POPULARITY
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Mikha 6: 1-4.6-8; Mazmur tg 50: 5-6.8-9.16bc.17.21.23; Matius 12: 38-42.KETIDAKSETIAAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ketidaksetiaan. Ada seorang lelakimendapat tugas dari perusahaan untuk bekerja jauh dari rumah dan di luar kotaselama tiga sampai enam bulan. Selama waktu tersebut ia tidak kembali ke rumahdan keluarganya. Komunikasi dengan sang istri dan anak-anaknya tetap dilakukanmelalui pesan-pesan singkat online dan telepon video. Pada saat ia kembali ke rumah setelah tugas tersebut, hampir semua keadaandi rumah normal dan baik, kecuali dua anjing kesayangannya yang sudah tidakakrab lagi dengannya. Kedua anjing sangat tidak menghiraukannya, meskipun iaingin bermain-main dengan mereka. Anak bungsunya yang berusia delapan tahunberkata kepadanya: "Masalahnya Bapak sudah lama tidak dekat dan bermaindengan mereka, maka mereka menjadi asing dengan Bapak." Banyak faktor di dalam hidup kita yang menjadi penyebab sikap tidak setiadi antara kita, dan salah satunya ialah orang-orang tidak dekat satu sama lain,tidak berkomunikasi, tidak ada berita dan tidak ada jalinan perhatian di antaramereka. Hal ini juga terjadi antara manusia dengan Tuhan Allah. Ada sejarahpanjang dan banyak tentang manusia yang tidak setia dengan Tuhan yang berakibatpada hukuman dijatuhkan kepada mereka yang tidak setia. Tuhan Yesus diutus Bapake dalam dunia untuk mengembalikan mereka kepada kesetiaan dan iman yang benar.Umat beriman, dan khususnya Israel diharapkan sebagai yang pertama memperbaikihubungan yang telah rusak ini. Tetapi mereka malah tidak mau mengenal dan mengakui Yesus. Mereka memintatanda-tanda yang menurut mereka harus membuat mereka percaya. Ini yang membuatYesus melawan mereka dengan tegas. Mereka dengan terang-terangan melawan Tuhandengan menolak dan tidak mengakui bahwa Yesus adalah wujud Allah sendiri yangmereka percaya. Ini adalah dosa ketidaksetiaan yang amat besar. Mereka lebihmemilih materi, uang, posisi, kenikmatan daging, status sosial, ketenaran, laluTuhan dilupakan. Menurut Yesus sendiri, dosa ini adalah dosa melawan Roh Kudus,dan tidak dapat diampuni. Godaan untuk menyangkal Tuhan dengan menjadikannya bukan utama danprioritas di dalam hidup kita sungguh sangat besar. Pada umumnya ada tigagodaan besar yang mengancam kita setiap saat dan di mana saja, yaitu harta,kekuasaan dan nafsu kedagingan. Nubuatnabi Mikha mengatakan bahwa kita perlu tulus tentang diri kita: apakah kitadapat mengalahkan godaan itu atau sebaliknya kita yang selalu dikalahkanolehnya, karena dunia di sekeliling kita menjadi saksinya. Kalau kita tetapbersama Tuhan dan memberikan diri untuk dibimbing Roh Kudus, kita yangmengalahkan godaan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Tuhan maha kuasa, semoga Roh-Mu membantu kami untuksenantiasa setia di jalan Putra-Mu Yesus Kristus, dan jauhkanlah kami darisegala godaan yang menyebabkan kami semakin jauh dari jalan-Mu. Salam Maria,penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Wilibroda Gunung Lajar dari Paroki Santo Arnoldus Jansen Waikomo di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Yesaya 7: 1-9; Mazmur tg 48: 2-3a.3b-4.5-6.7-8; Matius 11: 20-24.MENGATASI KEKECEWAAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengatasi Kekecewaan. Ada seorangremaja bernama Anto, ingin mengisi waktu di luar sekolah dengan latihan sepakbola. Ia mendaftarkan diri ke salah satu sekolah bola di dekat tempat iatinggal. Namun setelah dua minggu berlatih, ia berhenti dan pindah ke sekolahbola yang lain. Alasannya ialah bahwa ia sangat kecewa karena di sana tidak adasuasana saling memberi apresiasi dan mendukung kreativitas. Anto memiliki bakatbermain yang bagus tetapi ia tidak mendapat dukungan dari pelatih danteman-teman. Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang menjadi kecewa dan dalamrenungan ini kita menyoroti faktor tidak ada apresiasi dan rasa bangga ataskebaikan dan kualitas yang kita miliki. Apresiasi adalah sama denganpenghargaan, mengindahkan, menghormati, mendukung dan memberikan perhatian.Ungkapan lain untuk ini ialah bersyukur. Orang yang bersyukur adalah dia yangmenghargai kebaikan dan kebenaran dan hidup di dalamnya. Bacaan-bacaan hari ini memberikan kita contoh pengalaman kekecewaan. Allahmengungkapkan kekecewaan atas Yerusalem bersama penguasa dan penduduknya, yangtidak mengandalkan kekuasaan Tuhan yang maha tinggi untuk menjaga dan membelamereka dari gangguan bangsa lain. Mereka kurang percaya kepada Tuhan, dandikuasai rasa takut serta ingin lari dari gertakan musuh. Yesus Kristus kecewaatas kota-kota yang telah menerima pengajaran dan kekuatan dari-Nya tetapimereka tak punya niat untuk bertobat. Menyertai rasa kecewa itu, Yesusmemberikan penegasan bahwa hukuman sudah disiapkan bagi mereka pada waktupenghakiman yang terakhir. Kita selalu menunjukkan rasa kecewa karena tidak ada apresiasi dan tidakada sikap bersyukur ini dalam berbagai bentuk seperti marah, teguran,peringatan bahkan perlawanan yang keras. Tak ada salah tentang ini. Yangpenting adalah ini sebagai tindakan untuk menyadarkan, mengingatkan dan membawaorang kembali kepada sikap bersyukur dan memberikan apresiasi. Kita selalumemiliki cara-cara seperti koreksi persaudaraan atau protes dengan cara sepertiyang dibuat oleh Anto tadi, supaya suasana hidup bersama yang kacau kembalimemberikan rasa betah dan salingmenerima satu terhadap yang lain. Lalu apa yang perlu dihindari dari sikap kecewa ini? Yang perlu kitahindari ialah kekecewaan yang mendorong seseorang untuk balas dendam, rencanajahat, atau menciptakan konflik dan perang. Ada kekecewaan yang konstruktifyang berguna untuk memperbaiki keadaan yang tidak beres dan kacau, dan ada jugakekecewaan yang menjurus destruktif, yaitu mendatangkan masalah yang lebihburuk. Jika kita selalu menggunakan kekecewaan kita yang konstruktif berartikita berkontribusi untuk memperbaiki dan membarui kehidupan kita.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Bapa maha kuasa, kami bersyukur atas kebijaksanaan-Muuntuk menerangi jalan hidup kami, terutama ketika kami kecewa, sakit hati danputus asa. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Aloysius Langoday dan Nelti Cornelia dari Paroki Santo Fransiskus Asisi Lamahora, Dekenat Lembata di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Yesaya 6: 1-8; Mazmur tg 93: 1ab.1c-2.5; Matius 10: 24-33.MEMILIH KERAJAAN ALLAH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Memilih Kerajaan Allah. Ada seorangpemuda ingin menikah karena usianya sudah dianggap cukup, yaitu 35 tahun. Iaberbicara kepada ibunya tentang rencana ini. Ibu bertanya tentang siapasebenarnya gadis pilihan putranya itu. Di situlah pokok masalahnya. Pemuda itubingung untuk memilih satu dari dua gadis yang menurutnya sama-sama penting danberharga baginya. Ia menjelaskan semua ciri kedua gadis itu kepada ibunya. Tetapi sang ibu yang memiliki intuisi lebih tajam, menghilangkankebingungan putranya dengan mengatakan bahwa dari dua gadis itu, ia harusmemilih gadis yang memiliki sikap rela berkorban. Apa saja yang ada padadirinya harus dapat dipersembahkan demi pasangan hidupnya. Maka konsekuensinya,putranya harus meninggalkan gadis yang bersikap posesif. Tanda seseorang yangposesif ialah ia sangat menuntut untuk diperhatikan, dipentingkan, atau diberitempat sangat istimewa. Pemuda itu akhirnya dapat mengambil keputusannya yangtepat dengan pilihan gadis idamannya untuk dijadikan pasangan hidupnya. Kerajaan Allah sudah ada bersama Tuhan Allah sendiri dan menjadi kenyataandengan kedatangan Yesus Kristus ke dunia. Pusat kerajaan Allah itu ialah TuhanYesus Kristus dan seluruh karya-Nya kepada umat manusia. Ciri utama kerajaanini ialah penuh dengan karya rohani, pengorbanan dan persembahan diri dengantujuan terbesar ialah menyelamatkan umat manusia dari dosa dan kematian.Kerajaan ini ingin menyatukan semua umat manusia menjadi warganya. Kerajaan dunia penuh dengan ciri-ciri hidup duniawi dengan tanda utamanyaialah kedagingan dan materialisme. Oleh karena itu sikap manusia yang sangattepat untuk ini ialah posesif, dengan mengambil dan memilikinya. Setiap pribadimanusia memiliki sikap alami untuk terikat dengan dunia ini. Jika sikap inimenjadi sangat dominan maka dari sinilah dimulai persaingan dan konflik diantara orang-orang yang mengejar pemenuhan kepentingan dirinya sendiri. Bagi para pengikut Kristus, kerajaan Allah adalah pilihan satu-satunya demimencapai keselamatan hidupnya. Yesus adalah Guru sejati kita dan pada hari iniIa mengajak kita untuk memilih dan mengikuti Dia sampai kita menjadi sepertidiri-Nya. Kita adalah para hamba yang lemah, namun kita diberi tantangan untukdapat menjadi Tuan seperti Dia. Nabi Yesaya memberikan kesaksian tentangdirinya, bahwa meskipun ia seorang yang berdosa, ia memilih mengikuti KerajaanAllah, kemudian ia siap untuk diutus oleh Tuhan. Santo Benediktus Abas, padamasanya, memberikan alternatif Kerajaan Allah di dunia Eropa, yaitu jalanpertapaan dan hidup membiara.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan yang maha kuasa, semoga pada hari ini kami membuatdiri kami menjadi orang-orang berguna bagi sesama kami melalui kesaksiankehadiran kerajaan-Mu di dalam dunia, khususnya menjadi terang bagi orang-orangyang tersesat. Salam Maria, penuh rahmat... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Petrus Kanisius Kebaowolo dan Elisabeth Welan dari Paroki Karawaci, Gereja Santo Agustinus di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Hosea 11: 1b.3-4.8c-9; Mazmur tg 80: 2ac.3b.15-16; Matius 10: 7-15.MENERIMA DENGAN CUMA-CUMA, MEMBERI JUGA CUMA-CUMA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Menerima Dengan Cuma-Cuma, MemberiJuga Cuma-Cuma. Ada seorang bocah kelas 5 SD bertanya kepada ibunya: "Ma,mana yang duluan, memberi atau menerima?" Ibunya langsung menjawab,"Yang jelas memberi." Kata anak itu, "Kalau begitu berikan akuuang untuk membeli mainan." Kita semua sepatutnya setuju bahwa memberimemang yang pertama, karena hal ini adalah tindakan Tuhan terhadap kita. Hidupkita sebagai manusia dan karunia iman yang kita miliki adalah pemberian Tuhan. Di dalam Injil hari ini, tugas perutusan Yesus kepada para rasul ialahuntuk memberi, yaitu membawa nama Yesus kepada setiap orang dan menghadirkankerajaan-Nya untuk menyejahterakan mereka jiwa dan raga. Lalu pesan Yesuskepada mereka: Kalian telah menerima semua dari-Ku sebagai karunia cuma-cuma.Maka ketika kalian memberikan semua itu, harus juga dengan cuma-cuma. Contoh,para rasul mendapatkan pengetahuan tentang Allah dan rahasia-Nya secara gratis,maka mereka hendaknya mewartakan itu dengan gratis pula. Mereka tidak bolehmengambil keuntungan apa pun kegiatan pewartaan itu. Rahmat dan karunia yang gratis ini sejak dahulu sebelum zamannya pararasul, telah dialami oleh bangsa Israel yang mendapat segala perbuatan baikAllah yang membela, memelihara dan membesarkan mereka. Bahkan, menurut NabiAmos, ketika bangsa ini sangat menderita sebagai tawanan di Babel, Tuhan Allahjuga berbelas kasih kepada mereka. Tuhan mengangkat semua bentuk hukuman kepadamereka dan kembali mengasihani mereka. Oleh karena itu mereka harus mengikuticontoh dari Tuhan untuk selalu berbuat baik pertama-tama di antara mereka dankemudian kepada bangsa-bangsa lain. Menerima cuma-cuma dan memberi juga cuma-cuma merupakan cara kita meniruTuhan Yesus. Kita juga meniru Bunda Maria, Santo Yusuf, para rasul, santoPaulus, Yohanes Pembaptis dan semua orang kudus lainnya. Orang tua kita sendirijuga telah menjalani gaya hidup ini, karena mereka memberikan segala sesuatudemi kita masing-masing dan tak pernah mereka meminta balasan atau bayaran.Justru yang sangat tidak terpuji ialah jika ada anak-anak yang mestinyamembalas orang tua dengan menyenangkan mereka, tetapi sebaliknya menyusahkanbahkan menyakiti mereka sampai kematian mereka. Jadi pesan bijaksana hari ini adalah: kita hendaknya tetap dalam jalanYesus Kristus, yaitu karena kita telah menerima begitu banyak dan cuma-cumadari mana pun dan siapa pun, maka kita harus memberi dengan cuma-cuma juga.Jangan sampai terjadi bahwa kita hanya ingin untuk diberi dan dilayani sesuaidengan keinginan kita, sementara itu kita membatasi diri untuk memberi apa yangseharusnya dapat kita berikan kepada Tuhan dan sesama kita.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan dan Allah kami, kuatkanlah kami dengan Roh-Mu,yaitu semangat dalam pelayanan yang tanpa pamrih, sehingga berkat-Mu menjadinyata bagi kami. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Markus Soge Purab dan Maria Fidelia B. Niron dari Stasi Santo Petrus Waowala, Paroki Santo Bernardus Abas Tokojaeng, Keuskupan Larantuka, Indonesia. Hosea 2: 13.14b-15.18-19; Mazmur tg 145: 2-3.4-5.6-7.8-9; Matius 9: 18-26.PEREMPUAN YANG DICINTAI YESUS Tema renungan kita pada hari ini ialah: Perempuan Yang Dicintai Tuhan.Yesus Kristus dari Nazareth adalah Putra Allah yang menjadi manusia. Iamemiliki semua ciri seperti manusia pada umumnya. Salah satunya ialah memilikiwanita-wanita yang berada di dekat-Nya dan yang melayani Dia. Yesus tidakmungkin hanya bersahabat atau dekat dengan kaum laki-laki. Ada seorang pastor paroki mengatakan hal ini di dalam kotbahnya. SetelahMisa kudus, pastor itu ditanyai oleh beberapa orang muda yang bertemudengannya. "Siapakah perempuan yang menjadi orang yang sangat spesial atauyang sangat dicintai oleh Yesus?" Mereka berharap agar jawaban yangdidapatkan ialah seperti Maria Magdalena, Marta dan saudarinya Maria atau salahsatu nama wanita yang ditemukan namanya di dalam kitab suci. Sang Pastor berkata bahwa perempuan yang dicintai dan sangat spesial bagiYesus Kristus ialah mereka yang dipandang kecil, hina, sakit, pendosa, danjanda. Perempuan yang paling pertama ialah ibunda-Nya sendiri, yaitu BundaMaria, Bunda kita semua. Ada banyakwanita di dalam perjanjian baru, baik yang punya nama maupun yang tidakdisebutkan namanya, yang dapat kita sebutkan. Perempuan yang dicintai oleh Yesus memiliki ciri-ciri atau tanda-tanda yangmembuat perhatian Yesus jatuh kepada mereka. Tanda yang natural padanya ialahsebagai pribadi yang disayangi dan dijadikan pasangan yang sepadan, yang didalam istilah yang selalu kita pakai ialah istri. Simbol ini mengandung artibahwa siapa pun kita baik laki-laki maupun perempuan, jika kita menjadi tepatbagi Tuhan untuk bekerja di dalam diri kita, seperti tanah subur agar benihsabda-Nya tumbuh, maka Tuhan sungguh mencintai kita. Tanda lain pada perempuan sehingga cinta Tuhan Yesus mengalir kepadanyaialah kelemahan, kekurangan, dan sakit yang mereka alami. Pilihan Yesus selalujatuh ke orang-orang dalam kategori ini terlihat jelas di dalam kisah Injilpada hari ini, yaitu anak perempuan kepala rumah ibadat yang dipulihkan olehYesus dan seorang wanita 12 tahun menderita pendarahan yang disembuhkan olehYesus. Simbol ini mewakili kita semua yang berada dalam kesulitan, sakit, dankehilangan sesuatu atau seseorang, kita memang sangat memerlukan Tuhan Yesusuntuk menyembuhkan dan menghibur kita. Tanda yang lain dari perempuan ialah kesalehan, hati yang murni danpengorbanan diri yang ia berikan, baik kepada orang-orang yang dikasihinyamaupun kepada kehidupan pada umumnya. Santa Maria Goreti adalah gadis cilikyang mempertahankan kemurniannya, dan harus menjadi teladan bagi kita semua.Dengan mengikuti semua teladan ini, maka kita pantas mendapatkan kasih yangbesar dan sangat indah dari Tuhan Yesus Kristus. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus, buatlah kami mampu mengasihi orang laindengan kasih-Mu sendiri sehingga mereka dapat mengalami perjumpaan dengan-Mudan memuliakan Dikau. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Onny Pakendek dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Amos 9: 11-15; Mazmur tg 85: 9.11-12.13-14; Matius 9: 14-17.GAYA PESTA DAN GAYA PUASA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Gaya Pesta dan Gaya Puasa. Seorangremaja perempuan merayakan ulang tahunnya ke-17 dengan meriah. Kebanyakan yanghadir ialah teman-teman sekolahnya, dan masing-masing membawa hadiah baginya.Keluarga juga menyiapkan hadiah spesial bagi gadis yang sebagai anak sulungdari tiga bersaudara itu. Perayaan pesta itu dirayakan di pinggir pantai dengansuasana yang sangat alami dan pada saat cuaca yang sangat cerah. Gadis itusangat bersyukur pada hari ulang tahunnya itu. Sangat sulit memahami apalagi melaksanakan sebuah pesta atau perayaan tanpaadanya kehadiran orang-orang terkait. Sebuah pesta berisi perjumpaan,pembicaraan, cerita, makan-minum, hal-hal seremonial, bernyanyi, berjoget,bersuka-ria, santai dan menikmati kegembiraan satu sama lain. Dalam pemahamanseperti ini, jelas sekali gayanya sebuah pesta sangat berbeda dengan sebuahpuasa. Gaya pesta adalah sebuah dunia lain dari pada gaya puasa. Di dalam berpuasa, aspek terpenting di sini ialah mengalami sebuahketiadaan dan ketidakhadiran. Aspek-aspek yang menjadi bagian dari ketiadaandan ketidakhadiran ialah seperti tidak makan minum, tak ada suasana suka riaseperti musik, menyanyi, joget, pekerjaan dan pertemuan. Ada suatu pemahamanbahwa Yang maha tinggi yang menjadi tujuan kegiatan berpuasa, tidak dekat dantidak hadir saat kita berpuasa. Jadi melalui puasa itu kita dapat memilikikesempatan untuk lebih fokus mencari dan menjadi dekat dengan-Nya. Perbedaan dua gaya inilah yang ditampilkan dalam bacaan Injil hari ini.Murid-murid Yohanes dan orang-orang Yahudi pada umumnya tidak menyadari bahwaYesus sebagai Tuhan sedang berada bersama mereka. Mereka menganggap Tuhansangat jauh, Ia harus dicari dan diminta kedatangan-Nya. Caranya ialah denganberpuasa. Sementara para rasul serta murid-murid Yesus sedang mengalami sukacita dan pesta karena Tuhan Yesus ada bersama mereka. Nanti ketika Yesus tidakbersama lagi dengan mereka, barulah mereka berpuasa. Bagi kita saat ini, puasa tetap penting, demikian juga pesta. Gereja telahmemberikan kesempatan yang teratur bagi kita sebagai umatnya untuk menjalankanitu sesuai dengan waktunya. Puasa personal sering menjadi pilihan ketika orangingin melakukan suatu latihan rohani tertentu. Pesta juga dilaksanakan baiksecara bersama maupun personal sebagai kesempatan merayakan kehadiran bersama,Tuhan dan manusia. Pokoknya, masing-masing dijalankan dengan baik, teratur dantak boleh dicampur-adukkan. Kita perlu saling menghormati saat ada kegiatanpesta dan puasa. Kita perlu menghindari perbuatan mengganggu dan intervensimereka yang berpuasa dan berpesta. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, kami ingin mengikuti dengan patuhajaran-Mu tentang berpuasa dan bermati raga, maka kami mohon semoga kamidibimbing selalu di dalam Roh-Mu untuk dapat menjalankannya dengan benar danbaik. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Ester Making dan Elen Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. 2 Raja-Raja 19: 9b-11.14-21.31-35a.36; Mazmur tg 48: 2-3a.3b-4.10-11; Matius 7: 6.12-14.KETULUSAN MEMBUTUHKAN KEADILAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ketulusan Membutuhkan Keadilan. Adaseekor tikus mendapatkan keuntungan di pagi hari ketika ia menemukan makanansisa dibuang oleh tuan rumah di belakang dapur. Tikus itu memanggil beberapatemannya dan mereka bersuka ria bersama. Namun saat bahagia itu berlangsungbeberapa saat saja, karena beberapa kucing datang dan tikus-tikus itu lariketakutan. Sekarang giliran kucing-kucing memanfaatkan kesempatan untukberpesta pora. Tikus hanya bersembunyi dan melihat dari jauh. Namun pesta kucing-kucing tadi hanya sesaat dan langsung bubar karenabeberapa anjing berdatangan. Sekarang anjing yang menguasai keadaan dankucing-kucing berlari ketakutan. Yang menakjubkan ialah tikus-tikus semuanyadatang dan ikut berpesta bersama anjing-anjing. Mereka sungguh berteman dengananjing-anjing. Seekor tikus melihat dan mengejek kucing-kucing yang memandangdari jauh dengan sedih, katanya: "Sekarang kamu tahu yang sesungguhnyaterjadi. Kejahatan yang kamu lakukan terhadap kami, terjadi juga terhadap kamu.Nikmati saja kesedihanmu dan kami menikmati pesta." Perkataan dan ejekan tikus tersebut cukup merefleksikan apa yangdigambarkan oleh Injil Matius pada hari ini. Dikatakan begini: Segala sesuatuyang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepadamereka. Kita juga bisa menempatkan pernyataan ini sejajar dengan ajaran cintakasih Kristus yang mengatakan bahwa kita ingin dicintai oleh sesama sepertikita mencintai mereka. Lalu santo Fransiskus dari Assisi meninggalkan kitawarisan rohaninya yang terkenal tentang nyanyian cinta kasih Allah. Beberapapenggalan syairnya kira-kira seperti ini: supaya dimengerti, maka Anda harus mengerti, dicintai, makamencintailah, dibantu, maka membantulah. Hal ini bukan suatu ajaran tentang balas-membalas perbuatan baik.Sebenarnya ini adalah sebuah ketulusan. Agar kehidupan kita menjadi bermakna,maka kita harus dapat berbagi dari diri kita kepada orang lain, terutama merekayang ada di sekitar kita. Misalnya kita memberikan salam atau tersenyum kepadasaudara dan saudari yang kita jumpai tiap hari. Ini adalah bagian dari hidupyang tulus. Perlakukan yang baik terhadap sesama dalam kewajaran dan berperikemanusiaan, dengan sendirinya berbuah pada kebaikan yang dilakukan orang lainterhadap diri kita. Saya telah berbuat baik kepada saudara dan saudariku,demikian juga nanti di dalam kesulitan dan kekurangan, mereka akan membantusaya. Hal ini merefleksikan kehidupan kita bersama yang memiliki keadilan. Jika ketulusan kita selalu berjalan bersama dengan keadilan maka kitamemang sedang menciptakan suatu kehidupan bersama yang damai dan nyaman sepertiyang dikehendaki Tuhan dari kita.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus yang baik, penuhilah kami dengan semangat cintakasih-Mu sehingga kami dapat berbuat kasih tanpa pamrih dan rela berkorban .Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Agata Tukan, Elen Making, Ester Making dan Novita Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Yeremia 20: 10-13; Mazmur tg 69: 8-10.14.17.33-35; Roma 5: 12-15; Matius 10: 26-33.JANGAN TAKUT Tema renungan kita pada hari ini ialah: Jangan Takut. Ada pasangan suamidan istri yang baru satu tahun menikah dan dikaruniai seorang putra. Merekamasing-masing memiliki sifat penakut sebelum menikah. Suami selalu takut dengandarah. Ia tidak bisa melihat langsung darah segar keluar dari tubuh manusiaatau binatang. Ia bahkan tidak bisa melihat langsung saat kelahiran putranya.Istri suka takut berada sendirian dan dalam tempat yang gelap. Ia selalumemiliki saudara dan teman yang menemaninya setiap saat. Tetapi setelah kelahiran anak pertama mereka, mereka berdua memutuskanuntuk meninggalkan kebiasaan memiliki rasa takut yang sebenarnya tidak perlu.Keputusan itu memiliki motivasinya pada pendidikan dan pertumbuhan anakpertamanya dan nanti pada anak-anak yang akan lahir. Mereka sangat menyadaribahwa apa yang ada pada orang tua dan yang mereka lakukan akan diterapkankepada anak-anak. Kalau orang tua suka takut yang tidak beralasan, mereka akanmempengaruhi anak-anak bersikap yang sama. Tuhan Yesus mengajarkan kita supaya jangan takut, sebagai bagian daripewartaan Injil-Nya. Ia ungkapkan perintah ini untuk menguatkan iman kitakepada-Nya. Demi tujuan ini, perintah tersebut ia sampaikan sebanyak 365 kali.Kalau satu tahun ada 365 hari maka setiap hari memiliki satu perintah atauperingatan "Jangan takut" yang harus kita jalankan. Mengapa perintah "Jangan takut" ini sangat penting bagi kita?Karena ini adalah kehidupan nyata Tuhan Yesus Kristus sendiri. Ia sendiri tidaktakut kepada siapa pun dan apa pun yang berhubungan dengan dunia dan manusia.Ia bahkan tidak takut dengan kematian-Nya sendiri. Ia ingin supaya kitamengikuti teladannya. Percuma Ia memerintah kita melakukan, tetapi Ia sendiritidak menjalankannya. Apa yang dilakukan oleh Yesus, dilakukan juga oleh nabiYeremia dan Santo Paulus. Dan kita semua berusaha di dalam iman untukmenjalankannya juga. Perintah Tuhan "Jangan takut" dimaksudkan untuk mencegah kitatidak begitu gampang menjadi takut. Perintah ini adalah yang paling seringdilanggar, karena secara kodrati kita manusia adalah bangsa penakut. Kitamewarisi rasa takut dari manusia pertama yang telah jatuh ke dalam dosa. Kitajuga memiliki sifat binatang penakut ketika lingkungan hidup kita diganggu oleh pihak yang lain. Di dalam dunia ini dan khususnya di sekeliling kita ada begitu banyakcobaan dan ancaman musuh, baik yang kelihatan maupun yang tidak. Maka TuhanYesus meyakinkan kita untuk tidak usah takut, karena ia memimpin hidup kita.Kalau hidup kita sungguh bersama Dia, ketakutan menjadi tidak mungkin. Marilah kita berdoa.Dalam nama... Ya Yesus, semoga dengan perayaan hari Minggu ini, kama dapatmengalahkan semua ketakutan di dalam dunia ini dan memberikan rasa nyaman satuterhadap yang lain. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Hati Tersuci Maria Keuskupan Maumere, Indonesia. 2 Raja-Raja 11: 1-4.9-18.20; Mazmur tg 132: 11-12.13-14.17-18; Matius 6: 19-23.ARAH HATI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Arah Hati. Mujizatyang terjadi pada manusia tidak terlepas dari doa-doa yang kita panjatkan. Kitamemperoleh keuntungan jasmani dan rohani berkat doa-doa kita. Melalui doa danjalinan relasi dengan Tuhan, terjadilah suatu arah hati manusia kepada Tuhan.Doa yang tidak disertai dengan arahan hati, pikiran, dan jalinan cinta denganTuhan akan menjadi doa yang sesat. Di luar waktu, tempat dan suasana doa, arah hati kita bisake mana saja mengikuti keinginan hati. Biasanya yang sangat umum menjadi tujuanperhatian keinginan hati manusia ialah kekayaan dunia. Seorang pemuda sedangberjudi bola pada saat terjadi perhelatan sepak bola piala dunia tahun ini. Ketika ia sedang menghadiri Misapada hari Minggu, seluruh perhatian dan kecondongan hatinya ialah kemenangantim favoritnya. Misa Kudus itu sebenarnya tidak bernilai bagi dia pada saatitu. Ini adalah sebuah contoh arahan hati yang sebenarnya kepada Tuhan, tetapi bisa dengangampang berubah arahnya kepada peristiwa dan kenikmatan duniawi. Pada hari iniSabda Tuhan memberi peringatan bahwa kekayaan duniawi dan harta milik banyakkali menjadi ancaman untuk ketenangan dan kedamaian hati kita. Kita akan mudahsekali terbawa dan termakan oleh keinginan untuk terus mencari, mendapatkan danmemilikinya. Banyak dari kita berpikir bahwa setelah kita memiliki semua itukita akan menjadi aman dan tenang. Yesus mengatakan bahwa cara hidup seperti inimemperhambakan dan membodohkan. Harta milik, uang, dan kepentingan duniawimemang kita perlukan, tetapi bukan untuk menggantikan arahan hati kita kepadaTuhan. Semua itu tidak mungkin kita bawa setelah kematian di dunia ini. Hartadan tujuan surgawilah yang harus menjadi fokus perhatian dan keseriusan kita. Dengan firman pada hariini Tuhan berkenan membuka hati, budi dan kehendak kita untuk menimbun danmemperbanyak harta surgawi kita. Harta surgawi kita tidak mungkin tersimpan di bank sepertiuang dan harta dunia. Suatu saat bank itu dibobol atau terkena kecelakaan maka harta dunia akan hilang. Tetapi harta surgawi sepertihidup rohani, hubungan dengan Tuhan, ajaran Tuhan, semangat pelayanan dan kasihyang tersimpan di dalam kerajaan Allah, tidak mungkin hilang. Harta itu yangmenemani kita setelah kematian nanti. Kalau Anda ditanya: di manakah hartamu?Atau ke mana arah hatimu? Sebagai pengikut Kristus, jawabannya harus menjadi:harta surgawi. Peristiwa pemusnahan kekuasaan Baal yang dikisahkan dalam bacaanpertama hari ini memperkuat keyakinan kita bahwa Kerajaan Allah yang berdiritegak di dunia harus dapat mempertahankan harta surgawi kita di dunia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, semoga hati kami selalutertuju kepada-Mu dan akhirnya beristirahat di dalam Dikau selama-lamanya.Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Onny Pakendek dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. 1 Raja-Raja 21: 1-16; Mazmur tg 5: 2-3.5-6.7; Matius 5: 38-42.RAHMAT DAN BELASKASIH MENGATASI KEADILAN Renungan kita pada hari ini bertema: Rahmat dan Belas Kasih MengatasiKeadilan. Ada seorang pemuda bernama Julio yang mempunyai dua adik perempuan.Kedua adiknya itu selalu bertengkar biarpun atas hal-hal yang sepele. Julioyang sedang kuliah itu menyadari bahwa tugasnya sebagai kakak tidak sekedarmenengahi kedua adik kesayangannya, tetapi mengajarkan mereka tentang salingmenghormati dan mengasihi. Ia selalu menasihatkan mereka dengan mengatakan:"Kalian tidak cukup bersikap adil satu terhadap yang lain, tetapi harusada kasih yang melebih perlakuan yang adil". Sebenarnya yang diperbuat Julio adalah perbuatan Tuhan Yesus sendiri. TuhanYesus adalah sumber rahmat, kerahiman dan belas kasih yang melengkapi hukum didunia yang berdasarkan keadilan. Kita manusia memang membutuhkan keadilan.Keadilan adalah keutamaan sekaligus peraturan. Sebagai keutamaan berarti yangadil ialah sesuai hak dan kewajiban setiap orang yang terjamin. Sebagaiperaturan, keadilan menuntut adanya hukuman bagi yang bersalah dan pujian atauimbalan bagi yang benar. Fungsi keadilan dalam memberikan hukuman yang setimpal, memiliki celakelemahan, sehingga Yesus bekerja untuk menutupinya. Kalau tidak ditutupi ataudiatasi, maka hukum mata ganti mata, gigi ganti gigi tidak akan pernahberhenti. Yesus menggunakan rahmat, kerahiman dan belas kasih untuk mengatasikekurangan keadilan di dunia. Inilah yang disebut misericordia, yaitu ada pengampunan dan terjalin rekonsiliasisehingga tercipta kedamaian. Di dalam damai orang-orang menerima satu sama laindan saling melengkapi. Peristiwa yang terjadi terhadap Nabot, baik harta maupun jiwanya sendiriyang dihabiskan oleh penguasa yang jahat, merupakan sebuah contoh ketidakadilanyang ada di dalam dunia ini. Orang atau golongan yang kecil dan lemah selalukalah. Bagi Yesus dan kita semua pengikut-Nya, jika ketidakadilan ini tidakdihentikan, membalas dendam dan kebencian akan tumbuh subur. Untuk menghentikanini, diperlukan hukum cinta kasih yang tentu saja melampaui rasa keadilan.Ketika seseorang diampuni dan diterima, maka ia bukan lagi dilihat sebagaipendosa atau pembuat kekacauan tetapi seorang yang baru. Mungkin saat ini kita mengalami betapa sulitnya menyelesaikan masalahdengan pengampunan dan belas kasih, tetapi bukan berarti hal ini tidak mungkinkita lakukan. Mengampuni, menanggapi dengan senyum, tenang, diam dan bahkanmendoakan mereka yang telah berbuat tidak adil atau jahat terhadap kita, bukansuatu tindakan dari titik nol. Kita bukan baru mau belajar dan berlatih untukmengampuni. Kita sudah dikaruniai Tuhan untuk melakukannya. Kita hanya perlukeberanian, konsistensi dan semangat untuk mewujudkannya.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan Yesus Kristus, tambahkanlah keberanian dan kuatkanlahkonsistensi kami untuk melakukan belas kasih dan pengampunan sesuai yang Engkauinginkan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Angela Efrasia Netty dari Paroki Curug, Gereja Santa Helena di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yudas 17: 20b-25; Mazmur tg 63: 2.3-4.5-6; Markus 11: 27-33.PELIHARALAH DIRIMU DI DALAM KASIH ALLAH Renungan kita pada hari ini bertema: Peliharalah Dirimu DiDalam Kasih Allah. Seseorang baru dapat memberi atau berbagi dari dirinya kalauia memiliki sesuatu. Ia tidak mungkin memberikan sepiring nasi atau selembaruang dua puluh ribu kepada seorang sesamanya, kalau ia tidak punya nasi atauuang. Demi menunjang semangat Kristen dalam berbagi rahmat Allah, para pengikutKristus harus memiliki rahmat Allah yang banyak. Rahmat tidak akan habis karena sumbernya dari Tuhan Allah.Untuk menjamin kalau kekayaan rahmat Tuhan senantiasa hadir di dalam diriseseorang, caranya ialah ia harus selalu memelihara dirinya di dalam rahmatkasih Allah. Ironisnya ialah banyak di antara kita karena demi semangatpelayanan dan untuk suatu kepentingan yang tidak tulus, mereka memilih memberiperhatian atau memelihara iman orang lain. Dengan kata lain, ada suatu kecenderungan kita untukmengurusi hidup rohani orang lain. Kita ikuti mereka terus-menerus dalambagaimana mengusahakan hidup yang saleh, hidup penuh kasih, dan hidup dalampersekutuan. Biasanya orang-orang yang menganggap dirinya sudah dewasa dansudah sedikit maju dalam pengetahuan iman melakukan hal ini. Akibatnya merekatidak mempunyai kesempatan dan kemauan untuk memelihara diri sendiri terkaitdengan hidup di dalam kasih Allah. Mereka yang dalam golongan ini menganut gayaaktivisme. Pemeliharaan diri di dalam kasih Allah berangkat dariprinsip bahwa Tuhan Allah sendiri berkuasa menjaga kita supaya kita tidaktersandung dan tidak dikuasai sepenuhnya oleh kuasa kejahatan. Surat RasulYudas dalam bacaan pertama menegaskan menegaskan supaya setiap orang berimanmendasarkan dirinya di atas iman yang suci dan senantiasa memelihara diri didalam kasih Allah. Dengan mendapatkan kebijaksanaan Tuhan, kita akan dikaruniairahmat kegembiraan untuk menantikan kemuliaan-Nya yang akan dinyatakan secarapenuh. Selanjutnya kita sendiri yang memelihara rahmat yang sudahdicurahkan kepada kita. Cara yang paling mendasar ialah kebutuhan akan kekuatanrahmat Tuhan supaya mengisi diri kita, bagai jiwa yang haus akan Tuhan danrindu untuk dipuaskan oleh Tuhan setiap waktu. Jika sikap kita hanya menunggudengan pasif, bisa saja kesiapan kita akan datangnya rahmat itu sangat minim.Tetapi ketika ada kebutuhan dan kemendesakan, kita akan sangat bergembira dansiap untuk dicurahkan rahmat dari Tuhan. Berharap dan meminta dengan kesukaanyang tinggi harus kita lakukan. Kita dapat memelihara diri sendiri dalam kasih Allahmelalui semakin banyak perbuatan kasih. Setiap perbuatan kasih yang kitalakukan harus tetap bersumber pada nama dan kuasa Yesus Kristus yangmenghadirkan Allah yang maha tinggi. Tanpa bersumber pada kuasa Tuhan, setiapperbuatan kasih kita bakal kehilangan legitimasi dan pengaruh rohaninya bagiorang lain. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, semoga kami tekunmemelihara diri kami di dalam kasih-Mu dan senantiasa berbagi kasih itu kepadaorang-orang di sekitar kami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hartini dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Kejadian 3: 9-15.20; Mazmur tg 87: 1-2.3.5.6-7; Yohanes 19: 25-34.KARUNIA SEORANG IBU Tema renungan kita pada hari ini ialah: Karunia Seorang Ibu. Pada suatuhari Minggu yang jatuh pada "Hari Para Bapak" sedunia, imam yangmemimpin Misa mengundang para bapak untuk maju ke dekat altar sebelum berkatpenutup Misa. Mereka didoakan dan diberkati khusus oleh imam. Pada waktu ituada tiga bapak menangis haru dan terlihat oleh imam yang sedang mendoakanmereka. Imam itu bertemu mereka di luar gereja setelah misa selesai. Satu persatudari mereka ditanyakan alasan mereka menangis waktu berada di depannya. Merekasemua menjawab bahwa istrinya memaksa mereka maju ke depan dengan ancaman yangberbeda-beda. Kalau mereka tidak mau maju, sanksi akan diberikan tanpa ampun.Yang satu diancam tidak boleh masuk rumah setelah kembali dari misa. Yang laindiancam tidak ditemani kalau diajak untuk pergi berdua. Yang lain lagi diancamtidak disiapkan makanan favoritnya. Ancaman-ancaman ini sungguh serius. Seorang istri dan ibu adalah kunci bagirumah, makanan dan relasi. Jika ketiga unsur ditiadakan, bagaimana jadinyadengan seorang suami dan bapak, bahkan kehidupan kita yang sesungguhnya! Ketigabapak yang menangis seharusnya bukan karena istri mereka galak, tetapisesungguhnya mereka sangat sedih dan sakit untuk kehilangan bagian kehidupanyang dibawa dan dihidupi oleh para istrinya. Jadi para istri atau wanita iniadalah representasi dari kebaikan Allah untuk melawan semua bentuk kejahatanyang ingin merusak dan membinasakan kehidupan. Kita berbahagia di hari peringatan Bunda Maria sebagai Bunda Gereja ini,yang merupakan perayaan untuk menghormati dan memuliakan peran ke-Ibuan untukseluruh Gereja. Pada prinsipnya Gereja disebut ibu dengan alasan palingkentara, ialah karena Bunda Maria dipercayakan oleh Putra-nya sendiri, YesusKristus yang adalah kepala Gereja, sebagai bunda Gereja. Yesus nyatakan itusecara langsung dan pribadi ketika Ia bergantung di atas salib dan sesaat lagiakan wafat. Ia berkata kepada seorang murid yang dikasihi-Nya: “Inilah ibu-mu”! Gereja sebagai ibu memiliki tanggung jawab maha penting untuk melindungidan mengarahkan setiap anggotanya ke jalan keselamatan. Maria tentu bekerjasama dengan Yesus Kristus, sang Kepala Gereja, untuk membuat Gereja dan seluruhanggotanya hidup dalam iman, kasih dan pengharapan yang kuat. Sebagai ibu,Maria menjiwai seluruh Gereja sepanjang jalan tersebut. Meskipun ancaman setandan musuh-musuh tak pernah berhenti untuk mencelakakan dan menghancurkanGereja, ibu Gereja memiliki kekuatan untuk bertahan dan melawannya. Perlawananitu tidak pernah berhenti selama dunia ini masih berputar, seperti yangdiwartakan oleh bacaan pertama hari ini. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah, semoga Bunda Maria selalu bersama dengan kami didalam segala kesulitan kami, khususnya dalam saat-saat kesulitan dan ancamanmusuh yang mematikan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Novy Laurens dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Katedral di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 28: 16-20.30-31; Mazmur tg 11: 4.5.7; Yohanes 21: 20-25.CAMPUR TANGANYANG DIPERLUKAN Renungan kita pada hari ini bertema: Campur Tangan Yang Diperlukan. Adaseorang bocah laki-laki berusia 7 tahun sedang bermain sepeda. Ia melajukansepedanya dengan kencang melalui lorong-lorong kecil di sekitar rumah, sebelumkembali ke halaman rumah. Pada saat hendak memasuki halaman ia kehilangankeseimbangan sehingga terjatuh di got. Ia berhasil keluar dari got tetapi iatidak bisa mengangkat sendiri sepedanya dari dalam got. Ia tidak menangis dan berusaha menahan sakit. Kemudian ia hanya diam danterus memandang sepedanya di dalam got itu. Ia tidak mau berteriak kepadabapaknya yang ada di samping rumah dan sedang mengerjakan sesuatu karena iatakut dimarahi. Ketika bapak tahu bahwa anaknya sedang menghadapi masalah, iadatang kepada anaknya. Anak itu mulai menangis saat bapaknya mendekatinya danmembantu mengangkat sepedanya dari dalam got. Tindakan sang bapak ini adalah sebuah contoh mencampuri urusan atau campurtangan pada momen yang tepat dan benar. Anaknya sungguh sedang membutuhkansebuah pertolongan, dan pada saat itu datang tindakan turun tangan. Untuk rasulPetrus, jelas bahwa ia ditegur oleh Yesus karena ia mencampuri urusan muridlain yang dikasihi Tuhan dan urusan Yesus sendiri. Menurut Yesus, Petrusharusnya mengurusi saja dulu kepentingannya, sebelum sibuk dengan kepentinganorang lain. Dengan kata lain, momennya tidak tepat untuk campur tangan. Inijuga terjadi dengan kepentingan kekuasaan Romawi dan agama Yahudi yang salingcampur urusan atau tarik-menarik dalam penderitaan yang dialami oleh Paulussaat ia berada di Roma. Campur tangan atas kepentingan sesama pada dasarnya memang tidak bisadihindari. Itu bagian dari memberikan perhatian. Namun supaya dapat menjadisuatu perbuatan yang sangat positif dan sebagai suatu pelayanan, mestinya kitabisa menghindari dua ekstrem yang membuat campur tangan itu menjadi tindakanyang salah dan berakibat buruk bagi kita sendiri dan orang lain. Ekstrem pertama ialah campur tangan yang tidak perlu, atau tepatnya yangberlebihan dan salah tempat dan waktunya. Seorang yang sedang gelisah dansedih, kita justru melibatkan dia dalam diskusi sesuatu hal yang membuat diabertambah kacau pikiran dan hatinya. Kedua ialah tidak berbuat apa-apa atausama sekali tidak campur tangan. Seorang teman menyesal sekali karena tidakbisa membantu rekannya, padahal sebenarnya ia bisa. Akibatnya rekan itumenderita kecelakaan lebih parah. Jadi,dengan menghindari dua ekstrem ini tinggal satu pilihan saja, yaitu tindakancampur tangan yang diperlukan, pada waktu dan tempat yang benar, sesuai dengankebutuhan atau kepentingannya. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Dengarkanlah doa kami yang memohon kepada-Mu, ya Tuhan,supaya kami selalu saling memberikan perhatian demi meningkatkan kualitas hidupkami lebih baik dalam relasi dan kerja sama di antara kami. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Elisabeth Yunyun Sinsur dari Paroki Santo Albertus de Trapani di Keuskupan Malang, Indonesia. Kisah Para Rasul 25: 13-21; Mazmur tg 103: 1-2.11-12.19-20ab; Yohanes 21: 15-19.PEMBENARAN KITADARI TUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Pembenaran Kita Dari Tuhan. Adaseorang remaja SMP bernama Thomas yang dikenal sangat nakal baik di rumahmaupun di sekolahnya. Ia sudah menerima berbagai jenis hukuman. Hampir semuaorang menganggapnya jelek. Hanya kedua orang tuanya yang masih memiliki harapanbahwa Thomas dapat berubah pada suatu waktu kelak. Ibunya berpesan, bahwa saatpergi dan pulang dari sekolah ia harus sempatkan diri masuk ke gereja danberdoa, mengingat ia selalu melewati jalan di depan gereja. Pada suatu hari terjadi keributan di kelas dan sekali lagi Thomas yangdituduh sebagai pelaku utamanya, padahal sebetulnya tidak seperti itu. Iamerasa sangat disudutkan. Semua menyalahkan dia. Ketika selesai sekolah iamasuk gereja dan berdoa. Ia berseru kepada Tuhan: "Ya Yesus, saya nakaldan saya sangat sedih dengan semua perbuatan saya. Tetapi tidak semua kesalahanberasal dari saya. Hanya saya gampang sekali dituduh melakukan semua kesalahandan kekacauan. Saya ingin menyerahkan semua ini kepada Tuhan sebagai pengadilkuyang benar, karena di dunia ini tidak semua pengadilan itu benar". Pengalaman Thomas ini adalah juga pengalaman Yesus Kristus dan Santo Paulusdahulu. Mereka tidak mendapat pembenaran dari dunia ini, maka mereka datangkepada Allah pemegang kebenaran mutlak untuk mengadukan perkara pembuktiankebenaran. Pembenaran dunia ini sungguh berlawanan dengan pembenaran Tuhan,karena perhitungan dan keputusan pengadilan di dunia ini sering dipengaruhioleh nafsu duniawi dan kepentingan sesaat manusia. Singkatnya, jika kitamempertahankan pembenaran dari Tuhan risikonya ialah kita pasti bertahan untukmenanggung penderitaan di dunia ini. Ada juga jenis pengadilan lain yang dialami oleh Santo Petrus, rasul Yesusyang pertama. Yesus mengadili dia secara khusus. Kalau Yesus sendiri yangmengadili, maka akan langsung diketahui orang itu benar atau salah. Petrusdiinterogasi soal ketulusan, iman dan komitmennya untuk mengikuti Kristus. Ia harushadapi pengadilan itu supaya komitmennya dibuktikan dan tugas penting yang iaambil. Setiap pengadilan harus taat pada syarat fundamentalnya yaitu objektivitas.Nurani banyak orang dan publik yang membentuk objektivitas itu. Sedangkan suarasatu atau dua orang saja akan sangat subjektif dan itu tidak bisa menjadikebenaran. Iman kita mengajarkan bahwa kehendak Tuhan didapatkan melaluipendapat bersama dalam Gereja yang difasilitasi oleh para pemimpinnya. Disinilah kita mendapatkan pembenaran atas penghayatan iman kita. Misalnya, Andamendapatkan absolusi dalam pengakuan dosa yang diberikan oleh Gereja melaluiseorang bapak pengakuan, itu merupakan pembenaran bagi diri Anda. Tuhanmembenarkan kita di dunia ini melalui sarana dan tindakan Gereja. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah maha baik, tambahkanlah keberanian dan kekuatan agarkami dapat menghadapi aneka macam kesulitan dan pengaruh jahat di dalam duniaini. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalamnama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Agustina Maria Nawang Mulan dari Paroki Santa Maria Assumpta Klaten di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Kisah Para Rasul 22: 30; 23: 6-11; Mazmur tg 16: 1-2a.5.7-8.9-10.11; Yohanes 17: 20-26.SEMOGA KITA BERSATU Renungan kita pada hari ini bertema: Semoga Kita Bersatu. Seorang bocah laki-laki berusia 5 tahunsedang berdoa di dalam kamarnya. Kedua orang tuanya mendengar dari luar kamarsepertinya anak itu sedang berbicara dengan seseorang. Mereka mengintip dilubang pintu, dan melihat anaknya memandang ke atas dengan kedua tangannyaterbuka. Ia berseru di dalam doanya: "Tuhan Yesus, aku sering berdoakepada-Mu, tapi aku belum pernah mendengar Engkau berdoa untuk aku. Sekarangaku ingin dengar doamu untuk aku." Bocah itu sebenarnya ingin mengetahui apakah Tuhan Yesus mendoakan kitamanusia. Ini juga sering menjadi pertanyaan dari banyak orang di antara kita.Pada hari ini bacaan Injil kita menguraikan tentang sebuah doa Yesus yangsangat spesial, yaitu ia berdoa supaya terciptalah persatuan di antara Allahdan manusia dan di antara manusia dengan sesamanya. Jadi Yesus berdoa bagisetiap pribadi kita dan semua orang yang ada di sekitar kita, semoga kitabersatu. Mengapa doa-Nya adalah semoga kita bersatu dan bukan kita harusbersatu? Alasan paling kentara ialah bahwa Tuhan memberikan kebebasan kepada setiapmanusia untuk memilih persatuan atau memilih perpecahan. Ini sama dengankebebasan memilih untuk menaati Dia atau melawan Dia. Hidup kita adalah arenabermain dan berjuang untuk menentukan siapa yang memilih Tuhan dan siapa yangtidak. Jadi kebebasan manusia ialah karunia kodrati yang ikut menentukankondisi iman dan pertumbuhan rohani kita. Alasan lain yang mungkin kurang kita sadari ialah bahwa persiapan sebagaiunsur yang sangat penting dalam hidup kita. Doa Yesus semoga kita bersatu hendaknyamendorong kita untuk menyiapkan suatu persekutuan yang sejati di antara kitaputra dan putri Allah. Persiapan ini berguna untuk meningkatkan selera kitamerindukan suatu persatuan abadi di surga. Maka kita tidak boleh menganggapremeh atau bermain-main dengan setiap jenis persatuan yang kita bangunbersama-sama di dunia ini. Tuhan kecewa kalau kita meremehkannya. Alasan yang paling tinggi nilainya ialah bahwa Tuhan Allah itu esa dantempat Ia berdiam ialah satu saja selamanya, di surga. Untuk sampai ke sanakita harus melewati perjalanan dan proses panjang. Tidak ada permainan sulapatau transportasi kilat untuk bisa sampai di sana. Kalau seandainya tak adaproses maka cukup satu saja mujisat untuk membawa semua orang bersatu di surga.Tetapi ada prosesnya, maka kita memakai “semoga kita bersatu”. Kita diberi karunia untuk memiliki pengharapan. Tuhan tidak menghilangkanpengharapan kita dan menggantinya dengan harus. Oleh karena itu doa-doa selaluberupa “semoga”, “kiranya” dan “akan”, sebagai tanda pengharapan kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah, semoga Roh Kudus yang diutus kepada kamimempersatukan kami di dunia ini dan mempersiapkan kami untuk persatuan yangabadi bersama-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Fanny Hartono dari Paroki Gembala Yang Baik di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Kisah Para Rasul 20: 28-38; Mazmur tg 68: 29-30.33-35a.35b-36c; Yohanes 17: 11b-19.BERBAGI KARUNIA ROHKUDUS Renungan kita pada hari ini bertema: Berbagi Karunia Roh Kudus. Ada satukelompok orang muda masuk ke dalam gereja untuk berdoa. Mereka berjumlah tujuhorang, empat perempuan dan tiga laki-laki. Mereka semua heran dengan dekorasidi samping altar berupa gambar tujuh karunia Roh Kudus. Masing-masing memilihsatu karunia Roh yang dianggapnya paling cocok dengan karakter dan keadaanpribadinya, yaitu karunia kebijaksanaan, pengertian, nasihat, pengetahuan,kesalehan, keperkasaan (kekuatan), dan takut akan Tuhan. Setelah berdoa, merekakembali dengan hati yang penuh gembira. Ada sebuah niat yang baik dan mulia dari mereka sebagai satu kelompok orangmuda Katolik dan sebagai pribadi masing-masing. Mereka ingin memberikankesaksian kepada orang muda Katolik lain, supaya membawa semua orang mudaKatolik di dalam persekutuan dan persaudaraan Kristiani yang baik. Mereka jugaingin menjadi rasul-rasul Kristus yang dengan rela dan tekun berbagikarunia-karunia Roh Kudus kepada sesamanya, khususnya di tempat mereka hidupdan bertumbuh. Mereka menjadi berguna kalau mereka berbagi karunia Roh Kudus. Mengapa harus berbagi Roh Kudus? Ada beberapa alasan mendasar. Pertamakarena Tuhan Allah sendiri sudah berbagi dari diri-Nya sendiri. Tuhan Allahberbagi hidup-Nya dengan manusia sehingga Putra Allah menjadi Yesus Kristus,kemudian Yesus sendiri mengutus Roh-Nya bagi kita. Allah sudah berbagi, makakita harus juga bisa berbagi. Tujuan utama berbagi ini ialah supaya persatuandan kesatuan itu dapat diwujudkan, seperti inti doa Yesus yang diwartakanbacaan Injil pada hari ini. Berbagi karunia Roh bertujuan untuk persatuan. Kedua, Roh Kudus bergerak dan berkegiatan. Ia menggerakkan setiap pribadidalam Gereja Perdana lalu menginisiatifkan kegiatan-kegiatan mereka sehinggamereka tidak tinggal diam atau bersembunyi. Santo Paulus harus bergerak danberpindah dari satu tempat ke tempat lain, karena ia harus mengembangkan Gerejake seluruh pelosok bumi. Kita juga dipenuhi dan digerakkan oleh Roh Kudus agarkita dapat berbagi kasih karunia Tuhan kepada orang lain. Ketiga, Gereja itu inklusif dan menaati perintah Yesus untuk menjadikanseluruh bangsa murid-murid-Nya. Maka tak ada cara lain yang paling pas kecualimenggerakkan setiap pengikut Kristus untuk berbagi karunia-karunia Roh Kudus,yaitu menyampaikan segala kebaikan, suka cita dan kebenaran kepada seluruhdunia. Berbagi kepada sesama di dalam persekutuan Yesus Kristus merupakan hukumyang tidak dilalaikan. Berbagi kepada sesama manusia yang lain merupakan perwujudantugas Gereja kita yang apostolik. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, di dalam saat-saat penantian datangnya RohKudus, kami menaruh iman kami kepada-Mu sebagai guru dan Tuhan kami. Kuatkanlahkami dengan berkat dan kasih-Mu supaya dalam penantian ini kami selalu fokusdengan penuh devosi dan mawas diri. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Arthur J. Homeric dari Paroki Santo Yoseph Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 20: 17-27; Mazmur tg 68: 10-11.20-21; Yohanes 17: 1-11a.MEMELUKKEMULIAAN TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Memeluk Kemuliaan Tuhan. Adaseorang pemuda bercerita bahwa ia menjaga relasi dengan pacarnya melalui LDR(long distance relationship). Pacarnya tinggal di rumahnya yang dekat dengangereja, sehinnga ia sering berbagi foto-foto kegiatan doa rosario, pelayanan digereja dan perayaan Misa. Ini berbeda dari si pemuda yang tinggal di pelosokyang jauh sekali dari gereja. Kunjungan Pastor Paroki di kampung itu nyaristidak terjadi. Kehidupan rohani umat di situ amat kering. Setiap kali mendapat foto-foto kegiatan rohani dari pacarnya, ia mengangkatsalib Tuhan Yesus dan merapatkan ke tubuhnya atau memeluknya. Ia sering jugamenggenggam erat rosario dan mengecupnya. Ia menjadikan salib Tuhan Yesussebagai tanda relasi dan perasaan dekat sekali dengan Tuhan. Bagi dia iniadalah ungkapan memeluk kemuliaan Tuhan. Jika kita memeluk salib, kita memeluk kemuliaan Tuhan. Santo Paulusmengalami betapa penderitaan salib menjadi makanannya tiap hari. Roh Kudusmenolong dia dan kita semua untuk dapat memeluk dan menanggung salib di dalamhidup kita. Ada orang yang siap untuk itu seperti Santo Paulus, namun adabanyak yang tidak siap. Maka Tuhan Yesus mendoakan mereka yang tidak siapdengan salibnya, agar mereka tidak usah kuatir atau takut. Ia selalu menolongmereka untuk memanggul salibnya. Doa Yesus direalisasikan melalui Roh Kudus yang menolong kita memikul salibkita masing-masing. Roh Kudus membantu kita untuk menyukai salib, memeluknya,dan memikulnya. Kita harus memeluk dahulu sebelum memikulnya. Itu berarti kitamau dan menyanggupinya. Kalau memeluk sesuatu atau seseorang, berarti kitamenyayanginya, dan kita berhati-hati supaya ia tidak jatuh. Kita sayang akansalib yang kita pikul dan tetap menjaganya supaya tidak jatuh atau berpindah keorang lain. Salib merupakan kemenangan dan kemuliaan kita. Melalui salib terjadipenaklukan terhadap dosa dan tercapai keselamatan sebagai kebenaran bagi kita.Memeluk kemuliaan Tuhan berarti apa? Pertama, karena Yesus sendiri menyatakankemuliaan itu kepada kita, khususnya saat Ia mendoakan kita. Kedua, Yesusmempersembahkan kelimpahan hidup tanpa batas dan ini menggambarkan sebuahkemuliaan Tuhan. Kemuliaan Tuhan bermakna berlimpah-limpah kemurahan dankebaikan-Nya. Ketiga, dengan demikian kita mengenal Tuhan secara pribadi. Seseorang dapatdikenal secara pribadi dan mendalam melalui penderitaan hidupnya. Kita mengenalTuhan Yesus secara pribadi dan mendalam melalui penderitaan dan salib-Nya.Keempat, kita juga mengalami kemuliaan Tuhan melalui pelayanan kepadaorang-orang yang menderita. Salib menandakan Yesus Kristus bersatu denganmanusia yang berdosa dan menderita. Jadi kita memeluk kemuliaan Tuhan padadasarnya ialah kita mengalami Tuhan dengan sangat nyata di dalam hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan yang maha baik, bantulah kami untuk selalumengutamakan kemuliaan-Mu di dalam semua usaha dan tugas kami. Salam Maria,penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Erlin dari Paroki Santo Yoseph Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Kisah Para Rasul 19: 1-8; Mazmur tg 68: 2-3.4-5ac.6-7b; Yohanes 16: 29-33.ROH KUDUSMENOLONG KITA MEMANGGUL SALIB Tema renungan kita pada hari ini ialah: Roh Kudus Menolong Kita MemanggulSalib. Di dalam pelajaran agama, seorang murid bertanya kepada gurunya: “Kitasedang dalam masa Paskah dan menanti dengan suka cita datangnya Roh Kudus padahari Pentakosta, tapi kenapa pelajarannya tentang salib dan penderitaan? Dimana gembiranya Bu?” Ibu guru yang sudah berpengalaman itu menjawab dengan memakai analogi ibuyang sedang hamil. Persis ibu anak yang bertanya itu sedang hamil adiknya yangkedua. “Kalian di rumah sedang gembira menantikan kelahiran adikmu kan? Itu adalahkabar gembira. Tapi ibumu menanggung beban berat setiap hari, dan terlebih laginanti saat melahirkan. Semua itu adalah salib dan penderitaan. Tapi setelahmelahirkan, kalian pasti menjadi lebihgembira daripada sekarang.” Murid itu terdiam dan setuju. Kita semua juga setuju bahwa salib yangdiberikan Tuhan memang sesuai dengankemampuan kita masing-masing, dan itu adalah beban yang membuat kita menderita.Tetapi kita mesti memanggulnya setiap hari, lalu sampai pada saatnya kitabersuka cita karena salib itu menjadi jaminan untuk kita menjadi gembirabersama Tuhan. Di akhir sebuah penderitaan dan salib ada kebahagiaan yang lebihbesar daripada sebelumnya. Roh Kudus memiliki tugas perutusan untuk mengajarkan kita dalam segalakebenaran. Salah satunya ialah kebenaran salib. Yang dimaksudkan kebenaransalib ialah penderitaan dan duka bersama Yesus Kristus menjadi pembenaran bagikita, karena melalui itu kita dibebaskan dari dosa dan kita diperkenankan masukke dalam kemuliaan Tuhan. Salib itu suatu kemenangan dan kemuliaan. Kitahendaknya tidak melihatnya sebagai penderitaan yang sia-sia, suatu kebodohandan skandal. Yesus telah memanggul salib dan dengan itu Ia menaklukkan dunia.Jadi kita tidak usah kuatir atau malu dengan salib. Yesus memberikan kita karunia terbaik, ialah Roh-Nya sendiri dan ituberarti kita dibaptis dalam Roh Kudus. Kita semua sudah menerimanya melaluisakramen baptis. Karunia yang sama juga yang diterima Apollos danteman-temannya dalam kisah penginjilan Gereja Perdana. Ada penumpangan tangan saatkita menerima Sakramen Penguatan sehingga kita dipenuhi Roh Kudus. Kita akanmembaharui pencurahan Roh Kudus itu pada hari raya Pentakosta nanti. Roh Kudus itulah yang membuat kita mampu menghadapi banyak rintangan dankesulitan yang ada di depan kita. Dalam memikul salib masing-masing, Roh Kudushadir bersama kita. Setelah melewati kesulitan dan penderitaan itu, Roh Kudusjuga tetap bersama kita dalam segala suka cita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Allah Bapa yang maha kuasa, semoga kami tetap dalamkerinduan dan semangat untuk menyambut Roh Kudus-Mu, dan terima kasih karenaYesus Putra-Mu tetap menjadi bagi kami jalan yang benar dan pasti untuk sampaikepada-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yohanes Sukardi dan Onny Pakendek dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Kisah Para Rasul 1: 1-11; Mazmur tg 47: 2-3.6-7.8-9; Efesus 1: 17-23; Matius 28: 16-20.SEMPURNA PADAANGKA 40 Renungan kita pada hari ini bertema: Sempurna Pada Angka 40. Seorang lelakimerayakan ulang tahunnya yang ke-40 dan putri sulungnya yang berusia 10 tahunmenulis catatan kecil kepadanya. Tulisan itu ditempelkan pada bingkisan kadoyang disiapkan ibunya. Bunyi tulisan itu seperti ini: "Bapak sempurna padaangka 40!" Bapaknya bertanya tentang maksud tulisannya, dan bocah ituberharap, agar ayahnya menjadi seorang bapak dan suami yang paling baik. Dalam kitab suci kita, angka 40 penting sekali. Maknanya ialah sudahlengkap dan sangat indah untuk dinikmati. Musa pergi ke gunung dan menikmatipertemuannya dengan Allah selama 40 hari dan 40 malam. Setelah itu ia mendapatdari Allah 10 perintah ilahi. Orang-orang Israel mengembara selama 40 tahunpersiapan untuk masuk ke tanah terjanji. Elia berjalan 40 hari di tengah padangbelantara menuju ke gunung Tuhan. Selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya, Yesusmenampakkan diri kepada para rasul-Nya sebelum mengutus mereka ke tengah dunia.Pada hari ke-40 Ia naik ke surga. Kata kunci di sini ialah sudah lengkap dan membuat kita merasagembira. Ini berarti kita di-bookinglengkap oleh Tuhan dengan tiket-tiket untuk berziarah di bumi ini sebagaipengikut-pengikut Kristus. Dengan begitu kita melangkah dalam optimismekristiani menuju ke surga. Yesus naik ke surga sebenarnya untuk memastikantiket-tiket itu bagi kita. Di dalam tiket itu tertulis beberapa menu santapanrohani yang membuat kita senang menikmati ziarah hidup kita. Menu pertama tertulis: “Tuhan yang bangkit selalu menyertai kita saat inidan sampai sepanjang masa”. Ia naik ke surga namun ia akan selalu hadir bersamakita setiap saat dalam bentuk yang berbeda. Ia menyertai kita dengan RohKudus-Nya. Menu kedua tertulis: “Tuhan yang bangkit memperkuat kita untukmelanjutkan karya-karya-Nya”. Kita menjalankan tugas-tugas, pelayanan danpanggilan kita dengan energi Yesus Kristus, gaya Yesus Kristus, hati-pikiranYesus Kristus dan berwajah Yesus Kristus. Menu ketiga tertulis: “Kalian adalah saksi-saksi-Ku ke seluruh pelosokdunia”. Melalui karya pewartaan yang dibantu dengan kemajuan teknologiinformasi saat ini, semua orang di dunia dapat memperoleh dengan mudahpesan-pesan dari Injil. Dan menu keempat tertulis: “Setiap dari kita adalahpara utusan resmi Yesus Kristus”. Kita harus konsisten dengan status kita“resmi” ini demi membedakan itu dari pihak-pihak yang terlanjur memakai Kristusuntuk kepalsuan atau kepentingan yang bukan Kristiani dan gerejani. Kiranya dengan tiket-tiket yang sudah jadi ini kita semakin menyanggupidiri kita untuk menyambut pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta dan siapuntuk dibimbing-Nya dalam setiap saat hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus, anugerahkan kami rahmat untuk selalu memandang kesurga sebagai tujuan kami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Monika Fiona dari Paroki Roh Kudus di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Kisah Para Rasul 16: 22-34; Mazmur tg 138: 1-2a.2bc-3.7c-8; Yohanes 16: 5-11.PENGADILANTERHADAP DUNIA Tema renungan pada hari ini ialah: Pengadilan Terhadap Dunia. Ada ceritabahwa di dalam neraka pemimpin Setan memberikan instruksi kepada parapembantunya, supaya jangan pernah berhenti menggodai manusia dan menjatuhkanmereka ke dalam dosa. Salah satu pembatunya bertanya, "Mengapa tidak bolehberhenti?" Pimpinan menjawab: "Karena semua orang akan hilangpekerjaan, baik kita maupun Roh Kudus." Yesus Kristus menyebutkan tugas Roh Kudus sebagai pengadil, kata-Nya“ketika Ia datang, ia akan mengadili dunia”. Jika Setan berhenti menjatuhkandunia dan manusia ke dalam dosa, tidak ada lagi cerita tentang pengadilanterhadap dunia dan manusia. Roh Pengadil itu datang pada kondisi telah adatitik pembaharuan. Yesus dan para anggota Gereja Perdana berdiri tegak ditengah dunia untuk membuktikan bahwa yang benar, yang baik dan yang adil itutetap ada. Kehidupan yang dikehendaki Allah tidak hilang lenyap setelahwafat-Nya Yesus Kristus dan naik ke surga. Roh Kuduslah yang mengadili dan menentukan siapa sesungguhnya yang benardan siapa yang salah dan harus dihukum. Roh Kudus tidak bertubuh dan berdaging,jadi pengadilannya akan sangat adil dan bijaksana. Roh akan membuat setiaporang dan seluruh dunia tahu sebenarnya dosa itu seperti apa. Dosa ialahperbuatan melawan Tuhan dan tidak percaya akan Yang diutus Allah yaitu Yesussendiri. Orang yang tidak menerima Tuhan berarti ia tidak dapat menikmati sukacita dan hidup yang abadi. Orang-orang berdosa diingatkan bahwa hidup setelahdi dunia ini adalah yang sangat mengerikan dan menderita. Roh Kudus juga memperlihatkan seperti apa kebenaran, kebaikan dan keadilan itu. Hidup Yesus adalah benar dan ia pertahankan itu sampai mati. Setelahkematian-Nya, Yesus menuju kepada Bapa di surga. Ini adalah sebuah kebenaranyang membebaskan, sama seperti kebebasan Paulus dan Silas dari penjara sepertiyang dikisahkan dalam bacaan pertama liturgi hari ini. Ini yang akan diperoleh orang-orangbenar, baik dan adil, sebagai karunia abadi baginya. Roh Kudus membuka mata seluruh dunia bahwa penghakiman terhadap parapendosa sudah sangat jelas. Para pendosa, dan terutama para pembuat skandalyang telah menjerumuskan banyak orang ke dalam dosa, harus mendapatkan hukumanyang luar biasa. Mereka tidak mendapattempat di dalam Tuhan. Di dunia ini, penghakiman akan terus terjadi untukmemastikan bahwa perbuatan dosa hanya membawa kesengsaraan jiwa dan ragamanusia. Kesengsaraan di dalam neraka akan jauh lebih dahsyat lagi. Maka kitahendaknya selalu membuka diri kepada pengadilan yang dipimpin oleh Roh Kudus. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, semoga kami membuka diri secara tulusuntuk menerima Roh Kudus utusan-Mu, untuk memastikan bahwa kami tetap berada didalam jalan kebenaran, jalan Yesus Kristus sendiri. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Nofy Laurens dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus, Katedral, di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 16: 11-15; Mazmur tg 149: 1-2.3-4.5-6a.9b; Yohanes 15: 26 - 16: 4a.RAHASIA SEORANGPENOLONG Renungan kita pada hari ini bertema: Rahasia Seorang Penolong. Ada seekoranjing betina dengan tiga anaknya yang sangat lucu. Pada pagi hari ibu anjingitu membawa sejumlah tulang dari belakang dapur untuk menjadi santapan ketigaanaknya. Siang dan malam juga makanannya adalah tulang-tulang sisa makanantuannya. Dua hari berikutnya makanannya tetap berupa tulang-tulang. Tiga anakitu mulai bosan dan berencana untuk melawan. Lalu ketiganya kompak untuk mogok makan. Mereka memilih untuk tidur ataubermain dari pada makan tulang-tulang. Ternyata ketika mereka sedang asyikdengan dirinya masing-masing, ibu mereka membawa nasi goreng yang dibawanyadari dapur. Makanan enak itu terlanjur dibiarkan saja sampai rusak, dananak-anak itu kecewa sekali ketika mereka melihat sendiri bahwa yang dibawaibunya itu bukan tulang-tulang, tetapi nasi goreng yang paling enak. Induk anjing tersebut adalah contoh penolong setia bagi anak-anaknya. Banyakdari kita adalah penolong yang baik dan setia. Seperti apa bentuk pertolonganitu dan bagaimana melakukannya, sangat bergantung pada si penolong. Pihak yangditolong tidak usah tergoda berimajinasi tentang wujud pertolongan itu. Lidia,seorang wanita Kristen dalam bacaan pertama, mempersembahkan pertolonganpenginapan kepada Paulus dan rombongannya. Itu adalah rahasia Lidia, sipenolong yang baik. Paulus dan Silas tidak perlu repot mengetahui semua isirencana penolong wanita itu dan keluarganya. Inilah yang dimaksudkan oleh renungan ini tentang rahasia seorang penolong.Apakah kita pernah tahu rahasia kehendak Tuhan yang menolong kita? Tidakpernah. Roh Kudus diutus Yesus Kristus dan Bapa-Nya dari surga bagi kita, jugamempunyai rahasia sesuai kehendak-Nya. Yesus hanya membuka kartu dengan berkatabahwa utusan-Nya itu adalah Penasihat dan Pembela kita. Kita biarkan saja hal itusebagai urusan Dia dalam menolong kita. Kita tidak mempunyai wewenang untukmemaksakan keinginan kita kepada Roh Kudus. Yang jelas, apa yang akandiperbuatkan-Nya bagi kita adalah kebaikan dan keselamatan kita. Siapa pun dari kita yang mempunyai niat, kehendak, rencana dan hakikathidup untuk menolong, hendaklah ia mendasari dirinya pada prinsip cinta kasih. Pertolongannyaharus pantas, positif, sehat dan dengan tujuan untuk membawa kebaikan dankeselamatan bagi yang ditolong. Jangan pernah menolong sesama dengan cara dantujuan yang jahat. Itu bukan menolong, tetapi hanya memaksakan kehendak sendiriyang akan menjerumuskan pihak yang ditolong ke dalam kesulitan dan penderitaan.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan Yesus Kristus, bantulah kami selalu untuk meneladanidiri-Mu dalam menolong sesama, dan semoga kami terbuka dengan semua ajaran RohKudus-Mu. Semoga kami juga meneladani Bunda-Mu Perawan Maria yang juga seorangpenolong yang sejati. Salam Maria penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Christine dari Paroki Santo Gabriel di Keuskupan Bandung, Indonesia. Kisah Para Rasul 15: 22-31; Mazmur tg 57: 8-9.10-11; Yohanes 15: 12-17.DALAM CINTA DANUNTUK CINTA Renungan kita pada hari ini bertema: Dalam Cinta dan Untuk Cinta. Maksudtersirat dalam kalimat ini ialah kita diciptakan oleh Tuhan Allah, melaluiperkawinan orang tua kemudian dilahirkan ibu kita masing-masing, adalah suatukejadian dalam cinta dan untuk mencintai. Kehidupan itu ada ialah karena cinta. Sumber atau pokok yang membuahkan kita adalah cinta itu sendiri, sepertiyang dikatakan dalam Surat Pertama rasul Yohanes 4, 8 bahwa Allah itu adalahkasih, Deus caritas est. Dan buah-buahdari hidup iman kita adalah cinta itu sendiri. Ini dapat terjadi karena kita selaluterhubung dengan Tuhan kita Yesus Kristus sebagai pokok anggur, dan kita semuaadalah ranting-rantingnya. Hubungan cinta ini ditandai oleh perbuatan cinta terbesar Yesus Kristus,yaitu mengorbankan diri-Nya, atau mati dengan sangat keji, demi kebaikan dankeselamatan kita semua. Cinta terbesar inilah yang diwariskan kepada kita,supaya kita juga dengan cara kita masing-masing dapat berkorban diri demikebaikan dan keselamatan sesama yang membutuhkan tindakan cinta kasih. Jadi kita hidup "dalam cinta dan untuk cinta" bersumberkan padapersatuan dengan Yesus Kristus sebagai pokok kehidupan. Paling kurang ada empat poin untuk menjelaskankebenaran ini. Pertama, Tuhan telah menyirami cinta-Nya ke dalam hati kita. Initerjadi pertama kali saat pembaptisan, dan selanjutnya melalui siramanfirman-Nya, sentuhan berkat-Nya, pelukan kasih-Nya yang kita terima setiap hari.Gereja Perdana di Antiokhia sungguh dipenuhi oleh cinta kasih Tuhan melaluifirman dan ajaran untuk diikuti oleh seluruh Gereja. Kedua, Yesus sendiri perlakukan kita sebagai sahabat, dan bukan sebagaihamba. Karena itu dalam hubungan sebagai sahabat ini, Ia akan selalumengajarkan dan memberikan kita contoh bagaimana mengasihi sedemikian totalseperti yang telah dilakukan-Nya. Ketiga, komitmen cinta ialah sampai mati.Sekecil atau sesederhana apa pun cinta itu, isinya ialah berkorban dan kalauberkorban berarti orang harus mengalami kematian dari dirinya baik sebagianmaupun seluruh dirinya. Kalau kita mantap untuk mati dalam perbuatan-perbuatan cinta yangsederhana, kita akan sangat siap untuk mati dalam cinta yang lebih besar.Keempat, cinta itu dalam perwujudannya, menghasilkan buah. Misalnya sayagembira menyambut dengan senyum dan menyalami tamu yang datang, buahnya ialah,tamu itu akan menjadi betah dan menjadi sahabatku. Karena cinta yang tidakmenghasilkan buah yang baik, ia adalah kebohongan, kepalsuan dan pengkhianatan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Tuhan Yesus Kristus, sebagaimana Engkau telah mengajarkandan memberikan kami contoh untuk mencintai dengan benar, kuatkanlah kami selaluuntuk tetap berada di dalam cinta-Mu itu dan semoga kami selalu mencintaisesama kami tanpa bosan dan lelah. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Christian Tandiary dan Thres Woen dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Katedral dan Arthur J. Homeric dari Paroki St. Yosef Pekerja Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 6: 1-7; Mazmur tg 33: 1-2.4-5.18-19; 1 Petrus 2: 4-9; Yohanes 14: 1-12.YESUS ADALAH JALAN BAGI KITA Tema renungan kita pada hariMinggu Paskah ke-5 ini ialah: Yesus Adalah Jalan Bagi Kita. Pada suatu hariMinggu pagi, seorang pastor bersiap untuk merayakan Misa di salah satu parokiyang berjarak 20 kilometer dari tempat ia tinggal di kota. Ia menyetir mobilmelewati jalan yang bekelok-kelok dengan kecepatan antara 60-80 km per jam.Tetapi pada saat tinggal 3 kilometer sampai di gereja , jalan yang menujugereja paroki ditutup. Ada kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh wargamasyarakat setempat. Semua kendaraan harus memilih jalan lain. Waktu untuk perayaan Misa tinggal20 menit. Ia harus mencari jalan lain, biarpun yang berukuran pas untukdilewati mobil, agar segera sampai di gereja. Awalnya ia kehabisan akal dan tidak tahu harus berbuat.Tetapi ia segera menyadari bahwa GPS (navigasi) di handphone dapat membantu. Iamenyetel GPS untuk mengarahkannya ke gereja. Dalam waktu kurang dari 10 menit iasudah berada di halaman parkir gereja, tepat waktunya untuk persiapan diri disakristi dan Misa akan segera dimulai. Ibarat GPS yang mengarahkan kitajalan dengan memakai suara, grafik arah jalan, peringatan dan pemberitahuanyang kita perlukan, GPS di dalam perjalanan iman kita juga melakukan pekerjaanyang sama. GPS dalam iman kita ialah Tuhan Yesus Kristus. Ia menyebutkanidentitas diri-Nya sebagai jalan yang kita lalui untuk sampai kepada tujuankita, yaitu keselamatan dan persatuan kita dengan Bapa di surga. Sebagai jalanbagi kita, Ia memberikan kita kebenaran yang menjadi makanan utama kita supayakita memiliki kehidupan yang sesungguhnya dan sepenuhnya. Kehidupan yangsempurna ialah di surga. Firman Tuhan hari ini palingkurang memberikan kita dua refleksi betapa fundamentalnya pendasaran iman kitapada Tuhan Yesus sebagai jalan kita. Pertama ialah Tuhan Yesus Kristus sebagaipenyelamat kita. Di tengah bahaya dan kesulitan yang menimpah hidup kita, Iamenjadi solusi dan jawaban sehingga kita tidak dapat binasa dan mati. Kejadiandi dalam Gereja Perdana di Yerusalem, adalah perpecahan di antara paraanggotanya. Tapi kuasa Allah datang untuk menyelamatkan Gereja denganditetapkannya enam orang diakon. Kedua ialah Tuhan Yesusmemberikan kita martabat yang tinggi, yaitu panggilan menjadi kudus. Iamerahmati kita sebagai bangunan rohani yang suci dan suatu imamat yang kudus.Dengan begitu, kita menerima dari-Nya tugas besar untuk menguduskan dunia.Bersama dengan Dia, kita akan membawa dunia ini dan segala ciptaan melaluijalan Yesus Kristus yang menuju kepada Bapa. Jalan kekudusan pertama-tamaberguna bagi kita sendiri, kemudian berguna juga bagi orang-orang yang kitalayani di dalam perutusan kita masing-masing. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur danmemuji-Mu karena Engkau senantiasa sebagai jalan kami untuk sampai kepada Bapa.Semoga kami tetap setia mengikuti jalan ini. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Filicia Chandra dari Paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Kisah Para Rasul 13: 44-52; Mazmur tg 98: 1.2-3ab.3cd-4; Yohanes 14: 7-14.GEMBALA YANGBAIK MENGHADIRKAN BAPA KEPADA KITA Renungan kita pada hari ini bertema: Gembala Yang Baik Menghadirkan BapaKepada Kita. Kemarin dalam menjawab kekurang-pahaman rasul Thomas, Yesusmenunjuk diri-Nya sendiri sebagai perantara kita untuk sampai kepada Bapa. Hariini, rasul Filipus yang mewakili banyak di antara kita memperlihatkankekurang-pahaman dan pencariannya akan sosok Bapa seperti apa. Jawaban Yesus merupakan yang paling telak, kalau boleh dikatakan jawabankunci, karena memperlihatkan tujuan semua pencarian dan ziarah kita di duniaini. Yesus menjawab dengan menghadirkan Bapa sendiri, maka Ia berkata begini: melihatAku, berarti melihat Bapa, mendengar Aku, berarti mendengar Bapa, hidup bersamaAku berarti hidup bersama Bapa. Ini gunanya supaya semua menjadi tahu danpercaya bahwa Bapa berada di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa. Bapa dan Akuadalah satu. Persekutuan Bapa dan Putra itu terjadi dalam hubungan kasih dengankomunikasi di antara mereka, dan hubungan ini terjadi di dalam Roh Kudus. Justrujawaban yang diberikan kepada Filipus dan semua orang yang mencari tujuanterakhir hidup ini ialah Tritunggal Allah. Tak ada jawaban lain lagi yangmelebih jawaban ini. Berjumpa Bapa dalam diri Yesus dan dalam persekutuan RohKudus telah mempertegas komitmen para rasul, dan mereka bertahan dengankomitmen itu sampai mati. Yesus menghadirkan Bapa kepada kita berarti tentang kenyataan Tuhan Allahsesungguhnya. Tuhan tampak dengan segala kemurahan dan belas kasih, sementarakita manusia tampak terangkat sampai pada level untuk berjumpa dengan Dia. Saatinkarnasi, Tritunggal hadir dalam Putra yang dikandung dalam rahim PerawanMaria, dilahirkan dan diasuh dalam sebuah keluarga bersahaja. Dalam seluruhpelayanan publik Yesus, Tritunggal juga ada di sana untuk bekerja bagipenebusan umat manusia. Di penghujung karya di dunia, Tritunggal di surgamenyambut kita dalam kehidupan abadi sebagai tanda keselamatan kekal yang sudahtersedia abadi bagi kita. Bagi kita sebagai pengikut Kristus, pertanyaan seperti Filipus dan Thomassepatutnya tidak relevan. Kita bukan dalam posisi untuk mempertanyakan bahkanmeragukan apakah Yesus dan Bapa adalah satu. Posisi kita sesungguhnya adalahsaudara dan saudari Yesus, atas dasar itulah kita diajarkan doa “Bapa Kami”untuk menjadi doa kita yang fundamental. Doa itu sungguh menjadikan kitaanak-anak atau putra dan putri Bapa yang mahabaik. Yesus sungguh gembala yangbaik, karena Dia tahu yang kita butuhkan: menjadi putra-putri kesayangan Bapadi Surga.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Bapa yang mahabaik, terima kasih berlimpah atas martabatkami sebagai putra dan putri-Mu terkasih karena kami mengambil bagian dalamkehidupan Putra-Mu Yesus Kristus. Semoga kami tetap hidup dengan martabat inidan mempertanggung jawabkannya pada saat ajal kami nanti. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yohanes Sukardi dan Onny Pakendek dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Kisah Para Rasul 13: 13-25; Mazmur tg 89: 2-3.21-22.25.27; Yohanes 13: 16-20.GEMBALA YANGBAIK MENCERAHKAN PENGERTIAN Renungan kita pada hari ini bertema:Gembala yang Baik Mencerahkan Pengertian. Sang Gembala Yesus Kristus menerangidunia dan hati kita dengan firman-Nya. Jika firman itu hanya sampai padatelinga manusia, pekerjaan evangelisasi itu dianggap masih sangat mentah. Darimendengar, kemampuan kita perlu berkembang sampai pada pengertian. Tuhan terusberperan membuat kita mengerti Dia, yaitu melalui firman-Nya yang disampaikanitu. Sejak pembaptisan kita dicurahkan Roh Kudus dan melalui Sakramen Penguatankita diurapi kepenuhannya. Salah satu karunia yang diberikan kepada kita ialah karuniapengertian. Di dalam Injil pada hari ini Tuhan Yesus gembala yang baikmengajarkan kita bahwa dengan mengerti pengajaran-Nya kita menjadi orang-orangyang terberkati. Ia sangat berkenan kepada orang-orang yang tidak hanyamendengarkan, tetapi juga mengerti. Sebab melalui pengertian itulah sikap orangterbentuk dan dari sana ia mulai bersikap dan bertindak. Tidak berarti bahwa tak ada sama sekali pengertian pada setiap manusia,kelompok orang atau sebuah kultur. Yang sering menjadi soal ialah bahwapengertian manusia terbatas dan cenderung berbeda-beda atas sesuatu hal. Apalagi dalam soal ajaraniman tertentu, bahaya kurang pengertian dan penafsiran yang berbeda-beda seringberakibat pada konflik sosial di antara kita. Hal ini sungguh menjadi pengalaman Santo Paulus. Ia mengalami bagaimanaYesus membuat pemikiran dan pengertiannya menjadi baru. Kini giliran Paulusyang mencerahkan pikiran dan pengertian orang-orang yang belum tahu apa-apatentang Yesus Kristus. Sering urusan menjelaskan orang-orang dari tidak tahuuntuk mendapatkan suatu pengertian dasar akan suatu ajaran baru menjadi tugasyang lebih muda. Sedangkan memberikan pemahaman kepada orang-orang yang sudah mempunyaipemikiran sendiri akan menjadi lebih sulit. Bagi kita, pengertian tentang Tuhan Yesus Kristus dan segala hal mengenaiiman kita memang sudah ada dengan ukuran berbeda-beda dari seorang ke oranglain. Tetapi urusan mencerahkan atau menyegarkan pengertian itu merupakan suatuhal yang lain. Lalu bagaimana caranya? Mungkin usulan ini sangatlah sederhana,tapi siapa tahu bisa sangat berguna. Anak sekolah harus membaca satu bukupelajaran sepuluh kali untuk bisa hadapi ujian, daripada membaca sepuluh bukusatu kali saja. Maka hal yang sama, kita mesti bertemu dan belajar pada Yesusberulang-ulang dan banyak kali. Tidak efektif kalau hanya sesekali atau jarang. Hendaklah kita saling mengajarkan untuk mengembangkan pengertian di antarakita. Bagi yang lebih mengerti, usahakan untuk mengajarkan yang belum. Yangbelum mengerti hendaknya meminta kepada mereka yang lebih mengerti. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah maha baik, terima kasih berlimpah atas Putera-MuYesus Kristus yang menjadi gembala yang baik bagi kami. Ajarilah kami untukmenjadi gembala yang baik seperti Dia. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Angelina Tanardi dari Paroki Katedral Kristus Raja di Keuskupan Jayapura, Indonesia. Kisah Para Rasul 9: 1-20; Mazmur tg 117: 1.2; Yohanes 6: 52-59.MENJADI ALAT PILIHAN TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Menjadi Alat Pilihan Tuhan. Ketikaseorang anak yang masih dalam kandungan, kemudian dilahirkan dan mengalamihidupnya sebagai kanak-kanak, banyak perkiraan yang baik diharapkan kelakterjadi padanya. Pasangan suami dan istri yang baru satu tahun menikah, jugamemiliki bayangan tentang anak mereka yang baru beberapa hari lahir dengansehat. Seorang bayi laki-laki yang sangat dibanggakan kedua orang tuanya. Suami berkata bahwa anaknya itu bakal memiliki kemiripan dengan dirinyayang cocok mengabdi kepada masyarakat di bidang politik dan sosial. Berbedadengan istri, bayi laki-laki, yang katanya memiliki wajah mirip dengannya itu,lebih tepat mengabdikan diri sebagai pendidik seperti dirinya yang adalahseorang guru. Namun siapa yang tahu dengan pasti bahwa di masa depan anak inimenjadi seperti yang diperkirakan atau sangat berbeda dari perkiraan itu? Kitaharus mengakui sebagai sebuah kebenaran bahwa kepastian itu hanya ada padaTuhan. Maka benar seperti yang dikatakan oleh pandangan umum bahwa manusia yangmerencanakan atau mempersiapkan, tetapi pada akhirnya Tuhan-lah yangmenentukan. Sebuah persiapan tetap sebagai syarat yang tidak bisa dihindari,karena hal itu merupakan bagian dari perintah dan kehendak Tuhan. Firman Tuhandalam kitab suci tentang bersiap sedia atau berjaga-jagalah, merupakan poinutama dari perintah tentang persiapan itu. Tujuan yang penting sekali sebuahpersiapan ialah supaya siapa pun orang yang bersangkutan, akan dipakai olehTuhan sebagai alat-Nya untuk suatu tanggung jawab atau tugas tertentu. Ada sebuah misi Tuhan yang besar setelah Yesus Kristus yang bangkit naik kesurga, yaitu Gereja perdana yang harus dibuat menjadi Gereja dunia. Injil harusdiwartakan ke seluruh dunia, maka jangan hanya diketahui oleh orang-orangYerusalem dan sekitar Palestina. Maka sebuah persiapan besar harus dibuat.Semua orang dibuat amat kaget, karena persiapan itu harus melalui sebuahmujizat besar, yaitu pertobatan Saulus yang dikenal luas sebagai musuh Tuhandan penganiaya ulung Gereja Perdana. Ia ditobatkan dan dijadikan rasul ulunguntuk menginjili dunia di luar Palestina. Ia mendapat gelar rasul tetapi bukanmenjadi bagian yang ditetapkan sebagai lingkaran kedua-belas rasul. Pengalaman pertobatan Saulus, yang nanti berubah nama menjadi Paulus,merupakan titik baliknya untuk menjadi seorang rasul sejati. Sekali ia menjadibagian dari Yesus, ia tidak pernah menyerah akan tugas yang berat di depannya,bahkan mundur selangkah pun dalam menjalankan misinya sebagai seorang rasul.Tuhan Yesus pada hari ini mengajarkan bahwa untuk menjadi seorang murid danrasul-Nya yang sejati seperti Paulus, kita harus dapat makan tubuh-Nya danminum darah-Nya. Kita dibaptis untuk tujuan tersebut. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus, baharuilah diri kami agar kami dapat menjadipengikut-Mu yang sejati. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yenny dari Paroki Santo Paulus di Keuskupan Bandung, Indonesia. Kisah Para Rasul 6: 1-7; Mazmur tg 33: 1-2.4-5.18-19; Yohanes 6: 16-21.KESEIMBANGANJASMANI DAN ROHANI Tema renungan kita pada hari ini ialah: KeseimbanganJasmani Dan Rohani. Kebangkitan Kristus sangat kaya dengan inspirasi yangmengajarkan kita untuk mengisi hidup kita dengan baik dan benar. Salah satuajaran itu ialah pemanfaatan ruang dan waktu yang menandakan keseimbanganjasmani dan rohani kita. Keseimbangan dalam melakukan kegiatan-kegiatanbertujuan untuk menghindari penekanan hanya pada aspek jasmani yang tentu akanberakibat pada kelelahan dan kehabisan energi. Pengutamaan berlebihan dalamkegiatan rohani akan berakibat pada kemalasan bekerja fisik, menyendiri,kesombongan dengan menganggap diri lebih suci dari pada yang lain. Penggunaan waktu yang lebih mengutamakan urusan rohaniakan berakibat pada penghindaran waktu-waktu lain untuk interaksi bersama oranglain, bekerja untuk mendapatkan nafkah, dan membangun kerja sama untukpengembangan lingkungan dan sosial. Sebaliknya, jika hampir semua waktuterpakai untuk bekerja, bersosial, dan mengembangkan usaha, akibatnya ialahtidak waktu untuk istirahat, refleksi, berdoa, dan pembaharuan semangat hidup. Demikian juga terkait dengan tempat. Penekanan hanya padatempat sepi, sunyi, tertutup, atau terpisah, orang tentu saja terhindar daritempat yang terbuka dan luas untuk interaksi, komunikasi, dan berbaur. Orangyang mementingkan semata tempat ramai, sibuk, sosialisasi, dan terbuka pastimemiliki kesulitan untuk menemukan tempat untuk menyendiri dalam berdoa danrefleksi. Pekerjaan dan pelayanan Gereja perdana, dan terutama yangdilakukan oleh rasul pertama, Petrus, sungguh menunjukkan bahwa kegiatanlahiriah dan jasmani sangat menentukan, untuk tercapai semakin banyak tempatdan orang-orang yang dibawa kepada Kristus. Namun secara rohani, di antara parapewarta, penginjil, dan pembawa kabar suka cita harus tetap terjalin semangatsaling memperhatikan dan menguatkan. Hal itu yang terjadi dengan Petrus danpara rekan kerjanya, termasuk Markus yang dianggap sebagai anak kesayangannya,yang kemudian dipercaya sebagai penulis Injil. Pengutusan mereka ke seluruh dunia, dan yang terjadidengan semua utusan Gereja hingga saat ini, memperlihatkan bahwa semua dukunganlahiriah sangat mereka perlukan. Betapa semua fasilitas, sarana, dana, budayadan kehidupan sosial di tempat mereka bekerja sungguh sangat menentukankeberhasilan misi Gereja di situ. Sementara itu, semangat dan keteladanan hidupmereka yang bersumberkan pada karya Roh Kudus, juga ikut menentukankeberlangsungan karya misi itu. Di situlah pentingnya keseimbangan antara aspekjasmani dan rohani, kita terus memohon kemuliaan Tuhan untuk menyempurnakannya. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, kuatkanlah iman kamisupaya kami hidup dalam keseimbangan antara kepentingan jasmani dan rohanihidup kami sendiri. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Charlene Mahadi dari Paroki Bunda Maria Kusumah Karmel di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 5: 34-42; Mazmur tg 27: 1.4.13-14; Yohanes 6: 1-15.MENJADI ALATNYATUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Menjadi AlatnyaTuhan. Pengalaman dan hidup beriman dalam semangat Paskah, tidak hanya dalammasa Paskah ini tetapi selama hidup kita di dunia ini. Kebangkitan YesusKristus menjiwai seluruh hidup kita. Dalam periode ini Yesus tidak hadir secarafisik di tengah-tengah kita, tidak seperti pernah dahulu Ia bersama denganorang-orang sezaman-Nya. Ia sudah berada di sisi kanan Bapa di surga, dan untukmenyertai kita setiap saat, Roh-Nya yang hidup bersama kita di dalam Gereja danmasyarakat. Apakah yang mesti kita perbuat untuk membuat iman kitamenjadi mantap dan bertahan dalam semangat Paskah ini? Inspirasi bacaan-bacaanpada hari ini memberikan jawabannya, yaitu supaya kita menjadi alat-alat-nyaTuhan. Pelayanan Yesus Kristus melalui Gereja sebagai institusi tetapberlangsung hingga saat ini, yang sasaran utamanya ialah kawanan umat manusiayang ada di sekeliling kita. Boleh jadi mereka itu adalah saudara dan temansendiri. Boleh jadi mereka adalah banyak orang yang kurang kita kenal. Boleh jadimereka ialah orang-orang yang dipercayakan Tuhan kepada kita untuk dididik dandibina. Menjadi alat-Nya Tuhan merupakan suatu panggilan Kristianiyang mendasar, seperti kata Pemazmur: Inilah aku Tuhan, untuk melakukankehendak-Mu (Mz. 40). Hidup dengan menghayati panggilan untuk menjadi alatTuhan, ialah membuat Tuhan sungguh hadir secara nyata dan pribadi dengantugas-tugas pelayanan Yesus Kristus yang adalah penyelamat, penyembuh,pengajar, pembawa kebenaran, penghibur, dan pengampun. Panggilan ini tertujukepada setiap dari kita sebagai imam, biarawan, dan awam. Menjalankan panggilanini berarti kita berbuat atas nama Tuhan Yesus Kristus dan membuat Dia bekerjasecara nyata. Contoh nyatanya ialah seperti para rasul yang bertahandalam kebenaran Injil yang diwartakannya, meski mereka dipenjara dan diadiliMahkamah Agama Yahudi. Seorang imam Yahudi terkenal, Gamaliel, juga berbicaraatas nama kebenaran dan sekaligus membela perbuatan-perbuatan para rasul.Mereka adalah instrumen-instrumen ajaran dan pengetahuan iman yang benar.Kemudian pada suatu kesempatan yang lain, para rasul yang menjadi jembatan bagipemberian makanan kepada ribuan orang yang kelaparan setelah lelah mendengarkanpengajaran Yesus Kristus. Seorang anak yang menyediakan seporsi kecil roti danikan juga tampil sebagai alat-Nya Tuhan bagi terciptanya mujizat perbanyakanroti dan ikan. Mereka adalah instrumen-instrumen kemurahan Tuhan bagi kebutuhanragawi manusia. Kita dapat menjadi alat-alat Tuhan dalam kondisi dankemampuan setiap pribadi atau kelompok masing-masing. Semua itu bergantung padakesediaan kita. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha murah, perkuatkan kami supayakami dapat menjadi alat-alat-Mu yang benar dan berguna, terutama bagi sesamakami yang membutuhkan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Tuti Budiman dari Gereja St. Helena, Paroki Curug di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 5: 27-33; Mazmur tg 34: 2.9.17-18.19-20; Yohanes 3: 31-36.SEKOLAH KETAATAN Renungan kita pada hari ini bertema: Sekolah Ketaatan.Salah satu ciri semangat Paskah ialah sekolah ketaatan. Sekolah ini sangatberbeda dari berbagai sekolah yang kita miliki seperti sekolah militer,perawat, polisi, teknik komunikasi, administrasi dan lain sebagainya.Sekolah-sekolah kita ini jelas menghasilkan banyak sekali lulusan, namun apakahmereka semua lulus dalam kebajikan ketaatan, ini menjadi suatu pertanyaan yangbesar. Pada kenyataannya, mereka tidak memberikan pelajaran dan pelatihan spesifiktentang menjadi seseorang yang taat. Kalau demikian, lebih tepat dan baik semua sekolah ituperlu mengambil semangat Paskah demi mendapatkan pelajaran tentang ketaatan.Pelajaran utama di sekolah ini ialah Yesus yang taat secara sempurna kepadaBapa-Nya untuk menunaikan kehendak Bapa, dengan merelakan diri-Nya menjadikorban bagi keselamatan semua umat manusia dari dosa. Ini adalah sumber utamabagi kurikulum pembelajaran ketaatan semua pengikut-Nya dan semua orang lainyang menjalankan kehendak Tuhan. Yesus menegaskan bahwa pembelajaran dasar bagi kita ialahpercaya kepada Dia yang diutus oleh Bapa dan mengikuti jalan yang Ia lalui,yaitu melaksanakan kehendak Bapa. Ini harus menjadi semangat umum bagi setiappengikut Kristus. Setiap bentuk kegiatan, perutusan, tanggung jawab, komitmen,pelayanan, dan pengabdian mesti berhaluan pada sekolah ketaatan ini. Intinyaialah semua itu demi melaksanakan kehendak Allah. Jika kehendak Allah yangdiikuti, maka kebaikan dan kebenaran yang menjadi hasilnya. Salah satu contoh yang ditunjukkan tentang sekolahketaatan ini ialah Petrus dan para rasul lainnya yang hendak dibungkam olehMahkamah Agama Yahudi. Mereka dilarang keras untuk memberitakan Injil dan YesusKristus kepada publik. Tetapi karena pendidikan ketaatan mereka sudah terbentukbegitu kuat, mereka dengan lantang berkata demikian: lebih baik bagi kami taatkepada Allah daripada kepada manusia. Pendidikan ketaatan ini fokus padaprioritas loyalitas dan kesetiaan kepada Allah. Dengan ini berarti godaan atauancaman untuk terlepas atau tidak patuh kepada Allah mesti dilawan. Mengapa Tuhan menjadi prioritas dalam sekolah ketaatan?Karena pada Dia semua ajaran moral, kebaikan, kebenaran, keindahan, kemuliaan,dan kekudusan berasal. Dia pangkal semua kebijaksanaan dan kepandaian. Makakalau kita memilih untuk taat kepadanya secara konsisten, kita bakal menjadipatuh dan taat dalam segala aspek tatanan atau aturan yang berlaku di mana dankapan pun di dunia ini. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, semoga ketaatan kamikepada-Mu tidak asal-asalan tetapisungguh benar dan nyata seperti Putra-Mu Tuhan Yesus Kristus yang taatkepada-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Patrisia Yessika dari Paroki Santa Maria Tak Bercela di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Kisah Para Rasul 4: 1-12; Mazmur tg 118: 1-2.4.22-24.25-27a; Yohanes 21: 1-14.DALAM NAMA YESUSKRISTUS Renungan kita pada hari ini bertema: Dalam Nama YesusKristus. Damai Paskah terus diwartakan dan dikobarkan. Pewartaan Injil YesusKristus yang bangkit terus menuai buah-buah. Bingkisan atau paket damai itubukan sekedar kata-kata indah yang bisa saja kosong, tetapi berisi pribadiYesus Kristus yang bangkit. Tuhan sendiri adalah damai abadi yang tidak mungkinhilang dimakan waktu yang berganti. Damai yang diciptakan atau diperjuangkanoleh siapa pun kita manusia bersumber pada damai yang datang dari Tuhan. Penghayatan iman dari kita masing-masing sungguh membantukita untuk menciptakan damai itu. Penghayatan itu berwujud pada perbuatan kasihyang merupakan hukum Tuhan yang terbesar untuk kita laksanakan. Atas dasarinilah, Petrus dan para rasul berbuat kasih dan kemurahan supaya menghadirkandamai itu di dalam diri orang-orang yang mereka layani. Untuk menghadirkandamai itu, rumusan formula baku yang dipakai ialah: Dalam nama Yesus Kristus.Diharapkan supaya dengan rumusan ini, Tuhan Yesus Kristus sang pembawa damaimemasuki diri setiap orang yang menerima berkat karunia-Nya. Pada suatu peristiwa penampakan yang lain, yaitu di pantaiketika Petrus dan para rasul kembali menjalankan pekerjaan rutinnya memancingikan, Yesus yang bangkit tampak kepada mereka dengan sebuah tindakan yangmembawa damai dan suka cita. Ia memberikan sebuah contoh pelayanan denganmenyediakan mereka makanan. Pelayanan pembasuhan kaki pada perjamuan malamterakhir menjadi inspirasi utama bagi semua bentuk pelayanan lain. Semangat dantindakan pelayanan itu yang mesti terus dihayati oleh komunitas beriman yangpertama itu. Yesus ingin menekankan bahwa meski kawanan rasul dan murid-Nyaakan kembali ke dalam kehidupan yang normal dan rutin, pelayanan harus tetapmenjadi semangat utama mereka. Inspirasi kedua bacaan pada hari ini menerangi penghayataniman kita dengan suatu anjuran bijaksana, bahwa setiap bentuk perbuatan kasihdan pelayanan kita, mesti selalu dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Legitimasiatau pembenaran perbuatan ini adalah Yesus Kristus sendiri. Dengan memakai“atas nama Yesus Kristus”, kita sungguh percaya kalau nama ini berada di atassemua bentuk nama, label, status, dan kepentingan. Dengan “atas nama YesusKristus”, semua penguasa di dunia dan bahkan penguasa kegelapan seperti setandan para pembantunya patuh dan berada di bawah kontrol Tuhan yang maha kuasa.Jadi dengan “atas nama Yesus Kristus”, kita menjalani hidup tiap-tiap hari dibawah perlindungan dan bimbingan Tuhan. Maka sebagai bentuk ungkapan iman yangtidak pernah hilang, kita selalu berdoa dengan mengucapkan: "Dalam namaTuhan Yesus" atau "Dengan pengantaraan Yesus Kristus".Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa di surga, utuslah Roh-Mu untukmemperkuat pegangan hidup kami setiap kali kami menyebut: Dalam nama YesusKristus. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Matilda Riza Mashun dari Paroki Santo Agustinus di Keuskupan Agung Pontianak, Indonesia. Kisah Para Rasul 2: 36-41; Mazmur tg 33: 4-5.18-19.20.22; Yohanes 20: 11-18.RESPONS ATASKOTBAH PERTAMA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Respons AtasKotbah Pertama. Ketika kebenaran atau fakta suatu peristiwa diungkapkan secaraterang-terangan dan tanpa halangan apa pun, tanggapan yang datang biasanyatidak selalu seragam: ya atau tidak. Pasti ada tanggapan menyambut danmenyetujui, pasti tanggapan lain yang tidak setuju dan menolak. Ada jugatanggapan yang samar-samar atau tidak jelas apakah setuju atau tidak setuju.Dengan kata lain, kita tidak mungkin menyenangkan dan memuaskan semua orangsekaligus. Seperti ketika Yesus masih hidup tidak diterima semuaorang, kotbah pertama oleh Petrus yang dikelilingi para rasul dan murid inidipercaya bernasib yang sama. Namun teks Kisah Para Rasul pada hari inimenonjolkan bagian orang yang setuju dan menerima ajaran Injil Yesus Kristusyang disampaikan. Bagian kotbah pada hari Pentakosta berbunyi demikian: Allahtelah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus. Lalusecara spesifik respons orang-orang Yahudi yang mendengarkan kotbah itu ialah hatimereka sangat terharu. Selanjutnya mereka bertanya kepada Petrus dan para rasultentang apa yang perlu dilakukan sebagai kelanjutan dari rasa haru mereka. Mereka memahami isi kotbah tersebut dengan pikirannya,lalu mereka terbawa di dalam perasaan harunya, dan selanjutnya ialah kemauannyayang sudah terbuka untuk diisi. Yang bertugas mengisi ialah pembawa kabar sukacita dalam hal ini ialah para rasul. Keterbukaan itu tidak serta-merta segeradiisi dengan pengakuan dan tindakan iman. Keterbukaan hati dan pikiran itumemungkinkan sebuah proses bertumbuhnya iman yang sesungguhnya. Yangselanjutnya diperlukan ialah pertobatan, pembaptisan dalam nama Yesus Kristussebagai pengampunan dosa, dan pencurahan karunia Roh Kudus. Jadi apa yang terjadi dalam konteks kotbah pertama tentangInjil Yesus Kristus itu telah membuahkan sebuah tanggapan mendasar dariorang-orang yang percaya. Di dalam kehidupan Gereja saat ini kita menyebutnyasebagai tiga sakramen inisiasi, yaitu pembaptisan, komuni kudus, dan penguatan.Ketiganya merupakan tahap awal dan mendasar kehidupan Kristiani dan menggereja. Firman Tuhan yang didengar dan diterima mengarahkanseseorang pada pembaharuan arah hidup. Lalu ia dipersiapkan untuk menerimapembaptisan yang membuatnya bertemu dan melihat Tuhan secara pribadi. Bahkan iadipanggil namanya seperti Yesus yang bangkit menyebut nama “Maria” dalamperistiwa penampakan. Ini layaknya pengalaman menerima Tuhan secara pribadiseperti Komuni Suci. Selanjutnya penguatan iman yang diterima dan diakui itumelalui pencurahan Roh Kudus di dalam sakramen krisma. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga kami tidakluput dari mengenali-Mu secara benar dan sungguh-sungguh melalui pewartaanfirman-Mu setiap hari. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Titik Irene Cahadi dari Paroki Santo Yakobus Mariso di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Yesaya 52: 13 - 53: 12; Mazmur tg 31: 2.6.12-13.15-16.17.25; Ibrani 4: 14-16; 5: 7-9; Yohanes 18: 1 - 19: 42.MENJADI PENOLONG BAGI YANG MENDERITA Renungan kita pada hari Jumat Agung inibertema: Menjadi Penolong Bagi Yang Menderita. Menurut Injil Yohanes, BundaMaria berdiri dekat Salib Yesus (Yoh 19:25-27). Tapi sebenarnya ia berada dalamrombongan yang mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya ke Kalvari. Ibunda sempatsekali bertemu Putranya sepanjang Via Dolorosa (Jalan Sengsara) itu. Sang ibu menatap Anaknya itu dalam diam dansedih, namun hatinya penuh dengan rahmat Allah. Seorang lelaki yang berziarah keYerusalem, Simon dari Kirene, dipaksa membantu memanggul salib Yesus. Iamenuruti saja meski itu bukan permintaan Yesus. Tentu Yesus amat berterimakasih kepadanya. Simon mewakili banyak orang yang ingin memberikan pertolonganyang sangat dibutuhkan Yesus, tetapi mereka takut dengan ganasnya para musuhYesus. Ada di antara kita yang bersikap menolong secara langsung seperti Simon,dan ada yang niat menolongnya diwakili orang lain, atau ada juga yang sekedarmenonton secara pasif. Veronika adalah sosok wanita yangmenolong Yesus meski ia tidak diceritakan dalam Injil mana pun. Cerita tentang dia ada di dalamtulisan-tulisan apokrip, yang tidak termasuk dalam kitab suci resmi Gereja.Misalnya, kisah Pilatus dari abad ke-2 mengisahkan bahwa seorang wanita bernamaVeronika (Bernice, dalam bahasa Yunani) adalah wanita yang sama dengan yangtelah disembuhkan oleh Yesus dari sakit pendarahan (Mt 9,20-22). Veronika yangmembela Yesus di hadapan Pilatus bahwa Yesus tidak bersalah. Dari abad keempatatau kelima tercatat bahwa Veronika memiliki sepotong kain dengan gambar asli WajahYesus. Ketiga figur yang menolong Yesus dalamvia dolorosa itu cukup memberikan gambaran bahwa pria dan wanita pengikutKristus dapat menjadi penolong yang baik. Pertolongan ini digolongkan dalam duajenis. Pertama yaitu pertolongan dalam bentuk tindakan kasih korporal. Tindakanini ialah memikul salib berat yang dipanggul orang yang menderita seperti yangdilakukan oleh Simon dari Kirene. Kita dapat menolong mengangkat semua,sebagian, atau bagian kecil dari beban-beban yang ada, yang ditanggung oranglain dengan susah payah. Kedua yaitu perbuatan rohani yang berupakehadiran untuk menghibur, memberikan semangat, ikut berbela-rasa, danmemberikan dukungan moral serta rohani kepada mereka yang menderita. Kata-katapenghiburan, ungkapan simpati, doa-doa, dan ungkapan yang menguatkan jiwasangat penting untuk memperkuat mental dan imannya. Keberpihakan dan pembelaanatas orang yang menderita merupakan dukungan moral yang sangat bernilai supayamereka tidak cepat putus asa. Bunda Maria dan Veronika adalah wanita-wanitateladan yang telah melakukan ini kepada Yesus Kristus. Kita dapat melakukanyang sama seperti mereka. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha rahim,kami mohon ampunilah kesalahan-kesalahan kami karena kami tidak menolong sesamayang sedang susah dan menderita. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Andre dan Felicia dari Paroki Roh Kudus di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Yesaya 49: 1-6; Mazmur tg 71: 1-2.3-4a.5-6ab.15.17; Yohanes 13: 21-33.36-38.KEHARUAN TAKTERBENDUNG Renungan kita pada hari ini bertema: Keharuan TakTerbendung. Kalimat dalam tema ini cukup mewakili perasaan yang pada umumnyakita alami atas peristiwa sedih dan mengecewakan di dalam hidup kita. Satucontohnya, ketika akhir suatu pekerjaan, perjuangan, kerinduan, dan pengharapanialah kegagalan belaka. Itu dipandang sia-sia dan tidak bermakna. Atau yangmesti diinginkan ialah suatu kemajuan dan perkembangan, tetapi justrukemunduran bahkan keterpurukan. Yesus Kristus, meski sebagai Tuhan dan Putra Allah, adalahmanusia yang sama seperti kita. Di dalam perjamuan Paskah bersama pararasul-Nya saat menjelang hukuman mati yang dijatuhkan kepada-Nya, keadaan jiwaYesus dipenuhi keharuan yang tak terbendung. Ia tentu merasakan sungguh beradadi ambang maut namun itu tidak dihiraukan-Nya. Maut di depan mata sudah ia ketahui dan sampaikan berulangkali. Keharuan-Nya bukan karena ia dekat dengan maut. Ia juga menjadi haru atausedih bukan karena tidak lama lagi bakal meninggalkan kawanan orang-orangpilihan-Nya. Begitu banyak orang yang bersimpati dan menaruh imannya kepadaTuhan melalui karya-karya Yesus tentu akan merasa kehilangan. Namun hal inisudah sering disampaikan kepada mereka, jadi ini bukan alasan bagi keharuanYesus. Keharuan Yesus Kristus tak terbendung dan Ia terus terangtentang hal ini kepada para rasul yang sangat dikasihi-Nya. Ada satu hal yangmenjadi sebabnya, yaitu menjelang perpisahan dengan mereka tampaknya tandakegagalan di dalam tubuh komunitas pengikut Kristus itu. Dua orang kepercayaanYesus yang mestinya diandalkan sebagai penopang komunitas terlanjur menunjukkanlangkah mundur. Yudas Iskariot sebagai bendahara bakal menjadi perusakbagi komunitas itu. Ia seorang yang penuh ambisi untuk memuaskan nafsu duniawidengan orientasi hidup yang materialistis. Uang dan harta menjadi peganganhidupnya, yang akhirnya melalui kegilaan itu ia berhasil mendapatkan sejumlahkecil uang setelah menjual Yesus Kristus ke tangan para musuh-Nya. Sikapmaterialistis dan duniawi ini jelas akan merusak dan menghancurkan komunitashidup beriman. Petrus sebagai rasul pertama tampak kurang bijaksana dalamberbicara dan bertindak. Ia ingin bereaksi cepat dan mau segera menjadi pembawasolusi, tapi nyatanya iman dan pemahamannya kurang mendalam. Keluarga dankomunitas persekutuan baik religius maupun sekuler harus menghindari sikapkoruptif dan materialistis seperti Yudas Iskariot. Sikap tidak bijaksana dalamberpikir dan bertindak seperti Petrus juga harus dihilangkan. Kita diajarkanuntuk mengikuti Kristus sambil terus membaharui diri kita untuk menjadi samaseperti Dia.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha kuasa, semoga kami tetap teguhdalam iman kami kepada-Mu dan menjadi saksi-saksi kebenaran-Mu di tengah duniaini yang sangat rapuh. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Fanny Hartono dari Paroki Gembala Yang Baik di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Kejadian 17: 3-9; Mazmur tg 105: 4-5.6-7.8-9; Yohanes 8: 51-59.MELIHAT DANBERSUKA CITA Renungan kita pada hari ini bertema: Melihat DanBersukacita. Perdebatan dan fitnah tentang identitas Yesus Kristus masihberlanjut. Hari ini penekanannya ialah pada sosok Abraham. Kitab Kejadianmenampilkan Abraham yang diartikan sebagai Bapak bagi sejumlah bangsa besar dibumi ini, mempunyai dua karakteristiknya. Sosok Abraham digambarkan sebagaiseorang pilihan Allah untuk mendiami wilayah yang asing baginya yang dikuasaibersama segala keturunannya. Ia diberkati untuk memiliki banyak sekali keturunan. Ciri lain pada Abraham ialah perjanjian Allah atasnya yangharus dijamin dengan iman dan ketaatan kepada Allah. Dasar iman ini tidak hanyamembuat dia sebagai bapak iman bagi banyak orang, tetapi juga menunjukkantujuannya dalam persekutuan yang bahagia bersama Tuhan selama-lamanya. Iniadalah gambaran Abraham yang spiritual. Karakteristik yang pertamamenggambarkan sisi kefanaannya sebagai manusia yang mengalami kematian didunia. Sedangkan karakteristik yang kedua menggambarkannya sebagai pilihan Allahyang mengalami hidup abadi atau selama-lamanya. Dua sisi profil Abraham ini dijelaskan secara lengkap olehYesus kepada para lawannya. Ditegaskan-Nya kepada mereka bahwa Abraham yangmerupakan manusia dunia ini setelah genap usianya untuk mati, ia tunduk kepadapanggilan alam ini. Sampai dengan batas pemahaman di sini, para lawan itusanggup untuk mengerti dan percaya akan Abraham yang fana. Demikian juga denganpara nabi, kematian pada dasarnya merupakan bagian dari kefanaan mereka. Mata mereka sama sekali dikaburkan dan hati mereka sungguhtertutup, sehingga mereka tak bisa menangkap bahwa Yesus Kristus adalahkenyataan janji Allah kepada Abraham dan penubuatan para nabi. Sebenarnya Yesussedang menjelaskan bahwa karena Abraham punya aspek spiritual, ia sudah melihatYesus Kristus, Putra Allah. Abraham melihat dan bersuka cita karena janji Allahkepadanya terwujud dalam diri Yesus Kristus. Aspek spiritual inilah yang tidakdapat ditangkap oleh kaum Farisi dan para ahli Taurat. Yesus sedang mengajarkan kita tentang kekuatan rohani yangmerupakan karunia Roh Allah kepada setiap orang yang mengikuti-Nya. Dengankarunia ini, kita diberi jaminan untuk menikmati hidup ini melalui bagaimanakita melihat kemuliaan Allah yang hadir di dalam diri sendiri, sesama, danlingkungan sekitar. Pengalaman akan kemuliaan Allah itu menjadi dasar bagi kitauntuk bersuka cita dan bersyukur kepada Tuhan. Yang memperkuat suka cita iniialah aspek spiritual dari segala sesuatu di dalam hidup ini, karena di situTuhan sungguh hadir. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha murah, semoga kami selalu pekaakan kemuliaan-Mu yang hadir di dalam segala sesuatu, khususnya di dalam hidupkami sebagai pribadi dan bersama. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Christine Widyapraja dari Paroki Santo Gabriel di Keuskupan Bandung, Indonesia. Yesaya 7: 10-14; 8: 10; Mazmur tg 40: 7-8a.8b-9.10.11; Ibrani 10: 4-10; Lukas 1: 26-38.KABAR TERBESAR Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kabar Terbesar. Kitamenyadari, mengetahui dan mengikuti berita yang sedang mendunia saat initentang perang antara negara Iran melawan Amerika dan Israel. Berita inimungkin menjadi berita terbesar pada saat ini. Perang tersebut memberi dampakke seluruh dunia khususnya mengenai tinggihnya harga bahan bakar minyakmengingat Iran sebagai produsen minyak yang terpenting di dunia. Selain itu berita-beritabesar nasional menarik perhatian kita seperti bencana banjir yang melandasejumlah wilayah Indonesia yang membawa kerugian harta benda dan kehilangannyawa manusia. Di dalam urusan rohani dan iman, berita terbesar bagi kitaialah kabar suka cita yang disampaikan oleh utusan surga, Malaikat Gabriel,kepada seorang perawan di Nazaret di Galilea yang bernama Maria. Kabar inidisebut sebagai berita terbesar karena mempunyai beberapa alasan penting ini:1) Gabriel sebagai salah satu malaikat agung yang menyampaikannya; 2) kabar itumengakhiri semua bentuk janji yang telah dibuat Tuhan dengan manusia sejakzaman Abraham; 3) isi kabarnya ialah akan hadir Putera Allah yang menjelmamenjadi manusia dengan nama Yesus Kristus; dan 4) kabar itu menandakan temabesar dalam sejarah keselamatan yang disebut inkarnasi. Di dalam kitab nabi Yesaya, kabar terbesar itu sudahdiantisipasi dengan janji yang menggambarkan begitu persis tentang seorangperawan yang akan melahirkan seorang utusan Allah. Putra yang dilahirkan ituakan diberikan nama Emanuel, yang berarti Allah beserta kita. Janji ini menjadinyata dengan peristiwa perawan Maria yang menerima kabar dari surga melaluiMalaikat Gabriel. Tanggapan Maria atas kabar terbesar itu: “Aku ini adalahhamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu itu”, merupakan sebuahtanggapan terbesar, yang menjadi standar tanggapan iman semua pengikut Kristus.Kita semua sebagai anak-anak Bunda Maria menjadikan tanggapan iman ini sebagaikesanggupan kita untuk melakukan kehendak Allah sepanjang hidup kita. Perayaan kabar suka cita hari ini membuat kita percayabahwa berita terbesar di dalam hidup kita sehari-hari ialah tentang kedatanganatau kehadiran dan kebenaran. Berita yang ada di sekitar kita baik lisan,tulisan, maupun online tentang kehadiran, keberadaan, dan kedatangan diri kitasendiri atau sesama harus lebih diutamakan daripada berita tentangketidak-adaan. Berita tentang kebenaran yang berisi kebaikan, keadilan,kedamaian, suka cita, dan keselamatan harus lebih diperbesar dan disebarkan,daripada tentang kebohongan, kekerasan, kehilangan, permusuhan, perang, danterorisme. Berita terbesar bagi kita ialah tentang kebaikan dan kebenaran,bukan sebaliknya. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Tuhan maha besar, penuhilah diri kami dengankabar suka cita tentang kebenaran-Mu. Semoga Roh-Mu membantu kami untuk melawansemua berita palsu dan bohong. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. T.Daniel 13: 1-9.15-17.19-30.33-62; Mazmur tg 23: 1-3a.3b-4.5.6; Yohanes 8:1-11.KETIKA BATU DANKAYU MENOLAK Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ketika Batu danKayu Menolak. Yudi seorang remaja nakal dan bandel namun pintar. Kedua orangtuannya sudah kesekian kaliannya dipanggil oleh kepala sekolah dan guru kelasperihal sikap-sikap anaknya itu. Di rumah, Yudi sudah diberikan berbagai macamhukuman, dari teguran biasa sampai tamparan dan hukuman fisik lainnya. Diantara semua hukuman itu, yang paling Yudi hindari ialah pukulan ayahnya denganmemakai potongan kayu atau lemparan benda yang saat itu pas ada di tangannya. Di sini kecerdikan Yudi berfungsi untuk menyelamatkandirinya dari hukuman ayahnya. Kayu dan benda yang selalu ayahnya pakai untukmemukulnya, ia sembunyikan. Yudi lakukan itu khususnya pada waktu hendaksengaja berbuat nakal, ia lebih dahulu menyembunyikannya. Hasilnya, pada saatayah nekat akan menghukumnya, potongan kayu sudah tidak ada di tempatnya. Batudan barang-barang lain yang mudah untuk dipakai tidak ditemukan lagi. Sang ayahkemudian mengalah. Ia merasa seperti menjadi orang yang tidak kuat lagi. Ia harus berpikir lagi, bahwa pada akhirnya “batu dan kayuatau benda menolak” untuk dipakai dalam menghukum anaknya. Ia harus menemukancara lain, yang pasti menurut ilmu pendidikan lebih efektif, ketika koreksi danperbaikan hendak dilakukan. Hal ini sangat menyinggung secara umum pendekatanrepresif atau kekerasan dalam cara kita menyelesaikan permasalahan di dalamhidup. Ilmu pendidikan, dan khususnya yang diajarkan oleh Santo Yohanes Bosco,dalam mengatasi masalah disiplin, kenakalan, kekacauan, adalah preventif ataupencegahan. Hari ini kita berjumpa dengan Yesus Kristus di tengahorang banyak yang selalu berseberangan paham dan keyakinan, yaitu kaum Farisidan para ahli Taurat. Mereka berhadapan dengan suatu masalah yaitu wanita yangkedapatan berbuat zinah, dan ini dianggap sebagai dosa amat berat. Sikaprepresif oleh hukum Yahudi menuntut supaya pendosa ini dihukum mati melaluimelemparinya dengan batu sampai mati. Yesus datang dengan pendekatan kasih,yaitu penyadaran dalam hal membuka kesadaran dan pengenalan diri. Pendekatan oleh Yesus berisi pengaktifan rasionalitas,kesadaran, refleksi, membukakan mata dan hati sebagai tahap pertama. Kemudianbegitu kesadaran dan pengetahuan diri sudah terbentuk, terutama tahu bahwa dirikita adalah pendosa dan butuh pembaharuan, Tuhan berkenan memberikanpengampunan. Proses itu yang dialami wanita pendosa yang dikisahkan di dalamInjil tadi. Kekuatan cinta kasih yang dibawa oleh Tuhan Yesus mampumenghilangkan penggunaan “batu, kayu atau benda lain” sebagai instrumen untukmenciptakan kebaikan, keadilan, dan damai. Kita harus mengikuti kekuatantersebut.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Yesus, semoga dengan semakin dekat pekansuci, kami semakin kuat dalam menyiapkan diri lahir dan batin. Salam Maria,penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Aloysius Arakian dan Nelky Kornelia Kana dari Paroki Santo Fransiskus Asisi Lamahora, Dekenal Lembata di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Yeremia 11: 18-20; Mazmur tg 7: 2-3.9bc-10.11-12; Yohanes 7: 40-53.TUHANMEMBERITAHU Renungan kita pada hari ini bertema: Tuhan Memberitahu. Didalam bacaan pertama hari ini, nabi Yeremia menyebut satu sikap yang pentingketika ancaman penganiayaan itu menghadang kita. Katanya bahwa Tuhan sudahmemberitahu kepada orang percaya, kalau penderitaan dan penganiayaan itu akantiba. Pengetahuan yang mendahului kejadian yang sesungguhnya sangat membantupembentukan sikap kita. Sikap menghindari, lari ketakutan, menyerah sebelumberjuang, menghadapi dengan keras, dan rela bertahan demi kebenaran, merupakansikap-sikap yang umumnya kita lakukan. Yeremia mempunyai panggilan khusus dari Tuhan, demikianjuga Yesus Kristus, yaitu mengemban misi yang dipercayakan Bapa kepada-Nya.Bersamaan dengan ini, Bapa di surga juga memberitahukan mereka bahwa demiterwujudnya perutusan yang dipercayakan itu, mereka akan melewati berbagairintangan, ancaman kekerasan, dan penganiayaan. Dalam aspek ini, kedua tokohkita ini ditampilkan kitab suci seperti domba sembelihan yang dibawa ke tempatpembantaian dan dikorbankan. Tuhan memberitahu mereka dengan amat jelas, sehinggabaik Yeremia maupun Yesus Kristus sudah siap secara mental dan rohani untukmenghadapinya. Hasil pemberitahuan dari Tuhan ini jelas menguntungkanpihak yang teraniaya, karena Tuhan akan menyertai mereka dan semuapenyelenggaraan sesuai dengan kehendak-Nya. Tetapi di pihak penganiaya justruterjadi kekacauan karena kemarahan, kebencian, dan kejahatan di dalam dirimereka yang syarat dengan kepentingan, sehingga membuat mereka terpecah-belah.Orang-orang Farisi dan para ahli Taurat tidak berada dalam kesepakatan tentangrencana jahat mereka. Hal ini cukup merepresentasikan kenyataan bahwa setiap bentukrencana dan tindakan jahat tidak akan pernah diwarnai keadaan nyaman atautenang, tetapi sebaliknya suasana batin dan jiwa yang kacau. Tuhan senantiasa memberitahu kita tentang apa yang bakalterjadi terkait dengan pilihan komitmen iman, panggilan, atau pelayanan kita.Ia memberitahukan kita dalam berbagai cara dan melalui aneka perantaraan.Dialah yang memilih dan memanggil kita, lalu mempercayakan kepada kitamasing-masing atau bersama jenis tanggung jawab dan pekerjaan. Itu juga berartiDialah yang menaruh di dalam kesadaran dan keyakinan kita bukan hanya tujuanyang kita capai, tetapi terlebih-lebih risiko yang bakal kita hadapi. Tidakmungkin tidak ada risiko atau efek samping dari setiap pekerjaan atau pelayanankita. Tapi karena kita sudah diterangi oleh iman tentang hal ini, kita dibuatuntuk melangkah ke depan dengan keyakinan bahwa Tuhan akan menyertai danmembimbing kita. Harapannya ialah pikiran, kata-kata, dan tindakan kita selaludi dalam terang Tuhan.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan yang bijaksana, terangilah selalulangkah hidup kami setiap saat. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Wilhelmina OSA dari Komunitas Suster OSA, Paroki Santo Yusuf Karang Pilang, di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Yesaya 65: 17-21; Mazmur tg 30: 2.4.5-6.11-12a.13b; Yohanes 4: 43-54.MENDAPATKANJAWABAN Renungan kita pada hari ini bertema: Mendapatkan Jawaban.Kita selalu puas, tenang, dan aman ketika pertanyaan atau pencarian kitamendapatkan jawabannya. Kita tentu belum merasa aman dan tenang kalau kitabelum mendapatkan jawabannya. Kesepakatan merupakan jawaban dari diskusi untukmenyamakan perbedaan persepsi. Konsep merupakan jawaban dari keterkaitanbermacam-macam argumen. Sistem adalah hasil dari pengintegrasian elemen-elemenyang berbeda. Metode adalah buah dari proses percobaan dan analisa variabel-variabelyang berbeda-beda. Sebagai para pengikut Kristus, iman adalah jawaban atasproses mengenal dan menyanggupi panggilan Tuhan kepada setiap pribadi manusia.Dengan mencapai dan memiliki iman, seseorang dipandang mempunyai hak dankewajiban sebagai pengikut Kristus yang sesungguhnya. Pintu masuk memiliki imanini ialah pembaptisan yang mencirikan seseorang itu percaya akan Yesus Kristussebagai Putera Allah yang hidup bersama Bapa dalam persekutuan dengan RohKudus. Hak-hak seorang beriman antara lain yang paling mendasarialah berpartisipasi di dalam Yesus Kristus dengan martabat sebagai saudaraatau saudari Kristus atau sebutan spesial sebagai putra atau putri Allah. Darihak dasar ini tumbuh kesadaran dan penguatan identitas Kristiani dengan prosespembentukan menurut panggilan atas setiap pribadi pengikut Kristus. Putra dan putriAllah terpanggil dalam profesi seperti guru, abdi negara, teknisi, pengusaha,petani, atau politisi. Putra dan putri Allah juga terpanggil dalam pelayananumat Allah sebagai imam, biarawan, biarawati, dan perkawinan suami-istri. Kewajiban sebagai pengikut Kristus yang sangat mendasarialah menjadi tanda kehadiran Kristus, terang, dan kebenaran-Nya di dalamdunia. Istilah yang sering dipakai ialah menjadi saksi-saksi Kristus yang hidupmelalui perkataan dan perbuatan Kristiani yang menggarami dan menerangi duniaini. Martabat putra dan putri Allah dengan panggilan-panggilan yang melekatpada setiap orang, akan menjadi efektif jika ia menjalankan kewajibannya secarabertanggung jawab. Jadi iman merupakan fondasi atau dasar untuk berdiri danberfungsinya sebuah kehidupan Kristen yang menghayati cinta kasih Kristus danberpengharapan untuk hidup di dalam langit dan bumi yang baru, yaitu kerajaansurga, seperti kata kitab nabi Yesaya dalam bacaan pertama. Pejabat istanamendapatkan jawaban dalam iman, setelah mujisat yang terjadi di dalamkeluarganya. Iman itu mengantar seluruh keluarga kepada Tuhan. Merekamenahbiskan diri mereka menjadi bagian dari Yesus Kristus dengan mempunyai hakdan kewajiban sebagai pengikut seturut standar dan kondisi pada waktu itu. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, terima kasih atas rahmatpanggilan dari-Mu kepada kami dan semoga kami selalu membaharui iman kamikepada-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Komunitas Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Hosea 6: 1-6; Mazmur tg 51: 3-4.18-19.20-21ab; Lukas 18: 9-14.TUHAN BERKENANYANG RENDAH HATI Renungan kita pada hari ini bertema: Tuhan Berkenan YangRendah Hati. Sikap rendah hati ialah sebuah pegangan kebenaran tentangpandangan terhadap diri sendiri yang tidak lengkap atau sempurna, sehinggasangat memerlukan pihak lain untuk melengkapi. Sesama kita selalu berperanmelengkapinya. Bagi orang beriman, pihak lain yang menjadi sumber semuapertolongan ialah Tuhan. Tuhan tahu betul anak-anak-Nya yang rendah hati dansombong atau angkuh. Mereka yang rendah hati Ia lengkapi dengan berkat karuniauntuk menutupi dan melengkapi yang kurang pada mereka. Mereka yang tinggi hatidan sombong atau angkuh jelas tidak memerlukan lagi sesuatu untuk melengkapidirinya. Mereka sudah penuh dan memadai, sehingga yang diperlukan hanya pujian,hormat, ketenaran, kemasyhuran, dan nama baik yang mentereng. Penampilan dan penghayatan kerendahan hati yang berlawanandengan kesombongan dapat dilihat dalam berbagai sisi kehidupan. Pembicaraanyang menggunakan bahasa dan pilihan kata-kata sudah cukup menandakan siapa yangrendah hati dan siapa yang sombong. Bahasa tubuh yang kita pakai, berpakaian,makanan atau minuman yang kita konsumsi, dan pergaulan di antara sesamamerupakan contoh-contoh yang sangat nyata memperlihatkan seseorang itu tulusbersikap rendah hati atau sebaliknya tampak sombong. Bacaan liturgi kita pada hari ini menggambarkan aspek doaatau ungkapan iman kita. Di dalam berdoa dan berada di hadirat Tuhan seseorangdapat dipandang bersikap rendah hati atau sebaliknya sombong. Injil Lukasmenampilkan profil kerendahan hati itu pada si pemungut cukai yang merasa punyahubungan dengan Tuhan. Tetapi hubungan itu sungguh telah rusak olehdosa-dosanya sehingga isi doanya ialah merasa bersalah, menyesali, mengakuidosanya, dan memohon ampun. Di dalam kerendahan hatinya, ia tahu Tuhan yang maharahim berkenan mendengar, menerima, dan mengampuninya. Sebaliknya, profil kesombongan itu ada pada seorang Farisiyang tahu kalau ia punya hubungan dengan Tuhan, namun hubungan itu sepertiorang-orang sebaya. Mereka seperti satu tingkat, yaitu sama-sama baik, indah,dan sempurna. Seperti orang sebaya, orang Farisi itu ungkapkan semuakualitasnya dengan niat supaya dipuji dan dihormati oleh Tuhan yang dianggapnyasetingkat dengannya. Yesus mengatakan bahwa sikap sombong seperti ini jelastidak berkenan kepada Tuhan dan tidak mendapatkan belas kasih-Nya. Kunci untuk menjadi rendah hati ialah seperti yangdikatakan oleh nubuat nabi Hosea: doa dan persembahan kita harus berupa cintayang tulus kepada Tuhan, dan bukan cinta diri yang berlebihan.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Allah maha kuasa, buatlah kami selalurendah hati di dalam kata dan perbuatan kami tiap hari. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Maria Letek dan Benediktus Laga dari Paroki Santo Yosef Boto di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Ulangan 4: 1.5-9; Mazmur tg 147: 12-13.15-16.19-20; Matius 5: 17-19.LAKUKAN APA YANGDIAJARKAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Lakukan Apa YangDiajarkan. Kodrat manusia menurut Allah Pencipta, yang membuat kita lebihunggul dibandingkan makhluk hidup yang lain ialah karena kita memiliki akalbudi dan kebebasan. Penggunaan kedua elemen kodrati ini dipercayakan Tuhansecara penuh kepada kita. Hasilnya selalu ada dua macam, yaitu manusia memilihuntuk memenuhi kemauannya sendiri yang pasti mengakibatkan dosa danpenderitaan, atau memilih untuk mengikuti ajaran dan hukum Tuhan. Untuk pilihan yang kedua, akal budi dan kebebasan kitamengenal batasnya ketika mereka harus berkolaborasi dengan kehendak Tuhan.Manusia sepintar apa pun, ia akhirnya menyadari kalau kepandaian Tuhan melebihdirinya. Demikian juga sebebasnya dia untuk berkata atau berbuat apa saja,akhirnya diakui juga bahwa Tuhan lebih berkuasa dari pada dirinya. Sampai padabatas ini, sebenarnya iman yang berperan untuk menjelaskan kebesaran dankemahakuasaan Allah untuk dapat diterima oleh akal budi dan kebebasan kita. Pada hari ini, kita belajar bagaimana dengan kepandaiandan kebebasan itu, kita melakukan apa yang diajarkan oleh Tuhan. Tujuannyaialah supaya kemampuan kodrati kita dapat berkolaborasi dengan penyelenggaraanTuhan. Bacaan pertama dari kitab Ulangan menguraikan tentang ajaran ketetapandan peraturan. Musa meminta umat Allah untuk selalu menaati dan setia pada apayang ditetapkan oleh Tuhan dan yang menjadi aturannya. Ketaatan dan kesetiaan ini tidak mengurangi akal budi dankebebasan kita, tetapi mendapatkan nilai plus yaitu kebijaksanaan Ilahi. Fungsiakal budi untuk ini ialah mengingat, memahami, dan membahasakan apa yang Tuhanajarkan secara benar dan tepat. Fungsi kebebasan ialah untuk menyebarkankebenaran supaya dapat menguasai dan mengarahkan kehidupan ini di dalam jalanTuhan untuk sampai kepada Tuhan sendiri. Umat Tuhan yang setia dan taat memiliki suatu tugas yangpenting selanjutnya dalam melakukan apa yang diajarkan Tuhan. Rahmatpembaptisan dan keanggotaannya di dalam Gereja memandatkan mereka tanggungjawab untuk mengajarkan itu kepada orang lain, entah saudara entah teman,bahkan mereka yang tidak dikenalnya. Tanggung jawab dalam ketaatan dankesetiaan untuk melakukan ketetapan dan peraturan dari Tuhan mungkin lebihbersifat personal dan terbatas pada lingkup terbatas. Namun demi menjadipengikut Kristus yang berguna dan bermartabat, ada tanggung jawab sosial danpublik yaitu mengajarkan itu kepada sesama. Bahasa kitab sucinya ialah sebuahtanggung jawab sebagai garam dan terang dunia. Hidup setiap pengikut Kristusadalah sebuah kenyataan belajar dan mengajar. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa yang bijaksana dan murah hati,penuhilah diri kami dengan kebijaksanaan dan kemurahan-Mu, agar kami dapatmenjadi garam dan terang dunia yang sesungguhnya. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Siprianus T. Betekeneng dan Kristina K. Opong dari Paroki Santa Maria Assumpta Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Yeremia 17: 5-10; Mazmur tg 1: 1-2.3.4.6; Lukas 16: 19-31.MENGANDALKANTUHAN MELALUI MANUSIA Renungan kita pada hari ini bertema: Mengandalkan TuhanMelalui Manusia. Kisah terkenal tentang Lazarus dan orang kaya yang tidak punyanama menjadi bahan katekese yangmenarik. Kisah ini dapat dipakai untuk memperkayai isi pengajaran tentangbersandar sepenuhnya kepada Tuhan di satu pihak, dan di lain pihak mengharapkankebaikan sesama manusia di mana kasih Tuhan didapatkan. Lazarus ditampilkan sebagai orang yang sangat terbataskemungkinan untuk menyambung hidupnya di dunia. Sesuai dengan standar imankita, Tuhan mestinya memakai orang kaya itu untuk menolong Lazarus, namun tidakterjadi demikian. Nabi Yesaya dalam bacaan pertama mengingatkan supayaorang-orang beriman mengandalkan Tuhan untuk kelangsungan hidupnya. Lazarus dankita semua sangat memerlukan campur tangan Tuhan bagi kelangsungan hidup kita.Yang tidak pantas ialah ketika seseorang di dalam kesusahan hidup, ia tidakingat dan bahkan tidak memerlukan Tuhan. Lazarus dan banyak orang lain yang senasib selalu ada didunia ini. Mereka hidup bersama orang-orang lain yang lebih beruntung atau yangtercukupi kebutuhan hidupnya. Kata penginjil Markus, “Orang-orang miskin selaluada bersama kalian” (Mk 14,3). Yang lebih konkret dapat kita lihat di dalamsebuah paroki. Gereja teritorial ini selalu memiliki lapisan umat yang hidupnyadalam kekurangan. Gereja kemudian mempunyai karya pelayanan yang memberiperhatian bagi mereka untuk bisa menyambung hidupnya. Kolekte dan sumbanganyang dilakukan di paroki, salah satu kegunaannya tentu untuk kepentingan ini.Gambaran ini cukup menerangkan bahwa golongan Lazarus ini mengandalkan Tuhanmelalui sesamanya di dalam sebuah komunitas beriman. Namun semuanya tidak selalu lancar dan menjadi suatubentuk pelayanan yang memadai. Maksudnya ialah bahwa golongan Lazarus belumtentu mendapatkan yang mereka perlukan. Campur tangan Tuhan bisa saja tidakdijalankan melalui sesama manusia yang lebih beruntung hidupnya. Yesus sangatjelas memperlihatkan kalau golongan Lazarus sangat memerlukan pertolongan. Yangmenjadi krusial ialah orang-orang mampu yang dapat berkontribusi, tidak mampumenjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk menolong golongan Lazarus. Itu yangsebenarnya ingin ditekankan oleh Yesus. Itu berarti dosa mereka ialah dosa kelalaian yang mestinyatidak boleh terjadi dalam kehidupan berjemaat, berkomunitas, dan beriman yangsama. Mereka ini tidak merealisasikan yang disebut tadi “mengandalkan Tuhanmelalui sesama.” Akibatnya sudah jelas, seperti yang sudah kita dengar dalamInjil tadi. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus yang baik, buatlah kami selalumenyadari dan melakukan kewajiban kami sebagai pengikut-pengikut-Mu, yaitumenolong sesama kami yang berkekurangan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalamnama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Apolonia Lema dan Maria Tania Musa dari Paroki Santo Simon Petrus Tarus di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Daniel 9: 4b-10; Mazmur tg 79: 8.9.11.13; Lukas 6: 36-38.JANGANLAHPERHITUNGKAN DOSA KAMI Tema renungan kita pada hari ini ialah: JanganlahPerhitungkan Dosa Kami. Kalimat tema ini diambil dari doa “Damai” yang selalukita serukan sebelum Komuni Kudus dalam perayaan ekaristi. Ada kaitan eratpenghapusan atau pengampunan dosa dengan damai. Orang yang terhindar dariperbuatan-perbuatan dosa, bisa dipastikan ia mengalami hidup yang damai,tenang, dan nyaman. Di dalam kenyataan tidak mudah untuk selalu menghindaridosa, terutama kalau dosa-dosa itu disebabkan dari dalam diri sendiri, sepertidari pikiran, hati, dan mulut kita. Kita sering mengulang-ulang kesalahan yang sama. Kalau halini didukung dengan tidak atau jarang sekali ada penyesalan dan penerimaansakramen tobat, seseorang bisa saja merasa nyaman hidup di dalam dosa-dosa.Akibatnya dosa-dosa semakin menumpuk dan yang bersangkutan tidak menyadari lagisebagai pendosa meski ia secara nyata berbuat dosa. Oleh karena itu doa“Janganlah perhitungkan dosa kami” adalah ungkapan permohonan kita yang tiadahentinya selama kita di dunia ini. Jika Tuhan memang memperhitungkan dosa-dosakita, bisa jadi kita sangat rendah seperti debu tanah yang diinjak-injak saja. Sebaliknya kita memohon Tuhan supaya memperhatikan imansetiap orang dan kawanan umat-Nya. Kita orang-orang berdosa memiliki iman,bahkan mungkin iman yang sangat kuat. Hal ini diperlihatkan dalam tindakanpengakuan sebagai orang-orang yang berbuat dosa dan salah, seperti yangdiwartakan kitab Daniel dalam bacaan pertama. Yesus Kristus hanya satu kalisaja memperhitungkan dosa-dosa kita dengan pengorbanan diri-Nya. Yang lebihkita usahakan sekarang ialah pengakuan diri dan menjadi baru di hadapan Tuhan dansesama kita. Iman kita tidak langsung atau otomatis menghapus dosa-dosakita. Selain pengakuan dosa yang mencirikan iman, kita diajarkan Yesus untukmemperkuat iman kita dengan kebajikan-kebajikan agar membentengi kita dari dosadan kejahatan. Pada hari ini kitadiajarkan kemurahan hati seperti Bapa di surga yang murah hati. Salah satu ciriutama pribadi yang murah hati ialah menjadi yang pertama berbuat baik entahmelalui perkataan entah perbuatan. Maka itu berbalas kebaikan sebenarnya bukankemurahan hati tetapi berkeadilan. Dengan kualitas kemurahan hati ini, kita memang tidakmenghakimi, menghukum, atau memfitnah lebih dahulu. Kemurahan hati menuntunkita untuk lebih dahulu mengampuni, pertama yang memberi, mengambil langkahpertama untuk berlaku benar dan baik. Ini semua bukan untuk mencari muka ataupencitraan, tetapi karena cinta kasih sangat menuntut demikian. Ini dapatmencegah kita untuk menambah dosa-dosa kita.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Bapa di surgajanganlah memperhitungkan dosa-dosa kami, tetapi perhatikanlah iman kami danbesarkanlah cinta kasih di dalam kami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hendrina Linong dan Germans Uran dari Paroki Santo Damian Bengkong, Batam, di Keuskupan Pangkal Pinang, Indonesia. Imamat 19: 1-2.11-18; Mazmur tg 19: 8.9.10.15; Matius 25: 31-46.DOMBA DANKAMBING PRAPASKAH Renungan kita pada hari ini bertema: Domba dan Kambing PraPaskah. Ada satu pesan whatsapp yang tersebar melalui grup-grup dan diteruskanorang-perorangan, katanya: Setiap tahun kita menekuni berpuasa, berdoa danberamal, namun hasilnya tidak cukup maksimal. Suatu saat kita menjadi orangbaik, di waktu lain menjadi orang jahat. Hari ini kita memilih berkat, besokbisa berubah menjadi kutuk. Pengampunan dan pertobatan terjadi pada saat pengakuandosa, tetapi setelah itu kita kembali berbuat dosa. Kita sepertinya berjuangdengan susah payah untuk menjadi orang-orang yang sempurna. Kita tahu dan mengerti semua larangan yang ditetapkan olehAllah supaya Musa menyampaikan itu kepada umat Allah untuk mengindahkan sepuluhperintah Allah, seperti yang diwartakan kitab Imamat dalam bacaan pertama.Mereka harus kudus seperti Allah dengan tidak mencuri, berdusta, bersumpahpalsu, merampas milik orang, iri, benci, marah dan sebagainya. Semua inidirumuskan secara positif dengan satu hukum utama ialah mengasihi sesama kitaseperti diri kita sendiri. Jadi di dalam masa Pra Paskah ini, sosok orang-orangberiman pengikut Kristus pas untuk digambarkan sebagai pribadi-pribadi yangberusaha dan bertumbuh dalam mengasihi sesamanya, namun tak luput dariperbuatan-perbuatan jahat yang dilakukan. Misalnya seseorang berbuat amaldengan begitu tekun mengumpulkan sumbangan untuk orang-orang yang sangatmembutuhkan bantuan sandang, pangan, dan papan, namun ia juga terkenal sebagai pemfitnah dan penyebar berita bohong. Ini adalah contoh kalau kita yang menjalankan Pra Paskahini bukan sebagai orang-orang suci dan murni. Sebagian hidup rohani kita memangbaik dan suci, namun sebagian lain tidak. Yesus Kristus memang mengumpamakanmereka yang di bagian kanan ialah domba-domba dengan amal kasihnya yang besar,namun jika mau jujur kita belum sampai sempurna seperti itu. Mereka yang disebelah kiri ialah kambing-kambing dengan kelalaian besar dalam beramal kasih,namun mereka juga tidak sepenuhnya jahat seperti itu. Bisa jadi hampir semua kita di dalam masa Pra Paskah iniadalah setengah domba dan setengah kambing. Kita adalah para “dombing” di dalammasa Pra Paskah ini. Jika kita memang sudah sebagai orang-orang suci dan murni,jelas kita tidak memerlukan masa Pra Paskah. Lebih tepatnya kita langsung sajamerayakan pekan suci supaya menyatu dengan Kristus yang mati dan bangkit. Tapi ternyata tidak demikian. Sebenarnya,tidak hanya Pra Paskah tetapi juga setiap waktu di bumi ini, hidup kitabagaikan “dombing”, oleh karena itu kita harus setia kepada Tuhan danmendapatkan belas kasih kerahiman-Nya.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus,jadilah Guru dan Pengatur hidup kami. Semoga kasih-Mu mengatur hati kamisehingga kami hanya dapat mengabdi kepada-Mu seumur hidup kami. Salam Maria,penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Modesta MCFSM dan Sr Kristin MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 58: 1-9a; Mazmur tg 51: 3-4.5-6a.18-19; Matius 9: 14-15.BERPUASA DALAMBERAMAL DAN BERDOA Renungan kita pada hari ini bertema: Berpuasa DalamBeramal dan Berdoa. Tiga kesalehan standar yang telah kita sebutkan kemarin,masing-masingnya tidak berdiri sendiri. Berdoa bukanlah suatu tindakan yangtidak punya kaitan dengan berpuasa dan beramal. Demikian juga berpuasa danberamal. Satu perbuatan saleh membutuhkan dua lainnya supaya menjadikanseseorang saleh dan benar di hadapan Tuhan Allah dan menjadi suri teladan bagisesamanya. Renungan ini ingin membawa perhatian kita kepada berpuasayang kita lakukan melalui tindakan amal dan berdoa. Di dalam setiap perbuatankasih itu seseorang menjalankan puasanya. Demikian juga di dalam kesempatanberdoa, seseorang mengisi dan memperkuatkan puasanya. Kedua bacaan kita padahari ini menerangi iman kita tentang berpuasa dalam beramal dan berdoa. Kitab nabi Yesaya menegaskan bahwa perbuatan puasa yangsangat mengena dalam hidup bersama dan sesuai dengan kehendak Allah ialahmembuka belenggu-belenggu kelaliman. Semua bentuk kehidupan yang tertindas danterbelenggu harus dihilangkan. Perbuatan atau perilaku yang memperdayai danmenyusahkan sesama harus dihentikan. Orang-orang lapar dan haus diberikankepuasan raga mereka. Yang tidak mempunyai rumah diberikan tumpangan. Yangtidak mempunyai pakaian dipakaikan pakaian yang perlu. Semua yang dikatakan nabi dibuat begitu konkret oleh Yesusyang menjalankan misi Bapa Allah dengan ditemani oleh para rasul. Selain pararasul, ada begitu banyak murid yang mengikuti dan menyertai-Nya ke mana saja Iapergi dan dalam setiap kesempatan keberadaan-Nya. Hidup bersama dengan TuhanYesus ialah memandang Dia, berbicara dengan Dia, mendengar Dia, bersentuhandengan Dia, mengakui Dia, percaya kepada-Nya, dan berikhtiar untuk tetapbersama Dia sampai mati. Ini semua adalah kenyataan setiap saat hidup bersamadan dalam Tuhan yang memenuhi semua kriteria doa. Oleh karena itu Yesus memberikan pencerahan kepada kitabahwa, berpuasa yang benar dan sesungguhnya ialah melakukan tindakan-tindakanbersama dan di dalam Tuhan. Kehadiran-Nya menjiwai seluruh hidup kita. JikaTuhan sudah merelakan diri-Nya berada bersama kita, lalu mengapa manusiamengarang-ngarang caranya untuk berpuasa? Semua tindakan berpuasa itusebenarnya untuk siapa, padahal Tuhan yang disembah dan dimuliakan itu beradadi tengah-tengah umat-Nya? Jadi dengan berada dan bersama Tuhan, kita menjalankantindakan kasih yang dilakukan atas nama Dia, sambil berbicara dan berinteraksidengan Dia yang menguatkan kita melalui sabda dan berkat-Nya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Allah maha benar,perkuatkanlah ketetapan hati kami untuk menekuni disiplin iman kami di dalammasa penuh rahmat ini. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Kresen MCFSM dan Sr Krista MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santo Fransiskus Catholic Center di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia. Ulangan 30: 15-20; Mazmur tg 1: 1-2.3.4.6; Lukas 9: 22-25.MEMILIH BERKAT Tema renungan kita pada hari ini ialah: Memilih Berkat.Setelah Rabu Abu, liturgi hari pertama yang menyusulnya mengajak kita untukmerenungkan tentang berkat Allah. Masa Pra Paskah sangat spesial mengenaidisiplin beriman dengan tuntutan volume dan kualitas yang lebih kuat kalaudibandingkan dengan masa-masa liturgi lainnya. Maka berkat Tuhan sangat kitaperlukan demi terwujudnya proses pendisiplinan ini hanya karena Tuhan berkenandengan berkat-Nya bagi setiap orang yang mengharapkan keselamatan dirinya. Dengan memilih berkat, lalu apakah yang tidak kita pilih?Atau jika Tuhan memberikan kita berkat-Nya, hal apakah yang tidak Tuhanberikan? Kitab Ulangan dalam bacaan pertama menegaskan kalau kutuk danpenyiksaan dosa bukan pilihan kita. Dalam kenyataan, ada orang memilih kutukatau sengsara karena dituntun oleh kebebasan kodratinya. Tuhan menyelenggarakanhidup ini pada awal adalah baik. Namun karena kejatuhan kodrati manusia, makakehadiran kebaikan itu harus berhadapan dengan kutukan dosa. Jadi orang bisamemilih untuk berdosa. Orang beriman dinasihatkan untuk memilih berkat. Memilih berkat berarti memilih Tuhan. Sedangkan memilihkutuk berarti memilih musuh Tuhan, yaitu setan. Yang ada pada Tuhan ialahkehidupan, cinta, dan pengharapan akan suatu keberlangsungan yang abadi.Sedangkan yang ada pada kutuk ialah kematian, kebencian, dan kesengsaraanabadi. Yesus Kristus diutus oleh Bapa ke dunia untuk mendirikan sebuah kerajaankehidupan supaya memerintah dan membawa semua orang kepada berkat. Ajaran danteladan hidup-Nya menjadi pelita dan sumber air yang menjamin keberlangsunganberkat ini dalam bentuk rahmat karunia yang dicurahkan kepada setiap orang yangmemerlukan. Hari ini Yesus Kristus memaparkan isi pilihan kita untukmengikuti Dia supaya daripada-Nya mengalir semua berkat yang kita perlukan. Didalam masa Pra Paskah berkat-berkat kita dapatkan melalui berdoa, berpuasa, danberamal kasih. Ketiga perbuatan ini mesti dapat dijalankan dalam semangat salibyang kita pikul dan ketekunan dalam penyangkalan diri. Salib selalu bermaknapengorbanan dan menghadirkan beban yang harus ditanggung. Kita berdoa, berpuasaatau bermati raga, dan beramal kasih dengan sebuah volume jumlah dan kualitassedemikian yang membuat kita menanggung beratnya seperti yang Yesus lakukan.Ketiga perbuatan saleh itu mesti juga membawa kita untuk fokus kepada penyatuanhati kita dengan Tuhan, dan bukan kepada diri sendiri dan semua kepentingan duniawi.Dari sana berkat-berkat akan mengalir kepada kita. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, firman-Mu menguatkan niat kami untuk memanggul salib dan menyangkaldiri kami untuk dengan tekun mengikuti-Mu. Berkatilah kami supaya sepanjangjalan mengikuti-Mu kami menemukan diri kami yang sebenarnya. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Sisilia MCFSM dan Sr Rini MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 12: 26-32; 13: 33-34; Mazmur tg 106: 6-7a.19-20.21-22; Markus 8: 1-10.SANTAPAN ROHANIYANG MEMPERSATUKAN Tema renungan kita pada hari ialah: Santapan Rohani YangMempersatukan. Persekutuan di dalam satu keluarga tampak amat jelas ketikasemua anggota keluarga kompak menghadiri Misa Kudus, lalu melanjutkannya denganmakan siang bersama. Ini adalah sebuah kegiatan rutin. Persekutuan seperti inisangat bertentangan dengan nasib umat Allah di bawah raja-raja setelah matinyaSalomo. Yang paling tragis ialah raja Yerobeam memperbesar dosanya denganmelawan Roh Allah karena ia percaya kepada dewa-dewa. Santapan rohani yang tersedia bagi orang-orang beriman,pengikut Kristus, ialah persembahan diri Yesus sebagai bagian utamapekerjaan-Nya menjalani kehendak Bapa. Dalam seluruh karya pelayanan, Iamenampakkan tindakan pemberian diri-Nya dengan disaksikan oleh para rasul danbanyak orang di sekeliling-Nya. Mereka semua dibuat kagum, bangga, senang danpercaya akan tindakan-tindakan itu. Tetapi di atas semua itu ialah tindakanpuncak, yaitu mati untuk menebus semua umat manusia. Ia tandai peristiwa puncak ini dengan tindakan kenangan didalam Gereja untuk mengalami langsung kehadiran diri-Nya yang menjadi santapanbagi seluruh umat-Nya, demi memperkuat dan memelihara persekutuan yang sudah Iabangun. Kita mengenalnya sampai detik ini dengan nama Ekaristi. Yesus pertamakali membawa para pengikut-Nya dan semua orang yang mendengar-Nya, dengan penuhiman ke sebuah pengalaman menyantap diri-Nya sendiri, ialah pada waktu iamemperbanyak roti bagi ribuan orang yang lapar dan haus di padang rumput yangluas. Pemberian makan kepada ribuan orang ini kemudiandipertegas lagi maknanya pada saat menjelang wafat-Nya, ketika Ia makanperjamuan malam bersama para rasul, dan di sana Ia membagi-bagikan roti dananggur. Sabda-Nya ialah supaya mereka terus melanjutkan peristiwa merayakansantapan rohani ini sebagai kenangan akan Dia, sekaligus menjadi penguatanrohani bagi semua yang mengambil bagian di dalamnya. Di dalam perjamuan makanitu, satu tindakan Yesus dengan pemecahan dirinya dan dibagi-bagikan menandakansakramen Ekaristi dan Imamat. Jadi persekutuan yang kita perkuat terus-menerus baikmelalui doa dan tindakan nyata bergantung sekali pada dua unsur dasar ini: Ekaristidan Imamat. Sakramen ekaristi sebagai santapan rohani, sedangkan imamat sebagaihak istimewa untuk menjalankan dan memimpin peristiwa kenangan itu supayamemiliki legitimasinya dari Tuhan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Tuhan Yesus Kristus,semoga persekutuan kami di dalam dan bersama Dikau menjadi kekuatan yang sangatnyata di dunia ini untuk menghadirkan kerajaan Allah yang dapat membaharuiseluruh muka bumi ini. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Yulia Bela MCFSM dan Suster Tania MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 11: 4-13; Mazmur tg 106: 3-4.35-36.37.40; Markus 7: 24-30.PERSEKUTUANADALAH PANGGILAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Persekutuan AdalahPanggilan. Seorang bapak berusia 75 tahun meminta Pastor Paroki untuk dibaptismenjadi seorang Katolik. Hidupnya selama ini sebagai orang yang tidak beragama.Pastor memberikan persiapan khusus kepadanya sebelum dibaptis. Tidak lamasetelah mengikuti katekumen, istrinya yang berusia 72 tahun juga meminta untukdibaptis. Maka Pastor Paroki memberikan persiapan kepada mereka bersama-sama.Mereka berkata: tidak ada terlambat dalam beriman kepada Tuhan. Langkah yang diambil oleh pasutri lansia itu merupakansebuah perwujudan persekutuan sebagai panggilan. Tuhan tidak membutuhkanpersekutuan, tapi kita yang membutuhkan supaya kita dapat bersatu dengan-Nya.Panggilan kita manusia di dunia ini sampai ke titik persekutuan itu. Namun halini tidak mudah. Kegagalan raja Salomo dalam mempertahankan persekutuan denganTuhan adalah salah satu contohnya. Ia tidak mengikuti teladan ayahnya, rajaDaud. Dosa Salomo terbesar yang membuat ia dikutuk oleh Allahialah mengikuti kehendak para istrinya yang berlatarbelakang tidak berimankepada Tuhan. Para istri menyembah dewa-dewa. Murka Tuhan menggoyahkankerajaannya. Pada saat kerajaan itu dilanjutkan oleh putra Salomo, kerajaan itumengalami perpecahan besar. Hukuman atas dosa melawan Roh Kudus ialahkehancuran dan tidak dapat diampuni, begitu kata Yesus dalam kitab suci. Salomo sangat jelas memperlihatkan suatu perpecahan ataspersekutuan yang sudah diwariskan dengan mantap, dengan paling kentara ialahpemisahan antara yang kafir dan yang percaya. Ada suatu pemahaman bahwa kafiritu paling jahat dan tak bisa berpaling kepada Allah. Orang beragama kalaumasuk ruang hidup, bersentuhan, dan berinteraksi atau berkomunikasi dengan yangkafir sudah langsung menajiskan diri mereka. Tidak ada kemungkinan untukterjadi relasi satu titik pun dengan mereka yang berlainan kepercayaan dengannya. Justru di sini yang menciptakan perpecahan ialahorang-orang beragama. Orang kafir hanya berusaha untuk hidup baik sebagaimanusia dan mengusahakan kelayakan hidup di dunia ini. Dalam sanubarinyatersimpan benih-benih iman yang tinggal menunggu saatnya untuk terbuka, lalumereka memandang dan percaya kepada Allah. Yesus merintis jalan terbuka bagimereka. Ia membuka hati orang kafir, melebarkan jalan baginya untuk percayakepada Tuhan. Yesus jauh lebih bijaksana daripada Salomo, karena ia menyatukanorang beragama dengan mereka yang dipandang kafir. Tugas yang sama yang mestikita lanjutkan pada saat ini. Saat ini tidak cocok untuk memandang orang lainkafir!Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah mahabijaksana, berikanlah kami hati yang bijaksana sehingga kami dapat menciptakandan mempertahankan persekutuan hidup di antara kami, dan bukan merusaknyadengan perpecahan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Imelda MCFSM dan Suster Dominika MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 8: 1-7.9-13; Mazmur tg 132: 6-7.8-10; Markus 6: 53-56.RUANG BAGI TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ruang Bagi Tuhan.Ruang dimaksudkan di sini bukan sebuah tempat atau lokasi. Karena prinsipnyaTuhan tidak bisa dikondisikan ke dalam sebuah tempat. Sebaliknya, Tuhan beradadi dalam ruang yang melingkupi dan menaungi kita. Ruang itu menandakan sebuahkehadiran dan keberadaan. Tuhan menyediakan ruang itu dan Dia sendiri berada disana. Raja Salomo dan umat Allah menaruh tabut perjanjian padatempat berdiam yang sudah dibangun, namun raja berseru bahwa Tuhan akan tinggaldi bumi selama-lamanya bersama umat-Nya. Ia menyertai, menemui, menjangkau, danbergaul dengan setiap orang di segala tempat seperti yang dilakukan oleh YesusKristus. Ruang buat Tuhan adalah seluruh permukaan bumi ini, tempat semuamanusia berdiam. Ruang bagi Tuhan yang jaraknya paling jauh ialah kota-kotadan desa-desa seberapa pun jaraknya, yang memperlihatkan orang-orangberbondong-bondong datang menemui Yesus untuk mendapatkan kesembuhan danpenghiburan. Itu namanya ruang publik yang terbuka dan menjurus dengan jarakpuluhan bahkan ratusan kilometer. Yesus mencapai sebuah tempat dan orang-orang mengenal-Nyalalu mereka segera mendekati untuk menyalami dan berbicara, say hello atauperkenalkan diri. Itu adalah ruang sosialnya Yesus. Pasti orang-orang bersorakgembira karena bisa memandang Yesus dari dekat, melambaikan tangan, dan suaramereka dapat didengar oleh Yesus. Sebagian mereka mendapatkan suka cita danpenghiburan karena perjumpaan itu. Mereka yang sakit bahkan mencapai ruang pribadi dan ruangintim Yesus melalui jamahan tangan Tuhan atau mereka sendiri yang menjamahjumbai juba Yesus. Di sini Yesus mengajarkan kalau the power of touch atau kekuatan menyentuh sangatlah penting untukpenguatan dan penyembuhan. Dalam menyentuh tak ada jarak lagi yang tampak. Itu adalah ruang tubuh kita yang mengijinkan kontak danenergi dari tubuh yang satu terserap oleh tubuh yang lain. Energinya Yesusmasuk ke dalam orang-orang sakit dan mereka menjadi sembuh. Ini adalahpelajaran amat berharga, yaitu ruang tubuh, ruang pribadi bahkan ruang sosialdan publik kita sangat instrumental untuk terjadinya kontak dengan orang lain.Tuntutan kedekatan dan kehadiran kita sangatlah penting, karena kita dapatberbagi ruang dari diri kita dan ini selalu menjadi tanda penguatan dan pembaharuanhidup. Ini adalah cara kita menghadirkan ruang bagi Tuhan yang bekerja melaluikita. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus, mampukanlahkami untuk memanfaatkan semua kehadiran kami sebagai ungkapan cinta kasih.Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Kristin MCFSM dan Suster MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santo Fransiskus Catholic Center Palangkaraya di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia. 1 Raja-Raja 2: 1-4.10-12; Mazmur tg: 1 Taw 29: 10.11ab.11d-12a.12bcd; Markus 6: 7-13.KEKUATAN SEBUAHKEPERCAYAAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kekuatan SebuahKepercayaan. Secara umum kita bisa kategorikan kepercayaan, mandat, tanggungjawab, atau komitmen menjadi dua. Yang pertama ialah kepercayaan untukmelakukan perbuatan-perbuatan jasmani seperti bekerja mencari nafkah, memimpinorganisasi, dan menjual atau membeli barang-barang. Yang kedua ialahkepercayaan terkait dengan melakukan kegiatan-kegiatan rohani seperti pelayananfirman Tuhan, beribadat, berdoa, dan berpuasa. Raja Daud memberikan kepercayaan kepemimpinan kerajaankepada putranya Salomo, dan ini kita bisa menganggapnya sebagai wakil darisuatu kepercayaan jasmani. Orang tua atau orang dewasa memberikan kepercayaankepada anak-anaknya untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai denganharapan mereka. Banyak sekali kehidupan jasmani kita ditentukan olehkepercayaan yang diberikan kepada kita, baik di dalam keluarga maupun diluarnya. Sementara itu, Yesus Kristus memberikan kepercayaan danmengutus para murid-Nya, dapat kita anggap sebagai wakil dari suatu kepercayaanrohani yang kita miliki. Kehidupan kita kapan dan di mana pun yang berkaitandengan aspek rohani, semuanya ditentukan oleh kepercayaan atau nasihat danbimbingan rohani yang diberikan kepada kita. Seseorang menghadiri Misa padahari Minggu, dan dari sana ia membawa suatu kepercayaan untuk menjalani perutusan yang disampaikanoleh imam pada akhir perayaan ekaristi. Pertanyaan yang penting adalah ini: apakah yang menjadikekuatannya sehingga kepercayaan baik jasmani maupun rohani itu memilikimartabat, kewibawaan, dan membuahkan kepercayaan yang lebih besar lagi dariorang lain di sekitar kita? Kedua bacaan kita hari ini memberikan satu jawabanpokok, ialah ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan yang memberikan kepercayaanitu. Nasihat, perintah, dan aturan-aturan yang ditetapkan senantiasa dijalani.Semua itu untuk menjamin kalau kepercayaan itu berasal dari sebuah kuasa yangjauh lebih besar dan menjamin legitimasi terlaksananya tugas-tugas kita. Ketaatan berarti Tuhan yang memberikan kepercayaan adalahbenar dan kehendaknya bersifat tetap. Jadi tidak ada pertimbangan apa pundari kita untuk berdebat bahkanmemperbaikinya. Yang kita perbuat ialah mendengar, memahami, danmenjalankannya. Kesetiaan merupakan sisi mata uang untuk ketaatan. Kesetiaanbertahan sampai ujung kehidupan karena orang taat tanpa syarat. Banyak kalikita menjadi seperti Daud atau Petrus, yang mengakui iman untuk taat, namunterkadang kita tidak setia dalam berkomitmen. Yang penting ada penyesalan, lalu membaharui diri untukkembali setia. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, pakailah kami dengan apa adanya kami ini untuk menunaikan kepercayaanyang Engkau berikan kepada kami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hanolan Modestus Jemuru dan Veronika Retno Wijayanti dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Samuel 7: 18-19.24-29; Mazmur tg 132: 1-2.3-5.11.12.13-14; Markus 4: 21-25.CAHAYA PELITA Renungan kita pada hari ini bertema: Cahaya Pelita. Padazaman Yesus, belum ada listrik. Orang-orang memakai pelita atau obor untukpenerangan di rumah dan di perjalanan. Tetapi pada zaman kita, pelita hampirtidak digunakan karena listrik sudah menjadi penerangan bagi penduduk bumi padasaat ini. Penyebutan pelita di dalam kitab suci dan ajaran Tuhan Yesus tetaprelevan dengan kita saat ini, yaitu lebih memberikan penekanan pada pesanrohaninya. Di dalam suasana gelap karena listrik mati, orang-orangbergantung pada penerangan yang ada di tangan mereka, misalnya hp, tablet, ataulampu senter. Namun jika tidak ada satu pun alat-alat listrik-elektronik yangtersedia, salah satu penerangan yang diandalkan ialah pelita. Lilin yangdibakar, obor minyak tanah, atau pembakaran kayu dapat disejajarkan denganlampu pelita yang dengan muda disediakan di rumah-rumah kita. Tuhan Yesus memakai simbol cahaya pelita untuk mengajarkankita tentang peran setiap orang beriman sebagai lampu yang memiliki nyalaapinya. Roh Kudus yang ada pada kita sejak pembaptisan selalu menyalakanapi-Nya sehingga pikiran kita terbuka kepada firman yang disampaikan kepadakita dan berelasi dengan semua kenyataan hidup yang kita alami. Api Roh Kudusjuga membakar dan menyemangati hati kita, sehingga kita senantiasa memilikipengharapan setiap kali ada kesulitan dan sakit yang menyusahkan kita. Setiap orang memiliki pelita dan api di dalam dirinya,karena Tuhan bermaksud untuk menjadikan dirinya sebagai rekan kerja-Nya. Parapengikut Kristus secara sah mengambil bagian dalam perutusan Yesus Kristus.Maka mereka adalah rekan kerja Tuhan di dalam dunia ini. Fungsi pelita atau apidi dalam diri setiap orang yang diutus oleh Tuhan pada umumnya ada dua, yaitusebagai penerang jalan kepada Tuhan dan penerang kehidupan di dalam dunia. Jalan kepada Tuhan tidak selalu mulus dan gampang. Yesussendiri bahkan mengatakan bahwa jalannya sangat sempit. Raja Daud sendirimembutuhkan terang Ilahi supaya dapat mengerti dan menjalani kepercayaan Allahkepadanya. Perjalanan hidup yang panjang sering dihalangi oleh aneka bentukkegelapan. Maka pelita di dalam diri setiap orang sangat berguna dalammenerangi dan membimbing dirinya, bahwa jalan kepada Tuhan adalah jalan YesusKristus. Dunia dengan segala keadaannya sering menjadi gelap karenasegala kekurangannya seperti kebodohan, diskriminasi, kebohongan, kekerasan dankematian. Perutusan kita sebagai pengikut Kristus mewajibkan kita menjadipelita dengan cahaya yang menerangi, membimbing, dan mencerahkan dunia ini.Semoga pelita kita tetap bernyala sampai hidup kita di dunia ini berakhir. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Yesus, penuhilahselalu diri kami dengan terang Roh-Mu agar kami semakin mantap menjadisaksi-saksi-Mu bagi kebaikan dan keselamatan di dunia ini. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...