POPULARITY
Tanah Perjanjian bukan hanya sekedar tempat yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham untuk keturunannya diam di situ. Lebih dari pada itu, Abraham, Ishak, dan Yakub memandang kepada tanah itu sebagai tempat digenapinya janji yang jauh lebih besar dari sekedar wilayah. Kini, Bangsa Israel telah sampai di ambang batas masuk ke tanah itu. Bagaimana tuntunan Tuhan terhadap bangsa itu? Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 31 Mei 2026.Kirim pesan
In this episode, Datuk Remy Ishak a.k.a Hero Malaya datang ke #studiosembang untuk throwback semula perjalanan yang mampu shaped him now sehingga jadi nama yang tak asing lagi di Malaysia. #jomsembang dan kenali siapa dia behind the scene.
#belajarbareng #kejadian #gpghwonosoboSyalom!Dalam episode kali ini, kita belajar kisah saat Ishak memberkati Yakub.Kiranya menjadi berkat untuk kita sekalian.Tuhan memberkati!
#belajarbareng #kejadian #gpghwonosoboSyalom!Dalam episode kali ini, kita belajar kisah Ishak yang menabur, berusaha, dan bekerja, meski ia telah mendapat janji berkat dari Tuhan.Kiranya menjadi berkat untuk kita sekalian.Tuhan memberkati!
The Cause Indonesia is called to preach the gospel of grace and Jesus-finished work
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 19 April 2026Bacaan: "Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu." (Ulangan 30:19)Renungan: Hidup ini penuh dengan pilihan, dan setiap hari kita diperhadapkan pada beragam pilihan. Kita bisa memilih untuk tidur sampai siang dan bermalas-malasan, tetapi kita juga bisa memilih untuk bangun pagi-pagi dan mulai beraktivitas, bekerja serta mengusahakan sesuatu. Kita bisa memilih untuk berbuat baik, namun kita juga bisa memilih untuk berbuat jahat. Yang pasti, semua pilihan yang kita buat tentu ada akibatnya. Tangan orang malas mendatangkan kemiskinan, tetapi tangan orang rajin mendatangkan banyak rejeki. Orang yang berbuat baik akan menuai kebaikan, tetapi orang yang berbuat jahat akan menuai kejahatan juga. Di dalam hidupnya, Esau telah menentukan pilihan-pilihan yang mendatangkan penyesalan dan kesusahan baginya, karena jalan hidupnya selanjutnya ditentukan oleh akibat pilihan-pilihan yang sudah ia buat. Menukar hak kesulungannya dengan sepiring bubur kacang merah merupakan salah satu contoh dari pilihan Esau yang akhirnya melahirkan penyesalan yang teramat sangat, sehingga ia akhirnya menangis meraung-raung ketika mengetahui bahwa Ishak ayahnya telah memberikan berkat kesulungan itu kepada Yakub. Pilihan berikutnya yang dibuat oleh Esau adalah menikahi wanita-wanita Kanaan yang sangat tidak diharapkan oleh kedua orang tuanya dan hal itu pun membuatnya merasa bersalah kepada orang tuanya, sehingga untuk "mengobati" kekecewaan mereka, ia berusaha menikah lagi dengan Mahalat seorang wanita kerabatnya yang tidak lain adalah anak Ismael. Karena pilihan yang dibuatnya, Esau harus melewati saat-saat yang tidak menyenangkan, ia disiksa oleh rasa kebencian kepada adiknya Yakub, bahkan ia pernah bermaksud membunuh adiknya itu. Pilihan-pilihan yang diambil akan mempengaruhi hidup dan masa depan seseorang. Seperti sebuah kata bijak mengatakan, "Keputusan yang engkau ambil hari ini, akan menentukan apa yang akan terjadi pada hari esok". Tuhan telah memberikan banyak arahan atau rambu-rambu melalui firman-Nya, agar kita bisa memilih apa yang baik dan berkenan kepada-Nya. Jika kita menginginkan kehidupan yang diberkati, pilihlah apa yang baik dan yang berkenan kepada Tuhan. Kita tidak akan pernah bisa menarik kembali waktu yang sudah berlalu dan kemudian mengubah pilihan-pilihan yang sudah kita buat. Yang dapat kita lakukan adalah memilih yang baik dan benar hari ini, sehingga tidak ada penyesalan di hari esok! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku memohon hikmat-Mu di dalam setiap pilihan yang kuambil, sehingga aku dapat menyukakan hati-Mu dengan pilihanku itu. Amin. (Dod).
Mettre un pantalon plutôt qu'une robe, acheter une voiture, recruter un nouvel employé, accorder un prêt bancaire, investir dans une start-up, tirer un missile... Tous ces actes, du plus anodin au plus déterminant, relèvent de la prise de décision. Et à ce jeu-là, il semblerait que l'intelligence artificielle ait pris une longueur d'avance. L'an dernier, (2025) Microsoft vantait la supériorité de son outil médical. Lors d'un test, l'IA du géant de la tech avaient obtenu 85,5% de bons diagnostics contre 20% des médecins participant à l'expérience. Précision importante, ces derniers n'avaient pas la possibilité de consulter ni leurs manuels, ni leurs collègues. Il n'empêche, la place de l'intelligence artificielle dans la prise de décisions est appelée à grandir. Selon une étude réalisée pour Confluent, une entreprise américaine spécialisée dans les technologies, 62% des dirigeants interrogés ont déclaré utiliser l'IA pour la majorité de leurs décisions. Finis donc, les doutes et le stress pour les humains, désormais l'IA décide pour nous mieux et plus vite. De nombreuses questions demeurent néanmoins. Il suffit de penser aux fameuses « hallucinations », ces réponses inventées par ChatGPT pour renoncer à déléguer ses décisions à la machine. Dans le domaine militaire, le recours à l'IA suscite même de sérieuses inquiétudes. Une étude du King's College de Londres, a démontré que les principaux modèles d'IA développés par OpenAI, Anthropic et Google choisissent de recourir à l'arme nucléaire dans 95% des cas de conflits auxquels ils sont exposés. Une décision plus que radicale, qui soulève également une question cruciale, si l'IA décide qui porte la responsabilité de la décision ? Et plus globalement, à quoi ressemblera une société dont les choix importants seront délégués aux machines? Avec : • Eric Hazan, dirigeant d'un fonds d'investissement, référence de la transformation digitale et de l'IA, enseignant à HEC Paris et à Sciences Po et co-auteur avec Olivier Sibony de Faut-il encore décider ? La décision humaine à l'ère de l'intelligence artificielle (Flammarion, 2026) • Eric Sadin, écrivain et philosophe, penseur des technologies numériques. Il est l'auteur de 10 ouvrages sur ces enjeux décisifs de notre temps, dont le dernier Le Désert de nous-même - Le tournant intellectuel et créatif de l'intelligence artificielle (L'échappée, 2026). Il est également à l'initiative du « contre-sommet de l'IA » qui s'est tenu à Paris en février 2025, au moment même du sommet mondial organisé par la France. En fin d'émission, Le monde des enfants de Charlie Dupiot. La parole aux enfants 8 milliards de voisins » avec le « Monde des enfants » de Charlie Dupiot ! Aujourd'hui, ils sont 6 à nous plonger au coeur de la nuit, de leurs nuits... Ils nous racontent leurs rêves et surtout, leurs cauchemars ! Domingo, Mayas, Luciana, Tyron, Ishak et Evelina ont 10 ans, ils sont en classe de CM2 à l'école Edgar Quinet à Aubervilliers, en région parisienne. Programmation musicale : ► Doucement - Fally Ipupa, Joé Dwet Filé ► Encore une fois - Orelsan, Yamê.
#belajarbareng #kejadian #gpghwonosoboSyalom!Dalam episode kali ini, kita belajar kisah kelahiran dan kehiudpan Esau dan Yakub, anak-anak Ishak.Kiranya menjadi berkat untuk kita sekalian.Tuhan memberkati!
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 7 April 2026Bacaan: "Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku." (Amsal 30:8-9) Renungan: Di dalam Alkitab, kekayaan dipandang sebagai sesuatu yang netral, tidak dipuji tetapi juga tidak dicela. Artinya, benar-tidaknya suatu kekayaan tergantung pada sikap seseorang terhadapnya, apakah ia menjadi orang benar atau menjadi orang yang tidak benar dengan kekayaannya itu. Jika seseorang bergantung pada kekayaannya melebihi ketergantungannya kepada Tuhan, maka pada saat itulah suatu kekayaan menjadi tidak benar. Sebaliknya, jika seseorang dapat mengendalikan kekayaan itu dan memanfaatkannya untuk memuliakan Tuhan dan memberkati sesama, maka pada saat itulah kekayaaan tersebut menjadi benar. Jadi, kekayaan itu sendiri tidaklah salah, yang salah adalah sikap orang yang bergantung kepada kekayaannya. Alkitab tidak pernah mengecam kekayaan itu sendiri, tetapi mengecam sikap hati orang yang hanya bergantung pada kekayaannya. Ada banyak tokoh di Alkitab yang kaya. Sebagian mempergunakan kekayaan tersebut dengan baik, artinya tidak membuat mereka jauh dari Tuhan. Sebagian lagi adalah sebaliknya, mereka justru jauh dari Tuhan karena kekayaannya. Contoh tokoh Alkitab yang kaya namun tidak membuat mereka jauh dari Tuhan adalah Abraham, Ishak, Yakub, dan Ayub. Mereka diberkati oleh Tuhan sehingga menjadi orang-orang yang kaya di tengah masyarakat sezaman mereka. Tetapi, hati mereka tetap teguh berpaut kepada Tuhan. Demikian juga dengan Ayub, sekalipun ia adalah orang kaya, ia tidak bergantung pada kekayaannya. Terbukti, ketika ia dicobai dengan sangat berat dengan hilangnya seluruh harta kekayaannya dalam sekejap, ia tidak meninggalkan Tuhan. Namun banyak juga tokoh Alkitab yang kaya sehingga membuat mereka menjadi jauh dari Tuhan atau tidak datang kepada Tuhan. Contohnya adalah Hizkia, raja Yehuda. Secara keseluruhan, Hizkia termasuk orang yang benar di mata Tuhan, karena ia tidak menyembah berhala dan tetap berpaut kepada Tuhan. Namun ia tidak benar dalam hal kekayaan. Ketika dia diberkati Tuhan dengan kekayaan dan kerajaan yang kokoh, ia justru memamerkan kekayaannya itu kepada orang-orang Babel (2 Raj 20:12-18). Bukan hanya kekayaan, kemiskinan pun bisa membuat seseorang jauh dari Tuhan. Menarik menyimak doa Agur bin Yake. Ia memohon kepada Tuhan agar tidak diberikan kekayaan maupun kemiskinan. Sebab, jika ia kaya ia akan menyombongkan diri terhadap Tuhan, dan ketika ia miskin ia akan mengutuki Tuhan. Agur bin Yake menyadari bahwa banyak orang yang bersikap tidak benar kepada Tuhan karena kekayaan mereka, dan karena kemiskinan mereka! Namun makna doa Agur bin Yake adalah agar kita tetap cinta Tuhan, baik ketika masih miskin maupun ketika sudah kaya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku tetap takut dan setia kepada-Mu, baik ketika masih miskin maupun sesudah kaya. Amin. (Dod)
#belajarbareng #kejadian #gpghwonosoboSyalom!Dalam episode kali ini, kita dari kisah Ribka dipinang bagi Ishak.Kiranya menjadi berkat untuk kita sekalian.Tuhan memberkati!
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 26 Maret 2026Bacaan: "Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana." (1 Raja-raja 19:3)Renungan: Pernahkah kita kehilangan kekuatan iman ketika diperhadapkan pada suatu keadaan yang tidak terlalu genting? Seringkali kita menghadapi situasi sulit yang sangat menantang iman dan mampu melewatinya dengan iman yang terfokus pada Tuhan. Namun, ada kalanya kita mengalami kekhawatiran dan ketakutan hanya karena persoalan kecil. Di gunung Karmel, Elia menantang Raja Ahab beserta 400 orang Nabi Baal untuk membuktikan kehebatan Tuhan. Elia memanjatkan doa yang super beriman, "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah... dan bahwa aku ini hamba Mu... Jawablah aku, ya TUHAN, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah." Lalu, turunlah api menyambar habis korban bakaran Elia dan ia membunuh ke 400 Nabi Baal tersebut. Namun keesokan harinya, ia lari ketakutan ketika mendengar ancaman Izebel, dan berkata, "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku." Elia berdiri teguh di puncak gunung Karmel mendeklarasikan fokus dan kekuatan imannya kepada Tuhan dan meyakini 100% akan jawaban doanya. Namun imannya jatuh seketika di titik nol hanya karena ancaman seorang perempuan. Ia menjadi putus asa dan ingin mati rasanya. Demikian pula Abraham, ia melakukan hal yang sama ketika ia berbohong tentang Sara di hadapan Firaun karena berusaha menyelamatkan nyawanya. Daud yang menuliskan pujian yang indah tentang kesetiaan Tuhan yang besar dalam hidupnya, namun juga yang menyerukan, "Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Mzm 22:2). Musa yang menjadi pemimpin besar yang membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dengan perbuatan tangan Tuhan yang besar, namun ia pun berseru-seru kepada Tuhan ketika berada di Masa dan Meriba, "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu?" Nabi Elia, Raja Daud, dan Musa adalah pahlawan-pahlawan iman yang dipakai oleh Tuhan untuk mendemonstrasikan kuasa-Nya, akan tetapi hal ini tidaklah menjadikan mereka manusia super rohani tanpa kegagalan. Dengan demikian, kita tidak perlu berkecil hati ketika tapak perjalanan iman kita bagai grafik yang menurun secara drastis. Saat-saat kegelisahan, kekhawatiran, dan ketakutan tidak mampu kita halau, apakah yang harus kita lakukan selanjutnya? Nyatakan kepada Tuhan segala kelemahan iman kita dan tetaplah berdiri di gunung Tuhan. Dengan kata lain, iman kita boleh limbung namun tidaklah mati. Demikianlah Tuhan berkata setelah Elia menyampaikan ketakutannya, "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu." Kita tidak berdiam diri ketika kondisi iman kita tercekik, namun kita harus bangkit dan meraih kekuatan Tuhan untuk menjalani hari-hari yang penuh tantangan dan menyadari la selalu setia di dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku mohon kekuatan untuk bisa bangkit ketika imanku runtuh, sehingga aku sanggup menapaki jalan kehidupanku sampai akhir. Amin. (Dod).
On a spring afternoon in 2006, Rey Rivera rushed out of his Baltimore home after a sudden phone call and was never seen alive again. Days later, he was found inside the historic Belvedere Hotel, in circumstances that left investigators with more questions than answers. What initially appeared straightforward quickly unraveled into a mystery filled with strange evidence, conflicting theories, and unsettling details. In this episode, we explore the moments leading up to Rey's disappearance and the puzzle that still hasn't been solved. Sources: Igoe, Katherine, “What Did Rey Rivera's Mysterious Note Actually Mean?”. Marie Claire, July 4, 2020, https://www.marieclaire.com/culture/a33074957/rey-rivera-note-unsolved-mysteries/, Accessed March 16th, 2026 Mehrotra, Kriti, “Rey Rivera's Death: How Did He Die? Who Killed Him?”, The Cinemaholic, June 30, 2020, https://thecinemaholic.com/rey-rivera/, Accessed March 16th, 2026 Kabra, Prathamesh, “Rey Rivera Took a Call and Vanished. What Happened After Still Makes No Sense.”, Thar Tribune, July 11, 2025, https://thartribune.com/rey-rivera-took-a-call-and-vanished-what-happened-after-still-makes-no-sense/, Accessed March 16th, 2026 Ishak, Natasha, “Why Police Said Rey Rivera's Death Was A Suicide — And Why The Puzzling Evidence Says Otherwise”, All Thats Interesting, July 19, 2024, https://allthatsinteresting.com/rey-rivera, Accessed March 16th, 2026 Sidnell, Katherine, “Unsolved Mysteries: What happened to Rey Rivera and has the case been solved?”, Woman and Home, August 2, 2024, https://www.womanandhome.com/life/news-entertainment/unsolved-mysteries-what-happened-to-rey-rivera/, Accessed March 16th, 2026
Fred from the Subarctic Alaska Sasquatch YouTube Channel is back! Be sure to click the link in the show notes below and check out Fred's amazing channel.Fred, a tribal council member from Dillingham, Alaska, returns to share chilling accounts of encounters with what he calls the “hairy man.” In his First Nations culture, these experiences are not sensationalized—they're part of oral history and everyday life in remote Alaska.In the first story, two relatives—“Penelope” and “Jasmine”—were camping on a gravel bar near the confluence of the Nuuk and Ishak rivers while heading to Harris Creek to prospect for gold. During the night, they heard strange noises and saw multiple sets of eyeshine—white and amber/red—watching from the darkness. Penelope witnessed a massive, dark, man-like figure with long arms moving along the riverbank.What followed escalated quickly: a blood-curdling scream, pebbles tossed into the water, and even a broken birch tree thrown into the channel. A towering figure—estimated around 12 feet tall—paced, swayed, squatted, showed its teeth, and vocalized while more eyeshine appeared in the distance, suggesting multiple beings.After a warning shot was fired, the activity briefly stopped—but later something crossed the channel, circled their tent while huffing like a bear, screamed from just 15 feet away, and even rocked a large tree stump near camp. Shots were fired from inside the tent before the pair fled in their boat, leaving their camp behind. Reports of screams, thrown objects, tracks, and even UFO sightings are common in the remote regions he represents.He then shares a second account from about 20 years ago. Two friends, “Benson” and “Terry,” set out on a 10-day fly-fishing trip that ended early after repeated frightening events. They experienced unnatural silence, large tracks, and the constant feeling of being watched. Terry saw a large man-like figure in the tundra and later encountered something 8 to 8.5 feet tall standing in a creek, unfazed by shouting. On the sixth day, Benson followed a strange melodic whistle and appeared briefly trance-like before Terry stopped him.That night, Benson finally saw the creature clearly—squatted about 20 feet from camp with glowing red eyeshine, a wrinkled face, massive hands, and large block-like teeth framed by thick fur. When Terry aimed his rifle, it screamed. Shots were fired, and they believed it may have been hit.The creature returned repeatedly that night and eventually grabbed and threw their tent before running off after more gunfire.By day seven, they hiked out and were picked up early. Benson later remembered a warning from a Native friend: “Do not mess with the hairy man.”Email BrianGet Our FREE NewsletterGet Brian's Books Leave Us A VoicemailVisit Our WebsiteBecome a supporter of this podcast: https://www.spreaker.com/podcast/sasquatch-odyssey--4839697/support.
The Cause Indonesia is called to preach the gospel of grace and Jesus-finished work
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 24 Januari 2026Bacaan: "Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku." (Bilangan 14:29) Renungan: Bersungut-sungut adalah hal yang sering dilakukan oleh setiap orang. Jika keadaan yang kita alami tidak sesuai dengan harapan, maka kita akan cenderung bersungut-sungut atau mengomel. Sungut-sungut yang demikian sebenarnya tidaklah ada artinya. Sungut-sungut dan omelan hanya menimbulkan hal-hal yang negatif dalam hidup kita. Ada beberapa efek negatif jika kita selalu bersungut-sungut. Pertama, sungut-sungut dapat membuat kita kehilangan damai sejahtera, yang memberi dampak buruk bagi kehidupan kita. Kedua, sungut-sungut akan mengurangi produktivitas kerja kita. Orang yang bersungut-sungut pasti tidak akan bekerja dengan maksimal. Ketiga, sungut-sungut akan memberi efek negatif kepada orang lain. Jika kita selalu bersungut-sungut, maka orang lain akan merasa terganggu dan tidak merasa diberkati. Namun alasan utama mengapa kita tidak boleh bersungut-sungut adalah karena hal itu sangat tidak disukai oleh Tuhan. Di mata Tuhan, bersungut-sungut berarti memberontak kepada-Nya. Hal ini dapat kita lihat dari kisah bangsa Israel yang bersungut-sungut ketika mereka berada di padang gurun menuju Tanah Perjanjian. Sebelumnya Tuhan telah membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir menuju tanah Kanaan. Itulah Tanah Perjanjian yang berlimpah susu dan madunya, yang Tuhan janjikan kepada nenek moyang mereka, Abraham, Ishak, dan Yakub. Namun di tengah perjalanan di padang gurun, mereka bersungut-sungut kepada Tuhan. Mata mereka hanya fokus pada permasalahan yang sedang mereka hadapi di padang gurun, bukan fokus pada janji Tuhan di tanah Kanaan. Mereka tidak percaya bahwa rencana Tuhan indah bagi mereka. Hal ini membuat Tuhan murka atas mereka, sehingga semua laki-laki yang berusia 20 tahun ke atas, Tuhan tewaskan di padang gurun, kecuali Yosua dan Kaleb. Yosua dan Kaleb adalah orang-orang yang tidak termasuk ke dalam kelompok mereka yang bersungut-sungut tersebut. Ketika kita sedang menghadapi berbagai pergumulan hidup dan seolah-olah sedang berada di padang gurun, janganlah kita bersungut-sungut. Sebaliknya, kita harus senantiasa mengucap syukur dalam hidup ini. Sebab, Tuhan selalu merencanakan hal yang indah di dalam hidup kita, walaupun saat ini mungkin kita belum melihatnya. Tetapi percayalah, akan tiba saatnya kita berada di "Tanah Perjanjian". Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku selalu mengucap syukur dan tidak bersungut-sungut dalam hidupku, karena aku percaya rencana-Mu indah bagiku. Amin. (Dod).
The Cause Indonesia is called to preach the gospel of grace and Jesus-finished work
Bijan, Jenn and Mike play as pilgrims in the employ of Constantinople's ulama, traveling to the city of İznik to investigate a case of multiple disappearances, perhaps at the hands of an Upiór.Danse Macabre is a new game in the GRT System™ from Stillfleet Studios, which you can and should support on Kickstarter!Find more Fun City at funcity.ventures and patreon.com/funcityventures---Bijan Stephen is Ishak the Rat, a scholarJenn de la Vega is Zampea, a peasantMike Rugnetta is Reginald St. Hole-in-the-Ground, a burgherWythe Marschall is some weird little guysChristopher Pickett is everything else---Music by Will Savinowith tracks by APOXUPON
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahSEBUAH PILIHANMari kita membaca Firman Tuhan dari:ULANGAN 30: 19-20Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka."Wonder Kids, saat Allah menciptakan manusia, Dia membuatnya dengan penuh kasih. Allah tidak hanya membentuk tubuh manusia, tetapi juga memberi pilihan—apakah ingin mengikuti Allah atau tidak. Tidak ada makhluk lain yang diberikan pilihan ini.Allah memberikan kepada manusia bagian dari diri-Nya, yaitu kemampuan memilih. Dia ingin manusia memilih untuk mengasihi-Nya, bukan karena dipaksa, tetapi karena mereka benar-benar ingin.Adam juga punya pilihan: mengikuti Allah atau menjauh dari-Nya. Sekarang, kamu juga bisa memilih untuk mengasihi Allah!MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, memilih Allah bukanlah pilihan satu kali saja, tapi pilihan setiap hari, berkali-kali. Ketika kakimu menjejak ke tanah di pagi hari, katakan “Aku memilih Allah” Di saat kamu menghadapi pilihan yang sulit di hari itu, katakana “Aku memilih Allah”. Dan sebelum kamu tidur di malam hari, doakan “Aku memilih Allah.”Mari kita berdoaBapa yang baik, aku ingin mengasihi-Mu, mendengarkan suara-Mu, dan mengikuti jalan-Mu setiap hari. Tolong aku agar selalu setia kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, PILIHLAH UNTUK MENGASIHI TUHAN DAN MENGIKUTI JALAN-NYA. Tuhan Yesus memberkati
Renungan D'Message || SIAPA "ISHAK"MU? || Ps. Steven Liem
On January 31st 2013, 21 year old Elisa Lam who was traveling on the west coast of the United States missed a check in call with her parents who were home in Vancouver. After not hearing from her, Elisa's parents would then call the Los Angeles Police to search the infamous Cecil Hotel. A surveillance video from an elevator would be the last time anyone would see Elisa alive. Sources: Brknhrt, “Elisa Lam”, Find a grave, May 20, 2013, https://www.findagrave.com/memorial/110876498/elisa-lam, Accessed July 27th 2025 Gurley, Alex, “Elisa Lam's Body Was Found at the Infamous Cecil Hotel 13 Years Ago. Inside the Mysterious Circumstances Around Her Death — and What Police Really Think Happened”, People, February 19, 2025, https://people.com/what-happened-to-elisa-lam-cecil-hotel-11680025, Accessed July 27th 2025 Ishak, Natasha, “Elisa Lam: The Real Story Of Her Death In The Cecil Hotel”, Allthatsinteresting, September 1, 2023, https://allthatsinteresting.com/elisa-lam-death, Accessed July 27th 2025 Biography.com Editors, “Elisa Lam Biography”, A&E; Television Networks, February 9, 2021, //www.biography.com/crime/elisa-lam, Accessed July 27th 2025 St.Clair, Joshua, “The True Story of What Happened to Elisa Lam at the Cecil Hotel”, Mens Health, February 10, 2021, https://www.menshealth.com/entertainment/a35410248/elisa-lam-death-vanishing-cecil-hotel-true-story/, Accessed July 27th 2025 Veliz, Leslie, “Tragic Details Found In Elisa Lam's Autopsy Report”, Grunge, January 30, 2023, https://www.grunge.com/706604/tragic-details-found-in-elisa-lams-autopsy-report/, Accessed July 27th 2025
The Cause Indonesia is called to preach the gospel of grace and Jesus-finished work
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Francietha OSF dan Suster Gemma OSF dari Komunitas Santa Elisabeth Semarang di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Kejadian 23: 1-4.19; 24: 1-8.62-67; Mazmur tg 106: 1-2.3-4a.4b-5; Matius 9: 9-13.HIDUP DAN MATI DALAM IMAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Hidup dan Mati Dalam Iman. Abrahamdan Sarah sebagai pasangan pilihan Allah menghayati imannya secara penuh, yaituhidup dan mati mereka di dalam Tuhan. Sarah meninggal lebih dahulu pada usia127 tahun, sedangkan Abraham meninggal kemudian pada usia 175 tahun. Kepada pasangan ini Allah memberikan janji yang begitu besar, yaitumenjadikannya keluarga terberkati dan keturunan besar dan banyak. Hanyakenyataannya, sampai mereka meninggal dunia, anak mereka Ishak hanyasatu-satunya. Sarah meninggal tanpa melihat Ishak kawin dan menghasilkanketurunan. Abraham sendiri juga tak sempat melihat semua janji tersebutterwujud, sementara Ia hanya sempat melihat dua cucunya, Yakub dan Esau. Iman mereka tetap ada namun sempat diuji, ditambah dengan semua janji ilahiyang belum mereka nikmati semuanya. Apakah ini sebagai tanda kegagalan iman?Tidaklah demikian. Karena kata Tuhan Yesus sendiri bahwa iman sebesar bijisesawi akan tumbuh besar, asal iman itu tetap terpelihara dan bertumbuh. Yesus sendiri wafat pada usia sekitar 33 tahun dan menyatakan diri-Nyasendiri sebagai Penyelamat, Ia tegaskan diri sebagai jalan, kebenaran dankehidupan. Namun banyak orang tidak menerima Dia, dan ditinggalkan oleh paramurid-Nya saat kematian-Nya. Namun ini bukan kegagalan iman, tapi berbuah manisdan sangat menentukan pembaharuan dunia melalui Gereja yang didirikan. Gereja ini merupakan bangunan iman yang kokoh dengan Yesus sebagai kepaladan fondasinya ialah para rasul. Matius si pemungut cukai yang dipanggil olehYesus pada saat tersendiri dan mendapat protes keras dari orang-orangsekitarnya, nampak seperti suatu strategi iman yang salah. Namun ia telahterbukti sebagai salah satu fondasi Gereja dan dipercaya telah menuliskan salahsatu dari empat Injil. Dari semua contoh iman yang kecil, sederhana namun kuat dan bertahanberhadapan dengan rencana atau janji Tuhan yang begitu besar, cara yang palingtepat untuk menjembatani ini ialah kalau kita berkomitmen untuk hidup dan matidi dalam iman itu. Ini berarti bahwa panggilan kita masing-masing merupakantanda penting kita beriman. Ikut bersama panggilan itu ialah pekerjaan dantanggung jawab yang kita emban, juga memberikan isi pada iman kita. Kemudianbuah-buah dari pekerjaan, tugas dan tanggung jawab kita merupakan tanda kitamempertanggung jawabkan iman kita kepada Tuhan. Jadi nasihat bagi kita ialah:jangan remehkan panggilan, pekerjaan dan buah-buah pekerjaan kita. Tuhan kecewakalau kita remehkan atau lalaikan! Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Kami mohon berkat-Mu yang Bapa atas panggilankami dan limpahkanlah buah-buah dari perkejaan kami supaya kami tetap bergiatuntuk membangun hidup kami bersama dan memuliakan Dikau. Kemuliaan kepada Bapadan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Yohanisia OSF dan Suster Antonia OSF dari Komunitas Yuniorat OSF di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Kejadian 21: 5.8-20; Mazmur tg 34: 7-8.10-11.12-13; Matius 8: 28-34.KEADILAN MENGALIR SEPERTI SUNGAI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Keadilan MengalirSeperti Sungai. Di sebuah kerajaan, baik raja dan para pembantunya maupun semuawarga hidup adil dan makmur. Kerajaan ini makmur karena memiliki harta kekayaanmelimpah dan mencukupi kehidupan setiap keluarga. Raja membuat keadilan sebagaisuatu keutamaan yang paling diprioritaskan. Keadilan yang mempertahankankemakmuran dan kebahagiaan setiap orang di dalam kerajaan. Prinsip paling penting untuk mempertahankan keadilan ialahhukum dan peraturan selalu ditegakkan seadil-adilnya. Atau menurut ideologiyang dianut oleh raja, keadilan itu harus mengalir seperti sungai. Alirannyajangan dibuat tersumbat sehingga airnya berhenti mengalir. Keadilan harus terusmengalir supaya rasa aman, nyaman, kemakmuran terpelihara, dan hidup bersamasebagai warga kerajaan merupakan suatu suka cita dan kebahagiaan. Raja dan kerajaan yang adil mampu membuat kehidupan didunia sedemikian mantap dan sejahtera, apalagi Tuhan yang kita percayai sebagaiAllah yang maha adil. Keadilan Tuhan mesti jauh lebih hebat dan tidak bisadibandingkan dengan keadilan siapa pun atau apa pun yang ada di dunia. TuhanAllah menetapkan dan mengajarkan keadilan kepada Abraham tentang caramemperlakukan keturunannya. Abraham mengimani ajaran itu dan ia membimbingkeluarganya berdasarkan kehendak Tuhan. Sekarang pertanyaannya ialah: apakah cara yang palingcocok, cepat dan mudah untuk menghadirkan keadilan di dalam hidup kita? Caraitu ialah cara yang negatif, yaitu dengan menghilangkan semua bentuk tindakanketidakadilan dan kecurangan. Abraham dan Sarah melihat adanya potensi terjadiketidakadilan jika anak kandung mereka Ishak dan anak budak Abraham hidupbersama. Solusinya ialah mereka diberi tempat dan peluangnya masing-masinguntuk hidup. Masing-masing orang harus dapat menjalankan kehidupannya sendiri-sendiri,sesuai dengan panggilannya. Tuhan Yesus membuat menjadi sangat jelas dengan membungkamdan mengusir kuasa jahat yang menyandera dan menyiksa hidup manusia. Sangattidak adil kalau hidup manusia selalu penuh dengan penindasan dan penjajahan.Jika roh jahat dan segala tipu dayanya tetap menjajah dan menguasai hidupmanusia, tidak ada kemungkinan lagi bagi manusia untuk menjalin hubungan denganTuhan. Roh-roh jahat itu berwujud pada materialisme, semangat kedagingan,keserakahan, kerakusan, dan kesombongan. Semangat negatif ini harus pertama-tamadisingkirkan demi menciptakan suasana tenang dan aman, lalu baru ada ruanguntuk memberlakukan suatu semangat hidup yang baru. Untuk hidup damai, aman dankeadilan harus diciptakan. Setiap orang terpanggil untuk menciptakan keadilan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha kuasa,bersihkanlah hidup kami dari semua pengaruh jahat di dunia ini sehingga kamidapat mengarahkan hati kami sepenuhnya kepada-Mu. Bapa kami yang ada di surga ...Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Brigitta OSF dan Suster Dorothy OSF dari Komunitas Santo Fransiskus Asisi di Keuskupan Manokwari Sorong, Indonesia. Kejadian 16: 1-12.15-16; Mazmur tg 106: 1-2.3-4a.4b-5; Matius 7: 21-29.MENGAJARKAN DENGAN PERBUATAN Renungan kita pada hari ini bertema: Mengajarkan Dengan Perbuatan. Bapakiman yang terkenal di dalam kitab suci, Abraham, dimintai oleh Allah buktikekuatan imannya. Lalu Abraham menunjukkan itu dengan tindakan mengorbankanputra-nya sendiri Ishak. Kisah lain dalam perjanjian lama yang jugamenggambarkan kekuatan iman ialah perjuangan nabi Elia melawan ratusan baal.Elia tunjukkan itu dalam suatu drama perayaan iman, yaitu mempersembahkankorban bakaran. Di dalam perjanjian baru, permulaan Injil Lukas menggambarkan sikap PerawanMaria, yang dalam semua kisahnya sungguh menunjukkan bahwa ia berbuat danbertindak sesuai yang dikehendaki Tuhan. Rasul Petrus yang terperangkap dalamkebingungan dan kesesatannya berpikir dan berkata, ditegur dengan keras olehYesus karena imannya yang rapuh. Pada akhirnya setelah Yesus naik ke surga, iameninggalkan semua kesesatan itu dan membaktikan segenap hidupnya hanya untukYesus Kristus dan pertumbuhan Gereja. Kita memberikan gambaran-gambaran tersebut untuk menggarisbawahi firmanyang disampaikan oleh Yesus pada hari ini, yaitu bangunan rohani – pribadisetiap pengikut Kristus – haruslah kuat dan kokoh berdiri di atas sebuahfondasi yang juga kuat dan kokoh. Seorang pengikut Kristus yang diinginkan olehYesus Kristus sendiri, seperti yang disampaikan secara besar-besaran dalamseluruh kitab suci, ialah orang yang mendengar firman Tuhan, memahaminya, danakhirnya dapat melaksanakannya di dalam perbuatan yang nyata. Sesungguhnya bangunan diri kita dapat menjadi kuat dan bertahan selamanyakarena dapat berbuah, yaitu dalam tindakan-tindakan dan perbuatan. Di dalamkonteks kehidupan yang nyata, seseorang yang sudah penuh dengan pengalamankerja, akan sangat dibutuhkan di perusahaan dan dunia kerja, jika dibandingkandengan mereka yang baru saja tamat kuliah. Seseorang yang sudah berpengalamanbanyak di dalam mengurusi pemerintahan, akan menjadi guru yang diandalkan untukmengajarkan mereka yang masih baru dalam urusan pemerintahan. Jadi prinsip yang sudah umum diikuti, ialah seperti kinerja lebihmenentukan seseorang itu dipercayai daripada makalah yang berisi uraian konsepdan analisanya. Pengajaran yang diberikan kepada anak-anak, murid-murid ataupara pemula, ialah contoh atau praktek melakukannya di dalam sebuah proses,daripada ceramah dan uraian teoritis yang penuh dengan kata dan tulisan. Olehkarena itu Yesus di dalam Firman-Nya hari ini menegaskan bahwa hidup kita akansangat berguna, berhasil dan bertahan sampai selama-lamanya, karena kita dapatmelaksanakan Sabda-Nya dan menjalankan perintah-perintah-Nya.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah mahakuasa, berkatilah hidup danpekerjaan kami, khususnya pada hari ini, supaya melalui kata dan tidakan, kamimenghadirkan Dikau di dalam dunia ini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus... Dalam nama Bapa...
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 31 Mei 2025Bacaan: "Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu." (Amsal 3:21) Renungan: Seseorang berkata bahwa Ishak tidaklah terlalu miskin untuk dapat menyediakan makanan bagi keluarganya, atau Ribka adalah seorang ibu rumah tangga yang tidak bisa mengatur kebutuhan makanan untuk seisi rumahnya, sehingga Esau harus menjual hak kesulungannya demi mendapatkan bubur kacang merah. Sebenarnya tindakan bodoh Esau lebih disebabkan karena nafsu yang tidak bisa ditahan dan tidak adanya pertimbangan panjang. Yang ada dalam pikirannya hanyalah memuaskan nafsu makannya saat itu, dan kalau tidak ia akan mati. Untuk saat itu, tidak ada yang dapat menyenangkan serta memuaskan hatinya selain sepiring bubur kacang merah. la menganggap bahwa bubur kacang merah yang sangat menggoda itu lebih penting daripada sebuah hak kesulungan. "Sebentar lagi aku akan mati: apa gunanya bagiku hak kesulungan itu?" Hak kesulungan merupakan gambaran dari hak-hak rohani bagi orang percaya. Salah di dalam menilai seberapa penting hak-hak rohani tersebut, maka kita akan bertindak seperti Esau yang terjebak dengan keinginan sesaat dan karena tidak berpikir panjang, maka ia menganggap tidak berharga hak kesulungan itu. Amsal 3:21 berbunyi, "Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu." Keputusan Esau menjual hak kesulungannya, salah satunya disebabkan karena tidak adanya pertimbangan atau tidak berpikir panjang. Tentunya Esau juga tahu apa itu hak kesulungan dan berkat-berkat apa saja yang akan diperolehnya melalui hak kesulungan tersebut. Buktinya, setelah ia tahu bahwa ayahnya telah memberkati Yakub, meraung-raunglah ia dengan keras sambil memohon agar Ishak memberkatinya juga (Kej 27:34). Namun apa boleh buat, semua sudah terlambat. Ketika Esau diperhadapkan pada keinginan yang besar untuk makan bubur kacang merah, ia sama sekali tidak berpikir panjang tentang pentingnya hak kesulungan. la terlalu terpikat dengan apa yang ada di depan matanya saat itu. Melalui kisah kehidupan Esau kita belajar tentang satu perkara penting, yaitu membiasakan diri berpikir panjang sebelum mengambil keputusan. Seringkali kita begitu terpaku pada keadaan yang ada di depan mata, sehingga kita lupa untuk berpikir panjang dan menimbang-nimbang mengenai akibat dari keputusan yang kita ambil. Ada sebuah kata bijak yang berkata, "Mujurlah orang yang tidak tergesa-gesa memutuskan, karena pertimbangan akan mencegah air mata penyesalannya." Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tidak jarang aku bertindak terlalu cepat dalam banyak hal, tanpa berpikir panjang. Tetapi aku bersyukur bahwa Engkau kembali mengingatkanku betapa pentingnya pertimbangan itu bagiku. Amin. (Dod).
READING THE BIBLE WITH THE DEAD/RBWD - Eps #02: Kierkegaard: Knight of faith Pdt. Jimmy Pardede, Denni Girsang, dan Samuel C. Pantou Mungkin hampir tidak ada orang kristen yang tidak pernah mendengar kisah ketaatan Abraham ketika ia diperintahkan oleh Allah untuk mempersembahkan Ishak sebagai korban bagi Allah. Tetapi apakah kita pernah mencoba menyelami dilema dan pergumulan iman Abraham, his fear and trembling, ketika ia menerima dan menjalankan perintah tersebut? Mengapa Allah yang menjanjikan keturunan Abraham akan menjadi bangsa yang besar, dengan Ishak adalah pewaris janji tersebut, ternyata sekarang justru meminta agar Ishak dikorbankan? Adakah Allah mungkin berkontradiksi pada Diri-Nya Sendiri? Bagaimanakah perjalanan iman "Bapa seluruh orang beriman" ini melalui seluruh ujian yang menjadikannya "knight of faith"? Apakah iman menuntut suatu komitmen? Saksikan lengkapnya di: https://grii.to/rbwd-2
"My biggest personal challenge is that I want to do more than I'm capable of ever doing, being just me. I'm open to so many things." - DinesIn this episode, Dahlia Ishak shares her unconventional creative journey from accidentally discovering graphic design during university to running a food and beverage branding studio. Born to Egyptian parents in Northern Ontario, Dahlia initially pursued sciences before stumbling upon design. Her career took her from advertising in Australia to entrepreneurship when she created a pioneering coworking cafe in Brisbane. After building a vibrant community, circumstances forced her return to Canada where she rebuilt her life through new cafes before pivoting to a branding studio following pandemic challenges. Throughout her journey, Dahlia has balanced design work, hospitality businesses, and teaching at Shillington College, consistently finding ways to connect creativity with community.Key TakeawaysDahlia discovered design accidentally despite always being creative – she hadn't made the connection between her passion for collecting designed objects and actual career possibilities.Using her design skills, she created a brochure that established the first student exchange program between her Canadian design school and an Australian university.After experiencing burnout in advertising, Dahlia found new creative fulfillment in Australia's coffee culture, leading her to open a coworking cafe.Rather than abandoning creativity completely when running hospitality businesses, she maintained connections by hosting creative events and building relationships with local designers.When forced to relocate to Canada, Dahlia used her hospitality business to meet people and build a new network in an unfamiliar city.During the pandemic, she pivoted to helping hospitality businesses survive by offering design services, which eventually evolved into her current branding studio.Throughout all her ventures, Dahlia has consistently taught design at night, finding it energizing rather than draining.Her story demonstrates the value of transferable skills across industries – her hospitality experience directly informs her current focus on food and beverage branding.Dahlia's journey shows how creativity can manifest in different ways beyond traditional design roles – as a facilitator, connector, and community builder.Her biggest challenge remains wanting to do more than is possible, highlighting the entrepreneurial drive that has fueled her many successful pivots. Mindful Creative: How to understand and deal with the highs and lows of creative life, career and business Paperback and Kindle > https://amzn.to/4biTwFcFree audiobook (with Audible trial) > https://geni.us/free-audiobookSigned books https://novemberuniverse.co.ukLux Coffee Co. https://luxcoffee.co.uk/ (Use: PODCAST for 15% off)November Universe https://novemberuniverse.co.uk (Use: PODCAST for 10% off)
Empowering Women in Business with Maggie Ishak, Focal Point Coaching (North Fulton Business Radio, Episode 834) In this episode of North Fulton Business Radio, hosted by John Ray, the featured guest is Maggie Ishak, Focal Point Business Coaching. Maggie shares her journey from a 28-year corporate career to becoming a business coach specializing in helping […] The post Empowering Women in Business with Maggie Ishak, Focal Point Coaching appeared first on Business RadioX ®.
Empowering Women in Business with Maggie Ishak, Focal Point Coaching (North Fulton Business Radio, Episode 834) In this episode of North Fulton Business Radio, hosted by John Ray, the featured guest is Maggie Ishak, Focal Point Business Coaching. Maggie shares her journey from a 28-year corporate career to becoming a business coach specializing in helping […]
The Lawyer Stories Podcast Episode 211 features Monica Ishak, Trial Attorney and Owner at the Ishak Law Firm, P.A. in West Palm Beach, Florida, focused on Criminal Defense. We discuss that Monica's parents are from Egypt and that she is a first generation American and South Florida Native. Monica began her career trying cases as a certified legal intern in law school at the Public Defender's Office in Miami. Upon graduating law school, she started as an Assistant Public Defender in Palm Beach County where she tried numerous misdemeanor cases. Monica believes in strong and compassionate advocacy for her clients and tells us to stand your ground. Indeed, Monica tells us that her passion lies in criminal justice reform and ultimately providing quality representation to those she knows she can help. We are grateful to have Monica as a Founding Member of Lawyer Stories Connect!
Maggie Ishak is a Certified Focal Point Business and Executive Coach and a Certified Trust Edge Partner. She educates and empowers her clients to reach their professional and personal goals: to grow their businesses, to engage their teams, to manage their time, and to maintain a healthy work/life balance. Before launching her business coaching practice, […] The post Maggie Ishak With Focal Point Coaching appeared first on Business RadioX ®.
Amir Ishak is a well-travelled property tax expert. In this episode he takes us on a journey through the Middle East and Europe. Explore the new and exciting atmosphere and lifestyle of Dubai, as Ishak explains what life and the property market is like there. He also talks fondly of his time in the UK, and the US, teaching our audience how he managed to travel with only $500. We then discuss the lowest point in his property ventures, when he lost 50% of his assets and was waking up in a panic every night, and the moment he decided to move to Australia. Join us on this exciting adventure with Amir Ishak. Hosted on Acast. See acast.com/privacy for more information.
Amir Ishak is a well-travelled property tax expert. In this episode he takes us on a journey through the Middle East and Europe. Explore the new and exciting atmosphere and lifestyle of Dubai, as Ishak explains what life and the property market is like there. He also talks fondly of his time in the UK, and the US, teaching our audience how he managed to travel with only $500. We then discuss the lowest point in his property ventures, when he lost 50% of his assets and was waking up in a panic every night, and the moment he decided to move to Australia. Join us on this exciting adventure with Amir Ishak. Hosted on Acast. See acast.com/privacy for more information.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 4 November 2024 Bacaan: "Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana. Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku." (1 Raja-raja 19:3-4) Renungan: Di gunung Karmel, Elia menantang Raja Ahab beserta 400 orang Nabi Baal untuk membuktikan kehebatan Tuhan. Elia memanjatkan doa yang super beriman, "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah... dan bahwa aku ini hambaMu... Jawablah aku, ya TUHAN, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah." Lalu, turunlah api menyambar habis korban bakaran Elia dan ia membunuh ke 400 Nabi Baal tersebut. Namun keesokan harinya, ia lari ketakutan ketika mendengar ancaman Izebel, dan berkata, "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku." Elia berdiri teguh di puncak gunung Karmel mendeklarasikan fokus dan kekuatan imannya kepada Tuhan dan meyakini 100% akan jawaban doanya. Namun imannya jatuh seketika di titik nol hanya karena ancaman seorang perempuan. la menjadi putus asa dan ingin mati rasanya. Demikian pula Abraham, ia melakukan hal yang sama ketika ia berbohong tentang Sara di hadapan Firaun karena berusaha menyelamatkan nyawanya. Daud yang menuliskan pujian yang indah tentang kesetiaan Tuhan yang besar dalam hidupnya, namun juga yang menyerukan, "Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Mzm 22:2). Musa yang menjadi pemimpin besar yang membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dengan perbuatan tangan Tuhan yang besar, namun ia pun berseru-seru kepada Tuhan ketika berada di Masa dan Meriba, "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu?" Nabi Elia, Raja Daud, dan Musa adalah pahlawan-pahlawan iman yang dipakai oleh Tuhan untuk mendemonstrasikan kuasa-Nya, akan tetapi hal ini tidaklah menjadikan mereka manusia super rohani tanpa kegagalan. Dengan demikian, kita tidak perlu berkecil hati ketika perjalanan iman kita bagai grafik yang menurun secara drastis. Saat-saat kegelisahan, kekhawatiran, dan ketakutan tidak mampu kita halau, apakah yang harus kita lakukan selanjutnya? Nyatakan kepada Tuhan segala kelemahan iman kita dan tetaplah berdiri di gunung Tuhan. Dengan kata lain, iman kita boleh limbung namun tidaklah mati. Demikianlah Tuhan berkata setelah Elia menyampaikan ketakutannya, "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu." Kita tidak berdiam diri ketika kondisi iman kita tercekik, namun kita harus bangkit dan meraih kekuatan Tuhan untuk menjalani hari-hari yang penuh tantangan dan menyadari la selalu setia di dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. DOA: Tuhan Yesus, aku mohon kekuatan untuk bisa bangkit ketika imanku runtuh, sehingga aku sanggup menapaki jalan kehidupanku sampai akhir. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 25 Oktober 2024 Bacaan: Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes." (Lukas 1:13) Renungan: Ada seorang ibu, ketika anaknya meninggalkan kampung halamannya untuk masuk universitas, dia membekalinya dengan sebuah Alkitab yang ditulisi nama anaknya dan sebuah kutipan ayat Alkitab. Kehidupan anaknya selama kuliah di kota ternyata merupakan permulaan gaya hidup yang mendukakan hati sang ibu yang saleh itu. Suatu ketika karena kesulitan uang anak itu menjual Alkitab kenangan khusus dari ibunya demi membeli sebotol minuman keras. Meskipun demikian, sang ibu tidak pernah berhenti mendoakan anaknya. Bahkan sampai akhir hayatnya, dia terus mendoakan anaknya. Setelah kepergian ibunya, ia berhasil menjadi seorang dokter di sebuah rumah sakit. Suatu hari seorang pasien yang sekarat minta diambilkan buku kesayangannya. Setelah pasien itu meninggal, dokter tersebut ingin tahu buku apakah yang sangat berharga bagi pasien itu, sehingga ia masih mengingatnya saat mau meninggal. Dia lalu mencarinya. Dan dia terkejut ketika menemukan Alkitab yang pernah dijualnya beberapa tahun silam. Lalu dia pergi ke ruang kantornya dan meneliti Alkitab yang dulu dijualnya itu. Dia memeriksa kembali tulisan di bagian dalamnya yang sangat dikenalnya. Ia memperhatikan halaman yang ayat- ayatnya diberi garis bawah, yang diharapkan ibunya agar dia ingat. Sekian lama di dalam kantornya, akhirnya ia berlutut dan berdoa kepada Allah atas pengasihanNya. Dokter ini kemudian menjadi pelayan Tuhan. Buku mulia yang pernah dijualnya itu kini menjadi harta miliknya yang paling berharga. Ternyata, meskipun ibunya telah meninggal tapi kuasa doa terus berjalan. Benarlah apa yang dikatakan seseorang, "Saya sendiri sangat yakin doa seorang ibu yang baik tidak pernah mati." Firman yang diberikan oleh malaikat kepada Zakharia adalah tentang kelahiran Yohanes Pembaptis sebagai jawaban doa mereka. Kata 'doamu' (ay 13) tidak menunjuk pada doa Zakharia pada saat itu, tetapi pada doa-doanya yang lalu pada saat ia meminta anak. Ini menunjukkan bahwa doa yang lama sekali belum dijawab bukannya tidak didengar atau ditolak oleh Allah. Ini mengajar kita untuk tetap tekun berdoa sebelum doa kita dijawab. Ketika Allah seolah tidak menjawab doa kita, bukan berarti Allah diam dan tidak bekerja, tetapi Dia memberi kita waktu untuk mempersiapkan diri guna menerima jawaban dari-Nya. Sebelum Allah menjawab masalah kita, Dia akan bekerja terlebih dahulu dalam diri kita. Hal ini sama seperti Allah mempersiapkan Nuh membangun bahtera selama hampir 100 tahun sebelum hujan turun; Abraham menunggu selama 25 tahun sejak Allah menjanjikan seorang anak sebelum Ishak lahir, Musa menggembalakan domba di padang gurun selama 40 tahun sebelum Allah berbicara kepadanya dalam semak duri yang menyala! Daftar ini dapat terus diperpanjang dan mungkin sampai kepada Anda dan saya! Pada hari ini Kencan Dengan Tuhan genap 14 tahun, mengisi sedikit kehidupan rohani kita. Tuhan mempersiapkan saya selama 19 tahun, sejak mulai kuliah di FKIP Kateketik Atmajaya tahun 1991 sampai menjadi guru di SD Regina Pacis Jakarta tahun 1996, untuk kemudian di tahun 2010 mulai berani mewartakan firman Tuhan melalui renungan Kencan Dengan Tuhan. Terima kasih untuk setiap doa dan perhatian kepada saya dan kesetiaan dalam membaca dan mendengarkan renungan Kencan Dengan Tuhan. Semoga selalu menjadi berkat bagi kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap penyertaan-Mu dalam hidupku. Teristimewa melalui penyertaan-Mu, Engkau sedang mempersiapkan aku untuk melakukan hal-hal yang besar di kemudian hari. Mampukanlah aku untuk mewujudkan setiap rencana dan kehendak-Mu yang telah dan akan terjadi dalam hidupku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan Jumat, 31 Mei 2024 Bacaan: Kejadian 27:41 Esau menaruh dendam kepada Yakub karena berkat yang telah diberikan oleh ayahnya kepadanya, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri: "Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, adikku, akan kubunuh." Renungan: Di dalam Alkitab kita bisa membaca sebuah kisah menarik tentang dua orang bersaudara, yaitu Yakub dan Esau. Kisah Yakub dan Esau ini sebenarnya menunjukkan keadaan keluarga Ishak yang tidak begitu harmonis. Pangkal persoalannya karena baik Ishak maupun Ribka bertindak pilih kasih. Ishak lebih mengasihi Esau dan Ribka lebih mengasihi Yakub. Masalahnya menjadi lebih parah karena Ribka membuat kesalahan yang besar, yaitu membantu Yakub untuk mengambil berkat kesulungan Esau. Namun, sekaligus di sini juga menunjukkan kesalahan Yakub, sebab Yakub mengikuti petunjuk Ribka yang salah. Kita bisa melihat dampak negatif dalam kehidupan keluarga itu karena tindakan ceroboh tersebut. Dampak bagi Esau. Esau menjadi dendam kepada Yakub dan mempunyai rencana untuk membunuh Yakub. Dendam artinya memendam kebencian kepada seseorang. Begitu sakit hatinya Esau sehingga dengan adiknya sendiri dia bisa sangat benci, bahkan lebih dari itu, yaitu ada rencana untuk membunuh adiknya. Dampak bagi Yakub. Yakub harus hidup dalam pelarian. Kata "lari" menunjukkan tindakan yang harus segera dilakukan, tidak boleh ditunda-tunda lagi. Memang tempat tujuan sudah jelas, yaitu Haran, tetapi bukan berarti tempat yang nyaman bagi Yakub, sebab pada kenyataannya Yakub harus menerima perlakuan yang tidak menyenangkan dari Laban. Kita bisa melihat pelajaran penting dalam kisah Yakub dan Esau ini, yaitu: Pertama, kita harus senantiasa bertindak dengan hati-hati. Jangan ceroboh dan asal menerima saja saran orang lain. Sekalipun ada saran dari orang-orang yang dekat dengan kita, bahkan mungkin dari keluarga kita, namun jika saran tersebut untuk melakukan sesuatu yang tidak benar, kita harus menolaknya. Ingat, kita tidak boleh kompromi dengan ketidakbenaran. Sebab, hal itu pasti akan berakibat buruk bagi kita dan bagi orang lain yang bersangkut-paut dengan tindakan kita. Kedua, kita tidak boleh dendam. Betapapun sakitnya hati kita atas perlakuan orang lain, kita tetap tidak boleh dendam. Sebab, tanpa kita sadari, dendam akan merugikan diri kita sendiri. Dendam akan menghilangkan kebahagiaan kita, dendam juga akan mengganggu kehidupan kita karena kita menjadi tidak tenang, sementara orang yang membuat kita dendam itu tenang-tenang saja. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, mampukanlah aku menjaga perbuatanku agar tidak menimbulkan penderitaan bagi orang lain dan jauhkanlah aku dari rasa dendam atas perbuatan orang lain. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 27 Mei 2024 Bacaan: Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas." (Ayub 23:10) Renungan: Abraham menjalani ujian iman terberat ketika ia diminta untuk mempersembahkan Ishak anak tunggalnya. Demikian pula dengan Ayub, yang dalam kesalehannya Tuhan justru mengizinkan Iblis untuk mengambil harta, anak-anak, dan kesehatannya. Namun dalam ketidakmengertiannya, ia mendeklarasikan imannya, "Seandainya la menguji aku, aku akan timbul seperti emas." Sementara itu, bangsa Israel justru mengalami kegagalan demi kegagalan ketika iman mereka diperhadapkan pada situasi yang sulit di padang gurun. Dengan bersungut-sungut mereka berkata, "Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?" Kebebalan bangsa Israel membuat mereka melihat situasi sulit yang dihadapi sebagai bencana di dalam hidup mereka. Sebaliknya, ketajaman mata rohani Abraham dan Ayub telah membuat mereka melihat situasi yang sulit sebagai sebuah kesempatan emas untuk melihat kehebatan karya Tuhan. Kebebalan rohani hanya akan menghadirkan kepanikan semata, namun kepekaan rohani akan membuat kita tinggal tenang menantikan kemenangan iman. Seseorang berkata, "Di saat kereta iman kita sedang melaju melewati terowongan yang gelap, tetaplah tinggal tenang dengan menggenggam tiket penyertaan Tuhan. Jika Kristus harus berjuang dengan keringat darah di Taman Getsemani, maka kekristenan kita pun akan melewati batu ujian iman. Ketajaman mata rohani yang mampu melihat ujian iman tersebut akan melahirkan pertahanan iman, sehingga kita mampu mendeklarasikan iman kita sama seperti Ayub, "Seandainya la menguji aku, aku akan timbul seperti emas." Ujian terhadap iman akan melahirkan ketekunan dan ketekunan akan menghasilkan buah yang matang, yaitu kesaksian kehidupan tentang cinta kasih Tuhan yang tidak pernah gagal. Oleh sebab itu, jadilah tenang dan tinggal percaya untuk mendulang emas rohani di setiap ujian iman yang kita jalani. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, berikanlah aku kekuatan-Mu agar dapat menjalani setiap ujian imanku dengan tidak bersungut-sungut, tetapi tetap bersyukur karena aku percaya ujian imanku itu pada akhirnya akan menjadi berkat bagi kehidupanku. Amin. (Dod).
Many forget that Johnny Cash had a first wife, and if they do remember her, they think of her as a vindictive shrew who hated his career. Vivian Liberto Cash has been horribly misrepresented in popular culture, but she supported her husband throughout much of his early career and dealt with anxiety and depression from her husband's drug use and from attacks by the KKK concerning her non-European appearance. Come join me today to learn about the women who inspired the famous song "Walk the Line" Alexander, Harriet. “DNA Tests Reveals Johnny Cash's First Wife Was Black and Her Great-Grandmother Was a Freed Slave.” Daily Mail, May 17, 2021. https://www.dailymail.co.uk/news/article-9588299/Johnny-Cashs-wife-black-great-grandmother-freed-slave.html. Betts, Stephen L. “Rolling Stone.” Rolling Stone, April 29, 2020. https://www.rollingstone.com/music/music-country/johnny-cash-first-wife-my-darling-vivian-movie-991700/. Contributors to Wikimedia projects. “Johnny Cash.” Wikipedia, April 4, 2024. https://en.wikipedia.org/wiki/Johnny_Cash. ———. “Vivian Cash.” Wikipedia, April 4, 2024. https://en.wikipedia.org/wiki/Vivian_Cash. Ishak, Natasha. “Vivian Cash, The Controversial First Wife Of Singer Johnny Cash.” All That's Interesting, July 16, 2022. https://allthatsinteresting.com/vivian-cash-liberto. Find a Grave Memorial. “Richard Laurence ‘Dick' Distin (1937-2019) - Find...” Accessed April 6, 2024. https://www.findagrave.com/memorial/196577110/richard_laurence-distin. The Editors of Encyclopaedia Britannica. “Johnny Cash.” Encyclopedia Britannica, July 20, 1998. https://www.britannica.com/biography/Johnny-Cash. This Heart of Mine, LLC. “My Darling Vivian.” My Darling Vivian, January 1, 2020. https://www.mydarlingvivian.com/. Tremaine, Julie. “Johnny Cash's 7 Children: All About the Musical Legend's Son and Daughters.” PEOPLE, January 19, 2024. https://people.com/all-about-johnny-cash-kids-8430822. Trent, Sydney. “White Supremacists Attacked Johnny Cash for Marrying a ‘Negro' Woman. But Was His First Wife Black?” The Washington Post, May 16, 2021. https://www.washingtonpost.com/history/2021/05/16/johnny-cash-first-wife-vivian-black/.
Wigand Sugandi - Lukas 13:27-28 (TB) Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan! Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar.
Kej 35:28-29 PENDAHULUAN-Zaman sekarang orang seolah berlomba prestasi. ISHAK-Walaupun kehidupan Ishak tidak ditandai oleh prestasi yang dramatis,melalui garis keturunannya Sang Mesias, Yesus dihadirkan didunia ini. BAGAIMANA TANPA PRESTASI YANG MENONJOL?-Bagaimana kita mensikapi kalau hidup kita biasa biasa saja seperti Ishak tanpa prestasi yang menonjol? PENUTUP-Apa yang seharusnya menjadi ukuran kebahagiaan kita?
Know your limits.A mature athlete is someone who knows their limits, accepts them, and understands they can still improve on them..An imposter is delusional to the fact they have limits and eventually their inflexible approach will be the end of them..This is just one of the many topics of conversation in the latest episode of Anabolic Radio ft. Dr. (And now PRO) Eric Helms. We also discuss his recent competitive season among hype surrounding topics such as longer muscle length training, partials, and much more..➢ HAWK FIT COACHING: https://hawkfitcoaching.com/.➢ SHOP LEGION: BuyLegion.com/Ishak 'HAWKFIT' FOR 20% OFFSupport the show
Madona and Laura sit down with Andrew Ishak to talk about his new short film (and pilot episode) Abouna, which is being screened across the globe!You can learn more about the film by listening to the episode and visiting Andrew on his YouTube channel and Instagram account.Did you agree or disagree with our points? Send us your opinions via email at raisingupcopts@gmail.com or via IG @raisingupcopts, @madona_writes, or @copticlaura
O primeiro presidente de Singapura morreu há 53 anos.
In this podcast episode, Dr. Jonathan H. Westover talks with Alfred Ishak about the causes, consequences, and solutions for burnout in the workplace. Alfred Ishak (https://www.linkedin.com/in/alfred-ishak/) is Vice President of People Strategy at Human8. He is an optimistic and consultative insights professional with more than 15 years of experience in consumer insights, marketing research, and analytics, bringing a unique blend of authentic leadership, customer-centric strategy, and a disruptive growth mindset to drive organizational change and operational results Check out all of the podcasts in the HCI Podcast Network! Check out the HCI Academy: Courses, Micro-Credentials, and Certificates to Upskill and Reskill for the Future of Work! Check out the LinkedIn Alchemizing Human Capital Newsletter. Check out Dr. Westover's book, The Future Leader. Check out Dr. Westover's book, 'Bluer than Indigo' Leadership. Check out Dr. Westover's book, The Alchemy of Truly Remarkable Leadership. Check out the latest issue of the Human Capital Leadership magazine. Each HCI Podcast episode (Program, ID No. 627454) has been approved for 0.50 HR (General) recertification credit hours toward aPHR™, aPHRi™, PHR®, PHRca®, SPHR®, GPHR®, PHRi™ and SPHRi™ recertification through HR Certification Institute® (HRCI®). Each HCI Podcast episode (Program ID: 24-DP529) has been approved for 0.50 HR (General) SHRM Professional Development Credits (PDCs) for SHRM-CP and SHRM-SCPHR recertification through SHRM, as part of the knowledge and competency programs related to the SHRM Body of Applied Skills and Knowledge™ (the SHRM BASK™). Human Capital Innovations has been pre-approved by the ATD Certification Institute to offer educational programs that can be used towards initial eligibility and recertification of the Certified Professional in Talent Development (CPTD) and Associate Professional in Talent Development (APTD) credentials. Each HCI Podcast episode qualifies for a maximum of 0.50 points.
Andrea Acri and Peter Sharrock's The Creative South: Buddhist and Hindu Art in Mediaeval Maritime Asia (2 volumes; Iseas-Yusof Ishak Institute, 2022) examines the creative contribution of Maritime Asia towards shaping new paradigms in the Buddhist and Hindu art and architecture of the mediaeval Asian world. Far from being a mere southern conduit for the maritime circulation of Indic religions, in the period from ca. the 7th to the 14th century those regions transformed across mainland and island polities the rituals, icons, and architecture that embodied these religious insights with a dynamism that often eclipsed the established cultural centres in Northern India, Central Asia, and mainland China. Raj Balkaran is a scholar of Sanskrit narrative texts. He teaches at the Oxford Centre for Hindu Studies and at his own virtual School of Indian Wisdom. For information see rajbalkaran.com. Learn more about your ad choices. Visit megaphone.fm/adchoices Support our show by becoming a premium member! https://newbooksnetwork.supportingcast.fm/new-books-network
Andrea Acri and Peter Sharrock's The Creative South: Buddhist and Hindu Art in Mediaeval Maritime Asia (2 volumes; Iseas-Yusof Ishak Institute, 2022) examines the creative contribution of Maritime Asia towards shaping new paradigms in the Buddhist and Hindu art and architecture of the mediaeval Asian world. Far from being a mere southern conduit for the maritime circulation of Indic religions, in the period from ca. the 7th to the 14th century those regions transformed across mainland and island polities the rituals, icons, and architecture that embodied these religious insights with a dynamism that often eclipsed the established cultural centres in Northern India, Central Asia, and mainland China. Raj Balkaran is a scholar of Sanskrit narrative texts. He teaches at the Oxford Centre for Hindu Studies and at his own virtual School of Indian Wisdom. For information see rajbalkaran.com. Learn more about your ad choices. Visit megaphone.fm/adchoices Support our show by becoming a premium member! https://newbooksnetwork.supportingcast.fm/east-asian-studies
The act of daily kindness can help overcome pain, anxiety, and depression. This episode was partly inspired by an Article from Dr. William IsHak, a professor of psychiatry at Cedars-Sinai medical center where Dr. Ishak uncovers that acts of kindness and giving can be an effective treatment modality for pain, depression, and anxiety. In the article titled the act of kindness, he discusses The simple practice of being kind to others not only elevates our serotonin levels which is also referred to as our happy hormones, but also strengthens the immune system for both the giver and receiver. However, the power of kindness doesn't stop there, recent studies uncovered that those who simply observe the act of giving or kindness achieve the same benefits as the giver and recipient. This is the reason why I titled the episode the "triangle effect of kindness and giving." Because the power and benefits of giving are endless. Article on the Science of Kindness Watch this Episode on Youtube Raise your Vibration and Support the Podcast