Podcasts about doa tuhan yesus

  • 7PODCASTS
  • 1,979EPISODES
  • 5mAVG DURATION
  • 1DAILY NEW EPISODE
  • Feb 23, 2026LATEST

POPULARITY

20192020202120222023202420252026

Categories



Best podcasts about doa tuhan yesus

Latest podcast episodes about doa tuhan yesus

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 24 Februari 2026 - Hati yang penuh kasih dan peduli dengan sesama

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 23, 2026 3:48


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 24 Februari 2026Bacaan: "Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya." (Matius 6:20) Renungan: Pada tahun 1957, majalah Fortune menobatkan Paul Getty sebagai orang terkaya di dunia. Namun demikian, Getty tidak suka dengan ketenarannya sebagai orang terkaya. Bukan karena ia seorang yang rendah hati, tetapi karena ia terlalu pelit untuk berurusan dengan orang-orang yang meminta bantuannya. la pindah ke Sutton Place hanya karena biaya hidup yang lebih murah daripada di London. la bahkan mencuci bajunya sendiri hanya karena tidak ingin mengeluarkan uang untuk laundry. la menolak membayar uang tebusan ketika cucunya diculik, sampai akhirnya telinga cucunya dikirim lewat pos. Namun sebaliknya, salah satu anaknya, yang menerima harta warisan Getty, menyumbangkan kekayaannya dan berkata, "Saya sumbangkan uang ini bagi orang-orang yang jauh lebih membutuhkan daripada saya. " Demikianlah kemurahan hati adalah sebuah proses pengalihan diri dari diri sendiri kepada orang lain. Salomo dengan tegas berkata dalam Ams 3:27, "Janganlah menahan kebaikan daripada orang-orang yang berhak menerimanya padahal engkau mampu melakukannya." Artinya kita selalu memiliki keterbukaan hati untuk selalu berbagi dengan orang lain. Kita belajar memunculkan potensi diri kita untuk selalu berbagi. Memberi menjadi prioritas dan sukacita kehidupan kita. Seseorang pernah berkata, "Lakukan semua kebaikan yang dapat kita lakukan bagi orang-orang di sekitar kita sebanyak mungkin, dengan berbagai cara dan jalan yang dapat kita lakukan. Dengan kata lain, temukan alasan untuk selalu berbagi karena kemegahan kehidupan ini tidaklah terletak pada apa yang dapat kita raih, melainkan pada apa yang dapat kita beri. Mari kita keluar dari jalan kehidupan orang kaya yang bodoh yang dikisahkan oleh Yesus, dan mulai belajar mengosongkan lumbung-lumbung yang ada, dan menemukan berbagai jalan untuk berbagi dengan orang lain. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bermurah hati memang bukan hal yang mudah, namun aku rindu melakukannya. Berikanlah aku hati yang peduli kepada sesamaku yang membutuhkan, seperti hati-Mu sendiri yang penuh dengan belas kasihan. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 23 Februari 2026 - Hitunglah berkat Allah dan caraNya memelihara kita

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 22, 2026 4:12


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 23 Februari 2026Bacaan: "Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu. " (1 Raj 17:6)Renungan: Ada sebuah lagu rohani berjudul "Hitung Berkatmu." Di bait pertama lagu tersebut tertulis "Bila laut hidupmu jadi garang; Hati jadi takut dan iman goncang; Hitunglah berkatmu satu persatu; Ingat cara Tuhan memberkatimu". Menghitung berkat yang pernah kita terima akan melahirkan ucapan syukur atas pemberian-Nya. Dengan mengingat cara Tuhan memberkati kehidupan kita, dapat menguatkan iman dan pengharapan kita, terutama ketika kita mengalami masa-masa sukar terkait kondisi keuangan dalam kehidupan kita. Kita pun dapat meyakini, "Jika dahulu Tuhan memberkati dan menolong, ke depannya Dia juga akan melakukan hal yang sama." Mengingat hal seperti ini jauh lebih baik daripada khawatir, bukan? Bacaan hari ini mengingatkan kita akan cara Allah dalam memelihara Elia, melalui seekor burung gagak yang datang dua kali sehari membawa roti dan daging. Sukar untuk dipahami secara logika, tetapi itulah fakta bahwa Allah sanggup memelihara umat-Nya dengan berbagai macam cara. Bila perlu, Allah akan memakai cara yang tak biasa atau yang belum pernah dialami oleh siapa pun, sama seperti burung gagak dipakai-Nya untuk memberi makan Elia. Mengenai asal dari roti dan daging yang dibawa kepada Elia, biarlah menjadi bagian dari "misteri ilahi" yang tidak perlu kita pikirkan. Mari kita ingat lagi akan masa-masa di mana Allah memelihara kehidupan kita. Mungkin cara Allah tak selalu terlihat spektakuler seperti kisah Elia diberi makan oleh burung gagak. Namun yakinlah bahwa Allah yang mengasihi dan memelihara hidup kita pada masa lalu, akan terus melakukannya sampai seumur hidup kita. Mari hitunglah berkat Allah dan ingat cara Allah memberkati kita! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat yang Kau berikan padaku. Ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas setiap berkat tersebut. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 21 Februari 2026 - Melangkah maju bersama Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 21, 2026 5:46


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 21 Februari 2026Bacaan: "Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; ....maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita ke sengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga." (2 Korintus 1:6)Renungan: Dua ekor penguin, yang sedang berpelukan manis di St. Kilda, pinggiran Melbourne, Australia, adalah momen berkesan yang ditangkap oleh fotografer Tobias Baumgaertner pada tahun 2019. Ternyata kedua penguin tersebut sama-sama telah kehilangan pasangan mereka sehingga mereka memutuskan untuk secara rutin bertemu dan saling menghibur dengan menonton gemerlap lampu kota berjam-jam. Foto yang menyentuh hati itu pun dinobatkan sebagai finalis Ocean Photography Awards. Saat hati kita sedang berduka, saat itu pula penghiburan dari Tuhan berlimpah-limpah, sebagaimana yang Paulus alami dalam pelayanan pemberitaan Injilnya yang tak luput dari penderitaan. Daripada tenggelam dalam kesedihan atau keputusasaan hebat, ia memilih untuk tetap dapat memperhatikan jemaat di Korintus, karena ia menyadari bahwa di balik sengsara yang dialaminya, kekuatannya untuk tetap bergiat bagi Tuhan tidak akan habis dengan penghiburan-Nya yang begitu besar. Sering kali kita tidak lagi mempunyai waktu untuk peduli terhadap orang lain karena merasa bahwa masalah kita sehari-hari sudah "menggunung". Sesungguhnya, kalau kita melibatkan Tuhan setiap waktu dalam hidup kita, dalam kesesakan sekalipun Dia dapat memakai kita untuk menjangkau orang-orang yang membutuhkan dan hidup kita pun akan semakin diberkati. Hari ini bukanlah saatnya untuk meratapi penderitaan yang sudah lama mendera kita, melainkan inilah saatnya untuk melupakan yang di belakang untuk melangkah maju bersama Tuhan yang selalu mengasihi kita sehingga "pintu-pintu" berkat-Nya akan terbuka dan kita dapat juga menjadi kesaksian hidup yang dipakai oleh-Nya untuk menuntun orang lain pada jalan-Nya yang penuh damai sejahtera. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk peduli pada penderitaan orang lain walaupun diriku masih mengalami permasalahan. Aku percaya, saat aku peduli pada orang lain, maka kasih karunia-Mu melimpah atasku, sehingga aku pun dapat mendapatkan jalan keluar dari permasalahan yang aku alami saat ini. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 22 Februari 2026 - Tulus menerima jawaban doa

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 21, 2026 5:40


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 22 Februari 2026Bacaan: "Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya." (1 Yohanes 5:14) Renungan: Seseorang pernah berkata demikian tentang jawaban dari sebuah doa, "Masalah terbesar dari doa adalah bagaimana membiarkan doa terus mengalir dan mengizinkan Allah menjawab sesuai dengan cara-Nya." Ada satu kisah yang menarik dari seorang anak, tentang sikap dan ketulusannya di dalam menerima jawaban doa. Hari itu Adi dititipkan oleh mamanya di rumah neneknya, tetapi neneknya pergi bersama teman-temannya sehingga Erny, yaitu tantenya yang harus menjaga Adi. Adi segera mengambil kelerengnya dan bermain bersama beberapa orang temannya, tetapi tiba-tiba ia berlari dan menghampiri Erny yang sedang memasak di dapur. Dengan lugu Adi berkata, "Tante kelereng Adi hilang satu. Tante boleh nggak Adi sekarang berlutut dan meminta Tuhan untuk membantu Adi menemukan kelerang Adi yang hilang itu?" Tanpa pikir panjang, Erny pun mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju. Kemudian Adi berlutut, ia melipat kedua belah tangannya dan berdoa, katanya, "Bapa yang baik, kelereng Adi hilang satu dan Adi mau supaya Engkau membantu Adi untuk menemukannya. Amin Setelah selesai berdoa, Adi segera bangkit dan bermain kembali. Ketika hari telah sore, Erny teringat pada perbuatan Adi tadi. Karena khawatir Adi akan kecewa terhadap Tuhan, maka Erny memanggil dan menanyakan kepada Adi, "Sayang, apakah engkau sudah menemukan kelerengmu yang hilang?" "Belum Tante, tetapi Tuhan telah membuat Adi tidak menginginkan kelereng itu lagi," jawab Adi. Alangkah indahnya sikap dan iman Adi yang begitu tulus dalam menerima jawaban doanya. Banyak orang yang bersungut-sungut dan kecewa kepada Tuhan karena doa mereka tidak dijawab sesuai dengan keinginan hati mereka. Doa bukanlah masalah dijawab atau tidaknya setiap permohonan doa yang kita panjatkan, tetapi doa adalah sikap dan tindakan penyerahan segala masalah hidup kita ke dalam tangan Tuhan. Dijawab atau tidaknya doa-doa kita adalah keputusan mutlak Tuhan. Tidak menjadi soal apakah Tuhan menjawab "Tidak," "Ya," atau "Ya, tetapi tunggu dulu," terhadap permohonan doa yang kita panjatkan. Yang penting adalah kita tetap setia berdoa dan selebihnya adalah bagian Tuhan untuk memutuskan yang terbaik bagi kita, karena Tuhan tahu dengan pasti apa yang menjadi kebutuhan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang selalu khawatir dan memaksakan kehendak dalam doa-doa yang kupanjatkan kapada-Mu. Kini kuserahkan semua pengharapanku hanya pada-Mu, karena Engkau lebih mengetahui kebutuhanku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 20 Februari 2026 - Percaya dan berharap hanya padaNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 19, 2026 7:27


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 20 Februari 2026Bacaan: Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka." (Keluaran 3:7) Renungan: Seorang warga Perancis yang bernama Charney telah membuat kecewa Napoleon. Oleh karena itu dia dimasukkan ke dalam penjara. Dia merasa telah ditinggalkan oleh teman-temannya dan dilupakan oleh setiap orang di luar penjara. Dalam kesendirian dan keputusasaannya. Charney mengambil sebuah batu dan menggoreskannya pada dinding selnya dengan tulisan, "Tak seorang pun peduli". Suatu hari sebuah tunas hijau tumbuh menembus lantai penjara di tempat bekas sebuah batu yang telah diambilnya tersebut. Tunas itu menjulur ke arah terang yang masuk melalui jendela kecil di selnya. Setiap hari saat ada kesempatan keluar sel, Charney membawa air untuk menyirami tunas itu. Tunas itu terus bertumbuh dan akhirnya menjadi sebuah tanaman. Beberapa hari kemudian tanaman itu mengeluarkan sebuah kuncup bunga indah berwarna biru. Hari berganti hari, kuncup bunga itu akhirnya mekar dengan sangat indahnya. Di tengah-tengah kesendiriannya, Charney menghayati pertumbuhan tunas itu menjadi sebuah tanaman yang berbunga indah dan kemudian di atas goresan yang pertama, ia menggores dinding itu lagi dengan batu yang sama dengan sebuah tulisan, "Allah peduli". Tulisan itu bukan sekadar tulisan tanpa makna, tetapi Allah benar-benar mempunyai berkat bagi "tahanan itu". Di sel yang lain, seorang tahanan mempunyai anak perempuan yang diizinkan mengunjungi para tahanan. Dia juga menengok ke arah sel di mana Charney ditempatkan. Perempuan ini juga mendengar kasih Charney kepada sebuah tanaman yang tumbuh di selnya. Berita tersebut kemudian disampaikan kepada Ratu Josephine yang terkenal ramah. Ratu berkata, "Seorang yang mengasihi dengan sungguh dan memelihara sebuah bunga tidak akan menjadi seorang yang jahat." Sang Ratu kemudian membujuk Napoleon untuk membebaskan Charney dan Charney pun dibebaskan. Charney membawa bunganya ke rumah dan dengan hati-hati memelihara bunga tersebut. Hal itulah yang mengajarnya untuk percaya kepada Allah dan kepedulianNya terhadap orang lemah. Mungkin saat ini kita sedang mengalami pergumulan yang berat. Kira sedang mengalami kejatuhan dan kita merasa tidak ada orang yang peduli terhadap kita. Ingatlah bahwa Allah peduli kepada kita. Allah peduli akan pergumulan yang kita alami. Allah yang tidak berubah itu, yang telah mempedulikan umat Israel dalam penderitaan mereka di Mesir, Ia juga akan mempedulikan kita. Belajarlah akan kepedulian Allah terhadap alam semesta. Burung pipit dan bunga bakung pun dipedulikan Allah, masakan Allah tidak mempedulikan kita? Jangan berharap pada manusia, tetapi percayalah kepada Allah dan kepedulian-Nya kepada kita, serta nantikan pertolongan dan berkat-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku jika aku kurang percaya kepada-Mu. Sekarang aku bertambah yakin bahwa Engkau peduli terhadap umat-Mu yang mengalami pergumulan berat, termasuk kepadaku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 19 Februari 2026 - Ketekunan dan kejujuran

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 18, 2026 4:36


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 19 Februari 2026Bacaan: "Lalu Akhan menjawab Yosua, katanya: 'Benar, akulah yang berbuat dosa terhadap TUHAN, Allah Israel, sebab beginilah perbuatanku..." (Yosua 7:20)Renungan: Salah satu penghambat kesuksesan bagi sebagian orang adalah keinginan mereka menggunakan jalan pintas. Memang mungkin jalan pintas bisa saja berhasil untuk sementara waktu, tetapi tidak dalam jangka panjang. Hal ini seperti terjadi dalam lomba marathon yang diselenggarakan di Boston. Jaqueline Gareau, seorang peserta wanita sedang dalam Marathon garis finish, tiba-tiba melihat seorang pelari wanita lain mendahuluinya. Dia adalah Ruiz. Rupanya Ruiz menyelinap dan memotong lintasan sehingga dia dapat menyelesaikan finish dengan stamina yang masih segar. Kemenangan Ruiz ini mengantarnya menuju lomba Marathon di New York. Ruiz pun kembali melakukan kecurangan dengan menyelinap dan memotong jalur. Kali ini Ruiz tidak dapat mengelak. Panitia mendiskualifikasi Ruiz dan menyerahkan medalinya pada Gaseau. Dalam Alkitab kita juga mengenal tokoh yang bernama Akhan yang ingin kaya dalam waktu singkat dengan menyimpan barang jarahan yang dikhususkan di tendanya. Akhan ingin mengambil keuntungan, tetapi dia tidak menyadari bahwa perbuatannya itu mendatangkan malapetaka bagi yang lain. Setelah perbuatannya diketahui, Yosua menghukum Akhan dengan merajamnya hingga mati. Sebenarnya, Tuhan telah berjanji untuk memberkati bangsa Israel dengan kemakmuran dan kelimpahan. Namun ketidaksabaran Akhan membuatnya gagal bahkan harus merasakan hukuman mati. Kesuksesan memerlukan proses dan proses itu membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Sesuatu yang instan tidaklah baik. Seperti yang dikatakan dalam Amsal 20:21 "Milik yang diperoleh dengan cepat pada mulanya, akhirnya tidak diberkati. "Tuhan juga tidak akan memberikan keberhasilan dalam sekejap. Tuhan memberkati kita setahap demi setahap. Kita harus melangkah bersama Tuhan dengan sabar dan penuh keyakinan. Kta harus menjalani setiap proses yang ada, menyelesaikan masalah-masalah, melalui berbagai rintangan, dan gigih berjuang di saat-saat yang sulit. Kita harus terus belajar mengembangkan diri dan memperbesar kemampuan kita. Asalkan kita tekun, maka keberhasilan tinggal masalah waktu saja. Semakin banyak kita menabur semakin besar tuaian kita. Semakin cepat kita bertindak maka semakin cepat pula kita akan memperoleh hasilnya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kesabaran dan kejujuran dalam melaksanakan setiap tugas yang dipercayakan padaku. Jangan biarkan aku berbuat curang sehingga menjadi baru sandungan bagi berkat-Mu untuk tercurah atas diriku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 18 Februari 2026 - Berpikir Positif di Tengah Situasi Negatif

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 17, 2026 6:08


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 18 Februari 2026Bacaan: "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah meka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar." (Kejadian 50:20)Renungan: Suatu hari, seorang ahli kimia berkebangsaan Jerman, Christian Friedich Schon bein sedang bereksperimen dengan pekerjaannya di dapur saat istrinya tidak ada di rumah, karena istrinya melarangnya dia bekerja di dapur. Tanpa sengaja, dia menumpahkan cairan asam sulfur dan asam nitrat. Supaya tidak ketahuan, dia segera mengelap dengan celemek yang terbuat dari katun lalu menggantung celemek itu di dekat perapian untuk mengeringkannya. Tidak di duga, celek itu meledak dengan dahsyat. Ledakan itu terjadi karena campuran cellulose mengalami reaksi kimia yang dinamakan nitrasi. Temuan itu kemudian dinamakan nitrocellulose, yaitu bubuk mesiu yang tidak berasap. Dia kemudian memperbanyaknya dan menjualnya dan mendapatkan banyak uang. Kekeliruan dan kegagalan yang tidak disengaja seringkali mendatangkan manfaat yang tidak kita duga sebelumnya. Seperti yang terjadi pada Yusuf. Yusuf diperlakukan semena-mena oleh Saudaranya. Dia dimasukkan dalam sumur, dijual dan dibertahukan sudah mati. Bagi orang awam, hal itu mungkin sebuah kekeliruan yang fatal. Tetapi tidak bagi Yusuf. Yusuf sadar betul bahwa peristiwa itu adalah cara Tuhan untuk menggenapi janjinya menjadi pemimpin Mesir dan melakukan suatu pekerjaan besar yang belum pernah dilakukan oleh siapapun. Demikian pula dalam perjalanan hidup kita. Seringkali apa yang tidak kita harapkan terjadi begitu saja. Kita mungkin akan sedih kecewa dan tidak dapat menerima kenyataan saat itu. Namun tahukah kita bahwa dalam kegagalan-kegagalan itu, Tuhan juga turut bekerja untuk mendatangkan sesuatu yang baik yang mungkin tidak kita duga sebelumnya? Tetap berpikir positif di tengah situasi yang negatif sangatlah penting bagi kita. Kita harus bersabar dan melakukan yang terbaik untuk mengubah keadaan. Kita harus memetik manfaat yang sebanyak-banyaknya dari setiap peristiwa. Percayalah, bahwa tidak semua kegagalan itu buruk. Tetapi yakinlah bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah baik bagi kita, sebab jika kita mampu jeli dan dapat mengendalikannya, maka kegagalan dan masalah itu justru menjadi titik balik kita meraih keberhasilan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat-Mu agar aku tetap dapat berpikir positif di tengah situasi yang negatif. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 17 Februari 2026 - Mengendalikan Diri

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 17, 2026 7:22


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 17 Februari 2026Bacaan: "Bila engkau duduk makan dengan seorang pembesar, perhatikanlah baik-baik apa yang ada di depanmu. Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu!" (Amsal 23:1-2) Renungan: Katak Amazon bertanduk adalah seekor katak yang memiliki ukuran yang sangat besar dibandingkan dengan katak-katak lain. Amfibi gemuk ini dapat tumbuh sepanjang 20 cm, dan banyak ditemukan di Kolombia sampai ke Brazil, khususnya di rawa-rawa daerah sungai Amazon. Namanya didapat dari dua tanduk runcing yang mencuat dari kepalanya. Katak yang betina ukurannya lebih besar dari yang jantan, namun warna kulitnya tidak secerah yang jantan. Namun, yang jauh lebih menarik untuk dibahas dari hewan ini adalah nafsu makannya yang luar biasa besar! Katak ini sangat gemuk dan merupakan katak paling rakus di antara katak-katak jenis lainnya. Sangat sering katak ini ditemukan dalam keadaan mati sewaktu berusaha mencoba menelan mangsa mereka yang terlalu besar, sehingga mulut mereka masih berisi mangsa yang tersangkut dan tidak dapat tertelan ketika ditemukan. Nafsu makan berlebihan sungguh sangat berbahaya! Ternyata, bukan cuma katak yang bisa mengalami hal ini. Alkitab menyampaikan sebuah kisah tragis dari bangsa Israel yang mati konyol karena tidak dapat mengendalikan nafsu rakus mereka yang liar. Kisah tragis ini terjadi di daerah yang diberi nama Kibrot-Taawa. Dikatakan bahwa waktu itu ada orang-orang bajingan yang kemasukan nafsu rakus, hingga mereka berteriak meminta makan daging. Hal ini terjadi karena mereka bosan dengan manna yang tiap hari mereka makan. Akhirnya, Musa datang kepada Tuhan dengan membawa segala keluhan bangsa itu, dan singkat cerita Tuhan mengirimkan burung-burung puyuh dari arah sebelah laut dalam jumlah yang luar biasa besar ke sekeliling perkemahan mereka. Burung-burung itu dihamburkan Tuhan begitu saja, sehingga dapat dengan mudah dikumpulkan orang Israel. Namun, hal mengerikan terjadi ketika orang-orang rakus yang mengeluh itu dengan bernafsunya langsung memakan burung itu. Dan sewaktu daging burung itu sudah di mulut mereka dan belum sempat dikunyah, Tuhan yang sangat murka memukul orang-orang rakus tersebut dengan tulah yang besar sehingga mereka mati dalam kekonyolan mereka sendiri. Kondisi ini seperti katak Amazon bertanduk yang mati karena makanan. Terkadang kita menganggap sepele nafsu makan yang berlebihan. Namun, sadarkah kita bahwa ternyata kerakusan adalah suatu kesalahan di mata Tuhan? Kitab Amsal memberikan nasihat kepada kita untuk mencegah nafsu makan yang berlebihan. Dikatakan, jika nafsu makan kita besar, taruhlah sebuah pisau pada leher kita! Sebagai bukti bahwa rakus adalah hal yang jelek, kita bisa lihat ada berbagai macam penyakit yang dapat timbul karena kerakusan akan makanan. Dan rakus akan makanan biasanya mengarah kepada obesitas yang membawa berbagai penyakit di dalamnya, seperti penyakit jantung ataupun diabetes. Kegemukan juga akan membuat gerakan kita terbatas dan kita akan menjadi malas. Jadi, mari kendalikan nafsu makan kita, sebelum kita dibuat mati karenanya! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku untuk dapat mengontrol nafsu makanku yang mungkin terlalu berlebihan, sehingga aku berusaha makan sesuai batas yang normal dan sehat. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 16 Februari 2026 - Melepaskan Kekecewaan, Menghadirkan Kebahagiaan Sejati

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 16, 2026 5:25


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 16 Februari 2026Bacaan: "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya." (Mazmur 34:19)Renungan: Mina terlahir dari keluarga broken home. Bertahun-tahun ia berusaha mengatasi kekecewaannya dengan kebencian, dendam, kemunafikan, dan ia merasa hidupnya tidak berharga. Hatinya penuh kebencian dan dendam terhadap ayahnya ketika teringat figurnya di masa lalu yang selalu memukuli ibunya dan tidak menyayangi dirinya. Sikap ayahnya itu menyulut perceraian. Walau ayahnya telah meninggal beberapa tahun yang lalu, namun Mina yang telah tumbuh dewasa, tetap saja menyimpan kepahitan. Apalagi di usia kanak-kanak, pascaperceraian kedua orang tuanya, sang ibu menitipkannya di sebuah panti asuhan. la pun harus berjuang keras sendirian untuk belajar dan menjadi yang terbaik di sekolahnya. Kini ia menjadi wanita karier yang sukses di sebuah perusahaan karena kecerdasannya. Tetapi sayang, ia masih menyimpan kebencian dan dendam. Senyum di wajahnya hanyalah senyum palsu karena tuntutan profesionalitas, namun tetap saja ia merasa tidak bahagia. Topeng kemunafikanlah yang dipertontonkan ke khalayak ramai. Parahnya, ternyata ia seorang penyuka sesama jenis, sebab ia menganggap semua pria sama seperti ayahnya. Faktor psikologis ini yang membuat ia berperilaku menyimpang. Ia menutupi perilaku menyimpangnya dengan pakaian yang indah dan feminin. Di sekeliling kita ada begitu banyak orang yang mengalami kekecewaan seperti halnya Mina. Atau mungkin kita yang sedang mengalami kekecewaan dan sedang berusaha mengatasinya dengan cara kita. Memang, ada banyak jenis kebahagiaan yang ditawarkan oleh dunia untuk mengatasi kekecewaan. Di antaranya melalui musik, pekerjaan, pernikahan, kekayaan, dan ketenaran. Dan kita tergiur olehnya. Ada juga yang mengatasinya dengan kepuasan negatif, seperti selingkuh, mabuk-mabukan, berbuat jahat kepada orang lain, ataupun menggunakan narkoba. Namun, apa pun jenis tawaran dunia ini yang diharapkan bisa mengatasi kekecewaan seseorang, tetap saja tidak mampu mengatasinya. Kekecewaan itu hanya bisa disembuhkan dengan kehadiran Pribadi yang bisa memberi kebahagiaan sejati. Karena itu, biarkanlah Kristus mengisi dan menguasai hati kita. Jangan izinkan kebencian, dendam, dan kepahitan mengisi hati kita. Mari kita buka pintu hati kita dan menerima Dia sebagai Pembebas kita dari belenggu kekecewaan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena selama ini aku mengatasi kekecewaan dengan hal-hal yang tidak berkenan bagi-Mu. Penuhilah aku dengan kasih-Mu, sehingga saat kekecewaan datang, hatiku hanya tertuju pada-Mu sebagai sumber kelepasan dalam hidupku. Amin. (Dod)

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 15 Februari 2026 - Pribadi yang membuat orang lain nyaman

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 14, 2026 5:18


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 15 Februari 2026Bacaan: "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?" (Matius 7:3)Renungan: Suatu ketika ada satu keluarga tengah berada dalam perjalanan menuju sebuah kota. Lalu mereka singgah di satu kedai kecil untuk beristirahat. "Bapak dan keluarga mau ke mana?" tanya si pemilik kedai. Bapak itu memberitahukan tujuannya. "Oh, kota itu. Saya tahu," jawabnya. "Kalau begitu dapatkah Anda menceritakan bagaimana orang-orang yang ada di sana?" tanya kepala keluarga tersebut. Bukannya menjawab, pemilik kedai malah bertanya balik, "Orang-orang seperti apakah yang kalian temukan di tempat asal kalian?" "Mereka adalah orang-orang yang payah," isteri bapak itu segera menjawab. "Benar. Mereka senang bergosip, cuek, egois. Kami senang bisa pindah dari sana," jawab anak-anaknya. "Saya rasa kalian juga akan menemukan orang-orang dengan sikap yang sama di kota tujuan kalian nanti." Keesokan paginya, rombongan keluarga lain singgah ke kedai itu dan ingin ke kota yang sama seperti keluarga kemarin. Mereka pun menanyakan kepada pemilik kedai tentang sifat orang-orang yang nanti akan ditemui. "Jenis tetangga macam apa yang dulu kalian miliki?" pemilik kedai itu bertanya. "Mereka baik, suka menolong, peduli. Sebenarnya kami sangat berat hati meninggalkan tempat yang dulu itu," jawab pemimpin rombongan. Pemilik kedai menjawab, "Tenang, nanti kalian juga akan mendapat tetangga yang serupa." Salah satu alasan yang dikemukakan oleh para pegawai mengapa mereka mau berhenti bekerja dan pindah ke tempat lain adalah karena orang-orang di kantor mereka yang tidak bersahabat. "Di sini orang-orangnya suka menusuk dari belakang. Mereka berkompetisi dengan curang. Pribadinya tidak menyenangkan," begitulah ungkapan mereka. Namun yang menjadi masalah sebenarnya bukanlah orang-orang tapi kita sendiri. Selama kita tidak mau belajar mengerti, belajar rendah hati dan mengalah, ke mana pun kita pergi, di mana pun kita bekerja, kita memang akan senantiasa bertemu dengan orang-orang sulit'. Selama kita selalu melihat 'selumbar' di mata pihak lain, selalu mencari kekurangan dan kejelekan mereka, maka itulah yang akan kita dapatkan. Dengan kasih Tuhan, ubahlah sikap kita, maka situasi pun akan berubah dengan sendirinya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu, sehingga setiap orang yang berada dekat denganku akan merasa nyaman. Amin. (Dod)

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 14 Februari 2026 - Tetaplah setia

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 13, 2026 5:43


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 14 Februari 2026Bacaan: Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku." (Rut 1:16-17)Renungan: Selama Perang Revolusi seorang perwira muda dalam ketentaraan Inggris, sebelum berlayar bersama resimennya, bertunangan dengan seorang wanita. Tapi dalam salah satu pertempuran, perwira itu terluka parah dan kehilangan sebuah kaki. Oleh karena itu, ia menulis surat kepada calon isterinya untuk memberitahu keadaannya. Surat balasannya pun tiba. Dengan harap-harap cemas, ia membukanya. Sebenarnya perwira tersebut sangat takut mendengar respon dari tunangannya itu. la berpikir pasti kekasihnya tidak akan mau lagi melanjutkan hubungan mereka. Namun dalam surat itu, si wanita menyangkali semua pemikiran tentang menolak meneruskan pertunangannya itu karena apa yang telah terjadi pada calon pengantinnya dalam pertempuran. la berkata bahwa dia bersedia menikah dengannya bila ada cukup tubuh untuk memuat jiwanya. Kisah kesetiaan ini mirip dengan kisah antara Rut dengan mertuanya, Naomi. Rut setia mengikut Naomi, bukan pada saat ia punya segala-galanya atau berada di posisi puncak. Sebaliknya, ia tetap mengiring wanita tersebut saat dia tidak punya apa-apa lagi. Tidak punya anak, tidak punya harta benda. Kalau direnungkan bisakah kita bersikap seperti itu? Kebanyakan kita bisa setia mendampingi pasangan, ingin terus bekerja di sebuah perusahaan bahkan mau berjalan dengan Allah, saat keadaan baik-baik saja. Namun ketika orang yang kita kasihi kehilangan pekerjaan, perusahaan kita terlilit hutang, bahkan Tuhan sendiri nampaknya diam, sikap kita cenderung berubah. Kesetiaan memang kadang-kadang terlihat seperti hal yang bodoh. "Sudah tahu tidak bisa diharapkan tapi masih berharap. Sudah tahu tidak diberkati, tapi tetap mengasihi," pikir kebanyakan orang. Namun sebenarnya situasi ini adalah penguji apakah kita mengiring seseorang dan Tuhan, hanya karena sesuatu ataukah benar-benar tulus. Ingatlah, siapa diri kita sebenarnya bukan terlihat pada saat hari-hari kita penuh bunga, namun nampak saat kita dipenuhi air mata. Bisakah kita setia? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kesetiaan, baik setia pada-Mu, pada pasanganku, pada keluargaku dan pada pekerjaanku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 13 Februari 2026 - Tuhan tidak pernah melupakanmu

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 12, 2026 5:19


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 13 Februari 2026Bacaan: "Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya." (Kejadian 40:23)Renungan: Suatu kali seorang karyawan terlibat dalam sebuah proyek yang sangat sulit. Dengan tekun ia mengerjakan proyek itu, hingga akhirnya ia berhasil membawa divisinya memperoleh penghargaan. Sebagai tanda penghargaan, ia dijanjikan akan dikirim pelatihan ke Hong Kong. Namun hal itu tidak pernah terjadi. Setahun kemudian ia kembali terlibat dalam sebuah proyek berat. Sekali lagi ia berhasil memecahkannya. la kembali dijanjikan akan dikirim pelatihan ke luar negeri, kali ini ke Singapura. Namun hal serupa kembali terulang. la lagi-lagi tidak menerima penghargaan apapun atas usahanya. Namun karyawan tersebut tetap bekerja dengan setia. Empat tahun kemudian, ia dikirim ke Hong Kong, dan dua bulan kemudian Tuhan memberinya berkat sehingga ia dapat mengajak istrinya untuk menghabiskan liburan akhir tahun di Singapura. Saat Yusuf bisa menerangkan arti dari mimpi juru minuman, ia berpesan kepada orang itu agar mengingatnya dan menyampaikan perkaranya kepada Firaun agar ia bisa keluar dari penjara, tetapi juru minum malah melupakannya. Selama dua tahun, mungkin Yusuf bertanya-tanya, "Mengapa tidak ada pertolongan? Bagaimana keadaan orang yang sudah aku tolong itu? Apakah ia menyampaikan pesanku kepada raja?" Yusuf benar-benar merasa dilupakan, dan diperlakukan tidak adil. Beruntung, ia tidak putus asa dan tetap menaruh harapan kepada Allah. Dan yang terpenting adalah, ia tetap bekerja dengan baik. Yusuf sama sekali tidak mengurangi kualitas kerjanya selama di penjara. Sampai akhirnya, pertolongan dari Allah tiba, la bukan saja dibebaskan, tapi juga diangkat menjadi orang kepercayaan raja. Manusia bisa lupa, bisa lalai dan melupakan kita. Tidak peduli seberapa kecewanya kita terhadap orang tua, anak, sahabat, pimpinan dan rekan kerja, tapi jangan pernah tawar hati terhadap Allah. Dia tidak pernah melupakan jerih lelah kita. Dia selalu memperhitungkan pengorbanan kita. Dan yakinlah, Allah akan memberi upah tepat pada waktunya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampuni aku karena pernah tawar hati pada-Mu, padahal Engkau tidak pernah berbuat salah padaku. Hal ini diakibatkan karena perlakuan orang lain yang mengecewakanku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 12 Februari 2026 - Bijak sebelum menilai dan menyimpulkan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 11, 2026 4:34


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 12 Februari 2026Bacaan: "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi." (Matius 7:1)Renungan: Suatu hari, di kereta api ada seorang anak gadis duduk di samping ibunya. Di dalam kereta, gadis itu memandang keluar jendela, dan tak henti-hentinya menyebut hal-hal yang ia lihat di sepanjang perjalanan dengan antusias. "Ma lihat, pohon-pohon itu. Wah, sawahnya benar-benar bagus ! Sungainya indah!" Di depan mereka duduk sepasang anak muda. Keduanya melihatnya dengan tatapan heran. Bagaimana tidak, untuk seukuran usianya, kelakuan anak gadis itu tampak begitu kekanak-kanakan dan berlebihan. Karena gadis tersebut terus saja menyebut hal-hal yang ia lihat, akhirnya salah satu dari anak muda itu mulai tidak tahan dan mengeluh kepada sang ibu. "Kenapa sih anak ibu lebay, sekali ? Masak, sungai, pohon, saja dibilang bagus? Norak! Kayak ga pernah lihat aja sebelumnya!" Si anak terdiam. Ibunya langsung menjawab, "Ya, anak saya ini memang sudah lama sekali tidak melihat hal-hal seperti ini. Beberapa tahun ini, matanya mengalami kebutaan, dan baru hari ini, setelah dioperasi seminggu yang lalu, penglihatannya kembali normal." Berapa banyak dari kita yang tanpa sadar juga bersikap demikian? Ketika melihat ada teman yang begitu bersemangat karena doanya dijawab, mungkin ada yang menilai bahwa ia berlebihan. Padahal, orang tidak tahu, berapa lama ia sudah menanti untuk jawaban doa itu. Saat pemilik Facebook, Mark Zuckerberg menikah dengan wanita yang parasnya biasa saja, banyak orang menilai bahwa pilihannya kurang tepat. Padahal, mereka tidak tahu dengan keadaan yang sebenarnya. Ya, orang hanya bisa menilai dari luar, cuma memerhatikan yang di permukaan saja. Mari kita belajar untuk tidak cepat menghakimi. Apa yang kita nilai benar, baik, salah, keliru atau tidak baik kadang-kadang faktanya tidak seperti yang kita pikirkan. Oleh sebab itu, berhati-hatilah sebelum bicara. Pikirkan dulu sebelum berucap dan menilai. Jika kita melakukannya, maka kita tidak akan menyinggung perasaan orang lain. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku agar tidak mudah menghakimi orang lain, karena apa yang kupikirkan belum tentu sama dengan apa yang terjadi sesungguhnya. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 11 Februari 2026 - Menerima diri dan orang lain apa adanya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 10, 2026 4:24


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 11 Februari 2026Bacaan: "Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang." (1 Korintus 1:26)Renungan: Ada seorang pemuda yang telah berumur masih terus mencari pasangan hidup yang ideal. Suatu hari, ia menemukannya. Si gadis cantik dan pintar namun ia tidak jadi menikahinya sebab gadis itu tidak bisa memasak! Lalu ia mencari lagi dan akhirnya menemukan gadis yang bahkan lebih cantik dari sebelumnya. Bahkan si gadis pandai memasak. Ya, masakannya luar biasa lezat karena ia punya usaha restoran sendiri. Hebat bukan? Namun pemuda ini tak bisa menikahinya karena sang wanita tak pandai merawat diri. la tidak bisa make up sendiri, memakai pakaian pun tak pernah mengikuti mode dan tren yang ada. Jadi pemuda itu pun pergi meninggalkannya. la mencari lagi selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan sampai akhirnya menemukan seorang gadis yang menurutnya sangat sempurna. la begitu cantik, masakannya melebihi restoran bintang lima, dan yang terpenting ia begitu cerdas. la sempurna! Tapi, pemuda ini tak bisa menikahinya. Mengapa? Sebab gadis ini sedang mencari pria yang sempurna ! Ada orang yang juga demikian, ia mencari perusahaan yang sempurna. la ingin punya pendapatan seperti yang diharapkan. la mau memiliki atasan dan teman kerja yang ideal, yang semuanya sesuai dengan kriterianya. Apa itu mungkin? Sepertinya tidak. Mengapa? Karena dunia penuh dengan kekurangan di sana-sini. Ketidaksesuaian yang ada sudah semestinya tidak membuat kita stress, namun menyikapinya dengan bijak. Misalnya, teman kerja yang tak bersahabat, yang tak sempurna dapat memacu kita untuk belajar memahami orang, belajar bersabar, dan seterusnya. Renungkanlah, Allah pun saat menerima kita, la tidak melihat dan tidak mencari kesempurnaan dalam diri kita, lalu mengapa kita malah menuntut agar orang di sekitar kita sempurna? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau menerima aku apa adanya. Ajarilah aku agar akupun dapat menerima keberadaan orang-orang di sekitarku apa adanya. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 10 Februari 2026 - Hati yang berbelas kasih dan peduli sesama

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 9, 2026 4:34


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 10 Februari 2026Bacaan: "Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah." (1 Petrus 4:2)Renungan: Suatu ketika seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana ia bertemu seorang prajurit yang tak akan pernah dilupakannya, bernama Harry. Harry yang dikirim untuk menjemput profesor di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. Ketika berjalan keluar, Harry sering menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh. Kemudian ia juga menolong orang yang tersesat dan menunjukan arah jalan yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi profesor dengan senyumnya menghiasi wajahnya. "Darimana kamu belajar hal-hal seperti itu ?" tanya sang profesor. "Oh," jawab Harry. "Selama perang, saya kira." Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga saat tugasnya membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu persatu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya. "Saya belajar untuk hidup diantara pijakan setiap langkah," katanya. "Saya tak pernah tahu apakah langkah selanjutnya merupakan pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan saat mengangkat dan memijakkan kaki. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan anugerah dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini." Jika kita bisa bangun pagi hari ini tanpa kekurangan suatu apa pun yang baik, itu semua merupakan sebuah anugerah dan kesempatan berharga yang Tuhan berikan. Oleh karena itu sudah seharusnya kita memanfaatkan hari ini, dengan menggunakannya untuk melakukan hal-hal yang positif, yang Allah kehendaki. Berhentilah beranggapan bahwa keberadaan kita hanya sebuah hal yang biasa. Tidak. Jika Tuhan memberi nafas hidup yang baru, berarti ada hal baru pula yang ingin Dia beri, harapan, iman yang baru, terobosan yang baru dan masih banyak lagi hal-hal besar yang mau Dia nyatakan bagi karir dan kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan belaskasih-Mu, sehingga hatiku pun mudah tergerak untuk menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 9 Februari 2026 - Tetaplah membalas dengan sikap baik dan sopan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 8, 2026 4:57


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 9 Februari 2026Bacaan: "Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!" (Roma 12:21)Renungan: Suatu hari, ada dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Bahkan sepanjang melayani, wajahnya terlihat cemberut. Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu. Namun orang kedua tetap santai, tidak mempermasalahkan itu sama sekali. Bahkan ketika membayar dan hendak pergi dari sana, ia bersikap sopan kepada penjual itu. Di sebuah kafe, orang pertama berkata kepada sahabatnya, "Saya tidak habis pikir, mengapa kamu masih bisa bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan tadi itu." Sahabatnya menjawab, "Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain." "Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali," bantah orang pertama yang masih merasa jengkel. "Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, toh itu tidak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri kita sendiri." Seringkali orang memang terpengaruh oleh sesamanya. Jika mereka baik, kita akan berbuat sebaliknya. Kalau orang-orang menghargai kita, kita akan dengan senang hati menghargai mereka juga. Namun jika orang berlaku buruk, kurang ramah, ketus dalam bicara, tidak sopan, kita pun cenderung melakukan hal yang sama. Tanpa sadar orang jadi ikut-ikutan kesal, tidak terima, dan seterusnya. Bila ini terjadi, berarti kita sudah membiarkan diri dikontrol orang. Mari kita belajar bertanggung jawab atas diri sendiri. Kita bersikap sopan, bukan karena orang layak menerimanya, bukan karena mereka sudah melakukan kebaikan pada kita, akan tetapi kita melakukannya karena kita adalah orang-orang yang baik, santun dan terhormat, yang tetap sopan sekalipun diperlakukan arogan. Pastikan perilaku buruk orang sekitar tidak memengaruhi kualitas kerja dan keberadaan diri kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa Roh-Mu, sehingga walau pun banyak orang mengecewakanku, hatiku tetap tenang karena Engkau telah menguasaiku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 8 Februari 2026 - Belajar menerima dan menghargai kebaikan dari orang lain

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 7, 2026 6:08


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 8 Februari 2026Bacaan: "Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu." (Yohanes 12:3) Renungan: Kisah Tuhan Yesus diurapi oleh Maria merupakan kisah yang memiliki makna yang sangat kaya dan sangat dalam. Namun kita akan melihat kisah ini dari permukaan yang nampak sangat jelas. Maria mengurapi kaki Tuhan Yesus dengan minyak narwastu yang sangat mahal. Tiga ratus dinar yang setara dengan upah pekerja hampir selama 1 tahun pada saat itu. Tuhan Yesus menerima perbuatan baik Maria, bahkan memujinya sebagai peringatan akan kematian-Nya. Namun Yudas menilai perbuatan tersebut sebagai pemborosan besar dengan kedok membantu orang-orang miskin. Dari fakta-fakta ini, kita bisa menarik kesimpulan bahwa Tuhan Yesus menerima sepenuhnya kebaikan Maria, walaupun la sendiri adalah sumber kebaikan dan belas kasihan. Namun, salah satu murid Nya menentang hal tersebut karena menggunakan sudut pandang untung rugi. Mungkin saja penilaian Yudas tidak salah, mengingat secara ekonomis nilai minyak narwastu tersebut sangat tinggi. Namun Tuhan Yesus menggunakan sudut pandang yang melampaui perhitungan untung rugi secara ekonomi, yaitu sudut pandang kasih dan ucapan syukur Maria. Tindakan Maria ini merupakan ucapan syukur kepada Tuhan karena kasih, anugerah dan kebaikan yang telah ia terima. Ada kalanya kita merasa enggan untuk menerima kebaikan orang lain, terlebih lagi ketika kita melihat status ekonomi orang tersebut berada di bawah kita. Mungkin kita merasa bahwa kitalah yang seharusnya menolong dia, bukan sebaliknya. Namun terkadang dengan menolak kebaikan orang lain, itu merupakan salah satu bentuk kesombongan rohani yang tersembunyi. Kita menempatkan diri sendiri dalam posisi yang lebih tinggi, dan dia dalam posisi yang tidak berdaya. Dengan kata lain, kita menghalangi orang tersebut untuk mempraktikkan kasih atau ucapan syukur atas kebaikan yang pernah ia terima. Belajar dari Tuhan Yesus yang menggunakan sudut pandang melampaui perhitungan untung rugi, kita pun harus belajar untuk menerima kebaikan orang lain apa adanya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tolong aku untuk bisa menghargai kebaikan orang lain, sehingga orang tersebut akan bersukacita bisa melakukan kebaikan. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 7 Februari 2026 - Miliki Tekad Yang Kuat

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 6, 2026 6:02


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 7 Februari 2026Bacaan: "Berkatalah Elia kepadanya: "Baiklah tinggal di sini, sebab Tuhan menyuruh aku ke sungai Yordan." Jawabnya: "Demi Tuhan yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau. " Lalu berjalanlah keduanya." (2 Raja-raja 2:6)Renungan: Seorang ayah berpesan kepada kedua orang anaknya yang akan mengikuti ujian sekolah. Katanya, "Asalkan nilai-nilai kalian tidak ada di bawah angka enam, ayah sudah sangat senang dan tidak akan marah!" Akan tetapi anak bungsunya melakukan lebih dari permintaan ayahnya. la mendapatkan nilai yang sangat memuaskan sehingga ia menjadi juara satu di kelas. Hebatnya, meski berulang-ulang ayahnya memberikan pesan yang sama keberhasilan si bungsu bukan karena pesan tersebut melainkan si bungsu memang sudah bertekad kuat untuk selalu mendapatkan juara satu. Kemudian sang ayah memberikannya hadiah istimewa. Meskipun rombongan nabi di Betel dan Yerikho mengetahui bahwa Nabi Elia akan terangkat ke surga pada hari itu juga, tetapi hanya Elisa yang mengikuti Nabi Elia. Meski Nabi Elia berkata supaya Elisa tinggal, tetapi Elisa untuk ketiga kalinya juga dengan tekad yang kuat tetap mengikuti Elia. Elisa menjawab bahwa dirinya tidak akan meninggalkan Elia. Alhasil, tekad kuat Elisa tersebut membawa dirinya memperoleh kesempatan untuk meminta dua bagian roh Elia supaya dipenuhi kuasa Tuhan. Setelah Elisa melihat Nabi Elia terangkat ke surga, Elisa pun memperoleh yang dimintanya. Sementara itu rombongan nabi hanya mengetahui tetapi tidak melihat dan tak mendapatkan sesuatu. Banyak orang mengharapkan sesuatu yang istimewa tetapi tidak semua mendapatkan apa yang diharapkannya, karena masing-masing orang mempunyai tekad yang berbeda-beda. Orang yang bertekad kuat tidak akan tinggal diam dan berhenti begitu saja pada tantangan yang menghadang. Orang yang memiliki tekad yang kuat akan mengusahakan berbagai cara agar sesuatu yang diharapkannya terjadi. la akan bertindak berbeda melebihi orang-orang di sekitarnya hingga dirinya memperoleh hasil melebihi hasil rata-rata. Jadi milikilah tekad yang kuat kalau ingin berhasil. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, banyak impian dalam pikiranku demi kehidupan yang lebih indah. Oleh karena itu berilah aku semangat dan tekad yang kuat untuk mewujudkannya. Aku percaya, dengan pertolongan-Mu dan tekad ku, apapun yang menjadi keinginanku sesuai juga dengan kehendak-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 6 Februari 2026 - Minta Hikmat Tuhan untuk menemukan akar permasalahan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 5, 2026 5:04


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 6 Februari 2026Bacaan: "Kemudian pergilah ia ke mata air mereka dan melemparkan garam Itu ke dalamnya serta Berkata: "Beginilah firman TUHAN: Telah Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi lagi olehnya kematian atau keguguran bayi." (2 Raja-raja 2:21)Renungan: Sejumlah pemburu ular menyerah untuk menangkap dan membunuh ular-ular besar yang sering memangsa ternak masyarakat di sekitar desa-desa. Setelah satu bulan perburuan meski sudah banyak ular yang dibunuh, ular-ular itu tetap ada dan berkeliaran. Pemerintah pun turun tangan dan mengerahkan beberapa ahli untuk meneliti. Hasilnya ditemukan sarang ular yang menampung ribuan ular dewasa dan puluhan ribu yang masih kecil. Akhirnya, semua aman kembali setelah sarang ular dihancurkan menggunakan bahan peledak. Ketika dilaporkan oleh penduduk Yerikho bahwa air di tempat itu tidak baik dan sering menyebabkan keguguran bayi, Nabi Elisa meminta sebuah pinggan baru yang berisikan garam. Kemudian pergilah Nabi Elisa ke mata air itu lalu melemparkan garam ke dalamnya untuk menyehatkan air, agar air tersebut menjadi sehat untuk diminum. Alasan Nabi Elisa melemparkan garam tersebut bukan di sembarang tempat, melainkan ke dalam mata airnya, karena Elisa tahu mata air adalah sumber dari aliran air yang tidak baik bagi penduduk setempat sehingga ketika permasalahan di sumber air diatasi otomatis air yang akan mengalir berikutnya menjadi air sehat. Air yang mendatangkan manfaat bagi warga di tempat itu. Begitu pun dalam kehidupan sehari-hari. Ketika mengalami hal-hal yang tidak baik hal pertama yang harus kita lakukan adalah mencari tahu akar permasalahan tersebut. Kemudian selesaikan masalah pada akarnya sampai tuntas, maka masalah akan dapat teratasi dan tak akan berlarut-larut. Menemukan akar dari suatu masalah memang bukan perkara mudah, maka itu mintalah hikmat Tuhan untuk kita dapat menemukan sumber permasalahan dan mengatasi permasalahan itu hingga tuntas. Kita perlu hikmat Tuhan, sebab Dia Mahatahu sedangkan hikmat manusia sangat terbatas. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat untuk dapat menemukan akar dari permasalahan yang aku hadapi saat ini, sehingga dengan hikmat-Mu itu juga aku dapat mencari jalan keluar untuk menyelesaikannya. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 5 Februari 2026 - Pribadi yang rajin mengembangkan potensi diri

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 4, 2026 3:41


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 5 Februari 2026Bacaan: "Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja." (Amsal 21:25)Renungan: Kita tentu tidak mau hidup bersama seorang pembunuh, bukan? Akan tetapi, sadarkah bahwa kita sering kali hidup nyaman bersama pembunuh yang kejam? Pembunuh itu bernama kemalasan. Apa yang dibunuhnya? Semua kemungkinan kita untuk mencapai keberhasilan. Meskipun kita memiliki pelbagai faktor yang dibutuhkan untuk berhasil tetapi bila kita malas maka keberhasilan tidak akan menghampiri diri kita. Bagaimana kita tahu bahwa kita sudah hidup dalam kemalasan? Amsal memberikan empat karakteristik orang yang malas. Pertama, si pemalas selalu menciptakan alasan yang tidak masuk akal untuk membenarkan kemalasannya. Kedua, si pemalas suka menunda suatu pekerjaan. Ketiga, si pemalas terbiasa tidak menyelesaikan tugas yang sudah dimulainya. Terakhir, si pemalas sering merasa diri paling benar dibandingkan orang lain. Berdasarkan panduan dari Amsal ini, marilah kita memeriksa diri dengan teliti dan jujur. Apakah kita sudah bersahabat dan bahkan dikuasai oleh kemalasan? Bertobatlah dari kemalasan sebelum kita menyesal karena sudah membuang banyak kesempatan berharga untuk berhasil tanpa bisa memperolehnya kembali. Jangan lupa, kemalasan juga adalah dosa yang dibenci oleh Tuhan karena kita tidak mengembangkan potensi yang sudah dipercayakan Tuhan kepada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerajinan untuk melakukan segala sesuatu, sehingga apapun yang aku lakukan dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 4 Februari 2026 - Dia memperbaiki goresan kesalahan manusia

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 3, 2026 5:09


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 4 Februari 2026Bacaan: Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya, "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?"... Kata Yesus kepadanya, "Peliharalah domba-domba-Ku." (Yohanes 21:17) Renungan: Seorang pelukis duduk menghadap selembar kertas kosong. Satu demi satu cat warna ia bubuhkan. Tiba-tiba seseorang menyenggol tangannya dan oh... lukisan itu tergores! Tampaknya sebuah karya telah berakhir. Semua orang berpikir sang pelukis akan melemparkan lukisan "cacat"-nya ke tempat sampah. Ternyata tidak. Dengan cekatan sang pelukis membaurkan noda goresan dengan cat warna lainnya. Luar biasa di tangan seorang pelukis handal, lukisan yang tergores dapat tetap menjadi sebuah mahakarya! Tuhan ialah Sang Pelukis Handal. la duduk melukis tiap lembar kehidupan kita. Ada saat kita "menyenggol" tangan Tuhan. Kita melakukan dosa yang membuat karya Tuhan tergores. Apakah Tuhan "membuang" kita? Tidak! Kita dapat melihat buktinya dari pengalaman Petrus. Betapa indah Tuhan melukis kehidupan Petrus! Penjala ikan dijadikan-Nya penjala manusia. Namun tiga kali Petrus menyangkal Yesus Tergores sudah lukisan kehidupan Petrus! Tetapi Tuhan tetap mau memakai hidupnya. Tiga kali Yesus berkata kepadanya, "Gembalakanlah domba-domba-Ku". Tiga kali Petrus menggores karya Tuhan, tiga kali pula Tuhan membubuhkan warna kasih yang membaurkan noda goresan pelanggarannya. Saat ini lukisan kehidupan kita mungkin tergores. Kesalahan kita lakukan, dosa kita perbuat. Daripada berkubang dalam kesedihan, mari datang kepada Tuhan untuk menyerahkan lukisan itu kepada-Nya! Tidak peduli betapa buruk pelanggaran dan dosa merusaknya, Tuhan mampu memperbaiki. Warna kasih Tuhan membaurkan noda goresan sehingga pada akhirnya kita dapat melihat sebuah mahakarya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku sebab aku orang berdosa. Basuhlah diriku dengan kuasa Darah-Mu, sehingga Kau kuduskan kembali diriku untuk melayani-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 3 Februari 2026 - Belajar menerima kelebihan dan kekurangan diri sendiri dan orang lain

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 2, 2026 4:51


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 3 Februari 2026Bacaan: Kata Daud kepada Salomo: "Anakku, aku sendiri bermaksud hendak mendirikan rumah bagi nama TUHAN, Allahku." (1 Tawarikh 22:7)Renungan: Salah satu ambisi terbesar Daud Dialah membangun Bait Allah. Saat itu, ia telah menjadi raja Israel dan telah membangun istananya yang megah, setelah ia mengalahkan musuh-musuh Israel. Daud tahu, semua yang diperolehnya adalah karena anugerah Tuhan. Saat itu, tabut Tuhan simbol kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya-tetap berada di bawah tenda. Lalu, ia ingin membangun sebuah rumah yang megah untuk Tuhan. Namun, Tuhan menolak kerinduan hati Daud. Alasannya, karena Daud telah menumpahkan banyak darah. Tuhan pun memberitahunya bahwa Salomo, anaknya, yang akan mendirikan rumah itu bagi-Nya. Bagaimana reaksi Daud? la sepenuhnya tunduk kepada Tuhan. la menerima kehendak Tuhan dengan rendah hati. Namun ia tidak begitu saja lepas tangan. la membagikan kerinduan itu kepada Salomo. la juga menunjukkan dukungannya dengan menyediakan berbagai persiapan yang dibutuhkan agar kelak Salomo lebih mudah melaksanakannya. Daud menyediakan sangat banyak emas, perak, tembaga, besi, kayu, batu, serta para ahli bangunan. Tindakan Daud ini menolong kita memahami bahwa jika kita ingin melakukan sesuatu yang kita yakini menyenangkan hati Tuhan, namun Dia memilih orang lain yang melakukannya, maka tindakan terbaik kita ialah mendukungnya sepenuh hati. Karena Tuhan tahu siapa yang paling tepat untuk Dia pakai. Yang lebih penting ialah, Tuhan dimuliakan melalui pekerjaan-pekerjaan dan pelayanan anak-anak-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kelapangan hati untuk menerima kelebihan orang lain. Lepaskan iri hati dalam diriku, sebab aku percaya di dalam kekuranganku selalu ada kelebihan yang telah Kau percayakan untukku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 2 Februari 2026 - Taat kepada Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 1, 2026 4:12


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 2 Februari 2026Bacaan: "Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN." (Yunus 1:3a)Renungan: Ngeyel dalam bahasa Jawa berarti sulit diberi tahu, suka menentang, cenderung menuruti kemauan sendiri, mengambil jalan tidak pada arah yang seharusnya ditempuh, bahkan memilih langkah yang menjauhi atau bertentangan dengan tujuan yang harus dicapai, tanpa alasan memadai, atau tanpa alasan sama sekali. Tuhan mengutus Yunus ke Niniwe untuk mengingatkan penduduk kota itu agar mereka bertobat, tetapi Yunus justru ke Yafo, lalu berlayar ke Tarsis untuk menjauhi tugas itu, bahkan untuk menjauh dari Tuhan. Alasan Yunus adalah Yunus tidak mau orang Niniwe bertobat, diampuni, dan selamat. Yunus ingin orang Niniwe dibinasakan. Alasan yang egois dan kejam. Ternyata, Yunus adalah orang yang ngeyel, bahkan tidak tanggung-tanggung Yunus ngeyel kepada Tuhan. Tahukah kita bahwa kita pun sesekali atau sering bersikap seperti Yunus: ngeyel kepada Tuhan? Mungkin ada yang bilang, "Ngeyel kepada Tuhan? Mana kami berani? Kalaupun ngeyel, kami ngeyel yang biasa-biasa saja." Benarkah? Coba lihat ini: Mestinya beribadah di gereja, tetapi menghabiskan hari Minggu di tempat wisata. Mestinya bertindak jujur, tetapi melakukan korupsi. Mestinya menggunakan waktu secara bertanggung jawab, tetapi menghabiskannya untuk hal-hal tak bermakna. Bukankah itu bentuk ngeyel kepada Tuhan? Sepertinya, tak habis-habisnya kita harus bertelut memohon ampun kepada Tuhan, karena makin dalam kita memandang hidup kita, makin banyaklah kita temukan ke-ngeyel-an kita kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampuni aku karena tanpa aku sadari begitu banyak ketidaktaatan yang kulakukan pada-Mu, sehingga seringkali aku berada di luar jalan-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 1 Februari 2026 - Menerima hanya hal baik dalam pikiran

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 31, 2026 6:18


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 1 Februari 2026Bacaan: Tetapi kata raja: "Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?" (2 Samuel 16:10) Renungan: Truk sampah adalah truk yang digunakan untuk mengangkut sampah dari tempat-tempat sampah di pinggiran jalan raya menuju Tempat Pembuangan Akhir. Truk sampah selalu menebarkan aroma tak sedap di sepanjang jalan yang dia lalui. Kadang-kadang, kalau terlalu penuh dan pekerja pemungut sampahnya bekerja seenaknya, maka beberapa sampah, khususnya sampah plastik berjatuhan bahkan beterbangan ke mana-mana. Sehingga, aroma tak sedap itu tidak mudah berlalu dari tempat di mana sampah itu jatuh, sekalipun truk sampah itu sudah berlalu. Semakin penuh truk itu dengan sampah, semakin mudah sampah-sampah itu beterbangan. Kita bisa belajar sesuatu dari truk sampah. Karena diisi bahkan dipenuhi oleh sampah, maka ke manapun truk itu berada, hanya aroma tak sedap yang dia sebarkan, bahkan kadang sebagian sampah yang dia sebarkan. Di pihak lain, tidak mungkin ada orang yang mau terus menampung bau tak sedap atau menerima sampah tersebut. Demikian juga di dalam kehidupan kita, banyak orang yang hidupnya diisi bahkan dipenuhi dengan "sampah". Sehingga, ke manapun dia berada, baunya hanya bau "sampah". "Sampah-sampah" itu adalah kekuatiran, kegelisahan, kekecewaan, frustasi, kemarahan, kebencian dan dendam. "Sampah" itu tidak mungkin disembunyikan dan semakin banyak dia menampung "sampalı", maka dia semakin cepat membutuhkan tempat untuk membuangnya. Oleh sebab itu, tidak heran kalau di jalan-jalan, "sampah-sampah" itu bisa beterbangan dalam bentuk caci-maki, pertengkaran, dan perbuatan buruk lainnya. Kadang kitalah yang menjadi tempat pembuangan sampah-sampah itu. Hanya karena motor yang kita kendarai hampir menabrak mobilnya yang tiba-tiba mengambil jalur kita, dia marah dan mengeluarkan caci-maki yang sulit dihentikan. Seorang ibu pun bisa marah-marah kepada sopir angkot karena uang kembaliannya kurang lima ratus rupiah. Bahkan tanpa sebab seorang penyeberang jalan juga bisa marah-marah kepada kita sekalipun dia yang seenaknya menyeberang jalan. Tetapi, sebagaimana orang tidak mau menerima sampah, demikian juga seharusnya kita tidak perlu menerima caci-maki dan kemarahan itu di dalam hati kita. Jika kita menerimanya, maka lambat atau cepat kita juga akan membuang caci-maki dan kemarahan kepada orang lain. Dalam hal ini, Daud memberikan teladannya kepada kita. Ketika Simei mengutukinya, Daud berkata, "Biarkanlah dia dan biarkanlah ia mengutuk...." Sedangkan Abisai malah bereaksi keras, "Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkan aku menyeberang dan memenggal kepalanya." Menarik sekali sikap Daud, dia, tidak menyimpan perkataan kutuk itu di dalam hatinya, tetapi dia mengharapkan sesuatu yang baik dari Tuhan untuk menggantikan perkataan kutuk tersebut. Cara seperti itu sedikit banyak menolongnya untuk sanggup melanjutkan perjalanan yang penuh perjuangan itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hati yang mampu menolak perkataan dan tindakan yang menyakitkan dan menerima yang baik dan membangun. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 31 Januari 2026 - Selalu Mengingat Kebaikan Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 30, 2026 6:41


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 31 Januari 2026Bacaan: "Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (Mazmur 103:2) Renungan: Ada seorang pelayan Tuhan yang bercerita bahwa seseorang yang telah banyak ia tolong selama ini, telah menjelek-jelekkan dirinya di hadapan banyak orang Hal ini disebabkan karena kekecewaan orang tersebut kepadanya yang tidak bersedia lagi membantunya di dalam mengatasi kesusahan yang ia alami. Alasannya, menurut pelayan Tuhan tersebut, orang itu tidak perlu dibantu lagi karena dia tidak pernah mau berusaha keras di dalam hidupnya, dia hanya mengharapkan bantuan orang lain. Lagi pula ia mempunyai sifat yang kurang baik. Harapan pelayan Tuhan itu adalah bisa mendidik dia untuk belajar bertanggung jawab. Karena itulah orang itu menjadi kecewa dan menjelek-jelekkan pelayan Tuhan itu di hadapan orang lain. Dia sudah tidak ingat lagi segala kebaikan yang dia terima darinya. Banyak orang seperti itu, begitu cepat melupakan kebaikan orang lain. Itu adalah suatu sifat yang tidak baik. Namun, yang lebih parah lagi adalah orang Kristen yang begitu cepat melupakan kebaikan Tuhan. Setiap kita pasti pernah mengalami kebaikan Tuhan, walaupun kadangkala kita tidak menyadarinya. Ada kebaikan Tuhan secara khusus yang kita alami, seperti berkat materi di kala kita kekurangan, kesembuhan di kala kita sakit. Ada juga berkat Tuhan secara umum yang kita alami, seperti napas hidup dan kekuatan yang Dia beri setiap hari. Itu semua adalah kebaikan Tuhan yang tidak bisa kita lupakan. Demikian juga dengan Daud, setelah mengalami banyak kebaikan Tuhan, dia tidak melupakannya, "Pujilah TUHAN. hai jiwaku! Pujilah namaNya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya!" Daud dengan gamblang menjelaskan kebaikan Tuhan yang telah dia rasakan. Daud mengakui bahwa Tuhan sudah mengampuni kesalahannya. Dia merasakan bagaimana Tuhan menyembuhkan penyakitnya. Dia merasakan anugerah penebusan, kasih dan rahmat-Nya. Bahkan, dia merasakan bahwa Tuhan telah memampukannya untuk berbuat baik. Itulah sebabnya dia terus merasakan kekuatan yang luar biasa, baik waktu muda, maupun ketika sudah berumur senja. Daud menggambarkan dirinya seperti burung rajawali yang mengalami pembaruan. Ini berbeda dengan bangsa Israel yang keluar dari Mesir, khususnya yang usianya 20 tahun ke atas. Kisah pembebasan mereka dari perbudakan di Mesir dan segala berkat Tuhan selanjutnya, tidak membuat mereka berpaut sepenuhnya kepada Tuhan. Ketika ada masalah, dengan segera mereka melupakan semua berkat Tuhan itu. Tentu banyak kebaikan Tuhan yang juga sudah kita rasakan. Untuk itu, sudah seharusnya kita selalu mengingat kebaikan Tuhan dengan selalu bersyukur dan memuji nama-Nya, ketika dalam keadaan senang maupun ketika dalam keadaan susah. Jika kebaikan orang lain saja tidak boleh kita lupakan, masakan kebaikan Tuhan akan kita lupakan? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, dalam keadaan susah maupun senang, ajarilah aku untuk selalu mengingat segala kebaikan-Mu dalam hidupku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 30 Januari 2026 - Lepaskan diri dari belenggu dosa

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 29, 2026 4:52


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 30 Januari 2026Bacaan: "Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (Matius 6:24) Renungan: Suatu kali ada seorang anak laki-laki yang kedapatan sedang bermain-main dengan sebuah vas bunga yang sangat mahal. Anak ini memasukkan tangannya ke dalam vas itu, tetapi ia tak bisa menariknya keluar. Ayahnya berusaha keras menolongnya, tetapi semua usahanya sia-sia. Keduanya murung karena tidak rela memecahkan vas yang indah itu. Lalu sang ayah menarik nafas dan berkata, "Sekarang anakku, kita coba sekali lagi. Buka tanganmu, dan luruskan jari-jarimu seperti yang Ayah lakukan, lalu tarik." Yang mengejutkan adalah si anak menjawab, "Tidak, Ayah. Saya tidak mungkin meluruskan jari-jari saya seperti itu. Jika saya melakukannya, saya akan menjatuhkan koin saya! Dan saya tidak mau hal itu terjadi." Seperti anak kecil tersebut, kebanyakan dari kita sering bertindak seperti itu. Kita begitu sibuk memegangi recehan yang tak berharga sehingga kita tidak dapat menerima kebebasan. Terkadang kehidupan dalam dosa dianggap sebagai sesuatu harta yang sebenarnya telah membutakan mata rohani kita. Padahal sebagai orang percaya yang telah hidup di dalam Kristus, kita telah dimerdekakan dari segala bentuk kutuk dosa. Namun yang menjadi kesulitannya adalah kita tidak rela melepaskan sesuatu yang kita anggap berharga dan lebih memilih hidup dalam kesesakan karena ikatan dosa yang memberikan kenikmatan sesaat. Semua kembali ke diri kita, pilihan di tangan kita, apakah mau melepaskannya atau tidak. Hal yang sama pernah dialami oleh perempuan Samaria yang mengalami perjumpaan dengan Yesus. Setelah berjumpa dengan Yesus ia melepaskan prinsip hidup dan semua genggaman masa lalunya dan melangkah dengan hidup baru yang Tuhan karuniakan. Yang lebih luar biasa ia menjadi pekabar Injil bagi orang-orang di sekitarnya. Begitulah kehidupan kita bisa menjadi lebih baik jika kita menyerahkan bejana hidup kita ke tangan Tuhan, dengan cara melepaskan genggaman yang kita anggap berharga namun tidak sesuai dengan pandangan Tuhan lalu menjalani kehidupan yang benar dalam ikatan kasih kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku melepaskan segala genggaman dosa dan prinsip hidup lama yang tak berkenan di mata-Mu sehingga mengalami kemerdekaan sejati. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 29 Januari 2026 - Immanuel: Allah Menyertai Kita

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 28, 2026 3:44


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 29 Januari 2026Bacaan: "Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka." (Matius 1:21)Renungan: Bagaimanakah reaksi kita seandainya Allah hendak memberikan seorang bayi yang spesial dalam hidup kita, dengan pesan bahwa kelak anak tersebut akan menjadi gubernur atau presiden di Indonesia? Tentulah pesan tersebut sangat menggembirakan, meski sebenarnya juga dapat mendatangkan pertanyaan besar: Bagaimana dapat membesarkan anak ini dan memastikan dia agar kelak menjadi gubernur atau presiden? Bagaimana jika nanti yang terjadi tidak seperti itu? Yusuf mungkin menghadapi dilema serupa saat mendengar bahwa anak yang sedang dikandung oleh Maria, yang harus diberinya nama "Yesus" kelak akan menjadi penyelamat umat Allah dari dosa mereka. Namun, syukurlah Allah tidak membiarkan Yusuf berada dalam kebingungan, dengan menyatakan bahwa kelak anak yang akan segera hadir itu akan disebut juga "Imanuel" yang berarti: Allah menyertai kita. Inilah yang kelak akan menjadi penentu kehidupan Yesus di dunia ini, sampai la menggenapi rencana Bapa di surga dengan berkorban di kayu salib, untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka. Bagi kita para orang tua, kita meyakini bahwa Allah punya rencana bagi anak yang Allah berikan kepada kita. Tentu kita harus melakukan bagian tugas kita sebagai orang tua dengan sebaik mungkin. Namun, jangan pernah lupakan faktor kunci yang membuat rencana dan kehendak Allah digenapi dalam hidupnya, yaitu penyertaan Allah. Perkara yang sama dapat terjadi dalam bidang kehidupan lainnya, karena jika Allah menyertai, maka kehendak-Nya pasti digenapi atas kehidupan umat-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, sertailah keluargaku selalu, agar kehendak-Mu yang terbaik terjadi atas semua anggota keluargaku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 28 Januari 2026 - Kesempatan kedua untuk hidup lebih baik

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 27, 2026 5:00


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 28 Januari 2026Bacaan: Lalu kata Yesus, "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan mulai sekarang, jangan berbuat dosa lagi." (Yohanes 8:11)Renungan: Ted Williams adalah seorang penyiar radio dan pengisi suara ternama yang dijuluki "The Golden Voice". Tetapi sayang, ia suka mabuk-mabukan dan kecanduan obat terlarang. Hasilnya, Ted kehilangan pekerjaan impian. Tiga bulan setelah menghisap kokain, kekayaan yang dikumpulkannya selama lima tahun ketenaran hilang lenyap. Ted jatuh miskin, menjadi tunawisma, terlibat kriminalitas, bahkan sampai di penjara. Ted kemudian bertemu Dr. Phil yang menawarkannya untuk rehabilitasi, tetapi ia tidak bersungguh-sungguh dan keluar setelah 12 hari tinggal di tempat itu. Berbulan-bulan kemudian Ted tetap mengonsumsi alkohol sampai akhirnya ia merasa jera. Kemudian, sekali lagi Ted kembali kepada Dr. Phil memohon kesempatan kedua. Kesempatan kedua itu membuahkan hasil. Untuk pertama kalinya sejak kehilangan kesempatan di radio tahun-tahun sebelumnya, Ted merasa bersih. Wanita yang kedapatan berzina itu mendapat keberuntungan yang sama. Sementara para ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawanya dengan keinginan untuk melemparinya dengan batu, Yesus justru memberinya tiket pengampunan. Tiket pengampunan tersebut tidak lain merupakan wujud dari kesempatan kedua. Terhadap kita orang-orang berdosa, Yesus juga memberikan anugerah berupa kesempatan kedua. Tetapi ingat, kesempatan tersebut diberikan bukan untuk disia-siakan, melainkan dipergunakan sebaik-baiknya! Perhatikan bahwa sewaktu Yesus melepas perempuan itu pergi, Dia berpesan, "... mulai sekarang, jangan berbuat dosa lagi." Sebagai penerima kesempatan kedua, mulai hari ini, mari berusaha menjalani kehidupan dengan terus mengupayakan perubahan positif yang memuliakan nama Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk kesempatan hidup yang telah Kau berikan padaku. Ajarilah aku untuk menggunakan kesempatan ini untuk hidup lebih baik lagi, agar melalui kehadiranku banyak orang diberkati dan nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 27 Januari 2026 - Memberi nasihat dan pengaruh yang baik

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 26, 2026 3:52


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 27 Januari 2026Bacaan: "la pun hidup menurut kelakuan keluarga Ahab, karena ibunya menasihatinya untuk melakukan yang jahat." (2 TAWARIKH 22:3)Renungan: Seorang ibu adalah sosok yang sangat istimewa dalam hati anak-anaknya. Besarnya perhatian dan pengorbanan ibu kepada anak-anaknya tergambar dalam ungkapan "kasih ibu sepanjang jalan". Tidak ada ujungnya. Bagi banyak orang, makanan paling enak adalah masakan ibu. Tempat yang paling aman adalah pelukan ibu. Figur ibu dijadikan teladan. Nasihatnya didengarkan dan ditaati. Sayangnya, tidak semua ibu memberi pengaruh yang baik bagi anak-anaknya. Ahazia adalah salah satu raja Yehuda yang memerintah dalam waktu singkat, yakni hanya satu tahun. la adalah anak Yoram, raja Yehuda. Ibunya adalah Atalya. Pengaruh ibunya sangat kuat terhadap Ahazia. Sang ibu mendikte apa yang harus dilakukannya. Juga menjadi penasihatnya, termasuk dalam urusan perang. Sayangnya, nasihat-nasihat sang ibu justru menjerumuskan Ahazia ke dalam berbagai kejahatan, sebab Atalya bukanlah seorang yang takut akan Tuhan. Ia mewarisi kejahatan ayah dan ibunya, yakni Ahab dan Izebel, raja dan ratu Israel yang terkenal sebagai penyembah berhala. Ahazia pun dilenyapkan bersama keluarga Ahab lainnya, sebagaimana yang sudah Tuhan firmankan. Bagi para ibu-dan tentunya berlaku untuk para ayah juga-nasihat apa yang telah kita berikan kepada anak-anak kita? Apakah kita mendidik mereka di jalan Tuhan? Apakah kita mengajar mereka menaati Dia dan mengusahakan kebaikan bagi orang lain? Atau sebaliknya? Sadarilah bahwa pengaruh kita amat besar bagi mereka. Kiranya kita mengarahkan mereka ke jalan yang benar. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, Terima kasih untuk ibu yang telah Kau izinkan hadir dalam hidupku. Penuhilah ia dengan kasih-Mu, agar melalui kehadirannya, aku sungguh merasakan kehadiran-Mu sendiri. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 26 Januari 2026 - Tetap setia bersandar padaNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 25, 2026 6:18


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 26 Januari 2026Bacaan: "Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu." (Amsal 27:19)Renungan: Banyak orang berusaha mengetahui karakter seseorang bahkan karakternya sendiri. Mulai dari yang agak ilmiah seperti tes psikologi hingga ke yang berbau mitos (bentuk wajah ini karakternya sabar, tanggal lahir ini punya sifat pendendam, dll). Padahal, sebenarnya melihat karakter asli seseorang itu bukan hal yang sulit. Caranya cukup dengan melihat bagaimana respons sikapnya saat berada dalam tekanan masalah. Sebagai pemimpin, Saul dan Daud pernah menghadapi situasi sulit. Tapi, respons mereka sangat berbeda. Ketika Goliat menantang pasukan Saul, Saul justru membuat sayembara dan bukan memohon pertolongan kepada Tuhan. Tampak bahwa Saul lebih mengandalkan manusia. Kenekadan Saul membakar korban akibat tak sabar menunggu Samuel juga karena ia takut rakyatnya meninggalkannya. Sekali lagi, ia lebih bersandar pada manusia. Berbeda dengan Daud. Saat menghadapi tekanan karena keluarganya dan keluarga pasukannya ditawan musuh, Daud memilih mencari Allah. Dalam masa-masa pelarian dan menghadapi berbagai masalah, kita juga bisa melihat mazmur-mazmurnya yang bukan hanya memohon pertolongan Allah tapi percaya pada-Nya. Bagaimana karakter kita ketika masalah datang? Apakah kita tetap beriman pada-Nya? Apakah kita tetap setia berjalan dalam kebenaran? Ataukah masalah justru membuat kita kecewa dan kemudian memilih menempuh cara-cara dunia? Filsuf Romawi, Marcus Aurellius berkata, "Hal-hal buruk hanya bisa menghancurkanmu ketika hal-hal tersebut sudah menghancurkan karaktermu." Biarlah iman kita selalu lebih besar dari masalah kita, karena kita sendiri punya Tuhan yang jauh lebih hebat dari segala masalah yang kita hadapi. Andalkan Dia saat masalah datang. Berjalanlah dengan kekuatan dari-Nya dan bukan dengan kekuatan sendiri. Ikuti kehendak-Nya dan bukan keinginan sendiri. Biarlah masalah justru membuat kita tekun, tahan uji, dan berpengharapan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kuduskanlah diriku agar dari hari ke hari karakterku semakin serupa dengan-Mu, sehingga walau masalah mendera hidupku aku tetap bersikap penuh kerendahan hati. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 25 Januari 2026 - Mengalirkan Berkat Tuhan Melalui Tindakan Kasih

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 24, 2026 5:12


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 25 Januari 2026Bacaan: "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. " (Yohanes 15:12)Renungan: Apakah kita pernah melihat anak kecil menangis tapi tangisannya segera berhenti saat ia didekap ibunya? Apakah kita pernah merasakan betapa leganya ketika kita melakukan kesalahan di tempat kerja tapi ternyata reaksi bos kita hanya berkata "Sudah, tidak apa-apa. Lain kali lebih hati-hati"? Apakah kita pernah merasakan saat seorang mau mendengarkan keluh kesah kita dengan penuh empati? Atau lihatlah betapa merdekanya hati seorang yang diampuni kesalahannya. Kesedihan istri diobati oleh ucapan lembut penuh kasih dari sang suami. Rasa lelah dan stres suami mendadak hilang karena sambutan hangat istri begitu ia tiba di rumah, dsb. Banyak pengikut Yesus bingung bagaimana cara mengalirkan kuasa Allah. Sebagian lagi berpikir bahwa orang yang dapat mengalirkan kuasa Allah itu hanyalah orang yang punya karunia tertentu, memenuhi standar rohani tertentu, telah mengikuti pelatihan tertentu, terlibat pelayanan tertentu atau memiliki jabatan rohani tertentu. Padahal sesungguhnya mengalirkan kuasa Allah bisa dimulai dengan satu langkah sederhana, yaitu MENGASIHI. Dan mengasihi juga tidak selalu tentang hal-hal yang begitu besar atau dramatis, tapi bisa dimulai dengan melakukan hal-hal seperti di atas. Kebutuhan utama manusia adalah dikasihi. Dikasihi berarti diterima dan dihargai apa adanya, sebagai sesama manusia yang butuh disayangi, didengarkan, diperlakukan baik, dan dihargai. Bukankah itu juga yang kita inginkan? Kadang kita terlalu rumit memikirkan bagaimana mengalirkan kasih dan kuasa Allah. Tuhan tak akan memerintahkan sesuatu yang tak bisa kita lakukan. Ketika kita mau dengan tulus mengasihi, bisa dimulai dari melakukan tindakan-tindakan sederhana yang didasari kasih dan menunjukkan penerimaan, penghargaan serta kepedulian/empati terhadap orang lain. Ketika kita mampu melakukan hal tersebut, sesungguhnya kita sedang mengalirkan kasih sorgawi yang memulihkan hidup mereka. Jadi, mari kita mulai mengasihi, mulailah dari mengasihi orang-orang di sekitar kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa kasih-Mu, sehingga aku mampu menjadi tanda kehadiran-Mu bagi mereka yang sedang mengalami pergumulan dalam hidupnya. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 24 Januari 2026 - Selalu mengucap syukur

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 23, 2026 4:50


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 24 Januari 2026Bacaan: "Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku." (Bilangan 14:29) Renungan: Bersungut-sungut adalah hal yang sering dilakukan oleh setiap orang. Jika keadaan yang kita alami tidak sesuai dengan harapan, maka kita akan cenderung bersungut-sungut atau mengomel. Sungut-sungut yang demikian sebenarnya tidaklah ada artinya. Sungut-sungut dan omelan hanya menimbulkan hal-hal yang negatif dalam hidup kita. Ada beberapa efek negatif jika kita selalu bersungut-sungut. Pertama, sungut-sungut dapat membuat kita kehilangan damai sejahtera, yang memberi dampak buruk bagi kehidupan kita. Kedua, sungut-sungut akan mengurangi produktivitas kerja kita. Orang yang bersungut-sungut pasti tidak akan bekerja dengan maksimal. Ketiga, sungut-sungut akan memberi efek negatif kepada orang lain. Jika kita selalu bersungut-sungut, maka orang lain akan merasa terganggu dan tidak merasa diberkati. Namun alasan utama mengapa kita tidak boleh bersungut-sungut adalah karena hal itu sangat tidak disukai oleh Tuhan. Di mata Tuhan, bersungut-sungut berarti memberontak kepada-Nya. Hal ini dapat kita lihat dari kisah bangsa Israel yang bersungut-sungut ketika mereka berada di padang gurun menuju Tanah Perjanjian. Sebelumnya Tuhan telah membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir menuju tanah Kanaan. Itulah Tanah Perjanjian yang berlimpah susu dan madunya, yang Tuhan janjikan kepada nenek moyang mereka, Abraham, Ishak, dan Yakub. Namun di tengah perjalanan di padang gurun, mereka bersungut-sungut kepada Tuhan. Mata mereka hanya fokus pada permasalahan yang sedang mereka hadapi di padang gurun, bukan fokus pada janji Tuhan di tanah Kanaan. Mereka tidak percaya bahwa rencana Tuhan indah bagi mereka. Hal ini membuat Tuhan murka atas mereka, sehingga semua laki-laki yang berusia 20 tahun ke atas, Tuhan tewaskan di padang gurun, kecuali Yosua dan Kaleb. Yosua dan Kaleb adalah orang-orang yang tidak termasuk ke dalam kelompok mereka yang bersungut-sungut tersebut. Ketika kita sedang menghadapi berbagai pergumulan hidup dan seolah-olah sedang berada di padang gurun, janganlah kita bersungut-sungut. Sebaliknya, kita harus senantiasa mengucap syukur dalam hidup ini. Sebab, Tuhan selalu merencanakan hal yang indah di dalam hidup kita, walaupun saat ini mungkin kita belum melihatnya. Tetapi percayalah, akan tiba saatnya kita berada di "Tanah Perjanjian". Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku selalu mengucap syukur dan tidak bersungut-sungut dalam hidupku, karena aku percaya rencana-Mu indah bagiku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 23 Januari 2026 - Tuhan menjawab Doa dengan CaraNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 22, 2026 4:00


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 23 Januari 2026Bacaan: "Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?" Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati." (2 Raja-raja 5:12) Renungan: Kita tentu pernah berdoa untuk meminta sesuatu kepada Tuhan. Apa yang kita pikirkan saat meminta sesuatu kepada Tuhan? Hampir semua kita mengharapkan Tuhan menjawab doa sesuai keinginan kita. Contoh doa, "Tuhan, aku mohon sembuhkan aku dari penyakit ini." Dengan doa yang demikian, rata-rata kita berharap agar Tuhan memulihkan tubuh kita dengan cepat dan dengan cara yang spektakuler. Namun, ketika jawaban doa yang kita terima harus dilakukan dengan menjalani pengobatan, apa yang terjadi? Kekecewaan! Naaman, saat datang pada Elisa, bukan hanya datang dengan sebuah permohonan tetapi juga dengan membawa metode tertentu sebagai jawaban atas permohonannya tersebut. Metodenya adalah bahwa Elisa datang mendoakannya atau menyentuh bagian tubuhnya yang sakit, lalu ia mengalami kesembuhan. Namun, kenyataan yang terjadi tidaklah sesuai dengan apa yang ia harapkan. la justru disuruh pergi mencelupkan diri sebanyak tujuh kali di Sungai Yordan. Jawaban Elisa yang di luar dugaan membuatnya kecewa, sehingga ia ingin pulang. Reaksi seperti Naaman ini juga sering kali kita lakukan, kita meminta sesuatu kepada Tuhan tetapi kita juga sudah menyiapkan sebuah standar jawaban yang nantinya Tuhan harus menjawabnya sesuai dengan standar itu. Ingatlah, permohonan kita bukan pertanyaan dengan jawaban pilihan ganda. Jika jawabannya tidak sesuai dengan pilihan yang kita maksudkan, maka akan disalahkan. Salah satu syarat saat kita berdoa kepada Tuhan adalah harus berserah kepada Tuhan dan membiarkan Nya menjawab sesuai dengan cara-Nya, bukan cara kita. Ingat, kitalah yang memohon dan Tuhan berhak menjawab sesuai cara-Nya. Tuhan mengetahui apa yang kita butuhkan dan juga inginkan, tetapi la adalah Tuhan yang akan menjawab doa dengan bijaksana. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih telah mengajariku bagaimana seharusnya aku menantikan dan menerima jawaban doa dari-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 22 Januari 2026 - Tetap jujur dan berintegritas

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 21, 2026 6:08


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 22 Januari 2026Bacaan: "Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya." (Amsal 11:3)Renungan: Lear Jet pertama kali diluncurkan pada tahun 1963. Tahun 1964 seorang klien memesan Lear Jet, dan sejak sat itu Bill Lear menerima banyak pembelian pesawat Lear Jet. Namun beberapa waktu kemudian, dua pesawatnya jatuh tanpa diketahui penyebabnya. Padahal, sudah ada lima puluh lima buah pesawat yang terjual untuk keperluan pribadi. Bill Lear pun segera mengambil langkah menghubungi para pembelinya untuk tidak menggunakan Lear Jet hingga ia menemukan penyebab kecelakaan dua pesawat tersebut. Hal itu tentu membuat Lear mengalami kerugian, karena untuk sementara penjualan terhenti, tetapi ia lebih memilih rugi daripada orang lain kehilangan nyawa. Setelah diselidiki, Bill Lear menemukan penyebabnya, namun harus dibuktikan dengan menerbangkan pesawatnya terlebih dahulu. la sendiri yang harus melakukannya. Dengan demikian Bill Lear mempertaruhkan nyawanya untuk penyelidikan tersebut. Uji coba pun dilakukan, dan pesawatnya juga hampir mengalami nasib yang sama dengan kedua pesawat yang jatuh. Dari sini Bill Lear berhasil menemukan penyebabnya, dan ia pun membuatkan sebuah suku cadang yang baru dan dipasang pada setiap pesawat yang diproduksinya, bahkan pada pesawat yang telah dibeli oleh orang. Tanpa disadari ternyata ia telah menghabiskan waktu sekitar dua tahun untuk penyelidikan tersebut. Tentu saja Bill Lear kehilangan kepercayaan dari para konsumennya, tetapi ia tidak pernah menyesali keputusan itu. Bahkan, ia pun tidak pernah menyesali kerugian yang dialaminya. Tetapi pada akhirnya, ia kembali mendapatkan kepercayaan dari konsumennya. Menjaga kualitas diri bukanlah hal yang mudah, apalagi jika hal itu berkaitan dengan integritas. Ketika kita diperhadapkan dengan situasi yang sulit untuk memilih antara kepercayaan orang lain atau karier sendiri, manakah yang akan kita pilih? Hanya dengan hikmat Tuhan sajalah kita dapat membuat keputusan yang bijaksana. Percayalah bahwa kerugian apa pun yang kita alami demi menjaga integritas, akan membawa kita pada keuntungan yang jauh lebih besar. Dan mereka yang menggadaikan integritas demi kariernya mungkin dapat menuai keuntungan untuk sesaat, tetapi selanjutnya akan kehilangan segalanya. Oleh sebab itu, tetaplah berpegang teguh pada prinsip menjaga integritas diri kita, sehingga kita dapat dipercaya oleh orang lain. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku untuk menjaga kepercayaan diriku dengan baik sehingga tidak merugikan orang lain. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 21 Januari 2026 - Tetap percaya kepadaNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 20, 2026 4:51


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 21 Januari 2026Bacaan: Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana. (Kejadian 39:20)Renungan: Seperti apakah iman sejati itu? Kata-kata yang tertulis pada dinding sebuah sel penjara di Eropa memuat jawabannya. "Saya percaya adanya matahari walaupun ia tidak bersinar. Saya percaya adanya cinta walaupun saya tidak merasakannya. Saya percaya kepada Allah walaupun Dia diam." Ya, iman sejati ditunjukkan dengan kesediaan untuk tetap memercayai Tuhan walaupun tidak menerima tanggapan. Yusuf ialah gambaran dari seorang yang memiliki iman sejati kepada Tuhan. Dalam kesesakan, Yusuf berseru kepada Tuhan. Namun kenyataannya, Tuhan diam. Tuhan diam saat Yusuf dilemparkan dalam sumur kosong. Tuhan diam saat Yusuf dijual kepada orang asing seharga 20 syikal perak. Tuhan diam saat Yusuf bekerja sebagai budak. Bahkan Tuhan diam saat Yusuf difitnah, lalu dimasukkan ke dalam penjara. Walaupun tidak menerima tanggapan atas semua seruannya, Yusuf percaya kepada Allah. Hal itu tersirat dari cara hidupnya. Yusuf tidak tawar hati, mau semangat bekerja, dan teguh memegang perintah Tuhan. Diam bukan berarti Tuhan mengabaikan atau meninggalkan kita. Lihatlah kembali pengalaman kehidupan Yusuf. Walaupun seolah Tuhan tidak berbuat apa-apa, tetapi penyertaan tidak berhenti Dia curahkan. Di mana pun Yusuf berada, ia dapat menjadi orang kepercayaan. Sampai akhirnya Yusuf diangkat menjadi penguasa. Diam maksudnya ialah, Tuhan bekerja dengan cara-cara di luar pengetahuan kita. Mari tetap percaya kepada Tuhan walaupun belum menerima tanggapan atas seruan doa kita. Mari tetap percaya kepada Tuhan, walaupun ketika kita rasakan, seolah Dia diam. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tambahkanlah imanku, sehingga aku tetap percaya pada-Mu walau aku belum melihat dan merasakan jawaban atas doaku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 20 Januari 2026 - Berseru dan berharaplah padaNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 19, 2026 5:18


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 20 Januari 2026Bacaan: ".... Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu." (2 Tawarikh 20:12)Renungan: Pada saat seorang pasien berobat ke rumah sakit harus siap dengan vonis apapun. Walau demikian, ada satu jenis vonis yang membuat siapapun tidak siap untuk menerimanya, yaitu jika pasien divonis penyakit terminal. Penyakit terminal adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami sakit yang tidak mempunyai harapan untuk sembuh yang diakibatkan kegagalan organ atau multiorgan sehingga sangat dekat proses kematian. Penyakit terminal bermacam-macam mulai kanker, alzheimer, komplikasi, dsb. Inti dari penyakit terminal adalah dokter sudah angkat tangan dan pasien hanya tinggal tunggu waktu kapan kematian datang menjemput. Sudah tidak ada sesuatu yang bisa dilakukan atau diupayakan lagi. Masalah dan tantangan hidup bisa terjadi kepada siapa saja. Namun selama kita masih bisa melakukan sesuatu untuk menghadapi masalah tersebut, kita tidak perlu khawatir. Tapi bagaimana jika semua jalan sudah buntu, sudah mentok, dan kita bahkan tidak tahu apa yang harus kita lakukan lagi? Seperti penyakit terminal, ini keadaan yang sangat gawat. Raja Yosafat pernah menghadapi "masalah terminal" seperti itu. Kerajaan Yehuda diserang oleh bani Moab, bani Amon, dan sepasukan orang Meunim. Menghadapi satu musuh saja berat, sekarang harus berhadapan dengan tiga musuh sekaligus dengan laskar yang sangat besar. Yosafat takut. Yosafat bahkan berada pada satu titik di mana ia tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan. Walau demikian masih ada satu hal yang bisa dilakukan Yosafat yaitu berseru kepada Tuhan! Justru ini adalah solusi terbaik untuk permasalahan yang dihadapinya. Terbukti, Tuhan ganti berperang bagi Yosafat dan memberi kemenangan besar kepada bangsa Yehuda. Jika saat ini kita dihadapkan dengan masalah yang rumit, yang mana kita bahkan tidak tahu lagi harus melakukan apa- apa, ingatlah bahwa kita masih punya Tuhan. Berserulah dan berharaplah kepada-Nya, maka pertolongan-Nya akan datang tepat pada waktu-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku percaya apapun masalah yang aku hadapi saat ini, kalau aku mau setia datang pada-Mu, maka semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 19 Januari 2026 - Memiliki hati yang penuh kasih

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 18, 2026 5:25


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 19 Januari 2026Bacaan: "Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan "Tuhan setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." (Lukas 19:8)Renungan: Ketika merayakan ulang tahun, selalu ada momen tiup lilin. Di momen tiup lilin inilah biasanya ada sedikit masalah: bingung cari korek api. Hal ini sering terjadi ketika yang hadir tidak ada yang merokok. Beda cerita kalau perayaan tersebut dihadiri oleh perokok, tentu saja sangat mudah mendapatkan korek api. Kita tidak mungkin bisa memberikan apa yang tidak kita punya. Jika Anda minta korek api kepada saya, jelas saya sulit untuk memberikannya. Bukan karena saya pelit, tapi karena saya memang tidak merokok. Sebaliknya, jika Anda memintanya kepada perokok, dengan mudah Anda mendapatkannya. Mengapa? Karena setiap saat mereka membawanya! Zakheus adalah seorang pemungut cukai yang menarik pajak lebih dari jumlah yang seharusnya. Suka memeras dan bertindak semena-mena terhadap rakyat. Sulit bagi Zakheus untuk berbuat baik kepada orang lain. Tapi begitu berjumpa dengan Yesus dan mengalami kasih-Nya, tiba-tiba saja Zakheus jadi murah hati. la membagi-bagikan uangnya kepada orang miskin. la mengembalikan uang berkali-kali lipat kepada orang yang telah ia peras. Bagaimana mungkin tiba-tiba Zakheus jadi murah hati? Sebenarnya ini bukan terjadi secara tiba-tiba, sebab sebelumnya Zakheus lebih dulu menerima kemurahan hati Tuhan. la menerima kasih, sebab itu ia bisa memberikan kasih itu kepada orang lain. Kisah tersebut di atas mungkin bisa menjawab pertanyaan, "Mengapa saya sulit mengasihi? Mengapa saya tidak bisa mengampuni?" Bukan karena kita memiliki watak keras. Bukan karena kita pendendam. Bukan juga karena kesalahan orang tersebut sangatlah besar. Tapi jawabannya adalah karena kita tidak mengalami kasih Allah. Kita tidak mungkin memberi dari sesuatu yang tidak kita punya. Kita tidak mungkin bisa mengasihi orang lain selama kita sendiri belum mengalami kasih Tuhan. Kita sulit mengampuni karena kita belum membuka hati untuk menerima pengampunan Tuhan. Begitu kita mengalami kasih Tuhan, mengasihi dan mengampuni bukan lagi menjadi sebuah kemustahilan, bahkan tidak lagi menjadi hal yang sulit bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu, hati yang mau mengampuni, mengasihi dan menerima setiap orang apa adanya sebagaimana Engkau mau menerima aku apa adanya. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 18 Januari 2026 - Tetap tekun berdoa dan berbuat baik

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 18, 2026 5:22


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 18 Januari 2026Bacaan: "Maka berkatalah orang-orang itu: "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya! " (Daniel 6:6)Renungan: Setiap orang pasti memiliki masalah. Kalau seseorang ditanya apa masalahmu saat ini, beragam jawaban diberikan. Kalau kita bertanya pada seorang siswa, biasanya ia menjawab masalahnya seputar pelajaran di sekolah dan teman-temannya. Kalau kita bertanya pada seorang karyawan, biasanya ia menjawab masalahnya seputar keuangan dan pekerjaannya. Kalau kita bertanya pada orang tua, mereka menjawab masalahnya seputar keluarga dan anak. Kalau kita bertanya pada seorang jomblo, masalahnya pasti seputar cinta dan pasangan hidup. Namun, pernahkah kita bertemu orang yang mengalami masalah karena giat berdoa? Mungkin belum pernah, namun ada satu orang yang mengalaminya. Daniel namanya. Daniel mengalami masalah bukan karena berdosa tapi karena berdoa. Aneh, bukan? Bagaimana mungkin melakukan hal yang baik justru kena masalah? Namun itulah proses kehidupan yang harus dialami oleh Daniel. Jika kita mendapat ganjaran atas kesalahan yang kita buat, itu hal yang wajar. Namun jika kita mendapat masalah atas kebaikan yang kita lakukan, tidak semua kita bisa menerima kenyataan itu. Gua singa yang dihadapi Daniel sekaligus menjadi ujian imannya. Hasilnya, kualitas Daniel teruji! Melalui peristiwa itu, raja Darius dan seluruh rakyat Babel membuktikan betapa dahsyat dan luar biasa Allah Daniel! Jika kita sudah melakukan hal baik namun kita justru mendapatkan yang buruk, jangan putus asa. Jangan berburuk sangka. Apalagi kita berpendapat bahwa Tuhan tidak adil. Jangan berpikir bahwa kebaikan yang kita lakukan sia-sia belaka dan tidak menghasilkan apa-apa. Hari ini kita belum tahu, namun suatu saat nanti kita akan melihat rencana Tuhan yang sempurna atas hidup kita. Karena itu, jangan jemu-jemu berbuat baik. Ada waktunya kita menuai dari apa yang kita tabur saat ini. Bahkan, kebaikan yang kita tabur akan dilipatgandakan oleh Tuhan pada saatnya nanti. Bukankah Daniel diangkat menjadi orang penting di kerajaan Babel pada akhirnya? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan belas kasih-Mu, sehingga aku mampu menjalankan perintah-Mu untuk membagikan kasih-Mu pada sesamaku. Ajarilah aku melakukannya dengan tulus tanpa mengharapkan balasan dari siapapun. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 17 Januari 2026 - Pertemanan yang baik dan saling membentuk

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 16, 2026 5:02


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 17 Januari 2026Bacaan: "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." (Amsal 27:17)Renungan: Amsal 27:17 berkata, "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." Jika tidak ada besi yang lain, besi kita tidak akan pernah tajam. Jika tidak ada orang lain, karakter kita tidak akan terbentuk. Tanpa kita sadari, karakter kita selalu diasah, dibentuk, dan dipertajam oleh orang-orang di sekitar kita. Bukan saja oleh orang-orang baik dan menyenangkan, tapi juga dibentuk oleh "orang-orang sulit dan menjengkelkan." Terkadang kita protes dengan Tuhan, mengapa Dia menempatkan orang-orang yang sedemikian menyebalkan di sekeliling kita. Sekarang kita tahu bahwa tanpa "orang-orang sulit" karakter kita juga "sulit" terbentuk! Teman yang keras mengajarkan kita untuk jadi orang yang berani dan bersikap tegas. Teman yang lembut mengajarkan kita akan cinta dan keluwesan. Kalaupun kita dikelilingi orang-orang yang berperangai buruk, kita tetap bisa belajar dari mereka, tentu saja dalam arti kita jangan sampai seperti mereka. Teman yang cuek justru mengajarkan kepedulian dengan sesama. Teman yang sombong itu membuat kita tidak nyaman, itu sebabnya kita mau belajar rendah hati. Kita mungkin pernah dikecewakan oleh teman kita yang mengumbar janji, tapi biarlah hal itu mengajarkan kepada kita untuk hati-hati dalam perkataan. Kita mungkin pernah dikhianati, itu menyakitkan, karena itu kita ingin menjadi orang yang setia. Bukankah benar bahwa karakter kita bisa terbentuk karena orang-orang dengan berbagai karakter yang ada di sekeliling kita? Yang terpenting adalah kita bisa belajar dari pengalaman hidup yang terjadi bersama mereka. Ambil hal yang baik dan positif, jauhi hal-hal yang buruk. Sekarang kita tidak perlu protes kepada Tuhan, "Mengapa Engkau menempatkan orang-orang menjengkelkan ini di sekelilingku?" Ada dua alasan. Pertama, jelas semua orang itu akan membentuk karakter kita. Kedua. jangan-jangan di mata orang lain kita justru termasuk orang yang menjengkelkan juga. Pertemanan itu indah. Jadilah berkat bagi teman-teman kita, pada saat yang sama kita juga terberkati dalam pertemanan itu karena karakter kita juga terbentuk dari pertemanan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk orang-orang baik dan orang-orang yang menjengkelkan yang senantiasa Kau hadirkan dalam hidupku. Melalui kehadiran mereka karakterku sebagai anak-Mu yang baik dapat terbentuk. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 16 Januari 2026 - Tuhan selalu mengasihi kita

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 15, 2026 4:46


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 16 Januari 2026Bacaan: "Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia." (Lukas 15:28) Renungan: Kisah anak yang hilang tentu sudah sering kita dengar. Kisah ini sering dipakai untuk menunjukkan betapa besar kasih Bapa kepada mereka yang mau bertobat, bahwa la bukan hanya mengampuni, tapi juga akan memberi segala yang baik. Selain itu, kisah anak yang hilang juga sering dipakai untuk menunjukkan bagaimana anak Tuhan juga bisa "hilang" walau sehari-hari tampak dekat dengan Tuhan. Tandanya adalah ketika ia tidak lagi bisa mengasihi orang yang berdosa, tapi justru iri ketika Tuhan menerima kembali mereka yang mau bertobat. Tanda lainnya adalah ketika ia merasa tak diberkati padahal ia sendiri tak pernah meminta kepada Bapa yang sangat baik. Kisah ini begitu luar biasa karena memberikan harapan bagi mereka yang belum percaya tapi juga mengingatkan orang percaya bahwa sebagai anak Tuhan, kita tidak hanya harus punya hati seperti Tuhan tapi juga harus bersyukur karena telah dilayakkan menerima kasih karunia dan berkat-Nya. Nah, ada satu hal yang mungkin luput kita perhatikan. Lihatlah bagaimana perhatian bapa kepada si sulung. Meski si sulung merasa dikesampingkan, sesungguhnya perhatian sang bapa kepadanya sangat istimewa. Sang bapa memang rindu kepada si bungsu, tapi ia tak pergi mencarinya. Setelah anak itu bertobat, baru ia menyongsong dan menerima si bungsu dengan sukacita. Lain dengan saat si sulung yang "terhilang". Saat ia marah karena ada pesta untuk adiknya, si sulung tak mau masuk ke rumah. Namun, apa yang dilakukan bapanya? Ayahnya melangkahkan kaki ke luar untuk bertemu dia. Jangan pernah mengira Tuhan itu seperti Bapa yang cuek. Apalagi kepada kita, yang telah bekerja keras melayani-Nya, sesungguhnya perhatian Tuhan sangat istimewa. la sendiri yang akan datang menghampiri dan menghibur kita. Pertanyaannya, apakah kita menyadarinya? Atau kita justru terus fokus pada masalah, atau bahkan merasa iri kepada orang lain yang tampak diberkati lebih dari kita? Ingat kita punya Bapa yang baik, penuh kasih dan peduli pada anak-anak-Nya. Tidak perlu urusi berkat orang lain, ingatlah bahwa hidup dekat pada Allah pun sudah jadi berkat tersendiri, karena asal dekat Allah, maka kita bisa tenang sebab Dialah sumber pertolongan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampuni aku karena aku sering merasa Engkau meninggalkan aku saat masalah mendera dalam hidupku. Kini aku tahu bahwa Engkau selalu peduli padaku dan senantiasa mencari aku saat hatiku mulai menjauh dari-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 15 Januari 2026 - Selalu dekat dan bertumbuh dalam Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 14, 2026 4:48


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 15 Januari 2026Bacaan: "TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya." (Mazmur 37:23-24) Renungan: Apakah kita pernah mendengar seorang pengikut Kristus atau mungkin kita sendiri mengeluh seperti ini, "Semenjak saya jadi pengikut Yesus, mengapa justru masalah datang silih berganti? Dulu ketika saya belum bertobat, malah tidak mengalami berbagai macam masalah seperti sekarang ini." Sebenarnya itu keluhan yang berlebihan. Coba jujur kepada diri sendiri, benarkah saat kita belum mengikut Yesus kita tidak pernah mengalami masalah sama sekali? Tidak, bukan? Lalu mengapa ada pengikut Yesus yang mengeluh seperti itu? Sederhana, saat memutuskan mengikut Yesus yang muncul di benak pikirannya adalah kehidupan tanpa masalah dan diberkati secara berlimpah-limpah. Maka ketika ia sudah jadi pengikut Yesus dan tetap mengalami masalah, ia pun menjadi kecewa dan melebih-lebihkan masalah serta pergumulan hidupnya. Kenapa makin dekat dengan Tuhan, masalah kita seakan makin banyak? Dekat Tuhan memang ada masalah, tapi jauh dengan Yesus bukan berarti tanpa masalah. Lalu apa bedanya? Bedanya, kalau dekat Yesus kita bisa saja menghadapi masalah, bahkan mengalami jatuh dan gagal, tapi kita tidak akan dibiarkan jatuh tergeletak, sebab Tuhan akan selalu menopang kita! Bagaimana jika kita menjauhkan diri dari kasih karunia Tuhan? Saat kita jatuh, selesai sudah! Seperti yang tertulis dalam Mazmur 73:19, ketika orang fasik jatuh maka mereka binasa dalam sekejap mata, habis oleh karena kedahsyatan. Jangan sampai kita memiliki pandangan yang keliru dalam hal mengikut Yesus, seolah-olah mengikut Yesus berarti tidak mengalami masalah. Kita bisa sakit. Kita bisa bangkrut. Kita bisa jatuh. Kita bisa gagal. Tapi bersama Tuhan, kita jatuh dan bangkit kembali. Kita gagal dan diberikan semangat untuk bangun lagi. Kita bangkrut, tapi Tuhan menolong dan memulihkan lagi. Kita sakit, tapi Tuhan menyembuhkan. Derigan iman seperti ini, kita tidak akan menjadi pengikut Yesus yang cengeng, yang sedikit-sedikit mengeluhkan keadaan, bahkan menyalahkan Tuhan. Jadilah dewasa dalam Tuhan dan jangan pernah menjauhkan diri dari kasih karunia-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu ada untukku. Ajarilah aku percaya bahwa bersama Engkau apapun masalah yang ku hadapi, selalu ada jalan keluarnya ketika aku hanya berharap pada-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 14 Januari 2026 - Mencari dan menjadi teladan yang baik

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 13, 2026 5:12


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 14 Januari 2026Bacaan: "Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah." (3 Yohanes 1:11) Renungan: Pada dasarnya manusia adalah makhluk peniru. Sejak lahir, kita belajar bicara, berjalan, melakukan sesuatu, dll, dari meniru orang tua dan orang di sekitar kita. Semakin besar, hal itu terus berlanjut. Saat remaja, kita suka meniru artis idola atau orang dewasa lainnya. Saat bekerja atau berbisnis, kita meniru orang yang kita anggap sukses. Dalam memilih model pakaian atau rambut, kita juga meniru. Dalam belajar sesuatu, kita pun banyak meniru. Banyak orang juga punya keinginan bisa seperti si ini atau si itu. Lagi-lagi itu juga meniru. Tuhan tidak pernah melarang kita meniru. Tuhan tahu dan la pun menciptakan kita sebagai makhluk sosial yang belajar dengan saling meniru. Namun, firman Tuhan di 3 Yohanes 1:11 ini mengingatkan kita untuk selektif dalam meniru. Tirulah hal yang baik, jangan yang jahat/buruk! Sederhana, tapi sangat penting diperhatikan. Ada banyak tokoh Alkitab juga peniru. Timotius adalah seorang peniru, tapi yang ia tiru adalah Lois, neneknya, Eunike, ibunya, dan kemudian Paulus. Melalui nenek dan ibunya, Timotius belajar memiliki iman kepada Allah. Melalui Paulus, Timotius belajar meniru bagaimana bisa memberikan ajaran Injil yang sehat dan bagaimana agar imannya dapat ia hidupi dengan sempurna. Paulus memang sosok yang patut ditiru. Meski demikian Paulus pun juga meniru, yaitu meniru teladan Kristus. Mari renungkan, siapa yang kehidupannya secara tidak sadar sudah kita tiru selama ini? Alangkah indah jika kita seperti Timotius, yang bisa menemukan sosok panutan yang tepat, yang kehidupannya berpadanan dengan teladan Kristus! Tapi, waspadalah jika kita ternyata lebih tergoda meniru sosok yang membuat kita memikirkan dan melakukan hal-hal yang salah, yang tidak sesuai teladan Kristus. Demikian pula, sadarilah juga bahwa bisa jadi ada orang yang juga meniru kita. Nah, apakah kita selama ini sudah memberikan teladan yang baik atau buruk? Itu kembali lagi, dimulai dari siapa yang kita tiru dan teladani dalam hidup ini. Semoga kita bisa meneladani yang baik dan bisa menjadi teladan yang baik. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat dalam berteman, agar aku tidak salah memilih teman. Sehingga melalui hikmat-Mu aku mendapatkan teman yang bisa membawa aku lebih dekat pada-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 13 Januari 2026 - Duduk diam di hadapan Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 12, 2026 5:02


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 13 Januari 2026Bacaan: "Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." (Mazmur 91:1-2)Renungan: Suatu ketika ada beberapa orang bekerja sebagai penggali tambang. Sudah beberapa lama mereka tak pernah pindah tempat kerja. Jadi, bisa dibayangkan bahwa semakin digali tambang tersebut semakin dalam. Suatu hari, tiba-tiba semua aliran arus listrik dalam tambang itu putus. Lampu-lampu semuanya padam. Gelap gulita meliputi dasar tambang itu dan dalam sekejap terjadilah hiruk pikuk di sana. Setiap orang berusaha menyelamatkan diri. Namun mereka sungguh kehilangan arah. Setiap gerakan hanya berakhir dengan benturan dan tabrakan, entah menabrak sesama pekerja atau menabrak dinding tambang atau menabrak apa saja. Situasi bertambah buruk karena udara yang semakin panas. Setelah lelah bergulat dengan kegelapan, mereka semua duduk lesu tanpa harapan. Satu dari para pekerja itu angkat bicara, "Sebaiknya kita duduk tenang dulu dari pada ribut mencari jalan keluar." Mereka semua pun lalu duduk dalam hening. Saat itulah orang-orang tersebut merasakan hembusan angin yang masuk melalui celah-celah lubang di tambang. Dengan mengikuti arah datangnya angin itu, mereka akhirnya dengan selamat keluar dari dasar tambang yang dicekam kegelapan itu. Semua orang rindu mengalami apa yang dijanjikan Allah melalui Mazmur 91. Orang mau dilepaskan dari segala jerat yang ada, mau dilindungi dari kedahsyatan malam dan lepas dari berbagai penyakit. Ingin mengalami pembelaan Tuhan yang luar biasa, namun pertanyaannya adalah apakah kita bersedia untuk melakukan langkah awalnya yakni duduk diam dalam lindungan-Nya? Duduk diam bicara tentang hal yang pasif, kita menunggu dan menanti-nantikan Tuhan. Inilah yang susah, sebab kebanyakan individu maunya bergerak, inginnya melakukan sesuatu, tidak betah kalau tidak melakukan apa-apa. Padahal melangkah tanpa tuntunan hanya akan membuat kita keliru. Mari belajar duduk diam di hadapan Tuhan, karena di sana kita akan menerima kekuatan yang baru, menerima visi yang jelas, dan menerima hikmat yang baru, untuk mendapatkan cara menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku ketenangan saat masalah mendera hidupku. Aku percaya di balik ketenangan ku, kuasa-Mu akan bekerja sehingga aku memperoleh jalan keluar untuk menyelesaikan setiap masalah yang aku hadapi. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 12 Januari 2026 - Rencana Tuhan jauh lebih besar

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 11, 2026 6:48


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 12 Januari 2026Bacaan: "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11)Renungan: Dikisahkan ada sekumpulan ulat sedang berupaya keluar dari kepompong yang nantinya akan menjadi kupu-kupu yang indah. Di tengah kerja keras itu, seorang petani ulat menarik dan memasukkan ulat-ulat itu ke dalam sebuah wadah yang berisi air panas. Kumpulan ulat itu pun akhirnya mati semua. Setelah ditiriskan dan dijemur, sang petani memisahkan gulungan putih yang melekat pada setiap ulat. Setelah serat-serat itu terkumpul, diproseslah menjadi bahan pakaian, yakni kain sutra yang harganya sangat mahal. Ulat-ulat itu memang tidak pernah menjadi kupu-kupu yang indah, yang menghiasi taman-taman, namun mereka tetap berguna, bahkan memberi nilai yang berbeda bagi manusia. Mari kita renungkan. Apakah ada sebuah kejadian yang membuat mimpi-mimpi kita hancur? Ada orang yang karena kecelakaan maut, menguburkan banyak impian besar mereka. Karena kecelakaan lalu harus duduk di kursi roda, ada yang sampai tidak jadi menikah. Karena kecelakaan mobil, ada yang gagal kuliah di luar negeri, lalu harus kembali ke tanah air dan menjalani pengobatan. Semua alur kisah, segala rencana berantakan sudah, tak seperti yang mereka pikir selama ini. Stress, depresi pasti. Namun mereka memilih bangkit dari keterpurukan dan menata hidup kembali. Mereka memimpikan mimpi yang baru, yang lebih besar, yang lebih gila dari sebelumnya. Mereka menjalani hidup yang sama sekali berbeda. Tak mudah memang menerima kenyataan yang ada, tetapi jika orang-orang itu bisa melalui badai yang ada, kita pun seharusnya bisa melewati hal serupa. Tidak semua mimpi menjadi kenyataan, itu fakta. Tidak segala yang kita rencanakan, sekalipun sudah sedemikian matang akan terjadi. Memang membutuhkan waktu untuk memulihkan diri, perlu proses untuk menghadapi mimpi buruk itu. Akan tetapi percayalah jika Tuhan mengizinkan meruntuhkan semua mimpi kita, berarti la sedang merancang sesuatu yang lebih besar, yang lebih dahsyat bagi kehidupan pribadi dan karir kita. Imanilah itu! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap peristiwa dalam hidupku yang tidak kuinginkan dan itu terjadi. Aku mengimani bahwa itu adalah bagian dari rencana-Mu untuk mewujudkan rancangan terbaik-Mu bagi hidupku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 10 Januari 2026 - Tekun dalam Doa dan Percaya PadaNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 10, 2026 4:48


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 10 Januari 2026Bacaan: "Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." (Lukas 19:5) Renungan: Zakheus, seorang pemungut cukai, sangat penasaran ketika mendengar bahwa Tuhan Yesus datang ke kotanya. Mungkin saja Zakheus sudah sering mendengar cerita orang-orang tentang Tuhan Yesus, namun ia belum pernah melihat seperti apakah Tuhan Yesus itu. Karena badannya yang pendek dan banyak orang yang mengerubungi Tuhan Yesus, la harus berlari dan memanjat pohon ara untuk dapat melihat Tuhan Yesus. Sepertinya Zakheus tidak berharap lebih selain hanya untuk melihat Tuhan Yesus. Rasa penasarannya mungkin sudah terjawab, namun Tuhan Yesus tidak berhenti sampai di situ saja. Tuhan Yesus melihat Zakheus di atas pohon ara, lalu berbicara kepadanya, dan menginginkan perjumpaan yang lebih pribadi dengannya di rumah Zakheus. Zakheus merespons permintaan Tuhan Yesus dengan segera turun dari pohon dan menerima Tuhan Yesus di rumahnya dengan sukacita. Menerima Tuhan Yesus di rumahnya mengundang cibiran dari banyak orang yang tidak menyukai dirinya. Namun sepertinya Zakheus tidak terlalu mempedulikannya, karena ia sudah lama menantikan untuk bisa berjumpa dengan Tuhan Yesus. Bahkan melalui perjumpaan ini, Zakheus mengalami pertobatan dan perubahan hidup yang dengan rela membagikan hartanya kepada orang miskin dan mengembalikan harta jika ada orang yang ia peras melalui pekerjaannya. Suatu "hadiah tidak terduga" diterima Zakheus. Bukan hanya melihat, namun ia berjumpa dan mengalami pertobatan di dalam Tuhan Yesus. Dalam berdoa, kita terbiasa untuk menyampaikan permintaan dan harapan kita kepada Tuhan. Kita berharap agar Tuhan menjawab sesuai permintaan kita. Namun terkadang Tuhan menjawabnya melebihi dari yang kita doakan. Melalui anugerah-Nya, Tuhan akan menjawab doa-doa kita dan membawa kita semakin dekat dan memuliakan-Nya. Seperti Zakheus yang dengan gigih hanya ingin melihat Tuhan Yesus, namun ia mendapatkan "hadiah" terindah, yaitu keselamatan bagi dirinya dan seisi rumahnya. Yang penting adalah kita tekun di dalam doa-doa kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur untuk berkat-berkat-Mu yang tak pernah aku pikirkan sebelumnya. Aku menjadi semakin yakin untuk memercayai-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 11 Januari 2026 - Tetap memberikan yang terbaik

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 10, 2026 5:26


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 11 Januari 2026Bacaan: la mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?" Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." (Kisah Para Rasul 16:30-31)Renungan: Setetes embun jatuh di sebuah daun. Lama kelamaan, daun itu tidak bisa menahan butiran embun dan menetes ke bebatuan di bawahnya. Ternyata setiap hari, bebatuan itu basah terkena titik embun segar yang jatuh dari daun-daun. Makin hari, batu yang lembab menumbuhkan lumut pada permukaan batu-batu tersebut. Tidak hanya itu, pada bebatuan itu juga, para semut mulai membuat sarangnya. Melihat itu, banyak burung hinggap untuk mematuk semut, binatang yang menjadi makanan favoritnya. Bebatuan yang awalnya gersang, kini ditumbuhi lumut, rumput-rumput kecil, sarang semut hingga membentuk habitat baru. Itu semua terjadi karena ada peran setetes embun. Sekalipun cuma setetes, tapi embun sudah menjalankan fungsinya dengan maksimal. Sebagai manusia, sudah seharusnya kita berlaku demikian. Lihatlah Yusuf, meskipun seorang narapidana namun perannya di penjara tidaklah kecil. Paulus dan Silas pun sama. Walaupun ada di penjara, itu tidak menghalangi mereka untuk melakukan sesuatu bagi orang-orang. Bahkan di tempat gelap, sepi, kotor, dingin pun, mereka tetap berfungsi optimal, memberitakan Injil, menyelamatkan jiwa-jiwa. Tidak peduli di mana pun kita berkarya hari ini, di ruang kerja yang kecil, di garasi yang sempit, di toko yang terpencil, di gudang paling belakang, di kantor yang jauh dari keramaian, di lapangan yang kotor, panas, tetaplah jalankan fungsi kita dengan baik. Tetap berilah yang terbaik meskipun mungkin tidak dilihat banyak orang. Tetaplah giat sambil terus percaya dan berharap kalau sesuatu yang besar, yang dari Tuhan pasti akan datang. Seringkali bukan tempat yang membesarkan seseorang namun kualitas diri orang itu sendirilah yang menentukan apakah kelak ia akan menjelma menjadi orang hebat, atau tetap menjadi individu yang biasa-biasa saja. Mari tingkatkan kemampuan diri, terus menjadi berkat bagi orang, terus berdampak positif bagi sesama. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku agar melalui hidupku aku dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 9 Januari 2026 - Sabar dan Setia Menanti pertolonganNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 8, 2026 5:14


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 9 Januari 2026Bacaan: "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN." (Yesaya 55:8) Renungan: Maria, Marta, dan Lazarus adalah tiga bersaudara yang cukup dekat dengan Yesus. Ketika Lazarus sakit, kedua saudarinya mengirim pesan kepada Yesus. Saat itu, Yesus terkesan sengaja berlama-lama untuk datang bahkan hingga akhirnya Lazarus meninggal dunia pun, Yesus tidak kunjung datang. Tetapi sebelumnya Yesus sudah meyakinkan mereka bahwa penyakit yang diderita Lazarus tidak akan membawanya kepada kematian, namun oleh karena penyakit itulah nama Tuhan akan dipermuliakan. Ketika Lazarus sudah dikubur empat hari lamanya, barulah Yesus datang. Saat mengetahui kedatangan Yesus, Marta dan Maria berkata kepada-Nya, "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. "(Yoh 11:21). Namun, hal ini dilakukan-Nya bukan tanpa alasan, Yesus menginginkan banyak orang menjadi percaya. Jika Yesus datang pada saat Lazarus sakit, maka hanya akan ada sedikit orang yang menjadi percaya, tetapi Dia membuat segala sesuatu tepat pada waktunya dan akhirnya banyak orang menjadi percaya. Alkitab mencatat, "Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya." (Yoh 11:45) Terkadang kita bersikap seperti Marta dan Maria. Ketika permasalahan menghimpit, kita meminta Tuhan untuk menolong kita dengan segera. Bahkan seiring berjalannya waktu, kita merasa bahwa Tuhan terlalu lama merespon atau tidak merespon doa-doa kita. Bukankah Tuhan bekerja dengan cara yang ajaib, cara yang tidak akan pernah terselami oleh pemikiran manusia? Dan, bukankah waktu Tuhan itu tepat dan indah? Mungkin saat ini kita mengalami masalah yang sangat menguras air mata kita, menguras habis tenaga, waktu, bahkan pikiran kita. Mungkin saat ini kita merasa Tuhan terlalu lama merespon doa-doa kita, bahkan merasa Tuhan tidak meresponnya. Atau, mungkin saat ini kita merasa hanya ada sedikit harapan yang tersisa untuk percaya bahwa mujizat akan terjadi. Ingatlah, waktu kita bukanlah waktu Tuhan. Tuhan meminta kita untuk sedikit lebih lama menunggu, agar kemuliaan-Nya dapat dinyatakan dalam hidup kita, bahkan dalam kehidupan orang banyak. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil dan tidak pernah ada kata terlambat. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kesabaran dan kesetiaan di dalam menanti pertolongan-Mu, sehingga kemuliaan-Mu bisa dinyatakan. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 8 Januari 2026 - Peka dan peduli dengan keadaan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 7, 2026 5:02


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 8 Januari 2026Bacaan: "Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!" (Mazmur 100:2) Renungan: Ada sebuah pertanyaan yang mungkin dapat menjadi bahan renungan untuk kita semua, "Apakah kita masih perlu diingatkan untuk beribadah kepada Tuhan?" Kenyataan yang sering terjadi pada kehidupan saat ini adalah banyak orang percaya semakin melupakan Tuhan. Mungkin saja lonceng gereja, lagu rohani atau apa pun bisa mengingatkan kita untuk datang ke gereja, tetapi bagaimana dengan kehidupan kita sehari-hari? Apa yang harus mengingatkan kita supaya kita datang ke hadirat Tuhan dalam sebuah persekutuan pribadi? Sebenarnya ada hal-hal yang bisa kita jadikan "lonceng gereja" untuk mengingatkan kita pada persekutuan dengan Tuhan: Pertama, keadaan kita sendiri. Ketika pikiran kita galau karena banyaknya masalah yang kita alami, itulah pertanda bahwa kita harus datang ke hadirat Tuhan. Bukankah Tuhan Yesus berkata, "Marilah kepadaku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu." Kedua, keadaan orang lain. Keadaan orang lain yang positif, yaitu ketika mereka berbondong-bondong menuju rumah ibadah mereka. Bukankah seharusnya kita lebih bersemangat lagi datang ke hadirat Tuhan. sebab kita adalah orang-orang yang sudah diselamatkan, bukan sedang mencari keselamatan? Keadaan orang lain yang negatif, yaitu ketika orang lain mengalami masalah atau kecelakaan. Bukankah hal itu seharusnya mengingatkan kita untuk lebih dekat kepada Tuhan? Ketiga, keadaan lingkungan. Adanya bencana alam, entah itu banjir, gunung meletus, kebakaran dan asap, atau kekeringan, seharusnya membuat kita semakin menjalin hubungan yang akrab dengan Tuhan, karena ada kekuatan yang kita terima ketika kita berada di hadirat Tuhan, apalagi jika kita turut merasakan bencana alam tersebut. Jadi, kita tidak harus menunggu lonceng gereja berbunyi untuk menghadap hadirat Tuhan. Pekalah dengan keadaan dan jadikan itu "lonceng gereja" yang mengingatkan kita untuk datang kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kepekaan akan alarm-alarm yang ada di sekitarku supaya aku senantiasa menjaga hubunganku dengan-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 7 Januari 2026 - Taat dan Setia kepadaNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 6, 2026 5:41


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 7 Januari 2026Bacaan: "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!" (Yeremia 18:6) Renungan: Suatu ketika Nabi Yeremia diutus oleh Tuhan untuk mewartakan hukuman pembuangan bangsa Israel ke Babel. Berita penghukuman yang keras ini sulit dimengerti oleh bangsa Israel, juga oleh Nabi Yeremia sendiri. Untuk memahami maksud di balik berita penghukuman ini, Tuhan menyuruh Nabi Yeremia untuk pergi ke tempat tukang periuk. Di sana, Nabi Yeremia menjumpai tukang periuk yang sedang membentuk bejana dari tanah liat dengan tangannya. Proses pembentukan bejana ini tidak dicatat secara rinci oleh Alkitab, namun kita percaya proses pembentukan bejana tanah liat pada zaman itu tidak berbeda jauh dengan zaman sekarang. Kalau kita perhatikan prosesnya, kita akan melihat bahwa tangan tukang periuk hampir tidak pernah lepas dari tanah liat yang dibentuk. Jari-jari dan telapak tangannya senantiasa memberikan tekanan-tekanan untuk membentuk bejana sesuai yang diinginkannya. Sekali-sekali salah satu tangannya dengan cepat akan mengambil sedikit air untuk membasahi tanah liat agar mudah dibentuk. Namun secara keseluruhan, tangan tukang periuk akan terus membentuk tanah liat hingga menjadi bentuk bejana yang diinginkannya. Tukang periuk yang hampir tidak pernah melepaskan tangannya dari tanah liat yang dibentuk menggambarkan juga tangan Tuhan yang terus-menerus menopang dan menyertai umat-Nya. Walaupun pada saat itu bangsa Israel akan menghadapi pembuangan karena dosa mereka, tetapi Tuhan akan menyertai dan menopang mereka. Dalam keadaan apa pun, bahkan dalam masa pembuangan pun, Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Dalam kehidupan iman, ketika kita mengalami pergumulan, kesulitan ataupun dukacita, kita merasa Tuhan jauh dan meninggalkan kita. Tentu saja itu hanya perasaan kita yang dapat membohongi kita. Namun faktanya, melalui kisah tukang periuk ini, kita melihat bahwa Tuhan tidak pernah melepaskan atau meninggalkan kita. Tangan-Nya akan selalu menyertai dan menopang kita dalam keadaan apa pun. Oleh karena itu, jangan mempercayai perasaan kita, tetapi percayalah kepada firman-Nya dan kepada Tuhan senantiasa. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kekuatan agar aku dapat menjalani setiap proses kehidupanku ini dengan tetap taat dan setia pada-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 6 Januari 2026 - Taat dan Setia akan kepercayaan yang diberikan Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 6, 2026 6:24


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 6 Januari 2026Bacaan: "Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal. " (Ibrani 2:2) Renungan: Seorang ibu muda yang bernama Rosa memulai bisnis bersama tantenya, yaitu bisnis jual beli rumah dan tanah. Rosa sangat percaya kepada tantenya tersebut dalam hal mengelola keuangan. Bisnis mereka berjalan dengan baik dan menghasilkan banyak uang. Seiring dengan berjalannya waktu, tantenya berubah tidak taat pada peraturan yang berlaku dan memanipulasi data dan menipu Rosa senilai Rp. 300 juta. Hubungan persaudaraan tetap baik tetapi Rosa tidak percaya lagi kepada tantenya dan Rosa pun keluar dari usaha yang mereka buka bersama. Akhirnya usaha itu tidak berjalan dengan baik dan tutup. Begitulah jika seseorang memiliki sifat serakah, tidak peduli pada peraturan yang ada, yang penting dirinya mendapat keuntungan besar. Jika Tuhan memberi kepercayaan kepada kita untuk mengerjakan sebuah tugas, itu adalah anugerah dan berkat yang tak ternilai karena tidak semua orang mendapatkan kepercayaan itu. Ini adalah mandat atau tugas yang harus dipertanggungjawabkan. Kita teringat kepada tokoh Alkitab yang bernama Saul. Tuhan sendirilah yang memilih Saul menjadi raja pertama bangsa Israel melalu Nabi Samuel. Awal kepemimpinan Saul berjalan dengan baik, dan dipertegas dengan kemenangannya di Yabesh-Gilead. Kemudian ia dinyatakan sebagai raja di Gilgal setelah ia memimpin bangsanya memenangkan pertempuran di medan perang. Akan tetapi, Raja Saul berubah tidak taat kepada Tuhan. Apa yang dilakukan Raja Saul? Raja Saul melakukan penyembelihan korban yang seharusnya adalah tugas Samuel. Hal inilah yang mengawali kejatuhan Raja Saul sebagai raja atas Israel. Kejatuhan Raja Saul berlanjut dalam peristiwa perang melawan Amalek, di mana dia tidak memusnahkan seluruh kaum Amalek dan ternak milik mereka seperti yang telah diperintahkan oleh Tuhan. Raja Saul mengabaikan perintah Tuhan dengan tidak membunuh Raja Agag beserta ternak yang dipilihnya. Raja Saul lebih takut kepada manusia daripada kepada Tuhan. Akibatnya pun fatal, yakni Tuhan menarik Roh-Nya dari Raja Saul dan Tuhan tidak percaya lagi kepadanya. Raja Saul menanggung akibat dari perbuatannya yang melanggar perintah Tuhan, yang dia lakukan tidak hanya sekali tetapi beberapa kali. Apa pelajaran yang kita dapat dari dua kisah di atas? Pelajaran pertama adalah jika kita diberikan kepercayaan oleh Tuhan, taatilah dan lakukanlah kehendak-Nya dengan setia. Jika kita dipercaya dalam berbisnis, taatilah peraturan yang telah ditetapkan atau kesepakatan yang telah ditentukan bersama. Pelajaran kedua yang dapat kita renungkan adalah jangan menyalahgunakan kekuasaan yang dipercayakan kepada kita, baik itu dari Tuhan atau rekan bisnis kita, bahkan dari siapa pun yang telah memberikan kepercayaan kepada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk tetap menjaga kepercayaan yang telah Kau berikan kepadaku dan jangan biarkan aku mengecewakan Engkau dan orang lain yang selama ini percaya padaku. Amin. (Dod).