Podcasts about salam maria

  • 4PODCASTS
  • 786EPISODES
  • 7mAVG DURATION
  • 5WEEKLY NEW EPISODES
  • Sep 16, 2026LATEST

POPULARITY

20192020202120222023202420252026


Best podcasts about salam maria

Latest podcast episodes about salam maria

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-24 masa biasa, 17 September 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Sep 16, 2026 9:28


Dibawakan oleh Irma Dhema dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 15: 1-11; Mazmur tg 118: 1-2.16a-17.28; Lukas 7: 36-50.JALAN MENUJU KASIH Tema renungan kita pada hari iniialah: Jalan Menuju Kasih. Bagaimana rasanya ketika beban hidup yang amatberat, yang menyiksa dan membuat tak berdaya, akhirnya terangkat dan berlalupergi? Anda pasti merasa lega, senang dan bersyukur. Utang terbayarkan.Pasangan bertobat. Anak-anak lulus dan bekerja. Rekonsiliasi diwujudkan dan adapangampunan. Masih banyak lagi contohnya.  Wanita pendosa yang diampuniYesus tapi dimusuhi oleh orang-orang Farisi adalah contoh bagi kita pada hariini. Dia, seperti juga kita, memiliki beban yang berat. Begitu tahu bahwa adapeluang dan seseorang yang bisa mengangkat beban itu, ia tidak menyia-nyiakankesempatan. Kita temui yang bersangkutan dan kita berusaha sedemikian supayamasalah kita diatasi. Ia pasti adalah penyelamat kita. Dia adalah Tuhan, ataupaling kurang seseorang yang melalui dia Tuhan bekerja. Proses mendapatkan belas kasihdan keselamatan itu sebenarnya dapat kita katakan sebagai jalan menuju kasih.Ketika menemukan kasih yang tertinggi, yaitu sumbernya, di situ adakeselamatan. Dosa-dosa dihapuskan dan pendosa diampuni, lalu masuk ke dalam hidupyang baru. Jalan menuju kasih itu memperlihatkan dari awalnya: sebuahpengalaman mencari Sang Penyelamat supaya dapat meringankan atau mengangkatbeban hidup yang berat. Orang yang sedang dalam proses mencari, memiliki kasihyang tidak cukup. Kesabarannya tipis, pengertiannya buntu, ketenangannyaterganggu, harapannya goyah, pikirannya negatif, semangat kerjanya turundrastis, dan pintu hatinya tertutup.  Roh Kudus membimbingnya supayamulai beranjak dari situasi terpuruknya, lalu berjalan ke depan meski terangnyatidak selalu benderang. Ia tentu bertemu dengan sekian banyak orang danmengalami aneka situasi, semuanya menjadi pelajaran baginya. Ia harus terusberjalan menuju kasih. Sedikit demi sedikit ia mulai mengerti bahwa untuksampai kepada Kasih sesungguhnya, melewati banyak rintangan, seperti yangdialami oleh wanita pendosa di dalam Injil. Ia tidak boleh menyerah danberbalik mundur. Targetnya harus berwujud, yaitu mendapatkan kasih itu. Selamaproses ini, perlahan-lahan kasihnya yang dulu sangat lemah berubah menjadisemakin kuat. Santo Paulus berkenan menemanikita ketika proses itu berlangsung, dan khususnya kemudian pada saat tujuan itudicapai. Ketika beban itu sudah terangkat, seperti pengalaman Paulus dan wanitapendosa, kita akan dianugerahkan kasih karunia Allah sehingga hidup kitaberubah. Perubahan itu menurut Santo Paulus ialah bukan kita yang hidup didalam diri kita sendiri, tetapi Yesus-lah yang hidup di dalam kita.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Allah, semoga kasih karunia-Mumenjadi penuh dan menguasai diri kami, sehingga kami mampu mengalahkankelemahan dan dosa kami sendiri. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-24 masa biasa, 15 September 2026, Peringatan Santa Perawan Maria Berdukacita

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Sep 14, 2026 7:54


Dibawakan oleh Finda Jatiman dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Ibrani 5: 7-9; Mazmur tg 31: 2-3a.3b-4.5-6.15-16.20; Yohanes 19: 25-27.IBU YANG MENGAMPUNI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ibu Yang Mengampuni. Pada hari iniGereja kita memperingati Bunda Maria yang berdukacita. Pengalaman duka Mariasangat berkaitan dengan salib penderitaan Yesus Kristus. Pada waktu menjalanihukuman mati, Yesus sendirian. Para rasul meninggalkan Dia, kecuali ibunda-Nyadan murid yang sangat dikasihi-Nya, Yohanes. Maria, Bunda Yesus dan tiga wanitalainnya berada di dekat salib itu.  Di kaki salib itu, Maria mengalami puncak kedukaan yaitu kematian Putrayang lahir dari rahimnya. Jauh sebelumnya ketika bayi Yesus dipersembahkan dibait suci, Simeon telah meramalkan kalau Maria akan menemui penderitaan yangmengerikan, sebilah pedang yang menembus jiwanya. Selanjutnya, ia mengalamipenderitaan bersama Yesus hingga akhirnya di Kalvari. Banyak yang menyebutMaria sebagai seorang martir dalam roh. Tetapi Maria tidak kalah dan menyerahdengan duka dan kehilangan yang dialaminya, karena iman dan harapannya ditopangoleh iman kepada Allah dan kasih kepada Putranya. Sebagai bukti imannya yang begitu kuat, kekuatan pengampunan Bunda Mariasama kualitasnya dengan yang diungkapkan oleh Yesus dari atas salib: Bapa,ampunilah mereka karena mereka tak tahu apa yang mereka perbuat. Dari atassalib juga Yesus memandatkan ibu-Nya untuk mengadopsi semua pengikutnya dari segalazaman, yang diwakili oleh murid yang dikasihi itu. Maka Maria patuh pada tugasitu untuk menerima semua orang, termasuk yang menghukum mati Yesus, agar merekajuga diampuni, disadarkan dan dibawa kembali kepada kebenaran.  Sampai dengan saat ini, Bunda Maria dalam persekutuannya dengan YesusKristus masih tetap sedih kalau melihat para murid Yesus jatuh dalam dosa danberusaha keras untuk melepaskan dirinya dari cengkeraman dosa. Ulah mereka itujelas mendatangkan derita dan sakit pada tubuh Kristus, yaitu Gereja ternoda.Jika sebagian anggota Gereja berdosa dan berbuat jahat, tentu sangatmemengaruhi anggota-anggota lainnya. Tetapi lebih dari pada bersedih danberduka, Bunda Maria dari hatinya yang pengampun meminta Yesus Kristus untukmengampuni dan menobatkan mereka. Bagian dari doa “Salam Maria”, “doakanlahkami yang berdosa ini...” adalah ungkapan paling nyata bagaimana Bunda Mariaikut mengampuni kita. Memikirkan Bunda Maria yang berduka, hendaknya langsung menyadarkan kitauntuk tidak terus-menerus membuatnya larut dalam duka karena dosa-dosa kita,sama dengan kita yang tidak ingin terus-menerus membuat ibu kita di rumahbersedih karena kenakalan dan kesembarangan kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah kami untuk senantiasamempunyai devosi yang benar dan bertahan kepada Bunda Maria, bunda kami jugayang selalu mengampuni. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-23 masa biasa, 12 September 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Sep 11, 2026 7:00


Dibawakan oleh Rica Yolanda dan Patrick Mario dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 10: 14-22a; Mazmur tg 116: 12-13.17-18; Lukas 6: 43-49.KEBAIKAN KELUAR DARI HATI YANG BAIK Renungan kita pada hari ini bertema: Kebaikan Keluar Dari Hati Yang Baik.Seorang bocah berusia enam tahun dapat menentukan pilihannya terhadap pemberianbapak dan ibunya. Pernah pada suatu kali, baik bapak maupun ibunya memberikandia oleh-oleh. Ia tersenyum pada ibunya dan dengan gembira menerima hadiahtersebut. Kemudian terjadi hal yang berbeda ketika ia datang kepada bapaknya.Ia hanya tersenyum sedikit, kemudian ia tidak mengambil hadiah dari bapaknyaitu. Ketika ia ditanya alasan ia tidak mengambil oleh-oleh dari bapaknya, bocahitu dengan polos mengatakan bahwa bapak sering marah-marah, sehingga baginyaoleh-oleh itu pasti tidak baik baginya. Anak ini tentu menganggap bahwa apayang diperbuat bapaknya adalah buah yang tidak baik seperti yang diajarkan olehYesus Kristus. Tanda buah yang baik ialah kalau seorang murid Kristusmengeluarkan yang baik dari hatinya yang baik. Yesus menggambarkan, dari semakduri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri orang tidak memetik buahanggur. Jadi kita dapat memahaminya, bahwa orang jahat mengeluarkan daridirinya kejahatan kata-kata dan tindakannya. Demikian sebaliknya, orang baikmengeluarkan dari dirinya kata-kata dan tindakan yang baik. Kita mengambil satu contoh kasus dalam hidup kita saat ini. Orang-orangmenggunakan media sosial untuk mengungkapkan isi hati dan pikirannya yangmenyebarkan kasih, menjalin persaudaraan, memperkuat persekutuan dan berbagipengetahuan. Sebagian orang memanfaatkannya untuk membatu pekerjaan danmenjalankan bisnis. Tapi sebagian orang yang lain justru menggunakan untukhal-hal destruktif, seperti fitnah, provokasi kekerasan, menyatakan marah danbenci, menyebarkan kebohongan, korupsi dan narkoba. Kita dapat membedakan secara umum dua kelompok orang melalui penggunaanmedia sosial ini, yaitu mereka yang menyimpan amarah, benci, iri dan dengkidalam hati sehingga yang terungkap dalam komunikasi media adalah semua hal yangjahat. Ini sungguh mengerikan dan meneror. Kelompok yang lain adalah merekayang cinta damai dan mau hidup dalam cinta kasih. Mereka menginspirasioptimisme agar hidup bersama kita menjadi lebih baik. Santo Paulus memberikan satu usulan untuk menghadapi persoalan ini, yaitusupaya mereka yang berbuah baik, tetap saja memberikan contoh-contoh yang baik.Mereka perlu menghindari kemalasan, kebosanan dan kegagalan dalam memberikanpengaruh yang baik, termasuk dalam penggunaan media sosial. Semakin banyakpengaruh yang baik, semakin baik pula hidup ini.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Bapa maha baik, penuhilah kami dengan rahmat dankarunia-Mu supaya kami senantiasa menghasilkan dalam diri kami buah-buah yangbaik melalui kata dan tindakan kami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-23 masa biasa, 10 September 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Sep 9, 2026 9:15


Dibawakan oleh Vita Jumiyati dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 8: 1b-7.11-13; Mazmur tg 139: 1-3.13-14ab.23-24; Lukas 6: 27-38.KASIH MENYEMPURNAKAN PENGETAHUAN  Renungan kita pada hari inibertema: Kasih Menyempurnakan Pengetahuan. Ada seorang pemuda baru saja luluspendidikan Ilmu peternakan di Universitas ternama. Ia belum mendapatkanpekerjaan, sehingga mengisi waktu untuk membantu ayah dan ibunya yang bermata-pencahariansebagai peternak sapi dan kerbau di kampung. Tiga hari pertama ia menemaniorang tuanya beternak, tetapi setelah itu ia duduk saja di tempat rindang danmemandang dari kejauhan orang tuanya menggembala. “Saya mengerti tentangpeternakan, namun saya tidak sanggup bekerja mengikuti kawanan sapi dan kerbauke mana saja mereka merumput”, jawab pemuda itu ketika ditanya oleh seseorangyang lewat di situ. Kemudian ketika kedua orang tuanya ditanya oleh orang yangsama, apakah perbuatan anaknya yang baru lulus kuliah itu cukup dianggap wajaratau tidak, jawabannya ialah: “Kalau hewan piaraan digembalakan hanya denganpengetahuan dari bangku sekolah, hewan-hewan pasti cepat hilang dan mati.” Menggembalakan ternak denganmengikuti dan menemani ke mana saja mereka merumput, atau di lapangan rumputyang ditentukan oleh penggembala, adalah suatu tugas yang mulia. Yesus Kristusmenjelaskan panjang lebar di dalam Injil tentang Gembala Yang Baik, yangkeunggulannya ialah cinta kasih. Kemampuan cinta kasih terletak padasikap-sikap yang konkret dan praktis seperti keterlibatan, campur tangan,menemani, mendampingi, mengajar, dan membaharui. Dengan demikian, pengetahuanyang sudah dimiliki, menjadi sempurna karena diwujudkan di dalam praktek hidupyang nyata. Santo Yohanes Krisostomus adalahseorang pejabat Gereja yang memiliki keunggulan dalam teori dan praktek. Dalamsatu kotbahnya yang terkenal, ia berkata bahwa “Cinta kasih mempunyai salahsatu tugas yang penting, yaitu untuk menyempurnakan pengetahuan yang kitamiliki”. Karena pengetahuan itu umumnya baru sebatas teori atau refleksi, makamelalui perbuatan cinta kasih itu, pengetahuan dapat diungkapkan menjadiperbuatan. Bahkan Santo Paulus dengan keras mengingatkan bahwa kalau manusiahanya mengandalkan pengetahuan, ia gampang jatuh di dalam kesombongan. Cintakasih sangat diperlukan supaya kecenderugan kesombongan itu dapat dikontrol dandihilangkan. Kalimat kunci dari Yesus Kristustentang cinta kasih untuk menyempurnakan pengetahuan ialah: “Hendaklah kalianmurah hati sebagaimana Bapamu murah hati adanya”. Kemurahan hati itu akanmembuat orang-orang terdidik, berpengetahuan, berintelek, dan berkompeten dapatmenjadi penggerak roda kehidupan kita untuk dapat berputar menuju kemajuan yangberadab. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Allah, jadikanlah kami selaluorang-orang yang bermurah hati seperti Engkau, sehingga kami dapat ikutmembaharui dunia ini. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-23 masa biasa, 7 September 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Sep 6, 2026 7:39


Dibawakan oleh Margareth Eviani dan Wilhelma Nadya Kristianna dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 5: 1-8; Mazmur tg 5: 5-6.7.12; Lukas 6: 6-11.GARA-GARA HARI SABAT Tema renungan kita pada hari iniialah: Gara-Gara Hari Sabat. Dalam teori psikologi komunikasi ada dua istilahyang berlawanan, yaitu sentripetal dan sentrifugal. Jika suatu hal yang dipakaiatau dibicarakan menjauhkan seorang dengan sesamanya baik secara fisik maupundalam pemahaman dan pemikiran, hal itu dinamakan sentrifugal. Sedangkaninstrumen yang dipakai atau hal yang dibicarakan itu menarik orang-orang untukberkumpul dan menciptakan kebersamaan, hal itu namakan sentripetal.  Cara pandang seperti ini dapatkita pakai juga dalam memahami dan menghayati hari Sabat, yang menjadi salahsatu sumber konflik dalam karya Yesus Kristus di tengah orang-orangsebangsa-Nya, Israel. Terhadap konsep dan penghayatan hari Sabat itu sendiri, bagikaum farisi dan para ahli Taurat, itu merupakan sentripetal. Mereka tampaksangat kompak kalau hari Sabat itu dipandang sebagai sebuah aturan yang sudahbaku dan harus diikuti secara ketat. Sebaliknya, ketika konsep dan penghayatanmereka tentang hari Sabat dihadapkan dengan Yesus Kristus, kenyataannya menjadisentrifugal.  Yesus tidak mungkin bersatudengan mereka dalam satu hal ini. Secara rohani mereka jauh satu sama lain,demikian juga secara jasmani terjadi suatu konflik sangat tajam dan akhirnyamemuncak pada hukuman mati kepada Yesus. Gara-gara hari Sabat itu, garis pembatastelah dibuat untuk memisahkan antara kaum lawan dengan institusi agamanya disatu pihak, Yesus Kristus dengan misi pendirian Kerajaan Allah di bumi di pihaklainnya. Gara-gara hari Sabat itu, kita yang terpilih untuk berada dalamnaungan Kerajaan-Nya Yesus, mendasarkan hidup iman kita bukan di atas hukummanusia dan adat istiadat warisan orang-orang yang tidak taat kepada Allah,tetapi di atas jalan Tuhan Yesus Kristus yaitu cinta kasih. Hukum hari Sabat memilikimotivasi yang sangat duniawi karena ada mafia dan persekongkolan orang-orangyang ingin memolitisasi agama, supaya mendapatkan keuntungan dari parapenganutnya. Tetapi para pengikut Kristus memiliki kesetiaan kepada Tuhan bukanberdasarkan hari-hari dan saat-saat beribadat. Mereka menunjukkan kesetiaan dankomitmen imannya dengan menjadi pribadi-pribadi yang semakin mantap dalammengasihi Tuhan dan mengasihi sesamanya dengan segenap hatinya.  Kalau seorang pengikut Kristusmengasihi Tuhan dengan segenap hati, maka peribadatanya menjadi bagian daricinta kasihnya itu. Kalau ia mengasihi sesama dengan segenap hati, maka setiaptindakan kasih kepada sesama itu adalah sebuah ibadatnya yang konkret danhidup. Ia hidup sebagai manusia baru, yang tidak dibelenggu oleh ragi yanglama, tetapi ragi kemurnian dan kebenaran. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah, dengan bantuan firman-Mu semoga kamisemakin setia kepada-Mu, khususnya dalam semangat pembaruan diri kamiterus-menerus menuju kesempurnaan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-22 masa biasa, 5 September 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Sep 4, 2026 6:19


Dibawakan oleh Demmy Anggi dan Eka Tia dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 4: 6b-15; Mazmur tg 145: 17-18.19-20.21: Lukas 6: 1-5.BERSEMANGAT MERAYAKAN HARI TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Bersemangat Merayakan Hari Tuhan.Kita menjalankan perintah Allah “Kuduskanlah hari Tuhan" bermaksud untukmengenang dan merayakan kebaikan Tuhan dan karya-Nya yang menciptakan danmenebus manusia. Kita mempunyai satu hari yang dikhususkan untuk itu. Kitamengenalnya sebagai hari minggu. Kegiatan utamanya ialah beribadat bersama umatdi stasi, paroki dan keuskupan dalam perayaan Ekaristi kudus. Pekerjaan rutindihentikan dan kita fokus pada perayaan yang spesial tersebut. Di sini semangat merayakan hari Tuhan yang telah ditetapkan itu harusdiutamakan. Caranya ialah dengan selalu bersemangat dan berdevosi dalammerayakannya. Kebiasaan baik dan spiritualitasnya dihidupi sebagaimanaharusnya, maka tuntutan kewajiban hari minggu merupakan cara hidup Gereja yangstandar untuk dilakukan para anggotanya. Dahulu, kewajiban ini bukan pada hariMinggu, tetapi sabat, yaitu hari yang ditetapkan untuk ibadat orang Yahudi,yang cenderung dijalankan dengan berlebihan. Mereka berani menegur murid-muridYesus dan juga Yesus sendiri yang tidak mengikuti kewajiban itu. Bagi kita, kewajiban hari minggu itu ada benarnya. Sebab kalau sebagaikegiatan biasa bahkan dianggap sekedar pilihan bagi masing-masing anggotaGereja, maka hilang maknanya sebagai hukum Tuhan. Akibatnya tentu saja dapatdilihat pada banyaknya dan dengan gampang gereja-gereja menjadi kosong. Akibatyang lebih jelek ialah menghilangnya pemeliharaan jiwa-jiwa orang beriman.Paroki di kampung mempunyai umat yang umumnya para petani, nelayan danpeternak. Pada setiap hari minggu, mereka menjalankan kewajiban hari minggusebagai kegiatan pertama dan utama. Setelah itu mereka baru dapat melakukanpekerjaan lain seperti bertani, memberi makan ternak, memperbaiki saluran sawahyang tersumbat atau menarik pukat ikan di laut. Ada banyak contoh lain oleh orang-orang yang berbeda dan di tempat yangberbeda-beda pula, yang menunjukkan betapa kepatuhan akan kewajiban hari Tuhanitu tak bisa digantikan. Namun, seperti disinggung tadi soal pelaksanaannyayang berlebihan dengan gaya orang Farisi, tentu harus kita hindari. Contoh,pada hari Minggu terjadi kebakaran di rumah Anda sendiri. Sangat benar danmenjadi tindakan pertama ialah urusan rumah dan keluarga yang harus dilakukan,meski mungkin ibadat hari minggu ditinggalkan dahulu. Jadi dalam hal-halterkait dengan pelayanan kemanusiaan, kelayakan dan keselamatan pribadimanusia, hari minggu itu sendiri justru harus diungkapkan secara nyata untukpelayanan bagi orang-orang yang sangat memerlukan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Demi kemuliaan dan kebesaran-Mu, ya Tuhan, kami membaktikandiri kami untuk menjadi setia dalam beribadat kepada-Mu. Semoga Roh-Musenantiasa membimbing kami untuk membuat ibadat-ibadat yang nyata untukmenjawab kebutuhan-kebutuhan kemanusiaan di dunia ini.  Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-22 masa biasa, 4 September 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Sep 3, 2026 8:51


Dibawakan oleh Theodorus Pehang dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 4: 1-5; Mazmur tg 37: 3-6.27-28.39-40; Lukas 5: 33-39.ESENSI BERPUASA Tema renungan kita pada hari iniialah: Esensi Berpuasa. Agustinus adalah seorang bapak keluarga bagi istri danketiga anak yang berusia remaja. Mereka sudah tahu jelas bahwa setiap harijumat bapak mereka berpuasa. Ia bukan saja tidak makan apa pun kecuali minumair, tetapi juga tidak dicari atau dikejar-kejar karena suatu urusan tertentu.Urusan-urusan terkait rumah dan relasi dengan siapa pun, sedapat mungkinditangani oleh istri dan anak-anak. Puasa jumat bari Agustinus ialah sebuahkehadiran tetapi sebenarnya ketidakhadiran. Ketika tetangga ingin bertemu,mereka yakin bahwa di rumah itu ada Agus, karena mereka sempat melihatnya adadi rumah. Tetapi saat ditanyakan kepada istri dan anak-anak, jawaban yangselalu didapatkan ialah bahwa Agustinus tidak ada. Singkatnya, Agustinussungguh ingin praktikkan bahwa puasa adalah saat seseorang membuat suatu“ketiadaan” sehingga orang-orang di sekitarnya menjadi tahu bahwa dirinyamemang sedang tidak ada. Dirinya sedang berpuasa. Pemahaman tentang ketiadaandengan berpuasa inilah yang hendak diajarkan Yesus kepada orang-orang yangtidak mengerti tentang esensi berpuasa. Yesus berkata bahwa ketika diri-Nyakelihatan dan berada bersama umat dan murid-murid, hendaknya mereka tidak perluberpuasa. Nanti ketika Ia sudah tidak ada lagi bersama mereka, barulah merekaberpuasa. Sementara ketika sedang ada sebuah kehadiran di mana orang-orangberinteraksi, bekerja sama, saling melengkapi, dan membangun kebersamaan,esensinya ialah sebuah pesta kehidupan. Dalam suasana ini, orang-orang tidakdalam posisi mengalami absensi atau ketiadaan. Pada kenyataannya, setiap kalikita berpuasa kita memang menciptakan ketidak-adaan dan rela menikmatinya.Misalnya orang tidak makan dan minum, berarti ia tidak mengalami kehadiranmakanan dan minuman pada saat-saat berpuasanya. Orang yang berpuasa dan berpantangrokok dan minuman beralkohol, berarti ia mengalami ketiadaan uang belanja rokokdan minuman. Orang berpuasa belanja barang-barang kesukaan untuk memanjakandirinya, berarti ia ciptakan sikap untuk tidak mengalokasikan dana belanjakesukaannya tersebut. Di dalam praktik hidup rohani,orang yang berpuasa diminta untuk meniadakan kebutuhan atau kepentinganduniawi, supaya jiwanya tidak terkontaminasi dengan pengaruh-pengaruhnya, laluhanya berkonsentrasi pada relasi yang mesrah dengan Tuhan. Ini adalah esensipuasa. Dengan demikian, benarlah apa yang dikatakan Santo Paulus dalam suratpertamanya kepada jemaat di Korintus, “Tuhan akan memperlihatkan apa yangdirencanakan di dalam hati”. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kasih, pandanglah kami denganbelas kasih-Mu supaya kami dapat membarui semangat iman kami dari kepura-puraanatau tidak acuh, menjadi ketulusan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-22 masa biasa, 1 September 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 31, 2026 7:23


Dibawakan oleh Afnita Laura Carolina dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 2: 10b-16; Mazmur tg 145: 8-9.10-11.12-13ab.13cd-14; Lukas 4: 31-37.MANUSIA ROHANI Tema renungan kita pada hari iniialah: Manusia Rohani. Ada beberapa mahasiswa non Katolik yang ikut dalamrombongan wisata rohani ke salah satu daerah pelosok Indonesia. Padahal semuatempat ziarah adalah pusat devosi Katolik. Mereka meski merasa dirinya di luarkonteks, mereka percaya diri untuk bergabung. Yang non Katolik tentu banyakbertanya tentang iman Katolik, dan hal ini wajar. Yang menjadi susah kalauterlalu banyak pertanyaan,  mereka yangKatolik menjadi susah menjawabnya.  Akhirnya daripada terlibat dalamperasaan tidak nyaman di antara mereka, seorang pemuda non Katolik berkata:“Kami menyadari sebagai manusia dengan kualitas rohani yang kurang, yangmembuat cara pandang kami sangat terbatas”. Dengan pengakuan diri yang rendahhati itu, maka kekuatiran akan rasa tidak nyaman perlahan berkurang dan merekayang non Katolik dapat mengikuti seluruh proses ziarah dengan tenang.  Kita perlu secara jujur mengakuibahwa ketika sedang sibuk dengan segala urusan dari pagi hingga beranjakkembali ke tempat tidur di malam hari, banyak sekali pengalaman dan situasiyang membuat diri kita lebur dalam aneka cara duniawi. Hal ini sangat beralasanuntuk menjadikan kita berbuat, berpikir, merasakan seperti yang dunia inginkan.Baru setelah ada kesempatan untuk pemeriksaan batin dan kesadaran, misalnyasebelum tidur, kita sungguh menyadari bahwa ternyata dalam satu hari, porsikerohanian yang masuk dan menguasai diri kita sangat kurang. Jika orang-orang Katolikdiwajibkan untuk menghadiri Misa setiap hari minggu, ada benarnya. Merekahendaknya melepaskan diri dari sekedar suatu kewajiban atau didorong olehmotivasi-motivasi lain. Motivasi sebenarnya ialah tindakan untuk membaharuidiri terus-menerus, sehingga di dalam dirinya tercipta satu pribadi manusiarohani yang menerima Kristus, dan untuk selanjutnya di dalam seminggu ke depanmereka hidup bersama Kristus.  Inilahyang dimaksud dengan manusia rohani yang ditekankan oleh Santo Paulus dalambacaan pertama, surat pertama kepada jemaat di Korintus (2,10b-16). Menjadi seorang manusia rohaniperlu menjadi mimpi setiap pengikut Kristus. Melalui kemampuan rohani yangcukup, kita bisa berbuat seperti Yesus Kristus, antara lain ikut mengusir rohjahat yang selalu mengancam kehidupan kita. Manakalah pribadi-pribadi dengankualitas rohani yang memadai, bau dan cahayanya dapat menarik orang lainkepadanya, untuk juga berusaha maju dalam hidup rohaninya. Bahkan roh jahatsudah langsung mengetahui bahwa kualitas orang-orang rohani jauh lebih tinggitingkatnya dibandingkan kekuatan jahatnya yang hebat.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah, kuatkanlah iman kami supaya kamidapat melawan segala kuasa jahat di sekitar kami. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-21 masa biasa, 27 Agustus 2026, Peringatan Santa Monika, Ibunda Santo Agustinus

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 26, 2026 8:40


Dibawakan oleh Josephine dan Elisabeth Retno Adrianti dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Korintus 1: 1-9; Mazmur tg 145: 2-3.4-5.6-7; Matius 24: 42-51.HIDUP DALAM KELIMPAHAN RAHMAT  Renungan kita pada hari ini bertema: Hidup Dalam Kelimpahan Rahmat. Kitaberuntung memiliki Tuhan yang mengizinkan kita untuk bercita-cita tinggi,setinggi dan sesempurna Dia sendiri. Kita diberi kemungkinan untuk memikirkanadanya sebuah kelimpahan. Kita mendoakan itu dan pelajari juga. Kita katakanTuhan Allah itu sungguh berlimpah dan kita juga percaya kalau diberikan karuniayang berlimpah. Monika adalah seorang ibu yang hidup dengan menikmati kelimpahan rahmatTuhan, atas kesalehan dan kesetiaannya kepada Kristus. Dengan modal yang cukupitu, ia bekerja dan berusaha dengan segala kekuatannya supaya suaminya yangbelum Kristen dan anaknya Agustinus yang sangat duniawi dapat mengenal Kristusdan menjadi orang Kristen yang benar. Semua kerja keras dan pengorbanannyaberbuah indah pada waktunya.  Ini cukupuntuk mengatakan bahwa hidup dalam kelimpahan rahmat adalah bagian utama imankita. Jika Ia tidak menyediakan kelimpahan itu bagi kita, sangat mungkin itubukan Tuhan yang kita percaya. Tetapi Tuhan harus mengungkapkan diri-Nya. Iabukan Tuhan yang tertutup atau tersembunyi dan sangat jauh dari kita. Jemaat Kristen di kota Korintus bertumbuh dalam suatu atmosfir rohanidengan kelimpahan rahmat dan karunia Tuhan. Pertumbuhan ini menyenangkan danmembanggakan Santo Paulus yang punya tanggung jawab menjaga dan memeliharajemaat ini. Paulus mendoakan dan mohon berkat bagi mereka, semoga Tuhan kitaYesus Kristus menambah dan melimpahkan kasih untuk menguasai hidup merekasemua. Suatu pertumbuhan dan kesaksian hidup yang benar dan baik memang harusdidukung agar berkembang lebih baik lagi. Sebaliknya, sikap tidak mendukung dantidak peduli harus dapat dihindari. Di dalam kelimpahan rahmat itu kita sungguh menikmati kehadiran Tuhan yangmengaruniakan berbagai berkat kepada kita. Salah satu karunia yang pentingsekali ialah kesiap-sediaan atau kewaspadaan. Orang yang siap sedia dan waspadaialah yang penuh harap, suka cita dan bersemangat bahwa Tuhan menyatakankehendak-Nya dalam saat apa pun. Sikap yang berlawanan adalah malas, acuh takacuh atau tak peduli akan kehadiran dan perbuatan-perbuatan Tuhan. Ini tandanyakalau orang tidak bersyukur atas kelimpahan rahmat Tuhan, dan menjadikan itusebagai motivasi iman untuk bertumbuh lebih baik lagi.  Jadi warta gembira bagi kita ialah, Tuhan yang maha kuasa dalamkelimpahan-Nya hendak berbagi dengan kita dalam setiap waktu, tinggal gilirankita saja untuk menerima dan hidup di dalam kelimpahan rahmat-Nya itu. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Berkat kelimpahan rahmatMu, ya Bapa, kami boleh memasukihari yang baru ini, selain untuk menikmati setiap bentuk kemuliaan-Mu, kamijuga mendapat kesempatan untuk berbuat sesuai dengan panggilan dan tugas-tugaskami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-21 masa biasa, 25 Agustus 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 24, 2026 8:19


Dibawakan oleh Heni dan Lintang dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Tesalonika 2: 1-3a.13b-17; Mazmur tg 96: 10.11-12a.12b-13; Matius 23: 23-26.TIGA MAHKOTA DIPAKAI SEKALIGUS Renungan kita pada hari ini bertema: Tiga Mahkota Dipakai Sekaligus.Mahkota duri hanya satu di kepala Yesus, mahkota kerajaan hanya satu di kepalaraja, dan mahkota pemenang konteks kecantikan dunia hanya satu di kepadapemenang. Tapi tiga mahkota yang dipakai sekaligus ialah mahkota pemberianTuhan kepada setiap pengikut Kristus. Di dalam bacaan pertama Santo Paulus sangat senang dan bersyukur denganpertumbuhan iman jemaat Tesalonika. Jemaat ini telah menerima pembaptisan dalamRoh Kudus sehingga mereka menerima rahmat pengudusan dengan tiga mahkota yaitukarunia iman, perbuatan kasih dan ketekunan pengharapan di hadapan Allah dansegenap kuasa-Nya. Iman, kasih dan harapan merupakan keutamaan dasar yang kitaterima melalui pembaptisan. Perjalanan hidup kita di dunia ini sebagai orang-orang beriman yang benarsebenarnya dibimbing dalam terang ketiga keutamaan ini. Jalan iman membuat kitayakin akan kebesaran dan kemuliaan Tuhan, yang mengerjakan segala sesuatumenjadi mungkin, bahkan untuk memindahkan gunung sekalipun. Melalui iman kitamemastikan bahwa Tuhan selalu ada bersama kita dan menyelenggarakan kehidupankita dalam setiap waktu dan tempat.  Jalan kasih sungguh menunjukkan kita sebagai perpanjangan tangan Tuhan yangberbuat kebaikan di dunia. Perbuatan kasih itu dapat menutupi dosa-dosa yangtelah kita perbuat. Oleh karena itu kasih tak pernah gagal dalam perannya.Melalui pengharapan, kita mampu bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan,kesulitan, penderitaan dan kemauan untuk bertobat lalu menjadi baru. Hidupdengan pengharapan berarti kita melihat jauh ke depan sebuah kebahagiaan dankesempurnaan yang menjadi tujuan kita. Patokan dan sumber utama untuk selalu dipenuhi dan dijiwai ketiga mahkotaini ialah Tuhan Yesus, raja dan guru kita. Bila iman terasa kurang kuat dancenderung goyah, kepada Yesus-lah kita minta penguatannya. Bila kasih semakinkosong dan tak punya efek karena hanya kata-kata dan janji belaka, kita harusminta penguatannya kepada Yesus. Dan bila kita lemah dalam pengharapan,menyerah dan putus asa, kita harus minta Yesus untuk pembaharuannya. Bertumbuh secara baik dalam ketiga mahkota ini, maka kita dapat terhindardari perilaku dan mental munafik serta penindas seperti kaum farisi danahli-ahli Taurat. Kita tidak mau dimarahi oleh Yesus  dengan celaan keras: celakalah kamu!Sebaliknya dengan selalu diperkuat ketiga mahkota itu, kita tak akan mencapaiapa yang dikatakan Yesus: kita menjadi sempurna seperti Bapa. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Kami mohon berkat-Mu, ya Tuhan, supaya hidup kami setiapsaat selalu menjadi kehidupan yang beriman, berdaya kasih dan menujupengharapan sejati. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-10 masa biasa, 20 Agustus 2026, Peringatan Santo Bernardus, Abas dan Pujangga Gereja

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 19, 2026 8:32


Dibawakan oleh Juvita dan Agustinus dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yehezkiel 36: 23-28; Mazmur tg 51: 12-15.18-19; Matius 22: 1-14.HATI DAN ROH YANG BARU Renungan kita pada hari ini bertema: Hati Dan Roh Yang Baru. Hati untukseorang manusia adalah salah satu bagian dimensi rohani, yang dari sanaaktivitas seperti merasakan, menginginkan, memilih berasal. Sedangkan rohmerupakan bagian rohani manusia yang menghubungkan dirinya dengan Tuhan. Ketikaia sedang berdoa atau bermeditasi, kegiatan rohnya menjadi dominan, dimanaseluruh perhatiannya menyatu dengan yang ilahi. Ada kesempatan ketika keadaan hati dan roh seseorang dianggap lama atauketinggalan waktu. Artinya, kalau menurut standar kitab suci, sosok manusialama yang terikat dengan dosa sudah tidak berguna, maka harus diganti dengansosok atau profil yang baru. Secara umum kitab suci menguatkan keyakinan kitabahwa pribadi Yesus Kristus membuat wajah dunia menjadi baru dan terutamasetiap orang yang mengambil bagian di dalam diri-Nya dan seluruh karya-Nyadijadikan baru.  Seorang remaja laki-laki, karena terlalu nakal di rumah yang ikutberdampak pada progress belajar sekolahnya di SMP, di awal tahun ajaran baruorang tuanya membawanya untuk tinggal di asrama. Para pastor dan bruder yangmengelola asrama itu. Di hari pertama berada di asrama, remaja ini langsungmengalami suatu situasi perseteruan di dalam dirinya. Keadaan asrama,peraturan-peraturan, kebersamaan dengan sesama anggota asrama, dan pengawasanpara pembina, semua itu seperti membuatnya tidak bisa menuruti kehendaknyasendiri seperti yang ia biasa lakukan: maki-maki, malas, membantah pembicaanorang lain, mencuri, mengejek atau menghina, dan malas belajar. Pertentangan ini tidak membuatnya hilang semangat. Bagaimanapun, suasanadi asrama menjadi tantangan yang baru dan bagus, terutama karena ia dijanjikanakan mendapatkan prestasi belajar yang bagus. Ia jalani saja hari demi hari daningin supaya janji itu dapat terwujud. Pada waktu liburan akhir tahun ketikaberada di rumah, keluarganya menangkap kenyataan bahwa remaja ini berubah totaldalam tingkah lakunya. Ibunya bertanya: “Apa yang menyebabkan kamu berubah,Nak?” Ia menunjuk pada salib Yesus yang tergantung di dinding, sebagai jawabankepada ibunya. Itu adalah satu contoh hati dan roh yang baru. Nabi Yehezkiel menjelaskanbahwa Tuhan akan berbalik mengampuni umat-Nya yang sudah terlanjur berdosa.Mereka akan dibebaskan dari kehidupan lama, dan diberikan hidup yang baru,dengan hati dan roh mereka dijadikan baru. Ketika setiap kali kita menerima,menyanggupi, dan terlibat dalam undangan Tuhan untuk melakukan karya-Nya, kitadibuat kembali menjadi baru. Terimalah selalu ajakan-Nya! Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa ... Ya Tuhan Yesus, semoga kami selalu menyanggupi setiap kehendak danundangan-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-20 masa biasa, 18 Agustus 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 17, 2026 7:50


Doakan kami di Pulau Flores, NTT agar kami kuat dalam iman dibawah ketakutan terhadap ancaman gempa bumi dan bahaya tsunami!Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Yehezkiel 28: 1-10; Mazmur tg: Ul 32: 26-28.30.35c-36d; Matius 19: 23-30.ENGKAU BUKAN ALLAH Renungan kita pada hari inibertema: Engkau Bukan Allah. Ada satu anekdot yang tidak asing bagi kita.Sebuah pesawat kecil terbang sangat tinggi. Di dalamnya ada pilot dan tigapenumpang, yaitu satu pastor tua, satu ahli komputer, dan satu orang anak remajaanggota pramuka. Imam memakai juba yang sudah tua, siswa itu berpakaian pramukalengkap, dan ahli komputer dilengkapi dengan semua peralatan teknologikomputar-digital yang mutakhir. Tiba-tiba pesawat menunjukkantanda-tanda kerusakan pada mesinnya. Maka pilot mengumumkan bahwa mereka semuaharus bersiap untuk menyelamatkan diri karena sebentar lagi pesawat akanmeledak. Pilot menjelaskan bahwa di dalam pesawat hanya ada tiga parasut. Iamemakai salah satunya lalu pamit dan terjun dengan parasut itu. Yang tinggaladalah dua parasut untuk tiga orang penumpang.  Ahli komputer itu berkata bahwaia sangat dibutuhkan oleh dunia. Jika ia meninggal dunia, seluruh operasionalindustri dan digital akan macet dan membawa kerugian besar kepada umat manusiadi seluruh dunia. Ia berseru sambil mengejek: “Pastor, Anda sudah tua. Takberguna lagi bagimu untuk hidup. Terimalah kenyataan itu. Dan engkau, anakkecil, penampilanmu bagus dengan seragam pramuka, tetapi dunia ini tidak bisahidup melalui kegiatan pramuka.” Setelah itu sang ahli langsung terjun denganparasutnya.  Pastor menjelaskan sesuatu kepadaanak pramuka itu. “Begini nak, tidak usah kuatir. Tuhan ada di pihak kita.Lelaki ahli komputer itu karena terlalu sombong dengan merendahkan semua orang,ia lupa dirinya. Ia salah mengambil ransel saya karena ia berpikir bahwa ituadalah parasut yang diperlukannya. Sekarang segera ambil parasut yang ada: satuuntukmu dan satu untuk saya, dan marilah kita terjun bersama-sama. Kesombongan dan kebutaan rohanipada diri ahli komputer itu menggarisbawahi satu prinsip, yaitu “Engkau bukanAllah”. Sehebat, sepandai, segenius apapun manusia itu ia memiliki keterbatasandan kelemahan. Karena ia masih tetap manusia. Ia bukanlah Tuhan Allah. Sikapmanusia yang me-nuhankan dirinya atau benda atau peristiwa dunia ini, iasebenarnya melakukan pemujaan berhala. Nubuat Yehezkiel sangat tegas akanprinsip ini ketika ia mengingatkan perilaku orang-orang Israel yang sombongdengan menyamakan dirinya dengan Allah. Salah satu sikap sombong yangditegaskan oleh Yesus pada hari ini ialah tidak melihat kekurangan pada dirisendiri, tetapi lebih melihat dan mengutuk sesama karena kelemahan mereka.Nasihatnya tetap sama, yaitu: Engkau bukan Allah. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah, jadikanlah kami rendah hati sepertiyang Engkau kehendaki. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-19 masa biasa, 14 Agustus 2026, Peringatan Santo Maksimilianus Maria Kolbe, Imam dan Martir

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 13, 2026 7:35


Dibawakan oleh Fibri dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yehezkiel 16: 1-15.60.63; Mazmur tg: Yes 12: 2-3.4bcd.5-6; Matius 19: 3-12.SETIA DARI AWAL SAMPAI AKHIR Renungan kita pada hari ini bertema: Setia dari Awal Sampai Akhir. Imanmengarahkan kita untuk terikat dari awal sampai akhir, pertama kali danterakhir kali dengan Tuhan. Kita memiliki perjanjian dengan Tuhan. Tuhan ituabadi dan tak dapat berubah kehendak-Nya, maka yang ditetapkan-Nya berlaku dariawal sampai akhir. Satu bentuk penetapan yang diwartakan oleh bacaan kita hari ini ialahperjanjian perkawinan pria dan wanita. Dasar untuk perjanjian ini ialahpenciptaan setiap pria dan wanita dalam gambar dan rupa Allah. Masing-masingnyadikaruniai kemampuan untuk memilih, menyukai dan memastikan pilihan cintanyayang tepat. Ini dapat terjadi berkat campur tangan Tuhan. Makanya kita percayabahwa jodoh pria dan wanita itu bergantung sekali pada ketetapan Tuhan.  Tuhan, melalui Gereja, melanjutkan penetapan Ilahi ini dengan memberkatiperkawinan. Cinta pria dan wanita yang dirayakan di dalam Gereja merupakantanda Tuhan meresmikannya. Dengan tahap ini, ikatan yang sudah terbentuk sejakawal disahkan di hadapan Allah dan dunia, hendaknya dipertahankan sampai akhirhayat. Allah itu kekal, sehingga penetapannya memang harus kekal. Bagaimana jika terjadi kegagalan yaitu bahwa perkawinan itu tidak sampaimati? Itu adalah persoalan yang dihadapi dahulu oleh Musa terhadap orang-orangIsrael yang menceraikan perkawinannya. Persoalan ini turun sampai kepada zamanYesus, dan seterusnya ke zaman kita. Intinya, tindakan yang merusak danmembatalkan perjanjian perkawinan, kata Yesus, adalah dosa percabulan. Initergolong dosa besar. Dosa ini jelas menghapus penetapan Tuhan tersebut.  Lalu bagaimana caranya merawat dan mempertahankan ikatan itu? Pasti adabanyak petunjuk dan caranya. Dalam terang Sabda Tuhan dan perayaan hari ini,ada satu cara yang dapat kita gunakan untuk memperkuat ikatan perkawinan dankehidupan keluarga. Cara yang dimaksud ialah cara mengikuti model. Cara-carayang umum seperti pengajaran, bimbingan, pendampingan, serta kegiatan-kegiatanrohani di dalam dinamika kelompok memang dipandang tetap berguna, namun meniruteladan adalah yang paling konkret dan bertahan lama. Model utama kita ialah Yesus Kristus. Jauh sebelum Yesus lahir ke dalamdunia, nabi Yehezkiel sudah mengatakan kepada para pendengarnya bahwa Allahtetap setia meskipun manusia sering berbuat tidak setia. Karena Ia tetap setia,Ia akan selalu menarik manusia yang tidak setia untuk kembali setia. SantoMaksimilianus Kolbe dan semua orang kudus lainnya juga adalah model-model kitauntuk setia sampai akhir hidup kita.    Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus, jadikanlah kami setia seperti Engkau yangsetia melakukan kehendak Bapa sampai akhir. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalamnama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-19 masa biasa, 11 Agustus 2026, Peringatan Santa Klara, Perawan

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 10, 2026 8:12


Dibawakan oleh Katarina dan Agustinus dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yehezkiel 2: 8 - 3: 4; Mazmur tg 119: 14.24.72.103.111.131; Matius 18: 1-5.10.12-14.ANAK-ANAK YANG MEMBANGGAKAN Renungan kita pada hari ini bertema: Anak-Anak Yang Membanggakan. Adasebuah reuni para alumni SD. Semua hadirin terdiri dari para petani, buruh,pegawai pemerintah, guru, rohaniwan, bahkan bupati untuk kabupaten setempat. Diantara semua ini, ada satu tamu yang sangat spesial, yaitu seorang lelaki tuaberusia 88 tahun, ia adalah kepala sekolah pertama sekolah dasar tersebut.Semua alumni memiliki kenangan indah tentang sang kepala sekolah.                                                        Semua alumni masih tetap mengingat bagaimana mantan guru mereka tersebutselalu memperlakukan setiap murid sebagai anaknya sendiri. Intinya, gurutersebut selalu menganggap setiap muridnya sebagai anak yang membanggakan.Setiap anak memiliki potensi dan bakat yang patut dikembangkan selanjutnya. Iaselalu memakai pendekatan persuasif untuk mengarahkan dan memperbaiki perilakumereka yang nakal atau kurang baik. Setiap selesai memberikan nasihat ataukoreksinya, ia selalu berkata begini: "Kamu anak yang membanggakan."   Setiap anak di dalam keluarga, Gereja dan masyarakat kita sangat memerlukanperlakuan yang positif dan sehat. Dengan perlakuan ini, mereka akan tumbuhsecara positif dan sehat, sehingga mengurangi atau mematikan perilaku merekayang tidak disiplin atau di luar batas kewajaran. Mantan guru dan kepalasekolah tersebut sebenarnya mempraktikkan perbuatan Yesus sendiri yang menerimaanak-anak dan memberkati mereka. Yesus menempatkan anak kecil di tengah-tengahkita agar mengajarkan kita tentang menghargai dan memelihara kehidupan yangmenjadi karunia terindah Tuhan bagi kita. Sikap-sikap yang patuh, semangat belajar dan mengikuti disiplin hidupmerupakan sikap hidup yang melawan keras kepala dan hidup yang kacau.Kerendahan hati dan taat kepada Tuhan adalah semangat yang mengalahkankecongkakan, ingat diri, dan kekerasan. Kerajaan Surga disediakan bagiorang-orang yang hidup dalam semangat anak kecil seperti ini. Kita perlubelajar bahwa proses terjadinya sesuatu memang harus berawal dari yang kecildan lemah. Tuhan Allah memakai proses natural kita untuk mendirikan kerajaan-Nyadi dalam dunia. Iman kita tumbuh dari awal untuk menjadi dewasa. Kita dapat memiliki ide dan pemikiran tertentu, yang terbentuk darikumpulan fakta dan pengalaman kecil yang berbeda-beda. Sebuah bangunan rumahterbentuk dari elemen semen, pasir, batu dan genteng. Seorang profesor telahmelalui pengalaman belajar dan latihan dari kecil dan semua masa belajarnya.Jadi yang kecil, permulaan dan muda harus membuat kita bangga. Hendaknya kitasyukuri bahwa semua itu sudah dan seterusnya ikut membentuk diri kita sepertiapa adanya kita pada setiap waktu hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Berkatilah kami untuk hari ini, supaya setiap pengalamanyang terjadi hari ini menandakan bahwa Engkau senantiasa setia di dalamkehendak-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-18 masa biasa, 8 Agustus 2026, Peringatan Santo Dominikus, Imam

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 7, 2026 8:27


Dibawakan oleh Theresia Tuti Andayani dan Lukas Martin Satryo Ariwibowo dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Habakuk 1: 12 - 2: 4; Mazmur tg 9: 8-9.10-11.12-13; Matius 17: 14-20.IMAN SEBESAR BIJI SESAWI Renungan kita pada ini bertema: Iman Sebesar Biji Sesawi. Ada kenyataanbahwa setelah sekian waktu mengikuti Sang Guru, Yesus Kristus, terbukti pararasul tidak dapat menyelesaikan suatu masalah yang mereka hadapi. Orang sakitdan kerasukan roh jahat tidak dapat mereka sembuhkan dan bebaskan dari rohjahat itu. Mereka jelas menyadari ada yang tidak beres dengan iman mereka,namun mereka tidak tahu persis apa sebenarnya yang tidak beres itu.  Yesus Kristus menemukan bahwa yang kurang pada mereka ialah kekuatan,kualitas dan inti iman itu meski mereka hidup bersama-Nya setiap saat. Imandiumpamakan sebesar biji sesawi, yaitu meski kecil tetapi berisi, berkualitas,berkekuatan dan dikaruniai untuk tumbuh menjadi besar. Potensi yang sedemikianbesar itu akan mampu melakukan apa yang tidak mungkin. Dengan kekuatan itu,gunung juga dapat diperintahkan untuk berpindah tempatnya. Konkretnya, iman sebesar biji sesawi itu seperti apa? Aspek paling intiialah di dalam diri seorang beriman, Tuhan adalah penentu dan penggeraknya. Inimengikuti apa yang dikatakan oleh Santo Paulus, bahwa hidupnya adalah bukandirinya sendiri, tetapi Yesus Kristus yang hidup dalam di dalam dirinya.Misalnya Anda diminta oleh teman untuk membantu meringankan sakitnya. Andaberkeyakinan bahwa Tuhan yang akan berbuat semuanya. Anda berdoa dan memberikansegala perhatian untuk membantunya, tapi Tuhan tetap nomor satu yang diberikanruang atau kesempatan untuk melakukan bagian-Nya. Jika hanya kemampuan manusia yang diandalkan, akibatnya orang menjadi cepatmalas, bosan, marah dan menyerah. Mungkin Tuhan tidak diberikan ruang dankesempatan untuk melakukan apa yang menjadi bagian-Nya. Akhirnya kita akanmengeluh seperti para rasul, yaitu mengapa kita tak bisa menyembuhkan ataumenyelesaikan persoalan sendiri? Mungkin dari keheningan-Nya Tuhan  hendak berbisik, kata-Nya, "Imanmu tidakkuat. Engkau tidak melibatkan Aku." Aspek berikutnya yang menandakan iman sebesar biji sesawi ialah kesadarandan kecintaan untuk mempertahankan iman yang sudah tumbuh di dalam diri kita.Meski kecilnya seperti biji sesawi, godaan untuk meremehkan atau lalaimerawatnya harus dapat dikalahkan. Santo Dominikus yang kita rayakan pada hariini, menekuni panggilannya dengan penuh perhatian dan tanpa kenal lelah dalamusaha untuk membuat Sabda Tuhan mengambil bagian dalam hidup manusia. Apa yangdilakukannya itu adalah sama dengan nabi Habakuk yang mengatakan bahwa imanadalah alasan satu-satunya bagi kita untuk hidup dalam kebenaran. Hanya denganitu iman kita dapat bertahan sampai akhir. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, Bunda-Mu dan juga Bunda kami, SantaPerawan Maria menjadi teladan bagi iman kami sehingga menjadi seperti bijisesawi yang sangat berguna. Tuntunlah kami untuk selalu meneladani iman Bunda Maria.Salam Maria... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-18 masa biasa, 7 Agustus 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 6, 2026 7:59


Dibawakan oleh Lusia Uki Marina Lusi dan Yohanes Pryojatmiko dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Nahum 1: 15; 2: 2; 3: 1-3.6-7; Mazmur tg: Ul 32: 35cd-36ab.39abcd.41; Matius 16: 24-28.JIKA HIDUP INI BISA DITUKAR                                        Renungan kita pada hari ini bertema: Jika Hidup Ini Bisa Ditukar.Pertukaran barang di zaman dahulu dengan sistem barter, terjadi misalnya pisangdibawa dari gunung ditukar dengan ikan dari pantai. Zaman telah berubah dansistem pertukaran ikut berubah, sehingga istilahnya bukan lagi tukar menukarbarang, tetapi membeli barang. Kita memakai uang untuk membeli barang yangdijual di pasar, toko dan pusat-pusat perbelanjaan.  Apakah hidup seseorang bisa ditukar atau dibeli mengikuti cara seperti ini?Misalnya, seseorang pergi ke seorang pemegang uang, lalu ia diambil oleh orangkaya tersebut dan sejumlah uang berpindah tangan ke keluarga orang yang dibelitersebut. Mungkin bisa saja terjadi, namun kejadian itu dapat digolongkansebagai sesuatu tindakan tidak normal bahkan kriminalitas. Pertukaran jenis ini terjadi dalam konteks pasar dan perdagangan. TuhanYesus mengajarkan satu jenis pertukaran hidup, tetapi tidak sebagai sebuahperdagangan. Ia menghadirkan sebuah gaya hidup baru demi meraih keselamatanjiwa dan raga bagi umat manusia. Kepada mereka yang memilih untukmengikuti-Nya, syarat utamanya ialah melakukan sebuah pertukaran hidup, yaituperubahan pribadi dan semangat hidupnya.  Gaya dan semangat duniawi yang membuat kita mementingkan diri kita saja danhidup serba gampang serta ingin selalu dilayani, ditukar dengan gaya hidup barudari Yesus ialah penyangkalan diri. Tanda utamanya ialah memanggul salib. Inimelengkapi apa yang sudah dilakukan oleh Tuhan, yaitu membeli kita dari duniaini dengan harga yang mahal sekali. Kita dijadikan milik-Nya dengan ditandaipembaptisan dan kita menjadi bagian dalam Gereja. Jadi kita mengalami suatupertukaran hidup yang mencakup kepemilikan Tuhan atas diri kita dan gaya hidupdunia ini ditukar dengan gayanya Yesus Kristus yaitu penyangkalan diri. Ini bukan berarti dunia, budaya dan hidup sosial tidak lagi sebagai bagiandari hidup kita, atau sebaliknya kita sendiri kehilangan status di dunia ini.Kita sebenarnya masih mengalami dan memiliki semua, tetapi diri kita telahbertukar kualitasnya menjadi lebih tinggi, yaitu sebagai para pengikut Kristus.Martabat ini sudah kita miliki dan kita merasakan betapa berartinya kita.Buktinya kita berjanji untuk setia kepada Tuhan dalam kata dan perbuatan kita. Namun hal ini tidak membuat kita selaluluput dari godaan dan dosa. Justru tantangan besar bagi putra dan putri Allahialah mempertahankan martabatnya itu. Nabi Nahum dalam pewartaannya mengatakanbahwa, Tuhan selalu ingin memulihkan hidup manusia yang telah rusak karenadosa. Sebagai putra dan putri Allah, kita menjadi istimewa karena selaludipulihkan oleh Tuhan yang maha baik.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... ya Bapa, kami ingin menguduskan diri kami melalui perkataandan perbuatan kami, dan semoga pada hari ini hidup kami berkenan kepada-Mu.Salam Maria... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-18 masa biasa, 6 Agustus 2026, Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 5, 2026 8:03


Dibawakan oleh Renny Wulansari Marselina dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Daniel 7: 9-10.13-14; Mazmur tg 97: 1-2.5-6.9; 2 Petrus 1: 16-19; Matius 17: 1-9.MATA DAN TELINGA YANG BERJAGA Renungan kita pada hari ini bertema: Mata dan Telinga Yang Berjaga. Seorangpemuda untuk kali ketiganya berpacaran dan ia berpikir kalau kali ini mestimemberikan hasil positif. Dua kali sebelumnya selalu berakhir dengan kesedihanlantaran ada banyak ketidak-sesuaian. Ia mengevaluasi diri dan mengetahui bahwaada sisi negatif dari dirinya yang ikut menyebabkan kegagalan pacaran selamadua kali. Lalu ia bicarakan itu dengan kedua orang tuanya. Nasihat kedua orangtuanya begini: keputusan hati kita untuk berkata dan bertindak sangatbergantung pada kemampuan melihat dan mendengar.  Mata dan telinga kita harus senantiasa aktif untuk mendapatkan kenyataantentang orang lain yang kita kasihi. Ketika melihat bahwa orang di sampingmusedang sibuk dengan berbagai pekerjaan, atau ketika telinga mendengar kalauorang tersebut suaranya sudah tidak berdaya, keputusan hatimu akan menentukantindakan untuk memperhatikan dia. Pemuda itu mengamini nasihat itu dan bertekatuntuk membuat kesempatan pacaran yang ketiga kali itu berbuah baik dan bisameningkat menjadi hubungan ke jenjang perkawinan. Pada hari pesta Yesus menampakkan kemuliaan-Nya ini, Sabda Tuhanmengajarkan kita untuk mengalami kemuliaan dan kebesaran Tuhan melalui matakita yang melihat dan telinga kita yang mendengar. Ketiga bacaan menggambarkanpenglihatan dan pendengaran fisik yang dialami oleh nabi Daniel, rasul Petrusdan kedua rekannya. Mereka melihat penampakan Tuhan dan mendengar suara yangdatang langsung dari Tuhan. Suatu pengalaman iman yang secara langsung sepertiini sangat didambakan oleh banyak dari kita. Kita bagaikan terangkat setinggigunung Tabor tempat para rasul menyaksikan penampakan kemuliaan Tuhan. Saat ini hampir semua pengalaman iman kita ialah kejadian-kejadian tidaklangsung namun dipertandai secara langsung. Yesus bersabda dan menampakkankemuliaan-Nya melalui diri Bapa Suci, atau seorang imam, atau seorang saudarayang berbuat baik dan mengasihi kita. Yesus hadir secara pribadi langsungtetapi diperlambangkan oleh Roti Ekaristi yang selalu kita sembah dan santap.Yesus juga berdiri di mimbar dan bersabda secara langsung tetapi ditandai olehseorang pewarta. Pengalaman-pengalaman seperti ini sangat bernilai tinggi danmembantu pertumbuhan iman kita. Mata dan telinga kita sangat berperan untukpertumbuhan iman ini. Yang menjadi masalah ialah jika kita tidak mendengar dan melihat dengansuatu perhatian yang baik, kita tentu saja akan kehilangan pengalaman akankemuliaan Tuhan yang hadir di dalam diri sesama, alam lingkungan, dan peristiwahidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... ya Yesus yang baik, semoga kami selalu ingin melihat danmendengarkan Dikau dalam setiap situasi hidup kami. Salam Maria, penuh rahmat... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-17 masa biasa, 1 Agustus 2026, Peringatan Santo Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 31, 2026 6:21


Dibawakan oleh Cathy Devina Siregar dan Rahel Septria dari Paroki Santo Yohanes Pemandi di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 26: 11-16.24; Mazmur tg 69: 15-16.30-31.33-34; Matius 14: 1-12MATI DEMI KEBENARAN         Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mati Demi Kebenaran. Di gerbangsebuah kota, ada patung terkenal yang bernama "Anak di Pundak Ibu"untuk memberi makna kota tersebut. Pada zaman dahulu kota itu dibela olehseorang pemuda yang memimpin segenap masyarakat untuk melawan para musuh yangingin menduduki kota. Meskipun kota ini berhasil dipertahankan, tetapi pemudaini mati terbunuh dalam perang. Ibunya sendiri yang menaruh putranya di pundak,memikulnya dan membawa ke tengah kota untuk dihormati oleh semua orang. Bunda Maria melahirkan, membesarkan, sampai menyaksikan sendiri putranyaYesus Kristus dihukum mati lalu meniduri jenasah Yesus di pangkuannya (la pieta dari Michaelangelo). Mariamenyaksikan langsung Anak Domba Allah yang dikorbankan karena mempertahankankebenaran dari pihak-pihak yang anti kebenaran. Keponakan Maria, YohanesPembaptis, juga lebih dahulu rela untuk dibunuh oleh penguasa jahat demi menegakkankebenaran. Menyusul Yesus dan Yohanes Pembaptis ialah banyak pria dan wanitasepanjang zaman telah rela mengorbankan nyawanya karena mempertahankankebenaran yang berasal dari Tuhan. Para pahlawan adalah orang-orang yang matidemi kebenaran. Lalu pertanyaannya: apakah kebenaran itu harus dibayar dengan kematian?Jawaban paling pertama ialah bahwa pihak yang melawan kebenaran yaituorang-orang jahat berpotensi sangat kuat di dunia ini, yang tujuannya ialahmenghilangkan kebenaran dan segala yang baik. Salah satu targetnya yang utamaialah membinasakan orang-orang yang berjuang dalam kebenaran, yangmempertahankan kebenaran dan yang menghidupi kebenaran.  Jawaban lain, jika memang tidak ada penentang berpotensi kuat bahkan pihakyang melawan kebenaran itu sangat lemah, kebenaran itu masih harusdipertahankan di dunia ini. Ancaman penumpahan darah tidak relevan. Ancamannyalebih rohani, sebenarnya sebagai tantangan untuk menghidupi kebenaran itu,memberikan kesaksian dan membuat banyak orang lain hidup di dalam kebenaranjuga. Di sini orang perlu mematikan kemalasan, kebosanan, masa bodoh, egois,lupa dan kekurangan-kekurangan pribadi lainnya. Kebenaran itu pada prinsipnya ialah sesuai kenyataan atau fakta. Maka iaberlawanan dengan bukan nyata atau bukan fakta. Kebenaran juga sesuai aturan,norma, moral; maka berlawanan dengan pelanggaran aturan. Kebenaran itu ialahmelakukan kehendak dan perintah Allah; maka berlawanan dengan kehendak bukandari Tuhan. Jadi marilah kita pertahankan kebenaran kita, bahkan sampai kita mati. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan yang maha kuasa, semoga usaha-usaha kami untukmempertahankan kebenaran dan memberikan kesaksian tentang itu kepada setiaporang di sekitar kami, dapat selalu berkenan kepada-Mu. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-17 masa biasa, 30 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 30, 2026 6:08


Dibawakan oleh Joel Butar Butar dan Nabiana Butar Butar dari Paroki Bunda Maria Banjar Baru di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 18: 1-6; Mazmur tg 146: 2abc.2c-4.5-6; Matius 13: 47-53.TUHAN YANG MENENTUKAN DI AKHIR                    Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tuhan Yang Menentukan di Akhir.Kita sering mengambil sikap pasrah ketika suatu persoalan yang dihadapi takkunjung mendapatkan solusi. Pasrah berarti menyerah dan berhenti untukmelanjutkan entah itu pembicaraan atau perbuatan. Pasrah bukan putus asaditambah dengan kekecewaan dan kesedihan. Orang yang pasrah masih memilikiruang yang cukup untuk berharap, bahwa solusi bisa datang dari luar dirinyaseperti waktu, orang lain, keberuntungan, dan Tuhan. Yang paling umum ialah pasrah kita kepada Tuhan. Misalnya pertengkaranantara dua pihak yang tak kunjung selesai. Solusi dari aspek kekeluargaan,keagamaan dan hukum sipil sudah tak mampu menyelesaikannya. Pihak yang merasatidak beruntung selalu mempersoalkan sehingga masalah semakin berlarut-larut.Karena yakin tak ada gunanya lagi berusaha, mereka memilih pasrah saja. Harapanterakhir ialah pada Tuhan yang memutuskan dan mengadili. Pengadilannya nantisetelah kematian, di mana setiap orang akan diadili menurut perilaku dalamkehidupannya di dunia. Contoh ini menggambarkan bagaimana Tuhan yang menentukan di akhirperjalanan hidup kita, atas persoalan-persoalan yang kita hadapi. Yesusmemberikan kita perumpamaan yang pas untuk ini, yaitu bahwa pada akhirnyapengadilan di surga itu akan memutuskan siapa yang benar dan siapa yang salah.Tuhan mempunyai strategi yang begitu bijaksana. Ia tidak memberikan keputusanbesar dan terakhir ketika masih ada waktu bagi manusia untuk berproses. Tuhanmempunyai kesabaran dan toleransi supaya manusia yang terlanjur jelek danberdosa dapat bertobat sebelum kematiannya.                                                                                                                           Strategi ini tentu saja berbanding terbalik dengan cara kita manusia yangingin menikmati siapa yang menang dan siapa yang kalah di dunia. Seakan-akansuka cita kemenangan yang dicapai sudah final atau kesedihan karena kalah sudahselesai. Padahal itu hanyalah sepotong-sepotong persoalan yang tidak bisadikatakan final. Standar pengadilan kita memang hanya untuk memenuhi tuntutanhidup di dunia ini, sedangkan pengadilan yang jauh lebih tinggi dan final ialahstandarnya Tuhan. Karena itu penentuannya adalah dari Tuhan. Menurut nabi Yeremia, selama kita hidup di dunia ini, hidup kita hendaknyamengikuti penentuan Tuhan, seperti cara tukang periuk membentuk ukiran-ukirandari tanah liat. Melalui kehendak dan kebijaksanaan-Nya, Tuhan ingin membentukkita dalam kata dan perbuatan kita setiap hari sehingga kita dapat mengalamibagaimana Ia menentukan hidup kita dari saat ke saat, sejak bangun pagi hinggakita tidur pada malam hari. Ini adalah cara hidup kita menuju kepadapenentuan-Nya yang terakhir atas diri kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga kami senantiasa menantikansaat terakhir penentuan-Mu dengan penuh iman dan pengharapan. Salam Maria,penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-16 masa biasa, 24 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 23, 2026 6:22


Dibawakan oleh Gregorius Danar Damanihuruk and Aldi Noel Silalahi dari Paroki Bunda Maria Banjar Baru di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 3: 14-17; Mazmur tg: Yer 31: 10.11-12ab.13; Matius 13: 18-23.MENDENGAR DAN MENGERTI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mendengar Dan Mengerti. Adapertanyaan yang sering diutarakan kepada umat dan juga para imam yang bunyinyakira-kira begini: mengapa di dalam sesi pengajaran, renungan, dan homili, parapendengar tidak cukup betah dalam mendengar namun mereka lebih sering kedapatanmengantuk? Lihat saja pada waktu imam memberikan homili dalam misa, cukupbanyak umat yang mengantuk.  Ada begitu banyak alasan. Kesalahan atau kekurangan dapat diuraikan dandidaftar, baik itu dari pihak imam maupun umat. Baik itu dari pihak pewartamaupun dari pendengar. Cukup banyak orang mengatakan bahwa umat atau pendengarrupanya dapat mendengarkannya tetapi tidak mengerti. Ini dipandang sebagaisalah satu penyebab mereka mengantuk. Dua kemampuan intelektual ini, mendengardan mengerti, sama-sama berperan penting dalam pertumbuhan kejiwaan,kerohanian, dan hidup sosial seseorang. Mendengar merupakan kegiatan yang ditopang oleh indra telinga, oleh karenaitu harus menjadi yang pertama menerima pesan yang datang. Kegiatan ini samaseperti melihat dengan mata dan merasakan dengan kulit. Pesan yang datang dandidengar masih mentah. Kita merasakan sentuhan seperti terkena air pada kulitkita. Perasaan ini belum berarti apa-apa sebelum ia diproses di dalam otaksehingga menjadi sebuah pikiran. Di sini baru bisa terjadi pemahaman ataupengertian. Sebuah pengertian baru dibuat dari proses mendengar yang kemudiandiolah oleh pikiran, yang akhirnya membentuk sikap, perilaku dan cara hidupyang baru pula. Itulah sebabnya Yesus sangat tegas mengatakan bahwa seorang pribadi yangbaik ialah ia yang dapat mendengar dan mengerti Sabda Tuhan yang disampaikankepadanya. Kalau ia hanya mendengar, ia baru setengah baik. Ia juga tidak bisalangsung mengerti jika belum mendengar Sabda itu. Orang seperti ini diumpamakansebagai tanah yang baik, yaitu kemampuannya untuk mendengar dan mengerti secarabaik, sehingga ketika Sabda Tuhan datang kepadanya Sabda itu akan tumbuh danberbuah banyak di dalam hidupnya. Dalam proses mendengar dan mengerti itu kita mesti dapat menghindaribeberapa hal ini: hati dan pikiran kita seperti jalanan besar dan kecil di manasabda Tuhan jatuh di situ lalu burung dan ayam datang memakannya, akhirnyasabda Tuhan tidak tumbuh. Kita juga seperti bebatuan dengan tanah tipis diatasnya, di mana sabda Tuhan tumbuh tapi tidak berakar, akhirnya layu ketikakena panas matahari dan mati. Hati dan pikiran kita seperti duri-duri dan semakbelukar, di mana sabda Tuhan akan terhimpit dan terancam mati. Denganmenghindari semua itu, yang tinggal adalah diri kita sebagai tanah yang subur. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Allah maha kuasa, jadikanlah diri kami tanah subur supayaSabda-Mu bertumbuh subur dan akhirnya berbuah melimpah. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-16 masa biasa, 22 Juli 2026, Pesta St. Maria Magdalena, Wanita Kudus

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 21, 2026 9:47


Dibawakan oleh Maria Belino Lasar dari Paroki St. Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Kidung Agung 3: 1-4a; Mazmur tg 63: 2.3-4.5-6.8-9; Yohanes 20: 1.11-18.MENGAMBIL BAGIAN DALAM CINTA KASIH KRISTUS Renungan kita pada hari ini bertema: Mengambil Bagian Dalam Cinta KasihKristus. "Mengapa kitab suci berkata bahwa cinta kasih itu menuntut?"Pertanyaan ini dari seorang pemudi terhadap pacarnya yang selalu mengantar danmenjemputnya setiap kali pergi dan pulang dari kerja. Pemuda itu menjawabsingkat, "Kalau seseorang didorong oleh cinta, maka ia bahagia untukmelalukan apa yang bertujuan untuk kebaikan. Ia tidak terpaksa untuk melakukanitu." Benar sekali, hubungan mereka tumbuh dengan baik dan indah.  Hari ini kita memperingati Santa Maria Magdalena. Ia adalah seorangperempuan Yahudi pada zaman Yesus dikenal sangat dekat dengan Yesus. Ia adalahorang pertama yang menyaksikan Yesus bangkit. Hubungan yang amat dekat inidapat menjadi pembelajaran cinta bagi kita. Patokan kita ialah cinta kasihYesus, yaitu persembahan diri bagi kebaikan dan keselamatansahabat-sahabat-Nya.  Pada saat dan waktu yang tepat perbuatan cinta itu menuntut. Sebagianbesar, mungkin 90 persen, cinta itu mendorong seseorang untuk mencintai,sementara sisanya 10 persen mungkin berisi keraguan, takut, malu, bingung, dankurang paham. Maria Magdalena membalas semua cinta kasih Yesus dalam kondisiyang tidak sempurna. Puncaknya ialah ketika ia ketakutan dalam mencari jenazahYesus di makam, dan agak sulit mengenali Yesus yang bangkit sebelum Yesussendiri memanggil namanya. Dalam situasi seperti inilah, cinta itu cenderungmenuntut, yang dengan itu memengaruhi supaya Maria segera mengakui bahwa ituadalah Tuhan yang bangkit. Maria Magdalena tentu sudah belajar banyak tentang cinta kasih Kristus.Dalam aneka perbuatannya setelah mengikuti Kristus, ia ungkapkan cinta kasihitu yang telah diambil dari Gurunya. Umumnya, ia memiliki kesetiaan dalammengikuti Kristus hingga mendampingi-Nya saat Gurunya itu wafat di salib, laluia bersedih mencari-Nya di makam dan akhirnya menemukan Dia. Namun yang palingmenonjol aspek cinta kasih yang diambil dari Yesus Kristus ialah ia sungguhmemiliki suka cita, keberanian, semangat, kebenaran dan ketulusan untukmewartakan kepada rekan-rekannya, bahwa “Aku telah melihat Tuhan”.  Dengan bertindak seperti ini, Maria Magdalena ingin menginspirasi pararasul dan kita semua yang mendengarkan firman ini, seolah-olah menantang kita:ayolah, aku sudah ambil bagianku dari cinta kasih Guru kita, Yesus Kristus,maka kini giliran kalian untuk mengambil bagian dari cinta kasih Yesus itu.Jangan biarkan keharuman cinta kasih Yesus Kristus itu sia-sia saja, tanpadisukai dan diambil. Pertanyaan sebagai tantangan dan refleksi bagi kita ialah:Anda cocok untuk aspek cinta kasih apa yang dapat Anda ambil dari YesusKristus? Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Terima kasih ya Tuhan Yesus Kristus atas diri-Mu danajaran-Mu tentang cinta kasih. Kuatkanlah dan penuhilah kami dengan cintakasih-Mu itu. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-16 masa biasa, 20 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 19, 2026 7:37


Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Mikha 6: 1-4.6-8; Mazmur tg 50: 5-6.8-9.16bc.17.21.23; Matius 12: 38-42.KETIDAKSETIAAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ketidaksetiaan. Ada seorang lelakimendapat tugas dari perusahaan untuk bekerja jauh dari rumah dan di luar kotaselama tiga sampai enam bulan. Selama waktu tersebut ia tidak kembali ke rumahdan keluarganya. Komunikasi dengan sang istri dan anak-anaknya tetap dilakukanmelalui pesan-pesan singkat online dan telepon video.  Pada saat ia kembali ke rumah setelah tugas tersebut, hampir semua keadaandi rumah normal dan baik, kecuali dua anjing kesayangannya yang sudah tidakakrab lagi dengannya. Kedua anjing sangat tidak menghiraukannya, meskipun iaingin bermain-main dengan mereka. Anak bungsunya yang berusia delapan tahunberkata kepadanya: "Masalahnya Bapak sudah lama tidak dekat dan bermaindengan mereka, maka mereka menjadi asing dengan Bapak."   Banyak faktor di dalam hidup kita yang menjadi penyebab sikap tidak setiadi antara kita, dan salah satunya ialah orang-orang tidak dekat satu sama lain,tidak berkomunikasi, tidak ada berita dan tidak ada jalinan perhatian di antaramereka. Hal ini juga terjadi antara manusia dengan Tuhan Allah. Ada sejarahpanjang dan banyak tentang manusia yang tidak setia dengan Tuhan yang berakibatpada hukuman dijatuhkan kepada mereka yang tidak setia. Tuhan Yesus diutus Bapake dalam dunia untuk mengembalikan mereka kepada kesetiaan dan iman yang benar.Umat beriman, dan khususnya Israel diharapkan sebagai yang pertama memperbaikihubungan yang telah rusak ini. Tetapi mereka malah tidak mau mengenal dan mengakui Yesus. Mereka memintatanda-tanda yang menurut mereka harus membuat mereka percaya. Ini yang membuatYesus melawan mereka dengan tegas. Mereka dengan terang-terangan melawan Tuhandengan menolak dan tidak mengakui bahwa Yesus adalah wujud Allah sendiri yangmereka percaya. Ini adalah dosa ketidaksetiaan yang amat besar. Mereka lebihmemilih materi, uang, posisi, kenikmatan daging, status sosial, ketenaran, laluTuhan dilupakan. Menurut Yesus sendiri, dosa ini adalah dosa melawan Roh Kudus,dan tidak dapat diampuni.  Godaan untuk menyangkal Tuhan dengan menjadikannya bukan utama danprioritas di dalam hidup kita sungguh sangat besar. Pada umumnya ada tigagodaan besar yang mengancam kita setiap saat dan di mana saja, yaitu harta,kekuasaan dan nafsu kedagingan.  Nubuatnabi Mikha mengatakan bahwa kita perlu tulus tentang diri kita: apakah kitadapat mengalahkan godaan itu atau sebaliknya kita yang selalu dikalahkanolehnya, karena dunia di sekeliling kita menjadi saksinya. Kalau kita tetapbersama Tuhan dan memberikan diri untuk dibimbing Roh Kudus, kita yangmengalahkan godaan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Tuhan maha kuasa, semoga Roh-Mu membantu kami untuksenantiasa setia di jalan Putra-Mu Yesus Kristus, dan jauhkanlah kami darisegala godaan yang menyebabkan kami semakin jauh dari jalan-Mu. Salam Maria,penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-15 masa biasa, 14 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 13, 2026 10:17


Dibawakan oleh Wilibroda Gunung Lajar dari Paroki Santo Arnoldus Jansen Waikomo di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Yesaya 7: 1-9; Mazmur tg 48: 2-3a.3b-4.5-6.7-8; Matius 11: 20-24.MENGATASI KEKECEWAAN  Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengatasi Kekecewaan. Ada seorangremaja bernama Anto, ingin mengisi waktu di luar sekolah dengan latihan sepakbola. Ia mendaftarkan diri ke salah satu sekolah bola di dekat tempat iatinggal. Namun setelah dua minggu berlatih, ia berhenti dan pindah ke sekolahbola yang lain. Alasannya ialah bahwa ia sangat kecewa karena di sana tidak adasuasana saling memberi apresiasi dan mendukung kreativitas. Anto memiliki bakatbermain yang bagus tetapi ia tidak mendapat dukungan dari pelatih danteman-teman.  Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang menjadi kecewa dan dalamrenungan ini kita menyoroti faktor tidak ada apresiasi dan rasa bangga ataskebaikan dan kualitas yang kita miliki. Apresiasi adalah sama denganpenghargaan, mengindahkan, menghormati, mendukung dan memberikan perhatian.Ungkapan lain untuk ini ialah bersyukur. Orang yang bersyukur adalah dia yangmenghargai kebaikan dan kebenaran dan hidup di dalamnya. Bacaan-bacaan hari ini memberikan kita contoh pengalaman kekecewaan. Allahmengungkapkan kekecewaan atas Yerusalem bersama penguasa dan penduduknya, yangtidak mengandalkan kekuasaan Tuhan yang maha tinggi untuk menjaga dan membelamereka dari gangguan bangsa lain. Mereka kurang percaya kepada Tuhan, dandikuasai rasa takut serta ingin lari dari gertakan musuh. Yesus Kristus kecewaatas kota-kota yang telah menerima pengajaran dan kekuatan dari-Nya tetapimereka tak punya niat untuk bertobat. Menyertai rasa kecewa itu, Yesusmemberikan penegasan bahwa hukuman sudah disiapkan bagi mereka pada waktupenghakiman yang terakhir. Kita selalu menunjukkan rasa kecewa karena tidak ada apresiasi dan tidakada sikap bersyukur ini dalam berbagai bentuk seperti marah, teguran,peringatan bahkan perlawanan yang keras. Tak ada salah tentang ini. Yangpenting adalah ini sebagai tindakan untuk menyadarkan, mengingatkan dan membawaorang kembali kepada sikap bersyukur dan memberikan apresiasi. Kita selalumemiliki cara-cara seperti koreksi persaudaraan atau protes dengan cara sepertiyang dibuat oleh Anto tadi, supaya suasana hidup bersama yang kacau kembalimemberikan rasa betah  dan salingmenerima satu terhadap yang lain.    Lalu apa yang perlu dihindari dari sikap kecewa ini? Yang perlu kitahindari ialah kekecewaan yang mendorong seseorang untuk balas dendam, rencanajahat, atau menciptakan konflik dan perang. Ada kekecewaan yang konstruktifyang berguna untuk memperbaiki keadaan yang tidak beres dan kacau, dan ada jugakekecewaan yang menjurus destruktif, yaitu mendatangkan masalah yang lebihburuk. Jika kita selalu menggunakan kekecewaan kita yang konstruktif berartikita berkontribusi untuk memperbaiki dan membarui kehidupan kita.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Bapa maha kuasa, kami bersyukur atas kebijaksanaan-Muuntuk menerangi jalan hidup kami, terutama ketika kami kecewa, sakit hati danputus asa. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-14 masa biasa, 11 Juli 2026, Peringatan Santo Benediktus, Abas

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 10, 2026 8:46


Dibawakan oleh Aloysius Langoday dan Nelti Cornelia dari Paroki Santo Fransiskus Asisi Lamahora, Dekenat Lembata di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Yesaya 6: 1-8; Mazmur tg 93: 1ab.1c-2.5; Matius 10: 24-33.MEMILIH KERAJAAN ALLAH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Memilih Kerajaan Allah. Ada seorangpemuda ingin menikah karena usianya sudah dianggap cukup, yaitu 35 tahun. Iaberbicara kepada ibunya tentang rencana ini. Ibu bertanya tentang siapasebenarnya gadis pilihan putranya itu. Di situlah pokok masalahnya. Pemuda itubingung untuk memilih satu dari dua gadis yang menurutnya sama-sama penting danberharga baginya. Ia menjelaskan semua ciri kedua gadis itu kepada ibunya. Tetapi sang ibu yang memiliki intuisi lebih tajam, menghilangkankebingungan putranya dengan mengatakan bahwa dari dua gadis itu, ia harusmemilih gadis yang memiliki sikap rela berkorban. Apa saja yang ada padadirinya harus dapat dipersembahkan demi pasangan hidupnya. Maka konsekuensinya,putranya harus meninggalkan gadis yang bersikap posesif. Tanda seseorang yangposesif ialah ia sangat menuntut untuk diperhatikan, dipentingkan, atau diberitempat sangat istimewa. Pemuda itu akhirnya dapat mengambil keputusannya yangtepat dengan pilihan gadis idamannya untuk dijadikan pasangan hidupnya.  Kerajaan Allah sudah ada bersama Tuhan Allah sendiri dan menjadi kenyataandengan kedatangan Yesus Kristus ke dunia. Pusat kerajaan Allah itu ialah TuhanYesus Kristus dan seluruh karya-Nya kepada umat manusia. Ciri utama kerajaanini ialah penuh dengan karya rohani, pengorbanan dan persembahan diri dengantujuan terbesar ialah menyelamatkan umat manusia dari dosa dan kematian.Kerajaan ini ingin menyatukan semua umat manusia menjadi warganya. Kerajaan dunia penuh dengan ciri-ciri hidup duniawi dengan tanda utamanyaialah kedagingan dan materialisme. Oleh karena itu sikap manusia yang sangattepat untuk ini ialah posesif, dengan mengambil dan memilikinya. Setiap pribadimanusia memiliki sikap alami untuk terikat dengan dunia ini. Jika sikap inimenjadi sangat dominan maka dari sinilah dimulai persaingan dan konflik diantara orang-orang yang mengejar pemenuhan kepentingan dirinya sendiri. Bagi para pengikut Kristus, kerajaan Allah adalah pilihan satu-satunya demimencapai keselamatan hidupnya. Yesus adalah Guru sejati kita dan pada hari iniIa mengajak kita untuk memilih dan mengikuti Dia sampai kita menjadi sepertidiri-Nya. Kita adalah para hamba yang lemah, namun kita diberi tantangan untukdapat menjadi Tuan seperti Dia. Nabi Yesaya memberikan kesaksian tentangdirinya, bahwa meskipun ia seorang yang berdosa, ia memilih mengikuti KerajaanAllah, kemudian ia siap untuk diutus oleh Tuhan. Santo Benediktus Abas, padamasanya, memberikan alternatif Kerajaan Allah di dunia Eropa, yaitu jalanpertapaan dan hidup membiara.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan yang maha kuasa, semoga pada hari ini kami membuatdiri kami menjadi orang-orang berguna bagi sesama kami melalui kesaksiankehadiran kerajaan-Mu di dalam dunia, khususnya menjadi terang bagi orang-orangyang tersesat.  Salam Maria, penuh rahmat... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-14 masa biasa, 9 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 8, 2026 8:18


Dibawakan oleh Petrus Kanisius Kebaowolo dan Elisabeth Welan dari Paroki Karawaci, Gereja Santo Agustinus di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Hosea 11: 1b.3-4.8c-9; Mazmur tg 80: 2ac.3b.15-16; Matius 10: 7-15.MENERIMA DENGAN CUMA-CUMA, MEMBERI JUGA CUMA-CUMA                          Tema renungan kita pada hari ini ialah: Menerima Dengan Cuma-Cuma, MemberiJuga Cuma-Cuma. Ada seorang bocah kelas 5 SD bertanya kepada ibunya: "Ma,mana yang duluan, memberi atau menerima?" Ibunya langsung menjawab,"Yang jelas memberi." Kata anak itu, "Kalau begitu berikan akuuang untuk membeli mainan." Kita semua sepatutnya setuju bahwa memberimemang yang pertama, karena hal ini adalah tindakan Tuhan terhadap kita. Hidupkita sebagai manusia dan karunia iman yang kita miliki adalah pemberian Tuhan.                                                                                                 Di dalam Injil hari ini, tugas perutusan Yesus kepada para rasul ialahuntuk memberi, yaitu membawa nama Yesus kepada setiap orang dan menghadirkankerajaan-Nya untuk menyejahterakan mereka jiwa dan raga. Lalu pesan Yesuskepada mereka: Kalian telah menerima semua dari-Ku sebagai karunia cuma-cuma.Maka ketika kalian memberikan semua itu, harus juga dengan cuma-cuma. Contoh,para rasul mendapatkan pengetahuan tentang Allah dan rahasia-Nya secara gratis,maka mereka hendaknya mewartakan itu dengan gratis pula. Mereka tidak bolehmengambil keuntungan apa pun kegiatan pewartaan itu. Rahmat dan karunia yang gratis ini sejak dahulu sebelum zamannya pararasul, telah dialami oleh bangsa Israel yang mendapat segala perbuatan baikAllah yang membela, memelihara dan membesarkan mereka. Bahkan, menurut NabiAmos, ketika bangsa ini sangat menderita sebagai tawanan di Babel, Tuhan Allahjuga berbelas kasih kepada mereka. Tuhan mengangkat semua bentuk hukuman kepadamereka dan kembali mengasihani mereka. Oleh karena itu mereka harus mengikuticontoh dari Tuhan untuk selalu berbuat baik pertama-tama di antara mereka dankemudian kepada bangsa-bangsa lain. Menerima cuma-cuma dan memberi juga cuma-cuma merupakan cara kita meniruTuhan Yesus. Kita juga meniru Bunda Maria, Santo Yusuf, para rasul, santoPaulus, Yohanes Pembaptis dan semua orang kudus lainnya. Orang tua kita sendirijuga telah menjalani gaya hidup ini, karena mereka memberikan segala sesuatudemi kita masing-masing dan tak pernah mereka meminta balasan atau bayaran.Justru yang sangat tidak terpuji ialah jika ada anak-anak yang mestinyamembalas orang tua dengan menyenangkan mereka, tetapi sebaliknya menyusahkanbahkan menyakiti mereka sampai kematian mereka. Jadi pesan bijaksana hari ini adalah: kita hendaknya tetap dalam jalanYesus Kristus, yaitu karena kita telah menerima begitu banyak dan cuma-cumadari mana pun dan siapa pun, maka kita harus memberi dengan cuma-cuma juga.Jangan sampai terjadi bahwa kita hanya ingin untuk diberi dan dilayani sesuaidengan keinginan kita, sementara itu kita membatasi diri untuk memberi apa yangseharusnya dapat kita berikan kepada Tuhan dan sesama kita.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan dan Allah kami, kuatkanlah kami dengan Roh-Mu,yaitu semangat dalam pelayanan yang tanpa pamrih, sehingga berkat-Mu menjadinyata bagi kami.  Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-14 masa biasa, 6 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 5, 2026 7:33


Dibawakan oleh Markus Soge Purab dan Maria Fidelia B. Niron dari Stasi Santo Petrus Waowala, Paroki Santo Bernardus Abas Tokojaeng, Keuskupan Larantuka, Indonesia. Hosea 2: 13.14b-15.18-19; Mazmur tg 145: 2-3.4-5.6-7.8-9; Matius 9: 18-26.PEREMPUAN YANG DICINTAI YESUS Tema renungan kita pada hari ini ialah: Perempuan Yang Dicintai Tuhan.Yesus Kristus dari Nazareth adalah Putra Allah yang menjadi manusia. Iamemiliki semua ciri seperti manusia pada umumnya. Salah satunya ialah memilikiwanita-wanita yang berada di dekat-Nya dan yang melayani Dia. Yesus tidakmungkin hanya bersahabat atau dekat dengan kaum laki-laki.                                  Ada seorang pastor paroki mengatakan hal ini di dalam kotbahnya. SetelahMisa kudus, pastor itu ditanyai oleh beberapa orang muda yang bertemudengannya. "Siapakah perempuan yang menjadi orang yang sangat spesial atauyang sangat dicintai oleh Yesus?" Mereka berharap agar jawaban yangdidapatkan ialah seperti Maria Magdalena, Marta dan saudarinya Maria atau salahsatu nama wanita yang ditemukan namanya di dalam kitab suci. Sang Pastor berkata bahwa perempuan yang dicintai dan sangat spesial bagiYesus Kristus ialah mereka yang dipandang kecil, hina, sakit, pendosa, danjanda. Perempuan yang paling pertama ialah ibunda-Nya sendiri, yaitu BundaMaria,  Bunda kita semua. Ada banyakwanita di dalam perjanjian baru, baik yang punya nama maupun yang tidakdisebutkan namanya, yang dapat kita sebutkan.  Perempuan yang dicintai oleh Yesus memiliki ciri-ciri atau tanda-tanda yangmembuat perhatian Yesus jatuh kepada mereka. Tanda yang natural padanya ialahsebagai pribadi yang disayangi dan dijadikan pasangan yang sepadan, yang didalam istilah yang selalu kita pakai ialah istri. Simbol ini mengandung artibahwa siapa pun kita baik laki-laki maupun perempuan, jika kita menjadi tepatbagi Tuhan untuk bekerja di dalam diri kita, seperti tanah subur agar benihsabda-Nya tumbuh, maka Tuhan sungguh mencintai kita. Tanda lain pada perempuan sehingga cinta Tuhan Yesus mengalir kepadanyaialah kelemahan, kekurangan, dan sakit yang mereka alami. Pilihan Yesus selalujatuh ke orang-orang dalam kategori ini terlihat jelas di dalam kisah Injilpada hari ini, yaitu anak perempuan kepala rumah ibadat yang dipulihkan olehYesus dan seorang wanita 12 tahun menderita pendarahan yang disembuhkan olehYesus. Simbol ini mewakili kita semua yang berada dalam kesulitan, sakit, dankehilangan sesuatu atau seseorang, kita memang sangat memerlukan Tuhan Yesusuntuk menyembuhkan dan menghibur kita. Tanda yang lain dari perempuan ialah kesalehan, hati yang murni danpengorbanan diri yang ia berikan, baik kepada orang-orang yang dikasihinyamaupun kepada kehidupan pada umumnya. Santa Maria Goreti adalah gadis cilikyang mempertahankan kemurniannya, dan harus menjadi teladan bagi kita semua.Dengan mengikuti semua teladan ini, maka kita pantas mendapatkan kasih yangbesar dan sangat indah dari Tuhan Yesus Kristus. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus, buatlah kami mampu mengasihi orang laindengan kasih-Mu sendiri sehingga mereka dapat mengalami perjumpaan dengan-Mudan memuliakan Dikau. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-13 masa biasa, 4 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 3, 2026 9:13


Dibawakan oleh Onny Pakendek dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Amos 9: 11-15; Mazmur tg 85: 9.11-12.13-14; Matius 9: 14-17.GAYA PESTA DAN GAYA PUASA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Gaya Pesta dan Gaya Puasa. Seorangremaja perempuan merayakan ulang tahunnya ke-17 dengan meriah. Kebanyakan yanghadir ialah teman-teman sekolahnya, dan masing-masing membawa hadiah baginya.Keluarga juga menyiapkan hadiah spesial bagi gadis yang sebagai anak sulungdari tiga bersaudara itu. Perayaan pesta itu dirayakan di pinggir pantai dengansuasana yang sangat alami dan pada saat cuaca yang sangat cerah. Gadis itusangat bersyukur pada hari ulang tahunnya itu.  Sangat sulit memahami apalagi melaksanakan sebuah pesta atau perayaan tanpaadanya kehadiran orang-orang terkait. Sebuah pesta berisi perjumpaan,pembicaraan, cerita, makan-minum, hal-hal seremonial, bernyanyi, berjoget,bersuka-ria, santai dan menikmati kegembiraan satu sama lain. Dalam pemahamanseperti ini, jelas sekali gayanya sebuah pesta sangat berbeda dengan sebuahpuasa. Gaya pesta adalah sebuah dunia lain dari pada gaya puasa. Di dalam berpuasa, aspek terpenting di sini ialah mengalami sebuahketiadaan dan ketidakhadiran. Aspek-aspek yang menjadi bagian dari ketiadaandan ketidakhadiran ialah seperti tidak makan minum, tak ada suasana suka riaseperti musik, menyanyi, joget, pekerjaan dan pertemuan. Ada suatu pemahamanbahwa Yang maha tinggi yang menjadi tujuan kegiatan berpuasa, tidak dekat dantidak hadir saat kita berpuasa. Jadi melalui puasa itu kita dapat memilikikesempatan untuk lebih fokus mencari dan menjadi dekat dengan-Nya. Perbedaan dua gaya inilah yang ditampilkan dalam bacaan Injil hari ini.Murid-murid Yohanes dan orang-orang Yahudi pada umumnya tidak menyadari bahwaYesus sebagai Tuhan sedang berada bersama mereka. Mereka menganggap Tuhansangat jauh, Ia harus dicari dan diminta kedatangan-Nya. Caranya ialah denganberpuasa. Sementara para rasul serta murid-murid Yesus sedang mengalami sukacita dan pesta karena Tuhan Yesus ada bersama mereka. Nanti ketika Yesus tidakbersama lagi dengan mereka, barulah mereka berpuasa. Bagi kita saat ini, puasa tetap penting, demikian juga pesta. Gereja telahmemberikan kesempatan yang teratur bagi kita sebagai umatnya untuk menjalankanitu sesuai dengan waktunya. Puasa personal sering menjadi pilihan ketika orangingin melakukan suatu latihan rohani tertentu. Pesta juga dilaksanakan baiksecara bersama maupun personal sebagai kesempatan merayakan kehadiran bersama,Tuhan dan manusia. Pokoknya, masing-masing dijalankan dengan baik, teratur dantak boleh dicampur-adukkan. Kita perlu saling menghormati saat ada kegiatanpesta dan puasa. Kita perlu menghindari perbuatan mengganggu dan intervensimereka yang berpuasa dan berpesta.    Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, kami ingin mengikuti dengan patuhajaran-Mu tentang berpuasa dan bermati raga, maka kami mohon semoga kamidibimbing selalu di dalam Roh-Mu untuk dapat menjalankannya dengan benar danbaik. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-12 masa biasa, 23 Juni 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jun 22, 2026 9:46


Dibawakan oleh Ester Making dan Elen Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. 2 Raja-Raja 19: 9b-11.14-21.31-35a.36; Mazmur tg 48: 2-3a.3b-4.10-11; Matius 7: 6.12-14.KETULUSAN MEMBUTUHKAN KEADILAN                        Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ketulusan Membutuhkan Keadilan. Adaseekor tikus mendapatkan keuntungan di pagi hari ketika ia menemukan makanansisa dibuang oleh tuan rumah di belakang dapur. Tikus itu memanggil beberapatemannya dan mereka bersuka ria bersama. Namun saat bahagia itu berlangsungbeberapa saat saja, karena beberapa kucing datang dan tikus-tikus itu lariketakutan. Sekarang giliran kucing-kucing memanfaatkan kesempatan untukberpesta pora. Tikus hanya bersembunyi dan melihat dari jauh. Namun pesta kucing-kucing tadi hanya sesaat dan langsung bubar karenabeberapa anjing berdatangan. Sekarang anjing yang menguasai keadaan dankucing-kucing berlari ketakutan. Yang menakjubkan ialah tikus-tikus semuanyadatang dan ikut berpesta bersama anjing-anjing. Mereka sungguh berteman dengananjing-anjing. Seekor tikus melihat dan mengejek kucing-kucing yang memandangdari jauh dengan sedih, katanya: "Sekarang kamu tahu yang sesungguhnyaterjadi. Kejahatan yang kamu lakukan terhadap kami, terjadi juga terhadap kamu.Nikmati saja kesedihanmu dan kami menikmati pesta."                                                                                                                                  Perkataan dan ejekan tikus tersebut cukup merefleksikan apa yangdigambarkan oleh Injil Matius pada hari ini. Dikatakan begini: Segala sesuatuyang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepadamereka. Kita juga bisa menempatkan pernyataan ini sejajar dengan ajaran cintakasih Kristus yang mengatakan bahwa kita ingin dicintai oleh sesama sepertikita mencintai mereka. Lalu santo Fransiskus dari Assisi meninggalkan kitawarisan rohaninya yang terkenal tentang nyanyian cinta kasih Allah. Beberapapenggalan syairnya kira-kira seperti ini: supaya dimengerti, maka Anda harus mengerti, dicintai, makamencintailah, dibantu, maka membantulah. Hal ini bukan suatu ajaran tentang balas-membalas perbuatan baik.Sebenarnya ini adalah sebuah ketulusan. Agar kehidupan kita menjadi bermakna,maka kita harus dapat berbagi dari diri kita kepada orang lain, terutama merekayang ada di sekitar kita. Misalnya kita memberikan salam atau tersenyum kepadasaudara dan saudari yang kita jumpai tiap hari. Ini adalah bagian dari hidupyang tulus. Perlakukan yang baik terhadap sesama dalam kewajaran dan berperikemanusiaan, dengan sendirinya berbuah pada kebaikan yang dilakukan orang lainterhadap diri kita. Saya telah berbuat baik kepada saudara dan saudariku,demikian juga nanti di dalam kesulitan dan kekurangan, mereka akan membantusaya. Hal ini merefleksikan kehidupan kita bersama yang memiliki keadilan.  Jika ketulusan kita selalu berjalan bersama dengan keadilan maka kitamemang sedang menciptakan suatu kehidupan bersama yang damai dan nyaman sepertiyang dikehendaki Tuhan dari kita.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus yang baik, penuhilah kami dengan semangat cintakasih-Mu sehingga kami dapat berbuat kasih tanpa pamrih dan rela berkorban .Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-12 tanggal 21 Juni 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jun 20, 2026 14:49


Dibawakan oleh Agata Tukan, Elen Making, Ester Making dan Novita Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Yeremia 20: 10-13; Mazmur tg 69: 8-10.14.17.33-35; Roma 5: 12-15; Matius 10: 26-33.JANGAN TAKUT Tema renungan kita pada hari ini ialah: Jangan Takut. Ada pasangan suamidan istri yang baru satu tahun menikah dan dikaruniai seorang putra. Merekamasing-masing memiliki sifat penakut sebelum menikah. Suami selalu takut dengandarah. Ia tidak bisa melihat langsung darah segar keluar dari tubuh manusiaatau binatang. Ia bahkan tidak bisa melihat langsung saat kelahiran putranya.Istri suka takut berada sendirian dan dalam tempat yang gelap. Ia selalumemiliki saudara dan teman yang menemaninya setiap saat. Tetapi setelah kelahiran anak pertama mereka, mereka berdua memutuskanuntuk meninggalkan kebiasaan memiliki rasa takut yang sebenarnya tidak perlu.Keputusan itu memiliki motivasinya pada pendidikan dan pertumbuhan anakpertamanya dan nanti pada anak-anak yang akan lahir. Mereka sangat menyadaribahwa apa yang ada pada orang tua dan yang mereka lakukan akan diterapkankepada anak-anak. Kalau orang tua suka takut yang tidak beralasan, mereka akanmempengaruhi anak-anak bersikap yang sama. Tuhan Yesus mengajarkan kita supaya jangan takut, sebagai bagian daripewartaan Injil-Nya. Ia ungkapkan perintah ini untuk menguatkan iman kitakepada-Nya. Demi tujuan ini, perintah tersebut ia sampaikan sebanyak 365 kali.Kalau satu tahun ada 365 hari maka setiap hari memiliki satu perintah atauperingatan "Jangan takut" yang harus kita jalankan. Mengapa perintah "Jangan takut" ini sangat penting bagi kita?Karena ini adalah kehidupan nyata Tuhan Yesus Kristus sendiri. Ia sendiri tidaktakut kepada siapa pun dan apa pun yang berhubungan dengan dunia dan manusia.Ia bahkan tidak takut dengan kematian-Nya sendiri. Ia ingin supaya kitamengikuti teladannya. Percuma Ia memerintah kita melakukan, tetapi Ia sendiritidak menjalankannya. Apa yang dilakukan oleh Yesus, dilakukan juga oleh nabiYeremia dan Santo Paulus. Dan kita semua berusaha di dalam iman untukmenjalankannya juga. Perintah Tuhan "Jangan takut" dimaksudkan untuk mencegah kitatidak begitu gampang menjadi takut. Perintah ini adalah yang paling seringdilanggar, karena secara kodrati kita manusia adalah bangsa penakut. Kitamewarisi rasa takut dari manusia pertama yang telah jatuh ke dalam dosa. Kitajuga memiliki sifat binatang penakut ketika lingkungan hidup  kita diganggu oleh pihak yang lain. Di dalam dunia ini dan khususnya di sekeliling kita ada begitu banyakcobaan dan ancaman musuh, baik yang kelihatan maupun yang tidak. Maka TuhanYesus meyakinkan kita untuk tidak usah takut, karena ia memimpin hidup kita.Kalau hidup kita sungguh bersama Dia, ketakutan menjadi tidak mungkin. Marilah kita berdoa.Dalam nama... Ya Yesus, semoga dengan perayaan hari Minggu ini, kama dapatmengalahkan semua ketakutan di dalam dunia ini dan memberikan rasa nyaman satuterhadap yang lain. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-11 masa biasa, 19 Juni 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jun 18, 2026 7:37


Dibawakan oleh Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Hati Tersuci Maria Keuskupan Maumere, Indonesia. 2 Raja-Raja 11: 1-4.9-18.20; Mazmur tg 132: 11-12.13-14.17-18; Matius 6: 19-23.ARAH HATI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Arah Hati. Mujizatyang terjadi pada manusia tidak terlepas dari doa-doa yang kita panjatkan. Kitamemperoleh keuntungan jasmani dan rohani berkat doa-doa kita. Melalui doa danjalinan relasi dengan Tuhan, terjadilah suatu arah hati manusia kepada Tuhan.Doa yang tidak disertai dengan arahan hati, pikiran, dan jalinan cinta denganTuhan akan menjadi doa yang sesat. Di luar waktu, tempat dan suasana doa, arah hati kita bisake mana saja mengikuti keinginan hati. Biasanya yang sangat umum menjadi tujuanperhatian keinginan hati manusia ialah kekayaan dunia. Seorang pemuda sedangberjudi bola pada saat terjadi perhelatan sepak bola piala dunia  tahun ini. Ketika ia sedang menghadiri Misapada hari Minggu, seluruh perhatian dan kecondongan hatinya ialah kemenangantim favoritnya. Misa Kudus itu sebenarnya tidak bernilai bagi dia pada  saatitu. Ini adalah sebuah contoh arahan hati yang sebenarnya kepada Tuhan, tetapi bisa dengangampang berubah arahnya kepada peristiwa dan kenikmatan duniawi. Pada hari iniSabda Tuhan memberi peringatan bahwa kekayaan duniawi dan harta milik banyakkali menjadi ancaman untuk ketenangan dan kedamaian hati kita. Kita akan mudahsekali terbawa dan termakan oleh keinginan untuk terus mencari, mendapatkan danmemilikinya. Banyak dari kita berpikir bahwa setelah kita memiliki semua itukita akan menjadi aman dan tenang.  Yesus mengatakan bahwa cara hidup seperti inimemperhambakan dan membodohkan. Harta milik, uang, dan kepentingan duniawimemang kita perlukan, tetapi bukan untuk menggantikan arahan hati kita kepadaTuhan. Semua itu tidak mungkin kita bawa setelah kematian di dunia ini. Hartadan tujuan surgawilah yang harus menjadi fokus perhatian dan keseriusan kita. Dengan firman pada hariini Tuhan berkenan membuka hati, budi dan kehendak kita untuk menimbun danmemperbanyak harta surgawi kita.  Harta surgawi kita tidak mungkin tersimpan di bank sepertiuang dan harta dunia. Suatu saat bank itu dibobol atau terkena kecelakaan maka harta dunia akan hilang. Tetapi harta surgawi sepertihidup rohani, hubungan dengan Tuhan, ajaran Tuhan, semangat pelayanan dan kasihyang tersimpan di dalam kerajaan Allah, tidak mungkin hilang. Harta itu yangmenemani kita setelah kematian nanti. Kalau Anda ditanya: di manakah hartamu?Atau ke mana arah hatimu? Sebagai pengikut Kristus, jawabannya harus menjadi:harta surgawi. Peristiwa pemusnahan kekuasaan Baal yang dikisahkan dalam bacaanpertama hari ini memperkuat keyakinan kita bahwa Kerajaan Allah yang berdiritegak di dunia harus dapat mempertahankan harta surgawi kita di dunia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, semoga hati kami selalutertuju kepada-Mu dan akhirnya beristirahat di dalam Dikau selama-lamanya.Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-11 masa biasa, 15 Juni 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jun 14, 2026 8:23


Dibawakan oleh Onny Pakendek dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. 1 Raja-Raja 21: 1-16; Mazmur tg 5: 2-3.5-6.7; Matius 5: 38-42.RAHMAT DAN BELASKASIH MENGATASI KEADILAN Renungan kita pada hari ini bertema: Rahmat dan Belas Kasih MengatasiKeadilan. Ada seorang pemuda bernama Julio yang mempunyai dua adik perempuan.Kedua adiknya itu selalu bertengkar biarpun atas hal-hal yang sepele. Julioyang sedang kuliah itu menyadari bahwa tugasnya sebagai kakak tidak sekedarmenengahi kedua adik kesayangannya, tetapi mengajarkan mereka tentang salingmenghormati dan mengasihi. Ia selalu menasihatkan mereka dengan mengatakan:"Kalian tidak cukup bersikap adil satu terhadap yang lain, tetapi harusada kasih yang melebih perlakuan yang adil".  Sebenarnya yang diperbuat Julio adalah perbuatan Tuhan Yesus sendiri. TuhanYesus adalah sumber rahmat, kerahiman dan belas kasih yang melengkapi hukum didunia yang berdasarkan keadilan. Kita manusia memang membutuhkan keadilan.Keadilan adalah keutamaan sekaligus peraturan. Sebagai keutamaan berarti yangadil ialah sesuai hak dan kewajiban setiap orang yang terjamin. Sebagaiperaturan, keadilan menuntut adanya hukuman bagi yang bersalah dan pujian atauimbalan bagi yang benar. Fungsi keadilan dalam memberikan hukuman yang setimpal, memiliki celakelemahan, sehingga Yesus bekerja untuk menutupinya. Kalau tidak ditutupi ataudiatasi, maka hukum mata ganti mata, gigi ganti gigi tidak akan pernahberhenti. Yesus menggunakan rahmat, kerahiman dan belas kasih untuk mengatasikekurangan keadilan di dunia. Inilah yang disebut misericordia, yaitu ada pengampunan dan terjalin rekonsiliasisehingga tercipta kedamaian. Di dalam damai orang-orang menerima satu sama laindan saling melengkapi. Peristiwa yang terjadi terhadap Nabot, baik harta maupun jiwanya sendiriyang dihabiskan oleh penguasa yang jahat, merupakan sebuah contoh ketidakadilanyang ada di dalam dunia ini. Orang atau golongan yang kecil dan lemah selalukalah. Bagi Yesus dan kita semua pengikut-Nya, jika ketidakadilan ini tidakdihentikan, membalas dendam dan kebencian akan tumbuh subur. Untuk menghentikanini, diperlukan hukum cinta kasih yang tentu saja melampaui rasa keadilan.Ketika seseorang diampuni dan diterima, maka ia bukan lagi dilihat sebagaipendosa atau pembuat kekacauan tetapi seorang yang baru. Mungkin saat ini kita mengalami betapa sulitnya menyelesaikan masalahdengan pengampunan dan belas kasih, tetapi bukan berarti hal ini tidak mungkinkita lakukan. Mengampuni, menanggapi dengan senyum, tenang, diam dan bahkanmendoakan mereka yang telah berbuat tidak adil atau jahat terhadap kita, bukansuatu tindakan dari titik nol. Kita bukan baru mau belajar dan berlatih untukmengampuni. Kita sudah dikaruniai Tuhan untuk melakukannya. Kita hanya perlukeberanian, konsistensi dan semangat untuk mewujudkannya.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan Yesus Kristus, tambahkanlah keberanian dan kuatkanlahkonsistensi kami untuk melakukan belas kasih dan pengampunan sesuai yang Engkauinginkan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-8 masa biasa, 30 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 29, 2026 8:53


Dibawakan oleh Angela Efrasia Netty dari Paroki Curug, Gereja Santa Helena di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yudas 17: 20b-25; Mazmur tg 63: 2.3-4.5-6; Markus 11: 27-33.PELIHARALAH DIRIMU DI DALAM KASIH ALLAH Renungan kita pada hari ini bertema: Peliharalah Dirimu DiDalam Kasih Allah. Seseorang baru dapat memberi atau berbagi dari dirinya kalauia memiliki sesuatu. Ia tidak mungkin memberikan sepiring nasi atau selembaruang dua puluh ribu kepada seorang sesamanya, kalau ia tidak punya nasi atauuang. Demi menunjang semangat Kristen dalam berbagi rahmat Allah, para pengikutKristus harus memiliki rahmat Allah yang banyak. Rahmat tidak akan habis karena sumbernya dari Tuhan Allah.Untuk menjamin kalau kekayaan rahmat Tuhan senantiasa hadir di dalam diriseseorang, caranya ialah ia harus selalu memelihara dirinya di dalam rahmatkasih Allah. Ironisnya ialah banyak di antara kita karena demi semangatpelayanan dan untuk suatu kepentingan yang tidak tulus, mereka memilih memberiperhatian atau memelihara iman orang lain.  Dengan kata lain, ada suatu kecenderungan kita untukmengurusi hidup rohani orang lain. Kita ikuti mereka terus-menerus dalambagaimana mengusahakan hidup yang saleh, hidup penuh kasih, dan hidup dalampersekutuan. Biasanya orang-orang yang menganggap dirinya sudah dewasa dansudah sedikit maju dalam pengetahuan iman melakukan hal ini. Akibatnya merekatidak mempunyai kesempatan dan kemauan untuk memelihara diri sendiri terkaitdengan hidup di dalam kasih Allah. Mereka yang dalam golongan ini menganut gayaaktivisme. Pemeliharaan diri di dalam kasih Allah berangkat dariprinsip bahwa Tuhan Allah sendiri berkuasa menjaga kita supaya kita tidaktersandung dan tidak dikuasai sepenuhnya oleh kuasa kejahatan. Surat RasulYudas dalam bacaan pertama menegaskan menegaskan supaya setiap orang berimanmendasarkan dirinya di atas iman yang suci dan senantiasa memelihara diri didalam kasih Allah. Dengan mendapatkan kebijaksanaan Tuhan, kita akan dikaruniairahmat kegembiraan untuk menantikan kemuliaan-Nya yang akan dinyatakan secarapenuh. Selanjutnya kita sendiri yang memelihara rahmat yang sudahdicurahkan kepada kita. Cara yang paling mendasar ialah kebutuhan akan kekuatanrahmat Tuhan supaya mengisi diri kita, bagai jiwa yang haus akan Tuhan danrindu untuk dipuaskan oleh Tuhan setiap waktu. Jika sikap kita hanya menunggudengan pasif, bisa saja kesiapan kita akan datangnya rahmat itu sangat minim.Tetapi ketika ada kebutuhan dan kemendesakan, kita akan sangat bergembira dansiap untuk dicurahkan rahmat dari Tuhan. Berharap dan meminta dengan kesukaanyang tinggi harus kita lakukan. Kita dapat memelihara diri sendiri dalam kasih Allahmelalui semakin banyak perbuatan kasih. Setiap perbuatan kasih yang kitalakukan harus tetap bersumber pada nama dan kuasa Yesus Kristus yangmenghadirkan Allah yang maha tinggi. Tanpa bersumber pada kuasa Tuhan, setiapperbuatan kasih kita bakal kehilangan legitimasi dan pengaruh rohaninya bagiorang lain. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, semoga kami tekunmemelihara diri kami di dalam kasih-Mu dan senantiasa berbagi kasih itu kepadaorang-orang di sekitar kami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-8 masa biasa, 25 Mei 2026, Peringatan Santa Perawan Maria Bunda Gereja

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 24, 2026 8:08


Dibawakan oleh Hartini dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Kejadian 3: 9-15.20; Mazmur tg 87: 1-2.3.5.6-7; Yohanes 19: 25-34.KARUNIA SEORANG IBU Tema renungan kita pada hari ini ialah: Karunia Seorang Ibu. Pada suatuhari Minggu yang jatuh pada "Hari Para Bapak" sedunia, imam yangmemimpin Misa mengundang para bapak untuk maju ke dekat altar sebelum berkatpenutup Misa. Mereka didoakan dan diberkati khusus oleh imam. Pada waktu ituada tiga bapak menangis haru dan terlihat oleh imam yang sedang mendoakanmereka.                                      Imam itu bertemu mereka di luar gereja setelah misa selesai. Satu persatudari mereka ditanyakan alasan mereka menangis waktu berada di depannya. Merekasemua menjawab bahwa istrinya memaksa mereka maju ke depan dengan ancaman yangberbeda-beda. Kalau mereka tidak mau maju, sanksi akan diberikan tanpa ampun.Yang satu diancam tidak boleh masuk rumah setelah kembali dari misa. Yang laindiancam tidak ditemani kalau diajak untuk pergi berdua. Yang lain lagi diancamtidak disiapkan makanan favoritnya.  Ancaman-ancaman ini sungguh serius. Seorang istri dan ibu adalah kunci bagirumah, makanan dan relasi. Jika ketiga unsur ditiadakan, bagaimana jadinyadengan seorang suami dan bapak, bahkan kehidupan kita yang sesungguhnya! Ketigabapak yang menangis seharusnya bukan karena istri mereka galak, tetapisesungguhnya mereka sangat sedih dan sakit untuk kehilangan bagian kehidupanyang dibawa dan dihidupi oleh para istrinya. Jadi para istri atau wanita iniadalah representasi dari kebaikan Allah untuk melawan semua bentuk kejahatanyang ingin merusak dan membinasakan kehidupan. Kita berbahagia di hari peringatan Bunda Maria sebagai Bunda Gereja ini,yang merupakan perayaan untuk menghormati dan memuliakan peran ke-Ibuan untukseluruh Gereja. Pada prinsipnya Gereja disebut ibu dengan alasan palingkentara, ialah karena Bunda Maria dipercayakan oleh Putra-nya sendiri, YesusKristus yang adalah kepala Gereja, sebagai bunda Gereja. Yesus nyatakan itusecara langsung dan pribadi ketika Ia bergantung di atas salib dan sesaat lagiakan wafat. Ia berkata kepada seorang murid yang dikasihi-Nya: “Inilah ibu-mu”! Gereja sebagai ibu memiliki tanggung jawab maha penting untuk melindungidan mengarahkan setiap anggotanya ke jalan keselamatan. Maria tentu bekerjasama dengan Yesus Kristus, sang Kepala Gereja, untuk membuat Gereja dan seluruhanggotanya hidup dalam iman, kasih dan pengharapan yang kuat. Sebagai ibu,Maria menjiwai seluruh Gereja sepanjang jalan tersebut. Meskipun ancaman setandan musuh-musuh tak pernah berhenti untuk mencelakakan dan menghancurkanGereja, ibu Gereja memiliki kekuatan untuk bertahan dan melawannya. Perlawananitu tidak pernah berhenti selama dunia ini masih berputar, seperti yangdiwartakan oleh bacaan pertama hari ini. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah, semoga Bunda Maria selalu bersama dengan kami didalam segala kesulitan kami, khususnya dalam saat-saat kesulitan dan ancamanmusuh yang mematikan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-7 Paskah, 23 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 22, 2026 8:26


Dibawakan oleh Novy Laurens dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Katedral di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 28: 16-20.30-31; Mazmur tg 11: 4.5.7; Yohanes 21: 20-25.CAMPUR TANGANYANG DIPERLUKAN Renungan kita pada hari ini bertema: Campur Tangan Yang Diperlukan. Adaseorang bocah laki-laki berusia 7 tahun sedang bermain sepeda. Ia melajukansepedanya dengan kencang melalui lorong-lorong kecil di sekitar rumah, sebelumkembali ke halaman rumah. Pada saat hendak memasuki halaman ia kehilangankeseimbangan sehingga terjatuh di got. Ia berhasil keluar dari got tetapi iatidak bisa mengangkat sendiri sepedanya dari dalam got. Ia tidak menangis dan berusaha menahan sakit. Kemudian ia hanya diam danterus memandang sepedanya di dalam got itu. Ia tidak mau berteriak kepadabapaknya yang ada di samping rumah dan sedang mengerjakan sesuatu karena iatakut dimarahi. Ketika bapak tahu bahwa anaknya sedang menghadapi masalah, iadatang kepada anaknya. Anak itu mulai menangis saat bapaknya mendekatinya danmembantu mengangkat sepedanya dari dalam got.   Tindakan sang bapak ini adalah sebuah contoh mencampuri urusan atau campurtangan pada momen yang tepat dan benar. Anaknya sungguh sedang membutuhkansebuah pertolongan, dan pada saat itu datang tindakan turun tangan. Untuk rasulPetrus, jelas bahwa ia ditegur oleh Yesus karena ia mencampuri urusan muridlain yang dikasihi Tuhan dan urusan Yesus sendiri. Menurut Yesus, Petrusharusnya mengurusi saja dulu kepentingannya, sebelum sibuk dengan kepentinganorang lain. Dengan kata lain, momennya tidak tepat untuk campur tangan. Inijuga terjadi dengan kepentingan kekuasaan Romawi dan agama Yahudi yang salingcampur urusan atau tarik-menarik dalam penderitaan yang dialami oleh Paulussaat ia berada di Roma.  Campur tangan atas kepentingan sesama pada dasarnya memang tidak bisadihindari. Itu bagian dari memberikan perhatian. Namun supaya dapat menjadisuatu perbuatan yang sangat positif dan sebagai suatu pelayanan, mestinya kitabisa menghindari dua ekstrem yang membuat campur tangan itu menjadi tindakanyang salah dan berakibat buruk bagi kita sendiri dan orang lain. Ekstrem pertama ialah campur tangan yang tidak perlu, atau tepatnya yangberlebihan dan salah tempat dan waktunya. Seorang yang sedang gelisah dansedih, kita justru melibatkan dia dalam diskusi sesuatu hal yang membuat diabertambah kacau pikiran dan hatinya. Kedua ialah tidak berbuat apa-apa atausama sekali tidak campur tangan. Seorang teman menyesal sekali karena tidakbisa membantu rekannya, padahal sebenarnya ia bisa. Akibatnya rekan itumenderita kecelakaan lebih parah.  Jadi,dengan menghindari dua ekstrem ini tinggal satu pilihan saja, yaitu tindakancampur tangan yang diperlukan, pada waktu dan tempat yang benar, sesuai dengankebutuhan atau kepentingannya. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Dengarkanlah doa kami yang memohon kepada-Mu, ya Tuhan,supaya kami selalu saling memberikan perhatian demi meningkatkan kualitas hidupkami lebih baik dalam relasi dan kerja sama di antara kami. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-7 Paskah, 22 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 21, 2026 9:31


Dibawakan oleh Elisabeth Yunyun Sinsur dari Paroki Santo Albertus de Trapani di Keuskupan Malang, Indonesia. Kisah Para Rasul 25: 13-21; Mazmur tg 103: 1-2.11-12.19-20ab; Yohanes 21: 15-19.PEMBENARAN KITADARI TUHAN          Renungan kita pada hari ini bertema: Pembenaran Kita Dari Tuhan. Adaseorang remaja SMP bernama Thomas yang dikenal sangat nakal baik di rumahmaupun di sekolahnya. Ia sudah menerima berbagai jenis hukuman. Hampir semuaorang menganggapnya jelek. Hanya kedua orang tuanya yang masih memiliki harapanbahwa Thomas dapat berubah pada suatu waktu kelak. Ibunya berpesan, bahwa saatpergi dan pulang dari sekolah ia harus sempatkan diri masuk ke gereja danberdoa, mengingat ia selalu melewati jalan di depan gereja. Pada suatu hari terjadi keributan di kelas dan sekali lagi Thomas yangdituduh sebagai pelaku utamanya, padahal sebetulnya tidak seperti itu. Iamerasa sangat disudutkan. Semua menyalahkan dia. Ketika selesai sekolah iamasuk gereja dan berdoa. Ia berseru kepada Tuhan: "Ya Yesus, saya nakaldan saya sangat sedih dengan semua perbuatan saya. Tetapi tidak semua kesalahanberasal dari saya. Hanya saya gampang sekali dituduh melakukan semua kesalahandan kekacauan. Saya ingin menyerahkan semua ini kepada Tuhan sebagai pengadilkuyang benar, karena di dunia ini tidak semua pengadilan itu benar". Pengalaman Thomas ini adalah juga pengalaman Yesus Kristus dan Santo Paulusdahulu. Mereka tidak mendapat pembenaran dari dunia ini, maka mereka datangkepada Allah pemegang kebenaran mutlak untuk mengadukan perkara pembuktiankebenaran. Pembenaran dunia ini sungguh berlawanan dengan pembenaran Tuhan,karena perhitungan dan keputusan pengadilan di dunia ini sering dipengaruhioleh nafsu duniawi dan kepentingan sesaat manusia. Singkatnya, jika kitamempertahankan pembenaran dari Tuhan risikonya ialah kita pasti bertahan untukmenanggung penderitaan di dunia ini.  Ada juga jenis pengadilan lain yang dialami oleh Santo Petrus, rasul Yesusyang pertama. Yesus mengadili dia secara khusus. Kalau Yesus sendiri yangmengadili, maka akan langsung diketahui orang itu benar atau salah. Petrusdiinterogasi soal ketulusan, iman dan komitmennya untuk mengikuti Kristus. Ia harushadapi pengadilan itu supaya komitmennya dibuktikan dan tugas penting yang iaambil. Setiap pengadilan harus taat pada syarat fundamentalnya yaitu objektivitas.Nurani banyak orang dan publik yang membentuk objektivitas itu. Sedangkan suarasatu atau dua orang saja akan sangat subjektif dan itu tidak bisa menjadikebenaran. Iman kita mengajarkan bahwa kehendak Tuhan didapatkan melaluipendapat bersama dalam Gereja yang difasilitasi oleh para pemimpinnya. Disinilah kita mendapatkan pembenaran atas penghayatan iman kita. Misalnya, Andamendapatkan absolusi dalam pengakuan dosa yang diberikan oleh Gereja melaluiseorang bapak pengakuan, itu merupakan pembenaran bagi diri Anda. Tuhanmembenarkan kita di dunia ini melalui sarana dan tindakan Gereja. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah maha baik, tambahkanlah keberanian dan kekuatan agarkami dapat menghadapi aneka macam kesulitan dan pengaruh jahat di dalam duniaini.  Salam Maria, penuh rahmat ... Dalamnama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-7 Paskah, 21 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 20, 2026 9:36


Dibawakan oleh Agustina Maria Nawang Mulan dari Paroki Santa Maria Assumpta Klaten di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Kisah Para Rasul 22: 30; 23: 6-11; Mazmur tg 16: 1-2a.5.7-8.9-10.11; Yohanes 17: 20-26.SEMOGA KITA BERSATU Renungan kita pada hari ini bertema: Semoga Kita Bersatu.  Seorang bocah laki-laki berusia 5 tahunsedang berdoa di dalam kamarnya. Kedua orang tuanya mendengar dari luar kamarsepertinya anak itu sedang berbicara dengan seseorang. Mereka mengintip dilubang pintu, dan melihat anaknya memandang ke atas dengan kedua tangannyaterbuka. Ia berseru di dalam doanya: "Tuhan Yesus, aku sering berdoakepada-Mu, tapi aku belum pernah mendengar Engkau berdoa untuk aku. Sekarangaku ingin dengar doamu untuk aku." Bocah itu sebenarnya ingin mengetahui apakah Tuhan Yesus mendoakan kitamanusia. Ini juga sering menjadi pertanyaan dari banyak orang di antara kita.Pada hari ini bacaan Injil kita menguraikan tentang sebuah doa Yesus yangsangat spesial, yaitu ia berdoa supaya terciptalah persatuan di antara Allahdan manusia dan di antara manusia dengan sesamanya. Jadi Yesus berdoa bagisetiap pribadi kita dan semua orang yang ada di sekitar kita, semoga kitabersatu. Mengapa doa-Nya adalah semoga kita bersatu dan bukan kita harusbersatu?    Alasan paling kentara ialah bahwa Tuhan memberikan kebebasan kepada setiapmanusia untuk memilih persatuan atau memilih perpecahan. Ini sama dengankebebasan memilih untuk menaati Dia atau melawan Dia. Hidup kita adalah arenabermain dan berjuang untuk menentukan siapa yang memilih Tuhan dan siapa yangtidak. Jadi kebebasan manusia ialah karunia kodrati yang ikut menentukankondisi iman dan pertumbuhan rohani kita. Alasan lain yang mungkin kurang kita sadari ialah bahwa persiapan sebagaiunsur yang sangat penting dalam hidup kita. Doa Yesus semoga kita bersatu hendaknyamendorong kita untuk menyiapkan suatu persekutuan yang sejati di antara kitaputra dan putri Allah. Persiapan ini berguna untuk meningkatkan selera kitamerindukan suatu persatuan abadi di surga. Maka kita tidak boleh menganggapremeh atau bermain-main dengan setiap jenis persatuan yang kita bangunbersama-sama di dunia ini. Tuhan kecewa kalau kita meremehkannya. Alasan yang paling tinggi nilainya ialah bahwa Tuhan Allah itu esa dantempat Ia berdiam ialah satu saja selamanya, di surga. Untuk sampai ke sanakita harus melewati perjalanan dan proses panjang. Tidak ada permainan sulapatau transportasi kilat untuk bisa sampai di sana. Kalau seandainya tak adaproses maka cukup satu saja mujisat untuk membawa semua orang bersatu di surga.Tetapi ada prosesnya, maka kita memakai “semoga kita bersatu”.  Kita diberi karunia untuk memiliki pengharapan. Tuhan tidak menghilangkanpengharapan kita dan menggantinya dengan harus. Oleh karena itu doa-doa selaluberupa “semoga”, “kiranya” dan “akan”, sebagai tanda pengharapan kita.  Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah, semoga Roh Kudus yang diutus kepada kamimempersatukan kami di dunia ini dan mempersiapkan kami untuk persatuan yangabadi bersama-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-7 Paskah, 20 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 19, 2026 8:44


Dibawakan oleh Fanny Hartono dari Paroki Gembala Yang Baik di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Kisah Para Rasul 20: 28-38; Mazmur tg 68: 29-30.33-35a.35b-36c; Yohanes 17: 11b-19.BERBAGI KARUNIA ROHKUDUS Renungan kita pada hari ini bertema: Berbagi Karunia Roh Kudus. Ada satukelompok orang muda masuk ke dalam gereja untuk berdoa. Mereka berjumlah tujuhorang, empat perempuan dan tiga laki-laki. Mereka semua heran dengan dekorasidi samping altar berupa gambar tujuh karunia Roh Kudus. Masing-masing memilihsatu karunia Roh yang dianggapnya paling cocok dengan karakter dan keadaanpribadinya, yaitu karunia kebijaksanaan, pengertian, nasihat, pengetahuan,kesalehan, keperkasaan (kekuatan), dan takut akan Tuhan. Setelah berdoa, merekakembali dengan hati yang penuh gembira.   Ada sebuah niat yang baik dan mulia dari mereka sebagai satu kelompok orangmuda Katolik dan sebagai pribadi masing-masing. Mereka ingin memberikankesaksian kepada orang muda Katolik lain, supaya membawa semua orang mudaKatolik di dalam persekutuan dan persaudaraan Kristiani yang baik. Mereka jugaingin menjadi rasul-rasul Kristus yang dengan rela dan tekun berbagikarunia-karunia Roh Kudus kepada sesamanya, khususnya di tempat mereka hidupdan bertumbuh. Mereka menjadi berguna kalau mereka berbagi karunia Roh Kudus. Mengapa harus berbagi Roh Kudus? Ada beberapa alasan mendasar. Pertamakarena Tuhan Allah sendiri sudah berbagi dari diri-Nya sendiri. Tuhan Allahberbagi hidup-Nya dengan manusia sehingga Putra Allah menjadi Yesus Kristus,kemudian Yesus sendiri mengutus Roh-Nya bagi kita. Allah sudah berbagi, makakita harus juga bisa berbagi. Tujuan utama berbagi ini ialah supaya persatuandan kesatuan itu dapat diwujudkan, seperti inti doa Yesus yang diwartakanbacaan Injil pada hari ini. Berbagi karunia Roh bertujuan untuk persatuan. Kedua, Roh Kudus bergerak dan berkegiatan. Ia menggerakkan setiap pribadidalam Gereja Perdana lalu menginisiatifkan kegiatan-kegiatan mereka sehinggamereka tidak tinggal diam atau bersembunyi. Santo Paulus harus bergerak danberpindah dari satu tempat ke tempat lain, karena ia harus mengembangkan Gerejake seluruh pelosok bumi. Kita juga dipenuhi dan digerakkan oleh Roh Kudus agarkita dapat berbagi kasih karunia Tuhan kepada orang lain. Ketiga, Gereja itu inklusif dan menaati perintah Yesus untuk menjadikanseluruh bangsa murid-murid-Nya. Maka tak ada cara lain yang paling pas kecualimenggerakkan setiap pengikut Kristus untuk berbagi karunia-karunia Roh Kudus,yaitu menyampaikan segala kebaikan, suka cita dan kebenaran kepada seluruhdunia. Berbagi kepada sesama di dalam persekutuan Yesus Kristus merupakan hukumyang tidak dilalaikan. Berbagi kepada sesama manusia yang lain merupakan perwujudantugas Gereja kita yang apostolik. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, di dalam saat-saat penantian datangnya RohKudus, kami menaruh iman kami kepada-Mu sebagai guru dan Tuhan kami. Kuatkanlahkami dengan berkat dan kasih-Mu supaya dalam penantian ini kami selalu fokusdengan penuh devosi dan mawas diri. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-7 Paskah, 19 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 18, 2026 9:23


Dibawakan oleh Arthur J. Homeric dari Paroki Santo Yoseph Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 20: 17-27; Mazmur tg 68: 10-11.20-21; Yohanes 17: 1-11a.MEMELUKKEMULIAAN TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Memeluk Kemuliaan Tuhan. Adaseorang pemuda bercerita bahwa ia menjaga relasi dengan pacarnya melalui LDR(long distance relationship). Pacarnya tinggal di rumahnya yang dekat dengangereja, sehinnga ia sering berbagi foto-foto kegiatan doa rosario, pelayanan digereja dan perayaan Misa. Ini berbeda dari si pemuda yang tinggal di pelosokyang jauh sekali dari gereja. Kunjungan Pastor Paroki di kampung itu nyaristidak terjadi. Kehidupan rohani umat di situ amat kering.  Setiap kali mendapat foto-foto kegiatan rohani dari pacarnya, ia mengangkatsalib Tuhan Yesus dan merapatkan ke tubuhnya atau memeluknya. Ia sering jugamenggenggam erat rosario dan mengecupnya. Ia menjadikan salib Tuhan Yesussebagai tanda relasi dan perasaan dekat sekali dengan Tuhan. Bagi dia iniadalah ungkapan memeluk kemuliaan Tuhan. Jika kita memeluk salib, kita memeluk kemuliaan Tuhan. Santo Paulusmengalami betapa penderitaan salib menjadi makanannya tiap hari. Roh Kudusmenolong dia dan kita semua untuk dapat memeluk dan menanggung salib di dalamhidup kita. Ada orang yang siap untuk itu seperti Santo Paulus, namun adabanyak yang tidak siap. Maka Tuhan Yesus mendoakan mereka yang tidak siapdengan salibnya, agar mereka tidak usah kuatir atau takut. Ia selalu menolongmereka untuk memanggul salibnya. Doa Yesus direalisasikan melalui Roh Kudus yang menolong kita memikul salibkita masing-masing. Roh Kudus membantu kita untuk menyukai salib, memeluknya,dan memikulnya. Kita harus memeluk dahulu sebelum memikulnya. Itu berarti kitamau dan menyanggupinya. Kalau memeluk sesuatu atau seseorang, berarti kitamenyayanginya, dan kita berhati-hati supaya ia tidak jatuh. Kita sayang akansalib yang kita pikul dan tetap menjaganya supaya tidak jatuh atau berpindah keorang lain. Salib merupakan kemenangan dan kemuliaan kita. Melalui salib terjadipenaklukan terhadap dosa dan tercapai keselamatan sebagai kebenaran bagi kita.Memeluk kemuliaan Tuhan berarti apa? Pertama, karena Yesus sendiri menyatakankemuliaan itu kepada kita, khususnya saat Ia mendoakan kita. Kedua, Yesusmempersembahkan kelimpahan hidup tanpa batas dan ini menggambarkan sebuahkemuliaan Tuhan. Kemuliaan Tuhan bermakna berlimpah-limpah kemurahan dankebaikan-Nya. Ketiga, dengan demikian kita mengenal Tuhan secara pribadi. Seseorang dapatdikenal secara pribadi dan mendalam melalui penderitaan hidupnya. Kita mengenalTuhan Yesus secara pribadi dan mendalam melalui penderitaan dan salib-Nya.Keempat, kita juga mengalami kemuliaan Tuhan melalui pelayanan kepadaorang-orang yang menderita. Salib menandakan Yesus Kristus bersatu denganmanusia yang berdosa dan menderita. Jadi kita memeluk kemuliaan Tuhan padadasarnya ialah kita mengalami Tuhan dengan sangat nyata di dalam hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan yang maha baik, bantulah kami untuk selalumengutamakan kemuliaan-Mu di dalam semua usaha dan tugas kami. Salam Maria,penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-7 Paskah, 18 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 17, 2026 7:41


Dibawakan oleh Erlin dari Paroki Santo Yoseph Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Kisah Para Rasul 19: 1-8; Mazmur tg 68: 2-3.4-5ac.6-7b; Yohanes 16: 29-33.ROH KUDUSMENOLONG KITA MEMANGGUL SALIB Tema renungan kita pada hari ini ialah: Roh Kudus Menolong Kita MemanggulSalib. Di dalam pelajaran agama, seorang murid bertanya kepada gurunya: “Kitasedang dalam masa Paskah dan menanti dengan suka cita datangnya Roh Kudus padahari Pentakosta, tapi kenapa pelajarannya tentang salib dan penderitaan? Dimana gembiranya Bu?”  Ibu guru yang sudah berpengalaman itu menjawab dengan memakai analogi ibuyang sedang hamil. Persis ibu anak yang bertanya itu sedang hamil adiknya yangkedua. “Kalian di rumah sedang gembira menantikan kelahiran adikmu kan? Itu adalahkabar gembira. Tapi ibumu menanggung beban berat setiap hari, dan terlebih laginanti saat melahirkan. Semua itu adalah salib dan penderitaan. Tapi setelahmelahirkan, kalian pasti  menjadi lebihgembira daripada sekarang.”   Murid itu terdiam dan setuju. Kita semua juga setuju bahwa salib yangdiberikan  Tuhan memang sesuai dengankemampuan kita masing-masing, dan itu adalah beban yang membuat kita menderita.Tetapi kita mesti memanggulnya setiap hari, lalu sampai pada saatnya kitabersuka cita karena salib itu menjadi jaminan untuk kita menjadi gembirabersama Tuhan. Di akhir sebuah penderitaan dan salib ada kebahagiaan yang lebihbesar daripada sebelumnya. Roh Kudus memiliki tugas perutusan untuk mengajarkan kita dalam segalakebenaran. Salah satunya ialah kebenaran salib. Yang dimaksudkan kebenaransalib ialah penderitaan dan duka bersama Yesus Kristus menjadi pembenaran bagikita, karena melalui itu kita dibebaskan dari dosa dan kita diperkenankan masukke dalam kemuliaan Tuhan. Salib itu suatu kemenangan dan kemuliaan. Kitahendaknya tidak melihatnya sebagai penderitaan yang sia-sia, suatu kebodohandan skandal. Yesus telah memanggul salib dan dengan itu Ia menaklukkan dunia.Jadi kita tidak usah kuatir atau malu dengan salib. Yesus memberikan kita karunia terbaik, ialah Roh-Nya sendiri dan ituberarti kita dibaptis dalam Roh Kudus. Kita semua sudah menerimanya melaluisakramen baptis. Karunia yang sama juga yang diterima Apollos danteman-temannya dalam kisah penginjilan Gereja Perdana. Ada penumpangan tangan saatkita menerima Sakramen Penguatan sehingga kita dipenuhi Roh Kudus. Kita akanmembaharui pencurahan Roh Kudus itu pada hari raya Pentakosta nanti. Roh Kudus itulah yang membuat kita mampu menghadapi banyak rintangan dankesulitan yang ada di depan kita. Dalam memikul salib masing-masing, Roh Kudushadir bersama kita. Setelah melewati kesulitan dan penderitaan itu, Roh Kudusjuga tetap bersama kita dalam segala suka cita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Allah Bapa yang maha kuasa, semoga kami tetap dalamkerinduan dan semangat untuk menyambut Roh Kudus-Mu, dan terima kasih karenaYesus Putra-Mu tetap menjadi bagi kami jalan yang benar dan pasti untuk sampaikepada-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis, Hari Raya Keniakan Tuhan, 14 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 13, 2026 9:06


Dibawakan oleh Yohanes Sukardi dan Onny Pakendek dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Kisah Para Rasul 1: 1-11; Mazmur tg 47: 2-3.6-7.8-9; Efesus 1: 17-23; Matius 28: 16-20.SEMPURNA PADAANGKA 40 Renungan kita pada hari ini bertema: Sempurna Pada Angka 40. Seorang lelakimerayakan ulang tahunnya yang ke-40 dan putri sulungnya yang berusia 10 tahunmenulis catatan kecil kepadanya. Tulisan itu ditempelkan pada bingkisan kadoyang disiapkan ibunya. Bunyi tulisan itu seperti ini: "Bapak sempurna padaangka 40!" Bapaknya bertanya tentang maksud tulisannya, dan bocah ituberharap, agar ayahnya menjadi seorang bapak dan suami yang paling baik.  Dalam kitab suci kita, angka 40 penting sekali. Maknanya ialah sudahlengkap dan sangat indah untuk dinikmati. Musa pergi ke gunung dan menikmatipertemuannya dengan Allah selama 40 hari dan 40 malam. Setelah itu ia mendapatdari Allah 10 perintah ilahi. Orang-orang Israel mengembara selama 40 tahunpersiapan untuk masuk ke tanah terjanji. Elia berjalan 40 hari di tengah padangbelantara menuju ke gunung Tuhan. Selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya, Yesusmenampakkan diri kepada para rasul-Nya sebelum mengutus mereka ke tengah dunia.Pada hari ke-40 Ia naik ke surga. Kata kunci di sini ialah sudah lengkap dan membuat kita merasagembira.  Ini berarti kita di-bookinglengkap oleh Tuhan dengan tiket-tiket untuk berziarah di bumi ini sebagaipengikut-pengikut Kristus. Dengan begitu kita melangkah dalam optimismekristiani menuju ke surga. Yesus naik ke surga sebenarnya untuk memastikantiket-tiket itu bagi kita. Di dalam tiket itu tertulis beberapa menu santapanrohani yang membuat kita senang menikmati ziarah hidup kita. Menu pertama tertulis: “Tuhan yang bangkit selalu menyertai kita saat inidan sampai sepanjang masa”. Ia naik ke surga namun ia akan selalu hadir bersamakita setiap saat dalam bentuk yang berbeda. Ia menyertai kita dengan RohKudus-Nya. Menu kedua tertulis: “Tuhan yang bangkit memperkuat kita untukmelanjutkan karya-karya-Nya”. Kita menjalankan tugas-tugas, pelayanan danpanggilan kita dengan energi Yesus Kristus, gaya Yesus Kristus, hati-pikiranYesus Kristus dan berwajah Yesus Kristus.  Menu ketiga tertulis: “Kalian adalah saksi-saksi-Ku ke seluruh pelosokdunia”. Melalui karya pewartaan yang dibantu dengan kemajuan teknologiinformasi saat ini, semua orang di dunia dapat memperoleh dengan mudahpesan-pesan dari Injil. Dan menu keempat tertulis: “Setiap dari kita adalahpara utusan resmi Yesus Kristus”. Kita harus konsisten dengan status kita“resmi” ini demi membedakan itu dari pihak-pihak yang terlanjur memakai Kristusuntuk kepalsuan atau kepentingan yang bukan Kristiani dan gerejani. Kiranya dengan tiket-tiket yang sudah jadi ini kita semakin menyanggupidiri kita untuk menyambut pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta dan siapuntuk dibimbing-Nya dalam setiap saat hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus, anugerahkan kami rahmat untuk selalu memandang kesurga sebagai tujuan kami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-6 Paskah, 12 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 11, 2026 8:19


Dibawakan oleh Monika Fiona dari Paroki Roh Kudus di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Kisah Para Rasul 16: 22-34; Mazmur tg 138: 1-2a.2bc-3.7c-8; Yohanes 16: 5-11.PENGADILANTERHADAP DUNIA Tema renungan pada hari ini ialah: Pengadilan Terhadap Dunia. Ada ceritabahwa di dalam neraka pemimpin Setan memberikan instruksi kepada parapembantunya, supaya jangan pernah berhenti menggodai manusia dan menjatuhkanmereka ke dalam dosa. Salah satu pembatunya bertanya, "Mengapa tidak bolehberhenti?" Pimpinan menjawab: "Karena semua orang akan hilangpekerjaan, baik kita maupun Roh Kudus."                                                          Yesus Kristus menyebutkan tugas Roh Kudus sebagai pengadil, kata-Nya“ketika Ia datang, ia akan mengadili dunia”. Jika Setan berhenti menjatuhkandunia dan manusia ke dalam dosa, tidak ada lagi cerita tentang pengadilanterhadap dunia dan manusia. Roh Pengadil itu datang pada kondisi telah adatitik pembaharuan. Yesus dan para anggota Gereja Perdana berdiri tegak ditengah dunia untuk membuktikan bahwa yang benar, yang baik dan yang adil itutetap ada. Kehidupan yang dikehendaki Allah tidak hilang lenyap setelahwafat-Nya Yesus Kristus dan naik ke surga.  Roh Kuduslah yang mengadili dan menentukan siapa sesungguhnya yang benardan siapa yang salah dan harus dihukum. Roh Kudus tidak bertubuh dan berdaging,jadi pengadilannya akan sangat adil dan bijaksana. Roh akan membuat setiaporang dan seluruh dunia tahu sebenarnya dosa itu seperti apa. Dosa ialahperbuatan melawan Tuhan dan tidak percaya akan Yang diutus Allah yaitu Yesussendiri. Orang yang tidak menerima Tuhan berarti ia tidak dapat menikmati sukacita dan hidup yang abadi. Orang-orang berdosa diingatkan bahwa hidup setelahdi dunia ini adalah yang sangat mengerikan dan menderita. Roh Kudus juga memperlihatkan seperti apa kebenaran, kebaikan dan keadilan itu. Hidup Yesus adalah benar dan ia pertahankan itu sampai mati. Setelahkematian-Nya, Yesus menuju kepada Bapa di surga. Ini adalah sebuah kebenaranyang membebaskan, sama seperti kebebasan Paulus dan Silas dari penjara sepertiyang dikisahkan dalam bacaan pertama liturgi hari ini. Ini yang akan diperoleh orang-orangbenar, baik dan adil, sebagai karunia abadi baginya. Roh Kudus membuka mata seluruh dunia bahwa penghakiman terhadap parapendosa sudah sangat jelas. Para pendosa, dan terutama para pembuat skandalyang telah menjerumuskan banyak orang ke dalam dosa, harus mendapatkan hukumanyang  luar biasa. Mereka tidak mendapattempat di dalam Tuhan. Di dunia ini, penghakiman akan terus terjadi untukmemastikan bahwa perbuatan dosa hanya membawa kesengsaraan jiwa dan ragamanusia. Kesengsaraan di dalam neraka akan jauh lebih dahsyat lagi. Maka kitahendaknya selalu membuka diri kepada pengadilan yang dipimpin oleh Roh Kudus. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, semoga kami membuka diri secara tulusuntuk menerima Roh Kudus utusan-Mu, untuk memastikan bahwa kami tetap berada didalam jalan kebenaran, jalan Yesus Kristus sendiri. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-6 Paskah, 11 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 10, 2026 8:11


Dibawakan oleh Nofy Laurens dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus, Katedral, di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 16: 11-15; Mazmur tg 149: 1-2.3-4.5-6a.9b; Yohanes 15: 26 - 16: 4a.RAHASIA SEORANGPENOLONG Renungan kita pada hari ini bertema: Rahasia Seorang Penolong. Ada seekoranjing betina dengan tiga anaknya yang sangat lucu. Pada pagi hari ibu anjingitu membawa sejumlah tulang dari belakang dapur untuk menjadi santapan ketigaanaknya. Siang dan malam juga makanannya adalah tulang-tulang sisa makanantuannya. Dua hari berikutnya makanannya tetap berupa tulang-tulang. Tiga anakitu mulai bosan dan berencana untuk melawan.                                                Lalu ketiganya kompak untuk mogok makan. Mereka memilih untuk tidur ataubermain dari pada makan tulang-tulang. Ternyata ketika mereka sedang asyikdengan dirinya masing-masing, ibu mereka membawa nasi goreng yang dibawanyadari dapur. Makanan enak itu terlanjur dibiarkan saja sampai rusak, dananak-anak itu kecewa sekali ketika mereka melihat sendiri bahwa yang dibawaibunya itu bukan tulang-tulang, tetapi nasi goreng yang paling enak. Induk anjing tersebut adalah contoh penolong setia bagi anak-anaknya. Banyakdari kita adalah penolong yang baik dan setia. Seperti apa bentuk pertolonganitu dan bagaimana melakukannya, sangat bergantung pada si penolong. Pihak yangditolong tidak usah tergoda berimajinasi tentang wujud pertolongan itu. Lidia,seorang wanita Kristen dalam bacaan pertama, mempersembahkan pertolonganpenginapan kepada Paulus dan rombongannya. Itu adalah rahasia Lidia, sipenolong yang baik. Paulus dan Silas tidak perlu repot mengetahui semua isirencana penolong wanita itu dan keluarganya. Inilah yang dimaksudkan oleh renungan ini tentang rahasia seorang penolong.Apakah kita pernah tahu rahasia kehendak Tuhan yang menolong kita? Tidakpernah. Roh Kudus diutus Yesus Kristus dan Bapa-Nya dari surga bagi kita, jugamempunyai rahasia sesuai kehendak-Nya. Yesus hanya membuka kartu dengan berkatabahwa utusan-Nya itu adalah Penasihat dan Pembela kita. Kita biarkan saja hal itusebagai urusan Dia dalam menolong kita. Kita tidak mempunyai wewenang untukmemaksakan keinginan kita kepada Roh Kudus. Yang jelas, apa yang akandiperbuatkan-Nya bagi kita adalah kebaikan dan keselamatan kita. Siapa pun dari kita yang mempunyai niat, kehendak, rencana dan hakikathidup untuk menolong, hendaklah ia mendasari dirinya pada prinsip cinta kasih. Pertolongannyaharus pantas, positif, sehat dan dengan tujuan untuk membawa kebaikan dankeselamatan bagi yang ditolong. Jangan pernah menolong sesama dengan cara dantujuan yang jahat. Itu bukan menolong, tetapi hanya memaksakan kehendak sendiriyang akan menjerumuskan pihak yang ditolong ke dalam kesulitan dan penderitaan.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan Yesus Kristus, bantulah kami selalu untuk meneladanidiri-Mu dalam menolong sesama, dan semoga kami terbuka dengan semua ajaran RohKudus-Mu. Semoga kami juga meneladani Bunda-Mu Perawan Maria yang juga seorangpenolong yang sejati. Salam Maria penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-5 Paskah, 8 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 7, 2026 8:10


Dibawakan oleh Christine dari Paroki Santo Gabriel di Keuskupan Bandung, Indonesia. Kisah Para Rasul 15: 22-31; Mazmur tg 57: 8-9.10-11; Yohanes 15: 12-17.DALAM CINTA DANUNTUK CINTA Renungan kita pada hari ini bertema: Dalam Cinta dan Untuk Cinta. Maksudtersirat dalam kalimat ini ialah kita diciptakan oleh Tuhan Allah, melaluiperkawinan orang tua kemudian dilahirkan ibu kita masing-masing, adalah suatukejadian dalam cinta dan untuk mencintai. Kehidupan itu ada ialah karena cinta.                         Sumber atau pokok yang membuahkan kita adalah cinta itu sendiri, sepertiyang dikatakan dalam Surat Pertama rasul Yohanes 4, 8 bahwa Allah itu adalahkasih, Deus caritas est. Dan buah-buahdari hidup iman kita adalah cinta itu sendiri. Ini dapat terjadi karena kita selaluterhubung dengan Tuhan kita Yesus Kristus sebagai pokok anggur, dan kita semuaadalah ranting-rantingnya.  Hubungan cinta ini ditandai oleh perbuatan cinta terbesar Yesus Kristus,yaitu mengorbankan diri-Nya, atau mati dengan sangat keji, demi kebaikan dankeselamatan kita semua. Cinta terbesar inilah yang diwariskan kepada kita,supaya kita juga dengan cara kita masing-masing dapat berkorban diri demikebaikan dan keselamatan sesama yang membutuhkan tindakan cinta kasih. Jadi kita hidup "dalam cinta dan untuk cinta" bersumberkan padapersatuan dengan Yesus Kristus sebagai pokok kehidupan.  Paling kurang ada empat poin untuk menjelaskankebenaran ini. Pertama, Tuhan telah menyirami cinta-Nya ke dalam hati kita. Initerjadi pertama kali saat pembaptisan, dan selanjutnya melalui siramanfirman-Nya, sentuhan berkat-Nya, pelukan kasih-Nya yang kita terima setiap hari.Gereja Perdana di Antiokhia sungguh dipenuhi oleh cinta kasih Tuhan melaluifirman dan ajaran untuk diikuti oleh seluruh Gereja. Kedua, Yesus sendiri perlakukan kita sebagai sahabat, dan bukan sebagaihamba. Karena itu dalam hubungan sebagai sahabat ini, Ia akan selalumengajarkan dan memberikan kita contoh bagaimana mengasihi sedemikian totalseperti yang telah dilakukan-Nya. Ketiga, komitmen cinta ialah sampai mati.Sekecil atau sesederhana apa pun cinta itu, isinya ialah berkorban dan kalauberkorban berarti orang harus mengalami kematian dari dirinya baik sebagianmaupun seluruh dirinya.  Kalau kita mantap untuk mati dalam perbuatan-perbuatan cinta yangsederhana, kita akan sangat siap untuk mati dalam cinta yang lebih besar.Keempat, cinta itu dalam perwujudannya, menghasilkan buah. Misalnya sayagembira menyambut dengan senyum dan menyalami tamu yang datang, buahnya ialah,tamu itu akan menjadi betah dan menjadi sahabatku. Karena cinta yang tidakmenghasilkan buah yang baik, ia adalah kebohongan, kepalsuan dan pengkhianatan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Tuhan Yesus Kristus, sebagaimana Engkau telah mengajarkandan memberikan kami contoh untuk mencintai dengan benar, kuatkanlah kami selaluuntuk tetap berada di dalam cinta-Mu itu dan semoga kami selalu mencintaisesama kami tanpa bosan dan lelah. Salam Maria, penuh rahmat ...  Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Paskah ke-5, 3 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 2, 2026 14:04


Dibawakan oleh Christian Tandiary dan Thres Woen dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Katedral dan Arthur J. Homeric dari Paroki St. Yosef Pekerja Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 6: 1-7; Mazmur tg 33: 1-2.4-5.18-19; 1 Petrus 2: 4-9; Yohanes 14: 1-12.YESUS ADALAH JALAN BAGI KITA Tema renungan kita pada hariMinggu Paskah ke-5 ini ialah: Yesus Adalah Jalan Bagi Kita. Pada suatu hariMinggu pagi, seorang pastor bersiap untuk merayakan Misa di salah satu parokiyang berjarak 20 kilometer dari tempat ia tinggal di kota. Ia menyetir mobilmelewati jalan yang bekelok-kelok dengan kecepatan antara 60-80 km per jam.Tetapi pada saat tinggal 3 kilometer sampai di gereja , jalan yang menujugereja paroki ditutup. Ada kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh wargamasyarakat setempat. Semua kendaraan harus memilih jalan lain.                                                                     Waktu untuk perayaan Misa tinggal20 menit. Ia harus mencari jalan lain, biarpun yang berukuran pas untukdilewati mobil, agar segera sampai di gereja. Awalnya ia  kehabisan akal dan tidak tahu harus berbuat.Tetapi ia segera menyadari bahwa GPS (navigasi) di handphone dapat membantu. Iamenyetel GPS untuk mengarahkannya ke gereja. Dalam waktu kurang dari 10 menit iasudah berada di halaman parkir gereja, tepat waktunya untuk persiapan diri disakristi dan Misa akan segera dimulai. Ibarat GPS yang mengarahkan kitajalan dengan memakai suara, grafik arah jalan, peringatan dan pemberitahuanyang kita perlukan, GPS di dalam perjalanan iman kita juga melakukan pekerjaanyang sama. GPS dalam iman kita ialah Tuhan Yesus Kristus. Ia menyebutkanidentitas diri-Nya sebagai jalan yang kita lalui untuk sampai kepada tujuankita, yaitu keselamatan dan persatuan kita dengan Bapa di surga. Sebagai jalanbagi kita, Ia memberikan kita kebenaran yang menjadi makanan utama kita supayakita memiliki kehidupan yang sesungguhnya dan sepenuhnya. Kehidupan yangsempurna ialah di surga. Firman Tuhan hari ini palingkurang memberikan kita dua refleksi betapa fundamentalnya pendasaran iman kitapada Tuhan Yesus sebagai jalan kita. Pertama ialah Tuhan Yesus Kristus sebagaipenyelamat kita. Di tengah bahaya dan kesulitan yang menimpah hidup kita, Iamenjadi solusi dan jawaban sehingga kita tidak dapat binasa dan mati. Kejadiandi dalam Gereja Perdana di Yerusalem, adalah perpecahan di antara paraanggotanya. Tapi kuasa Allah datang untuk menyelamatkan Gereja denganditetapkannya enam orang diakon. Kedua ialah Tuhan Yesusmemberikan kita martabat yang tinggi, yaitu panggilan menjadi kudus. Iamerahmati kita sebagai bangunan rohani yang suci dan suatu imamat yang kudus.Dengan begitu, kita menerima dari-Nya tugas besar untuk menguduskan dunia.Bersama dengan Dia, kita akan membawa dunia ini dan segala ciptaan melaluijalan Yesus Kristus yang menuju kepada Bapa. Jalan kekudusan pertama-tamaberguna bagi kita sendiri, kemudian berguna juga bagi orang-orang yang kitalayani di dalam perutusan kita masing-masing. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur danmemuji-Mu karena Engkau senantiasa sebagai jalan kami untuk sampai kepada Bapa.Semoga kami tetap setia mengikuti jalan ini. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-4 Paskah, 2 Mei 2026, Peringatan Santo Atanasius, Uskup dan Pujangga Gereja

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 1, 2026 8:46


Dibawakan oleh Filicia Chandra dari Paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Kisah Para Rasul 13: 44-52; Mazmur tg 98: 1.2-3ab.3cd-4; Yohanes 14: 7-14.GEMBALA YANGBAIK MENGHADIRKAN BAPA KEPADA KITA Renungan kita pada hari ini bertema: Gembala Yang Baik Menghadirkan BapaKepada Kita. Kemarin dalam menjawab kekurang-pahaman rasul Thomas, Yesusmenunjuk diri-Nya sendiri sebagai perantara kita untuk sampai kepada Bapa. Hariini, rasul Filipus yang mewakili banyak di antara kita memperlihatkankekurang-pahaman dan pencariannya akan sosok Bapa seperti apa. Jawaban Yesus merupakan yang paling telak, kalau boleh dikatakan jawabankunci, karena memperlihatkan tujuan semua pencarian dan ziarah kita di duniaini. Yesus menjawab dengan menghadirkan Bapa sendiri, maka Ia berkata begini: melihatAku, berarti melihat Bapa, mendengar Aku, berarti mendengar Bapa, hidup bersamaAku berarti hidup bersama Bapa. Ini gunanya supaya semua menjadi tahu danpercaya bahwa Bapa berada di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa. Bapa dan Akuadalah satu. Persekutuan Bapa dan Putra itu terjadi dalam hubungan kasih dengankomunikasi di antara mereka, dan hubungan ini terjadi di dalam Roh Kudus. Justrujawaban yang diberikan kepada Filipus dan semua orang yang mencari tujuanterakhir hidup ini ialah Tritunggal Allah. Tak ada jawaban lain lagi yangmelebih jawaban ini. Berjumpa Bapa dalam diri Yesus dan dalam persekutuan RohKudus telah mempertegas komitmen para rasul, dan mereka bertahan dengankomitmen itu sampai mati. Yesus menghadirkan Bapa kepada kita berarti tentang kenyataan Tuhan Allahsesungguhnya. Tuhan tampak dengan segala kemurahan dan belas kasih, sementarakita manusia tampak terangkat sampai pada level untuk berjumpa dengan Dia. Saatinkarnasi, Tritunggal hadir dalam Putra yang dikandung dalam rahim PerawanMaria, dilahirkan dan diasuh dalam sebuah keluarga bersahaja. Dalam seluruhpelayanan publik Yesus, Tritunggal juga ada di sana untuk bekerja bagipenebusan umat manusia. Di penghujung karya di dunia, Tritunggal di surgamenyambut kita dalam kehidupan abadi sebagai tanda keselamatan kekal yang sudahtersedia abadi bagi kita. Bagi kita sebagai pengikut Kristus, pertanyaan seperti Filipus dan Thomassepatutnya tidak relevan. Kita bukan dalam posisi untuk mempertanyakan bahkanmeragukan apakah Yesus dan Bapa adalah satu. Posisi kita sesungguhnya adalahsaudara dan saudari Yesus, atas dasar itulah kita diajarkan doa “Bapa Kami”untuk menjadi doa kita yang fundamental. Doa itu sungguh menjadikan kitaanak-anak atau putra dan putri Bapa yang mahabaik. Yesus sungguh gembala yangbaik, karena Dia tahu yang kita butuhkan: menjadi putra-putri kesayangan Bapadi Surga.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Bapa yang mahabaik, terima kasih berlimpah atas martabatkami sebagai putra dan putri-Mu terkasih karena kami mengambil bagian dalamkehidupan Putra-Mu Yesus Kristus. Semoga kami tetap hidup dengan martabat inidan mempertanggung jawabkannya pada saat ajal kami nanti. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-4 Paskah, 30 April 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Apr 29, 2026 9:14


Dibawakan oleh Yohanes Sukardi dan Onny Pakendek dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Kisah Para Rasul 13: 13-25; Mazmur tg 89: 2-3.21-22.25.27; Yohanes 13: 16-20.GEMBALA YANGBAIK MENCERAHKAN PENGERTIAN                    Renungan kita pada hari ini bertema:Gembala yang Baik Mencerahkan Pengertian. Sang Gembala Yesus Kristus menerangidunia dan hati kita dengan firman-Nya. Jika firman itu hanya sampai padatelinga manusia, pekerjaan evangelisasi itu dianggap masih sangat mentah. Darimendengar, kemampuan kita perlu berkembang sampai pada pengertian. Tuhan terusberperan membuat kita mengerti Dia, yaitu melalui firman-Nya yang disampaikanitu.  Sejak pembaptisan kita dicurahkan Roh Kudus dan melalui Sakramen Penguatankita diurapi kepenuhannya. Salah satu karunia yang diberikan kepada kita ialah karuniapengertian. Di dalam Injil pada hari ini Tuhan Yesus gembala yang baikmengajarkan kita bahwa dengan mengerti pengajaran-Nya kita menjadi orang-orangyang terberkati. Ia sangat berkenan kepada orang-orang yang tidak hanyamendengarkan, tetapi juga mengerti. Sebab melalui pengertian itulah sikap orangterbentuk dan dari sana ia mulai bersikap dan bertindak.  Tidak berarti bahwa tak ada sama sekali pengertian pada setiap manusia,kelompok orang atau sebuah kultur. Yang sering menjadi soal ialah bahwapengertian manusia terbatas dan cenderung berbeda-beda  atas sesuatu hal. Apalagi dalam soal ajaraniman tertentu, bahaya kurang pengertian dan penafsiran yang berbeda-beda seringberakibat pada konflik sosial di antara kita.  Hal ini sungguh menjadi pengalaman Santo Paulus. Ia mengalami bagaimanaYesus membuat pemikiran dan pengertiannya menjadi baru. Kini giliran Paulusyang mencerahkan pikiran dan pengertian orang-orang yang belum tahu apa-apatentang Yesus Kristus. Sering urusan menjelaskan orang-orang dari tidak tahuuntuk mendapatkan suatu pengertian dasar akan suatu ajaran baru menjadi tugasyang lebih muda. Sedangkan memberikan pemahaman kepada orang-orang yang sudah mempunyaipemikiran sendiri akan menjadi lebih sulit.  Bagi kita, pengertian tentang Tuhan Yesus Kristus dan segala hal mengenaiiman kita memang sudah ada dengan ukuran berbeda-beda dari seorang ke oranglain. Tetapi urusan mencerahkan atau menyegarkan pengertian itu merupakan suatuhal yang lain. Lalu bagaimana caranya? Mungkin usulan ini sangatlah sederhana,tapi siapa tahu bisa sangat berguna. Anak sekolah harus membaca satu bukupelajaran sepuluh kali untuk bisa hadapi ujian, daripada membaca sepuluh bukusatu kali saja. Maka hal yang sama, kita mesti bertemu dan belajar pada Yesusberulang-ulang dan banyak kali. Tidak efektif kalau hanya sesekali atau jarang. Hendaklah kita saling mengajarkan untuk mengembangkan pengertian di antarakita. Bagi yang lebih mengerti, usahakan untuk mengajarkan yang belum. Yangbelum mengerti hendaknya meminta kepada mereka yang lebih mengerti. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah maha baik, terima kasih berlimpah atas Putera-MuYesus Kristus yang menjadi gembala yang baik bagi kami. Ajarilah kami untukmenjadi gembala yang baik seperti Dia. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-3 Paskah, 24 April 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Apr 23, 2026 7:13


Dibawakan oleh Angelina Tanardi dari Paroki Katedral Kristus Raja di Keuskupan Jayapura, Indonesia. Kisah Para Rasul 9: 1-20; Mazmur tg 117: 1.2; Yohanes 6: 52-59.MENJADI ALAT PILIHAN TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Menjadi Alat Pilihan Tuhan. Ketikaseorang anak yang masih dalam kandungan, kemudian dilahirkan dan mengalamihidupnya sebagai kanak-kanak, banyak perkiraan yang baik diharapkan kelakterjadi padanya. Pasangan suami dan istri yang baru satu tahun menikah, jugamemiliki bayangan tentang anak mereka yang baru beberapa hari lahir dengansehat. Seorang bayi laki-laki yang sangat dibanggakan kedua orang tuanya. Suami berkata bahwa anaknya itu bakal memiliki kemiripan dengan dirinyayang cocok mengabdi kepada masyarakat di bidang politik dan sosial. Berbedadengan istri, bayi laki-laki, yang katanya memiliki wajah mirip dengannya itu,lebih tepat mengabdikan diri sebagai pendidik seperti dirinya yang adalahseorang guru. Namun siapa yang tahu dengan pasti bahwa di masa depan anak inimenjadi seperti yang diperkirakan atau sangat berbeda dari perkiraan itu? Kitaharus mengakui sebagai sebuah kebenaran bahwa kepastian itu hanya ada padaTuhan.  Maka benar seperti yang dikatakan oleh pandangan umum bahwa manusia yangmerencanakan atau mempersiapkan, tetapi pada akhirnya Tuhan-lah yangmenentukan. Sebuah persiapan tetap sebagai syarat yang tidak bisa dihindari,karena hal itu merupakan bagian dari perintah dan kehendak Tuhan. Firman Tuhandalam kitab suci tentang bersiap sedia atau berjaga-jagalah, merupakan poinutama dari perintah tentang persiapan itu. Tujuan yang penting sekali sebuahpersiapan ialah supaya siapa pun orang yang bersangkutan, akan dipakai olehTuhan sebagai alat-Nya untuk suatu tanggung jawab atau tugas tertentu. Ada sebuah misi Tuhan yang besar setelah Yesus Kristus yang bangkit naik kesurga, yaitu Gereja perdana yang harus dibuat menjadi Gereja dunia. Injil harusdiwartakan ke seluruh dunia, maka jangan hanya diketahui oleh orang-orangYerusalem dan sekitar Palestina. Maka sebuah persiapan besar harus dibuat.Semua orang dibuat amat kaget, karena persiapan itu harus melalui sebuahmujizat besar, yaitu pertobatan Saulus yang dikenal luas sebagai musuh Tuhandan penganiaya ulung Gereja Perdana. Ia ditobatkan dan dijadikan rasul ulunguntuk menginjili dunia di luar Palestina. Ia mendapat gelar rasul tetapi bukanmenjadi bagian yang ditetapkan sebagai lingkaran kedua-belas rasul. Pengalaman pertobatan Saulus, yang nanti berubah nama menjadi Paulus,merupakan titik baliknya untuk menjadi seorang rasul sejati. Sekali ia menjadibagian dari Yesus, ia tidak pernah menyerah akan tugas yang berat di depannya,bahkan mundur selangkah pun dalam menjalankan misinya sebagai seorang rasul.Tuhan Yesus pada hari ini mengajarkan bahwa untuk menjadi seorang murid danrasul-Nya yang sejati seperti Paulus, kita harus dapat makan tubuh-Nya danminum darah-Nya. Kita dibaptis untuk tujuan tersebut. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus, baharuilah diri kami agar kami dapat menjadipengikut-Mu yang sejati. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-2 Paskah, 18 April 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Apr 17, 2026 7:47


Dibawakan oleh Yenny dari Paroki Santo Paulus di Keuskupan Bandung, Indonesia. Kisah Para Rasul 6: 1-7; Mazmur tg 33: 1-2.4-5.18-19; Yohanes 6: 16-21.KESEIMBANGANJASMANI DAN ROHANI Tema renungan kita pada hari ini ialah: KeseimbanganJasmani Dan Rohani. Kebangkitan Kristus sangat kaya dengan inspirasi yangmengajarkan kita untuk mengisi hidup kita dengan baik dan benar. Salah satuajaran itu ialah pemanfaatan ruang dan waktu yang menandakan keseimbanganjasmani dan rohani kita. Keseimbangan dalam melakukan kegiatan-kegiatanbertujuan untuk menghindari penekanan hanya pada aspek jasmani yang tentu akanberakibat pada kelelahan dan kehabisan energi. Pengutamaan berlebihan dalamkegiatan rohani akan berakibat pada kemalasan bekerja fisik, menyendiri,kesombongan dengan menganggap diri lebih suci dari pada yang lain. Penggunaan waktu yang lebih mengutamakan urusan rohaniakan berakibat pada penghindaran waktu-waktu lain untuk interaksi bersama oranglain, bekerja untuk mendapatkan nafkah, dan membangun kerja sama untukpengembangan lingkungan dan sosial. Sebaliknya, jika hampir semua waktuterpakai untuk bekerja, bersosial, dan mengembangkan usaha, akibatnya ialahtidak waktu untuk istirahat, refleksi, berdoa, dan pembaharuan semangat hidup.  Demikian juga terkait dengan tempat. Penekanan hanya padatempat sepi, sunyi, tertutup, atau terpisah, orang tentu saja terhindar daritempat yang terbuka dan luas untuk interaksi, komunikasi, dan berbaur. Orangyang mementingkan semata tempat ramai, sibuk, sosialisasi, dan terbuka pastimemiliki kesulitan untuk menemukan tempat untuk menyendiri dalam berdoa danrefleksi. Pekerjaan dan pelayanan Gereja perdana, dan terutama yangdilakukan oleh rasul pertama, Petrus, sungguh menunjukkan bahwa kegiatanlahiriah dan jasmani sangat menentukan, untuk tercapai semakin banyak tempatdan orang-orang yang dibawa kepada Kristus. Namun secara rohani, di antara parapewarta, penginjil, dan pembawa kabar suka cita harus tetap terjalin semangatsaling memperhatikan dan menguatkan. Hal itu yang terjadi dengan Petrus danpara rekan kerjanya, termasuk Markus yang dianggap sebagai anak kesayangannya,yang kemudian dipercaya sebagai penulis Injil. Pengutusan mereka ke seluruh dunia, dan yang terjadidengan semua utusan Gereja hingga saat ini, memperlihatkan bahwa semua dukunganlahiriah sangat mereka perlukan. Betapa semua fasilitas, sarana, dana, budayadan kehidupan sosial di tempat mereka bekerja sungguh sangat menentukankeberhasilan misi Gereja di situ. Sementara itu, semangat dan keteladanan hidupmereka yang bersumberkan pada karya Roh Kudus, juga ikut menentukankeberlangsungan karya misi itu. Di situlah pentingnya keseimbangan antara aspekjasmani dan rohani, kita terus memohon kemuliaan Tuhan untuk menyempurnakannya. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, kuatkanlah iman kamisupaya kami hidup dalam keseimbangan antara kepentingan jasmani dan rohanihidup kami sendiri. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-2 Paskah, 17 April 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Apr 16, 2026 8:09


Dibawakan oleh Charlene Mahadi dari Paroki Bunda Maria Kusumah Karmel di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 5: 34-42; Mazmur tg 27: 1.4.13-14; Yohanes 6: 1-15.MENJADI ALATNYATUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Menjadi AlatnyaTuhan. Pengalaman dan hidup beriman dalam semangat Paskah, tidak hanya dalammasa Paskah ini tetapi selama hidup kita di dunia ini. Kebangkitan YesusKristus menjiwai seluruh hidup kita. Dalam periode ini Yesus tidak hadir secarafisik di tengah-tengah kita, tidak seperti pernah dahulu Ia bersama denganorang-orang sezaman-Nya. Ia sudah berada di sisi kanan Bapa di surga, dan untukmenyertai kita setiap saat, Roh-Nya yang hidup bersama kita di dalam Gereja danmasyarakat. Apakah yang mesti kita perbuat untuk membuat iman kitamenjadi mantap dan bertahan dalam semangat Paskah ini? Inspirasi bacaan-bacaanpada hari ini memberikan jawabannya, yaitu supaya kita menjadi alat-alat-nyaTuhan. Pelayanan Yesus Kristus melalui Gereja sebagai institusi tetapberlangsung hingga saat ini, yang sasaran utamanya ialah kawanan umat manusiayang ada di sekeliling kita. Boleh jadi mereka itu adalah saudara dan temansendiri. Boleh jadi mereka adalah banyak orang yang kurang kita kenal. Boleh jadimereka ialah orang-orang yang dipercayakan Tuhan kepada kita untuk dididik dandibina. Menjadi alat-Nya Tuhan merupakan suatu panggilan Kristianiyang mendasar, seperti kata Pemazmur: Inilah aku Tuhan, untuk melakukankehendak-Mu (Mz. 40). Hidup dengan menghayati panggilan untuk menjadi alatTuhan, ialah membuat Tuhan sungguh hadir secara nyata dan pribadi dengantugas-tugas pelayanan Yesus Kristus yang adalah penyelamat, penyembuh,pengajar, pembawa kebenaran, penghibur, dan pengampun. Panggilan ini tertujukepada setiap dari kita sebagai imam, biarawan, dan awam. Menjalankan panggilanini berarti kita berbuat atas nama Tuhan Yesus Kristus dan membuat Dia bekerjasecara nyata. Contoh nyatanya ialah seperti para rasul yang bertahandalam kebenaran Injil yang diwartakannya, meski mereka dipenjara dan diadiliMahkamah Agama Yahudi. Seorang imam Yahudi terkenal, Gamaliel, juga berbicaraatas nama kebenaran dan sekaligus membela perbuatan-perbuatan para rasul.Mereka adalah instrumen-instrumen ajaran dan pengetahuan iman yang benar.Kemudian pada suatu kesempatan yang lain, para rasul yang menjadi jembatan bagipemberian makanan kepada ribuan orang yang kelaparan setelah lelah mendengarkanpengajaran Yesus Kristus. Seorang anak yang menyediakan seporsi kecil roti danikan juga tampil sebagai alat-Nya Tuhan bagi terciptanya mujizat perbanyakanroti dan ikan. Mereka adalah instrumen-instrumen kemurahan Tuhan bagi kebutuhanragawi manusia. Kita dapat menjadi alat-alat Tuhan dalam kondisi dankemampuan setiap pribadi atau kelompok masing-masing. Semua itu bergantung padakesediaan kita. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha murah, perkuatkan kami supayakami dapat menjadi alat-alat-Mu yang benar dan berguna, terutama bagi sesamakami yang membutuhkan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-2 Paskah, 16 April 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Apr 15, 2026 7:48


Dibawakan oleh Tuti Budiman dari Gereja St. Helena, Paroki Curug di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 5: 27-33; Mazmur tg 34: 2.9.17-18.19-20; Yohanes 3: 31-36.SEKOLAH KETAATAN Renungan kita pada hari ini bertema: Sekolah Ketaatan.Salah satu ciri semangat Paskah ialah sekolah ketaatan. Sekolah ini sangatberbeda dari berbagai sekolah yang kita miliki seperti sekolah militer,perawat, polisi, teknik komunikasi, administrasi dan lain sebagainya.Sekolah-sekolah kita ini jelas menghasilkan banyak sekali lulusan, namun apakahmereka semua lulus dalam kebajikan ketaatan, ini menjadi suatu pertanyaan yangbesar. Pada kenyataannya, mereka tidak memberikan pelajaran dan pelatihan spesifiktentang menjadi seseorang yang taat. Kalau demikian, lebih tepat dan baik semua sekolah ituperlu mengambil semangat Paskah demi mendapatkan pelajaran tentang ketaatan.Pelajaran utama di sekolah ini ialah Yesus yang taat secara sempurna kepadaBapa-Nya untuk menunaikan kehendak Bapa, dengan merelakan diri-Nya menjadikorban bagi keselamatan semua umat manusia dari dosa. Ini adalah sumber utamabagi kurikulum pembelajaran ketaatan semua pengikut-Nya dan semua orang lainyang menjalankan kehendak Tuhan. Yesus menegaskan bahwa pembelajaran dasar bagi kita ialahpercaya kepada Dia yang diutus oleh Bapa dan mengikuti jalan yang Ia lalui,yaitu melaksanakan kehendak Bapa. Ini harus menjadi semangat umum bagi setiappengikut Kristus. Setiap bentuk kegiatan, perutusan, tanggung jawab, komitmen,pelayanan, dan pengabdian mesti berhaluan pada sekolah ketaatan ini. Intinyaialah semua itu demi melaksanakan kehendak Allah. Jika kehendak Allah yangdiikuti, maka kebaikan dan kebenaran yang menjadi hasilnya. Salah satu contoh yang ditunjukkan tentang sekolahketaatan ini ialah Petrus dan para rasul lainnya yang hendak dibungkam olehMahkamah Agama Yahudi. Mereka dilarang keras untuk memberitakan Injil dan YesusKristus kepada publik. Tetapi karena pendidikan ketaatan mereka sudah terbentukbegitu kuat, mereka dengan lantang berkata demikian: lebih baik bagi kami taatkepada Allah daripada kepada manusia. Pendidikan ketaatan ini fokus padaprioritas loyalitas dan kesetiaan kepada Allah. Dengan ini berarti godaan atauancaman untuk terlepas atau tidak patuh kepada Allah mesti dilawan.  Mengapa Tuhan menjadi prioritas dalam sekolah ketaatan?Karena pada Dia semua ajaran moral, kebaikan, kebenaran, keindahan, kemuliaan,dan kekudusan berasal. Dia pangkal semua kebijaksanaan dan kepandaian. Makakalau kita memilih untuk taat kepadanya secara konsisten, kita bakal menjadipatuh dan taat dalam segala aspek tatanan atau aturan yang berlaku di mana dankapan pun di dunia ini.  Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, semoga ketaatan kamikepada-Mu tidak asal-asalan  tetapisungguh benar dan nyata seperti Putra-Mu Tuhan Yesus Kristus yang taatkepada-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...