POPULARITY
Ustadz Ali Hasan Bawazier - Saatnya Berperan Bukan Baperan
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Dunia sedang tidak baik-baik saja. Rantai pasok global kian tidak stabil dan operasional bisnis makin terasa berat. Namun, bagi seorang leader, ini bukan waktunya panik. Ini waktunya mengatur ulang strategi.Dengarkan episode ini untuk mendapatkan breakdown mendalam tentang:Menentukan market niche yang tetap kuat saat ekonomi lesu.Taktik efisiensi cerdas agar bisnis tetap inovatif dengan biaya minimal.Membangun mindset leadership yang resilien di tengah ketidakpastian.Saya ingin dengar dari Anda: Dari kenaikan solar hingga turunnya daya beli, mana tantangan yang paling membuat Anda sulit tidur minggu ini? Mari kita bahas bersama.
Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia kian meningkat, terutama di ruang digital seiring mudahnya akses internet dan penggunaan media sosial sejak dini. Minimnya pengawasan membuat anak rentan terhadap risiko seperti perkenalan dengan orang asing hingga praktik online grooming. Pemerintah telah mulai membatasi akses anak ke media sosial, namun upaya perlindungan tidak bisa dilakukan sepihak. Kolaborasi keluarga, masyarakat, dan negara menjadi kunci untuk melindungi anak di era digital. Bersama Dr. H. Heri Kuswara, M.Kom, Tim Pokja KPAI.
Ustadz Ali Hasan Bawazier - Saatnya Berperan bukan Baperan
Ustadz Abdullah Zaen M.A. - Saatnya Kembali
Makin panjang perang Iran berlangsung, makin besar ongkos yang harus dibayar. Upaya-upaya seperti kebijakan WFH, efisiensi, dan pembatasan bahan bakar sulit diyakini bisa menambal kantong negara yang jebol karena harus menambah anggaran subsidi energi. Menaikkan harga BBM dan memotong program berbiaya besar adalah satu-satunya jalan menyelamatkan APBN. - - - Kunjungi s.id/bacatempo untuk mendapatkan diskon berlangganan Tempo Digital. Unduh aplikasi Tempo untuk membaca berbagai liputan mendalam Tempo. Powered by Firstory Hosting
Skytrax turunkan peringkat Garuda Indonesia dari bintang 5 ke 4. Rugi bersih 2025 melonjak 4,5 kali lipat jadi Rp5,4 triliun. Penumpang turun 10,5 persen. Dari ratusan pesawat, hanya 60-an yang bisa terbang. Maka wajar, wacana pembubaran sempat bergulir di DPR tahun lalu. Pertanyaannya: haruskah dilakukan?
Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai.
Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai.
Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.
Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.
Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.
Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.
Kita telah terlalu lama memuja Produk Domestik Bruto (PDB) seolah itu adalah kitab suci kemajuan, padahal di balik angka yang mendaki, hutan kita luluh lantak dan kesenjangan sosial kian menganga. Di INSPIRIT, kami percaya bahwa mengejar pertumbuhan tanpa batas di planet yang terbatas adalah sebuah kegilaan kolektif yang harus segera diakhiri. Konsep Doughnut Economics (Ekonomi Donat) hadir sebagai kompas baru untuk memastikan kita tidak lagi jatuh ke dalam "lubang donat" kemiskinan, namun juga tidak melampaui "atap ekologis" yang menghancurkan sistem pendukung kehidupan bumi. Di Indonesia, Ekonomi Donat menemukan manifestasi paling konkretnya melalui kebijakan Perhutanan Sosial dan pengakuan Hutan Adat. Inilah ruang aman dan adil di mana "landasan sosial" masyarakat—seperti kedaulatan pangan dan akses ekonomi—dipenuhi tanpa harus merusak "atap ekologis" atau melampaui planetary boundaries (batas-batas planet). Melalui hak kelola hutan, komunitas lokal bertransformasi dari objek pembangunan menjadi subjek yang secara mandiri mendesain sistem ekonomi yang bersifat distributive by design (distributif melalui desain) sekaligus regenerative by design (regeneratif melalui desain). Masa depan kita tidak terletak pada obsesi pertumbuhan yang rakus lahan, melainkan pada keberanian untuk menjadi growth agnostic (agnostik terhadap pertumbuhan) demi kesejahteraan manusia yang hakiki. Kita harus segera beranjak dari model linear economy (ekonomi linier) yang eksploitatif menuju circular economy (ekonomi sirkular) yang meniru harmoni alam, sebagaimana yang telah dipraktikkan masyarakat adat kita selama berabad-abad melalui gotong royong. Saatnya kita mendesain ulang Indonesia agar menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh rakyatnya tanpa harus mengorbankan paru-paru dunia yang kita miliki.
Apokalips bukan sekadar ledakan nuklir yang menghanguskan. Akar katanya justru berarti menyingkap tirai penutup realitas. Kita sedang dipaksa melihat borok sistem lama. Saatnya berhenti takut dan mulai menatap tajam. Sains dan teknologi kini melompat bak kesetanan. Batas antara manusia dan mesin semakin kabur. Ini adalah fase kontraksi kelahiran yang menyakitkan. Sistem yang busuk memang layak dibakar habis. Jangan jadi penonton pasif di tepi jurang. Kita adalah sutradara dari perubahan masif ini. Ketidakpastian adalah taman bermain bagi kreativitas murni. Apokalips adalah undangan resmi untuk segera bangun.
Humas pemerintah tahun 2026 kini punya peluang besar untuk berhenti bersembunyi di balik tembok birokrasi yang kaku. Saatnya bicara apa adanya kepada rakyat yang sudah terlalu lelah dengan segala bentuk pencitraan yang mahal namun hambar. Kejujuran adalah satu-satunya jembatan paling kokoh untuk menjemput kembali kepercayaan publik yang sempat hilang. Gen Z hari ini butuh kehadiran yang nyata dan solutif, bukan sekadar tumpukan angka statistik fiktif yang membosankan di media sosial. Terapkan lima pilar VITAL agar setiap konten pemerintah memiliki nyawa dan keberpihakan yang jelas kepada kepentingan warga. Hanya narasi yang benar-benar bermanfaat yang akan mampu bertahan di tengah derasnya arus informasi digital yang semakin gila. Pemerintah harus mulai membangun rumah informasi mandiri yang kredibel tanpa harus terus mendompleng kanal milik korporasi asing. Gunakan media sosial hanya sebagai pintu masuk untuk mengajak warga mencintai narasi yang jujur, transparan, dan melayani. Masa depan komunikasi publik ada di tangan para pemberani yang mau bekerja nyata tanpa embel-embel gimmick.
Bismillah,Saatnya Maksimalkan Potensi dari Allah -Ta'ala-(Time to Maximize your Potential from Allah)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahullah-Video Animasi dari Kajian Serial Ramadhan“Maksimalkan Potensi = Bersyukur”
"Moms & Dads, apakah menurut Moms & Dads pengasuhan selama ini sudah tepat? Gimana kita bisa tahu jika pola asuh kita perlu diperbaiki? Jawabannya ada di audio pakar ini, ya. Habis dengar, kira-kira adakah resolusi pola asuh yang ingin Moms & Dads lakukan tahun ini? Ceritain dong, kami ingin tau pendapat Moms & Dads di kolom comment. ❤️"
Hai, Sobat Cuan...Market lagi terkoreksi, portofolio ikut goyang, dan banyak investor mulai waswas. Di kondisi kayak gini, strategi investasi jadi kunci. Lantas, masih tepatkah mengejar cuan instan, atau saatnya beralih ke cuan yang lebih sustain? Gimana cara menyikapi saham gorengan? Dan strategi investasi seperti apa yang lebih tepat di tengah kondisi saat ini? Temukan jawabannya di Podcast Cuap Cuap Cuan bareng Maria Katarina dan Ayyi Hidayah, Financial Expert CNBC Indonesia.Sobat Cuan, jangan lupa ya untuk follow IG @cuap_cuan, dan juga subscribe youtube channel Cuap Cuap Cuan, kemudian di like, comment dan share juga ya. Salam cuan!
Hai, Sobat Cuan...Dalam beberapa hari terakhir, IHSG terkoreksi tajam dan pasar modal Indonesia disorot MSCI.Bukan karena satu peristiwa sesaat, melainkan rangkaian isu free float, transparansi kepemilikan, hingga kesiapan regulasi pasar modal.Lantas, seberapa serius dampaknya terhadap pasar modal RI? Apakah Indonesia benar-benar terancam turun dari emerging market? Dan apa yang harus dilakukan regulator agar pasar kembali stabil, sekaligus membuka peluang ke depan? Temukan jawabannya di segmen PAHAM (Pantauan Saham)! Maria Katarina membahasnya bersama Rio Christiawan, Ahli Hukum Pasar Modal, hanya di Podcast Cuap Cuap Cuan.Sobat Cuan, jangan lupa ya untuk follow IG @cuap_cuan, dan juga subscribe youtube channel Cuap Cuap Cuan, kemudian di like, comment dan share juga ya. Salam cuan!
Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.
Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.
Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.
Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.
Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai.
Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai.
Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu dicerai-beraikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku.
Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu dicerai-beraikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku.
Pernahkah Anda merasa lumpuh saat harus mengambil keputusan krusial di tengah situasi yang serba tidak pasti? Di dunia yang terus berubah dengan cepat ini, kita sering terjebak menyamakan ketidakpastian dengan risiko yang bisa dihitung, padahal keduanya sangat berbeda. The Uncertainty EDGE hadir untuk mendobrak kebingungan tersebut, mengajarkan kita bahwa ketidakpastian bukanlah musuh yang harus ditakuti, melainkan ladang peluang emas jika dihadapi dengan pola pikir yang tepat. Temukan kekuatan di balik kerangka kerja E.D.G.E. (Establish, Diagnose, Go, Evolve) yang revolusioner. Alih-alih membuang energi untuk mencoba mengontrol hasil masa depan yang tidak bisa diprediksi, metode ini melatih Anda untuk fokus pada apa yang bisa dikendalikan dan membangun fondasi keputusan yang kokoh. Pelajari seni memisahkan sinyal penting dari kebisingan informasi, mengambil tindakan tegas tanpa keraguan, dan beradaptasi dengan cepat layaknya pemimpin kelas dunia yang mampu mengubah krisis menjadi batu loncatan kesuksesan. Jangan biarkan ketidakpastian mendikte masa depan karier atau bisnis Anda. The Uncertainty EDGE bukan sekadar teori manajemen, melainkan manual ketahanan mental dan strategis untuk siapa saja yang ingin memimpin dengan kejelasan (clarity) dan menang dengan keyakinan (conviction). Siap mengubah hal-hal yang tidak diketahui menjadi keunggulan kompetitif terbesar Anda? Saatnya berhenti menebak-nebak masa depan dan mulai membangun kapasitas diri untuk menaklukkannya hari ini.
Pernahkah Anda berpikir bahwa budaya organisasi itu terbentuk begitu saja secara alami? Banyak pemimpin terjebak dalam pemikiran bahwa budaya organisasi adalah sesuatu yang organik atau sekadar slogan motivasi di dinding kantor. Padahal, membiarkan budaya tumbuh "secara default" adalah risiko besar di tengah lanskap dunia yang penuh gejolak. Tanpa desain yang sengaja, budaya bisa tumbuh liar, lemah, atau bahkan toxic, yang diam-diam menggerogoti eksekusi strategi bisnis Anda. Seperti halnya merancang produk unggulan, membangun budaya yang tangguh membutuhkan intensionalitas dan arsitektur yang serius. Di sinilah konsep Culture Design hadir sebagai solusi sistematis, bukan sekadar teori manajemen. Ini adalah kerangka kerja operasional untuk menyelaraskan perilaku setiap individu dengan tujuan strategis perusahaan. Prosesnya dimulai dari membangun empati mendalam untuk memahami realitas karyawan (Know What Matters), dilanjutkan dengan eksekusi inisiatif yang konsisten dan adaptif (Do What Matters), hingga pengukuran progres yang transparan (Measure What Matters). Pendekatan ini mengubah budaya dari sesuatu yang abstrak menjadi sistem operasi nyata yang mendorong kinerja tinggi. Jangan biarkan masa depan organisasi Anda bergantung pada kebetulan. Desain budaya yang kuat tidak hanya mencetak angka profit jangka pendek, tetapi juga menciptakan warisan (legacy) dan lingkungan kerja yang inklusif di mana setiap orang merasa memiliki. Saatnya berhenti menjadi penonton dan mulai menjadi arsitek sadar bagi lingkungan kerja Anda. Pelajari bagaimana Anda bisa membangun organisasi yang tidak hanya sukses mencapai output, tetapi juga kaya akan tujuan dan kemanusiaan melalui penerapan Desain Budaya Organisasi.
Desakan agar bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat menjadi bencana nasional terus bermunculan. Suara datang dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat sipil, anggota dewan, hingga tokoh agama.Dampak bencana di Sumatera ini dinilai sudah memenuhi indikator-indikator penetapan status bencana nasional. Di antaranya, bencana menelan ratusan korban jiwa, merusak infrastruktur, adanya kerugian harta benda, hingga lumpuhnya ekonomi. Ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.Terlebih, di Aceh, beberapa kabupaten/kota, seperti Aceh Timur, Aceh Selatan, dan Aceh Tengah, telah menyatakan tak sanggup menangani bencana ini.Kemarin, Presiden Prabowo meninjau sejumlah titik pengungsian korban banjir dan longsor Sumatera, tetapi hingga kini belum ada tanda-tanda bencana nasional bakal ditetapkan. Sementara, korban jiwa kian bertambah. Per 1 November, jumlah korban jiwa mencapai 533 orang, sedangkan 504 orang hilang, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).Kenapa banjir dan longsor Sumatera perlu ditetapkan jadi bencana nasional? Bagaimana mekanismenya? Apa dampaknya jika status ditingkatkan menjadi bencana nasional? Adakah hal-hal yang mesti diwaspadai jika bencana Sumatera ditetapkan sebagai bencana nasional?Di Ruang Publik KBR kita akan bahas topik ini bersama Perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Bencana Alfian, Profesor Klimatologi dan Perubahan Iklim, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin, dan Associate Research Fellow (ARF) LSJ FH UGM Stephanie.
Di tengah derasnya arus digital, penggunaan media sosial oleh anak di bawah umur kembali menjadi sorotan dunia. Australia sudah mengambil langkah tegas dengan melarang dan membatasi akses medsos bagi anak-anak demi mencegah dampak negatif seperti penyalahgunaan data pribadi, kecanduan gawai, hingga perundungan siber.Indonesia pun sebenarnya telah memiliki regulasi penggunaan media sosial berdasarkan kelompok usia, namun risiko di dunia maya terus berkembang dan menimbulkan pertanyaan besar: Apakah aturan yang ada sudah cukup melindungi anak?Bagaimana menciptakan lingkungan digital yang aman di tengah maraknya konten berbahaya? Perlukah Indonesia membuat larangan yang lebih ketat bagi anak usia sekolah seperti negara lain?Dalam talkshow ini, Psikolog Rumah Konseling Muhammad Iqbal, Ph.D akan mengupas tuntas bagaimana perilaku anak di era digital, bahaya laten dunia maya, hingga rekomendasi kebijakan yang ideal untuk perlindungan anak Indonesia.
Classy People, waktunya ngobrol santai tapi penuh makna!Radio Classy 103,4 FM akan hadir bersama Informa Padang dalam talkshow inspiratif seputar gaya hidup dan kenyamanan kantor Anda dalam obrolan "Kerja Nyaman, Produktif Maksimal: Saatnya Upgrade Kantor Sambut 2026 Bersama Informa"Keep in tune!
Pengembalian Rp13,2 triliun hasil tindak pidana korupsi ekspor minyak sawit mentah (CPO) menjadi momentum penting di tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Lebih dari sekadar kemenangan hukum, langkah ini mencerminkan kebangkitan moral dan keadilan ekonomi bangsa. Dalam perspektif pertahanan semesta, keadilan ekonomi bukan hanya soal kesejahteraan, tapi juga daya tahan nasional.Bersama Khairul Fahmi, Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), kita bahas: bagaimana uang yang kembali ke kas negara bisa memperkuat fondasi sosial dan infrastruktur pertahanan? Apakah peningkatan infrastruktur pertahanan kini menjadi kebutuhan mendesak?
Send us a textPernah kepikiran nggak kalau bisnis lokalmu bisa dikenal sampai luar negeri. Faktanya, 57% konsumen global lebih memilih membeli dari website yang berbicara dengan bahasa mereka sendiri. Banyak bisnis di Indonesia yang sebenarnya punya potensi besar untuk menembus pasar internasional, tapi belum tahu cara memulainya. Dengan strategi SEO yang tepat, bisnismu bisa tampil di hadapan audiens global tanpa perlu buka cabang di luar negeri. Bayangkan produk lokalmu bisa ditemukan pelanggan dari berbagai negara, dengan traffic meningkat hingga puluhan persen dan penjualan ikut naik. Kuncinya ada pada SEO global, strategi yang membantu website anda berbicara dalam bahasa dan budaya audiens di luar sana.
Kegagalan Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia FIFA 2026 meninggalkan luka mendalam. Pelatih Patrick Kluivert menyampaikan rasa kecewa dan tanggung jawabnya setelah kekalahan dari Arab Saudi dan Irak di Jeddah.Namun masalah Timnas bukan sekadar hasil pertandingan—melainkan inkonsistensi yang telah terjadi sejak era pelatih sebelumnya. Mulai dari penempatan posisi pemain yang tak sesuai naluri bermain, pergantian taktis yang lambat, hingga ekspektasi tinggi yang dibangun federasi.Apa langkah konkret yang harus dilakukan agar Garuda bisa bangkit dan benar-benar menjadi tim kuat?
Dunia kita saat ini berada dalam sebuah ruang liminal yang masif. Batas-batas lama—baik itu geografis, politis, maupun ekologis—telah runtuh di hadapan "masalah-masalah pelik" seperti perubahan iklim, ketidaksetaraan global, dan disrupsi teknologi. Kita tidak lagi bisa berpura-pura bahwa struktur yang ada saat ini memadai. Seperti yang dijelaskan dalam "Breaking Boundaries," kita berada "di antara"—masa lalu tidak lagi relevan, dan masa depan belum terbentuk. Ruang transisi ini penuh dengan ketidakpastian dan bahaya, tetapi juga menyimpan potensi luar biasa untuk inovasi dan penciptaan tatanan baru. Ini bukan lagi sekadar konsep teoretis; ini adalah realitas yang kita jalani. Pertanyaannya bukanlah apakah kita akan menghadapi perubahan, tetapi bagaimana kita akan membentuknya. Diam berarti membiarkan kekacauan menentukan nasib kita. Maka, panggilan untuk bertindak bergema dari jantung ruang liminal ini. Menghadapi tantangan ini, kolaborasi lintas batas bukanlah lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan mutlak. Seperti yang ditunjukkan secara gamblang oleh Stephen G. Perz dalam "Crossing Boundaries for Collaboration," upaya untuk mengatasi masalah-masalah kompleks dari dalam kungkungan disiplin ilmu, sekat organisasi, atau ego nasionalisme adalah sebuah resep kegagalan. Kita harus secara sadar meninggalkan zona nyaman kita dan merangkul "keuntungan kolaboratif" yang hanya bisa lahir dari kerja sama. Tindakan berkolaborasi adalah cara kita secara aktif mengelola potensi ruang liminal. Ini adalah seni untuk menciptakan communitas—rasa solidaritas dan tujuan bersama yang setara—dari individu dan kelompok yang berbeda, mengubah potensi mentah dari kondisi "antistruktur" menjadi inovasi yang nyata. Jangan biarkan energi transformatif dari momen liminal ini terbuang sia-sia dalam perpecahan; mari kita jadikan ia bahan bakar untuk membangun jembatan. Oleh karena itu, inilah ajakannya: lintasi sebuah batas hari ini. Tindakan ini tidak harus berskala besar. Mulailah dengan mengundang seorang kolega dari departemen yang berbeda untuk minum kopi dan bertukar pikiran. Hubungi sebuah organisasi komunitas lokal dan tanyakan apa yang bisa Anda pelajari dari mereka. Baca sebuah buku dari sudut pandang yang menantang keyakinan Anda. Setiap tindakan sadar untuk melintasi batas adalah sebuah langkah praktis dalam menavigasi ruang liminal kolektif kita. Dengan menjadi praktisi kolaborasi dalam skala kecil, kita membangun kapasitas dan ketahanan untuk menghadapi tantangan dalam skala yang lebih besar. Mari kita berhenti hanya menjadi pengamat transisi; saatnya kita menjadi pemandu dan peserta aktif dalam ritus peralihan menuju masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan.
Ambruknya gedung ibadah di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, mengundang perhatian publik. Para pakar menilai peristiwa ini sebagai kegagalan konstruksi sekaligus lemahnya pengawasan standar bangunan. Tuntutan agar pemerintah melakukan audit menyeluruh terhadap gedung bertingkat di lembaga pendidikan, termasuk pesantren, kini semakin menguat.Dalam talk kali ini, hadir Dr. Basnang Said, S.Ag., M.Ag., Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, untuk menjawab bagaimana langkah dan tanggapan Kementerian Agama atas peristiwa ini.
Penasaran apa aja yang terjadi di balik panggung MC.V? Saatnya bongkar bareng kita!
Pada podcast Berani Berinvestasi kali ini, kita akan membahas informasi menarik di balik sektor properti saat ini. Sobat Genvest penasaran kan dengan pembahasannya? Bersama Sharon Natasha, Retail Research Analyst CGS International Sekuritas Indonesia dan Joanne Ong, Research Associate Sector - Consumer CGS International Sekuritas Indonesia, yuk simak info selengkapnya di Podcast Berani Berinvestasi #121 di Spotify dan Youtube CGS International Sekuritas Indonesia! Tambah semangat investasimu dan mulai berinvestasi saham bersama kami, hubungi Whatsapp Centre 0815-1074-8305 dan 150330 atau kunjungi www.cgsi.co.id Disclaimer: bit.ly/disclaimer-cgsiid#CGSInternational #CGSI #CGSID #PodcastBeraniBerinvestasi #SobatGenvest #AkuInvestorSaham
Pada podcast Berani Berinvestasi kali ini, kita akan membahas informasi menarik di balik sektor banks saat ini. Sobat Genvest penasaran kan dengan pembahasannya? Bersama Andrian A. Saputra, Retail Research Analyst CGS International Sekuritas Indonesia dan Elizabeth Noviana, Research Associate Sector - Banks, Economics CGS International Sekuritas Indonesia, yuk simak info selengkapnya di Podcast Berani Berinvestasi #120 di Spotify dan Youtube CGS International Sekuritas Indonesia! Tambah semangat investasimu dan mulai berinvestasi saham bersama kami, hubungi Whatsapp Centre 0815-1074-8305 atau 150330 dan kunjungi www.cgsi.co.id Disclaimer: bit.ly/disclaimer-cgsiid#CGSInternational #CGSI #CGSID #PodcastBeraniBerinvestasi #SobatGenvest #AkuInvestorSaham
Doa adalah napas jiwa. Doa yang cepat dan dangkal, tidak sehat, membahayakan kualitas kehidupan rohani. Cegah kualitas hidup kita terganggu karena pernapasan yang dangkal. Saatnya menarik napas dalam-dalam sekarang juga-baik napas udara maupun napas doa!
Berkat kesehatan dari Tuhan tidak akan dimiliki jika terus memasukkan tembakau kedalam tubuh. Itu racun, bisa membuat lebih ketagihan dibandingkan obat terlarang! Tetapi bagi Tuhan tak ada yang mustahil. Bagi yang merokok, sekaranglah saatnya berhenti!
Apa pun yang membantu pasangan membangun kenangan abadi akan menambah kebersamaan dan keintiman yang paling didambakan.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 26 November 2024 Bacaan: "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (Yohanes 15:5) Renungan: Kalau kita perhatikan, pohon-pohon yang ada di sekitar kita ternyata memiliki berbagai macam bentuk dan jenis. Pada umumnya, pohon memiliki beberapa bagian-bagian tertentu yang memiliki kekuatan dan fungsi yang berbeda-beda. Bagian yang tidak kelihatan dari pohon adalah akar yang biasanya terbenam di dalam tanah. Sedangkan bagian yang terlihat adalah batang, ranting, bunga dan buah. Kalau kita perhatikan, ranting akan melekat pada batang pohon. Pada ranting-ranting tersebut kita akan melihat bunga dan buah yang banyak. Meskipun ranting-ranting itu lemah jika dibanding dengan batang pohon yang terlihat jauh lebih kuat, tetapi ranting mampu menahan berat buah yang dihasilkannya. Yesus berkata bahwa Dialah pokok anggur dan kita adalah ranting-ranting-Nya. Pada sebuah pohon, ranting adalah tempat gantungan untuk buah dan juga tempat di mana buah dihasilkan. Pokok anggur bertugas memasok kehidupan pada ranting-ranting dan ranting mempunyai tugas untuk menghasilkan buah dan sebagai tempat gantungan bagi buah yang dihasilkan. Pokok anggur itu kuat, sedangkan ranting itu lemah. Tetapi meskipun lemah, ranting tetaplah tempat buah dihasilkan. Untuk dapat menghasilkan buah, ranting harus melekat pada pokok anggur. Ketika ranting terpisah dari pokok anggur, ranting tidak dapat berbuat apa-apa, apalagi untuk menghasilkan buah. Sebagai ranting, yang perlu kita perhatikan adalah di mana kita melekat? Kita harus melekat pada tempat yang benar. Saat kita melekat pada tempat yang kuat dan memberi kehidupan, kita akan mampu menghasilkan banyak buah. Saat kita melekat pada dunia, kita akan menghasilkan buah dari kedagingan kita. Ketika kita melekat pada Tuhan, kita akan menghasilkan buah-buah yang dari pada Tuhan, yaitu buah Roh Kudus. Tetapi sebaliknya, saat kita terpisah dari Tuhan, kita akan mati dan tidak bisa menghasilkan apa-apa. Saatnya untuk mengoreksi diri, di manakah selama ini kita melekat? Apakah pada pokok anggur yang benar, yaitu Tuhan ataukah kita melekat di tempat yang salah? Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, ampuni aku karena selama ini aku terlalu terikat dengan hal-hal duniawi. Bantulah aku agar hatiku dapat melekat erat hanya pada-Mu saja. Yesus yang baik, tolonglah aku anak-Mu. Amin. (Dod).
Pengkhianatan Jokowi kepada PDIP hendaknya jadi pelajaran. Meski begitu PDIP juga ikut menanggung dosa atas kekacauan selama Jokowi berkuasa. Apabila ingin menebus dosa, saatnya PDIP jadi oposisi. - - - Kunjungi s.id/dukungtempo untuk mendapatkan diskon berlangganan Tempo Digital. Unduh aplikasi Tempo untuk membaca berbagai liputan mendalam Tempo.
Temukan rahasia pikiran orang kaya dan ubah cara pandangmu terhadap uang! Dalam video ini, kami akan membahas buku The Secrets of Millionaire Mind karya T. Harv Eker, yang mengungkap bagaimana pikiran orang kaya bekerja dan bagaimana kamu bisa mengadopsi pola pikir orang kaya. Apakah kamu sering mendengar bahwa "uang adalah sumber kejahatan" atau "uang tidak bisa membeli kebahagiaan"? Mungkin pandangan-pandangan ini telah membentuk pola pikir tentang uang-mu sejak kecil. Saatnya merubah mindset orang kaya dengan memahami apa yang mereka pikirkan dan rasakan tentang uang. Tonton video ini sampai habis untuk mengetahui bagaimana kamu bisa mengidentifikasi dan memutuskan apakah pikiran tersebut layak dipertahankan atau ditinggalkan. Jangan lupa untuk like, subscribe, dan share video ini untuk mendukung channel kami! Leave a comment and share your thoughts: https://open.firstory.me/user/clhb6d0v60kms01w226gw80p4/comments Powered by Firstory Hosting
Close The Door Podcast bersama Komjen Pol Purnawirawan Susno Duadji