POPULARITY
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Ivanna Edrea Santoso dan Yohanes Haring dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 15: 12-20; Mazmur tg 17: 1.6-7.8b.15; Lukas 8: 1-3.DAYA TARIK TUHAN YESUS Tema renungan kita pada hari ini ialah: Daya Tarik Tuhan Yesus. Ada seorangbocah berusia 12 tahun sedang menonton film actionproduksi luar negeri, dengan subtitle bahasa Indonesia. Ia menonton bersamaorang tuanya. Para aktor yang berbicara satu sama lain, sering mengungkapkanrasa heran atau kaget dengan seruan seperti ini: "Jesus Christ".Terjemahan dalam bahasa Indonesia tentu saja menjadi: Yesus Kristus. Maka bocahitu berseru: "Yesus Kristus hebat, Ia selalu ikut main film". Ayahnya menanggapi dengan berkata: "Yesus Kristus mempunyai daya tarikyang tidak mengenal batas waktu dan tempat. Meskipun ia tidak bermain film,tetapi ia pasti menarik perhatian para aktor. Ia juga sangat menarik perhatiankita semua." Daya tarik Tuhan Yesus dapat disejajarkan dengan makanan atauminuman bagi setiap orang di muka bumi. Salah satu buktinya, ialahajaran-ajaran-Nya selalu menjadi acuan hidup kita bersama. Ajaran tentang cintakasih adalah sebuah ajaran universal yang diakui dan dijalankan oleh semuaorang. Santo Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus menggarisbawahi poinsentral tentang daya tarik Tuhan Yesus Kristus. Menurutnya, semua aspekmengagumkan dan yang menarik perhatian semua orang mendapatkan kekuatannya darikebenaran bahwa Tuhan Yesus bangkit dari kematian. Kebangkitan dari kematiansungguh mengungguli semua bentuk kekuasaan, keajaiban, dan kemampuan kodratidan adikodrati apa pun itu di dalam diri manusia dan dunia. Oleh karena ituSanto Paulus berkata bahwa kalau Kristus tidak bangkit dan jika pewartaan Injiltidak berisi kebangkitan Kristus, maka sia-sia saja iman yang kita akui dankita bangun dalam kehidupan kita. Hidup kita sebagai pengikut Kristus harus juga memiliki daya tarik, karenakita membawa Tuhan ke mana pun dan bagaimana pun kehidupan kita. Ada dua carayang dapat kita usulkan. Pertama, persekutuan dan dalam kebersamaan denganYesus merupakan standar hidup mutlak. Sama dengan para murid baik pria danwanita mengikuti dan menjalani hidup bersama Yesus, panggilan Kristen tidakcukup dengan terdaftar sebagai anggota Gereja dan menjalani rutinitas kegiatanrohani. Kita perlu semakin menikmati persekutuan itu dengan berperan aktifmemperkuat dan membangun persekutuan iman kita. Kedua, cara hidup pemuridanmerupakan sekolah dan pelatihan agar kita mampu mempertahankan daya tariksebagai orang-orang Kristen. Pemuridan Kristen ialah penyangkalan diri,memanggul salib dan mengikuti Kristus setiap saat. Kedua usulan ini cocok untuk membuat kita berdaya tariksehingga berkontribusi dalam membangun dunia. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus Kristus, terpujilah Engkau cahaya dankekuatan kami. Kami bersyukur dan berterima kasih kepada-Mu atas karuniaistimewa bagi kami masing-masing untuk menjadi murid-murid-Mu dan berikraruntuk mengikuti-Mu selalu bahkan sampai di salib. Kemuliaan kepada Bapa danPutra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Irma Dhema dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 15: 1-11; Mazmur tg 118: 1-2.16a-17.28; Lukas 7: 36-50.JALAN MENUJU KASIH Tema renungan kita pada hari iniialah: Jalan Menuju Kasih. Bagaimana rasanya ketika beban hidup yang amatberat, yang menyiksa dan membuat tak berdaya, akhirnya terangkat dan berlalupergi? Anda pasti merasa lega, senang dan bersyukur. Utang terbayarkan.Pasangan bertobat. Anak-anak lulus dan bekerja. Rekonsiliasi diwujudkan dan adapangampunan. Masih banyak lagi contohnya. Wanita pendosa yang diampuniYesus tapi dimusuhi oleh orang-orang Farisi adalah contoh bagi kita pada hariini. Dia, seperti juga kita, memiliki beban yang berat. Begitu tahu bahwa adapeluang dan seseorang yang bisa mengangkat beban itu, ia tidak menyia-nyiakankesempatan. Kita temui yang bersangkutan dan kita berusaha sedemikian supayamasalah kita diatasi. Ia pasti adalah penyelamat kita. Dia adalah Tuhan, ataupaling kurang seseorang yang melalui dia Tuhan bekerja. Proses mendapatkan belas kasihdan keselamatan itu sebenarnya dapat kita katakan sebagai jalan menuju kasih.Ketika menemukan kasih yang tertinggi, yaitu sumbernya, di situ adakeselamatan. Dosa-dosa dihapuskan dan pendosa diampuni, lalu masuk ke dalam hidupyang baru. Jalan menuju kasih itu memperlihatkan dari awalnya: sebuahpengalaman mencari Sang Penyelamat supaya dapat meringankan atau mengangkatbeban hidup yang berat. Orang yang sedang dalam proses mencari, memiliki kasihyang tidak cukup. Kesabarannya tipis, pengertiannya buntu, ketenangannyaterganggu, harapannya goyah, pikirannya negatif, semangat kerjanya turundrastis, dan pintu hatinya tertutup. Roh Kudus membimbingnya supayamulai beranjak dari situasi terpuruknya, lalu berjalan ke depan meski terangnyatidak selalu benderang. Ia tentu bertemu dengan sekian banyak orang danmengalami aneka situasi, semuanya menjadi pelajaran baginya. Ia harus terusberjalan menuju kasih. Sedikit demi sedikit ia mulai mengerti bahwa untuksampai kepada Kasih sesungguhnya, melewati banyak rintangan, seperti yangdialami oleh wanita pendosa di dalam Injil. Ia tidak boleh menyerah danberbalik mundur. Targetnya harus berwujud, yaitu mendapatkan kasih itu. Selamaproses ini, perlahan-lahan kasihnya yang dulu sangat lemah berubah menjadisemakin kuat. Santo Paulus berkenan menemanikita ketika proses itu berlangsung, dan khususnya kemudian pada saat tujuan itudicapai. Ketika beban itu sudah terangkat, seperti pengalaman Paulus dan wanitapendosa, kita akan dianugerahkan kasih karunia Allah sehingga hidup kitaberubah. Perubahan itu menurut Santo Paulus ialah bukan kita yang hidup didalam diri kita sendiri, tetapi Yesus-lah yang hidup di dalam kita.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Allah, semoga kasih karunia-Mumenjadi penuh dan menguasai diri kami, sehingga kami mampu mengalahkankelemahan dan dosa kami sendiri. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Zita Meita Her Indrati dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 12: 31 - 13: 13; Mazmur tg 33: 2-5.12.22; Lukas 7: 31-35.JANGAN KEENAKAN MASA BODOH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Jangan Keenakan Masa Bodoh. Istilah“masa bodoh” yang lazim dalam percakapan kita menunjukkan sikap tidak peduli,acuh tak acuh, cuek, tak ada perhatian, tak menghiraukan, menggambarkan sesuatuyang natural di dalam diri kita. Kepada sesama atau saudara sendiri, sikap initentu saja membuat mereka marah atau tersinggung. Tuhan juga akan kecewa jikaumat-Nya masa bodoh terhadap-Nya. Yesus sendiri sebagai utusan Bapa untuk menyelamatkan umat Manusia,menghadapi masa bodoh orang-orang di sekitar-Nya. Ia memandang mereka sebagaiangkatan yang cuek atau yang membodohi dirinya sendiri. Tuhan yang telah lamadijanjikan datang dan hadir tengah-tengah mereka tetapi mereka buta hati danmata, sehingga tidak dapat mendengar-Nya dan menolak Dia. Ia memandang merekaseperti anak-anak yang bersukacita memainkan musik, tapi orang-orang tidak ikutbergembira dalam bernyanyi dan berjoget. Anak-anak yang larut dalam kesedihan,tetapi orang-orang di situ tidak mau ikut berduka. Sikap masa bodoh merupakan sebuah sikap tanpa jawaban dan tanpa simpati.Ketika Anda tidak ditanggapi, Anda seperti menghadapi batu atau tembok. Inilebih menyakitkan daripada mendapatkan jawaban atau tanggapan negatif. Jawabanseperti “tidak” atau “maaf belum sempat”, ialah cukup bagimu untuk mengertisebagai suatu jawaban negatif yang pasti. Tetapi jika tak ada kepastian karenaorang cuek atau masa bodoh terhadapmu, ini justru sebagai sikap yang tak jelas dan sangat berlawanan dengan iman. Padahal iman sangat membutuhkan jawaban. Namun Yesus tidak temukan di dalamorang-orang yang melihat dan mendengarkan Dia. Ia sangat kecewa dan mengecammereka. Sikap yang sama juga terdapat di dalam Gereja dan dalam relasi diantara orang beriman. Sikap cuek, acuh tak acuh atau masa bodoh seringdilakukan terhadap nasihat, anjuran, masukan atau saran untuk perbaikan. Akibatnyaialah orang akan mengulangi lagi kebiasaan dan kesalahan yang sama. Jika orangmengacuhkan dan tidak peduli dengan Sabda Tuhan dan perintah-perintahAllah, mereka akan jauh dari berkat dankemurahan Tuhan. Sikap ini sungguh melawan cinta kasih. Ketika Tuhan mengatakan bahwa Iahadir di dalam orang kecil, miskin dan sakit, cinta kasih menuntut supayamereka wajib diberikan perhatian. Namun jika para pengikut-Nya masa bodoh sajadan tidak peduli, sikap ini tentu sangat menyakitkan Tuhan dan juga menghinasesamanya. Jadi hari ini kita diingatkan untuk tidak masa bodoh. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus, buatlah kami para pengikut-Mu orang-orangdengan sikap yang selalu peduli untuk ambil bagian dalam memperbaiki danmengembangkan kehidupan kami sebagai satu umat kesayangan-Mu. Bapa kami yangada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Finda Jatiman dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Ibrani 5: 7-9; Mazmur tg 31: 2-3a.3b-4.5-6.15-16.20; Yohanes 19: 25-27.IBU YANG MENGAMPUNI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ibu Yang Mengampuni. Pada hari iniGereja kita memperingati Bunda Maria yang berdukacita. Pengalaman duka Mariasangat berkaitan dengan salib penderitaan Yesus Kristus. Pada waktu menjalanihukuman mati, Yesus sendirian. Para rasul meninggalkan Dia, kecuali ibunda-Nyadan murid yang sangat dikasihi-Nya, Yohanes. Maria, Bunda Yesus dan tiga wanitalainnya berada di dekat salib itu. Di kaki salib itu, Maria mengalami puncak kedukaan yaitu kematian Putrayang lahir dari rahimnya. Jauh sebelumnya ketika bayi Yesus dipersembahkan dibait suci, Simeon telah meramalkan kalau Maria akan menemui penderitaan yangmengerikan, sebilah pedang yang menembus jiwanya. Selanjutnya, ia mengalamipenderitaan bersama Yesus hingga akhirnya di Kalvari. Banyak yang menyebutMaria sebagai seorang martir dalam roh. Tetapi Maria tidak kalah dan menyerahdengan duka dan kehilangan yang dialaminya, karena iman dan harapannya ditopangoleh iman kepada Allah dan kasih kepada Putranya. Sebagai bukti imannya yang begitu kuat, kekuatan pengampunan Bunda Mariasama kualitasnya dengan yang diungkapkan oleh Yesus dari atas salib: Bapa,ampunilah mereka karena mereka tak tahu apa yang mereka perbuat. Dari atassalib juga Yesus memandatkan ibu-Nya untuk mengadopsi semua pengikutnya dari segalazaman, yang diwakili oleh murid yang dikasihi itu. Maka Maria patuh pada tugasitu untuk menerima semua orang, termasuk yang menghukum mati Yesus, agar merekajuga diampuni, disadarkan dan dibawa kembali kepada kebenaran. Sampai dengan saat ini, Bunda Maria dalam persekutuannya dengan YesusKristus masih tetap sedih kalau melihat para murid Yesus jatuh dalam dosa danberusaha keras untuk melepaskan dirinya dari cengkeraman dosa. Ulah mereka itujelas mendatangkan derita dan sakit pada tubuh Kristus, yaitu Gereja ternoda.Jika sebagian anggota Gereja berdosa dan berbuat jahat, tentu sangatmemengaruhi anggota-anggota lainnya. Tetapi lebih dari pada bersedih danberduka, Bunda Maria dari hatinya yang pengampun meminta Yesus Kristus untukmengampuni dan menobatkan mereka. Bagian dari doa “Salam Maria”, “doakanlahkami yang berdosa ini...” adalah ungkapan paling nyata bagaimana Bunda Mariaikut mengampuni kita. Memikirkan Bunda Maria yang berduka, hendaknya langsung menyadarkan kitauntuk tidak terus-menerus membuatnya larut dalam duka karena dosa-dosa kita,sama dengan kita yang tidak ingin terus-menerus membuat ibu kita di rumahbersedih karena kenakalan dan kesembarangan kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah kami untuk senantiasamempunyai devosi yang benar dan bertahan kepada Bunda Maria, bunda kami jugayang selalu mengampuni. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh George Surya Kencana dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Bilangan 21: 4-9; Mazmur tg 78: 1-2.34-35.36-37.38; Filipi 2: 6-11; Yohanes 3: 13-17.PEMBARUAN OLEH SALIB KRISTUS Tema renungan kita pada hari ialah: Pembaruan Oleh Salib Kristus. Pada hariini seluruh Gereja merayakan pesta Salib Suci. Pesta ini mulai dirayakan diRoma sekitar akhir abad ke-7 untuk mengenang penemuan sebagian salib Yesus yangdisimpan di Yerusalem di bawah kuasa orang Persia. Emperor Heraklius menemukanitu dan membawanya dari Yerusalem pada tanggal 3 Mei 629. Apakah artinya pembaharuan oleh salib Kristus? Tuhan Yesus datang untukmenyatukan bumi dan surga lalu menaikkan mereka yang ada di bumi kepadakemuliaan di surga. Ia menjelaskan ini kepada Nikodemus, salah seorang rabiorang Yahudi, bahwa Ia adalah “Putra Manusia” diutus Bapa di surga untukmemulihkan hubungan manusia dengan Tuhan yang telah rusak. Putra Manusia ialahMesias dalam perjanjian lama yang datang dari surga untuk membangun sebuahkerajaan di bumi. Berbeda dengan padangan Yahudi, Yesus justru berbicara tentang PutraManusia harus ditinggikan. Maksudnya apa? Ia kaitkan dengan Musa yang menaikkanular tembaga di padang gurun supaya menyembuhkan mereka yang digigit ularberbisa. Umat Israel dihukum Karena melawan Tuhan. Musa menaikkan ular tembagapada sebuah tiang yang menyerupai tiang salib, yang dari sana orang-orang mestikembali menaruh imannya hanya kepada Tuhan. Kaitan ini hendak menekankan yang ingin ditunjuk oleh Yesus kepada kita,bahwa melalui hukuman mati dengan bergantung di salib di Golgota, Ia sungguhmenyelamatkan kita. Tapi yang dibuat oleh Yesus jauh lebih kuat hasilnya,karena yang dilakukan oleh Musa hanya mendatangkan hasil sementara, yaitukesembuhan orang-orang dari gigitan ular. Yang dibuat oleh Yesus ialahkematian-Nya di salib sungguh menghasilkan kemenangan sejati atas dosa, setandan kematian. Dengan wafat-Nya di salib, Yesus menghapus utang dosa kita,membebaskan kita dari kesalahan dan hukuman. Kita mendapatkan hidup baru,kehidupan yang berkelimpahan di dalam Roh Kudus sampai selamanya. Pembaruan itu berarti wafat-Nya Yesus di salib menunjukkan dan mengajarkansuatu tindakan kasih, yaitu pemberian diri-Nya secara total. Ia lakukan itusebagai persembahan kasih-Nya kepada Bapa dan untuk penebusan dan keselamatankita dari dosa. Pembaruan ini juga menjelaskan tentang kebangkitan badan yangmulia untuk menikmati hidup abadi dan duduk di sisi kanan Bapa untuk memerintahsampai selama-lamanya. Kini Ia di surga untuk mengatur dan membimbing hidupkita selanjutnya di sini di dunia ini. Kita hidup saat ini dan di sini sungguhdiberkati oleh kemenangan salib Kristus. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga hidup kami sebagai pribadidan jemaat senantiasa diterangi dan dikuatkan oleh misteri salib suci-Mu yangmerupakan kemenangan yang mulia bagi kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra danRoh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Maria Ecclesia, Yohanes Don Bosco Subekti, Fatima Hutabarat dan Dhies Sonya dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Sirakh 27: 30 - 28: 9; Mazmur tg 103: 1-2.3-4.9-10.11-12; Roma 14: 7-9; Matius 18: 21-35.JIWA BESAR PENGAMPUN Renungan kita pada hari ini bertema: Jiwa Besar Pengampun. Ada sepasangsuami dan istri yang merayakan 25 tahun perkawinan dan banyak orang ikutmemeriahkan pesta tersebut. Mereka berdua menyampaikan sambutan di hadapanbanyak orang yang hadir dan sambutan itu dibawakan dalam bentuk mengobrol. Padasaat salah satu bertanya, yang lain siap menjawab. Ketika yang satu mencurahkanperasaannya, yang lain menunjukkan simpatinya. Kalau yang satu memberikan saranatau kritik, yang lain terbuka untuk menerimanya. Dari seluruh kesempatan sambutan itu, satu bagian yang mendapatkan aplausdengan tepuk tangan meriah semua hadirin ialah ketika mereka mengobrol tentangkesalahan masing-masing dan saling mengampuni. Suami berkata kepada istribegini: "Saya dari awal selalu mengampunimu, dan saya akan selalumelakukan itu." Sang istri juga menyambut dengan berkata: "Saya jugaakan selalu mengampunimu, karena aku sudah membuktikan bahwa mengampuni adalahbukan hal yang sulit untuk dilakukan." Pasangan itu sudah membuktikan bahwa masing-masingnya memiliki jiwa yangbesar sebagai seorang pengampun. Untuk menjadi seorang pengampun sejati,diperlukan iman yang besar dari sebuah jiwa yang besar, yang tidak diberikanoleh siapa pun kecuali oleh Tuhan yang maha pengampun. Kitab Putra Sirakh didalam bacaan pertama mengatakan tentang betapa pentingnya mengampuni kesalahansesama kita sebagai bentuk ketaatan kita kepada perintah Tuhan untukmengampuni. Perintah yang sama juga ditekankan oleh Yesus Kristus ketikamenguraikan perumpamaan yang dikisahkan di dalam Injil pada hari ini. Dengancara memberikan teladan untuk mengampuni, maka perintah-Nya kepada kita untukmengampuni merupakan suatu perintah yang sangat kuat. Perintah seperti iniadalah sama dengan keyakinan bahwa kalau kita bersama dengan Tuhan kitaselamat, namun tidak bersama Dia kita binasa. Untuk itulah Santo Paulusmenegaskan bahwa hidup dan mati kita di dalam Tuhan. Tuhan Yesus mengajarkan ungkapan jiwa yang besar dalam mengampuni, yaitudengan pernyataan dan tindakan yang sangat eksplisit. Orang yang berlaku jahatperlu melihat dan mengalami kalau kata-kata dan tindakan kita sungguhmengampuni. Pengampunan seperti ini tidak boleh diukur sampai berapa kali yaitusecara kuantitas, dan juga secara kualitas seperti batas kesabaran, kelelahan,kebosanan, dan menyerah. Yesus menangkap kecenderungan pembatasan ini ada padapara murid-Nya dan kita semua. Oleh karena itu, Ia menegaskan bahwa suatu jiwayang besar yang mengampuni ialah yang tidak memperhitungkan batasan baik jumlahmaupun kualitasnya. Hal ini disebutkan-Nya sebagai pengampunan 70 kali 7 kali. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, lembutkan hati kami supaya kami dapat mengampunitanpa batas. Apabila kami tidak kuat lagi mengampuni, berilah kami Roh-Mu uangmembuat kami mampu. Kemuliaan kepada Bapa ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Rica Yolanda dan Patrick Mario dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 10: 14-22a; Mazmur tg 116: 12-13.17-18; Lukas 6: 43-49.KEBAIKAN KELUAR DARI HATI YANG BAIK Renungan kita pada hari ini bertema: Kebaikan Keluar Dari Hati Yang Baik.Seorang bocah berusia enam tahun dapat menentukan pilihannya terhadap pemberianbapak dan ibunya. Pernah pada suatu kali, baik bapak maupun ibunya memberikandia oleh-oleh. Ia tersenyum pada ibunya dan dengan gembira menerima hadiahtersebut. Kemudian terjadi hal yang berbeda ketika ia datang kepada bapaknya.Ia hanya tersenyum sedikit, kemudian ia tidak mengambil hadiah dari bapaknyaitu. Ketika ia ditanya alasan ia tidak mengambil oleh-oleh dari bapaknya, bocahitu dengan polos mengatakan bahwa bapak sering marah-marah, sehingga baginyaoleh-oleh itu pasti tidak baik baginya. Anak ini tentu menganggap bahwa apayang diperbuat bapaknya adalah buah yang tidak baik seperti yang diajarkan olehYesus Kristus. Tanda buah yang baik ialah kalau seorang murid Kristusmengeluarkan yang baik dari hatinya yang baik. Yesus menggambarkan, dari semakduri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri orang tidak memetik buahanggur. Jadi kita dapat memahaminya, bahwa orang jahat mengeluarkan daridirinya kejahatan kata-kata dan tindakannya. Demikian sebaliknya, orang baikmengeluarkan dari dirinya kata-kata dan tindakan yang baik. Kita mengambil satu contoh kasus dalam hidup kita saat ini. Orang-orangmenggunakan media sosial untuk mengungkapkan isi hati dan pikirannya yangmenyebarkan kasih, menjalin persaudaraan, memperkuat persekutuan dan berbagipengetahuan. Sebagian orang memanfaatkannya untuk membatu pekerjaan danmenjalankan bisnis. Tapi sebagian orang yang lain justru menggunakan untukhal-hal destruktif, seperti fitnah, provokasi kekerasan, menyatakan marah danbenci, menyebarkan kebohongan, korupsi dan narkoba. Kita dapat membedakan secara umum dua kelompok orang melalui penggunaanmedia sosial ini, yaitu mereka yang menyimpan amarah, benci, iri dan dengkidalam hati sehingga yang terungkap dalam komunikasi media adalah semua hal yangjahat. Ini sungguh mengerikan dan meneror. Kelompok yang lain adalah merekayang cinta damai dan mau hidup dalam cinta kasih. Mereka menginspirasioptimisme agar hidup bersama kita menjadi lebih baik. Santo Paulus memberikan satu usulan untuk menghadapi persoalan ini, yaitusupaya mereka yang berbuah baik, tetap saja memberikan contoh-contoh yang baik.Mereka perlu menghindari kemalasan, kebosanan dan kegagalan dalam memberikanpengaruh yang baik, termasuk dalam penggunaan media sosial. Semakin banyakpengaruh yang baik, semakin baik pula hidup ini.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Bapa maha baik, penuhilah kami dengan rahmat dankarunia-Mu supaya kami senantiasa menghasilkan dalam diri kami buah-buah yangbaik melalui kata dan tindakan kami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh May Ann Rodrigo dan Ekatia dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 9: 16-19.22b-27; Mazmur tg 84: 3.4.5-6.12; Lukas 6: 39-42.TUJUAN MEMBENARKAN CARA Tema renungan kita pada hari iniialah: Tujuan Membenarkan Cara. Pernah ada pelatihan kepemimpinan bagi orangmuda Katolik yang diadakan di daerah pedesaan. Latihannya ialah melakukanperjalanan ke puncak bukit yang berjarak sekitar 4 kilometer. Peserta diwajibkanberjalan kaki dari tengah kampung menuju ke puncak bukit, dengan memilihberbagai jalan alternatif. Yang lebih dahulu mencapai puncak akan diberikanhadiah yang sudah disiapkan baginya. Ternyata ada yang membuatkegiatan pelatihan ini menjadi kurang berkesan baik. Beberapa peserta berbuatcurang. Mereka menyewa ojek sepeda motor agar dapat membawa mereka mencapaipuncak bukit. Lalu mereka menyatakan diri sebagai pemenang, dan mereka berpikirbahwa kecurangan mereka tidak diketahui siapa pun. Ternyata ada saksi mata yangtidak diketahui, yang mengklaim bahwa mereka bukanlah pemenangnya. Parapemenang sesungguhnya ialah mereka yang berjalan kaki, yang mencapai tujuansebagai nomor satu, dua, tiga dan seterusnya. Para pemenang yang curang tadiadalah mereka yang menghalalkan cara demi mencapai tujuan. Padahal menurutaturan pelatihan itu, untuk mencapai tujuan caranya sudah ditentukan. Jadi parapeserta seharusnya patuh kepada aturan itu, yaitu berjalan kaki sampai ketujuan di puncak bukit yang sudah disepakati. Maka di sini berlaku prinsip yangsudah kita kenal bersama, yaitu tujuan mensyaratkan cara yang benar dan yangdiminta, atau cara yang sesuai untuk mencapai tujuan. Firman Tuhan pada hari inimengajarkan kita untuk senantiasa patuh kepada aturan yang selalu kita sepakatibersama, yaitu tujuan memerlukan cara yang benar, atau cara yang disepakati danditetapkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Tuhan Yesus menegaskan bahwacara orang buta membimbing orang buta tidak mungkin akan mencapai tujuan. Caraseorang murid mencapai tujuan dengan tidak mengikuti atau meneladani gurunyaadalah cara yang tidak benar. Sikap munafik dalam menyelesaikan masalah denganhanya menyalahkan orang lain dan tanpa mengoreksi diri sendiri, adalah sikapyang tidak benar. Demikian juga Santo Paulusmengajarkan kita melalui suratnya kepada jemaat di Korintus, bahwa kitamelakukan kehendak Allah memang harus mengikut jalannya Allah, yaitu jalanTuhan Yesus Kristus. Kita tidak bisa mengarang-ngarang atau memaksakan kehendakkita sendiri. Paulus menuntaskan perutusan dari Tuhan dengan memberitakanInjil, sampai akhir hidupnya. Kita juga hendaknya menuntaskan tugas danpanggilan kita di dunia ini dengan mengikuti jalannya Tuhan Yesus Kristus.Barang siapa yang tidak memakai jalan atau cara yang dikehendaki Tuhan, ia akantersesat dan tidak sampai tujuan. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Allah mahamurah, kuatkanlah kami supayakami tidak tersesat di dalam jalan hidup kami, tetapi selalu mengikuti jalan-Muyang pasti untuk mencapai keselamatan. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Vita Jumiyati dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 8: 1b-7.11-13; Mazmur tg 139: 1-3.13-14ab.23-24; Lukas 6: 27-38.KASIH MENYEMPURNAKAN PENGETAHUAN Renungan kita pada hari inibertema: Kasih Menyempurnakan Pengetahuan. Ada seorang pemuda baru saja luluspendidikan Ilmu peternakan di Universitas ternama. Ia belum mendapatkanpekerjaan, sehingga mengisi waktu untuk membantu ayah dan ibunya yang bermata-pencahariansebagai peternak sapi dan kerbau di kampung. Tiga hari pertama ia menemaniorang tuanya beternak, tetapi setelah itu ia duduk saja di tempat rindang danmemandang dari kejauhan orang tuanya menggembala. “Saya mengerti tentangpeternakan, namun saya tidak sanggup bekerja mengikuti kawanan sapi dan kerbauke mana saja mereka merumput”, jawab pemuda itu ketika ditanya oleh seseorangyang lewat di situ. Kemudian ketika kedua orang tuanya ditanya oleh orang yangsama, apakah perbuatan anaknya yang baru lulus kuliah itu cukup dianggap wajaratau tidak, jawabannya ialah: “Kalau hewan piaraan digembalakan hanya denganpengetahuan dari bangku sekolah, hewan-hewan pasti cepat hilang dan mati.” Menggembalakan ternak denganmengikuti dan menemani ke mana saja mereka merumput, atau di lapangan rumputyang ditentukan oleh penggembala, adalah suatu tugas yang mulia. Yesus Kristusmenjelaskan panjang lebar di dalam Injil tentang Gembala Yang Baik, yangkeunggulannya ialah cinta kasih. Kemampuan cinta kasih terletak padasikap-sikap yang konkret dan praktis seperti keterlibatan, campur tangan,menemani, mendampingi, mengajar, dan membaharui. Dengan demikian, pengetahuanyang sudah dimiliki, menjadi sempurna karena diwujudkan di dalam praktek hidupyang nyata. Santo Yohanes Krisostomus adalahseorang pejabat Gereja yang memiliki keunggulan dalam teori dan praktek. Dalamsatu kotbahnya yang terkenal, ia berkata bahwa “Cinta kasih mempunyai salahsatu tugas yang penting, yaitu untuk menyempurnakan pengetahuan yang kitamiliki”. Karena pengetahuan itu umumnya baru sebatas teori atau refleksi, makamelalui perbuatan cinta kasih itu, pengetahuan dapat diungkapkan menjadiperbuatan. Bahkan Santo Paulus dengan keras mengingatkan bahwa kalau manusiahanya mengandalkan pengetahuan, ia gampang jatuh di dalam kesombongan. Cintakasih sangat diperlukan supaya kecenderugan kesombongan itu dapat dikontrol dandihilangkan. Kalimat kunci dari Yesus Kristustentang cinta kasih untuk menyempurnakan pengetahuan ialah: “Hendaklah kalianmurah hati sebagaimana Bapamu murah hati adanya”. Kemurahan hati itu akanmembuat orang-orang terdidik, berpengetahuan, berintelek, dan berkompeten dapatmenjadi penggerak roda kehidupan kita untuk dapat berputar menuju kemajuan yangberadab. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Allah, jadikanlah kami selaluorang-orang yang bermurah hati seperti Engkau, sehingga kami dapat ikutmembaharui dunia ini. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Madeline Meggie Kurniawan dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 7: 25-31; Mazmur tg 45: 11-12.14-17; Lukas 6: 20-26.DUNIA DAUN KELOR Tema renungan kita pada hari iniialah: Dunia Daun Kelor. Pernyataan tema ini adalah sebuah kiasan. Dunia yangbegitu besar, yang dipandang dari ke-empat kutubnya hanya dianggap sebesar daunkelor. Kita tahu bahwa daun kelor itu sebesar ujung permukaan jari-jari tanganmanusia. Memandang dunia sebesar daun kelor, jelas sebagai sebuah gaya bahasauntuk mengungkapkan suatu makna tertentu dalam hidup dan tingkah laku manusia. Karena orang-orang bergerak begitu beragam dan cepat, lalu ditambah dengan frekwensipertemuan satu sama lain yang banyak dalam satu konteks tertentu, dunia initerasa beigtu kecil. Misalnya pada jam 10 pagi, ada dua atau beberapa orangbertemu di suatu tempat di sudut kota, lalu pada jam 12:00 mereka bertemu lagidi salah satu sudut kota lainnya dalam sebuah konteks urusan yang lain. Bagimereka dunia itu terlalu kecil, bagaikan daun kelor. Dalam sudut pandang yang lain,dunia seperti daun kelor itu merupakan suatu ungkapan untuk menunjuk pada sikapmanusia yang minimalis terhadap kenyataan dunia yang amat besar dan beragampengaruhnya. Ada sebuah disiplin religius yang mengajarkan dan menganimasimanusia untuk hidup sederhana, hidup dengan suatu penyangkalan atas kemegahandan kekayaan dunia ini, bahkan suatu hidup yang tidak melekat dengan dunia ini. Di dalam jalan untuk mengikutiYesus Kristus, ajaran spiritualitas ini sungguh ingin menjadikan dunia itukecil seperti daun kelor. Ajarannya membimbing orang-orang beriman supayamencukupkan diri dengan apa yang dikaruniakan oleh Tuhan, yang sesuai denganbatas kemampuan sebagai manusia. Ajaran seperti ini ditekankan kembali olehSanto Paulus dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus, ketika iaberkata: “Orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah samasekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia ini seperti yang kita kenal sekarangakan berlalu.” Rahmat dan karunia Tuhan cukup bagi kita untuk bertahan di dunia ini. Jika kita mencukupkan diri kitadengan siapa yang ada di sekitar kitasecara nyata, dan apa yang dapat memberikan jaminan bagi kelangsungan hidupharian kita, menurut pandangan dunia, ini adalah sebuah kesederhanaan dankemiskinan. Tetapi Yesus menguatkan iman kita dengan mengatakan bahwa hidupseperti ini adalah sebuah kebahagiaan, dan kerajaan Allah adalah harta milikkita yang sesungguhnya. Tampaknya ini menunjukkan kelaparan, kesedihan,kekurangan, bahkan dianggap tidak laku atau tidak berguna, tetapi Tuhan Yesusmenegaskan bahwa cara hidup seperti ini sungguh menghadirkan kebahagiaan. Jadidunia daun kelor adalah jalan untuk kebahagiaan kita. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan yang maha murah, jadikanlah kamianak-anak-Mu yang rendah hati dan penuh kemurahan, supaya kami menjadi lebihterbuka dalam berbagi kepada orang lain. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yohanes Don Bosco Subekti dan Maria Ecclesia dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Roma 8: 28-30; Mazmur tg 13: 6ab.6cd; Matius 1: 1-16.18-23.KELAHIRAN YANG SPESIAL Tema renungan kita pada hari iniialah: Kelahiran Yang Spesial. Seluruh Gereja Katolik merayakan pesta kelahiranBunda Maria pada hari ini. Perayaan ini punya tradisi panjang dalam memberikanpenghormatan kepada Maria. Kita ingin mengenangkan kelahirannya dan mengenalgaris keturunannya. Di awal Injil Matius, adalah sebuah kesimpulan bahwa Mariayang melahirkan Yesus dan Yosef sebagai Bapak angkat sah Yesus, adalah keturuanDaud. Alasan paling pertama kitapestakan hari kelahiran Bunda Maria ialah karena ia dikaitkan dengan YesusKristus. Pikiran logis yang secara umum bisa kita terima ialah kalau memangYesus itu Tuhan yang mulia, Anak Allah, dan Penebus manusia, maka ibu yang melahirkanDia juga mesti seorang pribadi yang suci dan mulia. Jika kelahiran Putra Allah,Yesus Kristus, sangat dimeriahkan dan dikenang sepanjang zaman, maka kelahiranibunda-Nya juga mesti mendapat suatu kemeriahan dan kenangan yang sama. Alasan lain ialah menyangkutstatus Bunda Maria sebagia manusia yang penuh rahmat. Kalau kepenuhkan rahmatitu sudah ditetapkan Allah sejak pembuahan pertama di dalam rahim ibunya, ataulebih tepatnya terkandungnya Maria yang tanpa dosa di dalam rahim bundanya,Anna, maka proses berikutnya seperti berada di dalam kandungan selama 9 bulandan kemudian kelahiran juga penuh dengan rahmat. Kita merayakan kelahiran yangmulia Bunda Maria pada hari ini adalah sebagai perayaan kelanjutan peristiwayang penting terjadi pada dirinya, yaitu ia dikandung tanpa nosa dosa asal. Kalahiran yang spesial inimengingatkan kita pada sejumlah kelahiran juga spesial seperti yang dikisahkandalam kitab suci. Kita menyebutkan cukup tiga, sebelum Bunda Maria. Isakdilahirkan dari Abraham dan Sarah yang sudah lanjut usianya. Allah membuat keturunanitu amat spesial. Di dalam kitab hakim-hakim bab 13, dikisahkan tentang Simsonyang dilahirkan secara spesial karena Allah sudah merencanakan untuk memberikanpertolongan kepada bangsa Israel melalui peran yang akan diambil oleh Simson.Kemudian nabi Yesaya menyatakan dirinya bahwa ia sudah dibentuk spesial olehAllah sejak di dalam kandungan ibunya (49,5). Ini semua menggambarkan bahwasuatu kelahiran spesial harus merupakan pekerjaan Tuhan, kehendak Tuhan yangmenentukan. Bagi kita, partisipasi dandi-adopsinya kita menjadi putra-putri Allah melalui Yesus Kristus, jelasmembuat pribadi kita spesial. Ini berarti kelahiran kita juga spesial. Tidakmungkin satu pribadi dibuat spesial, sementara kelahirannya ke dunia luput dariperhitungan. Kita sebenarnya dilahirkan spesial, karena Tuhan juga memberikankita masing-masing panggilan hidup yang spesial. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Allah, semoga dengan Pesta kelahiran yangistimewa ini kami semakin bertumbuh menjadi anak-anak Bunda Maria yang setiaseperti Yesus Kristus, Tuhan kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Margareth Eviani dan Wilhelma Nadya Kristianna dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 5: 1-8; Mazmur tg 5: 5-6.7.12; Lukas 6: 6-11.GARA-GARA HARI SABAT Tema renungan kita pada hari iniialah: Gara-Gara Hari Sabat. Dalam teori psikologi komunikasi ada dua istilahyang berlawanan, yaitu sentripetal dan sentrifugal. Jika suatu hal yang dipakaiatau dibicarakan menjauhkan seorang dengan sesamanya baik secara fisik maupundalam pemahaman dan pemikiran, hal itu dinamakan sentrifugal. Sedangkaninstrumen yang dipakai atau hal yang dibicarakan itu menarik orang-orang untukberkumpul dan menciptakan kebersamaan, hal itu namakan sentripetal. Cara pandang seperti ini dapatkita pakai juga dalam memahami dan menghayati hari Sabat, yang menjadi salahsatu sumber konflik dalam karya Yesus Kristus di tengah orang-orangsebangsa-Nya, Israel. Terhadap konsep dan penghayatan hari Sabat itu sendiri, bagikaum farisi dan para ahli Taurat, itu merupakan sentripetal. Mereka tampaksangat kompak kalau hari Sabat itu dipandang sebagai sebuah aturan yang sudahbaku dan harus diikuti secara ketat. Sebaliknya, ketika konsep dan penghayatanmereka tentang hari Sabat dihadapkan dengan Yesus Kristus, kenyataannya menjadisentrifugal. Yesus tidak mungkin bersatudengan mereka dalam satu hal ini. Secara rohani mereka jauh satu sama lain,demikian juga secara jasmani terjadi suatu konflik sangat tajam dan akhirnyamemuncak pada hukuman mati kepada Yesus. Gara-gara hari Sabat itu, garis pembatastelah dibuat untuk memisahkan antara kaum lawan dengan institusi agamanya disatu pihak, Yesus Kristus dengan misi pendirian Kerajaan Allah di bumi di pihaklainnya. Gara-gara hari Sabat itu, kita yang terpilih untuk berada dalamnaungan Kerajaan-Nya Yesus, mendasarkan hidup iman kita bukan di atas hukummanusia dan adat istiadat warisan orang-orang yang tidak taat kepada Allah,tetapi di atas jalan Tuhan Yesus Kristus yaitu cinta kasih. Hukum hari Sabat memilikimotivasi yang sangat duniawi karena ada mafia dan persekongkolan orang-orangyang ingin memolitisasi agama, supaya mendapatkan keuntungan dari parapenganutnya. Tetapi para pengikut Kristus memiliki kesetiaan kepada Tuhan bukanberdasarkan hari-hari dan saat-saat beribadat. Mereka menunjukkan kesetiaan dankomitmen imannya dengan menjadi pribadi-pribadi yang semakin mantap dalammengasihi Tuhan dan mengasihi sesamanya dengan segenap hatinya. Kalau seorang pengikut Kristusmengasihi Tuhan dengan segenap hati, maka peribadatanya menjadi bagian daricinta kasihnya itu. Kalau ia mengasihi sesama dengan segenap hati, maka setiaptindakan kasih kepada sesama itu adalah sebuah ibadatnya yang konkret danhidup. Ia hidup sebagai manusia baru, yang tidak dibelenggu oleh ragi yanglama, tetapi ragi kemurnian dan kebenaran. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah, dengan bantuan firman-Mu semoga kamisemakin setia kepada-Mu, khususnya dalam semangat pembaruan diri kamiterus-menerus menuju kesempurnaan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Josephine Yuni Harnani, Patrick Maria, Elsinova Purba, dan Theodorus Kefi dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yehezkiel 33: 7-9; Mazmur tg 95: 1-2.6-7.8-9; Roma 13: 8-10; Matius 18: 15-20.SATU DALAM CINTA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Satu DalamCinta. Di dalam sebuah ruang keluarga, berkumpul seluruh anggota keluarga yangterdiri dari bapa, ibu dan ketiga anaknya yang berusia remaja. Ada juga duasepupu yang bergabung dengan mereka. Mereka bermain menyampaikan pesan yangbenar, yang telah diterima secara isyarat atau gerakan tubuh. Pesan itu dimulai dari bapa keluarga yang mendapatkansuatu pesan dalam bentuk tulisan tentang suatu kejadian atau seekor binatang.Ia menyampaikan pesan kepada istrinya dan semua anggota lainnya yang berdirisaling membelakangi, dalam bentuk gerakan tubuh. Kita dapat membayangkan betaparumit dan sulitnya untuk menerima pesan dan menyampaikannya dengan benar. Menurut salah seorang anaknya, kesulitan dalammenerima pesan dan menyampaikannya adalah suatu hal yang normal. Perbedaanpendapat dan tidak saling mengerti selalu terjadi di dalam keluarga, komunitas,Gereja dan masyarakat. Meskipun demikian, Tuhan tidak pernah berbeda pendapatdengan kita. Ia menerangi dan membimbing kita dengan Sabda-Nya yang mulia danbenar, namun pemahaman kita yang terbatas membuat kita sering berbeda pendapat. Pemilik sabda itu hanya satu, yaitu Tuhan. Sabdaitu berisi satu ajaran utama, yaitu cinta kasih, yang menjadi pokok untuk semuaajaran, aturan, nasihat, dan refleksi-refleksinya yang amat banyak. SantoPaulus yang terinspirasi oleh ajaran Yesus Kristus, berkata bahwa semua ajarantentang kebaikan dan kebenaran Tuhan tersimpul pada hukum yang utama ialahkasih kepada sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Salah satu fungsi kasih yang utama ialahmempersatukan. Orang yang berbuat atas nama cinta kasih melalui pengorbanan dankerja keras tetapi tidak membangun persatuan, tidak berbuat kasih. Sebuahperbuatan kasih dilarang merusak perbedaan-perbedaan yang ada dengan memecahbelah dan menciptakan konflik. Perbuatan kasih sangat menghargai perbedaan danmendorong supaya dapat tercipta persekutuan dan kebersamaan di antara kita. Bacaan-bacaan kita pada hari ini mendorong supayadengan kekuatan cinta kasih itu kita dapat mengatasi kesalahan dan kekurangandi antara kita, bukan dengan kutukan atau hukuman. Kita harus dapat mendekatkansatu sama lain, terutama di antara pihak-pihak yang berselisih atau konflikagar saling berkomunikasi atas permasalahan yang menimpa mereka. Pendekatan ituialah adanya koreksi persaudaraan yang mengutamakan saling menghormati. Suatukoreksi persaudaraan perlu diusahakan agar tidak menimbulkan sakit hati danperpecahan atau konflik yang berlanjut, tetapi membawa damai dan suka cita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Bapa, melalui perayaan hari Minggu ini, kuduskanlah kamidengan berkat dan kasih-Mu sehingga kami dapat selalu hidup di dalam kasih-Muitu. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Demmy Anggi dan Eka Tia dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 4: 6b-15; Mazmur tg 145: 17-18.19-20.21: Lukas 6: 1-5.BERSEMANGAT MERAYAKAN HARI TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Bersemangat Merayakan Hari Tuhan.Kita menjalankan perintah Allah “Kuduskanlah hari Tuhan" bermaksud untukmengenang dan merayakan kebaikan Tuhan dan karya-Nya yang menciptakan danmenebus manusia. Kita mempunyai satu hari yang dikhususkan untuk itu. Kitamengenalnya sebagai hari minggu. Kegiatan utamanya ialah beribadat bersama umatdi stasi, paroki dan keuskupan dalam perayaan Ekaristi kudus. Pekerjaan rutindihentikan dan kita fokus pada perayaan yang spesial tersebut. Di sini semangat merayakan hari Tuhan yang telah ditetapkan itu harusdiutamakan. Caranya ialah dengan selalu bersemangat dan berdevosi dalammerayakannya. Kebiasaan baik dan spiritualitasnya dihidupi sebagaimanaharusnya, maka tuntutan kewajiban hari minggu merupakan cara hidup Gereja yangstandar untuk dilakukan para anggotanya. Dahulu, kewajiban ini bukan pada hariMinggu, tetapi sabat, yaitu hari yang ditetapkan untuk ibadat orang Yahudi,yang cenderung dijalankan dengan berlebihan. Mereka berani menegur murid-muridYesus dan juga Yesus sendiri yang tidak mengikuti kewajiban itu. Bagi kita, kewajiban hari minggu itu ada benarnya. Sebab kalau sebagaikegiatan biasa bahkan dianggap sekedar pilihan bagi masing-masing anggotaGereja, maka hilang maknanya sebagai hukum Tuhan. Akibatnya tentu saja dapatdilihat pada banyaknya dan dengan gampang gereja-gereja menjadi kosong. Akibatyang lebih jelek ialah menghilangnya pemeliharaan jiwa-jiwa orang beriman.Paroki di kampung mempunyai umat yang umumnya para petani, nelayan danpeternak. Pada setiap hari minggu, mereka menjalankan kewajiban hari minggusebagai kegiatan pertama dan utama. Setelah itu mereka baru dapat melakukanpekerjaan lain seperti bertani, memberi makan ternak, memperbaiki saluran sawahyang tersumbat atau menarik pukat ikan di laut. Ada banyak contoh lain oleh orang-orang yang berbeda dan di tempat yangberbeda-beda pula, yang menunjukkan betapa kepatuhan akan kewajiban hari Tuhanitu tak bisa digantikan. Namun, seperti disinggung tadi soal pelaksanaannyayang berlebihan dengan gaya orang Farisi, tentu harus kita hindari. Contoh,pada hari Minggu terjadi kebakaran di rumah Anda sendiri. Sangat benar danmenjadi tindakan pertama ialah urusan rumah dan keluarga yang harus dilakukan,meski mungkin ibadat hari minggu ditinggalkan dahulu. Jadi dalam hal-halterkait dengan pelayanan kemanusiaan, kelayakan dan keselamatan pribadimanusia, hari minggu itu sendiri justru harus diungkapkan secara nyata untukpelayanan bagi orang-orang yang sangat memerlukan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Demi kemuliaan dan kebesaran-Mu, ya Tuhan, kami membaktikandiri kami untuk menjadi setia dalam beribadat kepada-Mu. Semoga Roh-Musenantiasa membimbing kami untuk membuat ibadat-ibadat yang nyata untukmenjawab kebutuhan-kebutuhan kemanusiaan di dunia ini. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Theodorus Pehang dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 4: 1-5; Mazmur tg 37: 3-6.27-28.39-40; Lukas 5: 33-39.ESENSI BERPUASA Tema renungan kita pada hari iniialah: Esensi Berpuasa. Agustinus adalah seorang bapak keluarga bagi istri danketiga anak yang berusia remaja. Mereka sudah tahu jelas bahwa setiap harijumat bapak mereka berpuasa. Ia bukan saja tidak makan apa pun kecuali minumair, tetapi juga tidak dicari atau dikejar-kejar karena suatu urusan tertentu.Urusan-urusan terkait rumah dan relasi dengan siapa pun, sedapat mungkinditangani oleh istri dan anak-anak. Puasa jumat bari Agustinus ialah sebuahkehadiran tetapi sebenarnya ketidakhadiran. Ketika tetangga ingin bertemu,mereka yakin bahwa di rumah itu ada Agus, karena mereka sempat melihatnya adadi rumah. Tetapi saat ditanyakan kepada istri dan anak-anak, jawaban yangselalu didapatkan ialah bahwa Agustinus tidak ada. Singkatnya, Agustinussungguh ingin praktikkan bahwa puasa adalah saat seseorang membuat suatu“ketiadaan” sehingga orang-orang di sekitarnya menjadi tahu bahwa dirinyamemang sedang tidak ada. Dirinya sedang berpuasa. Pemahaman tentang ketiadaandengan berpuasa inilah yang hendak diajarkan Yesus kepada orang-orang yangtidak mengerti tentang esensi berpuasa. Yesus berkata bahwa ketika diri-Nyakelihatan dan berada bersama umat dan murid-murid, hendaknya mereka tidak perluberpuasa. Nanti ketika Ia sudah tidak ada lagi bersama mereka, barulah merekaberpuasa. Sementara ketika sedang ada sebuah kehadiran di mana orang-orangberinteraksi, bekerja sama, saling melengkapi, dan membangun kebersamaan,esensinya ialah sebuah pesta kehidupan. Dalam suasana ini, orang-orang tidakdalam posisi mengalami absensi atau ketiadaan. Pada kenyataannya, setiap kalikita berpuasa kita memang menciptakan ketidak-adaan dan rela menikmatinya.Misalnya orang tidak makan dan minum, berarti ia tidak mengalami kehadiranmakanan dan minuman pada saat-saat berpuasanya. Orang yang berpuasa dan berpantangrokok dan minuman beralkohol, berarti ia mengalami ketiadaan uang belanja rokokdan minuman. Orang berpuasa belanja barang-barang kesukaan untuk memanjakandirinya, berarti ia ciptakan sikap untuk tidak mengalokasikan dana belanjakesukaannya tersebut. Di dalam praktik hidup rohani,orang yang berpuasa diminta untuk meniadakan kebutuhan atau kepentinganduniawi, supaya jiwanya tidak terkontaminasi dengan pengaruh-pengaruhnya, laluhanya berkonsentrasi pada relasi yang mesrah dengan Tuhan. Ini adalah esensipuasa. Dengan demikian, benarlah apa yang dikatakan Santo Paulus dalam suratpertamanya kepada jemaat di Korintus, “Tuhan akan memperlihatkan apa yangdirencanakan di dalam hati”. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kasih, pandanglah kami denganbelas kasih-Mu supaya kami dapat membarui semangat iman kami dari kepura-puraanatau tidak acuh, menjadi ketulusan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Madeline Meggie Kurniawan dan Rachel Dermawan Permadi dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 3: 18-23; Mazmur tg 24: 1-2.3-4ab.5-6; Lukas 5: 1-11.HAK MILIK Renungan kita pada hari inibertema: Hak Milik. Seorang mengakui dan menyatakan hak miliknya pertama-tamaialah dirinya sendiri. Kalau menggaruk kepala atau tubuhnya yang gatal, sangatwajar karena itu adalah miliknya. Kalau memandikan dan mempercantik diri, harusdemikian karena itu adalah miliknya. Memakai pakaian warna yang dipilih danukuran yang agak longgar, memang demikian karena itu adalah untuk dirinyasendiri. Singkatnya, kepemilikan pada diri sendiri adalah salah satu hak asasimanusia. Keluar dari diri pribadi itu,seorang masih terus mengakui lingkungan dan keadaan di sekitarnya juga sebagaimiliknya. Kursi tempat ia duduk, kamarnya, tempat tidur, pakaiannya danbarang-barang pribadi lainnya, semua itu adalah miliknya. Pasangan hidupnya,anak-anak, teman, rekan kerja, bawahan, keluarga, komunitas, kampung, kota, dannegara, sudah tentu adalah miliknya. Yang teringgi untuk diakui sebagaimiliknya sangat mungkin ialah Tuhan, sehingga seseorang dengan keyakinan dapatberdoa: Ya Tuhanku, atau Ya Yesusku. Mengapa kita perlu membuat suatupengakuan dan pernyataan begitu meyakinkan akan sebuah hak milik? Sudahdikatakan tadi bahwa itu adalah bagian dari hak asasi yang kodrati. Alasan lainyang mungkin kurang disadari banyak orang ialah karena manusia ingin menjadibagian dari pihak atau keadaan tertentu, yang karena menjadi bagian itu ia akanmerasa dikuatkan dan mengalami kepenuhan hidup. Bisa dibayangkan, jikaseseorang melepaskan semua hak milik itu dan memutuskan tidak lagi memilikiapa-apa, ia pasti menjadi seorang manusia yang sangat merana, tidak ada kekuatandalam hidup. Itu adalah cara pandang secaraumum dan sangat sesuai ukuran dunia ini. Tuhan berkehendak untuk melampauikepemilikan semacam ini, yaitu suatu kepemilikan yang tidak terikat sepenuhnyadengan dunia. Kepemilikan dari Tuhan ialah sebuah kepemilikkan surgawi. Intinyaialah, jika yang dimiliki manusia ialah hanya Tuhan, itu berarti ia memilikisemua yang dimiliki Tuhan. Maka bacaan pertama dari Surat Paulus yang pertamakepada jemaat di Korintus mengatakan bahwa semua yang kita miliki adalah milikKristus, dan Kristus itu adalah milik Allah. Jadi kita semua bersama Kristusadalah milik Allah. Yang menjadi sangat menarik ialahketika Yesus meminta kita untuk menjadi murid-murid-Nya, syaratnya ialah kitaharus meninggalkan segala sesuatu yang menjadi milik kita. Padahal segalasesuatu itu juga milik Tuhan. Ini sebenarnya berarti, kita meninggalkan segalasesuatu, yang kemudian kita miliki ialah Tuhan sendiri, dan Tuhan sesungguhnyamemiliki segala sesuatu yang telah kita tinggalkan. Jadi sebenarnya, setiap dansemua yang ada adalah milik Tuhan dan harus kita pakai sebagai milik Tuhan yangtidak boleh dirusak atau dihilangkan.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, jadikanlah kami penjaga danpemelihara segala yang menjadi milik-Mu. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yohanes Don Bosco Subekti dan Maria Ecclesia dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 3: 1-9; Mazmur tg 33: 12-13.14-15.20-21; Lukas 4: 38-44.JASA PERANTARA Tema renungan kita pada hari iniialah: Jasa Perantara. Ada seorang murid SD ditanya oleh gurunya: “Kepada siapakamu sampaikan keluhan dan kesulitanmu?” Anak itu spontan menjawab: “KepadaPapa dan Ibuku”. Lalu guru melanjutkan, “Kepada siapa Papa dan Ibumu sampaikankeluhan dan kesulitan?” Anak juga spontan menjawab: “Kepada Yesus.” Guru masihterus bertanya: “Mengapa kamu tidak sampaikan langsung kepada Yesus?” Anak itujuga semangat menjawab: “Karena saya tidak melihat langsung Yesus.” Meski ia tidak melihat Yesusdengan langsung, ia melihatnya dalam diri kedua orang tuanya. Keluhan dankesulitan yang disampaikan kepada Papa dan Ibunya, itu diteruskan kepada Yesus.Sering kita memang perlu melalui orang lain supaya kita bisa mengenal Tuhan,baru kita bisa datang kepada-Nya. Orang tua mengajarkan kita beriman yangbenar. Orang dewasa lain mengajarkan cara berdoa dan bersyukur. Temanmengajarkan bagaimana membaca kitab suci dengan baik. Guru menerangkan tentangtata liturgi yang benar untuk diikuti. Ada perantara yang berperan untukdatangnya rahmat Tuhan kepada kita. Pengalaman menjadi perantara itu dibuatoleh para rasul, terutama Simon Petrus, sehingga ibu mertuanya dapatdisembuhkan oleh Tuhan. Masih ada banyak contoh lain tentang peran perantarayang membantu dan melayani. Paulus menyatakan dirinya sebagai perantara,demikian juga Apolos dan pribadi-pribadi lain, yang bekerja untuk satu tujuanialah membuat semua orang tahu, mengerti, mengenal dan mengikuti Kristus. Bahkan kalau tugas perantaramenjadi sangat menantang ialah ketika seseorang berkarakter tegas sepertiPaulus, mau supaya orang-orang lain yang ingin mengenal Tuhan harus memilikisatu standar disiplin yang dipatuhi. Tugas ini mungkin yang paling sulit bagipara orang tua, guru, katekis, pejabat publik, pimpinan dan bahkan seorangsahabat dan saudara. Mereka masing-masing dapat menjadi perantara kuasa danrahmat Tuhan, tetapi ketika menghadapi orang-orang di sekitar mereka atau yangberada di bawah tanggung jawabnya, mereka sungguh diuji kemampuannya kalaumurid-murid, anak-anak, teman, atau saudara tidak begitu lancar dan mudahmenerima. Tidak semua orang seperti ibumertua Petrus yang menerima dengan tenang dan kemudian bersemangat melayaniYesus. Justeru ada banyak orang yang keras kepala seperti para pendengarPaulus. Mungkin jauh lebih banyak yang setelah mendapatkan kebaikan, tidak menyampaikanterima kasih. Masih banyak juga yang berkata “ya” tentang imannya, tetapi tidakdapat wujudkan di dalam praktek hidupnya. Justru itulah Yesus mengatakan kalaukepada merekalah Ia diutus, lalu Anda dan saya tetap menjadi perantara Yesuskepada mereka. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa...Ya Yesus Kristus, jadikanlah kami penyambungsuara dan tindakan-Mu kepada orang lain. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra danRoh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Afnita Laura Carolina dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 2: 10b-16; Mazmur tg 145: 8-9.10-11.12-13ab.13cd-14; Lukas 4: 31-37.MANUSIA ROHANI Tema renungan kita pada hari iniialah: Manusia Rohani. Ada beberapa mahasiswa non Katolik yang ikut dalamrombongan wisata rohani ke salah satu daerah pelosok Indonesia. Padahal semuatempat ziarah adalah pusat devosi Katolik. Mereka meski merasa dirinya di luarkonteks, mereka percaya diri untuk bergabung. Yang non Katolik tentu banyakbertanya tentang iman Katolik, dan hal ini wajar. Yang menjadi susah kalauterlalu banyak pertanyaan, mereka yangKatolik menjadi susah menjawabnya. Akhirnya daripada terlibat dalamperasaan tidak nyaman di antara mereka, seorang pemuda non Katolik berkata:“Kami menyadari sebagai manusia dengan kualitas rohani yang kurang, yangmembuat cara pandang kami sangat terbatas”. Dengan pengakuan diri yang rendahhati itu, maka kekuatiran akan rasa tidak nyaman perlahan berkurang dan merekayang non Katolik dapat mengikuti seluruh proses ziarah dengan tenang. Kita perlu secara jujur mengakuibahwa ketika sedang sibuk dengan segala urusan dari pagi hingga beranjakkembali ke tempat tidur di malam hari, banyak sekali pengalaman dan situasiyang membuat diri kita lebur dalam aneka cara duniawi. Hal ini sangat beralasanuntuk menjadikan kita berbuat, berpikir, merasakan seperti yang dunia inginkan.Baru setelah ada kesempatan untuk pemeriksaan batin dan kesadaran, misalnyasebelum tidur, kita sungguh menyadari bahwa ternyata dalam satu hari, porsikerohanian yang masuk dan menguasai diri kita sangat kurang. Jika orang-orang Katolikdiwajibkan untuk menghadiri Misa setiap hari minggu, ada benarnya. Merekahendaknya melepaskan diri dari sekedar suatu kewajiban atau didorong olehmotivasi-motivasi lain. Motivasi sebenarnya ialah tindakan untuk membaharuidiri terus-menerus, sehingga di dalam dirinya tercipta satu pribadi manusiarohani yang menerima Kristus, dan untuk selanjutnya di dalam seminggu ke depanmereka hidup bersama Kristus. Inilahyang dimaksud dengan manusia rohani yang ditekankan oleh Santo Paulus dalambacaan pertama, surat pertama kepada jemaat di Korintus (2,10b-16). Menjadi seorang manusia rohaniperlu menjadi mimpi setiap pengikut Kristus. Melalui kemampuan rohani yangcukup, kita bisa berbuat seperti Yesus Kristus, antara lain ikut mengusir rohjahat yang selalu mengancam kehidupan kita. Manakalah pribadi-pribadi dengankualitas rohani yang memadai, bau dan cahayanya dapat menarik orang lainkepadanya, untuk juga berusaha maju dalam hidup rohaninya. Bahkan roh jahatsudah langsung mengetahui bahwa kualitas orang-orang rohani jauh lebih tinggitingkatnya dibandingkan kekuatan jahatnya yang hebat.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah, kuatkanlah iman kami supaya kamidapat melawan segala kuasa jahat di sekitar kami. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Elisabeth Eka Andrearini dan Yohanes Catur Lastiatama dari Saint Peter's School Kelapa Gading Jakarta Utara di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 2: 1-5; Mazmur tg 119: 97.98.99.100.101.102; Lukas 16-30.KABAR BAIK BAGI ORANG MISKIN Renungan kita pada hari ini bertema: Kabar Baik Bagi Orang Miskin. Orangmiskin di dalam kitab suci punya makna luas dan bukan dalam arti sempit yaituorang yang tak punya apa-apa, misalnya kebutuhan pokok untuk hidup sehari-harisangat kurang. Ada tiga kategori untuk orang miskin menurut kitab suci, yaitupara janda, para yatim piatu dan orang-orang asing. Ada seorang anak desa kelas5 SD ketika mendengar ciri orang miskin begini, ia dengan berani menanggapinya,bahwa keluarganya tidak miskin. Tidak ada janda, yatim piatu dan orang asing didalam keluarga inti dan keluarga besarnya. Ia menganggap keluarganya bukankeluarga miskin. Tetapi saat ini kita semua tahu bahwa kemiskinan di dalam dunia ini adalahsuatu kenyataan yang kompleks, yang meliputi jasmani, rohani, sosial, danpolitik. Yesus Kristus membawa misi dari Bapa untuk membebaskan setiap manusiayang berada dalam kemiskinan seperti ini. Ketika ia berkotbah di dalam sinagogadi tempat asal-Nya itu, ia berkata bahwa misi-Nya terlaksana pada saat firmanitu disampaikan. Para pendengar-Nya saat itu adalah orang-orang kaya danberkuasa, karena hanya mereka yang punya akses ke rumah ibadat. Jadi merekapasti tersinggung. Jika ada orang miskin di situ, mereka pasti terhibur. Mereka yang miskin dan yang terbuka hatinya kepada Tuhan, Sabda Tuhan itumenjadi oase bagi kekeringan jiwa mereka akan belas kasih dan berkat Tuhan.Mereka tentu melihat dan mendengarkan Yesus sebagai saat pembebasan. Yesussangat lantang dan langsung menempatkan diri-Nya di pihak mereka. Merekamenyadari diri sebagai orang miskin, dan melalui pengalaman dengan Yesus,mereka mendapatkan pengharapan, bukan hanya untuk suatu pembebasan di duniaini, tapi terutama suatu jaminan keselamatan hidup setelah kematian. Sedangkan bagi mereka yang berkuasa, kaya dan pandai, firman Allah itubagaikan pukulan yang memalukan dan mengancam hidup mereka yang nyaman. Merekamenolak dan berencana untuk menghancurkan Yesus. Biasanya reaksi akan suatutindakan baik, benar dan adil seperti ini bukan sekedar dilatari oleh paham dankeyakinan yang berbeda, tetapi terutama karena dosa dan kejahatan merekadiketahui. Mereka kedapatan berdosa di hadapan Tuhan. Kita memiliki aneka kekurangan yang membuat kita miskin, dan pasti kitamembutuhkan warta pembebasan dari Yesus. Prinsipnya, kita tidak boleh menolakDia bahkan mempunyai rencana jahat terhadap-Nya, tetapi kita mesti menerima Diadengan penuh suka cita. Kiranya setiap kali mendengarkan firman Tuhan, katakanpada diri Anda bahwa: pada hari ini genaplah sabda kitab suci pada saat sayamendengarkannya. Itu adalah sabda pembebasan bagi Anda. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga melalui firman-Mu pada hariini, kami semakin mencintai setiap firman yang disampaikan kepada kami, yangdapat memberikan kami suka cita pembebasan dan keselamatan. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Seren Regina Wilhelmina Bupu Mame dari Gereja Santo Albertus Agung, Paroki Harapan Indah Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yeremia 20: 7-9; Mazmur tg 63: 2.3-4.5-6.8-9; Roma 12: 1-2; Matius 16: 21-27.TANTANGAN PENYANGKALAN DIRI Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-22 ini ialah: TantanganPenyangkalan Diri. Kita semua pengikut Kristus selalu mendengar, mengucapkandan melakukan tindakan penyangkalan diri. Hal ini terjadi juga dengan dua anak,kakak dan adik, yang masih sekolah di sekolah dasar, kelas enam dan empat.Mereka dilatih untuk membereskan tempat tidurnya setelah bangun. Mereka sering merasa bosan atau malas untuk melakukannya. Suasana bangunpagi sangat tidak menyenangkan untuk bekerja membereskan tempat tidur.Namun orang tua dengan sabar dan tekunmembimbing supaya kedua anak itu dapat mengalahkan rasa bosan dan malasnya.Sang kakak ikut memotivasi adiknya supaya mereka berusaha terus membereskantempat tidurnya masing-masing, dan ketika kebiasaan itu sudah rutin, merekatidak lagi bosan dan malas. Upaya mengalahkan rasa bosan dan malas serta ketekunan dalam mewujudkanupaya tersebut merupakan contoh penyangkalan diri. Inti setiap tindakanpenyangkalan diri ialah pengontrolan atau penyangkalan atas keinginan pribadiatau suatu kesenangan tertentu. Maksud penyangkalan ini ialah demi menjalankandan mencapai suatu tujuan lain yang bukan menjadi kehendak diri sendiri.Kehendak yang lain itu memberikan suatu harapan yang tinggi dan lebih bagusuntuk dicapai, meskipun harus melalui cara dan proses yang sulit. Semua bentuk cara penyangkalan diri yang kita lakukan di dunia ini mendapatsumber kekuatan dan inspirasinya dari Tuhan Yesus Kristus. Pada hari ini Iamengajarkan kita bahwa penyangkalan diri adalah cara satu-satunya yang kitapakai untuk mengikuti-Nya. Jalan Yesus adalah jalan salib dan kita dituntutuntuk dapat memanggul salib kita masing-masing agar kita menjadi seiring danseperjuangan dengan Yesus Kristus. Salib adalah tanda kesulitan dan penderitaanyang perlu kita nikmati dan pikul. Kita tidak boleh membuangnya. Nabi Yeremia menerangkan bahwa penyangkalan diri patut kita lakukan denganmengalahkan godaan untuk meniadakan firman Tuhan. Ketika kita mendengar Sabdayang tegas dan menuntut, hendaknya kita tidak boleh menghindarinya. SantoPaulus juga mengajarkan kita untuk membuat penyangkalan diri denganmempersembahkan tubuh kita, dan bukan hanya jiwa serta roh kita. Tubuh kitatidak boleh menjadi penjara bagi roh dan jiwa kita. Tubuh yang lelah dan sakit,kita tidak dapat berdoa dan melayani atas nama Tuhan. Jika mata, telinga dansentuhan kita tidak difungsikan dengan benar, kita mudah jatuh ke dalam dosa. Sesungguhnya, kita masih belum mantap dan konsisten dalam penyangkalan diridemi menjadi murid Yesus yang sejati. Semua bentuk pengorbanan menjaditantangan bagi kita. Kita harus menjalaninya dan tidak ada jalan mundur. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan semoga dengan perayaan hari ini, kami menjadisemakin menyatu dengan salib Putra-Mu dan rela memanggul salib kamimasing-masing. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Theresia Keneka Muli dan Mateus Nong Mus dari Paroki Harapan Indah Bekasi, Gereja Santo Albertus Agung di Keuskupan Agung Jakarta. Yesaya 38: 1-6.21-22.7-8; Mazmur tg: Yes 38: 10.11.12abc.16; Matius 12: 1-8.ANTARA BELAS KASIH DAN PERSEMBAHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Antara Belas Kasih dan Persembahan.Ada banyak umat Katolik sudah tidak lagi melakukan pengakuan dosa. Hal initerwakili oleh seorang pemuda yang berbicara dengan pastor parokinya, bahwa iasendiri dan teman-teman tidak menganggap penting untuk melakukan pengakuan dosakepada seorang imam Katolik. Pemuda itu memberikan alasannya, bahwa pengakuandosa langsung kepada Tuhan sudah cukup dan terjamin aman. Pengakuan dosamelalui imam justru tidak masuk di akalnya. Pengakuan dosa merupakan suatu perbuatan yang bukan sekedar berdoa kepadaTuhan untuk menyampaikan dosa-dosa dan meminta pengampunan, tetapi yang menjadiintinya ialah terjadi rekonsiliasi dan pertobatan. Doa mohon pengampunan itubukan sebuah sakramen tobat. Doa ini sama dengan semua jenis persembahan yangkita lakukan, yaitu memberikan sesuatu sebagai bukti iman dan kasih kita kepadaTuhan. Ini sama dengan memberikan sesuatu kepada orang yang kita kasihi untukmenghormati dan menyenangkannya. Persembahan itu semata-mata perbuatan manusia, maka sangat bergantung padakehendak bebas, pilihan atau selera masing-masing orang. Sering persembahan itudiatur atau dilembagakan demi memenuhi keinginan pihak penguasa atau parapemimpin, maka dibuatlah aturannya. Ada jumlah yang mesti dipenuhi, misalnyaderma harus sepersepuluh dari penghasilan. Korban bakaran dan sembelihan harusberjumlah sekian dan kondisi hewan persembahan itu cacat atau tidak dansebagainya. Tuhan Yesus Kristus menggantikan semuanya itu dengan persembahan diri-Nyasendiri. Yang dibuat oleh Tuhan ini adalah perbuatan Tuhan bagi kita manusia,yang bukan sebagai persembahan tetapi sebagai belas kasih. Tuhan mengasihi kitadengan mengorbankan diri-Nya. Bapa Allah berbelas kasih dan sangat menyayangikita manusia maka Ia memberikan Anak-Nya sendiri bagi kita. Perbuatan Yesusdalam berbelas kasih ialah menolong dan menyelamatkan kita manusia dari segalabentuk perbudakan dosa, kejahatan dan kematian. Belas kasih dari Tuhan dan kewajiban kita untuk melakukannya, merupakansebuah ibadat yang melebihi hari sabat dan persembahan lainnya ketika nasibhidup manusia sangat menuntut untuk diperhatikan. Inilah yang ingin Yesusperbaiki, ketika belas kasih diremehkan atau bahkan ditiadakan, sementarapersembahan dan hari sabat dipatuhi secara berlebihan. Bagi kita umat beriman,persembahan dan ibadat tidak perlu dihilangkan dari hidup kita, artinya kitatetap memerlukannya. Tetapi pada saat belas kasih itu diperlukan, kita tidakboleh menggantikannya dengan sekedar mempersembahkan doa-doa kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Kuatkanlah dan penuhilah kami dengan kuasa-Mu ya Allah,supaya kami dapat memberikan yang sesungguhnya sebagai belas kasih dan sebagai persembahan di dalam penghayatan iman kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Petrus Kanisius Kebaowolo dan Elisabeth Welan dari Paroki Karawaci, Gereja Santo Agustinus di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Hosea 11: 1b.3-4.8c-9; Mazmur tg 80: 2ac.3b.15-16; Matius 10: 7-15.MENERIMA DENGAN CUMA-CUMA, MEMBERI JUGA CUMA-CUMA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Menerima Dengan Cuma-Cuma, MemberiJuga Cuma-Cuma. Ada seorang bocah kelas 5 SD bertanya kepada ibunya: "Ma,mana yang duluan, memberi atau menerima?" Ibunya langsung menjawab,"Yang jelas memberi." Kata anak itu, "Kalau begitu berikan akuuang untuk membeli mainan." Kita semua sepatutnya setuju bahwa memberimemang yang pertama, karena hal ini adalah tindakan Tuhan terhadap kita. Hidupkita sebagai manusia dan karunia iman yang kita miliki adalah pemberian Tuhan. Di dalam Injil hari ini, tugas perutusan Yesus kepada para rasul ialahuntuk memberi, yaitu membawa nama Yesus kepada setiap orang dan menghadirkankerajaan-Nya untuk menyejahterakan mereka jiwa dan raga. Lalu pesan Yesuskepada mereka: Kalian telah menerima semua dari-Ku sebagai karunia cuma-cuma.Maka ketika kalian memberikan semua itu, harus juga dengan cuma-cuma. Contoh,para rasul mendapatkan pengetahuan tentang Allah dan rahasia-Nya secara gratis,maka mereka hendaknya mewartakan itu dengan gratis pula. Mereka tidak bolehmengambil keuntungan apa pun kegiatan pewartaan itu. Rahmat dan karunia yang gratis ini sejak dahulu sebelum zamannya pararasul, telah dialami oleh bangsa Israel yang mendapat segala perbuatan baikAllah yang membela, memelihara dan membesarkan mereka. Bahkan, menurut NabiAmos, ketika bangsa ini sangat menderita sebagai tawanan di Babel, Tuhan Allahjuga berbelas kasih kepada mereka. Tuhan mengangkat semua bentuk hukuman kepadamereka dan kembali mengasihani mereka. Oleh karena itu mereka harus mengikuticontoh dari Tuhan untuk selalu berbuat baik pertama-tama di antara mereka dankemudian kepada bangsa-bangsa lain. Menerima cuma-cuma dan memberi juga cuma-cuma merupakan cara kita meniruTuhan Yesus. Kita juga meniru Bunda Maria, Santo Yusuf, para rasul, santoPaulus, Yohanes Pembaptis dan semua orang kudus lainnya. Orang tua kita sendirijuga telah menjalani gaya hidup ini, karena mereka memberikan segala sesuatudemi kita masing-masing dan tak pernah mereka meminta balasan atau bayaran.Justru yang sangat tidak terpuji ialah jika ada anak-anak yang mestinyamembalas orang tua dengan menyenangkan mereka, tetapi sebaliknya menyusahkanbahkan menyakiti mereka sampai kematian mereka. Jadi pesan bijaksana hari ini adalah: kita hendaknya tetap dalam jalanYesus Kristus, yaitu karena kita telah menerima begitu banyak dan cuma-cumadari mana pun dan siapa pun, maka kita harus memberi dengan cuma-cuma juga.Jangan sampai terjadi bahwa kita hanya ingin untuk diberi dan dilayani sesuaidengan keinginan kita, sementara itu kita membatasi diri untuk memberi apa yangseharusnya dapat kita berikan kepada Tuhan dan sesama kita.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan dan Allah kami, kuatkanlah kami dengan Roh-Mu,yaitu semangat dalam pelayanan yang tanpa pamrih, sehingga berkat-Mu menjadinyata bagi kami. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Kris Waleng dan Welin Duan dari Gereja St. Fransiskus Xaverius, Paroki Tanjung Priok di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Amos 5: 14-15.21-24; Mazmur tg 50: 7.8-9.10-11.12-13.16bc-17; Matius 8: 28-34.HARGA SEBUAHPEMBEBASAN Renungan kita pada hari ini bertema: Harga Sebuah Pembebasan. Suatutindakan pembebasan memerlukan kekuatan fisik, mental dan rohani. Misalnyapembebasan lahan yang dikuasai pihak yang tak berhak atas tanah itu memerlukandukungan sekuriti dan penegakan hukum. Pembebasan dari kebodohan memerlukanperangkat ilmu pengetahuan dan kemampuan intelektual dari sekolah dan studi.Pembebasan dari kuasa roh jahat memerlukan kekuatan Roh Kudus dari kuasa Allahyang maha tinggi. Nubuat nabi Amos pada masa pembuangan menegaskan bahwa umat Tuhan harusmembebaskan diri dari perbuatan jahat dan yang menajiskan supaya Tuhan semestaalam menegakkan keadilan dan mengasihani mereka sepanjang masa. Demikian jugaroh-roh jahat begitu banyak yang merasuk dua orang, didesak oleh Yesus sehinggadua orang kerasukan itu dibebaskan. Roh-roh jahat itu mendesak masuk kebabi-babi yang akhirnya mati tenggelam di laut. Orang-orang di wilayah itumendesak supaya Yesus segera meninggalkan tempat mereka, karena mereka takutYesus akan membawa malapetaka bagi mereka. Harga suatu tindakan pembebasan dapat berupa pemurnian dan penjernihan yangmembawa kemajuan yang lebih baik. Jika penghalang atau pengganggu tidak adalagi, tentu saja kehidupan menjadi lebih aman dan damai, lalu pertumbuhan baikjasmani dan rohani mendapat kesempatan untuk maju. Dua orang yang dibebaskanroh-roh jahat kembali normal dan mewartakan kemuliaan dan kebaikan yang mahatinggi kepada orang lain. Namun ada juga harga pembebasan dapat berupa efek negatif karena pihak yangtersingkir akan menciptakan problem yang baru. Yang tersingkir bisa saja pihakyang lemah, bisa juga mereka yang memiliki kekuatan untuk membalas dendam.Problem baru dapat muncul karena iri hati, marah dan benci tumbuh di dalampihak-pihak yang berlawanan. Untuk hal ini, harga pembebasan itu akan sangatbesar dan mahal. Konflik dapat muncul kembali dan akan menelan lagi korban. Jika pembebasan itu dilakukan secara baik, teratur dan sangat memperhatikanprinsip win-win solution alias tidakdidasari aturan kalah dan menang, buah positifnya tentu sangat bernilai danmendatangkan suka cita dan damai bersama. Namun jika pembebasan itu hanyamengikuti prinsip kemenangan menghempaskan kekalahan, problem baru sudah menunggu kita di depan. Yesus tidak ingin meninggalkan kita masalah tanpa solusi. Ia menghendakisupaya kita tak boleh menyerah dalam menegakkan keadilan dan mengusahakankebenaran, meski harus berhadapan dengan penghalang-penghalang sampai kita relamengorbankan diri kita. Ini adalah jalan yang dipilih oleh Tuhan Yesus. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah, semoga melalui firman-Mu pada hari ini, kami tidakmenyerah dan mundur dengan masalah yang kami hadapi, tetapi kami siapmenghadapinya. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Angela Efrasia Netty dari Paroki Curug, Gereja Santa Helena di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yudas 17: 20b-25; Mazmur tg 63: 2.3-4.5-6; Markus 11: 27-33.PELIHARALAH DIRIMU DI DALAM KASIH ALLAH Renungan kita pada hari ini bertema: Peliharalah Dirimu DiDalam Kasih Allah. Seseorang baru dapat memberi atau berbagi dari dirinya kalauia memiliki sesuatu. Ia tidak mungkin memberikan sepiring nasi atau selembaruang dua puluh ribu kepada seorang sesamanya, kalau ia tidak punya nasi atauuang. Demi menunjang semangat Kristen dalam berbagi rahmat Allah, para pengikutKristus harus memiliki rahmat Allah yang banyak. Rahmat tidak akan habis karena sumbernya dari Tuhan Allah.Untuk menjamin kalau kekayaan rahmat Tuhan senantiasa hadir di dalam diriseseorang, caranya ialah ia harus selalu memelihara dirinya di dalam rahmatkasih Allah. Ironisnya ialah banyak di antara kita karena demi semangatpelayanan dan untuk suatu kepentingan yang tidak tulus, mereka memilih memberiperhatian atau memelihara iman orang lain. Dengan kata lain, ada suatu kecenderungan kita untukmengurusi hidup rohani orang lain. Kita ikuti mereka terus-menerus dalambagaimana mengusahakan hidup yang saleh, hidup penuh kasih, dan hidup dalampersekutuan. Biasanya orang-orang yang menganggap dirinya sudah dewasa dansudah sedikit maju dalam pengetahuan iman melakukan hal ini. Akibatnya merekatidak mempunyai kesempatan dan kemauan untuk memelihara diri sendiri terkaitdengan hidup di dalam kasih Allah. Mereka yang dalam golongan ini menganut gayaaktivisme. Pemeliharaan diri di dalam kasih Allah berangkat dariprinsip bahwa Tuhan Allah sendiri berkuasa menjaga kita supaya kita tidaktersandung dan tidak dikuasai sepenuhnya oleh kuasa kejahatan. Surat RasulYudas dalam bacaan pertama menegaskan menegaskan supaya setiap orang berimanmendasarkan dirinya di atas iman yang suci dan senantiasa memelihara diri didalam kasih Allah. Dengan mendapatkan kebijaksanaan Tuhan, kita akan dikaruniairahmat kegembiraan untuk menantikan kemuliaan-Nya yang akan dinyatakan secarapenuh. Selanjutnya kita sendiri yang memelihara rahmat yang sudahdicurahkan kepada kita. Cara yang paling mendasar ialah kebutuhan akan kekuatanrahmat Tuhan supaya mengisi diri kita, bagai jiwa yang haus akan Tuhan danrindu untuk dipuaskan oleh Tuhan setiap waktu. Jika sikap kita hanya menunggudengan pasif, bisa saja kesiapan kita akan datangnya rahmat itu sangat minim.Tetapi ketika ada kebutuhan dan kemendesakan, kita akan sangat bergembira dansiap untuk dicurahkan rahmat dari Tuhan. Berharap dan meminta dengan kesukaanyang tinggi harus kita lakukan. Kita dapat memelihara diri sendiri dalam kasih Allahmelalui semakin banyak perbuatan kasih. Setiap perbuatan kasih yang kitalakukan harus tetap bersumber pada nama dan kuasa Yesus Kristus yangmenghadirkan Allah yang maha tinggi. Tanpa bersumber pada kuasa Tuhan, setiapperbuatan kasih kita bakal kehilangan legitimasi dan pengaruh rohaninya bagiorang lain. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, semoga kami tekunmemelihara diri kami di dalam kasih-Mu dan senantiasa berbagi kasih itu kepadaorang-orang di sekitar kami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sherly dari Paroki Maria Kusumah Karmel di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 18: 9-18; Mazmur tg 47: 2-3.4-5.6-7; Yohanes 16: 20-23a.JANGAN REMEHKANPENYESALAN Renungan kita pada hari ini bertema: Jangan Remehkan Penyesalan. Untukkesekian kalinya Sandro, remaja yang hendak masuk universitas itu, minta maafkepada ibunya: "Maafkan aku Mama, saya sangat menyesali perbuatan saya.Saya berjanji tak ulangi lagi perbuatan itu". Sandro hanya menggunakanuang untuk jalan-jalan dan pacaran, uang yang sebenarnya untuk persiapannyamasuk kuliah. Ia menunduk dan memeluk ibunya. Semua berharap supaya janjiSandro untuk berubah itu menjadi kenyataan. Tetapi setiap janji kita untuk berubah dari kesalahan atau dosa akanterwujud seperti yang diharapkan harus melalui penyesalan. Penyesalan adalahrasa malu, sedih, sakit, derita dan tidak menyenangkan karena telah berbuatkesalahan dan dosa. Bahkan sikap benci, marah dan tidak suka terhadap kesalahandan dosa juga menjadi bagian penting dari suatu penyesalan. Orang yang menyesalmenunjukkan bahwa ia marah dan sakit dengan perbuatan tersebut. Jadi orang tidak boleh menganggap remeh penyesalan, menyangkal ataumempermainkannya. Yesus Kristus memberikan nasihat bahwa penyesalan mestidinikmati. Setiap pengikut-Nya akan menangis dan diliputi rasa sedih ataspengalaman kekurangan atau suatu ketidakmampuan seperti yang dialami para muridYesus. Ini merupakan suatu hal yang biasa dan selalu kita hadapi. Tetapi semua itu akan diatasi dengan penghiburan dari Roh Kudus.Penghiburan dan pertolongan yang kita terima setelah penyesalan juga merupakan suatupengalaman rutin kita. Setelah menangis dan sedih, orang tersenyum danbersemangat kembali. Namun suatu penyesalan dipandang paling efektif yaitu jikaitu dilakukan atas dosa-dosa dan kesalahan yang kita lakukan. Bayangkan saja, ada sebuah kesalahan yang dilakukan lalu yang bersangkutanmau bertobat, memperbaiki diri, tetapi tidak mau menyesali perbuatannya! Sayamencuri uang teman. Lalu mengakui perbuatan itu, saya akan mengembalikan uangdan berjanji tak mencuri lagi, tapi saya tak menyesali perbuatan saya. Apa yang terjadi? Saya tidak punya perasaan malu dan sedih. Saya juga tidakmerasakan betapa sakit dan ruginya teman saya. Tak ada lagi ruang di hati sayauntuk maaf dan respek pada orang lain. Itulah akibatnya kalau kita tak punyapenyesalan. Menyesali diri secara benar akan membuat maaf kita tulus, dan akanmembantu kita untuk tidak tergoda melakukan kesalahan yang sama lagi. Jadi sekali lagi, jangan pernah menganggap remeh penyesalan itu. SemogaAnda dan saya termasuk orang-orang yang menganggap positif dan penting untuksebuah penyesalan. Setiap kesalahan menuntut adanya penyesalan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, bantulah kami selalu untuk memiliki penyesalanmendalam atas setiap kesalahan dan dosa yang kami lakukan, agar kami dapatbertobat sesungguhnya. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Rosalia dari Gereja Santo Yohanes Penginjil, Paroki Blok B, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 17: 15.22 - 18: 1; Mazmur tg 148: 1-2.11-12ab.12c-14a.14bcd; Yohanes 16: 12-15.KITA TIDAK HANYAMENGEJAR JUMLAH Renungan kita pada hari ini bertema: Kita Tidak Hanya Mengejar Jumlah. Tepatpukul 7 pagi Pastor Paroki sudah bersiap di sakristi untuk berarak menuju altardan Misa dapat segera dimulai. Pemimpin koor dan anggotanya merasa gelisahkarena umat yang hadir baru seperempat kapasitas gereja. Mereka meminta pastorsupaya sebaiknya menunggu umat lain datang baru dapat dimulai Misa kudus.Tetapi sang Pastor menjawab: "Misa tidak bergantung pada jumlah yang hadirdi dalam gereja." Sikap Pastor Paroki ini merupakan refleksi atas kenyataan di dalampertumbuhan iman dan Gereja kita, bahwa kita tidak hanya mengejar jumlah. Kitajuga sangat membutuhkan kualitas. Dalam konteks penyebaran Injil yang dilakukanPaulus dan rekan-rekannya di Athena, di arena Aeropagus, banyak sekali yangmenolak semua ajaran Paulus tentang Yesus Kristus, dan hanya satu dua orangsaja yang percaya. Jumlah ini sangat sedikit kalau dibandingkan dengan sejumlahdaerah lain yang telah mereka kunjungi. Kalau yang dikejar terutama ialah jumlah atau sebanyak mungkin pengikutbaru, hasil ini pasti sangat mengecewakan. Namun Paulus dan rombongannya tahubahwa ini adalah pekerjaan milik Tuhan, semuanya biar Tuhan saja yangmenghendaki. Di dalam Tuhan tak ada rivalitas atau perhitungan untung rugijumlah dan kualitas. Bagi Tuhan, pokoknya ada orang yang percaya, mengikuti Diadan menghidupi imannya itu dengan berkualitas. Jumlah yang ada sekarang inimerupakan realisasi pilihan Yesus atas kita dari dunia ini. Kualitas hidup kitasangat bergantung pada kemampuan kita hidup dalam terang dan bimbingan RohKudus. Bersama Roh Kudus, kita memiliki tempat di dalam Yesus Kristus. Dua kecenderungan manusia untuk mengejar jumlah dan kualitas seringmendatangkan masalah. Mereka yang mengejar jumlah saja bisa jadi lebihberambisi material, jasmani, sosial dan kesuksesan duniawi. Mereka yangmengejar kualitas saja bisa jadi lebih elitis, eksklusif, kurang mendarat dantidak realistis. Maka jalan paling baik ialah keseimbangannya, yaitu jumlahkita perlukan sekaligus kita berikan kualitas pada jumlah yang ada. Misalnya, kehadiran kita di dalam komunitas atau keluarga kurang banyak,tetapi dari kehadiran yang hanya sedikit itu dibuat sangat berkualitas yangmembawa pengaruh yang baik dan sehat. Kalau Anda berkecukupan rezeki, hendaknyakualitas kesejahteraan hidup lebih diperhatikan dan bermurah hati kepada oranglain yang kurang beruntung. Anda mungkin bertubuh kurus, namun kesehatan harusbaik. Anda kurang pintar, namun bertanggung jawab. Kita wajib membuatkeseimbangan hidup agar Tuhan berkenan kepada kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha murah, semoga melalui bimbingan Roh-Mu, kamimenjadi pribadi-pribadi yang bijaksana dalam membuat hidup kami seimbangjasmani dan rohani, sehingga hidup kami berkenan kepada-Mu dan sesama kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Maria dari Paroki Santo Yohanes Bosco Danau Sunter di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 8: 5-8.14-17; Mazmur tg 66: 1-3a.4-5.6-7a.16.20; 1 Petrus 3: 15-18; Yohanes 14: 15-21.PENOLONG DARI SURGA Tema renungan kita pada hariMinggu Paskah ke-6 ini ialah: Penolong dari Surga. Ada dua orang laki-lakiberasal dari satu kampung dan berteman sejak kecil. Saat masih sekolah, merekaselalu saling membantu bila ada kesulitan apa pun yang mereka hadapi. Tetapibentuk dan besarnya bantuan itu hanya sejauh kemampuan mereka sebagai anak-anak.Beberapa puluh tahun kemudian, salah satu dari mereka menjadi Bupati di daerahasal mereka dan teman masa kecilnya itu bekerja sebagai guru di satu sekolahdasar terpencil. Mereka berdua kadang-kadang bertemu dan dapat mengenang masalalu yang indah. Mereka sepakat tentang satu hal yaitu, untuk dapat memberikanperhatian dan bantuan yang lebih besar dan lebih banyak kepada sesama,seseorang harus memiliki kedudukan atau jabatan yang besar dan tinggi. Sang bupati tentu saja memilikisegala kemungkinan untuk membantu dan melayani orang lain jauh lebih besar danlebih banyak, dibandingkan dengan sang guru sekolah dasar. Seorang pejabat baikpemerintah maupun swasta juga memiliki keistimewaan yang sama dalam melayanidan menolong orang lain. Kuncinya ialah ia berbuat atas dasar cinta, kebenarandan kebaikan. Ia hanya dapat dipercayai dan dicintai orang lain kalau semuapelayanan dan pertolongan yang ia berikan ialah bukan untuk dirinya ataukelompoknya sendiri, tetapi semata-mata bagi banyak orang yang dilayani. Kita mendasari iman kita kepadaTuhan di atas suatu kebenaran bahwa Tuhan adalah penolong setia yang tidakingin kita binasa dan hilang, tetapi keselamatan kita. Pada hari ini TuhanYesus memberikan kita kepastian tentang datangnya Roh Kudus sebagai penolongkita. Roh ini diutus-Nya dari tempat yang tinggi dan memiliki kuasa yangsungguh besar, sehinga Ia tentu saja menolong dengan tidak ada batas waktu,tempat dan orang. Ia melayani dan menolong semua tanpa kecuali. Dari sejakPentekosta pertama sampai saat ini, menjelang kita merayakan peringatanPentekosta untuk kesekian kalinya, Penolong itu tetap setia menolong kita. Iamenolong kita karena esensi diri-Nya ialah Penolong. Kita semua pengikut Kristusmendapatkan pengurapan Roh Kudus dan diutus oleh kuasa Ilahi yang maha tinggi.Maka kita memang memikiki kemampuan untuk melayani dan menolong dalam ukuranbesar dan banyak sesuai dengan tugas dan kepercayaan yang ada pada kita. Tugasitu dimulai dengan para rasul dan murid-murid Yesus dahulu sampai dengan saatini. Dunia dan sekitarnya sangat membutuhkan pertolongan dari kita. Makanasihat bijaksana menjadi sangat penting bagi kita, yaitu kita hendaknya selalubersiap sedia untuk menolong orang lain yang datang meminta dari kita tentangpengharapan yang ada pada kita. Roh Kudus membuat kita mampu menolong siapasaja. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, penuhilah kami dengan kurnia Roh-Mu,agar kami semakin setia menjadi penolong sesama kami tanpa berharapdiperhatikan dan dibalas. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Angela Efrasia Netty dari Gereja St. Helena, Paroki Curug di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 14: 19-28; Mazmur tg 145: 10-11.12-13ab.21; Yohanes 14: 27-31a.DAMAI ADALAHSENJATA KITA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Damai Adalah Senjata Kita. YesusKristus ketika berada di dunia telah mengalami aneka bentuk penderitaanmanusiawi sebagai akibat dari dosa dan kejahatan manusia. Berhadapan dengansemua itu, Ia tidak melawan tetapi justru menerima dengan tenang, mengampunidan mendoakan mereka yang melawan atau menganiayai Dia. Ia melawan itu dengan senjata damai dari Bapa-Nya. Para pengikut-Nya, mulaidari para rasul sampai ke generasi kita saat ini, disiapkan dengan sedemikianrupa untuk dapat mengalami segala bentuk penderitaan yang sudah Ia alami. Pararasul terbukti siap menghadapi semuanya dan mereka tidak gentar apa pun, karenasenjata damai jauh lebih kuat dari pada senjata apa pun. Paulus dan Barnabasmenunjukkan itu ketika mereka membangun dan memperkuat eksistensi Gereja darisatu tempat ke tempat yang lain. Gereja dan pengikut Kristus di segala tempat dan zaman hingga saat ini jugamenyadari bahwa prediksi Yesus tidak meleset, yaitu bahwa piala penderitaanyang Ia telah minum, diminum juga oleh para pengikut-Nya. Senjata damai yangsama tetap dipakai, dan kalimat terkenal yang selalu diulangi dalam perayaanEkaristi menegaskan keampuhan senjata itu, “Damai Kutinggalkan bagimu, damai-KuKuberikan kepadamu.” Yesus Kristus memberikan kita damai dari diri-Nya ini sebagai senjata yangsangat berguna, dan saat paling pas untuk memakainya ialah ketika kita beradadalam tekanan, bahaya dan ancaman dalam bentuk apa pun. Ia sudah menyiapkankita dengan strategi ini. Ia sudah tahu bahwa yang akan terjadi bagi setiappengikut-Nya adalah rupa-rupa kesulitan dan penderitaan. Bahkan kebaikan dan kebenaran apa pun yang diperbuat para pengikut dalamnama-Nya, penderitaan dan kesulitan bakal mereka terima. Karena kebaikan dankebenaran Kristus sangat bertentangan dengan budaya dan gaya orang-orang didunia ini yang sudah terjangkiti oleh dosa dan kejahatan. Tetapi Yesus dan parapengikut-Nya tidak menyerah dan takut. Salib memang harus dipikul dan bukandikutuk atau dibuang. Setelah salib ada kemenangan. Anda kebangkitan. Jadi kita mesti bersyukur dan merasa beruntung karena Yesus Kristus telah mempersiapkankita untuk menghadapi situasi terburuk di dunia ini, mempersenjatai kita dengandamai dari diri-Nya sendiri. Bayangkan jika ia mempersenjatai kita denganpedang atau senapan, bisa jadi profil kitasebagai Kristen saat ini mungkin menjadi yang terburuk di dunia. Damai dariYesus justru berguna untuk memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan. Di situlahkemenangan yang sesungguhnya. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ...Tuhan Yesus Kristus, penuhilah hati kami dan Gereja-Mudengan damai dari-Mu sendiri, karena damai itu yang menjaga dan melindungikami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Tuti Budiman dari Gereja St. Helena, Paroki Curug di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 14: 5-18; Mazmur tg 115: 1-2.3-4.15-16; Yohanes 14: 21-26.YANG TEKUN, YANGBERHASIL Renungan kita pada hari ini bertema: Yang Tekun, Yang Berhasil. Ada suamidan istri sering bertengkar soal bagaimana mendidik dan membesarkan kedua anakmereka yang masih kelas 4 dan 1 SD. Istri ingin supaya kedua anak ini cerdasdan pandai maka les tambahan di luar jam sekolah diikuti dengan serius. Yang iakejar ialah kepandaian kedua anaknya. Sementara suami tidak terlalu mementingkankecerdasan, tetapi ia lebih menginginkan anak-anaknya tekun. Menghadapi persoalan seperti ini, Tuhan Yesus Kristus terutama melalui Injilpada hari ini akan berkata bahwa ketekunan-lah yang lebih diperlukan. Yesusberkata bahwa Roh Kudus yang akan diutus-Nya adalah penghibur dan guru kita.Dan kita yang dibimbing oleh Roh Kudus adalah anak-anak atau murid-murid yangmesti tekun mengikuti dan belajar di bawah bimbingan-Nya. Kita bukan bercita-cita menjadi orang pandai dan cerdas bersama Roh Kudus.Sebab kalau kita semua ini menjadi cerdas dan pandai, bisa jadi banyak di antara kita ingin menyaingi Roh Kudus,atau bahkan Roh Kudus menjadi bingung untuk membimbing dan mengajari kita satuper satu. Jadi keutamaan yang penting sekali bagi kita ialah ketekunan, dan bukankepandaian atau kecerdasan. Pengalaman hidup Gereja Perdana membuktikan bahwapara rasul itu bukan orang pandai dan cerdas. Tetapi karena mereka tekun danberkomitmen kepada Yesus Kristus mereka menjadi mampu, matang dan menguasaisemua ilmu tentang Yesus Kristus. Paulus dan Barnabas tekun untuk teguh kepada Yesus Kristus dan Injil-Nyabiarpun mereka berhadapan dengan orang-orang pandai dan cerdas dari kultur yangberbeda sama sekali dari mereka. Mereka hadirkan ketekunan sebagai bentuk kesaksianyang sangat kuat, supaya meyakinkan semua orang Kristen yang baru dibaptisbahwa hanya ketekunan dalam iman yang bisa membuat mereka bertahan dan bisamembela imannya. Ketekunan itu harus mulai dari diri sendiri karena ada kemauan untukmencapai suatu tujuan yang baik dan benar. Melalui kombinasi kerajinan, fokus dan semangat, seseorang dapatmencapai hasil yang diinginkan. Orang yang pandai matematika karena ia pernahdan terus menerus menekuni bidang itu. Seorang atlet sepak bola menekuni teknikpaling sederhana seiring dengan latihan fisik yang terus-menerus sampai menjadiseorang pemain hebat. Demikian juga jika kita menekuni diri kita sebagai putra dan putri Allah,kita bakal berhasil menikmati apa yang dikatakan oleh Yesus, yaitu mendudukitempat di rumah Bapa di surga yang telah disediakan bagi kita masing-masing. Marilah kita berdoa. Dalamnama Bapa... Ya Yesus, semoga kami senantiasa tekun dan setia dalam bimbingandan ajaran Roh Kudus demi menjadi murid-murid-Mu yang sejati, kini dansepanjang masa. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Charlene Mahadi dari Paroki Bunda Maria Kusumah Karmel di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 5: 34-42; Mazmur tg 27: 1.4.13-14; Yohanes 6: 1-15.MENJADI ALATNYATUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Menjadi AlatnyaTuhan. Pengalaman dan hidup beriman dalam semangat Paskah, tidak hanya dalammasa Paskah ini tetapi selama hidup kita di dunia ini. Kebangkitan YesusKristus menjiwai seluruh hidup kita. Dalam periode ini Yesus tidak hadir secarafisik di tengah-tengah kita, tidak seperti pernah dahulu Ia bersama denganorang-orang sezaman-Nya. Ia sudah berada di sisi kanan Bapa di surga, dan untukmenyertai kita setiap saat, Roh-Nya yang hidup bersama kita di dalam Gereja danmasyarakat. Apakah yang mesti kita perbuat untuk membuat iman kitamenjadi mantap dan bertahan dalam semangat Paskah ini? Inspirasi bacaan-bacaanpada hari ini memberikan jawabannya, yaitu supaya kita menjadi alat-alat-nyaTuhan. Pelayanan Yesus Kristus melalui Gereja sebagai institusi tetapberlangsung hingga saat ini, yang sasaran utamanya ialah kawanan umat manusiayang ada di sekeliling kita. Boleh jadi mereka itu adalah saudara dan temansendiri. Boleh jadi mereka adalah banyak orang yang kurang kita kenal. Boleh jadimereka ialah orang-orang yang dipercayakan Tuhan kepada kita untuk dididik dandibina. Menjadi alat-Nya Tuhan merupakan suatu panggilan Kristianiyang mendasar, seperti kata Pemazmur: Inilah aku Tuhan, untuk melakukankehendak-Mu (Mz. 40). Hidup dengan menghayati panggilan untuk menjadi alatTuhan, ialah membuat Tuhan sungguh hadir secara nyata dan pribadi dengantugas-tugas pelayanan Yesus Kristus yang adalah penyelamat, penyembuh,pengajar, pembawa kebenaran, penghibur, dan pengampun. Panggilan ini tertujukepada setiap dari kita sebagai imam, biarawan, dan awam. Menjalankan panggilanini berarti kita berbuat atas nama Tuhan Yesus Kristus dan membuat Dia bekerjasecara nyata. Contoh nyatanya ialah seperti para rasul yang bertahandalam kebenaran Injil yang diwartakannya, meski mereka dipenjara dan diadiliMahkamah Agama Yahudi. Seorang imam Yahudi terkenal, Gamaliel, juga berbicaraatas nama kebenaran dan sekaligus membela perbuatan-perbuatan para rasul.Mereka adalah instrumen-instrumen ajaran dan pengetahuan iman yang benar.Kemudian pada suatu kesempatan yang lain, para rasul yang menjadi jembatan bagipemberian makanan kepada ribuan orang yang kelaparan setelah lelah mendengarkanpengajaran Yesus Kristus. Seorang anak yang menyediakan seporsi kecil roti danikan juga tampil sebagai alat-Nya Tuhan bagi terciptanya mujizat perbanyakanroti dan ikan. Mereka adalah instrumen-instrumen kemurahan Tuhan bagi kebutuhanragawi manusia. Kita dapat menjadi alat-alat Tuhan dalam kondisi dankemampuan setiap pribadi atau kelompok masing-masing. Semua itu bergantung padakesediaan kita. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha murah, perkuatkan kami supayakami dapat menjadi alat-alat-Mu yang benar dan berguna, terutama bagi sesamakami yang membutuhkan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Tuti Budiman dari Gereja St. Helena, Paroki Curug di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 5: 27-33; Mazmur tg 34: 2.9.17-18.19-20; Yohanes 3: 31-36.SEKOLAH KETAATAN Renungan kita pada hari ini bertema: Sekolah Ketaatan.Salah satu ciri semangat Paskah ialah sekolah ketaatan. Sekolah ini sangatberbeda dari berbagai sekolah yang kita miliki seperti sekolah militer,perawat, polisi, teknik komunikasi, administrasi dan lain sebagainya.Sekolah-sekolah kita ini jelas menghasilkan banyak sekali lulusan, namun apakahmereka semua lulus dalam kebajikan ketaatan, ini menjadi suatu pertanyaan yangbesar. Pada kenyataannya, mereka tidak memberikan pelajaran dan pelatihan spesifiktentang menjadi seseorang yang taat. Kalau demikian, lebih tepat dan baik semua sekolah ituperlu mengambil semangat Paskah demi mendapatkan pelajaran tentang ketaatan.Pelajaran utama di sekolah ini ialah Yesus yang taat secara sempurna kepadaBapa-Nya untuk menunaikan kehendak Bapa, dengan merelakan diri-Nya menjadikorban bagi keselamatan semua umat manusia dari dosa. Ini adalah sumber utamabagi kurikulum pembelajaran ketaatan semua pengikut-Nya dan semua orang lainyang menjalankan kehendak Tuhan. Yesus menegaskan bahwa pembelajaran dasar bagi kita ialahpercaya kepada Dia yang diutus oleh Bapa dan mengikuti jalan yang Ia lalui,yaitu melaksanakan kehendak Bapa. Ini harus menjadi semangat umum bagi setiappengikut Kristus. Setiap bentuk kegiatan, perutusan, tanggung jawab, komitmen,pelayanan, dan pengabdian mesti berhaluan pada sekolah ketaatan ini. Intinyaialah semua itu demi melaksanakan kehendak Allah. Jika kehendak Allah yangdiikuti, maka kebaikan dan kebenaran yang menjadi hasilnya. Salah satu contoh yang ditunjukkan tentang sekolahketaatan ini ialah Petrus dan para rasul lainnya yang hendak dibungkam olehMahkamah Agama Yahudi. Mereka dilarang keras untuk memberitakan Injil dan YesusKristus kepada publik. Tetapi karena pendidikan ketaatan mereka sudah terbentukbegitu kuat, mereka dengan lantang berkata demikian: lebih baik bagi kami taatkepada Allah daripada kepada manusia. Pendidikan ketaatan ini fokus padaprioritas loyalitas dan kesetiaan kepada Allah. Dengan ini berarti godaan atauancaman untuk terlepas atau tidak patuh kepada Allah mesti dilawan. Mengapa Tuhan menjadi prioritas dalam sekolah ketaatan?Karena pada Dia semua ajaran moral, kebaikan, kebenaran, keindahan, kemuliaan,dan kekudusan berasal. Dia pangkal semua kebijaksanaan dan kepandaian. Makakalau kita memilih untuk taat kepadanya secara konsisten, kita bakal menjadipatuh dan taat dalam segala aspek tatanan atau aturan yang berlaku di mana dankapan pun di dunia ini. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, semoga ketaatan kamikepada-Mu tidak asal-asalan tetapisungguh benar dan nyata seperti Putra-Mu Tuhan Yesus Kristus yang taatkepada-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sherly dari Paroki Maria Kusumah Karmel di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 3: 1-10; Mazmur tg 105: 1-2.3-4.6-7.8-9; Lukas 24: 13-35.HADIAH PASKAH DARI YESUS Renungan kita pada hari ini bertema: Hadiah PaskahDari Yesus. Hadiah utama dan teristimewa bagi kita pada hari Minggu Paskahialah kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Peristiwa itu benar-benarmenjadi karunia terbesar sehingga cukup dengan percaya akan kebenarannya, kitasudah menaruh iman kita pada sumber dan dasar yang sebenarnya. Hadiah terbesarini melahirkan banyak hadiah lain yang dapat kita sebut sebagai hadiah-hadiahPaskah. Yang dimaksudkan dengan hadiah-hadiah ini ialah sejumlah penampakan Yesusyang bangkit. Di setiap peristiwa penampakan, Yesus memberikan makna padamisteri kebangkitan-Nya. Pada hari ini, hadiahnya ialah kedatangan-Nya kepadadua orang murid dalam perjalanan mereka ke Emaus. Penampakan itu menggambarkanYesus bagai seorang asing yang menegur kita dengan berkata: Betapa kecilpemahaman kalian! Betapa lamban kemampuan kalian untuk percaya! Karenaketerbatasan kita untuk mengenali dan mengakui-Nya, Yesus yang bangkit akanmembuka indra, pikiran, dan hati kita supaya dapat menyambut Dia dengansikap-sikap sebagai orang-orang yang percaya. Untuk keterbatasan seperti ini,Ia memberikan jalan bagi kita untuk dapat mengenal Dia melalui dua instrumenutama, yaitu penafsiran kitab suci dan pemecahan roti Ekaristi (Lukas 24, 35). Hadiah Paskah terbaik Yesus bagi kita ialah firman-Nyayang dijelaskan dengan tepat dan benar, dan Ekaristi yang merupakan kenangan peristiwa Paskahpertama yang Ia sendiri lakukan. Penampakan fisik yang dialami murid-muridEmaus, demikian juga serangkaian penampakan fisik lainnya, memiliki makna yangsama dengan aneka pengalaman akan penampakan Yesus kepada kita masing-masingsecara rohani. Kristus yang bangkit meminta perhatian dan ketaatan kita yangmengalami Dia. Jika momen kehadiran Dia yang bangkit tidak kita ikuti, kitabakal kehilangan cahaya kebenaran yang hendak Ia sampaikan kepada kita. Perhatian dan ketaatan kita tertuju kepada Dia, yaitudi tempat dan saat kita berjumpa dengan-Nya. Pada waktu dan saat firman-Nyadiwartakan, sikap kita yang sangat diperlukan ialah membuka diri, mendengar,dan memahami. Biasanya kalau sikap-sikap ini tidak diberi fokus dengan baik danbenar, kehadiran Tuhan akan kurang disadari bahkan luput dari perhatian kita,dan makna perkataan-Nya akan menghilang saja seperti angin lalu. Demikian jugapada waktu Ekaristi dirayakan dan disambut, sikap kita yang layak ialah membukadiri, suasana batin yang bersih, dan menjadikan pribadi kita rumah yang nyamansupaya Tuhan berkenan menetap dan menyertai kita setiap saat. Biasanya kalausikap-sikap ini tidak dibiasakan, Ekaristi hanya akan menjadi kegiatan yangtidak punya pengaruh dalam hidup seseorang. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, mampukan kami untukmengenali-Mu dalam setiap saat hidup kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra danRoh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Rosalia dari Geraja St. Yohanes Penginjil, Paroki Blok B di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 2: 14.22-32; Mazmur tg 16: 1-2a.5.7-8.9-10.11; Matius 28: 8-15.KOTBAH KESAKSIANKEBANGKITAN PERTAMA Renungan kita pada hari ini bertema: Kotbah KesaksianKebangkitan Pertama. Para rasul dan murid Yesus yang menjadi saksi mata wafatdan kebangkitan Yesus Kristus merupakan satu hal yang berbeda dengan mewartakanberita kebangkitan. Kedua jenis pengalaman dan tindakan ini mudah sajadipisahkan. Bisa saja mereka menjadi saksi langsung, namun kemudian merekatidak ingin mengabari atau membagi pengalaman ini kepada orang banyak. Tetapinyatanya, hal ini tidak terjadi. Yang sungguh terjadi menurut Kisah Para Rasul ialah merekamewartakannya. Supaya kabar ini cukup satu saluran dan penuh dengan kewibawaan,pewartaan pertama kali itu harus bersifat kelembagaan, resmi bagai siaran perssatu pintu, dan disampaikan oleh pribadi yang memiliki otoritas untuk melakukanitu. Itu yang kemudian kita sebut sebagai kotbah kesaksian kebangkitan yangpertama. Kotbah ini disampaikan secara resmi oleh kepala atau yang dituakan didalam Gereja perdana, yaitu rasul pertama, Santo Petrus. Kotbah itu intinya berbunyi begini: Yesus Kristus yangditentukan Allah untuk memenuhi semua janji di masa lalu adalah Mesiassesungguhnya. Ia dihukum mati dengan tuduhan tidak benar dan tidak adil. Iatelah mati dan dikubur, namun kini dibangkitkan Allah. Semua yang berkaitandengan kematian dan kebangkitan-Nya, Petrus dan para rasul lainnya adalahsaksi. Supaya kotbah ini tidak sekedar kata-kata kosong, pembuktian peristiwatersebut dan rekaman pengalaman para saksi mata merupakan faktor yang sangatmenentukan kebenarannya. Pembuktian dan pengalaman itu dikonfirmasi oleh teksbacaan dari Injil Matius 28, 8-15, yang mengisahkan tentang para perempuan yangpergi ke makam pada hari pertama dalam pekan. Yesus yang bangkit menampakkandiri dan menyalami mereka: “Salam bagimu”. Kemudian Yesus juga mengatakankepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku,supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku”.Pembuktian ini diperkuat oleh kenyataan fisik tentang makam yang kosong dan tidakada satu pun bahkan dari kalangan orang-orang Yahudi tahu-menahu ke manajenazah Yesus dibawa pergi dari makan, hingga pada saat ini. Pembuktian baik fisik maupun pengalaman penampakan Tuhanyang bangkit ini untuk seterusnya menjadi isi kitab suci dan ajaran iman yangkita miliki sampai sekarang. Kita yang hidup pada saat ini mewarisi kekayaanrohani pembuktian dan pengalaman tersebut. Namun lebih daripada suatupembuktian yang telah dilakukan oleh Petrus dan para rasul serta murid lainnya,kita cukup menaruh iman kita akan kebenaran ini, karena melalui itu YesusKristus memasuki hidup kita masing-masing dan membangkitkan kita untuk hidupbersama Dia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, penuhilah kami dengankekuatan kebangkitan Yesus Tuhan kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Angela Eufrasia Netty dan Gerarda Idawati Budhiono dari Gereja Santa Helena, Paroki Curug di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 10: 34a.37-43; Mazmur tg 118: 1-2.16ab-17.22-23; Kolose 3: 1-4; Yohanes 20: 1-9.ALLELUIA,KRISTUS BANGKIT DARI KEMATIAN Tema renungan kita pada hari Minggu Paskah, KebangkitanTuhan Yesus, ini ialah: Alleluia, Kristus Bangkit dari Kematian. Semua orangyang mengaitkan dirinya dengan Yesus Kristus secara spontan akan berseru:syukur kepada Allah. Ini adalah ungkapan yang umum dan sederhana, dan masihbanyak ungkapan lain yang serupa. Kitab Mazmur mengungkapkan dengan kata-katayang bernilai teologis, yaitu: Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kitabersorak-sorak dan bersuka cita karenanya!" Alasan umum atas respons kita yang positif, penuh sukacita, dan dirayakan dengan meriah ini, ialah karena Tuhan Yesus bangkit darikematian-Nya. Dosa dan maut serta semua pengaruhnya dikalahkan Dia. Sepintasnamun amat nyata bahwa musuh-musuh itu sangat menakutkan dan jauh lebih kuat.Sepertinya mereka tidak pernah habis, terutama karena Setan tidak pernah tidur.Ia menggoda dan terus menggoda. Jadi, di sekeliling kita selalu ada ancamanuntuk jatuh dalam dosa dan akhirnya menemui kematian. Tetapi sudah terbukti sekitar lebih dari dua ribu tahunlalu bahwa Yesus Kristus Putra Allah berhasil mengalahkan semua kekuatan jahatitu. Mulai dari sana, seluruh dunia dan umat manusia memiliki keyakinan sesuaidengan agamanya masing-masing, bahwa dosa dan kejahatan dapat dikalahkan.Setiap kali entah pribadi, entah bersama menemui cobaan dan siksaan dosa dankejahatan, kita semua selalu memiliki keyakinan kuat, bahwa semua itu pastiberlalu karena Tuhan sedang dan selalu membimbing kehidupan kita. Satu wujud bimbingan Tuhan yang sangat nyata dan takterbantahkan ialah kita selalu memiliki pengharapan dan bangkit atau bangundari kejatuhan dan penderitaan. Di tengah keadaan ekonomi, sosial dan politikakhir-akhir ini yang kacau, tekad kita bersama ialah melakukan bersama-samaupaya untuk melawan, mempertahankan diri, dan saling memperhatikan, agar kitatidak dikalahkan oleh ancaman kejahatan saat ini. Musuh sehebat apa pun jikadilawan dan dihadapi bersama-sama, dan dengan kekuatan dari Tuhan yang bangkit,ia akan dapat dikalahkan. Semua kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus Kristussungguh tidak dapat terbantahkan lagi. Kesaksian itu dimulai dengan ditemukanmakam-Nya yang kosong, Ia sendiri menampakkan diri-Nya kepada para rasul danmurid-murid, termasuk melalui makan bersama dengan mereka setelah kebangkitan,dan sampai kepada suatu spiritualitas untuk dihidupi oleh semua pengikut-Nya.Spiritualitas Kristen adalah gaya dan semangat hidup kita semua yang mengikutiKristus. Kita mati bersama Kristus dalam dosa dan kejahatan, tetapi kita padaakhirnya bangkit bersama Dia untuk hidup selamanya bersama Dia. Kepada Andasemua dan masing-masing dari kita, mari kita saling memberi salam: SelamatPaskah 2026. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus, terima kasih ataskebangkitan-Mu sebagai hadiah bagi kami baik selama kami masih berada di dalamdunia maupun hidup di akhirat nanti. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Netty dari Gereja Santa Helena, Paroki Curug di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kejadian 1: 1 - 2: 2; Mazmur tg 104: 1-2a.5-6.10.12.13-14.24.35c; Roma 6: 3-11; Matius 28: 1-10. TERANG MENGUASAI GELAP Tema renungan kita pada hari Sabtu Suciini ialah: Terang Menguasai Gelap. Kita baru saja melewati Jumat Agung dansuasana kehilangan, berkabung dan kesedihan masih terasa. Suasana ini membuatkita seperti ditinggalkan dan merana. Hari ini Gereja mewartakan pada kitabahwa ada pengharapan dan pertolongan. Yesus adalah terang bagi kita dan Dialahpenolong kita yang setia. Hari ini dari pagi hingga menjelang sore, suasanasunyi dan tenang mengiringi kita untuk meninggalkan perasaan dan pikirantentang kehilangan, untuk menuju kepada terang yang menggembirakan. Satu ilustrasi begini. Kalau kitamemasuki sebuah rumah atau ruangan yang gelap, kita pasti tidak bisa melihatapa-apa. Sangatlah sulit untuk menemukan jalan untuk melangkah. Seperti orangbuta, kita hanya dapat “merasa” suasana dan keberadaan kita. Kita mesti sangathati-hati dengan setiap langkah karena kalau tidak kita terpeleset dan jatuh,khususnya karena kita tidak begitu familiar dengan tempat atau lokasi kitaberada. Begitulah suasana kehidupan di dunia yang kita hidupi kalau tanpaYesus. Di dalam kegelapan ada godaan-godaan yang sangat membahayakan. Kita bisasaja melangkah dan jatuh dalam pencobaan. Tetapi bagi Tuhan dan kita yang hidup didalam rahmat-Nya pasti ada terang. Terang itu adalah Yesus, dan Dia ada didalam nurani kita. Satu terang saja sudah sangat penting dan diri kita sendirimemiliki terang itu. Sementara lingkungan di sekitar gelap, kita pertahankanterang itu. Kita perlu tetap menjadi kuat dalam iman dan terus bercahaya tanpaharus terbawa oleh kegelapan yang mungkin jauh lebih hebat. Jadi meskipun hanyasatu terang dan kecil, orang-orang dan dunia sekitarnya sangat bergantung padanya.Satu terang saja yang bersinar pasti kegelapan tidak menjadi kegelapan yangsempurna. Yesus berkata, “Akulah terang dunia.Barang siapa yang mengikuti Aku tidak akan jatuh di dalam kegelapan.” TerangYesus itu bukan sesuatu yang fisik atau lahiriah seperti terang lilin atau api.Terang itu adalah bimbingan rohani dan jalan kepada Bapa. Maka dengan mengikutiterang itu, kita memiliki seorang pembimbing yang membimbing hidup kita dengansebaik-baiknya. Kita akan tahu bagaimana menyembah Bapa kita di surga, kitaakan tahu bagaimana kita berbicara dengan sesama kita dan kita akan tahu bagaimanamenjadi kuat dalam mempertahankan dan melakukan yang baik dan benar. Renungkan kita tentang terang Kristusyang menguasai kuasa kegelapan ini mengantarkan kita untuk perayaan MalamPaskah yang sebentar lagi akan kita rayakan dengan meriah. Dengan persiapanbatin dan semangat melalui renungan ini, kita sungguh menyongsong Malam Paskahnanti dengan penuh suka cita. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Allah yang mahakuasa, lindungilah kami selalu di dalam terang-Mu yang mengagumkan. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Petrus Kanisius Kebaowolo dan Elisabeth Welan dari Paroki Santo Agustinus Karawaci di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 49: 8-15; Mazmur tg 145: 8-9.13cd-14.17-18; Yohanes 5: 17-30.TUHAN SENANTIASA MENGINGAT KITA Tema renungan kita pada hari iniialah: Tuhan Senantiasa Mengingat Kita. Kitab Yesaya menggambarkan Allahsebagai Tuhan yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Tuhan menyatakan bahwa Ia akanmemulihkan umat-Nya, membangun kembali bumi, dan membawa harapan bagi merekayang merasa tertinggal atau terlupakan. Allah tidak hanya menciptakan dunia,tetapi juga terus merawat dan memperbaruinya. Ia mengikat perjanjian denganmanusia yang percaya kepada-Nya, sebuah janji bahwa kehidupan akan dipulihkandan masa depan akan dipenuhi harapan. Perjanjian Allah dengan manusia mencapai puncaknyadalam kedatangan Yesus Kristus ke dunia. Yesus datang bukan hanya sebagai guruatau nabi, tetapi sebagai tanda nyata kasih Allah bagi manusia. Melalui hidupdan karya-Nya, Yesus mengajarkan kebenaran Allah di hadapan banyak orang. Iamewartakan kasih, pengampunan, dan keselamatan bagi semua orang. Namun,kebenaran yang Ia bawa tidak selalu diterima dengan baik oleh semua orang. Dalam Injil hari ini diceritakan bahwa orang-orangFarisi sering menentang Yesus. Mereka menuduh-Nya melanggar aturan Sabat danbahkan menuduh-Nya menghujat karena mengatakan bahwa diri-Nya satu denganAllah. Bagi mereka, ajaran Yesus dianggap mengganggu tatanan yang telah merekapegang. Penolakan ini akhirnya membawa Yesus pada penderitaan yang besar. Iadihukum mati dan wafat di salib.Namun salib bukanlah tanda bahwa Allah meninggalkanmanusia. Justru di sanalah kasih Allah dinyatakan dengan paling jelas. MeskipunYesus mengalami penderitaan dan kematian, Allah tidak pernah melupakanumat-Nya. Kebangkitan Yesus menjadi tanda bahwa kasih Allah lebih kuat daripadakematian. Janji Yesus tetap berlaku: Ia akan menyertai kita sampai akhir zaman. Sering kali kita juga merasa seperti bangsa Israel yangberkata, “Tuhan telah meninggalkan dan melupakan aku.” Tetapi Tuhan menjawabdengan sangat lembut: seorang ibu mungkin bisa melupakan anaknya, tetapi Tuhantidak akan pernah melupakan kita. Kasih Allah jauh lebih setia daripada segalasesuatu di dunia ini. Ada seorang anak kecil pernah tersesat di pasar yangramai. Ia menangis karena merasa sendirian dan takut ditinggalkan. Tetapisebenarnya ibunya terus mencarinya di antara kerumunan orang. Ketika akhirnyasang ibu menemukan anak itu dan memeluknya, si anak baru menyadari bahwa iatidak pernah benar-benar ditinggalkan. Demikian pula dalam hidup kita. Kadangkita merasa Tuhan jauh atau tidak peduli, tetapi sesungguhnya Tuhan selalumencari, menjaga, dan mengingat kita. Dalam setiap keadaan, Tuhan tetap setia kepadajanji-Nya untuk menyertai kita. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah yang mahakuasa, jauhkanlah kami dari segala tipu daya si jahatyang mengancam dan membawa kami jauh dari Tuhan Yesus Kristus, Juruselamatkami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus … Dalam nama Bapa …
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Kris Waleng dan Welin Duan dari Paroki Santo Fransiskus Xaverius Tanjung Priok di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yehezkiel 47: 1-9.12; Mazmur tg 46: 2-3.5-6.8-9; Yohanes 5: 1-3a.5-16.AIR KESELAMATAN Renungan kita pada hari ini bertema: Air Keselamatan.Banyak sekali manfaat air bagi kita manusia dan dunia. Dari semuakemanfaatannya itu, yang disebutkan dengan istilah “air keselamatan” merupakansuatu ungkapan yang abstrak. Sebutan “air suci”, atau “air bersih”, atau “airmineral” merupakan ungkapan konkret dan langsung kita pahami. Misalnya “airbaptis”, wujud air adalah tanda yang dipakai untuk menandakan Yesus yangmenggunakan air untuk membaptis. Jadi istilah “air keselamatan” tetap berwujud sebagai airsecara fisik yang menjadi tanda bagi Tuhan untuk melakukan tindakan keselamatanatas manusia yang ditolong-Nya. Kitab suci menyajikan banyak peristiwakeselamatan atau pembebasan melalui air, misalnya penyeberangan laut merah olehorang Israel ketika melepaskan diri mereka dari perbudakan Mesir. Kedua bacaanpada hari ini juga menggambarkan air sebagai sarana keselamatan. Nabi Yehezkiel berkisah tentang penglihatan akan air yangmengalir di dalam bait suci. Ke mana saja ia mengalir, semua yang terkenaalirannya dan daerah sentuhannya menjadi hidup. Ini menyiratkan bahwa ketikatidak ada atau belum tersentuh air, kehidupan yang ada di sana mengalamikesulitan atau bahkan kematian. Di kolam Betesda, airnya sangat instrumentaluntuk kesembuhan orang-orang sakit. Mereka bergegas mendekat dan disentuh airketika ia mulai guncang, mereka akan sembuh. Dari kedua gambaran peristiwa inikita melihat bahwa air sebagai instrumen adalah sebuah tanda fisik yang nyata.Kuasa Allah untuk menyembuhkan dan menyelamatkan tampaknya tersembunyi. Namun di kolam Betesda, misteri yang tersembunyi itumembuka dirinya. Orang sakit yang sudah menderita selama tiga puluh delapantahun itu disentuh langsung oleh Tuhan yang sebenarnya hadir dan berkuasa dibalik air tersebut. Ia sembuh seketika. Air keselamatan yang ditampilkan olehkedua bacaan hari ini mengajarkan kita betapa pentingnya aspek tanda fisik danmaknanya air bagi kita. Untuk kelangsungan hidup kita di dunia ini, wujud fisikair jelas sangatlah penting. Tak ada air kita bakal mati seperti lahan tandusdan kering. Makna di balik kenyataan fisik ini ialah keseimbangan alam yangteratur sudah disediakan oleh Tuhan untuk kebaikan dan keselamatan umatmanusia. Air dalam sakramen baptis dan sebagai unsur sakramentaldalam kebiasaan penghayatan iman Gereja, terlihat fisiknya sebagai air bersihdan sehat yang dikhususkan untuk pelayanan rohani di dalam Gereja. Makna dibalik air pilihan ini ialah Tuhan sendiri yang bekerja melaluipelayan-pelayan-Nya untuk menyelamatkan, menyembuhkan, dan menguduskanumat-Nya. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha murah, jadikanlah kami sepertiair yang memberikan kesejukan, ketenangan, dan kesembuhan bagi diri kamisendiri yang memerlukan kesembuhan jasmani-rohani, dan bagi sesama kami yangsaat ini sedang menderita sakit. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Theresia Keneka Muli dan Mateus Nong Mus dari Paroki Harapan Indah, Gereja Santo Albertus Agung di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 1: 10.16-20; Mazmur tg 50: 8-9.16bc-17.21.23; Matius 23: 1-12.JADILAH KREDIBEL Renungan kita pada hari ini bertema: Jadilah Kredibel.Secara umum kita memahami kalau kredibel itu berarti dapat dipercayai. Inikaitannya dengan manusia atau yang impersonal seperti lembaga, kebijaksanaan,keputusan, pilihan, dan keyakinan. Aspek kredibilitas selalu berkaitan dengankebajikan yang diperlukan jika kita mempertanggungjawabkan dan meyakinkan oranglain tentang apa yang kita katakan dan perbuat. Hasil yang diinginkan ialahsupaya kita atau sesuatu itu dapat dipercayai. Ciri orang yang kredibel itu seperti apa? Pada hari iniTuhan Yesus mengajarkan kita satu ciri mendasar kebajikan kredibilitas. Iamengambil contoh pribadi orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Mereka pintarberbicara dan tampak begitu meyakinkan dengan pikiran dan argumentasi. Tetapisalahnya ialah mereka tidak melakukan yang mereka katakan. Kredibilitas sangatmenuntut supaya ada kesesuaian yang dikatakan atau dibicarakan dengan yangdiperbuat. Kata dan perbuatan sejalan. Teori diungkapkan di dalam praktik. Kredibilitas dapat berdiri tegak dan berguna yangsesungguhnya kalau kedua kakinya berfungsi, yaitu perkataan dan tindakan.Mereka yang dikritik Yesus itu hanya berdiri dengan satu kaki, yaitu perkataan.Perbuatan mereka nol. Jadi mereka orang-orang pincang. Maka nasihat Yesusialah, dengarkan dan ikuti saja yang mereka katakan, karena berisi nasihat dankebajikan. Tetapi jangan pernah mengikuti perbuatan mereka. Kata dan pikiranatau konsep lebih mudah dibuat karena tidak terlalu memerlukan pengorbanan. Khususnyaketika tujuannya ialah untuk menarik hati, mempengaruhi, dan menampilkan diri,kata-kata bisa dibuat sedemikian teratur, indah didengar, dan seolah-olahbertenaga untuk menggerakkan. Namun ini tetap saja masih belum lengkap. Iamasih pincang. Perbuatan atau tindakan yang mempunyai pengaruh moral,berisi iman, dan bernilai kemanusiaan memiliki mutu kredibilitas yang lebihtinggi dibandingkan dengan perbuatan biasa sepeti berjalan dan makan atauminum. Nabi Yesaya menegaskan tentang perbuatan berwujud keadilan dan berbelarasa. Jika orang hanya berbicara, berteori, berjanji, dan berdiskusi tentangmenciptakan keadilan dan pentingnya berbela rasa, lalu tanpa berbuat adil danmelayani secara nyata, kredibilitas iman dan moralnya layak dipertanyakan.Mereka mungkin merasa sangat yakin untuk berbicara dan menjelaskan itu, tetapimereka sedang merendahkan kualitasnya sebagai manusia karena tidak kredibel. Kalau ajakan renungan ini untuk menjadi kredibel, itumaksudnya supaya orang-orang yang memiliki tanggung jawab atas orang lain yangdiajari, dibina, dan didampingi, menjadikan kredibilitas sebuah kesakralan yangharus dihidupi. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus,ajarkanlah kami untuk menjadi orang yang benar dalam kata dan perbuatan.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Matias Meran Lejap dan Agnes Kenupang Luon dari Paroki Santo Yohanes Maria Vianey Cilangkap di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Ulangan 26: 16-19; Mazmur tg 119: 1-2.4-5.7-8; Matius 5: 43-48.MENJADI SEMPURNASEPERTI BAPA YANG SEMPURNA Renungan kita pada hari ini bertema: Menjadi SempurnaSeperti Bapa Yang Sempurna. Di dalam keluarga, orang tua sangat mengharapkansupaya anak atau anak-anaknya mencapai tingkat kemajuan sesuai standar yangdiinginkannya. Jika bapak atau ibu menargetkan nilai 10 dan anaknya dapatmencapainya, atau bahkan melampaui itu, tujuan orang tua tercapai. Jadi orangtua yang sempurna memang ingin supaya anak atau anak-anaknya sempurna sepertimereka. Namun tidak semua keluarga mengalami yang ideal sepertiini. Ada anak-anak yang tidak dapat memenuhi standar orang tua. Dialog,kompromi dan saling terbuka satu sama lain memang perlu dimungkinkan, supayahubungan baik dan hidup bersama tetap terpelihara dalam cinta kasih. Ketikafirman Yesus Kristus yang meminta kita untuk menjadi sempurna seperti Bapa yangsempurna, menjadi perhatian kita di dalam masa Prapaskah ini, keadaan kitasesungguhnya ialah sama seperti anak-anak yang belum memenuhi standar orang tuatadi. Masa Prapaskah memang penuh dengan upaya dan perhitungansupaya kita mampu mewujudkan apa yang diinginkan Tuhan dan Gereja terhadapkita. Salah satu yang terpenting ialah tentang perbuatan kasih. Ketika kitamengasihi saudara atau teman, perbuatan ini digolongkan sebagai cinta kasihyang normal. Di dalam keluarga dan sekolah, seorang anak dianggap baik dantulus kalau ia mengasihi saudara dan temannya. Di antara para tetangga dananggota masyarakat, perbuatan kasih selalu kita lalukan, dan ini semua menjadikankita sebagai sesama atau tetangga yang baik. Yesus ingin mengajarkan lebih dari sekedar normal dan baikini. Meski ini menjadi suatu ajaran sepanjang waktu, namun di dalam masaPrapaskah kiranya ini menjadi sebuah disiplin dan penitensi, yaitu ketika kitamengasihi, mendoakan, menolong, dan mengampuni orang-orang yang bersalah kepadakita. Mereka sengaja iri, marah, dan membenci kita. Ini baru namanya sebuahtindakan kasih yang besar, tinggi, dan menaikkan standar kita sebagai pengikutKristus yang baik dan normal. Melalui perbuatan baik yang biasa dan ditambahtindakan kasih terhadap para musuh kita, Yesus memberikan kita harga yangsangat tinggi, yaitu sempurna seperti Bapa yang sempurna. Ajaran ini jauh sebelumnya telah ditegaskan Musa kepadabangsa Israel di seberang Sungai Yordan, bahwa janji Allah sungguh sangat jelasbagi mereka. Setiap orang dan seluruh bangsa menjadi umat yang kudus bagiAllah, yang adalah Tuhan semesta alam. Kesempurnaan seperti Bapa yangdisampaikan oleh Musa meminta umat Allah untuk menaati perintah-perintah Allahdengan segenap hati dan segenap jiwa. Ajaran Musa mengikat dan menuntut, namunkemudian disempurnakan oleh Yesus yang memberikan sendiri teladan kesempurnaanitu. Kita tinggal menaati dan setia kepada-Nya.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Bapa yang baik,buatlah kami hidup dalam kepenuhan cinta kasih-Mu dan membuahkan cinta kasihitu di dalam pelayanan dan pengorbanan kepada sesama kami. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Petrus Kanisius Kebaowolo dan Elisabeth Welan dari Paroki Santo Agustinus Karawaci di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yehezkiel 18: 21-28; Mazmur tg 130: 1-2.3-4ab.4c-6.7-8; Matthew 5: 20-26.HUKUM LAMADIGANTI Renungan pada hari ini bertema: Hukum Lama Diganti. Didalam hidup kita, perubahan seseorang dari sikap yang baik menjadi jahat sudahbanyak terjadi. Demikian juga seseorang dari sikap yang jahat menjadi baik jugabanyak terjadi. Hal ini bukan karena otomatis atau bonus bagi dirinya.Perubahan itu terjadi umumnya karena disengaja atau dimungkinkan. Kebebasanyang ada pada kita menjadi semacam lisensi untuk terjadinya perubahan tersebut.Kitab nabi Yeheskiel dalam bacaan pertama membandingkan dua alam yang dihidupioleh manusia, alam gelap dan terang. Setiap orang bebas dan sengaja memilihnya. Mereka yang hidup dalam dunia gelap yang penuh kejahatansebenarnya pernah menjadi orang-orang baik. Pemimpin setan sebelum memelukkejahatan, ia adalah malaikat. Begitulah, banyak orang jahat justru sebelumnyaadalah orang-orang baik dan benar. Nabi mengatakan bahwa perubahan seperti ini,jalannya yang pasti ialah menuju kepada kebinasaan. Hasil terakhir yangdidapatkan dari pilihan untuk hidup jahat dan menjalaninya ialah kematian. Takada lagi pertolongan apa pun baginya. Orang yang sudah di dalam neraka tidakbisa tertolong lagi. Mereka yang hidup dalam rahmat Tuhan adalah mereka yanghidup penuh dengan terang Tuhan, yang terwujud dalam kata dan perbuatannya.Justru yang sangat dipuji oleh Tuhan dan diberikan harapan untuk hidup ialahmereka yang melepaskan kehidupan yang gelap dan menjalani hidup dalam terang.Masa Pra Paskah adalah kesempatan untuk memiliki pengalaman seperti ini.Melalui usaha-usaha yang berbentuk disiplin, seperti berpuasa, pemeriksaanbatin dan pengakuan dosa, kita membaharui diri untuk menjadi pribadi-pribadi yangbaru. Pembaharuan ini dibuat secara sempurna oleh Yesus, yaitumenciptakan suatu cara baru dalam mematuhi perintah-perintah Tuhan dan untukmenghindari perbuatan-perbuatan jahat. Hukum lama menetapkan sejumlah syaratuntuk tidak menajiskan dan menjerumuskan diri ke dalam dosa sesuai dengan carapandang pada waktu itu. Hukum lama tersebut diganti oleh Yesus dengan lebihmenekankan aspek kemanusiaan dan bukan pada aturan adat, kebiasaan, danpandangan orang-orang besar atau pemuka agama. Hukum baru oleh Yesus Kristus ialah cinta kasih. Menurutprinsip hukum cinta kasih, tindakan apa pun yang dimulai dari niat, pikiran,dan rencana yang jahat sudah dianggap sebagai dosa. Ini menggantikan hukum lamayang hanya melihat dosa kalau sudah terjadi pembunuhan, pengrusakan,pemfitnahan, pengutukan, dan perampasan. Padahal ketika sudah ada niat ataupikiran jahat, seseorang sudah membentuk amarah dan benci, untuk nantidilakukan secara konkret. Dengan demikian, dosa dan kejahatan memang dimulai daripemahaman, konsep, niat, dan pikiran-pikiran yang jahat. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus yang mulia,sempurnakanlah di dalam hati kami hukum cinta kasih-Mu dan mampukanlah kamimenggunakannya untuk mengasihi sesama kami seperti yang Engkau kehendaki. SalamMaria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Kris Waleng dan Welin Duan dari Gereja Santo Fransiskus Xaverius, Paroki Tanjung Priok, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yunus 3: 1-10; Mazmur tg 51: 3-4.12-13.18-19; Lukas 11: 29-32.LEBIH DARI PADATANDA YANG MEMPERINGATKAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Lebih DaripadaTanda Yang Memperingatkan. Ketika para pemuka, pemimpin dan cendekia Yahudimenekan Yesus supaya memberikan mereka tanda atas semua yang diperbuat-Nya,Yesus tidak sudi memberikan. Ia berbalik menanggapi mereka dengan sebuah carapembungkaman. Ia berkata dalam berbagai kesempatan dan dalam aneka perkataanbahwa Ia sendiri adalah tanda Allah. Karena itu mereka tak perlu lagipembuktian dari surga selain diri Yesus yang sedang berbicara dengan mereka. Kitab nabi Yunus dalam bacaan pertama memperlihatkan kalauorang-orang Niniwe dan kotanya yang terkenal berdosa, mengenali peringatanAllah ketika Yunus datang dan berbicara kepada mereka. Tuhan menghadirkantanda-Nya melalui nabi Yunus. Lalu kota itu, berikut pemimpin dan penduduknyamendengarkan nabi, lalu hasilnya ialah mereka semua bertobat. Pada kejadianlain, Ratu dari Syeba yang tidak seagama dengan Yahudi mengenali kebijaksanaanAllah di dalam Raja Salomo. Ini menunjukkan bahwa Yunus dan Salomo adalah tandadari Allah. Tanda pada Yunus berisi pesan kerahiman Allah bagi orang-orangNiniwe. Tanda pada Salomo berisi pesan suka cita kebijaksanaan kepada ratu danseluruh dunia. Jika sikap manusia ialah menerima, mengakui, danmenyanggupi pesan dari Allah melalui tanda-tanda tersebut, semuanya menjadimudah dan Tuhan memberkatinya dengan karunia melimpah. Manusia memperoleh sukacita, damai, kebahagiaan, dan keselamatan. Persoalannya ialah kalau manusiatidak mendengar, menolak, dan tidak menyanggupi peringatan itu. Jelas akibatnyaialah mereka tidak mendapatkan berkat karunia Allah. Sikap para pemuka,pemimpin, dan cendekia Yahudi itu justru lebih keras, yaitu mereka tidak menerimadan mengakui Tuhan Yesus yang lebih dari pada Yunus dan Salomo. Ini adalahkesalahan besar mereka, maka Tuhan yang langsung memperingatkan mereka! Kita mengalami kehadiran Tuhan langsung melalui firman-Nyayang diwartakan. Firman itu difasilitasi oleh Gereja sebagai terang dan sumberkehidupan kita. Di dalam Ekaristi, firman itu berubah menjadi tubuh yang kitaterima dan santap. Di dalam sakramen tobat, firman itu menjadi pesan kerahimanyang mengampuni dan menyelamatkan kita dari dosa. Di dalam homili, firman itumenjadi siraman rohani yang menyegarkan dahaga jiwa kita. Di dalam berkatpastor, firman itu menjadi kekuatan rohani yang menguatkan hidup rohani kita.Di dalam lagu-lagu rohani, firman itu menjadi sentuhan lembut yang membuat dirikita tenang dan nyaman. Di dalam nasihat orang tua dan orang dewasa, firman itumelindungi kita. Jadi di dalam seluruh hidup kita firman Tuhan menjelma. Kitahanya perlu menerima dan mengakui bahwa ada Tuhan, lalu menyanggupikehendak-Nya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Bapa yang baik,penuhilah hati kami dengan kebijaksanaan dan kasih-Mu supaya selalu berpihakkepada-Mu. Biarkanlah kami selalu mengakui-Mu dengan segenap hati kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Tania MCFSM dan Sr Dominika MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 58: 9b-14; Mazmur tg 86: 1-2.3-4.5-6; Lukas 5: 27-32.PUASA BERBUAHPEMBAHARUAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Puasa BerbuahPembaharuan. Kemarin kita diterangi dalam renungan bahwa puasa kita di dalammasa Pra Paskah ini dilakukan melalui beramal dan berdoa. Ini merupakancara-cara kita berpuasa. Lalu hal berikut yang amat penting ialah buah atauhasil melakukan puasa. Apakah yang didapatkan setelah melakukan puasa? Hari inikita merenungkan bahwa dengan berpuasa orang mendapatkan pembaharuan hidup. Nabi Yesaya mengatakan bahwa orang yang berhentimenyusahkan dan menyakiti sesamanya, lalu berbalik untuk berbuat baik danberamal kasih kepada sesamanya itu, pembaharuan yang ia peroleh adalah TuhanAllah berkenan kepadanya. Tuhan akan menuntunnya senantiasa. Tuhan akanmemuaskan semua kepentingannya untuk menjadi bahagia dan selamat di dalamkehidupannya. Pembaharuan ini berkaitan dengan kehidupan rohaninya yangberkembang, di mana hubungannya dengan Tuhan ialah dalam satu keterikatan yangmenyatu. Dasarnya ialah karena ia melakukan semua perbuatan Tuhan sendiri. Yang digambarkan oleh Yesaya ini terungkap dengan sangatjelas dalam pengalaman orang-orang yang mengalami sendiri hidup dan bekerjabersama Yesus Kristus. Kita semua yang berada di dalam Gereja saat ini jugadalam situasi yang berbeda-beda memiliki pengalaman ini, terlebih-lebih selamamasa Pra Paskah, kita ingin memantapkan dan memperkuat hubungan kita denganTuhan untuk semakin menyatu dengan-Nya. Syaratnya ialah bertahan dalam iman dankesetiaan menjadi murid-murid Tuhan yang baik seperti para rasul. Pembaharuan hidup yang dampaknya kuat bagi diri seseorangatau dalam suatu kebersamaan dengan orang lain ialah pertobatan. Tandanya ialahorang meninggalkan hidup yang lama dalam kegelapan dosa dan memilih hidup barudi dalam Tuhan. Melalui berpuasa, yaitu pengalaman berjumpa dan hidup bersamadengan Tuhan, kekuatan pengaruh-Nya dapat mengubah jalan hidup seseorang.Pengalaman ini ditunjukkan oleh Lewi, si pemungut cukai yang bertemu denganYesus dan selanjutnya mengundang Yesus untuk makan di rumahnya. Si pemungutcukai ini kemudian menjadi salah satu dari ke-12 rasul Yesus. Jika puasa dalam masa Pra Paskah ini belum menunjukkantanda-tanda akan ada pertobatan di dalam diri Anda dan keluarga atau kelompokAnda, memasuki minggu pertama Pra Paskah kiranya dapat dibuatkan suatuperencanaan dalam menata kehidupan baik pribadi maupun bersama. Perencanaan itumesti dapat dikonkretkan untuk suatu pertobatan yang kemudian diwujudkan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha rahim,terangi perjalanan hidup kami pribadi dan bersama di dalam masa Pra Paskah ini,sehingga kami berjalan di dalam terang untuk pertobatan kami. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Modesta MCFSM dan Sr Kristin MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 58: 1-9a; Mazmur tg 51: 3-4.5-6a.18-19; Matius 9: 14-15.BERPUASA DALAMBERAMAL DAN BERDOA Renungan kita pada hari ini bertema: Berpuasa DalamBeramal dan Berdoa. Tiga kesalehan standar yang telah kita sebutkan kemarin,masing-masingnya tidak berdiri sendiri. Berdoa bukanlah suatu tindakan yangtidak punya kaitan dengan berpuasa dan beramal. Demikian juga berpuasa danberamal. Satu perbuatan saleh membutuhkan dua lainnya supaya menjadikanseseorang saleh dan benar di hadapan Tuhan Allah dan menjadi suri teladan bagisesamanya. Renungan ini ingin membawa perhatian kita kepada berpuasayang kita lakukan melalui tindakan amal dan berdoa. Di dalam setiap perbuatankasih itu seseorang menjalankan puasanya. Demikian juga di dalam kesempatanberdoa, seseorang mengisi dan memperkuatkan puasanya. Kedua bacaan kita padahari ini menerangi iman kita tentang berpuasa dalam beramal dan berdoa. Kitab nabi Yesaya menegaskan bahwa perbuatan puasa yangsangat mengena dalam hidup bersama dan sesuai dengan kehendak Allah ialahmembuka belenggu-belenggu kelaliman. Semua bentuk kehidupan yang tertindas danterbelenggu harus dihilangkan. Perbuatan atau perilaku yang memperdayai danmenyusahkan sesama harus dihentikan. Orang-orang lapar dan haus diberikankepuasan raga mereka. Yang tidak mempunyai rumah diberikan tumpangan. Yangtidak mempunyai pakaian dipakaikan pakaian yang perlu. Semua yang dikatakan nabi dibuat begitu konkret oleh Yesusyang menjalankan misi Bapa Allah dengan ditemani oleh para rasul. Selain pararasul, ada begitu banyak murid yang mengikuti dan menyertai-Nya ke mana saja Iapergi dan dalam setiap kesempatan keberadaan-Nya. Hidup bersama dengan TuhanYesus ialah memandang Dia, berbicara dengan Dia, mendengar Dia, bersentuhandengan Dia, mengakui Dia, percaya kepada-Nya, dan berikhtiar untuk tetapbersama Dia sampai mati. Ini semua adalah kenyataan setiap saat hidup bersamadan dalam Tuhan yang memenuhi semua kriteria doa. Oleh karena itu Yesus memberikan pencerahan kepada kitabahwa, berpuasa yang benar dan sesungguhnya ialah melakukan tindakan-tindakanbersama dan di dalam Tuhan. Kehadiran-Nya menjiwai seluruh hidup kita. JikaTuhan sudah merelakan diri-Nya berada bersama kita, lalu mengapa manusiamengarang-ngarang caranya untuk berpuasa? Semua tindakan berpuasa itusebenarnya untuk siapa, padahal Tuhan yang disembah dan dimuliakan itu beradadi tengah-tengah umat-Nya? Jadi dengan berada dan bersama Tuhan, kita menjalankantindakan kasih yang dilakukan atas nama Dia, sambil berbicara dan berinteraksidengan Dia yang menguatkan kita melalui sabda dan berkat-Nya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Allah maha benar,perkuatkanlah ketetapan hati kami untuk menekuni disiplin iman kami di dalammasa penuh rahmat ini. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Ludgardis MCFSM, Sr Vinsensia MCFSM dan Sr Aurelia MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Sirakh 15: 15-20; Mazmur tg 119: 1-2.4-5.17-18.33-34; 1 Korintus 2: 6-10; Matius 5: 17-37.MENERIMA YANGMUNGKIN DARI MISTERI ALLAH Renungan kita pada hari ini bertema: Menerima Yang Mungkindari Misteri Allah. Sepasang orang muda baru sebulan ini berpacaran. Memangbanyak kesamaan di antara mereka yang membuat hubungan ini penuh dengan sukacita. Namun banyak juga perbedaan yang sering memicu perdebatan, prasangka,pikiran negatif dan saling marah. Mereka harus belajar untuk menerima semua inisebagai dinamika di dalam menjalin cinta sebagai pribadi-pribadi yang unik satusama lain. Mereka berdua sempat menghadiri acara pernikahan seorangteman mereka. Di dalam Misa pernikahan, Pastor yang berkotbah mengatakan, imanyang ditaburkan dan ditanam oleh Yesus ke dalam diri para pengikut-Nya ialahsesuatu yang mengalahkan semua bentuk logika yang ada. Iman bukan seperti ilmupengetahuan dan teknologi, yang selalu berusaha memberikan bukti untuk dilihat,dijumpai, dipakai dan diubah. Semua itu ada batasnya dan ada waktunya. Tetapi iman sesungguhnya mengajarkan kita tentang tidakmungkin. Semua kebaikan dan kebenaran dari Tuhan adalah mungkin bagi Dia.Tetapi bagi manusia adalah tidak mungkin. Kedua pasangan yang sedang dalamsuasana nikah, demikian juga pasangan yang sedang berpacaran, harus menyadaribahwa masing-masing pribadi unik, berbeda latar belakang dan keadaan, merupakansesuatu yang tidak mungkin. Cinta sejati adalah cinta tidak mungkin. Banyak nasihat, petunjuk dan perintah Tuhan, yang baginalar, logika dan perasaan kita sebagai manusia, sangat jelas tidak mungkin.Misalnya kita diminta untuk mengampuni tanpa batas, memasuki pintu yang sempituntuk bisa selamat, menggarami seluruh dunia, memberikan pipi kiri ditamparsetelah kanannya, mengasihi dan mendoakan musuh, meninggalkan segala-galanya didunia ini untuk mengikuti Kristus. Semua menjadi bagian dari iman kita. Alasan utama Tuhan menetapkan karakter iman kita sebagaisesuatu yang tidak mungkin, ialah supaya harapan kita tidak berhenti dan kitaselalu tertantang untuk mencapainya. Semangat iman kita ialah mencapai danmenjadi seperti Kristus. Yesus meminta kita untuk berbuat lebih jauh daristandar dunia ini, supaya kita mencapai standar-Nya. Intinya, Ia meminta supayaiman dan hidup agama kita harus melebihi para ahli Taurat dan kaum Farisi, yangmerupakan pemegang kunci hidup beragama dan pengajaran iman. Jadi, yang tidak mungkin itu adalah hikmat Allah, yangmeskipun tersembunyi dan selalu tidak kita pahami, kita tetap menerima danmenaatinya. Itu adalah cara kita menjawab panggilan-Nya dan jalan yang kitapilih untuk mencapai kesempurnaan. Kita selalu dinasihatkan oleh kitab suciuntuk memilih jalan ini, dan bukan jalan atau cara hidup yang lain. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa, semogadengan perayaan hari Minggu ini, kami tetapi setia dalam jalan panggilan kamidan menjadi saksi Kristus yang sesungguhnya di tengah dunia ini. Bapa kami yangada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Sisilia MCFSM dan Sr Rini MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 12: 26-32; 13: 33-34; Mazmur tg 106: 6-7a.19-20.21-22; Markus 8: 1-10.SANTAPAN ROHANIYANG MEMPERSATUKAN Tema renungan kita pada hari ialah: Santapan Rohani YangMempersatukan. Persekutuan di dalam satu keluarga tampak amat jelas ketikasemua anggota keluarga kompak menghadiri Misa Kudus, lalu melanjutkannya denganmakan siang bersama. Ini adalah sebuah kegiatan rutin. Persekutuan seperti inisangat bertentangan dengan nasib umat Allah di bawah raja-raja setelah matinyaSalomo. Yang paling tragis ialah raja Yerobeam memperbesar dosanya denganmelawan Roh Allah karena ia percaya kepada dewa-dewa. Santapan rohani yang tersedia bagi orang-orang beriman,pengikut Kristus, ialah persembahan diri Yesus sebagai bagian utamapekerjaan-Nya menjalani kehendak Bapa. Dalam seluruh karya pelayanan, Iamenampakkan tindakan pemberian diri-Nya dengan disaksikan oleh para rasul danbanyak orang di sekeliling-Nya. Mereka semua dibuat kagum, bangga, senang danpercaya akan tindakan-tindakan itu. Tetapi di atas semua itu ialah tindakanpuncak, yaitu mati untuk menebus semua umat manusia. Ia tandai peristiwa puncak ini dengan tindakan kenangan didalam Gereja untuk mengalami langsung kehadiran diri-Nya yang menjadi santapanbagi seluruh umat-Nya, demi memperkuat dan memelihara persekutuan yang sudah Iabangun. Kita mengenalnya sampai detik ini dengan nama Ekaristi. Yesus pertamakali membawa para pengikut-Nya dan semua orang yang mendengar-Nya, dengan penuhiman ke sebuah pengalaman menyantap diri-Nya sendiri, ialah pada waktu iamemperbanyak roti bagi ribuan orang yang lapar dan haus di padang rumput yangluas. Pemberian makan kepada ribuan orang ini kemudiandipertegas lagi maknanya pada saat menjelang wafat-Nya, ketika Ia makanperjamuan malam bersama para rasul, dan di sana Ia membagi-bagikan roti dananggur. Sabda-Nya ialah supaya mereka terus melanjutkan peristiwa merayakansantapan rohani ini sebagai kenangan akan Dia, sekaligus menjadi penguatanrohani bagi semua yang mengambil bagian di dalamnya. Di dalam perjamuan makanitu, satu tindakan Yesus dengan pemecahan dirinya dan dibagi-bagikan menandakansakramen Ekaristi dan Imamat. Jadi persekutuan yang kita perkuat terus-menerus baikmelalui doa dan tindakan nyata bergantung sekali pada dua unsur dasar ini: Ekaristidan Imamat. Sakramen ekaristi sebagai santapan rohani, sedangkan imamat sebagaihak istimewa untuk menjalankan dan memimpin peristiwa kenangan itu supayamemiliki legitimasinya dari Tuhan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Tuhan Yesus Kristus,semoga persekutuan kami di dalam dan bersama Dikau menjadi kekuatan yang sangatnyata di dunia ini untuk menghadirkan kerajaan Allah yang dapat membaharuiseluruh muka bumi ini. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh para Suster MCFSM dari Komunitas Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 11: 29-32; 12: 19; Mazmur tg 81: 10-11ab.12-13.14-15; Markus 7: 31-37.SEMAKIN KUATUNTUK PERSEKUTUAN Renungan kita pada hari ini bertema: Semakin Kuat UntukPersekutuan. Menurut keyakinan iman kita, persekutuan merupakan awal mulasegala sesuatu. Ayat-ayat pertama kitab suci, khususnya kitab Kejadian danInjil Yohanes menjelaskan bahwa persatuan atau persekutuan adalah hakikat TuhanAllah. Persatuan lebih dahulu ada sebelum kejatuhan manusia pertama ke dalamdosa yang menyebabkan perpecahan dan pemisahan antara yang kebaikan dankejahatan, rahmat dan dosa. Di dunia ini, di mana pun terjadi semakin kuat pemisahandan ketegangan yang mengancam persekutuan hidup, Tuhan juga tampak semakin kuatdalam kuasa-Nya membangun kembali persekutuan. Ia perbuat itu dalam diri dankarya Yesus Kristus. Yang diperbuat oleh Yesus Kristus supaya persekutuan itusemakin kuat ialah dengan membaharui tatanan atau pola hidup iman yang sudahterlanjur lemah. Ia membuka segala kemungkinan bagi mereka yang belum mengenalTuhan supaya menjadi percaya. Penyembuhan kepada seorang yang sekaligus tuli dan gagapmerupakan satu tindakan yang memperlihatkan kalau iman itu sangat bergantungpada kemampuan kita untuk mendengar dan berbicara. Yesus pernah berkhotbah dikotanya di Kapernaum bahwa iman itu terjadi pada saat orang mendengarkan firmanyang diwartakan. Mendengar ialah pintu masuk untuk iman, karena melaluinyaorang membukakan diri untuk memperhatikan dan menaruh ketaatannya. Darimendengar ini, kemampuan selanjutnya yang dituntut ialah berbicara sebagaiwujud bersyukur, merayakan iman itu, dan mewartakannya. Jika iman kita dipandang atau kita sendiri menganggapnyalemah, antara lain dapat diuji kemampuan kita dalam mendengar dan menjadi kabargembira bagi sesama. Kalau tanda-tandanya ialah kita malas bahkan tidak pernahmendengar dengan baik, ditambah dengan tidak berbicara dalam kebenaran firmanAllah itu, berarti iman kita sedang dalam krisis yang serius. Yang lebih parahialah bersikap benci dan menolak untuk mendengar dan berbicara tentang Tuhan.Jadi Yesus juga melakukan tindakan serius dengan harus berbuat sesuatu,memisahkan sedikit kita dari orang banyak lalu mencungkil halangan yangmenghambat kita mendengar dan berbicara tentang iman kita. Tuhan tetap membuka jalan dan segala kemungkinan bagimereka yang ingin mengetahui dan mengimani-Nya. Pekerjaan ini dilakukan melaluiGereja, khususnya melalui kita yang sudah beriman. Caranya ialah memakai duakemampuan yang ada, mendengar dan berbicara. Kiranya kita mengusahakan supayaorang-orang dapat mendengar Tuhan yang berbicara secara pribadi kepada mereka,dan dapat berbicara tentang Tuhan di dalam hidupnya yang nyata. Ini adalahcara-cara untuk memperkuat persekutuan di antara kita orang-orang beriman.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa,semoga kami selalu menjadi saluran yang benar dan berguna bagi saudara-saudarikami yang ingin mengenal Dikau dengan lebih dekat dan jelas. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Yulia Bela MCFSM dan Suster Tania MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 11: 4-13; Mazmur tg 106: 3-4.35-36.37.40; Markus 7: 24-30.PERSEKUTUANADALAH PANGGILAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Persekutuan AdalahPanggilan. Seorang bapak berusia 75 tahun meminta Pastor Paroki untuk dibaptismenjadi seorang Katolik. Hidupnya selama ini sebagai orang yang tidak beragama.Pastor memberikan persiapan khusus kepadanya sebelum dibaptis. Tidak lamasetelah mengikuti katekumen, istrinya yang berusia 72 tahun juga meminta untukdibaptis. Maka Pastor Paroki memberikan persiapan kepada mereka bersama-sama.Mereka berkata: tidak ada terlambat dalam beriman kepada Tuhan. Langkah yang diambil oleh pasutri lansia itu merupakansebuah perwujudan persekutuan sebagai panggilan. Tuhan tidak membutuhkanpersekutuan, tapi kita yang membutuhkan supaya kita dapat bersatu dengan-Nya.Panggilan kita manusia di dunia ini sampai ke titik persekutuan itu. Namun halini tidak mudah. Kegagalan raja Salomo dalam mempertahankan persekutuan denganTuhan adalah salah satu contohnya. Ia tidak mengikuti teladan ayahnya, rajaDaud. Dosa Salomo terbesar yang membuat ia dikutuk oleh Allahialah mengikuti kehendak para istrinya yang berlatarbelakang tidak berimankepada Tuhan. Para istri menyembah dewa-dewa. Murka Tuhan menggoyahkankerajaannya. Pada saat kerajaan itu dilanjutkan oleh putra Salomo, kerajaan itumengalami perpecahan besar. Hukuman atas dosa melawan Roh Kudus ialahkehancuran dan tidak dapat diampuni, begitu kata Yesus dalam kitab suci. Salomo sangat jelas memperlihatkan suatu perpecahan ataspersekutuan yang sudah diwariskan dengan mantap, dengan paling kentara ialahpemisahan antara yang kafir dan yang percaya. Ada suatu pemahaman bahwa kafiritu paling jahat dan tak bisa berpaling kepada Allah. Orang beragama kalaumasuk ruang hidup, bersentuhan, dan berinteraksi atau berkomunikasi dengan yangkafir sudah langsung menajiskan diri mereka. Tidak ada kemungkinan untukterjadi relasi satu titik pun dengan mereka yang berlainan kepercayaan dengannya. Justru di sini yang menciptakan perpecahan ialahorang-orang beragama. Orang kafir hanya berusaha untuk hidup baik sebagaimanusia dan mengusahakan kelayakan hidup di dunia ini. Dalam sanubarinyatersimpan benih-benih iman yang tinggal menunggu saatnya untuk terbuka, lalumereka memandang dan percaya kepada Allah. Yesus merintis jalan terbuka bagimereka. Ia membuka hati orang kafir, melebarkan jalan baginya untuk percayakepada Tuhan. Yesus jauh lebih bijaksana daripada Salomo, karena ia menyatukanorang beragama dengan mereka yang dipandang kafir. Tugas yang sama yang mestikita lanjutkan pada saat ini. Saat ini tidak cocok untuk memandang orang lainkafir!Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah mahabijaksana, berikanlah kami hati yang bijaksana sehingga kami dapat menciptakandan mempertahankan persekutuan hidup di antara kami, dan bukan merusaknyadengan perpecahan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Maria Goreti MCFSM dan Suster Ursula MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 10: 1-10; Mazmur tg 37: 5-6.30-31.39-40; Markus 7: 14-23.HATI BARU Renungan kita pada hari ini bertema: Hati Baru. Sepasangsuami dan istri dalam satu tahun terakhir hidup dalam konflik dan sepertinyatidak ada tanda berhenti. Lalu mereka berdua sepakat untuk bercerai melaluibeberapa proses. Salah satu hal dari proses itu ialah mereka berdua bertemuPastor Paroki untuk meminta pendapatnya. Masing-masing menyampaikan pendiriandan alasannya untuk bercerai. Menurutnya keputusan itu sudah bulat. Kepentingandiri masing-masing sangat kuat, dan bagi Pastor ini adalah contoh dua hati yanglama. Maka sang Pastor memiliki tugas amat penting untukmengubah hati yang lama itu menjadi hati yang baru. Setelah memberikan pendapatdan nasihatnya, Pastor mempersilakan masing-masingnya untuk adorasi di depanSakramen maha kudus. Di dalam gereja, mereka duduk berjauhan untuk berdoa.Sekitar satu jam berlalu, mereka kembali bertemu Pastor di kantornya.Masing-masing menyampaikan bahwa ia sadar akan kesalahan dan kesombongannya. Iaberniat mengampuni pasangannya. Ia memutuskan untuk tidak bercerai. Pasangan tersebut akhirnya mendapatkan sebuah hati yangbaru. Masing-masingnya menjadi orang yang baru. Pengalaman ini menunjukkanbahwa terciptanya sebuah hati yang baru tidak bisa hanya dengan urusan seorangdiri. Kalau tanpa campur tangan Tuhan dan sesama ia tidak bisa apa-apa, tidak bisa menjadi baru.Sakramen-sakramen dan bimbingan rohani adalah dua dari banyak cara yangmembantu seseorang untuk mengalami dirinya menjadi baru. Salah satu isi firman Tuhan yang menggerakkan kita untukmenciptakan hati yang baru ialah seperti yang diwartakan oleh bacaan-bacaanhari ini. Firman Tuhan pada prinsipnya berisi kebijaksanaan Tuhan tentangbagaimana hidup semestinya dalam mengikuti Kristus. Pilihan kita mesti ke sana,seperti yang dilakukan oleh Salomo yang membuat hikmat hidupnya bisa menarikperhatian Ratu dari Syeba dan seluruh dunia. Kalau kita memilih dan menggunakanselalu kebijaksanaan, Tuhan menyediakan itu dan menyempurnakannya di dalamkita. Hati yang baru ialah hati yang bersih. Kotoran, kenajisan,fitnah, benci, dengki, dan marah mestinya dikeluarkan dari sana. Yesus memintakita supaya semua itu tidak disimpan di hati seperti kita menyimpan hartakekayaan dengan begitu aman. Semua itu menajiskan atau mengotori kita, jadiharus dikeluarkan melalui pemeriksaan batin lalu melepaskannya dengan bantuanorang lain dan Gereja. Ini sama sekali tak ada hubungan dengan makanan yanghalal dan tidak halal. Makanan atau minuman itu tidak pernah punya kaitandengan menciptakan hati yang baru. Hati yang baru adalah urusan rohani,sementara makanan dan minuman urusan perut dan jasmani. Sangatlah beda! Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah mahabijaksana, semoga Roh-Mu memimpin kami selalu di dalam kebijaksanaan untukmenyatu dalam Yesus Kristus melalui hidup kami, dalam kata dan perbuatan kami.Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Waldetrudis MCFSM dan Suster Sisilia MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 8: 22-23.27-30; Mazmur tg 84: 3.4.5.10.11; Markus 7: 1-13.LAIN DI TINDAKANLAIN DI BIBIR Tema renungan kita pada hari ini ialah: Lain Di TindakanLain Di Bibir. Seorang remaja perempuan sudah berpacaran tiga tahun denganpemuda yang sedang kuliah hukum. Akhir-akhir ini gadis itu menjadi kecewadengan sikap pemuda cakap dan pintar tersebut. Pemuda itu bicara sangat memikatdan membuat banyak janji, tetapi perwujudannya nol. Ia hanya akan menjadisangat terpukul jika cintanya hanya di bibir, dan akhirnya tidak bisa berwujudnyata. Ia selalu mengingatkan pacarnya: cinta bukan sekedar "lain di tindakanlain di bibir". Kritik remaja perempuan ini hanya suatu porsi kecil darikritik besar Yesus kepada orang-orang Farisi dan para ahli Taurat di dalamkitab suci. Mereka turun dari Yerusalem ke tempat Yesus berada sekitar ratusankilometer dengan maksud membuktikan kalau Yesus dan pengikut-Nya melanggaraturan adat dan agama Yahudi. Aturan yang mereka tekankan ialah interpretasimanusia atas perintah Allah dari Musa. Contohnya mereka temukan para rasulYesus tidak mencuci tangan dahulu sebelum makan. Kemunafikan adalah kata yang pas bagi kaum farisi dan paraahli Taurat. Yesus langsung menyebutkan pelanggaran mereka yang terberat ialahmengkhianati firman Tuhan yang sebenarnya. Misalnya, perintah dari Musa untukmenghormati dan mengasihi orang tua, terlebih-lebih yang menderita dan sakit didalam keluarga sendiri. Biaya yang sebenarnya untuk mengobati anggota keluargaini, dialihkan untuk berbagai jenis pajak di rumah ibadat alias persembahan.Umat diharuskan untuk penuhi ini dan ternyata uangnya untuk kerakusan mereka.Jenis korupsi ini sudah menjadi mental hidup mereka bahkan mendarah-dagingsampai saat ini. Motivasi mereka ialah uang. Hidup agama mereka bukan untukmengudus manusia melalui kepatuhan pada firman Tuhan dan melakukankehendak-Nya, tetapi mendapatkan uang melalui praktik beragama. Untukmemperkuat strategi utama ini mereka harus mengarang-mengarang semua aturanpenampilan yang jumlahnya begitu banyak, termasuk yang disebutkan tadi ialahmencuci semua perkakas makan-minum dan tangan. Tampilan diri mereka harus suci,bibir dan mulut mereka harus berkata-kata bagus, dan gerak-gerik mereka harus sempurna.Orang-orang mesti percaya akan mereka dan terdorong untuk selalu taat pajakrumah ibadat. Ini yang sangat dilawan dan dikecam Yesus. Raja Salomo mengulangi kehendak Allah yang utama ialahtinggal selama-lamanya di bumi ini bersama umat manusia, tetapi bukan di dalamdiri manusia yang munafik seperti kaum farisi dan para ahli Taurat. Hanyakebenaranlah yang membuat kerajaan Allah besar di dunia bukan kemunafikan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus,perkuatkanlah kami untuk mampu melawan semua kepalsuan yang kami hadapi.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Imelda MCFSM dan Suster Dominika MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 8: 1-7.9-13; Mazmur tg 132: 6-7.8-10; Markus 6: 53-56.RUANG BAGI TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ruang Bagi Tuhan.Ruang dimaksudkan di sini bukan sebuah tempat atau lokasi. Karena prinsipnyaTuhan tidak bisa dikondisikan ke dalam sebuah tempat. Sebaliknya, Tuhan beradadi dalam ruang yang melingkupi dan menaungi kita. Ruang itu menandakan sebuahkehadiran dan keberadaan. Tuhan menyediakan ruang itu dan Dia sendiri berada disana. Raja Salomo dan umat Allah menaruh tabut perjanjian padatempat berdiam yang sudah dibangun, namun raja berseru bahwa Tuhan akan tinggaldi bumi selama-lamanya bersama umat-Nya. Ia menyertai, menemui, menjangkau, danbergaul dengan setiap orang di segala tempat seperti yang dilakukan oleh YesusKristus. Ruang buat Tuhan adalah seluruh permukaan bumi ini, tempat semuamanusia berdiam. Ruang bagi Tuhan yang jaraknya paling jauh ialah kota-kotadan desa-desa seberapa pun jaraknya, yang memperlihatkan orang-orangberbondong-bondong datang menemui Yesus untuk mendapatkan kesembuhan danpenghiburan. Itu namanya ruang publik yang terbuka dan menjurus dengan jarakpuluhan bahkan ratusan kilometer. Yesus mencapai sebuah tempat dan orang-orang mengenal-Nyalalu mereka segera mendekati untuk menyalami dan berbicara, say hello atauperkenalkan diri. Itu adalah ruang sosialnya Yesus. Pasti orang-orang bersorakgembira karena bisa memandang Yesus dari dekat, melambaikan tangan, dan suaramereka dapat didengar oleh Yesus. Sebagian mereka mendapatkan suka cita danpenghiburan karena perjumpaan itu. Mereka yang sakit bahkan mencapai ruang pribadi dan ruangintim Yesus melalui jamahan tangan Tuhan atau mereka sendiri yang menjamahjumbai juba Yesus. Di sini Yesus mengajarkan kalau the power of touch atau kekuatan menyentuh sangatlah penting untukpenguatan dan penyembuhan. Dalam menyentuh tak ada jarak lagi yang tampak. Itu adalah ruang tubuh kita yang mengijinkan kontak danenergi dari tubuh yang satu terserap oleh tubuh yang lain. Energinya Yesusmasuk ke dalam orang-orang sakit dan mereka menjadi sembuh. Ini adalahpelajaran amat berharga, yaitu ruang tubuh, ruang pribadi bahkan ruang sosialdan publik kita sangat instrumental untuk terjadinya kontak dengan orang lain.Tuntutan kedekatan dan kehadiran kita sangatlah penting, karena kita dapatberbagi ruang dari diri kita dan ini selalu menjadi tanda penguatan dan pembaharuanhidup. Ini adalah cara kita menghadirkan ruang bagi Tuhan yang bekerja melaluikita. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus, mampukanlahkami untuk memanfaatkan semua kehadiran kami sebagai ungkapan cinta kasih.Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...