Podcasts about keuskupan agung jakarta

  • 5PODCASTS
  • 424EPISODES
  • 7mAVG DURATION
  • 1WEEKLY EPISODE
  • Feb 20, 2026LATEST

POPULARITY

20192020202120222023202420252026


Best podcasts about keuskupan agung jakarta

Latest podcast episodes about keuskupan agung jakarta

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu sesudah Rabu Abu, 21 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 20, 2026 8:02


Dibawakan oleh Sr Tania MCFSM dan Sr Dominika MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 58: 9b-14; Mazmur tg 86: 1-2.3-4.5-6; Lukas 5: 27-32.PUASA BERBUAHPEMBAHARUAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Puasa BerbuahPembaharuan. Kemarin kita diterangi dalam renungan bahwa puasa kita di dalammasa Pra Paskah ini dilakukan melalui beramal dan berdoa. Ini merupakancara-cara kita berpuasa. Lalu hal berikut yang amat penting ialah buah atauhasil melakukan puasa. Apakah yang didapatkan setelah melakukan puasa? Hari inikita merenungkan bahwa dengan berpuasa orang mendapatkan pembaharuan hidup. Nabi Yesaya mengatakan bahwa orang yang berhentimenyusahkan dan menyakiti sesamanya, lalu berbalik untuk berbuat baik danberamal kasih kepada sesamanya itu, pembaharuan yang ia peroleh adalah TuhanAllah berkenan kepadanya. Tuhan akan menuntunnya senantiasa. Tuhan akanmemuaskan semua kepentingannya untuk menjadi bahagia dan selamat di dalamkehidupannya. Pembaharuan ini berkaitan dengan kehidupan rohaninya yangberkembang, di mana hubungannya dengan Tuhan ialah dalam satu keterikatan yangmenyatu. Dasarnya ialah karena ia melakukan semua perbuatan Tuhan sendiri. Yang digambarkan oleh Yesaya ini terungkap dengan sangatjelas dalam pengalaman orang-orang yang mengalami sendiri hidup dan bekerjabersama Yesus Kristus. Kita semua yang berada di dalam Gereja saat ini jugadalam situasi yang berbeda-beda memiliki pengalaman ini, terlebih-lebih selamamasa Pra Paskah, kita ingin memantapkan dan memperkuat hubungan kita denganTuhan untuk semakin menyatu dengan-Nya. Syaratnya ialah bertahan dalam iman dankesetiaan menjadi murid-murid Tuhan yang baik seperti para rasul. Pembaharuan hidup yang dampaknya kuat bagi diri seseorangatau dalam suatu kebersamaan dengan orang lain ialah pertobatan. Tandanya ialahorang meninggalkan hidup yang lama dalam kegelapan dosa dan memilih hidup barudi dalam Tuhan. Melalui berpuasa, yaitu pengalaman berjumpa dan hidup bersamadengan Tuhan, kekuatan pengaruh-Nya dapat mengubah jalan hidup seseorang.Pengalaman ini ditunjukkan oleh Lewi, si pemungut cukai yang bertemu denganYesus dan selanjutnya mengundang Yesus untuk makan di rumahnya. Si pemungutcukai ini kemudian menjadi salah satu dari ke-12 rasul Yesus. Jika puasa dalam masa Pra Paskah ini belum menunjukkantanda-tanda akan ada pertobatan di dalam diri Anda dan keluarga atau kelompokAnda, memasuki minggu pertama Pra Paskah kiranya dapat dibuatkan suatuperencanaan dalam menata kehidupan baik pribadi maupun bersama. Perencanaan itumesti dapat dikonkretkan untuk suatu pertobatan yang kemudian diwujudkan.  Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha rahim,terangi perjalanan hidup kami pribadi dan bersama di dalam masa Pra Paskah ini,sehingga kami berjalan di dalam terang untuk pertobatan kami. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat sesudah Rabu Abu, 20 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 19, 2026 8:08


Dibawakan oleh Sr Modesta MCFSM dan Sr Kristin MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 58: 1-9a; Mazmur tg 51: 3-4.5-6a.18-19; Matius 9: 14-15.BERPUASA DALAMBERAMAL DAN BERDOA Renungan kita pada hari ini bertema: Berpuasa DalamBeramal dan Berdoa. Tiga kesalehan standar yang telah kita sebutkan kemarin,masing-masingnya tidak berdiri sendiri. Berdoa bukanlah suatu tindakan yangtidak punya kaitan dengan berpuasa dan beramal. Demikian juga berpuasa danberamal. Satu perbuatan saleh membutuhkan dua lainnya supaya menjadikanseseorang saleh dan benar di hadapan Tuhan Allah dan menjadi suri teladan bagisesamanya. Renungan ini ingin membawa perhatian kita kepada berpuasayang kita lakukan melalui tindakan amal dan berdoa. Di dalam setiap perbuatankasih itu seseorang menjalankan puasanya. Demikian juga di dalam kesempatanberdoa, seseorang mengisi dan memperkuatkan puasanya. Kedua bacaan kita padahari ini menerangi iman kita tentang berpuasa dalam beramal dan berdoa. Kitab nabi Yesaya menegaskan bahwa perbuatan puasa yangsangat mengena dalam hidup bersama dan sesuai dengan kehendak Allah ialahmembuka belenggu-belenggu kelaliman. Semua bentuk kehidupan yang tertindas danterbelenggu harus dihilangkan. Perbuatan atau perilaku yang memperdayai danmenyusahkan sesama harus dihentikan. Orang-orang lapar dan haus diberikankepuasan raga mereka. Yang tidak mempunyai rumah diberikan tumpangan. Yangtidak mempunyai pakaian dipakaikan pakaian yang perlu.  Semua yang dikatakan nabi dibuat begitu konkret oleh Yesusyang menjalankan misi Bapa Allah dengan ditemani oleh para rasul. Selain pararasul, ada begitu banyak murid yang mengikuti dan menyertai-Nya ke mana saja Iapergi dan dalam setiap kesempatan keberadaan-Nya. Hidup bersama dengan TuhanYesus ialah memandang Dia, berbicara dengan Dia, mendengar Dia, bersentuhandengan Dia, mengakui Dia, percaya kepada-Nya, dan berikhtiar untuk tetapbersama Dia sampai mati. Ini semua adalah kenyataan setiap saat hidup bersamadan dalam Tuhan yang memenuhi semua kriteria doa. Oleh karena itu Yesus memberikan pencerahan kepada kitabahwa, berpuasa yang benar dan sesungguhnya ialah melakukan tindakan-tindakanbersama dan di dalam Tuhan. Kehadiran-Nya menjiwai seluruh hidup kita. JikaTuhan sudah merelakan diri-Nya berada bersama kita, lalu mengapa manusiamengarang-ngarang caranya untuk berpuasa? Semua tindakan berpuasa itusebenarnya untuk siapa, padahal Tuhan yang disembah dan dimuliakan itu beradadi tengah-tengah umat-Nya? Jadi dengan berada dan bersama Tuhan, kita menjalankantindakan kasih yang dilakukan atas nama Dia, sambil berbicara dan berinteraksidengan Dia yang menguatkan kita melalui sabda dan berkat-Nya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Allah maha benar,perkuatkanlah ketetapan hati kami untuk menekuni disiplin iman kami di dalammasa penuh rahmat ini. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-6, 15 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 14, 2026 13:16


Dibawakan oleh Sr Ludgardis MCFSM, Sr Vinsensia MCFSM dan Sr Aurelia MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Sirakh 15: 15-20; Mazmur tg 119: 1-2.4-5.17-18.33-34; 1 Korintus 2: 6-10; Matius 5: 17-37.MENERIMA YANGMUNGKIN DARI MISTERI ALLAH Renungan kita pada hari ini bertema: Menerima Yang Mungkindari Misteri Allah. Sepasang orang muda baru sebulan ini berpacaran. Memangbanyak kesamaan di antara mereka yang membuat hubungan ini penuh dengan sukacita. Namun banyak juga perbedaan yang sering memicu perdebatan, prasangka,pikiran negatif dan saling marah. Mereka harus belajar untuk menerima semua inisebagai dinamika di dalam menjalin cinta sebagai pribadi-pribadi yang unik satusama lain. Mereka berdua sempat menghadiri acara pernikahan seorangteman mereka. Di dalam Misa pernikahan, Pastor yang berkotbah mengatakan, imanyang ditaburkan dan ditanam oleh Yesus ke dalam diri para pengikut-Nya ialahsesuatu yang mengalahkan semua bentuk logika yang ada. Iman bukan seperti ilmupengetahuan dan teknologi, yang selalu berusaha memberikan bukti untuk dilihat,dijumpai, dipakai dan diubah. Semua itu ada batasnya dan ada waktunya. Tetapi iman sesungguhnya mengajarkan kita tentang tidakmungkin. Semua kebaikan dan kebenaran dari Tuhan adalah mungkin bagi Dia.Tetapi bagi manusia adalah tidak mungkin. Kedua pasangan yang sedang dalamsuasana nikah, demikian juga pasangan yang sedang berpacaran, harus menyadaribahwa masing-masing pribadi unik, berbeda latar belakang dan keadaan, merupakansesuatu yang tidak mungkin. Cinta sejati adalah cinta tidak mungkin. Banyak nasihat, petunjuk dan perintah Tuhan, yang baginalar, logika dan perasaan kita sebagai manusia, sangat jelas tidak mungkin.Misalnya kita diminta untuk mengampuni tanpa batas, memasuki pintu yang sempituntuk bisa selamat, menggarami seluruh dunia, memberikan pipi kiri ditamparsetelah kanannya, mengasihi dan mendoakan musuh, meninggalkan segala-galanya didunia ini untuk mengikuti Kristus. Semua menjadi bagian dari iman kita. Alasan utama Tuhan menetapkan karakter iman kita sebagaisesuatu yang tidak mungkin, ialah supaya harapan kita tidak berhenti dan kitaselalu tertantang untuk mencapainya. Semangat iman kita ialah mencapai danmenjadi seperti Kristus. Yesus meminta kita untuk berbuat lebih jauh daristandar dunia ini, supaya kita mencapai standar-Nya. Intinya, Ia meminta supayaiman dan hidup agama kita harus melebihi para ahli Taurat dan kaum Farisi, yangmerupakan pemegang kunci hidup beragama dan pengajaran iman. Jadi, yang tidak mungkin itu adalah hikmat Allah, yangmeskipun tersembunyi dan selalu tidak kita pahami, kita tetap menerima danmenaatinya. Itu adalah cara kita menjawab panggilan-Nya dan jalan yang kitapilih untuk mencapai kesempurnaan. Kita selalu dinasihatkan oleh kitab suciuntuk memilih jalan ini, dan bukan jalan atau cara hidup yang lain. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa, semogadengan perayaan hari Minggu ini, kami tetapi setia dalam jalan panggilan kamidan menjadi saksi Kristus yang sesungguhnya di tengah dunia ini. Bapa kami yangada di surga ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-5 masa biasa, 14 Februari 2026, Peringatan Santo Sirilus, Rahib dan Metodius, Uskup

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 13, 2026 7:27


Dibawakan oleh Sr Sisilia MCFSM dan Sr Rini MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 12: 26-32; 13: 33-34; Mazmur tg 106: 6-7a.19-20.21-22; Markus 8: 1-10.SANTAPAN ROHANIYANG MEMPERSATUKAN Tema renungan kita pada hari ialah: Santapan Rohani YangMempersatukan. Persekutuan di dalam satu keluarga tampak amat jelas ketikasemua anggota keluarga kompak menghadiri Misa Kudus, lalu melanjutkannya denganmakan siang bersama. Ini adalah sebuah kegiatan rutin. Persekutuan seperti inisangat bertentangan dengan nasib umat Allah di bawah raja-raja setelah matinyaSalomo. Yang paling tragis ialah raja Yerobeam memperbesar dosanya denganmelawan Roh Allah karena ia percaya kepada dewa-dewa.  Santapan rohani yang tersedia bagi orang-orang beriman,pengikut Kristus, ialah persembahan diri Yesus sebagai bagian utamapekerjaan-Nya menjalani kehendak Bapa. Dalam seluruh karya pelayanan, Iamenampakkan tindakan pemberian diri-Nya dengan disaksikan oleh para rasul danbanyak orang di sekeliling-Nya. Mereka semua dibuat kagum, bangga, senang danpercaya akan tindakan-tindakan itu. Tetapi di atas semua itu ialah tindakanpuncak, yaitu mati untuk menebus semua umat manusia. Ia tandai peristiwa puncak ini dengan tindakan kenangan didalam Gereja untuk mengalami langsung kehadiran diri-Nya yang menjadi santapanbagi seluruh umat-Nya, demi memperkuat dan memelihara persekutuan yang sudah Iabangun. Kita mengenalnya sampai detik ini dengan nama Ekaristi. Yesus pertamakali membawa para pengikut-Nya dan semua orang yang mendengar-Nya, dengan penuhiman ke sebuah pengalaman menyantap diri-Nya sendiri, ialah pada waktu iamemperbanyak roti bagi ribuan orang yang lapar dan haus di padang rumput yangluas.   Pemberian makan kepada ribuan orang ini kemudiandipertegas lagi maknanya pada saat menjelang wafat-Nya, ketika Ia makanperjamuan malam bersama para rasul, dan di sana Ia membagi-bagikan roti dananggur. Sabda-Nya ialah supaya mereka terus melanjutkan peristiwa merayakansantapan rohani ini sebagai kenangan akan Dia, sekaligus menjadi penguatanrohani bagi semua yang mengambil bagian di dalamnya. Di dalam perjamuan makanitu, satu tindakan Yesus dengan pemecahan dirinya dan dibagi-bagikan menandakansakramen Ekaristi dan Imamat.  Jadi persekutuan yang kita perkuat terus-menerus baikmelalui doa dan tindakan nyata bergantung sekali pada dua unsur dasar ini: Ekaristidan Imamat. Sakramen ekaristi sebagai santapan rohani, sedangkan imamat sebagaihak istimewa untuk menjalankan dan memimpin peristiwa kenangan itu supayamemiliki legitimasinya dari Tuhan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Tuhan Yesus Kristus,semoga persekutuan kami di dalam dan bersama Dikau menjadi kekuatan yang sangatnyata di dunia ini untuk menghadirkan kerajaan Allah yang dapat membaharuiseluruh muka bumi ini. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-5 masa biasa, 13 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 12, 2026 7:44


Dibawakan oleh para Suster MCFSM dari Komunitas Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 11: 29-32; 12: 19; Mazmur tg 81: 10-11ab.12-13.14-15; Markus 7: 31-37.SEMAKIN KUATUNTUK PERSEKUTUAN Renungan kita pada hari ini bertema: Semakin Kuat UntukPersekutuan. Menurut keyakinan iman kita, persekutuan merupakan awal mulasegala sesuatu. Ayat-ayat pertama kitab suci, khususnya kitab Kejadian danInjil Yohanes menjelaskan bahwa persatuan atau persekutuan adalah hakikat TuhanAllah. Persatuan lebih dahulu ada sebelum kejatuhan manusia pertama ke dalamdosa yang menyebabkan perpecahan dan pemisahan antara yang kebaikan dankejahatan, rahmat dan dosa. Di dunia ini, di mana pun terjadi semakin kuat pemisahandan ketegangan yang mengancam persekutuan hidup, Tuhan juga tampak semakin kuatdalam kuasa-Nya membangun kembali persekutuan. Ia perbuat itu dalam diri dankarya Yesus Kristus. Yang diperbuat oleh Yesus Kristus supaya persekutuan itusemakin kuat ialah dengan membaharui tatanan atau pola hidup iman yang sudahterlanjur lemah. Ia membuka segala kemungkinan bagi mereka yang belum mengenalTuhan supaya menjadi percaya. Penyembuhan kepada seorang yang sekaligus tuli dan gagapmerupakan satu tindakan yang memperlihatkan kalau iman itu sangat bergantungpada kemampuan kita untuk mendengar dan berbicara. Yesus pernah berkhotbah dikotanya di Kapernaum bahwa iman itu terjadi pada saat orang mendengarkan firmanyang diwartakan. Mendengar ialah pintu masuk untuk iman, karena melaluinyaorang membukakan diri untuk memperhatikan dan menaruh ketaatannya. Darimendengar ini, kemampuan selanjutnya yang dituntut ialah berbicara sebagaiwujud bersyukur, merayakan iman itu, dan mewartakannya. Jika iman kita dipandang atau kita sendiri menganggapnyalemah, antara lain dapat diuji kemampuan kita dalam mendengar dan menjadi kabargembira bagi sesama. Kalau tanda-tandanya ialah kita malas bahkan tidak pernahmendengar dengan baik, ditambah dengan tidak berbicara dalam kebenaran firmanAllah itu, berarti iman kita sedang dalam krisis yang serius. Yang lebih parahialah bersikap benci dan menolak untuk mendengar dan berbicara tentang Tuhan.Jadi Yesus juga melakukan tindakan serius dengan harus berbuat sesuatu,memisahkan sedikit kita dari orang banyak lalu mencungkil halangan yangmenghambat kita mendengar dan berbicara tentang iman kita. Tuhan tetap membuka jalan dan segala kemungkinan bagimereka yang ingin mengetahui dan mengimani-Nya. Pekerjaan ini dilakukan melaluiGereja, khususnya melalui kita yang sudah beriman. Caranya ialah memakai duakemampuan yang ada, mendengar dan berbicara. Kiranya kita mengusahakan supayaorang-orang dapat mendengar Tuhan yang berbicara secara pribadi kepada mereka,dan dapat berbicara tentang Tuhan di dalam hidupnya yang nyata. Ini adalahcara-cara untuk memperkuat persekutuan di antara kita orang-orang beriman.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa,semoga kami selalu menjadi saluran yang benar dan berguna bagi saudara-saudarikami yang ingin mengenal Dikau dengan lebih dekat dan jelas. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-5 masa biasa, 12 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 11, 2026 9:09


Dibawakan oleh Suster Yulia Bela MCFSM dan Suster Tania MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 11: 4-13; Mazmur tg 106: 3-4.35-36.37.40; Markus 7: 24-30.PERSEKUTUANADALAH PANGGILAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Persekutuan AdalahPanggilan. Seorang bapak berusia 75 tahun meminta Pastor Paroki untuk dibaptismenjadi seorang Katolik. Hidupnya selama ini sebagai orang yang tidak beragama.Pastor memberikan persiapan khusus kepadanya sebelum dibaptis. Tidak lamasetelah mengikuti katekumen, istrinya yang berusia 72 tahun juga meminta untukdibaptis. Maka Pastor Paroki memberikan persiapan kepada mereka bersama-sama.Mereka berkata: tidak ada terlambat dalam beriman kepada Tuhan. Langkah yang diambil oleh pasutri lansia itu merupakansebuah perwujudan persekutuan sebagai panggilan. Tuhan tidak membutuhkanpersekutuan, tapi kita yang membutuhkan supaya kita dapat bersatu dengan-Nya.Panggilan kita manusia di dunia ini sampai ke titik persekutuan itu. Namun halini tidak mudah. Kegagalan raja Salomo dalam mempertahankan persekutuan denganTuhan adalah salah satu contohnya. Ia tidak mengikuti teladan ayahnya, rajaDaud. Dosa Salomo terbesar yang membuat ia dikutuk oleh Allahialah mengikuti kehendak para istrinya yang berlatarbelakang tidak berimankepada Tuhan. Para istri menyembah dewa-dewa. Murka Tuhan menggoyahkankerajaannya. Pada saat kerajaan itu dilanjutkan oleh putra Salomo, kerajaan itumengalami perpecahan besar. Hukuman atas dosa melawan Roh Kudus ialahkehancuran dan tidak dapat diampuni, begitu kata Yesus dalam kitab suci. Salomo sangat jelas memperlihatkan suatu perpecahan ataspersekutuan yang sudah diwariskan dengan mantap, dengan paling kentara ialahpemisahan antara yang kafir dan yang percaya. Ada suatu pemahaman bahwa kafiritu paling jahat dan tak bisa berpaling kepada Allah. Orang beragama kalaumasuk ruang hidup, bersentuhan, dan berinteraksi atau berkomunikasi dengan yangkafir sudah langsung menajiskan diri mereka. Tidak ada kemungkinan untukterjadi relasi satu titik pun dengan mereka yang berlainan kepercayaan dengannya. Justru di sini yang menciptakan perpecahan ialahorang-orang beragama. Orang kafir hanya berusaha untuk hidup baik sebagaimanusia dan mengusahakan kelayakan hidup di dunia ini. Dalam sanubarinyatersimpan benih-benih iman yang tinggal menunggu saatnya untuk terbuka, lalumereka memandang dan percaya kepada Allah. Yesus merintis jalan terbuka bagimereka. Ia membuka hati orang kafir, melebarkan jalan baginya untuk percayakepada Tuhan. Yesus jauh lebih bijaksana daripada Salomo, karena ia menyatukanorang beragama dengan mereka yang dipandang kafir. Tugas yang sama yang mestikita lanjutkan pada saat ini. Saat ini tidak cocok untuk memandang orang lainkafir!Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah mahabijaksana, berikanlah kami hati yang bijaksana sehingga kami dapat menciptakandan mempertahankan persekutuan hidup di antara kami, dan bukan merusaknyadengan perpecahan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-5 masa biasa, 11 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 10, 2026 9:22


Dibawakan oleh Suster Maria Goreti MCFSM dan Suster Ursula MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 10: 1-10; Mazmur tg 37: 5-6.30-31.39-40; Markus 7: 14-23.HATI BARU Renungan kita pada hari ini bertema: Hati Baru. Sepasangsuami dan istri dalam satu tahun terakhir hidup dalam konflik dan sepertinyatidak ada tanda berhenti. Lalu mereka berdua sepakat untuk bercerai melaluibeberapa proses. Salah satu hal dari proses itu ialah mereka berdua bertemuPastor Paroki untuk meminta pendapatnya. Masing-masing menyampaikan pendiriandan alasannya untuk bercerai. Menurutnya keputusan itu sudah bulat. Kepentingandiri masing-masing sangat kuat, dan bagi Pastor ini adalah contoh dua hati yanglama. Maka sang Pastor memiliki tugas amat penting untukmengubah hati yang lama itu menjadi hati yang baru. Setelah memberikan pendapatdan nasihatnya, Pastor mempersilakan masing-masingnya untuk adorasi di depanSakramen maha kudus. Di dalam gereja, mereka duduk berjauhan untuk berdoa.Sekitar satu jam berlalu, mereka kembali bertemu Pastor di kantornya.Masing-masing menyampaikan bahwa ia sadar akan kesalahan dan kesombongannya. Iaberniat mengampuni pasangannya. Ia memutuskan untuk tidak bercerai. Pasangan tersebut akhirnya mendapatkan sebuah hati yangbaru. Masing-masingnya menjadi orang yang baru. Pengalaman ini menunjukkanbahwa terciptanya sebuah hati yang baru tidak bisa hanya dengan urusan seorangdiri. Kalau tanpa campur tangan Tuhan dan sesama ia tidak bisa apa-apa, tidak bisa menjadi baru.Sakramen-sakramen dan bimbingan rohani adalah dua dari banyak cara yangmembantu seseorang untuk mengalami dirinya menjadi baru.  Salah satu isi firman Tuhan yang menggerakkan kita untukmenciptakan hati yang baru ialah seperti yang diwartakan oleh bacaan-bacaanhari ini. Firman Tuhan pada prinsipnya berisi kebijaksanaan Tuhan tentangbagaimana hidup semestinya dalam mengikuti Kristus. Pilihan kita mesti ke sana,seperti yang dilakukan oleh Salomo yang membuat hikmat hidupnya bisa menarikperhatian Ratu dari Syeba dan seluruh dunia. Kalau kita memilih dan menggunakanselalu kebijaksanaan, Tuhan menyediakan itu dan menyempurnakannya di dalamkita. Hati yang baru ialah hati yang bersih. Kotoran, kenajisan,fitnah, benci, dengki, dan marah mestinya dikeluarkan dari sana. Yesus memintakita supaya semua itu tidak disimpan di hati seperti kita menyimpan hartakekayaan dengan begitu aman. Semua itu menajiskan atau mengotori kita, jadiharus dikeluarkan melalui pemeriksaan batin lalu melepaskannya dengan bantuanorang lain dan Gereja. Ini sama sekali tak ada hubungan dengan makanan yanghalal dan tidak halal. Makanan atau minuman itu tidak pernah punya kaitandengan menciptakan hati yang baru. Hati yang baru adalah urusan rohani,sementara makanan dan minuman urusan perut dan jasmani. Sangatlah beda! Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah mahabijaksana, semoga Roh-Mu memimpin kami selalu di dalam kebijaksanaan untukmenyatu dalam Yesus Kristus melalui hidup kami, dalam kata dan perbuatan kami.Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-5 masa biasa, 10 Februari 2026, Peringatan Santa Skolastika, Perawan

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 9, 2026 9:21


Dibawakan oleh Suster Waldetrudis MCFSM dan Suster Sisilia MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 8: 22-23.27-30; Mazmur tg 84: 3.4.5.10.11; Markus 7: 1-13.LAIN DI TINDAKANLAIN DI BIBIR Tema renungan kita pada hari ini ialah: Lain Di TindakanLain Di Bibir. Seorang remaja perempuan sudah berpacaran tiga tahun denganpemuda yang sedang kuliah hukum. Akhir-akhir ini gadis itu menjadi kecewadengan sikap pemuda cakap dan pintar tersebut. Pemuda itu bicara sangat memikatdan membuat banyak janji, tetapi perwujudannya nol. Ia hanya akan menjadisangat terpukul jika cintanya hanya di bibir, dan akhirnya tidak bisa berwujudnyata. Ia selalu mengingatkan pacarnya: cinta bukan sekedar "lain di tindakanlain di bibir". Kritik remaja perempuan ini hanya suatu porsi kecil darikritik besar Yesus kepada orang-orang Farisi dan para ahli Taurat di dalamkitab suci. Mereka turun dari Yerusalem ke tempat Yesus berada sekitar ratusankilometer dengan maksud membuktikan kalau Yesus dan pengikut-Nya melanggaraturan adat dan agama Yahudi. Aturan yang mereka tekankan ialah interpretasimanusia atas perintah Allah dari Musa. Contohnya mereka temukan para rasulYesus tidak mencuci tangan dahulu sebelum makan. Kemunafikan adalah kata yang pas bagi kaum farisi dan paraahli Taurat. Yesus langsung menyebutkan pelanggaran mereka yang terberat ialahmengkhianati firman Tuhan yang sebenarnya. Misalnya, perintah dari Musa untukmenghormati dan mengasihi orang tua, terlebih-lebih yang menderita dan sakit didalam keluarga sendiri. Biaya yang sebenarnya untuk mengobati anggota keluargaini, dialihkan untuk berbagai jenis pajak di rumah ibadat alias persembahan.Umat diharuskan untuk penuhi ini dan ternyata uangnya untuk kerakusan mereka.Jenis korupsi ini sudah menjadi mental hidup mereka bahkan mendarah-dagingsampai saat ini. Motivasi mereka ialah uang. Hidup agama mereka bukan untukmengudus manusia melalui kepatuhan pada firman Tuhan dan melakukankehendak-Nya, tetapi mendapatkan uang melalui praktik beragama. Untukmemperkuat strategi utama ini mereka harus mengarang-mengarang semua aturanpenampilan yang jumlahnya begitu banyak, termasuk yang disebutkan tadi ialahmencuci semua perkakas makan-minum dan tangan. Tampilan diri mereka harus suci,bibir dan mulut mereka harus berkata-kata bagus, dan gerak-gerik mereka harus sempurna.Orang-orang mesti percaya akan mereka dan terdorong untuk selalu taat pajakrumah ibadat. Ini yang sangat dilawan dan dikecam Yesus. Raja Salomo mengulangi kehendak Allah yang utama ialahtinggal selama-lamanya di bumi ini bersama umat manusia, tetapi bukan di dalamdiri manusia yang munafik seperti kaum farisi dan para ahli Taurat. Hanyakebenaranlah yang membuat kerajaan Allah besar di dunia bukan kemunafikan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus,perkuatkanlah kami untuk mampu melawan semua kepalsuan yang kami hadapi.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-5 masa biasa, 9 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 8, 2026 8:27


Dibawakan oleh Suster Imelda MCFSM dan Suster Dominika MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 8: 1-7.9-13; Mazmur tg 132: 6-7.8-10; Markus 6: 53-56.RUANG BAGI TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ruang Bagi Tuhan.Ruang dimaksudkan di sini bukan sebuah tempat atau lokasi. Karena prinsipnyaTuhan tidak bisa dikondisikan ke dalam sebuah tempat. Sebaliknya, Tuhan beradadi dalam ruang yang melingkupi dan menaungi kita. Ruang itu menandakan sebuahkehadiran dan keberadaan. Tuhan menyediakan ruang itu dan Dia sendiri berada disana. Raja Salomo dan umat Allah menaruh tabut perjanjian padatempat berdiam yang sudah dibangun, namun raja berseru bahwa Tuhan akan tinggaldi bumi selama-lamanya bersama umat-Nya. Ia menyertai, menemui, menjangkau, danbergaul dengan setiap orang di segala tempat seperti yang dilakukan oleh YesusKristus. Ruang buat Tuhan adalah seluruh permukaan bumi ini, tempat semuamanusia berdiam. Ruang bagi Tuhan yang jaraknya paling jauh ialah kota-kotadan desa-desa seberapa pun jaraknya, yang memperlihatkan orang-orangberbondong-bondong datang menemui Yesus untuk mendapatkan kesembuhan danpenghiburan. Itu namanya ruang publik yang terbuka dan menjurus dengan jarakpuluhan bahkan ratusan kilometer.  Yesus mencapai sebuah tempat dan orang-orang mengenal-Nyalalu mereka segera mendekati untuk menyalami dan berbicara, say hello atauperkenalkan diri. Itu adalah ruang sosialnya Yesus. Pasti orang-orang bersorakgembira karena bisa memandang Yesus dari dekat, melambaikan tangan, dan suaramereka dapat didengar oleh Yesus. Sebagian mereka mendapatkan suka cita danpenghiburan karena perjumpaan itu. Mereka yang sakit bahkan mencapai ruang pribadi dan ruangintim Yesus melalui jamahan tangan Tuhan atau mereka sendiri yang menjamahjumbai juba Yesus. Di sini Yesus mengajarkan kalau the power of touch atau kekuatan menyentuh sangatlah penting untukpenguatan dan penyembuhan. Dalam menyentuh tak ada jarak lagi yang tampak.  Itu adalah ruang tubuh kita yang mengijinkan kontak danenergi dari tubuh yang satu terserap oleh tubuh yang lain. Energinya Yesusmasuk ke dalam orang-orang sakit dan mereka menjadi sembuh. Ini adalahpelajaran amat berharga, yaitu ruang tubuh, ruang pribadi bahkan ruang sosialdan publik kita sangat instrumental untuk terjadinya kontak dengan orang lain.Tuntutan kedekatan dan kehadiran kita sangatlah penting, karena kita dapatberbagi ruang dari diri kita dan ini selalu menjadi tanda penguatan dan pembaharuanhidup. Ini adalah cara kita menghadirkan ruang bagi Tuhan yang bekerja melaluikita. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus, mampukanlahkami untuk memanfaatkan semua kehadiran kami sebagai ungkapan cinta kasih.Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-5, 8 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 7, 2026 12:14


Dibawakan oleh Suster Brigida MCFSM, Suster Ludgardis MCFSM dan Suster Vinsensia MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 58: 7-10; Mazmur tg 112: 4-5.6-7.8a.9; 1 Korintus 2: 1-5; Matius 5: 13-16.KITA DIJADIKAN GARAM DAN TERANG DUNIA Tema renungan kita pada hari Minggu Biada kelima iniialah: Kita Dijadikan Garam dan Terang Dunia. Dalam khotbah di bukit, Yesusmenegaskan identitas para murid sebagai garam dan terang dunia (bdk.Injil Matius). Pernyataan ini bukan sekadar metafora indah, melainkan panggilanhidup. Garam tidak hidup untuk dirinya sendiri; ia hadir untuk memberi rasa,mencegah kebusukan, dan menjaga kehidupan. Terang pun tidak disembunyikan; iahadir untuk menerangi, memberi arah, dan menyingkirkan kegelapan. Jadi, menjadigaram dan terang berarti menjadi penolong—pribadi yang kehadirannyamenghadirkan kebaikan nyata bagi sesama. Yesus mengajak para murid menyadari bahwa melalui hidupmerekalah dunia dapat merasakan sentuhan Allah. Garam yang tawar dan terangyang disembunyikan kehilangan maknanya. Maka, iman Kristiani menjadi nyataketika seseorang berani keluar dari kepentingan diri, peka terhadap kebutuhanorang lain, dan terlibat dalam penderitaan sesama. Berarti seorang muridmenjadi tanda kehadiran dan tindakan Tuhan: bukan terutama lewat kata-kata,melainkan lewat tindakan kasih yang konkret. Nabi Kitab Yesaya menegaskan bahwa terang sejatiterungkap melalui kasih yang dibagikan kepada mereka yang lapar, yang tidakberpakaian, dan yang tidak memiliki tempat tinggal. Terang bukanlah kemilauspiritual yang abstrak, melainkan sinar yang memanaskan kehidupan orang lain.Ketika tangan kita bisa berbagi, ketika langkah kita mendekat kepada yangtersingkir, saat itulah terang Tuhan memancar melalui diri kita. Keyakinan yang sama diteguhkan oleh Santo Paulus kepadajemaat di Korintus. Dalam suratnya yang pertama, Paulus menegaskan bahwa imantidak bertumpu pada hikmat manusia, melainkan pada kekuatan Allah. Artinya,menjadi garam dan terang bukanlah hasil kehebatan pribadi, melainkan buah dariketerbukaan pada karya Allah yang bekerja dalam kelemahan manusia. Ketika kitamengandalkan Tuhan, hidup sederhana kita pun dapat menjadi sarana rahmat bagibanyak orang. Mari kita bayangkan begini: sebuah lilin kecil yangdinyalakan di ruang gelap. Cahaya lilin itu tidak besar, namun cukup untukmenolong seseorang menemukan jalan dan menghindari bahaya. Lilin tidak memilihsiapa yang pantas menerima cahayanya; ia hanya setia menyala dan menghabiskandirinya. Demikian pula seorang penolong sejati: mungkin sederhana, sering takterlihat, namun kehadirannya membuat hidup orang lain menjadi lebih manusiawidan penuh harapan. Akhirnya, menjadi garam dan terang dunia adalahpanggilan harian untuk menghadirkan Allah di tengah realitas hidup. Melaluikasih yang dibagikan, pertolongan yang tulus, dan iman yang bersandar padakekuatan-Nya, kita dipanggil untuk menjadi saksi bahwa Tuhan sungguh bekerja didunia ini—melalui hidup kita yang mau dipakai bagi sesama.  Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Allah yangmahakuasa, peliharalah dan kuatkanlah iman kami kepada-Mu agar kami senantiasamenjadi tanda kehadiran dan tindakan-Mu untuk menyelamatkan diri kami sendiri,sesama kami dan dunia di sekitar kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-4 masa biasa, 7 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 6, 2026 8:25


Dibawakan oleh Suster Yolastri MCFSM dan Suster Tania MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 3: 4-13; Mazmur tg 119: 9.10.11.12.13.14; Markus 6: 30-34.CHAS ENERGI  Renungan kita pada hari ini bertema: Chas Energi. Ada banyak kesaksian baik secara langsung maupunmelalui media sosial tentang bahaya memakai hp atau telpon seluler saat sedangdi-chas. Orang-orang saling memberikan peringatan untuk tidak menelpon atauberaktivitas dengan hp ketika sedang di-chas. Katanya hp bisa terbakar ataumeledak. Sudah ada banyak bukti tentang ini dan disebarkan secara viral untukdiperhatikan oleh banyak orang. Maksudnya, hp itu harus dalam keadaan diam atau istirahatsehingga proses penambahan energi listrik ke dalam baterainya, tidak terganggudengan penggunaan energi yang sama untuk proses komunikasi. Pertimbangan ituada benarnya, karena baterai itu seperti gudang. Ia menerima dahulu energi,lalu nanti selesai baru ia menyalurkan keluar untuk berbagai pemakaian. Iabukan selang yang menerima dan langsung mengalirkan energinya. Pengalaman chas energi secara rohani digambarkan olehbacaan-bacaan kita pada hari ini. Raja Salomo mewariskan kerajaan yang begitubesar dan kuat dari bapaknya Daud. Tapi ia berhenti sejenak untuk pergi kebukit persembahan yang paling besar, namanya Gibeon. Di sana ia berdoa danmembuat persembahan kepada Allah. Sebagai jawabannya, ia mendapat kebijaksanaandari Tuhan setelah ia disuruh untuk membuat satu permintaan yang terbaik bagidia dan kerajaannya. Sebuah energi baru akan membantu untuk suatu pekerjaanbaru. Yesus dan para rasul menyempatkan suasana sepi untukmereka sendiri dalam istirahat, berdoa, dan memperkuat persekutuan di antaramereka di tengah-tengah kesibukan pelayanan mereka terhadap begitu banyakorang. Namun kenyataannya orang banyak tidak surut keinginannya untukmendengarkan dan mendapatkan penyembuhan dari Tuhan. Mereka mengikuti terus kemana pun tempat menyepinya Yesus dan para rasul. Setelah proses chas kembalienergi itu, kekuatan dan semangat baru bangkit dengan passion, bela rasa, gerakan hati, kobaran semangat, yaitu“tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka sepertidomba yang tidak mempunyai gembala.” Chas energi yang baru atau menambah dan memperkuat yangsudah ada sangat penting untuk tugas selanjutnya, tantangan baru, perjuanganyang berkelanjutan, dan kesulitan-kesulitan yang bakal dihadapi. Kita memilikisaat-saat pemeriksaan batin, pengakuan dosa, ekaristi harian dan mingguan,puasa, rekoleksi, dan retret; semua ini adalah kesempatan chas kembali energirohani. Ini bukan sekedar kegiatan-kegiatan rohani, karena nantinyamenghasilkan orang-orang seperti selang: terima chas energi langsung menguap dankeluar. Ini adalah cara kita mengisi gudang rohani kita, supaya padasaat-saatnya kita menyalurkannya dalam aneka kegunaannya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus,perkuatkanlah kami dalam memberikan kesaksian yang benar tentang Dikau.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat, hari biasa Natal, 2 Januari 2026, Peringatan Santo Basilius Agung dan Santo Gregorius dari Nazianze, Uskup dan Pujangga Gereja

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 1, 2026 9:05


Dibawakan oleh Evano dan Gisela dari Gereja Santo Ambrosius, Paroki Villa Melati Mas di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Yohanes 2: 22-28; Mazmur tg 98: 1.2-3ab.3cd-4; Yohanes 1: 19-28.SUARA DAN KATA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Suara dan Kata.  Pada hari ini Gereja kita memperingati SantoBasilius Agung dan Gregorius Nasianze. Keduanya adalah para bapa Gereja,orang-orang cendekia Gereja yang sangat berjasa dalam memperkuat misi Gereja didaerah Asia Minor yang sekarang Turki dan sekitarnya. Mereka berdua adalahcontoh wajah dan tubuh Kristus di daerah Timur Tengah dan sebagian wilayahEropa Timur. Sepanjang tahun ini kita akan dihadapkan oleh sebuah tantangan, dalambentuk pertanyaan: “Siapakah engkau?”. Pertanyaan ini ialah yang ditanyakanoleh orang-orang kepada Yohanes Pembaptis soal identitasnya. Mereka sangatrepot kalau ada orang begitu terkenal dan dipandang nabi bisa menghebohkan,terutama pandangan mereka bahwa Mesias akan datang, atau nabi Elia yang suciitu akan bangkit lagi. Kesaksian Yohanes membuat rasa mereka bercampur adukheran, takut, penasaran, kesal, marah, dan tertantang. Kalau selanjutnya kita sering atau selalu dihadapkan pada pertanyaan itu,apa kiranya jawaban Anda dan saya yang terbaik? Marilah kita ke belakang untukmelihat kedua santo tadi, Basilius dan Gregorius yang menjadi wajah Kristus ditempat mereka berkarya. Pandangan kita bisa lebih jauh lagi ke belakang, yaitukepada Yohanes Pembaptis. Ia juga menampakkan wajah Kristus yang sesungguhnyakepada para pendengarnya.  Ungkapan lain yang sama maknanya ialah menjadi suara bagi kata atau Sabda.Yesus Kristus adalah Sabda Tuhan yang kekal, sedangkan Yohanes, Basilius,Gregorius dan setiap orang Kristen pengikut-Nya harus menjadi suara yangmewartakan-Nya. Dalam berperan sebagai suara, kita sangat bergantung padaSabda, yaitu sumber kebenaran dan sebagai isi suara kita. Sebab kalau suara itutidak mempunyai kaitan dengan kata, suara itu mungkin mengungkapkan kata yanglain atau tidak berkata-kata apa pun.  Sesuai dengan iman kita, Sabda itu pasti hanya Tuhan Yesus. Sebab jikabukan Tuhan Yesus, kita tidak akan pernah melakukan kegiatan pewartaan di dalamGereja dan dalam kehidupan kita sehari-hari. Untuk menjadi suara bagi TuhanYesus, dibutuhkan kemampuan instrumen pendukungnya. Yang paling pertama danutama ialah instrumen primer, yaitu pribadi kita masing-masing dengan kemampuanyang berbeda-beda. Ada orang yang berbakat dalam pengetahuan, ada yang berbakatdalam aksi, dan ada yang dengan teladan hidup. Instrumen sekundernya ialah sarana komunikasi yang membantu kitamenyampaikan Sabda itu menjadi lebih menjangkau banyak orang. Mikrofon,speaker, komputer dan media online sudah menjadi bagian dari suara bagi kata.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Bapa maha murah, semoga saya mengenal dirisaya di dalam Yesus Kristus dengan sempurna. Bapa kami yang ada di surga ...Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis, hari ke-8 Oktaf Natal, 1 Januari 2026, Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Dec 31, 2025 8:49


Dibawakan oleh Rini Sudarno dari Gereja Santo Ambrosius, Paroki Villa Melati Mas di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Bilangan 6: 22-27; Mazmur tg 67: 2-3.5.6.8; Galatia 4: 4-7; Lukas 2: 16-21.BUNDA YANGKEIBUAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Bunda YangKeibuan. Pada hari ini seluruh Gereja merayakan Hari Raya Maria Bunda Allah,sebuah perayaan besar untuk Bunda kita yang kita semua rayakan pada hari ke-8setelah kelahiran Yesus Kristus. Pada hari ke-8 kelahiran-Nya ini juga, Yesusuntuk pertama kali menumpahkan darah-Nya melalui ritual sunatan sesuai adatistiadat setempat. Bunda-Nya Maria, tentu sebagai orang yang paling bertanggungjawab untuk merawat luka pada Putra-Nya itu, yang bagi anak bayi sangatlahsakit. Ibunda pasti berulang kali melap darah yang keluar selama luka masihbelum sembuh. Darah merupakan simbol sangat kuat untuk menghubungkanseorang ibu dengan anaknya. Rahim ibu yang dihuni anak selama dalam kandunganmemperlihatkan suatu hubungan darah yang tak terpisahkan antara keduanya, danitu menjadi sangat jelas ketika bayi itu dilahirkan, ia bermandikan darahibunya sebelum menikmati dunia baru di luar tubuh ibunda. Maria dan para ibu senantiasamemperlihatkan betapa hubungan darah itu berlanjut sampai anak itu tumbuhmenjadi besar dan dewasa. Bunda Maria menikmati hidup penuh dengan darahbersama Putra-Nya, khususnya selama di kaki salib di Golgota dan saat memangkujenazah Yesus Kristus, la pieta.  Para ibu kita di dunia, tentu saja bersama suami atau bapakita, merasakan betapa sakit di tubuh mereka jika anak-anaknya menderita. Darahmereka bagai mengalir deras tanda tak tahan penderitaan itu. Betapa merekabersuka cita saat anak mereka bahagia, saat darah dalam tubuh merekabersirkulasi baik sehingga mereka tampak ceria dan senang. Betapa susah senanganak-anaknya di dunia membuat darah mereka tenang, rendah, dan naik. Darah ituyang menyatukan ibu dan anak, sehingga hubungan ini pada prinsipnya hanya dapatdiputuskan oleh kematian. Ini semua menggambarkan bahwa seorang bunda ituberhati keibuan. Wanita yang melahirkan kita itu keibuan karena kasih danperhatiannya kepada kita yang dapat disejajarkan dengan Tuhan Allah yangmencintai kita ciptaan-Nya. Di hari istimewa untuk merayakan Maria Bunda Allah ini,kiranya hati kita semua penuh dengan suka cita dan bersyukur. Natal yangmempertemukan kita dengan Yesus dan Keluarga Nazareth, membuat suka cita kitapenuh dan kita ingin membawanya sepanjang satu tahun ke depan. Kita mestimemulai tahun ini dengan suka cita dan optimisme, dan itu adalah isi Injil yangakan kita wartakan. Figur bunda yang keibuan, pada dasarnya pada diri wanita,sangat sentral dalam hidup kita. Maka kita mesti bersyukur sangat mendalamkarena Tuhan amat baik memberikan karunia bunda, ibu, dan wanita kepada kita.Hidup kita tak bisa menjadi hidup yang sesungguhnya kalau tak punya seorangbunda yang keibuan. Bunda Maria adalah ibu kandungrohani kita semua yang sudah mendapat martabat putra dan putri Allah atausaudara dan saudari Yesus Kristus. Bunda Maria menolong kita untuk melepaskanmanusia lama kita demi mengenakan manusia baru dalam diri kita, yaitu sebagaiorang-orang milik Yesus Kristus. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa maha baik,terima kasih berlimpah atas karunia Bunda Allah dan ibu kami masing-masing,jadikanlah kami anak-anak yang selalu setia pada ibu kami dan tetap mendoakanmereka. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu, Pesta Keluarga Kudus: Yesus, Maria dan Yosef, 28 Desember 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Dec 27, 2025 14:06


Dibawakan oleh Rini Sudarno dari Gereja Santo Ambrosius, Paroki Villa Melati Mas di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Sirakh 3: 2-6.12-14; Mazmur tg 128: 1-2.3.4-5; Kolose 3: 12-21; Matius 2: 13-15.19-23.KITA BERSAMA-SAMAMERAWAT KELUARGA Tema renungan kita pada hari Minggu, Pesta Keluarga Kudusini ialah: Kita Bersama-sama Merawat Keluarga. Sejak penciptaan, Tuhan menetapkan manusia untuk hidup berkeluarga, yangdimulai dengan saling mencintai antara pria dan wanita. Dari situ terbentuklahperkawinan dan keturunan-keturunan yang dihasilkannya.  Perintah Tuhan pertama dan utama bagi keluarga ialah pria mengambil wanita sebagaiistri dan mereka hidup dalam persekutuan satu daging. Satu pria dan satu wanitadipersatukan oleh Tuhan atas dasar cinta dan dalam nama Tuhan. Perintah lainyang sama pentingnya ialah perkawinan menghasilkan keturunan. Untuk suatu kelangsungan hidup perkawinan yang tetap utuh,kemudian anak-anak hasil perkawinan tumbuh sesuai dengan harapan, maka sangatdiperlukan sebuah disiplin hidup. Menurut bacaan-bacaan pada hari ini, disiplinhidup itu dapat kita sebut sebagai upaya kita bersama-sama untuk merawatkeluarga.  Tuhan membentuk keluarga tidak dengan satu orang saja,tetapi satu pria dan satu wanita ditambah dengan anak-anak yang masing-masingnyaunik. Mereka harus bekerja sama dalam membangun keluarga. Mereka bekerja samabukan hanya ketika keluarga di dalam keadaan gembira atau kemajuan di dalampertumbuhannya. Mereka diminta lebih kuat dalam persekutuan dan bekerja samanyaketika datang kesulitan dan ancaman yang membahayakan kehidupan keluarga. Keluarga yang gembira, damai dan bertumbuh dengan sehatperlu dirawat melalui hubungan orang tua dan anak-anak yang benar-benardikehendaki oleh Tuhan. Menurut kitab putra Sirakh, seorang manusia berimanyang takut akan Allah dan setia dengan perintah-perintah-Nya, ia harus wujudkanitu dengan taat kepada orang tuanya. Kita selalu percaya bahwa orang tua adalahwakil Tuhan di dunia. Cara kita merawat keluarga secara bersama-sama juga sesuaidengan nasihat Santo Paulus dalam bacaan kedua hari ini, yaitu mengisi danmenjalani kehidupan keluarga dengan cinta kasih. Keluarga itu diawali dengancinta suami dan istri, maka keluarga juga harus dibangun di dalam kasih, danakhirnya mewujudkan kasih yang sempurna, yaitu persekutuan dengan Tuhan. Kisah tentang Keluarga Nazareth yang menyingkir ke Mesirmerupakan contoh bagaimana kita merawat keluarga secara bersama-sama ketikakeluarga di dalam kesulitan, ancaman, dan dalam ambang bahaya. Kerja sama inibukan hanya di antara sesama anggota keluarga atau tetangga, tetapi juga dengankuasa Tuhan. Ketika Tuhan ikut terlibat, pekerjaan merawat keluarga akanmenjadi sangat bermutu dan ideal. Tuhan menolong ketika keluarga sedangmenderita. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semogaperayaan hari Minggu dan Pesta Keluarga Kudus ini dapat membantu membuatkeluarga-keluarga kami semakin beriman dan setia kepada-Mu. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-30 masa biasa, 1 November 2025, Hari Raya Semua Orang Kudus

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Oct 31, 2025 7:29


Dibawakan oleh Netty dari Paroki Curug, Gereja Santa Helena di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Wahyu 7: 2-4.9-14; Mazmur tg 24: 1-2.3-4ab.5-6; 1 Yohanes 3: 1-3; Matius 5: 1-12a.MELIHAT KEADAANKRISTUS YANG SEBENARNYA Pada hari pertama bulan November ini, renungan kitabertema: Melihat Keadaan Kristus yang Sebenarnya. Hari ini seluruh Gerejamerayakan hari raya semua orang kudus. Semua orang kudus berada di surga dantak mungkin di tempat lain. Mereka adalah anggota Gereja yang mulia,dibandingkan dengan anggota lain yang masih berziarah di dunia, dan yangmengalami pemurnian di api penyucian.   Anggota Gereja yang mulia pernah berada di dunia sepertikita. Karena telah menjalani kehidupan dalam kesetiaan meneladani YesusKristus, setelah kematiannya, mereka dikaruniai kehidupan abadi sebagaiorang-orang kudus. Apakah yang mereka lakukan di dalam keabadian yaitu disurga? Ada banyak, namun kita dapat menyebutkan satu saja sesuai inspirasibacaan-bacaan hari ini, ialah mereka melihat Kristus dalam keadaan-Nya yangsebenarnya. Orang-orang kudus ini bukan para malaikat. Para malaikatitu adalah makhluk roh dan tidak punya nama (kecuali ketiga malaikat agung).Orang-orang kudus punya nama dan oleh Gereja, nama-nama itu dipakaikan padanama setiap pengikut Kristus sebagai nama-nama baptis. Ada sebagian orang kudusditetapkan Gereja melalui proses beatifikasi dan kanonisasi, yang maksudnyasupaya mereka menjadi model sempurna bagi kita. Ada sebagian lain yang tidakmelalui proses itu tetapi keteladanan mereka sangat penting bagi kita. Jalan menuju kekudusan terbuka bagi setiap orang beriman.Kitab wahyu dalam bacaan pertama menggambarkan penglihatan akan sejumlah besarorang dari berbagai penjuru dunia berpakaian putih berada di sekitar tahtaAllah maha tinggi. Kekudusan itu memang karunia untuk kita wujudkan. Untukmewujudkannya, ketika masih berada di dunia kita wajib melakukan dan menghayatidengan sesungguhnya butir-butir mutiara kebahagiaan yang disampaikan oleh TuhanYesus dalam injil hari ini, yaitu Matius bab 5. Kita terpanggil untuk menjadi kudus melalui semangat hidupberbahagia karena miskin di hadapan Allah, berdukacita, lemah lembut, lapar danhaus akan kebenaran, murah hati, suci hati, membawa damai, dianiaya demikebenaran, dan demi Yesus Kristus sendiri. Tak ada paksaan untuk mengikutisemua ini, tetapi begitu seseorang yang telah memilih untuk hidup dalamsemangat itu, semua itu sudah menjadi tuntutan untuk dijalankan. Hasil yang didapatkan memang sudah dapat dirasakan ketikamasih di dunia, tetapi kenikmatan yang sempurna ialah di surga, yaitu ketikakita melihat Kristus dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus,terangilah aku dalam jalan menuju kesempurnaan dan semoga para kudus yang muliamendoakan aku untuk dengan gembira melewati jalan itu sambil senantiasamemuji-Mu di tempat yang maha tinggi. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-30 masa biasa, 31 Oktober 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Oct 30, 2025 7:44


Dibawakan oleh Tuti Budiman dari Paroki Curug, Gereja Santa Helena di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Roma 9: 1-5; Mazmur tg 147: 12-13.14-15.19-20; Lukas 14: 1-6.BERSAKSI DEMI YESUS KRISTUS Renungan kita pada hari ini bertema: Bersaksi DemiYesus Kritsus. Ketika Rasul Paulus menulis kepada umat di Roma, ia menegaskandengan penuh keyakinan bahwa ia “mengatakan kebenaran dan tidak berdusta”tentang imannya kepada Yesus Kristus (Roma 9:1). Pernyataan ini bukan sekadarpembelaan diri, melainkan kesaksian dari seseorang yang berani melepaskansegala yang dahulu menjadi kebanggaannya.  Sebagai seorang Yahudi yang taat dan terdidik dalamhukum Taurat, Paulus memiliki kedudukan yang terhormat di tengah bangsanya.Namun, ketika ia mengenal Kristus, seluruh hidupnya berubah. Ia harusmeninggalkan zona aman tradisi lamanya demi kebenaran Injil yang ia temukandalam Yesus. Ia menemukan hidup baru di dalam Yesus Kristus yang menobatkannyadan membimbingnya kepada kebenaran. Paulus mengalami pergulatan batin yang mendalam karenakeputusan imannya itu membuatnya terpisah dari saudara-saudaranya sebangsa. Iaberduka karena banyak orang Yahudi yang menolak Kristus, padahal dari merekalahjanji keselamatan itu berasal. Dalam penderitaan batin itu, Paulus menyadaribahwa kesetiaan kepada Kristus kadang berarti memikul salib perpisahan — bahkandari mereka yang kita kasihi. Namun, ia tidak berhenti di dalam kesedihan. Iamenjadikan luka itu sebagai kesempatan untuk bersaksi, karena baginya, mengenalKristus jauh lebih berharga daripada segala hal yang pernah ia miliki. Di sinilah kita belajar bahwa bersaksi demi Kristustidak selalu berarti berbicara lantang atau berkhotbah di hadapan banyak orang.Bersaksi juga berarti keberanian untuk tetap setia kepada kebenaran Injilmeskipun kita harus kehilangan kenyamanan, relasi, atau pengakuan dunia. Paulusmenunjukkan bahwa iman sejati tidak berhenti pada pengakuan bibir, tetapidiwujudkan dalam hidup yang berubah. Dalam Kristus, ia menemukan makna baru:bukan lagi hidup menurut hukum, melainkan hidup dalam kasih karunia yang memerdekakan. Yesus sendiri sudah menunjukkan bahwa kebenaran dankasih yang Ia bawa akan memisahkan antara yang percaya dan yang menolak.Ajaran-Nya tentang hari Sabat menjadi contoh nyata: sementara banyak orangmenaati aturan dengan buta, Yesus mengutamakan cinta kasih dan keselamatanmanusia. “Hari Sabat diadakan untuk manusia, bukan manusia untuk hari Sabat,”kata-Nya (Mrk 2:27). Sabda ini menyingkapkan bahwa iman yang sejati bukan soalritual, tetapi soal hati yang rela mengasihi. Maka, mereka yang mengikuti Yesusharus siap menghadapi pemisahan — antara mereka yang menutup diri dalam aturan,dan mereka yang terbuka pada kasih yang menyelamatkan. Seperti Paulus, kita pun dipanggil untuk bersaksi demiYesus Kristus di zaman ini. Dunia modern menawarkan banyak hal yang tampakmenarik, tetapi sering menenggelamkan nilai kebenaran dan kasih. Bersaksi bagiKristus berarti berani memilih kasih di tengah kebencian, kejujuran di tengahkepalsuan, dan pengampunan di tengah dendam. Kesaksian seperti inilah yangmembuat Kristus tetap hadir di dunia: bukan hanya lewat kata, tetapi lewathidup yang menjadi cermin kasih-Nya.  Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah yang mahakuasa, jiwailah kami dengan Roh-Mu yang mengajarkankami dalam segala kebenaran. Semoga kami semakin mampu bersaksi tentangkebenaran-Mu. Kemuliaan kepada Bapa … Dalam nama Bapa …

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-30 masa biasa, 28 Oktober 2025, Pesta Santo Simon dan Yudas, Rasul

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Oct 27, 2025 7:19


Dibawakan oleh Michelle Olovia dari Paroki Santa Maria Imakulata Kali Deres di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Efesus 2: 19-22; Mazmur tg 19: 2-3.4-5; Lukas 6: 12-19.PERANG MELAWANTEROR Renungan kita pada hari ini bertema: Perang Melawan Teror.Dunia kita ini dan segenap masyarakat di dalamnya mengetahui seperti apaterorisme itu. Secara khusus, di Indonesia ancaman teror ini bertubi-tubi, dandari tahun ke tahun. Satu orang atau kelompok dapat diatasi pemerintah dan parapenegak hukum, namun oknum atau kelompok lain muncul kembali. Ancamannya begituserius sehingga pemerintah dan segenap masyarakat berusaha bekerja sama untukmemeranginya. Gereja kita wajib berperang melawan terorisme di dunia inidengan kekuatan rohani yang masif, yaitu seluruh umat manusia. Gereja melakukanini bersama Yesus. Ia telah melakukan itu dalam pelayanan publik-Nya di dunia.Pada satu peristiwa khusus Ia memilih Simon orang Zelot dan Judas, bersamakesepuluh rasul lainnya untuk membentuk sebuah pasukan inti. Pada hari iniseluruh Gereja merayakan pesta rasul Simon dan Yudas.  Kata “Zelot” mengandung arti teroris. Simon ini berasaldari kaum pemberontak yang melawan penjajah Romawi yang bernama kaum Zelot,yang dalam bahasa Yahudi Kana'im, yaitupencemburu dari Allah. Mereka tak mau Allah mereka diganggu kelompok lain.Yesus harus memilih orang-orang kuat dan terpercaya supaya mampu bersama Diamelawan semua bentuk kejahatan di dunia ini.  Sebelum bertemu Yesus, Santo Paulus sering bertindakseperti seorang teroris. Menurut Kisah Para Rasul ia mengejar, menangkap danmemasukkan ke penjara laki-laki dan perempuan pengikut Kristus. Dia bahkanmengatakan begini: Saya sungguh bertindak liar dengan terbakar oleh kemarahanterhadap orang-orang Kristen, yang saya kejar bahkan sampai ke kota-kota ditanah asing (Kis 26,11).  Kelompok yang menebar teror, saat ini yang dikenal sebagaikaum radikalis, mendatangkan ketakutan di seluruh dunia. Yakinkah kita kalauYesus mampu mengubah hati para teroris yang paling keras? Yesus mengubah SantoSimon dan Santo Paulus, dan sampai detik ini Ia tetap sama sebagai Tuhan yangdapat mengubah hati para teroris. Mereka tidak hanya diubah hati dan arahhidupnya, bahkan mereka dijadikan dasar bangunan Gereja, kediaman Allah danrumah orang-orang beriman. Santo Simon, Yudas dan Paulus kini adalah parajenderal dalam Kerajaan Allah, dalam melindungi Gereja kita. Yesus mengatasi para teroris dengan kasih. Kita semuamemakai kasih yang sama untuk mengatasi teror-teror kejahatan dan kegelapan didalam komunitas beriman kita. Tetapi kita harus bersama Kristus. Tanpa denganDia, kita tak akan mampu. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Yesus guru yang baikdan bijaksana, jadikanlah kami serdadu-serdadu-Mu untuk berani dan berkorbanmengalahkan kejahatan yang mengancam Gereja-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-29 masa biasa, 22 Oktober 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Oct 21, 2025 7:48


Dibawakan oleh Rosalia dari Paroki Blok B, Gereja Santo Yohanes Penginjil di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Roma 6: 12-18; Mazmur tg 124: 1-3.4-6.7-8; Lukas 12: 39-48.DIPERCAYABANYAK, DITUNTUT BANYAK Tema renungan kita pada hari ini ialah: Dipercaya Banyak,Dituntut Banyak. Seorang pelatih sepak bola memilih para pemain andalannyauntuk suatu pertandingan besar. Setiap pemain diberikan kesadaran bahwaketerpilihannya itu membuat mereka terbaik di posisinya masing-masing. Semuaorang menaruh harapan besar supaya para pemain menjalankan dengan baikperan-perannya. Mereka harus menaati setiap instruksi pelatih dan bertandingdengan motivasi tinggi. Pelatih berpesan kepada setiap pemainnya: setiap pemaindiberi kepercayaan besar, maka ia sangat dituntut untuk berbuat terbaik danbanyak. Ilustrasi ini merefleksikan juga pewartaan Injil pada hariini, khususnya yang kita baca di bagian akhirnya. Pokok pengajaran Yesus masihseputar kesiap-sediaan hamba yang dalam setiap saat hidupnya memang wajibmengikuti irama dan kemauan sang tuan. Kita menaruh diri kita sedemikiancaranya, karena kita adalah hamba-hamba Tuhan yang ingin memolakan hidup kitaseperti Yesus Kristus, Guru kita. Kita masing-masing melihat diri kita danmembaca secara saksama tentang panggilan kita mengikuti irama dan kehendakTuhan. Konsekuensinya adalah kita diberi kepercayaan dan kemudian dituntutsesuai dengan kepercayaan itu.  Seperti apa kepercayaan itu dan bagaimana kepercayaan itudipakai dalam bentuk perbuatan-perbuatan, hal itu untuk melihat seberapapenting dan banyaknya tuntutan untuk dipenuhi setiap orang. Surat Paulus kepadajemaat di Roma dalam bacaan pertama menegaskan bahwa kepercayaan itu berwujudpada kasih karunia yang diberikan kepada setiap orang yang percaya dan setiakepada Kristus. Setiap orang yang percaya memasrahkan dirinya untuk dipakaioleh Tuhan, yaitu bahwa masing-masingnya diberi karunia. Wujud nyata karuniaitu ialah panggilan, profesi, pelayanan, pekerjaan dan perutusan.  Karunia sebagai suami-isteri dan orang tua dimintadedikasi dan tuntutan tanggung jawab yang sesuai dengan kepercayaan itu.Tuntutan ini tentu saja jauh lebih besar porsinya dibandingkan untuk seoranganak. Karunia imamat pada seorang pastor paroki diminta tuntutan untuk dipenuhijauh lebih besar daripada umat paroki. Guru memikul tuntutan jauh lebih besardaripada murid-muridnya. Kakak dituntut lebih banyak dan besar tanggungjawabnya dari pada adik. Daftar ini sangat panjang, dan bagi kita perwujudan tuntutan-tuntutanitu merupakan jaminan untuk kelayakan dan keselamatan kita di hadirat Tuhan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Bapa yang murah hati,perkuatkanlah kami dalam setiap panggilan dan pelayanan yang kami lakukan,sebagai cara untuk membentuk kami sebagai hamba-hamba-Mu yang baik. Kemuliaankepada Bapa... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-22 masa biasa, 1 September 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 31, 2025 8:37


Dibawakan oleh Sherly dari Paroki Maria Kusumah Karmel di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Tesalonika 4: 13-17a; Mazmur tg 96: 1.3.4-5.11-12.13; Lukas 4: 16-30.MENINGGAL BERSAMA DAN DALAM KRISTUS Tema renungan kita pada hari ini ialah: MeninggalBersama dan Dalam Kristus. Sebagai orang Kristen, kita percaya bahwa hidup kitadimulai, dijalani, dan akhirnya berakhir di dalam Kristus. Ketika kitaterpanggil untuk meninggal bersama dan dalam Yesus Kristus, itu berarti kitatidak lagi memandang kematian sebagai akhir yang menakutkan, melainkan sebagaipintu masuk menuju kehidupan yang kekal.  Kematian Kristus di kayu salib bukanlah sebuahkegagalan, melainkan pernyataan kasih Allah yang total dan sempurna bagimanusia. Maka, meninggal dalam Kristus berarti menyerahkan hidup kitasepenuhnya ke dalam tangan-Nya, yakin bahwa kasih-Nya lebih besar daripadamaut. Makna ini sangat relevan bagi hidup manusia saat ini.Dunia modern sering kali menghindari pembicaraan tentang kematian, seakan-akankematian adalah musuh terbesar yang harus dijauhkan sejauh mungkin. Namun, imanKristen justru memandang kematian dalam Kristus sebagai kemenangan. St. Paulusmenegaskan: “Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Filipi1:21). Artinya, selama hidup kita diarahkan kepada Kristus, maka kematianbukanlah kegelapan, melainkan jalan menuju kepenuhan persatuan dengan Allah. Kematian dalam Kristus juga mengajarkan kita untukmenjalani hidup dengan penuh makna dan tanggung jawab. Jika kita menyadaribahwa hidup ini fana, kita akan lebih berhati-hati untuk mengisinya dengankasih, kebenaran, dan pengabdian. Kita tidak lagi terikat pada hal-hal duniawiyang sifatnya sementara, melainkan berusaha mencari yang kekal. Dengandemikian, kesadaran akan kematian dalam Kristus membebaskan kita dari ketakutanyang sia-sia dan memberi keberanian untuk hidup dalam terang kasih Allah. Tugas orang Kristen adalah mewartakan kebenarankematian dalam Kristus sebagai sebuah pengharapan yang mendasar. Dunia hausakan pengharapan, apalagi ketika berhadapan dengan penderitaan, sakit, dankematian. Melalui kesaksian iman, kita dipanggil untuk meneguhkan sesama bahwakematian bukanlah titik akhir, melainkan awal dari kehidupan baru bersamaAllah. Hal ini bukan hanya diwartakan melalui kata-kata, tetapi terutamamelalui cara kita hidup: hidup yang penuh damai, sabar, dan kasih, meski ditengah kesulitan. Warta pengharapan ini juga harus menjadi kekuatan dalampelayanan. Orang Kristen dipanggil untuk hadir bagi mereka yang sedangmengalami penderitaan dan kehilangan. Umat Kristen Tesalonika menerima anjuranSanto Paulus supaya menghibur perasaan duka atas meninggalnya seseorang yangdikasihi, dengan menyongsong hari kematian masing-masing orang dengan sukacitadan pengharapan. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah penuhilah kami dengan iman yang kuat tentang pengharapan akankehidupan abadi bersama Dikau di dalam kemuliaan dan kebahagiaan yang tidakakan berakhir. Salam Maria penuh rahmat … Dalam nama Bapa …

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-20 masa biasa, 18 Agustus 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 17, 2025 7:36


Dibawakan oleh Johny dan Tanti dari Paroki Ibu Teresa Cikarang di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Hakim-Hakim 2: 11-19; Mazmur tg 106: 34-35.36-37.39-40.43ab.44; Matius 19: 16-22.MENJADI SEMPURNA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Menjadi Sempurna. Cita-cita atauharapan menjadi sempurna merupakan bagian dari kodrat manusia. Setiap dari kitaingin memiliki, berbuat dan menghasilkan yang terbaik. Di dunia ini keinginanmenjadi sempurna sangat beraneka ragam dan tidak pernah berhenti. Dan darisemuanya itu, Tuhan meyakinkan kita bahwa apa yang kita inginkan sempurna didunia ini tidak cukup. Semua itu akan hilang bersama dengan kematian kita. MakaTuhan menjadikan “kehidupan abadi” bersama Dia di surga sebagai kesempurnaantotal dan terakhir.   Untuk sampai ke sana, syarat paling utama ialah kematian. Namun ini berartibahwa selama hidup di dunia pun kita mestinya sudah merindukan danmenyiapkannya. Salah satu cara untuk merindukannya ialah menjadikannya sebagaipengharapan utama ketika kita berdoa dan meminta kepada Tuhan. Salah satu carakita menyiapkannya ialah dengan hidup di dalam kepatuhan dan kesetiaan melaluijalan Yesus Kristus, Guru kita. Kita merindukan dan menyiapkannya tidak hanyapada waktu kita dalam keadaan susah atau sedih, tetapi juga  dalam saat-saat kita sukses dan senang. Namun jalan kepada kesempurnaan adalah jalan salib Yesus Kristus. Tidakgampang bagi kita manusia untuk langsung menerimanya dengan segenap hati danketulusan. Biasanya kita bereaksi menolak atau menghindari jalan salib danpenderitaan. Tidak gampang bagi kita untuk mematikan keinginan atau kehendakkita sendiri. Setelah kematian Yosua, ternyata keinginan umat Israel sangattinggi untuk menyembah berhala. Tidak ada lagi orang hebat seperti Musa danYosua untuk menghalangi mereka. Mereka memilih untuk menyembah ilah-ilah laindi luar kepercayaan mereka yang sesungguhnya.  Berhala  yang sangat disembah zamansekarang ialah uang dan harta. Pilihan kepada harta di dunia ini berangkat darihati manusia. Di mana hati manusia, di situ terdapat hartanya. Ini yang menjadipersoalan anak muda yang dikisahkan di dalam injil hari ini. Hatinya melekatdengan semua harta dunia yang ia miliki misalnya uang dan barang-barang. TuhanYesus ingin supaya ia melepaskan dirinya dari harta duniawi dan mengikuti jalansalib-Nya. Tuhan ingin menjadikan diri-Nya sebagai pengganti semua yangdilepaskan di dunia ini.  Keuntungan memiliki Yesus sendiri adalah: 1) kita tidak sedih atau menyesalatas semua yang dapat kita lepaskan di dunia ini; 2) orientasi atau arah hatikita adalah mengikuti Yesus (mendengar suara-Nya, melihat kesederhanaan-Nya danmenghidupi gaya-Nya), dengan harta duniawi sebagai pelengkap; 3) Tinggalbersama Yesus sehingga kita mengalami kesempurnaan yang kita dambakan. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah kami untukselalu menjadikan diri-Mu sebagai harta kami yang utama, sehingga kamimengalami sendiri kesempurnaan itu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-20, 17 Agustus 2025, Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 16, 2025 10:15


Dibawakan oleh Tanti dan Jhony dari Paroki Bunda Teresa Cikarang di Keuskupan Agung Jakarta, dan Pastor Peter, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Sirakh 10: 1-10; Mazmur tg 101: 1a.2ac.3a.6-7; 1 Petrus 2: 13-17; Matius 22: 15-21.WARGA NEGARA YANG JUJUR DAN ORANG KATOLIK YANG BAIK Tema renungan kita pada hari raya 17 Agustus, hari kemerdekaan RI iniialah: Warga Negara Yang Jujur dan Orang Katolik Yang Baik. Setiap datang ulangtahun kemerdekaan Republik Indonesia, perasaan bangga dobel. Rasa sebagaibangsa yang merdeka sangat kuat. Berikut, perayaan kemerdekaan ini dilakukansecara nasional dalam bentuk upacara bendera dan perayaan iman dengan liturgihari raya.  Jadi ada perayaan sebagaibangsa dan sebagai orang-orang beriman. Bagi kita di dalam Gereja Katolik, hidup di dalam Negara Kesatuan RepublikIndonesia adalah rahmat yang sangat indah. Kita memiliki prinsip yang satu didalam Gereja Katolik, bahwa setiap pengikut Kristus wajib menjalani hidup didunia ini dengan cara sebagai warga negara yang jujur dan orang Katolik yangbaik. Hal ini cocok dengan makna perayaan ulang tahun Republik Indonesia, yangsecara ritual membawa kita kepada perayaan sebagai warga bangsa ini dan sebagaianggota Gereja Katolik yang merayakannya secara liturgis. Simbolisasi ritual tersebut dapat kita tempatkan sejajar dengan pesan Injilhari ini yang juga memakai simbolisasi kewajiban warga negara untuk memberikanyang pantas dari dirinya. “Berikanlah kepada Kaisar apa yang menjadi milikKaisar dan berikanlah kepada Tuhan apa yang menjadi milik Tuhan.” Ini terkesanbahwa kita membuat pemisahan yang tajam, namun makna lebih utama di sini ialahbahwa Tuhan berkehendak untuk menentukan arah hidup kita, termasuk bangsa dimana kita hidup dan bekerja. Makna penentuan kita sebagai sebuah bangsa sangat fundamental bagiIndonesia, terutama menyangkut definisi kebangsaan kita. Keberadaan dan hidupsebagai bangsa Indonesia memang tak bisa ada kalau tidak ada Pancasila, UUD1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.  Kita diciptakan dan ditentukan sebagai satubangsa Indonesia, dengan karunia indah empat pilar tersebut. Supaya empat pilartersebut dapat menjadi pedoman kita berbangsa, pemerintahan kita haruslahteguh, kokoh dan berkarakter baik sebagai orang-orang berbudaya Indonesia. Makna penentuan arah hidup kita dari Tuhan telah terungkapkan melaluikemerdekaan sebagai anak-anak Allah. Setiap anggota Gereja Katolik yang baikmengalami hidupnya yang telah dibebaskan oleh Tuhan Yesus Kritus. Ia hidup didalam terang Roh Kudus yang diutus oleh Tuhan yang bangkit. Maka hidupnya didalam negara-bangsanya, ialah sebagai pribadi yang bersemangatkan kebangkitan.Seorang yang hidup dalam semangat kebangkitan ialah dia yang melangkah dengankaki pada tanah dan memandang penuh optimisme akan keselamatan seluruh hidupnyadi dalam Tuhan dan kerajaan-Nya. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semoga kami dapat mewujudkankehidupan kami sebagai anak-anak-Mu yang merdeka. Kemuliaan kepada Bapa danPutra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-12 masa biasa, 28 Juni 2025, Peringatan Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jun 27, 2025 9:37


Dibawakan oleh Suster Antona OSF dan Suster Ivon OSF dari Komunitas Keluarga Kudus Tanjung Priok di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 61: 9-11; Mazmur tg 1 Sam 2: 1.4-5.6-7.8abcd; Lukas 2: 41-51.HATI YANG CEMAS Tema renungan kita pada hari ini ialah: Hati yang Cemas. Adaseorang bocah perempuan kelas 5 SD bernama Maria, bermain tebak-tebakan denganibunya. Ia berkata: "Ma, jawab tebakan ini ya. Apa perbedaan antara hatiPapa dan hati Mama?" Ibunya mencoba berpikir sebentar. Kemudian iamenjawab: "Hati Papa adalah hati seorang laki-laki. Hati Mama adalah hatiseorang wanita." Jawab Maria: "Bukan. Bukan jawabannya." Ibunyamenyambung: "Lalu jawabannya apa?" "Jawabannya ialah," kataMaria, "Hati Mama suka cemas, sedangkan hati Papa suka cuek." Anakini tentu saja berkata sesuai pengalamannya sendiri.  Hubungan hati antara ibu dan anak adalah suatu hubunganterkuat antara dua manusia, melebihi semua jenis hubungan lain yang pernah adadi dunia. Oleh karena itu kalau seorang ibu merasa cemas terhadap orang-orangkesayangannya, pasti kecemasan ini merupakan suatu ungkapan hati yang sangatmendalam. Kecemasan seorang ibu itu tidak sekedar rasa susah, gelisah atautidak nyaman. Lebih dari itu, ibu sangat sakit, kehilangan dan lumpuh sebabsebagian hatinya terlepas atau hilang. Kisah di dalam Injil Lukas tentang Yesus remaja yangmenghilang dari pengawasan kedua orang tuanya membuat kita mengerti bahwa hatiyang cemas itu keluar dari mulut Bunda Maria. Seperti semua ibu yang lain,Bunda Maria menunjukkan betapa sakitnya dia ketika sebagian hatinya, atausetengah bagian hidupnya, yaitu Putranya sendiri menghilang. Kecemasan seorangibu bagaikan semua bencana besar, sehingga langit pun bisa terbuka dan surgajuga memberi tanggapannya. Yesus harus menjawab kecemasan ibunda agar ia tenang,bahwa Dia sungguh berada di rumah Bapa-Nya. Hari ini kita merayakan Hati Bunda Maria yang amat suciyang membantu kita untuk mengerti bahwa kesucian hatinya mempunyai peran yangsama dengan hati Tuhan Yesus Kristus. Kedua hati tersebut memberikan kitasolusi atau jawaban atas permasalahan-permasalahan kita di dunia ini. HatiBunda Maria yang cemas membuat matanya selalu terbuka untuk melihat danmenunjukkan setiap masalah atau kesulitan yang masing-masing kita hadapi.Hatinya yang cemas menggerakkan dia untuk berjalan sejauh ujung bumi dan mencapaisegala bangsa supaya membawa anak-anak manusia untuk percaya kepada Tuhan. Jika kita sendiri atau orang-orang yang kita kenal dansayangi pada saat ini sudah terlanjur menjauh dari jalan Tuhan Yesus Kristus;jika sedang terjadi hubungan di antara teman atau saudara belum membaik; jikamasih ada marah, benci, dendam dan iri terhadap sesama kita, marilah kitamenyadari bahwa Bunda Maria sangat cemas dengan semua ini. Ia sedang bekerjauntuk memperbaiki semua ini. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa di surga,semoga Roh-Mu selalu menyertai dan Bunda Maria membimbing kami untuk memperkuatkomitmen kami berjalan di jalan Tuhan Yesus Kristus. Kemuliaan kepada Bapa danPutra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-5 Paskah, 23 Mei 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 22, 2025 8:07


Dibawakan oleh Serly dari Paroki Maria Kusumah Karmel di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 15: 22-31; Mazmur tg 57: 8-9.10-12; Yohanes 15: 12-17.DALAM CINTA DANUNTUK CINTA Renungan kita pada hari ini bertema: Dalam Cinta dan Untuk Cinta. Maksudtersirat dalam kalimat ini ialah kita diciptakan oleh Tuhan Allah, melaluiperkawinan orang tua kemudian dilahirkan ibu kita masing-masing, dalam cintadan untuk mencintai. Kalau mau lebih kedengaran asyik, sebut saja semua karenacinta. Pohon atau pokok yang membuahkan kita adalah cinta itu sendiri (sepertiyang dikatakan dalam 1 Yohanes 4, 8 bahwa Allah itu adalah kasih, Deus caritas est), maka buah-buah kitaadalah cinta itu sendiri. Ini bisa terjadi karena kita mestinya selalu terhubungdengan Tuhan kita Yesus Kritsus sebagai pokok anggur, dan kita semua adalahranting-rantingnya.  Hubungan cinta ini ditandai oleh perbuatan cinta terbesar oleh Yesus Kristus,yaitu mengorbankan diri-Nya untuk keselamatan kita semua. Cinta terbesar inilahyang diwariskan kepada kita, supaya kita juga dengan cara kita masing-masingdapat berkorban diri demi kebaikan dan keselamatan sesama kita. Mengapa “dalam cinta dan untuk cinta” membawa kita pada suatu pengorbanandiri? Setujukah kita untuk sebuah ajaran atau undangan seperti ini? Saya yakinkita setuju dan mau. Karena kalau kita tak yakin dan tak mau, jaminan untuktersambung dengan pokok hidup kita terancam lemah bahkan bakal putus. Palingkurang di sini ada empat alasan mendasar. Pertama, Tuhan telah menyirami cinta-Nya ke dalam hati kita. Siraman inibukan hanya sekali saja saat kita menerima pembaptisan, tetapi justeru setiapkali siraman firman-Nya, sentuhan berkat-Nya, pelukan kasih-Nya yang kitaterima tiap hari. Ini adalah motivasi kita untuk berkorban. Gereja Perdana diAntiokia langsung dipenuhi oleh cinta kasih Tuhan begitu mendengarkan firmandan ajaran untuk ketaatan kepada Gereja yang benar. Kedua, Yesus sendiri perlakukan kita sebagai sahabat, dan bukan sebagaihamba. Karena itu Ia akan selalu mengajarkan dan memberikan kita contohbagaimana mengasihi sedemikian total seperti yang telah dilakukan-Nya. Ketiga,komitmen cinta ialah sampai mati. Sekecil atau sesederhana apa pun cinta itu,isinya ialah berkorban sepanjang hidup ini bahkan sampai mati.  Keempat, cinta itu dalam perwujudannya, menghasilkan buah. Misalnya sayagembira menyambut dengan senyum dan menyalami tamu yang datang, buahnya ialah,tamu itu akan menjadi betah dan menjadi sahabatku. Karena cinta yang tidakmenghasilkan buah yang baik, itu adalah kebohongan, kepalsuan danpengkhianatan. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Tuhan Yesus Kristus, sebagaimana Engkau telahmengajarkan dan memberikan kami contoh untuk mencintai dengan benar, semogakami selalu berkomitmen melakukannya. Salam Maria penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-5 Paskah, 21 Mei 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 20, 2025 6:41


Dibawakan oleh Tika dari Paroki Santo Alfonsus Rodrigues Pademangan di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 15: 1-6; Mazmur tg 122: 1-2.3-4a.4b-5; Yohanes 15: 1-8.BERBUAH MELIMPAHDI DALAM YESUS Tema renungan kita pada hari ini ialah: Berbuah Melimpah di Dalam Yesus.Minggu-minggu setelah Paskah memberikan kita siraman rohani dengan tema-temabesar seperti roti hidup, gembala yang baik, rumah Bapa. Khususnya minggu ini, kitadiberi ajaran untuk saling mengasihi. Hal ini menjadi  bagi kita suatu pengalaman rohani yang sangatmengagumkan. Intinya, Tuhan sendiri senantiasa menyatu dengan umat-Nya dan memenuhisetiap orang beriman dengan segala karunia supaya baik sebagai pribadi maupunsebagai umat Allah, kita dapat melangsungkan hidup di dunia ini sesuai denganrencana-Nya. Simbol yang pas untuk mengajarkan hal ini ialah pokok anggur.Yesus adalah pokok anggur itu, kita adalah setiap rantingnya, dan Bapa di surgasebagai pemilik.  Bahwa di dalam Gereja selalu ada perbedaan pemahaman iman, itu merupakandinamika hidup ranting-ranting yang sering bergesekan karena terpaan angin dantimpahan air hujan. Perbedaan-perbedaan itu tak mungkin merusak suatu tatanankehidupan karena pokok anggur, yaitu Yesus Kristus hanyalah satu. Semuaperbedaan pemahaman pasti akan menemukan solusi pada Yesus Kristus sendiri. Jadi fokus perhatian kita kepada buah-buah hidup di dalam Yesus Kristus manfaatnyatentu akan mempersatukan dan memajukan kita bersama. Buah-buah ini tentu sangatberguna bagi hidup iman kita. Buah pertama ialah kesucian dan evangelisasi.Kita sebagai pribadi dan umat Allah mengakui kalau kesucian itu adalahcita-cita kita, yang sangat didukung oleh evangelisasi. Kedua ialah keberanian dan kemauan untuk memangkas bagian hidup yang keringdan tak berguna, dibuang dan dibakar. Ini dibuat melalui koreksi, perbaikan danpertobatan. Ketiga ialah kesempatan untuk tumbuh dan menjadi pribadi ataukomunitas yang baru, dan terbuka lebar setelah koreksi dan pembaharuan.Keempat, oleh karena itu kita tentu sangat bahagia untuk selalu terhubung denganYesus sebagai pokok anggur.  Kelima, jika senantiasa menyatu dengan Yesus, kita bakal berbuah melimpah.Keenam, dengan demikian kita mempunyai alasan dasar untuk selalu memuji danmemuliakan Allah dan Bapa kita. Ketujuh, martabat kita sebagai pengikut Kristusdan putra-putri Bapa merupakan kedudukan sangat istimewa dan terhormat.Kedelapan, maka itu kita diutus oleh Tuhan untuk pergi dan menghasilkanbuah-buah yang berguna, dan kesembilan, tidak hanya berbuah tetapi kita mesti mampubertahan dalam segala bentuk kesulitan dan penderitaan. Marilahkita berdoa. Ya Bapa mahamurah, pandanglah kami dengan kuasa dan kasih-Mu,supaya kami selalu terkait dengan pokok anggur, yaitu Tuhan kami Yesus Kristus.Tanpa bersama Dia, kami akan kehilangan arah menuju kepada-Mu. Berkatilah kamiselalu untuk intensi persekutuan ini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-3 Paskah, 9 Mei 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 8, 2025 8:32


Dibawakan oleh Serly dari Paroki Maria Kusumah Karmel di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 9: 1-20; Mazmur tg 117: 1.2; Yohanes 6: 52-59MAKANAN DAN MINUMAN ROHANI Renungan kita pada hari ini bertema: Makanan dan Minuman Rohani. KetikaTuhan Yesus Kristus menjelaskan bahwa diri-Nya adalah tubuh dan darah yangmesti dikonsumsi oleh mereka yang percaya kepada-Nya, satu pertanyaan yangsegera muncul ialah: dari semua yang mendengar itu, siapa saja yang pertamamemahami lalu makan daging dan minum darah Yesus Kristus? Pertanyaan ini sungguh terkait dengan perasaan para pendengar-Nya waktuitu. Orang-orang Yahudi merasa geli dan malu. Para murid terbagi menjadi yangmenerima dan menolak ajaran ini. Isi ajaran ini sungguh berat untuk dipahami,apalagi sampai pada tindakan untuk memakan dan meminum diri Yesus. Bagaimanamungkin ada ajaran suci untuk menjadi kanibal, pemakan manusia? Namun ajaran ini sebenarnya berdimensi rohani. Yesus ingin jadikan diri-Nyamakanan dan minuman rohani supaya menghasilkan pertumbuhan rohani parapengikut-Nya dan akhirnya tiba pada suatu pencapaian rohani, yaitu persektuandengan Allah. Makanan dan minuman rohani itu ialah firman dari Bapa, ajaranYesus Kristus, dan tindakan pengorbanan diri-Nya. Kita mengkonsumsi berartikita mengerti, percaya, meniru, dan menjalaninya. Di dalam liturgi hari ini, seorang sosok manusia yang mengambil jalan untukmengkonsumsi makanan dan minuman rohani ini ialah Saulus. Meski ia adalah orangYahudi tulen dengan tugasnya ialah membinasakan Gereja yang sudah mulaiberkembang, Allah telah memilih dia menjadi alat pilihan bagi-Nya. Namunsebelum menjadi alat Tuhan sesungguhnya, ia ditegur oleh Tuhan, lalu ia sadarakan perilaku jahatnya, dan pintu terbuka baginya untuk berubah. Kemudian ituia harus memakan tubuh dan darah Kristus, yaitu sabda dan teladan Yesussendiri. Roh Tuhan memasuki dirinya sehingga ia dibaptis dan ditahbiskanmenjadi pribadi yang sama sekali baru. Hasilnya ialah ia berubah namanyamenjadi Paulus dan selanjutnya menjadi seorang rasul yang sangat karismatik. Makanan dan minuman rohani itu kemudian menjadi santapan banyak orang lainselanjutnya dan sampai menyebar ke seluruh dunia. Menjadi pengikut Kristus saatini baik mengambil bagian dalam Gereja sebagai persekutuan bersama umat Allahmaupun sebagai kesaksian hidup pribadi setiap orang, kita perlu terus-menerusmengakui bahwa tubuh dan darah Kristus itu yang memelihara dan mempertahankankita. Bayangkan saja, ketika Anda sudah beberapa waktu lamanya tidak berjumpadengan firman Tuhan dan merayakan perjamuan ekaristi, perasaan kehilangan dankekosongan itu sangatlah kuat dan menyiksa. Itu adalah tanda bahwa iman kitasangat bergantung pada roti hidup Yesus Kristus. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha kuasa, kami bersyukur atasdiri-Mu sebagai roti hidup untuk kelangsungan hidup rohani kami. Semoga Roh-Musenantiasa menguduskan kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ...Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-3 Paskah, 5 Mei 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 4, 2025 6:28


Dibawakan oleh Tika dari Paroki Santo Alfonsus Rodrigues Pademangan di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 6: 8-15; Mazmur tg 119: 23-24.26-27.29-30; Yohanes 6: 22-29PEKERJAAN PERTAMA DARI TUHANTema renungan kita pada hari ini ialah: Pekerjaan Pertama dari Tuhan. Pertanyaanklasik berikut ini ada di dalam komunikasi di antara kita. Yang mana yang lebihtepat: makan untuk bekerja atau bekerja untuk makan? Jawaban yang seimbangialah kalau kita tidak mementingkan salah satunya saja, tetapi menerima danmembenarkan kedua-duanya. Pada saat yang pas, kita perlu makan dahulu baru bekerja.Pada saat yang lain, kita memang harus bekerja dahulu baru kemudian makan. Dalam urusan dengan iman, Yesus Kritus mengajarkan kita tentang pekerjaanrohani pertama dan makanan rohani pertama. Pekerjaan yang pertama itu ialahpercaya kepada Bapa yang mengutus Dia untuk menjadi penebus dunia. Melalui imaninilah, makanan pertama kita terima ialah Firman-Nya yang telah menjadimanusia, yaitu Yesus Kristus dari Nasaret. Pekerjaan pertama ini telah dilakukan oleh semua yang ditunjukkan di dalamkitab suci, mulai dengan Yesus Kristus yang menegaskan bahwa Ia datang untukmelakukan kehendak Bapa yang mengutus-Nya. Bunda Maria dan Santo Yosef jugahidupnya untuk percaya dan melakukan kehendak Tuhan. Abraham dikenal sebagaibapak orang-orang yang percaya. Moses terkenal dengan hukum tauratnya dan paranabi semuanya kualitas imannya tak bisa diragukan. Sosok yang menjadi contoh kita pada hari ini ialah Stefanus, seorang muridTuhan dan saksi kebangkitan Kristus. Ia dipenuhi rahmat dan kekuatan Allah yangmahakuasa sebagai tanda kualitas imannya, sehingga ia berani berhadapan dengantantangan orang-orang Yahudi yang melawan dia. Melalui pekerjaan ini, makananpertama yang dinikmati oleh Stefanus ialah meminum piala penderitaan bersamaYesus Kristus. Mengikuti Kristus merupakan panggilan dasar kita, yang harus diisi denganpekerjaan pertama yaitu iman dan ketaqwaan kepada Tuhan. Alasan yang dimintakepada setiap orang saat hendak dibaptis ialah iman, dan bukan harta benda,posisi, kenikmatan dunia atau nama baik. Setelah pembaptisan barulah sakramenlain diterima. Doa-doa, devosi dan aneka pelayanan di dalam Gereja sangatditopang oleh fondasi iman ini. Keutamaan iman dan ketaatan merupakan kriteriapertama untuk proses menyatakan seorang beriman resmi sebagai santo atau santaoleh Gereja. Jadi pekerjaan pertama kita dari Tuhan ialah rohani, bukanjasmani. Iman, ketaqwaan dan ketaatan membawa kita masuk menjadi anggota Gerejadan akhirnya menjadi jaminan bagi kita masing-masing masuk ke dalam persekutuanpara kudus di surga.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, Guru yang baik. Ajarkanlahdan tunjukkanlah kami bagaimana menjadi sempurna berkat iman dan ketaqwaan yangada pada kami. Semoga semangat kebangkitan-Mu memperkuatkan iman, taqwa danketaatan kami kepada-Mu dan setia mempertahankannya sampai ajal kami. Bapa kamiyang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-2 Paskah, 3 Mei 2025, Pesta Santo Yakobus dan Filipus, Rasul

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 2, 2025 8:51


Dibawakan oleh Rini Sudarno dari Gereja Santo Ambrosius, Paroki Villa Melati Mas di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 15: 1-8; Mazmur tg 19: 2-3.4-5; Yohanes 14: 6-14.SALING MELENGKAPI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Saling Melengkapi.Ada sepasang suami istri yang baru saja menikah, membuat pengakuan dirinyamasing-masing. Suami mengakui bahwa kekuatan pribadinya ialah keyakinan yangteguh. Keputusan yang ia ambil akan dipegangnya dan tidak berubah. Namun iapunya kelemahan pokok, yaitu tidak bisa mengontrol marahnya. Sedangkan istri mengakui bahwa dirinya suka bingung.Misalnya dalam memutuskan untuk memasak jenis makanan tertentu bagi keluarga,ia perlu waktu untuk bertanya dan berdiskusi. Ia sulit memutuskan sendiri.Tetapi ia punya kelebihan, yaitu ia sangat setia. Ia menjamin bahwa cintanyakepada suami adalah utuh dan tulus. Keduanya berjanji untuk memahami kekuatandan kelemahan masing-masing. Dan komitmen yang tumbuh dari sini ialah bahwa merekaharus sepakat untuk saling melengkapi. Suatu kehidupan yang harmonis, seimbang dan damai sangatbergantung pada saling melengkapi antara pribadi-pribadi atau unsur-unsur yangberbeda-beda.  Kodrat manusia sebagaimakhluk sosial menentukan kebutuhan dasar ini, antara lain melalui penetapandari Tuhan bahwa manusia pertama pria dan wanita itu pada dasarnya salingmelengkapi. Di dalam Gereja perdana sosok kedua rasul yang pestanya kitarayakan pada hari ini juga memberikan sisi-sisi perbedaan yang sangat jelas. Rasul Yakobus terkenal sebagai pribadi yang kuatpendiriannya dan yakin dalam prinsip hidupnya. Ia terbukti menjadi pemimpinGereja Yerusalem, Gereja awal. Pendiriannya tegas dan mendalam, sehingga iabersama dengan Santo Petrus adalah pilar-pilar Gereja pada awal berdirinya.Sedangkan rasul Filipus seperti yang diwartakan oleh Injil hari ini, adalahseorang pribadi yang meski sudah sekian waktu mengikuti Kristus, tetapi masihbergulat dengan kebingungannya. Ia mungkin terbebani sebagai bagian dari slowlearners, pembelajar yang lamban, atau mungkin secara natural terkondisikansebagai orang yang bingung.  Tuhan Yesus memang memanggil kita masing-masing dengansegala kekurangan kita untuk membentuk Gereja-Nya dan membangun Kerajaan-Nya.Tidak masalah kalau kita berbeda-beda tetapi kita senang, mau, dan bertekatuntuk hidup bersama. Kita tidak membenci bahkan memusuhi perbedaan. Setiapkelemahan dan kekurangan dari tiap-tiap orang akan dilengkapi oleh pribadi yanglain. Tuhan akan berkenan memberkati dan melengkapi semuanya, karena Ia telahbuktikan dengan menggunakan rasul Yakobus dan Filipus untuk membangun Gereja-Nya.Anda dan saya juga tentu bisa, karena itu Tuhan memanggil kita.  Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, perkuatkanlah kami dengan segala perbedaandi antara kami, sehingga kami menjadi potensi-potensi yang baik untukmemperkuat persekutan hidup kami. Salam Maria penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-2 Paskah, 2 Mei 2025, Peringatan Santo Atanasius, Uskup dan Pujangga Gereja.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 1, 2025 9:14


Dibawakan oleh Rini Sudarno dari Gereja Santo Ambrosius, Paroki Villa Melati Mas di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 5: 34-42; Mazmur tg 27: 1.4.13-14; Yohanes 6: 1-15.MENJADI ALATNYA TUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Menjadi AlatnyaTuhan. Pengalaman dan hidup beriman dalam semangat Paskah, tidak hanya untukmasa Paskah ini tetapi berguna selama hidup kita di dunia ini. KebangkitanYesus Kristus menjiwai seluruh hidup kita. Dalam periode ini Yesus tidak hadirsecara fisik di tengah-tengah kita, tidak seperti pernah dahulu Ia bersamadengan orang sezaman-Nya. Ia sudah berada di sisi kanan Bapa di surga, dan Iamenyertai kita setiap saat melalui Roh-Nya. Apakah yang mesti kita perbuat untuk membuat iman kitamenjadi mantap dan bertahan dalam semangat Paskah ini? Inspirasi bacaan-bacaanpada hari ini memberikan jawabannya, yaitu supaya kita menjadi alat-alat-nyaTuhan. Pelayanan Yesus Kristus melalui Gereja sebagai lembaga tetap berlangsunghingga saat ini, yang sasaran utamanya ialah kawanan umat manusia yang ada disekeliling kita. Boleh jadi mereka itu adalah saudara dan teman sendiri. Bolehjadi mereka adalah banyak orang yang kurang kita kenal. Boleh jadi mereka ialahorang-orang yang dipercayakan Tuhan kepada kita untuk dididik dan dibina. Menjadi alat-Nya Tuhan merupakan suatu panggilan Kristianiyang mendasar, seperti kata Pemazmur: Inilah aku Tuhan, untuk melakukankehendak-Mu ( Mz. 40). Hidup dengan menghayati panggilan untuk menjadi alatTuhan, ialah membuat Tuhan sungguh hadir secara nyata dan pribadi dengantugas-tugas pelayanan Yesus Kristus yang adalah penyelamat, penyembuh,pengajar, pembawa kebenaran, penghibur, dan pengampun. Panggilan ini tertujukepada setiap dari kita sebagai imam, biarawan, dan awam. Menjalankan panggilanini berarti kita berbuat atas nama Tuhan Yesus Kristus dan membuat Dia bekerjasecara nyata. Contoh nyatanya ialah seperti para rasul yang bertahandalam kebenaran Injil yang diwartakannya, meski mereka dipenjara dan diadiliMahkamah Agama Yahudi. Seorang imam Yahudi terkenal, Gamaliel, juga berbicaraatas nama kebenaran dan sekaligus membela perbuatan-perbuatan para rasul.Mereka adalah instrumen-instrumen ajaran dan pengetahuan iman yang benar.Kemudian pada suatu kesempatan yang lain, para rasul berperan menjadi jembatanbagi pemberian makanan kepada ribuan orang yang kelaparan setelah lelah mendengarkanpengajaran Yesus Kristus. Seorang anak yang menyediakan seporsi kecil roti danikan juga tampil sebagai alat-Nya Tuhan bagi terciptanya mujizat penggandaanroti dan ikan. Mereka adalah instrumen kemurahan Tuhan bagi kebutuhan ragawimanusia. Kita dapat menjadi alat-alat Tuhan dalam kondisi dankemampuan setiap pribadi atau kelompok masing-masing. Semua itu bergantung padakesediaan kita.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha murah,perkuatkan kami supaya kami dapat menjadi alat-alat-Mu yang benar dan berguna,terutama bagi sesama kami. Salam Maria... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-2 Paskah, 1 Mei 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Apr 30, 2025 8:16


Dibawakan oleh Tarsisius Abraham Abimayu dan Kristinia Numartina dari Gereja Santo Ambrosius, Paroki Villa Melati Mas di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 5: 27-33; Mazmur tg 34: 2.9.17-18.19-20; Yohanes 3: 31-36.SEKOLAH KETAATAN Renungan kita pada hari ini bertema: Sekolah Ketaatan.Salah satu ciri semangat Paskah ialah sekolah ketaatan. Sekolah ini sangatberbeda dari berbagai sekolah yang kita miliki seperti sekolah militer,perawat, polisi, teknik komunikasi, administrasi dan lain sebagainya.Sekolah-sekolah kita ini jelas menghasilkan banyak sekali lulusan, namun apakahmereka semua lulus dalam kebajikan ketaatan, ini menjadi suatu pertanyaan yangbesar. Pada kenyataannya, mereka tidak memberikan pelajaran dan pelatihanspesifik tentang menjadi seseorang yang taat. Kalau demikian, lebih tepat dan baik semua sekolah ituperlu mengambil semangat Paskah demi mendapatkan pelajaran tentang ketaatan.Pelajaran utama di sekolah ini ialah Yesus yang taat secara sempurna kepadaBapa-Nya untuk menunaikan kehendak Bapa, dengan merelakan diri-Nya menjadikorban bagi keselamatan semua umat manusia dari dosa. Ini adalah sumber utamabagi kurikulum pembelajaran ketaatan semua pengikut-Nya dan semua orang lainyang menjalankan kehendak Tuhan. Yesus menegaskan bahwa pembelajaran dasar bagi kita ialahpercaya kepada Dia yang diutus oleh Bapa dan mengikuti jalan yang Ia lalui,yaitu melaksanakan kehendak Bapa. Ini harus menjadi semangat umum bagi setiappengikut Kristus. Setiap bentuk kegiatan, perutusan, tanggung jawab, komitmen,pelayanan, dan pengabdian mesti berhaluan pada sekolah ketaatan ini. Intinyaialah semua itu demi melaksanakan kehendak Allah. Jika kehendak Allah yangdiikuti, maka kebaikan dan kebenaran yang menjadi hasilnya. Salah satu contoh yang ditunjukkan tentang sekolahketaatan ini ialah Petrus dan para rasul lainnya yang hendak dibungkam olehMahkamah Agama Yahudi. Mereka dilarang keras untuk memberitakan Injil dan YesusKristus kepada publik. Tetapi karena pendidikan ketaatan mereka sudah terbentukbegitu kuat, mereka dengan lantang berkata demikian: lebih baik bagi kami taatkepada Allah daripada kepada manusia. Pendidikan ketaatan ini fokus padaprioritas loyalitas dan kesetiaan kepada Allah. Dengan ini berarti godaan atauancaman untuk terlepas atau tidak patuh kepada Allah mesti dilawan.  Mengapa Tuhan menjadi prioritas dalam sekolah ketaatan?Karena pada Dia semua ajaran moral, kebaikan, kebenaran, keindahan, kemuliaan,dan kekudusan berasal. Dia pangkal semua kebijaksanaan dan kepandaian. Makakalau kita memilih untuk taat kepadanya secara konsisten, kita bakal menjadipatuh dan taat dalam segala aspek tatanan atau aturan yang berlaku di mana dankapan pun di dunia ini. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa,semoga ketaatan kami kepada-Mu tidak asal-asalan tetapi sungguh benar dan nyataseperti Putra-Mu Tuhan Yesus Kristus yang taat kepada-Mu. Salam Maria penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-2 Paskah, 29 April 2025, Peringatan Santa Katarina Siena, Perawan dan Pujangga Gereja

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Apr 28, 2025 8:21


Dibawakan oleh Agnes Nabela dari Paroki Serpong dan Fransiska Putri dari Paroki Kota Bumi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 4: 32-37; Mazmur tg 93: 1ab.1c-2.5; Yohanes 3: 7-15.SAMPAI KE HATI Renungan kita pada hari ini bertema: Sampai Ke Hati.Seorang terpelajar dan pemimpin umat seperti Nikodemus, ketika mencari tahukebenaran kepada Tuhan, berarti ia masih memiliki kekurangan. Jadi orangpandai, bijaksana, terpelajar, dan berkuasa ternyata perlu menjadi lebih baiklagi. Dengan kata lain, seperti Nikodemus, yang memusatkan pencarian kebenarankepada Tuhan, adalah orang-orang yang sedang menuju ke “hati”. Perjalanan dan usaha kita menuju ke “hati” sebenarnyaialah fokus hidup kita, sebuah tujuan yang akan kita capai, dan sesungguhnyatujuan itu ialah Tuhan. Seseorang yang berbuat baik dalam menolong sesamanya,diapresiasi orang lain sebagai pribadi yang berbuat sampai ke hati. Seseorangyang berbuat tidak baik atau jahat kepada sesamanya, juga mendapat penilaiandari orang lain sebagai pribadi yang terlanjur “sampai hati” melakukanperbuatan tersebut. Jadi, yang kita katakan sebagai “sampai ke hati” ialah sesuatuhal atau kenyataan hidup yang sangat inti, pusat dan utama di dalam hidup. Hidup Kristen kita di dunia ini adalah sebuah perjalanandan keyakinan kita dengan jelas mengatakan bahwa tempat tinggal kita di duniaini hanya sementara. Ada sebagian dari kita yang sudah “sampai ke hati”, yaitumereka yang sudah beralih dari dunia ini melalui peristiwa kematian mereka didunia. Sedangkan kita yang masih hidup, menempuh jalan Yesus Kristus untuk padasaatnya yang tepat akan sampai ke hati yang sesungguhnya yaitu Tuhan. Untukmenjamin kepastian ini, Yesus sendiri menjelaskan dengan amat nyata bahwa Iasendiri sebagai Anak Manusia, datang dari surga, tujuan akhir kita. Pertanyaan sederhana di sini ialah: siapakah yang berhakuntuk sampai ke hati? Apakah ini adalah kebebasan masing-masing orang ataukahkita sebagai satu komunitas orang-orang beriman memiliki panggilan yang samauntuk nantinya sampai ke hati atau sampai ke surga? Jawabannya ialah baikpribadi maupun bersama, kita memiliki panggilan untuk ke sana. Nikodemus dansetiap dari kita, begitu disemangati oleh Yesus sendiri atau oleh pengalamanlainnya, tentu begitu bersemangat dan tekun untuk mencapai tujuan akhir hidupkita dengan gemilang. Setiap orang ingin menjadi champion  atau pemenang perjalanan itu, seperti yangdicita-citakan oleh Santo Paulus.  Tetapi sebagai komunitas umat Allah, Gereja, kita jugamemiliki komitmen bersama untuk sampai di surga bersama-sama. Dengan demikian,motto hidup bersama yang disampaikan di dalam Kisah Para Rasul: sehati dansejiwa, sangatlah penting untuk direalisasikan baik secara jasmani maupunrohani saat kita masih hidup di dunia ini. Hidup bersama dengan benar dan baikdi dunia ini sungguh menggambarkan kehidupan bersama yang mulia di surganantinya.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, berkatilah kami supaya ciri sehati sejiwa menjadi kenyataan dalamhidup kami setiap saat. Kemuliaan kepada Bapa...Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam peken ke-2 Paskah, 28 April 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Apr 27, 2025 7:46


Dibawakan oleh Alexia Christabella Suryadi dan Ignasius Suryadi dari Paroki Villa Melati Mas, Gereja Santo Ambrosius di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 4: 23-31; Mazmur tg 2: 1-3.4-6.7-9; Yohanes 3: 1-8.LAHIR KEMBALI Renungan kita pada hari ini bertema: Lahir Kembali.Percakapan Yesus dengan Nikodemus dalam Injil hari ini menghadirkan sebuahtantangan iman yang kita semua hadapi saat ini. Tantangannya ialah bagaimanaiman kita diperbaharui sehingga kita dapat mengalami yang disebut dengankelahiran kembali. Kita diharapkan melalui pencerahan oleh Yesus Kristus untukmemiliki pengertian yang benar, bahwa kelahiran kembali memang sangat perlu.Tetapi kelahiran kembali ini bukan secara biologis, yaitu kembali ke rahim ibuuntuk kemudian terlahir kedua kalinya. Pembicaraan itu sebenarnya ingin mengubah pemahamanbiologis tentang kelahiran kembali menjadi kelahiran kembali dari air dan Roh.Kelahiran dari air merupakan suatu tindakan penghapusan dosa-dosa dan inimengingkatkan kita akan pembaptisan air Yordan yang dilakukan oleh YohanesPembaptis. Sedangkan kelahiran dari Roh ialah saat pembaptisan dalam Roh Kudussehingga orang yang dibaptis sungguh-sungguh menjadi bagian dari Yesus Kristus.Kelahiran dari air dan Roh inilah yang kemudian menjadi sakramen pembaptisan didalam Gereja yang kita miliki sampai sekarang. Orang-orang yang dibaptis adalah mereka yang penuh denganRoh Kudus. Jauh sebelum pembaptisan kita, para rasul berkumpul dan berdoa dalamnama Tuhan Yesus Kristus, mereka semua penuh dengan Roh Kudus. Hasilnya ialahmereka kemudian memberitakan Injil dengan berani. Kepenuhan Roh Kudus yang kitaterima di dalam pembaptisan, kemudian diperkuat atau di-confirmed di dalamsakramen Krisma. Karena pada prinsipnya, setiap orang yang sudah menerimasakramen ini dianggap memiliki kemampuan untuk memberitakan Injil denganpengetahuannya, perkataannya, perbuatannya, dan hidupnya sendiri. Ia jugaberani mempertahankan imannya itu meski tantangan dan halangan membuatnya ngeridan takut. Yang krusial dari kenyataan kepenuhan Roh Kudus ini ialahtentang pembaharuan iman. Persoalan Nikodemus itu adalah di masa lalu danterkait pengalamannya, namun situasi kita sungguh beda. Tetapi tantangannyasama, yaitu iman yang kita peroleh melalui inisiasi memang perlu selaludibaharui. Doa syahadat yang kita doakan dengan rutin menegaskan pembaharuanpembaptisan kita. Ekaristi yang kita rayakan harian atau mingguan sebagaipembaharuan Komuni Pertama yang telah kita terima dulu. Berkat pengutusan yangselalu kita terima dalam perayaan-perayaan liturgis adalah pembaharuan sakramenKrisma yang sudah kita terima.  Setiap kali melakukan pembaharuan ini, pantas sekali untukdiingat dan disadari bahwa kita sesungguhnya penuh dengan Roh Kudus.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa yang kudus,semoga Roh-Mu memperkuatkan selalu iman kami. Salam Maria...Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam Oktaf Paskah, 26 April 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Apr 25, 2025 8:10


Dibawakan oleh Dominika Eni Widyastuti dan Ignasius Teguh Eko Prihantanto dari Gereja Santo Ambrosius, Paroki Villa Melati Mas di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 4: 13-21; Mazmur tg 118: 14-15.16ab.18.19-21; Markus 16: 9-15.PERUTUSAN PASKAH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Perutusan Paskah.Setiap kali selesai Misa Kudus yakni setelah berkat dan lagu penutup,suami-istri lansia itu selalu berselisi pendapat. Istri ingin berlama-lama didalam gereja. Ia berlutut dan berdoa pribadi bisa sampai setengah jam. Suamisering tidak sabar. Pertengkaran terjadi begitu mereka bertemu di luar. Suamimenegaskan: kita sudah menerima perutusan, kita harus menjalankannya di luargereja. Waktu berdoanya sudah lewat, sekarang waktunya untuk bertemu sesama danbekerja. Perutusan Paskah merupakan kelanjutan dari  semua rangkaian penampakan Yesus danpengajaran-Nya kepada para rasul dan murid-murid-Nya. Pentingnya perutusan itudisebabkan oleh dua alasan utama. Pertama yaitu, ketika Yesus harus naik kesurga dan mereka mesti sudah dibiasakan dengan penyertaan Tuhan di dalamRoh-Nya. Yang kedua ialah, mereka diharapkan bersedia jiwa dan raga untukmenjalankan perutusan-perutusan dari Tuhan. Banyaknya perutusan itu terbagidalam perutusan masing-masing pribadi para murid, dan perutusan bersama ataukomunitas yang dinamakan Gereja Kristus. Kita sedang menunjuk pada pertumbuhan iman Gereja perdanayang bergerak dari damai Paskah ke perutusan Paskah. Perutusan itu terungkapdalam perintah Yesus: Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepadasegala makhluk. Petrus dan Yohanes selalu tampil sebagai sebuah tim yangmewakili perutusan komunitas. Mereka membawa nama Yesus Krsitus dan jugakomunitas beriman, yaitu Gereja perdana. Di samping itu, setiap rasul dan muridlainnya memilih jalannya sendiri-sendiri sebagai pribadi dalam usaha menunaikantugas perutusan tersebut. Karena mereka sudah disiapkan dengan baik oleh Yesussendiri, keberanian dan ketegasan iman mereka tumbuh menjadi kuat. Merekadengan tegas berpihak kepada Yesus, yaitu kebenaran mutlak yang diyakininya,meski ditantang dengan amat keras oleh para pemuka agama Yahudi. Kesiapan dankematangan imannya membuka pintu kepada kemartiran yang sudah dirintis olehYesus Kristus. Mereka, satu per satu, akan berhadapan dengan segala situasientah mendukung, entah menolak, entah sangat keras melawan mereka. Intinya, merekatidak mundur selangkah pun meski tugas perutusan itu sangat menantang hidupnya. Perutusan Paskah berupa: pergilah ke seluruh dunia,beritakanlah Injil kepada segala makhluk, merupakan perutusan yang diamanatkankepada seluruh Gereja dan setiap anggotanya. Setiap pengikut Kristus saat inimelakukan perutusan itu atas nama Gereja dengan kepalanya Yesus Kristus. Secaraformal, perutusan itu kita terima saat selesai ibadat dan Ekaristi. Pemimpinibadah selalu mengatakan di akhir perayaan: Marilah pergi, kita diutus. Secarainformal dan pribadi, tanggung jawab perutusan ada di pundak setiap pengikutKristus yang diutus.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus,sertailah dan lindungilah kami dalam perutusan kami masing-masing. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ....

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam Oktaf Paskah, 25 April 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Apr 24, 2025 9:11


Dibawakan oleh Rini Sudarno dari Gereja Santo Ambrosius, Paroki Vila Melati Mas di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 4: 1-12; Mazmur tg 118: 1-2.4.22-24.25-27a; Yohanes 21: 1-14DALAM NAMA YESUS KRISTUS Tema renungan kita pada hari ini ialah: Dalam Nama YesusKristus. Setelah mengikuti sekolah bina iman, seorang bocah laki-laki berusiatiga tahun membuat kedua orang tuanya bangga. Ia bisa menghafal kata-kata ini:“Dalam nama Yesus Kristus” dengan sempurna. “Siapa yang ajarkan kamu berkatabegitu”, tanya ibunya. Si bocah langsung menjawab: “Yesus Kristus”. Singkatcerita, pada waktu pelajaran, seseorang berperan sebagai Yesus yang datangmenyalami dan berbicara dengan anak-anak. Pesannya kepada anak-anak, supayamereka selalu menyebut “Dalam nama Yesus Kristus” setiap kali berdoa. Pesan damai Paskah antara lain berisi kalimat penuhkekuatan tersebut. Pernyataan doa “Dalam nama Yesus Kristus” diwujudkan dalamperbuatan kasih yang merupakan hukum Tuhan yang terbesar untuk kita laksanakan.Atas dasar inilah, Petrus dan para rasul berbuat kasih dan kemurahan supayamenghadirkan damai itu di dalam diri orang-orang yang mereka layani. Untukmenghadirkan damai itu, rumusan formula baku yang dipakai ialah: Dalam namaYesus Kristus. Diharapkan supaya dengan rumusan ini, Tuhan Yesus Kristus sangpembawa damai masuk ke dalam diri setiap orang yang menerima karunia-Nya. Pada suatu peristiwa penampakan yang lain, yaitu di pantaiketika Petrus dan para rasul kembali menjalankan pekerjaan rutinnya memancingikan, Yesus yang bangkit nampak kepada mereka dengan sebuah tindakan yangmembawa perdamaian. Ia memberikan sebuah contoh pelayanan dengan menyediakanmereka makanan. Pelayanan pembasuhan kaki pada perjamuan malam terakhir menjadiinspirasi utama. Semangat dan tindakan pelayanan itu yang mesti terus dihayatioleh komunitas beriman yang pertama itu. Yesus ingin menekankan bahwa meskikawanan rasul dan murid-Nya akan kembali ke dalam kehidupan yang normal danrutin, pelayanan harus tetap menjadi semangat utama mereka. Pada hari ini kita belajar sesuatu berkaitan denganpenghayatan iman, yaitu dengan mengikuti suatu anjuran bijaksana, bahwa setiapbentuk perbuatan kasih dan pelayanan kita, hendaknya selalu dalam nama TuhanYesus Kristus. Legitimasi atau pembenaran perbuatan ini adalah Yesus Kristussendiri. Dengan memakai “atas nama Yesus Kristus”, sangat dipercaya kalau namaini berada di atas semua bentuk nama, label, status, dan kepentingan. Dengan“atas nama Yesus Kristus”, semua penguasa di dunia dan bahkan penguasa kegelapanseperti setan dan para pembantunya mengakui Yesus Kristus. Jadi dengan “atasnama Yesus Kristus”, kita mestinya menjadi aman, nyaman, dan lancar dalamberkegiatan dalam hidup kita. Kiranya doa-doa kita selalu berisi: Dalam nama Tuhan YesusKristus.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa di surga,utuslah Roh-Mu untuk memperkuat pegangan hidup kami setiap kali kami menyebut:Dalam nama Yesus Kristus. Salam Maria penuh rahmat ...Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam Oktaf Paskah, 21 April 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Apr 20, 2025 8:48


Dibawakan oleh Rini Sudarno dari Gereja Santo Ambrosius Paroki Villa Melati Mas di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 2: 14.22-32; Mazmur tg 16: 1-2a.5.7-8.9-10.11; Matius 28: 8-15DATANG UNTUK BERTEMU YESUS YANG BANGKIT Renungan kita pada hari ini bertema: Datang Untuk BertemuYesus Yang Bangkit. Para rasul dan murid Yesus menjadi saksi mata wafat dankebangkitan Yesus Kristus. Ada utusan surga yang mengabarkan perihal Yesus yangbangkit dan terlebih-lebih karena Yesus sendiri menampakkan diri-Nya kepadamereka. Wujud konkret Yesus yang bangkit tentu saja berbeda daripada ketikadiri-Nya masih hidup. Wujudnya sudah sebagai roh atau menurut istilah KisahPara Rasul sebagai “Yesus yang bangkit”. Kesaksian mereka sangat kuat dan seterusnya sebagai sebuahkebenaran yang sangat hakiki. Ini dibuktikan dengan kepatuhan mereka ataspermintaan Yesus yang bangkit, supaya mereka datang ke Galilea dan bertemudengan Dia. Pertemuan harus terjadi dalam lingkup ruang dan waktu, sehinggakebenaran tersebut dapat dipertanggung jawabkan. Pertemuan yang hanya dalamingatan, imaginasi atau melalui bantuan sarana dan pihak perantara, pastimembuka peluang untuk diragukan.  Maka menurut kisah dalam Injil karangan Matius pada hariini, para wanita yang bertemu dengan Yesus yang bangkit, meminta supaya pararasul segera datang dan bertemu sendiri dengan Yesus. Pertemuan langsung denganYesus itulah yang menjadi sebuah pengalaman iman yang baru dan membentuk hidupbaru bagi para rasul dan murid-murid Tuhan. Hal itu menjadi dasar bagi SantoPetrus, murid pertama dari lingkaran ke-12 rasul, untuk memberikan kotbahnyapertama kali tentang Yesus yang bangkit. Ia dan rekan-rekannya harus bersaksi. Kotbah itu intinya berbunyi begini: Yesus Kristus yangditentukan Allah untuk memenuhi semua janji di masa lalu adalah Mesiassesungguhnya. Ia dihukum mati dengan tuduhan tidak benar dan tidak adil. Iatelah mati dan dikubur, namun kini dibangkitkan Allah. Semua yang berkaitandengan kematian dan kebangkitan-Nya, Petrus dan para rasul lainnya adalahsaksi. Supaya kotbah ini tidak sekedar kata-kata kosong, pembuktian peristiwatersebut dan rekaman pengalaman para saksi mata merupakan faktor yang sangatmenentukan kebenarannya.  Setiap pengikut Kristus dikaruniai kebutuhan dasar untukdatang dan bertemu dengan Yesus yang bangkit. Ia datang ke keberadaan Yesussetiap saat di dalam hidup ini. Hal ini sama dengan seorang suami yang sudahsering tidak datang menghadiri Ekaristi. Padahal ia sehat-sehat dan berdoapribadi saja di rumahnya. Karena sang istri sudah tidak sabar dengan tingkahsuami itu, ia sengaja meminta supaya ada pelayanan Komuni Kudus kepada suaminyadi rumah. Pastor paroki yang datang ke rumah. Maka terjadilah perjumpaansesungguhnya dengan Tuhan Yesus bagi sang suami. Sejak saat itu, ia selalumenyadari dan siap untuk datang dan bertemu sendiri dengan Tuhan melaluiEkaristi harian dan mingguan. Kita mesti melakukan hal yang sama. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa,penuhilah kami dengan kekuatan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Bapa kami yangada di surga ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-4 PraPaskah, 4 April 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Apr 3, 2025 11:07


Dibawakan oleh Serly dari Paroki Maria Kusuma Karmel Meruya di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kebijaksanaan 2: 1a.12-22; Mazmur tg 34: 17-18.19-20.21-23; Yohanes 7: 1-2.10.25-30SAATNYA BELUM TIBA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Saatnya BelumTiba. Tidak lama lagi, sekitar satu minggu ke depan, kita akan merayakan pekansuci. Peristiwa sengsara dan wafatnya Yesus Kristus merupakan pengalaman puncakpendertiaan-Nya. Antisipasi perayaan besar ini kita jumpai pada hari-hari  menjelangnya, termasuk pada hari ini. Bentukantisipasi itu ialah aneka kesulitan sebagai perlawanan terhadap Yesus. Ancamanterhadap diri-Nya benar-benar nyata, langsung, dan pasti. Ia berada di ambangpenganiayaan. Jauh sebelum pengalaman nyata Yesus Kristus itu, kitabKebijaksanaan telah menggambarkan penganiayaan ini. Katanya: Mari, kitamencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya sertamenguji kesabaran hatinya. Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati kejiterhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan (Keb 2,19-20). Injil Yohanes yang baru saja kita dengar memperkuat gambaran ambangpenganiayaan itu dengan menyebut: orang-orang Farisi berusaha menangkap Yesustetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba (Yoh7,30). Saat-Nya yang belum tiba bergantung sepenuhnya padapenyelenggaraan Allah. Hari Kamis malam dan Jumat Agung belum tiba. Semua pihakdari kita wajib tunduk pada ketentuan waktu yang belum tiba ini. Semuanya harusmenghormati aspek penting seperti apa berada dalam ambang penganiayaan YesusKristus. Meski gelombang amarah, irihati, benci, dan kekerasan nampaknya takterbendung, mereka wajib menahan dirinya saja. Biarpun gelombang itu amat kuat,Tuhan belum mengijinkan saatnya tiba.  Seperti apa kita memaknai “Saatnya Tuhan belum tiba?”Pertama-tama kita memaknainya dengan mengakui dan menerimanya. Kita menerimakenyataan ini dan mengimaninya sebagai bentuk pemenuhan kehendak Bapa daripihak Yesus, dan sebagai isi iman kita. Di dalam doa “Aku Percaya” kitaungkapkan iman kita dengan menyebutkan: Yang menderita sengsara dalampemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, wafat, dan dimakamkan. Mengamini iniberarti juga kita menyanggupi ajaran dan undangan Tuhan untuk mengikuti Diadalam setiap ambang penganiayaan yang kita hadapi di dalam hidup kita.  Kita memaknai ini juga dengan tak gentar untuk tetapmempertahankan kebenaran dan kebaikan sebagai tanda keberpihakan kita kepadaTuhan. Biasanya godaan bagi mereka yang berada dalam situasi ambang derita danpenganiayaan ialah takut atau menyerah dan tunduk kepada pihak penganiaya. Biarpenganiaya ingin cepat eksekusinya, kita tidak boleh menyerah kepadakehendaknya. Pengikut Kristus yang otentik tidak tunduk seperti ini. Di ambangtersebut kita berani berseru: kerelaan ini adalah demi Tuhan Yesus Kristus.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Bapa di surga,kuatkanlah kami selalu khususnya ketika kami berada di tengah penderitaan danpenganiayaan, supaya kami tetap berpihak kepada-Mu saja. Bapa kami yang ada disurga ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-1 PraPaskah, 13 Maret 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 12, 2025 8:16


Dibawakan oleh Serly dari Paroki Maria Kusuma Karmel Meruya di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. T. Ester 4: 10a.10c-12.17-19; Mazmur tg 138: 1-2a.2bc-3.7c-8; Matius 7: 7-12TUHAN PENOLONG-KU Renungan kita pada hari ini bertema: Tuhan Penolong-ku.Anak-anak di rumah dan di sekolah selalu diajarkan untuk meminta ketika berdoakepada Tuhan. Mereka diberitahu bahwa kitab suci sudah mengajarkan manusiauntuk meminta, maka Tuhan akan memberikan. Sehingga Ronald, anak SD kelas 5yang sangat aktif alias tidak bisa diam, berdoa dahulu kepada Tuhan sebelummeminta orang tuanya untuk menyediakan.  Pada suatu ketika Ronald berdoa begini: “Tuhan Yesus,kasih tahu Mama untuk tambahkan uang 10 ribu supaya nanti aku mau jajan bersamateman-temanku.” Setelah itu Ronald pergi memberitahu ibunya, bahwa ia sudahberdoa kepada Tuhan Yesus, supaya Mama-nya menambahkan lagi uang jajan 10 ribu.Lalu ia mengambil uang 10 ribu dari ibunya dan berangkat untuk bermain bersamateman-temannya. Cara berdoa seperti itu selalu dilakukan Ronald. Jika mau jujur, lebih dari setengah doa-doa kita adalahberwujud permohonan. Kita meminta dan memohon karena kita percaya bahwa Tuhanitu penyelenggara hidup kita dan ia maha murah. Tidak mungkin kita memintaterus tanpa henti kepada pihak yang tidak punya apa-apa, maka seperti itulahpandangan kita terhadap Tuhan. Jadi Tuhan sesungguhnya adalah penolong kita.Melalui permintaan dan permohonan dalam doa-doa, Tuhan mendengarkan danmemberikan pertolongan sesuai dengan kehendak-Nya. Kebutuhan manusia tidak akan habis ketika ia masih beradadi dunia. Di dalam kenyataan, pada saat-saat keadaan kita tidak terdesak ataubukan dalam bahaya, nampaknya doa-doa kita tidak berwujudpermohonan-permohonan. Mungkin juga doa-doa kita setiap hari tidak spesifikmengungkapkan permintaan atau permohonan, karena hidup kita mengalir saja dannormal. Namun jika dilihat secara objektif, hidup kita sendiri merupakananugerah untuk dijalani siang dan malam. Kita justru perlu bimbingan danperlindungan Tuhan. Kita hendaknya menyatakan rasa syukur atas anugerah itu,tetapi sebenarnya secara implisit kita memohon supaya hidup kita dijauhkan darisegala pengaruh jahat dan ancaman musuh. Kita berharap supaya iman danpengaharapan kita kepada penyelenggaraan-Nya tetap teguh. Kitab Ester dalamperjanjian lama mengisahkan betapa bahaya maut yang sedang mengancam hidupnya,nabi Ester sangat yakin bahwa hanya pertolongan Tuhan yang ia andalkan. Iamerasa tidak seorang pun yang menemani dan menolong, tetapi hanya Tuhan yangdiyakini sebagai penolong utama.  Tuhan tidak tega membiarkan anak-anak-Nya minta tolongdalam iman yang teguh dan pengharapan yang kuat. Terlebih-lebih di dalamkesulitan dan kesesakan hidup, harapan kita satu-satunya ialah Tuhan yang mahakuasa.Marilah kita berdoa. Ya Allah, semoga Roh-Mu senantiasamenyertai kami di dalam saat-saat kesulitan dan kesesakan hidup kami. SalamMaria penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

Kabar Baru
Keuskupan Agung Jakarta Akan Cermati Kebijakan Menaikkan PPN 12 Persen

Kabar Baru

Play Episode Listen Later Dec 26, 2024 2:46


Keuskupan Agung Jakarta Akan Cermati Kebijakan Menaikkan PPN 12 Persen | Sedikitnya 41 Desa di Aceh Tenggara Terdampak Banjir | 3Tanpa Indonesia, Laga Semifinal ASEAN Cup 2024 Dua Leg Dimulai *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

desa kebijakan persen keuskupan agung jakarta
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Selasa pekan ke-31 masa biasa, 5 November 2024

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Nov 4, 2024 8:35


Dibawakan oleh Elisabeth Duan dan Kris Waleng dari Paroki Santo Fransiskus Xaverius Tanjung Priok di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Filipi 2: 5-11; Mazmur tg 22: 26b-30a.31-32; Lukas 14: 15-24 RUMAH-KU HARUS PENUH   Tema renungan kita pada hari ini ialah: Rumah-Ku Harus Penuh. Baru saja kita mendengar bagaimana perjamuan besar oleh Tuhan terbuka untuk dihadiri semua orang yang diundang dan bahwa tuan pesta sangat ingin supaya rumah perjamuannya itu harus penuh. Banyak tempat duduk tersedia, undangan disampaikan berulang kali bahkan terkesan memaksa, santapan sudah siap dinikmati. Semua ini menggambarkan begitu besarnya pesta itu.   Mereka yang menyanggupi dan dapat datang ke pesta itu jelas memperoleh keuntungan dengan mengambil bagian di dalamnya, dibandingkan dengan kerugian bagi yang menolaknya. Namun hal yang ingin kita tekankan dalam renungan ini ialah rumah yang diinginkan tuannya supaya penuh. Apakah jika tidak penuh ia akan rugi karena sudah terlanjur menyiapkan semuanya? Bisa jadi benar. Tetapi kalau kehendak supaya rumah itu penuh dilihat dari sudut pandang Tuhan dan kerajaan-Nya, pemahamannya menjadi berbeda.   Tuhan mengundang karena tujuannya supaya semua manusia ciptaan-Nya itu selamat. Kenapa orang sampai berpikir untuk menolak ajakan untuk menjadi selamat? Dalam arti sempit, rumah perjamuan pesta itu dapat dilihat dalam bentuk gereja-gereja kita yang mulai kosong, terutama di wilayah Eropa dan sebagian wilayah lainnya di dunia. Memang gaya hidup saat ini berpengaruh menarik umat Tuhan untuk tidak selalu memasuki rumah-rumah ibadat. Desakan Tuhan supaya rumah-rumah ibadat harus penuh ada benarnya juga untuk saat ini.   Dalam pandangan yang lebih luas dan yang menjadi intinya ialah bahwa kerajaan Allah itu merupakan suatu persekutuan hidup orang-orang yang percaya. Kita menyebut itu sebagai Gereja atau jemaat. Di dalam persekutuan ini, apakah pemahaman, keyakinan, perayaan dan penghayatan iman itu penuh, ataukah masih terlihat kosong? Tak ada lagi pewahyuan baru yang akan melahirkan perintah-perintah baru. Kitab suci dan perintah-perintah-Nya sudah final, tidak bisa ditambah atau dikurangi. Kitalah yang perlu berusaha memenuhi dan memperbaiki diri kita supaya sesuai dengan kitab suci dan ajarannya.   Santo Paulus memberi nasihat begini: jika setiap dari kita mengoptimalkan setiap karunia istimewa di dalam diri kita masing-masing: sebagai pewarta, pegawai kantor, guru, petani, pengusaha, pelayan dan sebagainya; yang diperkayai dengan semangat Kristiani, kita baru dapat memenuhi undangan dan rumah kerajaan Allah itu. Prinsipnya: jangan ada satu pun dari kita datang dan bergabung dengan otak, hati dan tangan kosong. Tidak ada karunia yang kosong, tetapi ia mesti ada isi dan buahnya. Itu bergantung pada kita masing-masing. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa...Allah Bapa maha kasih, perkuatkan kami untuk membuat setiap karunia berbuah di dalam diri kami masing-masing, sehingga kami dapat membangun bersama persekutuan hidup kami di dunia ini. Salam Maria penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Senin pekan ke-31 masa biasa, 4 November 2024, Peringatan Santo Karolus Boromeus, Uskup

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Nov 3, 2024 7:46


Dibawakan oleh Elisabeth Welan dan Petrus Kanisius Kebaowolo dari Paroki Karawaci Tangerang di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Filipi 2: 1-4; Mazmur tg 131: 1.2.3; Lukas 14: 12-14 SUKA CITA KARENA MEMBERI DENGAN MURAH HATI   Tema renungan kita pada hari ini ialah: Suka Cita Karena Memberi Dengan Murah Hati.  Ada seorang kakek berpakaian sobek-sobek memasuki area sebuah gereja paroki. Ia membawa karung yang berisi kumpulan plastik baik itu bekas bungkusan atau kantong maupun botol-botol minuman. Ia kelihatan kesusahan membawa barang-barang bawaannya itu. Ia juga kelihatan pucat karena sudah lapar dan haus. Pastor Paroki melihat kakek itu dan ia menjadi kasihan.   Pastor membawa masuk kakek itu ke ruang makan pastoran. Ia diberi makan dan minum secukupnya supaya menghilangkan lapar dan haus sang kakek. Pastor mengambil dari kamarnya beberapa potong kaos dan celana, lalu menyerahkan ke kakek itu dalam sebuah tas berbahan kulit. Pastor tidak menanyakan asal-usul dan informasi lainnya mengenai identitas kakek itu. Ia tidak mempunyai intensi lain terhadap kakek tua itu selain menolongnya untuk memenuhi kebutuhannya pada saat ini. Ia sangat membutuhkan makanan dan pakaian supaya membuatnya merasa berharga sebagai manusia.   Ketika wajah mereka saling bertatapan, terlihat mereka berdua sangat gembira. Sang Pastor Paroki amat bahagia karena ia dapat berbagi kasih secara nyata. Kakek tua yang miskin itu juga sangat bahagia karena sungguh mengerti dan mengalami seperti apa cinta kasih itu.   Tuhan Yesus memberikan kita teladan untuk berbuat kasih tanpa pamrih. Salah satu ajaran-Nya yang terkenal berkaitan dengan ini ialah perumpamaan orang Samaria yang baik hati yang menggambarkan sikap murah hati yang amat konkret, lalu meninggalkan kita semua rasa kagum, bersyukur dan bersuka cita.   Suka cita dari hidup yang bermurah hati berangkat dari prinsip bahwa kalau kita bisa membuat orang lain senang dan tertolong, hidup ini menjadi lebih baik dan menyenangkan. Dengan melihat mereka bersuka cita, ada suatu langkah maju di dalam kehidupan rohani kita. Kemajuan itu ialah yang dikatakan oleh Yesus di dalam Injil pada hari ini, yaitu bukan suatu balasan atau imbalan materi untuk menghargakan perhatian atau bantuan kita, tetapi suatu persiapan untuk mendapatkan balasan pada saat kebangkitan setelah meninggalkan dunia ini.   Suka cita itu lebih merupakan suatu prestasi jiwa dan semangat dalam iman yang membuat bahagia karena telah berbuat baik, khususnya menolong orang yang tidak memberikan sesuatu sebagai balasan. Karena yang punya kuasa untuk memberikan balasan ialah Tuhan, baik pada saat ini berupa berkat rohani dan duniawi maupun pada saat setelah kita mati. Nasihat bagi kita pada hari ini ialah kiranya kita memberi tanpa pamrih, memberi dengan tangan kanan tanpa diketahui tangan kiri, atau memberi dengan menutup mata. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah semangat kami dalam kemurahan hati dan rela berkorban sehingga kami ikut membuat dunia tempat kami hidup ini semakin nyaman dan tenteram. Kemuliaan kepada Bapa... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Senin pekan ke-25 masa biasa, 23 September 2024; Peringatan Santo Pius dari Pietrelcina (Padre Pio), Imam

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Sep 22, 2024 8:35


Dibawakan oleh Suster Leona OSF dari Komunitas Suster-Suster OSF Tanjung Priok di Keuskupan Agung Jakarta dan Suster Lucia OSF dari Komunitas Suster-Suster OSF Kahuripan Bogor di Keuskupan Bogor, Indonesia. Amsal 3: 27-34; Mazmur tg 15: 2-3a.3bc-4abc.5; Lukas 8: 16-18 TERANG YANG MEMBEBASKAN   Tema renungan kita pada hari ini ialah: Terang Yang Membebaskan. Paus Fransiskus baru saja mengunjungi negeri kita. Salah satu pernyataannya saat mengunjungi kita yang sampai detik ini tetap ramai diulang dan dibagikan ialah: “Jangan lelah berbuat baik.” Pernyataan ini merupakan sebuah terang di tengah kebiasaan dan kecendrungan manusia dunia ini yang menyerah berbuat baik karena tidak melihat hasilnya yang dapat memuaskan. Tidak jarang suatu perbuatan baik itu ditolak dan dimusuhi, tapi kita dikuatkan untuk tetap berbuat baik. Maka terang ini sangat benderang bahkan menyilaukan kegelapan dunia ini.   Yesus juga memakai terang sebagai salah satu kata kunci untuk menjelaskan isi kerajaan Allah. Masyarakat kuno memaknai terang sebagai sesuatu yang vital bagi kehidupan, sama dengan zaman kita ini, yang membuat kita melihat, memungkinkan kita bekerja meski dalam gelap, dan untuk menghindari kita terantuk. Orang-orang Yahudi memaknai “terang” sebagai ungkapan keindahan, kebenaran, dan kebaikan Allah. Kata pemazmur: Di dalam terang-Nya kita melihat terang (36,9) dan Firman-Nya adalah terang yang membimbing langkah-langkah kita (119, 105).   Tuhan menyatakan diri-Nya sebagai terang untuk menegaskan kodrat dan keberadaan-Nya sendiri. Terang dalam kisah penciptaan membedakan diri dari gelap. Permulaan Injil Yohanes menyatakan bahwa Allah yang adalah terang datang ke dalam dunia untuk membebaskan dunia dari kegelapan dosa. Terang sebagai lawan utama kegelapan dan kebutaan, sehingga siapa pun yang menerima terang itu dapat berjalan di dalam kebenaran dan kebaikan. Firman Tuhan adalah terang yang kita miliki dan yang mengiringi hidup kita tiap saat.   Terang ini tidak berhenti dengan menghalau kegelapan dosa, namun selanjutnya menjadi sebuah spiritualitas untuk suatu kehidupan yang ada suka cita, kedamaian, optimisme dan solidaritas. Yesus menampilkan potret lampu yang bernyala untuk menggambarkan bagaimana para pengikut-Nya mesti hidup di dalam terang kebenaran dan cinta kasih-Nya. Terang Kristus itu menerangi hati kita dan membuat kita mampu melihat kenyataan kerajaan Allah seperti apa.   Yesus berkata, tak ada satu pun yang tetap tersembunyi dan dalam rahasia. Kita boleh saja menyembunyikan apa pun dari orang lain, diri kita sendiri, dan dari Tuhan. Sepandainya kita mampu merahasiakan sesuatu, tapi Tuhan sudah mengetahuinya. Karena Ia maha tahu dan mengontrol hidup setiap orang. Jadi untuk melindungi diri kita atau membuat diri kita aman dan bebas, kita mesti berserah sepenuh-penuhnya kepada Tuhan. Tak usah memakai kemampuan apa pun untuk menghindar dan bersembunyi dari Tuhan. Hanya dengan terbuka dan berserah kepada-Nya kita menjadi orang bebas dan hidup selalu di dalam rahmat-Nya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Allah maha kuasa, semoga cinta kasih selalu mengharuskan kami untuk berbagi sabda-Mu kepada sesama kami dalam segala situasi hidup kami. Berkatilah kami dengan perlindungan-Mu pada hari ini. Salam Maria penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Sabtu pekan Kelima Paskah, 4 Mei 2024

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 3, 2024 7:34


Dibawakan oleh Rini Sudarno dari Gereja Santo Ambrosius, Paroki Villa Melati Mas, Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 16: 1-10; Mazmur tg 100: 1-2.3.5; Yohanes 15: 18-21 AKU TELAH MEMILIH KAMU   Tema renungan kita pada hari ini ialah: Aku Telah Memilih Kamu. Setiap dari kita mempunyai pengalaman masing-masing tentang pemilihan Tuhan atas diri kita. Seorang biarawan merenungkan tanpa henti dalam hidupnya, betapa bermaknanya kata-kata Tuhan kepadanya: “Aku telah memilih kamu”. Suami atau istri juga sering menuliskan dalam batin masing-masingnya, betapa Tuhan yang menetapkan jodoh mereka: “Aku telah menjadikanmu pasangan bagi dirinya”.   Kesadaran dan keyakinan akan pemilihan ini sering kita maknai sebagai panggilan hidup. Setiap orang dapat merenungkan ini supaya ia selalu tahu bahwa Tuhan sebenarnya telah memilih dia untuk pilihan atau panggilan hidup yang sedang dan akan dijalani. Seorang teman guru sekolah dasar sering terbawa rasa iri karena teman-temannya yang dulu memilih nasib lebih baik pada saat ini, karena profesinya jauh lebih tinggi. Namun si guru tadi harus kembali bersikap realistis bahwa panggilannya sebagai seorang guru cukup untuk membuatnya nyaman dan percaya bahwa Tuhan sudah menetapkan itu bagi dirinya.   Demikianlah sebuah panggilan dan nasib hidup yang senantiasa melekat pada diri kita masing-masing. Kita sebenarnya sedang menghayati firman Tuhan yang amat kuat tentang ini, yaitu sabda Yesus sendiri: Aku telah memilih kamu dari dunia ini. Tuhan memilih kita bukan untuk membuat kita hebat, sukses, atau luar biasa berpengaruh dalam politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Ia memilih kita dari dunia ini supaya kita dapat menjadi pribadi-pribadi yang memakai label “Kristus”, lalu hidup dan pekerjaan kita pada setiap tingkat kehidupan sungguh menampakkan identitas Kristus.    Maka pilihan, panggilan, atau profesi apa pun pada kita yang kita yakini sebagai pemilihan Tuhan, kita pandang sebagai karunia dan kita syukuri selalu. Sebaliknya jika hidup kita hanya berisi keluhan, iri, ketidakpuasan, penyesalan, dan putus asa pada pemilihan Tuhan atas kita, bisa saja ini adalah tandanya kita tidak mengindahkan firman Tuhan tadi: “Aku telah memilih kamu”. Selain itu, sebagai orang-orang pilihan dengan apa pun profesi atau panggilan kita, semangat pelayanan dalam kasih tidak boleh hilang dari kita. Tuhan memilih kita secara gratis, maka kita perlu juga berbaik hati dan bermurah hati kepada sesama.    Santo Paulus dan rekan-rekan seperjalanannya memberikan contoh tentang kemurahan hati sebagai orang-orang pilihan. Mereka mendapat panggilan untuk menyeberang ke Makedonia, karena sangat disadari bahwa orang-orang dan daerah itu juga berhak untuk mendapatkan pelayanan kabar suka cita Kristus. Sesungguhnya kita telah menerima dengan cuma-cuma, maka kita akan berbagi dengan cuma-cuma pula.   Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa yang baik, berkatilah kami supaya kami selalu berbaik hati dan bermurah hati. Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu ... Dalam nama Bapa ... --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/media-la-porta/message

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Jumat pekan Kelima Paskah, 3 Mei 2024, Pesta Santo Filipus dan Yakobus, Rasul

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 2, 2024 7:29


Dibawakan oleh Filipus Evano dan Gisela Litania dari Gereja Santo Ambrosius, Paroki Villa Melati Mas, Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 15: 1-8; Mazmur tg 19: 2-3.4-5; Yohanes 14: 6-14 YAKIN DAN BINGUNG HIDUP BERSAMA   Tema renungan kita pada hari ini ialah: Yakin Dan Bingung Hidup Bersama. Dua kata sifat: yakin dan bingung ini kita jadikan kata benda, dan mereka adalah dua pribadi. Keduanya bukan manusia sempurna. Yakin ialah suami dengan sifat umumnya yaitu punya keyakinan dan dapat dipercayai. Namun ia juga punya kekurangan, yaitu tidak peka akan keadaan dan orang-orang sekitarnya yang harus diwaspadai, karena sering dibohongi atau dipermainkan kapan saja.   Sebaliknya Bingung, ia adalah seorang istri dengan sifat umumnya ialah bingung dalam banyak hal. Misalnya dalam memutuskan untuk memasak jenis makanan tertentu bagi keluarga, ia perlu waktu untuk bertanya dan berdiskusi. Ia sulit memutuskan sendiri. Tetapi Bingung ini memiliki kesetiaan yang unggul dengan perkawinan mereka, dan sangat peka akan keadaan sekitar sehingga dapat memberikan masukan-masukan yang berguna bagi suami dan keluarga.   Walaupun masing-masingnya adalah Yakin dan Bingung, mereka berpegang kuat pada kesepakatan untuk membentuk suatu kehidupan bersama yang utuh, sehat, dan kuat. Kekurangan Yakin dipenuhi oleh kelebihan Bingung, dan kekurangan Bingung dilengkapi oleh kelebihan Yakin. Begitulah suatu strategi kehidupan yang seimbang karena setiap orang di dalam kebersamaan dan persekutuan itu saling melengkapi. Di dalam Gereja perdana sosok kedua rasul yang pestanya kita rayakan pada hari ini juga memberikan sisi-sisi perbedaan yang sangat jelas.   Rasul Yakobus terkenal sebagai pribadi yang kuat pendiriannya dan yakin dalam prinsip hidupnya. Ia terbukti menjadi pemimpin Gereja Yerusalem, Gereja awal. Pendiriannya tegas dan mendalam, sehingga ia bersama dengan Santo Petrus adalah pilar-pilar Gereja pada awal berdirinya. Sedangkan rasul Filipus seperti yang diwartakan oleh Injil hari ini, adalah seorang pribadi yang meski sudah sekian waktu mengikuti Kristus, tetapi masih bergulat dengan kebingungannya. Ia mungkin terbebani sebagai bagian dari para pembelajar yang lamban, atau mungkin secara natural terkondisikan sebagai orang yang bingung.    Tetapi Tuhan Yesus memang memanggil kita masing-masing dengan segala kekurangan kita untuk membentuk Gereja-Nya dan membangun Kerajaan-Nya. Tidak masalah kalau kita berbeda-beda tetapi kita senang bertekat untuk hidup bersama. Kita tidak membenci bahkan memusuhi perbedaan. Setiap kelemahan dan kekurangan dari tiap-tiap orang akan dilengkapi oleh pribadi yang lain. Tuhan akan berkenan memberkati dan melengkapi semuanya, karena Ia telah buktikan dengan menggunakan rasul Yakobus dan Filipus untuk membangun Gereja-Nya. Anda dan saya juga tentu bisa, karena itu Tuhan memanggil kita.    Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, kuatkanlah kami dengan segala perbedaan di antara kami, sehingga kami menjadi potensi-potensi yang baik untuk memperkuat persekutuan hidup kami. Salam Maria penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...  --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/media-la-porta/message

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Selasa pekan Kelima Paskah, 30 April 2024

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Apr 29, 2024 8:00


Dibawakan oleh Rini Sudarno dari Gereja Santo Ambrosius, Paroki Villa Melati Mas, Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 14: 19-28; Mazmur tg 145: 10-11.12-13b.21; Yohanes 14: 27-31a DAMAI ADALAH SENJATA KITA   Tema renungan kita pada hari ini ialah: Damai Adalah Senjata Kita. Yesus Kristus ketika berada di dunia telah mengalami aneka bentuk penderitaan sebagai akibat dari dosa dan kejahatan manusia. Ia menerima semua itu dengan tenang, mengampuni dan mendoakan mereka yang melawan atau menganiayai Dia.   Ia melawan itu dengan senjata damai dari Bapa-Nya. Para pengikut-Nya, mulai dari para rasul sampai ke generasi kita saat ini, disiapkan dengan sedemikian rupa untuk dapat mengalami segala bentuk penderitaan yang sudah Ia alami. Para rasul terbukti siap menghadapi semuanya dan mereka tidak gentar apa pun, karena senjata damai jauh lebih kuat dari pada senjata apa pun. Paulus dan Barnabas menunjukkan itu ketika mereka membangun dan memperkuat eksistensi Gereja dari satu tempat ke tempat yang lain.   Gereja dan pengikut Kristus di segala tempat dan zaman hingga saat ini juga menyadari bahwa prediksi Yesus tidak meleset, yaitu bahwa piala penderitaan yang Ia telah minum, diminum juga oleh para pengikut-Nya. Senjata damai yang sama tetap dipakai, dan kalimat terkenal yang selalu diulangi dalam perayaan Ekaristi menegaskan keampuhan senjata itu, “Damai Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu.”   Yesus Kristus memberikan kita damai dari diri-Nya ini sebagai senjata yang sangat berguna, dan saat paling pas untuk memakainya ialah ketika kita berada dalam tekanan, bahaya dan ancaman dalam bentuk apa pun. Ia sudah menyiapkan kita dengan strategi ini. Ia sudah tahu bahwa yang akan terjadi bagi setiap pengikut-Nya adalah rupa-rupa kesulitan dan penderitaan.    Bahkan kebaikan dan kebenaran apa pun yang diperbuat para pengikut dalam nama-Nya, penderitaan dan kesulitan bakal mereka terima. Karena kebaikan dan kebenaran Kristus sangat bertentangan dengan budaya dan gaya orang-orang di dunia ini yang sudah terjangkiti oleh dosa dan kejahatan. Tetapi Yesus dan para pengikut-Nya tidak menyerah dan takut. Salib memang harus dipikul dan bukan dikutuk atau dibuang. Setelah salib ada kemenangan. Ada kebangkitan.    Jadi kita mesti bersyukur dan merasa beruntung karena Yesus Kristus telah mempersiapkan kita untuk menghadapi situasi terburuk di dunia ini, mempersenjatai kita dengan damai dari diri-Nya sendiri. Bayangkan jika ia mempersenjatai kita dengan pedang atau senapan,  bisa jadi profil kita sebagai Kristen saat ini mungkin menjadi yang terburuk di dunia. Damai dari Yesus justru berguna untuk memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan. Di situlah kemenangan yang sesungguhnya.   Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa...Tuhan Yesus Kristus, penuhilah hati kami dan Gereja-Mu dengan damai dari-Mu sendiri, karena damai itu yang menjaga dan melindungi kami. Kemuliaan kepada Bapa... Dalam nama Bapa... --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/media-la-porta/message

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Sabtu Suci, 30 Maret 2024

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 30, 2024 8:40


Dibawakan oleh Rini Sudarno dari Gereja Santo Ambrosius, Paroki Villa Melati Mas, Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kejadian 1: 1 - 2: 2; Mazmur tg 104: 1-2a.5-6.10.12.13-14.24.35c; Roma 6: 3-11; Markus 16: 1-8 TERANG MENGUASAI GELAP   Tema renungan kita pada hari Sabtu Suci ini ialah: Terang Menguasai Gelap. Kita baru saja melewati Jumat Agung dan suasana kehilangan, perkabungan dan kesedihan yang masih terasa. Suasana ini membuat kita seperti ditinggalkan dan merana. Hari ini Gereja mewartakan pada kita bahwa ada pengharapan dan pertolongan. Yesus adalah terang bagi kita dan Dialah penolong kita yang setia. Hari ini dari pagi hingga menjelang sore, suasana sunyi dan tenang mengiringi kita untuk meninggalkan perasaan dan pikiran tentang kehilangan, untuk menuju kepada terang yang menggembirakan. Di dalam keheningan, Yesus membisik di hati kita bahwa Ia tidak mati dan menghilang, tetapi Ia hidup dan akan kembali kepada Bapa di surga.   Ada dua orang remaja kakak dan adiknya, laki-laki dan perempuan, sepakat untuk tidak mengaktifkan hp-nya masing-masing dalam seluruh hari Sabtu Suci. Mereka  memberitahu orang tuanya bahwa mereka ingin menjaga suasana tenang dan hening. Mereka hanya ingin memutar lagu rohani, bersantai-santai dan tidur. Bapa mereka yang memahami niat baik kedua anaknya itu berkata bahwa, godaan untuk jatuh dalam dosa terjadi juga dalam suasana hening, diam, gelap dan tidak ada kesibukan. Ia mengajak kedua anaknya untuk selalu waspada dan tetap berdoa.    Di dalam dan bersama Tuhan pasti ada terang. Terang itu adalah Yesus, dan Dia ada di dalam nurani kita. Satu terang saja sudah sangat penting dan diri kita sendiri memiliki terang itu. Sementara lingkungan di sekitar gelap, kita pertahankan terang itu. Kita perlu tetap menjadi kuat dalam iman dan terus bercahaya tanpa harus terbawa oleh kegelapan yang mungkin jauh lebih hebat. Jadi meskipun hanya satu terang dan kecil, orang-orang dan dunia sekitarnya sangat bergantung padanya. Satu terang saja yang bersinar pasti kegelapan tidak menjadi kegelapan yang sempurna.    Yesus berkata, “Akulah terang dunia. Barang siapa yang mengikuti Aku tidak akan jatuh di dalam kegelapan.” Terang Yesus itu bukan sesuatu yang fisik atau lahiriah seperti terang lilin atau api. Terang itu adalah bimbingan rohani dan jalan kepada Bapa. Maka dengan mengikuti terang itu, kita memiliki seorang pembimbing yang membimbing hidup kita dengan sebaik-baiknya. Kita akan tahu bagaimana menyembah Bapa di surga, kita akan tahu bagaimana kita berbicara dengan sesama dan kita akan tahu bagaimana menjadi kuat dalam mempertahankan dan melakukan yang baik dan benar. Kita percaya Tuhan memilih untuk tinggal di dalam hati kita.   Renungan kita tentang terang Kristus yang menguasai kuasa kegelapan ini mengantarkan kita untuk perayaan Malam Paskah yang sebentar lagi akan kita rayakan dengan meriah. Dengan persiapan batin dan semangat melalui renungan ini, kita sungguh menyongsong Malam Paskah nanti dengan penuh suka cita.     Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Allah yang maha kuasa, lindungilah kami selalu di dalam terang-Mu yang mengagumkan. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ... --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/media-la-porta/message

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Kamis Putih, 28 Maret 2024

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 27, 2024 9:49


Dibawakan oleh Rini Sudarno dari Gereja Santo Ambrosius, Paroki Villa Melati Mas, Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Keluaran 12: 1-8.11-14; Mazmur tg 116: 12-13.15-16bc.17-18; 1 Korintus 11: 23-26; Yohanes 13: 1-15 KAMIS PUTIH YANG BERMAKNA   Renungan pada hari ini bertema: Kamis Putih Yang Bermakna. Ada seorang anak bernama Anthony berusia 10 tahun yang belum lama ini menerima Komuni Pertama. Menjelang perayaan Misa Kamis Putih, Anthony menyiapkan sendiri pakaiannya berwarna putih, celana panjang dan baju lengan panjang. Ia berkata kepada orang tuanya, “Aku ingin berpesta karena Yesus Kristus sendiri yang menjadi tuan pesta.”.    Anthony dan kita semua di dalam Gereja merasakan suka cita pesta ini. Di dalam perayaan ini ada seremoni Yesus membasuh kaki para rasul-Nya. Tindakan Yesus ini mengajarkan kita untuk saling melayani dengan rendah hati. Ini merupakan suatu suka cita besar. Suka cita dan kejayaan cinta kasih terjadi dalam saling melayani di antara kita. Maka Yesus bersabda bahwa kita harus saling mengasihi seperti Ia sendiri telah mengasihi kita. Ia mengajarkan kita hukum terbesar-Nya ialah mencintai sesama kita.    Perayaan pada malam nanti mengenangkan kita akan Ekaristi, kurban Misa yang agung yang ditetapkan oleh Yesus Kristus. Perayaan Ekaristi sangat jelas merupakan suka cita penjelmaan firman Tuhan menjadi tubuh-Nya yang kita bagikan bersama sebagai satu jemaat. Bersamaan dengan Ekaristi, Yesus menetapkan Sakramen Imamat. Ini adalah suatu suka cita penting bagi Gereja karena Imamat ini adalah untuk menjalankan Ekaristi dalam Gereja. Imamat adalah untuk menjalankan kuasa Tuhan yang memimpin jemaat dan membimbing mereka kepada kebenaran Tuhan sendiri.    Di dalam perayaan ini kita juga mengenangkan saat-saat kritis Yesus berada di Taman Getsemani, di mana butir-butir keringat darahNya mengalir dan menetes untuk mengantarNya kepada kejayaan salib yang sudah di depan mata. Suasana Getsemani menggambarkan cobaan dan kesulitan yang membuat hidup ini terasa tidak nyaman dan aman. Tetapi seperti Tuhan sendiri, kita mesti melewatinya dengan berani.   Antara Gestemani dan Golgota adalah saat-saat krusial yang dinamakan ambang penderitaan. Biasanya godaan selalu datang dengan maksud membawa kita lari dari kenyataan pahit, melalui ungkapan Yesus sendiri: “Ya Bapa, biarlah cawan ini berlalu dari pada-Ku”. Namun kita mesti mengikuti Guru kita Yesus Kristus untuk dapat mengalahkan godaan itu, dan menyanggupi meminum cawan penderitaan. Ini adalah sebuah suka cita.   Di pagi hari ini, Uskup di keuskupannya bersama para imamnya akan merayakan Misa Krisma. Di dalam perayaan ini Uskup memberkati minyak-minyak suci, yaitu untuk krisma, katekumen, dan orang sakit. Ketiga minyak ini merupakan perlengkapan dalam kuasa imamat yang menjalankan pelayanan sakramen kepada umat Allah.    Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah iman kami untuk tetap percaya dan setia pada Ekaristi sebagai sarana keselamatan kami. Bapa kami yang ada di surga … Dalam nama Bapa … --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/media-la-porta/message

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Sabtu pekan Keempat Pra Paskah, 16 Maret 2024

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 15, 2024 7:13


Dibawakan oleh Maria Eclesia Patria dan Leni Priska dari Sekolah Saint Peter Jakarta di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yeremia 11: 18-20; Mazmur tg 7: 2-3.9bc-10.11-12; Yohanes 7: 40-53 TUHAN MEMBERITAHU   Renungan kita pada hari ini bertema: Tuhan Memberitahu. Di dalam bacaan pertama hari ini, nabi Yeremia menyebut satu sikap yang penting ketika ancaman penganiayaan itu menghadang kita. Katanya bahwa Tuhan sudah memberitahu kepada orang percaya, kalau penderitaan dan penganiayaan itu akan tiba. Pengetahuan yang mendahului realisasi kejadian yang sudah diketahui sangat membantu pembentukan sikap kita. Sikap menghindari, lari ketakutan, menyerah sebelum berjuang, menghadapi dengan keras, dan rela bertahan demi kebenaran, merupakan sikap-sikap yang umumnya kita lakukan.   Yeremia mempunyai panggilan khusus dari Tuhan, demikian juga Yesus Kristus, untuk mengemban misi yang dipercayakan Bapa kepada-Nya. Bersamaan dengan ini, Bapa di surga juga memberitahukan mereka bahwa demi terwujudnya perutusan yang dipercayakan itu, mereka akan melewati berbagai rintangan, ancaman kekerasan, dan penganiayaan. Dalam aspek ini, kedua tokoh kita ini ditampilkan kitab suci seperti domba sembelihan yang dibawa ke tempat pembantaian dan dikorbankan. Tuhan memberitahu mereka dengan amat jelas, sehingga baik Yeremia maupun Yesus Kristus sudah siap secara mental dan rohani untuk menghadapinya.   Hasil pemberitahuan dari Tuhan ini jelas menguntungkan pihak yang teraniaya, karena Tuhan menjamin penyertaan-Nya dan semua penyelenggaraan sesuai dengan kehendak-Nya. Tetapi di pihak penganiaya justru terjadi kekacauan karena kemarahan, kebencian, dan kejahatan di dalam diri mereka yang syarat dengan kepentingan sehingga membuat mereka terpecah-belah. Orang-orang Farisi dan para ahli Taurat tidak berada dalam kesepakatan tentang rencana jahat mereka. Hal ini cukup merepresentasikan kenyataan bahwa setiap bentuk rencana dan tindakan jahat tidak akan pernah diwarnai keadaan nyaman atau tenang, tetapi sebaliknya suasana batin dan jiwa yang kacau.   Tuhan senantiasa memberitahu kita tentang apa yang bakal terjadi terkait dengan pilihan komitmen iman dan panggilan pekerjaan atau pelayanan kita. Ia memberitahu kita dalam berbagai cara dan melalui aneka perantaraan. Dia-lah yang memilih dan memanggil kita, lalu mempercayakan kepada kita masing-masing atau bersama jenis tanggung jawab dan pekerjaan. Itu juga berarti Dia-lah yang menaruh di dalam kesadaran dan keyakinan kita bukan hanya tujuan yang kita capai, tetapi terlebih-lebih risiko yang bakal kita hadapi. Tidak mungkin tidak ada risiko atau efek samping dari setiap pekerjaan atau pelayanan kita. Tapi karena kita sudah diterangi oleh iman tentang hal ini, kita dibuat untuk melangkah ke depan dengan keyakinan bahwa Tuhan akan menyertai dan membimbing kita. Harapannya ialah pikiran, kata-kata, dan tindakan kita selalu di dalam terang Tuhan. Dan biarlah Tuhan yang bekerja untuk menyempurnakan.   Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan yang bijaksana, terangilah selalu langkah hidup kami setiap saat. Salam Maria... Dalam nama Bapa...  --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/media-la-porta/message

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Jumat pekan Keempat Pra Paskah, 15 Maret 2024

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 14, 2024 9:04


Dibawakan oleh Dinar Dympna Togatorop dan Dhies Sonya Pratiwi dari Sekolah Saint Peter Jakarta di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kebijaksanaan 2: 1a.12-22; Mazmur tg 34: 17-18.19-20.21.23; Yohanes 7: 1-2.10.25-30 SAATNYA TUHAN  Tema renungan kita pada hari ini ialah: Saatnya Tuhan. Tidak lama lagi, sekitar satu minggu ke depan, kita akan merayakan pekan suci. Peristiwa sengsara dan wafatnya Yesus Kristus merupakan pengalaman puncak penderitaan-Nya. Antisipasi perayaan besar ini kita jumpai pada hari-hari menjelangnya, termasuk pada hari ini. Bentuk antisipasi itu ialah aneka kesulitan sebagai perlawanan terhadap Yesus. Ancaman terhadap diri-Nya benar-benar nyata, langsung, dan pasti. Ia berada di ambang penganiayaan.  Jauh sebelum pengalaman nyata Yesus Kristus itu, kitab Kebijaksanaan telah menggambarkan penganiayaan ini. Katanya: Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya. Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan (Keb 2, 19-20). Injil Yohanes yang baru saja kita dengar memperkuat gambaran saat penganiayaan itu dengan menyebut: orang-orang Farisi berusaha menangkap Yesus tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba (Yoh 7,30).  Saat-Nya yang belum tiba bergantung sepenuhnya pada penyelenggaraan Allah. Hari Kamis malam dan Jumat Agung belum tiba. Kita semua dan setiap orang tunduk pada ketentuan waktu yang belum tiba ini. Semuanya harus menghormati aspek penting seperti apa berada dalam saatnya Tuhan Yesus Kristus. Meski gelombang amarah, iri hati, benci, dan kekerasan tampaknya tak terbendung, mereka wajib menahan dirinya saja. Biarpun gelombang itu amat kuat, Tuhan belum mengizinkan saatnya tiba.  Seperti apa kita memaknai berada di ambang penganiayaan Yesus Kristus? Pertama- tama kita memaknainya dengan seruan “Amin”. Kita menerima kenyataan ini dan mengimaninya sebagai bentuk pemenuhan kehendak Bapa dari pihak Yesus, dan sebagai isi iman kita. Di dalam doa “Aku Percaya” kita ungkapkan iman kita dengan menyebutkan: Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, wafat, dan dimakamkan. Mengamini ini berarti juga kita menyanggupi ajaran dan undangan Tuhan untuk mengikuti Dia dalam setiap saat penderitaan yang kita hadapi di dalam hidup kita.  Kita memaknai ini juga dengan tak gentar supaya kita tetap mempertahankan kebenaran dan kebaikan sebagai tanda kita mengambil bagian di dalam Tuhan. Biasanya godaan bagi mereka yang berada dalam situasi ambang derita dan penganiayaan ialah takut atau menyerah dan tunduk kepada pihak penganiaya. Ini yang tidak boleh dilakukan oleh pengikut Kristus yang otentik. Di ambang tersebut kita berani berseru: kerelaan ini adalah demi Tuhan Yesus Kristus.  Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Bapa di surga, kuatkanlah kami selalu khususnya ketika kami berada di tengah penderitaan dan penganiayaan, supaya kami tetap berpihak kepada-Mu saja. Bapa kami yang ada di Surga, dimuliakanlah nama- Mu ... Dalam nama Bapa...  --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/media-la-porta/message

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Rabu pekan Keempat Pra Paskah, 13 Maret 2024

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 13, 2024 7:24


Dibawakan oleh Simon Tuhu Setiawan dan Gregorius Hendro Tanuhito dari Sekolah Saint Peter Jakarta di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 49: 8-15; Mazmur tg 145: 8-9.13c-14.17-18; Yohanes 5: 17-30 BERSAMA BAPA-KU SENDIRI   Tema renungan kita pada hari ini ialah: Bersama Bapa-Ku Sendiri. Yesus membela diri-Nya atas tuduhan para musuh kalau ia menghujat Allah karena menyamakan diri dengan Allah. Dengan tegas Ia berkata: Allah adalah Bapa-Nya sendiri. Seluruh uraian dalam pembelaan ini berpusat pada kebenaran bahwa Ia hidup bersama dengan Bapa-Nya sendiri. Karena Ia berpihak kepada kita dan kita berpartisipasi dalam perutusan-Nya, baik Yesus maupun kita sebagai pribadi maupun bersama, layak menyerukan ungkapan ini: Aku berada bersama Bapa-ku sendiri, atau kita berada bersama Bapa kita sendiri. Kita tidak merasa asing dan takut.   Kebenaran prinsip ini menjelaskan kodrat Tuhan Allah yang satu dengan tiga pribadi, yaitu hubungan antara Bapa dan Putra yang bersatu di dalam Roh Kudus. Orang-orang Farisi dan para ahli Taurat tidak dapat memahami persekutuan ini seperti kita. Cara pandang dan paham kita berbeda. Inti perbedaannya ialah pada menerima dan percaya akan Yesus Kristus orang Nazareth itu. Kita menerima dan percaya kepada-Nya sehingga konsekuensi logisnya ialah percaya juga kepada Tritunggal Allah. Sebaliknya mereka tidak menerima dan percaya kepada Yesus dari Nazareth, maka mereka juga tidak percaya kepada Tritunggal Allah.   Hidup dan tinggal bersama Bapa sendiri, membuat Yesus tampil begitu perkasa dan maha kuasa di atas kekuasaan yang berseberangan dengan Tuhan. Bersama Yesus kita diikutsertakan atau diadopsikan untuk berada dan tinggal bersama Bapa yang ada di surga. Buah pengadopsian ini ialah penganugerahan rahmat istimewa sebagai anak-anak yang terkasih. Nabi Yesaya menyebutnya seperti ini: Aku telah membentuk dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia untuk membangun bumi kembali.   Dengan karunia itu kerajaan Allah hadir di dunia. Kita sebagai Gereja telah ditetapkan menjadi bagian di dalam kerajaan ini. Kini kita memikul tanggung jawab penting untuk membaharui wajah bumi ini dari waktu ke waktu dengan bantuan Roh Kudus. Setiap kali kita berdoa memohon pertolongan Roh Kudus, bunyi doa kita ialah: Datanglah ya, Roh Kudus dan baharuilah muka bumi ini. Untuk menghadap berbagai masalah di dunia ini, nasihatnya ialah supaya kita memanfaatkan kekuatan kita berada bersama dengan Bapa kita sendiri.   Ada seorang anak SD kelas tiga baru mulai tidur di kamarnya sendiri, dan tidak lagi bersama kedua orang tuanya. Ia sendiri memilih untuk tidur sendiri. Setelah malam pertama, orang tuanya bertanya apakah ia merasa sulit dan takut tidur sendiri. Anak itu sangat percaya diri mengatakan: “Aku tidak takut dan tidak merasa sulit, karena Bapa Allah, Tuhan Yesus dan Bunda Maria ada bersama aku.” Pengalaman anak ini sebenarnya juga adalah pengalaman kita orang beriman.   Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus yang baik, kuatkan selalu persekutuan kami dengan Allah Tritunggal yang suci khusus dalam membaharui diri kami dan kehidupan di bumi ini. Salam Maria ... Dalam namaBapa ...   --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/media-la-porta/message

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Kamis pekan Keempat Pra Paskah, 14 Maret 2024

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 13, 2024 8:27


Dibawakan oleh Fatima Hutabarat dan Irvan Fatwana dari Sekolah Saint Peter Jakarta di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Keluaran 32: 7-14; Mazmur tg 106: 19-20.21-22.23; Yohanes 5: 31-47 PEKERJAAN MEMBERIKAN KESAKSIAN   Renungan kita pada hari ini bertema: Pekerjaan Memberikan Kesaksian. Seorang pemuda berhasil menyelesaikan kuliah pada usia 21 tahun dan ia langsung mendapat tawaran pekerjaan yang bagus. Satu tahun berikutnya ia meminta izin orang tuanya untuk menikah. Kedua orang tuanya mengizinkan. Ada banyak orang di sekitar meragukan kedewasaan dan kesiapan pemuda itu untuk berkeluarga. Namun orang tua membelanya dengan berkata: “Kami mengenal dengan baik anak kami, dan ia sudah mandiri. Ia siap untuk berkeluarga.”   Para musuh selalu melawan Yesus dan menganggap bahwa Ia tidak memiliki kemampuan apa pun untuk berbuat baik. Mereka tidak mengakui dan tidak menerima kalau Yesus diutus oleh Bapa di surga. Tetapi Yesus membela diri-Nya, bahwa bukti Allah berkuasa ialah di dalam pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan-Nya. Penyembuhan orang sakit, bangkitnya orang mati, makanan bagi yang lapar dan haus, pengusiran roh-roh jahat, dan penghiburan bagi orang-orang sedih. Semua itu adalah fakta pekerjaan Allah yang tak dapat dibohongi.    Yesus meminta mereka untuk membuka pemahamannya. Jika mereka menolak diri-Nya, mereka seharusnya objektif untuk mengakui pekerjaan-pekerjaan-Nya itu. Semua pekerjaan itu memberi kesaksian tersendiri tentang diri-Nya dan tentang Bapa yang berkuasa menyelenggarakan semuanya. Jika paling kurang mereka dapat menerima dan mengakui pekerjaan atau hasil pekerjaan, mereka secara tidak langsung menerima Dia. Ternyata Yesus sendiri dan pekerjaan-Nya tidak diterima dan diakui, jadi dosa mereka memang sungguh besar.   Analogi ini mungkin bisa membantu kita merenungkan tentang tema pekerjaan memberikan kesaksian diri seseorang. Misalnya gaya hidup sebagian orang menunjukkan kalau mereka sangat membenci orang-orang sederhana dan pekerja keras seperti para petani, nelayan, atau peternak. Padahal setiap hari para pembenci itu dan keluarganya makan nasi, sayur, ikan, dan daging yang sesungguhnya merupakan buah dari pekerjaan orang-orang yang dibencinya. Jadi ini berarti suatu penyangkalan atas diri mereka sendiri dan atas orang lain yang ikut membantu kelangsungan hidup mereka.   Pekerjaan apa pun dan hasilnya sungguh mewakili diri kita sesungguhnya. Refleksi diri kita apakah kita itu murah hati atau tidak, kita rendah hati atau tidak, kita beriman atau tidak, tampil sangat nyata melalui pekerjaan kita dan hasilnya. Pekerjaan dan hasilnya berbicara sendiri tentang diri kita. Setiap orang menghadirkan semua itu untuk dialami dan dinikmati orang-orang di sekelilingnya, tapi syarat dasarnya ialah supaya kita saling menerima dan mengakui sesama kita melalui pekerjaan dan hasil kerjanya masing-masing.   Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Bapa yang maha murah, terima kasih atas berkat-Mu atas pekerjaan danpanggilan kami masing-masing dan hasilnya untuk hidup kami bersama. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra ... Dalam nama Bapa...  --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/media-la-porta/message

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Selasa pekan Keempat Pra Paskah, 12 Maret 2024

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Mar 11, 2024 8:18


Dibawakan oleh Alboin Yusuf Sianturi dan Welly Winton Benhard Malau dari Sekolah Saint Peter Jakarta di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yehezkiel 47: 1-9.12; Mazmur tg 46: 2-3.5-6.8-9; Yohanes 5: 1-3a.5-16 AIR KESELAMATAN   Renungan kita pada hari ini bertema: Air Keselamatan. Ada satu desa yang selalu mengalami kekeringan pada musim kemarau. Persediaan air untuk masyarakat berkurang bahkan habis. Kehidupan masyarakat menjadi sulit. Namun dana rutin pembangunan desa dari pemerintah pusat dimanfaatkan untuk mengadakan air melalui sistem pengeboran sumur. Hal itu sangat menguntungkan. Seorang warga desa berkata bahwa air dari beberapa sumur ditampung dalam beberapa bak penampungan besar dan disalurkan ke setiap keluarga. Bagi mereka ini adalah sebuah wujud air keselamatan bagi seluruh masyarakat.    Di dalam sejarah keselamatan, istilah “air keselamatan” dipakai sebagai tanda Tuhan bertindak menyelamatkan manusia yang dikasihi-Nya. Kitab suci menyajikan banyak peristiwa keselamatan atau pembebasan melalui air, misalnya penyeberangan laut merah oleh orang Israel ketika melepaskan diri mereka dari perbudakan Mesir. Kedua bacaan para hari ini juga menggambarkan air sebagai sarana keselamatan.    Nabi Yesekiel berkisah tentang penglihatan akan air yang mengalir di dalam bait suci. Ke mana saja ia mengalir, semua yang terkena alirannya menjadi hidup. Ini menyiratkan bahwa ketika tidak ada atau belum tersentuh air, kehidupan yang ada di sana mengalami kesulitan atau bahkan kematian. Di kolam Betesda, airnya sangat instrumental untuk kesembuhan orang-orang sakit. Mereka bergegas mendekat dan disentuh air yang mengguncang, mereka akan sembuh. Dari kedua gambaran peristiwa ini kita melihat bahwa air sebagai instrumen keselamatan. Tuhan yang tidak kelihatan, bertindak menolong umat-Nya melalui air tersebut.   Di kolam Betesda, Tuhan yang tersembunyi itu membuka diri-Nya. Orang sakit yang sudah menderita selama tiga puluh delapan tahun itu disentuh langsung oleh Tuhan yang sebenarnya hadir dan berkuasa di balik air tersebut. Ia sembuh seketika. Air keselamatan yang ditampilkan oleh kedua bacaan hari ini mengajarkan kita betapa pentingnya air secara fisik dan nyata kepada kita. Air amat penting bagi hidup kita sehari-hari. Tak ada air kita akan menjadi seperti lahan tandus dan kering. Pesan yang sangat penting bagi kita ialah, air dari alam dan tanah kita adalah representasi Tuhan sendiri yang menolong kita. Maka kita harus menjaga, memelihara, menyukuri dan memanfaatkannya dengan baik.    Air dalam sakramen baptis dan sebagai unsur sakramental dalam penghayatan iman kita, tampak sebagai air bersih dan sehat yang dikhususkan untuk pelayanan rohani di dalam Gereja. Makna di balik air pilihan ini ialah Tuhan sendiri yang bekerja melalui pelayan-pelayan-Nya untuk menyelamatkan, menyembuhkan, dan menguduskan umat-Nya. Kita tidak boleh mempermainkan air suci ini.   Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha murah, jadikanlah kami sebagai air yang memberikan kesegaran dan kehidupan baru, terutama kehidupan yang kurang bersemangat dan kering. Kemuliaan... Dalam nama Bapa...  --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/media-la-porta/message