POPULARITY
Presiden Tanzania, Samia Suluhu Hassan, melakukan kunjungan kenegaraan ke Moskow, Rusia, untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin. Momen ini menjadi langkah penting dalam penguatan poros diplomatik kedua belah pihak, sekaligus menandai Rusia sebagai negara pertama yang dikunjungi Hassan setelah resmi dilantik. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Putin menyambut positif realisasi hubungan bilateral ini dan mengapresiasi komitmen jangka panjang Hassan terhadap hubungan kedua negara. Sebaliknya, Presiden Hassan menyampaikan apresiasi atas kontribusi historis Rusia bagi gerakan pembebasan Afrika. Setelah menyelesaikan agenda di Moskow, Pemimpin Tanzania tersebut dijadwalkan bertolak ke Kota St. Petersburg untuk menghadiri Forum Ekonomi Internasional guna membahas peluang investasi serta kemitraan dagang strategis.
Momen liburan Iduladha dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Pantai Ancol tetap menjadi destinasi favorit warga untuk menghabiskan waktu bersantai dan menikmati liburan. Simak liputan lengkap dari jurnalis Metro TV, Joy Jones, dan juru kamera Wandi Saragih.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengajak Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung dengan tertib dan tetap menjaga keamanan. Sebanyak 6.115 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan rangkaian pertandingan hingga perayaan pascalaga di Stadion GBLA.
"Komunikasi adalah salah satu kunci membangun hubungan kokoh dan kuat dengan si buah hati. Dalam audio ini, kita akan bahas momen yang paling tepat memulai percakapan yang efektif. Yuk, dengar audionya agar mampu menjalin komunikasi keluarga lebih kuat. Nah parents, saat ada momen tepat untuk ngobrol dengan anak, topik apa sih yang mau Moms & Dads diskusikan dengan anak? Tuliskan jawaban di komentar yaa.. Thank you Moms & Dads"
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahMomen Memalukan: Murid-Murid yang Lambat MengertiDiambil dari: Lukas 18:34 (TB)“Tetapi mereka sama sekali tidak mengerti semuanya itu; arti perkataan itu tersembunyi bagi mereka dan mereka tidak tahu apa yang dimaksudkan.”Wonder Kids, Yesus adalah Guru yang luar biasa. Ia mengajar dengan penuh kuasa, memakai perumpamaan, dan menjelaskan tentang Kerajaan Allah. Tetapi tahukah kamu sesuatu yang mengejutkan? Murid-murid sering tidak mengerti.Bahkan setelah Yesus mengajar berkali-kali, mereka masih bingung. Alkitab mencatat banyak contoh: Matius 16:9, Markus 8:21, Markus 9:32, Lukas 9:45, Lukas 18:34, dan Yohanes 12:16. Berkali-kali dikatakan bahwa mereka tidak mengerti.Sekarang coba pikirkan: Kalau para murid ingin terlihat pintar dan rohani, apakah mereka akan menuliskan bahwa mereka sering tidak paham? Tentu tidak. Tetapi mereka tetap menuliskannya. Mengapa? Karena mereka tidak sedang membangun nama mereka sendiri. Mereka sedang bersaksi tentang apa yang benar-benar terjadi.Mereka tidak peduli terlihat lambat, bingung, atau salah paham. Yang penting adalah orang-orang mengenal Yesus. Ini menunjukkan bahwa Injil bukan cerita yang dihias supaya para murid tampak hebat. Justru mereka terlihat biasa saja, bahkan sering gagal memahami. Dan ada satu hal penting lagi: Walaupun mereka lambat mengerti, Yesus tetap sabar mengajar mereka. Roh Kudus kemudian menolong mereka mengerti dan mengingat semua yang Yesus ajarkan.Wonder Kids, ini kabar baik untuk kita juga. Kadang-kadang kita membaca Alkitab dan merasa tidak mengerti. Jangan takut. Murid-murid pun pernah begitu. Tuhan sabar mengajar kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Kalau ada bagian Alkitab yang sulit, jangan menyerah. Mintalah Roh Kudus menolongmu memahami firman Tuhan.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau sabar mengajar murid-murid-Mu. Tolong aku supaya tidak cepat menyerah ketika tidak mengerti firman-Mu, tetapi mau terus belajar dengan rendah hati. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Tuhan sabar mengajar murid-murid yang mau belajar. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah: Momen Memalukan: Kisah Petrus dalam Injil Markus.Diambil dari: Markus 8:33 (TB)“Tetapi Yesus berpaling dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: ‘Enyahlah Iblis. Sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.'”Wonder Kids, kita sudah belajar bahwa Injil Markus banyak berhubungan dengan Petrus. Banyak ahli percaya bahwa Markus menuliskan kisah-kisah yang ia dengar langsung dari Petrus. Sekarang pikirkan ini: Kalau Petrus ingin terlihat hebat, apakah ia akan menceritakan bagian-bagian yang memalukan tentang dirinya?Di dalam Injil Markus, kita melihat beberapa kejadian yang memperlihatkan kelemahan Petrus dan murid-murid. Misalnya, dalam Markus 4:35–41, Petrus dan murid-murid ketakutan saat badai di Danau Galilea. Lalu dalam Markus 8 ayat 14 sampai 21, mereka tidak mengerti ajaran Yesus. Masih di Markus 8 ayat 14-21, setelah Petrus mengaku Yesus adalah Mesias, Yesus justru menegurnya dan berkata, “Enyahlah Iblis.” Dan dalam Markus 14, Petrus menyangkal Yesus tiga kali.Kalau Petrus ingin memperindah ceritanya, ia bisa saja menghapus bagian-bagian ini. Tetapi ia tidak melakukannya. Markus mencatat semuanya apa adanya. Ini menunjukkan bahwa Injil bukan cerita yang dibuat-buat untuk membuat para murid terlihat hebat. Justru mereka terlihat lemah, takut, dan sering salah. Mengapa? Karena mereka ingin menyampaikan kebenaran, bukan membela diri.Dan ada satu hal yang indah: Walaupun Petrus gagal, Yesus tetap memakainya. Yesus memulihkan Petrus dan memakainya menjadi pemimpin gereja mula-mula.Wonder Kids, ini kabar baik untuk kita juga. Kalau kita pernah gagal, pernah malu, atau pernah salah — Tuhan tetap bisa memakai kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jangan takut mengakui kesalahanmu. Tuhan lebih senang hati yang jujur daripada orang yang pura-pura sempurna.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak membuang Petrus walaupun ia gagal. Tolong aku supaya berani jujur tentang kesalahanku dan percaya bahwa Engkau masih mau memakai hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Tuhan bisa memakai orang yang pernah gagal, asalkan ia mau kembali kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahMomen Memalukan: Yesus Tidak Tahu?Diambil dari: Markus 13:32 (TB)“Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja.”Wonder Kids, di dalam Injil Matius dan Markus, Yesus berbicara tentang akhir zaman. Ia berkata bahwa suatu hari Ia akan datang kembali. Tetapi ada satu bagian yang mengejutkan. Yesus berkata bahwa tidak seorang pun tahu kapan hari itu akan tiba — bahkan Anak Allah pun tidak — hanya Bapa saja yang tahu. Sekarang pertanyaannya: Kalau Yesus adalah Tuhan, bagaimana mungkin Ia tidak tahu?Sebagian orang menganggap ini memalukan atau aneh. Kalau murid-murid mau membuat Yesus terlihat hebat, mereka pasti akan menghapus bagian ini. Tetapi mereka tidak menghapusnya. Mereka tetap menuliskannya. Mengapa? Karena mereka menulis dengan jujur apa yang Yesus benar-benar katakan.Alkitab juga menjelaskan bahwa ketika Yesus datang ke dunia, Ia merendahkan diri-Nya. Dalam Filipi 2:6–8 dijelaskan bahwa Yesus yang adalah Allah mengambil rupa seorang hamba dan menjadi manusia. Ia sungguh-sungguh Allah, tetapi juga sungguh-sungguh manusia. Sebagai manusia, Yesus mengalami keterbatasan. Ia lapar, Ia lelah, Ia bisa sedih. Dan dalam peran-Nya sebagai Anak yang taat kepada Bapa, Ia tidak menyatakan waktu kedatangan-Nya kembali. Ini bukan berarti Yesus bukan Tuhan. Justru ini menunjukkan bahwa Ia benar-benar menjadi manusia untuk menyelamatkan kita.Wonder Kids, ini juga menunjukkan satu hal penting: Para penulis Injil tidak menutup-nutupi bagian yang sulit dimengerti. Mereka tidak menyaring cerita supaya Yesus selalu terlihat “lebih hebat.” Mereka menulis apa adanya. Karena itu kita bisa percaya bahwa Injil adalah kesaksian yang jujur.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Belajarlah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang sungguh-sungguh menjadi manusia demi menyelamatkanmu. Dan belajarlah rendah hati seperti Yesus yang rela merendahkan diri.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela datang menjadi manusia untuk menyelamatkanku. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu dan belajar hidup dengan rendah hati seperti Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia — dan Injil ditulis dengan jujur.
Pekan ini, Indonesia menyaksikan fenomena langka saat umat Hindu merayakan Hari Suci Nyepi pada 19 Maret, diikuti dengan perayaan Idul Fitri Satu Syawal pada 20 Maret. Momen ini jadi peluang besar untuk menguatkan toleransi antarumat beragama di tanah air.
Bismillah,Momen Langka Dalam Satu Tahun(The rarest moment in a year)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahullah-Video Animasi dari Kajian Serial Ramadhan“Berjuang di 10 Malam Terakhir”
Momentum Ramadan dimanfaatkan anggota Komisi 8 DPR RI, Dini Rahmania, untuk menggerakkan ekonomi rakyat melalui kegiatan bertajuk belanja bersama warga ke pasar tradisional Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Memasuki hari kelima Safari Ramadan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem melanjutkan konsolidasi bersama Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem di Jawa Timur. Konsolidasi ini bertujuan mendukung target ambisius partai, yakni meraih 100 kursi DPR pada Pemilu 2029. Acara yang berlangsung di Bojonegoro ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Lamongan dan Gresik, serta pengurus dari daerah pemilihan Jawa Timur 9 yang mencakup Bojonegoro dan Tuban.
Hello Listeners!Di episode ini bersama Dewi dan Nadya, kita bakal bahas momen-momen lucu yang sering terjadi saat silaturahmi. Mulai dari pertanyaan klasik yang nggak pernah absen, salah panggil nama saudara, sampai kejadian-kejadian random yang bikin suasana jadi ngakak bareng. Pernah nggak sih ngalamin situasi awkward tapi malah jadi cerita seru setelahnya?
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menyebutkan bahwa peresmian 166 Sekolah Rakyat adalah momen bersejarah bagi dunia pendidikan Indonesia. Sekolah-sekolah ini telah dibuka secara bertahap sejak Juli hingga September dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, memberikan akses pendidikan kepada lebih banyak anak bangsa.
Seperti biasa, di penghujung tahun kami akan mengilas balik hal-hal menarik dan memorable yang terjadi di sepakbola Jerman. Kira-kira apa momen favorit kalian tahun ini? Selain itu kami juga membahas sedikit transfer terkini dari Bundesliga
Puluhan narapidana dari lembaga pemasyarakatan Italia menghadiri ibadah Misa peringatan Yubelium di Vatikan yang dipimpin Paus Leo XIV. Momen ini menjadi simbol pengampunan, harapan, dan ajakan reintegrasi sosial bagi para narapidana yang ingin memperbaiki diri.
Hai Tetangga Kesayangan! Di episode kali ini, Maya Septha hadir dengan cerita yang hangat dan jujur tentang dua aspek penting dalam hidupnya yaitu perjalanan membangun pernikahan, dan perjalanan spiritual yang menuntunnya sampai merasa benar-benar menjadi anak Tuhan.Dalam obrolan ini, Maya berbagi bagaimana proses memahami pasangan, belajar komunikasi, dan merawat hubungan yang sehat itu nggak selalu mudah tapi selalu bermakna.Di sisi lain, ia juga bercerita tentang momen-momen kecil dalam hidupnya yang justru membawa dia semakin dekat dengan Tuhan dan membentuk keyakinan yang ia pegang sampai sekarang.Sebuah percakapan penuh refleksi tentang cinta, keluarga, dan imanyang mungkin kamu butuhkan hari ini.Jangan lewatkan kisah inspiratif yang dijamin akan menyentuh hati dan membuka mata kita tentang arti mengabdi tanpa pamrih.
Kami berbincang ringan ala anak muda — santai, brutal, jujur, dan yes… penuh umpatan yang udah lazim di antara kita dua. Tapi jangan salah, meskipun gaya ngobrolnya santai dan receh, topiknya nggak main-main: kita bakal bongkar dunia public relation (PR) dari sisi wanita, dan juga cerita kocak kenalan kita dari aplikasi mabar Lita yang menjadi mantri sunat di Banten. Iya, lo gak salah baca: mantri sunat di Banten.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Kota Gyeongju, Korea Selatan, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025. Kehadiran Presiden Prabowo disambut hangat oleh diaspora Indonesia yang tinggal di Korea Selatan. Setelah menempuh perjalanan darat dari Busan, Presiden disambut dengan antusiasme oleh para diaspora yang bekerja di berbagai sektor di Korea Selatan. Mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk bercengkerama dan berfoto bersama Presiden. Selain diaspora, Presiden juga disambut oleh sejumlah Menteri, termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Budi Santoso, dan Menteri Investasi Rosan Roeslani, yang akan mendampinginya selama KTT. KTT APEC 2025 dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November, dengan agenda utama membahas kebijakan strategis di kawasan Asia-Pasifik.
Pernah nggak sih kamu ngerasa butuh teman mabar tapi bingung mau cari di mana? Atau penasaran seperti apa rasanya jadi admin yang harus menghadapi ratusan pengguna setiap hari — dari yang lucu, ngeselin, sampai bikin stres tapi juga bikin bangga? Nah, semua itu bakal kita kupas tuntas di episode podcast kali ini: “Lika-Liku Lita”.Episode ini akan membawa kamu masuk ke balik layar dunia aplikasi LITA — Jasa Teman Mabar, sebuah platform populer yang mempertemukan gamers dari seluruh Indonesia untuk bermain bareng, ngobrol, atau sekadar mengisi waktu lewat hobi yang sama. Tapi di balik keseruannya, ternyata ada banyak cerita manusiawi yang jarang terungkap: antara tawa, tangis, tantangan, dan pelajaran hidup yang bisa kita petik bersama.
Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib;
Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib;
Day 4 with Crokes, Jeffa and Jye as they recap the Momen's 1500m final and Men's 800m heats. You can sign up for full episodes at www.patreon.com/insiderunningpodcast
Masih ngobrol bersama Yemima Lim dan Marisa, tentang pertama kalinya mulai hidup sendiri.イェミマ・リンさんとまりささんとともに、初めて一人ぐらいの生活についてお話ししています。Follow Instagram @night.in.tokyoFor any inquiries dan pertanyaan seputar kehidupan di Jepang: nightintokyo.podcast@gmail.comWebsite www.nightintokyo.com
Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.
Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.
Ask Me How I Know: Multifamily Investor Stories of Struggle to Success
You've built a successful life — but something feels off. This episode reveals the hidden cost of performing from an outdated identity and why alignment, not effort, is the real shift.What if the reason you feel off isn't burnout — but misalignment? In this kickoff episode of the Identity-Level Recalibration podcast, Julie Holly explores the moment when success stops feeling like success and introduces the first recalibration truth: Identity precedes behavior. You'll discover why strategy stalls without identity alignment, how your nervous system protects old self-concepts, and why coming home to yourself is the next evolution. This is where transformation begins — not with doing, but with becoming.Today's Micro Recalibration: Where in your life are you still living as a past version of yourself?Is it in your calendar — saying yes to things that fit an old version of you?Is it in how you lead your team? How you show up in your relationship?Is it simply in how you talk to yourself?Here's the prompt to carry today:“I am no longer available to live someone else's version of me.”Whisper it. Write it. Breathe it.Because awareness is the first hinge that opens the door to change.If this episode gave you language you've been missing, please rate and review the show so more high-capacity humans can find it. Explore Identity-Level Recalibration→ Follow Julie Holly on LinkedIn for more recalibration insights → Schedule a conversation with Julie to see if The Recalibration is a fit for you → Download the Misalignment Audit → Subscribe to the weekly newsletter → Join the waitlist for the next Recalibration cohort This isn't therapy. This isn't coaching. This is identity recalibration — and it changes everything.
Dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor bersama Karang Taruna Sukaraja mengunjungi sejumlah veteran di Cibinong dan Sukaraja. Momen haru terjadi saat para veteran mengenang pengalaman mereka di bawah komando Presiden RI Prabowo Subianto. Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas jasa para pejuang serta pentingnya ikatan generasi muda dengan para pahlawan bangsa.
Presiden Prabowo Subianto hari ini menerima kunjungan Presiden Republik Peru, Dina Ercilia Boluarte Zegarra, di Istana Kepresidenan, Jakarta.Kedatangan Dina merupakan kunjungan balasan dari lawatan Prabowo ke Peru beberapa waktu lalu.
Hai, Tetangga kesayangan!Di episode Daniel Tetangga Kamu kali ini, kita kedatangan the one and only Afgansyah Reza yang akan sharing pengalamannya saat menjalankan Ibadah Haji. Afgan gak cuma cerita soal momen haru di Tanah Suci, tapi juga bagaimana perjalanan ini membuatnya lebih dekat dengan dirinya sendiri dan makin berserah pada Tuhan.
PJ & Bill are back with a special guest! Tarek Momen, in his first interview since retiring talks about his time on tour, the 2019 World Championships, his advice for the younger PSA players, and his plans for the future. Subscribe & share!
Setiap tanggal 1 Juli, diperingati sebagai Hari Bhayangkara, atau hari berdirinya Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Di tahun 2025 ini, Polri memasuki usianya ke-79 dengan mengusung tema "Polri Untuk Masyarakat", yang mencerminkan semangat pengabdian dan transformasi institusi. Momen ini bukan hanya sekadar perayaan, tapi juga waktu untuk Polri merenungkan kembali peran strategis kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan melayani masyarakat. Bagaimana memastikan bahwa Polri memang untuk Masyarakat?Talk bersama Ketua Publik Interest for Police Trust/Mantan Anggota kompolnas, – M Nasser.
Send us a textGenetic prediction technology is revolutionizing how we understand disease risk in our pets, yet companion animal medicine lags behind similar advances in humans and production animals. Why? And what does this mean for veterinary medicine?In this fascinating conversation with Dr. Peter Muir and Dr. Mehdi Momen, we explore the emerging science of polygenic risk scores – statistical tools that can predict an animal's likelihood of developing complex conditions based on their genetic makeup. Using cruciate ligament rupture in dogs as their primary example, our guests explain how conditions often mistaken as simple injuries actually have significant genetic components. With heritability estimated at 40% for this condition in Labrador Retrievers, the potential for accurate genetic prediction is substantial.The challenges, however, are equally significant. Dog breeds show remarkable genetic diversity, meaning risk factors that predict disease in one breed may not transfer to another. As Dr. Muir notes, Greyhounds – despite being among the most athletic dogs – rarely suffer cruciate ligament ruptures, highlighting the breed-specific nature of genetic risk. Combined with limited funding and smaller datasets compared to human genomics research, these factors have slowed progress.Yet the future looks promising. Advanced technologies, artificial intelligence, and multi-omics approaches are enhancing prediction accuracy. Unlike diagnostic tests, polygenic risk scores serve as preventive tools, allowing owners to modify their pets' lifestyle before problems develop – "not scary, just caring," as Dr. Momen eloquently puts it. These advances could transform veterinary practice, requiring future veterinarians to become more versed in bioinformatics and computational science.Want to understand how genetic testing might help your pet live a healthier life? Subscribe to Veterinary Vertex for more cutting-edge discussions at the intersection of clinical practice and scientific discovery.AJVR article: https://doi.org/10.2460/ajvr.25.01.0018INTERESTED IN SUBMITTING YOUR MANUSCRIPT TO JAVMA ® OR AJVR ® ? JAVMA ® : https://avma.org/JAVMAAuthors AJVR ® : https://avma.org/AJVRAuthorsFOLLOW US:JAVMA ® : Facebook: Journal of the American Veterinary Medical Association - JAVMA | Facebook Instagram: JAVMA (@avma_javma) • Instagram photos and videos Twitter: JAVMA (@AVMAJAVMA) / Twitter AJVR ® : Facebook: American Journal of Veterinary Research - AJVR | Facebook Instagram: AJVR (@ajvroa) • Instagram photos and videos Twitter: AJVR (@AJVROA) / Twitter JAVMA ® and AJVR ® LinkedIn: https://linkedin.com/company/avma-journals
It's the year 1975 and two radio stations, then known as 2EA in Sydney and 3EA in Melbourne, went to air for the first time. - Saat itu tahun 1975 dan dua stasiun radio, yang saat itu dikenal sebagai 2EA di Sydney dan 3EA di Melbourne, mengudara untuk pertama kalinya.
Hai Tetangga kesayangan! Di Daniel Tetangga Kamu kali ini Tissa Biani akan sharing storynya tentang cerita mental health, juga tentang traumanya saat sang ayah meninggal dunia. Simak ceritanya di sini yuk!
Lebaran adalah waktu yang spesial untuk berbagi kebahagiaan dan mempercantik rumah agar suasana semakin hangat! Ingin tahu bagaimana menciptakan dekorasi yang elegan dan membuat rumah terasa lebih nyaman saat Hari Raya?. Kali ini Special Talkshow bersama Bersama Informa Living Plaza Padang yang akan membahas “Lebaran Lebih Seru: Momen Berbagi dan Mempercantik Rumah dengan Informa”
Legends of the Brand welcomes Amin Momen from Momentum to discuss the 25th anniversary of the City Ski Challenge. Momentum, initially founded as Momentum Travel in 1996 as a bespoke travel agency, evolved to focus on mountain experiences and is now known as Momentum Experiences. The City Ski Challenge, started in 2000, was created to bring the London business and financial community together in the Alps for networking and skiing.The City Ski Challenge is more than just a race; it's a blend of networking, business opportunities, and entertainment. The event typically begins on Thursday and concludes on Sunday, offering a variety of activities. Over the years, the event has grown to include comedy shows, panel discussions, and music, creating a festival-like atmosphere. This year features Frank Gardner from the BBC, hosting a current affairs quiz. This year Momentum has partnered with Howden and Snow+Rock, as well as Crans Montana. Plus the event also supports charities, providing them with visibility and networking opportunities and this year, working with GB Snow Sport to raise awareness and support for their athletes.We encourage everyone participate in the City Ski Challenge, regardless of their skill level, and to enjoy the spirit of competition. The event is best described as the "best ski weekend in the Alps" and a "brilliant fun" networking opportunity.The Momentum City Ski Challenge takes place March 14th to 16th in Crane Montana 2025Find our more:https://momentumxp.co.uk/get-inspired/city-ski-championships/
Special talkshow bersama Informa kali ini, akan membahas cara sederhana untuk menciptakan suasana hangat di rumah agar setiap momen Ramadhan terasa lebih spesial. Dari furniture yang fungsional hingga dekorasi yang cozy, semuanya bisa jadi pilihan!.
Membahas signifikansi munculnya Deepseek AI dan kepanikan di Amerika Serikat. Support channel kami melalui: Trakteer: https://trakteer.id/kontekstualcom Ikuti dan nikmati konten-konten Kontekstual lainnya di: Instagram: kontekstualcom X: kontekstualcom YouTube: @Kontekstualcom TikTok: kontekstualcom
Join Hosts JJ Englert and David Pal as they dive into Momen, a full-stack no-code platform, with CEO Yaokai. Discover how Momen stands out by integrating automations, AI, and scalability to create powerful applications without coding. This episode also covers recent tech advancements, including Microsoft's CoPilot Vision, Arc's AI browser, and Amazon's custom chip developments. Available on all platforms: Apple, Spotify, and YouTube. 00:00 Introduction to Studio NoCode 01:16 Welcome to This Week in No Code 01:54 AI and Browser Innovations 03:32 AGI and Superintelligence Debate 07:05 OpenAI's Shipmas and Year-End Announcements 08:01 Amazon's AI and Chip Innovations 12:37 Interview with Momen CEO, Yao Kai 32:34 Live Preview and UI Editing 33:13 Mobile View and Component Groupings 34:12 Atomic Components and Custom Code 34:58 Flow Editor and Automations 36:26 Scalability and Backend Workflows 39:05 AI Features and Tool Utilization 46:12 Code Integration and No-Code Flexibility 50:58 Company Background and Future Plans 53:31 Pricing and Performance 56:04 Community and Plugin Ecosystem 58:13 Final Thoughts and Wrap-Up Learn more about Momen: https://momen.app/ Learn how to build with nocode + AI: https://nocodealliance.org
Rolling Stones guitarist, Ronnie Wood discusses his parallel career as an artist. As a new exhibition of his work opens at the Andrew Martin showroom in London, Ronnie talks about how he has drawn inspiration from Delacroix, Caravaggio and Picasso. As a new three part series Boybands Forever starts on BBC2 and the iplayer, we explore what was behind the rise and fall of the boybands of the nineties and noughties with Richie Neville of Five and Hannah Verdier from Smash Hits. And, keyboard music from before the invention of the piano. Pianist Mishka Rushdie Momen performs from her new album Reformation, a collection of pieces by Tudor-era composers William Byrd, John Bull, Orlando Gibbons and Jan Pieterszoon Sweelinck.Presenter: Tom Sutcliffe Producer: Ruth Watts
Perasaan pertama kali jadi orang tua, dan pengalaman membesarkan anak pasti jadi sesuatu yang nggak pernah terlupakan. Suka dukanya, jatuh bangunnya, semua membekas di hati. Dijalani tanpa ada buku panduan, perjalanan mengasuh anak ibarat nyontek ke teman sebangku tapi sama-sama nggak menemukan jawaban. Nucha Ario diajak untuk nostalgia momen-momen pertama kali itu bersama film The Wild Robot. Coba tonton sampai habis podcast ini, dan jangan lupa bawa tisu kalo nanti nonton filmnya! TIMESTAMP: 00:00 Opening. 02:45 Perasaan saat pertama kali jadi orang tua. 06:00 Banyak skill-unlock sejak jadi orang tua. 07:00 The Wild Robot, nostalgia perasaan awal memiliki anak. 12:25 Memiliki anak bisa memperbesar kapasitas hati orang tua. 16:45 Pentingnya support system untuk orang tua. 20:45 Summary
Istri lebih bersinar dari suami, bikin hubungan nggak akur? Sering terjadi, suami-suami akhirnya meredupkan potensi istrinya sendiri demi melindungi ego. Di episode ini, Pandu Rosadi dan Ria Miranda bercerita suka dukanya memiliki bisnis bersama yang menyebabkan Pandu kadang dianggap “mengekor” istrinya, dan bagaimana mereka akhirnya berdamai dengan komentar netizen. Validasi datangnya bukan dari luar, melainkan dari kita sendiri. Yuk dengerin sampai habis! TIMESTAMP: 00:00 Opening. 01:10 Harga diri tergores karena istri lebih dikenal. 02:15 Perkenalan Pandu Rosadi dan Ria Miranda. 04:35 Momen pertama kali dikenal sebagai “ekornya istri” 06:50 Cara menyeimbangkan peran di kantor dan di rumah. 12:40 Pernah merasa besar kepala karena bisa semuanya sendirian? 15:00 Menjaga “ego suami” agar hubungan tetap terasa seimbang. 18:00 Pengalaman masa kecil yang membentuk pribadi jadi gak patriarki. 20:20 Tetap rendah hati sebagai istri. 30:00 Pesan untuk para suami yang memiliki istri lebih bersinar.
The Labour government has confirmed that it will act on its manifesto commitment to change the way private school fees are taxed across the UK. The current exemption from VAT will be removed, in order to fund 6,500 new teachers in England, and the change is coming in January next year, sooner than previously thought. Nuala McGovern gets the latest from the BBC's Education Correspondent Elaine Dunkley, then speaks to Sarah, a parent whose son is at private school, and is also joined by Sarah Cunnane from the Independent Schools Council and Harry Quilter-Pinner from the IPPR to discuss.The Dutch beach volleyball player Steven van de Velde has caused controversy at this year's Paris Olympics. He is a convicted child rapist and was met with some booing when he came out for his debut match on Sunday. In 2014, when he was 19, he raped a 12-year-old British girl. He met his victim on Facebook and travelled from Amsterdam to the UK. His involvement has raised questions of whether it's appropriate for him to be representing his country at the highest level. Nuala is joined by Mhairi Maclennan, a survivor of sexual abuse herself who is also the CEO of Kyniska Advocacy, which supports women and victims of abuse in sport and Jo Easton, joint CEO and Director of Policy and Advocacy of the charity Unlock which campaigns for people with criminal records.Concert pianist Mishka Rushdie Momen's new album, Reformation, recreates Tudor music from this tumultuous time in English history. She talks to Nuala about the role that some women played in developing music – including the influence of Elizabeth I, musical nuns and risqué dances.How do you feel about people on public transport playing content loudly on their phones? Do you sit through the noise or ask them to listen on headphones? Journalist Hannah Ewens recently did the latter and talks to Nuala about how it's revolutionised her commute. Presenter: Nuala McGovern Producer: Maryam Maruf Studio Managers: Steve Greenwood and Emma Harth
Safiyy Momen and I chat about the good and bad of the Modern Data Stack, controlling cloud costs, boring engineering, and much more. LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/safiyy-momen/
Thursday War Room Both Sides of College Protests Break Out In ‘F*CK Joe Biden' Chants in Rare Moment of Unity
Hello, gamers and tech enthusiasts! Today we're taking a trip to The Future of Gaming and AI, so we asked ChatGPT for insights. Picture this: AI-generated content. Game worlds, characters, and narratives created by AI's magical touch. AI will revolutionize game design and power your NPCs, analyzing your every move to create personalized, ultra-immersive gaming experiences. No more generic games. As always on Technology Revolution, we like to add topic-relevant movie quotes: – WarGames (1983): “Shall we play a game?” – Ready Player One (2018): “People come to the OASIS for all the things they can do, but they stay because of all the things they can be. – Pixels (2015): “I guarantee you, if you play Pac-Man or Donkey Kong, some of those ghosts would want to eat you up.” Stay tuned as we ask game-design experts Sarah Le-Fevre, Moe-sin Momen, Marie-Jo Leroux, and Sidhant Chand for their take on The Future of Gaming and AI: Let The You-Know-What's Begin!
Hello, gamers and tech enthusiasts! Today we're taking a trip to The Future of Gaming and AI, so we asked ChatGPT for insights. Picture this: AI-generated content. Game worlds, characters, and narratives created by AI's magical touch. AI will revolutionize game design and power your NPCs, analyzing your every move to create personalized, ultra-immersive gaming experiences. No more generic games. As always on Technology Revolution, we like to add topic-relevant movie quotes: – WarGames (1983): “Shall we play a game?” – Ready Player One (2018): “People come to the OASIS for all the things they can do, but they stay because of all the things they can be. – Pixels (2015): “I guarantee you, if you play Pac-Man or Donkey Kong, some of those ghosts would want to eat you up.” Stay tuned as we ask game-design experts Sarah Le-Fevre, Moe-sin Momen, Marie-Jo Leroux, and Sidhant Chand for their take on The Future of Gaming and AI: Let The You-Know-What's Begin!
Hello, gamers and tech enthusiasts! Today we're taking a trip to The Future of Gaming and AI, so we asked ChatGPT for insights. Picture this: AI-generated content. Game worlds, characters, and narratives created by AI's magical touch. AI will revolutionize game design and power your NPCs, analyzing your every move to create personalized, ultra-immersive gaming experiences. No more generic games. As always on Technology Revolution, we like to add topic-relevant movie quotes: – WarGames (1983): “Shall we play a game?” – Ready Player One (2018): “People come to the OASIS for all the things they can do, but they stay because of all the things they can be. – Pixels (2015): “I guarantee you, if you play Pac-Man or Donkey Kong, some of those ghosts would want to eat you up.” Stay tuned as we ask game-design experts Sarah Le-Fevre, Moe-sin Momen, Marie-Jo Leroux, and Sidhant Chand for their take on The Future of Gaming and AI: Let The You-Know-What's Begin!
Tony Diaz, El Librotraficante & Literary Curator for the Guadalupe Culturalarts Center's Latino Bookstore, spotlights Dr. Mehnaaz Momen's LISTENING TO LAREDO: A BORDER CITY IN A GLOBALIZED AGE. in a lively discussion on place, identity, and the changing conditions of an American border city. Dr. Mehnaaz Momen is an associate professor in the Department of Social Sciences at Texas A&M International University and the author of THE PARADOX OF CITIZENSHIP IN AMERICAN POLITICS AND POLITICAL SATIRE, POSTMODERN REALITY, AND THE TRUMP PRESIDENCY (Arizone Press) Her new book, LISTENING TO LAREDO: A BORDER CITY IN A GLOBALIZED AGE, gives an in depth look at the burgeoning Texas town that has grown. Nestled between Texas and Tamaulipas, @officialcityoflaredo was once a quaint border town, nurturing cultural ties across the border, attracting occasional tourists, and serving as the home of people living there for generations. In a span of mere decades, Laredo has become the largest inland port in the United States and a major hub of global trade. Listening to Laredo is an exploration of how the dizzying forces of change have defined this locale, how they continue to be inscribed and celebrated, and how their effects on the physical landscape have shaped the identity of the city and its people. Bringing together issues of growth, globalization, and identity, Mehnaaz Momen traces Laredo's trajectory through the voices of its people. In contrast to the many studies of border cities defined by the outside—and seldom by the people who live at the border—this volume collects oral histories from seventy-five in-depth interviews that collectively illuminate the evolution of the city's cultural and economic infrastructure, its interdependence with its sister city across the national boundary, and, above all, the strength of its community as it adapts to and even challenges the national narrative regarding the border. The resonant and lively voices of Laredo's people convey proud ownership of an archetypal border city that has time and again resurrected itself. Tony Diaz Writer and activist Tony Diaz, El Librotraficante, is a Cultural Accelerator. He was the first Chicano to earn a Master of Fine Arts degree from the University of Houston Creative Writing Program. In 1998, he founded Nuestra Palabra: Latino Writers Having Their Say (NP), Houston's first reading series for Latino authors. The group galvanized Houston's Community Cultural Capital to become a movement for civil rights, education, and representation. When Arizona officials banned Mexican American Studies, Diaz and four veteran members of NP organized the 2012 Librotraficante Caravan to smuggle books from the banned curriculum back into Arizona. He is the author of The Aztec Love God. His book, The Tip of the Pyramid: Cultivating Community Cultural Capital, is the first in his series on Community Organizing. Tony hosts Latino Politics and News and the Nuestra Palabra Radio Show on 90.1 FM, KPFT, Houston's Community Station. He is also a political analyst on “What's Your Point?” on Fox 26 Houston. * This is part of a Nuestra Palabra Multiplatform broadcast. * Video airs on www.Fox26Houston.com. * Audio airs on 90.1 FM Houston, KPFT, Houston's Community Station, where our show began. * Live events. Thanks to Roxana Guzman, Multiplatform Producer Rodrigo Bravo, Jr., Audio Producer Radame Ortiez, SEO Director Marc-Antony Piñón, Graphics Designer Leti Lopez, Music Director Bryan Parras, co-host and producer emeritus Liana Lopez, co-host and producer emeritus Lupe Mendez, co-host, and producer emeritus www.Librotraficante.com www.NuestraPalabra.org www.TonyDiaz.net Nuestra Palabra is funded in part by the BIPOC Arts Network Fund. Instrumental Music produced / courtesy of Bayden Records baydenrecords.beatstars.com