POPULARITY
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melarang jemaah haji Indonesia melakukan lempar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 waktu Arab Saudi. Larangan ini diberlakukan menyusul kondisi cuaca ekstrem dan kepadatan tinggi di area Jamarat, Mina, Arab Saudi.Pemerintah Arab Saudi meminta hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan jemaah. Mengingat pada 10 Zulhijah atau hari ini, jutaan jemaah dari berbagai negara melaksanakan lempar jumrah akabah di Mina.Seluruh jemaah diminta untuk tetap berada di dalam tenda dan tidak melakukan pergerakan menuju area lempar jumrah pada rentang waktu tersebut. Namun, jemaah direkomendasikan melakukan lempar jumrah usai waktu magrib.
Langkah antisipasi dan mitigasi terus dioptimalkan oleh tim petugas Kementerian Haji dan Umrah Indonesia guna menyambut pergerakan jamaah yang akan dimulai pada hari Senin mendatang. Mengingat fase Armuzna merupakan titik paling krusial dalam ritual haji, penertiban tenda menjadi prioritas mutlak demi memastikan tidak ada hak jamaah yang terabaikan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas. (BEH/MCH2026)#ElshintaHaji2026 #LiputanHaji2026 #Haji2026 #HajiRamahLansia #TriSuksesHaji #KemenhajRI
Langkah antisipasi dan mitigasi terus dioptimalkan oleh tim petugas Kementerian Haji dan Umrah Indonesia guna menyambut pergerakan jamaah yang akan dimulai pada hari Senin mendatang. Mengingat fase Armuzna merupakan titik paling krusial dalam ritual haji, penertiban tenda menjadi prioritas mutlak demi memastikan tidak ada hak jamaah yang terabaikan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas. (BEH/MCH 2026)LAPORAN : BHERY HAMZAH
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 21 Mei 2026Bacaan: "TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu." (Mazmur 5:4)Renungan: Seorang pemuda terbiasa berdoa pagi sebelum ia memulai aktivitasnya. Kebiasaan ini sudah dilakukannya sejak lama, karena sejak kecil ayahnya mendidiknya untuk bertindak begitu. Suatu hari pemuda itu pernah bertanya kepada sang ayah, "Mengapa harus berdoa terlebih dahulu?" "Berdoa menunjukkan kalau kita tidak sombong," jawab ayahnya. "Dengan berdoa kita juga menyatakan bahwa diri sendiri tidak sanggup menjalani hari tanpa pimpinan dan penyertaan Tuhan, ucapnya lagi" Sudah bukan rahasia lagi jika kehidupan di dunia ini tidak mudah untuk dijalani. Di dalamnya ada banyak tantangan dan pergumulan, sehingga bukankah suatu kesombongan jika kita menjalani hari tanpa melibatkan Tuhan? Alkitab mencatat bahwa Daud merupakan seorang yang berkenan di hati Tuhan (Kis. 13:22). Sebutan ini disematkan padanya, karena Daud tidak sombong. Pada waktu pagi Daud mengatur persembahan bagi Tuhan, yang artinya Daud memulai setiap hari dengan berdoa. Kitab Mazmur memuat salah satu doa yang dilayangkan Daud pada pagi hari. Di situ ia meminta pimpinan dari Tuhan, katanya, "Tuhan, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu." (ay. 9a). la juga meminta penyertaan berupa pagar anugerah dan berkat (ay. 13). Tidak heran Daud dapat melewatkan setiap tantangan dengan kemenangan. la dapat mengatasi setiap pergumulan yang menerpanya. Berkaca dari pengalaman Daud tersebut, jika kita sering merasa frustasi boleh jadi penyebabnya adalah kesombongan diri sendiri. Begitu bangun tidur langsung sibuk dengan berbagai urusan, lupa akan Tuhan. Marilah kita menjadi pribadi yang rendah hati dengan berdoa terlebih dahulu sebelum memulai hari. Setiap sebelum memulai aktivitas, mari meminta pimpinan dan penyertaan Tuhan. Begitupun sebelum tidur malam, mari kembali berdoa. Kita bersyukur atas pimpinan dan penyertaan Tuhan sepanjang hari itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati di hadapan-Mu, sehingga aku selalu meluangkan waktu terbaikku untuk duduk tenang dan bercakap-cakap dengan-Mu melalui doa harianku. Amin. (Dod).
It was a full house when “Agak Laen: Menyala Pantiku!” film was screened at the closing of the 20th Indonesian Film Festival in Melbourne – 10 May 2026. Given the success of the first Agak Laen film, expectation was high and the audience was not disappointed. - Penayangan film “Agak Laen: Menyala Pantiku!” di penutupan Festival Film Indonesia ke-20 di Melbourne – 10 Mei 2026 – dipenuhi penonton. Mengingat kesuksesan film “Agak Laen” pertama, ekspektasi terhadap film tersebut tinggi dan penonton tidak dikecewakan.
Mardi Jiyono Karto Sentono, jemaah haji berusia 103 tahun asal Embarkasi Yogyakarta Kloter 9, tiba dengan penyambutan yang luar biasa hangat. Mengingat kondisinya yang sudah sepuh dan tidak bisa berjalan sendiri, petugas Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH dengan sigap langsung menggendong Mbah Mardi sejak turun dari bus hingga menuju lobi hotel. LAPORAN BHERY HAMZAH
Ustadz Abu Haidar As Sundawy - Mengingat Kematian [Versi Lebih Lengkap]
Ustadz Ali Hasan Bawazier - Senantiasa Mengingat Kematian
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 7 April 2026Bacaan: "Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku." (Amsal 30:8-9) Renungan: Di dalam Alkitab, kekayaan dipandang sebagai sesuatu yang netral, tidak dipuji tetapi juga tidak dicela. Artinya, benar-tidaknya suatu kekayaan tergantung pada sikap seseorang terhadapnya, apakah ia menjadi orang benar atau menjadi orang yang tidak benar dengan kekayaannya itu. Jika seseorang bergantung pada kekayaannya melebihi ketergantungannya kepada Tuhan, maka pada saat itulah suatu kekayaan menjadi tidak benar. Sebaliknya, jika seseorang dapat mengendalikan kekayaan itu dan memanfaatkannya untuk memuliakan Tuhan dan memberkati sesama, maka pada saat itulah kekayaaan tersebut menjadi benar. Jadi, kekayaan itu sendiri tidaklah salah, yang salah adalah sikap orang yang bergantung kepada kekayaannya. Alkitab tidak pernah mengecam kekayaan itu sendiri, tetapi mengecam sikap hati orang yang hanya bergantung pada kekayaannya. Ada banyak tokoh di Alkitab yang kaya. Sebagian mempergunakan kekayaan tersebut dengan baik, artinya tidak membuat mereka jauh dari Tuhan. Sebagian lagi adalah sebaliknya, mereka justru jauh dari Tuhan karena kekayaannya. Contoh tokoh Alkitab yang kaya namun tidak membuat mereka jauh dari Tuhan adalah Abraham, Ishak, Yakub, dan Ayub. Mereka diberkati oleh Tuhan sehingga menjadi orang-orang yang kaya di tengah masyarakat sezaman mereka. Tetapi, hati mereka tetap teguh berpaut kepada Tuhan. Demikian juga dengan Ayub, sekalipun ia adalah orang kaya, ia tidak bergantung pada kekayaannya. Terbukti, ketika ia dicobai dengan sangat berat dengan hilangnya seluruh harta kekayaannya dalam sekejap, ia tidak meninggalkan Tuhan. Namun banyak juga tokoh Alkitab yang kaya sehingga membuat mereka menjadi jauh dari Tuhan atau tidak datang kepada Tuhan. Contohnya adalah Hizkia, raja Yehuda. Secara keseluruhan, Hizkia termasuk orang yang benar di mata Tuhan, karena ia tidak menyembah berhala dan tetap berpaut kepada Tuhan. Namun ia tidak benar dalam hal kekayaan. Ketika dia diberkati Tuhan dengan kekayaan dan kerajaan yang kokoh, ia justru memamerkan kekayaannya itu kepada orang-orang Babel (2 Raj 20:12-18). Bukan hanya kekayaan, kemiskinan pun bisa membuat seseorang jauh dari Tuhan. Menarik menyimak doa Agur bin Yake. Ia memohon kepada Tuhan agar tidak diberikan kekayaan maupun kemiskinan. Sebab, jika ia kaya ia akan menyombongkan diri terhadap Tuhan, dan ketika ia miskin ia akan mengutuki Tuhan. Agur bin Yake menyadari bahwa banyak orang yang bersikap tidak benar kepada Tuhan karena kekayaan mereka, dan karena kemiskinan mereka! Namun makna doa Agur bin Yake adalah agar kita tetap cinta Tuhan, baik ketika masih miskin maupun ketika sudah kaya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku tetap takut dan setia kepada-Mu, baik ketika masih miskin maupun sesudah kaya. Amin. (Dod)
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 4 April 2026Bacaan: "Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (Mazmur 103:2)Renungan: Seorang bintang sepak bola asal Brazil, Neymar da Silva Santos Junior, yang dikenal dengan sapaan Neymar, ternyata tidak pernah melupakan kebaikan Tuhan yang ia alami di masa lampau. Hal itu dibuktikannya dengan menggunakan ikat kepala yang bertuliskan 100% Jesus, pada saat penyerahan medali emas Olimpiade Rio De Janeiro, Brasil, pada tanggal 21 Agustus 2016. Neymar sendiri adalah kapten tim sepak bola Brasil. Timnya menang dan meraih medali emas ketika di babak final mengalahkan Jerman. Ikat kepala yang digunakan Neymar pada penyerahan medali emas tersebut, menarik perhatian penonton. Rupanya, Neymar telah memakai ikat kepala ini mulai dari tim junior dan tim senior Santos, FC Barcelona, hingga di Olimpiade 2016 ini. Ikat kepala yang digunakan oleh Neymar tersebut bukan hanya memperlihatkan bahwa ia percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi juga ia bersaksi akan kebaikan Tuhan di dalam hidupnya. Peristiwa yang terjadi di masa lalu masih kental dalam ingatan Neymar. Saat itu ia baru saja bergabung dengan tim junior Santos FC, tetapi klub itu ditimpa krisis finansial. Imbasnya adalah tim tidak mampu membayar sewa lapangan untuk berlatih. Hampir saja tim junior Santos FC tutup buku. Tetapi, ayah Neymar menghubungi gereja lokal tempatnya beribadah untuk memohon bantuan, dan ternyata gereja tersebut bersedia memberikan bantuan membayar sewa lapangan tempat tim berlatih. Bagi Neymar hal itu adalah mujizat yang Tuhan berikan kepada dirinya dan teman-temannya di tim junior Santos FC. Sejak itu, Neymar terus berterima kasih atas bantuan tersebut dan ia pun menggunakan ikat kepala bertuliskan 100% Jesus untuk mengingat kebaikan Tuhan dan sebagai bentuk ucapan syukur atas pertolongan Tuhan. Walaupun Neymar merupakan salah satu pemain sepak bola terbaik dunia, namun hal itu tidak membuatnya lupa akan pertolongan Tuhan. Ia selalu menggunakan ikat kepala di akhir kemenangannya. Hal ini mengingatkan kita sebagai orang percaya agar jangan melupakan kebaikan Tuhan. Apa pun yang terjadi tetaplah setia kepada-Nya, janganlah pernah mengeluh atau bersungut-sungut, melainkan tetaplah bertekun di dalam Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku selalu mengasihi-Mu dan selalu mengingat kebaikan-Mu atas hidupku, agar aku selalu berkenan di hadapan-Mu. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah UJIAN KEMAMPUAN MENGINGATDiambil dari: Ulangan 6:6–7 “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”Wonder Kids, pada zaman dahulu belum ada buku cetak seperti sekarang, apalagi komputer atau ponsel. Banyak cerita penting diajarkan dari mulut ke mulut. Orang tua mengajarkan kepada anak-anak, guru mengajarkan kepada murid-murid, dan semua orang mengulanginya terus-menerus supaya tidak lupa.Begitu juga dengan cerita tentang Yesus. Kisah tentang hidup dan ajaran Yesus diceritakan berkali-kali oleh para murid kepada banyak orang sebelum akhirnya ditulis dalam Injil. Karena sering diceritakan, orang-orang bisa mengingat dengan baik apa yang Yesus lakukan dan ajarkan.Dalam budaya pada waktu itu, ada bagian-bagian cerita yang selalu diingat dan diulang dengan sama. Kalau ada yang salah mengingat, orang lain akan mengoreksi. Dengan cara ini, cerita tentang Yesus tetap terjaga dengan benar.Artinya, Injil tidak ditulis asal-asalan. Cerita tentang Yesus sudah dihafalkan, diajarkan, dan dijaga kebenarannya sejak awal oleh banyak orang.Wonder Kids, Tuhan mau firman-Nya bukan hanya ditulis di buku, tetapi juga diingat di hati kita. Kita diajak untuk sering membaca Alkitab, mendengarkan firman Tuhan, dan mengulanginya supaya kita semakin mengenal Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, coba hafalkan satu ayat Alkitab hari ini atau ceritakan kembali satu kisah tentang Yesus kepada orang lain, misalnya kepada orang tua atau teman.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu diajarkan dan dijaga dengan baik sejak dahulu. Tolong aku supaya rajin membaca, mengingat, dan melakukan firman-Mu dalam hidupku setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, firman Tuhan dijaga dengan baik supaya kita bisa mengenal Yesus dengan benar. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 23 Februari 2026Bacaan: "Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu. " (1 Raj 17:6)Renungan: Ada sebuah lagu rohani berjudul "Hitung Berkatmu." Di bait pertama lagu tersebut tertulis "Bila laut hidupmu jadi garang; Hati jadi takut dan iman goncang; Hitunglah berkatmu satu persatu; Ingat cara Tuhan memberkatimu". Menghitung berkat yang pernah kita terima akan melahirkan ucapan syukur atas pemberian-Nya. Dengan mengingat cara Tuhan memberkati kehidupan kita, dapat menguatkan iman dan pengharapan kita, terutama ketika kita mengalami masa-masa sukar terkait kondisi keuangan dalam kehidupan kita. Kita pun dapat meyakini, "Jika dahulu Tuhan memberkati dan menolong, ke depannya Dia juga akan melakukan hal yang sama." Mengingat hal seperti ini jauh lebih baik daripada khawatir, bukan? Bacaan hari ini mengingatkan kita akan cara Allah dalam memelihara Elia, melalui seekor burung gagak yang datang dua kali sehari membawa roti dan daging. Sukar untuk dipahami secara logika, tetapi itulah fakta bahwa Allah sanggup memelihara umat-Nya dengan berbagai macam cara. Bila perlu, Allah akan memakai cara yang tak biasa atau yang belum pernah dialami oleh siapa pun, sama seperti burung gagak dipakai-Nya untuk memberi makan Elia. Mengenai asal dari roti dan daging yang dibawa kepada Elia, biarlah menjadi bagian dari "misteri ilahi" yang tidak perlu kita pikirkan. Mari kita ingat lagi akan masa-masa di mana Allah memelihara kehidupan kita. Mungkin cara Allah tak selalu terlihat spektakuler seperti kisah Elia diberi makan oleh burung gagak. Namun yakinlah bahwa Allah yang mengasihi dan memelihara hidup kita pada masa lalu, akan terus melakukannya sampai seumur hidup kita. Mari hitunglah berkat Allah dan ingat cara Allah memberkati kita! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat yang Kau berikan padaku. Ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas setiap berkat tersebut. Amin. (Dod).
Pembentukan Direktorat Jenderal (Dirjen) Pesantren dapat dibaca sebagai momentum strategis untuk melakukan reposisi dan reformulasi tata kelola pendidikan pesantren di Indonesia. Mengingat pesantren merupakan entitas pendidikan tertua yang memiliki legitimasi sosial, kultural, dan historis yang kuat, kebijakan ini bukan sekadar restrukturisasi birokrasi, tetapi langkah politik pendidikan yang berdampak sistemik. Kami akan bahas bersama Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, KH Maman Imanulhaq.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 31 Januari 2026Bacaan: "Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (Mazmur 103:2) Renungan: Ada seorang pelayan Tuhan yang bercerita bahwa seseorang yang telah banyak ia tolong selama ini, telah menjelek-jelekkan dirinya di hadapan banyak orang Hal ini disebabkan karena kekecewaan orang tersebut kepadanya yang tidak bersedia lagi membantunya di dalam mengatasi kesusahan yang ia alami. Alasannya, menurut pelayan Tuhan tersebut, orang itu tidak perlu dibantu lagi karena dia tidak pernah mau berusaha keras di dalam hidupnya, dia hanya mengharapkan bantuan orang lain. Lagi pula ia mempunyai sifat yang kurang baik. Harapan pelayan Tuhan itu adalah bisa mendidik dia untuk belajar bertanggung jawab. Karena itulah orang itu menjadi kecewa dan menjelek-jelekkan pelayan Tuhan itu di hadapan orang lain. Dia sudah tidak ingat lagi segala kebaikan yang dia terima darinya. Banyak orang seperti itu, begitu cepat melupakan kebaikan orang lain. Itu adalah suatu sifat yang tidak baik. Namun, yang lebih parah lagi adalah orang Kristen yang begitu cepat melupakan kebaikan Tuhan. Setiap kita pasti pernah mengalami kebaikan Tuhan, walaupun kadangkala kita tidak menyadarinya. Ada kebaikan Tuhan secara khusus yang kita alami, seperti berkat materi di kala kita kekurangan, kesembuhan di kala kita sakit. Ada juga berkat Tuhan secara umum yang kita alami, seperti napas hidup dan kekuatan yang Dia beri setiap hari. Itu semua adalah kebaikan Tuhan yang tidak bisa kita lupakan. Demikian juga dengan Daud, setelah mengalami banyak kebaikan Tuhan, dia tidak melupakannya, "Pujilah TUHAN. hai jiwaku! Pujilah namaNya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya!" Daud dengan gamblang menjelaskan kebaikan Tuhan yang telah dia rasakan. Daud mengakui bahwa Tuhan sudah mengampuni kesalahannya. Dia merasakan bagaimana Tuhan menyembuhkan penyakitnya. Dia merasakan anugerah penebusan, kasih dan rahmat-Nya. Bahkan, dia merasakan bahwa Tuhan telah memampukannya untuk berbuat baik. Itulah sebabnya dia terus merasakan kekuatan yang luar biasa, baik waktu muda, maupun ketika sudah berumur senja. Daud menggambarkan dirinya seperti burung rajawali yang mengalami pembaruan. Ini berbeda dengan bangsa Israel yang keluar dari Mesir, khususnya yang usianya 20 tahun ke atas. Kisah pembebasan mereka dari perbudakan di Mesir dan segala berkat Tuhan selanjutnya, tidak membuat mereka berpaut sepenuhnya kepada Tuhan. Ketika ada masalah, dengan segera mereka melupakan semua berkat Tuhan itu. Tentu banyak kebaikan Tuhan yang juga sudah kita rasakan. Untuk itu, sudah seharusnya kita selalu mengingat kebaikan Tuhan dengan selalu bersyukur dan memuji nama-Nya, ketika dalam keadaan senang maupun ketika dalam keadaan susah. Jika kebaikan orang lain saja tidak boleh kita lupakan, masakan kebaikan Tuhan akan kita lupakan? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, dalam keadaan susah maupun senang, ajarilah aku untuk selalu mengingat segala kebaikan-Mu dalam hidupku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 8 Desember 2025Bacaan: "Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada Tuhan, dan sampailah doaku kepadamu, ke dalam bait Mu yang kudus." (Yunus 2:7) Renungan: Ketika Yunus berada dalam perut ikan, ia pun memanjatkan doanya, "Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada Tuhan, dan sampailah doaku kepadamu, ke dalam bait Mu yang kudus." Tidak dapat dibayangkan bagaimana perih dan letihnya hati Yunus ketika ia memanjatkan doa tersebut. Doa itu menyadarkan kita, bahwa terkadang kita hanya ingat kepada Tuhan saat melalui masa sukar dan penderitaan. Menariknya, kasih Tuhan itu tidak dibatasi dengan kesalahan kita. Keluarbiasaan kasih Tuhan itu digambarkan melalui kisah seorang anak hilang yang pergi menghabiskan harta bapanya, setelah kehabisan uang dan mengalami penderitaan, ia pun kembali kepada bapanya dan bapanya menerimanya dengan penuh sukacita. Itulah gambaran kasih Tuhan, suatu hal yang sulit diterima oleh akal manusia. Kasih Tuhan tidak terhalang oleh apapun. Tuhan tidak menutup telinga di saat kita benar-benar tertekan, terdesak, butuh pertolongan-Nya dan merasakan keletihan jiwa.Ketika keletihan jiwa menerpa kita, seruan kepada Tuhan menjadi kemenangan yang akan menghampiri hidup kita. Adalah baik jika kita mengingat Tuhan ketika jiwa kita merasa letih. Tetapi lebih baik lagi, jika dalam keadaan aman dan nyaman, kita tetap memelihara hubungan dengan-Nya. Jangan hanya saat genting dan bahaya menyerang, kita baru berseru kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, berikanlah kekuatan kepadaku saat aku mengalami keletihan jiwa. Ampuni aku kalau terkadang aku hanya mengingat dan mencari Engkau saat hidupku dalam bahaya dan terdesak oleh berbagai masalah. Kini sendengkanlah telinga-Mu dan dengarlah seruanku di masa kesesakanku ini. Jangan biarkan aku putus asa dalam menghadapi masalahku ini tetapi bersegeralah menolong aku. Yesus, kasihanilah aku yang saat ini mengalami keletihan jiwa. Amin. (Dod).
Sapaan Lansia GKP Jemaat BandungKamis, 4 Desember 2025Tema : "Menghitung Berkat Mengingat Kasih Tuhan"Bahan Alkitab : Mazmur 103:1-14Pelayan Firman : Vik. Andika Atje S.Fil. (GKP Cigelam)Episode 48 - Season 5@GKP Bandung Desember 2025
Khutbah Jum'at - Ustadz Muhammad Abu Rivai, SH., MH. hafizhahullahu.Judul : Banyak Mengingat Kematian.Sumber : YouTube.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memimpin rapat koordinasi penanganan bencana se-Provinsi Aceh di Banda Aceh. Dalam rapat tersebut, BNPB menegaskan komitmennya untuk memperkuat mitigasi bencana melalui pembangunan sistem peringatan dini banjir dan tsunami. Sistem ini akan melibatkan survei dan kajian di seluruh wilayah Aceh. Mengingat pengalaman tsunami dua dekade lalu, kewaspadaan masyarakat menjadi prioritas utama.#BNPB #MitigasiBencana #Aceh #PeringatanDini #Tsunami #Banjir
Hari ini, banyak ahli kepemimpinan sepakat bahwa pengaruh sejati bukan karisma sesaat, melainkan tindakan jangka panjang yang berakar pada integritas. Kepemimpinan yang kokoh selalu dibangun di atas kepercayaan, sebuah fondasi yang perlu diuji dan dibuktikan melalui konsistensi tindakan. Kepercayaan ini menjadi modal utama seorang pemimpin. Maxwell merangkum ekspektasi pengikut melalui tiga pertanyaan: "Apakah kamu menyukaiku?," "Bisakah kamu membantuku?," dan yang paling fundamental, "Bisakah aku mempercayaimu?" Inti motivasi pemimpin haruslah pelayanan bagi pengikut, bukan sekadar kekuasaan atau keuntungan pribadi. Pemimpin yang melayani menggunakan keunggulannya untuk memastikan kemenangan tim, bukan kemenangan diri sendiri. Motif pelayanan sangat penting karena kepemimpinan yang berorientasi gelar hanya menarik individu yang belum matang secara emosional. Daniel Goleman menekankan bahwa kecerdasan emosional adalah kompetensi kunci bagi pemimpin yang efektif. Pemimpin wajib memiliki kesadaran diri yang tinggi agar mampu mengendalikan dorongan dan perilaku impulsif. Presencing (Presence dan Sensing) adalah praktik kepemimpinan transformatif yang dikembangkan oleh C. Otto Scharmer. Ini adalah kapasitas unik untuk merasakan dan mewujudkan potensi masa depan tertinggi yang ingin muncul melalui diri kita. Pemimpin yang ber-Presencing bertindak dari niat (intention) yang jernih, bukan sekadar mengulang pola pikir lama (downloading). Keaslian dimulai dari kejujuran diri, yaitu memahami sepenuhnya kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. Meskipun demikian, Herminia Ibarra mengingatkan bahwa terlalu kaku pada satu "jati diri sejati" bisa menghambat kemauan untuk berkembang. Mengikuti saran Peter Drucker, keberhasilan maksimal hanya tercapai jika seseorang beroperasi dari kekuatan dan metode kerja alaminya. Mitos "ikuti gairah Anda" perlu dilengkapi dengan realitas bakat atau keahlian yang nyata. Jika tidak berbakat, jadikanlah gairah sebagai hobi agar kecintaan itu tidak hancur oleh kegagalan profesional. Marcus Buckingham menekankan bahwa manajer hebat berfokus pada kekuatan unik setiap karyawan untuk memaksimalkan kinerja tim secara keseluruhan. Beralih dari pemain terbaik menjadi seorang manajer adalah transisi yang sulit dan sering kali membingungkan. Linda A. Hill menjelaskan bahwa manajer baru harus menggeser fokus dari pencapaian individu ke keberhasilan yang dicapai melalui interdependensi tim. Mereka harus segera belajar mengelola konteks dan hubungan dalam lingkungan kerja secara menyeluruh. Manajer pemula sering keliru mengasumsikan bahwa kekuasaan mereka bersumber dari otoritas posisi. Padahal, pengaruh sejati lahir dari kredibilitas yang dibangun melalui karakter, kompetensi, dan keteladanan yang konsisten. Jika fondasi kepercayaan rapuh, upaya memaksakan kepatuhan pada staf berbakat hanya akan menemui kegagalan. Salah satu hambatan terbesar adalah delegasi, karena manajer pemula khawatir kehilangan kontrol atau terlihat tidak penting. Analogi "Monyet di Punggung" mengajarkan pemimpin untuk secara sadar mengembalikan inisiatif (agency) kepada staf, sehingga manajer dapat fokus pada waktu diskresionernya. Tindakan ini krusial untuk menumbuhkan akuntabilitas tim. Maxwell menegaskan bahwa promosi tidak seharusnya diberikan sebelum seseorang berhasil melatih pengganti mereka sendiri. Prinsip ini memastikan calon pemimpin memiliki kemampuan dasar untuk mengembangkan potensi orang lain. Carol Walker menyarankan agar perusahaan secara eksplisit memberikan penghargaan kepada manajer yang sukses dalam membina dan mempromosikan stafnya. Dalam komunikasi, prinsip Ramsey sangat jelas: "Menjadi tidak jelas berarti menjadi tidak baik," karena kejujuran menuntut keberanian untuk menyampaikan kebenaran. Kejelasan yang penuh kasih diperlukan agar semua orang memahami realitas, standar, dan arahan yang berlaku, mencegah ketidakjelasan menimbulkan kekacauan. Banyak insentif tradisional seperti kenaikan gaji atau fasilitas hanya menghasilkan pergerakan jangka pendek, didorong oleh imbalan eksternal. Frederick Herzberg berpendapat bahwa motivasi sejati berasal dari dalam, muncul dari rasa pencapaian, tanggung jawab, dan pekerjaan yang menantang. Pemimpin harus memperkaya peran kerja, bukan sekadar memperluas tugas, untuk mengaktifkan potensi ini. Pemimpin wajib memberikan umpan balik yang membangun secara teratur, lugas, dan tepat waktu, tidak menundanya hingga akhir tahun. Umpan balik bertujuan memberdayakan karyawan, meningkatkan keterampilan, dan mendukung jalur karier mereka. Kritik harus selalu berfokus pada perilaku yang dapat diubah dan bukan menyasar kepribadian. Kepemimpinan efektif memerlukan empati yang mendalam, secara sengaja mempertimbangkan perasaan anggota tim saat mengambil keputusan sulit. Lencioni menambahkan bahwa pemimpin harus berani "menderita lebih banyak" untuk kebaikan kolektif, siap terluka demi melindungi timnya. Pengorbanan adalah harga dari tanggung jawab kolektif. Membengkokkan sinar perhatian kembali ke diri sendiri adalah praktik sentral Presencing untuk menumbuhkan kesadaran (awareness) yang lebih luas. Pemimpin harus berlatih mendengarkan secara generatif, menangguhkan penilaian, dan membuka hati untuk merasakan dinamika sistem secara keseluruhan. Kualitas hasil kolektif berbanding lurus dengan kualitas "tanah sosial" yang ditanam oleh pemimpin. Kegagalan adalah bagian tak terhindarkan dari pertumbuhan, sebagaimana ditekankan oleh Maxwell. Respon adalah kuncinya: "Kegagalan yang Baik (Good Miss)" menghasilkan pembelajaran dan penyesuaian, sedangkan "Kegagalan yang Buruk (Bad Miss)" lahir dari penolakan tanggung jawab. Chris Argyris menyebut proses ini sebagai pembelajaran double-loop, kemampuan merefleksikan dan mengubah asumsi mendasar. Resiliensi adalah kemampuan krusial untuk bangkit dari kesulitan besar. Individu yang tangguh menunjukkan penerimaan realitas yang kuat, menolak optimisme buta yang menyesatkan. Resiliensi juga muncul dari penemuan makna di balik kesulitan, yang menciptakan jembatan harapan untuk membuat tantangan saat ini terasa tertahankan. Mengingat waktu adalah sumber daya terbatas, pemimpin efektif harus mengelola energi, bukan hanya waktu, melalui pembaruan yang sistematis. Dorongan untuk bekerja berlebihan menyebabkan kelelahan dan ketidakfokusan, merusak kinerja. Ritual pembaruan yang disengaja, seperti istirahat berkala dan nutrisi seimbang, adalah kunci untuk kinerja berkelanjutan. Transformasi sistem menuntut pemimpin melampaui ego-sistem (fokus pada diri) ke eko-sistem (fokus pada keseluruhan). Ini berarti beralih dari persaingan menuju ko-kreasi, mengintegrasikan perhatian, niat, dan tindakan pada tingkat keseluruhan, yang merupakan inti dari kepemimpinan eko-sistem Scharmer. Akhirnya, keberhasilan jangka panjang dibentuk oleh jangkar pribadi yang kuat, melampaui pencapaian profesional semata. Maxwell menegaskan definisi utamanya: dicintai dan dihormati oleh orang-orang terdekat. Investasi yang selaras dengan esensi batin dan tujuan hidup akan menjamin kebahagiaan yang mendalam dan abadi.
Hai, Sobat Cuan...Beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menggulirkan kebijakan subsidi bunga KPR hingga 10%. Kebijakan ini tentu jadi angin segar bagi masyarakat yang sedang berburu rumah impian. Namun, di balik insentif tersebut muncul pertanyaan besar, apakah sekarang waktu yang benar-benar tepat untuk membeli rumah? Mengingat harga properti yang belum sepenuhnya pulih pasca pandemi, hingga komitmen cicilan jangka panjang yang harus dipikirkan matang-matang.Dalam segmen Talk With Expert kali ini, Financial Expert CNBC Indonesia, Ayyi Hidayah, membedah tuntas strategi memilih rumah, menghitung cicilan ideal, dan menyiapkan mental serta income agar KPR tidak menjadi beban. So, beli rumah sekarang atau nanti? Temukan jawabannya hanya di Podcast Cuap Cuap Cuan!Sobat Cuan, jangan lupa ya untuk follow IG @cuap_cuan, dan juga subscribe youtube channel Cuap Cuap Cuan, kemudian di like, comment dan share juga ya. Salam cuan!
"Tuhan telah mengampuni dosa-dosa kita, dan pengampunan-Nya bersifat kekal sekali untuk selama-lamanya. Namun, apakah itu berarti kita bisa hidup sesuka hati, karena tahu bahwa Dia tak lagi mengingat dosa kita? Simak obrolannya yang asik bersama narasumber kita yang luar biasa Bpk. Sugi Lasiman hanya di OASIS (Obrolan Asik Seputar Injil Surgawi).
https://yufidstore.com/products/buku-fiqih-asn-dan-karyawan-muamalah-publishingDisalin dari website yufidstore.com Buku Fiqih ASN dan Karyawan (Muamalah Publishing)Buku yang membahas berbagai bentuk pelanggaran yang terjadi di dunia kerja. Baik pelanggaran di instansi swasta dan terlebih di instansi pemerintah. Bahkan, bisa jadi pelanggaran di dunia kerja lebih parah dibandingkan dengan pelanggaran riba di lingkungan para pengusaha. Mengingat dampak buruk dari pelanggaran ini berimbas hingga merugikan negara.Aneka korupsi, pungli, suap, gratiikasi, uang tips, hingga meletakkan posisi karyawan yang tidak pada tempatnya disebabkan nepotisme atau pemalsuan data. Semua itu cukup banyak kita jumpai di lingkungan kerja.Berangkat dari realita ini, kita berharap, semoga gerakan anti harta haram bisa kita kembangkan. Bisa jadi perlu ada banyak komunitas yang dibentuk di berbagai instansi, dengan semangat membersihkan korupsi, sogok, gratiikasi, dan aneka pelanggaran keuangan lainnya.Buku ini ditulis dengan harapan bisa mendampingi gerakan tersebut. Pembahasannya tidak hanya terbatas pada aparat negara. Namun, juga kajian soal dunia kerja dan karyawan lainnya. Semoga buku ini bisa menambah amal saleh kita semua, baik bagi penulisnya, pembacanya, dan yang menyebarkannya.Buku Fiqih ASN dan KaryawanPenulis : Ammi Nur BaitsPenerbit : Muamalah PublishingUkuran : 14.5 x 20.5 cmHalaman : 356Berat Pengiriman : 450 gramHarga : Rp 80.000Buku "Fiqih ASN (Aparatur Sipil Negara) dan Karyawan" - Ust. Ammi Nur Baits, ST.,BA. hafizhahullahu.
Khutbah Jumat: Mengingat Mati di Awal Tahun ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 1 Muharram 1447 H / 27 Juni 2025 M . Khutbah Jumat Pertama: Mengingat Mati di Awal Tahun Datangnya tahun dan bergantinya tahun tidak […] Tulisan Khutbah Jumat: Mengingat Mati di Awal Tahun ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
*IMAN YANG MURNI*(Yak.1:12-14, Yak.3:17)Mengingat khotbah Minggu lalu tentang prosesitas iman dimana iman diproses melalui tahap lepas tahap, maka hari ini akan dijelaskan bahwa prosesitas iman itu *harus melewati ujian iman*. Percaya kepada Yesus Kristus itu benar dan mulia, tapi tidak selesai sampai di situ. Kita juga harus memahami bahwa ujian iman itu ada. Percaya kepada Yesus Kristus tidak hanya sekedar ucapan bibir semata, tetapi sungguh-sungguh membawa kita mengenal kehendak dan mengerti akan pribadi-Nya. Percaya kepada Yesus dipandang mulia seperti benda mulia (emas), tetapi harus melalui proses penyucian untuk menghasilkan emas yang murni. _Bagaimana mengetahui iman kita mencapai titik kemuliaan / kemurnian tersebut?_ HARUS DIUJI. Ujian iman itu hadir dalam setiap individu. Siapapun dia akan masuk ke dalam wilayah ujian, rasul, jemaat biasa, siapapun yg percaya kepada Yesus akan masuk ke dalam dapur ujian yang akan memurnikan imannya._Mengapa setiap orang percaya harus diuji imannya? Menerima Roh Kudus, terlihat dalam pelayanan, memiliki berbagai karunia, dan sebagainya pun tidak cukup!_ Kita yang hidup di duni ini mendapat identitas manusia berdosa. Manusia sudah dilumuri oleh dosa. *Ketika Yesus mengeluarkan manusia dari dosa, manusia ini harus dibersihkan / dimurnikan lagi dan itu dilakukan dalam gereja. Dari gereja manusia dipersiapkan untuk menyambut kedatangan Tuhan dan bersiap hidup dalam kerajaan Allah. Di dalam gereja diajarkan pengetahuan kerajaan Allah, pengampunan dosa, pengudusan, dst. Jika gereja disebut dapur, maka cobaan-cobaan hidup disebut sebagai api.* Oleh sebab itu, perlu mindset dalam diri bahwa setiap kali kita datang ke gereja, kita mau dan siap untuk dimurnikan, dikuduskan, dosa itu semakin dikeluarkan dalam hati, pikiran atau keinginan. *Inilah visi iman Kristen yaitu tercapainya iman yang murni. Yesus Kristus menyelamatkan manusia, mengeluarkan manusia dari dosa dan maut. Kemudian pekerjaan itu dilanjutkan oleh *Roh Kudus* yang hadir di zaman ini untuk *menguduskan kita, Ia melakukan proses penyucian kita, mengajarkan kita, menghibur, dan menyertai* kita. Bapa melihat kemurnian gereja-Nya sebelum kedatangan-Nya. *Allah menghendaki kita untuk hidup dalam kesucian, kekudusan, kemurnian, bukannya malah kembali kepada manusia lama dengan segala keberdosaan*. Selalu ada evaluasi dalam diri untuk mengikuti pimpinan Roh Kudus dan melepas segala keinginan diri, keinginan daging, keinginan mata, maupun keangkuhan hidup (kencondongan hati pada hal-halduniawi). Keinginan diri sendiri inilah yang mendatangkan pencobaan. *Setiap orang akan menghadapi / melawan diri sendiri yg ingin mencintai dunia ini itu dihabiskan, dimatikan, ditundukkan, dan digantikan dengan diri yang mau mengikuti kehendak Kristus dan mengalami penyucian. Ketika kita BERANI MELEPAS KEHENDAK / KEINGINAN KITA DAN MENGGANTINYA DENGAN TUNDUK KEPADA KRISTUS DAN KEHENDAK-NYA, DAN MENJADIKAN DIA TUHAN DAN RAJA ATAS HIDUP KITA, maka kita sudah mengambil bagian dalam kehendak Allah yaitu penyucian dan pengudusan diri.* Memang sakit, berat dan sulit, tetapi itu tidaklah sebanding dengan kemuliaan yang akan Tuhan berikan. Jangan mau disesatkan dengan ajaran-ajaran yg mengatakan bahwa proses penyucian itu dilakukan di alam kubur / kematian. Tetapi proses penyucian itu dilakukan dalam alam kehidupan di dunia ini. *IMAN YANG MURNI* dalam setiap orang percaya ini akan menghasilkan hikmat yang dari atas yaitu*pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan, buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.* Sedangkan bagi mereka yang tidak mau disucikan (dilepas, dikikis) akan menghasilkan nafsu manusia dari setan-setan.
Celaan atas Kelalaian Mengingat Allah adalah kajian Fiqih Do’a dan Dzikir yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Kajian ini beliau sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan Rodja TV pada Selasa, 29 Dzulqa’dah 1446 H / 27 Mei 2025 M. Kajian Tentang Celaan atas Kelalaian Mengingat Allah Lalai adalah penyakit yang berbahaya. […] Tulisan Celaan atas Kelalaian Mengingat Allah ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam - Fiqhul Akhlaq - Pentingnya Mengingatkan Diri dan Orang Lain untuk Senantiasa Mengingat Allah
Khotbah Kebaktian Kamis PutihGKP Jemaat BandungKamis, 17 April 2025 pukul 18.00 WIBTema : "Mengingat dan Bersyukur"Bacaan Alkitab : 1 Korintus 11:17-34Pelayan Firman : Pdt. Gumilar Kristianto, M.Si.GKP Bandung April 2025
Masih ingat ributnya soal omongan pak Jokowi tentang proyek IT yang bisa diselesaikan dalam 2 minggu saja? Ribut waktu itu. Nah ini ada yang mengirimi saya link tentang sebuah RFC (Request For Comments). RFC 9759. Ini beneran atau lawakan sih? Mengingat tanggalnya adalah 1 April yang biasanya dikaitkan dengan April mop. Dugaan saya: LAWAKAN!https://datatracker.ietf.org/doc/html/rfc9759Tautan tambahan:https://en.m.wikipedia.org/wiki/April_Fools%27_Day_Request_for_Comments
Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas - Syarah Aqidah Ahlus Sunnah - Perbanyaklah Mengingat Kematian
Kirim pesan
Mengingat puasa sudah dekat, mari kita sambut dengan muhasabah bersama Gus Dit.dimeriahkan oleh manusia penuh dosa, Fadly A.K.A Batak!#PodcastBercanda
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 31 Juli 2024 Bacaan: "Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria." (Lukas 17:15-16) Renungan: Kita pernah mendengar ada pepatah mengatakan "Bagai kacang lupa kulitnya". Ini adalah ungkapan tentang perbuatan atau sikap seseorang yang terlalu sombong, sehingga melupakan asal usul atau latar belakangnya. Bisa jadi saat kaya lupa ketika miskin, saat sehat lupa ketika sakit, melupakan begitu saja keluarga, kerabat maupun orang lain yang dulu membantunya. Eh, saat berhasil hidupnya lupa daratan. Dalam keseharian seringkali kita jumpai perilaku menyimpang seperti itu. Di lingkungan keluarga, kerabat dekat, tetangga, teramat banyak orang-orang yang dulunya "bukan siapa-siapa" kemudian dalam proses perjalanan waktu mereka menjadi orang-orang yang terpandang, populer, kaya raya, dan dihormati. Mengapa hal ini dijadikan renungan kita? Secara kenyataan, tidak jarang kesuksesan dan keberhasilan membuat mata kita tertutup terhadap orang-orang yang ada di sekitar kita. Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa segala keberhasilan yang kita peroleh bukan murni usaha kita. Bacaan hari ini mencontohkan, kesepuluh orang kusta yang disembuhkan namun hanya satu yang ingat untuk bersyukur dan berterimakasih pada Yesus Sang penyembuhnya. Yesus hanya menyebut orang Samaria saja yang kembali. Bagaimana dengan perilaku kita? Sudahkah kita bersyukur atas segala bantuan yang pernah kita terima? Berterimakasih atas hal kecil atau besar pada Tuhan dan sesama, sangat membantu kita untuk menjadi orang yang selalu bisa bersyukur. Berterimakasih adalah hal utama yang harus menjadi karakter kita. Tidak peduli sekaya dan sehebat apa pun kita, jika tanpa bantuan Tuhan melalui perantaraan orang lain, kita tidak pernah seperti ini. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap kebaikan yang Kau berikan padaku melalui orang-orang di sekitarku. Ajarilah aku agar aku pun dapat menjadi kepanjangan tangan-Mu untuk memberkati sesamaku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 7 April 2024 Bacaan: "Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas." (Amsal 22:1) Renungan: Thomas Alva Edison pernah mengatakan, "Orang bisa berhasil bila memiliki 1% inspirasi yang hebat dan 99% kerja keras. Ada 1.300 jenis barang yang tercatat sebagai hasil penemuannya dan yang paling terkenal adalah penemuan lampu pijar. Melihat hasil penemuannya, orang pasti tidak menyangka bahwa ia pernah dikeluarkan dari sekolah setelah 3 bulan mengikut pelajaran di kelas. Ia dikeluarkan karena dianggap tidak mampu mengikuti pelajaran. Pada usia 11 tahun ia bekerja sebagai penjual surat kabar di stasiun kereta api. Di stasiun itu ia membuat sebuah laboratorium kecil dan di situlah ia mulai menciptakan barang-barang yang sangat berguna bagi dunia saat ini. Nama Thomas Alva Edison tercantum sejajar dengan sederetan ilmuwan kelas dunia lainnya. Thomas Alva Edison adalah seorang tokoh legendaris di dunia IPTEK. Hukuman yang diterima Haman adalah kemenangan dan kebebasan bagi seluruh bangsa Yahudi. Mengingat peristiwa bersejarah itu, umat Yahudi selalu merayakan hari raya Purim. Di hari pertama hari raya ini, kitab Ester dibacakan. Ketika nama Haman dibacakan, orang-orang akan menangis, karena Haman adalah nama yang penuh noda di mata bangsa Yahudi. Namun nama Ester dan Mordekai menjadi harum sepanjang masa dan tercatat dalam buku sejarah sebagai seorang pahlawan besar. Nama Ester dan Mordekhai menjadi harum di mata bangsa Israel, sedangkan nama Haman menjadi nama yang jahat. Seperti arti namanya, yaitu "bintang", Ester telah menjadi bintang yang bersinar indah bagi bangsa Yahudi. Ester menjadi salah satu pahlawan wanita bagi bangsa Yahudi. Namanya disejajarkan dengan tokoh-tokoh Alkitab lainnya yang baik dan menjadi berkat bagi banyak orang, seperti Henokh, Nuh, Musa, Yosua, Daud, Petrus, dan Paulus. Sebaliknya, nama Haman sejajar dengan nama tokoh-tokoh yang jahat seperti Kain, Firaun, dan Izebel. Setelah membaca kisah di atas, yang menjadi bahan perenungan bagi kita adalah: Apakah kelak kita akan meninggalkan nama yang harum atau nama yang jahat? Yang pasti setiap kita tentu ingin menjadi orang yang meninggalkan nama yang harum, kesan yang baik dan kenangan yang indah. Untuk itu marilah kita hidup seturut firman Tuhan, yang dibarengi dengan ketekunan dan kerja keras untuk dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Seperti pernyataan Thomas Alva Edison bahwa untuk memperoleh keberhasilan dibutuhkan inspirasi dan kerja keras. Jika kita ingin menjadi seorang yang meninggalkan nama yang harum, lakukanlah hal-hal yang baik dengan sikap yang takut akan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, aku rindu menjadi orang yang berguna bagi keluarga, pekerjaan dan pelayananku. Mampukan aku memberikan yang terbaik dalam hidupku agar kelak bisa meninggalkan nama baik. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 24 Maret 2024 Bacaan: "Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! (Mazmur 103:1-2) Renungan: Suatu ketika ada seorang rekan bercerita bahwa seseorang yang telah banyak ia tolong selama ini telah menjelek-jelekkan dirinya di hadapan banyak orang. Hal ini dipicu oleh kekecewaan orang tersebut kepadanya yang tidak bersedia lagi membantunya di dalam mengatasi kesusahan yang ia alami. Alasannya, menurut rekan tersebut, orang itu tidak perlu dibantu lagi karena dia tidak pernah mau berusaha keras di dalam hidupnya, dia hanya mengharapkan bantuan orang lain. Lagi pula ia mempunyai sifat yang kurang baik. Harapannya adalah bisa mendidik dia untuk belajar bertanggung jawab. Karena itulah orang itu menjadi kecewa dan menjelek-jelekkannya di hadapan orang lain. Dia sudah tidak ingat lagi segala kebaikan yang dia terima darinya. Banyak orang seperti itu, begitu cepat melupakan kebaikan orang lain. Itu adalah suatu sifat yang tidak baik. Namun, yang lebih parah lagi adalah jika ada orang yang begitu cepat melupakan kebaikan Tuhan. Setiap kita pasti pernah mengalami kebaikan Tuhan, walaupun kadangkala kita tidak menyadarinya. Ada kebaikan Tuhan secara khusus yang kita alami, seperti berkat materi di kala kita kekurangan, kesembuhan di kala kita sakit. Ada juga berkat Tuhan secara umum yang kita alami, seperti napas hidup dan kekuatan yang Dia beri setiap hari. Itu semua adalah kebaikan Tuhan yang tidak bisa kita lupakan. Demikian juga dengan Daud, setelah mengalami banyak kebaikan Tuhan, dia tidak melupakannya, "Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah namaNya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya!" (Mzm103:1-2). Daud menjelaskan kebaikan Tuhan yang telah dia rasakan dengan baik. Daud mengakui bahwa Tuhan sudah mengampuni kesalahannya. Dia merasakan bagaimana Tuhan menyembuhkan penyakitnya. Dia merasakan anugerah penebusan, kasih dan rahmat-Nya. Bahkan, dia merasakan bahwa Tuhan telah memampukannya untuk berbuat baik. Itulah sebabnya dia terus merasakan kekuatan yang luar biasa, baik waktu muda, maupun ketika sudah berumur senja. Daud menggambarkan dirinya seperti burung rajawali yang mengalami pembaruan. Ini berbeda dengan bangsa Israel yang keluar dari Mesir, khususnya yang usianya 20 tahun ke atas. Kisah pembebasan mereka dari perbudakan di Mesir dan segala berkat Tuhan selanjutnya, tidak membuat mereka berpaut sepenuhnya kepada Tuhan. Ketika ada masalah, dengan segera mereka melupakan semua berkat Tuhan itu. Tentu banyak kebaikan Tuhan yang juga sudah kita rasakan. Untuk itu, sudah seharusnya kita selalu mengingat kebaikan Tuhan dengan selalu bersyukur dan memuji namaNya, ketika dalam keadaan senang maupun ketika dalam keadaan susah. Jika kebaikan orang lain saja kita tidak bisa melupakannya, akankah kita melupakan kebaikan Tuhan? Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, dalam keadaan sulit maupun bahagia, ajarilah aku untuk selalu mengingat segala kebaikan-Mu dalam hidupku. Amin. (Dod).
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 187 (Nehemia 13:1-31): Bagian ini menuliskan keadaan Israel sebelum terjadinya pembaruan melalui pembacaan Taurat oleh Ezra di dalam Nehemia 8. Seperti apakah keadaan Israel itu? Bukankah keadaan gereja saat ini sangat mirip dengan keadaan umat Tuhan pada zaman Nehemia? Mari kita berefleksi. Dan sebagaimana Nehemia memohon anugerah Tuhan untuk kebangunan Israel, mari kita juga memohon anugerah Tuhan untuk pertobatan dan kebangunan gereja saat ini!
Joshua Marthio - Mazmur 103:2 (TB) Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 7 Desember 2023 Bacaan: Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang itu sudah tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?" (Lukas 17:17-18) Renungan: Suatu ketika Universitas Northwestern memiliki seorang penyelamat yang menolong para penumpang kapal di Danau Michigan. Pada tanggal 8 September 1860, sebuah kapal mengalami kesulitan di dekat kampus itu dan seorang mahasiswa bernama Edward Spencer sendirian menyelamatkan seluruh penumpang yang berjumlah tujuh belas orang itu. Apa yang dilakukannya dalam peristiwa itu secara permanen merusak kesehatannya dan mengakibatkan ia menjadi tidak mampu melanjutkan studinya. Beberapa tahun kemudian, ketika ia meninggal, tidak seorang pun dari ketujuh belas orang yang dia selamatkan kembali untuk berterima kasih kepadanya. Dalam bacaan hari ini diceritakan bahwa ada sepuluh orang kusta yang datang menemui Yesus. Mereka meminta belas kasihan-Nya untuk disembuhkan. Yesus menyuruh mereka memperlihatkan diri kepada imam-imam, namun sebelum mereka sampai, di tengah jalan mereka sudah tahir semua. Tapi sayangnya, hanya ada satu orang yaitu orang Samaria yang kembali pada Yesus untuk mengucapkan terima kasih. Kesembilan orang lainnya lupa dan tidak pernah kembali. Dari kisah ini kita belajar kalau orang Samaria, bangsa yang dikenal tidak percaya dan tidak mengenal Allah saja tahu untuk berterima kasih, tidak melupakan orang yang sudah menyembuhkannya, kita anak-anak-Nya seharusnya bisa melakukan hal yang lebih baik dari itu. Namun kenyataannya adalah kita yang justru banyak ditolong, malah yang paling sering melupakan-Nya. Kita hanya mengucapkan terima kasih satu kali, lalu ketika masalah datang kita benar-benar tidak ingat lagi bagaimana Allah sudah menolong dan memberkati kita. Ya, yang kita ingat hanyalah kesulitan dan ujiannya, tapi pertolongan-Nya kita lupakan. Marilah kita belajar untuk menjadi pribadi yang lebih banyak mengingat kebaikan dan kasih setia Tuhan daripada mengingat hal-hal buruk yang pernah kita alami. Percayalah kalau kita termasuk bilangan orang-orang yang tahu berterima kasih, Allah akan menganugerahi kita berkat yang lebih besar lagi. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas setiap berkat yang telah kuterima dari-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 22 Juli 2023 Bacaan: "Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada Tuhan, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus." (Yunus 2:7) Renungan: Ketika Yunus berada dalam perut ikan, ia pun memanjatkan doanya, "Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada Tuhan, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus." Tidak dapat dibayangkan bagaimana perih dan letihnya hati Yunus ketika ia memanjatkan doa tersebut. Doa itu menyadarkan kita, bahwa terkadang kita hanya ingat kepada Tuhan saat melalui masa sukar dan penderitaan. Menariknya, kasih Tuhan itu tidak dibatasi dengan kesalahan kita. Keluarbiasaan kasih Tuhan itu digambarkan melalui kisah seorang anak hilang yang pergi menghabiskan harta bapanya. Setelah kehabisan uang dan mengalami penderitaan, ia pun kembali kepada bapanya dan bapanya menerimanya dengan penuh sukacita. Itulah gambaran kasih Tuhan, suatu hal yang sulit diterima oleh akal manusia. Kasih Tuhan tidak terhalang oleh apapun. Tuhan tidak menutup telinga di saat kita benar-benar tertekan, terdesak, butuh pertolongan-Nya dan merasakan keletihan jiwa. Ketika keletihan jiwa menerpa kita, seruan kepada Tuhan menjadi kemenangan yang akan menghampiri hidup kita. Adalah baik jika kita mengingat Tuhan ketika jiwa kita merasa letih. Tetapi lebih baik lagi, jika dalam keadaan aman dan nyaman, kita tetap memelihara hubungan dengan-Nya. Jangan hanya saat genting dan bahaya menyerang, kita baru berseru kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, berikanlah kekuatan kepadaku saat aku mengalami keletihan jiwa. Ampuni aku kalau terkadang aku hanya mengingat dan mencari Engkau saat hidupku dalam bahaya dan terdesak oleh berbagai masalah. Kini sendengkanlah telinga-Mu dan dengarlah seruanku dimasa kesesakanku ini. Jangan biarkan aku putus asa dalam menghadapi masalahku ini, tetapi bersegeralah menolong aku. Yesus, kasihanilah aku yang saat ini mengalami keletihan jiwa. Amin. (Dod).
Hari-hari dalam bulan Dzulhijah merupakan kesempatan yang istimewa bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah dan mengingat Allah. Selama bulan ini, umat Muslim dihimbau untuk meningkatkan kegiatan ibadah, seperti berdzikir, membaca Al-Quran, berdoa, dan melakukan amalan kebaikan lainnya. Selain itu, momen penting seperti ibadah haji dan penyembelihan hewan kurban juga menjadi bagian dari pengingat akan kebesaran Allah dan ketaatan kepada-Nya. Dengan menjadikan setiap hari dalam bulan Dzulhijah sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah, umat Muslim dapat meraih keberkahan dan keberlimpahan spiritual dalam hidup mereka.
Each year on 25 April, it is commemorated to remember the struggles of members of the ANZAC or Australian and New Zealand Army Corps who served in the Gallipoli campaign. In addition to mererka, many troops from other countries fought and fell at Gallipoli with ANZAC forces, a contribution that has historically been overlooked. - Setiap tahun pada tanggal 25 April, diperingati untuk mengingat perjuangan anggota ANZAC atau Australian and New Zealand Army Corps yang bertugas dalam kampanye Gallipoli. Selain mererka, banyak juga pasukan dari negara lain yang bertempur dan gugur di Gallipoli bersama pasukan ANZAC, sebuah kontribusi yang secara historis diabaikan.
Divorce is one of the most stressful transitions people can experience in life. Given the high financial and emotional costs of going to court, the Australian legal system incentivises mediation and family dispute resolution alternatives prior to litigation. - Perceraian adalah salah satu transisi paling menegangkan yang bisa dialami orang dalam hidup. Mengingat biaya finansial dan emosional yang tinggi untuk pergi ke pengadilan, sistem hukum Australia memberi insentif alternatif mediasi dan penyelesaian perselisihan keluarga sebelum litigasi.
Khutbah Jumat: Mengingat Kematian Ketika Tahun Baru ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 6 Jumadil Akhir 1444 H / 30 Desember 2022 M. Khutbah Pertama: Mengingat Kematian Ketika Tahun Baru Pergantian tahun mengingatkan kita kepada kematian, semakin dekat […] Tulisan Khutbah Jumat: Mengingat Kematian Ketika Tahun Baru ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Hope you enjoy the show ! DON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE ! Glenden Tikando : https://www.instagram.com/odentikando/ Jackson Lee : https://www.instagram.com/jacksonrlee/ Ray Janson Radio is available on: Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01 Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizq Google Podcast: https://bit.ly/2laege8i Anchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radio Let's talk some more: https://www.instagram.com/rayjanson
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 22 Desember 2022 Bacaan: Berkatalah perempuan itu: "Suatu permintaan kecil saja yang kusampaikan kepadamu, janganlah tolak permintaanku." Jawab raja kepadanya: "Mintalah, ya ibu, sebab aku tidak akan menolak permintaanmu." (1 Raja-raja 2:20) Renungan: Abraham Lincoln pernah berkata, "Tidak ada orang yang malang jika ia memiliki seorang ibu yang saleh." Seandainya setiap Ibu memiliki pikiran seperti itu, tentu saja anaknya akan bangga dengan keberadaan ibunya. Tetapi sayang, tidak semua orang mengalami kebenaran perkataan di atas, karena tidak semua ibu memiliki kehidupan yang saleh. Sebenarnya keberhasilan seorang ibu tidak diukur dari besarnya jumlah materi yang ia berikan kepada anaknya, tetapi oleh seberapa banyaknya ajaran dan teladan yang ia berikan kepada anaknya sebagai pedoman hidup. Ajaran seorang ibu akan diterima baik oleh anaknya hanya jika sang Ibu memiliki kehidupan yang saleh. Hal demikianlah yang dialami oleh Salomo sebagai putra dari Batsyeba. Apakah yang diperoleh Salomo sehingga di dalam beberapa Amsalnya ia mengutarakan perihal untuk tidak mendukakan seorang ibu dan melupakan ajarannya? Diantaranya adalah, "Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya." (Ams;10:1), "Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu." (Ams 6:20). Ini merupakan contoh bahwa Salomo mendapat pendidikan yang baik dari Batsyeba ibunya. Ketika Salomo telah menjadi raja, caranya bersikap sangat menunjukkan bahwa ia mengasihi dan menghormati ibunya. Satu jawaban Salomo yang menarik ketika Batsyeba menghadap kepadanya, "Mintalah, ya Ibu, sebab aku tidak akan menolak permintaanmu." Kebijakan dan kesopanan Salomo tidak semata-mata ada begitu saja, Bahkan Ratu Syeba sendiri memuji hal itu. Semua itu tidak lepas dari didikan Batsyeba yang sangat berperan untuk membentuk karakternya. Dalam hal ini telah berhasil menjadi seorang ibu yang saleh. Di sini kita bisa melihat betapa pentingnya peran seorang ibu. Pengaruh dari seorang ibu lebih besar dibandingkan dengan sang ayah, hal ini dikarenakan ibu lebih berperan dalam mengasuh dan mendidik anak, terutama ketika anak masih kecil. Pada masa itulah biasanya anak juga memiliki komunikasi yang lebih dekat dengan ibunya. Mengingat pentingnya komunikasi antara ibu dan anak di dalam mendidik, seorang ibu perlu menyediakan waktu yang cukup untuk dapat memperhatikan anak-anaknya. Keberhasilan seorang anak merupakan salah satu indikasi keberhasilan orang tua di dalam mendidik anaknya. Alkitab memerintahkan supaya kita mengajarkan firman Tuhan kepada anak secara berulang-ulang. (Ul 6:6-7). Jika anak telah menghidupi kebenaran firman Tuhan maka pintu keberhasilan akan terbuka baginya. Siapkah para ibu menjadi Ibu yang berhasil? Selamat hari ibu. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, mampukanlah setiap ibu untuk menjadi Ibu yang saleh, supaya ketika mereka mendidik anak-anaknya di dalam kebenaran-Mu, anak-anaknya dapat menerima dan menerapkannya dalam hidup sehari-hari. Amin. (Dod).
Sesuai dengan firman Tuhan bahwa setiap kali kita mengangkat roti perjamuan dan mengangkat anggur perjamuan, kita mengingat kurban Tuhan. Mengingat bukan hanya memunculkan dalam memori kita mengenai kurban Tuhan Yesus Kristus di kayu salib, tetapi kita juga diingatkan untuk terus memperkarakan maksud pengurbanan Tuhan Yesus; apakah benar-benar kita pahami, kita kenakan, kita alami dalam hidup... Continue reading → The post Bisa Dinikmati Allah appeared first on Truth Voice.
audio mastering by @restorasiaudiodakwah kajian dapat dilihat di akun Youtube : Khalid Basalamah Official https://www.youtube.com/user/khalidbasalamah follow akun kami Instagram : @podcastdakwahsunnah Youtube : Podcast Dakwah Sunnah https://www.youtube.com/channel/UCH20LHhVpsltWBDA7Teo48A kritik dan saran: podcastdakwahsunnah@gmail.com Kumpulan kajian juga dapat didengar dan didownload melalui website: https://www.podcastdakwahsunnah.com/ Semoga bermanfaat. Jazakallah
Events at Gallipoli in 1915 marked the birth of the ANAC spirit. However, since then Australian Defence Force personnel have served in manty fields of war. ANZAC Day commemorates the service of those men and women. However, one group that receives little attention are the soldiers who were deployed to Borneo at the time of the Indonesian Confrontation. - Peristiwa di Gallipoli pada tahun 1915 menandai lahirnya semangat ANZAC. Namun, sejak itu personel Angkatan Bersenjata Australia telah bertugas di banyak medan perang. Hari ANZAC memperingati jasa para pria dan wanita tersebut. Namun, satu kelompok yang kurang mendapat perhatian adalah para prajurit yang dikerahkan ke Kalimantan pada saat Konfrontasi Indonesia.