POPULARITY
Presiden Prabowo Subianto bertolak ke AS, untuk sejumlah agenda diantarnaya, membahas tarif dagang dengan Presiden Trump, hingga menghadiri rapat perdana Board of Peace (BoP).Sebelumnya keanggotaan Indonesia di BOP menuai pro kontra, namun sebagian menilai, masuknya Indonesia justru menjadi kekuatan penyeimbang, agar Israel dan sekutu dekatnya tidak mendominasi setiap keputusan di lapangan. Munculnya sikap skeptis yang berlebihan di dalam negeri justru berisiko memberikan "Kemenangan Gratis" bagi faksi sayap kanan Israel. Talk bersama Pengamat sekaligus Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi.
ABD Başkanı Trump, İsrail'den baskı için İran'a savaş açılmasını görüyor. Öte yandan, başta Türkiye olmak üzere bölge ülkelerinin hizmetleri sayesinde müzakerelere daha fazla umut görünüyor. Epstein skandalında sansürlenen ve 'herkesi şoke edecek' adıyla mi var? Anadolu Ajansı Amerika Haberleri Müdürü Can Hasasu ile konuştuk.
Indonesia berencana mengirim hingga 8.000 personel TNI ke Gaza dalam misi kemanusiaan Board of Peace. Talk ini membahas komitmen kemanusiaan Indonesia, mandat internasional, serta risiko dan kepentingan nasional di wilayah konflik.
Presiden Prabowo Subianto menggelar diskusi strategis di Istana bersama mantan Menlu, Wamenlu, dan pengamat kebijakan luar negeri. Salah satu isu utama yang dibahas adalah wacana keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace, inisiatif global yang digagas Presiden AS Donald Trump dan menuai kontroversi.Di tengah dinamika geopolitik dunia, langkah Prabowo menghimpun berbagai masukan dinilai penting untuk menjaga arah politik luar negeri Indonesia. Namun, sejauh mana keputusan ini sejalan dengan prinsip bebas aktif?
Tak ada penjelasan mengapa Indonesia perlu masuk menjadi anggota Dewan Perdamaian yang dibentuk Donald Trump. Prabowo tampil di panggung diplomasi seorang diri dan membuat keputusan-keputusan penting sendiri. Menteri Luar Negeri Sugiono kehilangan tampuk kendali diplomasi. Benarkah sikap itu sebagai bentuk insekuriti personal? - - - Kunjungi s.id/bacatempo untuk mendapatkan diskon berlangganan Tempo Digital. Unduh aplikasi Tempo untuk membaca berbagai liputan mendalam Tempo. Powered by Firstory Hosting
ABD-İran: Savaş mı, diplomasi mi?Tahran, İstanbul yerine Umman dediABD ulusal savunma strateji belgesi taze çıktı!Genişlemeden sorumlu AB Komiseri geliyor; gündeminde muhalefet de demokrasi de yokBarçın Yinanç ve Buse Söğütlü yorumladı.
Merhaba, gündemin önemli başlıklarını sizin için özetledik. Dünya milyonlarca belge ve fotoğraftan oluşan Epstein belgelerine kilitlendi. İran'da müzakere ihtimali güçlenirken, altın, gümüş ve kripto piyasalarda büyük düşüş var. Kısa Dalga Bülten'e hoş geldiniz... Learn more about your ad choices. Visit megaphone.fm/adchoices
Merhaba, gündemin önemli başlıklarını sizin için özetledik. Şam hükümeti ve SDG anlaştı... ABD - İran gerilimi sürerken, Avrupa'dan kritik bir karar geldi, Türkiye ise diplomasi girişimlerini sürdürüyor. 'Yasadışı bahis baronu' olarak anılan Veysel Şahin'in 460 milyon Euro'luk kripto varlığı donduruldu ve Türkiye'ye iadesi istendi... Altında ibre tersine döndü ve büyük düşüş kaydedildi... Bugün 30 Ocak 2026... Kısa Dalga Bülten'e hoş geldiniz... Learn more about your ad choices. Visit megaphone.fm/adchoices
Pembentukan Board of Peace atau BoP oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam World Economic Forum di Davos, 22 Januari 2026, menyita perhatian dunia internasional. Keterlibatan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai salah satu anggota lembaga tersebut memunculkan kontroversi.BoP dinilai tidak merepresentasikan pihak-pihak yang terdampak langsung, khususnya bangsa Palestina, serta dianggap menyimpang dari semangat dan substansi resolusi Dewan Keamanan PBB. Polemik ini memunculkan pertanyaan mengenai arah diplomasi Indonesia dan posisi pemerintah dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.Bagaimana seharusnya pemerintah mengambil peran strategis dalam situasi ini?Simak ulasannya bersama Wakil Ketua Dewan Eksekutif ICWA, Bagas Hapsoro.
Anda sudah tahu: dunia tahun 2026 ini bukan lagi milik para pakar yang duduk di menara gading. Dulu, banyak yang menganggap Donald Trump hanyalah sebuah "kecelakaan" sejarah. Tapi sekarang, kita harus jujur melihat kenyataan: dia adalah realitas baru yang merombak total tatanan liberal dunia. Ekonomi tidak lagi diatur oleh teori-teori rumit dari University of Chicago, melainkan oleh satu kompas tunggal: kepentingan nasional yang sangat transaksional. Peter Oborne dalam bukunya How Trump Thinks sebenarnya sudah meramalkan hal ini sejak lama. Trump berhasil menghancurkan dominasi para ahli yang selama ini merasa paling tahu. Kata Oborne, Trump mempermalukan mereka, lalu menghancurkan wibawanya. Di tahun 2026 ini, politik benar-benar dikembalikan ke tangan pemilih. Suara massa di wilayah industri seperti Rust Belt kini jauh lebih berharga daripada analisis canggih dari Wall Street. Bagi Trump, perdagangan global itu bukan kerja sama, melainkan perang. Dan dalam pikirannya, Amerika sudah terlalu lama kalah. Anda mungkin ingat cuitannya bertahun-tahun lalu: "Bangunlah Amerika, China sedang memakan jatah makan siang kita." Maka, di tahun 2026 ini, tarif impor bukan lagi sekadar hambatan dagang. Tarif telah berubah menjadi pentungan besar untuk memaksa pabrik-pabrik asing pulang kampung ke tanah Amerika. Senjata paling ampuh Trump tetap ada pada jempolnya. Twitter—atau apa pun nama platformnya sekarang—adalah medan tempurnya. Oborne menjelaskan bahwa media sosial memungkinkan Trump bicara tanpa filter sama sekali. Kebijakan ekonomi penting seringkali diputuskan hanya lewat sebuah gertakan digital. Cukup satu cuitan, dan nilai tukar mata uang dunia bisa langsung meriang seketika. Lalu bagaimana dengan soal fakta? Di era ini, fakta seringkali menjadi masalah persepsi belaka. Ingat istilah "alternative facts" yang dulu dipopulerkan Kellyanne Conway? Di tahun 2026, angka inflasi pun jadi subjek debat selera. Kalau pendukungnya merasa sejahtera, maka angka statistik resmi yang menunjukkan hal sebaliknya akan langsung dicap sebagai fake news. Baginya, fakta adalah apa yang dirasakan rakyat, bukan apa yang ditulis oleh birokrat. Urusan energi pun Trump tidak mau main-main. Slogannya tetap sama: "Drill, Baby, Drill." Masalah perubahan iklim? Itu dianggap urusan nomor sekian. Trump pernah bilang bahwa isu pemanasan global hanyalah ciptaan China agar manufaktur Amerika tidak kompetitif. Di tahun 2026, pengerukan bahan bakar fosil secara besar-besaran menjadi jalan utama untuk menjaga kedaulatan ekonomi Amerika. Kitab sucinya masih tetap satu: The Art of the Deal. Trump sangat percaya pada kekuasaan daya tawar atau leverage. Jangan harap ada lagi bantuan gratis dari Washington. Setiap dolar yang keluar harus ada untungnya bagi Amerika. Hubungan luar negeri Amerika di tahun 2026 adalah cermin dari transaksi murni: ada uang, ada barang, dan harus ada keuntungan yang nyata. Kelompok yang dia sebut sebagai "The Forgotten Man" tetap menjadi jualan politik utamanya. Janjinya dulu sangat jelas: orang-orang yang terlupakan ini tidak akan dilupakan lagi. Di tahun 2026, janji itu diwujudkan lewat kebijakan membawa kembali industri ke dalam negeri secara paksa. Pabrik yang nekat beroperasi di luar negeri diancam pajak perbatasan yang setinggi langit. Efisiensi global dibuang, kedaulatan kerja lokal dijunjung tinggi. Pajak korporasi juga dipangkas habis-habisan. Tujuannya agar Amerika menjadi magnet bagi modal dunia. Trump tidak peduli meskipun defisit anggaran membengkak sangat besar. Teorinya sederhana: pertumbuhan ekonomi yang cepat nantinya akan menutup lubang defisit itu. Ini adalah ekonomi sisi penawaran atau supply-side dengan dosis tinggi, jauh lebih berani jika dibandingkan dengan zaman Presiden Reagan dulu. Namun, kritik terhadapnya tetap nyaring terdengar. Tony Schwartz, pria yang menuliskan buku The Art of the Dealuntuknya, pernah menyatakan penyesalan mendalam karena telah "mempercantik" sosok Trump. Di tahun 2026, ketidakstabilan sistemik akibat gaya kepemimpinannya yang impulsif makin terasa. Seluruh dunia seolah bergetar setiap kali Trump berubah pikiran secara mendadak. Institusi dunia seperti WTO kini hampir lumpuh total. Bagi Trump, lembaga semacam itu hanyalah beban yang menghambat langkahnya. Peter Oborne mencatat pandangan mendasar Trump: dunia itu tempat yang keras dan berbahaya. Maka, Amerika harus kuat sendirian. Aliansi-aliansi lama rontok satu per satu, digantikan oleh kesepakatan bilateral pendek yang bisa dibatalkan hanya dalam semalam. Bagaimana dampaknya bagi kita di Indonesia? Tentu saja sangat terasa. Tidak ada lagi zona nyaman dalam berdiplomasi. Kita dipaksa memilih: mau ikut aturan main Amerika yang sangat berat atau siap menghadapi tembok tarif yang tinggi. Diplomasi ekonomi kini tidak lagi diisi kata-kata manis. Semuanya telah berubah menjadi transaksi dagang yang sangat dingin dan hitung-hitungan. Di dalam negeri Amerika sendiri, polarisasi justru makin parah. Kota-kota besar yang melek teknologi terus berantem dengan masyarakat pedesaan yang mendukung industri fosil. Trump sengaja memelihara perbedaan ini. Dia butuh narasi "Kita lawan Mereka" untuk melanggengkan setiap kebijakan fiskalnya yang seringkali memicu kontroversi besar. Keamanan bahkan dijadikan alat untuk membenarkan kebijakan ekonomi. Pakar sejarah Sir Richard Evans pernah memperingatkan bahwa gaya bahasa Trump mirip dengan pemimpin otoritarian abad ke-20. Ancaman dari luar dijadikan alasan untuk menutup perbatasan. Di tahun 2026, urusan ekonomi dan keamanan nasional telah menjadi dua sisi dari mata uang yang sama. Teknologi pun kini dipagari oleh semangat nasionalisme yang kental. Trump lebih suka melihat robot-robot bekerja di pabrik Ohio daripada melihat buruh murah bekerja di Vietnam. Ini adalah nasionalisme teknologi tingkat tinggi. Kekayaan intelektual Amerika dijaga ketat bak benteng pertahanan. Automasi dianggap sebagai jalan ninja bagi Trump untuk tetap menguasai industri masa depan. Hubungan Trump dengan dunia perbankan juga terbilang unik. Dia sangat suka dengan deregulasi, tapi dia benci setengah mati kalau suku bunga naik. Bank sentral Federal Reserve seringkali menjadi sasaran serangannya. Trump ingin uang tetap murah agar ambisi pembangunannya bisa terus jalan. Dia tidak peduli dengan risiko moneter jangka panjang, yang penting ekonomi bisa "ngegas" sekarang juga. Dinasti keluarga pun makin nyata terlihat di tahun 2026 ini. Nama-nama seperti Ivanka dan Jared Kushner tetap berada di lingkaran inti kekuasaan. Oborne sudah menyebut mereka sebagai figur dominan sejak awal karir politik Trump. Birokrasi yang diisi para profesional kini kalah oleh sistem patronase. Kepercayaan pribadi jauh lebih berharga daripada deretan gelar akademik. Kekuatan utama Trumpisme sebenarnya bukan terletak pada data statistik, melainkan pada emosi massa. Ingat ajaran Norman Vincent Peale, pendeta masa kecil Trump tentang berpikir positif? Pikiran yang optimis dianggap bisa mengalahkan kenyataan pahit sekalipun. Di tahun 2026, optimisme buta dari para pendukungnya menjadi bahan bakar politik yang sangat luar biasa kekuatannya. Rakyat pada akhirnya memang tidak butuh angka statistik GDP yang rumit untuk dipahami. Mereka hanya butuh sosok pahlawan, seorang pendekar. Trump memposisikan dirinya sebagai satu-satunya orang yang berani mengeluarkan "Jurus Sapu Jagat"—sebuah gerakan politik yang menyapu bersih semua sistem lama yang dianggap korup. Tujuannya cuma satu: merebut kembali hak Amerika yang dia klaim telah "dicuri" oleh dunia selama ini. Kesimpulannya, fenomena Trump 2026 adalah campuran antara proteksionisme kuno dan manajemen merek modern yang sangat canggih. "Jurus Sapu Jagat" ini mungkin membuat para pemimpin dunia lainnya sakit kepala hebat, tapi bagi pendukung setianya, inilah sapuan bersih yang sudah lama dinanti. Anda boleh saja tidak setuju dengan caranya, tapi faktanya, jurus ini telah berhasil menyapu habis hampir semua tatanan lama yang pernah kita kenal.
Dunia kembali gaduh setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim dirinya sebagai Presiden sementara Venezuela. Klaim kontroversial ini langsung memicu kecaman internasional karena dinilai melanggar kedaulatan negara dan hukum internasional.Dampaknya, ketegangan geopolitik meningkat, pasar energi global ikut bergejolak, dan posisi Venezuela dalam peta politik dunia semakin tidak menentu. Sejumlah negara khawatir langkah sepihak ini bisa menjadi preseden berbahaya bagi tatanan global.Lalu bagaimana antisipasinya? Diplomasi internasional menjadi kunci, diikuti penguatan hukum global serta diversifikasi energi agar dunia tidak terlalu bergantung pada kawasan rawan konflik.Situasi ini menunjukkan, satu klaim politik bisa berdampak luas—bukan hanya bagi Venezuela, tapi juga bagi stabilitas dunia.Talk: - Pakar Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Dr. Agus Haryanto, S.IP, M.Si - Pengamat Ekonomi Internasional, Irwan Ibrahim
Siyasi iletişimin temel unsurlarından biridir. Jargon olarak İngilizce daha sık kullanılır: Polical Correctness… Türkçede Siyasi Doğruculuk diye karşılanmaya çalışılıyor… İşte bu iletişim aracı şu sıra imha ediliyor… Kimin tarafından?… Tabii ki Trump… Siyasi Doğruculuk, halk deyişiyle bir tespiti, bir fikri, bir talebi, bir eleştiriyi, herhangi bir siyasi niyeti “Pat diye, paldır küldür” söylememektir… Diplomasi dili diye de ifade edilebilir. Ülkeler arası siyasette Devlet Aklını devreye sokmak, ülke içi siyasi iktidar mücadelesinde de hedef kitlenin kültür ve değerlerine uygun bir ‘ikna yaklaşımı' geliştirmek için kullanılan inovatif taktik dil düzeneğinden söz edilebilir…
Pernahkah Anda berpikir bahwa strategi negosiasi tingkat tinggi yang digunakan para duta besar di PBB sebenarnya adalah kunci rahasia untuk memenangkan hati mertua atau meredakan ketegangan dengan rekan kerja? Seringkali kita menganggap diplomasi sebagai dunia yang eksklusif, penuh dengan protokoler kaku di istana negara. Namun, kenyataannya, diplomasi adalah institusi sosial tertua manusia. Setiap kali Anda mencoba membagi tugas rumah tangga tanpa memicu pertengkaran, atau menolak ajakan teman tanpa menyakiti perasaannya, Anda sejatinya sedang berdiplomasi. Dalam episode kali ini, kita akan menyelami "Esensi Diplomasi" bukan sebagai teori politik yang rumit, melainkan sebagai panduan praktis untuk menavigasi kehidupan sosial modern. Kita akan membongkar bagaimana teknik soft diplomacy—seperti seni menjaga wajah (face-saving) dan penggunaan "ambiguitas konstruktif"—dapat mengubah dinamika hubungan Anda secara drastis. Bayangkan memiliki kemampuan membaca yang tersirat layaknya seorang diplomat ulung, memahami kapan harus bicara dan kapan cukup memberi sinyal, serta mengubah potensi konflik menjadi kolaborasi yang menguntungkan. Jadi, jika Anda ingin berhenti terjebak dalam drama yang tidak perlu dan mulai membangun jembatan pengertian yang kokoh, episode ini wajib Anda dengarkan. Kita akan membahas strategi jitu tentang apa yang boleh dan haram dilakukan dalam interaksi sosial, mulai dari pentingnya ritual "basa-basi" hingga bahaya fatal mentalitas "saya menang, kamu kalah". Pasang telinga Anda, siapkan diri, dan mari kita pelajari bersama bagaimana menjadi duta besar terbaik bagi kehidupan Anda sendiri.
Libya, Suriye iç savaşı, Rusya-Ukrayna savaşı ve Gazze soykırımında arabuluculukta Türkiye'yi barış masasına güvenilir aktör olarak davet etmeleri, Ankara'nın yürüttüğü insani diplomasisinin de bir tezahürüdür. Yazan: Prof. Dr. Muharrem EkşiSeslendiren: Halil İbrahim Ciğer
Banyak yang mengira diplomasi hanya milik para duta besar yang berdasi kupu-kupu di ruang resepsi mewah, namun sejatinya, diplomasi adalah seni bertahan hidup yang paling tua dan elegan. Ini adalah kemampuan strategis untuk mendapatkan apa yang Anda butuhkan—baik itu keamanan, sumber daya, atau pengaruh—tanpa harus menggunakan kekerasan atau menghancurkan hubungan. Dalam dunia yang semakin terpolarisasi dan penuh sengketa kepentingan, memahami diplomasi bukan lagi sekadar pilihan karier eksklusif, melainkan keterampilan hidup yang esensial untuk mengubah potensi konflik menjadi kerjasama yang menguntungkan. Mempelajari diplomasi berarti melatih diri untuk melihat dunia melalui kacamata strategi dan empati sekaligus. Anda akan diajak menyelami bagaimana menavigasi labirin birokrasi, membaca sinyal tersirat di balik kata-kata, dan merancang kesepakatan yang memuaskan berbagai pihak yang berseberangan. Baik Anda seorang pejabat pemerintah yang memperjuangkan kebijakan iklim, pebisnis yang membuka pasar global, atau aktivis yang menyuarakan perubahan, teknik-teknik diplomasi—mulai dari seni pra-negosiasi hingga strategi "menyelamatkan wajah" lawan—adalah senjata rahasia yang membedakan seorang amatir dengan profesional sejati dalam menyelesaikan masalah. Pada akhirnya, diplomasi adalah jembatan emas antara kekacauan dan ketertiban. Dengan menguasai dasar-dasarnya, Anda tidak hanya bertransformasi menjadi komunikator yang ulung, tetapi juga menjadi arsitek solusi di tengah kebuntuan yang tampak mustahil diurai. Ilmu ini memberikan Anda kekuatan lunak (soft power) untuk mempengaruhi hasil akhir tanpa paksaan fisik. Mari selami dunia diplomasi, karena di tangan seorang negosiator yang terlatih, musuh bisa berubah menjadi mitra, dan krisis dapat bertransformasi menjadi peluang masa depan yang gemilang.
Yuk Gabung bersama Komunitas Total Politik dan Dukung Channel kita lewat Saweria agar kita tetap bisa buat konten menarik untuk temani hari-harimu di rumah : ► Whats App Group: https://chat.whatsapp.com/B8JfUkLnXE2LP952KvnJcC► Telegram : https://bit.ly/3orLO3r► Saweria: http://saweria.co/totalpolitikJangan Lupa Follow Social Media Total Politik:► Instagram: https://www.instagram.com/TotalPolitikCom/► Facebook: https://fb.me/TotalPolitik► Twitter: https://twitter.com/TotalPolitikCom► Podcast: https://open.spotify.com/show/6K6xeuUeT2QUlxFlrE8UrF?si=8zRiGBTqQpeZ64PqGuB18g► Youtube: https://www.youtube.com/TotalPolitik► LinkedIn: https://www.linkedin.com/company/total-politikHost Podcast Politik Arie Putra:► Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCgWEhkKav1nOEaJ_xMXo8mA/videos► Instagram: https://www.instagram.com/arieputrabn/► Twitter: https://twitter.com/arieputrabn
Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menegaskan peran Indonesia sebagai teladan dunia dalam membangun perdamaian lintas agama dan kebudayaan. Hal ini disampaikan saat menjadi tuan rumah Luncheon World Peace Forum ke-9 di Kompleks Parlemen Jakarta. Indonesia dinilai mampu menjaga harmonisasi di tengah politik identitas melalui semangat Bhinneka Tunggal Ika dan gagasan Green Democracy. Diplomasi kebudayaan dan dialog antarumat beragama menjadi kunci meredakan ketegangan geopolitik global.#DPDRI #PerdamaianDunia #LintasAgama #BhinnekaTunggalIka #GreenDemocracy #DiplomasiBudaya #WorldPeaceForum
Presiden Prabowo Subianto resmi berangkat ke Mesir untuk menghadiri KTT Perdamaian Gaza 2025. Forum internasional ini dipimpin oleh Donald Trump dan Abdel Fattah Al-Sisi, serta dihadiri lebih dari 20 pemimpin dunia.Indonesia membawa pesan penting: diplomasi aktif untuk menghentikan konflik dan mendorong perdamaian permanen di Gaza. Dalam episode ini, kami akan membahas arti strategis kehadiran Prabowo di panggung global dan peluang Indonesia memainkan peran kunci dalam penyelesaian krisis kemanusiaan.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh di Kairo, Mesir—sebuah momen bersejarah ketika para pemimpin dunia menandatangani kesepakatan penghentian perang di Gaza. Prabowo duduk bersama Emmanuel Macron dan pemimpin dunia lainnya, menyaksikan langsung penandatanganan dokumen oleh Donald Trump, Abdel Fattah El-Sisi, Recep Tayyip Erdogan, dan Tamim bin Hamad Al Thani.Kehadiran Indonesia dalam forum global ini bukan sekadar simbolik. Sebagai negara Gerakan Non-Blok dengan diplomasi aktif dan posisi strategis, Indonesia memiliki daya tawar yang unik dan kuat di tengah dinamika geopolitik dunia. Prabowo menjadikan isu Palestina sebagai salah satu prioritas sejak masa kampanye hingga kepresidenannya, dengan pendekatan diplomasi substitusi—mengakui Palestina dan Israel sebagai negara berdaulat.
Tamu PutCast kali ini kita kedatangan Bambang Paningron — seorang budayawan, pemerhati tari, sekaligus pendiri Festival Asiatri, ajang seni tari lintas negara yang mempertemukan seniman dari lebih dari 30 negara. Dalam perbincangan ini, Mas Bambang mengurai lapisan-lapisan dunia seni pertunjukan: dari mitos dan legitimasi kekuasaan dalam tari keraton, dinamika teater rakyat dan ketoprak, hingga tari kontemporer yang berjuang di tengah sempitnya ruang dan minimnya dukungan negara.
Birleşmiş Milletlerde (BM) var olan trafiğe bakıldığında konuşulacak çok şey olduğu söylenebilir. Filistin'in tanınması konusunda özellikle Fransa ve İngiltere'nin ortaya koyduğu tavır BM nezdinde en fazla tartışılan hususlardan biri. Henüz, İsrail soykırımını durdurma noktasında herhangi bir somut faydası söz konusu olmasa da tanınma yolunda atılan adımlar, İsrail'in izolasyonu anlamında sembolik bir öneme sahip.
AB'nin dünya siyasetinde yaşadığı mevzi kaybı, İran'a olan tutumuna da yansıdı. Özellikle Rusya-Ukrayna Savaşı'nın ardından güvenlik alanında ABD'ye bağımlı hale gelen Avrupa'nın İran konusunda özerk bir siyaset geliştirmesi mümkün görünmüyor. Yazan: Dr. Mustafa Caner Seslendiren: Halil İbrahim Ciğer
Diplomasi târihinin en garip, en tuhaf toplantılarından birisini idrâk ettik. Alaska'daki Trump-Putin Zirvesi biter bitmez, Avrupa'nın en önde gelen devletlerinin liderleri pür telâş ,neredeyse tam takım hâlinde, yanlarına Zelenski'yi de alarak Washington'ın yolunu tuttular. Kimler yoktu ki? Starmer, Merz, Macron, Meloni , Rutte, Von der Leyen Trump'ın karşısında tespih tâneleri gibi dizildiler. Trump fırsatı kaçırır mı? Kasım kasım kasılarak karşıladı onları.
Kanselir Jerman Friedrich Merz mengonfirmasi rencana pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam dua pekan ke depan. Merz menjelaskan di Washington DC bahwa Presiden AS Donald Trump telah melakukan pembicaraan telepon dengan Putin dan menyepakati pertemuan kedua pemimpin. Lokasi pertemuan masih dalam pembahasan, sementara Trump juga berencana mengundang keduanya untuk pertemuan tiga pihak selanjutnya.
Yeni bölümde konuğum Prof. Dr. Mutlu Binark, konumuz ise Kore Dalgası - Hallyu ve buna bağlı kültür politikaları.K-drama olarak adlandırılan Güney Kore dizileri, K-Pop, Kore edebiyatı, Kore filmleri, Kore kozmetiği ya da yemekleri... Hepsi dalga dalga dünyaya yayılıyor, Türkiye de bundan nasibini alıyor.Ancak bu tesadüfi bir şey değil. Kore'nin devlet işine de dönüşen bir kültür politikası. İnanılmaz ilginç, sosyolojik, politik ve ekonomik bir fenomen; uzun uzun bakılması ve belki de bazı yerleri belki de örnek alınması gereken bir durum.Hacettepe Üniversitesi İletişim Fakültesi, Bilişim ve Enformasyon Teknolojileri Ana Bilim Dalı Başkanı Prof. Dr. Mutlu Binark da ağırlıkla Japonya, Çin ve Güney Kore üzerine çalışmış, dillerini öğrenmiş, bölgeye giderek araştırmalar yapmış, kültür politikaları üzerine kitaplar yazmış bir akademisyen.Mutlu Hanım ile Rose ile Bruno Mars şarkısı Apt'dan (apati apati) Kore oyun kültürüne, K-dramalardan "hayran emeğine" pek çok konuyu masaya yatırdığımız bölümden bazı başlıklar vereceğim...* Mutlu Hanım'ın kitaplarından birinin adı çok şey söyleyebilir: Kültürel Diplomasi ve Kore Dalgası - Hallyu Güney Kore'de Sinema Endüstrisi, K-Dramalar ve K-Pop...* Kore dalgası-Hallyu nedir? Hangi dalgalar nasıl geldi, yeni neler var?* K-drama ve K-Pop dünyanın farklı ülkelerinde ve Kore'de neleri değiştirdi?* Demokratikleşme - ekonomik gelişme ilişkisi* Ağır sanayileşme yanında kültürel ihracat...* İçerik kraldır! KOCCA (Kore Yaratıcı İçerik Ajansı) - KOFIC (Kore Film Konseyi)* Kore hayranlık kültürünün yüzeysel yanı.* Türk dizi endüstrisinin rakamsız, verisiz ve kayıtsızlığına karşı her şeyin ölçüldüğü Kore işleri* Çin dalgası mı geliyor?* Kore edebiyatından örnekler, Kore sineması ve modasının Batı'daki konumu...* Meraktan saha çalışmasına, farklı diller öğrenmekten "aynı yerde uzun kalmamaya" nasıl iyi akademisyen olunur?Hepsi ve çok daha fazlası bu yayında mutlaka dinleyin. Gazeteci#Journalist ~ #Art- #Food- #Travel lover ~ #EnthusiastBooks:
Trump, Hindistan'ı kısa vadede cezalandırırken, orta ve uzun vadede onu kendi diplomatik modeline ve ikili ilişki tarzına entegre etmeye çalışıyor. Yazan: Dr. Kadir Temiz Seslendiren: Halil İbrahim Ciğer
Belkıs, Sebe ülkesinin (günümüzde Yemen bölgesi) hükümdarıdır ve kraliçe unvanına sahiptir. Kur'an-ı Kerim'de güçlü, akıllı ve karizmatik bir lider olarak tasvir edilir. Hz. Süleyman ona mektup göndermiş, Hak dine ve hükümranlığına teslim olmasını istemişti. Belkıs danışma meclisini topladı ve şöyle dedi:
Indonesian language speech competition NAILA is back this year. How can this event raise interest in learning Indonesian in Australia? - Kompetisi pidato bahasa Indonesia NAILA kembali digelar tahun ini. Bagaimana ajang ini bisa membangkitkan minat belajar bahasa Indonesia di Australia?
Kementerian Agama (Kemenag) sedang melakukan diplomasi dengan pihak Arab Saudi terkait penerbitan visa haji furoda atau mujamalah di musim haji 2025. Menteri Agama pun berkomitmen membantu mengupayakan agar Jemaah haji Furoda atau mujamalah tetap berangkat tahun ini.Lalu bagaimana upaya lain yang dilakukan asosiasi penyelenggara haji dan umrah RI? Talk: Ketua umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), H. Firman M Nur, M. Sc.
Dipo Alam, mantan Sekretaris Kabinet dan Ketua Institut Peradaban Indonesia, bercerita tentang perjalanan hidupnya, mulai dari aktivis kampus hingga keterlibatannya di dunia politik dan diplomasi. Beliau membagikan kisah bagaimana lukisannya menggerakkan emosi Ibu Negara Jepang, Akie Abe, hingga menitikan air mata, serta bagaimana batik karyanya diterima dengan hangat oleh Ratu Elizabeth II.Di balik layar diplomasi internasional, seni sering menjadi bahasa universal yang melampaui batas negara. Melalui pendekatan artistik, Dipo membuktikan bahwa diplomasi tidak melulu soal politik, tetapi juga tentang sentuhan kemanusiaan dan seni.Episode lainnya yang mungkin Anda sukai:• Tumbuhkan Nalar, Berdayakan Otak | Endgame HUT RI ft Emil Salim• Tanda Engkau Belum Siap Memimpin - Susilo Bambang Yudhoyono• Jusuf Kalla: Begini Tugas Wakil PresidenJelajahi dan jadi bagian dari komunitas kami:https://endgame.id/Untuk ajakan kolaborasi dan kerja sama, hubungi kami di sini:https://sgpp.me/contactus
Yeni ticaret savaşları döneminin Türkiye ekonomisi üzerindeki muhtemel etkilerini doğru analiz edebilmek adına, potansiyel dengelerin oluşmasını beklemek gerekecek. Yazan: Prof. Dr. Sadık Ünay Seslendiren: Halil İbrahim Ciğer
Cezayir'in 12 Fransız diplomatı ülkesine geri gönderme kararının ardından Fransa'da 12 Fransız diplomatı ülkesine geri gönderme kararı alındı. Karşılıklı adımların iki arasındaki gerilimin yeniden gündeme getirilmesi gündeme geldi. SETA Dış Politika Araştırmacısı Dr. Tunç Demirtaş, Fransa-Cezayir diplomasisinin arka planını ve olası ortaya çıkmayacağını ifade etti.
CHP, 'Millet iradesine sahip çıkıyor' mitinglerine kurultayın ardından Samsun'dan başladı. Antalya Diplomasi Forumu'nda Hakan Fidan, Erdoğan-Trump görüşmesinin henüz netleşmediğini açıkladı. Bu bölüm CI BLOOM hakkında reklam içermektedir. Çağdaş sanat galerilerini, sanatçıları ve sanatseverleri bir araya getiren CI BLOOM, dördüncü edisyonuyla 16-20 Nisan tarihleri arasında Lütfi Kırdar Kongre ve Sergi Sarayı Rumeli Salonu'nda düzenleniyor. CI BLOOM ile buradan tanışabilirsiniz. Learn more about your ad choices. Visit megaphone.fm/adchoices
Antalya Diplomasi Forumu, Avrupa, Asya, Latin Amerika ve Afrika'dan katılımcıları bir araya getirerek, ABD-Çin rekabetinin gölgesinde kalan küresel siyasete farklı bir ses kazandırdı. Yazan: Samuel Doveri Vesterbye Seslendiren: Halil İbrahim Ciğer
ABD'li ekonomist Jeffrey Sachs'ın Antalya Diplomasi Forumunda yaptığı konuşma oldukça dikkat çekiciydi. Sachs, bu yılın başında benzer bir çıkış yapmış ve “Netanyahu, ABD'yi Orta Doğu'da sonu gelmeyen savaşlara sürükleyen derin karanlık biridir” demişti. Netanyahu için derin karanlık biridir derken oldukça ağır bir ifade kullanmıştı.
Dış politika ve ekonomi birbirinden ayrılmaz iki önemli husus olduğu gibi dış politika ve ekonomi arasında gerçekten iki yönlü bir ilişki bulunmaktadır. Yani ikisi de birbirini etkilemektedir. Dış politika, ticareti doğrudan belirlemektedir.
Cumhurbaşkanı Recep Tayyip Erdoğan'ın himayelerinde ve Türkiye Cumhuriyeti Dışişleri Bakanlığı'nın ev sahipliğinde, 11-13 Nisan 2025 tarihlerinde yapılan Antalya Diplomasi Forumu bu yıl yine önemli isimleri ağırladı. Forum'da neler konuşuldu? Anadolu Türkiye Ajansı Dış Haberler Müdürü Gamze Türkoğlu Oğuz anlattı.
Dalam 100 hari pertamanya sebagai presiden, Prabowo Subianto telah melakukan diplomasi internasional yang intensif. Apa arti dari diplomasi ini bagi masa depan Indonesia di kawasan dan dunia?
ESTER 3:3-6 DAN 4:16-17 PENDAHULUAN- –Prinsip Ora Et Labora pertama kali diperkenalkan oleh Bapak gereja Benekditus dari Nursia diabad ke 5 masehi. PENDALAMAN BACAAN :Ester 3 konflik Mordekhai, dan Haman. Ester 4 Mordekhai mohon bantuan Ester untuk menangkal rencana jahat Haman. DIPLOMASI DITOPANG DOA-Ester yang adalah ratu diminta menjalankan tugas diplomasi menghadap raja. PENUTUP-Firman Tuhan ... Read more
Kesedihan akibat pemulangan banyak panda ke Tiongkok dari kebun binatang di berbagai kota AS sedikit terobati, dengan pemulihan program kerja sama pelestarian yang juga disebut sebagai ‘diplomasi panda' Tiongkok. Kebun Binatang San Diego menjadi yang pertama menerima panda baru.
Pemulihan 'diplomasi panda' Tiongkok pertama diangkat di sela KTT APEC di San Francisco November lalu oleh Presiden Xi Jinping dan akhirnya mulai dilaksanakan. Kebun binatang mana saja di AS yang bersiap menerima lagi panda dari Tiongkok dan mengapa program ini sempat ditangguhkan?
Bilgisel'in yeni bölümünde insanlık tarihinin en büyük trajedisi olan İkinci Dünya Savaşı'na Türkiye'den bakıyoruz. Genç Türkiye Cumhuriyeti'nin savaş boyunca izlediğı dış politikayı mercek altına aldık. Hazırsanız başlayalım.------- Podbee Sunar ------- Bu podcast, GetirAraç hakkında reklam içerir. GetirAraç'ı indirmek ve ilk kullanımda 500 TL indirimden faydalanmak için, tıklayın. Bu podcast, Hiwell hakkında reklam içerir. Hiwell'i indirmek ve "pod10" koduyla %10 indirimden faydalanmak için tıklayın. See Privacy Policy at https://art19.com/privacy and California Privacy Notice at https://art19.com/privacy#do-not-sell-my-info.
Bilgisel'in yeni bölümünde Milli Mücadele Dönemi'nin silahlı safhası sona erdikten sonra Büyük Britanya ile Türkiye Büyük Millet Meclisi arasında geçen 32 günlük diplomasi savaşını anlattık. Hazırsanız başlayalım.Canlandıranlar:Mustafa Kemal: Metin BozkurtCinnah: Gökbey KarataşGandhi: Cemre Dalyan------- Podbee Sunar ------- Bu podcast, GetirAraç hakkında reklam içerir. GetirAraç'ı indirmek ve ilk kullanımda 500 TL indirimden faydalanmak için, tıklayın. Bu podcast, Hiwell hakkında reklam içerir. Hiwell'i indirmek ve "pod10" koduyla %10 indirimden faydalanmak için tıklayın. See Privacy Policy at https://art19.com/privacy and California Privacy Notice at https://art19.com/privacy#do-not-sell-my-info.
Ayrıca: TBMM'de Akbelen toplantısı, Birleşik Krallık'taki mülteci gemisi, Gandi'nin dönüşü. Bugünün bülteni Lensmarket.com ile birlikte ulaşıyor.
RTÜK'ten Halk TV'ye ceza kokteyli Dezenformasyon yasası çıksa kimler ceza alır? “Kurt siyasetçi” sözüne hapis Diplomasi muhabirlerinin akreditasyon tepkisi Ceren Sözeri ve Can Ertuna, Gündem: Medya'da değerlendirdi.