POPULARITY
Kawasan wisata Pantai Ancol masih menjadi destinasi favorit bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk menghabiskan masa libur panjang akhir pekan. Tingginya minat kunjungan ini didasari oleh harga tiket masuk yang relatif terjangkau serta kemudahan akses mobilitas menuju lokasi. Mayoritas pengunjung memanfaatkan momentum liburan tersebut bersama keluarga, terutama anak-anak yang dapat menikmati berbagai aktivitas luar ruangan seperti bermain air dan pasir pantai. Dengan tarif tiket masuk individu sebesar 35 ribu rupiah, serta tarif kendaraan roda empat sebesar 35 ribu rupiah dan roda dua sebesar 25 ribu rupiah, Taman Impian Jaya Ancol sukses menyajikan alternatif hiburan yang ekonomis sekaligus menyegarkan.
Mayoritas publik, menurut survei LSI, menginginkan presiden tetap berpegang pada janji kampanye, bukan pada wacana PPHN. Penolakan juga muncul terhadap kewenangan MPR mengubah UUD 1945 tanpa keterlibatan langsung rakyat. Apa makna sikap ini bagi arah kebijakan negara dan masa depan sistem ketatanegaraan? Simak analisis Peneliti LSI Yoes C Kenawas, dilanjutkan diskusi bersama Anggota Komisi XIII DPR RI yang juga dari Fraksi PKS Yanuar Arif Wibowo.
Bayangkan sebuah bangsa di mana setiap notifikasi berita di ponsel terasa seperti ancaman fisik yang memicu detak jantung lebih kencang. "Negara yang Cemas" bukan sekadar kiasan politik, melainkan realitas psikologis mendalam di mana politik telah bermutasi dari sekadar perdebatan kebijakan menjadi sumber ketegangan emosional yang konstan bagi warga negaranya. Melalui gejolak pemilihan umum yang penuh kejutan dan retorika tajam, fenomena ini mengungkap bagaimana ketidakpastian politik telah menyandera ketenangan batin masyarakat, mengubah partisipasi demokrasi yang seharusnya sehat menjadi beban mental yang berat dan melelahkan. Di balik layar, algoritma media sosial dan siklus berita tanpa henti bekerja layaknya mesin pemicu stres kronis yang memaksa tubuh manusia berada dalam kondisi siaga tinggi secara permanen. Fenomena ini telah berkembang menjadi krisis kesehatan masyarakat yang nyata; politik kini bukan lagi soal siapa yang menang, melainkan tentang bagaimana stres tersebut merusak kualitas tidur, meningkatkan tekanan darah, hingga menghancurkan hubungan harmonis di meja makan keluarga. Buku ini menyoroti bahwa beban ini tidak terbagi rata, dengan kelompok dewasa muda dan perempuan seringkali memikul dampak psikologis yang paling hebat di tengah lingkungan yang semakin toksik. Namun, di tengah badai polarisasi yang membuat kita cenderung melihat lawan politik sebagai musuh eksistensial, sebenarnya terdapat "Mayoritas yang Lelah"—kelompok besar warga yang merindukan kewarasan dan dialog yang manusiawi. Memahami kondisi "Negara yang Cemas" adalah langkah krusial untuk memutus rantai kebencian dan merebut kembali kendali atas kesejahteraan mental kita dari tangan politik yang manipulatif. Dengan membangun kembali literasi informasi dan memperkuat empati sosial, kita memiliki peluang untuk memulihkan kesehatan demokrasi sekaligus kewarasan kolektif sebagai sebuah bangsa.
Pemerintah memprediksi sebanyak 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026. Hampir 80 juta di antaranya akan menggunakan kendaraan pribadi. Mayoritas kendaraan diperkirakan akan melewati jalan tol.Jaringan jalan tol di Indonesia dipastikan siap mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Selain ruas yang sudah beroperasi, sejumlah jalan tol baru juga dipersiapkan untuk difungsionalkan sementara.Total panjang jalan tol yang sudah beroperasi mencapai 3.115 kilometer dan akan bertambah hampir 300 kilometer dari jalan tol fungsional.Sementara itu, PT Jasa Marga memproyeksikan sebanyak 3,6 juta kendaraan bakal meninggalkan wilayah Jabodetabek lewat jalan tol. Arus lalu lintas ini akan terbagi menuju tiga wilayah, yakni arah timur lewat jalan tol TransJawa, arah barat menuju Merak, dan arah selatan menuju Bogor.Untuk mengurai kepadatan lalu lintas, pemerintah akan membuka jalan tol yang masih dalam tahap konstruksi secara terbatas. Terdapat 10 ruas jalan tol dalam konstruksi yang berpotensi difungsionalkan, dengan total panjangnya mencapai hampir 300 kilometer, tersebar di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.
Data terbaru BPS menunjukkan lulusan SD ke bawah masih mendominasi tenaga kerja Indonesia. Apa dampaknya bagi produktivitas, upah, dan daya saing ekonomi menuju Indonesia Emas 2045? Bersama Prof. Payaman Simanjuntak.
Di tengah perayaan HUT ke-80 RI, BP3MI Riau menyambut kepulangan 73 Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural dari Malaysia melalui Pelabuhan Internasional Dumai. Mayoritas berasal dari Jawa Timur dan Aceh. Pemerintah memastikan perlindungan bagi PMI yang bekerja melalui jalur non-prosedural dengan melakukan pendataan dan uji kesehatan sebelum dikembalikan ke keluarga masing-masing.
Lo pernah gaksih ngerasa kalo jawaban lo udah bener nih, tapi ngeliat orang lain jawab nya beda. Lo jadi percaya kalo itu bener?Atau lo penasraan gaksih kenapa ya gosip selalu dibilang bener??Ini namanya social proof illusion! Kalo manusia selalu ngikutin apa yang mayoritas bilang! Ini ternyata jadi salah satu ilusi berfikir yang terpatri untuk manusia karena turunan dari kakek nenek moyang kita loh!! Nah gimana caraa ngadepinnya? Yuk pelajari
"Temuan PPATK ungkap mayoritas pelaku judi online anak-anak hingga pemuda, bagaimana mengatasinya?"Talk: - Koodinator Komunitas Peduli Pendidikan Jawa Barat, M.S. Iriyanto - Pengamat Hukum dan Politik dari Universitas Sahid Jakarta, Saiful Anam
S3rang4n udara Amerika Serikat di pelabuhan minyak Ras Isa di Yaman m3new4skan 38 orang dan m3ukai 102 lainnya. Mayoritas k0rb4n disebut adalah pekerja pelabuhan.
Butik Emas Logam Mulia Antam di TB Simatupang, Jakarta Selatan diserbu warga yang ingin membeli emas. Mayoritas pembeli mengincar emas Antam sebagai investasi jangka panjang sekaligus langkah antisipasi terhadap gejolak ekonomi global.
Mayoritas Calon yang Didukung Prabowo dan Jokowi Unggul di Hitung Cepat Pilkada | Anies Baswedan Sampaikan Pesan usai Tom Lembong Kalah Praperadilan | Kasus Polisi Tembak Pelajar di Semarang Tarik Perhatian Publik *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id
Wacana pembatasan BBM subsidi berulang kali dilontarkan pemerintah, tetapi urung terlaksana. Jelang estafet kepemimpinan ke Prabowo-Gibran, wacana itu kembali bergaung. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahkan memasang target pembatasan Pertalite berlaku per 1 Oktober mendatang. Pembatasan Pertalite memang sudah didorong banyak kalangan karena implementasinya selama ini tidak tepat sasaran. Mayoritas subsidi justru dinikmati orang kaya. Situasi kian pelik karena harga minyak dunia sangat fluktuatif sehingga ketika terjadi lonjakan, tambahan beban subsidinya mesti ditanggung negara. Di sisi lain, pembatasan Pertalite berpotensi membebani masyarakat dan otomatis juga bakal mengerek harga-harga lain. Padahal, saat ini, daya beli masyarakat tengah tergerus dan banyak terjadi PHK. Apakah saat ini waktu yang tepat untuk memberlakukan pembatasan Pertalite? Bagaimana dengan kesiapan pemerintah? Apa saja dampak yang harus diantisipasi apabila rencana ini terealisasi? Kita bincangkan bersama Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti, dan Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id
Perusahaan e-commerce Tiongkok telah menjangkau pasar AS dan meski produknya disambut konsumen karena murah tapi sebagian besar warga tampak tidak tergiur. Survei Pew Research menunjukkan lebih banyak warga AS memandang negatif pengaruh ekonomi Tiongkok dibanding negara-negara lain yang disurvei.
tahun lalu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan lebih dari lima ratus lima belas ribu kasus HIV. Dari jumlah tersebut, 88%-nya telah terkonfirmasi Orang dengan HIV (ODHIV). Namun, hanya 40% saja yang menerima pengobatan HIV. Mayoritas berasal dari kelompok usia 25-49 tahun. Global UNAIDS menyebut, orang muda dengan HIV rentang usia 10 sampai 24 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi dan kecemasan. Kondisi ini menghambat upaya pengobatan dan perawatan. Untuk itu, dukungan psikososial dari orang-orang terdekat dan pendampingan bagi ODHIV, menjadi penting untuk meningkatkan efektivitas ODHIV dalam menjalani pengobatan antiretroviral (ARV). Kita bincangkan bersama: 1. Asep Eka Nur Hidayat – Country Program Manager AHF 2. Diah Ayu - Peer Support Mahakam Plus Samarinda, Kalimantan Timur 3. Pudji Astuti - Program Coordinator RSUD Wangaya, Bali. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id
165 WNI Terancam Hukuman Mati, Mayoritas di Malaysia | Pengamat Kepolisian Tantang Satgas Judi Online Berani Tangkap Bandar | Menteri LHK: Perhutanan Sosial Naikkan Status Ribuan Desa Sangat Tertinggal *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id
Beberapa hari terakhir, topik soal Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) trending di media sosial. Mayoritas komentar warganet bernada protes, bahkan akronim Tapera dipelesetkan menjadi Tabungan Penderitaan Rakyat atau Tambahan Penderitaan Rakyat. Apalagi ini berdekatan dengan polemik soal Uang Kuliah Tunggal UKT, yang kemarin akhirnya dibatalkan. Terbitnya Peraturan Pemerintah tentang Tapera langsung diberondong kritik dan penolakan, karena memberi tambahan beban ke seluruh pekerja yang bergaji minimal UMR. Iuran Tapera tiap bulan ditetapkan 3 persen dari gaji, yang bakal ditanggung pekerja sebesar 2,5 persen, dan perusahaan 0,5 persen. Padahal, gaji pekerja saban bulan sudah dipotong untuk pajak penghasilan, iuran BPJS Kesehatan, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun. Penolakan pun kencang disuarakan para pengusaha, karena mereka juga diwajibkan untuk berkontribusi. Tujuan kebijakan Tapera memang terlihat relevan dengan persoalan akses kepemilikan rumah yang terjangkau masyarakat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 menunjukkan masih ada 15,21 persen rumah tangga di Indonesia yang belum punya rumah. Namun, apabila kebijakan ini ditujukan untuk membantu warga termasuk buruh agar bisa mengakses hunian terjangkau, mengapa sampai ditolak? Apakah skema terbaru Tapera ini menjadi satu-satunya solusi? Kita bincangkan hal ini bersama Dian Septi Trisnanti, Pimpinan Umum Marsinah.id, sebuah media buruh perempuan untuk kesejahteraan dan kesetaraan.
YUNIAR KUSTANTO - Mayoritas pasien yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) merupakan usia lanjut Usia #LiputanHajiElshinta2024 #Haji2024 #MCH2024 #KemenagRI
Bantaran Sungai Gajahwong dan Sungai Winongo di Yogyakarta menjadi permukiman masyarakat miskin kota sejak 1940-an. Mereka menyingkir ke pinggiran kali karena tak mampu membeli rumah. Puluhan tahun hidup dalam kerentanan karena tak punya alas hak. Hunian yang ditempati jauh dari layak, langganan banjir, dan kumuh. Kemudian muncullah gagasan membentuk Paguyuban Kalijawi, sebagai wadah warga bantaran berembuk mencari solusi bersama. Mayoritas anggotanya adalah perempuan. Jurnalis KBR Muthia Kusuma Wardani berbincang dengan Ainun Murwani, salah satu penggerak yang gigih di Kalijawi tentang perjuangan dan capaian mereka. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id
Jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,86 juta dari total angkatan kerja 147,71 juta orang. Mayoritas pengangguran didominasi penduduk oleh generasi Z. Hal ini membuktikan bahwa kesempatan kerja belum mampu menampung angkatan kerja baru. Terus, gimana dong caranya supaya gen Z bisa siap bersaing mendapatkan kursi di dunia kerja? Dengarkan obrolannya bersama praktisi HR, Audi Lumbantoruan. --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/detikfinance/message
Dinilai Berkinerja Buruk tapi Mayoritas Anggota DPR Ikut ‘Nyaleg' Lagi | DPR Akan Panggil Dirjen Pajak Terkait Tingginya Pajak Hiburan | Pengisian Kursi Anggota DPR Kabupaten/Kota Berpotensi Picu Konflik di Papua *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id
YLKI: Tunda Kebijakan Beli LPG Subsidi Pakai KTP | SMRC: Gerakan 212 Mayoritas ke Prabowo-Gibran, tapi Dukungan ke AMIN Terus Menguat | Pemprov NTT Pastikan Kebutuhan Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Terpenuhi *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id
Yes.7:1-14 PENDAHULUAN– Realita pahit sebagai akibat bencana peperangan TANDA BENCANA DIDEPAN MATA-.Bacaan kita berbicara bukan tentang perang tetapi kekuatiran akan bencana peperangan yang akan datang segera. TANDA KASIH TUHAN-Tuhan sendiri yang memberikan suatu pertanda. PENUTUP-Sebuah kutipan hasil survey World Economic Forum dalam the Global Risk Report 2022 menulis demikian: Mayoritas warga dunia memandang masa depan ... Read more
Ustadz Ammi Nur Baits, ST., BA - Berdalil Dengan Mayoritas
Ustadz Ammi Nur Baits, ST., BA - Berdalil Dengan Mayoritas
Both YES and NO are focusing on the key battleground states in Tasmania, Queensland and South Australia. - Kubu pihak YES maupun NO memusatkan perhatian pada negara-negara bagian yang menjadi medan pertempuran utama di Tasmania, Queensland, dan Australia Selatan.
A: "Ga takut kurang protein lu?" B: "Lu ga terlalu butuh banyak protein loh sebenarnya." Protein sebenarnya kira2 hanya sekitar 10-30% dari total kalori kita. Mayoritas lainnya masih dari karbo dan lemak. Tapi, gimana sih pandangan soal protein yang seimbang? Di episode podcast kali ini kita mencampurkan ilmu dari 2 buku. Proteinaholic by Garth Davis, MD dan Outlive by Peter Attia, MD. Enjoy listening! Support podcast ini di sini. Konsultasi di Utuh Health di sini.
Berita Koran Tempo hari ini: Kasus ponsel IMEI ilegal rugikan negara Rp 353 miliar, mayoritas iPhone; Mengusut jaringan penjualan ginjal di pemerintahan; MRT Jakarta optimistis jumlah penumpang terjaga meski putus kerjasama dengan sejumlah dompet digital. — Kunjungi https://s.id/spesialmerdeka untuk mendapat diskon berlangganan Tempo Digital Premium selama setahun. Bantu kami memahami Anda untuk meningkatkan kualitas jurnalistik Tempo lewat survei: http://bit.ly/tcosurvei Baca informasi mendalam Tempo dengan mengunduh aplikasi Tempo. --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/berita-utama-koran-tempo/message
Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah menerima setidaknya 50 aduan terkait penerimaan peserta didik baru. Mayoritas aduan yang masuk adalah pada level pendaftaran jenjang SMA atau SMK negeri. Beberapa jenis aduan diantaranya berkaitan dengan persoalan jarak rumah dengan sekolah serta dugaan manipulasi data. Selain itu, viral di media sosial pungutan liar di salah satu SMK negeri di Rembang yang ditemukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Bagaimana penjelasannya ? Octa akan membahasnya dengan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah, Siti Farida
KILAS KABAR NUSANTARA. Sejumlah peristiwa penting yang telah kami rangkum pada hari Selasa, 11 Juli 2023. MAKASSAR (00:22) Konsolidasi Akbar Jelang Pemilu 2024, Wali Kota Makassar, Jangan Kita Terpecah. MALANG (01:03) Jemaah Haji Asal Malang Raya Meninggal di Tanah Suci, Mayoritas dari Kabupaten Malang. MANADO (01:39) Beralih ke Endemi, Dinkes Manado Tetap Lakukan Survelensi Geonomik. Kontributor: Smart Makassar - News Anchor: Deddy Detars ll Reporter: Muh Said Smart Manado - Edwin Kalimaya Bhaskara Malang - Ronaldo Harland
VOA This Morning Podcast - Voice of America | Bahasa Indonesia
AS dan Tiongkok pada akhir pekan di Singapura saling tuding. Pemimpin militer kedua negara saling menyalahkan telah meningkatkan ketegangan di Selat Taiwan. Sementara itu, sedikitnya 15 jemaah haji asal Indonesia telah wafat di Tanah Suci hingga 4 Juni 2023. Mayoritas yang wafat adalah lansia.
Bismillah... Apakah teman-teman masih khawatir tentang rezeki? Mayoritas ketakutan manusia adalah tentang rezeki. Karena manusia punya mode survival, bertahan hidup. Secara otomatis baik jiwa maupun raganya akan berusaha mengejar rezeki. --- "Sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan mengejarnya, sebagimana kematian itu akan mengejarnya." (HR. Ibnu Hibban Nomor 1084) --- Order ebook msha.ke/riamarliana87 Tinggalin komen atau pertanyaan : https://open.firstory.me/user/cli77xv0u00bj01307mtm9zlp/comments Powered by Firstory Hosting
__ dzulqarnain.net Youtube, Instagram, Facebook, Twitter, Telegram, Anchor: @dzulqarnainms
Saya membahas cara menciptakan batasan dalam bekerja. Ini merupakan rangkuman dari video TED Talk Nedra Glover Tawwab yang berjudul Your 3-step guide to setting better boundaries at work dan diolah dari berbagai sumber. Kadang, bisa sangat sulit untuk mengatakan apa yang sebenarnya kita butuhkan. Butuh keberanian untuk bicara,”Saya ingin diperlakukan seperti ini.” Mayoritas orang kesulitan mengungkapkan hal ini, menjelaskan bagaimana mereka ingin dihargai. Di dunia kerja, membuat batasan artinya kamu tahu batasan antara kehidupan professional dan kehidupan pribadi. Membuat batasan memang sulit di awal. Tapi, semakin sering kamu melakukannya, maka akan menjadi semakin mudah. Menariknya, membuat batasan seringkali menular. Ketika kamu menerapkan sebuah batasan, orang lain mungkin saja melakukan hal yang sama. Nah, tentunya hal ini akan membuat sebuah hubungan menjadi lebih sehat. Apalagi di masa sekarang, kerja tidak lagi dari kantor, tapi juga bisa dari rumah. Batas antara kehidupan profesional dan pribadi semakin tipis dan ini bisa berdampak pada kesehatan mental dan juga fisikmu.
Saya membahas buku Mindware karya Richard E. Nisbett. Buku ini membahas cara berpikir yang lebih logis dan rasional. Apakah kamu adalah orang yang rasional? Mayoritas orang mungkin mengklaim kalau dirinya adalah orang yang rasional. Tapi kenyataannya, kita seringkali bertidak irasional. Kita mudah sekali terjebak sesat logika sehingga pada akhirnya kita membuat keputusan yang buruk. Misalnya, kita tidak berani keluar dari posisi yang buruk, hanya karena kita takut kalau kondisi di depan malah bisa jadi lebih buruk. Atau, kita merasa barang yang kita miliki mempunyai nilai yang lebih tinggi, padahal sebenarnya nilainya sama saja atau bahkan mungkin lebih kecil.
Saya membahas bagaimana cara kita bisa belajar dari kegagalan? Apakah kamu tahu bedanya antara kesalahan dan kegagalan? Mayoritas mungkin tidak. Kita seringkali merasa kalau dua hal ini sama. Tidak heran, ketika seseorang mengakui sebuah kegagalan artinya orang itu siap salah. Jadi, ketika muncul sebuah kegagalan, kita selalu mencari siapa yang salah, bukan bagaimana bisa jadi lebih baik lagi di masa depan? Misalnya begini, jika sebuah hasil gagal karena kurangnya usaha, maka mungkin saja orang itu layak disalahkan. Tapi, ternyata, sebuah hasil gagal, karena orang itu overwork dan burnout, nah mungkin yang salah adalah sistemnya. Tapi, tentu saja, siapa sih yang mau disalahkan? Siapa sih yang dengan lapang dada menerima sebuah kesalahan? Saya rasa, ini hal yang sangat sulit kan? Padahal, jika kita bisa menciptakan sebuah lingkungan di mana seseorang merasa aman untuk mengakui dan melaporkan kegagalan, maka hal itu bisa menjadi sebuah momen yang berharga.
Saya membahas buku On the Shortness of Life karya Seneca. Kenapa hidup terasa singkat? Mungkin kamu menyadari kalau kadang waktu terasa begitu cepat. Kamu tidak sadar, tiba-tiba saja waktu cepat berlalu. Hingga akhirnya, kamu mulai bertanya, kenapa waktu terasa cepat? Buku ini membahas soal hidup yang terlalu singkat. Apakah benar? Mayoritas dari kita mungkin takut akan kematian. Tapi sebenarnya, hidup kita di dunia itu panjang asalkan kita tahu cara menggunakannya. Hal ini yang kadang tidak kita sadari. Kita merasa hidup itu terlalu singkat, padahal alasan utamanya karena kita terbiasa menunda pekerjaan. Hidup itu tidak pendek, namun kita yang membuatnya menjadi pendek. Filsuf Romawi kuno terkenal bernama Seneca mendorong kita untuk melihat kembali masalah yang membuat hidup terasa bergerak begitu cepat, misalnya seperti ambisi pribadi, memberikan seluruh waktu kita kepada orang lain, atau terlibat dalam kejahatan. Seneca berpendapat, hidup terasa singkat apabila kita terlalu sibuk dalam hal bisnis dan stres.
Hari Pekerja Migran Sedunia, Komnas HAM Berikan Sejumlah Rekomendasi | Survei, Mayoritas rakyat Jepang Tolak Kenaikan Pajak untuk Pertahanan | Piala Dunia 2022, Messi Raih Pemain Terbaik Mbappe Sepatu Emas *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id
Teman Motion, beberapa waktu lalu di media sosial sempat ramai memperbincangkan festival musik di Indonesia yang tidak bisa dijalankan sesuai rencana. Mayoritas, dikarenakan pengunjung yang overcapacity. Miris ya, jangan sampai industri seni pertunjukan di Indonesia yang baru aja bangkit lagi akibat pandemic kemarin jadi tertidur lagi. Nah kita ngobrol langsung yuk soal ini bareng David Karto – Co-Founder of Demajors, Director of AMI, Founder of Synchronize Festival.
The majority of Australians participating in a survey have identified climate change as their number one global concern, overtaken by armed conflict. - Mayoritas warga Australia yang berpartisipasi dalam sebuah survei telah mengidentifikasi perubahan iklim sebagai perhatian global nomor satu mereka, disusul oleh konflik bersenjata.
Saya membahas buku The Power of Positive Thinking karya Norman Vincent Peale. Buku ini membahas bagaimana pikiran positif bisa mengubah hidup. Apakah kamu sering mengeluh atas hidup yang kamu jalani sekarang? Misalnya, karir yang gitu-gitu aja, jualan susah banget, dan teman kerja yang nyinyir. Mayoritas orang mungkin setiap harinya berjuang melawan masalah yang ada dalam hidupnya. Bagaimana bila kita bisa membebaskan diri kita dari semua hal tersebut, melalui hal kecil sederhana, yaitu berpikir positif? Ingat, semua dimulai dari pikiran, lalu pada akhirnya menjadi kenyataan. Ada latihan yang menarik. Kunci dari kebahagiaan yaitu bebaskan hati kamu dari kebencian dan pikiran kamu dari kecemasan. Hidup sederhana, jangan terlalu berharap, dan perbanyak memberi. Coba lakukan ini selama seminggu dan kamu akan kaget atas hasilnya.
KLB Hepatitis Misterius, Perlukah Penanganan Serius? Oleh. drh. Lailatus Sa'diyah (Kontributor Tetap NarasiPost.Com) Voice over talent: Giriyani SS NarasiPost.Com-Belum tuntas wabah Covid-19, kini dunia kembali digegerkan akan munculnya penyakit Hepatitis misterius yang menyerang anak-anak. Hal ini sontak menambah kekhawatiran akan ancaman kesehatan di tengah-tengah masyarakat. Akankah Indonesia mampu mengatasi wabah misterius ini? Misterius Penyakit Hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya ini, pertama kali dikonfirmasi di Inggris Raya pada 5 April 2022. Kemudian dilaporkan terjadi peningkatan kasus di wilayah Eropa, Asia, dan Amerika. Seiring meningkatnya kasus, WHO menetapkan penyakit Hepatitis akut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 15 April 2022. Di negeri kita tercinta ini, dalam kurun waktu 2 minggu hingga 30 April 2022, ada dugaan tiga kasus pasien anak Hepatitis akut meninggal setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUPN Cipto Mangunkusumo. Penyakit Hepatitis akut ini cenderung menyerang anak usia 0-16 tahun. Mayoritas menginfeksi anak usia di bawah 10 tahun. Penyakit Hepatitis akut ini, disebabkan oleh virus yang sangat berbahaya. Selain mengakibatkan korban meninggal dunia, ada 17 dari 170 anak dengan Hepatitis akut membutuhkan transplantasi hati. Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/09/klb-hepatitis-misterius-perlukah-penanganan-serius/ Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini, Follow us on: instagram: http://instagram.com/narasipost Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9 Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/ Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Saya membahas bagaimana persepsi kita soal stres ternyata bisa mengubah dampak stres pada tubuh. Ini merupakan rangkuman dari video TED Talk Kelly McGonigal yang berjudul How to make stress your friend dan diolah dari berbagai sumber. Apakah kamu pernah mengalami stres? Mayoritas orang pasti pernah mengalami hal ini, stres di tempat kerja, kesulitan keuangan, masalah keluarga, dan sebagainya. Hidup pasti tidak selamanya bahagia, ada kalanya kita juga mengalami stres. Namun cara kita melihat stres dapat menghasilkan perbedaan yang signifikan. Orang yang melihat stres sebagai reaksi tubuh untuk mempersiapkan kita dalam menghadapi tantangan hidup, ternyata mendapatkan manfaat positif dari stres.
Saya membahas kalau orang yang sangat sukses, mungkin saja kesepian. Jalan ini tidak dilalui oleh banyak orang, hanya orang yang bersedia mengorbankan banyak hal dalam hidupnya, baru bisa mencapai ke titik ini. Mayoritas orang ingin jadi orang sukses dalam hidupnya, entah jadi pengusaha sukses atau karirnya bagus hingga mencapai tingkat direktur atau bahkan presiden direktur. Kita juga sering dengar bagaimana kisah seorang biasa mampu menaiki tangga kesuksesan. Namun perlu kita pahami, mencapai hal tersebut tidak mudah. Kamu akan mengalami banyak tantangan dan berkorban banyak hal untuk bisa sampai ke titik tersebut. Hal ini yang jarang dibicarakan oleh orang yang sudah sukses. Mereka seakan melupakan semua pengorbanan dan tantangan beratnya dan fokus pada hal yang positif, sehingga kamu dan saya bisa terinspirasi dan mengikuti jalan mereka.
Di episode kali ini son of garlic kedatangan Tamu yang bernama aldo, Aldo adalah orang cina yang telah lama tinggal di indonesia, Aldo akan membagikan pengalamanya ,bagaimana rasanya menjadi minoritas dan bagaimana ia dan keluarga bisa bertahan hidup ...
Krisis Ekonomi Menerpa, Akankah Sri Lanka Mampu Mengatasinya? Oleh. drh. Lailatus Sa'diyah (Kontributor Tetap NarasiPost.Com) Voice over talent: Dewi Fitriana NarasiPost.Com-Krisis kembali menerpa, kondisi perekonomian porak-peranda, rakyat semakin sengsara, kekacauan di mana-mana, mulai berjatuhan korban jiwa, akankah Sri Lanka baik-baik saja? Sri Lanka, saat ini tengah menghadapi krisis ekonomi terburuk dalam kurun waktu tujuh dekade terakhir. Mayoritas warga dilaporkan mengalami kekurangan pasokan bahan pangan hingga bahan bakar gas. Tenaga listrik pun harus dipadamkan secara bergiliran. Ditambah, warga harus mengantre untuk mendapatkan bahan bakar minyak yang semakin langka. Aksi protes secara sporadis pun mulai bermunculan di sejumlah kota. (kompas.id, 22/03/2022) Keadaan Darurat Akhir pekan lalu, Presiden Gotabaya Rajapaksa telah mengumumkan keadaan darurat nasional. Hal ini dikarenakan kekacauan masyarakat yang semakin menjadi di Sri Lanka. Sejak Februari lalu, habisnya devisa Sri Lanka diikuti oleh inflasi tajam. Ketergantungan terhadap impor menjadi penyebabnya. Selama ini Sri Lanka masih melakukan impor khususnya bahan bakar dan bahan-bahan pertanian seperti pupuk, yang kini membuat produksi hasil pertanian negara pun menjadi kacau. Antrean masyarakat Sri Lanka untuk mendapatkan bahan bakar tak bisa terelakkan. Tidak sabarnya masyarakat memicu munculnya kerusuhan hingga menimbulkan korban jiwa. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah Sri Lanka menerjunkan petugas keamanan untuk berjaga di beberapa titik lokasi. Adanya kewajiban membayar utang, memperburuk kondisi yang ada. Di tahun ini saja, Kolombo memiliki hampir US$7,3 miliar utang yang jatuh tempo kepada beberapa negara seperti Cina, Jepang, dan India. (cnbcindonesia.com, 05/04/2022) Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/08/krisis-ekonomi-menerpa-akankah-sri-lanka-mampu-mengatasinya/ Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini, Follow us on: instagram: http://instagram.com/narasipost Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9 Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/ Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Stigmatisasi Ulama Viral, Benarkah Radikal? Oleh. Ana Nazahah (Kontributor Tetap NarasiPost.Com) Voice over talent: Sofia ariyani NarasiPost.Com-Sejak Sabtu (5/3/2022) kemarin, viral beredar 180-an ulama dan tokoh yang disarankan tidak diundang sebagai penceramah. Hal ini tentu saja mengundang perhatian warganet. Mayoritas bertanya-tanya, “Bukankah ulama yang dianggap ‘radikal' tersebut adalah ulama lurus, yang senantiasa peduli terhadap persoalan bangsa dan terbukti mencintai bangsa ini dengan tulus?” Sebenarnya umat saat ini sudah mulai jengah terhadap makna radikalisme yang terkesan dipaksakan. Padahal jelas-jelas telah melanggar agama, budaya serta nilai-nilai yang dianut bangsa ini. Sehingga wajar umat bertanya, “Seberapa pentingkah isu ulama radikal disorot?” “Sampai kapan umat harus terbelenggu oleh doktrin sesat yang diciptakan para pembenci Islam?” Sepertinya umat wajib mencari jawabannya, agar tidak selamanya dibodohi yang hanya menyebabkan negeri yang sedang ditimpa berbagai musibah ini, jauh dari rahmat Allah Swt. Kenapa Ulama Dianggap Radikal? Setidaknya ada dua alasan kenapa ulama dianggap berbahaya. Pertama, ulama itu penganut paham dakwah kekerasan, menyeru Islam dengan menanamkan api permusuhan di tengah umat beragama, mendorong umat berperilaku anarkis. Kedua, ulama tersebut berdakwah dengan pemikiran. Membongkar makar penjajahanan, misalnya. Menjelaskan pengaruh hegemoni Barat dalam menentukan arah dan kebijakan pemerintahan serta membongkar kedok penjajah di balik politik ekonomi liberalisme, sembari memberi solusi untuk segala problematika umat. Untuk alasan pertama, tentu saja ini jauh dari ajaran Islam dan dakwah yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Tanpa dicap radikal sekalipun, ulama ini sudah seharusnya dijauhi. Sedang yang kedua, ulama ini berbahaya khususnya bagi pengusung ide penjajahan, khususnya bagi negara kufar yang hidup sebagai inang di sebuah bangsa yang berlimpah hasil kekayaan alamnya. Jika negara berhenti menggunakan asas politik ekonomi liberalisme, penjajah tentunya akan kerepotan melanggengkan cengkeraman mereka dan merampok hasil kekayaan alam, yang setiap harinya mengalir ke kantong-kantong para kapitalis itu. Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/03/12/stigmatisasi-ulama-viral-benarkah-radikal/ Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini, Follow us on: instagram: http://instagram.com/narasipost Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9 Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/ Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Setelah lama tidak mengudara, pada siniar perdana tahun 2022 ini Vani dan Almira mencoba membahas fenomena kekerasan seksual di ruang Kampus bersama Lenny Ristiyani, Staff Divisi Advokasi LRC-KJHAM. Hal ini dirasa penting karena berdasarkan data Komnas Perempuan sepanjang 2015-2020, dari keseluruhan pengaduan kekerasan seksual yang berasal dari lembaga pendidikan, sebanyak 27 persen kasus terjadi di perguruan tinggi. Survei Kemendikbud pada 2020 juga menyebutkan bahwa 77 persen dosen menyatakan kekerasan seksual pernah terjadi di kampus dan 63 persen tidak melaporkan kasus yang diketahuinya kepada pihak kampus. Mayoritas korban kekerasan seksual adalah perempuan. Data tersebut sebenarnya tidak begitu mengejutkan, sebab berdasarkan penelitian yang dilakukan Guru Besar Kajian Gender UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Profesor Alimatul Qibtiyah Ph.D, dosen pria dan mahasiswa pria tidak menyebut kekerasan seksual sebagai masalah di kampus. Sementara banyak mahasiswi dan dosen perempuan yang justru menyatakan kekhawatiran terbesar mereka adalah kekerasan seksual di kampus. Mereka menganggap pelecehan seksual merupakan pelanggaran etika yang paling buruk. Munculnya kekerasan berbasis gender sebagai fenomena gunung es bukan tanpa alasan, banyak penyintas enggan melapor karena faktor tertentu, mulai dari relasi kuasa hingga stereotip masyarakat yang patriarkis. Dari penelitian yang sama, masyarakat Indonesia hampir 70% gemar menyangkal dan cenderung menyalahkan korban. Hal senada disampaikan Ketua Komnas Perempuan, Andy Yentriyani. Menurutnya, korban yang kerap disalahkan oleh masyarakat sering menghadapi pengucilan bahkan sampai pengusiran dari tempat tinggal karena dianggap menodai komunitas masyarakat itu. Sehingga, ke mana perempuan mencari ruang aman di kolong bumi yang mengerikan ini?
Hikmah di Balik Setiap Ujian Kehidupan Oleh. Annisa Fauziah, S.Si. (Kontributor Tetap NarasiPost.Com) Voice over talent: Giriyani NarasiPost.Com-Apakah yang tebersit di dalam pikiran kita saat mendengar kata “ujian”? Mayoritas masyarakat biasanya mengidentikkan ujian dengan kesulitan dan kesedihan. Alhasil, respons yang muncul dari diri kita saat diuji adalah tangisan. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan tangisan, tetapi yang harus dibenahi adalah perspektif kita tentang ujian. Ujian sejatinya bukanlah identik dengan orang-orang yang hidupnya senantiasa diliputi kesulitan. Sebab, ujian bisa saja datang bersama dengan kebahagiaan yang kita rasakan. Apakah kita bisa menjamin bahwa rumah mewah tiga lantai, mobil sport keluaran terbaru, hingga investasi properti yang kita miliki bukanlah sebuah ujian? Ayat Al-Qur'an surah Al-Anbiya: 35 sesungguhnya bisa menjadi sebuah refleksi. Allah Swt. berfirman: “Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan, dan hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan.” Setelah menyimak ayat ini, apakah kita masih mengira bahwa apa yang ada di hadapan kita saat ini bukanlah sebuah ujian? Ketika manusia hidup di dunia sejatinya ia tidak akan terlepas dari ujian yang diberikan Allah Swt. Kita sering mendeskripsikan ujian dengan sesuatu yang membawa kepada kesulitan. Padahal, Allah Swt. bisa menguji kita dengan kesenangan. Bahkan, perhiasan dunia berupa harta dan jabatan pun adalah sebuah ujian. Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/02/27/hikmah-di-balik-setiap-ujian-kehidupan/ Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini, Follow us on: instagram: http://instagram.com/narasipost Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9 Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/ Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Dua crazy rich jadi tersangka dan ditahan polisi gara-gara tipu banyak orang lewat investasi bodong. Yep, mereka adalah Indra Kenz dan Doni Salmanan. Doni Salmanan udah ngaku kalo dia emang nipu para korban, dan total kerugian korban akibat tipuan Indra Kenz dan Doni sampai ratusan miliar. Udah lebih dari dua pekan, perhatian dunia masih tertuju pada Rusia dan Ukraina. Siapa yang nyangka kalau ternyata dari hasil survei yang dirilis lembaga independen Amerika Serikat Gary Langer hasilnya, mayoritas warga Rusia justru mendukung aksi Vladimir Putin untuk melakukan invasi ke Ukraina. Belakangan ini banyak pohon tumbang bahkan hujan es di berbagai daerah. BMKG minta seluruh warga +62 waspada cuca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung sampai April nanti.
Saya membahas buku The Honest Truth About Dishonesty karya Dan Ariely. Buku ini membahas kenapa kita berbohong, terutama kepada diri sendiri. Apakah kamu pernah berbohong atau melakukan hal curang? Kemungkinan besar pasti pernah. Walaupun tidak melakukan kebohongan atau kecurangan besar, kita mungkin pernah melakukan perilaku tersebut. Dalam diri manusia, ternyata ada dua dorongan yang berlawanan. Di satu sisi, kita ingin dilihat sebagai orang yang jujur dan bermartabat. Kita ingin melihat ke cermin dan merasa kalau kita adalah orang yang baik. Tapi di sisi lain, kita ingin mendapatkan manfaat dari perilaku curang dan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Penulis memberikan fakta yang menarik bagaimana orang biasa yang cenderung jujur bisa membenarkan perilaku curangnya.