alat ini membantu kita tahu apakah buku ini bergenre "petualangan" yang ekstrovert atau "misteri" yang penuh analisis. Ditambah dengan pengamatan pada ekspresi mikro, kita bisa tahu mana paragraf yang jujur dan mana yang cuma "tipografi" untuk menutupi kebohongan. Akhirnya, menjadi pembaca orang yang mahir bukan untuk menjadi hakim yang galak. Ini soal empati. Soal memahami mengapa sebuah bab ditulis dengan penuh air mata atau amarah. Dengan membaca orang lain secara jernih, kita sebenarnya sedang belajar menulis bab-bab kehidupan kita sendiri dengan tinta kebijaksanaan yang lebih kental.
Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah M.A. - Dahsyatnya Membaca Al-Qur'an Tiap Hari
KATA PEMRED #6PinterPolitik.comAda sebuah fenomena yang tidak akan pernah bisa ditangkap oleh siaran pers manapun: cara seorang pemimpin menapakkan kaki dan berdiri di atas panggung yang telah ia tunggu dengan kesabaran asketis selama seperempat abad. Prabowo Subianto adalah pria yang memahami sepenuhnya bagaimana rasanya dikhianati dan dipermalukan oleh putaran roda sejarah — ia yang pernah dicopot dari jabatannya, dikalahkan dalam palagan politik, hingga diasingkan dalam kesunyian yang panjang.
Dulu, Idulfitri adalah urusan jiwa; kini, ia seolah berpindah ke mal dan layar ponsel. Di Indonesia dan Malaysia, hari raya telah bergeser menjadi proyek logistik yang melelahkan dan ajang flexing atau pamer kesuksesan sosial. Kita lebih sibuk memikirkan keseragaman baju sarimbit demi estetika konten media sosial daripada menyiapkan keheningan batin untuk bersilaturahmi. Mudik yang seharusnya menjadi perjalanan pulang menuju akar, sering kali hanya menjadi ajang pamer pencapaian kota yang justru memperlebar jarak emosional antarmanusia. Di belahan dunia lain, seperti Dubai, Doha, dan Arab Saudi, Idulfitri kini menjelma menjadi "spektakel" kemewahan dan festival belanja global. Tradisi komunal yang hangat, seperti makan bersama di jalanan, mulai digantikan oleh staycation privat di hotel berbintang atau perayaan tertutup yang eksklusif. Idulfitri tidak lagi dirayakan sebagai kemenangan atas nafsu setelah sebulan berpuasa, melainkan sebagai komoditas pariwisata yang didominasi oleh ledakan kembang api dan diskon besar-besaran, yang perlahan mengubur makna spiritual di bawah tumpukan materialisme. Pada akhirnya, kehampaan Idulfitri berakar pada hilangnya kehadiran hati (mindfulness) dalam setiap ritualnya. Kita terjebak dalam "sekularisasi ritual" di mana salat Id hanya menjadi pembuka sesi foto, dan permohonan maaf hanya tersampaikan melalui stiker WhatsApp yang masal dan tanpa rasa. Idulfitri hanya akan kembali bermakna jika kita berani mendekonstruksi gaya hidup konsumtif ini dan kembali pada esensi Tazkiyatun Nafs—penyucian jiwa yang sunyi, sederhana, namun menghubungkan kembali manusia dengan Tuhannya dan sesamanya secara otentik.
Pada suatu malam di tahun 2019, dalam sebuah diskusi yang disiarkan langsung, seorang panelis bertanya kepada Prabowo Subianto mengapa ia begitu keras memperingatkan tentang ancaman perang, tentang ketahanan pangan, tentang kemungkinan Indonesia runtuh dari dalam.Prabowo menjawab dengan tenang: “Mazhab saya adalah mazhab akal sehat. Common sense and reality. Saya selalu mencari the basics, mencari esensi dari masalah.”Dan saat ini, pernyataan Prabowo itu terbukti. Ini menunjukkan kemampuannya membaca tanda-tanda politik internasional berdasarkan pola sejarah yang telah ditulis sejak ribuan tahun lalu.
Bismillah,Cara Mendapatkan Lailatul Qadr(How to attain Laylatul Qadr)1. Menjaga sholat lima waktu berjamaah (HR Muslim)2. Sholat tarawih berjamaah sampai imam beranjak (HR Tirmidzi)3. Memperbanyak bacaan al-quran dalam satu malam, minimal 100 ayat (Hadits disahihkan oleh Albani)4. Memperbanyak doa, khususnya doa Allahuma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa'fu ‘annii (HR Tirmidzi)5. Muhasabah, bertaubat, banyak beristighfar, dan memohon ampun kepada Allah6. Memperbanyak dzikir di akhir tengah malam (Hadits disahihkan oleh Albani)7. Membaca 2 ayat terakhir surat Al Baqarah (HR Bukhari dan Muslim)8. Berpenampilan baik, mandi, dan memakai parfum bagi laki-laki (Ibnu Rajab, Lataiful Ma'arif)9. Membangunkan dan mengajak keluarga untuk memperbanyak ibadah (HR Bukhari)10. Lakukan semua ibadah dengan penuh keimanan dan ihtisab (HR Bukhari dan Muslim)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahullah-
Volatilitas semakin tinggi. Instabilitas semakin menjadi. Ketidakpastian semakin pasti.Pertanyaannya, kita harus apa?Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hadir di Endgame untuk ketiga kalinya. Beliau memberikan pandangan, refleksi, dan pencerahan tentang bagaimana menyikapi dan menghadapi kesengitan percaturan geopolitik hari ini dan esok.Direkam 26 Januari 2026 di SBY Music Studio, Cikeas.Terima kasih kepada Nyla Permata Sari dan seluruh tim SBY Studio atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam mewujudkan acara ini.Topik selengkapnya:0:00:00 - Intro0:05:41 - Kenapa harus ikuti isu geopolitik0:08:51 - Agenda dunia berjalan mundur?0:12:44 - Perubahan struktural dunia hari ini0:18:22 - Sejarah kebangkitan Tiongkok0:26:35 - Mesti ikuti ideologi Barat atau Timur?0:36:37 - Ultranasionalisme0:44:09 - Board of Peace0:48:21 - Moralitas vs Realisme0:53:12 - Perang Dunia Ketiga1:06:11 - Dilema Nuklir1:10:37 - Ini harusnya strategi geopolitik kita1:40:38 - Kembalikan diplomasi#Endgame #GitaWirjawan #SusiloBambangYudhoyono------------------Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia', sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini: / what-it-takes ------------------Episode lain yang mungkin Anda sukai: • Trump's Strategic Ambiguity and Future of ... • ‘Bapak Satelit Indonesia': Kita Harus Bang... • How Math and Sanskrit Shape Amartya Sen's ... ------------------
Episode PutCast kali ini kita kedatangan Rendra Agusta. Ia adalah seorang ahli filologi dan pembaca manuskrip Jawa kuno yang akan mengupas tuntas keterkaitan mendalam antara tradisi klenik, spiritualitas, dan peta kekuatan politik di Indonesia.
Sosialisme hadir bagai mimpi yang datang terlalu pagi—sebuah kerinduan akan martabat manusia yang sempat tercuri oleh deru mesin industrialisasi abad ke-19. Di balik ribuan teori Karl Marx, ia sesungguhnya adalah janji sederhana namun mendalam: bahwa keadilan perut tidak boleh dibayar dengan penghambaan jiwa. Sejarah memang mencatat tikungan tajam dan pengkhianatan di baliknya, namun sebagai ikhtiar melawan ketidakadilan, sosialisme tetap menjadi cermin bagi dunia untuk menjinakkan ketamakan dan menghidupkan kembali api solidaritas. Di tanah Indonesia, sosialisme bersemi bukan di ruang steril, melainkan di denyut pelabuhan dan rel kereta api sebagai ruh pembebasan anti-kolonial. Kita mewarisi spektrum pemikiran yang kaya: dari intelektualisme demokratis Sjahrir yang memuliakan individu, ekonomi gotong royong Hatta melalui koperasi, hingga api "Massa Actie" Tan Malaka yang meledak dari rakyat jelata. Meski jejaknya sempat berdarah dalam tragedi 1965 dan dikubur dalam sunyi Orde Baru, ruh keadilan sosialnya tetap menjadi akar yang menolak mati, bersembunyi di balik baris-baris Pancasila yang menunggu untuk diwujudkan. Hari ini, di hadapan algoritma kapitalisme global dan ancaman krisis iklim, sosialisme kembali memanggil sebagai kompas moral yang relevan, bukan dogma kaku yang usang. Ia adalah suara lirih di pinggiran kekuasaan yang mengingatkan bahwa pendidikan, kesehatan, dan martabat manusia adalah hak yang tidak boleh menjadi barang dagangan. Sebagai sebuah perjalanan yang tak pernah usai, sosialisme tetap menjadi hati nurani yang menjaga agar bangsa ini tidak bangkrut secara moral di tengah jurang ketimpangan yang kian menganga.
Setiap kali bencana banjir melanda, satu komoditas kerap berada di garis depan tudingan: sawit. Dalam ruang publik, isu ini sering disederhanakan seolah satu sektor menjadi penyebab tunggal persoalan lingkungan yang kompleks. Padahal, di balik banjir dan kerusakan ekosistem, terdapat persoalan yang jauh lebih mendasar mulai dari tata kelola sumber daya alam, penegakan hukum, hingga perencanaan ruang yang lemah.Dalam episode Podcast Elshinta kali ini, Pemimpin Redaksi Elshinta, Haryo Ristamaji, mengajak Anda membaca ulang isu sawit secara lebih proporsional dan berbasis data bersama Guru Besar IPB sekaligus pakar agribisnis dan kebijakan pembangunan, Prof. Bayu Krisnamurthi. Diskusi ini mengulas hubungan antara sawit, lingkungan hidup, dan bencana alam, sekaligus menempatkan sawit dalam konteks kepentingan nasional sebagai sektor strategis yang menopang jutaan lapangan kerja, pembangunan daerah, dan ketahanan energi.Apakah kebijakan kita sudah menyasar akar masalah, atau justru salah alamat?Simak perbincangan mendalam ini untuk memahami sawit secara lebih jernih tanpa stigma, dengan perspektif yang utuh.
Menjelang akhir tahun, Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di sejumlah daerah, mulai dari Banten dan Jakarta, Kabupaten Bekasi, hingga Kalimantan Selatan. Sejumlah pihak diamankan, termasuk kepala daerah dan oknum penegak hukum, yang kembali menyorot persoalan integritas dan pengawasan dalam tata kelola pemerintahan.Bagaimana mencermati OTT KPK kali ini dan pesan apa yang ingin disampaikan kepada publik? Isu ini dibahas bersama M Jasin, Wakil Ketua KPK periode 2007–2011, untuk membaca pola, tantangan, serta arah pemberantasan korupsi ke depan.
Tahukah Anda bahwa otak manusia sebenarnya tidak dirancang secara evolusioner untuk membaca? Berbeda dengan kemampuan berbicara yang tumbuh secara alami, membaca adalah sebuah pencapaian neurobiologis yang luar biasa di mana otak harus "mendaur ulang" area-area lamanya. Kita memaksa bagian otak yang biasanya digunakan untuk mengenali wajah dan objek agar bekerja sama dengan area bahasa, menciptakan sirkuit baru yang memungkinkan kita mengubah coretan tinta menjadi gagasan yang hidup. Setiap kali Anda membaca kalimat ini, sebuah "simfoni" aktivitas listrik sedang terjadi di dalam kepala Anda dalam hitungan milidetik. Ini bukan proses pasif; otak Anda bekerja keras memecahkan kode visual, menerjemahkannya menjadi bunyi, menarik makna dari memori, hingga mensimulasikan emosi dan sensasi fisik seolah-olah Anda mengalaminya sendiri. Memahami proses rumit ini membuka wawasan tentang betapa hebatnya kapasitas otak kita untuk beradaptasi dan belajar hal baru. Namun, di era digital saat ini, cara kerja "mesin membaca" di kepala kita sedang mengalami perubahan besar. Dengan dominasi layar gawai yang melatih kita untuk membaca cepat (skimming), kita berisiko kehilangan kemampuan membaca mendalam (deep reading) yang krusial untuk berpikir kritis dan empati. Dengan mempelajari mekanisme otak saat membaca, kita tidak hanya memahami biologi diri sendiri, tetapi juga belajar bagaimana menjaga ketajaman pikiran di tengah arus informasi yang serba cepat.
Academia sering bingung gak sih sama pasangan kalian yang ngomongnya fine-fine aja tapi kalian ngerasa dia lagi gak se-FINE itu
Kontak mata itu penting, tapi tahukah Moms & Dads? Anak autistik membutuhkan lebih dari sekadar melihat mata lawan bicara. Melalui latihan membaca ekspresi wajah dan memahami intensi, anak-anak ini dapat mengembangkan kemampuan sosial yang lebih dinamis. Mari berbagi pengalaman!
Banyak pemimpin dan manajer yang sukses merasa terjebak dalam paradoks: mereka telah bekerja keras untuk mengoptimalkan setiap bagian dari bisnis mereka—penjualan, pemasaran, keuangan, dan operasi—namun tetap merasa "bisnis yang menjalankan mereka." Seringkali, "jumlah dari bagian-bagiannya terasa lebih kecil dari keseluruhannya." Perasaan frustrasi dan kekacauan ini muncul karena satu hal: mereka telah menyempurnakan setiap sistem diskrit sambil mengabaikan sistem terbesar yang menaungi semuanya, yaitu Sistem Manajemen Perusahaan (Enterprise Management System) yang seringkali dibiarkan tumbuh secara default. "Simple Complexity" menawarkan sebuah lensa baru untuk melihat kekacauan ini, yang disebut sebagai "pemikiran sistem" (systems thinking). William Donaldson berpendapat bahwa pemikiran sistem adalah disiplin pemersatu yang memungkinkan para pemimpin untuk beralih dari sekadar mengelola bagian-bagian menjadi memahami keseluruhan yang dinamis. Buku ini menolak gagasan bahwa ada satu "cara rahasia" untuk mengelola; sebaliknya, ia memberikan kerangka kerja untuk memahami bahwa setiap organisasi adalah sistem yang unik, sebuah jalinan kompleks dari elemen, interaksi, dan tujuan. Buku ini bertujuan untuk mengungkap bahwa di balik kompleksitas yang tampak luar biasa dari sebuah organisasi, terdapat seperangkat prinsip sistemik yang pada dasarnya sederhana. Dengan memahami konsep-konsep seperti holon, properti yang muncul, dan keseimbangan dinamis, pemimpin dapat mulai merancang sistem manajemen mereka secara sengaja. Ini adalah buku panduan untuk beralih dari perasaan kewalahan oleh kompleksitas menjadi mendapatkan kejelasan dan kendali dengan memahami kesederhanaan yang mendasarinya.
Literasi visual adalah kemampuan mendasar di Abad ke-21 yang melengkapi literasi tekstual. Keterampilan ini penting karena adanya dominasi visual dalam komunikasi modern. Kemampuan ini memiliki dua aspek utama: reseptif(membaca) dan ekspresif (mencipta). Secara reseptif, literasi visual menuntut individu untuk secara aktif "membaca" gambar dan menganalisis struktur visualnya secara kritis. Analisis ini krusial karena semua materi visual bersifat subjektif dan tidak lengkap. Kerangka berpikir seperti semiotika membantu menguraikan makna yang terikat pada budaya. Di samping itu, teori dual-coding menjelaskan mengapa visual sangat efektif dalam pembelajaran. Teori ini menunjukkan bahwa pemrosesan visual bersamaan dengan pemrosesan verbal akan memperkuat pemahaman. Dengan demikian, visual menjadi alat yang kuat untuk menyimpan dan memproses informasi. Tantangan utama dalam literasi visual terletak pada integrasi multimodal, yaitu menggabungkan informasi teks naratif dan elemen visual. Pembaca harus menentukan hubungan antara teks dan visual; apakah visual tersebut redundan, saling melengkapi, atau bahkan kontradiktif. Di sisi ekspresif, literasi visual mendorong pelajar pada tingkat penguasaan tertinggi, yakni penciptaan representasi visual. Melalui penyusunan graphic organizers atau storyboard, pelajar tidak hanya menunjukkan pemahaman konten, tetapi juga menginternalisasi proses berpikir kritis yang terstruktur. Terakhir, literasi visual berfungsi sebagai jembatan penting untuk inklusivitas bagi pelajar dengan kebutuhan khusus. Visual menyediakan "input yang dapat dipahami" yang mengurangi hambatan bahasa dan kognitif. Prinsip Desain Universal untuk Pembelajaran (UDL) didukung oleh penggunaan visual dan graphic organizers untuk memberikan beragam cara belajar.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 23 September 2025Bacaan: "Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna yang tidak kau kenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan." (Ulangan 8:3)Renungan: Membaca Alkitab secara teratur bukan hanya baik bagi jiwa, tetapi juga bagi tubuh jasmani kita. Sehubungan dengan hal itu, Dr. Jeffrey Leven dan Dr. David Larsen melakukan penelitian terhadap lebih dari 500 orang selama berbulan-bulan. Riset panjang ini menghasilkan kesimpulan bahwa mereka yang membaca Alkitab secara teratur cenderung mempunyal tekanan darah lebih rendah dan tingkat depresi lebih rendah, lebih sedikit menderita penyakit jantung, jarang yang kecanduan obat maupun alkohol, jarang yang mengalami perpecahan dalam perkawinan, kesehatannya jauh lebih baik dari mereka yang tidak membaca Alkitab. Hasil riset ini mereka publikasikan di Washington Times pada 30 Juli 1996. Membaca Alkitab secara teratur berarti:1. memberi makanan bergizi kepada jiwa secara teratur, sehingga kesehatan jiwa kita terjaga. Jiwa yang sehat akan membuat hati kita bebas dari rasa gelisah, cemas dan stres.2. Salah satu bentuk disiplin rohani yang akan membuat hidup kita bertumbuh dan hati kita akan mengalami perubahan.Firman Tuhan yang hidup akan mengubah pola pikir kita yang umumnya dikuasai oleh kedagingan, sehingga kita lebih memilih hidup dipimpin oleh keinginan Roh. Berkomitmenlah untuk mengadakan waktu secara teratur membaca Firman Tuhan, dan bukan mencari waktu yang kosong baru membacanya, karena kita sulit sekali menemukan waktu yang kosong. Bangunlah setengah jam lebih awal dari biasanya untuk bersaat teduh. Pakai waktu itu untuk membaca firman Tuhan dan berdoa. Hari-hari yang kita lalui akan menjadi berbeda jika kita mengawali hari itu bersama Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku untuk mendisiplinkan diriku membaca Firman-Mu. Ingatkan aku bahwa jiwaku membutuhkan makanan rohani yang dapat menunjang untuk keselamatanku kelak. Ada banyak permasalahan dan badai kehidupan yang menerpa diriku, dan aku butuh ketenangan untuk mengatasinya. Ketenangan itu hanya kudapat ketika aku membiarkan Engkau turut bekerja dalam setiap permasalahan hidupku. Itu semua kudapat saat aku mau datang sejenak dalam hadirat-Mu melalui saat teduhku. Yesus, taruhlah roh doa dalam diriku, agar aku menjadi kuat karenanya. Amin. (Dod).
Yuk Simak Video ini!Vocabularies:belok kanan (turn right)belok kiri (turn left)lurus (straight ahead)perempatan (intersection)pertigaan (three-way intersection)
Bismillah,1851. BISAKAH MEMBACA ISI HATI MANUSIA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-400 | Hadits Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhuDari Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Saya mendengar Umar bin Al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu anha berkata,إِنَّ نَاساً كَانُوا يُؤْخَذُونَ بالوَحْي في عَهْدِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وإِنَّ الوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ، وإِنَّمَا نَأْخُذُكُمُ الآنَ بِما ظَهَرَ لَنَا مِنْ أَعْمَالِكُمْ ، فَمَنْ أَظْهَرَ لَنا خَيْراً ، أَمَّنَّاهُ ، وقرَّبناه وَلَيْس لنَا مِنْ سَريرَتِهِ شيءٌ ، اللَّهُ يُحاسِبُهُ في سرِيرَتِهِ ، ومَنْ أَظْهَرَ لَنَا سُوءاً ، لَمْ نأْمنْهُ ، وَلَمْ نُصَدِّقْهُ وإِنْ قال إِنَّ سَرِيرَتَه حَسنَةٌ."Sesungguhnya beberapa orang telah dihukum berdasarkan wahyu pada masa Rasulullah ﷺ dan kini wahyu telah terputus, sesungguhnya kami menghukum kalian sekarang ini berdasarkan apa yang nampak pada kami dari amal perbuatan kalian, barangsiapa menampakkan kebaikan kepada kami, maka kami melindunginya dan mendekatkannya, dan kami tidak memiliki wewenang sama sekali terhadap rahasianya, Allah-lah ﷻ yang akan menghisab rahasianya. Dan barangsiapa menampakkan keburukan kepada kami, maka kami tidak menjamin keamanan-nya dan tidak mempercayainya, meskipun dia berkata, 'Sesungguhnya hatiku baik'. " (HR. Bukhari)
Renungan Malam || Membaca Surat Orang Lain || Ps. Steven Liem
Jika kamu membutuhkan program terapi serta layanan konseling bisa klik disini : https://linktr.ee/psikologid"Membaca Emosi, Ekspresi, dan Bahasa Tubuh"Seni Memahami Manusia Lebih Dalam, Tanpa Perlu Kata-Kata.Pernah merasa seseorang berkata "saya baik-baik saja", tapi tubuhnya seolah berkata sebaliknya?Manusia berbicara bukan hanya lewat kata-kata—bahasa tubuh, ekspresi wajah, hingga nada suara menyimpan lebih banyak kebenaran dari yang kita sadari. Dalam dunia yang serba cepat dan penuh interaksi ini, kemampuan membaca sinyal nonverbal adalah super-skill yang jarang diajarkan.Yuk pelajari lebih lanjut dalam episode kali ini!
Membaca Al-Qur’an Dzikir Yang Paling Utama adalah kajian Fiqih Do’a dan Dzikir yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Kajian ini beliau sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan Rodja TV pada Selasa, 12 Muharram 1447 H / 8 Juli 2025 M. Kajian Tentang Membaca Al-Qur’an Dzikir Yang Paling Utama Kata Syaikh Abdur […] Tulisan Membaca Al-Qur’an Dzikir Yang Paling Utama ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Disyariatkannya Membaca Suratan Setelah Al-Fatihah ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Doa dan Dzikir yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 20 Dzulhijjah 1446 H / 16 Juni 2025 M. Kajian sebelumnya: Kandungan Umum Surah Al-Fatihah Kajian Tentang Disyariatkannya Membaca Suratan Setelah Al-Fatihah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ketika […] Tulisan Disyariatkannya Membaca Suratan Setelah Al-Fatihah ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Jemaah calon haji membaca Talbiyah jelang wukuf Arafah di tenda misi haji Indonesia.
Disyariatkannya Membaca Basmalah ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Doa dan Dzikir yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 7 Dzulqa’dah 1446 H /5 Mei 2025 M. Kajian sebelumnya: Disyariatkannya Isti'adzah Kajian Tentang Disyariatkannya Membaca Basmalah Hari ini kita memasuki serial ke-231 dengan tema: Disyariatkannya Membaca Basmalah. Ini masih […] Tulisan Disyariatkannya Membaca Basmalah ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Bismillah,208. SALAH PAHAM MEMBACA KEGAGALAN | Tadzkiratus saami' | Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
Kontroversi seputar Undang-undang No.34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) tak kunjung surut. Apalagi baru-baru ini Presiden Prabowo Subianto diketahui telah meneken revisi RUU tersebut, beberapa hari sebelum Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran tahun ini. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi pada Kamis (17/4) pekan lalu mengabarkan UU TNI itu diteken sekitar tanggal 27 atau 28 Maret 2025.Berita ini sontak memancing reaksi publik. Prabowo dinilai telah diam-diam meneken aturan tersebut. Sementara, keberadaan draf resminya tak kunjung bisa ditemukan dalam situs Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Kementerian Sekretariat Negara.UU TNI tetap melaju ditengah protes dan penolakan masyarakat yang menuntut Undang-Undang itu dibatalkan. Seperti apa dampaknya pada demokrasi? Ruang Publik menghadirkan Bivitri Susanti, Pakar Hukum Tata Negara Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera dan Khairul Fahmi, Pengamat Militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) untuk membahas hal tersebut.*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id
Buku adalah jendela dunia. Begitu kata pepatah. Artinya buku menjadi tempat kita belajar berbagai macam pengetahuan. Membaca buku dapat meningkatkan wawasan kita. Namun, kebiasaan dan kemampuan anak membaca buku di Indonesia masih cukup rendah.Padahal, membaca buku anak merupakan salah satu upaya meningkatkan perkembangan otak. Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menunjukkan persentase anak yang belajar atau membaca buku anak bersama orang tua/wali masih sangat kecil, yaitu 11%.Di sisi lain, perkembangan teknologi membuat anak lebih memilih belajar lewat video. Terutama video edukasi menarik perhatian dan memberikan pengalaman baru pada anak. Namun, tak sedikit konten edukasi yang ada di dunia maya tak terjamin kualitasnya. Belum lagi menyebabkan adiksi pada anak.Apakah membaca buku anak dapat mengurangi gejala adiksi konten internet? Apa saja manfaat membaca buku sejak dini dan tantangan membaca buku di era digital? Bagaimana peran orang tua dalam meningkatkan literasi membaca pada anak?Kita akan bincangkan hal ini bersama Prof. Dr. Endang Widyorini, Psikolog dan Nindia Nurmayasari, Penulis buku anak dan Founder Klub Literasi Anak.*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id
Tanpa berserah kepada Tuhan, tanpa hati yang terbuka mempelajari kebenaran, membaca Alkitab kemungkinan besar tidak hanya kehilangan pekabarannya, juga salah memahami karakter Allah yang pengasih dan kudus.
Tanpa berserah kepada Tuhan, tanpa hati yang terbuka mempelajari kebenaran, membaca Alkitab kemungkinan besar tidak hanya kehilangan pekabarannya, juga salah memahami karakter Allah yang pengasih dan kudus.
Send us a textBagaimana rasanya jika bisnis Anda bisa memprediksi perilaku pelanggan sebelum mereka sendiri menyadarinya? Ranggis Semiono membuka mata kita dengan kisah mengejutkan tentang Amazon yang mampu mendeteksi kehamilan seorang wanita bahkan sebelum ayahnya tahu—15 tahun lalu! Teknologi yang dulu hanya dimiliki raksasa bisnis kini telah demokratis dan tersedia untuk semua skala usaha.AI Predictive Analytics telah bertransformasi dari konsep teknologi canggih menjadi alat praktis yang bisa meningkatkan pertumbuhan bisnis Anda. Ranggis menjelaskan bagaimana teknologi ini menawarkan tiga keuntungan utama: efisiensi pemasaran yang lebih tinggi dengan target audiens yang tepat, personalisasi pengalaman pelanggan yang meningkatkan loyalitas, dan yang terpenting—pengambilan keputusan berdasarkan data bukan feeling. "Data bisa diduplikasi, feeling tidak," ungkap Ranggis, menunjukkan bagaimana ketergantungan pada intuisi sering menjadi bottleneck pertumbuhan bisnis.Untuk memulai, Anda perlu mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti Google Analytics, social media, dan platform lainnya. Tantangan utama biasanya bukan pada pengumpulan data, tapi pada pengorganisasian dan interpretasinya. Ranggis menawarkan pendekatan praktis untuk mengatasi hambatan ini, mulai dari edukasi tim marketing hingga implementasi bertahap yang dimulai dari skala kecil. Yang tak kalah penting adalah memperhatikan regulasi terkait AI dan data di Indonesia. Siap meningkatkan bisnis Anda dengan kecerdasan prediktif? Hubungi Tim ToviDev untuk konsultasi dan temukan bagaimana AI dapat menjadi mesin pertumbuhan bisnis Anda.coba gratis Teampal sekarang! https://growthai.id/order
Hukum Membaca Al-Fatihah bagi Makmum ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Kitab Shahihu Fiqhis Sunnah wa Adillatuhu yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Musyaffa Ad-Dariny, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 30 Jumadil Awal 1446 H / 2 Desember 2024 M. Download kajian sebelumnya: Masalah Seputar Shalat Berjamaah Kajian Tentang Hukum Membaca Al-Fatihah bagi […] Tulisan Hukum Membaca Al-Fatihah bagi Makmum ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Pembawa Renungan: RD. Yustinus Kurniawan Karwayu Denpasar – Bali Luk 12:54-59.
Membaca Ayat Kursi merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam karena terdapat banyak keutamaan dan manfaat yang terkandung di dalamnya. Dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 255, disebutkan bahwa Ayat Kursi adalah ayat yang penuh dengan keagungan dan kekuasaan Allah. Rasulullah juga menganjurkan umatnya untuk membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat fardhu sebagai perlindungan dari gangguan syaitan. Dengan rajin membaca Ayat Kursi, seseorang dapat mendapatkan perlindungan dari Allah serta menjaga dirinya dari berbagai godaan dan bencana yang datang.
Dalam perjalanan hidup kita sebagai anak-anak Allah, sebagai umat pilihan yang dikasihi oleh Bapa, pasti ada momentum-momentum penting yang Tuhan izinkan kita alami atau kita jalani, yang melaluinya Tuhan mau mengarahkan kita kepada-Nya atau mengarahkan kita kepada rencana-Nya yang agung, besar, dan mulia. Maka, kita harus dapat menangkap dan menggunakan momentum itu dengan benar. Yusuf,... Continue reading →
Delegasi menteri luar negeri anggota Liga Arab dan OKI, termasuk Retno Marsudi, kunjungi Beijing untuk membahas perang Israel-Hamas. Apa yang bisa dibaca dari sana? Eva Mazrieva membahasnya bersama Yon Machmudi, pakar Timur Tengah UI, dan Sudarnoto Abdul Hakim, ketua MUI bidang hubungan luar negeri.
Leila Salika Chudori adalah seorang penulis kelahiran Jakarta, 12 Desember 1962. Karyanya telah masuk media massa dari ia berusia 11 tahun. Sejak itu, Leila telah menulis sekian banyak buku, termasuk kumcer 9 dari Nadira (2009), novel Pulang (2012), novel Laut Bercerita (2017), dan novel Namaku Alam (2023). Tidak hanya menulis buku, Leila juga pernah menulis skenario untuk Dunia Tanpa Koma (2006) dan Drupadi (2009). Ia juga menulis skenario adaptasi novel Laut Bercerita ke dalam format film pendek berdurasi 30 menit yang diproduksi oleh Yayasan Dian Sastrowardoyo bekerja sama dengan Cineria Films. Obrolan dalam podcast ini diproduksi oleh @PodluckPodcastNetwork yang bekerja sama dengan @ubudwritersfest 2023, dengan dipandu oleh Sebastian Partogi, Media Coordinator UWRF, sebagai host. Di podcast kali ini, Leila bercerita tentang manfaat sastra untuk hidup kita, sistem pendidikan di Indonesia, dan harapan akan kehidupan di masa mendatang. Selamat mendengarkan!
Episode kali ini adalah episode kompilasi bahasan tuntas dari Kitab Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Al-‘Asqalani, Kitab Shalat yang dipandu oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc. Ini adalah bahasan ringkas yang bersumber dari Syarh para ulama terutama dari Minhah Al-‘Allam fii Syarh Bulugh Al-Maram karya Syekh ‘Abdullah Al-Fauzan, Fath Dzi Al-Jalali wa Al-Ikram bi Syarh Bulugh Al-Maram karya Syekh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, dan Subul As-Salam Al-Muwshilah ila Bulugh Al-Maram karya Muhammad bin Isma'il Al-Amir Ash-Shan'ani. Silakan catat faedah berharga dari pembahasan ini dan amalkan ilmu yang telah didapat. Semoga bermanfaat :)
Learn how to start conversations about books. Plus find out where you can find books in your language. - Mari belajar cara memulai percakapan tentang buku. Selain itu, cari tahu di mana dapat menemukan buku dalam bahasa Anda.
Hukum Membaca Al-Qur’an Untuk Wanita Haid merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Mukhtashar Shahih Muslim yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Ahad, 20 Dzulhijjah 1444 H / 9 Juli 2023 M. Kajian Hadits Tentang Hukum Membaca Al-Qur’an Untuk Wanita Haid Kita sampai pada bab الاتكاء في حجر الحائض […] Tulisan Hukum Membaca Al-Qur’an Untuk Wanita Haid ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Nabi Muhammad mendapatkan wahyu pertama kali berupa awal surah al-'Alaq yang didapatkan langsung melalui Malaikat Jibril, dengan perintah pertama yang menggetarkan hati Nabi, yaitu perintah membaca. Namun, menariknya dalam perintah ini tidak disebutkan objek bacaan untuk Nabi. Lantas bagaimana makna perintah membaca tersebut? Apa yang diperintahkan kepada Nabi untuk dibaca? ____________________________ Podcast episode ini merupakan hasil rekaman pada Oktober 2022, yang diambil dari kajian sekolah Islam al-Izhar bersama Prof. M. Quraish Shihab , sehingga harap difahami jika terdapat konteks kajian yang berbeda dengan waktu sekarang. ____________________________ Follow: https://instagram.com/quraish.shihab https://twitter.com/quraishihab Subscribe YouTube Quraish Shihab Channel: http://www.youtube.com/c/QuraishShihabMuhammad Dapatkan buku karya M. Quraish Shihab: https://store.lenterahati.com
Pembawa Renungan : Edwin Kristianto - Surakarta Luk. 12:54-59. Pengantar Renungan : Maria Florencia Yasinta - Jakarta Sound Editing : Indah Larasati Sirait - Cibinong, Bogor Cover Editing : Anastasia Sonia – Jakarta