POPULARITY
Categories
Buka puasa bersama yang diadakan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menjadi acara yang sangat istimewa dengan rekor MURI dalam hal pemberian sarung dan selimut terbanyak. Ribuan anak panti asuhan dan keluarga tidak mampu dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan memadati Gedung Chandra untuk ikut dalam acara buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh salah satu klinik estetika di Banjarmasin.
Hello Listeners!Di episode kali ini Wulan ngobrol-ngobrol dengan penyanyi jebolan ajang pencarian bakat junior dan terus berkembang hingga dewasa sebagai musisi dengan identitas vokal yang kuat dan matang. Episode kali ini kita ditemani Angel PietersAngel Pieters memulai langkah profesional sejak usia dini dan terus berkembang hingga dewasa sebagai musisi. Dalam perjalanannya Angel tampil di konser internasional seperti “Hitman Returns: David Foster & Friends” (2011) Berbagi panggung dengan musisi kelas dunia yang mana adalah pencapaian langka bagi penyanyi Indonesia muda. Dalam episode kali ini Angel Pieters kembali ke industri musik dengan karya single barunya berjudul “Rindu”. Sebuah pop balada yang memilih ketenangan daripada drama, dan memilih kejujuran rasa daripada kalimat-kalimat besar yang meledak-ledak. Dalam lagu “Rindu” Angel memaknai kerinduan bukan sebagai sesuatu yang harus “diselesaikan”, melainkan diakui dengan tenang. Tentang kehangatan sederhana yang pernah ada, lalu berubah oleh jarak dan keadaan, menyisakan memori yang pelan-pelan dipahami. Sebagai penyanyi dengan perjalanan karier panjang, Angel Pieters dikenal sebagai penyanyi yang mampu menyampaikan emosi dengan kedalaman interpretasi, bukan hanya lewat teknik, tetapi lewat cara ia “menghidupkan” cerita. Melalui “Rindu”, Angel kembali menegaskan posisinya sebagai penyanyi pop dewasa yang memilih ketulusan sebagai pusat karyanya.Untuk Cerita lebih lengkapnya yuk dengarkan obrolan Langsung di Channel Podcast Bingkai Suara Season 8 di Spotify, Apple Podcast, Youtube atau kunjungi website kita di www.bingkaikarya.com
At the 'Barang-Bareng' event, members of the Indonesian diaspora and those with connections to Indonesia gathered to share identity stories through meaningful objects. - Melalui acara 'Barang-Bareng', anggota diaspora Indonesia dan mereka yang memiliki hubungan dengan Indonesia berkumpul dan berbagi cerita identitas mereka melalui barang-barang bermakna.
Actress Sheila Dara Aisha shared her experience playing the character Sore in the film 'Sore: Wife from the Future' which won her the Citra Award for Best Female Lead at the 2025 Indonesian Film Festival. - Aktris Sheila Dara Aisha berbagi pengalaman memerankan karakter Sore dalam film 'Sore: Istri Dari Masa Depan' yang membawanya meraih Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik di Festival Film Indonesia 2025.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 28 November 2025Bacaan: "Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." (Matius 25:40)Renungan Ada banyak di antara kita yang mungkin berpikir bahwa Columbus memiliki segalanya, tetapi sebenarnya ia tidak memiliki apa-apa. Ia bahkan harus meminta roti untuk anaknya yang lapar dan ia mati dalam kekurangan. Namun ia memberikan kepada dunia sesuatu yang lebih berharga daripada emas yaitu sebuah benua baru yang ditemukannya, Amerika! Banyak orang tidak memiliki apa-apa dan mereka bukanlah orang-orang penting atau orang yang terkenal karena penghasilan dan kekayaan mereka. Namun mereka belajar melakukan dan memberikan sesuatu yang berguna, yang hasilnya bisa dinikmati banyak orang. Ketidakmampuan dan keadaan ekonomi yang lemah janganlah menjadi alasan untuk tidak berbuat apa-apa dan tidak memberi. Yesus sendiri datang ke dunia tidak mempunyai barang berharga. Ia bahkan lahir di kandang binatang. Namun Ia telah memberikan diri-Nya untuk menyelamatkan dunia ini dari dosa. Apakah saat ini keadaan ekonomi kita seperti Columbus atau jauh lebih baik darinya? Apapun keadaan ekonomi kita, kita harus belajar untuk bisa memberi dan mengerjakan sesuatu yang berarti bagi orang lain. Ingat, memberi bukan hanya kewajiban orang kaya atau mereka yang mempunyai karunia memberi, tetapi semua orang percaya harus belajar memberi. Memberi waktu untuk orang-orang yang kita kasihi, memberi senyuman untuk orang-orang yang kita temui, memberi pengampunan untuk orang-orang yang menyakiti kita, memberi makanan untuk mereka yang kelaparan dan memberi hati kita untuk Tuhan. Tidak ada alasan untuk tidak bisa memberi, karena Tuhan sudah mengaruniakan tubuh kita dengan kemampuannya untuk memberkati sesama kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk segala sesuatu yang telah Kau berikan dalam hidupku. Hidupku selama ini semata-mata ada karena belas kasih dan cinta-Mu saja, maka ajarilah aku untuk mau berbagi cinta dan kepedulian terhadap orang lain yang berkekurangan. Yesus, jadikan hatiku seperti hatimu, hati yang penuh belas kasih terhadap mereka yang menderita. Amin. (Dod).
Bismillah,1947. SAAT ISTRI TAK SUDI BERBAGI PAHALANYARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Abasa: 34-37Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ35. dari ibu dan bapaknya,وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ36. dari istri dan anak-anaknya.لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.(QS. Abasa: 34-37)
"Bagaimana pengalaman masa lalu Moms & Dads mempengaruhi cara Moms & Dads menjadi orang tua?
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 30 Oktober 2025Bacaan: "......sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." (Matius 25:40)Renungan: Ada seekor kera berada di sebuah pohon pisang yang sedang berbuah lebat. Ia begitu rakus dan tidak mau membagi pisang-pisang tersebut kepada teman-temannya. Seekor kera lain berada di bawah dan memohon agar kera tersebut bersedia membagi makanan dengannya. Bukan isi pisang yang ia terima, melainkan kulit pisang yang mendarat di kepalanya. Kera yang di bawah memiliki akal. Ia mulai mengejek dan menghina kera yang ada di atas. "Dasar kera pelit. Sudah penyakitan, tidak pernah mandi, bodoh lagi!" teriaknya dari bawah. Kera yang ada di atas pohon merasa tersinggung, tetapi ia tidak mau turun. Akhirnya, ia melemparkan buah pisang yang ada di sebelahnya. Akhirnya pisangnya habis dan kera yang ada di bawah membawa lari pisang-pisang yang dilemparkan kepadanya. Ada banyak orang yang berkekurangan di sekitar kita. Sementara itu ada orang yang berkelimpahan dalam berbagai hal. Allah memberi kelimpahan kepada kita, agar kita mau berbagi dengan orang yang kekurangan dan membutuhkan pertolongan. Yesus sudah mau memberikan diri-Nya sehabis-habisnya untuk kita. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mulai untuk berbagi? Berbagi rejeki, berbagi waktu, berbagi doa dan berbagi perhatian. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, beriku hati seperti hati-Mu, hati yang selalu tergerak oleh belas kasih untuk menolong orang lain. Buka hatiku, bahwa sebagian berkatku yang berasal dari-Mu adalah milik orang-orang yang berkekurangan dan pakailah aku untuk menjadi saluran berkat bagi mereka. Yesus, ajarilah aku untuk peka, bahwa Engkau senantiasa hadir dalam diri orang yang menderita. Amin. (Dod).
Dalam episode ini, membahas perbedaan antara mahasiswa yang fokus pada kegiatan akademik saja (kupu-kupu) dan mereka yang aktif dalam organisasi maupun kepanitiaan. Berbagi pandangan, pengalaman, serta mempertanyakan: mana yang sebenarnya lebih baik?Simak diskusi ini dan temukan perspektif baru soal kehidupan kampus. Hanya di Obrolan JuKo
Chinese-Indonesian chef Michelle Santoso discovers Palestinian cuisine and uses her platform to share cultural stories through food. - Chef Indonesia keturunan Tionghoa, Michelle Santoso, menggunakan dapur dan media sosialnya untuk menceritakan budaya Palestina yang jarang tersorot.
"Ketika anak melakukan kesalahan, bagaimana cara Moms & Dads menunjukkan dukungan dan kebijaksanaan?
Pembawa Renungan: Cynthia Carolina - Jakarta Pengantar Renungan: Mustika Sitohang - Medan Sound Editing: Aris Kurniyawan - Jakarta Cover Editing: Anastasia Sonia - Jakarta Mat. 7:1-5
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hendry dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Kisah Para Rasul 20: 28-38; Mazmur tg 68: 29-30.33-35a.35b-36c; Yohanes 17: 11b-19.BERBAGI ROHKUDUS Renungan kita pada hari ini bertema: Berbagi Roh Kudus. Maksud ungkapanberbagi Roh Kudus di sini ialah bahwa setelah menerima pencurahan dan dinaungiRoh Kudus, seseorang itu mendapat perutusan untuk berbagi karunia Roh Kudus itukepada orang lain. Ia membagikannya sejalan dengan perutusan yang ada padanya. Misalnyasebagai orang tua, ia membawa Roh Kudus itu ke dalam keluarga di mana ayah danibu menghadirkan relasi perkawinan mereka yang baik, sehingga berpengaruhpositif bagi segenap keluarga. Masing-masing saling menyapa secara baik danpositif sehingga suka cita tumbuh di dalam keluarga. Ada begitu banyak contohbagaimana kita masing-masing dapat berbagi Roh Kudus. Kita mendapat contoh dari kedua bacaan pada hari ini. Yesus menguatkan pararasul dan murid-murid, bahwa hidup mereka tanpa kehadiran-Nya secara fisikadalah dalam bimbingan Roh Kudus. Mereka pasti mengalami banyak tantangan dankesulitan, terutama ancaman para musuh Tuhan. Tetapi Roh Kudus yang penuh dalamYesus, dibagikan semuanya kepada mereka. Demikian juga Paulus yang akanmeninggalkan jemaat Efesus yang telah ia bina selama tiga tahun. Ia menjaminbahwa Roh Kudus sepenuhnya menguatkan dan membimbing mereka. Mengapa kita harus berbagi Roh Kudus? Ada beberapa alasan mendasar. Pertamakarena Tuhan Allah sendiri sudah berbagi dari diri-Nya sendiri. Dia yang sucidan murni di dalam surga, mau berbagi hidup-Nya dengan manusia sehingga PutraAllah menjadi Yesus Kristus, kemudian Yesus sendiri mengutus Roh-Nya bagi kita.Allah sudah berbagi, maka kita harus juga berbagi. Kedua, Roh Kudus bergerak dan berkegiatan. Ia menggerakkan setiap pribadidalam Gereja Perdana lalu menginisiatifkan kegiatan-kegiatan mereka sehinggamereka tidak tinggal diam atau bersembunyi. Masing-masing dari mereka bergerakdan keluar di setiap penjuru dunia untuk bersaksi tentang Yesus Kristus. Kita perlujuga berbuat demikian, terutama berbagi kepada orang lain. Ketiga, Gereja itu inklusif dan menaati perintah Yesus untuk menjadikanseluruh bangsa murid-murid-Nya. Maka tak ada cara lain yang paling pas kecualimenggerakan setiap pengikut Kristus untuk berbagi semangat Roh Kudus, yaitumenyampaikan segala kebaikan, suka cita dan kebenaran kepada seluruh dunia.Berbagi kepada sesama di dalam persekutuan Yesus Kristus merupakan hukum yangtak dilalaikan dan kepada sesama manusia yang lain, sudah merupakan tanggungsetiap manusia sebagai anggota Gereja yang kudus. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, di dalam saat-saat penantiandatangnya Roh Kudus, kami menaruh iman kami kepada-Mu dengan sepenuh hati,supaya melalui kepenuhan Roh Kudus kami membagikannya kepada orang-orang disekitar kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Daily Devotion || Berbagi Seperti Yesus || Ps. Steven Liem
Daily Devotion || Kekristenan Hidup Berbagi || Ps. Steven Liem
Episode PutCast kali ini berbincang dengan Mprop Picoez, seorang dosen nyentrik dari Fakultas Kehutanan UGM. Ia dikenal luas karena kepribadiannya yang nyentrik, jenaka, dan penuh semangat dalam membagikan ilmu serta pengalaman hidupnya. Terutama dalam hal-hal seputar tanaman, herbal, dan mikroba. Simak obrolan selengkapnya dengan menyimak podcast ini.
Pembawa Renungan : RD. Alip Suwito Magelang Yoh. 6:1-15;
Alzha, mantan security salah satu kampus terkenal di indonesia. Berbagi cerita pengalaman horornya saat bekerja shift malam sebagai security di kampus tersebut, dan ia pun menceritakan tentang urban legend yang sebenarnya terjadi dikampus tersebut.Bagaimana kisah selengkapnya?Simak video berikut, jangan lupa berikan like dan komentarnyaCopyright 2024, Lentera Malam
"Pernahkah Moms & Dads mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan generasi yang berbeda dalam keluarga?
Lebaran adalah waktu yang spesial untuk berbagi kebahagiaan dan mempercantik rumah agar suasana semakin hangat! Ingin tahu bagaimana menciptakan dekorasi yang elegan dan membuat rumah terasa lebih nyaman saat Hari Raya?. Kali ini Special Talkshow bersama Bersama Informa Living Plaza Padang yang akan membahas “Lebaran Lebih Seru: Momen Berbagi dan Mempercantik Rumah dengan Informa”
Andrew Soendjojo - Pengkhotbah 6:1-2 (TB) Ada suatu kemalangan yang telah kulihat di bawah matahari, yang sangat menekan manusia: orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatu pun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit.
Media Partner - Di Part 3 kita dapat mendengarkan penjabaran karya dan alasan tertarik ikut Stigma 5.0 dari perupa Hamka, Defina Sumardji, Istanbul dan Dindddung. Cerita mereka ada yang datang terinspirasi dari orang yang mereka kenal dan juga dari diri sendiri, menggunakan berbagai metode berkarya yang menarik. Ada juga cerita-cerita tambahan dari Geofanny dan Skinner. Apa saja itu? Yuk, didengerin!
Media Partner - Seperti Stigma lainnya, karya-karya yang diikutkan beragam bentuknya. Kali ini ada banyak lukisan, juga instalasi dan puisi. Di bagian ini kita dapat mendengar penjabaran dari Noni Rinjani, Putiani, Ghofur, Lala, Art Geed Art, Christy Mawar, Skinner Ohrami dan bahkan seorang anonymous yang Skinner wakilkan ceritakan. Topik yang dibawakan ada yang merupakan cerita pribadi dan cerita dari seorang kawan. Kira-kira apa saja itu? Yuk, didengerin!
Season 31 : The Power of Community
Berbagi tidak melulu soal harta, juga tidak harus menunggu kaya. Berbagi bukan hanya berupa materi, tetapi berbagi bisa juga melalui keahlian atau profesi.Sesuai dengan tema episode kali ini yang berjudul Berbagi Melalui Profesi, Kick Andy mengangkat kisah tiga narasumber yang membagikan ilmu keterampilannya kepada orang lain tanpa pamrih.
Berbagi cerita tentang bagaimana mengenali tanda-tanda awal depresi dan mencegahnya menjadi disabilitas tak kasat mata.
Berbagi Pengalaman kepada Anak ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Pendidikan Anak yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 21 Jumadil Akhir 1446 H / 23 Desember 2024 M. Kajian Tentang Berbagi Pengalaman kepada Anak Kita akan mengkaji fiqih pendidikan anak pada serial nomor 203 dengan tema […] Tulisan Berbagi Pengalaman kepada Anak ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Wigand Sugandi - Amsal 19:17 (TB) Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Kristina Kire Ofong dan Siprianus T. Betekeneng dari Paroki Santa Maria Asumta di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Filipi 3: 3-8a; Mazmur tg 105: 2-3.4-5.6-7; Lukas 15: 1-10 FAKTOR KRISTUS Renungan kita pada hari ini bertema: Faktor Kristus. Setiap dari kita yang mengikuti Kristus memiliki hak dan kewajiban untuk menyatakan iman, bahwa kita masing-masing seperti saat ini, karena faktor Kristus. Menurut paham teologi fundamental Kristen, Yesus Kristus adalah rasio fundamentalis atau alasan dasar iman kita. Kalau bukan Dia, iman kita pasti sudah berwujud lain dan kita tidak memiliki kenyataan hidup seperti pada saat ini dan di tempat ini. Masing-masing dari kita dapat membuat daftar panjang berisi kebaikan, keuntungan, mujisat, keberhasilan, dan keindahan, yang faktor alasan dasarnya ialah Yesus Kristus. Kalau tentang panggilan hidup, seorang biarawan atau imam sangat wajar dengan bangga dan syukur menyatakan bahwa faktor Kristus adalah jawaban tertinggi dan terakhir bagi kelangsungan panggilan hidup dan perutusannya. Demikian juga bagi setiap profesi dan jalan hidup yang dipilih. Faktor Yesus sebagai penentu kehidupan kita baik saat ini maupun di masa depan setelah kematian kita. Namun jika bukan faktor Yesus berarti seseorang itu pada prinsipnya tidak memilih Yesus Kristus sebagai jalan utama hidupnya. Santo Paulus berbagi keyakinan hidupnya kepada jemaat di Filipi setelah ia bertobat, bahwa masa lalunya telah membuat ia dikenal luas dan penuh kuasa. Namun semua itu kemudian dianggapnya sebagai kerugian total, ketika ia menjadikan Kristus sebagai alasan utama dan terakhir hidupnya. Berbagi pengalaman iman seperti ini sudah sangat jamak terjadi di antara kita umat Kristen dalam aneka konteks baik kelompok kecil maupun besar, baik dalam forum informal sesama teman maupun dalam kesempatan homili imam di gereja. Di dalam melakukan pelayanan pewartaan dan kasih, hendaknya faktor Kristus itu diutamakan. Tujuannya supaya wajah Kristus menjadi dominan dan menjadi daya tarik universal serta patokan untuk pencapaian kebaikan dan kebenaran tertinggi. Kita perlu menghindari setiap kesaksian hidup di dalam kata, perbuatan dan pelayanan yang cenderung mengaburkan peran faktor Kristus, sehingga yang justru lebih tampak ialah peran pribadi manusia tertentu, kelompok tertentu, ide tertentu, situasi tertentu atau materi tertentu. Jika mereka semua dipaksakan untuk menggantikan posisi faktor Kristus, tujuan mulia untuk keselamatan dan kebahagiaan abadi akan meleset. Faktor Kristus memiliki tujuan yang mulia dan tertinggi ialah keselamatan setiap orang tanpa kecuali. Sebaliknya faktor lain yang bukan Yesus pasti tujuannya untuk kepentingannya sendiri dan pasti berbentuk diskriminasi, perpecahan, dan pemisahan. Karena itu Yesus sendiri mengajarkan bahwa biarpun satu orang atau bagian saja yang hilang, ia harus dicari dan diselamatkan. Di surga akan ada suka cita besar bila satu atau sebagian itu berhasil di selamatkan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus, jadikanlah kami penyelamat bagi sesama kami yang hilang dari-Mu baik karena kekurangan diri mereka sendiri maupun karena disebabkan oleh orang lain. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Sabda Tuhan ingatkan kita untuk belajar terbuka ungkapkan rasa karena makin mahir sembunyi dan sembunyikan rasa, makin nyaring dan berbunyi gaduh koyakkan hati dan porak porandakan jiwa.
When the Covid-19 pandemic hit several years ago, Rahmi Syofia decided to take a break from his routine as an employee at a start-up company in Jakarta and moved to Ubud, Bali. - Ketika pandemi Covid-19 melanda beberapa tahun lalu, Rahmi Syofia memutuskan untuk rehat dari rutinitasnya sebagai seorang karyawan di sebuah perusahaan start-up di Jakarta dan pindah ke Ubud, Bali.
Berbagi pemikiran tentang pikiran manusia bisa jadi tempat paling berbahaya untuk kehidupan di bumi
Sharing and describing food that is special to your family and culture. - Bagaimana untuk berbagi dan mendeskripsikan makanan yang spesial untuk keluarga dan budaya Anda dalam bahasa Inggris?
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 12 April 2024 Bacaan: "Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu." (1 Tesalonika 3:12) Renungan: Seorang wanita kaya raya mengalami rasa sepi yang mendalam. Meskipun ia dikelilingi kenalan yang berkelas dan mampu membeli barang-barang mewah yang diinginkannya, tapi semua itu tetap saja tak memberi kebahagiaan baginya. Hidupnya tidak nyaman karena ada ruang kosong di dalam hatinya yang tak terpuaskan oleh limpahan materi semata. Di puncak kegalauan batin itu ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. "Aku akan pergi ke sungai untuk mengakhiri hidupku," katanya dalam hati. Dengan pikiran yang melayang-layang ia berjalan ke sungai di mana ia akan mengakhiri hidupnya. Di perjalanan tiba-tiba ia merasakan sebuah tangan kecil menarik-narik roknya. Dengan refleks matanya memandang ke bawah, ia melihat seorang bocah tak berdaya sedang menarik-narik roknya. "Nyonya, kami ada enam bersaudara dan sedang sekarat karena kelaparan," kata anak itu sambil merintih. Wanita itu terdiam, ia berpikir sejenak. "Kenapa aku tidak meringankan beban keluarga anak malang ini? Aku punya banyak harta dan aku tak akan memerlukan semua kekayaan itu kalau aku sudah mati nanti." Wanita itu menunda niatnya untuk bunuh diri dan mengajak anak itu berjalan ke rumah kesengsaraan mereka. Di sana ia mengosongkan isi dompetnya dan seketika terciptalah suasana bahagia di tengah-tengah keluarga yang kelaparan itu. Wanita itu terpaku, hatinya tersentuh tatkala melihat keluarga tersebut berulangkali mengucapkan terima kasih padanya. Tanpa disadarinya setitik kebahagiaan menerobos jiwanya yang kosong, bertepatan saat ia membuat orang lain berbahagia. Tergerak oleh belas kasihan yang mulai bertumbuh di hatinya, wanita itu pun berucap, "Besok saya akan kembali untuk membawa berkat yang lebih banyak. Saya akan membagikan apa yang telah Tuhan berikan pada saya secara berlimpah-limpah." Kemudian wanita itu berpamitan. Ia pulang dengan satu semangat dan pemikiran yang baru. Kini ia memahami mengapa Tuhan menganugerahkan kekayaan yang melimpah kepadanya. la bertekad untuk tidak akan pernah mengakhiri hidupnya secara terpaksa, karena masih banyak orang yang membutuhkan uluran tangannya. Tuhan merancang kita bukan untuk hidup bagi diri kita sendiri, tapi untuk berbagi dengan sesama. Kita akan merasa bahagia dan bangga ketika hidup kita memberi dampak yang membangun atau mendorong orang lain menjadi lebih baik. Jika kita berhasil mengembangkan sikap mulia ini maka kita akan merasakan kepuasan tersendiri, yang nilainya sangat tinggi. Jadi jangan halangi diri kita untuk berbahagia atau menikmati kepuasan yang unik itu karena kita akan rugi sendiri. Untuk itu, bangkitkanlah kepedulian dan cinta kasih terhadap orang tua, anak, rekan sekerja, tetangga, teman atau mereka yang membutuhkan uluran tangan kita. Buatlah mereka bahagia, maka kita juga akan turut bahagia! Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk saling mencintai, berbagi dan peduli. Aku tahu Engkau sering mengirimkan kepadaku orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Bukalah hatiku dan berikan kepekaan yang besar agar aku dapat melanjutkan karya kasih-Mu di dunia ini. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 2 Februari 2024 Bacaan: Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan." (Markus 12:43) Renungan: Suatu ketika Yesus memposisikan diri-Nya duduk berseberangan dengan kotak persembahan. Orang- orang kaya datang membawa pundi-pundi berisi uang yang banyak. Lalu, masuklah seorang janda miskin memasukkan dua peser yang merupakan seluruh harta kekayaannya ke dalam peti persembahan. Pemandangan ini menarik perhatian Yesus, maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan menyatakan bahwa janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang karena janda miskin ini memberi dari ketidakmampuannya. Karena kondisi kemiskinannya yang hanya memiliki nilai nominal dua peser, sesungguhnya memberikan alasan yang kuat baginya untuk tidak memberi. Namun kenyataannya ia tetap memberi. la tidak terkurung dalam kemiskinannya. Demikianlah dentingan uang receh yang dimasukkannya ke dalam peti persembahan bergaung begitu kuat menyentuh hati Tuhan yang terdalam. Di bagian lain, seorang janda di Sarfat pun diperintahkan untuk memberi makan Nabi Elia, ketika apa yang dimilikinya hanya segenggam tepung, tidak ada lagi yang tersisa. Namun kenyataannya diberikannya juga kepada nabi Tuhan tersebut. Kedua janda ini hidup terkukung dalam kemiskinan yang sangat miskin. Apa yang tertinggal yang mereka miliki hanyalah bernilai sesuap nasi. Namun kedua janda ini tidak bersembunyi di balik kemiskinannya ataupun menahan diri mereka dalam hal memberi, itu karena kekuatan mentalitas memberi yang mereka miliki. Kita sering kali lupa bahwa Tuhan menguji mentalitas memberi yang kita miliki justru di tengah situasi yang sedemikian buruk. Dan kedua janda ini lulus ujian. Itulah sebabnya Yesus berkata, "Janda ini memberi lebih banyak dari semua orang karena ia memberi dari kekurangannya." Demikianlah, kita pun diajak membawa pundi-pundi dari lumbung yang kita miliki untuk berbagi dengan yang berkekurangan dan memberkati pekerjaan Tuhan. Kita melayani Tuhan dengan kekayaan yang kita miliki. Namun jika Tuhan mengizinkan keterbatasan mengisi satu babak dalam perjalanan hidup kita, masihkah kita mau memberi persembahan? Masihkah tersisa sebuah alasan untuk membuat kita terus memberi? Ingatlah, Tuhan tidak tertarik dengan jumlah yang kita beri tetapi mata-Nya tertuju di balik sebuah alasan memberi. Jika kita mengerti konsep ini maka kekuatan mentalitas memberi akan selalu kita miliki. Maka, bagi kita yang kaya, jangan sombong dengan persembahan banyak yang kita berikan. Bagi kita yang berkekurangan dan pas-pasan, janganlah bersembunyi di balik kekurangan itu, tetaplah memberi dengan sukacita. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, hidupku adalah anugerah-Mu, apa yang aku punya adalah pemberian-Mu. Ajarilah aku untuk tetap memberi persembahan, sekalipun dalam situasi sulit. Amin. (Dod).
Masih tingginya laju inflasi di AS membuat banyak organisasi amal kesulitan mendapatkan bantuan bahan pangan, di saat permintaan justru meningkat, termasuk menjelang Hari Thanksgiving pada akhir November. Tapi sebagian masih tetap berupaya maksimal, berbagi kepada warga yang paling memerlukan.
Sadarilah bahwa mempunyai relasi dengan orang lain bukan batasan untuk berhenti mencintai diri. Sebaliknya juga begitu, mencintai diri sendiri bukanlah kerangkeng untuk tidak peduli terhadap yang lain. Keduanya adalah langkah kaki yang seiring.
Pada episode One Step Closer kali ini, PinterPolitik mendapatkan kehormatan berbagi kisah dengan mantan Sekretaris Kabinet, Bapak Dr. Dipo Alam. Mantan aktivis dan Ketua Umum Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia ini menjabat Seskab di era Presiden SBY. Pak Dipo berbagi kisah soal pengalamannya menyaksikan dampak Tsunami Aceh di tahun 2004 dan bagaimana ia menuangkan pengalaman-pengalaman menyedihkan itu ke dalam lukisan-lukisan yang ia buat. Dari lukisan-lukisan itu, Pak Dipo bisa melakukan pameran di luar negeri, salah satunya di Aljazair. Di sana, Pak Dipo mendapatkan pengalaman menarik yang begitu berkesan soal makna dari kerukunan, toleransi dan pembelajaran dari sejarah negara tersebut. Penasaran seperti apa kisahnya? Saksikan selengkapnya ya!
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 4 Februari 2023 Bacaan: "Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa." (Yakobus 4:1-2) Renungan: Suatu ketika ada seekor beruang baru keluar dari sungai dan hendak menyantap seekor ikan gabus yang ditangkapnya. Namun, beruang itu belum memakannya, tiba-tiba muncul seekor beruang lain dan mencoba merebut ikan itu. Beruang yang pertama tidak mau mengalah, ia melawan sehingga terjadilah perkelahian di antara dua beruang itu. Saat terlibat perkelahian yang seru, kedua beruang itu tidak menyadari kalau ikan gabus yang mereka tangkap sedang meronta-ronta berusaha masuk kembali ke dalam air. Ikan itu berhasil mencapai air dan pergi meninggalkan mereka yang masih berkelahi. Setelah perseteruan mereka berhenti, mereka mencari ikan itu namun sudah tidak ditemukan lagi. Kisah dua ekor beruang ini menggambarkan sifat manusia yang egois. Masing-masing hanya mementingkan kepuasan diri sendiri tanpa memerhatikan orang lain, sehingga pada akhirnya berkat yang datang kepada mereka menghilang. Tuhan mengajarkan kita untuk saling berbagi dan saling memerhatikan satu sama lainnya. Selalu memberi dan bukan meminta. Aktif di dalam berbagi dan pasif di dalam menerima. Itulah kehidupan iman Kristen yang sesungguhnya. Beruang merupakan hewan yang tidak mengerti indahnya hidup berbagi. Tetapi kita manusia, telah diajarkan oleh Tuhan untuk menunjukkan belas kasihan di dalam hidup bersama. Berbagi dan mengutamakan orang lain akan memberikan kebahagiaan tersendiri di dalam diri kita, saat kita melihat mereka tersenyum penuh sukacita. Keegoisan menunjukkan bahwa orang itu belum dewasa secara rohani. Berusahalah supaya kita berubah oleh pembaharuan budi kita dan tidak menjadi pengikut Yesus yang mendukakan Tuhan. Hubungan kita yang dekat dengan Tuhan, akan menuntun sikap kita menjadi semakin dewasa. Roh Kudus akan membimbing kita, sehingga segala kedagingan seperti itu akan dimatikan dan diganti dengan kasih Yesus yang penuh kemurahan. Untuk itu, jangan keraskan hati kita. Biarkan Roh Kudus mengubah hati kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, mulai saat ini aku tidak mau menjadi orang yang egois. Kiranya Roh Kudus menuntunku pada pertumbuhan rohani yang semakin dewasa. Amin. (Dod).
Banyak yg kira ibu adalah sosok yg sempurna, gak ada salah, gak bisa capek, gak boleh sakit. Padahal ibu jg manusia biasa. Sama seperti bapak, ibu punya hak untuk tumbuh, untuk istirahat sejenak, untuk memilih apa yg ingin dia kerjakan. Tapi sebenernya gimana realita di Indonesia? Gimana kesetaraan pria dan wanita di relasi pernikahan, di pengasuhan, dan di pekerjaan? Apa iya ibu bisa berkarir melesat seperti bapak? Apa iya bapak bisa ngurus anak sakit? Yuk dengerin episode berikut.. (00:01) Opening (04:25) Gender Equality itu…….. (07:45) Gender Equality in Marriage (14:44) Self Actualization (28:35) Makna Ibu Jangan lupa follow kami di instagram yaa @nuchabachri @sheggario @parentalk.id @curhatbapakibu dan @grabid
Pembawa Renungan : Ima Kristanti – Kota Batu Luk. 1:39-45.Pengantar Renungan : Carlos – Surabaya Sound Editing : Aris Kurniawan – Jakarta Cover Editing : Anastasia Sonia – Jakarta
Berbagi tiga prinsip kehidupan yang gue pelajari beberapa bulan belakangan. Terima kasih buat Cakap yang udah support episode ini. Cakap adalah platform belajar bahasa dan upskilling secara dua arah, yang sudah dipercaya lebih dari 2 juta pengguna terdaftar untuk belajar bahasa Inggris, Korea, Jepang, dan Mandarin. Ayo level up kemampuan bahasa lo, bisa mulai dengan ambil Placement Test Cakap, cuma Rp 5.000 aja. Pakai kode voucher CAKAPSUBJECTIVE atau langsung klik https://bit.ly/cakapsubjective --- Send in a voice message: https://anchor.fm/podcastsubjective/message
Pembawa Renungan : RP. Antonius Tukiran, MSC Manado Luk. 8:1-3;
Selamat datang di Ngobrol Sore Semaunya Episode ke 67! Di episode kali ini spesial banget karena Putri Tanjung ngobrol dengan 3 perempun hebat yaitu Sarah Sechan, Marissa Nasution & Denada. Di episode ini, mereka ngobrol tentang bagaimana mereka survive di masa pandemi dengan mendalami passion mereka dan melakukan beragam aktifitas baru untuk mendukung passion mereka, hingga bisa kembali produktif sebagai career woman. Selain itu, mereka juga akan sharing tentang pengalaman & keseruan dari Singapura untuk bisa menginspirasi liburan berikutnya. Kamu juga bisa mendapatkan penawaran terbaik dan voucher tambahan untuk liburanmu berikutnya melalui Travel Partner Antavaya yang berkolaborasi dengan Singapore Tourism Board, selama persediaan masih ada. Watch full episode on cxomedia.id & audio podcast on spotify Ngobrol Sore Semaunya dan Hidupkan Kembali Impianmu ke Singapura. Ngobrol Sore Semaunya akan ada setiap Kamis jam 18.00 WIB hanya di cxomedia.id & youtube CXO Media #cxomedia #VisitSingapore #SingapoReimagine
Pembawa Renungan : Reynold Vincent YogyakartaHARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS Luk. 9:11b-17.
Pembawa Renungan : RD. Adam Suncoko Malang Yoh 6:1-15;