Podcasts about injil matius

  • 23PODCASTS
  • 136EPISODES
  • 14mAVG DURATION
  • 1EPISODE EVERY OTHER WEEK
  • Apr 26, 2026LATEST

POPULARITY

20192020202120222023202420252026


Best podcasts about injil matius

Latest podcast episodes about injil matius

Renungan Anak GKY Mabes
Bagaimana dengan Injil Thomas? (27 April)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Apr 26, 2026 3:26


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahBagaimana dengan Injil Thomas?Diambil dari: 2 Timotius 4:3-4 (TB)“Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat… mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya…”Wonder Kids, mungkin kamu pernah mendengar tentang “Injil Thomas.” Apakah itu bagian dari Alkitab? Pada tahun 1945 ditemukan kumpulan tulisan kuno di Nag Hammadi, Mesir. Salah satunya disebut Injil Thomas. Tulisan ini berisi sekitar 114 perkataan yang dikaitkan dengan Yesus. Namun tulisan ini muncul jauh lebih belakangan dibandingkan Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.Sebagian besar ahli percaya Injil Thomas ditulis sekitar tahun 140 Masehi atau lebih lambat. Itu berarti sudah lewat beberapa generasi setelah para rasul hidup. Selain itu, isi dan ajarannya tidak sepenuhnya sejalan dengan ajaran Injil yang sudah dikenal sejak awal. Itu sebabnya tulisan ini tidak termasuk dalam kanon. Ingat tiga ujian kanon yang sudah kita pelajari?Apakah berasal dari rasul atau saksi mata?Apakah sesuai dengan aturan iman?Apakah dipakai dan diterima secara luas sejak awal?Injil Thomas tidak memenuhi semua kriteria itu.Jadi bukan karena gereja “menyembunyikannya,” tetapi karena sejak awal tulisan itu tidak diakui sebagai firman Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jangan langsung percaya semua yang terdengar “rahasia” atau “baru.” Ujilah semuanya dengan firman Tuhan.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku mencintai ajaran yang sehat dan benar. Jauhkan aku dari ajaran yang menyesatkan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Tidak semua tulisan tentang Yesus adalah firman Tuhan. Tetapi firman Tuhan yang sejati telah diuji dan dipegang teguh sejak awal.

Renungan Anak GKY Mabes
Ujian Kanon: Dipakai dan Diaku (25 April)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Apr 24, 2026 2:53


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahUjian Kanon: Dipakai dan DiakuiDiambil dari: Kisah Para Rasul 2:42 (TB)“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan…”Wonder Kids, ada satu ujian lagi yang dipakai gereja mula-mula untuk mengenali kitab-kitab Perjanjian Baru. Ujian ketiga adalah: Apakah kitab itu dipakai secara luas dan diterima oleh jemaat sejak awal?Kalau sebuah kitab benar-benar berasal dari Tuhan, maka jemaat-jemaat di berbagai tempat akan membacanya, mengajarkannya, dan mengakuinya sebagai firman Tuhan. Kitab-kitab seperti Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes, dan surat-surat Paulus sudah digunakan sejak awal oleh banyak gereja. Mereka dibacakan dalam ibadah, diajarkan kepada jemaat, dan diterima sebagai pengajaran rasuli.Sebaliknya, ada tulisan-tulisan lain yang muncul belakangan dan tidak digunakan secara luas oleh gereja mula-mula. Tulisan-tulisan itu tidak lulus ujian ini. Artinya, kanon bukan diputuskan hanya oleh satu orang atau satu pertemuan. Itu adalah pengakuan yang bertumbuh secara alami di antara jemaat-jemaat yang setia kepada ajaran rasul. Seperti dalam Kisah Para Rasul 2:42, jemaat mula-mula bertekun dalam pengajaran rasul-rasul. Itulah standar mereka.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Bangun hidupmu di atas firman yang telah dipegang teguh oleh gereja sejak awal.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau memimpin gereja-Mu sejak awal untuk mengenali firman-Mu yang benar. Tolong aku bertekun dalam pengajaran yang benar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Firman Tuhan bukan hanya benar — ia telah diuji dan dipegang teguh oleh umat Tuhan sepanjang sejarah. Tuhan Yesus memberkati.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam Oktaf Paskah, 6 April 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Apr 5, 2026 8:01


Dibawakan oleh Rosalia dari Geraja St. Yohanes Penginjil, Paroki Blok B di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 2: 14.22-32; Mazmur tg 16: 1-2a.5.7-8.9-10.11; Matius 28: 8-15.KOTBAH KESAKSIANKEBANGKITAN PERTAMA Renungan kita pada hari ini bertema: Kotbah KesaksianKebangkitan Pertama. Para rasul dan murid Yesus yang menjadi saksi mata wafatdan kebangkitan Yesus Kristus merupakan satu hal yang berbeda dengan mewartakanberita kebangkitan. Kedua jenis pengalaman dan tindakan ini mudah sajadipisahkan. Bisa saja mereka menjadi saksi langsung, namun kemudian merekatidak ingin mengabari atau membagi pengalaman ini kepada orang banyak. Tetapinyatanya, hal ini tidak terjadi. Yang sungguh terjadi menurut Kisah Para Rasul ialah merekamewartakannya. Supaya kabar ini cukup satu saluran dan penuh dengan kewibawaan,pewartaan pertama kali itu harus bersifat kelembagaan, resmi bagai siaran perssatu pintu, dan disampaikan oleh pribadi yang memiliki otoritas untuk melakukanitu. Itu yang kemudian kita sebut sebagai kotbah kesaksian kebangkitan yangpertama. Kotbah ini disampaikan secara resmi oleh kepala atau yang dituakan didalam Gereja perdana, yaitu rasul pertama, Santo Petrus. Kotbah itu intinya berbunyi begini: Yesus Kristus yangditentukan Allah untuk memenuhi semua janji di masa lalu adalah Mesiassesungguhnya. Ia dihukum mati dengan tuduhan tidak benar dan tidak adil. Iatelah mati dan dikubur, namun kini dibangkitkan Allah. Semua yang berkaitandengan kematian dan kebangkitan-Nya, Petrus dan para rasul lainnya adalahsaksi. Supaya kotbah ini tidak sekedar kata-kata kosong, pembuktian peristiwatersebut dan rekaman pengalaman para saksi mata merupakan faktor yang sangatmenentukan kebenarannya.  Pembuktian dan pengalaman itu dikonfirmasi oleh teksbacaan dari Injil Matius 28, 8-15, yang mengisahkan tentang para perempuan yangpergi ke makam pada hari pertama dalam pekan. Yesus yang bangkit menampakkandiri dan menyalami mereka: “Salam bagimu”. Kemudian Yesus juga mengatakankepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku,supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku”.Pembuktian ini diperkuat oleh kenyataan fisik tentang makam yang kosong dan tidakada satu pun bahkan dari kalangan orang-orang Yahudi tahu-menahu ke manajenazah Yesus dibawa pergi dari makan, hingga pada saat ini. Pembuktian baik fisik maupun pengalaman penampakan Tuhanyang bangkit ini untuk seterusnya menjadi isi kitab suci dan ajaran iman yangkita miliki sampai sekarang. Kita yang hidup pada saat ini mewarisi kekayaanrohani pembuktian dan pengalaman tersebut. Namun lebih daripada suatupembuktian yang telah dilakukan oleh Petrus dan para rasul serta murid lainnya,kita cukup menaruh iman kita akan kebenaran ini, karena melalui itu YesusKristus memasuki hidup kita masing-masing dan membangkitkan kita untuk hidupbersama Dia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, penuhilah kami dengankekuatan kebangkitan Yesus Tuhan kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...

Renungan Anak GKY Mabes
Momen Memalukan: Yesus Tidak Tahu? (2 April)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Apr 1, 2026 3:26


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahMomen Memalukan: Yesus Tidak Tahu?Diambil dari: Markus 13:32 (TB)“Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja.”Wonder Kids, di dalam Injil Matius dan Markus, Yesus berbicara tentang akhir zaman. Ia berkata bahwa suatu hari Ia akan datang kembali. Tetapi ada satu bagian yang mengejutkan. Yesus berkata bahwa tidak seorang pun tahu kapan hari itu akan tiba — bahkan Anak Allah pun tidak — hanya Bapa saja yang tahu. Sekarang pertanyaannya: Kalau Yesus adalah Tuhan, bagaimana mungkin Ia tidak tahu?Sebagian orang menganggap ini memalukan atau aneh. Kalau murid-murid mau membuat Yesus terlihat hebat, mereka pasti akan menghapus bagian ini. Tetapi mereka tidak menghapusnya. Mereka tetap menuliskannya. Mengapa? Karena mereka menulis dengan jujur apa yang Yesus benar-benar katakan.Alkitab juga menjelaskan bahwa ketika Yesus datang ke dunia, Ia merendahkan diri-Nya. Dalam Filipi 2:6–8 dijelaskan bahwa Yesus yang adalah Allah mengambil rupa seorang hamba dan menjadi manusia. Ia sungguh-sungguh Allah, tetapi juga sungguh-sungguh manusia. Sebagai manusia, Yesus mengalami keterbatasan. Ia lapar, Ia lelah, Ia bisa sedih. Dan dalam peran-Nya sebagai Anak yang taat kepada Bapa, Ia tidak menyatakan waktu kedatangan-Nya kembali. Ini bukan berarti Yesus bukan Tuhan. Justru ini menunjukkan bahwa Ia benar-benar menjadi manusia untuk menyelamatkan kita.Wonder Kids, ini juga menunjukkan satu hal penting: Para penulis Injil tidak menutup-nutupi bagian yang sulit dimengerti. Mereka tidak menyaring cerita supaya Yesus selalu terlihat “lebih hebat.” Mereka menulis apa adanya. Karena itu kita bisa percaya bahwa Injil adalah kesaksian yang jujur.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Belajarlah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang sungguh-sungguh menjadi manusia demi menyelamatkanmu. Dan belajarlah rendah hati seperti Yesus yang rela merendahkan diri.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela datang menjadi manusia untuk menyelamatkanku. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu dan belajar hidup dengan rendah hati seperti Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia — dan Injil ditulis dengan jujur.

Renungan Anak GKY Mabes
Silsilah Yesus yang Mana yang Benar? (30 Maret)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Mar 29, 2026 3:31


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar.Judul renungan hari ini adalah SILSILAH YESUS YANG MANA YANG BENAR?Diambil dari: Matius 1:1 “Kitab silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.”Wonder Kids, di Alkitab ada dua silsilah (daftar keturunan) Yesus yang ditulis dalam Injil Matius dan Injil Lukas. Kalau dibaca, nama-namanya tidak persis sama. Ada orang yang bertanya, “Yang benar yang mana?” Apakah ini berarti Alkitab salah? Tidak.Silsilah dalam Injil Matius ditulis untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah keturunan Raja Daud secara hukum. Karena itu, Matius mencatat silsilah lewat Yusuf, ayah angkat Yesus. Tujuannya adalah menunjukkan bahwa Yesus sah menjadi Raja sesuai janji Allah.Sedangkan silsilah dalam Injil Lukas ditulis untuk menunjukkan garis keturunan Yesus sebagai manusia. Karena itu, Lukas mencatat silsilah melalui Maria, ibu Yesus. Ini menunjukkan bahwa Yesus sungguh-sungguh manusia yang lahir dalam keluarga Daud. Jadi, kedua silsilah itu tidak bertentangan, tetapi saling melengkapi: Matius menunjukkan bahwa Yesus adalah Raja yang sah, Lukas menunjukkan bahwa Yesus adalah manusia sejati. Yang penting bukan daftar nama-namanya, tetapi berita besar di baliknya: Yesus adalah Mesias yang dijanjikan Allah sejak zaman Abraham dan Daud.Wonder Kids, Tuhan menepati janji-Nya melalui sejarah yang panjang dan banyak orang. Nama-nama dalam silsilah mengingatkan kita bahwa Allah bekerja melalui keluarga dan kehidupan manusia biasa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, coba tanyakan kepada orang tuamu atau kakek-nenekmu tentang silsilah keluargamu. Bersyukurlah karena Tuhan menempatkan kamu dalam keluargamu dengan rencana-Nya.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau setia menepati janji-Mu. Terima kasih karena Engkau mengutus Yesus sesuai rencana-Mu sejak dahulu. Tolong aku supaya percaya bahwa hidupku juga ada dalam rencana-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, silsilah Yesus mengingatkan kita bahwa Allah setia bekerja dari generasi ke generasi. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Gerasa atau Gadara? (29 Maret)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Mar 28, 2026 3:33


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah GERASA ATAU GADARA?Diambil dari: Lukas 8:33 “Lalu setan-setan itu keluar dari orang itu dan masuk ke dalam babi-babi itu; dan kawanan babi itu terjun dari tebing yang curam ke dalam danau dan mati lemas.”Wonder Kids, ada satu cerita tentang Yesus menyembuhkan seorang yang kerasukan setan. Cerita ini ditulis dalam Injil Matius, Markus, dan Lukas. Tetapi ada satu perbedaan kecil:Matius menulis bahwa peristiwa itu terjadi di daerah Gadara, sedangkan Markus dan Lukas menulis bahwa peristiwa itu terjadi di daerah Gerasa. Apakah ini berarti Alkitab salah? Tidak.Pada zaman itu, orang sering menyebut suatu daerah dengan nama kota besar terdekat atau nama wilayahnya. Gadara adalah kota yang terkenal, sedangkan Gerasa adalah nama daerah yang lebih luas. Bisa jadi tempat kejadian itu berada di wilayah Gerasa tetapi dekat dengan kota Gadara. Beberapa orang dari daerah yang kecil dan kurang dikenal biasa, bila ditanya tinggal dimana atau asalnya dari mana, maka akan menyebut nama kota yang dekat tetapi lebih besar dan terkenal. Kita menyebut kota yang lebih terkenal supaya orang lain mudah mengerti. Jadi, perbedaan nama tempat ini bukan kesalahan, tetapi cara orang zaman dulu menyebut lokasi dengan cara yang berbeda. Yang terpenting bukan nama kota itu, tetapi kuasa Yesus yang menyembuhkan orang yang menderita.Wonder Kids, Tuhan tidak pernah salah dalam firman-Nya. Perbedaan kecil seperti nama tempat tidak mengubah kebenaran besar tentang Yesus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau kamu menemukan perbedaan kecil dalam cerita Alkitab, jangan langsung bingung. Belajarlah bertanya dan membaca lebih teliti supaya kamu mengerti maksudnya.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena firman-Mu benar. Tolong aku supaya tidak mudah ragu ketika membaca Alkitab, tetapi mau belajar dan memahami kebenaran-Mu dengan baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, perbedaan kecil dalam Alkitab tidak mengubah kebenaran besar tentang Yesus. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Bagaimana Dengan Hamba Perwira? (28 Maret)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Mar 27, 2026 4:08


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah BAGAIMANA DENGAN HAMBA PERWIRA?Diambil dari: Matius 8:10 “Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikutinya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel.'”Wonder Kids, ada sebuah cerita terkenal tentang seorang perwira Romawi yang datang kepada Yesus karena hambanya sakit keras. Cerita ini dicatat baik di Injil Matius maupun Injil Lukas.Perwira itu tidak meminta Yesus datang ke rumahnya. Ia berkata bahwa Yesus cukup mengucapkan sepatah kata saja, maka hambanya akan sembuh. Ia percaya bahwa Yesus memiliki kuasa, sama seperti seorang perwira yang memberi perintah kepada prajurit-prajuritnya.Yesus sangat kagum dengan iman perwira itu. Padahal, perwira itu bukan orang Yahudi dan bukan bagian dari bangsa pilihan Allah. Tetapi ia percaya kepada Yesus dengan sungguh-sungguh.Dalam Injil Lukas, diceritakan bahwa perwira itu mengutus para tua-tua Yahudi untuk menyampaikan permintaannya kepada Yesus. Dalam Injil Matius, perwira itu digambarkan datang sendiri kepada Yesus. Apakah ini bertentangan? Tidak. Perwira itu memang tidak datang langsung pada awalnya, tetapi ia mengutus orang lain sebagai wakilnya. Alkitab sering menuliskan tindakan orang yang diwakili seolah-olah ia melakukannya sendiri. Jadi, kedua Injil itu menceritakan peristiwa yang sama dengan sudut pandang yang berbeda. Yang terpenting bukan siapa yang datang terlebih dahulu, tetapi iman perwira itu kepada Yesus.Wonder Kids, Tuhan melihat hati kita, bukan hanya tindakan luar kita. Tuhan senang kepada anak-anak yang percaya kepada-Nya dengan sungguh-sungguh.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, belajarlah percaya kepada Yesus sepenuh hati, walaupun kamu tidak melihat-Nya secara langsung. Percayalah bahwa Yesus berkuasa menolongmu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau senang melihat iman yang sederhana tetapi sungguh-sungguh. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu seperti perwira itu, percaya pada kuasa-Mu dan kasih-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Yesus senang kepada anak-anak yang percaya kepada-Nya dengan sungguh-sungguh. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Ujian Niat Penulisan Injil (20 Maret)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Mar 19, 2026 3:59


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah UJIAN NIAT PENULISAN INJILDiambil dari: Ibrani 4:12 “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa Injil hanyalah cerita buatan manusia untuk menghibur atau memberi semangat. Tetapi kalau kita membaca Injil dengan teliti, kita bisa melihat bahwa para penulisnya punya tujuan yang jelas: mereka ingin menceritakan apa yang sungguh-sungguh terjadi tentang Yesus.Lukas memulai Injilnya dengan berkata bahwa ia meneliti semuanya dengan seksama dan menuliskannya dengan teratur supaya orang tahu bahwa berita tentang Yesus itu benar (Lukas 1:1–4). Ia tidak menulis cerita khayalan, tetapi kesaksian dari orang-orang yang melihat sendiri peristiwa itu.Injil Matius, Markus, dan Lukas sering disebut Injil Sinoptik karena banyak ceritanya mirip. Itu menunjukkan bahwa mereka menceritakan peristiwa yang sama dari sudut pandang yang berbeda, bukan mengarang cerita baru.Injil Yohanes juga menuliskan tujuannya dengan jelas: supaya orang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah dan oleh iman memperoleh hidup yang kekal (Yohanes 20:31).Jadi, Injil ditulis bukan untuk menghibur semata, tetapi untuk memberitakan kebenaran tentang Yesus supaya manusia percaya dan diselamatkan.Wonder Kids, Tuhan mau kita membaca Alkitab bukan hanya sebagai cerita, tetapi sebagai firman Tuhan yang mengajarkan kebenaran dan menunjukkan siapa Yesus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, saat membaca Alkitab, ingatlah bahwa firman Tuhan ditulis dengan tujuan supaya kita mengenal Yesus dan percaya kepada-Nya. Bacalah Alkitab dengan hati yang mau belajar dan taat.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memberi kami firman-Mu yang benar. Tolong aku supaya membaca Alkitab dengan sungguh-sungguh dan percaya bahwa semua yang tertulis tentang Yesus adalah kebenaran. Ajari aku untuk mengenal Engkau lebih dalam lewat firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Injil ditulis supaya kita mengenal Yesus dan percaya kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Menguji Kesaksian Para Saksi (19 Maret)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Mar 18, 2026 3:31


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah MENGUJI KESAKSIAN PARA SAKSIDiambil dari: 1 Yohanes 4:1 “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.”Wonder Kids, kalau kita ingin tahu apakah sebuah cerita itu benar, kita perlu memeriksanya. Misalnya, di pengadilan ada saksi-saksi yang menceritakan apa yang mereka lihat. Hakim akan menilai apakah kesaksian para saksi itu dapat dipercaya atau tidak.Begitu juga dengan Injil. Kita membaca Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes untuk melihat kesaksian tentang Yesus. Mereka menuliskan apa yang mereka lihat dan dengar sendiri atau dari saksi mata yang bisa dipercaya. Karena itu, kisah tentang Yesus bukan cerita buatan-buatan, tetapi kesaksian nyata.Para penulis Injil tidak hanya menulis satu cerita saja. Mereka menuliskannya dari sudut pandang yang berbeda, supaya kita bisa melihat bahwa berita tentang Yesus itu benar dan saling menguatkan satu sama lain.Seperti di pengadilan, satu saksi saja belum cukup. Tetapi kalau banyak saksi mengatakan hal yang sama, kita bisa percaya bahwa peristiwa itu sungguh terjadi. Begitu juga dengan Injil: banyak saksi memberi kesaksian tentang Yesus yang sama.Tuhan mau kita percaya kepada Yesus dengan bijaksana, bukan asal percaya. Karena itu, Tuhan memberi kita Alkitab supaya kita bisa menguji dan mengenal kebenaran.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau kamu mendengar cerita tentang Tuhan, belajarlah untuk memeriksanya dengan firman Tuhan. Rajinlah membaca Alkitab supaya kamu tahu mana yang benar dan mana yang salah.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memberi kami firman-Mu sebagai kebenaran. Tolong aku supaya tidak mudah percaya pada hal yang salah, tetapi mau belajar mengenal kebenaran-Mu lewat Alkitab. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, kisah tentang Yesus dapat dipercaya karena banyak saksi yang memberi kesaksian tentang-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-3 masa Prapaskah, 10 Maret 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 9, 2026 10:11


Dibawakan oleh Wilibroda Gunung Lajar dari Santo Arnoldus Jansen Waikomo, di Keuskupan Larantuka, Indonesia. T.Daniel 3: 25.34-43; Mazmur tg 25: 4b-5b.6.7c.8-9; Matthew 18: 21-35.SYARATPENGAMPUNAN  Tema renungan kita pada hari ini ialah: SyaratPengampunan. Meskipun Tuhan maha pengampun, dan karunia itu adalah cuma-cuma,tidak berarti kalau pengampunan dari-Nya langsung beres. Iman kita mengajarkanbahwa untuk mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa itu, Gereja menyediakansakramen tobat. Di dalamnya ada elemen materialnya ialah dosa-dosa nyata yangdiakukan oleh si pendosa, dan elemen formalnya ialah formula absolusi yangdisampaikan bapak pengakuan, yang menyatakan pembebasan seseorang dari dosa-dosanya. Khususnya untuk elemen materialnya, ada syarat-syaratuntuk mendukung pengungkapan dosa-dosa pada kesempatan pengakuan dosa itu.Syarat-syarat tersebut menunjuk pada sikap dan cara orang mempersiapkan dirinyauntuk melakukan sebuah pengakuan dosa. Syarat-syarat resmi Gereja biasanyaterkait dengan bimbingan atau pedoman untuk diikuti oleh umat yangmempersiapkan diri menerima sakramen ini. Di samping itu, ada syarat-syaratpribadi yang penting sekali menjadi tanggung jawab setiap pribadi sehinggadapat menggambarkan iman dan penghayatannya akan sakramen ini. Untuk sikap-sikap pribadi, kedua bacaan pada hari ini,masing-masingnya memberikan petunjuk bagaimana pentingnya persiapan pengakuandosa itu. Nubuat Daniel dalam bacaan pertama menekankan tentang peran sikapmenyesal si pendosa. Penyesalan merupakan syarat yang sangat penting untukmemberikan kualitas pengakuan dosa sebagai sikap negatif dan tegas terhadapdosa-dosa. Jiwa yang remuk redam dan roh yang rendah menandakan kalau sipendosa sedih sekaligus marah atas kehinaan dirinya. Ia kasihan dengan dirinya yangbernasib jelek. Dengan demikian Tuhan yang maha rahim dapat berpaling perhatiandan kasih-Nya kepadanya. Orang yang tidak menampakkan penyesalan, biasanyamencari kambing hitam dari dosa-dosanya atau bangga dan senang karena denganberdosa ia dapat memenuhi niatnya. Injil Matius mengatakan bahwa jika kita tidak maumengampuni orang yang telah bersalah kepada kita, Bapa di surga tidakmengampuni kita. Doa “Bapa Kami” menekankan hal ini, karena ini adalah tindakanTuhan sendiri. Itu berarti bahwa sebelum mendapatkan tindakan formalpengampunan saat melakukan pengakuan dosa, kita mesti lebih dahulu mengampunimereka yang telah bersalah kepada kita. Oleh karena itu selain menyampaikanelemen-elemen material yaitu dosa-dosa nyata, si pendosa perlu jujurmenyampaikan juga bahwa ia telah mengampuni orang-orang yang ia sebutkan didalam pengakuannya. Suatu pengakuan dosa yang efektif dan berbuah terjadikarena adanya pengampunan terhadap si pendosa yang bersalah kepada kita,sebelum kita mendapatkan pengampunan dari Tuhan melalui Gereja.   Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, ajarkanlah dansemangatilah kami untuk tidak malu dan takut untuk mengampuni. Bapa kami yangada di surga ... Dalam nama Bapa ....

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-6 masa biasa, 17 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 16, 2026 8:48


Dibawakan oleh Sr Modesta MCFSM dan Sr Yuliana MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santo Yosef Ampa di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Yakobus 1: 12-18; Mazmur tg 94: 12-13a.14-15.18-19; Markus 8: 14-21.KUAT MENGHADAPIUJIAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kuat MenghadapiUjian. Di dalam kitab suci perjanjian baru, Yesus Kristus mengajarkan kitauntuk kuat dalam menghadapi ujian. Pengalaman ujian sering disamakan dengancobaan, yang maksudnya ialah untuk mencobai seseorang apakah mampu melewaticobaan atau tidak. Misalnya di dalam Injil Matius 26: 41 yang sama denganMarkus 14: 38, dan Lukas 22: 40, Yesus mengingatkan supaya kita selalu kuatdalam doa dan berwaspada supaya tidak jatuh ke dalam pencobaan. Daging atau tubuhkita lemah sehingga gampang menjadi jalan masuk bagi musuh yang mencobai. Tuhan sendiri juga mengingatkan umat-Nya di dalamperjanjian lama supaya mereka kuat terhadap godaan, cobaan dan ujian hidup.Ketika Musa berhadapan dengan Firaun di Mesir, ia benar-benar di dalam ujianberat. Tetapi ia juga patuh pada tuntunan dan perintah Tuhan. Dengan berpegangpada prinsip ini bahwa Tuhan mengajarkan dan menguatkan kita, jelas sebagaisebuah permainan atau lelucon kalau Tuhan juga yang mencobai kita. Ada anggapandan keyakinan di antara kita bahwa Tuhan mencobai dan menggodai kita sehinggaitu semua dianggap saja sebagai ujian dalam hidup. Ini jelas tidak mungkin.Bagaimana Ia menguatkan kita, Ia juga mencobai apa yang Ia sendiri tetapkan,kuatkan dan lindungi? Oleh karena itu Santo Yakobus dalam bacaan pertamamenegaskan bahwa tidak mungkin Tuhan mencobai kita anak-anak kekasihnya. Tuhantidak punya sistem bermain seperti siapa pun makhluk manusia dan makhluk rohlainnya yang punya keinginan untuk mencoba-cobai, menggoda-godai, ataumemperdaya-dayai pihak lain. Pemimpin penggoda dan penyoba ialah setan.Pengaruh setan ini memprioritaskan kerjanya pada tingkah laku manusia yangbertentangan dengan jalan Tuhan. Karena manusia punya kebebasan, ia bisa jugamemilih untuk condong pada pengaruh setan. Jadi manusia dicobai dan digodaioleh keinginannya sendiri yang sudah dikuasai oleh si jahat. Bilamana kita tahu bahwa kita berada di dalam cobaan?Peristiwa yang dikisahkan di dalam Injil hari ini menggambarkan suatu situasiumum orang-orang berada di dalam cobaan. Situasi itu ialah ketika pikiran danhati kita mulai mengerti dan menganggap bahwa Tuhan jauh atau tidak beradabersama kita. Kekawatiran atau keprihatinan bahwa nasib kita bakal di dalamkesulitan karena di sekeliling kita ada begitu banyak tantangan, kesulitan, danancaman. Bahkan kita sangat dihantui oleh ketidakmampuan kita untuk menghadapisemua itu. Rasa tak percaya pada diri, anggapan bahwa di sekeliling ada banyakancaman, dan pandangan bahwa Tuhan jauh, merupakan keadaan pencobaan yang kitahadapi di dalam hidup ini. Maka nasihatnya ialah: kita mesti kuat! Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa,penuhilah diri kami dengan semangat iman yang berani dan kuat untuk menghadapisegala cobaan dan ujian hidup ini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-5, 8 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 7, 2026 12:14


Dibawakan oleh Suster Brigida MCFSM, Suster Ludgardis MCFSM dan Suster Vinsensia MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 58: 7-10; Mazmur tg 112: 4-5.6-7.8a.9; 1 Korintus 2: 1-5; Matius 5: 13-16.KITA DIJADIKAN GARAM DAN TERANG DUNIA Tema renungan kita pada hari Minggu Biada kelima iniialah: Kita Dijadikan Garam dan Terang Dunia. Dalam khotbah di bukit, Yesusmenegaskan identitas para murid sebagai garam dan terang dunia (bdk.Injil Matius). Pernyataan ini bukan sekadar metafora indah, melainkan panggilanhidup. Garam tidak hidup untuk dirinya sendiri; ia hadir untuk memberi rasa,mencegah kebusukan, dan menjaga kehidupan. Terang pun tidak disembunyikan; iahadir untuk menerangi, memberi arah, dan menyingkirkan kegelapan. Jadi, menjadigaram dan terang berarti menjadi penolong—pribadi yang kehadirannyamenghadirkan kebaikan nyata bagi sesama. Yesus mengajak para murid menyadari bahwa melalui hidupmerekalah dunia dapat merasakan sentuhan Allah. Garam yang tawar dan terangyang disembunyikan kehilangan maknanya. Maka, iman Kristiani menjadi nyataketika seseorang berani keluar dari kepentingan diri, peka terhadap kebutuhanorang lain, dan terlibat dalam penderitaan sesama. Berarti seorang muridmenjadi tanda kehadiran dan tindakan Tuhan: bukan terutama lewat kata-kata,melainkan lewat tindakan kasih yang konkret. Nabi Kitab Yesaya menegaskan bahwa terang sejatiterungkap melalui kasih yang dibagikan kepada mereka yang lapar, yang tidakberpakaian, dan yang tidak memiliki tempat tinggal. Terang bukanlah kemilauspiritual yang abstrak, melainkan sinar yang memanaskan kehidupan orang lain.Ketika tangan kita bisa berbagi, ketika langkah kita mendekat kepada yangtersingkir, saat itulah terang Tuhan memancar melalui diri kita. Keyakinan yang sama diteguhkan oleh Santo Paulus kepadajemaat di Korintus. Dalam suratnya yang pertama, Paulus menegaskan bahwa imantidak bertumpu pada hikmat manusia, melainkan pada kekuatan Allah. Artinya,menjadi garam dan terang bukanlah hasil kehebatan pribadi, melainkan buah dariketerbukaan pada karya Allah yang bekerja dalam kelemahan manusia. Ketika kitamengandalkan Tuhan, hidup sederhana kita pun dapat menjadi sarana rahmat bagibanyak orang. Mari kita bayangkan begini: sebuah lilin kecil yangdinyalakan di ruang gelap. Cahaya lilin itu tidak besar, namun cukup untukmenolong seseorang menemukan jalan dan menghindari bahaya. Lilin tidak memilihsiapa yang pantas menerima cahayanya; ia hanya setia menyala dan menghabiskandirinya. Demikian pula seorang penolong sejati: mungkin sederhana, sering takterlihat, namun kehadirannya membuat hidup orang lain menjadi lebih manusiawidan penuh harapan. Akhirnya, menjadi garam dan terang dunia adalahpanggilan harian untuk menghadirkan Allah di tengah realitas hidup. Melaluikasih yang dibagikan, pertolongan yang tulus, dan iman yang bersandar padakekuatan-Nya, kita dipanggil untuk menjadi saksi bahwa Tuhan sungguh bekerja didunia ini—melalui hidup kita yang mau dipakai bagi sesama.  Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Allah yangmahakuasa, peliharalah dan kuatkanlah iman kami kepada-Mu agar kami senantiasamenjadi tanda kehadiran dan tindakan-Mu untuk menyelamatkan diri kami sendiri,sesama kami dan dunia di sekitar kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...

Renungan Anak GKY Mabes
Siapakah Matius? (4 Februari)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Feb 3, 2026 2:47


Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SIAPAKAH MATIUS?Diambil dari: Matius 9:9 (TB)“Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: ‘Ikutlah Aku.' Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.”Wonder Kids, Tahukah kamu siapa Matius itu sebelum ia mengikut Yesus? Matius adalah seorang pemungut cukai.Pada zaman Yesus, pemungut cukai tidak disukai orang. Mereka bekerja untuk pemerintah Romawi dan sering dianggap serakah serta tidak jujur. Banyak orang menganggap mereka sebagai pengkhianat bangsa sendiri. Tetapi Yesus melihat Matius dengan cara yang berbeda.Yesus tidak berkata, “Kamu terlalu berdosa,” atau “Kamu tidak layak.” Yesus justru berkata, “Ikutlah Aku.” Dan Matius langsung bangkit dan mengikut Yesus. Karena pekerjaannya sebelumnya, Matius terbiasa mencatat dengan rapi dan teliti. Allah memakai keahlian itu untuk menolong Matius menulis Injil Matius—sebuah catatan penting tentang kehidupan dan ajaran Yesus.Melalui Matius, kita belajar bahwa: Yesus bisa memakai siapa saja, dari latar belakang apa saja, untuk melakukan hal-hal besar bagi Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jangan merasa kamu tidak cukup baik untuk dipakai Tuhan. Yesus bisa memakai kemampuan dan pengalamanmu untuk kemuliaan-Nya.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau memanggil dan memakai orang-orang yang sering dianggap tidak layak. Tolong aku percaya bahwa Engkau juga mau memakai hidupku untuk melakukan hal-hal baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus memanggil Matius apa adanya—dan Dia juga memanggilmu hari ini. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Kesaksian Para Saksi Mata (1 Februari)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jan 31, 2026 3:17


Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah KESAKSIAN PARA SAKSI MATADiambil dari: 2 Petrus 1:16 (TB)“Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol yang licik, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus sebagai Raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.”Wonder Kids, Pernah dengar cerita yang katanya benar, tapi ternyata cuma karangan? Kalau sebuah cerita benar-benar terjadi, biasanya ada orang yang melihat langsung, bukan cuma dengar dari orang lain.Dalam penyelidikan kejahatan, kesaksian saksi mata itu sangat penting. Orang yang melihat langsung sebuah kejadian bisa membantu kita tahu apa yang sebenarnya terjadi. Hal yang sama juga berlaku untuk cerita tentang Yesus.Para murid Yesus bukan hanya mendengar cerita tentang Yesus. Mereka melihat sendiri apa yang Yesus lakukan. Mereka melihat Yesus: menyembuhkan orang sakitmelakukan mujizatmati di kayu salibdan bahkan bangkit dari kematianRasul Petrus menegaskan bahwa mereka bukan mengarang cerita. Mereka adalah saksi mata dari kebesaran Yesus. Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes ditulis berdasarkan kesaksian nyata, bukan dongeng. Itu sebabnya kita bisa percaya bahwa Yesus benar-benar hidup, mati, dan bangkit untuk menyelamatkan kita.Kesaksian para saksi mata ini menjadi sidik jari berikutnya yang menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Yesus bukan hanya tokoh cerita. Yesus adalah Juruselamat yang benar-benar datang ke dunia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ingatlah bahwa iman kita berdiri di atas kebenaran yang nyata. Bersyukurlah karena Tuhan memberi kita saksi-saksi yang dapat dipercaya.Mari kita berdoa Tuhan, terima kasih karena Engkau memberi kami kesaksian yang benar tentang Yesus. Tolong aku percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan hidup setia kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin. Wonder Kids, ingatlah: iman kita bukan berdasarkan cerita karangan orang, tetapi kesaksian nyata tentang Tuhan Yesus. Tuhan Yesus memberkati.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-3, tanggal 25 Januari 2026anuari

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 24, 2026 9:57


Dibawakan oleh Katarina Siwi dan Agustinus dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yesaya 8: 23b - 9: 3; Mazmur tg 27: 1.4.13-14; 1 Korintus 1: 10-13.17; Matius 4: 12-17.PERSEKUTUANDIBANGUN DARI KAPERNAUM Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-3 ini ialah:Persekutuan Dibangun Dari Kapernaum. Pada zaman pelayanan publiknya, YesusKristus menjadikan Kapernaum sebagai kota-Nya. Semua kegiatan pengajaran,mujisat-mujisat, pemilihan para murid dimulai dan berkembang di sana. Tempatini aman buat Yesus untuk bekerja maksimal. Ia menyingkir ke sini setelahYohanes Pembaptis ditangkap, dan itu berarti ia meninggalkan tempat sebelumnyayang penuh dengan tekanan dan ancaman. Biasanya itu datang dari para penguasa.  Kapernaum adalah kota idaman. Menurut kitab Yesaya dalambacaan pertama dan Injil Matius pada hari ini, kota itu terletak di seberangSungai Yordan. Semua yang didapatkan dan dibuat di seberang Yordan adalahistimewa, dan hal ini sudah terjadi sejak zaman dahulu ketika bangsa Israelsudah melewati Yordan. Di seberang Yordan adalah tanda sebuah kehidupan baru.Di dalam kehidupan baru itu, Yesus Kristus melakukan tugas-Nya untuk membangunpersekutuan.  Kekuasaan yang dipakai untuk mempersatukan orang-oranguntuk bersama Dia dan di dalam Kerajaan Allah ialah dari Bapa yangmengutus-Nya. Sabda dan tindakan Yesus bertujuan untuk membangun persekutuansejati orang-orang yang Ia panggil dan pilih sebagai bagian dari KerajaanAllah. Ia memulai menanamkan benih persekutuan itu dari panggilan para muridyang pertama. Pada waktunya mereka dijadikan kedua belas rasul yang menjadipilar-pilar Gereja. Bersama dengan Bunda Maria, saat Pentakosta, merekamewujudkan terbentuknya Gereja sebagai tanda persekutuan sejati di dalam dunia. Cinta kasih adalah ajaran utama Yesus Kristus dan menjadihukum Tuhan yang paling utama. Cinta mempersatukan dan bukan mencari perbedaanatau bahkan memecah belah. Meskipun perbedaan-perbedaan itu adalah kodrat dasarkehidupan di dalam dunia ini, tetapi cinta kasih selalu bekerja untukmenjadikan perbedaan-perbedaan yang ada mendapatkan jalan untuk membangunpersatuan. Dari Kapernaum Tuhan Yesus merintis persekutuan itu dengan potensiperbedaan di antara para rasul yang sangat mencolok. Tetapi mereka mendapatkanTuhan dan Guru mereka sebagai Cinta yang menyatukan. Di dalam bacaan kedua hari ini Santo Paulus merenungkantentang semangat persatuan yang diwariskan dari Yesus Kristus. Komunitas umatAllah yang dibangun oleh Paulus dan rekan-rekannya diharapkan tetap setiakepada Yesus Kristus yang menjadikan cinta di atas segala perbedaan. Kepadamereka Paulus menasihatkan supaya mereka hidup seia sekata, dan jangan adaperpecahan di antara mereka. Peringatan ini menjadi sangat kuat, mengingatpengalaman Paulus sendiri bersama Petrus dan para rasul lainnya. Kita semuamemang memiliki aneka perbedaan, namun di dalam satu Tuhan Yesus, kita bersatu. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semogaibadat hari Minggu ini  menguatkanpersekutuan di antara kami dan jadikanlah kami saksi-saksiMu dalam membangundan mempertahankan persekutuan di antara kami umat-Mu. Kemuliaan kepada Bapadan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu, Pesta Pembaptisan Tuhan, 11 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 10, 2026 10:27


Dibawakan oleh Katarina Siwi dan Agustinus dari paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yesaya 42: 1-4.6-7; Mazmur tg 29: 1a.2.3ac-4.3b.9b-10; Kisah Para Rasul 10: 34-38; Matius 3: 13-17.NATAL BERLALU DAN MULAI HIDUP YANG DIBAHARUI  Tema renungan kita hari Minggu pesta Pembaptisan Tuhanini ialah: Natal Berlalu dan Mulai Hidup yang Dibaharui. "SelamatNatal" sepantasnya kita ucapkan sekali lagi terhadap satu sama lain denganpenuh semangat. Kita ingin memberikan tanda yang spesial untuk hari terakhirmasa Natal ini. Tanda yang paling pertama kita temukan ialah Pesta PembaptisanTuhan yang kita peringati setiap tahun untuk menutup masa Natal yang penuhceria dan suka cita.  Pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis seperti yangdiwartakan oleh Injil Matius, menandakan sebuah tahap berikutnya dalam hidupYesus di dunia, yaitu memasuki kehidupan publik. Ia sendiri mengatakan kepadaYohanes bahwa diri-Nya harus dibaptis agar menggenapi apa yang dikehendaki olehAllah. Yesus Kristus segera meleburkan dan menyatukan diri-Nya dengan dunia dankehidupan semua orang, sehingga Ia menggarami dan menyelamatkan semua. Pembaptisan yang dialami oleh Yesus merupakan titikawal pembaptisan kita semua pengikut-Nya. Perbedaan mendasar antara pembaptisanYohanes Pembaptis atas orang-orang Yahudi dan atas Yesus Kristus sangat jelas.Orang-orang Yahudi, sebagai pendosa dan belum menerima Mesias, harus ditobatkanmelalui pembaptisan Yohanes, sehingga mereka dapat menerima Tuhan YesusKristus. Sedangkan pada Yesus Kristus adalah pembaptisan Roh Kudus. Pada saatpembaptisan tersebut, turunlah Roh Kudus kepada Yesus Kristus. Kita mengambil bagian dalam pembaptisan Yesus Kristus,yaitu pembaptisan Roh Kudus. Setiap pengikut Kristus menerima Roh Kudus yangmenguduskan dan memenuhi dirinya pada saat ia menerima pembaptisan. Dari saatpembaptisan itu ia memulai hidupnya yang baru. Ia terlahir kedua kalinya, yaitukelahiran dalam iman dan di dalam Roh Kudus. Sedangkan pembaptisan untukpertobatan oleh Yohanes Pembaptis tetap berlaku bagi kita, yaitu melaluipelayanan rekonsiliasi dan pertobatan di dalam Gereja yang rutin kita lakukan. Sama seperti setiap pembaptisan Kristen untuk menjadipengikut Kristus, kita yang mengakhiri masa Natal dan merayakan PembaptisanTuhan, akan memulai hidup kita yang sudah dibaharui di dalam masa biasa.Menurut nabi Yesaya di dalam bacaan pertama, di dalam masa biasa kita perlumenegaskan kembali komitmen kita sebagai tanda perjanjian Tuhan bagikeselamatan dunia. Kita harus menjadi saksi-saksi kebangkitan Kristus dankeselamatan bagi orang lain. Kita perlu lebih memantapkan diri kita sebagaisaksi-saksi Kristus dengan berkeliling sambil berbuat baik di mana pun dankapan pun kita berada. Ini adalah perbuatan Tuhan Yesus Kristus sendiri yangwajib kita lanjutkan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semogadengan perayaan hari Pembaptisan-Mu ini kami dibaharui dalam jiwa dan raga kamiuntuk semakin meyerupai Engkau. Salam Maria... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin sesudah penampakan Tuhan, 5 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 4, 2026 7:18


Dibawakan oleh Imelda Palma dan Agustinus Windu Aji dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 3: 22 - 4: 6; Mazmur tg 2: 7-8.10-11; Matius 4: 12-17.23-25.MENGIKUTI CAHAYABINTANG Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengikuti CahayaBintang. Peristiwa penampakan Tuhan, yang ditandai dengan kunjungan tiga orangmajus dari Timur yang memberikan persembahan mereka kepada bayi Yesus, masihkuat inspirasinya kepada kita. Tiga orang Majus itu akhirnya memilih jalan lainsetelah berjumpa dan mempersembahkan dirinya kepada Tuhan. Pilihan ini sangatbermakna dalam sebuah perjalanan iman. Pilihan jalan lain bermakna perubahan setelah orangberjumpa dengan Tuhan. Kekuatan dan karunia-Nya membuat seseorang tidak bisasama lagi seperti yang dulu. Di sini dapat kita pahami bahwa bintang yangmembimbing mereka sampai ke atas Bethlehem itu, tetap bercahaya dan membimbingmereka untuk berjalan terus di dalam hidupnya, yaitu di jalan baru yangdipilihnya itu. Bintang itu ialah Tuhan sendiri, yang dengan Roh-Nya mengaturdan menerangi setiap langkah kehidupan manusia.  Tuhan Yesus adalah bintang kita. He is our star. Orang-orang zaman sekarang suka memilih bintangkesukaannya entah dalam olahraga entah dalam bidang lain seperti musik, filmdan selebritas. Namun terkait dengan panggilan hidup dan keselamatan jiwa-jiwakita, bintang kita hanya satu, yaitu Yesus Kristus, yang kenangan kelahirannyatelah kita rayakan dalam hari Natal yang baru saja berlalu. Perjalanan hidupkita sejak awal tahun baru 2026 ini sepantasnya berada di bawah bimbingancahaya bintang Yesus Kristus. Menurut inspirasi bacaan-bacaan kita pada hari ini, palingkurang ada tiga kekuatan cahaya bintang Yesus Kristus. Yang pertama ialahcahaya pertobatan. Kekuatan cahaya ini mampu mengubah hati dan budi yangcenderung berseberangan dengan jalan Yesus Kristus. Ini dimulai dengan Herodesdan seluruh Yerusalem yang ragu, heran atau kurang percaya dengan kehadiranYesus Sang Juru Selamat. Yesus sendiri, menurut Injil Matius pada hari ini,menyerukan pertobatan itu. Sudah waktunya untuk bertobat, dan jangan sampaiwaktu yang istimewa itu berlalu pergi tanpa ada pertobatan. Kedua ialah cahaya doa dan keteguhan hati. Sebuah hubunganyang dekat dan menyatu dengan Tuhan perlu dijamin oleh semangat doa dan iman.Tanpa kedua unsur ini, hubungan akan menjadi kaku dan akhirnya berhenti. SuratYohanes yang pertama dalam bacaan pertama menyebutnya sebagai permintaan danpermohonan kita kepada Tuhan, yang selalu menjadi isi doa-doa kita. Ketigaialah cahaya pelayanan. Yesus adalah bintang utama kita dalam pelayanan, danhari ini ia memberikan teladan dengan mengajar dan memberitakan Injil,melenyapkan sakit dan derita orang-orang, serta mengusir roh-roh jahat yangmenyiksa hidup orang-orang yang dirasuki. Pelayanan adalah kasih itu sendiri. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha baik,semoga kami senantiasa taat pada kehendak-Mu yaitu melakukan tugas-tugasKerajaan Allah yang sudah Engkau teladankan kepada kami. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis, hari khusus dalam Adven, 18 Desember 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Dec 17, 2025 8:32


Dibawakan oleh Oliva Ivania dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yeremia 23: 5-8; Mazmur tg 72: 1-2.12-13.18-19; Matius 1: 18-24.YOSEF, SEORANG AHLI HARI NATAL Renungan kita pada hari ini bertema: Yosef, Seorang AhliHari Natal. Injil Matius yang baru saja kita dengar menyebutkan bahwa di dalammimpi seorang malaikat berbicara begini: Yosef, putra Daud, jangan takutmengambil Maria sebagai istrimu. Dia hamil itu dari Roh Kudus, bukan daridirimu dan dari siapa-siapa. Anak yang akan dilahirkan oleh Maria, engkau mestiberi nama Yesus. Untuk memenangkan hati Yosef yang tentu saja kecewa danmalu, mengingat calon istrinya, Maria, telah kedapatan hamil, Tuhan punyastrategi. Malaikat yang disuruh oleh Tuhan harus pintar-pintar membawa pesan,sehingga Yosef harus dibuat mengerti benar-benar apa yang sedang diperbuatTuhan baginya. Malaikat langsung mengunci Yosef dari awal pembicaraan, denganmenyapanya sebagai anak dari keturunan Daud. Kalau mengaitkannya dengan Daud,raja yang agung dan mulia, sudah pasti sebagai keturunannya, ia tidak bisamengelak. Ia harus patuh dan taat. Kita manusia juga selalu begitu. Jika nama orang besaratau orang yang sangat sakti di dalam keluarga dipakai untuk meyakinkan Anda,tentu saja Anda akan langsung mengamini. Kita tumbuh, berkembang, dan dididikuntuk selalu mengikuti orang yang besar, mulia, agung, dan suci. Ketikamisalnya Anda ingin berbohong atau mengungkapkan reaksi yang negatif,orang-orang yang luar biasa tersebut dihadirkan untuk membuat dirimu berpikirulang tentang tindakanmu tersebut.  Di sini Yosep sangat ahli untuk hari Natal, karena ia ikutmenyiapkan kita supaya dapat mengontrol dan menguasai diri secara tepat danbaik. Kita sudah merayakan hari Minggu suka cita, kiranya kegembiraan akan hariNatal yang sudah mendekat, tidak membuat kita menjadi terlalu gembira karenabisa saja kita lupa akan hal yang esensial, yaitu batin dan roh kita perludimurnikan. Suka cita kita dalam menyongsong hari Natal, perlu kita lengkapidengan tetap taat kepada Tuhan dalam hal kewaspadaan yang tinggi, supaya kitatidak terbawa oleh pengaruh atau godaan Setan yang membawa kita ke dalam dosa.  Yosef sangat ahli untuk hari Natal, dan ia dapatmengajarkan kita dalam hal siap mengambil risiko dan teguh pada keputusan yangbenar. Sebagai pribadi dan bersama, kita tentu akan membuat keputusan-keputusanyang membantu pertumbuhan iman kita dalam merayakan hari Natal dan Tahun Baruini. Liburan Natal dan Tahun Baru juga kita jalani. Kiranya keputusan yangdiambil secara pribadi maupun bersama, menghadirkan sikap iman yang benar. Biarada risiko yang menjadi konsekuensi keputusan tersebut, namun risiko itu adalahuntuk kebaikan. Santo Yosef yang suci, doakanlah kami. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semoga kamimeneladani Santo Yosef dalam persiapan hari raya Natal ini, dengan mampumenguasai diri dan teguh pada iman kepada-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...

LEGASI.tv Podcast
Lukas 23:39-43 Pada Hari Ini Juga Kamu [Boleh] Bersama dengan Yesus Mesias dalam Firdaus

LEGASI.tv Podcast

Play Episode Listen Later Jul 3, 2025 48:32


Seorang penjahat lagi berkata kepada Yesus Mesias, “Ya Yesus, ingatilah aku ketika Engkau menaiki takhta kerajaan-Mu.” Dia menjawab, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, pada hari ini juga engkau akan bersama-Ku dalam Firdaus" (Lukas 23:42-43)

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-10 masa biasa, 10 Juni 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jun 9, 2025 7:34


Dibawakan oleh Denny Surijanto dan Mandalina Salawah dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 2 Korintus 1: 18-22; Mazmur tg 119: 129.130.131.132.133.135; Matius 5: 13-16.CAHAYA BAGI KEGELAPAN Renungan kita pada hari inibertema: Cahaya Bagi Kegelapan. Ada sepasang suami dan istri yang sudah limatahun menikah itu, baru seminggu ini bagai mengalami hidup baru. Mereka menyambut gembira kelahiran pertama hasilperkawinan mereka selama lima tahun. Dalam penantian itu tampaknya lebih banyaksusahnya daripada senang. Pertengkaran selalu terjadi lantaran salingmenyalahkan pada pihak mana yang menjadi penyebab kesusahan itu.  Puncaknya ialah setahun sebelumsang istri hamil, ketika mereka terancam cerai. Suami yang lebih dahulumenuntut cerai, yang kemudian istri menyusul menyetujui cerai. Perkawinan dan kehidupankeluarga muda ini benar-benar sedang dalam kegelapan dunia ini. Meskipun adamatahari di siang hari, bulan dan bintang di malam hari, namun hidup merekadari saat ke saat seperti tidak menemui satu cahaya yang dapat memberikan jalankeluar dari masalah. Tuhan tidak tega dengan umat-Nyayang sedang menderita. Ia menentukan jodoh mereka. Ia menyelenggarakanperkawinan mereka. Mengapa Ia sampai mengizinkan kesusahan itu berakhir dengankehancuran perkawinan dan keluarga? Kepastian pertolongan itu terungkap jelangpertengahan tahun ke-5 perkawinan mereka. Istri terbukti hamil, setelah tanpasengaja melakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter.  Berita dan suasana bahagia segeramengisi seluruh rumah tangga mereka. Suami bersujud di hadapan istri, merekabermaafan, berpelukan, menangis haru tanda gembira. Sembilan bulan kehamilanberlalu dan kelahiran secara normal bayi laki-laki yang diberi nama Salvatore(penyelamat) itu, sungguh menjadi cahaya untuk menghalau kegelapan yang sempatbeberapa lama menutup kehidupan suami-istri dan keluarga yang sedang merekabangun. Bayi itu diberi nama Salvatoredemi menegaskan peran Tuhan Yesus sebagai penyelamat manusia dan terang bagidunia. Santo Yohanes mengatakan dalam Injilnya bahwa Yesus adalah Sang Terang,dan kita pengikut-Nya diundang untuk selalu tinggal di dalam terang itu. Iamemberikan terang-Nya kepada kita melalui semua berkat karunia yang dicurahkankepada kita. Pada hari ini Injil Matius mengajarkan dan meminta supaya kitapara pengikut Kristus menjadi terang dunia. Jangan biarkan terang yang sudahdiberikan Tuhan itu tidak terpakai atau  tidak dibagikan ke sesama.  Surat kedua Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus dalam bacaan pertama menekankan tentang komitmen kita untukhidup dalam terang ilahi, yaitu kita hendaknya selalu menjawab “ya” ataspanggilan Tuhan kepada kita masing-masing sebagai pengikut Kristus dan anggotaGereja. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa…Ya Yesus yang baik,jadikanlah kami cahaya-Mu bagi dunia di sekitar kami yang sangat membutuhkanpertolongan. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

Renungan Anak GKY Mabes
Batu Penopang (13 April)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Apr 12, 2025 3:46


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalah BATU PENOPANG Mari kita membaca Firman Tuhan dari1 TESALONIKA 4: 14Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Wonder Kids, batu penutup adalah batu yang ada di bagian atas sebuah busur. Batu ini menyatukan seluruh bagian dari busur. Dengan cara yang sama, kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian adalah batu penutup dari Kekristenan yang menyatukan semuanya. Jadi, janji Allah kepada mereka yang memilih untuk ikut Tuhan Yesus sederhana saja: karena Tuhan Yesus dibangkitkan dari kematian, maka kita juga akan dibangkitkan dari kematian dan hidup di surga bersama Allah. Wonder Kids, apakah kita dapat mempercayai janji tersebut?Bagaimana kita tahu bahwa kebangkitan itu benar adanya? Ini bukanlah sekedar pertanyaan yang baik, melainkan suatu pertanyaan terbaik. Paulus menulis di 1 Korintus 15: 17 - Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Dengan kata lain, jika Tuhan Yesus telah dibangkitkan darikematian, maka pengikut-Nya akan bergabung bersama-Nya di surga. Namun jika Tuhan Yesus tidak dibangkitkan, maka para pengikutnya akan terhilang selamanya. Jadi Wonder Kids, tidakkah kamu bersukacita karena kubur Tuhan Yesus benar-benar kosong? MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHAN Wonder Kids, beberapa orang mempertanyakan apakah kuburan Tuhan Yesus benar-benar kosong. Baca Matius pasal 28 dan Lukas pasal 24. Banyak orang melihat kubur yang kosong dengan mata kepala mereka sendiri, termasuktentara Roma. Injil Matius 28: 4 mencatat ini, “Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati”. Dapatkah kamu menghitung ada berapa banyak orang yang melihat kubur Tuhan Yesus yang sudah kosong? Orang sebanyak itu tidak mungkin salah! Mari kita berdoa TUHAN, terima kasih karena Engkau menjanjikan kebangkitan setelah kematian. Tolong aku untuk selalu percaya dan berharap kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.  Wonder Kids, ALLAH AKAN MEMBANGKITKAN ORANG-ORANG YANG PERCAYA KEPADA TUHAN YESUS, SEHINGGA KITA BISA BERSAMA-NYA SELAMANYA. TuhanYesus memberkati

Renungan Anak GKY Mabes
Fakta (4 April)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Apr 3, 2025 2:59


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalah FAKTA Mari kita membaca Firman Tuhan dariYESAYA 1: 18Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. Wonder Kids,  Tuhan Yesus meminta kita berdoa minta pengampunan atas dosa-dosa kita dan agar kitamengampuni mereka yang bersalah kepada kita. Ketika Tuhan Yesus berkata demikian, Ia tahu bahwa diri-Nya yang akan menanggung hukuman atas dosa-dosa manusia. Tuhan Yesus tahu bahwa Ia akan disalibkan, dan mengatakan sudahselesai, hutang dosamu telah dibayar, seperti yang tertulis di Yohanes 19:30 "Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya."  Wonder Kids, ada beberapa fakta yang tidak akan pernahberubah, yaitu dosamu telah diampuni. Jika kamu percaya kepada Tuhan Yesus dan mengikut Dia, maka dosamu akan diampuni. Ketika Allah memandangmu, Ia tidak melihat dosamu. Itulah fakta yang indah tentang hidupmu. MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHAN Wonder Kids, bacalah kisah hamba yang tidak mau mengampuni di Injil Matius 18: 21-.35. Berhentilah sejenak dan pikirkan tentang semua hal di dalam hidupmu yang telah diampuni oleh TUHAN. Apakah kamu juta mengampuni oranglain? Tuliskan janji kepada Allah seperti ini: “Tuhan Yesus, olehkarena Engkau telah mengampuni aku, maka aku mau mengampuni ………(sebutkan nama orang yang perlu kamu ampuni) Mari kita berdoa TUHAN, terima kasih karena Engkau telah mengundangku untuk datang kepada-Mu. Ajari aku untuk selalu meminta ampun. Mohon Roh Kudus mengubah hatiku agar berkenan kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin. Wonder Kids,  ALLAH MENGAJAK KITA YANG BERDOSA UNTUK DATANG KEPADA-NYA DAN MENERIMA PENGAMPUNAN DAN KASIH-NYA. Tuhan Yesus memberkati.

Podcast Katolik (PoKat) bahasa Indonesia
Belajar: Injil Matius part 34 - END

Podcast Katolik (PoKat) bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Feb 11, 2025 15:57


Sesi terakhir dari seri Belajar Injil Matius.Matius bab 28

Renungan Anak GKY Mabes
Tuhan Yesus Merasakan Penderitaan Kita (30 Januari)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jan 29, 2025 3:20


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalah   TUHAN YESUS MERASAKAN PENDERITAAN KITA   Mari kita membaca Firman Tuhan dari Matius 14: 14   Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.    Wonder Kids, tahukah kamu bahwa Injil Matius awalnya ditulis dalam bahasa Yunani. Kata Yunani untuk istilah “merasa kasihan”adalah splanchnizomai yang artinya “di usus”. Jadi ketika Matius menulis bahwa Tuhan Yesus merasa kasihan kepada orang banyak, yang dimaksud oleh Matius adalah bahwa Tuhan Yesus tidak merasa sedikit sedih, tapi lebih hebat. Yang dimaksud oleh Matius adalah Yesus merasakan penderitaan mereka seperti menerima pukulan di perut.   ·  Tuhan Yesus merasakan bagaimana rasanya menjadi lumpuh dari orang yang lumpuh. ·  Tuhan Yesus merasakan rasa sakit dari orang yang sakit. · Tuhan Yesus merasakan kesepian dari orang kusta yang dikucilkan oleh masyarakat. ·  Tuhan Yesus merasakan perasaan malu dari orang yang berdosa. Dan ketika Tuhan Yesus merasakan penderitaan mereka, maka tidak ada hal lain yang dapat menghalangi-Nya untuk memulihkan mereka.    MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHAN   Wonder Kids, apakah kamu mengasihani seseorang? Siapa dia? Apakah orang yang kamu kasihani adalah anak yang sering dibully? Apakah dia adalah seorang anak yatim piatu yang kamu lihat di TV? Apakah ia adalah seorang yang belum mengenal Tuhan Yesus? Jangan hanya sekedar merasa kasihan. Minta kepada Tuhan Yesus untuk menunjukkan kepadamu bagaimana kamu bisa memberikan pertolongan.   Mari kita berdoa. Bapa, beri aku hati yang penuh dengan belas kasihan agar aku peka melihat orang-orang yang memerlukan pertolongan sehingga bisa menolong mereka. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.   Wonder Kids, TUHAN TIDAK PERNAH TERLALU LELAH ATAU TERLALU SIBUK UNTUK MENOLONGMU. Tuhan Yesus memberkati  

Podcast Katolik (PoKat) bahasa Indonesia
Belajar: Injil Matius part 33

Podcast Katolik (PoKat) bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Jan 3, 2025 19:36


Injil Matius bab 27, kisah sengsara Yesus1

belajar injil matius
REFORMING LIFE
Natal dalam Perspektif Injil Matius

REFORMING LIFE

Play Episode Listen Later Dec 22, 2024 56:29


La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Rabu dalam pekan khusus Adven, 18 Desember 2024

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Dec 17, 2024 7:10


Dibawakan oleh Makrina dan John dari Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Yeremia 23: 5-8; Mazmur tg 72: 2.12-13.18-19; Matius 1: 18-24 YOSEF, SEORANG AHLI HARI NATAL   Renungan kita pada hari ini bertema: Yosef, Seorang Ahli Hari Natal. Injil Matius yang baru saja kita dengar menyebutkan bahwa di dalam mimpi seorang malaikat berbicara begini: Yosef, putra Daud, jangan takut mengambil Maria sebagai istrimu. Dia hamil itu dari Roh Kudus, bukan dari dirimu dan dari siapa-siapa. Anak yang akan dilahirkan oleh Maria, engkau mesti beri nama Yesus.   Untuk memenangkan hati Yosef yang bakal kecewa dan malu, mengingat calon istrinya, Maria, telah kedapatan hamil, Tuhan punya strategi. Malaikat yang disuruh oleh Tuhan harus pintar-pintar membawa pesan, sehingga Yosef harus dibuat mengerti benar-benar apa yang sedang diperbuat Tuhan baginya. Malaikat langsung mengunci Yosef dari awal pembicaraan, dengan menyapanya sebagai anak dari keturunan Daud. Kalau mengaitkannya dengan Daud, raja yang agung dan mulia, sudah pasti sebagai keturunannya, ia tidak bisa mengelak. Ia harus patuh dan taat.   Kita manusia juga selalu begitu. Jika nama orang besar atau orang yang sangat sakti di dalam keluarga dipakai untuk meyakinkan Anda, tentu saja Anda akan langsung mengamini. Kita tumbuh, berkembang, dan dididik untuk selalu mengikuti orang yang besar, mulia, agung, dan suci. Ketika misalnya Anda ingin berbohong atau mengungkapkan reaksi yang negatif, orang-orang yang luar biasa tersebut dihadirkan untuk membuat dirimu berpikir ulang tentang tindakanmu tersebut.   Di sini Yosep sangat ahli untuk hari Natal, karena ia ikut menyiapkan kita supaya dapat mengontrol dan menguasai diri secara tepat dan baik. Kita sudah merayakan hari Minggu suka cita, kiranya kegembiraan akan hari Natal yang sudah mendekat, tidak membuat kita menjadi terlalu gembira karena bisa saja kita lupa akan hal yang esensial, yaitu batin dan roh kita perlu dimurnikan. Suka cita kita dalam menyongsong hari Natal, perlu kita lengkapi dengan tetap taat kepada Tuhan dalam hal kewaspadaan yang tinggi, supaya kita tidak terbawa oleh pengaruh atau godaan Setan yang membawa kita ke dalam dosa.   Yosef sangat ahli untuk hari Natal, dan ia dapat mengajarkan kita dalam hal siap mengambil risiko dan teguh pada keputusan yang benar. Sebagai pribadi dan bersama, kita tentu akan membuat keputusan-keputusan yang membantu pertumbuhan iman kita dalam merayakan hari Natal dan Tahun Baru ini. Liburan Natal dan Tahun Baru juga kita jalani. Kiranya keputusan yang diambil secara pribadi maupun bersama, menghadirkan sikap iman yang benar. Biar ada risiko yang menjadi konsekuensi keputusan tersebut, namun risiko itu adalah untuk kebaikan. Santo Yosef yang suci, doakanlah kami. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semoga kami meneladani Santo Yosef dalam persiapan hari raya Natal ini, dengan mampu menguasai diri dan teguh pada iman kepada-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...

Podcast Katolik (PoKat) bahasa Indonesia
Belajar : Injil Matius part 32

Podcast Katolik (PoKat) bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Sep 29, 2024 20:34


Matius bab 26 ; perjamuan terakhir, betrayal of Judas

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Selasa pekan ke-17 masa biasa, 30 Juli 2024

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 29, 2024 7:08


Dibawakan oleh Johanes Bambang dan Yuliana Manjung dari Komunitas Pukat Labuan Bajo, Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Yeremia 14: 17-22; Mazmur tg 79: 8.9.11.13; Matius 13: 36-43 ORANG BENAR BERCAHAYA SEPERTI MATAHARI   Renungan kita pada hari ini bertema: Orang Benar Bercahaya Seperti Matahari. Kita semua tahu dari ilmu yang kita pelajari tentang matahari sebagai pusat tata surya. Kekuatan matahari menjadi dasar untuk semua situasi dan pergerakan dalam alam semesta. Cahaya matahari adalah pusat semua cahaya atau terang bagi semesta. Posisi matahari menentukan waktu dan musim yang berlaku dalam kehidupan semua makhluk.   Kitab suci mengibaratkan orang benar dengan matahari di hadapan Tuhan Allah. Injil Matius pada hari ini menegaskan bahwa orang-orang benar ialah mereka yang hidup dalam rahmat Tuhan sepanjang hayat sampai saat akhir zaman, di mana mereka dipisahkan dari orang-orang jahat dan pendosa. Hidup mereka di dunia sepenuhnya mengabdi kepada Tuhan dan sesama. Mereka tekun mendengarkan Firman Tuhan dan setia melaksanakannya. Mereka hidup dalam bimbingan Roh Kudus, sehingga Tuhan Allah sungguh tinggal di dalam mereka.   Di dalam lingkup hidup kita dari skala kecil sampai yang besar, ada orang-orang benar yang dapat kita lihat dan jumpai tiap hari. Anda mungkin salah satunya. Mungkin saudara dan sahabatmu terhitung sebagai orang-orang benar. Demi kebenaran itu mereka berkomitmen untuk menghayati hidup yang benar, meskipun harus menghadapi aneka tantangan, cobaan dan ancaman. Tantangan biasanya datang dari kelemahan diri kita sebagai manusia. Cobaan dan ancaman biasanya datang dari luar diri kita. Tapi seorang yang benar tentu saja memiliki kesiapan dan kemampuan rohani yang kuat untuk menghadapi semua itu.   Di antara kita tentu ada orang-orang tidak benar atau yang disebut oleh Injil pada hari ini sebagai orang-orang jahat. Iblis adalah tokoh utama yang membuat mereka menjadi jahat. Mereka dari awalnya adalah orang-orang benar. Mereka bukan terlahir sebagai penjahat dan pendosa. Namun dalam perjalanan hidupnya, mereka tidak kuat dalam iman, mereka kehilangan martabatnya sebagai anak-anak Tuhan, bahkan setelah dikuasai iblis, mereka berbuat dosa melawan Tuhan yang sudah sangat mengasihi mereka.   Kejahatan seperti ini digambarkan dengan sangat dramatis oleh nabi Yeremia dalam bacaan pertama hari ini. Nabi meratapi nasib orang-orang sebangsanya. Ia begitu kecewa atas tingkah laku umat pilihan Tuhan, yang dahulu sebagai orang-orang terpuji karena ketaatannya kepada Allah, ternyata mereka kini berbalik dari kehidupan yang benar dan berlaku jahat di hadirat Tuhan Allah. Kejahatan seperti ini juga terjadi di dalam hidup manusia dari semua generasi, termasuk saat ini dalam kehidupan kita.   Orang-orang benar amat penting perannya dalam hidup kita. Meskipun jumlah mereka sedikit dibandingkan orang-orang jahat, seperti satu atau dua berbanding sepuluh, mereka sesungguhnya menandakan kehadiran Tuhan yang nyata di tengah dunia ini. Tugas mereka ialah tetap memberi kesaksian tentang kebenaran. Cahaya mereka harus tetap bersinar meskipun ada awan yang menghalangi pantulannya. Mereka harus tetap sebagai matahari dan jangan pernah berganti menjadi benda yang lain.   Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Allah, semoga iman kami kepada-Mu selalu membenarkan kami dalam hidup di dunia ini. Kemuliaan kepada Bapa ... Dalam nama Bapa ...

Podcast Katolik (PoKat) bahasa Indonesia
Belajar : Injil Matius part 31

Podcast Katolik (PoKat) bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Jul 21, 2024 15:18


Matius bab 25 ; perumpamaan gadis bodoh dan bijaksana, perumpamaan tentang talenta

belajar matius injil matius
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Selasa pekan ke-12 masa biasa, 25 Juni 2024

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jun 24, 2024 7:12


Dibawakan oleh Kristanti dan Karni dari Paroki Roh Kudus di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 2 Raja-Raja 19: 9b-11.14-21.31-35a.36; Mazmur tg 48: 2-3a.3b-4.10-11; Matius 7: 12-14 KETULUSAN MEMBUTUHKAN KEADILAN   Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ketulusan Membutuhkan Keadilan. Dalam satu pertemuan di lingkungan, pastor Paroki terlibat bersilat lidah dengan umatnya. Pastor memberikan nasihat tentang pentingnya saling mendengarkan sebelum memberikan pendapat dan penilaian di antara umat. Pada kesempatan tertentu nasihat itu berubah menjadi tuduhan bahwa lingkungan tersebut memiliki beberapa umat yang suka menyebarkan curiga dan tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar. Pastor Paroki ikut dicurigai dan dituduh.   Seorang anggota lingkungan tidak menerima tuduhan tersebut. Ia berbicara terbuka supaya semua pihak menjadi mengerti dan mengambil sikap yang benar. Ia berkata bahwa jika pastor tidak ingin dicurigai dan dituduh, ia harus menjadi yang pertama tidak mencurigai dan menuduh umatnya. Hal ini ia kaitkan dengan homili di gereja beberapa waktu lalu ketika sang pastor secara terbuka mengatakan bahwa ia mengetahui identitas umatnya yang suka meresahkan sesamanya dengan menyebarkan curiga dan tuduhan yang tidak benar.   Perdebatan sengit tersebut cukup merefleksikan apa yang ditegaskan di dalam Injil Matius pada hari ini. Dikatakan begini: Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Kita juga bisa menempatkan pernyataan ini sejajar dengan ajaran cinta kasih Kristus yang mengatakan bahwa kita ingin dicintai oleh sesama seperti kita mencintai mereka. Lalu santo Fransiskus dari Assisi meninggalkan kita warisan rohaninya yang terkenal tentang nyanyian cinta kasih Allah. Beberapa penggalan syairnya kira-kira seperti ini:  supaya dimengerti, maka Anda haru mengerti, dicintai, maka mencintailah, dibantu, maka membantulah.   Hal ini bukan suatu ajaran tentang balas-membalas perbuatan baik. Sebenarnya ini adalah sebuah ketulusan. Kehidupan kita untuk dapat menjadi bermakna, kalau kita bisa berbagi dari diri kita kepada orang lain, terutama mereka yang ada di sekitar kita. Misalnya kita memberikan salam atau tersenyum kepada saudara dan saudari yang kita jumpai tiap hari. Ini adalah bagian dari hidup yang tulus. Perlakukan yang baik terhadap sesama dalam kewajaran dan berperi kemanusiaan, dengan sendirinya berbuah pada kebaikan yang dilakukan orang lain terhadap diri kita. Saya telah berbuat baik kepada saudara dan saudariku, demikian juga nanti saya di dalam kesulitan dan kekurangan, mereka akan membantu saya. Hal ini merefleksikan rasa keadilan di dalam hidup saya dan saudara-saudari saya.    Jika ketulusan kita selalu berjalan bersama dengan keadilan maka kita memang sedang menciptakan suatu kehidupan bersama yang damai dan nyaman seperti yang dikehendaki Tuhan dari kita.   Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus yang baik, penuhilah kami dengan semangat cinta kasih-Mu yang tanpa pamrih. Salam Maria... Dalam nama Bapa ... --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/media-la-porta/message

Kristen Talks
Sister Series #5 - Maria

Kristen Talks

Play Episode Listen Later May 22, 2024 3:19


Dalam silsilah Yesus Kristus yang dicatat dalam Injil Matius, ada 5 perempuan loh guys. Kok bisa ya mereka dicatat, dan apa hubungannya dengan Kristus?

KATKIT Katekese Sedikit
Kristus Menurut Matius

KATKIT Katekese Sedikit

Play Episode Listen Later Apr 5, 2024 52:07


Injil Matius menggambarkan Yesus Kristus sebagai Musa baru yang menggenapi nubuat-nubuat Perjanjian Lama. --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/katkit/message

kristus menurut matius perjanjian lama injil matius
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Senin dalam Oktaf Paskah, 1 April 2024

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Apr 1, 2024 9:13


Dibawakan oleh Rini dan Tirto dari Komunitas Pukat Labuan Bajo, Keuskupan Ruteng, Indonesia. Kisah Para Rasul 2: 14.22-33; Mazmur tg 16: 1-2a.5.7-8.9-10.11; Matius 28: 8-15 KOTBAH PERTAMA TENTANG KESAKSIAN KEBANGKITAN    Renungan kita pada hari ini bertema: Kotbah Pertama tentang Kesaksian Kebangkitan. Para rasul dan murid Yesus yang menjadi saksi mata wafat dan kebangkitan Yesus Kristus merupakan satu hal yang berbeda dengan mewartakan berita kebangkitan. Kedua jenis pengalaman dan tindakan ini mudah saja dipisahkan. Artinya, bisa saja mereka menjadi saksi langsung, namun kemudian mereka tidak ingin mengabari atau membagi pengalaman ini kepada orang banyak. Tetapi nyatanya, hal ini tidak terjadi.   Yang sungguh terjadi menurut Kisah Para Rasul ialah mereka mewartakannya. Supaya kabar ini cukup satu saluran dan penuh dengan kewibawaan, pewartaan pertama kali itu harus bersifat kelembagaan, resmi bagai siaran pers satu pintu, dan disampaikan oleh pribadi yang memiliki otoritas untuk melakukan itu. Itu yang kemudian kita sebut sebagai kotbah kesaksian kebangkitan yang pertama. Kotbah ini disampaikan secara resmi oleh kepala atau yang dituakan di dalam Gereja perdana, yaitu rasul pertama, Santo Petrus.   Kotbah itu intinya berbunyi begini: Yesus Kristus yang ditentukan Allah untuk memenuhi semua janji di masa lalu adalah Mesias sesungguhnya. Ia dihukum mati dengan tuduhan tidak benar dan adil. Ia telah mati dan dikubur, namun kini dibangkitkan Allah. Semua yang berkaitan dengan kematian dan kebangkitan-Nya, Petrus dan para rasul lainnya adalah saksi. Supaya kotbah ini tidak sekedar kata-kata kosong, pembuktian peristiwa tersebut dan rekaman pengalaman para saksi mata merupakan faktor yang sangat menentukan kebenarannya.    Pembuktian dan pengalaman itu dikonfirmasi oleh teks bacaan dari Injil Matius 28, 8-15, yang mengisahkan tentang para perempuan yang pergi ke makam pada hari pertama dalam pekan. Yesus yang bangkit menampakkan diri dan menyalami mereka: “Salam bagimu”. Kemudian Yesus juga mengatakan kepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku”. Pembuktian ini diperkuat oleh kenyataan fisik tentang makam yang kosong dan tidak ada satu pun bahkan dari kalangan orang-orang Yahudi tahu-menahu ke mana jenazah Yesus dibawa pergi dari makan, hingga pada saat ini.   Pembuktian baik fisik maupun pengalaman penampakan Tuhan yang bangkit ini untuk seterusnya menjadi isi kitab suci dan ajaran iman yang kita miliki sampai sekarang. Kita yang hidup pada saat ini mewarisi kekayaan rohani pembuktian dan pengalaman tersebut. Namun lebih daripada suatu pembuktian yang telah dilakukan oleh Petrus dan para rasul serta murid lainnya, kita cukup menaruh iman kita akan kebenaran ini, karena melalui itu Yesus Kristus memasuki hidup kita masing-masing dan membangkitkan kita untuk hidup bersama Dia.   Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, penuhilah kami dengan kekuatan kebangkitan Yesus Tuhan kami. Bapa kami... Dalam nama Bapa ... --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/media-la-porta/message

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 29 Maret 2024 - Setia menjalankan rencanaNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 28, 2024 6:24


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 29 Maret 2024 Bacaan: "Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus." (Markus 15:21) Renungan: Kita tidak tahu mengapa Simon yang dipilih membantu mengangkat salib Tuhan Yesus, yang jelas Simon dipaksa untuk tugas itu. Hal itu secara tegas dinyatakan dalam Injil Matius dan Injil Markus, "Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus." Biasanya orang yang akan disalibkan itulah yang akan memikul salibnya menuju tempat penyaliban. Tetapi saat itu, Tuhan Yesus rupanya sudah sangat kelelahan untuk mengangkat salib-Nya, diduga karena la telah banyak disesah serta banyak mengeluarkan darah dari luka-luka cambukan-Nya dan dari kepala-Nya yang dimahkotai duri. Karena itu, prajurit-prajurit Roma "memaksa" Simon, yang sedang melintas atau sedang berada di tengah orang banyak yang menyaksikan rombongan penyaliban itu, untuk membantu Tuhan Yesus dalam memikul salib-Nya. Pada masa itu, prajurit-prajurit Roma memang punya otoritas untuk memaksakan kehendak mereka kepada rakyat. Dan seseorang yang mereka paksa tidak punya kuasa untuk menolaknya. Mereka tidak punya pilihan selain menaatinya. Demikian juga dengan Simon, ketika ia diminta untuk membantu mengangkat salib Tuhan Yesus, ia tidak punya kuasa untuk menolak perintah prajurit Romawi itu. Bukan saja tugas itu datang dengan mendadak, tetapi juga datang dengan paksaan! Mungkin saja saat itu Simon tidak bersedia untuk membantu mengangkat salib Tuhan Yesus, sebab dengan mengangkat salib, berarti ia diidentikkan dengan penjahat, seolah-olah ia seorang yang jahat! Apalagi dengan dikerumuni dan disoraki oleh banyak orang, tentu akan menimbulkan rasa malu di dalam dirinya. Namun demikian, karena paksaan tentara Roma, Simon pun mengangkat salib itu. Ia hanya bisa pasrah menerimanya, sekalipun mungkin dengan omelan, ocehan, bahkan umpatan. Pengalaman Simon mengingatkan kita akan ajaran Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya. Dalam Khotbah di Bukit, beliau bersabda, “Dan barangsiapa memaksa kamu berjalan satu mil, berjalanlah bersamanya dua mil.” (Mat 5:41). Di sini Simon dari Kirene telah melakukan perintah Tuhan Yesus, walaupun tentu saja dia tidak mengetahui ajaran-Nya. Dia harus bersedia melakukan sesuatu yang dipaksakan oleh orang lain. Jika kita harus menerima perlakuan yang tidak adil menurut dunia, kita harus belajar menerimanya. Kadang kala dunia ini "memaksa" kita untuk melakukan apa yang tidak kita sukai, memberi apa yang tidak ingin kita beri. Tetapi sebagai murid Kristus, kita harus belajar menerimanya serta meminta hikmat dan kekuatan-Nya untuk melakukannya, jika memang itu tidak bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, ketika aku diperlakukan tidak adil dalam hidup ini, mampukan aku menerimanya. Aku tahu ada rencana-Mu dibalik itu semua. Amin. (Dod).

Missiodei
Eps. 204 Logika Iman

Missiodei

Play Episode Listen Later Mar 24, 2024 70:14


*LOGIKA IMAN* (Matius 7:15-23) Ada 10 Pokok Bahasan yg ditampilkan Tuhan Yesus dalam Injil Matius 6 - 7 untuk kita jadikan pedoman dan lakukan: 1. Hal Memberi Sedekah 2. Hal Berdoa 3. Hal Berpuasa 4. Hal Mengumpulkan Harta 5. Hal Kekuatiran 6. Hal Menghakimi 7. Hal yg Kudus & Berharga 8. Hal Pengabulan Doa 9. Hal yg Benar *10. Hal Pengajaran Sesat*

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Selasa pekan Ketiga Pra Paskah, 5 Maret, 2024

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 4, 2024 8:17


Dibawakan oleh Albertus Novan dan Vita Jumiyati dari Sekolah Saint Peter Jakarta di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Daniel 3: 25.34-43; Mazmur tg 25: 4b-5b.6.7c.8-9; Matius 18: 21-35 SYARAT PENGAMPUNAN    Tema renungan kita pada hari ini ialah: Syarat Pengampunan. Meskipun Tuhan maha pengampun, dan karunia itu adalah cuma-cuma, tidak berarti bahwa karunia itu langsung jadi. Iman kita mengajarkan bahwa untuk mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa itu, Gereja menyediakan sakramen tobat. Di dalamnya ada elemen materialnya ialah dosa-dosa nyata yang diakukan oleh si pendosa, dan elemen formalnya ialah formula absolusi yang disampaikan bapak pengakuan yang menyatakan pembebasan seseorang dari dosa-dosanya.   Khususnya untuk elemen materialnya, ada syarat-syarat untuk mendukung pengungkapan dosa-dosa pada kesempatan pengakuan dosa itu. Syarat-syarat tersebut menunjuk pada sikap dan cara orang mempersiapkan dirinya untuk melakukan sebuah pengakuan dosa. Syarat-syarat resmi Gereja biasanya terkait dengan bimbingan atau pedoman untuk diikuti oleh umat yang mempersiapkan diri menerima sakramen ini. Di samping itu, ada syarat-syarat pribadi yang penting sekali menjadi tanggung jawab setiap pribadi sehingga dapat menggambarkan iman dan penghayatannya akan sakramen ini.   Untuk sikap-sikap pribadi, kedua bacaan pada hari ini, masing-masingnya memberikan petunjuk bagaimana pentingnya persiapan pengakuan dosa itu. Nubuat Daniel dalam bacaan pertama menekankan tentang peran sikap menyesal si pendosa. Penyesalan merupakan syarat yang sangat penting untuk memberikan kualitas pengakuan dosa sebagai sikap negatif dan tegas terhadap dosa-dosa. Jiwa yang remuk redam dan roh yang rendah menandakan kalau si pendosa sedih sekaligus marah atas kehinaan dirinya. Ia kasihan dengan dirinya yang bernasib jelek. Dengan demikian Tuhan yang maha rahim dapat berpaling perhatian dan kasih-Nya kepadanya. Orang yang tidak menampakkan penyesalan, biasanya mencari kambing hitam dari dosa-dosanya atau bangga dan senang karena dengan berdosa ia dapat memenuhi niatnya.   Injil Matius mengatakan bahwa jika kita tidak mau mengampuni saudara-saudara yang telah bersalah kepada kita, Bapa di surga tidak akan mengampuni kita. Doa “Bapa Kami” mengisyaratkan kalau Bapa mengampuni kita seperti kita mengampuni mereka yang bersalah kepada kita. Itu berarti bahwa sebelum mendapatkan tindakan formal pengampunan saat melakukan pengakuan dosa, kita mesti lebih dahulu mengampuni mereka yang telah bersalah kepada kita. Oleh karena itu selain menyampaikan elemen-elemen material yaitu dosa-dosa nyata, si pendosa perlu jujur menyampaikan juga bahwa ia telah mengampuni orang-orang yang ia sebutkan di dalam pengakuannya. Suatu pengakuan dosa yang efektif dan berbuah terjadi karena adanya pengampunan terhadap si pendosa, sebelum Anda mendapatkan pengampunan dari Tuhan melalui Gereja.     Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, ajarkanlah dan semangatilah kami untuk tidak malu dan takut untuk mengampuni. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ....  --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/media-la-porta/message

Podcast Katolik (PoKat) bahasa Indonesia
Belajar : Injil Matius part 30

Podcast Katolik (PoKat) bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Mar 3, 2024 12:27


Injil Matius bab 24

belajar injil matius
Tota Scriptura Podcast
REEFORMING HEART #193: Orang-orang Majus

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later Feb 18, 2024 15:22


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 193 (Matius 2:1-12): Setelah Tuhan Yesus lahir, sambutan yang dicatat di dalam Injil Matius adalah sambutan dari orang-orang Majus. Mereka ini adalah orang-orang yang ahli di dalam perbintangan. Mereka berasal dari daerah sungai Efrat yang mendapatkan pengaruh dari ilmu nujum dan astrologi warisan budaya Babel dan Persia. Tetapi entah mengapa, pengaruh dari ilmu kafir itu ternyata membuat mereka mengambil kesimpulan bahwa ada raja agung yang akan lahir. Dari manakah pengetahuan mereka dapat menuju kepada kesimpulan sedemikian?

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Selasa pekan Keenam masa biasa, 13 Februari 2024

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 12, 2024 6:54


Dibawakan oleh Marius dari SMP Don Bosco Kelapa Gading di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yakobus 1: 12-18; Mazmur tg 94: 12-13a.14-15.18-19; Markus 8: 14-21 KUAT MENGHADAPI UJIAN   Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kuat Menghadapi Ujian. Di dalam kitab suci perjanjian baru, Yesus Kristus mengajarkan kita untuk kuat dalam menghadapi ujian. Pengalaman ujian sering disamakan dengan cobaan, yang maksudnya ialah untuk mencobai seseorang apakah mampu melewati cobaan atau tidak. Misalnya di dalam Injil Matius 26, 41 yang sama dengan Markus 14,38, dan Lukas 22,40, Yesus mengingatkan supaya kita selalu kuat dalam doa dan berwaspada supaya tidak jatuh ke dalam pencobaan. Daging atau tubuh kita lemah sehingga gampang menjadi jalan masuk bagi musuh yang mencobai.   Tuhan sendiri juga mengingatkan umat-Nya di dalam perjanjian lama supaya mereka kuat terhadap godaan, cobaan dan ujian hidup. Ketika Musa berhadapan dengan Firaun di Mesir, ia benar-benar di dalam ujian berat. Tetapi ia juga patuh pada tuntunan dan perintah Tuhan. Dengan berpegang pada prinsip ini bahwa Tuhan mengajarkan dan menguatkan kita, jelas sebagai sebuah permainan atau lelucon kalau Tuhan juga yang mencobai kita. Ada anggapan dan keyakinan di antara kita bahwa Tuhan mencobai dan menggodai kita sehingga itu semua dianggap saja sebagai ujian dalam hidup. Ini jelas tidak mungkin. Bagaimana Ia menguatkan kita, Ia juga mencobai apa yang Ia sendiri tetapkan, kuatkan dan lindungi?   Oleh karena itu Santo Yakobus dalam bacaan pertama menegaskan bahwa tidak mungkin Tuhan mencobai kita anak-anak kekasihnya. Tuhan tidak punya sistem bermain seperti siapa pun makhluk manusia dan makhluk roh lainnya yang punya keinginan untuk mencoba-cobai, menggoda-godai, atau memperdaya-dayai pihak lain. Pemimpin penggoda dan penyoba ialah setan. Pengaruh setan ini memprioritaskan kerjanya pada tingkah laku manusia yang bertentangan dengan jalan Tuhan. Karena manusia punya kebebasan, ia bisa juga memilih untuk condong pada pengaruh setan. Jadi manusia dicobai dan digodai oleh keinginannya sendiri yang sudah dikuasai oleh si jahat.   Bilamana kita tahu bahwa kita berada di dalam cobaan? Peristiwa yang dikisahkan di dalam Injil hari ini menggambarkan suatu situasi umum orang-orang berada di dalam cobaan. Situasi itu ialah ketika pikiran dan hati kita mulai mengerti dan menganggap bahwa Tuhan jauh atau tidak berada bersama kita. Kekawatiran atau keprihatinan bahwa nasib kita bakal di dalam kesulitan karena di sekeliling kita ada begitu banyak tantangan, kesulitan, dan ancaman. Bahkan kita sangat dihantui oleh ketidakmampuan kita untuk menghadapi semua itu. Rasa tak percaya pada diri, anggapan bahwa di sekeliling ada banyak ancaman, dan pandangan bahwa Tuhan jauh, merupakan keadaan pencobaan yang kita hadapi di dalam hidup ini. Maka nasihatnya ialah: kita mesti kuat!   Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, penuhilah diri kami dengan semangat iman yang berani dan kuat untuk menghadapi segala cobaan dan ujian hidup ini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...   --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/media-la-porta/message

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #191: Silsilah Agung (FIRST EPISODE on THE NEW TESTAMENT)

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later Feb 4, 2024 14:00


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 191 (Matius 1:1-17): Kita telah masuk ke dalam kitab di mana penggenapan janji Tuhan kepada Daud akhirnya dinyatakan. Injil Matius menggambarkan penggenapan janji ini dengan sebuah silsilah. Inilah silsilah yang menyatakan genapnya janji Tuhan yang diberikan-Nya kepada Abraham dan Daud. 

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Sabtu pekan Kedua Adven, 16 Desember 2023

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Dec 15, 2023 7:15


Dibawakan oleh Suster Julianti dan Suster Veronika dari Komunitas Novisiat SJMJ Regina Caeli, Paroki Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta, Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Sirakh 48: 1-4.9-11; Mazmur tg 80: 2ac.3b.15-16.18-19; Matius 17: 10-13 ELIA, SI PEMBUAT SOLUSI   Renungan kita pada hari ini bertema: Elia, Si Pembuat Solusi. Tokoh-tokoh penting yang dipakai oleh Tuhan sangat besar perannya untuk persiapan kita merayakan Natal. Kita sudah sering berjumpa dengan tokoh yang berdiri di garis batas perjanjian lama dan perjanjian baru, yaitu Yohanes Pembaptis. Ia sangat terkenal, bahkan sampai detik ini masih ada orang Israel memandang dia jauh lebih terkenal daripada Yesus Kristus. Suaranya jauh lebih berpengaruh dan karena orang-orang lebih suka penampilannya, mereka tertarik dengannya sambil kurang menyadari kalau di balik suara itu ada yang jauh lebih utama.     Tetapi semangat Adven kita tak akan lengkap jika tidak menyinggung tokoh lain yang juga amat terkenal dalam perjanjian lama jauh sebelum Yohanes, yaitu nabi Elia. Dalam Injil hari ini, Yesus berbicara penuh kepastian dan menempatkan kedua tokoh ini dalam posisi yang sejajar. Artinya mereka berdua adalah nabi besar, dan lebih dari itu mereka mempunyai peran yang sama-sama besar, yaitu mempersiapkan umat Allah untuk menyambut Mesias. Kitab Putera Sirakh menggambarkan Elia yang datang sebagai pembawa terang dan pembaharu, dan itu ditegaskan lagi oleh Yesus dalam Injil Matius.    Pada waktu penggambaran nabi Elia ini, Yohanes Pembaptis sedang melayani orang banyak. Jadi kenangan akan Elia menjadi kembali terang-benderang, bukan karena sebuah reinkarnasi. Tetapi misi atau tugas mereka sama, yaitu memberikan kesaksian bahwa keselamatan nyata dan telah ada. Perannya untuk membaharui hidup umat Allah harus berhadapan dengan aneka bentuk penolakan. Yesus tegaskan bahwa Elia jelas telah datang tetapi ia ditolak.    Modus penolakan rupanya menjadi trend karena dialami bersama oleh Elia, Yohanes Pembaptis dan Yesus Kristus sendiri. Pada prinsipnya, kita semua paham bahwa penolakan terhadap Kristus berarti juga terhadap Tuhan Allah sendiri. Dalam bahasanya Yesus, ini adalah penolakan terhadap Roh Kudus. Lalu menjadi sangat jelas bahwa berdosa melawan Roh Kudus merupakan dosa yang tak bisa diampuni. Menolak Tuhan berarti tidak ada keselamatan.   Kiranya kita yang mendengarkan firman hari ini tidak sampai masuk ke dalam kategori tersebut. Namun kita harus waspada supaya tidak memupuk potensi untuk menolak Tuhan, yaitu seperti menciptakan peluang atau mendukung orang lain tidak menjalankan hukum Tuhan; contoh hidup yang tidak baik dan menjadi skandal bagi orang lain; kita diam saja atau membiarkan terjadi perbuatan-perbuatan melawan Tuhan, dan seterusnya. Ini yang perlu dihindari terjadi dalam diri dan keluarga kita.   Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Semoga kami tanpa bosan dan lelah menerima peringatan dan koreksi yang datang dari mana pun yang tujuannya untuk memperbaiki hidup kami menjadi lebih baik ke depan. Kemuliaan kepada Bapa... Dalam nama Bapa... --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/media-la-porta/message

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Sabtu pekan Kedua Adven, 16 Desember 2023

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Dec 15, 2023 7:15


Dibawakan oleh Suster Julianti dan Suster Veronika dari Komunitas Novisiat SJMJ Regina Caeli, Paroki Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta, Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Sirakh 48: 1-4.9-11; Mazmur tg 80: 2ac.3b.15-16.18-19; Matius 17: 10-13 ELIA, SI PEMBUAT SOLUSI   Renungan kita pada hari ini bertema: Elia, Si Pembuat Solusi. Tokoh-tokoh penting yang dipakai oleh Tuhan sangat besar perannya untuk persiapan kita merayakan Natal. Kita sudah sering berjumpa dengan tokoh yang berdiri di garis batas perjanjian lama dan perjanjian baru, yaitu Yohanes Pembaptis. Ia sangat terkenal, bahkan sampai detik ini masih ada orang Israel memandang dia jauh lebih terkenal daripada Yesus Kristus. Suaranya jauh lebih berpengaruh dan karena orang-orang lebih suka penampilannya, mereka tertarik dengannya sambil kurang menyadari kalau di balik suara itu ada yang jauh lebih utama.     Tetapi semangat Adven kita tak akan lengkap jika tidak menyinggung tokoh lain yang juga amat terkenal dalam perjanjian lama jauh sebelum Yohanes, yaitu nabi Elia. Dalam Injil hari ini, Yesus berbicara penuh kepastian dan menempatkan kedua tokoh ini dalam posisi yang sejajar. Artinya mereka berdua adalah nabi besar, dan lebih dari itu mereka mempunyai peran yang sama-sama besar, yaitu mempersiapkan umat Allah untuk menyambut Mesias. Kitab Putera Sirakh menggambarkan Elia yang datang sebagai pembawa terang dan pembaharu, dan itu ditegaskan lagi oleh Yesus dalam Injil Matius.    Pada waktu penggambaran nabi Elia ini, Yohanes Pembaptis sedang melayani orang banyak. Jadi kenangan akan Elia menjadi kembali terang-benderang, bukan karena sebuah reinkarnasi. Tetapi misi atau tugas mereka sama, yaitu memberikan kesaksian bahwa keselamatan nyata dan telah ada. Perannya untuk membaharui hidup umat Allah harus berhadapan dengan aneka bentuk penolakan. Yesus tegaskan bahwa Elia jelas telah datang tetapi ia ditolak.    Modus penolakan rupanya menjadi trend karena dialami bersama oleh Elia, Yohanes Pembaptis dan Yesus Kristus sendiri. Pada prinsipnya, kita semua paham bahwa penolakan terhadap Kristus berarti juga terhadap Tuhan Allah sendiri. Dalam bahasanya Yesus, ini adalah penolakan terhadap Roh Kudus. Lalu menjadi sangat jelas bahwa berdosa melawan Roh Kudus merupakan dosa yang tak bisa diampuni. Menolak Tuhan berarti tidak ada keselamatan.   Kiranya kita yang mendengarkan firman hari ini tidak sampai masuk ke dalam kategori tersebut. Namun kita harus waspada supaya tidak memupuk potensi untuk menolak Tuhan, yaitu seperti menciptakan peluang atau mendukung orang lain tidak menjalankan hukum Tuhan; contoh hidup yang tidak baik dan menjadi skandal bagi orang lain; kita diam saja atau membiarkan terjadi perbuatan-perbuatan melawan Tuhan, dan seterusnya. Ini yang perlu dihindari terjadi dalam diri dan keluarga kita.   Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Semoga kami tanpa bosan dan lelah menerima peringatan dan koreksi yang datang dari mana pun yang tujuannya untuk memperbaiki hidup kami menjadi lebih baik ke depan. Kemuliaan kepada Bapa... Dalam nama Bapa... --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/media-la-porta/message

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Kamis pekan Pertama Adven, 7 Desember 2023, peringatan Santo Ambrosius, uskup dan pujangga Gereja

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Dec 6, 2023 6:41


Dibawakan oleh Innocentius Peni dari Komunitas Pukat Labuan Bajo, Keuskupan Ruteng, Indonesia. Yesaya 26: 1-6; Mazmur tg 118: 1.8-9.19-21.25-27a; Matius 7: 21.24-27 SILAKAN MASUK!   Renungan kita pada hari ini bertema: Silakan Masuk! Renungan kemarin tentang “Jamuan Tuhan” sangat berkaitan dengan hari ini dan tidak dapat terpisahkan. Setiap dan semua orang dari aneka latar belakang diundang untuk mengambil bagian dalam perjamuan Tuhan. Perjamuan ekaristi di dunia dan ekaristi surgawi membuka segala kemungkinan di mana atas dasar kelayakan, mereka menikmati perjamuan yang telah Tuhan sediakan.   Masa Adven menjadi satu kesempatan untuk memenuhi standar kelayakan sebagai pengikut Kristus. Kata kunci untuk standar itu ialah persiapan. Di ujung setiap persiapan adalah saat seseorang akan memasuki tempat perjamuan. Ada satu keluarga yang memiliki kebiasaan baik dalam membuat persiapan selayaknya sebelum merayakan Ekaristi pada hari Minggu. Bapak dan ibu bergiliran mengingatkan masing-masing di dalam rumah supaya melakukan persiapan-persiapan tersebut.   Pada malam sebelumnya, peringatan disampaikan bahwa tidak satu pun dari mereka melewatkan malam minggu sampai larut. Setiap orang harus beristirahat dengan nyaman dan secukupnya. Besok paginya, setiap orang dipastikan tidak mengalami suasana hati yang kacau dan tertekan oleh persoalan apa pun. Kebiasaan tidak makan apa pun satu jam sebelum Misa Kudus sangat mereka patuhi. Kebiasaan yang juga selalu mereka jaga ialah paling kurang 15 menit sebelum Misa Kudus dimulai, mereka sudah berada di dalam gereja.    Ketika semua persiapan tersebut dilakukan dengan baik dan teratur, saat sampai di pintu gereja, mereka masing-masing merasa layak dan siap lahir-batin untuk menghadiri Misa Kudus. Mereka merasakan bahwa Tuhan Yesus yang hadir sebagai sakramen mahakudus, Dia juga melalui Roh Kudus, membuka pintu gereja dan mempersilakan mereka masuk ke dalam gereja. Setiap hari Minggu pagi, ketika sampai di pintu gereja, keyakinan mereka begitu kuat bahwa Tuhan Yesus ada di sana, dan menyapa mereka: Silakan masuk ke dalam perjamuan-Ku.   Ilustrasi pengalaman keluarga ini merefleksikan semangat Adven yang diwartakan melalui kedua bacaan pada hari ini. Kedatangan Tuhan itu berwujud pada saat kita mengambil bagian di dalam suka cita-Nya dan perjamuan-Nya. Kitab Yesaya menegaskan bahwa kebenaran dan kesetiaan kita memenuhi standar kelayakan yang diperlukan Tuhan. Injil Matius mengatakan hal yang sama, yaitu orang yang melakukan kehendak Bapa akan masuk ke dalam kerajaan Surga. Bila semua standar kelayakan itu dipenuhi, Tuhan akan menyambut setiap orang dengan ucapan “Silakan masuk”. Sebaliknya, jika belum terpenuhi, Tuhan tidak mempersilakan seseorang masuk   ke dalam perjamuan-Nya.   Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus, sambutlah kami selalu setiap kali kami datang dan mengadu kepada-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ... --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/media-la-porta/message

Truth Daily Enlightenment
Memuaskan Dahaga Jiwa

Truth Daily Enlightenment

Play Episode Listen Later Nov 28, 2023


Bukan hanya tubuh kita yang membutuhkan makanan, melainkan manusia rohaniah kita, batin kita, jiwa kita juga membutuhkan makanan; makanan Rohani. Itulah sebabnya firman Tuhan mengatakan di Injil Matius 4:4, “Manusia hidup bukan hanya dari roti saja, tetapi juga dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Masalahnya, yang terjadi dalam kehidupan, banyak orang tidak merasakan... Continue reading →

Podcast Katolik (PoKat) bahasa Indonesia
Belajar : Injil Matius part 29

Podcast Katolik (PoKat) bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Nov 28, 2023 11:39


Matius bab 23

Truth Daily Enlightenment

Dari sekian banyak kalimat yang sering kita dengar atau bahkan kita ucapkan adalah kalimat “Allah beserta kita; God be with us.” Biasanya kalimat itu diambil dari Injil Matius 28:18-20, yang memuat atau berisi Amanat Agung Tuhan Yesus. “Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.  Karena itu pergilah,... Continue reading →

Truth Daily Enlightenment
Meningkat dalam Keberkenanan

Truth Daily Enlightenment

Play Episode Listen Later Nov 21, 2022


Di dalam Injil Matius 6:33 tertulis, “Carilah dahulu Kerajaan Allah,” artinya utamakan bagaimana menjadi anggota keluarga Kerajaan Allah yang baik. “Yang baik,” tentu yang berkenan kepada Allah. Yang berkenan kepada Allah modelnya adalah Tuhan Yesus, yang prinsip-Nya adalah “Makanan-Ku melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” Sampai pada tingkat ekstrem, misalnya Ibu-ibu yang menghadapi perlakuan tidak... Continue reading → The post Meningkat dalam Keberkenanan appeared first on Truth Voice.

yang allah dalam nya sampai ibu bapa injil matius truth voice
Truth Daily Enlightenment
Iblis dalam Pikiran

Truth Daily Enlightenment

Play Episode Listen Later Sep 26, 2022


Ada satu pengertian yang salah dan harus diluruskan. Banyak orang berpikir bahwa yang namanya kerasukan setan itu kalau manifestasinya selalu ekstrem seperti mendelik, berteriak-teriak, lalu menjadi abnormal. Misalnya bertelanjang diri, sehingga jadi seperti orang dengan gangguan jiwa. Tetapi di Injil Matius 16, ketika Simon Petrus menyatakan sesuatu yang bukan dari Allah, Tuhan mengatakan: “Enyahlah, Iblis!... Continue reading → The post Iblis dalam Pikiran appeared first on Truth Voice.