POPULARITY
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Kristin MCFSM dan Suster MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santo Fransiskus Catholic Center Palangkaraya di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia. 1 Raja-Raja 2: 1-4.10-12; Mazmur tg: 1 Taw 29: 10.11ab.11d-12a.12bcd; Markus 6: 7-13.KEKUATAN SEBUAHKEPERCAYAAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kekuatan SebuahKepercayaan. Secara umum kita bisa kategorikan kepercayaan, mandat, tanggungjawab, atau komitmen menjadi dua. Yang pertama ialah kepercayaan untukmelakukan perbuatan-perbuatan jasmani seperti bekerja mencari nafkah, memimpinorganisasi, dan menjual atau membeli barang-barang. Yang kedua ialahkepercayaan terkait dengan melakukan kegiatan-kegiatan rohani seperti pelayananfirman Tuhan, beribadat, berdoa, dan berpuasa. Raja Daud memberikan kepercayaan kepemimpinan kerajaankepada putranya Salomo, dan ini kita bisa menganggapnya sebagai wakil darisuatu kepercayaan jasmani. Orang tua atau orang dewasa memberikan kepercayaankepada anak-anaknya untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai denganharapan mereka. Banyak sekali kehidupan jasmani kita ditentukan olehkepercayaan yang diberikan kepada kita, baik di dalam keluarga maupun diluarnya. Sementara itu, Yesus Kristus memberikan kepercayaan danmengutus para murid-Nya, dapat kita anggap sebagai wakil dari suatu kepercayaanrohani yang kita miliki. Kehidupan kita kapan dan di mana pun yang berkaitandengan aspek rohani, semuanya ditentukan oleh kepercayaan atau nasihat danbimbingan rohani yang diberikan kepada kita. Seseorang menghadiri Misa padahari Minggu, dan dari sana ia membawa suatu kepercayaan untuk menjalani perutusan yang disampaikanoleh imam pada akhir perayaan ekaristi. Pertanyaan yang penting adalah ini: apakah yang menjadikekuatannya sehingga kepercayaan baik jasmani maupun rohani itu memilikimartabat, kewibawaan, dan membuahkan kepercayaan yang lebih besar lagi dariorang lain di sekitar kita? Kedua bacaan kita hari ini memberikan satu jawabanpokok, ialah ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan yang memberikan kepercayaanitu. Nasihat, perintah, dan aturan-aturan yang ditetapkan senantiasa dijalani.Semua itu untuk menjamin kalau kepercayaan itu berasal dari sebuah kuasa yangjauh lebih besar dan menjamin legitimasi terlaksananya tugas-tugas kita. Ketaatan berarti Tuhan yang memberikan kepercayaan adalahbenar dan kehendaknya bersifat tetap. Jadi tidak ada pertimbangan apa pundari kita untuk berdebat bahkanmemperbaikinya. Yang kita perbuat ialah mendengar, memahami, danmenjalankannya. Kesetiaan merupakan sisi mata uang untuk ketaatan. Kesetiaanbertahan sampai ujung kehidupan karena orang taat tanpa syarat. Banyak kalikita menjadi seperti Daud atau Petrus, yang mengakui iman untuk taat, namunterkadang kita tidak setia dalam berkomitmen. Yang penting ada penyesalan, lalu membaharui diri untukkembali setia. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, pakailah kami dengan apa adanya kami ini untuk menunaikan kepercayaanyang Engkau berikan kepada kami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 2 Samuel 24: 2.9-17; Mazmur tg 32: 1-2.5.6.7; Markus 6: 1-6.SUDUT PANDANG Tema renungan kita pada hari iniialah: Sudut Pandang. Di dalam kelas 4 SD, murid-murid diminta oleh gurunyauntuk menulis tentang saling mencintai di antara bapa dan ibunya di rumah.Murid A menulis tentang ibunya menyiapkan pakaian yang rapi dan teratur untukbapaknya saat hendak pergi kerja atau menghadiri pertemuan. Murid B berceritatentang bapaknya yang selalu setia menemani ibunya belanja di pasar, membantumencuci, membantu memasak, dan merapikan rumah. Murid C bercerita tentang ibunyayang setia menunggu sampai bapaknya pulang kerja . Masing-masing murid memberi sudutpandangnya tentang cinta di antara bapak dan ibunya di rumah. Sebuah sudutpandang mencakup dari posisi mana kita melihat dan memahami seseorang atausesuatu, dan kehendak untuk melakukan yang sudah kita putuskan. Raja Daud memiliki sudut pandangnya sebagairaja. Ia memutuskan untuk bertindak sesuai sudut pandang dan kehendaknya. Namunternyata sudut pandang Daud bertentangan dengan sudut pandang dan kehendakAllah. Untungnya Daud cepat menyesalinya dan meminta ampun, sehingga Allahmengampuninya. Yesus Kristus tampil di publiksebagai seorang yang memiliki daya tarik luar biasa. Banyak sekali kesan dariorang-orang di sekitarnya sehingga menghasilkan aneka macam sudut pandangtentang diri-Nya. Para penggemar, murid-murid, dan para musuh-Nya memandang Diasecara berbeda-beda. Roh-roh jahat memandang bahwa Yesus dapat digodai dengansegala taktik busuknya, namun Yesus mengalahkan mereka. Para rasul pertamapernah bertanya: di manakah engkau tinggal Guru? Mereka anggap Yesus bakalmemberikan mereka jaminan hidup jiwa dan raganya. Injil pada hari ini berkisahtentang pandangan orang-orang sekampung dan sanak keluarga tentang pribadi danpekerjaan Yesus Kristus. Ternyata sudut pandang mereka terhadap Yesus sangatterbatas dan amat dangkal. Yesus dipandang sebagai seorang yang merupakanbagian dari mereka. Tidak ada sesuatu yang spesial pada-Nya. Intinya, iniadalah sebuah sudut pandang untuk meremehkan dan menolak Yesus, meskipun merekamengetahui bahwa Dia telah berbuat yang luar biasa dalam menolong dan mengatasikesulitan banyak orang. Sebuah sudut pandang yang kitamiliki sangat bergantung pada standar pengetahuan, kebijaksanaan dan iman kitamasing-masing. Kalau kita dibimbing oleh Roh Kudus dan iman kepada YesusKristus, sudut pandang kita tentu berdasarkan kehendak Tuhan. Kita tentu selalumeminta terang Ilahi melalui doa dan refleksi supaya mendapatkan sebuah sudutpandang yang baik dan benar. Kita harus dapat membebaskan diri dari memilikisudut pandang negatif, sempit atau subjektif, dan destruktif. Ini pasti bukandari terang Roh Kudus. Jangan membiasakan diri memiliki sudut pandang sepertiini! Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha murah,semoga pada hari ini kami senantiasa memandang Dikau dengan gembira dan semogakami selalu melihat yang baik dan benar di dalam diri saudara-saudari kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yustina Armastiti dan Ignasius Sunaryo dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Samuel 11: 1-4a.5-10a.13-17; Mazmur tg 51: 3-4.5-6a.6bc-7.10-11; Markus 4: 26-34.BENIH-BENIH UNGGUL BAGI TUHAN Tema renungan kita pada hari iniialah: Benih-Benih Unggul Bagi Tuhan. Dalam Injil Markus, Yesus mengumpakanKerajaan Allah seperti biji sesawi. Benih itu paling kecil, tetapi kemudianmenjadi besar dan berguna bagi sekitarnya. Gambaran ini meneguhkan kita bahwaTuhan tidak selalu memulai karya-Nya dari hal-hal yang besar, mencolok, ataudianggap hebat oleh manusia. Justru dari kesetiaan kecil—doa yang sederhana,pelayanan yang mungkin tidak terlihat, keputusan untuk tetap jujur, atau hatiyang mau mengampuni—Tuhan menumbuhkan sesuatu yang kelak menjadi tempatberteduh bagi banyak orang. Benih kecil di tangan Tuhan tidak pernah sia-sia. Yesus juga menyampaikanperumpamaan tentang benih yang ditaburkan petani: benih itu bertunas, tumbuh,lalu menghasilkan buah, tetapi petani itu “tidak tahu bagaimana terjadinya.” Disini kita diajak menyadari misteri rahmat: manusia boleh menabur, boleh merawat,boleh bertekun, tetapi yang memberi pertumbuhan sejati adalah Tuhan. Ada bagianhidup rohani yang tidak dapat dipaksa oleh kekuatan manusia. Sebab itu imantidak hanya menuntut kerja keras, melainkan juga penyerahan diri—percaya bahwaTuhan bekerja diam-diam, bahkan saat kita merasa tidak ada perubahan apa pun. Namun perjalanan iman tidakselalu mulus. Ada godaan, kelelahan, dan luka batin yang membuat manusia jatuhdalam dosa. Ini seperti benih yang sudah mulai tumbuh tetapi diserang wabah,hama, atau penyakit yang mengancamnya hingga rusak. Dosa bukan hanya sekadar“kesalahan kecil”, melainkan daya penghancur yang dapat merampas kedamaian,meretakkan relasi, melemahkan panggilan, bahkan mematikan semangat untukbertumbuh. Jika tidak dijaga, benih unggul pun bisa berhenti berkembang sebelumsempat menghasilkan buahnya. Kitab Suci menunjukkan bahwagodaan tidak mengenal status: Raja Daud yang dipilih Tuhan pun pernah jatuhdalam dosa perzinahan. Kejatuhan Daud mengingatkan kita bahwa hati manusiadapat lemah ketika lengah, merasa aman, atau membiarkan diri dikuasai keinginan.Tetapi kisah Daud juga menyatakan sesuatu yang sangat penting: Tuhan tidakberhenti mengundang pertobatan. Ketika manusia tersungkur, jalan pulang tetapdibukakan. Rahmat Tuhan sanggup memulihkan, tetapi tanggung jawab manusiaadalah berjaga-jaga, jujur pada diri sendiri, dan segera kembali sebelum lukadosa menjadi semakin dalam. Maka, menjaga benih panggilanadalah tugas rohani yang serius. Kita dipanggil untuk menjaga diri, menjagamata dan hati, menjaga relasi, menjaga disiplin doa, serta menjaga kepekaannurani. Sebab panggilan hidup adalah sesuatu yang mulia dan harus dipelihara.Kita membutuhkan rahmat perlindungan Tuhan setiap hari agar tidak mudah terbawaarus dunia, tidak dikuasai bisikan musuh yang mematikan, dan tidak menganggapremeh pintu-pintu kecil yang dapat membawa kita jatuh. Marilah kita berdoa. Ya Tuhan mahabijaksana, jadikanlah kamibenih-benih yang selalu siap ditumbuhkan dan dibuahkan demi kebaikan hidup kamidan pemenuhan janji untuk mendapat kesempurnaan di dalam Dikau. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hanolan Modestus Jemuru dan Veronika Retno Wijayanti dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Samuel 7: 18-19.24-29; Mazmur tg 132: 1-2.3-5.11.12.13-14; Markus 4: 21-25.CAHAYA PELITA Renungan kita pada hari ini bertema: Cahaya Pelita. Padazaman Yesus, belum ada listrik. Orang-orang memakai pelita atau obor untukpenerangan di rumah dan di perjalanan. Tetapi pada zaman kita, pelita hampirtidak digunakan karena listrik sudah menjadi penerangan bagi penduduk bumi padasaat ini. Penyebutan pelita di dalam kitab suci dan ajaran Tuhan Yesus tetaprelevan dengan kita saat ini, yaitu lebih memberikan penekanan pada pesanrohaninya. Di dalam suasana gelap karena listrik mati, orang-orangbergantung pada penerangan yang ada di tangan mereka, misalnya hp, tablet, ataulampu senter. Namun jika tidak ada satu pun alat-alat listrik-elektronik yangtersedia, salah satu penerangan yang diandalkan ialah pelita. Lilin yangdibakar, obor minyak tanah, atau pembakaran kayu dapat disejajarkan denganlampu pelita yang dengan muda disediakan di rumah-rumah kita. Tuhan Yesus memakai simbol cahaya pelita untuk mengajarkankita tentang peran setiap orang beriman sebagai lampu yang memiliki nyalaapinya. Roh Kudus yang ada pada kita sejak pembaptisan selalu menyalakanapi-Nya sehingga pikiran kita terbuka kepada firman yang disampaikan kepadakita dan berelasi dengan semua kenyataan hidup yang kita alami. Api Roh Kudusjuga membakar dan menyemangati hati kita, sehingga kita senantiasa memilikipengharapan setiap kali ada kesulitan dan sakit yang menyusahkan kita. Setiap orang memiliki pelita dan api di dalam dirinya,karena Tuhan bermaksud untuk menjadikan dirinya sebagai rekan kerja-Nya. Parapengikut Kristus secara sah mengambil bagian dalam perutusan Yesus Kristus.Maka mereka adalah rekan kerja Tuhan di dalam dunia ini. Fungsi pelita atau apidi dalam diri setiap orang yang diutus oleh Tuhan pada umumnya ada dua, yaitusebagai penerang jalan kepada Tuhan dan penerang kehidupan di dalam dunia. Jalan kepada Tuhan tidak selalu mulus dan gampang. Yesussendiri bahkan mengatakan bahwa jalannya sangat sempit. Raja Daud sendirimembutuhkan terang Ilahi supaya dapat mengerti dan menjalani kepercayaan Allahkepadanya. Perjalanan hidup yang panjang sering dihalangi oleh aneka bentukkegelapan. Maka pelita di dalam diri setiap orang sangat berguna dalammenerangi dan membimbing dirinya, bahwa jalan kepada Tuhan adalah jalan YesusKristus. Dunia dengan segala keadaannya sering menjadi gelap karenasegala kekurangannya seperti kebodohan, diskriminasi, kebohongan, kekerasan dankematian. Perutusan kita sebagai pengikut Kristus mewajibkan kita menjadipelita dengan cahaya yang menerangi, membimbing, dan mencerahkan dunia ini.Semoga pelita kita tetap bernyala sampai hidup kita di dunia ini berakhir. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Yesus, penuhilahselalu diri kami dengan terang Roh-Mu agar kami semakin mantap menjadisaksi-saksi-Mu bagi kebaikan dan keselamatan di dunia ini. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah MESIAS YANG BANGKITDiambil dari: Mazmur 16:10 (TB)“Sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan.”Wonder kids, Ada satu hal yang dimiliki semua orang di dunia: kita semua lahir, kita semua makan, kita semua bernafas… dan satu hari nanti, kita semua akan meninggal. Dan ketika seseorang meninggal, tubuhnya akan membusuk. Itu adalah bagian alami dari hidup manusia.Tapi Mazmur 16 berisi sesuatu yang berbeda.Raja Daud menulis bahwa Tuhan tidak akan membiarkan orang yang dikasihi-Nya mengalami kebinasaan, atau “membusuk” dalam kubur. Daud tahu ini tidak mungkin terjadi pada dirinya sendiri, karena ia adalah manusia biasa. Berarti Daud sedang membicarakan seseorang yang lebih besar—Mesias yang Tuhan janjikan. Ketika Yesus mati di kayu salib, tubuh-Nya tidak dibiarkan tinggal di kubur. Pada hari ketiga, Yesus bangkit dari antara orang mati, menggenapi Mazmur 16 dengan sempurna. Ini menjadi “sidik jari” terakhir dari Perjanjian Lama yang menunjukkan bahwa Yesus benar-benar Mesias. Kematian tidak bisa menahan Yesus. Kubur tidak bisa mengalahkan-Nya.Dan karena Yesus hidup kembali, kita memiliki pengharapan yang kekal bersama-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan apa artinya kalau Yesus benar-benar bangkit.Katakan kepada Tuhan:“Tuhan Yesus, Engkau hidup. Aku mau percaya dan berharap pada-Mu.”Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bangkit dan menang atas kematian. Engkau tidak diam terus di kubur, Engkau hidup. Dan karena itu aku punya harapan. Tolong aku percaya kepada-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus hidup! Dan karena itu, kita memiliki harapan yang tidak akan pernah hilang. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Juvita dan Agustinus dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Samuel 1: 1-4.11-12.19.23-27; Mazmur tg 80: 2-3.5-7; Markus 3: 20-21.JALAN TUHAN BEBAS HAMBATAN Renungan kita pada hari ini bertema: Jalan Tuhan BebasHambatan. Di dalam Injil Markus bab 3, Yesus digambarkan melayani begitu banyakorang sampai-sampai Ia dan para rasul-Nya tidak sempat makan. Kerumunan datangdengan harapan, sakit dan luka batin dibawa, doa-doa dinaikkan, dan Yesus tetaphadir sepenuhnya bagi mereka. Pelayanan-Nya seperti arus rahmat yang terus mengalir, taktertahan oleh lelah, waktu, maupun keterbatasan manusia. Dalam kacamata iman,ini bukan sekadar kesibukan, melainkan tanda bahwa kehendak Allah sedangbekerja nyata: menyelamatkan, memulihkan, dan membebaskan. Allah tidak pernahberhenti bekerja. Ia tidak tidur. Namun, menariknya, semakin besar karya yang dikerjakan,semakin besar pula salah paham yang muncul. Sanak keluarga Yesus menganggap Iasudah tidak waras, karena mereka melihat-Nya seolah tidak menjaga diri danmelampaui batas kewajaran manusia. Situasi ini menggambarkan kenyataan bahwajalan Tuhan tidak selalu mudah dipahami oleh logika manusia. Bahkan orang-orangterdekat pun dapat menjadi “hambatan” melalui penilaian yang keliru, bukankarena jahat, tetapi karena tidak mengerti tindakan Tuhan yang tersebut. Jika kita menengok kisah Raja Daud, berbagai keberhasilannyadalam peperangan memperlihatkan satu prinsip rohani yang kuat: jalan Tuhantidak terhentikan. Daud bukan menang karena kekuatan pribadi semata, tetapikarena ia berjalan dalam kehendak Allah. Ketika Tuhan menghendaki pemulihan dankemenangan bagi umat-Nya, rintangan sebesar apa pun akan disingkirkan. Sejarahkeselamatan menunjukkan bahwa karya Allah selalu bergerak maju, melampauiketerbatasan manusia dan menembus situasi yang tampak mustahil. Maka kitaselalu berpandangan bahwa di dalam Tuhan ada banyak surprise-nya. Ini tidak berarti bahwa hidup orang beriman bebas darimasalah. Hambatan, tantangan, dan pergumulan adalah bagian wajar dari duniayang terluka oleh dosa dan kelemahan. Tetapi iman mengajarkan sesuatu yanglebih dalam: hambatan tidak pernah mampu membuat jalan Tuhan buntu. Dalampenyelenggaraan ilahi, bahkan halangan dapat dipakai menjadi jalan pembentukan,pemurnian motivasi, dan pendewasaan kasih. Yang tampak sebagai penundaan,sering kali menjadi ruang bagi Tuhan untuk menegaskan arah dan memurnikan hati.Di kala situasi yang amat sulit, Tuhan masih menyediakan ruang untuk jalankeluarnya. Karena itu, “Jalan Tuhan bebas hambatan” bukan berarti tanpasalib, melainkan jalan yang pasti mencapai tujuannya. Kehendak Allah akan terusberlangsung, sampai mencapai kepenuhannya: persatuan dengan Allah Tritunggalyang abadi. Tugas kita adalah tetap setia melangkah, meski disalahpahami, meskilelah, meski doa belum segera terjawab. Sebab ketika seseorang berjalan dalamkehendak Tuhan, ia tidak sedang mengejar keberhasilan dunia, tetapi sedangmengikuti arus keselamatan yang tak pernah berhenti—jalan yang selalu terbukamenuju hidup yang kekal. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Allah yang mahabaik, bebaskanlah kami selaludari segala halangan yang mengaburkan kami di jalan-Mu untuk membawa kamikepada keselamatan yang kekal. Kemuliaan kepada Bapa dan Putran dan Roh Kudus…Dalam nama Bapa …
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah DAUD MENUBUATKAN PENYALIBANDiambil dari: Mazmur 22:15–17 “Aku seperti air yang tercurah… seluruh tulangku terlepas dari sendinya… anjing-anjing mengerumuni aku;… mereka menusuk tangan dan kakiku.”Wonder Kids, Saat Yesus tergantung di kayu salib, Ia mengutip Mazmur 22—Mazmur yang ditulis oleh Raja Daud sekitar seribu tahun sebelumnya. Yesus berkata, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Ketika Daud menulis Mazmur itu, ia sedang menggambarkan rasa sakit dan kesedihan yang ia alami. Ia tidak tahu bahwa kata-katanya itu akan menjadi gambaran yang sangat tepat tentang apa yang Yesus alami di salib. Mazmur 22 menggambarkan hal-hal seperti:Yesus diejek (ayat 7)tulang-tulang-Nya terlepas dari sendi (ayat 14)tangan dan kaki-Nya ditusuk (ayat 16)pakaian-Nya dibagi-bagikan (ayat 18)Yang luar biasa adalah: pada zaman Daud, penyaliban bahkan belum ditemukan!Belum ada hukuman salib. Namun Daud menggambarkannya dengan sangat tepat karena Roh Kudus yang memeberitahu dan menolong Daud untuk menuliskannya. Itu sebabnya nubuat ini menjadi “sidik jari ketujuh” yang menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Allah sudah mengetahui apa yang akan terjadi, dan Yesus rela datang untuk menanggung hukuman dosa kita. Yesus tidak terkejut oleh salib. Ia tahu apa yang akan Ia hadapi—dan Ia tetap memilih untuk melakukannya karena Ia mengasihi kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Renungkan betapa besar kasih Yesus yang rela disalibkan untukmu. Katakan pada Tuhan:“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menanggung hukuman yang seharusnya untukku.”Mari kita berdoa:Tuhan, Engkau tidak terkejut dengan salib. Engkau sudah tahu semuanya, tetapi Engkau tetap memilih datang untuk menyelamatkanku. Terima kasih atas kasih-Mu yang begitu besar. Tolong aku hidup bersyukur kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tahu penderitaan yang akan Ia alami—dan Ia tetap memilih salib karena Ia mengasihimu. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 1 Samuel 18: 6-9; 19: 1-7; Mazmur tg 56: 2-3.9-10a.10b-11.12-13; Markus 3: 7-12.PEMENANG TETAP RENDAH HATI Renungan kita pada hari ini bertema: Pemenang Tetap RendahHati. Seorang perawat di rumah sakit bekerja dengan sangat baik—pasien merasatertolong, keluarga pasien berterima kasih, bahkan rekan kerja memujinya. Namunia tidak sibuk mencari pujian atau membandingkan dirinya dengan orang lain. Iatetap datang tepat waktu, tetap menolong dengan sabar, tetap sopan kepadapetugas kebersihan, satpam, dan siapa pun. Ketika ada yang iri atau bersikaptidak adil kepadanya, ia memilih tetap bekerja benar dan menyerahkan hasilnyakepada Tuhan. Ini merupakan contoh nyata seorang pemenang tetap rendah hati. Dalam kisah Raja Daud, kita melihat sebuah kemenangan yangtidak melahirkan kesombongan. Daud berhasil mengalahkan musuh dan membawasukacita bagi bangsa, namun justru di saat itulah ancaman muncul dari dalam:Raja Saul mulai merasa terancam dan merencanakan pembunuhan terhadap “rajabaru” yang sedang dipersiapkan Tuhan. Secara manusiawi, Daud punya alasan untuk membalas,mempertahankan diri dengan cara keras, atau menunjukkan kuasa. Tetapi Daudmemilih jalan yang lebih dalam: ia tetap merendah, tidak membesar-besarkandiri, dan tidak menyepelekan orang lain, bahkan terhadap Saul yang melukaihatinya. Ia tetap menganggap Saul sebagai yang diurapi Tuhan. Kerendahan hati Daud bukan kelemahan, melainkan kekuatanrohani yang lahir dari kesadaran bahwa hidupnya bukan miliknya sendiri. Daudtahu, keberhasilan dalam perang bukan semata karena strategi atau kehebatannya,tetapi karena Tuhan yang memegang kendali. Ia tidak menjadikan kemenangansebagai panggung untuk meninggikan diri, melainkan sebagai kesempatan untuksemakin bergantung kepada Allah. Ketika seseorang yakin bahwa Tuhanlah sumberkemenangan, maka ia tidak akan merasa perlu merendahkan orang lain agar dirinyatampak lebih tinggi. Sikap ini makin terang ketika kita memandang Yesus Kristus.Dalam Injil, roh-roh jahat mengenali dan mengakui Yesus sebagai Anak Allah.Namun Yesus justru menegur mereka agar tidak menyebarkan berita itu. Mengapa?Karena pengakuan tentang diri-Nya harus dinyatakan pada saat dan tempat yangtepat, sesuai rencana keselamatan dari Bapa. Yesus tidak mengejar popularitas,tidak membangun pengaruh dengan sensasi, dan tidak mencari pengakuan dari suarayang salah. Ia menunjukkan bahwa kebenaran tidak perlu dipaksakan lewatkemegahan, tetapi harus lahir dari kehendak Allah yang teratur dan penuhhikmat. Yesus kemudian terus berkeliling untuk bekerja tanpa henti,mewujudkan tugas-tugas yang berasal dari Bapa: mewartakan Kerajaan Allah,menyembuhkan, membebaskan, dan membangun iman. Ia tidak berhenti hanya karenatelah dikenal, dipuji, atau diakui. Ia tetap berjalan dalam kerendahan hati,karena fokus-Nya bukan prestasi pribadi, melainkan kehendak Bapa. Inilahpelajaran rohani berharga: bekerja dengan rendah hati berarti tetap setia padamisi, bukan menjaga citra, bukan mengejar keunggulan, bukan mencari tepuktangan manusia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Tuhan Yesus, semoga ajaran cinta kasihdari-Mu selalu menerangi dan menuntun kami untuk bersikap rendah hati di dalamkata dan tindakan kami. Salam Maria, penuh rahmat … Dalam nama Bapa …
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Dikhianati Seorang TemanDiambil dari: Mazmur 41:10 “Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan roti bersama-sama dengan aku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.”Wonder Kids, Saat jam makan siang di sekolah, kita biasanya duduk bersama siapa? Biasanya bersama teman-teman dekat kita. Makan bersama adalah waktu yang menyenangkan—kita bercanda, berbagi cerita, dan menikmati makanan bersama. Kita jarang makan dengan orang yang tidak kita sukai atau tidak kita percaya. Karena itu, dikhianati oleh teman sendiri adalah hal yang sangat menyakitkan. Raja Daud pernah mengalaminya. Ketika ia menulis Mazmur 41, ia sedang mengalami masa sulit. Ia merasa musuh-musuhnya senang melihat kesusahannya. Bahkan orang yang dekat dengannya, yang pernah makan bersama dia, ternyata mengkhianatinya. Meski begitu, Daud tetap percaya bahwa Tuhan akan memelihara dirinya.Yesus juga mengalami hal yang sama. Pada malam sebelum Ia disalibkan, Yesus sedang makan dengan para murid-Nya. Di saat yang sangat berat itu, Yesus tahu salah satu murid terdekat—Yudas—akan mengkhianati Dia. Yesus bahkan mengutip Mazmur 41 untuk menunjukkan bahwa apa yang terjadi sudah dinubuatkan sejak dulu. Pengkhianatan oleh Yudas adalah “sidik jari” keenam yang menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias.Yesus memahami rasa sakit ditinggalkan, dikhianati, dan dilukai oleh orang yang dekat.Itu sebabnya ketika kamu dikhianati atau dikecewakan teman, Yesus mengerti perasaanmu.Dia pernah mengalaminya, dan Dia ada untuk menolongmu.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jika kamu pernah terluka karena teman, ceritakan kepada Tuhan. Katakan:“Tuhan, Engkau tahu rasanya disakiti. Tolong sembuhkan hatiku dan ajari aku menjadi teman yang setia.”Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau mengerti rasaku ketika aku disakiti oleh orang yang dekat denganku. Tolong aku belajar setia dalam persahabatan dan mengampuni seperti Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus memahami rasa sakitmu, dan Dia selalu setia—bahkan ketika manusia mengecewakan. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah KOTA KECIL BETLEHEMDiambil dari: Mikha 5:2 (TB)“Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak zaman purbakala.” Wonder Kids, Betlehem mungkin terdengar seperti kota yang penting karena Raja Daud lahir di sana dan kisah Rut terjadi di sana. Tetapi pada zaman Perjanjian Lama, Betlehem hanyalah kota kecil, sederhana, bahkan tidak dianggap istimewa. Itulah sebabnya nubuat dari Nabi Mikha mengejutkan banyak orang: Mesias—Raja yang dijanjikan Tuhan—akan lahir di Betlehem? Bukankah kota itu terlalu kecil dan tidak berarti? Tetapi Tuhan memang sering bekerja dengan cara yang tidak kita duga. Ketika nabi Samuel mencari raja baru untuk Israel, Daud pun dianggap terlalu muda dan tidak penting. Namun justru dialah yang Tuhan pilih. Mengapa?Karena Tuhan suka memakai yang kecil dan lemah untuk menunjukkan betapa besar kuasa-Nya. Ketika kita merasa tidak mampu, Tuhan bisa memakai hidup kita untuk melakukan hal-hal yang luar biasa. Dan ketika Yesus lahir, hal itu menggenapi nubuat Mikha.Mesias benar-benar lahir di Betlehem, kota kecil yang Tuhan pilih untuk menggenapi rencana besar-Nya. Ini menjadi “sidik jari keempat” yang menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Tuhan tidak perlu tempat besar, orang hebat, atau hal-hal yang luar biasa untuk bekerja. Ia sering mulai dari hal yang kecil—bahkan dari kota kecil bernama Betlehem.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Kalau kamu pernah merasa kecil, tidak penting, atau tidak mampu, ingatlah Betlehem.Katakan pada Tuhan:“Pakailah aku, Tuhan, walaupun aku kecil.”Mari kita berdoa:Tuhan, ketika aku merasa kecil dan tidak berarti, ingatkan aku bahwa Engkau memakai Daud dan Betlehem untuk melakukan hal besar. Tolong aku percaya bahwa Engkau juga bisa memakai hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan senang memakai hal yang kecil untuk melakukan hal yang besar. Tuhan Yesus memberkati.
19 Januari Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah TANDA UNTUK AHASDiambil dari:Yesaya 7:14 (TB)“Sebab itu Tuhan sendiri yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” Wonder Kids, Ahas adalah raja Yehuda. Ia keturunan Raja Daud, tetapi memerintah di masa yang sangat sulit. Negeri Yehuda dikepung banyak musuh, dan Ahas pun menjadi takut.Saking takutnya, ia mencoba membuat perjanjian dengan bangsa Asyur untuk mendapat perlindungan, bukannya percaya kepada Tuhan. Nabi Yesaya datang dan menawarkan tanda dari Tuhan—tanda apa saja, bahkan yang paling mustahil—untuk menunjukkan bahwa Tuhan akan menjaga Yehuda. Tapi Ahas menolak, karena hatinya lebih percaya pada kekuatan manusia. Namun Tuhan tetap memberikan tanda: Akan ada seorang perempuan yang belum menikah dan tidak mungkin punya anak, tetapi ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Nama-Nya adalah Imanuel, yang berarti “Allah menyertai kita.”Tanda itu bukan hanya untuk Ahaz, tetapi untuk seluruh dunia.Bertahun-tahun kemudian, tanda mustahil itu digenapi melalui Maria, yang mengandung Yesus oleh kuasa Roh Kudus. Yesus adalah Imanuel yang sejati—Allah hadir dalam bentuk manusia. Ketika kita menghadapi sesuatu yang sulit atau tampak mustahil, kita sering merasa ingin mengandalkan kekuatan sendiri—seperti Ahas. Tetapi tanda untuk Ahas mengingatkan kita: Allah sanggup melakukan hal yang mustahil. Dan Ia menyertai kita. Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Ingatlah satu hal sulit yang sedang kamu alami.Katakan kepada Tuhan:“Tuhan, aku percaya Engkau menyertai aku. Tolong aku tidak bergantung pada kekuatanku sendiri.” Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau selalu bersama kami. Ajar aku percaya pada kuasa-Mu, bukan hanya pada diriku sendiri. Terima kasih karena Yesus adalah Imanuel—Allah yang menyertai kami. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin. Wonder Kids, ingatlah: ketika kita merasa takut atau tidak berdaya, Tuhan tetap menyertai kita dan sanggup melakukan yang mustahil. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Renungan hari ini berjudulJANJI TUHAN KEPADA DAUDDiambil dari:2 Samuel 7:12 (TB)“Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.” Wonder Kids, Sejak dosa masuk ke dunia, Tuhan langsung menjalankan rencana penyelamatan-Nya. Salah satu bagian penting dari rencana itu melibatkan Raja Daud dari Betlehem. Daud bukan anak tertua dan bukan yang paling kuat. Bahkan ketika nabi datang untuk mengurapi calon raja baru, ayahnya tidak memanggil Daud—Daud masih sibuk menggembalakan domba. Tetapi Tuhan memilih Daud, bukan karena penampilan atau kekuatan, melainkan karena hatinya. Saat Daud dewasa, ia melayani Tuhan dengan setia. Ia memimpin bangsa Israel dengan keberanian, bergantung pada Tuhan dalam peperangan, dan Tuhan memberi kemenangan kepadanya. Kemudian Tuhan memberikan sebuah janji besar kepada Daud:Salah satu keturunannya akan menjadi Raja yang kerajaannya bertahan selamanya.Raja itu bukan hanya pemimpin biasa—Ia akan membangun “rumah” bagi nama Tuhan dan memerintah dengan keadilan serta damai yang tidak berkesudahan. Kalian tahu siapa Raja itu? Yesus Kristus! Matius 1:1 bahkan memperkenalkan Yesus sebagai “Anak Daud, anak Abraham.”Itulah “sidik jari kedua” dalam Perjanjian Lama yang menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Tuhan tidak pernah lupa janji-Nya.Menggenapinya mungkin butuh waktu berabad-abad, tapi setiap janji Tuhan pasti terjadi. Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan satu hal yang Tuhan sudah pernah janjikan dalam Firman-Nya.Ucapkan kepada Tuhan bahwa kamu mau percaya dan menunggu waktunya dengan setia. Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau Tuhan yang setia. Engkau menepati janji-Mu kepada Daud, dan Engkau juga menepati janji-Mu kepadaku. Tolong aku hidup setia seperti Daud dan percaya pada rencana-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin. Wonder Kids, ingatlah: Tuhan selalu menepati janji-Nya—tepat waktu, tepat sasaran, dan selalu untuk kebaikan kita. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Renungan hari ini berjudul MENUNGGU ITU TIDAK MUDAHDiambil dari: Mazmur 130:5 (TB)“Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.”Wonder Kids, Ada sebuah percobaan yang terkenal tentang kesabaran. Sekelompok anak kecil diberi satu marshmallow dan diberi janji: kalau mereka bisa menunggu dan tidak memakannya, mereka akan mendapat marshmallow kedua. Lalu peneliti keluar ruangan selama 15 menit. Ada anak yang langsung memakannya. Ada yang mencium-cium marshmallow lalu tergoda. Ada yang berusaha tidak melihatnya. Dan ada juga yang berhasil menunggu sampai akhir.Sebelum percobaan itu, anak-anak dibagi dua kelompok. Satu kelompok diberi alat gambar yang bagus, kelompok lain diberi alat yang jelek. Hasilnya? Anak-anak yang sebelumnya menerima alat gambar yang bagus ternyata lebih sabar menunggu. Mereka bisa menahan diri sekitar 12 menit. Sementara kelompok yang kecewa karena hanya dapat alat jelek rata-rata hanya bisa menunggu 3 menit. Menarik ya?Ketika seseorang pernah mengalami kekecewaan, menunggu jadi lebih susah. Bangsa Israel juga mengalami hal yang mirip. Mereka sudah menunggu Mesias sejak zaman Raja Daud.Tapi selama ratusan tahun mereka dijajah, dikecewakan, dan merasa putus asa.Maka ketika Yesus datang, sebagian orang ragu—“Benarkah Dia Mesiasnya? Jangan-jangan ini hanya kekecewaan lagi.” Tapi kita tahu Yesus adalah Mesias yang mereka tunggu–tunggu. Dan Dia jauh lebih luar biasa daripada apa pun yang bisa mereka bayangkan. Kalau marshmallow kedua saja layak ditunggu, apalagi kedatangan Yesus yang membawa keselamatan! Menunggu itu tidak mudah. Tapi firman Tuhan menolong kita berharap dengan benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu hal yang sedang kamu tunggu: jawaban doa, pertolongan, atau sesuatu yang kamu harapkan. Katakan pada Tuhan: “Tuhan, aku mau belajar menunggu dengan percaya.”Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku percaya pada waktu-Mu. Ajari aku menunggu dengan sabar dan berharap kepada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: menunggu memang sulit, tapi kita menunggu pada Tuhan yang selalu menepati janji-Nya. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Renungan hari ini berjudul SIAPA ITU MESIAS?Diambil dari: Yohanes 4:25–26 (TB)“Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami." Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."Wonder Kids, Kata “Mesias” berasal dari bahasa Ibrani mashakh yang berarti “mengurapi.”Dalam Perjanjian Lama, seorang raja atau nabi sering diurapi dengan minyak sebagai tanda bahwa ia dipilih oleh Allah. Ketika kata ini diterjemahkan ke bahasa Yunani, jadilah kata “Kristus.” Tapi apa yang orang Israel harapkan dari seorang Mesias?Pada zaman Raja Daud, Tuhan berjanji bahwa keturunan Daud akan memerintah untuk selamanya. Sesudah Daud meninggal, Israel berkali-kali dijajah bangsa lain.Mereka sangat merindukan Mesias datang untuk membebaskan mereka dan memulihkan kerajaan Israel.Saat Yesus datang, Israel berada di bawah pemerintahan Romawi. Karena itu, banyak orang berharap Mesias adalah pahlawan yang datang sebagai raja perkasa yang akan mengusir penjajah dan memulihkan kerajaan secara politik. Yesus memang melakukan hal-hal luar biasa: menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, dan mengajar dengan kuasa.Karena itu banyak orang bertanya-tanya, “Apakah Dia Mesias yang dijanjikan Tuhan?”Namun Yesus bukan Mesias seperti bayangan mereka. Ia tidak langsung menggulingkan Romawi atau menjadi raja dunia saat itu. Sebaliknya, Yesus datang untuk mengalahkan musuh yang jauh lebih besar daripada kerajaan mana pun—dosa dan maut.Yesus adalah Mesias yang mereka butuhkan, bukan yang mereka bayangkan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan satu hal: Kalau Yesus datang sebagai Mesias untuk menyelamatkan, bagian mana dari hidupmu yang ingin kamu serahkan kepada-Nya hari ini?Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Mesias yang Engkau janjikan sejak dahulu. Engkau datang bukan dengan cara yang orang bayangkan, tetapi dengan cara yang paling kami butuhkan. Tolong aku percaya dan mengikuti-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus adalah Mesias yang benar—yang datang menyelamatkan kita, bukan hanya memperbaiki keadaan dunia, tetapi memulihkan hati kita. Tuhan Yesus memberkati
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 4 November 2025Bacaan: "Lebih baik teguran yang nyata-nyata daripada kasih yang tersembunyi." (Amsal 27:5) Renungan: Suatu kali Ny. Albert Caldwel bertanya kepada salah seorang awak kapal Titanic, "Benarkah kapal ini tidak bisa tenggelam?" Jawab awak kapal tersebut, "Benar, nyonya. Bahkan, Tuhan sendiri tak mungkin menenggelamkan kapal ini." Dua hari kemudian, kapal tersebut memasuki kawasan Grand Banks, sebuah kawasan berbahaya karena banyak gunung es bawah laut. Pada 14 April 1912, dua puluh menit sebelum pukul 24.00 malam, kapal pesiar mewah, Titanic, menyerempet gunung es dan akhirnya tenggelam tiga jam kemudian. Seringkali kita jumpai, kesombongan yang membuat sebagian orang sulit untuk menerima teguran. Mengapa teguran dan peringatan selalu disamakan dengan kelemahan atau aib? Padahal Amsal 27:5 berkata, "Lebih baik teguran yang nyata-nyata daripada kasih yang tersembunyi." Bagaimana respon yang benar menghadapi sebuah teguran? Raja Daud dalam Mzm 119:14 menganggap peringatan Tuhan sama bahagianya dengan menerima harta benda. Seseorang hanya bisa bertumbuh lewat masukan, teguran bahkan peringatan dari orang lain. Apakah kita pernah mengalami teguran? Terkadang teguran itu menyakitkan, tetapi kalau kita mau lihat dari kacamata Tuhan, dibalik teguran itu ada kebaikan dan perubahan untuk hari yang kan datang. Jika hari ini kita mengalami teguran yang tidak disangka-sangka, tetaplah tenang dan berusahalah menemukan apa rencana Tuhan dibalik teguran itu. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, berilah rahmat kerendahan hati dalam diriku, sehingga ketika aku mengalami teguran atau nasihat yang tidak pernah kubayangkan, yang membuat aku kecewa dan sakit hati, aku tetap bisa menerimanya dengan lapang dada. Sebab aku percaya saat itu Engkau mau mengubah cara pandang, sikap, cara hidup dan kepribadianku untuk menjadi lebih baik lagi melalui teguran tersebut. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 29 September 2025Bacaan: "Tuhan di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?" (Mazmur 118:6) Renungan: "Tuhan di pihakku, Aku tidak akan takut!" Demikian seru Raja Daud dengan nyaring, bangga, dan yakin. Tulisannya dalam Mazmur 118 memberikan kekuatan yang mendalam bagi kita yang sering mengalami kegentaran di dalam meniti jalan kehidupan. Banyak kegagalan, kejahatan dan kemalangan yang mungkin menimpa kita, namun semua itu hanya akan menyerang kehidupan jasmani kita di bumi. Daud mengerti bahwa hal terburuk yang dapat dilakukan manusia terhadap dirinya adalah merenggut nyawanya. Ia yakin bahwa ia akan bertemu kembali dengan Tuhan di dalam kerajaan-Nya yang indah dan kekal. Apapun keadaan kita saat ini, asal kita hidup benar di hadapan Tuhan, maka Tuhan akan selalu ada di pihak kita. Kalau Tuhan ada di pihak kita, maka kita tidak perlu takut, karena Dia tahu apa yang harus dilakukan-Nya untuk menolong kita. Marilah kita mengandalkan Tuhan, karena orang yang mengandalkan Tuhan tidak akan pernah disia-siakan-Nya. Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, berilah aku kekuatan untuk dapat menjalani kehidupan ini. Berilah aku hati yang takut akan Engkau, sehingga walaupun keadaan dan pergumulan hidupku terasa berat, aku tetap ada di jalan-Mu dan punya pengharapan bahwa bersama dengan Engkau semuanya akan dapat kulalui dengan baik. Tuhan Yesus kutaruh keterbatasanku di dalam tangan-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 17 Juni 2025Bacaan: "Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku. Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus." (Mazmur 3:4-5)Renungan: Daud adalah orang yang sering masuk dalam situasi-situasi yang membahayakan jiwanya. Situasi dengan risiko besar, yakni nyawanya dipertaruhkan. Oleh karena itu, Daud sadar perlunya tangan Tuhan sebagai pegangan ketika berada dalam lembah yang kelam. Jadi tidak heran jika banyak mazmur atau nyanyian yang dia gubah sebagai ungkapan hatinya ketika berada dalam bahaya maut. Tercatat ada 73 mazmur yang ditulis oleh Raja Daud dan 13 di antaranya adalah mazmur yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa di dalam sejarah kehidupan Daud. Misalnya, ketika Daud harus melarikan diri dari Absalom, maka dia menggubah Mazmur 3. Ketika Daud pura-pura tidak waras di hadapan Abimelekh, sehingga dia diusir dan lari, dia menggubah Mazmur 34. Ketika orang Filistin menangkap Daud di Gat, maka Daud menggubah Mazmur 56. Ketika terjadi peristiwa di mana Saul menyuruh orang mengawasi rumah Daud untuk membunuhnya, maka dia menggubah Mazmur 59. Mungkin keadaan kita saat ini tidak seekstrem seperti situasi yang dijelaskan di atas, tetapi bukankah setiap hari kita menghadapi risiko atau konsekuensi? Setiap keputusan atau tindakan yang kita ambil selalu ada konsekuensi atau risiko yang mengikutinya. Untuk itu perlunya kita memohon kepada Tuhan untuk menjaga dan memberi hikmat sehingga semua yang kita putuskan adalah yang terbaik dan tidak bertentangan dengan kehendak-Nya. Situasi yang berhahaya tidak perlu ditakuti, tetapi perlu dihadapi dengan hikmat dan iman yang kuat kepada Tuhan. Tangan-Nya yang kuat akan menopang kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ketika aku berada di dalam lembah kekelaman, tolong aku untuk tetap menegakkan kepalaku karena aku percaya kepada kuasa-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 29 Maret 2025Bacaan: "Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana." (Amsal 24:16) Renungan: Ada seorang koki sedang membuat kue. Namun setelah menyelesaikan pekerjaannya, baru ia sadar bahwa ia telah melakukan satu kesalahan. Ia lupa memasukkan baking powder ke dalam adonan kue coklatnya. Hasilnya, setelah dipanggang kue coklat tersebut tidak mengembang alias bantat. Tekstur kue coklat yang seharusnya tebal, lembut, dan berpori-pori, menjadi agak padat dan basah. Namun, siapa yang menyangka pada akhirnya hasil dari adonan yang gagal ini justru banyak disukai orang sampai saat ini. Kue itulah yang sekarang kita sebut sebagai brownies. Begitulah sebuah kesalahan, tidak selalu akan berakhir dengan kesia-siaan. Memang, ada pepatah yang berbunyi, "Nasi sudah menjadi bubur." Kita tidak akan bisa mengembalikan bubur itu kembali menjadi nasi. Tetapi, kita bisa mengolah agar bubur itu menjadi enak dan menarik. Demikian juga dengan kehidupan kita. Mungkin kita pernah melakukan kesalahan yang membuat hidup kita menjadi tidak sesuai dengan apa yang kita dan Tuhan harapkan. Kita merasa bahwa kita telah hancur, terpuruk, dan tidak berdaya. Semua harapan seakan-akan sirna begitu saja dan masa depan seolah-olah menjadi suram. Hal seperti inilah yang pernah dialami oleh Raja Daud. Pada awalnya keadaan Daud sangat baik. la begitu dikasihi oleh banyak orang karena keberaniannya. Ia juga begitu dikasihi oleh Tuhan karena sikapnya yang sangat mengandalkan Tuhan. Ia diberi gelar "orang yang berkenan di hati-Nya" (1 Sam 13:14). Namun, karena satu kesalahan yang ia buat, yaitu perzinaan, semua kegemilangan yang ia peroleh seolah-olah hilang terhapus oleh kesalahannya itu. Tetapi, karena hatinya lembut, ia mau bertobat ketika pesan Tuhan datang kepadanya melalui Nabi Natan. Hidupnya pun kembali dipulihkan walau ia harus tetap menerima akibat dari kesalahannya itu. Daud bangkit! Dan dalam pandangan Tuhan, Daud tetap dianggap sebagai orang benar. Itulah sebabnya, setiap raja setelah dia yang hidup dalam jalan Tuhan diberi tanda positif "seperti Daud leluhurnya". Di dalam perjalanan hidup ini, tidak seorang pun yang luput dari kesalahan. Setiap kita, entah waktu kecil atau sudah dewasa, entah siang ataupun malam, pasti pernah berbuat salah. Tetapi sadarilah, kesalahan-kesalahan yang kita buat bisa menjadi pengalaman penting untuk kehidupan ke depan. Justru ketika kita seakan-akan kehilangan kekuatan sebagai akibat dari kesalahan yang kita buat, kita didorong untuk mengandalkan Tuhan. Kita yang hidup di dalam kasih karunia Tuhan harus memandang bahwa kesalahan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan hidup. Walau kelihatannya semua berantakan, kalau kita kembali dan berserah pada Tuhan, bukan tidak mungkin kita bisa menghasilkan yang baik dari kesalahan kita. Ketika kita memilih untuk bangkit, berubah, dan berserah kepada-Nya, maka la akan membawa kita pada jalan-jalan-Nya! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat untuk belajar dan kemampuan untuk bangkit dari setiap kesalahan yang aku lakukan, sehingga aku tidak terpuruk tetapi tetap semangat karena Engkau ada besertaku. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Dewi Felani dari Paroki Santo Albertus de Trapani Malang di Keuskupan Malang, Indonesia. Ibrani 12: 18-19.21-24; Mazmur tg 48: 2-3a.3b-4.9.10.11; Markus 6: 7-13 KEKUATAN SEBUAH KEPERCAYAAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kekuatan Sebuah Kepercayaan. Secara umum kita bisa kategorikan kepercayaan, mandat, tanggung jawab, atau komitmen menjadi dua. Yang pertama ialah kepercayaan untuk melakukan perbuatan-perbuatan jasmani seperti bekerja mencari nafkah, memimpin organisasi, dan menjual atau membeli barang-barang. Yang kedua ialah kepercayaan terkait dengan melakukan kegiatan-kegiatan rohani seperti pelayanan firman Tuhan, beribadat, berdoa, dan berpuasa. Raja Daud memberikan kepercayaan kepemimpinan kerajaan kepada putranya Salomo, dan ini kita bisa menganggapnya sebagai wakil dari suatu kepercayaan jasmani. Orang tua atau orang dewasa memberikan kepercayaan kepada anak-anaknya untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan harapan mereka. Banyak sekali aspek jasmani kehidupan kita ditentukan oleh kepercayaan yang diberikan kepada kita, baik di dalam keluarga maupun di luarnya. Sementara itu, Yesus Kristus memberikan kepercayaan dan mengutus para murid-Nya, dapat kita anggap sebagai wakil dari suatu kepercayaan rohani yang kita miliki. Kehidupan kita kapan dan di mana pun yang berkaitan dengan aspek rohani, semuanya ditentukan oleh kepercayaan atau nasihat dan bimbingan rohani yang diberikan kepada kita. Seseorang menghadiri Misa pada hari Minggu, dan dari sana ia membawa suatu kepercayaan untuk menjalani perutusan yang disampaikan oleh imam pada akhir perayaan ekaristi. Pertanyaan yang penting adalah ini: apakah yang menjadi kekuatannya sehingga kepercayaan baik jasmani maupun rohani itu memiliki martabat, kewibawaan, dan membuahkan kepercayaan yang lebih besar lagi dari orang lain di sekitar kita? Kedua bacaan kita hari ini memberikan satu jawaban pokok, ialah ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan yang memberikan kepercayaan itu. Nasihat, perintah, dan aturan-aturan yang ditetapkan senantiasa dijalani. Semua itu untuk menjamin kalau kepercayaan itu berasal dari sebuah kuasa yang jauh lebih besar dan menjamin legitimasi terlaksananya tugas-tugas kita. Ketaatan berarti Tuhan yang memberikan kepercayaan adalah benar dan kehendaknya bersifat tetap. Jadi tidak ada pertimbangan apa pun dari kita untuk berdebat bahkan memperbaikinya. Yang kita perbuat ialah mendengar, memahami, dan menjalankannya. Kesetiaan merupakan sisi mata uang untuk ketaatan. Kesetiaan bertahan sampai ujung kehidupan karena orang taat tanpa syarat. Banyak kali kita menjadi seperti Daud atau Petrus, yang mengakui iman untuk taat, namun terkadang kita tidak setia dalam berkomitmen. Yang penting ada penyesalan, lalu membaharui diri untuk kembali setia. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, pakailah kami dengan apa adanya kami ini untuk menunaikan kepercayaan yang Engkau berikan kepada kami. Salam Maria penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 14 Januari 2025 Bacaan: Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari." (Mazmur 119:97) Renungan: Ada seorang gadis yang baru saja membeli sebuah buku. Sampai di rumah, setelah membolak-balik halaman buku tersebut, ia meletakkan buku itu di rak buku kamarnya. la berkesimpulan bahwa isi buku itu sangat tidak menarik. "Aku telah salah membelinya," katanya. Beberapa bulan kemudian, ia berkenalan dengan seorang pria dan mereka saling jatuh cinta. Gadis itu kembali teringat akan nama pengarang dari buku yang dibelinya beberapa bulan yang lalu. Nama pengarang buku itu persis sama dengan nama pria yang kini menjadi kekasihnya. "Nama pengarang salah satu buku yang saya beli, persis sama dengan namamu," tanyanya penasaran kepada kekasihnya. "Mungkinkah penulisnya engkau, atau hanya kebetulan saja namanya sama?" "Benar, penulis buku itu adalah saya sendiri," jawab pria itu. Malam itu juga seusai acara makan malam dengan sang pujaan hati, gadis itu pulang ke rumahnya dan segera mencari kembali buku yang beberapa bulan lalu diselipkan begitu saja di rak buku. la mengambil tempat duduk yang nyaman dan mulai membaca dengan teliti buku tersebut. Ia terus membacanya sambil sesekali berhenti merenungkan isinya sambil membayangkan penulisnya. Setelah mengenal sang penulis buku, mendadak saja isi buku itu menjadi sangat menarik baginya. Tanpa rasa bosan dan lelah, ia berhasil menyelesaikan seluruh isi buku tersebut pada tengah malam. Apalah artinya Alkitab bagi orang yang tidak memiliki pengenalan pribadi terhadap Allah. Bagi orang-orang seperti ini, Alkitab hanyalah buku biasa yang tebal dengan tulisan kecil-kecil yang sangat membosankan. Alkitab bagi mereka hanya untuk dipajang di rak buku. Orang-orang yang hanya sekedar tahu tentang Allah dan Yesus Kristus Putera-Nya, tidak akan tertarik untuk membaca serta mempelajari Alkitab. Tetapi kalau kita memiliki pengenalan pribadi dengan Allah, maka kita pun akan rindu membaca isi hati-Nya, yaitu Alkitab. Pengenalan yang benar terhadap Allah akan menyebabkan kita haus pada firman-Nya. Alkitab tidak lagi menjadi buku yang membosankan, tetapi sebaliknya menjadi buku favorit yang selalu dibaca tanpa rasa bosan. Raja Daud memiliki pengenalan secara pribadi dengan Allah, sehingga ia begitu mencintai TauratNya. "Betapa kucintai TauratMu! Aku merenungkannya sepanjang hari." (Mzm 119:97). Berapa besar kecintaan kita terhadap firman-Nya? Apa yang sudah kita lakukan dengan Alkitab yang kita miliki? Di berbagai belahan dunia, ada orang-orang yang begitu merindukan firman Allah, tetapi mereka tidak dapat membacanya dengan bebas karena larangan dari pihak-pihak tertentu. Kita yang sudah mengenal Allah dan masih memiliki kebebasan untuk membaca firman-Nya, baca, pelajari dan renungkanlah firman-Nya setiap hari. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, biarlah firman-Mu menjadi kesukaanku setiap saat, karena di situlah aku mengenal isi hati dan janji-janji-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 4 November 2024 Bacaan: "Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana. Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku." (1 Raja-raja 19:3-4) Renungan: Di gunung Karmel, Elia menantang Raja Ahab beserta 400 orang Nabi Baal untuk membuktikan kehebatan Tuhan. Elia memanjatkan doa yang super beriman, "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah... dan bahwa aku ini hambaMu... Jawablah aku, ya TUHAN, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah." Lalu, turunlah api menyambar habis korban bakaran Elia dan ia membunuh ke 400 Nabi Baal tersebut. Namun keesokan harinya, ia lari ketakutan ketika mendengar ancaman Izebel, dan berkata, "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku." Elia berdiri teguh di puncak gunung Karmel mendeklarasikan fokus dan kekuatan imannya kepada Tuhan dan meyakini 100% akan jawaban doanya. Namun imannya jatuh seketika di titik nol hanya karena ancaman seorang perempuan. la menjadi putus asa dan ingin mati rasanya. Demikian pula Abraham, ia melakukan hal yang sama ketika ia berbohong tentang Sara di hadapan Firaun karena berusaha menyelamatkan nyawanya. Daud yang menuliskan pujian yang indah tentang kesetiaan Tuhan yang besar dalam hidupnya, namun juga yang menyerukan, "Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Mzm 22:2). Musa yang menjadi pemimpin besar yang membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dengan perbuatan tangan Tuhan yang besar, namun ia pun berseru-seru kepada Tuhan ketika berada di Masa dan Meriba, "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu?" Nabi Elia, Raja Daud, dan Musa adalah pahlawan-pahlawan iman yang dipakai oleh Tuhan untuk mendemonstrasikan kuasa-Nya, akan tetapi hal ini tidaklah menjadikan mereka manusia super rohani tanpa kegagalan. Dengan demikian, kita tidak perlu berkecil hati ketika perjalanan iman kita bagai grafik yang menurun secara drastis. Saat-saat kegelisahan, kekhawatiran, dan ketakutan tidak mampu kita halau, apakah yang harus kita lakukan selanjutnya? Nyatakan kepada Tuhan segala kelemahan iman kita dan tetaplah berdiri di gunung Tuhan. Dengan kata lain, iman kita boleh limbung namun tidaklah mati. Demikianlah Tuhan berkata setelah Elia menyampaikan ketakutannya, "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu." Kita tidak berdiam diri ketika kondisi iman kita tercekik, namun kita harus bangkit dan meraih kekuatan Tuhan untuk menjalani hari-hari yang penuh tantangan dan menyadari la selalu setia di dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. DOA: Tuhan Yesus, aku mohon kekuatan untuk bisa bangkit ketika imanku runtuh, sehingga aku sanggup menapaki jalan kehidupanku sampai akhir. Amin. (Dod).
Khotbah MDC Surabaya satelit Graha Pemulihan: Dari perkataan Uria pada Raja Daud, “Tabut serta orang Israel dan orang Yehuda diam dalam pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba tuanku sendiri berkemah di padang; masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu!” (2 Samuel 11:11). Kita dapat belajar ada “pagar” yang Uria bangun di dalam hidupnya, Pertama. Hadirat Tuhan. Dia ada di mana-mana. Penyembahan adalah sikap hati yang bergantung total pada Tuhan dalam segala hal dan di setiap keadaan. Kedua. Dilarang hidup sendirian. Tidak ada yang namanya superman, yang ada superteam. #AyoJoinContact. Ketiga. Hadiri dan hargai setiap ibadah yang ada, karena ada dinamika Roh Kudus di dalamnya. Keempat. Pilihlah pertempuran di dalam hidup kita dengan bijaksana, dan bertempurlah untuk sesuatu yang jauh lebih besar dari diri kita sendiri. Jadilah Generasi Misi bagi kemuliaan nama-Nya! Amin. —Pdt. Rubin Ong, Membangun Pagar.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 2 April 2024 Bacaan: "Dalam zaman Daud terjadilah kelaparan selama tiga tahun berturut-turut, lalu Daud pergi menanyakan petunjuk TUHAN." (2 Samuel 21:1a) Renungan: Ketika rakyat dalam sebuah kerajaan ada masalah, biasanya mereka akan datang meminta petunjuk kepada raja mereka, karena mereka percaya bahwa raja adalah orang yang paling berhikmat di negeri tersebut. Mereka biasanya percaya dan menerima keputusan yang dikeluarkan oleh raja. Tetapi, bila raja memiliki masalah yang tidak bisa ia pecahkan, kepada siapa ia harus datang meminta petunjuk? Para penasihat? Orang berhikmat? Itu bisa saja. Namun, tidak demikian dengan Raja Daud. Sebagaimana rakyatnya bergantung kepadanya dalam pengambilan keputusan, ia pun juga sangat bergantung kepada Tuhan. Raja Daud datang meminta petunjuk kepada Tuhan atas bencana kelaparan yang melanda bangsa Israel selama tiga tahun. Tuhan memberikan petunjuk dengan memerintahkan agar Ia membersihkan segala kesalahan yang dilakukan oleh keluarga Saul, dimana mereka berusaha membinasakan bangsa Gibeon yang merupakan sisa-sisa bangsa Amori, padahal bangsa Israel sudah bersumpah untuk membiarkan mereka hidup. Dosa keluarga Saul membuat berkat yang seharusnya turun ke atas bangsa Israel menjadi tertahan. Daud mengambil keputusan bijak dengan memutuskan untuk menghampiri Tuhan terlebih dahulu. Dan dia memecahkan masalah tersebut sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Tuhan. Kita harus tahu siapa yang pertama kita datangi saat menghadapi masalah. Mendatangi orang yang salah untuk meminta petunjuk dapat membuat kita terpuruk. Suatu hari, seorang ibu pernah datang dan menceritakan masalah rumah tangganya yang sangat rumit. la telah mendatangi beberapa sahabatnya dan meminta pendapat. Sesuai harapan, ia pun mendapatkan saran, namun saran tersebut justru membuat masalahnya semakin rumit. la kemudian memutuskan mendatangi seorang hamba Tuhan dan mengisahkan masalahnya. Dengan hikmat dari Tuhan, hamba Tuhan itu memberikan solusi kepada ibu tersebut dan secara perlahan ia pun dapat mengatasi masalah-masalah yang ada. Pada akhirnya ia mengatakan bahwa seharusnya sejak awal ia datang meminta petunjuk Tuhan lewat hamba-Nya, dengan demikian masalahnya tidak akan berlarut-larut. Sikap Daud yang tidak mengambil tindakan apa pun sebelum meminta petunjuk kepada Tuhan adalah teladan yang patut ditiru oleh setiap orang beriman. Daud menghormati Tuhan sebagai yang tertinggi dan pemilik kerajaannya. Ia datang kepada-Nya dan meminta petunjuk atas permasalahan yang ada di negerinya. Dialah Tuhan atas kehidupan umat-Nya. Dia tahu segalanya tentang kita, dan di dalam Dia pasti ada solusinya. Datang dan mintalah bimbingan Tuhan. Bukankah dia punya jalan keluar dari masalah kita? Lalu kenapa kita tidak datang saja kepada-Nya untuk mendapatkan solusinya? Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, berilah aku hikmat-Mu, agar pada saat aku mengalami jalan buntu untuk permasalahan yang aku hadapi, aku dapat bertemu dengan orang yang tepat untuk memberikan jalan keluarnya. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 13 Maret 2024 Bacaan: "Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu." (Mazmur 91:7) Renungan: Kita sering mendengat pertanyaan dari sahabat atau mungkin dari diri kita sendiri saat sedang menghadapi masalah berat. "Di mana Tuhan ketika saya sedang susah? Mengapa Tuhan seolah tertidur ketika saya sangat membutuhkan kehadiranNya? Mengapa tak ada hal ajaib yang terjadi sebagai bukti Tuhan menolong saya?" Menarik untuk diperhatikan, benarkah Tuhan absen ketika kita sangat membutuhkan kehadiran-Nya? Bukankah Dia sendiri yang berjanji akan menyertai kita sampai kesudahan zaman? Satu hal yang pasti adalah Tuhan tidak pernah tidur! Ketika Tuhan mengizinkan sesuatu yang buruk terjadi, la bertanggung jawab atas kelangsungan hidup kita dan menyiapkan jalan keluar yang terbaik. Pencobaan selalu datang sepaket dengan jalan keluar, itu pun tak akan melebihi kekuatan kita. Oleh sebab itu, penting untuk mengerti kehendak Tuhan dan melihat sesuatu menurut cara pandang-Nya, sebab Tuhan pasti memelihara kita. Yang dimaksud dengan pemeliharaan Tuhan adalah kita mendengar dan melihat sendiri sebuah peristiwa buruk terjadi, bahkan berada di tengah situasi tersebut, tetapi tidak turut menjadi korban dari peristiwa tersebut. Raja Daud di dalam Mzm 91:7 mendefinisikan dengan indah makna dari pemeliharaan Tuhan, "Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu." Pemeliharaan Tuhan juga berarti "dicukupkan ketika melewati masa sulit". Mungkin saja tidak ada hal hebat yang terjadi, tetapi yang pasti kehidupan kita dan keluarga tercukupi, tidak kekurangan suatu apa pun. Persis seperti kisah janda di Sarfat! Termasuk ketika hidup kita berjalan mulus, itu bukan terjadi begitu saja, ada campur tangan Tuhan yang bekerja tanpa kita menyadarinya. Jangan ragu untuk menjalani kehidupan karena Tuhan sendiri yang menjamin hidup kita. Mzm 37:25 berkata, "Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti." Tuhan tidak akan pernah meninggalkan anak-anak-Nya! Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk pemeliharaan-Mu dalam hidupku. Pengalaman melewati masalah demi masalah, menambah keyakinan imanku bahwa Engkau selalu ada untukku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah KETIKA KAMU TAKUT Dari Mazmur 56:4-5 Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? - Wonder Kids,, ketika kamu memperhatikan kata pertama dari Firman Tuhan di atas, apa yang kamu dengar? Disana dikatakan kata “Waktu” – “Waktu aku takut”, bukan “Jika aku takut”. Sudah lama sekali kata-kata itu ditulis oleh Raja Daud, tapi isinya tetap sesuai sampai hari ini. Ada waktu ketika kamu merasa takut. Itu karena kita hidup di dunia yang telah jatuh di dalam dosa dan dipenuhi orang-orang yang berdosa. Meskipun demikian, kamu tidak perlu menghadapi saat-saat yang menakutkan sendirian. TUHAN akan menolongmu, dan Dia akan menggunakan waktu-waktu itu untuk mengajarmu percaya kepada-Nya, bahkan disaat kamu merasa takut. Apakah ada yang kamu kuatirkan atau membuatmu takut hari ini? Apakah terjadi sesuatu di dalam hidupmu yang tidak dapat kamu tangani? Teladanilah Daud, yaitu percaya kepada TUHAN. TUHAN akan menghibur dan melindungimu. Dia akan memenuhi semua keperluanmu dengan cara-Nya yang sempurna. Dan TUHAN tidak akan pernah meninggalkanmu atau melupakanmu, seperti yang tertulis di Ulangan 31: 6,8 seperti ini “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau." Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati." Percayalah kepada TUHAN – Dia akan menolongmu. Mari kita berdoa. TUHAN, ketika aku takut, aku akan percaya bahwa Engkau akan menjagaku, di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin. Wonder Kids, KETIKA KAMU MERASA KUATIR ATAU TAKUT, ingatlah Dia ada bersamamu dan CERITAKANlah KEPADA TUHAN, Dia pasti mendengar. Tuhan Yesus memberkati
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Victor dan Ade dari Komunitas Pukat Labuan Bajo, Keuskupan Ruteng, Indonesia. 1 Raja-Raja 2: 1-4.10-12; Mazmur tg 1 Taw 29: 10.11ab.11d-12a.12bcd; Markus 6: 7-13 KEKUATAN SEBUAH KEPERCAYAAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kekuatan Sebuah Kepercayaan. Secara umum kita bisa kategorikan kepercayaan, mandat, tanggung jawab, atau komitmen menjadi dua. Yang pertama ialah kepercayaan untuk melakukan perbuatan-perbuatan jasmani seperti bekerja mencari nafkah, memimpin organisasi, dan menjual atau membeli barang-barang. Yang kedua ialah kepercayaan terkait dengan melakukan kegiatan-kegiatan rohani seperti pelayanan firman Tuhan, beribadat, berdoa, dan berpuasa. Raja Daud memberikan kepercayaan kepemimpinan kerajaan kepada putranya Salomo, dan ini kita bisa menganggapnya sebagai wakil dari suatu kepercayaan jasmani. Orang tua atau orang dewasa memberikan kepercayaan kepada anak-anaknya untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan harapan mereka. Banyak sekali kehidupan jasmani kita ditentukan oleh kepercayaan yang diberikan kepada kita, baik di dalam keluarga maupun di luarnya. Sementara itu, Yesus Kristus memberikan kepercayaan dan mengutus para murid-Nya, dapat kita anggap sebagai wakil dari suatu kepercayaan rohani yang kita miliki. Kehidupan kita kapan dan di mana pun yang berkaitan dengan aspek rohani, semuanya ditentukan oleh kepercayaan atau nasihat dan bimbingan rohani yang diberikan kepada kita. Seseorang menghadiri Misa pada hari Minggu, dan dari sana ia membawa suatu kepercayaan untuk menjalani perutusan yang disampaikan oleh imam pada akhir perayaan ekaristi. Pertanyaan yang penting adalah ini: apakah yang menjadi kekuatannya sehingga kepercayaan baik jasmani maupun rohani itu memiliki martabat, kewibawaan, dan membuahkan kepercayaan yang lebih besar lagi dari orang lain di sekitar kita? Kedua bacaan kita hari ini memberikan satu jawaban pokok, ialah ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan yang memberikan kepercayaan itu. Nasihat, perintah, dan aturan-aturan yang ditetapkan senantiasa dijalani. Semua itu untuk menjamin kalau kepercayaan itu berasal dari sebuah kuasa yang jauh lebih besar dan menjamin legitimasi terlaksananya tugas-tugas kita. Ketaatan berarti Tuhan yang memberikan kepercayaan adalah benar dan kehendaknya bersifat tetap. Jadi tidak ada pertimbangan apa pun dari kita untuk berdebat bahkan memperbaikinya. Yang kita perbuat ialah mendengar, memahami, dan menjalankannya. Kesetiaan merupakan sisi mata uang untuk ketaatan. Kesetiaan bertahan sampai ujung kehidupan karena orang taat tanpa syarat. Banyak kali kita menjadi seperti Daud atau Petrus, yang mengakui iman untuk taat, namun terkadang kita tidak setia dalam berkomitmen. Yang penting ada penyesalan, lalu membaharui diri untuk kembali setia. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, pakailah kami dengan apa adanya kami ini untuk menunaikan kepercayaan yang Engkau berikan kepada kami. Salam Maria penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ... --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/media-la-porta/message
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Johanes Bambang dan Yuliana Manjung dari Komunitas Pukat Labuan Bajo, Keuskupan Ruteng, Indonesia. 2 Samuel 24: 2.9-17; Mazmur tg 32: 1-2.5.6.7; Markus 6: 1-6 SUDUT PANDANG Tema renungan kita pada hari ini ialah: Sudut Pandang. Santo Yohanes Bosco yang pernah sebagai seorang imam diosesan di kota Turin, Italia Utara, membuat sebuah cara pelayanan orang muda, yang tidak dilakukan oleh imam-imam pada masanya. Orang muda itu diberikan pembelajaran imam, pendidikan formal, pendidikan non formal, dan pendidikan karakter. Ia memiliki sudut pandang yang spesial tentang orang-orang muda. Ia ingin mengubah wajah masyarakat dan Gereja melalui generai orang-orang muda yang unggul dan bermartabat. Sebuah sudut pandang mencakup aspek dari posisi mana kita melihat, cara kita melihat dan memahami seseorang atau sesuatu. Raja Daud memiliki sudut pandangnya sebagai raja. Ia memakai posisinya sebagai raja untuk bertindak sesuai sudut pandang dan kehendaknya. Namun ternyata sudut pandang Daud bertentangan dengan sudut pandang dan kehendak Allah. Untungnya Daud cepat menyesalinya dan meminta ampun, sehingga Allah mengampuninya. Yesus Kristus tampil di publik sebagai seorang yang memiliki daya tarik luar biasa. Banyak sekali kesan dari orang-orang di sekitarnya sehingga menghasilkan aneka macam sudut pandang tentang diri-Nya. Para penggemar, murid-murid, dan para musuh-Nya memandang Dia secara berbeda-beda. Roh-roh jahat memandang bahwa Yesus dapat digodai dengan segala taktik busuknya, namun Yesus mengalahkan mereka. Para rasul pertama pernah bertanya: di manakah engkau tinggal Guru? Mereka memandang bahwa Yesus bakal memberikan mereka jaminan hidup jiwa dan raganya. Injil pada hari ini berkisah tentang pandangan orang-orang sekampung dan sanak keluarga tentang pribadi dan pekerjaan Yesus Kristus. Ternyata sudut pandang mereka terhadap Yesus sangat terbatas dan amat dangkal. Yesus dipandang sebagai seorang yang merupakan bagian dari mereka. Tidak ada sesuatu yang spesial pada-Nya. Intinya, ini adalah sebuah sudut pandang untuk meremehkan dan menolak Yesus, meskipun mereka mengetahui bahwa Dia telah berbuat yang luar biasa dalam menolong dan mengatasi kesulitan orang-orang. Sebuah sudut pandang yang kita miliki sangat bergantung pada standar pengetahuan, kebijaksanaan dan iman kita masing-masing. Kalau kita dibimbing oleh Roh Kudus dan iman kepada Yesus Kristus, sudut pandang kita tentu berdasarkan kehendak Tuhan. Kita tentu selalu meminta terang Ilahi melalui doa dan refleksi supaya mendapatkan sebuah sudut pandang yang baik dan benar. Kita harus dapat membebaskan diri dari memiliki sudut pandang negatif, sempit atau subjektif, dan destruktif. Ini pasti bukan dari terang Roh Kudus. Hendaklah kita tidak membiasakan diri memiliki sudut pandang seperti ini! Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha murah, semoga pada hari ini kami senantiasa memandang Dikau dengan gembira. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ... --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/media-la-porta/message
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah KETIKA KAMU TAKUT Dari Mazmur 56:4-5 Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? - Wonder Kids,, ketika kamu memperhatikan kata pertama dari Firman Tuhan di atas, apa yang kamu dengar? Disana dikatakan kata “Waktu” – “Waktu aku takut”, bukan “Jika aku takut”. Sudah lama sekali kata-kata itu ditulis oleh Raja Daud, tapi isinya tetap sesuai sampai hari ini. Ada waktu ketika kamu merasa takut. Itu karena kita hidup di dunia yang telah jatuh di dalam dosa dan dipenuhi orang-orang yang berdosa. Meskipun demikian, kamu tidak perlu menghadapi saat-saat yang menakutkan sendirian. TUHAN akan menolongmu, dan Dia akan menggunakan waktu-waktu itu untuk mengajarmu percaya kepada-Nya, bahkan disaat kamu merasa takut. Apakah ada yang kamu kuatirkan atau membuatmu takut hari ini? Apakah terjadi sesuatu di dalam hidupmu yang tidak dapat kamu tangani? Teladanilah Daud, yaitu percaya kepada TUHAN. TUHAN akan menghibur dan melindungimu. Dia akan memenuhi semua keperluanmu dengan cara-Nya yang sempurna. Dan TUHAN tidak akan pernah meninggalkanmu atau melupakanmu, seperti yang tertulis di Ulangan 31: 6,8 seperti ini “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau." Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati." Percayalah kepada TUHAN – Dia akan menolongmu. Mari kita berdoa. TUHAN, ketika aku takut, aku akan percaya bahwa Engkau akan menjagaku, di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin. Wonder Kids, KETIKA KAMU MERASA KUATIR ATAU TAKUT, ingatlah Dia ada bersamamu dan CERITAKANlah KEPADA TUHAN, Dia pasti mendengar. Tuhan Yesus memberkati
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 29 November 2023 Bacaan: "Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku." (1 Raja-raja 19:4) Renungan: Pernahkah kita kehilangan kekuatan iman ketika diperhadapkan pada suatu keadaan yang tidak terlalu genting? Seringkali kita menghadapi situasi sulit yang sangat menantang iman dan mampu melewatinya dengan iman yang terfokus pada Tuhan. Namun, ada kalanya kita mengalami kekhawatiran dan ketakutan hanya karena persoalan kecil. Elia berdiri teguh di puncak gunung Karmel mendeklarasikan fokus dan kekuatan imannya kepada Tuhan dan meyakini 100% akan jawaban doanya. Namun imannya jatuh seketika di titik nol hanya karena ancaman seorang perempuan. Ia menjadi putus asa dan ingin mati rasanya. Demikian pula Abraham, ia melakukan hal yang sama ketika ia berbohong tentang Sara di hadapan Firaun karena berusaha menyelamatkan nyawanya. Daud yang menuliskan pujian yang indah tentang kesetiaan Tuhan yang besar dalam hidupnya, namun juga yang menyerukan, "Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Musa yang menjadi pemimpin besar yang membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dengan perbuatan tangan Tuhan yang besar, namun ia pun berseru-seru kepada Tuhan ketika berada di Masa dan Meriba, "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu?" Nabi Elia, Raja Daud, dan Musa adalah pahlawan-pahlawan iman yang dipakai oleh Tuhan untuk mendemonstrasikan kuasa-Nya, akan tetapi hal ini tidaklah menjadikan mereka manusia super rohani tanpa kegagalan. Dengan demikian, kita tidak perlu berkecil hati ketika tapak perjalanan iman kita bagai grafik yang menurun secara drastis. Saat-saat kegelisahan, kekhawatiran, dan ketakutan tidak mampu kita halau, apakah yang harus kita lakukan selanjutnya? Nyatakan kepada Tuhan segala kelemahan iman kita dan tetaplah berdiri di gunung Tuhan. Dengan kata lain, iman kita boleh limbung namun tidaklah mati. Demikianlah Tuhan berkata setelah Elia menyampaikan ketakutannya, "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu." Kita tidak berdiam diri ketika kondisi iman kita tercekik, namun kita harus bangkit dan meraih kekuatan Tuhan untuk menjalani hari-hari yang penuh tantangan dan menyadari la selalu setia di dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, aku mohon kekuatan untuk bisa bangkit ketika imanku runtuh, sehingga aku sanggup menapaki jalan kehidupanku sampai akhir. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 27 November 2023 Bacaan: "Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar." (Mazmur 92:13-15) Renungan: Sebagian besar orang yang sudah lanjut usia beranggapan bahwa mereka sudah tidak produktif lagi. Tidak sama lagi seperti ketika mereka masih muda yaitu saat mereka masih ada pada usia-usia produktif. Itulah sebabnya banyak di antara mereka yang hanya "duduk diam" tanpa menghasilkan karya apa-apa dan menanti ajal menjemput. Mungkin itu pula yang menjadi dasar sebagian besar perusahaan atau pemerintah menentukan batas umur maksimal bagi seseorang untuk bekerja di perusahaan atau di instansi pemerintah tersebut, yang dikenal dengan istilah "pensiun". Sekalipun usia pensiun bisa berbeda-beda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya, tetapi itu pasti. Dalam kisah Husai, ada hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan tugas yang diberikan Raja Daud kepadanya sebagai mata-mata. Sangat mungkin Raja Daud memilih Husai sebagai mata-mata karena usia Husai yang sudah tua. Itulah sebabnya Raja Daud menganggap, jika Husai tetap berada bersamanya maka Husai akan menjadi beban buat dia. Apalagi mereka juga harus mengadakan perjalanan yang cukup melelahkan. Memang tidak dikatakan secara jelas berapa usia Husai ketika itu, namun dari perkataan Raja Daud bisa diperkirakan bahwa Husai sudah memasuki usia lanjut di mana dia sudah tidak sanggup lagi untuk turut dalam peperangan. Husai pun mengikuti apa yang diperintahkan sang raja untuk menjadi mata-mata. Meskipun, sudah tidak muda lagi, namun Husai tetap menunjukkan kepiawaian dalam menjalankan tugasnya sebagai mata-mata raja. Dari sini kita bisa melihat bahwa ternyata orang yang berusia tua atau lanjut pun masih bisa melakukan hal-hal yang berguna. Mungkin bagi kita saat ini yang memiliki saudara atau orang tua yang usianya sudah tidak produktif lagi, tetaplah percayakan sesuatu kepadanya untuk bisa dikerjakan. Tidak usah yang terlalu berat. Bukan hanya dalam pekerjaan sekuler, tetapi juga yang berkaitan dengan pelayanan di gereja. Misalnya, melibatkan mereka di dalam pelayanan untuk kaum lanjut usia, seperti menjadi pemimpin pujian atau pelayanan doa di persekutuan lansia. Tuhan yang disembah oleh Husai dan Daud adalah Tuhan yang sama yang kita sembah. Karena itu, kita bisa meminta kepada-Nya agar kita tetap produktif di usia lanjut, sebagaimana Husai. Ingat, usia senja atau lanjut bukanlah akhir dari segalanya. Jangan kita menjadi pasif karenanya. Selama kita masih diberikan napas oleh Tuhan, manfaatkanlah tubuh dan jiwa kita untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. Mungkin dunia tidak lagi bisa mengandalkan fisik atau kemampuan kita yang sudah tua, namun ingat, Tuhan masih mau memakai kita untuk terus melayani-Nya sebagai tiang doa bagi keluarga hingga kita benar-benar sudah tidak bernapas lagi. Kalau Husai bisa, mengapa kita tidak? Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, pakailah hidupku sesuai kehendak-Mu, sehingga diusia tua pun hidupku tetap bisa menjadi berkat bagi keluarga dan orang-orang di sekitarku. Amin. (Dod).
Kisah Raja Saul dan Raja Daud tidak pernah ada habisnya untuk dipelajari bersama. Dan melalui kisahnya, kita dapat belajar tentang apa yang diperbuat “Kerendahan Hati” bagi hidup kita.. Pertama. Kerendahan Hati menghasilkan Pertobatan yang Sejati. Kedua. Kerendahan Hati Mendatangkan Damai Sejahtera dan Rasa Aman. Ketiga. Kerendahan Hati Menjauhkan Kita dari Perbuatan Jahat. Dan Keempat. Kerendahan Hati Menghasilkan Penyembahan kepada Allah. Ada satu dosa yang tidak dapat diampuni yakni, dosa yang tidak mau kita akui di hadapan-Nya. Marilah mengakuinya dengan segala kerendahan hati. Izinkanlah Dia yang selalu menjamah, memulihkan, dan juga memperbarui hidup kita kembali. Amin. —Pdt. Gunawan Iskandar
Sejak dari pemerintahan Raja Daud yang sudah hampir satu abad berlangsung bangsa Israel telah meraskan kesenangan bersatu dalam menaikkan lagi puji-pujian kepada Yang Mahatinggi.
Sejak dari pemerintahan Raja Daud yang sudah hampir satu abad berlangsung bangsa Israel telah meraskan kesenangan bersatu dalam menaikkan lagi puji-pujian kepada Yang Mahatinggi.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 23 Juli 2023 Bacaan: "Tuhan di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?" (Mazmur 118:6) Renungan: "Tuhan di pihakku. Aku tidak akan takut!" Demikianlah seruan Raja Daud dengan nyaring, bangga dan yakin. Perkataan tersebut memberikan kekuatan yang mendalam bagi kita yang sering mengalami kegentaran di dalam meniti jalan kehidupan. Banyak kegagalan, kejahatan, dan kemalangan yang mungkin menimpa kita, namun semua itu hanya akan menyerang kehidupan jasmani kita di bumi. "Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?" Perkataan Daud tersebut membuat dirinya mengerti bahwa hal terburuk yang dapat dilakukan manusia terhadap dirinya adalah merenggut nyawanya. Namun tidak ada manusia yang dapat menentukan kehidupannya setelah kematian. Ia yakin bahwa ia akan bertemu kembali dengan Tuhan di dalam kerajaan-Nya yang indah dan kekal. Karena itu Daud selalu menjadikan Tuhan sebagai pahlawan dalam hidupnya. Apakah kita juga selalu mengandalkan kekuatan Tuhan? Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, terima kasih atas firman-Mu yang begitu menguatkanku. Sering aku patah semangat dan tawar hati ketika banyak orang melecehkan keberadaanku. Tapi kini aku menjadi kuat karena Engkau selalu ada di pihakku. Apapun yang manusia katakan dan perbuat terhadapku, Engkau tetap ada di pihakku. Terima kasih Yesus, kini aku menjadi kuat kembali untuk menyongsong hari esokku yang penuh harapan bersama-Mu. Amin. (Dod).
Siapa aja sih anak-anak dari Raja Daud? Ngapain aja mereka?
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 11 November 2022 Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana. Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku." (1 Raja-raja 19:3-4) Renungan: Pernahkah kita kehilangan kekuatan iman ketika diperhadapkan pada suatu keadaan yang tidak terlalu genting? Seringkali kita menghadapi situasi sulit yang sangat menantang iman dan mampu melewatinya dengan iman yang terfokus pada Tuhan. Namun ada kalanya kita mengalami kekhawatiran dan ketakutan hanya karena persoalan kecil. Di gunung Karmel, Elia menantang raja Ahab beserta 400 orang nabi Baal untuk membuktikan kehebatan Tuhan. Elia mengucapkan doa yang super beriman, "Ya Tuhan, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah .... dan bahwa aku ini hamba-Mu .... Jawablah aku, ya Tuhan, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah." Lalu turunlah api menyambar habis korban bakaran Elia dan ia membunuh ke 400 nabi Baal tersebut. Namun keesokan harinya, ia lari ketakutan ketika mendengar ancaman Izebel, dan berkata, "Cukuplah itu! Sekarang, ya Tuhan, ambilah nyawaku." Elia berdiri teguh di puncak gunung Karmel mendeklarasikan fokus dan kekuatan imannya kepada Tuhan dan meyakini 100% akan jawaban doanya. Namun imannya jatuh seketika di titik nol hanya karena ancaman seorang perempuan. Ia menjadi putus asa dan ingin mati rasanya. Demikian pula Abraham, yang melakukan hal yang sama ketika ia berbohong tentang Sarah di hadapan Firaun karena berusaha menyelamatkan nyawanya. Daud yang menuliskan pujian yang indah tentang kesetiaan Tuhan yang besar dalam hidup nya, namun juga menyerukan, "Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?" Musa yang menjadi pemimpin besar, yang membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dengan perbuatan tangan Tuhan yang besar, namun ia pun berseru-seru kepada Tuhan ketika berada di Masa dan Meriba, "Apakah yang akan kulakukan pada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu." Nabi Elia, Raja Daud dan Musa adalah pahlawan-pahlawan iman yang dipakai oleh Tuhan untuk mendemonstrasikan kuasa-Nya, akan tetapi hal ini tidaklah menjadikan mereka manusia super rohani tanpa kegagalan. Dengan demikian kita tidak perlu berkecil hati ketika tapak perjalanan iman kita seperti grafik yang menurun secara drastis. Saat-saat kegelisahan, kekhawatiran dan ketakutan tidak mampu kita halau, apakah yang harus kita lakukan selanjutnya? Nyatakanlah kepada Tuhan segala kelemahan iman kita dan tetaplah berdiri di gunung Tuhan. Dengan kata lain, iman kita boleh limbung namun tidaklah mati. Demikianlah Tuhan berkata setelah Elia menyampaikan ketakutannya, "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu." Kita tidak berdiam diri ketika kondisi iman kita tercekik, namun kita harus bangkit dan meraih kekuatan Tuhan untuk menjalani hari-hari yang penuh tantangan dan menyadari Tuhan selalu setia di dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, aku mohon kekuatan untuk bisa bangkit ketika imanku runtuh, sehingga aku sanggup menapaki jalan kehidupanku sampai akhir. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 6 November 2022 "Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu." (Mazmur 91:7) Renungan: Di mana Tuhan ketika saya sedang susah? Mengapa Tuhan seolah tertidur ketika saya sangat membutuhkan kehadiran-Nya? Mengapa tidak ada hal ajaib yang terjadi sebagai bukti Tuhan menolong saya? Pertanyaan seperti ini sangat sering kita dengar dari sahabat atau mungkin dari diri kita sendiri saat sedang menghadapi masalah berat. Menarik untuk diperhatikan, benarkah Tuhan absen ketika kita sangat membutuhkan kehadiran-Nya? Bukankah Dia sendiri yang berjanji akan menyertai kita sampai akhir zaman? Satu hal yang pasti adalah Tuhan tidak pernah tidur! Ketika Tuhan mengizinkan sesuatu yang buruk terjadi, Ia bertanggung jawab atas kelangsungan hidup kita dan menyiapkan jalan keluar yang terbaik. Pencobaan selalu datang sepaket dengan jalan keluar, itu pun tidak akan melebihi kekuatan kita ( 1 Korintus 10:13). Oleh sebab itu, penting untuk mengerti kehendak Tuhan dan belajar melihat sesuatu menurut cara pandang-Nya, sebab Tuhan pasti memelihara kita. Yang dimaksud dengan pemeliharaan Tuhan adalah kita mendengar dan melihat sendiri sebuah peristiwa buruk terjadi, bahkan berada di tengah situasi tersebut, tetapi tidak turut menjadi korban dari peristiwa tersebut. Raja Daud di dalam Mazmur 91:7 mendefinisikan dengan indah makna dari pemeliharaan Tuhan, "Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu." Pemeliharaan Tuhan juga berarti dicukupkan ketika melewati masa sulit. Mungkin saja tidak ada hal hebat yang terjadi, tetapi yang pasti kehidupan kita dan keluarga tercukupi, tidak kekurangan suatu apapun. Persis seperti kisah janda di Sarfat. Termasuk ketika hidup kita berjalan mulus, itu bukan terjadi begitu saja, ada campur tangan Tuhan yang bekerja tanpa kita menyadarinya. Iman adalah landasan yang membuat kita yakin memeliharaan Tuhan itu sungguh ada. Iman memampukan kita menembus pekatnya kabut kehidupan untuk melihat secercah terang di ujung sana. Jangan ragu untuk menjalani kehidupan karena Tuhan sendiri yang menjamin hidup kita. Mazmur 37:25 berkata, "Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti." Tuhan tidak akan pernah meninggalkan anak-anak-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk pemeliharaan-Mu dalam hidupku. Pengalaman melewati masalah demi masalah, semakin menambah keyakinan imanku. Amin. (Dod).
Raja Daud dibela oleh suku Yehuda, Seba yang memberontak akhirnya dipenggal kepalanya ini atas usulan Yoab sehingga tidak menghancurkan kota induk Israil... --- This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Raja Daud memilih dan menetapkan pegawai-pegawai nya. Pertempuran yang terus menerus kali ini melawan orang2 raksasa dan melawan orang2 keturunan raksasa yang berjari 6...hadi seluruhnya jaki dan tangan berjumlah 24 jari.. Daud dengan pasukan nya memenangkan pertempuran itu... Kemudian Daud melantunkan pujian untuk Tuhan yang selalu menolong dan melepaskan dia dari cengkraman semua musuhnya. --- This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Tetapi sebelum kedua orang itu tidur, naiklah perempuan itu mendapatkan mereka di atas sotoh dan berkata kepada orang-orang itu: "Aku tahu, bahwa TUHAN telah memberikan negeri ini kepada kamu dan bahwa kengerian terhadap kamu telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini gemetar menghadapi kamu...Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah. Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi TUHAN, bahwa karena aku telah berlaku ramah terhadapmu, kamu juga akan berlaku ramah terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda yang dapat dipercaya, bahwa kamu akan membiarkan hidup ayah dan ibuku, saudara-saudaraku yang laki-laki dan yang perempuan dan semua orang-orang mereka dan bahwa kamu akan menyelamatkan nyawa kami dari maut." (Yosua 2:8-9; 11-13) Itulah yang dikatakan Rahab, pelacur itu kepada 2 orang pengintai dari Israel. Dia telah mendengar apa yang dapat dilakukan oleh Tuhan Israel. Dia mendapati kesimpulannya adalah bahawa Tuhan Israel adalah "Allah di langit dan di bumi". Dalam masyarakat politeisme kuno, perisytiharan sedemikian adalah menonjol. Seterusnya, ini mendorong Rahab untuk melakukan perkara yang logik – iaitu memilih untuk menyembah Tuhan ini sahaja dan tidak ada yang lain. Rahab adalah seorang pelacur. Bagaimana dia menjadi seorang pelacur, kita hanya dapat meneka. Sebagai seorang pelacur, kedudukan moralnya dalam masyarakat telah ditentukan. Kaum lelaki tidak akan menghormatinya. Kaum wanita akan menghinanya. Masa depannya dapat diramalkan. Keturunannya akan membawa stigma itu bersama mereka, itu pun sekiranya ada orang yang cukup serius untuk bernikah dengannya. Tetapi keputusannya untuk menyembah dan tunduk kepada Tuhan dalam Alkitab telah memulakan satu proses perubahan - mengubah destininya. Sehinggakan dia dianggap layak disebut dalam genealogi Yesus, Juruselamat dunia. Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, dan Isai memperanakkan raja Daud. (Matius 1:5-6). Oleh kerana dia memilih untuk menyembah Tuhan, destini Rahab diselaraskan semula oleh Tuhan. Kita tidak mempunyai pilihan atau kawalan terhadap keturunan nenek moyang kita. Tetapi keturunan nenek moyang kita tidak menentukan destini kita. Destini kita berada di dalam tangan Yesus. Sekiranya anda sedang bergelut dengan jerat kutukan generasi akibat kesalahan nenek-moyang, janganlah risau. Itu bukan kesudahannya. Tuhan yang dikatakan dalam Alkitab adalah berkuasa. Dia memerhatikan anda. Bukan untuk menghancurkan anda atau keturunan anda tetapi untuk mengubah destini anda selaras dengan kehendak dan tujuan-Nya yang sempurna. Di atas segala-galanya, datanglah kepada Yesus hari ini. Pilihlah untuk menyembah-Nya dan menobatkan Dia sebagai Raja dan Tuhan dalam hidup anda. Benarkan Dia untuk membawa anda melalui proses "Pengubahan Destini". Dialah Pengubah Destini anda! Fokus Doa: Berdoalah untuk diri sendiri, tidak kira usia anda, agar anda berjalan mengikut destini yang telah Allah sediakan untuk anda. Tidak terlambat! Ingat: apabila Rahab memilih untuk menyembah Allah Israel, dia berjalan menuju destininya. Dia menjadi moyang Raja Daud dan Raja Yesus! Berdoalah untuk anak-anak, cucu-cucu, anak saudara perempuan dan lelaki serta cucu-cucu anak saudara perempuan dan lelaki agar mereka menemukan panggilan dan destini yang diberikan Allah dan berjalan di dalamnya.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Claudia, OSF dan Suster Herybertha, OSF dari Komunitas OSF Purbayan Surakarta, Keuskupan Agung Semarang. 1 Raja-Raja 2: 1-4.10-12; Mazmur tg 1 Tawarikh 29: 10.11ab.11d-12a.12bcd; Markus 6: 7-13 KEKUATAN SEBUAH KEPERCAYAAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kekuatan Sebuah Kepercayaan. Secara umum kita bisa kategorikan kepercayaan, mandat, tanggung jawab, atau komitmen menjadi dua. Yang pertama ialah kepercayaan untuk melakukan perbuatan-perbuatan jasmani seperti bekerja mencari nafkah, memimpin organisasi, dan menjual atau membeli barang-barang. Yang kedua ialah kepercayaan terkait dengan melakukan kegiatan-kegiatan rohani seperti pelayanan firman Tuhan, beribadat, berdoa, dan berpuasa. Raja Daud memberikan kepercayaan kepemimpinan kerajaan kepada putranya Salomo, dan ini kita bisa menganggapnya sebagai wakil dari suatu kepercayaan jasmani. Orang tua atau orang dewasa memberikan kepercayaan kepada anak-anaknya untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan harapan mereka. Banyak sekali kehidupan jasmani kita ditentukan oleh kepercayaan yang diberikan kepada kita, baik di dalam keluarga maupun di luarnya. Sementara itu, Yesus Kristus memberikan kepercayaan dan mengutus para murid-Nya, dapat kita anggap sebagai wakil dari suatu kepercayaan rohani yang kita miliki. Kehidupan kita kapan dan di mana pun yang berkaitan dengan aspek rohani, semuanya ditentukan oleh kepercayaan atau nasihat dan bimbingan rohani yang diberikan kepada kita. Seseorang menghadiri Misa pada hari Minggu, dan dari sana ia membawa suatu kepercayaan untuk menjalani perutusan yang disampaikan oleh imam pada akhir perayaan ekaristi. Pertanyaan yang penting adalah ini: apakah yang menjadi kekuatannya sehingga kepercayaan baik jasmani maupun rohani itu memiliki martabat, kewibawaan, dan membuahkan kepercayaan yang lebih besar lagi dari orang lain di sekitar kita? Kedua bacaan kita hari ini memberikan satu jawaban pokok, ialah ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan yang memberikan kepercayaan itu. Nasihat, perintah, dan aturan-aturan yang ditetapkan senantiasa dijalani. Semua itu untuk menjamin kalau kepercayaan itu berasal dari sebuah kuasa yang jauh lebih besar dan menjamin legitimasi terlaksananya tugas-tugas kita. Ketaatan berarti Tuhan yang memberikan kepercayaan adalah benar dan kehendaknya bersifat tetap. Jadi tidak ada pertimbangan apa pun dari kita untuk berdebat bahkan memperbaikinya. Yang kita perbuat ialah mendengar, memahami, dan menjalankannya. Kesetiaan merupakan sisi mata uang untuk ketaatan. Kesetiaan bertahan sampai ujung kehidupan karena orang taat tanpa syarat. Banyak kali kita menjadi seperti Daud atau Petrus, yang mengakui iman untuk taat, namun terkadang kita tidak setia dalam berkomitmen. Yang penting ada penyesalan, lalu membaharui diri untuk kembali setia. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, pakailah kami dengan apa adanya kami ini untuk menunaikan kepercayaan yang Engkau berikan kepada kami. Salam Maria... Dalam nama Bapa... --- Send in a voice message: https://anchor.fm/media-la-porta/message
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dibawakan oleh Sr. Franceline, OSF dari Komunitas OSF Santa Elisabeth Semarang dan renungan dibawakan oleh Sr. Barbara, OSF dari Komunitas OSF Banyumanik Semarang, Keuskupan Agung Semarang. 2 Samuel 7: 18-19.24-29; Mazmur tg 132: 1-2.3-5.11.12.13-14; Markus 4: 21-25 CAHAYA PELITA Renungan kita pada hari ini bertema: Cahaya Pelita. Pada zaman Yesus, belum ada listrik. Orang-orang memakai pelita atau obor untuk penerangan di rumah dan di perjalanan. Tetapi pada zaman kita, pelita hampir tidak digunakan karena listrik sebagai penerangan utama. Pelita di dalam kitab suci dan ajaran Yesus tetap relevan dengan kita saat ini, yaitu lebih memberikan penekanan pada pesan rohaninya. Di dalam suasana gelap karena listrik mati, orang-orang bergantung pada penerangan yang ada misalnya hp, tablet, atau lampu senter. Namun jika tidak ada satu pun alat-alat listrik-elektronik yang tersedia, salah satu penerangan yang diandalkan ialah pelita. Lilin yang dibakar, obor minyak tanah, atau pembakaran kayu dapat disejajarkan dengan lampu pelita yang dengan muda disediakan di rumah-rumah kita. Tuhan Yesus memakai simbol cahaya pelita untuk mengajarkan kita tentang peran setiap orang beriman sebagai lampu yang memiliki nyala apinya. Roh Kudus yang ada pada kita sejak pembaptisan selalu menyalakan api-Nya sehingga pikiran kita terbuka kepada firman yang disampaikan kepada kita dan berelasi dengan semua kenyataan hidup yang kita alami. Api Roh Kudus juga membakar dan menyemangati hati kita, sehingga kita senantiasa memiliki pengharapan setiap kali ada kesulitan dan sakit yang menyusahkan kita. Setiap orang memiliki pelita dan api di dalam dirinya, karena Tuhan bermaksud untuk menjadikan dirinya sebagai rekan kerja-Nya. Para pengikut Kristus secara sah mengambil bagian dalam perutusan Yesus Kristus. Maka mereka adalah rekan kerja Tuhan di dalam dunia ini. Fungsi pelita atau api di dalam diri setiap orang yang diutus oleh Tuhan pada umumnya ada dua, yaitu sebagai penerang jalan kepada Tuhan dan penerang kehidupan di dalam dunia. Jalan kepada Tuhan tidak selalu mulus dan gampang. Yesus sendiri bahkan mengatakan bahwa jalannya sangat sempit. Raja Daud sendiri membutuhkan terang Ilahi supaya dapat mengerti dan menjalani kepercayaan Allah kepadanya. Perjalanan hidup yang panjang sering dihalangi oleh aneka bentuk kegelapan. Maka pelita di dalam diri setiap orang sangat berguna dalam menerangi dan membimbing dirinya, bahwa jalan kepada Tuhan adalah jalan Yesus Kristus. Dunia dengan segala keadaannya sering menjadi gelap karena segala kekurangannya seperti kebodohan, diskriminasi, kebohongan, kekerasan dan kematian. Perutusan kita sebagai pengikut Kristus mewajibkan kita menjadi pelita dengan cahaya yang menerangi, membimbing, dan mencerahkan dunia ini. Semoga pelita kita tetap bernyala sampai hidup kita di dunia ini berakhir. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus, penuhilah selalu diri kami dengan terang Roh-Mu agar kami semakin menjadi saksi-saksi-Mu bagi kebaikan dan keselamatan di dunia ini. Salam Maria... Dalam nama Bapa... --- Send in a voice message: https://anchor.fm/media-la-porta/message
"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari." (Mazmur 119:97) Renungan: Setelah membolak-balik halaman buku yang baru saja dibelinya, Anas meletakkan buku itu di rak buku. Ia berkesimpulan bahwa isi buku itu sangat tidak menarik. "Aku telah salah membelinya," katanya. Beberapa bulan kemudian ia berkenalan dengan seorang pemuda dan mereka saling jatuh cinta. Anas kembali teringat akan nama pengarang dari buku yang dibelinya beberapa bulan lalu. Nama pengarang buku itu persis sama dengan nama pemuda yang kini menjadi kekasihnya. Karena penasaran ia pun bertanya pada kekasihnya tersebut, "Nama pengarang salah satu buku yang saya beli, persis sama dengan namamu. Mungkinkah engkau penulisnya atau hanya kebetulan saja namanya sama?" Kekasihnya pun menjawab, "Benar, penulis buku itu adalah saya sendiri." Malam itu juga setelah selesai makan malam dengan kekasihnya, Anas pulang ke rumahnya dan segera mencari kembali buku yang beberapa bulan lalu diletakkan begitu saja di rak buku. Ia mengambil tempat duduk yang nyaman dan mulai membaca dengan teliti buku tersebut. Ia terus membacanya sambil sesekali berhenti merenungkan isinya sambil membayangkan penulisnya. Setelah mengenal sang penulis buku, mendadak saja isi buku itu menjadi sangat menarik baginya. Tanpa rasa bosan dan lelah, ia berhasil menyelesaikan membaca isi buku tersebut pada tengah malam. Apalah artinya Alkitab bagi orang yang tidak memiliki pengenalan pribadi terhadap Allah. Bagi mereka, Alkitab hanyalah buku biasa yang tebal dengan tulisan-tulisan kecil yang sangat membosankan. Alkitab bagi mereka hanya untuk dipajang di rak buku. Orang-orang yang hanya sekadar tahu tentang Allah dan Yesus Putera-Nya, tidak akan tertarik untuk membaca serta mempelajari Alkitab. Tetapi kalau kita memiliki pengenalan pribadi dengan Allah, maka kita pun akan rindu membaca isi hati-Nya, yaitu Alkitab. Pengenalan yang benar terhadap Allah akan menyebabkan kita haus akan firman-Nya. Alkitab tidak lagi menjadi buku yang membosankan, tetapi sebaliknya menjadi buku favorit yang selalu dibaca tanpa rasa bosan. Raja Daud memiliki pengenalan secara pribadi dengan Allah, sehingga ia begitu mencintai Taurat-Nya. "Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari." (Mazmur 119:97). Berapa besar kecintaan kita terhadap firman-Nya? Apa yang sudah kita lakukan dengan Alkitab yang kita miliki? Diberbagai belahan dunia, ada orang-orang yang begitu merindukan firman Allah, tetapi mereka tidak dapat membacanya dengan bebas karena dilarang dari pihak-pihak tertentu. Kita yang sudah mengenal Allah dan masih memiliki kebebasan untuk membaca firman-Nya, baca, pelajari dan renungkanlah firman-Nya setiap hari. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, biarlah firman-Mu menjadi kesukaanku setiap saat, karena di situlah aku mengenal isi hati dan janji-janji-Mu. Amin. (Dod).
"Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana." (Amsal 24:16) Renungan: Seorang koki sedang membuat kue. Namun setelah menyelesaikan pekerjaannya, ia baru sadar bahwa ia telah melakukan satu kesalahan. Ia lupa memasukkan baking powder ke dalam adonan kue coklatnya. Hasilnya setelah dipanggang kue coklat tersebut tidak mengembang alias bantat. Tekstur kue coklat yang seharusnya tebal, lembut dan berpori-pori, menjadi agak padat dan basah. Namun, siapa yang menyangka pada akhirnya hasil dari adonan yang gagal ini justru banyak disukai orang. Kue itulah yang sekarang kita sebut sebagai brownies. Begitulah sebuah kesalahan tidak selalu akan berakhir dengan kesia-siaan. Memang ada pepatah yang mengatakan, "Nasi sudah menjadi bubur." Kita tidak akan bisa mengembalikan bubur itu kembali menjadi nasi. Tetapi, kita bisa mengolah agar bubur itu menjadi enak dan menarik. Hal seperti itulah yang dialami oleh Raja Daud. Pada awalnya keadaan Daud sangat baik. Ia begitu dikasihi oleh banyak orang karena keberaniannya. Ia juga begitu dikasihi Tuhan karena sikapnya yang sangat mengandalkan Tuhan. Namun karena satu kesalahan yang ia buat, yaitu perzinaan, semua kegemilangan yang ia peroleh seolah-olah hilang terhapus oleh kesalahannya itu. Tetapi karena hatinya lembut, ia mau bertobat ketika pesan Tuhan datang kepadanya melalui Nabi Natan. Hidupnya pun kembali dipulihkan. Daud bangkit! Dan dalam pandangan Tuhan, Daud tetap dianggap sebagai orang benar. Itulah sebabnya, setiap raja setelah dia yang hidup di dalam jalan Tuhan diberi tanda positif "seperti Daud leluhurnya." Di dalam perjalanan hidup ini, tidak seorangpun yang luput dari kesalahan. Setiap kita, entah waktu kecil atau sudah dewasa, entah siang atau malam, pasti pernah berbuat kesalahan. Tetapi sadarilah, kesalahan-kesalahan yang kita buat bisa menjadi pengalaman penting untuk kehidupan ke depannya. Justru ketika kita seakan-akan kehilangan kekuatan sebagai akibat dari kesalahan yang kita buat, kita didorong untuk mengandalkan Tuhan. Kita yang hidup di dalam kasih karunia Tuhan harus memandang bahwa kesalahan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan hidup. Walau kelihatannya semua berantakan, kalau kita kembali dan berserah pada Tuhan, bukan tidak mungkin kita bisa menghasilkan yang baik dari kesalahan kita. Ketika kita memilih untuk bangkit, berubah dan berserah kepada-Nya, maka Ia akan membawa kita pada jalan-jalan-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, berilah aku hikmat untuk belajar, berubah dan mampu bangkit dari setiap kesalahan yang aku lakukan. Amin. (Dod).
"Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi." (Amsal 27:5) Renungan: Suatu kali Ny. Albert Caldwel bertanya kepada salah seorang awak kapal Titanic, "Benarkah kapal ini tidak bisa tenggelam?" Jawab awak kapal tersebut, "Benar, Nyonya. Bahkan Tuhan sendiri tak mungkin menenggelamkan kapal ini." Dua hari kemudian, kapal tersebut memasuki kawasan Grand Banks, sebuah kawasan berbahaya karena banyak gunung es bawah laut. Pada 14 April 1912, dua puluh menit sebelum pukul 24.00 malam, kapal pesiar mewah, Titanic, menyerempet gunung es dan akhirnya tenggelam 3 jam kemudian. Seringkali kita jumpai, kesombongan membuat sebagian orang sulit untuk menerima teguran. Mengapa teguran dan peringatan selalu dipikirkan sebagai kelemahan atau aib? Padahal Amsal 27:5 berkata, "Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi." Bagaimana tanggapan yang benar menghadapi sebuah teguran? Raja Daud dalam Mazmur 119:14 menganggap peringatan Tuhan sama bahagianya dengan menerima harta benda. Seseorang akan bisa bertumbuh melalui masukan, teguran bahkan peringatan dari orang lain. Apakah kita pernah mengalami teguran? Terkadang teguran itu menyakitkan, tetapi kalau kita mau lihat dari kacamata Tuhan, dibalik teguran itu ada kebaikan dan perubahan untuk hari yang akan datang. Jika hari ini kita mengalami teguran yang tidak disangka-sangka, tetaplah tenang dan berusahalah menemukan apa rencana Tuhan dibalik teguran itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, berilah rahmat kerendahan hati dalam diriku, sehingga ketika aku mengalami teguran atau nasihat yang tidak pernah kubayangkan, yang membuat aku kecewa dan sakit hati, aku tetap bisa menerimanya dengan lapang dada. Aku percaya, dibalik teguran itu Tuhan mau mengubah sikap, cara pandang, cara hidup dan kepribadianku untuk menjadi lebih baik lagi. Amin. (Dod).
"Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku." (Mazmur 41:10) Renungan: Sebuah kalimat pendek berbunyi, "Pengkhianatan seorang sahabat." Sangat mengherankan dan akan menimbulkan pertanyaan, "Bagaimana mungkin seseorang tega mengkhianati sahabatnya?" Tetapi, itulah kenyataannya. Bahkan bentuk pengkhianatan itu ada yang sampai melakukan pembunuhan. Daud sendiri berkata, "Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku." Di sini Daud membicarakan pengkhianatan yang dilakukan oleh Ahitofel. Pengkhianatan Ahitofel ini penuh misteri, sebab dia adalah penasihat raja dan telah melayani Raja Daud dengan setia selama beberapa dekade. Bahkan ketika sudah berada di pihak Absalom, dia begitu bernafsu untuk membunuh Daud. Siapa Ahitofel yang tega mengkhianati dan ingin membunuh Daud? Dia adalah ayah Eliam. Eliam adalah ayah Batsyeba. Jadi Ahitofel adalah kakek Batsyeba. Sebagai penasihat raja, Ahitofel pasti sangat marah ketika tahu bahwa rajanya telah merenggut kehormatan cucu perempuannya dan membunuh Uria, suami cucunya, yang sama-sama bertugas sebagai pasukan perang dengan puteranya, Eliam. Bertahun-tahun Ahitofel menyimpan dendamnya dengan rapi, sampai akhirnya ada kesempatan untuk membalas dendam melalui peristiwa pemberontakan Absalom. Dari peristiwa ini ada hal-hal yang harus dihindari agar pengkhianatan itu tidak menimpa kita atau tidak kita lakukan terhadap sahabat kita. Dendam adalah hal pertama yang harus kita buang jauh-jauh. Ketika ada ketidakcocokan, bahkan perselisihan, kita harus cepat-cepat menyelesaikannya. Sebaliknya, kita juga harus menjauhkan perkataan dan perbuatan yang menyakitkan orang lain. Siapa pun orangnya, termasuk sahabat kita, akan merasa sakit hati jika perkataan dan perbuatan kita menyinggung dia. Dengan cara itu, kita akan terhindar dari pengkhianatan dan juga dari melakukan pengkhianatan. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, aku bersyukur atas sahabatku. Mampukan kami untuk menghindari hal-hal yang menjadi penyebab terjadinya pengkhianatan di antara kami. Amin. (Dod).
Mazmur 21 berisi ungkapan syukur dan sukacita Raja Daud atas penyertaan Tuhan. Kalau kita baca, apa yang dialami Daud pun kita alami, Tuhan mengasihi, menyertai bahkan memberi kita hidup kekal dalam Kristus Yesus. Maukah kita datang kepadaNya?
Guest: Doreen Abeng Persekutuan Doa, 25 Ogos 2020, Selasa 8PM Shalom. Keluarga besar yang dikasihi dalam Tuhan Yesus Kristus. Dalam persekutuan doa malam ini Puan Doreen Abeng membawa Firman Tuhan sebagai renungan kita. Rumusan perkongsian seperti berikut: ___ “Rindu Akan Allah – Mazmur 63:1-9.” “Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku rindu akan Engkau. Seperti tanah tandus haus akan air, begitulah aku haus akan Engkau.” Mazmur 63:2, Berita Baik – BM. Dari Mazmur 63:1-9, kita membaca pengisytiharan dan pengakuan Raja Daud bahawa Allah adalah Allah-nya. Dan kerinduanya adalah kepada Allah-nya. Dia merindui Tuhan, kerana dia mengenal Tuhan. Antara yang Raja Daud akui tentang Allah dalam pembacaan kita adalah bahawa, · Allah sumber kehidupannya, 2. · Tuhan yang berkuasa dan Tuhan yang mulia, 3. · Allah yang mengasihi dia, 4. · Allah yang memberi kepuasan kepadanya, 6. · Tuhan yang menolongnya, 8. · Dia selamat dalam pelindungan Tuhan, 8. · Dia berpaut kepada kekuatan Tuhan / kekuatan Tuhan yang ada pada dia, 9. Raja Daud mengalami semua ini, maka dia dapat mengatakankan dan mengakui semua ini mengenai Tuhan. Dia dengan itu merindui untuk berada dalam hadirat Tuhan, dimana dia mendapat keteduhan. Di dalam hadirat Tuhan, dia memuji Tuhan dan bersyukur, dia berdoa dan menyanyi, dia merenungkan kebaikan Tuhan. Dia ingin berada dalam hadirat Tuhan kerana dia mengenal dan mengalami Tuhan. Apakah yang kita rindui? ___ Terima kasih Puan Doreen. Keluarga besar yang dikasihi, mari kita terus bersama-sama mendokong satu sama lain dalam doa, dan terus saling berhubung. Tuhan memberkati. Lydia Usun Ngimat. [Firman Tuhan dikongsi untuk Persekutuan Doa 25 Ogos 2020, 8PM] --- Send in a voice message: https://anchor.fm/lydia341/message
Shalom. Pagi ini kita menghayati Mazmur 3 dengan tema, “Kemenangan Dalam Dakapan Tuhan”. Keterangan ringkas yang diberi kepada Mazmur 3 adalah nyanyian pagi dalam menghadapi musuh. Ayat 1 memberi latarbelakang nyanyian ini kepada kita, “Mazmur Daud, ketika ia lari dari Absalom, Anaknya”. Kita dapat membaca peristiwa pemberontakan yang dipimpin Absalom untuk merampas takhta Raja dari bapanya, Raja Daud di 2 Samuel 15 - 19. Dari latarbelakang singkat di ayat 1, kita akan menghayati Mazmur 3, dengan tema “Kemenangan Dalam Dakapan Tuhan”. Kita akan melihat 2 perkara: [1] Berseru Kepada Tuhan Ketika Diserang, 1-3. [2] Percaya Tuhan Bertindak Untuk Kebaikan Kita, 4-9. Dan menyimpul perbualan kita dengan kata-kata Tuhan Yesus di Matius 6:25-34 mengenai kekuatiran yang kerap menyerang kita. Dari Mazmur 3, kita diyakinkan bahawa kita berada dalam dakapan Tuhan ketika kita mengharungi rintangan dan cabaran, apapun sumber rintangan itu. Di dalam Tuhan kita menang. “Kemenangan Dalam Dakapan Tuhan”. Tuhan bertindak bila kita berseru kepada-Nya bagi kebaikan kita di dalam rencana-Nya. Kata-kata Tuhan Yesus di Matius 6:25-34 adalah untuk kita. Allah Bapa memperhatikan kita. Di Matius 6:33 kita perlu yakin bahawa kita berada dalam pemerintahan Allah, sebagai warganegara Kerajaan Allah. Kita diperbenarkan didalam Yesus Kristus kerana kasih kurnia Tuhan. Jika Allah memerhatikan kita sebagaimana Dia memberi makanan kepada burung-burung yang berterbangan di langit, dan keindahan kepada bunga-bunga bakung di ladang, kita boleh seperti Raja Daud menyanyi, “Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab Tuhan menopang aku!”, walaupun dia sedang dikejar musuh. Saudara, Saudari, Keluarga besarku yang dikasihi; jangan biar diri kita di “bully” oleh Iblis sehingga kita menjadi mangsa yang bergumul sentiasa dalam kekuatiran, dan sebagainya. Tuhan telah menyelamatkan anda, hiduplah dalam anugerah Tuhan. Serah kepada-Nya kekuatiran dan ketakutan kita. Tuhan memberkati semua. Lydia. [Kebaktian Hari Ahad, 14 Jun 2020, 10AM] --- Send in a voice message: https://anchor.fm/lydia341/message
Cerita Sekolah Minggcu tentang saling mengasihi. Raja Daud mengasihi Mefiboset tanpa syarat. Demikian juga mari kita mengasihi sesama kita apapun keadaan mereka.
Di tengah kegelapan pandemi Covid-19 ini, kita bisa makmur waktu kita fokuskan diri memberi perhatian ke Tuhan seperti Raja Daud dan Raja Yosafat. Ps Indri Gautama membagikan pengalaman fokus berdiam mencari Tuhan dan memproses emosi jiwa bersama Tuhan.
Shalom! Dalam Kebaktian Hari Ahad, 31 Mei 2020, kita membaca dari Filipi 4:8; “…saudara-saudaraku, apa sahaja yang benar, apa sahaja yang mulia, apa sahaja yang adil, apa sahaja yang suci, apa sahaja yang indah, apa sahaja yang dipandang tinggi – jika ada sesuatu yang baik dan jika ada sesuatu yang terpuji – tumpukan fikiran kepadanya.” Dan dari nyanyian Raja Daud dalam Mazmur 19, kita mendapat tahu bahawa Firman Tuhan itu, “sempurna, pasti, benar, suci, murni, adil”, Mazmur 19:7-9; maka, kita dapat singkapkan bahawa apa yang Rasul Paulus tulis menunjuk arah untuk kita kepada Firman Tuhan. Roh Tuhan yang mengilhamkan penulisan Firman Tuhan; akan mencerahkan kita akan kehendak Tuhan bagi kita, dalam kita membaca atau mendengar Firman-Nya. Hari ini, kita membaca Mazmur 19 dan mengambil Mazmur 19:14 sebagai tema perbualan. “Semoga segala yang kututurkan dengan lidah dan kerenungkan dalam hati diterima oleh-Mu, Ya Tuhan, Batu Pejalku dan Penebusku.” Itu adalah doa Raja Daud di akhir nyanyiannya. Dan untuk perbualan kita, kita singkapkan sebagai, “Menyelaras Fikiran Dalam Kehendak Tuhan”. Kita melihat 3 perkara bagaimana Tuhan dalam anugerah-Nya menuntun kita kedalam kehendak-Nya. (1) Tuhan Menuntun Kita melalui Ciptaan-Nya, Mazmur 19:1-6. (2) Tuhan Menuntun Kita Melalui Firman-Nya, Mazmur 19:7-11. (3) Tuhan Menuntun Kita Melalui Pencerahan Hati Nurani Kita, Mazmur 19:12-14. Tuhan dalam anugerah-Nya menyelaraskan fikiran kita dalam rencana-Nya melalui Firman-Nya dan pencerahan Roh Kudus. Dalam perjalanan hidup kita, Tuhan menuntun kita melalui ciptaan-Nya dan keadaan semasa, melalui Firman-Nya dan hati nurani kita. Dan ketiga ini berada dalam pimpinan dan pencerahan Roh Kudus. Tuhan memberkati. --- Send in a voice message: https://anchor.fm/lydia341/message
Shalom! Pagi ini, kita menghayati Filipi 4:8-9; “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang kamu telah dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.” Kita memberi tajuk, “Mempunyai Fikiran Kristus” untuk menyingkap renungan kita, dan menghayati tajuk perbualan dalam konteks Surat Filipi. Kisah Para Rasul 16:11-40, mencatat peristiwa Rasul Paulus dan Silas dipenjara di Filipi dalam pergerakkan jangkauan mereka. Ketika dipenjara di Filipi mereka memuji Tuhan dan berdoa, dan terjadi gempa bumi yang kuat sehingga pintu penjara terbuka dan belenggu semua orang yang terpenjara itu lucut. Ketua Penjara seterusnya bertanya kepada Rasul Paulus dan Silas, “Tuan-tuan, apakah yang patut aku lakukan supaya diselamatkan?” Jawapan mereka adalah, “percayalah kepada Tuhan Yesus, dan kamu akan diselamatkan, kamu dan seisi rumahmu”, Kisah Para Rasul 16:30-31. Ketua Penjara dan seisi rumahtangganya; dan seorang businesswoman bernama Lydia dan keluarganya, adalah antara keluarga yang membentuk jemaat Filipi pada awalnya. Jadi, dengan kerinduan dan sukacita yang ada di hatinya, Rasul Paulus menulis agar jemaat Filipi menghidupi iman mereka dengan sukacita dan bersatu hati. “Aku bersyukur kepada Allah setiap kali aku teringat akan kamu, ...Aku yakin bahawa Allah yang telah memulakan suatu pekerjaan yang baik dalam dirimu akan menyudahkannya hingga hari Yesus Kristus.” Filipi 1:3, 6. Teras pembelajaran yang Rasul Paulus ingin sampaikan kepada Jemaat Filipi adalah teladan Yesus Kristus sebagai hamba yang melayani dengan rendah hati, Filipi 2:1-11; dan kita ambil Filipi 2:5 untuk merumus perbualan kita, “Mempunyai Fikiran Kristus”. Dan dari 1 Korintus 2:16; “Siapakah yang mengetahui fikiran Tuhan? Siapakah yang berupaya menasihati-Nya? Namun demikian, kita mempunyai fikiran Kristus!” Suratnya diakhiri dengan, “saudara-saudara, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Filipi 4:8. Dari penghayatan kita, Filipi 4:8, adalah dorongan agar kita berdiri di atas firman Tuhan seperti nyanyian Raja Daud dalam Mazmur 19; “Taurat TUHAN sempurna, mengubah jiwa. Peraturan TUHAN pasti, memberi kebijaksanaan kepada orang yang tulus. Ajaran-ajaran TUHAN benar, menggembirakan hati. Perintah TUHAN suci, memberi pengertian. Takut akan TUHAN itu murni, kekal selama-lamanya. Penghakiman TUHAN adil dan benar sepenuhnya. Segalanya berharga daripada emas, ya, daripada emas tulen; dan lebih manis daripada madu, madu daripada sarangnya.” Mazmur 19:7-10. Jadi fikiran kita dibentuk dari Firman Tuhan itu sendiri. Saudara, Saudari, keluarga besarku yang dikasihi, dalam kasih anugerah Tuhan kita diselamatkan. Dia telah memberikan Alkitab sebagai Firman tertulis-Nya kepada kita. Banyak perkara boleh datang dalam fikiran kita setiap hari. Marilah tetapkan fikiran kita diatas Firman Tuhan seperti dorongan Rasul Paulus kepada Jemaat Filipi dan nyanyian Raja Daud di Mazmur 19 yang kita telah hayati. Tuhan memberkati. [Firman Tuhan dikongsi pada Kebaktian Hari Ahad, 31 May 2020, 10 AM] --- Send in a voice message: https://anchor.fm/lydia341/message
Apakah kita mengalami persoalan hidup yang begitu berat seakan tidak ada ujungnya? Raja Daud pun demikian, namun ia tidak putus asa, ia datang kepada Allah, Sang Sumber Pengharapan.
“Tuhan Tempat Persembunyianku” – Mazmur 32:7 | Psalms 32 Shalom! Keluarga besarku yang dikasihi. Saya membaca Mazmur 32 sebagai renungan persekutuan doa keluarga malam ini; dan mengambil ayat 7 sebagai tema renungan kita, “Tuhan Tempat Persembunyianku”. “Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya. Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak.”Mazmur 32:6-7, ITB. Mazmur 32 adalah ajakan dan dorongan bagi kita agar berdoa, “hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui”, Mazmur 32:7. Oleh anugerah Tuhan, kita dapat menghadap takhta kasih kurnia Tuhan dan “menerima rahmat dan menemukan kasih kurnia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” Ibrani 4:16. Iaitu, doa merupakan keistimewaan sediaada kerana Yesus Kristus. Dalam Mazmur 32, ayat 1-5, Raja Daud mengatakan bahawa kita berbahagia, kita diberkati, kerana dosa dan pelanggaran kita, dan kesalahan kita diampuni, ditutupi, tidak diperhitungkan TUHAN. Itu terjadi kerana Raja Daud mengaku segala-galanya kepada TUHAN. Itulah rahmat Tuhan yang buku Ibrani sebut di Ibrani 4:16. Oleh sebab rahmat Tuhan yang tidak memperhitungkan dosa dan kesalahannya, Raja Daud dalam Mazmur 32:6, mengajak kita untuk berdoa selagi TUHAN dapat ditemui. Di ayat 7, Raja Daud mengisytihar bahawa Tuhan tempat perlindungannya, tempat persembunyiannya, “Engkaulah tempat persembunyianku, Engkau akan menyelamatkan aku daripada kesusahanku. Aku besorak memuji-Mu, kerana Engkau menyelamatkan dan melingdungi aku” – BM Berita Baik. Tuhan memberkati semua. Lydia. [Renungan untuk persekutuan doa keluarga dikongsi melalui Whatsapp Group Keluarga, Selasa 26 Mei 2020, 8PM.] --- Send in a voice message: https://anchor.fm/lydia341/message
Shalom, keluarga besarku yang dikasihi dalam Tuhan Yesus Kristus. Dalam pertemuan kita kali ini, saya membawa kita untuk membaca satu peristiwa dalam Perjanjian Lama di 2 Raja-Raja 6:8-23, sebagai contoh untuk kita hayati bersandar tema perbualan kita, “Bukakanlah Mataku Supaya Aku Dapat Melihat”. Dari 2 Raja-Raja 6:8-23, kita mengetahui beberapa perkara: (i) Allah dapat membuka mata kita untuk melihat. Kita tidak dapat melihat tanpa pertolongan TUHAN. TUHAN-lah yang dapat membuka mata kita. 2 Raja-Raja 6:17. Elisha berdoa agar TUHAN membuka mata pembantunya untuk melihat dan “jangan takut, kerana yang menyertai kita lebih ramai daripada yang menyertai mereka”, 2 Raja-Raja 6:16. Rasul Paulus kepada Jemaat Efesus berdoa, “semoga Allah menerangkan mata hatimu untuk mengetahui harapan daripada panggilan-Nya, limpah kemuliaan warisan-Nya dalam orang yang salih, dan betapa besar kuasa-Nya bagi kita yang beriman.” Efesus 1:18-19. (ii) Kita perlu berdoa meminta agar mata kita dapat melihat. Kita diajak untuk berdoa dan perlu berdoa agar mata kita dapat melihat perkara-perkara yang Allah mahu kita lihat dan mengerti. Elisha berdoa. Rasul Paulus berdoa. Ramai bersetuju bahawa Mazmur 119 ditulis Raja Daud untuk mendidik anaknya Solomon, dan di ayat 18 kita membaca, “Bukakanlah mataku supaya aku dapat melihat hal-hal yang menakjubkan daripada hukum-Mu.” (iii) Ketakutan kita lenyap bila mata kita dapat melihat. Banyak perkara yang menakjubkan dapat kita lihat jika TUHAN membuka mata kita. Ketakutan Pembantu Elisha lenyap bila dia melihat Tentera Surgawi mengelilingi mereka berdua. Bila Tuhan membuka mata kita, maka ketakutan dan kekuatiran kita akan lenyap. Kita sebagai anak-anak Allah akan mengerti perkara-perkara yang Allah sediakan dan lakukan bagi kita. Itulah doa Rasul Paulus untuk Jemaat Efesus, agar Allah menerangkan matahati mereka; dan kepada Jemaat Korintus dia menulis, “Apa yang belum pernah dilihat oleh mata, atau didengar oleh telinga, atau timbul dalam hati manusia, itulah yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi-Nya”, 1 Korintus 2:9. Dalam Surat Rasul Paulus kepada Orang-Orang Percaya di Korintus, Rasul Paulus menulis “Aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan” – 1 Korintus 2:2. Seterusnya, dia menulis agar mereka mengenal bahawa Roh Allah dikaruniakan Allah kepada mereka agar mereka dapat melihat, mentafsirkan dan mengerti segala sesuatu dari perspektif Firman Tuhan – “Fikiran Tuhan”, dan dengan yakin mengatakan “kita mempunyai fikiran Kristus!”, 1 Korintus 2:16. Untuk mencelikkan mata yang buta, itulah yang Rasul Paulus katakan sebagai panggilannya, bahawa dia diutus kepada bangsa-bangsa, “untuk mencelikkan mata mereka dan membawa mereka daripada kegelapan kepada cahaya, daripada kuasa Iblis kepada kuasa Allah”, Kisah Para Rasul 26:18. Marilah kita berdoa supaya Allah membuka mata kita untuk melihat kehadiran-Nya bersama kita sentiasa dan mengetahui berkat yang kita miliki sebagai umat yang dipelihara-Nya. Keluarga besarku yang dikasihi, tetaplah dalam pertemuan doa keluarga anda masing-masing – “marilah kita tampil dengan berani ke hadapan takhta kasih kurnia, supaya kita mendapat belas kasihan dan kasih kurnia untuk menolong kita ketika kita memerlukannya”, Ibrani 4:16. Janji TUHAN adalah, “Apabila mereka berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab mereka. Apabila mereka dalam kesusahan, Aku akan menolong mereka. Aku akan menyelamatkan serta menghormati mereka.” Mazmur 91:15, Berita Baik – BM. Tuhan memberkati kita semua. Lydia. [Firman Tuhan dikongsikan untuk Ibadah Keluarga, Rabu 13 Mei 2020, 8.30 PM] --- Send in a voice message: https://anchor.fm/lydia341/message
“PERGUNAKANLAH WAKTU YANG ADA DENGAN BIJAKSANA” – Efesus 5:15-17 Shalom keluarga besar yang dikasihi dalam Tuhan Yesus Kristus. Efesus 5:15-17 adalah teks pembacaan dalam pertemuan kita hari ini. “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” (ITB) “Pergunakanlah Waktu Yang Ada” – (Efesus 5:16a); adalah tema penghayatan kita. Tiga perkara yang boleh kita hayati adalah: (i) Kita dipanggil untuk menggunakan waktu dan setiap peluang yang ada dengan kita dengan sebaiknya sebagai orang yang bijaksana, sebagai orang yang arif. Kehidupan singkat kita diibarat Raja Daud “seperti bunga di padang, begitulah dia berkembang; angin meniupnya, maka tiadalah dia lagi”, Mazmur 103:14-16. Justeru doa Musa di Mazmur 90:11 menjadi doa kita juga, “ajarlah kami menghitung hari kehidupan kami, supaya hati kami bijaksana”. (ii) “Kita pergunakanlah waktu yang ada” karena hari-hari ini adalah jahat, ini zaman durjana. Peristiwa Covid-19 mengajar kita bahawa rencana atau perancangan kita boleh saja terganggu dalam sekelip mata. Kita diajak untuk menghargai waktu-waktu yang terbatas dengan mengerti kehendak Tuhan dalam hidup kita. (iii) Kita dipanggil untuk mengerti kehendak Tuhan. Keutamaan kita adalah kemuliaan Allah, dimana perancangan masa kita berpusat kepada Allah. Kita boleh saja terbawa-bawa dengan kesibukan tetapi akhirnya kita boleh saja seperti “mengejar angin”. Lakukan usaha kita dengan bertanggungjawab, untuk kita, untuk keluarga, untuk masyarakat, untuk negara, untuk dunia, seolah-olah untuk Tuhan. Pergunakanlah waktu yang ada dengan kita agar kita menjadi berkat sepertimana Tuhan telah memberkati kita dengan limpah. Tuhan memberkati semua. Amen. Lydia. [Renungan untuk Ibadah Keluarga, Jumaat 08 Mei 2020] --- Send in a voice message: https://anchor.fm/lydia341/message